Pengertian nyeri Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan ekstensinya diketahui bila seseorang

pernah mengalaminya (Tamsuri, 2007). Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan Fisiologi nyeri Reseptor nyeri adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsang nyeri. Organ tubuh yang berperan sebagai reseptor nyeri adalah ujung syaraf bebas dalam kulit yang berespon hanya terhadap stimulus kuat yang secara potensial merusak. Reseptor nyeri disebut juga nosireceptor, secara anatomis reseptor nyeri (nosireceptor) ada yang bermielien dan ada juga yang tidak bermielin dari syaraf perifer. Berdasarkan letaknya, nosireseptor dapat dikelompokkan dalam beberapa bagaian tubuh yaitu pada kulit (Kutaneus), somatik dalam (deep somatic), dan pada daerah viseral, karena letaknya yang berbeda-beda inilah, nyeri yang timbul juga memiliki sensasi yang berbeda. Nosireceptor kutaneus berasal dari kulit dan sub kutan, nyeri yang berasal dari daerah ini biasanya mudah untuk dialokasi dan didefinisikan. Reseptor jaringan kulit (kutaneus) terbagi dalam dua komponen yaitu : a. Reseptor A delta Merupakan serabut komponen cepat (kecepatan tranmisi 6-30 m/det) yang memungkinkan timbulnya nyeri tajam yang akan cepat hilang apabila penyebab nyeri dihilangkan b. Serabut C Merupakan serabut komponen lambat (kecepatan tranmisi 0,5 m/det) yang terdapat pada daerah yang lebih dalam, nyeri biasanya bersifat tumpul dan sulit dilokalisasi Struktur reseptor nyeri somatik dalam meliputi reseptor nyeri yang terdapat pada tulang, pembuluh darah, syaraf, otot, dan jaringan penyangga lainnya. Karena struktur reseptornya komplek, nyeri yang timbul merupakan nyeri yang tumpul dan sulit dilokalisasi. Reseptor nyeri jenis ketiga adalah reseptor viseral, reseptor ini meliputi organorgan viseral seperti jantung, hati, usus, ginjal dan sebagainya. Nyeri yang timbul

pada reseptor ini biasanya tidak sensitif terhadap pemotongan organ, tetapi sangat sensitif terhadap penekanan, iskemia dan inflamasi. Teori Pengontrolan nyeri (Gate control theory) Terdapat berbagai teori yang berusaha menggambarkan bagaimana nosireseptor dapat menghasilkan rangsang nyeri. Sampai saat ini dikenal berbagai teori yang mencoba menjelaskan bagaimana nyeri dapat timbul, namun teori gerbang kendali nyeri dianggap paling relevan (Tamsuri, 2007) Teori gate control dari Melzack dan Wall (1965) mengusulkan bahwa impuls nyeri dapat diatur atau dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepanjang sistem saraf pusat. Teori ini mengatakan bahwa impuls nyeri dihantarkan saat sebuah pertahanan dibuka dan impuls dihambat saat sebuah pertahanan tertutup. Upaya menutup pertahanan tersebut merupakan dasar teori menghilangkan nyeri. Suatu keseimbangan aktivitas dari neuron sensori dan serabut kontrol desenden dari otak mengatur proses pertahanan. Neuron delta-A dan C melepaskan substansi C melepaskan substansi P untuk mentranmisi impuls melalui mekanisme pertahanan. Selain itu, terdapat mekanoreseptor, neuron beta-A yang lebih tebal, yang lebih cepat yang melepaskan neurotransmiter penghambat. Apabila masukan yang dominan berasal dari serabut beta-A, maka akan menutup mekanisme pertahanan. Diyakini mekanisme penutupan ini dapat terlihat saat seorang perawat menggosok punggung klien dengan lembut. Pesan yang dihasilkan akan menstimulasi mekanoreseptor, apabila masukan yang dominan berasal dari serabut delta A dan serabut C, maka akan membuka pertahanan tersebut dan klien mempersepsikan sensasi nyeri. Bahkan jika impuls nyeri dihantarkan ke otak, terdapat pusat kortek yang lebih tinggi di otak yang memodifikasi nyeri. Alur saraf desenden melepaskan opiat endogen, seperti endorfin dan dinorfin, suatu pembunuh nyeri alami yang berasal dari tubuh. Neuromedulator ini menutup mekanisme pertahanan dengan menghambat pelepasan substansi P. tehnik distraksi, konseling dan pemberian plasebo merupakan upaya untuk melepaskan endorfin (Potter, 2005) Respon Psikologis respon psikologis sangat berkaitan dengan pemahaman klien terhadap nyeri yang terjadi atau arti nyeri bagi klien. Arti nyeri bagi setiap individu berbeda-beda antara lain : 1) Bahaya atau merusak 2) Komplikasi seperti infeksi 3) Penyakit yang berulang 4) Penyakit baru

dan superficial) a) Dilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate b) Peningkatan heart rate c) Vasokonstriksi perifer. persepsi. peningkatan BP d) Peningkatan nilai gula darah e) Diaphoresis f) Peningkatan kekuatan otot g) Dilatasi pupil h) Penurunan motilitas GI 2) Stimulus Parasimpatik (nyeri berat dan dalam) a) Muka pucat . pengalaman masa lalu dan juga faktor sosial budaya Respon fisiologis terhadap nyeri 1) Stimulasi Simpatik:(nyeri ringan. moderat.5) Penyakit yang fatal 6) Peningkatan ketidakmampuan 7) Kehilangan mobilitas 8) Menjadi tua 9) Sembuh 10) Perlu untuk penyembuhan 11) Hukuman untuk berdosa 12) Tantangan 13) Penghargaan terhadap penderitaan orang lain 14) Sesuatu yang harus ditoleransi 15) Bebas dari tanggung jawab yang tidak dikehendaki Pemahaman dan pemberian arti nyeri sangat dipengaruhi tingkat pengetahuan.

Menggigit bibir) 4) Gerakan tubuh (Gelisah. peningkatan gerakan jari & tangan 5) Kontak dengan orang lain/interaksi sosial (Menghindari percakapan. karena fase ini bisa mempengaruhi dua fase lain. terutama dalam memberikan informasi pada klien. Menangis. Ketegangan otot.b) Otot mengeras c) Penurunan HR dan BP d) Nafas cepat dan irreguler e) Nausea dan vomitus f) Kelelahan dan keletihan Respon tingkah laku terhadap nyeri 1) Respon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup: 2) Pernyataan verbal (Mengaduh. Pasien dapat tampak rileks dan terlibat dalam aktivitas karena menjadi mahir dalam mengalihkan perhatian terhadap nyeri. Menggeletukkan gigi. 2) Fase sensasi (terjadi saat nyeri terasa) Fase ini terjadi ketika klien merasakan nyeri. orang yang mempunyai tingkat toleransi tinggi terhadap nyeri tidak akan mengeluh nyeri dengan stimulus kecil. Imobilisasi. maka tiap orang dalam menyikapi nyeri juga berbeda-beda. Fokus pd aktivitas menghilangkan nyeri) Individu yang mengalami nyeri dengan awitan mendadak dapat bereaksi sangat berbeda terhadap nyeri yang berlangsung selama beberapa menit atau menjadi kronis. Pasien dapat tidur. Pada fase ini memungkinkan seseorang belajar tentang nyeri dan upaya untuk menghilangkan nyeri tersebut. karena nyeri itu bersifat subyektif. Toleraransi terhadap nyeri juga akan berbeda antara satu orang dengan orang lain. sebaliknya orang yang toleransi terhadap nyerinya rendah . Mendengkur) 3) Ekspresi wajah (Meringis. Nyeri dapat menyebabkan keletihan dan membuat individu terlalu letih untuk merintih atau menangis. bahkan dengan nyeri hebat. Sesak Nafas. Peran perawat dalam fase ini sangat penting. Meinhart & McCaffery mendiskripsikan 3 fase pengalaman nyeri: 1) Fase antisipasi (terjadi sebelum nyeri diterima) Fase ini mungkin bukan merupakan fase yg paling penting. Penurunan rentang perhatian. Menghindari kontak sosial.

Faktor yang mempengaruhi respon nyeri 1) Usia Anak belum bisa mengungkapkan nyeri. wanita boleh mengeluh nyeri). sebaliknya orang yang toleransi terhadap nyerinya rendah sudah mencari upaya mencegah nyeri. Perawat harus melakukan pengkajian secara teliti apabila klien sedikit mengekspresikan nyerinya. Pada fase ini klien masih membutuhkan kontrol dari perawat. karena nyeri bersifat krisis. Kadar endorfin berbeda tiap individu. Klien dengan tingkat toleransi tinggi terhadap nyeri mampu menahan nyeri tanpa bantuan. sehingga dimungkinkan klien mengalami gejala sisa pasca nyeri. Keberadaan enkefalin dan endorfin membantu menjelaskan bagaimana orang yang berbeda merasakan tingkat nyeri dari stimulus yang sama. 2) Jenis kelamin Gill (1990) mengungkapkan laki-laki dan wnita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri. mulai dari ekspresi wajah. karena belum tentu orang yang tidak mengekspresikan nyeri itu tidak mengalami nyeri. justru lebih dipengaruhi faktor budaya (ex: tidak pantas kalo laki-laki mengeluh nyeri.akan mudah merasa nyeri dengan stimulus nyeri kecil. Pada orang dewasa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. vokalisasi dan gerakan tubuh. Apabila klien mengalami episode nyeri berulang. Klien bisa mengungkapkan nyerinya dengan berbagai jalan. Ekspresi yang ditunjukan klien itulah yang digunakan perawat untuk mengenali pola perilaku yang menunjukkan nyeri. Perawat berperan dalam membantu memperoleh kontrol diri untuk meminimalkan rasa takut akan kemungkinan nyeri berulang. sebelum nyeri datang. sehingga perawat harus mengkaji respon nyeri pada anak. maka respon akibat (aftermath) dapat menjadi masalah kesehatan yang berat. 3) Fase akibat (terjadi ketika nyeri berkurang atau berhenti) Fase ini terjadi saat nyeri sudah berkurang atau hilang. Kasus-kasus seperti itu tentunya membutuhkan bantuan perawat untuk membantu klien mengkomunikasikan nyeri secara efektif. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami. individu dengan endorfin tinggi sedikit merasakan nyeri dan individu dengan sedikit endorfin merasakan nyeri lebih besar. bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri misalnya seperti suatu daerah menganut kepercayaan bahwa nyeri adalah . 3) Kultur Orang belajar dari budayanya. karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal jika nyeri diperiksakan.

guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri. 6) Ansietas Cemas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas. 4) Makna nyeri Berhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya. Menurut Gill (1990).akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan. sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. Pengukuran nyeri dengan pendekatan objektif yang paling mungkin adalah menggunakan respon fisiologik tubuh terhadap nyeri itu sendiri. jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri. Mudah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri. 9) Support keluarga dan sosial Individu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan dan perlindungan Intensitas Nyeri Intensitas nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh individu. . perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat. pengukuran dengan tehnik ini juga tidak dapat memberikan gambaran pasti tentang nyeri itu sendiri (Tamsuri. maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. Tehnik relaksasi. 5) Perhatian Tingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. dan saat ini nyeri yang sama timbul. pengukuran intensitas nyeri sangat subjektif dan individual dan kemungkinan nyeri dalam intensitas yang sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang berbeda oleh dua orang yang berbeda. 8) Pola koping Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. 7) Pengalaman masa lalu Seseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau. Namun. 2007).

4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis. dapat mendeskripsikannya.Menurut smeltzer. S.G (2002) adalah sebagai berikut : 1) skala intensitas nyeri deskritif 2) Skala identitas nyeri numerik 3) Skala analog visual 4) Skala nyeri menurut bourbanis Keterangan : 0 :Tidak nyeri 1-3 : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. menyeringai.C bare B. dapat mengikuti perintah dengan baik. . dapat menunjukkan lokasi nyeri.

maka deskripsi nyeri akan lebih akurat. Karakteristik paling subyektif pada nyeri adlah tingkat keparahan atau intensitas nyeri tersebut. dapat menunjukkan lokasi nyeri. Perawat dapat menggunakan setelah terapi atau saat gejala menjadi lebih memburuk atau menilai apakah nyeri mengalami penurunan atau peningkatan (Potter. tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi 10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi. Perawat juga menanyakan seberapa jauh nyeri terasa paling menyakitkan dan seberapa jauh nyeri terasa paling tidak menyakitkan. Skala deskritif merupakan alat pengukuran tingkat keparahan nyeri yang lebih obyektif. VDS) merupakan sebuah garis yang terdiri dari tiga sampai lima kata pendeskripsi yang tersusun dengan jarak yang sama di sepanjang garis. VAS adalah suatu garis lurus. yang mewakili intensitas nyeri yang terus menerus dan pendeskripsi verbal pada setiap ujungnya. . Skala nyeri harus dirancang sehingga skala tersebut mudah digunakan dan tidak mengkomsumsi banyak waktu saat klien melengkapinya. Skala pendeskripsi verbal (Verbal Descriptor Scale. tapi juga. Skala ini memberi klien kebebasan penuh untuk mengidentifikasi keparahan nyeri. makna istilah-istilah ini berbeda bagi perawat dan klien. 1992). Pendeskripsi ini diranking dari “tidak terasa nyeri” sampai “nyeri yang tidak tertahankan”. Perawat menunjukkan klien skala tersebut dan meminta klien untuk memilih intensitas nyeri trbaru yang ia rasakan.7-9 : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan. Skala paling efektif digunakan saat mengkaji intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi terapeutik. Skala analog visual (Visual analog scale. NRS) lebih digunakan sebagai pengganti alat pendeskripsi kata. sedang atau parah. Skala penilaian numerik (Numerical rating scales. mengevaluasi perubahan kondisi klien. Apabila klien dapat membaca dan memahami skala. memukul. 2005). maka direkomendasikan patokan 10 cm (AHCPR. Dari waktu ke waktu informasi jenis ini juga sulit untuk dipastikan. Skala deskritif bermanfaat bukan saja dalam upaya mengkaji tingkat keparahan nyeri. Namun. klien menilai nyeri dengan menggunakan skala 0-10. Alat VDS ini memungkinkan klien memilih sebuah kategori untuk mendeskripsikan nyeri. VAS) tidak melebel subdivisi. VAS dapat merupakan pengukuran keparahan nyeri yang lebih sensitif karena klien dapat mengidentifikasi setiap titik pada rangkaian dari pada dipaksa memilih satu kata atau satu angka (Potter. Apabila digunakan skala untuk menilai nyeri. Dalam hal ini. Klien seringkali diminta untuk mendeskripsikan nyeri sebagai yang ringan. tidak dapat mendeskripsikannya. 2005).

(1995). Proses dan Praktik. (2007). Jakarta : Djambatan. Hlm : 76-80 Ramali. Jakarta : Arcan. Jakarta : EGC. Shone. pemenuhan aktivitas istirahat. Jakarta : EGC hal : 87. Syaifuddin. Tamsuri. . Hlm 1502-1533.sumber Priharjo. R (1993). Kamus Kedokteran : Arti dan Keterangan Istilah.edisi-2. Fundamental Keperawatan Konsep. Anatomi fisiologi untuk siswa perawat. (1997). Berhasil Mengatasi Nyeri. (2005). A. Jakarta : EGC. Hlm 1-63 Potter. Hlm : 123-136. Jakarta: EGC. N. Konsep dan penatalaksanaan nyeri. A. (2000). Perawatan Nyeri.

meningkatkan metabolisme di jaringan dan juga perangsangan langsung ke reseptor nyeri sensitif mekanik. termal.   Home My Home Curhat Share Our Problem Medical All about medical cases Ghalapulla Gea some people drink from fountain of knowledge. Pada suhu 45 C. rasa nyeri yang ditimbulkan oleh suhu yang tinggi tidak berkorelasi dengan jumlah kerusakan yang telah terjadi melainkan berkorelasi dengan kecepatan kerusakan jaringan yang timbul. dan enzim proteolitik. seperti periosteum. histamin. bradikinin. others just gurgle Nyeri Posted by gea. asetilkolin. dan melalui nyeri inilah. Dua zat lainnya yang diidentifikasi adalah prostaglandin dan substansi P yang bekerja dengan meningkatkan sensitivitas dari free nerve endings. 2011. serotonin. Termal. memar jaringan. falx. dll. seorang individu akan bereaksi dengan cara menjauhi stimulus nyeri tersebut. dan tentorium. asam. Memahami dan Menjelaskan Neurofisiologi Nyeri Nyeri (sakit) merupakan mekanisme protektif yang dapat terjadi setiap saat bila ada jaringan manapun yang mengalami kerusakan. dan kimia. Semua jenis reseptor nyeri pada manusia merupakan free nerve endings. Prostaglandin dan substansi P tidak langsung merangsang nyeri tersebut. Mekanik. iskemia jaringan. ion kalium. Kadar ion kalium yang meningkat dan enzim proteolitik lokal yang meningkat sebanding dengan intensitas nyeri yang irasakan karena kedua zat ini dapat mengakibatkan membran plasma lebih permeabel terhadap ion. jaringan ± jaringan dalam tubuh akan mengalami kerusakan yang didapati pada sebagian besar populasi. Reseptor nyeri banyak tersebar pada lapisan superfisial kulit dan juga pada jaringan internal tertentu. Rasa nyeri dimulai dengan adanya perangsangan pada reseptor nyeri oleh stimulus nyeri. spasme otot merupakan penyebab nyeri yang umum karena dapat mengakibatkan terhentinya aliran darah ke jaringan ( iskemia jaringan). under medical cases I. bradikinin telah dikenal sebagai penyebab utama yang menimbulkan nyeri yang hebat dibandingkan dengan zat lain. dan enzim proteolitik. Stimulus nyeri dapat dibagi tiga yaitu mekanik. Dec. Hal ini juga berlaku untuk penyebab nyeri lainnya yang bukan termal seperti infeksi. dinding arteri. Dari berbagai zat yang telah dikemukakan. Kebanyakan jaringan internal lainnya hanya diinervasi oleh free nerve endings . Kimia. Iskemia jaringan juga termasuk stimulus kimia karena pada keadaan iskemia terdapat penumpukan asam laktat. ada beberapa zat kimia yang dapat merangsang nyeri seperti bradikinin.green in 31. permukaan sendi.

Fast pain. Slow pain. (2) nukleus talamus bagian posterior (sebagian kecil). Adanya sensori taktil dan nyeri yang diterima akan memungkinkan otak untuk menyadari lokasi tepat dimana rangsangan tersebut diberikan. merupakan nyeri yang dirasakan dalam waktu 0. Neurotransmitter yang mungkin digunakan adalah glutamat yang juga merupakan neurotransmitter eksitatorik yang banyak digunakan pada CNS. Setelah itu. serat nyeri ini akan berakhir pada relay neuron pada kornu dorsalis dan selanjutnya akan dibagi menjadi dua traktus yang selanjutnya akan menuju ke otak. traktus ini selain mentransmisikan sinyal dai serat C. serat A yang mentransmisikan nyeri akibat stimulus mekanik maupun termal akan berakhir pada lamina I (lamina marginalis) dari kornu dorsalis dan mengeksitasi second – order neurons dari traktus spinotalamikus. neuron terakhir yang panjang akan menghubungkan signal ini ke otak pada jaras anterolateral. Signal nyeri ini ditransmisikan dari saraf perifer menuju korda spinalis melalui serat C dengan kecepatan mencapai 0. Traktus lemniskus medial bagian kolumn dorsalis untuk sensasi taktil juga berakhir pada daerah ventrobasal. Meskipun semua reseptor nyeri adalah free nerve endings. Traktus itu adalah neospinotalamikus untuk fast pain dan paleospinotalamikus untuk slow pain. Signal nyeri ini ditransmisikan dari saraf perifer menuju korda spinalis melalui serat A dengan kecepatan mencapai 6 ± 30 m/s. traktus ini juga mentransmisikan sedikit sinyal dari serat A . Kebanyakan sinyal akan berakhir pada salah satu tiga area yaitu : (1) . (3) kompleks ventrobasal (sebagian besar). Traktus neospinotalamikus untukfast pain. saraf perifer akan hampir seluruhnya nerakhir pada lamina II dan III yang apabila keduanya digabungkan. nyeri kronik. kimia dan termal tetapi stimulus yang paling sering adalah stimulus kimia. Neurotramitter yang mungkin digunakan adalah substansi P. Traktus paleospinotalamikus untuk slow pain. pada traktus ini. Ujung dari traktus paleospinotalamikus kebanyakan berakhir pada batang otak dan hanya sepersepuluh ataupun seperempat sinyal yang akan langsung diteruskan ke talamus. Neuron ini memiliki serabut saraf panjang yang menyilang menuju otak melalui kolumn anterolateral. Kebanyakan sinyal kemudian akan melalui sebuah atau beberapa neuron pendek yang menghubungkannya dengan area lamina V lalu kemudian kebanyakan serabut saraf ini akan bergabung dengan serabut saraf dari fast. Serat dari neospinotalamikus akan berakhir pada: (1) area retikular dari batang otak (sebagian kecil). Glutamat umumnya hanya memiliki durasi kerja selama beberapa milliseconds. sering disebut dengan substansia gelatinosa. nyeri akut.5 ± 2 m/s.sharp pain pathway.1 s setelah stimulus diberikan. Pada traktus ini . jalur yang ditempuh dapat dibagi menjadi dua pathway yaitu fast-sharp pain pathway dan slow chronic pain pathway. Setelah mencapai korda spinalis melalui dorsal spinalis. merupakan nyeri yang dirasakan dalam waktu lebih dari 1 detik setelah stimulus diberikan.yang letaknya berjauhan sehingga nyeri pada organ internal umumnya timbul akibat penjumlahan perangsangan berbagai nerve endings dan dirasakan sebagai slow crhonic tipe pain Nyeri dapat dibagi atas dua yaitu fast pain dan slow pain. Nyeri ini disebabkan oleh adanya stimulus mekanik dan termal. Nyeri ini dapat disebabkan oleh adanya stimulus mekanik.

Axon dari neuron orde pertama (ganglion spinale) memasuki ujung cornu posterius substansia grissea medulla spinalis dan segera bercabang 2: • Serabut yg naik • Serabut yg turun Setelah masuk ke medulla spinalis.nukleus retikularis dari medulla. dimana axon-nya akan menuju pusat sensorik sadar pada gyrus postcentralis (area pusat sensorik-area brodmann 3.1) JALAN RAYA SENSORIK YANG MENGANTARKAN SENSASI SAKIT DAN SUHU Nama jalan : TRACTUS SPINOTHALAMICUS LATERALIS Melewati medulla spinalis → medulla oblongata → pons → mesencephalon → diencephalon→ korteks cerebri 1. multipel serat pendek neuron akan meneruskan sinyal ke arah atas melalui intralaminar dan nukleus ventrolateral dari talamus dan ke area tertentu dari hipotalamus dan bagian basal otak. (3) regio abu ± abu dari peraquaductus yang mengelilingi aquaductus Silvii. I. 3. (2) area tektum dari mesensefalon. Ketiga bagian ini penting untuk rasa tidak nyaman dari tipe nyeri. Traktus tsb berjalan medialis dari traktus . sedangkan axon-nya pergi memasuki medulla spinalis untuk bersinapsis pada neuron orde kedua. Axon dari orde kedua menyilang garis tengah pada commisura anterior substansia grissea dan substansia alba. Lalu berlanjut ke neuron orde kedua yang terletak pada kelompok sel substansia gelatinosa pada cornu posterius.1) maka semua informasi sensorik harus melewati sedikitnya 3 NEURON. pons. Dari area batang otak ini.2 Memahami dan Menjelaskan Neuroanatomi Nyeri JALAN RAYA SENSORIK Berfungsi membawa informasi sensorik baik extroseptif dan propioseptif dari reseptor ke pusat sensorik sadar diotak. 1. neuron orde ketiga : pada thalamus. neuron orde pertama : terletak pada ganglion radix posterior s. maka akan membentuk Traktus Posterolateral (Lissauri).2.2. Informasi Ekstroseptif meliputi: o Sakit o Suhu (panas atau dingin) o Sentuhan o Tekanan Informasi Propioseptif meliputi: o Keadaan otot sadar/otot lurik o Keadaan sendi o Keadaan ligamentum Untuk bisa mencapai pusat sadar pada GYRUS POSTCENTRALIS (area brodmann 3. 2. kemudian naik ke atas pada sisi kotralateral sebagai traktus spinothalamicus lateralis. dan mesensefalon. neuron orde kedua : pada cornu posterius medulla spinalis. axon-nya dapat menyilang garis tengah atau langsung dalam columna lateralis pada sisi yang sama. selanjutnya dari medulla spinalis naik ke atas untuk bersinapsis pada neuron orde ketiga.ganglion spinale (ganglion adalah sel saraf yg terletak diluar susunan saraf pusat) dimana dendrite dari sel saraf tersebut datang dari reseptor.

kemudian naik ke atas pada sisi kotralateral sebagai traktus spinothalamicus anterior. Traktus tsb berjalan medialis dari traktus spinocerebrallis anterius. 2. Lemnicus spinalis jalan pada tegmentum . Lalu berlanjut ke neuron orde kedua yang terletak pada kelompok sel substansia gelatinosa cornu posterius substansia grissea. maka akan membentuk Traktus Posterolateral (Lissauri). berlanjut pada pons. Trigeminus. Axon dari neuron orde pertama (ganglion spinale) memasuki ujung cornu posterius substansia grissea medulla spinalis dan segera bercabang 2: • Serabut yg naik • Serabut yg turun Setelah masuk ke medulla spinalis. Axon dari orde kedua menyilang garis tengah pada commisura anterior substansia grissea dan substansia alba. axon dari neuron orde ketiga memasuki Crus posterior capsula interna dan Corona radiata untuk berakhir pad GYRUS POSTCENTRALIS (area brodmann 3. berlanjut pada mesencephalon. di Korteks cerebri. Sewaktu jalan ke atas. Dan nantinya bergabung dengan • Tractus spinothalamicus anterius • Tractus spinotectalis • Ketiga tractus ini bersama-sama membentuk LEMNISCUS SPINALIS. Lemniscus spinalis beriringan dengan Lemnicus Medialis bersinapsis pada neoron . traktus spinothalamicus anterior nantinya bergabung dengan Tractus spinothalamicus lateralis & Tractus spinotectalis. 6.spinocerebrallis anterius. serabut syaraf traktus spino thalamicus lateralis akan bersinapsis dengan neuron orde ketiga yaitu: Nucleus postlateral dari kelompok ventral thalamus (bagian dari nucleus lateralis thalamus). Berlanjut ke PONS. lateralis dari Lemnicus medialis. 3. Ketiga tractus ini bersama-sama membentuk LEMNISCUS SPINALIS.2.1) dari sini informasi sakit dan suhu akan diteruskan ke area MOTORIK dan area asosiasi di cortex lobus parietale. saraf berlanjut pada medulla oblongata. 3. serabut syaraf baru terus bertambah sesuai dengan banyaknya segmen medulla spinalis. diencephalon. yaitu pada dataran lateral antara nucleus olivarius inferius dengan Nucleus tractus spinalis N. JALAN RAYA YANG MENGATUR SENSASI SENTUHAN RINGAN DAN TEKANAN 1. 2. Lemnicus spinalis naik ke atas dibagian belakang PONS. Sewaktu jalan ke atas. DISINILAH TERJADI PENILAIAN KASAR SENSASI SAKIT DAN SUHU DAN REAKSI EMOSI MULAI TIMBUL. DAN DIENCEPHALON. MESENCEPHALON. serabut syaraf baru terus bertambah sesuai dengan banyaknya segmen medulla spinalis. 5. . saraf berlanjut pada medulla oblongata. 4.

Serabutnya sendiri mengelompok membentuk fibra arcuata eksterna. Sebagian besar serabut saraf yang naik berjalan dalam columna posterius substansia alba sebagai: o Fasciculus gracilis o Fasciculus cutaneus 2. Jalan dalam medula spinalis memasuki cornu posterius substansia alba sisi yang sama. DISINILAH TERJADI PENILAIAN KASAR SENTUHAN DAN TEKANAN MULAI DIINTERPRETASI. Fungsinya untuk mengirimkan informasi sensasi otot skelet dan sensasi ke serebellum b. Lanjut ke kortkes cerebri. . JALAN RAYA PEMBEDAAN SENSASI DISKRIMINASI SENTUHAN. Ke cerebellum melelui pedunculus cerebelli inferior dan membantuk traktus cuneocerebellaris. GETARAN SENDI/OTOT SADAR NAMA JALAN : FASCICULUS GRACILIS DAN FASCICULUS CUNEATUS 1. Untuk segera bercabang 2 : • CABANG TURUN Jalan melewati beberapa segmen medulla spinalis sambil memberikan beberapa cabang collateral dan bersinapsis dengan neuron pada cornu posterius dan neuron pada cornu anterius pada segmen yang dilewati. Jalan ke pons. Selanjutnya pergi kedua tempat a.2. Kemudian menyilang garis tengah membentuk decussiatio sensorik.orde ketiga yaitu: Nucleus postlateral dari kelompok ventral thalamus (bagian dari nucleus lateralis thalamus). • CABANG NAIK Serabut sarafnya lebih panjang dan sebagian akan bersinapsis dengan neuron orde kedua pada cornu posterius dan anterius substansia grissea. Jalan dalam medulla Oblongata Axon dari neoro orde pertama jalan keatas secara ipsilateral (tidak menyilang garis tengah) dan bersinapsis dgn neuron orde kedua : nuclei gracilis dan nuclei cuneatus. 4. Dari orde kedua akan membentuk serabut saraf disebut sebagai : fibra arcuata interna. Ke pons 3.. setelah membentuk decussatio (pada medulla oblongata saraf jalan ke atas sebagai lemniscus medialis untuk berakhir pada neuron orde ketiga: nuclei poterolateral dari kelompok ventral thalamus (bagian dari kelompok nuclei lateralis thalamus).1) dari sini sensasi sentuhan dan tekanan disadari. axon dari neuron orde ketiga memasuki Crus posterior capsula interna dan Corona radiata untuk berakhir pada GYRUS POSTCENTRALIS (area brodmann 3. Hubungan intersegmental ini berfungsi dalam refleks intersegmental. ke mesencephalon dan diencephalon. Hubungan ini berperan dalam refleks intersegmental.

2. Traktus spinocerebellaris posterius masuk ke peduncullus cerebellaris inferior untuk menuju corteks cerebellum FUNGSI : membawa informasi dari otot sadar dan sendi. TRAKTUS SPINOCEREBELLARIS ANTERIUS Jalan dari medulla spinalis. ligamentum dan capsula articulare dari tubuh dan anggota badan.4. TRAKTUS SPINOCEREBELLARIS POSTERIUS Axon orde pertama memasuki medula spinalis pada collumna posterius substansia grissea untuk bersinapsis dengan neuron orde kedua: nucleus dorsalis (Clarki) yang terletak pada basis cornu posterius substansia grissea. Axon orde kedua memasuki poterolateral substansia alba pada sisi yang sama untuk naik keatas sebagai : TRAKTUS SPINOCEREBELLARIS POSTERIUS. JALAN RAYA SENSASI OTOT SADAR (OTOT LURIK) DAN SENDI KE CEREBELLUM ADA 3 JALAN : 1. FUNGSI: MENERUSKAN INFORMASI DARI MUSCLE SPINDLE DAN TENDO KE CEREBELLUM. Disebut juga fibra arcuata externa posterius. TRAKTUS CUNEOCEREBELLARIS Pusatnya di nucleus cuneatus. • Dari neuron orde ke2 jalan menyilang garis tengah kemudian naik ke atas pada anterolateral substansia alba sebagai traktus spinotektalis. Ke korteks cerebri neuron orde ketiga melewati crus posterius capsula interna dan corona radiata menuju gyrus postcentralis. . Perjalannya mulai dengan memasuki pedunculus cerebelli inferior menuju corteks cerbelli. • Beriringan dengan traktus spinothalamicus lateralis et anterius. JALAN RAYA NAIK LAINNYA 1. TRAKTUS SPINOTECTALIS • Neuron orde pertama memasuki cornu posterius dan bersinapsis dengan neuron orde ke2 yang letaknya pada cornu posterius. terutama dari reseptor Muscle spindle dan reseptor yang ada di tendo. axon Axon orde pertama memasuki medula spinalis pada collumna posterius substansia grissea untuk bersinapsis dengan neuron orde kedua: nucleus dorsalis (Clarki) berlanjut menjadi traktus spinocerebellaris posterius dan masuk ke peduncullus cerebellaris superior dan berakhir pada korteks cerebelli FUNGSI : MEMBAWA INFORMASI DARI RESEPTOR MUSCLE SPINDLE DAN TENDO DARI ANGGOTA BADAN ATAS DAN BAWAH 3. DISINI BARU KITA MENYADARI PEMBEDAAN SENSASI DISKRIMINASI SENTUHAN DAN GETARAN DARI SENDI ATAU OTOT SADAR. kemudian bersama-sama membentuk LEMNISCUS SPINALIS dan menuju ke otak FUNGSI : MEMBAWA INFORMASI UNTUK REFLEKS SPINOVISUAL DAN AKAN MENIMBULKAN GERAKAN BOLA MATA DAN KEPALA YANG MENUNUJUK KE ARAH DATANGNYA SUMBER STIMULI.

Neuron orde ketiga menyilang garis tengah dan memasuki cerebellum melalui peduncullus cerebelli inferius untuk pergi ke korteks cerebellum.1) FUNGSI : INFORMASI PRESSORECEPTOR DARI TUNICA MUCOSA RECTUM DAN VESICA URINARIA UNTUK KEPERLUAN DAFAECATIO DAN MIXTIO. Kemudian axon pada orde kedua bergabung dengan traktus spinothalamicus untuk berakhir pada neuron orde ketiga : nuclei posterolateral dari kelompok ventral thalami Axon neuron ketiga diduga pergi ke gyrus postcentralis (area brodmann 3. tekanan dll). dan mesencephalon. (3) gigi ± geligi. Memahami dan Menjelaskan Nyeri Kepala Definisi dan Etiologi Nyeri Kepala Nyeri kepala adalah rasa sakit atau tidak nyaman antara orbita dengan kepala yang berasal dari struktur sensitif terhadap rasa sakit. Faktor Resiko Nyeri Kepala Faktor resiko terjadinya sakit kepala adalah gaya hidup. kulit. (5) hidung dan (6) sinus paranasal. (7) jaringan lunak di kepala. TRAKTUS SPINOOLIVARIUS • Neuron orde pertama memasuki cornu posterius dan bersinapsis dengan neuron orde ke2 yang letaknya pada cornu posterius. Selain kelainan yang telah disebutkan diatas. sakit kepala dapat disebabkan oleh stress dan perubaha lokas (cuaca. • Traktus spinoreticularis jalan pada sisi yang sama dan akan bersinapsis dengan neuron orde ketiga: formatio retikulare dimedulla oblongata. FUNGSI MEMBAWA INFORMASI TENTANG TINGKAT-TINGKAT KESADARAN 3. jaringan subkutan. otot. (2) jaringan saraf. • Dari neuron orde ke2 jalan menyilang garis tengah dan naik ke atas antara cornu anterius dengan cornu laterale substansia alba sebagai TRAKTUS SPINOOLIVARIUS. dan periosteum kepala. • Traktus spinoolivarius bersinapsis dengan neuron ketiga : nuclei olivarius inferius. II. • Dari neuron orde ke2 jalan menyilang garis tengah kemudian naik ke atas pada anterolateral substansia alba dan bercampur dengan traktus spinothalamicus. Sakit kepala bisa disebabkan oleh kelainan: (1) vaskular. pons. jenis kelamin. JALAN RAYA VISCERAL Axon orde pertama dari thorax dan abdomen memasuki cornu posterius untuk bersinapsis dengan neuron orde kedua dalam substansia grissea. (4) orbita.2. umur. TRAKTUS SPINORETICULARIS • Neuron orde pertama memasuki cornu posterius dan bersinapsis dengan neuron orde ke2 yang letaknya pada cornu posterius. pemberian histamin atau nitrogliserin sublingual dan fakto genetik. FUNGSI : MEMBAWA INFORMASI EXTEROSEPTIF DAN PROPRIOSEPTIF KE CEREBELLUM. . kondisi penyakit.2.

mulut atau struktur lain di kepala dan wajah. CT-SCAN 4. sakit kepala atau nyeri pada wajah akibat kelainan kranium. sakit kepala akibat kelainan psikiatri. dinud. (5) degenerasi spina servikalis atas disertai kompresi pada akar nervus servikalis (misalnya. tension type headache. hidung. Arteriografi. sakit kepala akibat gangguan homeostasis. Foto Rongten kepala 2. defisiensi enkefalin (peptida otak miripopiat. Patofisiologi Nyeri Kepala Beberapa mekanisme umum yang tampaknya bertanggung jawab memicu nyeri kepala adalah sebagai berikut: (1) peregangan atau pergeseran pembuluh darah. Pemeriksaaan psikologi (jarang dilakukan). sakit kepala akibat infeksi. intrakranium atau ekstrakranium. dan pusing) di mana tidak dapat ditemukan . Terapi Nyeri Kepala Nyeri kepala dapat diobati dengan preparat asetilsalisilat dan jika nyeri kepala sangat berat dapat diberikan preparat ergot (ergotamin atau dihidroergotamin). Sakit kepala primer dapat dibagi menjadi migraine. berolahraga secara rutin. dan neuralgia kranial. sakit kepala yang bukan disebabkan kelainan vaskular intrakranial. Preparat Cafergot ( mengandung kafein 100 mg dan 1 mg ergotamin) diberikan 2 tablet pada saat timbul serangan dan diulangi ½ jam berikutnya. (2) traksi pembuluh darah.5 mg. III. cluster headache dengan sefalgia trigeminal / autonomik. makan makanan sehat dan teratur. kurangi stress. Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu mendiagnosa nyeri kepala seperti : 1. sakit kepala akibat kelainan vaskular kranial dan servikal. menghindari pemicu sakit kepala yang telah diketahui. arteritis vertebra servikalis). EEG 3. Pemeriksaan laboratorium(Tidak rutin atas indikasi) 6. leher. sakit kepala akibat adanya zat atau withdrawal. mual. gigi. (3) kontraksi otot kepala dan leher ( kerja berlebihan otot). nyeri. Bila perlu dapat diberikan intravena dengan dosis 1 mg dihidroergotaminmetan sulfat atau ergotamin 0. Sakit kepala sekunder dapat dibagi menjadi sakit kepala yang disebabkan oleh karena trauma pada kepala dan leher. (4) peregangan periosteum (nyeri lokal). dan sakit kepala primer lainnya. bahan aktif pada endorfin).Klasifikasi Nyeri Kepala Sakit kepala dapat diklasifikasikan menjadi sakit kepala primer. nyeri fasial serta sakit kepala lainnya. telinga. sakit kepala sekunder. Pencegahan Sakit Kepala Pencegahan sakit kepala adalah dengan mengubah pola hidup yaitu mengatur pola tidur yang sam setiap hari. Memahami dan Menjelaskan Gangguan Somatoform Gangguan somatoform adalah suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala fisik (sebagai contohnya. Brain Scan Nuklir 5.

3) Hipokondriasis ditandai oleh fokus gejala yang lebih ringan dan pada kepercayaan pasien bahwa ia menderita penyakit tertentu. 2) Gangguan konversi ditandai oleh satu atau dua keluhan neurologis. yang tidak digolongkan salah satu diatas. Gangguan somatoform adalah tidak disebabkan oleh pura-pura yang disadari atau gangguan buatan. faktor-faktor penyebab gangguan somatoform  Faktor-faktor Biologis Faktor ini berhubungan dengan kemungkinan pengaruh genetis (biasanya pada gangguan somatisasi). dan durasi gejala. • Adanya perhatian untuk menampilkan “peran sakit” Perilaku kompulsif yang diasosiasikan dengan hipokondriasis atau gangguan dismorfik tubuh dapat secara sebagian membebaskan kecemasan yang diasosiasikan dengan keterpakuan pada kekhawatiran akan kesehatan atau kerusakan fisik yang dipersepsikan. termasuk gangguan somatoform. DSM-IV juga memiliki dua kategori diagnostik residual untuk gangguan somatoform: 6) Undiferrentiated somatoform.  Faktor Lingkungan Sosial Sosialisasi terhadap wanita pada peran yang lebih bergantung. • Dalam teori Freudian tradisional. Suatu diagnosis gangguan somatoform mencerminkan penilaian klinisi bahwa faktor psikologis adalah suatu penyumbang besar untuk onset. energi psikis yang terpotong dari impuls- . Ada lima gangguan somatoform yang spesifik adalah: 1) Gangguan somatisasi ditandai oleh banyak keluhan fisik yang mengenai banyak sistem organ. yang ada selama enam bulan atau lebih. 4) Gangguan dismorfik tubuh ditandai oleh kepercayaan palsu atau persepsi yang berlebih-lebihan bahwa suatu bagian tubuh mengalami cacat.  Faktor Emosi dan Kognitif Pada faktor penyebab yang berhubungan dengan emosi dan kognitif.penjelasan medis yang adekuat. Gejala dan keluhan somatik adalah cukup serius untuk menyebabkan penderitaan emosional yang bermakna pada pasien atau gangguan pada kemampuan pasien untuk berfungsi di dalam peranan sosial atau pekerjaan. penyebab ganda yang terlibat adalah: • Terbebas dari tanggung jawab yang biasa atau lari atau menghindar dari situasi yang tidak nyaman atau menyebabkan kecemasan (keuntungan sekunder). seperti “peran sakit” yang dapat diekspresikan dalam bentuk gangguan somatoform  Faktor Perilaku Pada faktor perilaku ini. 5) Gangguan nyeri ditandai oleh gejala nyeri yang semata-mata berhubungan dengan faktor psikologis atau secara bermakna dieksaserbasi oleh faktor psikologis. penyebab ganda yang terlibat adalah sebagai berikut: • Salah interpretasi dari perubahan tubuh atau simtom fisik sebagai tanda dari adanya penyakit serius (hipokondriasis). keparahan.

dada. C. atau alkohol) b. atau fungsi penting lain. anggota gerak. atau hilangnya kesadaran selain pingsan). selama menstruasi. paralisis atau kelemahan setempat.impuls yang tidak dapat diterima dikonversikan ke dalam simtom fisik (gangguan konversi). dijelaskan . D. retensi urin. afonia. Riwayat banyak keluhan fisik yang dimulai sebelum usia 30 tahun yang terjadi selama periode beberapa tahun dan membutuhkan terapi. atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan) c. 2. Gejala atau defisit tidak ditimbulkkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). disfungsi erektil atau ejakulasi.  Gangguan Konversi 1. Dua gejala gastrointestinal: riwayat sekurangnya dua gejala gastrointestinal selain nyeri (misalnya mual. pemeriksaan fisik. rektum. Faktor psikologis dipertimbangkan berhubungan dengan gejala atau defisit karena awal atau eksaserbasi gejala atau defisit adalah didahului oleh konflik atau stresor lain. Satu gejala pseudoneurologis: riwayat sekurangnya satu gejala atau defisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gejala konversi seperti gangguan koordinasi atau keseimbangan. Satu gejala seksual: riwayat sekurangnya satu gejala seksual atau reproduktif selain dari nyeri (misalnya indiferensi seksual. Salah satu (1)atau (2): a. 3. sendi. kejang. perut. kembung. pandangan ganda. atau selama miksi) b. medikasi. muntah selain dari selama kehamilan. Empat gejala nyeri: riwayat nyeri yang berhubungan dengan sekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala. d. muntah sepanjang kehamilan). tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera. Jika terdapat kondisi medis umum. punggung. Satu atau lebih gejala atau defisit yang mengenai fungsi motorik volunter atau sensorik yang mengarahkan pada kondisi neurologis atau kondisi medis lain. yang menyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial. gejala disosiatif seperti amnesia. pekerjaan. menstruasi tidak teratur. Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti gangguan buatan atau pura-pura). Setelah penelitian yang diperlukan. selama hubungan seksual. 4. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan dan riwayat penyakit. B. perdarahan menstruasi berlebihan. setelah penelitian yang diperlukan. Gejala atau defisit tidak dapat. dengan gejala individual yang terjadi pada sembarang waktu selama perjalanan gangguan: a. diare. obat. Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan. ketulian. hilangnya sensasi atau nyeri. sulit menelan atau benjolan di tenggorokan. halusinasi. • Menyalahkan kinerja buruk dari kesehatan yang menurun mungkin merupakan suatu strategis elf-handicaping (hipokondriasis)  Kriteria diagnosis gangguan nyeri somatoform  Gangguan Somatisasi A. atau temuan laboratorium. kebutaan.

 Gangguan Nyeri A. tidak terjadi semata-mata selama perjalanan gangguan somatisasi. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan kecemasan umum. atau fungsi penting lain. tipe somatik) dan tidakterbatas pada kekhawatiran tentang penampilan (seperti pada gangguan dismorfik tubuh). C.sepenuhnya oleh kondisi medis umum. kemarahan. atau fungsi penting lain atau memerlukan pemeriksaan medis. pekerjaan. atau fungsi penting lain. kekhawatiran orang tersebut adalah berlebihan dengan nyat. Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting dalam onset. Pereokupasi dengan ketakutan menderita. atau oleh efek langsung suatu zat. gangguan depresif berat. Keyakinan dalam kriteria A tidak memiliki intensitas waham (seperti gangguan delusional. eksaserbasi atau bertahannnya nyeri. pekerjaan. Gejala atau defisit menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. gangguan panik. C. Gejala atau defisit tidak terbatas pada nyeri atau disfungsi seksual. gangguan obsesif-kompulsif. atau fungsi penting lainnya. suatu penyakit serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejalagejala tubuh.  Gangguan Dismorfik Tubuh A. orang tidak menyadari bahwa kekhawatirannya tentang menderita penyakit serius adalah berlebihan atau tidak beralasan. Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. Sebutkan tipe gejala atau defisit: • Dengan gejata atau defisit motorik • Dengan gejala atau defisit sensorik • Dengan kejang atau konvulsi • Dengan gambaran campuran  Hipokondriasis 1. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). 6. 2. 6. Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis merupakan pusat gambaran klinis dan cukup parah untuk memerlukan perhatian klinis. atau sebagai perilaku atau pengalaman yang diterima secara kultural. atau gangguan somatoform lain. 5. Preokupasi dengan bayangan cacat dalam penampilan. pekerjaan. Lama gangguan sekurangnya 6 bulan. atau ide bahwa ia menderita. D. cemas perpisahan. B. Jika ditemukan sedikit anomali tubuh. B. 4. 3. . Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. 5. ketidakpuasan dengan bentuk dan ukuran tubuh pada anorexia nervosa). Perokupasi menetap walaupun telah dilakukan pemeriksaan medis yang tepat dan penentraman. dan tidak dapat diterangkan dengan lebih baik oleh gangguan mental lain. Sebutkan jika: Dengan tilikan buruk: jika untuk sebagian besar waktu selama episode berakhir. pekerjaan. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara kilnis atau gangguan dalam fungsi sosial.

dan pemberian antidepresan. disfungsi seksual. Durasi gangguan sekurangnya enam bulan. 3. obat. . penatalaksanaan stres. menentukan kembali tujuan terapi. gangguan tidur. 6. gejala tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis umum yang diketahui atau oleh efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera. Terapi pada gangguan nyeri mencakup ikatan terapeutik. Penatalaksanaan untuk gangguan konversi adalah sugesti dan persuasi dengan berbagai teknik. Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya gangguan somatoform. Setelah pemeriksaan yang tepat. 4. pekerjaan. hilangnya nafsu makan. perjanjian teratur. Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mood. dan pemberian antidepresan. Tuliskan seperti berikut: Gangguan nyeri berhubungan dengan faktor psikologis: faktor psikologis dianggap memiliki peranan besar dalam onset. Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura) Penatalaksanaan gangguan nyeri somatoform 1. Salah satu (1)atau (2) 1. dan intervensi krisis. atau gangguan psikotik). Gangguan dismorfik tubuh diterapi dengan ikatan terapeutik. 3. Gangguan somatisasi ditatalaksana dengan ikatan terapeutik. pemeriksaan fisik. Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya kelelahan. Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. atau temuan laboratonium. keluhan gastrointestinal atau saluran kemih). gangguan mood. keparahan. atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dispareunia. atau alkohol) 2. atau fungsi penting lainnya. medikasi. 4. psikoterapi. Strategi penatalaksanaan pada hipokondriasis meliputi pencatatan gejala. dan psikoterapi.E.  Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Somatoform yang Tidak Digolongkan A. gangguan kecemasan. Sebutkan jika:  Akut: durasi kurang dari 6 bulan  Kronis: durasi 6 bulan atau lebih Gangguan nyeri berhubungan baik dengan faktor psikologls maupun kondisi medis umum Sebutkan jika:  Akut: durasi kurang dari 6 bulan  Kronis: durasi 6 bulan atau lebih Catatan: yang berikut ini tidak dianggap merupakan gangguan mental dan dimasukkan untuk mempermudah diagnosis banding. eksaserbasi. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan menurut riwayat penyakit. 5. tinjauan psikososial. 2. dan bertahannya nyeri. kecemasan. B. Jika terdapat kondisi medis umum yang berhubungan.

tidak liar seperti binatang. tidak bertentangan dengan perkara-perkara yang asasi bagi manusia. dan kami patuh”. maka Allah ta‟ala menurunkan syari‟at ini adalah untuk kebaikan manusia. desipramin. ini semua adalah contoh sifat fitrah manusia. mirtazapin. baik yang sudah dapat diketahui atau belum bisa diketahui. Menikah juga merupakan fitrah manusia ( ghorizah insaniyah } yang tidak boleh dibunuh sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada diri dan masyarakat. Memahami dan Menjelaskan nilai perkawinan dalam Islam Hikmah Dan Tujuan Disyari‟atkannya Menikah Semua ibadah dalam Islam mengandung hikmah yang baik bagi manusia. maprotilin. nefazodon. venlafaksin MAO inhibitors Menghambat aktivitas enzim MAO Phenelzine. malu. maka ghorizah insaniyah/ insting manusiawi ini harus diatur dengan nikah. Sikap seorang mu‟min ketika sudah jelas datang aturan dari Allah dan Rosul Nya adalah “sami‟naa wa atho‟naa” kami dengar dan kami ta‟at. tranylcypromine IV. antara lain adalah : 1. nortriptilin. Dia lah yang mengetahui apa yang baik dan buruk. “Kami mendengar. di dalamnya mengandung hikmah dan tujuan yang baik bagi manusia. yang sesuai atau tidak bagi manusia. bupropion. dalam Islam tidak boleh dimatikan.Antidepresan Golongan Mekanisme Kerja Contoh Anti depresan trisiklik Menghambat reuptake 5-HT/NE secara tidak selektif Amitriptilin. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. sertralin. sebagaimana Allah ta‟ala jelaskan dalam Al Qur‟an suroh An Nuur ayat 51 : Artinya : ” Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin. . kalau tidak maka dia akan mencari jalan syaithon yang menjerembabkan manusia ke lembah hitam. seperti marah. klomipramin SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors Menghambat secara selektif reuptake 5-HT Fluoksetin.” Begitupun dengan syari‟at pernikahan. fluvoksamin Mixed DA/NE reuptake inhibitor Menghambat reuptake DA/NE secara tidak selektif Trazodon. tetapi di atur agar menjadi ibadah kepada Allah ta‟ala. Allah lah yang menciptakan manusia. imipramin. Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi. bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. cinta. paroksetin. Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia.

Dengan menikah seseorang dapat menundukan pandangannya dan menjaga kemaluannya. karean hal ini dapat menundukan pandangan dan menjaga kemaluan. ‫ٖغ اْدحا يثايا‬ٚ‫ ٖث‬ٚ ‫ني‬ْٚ ‫ٖي‬ ‫ او ا‬. kumpul kebo dan yang lainnya yang ini semua menyebabkan kerusakan di dunia dan kehinaan di akhirat.. perzinahan. spilis. Untuk menegakkan rumah tangga yang Islami Ini merupakan salah satu tujuan pernikahan dalam Islam. Untuk meningkatkan ibadah kepada Allah ta‟ala Pernikahan merupakan salah satu lahan yang subur bagi peribadahan dan amal sholeh disamping amal-amal ibadah yang lain. ‫ اح صٓ ٌ ٍ فسج‬ٚ ‫ف أ ٗ اغط ٌ ٍ ب صس‬. Maka Islam menghasung para pemuda untuk segera menikah. Bersabda Rosulullah Shalallahu „Alaihi Wassalam : …. barangsiapa yang belum mampu. sampai seorang suami yang melampiaskan syahwatnya kepada istrinya disebut sebagai shodaqoh.ٚ ‫ةقدص َندحا عضب يف‬. 4.‫ف ً اٌ ح الي و اْ ٌ ٗ اجس‬ Artinya : . Maka Islam sedemikian rupa mengatur urusan pernikahan ini agar pasangan suami istri dapat bekerja sama dalam merealisasikan nilai-nilai Islam dalam rumah tangganya. seperti aids. maka hendaklah dia berpuasa karena hal ini dapat menjadi tameng baginya.َ‫ا ف ً حسا‬ٙ‫ ظ ع‬ٚ ٛ ٌ ُ‫ ازاٌ خ‬: ‫ا اجس؟ ل اي‬ٍٙ ‫ا ف‬ٙ‫ ظ ع‬ٚ ‫شز؟ ف ىرٌ ه اذا‬ٚ ‫ا‬ٍٙ ‫ْ ع ٍ ٍٗ ف‬ .ٍٗ ٍ ‫ ِ خ فك ع‬. ” (Muttafaqun „alaihi) 3. yang semestinya setiap mu‟min memperhatikannya. “tidak menikah dan mengklaim mensucikan diri. free sex.‫جاء‬ٚ ٗ ٌ ٗ ٔ‫َ ف ا‬ٛ‫ب اٌ ص‬ Artinya : Dari Ibnu Mas‟ud RA telah bersabda Rosulullah SAW : ” Wahai para pemuda barang siapa diantara kalian yang sudah mampu maka segeralah menikah. Bersabda Rosulllah Shalallahu „Alaihi Wassalam : ‫ ٌ ا ِع شس اٌ ش باب ِٓ ا ظ خطع‬: ٍُ ‫ ظ‬ٚ ٍٗ ٍ ‫هلل ص ٍى هللا ع‬ٛ‫د ل اي ز ظ‬ٛ‫عٓ اب ٓ ِ ع ع‬ ٍٗ ٍ ‫ِٓ ٌ ُ ٌ ع خطع ف ع‬ٚ. untuk menjaga mereka dari berbagai macam kerusakan moral. 2.” Juga tidak dibiarkan saja menghambur nafsu syahwatnya tanpa aturan. dengan menikah seseorang dapat menjaga kehormatan dan akhlaknya. Untuk membentengi akhlak yang luhur Menikah merupakan jalan yang paling bermamfaat dan paling afdhol dalam upaya merealisasikan dan menjaga kehormatan. ‫ياق‬ٚ‫ ا‬: ‫ضز اي‬ٚ‫ٖيي ي‬. tidak mengikuti nafsu syahwatnya. sehingga tidak terjatuh dalam berbagai bentuk kemaksiyatan dan perzinahan.Oleh karena itu dalam Islam tidak ada doktrin kerahiban. sehingga menimbulkan berbagai penyakit moral dalam masyarakat. ‫ج‬ٚ‫ِ ٕ ىُ اٌ باءة ف ٍ ٍ خص‬ .

Firman Allah ta‟ala dalam Al Qur‟an suroh Ar Rum ayat 21 : Artinya : ” Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteriisteri dari jenismu sendiri.. yakni membentuk keluarga yang sakinah. Ini merupakan salah satu tujuan dalam pernikahan. anak-anak dan cucu-cucu. dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Untuk memperoleh banyak keturunan yang sholeh dan sholehah Firman Allah ta‟ala dalam suroh An Nahl ayat 72 : Artinya : ” Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu.” (HR.” …. Bukhori Muslim) 5. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram . ‫َ اٌ م ٍاِت‬ٛ ٌ ‫ ف أ ً ِ ىاث س ب ىُ االٔ ب ٍاء‬. mawaddah wa rohmah.Sesoorang diantara kalian yang bergaul dengan istrinya adalah sedekah!” Mendengar sabda Rosulullah SAW tersebut para sahabat bertanya : ” Wahai Rosulullah.” HR Ahmad dan Ibnu Hibban. Ketika mereka di didik dengan nilai-nilai Islam yang benar dan jihad fii Sabilillah. apakah seseorang dari kita yang melampiaskan syahwatnya terhadap istrinya akan mendapatkan pahala?” Rosulullah SAW menjawab : ” Bagaimana menurut kalian jika sesorang bersetubuh dengan selain istrinya. Inilah antara lain hikmah Rosulullah Shalallahu „Alaihi Wassalam menganjurkan umatnya agar menikahi wanita yang subur dan penyayang. Untuk mendatangkan ketenangan dalam hidupnya. hal ini menjadi amal jariyah bagi kedua orang tuanya.‫د‬ٛ ٌٛ ٌ‫د ا‬ٚ‫د‬ٛ ٌ‫ا ا‬ٛ‫ج‬ٚ‫ح ص‬ Artinya : ” Nikahilah wanita yang subur dan penyayang! Karena aku akan berban gga dengan banyaknya umatku di hadapan para nabi pada hari kiamat. Dengan banyak anak juga akan memperkuat barisan kaum muslimin. Begitu pula jika dia bersetubuh dengan istrinya maka dia akan mendapatkan pahala. karena anak yang sholeh senantiasa akan mendo‟kan kedua orang tuanya ketika masih hidup atau sudah meninggal dunia. 6. bukankah dia berdosa?. maka akan tumbuh generasi yang komitmen dengan agamanya dan siap berkorban jiwa raga untuk tegaknya kalimat Allah ta‟ala.seseorang akan mendapatkan keturunan yang sholeh sehingga menjadi asset yang sangat berharga. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?” Melalui menikah – dengan izin Allah ta‟ala.

‫ّ ال‬ ٘ ُٙ‫ اذا ازاد هللا غ ٍس ذٌ ه ح سو‬ٚ . Tapi ketika di rumah.‫ا‬ٕٙ ِ ‫ا‬ٛ ‫ب‬ٛ‫ُ ف ٍ خ‬ٙ ‫ب‬ٍٛ ‫ ب صسُ٘ ع‬ٚ . maka Allah ta‟ala akan biarkan begitu saja keluarga tersebut (tanpa bimbingan Nya). Begitu juga sebaliknya. 2. Jika Allah ta‟ala tidak menginginkan kebaikan pada sebuah keluarga. menutup aurat. tak cukup memeberikan garansi. 3.ُ٘‫ل س ص غ ٍسُ٘ و ب ٍس‬ٚ ٚ . suami tidak menceritakan pada orang lain. Dalam keluarga ada mawaddah dan rahmah. Allah ta‟ala akan mengkaruniakan kepada mereka kemudahan dalam penghidupan mereka dan kecukupan dalam nafkahnya. Mawaddah adalah jenis cinta membara. Suami istri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap patut (ma‟ruf).‫ اذا ازاد هللا ب اً٘ ب ٍج خ ٍسا‬: ٍُ ‫ ظ‬ٚ ٍٗ ٍ ‫ي هلل ص ٍى هللا ع‬ٛ‫ظ‬ ً ‫ اٌ م صد ف‬ٚ . orang yang kecil dikeluarga akan menghormati yang besar. rahmah. Sebaliknya. Memahami dan menjelaskan marital counseling dan cara membina keluarga sakinah. suami segera mencari obat atau membawa ke dokter. Mawadah. yang mengebu-gebu.ُٙ‫ُ هللا اٌ سف ك ف ً ِع ٍ ش خ‬ٙ ‫ زشل‬ٚ . .” Rosulullah Shalallahu „Alaihi Wassalam menyebutkan beberapa indikasi keluarga sakinah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. tidak asal benar dan hak. dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Seperti pakaian dan yang memakainya “hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna”. warahmah Ada lima faktor untuk membentuk keluarga sakinah di antaranya sebagai berikut. serta sebagai perhiasan. fungsi pakaian setidaknya ada tiga. Jangan terbalik.kepadanya. Jika istri sakit.ٓ ٌ‫ف ً اٌ د‬ ٖ‫ا‬ٚ‫ ز‬. (QS al Baqarah:187) Kalau kita kaji lebih dalam. tampil tak sedap dipandang mata.ُٙ ‫ٔ ف ماح‬ . Begitu juga sebaliknya. Suami terhadap istri. siap berkorban dan melindungi yang dicintai. suami juga harus tampil membanggakan istri . Sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut. mawaddah wa rohmah dalam sabdanya : ‫ُ عٓ أ ط ل اي ز‬ٙٙ‫ ف م‬. telah bersabda Rosulullah SAW : ” Apabila Allah ta‟ala ingin menghendaki kebaikan pada sebuah rumah tangga.: 1. ًٕ ‫اٌ دازل ط‬ Dari Anas RA. melindungi diri dari panas dan dingin. juga harus memiliki fungsi yang sama. dan Allah ta‟ala akan menampakkan aib dan keburukan keluarga tersebut kemudian mereka semua bertaubat dari keburukan tersebut. Istri harus selalu tampil membanggakan suami. Hubungan antara suami istri harus atas berdasarkan saling membutuhkan. (HR Ad Daruquthni) V. di luaran tampil menarik perhatian orang banyak. maka Allah ta‟ala akan mengkaruniakan keluarga tersebut kepahaman terhadap agamanya. Jika istri mempunyai sesuatu kekurangan. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga.

b) Yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. c) Sederhana dalam belanja. c) Anak-anak yang berbakti pada orangtuanya. Menurut hadits Nabi. (QS.“Wa‟a syiruhunna bil ma‟ruf”. nafkah. a) Suami dan istri yang setia. pilar keluarga sakinah itu ada empat a) Memiliki kecendrungan kepada agama. cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma‟ruf . b) Shalih dan shalihah.                        . d) Santun dalam bergaul dan selalu melakukan introspeksi 5. An Nisa : 19). 4. Rasulullah juga bersabda tentang empat faktor yang menjadi sumber kebahagiaan keluarga. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami istri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya. d) Lingkungan sosial yang sehat dan rezeki yang dekat. Besarnya mahar.

or linkedin profile? 3. if you are posting on other places. I would like to follow everything fresh you have to post. twitter feed. Power Animals 24 January 2012 9:53 am # Would you be concerned with exchanging hyperlinks? 2. 4. Really its great read. chat 18 February 2012 12:55 pm # We had this article stored a day ago but my PC crashed. Would you make a list of the complete urls of your shared pages like your Facebook page. I found so many interesting things in your write up especially its discussion. I do have 2 questions for you if it‟s allright. Keep it up. adult chat rooms 18 February 2012 1:25 am # This is my first time i visit your site.post a comment 4 4 Responses 1. Is it only me or does it give the impression like a few of these remarks look as if they are coming from brain dead folks? And. however I read a lot of comments here Nyeri | Ghalapulla Gea. Categories Twitter what a beautiful day! . Hubert Barnhill 16 February 2012 10:14 am # I do not drop a leave a response.

free file sharing and storage Recent Comments      quotes on love on Skizofrenia chat on Nyeri adult chat rooms on Nyeri Hubert Barnhill on Nyeri invest liberty reserve on Skizofrenia Ghalapulla Gea Ghalapulla Create Your Badge what would make you want to visit this blog? I need theory about some medical cases I need lyrics of song .com .December 2011 M T W T F S S « Nov Jan » 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Ghalapulla 4shared.

com View This Poll Powered by Blog.com      Login Create Blog Random Blog Report Blog .I need to share my problem here and get the solution VoteView Results Polldaddy.