P. 1
Teknik Penyusunan Instrumen Analisis Data Dan Proposal Ptk

Teknik Penyusunan Instrumen Analisis Data Dan Proposal Ptk

|Views: 766|Likes:
Published by Gusty Dyano

More info:

Published by: Gusty Dyano on May 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2014

pdf

text

original

TEKNIK PENYUSUNAN INSTRUMEN, ANALISIS DATA DAN PENYUSUNAN PROPOSAL PTK

Oleh Dwi Purnomo

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FPIEK-IKIP BUDI UTOMO MALANG

pembuat kurikulum. mengapa demikian ? Karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat pada siswa. Pelaksanaan PTK memungkinkan pendidik dapat melihat sendiri praktik pembelajaran atau bersamaan guru lain dapat melakukan penelitian terhadap siswa dalam hal interaksi proses pembelajaran. Amerika. penerapan model pembelajara atau yang lainnya. Canada. akan dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif. Pelaksanaan PTK juga memungkinkan guru secara refektif dapat menganalisis dan mensintesis hal-hal yang telah dilakukan di kelas. atau dilakukan untuk meningkatkan prestasi belajar. 2 Lektor Kepala dan Dosen di Jurusan Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo Malang Teknik Penyusunan Instrumen. Para ahli penelitian pendidikan akhirakhir ini menaruh perhatian yang cukup besar terhadap PTK. McNiff (1992:1) memandang PTK sebagai bentuk penelitian yang reflektif yang dilakukan oleh pendidik. Pendek kata. Pengantar Kompetensi personal merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh guru dalam menjalankan tugas. Australia. ANALISIS DATA DAN PENYUSUNAN PROPOSAL PTK1 Oleh Dwi Purnomo 2 1. Haruslah pendidik mengobankan proses pembelajaran demi melakukan PTK? Jawabnya tentu tidak. Analisis Data dan Proposal PTK- 2 . Penelitian tindakan 1 Disampaikan dalam Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang tanggal 8 Mei 2011. Saat ini PTK sedang berkembang dengan pesat di negara-negara maju seperti Inggris. Bentuk penelitian yang dilakukan guru dapat berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Justru dengan melakukan PTK akan dapat meningkatkan kualitas proses dan produk pembelajarannya.Juni 2012 TEKNIK PENYUSUNAN INSTRUMEN. misalnya melalui penelitian. pengembangan sekolah. penyusunan bahan pembelajaran yang bersifat inovatif atau melakukan kajian-kajian teoritis dalam bentuk diskusi kolega dan sejawat. pengembangan keahlian mengajar. Pengembangan diri guru dapat dilakukan dengan beberapa cara. dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Pencapaian kompetensi personal guru dapat dilakukan melalui pengembangan diri secara mandiri dan berkelanjutan.

Jika dengan penghayatannya itu dapat disimpulkan bahwa praktik-praktik pembelajaran tertentu seperti : pemberian pekerjaan rumah kepada siswa yang terlalu banyak. Sebaliknya jika sebenarnya siswa telah memiliki minat baca yang tinggi. dan sebagainya. fungsional. guru juga dapat melakukan PTK untuk mencari dan memilih secara tepat terhadap kesalahan siswa dalam memanfaatkan bahan bacaan yang kurang fungsional. Disamping itu dapat dibuktikan suatu teori belajar mengajar untuk diterapkan dengan baik di kelas yang ia tekuni. Sebagai contoh. Jika dilakukan secara kolaboratif yang bertujuan memperbaiki proses pembelajaran tidak akan mempengaruhi materi pelajaran. seperti mencoba ceritacerita lokal. Jika sekiranya ada teori yang tidak cocok dengan kondisi di kelasnya. Dengan penelitian tindakan kelas dapat dicoba berbagai tindakan yang berupa program pembelajaran tertentu. Teknik Penyusunan Instrumen. umpan balik yang bersifat verbal terhadap kegiatan di kelas efektif. di kelas sendiri. dilaksanakan. Dengan demikian diperoleh umpan balik yang sistematik mengenai apa yang selama ini dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar. PTK terkait dengan persoalan praktik pembelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh para guru. sehingga konsisi ini sangat menghambat pencapaian tujuan kurikuler. Hal ini terjadi karena kegiatan tersebut dilaksanakan sendiri. dirasakan dan dihayati kemudian muncul pertanyaan apakah praktik-praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan memiliki efektivitas yang tinggi. Oleh sebab itu pendidik tidak perlu takut terganggu dalam mencapai target kurikulum jika akan melaksanakan PTK. dan di evaluasi. jika pendidik menghadapi persoalan rendahnya minat baca siswa. Selanjutnya PTK. jika pendidik ini sangat menghambat rendahnya minat baca siswa. optimal. dilihat.kelas tidak harus membebani pekerjaan pendidikan dalam. cara bertanya pendidik kepada siswa di kelas tidak mampu merangsang siswa untuk berfikir dan sebaliknya maka dapat dirumuskan secara tentatif tindakan tertentu untuk memperbaiki keadaan tersebut dengan melalui prosedur PTK. melalui PTK pendidik dapat mengadaptasikan teori lain untuk kepentingan proses dan atau produk belajar yang lebih efektif. kesehariannya. akan tetapi tidak dapat memanf\'aatkan bahan bacaan secara tepat. dengan melibatkan siswanya sendiri melalui sebuah tindakan-tindakan yang direncanakan. Analisis Data dan Proposal PTK- 3 . Dari program pembelajaran yang dirancang sebagai bentuk PTK akhirnya guru dapat memperbaiki persoalan rendahnya minat baca siswanya. Penelitian tindakan kelas juga dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pendidikan. menggunakan buku yang memiliki cerita lucu.

model spiral dari Kemmis dan Taggart. 2007:61-69). Skenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan. model Ebbutt. kolaboratif dan spiral. yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan entry behavior. dan kelas. pengadaan alat–alat dalam rangka implementasi PTK. observasi dan refleksi merupakan suatu kegiatan dalam siklus yang berulang. Perencanaan. pindakan. yang memiliki tujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap sistem. (1) Perencanaan. observasi. Teknik Penyusunan Instrumen. dan hal lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. model McKernan. model Elliot. dan refleksi. tindakan. Karena merupakan suatu siklus dalam PTK maka model penelitiannya dapat mengacu pada model Kemmis. Disamping itu juga diuraikan alternatif solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah. kompetensi. pengulangan siklus tersebut disesuaikan dengan ketuntasan program atau proses pembelajaran. Pembuatan skenario pembelajaran. (Rochiati W. tindakan. Proposal yang dibuat hendaknya menjelaskan 4 hal yang terjadi dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan. Pelancaran tes diagnostic untuk menspesifikasi masalah. Agar tindakan yang dilakukan dalam penelitian sesuai dan mencapai tujuan yang diharapkan maka diperlukan teknik penyusunan instrumen.Berdasarkan uraian di atas dapat diartikan bahwa penelitian tindakan sebagai suatu bentuk investigasi yang bersifat reflektif partisipasif. (2) Implementasi Tindakan yaitu deskripsi tindakan yang akan di gelar. Analisis Data dan Proposal PTK- 4 . Suharsimi (2007:2) menyatakan penelitian tindakan kelas memuat tiga pengertian yaitu penelitian. isi. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. analisis data dan teknik penyusunan proposal. (3) Observasi dan Interpretasi yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang. proses. Tindakan berarti suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana tindakan siklus/daur berikutnya. cara kerja. Penelitian berarti suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau inormasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat. dan (4) Analisis dan Refleksi yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar.

Teknik Penyusunan Instrumen Instrumen menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti alat. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai konsep yang diberikan. motivasi. wawancara. Daftar kehadiran sebagai instrumen dalam penelitian digunakan untuk mengukur tingkat parstisi responden. sehingga instrumen penelitian dapat diartikan sebagat alat yang digunakan dalam penelitian. Instrumem penelitian dikatakan valid apabila alat tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. wawancara merupakan suatu aktivitas yang bertujuan untuk menggali potensi baik positip maupun negatif dari dalam diri siswa. Misalnya instrumen yang digunakan adalah tes maka validitasnya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Teknik Penyusunan Instrumen. baik individu maupun kelompok maka alat yang dugunakan dapat berupa angket. Analisis Data dan Proposal PTK- 5 . daftar kehadiran dan lainnya. Karena penelitian tindakan kelas bertujuan menggali kemampuan siswa melalui kriteria ketuntasan. tes. Instumen yang digunakan dalam penelitian hendaknya memiliki beberapa kriteria. a) Valid. 2. Angket dapat digunakan untuk mengukur minat siswa.Secara umum gambaran siklus penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut: Observasi Observasi Awal Awal Planing Planing Tindakan Tindakan Replaning Replaning Refleksi Refleksi Observasi Observasi Tindakan Tindakan Observasi Observasi Refleksi Refleksi dstnya.

Teknik Penyusunan Instrumen. Nama Siswa x y x2 y2 xy rxy Jumlah ∑x ∑y ∑x 2 ∑y 2 rxy = ∑xy x: nilia tes yang dicari validitasnya.1 ≤1 . b) Reliable. 1 2 3 4 5 6 7 8 Siswa 1 A B C D E F G H 2 3 4 Nomor Item 5 6 7 8 9 1 0 1 1 12 Total Sko Belahan Gjl x Gnp y (n ∑ x n ∑ xy − ( ∑ x )( ∑ y ) 2 − (∑ x)2 n ∑ y 2 − (∑ y )2 )( ) dengan x2 y2 xy rxy ∑ r xy Rumus yang digunakan adalah r1. Dengan kata lain memberikan hasil yang tetap apabila diberikan berulang-ulang. Analisis Data dan Proposal PTK- 6 . xy Setelah reliabilitas alat ukur ditentukan secara menyeluruh.Uji Korelasi Product Moment rxy Tes Buatan Peneliti Nomor Urut Induk 1 2 3 .1 = 1 + r dengan rentangan −1 ≤ r1. hasilnya relatif sama. maka reliabilitas masingmasing tem juga dapat dilakukan untuk mengetahui layak tidaknya item-item tersebut layak digunakan sebagai instrumen dalam penelitian. baik secara paralel maupun kelompok. y: nilai siswa dari guru Rumus yang digunakan adalah rentangan −1 ≤ rxy ≤1 . alat ukur disebut reliabel jika diberikan berulang-ulang. Reliabilitas instrumen penelitian dapat dilakukan sebagai berikut: No.

1.200 0. Jika menggunakan statistika induktif maka dapat dipilih statistika parametric dan non-parametrik. yaitu statistika deskriptif atau statistika induktif (inferensial). Secara sederhana dinyatakan dengan rumus: Indeks Tingkat Kesukaran (P) = No 1 2 3 Indeks Tingkat Kesukaran 0.0. Tentukan tingkat kesukaran masing-masing belahan 4.0. Susun jawaban masing-masing siswa dalam rangking 2.400 .c) Tingkat Kesukaran. Daya Pembeda (D) D<0 0. Daya pembeda merupakan selisih tingkat kesukaran masing-masing bagian.00 .00 0. 2. 4.70 . 3. Besarnya tingkat kesukaran dapat ditentukan berdasarkan banyaknya siswa yang menjawab benar masing-masing item tes.700 0.70 0. Tingkat kesukaran disimbulkan dengan P.400 ≤ D < 0. Dilihat dari metode yang digunakan.00 ≤ D < 0.30 .700 ≤ D ≤ 1.200 ≤ D < 0. Analisis Data dan Proposal PTK- 7 . Teknik Penyusunan Instrumen. Langkah yang perlu dilakukan dalam menentukan daya pembeda adalah sebagai berikut: 1. maka terdapat dua jenis statistika yang dapat diterapkan. No 1. 5. Analisis Data Analisis data memuat tentang jenis analisis statististika yang digunakan.30 Banyaknya siswa yang menjawab benar Banyaknya siswa keseluruhan Kriteria mudah sedang sukar d) Daya Pembeda.000 Kriteria Dihilangkan Jelek Cukup Baik Baik Sekali e) Praktis dan Mudah dilaksanakan f) Mudah pemeriksaannya g) Dilengkapi dengan petunjuk yang jelas 3. Belah menjadi dua urutan tersebut 3. 0.

kata pengantar. Penerapan statistic parametric secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan. e. 3 cm dari tepi atas. halaman judul. daftar isi. sedangkan penerapan statistic non parametric tidak menuntut persyaratan tertentu. logo. Analisis Data dan Proposal PTK- 8 . Beberapa teknik analisis statistik parametric memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistic non parametric. apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal. dan daftar gambar. daftar lampiran. halaman pengesahan dan persetujuan. Oleh karena itu. Tiap halaman handaknya tidak berisi lebih dari 26 baris kata untuk spasi ganda dua. Spasi rangkap dua g.Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai.7 cm) atau ukuran kuarto (21. Syarat penulisan tersebut adalah: a.0 cm). Jenis huruf (font) Times New Roman 12 f. dan tepi bawah kertas. Ukuran kertas minimal 70 gram. b.0 cm x 29.0 cm x 28. Secara umum proposal penelitian tindakan hendaknya memperhatikan syarat-syarat penulisannya. d. Pada hal-hal khusus spasi tunggal dan jenis huruf Italics 12. c. Sebaliknya jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang popular) maka uraian tentang analisis perlu dijabarkan secara rinci. Kertas yang digunakan jenis HVS putih ukuran A4 (21. dan bagian akhir. tepi kanan. bagian inti. bukan kecanggihannya. Teknik Penyusunan Instrumen. yang lebih penting untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya. Bagian awal meliputi halaman sampul. atau hipotesis yang hendak diuji. 4. Disamping penjelasan tentang jenis atau teknik analasis data yang digunakan perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. daftar tabel. Secara singkat sistematika penulisan proposal penelitian tindakan kelas terdiri dari bagian awal. Teknik Penyusunan Proposal Teknik penyusunan proposal membahas tentang sistematika proposal. Bidang pengetikan (margin) berjarak 4 cm dari tepi kiri atas.

latar Teknik Penyusunan Instrumen. peneliti wajib mengkaji teori-teori atau hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. definisi operacional. di kelas berapa dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa pria dan wanita. Bab I Pendahuluan Berisi latar belakang masalah. dan hipótesis tindakan. peneliti dapat berargumentasi berdasarkan pada teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representative. Prinsip relevansi. Bab III Metodologi Penelitian. Analisis Data dan Proposal PTK- 9 . tujuan penelitian. batasan masalah. hal ini diperlukan untuk menghasilkan kajian pustakayang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan cara demikian akan diperoleh jawaban yang diandalkan. didalamnya memerlukan dugaan atau jawaban sementara sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam subbab tersendiri. Dengan prinsip kemutakhiran. maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. prinsip kemutakhiran pnting karena ilmu pengetahuan terus berkembang dengan cepat. Sebelum mengajukan hipotesis. Hal yang serupa juga berlaku terhadap telaah laporan-laporan penelitian. Dalam mengkaji suatu teori. Bab II Kajian Pustaka. Bab II Kajian Pustakan Penelitian sebagai kegiatan ilmiah.Bagian inti meliputi Bab I : Pendahuluan. deskripsi teoritis tentang objek (variable) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang diajukan dalam bab yang mendahuluinya. tidak hanya teori yang relevan saja lebih-lebih teori yang bertentantan juga diperlukan sebagai kerangka berpikir peneliti. yaitu Prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian histories). Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variable yang diteliti. kegunaan penelitian. Pertama. memuat Setting Penelitian Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan. dan Bab III Metodologi Penelitian. Kajian pustaka memuat dua hal pokok. Prinsip bahan pustaka yang dikaji didasarkan pada dua criteria. Kedua.

Variabel Penelitian Pada bagian ini ditentukan variabel – variabel penelitian yang dijadikan titik – titik incar untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. dan lain sebagainya. dan (3) varaibel output seperti rasa keingintahuan siswa. Analisis Data dan Proposal PTK- 10 . sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan. Aspek substantive kompetensi dan permasalahan yang dihadapi siswa dalam mata pelajaran pada kelas yang diteliti seperti IPA atau IPS atau Matematika kelas II SMP. juga dikemukakan pada bagian ini. motivasi siswa. dan sebagainya. Dalam hal ini adalah nilai siswa bukan siswanya.belakang kemampuan akademik. Target yang diharapkan yang dijelaskan bukan hanya hasil tindakan tetapi juga menjelaskan kejadian ketika tindakan berlangsung. guru. (2) variabel proses pelanggaran KBM seperti interaksi belajar-mengajar. gaya mengajar guru. guru. lingkungan belajar. Teknik pengumpulan data Pada bagian ini ditunjukkan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar. atau kombinasi keduanya. bahan pelajaran. Sehingga pada bagian ini dijelaskan jumlah dan deskripsi data yang dipelajari dan di analisi. Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Sudjana (1992: 6) populasi adalah hasil yang mungkin dari hasil menghitung atau mengukur baik kualitatif maupun kuantintatif mengenai karakteristik dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas lengkap yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. cara belajar siswa. kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan. kuantitatif. keterampilan bertanya. sumber belajar. latarbelakang sosial dan ekonomi yang mungkin relevan dengan permasalahan dan lain sebagainya. yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. implementasi berbagai metode mengajar di kelas. Format data dapat bersifat kualitatif. kesulitan-kesulitan/kendala-kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran. Di samping itu teknik pengumpilan data yang Teknik Penyusunan Instrumen. yaitu target yang diharapkan. Variabel tersebut dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi. prosedur evaluasi. Objek dan sasaran Bagian ini menjelaskan perubahan apa yang diinginkan dari subjek yang dikenakan tindakan. hasil belajar siswa.

Prosedur dan Langkah Penelitian Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran. Bahan Bacaan Donald Ary. Penelitian dalam Pendidikan (terjemahan Arief Furchan). Indikator Kinerja Pada bagaian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindak perbaikan melalui PTK yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan dalam bentuk pengurangan (jumlah.selanjutnya dalam prosedur pengumpulan data PTK ini tidak boleh dilupakan bahwa sebagai pelaku PTK. 1982. pembuatan juranal harian. http://dwipurnomoikipbu. tata cara/prosedur dalam menganalisis data. Surabaya: Usaha Nasional.Lucy Cheser Jacobs and Asghar Razavieh.. bukan semata – mata sebagai sumber data. Bagian akhir dari proposal berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang dibutuhkan. Analisis Data Pada bagian ini menjelaskan teknik. observasi dan refleksi.wordpress. Akhirnya semua teknologi pengumpulan data yang digunakan harus mendapat penilaian kelaikan yang cermat dalam konteks PTK yang khas itu. pengukuran hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen dan sebagainya. Bentuk/jenis data dan uji statistic yang digunakan juga dijelaskan. tindakan. Sebab meskipun mungkin saja memang menjanjikan mutu rekaman yang jauh lebih baik. observasi aktivitas di kelas (termasuk berbagai kemungkinan format dan alat bantu rekam yang akan digunakan)penggambaran interaksi dalam kelas (analisis sosiometrik). yang dilakukan yaitu melalui perencanaan. misalnya rumus uji statistic dan lain-lainnya. 5. jenis dan atau tingkat kegawatan) miskonsepsi yang tertampilkan yang patut diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud.diperlukan juga harus diuraikan dengan jelas seperti melalui pengamatan partisipatif.com Teknik Penyusunan Instrumen. Penggunaan teknologi perekaman data yang canggih dapat saja terganjal keras pada tahap tayang ulang dalam rangka analisis dan interpretasi data. baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis Data dan Proposal PTK- 11 . para guru juga harus aktif sebagai pengumpul data.

2007. Suhardjono. Pedoman Pembimbingan dan Penulisan Skripsi serta Teknik Publikasinya. Peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Bandung: PT Tarsito.IKIP Budi Utomo Malang. Jakarta: Balai Pustaka. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. Metode Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Kinerja Guru dan Dosen. Jakarta: Bumi Aksara. Supardi. Teknik Penyusunan Instrumen. Metodologi Penelitian (terjemahan Sanafiah Faisal dan Mulyadi GW). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. 2007. 2009. Metoda Statistika. 2008. Suharsimi Arikunto. Analisis Data dan Proposal PTK- 12 .. Surabaya: Usaha Nasional. John W. Best. Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional. Malang: IKIP Budi Utomo Malang. Malang: Universita Negeri Malang Press. Sudjana.. Rochiati Wiriatmadja. 2007. Bandung: Remaja Rosda Karya. 1982. 1992. Penelitian Tindakan Kelas. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->