P. 1
Aritmatika A

Aritmatika A

|Views: 125|Likes:
Published by masjunrohul

More info:

Published by: masjunrohul on May 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • TEORI BILANGAN
  • DEVISIBILITAS (KETERBAGIAN)
  • KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL
  • ARITMATIKA MODULAR
  • DEFINISI REKURSIF
  • KOMBINATORIKA
  • KONSEP DASAR PENCACAHAN
  • PRINSIP PENJUMLAHAN (RULE OF SUM)
  • PRINSIP PERKALIAN (RULE OF PRODUCT)
  • PERMUTASI DAN KOMBINASI
  • PERMUTASI
  • PERMUTASI DARI n-OBJEK YANG TERPILIH
  • PERMUTASI SEBANYAK r DARI n OBJEK
  • PERMUTASI KELILING (CIRCULAR PERMUTATION)
  • PERMUTASI SEBANYAK r DARI n OBJEK DENGAN PENGEMBALIAM OBJEK YANG TERPILIH
  • PERMUTASI SEBANYAK r DARI n OBYEK YANG TIDAK SELURUHNYA DAPAT DIBEDAKAN
  • KOMBINASI
  • KOMBINASI SEBANYAK r DARI n OBJEK YANG BERBEDA
  • TEOREMA BINOMIAL DAN MULTINOMIAL
  • PIGEONHOLE PRINCIPLE/PERINSIP SARANG MERPATI
  • PERINSIP INKLUSI DAN EKSLUSI
  • KONTEKS MASALAH
  • LATIHAN SOAL ARITMATIKA DAN KOMBINATORIKA

A R I T M AT I K A

MODUL PEMBINAAN

OLEH TIM PEMBINA OLIMPIADE KOMPUTER ILMU KOMPUTER UDAYANA (DISAJIKAN UNTUK PESERTA PEMBINAAN BIDANG KOMPUTER –OSN 2009)

PEMERINTAH DAERAH PROPINSI BALI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA 2009

DA F T A R I S I
PENDAHULUAN ............................................................................................................. 3 TEORI BILANGAN ......................................................................................................... 4
DEVISIBILITAS (KETERBAGIAN) ...................................................................................... 4 BILANGAN PRIMA ............................................................................................................ 6 FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR ............................................................................... 9 KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL .......................................................................... 13 ARITMATIKA MODULAR ................................................................................................ 14 DIGIT TERAKHIR ........................................................................................................... 15

DEFINISI REKURSIF ................................................................................................... 18 DERET ............................................................................................................................. 19 KOMBINATORIKA ...................................................................................................... 22 KONSEP DASAR PENCACAHAN ..................................................................................... 23 PRINSIP PENJUMLAHAN (RULE OF SUM)........................................................................ 23 PRINSIP PERKALIAN (RULE OF PRODUCT) ..................................................................... 24 PERMUTASI DAN KOMBINASI ....................................................................................... 25 Permutasi .................................................................................................................. 26 Permutasi dari n-objek yang terpilih ....................................................................... 26 Permutasi sebanyak r dari n objek ........................................................................ 27 Permutasi Keliling (Circular Permutation) ............................................................. 27 Permutasi sebanyak r dari n objek dengan pengembaliam objek yang terpilih .. 29 Permutasi sebanyak r dari n obyek yang tidak seluruhnya dapat dibedakan ....... 29 Kombinasi ................................................................................................................. 30 Kombinasi sebanyak r dari n objek yang berbeda. ............................................... 32 TEOREMA BINOMIAL DAN MULTINOMIAL................................................................... 35 PIGEONHOLE PRINCIPLE/PERINSIP SARANG MERPATI .............................................. 40 PERINSIP INKLUSI DAN EKSLUSI .................................................................................. 42 MEMBUAT MODEL ARITMATIKA/MATEMATIKA ........................................... 46 KONTEKS MASALAH ................................................................................................. 48 BERPIKIR SECARA CERDAS .................................................................................... 49 LATIHAN SOAL ARITMATIKA DAN KOMBINATORIKA .................................50

PENDAHULUAN
Secara umum materi uji tertulis terbagi atas tiga komponen utama: materi uji analitika dan logika, materi uji aritmattika dan materi uji algoritmika. Materi uji analitika dan logika bertujuan untuk menguji potensi akademis peserta namun sedapat mungkin memiliki relevansi yang tinggi dengan problem solving dan elemen penting dalam menguasai pemrograman computer. Materi aritmatika sebenarnya sejalan dengan analitika dan logika di atas karena soal aritmatika di OSN bidang Informatika bukan sekedar menguji ketrampilan dalam hitung menghitung, tetapi lebih pada cara berpikir yang logis dan analitis namun dengan soal bertemakan aritmatika. Sedangkan materi algoritmika bertujuan untuk menguji kemampuan peserta dalam memahami dan menyusun suatu algoritma. Aspek-aspek yang terkait dengan pengetahuan dan bahasa pemrograman direduksi seminimal mungkin ke tingkat pseudocode. Materi Uji Aritmatika Terdapat enam aspek analitis dalam persoalan aritmatika yang umumnya dijadikan sebagai materi uji pada OSN bidang informatika, yaitu: 1. Memahami sifat-sifat bilangan (Teori Bilangan); 2. Memahami formula rekursif (Sifat Rekursif); 3. Menentukan pola dari sebuah deret bilangan; 4. Eksplorasi dalam masalah kombinatorik; 5. Mampu membentuk model aritmatika/matematika serta melakukan deduksi/ induksi model; 6. Mengkaitkan dengan konteks masalah; 7. Berpikir secara “cerdas”.

3

TEORI BILANGAN
DEVISIBILITAS (KETERBAGIAN) Untuk bilangan a dan b, a ≠ 0, kita katakan a membagi b jika b =ac untuk sebuah bilangan bulat c. Kita tunjukkan dengan menggunakan notasi a|b. Dapat juga dikatakan bahwa b terbagi oleh a. Berikut adalah sifat-sifat turunan dari a|b : 1. Jika a|b, b ≠ 0, maka |a| ≤ |b| 2. If a|b and a|c, maka a|αb+βc untuk sembarang bilangan bulat α dan β 3. Jika a|b dan a|b ± c maka a|c 4. a|a (refleksif) 5. Jika a|b dan b|c maka a|c (transitif) 6. Jika a|b dan b|a maka |a| = |b| Teorema: untuk sembarang bilangan bulat positif a dan b akan ada sebuah pasangan unik (q,r) bilangan bulat positif yang memenuhi b = aq + r, r < a Hal ini juga dikenal dengan Algoritma Pembagian. Algoritma Pembagian dapat diperluas untuk bilang bulat lainnya sebagai berikut: untuk sembarang bilangan bulat a dan b, a ≠ 0, akan terdapat pasangan unik (q,r) bilangan bulat sehingga b = aq + r, 0 ≤ r < |a|. Contoh Soal 1: Buktikan n5 − 5n3 + 4n terbagi oleh 120! Solusi: n5 − 5n3 + 4n = n(n2-1)(n2-4) = n(n-1)(n+1)(n-2)(n+2) Lima produk persamaan diatas berturut-turut adalah: n – 2, n – 1, n, n + 1, n + 2. jika n {-2, -1, 0, 1, 2} kita dapat katakan bahwa n5 − 5n3 + 4n = 0 terpenuhi. Maka untuk n ≤ 3 kita bisa nyatakan: n5 − 5n3 + 4n = n(n-1)(n+1)(n-2)(n+2)
⎛ (n + 2 ⎞ ⎟ = 5!⎜ ⎜5 ⎟ ⎝ ⎠

⎛ (n + 2 ⎞ ⎟ = 120⎜ ⎜5 ⎟ ⎝ ⎠
Untuk n ≤ -3, ambil n = -m, dimana m ≥ 3 akan diperoleh

⎛ (m + 2 ⎞ ⎟ n5 − 5n3 + 4n = − 120⎜ ⎜5 ⎟ ⎝ ⎠
jadi berdasarkan persamaan diatas dapat dikatakan bahwa 120| n5 − 5n3 + 4n. Contoh Soal 2: temukan semua bilangan bulat positif n dimana bilangan yang diperoleh dengan menghilangkan digit terakhir n tersebut adalah sebuah pembagi dari n. Solusi: Ambil b sebagai digit terakhir dari bilangan n dan ambil a sebagai bilangan yanng diperoleh dari menghilang digit terakhir. Maka n = 10a + b. Karena a adalah pembagi n, maka kita bisa nyatakan bahwa a membagi b. Semua bilangan n yang berakhir dengan 0 adalah solusinya. Untuk b ≠ 0 maka a adalah satu digit dan solusi yang mungkin untuk n adalah bilangan-bilangan berikut: 11, 12,. . . , 19, 22, 24, 26, 28, 33, 36, 39, 44, 48, 55, 66, 77, 88 atau 99. Contoh Soal 3: Misalkan p > 2 adalah bilangan ganjil dan n adalah bilangan bulat positif. Buktikan bahwa

1 p + 2 p + ... + ( p − 1) p
n n

n

terbagi oleh p.

Solusi: Misalkan k = p n dan perhatikan bahwa k adalah bilangan ganjil. Maka

d k + ( p − d ) k = p[d k −1 − d k − 2 ( p − d ) + ... + ( p − d ) k −1 ] .
persamaan-persamaan tersebut dari d=1 sampai d = persamaan

Dengan

menjumlahkan

p −1 , kita bisa menghasilkan 2

1 p + 2 p + ... + ( p − 1) p
n n

n

pada ruas kiri, yang ternyata terbukti bisa

dibagi p (terlihat pada ruas kanan). Contoh Soal 4: Temukan semua bilangan bulat positif n yang untuk semua bilangan bulat ganjil a, jika a 2 ≤ n maka a|n Solusi: Misalkan a adalah bilangan ganjil terbesar sehingga a 2 < n namun n ≤ (a + 2) 2 . Jika a ≥ 7, maka a – 4, a – 2, a adalah bilangan ganjil yang bisa membagi n. Perhatikan bahwa pasangan manapun dari dua bilangan tersebut adalah relatif prima, jadi (a – 4)(a – 2)a bisa membagi n. Ini menyatakan bahwa (a – 4)(a – 2)a ≤ (a + 2)2 sehingga

5

12..30.. maka 12 ≤ n ≤ 3 2 sehingga n ∈ {1. Maka a 3 − 7 a 2 + 4a − 4 ≤ 0 atau a 2 (a − 7) + 4(a − 1) ≤ 0 . Tunjukkan bahwa untuk sembarang bilangan natural n. maka 5 2 ≤ n ≤ 7 2 dan 1..b.24.18.12.89.3. Maka n > a2 sehingga a ≤ Teorema 1: (Euclid) Ada jumlah tak terbatas bilangan-bilangan prima.15.5|n sehingga n ∈ {30.3|n sehingga n ∈ {9. ini merupakan kontradiksi dari minimalitas a. . ≤ b dan a adalah pembagi terkecil dari n. diantara n2 dan (n+1)2 bisa ditemukan tiga bilangan natural berbeda a.45} SOAL LATIHAN: 1.24} Jika a = 5.15. n = a.b. Bilangan bulat n > 1 yang bukan merupakan bilangan prima disebut bilangan komposit.2. Jika n adalah bilangan prima maka pembagi primanya adalah n itu sendiri. Selanjutnya n = a.45} . solusinya adalah a = 1. b dan c sehingga a2 + b2 bisa terbagi oleh c. Jika n adalah komposit maka n memiliki sebuah pembagi prima yang tidak melebihi n .a 3 − 6a 2 + 8a ≤ a 2 + 4a + 4 .21. 3 atau 5.4. Karena itu n ∈ {1. Sesungguhnya seperti yang telah ditunjukkan diatas. Jika a = 1.2. maka 3 2 ≤ n ≤ 5 2 dan 1. Jika n bukan bilangan prima.a2 dengan 1 < a1 ≤ a2 <a dan a1|n.6..21. Sembarang bilangan bulat n > 1 mempunya setidaknya satu pembagi prima. dimana 1 < a n. Temukan semua bilangan bulat positif n sehingga 3 n −1 + 5 n −1 bisa membagi 3n + 5 n BILANGAN PRIMA Bilangan bulat p > 1 dikatakan prima jika tidak ada bilangan bulat lain d > 1 yang memenuhi d|p.5. dimana 1 < a ≤ b. 2. misalkan a > 1 sebagai pembagi terkecilnya.8} Jika a = 3.3.18.7. Jika a bukan bilangan prima maka akan ada a1 dan a2 sehingga a = a1.

.. Perhatikan: Bilangan prima terbesar yang diketahui adalah 232582657 – 1.. Di lain pihak. p m ini mengarah ke p k | 1 .q h dimana p1 .. Kita menyatakan bahwa pi ≠ q j untuk setiap i = 1. q1 . Jika p1 < n. j = 1.. Jika r2 prima maka n = p1 p 2 p3 dimana r2 = p3 . Misalkan n adalah bilangan minimal yang memenuhi syarat tersebut. ….. h... Untuk keunikannya.. dan kita selesai. ini adalah foktorisasi yang diingin dari n (sesuai dengan teorema). ≥ 1 .. faktorisasi dari bilangan bulat. p m + 1 sedangkan karena pk salah satu dari p1 . p k . ….... k..Bukti: Asumsikan dengan kontradiksi bahwa hanya ada jumlah terbatas dari bilangan prima: p1 < p 2 < .. ini merupakan kontradiksi terhadap maksimalitas dari p m ... p m + 1 . Misalkan sebuah bilangan P = p1 p 2 . maka n = p1 r1 dimana r1 > 1. Jika P adalah bilangan prima maka P > p m . Jika p1 = n. mari kita asumsikan ada setidaknya satu bilangan bulat positif n sehingga n = p1 p 2 . maka n' = n / p = p1 L p k −1 = q1 L q h −1 dan 1 < n’ < n. p m . Ini diikuti dengan p k | p1 p 2 . p 2 . p 2 .. maka kita lanjutkan algoritma ini sehingga memperoleh deret bilangan r1 > r2 > . Bilangan itu ditemukan pada 2006 dan memiliki 9808358 digit. < p m . Teorema 2: (Teorema faktorisasi prima) Setiap bilangan bulat n > 1 mempunyai sebuah representasi unik sebagai produk dari bilangan-bilangan prima. Bukti: Keberadaan presentasi tersebut dapat diperoleh dari cara berikut: Misalkan p1 adalah pembagi prima (faktor) dari n. q h adalah bilangan-bilangan prima. p k = q1 q 2 . p k . q 2 .. Jika r1 adalah komposit maka r1 = p 2 r2 dimana p 2 prima. Ini merupakan kontradiksi. Jika.. maka n = p1 adalah faktorisasi prima dari n.. Jika r2 adalah komposit. . kita akan memperoleh rk =1 = 1 sehingga n = p1 p 2 . 2. p m .. r2 > 1 sehingga n = p1 p 2 r2 . Setelah langkah yang terhingga. sebagai contoh... Hasil fundamental dari aritmatika menghadapi tantangan terbesarnya.... p 2 . Terlihat jelas bahwa k ≥ 2 dan h ≥ 2 .. kita misalkan p k . Jika r1 prima maka n = p1 p 2 dimana p 2 = r1 . merupakan kontradiksi dari 7 .. p k = q h = p ... 2. jika P adalah komposit maka dia akan memiliki pembagi prima p > 1 yang merupakan salah satu dari p1 . berarti p k | p1 p 2 .

ini merupakan kontradiksi dari minimalitas n.minimalitas n. dimana s1 . Dari sudut lain. α 2 . s = 1. Asumsikan bahwa p1 adalah faktor prima terkecil dari n dalam representasi diatas. Namun n’ < n. rh kedalam bentuk prima. . Dari teorema ditas dapat diturunkan bahwa untuk setiap bilangan bulat n > 1 bisa dituliskan secara unik dalam bentuk α1 αk n = p1 K pk Dimana p1 . Dari n' = r1 r2 K rh diikuti n’ sudah difaktorkan kedalam bentuk n' = t1t 2 Kt j dimana t s < p1 . K . si adalah bilangan prima. Dengan mengetahui bahwa n' = r1 r2 K rh kita peroleh n = p1 p 2 K p k = Ap1 + n' . menggunakan faktorisasi dari r1 . Contoh Soal 1 : Buktikan bahwa untuk sembarang bilangan bulat n > 1 bilangan n 5 + n 4 + 1 bukan bilangan prima. h. K . semua faktor dari ri < p1 . .. p 2 .K . i = 1. Faktorisasi ini berbeda dari bentuk n' = p1 s1 s 2 K si .. j. K .. Representasi ini disebut faktorisasi kanonikal (canonical factorization) dari n.. Dari sini kita dapat ketahui bahwa p1 | n' dan n' = p1 s1 s 2 K si . s 2 . α k adalah bilangan bulat positif. 2. p k adalah bilangan-bilangan prima unik dan α 1 . .. Dengan menerapkan Algoritma Pembagian sebagai berikut: q1 = p1c1 + r1 q 2 = p1c 2 + r2 K q h = p1c h + rh Dimana 1 ≤ ri ≤ p1 . Kita akan peroleh n = q1 q 2 K q h = ( p1c1 + r1 )( p1c 2 + r2 ) K ( p1c h + rh ) Dengan memperluas persamaan ini kita akan memperoleh n = Ap1 + r1 r2 K rh . r2 ..

Untuk bilangan 9 . sebuah kontradiksi. Jika a ≥ 3 maka ab + bc + ac > 3bc. Karena a adalah bilangan prima. maka c ≥ 5 dan b ≤ 5 . Jadi solusinya ada untuk 2 b c 5 5 5 1. Jelas bahwa Dk adalah himpunan terhingga. sehingga: 1 1 1 + > c b 2 jika b ≥ 5 . b. CONTOH SOAL: 1. Buktikan pertidaksamaan Bonse 2 p1 p 2 K p n > p n untuk n ≥ 4 . K adalah deret menaik dari bilangan-bilangan prima. p 2 = 3. hasil perkalian dari dua bilangan bulat diatas 1. yaitu: 1 1 1 1 1 2 < + < + = . Contoh Soal 2: Carilah semua bilangan prima a. ini salah. 2. dimana +1 p1 = 2. Diberikan p. Oleh karena itu n 5 + n 4 + 1 bukan bilangan prima. b = 2 dan c bisa sembarang bilang prima 2. b = 3 dan c = 3 atau 5. FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR Untuk sebuah bilangan bulat positif k kita nyatakan Dk sebagai himpunan dari semua pembagi positifnya. c sehingga ab + bc + ac > abc. Solusi: Misalkan a ≤ b ≤ c . maka ini mengarahkan ke a = 2. q dan r bilangan prima dan diberikan n sebuah bilangan bulat positif sehingga pn + qn = r 2 Buktikan bahwa n=1. Pertidaksamaannya akan menjadi 2b + 2c + bc > 2bc.Solusi: Kita peroleh n 5 + n 4 + 1 = n 5 + n 4 + n 3 − n 3 − n 2 − n + n 2 + n + 1 = n 3 (n 2 + n + 1) − n(n 2 + n + 1) + (n 2 + n + 1) = (n 2 + n + 1)(n 3 − n + 1) .

Oleh karena itu d = d’.. min(α k . m = dm’. α i + β i ≥ 1. i = 1. Karena d|d’. Karena d|m dan d|n diikuti d|r. k .1 ≤ r1 < n n = r1 q 2 + r2 . n = d’n’’ maka fpb(m’’. Pada kasus dimana Dm ∩ Dn ={1}.n) = fpb(n. α i .n’’) = 1 maka d’ = d 3. Jika d’ adalah faktor persekutuan dari m dan n maka d bisa membagi fpb(m. Sebuah algoritma yang berguna untuk menemukan faktor persekutuan terbesar dari dua bilangan bulat positif adalah Algoritma Euclidean.n)=1 dan kita nyatakan m dan n adalah relatif prima.n). n = dn’ maka fpb(m’.n) dan d’ = fpb(n.1 ≤ r2 < r1 . Jika d = fpb(m.n) 4.K .. n = p1β1 K pkβ k .2.n). kita menggunakan notasi fpb(m. Jika αk α1 m = p1 K pk . kita mengatakan bahwa fpb(m. Kebalikannya dari d’|n dan d’|r diikuti oleh d’|m. m = d’m’’. . elemen maksimal dari himpunan Dm ∩ Dn disebut faktor persekutuan terbesar (greatest common divisor) dari m dan n.n). Hal berikut bisa diturunkan secara langsung dari definisi di atas: 1. Jika d = fpb(m.bulat positif m dan n.r). Ini berisi penerapan berulang dari Algoritma Pembagian: m = nq1 + r1 . β1 ) K pk . maka 5. n) = p1min(α1 . β i ≥ 0.n’)=1 2. Misalkan d = fpb(m.r) Mari kita buktikan poin 5. jadi d’|d. Jika m = nq + r maka fpb(m. β k ) fpb (m.

...1 ≤ rk < rk −1 rk −1 = rk q k +1 + rk +1 . rk ) = rk Proposisi 1: Untuk bilangan bulat positif m dan n. m s ) Bilangan bulat d = d s −1 disebut faktor persekutuan terbesar dari m1 . m s dan dinotasikan sebagai fpb(m1 . K . 11 . k-1. d s −1 = fpb(d s − 2 . kita mendapatkan bahwa fpb(m. K . m s ) Contoh Soal 1: Temukan faktor persekutuan terkecil dari bilangan-bilangan yang memenuhi An = 2 3n + 36 n + 2 + 5 6 n + 2 .K .n). m2. sehingga ⎧α i +1 = α i −1 − qi +1α i ⎨ ⎩ β i +1 = β i −1 − qi +1 β i i = 2. m2.7 Menggunakan kongruen mod 5 kita peroleh An ≡ 2 3n + 36 n + 2 ≡ 2 3n + (−1) 3n +1 (mod 5) . . 1999. k . Solusi: Kita dapatkan A0 = 1 + 9 + 25 = 35 = 5. Untuk n = 1. m2. m2 ). Kita bisa mendefinikan faktor persekutuan terbesar dari beberapa bilangan bulat positif m1 . 1.rk −2 = rk −1 q k + rk . r2 = − mq 2 + n(1 + q1 q 2 ).dimana n = 0. r1 ) = fpb(r1 .. rk +1 = 0 Rantai persamaan ini adalah terhingga karena n > r1 > r2 > K > rk . m3 ). karena itu n bukan faktor persekutuan. Karena ri +1 = ri −1 − ri qi +1 . K . adalah faktor persekutuan terbesar dari m dan n..K Secara umum ri = mα i − nβ i . . n) = fpb(n. rk . d 2 = fpb(d1 . m s dengan memperhatikan: d1 = fpb(m1 . K .. i = 1. Bukti: Dari Algoritma Euclidian bisa diperoleh r1 = m − nq1 . A1 ≡ 9 ≠ 0(mod 5) . Sisa bagi yang tidak nol. n) = rk = α k m + β k n . terdapat bilangan bulat a dan b sehingga am +bn = fpb(m. Akhirnya. r2 ) = K = fpb(rk −1 . Sebenarnya dengan menggunakan aturan 5) diatas kita dapatkan fpb(m.

Karena l 2 | (m 3 + n 3 ) . Biarkan (l.64 n ≡ 1 + 2. dan l. b/g.1n ≡ 0(mod 7) Oleh sebab 7 dapat membagi An .8 n + 4. untuk semua bilangan bulat n ≥ 0 .m. c/g).9 3n + 25. n merupakan pasangan-pasangan relatif prima.2 3n + 4. faktor persekutuan terbesar dari bilangan Ao .1n + 4. m.K .Sebaliknya. n haruslah 1. A1999 adalah 7. Karena l 2 . n) adalah tripel yang memenuhi kondisi permasalahan.25 3n ≡ 1 + 2. Maka g 3 bisa membagi a 2 b jadi g 3 bisa membagi a 3 + b 3 + c 3 dan g bisa membagi c. c adalah fpb untuk ketiganya. An = 8 n + 9.4 3n ≡ 1 + 2. Oleh sebab itu.n) = (a/g. c) sehingga a 3 + b 3 + c 3 bisa dibagi a 2 b + b 2 c + c 2 a Solusi: Biarkan g sebagai faktor persekutuan terbesar dari a dan b. b. Kita akan mempunyai l 2 m 2 n 2 ≤ l 3 + m 3 + n 3 ≤ 3l 3 dan karena itu. . Akibatnya. m 2 n 2 / 3 ≤ l . kita juga mempunyai m 4 n 4 / 9 ≤ l 2 ≤ m 3 + n 3 ≤ 3m 3 Jika n ≥ 2 maka m ≤ 2. Maka (l. Dengan ini. b. 1) adalah solusi unik dari permasalahan ini dengan m = 1 . m 2 dan n 2 semuanya bisa membagi l 3 + m 3 + n 3 . Contoh Soal 2: Temukan semua tripel bilangan bulat positif (a. m. A1 .9 / 2 4 < 2 ≤ n yang berlawanan dengan asumsi bahwa m ≥ n . Dan tidak sulit untuk dilihat bahwa (1. sekarang kita mempunyai l 2 m2n 2 | l 3 + m3 + n3 Asumsikan tanpa kehilangan arti umumnya bahwa l ≥ m ≥ n . fpb dari setiap pasangan (dua bilangan) dari a. 1.

t ) = p1max(α1β1 ) K p kmax(α k β k ) Hal berikut menunjukkan hubungan antara fpb dengan kpk. k. Berikut adalah turunan langsung dari definisi tersebut: 1. Tidaklah sulit untuk melihat bahwa satu-satunya solusi adalah (3.. dan m ≤ 4 . 5. Jika m = kpk(s. Untuk bilangan bulat positif s dan t. α i + β i ≥ 1 . . KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL Berlawanan dengan himpunan Dk yang sudah kita pelajari di sub bahasan sebelumnya.t). maka kpk ( s. m = ss’ = tt’. α i . i = 1. 4. jadi m 2 n 2 ≤ l 3 + m 3 + 1 < 2l 3 . β i ≥ 0.t’) = 1.t). n). n) 13 . fpb(s’.Jika m ≥ 2 maka l > m karena l dan m relatif prima. 2. Jika m’ adalah kelipatan persekutuan dari s dan t dan m’ = ss’ = tt’.. Untuk setiap bilangan bulat positif m dan n akan memenuhi hubungan berikut: mn = fpb(m.kpk (m. 1). dan l > m 2 / 2 . sehingga m 4 < l 2 ≤ m3 + 1. maka m’=m 3. elemen terkecil dari himpunan M s ∩ M t disebut kelipatan persekutuan terkecil dari s dan t dan dinotasikan sebagai kpk(s. maka fpb(s’. 2.. M k adalah himpunan terhingga bilangan bulat. Jika m’ adalah kelipatan persekutuan dari s dan t maka m|m’. Jika s = p1pα1 K p kpα k dan t = p1pβ1 K p kpβ k .t’)=1.

Kita katakan a dan b adalah modulo kongruen n jika n|a-b. a ≡ a (mod n) (reflektif) 2. Bukti: Karena a − b = n(q1 − q 2 ) + (r1 − r2 ) . Kita notasikan dengan a ≡ b (mod n). Contoh Soal: Temukan sebuah bilangan bulat n dengan 100 ≤ n ≤ 1997 sehingga n membagi 2 n + 2 Solusi: Perhatikan bahwa 2 mebagi 2 n + 2 untuk semua n.43 = 946 memenuhi semua kongruenitas tersebut.11. n bilangan bulat. b dan n. ini menghasilkan n|a-b jika dan hanya jika n | r1 − r2 . Selain itu 2 juga membagi 2 n + 2 jika dan hanya jika n ≡ 6 (mod 10). Jika a ≡ b (mod n) maka untuk sembarang bilangan bulat k. jika a ≡ b (mod n) dan b ≡ c (mod n). Jika a ≡ b (mod n) dan c ≡ d (mod n) maka a+c ≡ b+d (mod n) dan a – c ≡ b – d (mod n) 5. jika a ≡ b (mod n) maka b ≡ a (mod n) 4. maka kita katakan bilangan bulat a dan b bukan modulo kongruen n. Berikut pernyataan yang bisa diturunkan dari hal ini: 1. Karena n = 2. Dengan memperhatikan bahwa | r1 − r2 |<| n | . rs ≤| n | . b. maka n membagi 2 n + 2 . Maka a ≡ b(mod n) jika dan hanya jika r1 = r2 . 0 ≤ r1 . Relasi ≡ pada himpunan Z bilangan bulat disebut relasi kongruen. n ≠ 0 sehingga a = nq1 + r1 . dan 43 membagi 2 n + 2 jika dan hanya jika n ≡ 8 (mod 14). ka ≡ kb (mod n) 6. maka a ≡ c (mod n) (transitif) 3.ARITMATIKA MODULAR Untuk bilangan bulat a. Jika a ≡ b (mod n) dan c ≡ d (mod n) maka ac ≡ bd (mod n) Teorema 1: Untuk a. kita akan peroleh n | r1 − r2 jika dan hanya jika r1 = r2 . Jika m tidak bisa membagi a – b. dimana n ≠ 0. b = nq 2 + r2 .

0 (0 sebanyak n) dan jika l(N) = 1 maka l(Nn) = 1 untuk semua n ≥ 2. Jadi untuk pertanyaan diatas jawabannya adalah 7 Contoh Soal 2: Berapa digit terakhir dari 22003? 15 .7) ≡ ± 7 (mod 10). 3.. (((77)7)7) . Contoh Soal 1: Apakah digit terakhir dari (..a0 adalah representasi desimal dari bilangan bulat positif N.. . Sangat berguna mengetahui digit terakhir dari kn. Sehingga 77 = (72)3.7 ≡ -7 (mod 10) dan (77)7 ≡ (-7)7 ≡ -(77) ≡ -(-7) ≡ 7 (mod 10) Melanjutkan proses tersebut kita akan melihat bahwa ((77)7)7) ≡ 7 (mod 10) dan secara umum (…(((77)7)7)…. . 9: Dan jelas bahwa jika l(N)=0 maka ln(Nn) = 0. a0.7)? Ada 1001 buah 7 dalam formula tersebut.. Solusi: Digit terakhir dari bilangan desimal adalah sisa modulo 10. k digit terakhir adalah lk(N) = ak-1 . dimana untuk k = 2.. dimana tandanya + jika jumlah kemunculan 7 adalah ganjil dan – jika kemunculan 7 adalah genap. . Sekarang 72 = 49 ≡ -1 (mod 10).... Digit terakhir N adalah l(N) = a0 dan untuk k ≥ 2. . .DIGIT TERAKHIR Misalkan anan-1... Konsep sederhana ini muncul dalam berbagai situasi.

Perhatikan bilangan dasarnya 2 dan 5 yang jika dikalikan menjadi 10. 1. 128. Jadi jika n=2003. 1024. 8. a > b. 4. yaitu memiliki digit terakhir 8. dan n + p berharga ganjil. perhitungan 2n menghasilkan deret 1. maka a!/b! = a. 512. 32. 2048. Penjumlahan tiga digit awal 1+2+5=8 Contoh Soal 4: Hitunglah (80! x 38!) /(77! x 40!). Solusi: Menggunakan sifat sbb untuk a dan b bulat positif.Solusi: Dengan mengubah n=1. 2.(a – 2)…(b + 1). 16. 2. diperoleh 2003 mod 4 = 3. 64. kita mendapatkan perulangan dari 6 – 2 – 4 – 8 pada n mod 4 = 0. Contoh Soal 5: Jika n dan p adalah dua bilangan bulat. Amati angka terakhir dari setiap bilangan. 4096. Maka (80! x 38!) /(77! x 40!) = (80!/77!) / (40!/38!) = (80x79x78) / (40x39) = (80/40) x (78/39) x 79 = 2 x 2 x 79 = 316 yang dapat dihitung tanpa kalkulator. 256. Contoh Soal 3: Ketiga digit awal dari hasil perkalian 22002 x 52005 jika dijumlahkan adalah? Solusi: Ini juga tidak mungkin dihitung manual.3…dst. Karena setiap pasang faktor 2 dan 5 menghasilkan 10 berarti hanya menambah 0 di digit terkanan. dst.2.(a – 1). Ada 2002 pasang faktorfaktor tersebutg sehingga 22002 x 52005 = 53 x 102002= 125 102002. 3. manakah dari berikut ini bil ganjil? (A) n – p + 1 (B) np (C) n2 + p2 – 1 (D) 3p + 5n .

17 . karena (n+p) adalah ganjil maka dari n dan p salah satu ganjil dan yang lain genap. Selisih antara n dan p pasti ganjil sehingga jika ditambah 1 menjadi genap. C bukan karena pangkat bulat positif berapapun dari bilangan genap. B bukan karena perkalian antara suatu bilangan genap dengan bilangan apapun akan menjadi genap. dan ganjil tetap ganjil. karena perkalian antara dua bilangan ganjil menghasilkan bilangan ganjil. E benar. D bukan karena pangkat bulat positif berapapun dari bilangan ganjil tetap bilangan ganjil. kemudian ganjil ditambah genap dan dikurang ganjil menjadi genap. tetap genap.(E) (p – n)(n – p) Solusi : A bukan. dan jumlah dua bilangan ganjil menjadi genap.

Contoh Soal 1: Jika didefinisikan f(n)=n. Sebagai contoh kita ambil definisi rekursif dari faktorial: ⎧1. Cara tradisional untuk mendefinisikan fungsi Fibonacci adalah dengan menggunakan ∑ dan sudah dianggap sebagai definisi informal dari fungsi Fibonacci.DEFINISI REKURSIF Definisi rekursif adalah bagaiman membangun sesuatu dari versi sederhana dari hal yang sama. yang telah disinggung di bab sebelumnya. Sedangkan kasus kombinasinya adalah fib(n) = fib(n-1) + fib(n-2). n = 0 ⎪ fib(n) = ⎨1.f(n-1) untuk setiap n > 0 dan f(0)=1 maka berapakah f(10)/(f(7). x > 0 Kasus basis dari contoh diatas adalah fac(x)=1 untuk x=0 dan kasus kombinasinya adalah f(x) = x. n = 1 ⎪ fib(n − 1) + fib(n − 2).f(6)) ? . x = 0 fac( x) = ⎨ ⎩ x. n > 1 ⎩ Untuk fungsi diatas kasus basisnya ada dua yaitu fib(n) = 0 untuk n=0. dan fib(n) = 1 untuk n=1. n > 1. Kasus basis (base case) yang tidak tergantung dengan apapun 2. Misalkan kita memiliki fungsi fib(n) yang mengembalikan bilangan fibonacci ke-n. Definisi rekursif mempunyai dua bagian : 1. Kasus Kombinasi yang bergantung pada kasus yang lebih sederhana. fac( x − 1).fac(x-1) untuk x >0 Contoh lain adalah deret Fibonacci. Maka dengan cara rekursif dapat kita definisikan bahwa: ⎧0.

5.9. -7) = 3. 3.1) = 1 Contoh Soal 2: Jika suatu fungsi didefinisikan f(x. Yaitu sama dengan contoh diatas (fungsi fac). y) = x2-y2 untuk x dan y dua bilangan real. 4)) adalah? Solusi: f(x.49 = -40 SOAL LATIHAN: ⎧1. y) = x2-y2 maka f(3.Solusi: Fungsi ini adalah fungsi faktorial yang definisikan secara rekursif. f(7)= 7! Dan f(6) = 6! Sehingga. f(3. Berapakah ⎪ f (3n + 1). Maka f(3.9.5.6. 10!/7! = (10.2.3.6.4. Jadi f(10) = 10!.7. n ∈ genap untuk n bilangan bulat positif n > 0.3 + (-7)(-7) = 9 .2.8.4) = f(3. f(3.3.4.9.4) = f(3.2.3.1)/(7.1) = 10. n > 1 ⎩ f(2008)? 19 . n ∈ ganjil . n = 1 ⎪ Jika f (n) = ⎨ f (n / 2).5.8) /(6.4.3-4.8 dan (10.

-1. Maka akan berlaku Un = arn-1. Deret geometri adalah deret bilangan dimana hasil bagi suku-suku bersebelahan selalu tetap. 2.. -2.. maka Un-Un-1 =b atau beda antar sukunya. + Un. Deret aritmatika adalah deret bilangan yang selisih suku-suku bersebelahan selalu tetap. yaitu deret aritmatika dan deret geometri... ... 1. berlaku Sn = n(a + Un) 2 dengan kata lain Sn = n(2a + (n − 1)b) 2 Pembuktian untuk formula Sn ini sudah kita lakukan pada bab sebelumnya. 4. hal ini kita sebut sebagai rasio r. Misalkan Un melambangkan suku ke n dari deret aritmatika. Selanjutnya kita akan membahas mengenai deret geometri. .. Kedua deret ini berbeda dalam hal definisi suku berikutnya terhadap suku sebelumnya. Un/Un-1 selalu menghasilkan 2. Contohnya deret bilangan bulat: .. -3. Suku pertama dari deret ini U1 kita misalkan a. 0.. Maka akan berlaku hal berikut: Un = a + (n-1)b Misalkan Sn adalah jumlah n suku pertama. 8. 2.DERET Ada dua macam deret yang sering menjadi topik. 3. Contoh deret geometri adalah sebagai berikut: 1. U1+U2+U3+ .. dan Sn = a(r n − 1) r −1 .

as = 2 dan bs = 3. 11. 3. Mari kita lihat masing-masing deret mulai dari deret R. 17 Tunjukkan persamaan yang menunjukkan hubungan antara R dan S? Solusi: Kita dapat lihat deret tersebut adalah deret aritmatika. 8. 5. Diberikan dua deret bilangan R: 1. maka Unr = ar +(n-1)br = 1 + (n-1).1 = n. 2. ar = 1 dan br =1. 4. Sedangkan untuk deret S.14. 5.Contoh Soal 1: 12. maka Uns = as + (n-1)bs = 2 + (n-1)3 = 3n-1. 6 S: 2. Maka kita dapat lihat bahwa hubungan antara kedua deret itu adalah S = 3R -1 21 .

tetapi sebelumnya telah bekerja sama dengan Pierre de Fermat meletakkan dasar-dasar probabilitas. Banyak aspek dalam kehidupan kita . Meskipun sebagai manusia kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi nanti namun ahli-ahli statistika dapat mengestimasi kemungkinan dari kejadian-kejadian tertentu yang akan terjadi menggunakan probabilitas (teori peluang/kemungkinan). Girolamo Cardano. Pada usia 17 tahun ia sudah menulis essai tentang kerucut. menghitung probabilitas dari pelemparan dadu tertentu dan probabilitas dari penarikan kartu As dari sekotak kartu. Selain itu. ia tidak hanya membicarakan kemungkinan untuk memenangkan permainan saja tetapi juga menyarankan cara-cara yang menarik untuk bermain curang. Misalnya ia menjelaskan bagaimana caranya untuk meningkatkan peluang penarikan kartu tertentu dari sebuah kotak kartu dengan cara menggosoknya dengan sabun. Kombinatorial merupakan bahasan yang penting dalam matematika diskrit. Pascal juga tertarik pada probabilitas dari kejadian-kejadian yang jarang muncul. Dari konsep-konsep kombinatorik Paskal menyusun segitiga Pascal yang digunakan untuk menghitung banyaknya cara memilih r unsur dari n unsur yang ada. Menjelang akhir hidupnya ia berharap dapat mencari tahu probabilitas dari kejadian-kejadian semacam ini. kerusakan mesin. dan kerusakan akibat cuaca buruk. Dalam buku ini. seperti kecelakaan. salah seorang penjudi yang juga merupakan seorang professor dalam bidang matematika.KOMBINATORIKA Kombinatorial adalah cabang matematika untuk menghitung jumlah penyusunan objek-objek tanpa harus mengenumerasi semua kemungkinan susunannya. Mereka berharap bahwa pemahaman mengenai probabilitas dapat meningkatkan peluang mereka untuk memenangkan permainan yang mereka lakukan. Blaise Pascal (1623-1662) adalah seorang bangsawan Perancis yang membaktikan seluruh hidupnya untuk matematika. Sekarang kita menggunakan probabilitas yang Pascal kembangkan untuk mempelajari keajaiban-keajaiban yang jarang muncul dari berbagai macam kejadian. Ia memperlihatkan hasil kerjanya dalam bukunya yang berjudul Ludo Aelae (Book of Games of Chance). Belum sampai usia 20 tahun ia menjadi salah seorang yang pertama menemukan perhitungandalam mekanika. Ia meninggal di usia 39 tahun. bahkan bisa disebut matematikawan terbaik pada jamannya. Banyak dari para ahli matematika yang pertama kali mengembangkan teori probabilitas sebenarnya adalah orang-orang yang menyukai judi.

maka jumlah anggota dari dua himpunan ini adalah jumlah dari banyak anggota dari masing-masing himpunan. Perinsip ini disebut sebagai Perinsip Penjumlahan. maka total ada sebanyak n + m cara untuk memilih benda jenis A atau benda jenis B dengan A ∩ B = φ . begitu pula apabila memasukan beberapa kelereng ke dalam beberapa kantung. berapa cara memilih wakil dari bebarapa kelompok mahasiswa dan masih banyak lagi kasus yang lain. KONSEP DASAR PENCACAHAN Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan dengan masalah penghitungan. Inilah yang menyebabkan konsep kombinatorika penting dalam penalaran matematika.1. yang dapat menyebabkan perolehan ataupun kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar. Jika ada sebanyak m cara untuk memilih benda jenis A dan ada n cara untuk memilih benda jenis B .didasarkan kepada peluang yang mungkin terjadi diluar jangkauan kita. Matematika dapat digunakan untuk memprediksi peluang yang mungkin dari kejadian-kejadian tersebut. Mungkin juga ahli-ahli ekonomi menggunakan statistika untuk membantu mereka memprediksikan perubahan-perubahan dalam pasar-pasar uang atau bursa saham. Misalnya ada berapa cara yang dapat dilakukan pada saat memasukan sebuah kelereng ke dalam sebuah kantung. Definisi 5. Salah satu prinsip dasar yang mendasari perkembangan probabilitas terutama yang terkait dengan masalah penghitungan adalah konsep dasar pencacahan. Ada dua perinsip dasar pada konsep dasar pencacahan yaitu prinsip penjumlahan dan prinsip perkalian PRINSIP PENJUMLAHAN ( RULE OF SUM) Apabila kita mempunyai dua buah himpunan yang tidak memiliki unsur bersama. Secara umum apabila dalam suatu pelaksanaan tugas diperoleh hal berikut: - Jika tugas I dilaksanakan dengan m1 cara Jika tugas II dilaksanakan dengan m2 cara M M - Jika tugas ke k dilaksanakan dengan mk cara 23 .

Jika langkah pertama ada sebanyak m cara dan langkah kedua dapat dilakukan dengan n cara maka prosedur tersebut dapat dilakukan dengan m × n cara. maka pasangan tugas dalam suatu langkah dapat dilaksanakan dengan m1 × m2 × . Contoh 5. PRINSIP PERKALIAN ( RULE OF PRODUCT ) Apabila dalam suatu prosedur (urutan pengerjaan) yang dapat dilakukan dalam dua langkah yang saling lepas (tidak bergantung).3. nasi campur. dan Es Degan). maka seluruh tugas dapat dilaksanakan dengan m1 + m2 + .. Secara umum apabila diberikan suatu langkah yang terdiri dari beberapa tugas misalkan saja sampai sebanyak k tugas dengan ketentuan berikut: - Jika tugas I dilaksanakan dengan m1 cara Jika tugas II dilaksanakan dengan m 2 cara M M - Jika tugas ke k dilaksanakan dengan mk cara Dengan pelaksanaan yang saling lepas antara tugas satu dan tugas yang lain. maka total ada sebanyak m × n cara untuk memilih satu benda jenis A dan satu jenis benda B . soto. + mk . Banyaknya ..Dengan syarat tugas yang diberikan harus disjoint (saling asing). Contoh 5.4. × mk cara. Es Teh. Perinsip ini disebut Perinsip Perkalian. Jika ada m cara untuk memilih benda jenis A dan untuk setiap pilihan tersebut ada n cara untuk memilih benda jenis B . Definisi 5..2. Maka ada sebanyak 7 + 5 = 12 pilihan bagi mahasiswa yang akan mengambil hanya satu kuliah saja. dan bakso) dan 3 jenis minuman (Es Jeruk. Sebuah warung menyediakan menu yang terdiri dari 4 jenis makanan (sate. Misalkan ada tujuh kuliah yang berbeda yang ditawarkan di pagi hari dan lima kuliah yang berbeda yang ditawarkan di siang hari..

Berdasarkan cara pengambilan. sekretaris dan bendahara dimana urutan untuk posisi tersebut dipertimbangkan atau memilih beberapa orang untuk mewakili sekelompok orang dalam mengikuti suatu kegiatan yang urutan tidak diperhatikan. sedangkan yang tidak memperhatikan urutan disebut Kombinasi. Sehingga banyaknya macam hiadangan adalah sebanyak 4 × 3 = 12 cara. kelompok ini terbagi lagi ke dalam dua bagian yaitu: - Pengambilan dengan pemgembalian/pengulangan. PERMUTASI DAN KOMBINASI Secara garis besar persoalan pencacahan dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Pencacahan pola yang tak terurut dari beberapa benda. penyusunan obyek yang terdiri dari beberapa unsur dengan mempertimbangkan urutan disebut Permutasi. Pencacahan pola terurut dari beberapa benda. Misalnya menyusun kepanitiaan terdiri dari ketua. baik yang disusun dengan mempertimbangkan urutan sesuai posisi yang diinginkan maupun yang tidak. 25 . dalam hal ini susunan (urutan) dari benda tersebut sangat diperhatikan.macam hidangan (terdiri dari 1 makanan dan 1 minuman) yang dapat disusun adalah sebagai berikut: 9 Langkah pertama. Dalam matematika. kita memilih minuman yang bisa dilakukan dalam 3 cara. dalam hal ini susunan (urutan) dari benda tersebut tidak diperhatikan. Pengambilan tanpa pengembalian/tanpa pengulangan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menghadapi masalah pengaturan suatu obyek yang terdiri dari beberapa unsur. kita memilih makanan yang bisa di lakukan dalam 4 cara 9 Langkah kedua. jadi ab ≠ ba . b. jadi ab = ba .

. Definisi 5. B. Urutan penyusunan atau pemilihan merupakan ciri khas dari masalah permutasi. Karena dua buku sudah diletakkan maka untuk pengisian ruang ke tiga masih tersisa satu buku saja. secara umum untuk n objek berbeda dapat dipermutasikan dalam n(n − 1)(n − 2).PERMUTASI Dalam berapa cara tiga buah buku A. C. karena hanya sisa dua buku saja yang dapat digunakan untuk mengisi ruang kedua. Ini berarti untuk yang paling bawah kita dapat mengisi dengan memilih satu diantara tiga buah buku. PERMUTASI DARI n-OBJEK YANG TERPILIH Dari contoh penyusunan buku diperoleh cara menyusun tiga buah buku yang berbeda adalah 3 × 2 × 1 = 6 cara. Dari contoh tersebut penyusunan secara teratur berarti penyusunan atau pengaturan suatu kelompok objek dalam suatu urutan (order) tertentu. Persoalan yang dihadapi sebetulnya sama saja dengan mengisikan 3 ruang kosong dengan buku A. Permutasi sejumlah objek adalah penyusunan objek tersebut dalam suatu urutan tertentu. B.(3)(2)(1) = n! cara yang berbeda. . C yang berbeda dapat disusun secara teratur di atas sebuah meja? Cara yang paling sederhana untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan mencatat semua susunan yang mungkin dapat dibuat dengan bantuan metode ruang. C maka akan terdapat tiga kemungkinan cara untuk mengisinya.6. Setelah meletakkan satu buku pada lokasi paling bawah maka kita hanya dapat mengisi ruang kedua dengan dua cara saja.. B. Berikut akan dibicarakan terlebih dahulu permutasi dari n objek yang berbeda tanpa pengembalian objek yang telah terpilih. 3 Bawah 2 tengah 1 atas Jika ruang pertama diisi dengan salah satu dari ketiga buku A. Ketiga ruang tersebut dapat digambarkan sebagai berikut. Menggunakan prinsip perkalian maka hasilnya ketiga ruang tersebut dapat diisi dengan 3 × 2 × 1 = 6 cara...

(n − r )! Contoh 5. Jadi banyaknya cara memilih perangkat kelas adalah P (7. Permutasi dari keseluruhan n objek yang berbeda adalah jumlah cara penyusunan dari suatu kelompok yang terdiri dari n obyek yang berbeda kedalam sebanyak n ruang.10.12.8.3) = 7! 7! = = 210 cara. r ) = n! . Berapa cara yang dapat dilakukan untuk memilih perangkat kelas tersebut? Persoalan ini dapat diselesaikan dengan permutasi. sekretaris dan bendahara.7.11. 27 . Dari 7 orang anak akan disusun suatu perangkat kelas yang terdiri dari ketua. r ) . Pengaturan atau penyusunan sebanyak r obyek yang diambil dari suatu kelompok obyek yang terdiri dari n obyek yang berbeda dinamakan permutasi sebanyak r dari n objek yang berbeda dimana r ≤ n dan secara simbolis permutasi tersebut dinotasikan sebagai P (n. Teorema 5. Dari soal diketahui n = 7 dan r = 3 .Definis 5. (7 − 3)! 4! PERMUTASI KELILING (CIRCULAR PERMUTATION) Definisi 5. Teorema 5. Bila n menyatakan bilangan bulat positif maka hasil penggandaan bilangan tersebut dari 1 sampai dengan n dinamakan n faktorial dan dilambangkan dengan n! .9. secara keseluruhan menjadi n! dan dilambangkan sebagai P(n. n) = n! PERMUTASI SEBANYAK r DARI n OBJEK Definisi 5. Jumlah permutasi sebanyak r dari n objek yang berbeda dimana r ≤ n dan pengambilan r tanpa pengulangan adalah P (n. Permutasi suatu kelompok objek yang membuat suatu lingkaran dinamakan permutasi keliling (Circular Permutation).

14. penempatan tersebut dianggap identik? Terlebih dahulu kita nyatakan keempat orang tersebut sebgai A. Permutasi keliling r dari n obyek apabila r obyek tersebut disusun dalam sebuah lingkaran dapat disusun secara teratur dalam P (n. D.15. Penyusunan obyek A.Bila suatu kelompok objek disusun secara teratur dalam sebuah lingkaran maka permutasi objek yang bersangkutan sebetulnya hanya mempersoalkan kedudukan relatif obyek-oyek bila melintasi lingkaran dalam syarat tertentu. Ada 4 orang yang akan duduk di dalam tiga buah bangku yang disusun melingkar di taman. Teorema 5. Gambar 5. r ) = n! cara. Permutasi keliling dari n obyek apabila n obyek tersebut disusun dalam sebuah lingkaran dapat disusun secara teratur dalam (n − 1)! cara. C dalam susunan melingkar berikut dianggap sama. C. r (n − r )! Contoh 5. Teorema 5. Karena penempatan yang diperoleh dengan rotasi dianggap sama maka langkah pertama kita bisa menempatkan A secara . Dalam persoalan tentang permutasi keliling.1. Ada berapa macam cara posisi duduk yang dapat dilakukan apabila disyaratkan bahwa jika penempatan yang diperoleh dari penempatan lain dengan memindahkan seseorang r tempat duduk searah jarum jam. hal yang terpenting adalah kedudukan objek yang tertentu relatif terhadap objek yang lain. Kemudian dilanjutkan menghitung jumlah permutasi dari obyek yang lain seperti apabila obyek tersebut tersusun berjajar.13. B. B. Untuk mencari jumlah permutasi dalam susunan keliling tersebut kita harus berusaha menentukan terlebih dahulu kedudukan salah satu objek secara tetap.

dan seterusnya hingga nk merupakan kumpulan objek yang sama. a} sehingga tidak bisa dibedakan dari anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain. Berarti ada 3 posisi yang sama (identik). PERMUTASI SEBANYAK r DARI n OBYEK YANG TIDAK SELURUHNYA DAPAT DIBEDAKAN Secara intuitif jumlah pemilihan obyek yang dapat dibedakan tentunya lebih banyak dari pada jumlah pemilihan dimana terdapat beberapa himpunan obyek yang sama (tidak dapat dibedakan).sembarang. 3 PERMUTASI SEBANYAK r DARI n OBJEK DENGAN PENGEMBALIAM OBJEK YANG TERPILIH Teorema 5.17. a 2 ..3) = 24 cara. Sedangkan untuk memilih 3 diantara 4 orang dapat dilakukan dengan sebanyak P(4.3) = 8 cara. Permutasi sebanyak r dari n objek dengan pengembaliam objek yang terpilih adalah jumlah permutasi dari suatu kelompok yang terdiri dari n obyek dan yang diambil sekaligus sebanyak r dengan pengembalian objek yang telah terpilih dilambangkan dengan R(n. Jadi banyaknya cara duduk melingkar yang dapat dilakukan oleh keempat orang tersebut adalah P(4. sedangkan n1 + n 2 + n3 + . r ) = n r dengan ketentuan r ≤ n dan merupakan bilangan bulat positif. Jadi apabila dibandingkan maka jumlah permutasinya berkurang hingga 1/6 dari jumlah semula apabila himpunan {a1 . n2 merupakan kumpulan objek yang sama.2) = 3 cara. a} terdiri dari 3 unsur yang tidak dapat dibedakan hanya dapat dipermutasikan dalam 1 cara saja. a. a.. Untuk menempatkan 2 dari 3 orang sisanya kita bisa mengurutkan mereka kemudian meletakkannya dalam urutan searah jarum jam dari A. Teorema 5. Misalnya kumpulan {a. Sedangkan apabila kita bedakan unsur himpunan tersebut menjadi {a1 . a 2 . a3 } diubah sedemikian hingga menjadi {a. a3 } maka jumlah permutasinya akan menjadi sebanyak 3! = 6.. Untuk menempatkan 2 dari 3 orang dapat diperoleh dengan sebanyak C(3.16. + n k = n maka jumlah 29 . Jika terdapat suatu kelompok yang terdiri dari n obyek dimana n1 merupakan kumpulan objek yang sama.

Terdapat empat mata kuliah yang ditawarkan kepada Andi. dan n = 11. Ada berapa cara pemilihan yang dapat dilakukan oleh Andi? Cara 1: Misalkan empat mata kuliah tersebut diberi nama M 1 . Dapat dibentuk pasangan sebagai berikut: M1 M 2 . n4 = 2. 4S dan 2P. Contoh 5. M 3 dan M 4 .20. Jadi permutasi 11 huruf di atas diperoleh: 11 ⎛ ⎞ 11! ⎜ ⎜1 4 4 2 ⎟ ⎟ = 1!4!4!2! = 34650 cara . ACB. Dalam berapa carakah kata “MISSISSIPPI” dapat dipermutasikan? MISSISSIPPI tersusun dari 4 huruf yang terdiri dari 1M. Karena IP-nya kecil. Dengan sendirinya diperoleh n1 = 1. n3 = 4. BAC. BCA.19. 4I. Susunan ABC. Kombinasi dari sejumlah objek merupakan cara pemilihan objek yang bersangkutan tanpa memperhatikan urutan objek itu sendiri. Andi hanya bisa mengambil dua dari empat mata kuliah yang ditawarkan. CAB dan CBA dianggap sama.18. ⎝ ⎠ KOMBINASI Perbedaan dasar antara permutasi dan kombinasi terletak pada diperhatikan atau tidaknya suatu urutan dalam pemilihan serangkaian obyek. M 2 . Definisi 5. Permutasi memberikan tekanan pada urutan pemilihan sedangkan kombinasi tidak memperhatikan urutan pemilihan. n2 = 4. M1 M 3 M1 M 4 . .permutasi dari n ⎛ ⎜ ⎜n ⎝ 1 n n2 obyek yang meliputi seluruh obyek di atas adalah sebanyak ⎞ n! ⎟ = ⎟ L n k ⎠ n 1 ! n 2 !L n k ! Contoh 5. .

M3 Jelas terdapat sebanyak 4 × 3 pasangan dari urutan ini. Jika diperluas ⎝ ⎠ ⎛n⎞ 1 maka diperoleh ⎜ ⎜ 2⎟ ⎟ = n(n − 1) cara. Tapi karena adanya pasangan yang sama muncul dua kali maka diperoleh banyaknya pemilihan adalah 4×3 = 6 cara. Jadi banyaknya pasangan berurutan yang diawali dengan M 1 adalah 3 buah yaitu ⎛ 2⎞ M 2 . M 3 M 4 ⎬⎜ ⎜ 2⎟ ⎟ = 2 +1 = 3 ⎝ ⎪ M1.M3⎫ ⎬2 M2. 2 Cara 2: Dibentuk pasangan sebagai berikut: M1. M1 M2. M 3 ⎬3 M1.M4⎭ M3. M3 M2. M 3 M 4 }⎜ ⎜ 2⎟ ⎟ = 1. M 4 ⎪ ⎭ M2. M M4. M 4 ⎭ ⎠ . ⎝ ⎠ 31 . M 2M 3 ⎫ ⎪⎛ 3 ⎞ M 1 . M 4} 1 ⎛6⎞ 1 Pasangan ini dapat ditulis sebagai ⎜ ⎜ 2⎟ ⎟ = 3 + 2 + 1 = 2 × 4 × 3 = 6 cara. M 2 ⎫ ⎪ M 1 . M4 M M3 M4 .M 2 . M 2 . Untuk pengambilan tiga mata kuliah diperoleh daftar ⎝ ⎠ 2 sebagai berikut: M1.

r ) = 0! . Teorema 5. Jadi ⎛ 4⎞ ⎛ 3⎞ ⎛ 2⎞ ⎜ ⎜ 3⎟ ⎟=⎜ ⎜ ⎟ ⎟+⎜ ⎜ ⎟ ⎟ = 4. KOMBINASI SEBANYAK r DARI n OBJEK YANG BERBEDA. d }. {a.r dari S merupakan himpunan bagian dari S dengan r anggota. Definisi 5. Sehingga jika r > n maka C (n. b. maka C (0. ⎝ ⎠ ⎝ 2⎠ ⎝ 2⎠ Secara umum maka diperoleh persamaan ⎛ n ⎞ ⎛ n − 1⎞ ⎛ n − 2 ⎞ ⎛ n − 3 ⎞ ⎛ r ⎞ ⎛ r − 1⎞ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ = + + + + L ⎜ r ⎟ ⎜ r − 1⎟ ⎜ r − 1 ⎟ ⎜ r − 1 ⎟ ⎜ r − 1⎟ ⎟+⎜ ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ r − 1⎠ Inilah yang disebut pemilihan sebanyak k dari n obyek yang berbeda.21. d } maka {a.0) = 1 . c. Untuk alasan kemudahan lebih lanjut dibuat suatu kesepakatan bahwa C (0. d } merupakan empat kombinasi-3 dari S . d } . suatu kombinasi. {b. {a. c}. r ) atau ⎜ ⎜r⎟ ⎟. Jika S = {a.22. r ) = 0 . c. ⎝ ⎠ Misalkan r merupakan bilangan bulat non negatif.r himpunan dengan n anggota. Dengan suatu kombinasi. obyek yang berbeda dan yang dipilih sekaligus sebanyak r adalah ⎜ ⎜r⎟ ⎟= ⎝ ⎠ r!( n − r )! ⎛ n⎞ n! .Jadi banyaknya pasangan berurutan yang diawali dengan M 2 adalah 1 buah. b. b. Pemilihan suatu kelompok terdiri dari r obyek yang mungkin dipilih dari suatu kelompok yang terdiri dari n obyek berbeda tanpa memperhatikan urutan pengambilan ⎛n⎞ dengan 0 < r < n disebut kombinasi r dari n obyek dan dinotasikan C (n. Dengan kata lain. c. Jika n = 0 . Kombinasi sebanyak r dari n obyek yang berbeda adalah jumlah kombinasi dari n . Notasi C (n. dan r merupakan bilangan bulat positif. r ) menunjukkan jumlah kombinasi. dimaksud sebagai suatu pemilihan tak terurut dari r obyek dari n anggota S .r himpunan S dengan n anggota.

Solusi Bentuk himpunan-himpunan bagian H n dengan anggota-anggotanya jika dibagi tiga akan bersisa sebanyak n bilangan. 6. 12. …. 299} Pengambilan 3 bilangan yang jumlahnya habis dibagi tiga dapat dilakukan dengan cara : - ⎛100 ⎞ pilih 3 diantara anggota-anggota H 0 diperoleh sebanyak ⎜ ⎜ 3 ⎟ ⎟ cara ⎝ ⎠ ⎛100 ⎞ ⎜ ⎜ 3 ⎟ ⎟ ⎠ cara pilih 3 diantara anggota-anggota H1 diperoleh sebanyak ⎝ ⎛100 ⎞ pilih 3 diantara anggota-anggota H 2 diperoleh sebanyak ⎜ ⎜ 3 ⎟ ⎟ cara ⎝ ⎠ ⎛100 ⎞ pilih 1 anggota H 0 diperoleh sebanyak ⎜ ⎜ 1 ⎟ ⎟ cara .Tiap kombinasi dari n obyek yang berbeda dan yang diambil sekaligus sebanyak r akan menciptakan sebanyak r! permutasi karena tiap kelompok yang terdiri dari r obyek tersebut dapat dipermutasikan diantara mereka sendiri dalam r! cara. …. 4. …. 10. Diberikan himpunan bilangan H = {1. 13. ada berapa cara memilih 3 bilangan diantara anggota himpunan tersebut sehingga jumlahnya habis dibagi tiga. 298} H 2 = {2. 3. 300}. 14.23. 15. …. Diperoleh : H 0 = {3. 11. r ) n! ⎜ ⎜r⎟ ⎟ = r! = r!(n − r )! . ⎝ ⎠ Contoh 5. 300} H1 = {1. ⎝ ⎠ - - - 33 . 2. 4. 7. 8. dengan 0 < r < n . Jadi ⎝ ⎠ ⎛ n ⎞ P(n. r ) . Oleh karena itu diperoleh ⎛n⎞ bahwa ⎜ ⎜r⎟ ⎟r! = P(n. 9. 5.

⎝ ⎠ ⎝ 1 ⎠ 3 Jadi total cara memilih tiga bilangan sehingga jumlahnya habis dibagi tiga adalah ⎛100 ⎞ ⎛100 ⎞ ⎛100 ⎞ ⎛100 ⎞ ⎛100 ⎞ ⎛100 ⎞ ⎜ ⎜ ⎜ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ ⎟ ⎟ ⎟ + + + = 3 ⎜ 3 ⎟ ⎜ 3 ⎟ ⎜ 3 ⎟ ⎜ 1 ⎟ ⎜ 3 ⎟ ⎜ ⎟ +⎜ ⎟ = 1498501000 cara. Hal ini dapat dilihat pada tabel kombinatorial ⎝ ⎠ ⎝n − r⎠ berikut: Tabel 5.24. ⎝ ⎠ Karena terjadi bersama-sama dengan menggunakan prinsip perkalian diperoleh ⎛100 ⎞ pengambilan sebanyak ⎜ ⎜ 1 ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛100 ⎞ ⎜ ⎜ 1 ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛100 ⎞ ⎛100 ⎞ ⎜ ⎟ ⎜ 1 ⎟ ⎟ =⎜ ⎜ ⎟ cara. ⎛n⎞ ⎛ n ⎞ ⎟ Untuk setiap n ≥ r berlaku ⎜ ⎜r⎟ ⎟=⎜ ⎜ ⎟ .1.⎛100 ⎞ pilih 1 anggota H1 diperoleh sebanyak ⎜ ⎜ 1 ⎟ ⎟ cara. n ⎛n⎞ ⎜ ⎜0⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜1⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜ 2⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜ 3⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛ n⎞ ⎜ ⎜ 4⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜5⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 0 1 2 3 4 5 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 5 1 3 6 10 1 4 10 1 5 1 . ⎝ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ 1 ⎠ ⎠ 3 3 Teorema 52. pilih 1 anggota H 2 diperoleh ⎝ ⎠ ⎛100 ⎞ sebanyak ⎜ ⎜ 1 ⎟ ⎟ cara.

Koefisien Binomial disusun berdasarkan definisi kombinatorik. M 1 1 1 1 1 1 M 1 2 3 4 5 M 1 3 6 10 M 1 4 10 M 1 5 M 1 M ⎛n⎞ ini disebut koefisien binomial.⎛ 3⎞ ⎛ 3 ⎞ ⎛ 3 ⎞ ⎟ Pada baris ke-3 : ⎜ ⎜1⎟ ⎟=⎜ ⎜ ⎟=⎜ ⎜ ⎟ ⎟ = 3 . …….. 35 . ……. Pada baris ke-5 : ⎝ ⎠ ⎝3 − 2⎠ ⎝ 2⎠ ⎛ 5 ⎞ ⎛ 5 ⎞ ⎛ 5⎞ ⎜ ⎟ ⎜ 2⎟ ⎟=⎜ ⎜ ⎟=⎜ ⎜ ⎟ ⎟ = 10 .. Dari teorema-teorema dalam sub bab kombinasi sebelumnya diperoleh tabel berikut: n 0 1 2 3 4 5 M Pasangan ⎛ n⎞ ⎜ ⎜r⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜0⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜1⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜ 2⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜ 3⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛ n⎞ ⎜ ⎜ 4⎟ ⎟ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎜ ⎜5⎟ ⎟ ⎝ ⎠ …… ……. ……. ⎝ ⎠ ⎝ 5 − 2 ⎠ ⎝ 3⎠ Teorema 5..25. ……. Andaikan n dan r adalah dua bilangan bulat yang memenuhi 1 ≤ r ≤ (n − 1) maka berlaku ⎛ n ⎞ ⎛ n − 1⎞ ⎛ n − 1⎞ ⎟ ⎟ bahwa : ⎜ ⎜r⎟ ⎟=⎜ ⎜ ⎟+⎜ ⎜ ⎟. akan diperkenalkan dulu tentang Koefisien Binomial.. ……. Hasil susunan dari kombinatorik yang bersesuaian dalam tingkat orde tertentu dalam koefisien binomial akan menyusun segitiga Pascal. Selanjutnya konsep segitiga Pascal tersebut dipakai untuk menyelesaikan kasus yang lebih kompleks. Pasangan ⎜ r ⎟ bisa disusun dengan ⎝ ⎠ susunan berikut yang kemudian dikenal sebagai segitiga pascal. ⎝ ⎠ ⎝ r ⎠ ⎝ r − 1⎠ TEOREMA BINOMIAL DAN MULTINOMIAL Teorema Binomial Sebelum kita membahas tentang Teorema Binomial.

kita ambil a = 3x . (Teorema Binomial) Jika n adalah bilangan bulat positif. Jabarkan (3x − 2 y ) dengan menggunakan teorema binomial. b = −2 y dan n = 4 . maka kita dapatkan : . 4 Jawaban : sesuai dengan teorema binomial. n n k =0 ⎝ ⎠ Contoh 5.1 1 1 1 1 5 4 10 3 6 2 1 1 3 4 10 5 1 1 1 n=1 n=2 n=3 n=4 n=5 Batas dari segitiga itu terdiri dari bilangan-bilangan 1 dan nilai-nilai di dalamnya merupakan hasil penjumlahan dari dua bilangan diantasnya. dan argumen yang mengarah pada pembentukannya disebut argumen kombinatorial.26. maka untuk setiap a dan b dipenuhi persamaan ⎞ n−k k ⎜ (a + b )n = ∑ ⎛ ⎜k ⎟ ⎟a b . identitas yang dihasilkan dari suatu proses penghitungan tersebut identitas kombinatorial. Untuk selanjutnya akan dibahas tentang Teorema Binomial.27. Teorema 5.

Bertikut persamaan-persamaan yang merupakan hasil pengembangan teorema Binomial. ⎜1⎟ ⎜ 3⎟ ⎜ 5⎟ ⎜ 2k + 1⎟ ⎟ + . ∑⎜ ⎜k ⎟ ⎟=2 k =0 n ⎛n⎞ ⎝ ⎠ n ⎛ n + 1⎞ ⎛ n ⎞ ⎛ n ⎞ ⎟ 2... ⎜ ⎜ k ⎟ ⎟=⎜ ⎜ ⎟ ⎟+⎜ ⎜ ⎟ dengan 1 ≤ k ≤ n ⎝ ⎠ ⎝ k ⎠ ⎝ k − 1⎠ ⎛n⎞ ⎛n⎞ ⎛n⎞ ⎛n⎞ n −1 3. ⎜ ⎜0⎟ ⎟+⎜ ⎜ 2⎟ ⎟+⎜ ⎜ 4⎟ ⎟ + . = 2 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎛ 2n ⎞ 5.. = 2 ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎛n⎞ ⎛n⎞ ⎛ n ⎞ n −1 ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ + + + + 4. Carilah koefisien dari a 5 b 4 dalam penjabaran (a + b ) . ∑ ⎜ r ⎟ = ⎜ n ⎟ ⎝ ⎠ r =0 ⎝ ⎠ n 2 37 .28. + ⎜ ⎜ 2k ⎟ ⎟ + . 9 Solusi : suku yang melibatkan a 5 b 4 muncul dalam teorema binomial dengan mengambil n = 9 dan k = 4 ⎛ n ⎞ n−k k ⎛ 9 ⎞ 5 4 5 4 ⎜ ⎜k ⎟ ⎟a b = ⎜ ⎜ 4⎟ ⎟a b = 126a b ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Sehinga koefisien dari a 5 b 4 adalah 126. 1...3x )(− 2) y 3 + (− 2) y 4 2 3 4 = 81x 4 − 216 x 3 y + 216 x 2 y 2 − 96 xy 3 + 16 y 4 Contoh 5.3 2 x 2 (− 2 ) y 2 + 4(.33 x 3 (− 2 y ) + 6.. ⎜ ...(3x − 2 y )4 = (a + b )4 ⎛ 4⎞ 4 0 ⎛ 4⎞ 3 1 ⎛ 4⎞ 2 2 ⎛ 4⎞ 1 3 ⎛ 4⎞ 0 4 =⎜ ⎜ 0⎟ ⎟a b + ⎜ ⎜1⎟ ⎟a b + ⎜ ⎜ 2⎟ ⎟a b + ⎜ ⎜ 3⎟ ⎟a b + ⎜ ⎜ 4⎟ ⎟a b ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎛ 4⎞ ⎛ 4⎞ ⎛ 4⎞ ⎛ 4⎞ ⎛ 4⎞ 4 0 3 1 2 2 1 3 0 4 =⎜ ⎜ 0⎟ ⎟(3x ) (− 2 y ) + ⎜ ⎜1⎟ ⎟(3x ) (− 2 y ) + ⎜ ⎟(3 x ) (− 2 y ) ⎜ 2⎟ ⎟(3 x ) (− 2 y ) + ⎜ ⎜ 3⎟ ⎟(3x ) (− 2 y ) + ⎜ ⎜ 4⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ = 3 4 x 4 + 4.

Akan tetapi bilangan-bilangan tersebut dapat dikelompokkan ke dalam 4 golongan yaitu bilangan 4 ada 4 buah.4..3. + k r = n .4. ⎜ r ⎟ + ⎜ r ⎟ + ⎜ r ⎟ + .2.. k 4 . Karena urutan bilangan yang sama dalam satu golongan memiliki nilai yang sama maka 10! harus dibagi dengan banyaknya cara penempatan bilangan 4.4. maka . + ⎜ r ⎟ = ⎜ r ⎟ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Teorema Multinomial Berapa banyak bilangan yang terdiri dari 10 digit dapat dibuat dengan menggunakan bilangan 4.2. k 2 . ⎜ ⎜4⎟ ⎟ ⎝ ⎠ - 6⎞ Meletakkan 3 bilangan ke dalam 6 kotak yang tersisa dapat ditempuh dalam ⎛ cara.. ⎝1⎠ - Karena kejadian terjadi bersama-sama maka cara mengatur 10 angka tersebut ke dalam 10! 10 ⎞ ⎛ 6 ⎞ ⎛ 3 ⎞ ⎛1⎞ = 10 digit adalah ⎛ = 12. Cara lain yang dapat di 4!3!2!1! tempuh adalah dengan menggunakan kombinasi yang diperumum yaitu: - Meletakkan 4 bilangan ke dalam 10 kotak dapat ditempuh dalam ⎛10 ⎞ cara. k 3 .3.3...⎛0⎞ ⎛1⎞ ⎛2⎞ ⎛ n ⎞ ⎛ n +1 ⎞ 6. bilangan 2 ada 2 buah dan bilangan 1 ada 1 buah... k r adalah bilangan bulat dengan k1 + k 2 + k 3 + k 4 + .. ⎝ 2⎠ 1⎞ Meletakkan 1 bilangan ke dalam 1 kotak yang tersisa dapat ditempuh dalam ⎛ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ cara. ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ ⎝ 3⎠ - 3⎞ Meletakkan 2 bilangan ke dalam 3 kotak yang tersisa dapat ditempuh dalam ⎛ ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ cara. Secara umum jika ⎜ ⎜ ⎟ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ 4 ⎟ ⎜ 3 ⎟ ⎜ 2 ⎟ ⎜1⎟ 4!3!2! 1! ⎝ ⎠⎝ ⎠⎝ ⎠⎝ ⎠ r≥2 dan k1 .. bilangan 3 ada 3 buah.2 dan 1.600 cara. diperoleh 10! = 12.1? Banyaknya cara menempatkan 10 bilangan ke dalam 10 tempat dapat dilakukan dengan 10! cara......600 . + ⎜ r ⎟ = ⎜ r + 1⎟ yang bersekawan dengan ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎛ n ⎞ ⎛ n +1 ⎞ ⎛ n + 2 ⎞ ⎛ n + r ⎞ ⎛ n + r +1 ⎞ ⎜ 0 ⎟ + ⎜ 1 ⎟ + ⎜ 2 ⎟ + ..3.

. k 2 .... k 2 = 3 ..k ⎟ ⎟+⎜ ⎜ k k − 1... X 3 . Jawaban Dari soal diketahui n = 6 .3!.....k ⎟ ⎟a1 a 2 . Koefisien dari x 2 y 3 z pada ekspansi ( x − 2 y + 3z ) 6 adalah ⎛ 6 ⎞ 2 6! 3 1 ⎜ ⎜ 2 3 1⎟ ⎟(1) (− 2) (3) = 2!.k ⎟ ⎟ + ... + X t ) n = ∑ ⎜ n1 n2 .. + a r ).. ⎝ ⎠ Teorema 5......k r ≥ 0 k1 + k 2 +.. Tentukan koefisien x 2 y 3 z pada ekspansi ( x − 2 y + 3 z ) 6 . Ekspansi binomial dapat diperumum menjadi ekspansi multinomial yaitu: (a1 + a2 + a3 + .. + a r )n = (a1 + a 2 + a3 + . Xt nt ⎝ ⎠ n1 + n2 + n3 + ......k − 1⎟ ⎟ r ⎠ 2 r ⎠ r ⎠ r ⎝ 1 2 ⎝ 1 ⎝ 1 2 ⎝ 1 2 ⎠ Contoh 5..k ⎟ ⎟ = k !k !..nt ⎟X 1 X 2 X 3 .29.. k 3 = 1 sedangkan koefisien x = 1 . X t berlaku dengan ⎛ n ⎞ n1 n 2 n 3 ( X 1 + X 2 + X 3 + X 4 + .k ! .. r ⎠ ⎝ 1 2 1 2 r Bentuk inilah yang di kenal sebagai Koefisien Multinomial...... y = (−2) ........1! (−24) = (−1440) . dan z = 3 .n ⎛ ⎞ n! banyaknya cara meletakkan InI bilangan ke dalam r kotak adalah ⎜ ⎜ k k .... + nt = n syarat 39 . X 4 .30.k . + a r ) 144444444 4 2444444444 3 sebanyak n kali = k1 .+ k r = n ∑ n ⎛ ⎞ ki k 2 kr ⎜ ⎜ k ..... (Teorema Multinomial) Untuk n suatu bilangan bulat positif...k ⎟ ⎟=⎜ ⎜ k − 1....(a1 + a 2 + a3 + . k1 = 2 . X 2 . k ..a r ⎝ 1 2 r⎠ Sifat Koefisien Multinomial adalah n n −1 n −1 n −1 ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎜ ⎜ k k ... akan maka untuk setiap bilangan real : X 1 . + ⎜ ⎜ k k .

y = (-2) . ⎝ ⎠ PIGEONHOLE PRINCIPLE/PERINSIP SARANG MERPATI Pigeonhole Principle atau Prinsip Sangkar Merpati pertama kali dinyatakan oleh ahli matematika dari Jerman yang bernama Johann Peter Gustav Lejeune Dirichlet pada tahun 1834 sehingga prinsip ini juga dikenal dengan istilah Prinsip Laci Dirichlet. Solusi: Dari soal diketahui n = 6.31. 6 3 2 ⎛ 7 ⎞ 7! Solusi: koefisiennya = ⎜ ⎜ 2. k1 = 2. dan z = 3. Expansikan bentuk ( X 1 + X 2 + X 3 + X 4 + X 5 ) 7 sehingga anda dapat menentukan koefisien ( X 1 X 3 X 4 X 5 ) 2 3 Solusi : koefisien ( X 1 2 X 3 X 4 3 X 5 ) adalah ⎜ ⎜ 2 0 1 3 1⎟ ⎟ = 2!0!1!3!1! = 420 ⎝ ⎠ 2. Dengan kata lain jika ada 6 burung merpati yang ditempatkan ke dalam 5 rumah. 1.1! (−24) = (−1440) .3!. k3 = 1 sedangkan koefisien x = 1. k2 = 3. ⎛ 6 ⎞ 3 ⎟ (2) (− 3)1 (5)2 = −36000 ⎟ ⎝3 1 2⎠ Tentukan koefisien x 2 y 3 z pada ekspansi ( x − 2 y + 3z ) 6 . Bila yang diekspansikan (2 X 1 − 3 X 2 + 5 X 3 ) maka tentukan koefisien X 1 X 2 X 3 . . Koefisien dari x2 y3z pada ekspansi ( x − 2 y + 3z ) 6 adalah ⎛ 6 ⎞ 2 6! 3 1 ⎜ ⎜ 2 3 1⎟ ⎟(1) (− 2) (3) = 2!. Jika sekawanan merpati terbang kedalam suatu himpunan sarang merpati dimana dalam kasus ini diasumsikan bahwa jumlah merpati lebih banyak dari jumlah sarangnya maka paling sedikit dua merpati harus terbang ke dalam sarang yang sama.Contoh 5. maka salah satu rumah pasti ditempati oleh lebih dari satu burung.

. Sebagai persiapan ia ingin berlatih setiap hari dengan memainkan sedikitnya 1 permainan catur (gim). .33. Jika n di dalam bilangan asli N dan n + 1 atau lebih obyek didistribusikan ke dalam n himpunan maka paling sedikit satu diantara himpunantersebut pasti terdiri dari paling sedikit dua obyek. a2 sebagai jumlah gim yang dimainkan pada hari pertama dan kedua. a3 jumlah gim yang dimainkan sampai dengan hari ketiga dan seterusnya. Jika ada 367 orang disuatu ruangan maka paling sedikit dua diantaranya memiliki tanggal dan bulan kelahiran yang sama. Berikut akan diberikan beberapa contoh permasalahan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan prinsip pigeonhole. a2.Teorema 5. Diperoleh barisan bilangan a1. Seorang pemain catur handal mempunyai waktu 11 minggu untuk mengikuti turnamen.a77 terdiri dari angka yang berbeda-beda dan semakin memnesar. Solusi: Tulis a1 sebagai jumlah gim yang dimainkan pada hari pertama.32. a3. Contoh 5. Angka 77 berasal dari latihan selama 11 minggu 41 ..34. Generalisasi dari teorema tersebut adalah: Jika k dan n adalah bilangan asli dan sejumlah kn + 1 obyek akan didistribusikan ke dalam n himpunan maka paling sedikit satu diantara himpunan tersebut pasti memuat paling sedikit k + 1 obyek. tetapi tidak ingin lebih dari 12 kali gim dalam seminggu. Contoh 5.35. Contoh 2. a4. Jika 51 surat didistribusikan ke dalam 5 kotak surat maka paling sedikit satu diantara kotak surat tersebut pasti memuat paling sedikit sejumlah k + 1 = 10 +1 = 11 surat. Buktikan bahwa ia pernah melakukan permainan sebanyak tepat 21 kali gim dalam beberapa hari berturutan.

. atau ada berapa anggota dalam gabungan dua himpunan hingga? A∪ B = A + B − A∩ B .. Himpunan A dan himpunan B memiliki kemungkinan elemenelemen yang sama. Jadi kita memiliki barisan 1 ≤ a1 < a2 < a3 < a4 < .a77 + 21 adalah 154 bilangan bulat yang terletak di antara 1 dan 153...a77 . Oleh karena itu ada dua bilangan yang sama. sekali pada A dan sekali pada B . < a77 ≤ 132 dan diperoleh pula 22 ≤ a1 + 21 < a2 + 21 < a3 + 21 < a4 + 21 < . .(77 hari). Karena itu. Berdasarkan syarat bahwa setiap munggu tidak boleh lebih dari 12 gim maka diperoleh a77 ≤ 12 ×11 = 132 . Setiap unsur yang sama tidak dihitung dua kali.. Dua bilangan yang sama ini pasti dalam bentuk ai = a j + 21 untuk suatu j < i . a2. a3.. Oleh karena itu pada hari ke j + 1 sampai hari ke i . a1 + 21. ahli catur bermain sebanyak 21 kali permainan PERINSIP INKLUSI DAN EKSLUSI Berapa banyak anggota di dalam gabungan dua buah himpunan A dan B? Gabungan antara dua buah himpunan menghasilkan himpunan baru yang elemen-elemennya berasal dari himpunan A dan B. Bilangan a1. meski dianggap satu elemen di dalam A ∪ B . < a77 + 21 ≤ 153 Angka 21 diperoleh dari yang diberikan.jumlah elemen hasil penggabungan seharusnya adalah jumlah elemen di masing-masing himpunan dikkurangi dengan jumlah elemen di dalam irisannya.. Banyaknya elemen bersama antara A dan B adalah A ∩ B .. a4.. a2 + 21.

. Dengan menggunakan prinsip – eksklusi.37. maka berlaku A1 ∪ A2 ∪ . Contoh 5. B. Ada berapa bilangan bulat positif lebih kecil atau sama dengan 100 yang habis dibagi 6 atau 9? Solusi: Misalkan A adalah himpunan bilangan bulat dari 1 sampai 100 yang habis dibagi 6 dan B adalah himpunan bilangan bulat dari 1 sampai 100 yang habis dibagi 9. Ar adalah himpunan berhingga . dan C adalah himpunan berhingga. ∪ Ar = ∑ Ai − ∑ i 1≤i < j ≤ r Ai ∩ A j + 1≤i < j < k ≤ r ∑ Ai ∩ A j ∩ Ak + .38.. dan 114 mengambil kuliah Bahasa Jerman. Sebanyak 103 orang 43 .. berlaku teorema berikut : Teorema 536. Misalkan A. ∩ Ar Contoh 5.39. Sebanyak 1232 orang mahasiswa mengambil kuliah Bahasa Inggris.. Untuk tiga buah himpunan A.. maka A ∪ B ∪ C berhingga dan A∪ B ∪C = A + B + C − A∩ B − A∩C − B ∩C + A∩ B ∩C . + ( −1) r −1 A1 ∩ A2 ∩ . banyaknya bilangan bulat dari 1 sampai 100 yang habis dibagi 6 atau 9 adalah A∪ B = A + B − A∩ B ⎢100 ⎥ ⎢100 ⎥ ⎢100 ⎥ =⎢ + − = 16 + 11 + 5 = 22 ⎣ 6 ⎥ ⎦ ⎢ ⎣ 9 ⎥ ⎦ ⎢ ⎣ 18 ⎥ ⎦ ..A2….. Misalkan A1.Prinsip inklusi-eksklusi dapat dirapatkan untuk operasi lebih dari dua himpunan. 879 orang mengambil kuliah Bahasa Perancis.. Selanjutnya jika dilakukan generalisasi untuk r buah himpunan maka akan diperoleh teorema berikut: Teorema 5. B. dan C.

Dari lomba matematika nasional yang terdiri dari peserta laki-laki dan perempuan yang jumlahnya kurang dari sama dengan 2006 peserta. dengan ⎜ ⎟ = (n − k )!k! adalah.. J = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah Bahasa Jerman. berapa jumlah peserta perempuan? 3. I = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah Bahasa Inggris P = himpunan mahasiswa yang mengambil kuliah Bahasa Perancis. SOAL-SOAL LATIHAN 1. ada 7 orang mahasiswa yang mengambil ketiga buah kuliah Bahasa Inggris. Jumlah peserta laki-laki lebih banyak dari peserta perempuan. Banyaknya bilangan bulat positif di antara 200 dan 2000 yang merupakan kelipatan dari 6 atau 7 tetapi tidak keduanya adalah… 2. k =1 n ⎛n⎞ ⎝ ⎠ ⎛n⎞ ⎝ ⎠ n! . | P | = 879. Bahasa Perancis. | I | = 1232. Jadi. Jika 2092 orang mengambil paling sedikit satu buah kuliah Bahasa Inggris. dan 14 orang mengambil kuliah Bahasa Perancis dan Bahasa Jerman. Bentuk sederhana dari ∑ k⎜ ⎜k ⎟ ⎜k ⎟ ⎟ .. Perancis. Jika peluang juara 1 dan 2 adalah dari jenis kelamin yang sama adalah ½. maka.mengambil kuliah Bahasa Inggris dan Perancis. | J | = 114 | I ∩ P |= 103. dan Bahasa Jerman. | I ∩ J |= 23. 23 orang mengambil kuliah Bahasa Inggris dan Jerman. dan Jerman. | P ∩ J |= 14 dan | I ∪ P ∪ J |= 2092 Dengan menggunakan prinsip inklusi-ekslusi diperoleh: | I ∪ P ∪ J |=| I | + | P | + | J | − | I ∩ P | − | I ∩ J | − | P ∩ J | + | I ∩ P ∩ J | memberikan 2092 = 1232 + 879 + 114 − 103 − 23 − 14+ | I ∩ P ∩ J | sehingga | I ∩ P ∩ J |= 7 .. berapa banyak mahasiswa yang mengambil kuliah ketiga buah bahasa tersebut? Solusi: Misalkan.

mencatat nomornya dan mengembalikannya kembali ke dalam kotak..4. Diberikan sebuah segi sepuluh konveks dengan sifat tidak ada tiga diagonalnya yang berpotongan pada satu titik di dalam daerah segi sepuluh tersebut. 8. Setiap pemain dibagikan 13 kartu. 33 buah benteng disebar pada papan catur berukuran 8 × 8 . C dan D bersama-sama bermain bridge. Buktikan bahwa dapat diambil 5 benteng dengan sifat tidak ada di antara mereka yang saling menyerang. masing-masing bernomor 1. B. Lima orang pemuda pergi berekreasi menggunakan sebuah mobil. Nomor telepon di Kota Malang terdiri dari enam angka.. Di dalam sebuah kotak terdapat 4 buah bola.2. Setiap anggota dapat mengirimkan surat kepada anggota lain manapun untuk menyampaikan seluruh rahasia yang telah dipegangnya.. 7. Banyaknya surat yang perlu dikirimkan agar semua anggota kelompok mengetahui seluruh rahasia adalah….3 dan 4. Anggi mengambil sebuah bola secara acak.. 10. Setiap anggota memegang tepat satu buah rahasia. Dapat dibagi menjadi berapa ruas gariskah diagonal-diagonal itu oleh titik-titik potongnya? 6. Banyak cara mereka duduk adalah. Misalkan jumlah dari keempat nomor bola yang terambil adalah 12. Banyaknya kemungkinan pembagian kartu jika A dan B memiliki semua kartu As adalah… 5. Banyaknya nomor telepon di kota itu yang habis dibagi 5 adalah.. A. Sebuah kelompok terdiri dari 2005 anggota. Mobil yang digunakan memiliki 2 tempat duduk di depan (termasuk pengemudi) dan 3 tempat duduk di belakang. Hal yang sama ia lakukan sebanyak 4 kali. 9.. Dari kelima orang pemuda tersebut hanya dua orang yang bisa menjadi pengemudi. Berapakah peluang bahwa bola yang terambil selalu bernomor 3? 45 .

63. Model yang tidak tepat berakibat pada kegagalan dalam pemecahan masalah.-..setelah menyelesaikan . Contoh: 1.tiap jamnya.000 Pers-I dan Pers-III menghasilkan Pers-IV : x – y > 30.tiap baris. dan dari deskripsi diatas diperoleh: ƒ Pers-I ƒ Pers-II ƒ Pers-III :x>y : x + y > 50. Uang Amir lebih banyak dari uang Ali. Berapa hari Iklan itu dipasang? 3. dan untuk sehari-hari berikutnya ia harus membayar Rp 100. Persis tiga tahun sebelum Anisa lahir adalah tahun 1980-x.-. seringkali diperlukan tahapan pemodelan masalah yang sebagian menggunakan model matematika/aritmatika dan menyederhanakannya sehingga menjadi model yang lebih sederhana dan siap dikomputasikan dalam bentuk algoritma. 125. 100.tiap baris.. Jadi ulang tahun ke-20 Anisa jatuh pada tahun? 4.tiap baris. Rp. Mereka menerima uang sebesar Rp..000.000.000 : |x –y | > 30. Rp. la membayar Rp 6. Tiga orang diberi tugs.masing dari mereka dibayar Rp.. Jika dijumlahkan uang keduanya lebih dari 50 ribu rupiah. Maka. sementara selisih uang Amir dengan uang Ali lebih dari 30 ribu rupiah.. Berapakah uang Amir yang paling tepat? Model permasalahan: Uang Amir = x.000.-. x > 40. Untuk 5 hari berikutnya ia harus membayar Rp 150. Uang Ali = y. Untuk hari pertama ia harus membayar Rp 250. Seorang ingin memasang iklan sebanyak 3 baris untuk menjual barangnya.000 2. 75.000 Jika Pers-II dan Pers-IV dijumlahkan menghasilkan: 2x > 80. Masing.MEMBENTUK MODEL ARITMATIKA/MATEMATIKA Dalam problem solving.

hanya 21 siswa yang mendapat nilai lebih besar atau sama dengan 80. Dan 6 hari dalam seminggu. Bila mereka bekerja 7 jam dalam sehari. Sebuah tes diikuti oleh 60 siswa dan nilai dari 0 sampai dengan 100.. Berapa minggukah tiga orang tersebut bekerja.. 5.tugas tersebut. berapa nilai rata – rata terkecil yang mungkin bagi ke 60 siswa ? 47 ..

dan penomoran detik/menit dimulai dari 0. pukul 6:00:04 dan pukul 6:00:05!! Konteks disini adalah dentang pertama terjadi pada tepat pukul 6. seharusnya pukul 6:00:05 karena dentangdentang tsb pada pukul 6:00:00.KONTEKS MASALAH Konteks dari soal perlu diperhatikan dan konteks tersebut kadang kadang hanya tersirat saja. pukul 6:00:01. dalam jumlah dentang yang sesuai waktu yang ditunju kkan.. pukul 6:00:02. . 1. Contoh: Jika lonceng berdentang setiap 1 detik. Yang dimaksud dengan konteks di sini adalah pemahaman umum akan sesuatu yang sewajar nya diketahui pula. dst. .. pukul 6:00:03. maka tepat pada pukul berapa dentang terakhir yang menunjukkan jam 6? Apakah pukul 6:00:06? Salah.

3.3! + .BERPIKIR SECARA ”CERDAS” Jika menghadapi suatu masalah komputasi yang kelihatannya tidak mungkin.2. 2. 2. 27. Solusi: 49 .3…dst. 2187.. 9. Contoh Soal : Berapa digit terakhir dari 35055? Solusi: Dengan mengubah n=1.1. 729. diperoleh 5055 mod 4 = 3. 81. Amati angka terakhir dari setiap bilangan.. 243. pasti ada sesuatu di balik itu!! Dapatkanlah dengan bantuan pemahaman akan sifatsifat operasi aritmatika untuk mendapatkan model matematis yang lebih sederhana.2! +3. yaitu memiliki digit terakhir 7. 6561. 1. (Bisa dilihat pada pembahasan digit terakhir di teori bilangan) Contoh Soal 3: Ketiga digit awal dari hasil perkalian 22002 x 52005 jika dijumlahkan adalah? Solusi: lihat pada materi digit terakhir di teori bilangan Contoh Soal 4: Tentukan penjumlahan 1.(n-1)! Dinyatakan dalam n dengan n! = n(n-1)(n-2) . + (n-1). kita mendapatkan perulangan dari 1 – 3 – 9 – 7 pada n mod 4 = 0. 19683 dst.. perhitungan 3n menghasilkan deret 3.1! + 2.. Jadi jika n=5055.

.tiap baris. Marni berusia 5 tahun lebih tua dari pada Joni.-. Jika Bono memberikan Rp.00 kepada Joko.. Bila ternyata sisa tepung terigu yang tersisa di lemari tinggal ¾ cangkir. Berapa banyak segi empat yang terbentuk dari tabel berukuran 3x3? 11. 5. Berapa hari Iklan itu dipasang? 2..x2x1)×(40x39x. Jadi ulang tahun ke-20 Anisa jatuh pada tahun? 3.000. Berapakah jumlah uang mereka ? 7. Untuk 5 hari berikutnya ia harus membayar Rp 150..x2x1)×(38x37x.. Suatu seri angka terdiri dari 4 10 8 14 12 18 angka selanjutnya adalah: 4. Seorang ingin memasang iklan sebanyak 3 baris untuk menjual barangnya... dan untuk sehari-hari berikutnya ia harus membayar Rp 100. Joni berusia 2 tahun lebih muda daripada Parto. la membayar Rp 6. Berapa tahunkah Marni lebih tua dari Parto ? 6. Selain itu dia juga harus menyisakan keuntungansebesar Rp. Bandung seharga Rp. berapa cangkirkah air yang diperlukan ? 10.. Untuk hari pertama ia harus membayar Rp 250. 9.. dia harus menyisakan biaya ongkos sebesar 10%.000 per b ukunya. Ibu Dina sedang mencoba untuk membuka usaha ‘bakery’ disebuah ruko di perumahan elit di kawasan Cibubur.. 4.. ((80x79x. Persis tiga tahun sebelum Anisa lahir adalah tahun 1980-x.000... Harga jual buku tersebut akan naik berapa persen jika dibandingkan harga belinya ? 8.LATIHAN SOAL ARITMATIKA DAN KOMBINATORIKA 1. maka Joko akan mempunyai uang Rp. maka pernyataan yang benar adalah: (i) n3 – n2 pasti ganjil (ii) n2 – n pasti genap (iii) n3 – n pasti ganjil (iv) n4 – n2 pasti genap . Jika n adalah sebuah bilangan bulat ganjil. untuk suatu campuran adonan brownies kukus diperlukan 1½ cangkir terigu dan 4½ cangkir air.00 lebih sedikit daripada uang terakhir Bono.x2x1)) = . 36. Joko mempunyai uang sebanyak setengah dari uang Bono. Seorang Pedagang membeli buku dari penyalur di kawasan Pasar Cikapundung. Dari resep yang ia pelajari. 9.tiap baris. Selisih antara bilangan terbesar dan terkecil dari bilangan yang terbentuk dari 2 angka (digit) yang dapat dibuat yang habis dibagi 4 adalah : 5.tiap baris.x2x1))/((77x76x.

W. ONE 15. Tomi harus memberikan 4 ribu kepada susan dan susan harus memberikan 5 ribu kepada Edi c. tapi hanya ada 1cara untuk menuliskan angka 1. ia menuliskan beberapa angka 1 dan beberapa angka 2 sedemikian sehingga jika diju mlahkan jumlahnya adalah bilangan tersebut. Huruf-huruf A. 4 buah kaus kaki berwarna putih dan 4 buah kaus kaki berwarna merah. saat Upik ingin menuliskan sebuah angka yang lebih dari 2. Ada tiga buah kotak tertutup yang masing-masing berisikan 2 buah kelereng .12. Nainggolan 2 tahun lebih muda dari pada Marno yang usianya dua lipat usia dari Lisma. dan kotak ketiga berisikan satu kelereng putih dan satu kelereng hitam. Untuk menuliskan angka 2.O. NAG c. Jumlah dua digit pertama dari bilangan hasil perkalian 530003 x 810004 adalah: 18.E. 21. Sewaktu akan diberi label.T. berapakah jumlah kaus kaki minimum yang perlu diambil agar kita pasti mendapat setidaknya sepasang kaus kaki dengan warna yang sama ? 17. Baik Susan maupun Edi harus memberi Tomi 7 Ribu 14. Berapa banyak cara Upik untuk menuliskan angka 8? 13. apakah hasil TWO+TO+TOO ? a. 1+1=2). Contohnya. Oleh karena itu. Upik memiliki tepat 3 cara yaitu 12. Sebuah laci berisikan 4 buah kaus kaki berwarna hitam. NOT dan TO masing-masing merupakan bilangan kuadrat dari bilangan bulat. Jika susan memiliki uang 5 ribu lebih banyak daripada Tomi. Jika kita tidak dapat melihat isi laci. bagaimanakah mereka harus saling berbagi untuk memastikan ketiganya memiliki jumlah uang yang sama? a. dan Tomi memiliki 2 ribu lebih banyak dari pada Edi. Kotak pertama berisikan dua kelereng putih. atau 111 (1+2=3 . Si Upik pandai menjumlahkan.G. secara tidak sengaja urutan ketiga buah kotak itu tertukar sedemikian sehingga isi setiap kotak tidak sama dengan apa yang tertulis pada label kotak tersebut. NET b. Dengan asumsi kita hanya bisa mengetahui isi kota dengan mengeluarkan 51 . TON d. Jika umur ketiganya dijumlahkan. Susan harus menyerahkan kepada kepada Edi 4 ribu dan Tomi juga harus memberi Edi 5 ribu e. TEN e. sebenarnya Upik memiliki 2 cara yaitu 2 dan 11 (2=2. berapakah umur Marno ? 16. Edi harus memberi Susan seribu dan susan juga harus memberi Tomi seribu d. 2+1=3 . namun ia hanya dapat menulis angka 1 dan 2. 1+1+1=3). untuk menuliskan angka 3.N masing-masing mewakili sebuah angka antara 1 sampai dengan 9 secara unik. TWO. totalnya adalah 23 tahun. AGE. kotak kedua berisikan dua kelereng hitam. Susan harus memberikan 3 ribu kepada Edi dan seribu kepada Tomi b.

Berapa kalikan pengambilan yang dilakukan oleh Badu ? 21. Topeles no. Setiap pemain masing-masing memainkan lima kartu secara bergiliran. Topeles no.3 bersisa 2 butir permen. hijau. merah. Si Cecep setiap kali mengambil selalu tepat 7 butir permen sekaligus.1 disediakan untuk si Ali. 19. biru. dan kuning. biru. jika ia tidak memiliki kartu hijau lainnya. hijau. dengan aturan main sebagai berikut. dan topeles no. Si Ali setiap kali mengambil selalu mengambil tepat tiga permen sekaligus. yang pasti kurang dari 9 butir. hijau. biru. maka diantara daftar berikut ini menunjukkan kartu yang dapat dimainkannya pada putaran kelima. topeles no. biru. Pilihlah yang selengap mungkin : a. tidak jelas berapa sisanya. dan hijau.4. Tentukan jumlah permen tersisa di nomor 4 tersebut ? 20. Mana diantara urutan kartu berikut yang dapat dimainkan oleh pemain ? a. Selain itu ia harus memainkan kartu jingga ini kemudian. Jika si Badu setiap kali mengambil tepat 6 butir permen berapakah banyaknya butir permen akan sisanya? Deskripsi Soal Mari kita bermain kartu BLCC. kuning. kuning. Sementara no.4 disediakan untuk si Dedi. biru. • Seorang pemain tidak boleh memainkan kartu berwarna biru sebagai kartu pertama yang dimainkannya. biru c. berapakah jumlah urutan minimal seluruh kelereng yang harus dikeluarkan dari kotak-kotak tersebut agar kita dapat memastikan isi dari ketiga kotak tersebut ? Deskripsi Soal Ada empat topeles masing-masing berisi sejumlah permen sama banyaknya. hijau. kuning e. topeles no. kuning d.2 bersisa 3 butir permen dan topeles no. hijau. Hingga suatu ketika topeles no. Si Dedi selalu mengambil tepat 9 butir permen sekaligus. • Seorang pemain tidak boleh memainkan kartu hijau.2 disediakan untuk si Badu. 22. kuning c. 3 disediakan untuk si cecep. hijau. biru. hijau. hijau. Selain itu ia harus memainkan kartu hijau yang kedua ini kemudian. hijau b. hijau b. Kartu-kartu dalam permainan ini berwarna biru. Jika seorang pemain sudah memainkan kartu-kartunya dengan urutan berikut : kuning. jingga .kelereng satu per satu tanpa melihat ke dalam kotak. hijau. kecuali jika dia memiliki kartu warna jingga. jingga. merah. jingga 23. merah. Si Badu setiap kali selalu mengambil tepat 5 butir sekaligus. biru. jingga. • Tidak boleh memainkan kartu merah jika sebelum atau sesudahnya pemain tersebut memainkan kartu kuning. biru. jingga. biru. hijau. merah. 1 bersisa 2 butir permen.

Adi seorang ksatria d. dan memberikan sisa 3 jika dibagi dengan 18. Jika n dan p adalah dua bilangan bulat. Dua dadu dengan sisinya dicat merah atau biru. kuning. hijau. kuning e. Mereka berdua pemimpin 28. tentukan panjang tali semula! 30. jingga. Di antara bilangan 3 dan 99 disisipkan 15 buah bilangan sehingga bilangan-bilangan yang disisipkan membentuk suatu barisan aritmatika. Ketika kedua dadu tersebut dilempar. suatu ketika anda bertemu dengan Adi dan Bima. Berapa (x + y)4 ? 27. 3p + 5n e.p + 1 b. berapa jika dibagi dengan 7 ? 26. Seutas tali dipotong-potong menjadi 14 bagian yang panjangnya membentuk barisan aritmatika. merah 24. hijau.p) 53 . Bima seorang pemimpin c. np c. pertama golongan ksatria yang selalu jujur dan golongan pemimpin yang selalu bohong.1 d. Berapa digit ke-4 dari kanan pada bilangan 55231 ? 25. (p . n2 + p2 .n)(n .d. Ada berapa banyak sisi dadu kedua yang berwarna merah ? 32. Bila Z bilangan bulat positif terkecil yang memberi sisa 5 jika dibagi dengan 13. n . biru. Adi seorang pemimpin b. Berapa digit terakhir dari 22003? 29. peluang munculnya sisi dadu berwarna sama adalah ½ . setelah ditanya mereka menjawab : Adi : ” Bima golongan ksatria ” Bima : ” Golongan kami berbeda ” Manakah yang merupakan pernyataan yang paling benar : a. Jika x2 + 2xy + y2 = 9. Cari beda barisan tersebut dan carilah jumlah deret aritmatika tersebut ! 31. jingga. manakah dari berikut ini bil ganjil? a. dan n + p berharga ganjil. Jika tali yang terpanjang 21 cm dan bagian terpendek 4 cm. Bima seorang ksatria e. Di suatu negeri terdapat hanya dua golongan warga. Dadu pertama terdiri dari 5 sisi merah dan 1 sisi biru. biru.

(2x+3). (A(BC))D? 38. Berapa banyak cara Upik untuk menuliskan angka 8? 40. Sebuah fungsi f didefinisikan pada bilangan bulat yang memenuhi f(1) + f(2) + . 1+1+1=3). Jika didefinisikan f(n) = n f(n-1) untuk setiap n > 0 dan f(0) = 1. menuliskan angka 3. Oleh karena itu. Si Upik pandai menjumlahkan. Jika (x+2). ia menuliskan beberapa angka 1 dan beberapa angka 2 sedemikian sehingga jika dijumlahkan bilangan tersebut. 21. maka berapakah f(10)/(f (7) x f(6)) ? 37. (5x-2) merupakan tiga suku pertama yang berurutan dari barisan aritmatika. b. 1+1=2). berapakah harga t erbesar yang mungkin dari ab+cd ? . Hitunglah jumlah bilangan antara 1 dan 400 yang habis dibagi 5 tetapi tidak habis dibagi 7 ? 34. Jika a. N. 2+1=3 . Pak Dengklek memiliki buku yang bernomor halaman mulai Jika semua nomor halaman buku tersebut ditulis 552 digit.33. A((BC)D). namun ia hanya dapat menulis angka 1 dan 2. Untuk mengalikan matrik i x j dengan matrik j x k menggunakan metode umum diperlukan i x j x k perkalian elementer. Tentukan nilai x dan jumlah 20 suku pertama barisan tersebut! 35. C (30 x 12) dan D (12 x 8)? Dengan mengingat perkalian matrik bersifat asosiatif. Bagaimana dengan mengalikan empat matrik yaitu A(20 x 2). d dan e adalah bilangan bilangan bulat yang tidak nol dan tidak negatif serta tidak ada yang sama. mana diantara perkalian berikut yang memerlukan jumlah perkalian elementer terkecil (optimal). secara berderet dibutuhkan Upik memiliki 2 cara yaitu 2 dan 11 (2=2. Hitunglah nilai f(1996) !! 36. ((AB)C)D. + f(n) = n2f(n) dan f(1) = 1996 untuk semua n > 1. Untuk menuliskan 1 s. A(B(CD)). atau 111 angka 2. tapi hanya ada 1cara untuk menuli skan angka 1. (AB)(CD). sebenarnya 2. dan diketahui pula a+b+c+d=10.. untuk 12.. c. Upik memiliki tepat 3 cara yaitu (1+2=3 . B (2 x 30). saat Upik jumlahnya ingin menuliskan adalah sebuah angka yang lebih dari Contohnya.d. Berapakah N? 39.

5. Peluang bialangan yang terpilih merupakan pembagi M dengan M adalah bilangan asli yang kurang dari atau sama dengan 1000 adalah 0. 10000. 2. 6. Tentukan nilai maksimum dari M? hingga 55 .. b.41. Pepen berdiri sejauh 18 meter di sebelah utara Tugu Pemuda. Sebuah bilangan dipilih secara acak dari bilangan-bilangan 1. Pak Ganesh menulis angka 1 s. Tahun "semi-kabisat" adalah tahun yang bukan merupakan tahun kabisat. Bilangan a. berapa nilai rata – rata terkecil yang mungkin bagi ke 60 siswa ? 43. Ada berapa tahun "semi-kabisat" semenjak tahun 1960? 45. . Berapakah jarak terdekat antara Fanny dan Pepen yang dapat ditempuh ? 42. Fanny berdiri 24 meter di sebelah barat Tugu yang sama.01. 3. hasilnya habis dibagi dengan 4. Berapa banyak angka 1 yang muncul pada hasil tulisan Pak Ganesh? 44. Apakah bilangan 3 angka (100a + 10b + c)? 46. 4.d. tetapi jika tiap bilangan penyusun angka tahunnya dijumlahkan.. hanya 21 siswa yang mendapat nilai lebih besar atau sama dengan 80. 999.. Sebuah tes diikuti oleh 60 siswa dan nilai dari 0 sampai dengan 100. c adalah digit-digit dari suatu bilangan yang memenuhi 49a + 7b + c = 286. 1000.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->