PROPOSAL PROYEK AKHIR MANAJEMEN PELAKSANAAN JALAN TOL MOJOKERTO – KERTOSONO STA 5 + 350 – STA 10 + 350 MENGGUNAKAN PERKERASAN

KAKU KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR

ZULFIKAR JAUHARI NRP.3110.040.601 Dosen Pembimbing: Ir. Chomaedhi, CES. Geo 19550319.198403.1.001

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

PROPOSAL PROYEK AKHIR MANAJEMEN PELAKSANAAN JALAN TOL MOJOKERTO – KERTOSONO STA 5 + 350 – STA 10 + 350 MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR

ZULFIKAR JAUHARI NRP.3110.040.601 Dosen Pembimbing: Ir. Chomaedhi, CES. Geo 19550319.198403.1.001

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL TUGAS AKHIR MANAJEMEN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN TOL MOJOKERTO-KERTOSONO STA. +5.350 – STA. +10.350 KABUPATEN MOJOKERTO-KERTOSONO JAWA TIMUR Oleh
Mahasiswa

Zulfikar Jauhari 3110.040.601

Mengetahui Dosen Pembimbing

Ir. CHOMAEDI, CES. Geo NIP 19550319.198403.1.001

Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. 5+350 – STA.+10.350 Di Jawa Timur

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Batasan Masalah 1.5 Peta Lokasi Proyek

1 1 1 1 2 4 10 11 17 17 18 20 20 21 23 24 24 24 25 25 26 27 27 27 28 29 29 29 31 32 33 34

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Prinsip Dasar Manajemen Proyek 2.2 Estimasi Biaya Proyek 2.3 Struktur Pekerjaan jalan 2.4 Sifat – sifat tanah 2.5 Tipe Galian Tanah 2.6 Pengelompokan Penggunaan Peralatan 2.7 Rencana Anggaran Biaya 2.8 Kurva S 2.9 Jenis – Jenis Biaya Proyek 2.10 Network Planning 2.11 Network Diagram 2.11.1 Simbol 2.11.2 Hubungan antar symbol 2.12 Nomor Peristiwa 2.13 Analisa waktu 2.14 Saat Paling Awal 2.15 Saat Paling Lambat 2.16 Umur Proyek 2.17 Peristiwa Kritis 2.18 Lintasan Kritis 2.19 Tenggang Waktu Kegiatan 2.20 Alat Berat 2.20.1 Exavator 2.20.2 Bulldozer 2.20.3 Dump Truck 2.20.4 Vibro Roller 2.21 Perhitungan Kapasitas Produksi

D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

350 Di Jawa Timur BAB III METODELOGI 3.2 Bagan Alir DAFTAR PUSTAKA 35 36 37 D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . 5+350 – STA.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.+10.1 Penjelasan 3.

D4 Teknik Sipil Bangunan Transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . Jawa Timur.+10. Seiring meningkatnya jumlah lalu lintas yang diakibatkan bertambahnya jumlah kendaraan dan kondisi perkerasan yang sudah mengalami kerusakan (bergelombang dan retak-retak) pada beberapa lokasi di ruas jalan Pembangunan jalan Tol Mojokerto – Kertosono ini dimaksudkan sebagai jalan penghubung altenatif yang menghubungkan kota Mojokerto dan kota Kertosono yang sedang bekembang disekitarnya seiring dengan meningkatnya sektor industri dan perdagangan.350 Di Jawa Timur URAIAN SINGKAT Proyek pembangunan jalan Tol Mojokerto – Kertosono merupakan rangkaian dari program Trans Java Tollway System.6 km).Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Jalan Tol Surabaya – Mojokerto (37 km) dan Jalan tol Mojokerto – Kertosono ini (41) dan masih ada 7 ruas jalan tol lainnya yang masih berkendala. 5+350 – STA. Namun karena keterbatasan data. penyusun hanya membatasi pada Manajemen Pelaksanaan jalan dengan menggunakan perkerasan kaku ( rigid pavement ). Keberadaan jalan tol ini sangat penting dalam kelancaran arus lalu lintas. Jawa Barat sampai dngan bagian timur Pulau Jawa yaitu Banyuwangi. Ada 10 ruas jaringan jalan tol di jawa timur diantaranya Tol Waru – Juanda (13. Yaitu jalan tol yang dimulai dari Merak.

Jawa Timur. 2. penulis mengamati serta merumuskan perlu ditentukan pola sistem kerja yang efektif dan efisien yaitu : 1. Mengetahui pola manajemen pelaksanaan yang tepat dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan sesuai kondisi lapangan. Ada 10 ruas jaringan jalan tol di jawa timur diantaranya Tol Waru – Juanda (13. Berapa perhitungan biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap item pekerjaan dengan penggunaan dana yang ada. 1. 1. 5+350 – STA. Namun karena keterbatasan data. Jawa Barat sampai dengan bagian timur Pulau Jawa yaitu Banyuwangi.4 Batasan Masalah Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis membatasi beberapa permasalahan diantaranya : 1. 2.350 Di Jawa Timur BAB I PENDAHULUAN 1. Bagaimana penyusunan ulang jadual wakru pelaksanaan untuk setiap item pekerjaan dengan penggunaan sumber daya yang tersedia. penyusun hanya membatasi pada manajemen pelaksanaan pembangunan jalan dengan menggunakan perkerasan kaku ( Rigid Pavement). c. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 1 . Pembangunan jalan Tol Mojokerto – Kertosono ini dimaksudkan sebagai jalan penghubung altenatif yang menghubungkan kota Mojokerto dan kota Kertosono yang sedang bekembang disekitarnya seiring dengan meningkatnya sektor industri dan perdagangan.6 km). Jalan Tol Surabaya – Mojokerto (37 km) dan Jalan tol Mojokerto – Kertosono ini (41) dan masih ada 7 ruas jalan Tol lainnya yang masih berkendala. Tidak membahas permasalahan yang terkait dengan pembebasan lahan. Bagaimana menentukan metode pelaksanaan yang tepat dan sesuai dengan kondisi dilapangan.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. b. Seiring meningkatnya jumlah lalu lintas yang diakibatkan bertambahnya jumlah kendaraan dan kondisi perkerasan jalan arteri yang sudah mengalami kerusakan (bergelombang dan retak-retak) pada beberapa lokasi di ruas jalan dan kemacetan yang terjadi akibat jalan yang rusak. Mendapatkan rencana anggaran biaya yang ekonomis dengan keamanan yang bisa dipertanggung jawabkan secara teknis 1.+10. Yaitu jalan tol yang dimulai dari Merak.1 Latar Belakang Proyek pembangunan jalan TOL MOJOKERTO-KERTOSONO merupakan rangkaian dari program Trans Java Tollway System. Mendapatkan kebutuhan waktu dalam pelaksanaan pembangunan proyek tersebut. Tidak membahas masalah lalulintas disekitar lokasi proyek saat dikerjakan.3 Maksud dan Tujuan Maksud dan Tujuan penulisan Proyek akhir ini adalah untuk : a. Keberadaan jalan Tol ini sangat penting dalam kelancaran arus lalu lintas. 3.2 Perumusan Masalah Dari pelaksaaan teknis dilapangan yang selama ini dilakukan pihak kontraktor pelaksana proyek pembangunan Jalan TOL MOJOKERTO-KERTOSONO.

5. Tidak membahas masalah perhitungan perencanaan struktur jalan raya. 5+350 – STA.+350 D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2 .+350 STA.1 di bawah ini: STA.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.5 Peta Lokasi Proyek Lokasi Proyek berada di Kota Mojokerto – Desa Pagerluyung STA 5+350 – STA 10+350 Propinsi Jawa Timur yang ditunjukkan pada gambar 1. 10. pembuatan saluran drainase dan dimensi saluran 1.+10.350 Di Jawa Timur 3.

5+350 – STA.350 Di Jawa Timur Desa Pagerluyung Kabupaten Mojokerto D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 3 .+10.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.

1.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Sejalan dengan perkembangan kebudayaan manusia pengetahuan manajemen sebagai karya-karya praktik yang nyata sbab. konsultan maupun kontraktor pelaksana. Dalam struktur organisasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Organizing and Staffing. yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan atau maksud yang nyata. Dipergunakannya manajemen sebab manajemen adalah sebagai ilmu dan seni yang merupakan bentuk kerja. PRINSIP DASAR MANAJEMEN PROYEK Dalam proses penyelesaian proyek pembangunan jalan ini ada hal yang sangat penting dari awal sampai akhir yang menjadi tanggung jawab baik pemilik. antara lain :  Hubungan antara bawahan dan atasan harus jelas. diantaranya meniadakan kecenderungan untuk melaksanakan sendiri semua urusan. Controlling). siapa yang mengerjakan apa. berfungsi penting sebagai pedoman kegiatan. Maka tercipta struktur organisasi yang berfungsi sebagai sarana penentu dan pengatur. Pengaturan & Penyediaan Staff (Organizing and Staffing) : Dalam suatu pekerjaan umumnya terdiri dari beberapa orang yang bersepakat untuk bekerja sama. Rencana yang paling efektif adalah memanfaatkan kesempatan dan menghilangkan halangan atas dasar kekuatan dan kelemahan dari organisasi. Perencanaan (Planning) : mempunyai tiga arti. Motivating. maka dipilih suatu cara yang tepat yaitu sistem manajemen guna memecahkan masalah-masalah yang terjadi dilapangan. maka diperlukan suatu pengaturan yang jelas. dan kepada siapa orang yang bekerja tersebut harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya (memberikan laporan). efektif dan efisien. diperlukannya suatu cara / suatu proses atau kerangka kerja.+10. 5+350 – STA. serta pembagi tugas antara orang/kelompok orang.350 Di Jawa Timur BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. standar pelaksanaan. tenaga dan modal. yaitu : a) Pengambilan keputusan (decision making) b) Memikirkan secara mendalam untuk memutuskan apa yang harus diperbuat c) Menetapkan sasaran dan menjabarkan cara mencapai sasaran-sasaran tersebut Tujuan perencanaan adalah menemukan kesempatan-kesempatan di masa mendatang dan membuat rencana-rencana untuk memanfaatkannya. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 4 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . manajemen merupakan suatu kekuatan yang mempunyai fungsi sebagai alat pemersatu. penggerak dan pengkoordinir faktor alam. 1. Tetapi pada umumnya kita dapat membagi fungsi manajemen itu dalam definisi yang diuraikan dengan singkatan POMC (Planning. komunikasi timbal balik harus terpelihara. 2. Dari kalangan para ahli belum terdapat adanya konsensus keseragaman dalam membagi jumlah fungsi manajemen. sumber motivasi maupun sebagai dasar rasional pengorganisasian agar pelaksanaan kegiatankegiatan dapat mencapai suatu tujuan yang berhasil dan berdaya guna secara cepat.

Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan. apakah sesuai dengan rencana. Namun motivasi adalah juga subyek yang membingungkan. Jadi bila salah satu faktor rendah. Menggerakkan (Motivating) Menggerakkan yang dimaksud adalah kemampuan dari seorang manager proyek untuk memberikan alasan kepada bawahannya untuk pengembangan sumber daya manusia dan bimbingan kerja (yang berperan disini adalah Faktor Leadership/Jiwa kepemimpinan). program kerja yang mantap dan jelas.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. dan dari keduanya dilakukan pencocokan mana yang lebih aktual mendekati kondisi nyata. 5+350 – STA. tetapi harus disimpulkan dari perilaku orang yang tampak. Motivasi. maka tingkat prestasi akan rendah walaupun faktor-faktor lain tinggi.350 Di Jawa Timur     Tugas disertai pemberian wewenang yang berimbang dengan tanggung jawab (responsibility) yang dipikulnya. dan sebaliknya makin ke bawah makin banyak orang yang dibawahinya (struktur piramida). memelihara perilaku manusia. limitasi wewenang untuk dapat mengambil keputusan serta kriteria tentang hasil pekerjaan. karena menurut definisi manager harus bekerja dengan melalui orang lain. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 5 . maka manager perlu memahami orang-orang yang berperilaku tertentu agar dapat mempengaruhi untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkan organisasi.  Diciptakan unsur partisipasi dalam memecahkan masalah & pengambilan keputusan.  Metoda. menyalurkan dan. atau apakah ada penyimpangan ? Pengontrolan bisa dilakukan dari laporan dan dari pengecekkan lapangan. 4. 3.  Menciptakan suasana agar bawahan memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja sama secara kelompok (team work). Tanggung gugat (accountibility) terhadap atasan juga harus ada. karena motivasi tidak dapat diamati atau diukur secara langsung. Dua faktor lainnya yang terlibat adalah kemampuan individu dan pemahaman tentang perilaku yang diperlakukan untuk mencapai prestasi yang tinggi atau disebut persepsi peranan. Pengontrolan (Controlling) Pengontrolan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan. sehingga tercipta iklim kerja yang berkesinambungan. meliputi:  Komunikasi timbal balik antara atasan dan bawahan.  Menghargai bawahan yang berprestasi dan ciptakan disiplin yang tegas. Faktor Motivasi yang perlu diciptakan oleh seorang manager proyek. Motivasi bukan hanya satu-satunya faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang. kemampuan dan persepsi peranan adalah saling berhubungan. Dan motivasi ini merupakan suatu subyek yang penting bagi manager.+10. Makin tinggi jenjang manajerial makin sedikit bawahannya. Pemimpin proyek selalu berusaha agar para bawahannya menjadi ahli dalam bidang pekerjaannya dan terampil dalam bidang manajemennya. Uraian tugas pekerjaan untuk staff dan pimpinan perlu dijabarkan dengan jelas dan konkrit (job discription).  Berorientasi kepada hasil pekerjaan  Delegasi pekerjaan harus disertai tanggung jawab yang jelas.

Diperlukan satuan organisasi proyek yang dapat dimungkinkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mungkin harus bergerak di luar kerangka organisasi. Diperlukan kejelasan dan kesepakatan tentang peran dan tanggung jawab diantara semua satuan organisasi dan individu yang terlibat dalam proyek untuk berbagai strata jabatan. Diperlukan mekanisme sistem evaluasi yang diharapkan dapat memberikan umpan balik bagi manajemen. sasaran. akan tetapi tetap berorientasi pada tercapainya produktivitas.350 Di Jawa Timur Tujuan pengontrolan tidak mencari kesalahan orang. Tujuan. 2. mengkoordinasikan mengendalikan. Ciri-ciri Umum Manajemen Proyek sebagai berikut : 1. 3. 5+350 – STA. Diperlukan Rencana Kerja. dimana di dalamnya diberikan input dan diharapkan manajemen dapat menghasilkan output sesuai sasaran sebagaimana yang ditetapkan. dan strategi proyek hendaknya dinyatakan secara jelas dan terinci sedemikian rupa sehingga dapat dipakai untuk mewujudkan dasar kesepakatan segenap individu dan satuan organisasi yang terlibat. c) Membandingkan & mengevaluasi hasil prestasi aktual dengan standard prestasi yang diharapkan. 5. seperti: Sumber Daya Manusia (tenaga kerja) Sumber Daya Alam / Material (bahan) Sumber Modal (dana) Mesin Peralatan (alat) Metode Kerja Manajemen Proyek adalah sebagai suatu usaha kegiatan untuk meraih sasaran yang telah didefinisikan dan ditentukan dengan jelas secara efisien dan seefektif mungkin dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia. budget yang disediakan. harapan-harapan. Diperlukan mekanisme untuk memonitor. 5. dan mengawasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pada berbagai strata organisasi. Informasi umpan balik akan dimanfaatkan sebagai pelajaran dan dipakai sebagai pedoman didalam upaya peningkatan produktivitas proyek.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. 4. d) Melakukan tindakan koreksi. mutu pekerjaan yang ditetapkan dan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang tersedia. Secara spesifik konsep manajemen adalah merupakan suatu proses. dilaksanakan dan diselesaikan menurut jadwal yang telah ditentukan. Jadwal dan Anggaran Belanja yang realistis. sesuai rencana yang dimaksud adalah kegiatan proyek dapat dimulai.+10. 6. yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 6 . Input dalam proses manajemen terdiri dari bermacam-macam sumber daya (resources). melainkan untuk menjaga dan melihat apakah hasil pekerjaan sesuai dengan rencana atau tidak. b) Mengukur hasil prestasi pekerjaan. bilamana standard prestasi tidak tercapai. Langkah dalam melakukan fungsi kontrol : a) Adanya prestasi standard sebagai tolak ukur.

jelas. Siklus Manajemen : Semua kegiatan proyek merupakan suatu siklus mekanisme manajemen yang didasarkan atas 3 (tiga) tahapan. Siklus mekanisme manajemen proyek tersebut ditunjukkan pada gambar : PERENCANAAN Umpan Balik Sasaran Proyek Tercapai Berita Acara Penyerahan Hasil Proyek Tercapai Pengendalian (Monitoring) PELAKSANAAN EVALUASI Gambar 2. alat dan petunjuk tata cara yang mudah untuk dilaksanakan sedemikian rupa sehingga : 1. Siklus Mekanisme Manajemen Proyek D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 7 . yaitu Perencanaan.+10. Pelaksanaan dan Evaluasi. Sistem Manajemen Proyek : Sistem manajemen proyek disusun dan dijabarkan menjadi seperangkat pengertian. Diperlukan pengertian dan pemahaman mengenai tata cara dan dasar-dasar peraturan birokrasi. Mampu menghubungkan dan menjembatani kesenjangan persepsi di antara para perencana dan pelaksananya. oleh karenanya pelaksanaan proyek berlangsung dalam suatu tata hubungan kompleks yang selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kondisi mutakhir dengan memanfaatkan umpan balik dari hasil evaluasi. Siklus mekanisme manajemen tersebut merupakan proses terus menerus selama proyek berjalan.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. sehingga kesemuanya mempunyai satu kerangka konsep yang sama tentang kriteria keberhasilan suatu proyek. Dapat memberikan kesamaan bahasa yang sekaligus memadukan tertib teknis dan sosial. 2. sistematis dan effisien. 3.350 Di Jawa Timur 7. yang dapat diterapkan pada setiap proyek dengan cara sederhana. dan pengetahuan tentang cara-cara mengatasi kendala birokrasi. Keberhasilan pelaksanaannya tergantung pada upaya dan tindakan yang terkoordinasi dari berbagai satuan organisasi dan jabatan diberbagai jenjang manajemen.1. 5+350 – STA. Mampu mewujudkan suatu bentuk kerjasama dan koordinasi antar satuan organisasi pelaksana sehingga terwujud suatu semangat bersama untuk merencanakan proyek secara lebih terinci dan cukup cermat dalam mengantisipasi masalah-masalah yang akan timbul dalam pelaksanaan.

serta menyusun anggaran belanja yang realistis. kerangka logis juga berfungsi sebagai alat komunikasi yang dapat menjelaskan sasaran pokok proyek secara ringkas. Bagaimana menetapkan ukuran keberhasilan proyek yang sudah selesai. Kerangka logis merupakan “penjelasan urut dan nalar dalam proses perencanaan proyek-proyek yang berhasil guna”. dengan berorientasi pada keluaran atau kegiatan-kegiatan proyek. 5+350 – STA. yang akan sangat membantu dalam merancang dan menetapkan proyek terpilih. d) Rincian Tanggung Jawab. terutama dipandang dari aspek pendanaan dimulai sejak dari latar belakang sampai dengan tercapainya tujuan. Analisis anggaran keuangan berguna untuk membagikan sumber daya yang terbatas guna hasil keseluruhan yang optimal. maka diperlukan suatu pedoman kerangka proses berpikir secara sistematis dan logis untuk digunakan sebagai alat perencana. yang mewakili kemungkinan terbaik untuk mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan program. dalam pelaksanaan pada masing-masing tahapan siklus mekanisme tersebut memerlukan perangkat manajemen yang terdiri dari : a) Analisis masalah. dan didasarkan pada suatu kerangka pemikiran logis. dalam merencanakan suatu proyek yang merupakan bagian dari kerangka strategi program. pengorganisasian dan komunikasi. yang disetujui bersama oleh sesama pelaku-pelakunya. salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan proyek adalah adanya peranan dan tanggung jawab yang jelas bagi setiap personil. analisis segenap keadaan yang berpengaruh terhadap keberhasilan proyek. menganalisa perbandingan antara pembiayaan dan manfaat yang diperoleh.350 Di Jawa Timur PERENCANAAN EVALUASI PELAKSANAAN Untuk membentuk suatu Sistem Manajemen Proyek yang lengkap serta kokoh. suatu proyek pada hakekatnya merupakan proses untuk merubah suatu keadaan yang dipilih dari sejumlah proyek pilihan.+10. Untuk itu suatu organisasi D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 8 . mudah dikomunikasikan. Analisis anggaran keuangan bukan hanya dibuat berdasarkan Daftar Rencana Kegiatan pada saat perencanaan proyek saja. Bagaimana wujud proyek tersebut apabila sudah selesai. b) Kerangka logis. Agar dapat melakukan analisis. kelambatan. Faktor-faktor luar apa saja yang mengakibatkan ketidakpastian keberhasilan proyek. sederhana. diperlukan cara analisis yang sistematis. ukuran-ukuran keberhasilannya.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. c) Analisis anggaran keuangan. Bagaimana proyek akan dilaksanakan. bahkan pembengkakan biaya. akan tetapi harus ditunjang dengan suatu sistem akuntansi yang benar dan baik selama proyek berjalan. cenderung akan mengundang masalah yang akan mengakibatkan kekacauan. anggaran keuangan disusun secara realistis. Pendekatan akan dipermudah dengan mewujudkannya dalam bentuk bagan yang dapat menjelaskan seluruh harapan-harapan serta tujuan program. yang mampu menjelaskan secara logis tentang : Mengapa suatu proyek harus dilaksanakan. Dengan demikian kerangka logis merupakan seperangkat pengertian yang saling berkaitan. bertahap. Suatu organisasi dengan melibatkan banyak unsur apabila tanpa dilandasi dengan kesepakatan yang jelas.

sejak dimulainya proyek dan terus berlangsung selama pelaksanaan proyek. Ruang lingkup evaluasi lebih luas dibandingkan dengan monitoring. h) Konsep pendekatan team. f) Sistem monitorng dan pelaporan. serta memberikan landasan dalam penyusunan sistem monitoring dan pelaporan secara terus menerus/kontinyu. team approach merupakan upaya membangkitkan semangat untuk menggalang persatuan dalam bekerja sama. Sistem evaluasi diterapkan untuk dapat memeriksa kemajuan dan kemampuan proyek dalam mengatasi segenap permasalahan yang dihadapi. bagan balok (bar chart) dan kurva-S (s curve). e) Jadwal pelaksanaan proyek. Terdapat bermacammacam cara penjadwalan proyek yang dikenal. memadukan tindakan. meningkatkan komunikasi. sehingga lebih bersifat berorientasi ke depan dalam upaya peningkatan kesempatan demi keberhasilan proyek. serta peluang-peluang yang dapat dioptimalkan guna pengambilan keputusan/tindakan. seperti jaringan kerja (network planning).Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 9 . Perangkat manajemen yang berupa jadwal ini menunjukkan kapan suatu kegiatan harus dimulai dan diselesaikan. jadwal berguna untuk menetukan waktu dan urutan kegiatankegiatan proyek. juga bermanfaat untuk memastikan tentang kemajuan proyek. Pendekatan team proyek hendaknya diterapkan sedini mungkin. serta perlu tidaknya melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam pelaksanaan. diikuti dan diamati selama pelaksanaan yang dikenal dengan sebutan Sistem monitoring dan pelaporan. sehingga membantu memastikan bahwa semua tugas dan seluruh personil yang diperlukan untuk pelaksanaan dapat berjalan. 3) Mempehatikan hubungan tugas dan jabatan secara jelas. dimana monitoring adalah kegiatan mengukur apakan proyek masih tetap berjalan pada jalurnya. dalam rangka pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek dibutuhkan suatu media atau alat yang mampu merangkum informasi yang harus secara aktif diketahui.+10. Perencanaan evaluasi hendaknya sudah harus dipertimbangkan pada saat penyusunan rencana proyek secara terinci atau pada saat tahap awal pelaksanaan proyek. 2) Untuk menyederhanakan pelaksanaan koordinasi proyek dan sebagai sarana untuk media komunikasi antar masing-masing penanggung jawab. g) Sistem Evaluasi. Media sistem monitoring dan pelapoang tersebut umumnya berupa formulir-formulir isian yang berfungsi sebagai media komunikasi.350 Di Jawa Timur memerlukan bagan rincian tanggung jawab yang merupakan salah satu perangkat Sistem Manajemen Proyek dengan kegunaannya antara lain sebagai berikut : 1) Dapat membantu tercapainya kesepakatan mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing individu dalam organisasi yang terlibat dalam pelaksanaan proyek. sedangkan evaluasi menanyakan apakah proyek berjalan pada jalur yang benar. identifikasi masalah masalah yang muncul. 5+350 – STA. mengurangi masalah dan mendorong keikutsertaan mereka yang diperlukan demi keberhasilan proyek. sistem ini ditujukan untuk penyempurnaan pelaksanaan proyek.

Estimasi pendahuluan ini dipakai oleh pemilik proyek untuk acuan dalam mengevaluasi dan menentukan kontraktor mana yang harga penawarannya wajar mendekati estimasi.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. c) Estimasi detail oleh Kontraktor (Pelaksana) : Estimasi detail dibuat oleh kontraktor dengan mengacu design konsultan perencana yang berupa dokumen lelang. Estimasi detail ini dipakai untuk acuan dalam pelaksanaan pekerjaan proyek.2. Dan hal-hal lainnya yang berpengaruh terhadap estimasi biaya. b) Estimasi pendahuluan oleh Konsultan Perencana (Designer) Estimasi pendahuluan ini dilaksanakan setelah design perencanaan selesai dibuat oleh konsultan perencana. Estimasi pendahuluan di dasarkan pada design dan masih dapat berubah.350 Di Jawa Timur 2. dimana estimasi yang dibuat lebih teliti dibandingkan estimasi terdahulu yang dibuat oleh pemilik proyek. karena perhitungan biaya hanya didasarkan pada idea dasar. Estimasi detail ini dijabarkan dalam bentuk harga penawaran yang diajukan oleh kontraktor pada waktu pelelangan dan akan menjadi “fixed price” (harga pasti) bagi pemilik proyek setelah kontraktor ditunjuk sebagai pemenang pelelangan dan Surat Perjanjian Kerja (SPK) sudah ditanda tangani. Memperhatikan kemampuan peralatan kerja. sehingga estimasi biaya yang diperoleh hanya merupakan nilai perkiraan sementara sebagai acuan apakah proyek tersebut mampu untuk dilaksanakan dalam hal ini ketersediaan dana. dimana estimasi yang dibuat lebih terperinci dan teliti karena sudah memperhitungkan segala kemungkinan seperti : Memperhatikan kondisi medan. Pembuatan kurva S didasarkan pada harga kontrak. ESTIMASI BIAYA PROYEK Estimasi biaya proyek secara umum dibedakan menjadi 4 jenis sebagai berikut : a) Estimasi kasar oleh Pemilik (Owner) : Estimasi ini dibutuhkan oleh pemilik proyek untuk memutuskan apakan proyek yang akan dilaksanakan layak dibangun atau tidak ? Dalam hal ini pemilik proyek biasanya menggunakan jasa tenaga ahli untuk melakukan Studi Kelayakan dari idea dasar yang muncul. sebab perhitungannya sudah berdasarkan gambar-gambar rencana dan rencana kerja & syarat-syarat (RKS) yang lengkap.+10. Estimasi biaya yang dibuat umumnya masih dalam bentuk global dan kasar. Perhitungan prosentase pekerjaan didasarkan pada perbandingan antara harga item pekerjaan yang telah dilaksanakan dengan harga item pekerjaan yang sama dikontrak. apabila ada perubahan pada design. Memperhitungkan stock material. 5+350 – STA. yang mana deviasi kesalahan masih relative besar. Mempertimbangkan metoda pelaksanaan. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 10 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . gambaran umum maupun pengalamanpengalaman proyek sejenis. seperti :    Penentuan bobot tiap item pekerjaan di dasarkan pada harga satuan item pekerjaan.

kecuali dalam pelaksanaan pekerjaan terjadi pekerjaan tambah / kurang yang terjadi. Estimasi biaya sesungguhnya bisa terjadi “lebih besar” atau “lebih kecil” dari estimasi biaya detail. Dalam estimasi biaya detail sudah mencakup keuntungan.6) Pengelompokan Penggunaan Peralatan Adapun langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan tersebut dapat dirangkum dalam suatu daftar berikut ini : Tabel 1 Langkah-langkah Pelaksanaan Pekerjaan TAHAP PELAKSANAAN KEGIATAN  Membaca Gambar  Pra Pelaksanaan  Survey dan Pengukuran  Mobilisasi  Pengujian Persyaratan Bahan  Persiapan lokasi (pembersihan pembongkaran) dan D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 11 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya .Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. sedang pengeluaran yang sesungguhnya (real cost) hanya diketahui oleh kontraktor sendiri. dan jika lebih kecil maka kontraktor untung dan ini yang diharapkan oleh kotraktor dalam pelaksanaan suatu proyek.350 Di Jawa Timur  Pekerjaan tambah/kurang maksimum 10% juga didasarkan pada harga total kontrak.3. untuk peralatan yang digunakan diuraikan dalam bab ini sedangkan berbagai peralatan yang digunakan disajikan pada point (2. Perlu diperhatikan bahwa untuk estimasi biaya sesungguhnya kontraktor yang pegang peranan. STRUKTUR PEKERJAAN JALAN 1. 2. perlu disusun dulu langkah-langkah atau tahapan pelaksanaan pekerjaan. Untuk itu apabila ada harga yang masih meragukan biasanya kontraktor diminta datang untuk klarifikasi sebelum penunjukkan pemenang. Namun juga dipersiapkan metode & beberapa peralatan kerja yang digunakan. Jika lebih besar maka kontraktor mengalami kerugian. Bagi kontraktor nilai kontrak yang telah ditanda tangani tersebut adalah nilai penerimaan yang fixed. Ringkasan Kegiatan Pelaksanaan Pekerjaan Sebelum sesuatu pekerjaan dilaksanakan. Demikian juga bagi pemilik proyek didalam evaluasi untuk menentukan pemenang pelelangan juga harus teliti apakah harga yang ditawarkan wajar (sesuai dengan harga acuan konsultan perencana). 5+350 – STA. untuk itu peranan konsultan pengawas (supervisi) sangat diperlukan sekali dalam pengawasan pekerjaan di lapangan agar pekerjaan di lapangan sesuai dengan spesifikasi yang ada di dokumen kontrak. d) Estimasi sesungguhnya setelah proyek selesai : Estimasi biaya fixed price merupakan biaya yang harus dikeluarkan / disiapkan oleh pemilik. biaya pajak dan overhead yang timbul selama pelaksanaan pekerjaan sehingga kontraktor dalam membuat estimasi biaya tersebut harus dilakukan dengan cermat jangan hanya mengejar kemenangan pelelangan untuk dapat pekerjaan. Untuk itulah perlunya Manajemen Proyek diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan agar dicapai sesuai tujuan yang telah didefinisikan di awal. Nilai penerimaan dikurangi nilai real cost adalah merupakan keuntungan / laba yang diperoleh kontraktor.+10.

dan pada khususnya mengukur lebar jalan daerah milik jalan alinyemen untuk setiap pelebaran atau rekonstruksi drainase tepi jalan dan gorong-gorong serta melakukan satu pemeriksaan yang terinci semua pekerjaan jembatan yang diusulkan.+10.     c. Mobilisasi meliputi pekerjaan pengorganisasian dan pengelolaan pelaksanaan pekerjaan proyek. Pengujian dilaksanakan di laboratorium Kabupaten atau Propinsi. satu profil memanjang sepanjang sumbu jalan harus diukur. kontraktor harus mempelajari gambargambar kontrak yaitu gambar rencana dan gambar tipikal. Metoda Pengerjaan Secara Rinci a. Pada daerah-daerah perkerasan dimana satu pekerjaan perataan dan atau lapis permukaan harus dibangun. Patok-patok kilometer dan patok stasiun harus diperiksa dan dipindahkan bila diperlukan. Pengujian harus memenuhi seperangkat standar di dalam spesifikasi. sampah dan D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 12 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . Survei dan Pengukuran  Kontraktor bersama-sama Direksi Teknik mengadakan pemeriksaan daerah proyek. Pengujian khusus di laboratorium pusat bila diminta oleh Direksi Teknik. pohon-pohon. Membaca gambar Sebelum pengaturan lapangan dan pengukuran. satu penampang melintang diambil pada interval tertentu untuk menentukan kelandaian dan kemiringan melintang dan untuk menentukan pengukuran ketebalan serta lebarnya konstruksi baru. b.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.350 Di Jawa Timur    Pelaksanaan           Akhir Pelaksanaan Alat-alat yang digunakan Pekerjaan Tanah (penggalian dan penimbunan) Penyiapan Tanah Dasar Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah dan Atas Pekerjaan Lapis Permukaan dan Penutup Pekerjaan Bahu Jalan Pekerjaan Drainase Pengukuran dan Pembayaran Serah Terima Pekerjaan Sementara Masa Pemeliharaan Serah Terima Akhir Pekerjaan 2. Mobilisasi peralatan berat dari dan menuju ke lapangan pekerjaaan harus dilaksanakan pada waktu lalu lintas sepi dan truk-truk angkutan harus dilengkapi dengan terpal penutup. semak-semak. Pengujian persyaratan bahan. tanaman lain. Kontraktor harus menyelenggarakan pengujian bahanbahan untuk pengendalian mutu. 5+350 – STA. maka pekerjaan selanjutnya adalah pekerjaan pembersihan dan pembongkaran. Persiapan lokasi (pembersihan dan pembongkaran) Setelah pekerjaan survei dan pengukuran selesai sesuai rencana. Melakukan pembersihan segala macam tumbuh-tumbuhan.

Pemadatan tanah dasar dilakukan sebagai berikut : . Penyiapan Tanah Dasar Penggalian dan penimbunan untuk tanah dasar harus seperti yang ditetapkan.+10.350 Di Jawa Timur bahan-bahan lain yang menganggun termasuk pencabutan akar-akar. sisa-sisa konstruksi dan sisa-sisa material. patok pekerjaan jembatan/gorong-gorong dan sebagainya. Apabila tinggi potongan lebih dari 5 meter. Tinggi timbunan Talud Pekerjaan penimbunan dikerjakan setelah jalur patok-patok dipasang. . Pada pekerjaan timbunan badan jalan. agar dapat menampung air dan mengalirkannya sepanjang bagian yang datar yang dibuat sejajar dengan penjajaran jalan tersebut. Bulldozer bergerak maju membersihkan semak belukar sedikit demi sedikit. Pada bagian yang datar ini harus dibentuk sedemikian rupa sehingga miring kebagian dalam. digali sampai kedalaman tertentu. Cara Pemadatan Bahan yang sudah disetujui dihampar dan dipadatkan lapis demi lapis dengan tebal padat tertentu (10 – 20 cm). Tebal lapisan akhir minimal 10 cm. apabila ada sesuatu yang perlu dihindari. bahwa lapisanlapisan tersebut harus mencapai kepadatan tertentu yang harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium. patok tikungan.Padatkan tanah permukaan yang telah dibersihkan sesuai dengan ketentuan. Pembantu operator berjalan di sekitar bulldozer untuk membantu operator.Lapisan-lapisan yang lebih besar dari 30 cm di bawah permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 45% kepadatan kering maksimum ditetapkan sesuai dengan AASHTO T99. Alat-alat yang digunakan Semak dan belukar dibabat / ditebang dengan tenaga manusia atau dengan “bulldozer”. patok penampang. Pekerjaan tanah (penggalian dan penimbunan) Galian harus dilaksanakan dengan sekecil mungkin akan terjadi gangguan terhadap bahanbahan di bawah dan di luar batas galian yang ditentukan sebelumnya. 2 : 1. Bahan dan Jenis Tanah Timbunan tanah ini adalah bahan urugan yang disetujui oleh Direksi Teknik. yaitu dilereng. Patok-patok tersebut dikerjakan / dipasang oleh tim pengukuran. bekas-bekas saluran dan sebagainya harus diisi dengan bahan pilihan . e. maka setiap ketinggian 5 meter perlu dibuat bagian yang harus datar selebar 1 meter. d. Perlu diperhatikan. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 13 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . yaitu : Kondisi Tanah Asli yang akan ditimbun .Sebelum pekerjaan timbunan tersebut dimulai pada tempat yang selesai dibersihkan.Tanah asli yang kurang baik mutunya yang akan ditimbun untuk badan jalan. f. harus diperhatikan beberapa faktor yang sangat mempengaruhi pekerjaan.Kemudian lakukanlah perataan pada permukaan tanah tersebut. . lubang-lubang yang ada akibat akar-akar pohon. 5+350 – STA.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.

Pemeriksaan kepadatan di lapangan dilakukan dengan “sand cone” seperti halnya dilakukan pada lapisan tanah dasar (sub grade). Selama pencampuran. Macam alat pemadat untuk pekerjaan sub grade (tanah dasar) adalah sheep foot roller (penggilas dengan getaran). pencampuran dilakukan dengan msin pencampuran berjalan sampai campuran merata. Kepadatan setiap lapisan.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. LPB dari Aspal Beton (laston bawah) lapisan pondasi bawah dari aspal beton atau disebut laston bawah (lapis aspal beton pondasi bawah) adalah suatu pondasi perkerasan jalan yang terdiri dari campuran agregat aspal dengan perbandingan tertentu. Selama pencampuran. pemadatan dilakukan mulai dari bagian tepi hamparan. minimum harus mencapai 95% kepadatan berdasarkan percobaan kepadatan dilaboratorium. Setelah bahan untuk tiap lapis dihampar dengan mesin penebar agregat atau alat lain yang disetujui Direksi Tekik. Penghamparan dengan alat yang disetujui oleh Direksi Teknik. Dengan cara menggunakan peralatan berjalan (mobile). 5+350 – STA. Pemadatan setelah selesai penghamparan dan pemadatan. Pencampuran dan penghamparan. Untuk lapis pondasi atas dilaksanakan : - - D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 14 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . bahan diangkat ke tempat pekerjaan dengan menjaga kadar airnya dalam batas yang dipersyaratkan. Sebelum penghamparan agregat dimulai. terlebih dulu tanah dasar harus sudah siap sebagaimana disyaratkan dalam gambar rencana. pemadatan harus dilakukan dengan alat pemadat lain yang tepat. kemudian bergeser ke bagian tengah sejajar dengan sumbu jalan dan diusahakan berlangsung berkelanjutan tanpa berhenti sampai seluruh permukaan selesai terpadatkan secara tinggi. tiap jenis harus segera dipadatkan pada seluruh lebar hamparan dengan menggunakana mesin gilas roda besi atau mesin gilas roda karet. pemadatan dimulai dari bagian yang rendah dan bergeser ke arah bagian yang tinggi. atau alat mesin gilas lain yang disetujui Direksi Teknik. jumlah air diatur sesuai dengan selesai pencampuran. jumlah air harus diatur agar diperoleh kadar air yang sesuai dengan yang dipersyaratkan untuk pemadatan. g. dicampur dalam keadaan panas pada temperatur tertentu. Pada bagian yang lurus. Pekerjaan Lapis Pondasi Untuk lapis pondasi bawah dilaksanakan : LPB Agregat. Dengan cara peralatan tidak berjalan (stationary). bahan dicampur dengan motor grader atau alat lain yang disetujui Direksi Teknik.+10. Dengan cara pencampuran di tempat Bahan untuk tiap lapis dihampar sambil mengatur kadar airnya. Pada tikungan (bagian yang miring).350 Di Jawa Timur - Lapisan-lapisan yang berada pada 30 cm atau kurang dari permukaan tanah dasar harus dipadatkan sampai 100% kepadatan kering maksimum. Agregat dan air dicampur dalam alat pencampuran yang telah disetujui Direksi Teknik. Pada tepi-tepi kerb dinding-dinding dan tempat-tempat lain yang tidak bisa dicapai dengan mesin gilas.

Lapis penetrasi macadam (lapen) . tiap lapis harus segera dipadatkan pada seluruh lebar hamparan dengan menggunakan mesin gilas roda besi atau mesin gilas roda karet atau mesin gilas lain yang disetujui Direksi Teknik. LPA dengan Menggunakan Laston Atas Lapisa aspal beton pondasi atas (laston atas) merupakan pondasi perkerasan yang terdiri dari campuran agregat dan aspel dengan perbandingan tertentu dicampur dan dipadatkan dalam keadaan panas. sambil mengatur kadar airnya. pemadatan harus dilakukan dengan alat pemadat lain yang tepat. Pemeriksaan kepadatan di lapangan dilakukan dengan “sand cone” seperti halnya dilakukan pada lapisan tanah dasar (subgrade). Selama pencampuran jumlah air harus diatur agar diperoleh kadar air yang sesuai dengan yang dipersyaratkan untuk pemadatan. Pencampuran dan Penghamparan Dengan cara peralatan tidak berjalan (stationary) Agregat dan air dicampur dalam alat pencampur yang telah disetujui Direksi Teknik. minimum harus mencapai 96% kepadatan berdasarkan percobaan kepadatan di laboratorium.Laburan permukaan aspal (buras) . Kepadatan setiap lapisan. Pemadatan setelah selesai penghamparan dan perataan.Laburan aspal taburan pasir (latasir) . Selesai pencampuran. bergeser ke bagian tengah sejajar dengan sumbu jalan dan diusahakan berlangsung berkelanjutan tanpa berhenti sampai seluruh permukaan selesai terpadatkan secara merata. pencampuran dilakukan dengan mesin pencampuran yang berjalan sampai campuran merata.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. h. Pada bagian yang lurus.350 Di Jawa Timur LPA Agregat Sebelum penghamparan agregat dimulai. permukaan LPB harus sudah siap sebagaimana disyaratkan dalam gambar rencana. Dengan cara pencampuran di tempat Bahan untuk tiap lapis dihampar. Pekerjaan Lapis Permukaan dan Penutup Lapis permukaan adalah lapisan permukaan yang terdiri dari : . bahan dicampur dengan “motor grader” atau alat lain yang disetujui Direksi Teknik.Lapis permukaan kerikil .Lapis tipis aspal beton (HRS) D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 15 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya - - . Dengan cara menggunakan peralatan berjalan (mobile) Setelah bahan untuk tiap lapis dihampar dengan mesin penebar agregat atau alat lain yang disetujui Direksi Teknik.+10. Penghamparan dikerjakan dengan alat yang disetujui oleh Direksi Teknik. pemadatan dilakukan mulai dari bagian tepi hamparan.Lapis aspal resap pelekat (prime coat) dan lapis aspal pelekat (tack coat) . bahan diangkat ke tempat pekerjaan dengan menjaga kadar airnya dalam batas yang dipersyaratkan. pemadatan dimulai dari bagian yang rendah dan bergeser ke arah bagian yang tinggi. 5+350 – STA. Pada tepi-tepi “kerb” dinding-dinding dan tempattempat lain yang tidak bisa dicapai dengan mesin gilas. Pada tikungan (bagian yang miring). Selama pencampuran jumlah air harus diatur sesuai dengan yang diperlukan untuk pemadatan seperti yang telah disyaratkan.

lalu dilakukan pengukuran misalnya : . Timbunan diukur dalam meter kubik bahan padat yang ditempatkan dan diterima Direksi Teknik.350 Di Jawa Timur - Lapis aspal beton pondasi perata (ATB Leveling) Aspal Beton (AC) Lasbutag Aspal campur dingin (dengan bahan aspal pengikat emulsi) Aspal campur dingin (dengan bahan pengikat aspal keras yang dilunakan (cutback). i. . untuk jalan beraspal kemiringan permukaan antara 23% dan untuk jalan tak beraspal antara 3-7%. Tanah dasar disiapkan dan diselesaikan sesuai dengan pekerjaan pekerjaan yang ditentukan pada pekerjaan tanah. aspal dingin.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Pekerjaan Bahan Bahu Jalan Penyiapan lapangan untuk menempatkan bahan bahu jalan. Pekerjaan Drainase Jalan Drainase permukaan dilaksanakan dengan membuat kemiringan permukaan jalan sedemikian rupa sehingga : . 5+350 – STA. beton. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 16 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya - . Jenis bahu jalan yang dikenal adalah : Bahu jalan tanah Bahu jalan batuan Bahan jalan berumput Bu jalan beraspal (dengan pelaburan permukaan dengan aspal) Bahu jalan aspal (dengan penetrasi macadam. Pengukuran dan Pembayaran Setiap selesai suatu pekerjaan seperti tersebut diatas. Volume timbunan yang diukur akan dibayar persatuan pengukuran pada harga yang bersangkutan Penyiapan tanah dasar diukur luas tanah dasar yang selesai dan disetujui dalam jumlah meter persegi permukaan diukur terebut akan dibayar persatuan pengukuran.Cukup landai untuk memperoleh aliran air dari jalan dengan cepat .+10. pipa. Pembayaran didasarkan atas harga kontrak per satuan pengukuran. batas atau aspal beton).Galian saluran tanah harus diukur untuk pembayaran dalam volume meter kubik tanah dan diterima oleh Direksi. baja bergelombang) k.Jenis drainase yang ada antara lain : Drainase tepi jalan (saluran tanah) Drainase saluran dilapisi (pasangan batu) Drainase dengan gorong-gorong (pipa.Kemiringan permukaan beragam menurut jenis .Permukaan jalan itu sendiri.Tidak terlalu curam agar tidak membahayakan kendaraan . j. dilaksanakan seperti ditunjukkan pada gambar rencana dan seperti diperintahkan Direksi Teknik.

Sedangkan pembersihan sebagaimana pada bab sebelumnya dapat dilakukan dengan bulldozer atau scraper tergantung luas medan dan kondisi tanahnya. SIFAT-SIFAT TANAH Dalam pekerjaan pemindahan tanah kita menjumpai perubahan volume dan kepadatannya. Pembayaran volume yang telah diterima dibayar persatuan pengukuran. 2. Pada umumnya tanah ini digunakan sebagai D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 17 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya .Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. tanah ini harus dibersihkan (top soil stripping) sehingga bebas sama sekali dari bahan-bahan organis. Sebagai contoh tanah yang diangkut diatas truck sehingga volumenya bertambah dan pengembangannya dinyatakan dalam % BM. Untuk keperluan pekerjaan sipil. a. Penyusutan dinyatakan dalam %. maka swamp dozer merupakan alat yang cocok untuk dipakai.5. Keadaan lepas (Loose Volume) Keadaan tanah setelah dilakukan pengusikan. Keadaan padat (Compacted Volume) Keadaan tanah setelah ditimbun dan dilakukan pemadatan. Keadaan volume tanah adalah sebagai berikut :  Keadaan asli (Bank Measure) Keadaan tanah sebelum dilakukan pengusikan atau masih sesuai dengan keadaan alam. Tanah permukaan (top soil) Tanah ini terdapat pada permukaan bumi dan bercampur dengan tanaman-tanaman kecil. TIPE GALIAN TANAH Tanah atau material di muka bumi terdiri dari bermacam jenis dimana dalam hal pemindahan tanah mekanis digolongkan berdasarkan tahanan tanah terhadap usaha penggalian (digging resistance) sebagai berikut :   2. b. Sebaiknya bila medan pekerjaan cukup luas dan kondisi tanahnya cukup baik dapat digunakan scraper. Tanah dalam (earth) Tanah ini terdapat dibawah tanah permukaan (top soil) sehingga penggalian dilakukan setelah pembersihan tanah permukaan. Pada pekerjaan pemadatan ini biasanya tanah dipadatkan lebih dari keadaan aslinya.+10.4. Bila luas medan relatif kecil dan kondisi tanahnya berupa tanah liat dengan kadar air tinggi.350 Di Jawa Timur - Lapis pondasi penghitungan volume didasarkan pada ketebalan dan lebar pondasi yang diperlukan dan dikalikan dengan panjang sebenarnya yang dipasang (dalam meter kubik). 5+350 – STA.

c.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. alat-alat beton setengah jadi. b. e. Tanah campura a. namun mesin-mesin peralatan kerja yang dipergunakan dilapangan diantaranya adalah : a. batu pasir dan sebagainya. peralatan ringan. Flat bed trucks (truck dengan alat datar) Adalah alat transportasi tanah. batu pasir dan sebagainya. Berkembang sebagai alat perlengkapan. PENGELOMPOKAN PENGGUNAAN PERALATAN Beberapa peralatan yang digunakan pada proyek pembangunan jalan ini. Low loaders (mesin pemuat) Alat transportasi pemuat peralatan-peralatan berat. sedangkan yang ada merupakan campuran dua tau lebih jenis-jenis diatas. penggalian / penggerukannya menggunakan alat keruk (dredger).6. 3. Tanah lumpur (mud) Penggalian tanah yang banyak mengandung air seperti penggerukan sungai. Peralatan transportasi yang dipakai dilokasi pembangunan jalan ini diantaranya : 1. Batuan (rock) Penggalian untuk batuan sebenarnya dapat digunakan bajak (ripper) yaitu suatu peralatan khusus yang terpasang di belakang bulldozer. 2. harus dilakukan peledakan (blasting). d. 2.350 Di Jawa Timur konstruksi timbunan badan jalan / pondasi dengan memperhatikan persyaratan tertentu. mekanisme penggunaannya telah diuraikan sebelumnya pada bab ini. Tetapi penggunaan ripper ini sangat terbatas. peralatan dsb. kayu. Pick up trucks (truck pick up) Alat transportasi bagian-bagian perkakas. bagian pengetesan peralatan dan bahanbahan ringan 4. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 18 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . Sebagai alat transportasi semen. 5+350 – STA. perkakas. kolam pelabuhan dan lain-lain. Sedangkan penggaliannya dapat digunakan bulldozer. Karena itu alat penggalian yang dipilih didasarkan atas jenis tanah yang paling dominan pada campuran tersebut. Dump truck adalah alat transportasi tanah. sehingga apabila batuan cukup keras. scraper. dan barang-barang berat.+10. baja. c dan d Sebagaimana diketahui cukup sulit menemukan tanah yang sejenis. batu kerikil. batu kerikil.

menambal dan memperbaiki bagian yang rendah. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 19 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya .+10. Vibrating rammers Pemadat tanah pada daerah-daerah perbatasan dan sebagainya. Peralatan beton yang digunakan diantaranya : 1. 4. Peralatan pengangkut tanah (Earth moving equipment) yang digunakan diantaranya : 1. Static tandem roller (penggiling tandem statis) Menggiling aspal beton. 3. kerikil dan sebagainya.350 Di Jawa Timur b. Pneumatic road roller (penggiling jalan pneumatic) Penggiling dan kompaksi yang ringan 5. menggali sisi parit. Pedal mixers : Pengadukan semen. kerikil. Pemadat aspal beton pada lubanglubang. batu. c. Pedestrian type vibrating (roller single/double drum) Pemadat tanah dekat gorong-gorong jalan trotoar dan bidang sempit menambal jalan trotoar dengan menggunakan aspal beton. 5+350 – STA. hanya untuk penyelesaian yang effisien. 6. pengumpulan. Porker vibraters : Penggunaan vibrasi semen beton. 2. Vibrating tandem roller (penggiling tandem penggetar) Pemadat tanah dan sebagainya. penghancur batu dan sebagainya. 7. pasir dan batu dengan standard air untuk bentuk beton. Motor grader (motor penggiling) Meratakan jalan. Front dan loaders (penimbunan tanah) Penimbunan tanah. Peralatan pemadat/compation equipment yang digunakan diantaranya : 1. Crawler tractor (tractor crawler) Membersihkan hutan. batu kerikil. 2. peralatan tanah dan sebagainya. menggali jalan. tanah. Vibrating plate tampers Pemadat tanah dekat gorong-gorong jalan trotoar dan bidang sempit menambal jalan trotoar dengan menggunakan aspal beton. membersihkan rumput-rumput liar dan sebagainya. 3. menggali dan mendorong tanah.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Static three wheel roller (penggiling beroda tidak statis) menggiling tanah dan kerikil 2. Beton pada lobanglobang tiang yang ditambal peralatan aspal (asphalt equipment) d. merapikan pinggir jalan.

2. f. KURVA S a. tenaga kerja serta biaya umum dan laba.8. g. Alat penghancur batu (stone srusher) ada 2 jenis : 1.350 Di Jawa Timur e. yaitu sebagai salah faktor pengali untuk harga satuan. Low capacity single stage Penghancur yang berbentuk kerucut yang berkapasitas 4 m3/h. Harga Satuan Pekerjaan Harga satuan pekerjaan merupakan hasil yang diperoleh dari proses perhitungan dari masukan-masukan antara lain berupa harga satuan dasar untuk bahan. pompa angin. Jumlah dari seluruh hasil perkalian koefisien tersebut dengan harga satuan ditambah dengan biaya umum dan laba akan menghasilkan harga satuan pekerjaan. Light equipment Semua peralatan kecil lainnya seperti pompa air. Sebuah pedestrian roller. High capacity two stage Batu yang dihancurkan 15 – 30 cm sampai ukuran yang diperlukan biasanya 5 mm sampai 25 mm. 2.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Berdasarkan masukan tersebut dilakukan perhitungan untuk menentukan koefisien bahan. 2 buah wheeled trailer. upah. alat.+10. The maintenance unit Terdiri dari kompresor dan aspal heater/sprayer untuk menaikkan ke atas truck. RENCANA ANGGARAN BIAYA a. (lihat pada lampiran Gbr Peta Lokasi) c. perkakas pneumatic dan sebagainya yang berfungsi khusus dimasukkan pada kategori ini. 2. Perkiraan biaya tersebut didapatkan dengan menjumlahkan hasil perkalian antara harga satuan masing-masing pekerjaan dengan volume masing-masing pekerjaan. b. Volume Pekerjaan Volume pekerjaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya.7. 5+350 – STA. Prinsip Umum Kurva S (Kurva Kemajuan) D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 20 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . upah tenaga kerja dan peralatan setelah terlebih dahulu menentukan asumsi-asumsi faktor-faktor serta prosedur kerjanya. Umum Rencana Anggaran Biaya merupakan perkiraan besarnya biaya yang diperlukan untuk membiayai pelaksanaan hasil pekerjaan dilapangan. Perhitungan volume ini didasarkan pada perencanaan profil melintang (Cross Section) dan profil memanjang (Long Section).

maka pengeluaran dari sumber daya untuk setiap satuan waktu condong untuk memulainya dengan lambat. meter kubik. Upah Buruh / Man Powers c. Perencanaan dan Pelaporan Kemajuan Seperti halnya pada bagan balok. minggu.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Biaya Tidak Terduga / Contigencies c. Bentuk kurva S yang khas itu berguna untuk pemandu kemajuan setiap satuan dari waktu (hari. b. yaitu :  Biaya Langsung (Direct Cost). 2. Biaya proyek konstruksi yang dibahas disini adalah biaya estimasi detail yang dibuat oleh kontraktor. sedang biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak secara langsung berhubungan dengan pekerjaan konstruksi tetapi harus ada dan tidak dapat dilepaskan dari proyek tersebut. kurva S dapat memperlihatkan beberapa aspek dari rencana proyek. dari kemajuan yang direncanakan dan dari rencana saat ini dan saat mendatang dari manajemen proyek. Biaya Overhead b.+10. bulan dan lain-lain) untuk mendapatkan suatu kemajuan kumulatif. maka kemajuan yang sebenarnya dapat digambarkan dan dibandingkan dengan apa yang direncanakan didasarkan pada kemiringan kurva kemajuan yang sebenarnya. Biaya Bahan / Material b. jam kerja orang yang telah dijalani atau setiap ukuran lainnya yang memberikan suatu manfaat. meningkat curan di bagian tengahnya dan kemudian mendatar bila telah dekat dengan puncaknya (akhir). sebaiknya tidak dibuat tanpa memiliki pengertian yang baik mengenai sebab dari deviasi. 5+350 – STA. Kemajuan itu dapat diukur menurut jumlah nilai uang yang telah dikeluarkan. Pada sebagian besar proyek. berkembang ke puncak dan kemudian berkurang secara berangsur-angsur bila telah mendekati pada ujung akhir.350 Di Jawa Timur Kurva S secara grafis menyajikan beberapa ukuran kemajuan kumulatif pada suatu sumbu tegak terhadap waktu pada sumbu mendatar. survei kuantitas dari pekerjaan ditempat itu.9. Segera setelah proyek itu berlangsung. JENIS-JENIS BIAYA PROYEK : Biaya proyek konstruksi dibagi menjadi 2 (dua) kelompok. Hal ini menyebabkan kemiringan dari kurva kumulatif itu dimulai dengan agak landai pada awal. Biaya Peralatan / Equipments Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost). Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam membuat estimasi biaya proyek adalah : 1) Menghitung volume / kwantitas pekerjaan 2) Menghitung harga satuan D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 21 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . bilamana ada. Proyeksi. terdiri dari : a. dan lain-lain) atau sebagai persentase dari jumlah kuantitas yang diperkirakan untuk diukur. terdiri dari : a. Masing-masing hal ini dapat dinyatakan baik menurut pengertian satuan-satuan sebenarnya (rupiah. Keuntungan / Profit  Biaya langsung adalah biaya yang langsung berhubungan dengan pekerjaan konstruksi / bangunan.

Pada umumnya biaya tidak terduga ini diperkirakan antara ½% sampai 5% dari biaya total kontrak. harga loco atau franco mana. untuk menghitung biaya peralatan yang disewa hal yang diperhatikan adalah ongkos keluar masuk peralatan. biaya fasilitasfasilitas kantor. biaya pembuatan foto dan gambar (as built drawing). kontrol kwalitas (biaya pengetesan). tanah longsor. reparasi besar. Overhead Proyek Biaya overhead proyek meliputi biaya personil dilapangan. bank garansi. biaya pengukuran dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk kegiatan penunjang di lapangan.350 Di Jawa Timur 3) Meghitung biaya langsung Hal-hal yang perlu diperhatikan pada perhitungan biaya langsung adalah : a.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. seperti biaya sewa kantor. Hal-hal yang termasuk dalam biaya tidak terduga dan mungkin bisa terjadi di dalam proyek adalah : a. biaya referensi bank dan biaya iutan anggota asosiasi-asosiasi dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan untuk kegiatan penunjang di kantor. pajak. penginapan. gedung. dan dalam menghitung biaya bahan bangunan harus diperhatikan bahan sisa/yang terbuang. 5) Menghitung biaya tidak terduga : Biaya tidak terduga adalah biaya untuk kejadian-kejadian yang mungkin bisa terjadi dan mungkin bisa tidak terjadi. Overhead Kantor Biaya untuk menjalankan suatu kegiatan proyek. b. Peralatan. atau didatangkan dari daerah lain. bunga bank. serta cara pembayaran kepada supplier. Misalnya terjadinya banjir. untuk menghitung upah buruh harus dibedakan apakah upah harian. gaji extra dan hal lain yang disepakati dengan buruh pada saat mulai kerja. upah borongan per unit volume atau upah borongan keseluruhan. 4) Menghitung biaya overhead : Biaya overhead dapat digolongkan menjadi 2 (dua) jenis biaya. Kesalahan D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 22 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . honor pegawai kantor. kebakaran dan sebagainya. ongkos operator yang menjalankan peralatan. peralatan bantu yang umumnya habis/terbuang setelah proyek selesai. Bahan Bangunan. dimana sulit untuk memprediksi besarnya biaya tersebut tetapi harus juga diperkirakan / dianggarkan untuk hal-hal tersebut terjadi. fasilitas sementara di proyek (kantor. biaya rapat (meeting). badai. penerangan. Dalam mengupah buruh hal yang perlu diperhatikan juga adalah undangundang perburuhan yang berlaku saat itu. meliputi : a. komunikasi. Dalam menentukan upah buruh selain tarip upahnya yang perlu diperhatikan faktor-faktor kemampuan dan kapasitas kerjanya. dan mencari harga terbaik yang masih memenuhi syarat dalam dokumen lelang. Upah buruh. Perlu diantisipasi juga apakah buruh yang dipekerjakan didatangkan dari daerah sekitar lokasi proyek. b. c. depresiasi. ijin bangunan.+10. pagar. transportasi dan sebagainya). ijin-ijin usaha. 5+350 – STA. biaya pemeliharaan dan ongkos mobilisasi peralatan. biaya bahan bakar dan spare part peralatan serta biaya reparasi peralatan. hal ini menyangkut ongkos transport. Sedang untuk peralatan yang dibeli hal yang perlu diperhatikan adalah bunga investasi. biaya prakwalifikasi.

Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. maka perlu diperkirakan biaya tidak terduganya.350 Di Jawa Timur Kesalahan yang bisa terjadi oleh sebab kealpaan kontraktor dalam memasukkan beberapa pos pekerjaan. sedang resiko adalah satu-satunya biaya yang dapat kita tambah atau kita kurangi. Hal ketidak pastian ini timbul karena interpretasi subyektif terhadap isi dokumen lelang. 2. tetapi dari pos pekerjaan yang lain kita bisa dapat tambahan. di dalam laporan Tugas Akhir ini menggunakan MS Project 2007 Didalam pelaksanaan dan pembuatan Network Planning adanya kepastian tentang jenis pekerjaan/kegiatan. Ketidak pastian yang subyektif. Hubungan antar kegiatan 3. Seberapa jauh kita bisa mengurangi faktor resiko dan faktor keuntungan dapat dipelajari dengan strategi pelelangan. Inventarisasi kegiatan 2. Dalam hal ini perlu tidaknya penggunaan sheet pile ditentukan oleh faktor tinggi rendahnya muka air tanah pada waktu pondasi dibuat. Penyusunan Network Diagram D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 23 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . dimana ketidak pastian itu ditentukan oleh obyek diluar kemampuan manusia. Ketidak pastian tentang perlu tidaknya suatu pekerjaan dilakukan atau tidak. makin sering kita mengikuti pelelangan kita tahu strategi dan standard biaya untuk pelaksanaan sehingga kita dapat mengurangi faktor-faktor tersebut. 6) Menghitung keuntungan : Keuntungan adalah hasil jerih payah dari keahlian ditambah hasil dari faktor resiko. Diusahakan dalam setiap pelaksanaan proyek variasi efisiensi sekecil mungkin. Variasi efisiensi dari sumber daya yaitu efisiensi dari buruh. jadwal pelaksanaan dan pemakaian sumber daya yang meliputi : 1.10 Network Planning Network planning adalah salah satu model yang digunakan dalam penyelenggaraan proyek yang dapat memberikan informasi tentang urutan kegiatan – kegiatan yang ada dalam Network Diagram. d. b. misalnya perlu tidaknya memasang sheet pile untuk pembuatan pondasi.+10. Bagi kontraktor faktor keuntungan ini yang diharapkan walaupun ada resiko yang harus ditanggung. peralatan dan material yang bisa terjadi pada suatu proyek. umumnya mengenai merk suatu barang yang ditafsirkan secara subyektif sehingga akan mengakibatkan fluktuasi harga yang berbeda. jadi pos keuntungan harus ada dalam setiap penawaran yang diajukan oleh kontraktor dan besarnya keuntungan tersebut tidak secara implisit kelihatan besar nilainya dan kontraktor sendiri yang tahu berapa besarnya keuntungan yang diperoleh. Dan yang tidak termasuk keuntungan adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk pelaksanaan proyek. c. Efisiensi yang bisa kita laksanakan akan sangat berpengaruh terhadap biaya tidak terduga dan akan menambah keuntungan. maka untuk memenangkan suatu pelelangan faktor keuntungan ini yang biasanya dikurangi. disebabkan gambar yang kurang lengkap. 5+350 – STA. Penentuan waktu 4. Variasi efisiensi. Ketidak pastian yang obyektif.

hanya saja tidak membutuhkan duration dan resources tertentu.   dummy./event bentuknya merupakan lingkaran bulat artinya saat. b. pendek maupun kemiringan anak panah sama sekali tidak mempunyai arti dalam pengertian letak pekerjaan. anak panah sejajar. Tenggang Waktu 2. 3. Aktivitas – aktivitas apa yang mendahului dan aktivtas – aktivitas apa yang mengikuti. peristiwa atau kejadian: adalah permulaan atau akhir dari satu atau lebih kegiatan kegiatan arrow.  Arrow. dalam pengertian penting tidaknya suatu peristiwa. sehingga apabila terjadi hambatan maka data akan diketahui kegiatan mana yang mengalami keterlambatan. equipment. dan resources yang dibutuhkan dari aktivitas – aktivitas itu 6.350 Di Jawa Timur 5. Waktu. Sebelum menggambarkan diagram Network perlu diingat : 1.+10. Panjang. bentuknya merupakan anak panah yang bartinya aktivitas/kegiatan : adalah dimana sesuatu pekerjaan atau tugas dimana penyelesaiannya membutuhkan “duration” (jangka waktu tertentu) dan “resources” (tenaga. Kepala anak panah menjadi pedoman rah dari tiap kegiatan itu 7. 2. Besar kecilnya lingkaran juga tidak mempunyai arti.8. banyaknya duration maupun receources yang dibutuhkan. Penentuan Jalur Kritis 6.2 Hubungan antar symbol Notasi yang dipakai dalam hubungan antar symbol ini adalah sebagai berikut : D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 24 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . material dan biaya) tertentu. bnetuknya merupakan anak panah terputus – putus yang artinya kegiatan semu atau aktivitas semu : adalah bukan kegiatan/aktivitas. node. 2.11 Network Diagram Network Diagram adalah visualisasi proyek yang berisi lintasan kegiatan dan urutan peristiwa yang berisi lintasan kegiatan dan urutan peristiwa yang saling terkait. serta mengalami lintasan kritis yang memerlukan penanganan segera. 2.1 Simbol Simbol – symbol yang digunakan pada Network Diagram adalah sebagai berikut : a. c. 5+350 – STA. 4.11. Aktivitas – aktivitas itu dibatasi saat mulai dan saat selesai 5. merupakan kegiatan di lintasan kritis  double (critical patch) d. Aktivitas – aktivitas apa yang dapat bersama – sama. biaya.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.

Dengan dikenalnya peristiwa – peristiwa tersebut maka akan mudah dapat dinilai arah kemajuan proses pelaksanaan proyek.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. 5+350 – STA.12 Nomor Peristiwa Nomor peristiwa adalah angka atau huruf atau kumpulan huruf yang ditulis pada ruang kiri sebuah lingkaran yang merupakan symbol peristiwa yang ada dalam Network Diagram. Dipakai sebagai urutan – urutan proses perhitungan paling awal (SPA) dan perhitungan saat paling akhir (SPL) semua peristiwa yang ada dalam sebuah Network Diagram. Untuk mengetahui saat awal dan saat akhir semua kegiatan yang ada dalam sebuah proyek dan untuk mengetahui saat awal dan akhir proyek. dan bila terjadi perubahan waktu D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 25 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya .13 Analisa Waktu Analisa waktu dalam penyelenggaraan proyek adalah mempelajari tingkah laku pelaksanaan kegiatan selama penyelenggaraan proyek. huruf atau kumpulan huruf pada ruang kiri sebuah symbol peristiwa yaitu : 1. 2. Dalam hal ini. Sebagai pengenal identitas peristiwa yang bersangkutan untuk membedakan suatu peristiwa dengan peristiwa yang lainnya membedakan yang ada dalam sebuah Network Diagram yang sama.350 Di Jawa Timur SPAi i SPLi X (L) SPAj i SPLj X : Nama Kegiatan i : Nomor peristiwa awal j : Nomor peristiwa akhir L : Waktu pelaksanaan suatu kegiatan SPAi : Saat paling awal peristiwa awal mungkin terjadi SPALi : Saat paling lambat peristiwa awal boleh terjadi SPAj : Saat paling awal peristiwa akhir mungkin terjadi SPALj : Saat paling lambat peristiwa akhir boleh terjadi 2. SPA dan SPL tersebut masing – masing mengisi ruang kanan atas dan ruang kanan bawah yang ada dalam lingkaran yang menyatakan peristiwa – peristiwa yang ada dalam Network Diagram tersebut 4. Dummy tersebut dinyatakan atau didentifikasikan menurut nomor peristiwa yang mengapitnya atau membatasinya pada awal dan pada akhir kegiatan atau Dummy yang bersangkutan 3. Dengan analisa waktu diharapkan bisa ditetapkan skala prioritas pada tiap tahap.+10. Tujuan pemberian angka. Sebuah pengenal kegiatan atau Dummy atau penghubung peristiwa. 2.

Manfaat ditetapkannya SPA adalah untuk mngetahui saat paling awal mulai pelaksanaan kegiatan – kegiatan yang keluar dari peristiwa yang bersangkutan.+10. maka saat paling awal tersebut (SPAj) adalah saat selesai paling awal kegiatan tersebut.14 Saat Paling Awal (SPA) Saat paling awal adalah saat paling awal suatu peristiwa mungkin terjadi. 5+350 – STA. 2. Jika ada satu kegiatan menuju ke sebuah peristiwa. Saat selesai paling awal sebuah kegiatan diperoleh dengan menjumlahkan saat mulai paling awal dan lama kegiatan yang bersangkutan. dan tidak mungkin terjadi selamanya. SPAj i SPLj Keterangan : SPAj = SPAj yang terbesar diantara 3 kegiatan D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 26 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . SPAi i SPLi X (L) SPAj i SPLj Keterangan : SPAj = SPAi + L Jika terdapat lebih dari satu kegiatan yang menuju sebuah peristiwa. maka saat awal peristiwa tersebut (SPAj) adalh dipakai yang terbesar.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.350 Di Jawa Timur pelaksanaan kegiatan segera bisa diperkirakan akibat – akibatnya. sehingga keputusan yang diperlukan dapat segera diambil.

dan ditentukan oleh saat paling awal kegiatan akhir Network Diagram. SPAj i SPLj Ketrangan : SPLj = SPLj yang terkecil diantara 3 kegiattan tersebut 2. Penentuannya dengan cara bergerak mundur dari event terakhir dengan jalan mengurangi. Jadi untuk kegiatan kritis. 5+350 – STA.+10. yaitu SPA peristiwa awal Network Diagram.17 Peristiwa Kritis Peristiwa kritis adalah peristiwa yang tidak mempunyai teggang waktu atau SPAnya sama dengan SPL.15 Saat Paling Lambat (SPL) Saat paling lambat adalah saat paling lambat boleh terjadi. Unsure proyek sama awal Network Diagram dengan syarat SPA awal Network Diagram sama dengan Nol. dan tidak boleh sesudahnya (meskipun itu mungkin) sehingga proyek mungkin selesai pada waktu yang telah direncanakan. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 27 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya .350 Di Jawa Timur 2. 2. maka (SPLj) yang dipakai waktu yang terkecil.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. SPL dikurangi SPA sama dengan nol.16 Umur Proyek Umur proyek ditentukan oleh saat paling awal kegiatan yang dimulai pekerjaan. SPAi i SPLi X (L) SPAj i SPLj yaitu antara (SPLi) dikurangi duration Keterangan : SPLi = SPLj – L Jika berasal lebih dari satu kegiatan.

SPAi i SPLi X (L) SPAj i SPLj SPAi = SPLi SPAj = SPLj Karena kegiatan kritis harus mulai pada suatu awal saja dan harus selesai pada saat akhir saja dan tidak ada alternatif saat lainnya maka berlaku rumus : SPAi + L = SPLi SPAj + L = SPLj Dimana : L SPAi SPAj SPAj SPAj = Lama kegiatan kritis = saat paling awal peristiwa awal = saat paling awal peristiwa terakhir = saat paling awal peristiwa awal = saar paling awal peristiwa terakhir 2. 5+350 – STA.18 Lintasan Kritis Lintasan kritis dalam sebuah Network Diagram adalah lintasan yang terdiri dari kegiatan – kegiatan kritis.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. saat paling awal sama dengan saat paling lambat untuk peristiwa awal maupun akhir dari kegiatan yang bersangkutan atau secara formulatif. Dummy hanya dalam lintasan kritis bila diperlukan lintasan kritis ini dimulai dari sebuah peristiwa awal Network Diagram.350 Di Jawa Timur Peristiwa kritis ini pada Network diagram biasa dilihat atau dikenal dari bilangan pada ruang kanan atas sama dengan bilangan pada ruang kanan bawah dari peristira tersebut.+10. Sifat ini disebabkan karena kegiatan tersebut harus dimulai pada saat (tidak ada mulai paling awal dan tidak ada selesai paling lambat). Dari penjelasan ini dapat disimpulkan. Mungkin saja terdapat lebih dari sebuah lintasan kritis. dan bahkan mungkin saja semua lintasan yang ada dalam Network Diagram kritis semua. sehingga sebuah kegiatan kritis terlambat maka proyek akan mengalami keterlambatan selama 1 hari. Tujuan mengenai lintasan kritis adalah untuk mengetahui dengan cepat kegiatan – kegiatan terhadap keterlambatan pelaksanaan sehingga setiap saat dapat ditentukan tingkat D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 28 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . Kegiatan kritis adalah kegiatan yang sangat sensitive terhadap keterlambatan. peristiwa – peristiwa dan Dummy.

bila kegiatan tersebut dimulai pada saat paling lambat peristiwa awalnya. Bagian – bagian penting dari revolving unit adalah cabin. Indeendent Float sebuah kegiatan adalah jangka waktu antara saat paling awal peristiwa akhir kegiatan yang bersangkutan dengan saat selesainya kegiatan yang bersangkutan. Traver Unit.1 Exavator Exavator adalah sebuah peralatan penggali pengangkat dan pemuat tanah tanpa terlalu banyak berpindah tempat. 5+350 – STA.19 Tenggang Waktu Kegiatan Tenggang waktu kegiatan adalah jangka waktu yang merupakan ukuran batas toleransi keterlambatan kegiatan.20.20 Alat Berat 2.+10. control levers dan operation seat D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 29 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . merupakan bagian untuk berpindah (roda ban atau roda rantai) 2. Free Float sebuah kegiatan adalah jangka waktu antara saat paling awal peristiwa akhir kegiatan yang bersangkutan. Revolving Unit. Bagian pokok excavator adalah sebagai berikut : 1.350 Di Jawa Timur prioritas kebijakan penyelenggaraan proyek yaitu terhadap kegiatan kritis dan hampir kritis. bila kegiatan tersebut dimulai saat paling awal peristiwa awalnya 3. Rumus : TF = SPLi – L – SPA FF = SPAj – L – SPA IF = SPAi – L – SPAj Keterangan : TF = Total Float FF = Free Float IF = Independent Float L = Lama Kegiatan Perkiraan SPAi = Saat paling awal peristiwa awal SPLi = Saat paling lambat peristiwa awal SPAj = Saat paling awal peristiwa akhir SPLj = Saat paling lambat peristiwa akhir 2. 2. bila kegiatan tersebut dimulai saat awal peristiwa awalnya. Total Float sebuah kegiatan adalah jangka waktu antara saat paling lambat peristiwa akhir kegiatan yang bersangkutan dengan selesainya kegiatan yang bersangkutan. 2. merupakan bagian yang berputar dan pusat semua gerakan. Dengan ukuran ini dapat diketahui karakteristik pengaruh keterlambatan terhadap penyelenggaraan proyek dan terhadap pola kebutuhan sumber daya dan kebutuhan biaya Terdapat 3 macam tenggang waktu yaitu : 1.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.

Mengangkat dan Swing 3. makin dalam pemotongan yang diukur dari permukaan tempat excavator beroprasi. c. 3. tetapi waktu ini juga tergantung dari ukuran backhoe. sebaliknya dengan kerja yang berat seperti tanah yang keras excavator menjadi lebih lambat.+10. Attachment merupakan peralatan tambahan yang terpasang pada excavator. a. Faktor mesin Attachment yang cocok untuk pekerjaan itu Kapasitas bucket Waktu siklus yang dipengaruhi oleh kecepatan travel dan system hidrolis. Shovels b. Dragline d. kemampuan operator d. makin sulit pula pengisisan bucket secara optimal dengan sekali gerakan. galian pondasi. Membuang 4. tipe pembuangan c. Dengan demikian untuk memperoleh pengisisan bucket secara optimal diperlukan beberapa kali gerakan yang akan menambah waktu siklus Kapasitas produksi excavator dapat dihitung dengan cara : Q  qx 60 xE Ct D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 30 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . 5+350 – STA. Pengisisan Bucket 2.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.350 Di Jawa Timur 3. Kondisi pekerjaan a. Backhoe adalah merupakan jenis Shovels yang khusus dibuat untuk penggalian tanah dibawah permukaan seperti parit. Jenis – jenis attachment yang dapat digunakan adalah: a. Chamshell Dalam pelaksanaan pekerjaan digunakan attachment backhoe. dan lain lain Waktu kerja dan Siklus Operator Gerakan – Gerakan backhoe dalam beroperasi ada empat macam: 1. Dalam pengoprasian. Perhitungan Produksi Exavator Beberapa factor yang dapat mempengaruhi produktivitas backhoe yaitu: 1. b. Backhoe yang kecil waktu siklusnya lebih cepat. Mengayun balik Empat gerakan dasar tadi akan menentukan lama waktu siklus. keadaan dan jenis tanah b. Factor swing dan kedalaman galian. Backhoe c. pengaturan 2.

350 Di Jawa Timur Keterangan : Q q E Ct = Kapasitas per jam (m3/jam) = Kapasitas per siklus (m3/jam) = Efisiensi = Cycle time (menit) 2. tetapi waktu ini juga tergantung dari ukuran bulldozer. 2.20. Push arm dan Braces yang berfungsi sebagai menjaga kedudukan blade. Tractor bergerak maju sehingga tanah tersayat dan mengumpul di depan blade. Blade adalah merupakan jenis pisau yang khusus dibuat untuk menggusur. 4. Empat gerakan dasar tadi akan menentukan lama waktu siklus. Mengangkat blade setinggi tanah asal dan tractor bergerak maju mendorong tanah hasil kupasan / galian.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Traver unit. Sesampai pada lokasi pembuangan. pendorong dan penggusur tanah. Jenis-jenis attachment yang biasa digunakan adalah :  Blade (pisau)  Ripper  Tilt dozing Dalam pelaksanaan pekerjaan digunakan attachment blade. Blade control (kendali blade) yang fungsinya sebagai pengatur kedudukan atau naik turunnya blade dozer baik secara hidrolis ataupu secara 5. Memasukkan mata pisaunya ke dalam tanah sesuai rencana. 2. 3. 3. Kabel. Waktu Kerja dan Siklus Bulldozer Gerakan-gerakan bulldozer dalam beroperasi ada empat macam : 1. Bagian pokok dari bulldozer adalah sebagai berikut : 1. sebaliknya dengan kerja medan yang berat seperti tanah yang keras gerakan bulldozer menjadi lebih lambat. Dozer Blade yang terdiri dari mold board yang berbentuk lengkung dan cutting edge yang terbuat dari baja keras.2 Bulldozer Bulldozer adalah sebuah traktor yang telah dilengkapi dengan peralatan yang dipasang khusus (attachment) dozer sebagai alat penggali. 5+350 – STA. merupakan bagian untuk berpindah (roda ban atau roda rantai). D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 31 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya .+10. Bulldozer yang kecil waktu siklusnya akan lebih cepat. blade diangkat lagi ke atas secukupnya sehingga tanah tertinggal melalui bagian bawah cutting edge sehubungan dengan gerak maju traktor. Gerak maju traktor dihentikan saat tanah di depan blade telah habis dan tractor berjalan mundur untuk persiapan penggalian berikutnya. peralatan tanah timbunan dan striping / pengupasan tanah. 4.

20.350 Di Jawa Timur Perhitungan Produksi Bulldozer Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktifitas bulldozer yaitu : 1.3. Memuat bahan / material ke lokasi (Variable Time). Kapasitas produksi bulldozer dapat dihitung dengan cara : Q=qx xE Kapasitas per jam (m3/jam) Kapasitas per siklus (m3/jam) Efisiensi Cycle time (menit) Keterangan : Q = = q E = Ct = 2. menunggu sambil dimuat. sebaliknya dengan dump truck yang besar waktu siklusnya pun akan lambat. Dump Truck yang kecil waktu siklusnya akan lebih cepat.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. 5+350 – STA. Faktor cuaca 4. Kapasitas dump truck yang dipilih hendaknya berimbang dengan alat pemuatnya (loader). Perhitungan Produksi Dump Truck Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktifitas Dump Truck yaitu : D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 32 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . menempatkan truck dekat alat pemuat. Faktor material Faktor material sangat berpengaruh sekali dalam produktivitas bulldozer maka untuk itu dalam pelaksanaannya pemakaian jenis peralatan harus disesuaikan dengan jenis materialnya. Faktor peralatan  Attachment yang cocok untuk pekerjaan itu  Kapasitas bucket / blade  Waktu siklus yang dipengaruhi oleh kecepatan travel dan sistem hidrolis 3. tetapi waktu ini juga tergantung dari ukuran / jenis Dump Truck.+10. Dump Truck Dump Truck adalah sebuah alat pengangkut bahan atau material yang mana penggunaannya masing-masing jenis tergantung keadaan dan kebutuhan lapangan. Kondisi lapangan / pekerjaan  Keadaan dan jenis tanah  Tipe pembuangan  Kemampuan operator  Manajemen 2. Gerakan-gerakan dasar tadi akan menentukan lama waktu siklus. (Fixed Time). Menunggu untuk dimuat. Waktu Kerja dan Siklus Dump Truck Gerakan-gerakan dump truck dalam beroperasi meliputi : 1. 2.

Kondisi lapangan / pekerjaan  Keadaan dan jenis tanah  Tipe pembuangan  Kemampuan operator  Manajemen 2. Faktor cuaca 4. Faktor material Kapasitas produksi dump truck dapat dihitung dengan cara : Q=qx xE Keterangan : Q = Kapasitas per jam (m3/jam) q = Kapasitas per siklus (m3/jam) E = Efisiensi Ct = Cycle time (menit) 2. 5+350 – STA. Perhitungan Produksi Vibro Roller Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Vibro Roller yaitu : 1.350 Di Jawa Timur 1.20. Faktor peralatan  Attachment yang cocok untuk pekerjaan itu  Kapasitas alat 3.4 Vibro Roller Vibro roller adalah sebuah alat penggilas pemadat bergetar yang fungsinya untuk menggetarkan tanah yang akan dipadatkan supaya kaitan butir pada tanah menjadi lepas dan menyusun diri kembali menjadi butir yang lebih rapat. Faktor material Kapasitas produksi Vibror Roller dapat dihitung dengan cara : Volume tanah yang dipadatkan Qv = Qv’ x E Dengan ketentuan : D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 33 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . Faktor cuaca 4.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Kondisi lapangan / pekerjaan  Keadaan dan jenis tanah  Tipe pembuangan  Kemampuan operator  Manajemen 2.+10. Faktor peralatan  Attachment yang cocok untuk pekerjaan itu  Kapasitas bucket / blade 3.

sebagai mana yang tercantum dalam daftar analisa harga satuan sesuai dengan jenis pekerjaannya.21. Perhitungan Kapasitas Produksi Perhitungan kapasitas produksi didasarkan koefisien tenaga kerja yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Propinsi Jawa Timur.350 Di Jawa Timur Qv’ = Keterangan notasi : Qv = Produksi peralatan (m3/jam volume material yang dipadatkan) Qv’= Produksi maksimum (m3/jam volume material yang dipadatkan) W = Lebar gilas (Km/jam) V = Kecepatan gilas (Km/jam) H = Tebal material yang dipadatkan (m) N = Jumlah lintasan (laluan) E = Total faktor (Job efisiensi) 2. 5+350 – STA.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. sebagai mana yang tercantum dalam daftar analisa harga satuan. D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 34 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya .+10. Kapasitas Produksi per hari dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Kapasitas Produksi per hari = Untuk menghitung atau menentukan kebutuhan bahan (atas dasar perbandingan volume) dapat dicari dengan menggunakan perhitungan koefisien bahan yang terdapat pada daftar analisa harga satuan yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Propinsi Jawa Timur.

Pek.+10.350 Di Jawa Timur BAB III METODOLOGI 3.1.  URAIAN JENIS PEKERJAAN : Dari data-data tersebut maka semua jenis pekerjaan di inventarisasi dan dikelompokkan / dibagi sedemikian rupa agar mempermudah penyusunannya. Pek. data perencanaan yang dilanjutkan dengan survey lapangan. Pemadatan d.  PENGUMPULAN DATA : Di ambil dari instansi / konsultan yang berupa peta lokasi. harga bahan dan harga sewa alat berat pada daerah setempat  NETWORK PLANNING : Menggunakan MS Project ntuk mengetahui waktu pelaksanaan dan lintasan kritis. Persiapan b. tenaga kerja maupun alat berat dari tiap-tiap jenis pekerjaan yang berdasarkan dari buku-buku yang berhubungan dengan bidang ke-PUan. Jalan  ANALISA PEKERJAAN : Menganalisa waktu.  KESIMPULAN : Dari uraian diatas akhirnya dapat diketahui metode pelaksanaan. 5+350 – STA. Pek.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA. Adapun pembagian adalah sebagai berikut : a. Pek. Pengurukan c.  RENCANA ANGGARAN BIAYA : Menghitung seluruh biaya pembuatan jalan toll yang berdasarkan upah kerja. PENJELASAN  PERSIAPAN Mempersiapkan judul dari Proyek Akhir dan kelengkapan administrasinya. waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk membangun ruas jalan Tol Mojokerto-Kertosono D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 35 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . baik dari kampus maupun instansi terkait lainnya.

Mutu. Waktu. 5+350 – STA. Tenaga 2. Bahan 5.Waktu pelaksanaan 2. Penggunaan sumber daya Kajian data : 1. Data jenis pekerjaan 3. Dana 3. Peralatan 4.350 Di Jawa Timur 3.+10. Waktu Kesimpulan dan Saran FINISH D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 36 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . biaya pelaksanaan Mengatur Manajemen : 1. Lokasi proyek 2.2 BAGAN ALIR START Identifikasi Masalah Studi Literatur Pengumpulan data: 1. Data geometri 3. Metode Biaya.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.

Jakarta 1992 Wahana Komputer.+10. ALAT – ALAT BERAT DAN PENGGUNAANYA. PANDUAN APLIKATIF PENGELOLAAN PROYEK DENGAN MICROSOFT PROJECT 2007 Penerbit ANDI OFFSET/2008/SEMARANG D4 Teknik Sipil Bangunan Trasportasi 37 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya . 2.1998 Rochmanhadi. 5+350 – STA. Suharto.350 Di Jawa Timur DAFTAR PUSTAKA 1. MANAJEMEN PROYEK: Dari Konseptual sampai Operasional. 3. Departemen Pekerjaan Umum. Imam. Erlangga Jakarta.Proposal Tugas Akhir Manajemen Pelaksanaan Pembangunan Jalan To Mojokerto-Kertosono STA.