http://nhawyr.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum-biologi-dasar.

html

LAPORAN LENGKAP
OLEH Nama : Munawir Nasir NIM/Kelas : 091 404 015 / A Jurusan : Biologi Kelompok : I (Satu) Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar 2009 LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul : Cara Menggunakan Mikroskop Percobaan Lazzaro Spallanzani Pengamatan Mikroskopis Anatomi Hewan Vertebrata Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Respirasi Kebakaan Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Makassar, Desember 2009 Koordinator Asisten,

Suhaedir Bachtiar,S.pd.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh asisten/ koordinator asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Oktober 2009 Koordinator Asisten, Asisten, Suhaedir Bachtiar,S.pd. M. Irwan

NIM. 061404008

Mengetahui, Dosen Penanggung Jawab Drs. H. Hamka L., M.S. NIP. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah banyak ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satu penemuan itu adalah mikroskop. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari 0.1 mm), misalnya bagian-bagian dari sebuah sel. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan denga sel tumbuhan. Kemahiran dan ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baikbaik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop sederhana yang biasa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya pengganti matahari. Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop. Namun setiap mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkanberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua buah titik. B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu agar kita sebagai mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana. C. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa, masyarakat dan umum dapat lebih mengenal tentang mikroskop dan mengetahui teknik penggunaan mikroskop yang benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil mikroorganisme (Kusnadi,

2003). Kata mikroskop bersal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Alat utama dalam mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler. Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, tebalik dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula (Anonim, 2009). Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000). Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik. Mikroskop optik dapat dibedakanmenjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop stereo atau binokuler. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan trans paran. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Mikroskop binokuler atau stereo digunakan un tuk pengamatan yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim Pengajar, 2009). Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat bendabenda kecil kelihatan lebih besar dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian (Goldsten, 2004). Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek (Abercombie, 1933). Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur (W. lay. 1992). BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Waktu praktikum

Menyiapkan Mikroskop a. Bawang merah (Allium cepa) C. Pisau silet baru b. atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup. Bahan yang disediakan oleh laboratorium a. Kaca benda 2. Kertas saring atau kertas hisap c. d. Kapas atau kapuk 2. Alat yang disediakan oleh laboratorium a. berisi : 1. Alat dan Bahan 1. Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring. Kain planel baru c. B. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) b. Memperhatikan keadaan ruang praktikum.Hari/tanggal : jumat. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan. Cawan petri 4.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Mikroskop biologi b. Daun waru (Hibiscus liliaceus) c. c. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus 2. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. bahan-bahan untuk praktikum.03. . kiri. 16 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Tusuk gigi 2. Bahan yang disediakan oleh mahasiswa a. buku penuntun dan catatan. darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan. Daun labu (Cucurbita moschata) d.30 sd. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu : 1. Alat yang disediakan oleh mahasiswa a. Air suling b. b. Lap katun d. 2. Pipet tangan 2. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain. Prosedur Kerja 1.1. kotak peralatan dengan isinya. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan. Buku gambar dan pensil e. Kaca penutup 3. Pinset 5. Kotak peralatan. Membuka kotak peralatan. Bahan Adapun bahan dari percobaan ini yaitu : 1.

Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal.2. 2.3. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung.5. 2. pasang lubang lebih besar pada lempeng.2. dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil bagian epidermisnya. 4.4. 3.5. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi atau pinggir yang berlawanan.1. daun labu.1.5. Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut. 3. Sedangkan untuk bawang merah.4. 3. Menyerap kelebihan air yang merembes di tepi kaca dengan kertas saring. Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan. maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer. dan mengirisnya setipis mungkin.3.Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan 3. 3. Jika terangnya tidak merata. Jika jarak itu longgar.4. 3. Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah.3. kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur. maka kita mengulangi langkah 3. maka kita meneropong terus sambil memutar mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya. 4. maka kita membuka diafragma. Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahanlahan.4.2. Untuk bahan daun waru. maka kita memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum 5-10 mm. 2.6.6. dan 3. 4. Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik.3 kembali. 3. Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air. jarak objektif dengan meja sediaan mengecil. kita mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan nampak medan bundar putih (medan pandang). Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk. Mengganti Perbesaran . kemudian sebaliknya. 3. kalau tubus telah terangkat setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin. 4.3. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan. Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air. maka kita menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata. Kalau terlalu silau. berarti terlewatkan. menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang. Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. 2. Membuat Preparat Sederhana 4. 4. 3. 5. Mengeluarkan preparat yang telah diamati. Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari. kita mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang meja. 4.2. tubus turun.5. Memasang preparat buatan pada meja sediaan dan mengamati seperti langkah 3.

Lengan 5. Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4. 5. iii. sampai berhasil. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. vii.3.6. Okuler 2.3. memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah 3. kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari. 3. ii.1 sampai 4. Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati. perhatikan hal-hal berikut : i. Makrometer 3. bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan jangan menyentuh posisi preparat atau tubus.4. 5. Diafragma 11. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya. Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan. 3. 3.5.6. Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya.1. iv. Hasil Pengamatan .5.5. Menyimpan mikroskop ke dalam kotak mikroskop.Mikroskop Biologi Keterangan : 1. Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. 5. 5. vi. Pengatur kondenser 8. 5. Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran) 5. Kondenser .1.2.4.5 lanjut ke 5. Apabila pengamatan sudah berhasil. menurunkan tubus serendah mungkin. v. Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop.2. Kaki 9. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia. Cermin 10. 5.3. Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup. Mikrometer 4. Sumbu inklinasi 7. Penggerak mekanik 6. 5.4 dan 3.7.

menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya. alat pengatur letak kaca benda pada meja. 3. yang dipegang bilamana diangkat. Bawang merah (Allium cepa) b. Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti : 1. Lensa objektif 15. 6. Cermin. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) B. Pada percobaan ini kami hanya mengambil satu sampel bahan percobaan yaitu bawang merah . Sengkeling. Daun Waru (Hibiscus liliaceus) c. Penggerak Mekanis. lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar. 15. pengatur kasar. 12. lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan. yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan. 8. 11. pada ujung atasnya terdapat lensa okuler. Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak. yang diintip oleh mata pengamat. atau pegangan dengan sumbu inklinasi. alat yang dapat ditutup dan dibuka. Pembahasan Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil. Tiang. Revolver atau pemutar objektif. 2. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang. Kaki mikroskop. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus. 4. 14. pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke kondensor. cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. pengatur halus. Pengatur kondensor. Daun Labu (Cucurbita maschata) d. Kondensor. Lensa objektif. 17. Lensa okuler. 7. berupa lensa-lensa dan cermin. Meja sediaan 13. tempat meletakkan kaca benda (objek glass). 5. Tubus a. 9. sebagai alas tempat tumpuan berdiri. menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya. Meja sediaan. 13. Tubus atau tabung okuler. Lubang meja sediaan.12. tempat bersendi lengan mikroskop. Sengkeling 14. bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor. 16. Diafragma. 10. Makrometer. Revolver 16. Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan komponen tersebut. Lengan atau pegangan mikroskop. alat penangkap dan pamantul cahaya. penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass). Mikrometer.

(Allium cepa). I993. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Mahasiswa mampu mengenali dan mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi dan fungsinya masing-masing. PERTANYAAN 1. Tulis nama bagian optik dari mikroskop ! 2. Jakarta: Erlangga. PT Ikrar Mandiri Abadi. Tulis nama bagian mekanik dari mikroskop ! 3. Jakarta. Mikroskop. Mikrobiologi. http://id. Kamus Lengkap Biologi. Sedangkan pada pembesaran yang lebih kuat. dan kami mengamati sampel tersebut dengan tiga macam perbesaran seperti yang terlihat pada gambar. Mikro biologi. N. DAFTAR PUSTAKA Abercombie. Mahasiswa: Praktikum mikroskop ini harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan biologi.wikipedia. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Raja Wali. 2. 3. sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. Tulis fungsi bagian mekanik ! . Asisten: Sebaiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan berlangsung. 2009. M.A. Bogor: CV. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Jakarata: Erlangga. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan. Tim Pengajar. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda renik). serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana A. W. Dkk. 2009. 1992.org/wiki/mikroskop. Diakses tanggal 17 Oktober 2009. Bandung: Jica. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah : 1. Philip. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Campbell. Kusnada. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Makassar. Laboratorium: Sebaiknya alat-alat yang disediakan laboratorium diperhatikan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2000. Goldsten. Lay. Anonim. 2003. Dari gambar tersebut kita dapat melihat bahwa pada pembesaran lemah terlihat hanya bagian kecil dari epidermis Allium cepa tersebut dan pola-pola epidermis Allium cepa masih kurang jelas pemisahannya. kita bisa mengamati pola pemisahan yang lebih jelas dan bagian-bagian dari epidermis Allium cepa tersebut terlihat lebih kompleks. 2. 2004.

Bagian optik dari mikroskop. Sengkeling berfungsi sebagai penjepit atau pengatur letak sediaan. 4. Sumbu inklinasi f. h. Tulis pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar? Jawaban : 1. Lengan b. 5. Lensa objektif e. Penggerak mekanis berfungsi sebagai alat pengatur letak kaca benda pada meja. Bagian optik dari mikroskop. Pengaruh negatif terhadap mikroskop apabila lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar adalah lensa dapat menjadi buram dan bahkan akan tergores sehingga lensa mikroskop sudah tidak baik lagi untuk digunakan. Tubus berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa okuler pada ujungnya. karena sifat lensa okuler yang menerima bayangan dari lensa objektif yaitu maya. f. e. ke arah manakah kaca benda/sediaan harus digeser? Mengapa? 5. maka kaca benda harus digeser ke arah yang berlawanan dengan bayangan. Cermin c. Meja sediaan k. Makrometer c. b. Revolver j. yaitu : a. Sengkeling i. Mikrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara halus. Diafragma h. Kondensor d. Meja sediaan berfungsi sebagai tempat meletakkan kaca benda. Makrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara kasar. terbalik dan diperbesar. Lensa okuler 2. Kaki mikroskop 3. Revolver berfungsi sebagai cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. yaitu : b. c. Pengatur kondensor berfungsi sebagai alat untuk menaikkan atau menurunkan kondensor. Pengatur kondensor g. Kalau bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. karena bila lensanya sudah tergores bila digunakan akan membentuk bayangan lain yang menyebabkan bayangan dari sediaan tidak jelas lagi. . Tubus l. Fungsi bagian mekanik : a. Mikrometer d. g. Penggerak mekanik e.4. Apabila bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. d.

H. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi. Oktober 2009 Koordinator Asisten. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar mampu mengambil kesimpulan dan mengetahui seluk-beluk dan teori asal-usul kehidupan yang benar. NIP. maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan. Erni Majid NIM. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya dengan berbagai teori dan percobaan. Suhaedir Bachtiar. khususnya menjawab pertanyaan di atas. Dosen Penanggung Jawab Drs.S. . B. 061404038 Mengetahui. Hamka L. Makassar. Karena rasa ingin tahu yang tinggi maka mereka menggunakan kecerdasannya untuk mengungkap asal mula kehidupan. untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat. ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya.pd. Latar Belakang Pada dasarnya manusia memiliki daya berpikir dan rasa ingin tahu yang tinggi termasuk dari mana awal kehidupanya di muka bumi. Hal ini yang mendorong para peneliti melakukan percobaan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut.S. C. Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati. Ada halhal yang masih menjadi misteri. Asisten. Asal-usul kehidupan menurut pandangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya terkuak. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan.LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Percobaan Lazzaro Spallanzani” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupa. Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani.. M.

seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea). tetapi Spallanzani tidak merasa puas bahwa sumbat buatan itu dilalui udara. Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. Selain Aristoteles. Namun pandangan tersebut masih merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah (Sasmita. maka ia mendidihkan air kaldu kemudian menutup rapat-rapat sehingga tidak dimasuki apapun dari luar. 2003). Lazzaro Spallansani (keduanya berkebangsaan Italia) dan Louis Pasteur yang berkebangsaan Perancis (Tim Pengajar. diantaranya Francesco Redi. merka berpendapat bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontandari benda tak hidup diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani tidak ada karena labu ditutup rapat (Winatasasmita. macam-macam pandangan telah dikemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. dan terpaksa melakukan penyegelan yang rapat udara ia perhatikan bahwa. biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru (Anonim. Peneliti-peneliti terdahulu menutup labunya dengan sumbat gabus. 1992) Beberapa ahli telah melakukan berbagai usaha untuk melakukan penelitian terhadap pandangan generatio spontanea. salah seorang ilmuwan yang membantah teori Abiogenesis. teori Biogenesis. Sampai sekarang hal tersebut masih merupakan teka-teki yang belum dapat dipecahkan. Makhluk-makhluk renik yang tiba-tiba muncul pada makanan yang membusuk sebagiannya timbul dengan sendirinya maka Lazarro Spallanzani mencoba membuktikan bahwa mikro organisme tidak muncul dengan sendirinya. 2009). Lazzaro Spallanzani memanaskan dua buah tabung yang berisi air kaldu. Dalam melakukan percobaannya. telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim Pengajar. para ilmuan lainnya seperti Antonie van Leeweunhoek dan John Needham (1713-1781) juga mendukung teori Abiogenesis tersebut. Setelah dipanaskan kedua tabung tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Di dalam kaldu yang sudah dipanaskan dengan baik. John Needham. 2009). Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi. Sesudah kaldu itu dibiarkan untuk waktu yang lama terdapat retakan kecil pada gelas yang kemudian diikuti dengan perkembbangan animakuler (Stenier. 2003). 1999) . 1991) Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”. 1982) Beberapa orang tetap tida percaya terhadap hasil eksperimen Redi dan Spallanzani. sedangkan tabung yang kedua ditutup. Lazzaro Spallanzani. Spallanzani menyimpulkan bahwa animakules dapat terbawa udara kedalam kaldu itu dan inilah penjelasan tentang adanya abiogenesis yangdisangka benar itu. teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. Tabung pertama dibiarkan terbuka. 2004). Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut. teori Kosmos.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertanyaan yang selalu tmbul bagi bagi para pemikir filosofis dan kaum naturalis adalah asal mula terjadinya kehidupn di bumi ini. Jika itu tetap bening dan steril maka generasi spontanea tidak dapat terjadi (Kimbal. Ternyata setelah beberapa waktu pada tabung pertama terdapat organisme dan pada tabung kedua tidak terdapat organisme (Janice.

6. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Tabung I. Tabung III. Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 mL.BAB III METODE PRAKTIKUM A. Hasil Pengamatan Tabung Tabung I Tabung II Tabung III Tabung IV B W E Bu B W E Bu B W E Bu B W E Bu 1---------------- . 23 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. segera tutup dengan gabus dan menetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. 2. 2 buah sumbat gabus/karet yang sesuai d. tidak memberikan perlakuan.10 WITA b. menyumbat dengan tutup gabus/karet dan manetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutup. 7. Waktu praktikum Hari/tanggal : Jumat. 3.30 s. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. 1 buah rak tabung reaksi c. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. usahakan terhindar dari gangguan hewan. 4 buah tabung reaksi b. Meletakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan menyimpannya di atas meja kerja. selama lima hari. 4. Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. 1 potong lilin 2. Korek api C. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Melakukan pengamatan dan mencatat setiap hari. 03. 5. 30 ml kaldu cair b. Alat dan Bahan 1.d. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. B. Tabung IV. Tabung I. biarkan terbuka (tanpa tutup). 1 buah klem kayu f. 1 buah lampu spiritus e. Prosedur Kerja 1. cahaya matahari langsung dan sumber panas lainnya.

Hal tersebut menandakan bahwa di dalam kaldu telah terdapat kehidupan suatu mikroorganisme misalnya bakteri. dimana tabung ini tidak didihkan dan tidak ditutup. pada tabung II dimana perlakuan yang diberikan hanyalah menyumbat mulut tabung dengan sumbat karet yang pada hari ke-1 tidak mengalami perubahan.. Pada tabung pertama dihari terakhir pengamatan terbentuk gelembung/buih . mulai muncul buih pada hari pertama pengamatan. Lampu spiritus d.4 + ++ ++ . Pada kaldunya memang terdapat endapan.. Tabung reaksi c.2--+---+--------3 . terdapatnya endapan dan buih terus bertambah hingga hari kelima pengamatan.... juga terdapat endapan pada dasar tabung. dan pada hari kelima juga muncul buih pada kaldunya. Pada hari ketiga kaldunya juga mulai mengalami perubahan bau dan juga perubahan warna.. Sumbat karet b.+ ++ ++ + .+ ++ . namun pada hari ke-2 telah terdapat endapan. bau. mulai terdapat pengendapan pada hari kedua. Endapa B. Pada tabung IV yang air kaldunya didihkan dan mulut tabungnya disumbat dengan sumbat karet.Keterangan : + = Ada Perubahan . kaldu pada tabung tersebut mulai terdapat endapan pada dan mulai mengalami perubahan bau.++ . terdapatnya endapan dan buih terus bertambah sampai hari kelima. warna kaldu pada tabung tersebut mulai berubah menjadi keruh.. Dari hasil pengamatan selama lima hari. Begitupun pada tabung ke II dan ke III. bau. Endapan ini terus bertambah banyaknya hingga hari kelima. namun endapan tersebut hanyalah tetesan lilin yang merembes masuk pada saat menetesi sumbat karetnya dengan lilin. Pada tabung ini.. Perubahan warna. Pembahasan Pada tabung I.+ + ... Kemudian pada hari kedua.. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah pada hari pengamatan yang ketiga..5 + +++ ++ . Pada hari keempat.+ . Perubahan warna.+ ++ .. dimana air kaldunya hanya didihkan di atas lampu spiritus selama 10 menit dan tabungnya dibiarkan terbuka. tidak mengalami perubahan dari awal pengamatan sampai hari terakhir pengamatan. Perubahan bau. Buih e. pada ... Pada tabung III. Kemudian pada hari keempat mulai terdapat buih pada kaldunya..= Tidak ada perubahan W = Warna E = Endapan Bu = Buih B = Bau Keterangan : a...

Kesimpulan Berdasarkan percobaan ini kami lakukan. Selain itu tabung tersebut juga ditutup rapat sehingga udara yang berada di luar tabung tidak dapat masuk. Stonier. Dengan adanya pengamatan ini dapat dibuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Jakarta: Erlangga Pratiwi. tidak berbau. jakarta: Bharatara Karya Aksara. Akibatnya mikroorganisme yang terdapat pada air kaldu mati. Pada tabung kedua terdapat mikroorganisme. 2. Begitu pula pada tabung ke III. 2009.A. berbuih. Dunia Mikrobe I. Jakarta: Bima Aksara. D. Buku Penuntun Biologi. . dan terdapat endapan. maka dapat disimpulkan bahwa : 1.L. berbau. Dkk 1982. Akibat perlakuan tersebut mikroorganisme yang terdapat di dalam air kaldu tersebut dapat berkembang. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah 1. D. Laboratorium sebaiknya dapat dijaga kebersihannya bersama sebelum melakukan praktikum.forumsains.tabung tersebut diakhir pengamatan air kaldu menjadi keruh. Dengan demikian teori abiogenesis yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan. Biologi Tesis. 2. air kaldu pada tabung yang terbuka akan ditemukan organisme karena udara dari luar yang membawa mikroorganisme dapat lebih leluasa masuk sedangkan air kaldu yang perlakuannya dipanaskan dan ditutup rapat tidak ditemukan adanya mikroorganisme karena air kaldu tidak berhubungan langsung dengan udara dari luar. B. maka pastilah mikroorganisme tumbuh pada tabung tersebut. dan tidak terdapat gelembung dan endapan. Namun karena tabung dibiarkan terbuka menyebabkan udara yang berasal dari luar tabung (lingkungan) yang mana di dalamnya terdapat mikroorganisme dapat masuk ke tabung reaksi. Sedangkan pada tabung ke IV tidak mengalami perubahan apa-apa. 3. Mahasiswa harus lebih teliti dalam mengamati bahan penelitiannya sehingga hasilnya pun baik. Dra. Sebaiiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan sedang berlangsung terutama yang berhubungan dengan api. Air kaldu masih tetap jernih. Apalagi pada tabung yang ke I yang tabungnya dibiarkan terbuka dan kaldunya tidak dididihkan. Diakses tanggal 9 November 2007. DAFTAR PUSTAKA Anonim. racer. Hal tersebut menandakan bahwa dalam tabung tersebut tidak terdapat kehidupan. 2003. 2007. Dimana tabungnya ditutup namun kaldunya tidak dipanaskan. Sehingga pada tabung tersebut terdapat mikroorganisme. Walaupun kaldunya dididihkan sehingga mikroorganisme yang ada pada air kaldu mati. Hal tersebut merupakan tanda-tanda terdapatnya kehidupan pada tabung tersebut.com/. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Konsep Hidup dan Kehidupan. hal tersebut disebabkan oleh perlakuan yang diberikan pada tabung tersebut. Janice. Sedangkan pada tabung IV tidak terdapat mikroorganisme karena air kaldu tersebut dipanaskan hingga mendidih. http://www.

Makassar. "ilmu"). Biologi Umum Materi Bagian Pertama. Pendahuluan Dikutip dari Wiki : Kutip Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan.1 Aristoteles Teori Abiogenesis pertama kali diajukan oleh Aristoteles (394-322 SM) yang menyatakan bahwa : Makhluk hidup berasal dari benda mati yang secara spontan dapat muncul akibat adanya gaya hidup. Djamhur.3 John Needham (1713-1781) . Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie". Makassar. Biologi Umum. 2003. Berdasarkan hal tersebut van Leeweunhoek mengatakan jentik-jentik (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati). Tim Pengajar. Kimbal. Banyak ilmuwan mencoba mengajukan teori-teori untuk menjelaskan apakah hidup dan dari mana asalnya hidup. 2.2 Antonie van Leeweunhoek Antonie van Leeweunhoek adalah seorang biologis Belanda yang mendukung teori ini. Penuntun Praktikum Biologi Umum. W. 1991. Winatasasmita. Konsep Hidup dan Kehidupan I. Jakarta: Erlangga. 2. Berikut akan dijelaskan teori-teori tentang asal dan kejadian hidup. Jakarta: Universitas terbuka. yang diambil dari bahasa Arab. Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan"). Dengan menggunakan mikroskop. yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani. bios ("hidup") dan logos ("lambang". 2009. Biologi Universitas jilid 3. Teori Abiogenesis (Teori Generatio Spontanea) 2. ia menemukan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami. Jurusan Biologi FMIPA UNM. II. Pun demikian. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 1992. manusia belum dapat memberikan definisi dan batasan-batasan yang jelas tentang apa arti hidup sesungguhnya.Tim Pengajar.

omne ovum ex vivo (artinya kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup atau dapat juga diartikan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga). Dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang dimiliki tumbuh-tumbuhan (makhluk hidup) bukanlah berasal dari tanah (benda mati). Hasil eksperimen ini akhirnya menggugurkan Teori Abiogenesis dan Pasteur menjadi sangat terkenal dengan perkataannya Omne vivum ex vivo. mikroorganisme terdapat di udara bersama-sama dengan debu.3 Louis Pasteur (1822-1895) Pasteur melakukan eksperimen dengan menggunakan labu leher angsa. mengapa bisa terjadi demikian? . Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (Omne vivum ex vivo. Penutup berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara. Ia mengatakan bahwa kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme.Biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana?.1799) Spallanzani adalah seorang biologis Itali yang menentang eksperimen John Needham. Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut? 3. III. b.4 Pohon Van Helmot Pohon dapat tumbuh membesar bukan berasal dari tanah sebab tanah yang hilang tidak sesuai pertumbuhannya. 3. Teori Biogenesis Teori ini menyangkal abiogenesis. Pendapat yang mendukung adalah sebagai berikut : 3. omne ovum ex vivo). Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara. 3.2.1. Lazzaro Spallanzani (1729 . Hasil yang diperoleh Pasteur adalah : a. Francesco Redi (1968) Kesimpulan dari eksperimen Redi adalah larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi dari lalat yang masuk ke dalam tabung dan bertelur pada daging. Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percoban tersebut diatas? 2. 3. PERTANYAAN 1. 3.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengamatan Mikroskopis” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. 061404008 Mengetahui. dan tabung yang dipanasi namun tidak ditutup. Tabung yang kaldunya tidak mengalami perubahan yaitu tabung yang kaldunya dipanasi/dididihkan kemudian tabungnya ditutup dengan sumbat karet.4.Pd. Irwan NIM. 3. Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan?. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN . Jawaban 1. NIP. Yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah adanya mikroorganisme yang berasal dari udara luar karena tabung tidak ditutup dan organisme yang masih hidup di dalam karena tidak dididihkan yang melakukan aktivitas kehidupan. November 2009 Koordinator Asisten. 2. M. 6. Hamka L. Makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu berasal dari udara luar dan mikroorganisme yang masih hidup di dalam kaldu karena belum mati. Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat generatio Spontanea? Jelaskan. tabung yang tidak dipanasi tapi ditutup. 4. H. M. karena makhluk hidup tidak dapat terbentuk dari benda mati secara tiba-tiba. Makassar. mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau? 5. Dari bahan kaldu itu tidak mungkin muncul makhluk hidup baru secara tiba-tiba. 5. Dosen Penanggung Jawab Drs. Suhaedir Bachtiar S. Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba akan muncul makhluk hidup baru? 6. Tidak terjadi perubahan warna dan bau karena mikroorganisme yang terdapat di dalam kaldu sudah mati dan tidak terkontaminasi dengan udara luar. Asisten. Terjadi perubahan karena mikroorganismedi dalam kaldu masih hidup dan terkontaminasi dengan udara luar. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut terjadi pada tabung yang air kaldunya tidak dididihkan dan tabungnya tidak ditutup dengan sumbat karet.S.. Hasil percobaan Lazzaro Spallanzani ini digunakan sebagai bukti untuk menyangkal pendapat generatio spontanea karena telah terbukti bahwa makhluk hidup tidak terbentuk dari benda mati.

Jika diperhatikan lebih detail. Didalam tubuh hewan terdapat jaringan yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan hewan itu sendiri. Tujuan Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macammacam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan dan juga yang menyusun organ-organ tubuh hewan. Diantaranya ada jaringa yang berfungsi melapisi bagian luar hewan. kita akan melihat bagian-bagian utama penyusun tubuh tumbuhan seperti akar. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ. tubuh hewan pun terdiri atas sel yang tersusun berdasarkan struktur dan fungsinya masing-masing. dan mengetahui jenis-jenis jaringan yang menyusun organ-organ yang terdapat dalam tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. Berbagai jaringan tersusun dan . C. Sel-sel yang membentuk jaringan sel (suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama). BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4. Namun bila kita ingin mengamati struktur tumbuhan yang lebih kompleks. dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi besar tubuh kita semua terdapat disekitar kita. kita akan mendapatkan bagian-bagan yang semakin kecil. Jaringan Tumbuhan Kata “sel” mungkin sudah lazim kita dengar. dan bunganya. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu kita akan mengetahui struktur penyusun tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. pada bagian luar tampak adanya kulit. di sebelah dalamnya ada kayu yang keras dan mengandung serat-serat yang kuat. bahkan semua yang menyusun tubuh hewan dan memiliki fungsi masing-masing adalah jaringan hewan itu sendiri. B. 1998). Kumpulan dari sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan. daun. Tanpa alat bantu. Apabila kita mengamati tubuh organisme yang cukup besar. Hingga suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. beberapa macam jaringan sel membentuk sebuah organ pada tumbuhan. Untuk mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tumbuhan dan organ-organ tubuh hewan. Seperti halnya tubuh tumbuhan. ada jaringan yang membuat tubuh hewan dapat bergerak. Dengan demikian yang dimaksud dengan dengan jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama. Latar Belakang Setiap hari kita sering melihat tumbuhan. beberapa organ membentuk sebuah sistem organ tumbuhan dan beberapa sistem organ membentuk tumbuhan tersebut (Kartasapoetra. Jika membandingkan struktur tumbuhan dan hewan tentunya struktur tubuh hewan jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan tubuh tumbuhan. maka kami melakukan pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan.A. hanya menggunakan mata kita dapat melihat bagianbagian tersebut dengan mudah dan jelas. batang. ada juga jaringan yang membentuk tubuh hewan tersebut. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. jaringan yang membantu hewan terhubung dengan dunia luar. Berdasarkan semua kegunaan jaringan ini maka manusia mempelajari lebih dalam mengenai struktur dan fungsi masding-masing jaringan. bahkan mungkin kita sudah mengetahui apakah sel itu sebenarnya.

2. iii. Meristem senantiasa mempertahankan kemampuannya untuk membelah. meristem yang ditinjau dari asalnya dibedakan atas : 1. d. adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. dengan adanya jaringan-jaringan dalam tumbuhan ini berarti bahwa tumbuhan tersebut ke dalam telah ada pembagian dalam kegiatan-kegiatan proses hidupnya. Namun. daun. i. dalam hal ini tiap jaringan biasanya hanya melakukan satu macam proses hidupnya. batang. 1998). Jaringan sel gabus berfungsi sebagai pengganti epidermis ketika batang atau akar masih muda. b.terorganisasi dalam bentuk organ (Tim Pengajar. misalnya pada korteks batang dan jaringan pembuluh muda yang sedang mengalami perkembangan. Jaringan Sel Gabus Dari uraian-uraian di atas kita telah mengetahui bahwa epidermis itu merupakan jaringan pelindung. 2004). bynga. Menurut Muhammadiah (2004). Adanya bahan seperti lemak. Epidermis rambut-rambut akar memiliki dinding yang tipis. demikian pula tumbuh-tumbuhan yang rendah tingkat perkembangannya belum mempunyai jaringan. Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan teresebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. Jaringan Meristem Meristem adalah jaringan embrional pada tubuh tumbuhan. e. Jaringan-jaringan umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang tinggi tingkat perkembangannya. contoh : a. tempat fotosintesis (pada mesofil). sebagai penyokong tubuh. 2004). buah. Pembelahan sel dapat pula terjadi pada jaringan selain meristem. 2009). berfungsi mengangkut bahan mineral dan air dari akar sampai ke daun. f. Merupakan lapisan terluar dari akar. Dengan batasan di atas. berfungsi mengangkut bahan-bahan dari daun ke be tubuh tumbuhan. menyimpan cadangan makanan (pada endosterm). Jaringan meristem yang mampu membelah terus dan membentuk sel-sel yang baru. maka kita dapat mengetahui tumbuhan yang mempunyai jaringan dan yang tidak berjaringan. Jaringan Epidermis Epidermis adalah jaringan jaringan yang bervariasi struktur dan fungsinya. Jaringan sklerenkim. berfungsi sebagai penyokong tubuh. menunjukkan bahwa pada akar muda epidermis berfungsi dalam absorpsi (Muhammadiah. Meristem skunder. membentuk daging buah. berfungsi sebagai pengangkut bahan-bahan dari daun ke tubuh. Jaringan kolenkim. sehingga sel yang baru senantiasa ditemukan. adalah meristem yang berkembang langsung dari sel embrionik dan sebab itu merupakan kesinambungan kegiatan embrio di tempat itu. h. ii. kutin pada dinding luar dan permukaannya membatasi penguapan. Menurut Kartasapoetra (1998). Jaringan parenkim. g. sebelum tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder (Muhammadiah. Meristem primer. Jaringan xilem. semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat-alat tumbuhan yang berlainan (Kartasapoetra. membentuk endospermae. c. 2004). semakin tinggi tingkat perkembangannya. Ternyata hasil penelitian telah menampakkan adanya sejenis jaringan tertentu yang . Pada tumbuhan uniseluller atau terdiri dari satu sel (bacteria) tentunya tidak mempunyai jaringan. Meristem melanjutkan pembelahan diringan secara tidak terbatas dan akibatnya sel-sel baru terus bertambah pada tubuh tumbuhan (Muhammadiah. pada jaringan ini jumlah pembelahan sel terbatas. Jaringan floem. Jaringan epidermis melindungi jaringan sel disebelah dalam. dan biji.

otot dikelompokkan menjadi : 1. Berbagai jaringan tumbuhan itu ditata dalam pola tertentu. Jaringan Kolenkim Sel-sel kolengkima berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. besar-besar dan berdinding tipis bisanya memiliki vakuola tengah. 1992) 5. Sel skelerenkim memiliki sifat yang kenyal (elastis). Daerah yang tidak terkena cahaya. Fungsinya yang sesuai tergantung pada penataan dan koordinasi yang sesuai dari jaringan yang mendirikannya (Kimbal. Di dalam sitoplasma ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang berjalan menurut panjang serabut otot (Pagarra. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. terdiri dari banyak serabut otot yang mempunyai bentuk seperti gelendong. 2004). Jaringan Floem Floem berfungsi mengankut bahan-bahan dari bagian atas ke bagian bawah. Kelompok jaringan terorganisasi ini menjadikan organ-organ pada tumbuhan. 2. seperti batang. akar atau umbi (Kartasapoetra. 2004). batang dan daun merupakan organ utama tumbuhan tingkat tinggi. yang paling banyak ialah plastid tidak berwarna dan gudang makanan merupakan fungsi utama (Kimbal. Jaringan Hewan a. sel parenkim dapat membelah meskipun telah dewasa. Dilengkapi secara meluas oleh plastid. Jaringan Otot Jaringan otot bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jaringan gabus ini menggunakan fungsi epidermis (Kartasapoetra. Umum dijumpai didaerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat (Kimbal. terdiri dari banyak serat serabut. mempunyai satu inti di tengah-tengahnya. sel parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka serta regenerasi (Muhammadiah. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung (Anonim. Otot lurik. 1992) Parenkim terdiri dari sel hidup dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan fungsinya. 2004). vii. Akar. Sel-sel member tunjangan mekanis bagi tumbuhan. 1998). 2009) Menurut Wulangi (1993). 2004). dapat berlignin atau tidak. jelasnya dari daun ke bagian organ lainnya. Otot polos. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. Skelerenkim mempunyai fungsi utama yaitu sebagai jaringan penguat tumbuhan dan kadang-kadang juga sebagai pelindung (Muhammadiah.sifatnya lebih kuat dari epidermis. terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan kontraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). Jaringan Xilem Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air pada tumbuhan berpembuluh (Muhammadiah. Biasanya jaringan ini berada di bagian tepi dari alat-alat tumbuhan. Karena merupakan sel hidup. teristimewa pada tumbuhan yang berumur panjang yang dalam hal ini biasanya epidermis tumbuhan telah mati sebelumnya atau menjadi tidak aktif sebelum menjadi penggabusan itu. yang masing-masing mempunyai banyak inti yang . Jaringan Sklerenkim Skelerenkim dalah jaringan yang memiliki dinding skunder yang tebal. langsing. viii. Oleh sebab itu. Acapkali terpisah-pisah sebagian dan ruang antara sel yang terjadi diisi gas. panjang. Jaringan Parenkim Sel-sel parengkim tersebut luas diseluruh tubuh. iv. 1992) vi. 1998). v. yang dikenal sebagai jaringan gabus (Cork tissue).

dan daun. 3. 2004). otot lurik. Lap kasar dan lap halus c. Prosedur Kerja a) Jaringan Tumbuhan 1. Menggunakan pembesaran objektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan. 4. BAB III METODE PRAKTIKUM A. 2004). kemudian ganti dengan pembesaran objektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu (i) untuk mendeteksi.30 sd. Alat dan Bahan 1. Preparat awetan jaringan akar. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan golongan dikotil 2. dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. dan dengan serabut otot sebelahnya membentuk sinsitium. Mengambil preparat awetan jaringan akar. Sistem saraf pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. Lap kasar dan lap halus c. Menyiapkan mikroskop berdasarkan urutan tata cara penggunaan. Mengamati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar. b. Preparat awetan otot polos. endokrin dan mental (Pagarra. Menggambar jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian- . Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a) Waktu praktikum Hari/tanggal : jumat. batang. C. Jaringan Saraf Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Mikroskop b. dan otot jantung. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian terbesar fungsi tubuh. 03. Mikroskop b. menganalisa.terletak di tepi.10 WITA b) Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Jaringan Tumbuhan a. 30 Oktober dan 6 November 2009 Waktu : Pukul 01. 3. terdiri dari beberapa serabut otot bercabang-cabang membentuk anyaman (anastomosis). menggunakan dan menghantarkan semua informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris. termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan. terutama kegiatan motoris. 5. Sistem saraf perifer terdiri atas kumpulakumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di seluruh tubuh. preparat awetan darah dan preparat awetan tulan keras. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil. dan (ii) untuk mengorganisir dan mengatur. Jaringan Hewan a. 2. Otot jantung. viseral. B. preparat awetan tulang.

c. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Epidermis 6. Hasil Pengamatan 1. 4.a.a.c.b. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Empulur 2. Jaringan otot 5.b. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. 2. 5. 3. Mengamati preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat. 1. 2. 1. Epidermis 2. b) Jaringan Hewan 1. Korteks 5.a.bagiannya. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat. 1. 3. otot lurik.c. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Batang Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. neutrofil dan basofil) yang terdapat dalam darah. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot. 2. Memperhatikan struktur dari arah luar.b. 3. monosit. 4. Floem 4. Mengamati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa. Jaringan Darah 4. Endodermis b. Mengulangi kegiatan dengan jaringan jaringan yang lainnya. leukosit.b.a. Xilem 3. Jaringan penyokong 2. dan otot jantung dengan pembesaran kuat. Menggambar dan memberi keterangan.d. Xilem . Jaringan saraf 3. Mengamati preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis.a.d. limfosit. Jaringan epitel 1.c. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel darah (Eritrosit. Menggambar dan member keterangan bagian-bagian yang terlihat. Akar Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. 4. 2. bentuk dan letak intinya serta arah serabutnya. 5. Menggunakan pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran objektif 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas.c.b. 5. Mengamati sel Purkinje pada preparat awetan otak kecil. Jaringan Tumbuhan a. Mengamati preparat awetan jaringan otot polos.

Kambium 5. Epidermis 3. Floem 4. Xilem 4. Empulur f. Korteks e. Floem 3. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) Keterangan : 1. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) Keterangan : 1. Stomata d. Epidermis 3. Xilem 4. Korteks c. Daun Monokotil (Zea Mays) Keterangan : 1.3. Korteks 2. Parenkin 5. Kutikula 2. Stomata 6. Epidermis 2. Floem 5. Floem 4. Xilem 5. Daun Dikotil (Ficus elastica) Keterangan : 1. Stomata .

Dendrite 7. Inti sel e. Otot Lurik Keterangan : 1.2. Epidermis 3. Ujung Akson 3. Pita gelap 2. Miofibril 4. Selunung sel 4. Inti 2. Jaringan Hewan a. Plastida 4. Badan sel 8. Sioplasma 3. Discus intercalaris 4. Nukleus 2. Pita gelap 4. Jaringan Epitel . Simpatis 2. Floem 2. Akson 6. Xilem 5. Otot Polos Keterangan : 1. Jaringan saraf Keterangan : 1. Pita terang c. Serabut otot 3. Inti 3. Endomesium b. Pita terang d. Selubung myelin 5. Otot Jantung Keterangan : 1.

Inti Sel f. Badan selAksonSelubung 3.Keterangan : 1. Saluran Havers 2. iv. Kanalikuli 5. v. Lamela 3. Jaringan tulang Keterangan : 1. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh xilem dan floem. Endodermis terdiri atas selapis sel yang melingkari stele atau merupakan bagian dalam korteks yang membatasi antara korteks dan stele. Korteks disebut juga kulit pertama karena merupakan kulit paa akar yang terdiri dari sel-sel yang berasal dari titik tumbuh primer. iii. LimfositA2kson B. Akar Monokotil (Zea mays) i. Epidermis merupakan jaringan pelindung. Xilem terletak di bagian tengah akar dan berfungsi untuk mengangkut garam-garam mineral. ii. Jaringan Tumbuhan a. . Lakuna 4. Basofil 4. Pembahasan 1.

v. c. banyak memiliki ruang antar sel yang di dalamnya terdapat berkas pengangkut yang berupa tulang-tulang daun. ii. Epidermis terletak pada bagian terluar batang yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan air. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis. vi. iv. Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Epidermis pada daun dikotil terbagi atas dua. Floem berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Terdiri atas satu lapis sel yang bentuknya persegi empat (batu bata) yang tersusun rapat. iii. Xilem berfungsi untuk mengangkut garam mineral dari akar ke daun. Deretan stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi sebagai jalan udara masuk dan keluar daun. Fungsinya untuk melindungi lapisan sel yang letaknya lebih dalam dari kekeringan serta menjaga bentuk daun agar tetap dalam keadaan semula. Korteks terletak di daerah epidermis dan berfungsi sebagai cadangan makanan. v. serta berfungsi sebagai proteksi. Spons terdiri atas sel-sel yang tidak begitu kaya dengan klorofil. Epidermis merupakan jaringan pelindung yang mengalami penebalan berfungsi sebagai jalan masuk air dan garam mineral. Batang Monokotil (Zea mays) i. ii. Endodermis terletak dilapisan sebelah dalam korteks berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh angkut. b. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju daun. d. ii. iv. iii. Floem terletak diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. tidak mengandung klorofil dan transparan. yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. Kolengkim dengan dinding selulosa yang tebal. Stomata biasanya tersusun biasanya tersusun sebagai deretan lumut dan daun. Epidermis daun monokotil terdiri atas selapis sel dengan dinding tebal berlapiskan kutikula dan tidak berklorofil. dinding selnya tipis dan mempunyai ruang antar sel. Jaringan Hewan . Xilem terletak pada bagian dalam berkas pengangkut f. iv. iii. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) i. iii. bentuk dan susunannya tidak teratur.vi. iii. iv. Daun Dikotil (Ficus elastica) i. Epidermis terletak pada bagian terluar berfungsi sebagai zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlalu banyak. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke bagian atas daun. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) i. ii. Kambium terletak di antara berkas pembuluh xilem dan floem. ii. vi. 2. Prakambium terletak di lapisan sebelah dalam endodermis yang berfungsi untuk membentuk cadangan akar kambium gabus. Palisade terdiri atas sel-sel penunjang tersusun rapat dan banyak mengandung klorofi sehingga di dalamnya berlangsung prose fotosintesis. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis e. terdapat di permukaan atas dan bawah daun. Daun Monokotil (Zea Mays) i. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

g. usus. 3. Konduktivitas adalah kemampuan jaringan saraf membawa impuls. Akson. Otot lurik bekerja dibawah kesadaran sehingga disebut otot volunter. bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah dalam tubuh. Nodus renvier. Dendrit. Sel atau serabutnya berbentuk silindris. mengandung nukleus dan nukleolus. Sel sechwann. Otot lurik biasanya melekat pada rangka. Jaringan Penyokong Beberapa macam jaringan penyokong dalam tubuh kita. Otot polos terdapat pada alat dalam sehingga disebut juga sebagai otot visera. daun telinga. Kontraksinya tidak dibawah kesadaran (otot involunter) bersifat kuat dan berirama. sehingga sarkoplasmanya (sitoplasma) tampak polos dan homogen. 7. selubung disusun oleh sel-sel pipih yang disebut schwann. berfungsi untuk meneruskan impuls saraf dari badan sel ke sisi lain. Sel-sel saraf mempunyai kemampuan untuk bereaksi. Jaringan Otot Jantung Otot jantung terdapat khusus pada jantung. Jaringan Epitel Jaringan epitel dibuat darisel-sel yang memadat dan tersusun dari lapisan pipih. kelopak mata. Setiap sel berinti banyak yang terletak di tepi sarkoplasma. 4. cukup lama dan tidak cepat lelah. bibir. Sel otot polos berbentuk gelendong dengan sebuah inti pipih yang terletak di tengah sarkoplasma. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabangcabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. Sel neuron. merupakan inti yang terletak pada tengah-tengah badan sel. Jaringan Otot Lurik Jaringan otot ini serabut kontraktilnya memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) berjajar teratur membentuk pita vertikal terhadap poros otot. dan pembuluh darah.a. Jaringan Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi . serta membentuk kulit yang membungkus tubuh. Memiliki 1-2 inti yang terletak di tengah sarkoplasma. 6. Bagian-bagian saraf yaitu : 1. lidah. Nukleus. suatu bangunan yang berupa lanjutan plasma dan berfungsi meneruskan impuls saraf menuju ke badan sel. Ukuran serabut ototnya lebih kecil dari otot lurik. Kontraksinya cepat. Ciri khasnya yaitu memiliki discus interkalaris. 5. yaitu sel saraf motorik dan sel saraf sensotik. terdapat pada akson yang tidak terselubung. menghantarkan. urat saraf tulang belakang dan saraf-saraf lainnya. Otot polos mempunyai pensarafan autonom artinya bekerja tidak dibawah kesadaran. Otot polos kontraksinya lambat. f. dan membebaskan rangsang dari luar atau dari dalam tubuh. Jaringan Saraf Tersusun atas kumpulan sel-sel saraf (neuron) yang khusus menerima. Jaringan ini digunakang untuk member kekuatan. 2. Jaringan Otot Polos Disebut otot polos karena serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling. Intabilitas merupakan kemampuan jaringan saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan. dan diafragma. misalnya lambung. c. Ada dua macam sel saraf. e. d. ada yang mempunyai selubung yaitu selubung mielin yang berfungsi sebagai pelindung atau isolator. Badan sel. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tibus. kuat tetapi cepat lelah. Jaringan saraf terdapatdi otak. b.

Basofil. d. Eusinofil. jaringan saraf dan jaringan otot. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. merupakan 65% dari leukosit yang dapat membunuh bakteri dengan cara fogositosit b. merupakan leukosit yang jumlahnya sekitar 25% dan terdiri dari sel T sebagai pertahanan tubuh. Jaringan penyusun tubuh tumbuhan terbagi menjdi jaringan meristem atau jaringan muda dan jaringan dewasa yang terdiri dari epidermis. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism.org/. 2. Dibentuk dalam sum-sum tulang belakang waktu embrio dibuat dilimfa dan hati. Leukosit a. jaringan parengkim. jaringan penyokong. 2004. B. Neutrofil. diantaranya: 1. dan jaringan gabus. http://free. sel B dan sel pembunuh. merupakan bagian dari leukosit tapi hanya 1% yang berfungsi mengtasi infeksi. Kartasapoetra. merupakan bagian 6% dari leukosit dan berfungsi sebagai pemakan bakteri serta memakan neutrofil yang menjadi nanh. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. jaingan pengangkut.yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan ileh tubuh. peradangan dan alergi. Bima Aksara.G. diantaranya jaringan epitel. Manosit. Anonim. DAFTAR PUSTAKA Adnan. Mengandung hemoglobin yang mempunyai daya ikat oksigen maupun korbon dioksida. c. Jakarta. Di dalam terdapat bermacam-macam darah. e. . merupakan jenis leukosit yang sitoplasmanya banyak mengandung granula (lisosom) dan berfungsi menghadang parsit. 2. Jaringan yang menyusun tubuh hewan lebih kompleks. Eritrosit a. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan sehingga bahan tidak rusak. Diakses tanggal 8 November 2009. 1998. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 3. dan juga sebagai pertahanan tubuh. 2. b. Penuntun Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. Limfosit. 2009.vlsm. Struktur Tumbuhan dan Hewan. A. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Saran 1. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah praktikum ini adalah : 1. Makassar. c. Merupakan bagian utama dari sel-sel darah.

Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi.Kimbal. 4. 2004. Kartolo. Setiap serabut pada otot lurik terdiri atas banyak inti yang terdapat pada bagian tepi. Perbedaan antara sel otot polos dan sel otot lurik serta sel otot jantung. Lamela : Substansi mineral yang disimpan dalam lapisan tipis. S. 2. Sel otot polos berbentuk kumparan panjang. Erlangga. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Otot jantung berfungsi membantu otot-otot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui dan keluar jantung. Halifah. Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. [sunting] Jaringan pada hewan Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan. pembuluh darah. yaitu : a. Makassar. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya. Yang dimaksud dengan : a. Sesuai namanya. Kanalikuli : Saluran havers dan matriks mirip tempat saluran sitoplasma osteosit. pernafasan. Otot jantung melekat pada dinding jantung. Wulangi. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 1993. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Fungsi otot polos yaitu memberikan gerakan diluar kehendak misalnya gerakan zat-zat sepanjang saluran pencernaan. Pagarra. . pernafasan. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. • Jaringan pengikat. 2009. jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Muhammadiah. 1992. Jakarta. John W. Tim Pengajar. Fungsi saluran Havers yaitu memelihara kehidupan sel-sel tulang karena berisi pembuluh darah. Jakarta. b. Asia. pembuluh darah dan limpa. dan limpa. 3. terdapat pada dinding saluran pencernaan. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Lakuna : Rongga kecil yang terdapat diantara lamela havers. • Jaringan epitel. Makassar. Otot lurik terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. 2004. Struktur Hewan. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah. sebagai organ sekresi dan penyerapan. b. Banyaknya inti dalam setiap sel adalah satu inti yang terletak di tengah-tengah sel. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara cepat dan kuat. termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga. Anatomi Tumbuhan. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. c. biologi Edisi Kelima. Jawaban Pertanyaan 1. Makassar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kumpulan serabut sel otot lurik disebut fasikulus. Jurusan Biologi FMIPA UNM.

. [sunting] Jaringan pada tumbuhan Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan. • Jaringan epidermis Adalah jaringan yang melapisi daun dan bagian tumbuhan yang masih muda. Walaupun pada satu sisi manusia memiliki kesamaan dengan hewan tetapi pada hakekatnya manusia berbeda dengan hewan begitu pun dengan tumbuhan. • Jaringan saraf. H.wikipedia.S. November 2009 Koordinator Asisten. Makassar. Hamka L. Beranjak dari hal inilah manusia diharuskan untuk terus belajar dan terus belajar.pd. adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan. M. Suhaedir Bachtiar S. http://id.org/wiki/Jaringan LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. NIP. 061404008 Mengetahui. Dosen Penanggung Jawab Drs. Mencari apa . otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. • Jaringan penyokong Jaringan penyokong meliputi tiga jaringan dasar. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung. Asisten. semua mempunyai fungsi dan ciri masing-masing. Latar Belakang Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya tidaklah ada yang sama. • Jaringan pengangkut Komponen utama jaringan pengangkut adalah xilem dan floem. yaitu parenkim. Irwan NIM.• Jaringan otot. kolenkim dan sklerenkim. M.

serta hewan menyusui. "lintah laut". Seperti halnya makhluk hidup lain hewan vertebrata pada hal ini katak. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru (Anonimb. reptil. burung. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. Anatomi setiap jenis makhluk hidup mempunyai perbedaan dan juga persamaan. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. dengan rasa ingin tahu yang tinggi. warna dan juga hubungan organ yang satu dengan organ lainnya.yang belum diketahui mengelola dan mengembangkan yang sudah ada. Kecuali jenis-jenis ikan. Hal ini terlihat dari struktur . B. katak. 2004). Amfibi merupakan kelas chordata yang pertama kali keluar dari air. belut jeung. Seiring dengan berjalannya waktu. Sel-sel ini yang kemudian saling berkaitan membentuk jaringan. warna dan letak organ. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum mengenai organ organ utama pada hewan vertebrata (Tim Pengajar. akhirnya para ilmuwan berhasil mengkaji lebih jauh mengenai anatomi makhluk hidup. Manusia hewan. serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ. dan tumbuhan terdiri dari triliunan sel yang merupakan bagian terkecil. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tubuh hewan terdiri dari berbagai berbagai organ tubuh. warna. Seperti halnya dengan manusia. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. Laporan yang berjudul anatomi hewan vertebrata ini tentunya akan memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya. 2009) Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. bagaimana struktur dan fungsinya masing-masing. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui bentuk. Organ-organ tersebut saling bekerja sama dengan melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ (Pagarra. Untuk anatomi hewan dapat dibedakan manjadi dua kelompok besar yaitu anatomi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan anatomi hewan tak bertulang belakang (anvertebrata). hewan vertebrata juga memiliki organ tubuh yang hampir sama dengan manusia. 2009). Makhluk hidup terdiri dari beberapa sistem organ yang berfungsi dalam setiap aktivitas. Mahasiswa mengetahui bagaimana organ itu bekerja selain itu mahasiswa juga mampu melihat langsung bentuk asli anatomi dari organ tubuh katak sawah. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. C. memiliki struktur penyusun yang tentunya memiliki perbedaan dengan makhluk hidup lain. dan letak organ hewan vertebrata serta fungsi masing-masing organ tersebut. dan organ akan membentuk sistem organ. Hewan yang tergolong vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang yang memiliki sistem dalam tubuhnya yang lebih kompleks. Anatomi makhluk hidup dapat dibagi secara garis besar yaitu anatomi tumbuhan dan anatomi hewan. Tujuan Mahasiswa dapat mengenali bentuk. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. Dalam percoban yang dilakukan kita mengamati anatomi hewan vertebrata dengan contoh katak sawah dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk. Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi katak sawah atau Rana cancarivora. atau hagfish). Jaringan kemudian membentuk organ. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. Organ organ yang bekerja sama dalam melekukan fungsi yang lebih tinggi disebut sistem organ.

dan lapisan dermis bagian dalam mengandung pembuluh darah dan badan sel saraf (reseptor). Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. kedua ujungnya melekat pada tulang. 2009). kuku. maka katak itu akan membutuhkan energi dan oksigen yang sangat banyak untuk proses pernafasan sel. dan sebagainya. Sepasang otot yang saling membantu dalam bekerja disebut sinergis.pada kedua fase kehidupan yaitu di air dan di darat yang menunjukkan sifat ikan dan reptil. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. kerongkongan. Perbedaan jenis makanan. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. Ketika katak meninggalkan fase kehidupannya di air dan memulai fase kehidupannya di darat. Bagian urat yang melekat pada tulang yang relatif tidak bergerak pada waktu kontraksi disebut origo dan ujung lainnya disebut insertion. Fungsi otot adalah melakukan kontraksi yang mengakibatkan terjadinya gerak atas perintah dari saraf pusat. rektum dan anus. Skelet apendikular. usus besar. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. faring. 1992) Menurut Radiopoetro (1999). Sistem rangka (skelet) Fungsi utama dari sistem ini yaitu memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. bulu. Sistem ini secara garis besar dibedakan atas : a. cara mengambil makanan. kelenjar. diabsorpsi. Kulit mempunyai derivate-derivate berupa rambut. sisik. sedangkan yang kerjanya berlawanan disebut antagonis. Pada hewan daratan misalnya katak. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. Bagian tengah yang menggembung membentuk gelendong disebut perut otot atau gaster. Skelet aksial. Sistem respirasi . yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. 4. antara lain : 1. meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan dan gelang panggul dengan anggota gerak belakang. Saluran pencernaan. Pada vertebrata. 5. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. dicerna. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. usus halus. memperbaiki jaringan yang rusak. b. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. serabut-serabut otot. tubuh hewan vertebrata terdiri atas 10 sistem organ. Sistem otot Sistem otot khususnya otot rangka. Kelenjar pencernaan. 3. meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak. Sistem pencernaan Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. b. Pada katak terjadi evolusi dan membentuk jantung yang terdiri atas tiga ruang (Kimbal. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. lambung. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. sumber vitamin dan mineral (Anonima. 2. meliputi rongga mulut. Sistem integumen (kulit) Sitem ini pada umumnya terdiri atas dua lapisan epidermis yaitu bagian luar yang sel-sel paling luarnya dapat menanduk. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok.

Kelenjar tiroid . reptilia. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah Seiring dengan pertumbuhan berudu. hati. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Sistem peredaran darah (sirkulasi) Sistem ini berfungsi untuk mengedarkan darah dan cairan limfa diseluruh tubuh. dan mamalia ditemukan peredaran darah rangkap. Sistem saraf Sistem ini bersama dengan sistem sistem endokrin berfungsi mengkoordinasi tubuh hewan. vena dan kapiler. Sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. paru-paru. alat respirasi utamanya adalah paru-paru. b. meliputi : a. sedangkan hewan-hewan vertebrata lainnya yaitu reptil. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup semakin kompleks organ ekskresinya. 8. Pada hewan jantan kelenjar kelaminnya disebut testis yang menghasilkan spermatozoa. Sistem endokrin Sistem ini berfungsi menghasilkan hormon yang membantu dalam sistem koordinasi. kelenjar bulbo uretra dan vesikula seminalis. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi (Anonimb. sedangkan pada tetrapoda yaitu ampibia. Pada vertebrata sistem peredaran darahnya tertutup yaitu dibangun oleh jantung serta pembuluh darah yaitu arteri. Organ tubuh yang mengeluarkan limba tersebut berbeda-beda. sering dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar pembantu seperti kelenjar prostate. Pada ikan menggunakan ingsang sebagai organ respirasinya. Sistem reproduksi Sistem ini berfungsi menghasilkan sel-sel kelamin dan hormon yang berkaitan dengan reproduksi. 7. Waktu katak masih berbentuk larva. 10. burung. Sistem saraf tepi (perifer) yaitu saraf cranail dan saraf spinal serta saraf otonaomi. Hipofisis b. Dalam organ pernafasan ini berlangsung pertukaran gas udara yaitu pengambilan oksigen (O2) dan pembebasan karbondioksida (CO2). Sistem pengeluaran (ekskresi) Sistem ini berfungsi membuang limba hasil metabolisme yang bersifat racun.Sistem respirasi pada hewan vertebrata ada yang berbeda yaitu pada ikan. 9. Pada hewan vertebrata organ ekskresinya yaitu ginjal. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Namun pada ikan ditemukan peredaran darah tunggal. dan mamalia. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. 2009). timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. Sel-sel kelamin betina (ovum) dan spermatozoa berperan dalam perkembangbiakan yang bertujuan melestarikan jenis makhluk hidup. aves. dan kulit. Sistem saraf terdiri atas : a. Pada hewan betina dubangun oleh kelenjar-kelenjar kelamin betina disebut ovarium yang dilengkapi saluran telur. Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. 6. Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Apabila insang ini bergetar.

Sedotan limun 2. Pengamatan Luar a. Kelenjar kelamin BAB III METODE PRAKTIKUM A.c.50 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. segera pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut. B. Alat dan Bahan 1. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Kelenjar pangkreas g. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. Botol pembunuh b. membasahi dengan eter/kloroform. Mematikan Katak Mengambil segumpal kapas (sebesar ruas empu jari tangan). Biarkan sampai katak mati.d.30 s. Kloroform/eter pembius C. Mengamati bagian luar katak 1) Mata. Katak sawah (Rana cancarivora) b. Skalpel d. Kelenjar paratiroid d. Jarum 4. Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan meletakkan di atas baki bedah. 15. c. Kapas c. Gunting 2. Kelenjar epifise e. Alat bedah: 1. tutup dengan rapat. Kelenjar adrenal f. lalu memasukkannya ke dalam kotak pembunuh. Prosedur Kerja 1. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Baki bedah c. kelopak dan selaput tidur 2) Lubang hidung luar 3) Timpanum (i). b. 13 November 2009 Waktu : Pukul 13. Pinset 3. Membiarkan kapas dalam botol dan tutup rapat. selaut pendengar .

Pengamatan Sistem Pencernaan a. Paha (femur) b. ii. Lengan bawah (ante branchium) c. Memeriksa perlekatan kulit pada jaringan otot. Memperhatikan bagian tengah otot perut. Hati sebelah kanan.4) Celah mulut 5) Tungkai depan : a. 8) Menggambar arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut di atas. c. Dengan pingset menarik lidah keluar. sehingga tidak mudah goyang. 2. mengangkat sedikit dan akan tampak duodenum dan pangkreas. Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. Dengan pingset menjepit membujur kulit bagian perut dekat paha. sehingga terbentuk semacam kantong (saccus). dan menggunting melintang. mengangkat sedikit. Membuka celah mulut dengan skalpel dan pinset. sehingga rongga mulut terbuka. iv. b. Melalui celah itu. iii. Arah kepala dari hati. Hanya pada tmpat tertentu kulit melekat pada otot. d. Pembedahan a. memasukkan ujung gunting yang tumpul dan guntinglah kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk. 3. Mengamati bentuk gigi. 4. Telapak (manus) 6) Tungkai belakang : a. Tampak garis putih membujur sepanjang otot perut (disebut linea alba). g. Serambi (atrium) kiri dan kanan . b. Telapak bersatu (pes) d. Bilik (ventrikel) ii. Rektum yang belok ke kloaka. mengamati bentuk dan perletakanya (mencatatnya). Menjepit pingset otot perut di samping linea alba. Pengamatan Sistem Peredaran Darah a. Lengan atas (branchium) b. f. Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan. Betis (crus) c. menggunting melintang di bawah pingset. Mengamati bentuk dan warna: i. Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung scalpel sampai pecah. Runut terus usus halus sampa usus tebal. mengamati bentuk dan bagian: i. Perahatikan pertemuannya. sehingga kulit perut bisa tersingkap. Jari-jari berselaput renang 7) Kloaka (menentukan letaknya). c. tampak jantung dalam selaput b. Membalik ke celah tadi. Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan. Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha. menggunting ke arah pangkal kedua paha. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam celah otot perut dan mulai menggunting ke arah kepala sampai bawah rahang. meraba dengan jari gelig pada rahang atas dan gigi former pada langit-langit. Memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin. ada berapa lobus. e. sehingga membentuk celah. sehingga terbentuk celah pada kulit perut. Lambung di sebelah kiri hati. Melanjutkan pengamatan rongga perut yang berisi jeroan.

d. Dengan sedotan limun yang ujungnya dimasukkan kedalam lubang pangkal tenggorok (membuka mulut). Pembuluh nadi utama (trunkus ateriosus) yang keluar dari ventrikel kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan). Pada katak jantang ureter ini disebut juga ductus urospermatius. testis terletak di sebelah atas ginjal. memulai dari lambung sampai pada rectum. Branchium (Lengan atas) 9. c. Organ Visual 3. e. sehinga tampak batang tenggorok (trakea). pembuluh darah pada paru-paru. menggembung paru-paru. Femur (Paha) 10. Anatomi Keterangan : 1. Linela alba 2. b. Melepaskan organ-organ pencernaan. 5. Hasil Pengamatan 1. Akan tampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut. c. Melepaskan jantung dengan guntin. 6. Tympanium (Membran timpani) 6. Pada katak betian. Selaput tidur 4. Membuat gambar bagan sistem pernafasan katak. Mengangkat sedikit ovarium. tersembul bagian paru-paru. Manus (Telapak) 7. Bentuk Luar Tubuh Keterangan : 1.iii. Cor (Jantung) 2. c. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Memperhatikan bagian sebelah kanan dan sebelah kiri lambung. Menggambar bagian jantung dan memberi nama begian tersebut di atas. Kloaka 14. meniup pangkalnya perlahan. Pengamatan Sitem Ekskresi dan Reproduksi (Urogenitalia) a. Nares (Lubang Hidung) 2. b. Hepar (Hati) . serta masentrium (jaringan ikat) yang memegangnya. Pengamatan Sistem Pernafasan a. Memberi nama bagian-bagiannya. ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. akan tampak oviduk berupa saluran berkelok-kelok putih. Jari-jari berselaput renang 13. Mengamati bentuk dan warna paru-paru.bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjalmelalui vas efferensia. Pes (Telapak Berselaput) 12. Membuat gambar bagian sistem urogenitalia katak. bermuara pada kloaka sedang ujungnya berupa corong (ostium) ada di detak jantung. Digiti (Jari) 5. Ante Branchium (Lengan Bawah) 8. Crus (Betis) 11. d.

Jejenum 8. Pulmo (Paru-paru) 4. Duodenum 3. Empedu 10. Empedu 11. Illeum 7. Sistem Sirkulasi Keterangan 1. Rektum 5. Kloaka 7. Intestinium crasum (Usus Besar) 10. Bronkus 2. Vena cava anterior 5. Atrium Dexter 5.3. Ostium tuba 2. Kloaka . Hepar (hati) 4. Kloaka 6. Sistem Urogenitalia katak betina Keterangan : 1. Pulmo dexter 6. Ren (Ginjal) 6. Ventriculus (Lambung) 5. Intestinium tenue (Usus halus) 9. Ventrikel 3. Atrium sinister 2. Vena cava posterior 4. Uretra 8. Pilorus 4. Pankreas 9. Bronkiolus 4. Pulmo sinister 3. Pulmo (paru-paru) 3. Badan lemak 3. Uterus 5. Aorta 6. Sistem Respirasi Keterangan 1. Ventriculus (lambung) 2. Sistem Dygestoria Keterangan : 1. Oviduk 4.

Rektum 6. Dimana. f. jari-jarinya berjumlah empat ruas dan tidak berselaput. Kloaka 4. Geligi kerucut (Vormer Dent) 3. Permukaan kulitnya halus dan agak licin dan berwarna-warni karena adanya butir-butir . selaput tidurnya terdapat di antara bola mata dan kelopak mata. b. Kantung suara 9. c. Pallatum (langi-langit) B. Rektum 8. Testis 8. Ovarium 7. Gladula adrenalis 8. Ren 7. g. Mandibula (Rahang Bawah) 7. d. Celah glottis 5. Badan Lemak 2. Pembahasan Katak adalah salah satu contoh binatang amphibi yang merupakan hewan vertebrata yang dalam perkembangan hidupnya mengalami metamorfosis. Mata (Orbita) 4. Keadaan Luar Katak Katak memiliki : a. Pada tungkai depan. Dimana. Lubang hidungnya ada dua dan berukuran kecil. Uretra 5. Anatomi Mulut Katak Keterangan: 1.6. Dua buah mata dan kelopak mata. kelenjar kelamin dan anus. Rawan Aritenoid 6. anatomi katak yang diamati pada percobaan tersebut. memiliki kaki sebanyak lima ruas dan berselaput renang. antara lain : 10. Glandula Adrenal 10.. Tympanum (selaput pendengar) ada dua di samping kiri dan kanan yang tidak jauh dari mata. Maksila (Rahang atas) 2. Saluran Urospermatika 3.. Kloaka terdapat di bagian belakang dan berfungsi sebagai lubang pelepasan dari saluran ginjal. e. Sistem Urogenitalia katak Jantan Keterangan : 1. Uretra 7. Ureter 9. Ren 11. telapaknya bersatu. Lingua (lidah) 8. Pada tungkai berlakang.

13. lembab dan kaya kapiler darah. 14. yaitu cabang dari pembuluh nadi paru-paru kulit (arteria pulmokutanea) yang menyangkut darah kotor atau kaya CO2. Dan di atas atrium terdapat percabangan yang disebut aorta. 2).pigmen dan sel pigmen atau kromotovora. terdiri dari : 1). Kerongkangan (esofagus). Lambung (ventriculum). pada katak merupakan saluran pendek menuju ke lambung. Selaput rongga mulut Selaput ini juga digunakan untuk memasukkan oksigen yang terkandung di udara. Akhirnya oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke sel-sel tubuh. Warnanya merah kecoklatan. permukaan dalam dindingnya mempunyai banyak lipatan. air yang lebih akan diserapnya dan dikeluarkan. Perlekatan kulit hanya terjadi pada tungkai belakang dan tungkai depan. Kulit Pernafasan dengan kulit berlangsung efektif baik di darat maupun di air. Fungsi ginjal adalah menyaring darah. bentuknya memanjang dari depan ke belakang. Sistem respirasi a. Ditambah dengan hati dan pankreas. sehingga memperluas permukaan. Rongga mulut.  kerongkongan 11. Sistem sirkulasi Pada fase berudu. . Setelah mejadi katak. 3). sedangkan sisanya dibuang melalui kloaka. Kulit katak tipis. Gigi hanya terdapat pada rahang atas (gigi geligi) dan pada langit-langit (gigi vumer). dalam usus makanan yang sudah lumat sari-sarinya diserap oleh pembuluh kapiler darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. b. Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih. ada di kanan dan di kiri. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tunggal. darah membebaskan CO2 ke udara dan mengikat oksigen dari udara bebas yang akan diangkut oleh pembuluh darah vena pulmokutanea ke jantung untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan. usus lambung a. 12. Gigi tersebut dapat tumbuh kembali apabila mengalami tangal. Lidahnya (lingua) bercabang dan terletak pada rahang bawah bagian depan. Berfungsi untuk menangkap mangsa. c. selanjutnya dengan perantara celah tekak atau glotis dihubungkan dengan rongga mulut. zat-zat sisa seperti urine. di dalam kapiler kulit. garam-garam yang berlebih. Dinding kantong yang tipis ini banyak dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. Paru-paru katak berhubungan dengan bronkus. Sistem dygestoria katak dimulai dari rongga mulut kloaka. c. d. jantungnya terdiri atas dua ruang yaitu satu serambi dan satu bilik. Usus (intestium). sedangkan pada bagian perut tidak terjadi perlekatan kulit pada otot. Paru-paru (pulmo) Paru-paru katak berupa sepasang kantong tipis dan elastis. Dan pada bagian tengah otot perutnya terdapat garis putih membujur sepanjang otot perut yang disebut linea alba. terdapat di sebelah kiri dan di belakangnya terdapat duodenum dan pangkreas. Dimana letak serambi (antrium) di atas ventrikel dan terbagi dua. Di dalamnya makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi. pada rongga mulut berdifusi melalui selaput rongga mulut. jantungnya terdiri atas tiga ruang yaitu dua serambi dan satu bilik. b. Kelenjar ludah yang berfungsi membantu menelan makanan. Sistem urogenetalia Alat ekskresinya berupa sepasang ginjal dari kiri dan kanan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. diantaranya sistem pencernaan. Katak memiliki berbagai macam sistem organ. 1992. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. paha. http://www. 2. Dan memberikan penjelasan tentang apa-apa yang diamati. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Anonimb. lengan atas. lubang hidung. Biologi Universitas. 3. Katak jantan memiliki sepasang testis yang terdapat diatas ren. sistem ekskresi B. lengan bawah. Pada katak betina terdapat sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. telapak bersatu. Bagian belakang ovarium terdapat oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih yang bermuara pada kloaka sedang ujungnya burupa corong yang berada di dekat jantung. Jakarta. Pagarra. W. saluran kelamin dan saluran pencernaan akan menyatu di kloaka. Diakses tanggal 19 November 2009. pelupuk mata dan selaput tidur. sperma akan melalui saluran fasa deferensia menuju ke kloaka.poetoegaul. sistem reproduksi. Halifah.google. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Diakses tanggal 19 November 2009. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat praktikum agar alat-alat praktikum tidak cepat rusak dan juga agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik seperti gunting yang sudah kurang tajam. 2009. selaput pendengar. Testis berfungsi menghasilkan spermatozoa. http://www. Pada masa kawin sepasang katak akan ampleksus (katak jantan menempel pada punggung katak betina. Pembuahan katak bersifat ovivar (bertelur). Sistem Pernafasan Vertebrata. jari-jari berselaput renang. telapak tangan dan digiti.com/. sistem sirkulasi.Kantong kemih ini berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Muara saluran urine. . betis. 2009. Pembuahannya berlangsung di luar tubuh (fertilisasi eksternal) tetapi katak tidak mempunyai alat kelamin luar. 2. 2009. 2004. Saran 1. DAFTAR PUSTAKA Anonima. Kesimpulan Bagian-bagian katak yang tampak dari luar adalah mata. sistem respirasi. 1. Seri Pembelajaran Struktur Hewan. Struktur Hewan. Kimbal. 1999. Zoologi. Erlangga. Radiopoetro . Jakarta: Erlangga.com/. Makassar. dan kloaka. Tim Pengajar.

"lintah laut". Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. b) Eksresi. apabila rongga mulut mengecil maka udara masuk ke celah-celah terbuka menuju ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas sehingga oksigen di ikat oleh darah yang ada didalam kapiler dinding paru-paru. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang.Makassar. serta hewan menyusui. b) Melanfora mengandung pigmen melanin menyebabkan warna coklat dan hitam. Pangkal lidah katak melekat pada ujung crinial dari rahang bawah. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. Katak tidak dapat melakukan pernafasan perut karena katak tidak terdapat tulang rusuk dan sekat rongga dan mekanisme pernafasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut. yaitu katak muda hidup di dalam air dan katak dewasa hidup di darat. reptil. Cara katak menarik dan mengeluarkan nafas adalah : a) Inspirasi. c) Guanfora mengandung kristal guanin yang menyebabkan warna biru. Warna kulit katak berubah-ubah karena katak mempunyai kromatophor (sel pigmen) yang terdiri atas : a) Xantopras mengandung pigmen kuning. manfaat nya adalah agar lidah katak cepat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsanya. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru a. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. Hati dan pankreas bukan merupakan saluran pencernaan. . Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Kecuali jenis-jenis ikan. katak. 4. Katak digolongkan kedalam kelas amphibi karena katak dapat hidup di dua tempat. SISTEM PERNAPASAN VERTEBRATA Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. 5. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. Jawaban Pertanyaan 1. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Waktu katak masih berbentuk larva. tetapi termasuk dalam sistem pencernaan karena pada hati dan pankreas terdapat enzim yang dapat melumatkan makanan sehingga dapat dicerna oleh usus halus. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. burung. apabila rongga mulut mengecil. Sistem Pernapasan Pada Katak Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. Pada katak terjadi vertilisasi eksternal karena pada katak pembuahan terjadi di luar tubuh. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ini adalah : a) Intern b) Ekstern 3. 2. maka udara didalam paru-paru yang banyak mengandung karbondioksida keluar melalui koana. belut jeung. Darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika meninggalkan jantung karena hanya memiliki satu ventrikel (bilik) sehingga darah dari tubuh yang akan keluar melalui aorta bercampur. 7. 6. atau hagfish).

yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. diabsorpsi. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. Apabila insang ini bergetar. meliputi rongga mulut. usus halus. Desember 2009 Koordinator Asisten. Suhaedir Bachtiar.Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. lambung. dicerna. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. 061404016 . STRUKTUR HEWAN Katak memiliki organ pencernaan. Mustaina Basir NIM. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah. cara mengambil makanan. Seiring dengan pertumbuhan berudu. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. faring. Pada vertebrata. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. kerongkongan. b. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan.pd. memperbaiki jaringan yang rusak. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. Kelenjar pencernaan. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. rektum dan anus. Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. Makassar. sumber vitamin dan mineral LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Perbedaan jenis makanan. Saluran pencernaan. usus besar. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. Pada hewan daratan misalnya katak. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus.S. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Asisten. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan.

Enzim sangat penting dan berpengaruh dalam tubuh makhluk hidup. Hampir semua enzim dalam tubuh merupakan protein. Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Reaksi reaksi kimia kompleks dalam tubuh akan berlangsung sangat sangat lambat jika tanpa enzim. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali. Latar Belakang Dalam menjalani kehidupannya manusia bekerja membutuhkan energi. Karena hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat. M. Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan sangat lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali.S. hasil akhir. yang dimana diambil pH faktor yang diamati. maka kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh pH terhadap aktivitas enzim. Enzim memegang peranan yang sangat penting dalam reaksi metabolisme dalam tubuh. maka jumlahnya tidak perlu banyak. misalnya pada tubuh tumbuhan. Respirasi. Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi reaksi-reaksi kimia. Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27 oC (suhu ruangan). Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. bergerak. dan penghambat (inhibitor). padahal kita setiap saat harus beraktivitas. Suatu reaksi kimia dapat terjadi dalam tubuh sanagat lambat didalam tubuh. berpikir dan kegiatan lainnya membutuhkan energi. Sebagai contoh reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa yang merupakan sumber energi utama kita berlangsung lama. Oleh karena enzim berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi. Atau pada suhu 39 oC. Hamka L. Namun tekadang proses pembenukan energi ini lambat dalam bekerja. Lalu apa yang akan kita gunakan nantinya jika proses pembuatannya lambat sedangkan keperluan kita begitu besar. B. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui cara kerja suatu enzim dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut. maka dari itu dibutuhkan biokatalisator untuk mempercepat pembentukan energy.Mengetahui. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. maka apa yang akan terjadi dengan tubuh kita. misalnya di dalam tubuh hewan berdarah panas. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. yaitu suhu. NIP.. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase. selama enzim tersebut tidak rusak. pH. Dosen Penanggung Jawab Drs. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kerja enzim. H. namun enzim bila dalam reaksi tersebut ditambahkan enzim maka reaksi tersebut akan berjalan dengan cepat. C.

sebagai biokatalisator. enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. Dapat diketahui pula bahwa banyak enzim yang terdiri atas bagian yang berupa protein dan bagian yang lain yang bukan protein. 2. Sebagai contoh. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. pada sistem pencernaan. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim (Lehninger. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. berbagai enzim dibentuk dalam keadaan tidak aktif and diberi nama zimogen. sebagai contoh. meskipun ada juga yang . tripsinogen harus diaktifkan terlebih dahulu oleh enterokinase (suatu aktivator yang dihasilkan oleh dinding usus halus) manjadi tripsin yang kemudian dapat melakukan pemecahan protein (Janice. atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. 2009). Zat tersebut dikenal dengan nama fermen atau enzim (Janice. maltase. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. 2009). Enzim adalah biokatalisator yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. 6. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa (Anonima. 1982). Pada tahun 1962. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. Biokatalisator. Menurut Anonimb (2009).Enzim dapat ditemukan baik pada hewan maupun pada tumbuhan. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). seorang ahli bernama Sumner berhasil memisahkan suatu enzim dalam bentuk kristal. 2003). 1982). Thermolabil. Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh suatu aktivator sehingga fungsional. Enzim tersebut dapat menghidrolisis amilum menjadi gula (Tim Pengajar. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. 2003). 3. Bila zat ini tidak ada. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Dewasa ini telah banyak ditemukan berbagai enzim dalam makhluk hidup. Kebanyakan enzim ini terdapat dalam protoplasma dan sedikit beraa dalam dinding sel atau vakuola. Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupamolekul-molekul besar. 5. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas. yaitu enzim urease yang diperolehnya dari biji polongan (Lehninger. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. Nama lain dari amylase adalah diastase. Salah satu enzim yang terdapat dalam tubuh adalah milase. Menurut Kuhne seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi dalam tahun 1878 enzim berasal dari kata in+zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Di dalam tubuh makhluk hidup. 4. biasanya berupa logam seperti besi. tembaga. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. maka proses-proses tersebut berjalan lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. seng. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. mudah rusak. contoh ektoenzim: amilase. Bagian tersebut dinamakan Apoenzim dan bagianyang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik.

Banyak enzim tidak akan bekerja tanpa adanya suatu zat nonprotein tambahan yang disebut kofaktor. Kecocokan terinduksi ini akan membaw gugus kikiawi tempat aktif itu keposisi yang meningkatkan kemampiannya untuk mengkatalisis reaksi kimiawi (Campbel.d. Kekhususan suatu enzim berhubungan dengan adanya kesesuaian antara bentuk tempat aktifnya dengan bentuk substratnya. Kofaktor dapt berupa suatu ion metal seperti Zn++ (suatu kofaktor karbonat anhidrase). Atau kofaktor dapat berupa suatu molekul organic kecil yang disebut koenzim. Mn++. B. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. 7. Alat dan Bahan . 8. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Ketika substrat memasuki tempat akti. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. Mg++. 20 Desember 2009 Waktu : Pukul 01. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. Karena itu. Kebanyakan dari interaksi ini bersifat lemah. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali.30 s. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor (Anonima. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. enzim bersifat spesifik. 2009). agar ikatan antara substrat dan enzim cukup kuat. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. contoh : lipase. atau Na++. tempat aktif itu bukanlah suatu tempat penerima yang kaku bagi substrat tersebu.mengkatalisis reaksi dua arah. Agar dapt melakukan tugasnya. terutama adalah substrat. Pada umumnya daya yang mengikat enzim dengan substratnya bukan ikatan kovalen. K+. suhu. Koenzim dapat terikat erat (ikatan kovalen) pada bagian protein dari enzim sebagai gugus prostetik. Lainnya dapat terikat secarta longgar atau malah hanya sementara pada waktu enzim tersebut melaksanakan fungsi kualitatifnya (Kimball. Namun demikian. Kecocokan terinduksi (induced fit) ini miripdengan jabtan tangan yang sangat erat. Terutama jika atom-atom yang bersangkutan tidak berada didalam jarak yang amat dekat. Bekerjanya spesifik . 1992). Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. 2000). tetapi ikatan hydrogen. Fe+. Ikatan ion dan daya tarik antara gugus hidrofobik dari dua molekul itu akan secara sendiri-sendiri atau bersama mengikat substrat pada enzim. 15. Kedua molekul harus sangat berdekatan dan meliputi suatu area yang cukup luas agar sejumlah daya tarik yang lemah ini dapat beroprasi. dengan paling sedikit satu dari zat yang bereaksi. keasaman. suatu enzim harus menyatu biarpun hanya sebentar. Di luar suhu atau pH yang sesuai. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. 1992). kofaktor dan inhibitor. Jadi molekul substrat harus cocok dengan suatu permukaan komplementer molekul enzim seperti sebuah kunci dengan lubang kunci (Kimball.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Cu++. mak enzim akan terinduksi untuk mengubah bentuknya sedikit sehingga tempat aktif akn lebih pas mengelilingi substrat itu.

Larutan fehling A dan B d. Kertas saring i. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . Stopwatch 2. Pada tabung II ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Pada tabung III ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Menyiapkan 11 buah tabung reaksi dan mengisikan ke dalam masing masing tabung tersebut 1 ml larutan amilum. Tabung kemudian dikelompokkan menjadi lima bagian. mengecek pH dan mencatatnya. Pada tabung IV ditambahkan 1-2 tetes larutan JKJ. Kemudian cek pH nya. 2. Larutan JKJ e. Panaskan ke3 tabung. tabung 10 menjadi Tabung IV dan tabung ke 11 di jadikan Tabung V. mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatatnya. Kecambah kacang hijau b. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a.1. 4. tabung 7 sampai 9 di kelompokkan mejadi Tabung III. Pada seluruh tabung I dimasukkan ekstrak kecambah (supernatan). Kertas lakmus (kertas pH) h. Larutan HCl f. Tabung c setelah 15 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Mortar dan pistilium c. tabung 4 sampai 6 dikelompokkan menjadi tabung II. 5. dan selanjutya diperlakukan sama seperti no. kemudian mencatat warnanya. Larutan NaOH g. Centrifuge dan tabung centrifuge b. dan selanjutnya diperlakukan sama seperti no. Tabung reaksi besar 5 buah d. Tabung reaksi kecil 9 buah e. c. Rak tabung reaksi g. mengecek pH dan mencatatnya. Gelas ukur i. kemudian dipanaskan selama beberapa menit. Larutan amilum c. 2. Aquades C. Kemudian menambah 1-2 tetes HCl encer. kemudian membuat tabel dan menyimpulkannya. Tabung 1 sampai 3 dikelompokkan menjadi tabung I. 2. mencatat warnanya. Tabung b setelah 10 menit diperlakukan sama seperti tabung a. 3. 6. Prosedur Kerja 1. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Tabung V ditambahkn 1-2 tetes larutan Fehling A dan B. b. Kemudian menambahkan 1-2 tetes larutan NaOH. Tabung a setelah 10 menit ditambah larutan Fehling A dan B. Pipet f. Membandingkan warna yang terjadi pada tabung I – V. mengecek pH dan mencatatnya. Lampu spiritus h. 3. Ke3 tabung reaksi diberi label a.

larutan yang semula berwarna biru muda berubah menjadi hijau muda kekuningan +. Hasil Pengamatan Tabung pH Warna Awal Akhir Awal Akhir I a 6 5 Biru Muda Biru Kehijauan b 6 5 Biru Muda Hijau Muda c 6 5 Biru Muda Hijau Muda II a 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan ++ b 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan +++ c 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan + III a 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan ++ b 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan + c 6 10 Biru Muda Hijau Kebiruan IV 6 Putih Biru Kehitaman V 6 Biru Muda Biru Muda Bening B. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan fehling A dan B kemudian dipanaskan. larutan tersebut dalam suasana basa. kemudian dipanaskan. 2. setelah 10 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Hal ini juga mengindikasikan bahawa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Biru Kehijauan. larutan berada dalam suasana asam. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase pada supernatan telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. diisi larutan amilum sebanyak 1 ml ke 3 buah tabung reaksi yang diberi label a. Setelah itu. Tabung II Pada tabung ini diisi amilum kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. setelah 15 menit dipanaskan. dan ternyata berubah warna dari biru muda menjadi Hijau Kekuningan . Setelah 5 menit tabung a ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda hijau muda kekuningan ++. Setelah itu ditambahkan pula 1 – 2 tetes larutan HCl 10%. diisi amilum kemudian ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah lalu ditambahkan pula 1-2 tetes larutan NaOH 1%. Setelah itu. b dan c. berarti enzim tidak bekerja maksimal. Setelah itu. setelah 15 menit larutan berubah sama seperti tabung b yaitu hijau muda. b dan c. Pada tabung c. b dan c. Tabung I Pada tabung ini. Hal ini menandakan bahwa ezim pada supernatan yang ditambahkan belum bekerja secara maksimal dalam mengubah amilum menjadi glukosa. Kemudian tabung b diperlakukan seperti tabung a setelah 10 menit. Tabung b. Kemudian larutan diberi label a. Tabung III Pada tabung ini. Hal ini menandakan bahwa enzim pada tabung b bekerja lebih baik dibandingkan dengan tabung a. dan mengalami perubahan warna hijau muda kekuningan +++. kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. Pembahasan 1. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi hijau muda Setelah itu tabung c juga diperlakukan seperti tabung a. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. 3. Setelah itu diukur pH-nya dan ternyata pH yang diperoleh adalah 6.A. masing masing tabung diberi label a.

Agar dalam melakukan percobaan mahasiswa harus memperhatikan setiap alat-alat yang digunakan harus bersih dari zat-zat kimia. II. Setelah itu dipanaskan selama 2 menit larutan berubah warna dari biru muda menjadi biru muda bening. B. http://id. Dari pencampuran zat inilah menyebabkan terjadinya perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Namun perubahan warna yang terjadi pada percobaan ini tidak sesuai dengan teori. 5. Bahwa. dan terjadi perubahan warna dari putih menjadi biru kehitaman. perubahan warna ini juga dapat diartikan bahwa enzim telah bekerja dalam larutan tersebut. Tabung c setelah 15 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. II. walaupun terjadi perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Tabung b setelah 10 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Hal ini menandakan bahwa larutan ini mengandung amilum. 4. Menurut teori perubahan warna yang terjadi jika enzim telah bekerja adalah dari putih keruh menjadi orange. Alat-alat yang digunakan mungkin tidak terlalu bersih sehingga terjadi pencampuran zat. dan III terjadi perubahan warna. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Agar dalam melakukan percobaan tidak mengalami kegagalan.++. sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya.org/Wiki/Enzim. dan III. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah. Enzim. Perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung menandakan bahwa enzim pada setiap tabung tersebut bekerja. Kekurang telitian saat penghitungan waktu. Pada tabung IV dan V digunakan sebagai kontrol terhadap perubahan warna yang terjadi pada tabung I. 3. Pada tabung I. pH sangat berpengaruh terhadap kerja suatu enzim. 2009.wikipedia. Hal ini menandakan enzim pada ekstrak kecambah telah bekerja secara maksimal dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Tabung V Pada tabung ini yang berisi amilum. . Tabung IV Pada tabung ini yang berisi amilum yang ditambahkan 1-2 tetes JKJ. 2. ditambahkan 1-2 tetes fehling A dan B dan larutan menjadi biru muda. Sebaiknya laboratorium memperhatikan alat-alat yang akan digunakan oleh praktikan. Dengan adanya perubahan warna tersebut menandakan bahwa enzim amilum pada setiap tabung telah bekerja. c. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Hijau kekuningan. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda berubah menjadi Hijau Kekuningan +. b. Saran 1. antara lain : a. Suhunya mungkin tidak sesuai dengan suhu optimum dimana enzim bekerja. Karena perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim. DAFTAR PUSTAKA Anonyma. Hal ini menandakan bahwa amilum tidak mengandung glukosa. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Diakses tanggal 2 Desember 2009.

org/. Makassar. Enzim Model Komputer enzim nukleusiada purin fosforilase Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Erlangga. Jakarta. kofaktor dan inhibitor. Lehninger. 2. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Wijaya. Dalam dunia pendidikan tinggi. Guna larutan JKJ yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa dan karbohidrat pada ekstrak kecambah. 2009. Kimball. 1982. suhu. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Campbel. Biologi Edisi Kelima Jilid I. terutama adalah substrat. N. Biologi Dasar.vlsm. Tim Pengajar. 2000. Erlangga. A. Jakarta. Erlanga. Di luar suhu atau pH yang sesuai. Sebagai contoh. D. keasaman. Biologi Tesis. Ganesa Exact. 2009. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. Bandung. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Hal-Ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimonoligi.Anonymb. Dasar-dasar Biokimia. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. http://bebas. Hal ini akan menyebabkan enzim . Jawaban Pertanyaan 1. ilmu panagan. Jakarta. 1992. Janice. Biologi Jjilid 1. Ekstrak enzim dari biji kecambah dicentrifuge agar dapat memisahkan antara ekstrak kecambah dengan endapan kecambah. enzimonologi tidak dipelajari tersendiri sebagi satu jurusan tersendiri tetapai sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. teknologi pengolahan pangan. Maggy Thena. 2003. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. dan cabang-cabang ilmu pertanian. Guna larutan fehling A dan B yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa yang terkandung pada ekstrak kecambah yang ditandai dengan adanya perubahan warna.L. Enzimonologi terutama dipelajari dalam Kedokteran. Molekul yang Terlibat Dalam Metabolisme. Diakses tanggal 2 Desember 2009.

4. mudah rusak. Molekul Yang Terlibat DAlam Metabolisme Sifat-sifat enzim Enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. contoh : lipase. 3. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. H. Makassar. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor. Thermolabil. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. 5. Suhaedir Bachtiar. 2.S. Biokatalisator. Dosen Penanggung Jawab Drs. Dasember 2009 Koordinator Asisten. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. 196212311987021005 . mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. M. Bekerjanya spesifik . sebagai biokatalisator. maltase.pd. Mustaina Basir NIM. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. 6. contoh ektoenzim: amilase. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak.kehilangan fungsinya sama sekali. NIP. 8. enzim bersifat spesifik.S. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. 061404016 Mengetahui. 7. 1. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Respirasi” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. Hamka L. meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah. Asisten. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim)..

Energi itu digunakan untuk tumbuh. menanggapi rangsangan. Selanjutnya energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan berpindah kemakhluk hidup lain pada saat tumbuhan dimakan oleh makhluk hidup tersebut. Kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi setiap makhluk hidup berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran berat tubuh makhluk hidup tersebut. energi yang dibebasjkan digunakan untuk peoses hidup lainnya seperti sintesis protein dan pertumbuhan (Jenice. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis dan berat tubuh makhluk hidup terhadap kebutuhan oksigennya. Asam piruvat berfubgsi sebagai ekseptor electron yang telah dipisahkan dari PGAL. maka proses tersebut merupakan proses penyimpangan energy. mengajar dan lain-lain. B. baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. Metabolisme dapat dibedakan menjadi dua macam. Energi matahari ditangkap tumbuhan dan diubah menjadi persenyawaan kimia. Proses ini dikenal dengan metabolisme. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Respirasi atau pernafasan adalah pembebasan energi dari sari-sari makanan di dalam sel-sel tubuh. Tujuan 1. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam. seseorang yang dalam keadaan berbaring juga melakukan kerja. Sebagian . Pada hakekatnya reduksi asam piruvat menjadi asam laktat (atau etanol dan CO2) adalah proses anabolic yang memerlukan energy. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul respirasi. Bekerja tidak hanya dalm hal itu. Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh. yaitu reaksi penyusunan (anabolisme) dan reaksi penguraian (katabolisme). Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui kebutuhan oksigen suatu organisme untuk melakukan respirasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi. C. Membandingkan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya. Darimana energi diperoleh? Sumber energi utama bagi makhluk hidup di bumi adalah matahari. belajar. Salah satu car yang dipakai oleh sel untuk memanfaatkan asam piruvat adalah sebagai bahan baku respirasi sel. yaitu suatu reaksi kimia antara sari-sari makanan dengan oksigen. Membuktikan bahwa organisme hidup membutuhkan oksigen untuk respirasinya. Respirasi adalah proses pengikatan oksigen (O2) dan pelepasan karbondioksida (CO2) untuk menguraikan bahan makanan untuk menghasilkan energi.BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap hari manusia bergerak dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Salah satu contoh dari metabolisme adalah respirasi. mencari makanan. Pembebasan energi tersebut melalui proses oksidasi biologi. Asam laktat mengandung lebih banyak energy dari pada asam piruvat. 2003). Tanpa energi semua proses kehidupan akan terhenti. 2. bergerak. mengeluarkan sisa-sisa makanan. Untuk dapat melakukan semua kegiatan manusia memerlukan energi Semua makhluk hidup memerlukan energi. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan persenyawaan kimia untuk berbagai keperluan hidupnya. Ada yang kuliah. dan reproduksi.

respirasi anaerob sangat merugikan tumbuhan karena hal-hal sebagai berikut : 3. 1992). Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan (Anonim. maka persamaan reaksi kimianya adalah : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi Adapun energi yang dihasilkan dalam reaksi kimia di atas sebesar 675 kalori. 2005) Menurut Jenice (2003). hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. 2009).keuntungan yang didapat dari oksidasi PGAL menjadi hilang. Dibandingkan dengan pernafasan aerob. Sepertihalnya manusia dan hewan. yaitu : 3. Dalam jumlah satuan zat yang sama akan diperoleh energi yang lebih rendah. Karbondioksida dan air merupakan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dari dakam tubuh. Anaerob obligat adalah makhluk hidup yang hanya dapat hidup tanpa adanya oksigen. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. jika terdapat oksigen bebas maka organisme tersebut menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energinya. Energi yang terjadi dalam proses respirasi tersebut dipindahkan ke molekul lain dan dapat digunakan untuk reaksi-reaksi yang lain. Respirasi yang terjadi di dalam sel dikenal dengan nama respirasi jaringan. Karena proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. jika ditinjau dari ada tidaknya oksigen yang dibutuhkan proses respirasi terbagi atas dua. Respirasi ini tergantung pada pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. Pernafasan ini berlangsung pada mitokondria. Pada tumbuhan hijau proses fotosintesis hanya terjadi pada pagi hari dan siang hari. tumbuhan juga bernafas. Pernafasan ini terjadi pada sel yang tidak berhubungan dengan udara. Dari reaksi di atas tampak jelas bahwa dalam pernafasan akan dihasilkan gas CO2 dan H2O serta energi. akan tetapi jika tidak ada oksigen organisme ini akan menguraikan senyawa lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. Tumbuhan bernafas sama halnya dengan manusia dan hewan yaitu menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbondioksida (CO2) serta air (H2O). Apabila substrat yang dioksidasi berupa glukosa. 4. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Proses oksidasi selain membebaskan energi juga akan menghasilkan karbondioksida dan air. Anaerob fakultatif yaitu organisme yang pada dasarnya aerob. Respirasi anaerob (respirasi intramolekuler) Respirasi anaerob adalah proses pernafasan yang tidak memerlukan oksigen. akan tetapi dapat juga bersifat anaerob. Energy yang kita dapatkan dari bahan bakar yang kita pakai paling banyak hanya 7% (Kimball. Respirasi aerob (respirasi intraseluler) Respirasi aerob adalah suatu proses pernafasan yang memerlukan oksigen. . sehingga pada siang hari lebih aktif melakukan fotosintesis dari pada pernafasan (Ali. 2004). ulat. Misalnya pada pernafasan aerob dihasilkan 675 kalori sedangkan pada respirasi anaerob dihasilkan 28 kalori. Makhluk hidup yang melakukan respirasi anaerob dibagi menjadi dua yaitu : a. b. Oksigen dan sari-sari makanan masuk ke dalam sel-sel tubuh kemudian terjadilah proses oksidasi (pembakaran) yang membebaskan energi dan menghasilkan karbondioksida (CO2) serta air (H2O) (Goldsten. Enzim merupakan substansi organik yang dihasilkan oleh sel dan dalam respirasi berfungsi sebagai katalisator (mempercepat reaksi) kimia yang berlangsung pada tubuh organisme. Setiap tahap dalam respirasi melibatkan enzim dan pada beberapa tahap terjadi pembebasan energi. Artinya. Pernafasan anaerob terjadi pada tumbuhan tingkat rendah seperti bakteri dan jamur. Respirasi terjadi di dalam sel setiap sel hidup dan berlangsung dengan berbagai cara.

Vaselin c. Spoit 2. Sering dihasilkan senyawa sampingan yang menjadi toksin bagi organisme tersebut. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Alat dan Bahan 1. Neraca 5. kemudian memasukkannya ke dalam di leher tabung respirometer.4. Persamaan reaksi kimia pernafasan ini dapat dituliskan seperti : C6H12O6 2 C2HOH + 2 CO2 + 28 Kal Pada pernafasan aerob jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi tidak selalu sama. 2004). Nilai RQ ini dapat berfariasi tergantung pada bahan untuk respirasi.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai II Timur FMIPA UNM. Prosedur Kerja a. 4.30 – 15. Stopwatch / Jam tangan 4. sempurna tidaknya respirasi. Larutan eosin e. 5. KOH kristal d. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: 1. Pipet kecil 3. Memasukkan belalang ke dalam tabung respirometer A dan kecoa ke dalam tabung respirometer B. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient (RQ). Hal ini tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Kapas b. Mengolesi dengan vaselin sambungan tabung respirometer dengan penutupnya untuk . dan kondisi-kondisi lainnya seperti suhu (Goldsten. Menutup tabung respirometer dengan penutupnya yang berhubungan dengan kaca berskala. kemudian meletakkannya pada sandarannya. B. 2. Mengambil 1 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 1 ekor kecoa (Blatta orientalis) dengan ukuran berat tubuh yang sama. Percobaan I 1. 4 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Membungkus dengan kapas tipis 2 butir kristal KOH. Dua set respirometer simple 2. 2 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 2 ekor kecoa (Blatta orientalis) C. Kecambah kacan hijau dan kacang hijau (Phareolus radiatus) f. 3.

22 0.56 0. 2.19 0. kemudian memcatat jarak pergeseran eosin mulai dari skala 0.56 0.0 setiap 1 menit. 7.18 0.mencegah kebocoran.36 0. Percobaan III 1.80 Tabel hasil pengamatan percobaan II Kecoa (Blatta orientalis) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (0.52 0.Kecil (0.4 g) 0.37 0.51 0.0 atau eosin tidak bergerak lagi.66 0. Percobaan II 1.36 0.25 0. Analisis Grafik Gravik hubungan antara antara waktu dan konsumsi oksigen Belalang Kecoak . Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.81 Kecil (0.36 0.36 0. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan. 2.19 0.92 . b.66 0. c. 6. melakukan percobaan III dengan menggunakan kecambah kacang hijau dan kacang hijau dengan berat yang sama.59 Kulit dilepas 0. Menetesi larutan eosin pada ujung pipa berskala sampai ada yang masuk ke dalam salurannya.39 B.13 0. melakukan percobaan II dengan menggunakan belalang dengan ukuran berat tubuh yang berbeda. Mengamati pergeseran eosin sepanjang saluran pipa kaca berskala.9 g) 0. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.0 g) 0.6 g) 0.21 0.07 0.80 Tabel hasil pengamatan percobaan III Kecambah Kacang Hijau (Phareolus radiatus) Keadaan Pengamatn Ke 12345 Memiliki kulit 0. Melakukan pengamatan sampai eosin tiba pada skala 1.45 0. Hasil Pengamatan Tabel hasil pengamatan percobaan I Belalang (Dissosteria carolina) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (1. 8.13 0.31 0.

Pembahasan Pada percobaan I.16 2. Analisis Percobaan 1.0 g) Konsumsi oksigen = 0.162 Vol/Menit. Kecoa besar (0. Percobaan III Rata-rata konsumsi oksigen kecambah kacang hijau 1.36 Waktu = 5 . Percobaan II Rata-rata konsumsi oksigen kecoa 1. 0.16 3. = = 0.I62 2. Sedangkan kecepatan bernafas belalang lebih lambat karena kecepatan bernafasnya hanya 0.Kecambah kacang hijau C. Belalang besar (1. . Percobaan I Rata-rata konsumsi oksigen belalang 1.118 2. Dilepas kulitnya Konsumsi oksigen = 0. = = 0.81 Waktu = 5 . 0. Kecoa kecil Konsumsi oksigen = 0.92 Waktu = 3 .306 Vol/Menit.6 g) Konsumsi oksigen = 0.9 g) Konsumsi oksigen = 0.306 2.80 Waktu = 5 . Meiliki kulit Konsumsi oksigen = 0. = 0.80 Waktu = 5 . Belalang kecil (0. antara belalang dan kecoa dengan selang waktu satu menit didapatkan bahwa kecepatan bernafas kecoa lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. = 0.072 D.59 Waktu = 5 . jika dibandingkan kecepatan respirasi spesies yang berbeda dan berat yang hamper sama.

Biologi Tesis. hal ini dapat dipengaruhi oleh jenis. Banyak atau sedikitnya oksigen yang dibutuhkan akan mempengaruhi kecepatan respirasinya. ..0 gram dengan belalang yang berukuran kecil dengan berat 0. D.com/.L. Praktikan harus teliti melihat penunjukan respirometer dan berhati-hati dalam menggunakan alat-alat praktikum. Diakses tanggal 10 Desember 2009. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Jakarata. Janice.forumsains.16 Vol/Menit. 2004. 2. yaitu dengan spesies yang sama namun berat tubuh yang berbeda. antara belalang yang berukuran besar dengan berat 1. Hal ini pun sesuai dengan teori. Sedangkan untuk kacang hijau yang tidak berkecambah kecepatan respirasinya hanya 0. 2. Laboratorium sebaiknya menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan dibutuhkan dalam praktikum.118 Vol/Menit. Anonim. Jakarta. berat. Sedangkan belalang yang berukuran kecil mempunyai kecepatan bernafas sebesar 0. Makassar.6 gram. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Goldsten. PT Ikrar Mandiri Abadi. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun suatu organisme jenisnya sama namun jika ukuran tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigennya untuk melakukan respirasi pun berbeda. Pada percobaan III. A. 2003. Philip. Erlangga. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Saran 1. Pada percobaan II. Banyaknya oksigen yang dibutuhkan suatu organisme untuk melakukan respirasi berbedabeda. yang mengatakan bahwa semakin besar atau semakin berat tubuh suatu organisme maka kebutuhan oksigennya pun lebih banyak.162 Vol/Menit. ukuran. Respirasi Anaerob. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan bernafas belalang yang berukuran besar adalah 0. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1.Hal ini menunjukkan bahwa setiap organisme memerlukan jumlah oksigen yang berbeda untuk melakukan respirasi. Setiap makhluk membutuhkan oksigen dalam melakukan proses respirasi. B. 3. yaitu dengan jenis tumbuhan dan berat yang sama namun dengan jaringan tubuh yang berbeda. aktivitas dan keadaan tubuhnya. Jurusan Biologi FMIPA UNM. dan Yusmina H. 2005. antara kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit dan kecambah yang telah dilepas kulitny. Penuntun Praktikulum Mikrobiologi Dasar. http://www. DAFTAR PUSTAKA Ali. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun tumbuhan tersebut berjenis dan berat sama namun jika jaringan tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi juga berbeda.072 Vol/Menit. 2009. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan respirasi kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0.

Makassar. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. Biologi Jjilid 1. Secara ringkasnya. Semasa tiada oksigen. Desember 2009 Koordinator Asisten. Asisten. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Tumbuhan pula mengurangi glukosa kepada etanol dan karbon dioksida serta membebaskan tenaga.com / LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Kebakaan” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.forumsains. Larutan eosin yang diteteskan pada pipa kaca berskala bergerak karena organisme yang ada pada tabung tersebut melakukan proses respirasi sehingga menyebabkan volume oksigen yang berada dalam tabung respirometer berkurang sehingga menyebabkan udara yang berada pada pipa kaca berskala terisap masuk ke dalam tabung sehingga larutan eosin yang berada pada pipa kaca berskala juga ikut terisap sehingga larutan tersebut bergerak. 2. Fungsi KOH yaitu untuk mengikat karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh hewan dan tumbuhan yang ada pada tabung respirometer. . Jakarta. hewan menguraikan glukosa kepada asid laktik dan membebaskan sedikit tenaga.Kimball. Makassar. ulat. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2007. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Tim Pengajar. Erlanga. Respirasi anaerob juga dianggap sebagai penguraian tidak lengkap karena tenaga masih boleh dibebaskaqn apabila etanol diuraikan http://www. 1992. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Jawaban Pertanyaan 1.

H.pd. Didasari oleh pola pewarisan sifat yang dirintis oleh Mendel. Pernahkah anda memikirkan bagaimana seorang anak memiliki kemiripan dengan orang tuanya apakah itu ayah ataupun ibunya. Manfaat . Mengapa tidak sekalian saja kalu anak tersebut laki laki maka akan kembar dengan sang ayah. Latar Belakang Bagaimana kita dapat mengenali teman-teman kita dalam satu kelas? Bagaimana kita dapat mengenali setiap anggota keluarga? Setiap makhluk hidup memiliki sekumpulan sifat atau ciri. Ada sifat yang berbeda antara satu individu dengan lainnya. NIP. Sudah sejak ribuan tahun yang lalu orang meyakini bahwa anak atau keturunan dari hasil perkembangbiakan secara kawin mewarisi sifat induknya. Dosen Penanggung Jawab Drs.Suhaedir Bachtiar S. Pola pewarisan sifat tersebut pertama kali oleh Gregor Johann Mendel. Hal seperti ini terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan pada masa lalu. Pewarisan sifat organisme melalui perkembangbiakan secara kawin ternyata mengikuti pola tertentu. B. Untuk membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Misalnya saja alis sang ayah kemudian hidung sang ibu dan masih banyak kemiripan yang lainnya. Ada sifat atau ciri yang sama antara individu yang satu dengan yang lainnya. C. para ilmuwan mengembangkan varietas unggul pada berbagai tanaman ataupun hewan. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul kebakaan. 061404008 Mengetahui. Adanya perbedaan ciri itu menyebabkan kita dapat membedakan individu-individu dalam sekelompok makhluk sejenis. Setiap sel kelamin membawa sifat dari induknya sehingga zigot yang terbentuk mengandung gabungan sifat dari kedua induknya. Irwan NIM.. M. Tentu saja kemiripan itu hanya sebagian. Tujuan Membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Gen-gen tersebut tersimpan di dalam inti sel yaitu dalam kromosom.S. Saat ini telah diketahui bahwa sifatsifat menurun tersebut dikendalikan oleh suatu komponen sel yang disebut ¬gen. Hamka L. melalui persilangan dan hibridisasi. M.

R. Teori Pangenesis Tokoh teori ini adalah C. Wolff (1738-1794). Dikatakannya bahwa semua hewan berasal dari telur. sehingga ia dapat bereproduksi sendiri. Ia juga merupakan peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel telur dan sperma agar terbentuk embrio. De Graaf juga membuktikan bahwa sel telur dan sperma sama-sama membawa bahan genetik untuk keturunannya. dan telah dibuktikan dengan kenyataan yang ditunjukkan oleh transfusi darah. Pada hewan tingkat tinggi. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai proses sifat baka pada manusia. Darwin (1809-1882) yang mengemukakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih kecil yang disebut gemula. tubuh ini merupakan mortal dan hanya plasma nutfalah yang dilanjutkan dari generasi ke generasi berikutnya. Pada manusia. Selanjutnya gemula-gemula ini akan diangkut oleh darah ke testis atau ovarium. sifat darah yang dimilikinya tetap seperti semula. menurutnya plasma nutfah merupakan bagian organisme yang terpenting. gemula-gemula ini . Teori Preformasi Teori ini diperkenalkan oleh Jan Swammerdam (1637-1680). Teori embrio Kini sudah diketahui bahwa pewarisan sifat itu tidak dapat dilepaskan dari pembentukan embrio atau janin yang akan berkembang menjadi makhluk dewasa.Memberikan wawasan kepada mahasiswa. 3. Dengan kata lain darah tidak mengandung sifat-sifat yang diturunkan atau diwariskan dari induk kepada keturunannya (Tim Dosen. seperti serangkaian kotak di dalam kotak yang semakin kecil ukurannya. Teori Plasma Nutfah Teori ini diperkenalkan oleh Weisman. dalam kepompong.F. Dari pengamatan ini ia berpendapat bahwa kupu-kupu teleh terbentuk sebelumnya dalam ulat. masyarakat. 2004). berbagai teori mengenai cara penurunan sifat dari induknya kepada keturunannya antara lain : 1. Di dalam gonat. Ia menyatakan bahwa indung telur pada burung sama dengan indung telur pada kelinci. Pernyataan ini sama sekali tidak benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Banyak sifat yang dimiliki suatu makhluk hidup menurun dari induk kepada turunannya. Orang pertama yang mempelajari embrio ini adalah Willian Harvey (1578-1657). 2. 5. melalui lensanya pada tahun 1672. plasma nutfah yang bertanggung jawab terhadap penyaluran mutu hereditas dan plasma soma (tubuh). yang pada tahun 1651 menulis buku Tentang Generasi Hewan. Ia mengamati kupu-kupu yang telah terbentuk sempurna sebelumnya. terdapat anggapan bahwa sifat-sifat ini menurun melalui darah. Teori ini dibuktikan oleh C. Secara ekstern bahkan ia mengatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan datang sebagai miniature yang telah terbentuk sebelumnya. Menurut Prawirohartono (1998). De Graaf (1641-1673). bahkan dalam telur. Teori Epigenesis embriologi Teori ini menjelaskan bahwa ada kekuatan alat dalam benih organisme dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan yang telah dibentuk sebelumnya. Walaupun orang mendapat donor darah dari orang lain. Plasma nutfah menentukan bentuk dan ciri plasma tubuh yang melayani pemberian makanan kepada plasma nutfah. Pernyataan ini diperkuat dengan penemuan R. Dengan kata lain. 4.

walaupun diulang-ulang beberapa kali.berkumpul membentuk gamet. 3. ia melakuan percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman. Setiap varietas diusahakan untuk selalu menurunkan keturunan yang mempunyai sifat-sifat yang khas yang sama dengan induknya bila melakukan penyerbukan sendiri. 2009). Tetapi. ditentukan oleh pasangan gen. Mendel menyadari. Menurut Kimball (1999). Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Berikutnya adalah mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa yang terjadi bila dua individu galur murni yang mempunyai satu sifat yang berbeda mencolok itu disilangkan. 5. Dia juga menegaskan. Dengan mengawinkan strain galur murni darisuatu fenotif yang berbeda. gen yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. satu gen untuk benih hijau dan lain gen untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. Misalkan apa yang terjadi bila penyilangan dilakukan terhadap tanaman yang berbatang tinggi dengan berbatang pendek. 2. Mempunyai keturunan yang banyak. Tanaman ini dipilih oleh mendel karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang kontras. tiap ciri pribadi. dan lain-lain (Kimball. Melakukan autogami (perkawinan sendiri). Dari teori-teori yang dikemukakan tentang penurunan sifat itu. yang berbiji bulat dengan berbiji kisut. 1999). Hasil percobaan yang mengesankan adalah dengan kacang ercis (Piseum sativum). belum jelas ditunjukkan adanya hukum yang mengatur penurunan sifat itu. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gen dari satu pasang terjadi pada satu gamet dan diteruskan kepada keturunan tertentu (Anonim. Mudah disilangkan. tiap kegiatan sel atau gamet (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gen untuk satu pasang. Mendel menemukan. Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah aau putih semua) (Tim pengajar. misalnya kcang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih. apabila dua gen mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. Mendel menemukan hukum-hukumnya itu dengan ketentuan percobaan penelitiannya. Mendel secara tepat menginterpretasi arti nisbah yang diperoleh dari persilangan yang dilakukannya dengan membuat dalil bahwa setiap serbuk sari dan setiap telur membawa hanya satu penentu untuk setiap sifat (misalnya suatu serbuk sari akan membawa bulat atau keriput . 1998). 2009). Langkah awal sebelum dilakukan perhitungan terhadap pengamatan adalah menentukan galur murni jenis tanaman yang dijadikan percobaan. bentuk daun. Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali di kemukakan oleh Gregor Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan cirri-ciri baka pada kacang kapri (Pisum Sativim). Sehingga pada tahun 1822-1884 muncullah hukum Mendel yang diperkenalkan oleh Johann Gregor Mendel yang kemudian berkat hukumnnya tersebut sehingga ia diangkat menjadi bapak genetka (Prawirohartono. Mempunyai daur hidup yang pendek (cepat menghasilkan keturunan). Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat unit dasar yang kini disebut gen yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Suatu tumbuhan mewariskan satu gen tiap pasang dari tiap induknya. Di halaman gedung gereja parokinya. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. Gamet itu kemudian tumbuh menjadi makhluk dewasa dan memiliki susunan tubuh atau sifat-sifat seperti induknya. misalnya warna benih. 4.

5. 3. Bila persilangan melibatkan satu sifat yang berbeda disebut monohibrid dan bila melibatkan dua sifat beda disebut dihibrid. faktor dominan akan menutup faktor resesif. Begitupula yang terjadi pada tanaman dengan sifat-sifat yang lain. 2004). yang disebut filial pertama.kedua bentuk alternatif tersebut disebut alel. ia mengusulkan bahwasetiap tanaman induk keriput menghasilkan hanya gmet pembawa kriput (r). Keuntungan dari persilangan dengan sifat-sifat yang berbeda itu disebut dengan hibrid atau bastar (Kimball. 4. Mendel dapat mengembangkan beberapa hukum. yang biasanya dikenal dengan sebutan F1. Pada persilangan F2 menghasilkan keturunan yang pada dasarnya serupa dengan hasil pada F1 yang pada hasil terakhirnya menghasilkan perbandingan 3:1 (Prawirohartono. Dalam penelitian Mendel. oleh sebab itu. ia telah melakukan suatu persilangan antar dua individu dengan beberapa sifat beda. maka dari persilangan monohibrid. yaitu persilangan antar dua individu yang membawa alel yang berbeda untuk lokus yang sama. dari hasil-hasil yang diperolehnya itu Mendel menyusun beberapa hipotesis: 1. Yang pertama dikenal dengan persilangan monohibrid. pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisah secara bebas. 1998). Ia kemudian kemukakan bahwa tanaman-tanaman Rr ini akan menghasilkan dua tipe gamet. yaitu dominan diberi tanda huruf besar dan faktor resesif diberi tanda huruf kecil. Mendel telah berkesimpulan bahwa salah satu faktor dalam bersifat dominan terhadap pasangannya sehingga F2 akan menunjukkan rasio monohibrid sebagai 3 : 1. Menurut Prawirohartona (1998). Persilangan tanaman berbiji bulat denga berbiji kisut. bulat atau kisut atau sebagainya. dalam jumlah yang sama. faktor dalam yang berpasangan akan dipisahkan atau akan disegresikan ke dalam sel sel gametnya (Ronald. Ada dua . Dari hipotesis-hipotesis itu. dengan perbandingan 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. 1988) Di antara tanaman ercis. tidak pernah kedua-duanya). Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang keturunan. 1999). Hasilnya. demikian juga. Dengan menggunakan suatu anggapan dasar ytang menyatakan bahwa setiap individu dikontrol oleh dua faktor dalam yang berpasangan. Yang kedua dikenal dengan perkawinan dihibrid yaitu persilangan antar dua individu yang mempunyai dua sifat beda atau juga dapat diartikan sebagai persilangan antar dua individu yang memiliki alel yang berbeda dikedua lokus yang berbeda (Ronald. Satu dari induk jantan dan satu dari induk wanita. Individu murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama. Langkah berikutnya yang dilakukan mendel adalah sangat penting. Pada watu pembentukan gamet. 2004).saja. Pada pembentukan gamet. 2. Setiap pasang faktor keturunan menunjukan bentuk alternatif sesamanya. ada yang tinggi sampai mencapai 2 meter dan ada yang pendek. yaitu mengawinkan tanaman yang tinggi ini. yaitu filial kedua (F2) adalah tanaman tinggi dan rendah. menghasilan 3 berbiji bulat dan 1 berbiji kisut. Persilangan yang dilakukan oleh Mendel sifat yang muncul pada F1 ini disebut sifat dominan. Sifat lain yang tidak terlihat pada tanaman F1 disebut sifat resesif. keturunan F1 – nyaakan memperoleh penentu R dan r dan dpat disebut Rr. yang membawa R saja dan membawa r saja (Goodenough. Bila pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman. atau yang dikenal dengan pembelahan meiosis. Tampaklah bahwa semua tanaman filial pertama memiliki sifat yang sama dengan induknya. misalnya tinggi atau rendah. bila diilangkan bersama. Ia ajukan bahwa tanaman induk bulat asli berbiak murni untuk bulat sebab tanaman –tanamn ini menghasilkan hanya satu tipe gamet: serbuk arid an telur keduanya membawa khusus penentu bulat (R). Dari penyilangan kedua varietas ini diperoleh tanaman yang semuanya tinggi.

yaitu : a. Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (G). b. 2. e. f. Daftar fenotif Daftar fenotif sifat baka manusia yang dikontrol oleh 1 gen dengan 2 alel dan masing-masing alel menghasilkan fenotif yang jelas. Rambut dari menjorok merupakan sifat dominan (W). Orang meletakkan ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan. Ujung dau telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E). B. g. Bila faktor-faktor keturunan atau gen-gen itu dapat berpasangan pada masing-masing individu.30 – 15. Hasil Pengamatan 1. C. Lesung pipi merupakan sifat dominan (P). merupakan sifat dominan (F). Mencatat data yang diperoleh dari teman-teman kelompok dan menghitung persentasenya. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat.hukumnya yang terkenal yaitu hukum Mendel I atau hukum segregasi dan hukum Mendel II atau hukum pengelompokan secara bebas (Tim Dosen. Tabel Sifat Baka Individu Ciri/Sifat Baka Fenotif Genotif . 3. Tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M). 2004). Kaca pembesar (lup) 2. Inilah yang dikenal dengan hukum segregasi (Tim Dosen. Orang meiliki sifat ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (B). Alat dan Bahan 1. Lesung dagu merupakan sifat dominan (D). Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. h. Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada setiap daftar fenotif yang tertera pada buku penuntun masing-masing dari mahasiswa. 11 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Mendel mengemukakan bahwa untuk hal ini hanya satu dari dua gen yang berpasangan memasuki sel nutfah. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang merupakan sifat dominan (L). Menandai dengan menggunakan (-) apabila ada fenotif yang dominan. Prosedur Kerja 1. d. akan diperoleh kembali satu pasangan lagi. 2004). harus ada cara yang dapat mempertahankan gen-gen itu selalau berpasangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Jadi bila kedua sel nutfah itu (satu dari induk jantan dan satu dari induk betina) berpasangan. i. c.

a. Rambut dahi menjorok (W). Tabel Sifat Baka Kelompok No Ciri/Sifat Baka Genotif Jumlah 1 Ada lesung dagu (D).Daun Telinga Ibu jari tangan Ruas jari Rambut Dahi Rambut jari Lesung pipi L. tidak menyerong (b) BB 6 bb 1 5 Rambut dahi menjorok (W). tidak ada (p) PP 2 pp 5 8 Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) LL 3 ll 4 9 Gigi seri atas bercelah (G). tidak ada (d) DD 0 dd 7 2 Anak daun telinga menggantung (E). Gigi seri atas bercelah (G). Lesung pipi (P). tidak ada (d) Tidak ada dd b. Ada lesung dagu (D). tidak ada (p) Tidak ada lesung pipi pp h. di bawah (f) Ibu jari tangan kanan di atas ff d. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). tidak menyerong (b) Menyerong ke dalam BB e. menempel (e) Menempel ee c. tak ada rambut (m) MM 3 mm 4 7 Lesung pipi (P). tidak bercelah (g) Gigi seri tidak bercelah gg 2. tidak menjorok (w) WW 5 ww 2 6 Rambut pada jari (M). dagu U. tidak bercelah (g) GG 1 gg 6 3. Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) Tak dapat digulung memanjang ll i. Tabel Sifat baka kelas Kelompok L. tak ada rambut (m) Ada rambut pada jari MM g. Me¬ng-nggulung Gigi sei DDEeFFBbWwMmPPLlGG I072525615234253416 II 0 6 1 5 3 3 3 3 3 3 2 4 1 5 4 2 0 6 III 0 6 0 6 1 5 3 3 6 0 6 0 1 5 2 4 0 6 IV 0 7 3 4 4 3 3 4 6 1 1 6 2 5 4 3 1 6 V074352435207163407 VI 0 6 3 3 4 2 4 2 4 2 2 4 1 5 4 2 3 3 VII 0 6 5 1 3 3 4 2 5 1 3 3 1 5 2 4 2 4 VIII 0 8 2 6 4 4 5 3 7 1 4 4 0 8 6 2 2 6 0 53 20 33 26 27 32 21 41 12 32 21 9 44 25 28 9 44 . Anak daun telinga menggantung (E). Ibu jari kiri di atas (F). di bawah (f) FF 2 ff 5 4 Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). Rambut pada jari (M). menempel (e) EE 2 ee 5 3 Ibu jari kiri di atas (F). tidak menjorok (w) Rambut dahi menjorok WW f.

Ibu jari kiri di atas 1.57% 2.86% 2.43% 2. Jumlah gen dominan =71. Lesung dagu 1.57% f. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1. Rambut dahi menjorok 1.1. Jumlah gen dominan = 28.57% 2. Jumlah gen dominan . Jumlah gen dominan = 28. Jumlah gen resesif = 57. Jumlah gen dominan =85. Jumlah gen dominan = 42. Lesung pipi 1. Rambut pada jari 1. Jumlah gen resesif = 71.43% d. Frekuensi kelompok a. Jumlah gen resesif =14. Jumlah gen dominan =0 2. Jumlah gen resesif = 71. Jumlah gen resesif = 100% b.71% 2.14% g.43% c.29% e. Anak daun telinga menggantung 1. Jumlah gen resesif = 28.

Jumlah gen dominan = 14.06% 2. Jumlah gen dominan = 0% 2.=28. Jumlah gen resesif = 57. Jumlah gen resesif = 85.38% 2.86% 2.71% 2. Jumlah gen dominan = 42. Anak daun telinga menggantung 1. Lesung dagu 1. Jumlah gen dominan = 37. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1. Jumlah gen resesif .74% 2. Jumlah gen dominan = 49.43% h. Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen resesif = 50.29% 2. Gigi seri atas bercelah 1.57% 2. Jumlah gen dominan = 60. Frekuensi kelas untuk a.94% d. Ibu jari kiri di atas 1.14% i. Jumlah gen resesif = 62. Jumlah gen resesif =71. Jumlah gen resesif = 100% b.26% c.

ruas jari kelingking menyerong kedalam (BB).74%. Dimana tampak bahwa individu tidak memiliki lesung dagu (dd). anak daun telinga menempel (ee). ibu jari tangan kanan diatas (ff). Pada sifat baka ruas . Jumlah gen resesif = 22.83% i.38% g. rambut dahi menjorok (WW). Pada analisis data kelas untuk dominan didapat. Gigi seri atas bercelah 1. Jumlah gen resesif = 60. Lesung pipi 1.17% 2. Jumlah gen resesif = 83. Jumlah gen dominan =16.02% B. tidak memiliki lesung pipi (pp).98% 2. Jumlah gen dominan = 77.64% f. Rambut pada jari 1. Jumlah gen dominan = 47.98% 2. terdapat rambuk pada jari (MM).= 39. dan gigi seri tidak berselah (gg). Jumlah gen resesif = 52.36% 2. Jumlah gen dominan = 39. Pada sifat baka ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan (FF) sebanyak 49.02% h.06%. Jumlah gen resesif = 83. Hasil pengamatan ini menunjukkan diri pribadi sendiri. Lidah dapat digulung memanjang 1. lidah tidak dapat digulung memanjang (ll).62% e. pada sifat baka adanya lesung dagu (DD) sebanyak 0%. Jumlah gen dominan = 16. Pembahasan Percobaan sifat baka yang individu dimana dalam percobaan ini melihat keadaan kita sendiri menunjukkan keadaan pribadi kita. Rambut dahi menjorok 1. Pada sifat baka anak daun telinga menggantung (EE) sebanyak 37.62% 2.

Pada sifat baka gigi seri bagian atas tidak bercelah (gg) sebanyak 83. 2. karena sifat dominan lebih sedikit dibandingkan dengan sifat resesif.64%.62%.38%.26%. Dari data-data yang diperoleh sifat baka yang dominan di kelas Biologi A lebih sedikit dibandingkan dengan sifat baka yang resesif. Karena sifat resesif lebih mendominasi dari pada sifat dominan itu sendiri. Pada sifat baka rambut dahi menjorok (WW) sebanyak 77. Pada sifat baka terdapat rambut pada jari (MM) sebanyak 39. Sifat baka yang dimiliki oleh setiap masiswa di kelas Biologi A berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya. Keberhsihan laboratorium sebaiknya dijaga agar praktikan nyaman dalam melakukan praktikum. Gen resesif lebih besar dibandingkan dengan gen dominan. pada sifat baka tidak adanya lesung dagu (dd) sebanyak 100%.63%. Hukum Mandel yang menyatakan bahwa perbandingan antara sifat dominan dengan sifat resesif yaitu 3 : 1 tidak terbukti pada percobaan kami.38%. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. Pada analisis data kelas untuk resesif didapat. Pada sifat baka lidah tidak dapat digulung memanjang (ll) sebanyak 52.17%.98%. Begitu pula pada data kelompok. Pada sifat baka tidak adanya lesung pipi (pp) sebanyak 83.63%. Pada sifat baka ibu jari tangan kanan di atas ibu jari tangan kiri (ff) sebanyak 50.36%. B.jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (BB) sebanyak 60. Pada sifat baka lidah dapat digulung memanjang (LL) sebanyak 47. 3.37%.37% sedangkan frekuensi untuk resesif sebesar 61.02%.62%. Atau dengan kata lain sifat resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat dominan dimana persentase kelas untuk sifat dominan secara keseluruhan adalah 38.98%.02%. Pada sifat baka ruas jari kelingking paling ujung tidak menyerong (bb) sebanyak 39. Pada sifat baka gigi seri bagian atas bercelah (GG) sebanyak 16.94%. Pada sifat baka tidak adanya rambut pada jari (mm) sebanyak 60. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.83%. Pada sifat baka anak daun telinga menempel (ee) sebanyak 62. Agar mahasiswa lebih serius dalam melakukan pengamatan sehingga data-data yang diperoleh lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA . Hal tersebut juga menandakan bahwa terdapatnya perbedaan sifat baka pada masing-masing masiswa yang satu dengan yang lain. 3. Sifat baka resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat baka dominan dimana frekuensi kelas untuk dominan sebesar 38. Saran 1. Agar asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. sedangkan persentase kelas untuk sifat resesif sebesar 61. Dari data-data yang diperoleh menandakan bahwa hukum Mendel yang menyatakan bahwa perbandingan antara dominan dan resesif yaitu 3 : 1 tidak perbukti pada percobaan kami. Pada sifat baka rambut dahi tidak menjorok (ww) sebanyak 22. Hal tersebut menandakan bahwa sifat resesif lebih banyak dimiliki oleh mahasiswa kelas Biologi A dibanding dengan sifat dominan yang hanya dimiliki beberapa mahasiswa dikelas Biologi A. Pada sifat baka terdapatnya lesung pipi (PP) sebanyak 16. 2.

Erlangga. Makassar.com. Menjelang tahun 1865 dia sudah menemukan hukum keturunannya yang kesohor dan mempersembahkan kertas kerjanya di depan perkumpulan peminat sejarah alam kota Brunn. Pustaka Pelajar.googe. Jakarta. Genetika jilid satu. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 1998. Goodenough. Prawirohartono. Jerih payah Mendel baru diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Rangkuman Materi Penting Biologi. dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Biografi Gregor Mendel. Sementara itu. Dia menjadi pendeta tahun 1847. Biologi Umum. Bandung Tim Dosen. Erlangga. Tahun 1866 Mendel naik pangkat ditunjuk jadi pendeta kepala di biaranya. Austria (kini bernama Brno. tetapi banyak terdapat di pelbagai perpustakaan besar. Pionir Jaya. Diakses tanggal 16 Desember 2009. Ceko). Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi. Sesudah itu umumnya kertas kerja Mendel diabaikan dan nyaris dilupakan orang hampir tiga puluh tahun lamanya. 2004. 2009. Bandung. mulai tahun 1856 dia memperlihatkan pengalaman-pengalamannya yang masyhur di bidang pembiakan tumbuh-tumbuhan. 1999. Kimball. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru. di kota Brunn. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam biologi! Meski begitu. Kendati majalah itu bukanlah majalah besar. Ketika dia meninggal tahun 1884 dalam usia enam puluh satu. Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian. 1988. 2004. Biologi Umum. Pola-Pola Hereditas Manusia. Nageli membaca salinan itu dan kirim balasan kepada Mendel tetapi dia tidak paham apa yang teramat penting dalam salinan kertas kerja Mendel itu. penyelidikan briliannya nyaris dilupakan orang dan dia tak peroleh pengakuan apa pun untuk penyelidikan itu. http://www. Carl Correns dari Jerman dan Erich von . Ronald H. kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina. Jakarta.Anonim. Tahun 1866 hasil penyelidikannya diterbitkan oleh majalah Transactions milik perkumpulan itu di bawah judul "Experiments with Plant Hybrids." Kertas kerja keduanya diterbitkan oleh majalah itu juga tiga tahun kemudian. tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn. seorang tokoh disegani di bidang ilmu keturunan. BIOGRAFI GREGOR MENDEL Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. 2009. J. Makassar. Sitorus. Di samping itu Mendel mengirim satu salinan kepada Karl Nageli. Ursula.W. Tim Pengajar. Kesibukan administrasi rutin membuatnya kehabisan tempo melanjutkan penyelidikannya dalam bidang tanam-tanaman.

Karena faktor contoh-contoh di atas. Mendel menyadari. misalnya warna benih. seperti halnya Leif Ericson. Aristarchus. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel. dan kesimpulan-kesimpulannya diketemukan oleh ilmuwan yang datang belakangan. tiap kegiatan sel atau gamete (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gene untuk satu pasang. Kalau saja ciri-ciri pokok yang diselidikinya masing-masing sudah ditentukan oleh pelbagai perangkat gene. Mendel dapat menarik kesimpulan terhadap hukum-hukumnya. tiap ciri pribadi. Mendel menemukan. ilmuwan berkebangsaan Inggris. penyelidikan Mendel dianggap tidak berdiri sendiri. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Hukum Mendel. Copernicus dan Joseph Lister. Jelaslah. umumnya mungkin tidak bisa diduga jenis kualitas mana sesuatu keturunan akan mewariskan. ditentukan oleh pasangan gene. satu gene untuk benih hijau dan lain gene untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gene dari satu pasang terjadi pada satu gamete dan diteruskan kepada keturunan tertentu. gene yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. dan lewat analisa hasilhasilnya. apabila dua gene mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. tetap merupakan titik tolak dari ilmu genetika modern. .000 tumbuh-tumbuhan!). Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat "unit dasar" yang kini disebut gene yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. di tahun itu juga. dia memilih untuk bidang penyelidikannya jenis tumbuhan yang ciriciri khasnya ditentukan oleh seperangkat gene. Dia juga menegaskan. Tetapi. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. orang bisa berkesimpulan bahwa Mendel mungkin bisa tersisihkan sepenuhnya dari daftar. Ada pula faktor yang tak boleh diabaikan kalau kita memutuskan dimana Mendel mesti ditempatkan dalam urutan daftar buku ini. keberuntungan ini tidak akan menolong Mendel kalau saja dia tidak punya sifat kecermatan yang dahsyat dan kesabaran seorang pencoba. Tetapi. Apabila alasan ini dipaksakan.Tschermak dari Austria. penyelidikannya akan menghadapi kesulitan yang luar biasa. bentuk daun. hukum keturunan merupakan penambah penting buat pengetahuan manusia. Karena penemuannya diremehkan di saat hidupnya. menemukan pula kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengedepankan kepada kalangan dunia ilmu. Di penghujung tahun itu Mendel dapat sambutan meriah dan penghargaan atas begitu hebat karya-karya yang dilakukannya selama masa hidupnya. Bagaimana Mendel selaku seorang amatir mampu menemukan prinsip yang begitu penting yang menyisihkan begitu banyak biolog profesional yang masyhur yang ada sebelumnya? Untungnya. Satu kebetulan segitiga yang aneh! Lebih dari itu. William Bateson. meski sudah dilakukan perubahan kecil. Hanya lewat sejumlah besar percobaan (Mendel sudah mencatat hasil lebili dari 21. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Suatu tumbuhan mewariskan satu gene tiap pasang dari tiap "induk"-nya. dan juga tidak akan menolongnya apabila dia tidak menyadari bahwa perlu membuat analisa statistik dari pengamatannya. dan pengetahuan kita tentang genetika mungkin akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan daripada sebelumnya. Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. Ignaz Semmelweiss telah disisihkan guna memberikan tempat buat Colombus.

dan Tschermak.63% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 61. Correns dan Tschermak tak pernah hidup di dunia. dan begitu diketemukan kembali. meskipun mereka menemukan kembali prinsip-prinsipnya secara independen. segera melangit. Dosen Penanggung Jawab . Artikel-artikel Mendel sudah tersebar luas riwayat-riwayatnya (oleh W. Asisten. Akhirnya. Lebih jauh dari itu.Tetapi. Frekuensi gen resesif sebesar 61. Mustaina Basir NIM. de Vries." JAWABAN PERTANYAAN 1. Makassar.O. Juga layak dicatat. Tulisan itu cepat atau lambat sudah dapat dipastikan akan diketemukan juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang serius di bidang itu. ada beda antara kasus Mendel dengan lainnya. secara umum dunia ilmu sudah menyebutnya sebagai "Hukum Mendel. Suhaedir Bachtiar S.37% 2.37% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 38. toh dia baca karya Mendel dan mengutip hasil-hasilnya. Desember 2009 Koordinator Asisten. tak satu pun dari ketiga ilmuwan itu yang menuntut bahwa merekalah penemu ilmu genetika. Frekuensi gen dominan sebesar 38. Pekerjaan Mendel terlupakan hanya sebentar. Focke) sekitar masalah keturunan.63% LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Juga. Correns. 061404006 Mengetahui.pd. orang tidak bisa bilang karya Mendel tak berpengaruh kendati de Vries.

Ada yang bernafas dengan paru-paru. setiap hewan memerlukan udara. atau karena faktor eksternal seperti perubahan kondisi lingkungan. jumlah populasi masing-masing organisme. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh suhu terhadap aktifitas organisme. Latar Belakang Setiap organisme memerlukan kebutuhan dasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. H. Salah satu faktor lingkungun tersebut adalah suhu. ada di air. Organisme hanya dapat hidup bila lingkungan dapat menyediakan kebutuhan hidupnya. nutrisi dan cahaya untuk fotosintesis. Setiap hewan pada habitat tertentu ini memiliki cara respirasi yang berbeda beda. Hamka L. Bumi kita mempunyai banyak macam lingkungan dan setiap lingkungan yang berbeda akan menunjang kehidupan untuk jenis organisme yang berbeda-beda. dan kondisi fisik maupun kimia pada lingkungan hidupnya. Ada yang habitat hidupnya di darat. mudah diukur dan sangat beragam. air. Jenis yang lainnya mungkin akan mati atau berpindah ke tempat yang baru. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Apabila suatu saat kondisi lingkungannya berubah maka beberapa jenis hewan ataupun tumbuhan mungkin akan tetap dapat bertahan hidup dan berkembang biak. mahasiswa diharapkan dapat membandingkan kecepatan penggunaan oksigen oleh organisme pada suhu yang berbeda. Perilaku setiap hewan atau tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa lapar (kebutuhan akan makan/nutrisi). Manfaat Memberikan wawasan kepada mahasiswa. sehingga kulit katak hampir setiap saat selalu basah. Sedangkan tumbuhan membutuhkan udara. Pola perilaku hewan atau tumbuhan berkaitan erat dengan alam tempat organisme itu berada. masyarakat. hewan ini bernafas dengan paru-paru yang dibantu dengan alat nafas lainnya yaitu kulit. Pada hewan amfibi.. yang hidup di dua alam misalnya katak. Sedangkan jenis pisces aatu ikan bernafas dengan insang yang terdapat dikedua sisi kepalanya.S. Hal unik terdapat pada insang karena dapat menyaring oksigen dalam air. Sebagai contoh. . M. dan ada pula dengan trakea dan kulit. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan suhu terhadap aktivitas suatu organisme. seperti banyaknya jenis organisme. ada yang bernafas dengan insang. Pada dunia hewan terdapat berbagai macam habitat hidup.Drs. NIP. Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. sehingga semua organisme sangat bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya. Tujuan Melalui percobaan ini. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai pengaruh suatu suhu terhadap aktifitas suatu organisme. Ikan dalm menyaring oksigen melakukan buka tutup insang yang biasa disebut operculum. B. C. seperti paus yang bernafas dengan paru paru walaupun tinggal di dalam air. Selain itu. Hewan mamalia bernafas dengan paru-paru tidak peduli dimanapun habitatnya. ketersediaan akan sumber makanan. katak pada fase berudunya bernafas dengan insang. dan makanan. air. dan ada pula di udara.

Enzim metabolisme berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan energi) dan anabolisme (sintesa nutrien menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). 2009). aktivitas hidupnya akan terganggu apabila dipelihara dalam lingkungan yang suhunya konstan (Dharmawan. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. 2009). Fluktuasi suhu 10-200C dengn suhu rata-rata 150C. suhu yang bervariasi menimbulkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. Pada jenis belalang dan kupu-kupu yang diamati. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh. Sebagaimana halnya dengan faktor lingkungan lainnya. dan unsur-unsur utama lainnya menyebabkan hilangnya vegetasi pada ketinggian tertentu di pegunungan atau hilangnya beberapa tumbuhan dalm wilayah yang dinaungi. percobaan tentang pengaruh suhu terhadap aktivitas respirasi organisme tidak sulit dilakukan. suhu. Dengan alat yang relatif sederhana. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan anabolisme. Variabilitas suhu mempunyai arti ekologis. akan rusak atau denaturasi dan menyebabkan enzim tidak mampu lagi melakukan fungsinya sebagai biokatalisator. . misalnya dalam hal respirasi (Tim Pengajar. 2009). Peningkatan suhu tubuh pada rentang kisaran toleransi hewan akan menyebabkan kenaikan aktivitas enzim dalam membantu reaksi metabolism. akan menyebabkan kisaran aktivitas enzim sangat rendah (Dharmawan. Masalah ini dijelaskan dalam kajian ekologi yaitu Hukum Toleransi Shelford. Ini terutama disebabkan karena suhu mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dalam tubuh dan sekaligus menentukan kegiatan metabolik. Suhu merupakn factor yang sangt menentukan aktivitas enzim didalam tubuh organism. bahkan mungkin dibawah kisaran toleransinya. Jika aktifitas enzim metabolisme meningkat maka laju proses metabolisme akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan (Anonim. Konsep hukum Shelford berasal dari hukum batas minimum yang dicetuskan oleh Liebig. pengaruhnya terhadap hewan tidak sama dengan suhu konstan 150C. zat makanan. 2004). Menurut hukum minimum Liebig menyatakan bahwa jumlah bahan utuana yang dibtuhkan apabila mendekati keadaan minimum kritis cenderung menjadi pembatas. 1999). Sehingga dari percobaan itulah muncullah suatu pembuktian mengenai hukum toleransi Shelford. suhu. Ditambahkannya bahwa pengaruh cahaya. misalnya dengan menggunakan respirometer sederhana (Tim Pengajar. suhu mempunyai rentang yang dapt ditolerir oleh setiap jenis organisme. dan unsur hara yang tidak cukup dan tidak memadai (Kimball. Jadi menurut hukum minimal Liebag bahwa penyebaran tumbuhan ditentukan oleh cahaya. mudah diukur dan sangat beragam. baik hewan maupun tumbuhan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. Berbagai jenis hewan yang biasa hidup di lingkungan alam bebas yang suhunya bervariasi. 2004). Suhu tersebut mempunyai peranan yang penting dalam mengatur aktivitas biologis organisme. Suhu yang ekstrim tinggi menyebabkan protein. sebagai komponen utama penyusun enzim. Demikian juga kalau suhu tubuh turun sangat ekstrim. Suhu juga merupakan factor lingkungan seringkali berpotnsi sebagai faktor pembatas dan paling mudah diukur. Suhu merupakan factor lingkungan sangat penting bagi hampir semua makhluk hidup.

Dari hukum tersebut kemudian Shelford menambahkan bahwa faktor-faktor seperti panas, cahaya, dan air serta unsur hara mempunyai batas maksimum dan minimum agar suatu makhluk hidup dapat hidup pada suatu lingkungan. Oleh sebab itu organisme mempunyai sifat minimum dan maksimum lingkungannya. Dimana jarak antara ke dua batas nilai minimum dan maksimum lingkungan ini menunjukkan batas toleransi. Sehingga pernyataan Shelford dikenal dengan Hukum Toleransi Shelford (Tim Dosen. 2004). Menurut Radioputro (1988), dalam hukum Shelford terdapat beberapa prinsip, yaitu : 1. Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap satu faktor dan kecil terhadap faktor lainnya. 2. Organisme yang mempunyai toleransi yang besar terhadap semua faktor memiliki daerah penyebaran yang luas. 3. Bila suatu faktor lingkungan tidak optimum untuk suatu jenis organisme, maka toleransi berkurang terhadap faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya bila tanah dengan kandungan nitrogen yang terbatas, maka daya tahan rumput terhadap kekeringan berkurang. 4. Dalam banyak hal interaksi populasi seperti kompetisi, predator, parasit dan lainnya mencegah organisme dari pengambilan keuntungan terhadap kondisi lingkungan fisik yang optimum. 5. Pembiakan merupakan masa yan kritis bila faktor-faktor biji, telur, kecambah dan larva pada umumnya mempunyai batas toleransi sempit. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Kamis, 18 Desember 2009 Waktu : Pukul 13.30 – 15.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Termometer batang 1 buah b. Stopwatch / jam tangan c. Becker glass 2 buah 2. Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Ikan mas koki (Catassius auratus) 2 ekor b. Air kran c. Es batu d. Air panas C. Prosedur Kerja 1. Memasukkan 2 ekor ikan mas koki yang relatif sama besarnya ke dalam becker glass yang berisi air kran dan mengaklimasi ikan tersebut selama 15 menit. 2. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air normal yang bersuhu 27 oC. Menghitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum (buka tutup) dalam waktu 1 menit selama 5 menit. 3. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air panas dengan suhu 40 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan

selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 4. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkannya ke dalam becker glass yang telah diisi dengan air dingin dengan suhu 16 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 5. Mencatat hasil pengamatan dalam tabel. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Becker Glass Waktu (Menit Ke.....) Rata-rata 12345 (A) 29oC 120 184 243 323 437 87,4 (B) 38oC 74 176 207 334 478 95,6 (C) 14oC 120 223 292 350 429 85,8 B. Pembahasan Pada becker glass yang diisi air dengan suhu 29 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 64 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 80 kali, dan pada menit kelima 114 kali. Pada becker glass yang berisi air panas dengan suhu 38 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 74 kali, pada menit kedua 102 kali. Pada menit ketiga 31 kali, pada menit keempat 27 kali, dan pada menit kelima 144 kali. Pada becker glass yang diisi air dingin dengan suhu 14 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 103 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 58 kali, dan pada menit kelima 89 kali. Terjadinya penurunan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air dingin dan penaikan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air panas menandakan bahwa gerakan operculum pada ikan mas koki dipengaruhi oleh suhu. Gerakan operculum ikan pada suhu rendah akan lambat, sedangkan pada suhu tinggi gerakan operculumnya menjadi semakin cepat. Namun hal tersebut dibatasi oleh kemampuan ikan tersebut untuk beradaptasi pada suhu tertentu. Menurut teori pada suhu yang tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat namun bila mencapai batas suhu yang maksimal maka ikan tersebut akan mati. Pada suhupanas, ikan membutuhkan oksigen yang cukup banyak karena reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tubuh ikan berlangsung dengan cepat. Namun pad suhu panas kadar oksigen dalam air akan semakin sedikit, sehingga ikan pada suhu maksimal akan mati. Begitu pula pada suhu dingin, gerakan operculum ikan menjadi melambat, hal itu disebabkan karena pada air dingin reaksi-reaksi kimia dalam tubuh ikan akan berjalan lanbat, sehingga jika ikan mencapai suhu terendah ikan akan mati. Matinya ikan pada suhu yang terlalu tinggi dan terlalu rendah menandakan bahwa ikan memiliki batas ideal tersendiri agar dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Batas itulah yang disebut dengan Hukum Toleransi Shelford yaitu batas maksimum dan batas minimum suatu makhluk hidup agar dapat hidup.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada suhu tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat dibandingkan pada suhu yang rendah. Agar ikan dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi maka ikan memiliki batas suhu maksimum dan batas suhu minimum. Batas maksimum dan batas minimum agar suatu makhluk hidup agar dapat hidup disebut Hukum Toleransi Shelford. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, suhu mempengaruhi aktivitas suatu organisme. B. Saran 1. Agar mahasiswa lebih lebih mampu bekerja sama dalam melakukan praktikum. 2. Agar asisten sebaiknya menyamakan pendapat agar tidak terjadi perbedaan pendapat baik pada praktikum ataupun pembuatan laporan. 3. Labortorium sebaiknya memperhatikan bahan dan alat praktikum sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Ikan. http://www. google.com. Diakses tanggal 20 Desember 2009. Dharmawan, agus. Dkk . 2004. Ekologi Hewan. Jica. Malang. Kimball, J.W. 1999. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta. Radioputro. 1988. Ekologi dan Pengetahuan Lingkungan. Erlangga. Jakarta. Tim Dosen. 2004. Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. Tim Pengajar. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. JAWABAN PERTANYAAN 1. Hal tersebut disebabkan karena adanya / terjadinya perubahan suhu, sehingga menyababkan ikan harus mampu beradaptasi pada suhu tersebut. 2. Pada suhu panas gerakan operculum ikan akan semakin cepat sedangkan pada suhu dingin gerakan operculum ikan akan semakin lambat.

Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan ikan Suhu media berpengaruh terhadap aktifitas enzim pencernaan. Pada proses pencernaan yang tak sempurna akan dihasilkan banyak feses, sehingga banyak nergy yang terbuang. Tetapi jika aktifitas enzim pencernaan meningkat maka laju pencernaan juga akan semakin meningkat, sehingga tingkat pengosongan lambung tinggi. Tingkat pengosongan lambung yang tinggi menyebabkan ikan cepat lapar dan nafsu makannya meningkat. Jika konsumsi pakan tinggi, nutien yang masuk kedalam tubuh ikan juga tinggi, dengan demikian ikan memiliki nergy yang cukup untuk pertumbuhan. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan

ph. Ketinggian lahan harus disesuaikan dengan suhu optimum biota yang akan dipelihara. G = f( W. dsb. ketersediaan unsur hara sangat berpengaruh terhadap kesuburan perairan. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. oksi-gen terlarut. Pendekatan sistem Pertumbuhan adalah merupakan fungsi dari wadah pemeliharaan (W). kesuburan lahan dan porositas. dsb. sehingga siklus budidaya tidak terganggu. H2S. K. B.). strain. Suhu media yang optimum akan mendorong enzim-enzim pencernaan dan nergy ism untuk bekerja secara efektif. dengan demikian biota dapat tumbuh dengan baik. Kualitas air.anabolisme. Konstruksi kolam harus sesuai dengan karakteristik biota yang akan dipelihara dan teknik budidaya yang akan diterapkan. Lokasi budidaya hendaknya dekat dengan sumber air. Pada perairan yang kaya unsur hara pakan alami dapat tumbuh secara maksimum. 2. Topografi lahan terkait dengan suhu. 4. Lahan datar memiliki resiko kebocoran yang kecil dan biaya pembuatannya lebih murah. media pemeliharaan (M). Jenis kelamin 7. Biota yang dipelihara. tds. Enzim nergy ism berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan nergy) dan anabolisme (sintesa nergy i menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). 6. Lahan yang relatif datar lebih mudah untuk dibangun daripada lahan yang miring. air harus tersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun. Unsur hara sebagai penopang kesuburan (NO3 PO4. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah nergy yang masuk ke dalam tubuh. Media hidup. CO2 bebas. Kondisl kesehatan . P) Dengan demikian komponen nergy budidaya ikan adalah: 1. dimana semakin tinggi lahan maka suhu udara akan semakin dingin. Proses nergy ism ikan umumnya meningkat jika suhu naik hingga dibawah batas yang mematikan. Wadah pemeliharaan. Contoh pada suhu 20oC pada ikan Channel Catfish (Ictalurus punctatus) memperlihatkan pertumbuhan optimum dengan kadar protein 35 %. meliputi suhu. biota yang dipelihara (B) dan pakan (P). M. wadah pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang akan dipelihara. tss. kenaikan suhu sebesar 10°C akan menyebabkan kecepatan reaksi nergy ism meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan pada kondisi normal. sedangkan pada suhu 25oC membutuhkan protein 40%. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan. meliputi: kuantitas air. Kebutuhan protein pada ikan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimum sangat dipengaruhi oleh suhu. Spesies. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. Ukuran 8. turbiditas. NO2. Berdasarkan nerg van’t Hoff. akan menghasilkan nergy yang optimal untuk pertumbuhan. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan. 5. varietas berhubungan dengan sifat genetik (potensitumbuh ketahanan terhadap penyakit). Jika aktifitas enzim nergy ism meningkat maka laju proses nergy ism akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. Pembuatan wadah harus dipertimbangkan topografi lahan. Kualitas air harus berada dalam batas toleransi biota. sehingga tersedia pakan yang cukup bagi biota yang dipelihara. Konsumsi pakan yang tinggi yang disertai dengan proses pencernaan dan nergy ism yang efektif. salinitas. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dapat dilakukan beberapa pendekatan. yaitu: a. alkalinitas. 3. bahan-bahan toksik: NH3.

Komposisi pakan. G=K–(F+U+M) Pertumbuhan (G) akan maksimum jika nilai K tinggi dan nilai F. diberikan sesuai dengan kebutuhan biota. Optimalisasi kondisi lingkungan 3. Feeding rate optimal 4. Manajemen pemeliharaan 10. Bahan baku pakan berkualitas baik 4. Tingkat energi pakan memadai Cara meminimumkan nilai M: 1. Tingkat protein pakan tidak berlebihan 2. Ransum harian (FR). Melanjutkan pendidikan SMP pada tahun 2003. yang tidak hanya mengajar tetapi juga . Rasa kagum terhadap para tenaga pengajar terutama guru mempbuat penulis bercita-cita menjadi seorang guru. Pembatasan ruang gerak ikan 2. Frekuensi pemberian pakan ukuran pakan. Pemilihan pakan yang cocok (ukuran. Cara meminimumkan nilai U: 1. demikian juga warna dan rasa.Jeneponto. Pengaturan arus air. merupakan anak kedua dari pasangan M. Aktif diberbagai organisasi dan kegiatan sekolah. bentuk. Guru yang benar-benar seorang guru.9. Sedangkan ukuran pakan disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan. Komposisi pakan sesuai dengan stadia dan kategori ikan (herbivor. Mengawali pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5 tahun. baik lewat feces ataupun urine. Pakan. Sulawesi Selatan. Pemberian pakan dilakukan secara kontinyu sesuai dengan laju pengosongan lambung ikan. Penambahan atractant Cara meminimumkan nilai F: 1. Dengan demikian konsumsi pakan dapat dimaksimumkan sehingga laju pertumbuhannya tinggi. warna) 6. pada tanggal 20 januari 2009. Pada tahun 2006 menjada salah satu siswa di SMA Negeri 1 Tamalatea .google. Frekuensi pemberian pakan didasarkan pada kapasitas lambung dan laju pencernaannya 5. Ukuran partikel penyusun pakan hendaknya kecil sehingga mudah dihidrolisa 5. setelah nergy yang dikonsumsi dikurang dengan nergy yang digunakan untuk segala kebutuhan hidup termasuk nergy yang hilang. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat 2. terutama suhu dan oksigen terlarut. karnivor) 3. a. Nasir dan Yasmin. jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan biota.com BIOGRAFI PENULIS Munawir Nasir lahir di Jeneponto. Cara memaksimumkan nilai K: 1. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat dan selera makannya selalu tinggi 2. sehingga konsumsi energi untuk berenang melawan arus menjadi kecil http://www. pakan harus memiliki kandungan gisi yang cukup baik. Optimalisasi kondisi lingkungan. U dan M diturunkan serendah mungkin. 11. Pendekatan energetik Pertumbuhan terjadi apabila terdapat kelebihan nergy.

dengarkan lagu dan membaca buku. bermain internet.mendidik.21 Reaksi: . UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR. Satu hal yang saat ini menjadi keinginan besar penulis adalah mewujudkan cita-cianya menjadi seorang guru dan membahagiakan orang tua. Diposkan oleh blog q di 19. Penulis sangat senang berdiskusi. Semoga cita-cita dapat terlaksana dengan baik. Karena itu penulis mendaftar dan Alhamdulillah lulus di Jurusan Biologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful