http://nhawyr.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum-biologi-dasar.

html

LAPORAN LENGKAP
OLEH Nama : Munawir Nasir NIM/Kelas : 091 404 015 / A Jurusan : Biologi Kelompok : I (Satu) Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar 2009 LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul : Cara Menggunakan Mikroskop Percobaan Lazzaro Spallanzani Pengamatan Mikroskopis Anatomi Hewan Vertebrata Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Respirasi Kebakaan Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Makassar, Desember 2009 Koordinator Asisten,

Suhaedir Bachtiar,S.pd.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh asisten/ koordinator asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Oktober 2009 Koordinator Asisten, Asisten, Suhaedir Bachtiar,S.pd. M. Irwan

NIM. 061404008

Mengetahui, Dosen Penanggung Jawab Drs. H. Hamka L., M.S. NIP. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah banyak ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satu penemuan itu adalah mikroskop. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari 0.1 mm), misalnya bagian-bagian dari sebuah sel. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan denga sel tumbuhan. Kemahiran dan ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baikbaik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop sederhana yang biasa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya pengganti matahari. Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop. Namun setiap mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkanberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua buah titik. B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu agar kita sebagai mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana. C. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa, masyarakat dan umum dapat lebih mengenal tentang mikroskop dan mengetahui teknik penggunaan mikroskop yang benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil mikroorganisme (Kusnadi,

2003). Kata mikroskop bersal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Alat utama dalam mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler. Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, tebalik dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula (Anonim, 2009). Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000). Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik. Mikroskop optik dapat dibedakanmenjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop stereo atau binokuler. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan trans paran. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Mikroskop binokuler atau stereo digunakan un tuk pengamatan yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim Pengajar, 2009). Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat bendabenda kecil kelihatan lebih besar dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian (Goldsten, 2004). Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek (Abercombie, 1933). Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur (W. lay. 1992). BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Waktu praktikum

16 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Kain planel baru c. Alat dan Bahan 1. 2. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) b. Pipet tangan 2. b.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. berisi : 1. Daun labu (Cucurbita moschata) d. c. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus 2. Tusuk gigi 2.30 sd. d. Pinset 5. B. Menyiapkan Mikroskop a. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. Memperhatikan keadaan ruang praktikum.1. buku penuntun dan catatan. Membuka kotak peralatan. keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup. Air suling b. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu : 1. Cawan petri 4.03. Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring. Alat yang disediakan oleh mahasiswa a. kotak peralatan dengan isinya. darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain. Alat yang disediakan oleh laboratorium a. Bawang merah (Allium cepa) C. Daun waru (Hibiscus liliaceus) c. . Mikroskop biologi b. Pisau silet baru b. bahan-bahan untuk praktikum. Kapas atau kapuk 2. Kaca penutup 3. Bahan yang disediakan oleh laboratorium a. Bahan Adapun bahan dari percobaan ini yaitu : 1. kiri. Prosedur Kerja 1. Kertas saring atau kertas hisap c. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan. Bahan yang disediakan oleh mahasiswa a.Hari/tanggal : jumat. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan. Kotak peralatan. Lap katun d. Kaca benda 2. Buku gambar dan pensil e. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop.

3. Jika terangnya tidak merata. dan 3. Kalau terlalu silau. Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan nampak medan bundar putih (medan pandang). Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahanlahan. daun labu. Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air.1.6. Jika jarak itu longgar. Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan 3.4. 3. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan. maka kita memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum 5-10 mm. kalau tubus telah terangkat setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan. 2. Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari. 2. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin. Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut. 4. jarak objektif dengan meja sediaan mengecil.5.3. kita mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng.6.4. Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah. 4.2. 4. 4.4.5. 3. Untuk bahan daun waru. 2. 3.1. maka kita mengulangi langkah 3. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang meja. maka kita membuka diafragma. kemudian sebaliknya.2. pasang lubang lebih besar pada lempeng. berarti terlewatkan. 3. maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer. Memasang preparat buatan pada meja sediaan dan mengamati seperti langkah 3. Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi atau pinggir yang berlawanan.3 kembali. Mengganti Perbesaran . Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air. kita mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat. 4. Menyerap kelebihan air yang merembes di tepi kaca dengan kertas saring. maka kita menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata.5. tubus turun.5.2. dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil bagian epidermisnya.3. Mengeluarkan preparat yang telah diamati.2. menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang.3. 2. dan mengirisnya setipis mungkin. 3.3. 5. 3. Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik. Sedangkan untuk bawang merah. kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur.Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung. maka kita meneropong terus sambil memutar mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya. Membuat Preparat Sederhana 4. 3. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun.4. 4. Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan.

Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup. 5. 5. Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4.3. iii.1. 3. menurunkan tubus serendah mungkin.5. vii. Hasil Pengamatan .2. Apabila pengamatan sudah berhasil.6. 3.4.4 dan 3. Makrometer 3. Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan. Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya.3. Menyimpan mikroskop ke dalam kotak mikroskop.1 sampai 4. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia. 5. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya. Kaki 9.6. Penggerak mekanik 6. Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop. 5. Okuler 2. Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya. Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran) 5. kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari.Mikroskop Biologi Keterangan : 1. sampai berhasil. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Lengan 5. Mikrometer 4. iv.7. Sumbu inklinasi 7.5 lanjut ke 5. bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan jangan menyentuh posisi preparat atau tubus.1. Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati. perhatikan hal-hal berikut : i. 3.2. 5.3.4. v. Kondenser . memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah 3. 5. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. ii.5. vi.5. Diafragma 11. Cermin 10. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 5. Pengatur kondenser 8.

10. Tubus atau tabung okuler. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang. Makrometer. Revolver atau pemutar objektif. 9. 6. Tubus a. alat pengatur letak kaca benda pada meja. 12. 13. Lensa okuler. Daun Labu (Cucurbita maschata) d. 2. alat penangkap dan pamantul cahaya. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus. Bawang merah (Allium cepa) b. 7. Cermin. 8. pengatur halus. tempat bersendi lengan mikroskop. Pembahasan Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil. pada ujung atasnya terdapat lensa okuler. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) B. 16. lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan. 17. sebagai alas tempat tumpuan berdiri. 11. 5. 4. berupa lensa-lensa dan cermin. Lubang meja sediaan. Meja sediaan 13. Penggerak Mekanis. Lengan atau pegangan mikroskop. Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak. Sengkeling. Revolver 16. bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor. pengatur kasar. Kaki mikroskop. Diafragma. Kondensor. Lensa objektif. yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan. Pengatur kondensor. penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass). Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan komponen tersebut. Daun Waru (Hibiscus liliaceus) c. Tiang. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar. Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti : 1. tempat meletakkan kaca benda (objek glass). 14. Lensa objektif 15. yang dipegang bilamana diangkat. 3. Meja sediaan. yang diintip oleh mata pengamat. menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya. menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya. Sengkeling 14. atau pegangan dengan sumbu inklinasi.12. alat yang dapat ditutup dan dibuka. pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke kondensor. lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif. Pada percobaan ini kami hanya mengambil satu sampel bahan percobaan yaitu bawang merah . 15. Mikrometer. cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran.

Bogor: CV. Mikro biologi. Jurusan Biologi FMIPA UNM. http://id. M. 1992.(Allium cepa). W. 2. Kamus Lengkap Biologi. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Raja Wali. 2003. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2. PERTANYAAN 1. Asisten: Sebaiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan berlangsung. Jakarata: Erlangga. Jakarta. 3. kita bisa mengamati pola pemisahan yang lebih jelas dan bagian-bagian dari epidermis Allium cepa tersebut terlihat lebih kompleks. Diakses tanggal 17 Oktober 2009. N. Kusnada.wikipedia. serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana A. PT Ikrar Mandiri Abadi. Makassar. Mikrobiologi. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda renik). sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. Tulis fungsi bagian mekanik ! . Sedangkan pada pembesaran yang lebih kuat. Tulis nama bagian optik dari mikroskop ! 2. Tim Pengajar. Anonim. I993.A. 2004. Tulis nama bagian mekanik dari mikroskop ! 3. Laboratorium: Sebaiknya alat-alat yang disediakan laboratorium diperhatikan. Mahasiswa mampu mengenali dan mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi dan fungsinya masing-masing. Bandung: Jica. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Dkk. Mikroskop. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan. dan kami mengamati sampel tersebut dengan tiga macam perbesaran seperti yang terlihat pada gambar. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. 2000. Lay. 2009. Mahasiswa: Praktikum mikroskop ini harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan biologi. Dari gambar tersebut kita dapat melihat bahwa pada pembesaran lemah terlihat hanya bagian kecil dari epidermis Allium cepa tersebut dan pola-pola epidermis Allium cepa masih kurang jelas pemisahannya. Campbell. Goldsten. 2009. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah : 1.org/wiki/mikroskop. DAFTAR PUSTAKA Abercombie. Jakarta: Erlangga. Philip.

g. Mikrometer d.4. Mikrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara halus. Makrometer c. Lengan b. Makrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara kasar. Pengatur kondensor g. maka kaca benda harus digeser ke arah yang berlawanan dengan bayangan. Kalau bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. 4. terbalik dan diperbesar. h. Kaki mikroskop 3. Cermin c. c. yaitu : b. b. karena bila lensanya sudah tergores bila digunakan akan membentuk bayangan lain yang menyebabkan bayangan dari sediaan tidak jelas lagi. 5. e. Kondensor d. yaitu : a. Meja sediaan berfungsi sebagai tempat meletakkan kaca benda. Pengaruh negatif terhadap mikroskop apabila lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar adalah lensa dapat menjadi buram dan bahkan akan tergores sehingga lensa mikroskop sudah tidak baik lagi untuk digunakan. Bagian optik dari mikroskop. . ke arah manakah kaca benda/sediaan harus digeser? Mengapa? 5. f. Lensa okuler 2. Apabila bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. Sengkeling berfungsi sebagai penjepit atau pengatur letak sediaan. Penggerak mekanik e. Penggerak mekanis berfungsi sebagai alat pengatur letak kaca benda pada meja. Lensa objektif e. Fungsi bagian mekanik : a. Tubus berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa okuler pada ujungnya. Revolver j. Sumbu inklinasi f. Tulis pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar? Jawaban : 1. Meja sediaan k. d. Sengkeling i. Bagian optik dari mikroskop. Tubus l. karena sifat lensa okuler yang menerima bayangan dari lensa objektif yaitu maya. Revolver berfungsi sebagai cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. Diafragma h. Pengatur kondensor berfungsi sebagai alat untuk menaikkan atau menurunkan kondensor.

Latar Belakang Pada dasarnya manusia memiliki daya berpikir dan rasa ingin tahu yang tinggi termasuk dari mana awal kehidupanya di muka bumi. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan. M. khususnya menjawab pertanyaan di atas. Dosen Penanggung Jawab Drs.S. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Ada halhal yang masih menjadi misteri. Karena rasa ingin tahu yang tinggi maka mereka menggunakan kecerdasannya untuk mengungkap asal mula kehidupan.pd. Hal ini yang mendorong para peneliti melakukan percobaan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupa.. Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati. maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan. Asisten. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat. Makassar. Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar mampu mengambil kesimpulan dan mengetahui seluk-beluk dan teori asal-usul kehidupan yang benar. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak.S. C.LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Percobaan Lazzaro Spallanzani” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Asal-usul kehidupan menurut pandangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya terkuak. ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya. Suhaedir Bachtiar. Erni Majid NIM. 061404038 Mengetahui. H. NIP. . Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya dengan berbagai teori dan percobaan. Oktober 2009 Koordinator Asisten. B. Hamka L. Tujuan Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi.

tetapi Spallanzani tidak merasa puas bahwa sumbat buatan itu dilalui udara. maka ia mendidihkan air kaldu kemudian menutup rapat-rapat sehingga tidak dimasuki apapun dari luar. seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea). Dalam melakukan percobaannya. Spallanzani menyimpulkan bahwa animakules dapat terbawa udara kedalam kaldu itu dan inilah penjelasan tentang adanya abiogenesis yangdisangka benar itu.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertanyaan yang selalu tmbul bagi bagi para pemikir filosofis dan kaum naturalis adalah asal mula terjadinya kehidupn di bumi ini. teori Kosmos. Selain Aristoteles. salah seorang ilmuwan yang membantah teori Abiogenesis. John Needham. 1999) . 1982) Beberapa orang tetap tida percaya terhadap hasil eksperimen Redi dan Spallanzani. Sampai sekarang hal tersebut masih merupakan teka-teki yang belum dapat dipecahkan. Tabung pertama dibiarkan terbuka. Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi. Lazzaro Spallanzani. diantaranya Francesco Redi. 2009). 1991) Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”. teori Biogenesis. Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut. telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim Pengajar. Peneliti-peneliti terdahulu menutup labunya dengan sumbat gabus. para ilmuan lainnya seperti Antonie van Leeweunhoek dan John Needham (1713-1781) juga mendukung teori Abiogenesis tersebut. Ternyata setelah beberapa waktu pada tabung pertama terdapat organisme dan pada tabung kedua tidak terdapat organisme (Janice. 2003). 2003). Di dalam kaldu yang sudah dipanaskan dengan baik. biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru (Anonim. dan terpaksa melakukan penyegelan yang rapat udara ia perhatikan bahwa. Makhluk-makhluk renik yang tiba-tiba muncul pada makanan yang membusuk sebagiannya timbul dengan sendirinya maka Lazarro Spallanzani mencoba membuktikan bahwa mikro organisme tidak muncul dengan sendirinya. 2004). Jika itu tetap bening dan steril maka generasi spontanea tidak dapat terjadi (Kimbal. macam-macam pandangan telah dikemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. sedangkan tabung yang kedua ditutup. Sesudah kaldu itu dibiarkan untuk waktu yang lama terdapat retakan kecil pada gelas yang kemudian diikuti dengan perkembbangan animakuler (Stenier. Setelah dipanaskan kedua tabung tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Namun pandangan tersebut masih merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah (Sasmita. merka berpendapat bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontandari benda tak hidup diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani tidak ada karena labu ditutup rapat (Winatasasmita. 2009). teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. Lazzaro Spallansani (keduanya berkebangsaan Italia) dan Louis Pasteur yang berkebangsaan Perancis (Tim Pengajar. Lazzaro Spallanzani memanaskan dua buah tabung yang berisi air kaldu. 1992) Beberapa ahli telah melakukan berbagai usaha untuk melakukan penelitian terhadap pandangan generatio spontanea.

mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. biarkan terbuka (tanpa tutup).BAB III METODE PRAKTIKUM A. Hasil Pengamatan Tabung Tabung I Tabung II Tabung III Tabung IV B W E Bu B W E Bu B W E Bu B W E Bu 1---------------- . segera tutup dengan gabus dan menetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Waktu praktikum Hari/tanggal : Jumat. menyumbat dengan tutup gabus/karet dan manetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutup. 23 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Melakukan pengamatan dan mencatat setiap hari. Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. 03. 4. B. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. 30 ml kaldu cair b. Prosedur Kerja 1. Tabung I. 4 buah tabung reaksi b. tidak memberikan perlakuan.d. selama lima hari. 3. Tabung I. 6. 7. cahaya matahari langsung dan sumber panas lainnya. 5. Korek api C. 1 buah klem kayu f. 2. 2 buah sumbat gabus/karet yang sesuai d. Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 mL. Tabung IV.30 s. Alat dan Bahan 1. Meletakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan menyimpannya di atas meja kerja. 1 buah lampu spiritus e. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. 1 buah rak tabung reaksi c.10 WITA b. 1 potong lilin 2. Tabung III. usahakan terhindar dari gangguan hewan.

Pada tabung III. Hal tersebut menandakan bahwa di dalam kaldu telah terdapat kehidupan suatu mikroorganisme misalnya bakteri. Dari hasil pengamatan selama lima hari... Begitupun pada tabung ke II dan ke III. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah sampai hari kelima. pada . Perubahan warna. Pembahasan Pada tabung I.. Tabung reaksi c. kaldu pada tabung tersebut mulai terdapat endapan pada dan mulai mengalami perubahan bau. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah pada hari pengamatan yang ketiga.+ ++ ++ + .Keterangan : + = Ada Perubahan ..4 + ++ ++ ... Pada tabung pertama dihari terakhir pengamatan terbentuk gelembung/buih . Pada kaldunya memang terdapat endapan.. Pada hari ketiga kaldunya juga mulai mengalami perubahan bau dan juga perubahan warna.+ ++ . Buih e... bau. Kemudian pada hari kedua.+ + . tidak mengalami perubahan dari awal pengamatan sampai hari terakhir pengamatan.. mulai terdapat pengendapan pada hari kedua.5 + +++ ++ . Perubahan warna.. namun pada hari ke-2 telah terdapat endapan.. dan pada hari kelima juga muncul buih pada kaldunya. pada tabung II dimana perlakuan yang diberikan hanyalah menyumbat mulut tabung dengan sumbat karet yang pada hari ke-1 tidak mengalami perubahan. namun endapan tersebut hanyalah tetesan lilin yang merembes masuk pada saat menetesi sumbat karetnya dengan lilin. Endapan ini terus bertambah banyaknya hingga hari kelima.++ .. Pada tabung ini. juga terdapat endapan pada dasar tabung.= Tidak ada perubahan W = Warna E = Endapan Bu = Buih B = Bau Keterangan : a.. Pada tabung IV yang air kaldunya didihkan dan mulut tabungnya disumbat dengan sumbat karet.2--+---+--------3 . Pada hari keempat..+ ++ . Lampu spiritus d. mulai muncul buih pada hari pertama pengamatan. Sumbat karet b. Perubahan bau..+ . warna kaldu pada tabung tersebut mulai berubah menjadi keruh. Endapa B. Kemudian pada hari keempat mulai terdapat buih pada kaldunya.. dimana air kaldunya hanya didihkan di atas lampu spiritus selama 10 menit dan tabungnya dibiarkan terbuka. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah hingga hari kelima pengamatan. bau.. dimana tabung ini tidak didihkan dan tidak ditutup.

3. 2003. Dunia Mikrobe I. Walaupun kaldunya dididihkan sehingga mikroorganisme yang ada pada air kaldu mati. Jakarta: Erlangga Pratiwi. Jakarta: Bima Aksara. Laboratorium sebaiknya dapat dijaga kebersihannya bersama sebelum melakukan praktikum. Biologi Tesis. air kaldu pada tabung yang terbuka akan ditemukan organisme karena udara dari luar yang membawa mikroorganisme dapat lebih leluasa masuk sedangkan air kaldu yang perlakuannya dipanaskan dan ditutup rapat tidak ditemukan adanya mikroorganisme karena air kaldu tidak berhubungan langsung dengan udara dari luar. Sebaiiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan sedang berlangsung terutama yang berhubungan dengan api. Hal tersebut merupakan tanda-tanda terdapatnya kehidupan pada tabung tersebut. 2. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2. D. Akibatnya mikroorganisme yang terdapat pada air kaldu mati. dan tidak terdapat gelembung dan endapan.L.tabung tersebut diakhir pengamatan air kaldu menjadi keruh. D. Sedangkan pada tabung ke IV tidak mengalami perubahan apa-apa. http://www. berbuih. Kesimpulan Berdasarkan percobaan ini kami lakukan. Buku Penuntun Biologi. Dra. jakarta: Bharatara Karya Aksara. Air kaldu masih tetap jernih. Sehingga pada tabung tersebut terdapat mikroorganisme. hal tersebut disebabkan oleh perlakuan yang diberikan pada tabung tersebut. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Selain itu tabung tersebut juga ditutup rapat sehingga udara yang berada di luar tabung tidak dapat masuk. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah 1. 2007. Dengan demikian teori abiogenesis yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan. Diakses tanggal 9 November 2007. Dkk 1982. Dengan adanya pengamatan ini dapat dibuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. . BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Akibat perlakuan tersebut mikroorganisme yang terdapat di dalam air kaldu tersebut dapat berkembang.forumsains. Begitu pula pada tabung ke III.com/. Janice. Konsep Hidup dan Kehidupan. Pada tabung kedua terdapat mikroorganisme. Apalagi pada tabung yang ke I yang tabungnya dibiarkan terbuka dan kaldunya tidak dididihkan. Sedangkan pada tabung IV tidak terdapat mikroorganisme karena air kaldu tersebut dipanaskan hingga mendidih. dan terdapat endapan. maka pastilah mikroorganisme tumbuh pada tabung tersebut.A. B. Dimana tabungnya ditutup namun kaldunya tidak dipanaskan. Mahasiswa harus lebih teliti dalam mengamati bahan penelitiannya sehingga hasilnya pun baik. tidak berbau. berbau. Namun karena tabung dibiarkan terbuka menyebabkan udara yang berasal dari luar tabung (lingkungan) yang mana di dalamnya terdapat mikroorganisme dapat masuk ke tabung reaksi. Stonier. racer. Hal tersebut menandakan bahwa dalam tabung tersebut tidak terdapat kehidupan. 2009.

ia menemukan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami. Makassar. manusia belum dapat memberikan definisi dan batasan-batasan yang jelas tentang apa arti hidup sesungguhnya. Jakarta: Erlangga. Biologi Umum. Berikut akan dijelaskan teori-teori tentang asal dan kejadian hidup. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie".1 Aristoteles Teori Abiogenesis pertama kali diajukan oleh Aristoteles (394-322 SM) yang menyatakan bahwa : Makhluk hidup berasal dari benda mati yang secara spontan dapat muncul akibat adanya gaya hidup. bios ("hidup") dan logos ("lambang". yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani. Biologi Universitas jilid 3. "ilmu"). Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan").3 John Needham (1713-1781) . 2003. 2. Teori Abiogenesis (Teori Generatio Spontanea) 2. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Jakarta: Universitas terbuka. Tim Pengajar. W. Makassar. Pendahuluan Dikutip dari Wiki : Kutip Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. yang diambil dari bahasa Arab.Tim Pengajar. Biologi Umum Materi Bagian Pertama. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2009. 1991. 2.2 Antonie van Leeweunhoek Antonie van Leeweunhoek adalah seorang biologis Belanda yang mendukung teori ini. Djamhur. Konsep Hidup dan Kehidupan I. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Pun demikian. Berdasarkan hal tersebut van Leeweunhoek mengatakan jentik-jentik (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati). 1992. Dengan menggunakan mikroskop. Kimbal. Winatasasmita. II. Banyak ilmuwan mencoba mengajukan teori-teori untuk menjelaskan apakah hidup dan dari mana asalnya hidup.

b. mikroorganisme terdapat di udara bersama-sama dengan debu. 3. Hasil yang diperoleh Pasteur adalah : a. Dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang dimiliki tumbuh-tumbuhan (makhluk hidup) bukanlah berasal dari tanah (benda mati). Ia mengatakan bahwa kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme.4 Pohon Van Helmot Pohon dapat tumbuh membesar bukan berasal dari tanah sebab tanah yang hilang tidak sesuai pertumbuhannya.1799) Spallanzani adalah seorang biologis Itali yang menentang eksperimen John Needham. Francesco Redi (1968) Kesimpulan dari eksperimen Redi adalah larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi dari lalat yang masuk ke dalam tabung dan bertelur pada daging. Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percoban tersebut diatas? 2. Hasil eksperimen ini akhirnya menggugurkan Teori Abiogenesis dan Pasteur menjadi sangat terkenal dengan perkataannya Omne vivum ex vivo. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana?. III. Teori Biogenesis Teori ini menyangkal abiogenesis. Lazzaro Spallanzani (1729 . 3. 3. mengapa bisa terjadi demikian? .3 Louis Pasteur (1822-1895) Pasteur melakukan eksperimen dengan menggunakan labu leher angsa. Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut? 3. 3. Penutup berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara.2. PERTANYAAN 1. omne ovum ex vivo (artinya kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup atau dapat juga diartikan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga).Biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru. Pendapat yang mendukung adalah sebagai berikut : 3.1. Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara. omne ovum ex vivo). Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (Omne vivum ex vivo.

S. Asisten. Tidak terjadi perubahan warna dan bau karena mikroorganisme yang terdapat di dalam kaldu sudah mati dan tidak terkontaminasi dengan udara luar. Tabung yang kaldunya tidak mengalami perubahan yaitu tabung yang kaldunya dipanasi/dididihkan kemudian tabungnya ditutup dengan sumbat karet. M. Dari bahan kaldu itu tidak mungkin muncul makhluk hidup baru secara tiba-tiba. 061404008 Mengetahui. Irwan NIM. Jawaban 1. Hasil percobaan Lazzaro Spallanzani ini digunakan sebagai bukti untuk menyangkal pendapat generatio spontanea karena telah terbukti bahwa makhluk hidup tidak terbentuk dari benda mati. Makassar. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengamatan Mikroskopis” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN . Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat generatio Spontanea? Jelaskan. Terjadi perubahan karena mikroorganismedi dalam kaldu masih hidup dan terkontaminasi dengan udara luar. 5. Hamka L. M. 3. dan tabung yang dipanasi namun tidak ditutup. 4. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut terjadi pada tabung yang air kaldunya tidak dididihkan dan tabungnya tidak ditutup dengan sumbat karet. November 2009 Koordinator Asisten. tabung yang tidak dipanasi tapi ditutup. Suhaedir Bachtiar S. Makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu berasal dari udara luar dan mikroorganisme yang masih hidup di dalam kaldu karena belum mati. karena makhluk hidup tidak dapat terbentuk dari benda mati secara tiba-tiba.Pd. Dosen Penanggung Jawab Drs.. Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan?.4. Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba akan muncul makhluk hidup baru? 6. H. 2. Yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah adanya mikroorganisme yang berasal dari udara luar karena tabung tidak ditutup dan organisme yang masih hidup di dalam karena tidak dididihkan yang melakukan aktivitas kehidupan. NIP. 6. mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau? 5.

Jika diperhatikan lebih detail. tubuh hewan pun terdiri atas sel yang tersusun berdasarkan struktur dan fungsinya masing-masing. Berdasarkan semua kegunaan jaringan ini maka manusia mempelajari lebih dalam mengenai struktur dan fungsi masding-masing jaringan. Apabila kita mengamati tubuh organisme yang cukup besar. Latar Belakang Setiap hari kita sering melihat tumbuhan. Dengan demikian yang dimaksud dengan dengan jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama. dan mengetahui jenis-jenis jaringan yang menyusun organ-organ yang terdapat dalam tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. dan bunganya. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu kita akan mengetahui struktur penyusun tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. Namun bila kita ingin mengamati struktur tumbuhan yang lebih kompleks. Tanpa alat bantu. ada jaringan yang membuat tubuh hewan dapat bergerak. jaringan yang membantu hewan terhubung dengan dunia luar. pada bagian luar tampak adanya kulit. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ. ada juga jaringan yang membentuk tubuh hewan tersebut. Jika membandingkan struktur tumbuhan dan hewan tentunya struktur tubuh hewan jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan tubuh tumbuhan. Hingga suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. Untuk mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tumbuhan dan organ-organ tubuh hewan. bahkan semua yang menyusun tubuh hewan dan memiliki fungsi masing-masing adalah jaringan hewan itu sendiri. maka kami melakukan pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan. C. bahkan mungkin kita sudah mengetahui apakah sel itu sebenarnya. Jaringan Tumbuhan Kata “sel” mungkin sudah lazim kita dengar. kita akan mendapatkan bagian-bagan yang semakin kecil. Diantaranya ada jaringa yang berfungsi melapisi bagian luar hewan. Didalam tubuh hewan terdapat jaringan yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan hewan itu sendiri. dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi besar tubuh kita semua terdapat disekitar kita. Berbagai jaringan tersusun dan . beberapa organ membentuk sebuah sistem organ tumbuhan dan beberapa sistem organ membentuk tumbuhan tersebut (Kartasapoetra. 1998). batang.A. beberapa macam jaringan sel membentuk sebuah organ pada tumbuhan. hanya menggunakan mata kita dapat melihat bagianbagian tersebut dengan mudah dan jelas. daun. Seperti halnya tubuh tumbuhan. Sel-sel yang membentuk jaringan sel (suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama). kita akan melihat bagian-bagian utama penyusun tubuh tumbuhan seperti akar. Tujuan Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macammacam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan dan juga yang menyusun organ-organ tubuh hewan. Kumpulan dari sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan. di sebelah dalamnya ada kayu yang keras dan mengandung serat-serat yang kuat. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4.

sebagai penyokong tubuh. tempat fotosintesis (pada mesofil). 2. Meristem skunder. g. Meristem senantiasa mempertahankan kemampuannya untuk membelah. b.terorganisasi dalam bentuk organ (Tim Pengajar. meristem yang ditinjau dari asalnya dibedakan atas : 1. Pembelahan sel dapat pula terjadi pada jaringan selain meristem. membentuk daging buah. dan biji. e. Meristem melanjutkan pembelahan diringan secara tidak terbatas dan akibatnya sel-sel baru terus bertambah pada tubuh tumbuhan (Muhammadiah. pada jaringan ini jumlah pembelahan sel terbatas. berfungsi mengangkut bahan mineral dan air dari akar sampai ke daun. d. dengan adanya jaringan-jaringan dalam tumbuhan ini berarti bahwa tumbuhan tersebut ke dalam telah ada pembagian dalam kegiatan-kegiatan proses hidupnya. membentuk endospermae. misalnya pada korteks batang dan jaringan pembuluh muda yang sedang mengalami perkembangan. 2004). i. Namun. Adanya bahan seperti lemak. h. 1998). semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat-alat tumbuhan yang berlainan (Kartasapoetra. adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. kutin pada dinding luar dan permukaannya membatasi penguapan. Dengan batasan di atas. Merupakan lapisan terluar dari akar. Ternyata hasil penelitian telah menampakkan adanya sejenis jaringan tertentu yang . Jaringan-jaringan umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang tinggi tingkat perkembangannya. sebelum tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder (Muhammadiah. c. Jaringan kolenkim. semakin tinggi tingkat perkembangannya. ii. maka kita dapat mengetahui tumbuhan yang mempunyai jaringan dan yang tidak berjaringan. Jaringan floem. iii. Jaringan sklerenkim. sehingga sel yang baru senantiasa ditemukan. Jaringan Meristem Meristem adalah jaringan embrional pada tubuh tumbuhan. Epidermis rambut-rambut akar memiliki dinding yang tipis. Pada tumbuhan uniseluller atau terdiri dari satu sel (bacteria) tentunya tidak mempunyai jaringan. contoh : a. batang. Meristem primer. bynga. Jaringan epidermis melindungi jaringan sel disebelah dalam. 2004). 2009). demikian pula tumbuh-tumbuhan yang rendah tingkat perkembangannya belum mempunyai jaringan. berfungsi mengangkut bahan-bahan dari daun ke be tubuh tumbuhan. dalam hal ini tiap jaringan biasanya hanya melakukan satu macam proses hidupnya. Jaringan parenkim. berfungsi sebagai pengangkut bahan-bahan dari daun ke tubuh. f. buah. berfungsi sebagai penyokong tubuh. Menurut Muhammadiah (2004). Jaringan xilem. menunjukkan bahwa pada akar muda epidermis berfungsi dalam absorpsi (Muhammadiah. 2004). Jaringan meristem yang mampu membelah terus dan membentuk sel-sel yang baru. adalah meristem yang berkembang langsung dari sel embrionik dan sebab itu merupakan kesinambungan kegiatan embrio di tempat itu. daun. Jaringan Sel Gabus Dari uraian-uraian di atas kita telah mengetahui bahwa epidermis itu merupakan jaringan pelindung. Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan teresebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. Menurut Kartasapoetra (1998). Jaringan Epidermis Epidermis adalah jaringan jaringan yang bervariasi struktur dan fungsinya. menyimpan cadangan makanan (pada endosterm). Jaringan sel gabus berfungsi sebagai pengganti epidermis ketika batang atau akar masih muda.

Dilengkapi secara meluas oleh plastid. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jaringan gabus ini menggunakan fungsi epidermis (Kartasapoetra. Sel skelerenkim memiliki sifat yang kenyal (elastis). iv. dapat berlignin atau tidak. sel parenkim dapat membelah meskipun telah dewasa. Biasanya jaringan ini berada di bagian tepi dari alat-alat tumbuhan. otot dikelompokkan menjadi : 1. Karena merupakan sel hidup. Skelerenkim mempunyai fungsi utama yaitu sebagai jaringan penguat tumbuhan dan kadang-kadang juga sebagai pelindung (Muhammadiah. Umum dijumpai didaerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat (Kimbal. 1998). panjang. Sel-sel member tunjangan mekanis bagi tumbuhan. terdiri dari banyak serat serabut. Jaringan Kolenkim Sel-sel kolengkima berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. v. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung (Anonim. Daerah yang tidak terkena cahaya. Acapkali terpisah-pisah sebagian dan ruang antara sel yang terjadi diisi gas. besar-besar dan berdinding tipis bisanya memiliki vakuola tengah.sifatnya lebih kuat dari epidermis. 1992) 5. 2004). langsing. Jaringan Xilem Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air pada tumbuhan berpembuluh (Muhammadiah. Fungsinya yang sesuai tergantung pada penataan dan koordinasi yang sesuai dari jaringan yang mendirikannya (Kimbal. teristimewa pada tumbuhan yang berumur panjang yang dalam hal ini biasanya epidermis tumbuhan telah mati sebelumnya atau menjadi tidak aktif sebelum menjadi penggabusan itu. 2004). yang dikenal sebagai jaringan gabus (Cork tissue). terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan kontraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). 1992) Parenkim terdiri dari sel hidup dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan fungsinya. vii. Kelompok jaringan terorganisasi ini menjadikan organ-organ pada tumbuhan. yang paling banyak ialah plastid tidak berwarna dan gudang makanan merupakan fungsi utama (Kimbal. sel parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka serta regenerasi (Muhammadiah. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. 1998). mempunyai satu inti di tengah-tengahnya. seperti batang. Jaringan Floem Floem berfungsi mengankut bahan-bahan dari bagian atas ke bagian bawah. 2004). Jaringan Otot Jaringan otot bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh. Otot polos. Berbagai jaringan tumbuhan itu ditata dalam pola tertentu. Oleh sebab itu. yang masing-masing mempunyai banyak inti yang . Jaringan Parenkim Sel-sel parengkim tersebut luas diseluruh tubuh. 2. batang dan daun merupakan organ utama tumbuhan tingkat tinggi. 1992) vi. Akar. 2004). 2009) Menurut Wulangi (1993). jelasnya dari daun ke bagian organ lainnya. viii. Otot lurik. Jaringan Hewan a. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. Jaringan Sklerenkim Skelerenkim dalah jaringan yang memiliki dinding skunder yang tebal. Di dalam sitoplasma ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang berjalan menurut panjang serabut otot (Pagarra. terdiri dari banyak serabut otot yang mempunyai bentuk seperti gelendong. akar atau umbi (Kartasapoetra.

Otot jantung. 30 Oktober dan 6 November 2009 Waktu : Pukul 01. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Mikroskop b. Lap kasar dan lap halus c.10 WITA b) Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. 5. 2. Mengambil preparat awetan jaringan akar. terdiri dari beberapa serabut otot bercabang-cabang membentuk anyaman (anastomosis). kemudian ganti dengan pembesaran objektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. Menggambar jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian- . Lap kasar dan lap halus c. 03. Sistem saraf pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. Jaringan Hewan a. Preparat awetan jaringan akar. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan golongan dikotil 2. Preparat awetan otot polos. 3.terletak di tepi. batang. b. Menggunakan pembesaran objektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan. 2004). C. viseral. 3. dan dengan serabut otot sebelahnya membentuk sinsitium. B. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian terbesar fungsi tubuh. Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu (i) untuk mendeteksi. Menyiapkan mikroskop berdasarkan urutan tata cara penggunaan. Jaringan Saraf Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. dan otot jantung. dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a) Waktu praktikum Hari/tanggal : jumat. preparat awetan darah dan preparat awetan tulan keras. Mikroskop b. endokrin dan mental (Pagarra. 2004). menganalisa. otot lurik. Mengamati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar. Jaringan Tumbuhan a. dan (ii) untuk mengorganisir dan mengatur. 4. preparat awetan tulang. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil. Sistem saraf perifer terdiri atas kumpulakumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di seluruh tubuh. dan daun. terutama kegiatan motoris. menggunakan dan menghantarkan semua informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris. Alat dan Bahan 1.30 sd. Prosedur Kerja a) Jaringan Tumbuhan 1. termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan.

Xilem 3. 5. 2. Menggambar dan memberi keterangan. Jaringan saraf 3. Mengulangi kegiatan dengan jaringan jaringan yang lainnya. Jaringan epitel 1.b. Epidermis 2. Endodermis b.c. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel darah (Eritrosit. 1. leukosit.b. 1. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. Floem 4. Empulur 2. Xilem .a. Jaringan penyokong 2.c. neutrofil dan basofil) yang terdapat dalam darah. 3. 4. 4. 3. 4. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat. limfosit.b. 2. bentuk dan letak intinya serta arah serabutnya. 5. b) Jaringan Hewan 1. monosit.a.c. Epidermis 6.b. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Korteks 5. Mengamati preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis.a. Menggambar dan member keterangan bagian-bagian yang terlihat. 2. 5.c. Mengamati preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat. Mengamati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa.bagiannya. otot lurik. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. dan otot jantung dengan pembesaran kuat. Akar Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Jaringan Tumbuhan a.c. Hasil Pengamatan 1. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. Mengamati sel Purkinje pada preparat awetan otak kecil.a.b.a. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot. 1.d. Jaringan Darah 4. Mengamati preparat awetan jaringan otot polos. 2. Menggunakan pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran objektif 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. 3.d. Memperhatikan struktur dari arah luar. Jaringan otot 5. Batang Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1.

Stomata 6. Xilem 4.3. Epidermis 2. Epidermis 3. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) Keterangan : 1. Daun Monokotil (Zea Mays) Keterangan : 1. Epidermis 3. Parenkin 5. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) Keterangan : 1. Kambium 5. Floem 3. Korteks c. Xilem 5. Daun Dikotil (Ficus elastica) Keterangan : 1. Stomata . Empulur f. Floem 4. Korteks e. Floem 5. Korteks 2. Stomata d. Kutikula 2. Xilem 4. Floem 4.

Otot Lurik Keterangan : 1. Inti sel e. Jaringan Hewan a. Miofibril 4. Pita gelap 4. Otot Jantung Keterangan : 1. Discus intercalaris 4. Pita terang d. Jaringan saraf Keterangan : 1. Selunung sel 4. Pita terang c. Epidermis 3. Sioplasma 3. Plastida 4. Badan sel 8.2. Xilem 5. Akson 6. Ujung Akson 3. Pita gelap 2. Otot Polos Keterangan : 1. Dendrite 7. Nukleus 2. Selubung myelin 5. Endomesium b. Inti 3. Floem 2. Inti 2. Serabut otot 3. Jaringan Epitel . Simpatis 2.

Saluran Havers 2. Endodermis terdiri atas selapis sel yang melingkari stele atau merupakan bagian dalam korteks yang membatasi antara korteks dan stele. Badan selAksonSelubung 3. iii. Jaringan Tumbuhan a. Basofil 4. Epidermis merupakan jaringan pelindung. Jaringan tulang Keterangan : 1. ii. Lakuna 4. iv. v. Pembahasan 1.Keterangan : 1. . Inti Sel f. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh xilem dan floem. Akar Monokotil (Zea mays) i. Lamela 3. Korteks disebut juga kulit pertama karena merupakan kulit paa akar yang terdiri dari sel-sel yang berasal dari titik tumbuh primer. Kanalikuli 5. LimfositA2kson B. Xilem terletak di bagian tengah akar dan berfungsi untuk mengangkut garam-garam mineral.

ii. Daun Monokotil (Zea Mays) i. Korteks terletak di daerah epidermis dan berfungsi sebagai cadangan makanan. Epidermis daun monokotil terdiri atas selapis sel dengan dinding tebal berlapiskan kutikula dan tidak berklorofil. 2. iv. ii. vi. iii.vi. ii. iii. banyak memiliki ruang antar sel yang di dalamnya terdapat berkas pengangkut yang berupa tulang-tulang daun. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. ii. ii. Epidermis terletak pada bagian terluar batang yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan air. Daun Dikotil (Ficus elastica) i. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) i. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Epidermis merupakan jaringan pelindung yang mengalami penebalan berfungsi sebagai jalan masuk air dan garam mineral. b. v. vi. Fungsinya untuk melindungi lapisan sel yang letaknya lebih dalam dari kekeringan serta menjaga bentuk daun agar tetap dalam keadaan semula. Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Kolengkim dengan dinding selulosa yang tebal. Kambium terletak di antara berkas pembuluh xilem dan floem. dinding selnya tipis dan mempunyai ruang antar sel. Endodermis terletak dilapisan sebelah dalam korteks berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh angkut. iii. Prakambium terletak di lapisan sebelah dalam endodermis yang berfungsi untuk membentuk cadangan akar kambium gabus. Xilem terletak pada bagian dalam berkas pengangkut f. iii. Floem berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh. iv. Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke bagian atas daun. Floem terletak diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem. Epidermis terletak pada bagian terluar berfungsi sebagai zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlalu banyak. Palisade terdiri atas sel-sel penunjang tersusun rapat dan banyak mengandung klorofi sehingga di dalamnya berlangsung prose fotosintesis. c. iii. iv. Deretan stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi sebagai jalan udara masuk dan keluar daun. Terdiri atas satu lapis sel yang bentuknya persegi empat (batu bata) yang tersusun rapat. iv. d. tidak mengandung klorofil dan transparan. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis. v. Xilem berfungsi untuk mengangkut garam mineral dari akar ke daun. Epidermis pada daun dikotil terbagi atas dua. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju daun. serta berfungsi sebagai proteksi. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) i. bentuk dan susunannya tidak teratur. Spons terdiri atas sel-sel yang tidak begitu kaya dengan klorofil. Batang Monokotil (Zea mays) i. terdapat di permukaan atas dan bawah daun. yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. Stomata biasanya tersusun biasanya tersusun sebagai deretan lumut dan daun. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis e. Jaringan Hewan .

Dendrit. b. misalnya lambung. ada yang mempunyai selubung yaitu selubung mielin yang berfungsi sebagai pelindung atau isolator. Jaringan ini digunakang untuk member kekuatan. Sel-sel saraf mempunyai kemampuan untuk bereaksi. Kontraksinya cepat. 4. 7. 2. d. Jaringan Penyokong Beberapa macam jaringan penyokong dalam tubuh kita. mengandung nukleus dan nukleolus. Sel atau serabutnya berbentuk silindris. dan diafragma. Ada dua macam sel saraf. Sel otot polos berbentuk gelendong dengan sebuah inti pipih yang terletak di tengah sarkoplasma. cukup lama dan tidak cepat lelah. 3. Kontraksinya tidak dibawah kesadaran (otot involunter) bersifat kuat dan berirama. kuat tetapi cepat lelah. bibir. menghantarkan. Jaringan Otot Jantung Otot jantung terdapat khusus pada jantung. Memiliki 1-2 inti yang terletak di tengah sarkoplasma. Setiap sel berinti banyak yang terletak di tepi sarkoplasma. Otot lurik biasanya melekat pada rangka. terdapat pada akson yang tidak terselubung. Bagian-bagian saraf yaitu : 1. urat saraf tulang belakang dan saraf-saraf lainnya. Jaringan saraf terdapatdi otak. yaitu sel saraf motorik dan sel saraf sensotik. berfungsi untuk meneruskan impuls saraf dari badan sel ke sisi lain. daun telinga. g.a. Ukuran serabut ototnya lebih kecil dari otot lurik. Jaringan Otot Lurik Jaringan otot ini serabut kontraktilnya memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) berjajar teratur membentuk pita vertikal terhadap poros otot. Sel sechwann. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tibus. Nukleus. Jaringan Epitel Jaringan epitel dibuat darisel-sel yang memadat dan tersusun dari lapisan pipih. Jaringan Otot Polos Disebut otot polos karena serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling. Nodus renvier. Sel neuron. dan membebaskan rangsang dari luar atau dari dalam tubuh. lidah. selubung disusun oleh sel-sel pipih yang disebut schwann. sehingga sarkoplasmanya (sitoplasma) tampak polos dan homogen. 5. Jaringan Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi . Otot polos kontraksinya lambat. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabangcabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. suatu bangunan yang berupa lanjutan plasma dan berfungsi meneruskan impuls saraf menuju ke badan sel. e. c. Otot polos terdapat pada alat dalam sehingga disebut juga sebagai otot visera. dan pembuluh darah. Akson. Ciri khasnya yaitu memiliki discus interkalaris. 6. Otot polos mempunyai pensarafan autonom artinya bekerja tidak dibawah kesadaran. Jaringan Saraf Tersusun atas kumpulan sel-sel saraf (neuron) yang khusus menerima. Otot lurik bekerja dibawah kesadaran sehingga disebut otot volunter. serta membentuk kulit yang membungkus tubuh. Badan sel. Intabilitas merupakan kemampuan jaringan saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan. merupakan inti yang terletak pada tengah-tengah badan sel. usus. bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah dalam tubuh. f. kelopak mata. Konduktivitas adalah kemampuan jaringan saraf membawa impuls.

dan jaringan gabus. Jakarta. merupakan bagian 6% dari leukosit dan berfungsi sebagai pemakan bakteri serta memakan neutrofil yang menjadi nanh. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. jaringan parengkim. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan.G. Jaringan yang menyusun tubuh hewan lebih kompleks. c.vlsm. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah praktikum ini adalah : 1. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Bima Aksara. Neutrofil. . Saran 1. 2. peradangan dan alergi. Basofil. jaringan penyokong. merupakan jenis leukosit yang sitoplasmanya banyak mengandung granula (lisosom) dan berfungsi menghadang parsit. jaingan pengangkut. merupakan 65% dari leukosit yang dapat membunuh bakteri dengan cara fogositosit b. Di dalam terdapat bermacam-macam darah. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. sel B dan sel pembunuh. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. 3.yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan ileh tubuh. B.org/. 2009. e. merupakan bagian dari leukosit tapi hanya 1% yang berfungsi mengtasi infeksi. 2004. Anonim. Limfosit. diantaranya jaringan epitel. Mengandung hemoglobin yang mempunyai daya ikat oksigen maupun korbon dioksida. DAFTAR PUSTAKA Adnan. d. diantaranya: 1. Kartasapoetra. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan sehingga bahan tidak rusak. dan juga sebagai pertahanan tubuh. Eritrosit a. http://free. 1998. Jaringan penyusun tubuh tumbuhan terbagi menjdi jaringan meristem atau jaringan muda dan jaringan dewasa yang terdiri dari epidermis. c. Struktur Tumbuhan dan Hewan. Leukosit a. merupakan leukosit yang jumlahnya sekitar 25% dan terdiri dari sel T sebagai pertahanan tubuh. Makassar. Diakses tanggal 8 November 2009. b. Eusinofil. A. Manosit. 2. Dibentuk dalam sum-sum tulang belakang waktu embrio dibuat dilimfa dan hati. 2. Penuntun Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. Merupakan bagian utama dari sel-sel darah. jaringan saraf dan jaringan otot.

b. Jawaban Pertanyaan 1. Makassar. Struktur Hewan. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara cepat dan kuat. • Jaringan epitel. Anatomi Tumbuhan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. 2004. pembuluh darah. Yang dimaksud dengan : a. Otot jantung melekat pada dinding jantung. Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Otot lurik terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. Sel otot polos berbentuk kumparan panjang. Wulangi. pernafasan. . terdapat pada dinding saluran pencernaan. biologi Edisi Kelima. Sesuai namanya. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Setiap serabut pada otot lurik terdiri atas banyak inti yang terdapat pada bagian tepi. Kartolo. Kanalikuli : Saluran havers dan matriks mirip tempat saluran sitoplasma osteosit. Muhammadiah. Tim Pengajar. Halifah. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan. Perbedaan antara sel otot polos dan sel otot lurik serta sel otot jantung. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. pernafasan. c. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi. yaitu : a. 2. 4. Pagarra. Kumpulan serabut sel otot lurik disebut fasikulus. pembuluh darah dan limpa. Otot jantung berfungsi membantu otot-otot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui dan keluar jantung. b. 1993. jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Asia. dan limpa. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 1992. • Jaringan pengikat. Lakuna : Rongga kecil yang terdapat diantara lamela havers. Makassar. Lamela : Substansi mineral yang disimpan dalam lapisan tipis. 2004. Banyaknya inti dalam setiap sel adalah satu inti yang terletak di tengah-tengah sel. Fungsi otot polos yaitu memberikan gerakan diluar kehendak misalnya gerakan zat-zat sepanjang saluran pencernaan. John W. Erlangga.Kimbal. termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga. Fungsi saluran Havers yaitu memelihara kehidupan sel-sel tulang karena berisi pembuluh darah. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. S. sebagai organ sekresi dan penyerapan. Jakarta. [sunting] Jaringan pada hewan Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan. 2009. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya. 3.

November 2009 Koordinator Asisten. semua mempunyai fungsi dan ciri masing-masing.. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung. • Jaringan pengangkut Komponen utama jaringan pengangkut adalah xilem dan floem. Makassar. adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan. kolenkim dan sklerenkim.org/wiki/Jaringan LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Walaupun pada satu sisi manusia memiliki kesamaan dengan hewan tetapi pada hakekatnya manusia berbeda dengan hewan begitu pun dengan tumbuhan. M. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. • Jaringan saraf. Latar Belakang Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya tidaklah ada yang sama. • Jaringan penyokong Jaringan penyokong meliputi tiga jaringan dasar. Mencari apa . • Jaringan epidermis Adalah jaringan yang melapisi daun dan bagian tumbuhan yang masih muda. 061404008 Mengetahui. [sunting] Jaringan pada tumbuhan Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A.S. Asisten. Irwan NIM. NIP. Hamka L. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. M.wikipedia. http://id.• Jaringan otot. Suhaedir Bachtiar S. Beranjak dari hal inilah manusia diharuskan untuk terus belajar dan terus belajar. Dosen Penanggung Jawab Drs.pd. H. yaitu parenkim.

B. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sel-sel ini yang kemudian saling berkaitan membentuk jaringan. Mahasiswa mengetahui bagaimana organ itu bekerja selain itu mahasiswa juga mampu melihat langsung bentuk asli anatomi dari organ tubuh katak sawah. burung. hewan vertebrata juga memiliki organ tubuh yang hampir sama dengan manusia. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tubuh hewan terdiri dari berbagai berbagai organ tubuh. warna dan juga hubungan organ yang satu dengan organ lainnya. warna. Hal ini terlihat dari struktur . Kecuali jenis-jenis ikan. dan tumbuhan terdiri dari triliunan sel yang merupakan bagian terkecil. Organ-organ tersebut saling bekerja sama dengan melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ (Pagarra. Manusia hewan. Laporan yang berjudul anatomi hewan vertebrata ini tentunya akan memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya. Jaringan kemudian membentuk organ. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. Untuk anatomi hewan dapat dibedakan manjadi dua kelompok besar yaitu anatomi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan anatomi hewan tak bertulang belakang (anvertebrata). 2009). mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Anatomi setiap jenis makhluk hidup mempunyai perbedaan dan juga persamaan. dan letak organ hewan vertebrata serta fungsi masing-masing organ tersebut. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui bentuk.yang belum diketahui mengelola dan mengembangkan yang sudah ada. Dalam percoban yang dilakukan kita mengamati anatomi hewan vertebrata dengan contoh katak sawah dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk. serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ. Amfibi merupakan kelas chordata yang pertama kali keluar dari air. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. belut jeung. dan organ akan membentuk sistem organ. 2004). serta hewan menyusui. reptil. warna dan letak organ. Makhluk hidup terdiri dari beberapa sistem organ yang berfungsi dalam setiap aktivitas. Seperti halnya makhluk hidup lain hewan vertebrata pada hal ini katak. Seperti halnya dengan manusia. 2009) Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. Seiring dengan berjalannya waktu. Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi katak sawah atau Rana cancarivora. bagaimana struktur dan fungsinya masing-masing. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum mengenai organ organ utama pada hewan vertebrata (Tim Pengajar. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru (Anonimb. atau hagfish). katak. memiliki struktur penyusun yang tentunya memiliki perbedaan dengan makhluk hidup lain. akhirnya para ilmuwan berhasil mengkaji lebih jauh mengenai anatomi makhluk hidup. C. dengan rasa ingin tahu yang tinggi. "lintah laut". Anatomi makhluk hidup dapat dibagi secara garis besar yaitu anatomi tumbuhan dan anatomi hewan. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. Tujuan Mahasiswa dapat mengenali bentuk. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. Hewan yang tergolong vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang yang memiliki sistem dalam tubuhnya yang lebih kompleks. Organ organ yang bekerja sama dalam melekukan fungsi yang lebih tinggi disebut sistem organ.

Sistem otot Sistem otot khususnya otot rangka. maka katak itu akan membutuhkan energi dan oksigen yang sangat banyak untuk proses pernafasan sel. 3. Kelenjar pencernaan. Fungsi otot adalah melakukan kontraksi yang mengakibatkan terjadinya gerak atas perintah dari saraf pusat. rektum dan anus. 4. 1992) Menurut Radiopoetro (1999). dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. usus besar. Sepasang otot yang saling membantu dalam bekerja disebut sinergis. Sistem integumen (kulit) Sitem ini pada umumnya terdiri atas dua lapisan epidermis yaitu bagian luar yang sel-sel paling luarnya dapat menanduk. Pada hewan daratan misalnya katak. kerongkongan. sumber vitamin dan mineral (Anonima. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. Kulit mempunyai derivate-derivate berupa rambut. diabsorpsi. kelenjar. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. Bagian tengah yang menggembung membentuk gelendong disebut perut otot atau gaster. kedua ujungnya melekat pada tulang. meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak. Ketika katak meninggalkan fase kehidupannya di air dan memulai fase kehidupannya di darat. sisik. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan dan gelang panggul dengan anggota gerak belakang. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. Sistem rangka (skelet) Fungsi utama dari sistem ini yaitu memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. sedangkan yang kerjanya berlawanan disebut antagonis. faring. 2. meliputi rongga mulut. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. tubuh hewan vertebrata terdiri atas 10 sistem organ. serabut-serabut otot.pada kedua fase kehidupan yaitu di air dan di darat yang menunjukkan sifat ikan dan reptil. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. b. lambung. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. Skelet aksial. antara lain : 1. Saluran pencernaan. bulu. dan lapisan dermis bagian dalam mengandung pembuluh darah dan badan sel saraf (reseptor). Perbedaan jenis makanan. usus halus. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. dicerna. 5. Pada katak terjadi evolusi dan membentuk jantung yang terdiri atas tiga ruang (Kimbal. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. memperbaiki jaringan yang rusak. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. cara mengambil makanan. Sistem ini secara garis besar dibedakan atas : a. 2009). dan sebagainya. Pada vertebrata. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. Sistem pencernaan Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. Skelet apendikular. Bagian urat yang melekat pada tulang yang relatif tidak bergerak pada waktu kontraksi disebut origo dan ujung lainnya disebut insertion. kuku. b. Sistem respirasi .

aves. paru-paru. meliputi : a. vena dan kapiler. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. Organ tubuh yang mengeluarkan limba tersebut berbeda-beda. Kelenjar tiroid . Apabila insang ini bergetar. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. dan mamalia. reptilia. 2009). 8. dan kulit. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah Seiring dengan pertumbuhan berudu. alat respirasi utamanya adalah paru-paru. hati. Pada hewan betina dubangun oleh kelenjar-kelenjar kelamin betina disebut ovarium yang dilengkapi saluran telur. Waktu katak masih berbentuk larva. dan mamalia ditemukan peredaran darah rangkap. Pada hewan jantan kelenjar kelaminnya disebut testis yang menghasilkan spermatozoa. sering dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar pembantu seperti kelenjar prostate. Namun pada ikan ditemukan peredaran darah tunggal. Pada hewan vertebrata organ ekskresinya yaitu ginjal. Sistem saraf tepi (perifer) yaitu saraf cranail dan saraf spinal serta saraf otonaomi. sedangkan pada tetrapoda yaitu ampibia. Sistem saraf terdiri atas : a. 7. Pada ikan menggunakan ingsang sebagai organ respirasinya. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi (Anonimb. Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Sistem endokrin Sistem ini berfungsi menghasilkan hormon yang membantu dalam sistem koordinasi. 6. sedangkan hewan-hewan vertebrata lainnya yaitu reptil. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Sistem reproduksi Sistem ini berfungsi menghasilkan sel-sel kelamin dan hormon yang berkaitan dengan reproduksi. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Sistem peredaran darah (sirkulasi) Sistem ini berfungsi untuk mengedarkan darah dan cairan limfa diseluruh tubuh. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Pada vertebrata sistem peredaran darahnya tertutup yaitu dibangun oleh jantung serta pembuluh darah yaitu arteri. Sistem pengeluaran (ekskresi) Sistem ini berfungsi membuang limba hasil metabolisme yang bersifat racun. Dalam organ pernafasan ini berlangsung pertukaran gas udara yaitu pengambilan oksigen (O2) dan pembebasan karbondioksida (CO2).Sistem respirasi pada hewan vertebrata ada yang berbeda yaitu pada ikan. 9. Hipofisis b. burung. Sistem saraf Sistem ini bersama dengan sistem sistem endokrin berfungsi mengkoordinasi tubuh hewan. kelenjar bulbo uretra dan vesikula seminalis. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. b. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup semakin kompleks organ ekskresinya. 10. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Sel-sel kelamin betina (ovum) dan spermatozoa berperan dalam perkembangbiakan yang bertujuan melestarikan jenis makhluk hidup. Sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah.

Kelenjar epifise e. Membiarkan kapas dalam botol dan tutup rapat. selaut pendengar . tutup dengan rapat. Mengamati bagian luar katak 1) Mata. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. kelopak dan selaput tidur 2) Lubang hidung luar 3) Timpanum (i).30 s. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Skalpel d. Pengamatan Luar a. 13 November 2009 Waktu : Pukul 13. Katak sawah (Rana cancarivora) b.c. Kapas c. Alat bedah: 1. segera pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut. B. Pinset 3. Botol pembunuh b. Kloroform/eter pembius C. lalu memasukkannya ke dalam kotak pembunuh. Kelenjar paratiroid d. Gunting 2. Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan meletakkan di atas baki bedah. 15. Sedotan limun 2.50 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Mematikan Katak Mengambil segumpal kapas (sebesar ruas empu jari tangan). c. Kelenjar kelamin BAB III METODE PRAKTIKUM A. Biarkan sampai katak mati. Kelenjar adrenal f. Prosedur Kerja 1.d. Alat dan Bahan 1. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. Baki bedah c. b. membasahi dengan eter/kloroform. Jarum 4. Kelenjar pangkreas g.

Serambi (atrium) kiri dan kanan .4) Celah mulut 5) Tungkai depan : a. g. Memeriksa perlekatan kulit pada jaringan otot. 3. b. sehingga terbentuk semacam kantong (saccus). e. mengamati bentuk dan perletakanya (mencatatnya). d. dan menggunting melintang. Tampak garis putih membujur sepanjang otot perut (disebut linea alba). Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan. Rektum yang belok ke kloaka. memasukkan ujung gunting yang tumpul dan guntinglah kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk. Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha. iii. Pengamatan Sistem Pencernaan a. 4. Mengamati bentuk dan warna: i. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam celah otot perut dan mulai menggunting ke arah kepala sampai bawah rahang. Perahatikan pertemuannya. sehingga kulit perut bisa tersingkap. Memperhatikan bagian tengah otot perut. f. Memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin. Arah kepala dari hati. sehingga tidak mudah goyang. Betis (crus) c. Melanjutkan pengamatan rongga perut yang berisi jeroan. iv. tampak jantung dalam selaput b. Telapak (manus) 6) Tungkai belakang : a. Runut terus usus halus sampa usus tebal. Dengan pingset menjepit membujur kulit bagian perut dekat paha. ada berapa lobus. Menjepit pingset otot perut di samping linea alba. Hanya pada tmpat tertentu kulit melekat pada otot. Membalik ke celah tadi. 8) Menggambar arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut di atas. Mengamati bentuk gigi. c. Lambung di sebelah kiri hati. Lengan bawah (ante branchium) c. Membuka celah mulut dengan skalpel dan pinset. meraba dengan jari gelig pada rahang atas dan gigi former pada langit-langit. Jari-jari berselaput renang 7) Kloaka (menentukan letaknya). Telapak bersatu (pes) d. mengangkat sedikit. Pengamatan Sistem Peredaran Darah a. ii. sehingga rongga mulut terbuka. Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. sehingga membentuk celah. Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan. Pembedahan a. Lengan atas (branchium) b. 2. menggunting melintang di bawah pingset. mengamati bentuk dan bagian: i. menggunting ke arah pangkal kedua paha. Melalui celah itu. mengangkat sedikit dan akan tampak duodenum dan pangkreas. sehingga terbentuk celah pada kulit perut. b. Bilik (ventrikel) ii. Hati sebelah kanan. Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung scalpel sampai pecah. Dengan pingset menarik lidah keluar. Paha (femur) b. c.

iii. tersembul bagian paru-paru. sehinga tampak batang tenggorok (trakea). Memperhatikan bagian sebelah kanan dan sebelah kiri lambung. Selaput tidur 4. b. Membuat gambar bagian sistem urogenitalia katak. Cor (Jantung) 2. pembuluh darah pada paru-paru. Pada katak jantang ureter ini disebut juga ductus urospermatius. testis terletak di sebelah atas ginjal. d. c. Pada katak betian. Digiti (Jari) 5. serta masentrium (jaringan ikat) yang memegangnya. Anatomi Keterangan : 1. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Melepaskan organ-organ pencernaan. Bentuk Luar Tubuh Keterangan : 1. 6. Pembuluh nadi utama (trunkus ateriosus) yang keluar dari ventrikel kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan). Kloaka 14. Dengan sedotan limun yang ujungnya dimasukkan kedalam lubang pangkal tenggorok (membuka mulut). Memberi nama bagian-bagiannya. bermuara pada kloaka sedang ujungnya berupa corong (ostium) ada di detak jantung. 5. Menggambar bagian jantung dan memberi nama begian tersebut di atas. Linela alba 2.bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjalmelalui vas efferensia. b. memulai dari lambung sampai pada rectum. e. Pengamatan Sitem Ekskresi dan Reproduksi (Urogenitalia) a. c. c. Crus (Betis) 11. Femur (Paha) 10. Hasil Pengamatan 1. Tympanium (Membran timpani) 6. Nares (Lubang Hidung) 2. akan tampak oviduk berupa saluran berkelok-kelok putih. Branchium (Lengan atas) 9. Ante Branchium (Lengan Bawah) 8. Melepaskan jantung dengan guntin. Pengamatan Sistem Pernafasan a. Hepar (Hati) . Manus (Telapak) 7. Jari-jari berselaput renang 13. Mengamati bentuk dan warna paru-paru. Akan tampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut. Mengangkat sedikit ovarium. Pes (Telapak Berselaput) 12. Membuat gambar bagan sistem pernafasan katak. meniup pangkalnya perlahan. d. Organ Visual 3. menggembung paru-paru. ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan.

Sistem Urogenitalia katak betina Keterangan : 1. Ostium tuba 2. Ventriculus (lambung) 2. Pankreas 9. Vena cava posterior 4. Badan lemak 3. Bronkus 2. Oviduk 4. Uterus 5. Pulmo (Paru-paru) 4. Empedu 11. Kloaka 7. Ventriculus (Lambung) 5. Ren (Ginjal) 6. Illeum 7. Aorta 6. Pulmo sinister 3. Duodenum 3. Intestinium tenue (Usus halus) 9. Kloaka . Sistem Respirasi Keterangan 1. Pilorus 4. Pulmo (paru-paru) 3. Atrium Dexter 5. Ventrikel 3. Bronkiolus 4. Vena cava anterior 5. Atrium sinister 2.3. Kloaka 6. Hepar (hati) 4. Jejenum 8. Sistem Sirkulasi Keterangan 1. Rektum 5. Empedu 10. Pulmo dexter 6. Intestinium crasum (Usus Besar) 10. Sistem Dygestoria Keterangan : 1. Uretra 8.

kelenjar kelamin dan anus. Ovarium 7. b. antara lain : 10. anatomi katak yang diamati pada percobaan tersebut. Anatomi Mulut Katak Keterangan: 1. Geligi kerucut (Vormer Dent) 3. Kloaka terdapat di bagian belakang dan berfungsi sebagai lubang pelepasan dari saluran ginjal. Permukaan kulitnya halus dan agak licin dan berwarna-warni karena adanya butir-butir . Sistem Urogenitalia katak Jantan Keterangan : 1. Pada tungkai depan. Uretra 7. Tympanum (selaput pendengar) ada dua di samping kiri dan kanan yang tidak jauh dari mata. Kantung suara 9. memiliki kaki sebanyak lima ruas dan berselaput renang. e. Kloaka 4. Badan Lemak 2. Rawan Aritenoid 6. f. Maksila (Rahang atas) 2. Uretra 5.6. Rektum 6. Saluran Urospermatika 3. Mandibula (Rahang Bawah) 7. Ren 7. Ren 11. Pada tungkai berlakang. Lubang hidungnya ada dua dan berukuran kecil. Rektum 8. Pembahasan Katak adalah salah satu contoh binatang amphibi yang merupakan hewan vertebrata yang dalam perkembangan hidupnya mengalami metamorfosis. Dua buah mata dan kelopak mata. c. jari-jarinya berjumlah empat ruas dan tidak berselaput. selaput tidurnya terdapat di antara bola mata dan kelopak mata. d. Dimana. telapaknya bersatu.. Testis 8. Mata (Orbita) 4. Keadaan Luar Katak Katak memiliki : a. Celah glottis 5. g. Glandula Adrenal 10.. Lingua (lidah) 8. Ureter 9. Pallatum (langi-langit) B. Dimana. Gladula adrenalis 8.

garam-garam yang berlebih. Usus (intestium). b. lembab dan kaya kapiler darah. Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih. Dimana letak serambi (antrium) di atas ventrikel dan terbagi dua. jantungnya terdiri atas dua ruang yaitu satu serambi dan satu bilik. sehingga memperluas permukaan. c. Ditambah dengan hati dan pankreas. c. 12. terdapat di sebelah kiri dan di belakangnya terdapat duodenum dan pangkreas. Paru-paru (pulmo) Paru-paru katak berupa sepasang kantong tipis dan elastis. selanjutnya dengan perantara celah tekak atau glotis dihubungkan dengan rongga mulut. Sistem respirasi a. Kelenjar ludah yang berfungsi membantu menelan makanan. Dan pada bagian tengah otot perutnya terdapat garis putih membujur sepanjang otot perut yang disebut linea alba. bentuknya memanjang dari depan ke belakang. 2). yaitu cabang dari pembuluh nadi paru-paru kulit (arteria pulmokutanea) yang menyangkut darah kotor atau kaya CO2. zat-zat sisa seperti urine. 13. Lambung (ventriculum). Setelah mejadi katak. Akhirnya oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke sel-sel tubuh. jantungnya terdiri atas tiga ruang yaitu dua serambi dan satu bilik. Selaput rongga mulut Selaput ini juga digunakan untuk memasukkan oksigen yang terkandung di udara. 14. terdiri dari : 1). Sistem sirkulasi Pada fase berudu. Dan di atas atrium terdapat percabangan yang disebut aorta. sedangkan pada bagian perut tidak terjadi perlekatan kulit pada otot. Dinding kantong yang tipis ini banyak dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. darah membebaskan CO2 ke udara dan mengikat oksigen dari udara bebas yang akan diangkut oleh pembuluh darah vena pulmokutanea ke jantung untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan. Rongga mulut. . b. permukaan dalam dindingnya mempunyai banyak lipatan. Gigi hanya terdapat pada rahang atas (gigi geligi) dan pada langit-langit (gigi vumer). d. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tunggal. sedangkan sisanya dibuang melalui kloaka. dalam usus makanan yang sudah lumat sari-sarinya diserap oleh pembuluh kapiler darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Lidahnya (lingua) bercabang dan terletak pada rahang bawah bagian depan. Paru-paru katak berhubungan dengan bronkus. Kulit katak tipis. Perlekatan kulit hanya terjadi pada tungkai belakang dan tungkai depan.pigmen dan sel pigmen atau kromotovora.  kerongkongan 11. Warnanya merah kecoklatan. Sistem dygestoria katak dimulai dari rongga mulut kloaka. ada di kanan dan di kiri. Kerongkangan (esofagus). Gigi tersebut dapat tumbuh kembali apabila mengalami tangal. air yang lebih akan diserapnya dan dikeluarkan. di dalam kapiler kulit. Fungsi ginjal adalah menyaring darah. pada katak merupakan saluran pendek menuju ke lambung. pada rongga mulut berdifusi melalui selaput rongga mulut. usus lambung a. Sistem urogenetalia Alat ekskresinya berupa sepasang ginjal dari kiri dan kanan. Di dalamnya makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi. Kulit Pernafasan dengan kulit berlangsung efektif baik di darat maupun di air. 3). Berfungsi untuk menangkap mangsa.

Penuntun Praktikum Biologi Dasar. 1999. Pada katak betina terdapat sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. Biologi Universitas. Struktur Hewan. sistem sirkulasi. http://www. sistem respirasi. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. telapak bersatu. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 1992. http://www. diantaranya sistem pencernaan. DAFTAR PUSTAKA Anonima. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat praktikum agar alat-alat praktikum tidak cepat rusak dan juga agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. Kesimpulan Bagian-bagian katak yang tampak dari luar adalah mata. Diakses tanggal 19 November 2009.Kantong kemih ini berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. saluran kelamin dan saluran pencernaan akan menyatu di kloaka. dan kloaka. Makassar. 3. 2009. Kimbal. lengan bawah. Radiopoetro . Testis berfungsi menghasilkan spermatozoa. Jakarta: Erlangga. Tim Pengajar. lengan atas.com/. Zoologi. sperma akan melalui saluran fasa deferensia menuju ke kloaka. Pada masa kawin sepasang katak akan ampleksus (katak jantan menempel pada punggung katak betina. betis. Pembuahannya berlangsung di luar tubuh (fertilisasi eksternal) tetapi katak tidak mempunyai alat kelamin luar. Katak memiliki berbagai macam sistem organ. 2. telapak tangan dan digiti. lubang hidung. Saran 1. 2004. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara.com/. Sistem Pernafasan Vertebrata. 1. Katak jantan memiliki sepasang testis yang terdapat diatas ren. Jakarta. Diakses tanggal 19 November 2009. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik seperti gunting yang sudah kurang tajam. Muara saluran urine. selaput pendengar. Dan memberikan penjelasan tentang apa-apa yang diamati. jari-jari berselaput renang. Halifah. sistem reproduksi. Seri Pembelajaran Struktur Hewan. . 2009. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2. Bagian belakang ovarium terdapat oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih yang bermuara pada kloaka sedang ujungnya burupa corong yang berada di dekat jantung. W. Pembuahan katak bersifat ovivar (bertelur). Erlangga. pelupuk mata dan selaput tidur. Anonimb. sistem ekskresi B. Pagarra. 2009. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi.poetoegaul.google. paha.

Warna kulit katak berubah-ubah karena katak mempunyai kromatophor (sel pigmen) yang terdiri atas : a) Xantopras mengandung pigmen kuning. Kecuali jenis-jenis ikan. b) Melanfora mengandung pigmen melanin menyebabkan warna coklat dan hitam. yaitu katak muda hidup di dalam air dan katak dewasa hidup di darat. . Cara katak menarik dan mengeluarkan nafas adalah : a) Inspirasi. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. atau hagfish). 6. katak. Waktu katak masih berbentuk larva. maka udara didalam paru-paru yang banyak mengandung karbondioksida keluar melalui koana. Jawaban Pertanyaan 1. apabila rongga mulut mengecil. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Katak tidak dapat melakukan pernafasan perut karena katak tidak terdapat tulang rusuk dan sekat rongga dan mekanisme pernafasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. apabila rongga mulut mengecil maka udara masuk ke celah-celah terbuka menuju ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas sehingga oksigen di ikat oleh darah yang ada didalam kapiler dinding paru-paru. Darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika meninggalkan jantung karena hanya memiliki satu ventrikel (bilik) sehingga darah dari tubuh yang akan keluar melalui aorta bercampur. Hati dan pankreas bukan merupakan saluran pencernaan. Pangkal lidah katak melekat pada ujung crinial dari rahang bawah. 7. 4. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru a. Pada katak terjadi vertilisasi eksternal karena pada katak pembuahan terjadi di luar tubuh. 2.Makassar. c) Guanfora mengandung kristal guanin yang menyebabkan warna biru. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. manfaat nya adalah agar lidah katak cepat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsanya. belut jeung. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. serta hewan menyusui. Sistem Pernapasan Pada Katak Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. tetapi termasuk dalam sistem pencernaan karena pada hati dan pankreas terdapat enzim yang dapat melumatkan makanan sehingga dapat dicerna oleh usus halus. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. burung. b) Eksresi. "lintah laut". SISTEM PERNAPASAN VERTEBRATA Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. reptil. Katak digolongkan kedalam kelas amphibi karena katak dapat hidup di dua tempat. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ini adalah : a) Intern b) Ekstern 3. 5.

Pada vertebrata. usus halus. cara mengambil makanan. Makassar. faring. sumber vitamin dan mineral LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Asisten. Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. Apabila insang ini bergetar.S. STRUKTUR HEWAN Katak memiliki organ pencernaan.Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi. Seiring dengan pertumbuhan berudu. Kelenjar pencernaan. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. kerongkongan. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. lambung. Desember 2009 Koordinator Asisten. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. usus besar. meliputi rongga mulut. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. Pada hewan daratan misalnya katak. 061404016 . Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. Mustaina Basir NIM. Suhaedir Bachtiar. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. memperbaiki jaringan yang rusak. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. diabsorpsi. Perbedaan jenis makanan. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Saluran pencernaan. rektum dan anus.pd. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. b. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. dicerna.

dan penghambat (inhibitor). Enzim sangat penting dan berpengaruh dalam tubuh makhluk hidup. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali. Hamka L. Sebagai contoh reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa yang merupakan sumber energi utama kita berlangsung lama. C. namun enzim bila dalam reaksi tersebut ditambahkan enzim maka reaksi tersebut akan berjalan dengan cepat. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. misalnya pada tubuh tumbuhan. Karena hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat. pH. Namun tekadang proses pembenukan energi ini lambat dalam bekerja. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. M. bergerak. hasil akhir. maka apa yang akan terjadi dengan tubuh kita. Lalu apa yang akan kita gunakan nantinya jika proses pembuatannya lambat sedangkan keperluan kita begitu besar. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kerja enzim. Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. Enzim memegang peranan yang sangat penting dalam reaksi metabolisme dalam tubuh. selama enzim tersebut tidak rusak. Hampir semua enzim dalam tubuh merupakan protein. maka dari itu dibutuhkan biokatalisator untuk mempercepat pembentukan energy. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui cara kerja suatu enzim dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi reaksi-reaksi kimia. Oleh karena enzim berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi. NIP. maka kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh pH terhadap aktivitas enzim. Latar Belakang Dalam menjalani kehidupannya manusia bekerja membutuhkan energi. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. misalnya di dalam tubuh hewan berdarah panas. H.S. B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . yang dimana diambil pH faktor yang diamati. Dosen Penanggung Jawab Drs. Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. padahal kita setiap saat harus beraktivitas.Mengetahui.. maka jumlahnya tidak perlu banyak. yaitu suhu. Suatu reaksi kimia dapat terjadi dalam tubuh sanagat lambat didalam tubuh. Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan sangat lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. Respirasi. Atau pada suhu 39 oC. berpikir dan kegiatan lainnya membutuhkan energi. Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27 oC (suhu ruangan). Reaksi reaksi kimia kompleks dalam tubuh akan berlangsung sangat sangat lambat jika tanpa enzim.

Pada tahun 1962. Menurut Kuhne seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi dalam tahun 1878 enzim berasal dari kata in+zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Kebanyakan enzim ini terdapat dalam protoplasma dan sedikit beraa dalam dinding sel atau vakuola. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. 5. biasanya berupa logam seperti besi. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas. Zat tersebut dikenal dengan nama fermen atau enzim (Janice. Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh suatu aktivator sehingga fungsional. atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. sebagai contoh. Di dalam tubuh makhluk hidup. sebagai biokatalisator. 6. Dapat diketahui pula bahwa banyak enzim yang terdiri atas bagian yang berupa protein dan bagian yang lain yang bukan protein. 2009). Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. mudah rusak. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.Enzim dapat ditemukan baik pada hewan maupun pada tumbuhan. 2. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. 2009). Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. tripsinogen harus diaktifkan terlebih dahulu oleh enterokinase (suatu aktivator yang dihasilkan oleh dinding usus halus) manjadi tripsin yang kemudian dapat melakukan pemecahan protein (Janice. Bila zat ini tidak ada. Sebagai contoh. maka proses-proses tersebut berjalan lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. meskipun ada juga yang . 3. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). seorang ahli bernama Sumner berhasil memisahkan suatu enzim dalam bentuk kristal. contoh ektoenzim: amilase. enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. yaitu enzim urease yang diperolehnya dari biji polongan (Lehninger. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Salah satu enzim yang terdapat dalam tubuh adalah milase. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. berbagai enzim dibentuk dalam keadaan tidak aktif and diberi nama zimogen. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim (Lehninger. Enzim tersebut dapat menghidrolisis amilum menjadi gula (Tim Pengajar. Bagian tersebut dinamakan Apoenzim dan bagianyang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik. Dewasa ini telah banyak ditemukan berbagai enzim dalam makhluk hidup. Nama lain dari amylase adalah diastase. 4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Menurut Anonimb (2009). 1982). Enzim adalah biokatalisator yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. seng. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. 2003). 2003). enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa (Anonima. pada sistem pencernaan. maltase. Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupamolekul-molekul besar. tembaga. Biokatalisator. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. 1982). reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. Thermolabil.

d.mengkatalisis reaksi dua arah.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Bekerjanya spesifik . tempat aktif itu bukanlah suatu tempat penerima yang kaku bagi substrat tersebu. suatu enzim harus menyatu biarpun hanya sebentar. Namun demikian. Lainnya dapat terikat secarta longgar atau malah hanya sementara pada waktu enzim tersebut melaksanakan fungsi kualitatifnya (Kimball. Pada umumnya daya yang mengikat enzim dengan substratnya bukan ikatan kovalen. Kofaktor dapt berupa suatu ion metal seperti Zn++ (suatu kofaktor karbonat anhidrase). contoh : lipase. Karena itu. 8. B. 2000). terutama adalah substrat. Atau kofaktor dapat berupa suatu molekul organic kecil yang disebut koenzim. Ketika substrat memasuki tempat akti. 1992). dengan paling sedikit satu dari zat yang bereaksi. Terutama jika atom-atom yang bersangkutan tidak berada didalam jarak yang amat dekat. agar ikatan antara substrat dan enzim cukup kuat. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. Di luar suhu atau pH yang sesuai. atau Na++. Kebanyakan dari interaksi ini bersifat lemah. enzim bersifat spesifik. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kecocokan terinduksi ini akan membaw gugus kikiawi tempat aktif itu keposisi yang meningkatkan kemampiannya untuk mengkatalisis reaksi kimiawi (Campbel. 1992). Mg++. Kekhususan suatu enzim berhubungan dengan adanya kesesuaian antara bentuk tempat aktifnya dengan bentuk substratnya. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. kofaktor dan inhibitor. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. suhu. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor (Anonima. 20 Desember 2009 Waktu : Pukul 01. Agar dapt melakukan tugasnya. 15. Mn++. Kedua molekul harus sangat berdekatan dan meliputi suatu area yang cukup luas agar sejumlah daya tarik yang lemah ini dapat beroprasi. Cu++. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. Jadi molekul substrat harus cocok dengan suatu permukaan komplementer molekul enzim seperti sebuah kunci dengan lubang kunci (Kimball. mak enzim akan terinduksi untuk mengubah bentuknya sedikit sehingga tempat aktif akn lebih pas mengelilingi substrat itu. 2009). yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. 7. K+. keasaman. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Ikatan ion dan daya tarik antara gugus hidrofobik dari dua molekul itu akan secara sendiri-sendiri atau bersama mengikat substrat pada enzim. Kecocokan terinduksi (induced fit) ini miripdengan jabtan tangan yang sangat erat. Alat dan Bahan . Banyak enzim tidak akan bekerja tanpa adanya suatu zat nonprotein tambahan yang disebut kofaktor. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Fe+. Koenzim dapat terikat erat (ikatan kovalen) pada bagian protein dari enzim sebagai gugus prostetik. tetapi ikatan hydrogen.30 s.

b. dan selanjutya diperlakukan sama seperti no. Stopwatch 2. Pada tabung IV ditambahkan 1-2 tetes larutan JKJ. Tabung 1 sampai 3 dikelompokkan menjadi tabung I. Pada tabung II ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Tabung reaksi besar 5 buah d. Kemudian menambah 1-2 tetes HCl encer. Menyiapkan 11 buah tabung reaksi dan mengisikan ke dalam masing masing tabung tersebut 1 ml larutan amilum. Mortar dan pistilium c. Gelas ukur i. Aquades C. Larutan fehling A dan B d. 4. Centrifuge dan tabung centrifuge b. Panaskan ke3 tabung. 2. mencatat warnanya. Membandingkan warna yang terjadi pada tabung I – V. kemudian membuat tabel dan menyimpulkannya. mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatatnya. Larutan NaOH g.1. Tabung V ditambahkn 1-2 tetes larutan Fehling A dan B. Ke3 tabung reaksi diberi label a. 2. 3. mengecek pH dan mencatatnya. Kemudian cek pH nya. c. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. kemudian dipanaskan selama beberapa menit. Pada seluruh tabung I dimasukkan ekstrak kecambah (supernatan). Rak tabung reaksi g. Lampu spiritus h. tabung 4 sampai 6 dikelompokkan menjadi tabung II. mengecek pH dan mencatatnya. Larutan JKJ e. Tabung kemudian dikelompokkan menjadi lima bagian. kemudian mencatat warnanya. Pada tabung III ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Kertas lakmus (kertas pH) h. 5. 3. Kecambah kacang hijau b. Kertas saring i. Tabung c setelah 15 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Tabung b setelah 10 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Kemudian menambahkan 1-2 tetes larutan NaOH. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Pipet f. Larutan amilum c. 6. 2. tabung 10 menjadi Tabung IV dan tabung ke 11 di jadikan Tabung V. Larutan HCl f. mengecek pH dan mencatatnya. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . dan selanjutnya diperlakukan sama seperti no. Tabung a setelah 10 menit ditambah larutan Fehling A dan B. Prosedur Kerja 1. tabung 7 sampai 9 di kelompokkan mejadi Tabung III. Tabung reaksi kecil 9 buah e.

Setelah 5 menit tabung a ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan.A. 3. b dan c. larutan berada dalam suasana asam. kemudian dipanaskan. setelah 15 menit larutan berubah sama seperti tabung b yaitu hijau muda. larutan tersebut dalam suasana basa. Tabung III Pada tabung ini. Setelah itu. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Biru Kehijauan. Tabung II Pada tabung ini diisi amilum kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. Hal ini juga mengindikasikan bahawa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Tabung b. 2. Setelah itu. b dan c. Setelah itu diukur pH-nya dan ternyata pH yang diperoleh adalah 6. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase pada supernatan telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Hasil Pengamatan Tabung pH Warna Awal Akhir Awal Akhir I a 6 5 Biru Muda Biru Kehijauan b 6 5 Biru Muda Hijau Muda c 6 5 Biru Muda Hijau Muda II a 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan ++ b 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan +++ c 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan + III a 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan ++ b 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan + c 6 10 Biru Muda Hijau Kebiruan IV 6 Putih Biru Kehitaman V 6 Biru Muda Biru Muda Bening B. Hal ini menandakan bahwa ezim pada supernatan yang ditambahkan belum bekerja secara maksimal dalam mengubah amilum menjadi glukosa. Setelah itu ditambahkan pula 1 – 2 tetes larutan HCl 10%. Tabung I Pada tabung ini. diisi larutan amilum sebanyak 1 ml ke 3 buah tabung reaksi yang diberi label a. Hal ini menandakan bahwa enzim pada tabung b bekerja lebih baik dibandingkan dengan tabung a. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan fehling A dan B kemudian dipanaskan. Pada tabung c. setelah 10 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi hijau muda Setelah itu tabung c juga diperlakukan seperti tabung a. dan ternyata berubah warna dari biru muda menjadi Hijau Kekuningan . b dan c. dan mengalami perubahan warna hijau muda kekuningan +++. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. diisi amilum kemudian ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah lalu ditambahkan pula 1-2 tetes larutan NaOH 1%. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda hijau muda kekuningan ++. Kemudian larutan diberi label a. Pembahasan 1. berarti enzim tidak bekerja maksimal. Kemudian tabung b diperlakukan seperti tabung a setelah 10 menit. larutan yang semula berwarna biru muda berubah menjadi hijau muda kekuningan +. Setelah itu. setelah 15 menit dipanaskan. kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. masing masing tabung diberi label a.

Alat-alat yang digunakan mungkin tidak terlalu bersih sehingga terjadi pencampuran zat. DAFTAR PUSTAKA Anonyma. sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya. b. II. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. dan III. Menurut teori perubahan warna yang terjadi jika enzim telah bekerja adalah dari putih keruh menjadi orange. 5. . dan terjadi perubahan warna dari putih menjadi biru kehitaman. 2009.org/Wiki/Enzim. Namun perubahan warna yang terjadi pada percobaan ini tidak sesuai dengan teori. Hal ini menandakan bahwa amilum tidak mengandung glukosa. II. Suhunya mungkin tidak sesuai dengan suhu optimum dimana enzim bekerja. 2. B. Dari pencampuran zat inilah menyebabkan terjadinya perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Bahwa.++. Perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung menandakan bahwa enzim pada setiap tabung tersebut bekerja. Karena perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim. c. Pada tabung IV dan V digunakan sebagai kontrol terhadap perubahan warna yang terjadi pada tabung I. Agar dalam melakukan percobaan mahasiswa harus memperhatikan setiap alat-alat yang digunakan harus bersih dari zat-zat kimia. Hal ini menandakan enzim pada ekstrak kecambah telah bekerja secara maksimal dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Sebaiknya laboratorium memperhatikan alat-alat yang akan digunakan oleh praktikan. Pada tabung I.wikipedia. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah. perubahan warna ini juga dapat diartikan bahwa enzim telah bekerja dalam larutan tersebut. 4. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda berubah menjadi Hijau Kekuningan +. Diakses tanggal 2 Desember 2009. Tabung IV Pada tabung ini yang berisi amilum yang ditambahkan 1-2 tetes JKJ. ditambahkan 1-2 tetes fehling A dan B dan larutan menjadi biru muda. pH sangat berpengaruh terhadap kerja suatu enzim. Saran 1. Kekurang telitian saat penghitungan waktu. Tabung b setelah 10 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. walaupun terjadi perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Setelah itu dipanaskan selama 2 menit larutan berubah warna dari biru muda menjadi biru muda bening. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Tabung V Pada tabung ini yang berisi amilum. antara lain : a. dan III terjadi perubahan warna. Agar dalam melakukan percobaan tidak mengalami kegagalan. 3. http://id. Tabung c setelah 15 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Hijau kekuningan. Dengan adanya perubahan warna tersebut menandakan bahwa enzim amilum pada setiap tabung telah bekerja. Enzim. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Hal ini menandakan bahwa larutan ini mengandung amilum.

Jurusan Biologi FMIPA UNM. Biologi Tesis. Jakarta. http://bebas. Biologi Dasar. Molekul yang Terlibat Dalam Metabolisme.vlsm. Wijaya. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Dasar-dasar Biokimia. dan cabang-cabang ilmu pertanian. 2003. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Ekstrak enzim dari biji kecambah dicentrifuge agar dapat memisahkan antara ekstrak kecambah dengan endapan kecambah. A. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. Jakarta. Bandung. Hal-Ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimonoligi. 1992. Enzim Model Komputer enzim nukleusiada purin fosforilase Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia.L. Biologi Jjilid 1. keasaman. Biologi Edisi Kelima Jilid I. terutama adalah substrat. D. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Erlanga. Hal ini akan menyebabkan enzim . Guna larutan fehling A dan B yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa yang terkandung pada ekstrak kecambah yang ditandai dengan adanya perubahan warna. 2009. 1982. ilmu panagan. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Sebagai contoh. Janice.org/. enzimonologi tidak dipelajari tersendiri sebagi satu jurusan tersendiri tetapai sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. Tim Pengajar. Erlangga. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. 2009. Enzimonologi terutama dipelajari dalam Kedokteran. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Erlangga. Jawaban Pertanyaan 1. suhu. Maggy Thena. Dalam dunia pendidikan tinggi. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. N.Anonymb. 2000. Lehninger. Ganesa Exact. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Kimball. Jakarta. teknologi pengolahan pangan. Diakses tanggal 2 Desember 2009. 2. Campbel. kofaktor dan inhibitor. Di luar suhu atau pH yang sesuai. Guna larutan JKJ yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa dan karbohidrat pada ekstrak kecambah. Makassar.

Dasember 2009 Koordinator Asisten. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. 4. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. 5. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. NIP. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. Biokatalisator. enzim bersifat spesifik.S. Asisten. 8. sebagai biokatalisator. 7.pd. M. Dosen Penanggung Jawab Drs. 3. maltase.S. 6. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah. contoh ektoenzim: amilase. Hamka L.kehilangan fungsinya sama sekali. 2.. Thermolabil. 061404016 Mengetahui. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Respirasi” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Molekul Yang Terlibat DAlam Metabolisme Sifat-sifat enzim Enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. 196212311987021005 . karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. 1. Suhaedir Bachtiar. contoh : lipase. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. mudah rusak. Bekerjanya spesifik . Makassar. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. Mustaina Basir NIM. H.

B. Membuktikan bahwa organisme hidup membutuhkan oksigen untuk respirasinya. Proses ini dikenal dengan metabolisme. Pembebasan energi tersebut melalui proses oksidasi biologi. belajar. Salah satu car yang dipakai oleh sel untuk memanfaatkan asam piruvat adalah sebagai bahan baku respirasi sel. Latar Belakang Setiap hari manusia bergerak dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Pada hakekatnya reduksi asam piruvat menjadi asam laktat (atau etanol dan CO2) adalah proses anabolic yang memerlukan energy. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui kebutuhan oksigen suatu organisme untuk melakukan respirasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi. Darimana energi diperoleh? Sumber energi utama bagi makhluk hidup di bumi adalah matahari. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul respirasi. C. Respirasi adalah proses pengikatan oksigen (O2) dan pelepasan karbondioksida (CO2) untuk menguraikan bahan makanan untuk menghasilkan energi. bergerak. Salah satu contoh dari metabolisme adalah respirasi. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam. dan reproduksi. Bekerja tidak hanya dalm hal itu. baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. mencari makanan. 2. Tanpa energi semua proses kehidupan akan terhenti. Membandingkan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya. Selanjutnya energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan berpindah kemakhluk hidup lain pada saat tumbuhan dimakan oleh makhluk hidup tersebut. 2003). energi yang dibebasjkan digunakan untuk peoses hidup lainnya seperti sintesis protein dan pertumbuhan (Jenice. Metabolisme dapat dibedakan menjadi dua macam. yaitu suatu reaksi kimia antara sari-sari makanan dengan oksigen. Sebagian . Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh. mengajar dan lain-lain. menanggapi rangsangan. Tujuan 1. Energi itu digunakan untuk tumbuh. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis dan berat tubuh makhluk hidup terhadap kebutuhan oksigennya. maka proses tersebut merupakan proses penyimpangan energy.BAB I PENDAHULUAN A. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Respirasi atau pernafasan adalah pembebasan energi dari sari-sari makanan di dalam sel-sel tubuh. Ada yang kuliah. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan persenyawaan kimia untuk berbagai keperluan hidupnya. seseorang yang dalam keadaan berbaring juga melakukan kerja. Asam piruvat berfubgsi sebagai ekseptor electron yang telah dipisahkan dari PGAL. Energi matahari ditangkap tumbuhan dan diubah menjadi persenyawaan kimia. mengeluarkan sisa-sisa makanan. Asam laktat mengandung lebih banyak energy dari pada asam piruvat. Kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi setiap makhluk hidup berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran berat tubuh makhluk hidup tersebut. Untuk dapat melakukan semua kegiatan manusia memerlukan energi Semua makhluk hidup memerlukan energi. yaitu reaksi penyusunan (anabolisme) dan reaksi penguraian (katabolisme).

2004). akan tetapi jika tidak ada oksigen organisme ini akan menguraikan senyawa lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. . yaitu : 3. 1992). Dari reaksi di atas tampak jelas bahwa dalam pernafasan akan dihasilkan gas CO2 dan H2O serta energi. jika ditinjau dari ada tidaknya oksigen yang dibutuhkan proses respirasi terbagi atas dua. akan tetapi dapat juga bersifat anaerob. Respirasi aerob (respirasi intraseluler) Respirasi aerob adalah suatu proses pernafasan yang memerlukan oksigen. Dalam jumlah satuan zat yang sama akan diperoleh energi yang lebih rendah. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Respirasi yang terjadi di dalam sel dikenal dengan nama respirasi jaringan. Karena proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan (Anonim. tumbuhan juga bernafas. Anaerob fakultatif yaitu organisme yang pada dasarnya aerob. respirasi anaerob sangat merugikan tumbuhan karena hal-hal sebagai berikut : 3. Pernafasan ini berlangsung pada mitokondria. Proses oksidasi selain membebaskan energi juga akan menghasilkan karbondioksida dan air. Enzim merupakan substansi organik yang dihasilkan oleh sel dan dalam respirasi berfungsi sebagai katalisator (mempercepat reaksi) kimia yang berlangsung pada tubuh organisme. Makhluk hidup yang melakukan respirasi anaerob dibagi menjadi dua yaitu : a. 2005) Menurut Jenice (2003). Apabila substrat yang dioksidasi berupa glukosa. b.keuntungan yang didapat dari oksidasi PGAL menjadi hilang. Anaerob obligat adalah makhluk hidup yang hanya dapat hidup tanpa adanya oksigen. sehingga pada siang hari lebih aktif melakukan fotosintesis dari pada pernafasan (Ali. 4. Respirasi anaerob (respirasi intramolekuler) Respirasi anaerob adalah proses pernafasan yang tidak memerlukan oksigen. maka persamaan reaksi kimianya adalah : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi Adapun energi yang dihasilkan dalam reaksi kimia di atas sebesar 675 kalori. 2009). Energy yang kita dapatkan dari bahan bakar yang kita pakai paling banyak hanya 7% (Kimball. ulat. Pernafasan anaerob terjadi pada tumbuhan tingkat rendah seperti bakteri dan jamur. Respirasi ini tergantung pada pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. Energi yang terjadi dalam proses respirasi tersebut dipindahkan ke molekul lain dan dapat digunakan untuk reaksi-reaksi yang lain. Pernafasan ini terjadi pada sel yang tidak berhubungan dengan udara. Sepertihalnya manusia dan hewan. Respirasi terjadi di dalam sel setiap sel hidup dan berlangsung dengan berbagai cara. Oksigen dan sari-sari makanan masuk ke dalam sel-sel tubuh kemudian terjadilah proses oksidasi (pembakaran) yang membebaskan energi dan menghasilkan karbondioksida (CO2) serta air (H2O) (Goldsten. Artinya. Misalnya pada pernafasan aerob dihasilkan 675 kalori sedangkan pada respirasi anaerob dihasilkan 28 kalori. Setiap tahap dalam respirasi melibatkan enzim dan pada beberapa tahap terjadi pembebasan energi. jika terdapat oksigen bebas maka organisme tersebut menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energinya. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Karbondioksida dan air merupakan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dari dakam tubuh. Pada tumbuhan hijau proses fotosintesis hanya terjadi pada pagi hari dan siang hari. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. Dibandingkan dengan pernafasan aerob. Tumbuhan bernafas sama halnya dengan manusia dan hewan yaitu menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbondioksida (CO2) serta air (H2O).

Dua set respirometer simple 2. Vaselin c. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient (RQ). Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai II Timur FMIPA UNM. Sering dihasilkan senyawa sampingan yang menjadi toksin bagi organisme tersebut.30 – 15. Prosedur Kerja a. Kecambah kacan hijau dan kacang hijau (Phareolus radiatus) f. Mengambil 1 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 1 ekor kecoa (Blatta orientalis) dengan ukuran berat tubuh yang sama. Hal ini tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: 1. 2004). B. Persamaan reaksi kimia pernafasan ini dapat dituliskan seperti : C6H12O6 2 C2HOH + 2 CO2 + 28 Kal Pada pernafasan aerob jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi tidak selalu sama. sempurna tidaknya respirasi.4. kemudian memasukkannya ke dalam di leher tabung respirometer. Spoit 2. 5. kemudian meletakkannya pada sandarannya. 3. 4. 2. Stopwatch / Jam tangan 4. Memasukkan belalang ke dalam tabung respirometer A dan kecoa ke dalam tabung respirometer B. Larutan eosin e. Mengolesi dengan vaselin sambungan tabung respirometer dengan penutupnya untuk . KOH kristal d. Kapas b. Alat dan Bahan 1. Membungkus dengan kapas tipis 2 butir kristal KOH. 2 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 2 ekor kecoa (Blatta orientalis) C. Percobaan I 1. Neraca 5. dan kondisi-kondisi lainnya seperti suhu (Goldsten. Nilai RQ ini dapat berfariasi tergantung pada bahan untuk respirasi. Pipet kecil 3. BAB III METODE PRAKTIKUM A. 4 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Menutup tabung respirometer dengan penutupnya yang berhubungan dengan kaca berskala.

mencegah kebocoran.9 g) 0. Analisis Grafik Gravik hubungan antara antara waktu dan konsumsi oksigen Belalang Kecoak .66 0.36 0. Percobaan II 1. melakukan percobaan II dengan menggunakan belalang dengan ukuran berat tubuh yang berbeda.0 g) 0. c.39 B. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan.13 0.Kecil (0. kemudian memcatat jarak pergeseran eosin mulai dari skala 0.19 0.22 0.21 0. b.37 0. 8. melakukan percobaan III dengan menggunakan kecambah kacang hijau dan kacang hijau dengan berat yang sama.0 atau eosin tidak bergerak lagi.66 0. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.36 0.81 Kecil (0. 7. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan.56 0.25 0. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.6 g) 0. Hasil Pengamatan Tabel hasil pengamatan percobaan I Belalang (Dissosteria carolina) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (1.52 0.59 Kulit dilepas 0.80 Tabel hasil pengamatan percobaan III Kecambah Kacang Hijau (Phareolus radiatus) Keadaan Pengamatn Ke 12345 Memiliki kulit 0. Melakukan pengamatan sampai eosin tiba pada skala 1.18 0. 2. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I. 6.45 0.13 0.56 0.36 0. Percobaan III 1.19 0. 2.36 0. Mengamati pergeseran eosin sepanjang saluran pipa kaca berskala.92 .31 0.0 setiap 1 menit.80 Tabel hasil pengamatan percobaan II Kecoa (Blatta orientalis) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (0.07 0. Menetesi larutan eosin pada ujung pipa berskala sampai ada yang masuk ke dalam salurannya.51 0.4 g) 0.

9 g) Konsumsi oksigen = 0.81 Waktu = 5 .80 Waktu = 5 . 0.0 g) Konsumsi oksigen = 0. Analisis Percobaan 1. Kecoa kecil Konsumsi oksigen = 0.306 Vol/Menit.16 2. = 0.072 D. Pembahasan Pada percobaan I.92 Waktu = 3 . = = 0. Belalang kecil (0.6 g) Konsumsi oksigen = 0.306 2.118 2. antara belalang dan kecoa dengan selang waktu satu menit didapatkan bahwa kecepatan bernafas kecoa lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. 0.80 Waktu = 5 .59 Waktu = 5 . Belalang besar (1. jika dibandingkan kecepatan respirasi spesies yang berbeda dan berat yang hamper sama. = = 0.Kecambah kacang hijau C. Percobaan I Rata-rata konsumsi oksigen belalang 1. Percobaan III Rata-rata konsumsi oksigen kecambah kacang hijau 1. Meiliki kulit Konsumsi oksigen = 0. Sedangkan kecepatan bernafas belalang lebih lambat karena kecepatan bernafasnya hanya 0.162 Vol/Menit. Percobaan II Rata-rata konsumsi oksigen kecoa 1.I62 2.16 3. . = 0. Kecoa besar (0.36 Waktu = 5 . Dilepas kulitnya Konsumsi oksigen = 0.

Praktikan harus teliti melihat penunjukan respirometer dan berhati-hati dalam menggunakan alat-alat praktikum. antara belalang yang berukuran besar dengan berat 1. Janice. D. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. PT Ikrar Mandiri Abadi. Diakses tanggal 10 Desember 2009. Hal ini pun sesuai dengan teori.L. DAFTAR PUSTAKA Ali. http://www. Biologi Tesis.072 Vol/Menit. 2004. Sedangkan belalang yang berukuran kecil mempunyai kecepatan bernafas sebesar 0. Penuntun Praktikulum Mikrobiologi Dasar.16 Vol/Menit. Laboratorium sebaiknya menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan dibutuhkan dalam praktikum. Makassar.118 Vol/Menit. Anonim.Hal ini menunjukkan bahwa setiap organisme memerlukan jumlah oksigen yang berbeda untuk melakukan respirasi.162 Vol/Menit. Setiap makhluk membutuhkan oksigen dalam melakukan proses respirasi. A. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. ukuran. yaitu dengan jenis tumbuhan dan berat yang sama namun dengan jaringan tubuh yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun suatu organisme jenisnya sama namun jika ukuran tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigennya untuk melakukan respirasi pun berbeda. Jakarta. Respirasi Anaerob. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun tumbuhan tersebut berjenis dan berat sama namun jika jaringan tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi juga berbeda.0 gram dengan belalang yang berukuran kecil dengan berat 0. dan Yusmina H. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Jakarata. aktivitas dan keadaan tubuhnya.forumsains. yang mengatakan bahwa semakin besar atau semakin berat tubuh suatu organisme maka kebutuhan oksigennya pun lebih banyak. Goldsten. 2009. . yaitu dengan spesies yang sama namun berat tubuh yang berbeda. Pada percobaan III. Philip. Banyaknya oksigen yang dibutuhkan suatu organisme untuk melakukan respirasi berbedabeda. Banyak atau sedikitnya oksigen yang dibutuhkan akan mempengaruhi kecepatan respirasinya. 2.. Pada percobaan II. berat. B. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. Erlangga. Saran 1. 2003. Sedangkan untuk kacang hijau yang tidak berkecambah kecepatan respirasinya hanya 0. 3. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan respirasi kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. 2. antara kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit dan kecambah yang telah dilepas kulitny. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan bernafas belalang yang berukuran besar adalah 0.com/. 2005. hal ini dapat dipengaruhi oleh jenis.6 gram.

Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. Larutan eosin yang diteteskan pada pipa kaca berskala bergerak karena organisme yang ada pada tabung tersebut melakukan proses respirasi sehingga menyebabkan volume oksigen yang berada dalam tabung respirometer berkurang sehingga menyebabkan udara yang berada pada pipa kaca berskala terisap masuk ke dalam tabung sehingga larutan eosin yang berada pada pipa kaca berskala juga ikut terisap sehingga larutan tersebut bergerak. Biologi Jjilid 1. Respirasi anaerob juga dianggap sebagai penguraian tidak lengkap karena tenaga masih boleh dibebaskaqn apabila etanol diuraikan http://www. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan. 2007. Jurusan Biologi FMIPA UNM.forumsains. . Semasa tiada oksigen. Tumbuhan pula mengurangi glukosa kepada etanol dan karbon dioksida serta membebaskan tenaga. Tim Pengajar. Secara ringkasnya. Desember 2009 Koordinator Asisten.Kimball.com / LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Kebakaan” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Fungsi KOH yaitu untuk mengikat karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh hewan dan tumbuhan yang ada pada tabung respirometer. 1992. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. hewan menguraikan glukosa kepada asid laktik dan membebaskan sedikit tenaga. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Jawaban Pertanyaan 1. 2. Makassar. ulat. Asisten. Jakarta. Erlanga. Makassar.

Ada sifat atau ciri yang sama antara individu yang satu dengan yang lainnya.pd. Sudah sejak ribuan tahun yang lalu orang meyakini bahwa anak atau keturunan dari hasil perkembangbiakan secara kawin mewarisi sifat induknya. H. M. para ilmuwan mengembangkan varietas unggul pada berbagai tanaman ataupun hewan.S. Pewarisan sifat organisme melalui perkembangbiakan secara kawin ternyata mengikuti pola tertentu. Mengapa tidak sekalian saja kalu anak tersebut laki laki maka akan kembar dengan sang ayah. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul kebakaan. Ada sifat yang berbeda antara satu individu dengan lainnya. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Untuk membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Tujuan Membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Irwan NIM. Didasari oleh pola pewarisan sifat yang dirintis oleh Mendel. C. Adanya perbedaan ciri itu menyebabkan kita dapat membedakan individu-individu dalam sekelompok makhluk sejenis. Hal seperti ini terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan pada masa lalu. Hamka L. Gen-gen tersebut tersimpan di dalam inti sel yaitu dalam kromosom. Setiap sel kelamin membawa sifat dari induknya sehingga zigot yang terbentuk mengandung gabungan sifat dari kedua induknya. 061404008 Mengetahui. melalui persilangan dan hibridisasi. Dosen Penanggung Jawab Drs. NIP. Tentu saja kemiripan itu hanya sebagian. Misalnya saja alis sang ayah kemudian hidung sang ibu dan masih banyak kemiripan yang lainnya. Latar Belakang Bagaimana kita dapat mengenali teman-teman kita dalam satu kelas? Bagaimana kita dapat mengenali setiap anggota keluarga? Setiap makhluk hidup memiliki sekumpulan sifat atau ciri. M. Pola pewarisan sifat tersebut pertama kali oleh Gregor Johann Mendel. Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.. Pernahkah anda memikirkan bagaimana seorang anak memiliki kemiripan dengan orang tuanya apakah itu ayah ataupun ibunya.Suhaedir Bachtiar S. Manfaat . Saat ini telah diketahui bahwa sifatsifat menurun tersebut dikendalikan oleh suatu komponen sel yang disebut ¬gen. B.

Wolff (1738-1794). Teori embrio Kini sudah diketahui bahwa pewarisan sifat itu tidak dapat dilepaskan dari pembentukan embrio atau janin yang akan berkembang menjadi makhluk dewasa. Pada manusia. yang pada tahun 1651 menulis buku Tentang Generasi Hewan. Teori Epigenesis embriologi Teori ini menjelaskan bahwa ada kekuatan alat dalam benih organisme dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan yang telah dibentuk sebelumnya. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai proses sifat baka pada manusia. Teori Plasma Nutfah Teori ini diperkenalkan oleh Weisman. Secara ekstern bahkan ia mengatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan datang sebagai miniature yang telah terbentuk sebelumnya. Di dalam gonat. Pada hewan tingkat tinggi.R. dalam kepompong. 2. Teori ini dibuktikan oleh C. Menurut Prawirohartono (1998). bahkan dalam telur. 2004). gemula-gemula ini . Selanjutnya gemula-gemula ini akan diangkut oleh darah ke testis atau ovarium. Darwin (1809-1882) yang mengemukakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih kecil yang disebut gemula. De Graaf (1641-1673). 4. Teori Preformasi Teori ini diperkenalkan oleh Jan Swammerdam (1637-1680). Pernyataan ini sama sekali tidak benar.F. Orang pertama yang mempelajari embrio ini adalah Willian Harvey (1578-1657). melalui lensanya pada tahun 1672. masyarakat. Ia menyatakan bahwa indung telur pada burung sama dengan indung telur pada kelinci. dan telah dibuktikan dengan kenyataan yang ditunjukkan oleh transfusi darah. Plasma nutfah menentukan bentuk dan ciri plasma tubuh yang melayani pemberian makanan kepada plasma nutfah. Dikatakannya bahwa semua hewan berasal dari telur. Dengan kata lain. Ia juga merupakan peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel telur dan sperma agar terbentuk embrio. sifat darah yang dimilikinya tetap seperti semula. 5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Banyak sifat yang dimiliki suatu makhluk hidup menurun dari induk kepada turunannya. Dengan kata lain darah tidak mengandung sifat-sifat yang diturunkan atau diwariskan dari induk kepada keturunannya (Tim Dosen. Ia mengamati kupu-kupu yang telah terbentuk sempurna sebelumnya. terdapat anggapan bahwa sifat-sifat ini menurun melalui darah. Teori Pangenesis Tokoh teori ini adalah C. Dari pengamatan ini ia berpendapat bahwa kupu-kupu teleh terbentuk sebelumnya dalam ulat. seperti serangkaian kotak di dalam kotak yang semakin kecil ukurannya. berbagai teori mengenai cara penurunan sifat dari induknya kepada keturunannya antara lain : 1. Pernyataan ini diperkuat dengan penemuan R. plasma nutfah yang bertanggung jawab terhadap penyaluran mutu hereditas dan plasma soma (tubuh). De Graaf juga membuktikan bahwa sel telur dan sperma sama-sama membawa bahan genetik untuk keturunannya. 3. tubuh ini merupakan mortal dan hanya plasma nutfalah yang dilanjutkan dari generasi ke generasi berikutnya. Walaupun orang mendapat donor darah dari orang lain.Memberikan wawasan kepada mahasiswa. menurutnya plasma nutfah merupakan bagian organisme yang terpenting. sehingga ia dapat bereproduksi sendiri.

Langkah awal sebelum dilakukan perhitungan terhadap pengamatan adalah menentukan galur murni jenis tanaman yang dijadikan percobaan. 2009). Suatu tumbuhan mewariskan satu gen tiap pasang dari tiap induknya. Berikutnya adalah mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa yang terjadi bila dua individu galur murni yang mempunyai satu sifat yang berbeda mencolok itu disilangkan. apabila dua gen mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. 1998). 1999). Dia juga menegaskan. ditentukan oleh pasangan gen. Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali di kemukakan oleh Gregor Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan cirri-ciri baka pada kacang kapri (Pisum Sativim). Mempunyai daur hidup yang pendek (cepat menghasilkan keturunan). 3. Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah aau putih semua) (Tim pengajar.berkumpul membentuk gamet. 4. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. tiap kegiatan sel atau gamet (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gen untuk satu pasang. 2. tiap ciri pribadi. bentuk daun. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gen dari satu pasang terjadi pada satu gamet dan diteruskan kepada keturunan tertentu (Anonim. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat unit dasar yang kini disebut gen yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Misalkan apa yang terjadi bila penyilangan dilakukan terhadap tanaman yang berbatang tinggi dengan berbatang pendek. Mendel menemukan. ia melakuan percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman. 5. Sehingga pada tahun 1822-1884 muncullah hukum Mendel yang diperkenalkan oleh Johann Gregor Mendel yang kemudian berkat hukumnnya tersebut sehingga ia diangkat menjadi bapak genetka (Prawirohartono. Menurut Kimball (1999). Mendel secara tepat menginterpretasi arti nisbah yang diperoleh dari persilangan yang dilakukannya dengan membuat dalil bahwa setiap serbuk sari dan setiap telur membawa hanya satu penentu untuk setiap sifat (misalnya suatu serbuk sari akan membawa bulat atau keriput . belum jelas ditunjukkan adanya hukum yang mengatur penurunan sifat itu. Mudah disilangkan. Mempunyai keturunan yang banyak. misalnya kcang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang kontras. Melakukan autogami (perkawinan sendiri). yang berbiji bulat dengan berbiji kisut. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Hasil percobaan yang mengesankan adalah dengan kacang ercis (Piseum sativum). Dengan mengawinkan strain galur murni darisuatu fenotif yang berbeda. gen yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Gamet itu kemudian tumbuh menjadi makhluk dewasa dan memiliki susunan tubuh atau sifat-sifat seperti induknya. Tanaman ini dipilih oleh mendel karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. Di halaman gedung gereja parokinya. satu gen untuk benih hijau dan lain gen untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. dan lain-lain (Kimball. Dari teori-teori yang dikemukakan tentang penurunan sifat itu. Setiap varietas diusahakan untuk selalu menurunkan keturunan yang mempunyai sifat-sifat yang khas yang sama dengan induknya bila melakukan penyerbukan sendiri. misalnya warna benih. Mendel menyadari. Mendel menemukan hukum-hukumnya itu dengan ketentuan percobaan penelitiannya. Tetapi. 2009). walaupun diulang-ulang beberapa kali.

5. yaitu mengawinkan tanaman yang tinggi ini. Mendel telah berkesimpulan bahwa salah satu faktor dalam bersifat dominan terhadap pasangannya sehingga F2 akan menunjukkan rasio monohibrid sebagai 3 : 1. yaitu filial kedua (F2) adalah tanaman tinggi dan rendah. 2004). ada yang tinggi sampai mencapai 2 meter dan ada yang pendek. menghasilan 3 berbiji bulat dan 1 berbiji kisut. Setiap pasang faktor keturunan menunjukan bentuk alternatif sesamanya. Mendel dapat mengembangkan beberapa hukum.kedua bentuk alternatif tersebut disebut alel. Dalam penelitian Mendel. 1999). Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang keturunan. dari hasil-hasil yang diperolehnya itu Mendel menyusun beberapa hipotesis: 1. 1998). yaitu persilangan antar dua individu yang membawa alel yang berbeda untuk lokus yang sama. Ada dua . pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisah secara bebas. yaitu dominan diberi tanda huruf besar dan faktor resesif diberi tanda huruf kecil. Pada pembentukan gamet. Satu dari induk jantan dan satu dari induk wanita. 2004). dalam jumlah yang sama. Sifat lain yang tidak terlihat pada tanaman F1 disebut sifat resesif. Persilangan tanaman berbiji bulat denga berbiji kisut. misalnya tinggi atau rendah. Langkah berikutnya yang dilakukan mendel adalah sangat penting. Individu murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama. Yang pertama dikenal dengan persilangan monohibrid. Ia ajukan bahwa tanaman induk bulat asli berbiak murni untuk bulat sebab tanaman –tanamn ini menghasilkan hanya satu tipe gamet: serbuk arid an telur keduanya membawa khusus penentu bulat (R).saja. maka dari persilangan monohibrid. tidak pernah kedua-duanya). Yang kedua dikenal dengan perkawinan dihibrid yaitu persilangan antar dua individu yang mempunyai dua sifat beda atau juga dapat diartikan sebagai persilangan antar dua individu yang memiliki alel yang berbeda dikedua lokus yang berbeda (Ronald. Menurut Prawirohartona (1998). yang disebut filial pertama. yang membawa R saja dan membawa r saja (Goodenough. Persilangan yang dilakukan oleh Mendel sifat yang muncul pada F1 ini disebut sifat dominan. Hasilnya. bila diilangkan bersama. Bila persilangan melibatkan satu sifat yang berbeda disebut monohibrid dan bila melibatkan dua sifat beda disebut dihibrid. Dari hipotesis-hipotesis itu. ia telah melakukan suatu persilangan antar dua individu dengan beberapa sifat beda. 3. Dari penyilangan kedua varietas ini diperoleh tanaman yang semuanya tinggi. yang biasanya dikenal dengan sebutan F1. Keuntungan dari persilangan dengan sifat-sifat yang berbeda itu disebut dengan hibrid atau bastar (Kimball. dengan perbandingan 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. 1988) Di antara tanaman ercis. oleh sebab itu. Tampaklah bahwa semua tanaman filial pertama memiliki sifat yang sama dengan induknya. ia mengusulkan bahwasetiap tanaman induk keriput menghasilkan hanya gmet pembawa kriput (r). Bila pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman. Pada persilangan F2 menghasilkan keturunan yang pada dasarnya serupa dengan hasil pada F1 yang pada hasil terakhirnya menghasilkan perbandingan 3:1 (Prawirohartono. faktor dominan akan menutup faktor resesif. 2. keturunan F1 – nyaakan memperoleh penentu R dan r dan dpat disebut Rr. 4. bulat atau kisut atau sebagainya. demikian juga. faktor dalam yang berpasangan akan dipisahkan atau akan disegresikan ke dalam sel sel gametnya (Ronald. Ia kemudian kemukakan bahwa tanaman-tanaman Rr ini akan menghasilkan dua tipe gamet. atau yang dikenal dengan pembelahan meiosis. Begitupula yang terjadi pada tanaman dengan sifat-sifat yang lain. Dengan menggunakan suatu anggapan dasar ytang menyatakan bahwa setiap individu dikontrol oleh dua faktor dalam yang berpasangan. Pada watu pembentukan gamet.

harus ada cara yang dapat mempertahankan gen-gen itu selalau berpasangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. yaitu : a. Lesung dagu merupakan sifat dominan (D). i. akan diperoleh kembali satu pasangan lagi. Tabel Sifat Baka Individu Ciri/Sifat Baka Fenotif Genotif . 2004). Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada setiap daftar fenotif yang tertera pada buku penuntun masing-masing dari mahasiswa. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Bila faktor-faktor keturunan atau gen-gen itu dapat berpasangan pada masing-masing individu. merupakan sifat dominan (F). Daftar fenotif Daftar fenotif sifat baka manusia yang dikontrol oleh 1 gen dengan 2 alel dan masing-masing alel menghasilkan fenotif yang jelas. Kaca pembesar (lup) 2. Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang merupakan sifat dominan (L). Orang meletakkan ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan. BAB III METODE PRAKTIKUM A. c. 11 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Alat dan Bahan 1. Prosedur Kerja 1. g. h. b. 3. Jadi bila kedua sel nutfah itu (satu dari induk jantan dan satu dari induk betina) berpasangan. B. Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (G). e.30 – 15. Mencatat data yang diperoleh dari teman-teman kelompok dan menghitung persentasenya.hukumnya yang terkenal yaitu hukum Mendel I atau hukum segregasi dan hukum Mendel II atau hukum pengelompokan secara bebas (Tim Dosen. Rambut dari menjorok merupakan sifat dominan (W).10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Hasil Pengamatan 1. Ujung dau telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E). Tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M). 2004). Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan. f. Inilah yang dikenal dengan hukum segregasi (Tim Dosen. Mendel mengemukakan bahwa untuk hal ini hanya satu dari dua gen yang berpasangan memasuki sel nutfah. 2. Orang meiliki sifat ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (B). C. d. Menandai dengan menggunakan (-) apabila ada fenotif yang dominan. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Lesung pipi merupakan sifat dominan (P).

Tabel Sifat Baka Kelompok No Ciri/Sifat Baka Genotif Jumlah 1 Ada lesung dagu (D). tidak menyerong (b) Menyerong ke dalam BB e. tak ada rambut (m) MM 3 mm 4 7 Lesung pipi (P). tidak ada (p) PP 2 pp 5 8 Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) LL 3 ll 4 9 Gigi seri atas bercelah (G). Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) Tak dapat digulung memanjang ll i. tidak ada (d) Tidak ada dd b. menempel (e) EE 2 ee 5 3 Ibu jari kiri di atas (F). tak ada rambut (m) Ada rambut pada jari MM g. Ada lesung dagu (D). Lesung pipi (P). tidak menjorok (w) WW 5 ww 2 6 Rambut pada jari (M). Ibu jari kiri di atas (F). tidak menjorok (w) Rambut dahi menjorok WW f. Gigi seri atas bercelah (G). Rambut dahi menjorok (W). tidak menyerong (b) BB 6 bb 1 5 Rambut dahi menjorok (W).Daun Telinga Ibu jari tangan Ruas jari Rambut Dahi Rambut jari Lesung pipi L. tidak ada (p) Tidak ada lesung pipi pp h. di bawah (f) FF 2 ff 5 4 Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B).a. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). tidak bercelah (g) GG 1 gg 6 3. Tabel Sifat baka kelas Kelompok L. tidak bercelah (g) Gigi seri tidak bercelah gg 2. menempel (e) Menempel ee c. Rambut pada jari (M). Me¬ng-nggulung Gigi sei DDEeFFBbWwMmPPLlGG I072525615234253416 II 0 6 1 5 3 3 3 3 3 3 2 4 1 5 4 2 0 6 III 0 6 0 6 1 5 3 3 6 0 6 0 1 5 2 4 0 6 IV 0 7 3 4 4 3 3 4 6 1 1 6 2 5 4 3 1 6 V074352435207163407 VI 0 6 3 3 4 2 4 2 4 2 2 4 1 5 4 2 3 3 VII 0 6 5 1 3 3 4 2 5 1 3 3 1 5 2 4 2 4 VIII 0 8 2 6 4 4 5 3 7 1 4 4 0 8 6 2 2 6 0 53 20 33 26 27 32 21 41 12 32 21 9 44 25 28 9 44 . Anak daun telinga menggantung (E). dagu U. tidak ada (d) DD 0 dd 7 2 Anak daun telinga menggantung (E). di bawah (f) Ibu jari tangan kanan di atas ff d.

Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1.86% 2.71% 2.14% g. Jumlah gen resesif = 71.57% 2.43% c. Rambut pada jari 1. Jumlah gen dominan . Jumlah gen dominan = 28.43% 2. Lesung pipi 1. Jumlah gen resesif = 57.29% e. Jumlah gen dominan =71. Frekuensi kelompok a. Anak daun telinga menggantung 1.1. Jumlah gen resesif = 71. Jumlah gen resesif =14. Jumlah gen dominan = 28. Jumlah gen dominan =0 2. Lesung dagu 1. Jumlah gen dominan =85.57% f. Jumlah gen dominan = 42.57% 2.43% d. Jumlah gen resesif = 28. Rambut dahi menjorok 1. Ibu jari kiri di atas 1. Jumlah gen resesif = 100% b.

Gigi seri atas bercelah 1.43% h. Frekuensi kelas untuk a.29% 2.=28.71% 2.86% 2. Lesung dagu 1. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1. Ibu jari kiri di atas 1.57% 2. Jumlah gen resesif = 50.26% c. Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen dominan = 42. Jumlah gen dominan = 60. Jumlah gen dominan = 14. Anak daun telinga menggantung 1.06% 2. Jumlah gen dominan = 0% 2. Jumlah gen resesif = 62. Jumlah gen resesif =71. Jumlah gen resesif = 57. Jumlah gen resesif = 100% b. Jumlah gen resesif = 85. Jumlah gen resesif .94% d.14% i. Jumlah gen dominan = 37.38% 2. Jumlah gen dominan = 49.74% 2.

Jumlah gen resesif = 83. Rambut pada jari 1. Jumlah gen resesif = 83.98% 2. lidah tidak dapat digulung memanjang (ll).36% 2. Jumlah gen dominan = 47.17% 2. Lidah dapat digulung memanjang 1. Dimana tampak bahwa individu tidak memiliki lesung dagu (dd). Pada sifat baka ruas . Pada sifat baka anak daun telinga menggantung (EE) sebanyak 37.64% f. Lesung pipi 1.02% B. Jumlah gen resesif = 52. Jumlah gen dominan = 77. terdapat rambuk pada jari (MM). Jumlah gen dominan = 16. anak daun telinga menempel (ee). Jumlah gen resesif = 60. Jumlah gen dominan =16.62% 2. ibu jari tangan kanan diatas (ff). tidak memiliki lesung pipi (pp).38% g. rambut dahi menjorok (WW). Gigi seri atas bercelah 1.83% i.= 39. Rambut dahi menjorok 1.74%. Jumlah gen dominan = 39. Pada analisis data kelas untuk dominan didapat.62% e.06%. Pembahasan Percobaan sifat baka yang individu dimana dalam percobaan ini melihat keadaan kita sendiri menunjukkan keadaan pribadi kita.98% 2. Hasil pengamatan ini menunjukkan diri pribadi sendiri. pada sifat baka adanya lesung dagu (DD) sebanyak 0%. ruas jari kelingking menyerong kedalam (BB). Pada sifat baka ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan (FF) sebanyak 49.02% h. Jumlah gen resesif = 22. dan gigi seri tidak berselah (gg).

Agar mahasiswa lebih serius dalam melakukan pengamatan sehingga data-data yang diperoleh lebih akurat.37% sedangkan frekuensi untuk resesif sebesar 61. 3. Pada analisis data kelas untuk resesif didapat. pada sifat baka tidak adanya lesung dagu (dd) sebanyak 100%. Pada sifat baka gigi seri bagian atas tidak bercelah (gg) sebanyak 83.94%.64%.62%. karena sifat dominan lebih sedikit dibandingkan dengan sifat resesif. Dari data-data yang diperoleh menandakan bahwa hukum Mendel yang menyatakan bahwa perbandingan antara dominan dan resesif yaitu 3 : 1 tidak perbukti pada percobaan kami. Keberhsihan laboratorium sebaiknya dijaga agar praktikan nyaman dalam melakukan praktikum.37%. 2. Atau dengan kata lain sifat resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat dominan dimana persentase kelas untuk sifat dominan secara keseluruhan adalah 38. Hal tersebut menandakan bahwa sifat resesif lebih banyak dimiliki oleh mahasiswa kelas Biologi A dibanding dengan sifat dominan yang hanya dimiliki beberapa mahasiswa dikelas Biologi A.63%. Hal tersebut juga menandakan bahwa terdapatnya perbedaan sifat baka pada masing-masing masiswa yang satu dengan yang lain. Karena sifat resesif lebih mendominasi dari pada sifat dominan itu sendiri. Pada sifat baka rambut dahi menjorok (WW) sebanyak 77. Sifat baka yang dimiliki oleh setiap masiswa di kelas Biologi A berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya. 2. Pada sifat baka rambut dahi tidak menjorok (ww) sebanyak 22. B. 3. Pada sifat baka terdapatnya lesung pipi (PP) sebanyak 16. Pada sifat baka lidah dapat digulung memanjang (LL) sebanyak 47. Pada sifat baka terdapat rambut pada jari (MM) sebanyak 39. Agar asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung.02%. Pada sifat baka tidak adanya rambut pada jari (mm) sebanyak 60. Pada sifat baka anak daun telinga menempel (ee) sebanyak 62. Pada sifat baka ruas jari kelingking paling ujung tidak menyerong (bb) sebanyak 39. DAFTAR PUSTAKA .63%.36%.98%. sedangkan persentase kelas untuk sifat resesif sebesar 61. Pada sifat baka ibu jari tangan kanan di atas ibu jari tangan kiri (ff) sebanyak 50.26%.62%.83%. Sifat baka resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat baka dominan dimana frekuensi kelas untuk dominan sebesar 38. Pada sifat baka lidah tidak dapat digulung memanjang (ll) sebanyak 52.98%. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.02%. Pada sifat baka tidak adanya lesung pipi (pp) sebanyak 83.38%. Pada sifat baka gigi seri bagian atas bercelah (GG) sebanyak 16.17%. Begitu pula pada data kelompok. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. Hukum Mandel yang menyatakan bahwa perbandingan antara sifat dominan dengan sifat resesif yaitu 3 : 1 tidak terbukti pada percobaan kami. Dari data-data yang diperoleh sifat baka yang dominan di kelas Biologi A lebih sedikit dibandingkan dengan sifat baka yang resesif.38%. Saran 1.jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (BB) sebanyak 60. Gen resesif lebih besar dibandingkan dengan gen dominan.

2004. 2004.W. BIOGRAFI GREGOR MENDEL Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. Dia menjadi pendeta tahun 1847. Sitorus. Erlangga. Menjelang tahun 1865 dia sudah menemukan hukum keturunannya yang kesohor dan mempersembahkan kertas kerjanya di depan perkumpulan peminat sejarah alam kota Brunn. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Goodenough. mulai tahun 1856 dia memperlihatkan pengalaman-pengalamannya yang masyhur di bidang pembiakan tumbuh-tumbuhan. Biologi Umum.googe. Jerih payah Mendel baru diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda. Bandung Tim Dosen. Sementara itu. Rangkuman Materi Penting Biologi. http://www. di kota Brunn. Bandung. penyelidikan briliannya nyaris dilupakan orang dan dia tak peroleh pengakuan apa pun untuk penyelidikan itu. Genetika jilid satu. Prawirohartono. 1999. Diakses tanggal 16 Desember 2009. Makassar. tetapi banyak terdapat di pelbagai perpustakaan besar. Ketika dia meninggal tahun 1884 dalam usia enam puluh satu. Kimball. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru. Tahun 1866 hasil penyelidikannya diterbitkan oleh majalah Transactions milik perkumpulan itu di bawah judul "Experiments with Plant Hybrids. Ceko). Sesudah itu umumnya kertas kerja Mendel diabaikan dan nyaris dilupakan orang hampir tiga puluh tahun lamanya. Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi. 1988. tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn. Tim Pengajar. Jakarta. Ursula. Kendati majalah itu bukanlah majalah besar.Anonim. Biologi Umum. J. seorang tokoh disegani di bidang ilmu keturunan. Makassar. 2009. tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam biologi! Meski begitu. Biografi Gregor Mendel. Di samping itu Mendel mengirim satu salinan kepada Karl Nageli. Nageli membaca salinan itu dan kirim balasan kepada Mendel tetapi dia tidak paham apa yang teramat penting dalam salinan kertas kerja Mendel itu. Pionir Jaya. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. 1998. Pustaka Pelajar." Kertas kerja keduanya diterbitkan oleh majalah itu juga tiga tahun kemudian. Austria (kini bernama Brno. Erlangga. 2009. Carl Correns dari Jerman dan Erich von . Ronald H.com. Pola-Pola Hereditas Manusia. kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina. Tahun 1866 Mendel naik pangkat ditunjuk jadi pendeta kepala di biaranya. dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Jakarta. Kesibukan administrasi rutin membuatnya kehabisan tempo melanjutkan penyelidikannya dalam bidang tanam-tanaman.

Aristarchus. Satu kebetulan segitiga yang aneh! Lebih dari itu. Karena penemuannya diremehkan di saat hidupnya. Karena faktor contoh-contoh di atas. Copernicus dan Joseph Lister. Kalau saja ciri-ciri pokok yang diselidikinya masing-masing sudah ditentukan oleh pelbagai perangkat gene. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. Ada pula faktor yang tak boleh diabaikan kalau kita memutuskan dimana Mendel mesti ditempatkan dalam urutan daftar buku ini. tiap ciri pribadi. Mendel menyadari. dan kesimpulan-kesimpulannya diketemukan oleh ilmuwan yang datang belakangan. Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. di tahun itu juga.000 tumbuh-tumbuhan!). dan lewat analisa hasilhasilnya. Bagaimana Mendel selaku seorang amatir mampu menemukan prinsip yang begitu penting yang menyisihkan begitu banyak biolog profesional yang masyhur yang ada sebelumnya? Untungnya. Tetapi. ilmuwan berkebangsaan Inggris. umumnya mungkin tidak bisa diduga jenis kualitas mana sesuatu keturunan akan mewariskan. tiap kegiatan sel atau gamete (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gene untuk satu pasang. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gene dari satu pasang terjadi pada satu gamete dan diteruskan kepada keturunan tertentu. Mendel dapat menarik kesimpulan terhadap hukum-hukumnya. . Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. satu gene untuk benih hijau dan lain gene untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. hukum keturunan merupakan penambah penting buat pengetahuan manusia. keberuntungan ini tidak akan menolong Mendel kalau saja dia tidak punya sifat kecermatan yang dahsyat dan kesabaran seorang pencoba. menemukan pula kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengedepankan kepada kalangan dunia ilmu. Mendel menemukan. misalnya warna benih. gene yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Suatu tumbuhan mewariskan satu gene tiap pasang dari tiap "induk"-nya. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat "unit dasar" yang kini disebut gene yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. bentuk daun. Di penghujung tahun itu Mendel dapat sambutan meriah dan penghargaan atas begitu hebat karya-karya yang dilakukannya selama masa hidupnya. Dia juga menegaskan. Apabila alasan ini dipaksakan. ditentukan oleh pasangan gene. seperti halnya Leif Ericson. dan juga tidak akan menolongnya apabila dia tidak menyadari bahwa perlu membuat analisa statistik dari pengamatannya. apabila dua gene mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya.Tschermak dari Austria. penyelidikan Mendel dianggap tidak berdiri sendiri. tetap merupakan titik tolak dari ilmu genetika modern. penyelidikannya akan menghadapi kesulitan yang luar biasa. orang bisa berkesimpulan bahwa Mendel mungkin bisa tersisihkan sepenuhnya dari daftar. Tetapi. dia memilih untuk bidang penyelidikannya jenis tumbuhan yang ciriciri khasnya ditentukan oleh seperangkat gene. Jelaslah. William Bateson. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Ignaz Semmelweiss telah disisihkan guna memberikan tempat buat Colombus. meski sudah dilakukan perubahan kecil. Hanya lewat sejumlah besar percobaan (Mendel sudah mencatat hasil lebili dari 21. dan pengetahuan kita tentang genetika mungkin akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan daripada sebelumnya. Hukum Mendel.

Asisten. meskipun mereka menemukan kembali prinsip-prinsipnya secara independen. Pekerjaan Mendel terlupakan hanya sebentar. Correns. tak satu pun dari ketiga ilmuwan itu yang menuntut bahwa merekalah penemu ilmu genetika. Makassar.Tetapi. toh dia baca karya Mendel dan mengutip hasil-hasilnya. 061404006 Mengetahui. dan Tschermak. orang tidak bisa bilang karya Mendel tak berpengaruh kendati de Vries. Desember 2009 Koordinator Asisten. Juga layak dicatat. Correns dan Tschermak tak pernah hidup di dunia.63% LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.pd. Suhaedir Bachtiar S. secara umum dunia ilmu sudah menyebutnya sebagai "Hukum Mendel.63% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 61.O. dan begitu diketemukan kembali. Akhirnya.37% 2.37% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 38. Frekuensi gen dominan sebesar 38. Juga. Frekuensi gen resesif sebesar 61. de Vries. Tulisan itu cepat atau lambat sudah dapat dipastikan akan diketemukan juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang serius di bidang itu. ada beda antara kasus Mendel dengan lainnya. Dosen Penanggung Jawab . Mustaina Basir NIM. Focke) sekitar masalah keturunan. segera melangit. Artikel-artikel Mendel sudah tersebar luas riwayat-riwayatnya (oleh W." JAWABAN PERTANYAAN 1. Lebih jauh dari itu.

jumlah populasi masing-masing organisme. atau karena faktor eksternal seperti perubahan kondisi lingkungan. M. dan kondisi fisik maupun kimia pada lingkungan hidupnya. Sebagai contoh. Latar Belakang Setiap organisme memerlukan kebutuhan dasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. dan ada pula dengan trakea dan kulit. NIP. . Perilaku setiap hewan atau tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa lapar (kebutuhan akan makan/nutrisi). ada yang bernafas dengan insang. hewan ini bernafas dengan paru-paru yang dibantu dengan alat nafas lainnya yaitu kulit. seperti banyaknya jenis organisme. Setiap hewan pada habitat tertentu ini memiliki cara respirasi yang berbeda beda.. Hamka L. dan makanan. yang hidup di dua alam misalnya katak. C. B. Bumi kita mempunyai banyak macam lingkungan dan setiap lingkungan yang berbeda akan menunjang kehidupan untuk jenis organisme yang berbeda-beda. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai pengaruh suatu suhu terhadap aktifitas suatu organisme. Hewan mamalia bernafas dengan paru-paru tidak peduli dimanapun habitatnya. dan ada pula di udara. H. air. katak pada fase berudunya bernafas dengan insang. Ada yang habitat hidupnya di darat. Tujuan Melalui percobaan ini. Organisme hanya dapat hidup bila lingkungan dapat menyediakan kebutuhan hidupnya. masyarakat. Salah satu faktor lingkungun tersebut adalah suhu. seperti paus yang bernafas dengan paru paru walaupun tinggal di dalam air. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan suhu terhadap aktivitas suatu organisme. Apabila suatu saat kondisi lingkungannya berubah maka beberapa jenis hewan ataupun tumbuhan mungkin akan tetap dapat bertahan hidup dan berkembang biak. Jenis yang lainnya mungkin akan mati atau berpindah ke tempat yang baru. mudah diukur dan sangat beragam.Drs. sehingga kulit katak hampir setiap saat selalu basah. ada di air. sehingga semua organisme sangat bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya. Sedangkan tumbuhan membutuhkan udara. Sedangkan jenis pisces aatu ikan bernafas dengan insang yang terdapat dikedua sisi kepalanya. nutrisi dan cahaya untuk fotosintesis. Hal unik terdapat pada insang karena dapat menyaring oksigen dalam air. mahasiswa diharapkan dapat membandingkan kecepatan penggunaan oksigen oleh organisme pada suhu yang berbeda. Manfaat Memberikan wawasan kepada mahasiswa. Pola perilaku hewan atau tumbuhan berkaitan erat dengan alam tempat organisme itu berada. Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. Pada hewan amfibi. setiap hewan memerlukan udara. air.S. Pada dunia hewan terdapat berbagai macam habitat hidup. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh suhu terhadap aktifitas organisme. ketersediaan akan sumber makanan. Ikan dalm menyaring oksigen melakukan buka tutup insang yang biasa disebut operculum. Selain itu. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Ada yang bernafas dengan paru-paru.

dan unsur hara yang tidak cukup dan tidak memadai (Kimball. Suhu yang ekstrim tinggi menyebabkan protein. dan unsur-unsur utama lainnya menyebabkan hilangnya vegetasi pada ketinggian tertentu di pegunungan atau hilangnya beberapa tumbuhan dalm wilayah yang dinaungi. Sebagaimana halnya dengan faktor lingkungan lainnya. Jika aktifitas enzim metabolisme meningkat maka laju proses metabolisme akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. zat makanan. Variabilitas suhu mempunyai arti ekologis. . bahkan mungkin dibawah kisaran toleransinya. misalnya dalam hal respirasi (Tim Pengajar. 2009). baik hewan maupun tumbuhan. Ini terutama disebabkan karena suhu mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dalam tubuh dan sekaligus menentukan kegiatan metabolik. misalnya dengan menggunakan respirometer sederhana (Tim Pengajar. aktivitas hidupnya akan terganggu apabila dipelihara dalam lingkungan yang suhunya konstan (Dharmawan. 2009). Suhu merupakan factor lingkungan sangat penting bagi hampir semua makhluk hidup. suhu mempunyai rentang yang dapt ditolerir oleh setiap jenis organisme. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan (Anonim.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. Konsep hukum Shelford berasal dari hukum batas minimum yang dicetuskan oleh Liebig. suhu. Suhu tersebut mempunyai peranan yang penting dalam mengatur aktivitas biologis organisme. Jadi menurut hukum minimal Liebag bahwa penyebaran tumbuhan ditentukan oleh cahaya. pengaruhnya terhadap hewan tidak sama dengan suhu konstan 150C. Suhu juga merupakan factor lingkungan seringkali berpotnsi sebagai faktor pembatas dan paling mudah diukur. suhu. Menurut hukum minimum Liebig menyatakan bahwa jumlah bahan utuana yang dibtuhkan apabila mendekati keadaan minimum kritis cenderung menjadi pembatas. Masalah ini dijelaskan dalam kajian ekologi yaitu Hukum Toleransi Shelford. percobaan tentang pengaruh suhu terhadap aktivitas respirasi organisme tidak sulit dilakukan. Enzim metabolisme berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan energi) dan anabolisme (sintesa nutrien menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). sebagai komponen utama penyusun enzim. Suhu merupakn factor yang sangt menentukan aktivitas enzim didalam tubuh organism. akan menyebabkan kisaran aktivitas enzim sangat rendah (Dharmawan. Peningkatan suhu tubuh pada rentang kisaran toleransi hewan akan menyebabkan kenaikan aktivitas enzim dalam membantu reaksi metabolism. 2004). 1999). 2004). Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan anabolisme. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. Berbagai jenis hewan yang biasa hidup di lingkungan alam bebas yang suhunya bervariasi. Pada jenis belalang dan kupu-kupu yang diamati. akan rusak atau denaturasi dan menyebabkan enzim tidak mampu lagi melakukan fungsinya sebagai biokatalisator. Demikian juga kalau suhu tubuh turun sangat ekstrim. Ditambahkannya bahwa pengaruh cahaya. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh. mudah diukur dan sangat beragam. Fluktuasi suhu 10-200C dengn suhu rata-rata 150C. Dengan alat yang relatif sederhana. 2009). Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. Sehingga dari percobaan itulah muncullah suatu pembuktian mengenai hukum toleransi Shelford. suhu yang bervariasi menimbulkan laju pertumbuhan yang lebih cepat.

Dari hukum tersebut kemudian Shelford menambahkan bahwa faktor-faktor seperti panas, cahaya, dan air serta unsur hara mempunyai batas maksimum dan minimum agar suatu makhluk hidup dapat hidup pada suatu lingkungan. Oleh sebab itu organisme mempunyai sifat minimum dan maksimum lingkungannya. Dimana jarak antara ke dua batas nilai minimum dan maksimum lingkungan ini menunjukkan batas toleransi. Sehingga pernyataan Shelford dikenal dengan Hukum Toleransi Shelford (Tim Dosen. 2004). Menurut Radioputro (1988), dalam hukum Shelford terdapat beberapa prinsip, yaitu : 1. Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap satu faktor dan kecil terhadap faktor lainnya. 2. Organisme yang mempunyai toleransi yang besar terhadap semua faktor memiliki daerah penyebaran yang luas. 3. Bila suatu faktor lingkungan tidak optimum untuk suatu jenis organisme, maka toleransi berkurang terhadap faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya bila tanah dengan kandungan nitrogen yang terbatas, maka daya tahan rumput terhadap kekeringan berkurang. 4. Dalam banyak hal interaksi populasi seperti kompetisi, predator, parasit dan lainnya mencegah organisme dari pengambilan keuntungan terhadap kondisi lingkungan fisik yang optimum. 5. Pembiakan merupakan masa yan kritis bila faktor-faktor biji, telur, kecambah dan larva pada umumnya mempunyai batas toleransi sempit. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Kamis, 18 Desember 2009 Waktu : Pukul 13.30 – 15.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Termometer batang 1 buah b. Stopwatch / jam tangan c. Becker glass 2 buah 2. Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Ikan mas koki (Catassius auratus) 2 ekor b. Air kran c. Es batu d. Air panas C. Prosedur Kerja 1. Memasukkan 2 ekor ikan mas koki yang relatif sama besarnya ke dalam becker glass yang berisi air kran dan mengaklimasi ikan tersebut selama 15 menit. 2. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air normal yang bersuhu 27 oC. Menghitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum (buka tutup) dalam waktu 1 menit selama 5 menit. 3. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air panas dengan suhu 40 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan

selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 4. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkannya ke dalam becker glass yang telah diisi dengan air dingin dengan suhu 16 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 5. Mencatat hasil pengamatan dalam tabel. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Becker Glass Waktu (Menit Ke.....) Rata-rata 12345 (A) 29oC 120 184 243 323 437 87,4 (B) 38oC 74 176 207 334 478 95,6 (C) 14oC 120 223 292 350 429 85,8 B. Pembahasan Pada becker glass yang diisi air dengan suhu 29 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 64 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 80 kali, dan pada menit kelima 114 kali. Pada becker glass yang berisi air panas dengan suhu 38 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 74 kali, pada menit kedua 102 kali. Pada menit ketiga 31 kali, pada menit keempat 27 kali, dan pada menit kelima 144 kali. Pada becker glass yang diisi air dingin dengan suhu 14 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 103 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 58 kali, dan pada menit kelima 89 kali. Terjadinya penurunan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air dingin dan penaikan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air panas menandakan bahwa gerakan operculum pada ikan mas koki dipengaruhi oleh suhu. Gerakan operculum ikan pada suhu rendah akan lambat, sedangkan pada suhu tinggi gerakan operculumnya menjadi semakin cepat. Namun hal tersebut dibatasi oleh kemampuan ikan tersebut untuk beradaptasi pada suhu tertentu. Menurut teori pada suhu yang tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat namun bila mencapai batas suhu yang maksimal maka ikan tersebut akan mati. Pada suhupanas, ikan membutuhkan oksigen yang cukup banyak karena reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tubuh ikan berlangsung dengan cepat. Namun pad suhu panas kadar oksigen dalam air akan semakin sedikit, sehingga ikan pada suhu maksimal akan mati. Begitu pula pada suhu dingin, gerakan operculum ikan menjadi melambat, hal itu disebabkan karena pada air dingin reaksi-reaksi kimia dalam tubuh ikan akan berjalan lanbat, sehingga jika ikan mencapai suhu terendah ikan akan mati. Matinya ikan pada suhu yang terlalu tinggi dan terlalu rendah menandakan bahwa ikan memiliki batas ideal tersendiri agar dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Batas itulah yang disebut dengan Hukum Toleransi Shelford yaitu batas maksimum dan batas minimum suatu makhluk hidup agar dapat hidup.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada suhu tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat dibandingkan pada suhu yang rendah. Agar ikan dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi maka ikan memiliki batas suhu maksimum dan batas suhu minimum. Batas maksimum dan batas minimum agar suatu makhluk hidup agar dapat hidup disebut Hukum Toleransi Shelford. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, suhu mempengaruhi aktivitas suatu organisme. B. Saran 1. Agar mahasiswa lebih lebih mampu bekerja sama dalam melakukan praktikum. 2. Agar asisten sebaiknya menyamakan pendapat agar tidak terjadi perbedaan pendapat baik pada praktikum ataupun pembuatan laporan. 3. Labortorium sebaiknya memperhatikan bahan dan alat praktikum sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Ikan. http://www. google.com. Diakses tanggal 20 Desember 2009. Dharmawan, agus. Dkk . 2004. Ekologi Hewan. Jica. Malang. Kimball, J.W. 1999. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta. Radioputro. 1988. Ekologi dan Pengetahuan Lingkungan. Erlangga. Jakarta. Tim Dosen. 2004. Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. Tim Pengajar. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. JAWABAN PERTANYAAN 1. Hal tersebut disebabkan karena adanya / terjadinya perubahan suhu, sehingga menyababkan ikan harus mampu beradaptasi pada suhu tersebut. 2. Pada suhu panas gerakan operculum ikan akan semakin cepat sedangkan pada suhu dingin gerakan operculum ikan akan semakin lambat.

Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan ikan Suhu media berpengaruh terhadap aktifitas enzim pencernaan. Pada proses pencernaan yang tak sempurna akan dihasilkan banyak feses, sehingga banyak nergy yang terbuang. Tetapi jika aktifitas enzim pencernaan meningkat maka laju pencernaan juga akan semakin meningkat, sehingga tingkat pengosongan lambung tinggi. Tingkat pengosongan lambung yang tinggi menyebabkan ikan cepat lapar dan nafsu makannya meningkat. Jika konsumsi pakan tinggi, nutien yang masuk kedalam tubuh ikan juga tinggi, dengan demikian ikan memiliki nergy yang cukup untuk pertumbuhan. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan

G = f( W. alkalinitas. Suhu media yang optimum akan mendorong enzim-enzim pencernaan dan nergy ism untuk bekerja secara efektif. 6. B. CO2 bebas. H2S. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dapat dilakukan beberapa pendekatan. Lahan yang relatif datar lebih mudah untuk dibangun daripada lahan yang miring. Pembuatan wadah harus dipertimbangkan topografi lahan. Enzim nergy ism berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan nergy) dan anabolisme (sintesa nergy i menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). Konsumsi pakan yang tinggi yang disertai dengan proses pencernaan dan nergy ism yang efektif. Biota yang dipelihara. ketersediaan unsur hara sangat berpengaruh terhadap kesuburan perairan. oksi-gen terlarut. dimana semakin tinggi lahan maka suhu udara akan semakin dingin. Konstruksi kolam harus sesuai dengan karakteristik biota yang akan dipelihara dan teknik budidaya yang akan diterapkan. Unsur hara sebagai penopang kesuburan (NO3 PO4. strain. 2. sehingga siklus budidaya tidak terganggu. Pendekatan sistem Pertumbuhan adalah merupakan fungsi dari wadah pemeliharaan (W). 5. Wadah pemeliharaan. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. Jenis kelamin 7. tds. bahan-bahan toksik: NH3. Ukuran 8. Topografi lahan terkait dengan suhu. kenaikan suhu sebesar 10°C akan menyebabkan kecepatan reaksi nergy ism meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan pada kondisi normal. meliputi suhu. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan. Berdasarkan nerg van’t Hoff. Lahan datar memiliki resiko kebocoran yang kecil dan biaya pembuatannya lebih murah. varietas berhubungan dengan sifat genetik (potensitumbuh ketahanan terhadap penyakit). kesuburan lahan dan porositas. Kualitas air harus berada dalam batas toleransi biota. Jika aktifitas enzim nergy ism meningkat maka laju proses nergy ism akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. ph. 3. meliputi: kuantitas air. Kualitas air. dengan demikian biota dapat tumbuh dengan baik. wadah pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang akan dipelihara. turbiditas. sedangkan pada suhu 25oC membutuhkan protein 40%. Kondisl kesehatan . K. Ketinggian lahan harus disesuaikan dengan suhu optimum biota yang akan dipelihara. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah nergy yang masuk ke dalam tubuh. 4. sehingga tersedia pakan yang cukup bagi biota yang dipelihara. salinitas. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan. NO2. media pemeliharaan (M). Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. yaitu: a. Kebutuhan protein pada ikan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimum sangat dipengaruhi oleh suhu. tss. Pada perairan yang kaya unsur hara pakan alami dapat tumbuh secara maksimum. Contoh pada suhu 20oC pada ikan Channel Catfish (Ictalurus punctatus) memperlihatkan pertumbuhan optimum dengan kadar protein 35 %. dsb. Media hidup.anabolisme. dsb. akan menghasilkan nergy yang optimal untuk pertumbuhan. Spesies.). Proses nergy ism ikan umumnya meningkat jika suhu naik hingga dibawah batas yang mematikan. Lokasi budidaya hendaknya dekat dengan sumber air. biota yang dipelihara (B) dan pakan (P). M. P) Dengan demikian komponen nergy budidaya ikan adalah: 1. air harus tersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun.

Optimalisasi kondisi lingkungan.Jeneponto. Tingkat energi pakan memadai Cara meminimumkan nilai M: 1. Manajemen pemeliharaan 10. pakan harus memiliki kandungan gisi yang cukup baik. bentuk. G=K–(F+U+M) Pertumbuhan (G) akan maksimum jika nilai K tinggi dan nilai F. Cara meminimumkan nilai U: 1.9.com BIOGRAFI PENULIS Munawir Nasir lahir di Jeneponto. Guru yang benar-benar seorang guru. Cara memaksimumkan nilai K: 1. U dan M diturunkan serendah mungkin. sehingga konsumsi energi untuk berenang melawan arus menjadi kecil http://www. Penambahan atractant Cara meminimumkan nilai F: 1.google. demikian juga warna dan rasa. Rasa kagum terhadap para tenaga pengajar terutama guru mempbuat penulis bercita-cita menjadi seorang guru. Komposisi pakan sesuai dengan stadia dan kategori ikan (herbivor. Feeding rate optimal 4. a. Pakan. diberikan sesuai dengan kebutuhan biota. Tingkat protein pakan tidak berlebihan 2. Frekuensi pemberian pakan didasarkan pada kapasitas lambung dan laju pencernaannya 5. Aktif diberbagai organisasi dan kegiatan sekolah. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat 2. Pendekatan energetik Pertumbuhan terjadi apabila terdapat kelebihan nergy. Nasir dan Yasmin. Pemilihan pakan yang cocok (ukuran. jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan biota. Pemberian pakan dilakukan secara kontinyu sesuai dengan laju pengosongan lambung ikan. karnivor) 3. Sedangkan ukuran pakan disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan. Mengawali pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5 tahun. Frekuensi pemberian pakan ukuran pakan. pada tanggal 20 januari 2009. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat dan selera makannya selalu tinggi 2. Optimalisasi kondisi lingkungan 3. Ukuran partikel penyusun pakan hendaknya kecil sehingga mudah dihidrolisa 5. baik lewat feces ataupun urine. terutama suhu dan oksigen terlarut. Bahan baku pakan berkualitas baik 4. Dengan demikian konsumsi pakan dapat dimaksimumkan sehingga laju pertumbuhannya tinggi. Melanjutkan pendidikan SMP pada tahun 2003. Komposisi pakan. Pada tahun 2006 menjada salah satu siswa di SMA Negeri 1 Tamalatea . merupakan anak kedua dari pasangan M. setelah nergy yang dikonsumsi dikurang dengan nergy yang digunakan untuk segala kebutuhan hidup termasuk nergy yang hilang. Pengaturan arus air. Sulawesi Selatan. Ransum harian (FR). 11. yang tidak hanya mengajar tetapi juga . warna) 6. Pembatasan ruang gerak ikan 2.

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.21 Reaksi: .mendidik. Diposkan oleh blog q di 19. Penulis sangat senang berdiskusi. dengarkan lagu dan membaca buku. Semoga cita-cita dapat terlaksana dengan baik. bermain internet. Karena itu penulis mendaftar dan Alhamdulillah lulus di Jurusan Biologi. Satu hal yang saat ini menjadi keinginan besar penulis adalah mewujudkan cita-cianya menjadi seorang guru dan membahagiakan orang tua.