P. 1
Laporan lengkap biologi

Laporan lengkap biologi

|Views: 750|Likes:
Lap
Lap

More info:

Published by: Supriadi Medicallisty on May 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/19/2014

pdf

text

original

http://nhawyr.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum-biologi-dasar.

html

LAPORAN LENGKAP
OLEH Nama : Munawir Nasir NIM/Kelas : 091 404 015 / A Jurusan : Biologi Kelompok : I (Satu) Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar 2009 LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul : Cara Menggunakan Mikroskop Percobaan Lazzaro Spallanzani Pengamatan Mikroskopis Anatomi Hewan Vertebrata Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Respirasi Kebakaan Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Makassar, Desember 2009 Koordinator Asisten,

Suhaedir Bachtiar,S.pd.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh asisten/ koordinator asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Oktober 2009 Koordinator Asisten, Asisten, Suhaedir Bachtiar,S.pd. M. Irwan

NIM. 061404008

Mengetahui, Dosen Penanggung Jawab Drs. H. Hamka L., M.S. NIP. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah banyak ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satu penemuan itu adalah mikroskop. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari 0.1 mm), misalnya bagian-bagian dari sebuah sel. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan denga sel tumbuhan. Kemahiran dan ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baikbaik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop sederhana yang biasa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya pengganti matahari. Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop. Namun setiap mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkanberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua buah titik. B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu agar kita sebagai mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana. C. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa, masyarakat dan umum dapat lebih mengenal tentang mikroskop dan mengetahui teknik penggunaan mikroskop yang benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil mikroorganisme (Kusnadi,

2003). Kata mikroskop bersal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Alat utama dalam mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler. Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, tebalik dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula (Anonim, 2009). Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000). Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik. Mikroskop optik dapat dibedakanmenjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop stereo atau binokuler. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan trans paran. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Mikroskop binokuler atau stereo digunakan un tuk pengamatan yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim Pengajar, 2009). Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat bendabenda kecil kelihatan lebih besar dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian (Goldsten, 2004). Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek (Abercombie, 1933). Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur (W. lay. 1992). BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Waktu praktikum

Pipet tangan 2. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus 2. c. Buku gambar dan pensil e. Bahan yang disediakan oleh mahasiswa a. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. Membuka kotak peralatan. Cawan petri 4. Menyiapkan Mikroskop a.Hari/tanggal : jumat.1. Pinset 5. Kotak peralatan. 16 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. kotak peralatan dengan isinya. Kapas atau kapuk 2. Air suling b. keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup. Bahan yang disediakan oleh laboratorium a. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop. atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Pisau silet baru b. Bahan Adapun bahan dari percobaan ini yaitu : 1. 2. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan. Alat yang disediakan oleh laboratorium a. buku penuntun dan catatan.03. .30 sd. Memperhatikan keadaan ruang praktikum. berisi : 1. Bawang merah (Allium cepa) C. Prosedur Kerja 1. Alat yang disediakan oleh mahasiswa a.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu : 1. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan. Mikroskop biologi b. Kertas saring atau kertas hisap c. Kaca benda 2. b. bahan-bahan untuk praktikum. Lap katun d. Daun waru (Hibiscus liliaceus) c. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) b. Alat dan Bahan 1. kiri. Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring. darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan. Daun labu (Cucurbita moschata) d. Kaca penutup 3. Kain planel baru c. Tusuk gigi 2. B. d.

1.4. maka kita menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi atau pinggir yang berlawanan. Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik. Menyerap kelebihan air yang merembes di tepi kaca dengan kertas saring. Membuat Preparat Sederhana 4. Kalau terlalu silau. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan nampak medan bundar putih (medan pandang). dan mengirisnya setipis mungkin.5. Jika terangnya tidak merata. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun. Sedangkan untuk bawang merah. kita mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat. 3.4. 2. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung.6. Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut. Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan 3.5. Mengganti Perbesaran .5.3. maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer.3. 2. Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk. 4. 3.4. 5. tubus turun. 3. kemudian sebaliknya.2. Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari. kalau tubus telah terangkat setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan. 4. kita mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng. Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahanlahan. Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air.6. daun labu.2. Jika jarak itu longgar. Mengeluarkan preparat yang telah diamati. maka kita mengulangi langkah 3. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin. 4. berarti terlewatkan. 4. Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal. 3. Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air. 2. pasang lubang lebih besar pada lempeng. Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah.4. Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan. 3. Untuk bahan daun waru.2. 3.3 kembali. maka kita meneropong terus sambil memutar mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya. maka kita memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum 5-10 mm.2. 4.3. maka kita membuka diafragma. Memasang preparat buatan pada meja sediaan dan mengamati seperti langkah 3.Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. 3. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang meja. Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm.5. menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang. kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur. 4. dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil bagian epidermisnya. 2.1. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan. dan 3. jarak objektif dengan meja sediaan mengecil.3. 3.

v. Diafragma 11.3. sampai berhasil. vii.4.6. 5.2. Pengatur kondenser 8.4 dan 3. Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran) 5. 5. 5. Penggerak mekanik 6.1 sampai 4. Makrometer 3. 3. kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari.Mikroskop Biologi Keterangan : 1.5. Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan.5. Mikrometer 4. 5. menurunkan tubus serendah mungkin. Okuler 2.4. 5.7. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel.5 lanjut ke 5. Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya. 3. Menyimpan mikroskop ke dalam kotak mikroskop.1. Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop. memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah 3. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. 3. Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati. Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup. Hasil Pengamatan .3. Cermin 10. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia.2. Sumbu inklinasi 7. 5.1. iii. Apabila pengamatan sudah berhasil. perhatikan hal-hal berikut : i. ii. Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya. iv. Kaki 9. 5. Kondenser .5. vi. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Lengan 5. Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya. bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan jangan menyentuh posisi preparat atau tubus.3.6.

atau pegangan dengan sumbu inklinasi. Diafragma. Daun Labu (Cucurbita maschata) d.12. pada ujung atasnya terdapat lensa okuler. menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar. pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke kondensor. Sengkeling 14. Lubang meja sediaan. yang diintip oleh mata pengamat. Tubus a. bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor. lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan. Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan komponen tersebut. Tiang. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang. Lensa objektif. Kondensor. menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya. 8. Mikrometer. 2. Lensa okuler. Pada percobaan ini kami hanya mengambil satu sampel bahan percobaan yaitu bawang merah . pengatur kasar. 10. tempat meletakkan kaca benda (objek glass). 5. 15. penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass). alat penangkap dan pamantul cahaya. 9. 3. pengatur halus. cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. Revolver atau pemutar objektif. 7. Pembahasan Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil. Cermin. Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak. alat pengatur letak kaca benda pada meja. 13. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) B. lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif. alat yang dapat ditutup dan dibuka. berupa lensa-lensa dan cermin. Kaki mikroskop. Daun Waru (Hibiscus liliaceus) c. yang dipegang bilamana diangkat. Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti : 1. 12. tempat bersendi lengan mikroskop. Penggerak Mekanis. Lensa objektif 15. Sengkeling. Makrometer. yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan. Bawang merah (Allium cepa) b. 6. 11. 16. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus. Pengatur kondensor. Meja sediaan. Meja sediaan 13. Tubus atau tabung okuler. Revolver 16. 14. Lengan atau pegangan mikroskop. sebagai alas tempat tumpuan berdiri. 4. 17.

Kusnada. 1992. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2000. 2009. Philip. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Mikrobiologi. Anonim. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Bogor: CV. Mikro biologi.(Allium cepa). Mahasiswa mampu mengenali dan mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi dan fungsinya masing-masing. Mikroskop. Asisten: Sebaiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan berlangsung. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Tulis nama bagian optik dari mikroskop ! 2. 2. PERTANYAAN 1. Tulis fungsi bagian mekanik ! . 2009. Mahasiswa: Praktikum mikroskop ini harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan biologi. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah : 1. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan. I993. Jakarata: Erlangga. Tulis nama bagian mekanik dari mikroskop ! 3. Goldsten. DAFTAR PUSTAKA Abercombie. Bandung: Jica. Jakarta. maka dapat disimpulkan bahwa : 1.org/wiki/mikroskop. Raja Wali. N. 2003. Kamus Lengkap Biologi. 2004. Dkk. http://id. Diakses tanggal 17 Oktober 2009. PT Ikrar Mandiri Abadi. dan kami mengamati sampel tersebut dengan tiga macam perbesaran seperti yang terlihat pada gambar. Laboratorium: Sebaiknya alat-alat yang disediakan laboratorium diperhatikan. M.wikipedia. Makassar. 2. 3. Tim Pengajar.A. Jakarta: Erlangga. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda renik). Dari gambar tersebut kita dapat melihat bahwa pada pembesaran lemah terlihat hanya bagian kecil dari epidermis Allium cepa tersebut dan pola-pola epidermis Allium cepa masih kurang jelas pemisahannya. sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. Lay. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Campbell. Sedangkan pada pembesaran yang lebih kuat. W. kita bisa mengamati pola pemisahan yang lebih jelas dan bagian-bagian dari epidermis Allium cepa tersebut terlihat lebih kompleks. serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana A.

Makrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara kasar. Kalau bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. . Lengan b. Mikrometer d. Penggerak mekanik e. Revolver j. Sumbu inklinasi f. ke arah manakah kaca benda/sediaan harus digeser? Mengapa? 5. h. terbalik dan diperbesar. Cermin c. karena bila lensanya sudah tergores bila digunakan akan membentuk bayangan lain yang menyebabkan bayangan dari sediaan tidak jelas lagi. e. Meja sediaan berfungsi sebagai tempat meletakkan kaca benda. maka kaca benda harus digeser ke arah yang berlawanan dengan bayangan. 5. Bagian optik dari mikroskop. c. f. Lensa objektif e. Diafragma h. Bagian optik dari mikroskop. Mikrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara halus. karena sifat lensa okuler yang menerima bayangan dari lensa objektif yaitu maya. Fungsi bagian mekanik : a. g. Tulis pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar? Jawaban : 1. 4. Apabila bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. Sengkeling berfungsi sebagai penjepit atau pengatur letak sediaan.4. Meja sediaan k. Kondensor d. Lensa okuler 2. yaitu : b. Sengkeling i. b. d. Penggerak mekanis berfungsi sebagai alat pengatur letak kaca benda pada meja. Pengatur kondensor berfungsi sebagai alat untuk menaikkan atau menurunkan kondensor. Pengatur kondensor g. Tubus l. Pengaruh negatif terhadap mikroskop apabila lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar adalah lensa dapat menjadi buram dan bahkan akan tergores sehingga lensa mikroskop sudah tidak baik lagi untuk digunakan. Kaki mikroskop 3. Revolver berfungsi sebagai cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. Makrometer c. yaitu : a. Tubus berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa okuler pada ujungnya.

Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar mampu mengambil kesimpulan dan mengetahui seluk-beluk dan teori asal-usul kehidupan yang benar. untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat. Dosen Penanggung Jawab Drs. Makassar. M. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. B. Asal-usul kehidupan menurut pandangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya terkuak. C. Hamka L. 061404038 Mengetahui. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. Suhaedir Bachtiar. .S. Hal ini yang mendorong para peneliti melakukan percobaan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut. ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya.S. Asisten. H. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak. Karena rasa ingin tahu yang tinggi maka mereka menggunakan kecerdasannya untuk mengungkap asal mula kehidupan. maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan. Latar Belakang Pada dasarnya manusia memiliki daya berpikir dan rasa ingin tahu yang tinggi termasuk dari mana awal kehidupanya di muka bumi. Tujuan Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi. khususnya menjawab pertanyaan di atas.pd. Erni Majid NIM. NIP.LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Percobaan Lazzaro Spallanzani” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupa. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya dengan berbagai teori dan percobaan. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan. Oktober 2009 Koordinator Asisten. Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati.. Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani. Ada halhal yang masih menjadi misteri.

diantaranya Francesco Redi. Spallanzani menyimpulkan bahwa animakules dapat terbawa udara kedalam kaldu itu dan inilah penjelasan tentang adanya abiogenesis yangdisangka benar itu. 1991) Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertanyaan yang selalu tmbul bagi bagi para pemikir filosofis dan kaum naturalis adalah asal mula terjadinya kehidupn di bumi ini. Jika itu tetap bening dan steril maka generasi spontanea tidak dapat terjadi (Kimbal. Setelah dipanaskan kedua tabung tersebut diberi perlakuan yang berbeda. macam-macam pandangan telah dikemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. merka berpendapat bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontandari benda tak hidup diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani tidak ada karena labu ditutup rapat (Winatasasmita. 2004). para ilmuan lainnya seperti Antonie van Leeweunhoek dan John Needham (1713-1781) juga mendukung teori Abiogenesis tersebut. teori Kosmos. seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea). Dalam melakukan percobaannya. 2009). sedangkan tabung yang kedua ditutup. 2003). Makhluk-makhluk renik yang tiba-tiba muncul pada makanan yang membusuk sebagiannya timbul dengan sendirinya maka Lazarro Spallanzani mencoba membuktikan bahwa mikro organisme tidak muncul dengan sendirinya. Namun pandangan tersebut masih merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah (Sasmita. Ternyata setelah beberapa waktu pada tabung pertama terdapat organisme dan pada tabung kedua tidak terdapat organisme (Janice. teori Biogenesis. Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. Tabung pertama dibiarkan terbuka. Peneliti-peneliti terdahulu menutup labunya dengan sumbat gabus. 2009). Lazzaro Spallansani (keduanya berkebangsaan Italia) dan Louis Pasteur yang berkebangsaan Perancis (Tim Pengajar. telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim Pengajar. salah seorang ilmuwan yang membantah teori Abiogenesis. 2003). 1999) . Sesudah kaldu itu dibiarkan untuk waktu yang lama terdapat retakan kecil pada gelas yang kemudian diikuti dengan perkembbangan animakuler (Stenier. Di dalam kaldu yang sudah dipanaskan dengan baik. Selain Aristoteles. dan terpaksa melakukan penyegelan yang rapat udara ia perhatikan bahwa. 1992) Beberapa ahli telah melakukan berbagai usaha untuk melakukan penelitian terhadap pandangan generatio spontanea. 1982) Beberapa orang tetap tida percaya terhadap hasil eksperimen Redi dan Spallanzani. Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut. teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi. maka ia mendidihkan air kaldu kemudian menutup rapat-rapat sehingga tidak dimasuki apapun dari luar. biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru (Anonim. Lazzaro Spallanzani. tetapi Spallanzani tidak merasa puas bahwa sumbat buatan itu dilalui udara. Lazzaro Spallanzani memanaskan dua buah tabung yang berisi air kaldu. John Needham. Sampai sekarang hal tersebut masih merupakan teka-teki yang belum dapat dipecahkan.

Prosedur Kerja 1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a.30 s. 2. B. Melakukan pengamatan dan mencatat setiap hari. 03. Alat dan Bahan 1.BAB III METODE PRAKTIKUM A. segera tutup dengan gabus dan menetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya. Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. 2 buah sumbat gabus/karet yang sesuai d. Meletakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan menyimpannya di atas meja kerja. Hasil Pengamatan Tabung Tabung I Tabung II Tabung III Tabung IV B W E Bu B W E Bu B W E Bu B W E Bu 1---------------- .d. biarkan terbuka (tanpa tutup). 4.10 WITA b. menyumbat dengan tutup gabus/karet dan manetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutup. 6. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. selama lima hari. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. 7. Korek api C. Tabung IV. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. 1 buah lampu spiritus e. Tabung I. 1 buah rak tabung reaksi c. 3. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. usahakan terhindar dari gangguan hewan. Waktu praktikum Hari/tanggal : Jumat. 23 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Tabung III. cahaya matahari langsung dan sumber panas lainnya. 5. 30 ml kaldu cair b. tidak memberikan perlakuan. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 mL. 4 buah tabung reaksi b. 1 potong lilin 2. Tabung I. 1 buah klem kayu f.

. pada . Pada hari ketiga kaldunya juga mulai mengalami perubahan bau dan juga perubahan warna. Endapa B.. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah hingga hari kelima pengamatan.. namun endapan tersebut hanyalah tetesan lilin yang merembes masuk pada saat menetesi sumbat karetnya dengan lilin.+ + . Kemudian pada hari keempat mulai terdapat buih pada kaldunya.4 + ++ ++ . dan pada hari kelima juga muncul buih pada kaldunya. mulai muncul buih pada hari pertama pengamatan.. Perubahan warna. Perubahan warna. kaldu pada tabung tersebut mulai terdapat endapan pada dan mulai mengalami perubahan bau.5 + +++ ++ .2--+---+--------3 ... Pada hari keempat. Pada tabung pertama dihari terakhir pengamatan terbentuk gelembung/buih . dimana tabung ini tidak didihkan dan tidak ditutup.. Sumbat karet b. Tabung reaksi c. Hal tersebut menandakan bahwa di dalam kaldu telah terdapat kehidupan suatu mikroorganisme misalnya bakteri.= Tidak ada perubahan W = Warna E = Endapan Bu = Buih B = Bau Keterangan : a.Keterangan : + = Ada Perubahan . bau. tidak mengalami perubahan dari awal pengamatan sampai hari terakhir pengamatan. Begitupun pada tabung ke II dan ke III. Dari hasil pengamatan selama lima hari. Pembahasan Pada tabung I. Kemudian pada hari kedua. Pada tabung III. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah pada hari pengamatan yang ketiga.. Lampu spiritus d.. warna kaldu pada tabung tersebut mulai berubah menjadi keruh.+ .. mulai terdapat pengendapan pada hari kedua. Pada tabung IV yang air kaldunya didihkan dan mulut tabungnya disumbat dengan sumbat karet.. Pada kaldunya memang terdapat endapan. Buih e.. Pada tabung ini.. Perubahan bau.+ ++ ++ + .+ ++ .. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah sampai hari kelima.. Endapan ini terus bertambah banyaknya hingga hari kelima. dimana air kaldunya hanya didihkan di atas lampu spiritus selama 10 menit dan tabungnya dibiarkan terbuka..++ ... bau.+ ++ . namun pada hari ke-2 telah terdapat endapan. juga terdapat endapan pada dasar tabung. pada tabung II dimana perlakuan yang diberikan hanyalah menyumbat mulut tabung dengan sumbat karet yang pada hari ke-1 tidak mengalami perubahan.

Dunia Mikrobe I. Sedangkan pada tabung ke IV tidak mengalami perubahan apa-apa. 2009. 2007. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Sebaiiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan sedang berlangsung terutama yang berhubungan dengan api. dan terdapat endapan. Selain itu tabung tersebut juga ditutup rapat sehingga udara yang berada di luar tabung tidak dapat masuk. maka pastilah mikroorganisme tumbuh pada tabung tersebut. Dkk 1982. jakarta: Bharatara Karya Aksara. Laboratorium sebaiknya dapat dijaga kebersihannya bersama sebelum melakukan praktikum. 2. Air kaldu masih tetap jernih. Konsep Hidup dan Kehidupan. http://www. tidak berbau.com/. Biologi Tesis. D. Dengan adanya pengamatan ini dapat dibuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Buku Penuntun Biologi. Pada tabung kedua terdapat mikroorganisme. Apalagi pada tabung yang ke I yang tabungnya dibiarkan terbuka dan kaldunya tidak dididihkan. Hal tersebut menandakan bahwa dalam tabung tersebut tidak terdapat kehidupan. racer. Sedangkan pada tabung IV tidak terdapat mikroorganisme karena air kaldu tersebut dipanaskan hingga mendidih. Dengan demikian teori abiogenesis yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan. . 2.tabung tersebut diakhir pengamatan air kaldu menjadi keruh. Stonier. 3. berbuih. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Diakses tanggal 9 November 2007. Dra. Mahasiswa harus lebih teliti dalam mengamati bahan penelitiannya sehingga hasilnya pun baik.forumsains.A. D. B. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. hal tersebut disebabkan oleh perlakuan yang diberikan pada tabung tersebut. Jakarta: Bima Aksara. Sehingga pada tabung tersebut terdapat mikroorganisme. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah 1. Jakarta: Erlangga Pratiwi. berbau. 2003. Kesimpulan Berdasarkan percobaan ini kami lakukan.L. dan tidak terdapat gelembung dan endapan. Akibatnya mikroorganisme yang terdapat pada air kaldu mati. Namun karena tabung dibiarkan terbuka menyebabkan udara yang berasal dari luar tabung (lingkungan) yang mana di dalamnya terdapat mikroorganisme dapat masuk ke tabung reaksi. Janice. Dimana tabungnya ditutup namun kaldunya tidak dipanaskan. Hal tersebut merupakan tanda-tanda terdapatnya kehidupan pada tabung tersebut. air kaldu pada tabung yang terbuka akan ditemukan organisme karena udara dari luar yang membawa mikroorganisme dapat lebih leluasa masuk sedangkan air kaldu yang perlakuannya dipanaskan dan ditutup rapat tidak ditemukan adanya mikroorganisme karena air kaldu tidak berhubungan langsung dengan udara dari luar. Akibat perlakuan tersebut mikroorganisme yang terdapat di dalam air kaldu tersebut dapat berkembang. Begitu pula pada tabung ke III. Walaupun kaldunya dididihkan sehingga mikroorganisme yang ada pada air kaldu mati.

Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan"). Banyak ilmuwan mencoba mengajukan teori-teori untuk menjelaskan apakah hidup dan dari mana asalnya hidup. Pendahuluan Dikutip dari Wiki : Kutip Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Makassar. Berdasarkan hal tersebut van Leeweunhoek mengatakan jentik-jentik (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati). ia menemukan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami. II. Jakarta: Universitas terbuka.3 John Needham (1713-1781) . 2. "ilmu"). Biologi Universitas jilid 3. yang diambil dari bahasa Arab. Jurusan Biologi FMIPA UNM.2 Antonie van Leeweunhoek Antonie van Leeweunhoek adalah seorang biologis Belanda yang mendukung teori ini. Biologi Umum. Makassar. Konsep Hidup dan Kehidupan I. Djamhur. 2009. Winatasasmita. Kimbal.1 Aristoteles Teori Abiogenesis pertama kali diajukan oleh Aristoteles (394-322 SM) yang menyatakan bahwa : Makhluk hidup berasal dari benda mati yang secara spontan dapat muncul akibat adanya gaya hidup. Berikut akan dijelaskan teori-teori tentang asal dan kejadian hidup. Biologi Umum Materi Bagian Pertama. 2003. Teori Abiogenesis (Teori Generatio Spontanea) 2.Tim Pengajar. 1992. Tim Pengajar. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA UNM. manusia belum dapat memberikan definisi dan batasan-batasan yang jelas tentang apa arti hidup sesungguhnya. 1991. Dengan menggunakan mikroskop. Pun demikian. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie". yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani. bios ("hidup") dan logos ("lambang". Jakarta: Erlangga. W. 2.

Hasil yang diperoleh Pasteur adalah : a. Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut? 3. 3. 3.Biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru. Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (Omne vivum ex vivo. Pendapat yang mendukung adalah sebagai berikut : 3. omne ovum ex vivo (artinya kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup atau dapat juga diartikan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga). Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara. 3. Ia mengatakan bahwa kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme. Penutup berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara. b.2. 3.3 Louis Pasteur (1822-1895) Pasteur melakukan eksperimen dengan menggunakan labu leher angsa. III. Francesco Redi (1968) Kesimpulan dari eksperimen Redi adalah larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi dari lalat yang masuk ke dalam tabung dan bertelur pada daging. mikroorganisme terdapat di udara bersama-sama dengan debu. omne ovum ex vivo). mengapa bisa terjadi demikian? . Perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana?. Lazzaro Spallanzani (1729 . Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percoban tersebut diatas? 2. Dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang dimiliki tumbuh-tumbuhan (makhluk hidup) bukanlah berasal dari tanah (benda mati). Teori Biogenesis Teori ini menyangkal abiogenesis.1. PERTANYAAN 1.4 Pohon Van Helmot Pohon dapat tumbuh membesar bukan berasal dari tanah sebab tanah yang hilang tidak sesuai pertumbuhannya. Hasil eksperimen ini akhirnya menggugurkan Teori Abiogenesis dan Pasteur menjadi sangat terkenal dengan perkataannya Omne vivum ex vivo.1799) Spallanzani adalah seorang biologis Itali yang menentang eksperimen John Needham.

6. tabung yang tidak dipanasi tapi ditutup. M.S.. Hasil percobaan Lazzaro Spallanzani ini digunakan sebagai bukti untuk menyangkal pendapat generatio spontanea karena telah terbukti bahwa makhluk hidup tidak terbentuk dari benda mati. Suhaedir Bachtiar S. Yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah adanya mikroorganisme yang berasal dari udara luar karena tabung tidak ditutup dan organisme yang masih hidup di dalam karena tidak dididihkan yang melakukan aktivitas kehidupan. H. M. Makassar. Terjadi perubahan karena mikroorganismedi dalam kaldu masih hidup dan terkontaminasi dengan udara luar. Hamka L. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut terjadi pada tabung yang air kaldunya tidak dididihkan dan tabungnya tidak ditutup dengan sumbat karet. Irwan NIM. dan tabung yang dipanasi namun tidak ditutup. Dosen Penanggung Jawab Drs. Dari bahan kaldu itu tidak mungkin muncul makhluk hidup baru secara tiba-tiba.4. Makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu berasal dari udara luar dan mikroorganisme yang masih hidup di dalam kaldu karena belum mati. 4. November 2009 Koordinator Asisten. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN . Jawaban 1.Pd. 3. Asisten. Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat generatio Spontanea? Jelaskan. 5. Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba akan muncul makhluk hidup baru? 6. 2. Tabung yang kaldunya tidak mengalami perubahan yaitu tabung yang kaldunya dipanasi/dididihkan kemudian tabungnya ditutup dengan sumbat karet. NIP. mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau? 5. Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan?. Tidak terjadi perubahan warna dan bau karena mikroorganisme yang terdapat di dalam kaldu sudah mati dan tidak terkontaminasi dengan udara luar. 061404008 Mengetahui. karena makhluk hidup tidak dapat terbentuk dari benda mati secara tiba-tiba. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengamatan Mikroskopis” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.

hanya menggunakan mata kita dapat melihat bagianbagian tersebut dengan mudah dan jelas. B.A. maka kami melakukan pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan. Kumpulan dari sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan. Jika membandingkan struktur tumbuhan dan hewan tentunya struktur tubuh hewan jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan tubuh tumbuhan. dan mengetahui jenis-jenis jaringan yang menyusun organ-organ yang terdapat dalam tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. Seperti halnya tubuh tumbuhan. Hingga suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. tubuh hewan pun terdiri atas sel yang tersusun berdasarkan struktur dan fungsinya masing-masing. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu kita akan mengetahui struktur penyusun tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. ada jaringan yang membuat tubuh hewan dapat bergerak. Jika diperhatikan lebih detail. Dengan demikian yang dimaksud dengan dengan jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama. Jaringan Tumbuhan Kata “sel” mungkin sudah lazim kita dengar. jaringan yang membantu hewan terhubung dengan dunia luar. kita akan mendapatkan bagian-bagan yang semakin kecil. bahkan mungkin kita sudah mengetahui apakah sel itu sebenarnya. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ. Sel-sel yang membentuk jaringan sel (suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama). C. Untuk mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tumbuhan dan organ-organ tubuh hewan. Latar Belakang Setiap hari kita sering melihat tumbuhan. Namun bila kita ingin mengamati struktur tumbuhan yang lebih kompleks. bahkan semua yang menyusun tubuh hewan dan memiliki fungsi masing-masing adalah jaringan hewan itu sendiri. pada bagian luar tampak adanya kulit. Diantaranya ada jaringa yang berfungsi melapisi bagian luar hewan. dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi besar tubuh kita semua terdapat disekitar kita. beberapa macam jaringan sel membentuk sebuah organ pada tumbuhan. ada juga jaringan yang membentuk tubuh hewan tersebut. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. di sebelah dalamnya ada kayu yang keras dan mengandung serat-serat yang kuat. dan bunganya. batang. kita akan melihat bagian-bagian utama penyusun tubuh tumbuhan seperti akar. Didalam tubuh hewan terdapat jaringan yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan hewan itu sendiri. Berbagai jaringan tersusun dan . Berdasarkan semua kegunaan jaringan ini maka manusia mempelajari lebih dalam mengenai struktur dan fungsi masding-masing jaringan. Apabila kita mengamati tubuh organisme yang cukup besar. daun. Tujuan Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macammacam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan dan juga yang menyusun organ-organ tubuh hewan. 1998). Tanpa alat bantu. beberapa organ membentuk sebuah sistem organ tumbuhan dan beberapa sistem organ membentuk tumbuhan tersebut (Kartasapoetra.

Jaringan sklerenkim. Jaringan Epidermis Epidermis adalah jaringan jaringan yang bervariasi struktur dan fungsinya. sehingga sel yang baru senantiasa ditemukan. Epidermis rambut-rambut akar memiliki dinding yang tipis. 2009). daun. 2004). g. ii. 2. Dengan batasan di atas. Jaringan sel gabus berfungsi sebagai pengganti epidermis ketika batang atau akar masih muda. maka kita dapat mengetahui tumbuhan yang mempunyai jaringan dan yang tidak berjaringan. kutin pada dinding luar dan permukaannya membatasi penguapan. misalnya pada korteks batang dan jaringan pembuluh muda yang sedang mengalami perkembangan. semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat-alat tumbuhan yang berlainan (Kartasapoetra. f. c. menyimpan cadangan makanan (pada endosterm). h. bynga. tempat fotosintesis (pada mesofil). dalam hal ini tiap jaringan biasanya hanya melakukan satu macam proses hidupnya. e. buah. Namun. sebelum tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder (Muhammadiah. Jaringan Sel Gabus Dari uraian-uraian di atas kita telah mengetahui bahwa epidermis itu merupakan jaringan pelindung. Jaringan epidermis melindungi jaringan sel disebelah dalam. Ternyata hasil penelitian telah menampakkan adanya sejenis jaringan tertentu yang . berfungsi sebagai penyokong tubuh. menunjukkan bahwa pada akar muda epidermis berfungsi dalam absorpsi (Muhammadiah. i. Merupakan lapisan terluar dari akar. berfungsi mengangkut bahan mineral dan air dari akar sampai ke daun. Meristem melanjutkan pembelahan diringan secara tidak terbatas dan akibatnya sel-sel baru terus bertambah pada tubuh tumbuhan (Muhammadiah. Jaringan Meristem Meristem adalah jaringan embrional pada tubuh tumbuhan. contoh : a. berfungsi sebagai pengangkut bahan-bahan dari daun ke tubuh. membentuk daging buah. membentuk endospermae. batang. Menurut Muhammadiah (2004). Jaringan-jaringan umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang tinggi tingkat perkembangannya.terorganisasi dalam bentuk organ (Tim Pengajar. iii. semakin tinggi tingkat perkembangannya. meristem yang ditinjau dari asalnya dibedakan atas : 1. Jaringan xilem. Menurut Kartasapoetra (1998). Jaringan parenkim. d. adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Adanya bahan seperti lemak. Pembelahan sel dapat pula terjadi pada jaringan selain meristem. 1998). dengan adanya jaringan-jaringan dalam tumbuhan ini berarti bahwa tumbuhan tersebut ke dalam telah ada pembagian dalam kegiatan-kegiatan proses hidupnya. Meristem senantiasa mempertahankan kemampuannya untuk membelah. Meristem skunder. b. demikian pula tumbuh-tumbuhan yang rendah tingkat perkembangannya belum mempunyai jaringan. Jaringan meristem yang mampu membelah terus dan membentuk sel-sel yang baru. Jaringan kolenkim. Pada tumbuhan uniseluller atau terdiri dari satu sel (bacteria) tentunya tidak mempunyai jaringan. 2004). Jaringan floem. sebagai penyokong tubuh. Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan teresebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. pada jaringan ini jumlah pembelahan sel terbatas. Meristem primer. berfungsi mengangkut bahan-bahan dari daun ke be tubuh tumbuhan. dan biji. adalah meristem yang berkembang langsung dari sel embrionik dan sebab itu merupakan kesinambungan kegiatan embrio di tempat itu. 2004).

2004). sel parenkim dapat membelah meskipun telah dewasa. v. Jaringan Kolenkim Sel-sel kolengkima berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. dapat berlignin atau tidak. Biasanya jaringan ini berada di bagian tepi dari alat-alat tumbuhan. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. Jaringan Parenkim Sel-sel parengkim tersebut luas diseluruh tubuh. Kelompok jaringan terorganisasi ini menjadikan organ-organ pada tumbuhan. sel parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka serta regenerasi (Muhammadiah. mempunyai satu inti di tengah-tengahnya. batang dan daun merupakan organ utama tumbuhan tingkat tinggi. Sel skelerenkim memiliki sifat yang kenyal (elastis). Di dalam sitoplasma ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang berjalan menurut panjang serabut otot (Pagarra. langsing. Jaringan Otot Jaringan otot bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh. Jaringan Xilem Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air pada tumbuhan berpembuluh (Muhammadiah. vii. Acapkali terpisah-pisah sebagian dan ruang antara sel yang terjadi diisi gas. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. 1992) vi. panjang. 2004). Umum dijumpai didaerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat (Kimbal. 1992) 5. Sel-sel member tunjangan mekanis bagi tumbuhan. Karena merupakan sel hidup. terdiri dari banyak serat serabut. 1998). teristimewa pada tumbuhan yang berumur panjang yang dalam hal ini biasanya epidermis tumbuhan telah mati sebelumnya atau menjadi tidak aktif sebelum menjadi penggabusan itu. Oleh sebab itu. yang dikenal sebagai jaringan gabus (Cork tissue). yang paling banyak ialah plastid tidak berwarna dan gudang makanan merupakan fungsi utama (Kimbal. viii. 2. 2004). seperti batang. Jaringan Floem Floem berfungsi mengankut bahan-bahan dari bagian atas ke bagian bawah. akar atau umbi (Kartasapoetra. terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan kontraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). besar-besar dan berdinding tipis bisanya memiliki vakuola tengah. Akar. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung (Anonim. 2004). Skelerenkim mempunyai fungsi utama yaitu sebagai jaringan penguat tumbuhan dan kadang-kadang juga sebagai pelindung (Muhammadiah. Dilengkapi secara meluas oleh plastid. Otot lurik. iv. terdiri dari banyak serabut otot yang mempunyai bentuk seperti gelendong. Daerah yang tidak terkena cahaya. Jaringan Hewan a. jelasnya dari daun ke bagian organ lainnya. Jaringan Sklerenkim Skelerenkim dalah jaringan yang memiliki dinding skunder yang tebal. Otot polos. 1992) Parenkim terdiri dari sel hidup dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan fungsinya. otot dikelompokkan menjadi : 1. 2009) Menurut Wulangi (1993). Fungsinya yang sesuai tergantung pada penataan dan koordinasi yang sesuai dari jaringan yang mendirikannya (Kimbal. Berbagai jaringan tumbuhan itu ditata dalam pola tertentu.sifatnya lebih kuat dari epidermis. yang masing-masing mempunyai banyak inti yang . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jaringan gabus ini menggunakan fungsi epidermis (Kartasapoetra. 1998).

Jaringan Hewan a. menggunakan dan menghantarkan semua informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris. Lap kasar dan lap halus c. Mikroskop b. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a) Waktu praktikum Hari/tanggal : jumat. 2004).10 WITA b) Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Preparat awetan jaringan akar. dan otot jantung. Mikroskop b. Prosedur Kerja a) Jaringan Tumbuhan 1. 4. Otot jantung. dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan.30 sd. Sistem saraf perifer terdiri atas kumpulakumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di seluruh tubuh. Menggunakan pembesaran objektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan. 2. Sistem saraf pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. Lap kasar dan lap halus c. preparat awetan darah dan preparat awetan tulan keras. b. C. endokrin dan mental (Pagarra. Mengamati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar. Alat dan Bahan 1. Menggambar jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian- . BAB III METODE PRAKTIKUM A. 3. viseral. menganalisa. preparat awetan tulang. 5. batang. Mengambil preparat awetan jaringan akar.terletak di tepi. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil. Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu (i) untuk mendeteksi. 30 Oktober dan 6 November 2009 Waktu : Pukul 01. dan daun. 3. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan golongan dikotil 2. Menyiapkan mikroskop berdasarkan urutan tata cara penggunaan. Jaringan Saraf Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Jaringan Tumbuhan a. otot lurik. 03. B. kemudian ganti dengan pembesaran objektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. terutama kegiatan motoris. terdiri dari beberapa serabut otot bercabang-cabang membentuk anyaman (anastomosis). 2004). dan (ii) untuk mengorganisir dan mengatur. Preparat awetan otot polos. dan dengan serabut otot sebelahnya membentuk sinsitium. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian terbesar fungsi tubuh.

Jaringan saraf 3. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan.a. dan otot jantung dengan pembesaran kuat. otot lurik. monosit. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. b) Jaringan Hewan 1. 4. 3. 3. leukosit. Hasil Pengamatan 1. 1. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel darah (Eritrosit.b.a.bagiannya. Mengamati sel Purkinje pada preparat awetan otak kecil. Menggunakan pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran objektif 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. Mengamati preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat.d. 5. 4. 2. Jaringan penyokong 2. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat.c.b. Epidermis 6. neutrofil dan basofil) yang terdapat dalam darah. Xilem 3. Menggambar dan memberi keterangan.b.c. Batang Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. limfosit. 5. Akar Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Memperhatikan struktur dari arah luar. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Jaringan Tumbuhan a. Jaringan epitel 1.c. 1. Epidermis 2. 2. 2.c.b. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Floem 4. Empulur 2. Endodermis b.a. Mengamati preparat awetan jaringan otot polos. 2. 3.a. Jaringan Darah 4.a. Menggambar dan member keterangan bagian-bagian yang terlihat. 1. Jaringan otot 5. Korteks 5. 5. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot. Mengulangi kegiatan dengan jaringan jaringan yang lainnya. Xilem .d.c. Mengamati preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis.b. bentuk dan letak intinya serta arah serabutnya. Mengamati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa. 4.

Stomata . Empulur f. Xilem 4. Stomata 6. Floem 5.3. Epidermis 3. Daun Dikotil (Ficus elastica) Keterangan : 1. Korteks e. Korteks 2. Epidermis 2. Daun Monokotil (Zea Mays) Keterangan : 1. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) Keterangan : 1. Parenkin 5. Floem 4. Epidermis 3. Korteks c. Xilem 5. Floem 3. Stomata d. Xilem 4. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) Keterangan : 1. Floem 4. Kambium 5. Kutikula 2.

Nukleus 2. Ujung Akson 3. Xilem 5. Inti 3. Serabut otot 3. Jaringan Hewan a. Pita gelap 2. Selubung myelin 5. Simpatis 2. Plastida 4.2. Inti 2. Epidermis 3. Selunung sel 4. Endomesium b. Otot Jantung Keterangan : 1. Pita gelap 4. Otot Lurik Keterangan : 1. Akson 6. Sioplasma 3. Pita terang c. Discus intercalaris 4. Dendrite 7. Floem 2. Pita terang d. Miofibril 4. Jaringan Epitel . Otot Polos Keterangan : 1. Inti sel e. Jaringan saraf Keterangan : 1. Badan sel 8.

Lakuna 4. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh xilem dan floem. Jaringan tulang Keterangan : 1. Xilem terletak di bagian tengah akar dan berfungsi untuk mengangkut garam-garam mineral. . Epidermis merupakan jaringan pelindung. Korteks disebut juga kulit pertama karena merupakan kulit paa akar yang terdiri dari sel-sel yang berasal dari titik tumbuh primer. Pembahasan 1. v. iv. ii. Badan selAksonSelubung 3. Saluran Havers 2. iii.Keterangan : 1. LimfositA2kson B. Kanalikuli 5. Endodermis terdiri atas selapis sel yang melingkari stele atau merupakan bagian dalam korteks yang membatasi antara korteks dan stele. Lamela 3. Akar Monokotil (Zea mays) i. Basofil 4. Inti Sel f. Jaringan Tumbuhan a.

Spons terdiri atas sel-sel yang tidak begitu kaya dengan klorofil. iii. 2. iii. Daun Monokotil (Zea Mays) i. iii. iv. iii. ii. Kambium terletak di antara berkas pembuluh xilem dan floem. vi. Deretan stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi sebagai jalan udara masuk dan keluar daun. c. Epidermis terletak pada bagian terluar berfungsi sebagai zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlalu banyak. ii. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. iv. Daun Dikotil (Ficus elastica) i. Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. ii. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) i. dinding selnya tipis dan mempunyai ruang antar sel. Jaringan Hewan . Floem berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. v. tidak mengandung klorofil dan transparan. Xilem terletak pada bagian dalam berkas pengangkut f. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke bagian atas daun. Terdiri atas satu lapis sel yang bentuknya persegi empat (batu bata) yang tersusun rapat. Floem terletak diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem. yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. Prakambium terletak di lapisan sebelah dalam endodermis yang berfungsi untuk membentuk cadangan akar kambium gabus. Fungsinya untuk melindungi lapisan sel yang letaknya lebih dalam dari kekeringan serta menjaga bentuk daun agar tetap dalam keadaan semula. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis. Endodermis terletak dilapisan sebelah dalam korteks berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh angkut.vi. v. Kolengkim dengan dinding selulosa yang tebal. Epidermis merupakan jaringan pelindung yang mengalami penebalan berfungsi sebagai jalan masuk air dan garam mineral. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) i. Epidermis pada daun dikotil terbagi atas dua. ii. vi. ii. Xilem berfungsi untuk mengangkut garam mineral dari akar ke daun. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis e. Korteks terletak di daerah epidermis dan berfungsi sebagai cadangan makanan. iv. terdapat di permukaan atas dan bawah daun. bentuk dan susunannya tidak teratur. iv. d. Epidermis terletak pada bagian terluar batang yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan air. serta berfungsi sebagai proteksi. Epidermis daun monokotil terdiri atas selapis sel dengan dinding tebal berlapiskan kutikula dan tidak berklorofil. Batang Monokotil (Zea mays) i. iii. b. Stomata biasanya tersusun biasanya tersusun sebagai deretan lumut dan daun. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju daun. Palisade terdiri atas sel-sel penunjang tersusun rapat dan banyak mengandung klorofi sehingga di dalamnya berlangsung prose fotosintesis. banyak memiliki ruang antar sel yang di dalamnya terdapat berkas pengangkut yang berupa tulang-tulang daun.

Jaringan Saraf Tersusun atas kumpulan sel-sel saraf (neuron) yang khusus menerima. dan pembuluh darah. e.a. selubung disusun oleh sel-sel pipih yang disebut schwann. dan membebaskan rangsang dari luar atau dari dalam tubuh. lidah. Jaringan saraf terdapatdi otak. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabangcabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. dan diafragma. Jaringan Epitel Jaringan epitel dibuat darisel-sel yang memadat dan tersusun dari lapisan pipih. ada yang mempunyai selubung yaitu selubung mielin yang berfungsi sebagai pelindung atau isolator. 2. cukup lama dan tidak cepat lelah. Dendrit. sehingga sarkoplasmanya (sitoplasma) tampak polos dan homogen. Jaringan Otot Polos Disebut otot polos karena serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling. Kontraksinya tidak dibawah kesadaran (otot involunter) bersifat kuat dan berirama. kelopak mata. Memiliki 1-2 inti yang terletak di tengah sarkoplasma. f. 6. 5. mengandung nukleus dan nukleolus. Otot polos kontraksinya lambat. urat saraf tulang belakang dan saraf-saraf lainnya. Sel sechwann. Jaringan Otot Lurik Jaringan otot ini serabut kontraktilnya memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) berjajar teratur membentuk pita vertikal terhadap poros otot. 3. 4. Intabilitas merupakan kemampuan jaringan saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan. Otot lurik bekerja dibawah kesadaran sehingga disebut otot volunter. suatu bangunan yang berupa lanjutan plasma dan berfungsi meneruskan impuls saraf menuju ke badan sel. usus. Ukuran serabut ototnya lebih kecil dari otot lurik. merupakan inti yang terletak pada tengah-tengah badan sel. terdapat pada akson yang tidak terselubung. 7. g. c. Akson. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tibus. Jaringan Penyokong Beberapa macam jaringan penyokong dalam tubuh kita. Nukleus. Bagian-bagian saraf yaitu : 1. daun telinga. Sel atau serabutnya berbentuk silindris. bibir. Setiap sel berinti banyak yang terletak di tepi sarkoplasma. Jaringan ini digunakang untuk member kekuatan. berfungsi untuk meneruskan impuls saraf dari badan sel ke sisi lain. Jaringan Otot Jantung Otot jantung terdapat khusus pada jantung. d. Sel-sel saraf mempunyai kemampuan untuk bereaksi. Konduktivitas adalah kemampuan jaringan saraf membawa impuls. Otot lurik biasanya melekat pada rangka. yaitu sel saraf motorik dan sel saraf sensotik. Kontraksinya cepat. bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah dalam tubuh. Otot polos mempunyai pensarafan autonom artinya bekerja tidak dibawah kesadaran. misalnya lambung. Badan sel. Ciri khasnya yaitu memiliki discus interkalaris. Ada dua macam sel saraf. menghantarkan. Otot polos terdapat pada alat dalam sehingga disebut juga sebagai otot visera. serta membentuk kulit yang membungkus tubuh. kuat tetapi cepat lelah. Jaringan Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi . Sel otot polos berbentuk gelendong dengan sebuah inti pipih yang terletak di tengah sarkoplasma. Nodus renvier. Sel neuron. b.

Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan sehingga bahan tidak rusak. merupakan 65% dari leukosit yang dapat membunuh bakteri dengan cara fogositosit b. Mengandung hemoglobin yang mempunyai daya ikat oksigen maupun korbon dioksida. Bima Aksara. A. Manosit. dan jaringan gabus. sel B dan sel pembunuh. merupakan leukosit yang jumlahnya sekitar 25% dan terdiri dari sel T sebagai pertahanan tubuh.yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan ileh tubuh. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism. diantaranya: 1. 1998. Jaringan penyusun tubuh tumbuhan terbagi menjdi jaringan meristem atau jaringan muda dan jaringan dewasa yang terdiri dari epidermis. 2. Makassar. 2. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah praktikum ini adalah : 1. dan juga sebagai pertahanan tubuh. Jaringan yang menyusun tubuh hewan lebih kompleks.G. peradangan dan alergi. Diakses tanggal 8 November 2009. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2004. Dibentuk dalam sum-sum tulang belakang waktu embrio dibuat dilimfa dan hati. jaringan parengkim. merupakan jenis leukosit yang sitoplasmanya banyak mengandung granula (lisosom) dan berfungsi menghadang parsit. merupakan bagian dari leukosit tapi hanya 1% yang berfungsi mengtasi infeksi. c. Neutrofil. d. Limfosit. c.org/. Eusinofil. 3. 2009. Eritrosit a. b. . diantaranya jaringan epitel. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. Struktur Tumbuhan dan Hewan. Jakarta. Saran 1. merupakan bagian 6% dari leukosit dan berfungsi sebagai pemakan bakteri serta memakan neutrofil yang menjadi nanh. jaringan saraf dan jaringan otot. jaingan pengangkut. e. jaringan penyokong. 2. B. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. Di dalam terdapat bermacam-macam darah. http://free. Basofil. Leukosit a. Penuntun Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. Kartasapoetra. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Anonim. Merupakan bagian utama dari sel-sel darah.vlsm. DAFTAR PUSTAKA Adnan.

b. Jakarta. pernafasan. Makassar. Setiap serabut pada otot lurik terdiri atas banyak inti yang terdapat pada bagian tepi. . yaitu : a. 2004. 3. Kumpulan serabut sel otot lurik disebut fasikulus.Kimbal. Asia. 2009. Erlangga. termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga. terdapat pada dinding saluran pencernaan. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi. Tim Pengajar. Kartolo. Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Fungsi saluran Havers yaitu memelihara kehidupan sel-sel tulang karena berisi pembuluh darah. pernafasan. Jawaban Pertanyaan 1. S. Yang dimaksud dengan : a. 1993. biologi Edisi Kelima. Kanalikuli : Saluran havers dan matriks mirip tempat saluran sitoplasma osteosit. jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. 1992. Wulangi. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. 2004. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Sesuai namanya. Makassar. Anatomi Tumbuhan. Pagarra. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya. Jurusan Biologi FMIPA UNM. pembuluh darah dan limpa. b. Fungsi otot polos yaitu memberikan gerakan diluar kehendak misalnya gerakan zat-zat sepanjang saluran pencernaan. John W. sebagai organ sekresi dan penyerapan. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah. 4. • Jaringan pengikat. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. c. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan. Otot jantung berfungsi membantu otot-otot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui dan keluar jantung. Jurusan Biologi FMIPA UNM. [sunting] Jaringan pada hewan Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan. • Jaringan epitel. Otot lurik terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara cepat dan kuat. Struktur Hewan. pembuluh darah. dan limpa. Halifah. Banyaknya inti dalam setiap sel adalah satu inti yang terletak di tengah-tengah sel. Perbedaan antara sel otot polos dan sel otot lurik serta sel otot jantung. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. 2. Sel otot polos berbentuk kumparan panjang. Muhammadiah. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Lamela : Substansi mineral yang disimpan dalam lapisan tipis. Lakuna : Rongga kecil yang terdapat diantara lamela havers. Otot jantung melekat pada dinding jantung.

semua mempunyai fungsi dan ciri masing-masing. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.. Walaupun pada satu sisi manusia memiliki kesamaan dengan hewan tetapi pada hakekatnya manusia berbeda dengan hewan begitu pun dengan tumbuhan. H. Makassar. adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan. • Jaringan pengangkut Komponen utama jaringan pengangkut adalah xilem dan floem. yaitu parenkim. Irwan NIM. • Jaringan saraf. M. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. 061404008 Mengetahui. Latar Belakang Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya tidaklah ada yang sama. November 2009 Koordinator Asisten. Asisten. • Jaringan penyokong Jaringan penyokong meliputi tiga jaringan dasar. Mencari apa . M. Suhaedir Bachtiar S. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh.• Jaringan otot. kolenkim dan sklerenkim. • Jaringan epidermis Adalah jaringan yang melapisi daun dan bagian tumbuhan yang masih muda. [sunting] Jaringan pada tumbuhan Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan. Dosen Penanggung Jawab Drs. http://id.org/wiki/Jaringan LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.pd. NIP.S. Hamka L. Beranjak dari hal inilah manusia diharuskan untuk terus belajar dan terus belajar. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A.wikipedia.

dengan rasa ingin tahu yang tinggi. warna dan letak organ. Anatomi makhluk hidup dapat dibagi secara garis besar yaitu anatomi tumbuhan dan anatomi hewan. Dalam percoban yang dilakukan kita mengamati anatomi hewan vertebrata dengan contoh katak sawah dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk. Seiring dengan berjalannya waktu. Seperti halnya dengan manusia. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. katak. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru (Anonimb. Hal ini terlihat dari struktur . 2004). dan tumbuhan terdiri dari triliunan sel yang merupakan bagian terkecil. 2009) Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. Seperti halnya makhluk hidup lain hewan vertebrata pada hal ini katak. 2009). vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. bagaimana struktur dan fungsinya masing-masing.yang belum diketahui mengelola dan mengembangkan yang sudah ada. Laporan yang berjudul anatomi hewan vertebrata ini tentunya akan memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya. Amfibi merupakan kelas chordata yang pertama kali keluar dari air. memiliki struktur penyusun yang tentunya memiliki perbedaan dengan makhluk hidup lain. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui bentuk. serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ. Sel-sel ini yang kemudian saling berkaitan membentuk jaringan. Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi katak sawah atau Rana cancarivora. serta hewan menyusui. reptil. Organ-organ tersebut saling bekerja sama dengan melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ (Pagarra. Organ organ yang bekerja sama dalam melekukan fungsi yang lebih tinggi disebut sistem organ. "lintah laut". Jaringan kemudian membentuk organ. dan organ akan membentuk sistem organ. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. warna. hewan vertebrata juga memiliki organ tubuh yang hampir sama dengan manusia. dan letak organ hewan vertebrata serta fungsi masing-masing organ tersebut. belut jeung. Untuk anatomi hewan dapat dibedakan manjadi dua kelompok besar yaitu anatomi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan anatomi hewan tak bertulang belakang (anvertebrata). Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. C. Anatomi setiap jenis makhluk hidup mempunyai perbedaan dan juga persamaan. Hewan yang tergolong vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang yang memiliki sistem dalam tubuhnya yang lebih kompleks. atau hagfish). burung. Mahasiswa mengetahui bagaimana organ itu bekerja selain itu mahasiswa juga mampu melihat langsung bentuk asli anatomi dari organ tubuh katak sawah. Tujuan Mahasiswa dapat mengenali bentuk. Makhluk hidup terdiri dari beberapa sistem organ yang berfungsi dalam setiap aktivitas. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum mengenai organ organ utama pada hewan vertebrata (Tim Pengajar. warna dan juga hubungan organ yang satu dengan organ lainnya. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. Kecuali jenis-jenis ikan. akhirnya para ilmuwan berhasil mengkaji lebih jauh mengenai anatomi makhluk hidup. Manusia hewan. B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tubuh hewan terdiri dari berbagai berbagai organ tubuh.

dan lapisan dermis bagian dalam mengandung pembuluh darah dan badan sel saraf (reseptor). burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. antara lain : 1. dan sebagainya. Bagian tengah yang menggembung membentuk gelendong disebut perut otot atau gaster. kedua ujungnya melekat pada tulang. diabsorpsi. 4. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. 2009). lambung. maka katak itu akan membutuhkan energi dan oksigen yang sangat banyak untuk proses pernafasan sel. rektum dan anus. 3. Sistem otot Sistem otot khususnya otot rangka. tubuh hewan vertebrata terdiri atas 10 sistem organ. sumber vitamin dan mineral (Anonima. Skelet aksial. 1992) Menurut Radiopoetro (1999). meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan dan gelang panggul dengan anggota gerak belakang. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. Sistem ini secara garis besar dibedakan atas : a. Sistem rangka (skelet) Fungsi utama dari sistem ini yaitu memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. Kelenjar pencernaan. Ketika katak meninggalkan fase kehidupannya di air dan memulai fase kehidupannya di darat. b. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. Pada katak terjadi evolusi dan membentuk jantung yang terdiri atas tiga ruang (Kimbal. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. Kulit mempunyai derivate-derivate berupa rambut. kuku. Pada vertebrata. Saluran pencernaan. faring. Pada hewan daratan misalnya katak. 2. kelenjar. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. Skelet apendikular. Sistem respirasi . cara mengambil makanan. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. 5. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. Sistem pencernaan Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. Fungsi otot adalah melakukan kontraksi yang mengakibatkan terjadinya gerak atas perintah dari saraf pusat. meliputi rongga mulut. kerongkongan. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. dicerna. Sepasang otot yang saling membantu dalam bekerja disebut sinergis. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. serabut-serabut otot. Sistem integumen (kulit) Sitem ini pada umumnya terdiri atas dua lapisan epidermis yaitu bagian luar yang sel-sel paling luarnya dapat menanduk. b.pada kedua fase kehidupan yaitu di air dan di darat yang menunjukkan sifat ikan dan reptil. Bagian urat yang melekat pada tulang yang relatif tidak bergerak pada waktu kontraksi disebut origo dan ujung lainnya disebut insertion. usus besar. bulu. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. sisik. Perbedaan jenis makanan. sedangkan yang kerjanya berlawanan disebut antagonis. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. memperbaiki jaringan yang rusak. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. usus halus.

Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. hati. Sistem saraf terdiri atas : a. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah Seiring dengan pertumbuhan berudu. Pada ikan menggunakan ingsang sebagai organ respirasinya. Pada hewan betina dubangun oleh kelenjar-kelenjar kelamin betina disebut ovarium yang dilengkapi saluran telur. Pada hewan jantan kelenjar kelaminnya disebut testis yang menghasilkan spermatozoa. 2009). 10. Kelenjar tiroid . Namun pada ikan ditemukan peredaran darah tunggal. burung.Sistem respirasi pada hewan vertebrata ada yang berbeda yaitu pada ikan. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Dalam organ pernafasan ini berlangsung pertukaran gas udara yaitu pengambilan oksigen (O2) dan pembebasan karbondioksida (CO2). berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. sedangkan hewan-hewan vertebrata lainnya yaitu reptil. 9. sedangkan pada tetrapoda yaitu ampibia. Waktu katak masih berbentuk larva. aves. 6. 7. Apabila insang ini bergetar. Sistem endokrin Sistem ini berfungsi menghasilkan hormon yang membantu dalam sistem koordinasi. alat respirasi utamanya adalah paru-paru. 8. b. Hipofisis b. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup semakin kompleks organ ekskresinya. sering dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar pembantu seperti kelenjar prostate. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Sistem saraf Sistem ini bersama dengan sistem sistem endokrin berfungsi mengkoordinasi tubuh hewan. Sistem peredaran darah (sirkulasi) Sistem ini berfungsi untuk mengedarkan darah dan cairan limfa diseluruh tubuh. dan mamalia ditemukan peredaran darah rangkap. vena dan kapiler. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Sistem pengeluaran (ekskresi) Sistem ini berfungsi membuang limba hasil metabolisme yang bersifat racun. Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. Pada vertebrata sistem peredaran darahnya tertutup yaitu dibangun oleh jantung serta pembuluh darah yaitu arteri. meliputi : a. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Organ tubuh yang mengeluarkan limba tersebut berbeda-beda. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi (Anonimb. dan kulit. paru-paru. Pada hewan vertebrata organ ekskresinya yaitu ginjal. kelenjar bulbo uretra dan vesikula seminalis. Sistem saraf tepi (perifer) yaitu saraf cranail dan saraf spinal serta saraf otonaomi. Sel-sel kelamin betina (ovum) dan spermatozoa berperan dalam perkembangbiakan yang bertujuan melestarikan jenis makhluk hidup. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. Sistem reproduksi Sistem ini berfungsi menghasilkan sel-sel kelamin dan hormon yang berkaitan dengan reproduksi. reptilia. Sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. dan mamalia. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit.

30 s. Prosedur Kerja 1. Jarum 4. Kelenjar paratiroid d. kelopak dan selaput tidur 2) Lubang hidung luar 3) Timpanum (i). Kapas c. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Kelenjar adrenal f. Mematikan Katak Mengambil segumpal kapas (sebesar ruas empu jari tangan). b. Skalpel d.c. Sedotan limun 2. B. 15. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan meletakkan di atas baki bedah. Katak sawah (Rana cancarivora) b. Botol pembunuh b.50 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. segera pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut. Pengamatan Luar a. Biarkan sampai katak mati. Pinset 3. Baki bedah c. Kelenjar pangkreas g.d. selaut pendengar . tutup dengan rapat. Membiarkan kapas dalam botol dan tutup rapat. Alat dan Bahan 1. lalu memasukkannya ke dalam kotak pembunuh. Gunting 2. Kloroform/eter pembius C. c. Mengamati bagian luar katak 1) Mata. 13 November 2009 Waktu : Pukul 13. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Kelenjar kelamin BAB III METODE PRAKTIKUM A. Alat bedah: 1. Kelenjar epifise e. membasahi dengan eter/kloroform.

Memeriksa perlekatan kulit pada jaringan otot. Paha (femur) b. Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan. Memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin. 3. Rektum yang belok ke kloaka. Pembedahan a. Mengamati bentuk gigi. Melalui celah itu. mengamati bentuk dan bagian: i. c. Lengan bawah (ante branchium) c. meraba dengan jari gelig pada rahang atas dan gigi former pada langit-langit. ada berapa lobus. sehingga terbentuk celah pada kulit perut. sehingga kulit perut bisa tersingkap. sehingga rongga mulut terbuka. sehingga membentuk celah. g. Jari-jari berselaput renang 7) Kloaka (menentukan letaknya). b. sehingga tidak mudah goyang. Melanjutkan pengamatan rongga perut yang berisi jeroan. Perahatikan pertemuannya. c. Membalik ke celah tadi. Runut terus usus halus sampa usus tebal. Dengan pingset menjepit membujur kulit bagian perut dekat paha. menggunting melintang di bawah pingset. b. Lambung di sebelah kiri hati. Menjepit pingset otot perut di samping linea alba. Mengamati bentuk dan warna: i. Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. mengamati bentuk dan perletakanya (mencatatnya). Betis (crus) c.4) Celah mulut 5) Tungkai depan : a. mengangkat sedikit. Dengan pingset menarik lidah keluar. d. 2. 4. Hanya pada tmpat tertentu kulit melekat pada otot. e. Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung scalpel sampai pecah. Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha. Bilik (ventrikel) ii. 8) Menggambar arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut di atas. Telapak bersatu (pes) d. Membuka celah mulut dengan skalpel dan pinset. Serambi (atrium) kiri dan kanan . Hati sebelah kanan. memasukkan ujung gunting yang tumpul dan guntinglah kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk. Memperhatikan bagian tengah otot perut. Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan. tampak jantung dalam selaput b. iii. dan menggunting melintang. f. Lengan atas (branchium) b. sehingga terbentuk semacam kantong (saccus). Tampak garis putih membujur sepanjang otot perut (disebut linea alba). menggunting ke arah pangkal kedua paha. iv. Telapak (manus) 6) Tungkai belakang : a. Arah kepala dari hati. Pengamatan Sistem Pencernaan a. Pengamatan Sistem Peredaran Darah a. mengangkat sedikit dan akan tampak duodenum dan pangkreas. ii. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam celah otot perut dan mulai menggunting ke arah kepala sampai bawah rahang.

6. Pengamatan Sitem Ekskresi dan Reproduksi (Urogenitalia) a. Pes (Telapak Berselaput) 12. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Mengamati bentuk dan warna paru-paru. Branchium (Lengan atas) 9. Jari-jari berselaput renang 13. Pengamatan Sistem Pernafasan a. meniup pangkalnya perlahan. Pada katak jantang ureter ini disebut juga ductus urospermatius.iii. Pembuluh nadi utama (trunkus ateriosus) yang keluar dari ventrikel kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan). d. Organ Visual 3. Dengan sedotan limun yang ujungnya dimasukkan kedalam lubang pangkal tenggorok (membuka mulut). Memperhatikan bagian sebelah kanan dan sebelah kiri lambung. c. akan tampak oviduk berupa saluran berkelok-kelok putih. Membuat gambar bagan sistem pernafasan katak. b. serta masentrium (jaringan ikat) yang memegangnya. 5. Linela alba 2. Melepaskan jantung dengan guntin. ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. menggembung paru-paru. b. c. Kloaka 14. Bentuk Luar Tubuh Keterangan : 1. pembuluh darah pada paru-paru. Pada katak betian. Anatomi Keterangan : 1. Hepar (Hati) . Cor (Jantung) 2. e. Menggambar bagian jantung dan memberi nama begian tersebut di atas. testis terletak di sebelah atas ginjal. Nares (Lubang Hidung) 2. Crus (Betis) 11. Selaput tidur 4. Mengangkat sedikit ovarium. Membuat gambar bagian sistem urogenitalia katak. Memberi nama bagian-bagiannya. Ante Branchium (Lengan Bawah) 8. Manus (Telapak) 7.bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjalmelalui vas efferensia. Akan tampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut. Melepaskan organ-organ pencernaan. Femur (Paha) 10. tersembul bagian paru-paru. Tympanium (Membran timpani) 6. Digiti (Jari) 5. bermuara pada kloaka sedang ujungnya berupa corong (ostium) ada di detak jantung. sehinga tampak batang tenggorok (trakea). Hasil Pengamatan 1. c. d. memulai dari lambung sampai pada rectum.

Illeum 7. Atrium Dexter 5. Vena cava posterior 4. Sistem Urogenitalia katak betina Keterangan : 1. Ren (Ginjal) 6. Pulmo (Paru-paru) 4. Kloaka . Hepar (hati) 4. Oviduk 4. Pilorus 4. Bronkiolus 4. Kloaka 6. Pulmo sinister 3. Pulmo dexter 6. Duodenum 3. Intestinium tenue (Usus halus) 9. Kloaka 7. Aorta 6. Intestinium crasum (Usus Besar) 10. Sistem Sirkulasi Keterangan 1. Uterus 5. Ostium tuba 2. Pulmo (paru-paru) 3. Atrium sinister 2. Ventriculus (lambung) 2. Vena cava anterior 5. Sistem Respirasi Keterangan 1. Jejenum 8. Uretra 8. Ventriculus (Lambung) 5. Badan lemak 3.3. Empedu 11. Bronkus 2. Sistem Dygestoria Keterangan : 1. Rektum 5. Ventrikel 3. Pankreas 9. Empedu 10.

Rektum 8. Uretra 7. telapaknya bersatu. Permukaan kulitnya halus dan agak licin dan berwarna-warni karena adanya butir-butir . kelenjar kelamin dan anus. c. b.. Gladula adrenalis 8. Testis 8. e. Badan Lemak 2. Ren 11. Lubang hidungnya ada dua dan berukuran kecil. Glandula Adrenal 10.6. selaput tidurnya terdapat di antara bola mata dan kelopak mata. Celah glottis 5. Mandibula (Rahang Bawah) 7. Dimana. Dua buah mata dan kelopak mata. Kantung suara 9. f. Dimana. antara lain : 10. Ureter 9. Saluran Urospermatika 3. Kloaka 4. memiliki kaki sebanyak lima ruas dan berselaput renang. Geligi kerucut (Vormer Dent) 3. Tympanum (selaput pendengar) ada dua di samping kiri dan kanan yang tidak jauh dari mata. d. Pada tungkai depan. Uretra 5.. Kloaka terdapat di bagian belakang dan berfungsi sebagai lubang pelepasan dari saluran ginjal. Lingua (lidah) 8. Ren 7. Sistem Urogenitalia katak Jantan Keterangan : 1. Rawan Aritenoid 6. Anatomi Mulut Katak Keterangan: 1. g. Keadaan Luar Katak Katak memiliki : a. Rektum 6. Pada tungkai berlakang. Mata (Orbita) 4. anatomi katak yang diamati pada percobaan tersebut. Maksila (Rahang atas) 2. Pembahasan Katak adalah salah satu contoh binatang amphibi yang merupakan hewan vertebrata yang dalam perkembangan hidupnya mengalami metamorfosis. jari-jarinya berjumlah empat ruas dan tidak berselaput. Pallatum (langi-langit) B. Ovarium 7.

c. usus lambung a. Akhirnya oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke sel-sel tubuh. Sistem respirasi a. terdiri dari : 1). sedangkan pada bagian perut tidak terjadi perlekatan kulit pada otot. b. sehingga memperluas permukaan. Dan di atas atrium terdapat percabangan yang disebut aorta. Paru-paru (pulmo) Paru-paru katak berupa sepasang kantong tipis dan elastis. terdapat di sebelah kiri dan di belakangnya terdapat duodenum dan pangkreas. pada katak merupakan saluran pendek menuju ke lambung. dalam usus makanan yang sudah lumat sari-sarinya diserap oleh pembuluh kapiler darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. yaitu cabang dari pembuluh nadi paru-paru kulit (arteria pulmokutanea) yang menyangkut darah kotor atau kaya CO2. Kelenjar ludah yang berfungsi membantu menelan makanan. jantungnya terdiri atas tiga ruang yaitu dua serambi dan satu bilik. jantungnya terdiri atas dua ruang yaitu satu serambi dan satu bilik. Setelah mejadi katak. pada rongga mulut berdifusi melalui selaput rongga mulut. Rongga mulut. 12. 2). di dalam kapiler kulit. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tunggal. garam-garam yang berlebih. air yang lebih akan diserapnya dan dikeluarkan. Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih. darah membebaskan CO2 ke udara dan mengikat oksigen dari udara bebas yang akan diangkut oleh pembuluh darah vena pulmokutanea ke jantung untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan. c. Kulit katak tipis. Lambung (ventriculum). d. Fungsi ginjal adalah menyaring darah. Kulit Pernafasan dengan kulit berlangsung efektif baik di darat maupun di air. Sistem urogenetalia Alat ekskresinya berupa sepasang ginjal dari kiri dan kanan. Warnanya merah kecoklatan. bentuknya memanjang dari depan ke belakang. permukaan dalam dindingnya mempunyai banyak lipatan. . lembab dan kaya kapiler darah. Dan pada bagian tengah otot perutnya terdapat garis putih membujur sepanjang otot perut yang disebut linea alba.  kerongkongan 11. 14. Ditambah dengan hati dan pankreas. selanjutnya dengan perantara celah tekak atau glotis dihubungkan dengan rongga mulut. Sistem dygestoria katak dimulai dari rongga mulut kloaka. 13. Usus (intestium). Gigi hanya terdapat pada rahang atas (gigi geligi) dan pada langit-langit (gigi vumer). b. sedangkan sisanya dibuang melalui kloaka. Dinding kantong yang tipis ini banyak dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. Kerongkangan (esofagus). Berfungsi untuk menangkap mangsa. Paru-paru katak berhubungan dengan bronkus. Di dalamnya makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi.pigmen dan sel pigmen atau kromotovora. ada di kanan dan di kiri. zat-zat sisa seperti urine. Sistem sirkulasi Pada fase berudu. 3). Dimana letak serambi (antrium) di atas ventrikel dan terbagi dua. Gigi tersebut dapat tumbuh kembali apabila mengalami tangal. Selaput rongga mulut Selaput ini juga digunakan untuk memasukkan oksigen yang terkandung di udara. Lidahnya (lingua) bercabang dan terletak pada rahang bawah bagian depan. Perlekatan kulit hanya terjadi pada tungkai belakang dan tungkai depan.

Pembuahan katak bersifat ovivar (bertelur). Anonimb. sistem ekskresi B. Halifah. .google. Zoologi. W. Pada katak betina terdapat sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. Pembuahannya berlangsung di luar tubuh (fertilisasi eksternal) tetapi katak tidak mempunyai alat kelamin luar. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. 2. http://www. paha. Jakarta: Erlangga. pelupuk mata dan selaput tidur. 1999. Jurusan Biologi FMIPA UNM. lubang hidung. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. Struktur Hewan. Sistem Pernafasan Vertebrata. 3. Muara saluran urine. Saran 1. Radiopoetro . Erlangga. telapak tangan dan digiti. Jakarta. http://www. lengan bawah. Jurusan Biologi FMIPA UNM. sistem respirasi. Katak memiliki berbagai macam sistem organ. 2.com/.com/. DAFTAR PUSTAKA Anonima. Biologi Universitas. Kesimpulan Bagian-bagian katak yang tampak dari luar adalah mata.poetoegaul. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 1. 2009. telapak bersatu. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat praktikum agar alat-alat praktikum tidak cepat rusak dan juga agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. diantaranya sistem pencernaan. 1992. Pada masa kawin sepasang katak akan ampleksus (katak jantan menempel pada punggung katak betina. Katak jantan memiliki sepasang testis yang terdapat diatas ren. Pagarra. jari-jari berselaput renang. Bagian belakang ovarium terdapat oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih yang bermuara pada kloaka sedang ujungnya burupa corong yang berada di dekat jantung. selaput pendengar. 2009. Dan memberikan penjelasan tentang apa-apa yang diamati. sperma akan melalui saluran fasa deferensia menuju ke kloaka. sistem sirkulasi. Diakses tanggal 19 November 2009. Kimbal. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik seperti gunting yang sudah kurang tajam. sistem reproduksi. saluran kelamin dan saluran pencernaan akan menyatu di kloaka. 2009. Testis berfungsi menghasilkan spermatozoa. Diakses tanggal 19 November 2009. lengan atas. betis. 2004.Kantong kemih ini berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. dan kloaka. Makassar. Seri Pembelajaran Struktur Hewan. Tim Pengajar.

SISTEM PERNAPASAN VERTEBRATA Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. apabila rongga mulut mengecil. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. Pada katak terjadi vertilisasi eksternal karena pada katak pembuahan terjadi di luar tubuh. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ini adalah : a) Intern b) Ekstern 3. reptil. manfaat nya adalah agar lidah katak cepat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsanya. 7. b) Melanfora mengandung pigmen melanin menyebabkan warna coklat dan hitam. Katak digolongkan kedalam kelas amphibi karena katak dapat hidup di dua tempat. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. katak. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru a. b) Eksresi. Darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika meninggalkan jantung karena hanya memiliki satu ventrikel (bilik) sehingga darah dari tubuh yang akan keluar melalui aorta bercampur. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. 6. 2. c) Guanfora mengandung kristal guanin yang menyebabkan warna biru. maka udara didalam paru-paru yang banyak mengandung karbondioksida keluar melalui koana. belut jeung. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Hati dan pankreas bukan merupakan saluran pencernaan. atau hagfish). serta hewan menyusui. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. apabila rongga mulut mengecil maka udara masuk ke celah-celah terbuka menuju ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas sehingga oksigen di ikat oleh darah yang ada didalam kapiler dinding paru-paru. Warna kulit katak berubah-ubah karena katak mempunyai kromatophor (sel pigmen) yang terdiri atas : a) Xantopras mengandung pigmen kuning. 5. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. "lintah laut". Sistem Pernapasan Pada Katak Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. tetapi termasuk dalam sistem pencernaan karena pada hati dan pankreas terdapat enzim yang dapat melumatkan makanan sehingga dapat dicerna oleh usus halus. burung. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. Pangkal lidah katak melekat pada ujung crinial dari rahang bawah. 4. Katak tidak dapat melakukan pernafasan perut karena katak tidak terdapat tulang rusuk dan sekat rongga dan mekanisme pernafasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut. Kecuali jenis-jenis ikan. .Makassar. Waktu katak masih berbentuk larva. Jawaban Pertanyaan 1. Cara katak menarik dan mengeluarkan nafas adalah : a) Inspirasi. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. yaitu katak muda hidup di dalam air dan katak dewasa hidup di darat. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.

usus besar. dicerna. Kelenjar pencernaan. Pada hewan daratan misalnya katak. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. Suhaedir Bachtiar. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. lambung. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok.S. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. Asisten. Saluran pencernaan. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Desember 2009 Koordinator Asisten. sumber vitamin dan mineral LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. Makassar. usus halus. Apabila insang ini bergetar. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Seiring dengan pertumbuhan berudu. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. meliputi rongga mulut. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. Mustaina Basir NIM. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. rektum dan anus. Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. Perbedaan jenis makanan. kerongkongan. diabsorpsi. faring. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. cara mengambil makanan. b. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. Pada vertebrata. STRUKTUR HEWAN Katak memiliki organ pencernaan. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa.Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah.pd. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. memperbaiki jaringan yang rusak. 061404016 . Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam.

Enzim sangat penting dan berpengaruh dalam tubuh makhluk hidup. maka dari itu dibutuhkan biokatalisator untuk mempercepat pembentukan energy. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kerja enzim. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. H. selama enzim tersebut tidak rusak. Latar Belakang Dalam menjalani kehidupannya manusia bekerja membutuhkan energi. yang dimana diambil pH faktor yang diamati. maka kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh pH terhadap aktivitas enzim.S. dan penghambat (inhibitor). Suatu reaksi kimia dapat terjadi dalam tubuh sanagat lambat didalam tubuh. Oleh karena enzim berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi. Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. NIP. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan sangat lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . misalnya di dalam tubuh hewan berdarah panas. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi reaksi-reaksi kimia. Hampir semua enzim dalam tubuh merupakan protein. M. Hamka L. maka apa yang akan terjadi dengan tubuh kita. Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27 oC (suhu ruangan). yaitu suhu. Dosen Penanggung Jawab Drs. Enzim memegang peranan yang sangat penting dalam reaksi metabolisme dalam tubuh. Reaksi reaksi kimia kompleks dalam tubuh akan berlangsung sangat sangat lambat jika tanpa enzim. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui cara kerja suatu enzim dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut.. Atau pada suhu 39 oC. Sebagai contoh reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa yang merupakan sumber energi utama kita berlangsung lama. maka jumlahnya tidak perlu banyak. berpikir dan kegiatan lainnya membutuhkan energi. namun enzim bila dalam reaksi tersebut ditambahkan enzim maka reaksi tersebut akan berjalan dengan cepat. Respirasi. Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase. bergerak. padahal kita setiap saat harus beraktivitas. pH. Lalu apa yang akan kita gunakan nantinya jika proses pembuatannya lambat sedangkan keperluan kita begitu besar.Mengetahui. hasil akhir. C. Namun tekadang proses pembenukan energi ini lambat dalam bekerja. misalnya pada tubuh tumbuhan. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Karena hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali.

sebagai biokatalisator. tripsinogen harus diaktifkan terlebih dahulu oleh enterokinase (suatu aktivator yang dihasilkan oleh dinding usus halus) manjadi tripsin yang kemudian dapat melakukan pemecahan protein (Janice. Dewasa ini telah banyak ditemukan berbagai enzim dalam makhluk hidup. Menurut Kuhne seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi dalam tahun 1878 enzim berasal dari kata in+zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Bila zat ini tidak ada. pada sistem pencernaan. 6. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. 1982). bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. Menurut Anonimb (2009). 2003). Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. contoh ektoenzim: amilase. Salah satu enzim yang terdapat dalam tubuh adalah milase. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia.Enzim dapat ditemukan baik pada hewan maupun pada tumbuhan. atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. Enzim tersebut dapat menghidrolisis amilum menjadi gula (Tim Pengajar. seng. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim (Lehninger. meskipun ada juga yang . Biokatalisator. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. Pada tahun 1962. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Enzim adalah biokatalisator yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Sebagai contoh. Thermolabil. 2009). Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. maltase. Dapat diketahui pula bahwa banyak enzim yang terdiri atas bagian yang berupa protein dan bagian yang lain yang bukan protein. 2009). Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Nama lain dari amylase adalah diastase. Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh suatu aktivator sehingga fungsional. Kebanyakan enzim ini terdapat dalam protoplasma dan sedikit beraa dalam dinding sel atau vakuola. enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupamolekul-molekul besar. berbagai enzim dibentuk dalam keadaan tidak aktif and diberi nama zimogen. yaitu enzim urease yang diperolehnya dari biji polongan (Lehninger. 3. maka proses-proses tersebut berjalan lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. 1982). 4. seorang ahli bernama Sumner berhasil memisahkan suatu enzim dalam bentuk kristal. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Bagian tersebut dinamakan Apoenzim dan bagianyang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Di dalam tubuh makhluk hidup. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa (Anonima. mudah rusak. sebagai contoh. tembaga. biasanya berupa logam seperti besi. 2. Zat tersebut dikenal dengan nama fermen atau enzim (Janice. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas. 2003). 5.

Kekhususan suatu enzim berhubungan dengan adanya kesesuaian antara bentuk tempat aktifnya dengan bentuk substratnya. Ikatan ion dan daya tarik antara gugus hidrofobik dari dua molekul itu akan secara sendiri-sendiri atau bersama mengikat substrat pada enzim. Cu++. Mg++. Namun demikian. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Ketika substrat memasuki tempat akti. Kebanyakan dari interaksi ini bersifat lemah. Kecocokan terinduksi (induced fit) ini miripdengan jabtan tangan yang sangat erat. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kofaktor dapt berupa suatu ion metal seperti Zn++ (suatu kofaktor karbonat anhidrase). 2009). Agar dapt melakukan tugasnya. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. contoh : lipase. K+. 15. Banyak enzim tidak akan bekerja tanpa adanya suatu zat nonprotein tambahan yang disebut kofaktor. 1992). tetapi ikatan hydrogen. Mn++. 1992).10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. keasaman. Jadi molekul substrat harus cocok dengan suatu permukaan komplementer molekul enzim seperti sebuah kunci dengan lubang kunci (Kimball. Pada umumnya daya yang mengikat enzim dengan substratnya bukan ikatan kovalen. Atau kofaktor dapat berupa suatu molekul organic kecil yang disebut koenzim. agar ikatan antara substrat dan enzim cukup kuat. atau Na++. 20 Desember 2009 Waktu : Pukul 01. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan.mengkatalisis reaksi dua arah. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. mak enzim akan terinduksi untuk mengubah bentuknya sedikit sehingga tempat aktif akn lebih pas mengelilingi substrat itu. suatu enzim harus menyatu biarpun hanya sebentar. enzim bersifat spesifik.d. Kedua molekul harus sangat berdekatan dan meliputi suatu area yang cukup luas agar sejumlah daya tarik yang lemah ini dapat beroprasi. Alat dan Bahan . Karena itu. Koenzim dapat terikat erat (ikatan kovalen) pada bagian protein dari enzim sebagai gugus prostetik. Kecocokan terinduksi ini akan membaw gugus kikiawi tempat aktif itu keposisi yang meningkatkan kemampiannya untuk mengkatalisis reaksi kimiawi (Campbel. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. 8. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. terutama adalah substrat. tempat aktif itu bukanlah suatu tempat penerima yang kaku bagi substrat tersebu. kofaktor dan inhibitor. Fe+. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor.30 s. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor (Anonima. Terutama jika atom-atom yang bersangkutan tidak berada didalam jarak yang amat dekat. Di luar suhu atau pH yang sesuai. dengan paling sedikit satu dari zat yang bereaksi. suhu. 7. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. 2000). Lainnya dapat terikat secarta longgar atau malah hanya sementara pada waktu enzim tersebut melaksanakan fungsi kualitatifnya (Kimball. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. B. Bekerjanya spesifik .

2. Aquades C. Tabung 1 sampai 3 dikelompokkan menjadi tabung I. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatatnya. mengecek pH dan mencatatnya. Tabung reaksi besar 5 buah d. 3. 6. Larutan fehling A dan B d. tabung 10 menjadi Tabung IV dan tabung ke 11 di jadikan Tabung V. 2. tabung 4 sampai 6 dikelompokkan menjadi tabung II. Menyiapkan 11 buah tabung reaksi dan mengisikan ke dalam masing masing tabung tersebut 1 ml larutan amilum. Kemudian menambahkan 1-2 tetes larutan NaOH. Tabung V ditambahkn 1-2 tetes larutan Fehling A dan B. Stopwatch 2. Tabung kemudian dikelompokkan menjadi lima bagian. Kertas lakmus (kertas pH) h. Prosedur Kerja 1. Kemudian cek pH nya. kemudian dipanaskan selama beberapa menit. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . kemudian mencatat warnanya. Gelas ukur i. dan selanjutya diperlakukan sama seperti no. mengecek pH dan mencatatnya. Larutan HCl f. Mortar dan pistilium c. Larutan JKJ e. mengecek pH dan mencatatnya. tabung 7 sampai 9 di kelompokkan mejadi Tabung III. b. Pada tabung II ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Larutan NaOH g. Panaskan ke3 tabung. Tabung a setelah 10 menit ditambah larutan Fehling A dan B. mencatat warnanya. Membandingkan warna yang terjadi pada tabung I – V.1. Lampu spiritus h. Pada tabung IV ditambahkan 1-2 tetes larutan JKJ. Tabung b setelah 10 menit diperlakukan sama seperti tabung a. 4. Ke3 tabung reaksi diberi label a. Tabung c setelah 15 menit diperlakukan sama seperti tabung a. kemudian membuat tabel dan menyimpulkannya. Tabung reaksi kecil 9 buah e. 2. c. Centrifuge dan tabung centrifuge b. Pada tabung III ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Kertas saring i. Larutan amilum c. 3. 5. Pipet f. dan selanjutnya diperlakukan sama seperti no. Kecambah kacang hijau b. Pada seluruh tabung I dimasukkan ekstrak kecambah (supernatan). Kemudian menambah 1-2 tetes HCl encer. Rak tabung reaksi g. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a.

Setelah itu ditambahkan pula 1 – 2 tetes larutan HCl 10%. diisi amilum kemudian ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah lalu ditambahkan pula 1-2 tetes larutan NaOH 1%. setelah 15 menit dipanaskan. kemudian ditambahkan ekstrak kecambah.A. Setelah itu. Tabung III Pada tabung ini. berarti enzim tidak bekerja maksimal. Setelah itu. kemudian dipanaskan. larutan tersebut dalam suasana basa. Hal ini menandakan bahwa ezim pada supernatan yang ditambahkan belum bekerja secara maksimal dalam mengubah amilum menjadi glukosa. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda hijau muda kekuningan ++. Hasil Pengamatan Tabung pH Warna Awal Akhir Awal Akhir I a 6 5 Biru Muda Biru Kehijauan b 6 5 Biru Muda Hijau Muda c 6 5 Biru Muda Hijau Muda II a 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan ++ b 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan +++ c 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan + III a 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan ++ b 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan + c 6 10 Biru Muda Hijau Kebiruan IV 6 Putih Biru Kehitaman V 6 Biru Muda Biru Muda Bening B. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan fehling A dan B kemudian dipanaskan. setelah 10 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Pada tabung c. Pembahasan 1. Setelah itu diukur pH-nya dan ternyata pH yang diperoleh adalah 6. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Biru Kehijauan. Setelah 5 menit tabung a ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. larutan yang semula berwarna biru muda berubah menjadi hijau muda kekuningan +. Kemudian tabung b diperlakukan seperti tabung a setelah 10 menit. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase pada supernatan telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. diisi larutan amilum sebanyak 1 ml ke 3 buah tabung reaksi yang diberi label a. Tabung I Pada tabung ini. Hal ini menandakan bahwa enzim pada tabung b bekerja lebih baik dibandingkan dengan tabung a. b dan c. setelah 15 menit larutan berubah sama seperti tabung b yaitu hijau muda. Tabung II Pada tabung ini diisi amilum kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. Setelah itu. dan mengalami perubahan warna hijau muda kekuningan +++. 2. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi hijau muda Setelah itu tabung c juga diperlakukan seperti tabung a. Hal ini juga mengindikasikan bahawa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. larutan berada dalam suasana asam. Tabung b. masing masing tabung diberi label a. b dan c. Kemudian larutan diberi label a. b dan c. dan ternyata berubah warna dari biru muda menjadi Hijau Kekuningan . 3.

Tabung IV Pada tabung ini yang berisi amilum yang ditambahkan 1-2 tetes JKJ. Namun perubahan warna yang terjadi pada percobaan ini tidak sesuai dengan teori. Karena perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim. II. Sebaiknya laboratorium memperhatikan alat-alat yang akan digunakan oleh praktikan. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Alat-alat yang digunakan mungkin tidak terlalu bersih sehingga terjadi pencampuran zat. Saran 1. Hal ini menandakan bahwa amilum tidak mengandung glukosa. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Hijau kekuningan. Pada tabung I. Kekurang telitian saat penghitungan waktu.++. dan III. 2. 3. perubahan warna ini juga dapat diartikan bahwa enzim telah bekerja dalam larutan tersebut. DAFTAR PUSTAKA Anonyma. Diakses tanggal 2 Desember 2009. c. Bahwa. ditambahkan 1-2 tetes fehling A dan B dan larutan menjadi biru muda. Dengan adanya perubahan warna tersebut menandakan bahwa enzim amilum pada setiap tabung telah bekerja. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda berubah menjadi Hijau Kekuningan +. B. antara lain : a. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah. Tabung V Pada tabung ini yang berisi amilum. 2009. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. . Setelah itu dipanaskan selama 2 menit larutan berubah warna dari biru muda menjadi biru muda bening. 4. 5. dan terjadi perubahan warna dari putih menjadi biru kehitaman. Hal ini menandakan bahwa larutan ini mengandung amilum. Agar dalam melakukan percobaan mahasiswa harus memperhatikan setiap alat-alat yang digunakan harus bersih dari zat-zat kimia. Pada tabung IV dan V digunakan sebagai kontrol terhadap perubahan warna yang terjadi pada tabung I. Menurut teori perubahan warna yang terjadi jika enzim telah bekerja adalah dari putih keruh menjadi orange. Hal ini menandakan enzim pada ekstrak kecambah telah bekerja secara maksimal dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Dari pencampuran zat inilah menyebabkan terjadinya perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. II. dan III terjadi perubahan warna. sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya. Tabung b setelah 10 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. http://id. Agar dalam melakukan percobaan tidak mengalami kegagalan.wikipedia. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Suhunya mungkin tidak sesuai dengan suhu optimum dimana enzim bekerja. pH sangat berpengaruh terhadap kerja suatu enzim. walaupun terjadi perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Tabung c setelah 15 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Enzim.org/Wiki/Enzim. b. Perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung menandakan bahwa enzim pada setiap tabung tersebut bekerja.

http://bebas.vlsm. Enzimonologi terutama dipelajari dalam Kedokteran. Dalam dunia pendidikan tinggi. Ekstrak enzim dari biji kecambah dicentrifuge agar dapat memisahkan antara ekstrak kecambah dengan endapan kecambah.L. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. D. Hal ini akan menyebabkan enzim . Wijaya. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Di luar suhu atau pH yang sesuai. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.Anonymb. Erlanga. Molekul yang Terlibat Dalam Metabolisme. suhu. 1992. Jakarta. Diakses tanggal 2 Desember 2009. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Tim Pengajar. 2003. Campbel. Enzim Model Komputer enzim nukleusiada purin fosforilase Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Biologi Jjilid 1. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Guna larutan JKJ yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa dan karbohidrat pada ekstrak kecambah. 2009. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Sebagai contoh. Lehninger. Jurusan Biologi FMIPA UNM. kofaktor dan inhibitor. ilmu panagan. Ganesa Exact. 2. 1982. Bandung. N. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia.org/. Kimball. Erlangga. Janice. A. dan cabang-cabang ilmu pertanian. Maggy Thena. teknologi pengolahan pangan. keasaman. Erlangga. Guna larutan fehling A dan B yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa yang terkandung pada ekstrak kecambah yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Makassar. 2009. Biologi Tesis. Dasar-dasar Biokimia. Hal-Ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimonoligi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. terutama adalah substrat. 2000. Biologi Dasar. Jawaban Pertanyaan 1. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. Jakarta. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Jakarta. enzimonologi tidak dipelajari tersendiri sebagi satu jurusan tersendiri tetapai sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini.

5. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Respirasi” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. enzim bersifat spesifik. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah. contoh : lipase. 7. 3. 4. Bekerjanya spesifik . contoh ektoenzim: amilase. 196212311987021005 . Dosen Penanggung Jawab Drs.kehilangan fungsinya sama sekali. NIP. Hamka L. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. maltase. 1. Mustaina Basir NIM. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. mudah rusak. M. Biokatalisator. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Thermolabil. Makassar. Dasember 2009 Koordinator Asisten. 6. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. Molekul Yang Terlibat DAlam Metabolisme Sifat-sifat enzim Enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. Suhaedir Bachtiar.pd. sebagai biokatalisator. H. Asisten..S. 061404016 Mengetahui. 8. 2.S. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.

Metabolisme dapat dibedakan menjadi dua macam. mengeluarkan sisa-sisa makanan. Membuktikan bahwa organisme hidup membutuhkan oksigen untuk respirasinya. menanggapi rangsangan. 2003). mencari makanan. Membandingkan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya. Ada yang kuliah. Salah satu car yang dipakai oleh sel untuk memanfaatkan asam piruvat adalah sebagai bahan baku respirasi sel. Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh. 2.BAB I PENDAHULUAN A. maka proses tersebut merupakan proses penyimpangan energy. seseorang yang dalam keadaan berbaring juga melakukan kerja. Salah satu contoh dari metabolisme adalah respirasi. Bekerja tidak hanya dalm hal itu. dan reproduksi. B. Latar Belakang Setiap hari manusia bergerak dan melakukan aktivitasnya masing-masing. belajar. Darimana energi diperoleh? Sumber energi utama bagi makhluk hidup di bumi adalah matahari. Asam piruvat berfubgsi sebagai ekseptor electron yang telah dipisahkan dari PGAL. yaitu suatu reaksi kimia antara sari-sari makanan dengan oksigen. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul respirasi. yaitu reaksi penyusunan (anabolisme) dan reaksi penguraian (katabolisme). Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui kebutuhan oksigen suatu organisme untuk melakukan respirasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi. mengajar dan lain-lain. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan persenyawaan kimia untuk berbagai keperluan hidupnya. bergerak. Selanjutnya energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan berpindah kemakhluk hidup lain pada saat tumbuhan dimakan oleh makhluk hidup tersebut. Energi matahari ditangkap tumbuhan dan diubah menjadi persenyawaan kimia. Energi itu digunakan untuk tumbuh. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam. Pembebasan energi tersebut melalui proses oksidasi biologi. energi yang dibebasjkan digunakan untuk peoses hidup lainnya seperti sintesis protein dan pertumbuhan (Jenice. Asam laktat mengandung lebih banyak energy dari pada asam piruvat. Sebagian . Untuk dapat melakukan semua kegiatan manusia memerlukan energi Semua makhluk hidup memerlukan energi. Tanpa energi semua proses kehidupan akan terhenti. baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. Tujuan 1. Kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi setiap makhluk hidup berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran berat tubuh makhluk hidup tersebut. Proses ini dikenal dengan metabolisme. C. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis dan berat tubuh makhluk hidup terhadap kebutuhan oksigennya. Pada hakekatnya reduksi asam piruvat menjadi asam laktat (atau etanol dan CO2) adalah proses anabolic yang memerlukan energy. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Respirasi atau pernafasan adalah pembebasan energi dari sari-sari makanan di dalam sel-sel tubuh. Respirasi adalah proses pengikatan oksigen (O2) dan pelepasan karbondioksida (CO2) untuk menguraikan bahan makanan untuk menghasilkan energi.

Pada tumbuhan hijau proses fotosintesis hanya terjadi pada pagi hari dan siang hari. Respirasi terjadi di dalam sel setiap sel hidup dan berlangsung dengan berbagai cara. maka persamaan reaksi kimianya adalah : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi Adapun energi yang dihasilkan dalam reaksi kimia di atas sebesar 675 kalori. Apabila substrat yang dioksidasi berupa glukosa. Dari reaksi di atas tampak jelas bahwa dalam pernafasan akan dihasilkan gas CO2 dan H2O serta energi. 2004). Oksigen dan sari-sari makanan masuk ke dalam sel-sel tubuh kemudian terjadilah proses oksidasi (pembakaran) yang membebaskan energi dan menghasilkan karbondioksida (CO2) serta air (H2O) (Goldsten. tumbuhan juga bernafas. respirasi anaerob sangat merugikan tumbuhan karena hal-hal sebagai berikut : 3. b. ulat. . Proses oksidasi selain membebaskan energi juga akan menghasilkan karbondioksida dan air. sehingga pada siang hari lebih aktif melakukan fotosintesis dari pada pernafasan (Ali. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan (Anonim. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. akan tetapi dapat juga bersifat anaerob. Dibandingkan dengan pernafasan aerob. Pernafasan anaerob terjadi pada tumbuhan tingkat rendah seperti bakteri dan jamur. Tumbuhan bernafas sama halnya dengan manusia dan hewan yaitu menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbondioksida (CO2) serta air (H2O). 1992). akan tetapi jika tidak ada oksigen organisme ini akan menguraikan senyawa lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. 2009). Proses ini menghasilkan sedikit tenaga.keuntungan yang didapat dari oksidasi PGAL menjadi hilang. Setiap tahap dalam respirasi melibatkan enzim dan pada beberapa tahap terjadi pembebasan energi. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Pernafasan ini berlangsung pada mitokondria. Energi yang terjadi dalam proses respirasi tersebut dipindahkan ke molekul lain dan dapat digunakan untuk reaksi-reaksi yang lain. Respirasi ini tergantung pada pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. Energy yang kita dapatkan dari bahan bakar yang kita pakai paling banyak hanya 7% (Kimball. Respirasi anaerob (respirasi intramolekuler) Respirasi anaerob adalah proses pernafasan yang tidak memerlukan oksigen. Respirasi yang terjadi di dalam sel dikenal dengan nama respirasi jaringan. Dalam jumlah satuan zat yang sama akan diperoleh energi yang lebih rendah. Enzim merupakan substansi organik yang dihasilkan oleh sel dan dalam respirasi berfungsi sebagai katalisator (mempercepat reaksi) kimia yang berlangsung pada tubuh organisme. 2005) Menurut Jenice (2003). Anaerob obligat adalah makhluk hidup yang hanya dapat hidup tanpa adanya oksigen. Makhluk hidup yang melakukan respirasi anaerob dibagi menjadi dua yaitu : a. Anaerob fakultatif yaitu organisme yang pada dasarnya aerob. jika terdapat oksigen bebas maka organisme tersebut menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energinya. 4. Karena proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. yaitu : 3. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Artinya. Misalnya pada pernafasan aerob dihasilkan 675 kalori sedangkan pada respirasi anaerob dihasilkan 28 kalori. Respirasi aerob (respirasi intraseluler) Respirasi aerob adalah suatu proses pernafasan yang memerlukan oksigen. Karbondioksida dan air merupakan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dari dakam tubuh. Pernafasan ini terjadi pada sel yang tidak berhubungan dengan udara. Sepertihalnya manusia dan hewan. jika ditinjau dari ada tidaknya oksigen yang dibutuhkan proses respirasi terbagi atas dua.

Neraca 5. Dua set respirometer simple 2. Menutup tabung respirometer dengan penutupnya yang berhubungan dengan kaca berskala. Mengambil 1 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 1 ekor kecoa (Blatta orientalis) dengan ukuran berat tubuh yang sama.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai II Timur FMIPA UNM. 4 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Sering dihasilkan senyawa sampingan yang menjadi toksin bagi organisme tersebut. Larutan eosin e. Nilai RQ ini dapat berfariasi tergantung pada bahan untuk respirasi. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. dan kondisi-kondisi lainnya seperti suhu (Goldsten. 2004). Percobaan I 1. B. Hal ini tergantung pada jenis bahan yang digunakan. kemudian meletakkannya pada sandarannya. KOH kristal d. Memasukkan belalang ke dalam tabung respirometer A dan kecoa ke dalam tabung respirometer B. Prosedur Kerja a. Vaselin c. 5. 2. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: 1. Kapas b. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Pipet kecil 3. Stopwatch / Jam tangan 4.4. Persamaan reaksi kimia pernafasan ini dapat dituliskan seperti : C6H12O6 2 C2HOH + 2 CO2 + 28 Kal Pada pernafasan aerob jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi tidak selalu sama. 3. Mengolesi dengan vaselin sambungan tabung respirometer dengan penutupnya untuk . Kecambah kacan hijau dan kacang hijau (Phareolus radiatus) f. Membungkus dengan kapas tipis 2 butir kristal KOH. 4. sempurna tidaknya respirasi. Spoit 2. Alat dan Bahan 1. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient (RQ). 2 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 2 ekor kecoa (Blatta orientalis) C. BAB III METODE PRAKTIKUM A.30 – 15. kemudian memasukkannya ke dalam di leher tabung respirometer.

6. kemudian memcatat jarak pergeseran eosin mulai dari skala 0.80 Tabel hasil pengamatan percobaan II Kecoa (Blatta orientalis) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (0.36 0. melakukan percobaan III dengan menggunakan kecambah kacang hijau dan kacang hijau dengan berat yang sama. 2. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan.18 0.56 0.37 0. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.80 Tabel hasil pengamatan percobaan III Kecambah Kacang Hijau (Phareolus radiatus) Keadaan Pengamatn Ke 12345 Memiliki kulit 0. Analisis Grafik Gravik hubungan antara antara waktu dan konsumsi oksigen Belalang Kecoak .56 0.81 Kecil (0.21 0. Hasil Pengamatan Tabel hasil pengamatan percobaan I Belalang (Dissosteria carolina) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (1.9 g) 0.66 0.13 0.66 0.25 0. 2.36 0.Kecil (0.07 0. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.13 0.4 g) 0. Percobaan II 1.39 B. Percobaan III 1.36 0. c. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.mencegah kebocoran. 8. Menetesi larutan eosin pada ujung pipa berskala sampai ada yang masuk ke dalam salurannya.45 0.19 0.0 atau eosin tidak bergerak lagi.31 0.59 Kulit dilepas 0. b. melakukan percobaan II dengan menggunakan belalang dengan ukuran berat tubuh yang berbeda.6 g) 0. Mengamati pergeseran eosin sepanjang saluran pipa kaca berskala.92 .0 setiap 1 menit.51 0. Melakukan pengamatan sampai eosin tiba pada skala 1.52 0. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan.19 0.0 g) 0.36 0. 7.22 0.

= 0. Analisis Percobaan 1. Percobaan II Rata-rata konsumsi oksigen kecoa 1. Belalang kecil (0. 0.9 g) Konsumsi oksigen = 0.16 2.80 Waktu = 5 .81 Waktu = 5 .Kecambah kacang hijau C.I62 2.306 Vol/Menit. antara belalang dan kecoa dengan selang waktu satu menit didapatkan bahwa kecepatan bernafas kecoa lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0.92 Waktu = 3 . . Belalang besar (1. = = 0.0 g) Konsumsi oksigen = 0.36 Waktu = 5 .6 g) Konsumsi oksigen = 0.16 3. Sedangkan kecepatan bernafas belalang lebih lambat karena kecepatan bernafasnya hanya 0. Percobaan I Rata-rata konsumsi oksigen belalang 1. Meiliki kulit Konsumsi oksigen = 0.118 2. jika dibandingkan kecepatan respirasi spesies yang berbeda dan berat yang hamper sama. Kecoa kecil Konsumsi oksigen = 0. Pembahasan Pada percobaan I.306 2. 0. Percobaan III Rata-rata konsumsi oksigen kecambah kacang hijau 1. Kecoa besar (0.162 Vol/Menit. Dilepas kulitnya Konsumsi oksigen = 0.59 Waktu = 5 .80 Waktu = 5 .072 D. = = 0. = 0.

antara belalang yang berukuran besar dengan berat 1. Banyaknya oksigen yang dibutuhkan suatu organisme untuk melakukan respirasi berbedabeda.. Penuntun Praktikulum Mikrobiologi Dasar. Jakarata. DAFTAR PUSTAKA Ali. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. Anonim. berat. B.16 Vol/Menit.com/. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Respirasi Anaerob. D. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun tumbuhan tersebut berjenis dan berat sama namun jika jaringan tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi juga berbeda. Biologi Tesis. Setiap makhluk membutuhkan oksigen dalam melakukan proses respirasi. Philip. Janice. Praktikan harus teliti melihat penunjukan respirometer dan berhati-hati dalam menggunakan alat-alat praktikum. 2. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan respirasi kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. antara kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit dan kecambah yang telah dilepas kulitny.162 Vol/Menit.6 gram. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan bernafas belalang yang berukuran besar adalah 0. A.Hal ini menunjukkan bahwa setiap organisme memerlukan jumlah oksigen yang berbeda untuk melakukan respirasi. PT Ikrar Mandiri Abadi. Laboratorium sebaiknya menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan dibutuhkan dalam praktikum. 2003. 2. Banyak atau sedikitnya oksigen yang dibutuhkan akan mempengaruhi kecepatan respirasinya.forumsains. Jakarta. Hal ini pun sesuai dengan teori. 2009. hal ini dapat dipengaruhi oleh jenis. Makassar. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Diakses tanggal 10 Desember 2009. Saran 1. http://www. yang mengatakan bahwa semakin besar atau semakin berat tubuh suatu organisme maka kebutuhan oksigennya pun lebih banyak. aktivitas dan keadaan tubuhnya. 2004.0 gram dengan belalang yang berukuran kecil dengan berat 0. Goldsten. . Pada percobaan III. Sedangkan belalang yang berukuran kecil mempunyai kecepatan bernafas sebesar 0. yaitu dengan jenis tumbuhan dan berat yang sama namun dengan jaringan tubuh yang berbeda.118 Vol/Menit. Erlangga. yaitu dengan spesies yang sama namun berat tubuh yang berbeda. Pada percobaan II. 3. 2005. Sedangkan untuk kacang hijau yang tidak berkecambah kecepatan respirasinya hanya 0. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun suatu organisme jenisnya sama namun jika ukuran tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigennya untuk melakukan respirasi pun berbeda. dan Yusmina H. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.072 Vol/Menit. ukuran.L.

2007. Semasa tiada oksigen. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. 2. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. Tumbuhan pula mengurangi glukosa kepada etanol dan karbon dioksida serta membebaskan tenaga.Kimball.forumsains. Larutan eosin yang diteteskan pada pipa kaca berskala bergerak karena organisme yang ada pada tabung tersebut melakukan proses respirasi sehingga menyebabkan volume oksigen yang berada dalam tabung respirometer berkurang sehingga menyebabkan udara yang berada pada pipa kaca berskala terisap masuk ke dalam tabung sehingga larutan eosin yang berada pada pipa kaca berskala juga ikut terisap sehingga larutan tersebut bergerak. Jurusan Biologi FMIPA UNM. ulat.com / LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Kebakaan” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. 1992. Jawaban Pertanyaan 1. Makassar. Secara ringkasnya. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Biologi Jjilid 1. Jakarta. Respirasi anaerob juga dianggap sebagai penguraian tidak lengkap karena tenaga masih boleh dibebaskaqn apabila etanol diuraikan http://www. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Desember 2009 Koordinator Asisten. Fungsi KOH yaitu untuk mengikat karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh hewan dan tumbuhan yang ada pada tabung respirometer. . Erlanga. hewan menguraikan glukosa kepada asid laktik dan membebaskan sedikit tenaga. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar. Asisten. Tim Pengajar.

196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A.. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul kebakaan. Pewarisan sifat organisme melalui perkembangbiakan secara kawin ternyata mengikuti pola tertentu.pd. Adanya perbedaan ciri itu menyebabkan kita dapat membedakan individu-individu dalam sekelompok makhluk sejenis. M. Tujuan Membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. B. M. Untuk membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Pernahkah anda memikirkan bagaimana seorang anak memiliki kemiripan dengan orang tuanya apakah itu ayah ataupun ibunya. Didasari oleh pola pewarisan sifat yang dirintis oleh Mendel. Gen-gen tersebut tersimpan di dalam inti sel yaitu dalam kromosom. Setiap sel kelamin membawa sifat dari induknya sehingga zigot yang terbentuk mengandung gabungan sifat dari kedua induknya. Ada sifat atau ciri yang sama antara individu yang satu dengan yang lainnya. NIP. Pola pewarisan sifat tersebut pertama kali oleh Gregor Johann Mendel. Tentu saja kemiripan itu hanya sebagian. Mengapa tidak sekalian saja kalu anak tersebut laki laki maka akan kembar dengan sang ayah. Hamka L. 061404008 Mengetahui. Saat ini telah diketahui bahwa sifatsifat menurun tersebut dikendalikan oleh suatu komponen sel yang disebut ¬gen. Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.Suhaedir Bachtiar S. Manfaat . Sudah sejak ribuan tahun yang lalu orang meyakini bahwa anak atau keturunan dari hasil perkembangbiakan secara kawin mewarisi sifat induknya. Hal seperti ini terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan pada masa lalu. Irwan NIM. Latar Belakang Bagaimana kita dapat mengenali teman-teman kita dalam satu kelas? Bagaimana kita dapat mengenali setiap anggota keluarga? Setiap makhluk hidup memiliki sekumpulan sifat atau ciri. Dosen Penanggung Jawab Drs.S. melalui persilangan dan hibridisasi. Misalnya saja alis sang ayah kemudian hidung sang ibu dan masih banyak kemiripan yang lainnya. C. para ilmuwan mengembangkan varietas unggul pada berbagai tanaman ataupun hewan. H. Ada sifat yang berbeda antara satu individu dengan lainnya.

Dikatakannya bahwa semua hewan berasal dari telur. 3.Memberikan wawasan kepada mahasiswa. Ia menyatakan bahwa indung telur pada burung sama dengan indung telur pada kelinci. berbagai teori mengenai cara penurunan sifat dari induknya kepada keturunannya antara lain : 1. menurutnya plasma nutfah merupakan bagian organisme yang terpenting. Teori Preformasi Teori ini diperkenalkan oleh Jan Swammerdam (1637-1680). Dengan kata lain. dalam kepompong. Orang pertama yang mempelajari embrio ini adalah Willian Harvey (1578-1657). yang pada tahun 1651 menulis buku Tentang Generasi Hewan. De Graaf (1641-1673). Teori ini dibuktikan oleh C. Secara ekstern bahkan ia mengatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan datang sebagai miniature yang telah terbentuk sebelumnya. Pernyataan ini sama sekali tidak benar. Menurut Prawirohartono (1998). BAB II TINJAUAN PUSTAKA Banyak sifat yang dimiliki suatu makhluk hidup menurun dari induk kepada turunannya. gemula-gemula ini . Ia juga merupakan peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel telur dan sperma agar terbentuk embrio. Dari pengamatan ini ia berpendapat bahwa kupu-kupu teleh terbentuk sebelumnya dalam ulat. Wolff (1738-1794). sifat darah yang dimilikinya tetap seperti semula. Selanjutnya gemula-gemula ini akan diangkut oleh darah ke testis atau ovarium. Dengan kata lain darah tidak mengandung sifat-sifat yang diturunkan atau diwariskan dari induk kepada keturunannya (Tim Dosen. Teori Epigenesis embriologi Teori ini menjelaskan bahwa ada kekuatan alat dalam benih organisme dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan yang telah dibentuk sebelumnya. Plasma nutfah menentukan bentuk dan ciri plasma tubuh yang melayani pemberian makanan kepada plasma nutfah. seperti serangkaian kotak di dalam kotak yang semakin kecil ukurannya. masyarakat. 4. sehingga ia dapat bereproduksi sendiri. 2004). Darwin (1809-1882) yang mengemukakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih kecil yang disebut gemula. dan telah dibuktikan dengan kenyataan yang ditunjukkan oleh transfusi darah. Walaupun orang mendapat donor darah dari orang lain. Teori Pangenesis Tokoh teori ini adalah C.F. Pada hewan tingkat tinggi. Teori embrio Kini sudah diketahui bahwa pewarisan sifat itu tidak dapat dilepaskan dari pembentukan embrio atau janin yang akan berkembang menjadi makhluk dewasa. tubuh ini merupakan mortal dan hanya plasma nutfalah yang dilanjutkan dari generasi ke generasi berikutnya. 2. De Graaf juga membuktikan bahwa sel telur dan sperma sama-sama membawa bahan genetik untuk keturunannya. Di dalam gonat.R. bahkan dalam telur. 5. plasma nutfah yang bertanggung jawab terhadap penyaluran mutu hereditas dan plasma soma (tubuh). melalui lensanya pada tahun 1672. Pernyataan ini diperkuat dengan penemuan R. terdapat anggapan bahwa sifat-sifat ini menurun melalui darah. Ia mengamati kupu-kupu yang telah terbentuk sempurna sebelumnya. Pada manusia. Teori Plasma Nutfah Teori ini diperkenalkan oleh Weisman. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai proses sifat baka pada manusia.

Misalkan apa yang terjadi bila penyilangan dilakukan terhadap tanaman yang berbatang tinggi dengan berbatang pendek. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang kontras. misalnya kcang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih. 2009). Mempunyai daur hidup yang pendek (cepat menghasilkan keturunan). Di halaman gedung gereja parokinya. yang berbiji bulat dengan berbiji kisut. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gen dari satu pasang terjadi pada satu gamet dan diteruskan kepada keturunan tertentu (Anonim. Tanaman ini dipilih oleh mendel karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. Dia juga menegaskan. Setiap varietas diusahakan untuk selalu menurunkan keturunan yang mempunyai sifat-sifat yang khas yang sama dengan induknya bila melakukan penyerbukan sendiri. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. walaupun diulang-ulang beberapa kali. Berikutnya adalah mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa yang terjadi bila dua individu galur murni yang mempunyai satu sifat yang berbeda mencolok itu disilangkan. satu gen untuk benih hijau dan lain gen untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. ia melakuan percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman. Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah aau putih semua) (Tim pengajar. 2009). Tetapi. Suatu tumbuhan mewariskan satu gen tiap pasang dari tiap induknya. Menurut Kimball (1999). Dari teori-teori yang dikemukakan tentang penurunan sifat itu. 2. dan lain-lain (Kimball. misalnya warna benih. 1998). Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali di kemukakan oleh Gregor Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan cirri-ciri baka pada kacang kapri (Pisum Sativim). tiap ciri pribadi. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Mempunyai keturunan yang banyak. Dengan mengawinkan strain galur murni darisuatu fenotif yang berbeda. 5. ditentukan oleh pasangan gen. Hasil percobaan yang mengesankan adalah dengan kacang ercis (Piseum sativum). 1999). Mendel menemukan. 3. Mendel secara tepat menginterpretasi arti nisbah yang diperoleh dari persilangan yang dilakukannya dengan membuat dalil bahwa setiap serbuk sari dan setiap telur membawa hanya satu penentu untuk setiap sifat (misalnya suatu serbuk sari akan membawa bulat atau keriput . 4. Langkah awal sebelum dilakukan perhitungan terhadap pengamatan adalah menentukan galur murni jenis tanaman yang dijadikan percobaan. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat unit dasar yang kini disebut gen yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Gamet itu kemudian tumbuh menjadi makhluk dewasa dan memiliki susunan tubuh atau sifat-sifat seperti induknya. tiap kegiatan sel atau gamet (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gen untuk satu pasang. Sehingga pada tahun 1822-1884 muncullah hukum Mendel yang diperkenalkan oleh Johann Gregor Mendel yang kemudian berkat hukumnnya tersebut sehingga ia diangkat menjadi bapak genetka (Prawirohartono. apabila dua gen mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya.berkumpul membentuk gamet. bentuk daun. Melakukan autogami (perkawinan sendiri). Mendel menyadari. Mendel menemukan hukum-hukumnya itu dengan ketentuan percobaan penelitiannya. belum jelas ditunjukkan adanya hukum yang mengatur penurunan sifat itu. gen yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Mudah disilangkan.

Ia ajukan bahwa tanaman induk bulat asli berbiak murni untuk bulat sebab tanaman –tanamn ini menghasilkan hanya satu tipe gamet: serbuk arid an telur keduanya membawa khusus penentu bulat (R). Setiap pasang faktor keturunan menunjukan bentuk alternatif sesamanya. keturunan F1 – nyaakan memperoleh penentu R dan r dan dpat disebut Rr. demikian juga. 3. Pada pembentukan gamet. oleh sebab itu. 2004). 5. yaitu filial kedua (F2) adalah tanaman tinggi dan rendah. Hasilnya. 1999). ada yang tinggi sampai mencapai 2 meter dan ada yang pendek. Sifat lain yang tidak terlihat pada tanaman F1 disebut sifat resesif. Mendel telah berkesimpulan bahwa salah satu faktor dalam bersifat dominan terhadap pasangannya sehingga F2 akan menunjukkan rasio monohibrid sebagai 3 : 1. atau yang dikenal dengan pembelahan meiosis. Bila persilangan melibatkan satu sifat yang berbeda disebut monohibrid dan bila melibatkan dua sifat beda disebut dihibrid. Menurut Prawirohartona (1998). Bila pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman. yaitu dominan diberi tanda huruf besar dan faktor resesif diberi tanda huruf kecil. Satu dari induk jantan dan satu dari induk wanita. Ada dua . dari hasil-hasil yang diperolehnya itu Mendel menyusun beberapa hipotesis: 1. ia mengusulkan bahwasetiap tanaman induk keriput menghasilkan hanya gmet pembawa kriput (r). yaitu persilangan antar dua individu yang membawa alel yang berbeda untuk lokus yang sama.saja. 4. 2004). Keuntungan dari persilangan dengan sifat-sifat yang berbeda itu disebut dengan hibrid atau bastar (Kimball. Persilangan yang dilakukan oleh Mendel sifat yang muncul pada F1 ini disebut sifat dominan. yang disebut filial pertama. pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisah secara bebas. yang biasanya dikenal dengan sebutan F1. Dalam penelitian Mendel. Tampaklah bahwa semua tanaman filial pertama memiliki sifat yang sama dengan induknya. faktor dominan akan menutup faktor resesif.kedua bentuk alternatif tersebut disebut alel. Pada persilangan F2 menghasilkan keturunan yang pada dasarnya serupa dengan hasil pada F1 yang pada hasil terakhirnya menghasilkan perbandingan 3:1 (Prawirohartono. Persilangan tanaman berbiji bulat denga berbiji kisut. Yang pertama dikenal dengan persilangan monohibrid. Mendel dapat mengembangkan beberapa hukum. dalam jumlah yang sama. tidak pernah kedua-duanya). Individu murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama. Dengan menggunakan suatu anggapan dasar ytang menyatakan bahwa setiap individu dikontrol oleh dua faktor dalam yang berpasangan. ia telah melakukan suatu persilangan antar dua individu dengan beberapa sifat beda. Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang keturunan. yang membawa R saja dan membawa r saja (Goodenough. Dari penyilangan kedua varietas ini diperoleh tanaman yang semuanya tinggi. Begitupula yang terjadi pada tanaman dengan sifat-sifat yang lain. yaitu mengawinkan tanaman yang tinggi ini. maka dari persilangan monohibrid. faktor dalam yang berpasangan akan dipisahkan atau akan disegresikan ke dalam sel sel gametnya (Ronald. Langkah berikutnya yang dilakukan mendel adalah sangat penting. misalnya tinggi atau rendah. 1988) Di antara tanaman ercis. dengan perbandingan 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. menghasilan 3 berbiji bulat dan 1 berbiji kisut. 1998). Yang kedua dikenal dengan perkawinan dihibrid yaitu persilangan antar dua individu yang mempunyai dua sifat beda atau juga dapat diartikan sebagai persilangan antar dua individu yang memiliki alel yang berbeda dikedua lokus yang berbeda (Ronald. 2. Dari hipotesis-hipotesis itu. Pada watu pembentukan gamet. bila diilangkan bersama. Ia kemudian kemukakan bahwa tanaman-tanaman Rr ini akan menghasilkan dua tipe gamet. bulat atau kisut atau sebagainya.

Alat dan Bahan 1. 3. 2004). Menandai dengan menggunakan (-) apabila ada fenotif yang dominan. C. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Mencatat data yang diperoleh dari teman-teman kelompok dan menghitung persentasenya. merupakan sifat dominan (F). B. Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada setiap daftar fenotif yang tertera pada buku penuntun masing-masing dari mahasiswa. Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.30 – 15. yaitu : a. 2. 11 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Daftar fenotif Daftar fenotif sifat baka manusia yang dikontrol oleh 1 gen dengan 2 alel dan masing-masing alel menghasilkan fenotif yang jelas. d. Bila faktor-faktor keturunan atau gen-gen itu dapat berpasangan pada masing-masing individu. e. f. c. Jadi bila kedua sel nutfah itu (satu dari induk jantan dan satu dari induk betina) berpasangan. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Hasil Pengamatan 1. Orang meletakkan ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan. Prosedur Kerja 1. 2004). Tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M). Orang meiliki sifat ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (B). Rambut dari menjorok merupakan sifat dominan (W). akan diperoleh kembali satu pasangan lagi. Mendel mengemukakan bahwa untuk hal ini hanya satu dari dua gen yang berpasangan memasuki sel nutfah.hukumnya yang terkenal yaitu hukum Mendel I atau hukum segregasi dan hukum Mendel II atau hukum pengelompokan secara bebas (Tim Dosen. h. Tabel Sifat Baka Individu Ciri/Sifat Baka Fenotif Genotif . Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang merupakan sifat dominan (L). Inilah yang dikenal dengan hukum segregasi (Tim Dosen. Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (G). harus ada cara yang dapat mempertahankan gen-gen itu selalau berpasangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kaca pembesar (lup) 2. Lesung dagu merupakan sifat dominan (D). g. Lesung pipi merupakan sifat dominan (P). b.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. i. Ujung dau telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E).

tidak ada (d) Tidak ada dd b. tidak bercelah (g) GG 1 gg 6 3. tak ada rambut (m) Ada rambut pada jari MM g. Me¬ng-nggulung Gigi sei DDEeFFBbWwMmPPLlGG I072525615234253416 II 0 6 1 5 3 3 3 3 3 3 2 4 1 5 4 2 0 6 III 0 6 0 6 1 5 3 3 6 0 6 0 1 5 2 4 0 6 IV 0 7 3 4 4 3 3 4 6 1 1 6 2 5 4 3 1 6 V074352435207163407 VI 0 6 3 3 4 2 4 2 4 2 2 4 1 5 4 2 3 3 VII 0 6 5 1 3 3 4 2 5 1 3 3 1 5 2 4 2 4 VIII 0 8 2 6 4 4 5 3 7 1 4 4 0 8 6 2 2 6 0 53 20 33 26 27 32 21 41 12 32 21 9 44 25 28 9 44 .a. tidak menyerong (b) Menyerong ke dalam BB e. Gigi seri atas bercelah (G). menempel (e) Menempel ee c. tidak menjorok (w) WW 5 ww 2 6 Rambut pada jari (M). di bawah (f) FF 2 ff 5 4 Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). tidak ada (d) DD 0 dd 7 2 Anak daun telinga menggantung (E). dagu U. menempel (e) EE 2 ee 5 3 Ibu jari kiri di atas (F). tidak bercelah (g) Gigi seri tidak bercelah gg 2. Anak daun telinga menggantung (E). Tabel Sifat baka kelas Kelompok L. di bawah (f) Ibu jari tangan kanan di atas ff d. Ibu jari kiri di atas (F). Rambut pada jari (M). tidak ada (p) Tidak ada lesung pipi pp h. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). Rambut dahi menjorok (W).Daun Telinga Ibu jari tangan Ruas jari Rambut Dahi Rambut jari Lesung pipi L. Lesung pipi (P). tak ada rambut (m) MM 3 mm 4 7 Lesung pipi (P). tidak ada (p) PP 2 pp 5 8 Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) LL 3 ll 4 9 Gigi seri atas bercelah (G). Ada lesung dagu (D). Tabel Sifat Baka Kelompok No Ciri/Sifat Baka Genotif Jumlah 1 Ada lesung dagu (D). tidak menyerong (b) BB 6 bb 1 5 Rambut dahi menjorok (W). Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) Tak dapat digulung memanjang ll i. tidak menjorok (w) Rambut dahi menjorok WW f.

Rambut dahi menjorok 1. Jumlah gen dominan = 28. Rambut pada jari 1. Jumlah gen dominan = 28.43% 2. Jumlah gen resesif = 100% b. Lesung pipi 1. Jumlah gen resesif = 71. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1.43% d.14% g. Jumlah gen dominan .57% f. Jumlah gen dominan = 42.1.29% e. Lesung dagu 1. Jumlah gen resesif = 71.43% c.57% 2. Frekuensi kelompok a. Jumlah gen dominan =71. Ibu jari kiri di atas 1. Jumlah gen dominan =0 2. Jumlah gen resesif =14.57% 2. Jumlah gen resesif = 28.86% 2. Jumlah gen resesif = 57.71% 2. Jumlah gen dominan =85. Anak daun telinga menggantung 1.

Jumlah gen dominan = 37. Jumlah gen dominan = 14.=28. Jumlah gen dominan = 49. Ibu jari kiri di atas 1. Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen dominan = 60. Jumlah gen resesif = 100% b. Jumlah gen resesif = 50. Jumlah gen dominan = 42. Jumlah gen resesif =71. Jumlah gen resesif = 85.86% 2. Anak daun telinga menggantung 1. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1.29% 2.43% h. Gigi seri atas bercelah 1.94% d.57% 2. Frekuensi kelas untuk a. Lesung dagu 1. Jumlah gen dominan = 0% 2.14% i. Jumlah gen resesif = 57.74% 2.26% c.38% 2. Jumlah gen resesif = 62.06% 2.71% 2. Jumlah gen resesif .

02% B. ibu jari tangan kanan diatas (ff).02% h. anak daun telinga menempel (ee). Jumlah gen resesif = 60. dan gigi seri tidak berselah (gg). Jumlah gen resesif = 52.98% 2.= 39.62% e. Rambut dahi menjorok 1. terdapat rambuk pada jari (MM). Jumlah gen dominan = 39. tidak memiliki lesung pipi (pp). Rambut pada jari 1. ruas jari kelingking menyerong kedalam (BB).17% 2. Jumlah gen dominan = 47.98% 2.62% 2. rambut dahi menjorok (WW). Pada sifat baka anak daun telinga menggantung (EE) sebanyak 37. Jumlah gen resesif = 22.36% 2. lidah tidak dapat digulung memanjang (ll). Pada analisis data kelas untuk dominan didapat. Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen resesif = 83.06%.38% g. Jumlah gen dominan = 16.74%. Jumlah gen dominan = 77. Pada sifat baka ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan (FF) sebanyak 49. Jumlah gen dominan =16. Lesung pipi 1. Hasil pengamatan ini menunjukkan diri pribadi sendiri.83% i. Pada sifat baka ruas . pada sifat baka adanya lesung dagu (DD) sebanyak 0%. Jumlah gen resesif = 83. Pembahasan Percobaan sifat baka yang individu dimana dalam percobaan ini melihat keadaan kita sendiri menunjukkan keadaan pribadi kita. Gigi seri atas bercelah 1.64% f. Dimana tampak bahwa individu tidak memiliki lesung dagu (dd).

Hal tersebut menandakan bahwa sifat resesif lebih banyak dimiliki oleh mahasiswa kelas Biologi A dibanding dengan sifat dominan yang hanya dimiliki beberapa mahasiswa dikelas Biologi A.38%.98%.26%. Pada sifat baka lidah tidak dapat digulung memanjang (ll) sebanyak 52.98%.37%. Sifat baka yang dimiliki oleh setiap masiswa di kelas Biologi A berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya. Pada sifat baka rambut dahi tidak menjorok (ww) sebanyak 22. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.63%. DAFTAR PUSTAKA . Agar asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Hukum Mandel yang menyatakan bahwa perbandingan antara sifat dominan dengan sifat resesif yaitu 3 : 1 tidak terbukti pada percobaan kami. Pada sifat baka ibu jari tangan kanan di atas ibu jari tangan kiri (ff) sebanyak 50. Pada sifat baka rambut dahi menjorok (WW) sebanyak 77. karena sifat dominan lebih sedikit dibandingkan dengan sifat resesif.17%.36%. 2. Pada analisis data kelas untuk resesif didapat. Pada sifat baka tidak adanya lesung pipi (pp) sebanyak 83. Pada sifat baka terdapat rambut pada jari (MM) sebanyak 39. Dari data-data yang diperoleh sifat baka yang dominan di kelas Biologi A lebih sedikit dibandingkan dengan sifat baka yang resesif.62%.63%. sedangkan persentase kelas untuk sifat resesif sebesar 61. Pada sifat baka anak daun telinga menempel (ee) sebanyak 62. B. Karena sifat resesif lebih mendominasi dari pada sifat dominan itu sendiri. Gen resesif lebih besar dibandingkan dengan gen dominan. Atau dengan kata lain sifat resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat dominan dimana persentase kelas untuk sifat dominan secara keseluruhan adalah 38.37% sedangkan frekuensi untuk resesif sebesar 61.38%.62%. 3.64%. Saran 1. Begitu pula pada data kelompok. Keberhsihan laboratorium sebaiknya dijaga agar praktikan nyaman dalam melakukan praktikum. Pada sifat baka lidah dapat digulung memanjang (LL) sebanyak 47.02%. Pada sifat baka ruas jari kelingking paling ujung tidak menyerong (bb) sebanyak 39.02%. 2. Dari data-data yang diperoleh menandakan bahwa hukum Mendel yang menyatakan bahwa perbandingan antara dominan dan resesif yaitu 3 : 1 tidak perbukti pada percobaan kami.jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (BB) sebanyak 60.94%. Pada sifat baka tidak adanya rambut pada jari (mm) sebanyak 60. pada sifat baka tidak adanya lesung dagu (dd) sebanyak 100%. Hal tersebut juga menandakan bahwa terdapatnya perbedaan sifat baka pada masing-masing masiswa yang satu dengan yang lain. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. 3. Pada sifat baka gigi seri bagian atas bercelah (GG) sebanyak 16. Pada sifat baka gigi seri bagian atas tidak bercelah (gg) sebanyak 83. Sifat baka resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat baka dominan dimana frekuensi kelas untuk dominan sebesar 38. Pada sifat baka terdapatnya lesung pipi (PP) sebanyak 16.83%. Agar mahasiswa lebih serius dalam melakukan pengamatan sehingga data-data yang diperoleh lebih akurat.

Austria (kini bernama Brno. di kota Brunn. dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Ceko). Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Bandung Tim Dosen. Di samping itu Mendel mengirim satu salinan kepada Karl Nageli. 2009. penyelidikan briliannya nyaris dilupakan orang dan dia tak peroleh pengakuan apa pun untuk penyelidikan itu. Tahun 1866 hasil penyelidikannya diterbitkan oleh majalah Transactions milik perkumpulan itu di bawah judul "Experiments with Plant Hybrids. 2004.W. Tahun 1866 Mendel naik pangkat ditunjuk jadi pendeta kepala di biaranya. tetapi banyak terdapat di pelbagai perpustakaan besar. Makassar. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru. Jakarta.googe. tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn. Kendati majalah itu bukanlah majalah besar.Anonim. Ursula. Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian. Erlangga. Kesibukan administrasi rutin membuatnya kehabisan tempo melanjutkan penyelidikannya dalam bidang tanam-tanaman. kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina. Genetika jilid satu. Nageli membaca salinan itu dan kirim balasan kepada Mendel tetapi dia tidak paham apa yang teramat penting dalam salinan kertas kerja Mendel itu. Sitorus. Prawirohartono. Makassar. mulai tahun 1856 dia memperlihatkan pengalaman-pengalamannya yang masyhur di bidang pembiakan tumbuh-tumbuhan. Bandung. 1999. BIOGRAFI GREGOR MENDEL Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. Carl Correns dari Jerman dan Erich von . 2009. Ronald H. 2004. Tim Pengajar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Jerih payah Mendel baru diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda. Diakses tanggal 16 Desember 2009.com. Menjelang tahun 1865 dia sudah menemukan hukum keturunannya yang kesohor dan mempersembahkan kertas kerjanya di depan perkumpulan peminat sejarah alam kota Brunn. Pustaka Pelajar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. J. Biografi Gregor Mendel. tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam biologi! Meski begitu. Erlangga." Kertas kerja keduanya diterbitkan oleh majalah itu juga tiga tahun kemudian. Dia menjadi pendeta tahun 1847. Biologi Umum. Goodenough. Pola-Pola Hereditas Manusia. Kimball. Biologi Umum. seorang tokoh disegani di bidang ilmu keturunan. 1998. 1988. Pionir Jaya. Sementara itu. Sesudah itu umumnya kertas kerja Mendel diabaikan dan nyaris dilupakan orang hampir tiga puluh tahun lamanya. http://www. Ketika dia meninggal tahun 1884 dalam usia enam puluh satu. Jakarta. Rangkuman Materi Penting Biologi. Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi.

000 tumbuh-tumbuhan!). gene yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Aristarchus. Kalau saja ciri-ciri pokok yang diselidikinya masing-masing sudah ditentukan oleh pelbagai perangkat gene. Mendel menyadari. tiap ciri pribadi. umumnya mungkin tidak bisa diduga jenis kualitas mana sesuatu keturunan akan mewariskan. Copernicus dan Joseph Lister. Suatu tumbuhan mewariskan satu gene tiap pasang dari tiap "induk"-nya. Dia juga menegaskan. Jelaslah. Apabila alasan ini dipaksakan. Karena faktor contoh-contoh di atas. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. hukum keturunan merupakan penambah penting buat pengetahuan manusia. Hukum Mendel. meski sudah dilakukan perubahan kecil. Satu kebetulan segitiga yang aneh! Lebih dari itu. Hanya lewat sejumlah besar percobaan (Mendel sudah mencatat hasil lebili dari 21. tetap merupakan titik tolak dari ilmu genetika modern.Tschermak dari Austria. seperti halnya Leif Ericson. bentuk daun. menemukan pula kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengedepankan kepada kalangan dunia ilmu. Mendel dapat menarik kesimpulan terhadap hukum-hukumnya. dan juga tidak akan menolongnya apabila dia tidak menyadari bahwa perlu membuat analisa statistik dari pengamatannya. Ada pula faktor yang tak boleh diabaikan kalau kita memutuskan dimana Mendel mesti ditempatkan dalam urutan daftar buku ini. . di tahun itu juga. apabila dua gene mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. Di penghujung tahun itu Mendel dapat sambutan meriah dan penghargaan atas begitu hebat karya-karya yang dilakukannya selama masa hidupnya. William Bateson. Bagaimana Mendel selaku seorang amatir mampu menemukan prinsip yang begitu penting yang menyisihkan begitu banyak biolog profesional yang masyhur yang ada sebelumnya? Untungnya. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat "unit dasar" yang kini disebut gene yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. keberuntungan ini tidak akan menolong Mendel kalau saja dia tidak punya sifat kecermatan yang dahsyat dan kesabaran seorang pencoba. penyelidikan Mendel dianggap tidak berdiri sendiri. Karena penemuannya diremehkan di saat hidupnya. ilmuwan berkebangsaan Inggris. Ignaz Semmelweiss telah disisihkan guna memberikan tempat buat Colombus. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. dan lewat analisa hasilhasilnya. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Tetapi. Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. Tetapi. penyelidikannya akan menghadapi kesulitan yang luar biasa. tiap kegiatan sel atau gamete (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gene untuk satu pasang. dia memilih untuk bidang penyelidikannya jenis tumbuhan yang ciriciri khasnya ditentukan oleh seperangkat gene. misalnya warna benih. ditentukan oleh pasangan gene. orang bisa berkesimpulan bahwa Mendel mungkin bisa tersisihkan sepenuhnya dari daftar. Mendel menemukan. dan pengetahuan kita tentang genetika mungkin akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan daripada sebelumnya. satu gene untuk benih hijau dan lain gene untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. dan kesimpulan-kesimpulannya diketemukan oleh ilmuwan yang datang belakangan. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gene dari satu pasang terjadi pada satu gamete dan diteruskan kepada keturunan tertentu.

O. tak satu pun dari ketiga ilmuwan itu yang menuntut bahwa merekalah penemu ilmu genetika.Tetapi. segera melangit. Correns dan Tschermak tak pernah hidup di dunia. dan begitu diketemukan kembali. Suhaedir Bachtiar S. Focke) sekitar masalah keturunan. dan Tschermak. Makassar.37% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 38. ada beda antara kasus Mendel dengan lainnya. Mustaina Basir NIM. Correns.pd. Juga layak dicatat. secara umum dunia ilmu sudah menyebutnya sebagai "Hukum Mendel.63% LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Juga." JAWABAN PERTANYAAN 1. meskipun mereka menemukan kembali prinsip-prinsipnya secara independen. Artikel-artikel Mendel sudah tersebar luas riwayat-riwayatnya (oleh W. Akhirnya. Lebih jauh dari itu.37% 2. Frekuensi gen resesif sebesar 61. 061404006 Mengetahui. Frekuensi gen dominan sebesar 38. Tulisan itu cepat atau lambat sudah dapat dipastikan akan diketemukan juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang serius di bidang itu. de Vries. toh dia baca karya Mendel dan mengutip hasil-hasilnya. Pekerjaan Mendel terlupakan hanya sebentar. Dosen Penanggung Jawab . Desember 2009 Koordinator Asisten. Asisten. orang tidak bisa bilang karya Mendel tak berpengaruh kendati de Vries.63% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 61.

Organisme hanya dapat hidup bila lingkungan dapat menyediakan kebutuhan hidupnya. hewan ini bernafas dengan paru-paru yang dibantu dengan alat nafas lainnya yaitu kulit. atau karena faktor eksternal seperti perubahan kondisi lingkungan. Ikan dalm menyaring oksigen melakukan buka tutup insang yang biasa disebut operculum.. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai pengaruh suatu suhu terhadap aktifitas suatu organisme. masyarakat. Jenis yang lainnya mungkin akan mati atau berpindah ke tempat yang baru. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh suhu terhadap aktifitas organisme. Apabila suatu saat kondisi lingkungannya berubah maka beberapa jenis hewan ataupun tumbuhan mungkin akan tetap dapat bertahan hidup dan berkembang biak. air. dan ada pula di udara. sehingga semua organisme sangat bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya. ketersediaan akan sumber makanan. setiap hewan memerlukan udara. nutrisi dan cahaya untuk fotosintesis. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan suhu terhadap aktivitas suatu organisme. Pada hewan amfibi.S. Pola perilaku hewan atau tumbuhan berkaitan erat dengan alam tempat organisme itu berada. Hal unik terdapat pada insang karena dapat menyaring oksigen dalam air. Sedangkan tumbuhan membutuhkan udara. seperti paus yang bernafas dengan paru paru walaupun tinggal di dalam air. Latar Belakang Setiap organisme memerlukan kebutuhan dasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. H. seperti banyaknya jenis organisme. Salah satu faktor lingkungun tersebut adalah suhu. mudah diukur dan sangat beragam. dan makanan. sehingga kulit katak hampir setiap saat selalu basah. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Perilaku setiap hewan atau tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa lapar (kebutuhan akan makan/nutrisi). Setiap hewan pada habitat tertentu ini memiliki cara respirasi yang berbeda beda. M. dan kondisi fisik maupun kimia pada lingkungan hidupnya. Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. ada yang bernafas dengan insang. katak pada fase berudunya bernafas dengan insang. Sedangkan jenis pisces aatu ikan bernafas dengan insang yang terdapat dikedua sisi kepalanya. Pada dunia hewan terdapat berbagai macam habitat hidup. Hewan mamalia bernafas dengan paru-paru tidak peduli dimanapun habitatnya. Sebagai contoh. dan ada pula dengan trakea dan kulit. C. Manfaat Memberikan wawasan kepada mahasiswa. yang hidup di dua alam misalnya katak. jumlah populasi masing-masing organisme. Selain itu. . Hamka L. NIP. Ada yang habitat hidupnya di darat. Bumi kita mempunyai banyak macam lingkungan dan setiap lingkungan yang berbeda akan menunjang kehidupan untuk jenis organisme yang berbeda-beda. mahasiswa diharapkan dapat membandingkan kecepatan penggunaan oksigen oleh organisme pada suhu yang berbeda. Ada yang bernafas dengan paru-paru. air.Drs. Tujuan Melalui percobaan ini. ada di air. B.

2004). 2004). Konsep hukum Shelford berasal dari hukum batas minimum yang dicetuskan oleh Liebig. sebagai komponen utama penyusun enzim. Suhu juga merupakan factor lingkungan seringkali berpotnsi sebagai faktor pembatas dan paling mudah diukur. Suhu yang ekstrim tinggi menyebabkan protein. . Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh. percobaan tentang pengaruh suhu terhadap aktivitas respirasi organisme tidak sulit dilakukan. Suhu merupakan factor lingkungan sangat penting bagi hampir semua makhluk hidup. Sehingga dari percobaan itulah muncullah suatu pembuktian mengenai hukum toleransi Shelford. misalnya dalam hal respirasi (Tim Pengajar. Ditambahkannya bahwa pengaruh cahaya. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan anabolisme. Berbagai jenis hewan yang biasa hidup di lingkungan alam bebas yang suhunya bervariasi. 2009). Masalah ini dijelaskan dalam kajian ekologi yaitu Hukum Toleransi Shelford. Menurut hukum minimum Liebig menyatakan bahwa jumlah bahan utuana yang dibtuhkan apabila mendekati keadaan minimum kritis cenderung menjadi pembatas. mudah diukur dan sangat beragam. zat makanan. Dengan alat yang relatif sederhana. Variabilitas suhu mempunyai arti ekologis. 2009). Demikian juga kalau suhu tubuh turun sangat ekstrim. Jika aktifitas enzim metabolisme meningkat maka laju proses metabolisme akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. 1999). Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan (Anonim. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. Suhu tersebut mempunyai peranan yang penting dalam mengatur aktivitas biologis organisme. Sebagaimana halnya dengan faktor lingkungan lainnya. akan menyebabkan kisaran aktivitas enzim sangat rendah (Dharmawan. aktivitas hidupnya akan terganggu apabila dipelihara dalam lingkungan yang suhunya konstan (Dharmawan. dan unsur-unsur utama lainnya menyebabkan hilangnya vegetasi pada ketinggian tertentu di pegunungan atau hilangnya beberapa tumbuhan dalm wilayah yang dinaungi. akan rusak atau denaturasi dan menyebabkan enzim tidak mampu lagi melakukan fungsinya sebagai biokatalisator. Enzim metabolisme berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan energi) dan anabolisme (sintesa nutrien menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). suhu yang bervariasi menimbulkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. bahkan mungkin dibawah kisaran toleransinya. Pada jenis belalang dan kupu-kupu yang diamati. suhu. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. suhu mempunyai rentang yang dapt ditolerir oleh setiap jenis organisme. Suhu merupakn factor yang sangt menentukan aktivitas enzim didalam tubuh organism. 2009). Ini terutama disebabkan karena suhu mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dalam tubuh dan sekaligus menentukan kegiatan metabolik. Peningkatan suhu tubuh pada rentang kisaran toleransi hewan akan menyebabkan kenaikan aktivitas enzim dalam membantu reaksi metabolism. Fluktuasi suhu 10-200C dengn suhu rata-rata 150C. Jadi menurut hukum minimal Liebag bahwa penyebaran tumbuhan ditentukan oleh cahaya. pengaruhnya terhadap hewan tidak sama dengan suhu konstan 150C. suhu. misalnya dengan menggunakan respirometer sederhana (Tim Pengajar.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. dan unsur hara yang tidak cukup dan tidak memadai (Kimball. baik hewan maupun tumbuhan.

Dari hukum tersebut kemudian Shelford menambahkan bahwa faktor-faktor seperti panas, cahaya, dan air serta unsur hara mempunyai batas maksimum dan minimum agar suatu makhluk hidup dapat hidup pada suatu lingkungan. Oleh sebab itu organisme mempunyai sifat minimum dan maksimum lingkungannya. Dimana jarak antara ke dua batas nilai minimum dan maksimum lingkungan ini menunjukkan batas toleransi. Sehingga pernyataan Shelford dikenal dengan Hukum Toleransi Shelford (Tim Dosen. 2004). Menurut Radioputro (1988), dalam hukum Shelford terdapat beberapa prinsip, yaitu : 1. Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap satu faktor dan kecil terhadap faktor lainnya. 2. Organisme yang mempunyai toleransi yang besar terhadap semua faktor memiliki daerah penyebaran yang luas. 3. Bila suatu faktor lingkungan tidak optimum untuk suatu jenis organisme, maka toleransi berkurang terhadap faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya bila tanah dengan kandungan nitrogen yang terbatas, maka daya tahan rumput terhadap kekeringan berkurang. 4. Dalam banyak hal interaksi populasi seperti kompetisi, predator, parasit dan lainnya mencegah organisme dari pengambilan keuntungan terhadap kondisi lingkungan fisik yang optimum. 5. Pembiakan merupakan masa yan kritis bila faktor-faktor biji, telur, kecambah dan larva pada umumnya mempunyai batas toleransi sempit. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Kamis, 18 Desember 2009 Waktu : Pukul 13.30 – 15.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Termometer batang 1 buah b. Stopwatch / jam tangan c. Becker glass 2 buah 2. Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Ikan mas koki (Catassius auratus) 2 ekor b. Air kran c. Es batu d. Air panas C. Prosedur Kerja 1. Memasukkan 2 ekor ikan mas koki yang relatif sama besarnya ke dalam becker glass yang berisi air kran dan mengaklimasi ikan tersebut selama 15 menit. 2. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air normal yang bersuhu 27 oC. Menghitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum (buka tutup) dalam waktu 1 menit selama 5 menit. 3. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air panas dengan suhu 40 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan

selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 4. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkannya ke dalam becker glass yang telah diisi dengan air dingin dengan suhu 16 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 5. Mencatat hasil pengamatan dalam tabel. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Becker Glass Waktu (Menit Ke.....) Rata-rata 12345 (A) 29oC 120 184 243 323 437 87,4 (B) 38oC 74 176 207 334 478 95,6 (C) 14oC 120 223 292 350 429 85,8 B. Pembahasan Pada becker glass yang diisi air dengan suhu 29 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 64 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 80 kali, dan pada menit kelima 114 kali. Pada becker glass yang berisi air panas dengan suhu 38 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 74 kali, pada menit kedua 102 kali. Pada menit ketiga 31 kali, pada menit keempat 27 kali, dan pada menit kelima 144 kali. Pada becker glass yang diisi air dingin dengan suhu 14 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 103 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 58 kali, dan pada menit kelima 89 kali. Terjadinya penurunan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air dingin dan penaikan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air panas menandakan bahwa gerakan operculum pada ikan mas koki dipengaruhi oleh suhu. Gerakan operculum ikan pada suhu rendah akan lambat, sedangkan pada suhu tinggi gerakan operculumnya menjadi semakin cepat. Namun hal tersebut dibatasi oleh kemampuan ikan tersebut untuk beradaptasi pada suhu tertentu. Menurut teori pada suhu yang tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat namun bila mencapai batas suhu yang maksimal maka ikan tersebut akan mati. Pada suhupanas, ikan membutuhkan oksigen yang cukup banyak karena reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tubuh ikan berlangsung dengan cepat. Namun pad suhu panas kadar oksigen dalam air akan semakin sedikit, sehingga ikan pada suhu maksimal akan mati. Begitu pula pada suhu dingin, gerakan operculum ikan menjadi melambat, hal itu disebabkan karena pada air dingin reaksi-reaksi kimia dalam tubuh ikan akan berjalan lanbat, sehingga jika ikan mencapai suhu terendah ikan akan mati. Matinya ikan pada suhu yang terlalu tinggi dan terlalu rendah menandakan bahwa ikan memiliki batas ideal tersendiri agar dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Batas itulah yang disebut dengan Hukum Toleransi Shelford yaitu batas maksimum dan batas minimum suatu makhluk hidup agar dapat hidup.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada suhu tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat dibandingkan pada suhu yang rendah. Agar ikan dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi maka ikan memiliki batas suhu maksimum dan batas suhu minimum. Batas maksimum dan batas minimum agar suatu makhluk hidup agar dapat hidup disebut Hukum Toleransi Shelford. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, suhu mempengaruhi aktivitas suatu organisme. B. Saran 1. Agar mahasiswa lebih lebih mampu bekerja sama dalam melakukan praktikum. 2. Agar asisten sebaiknya menyamakan pendapat agar tidak terjadi perbedaan pendapat baik pada praktikum ataupun pembuatan laporan. 3. Labortorium sebaiknya memperhatikan bahan dan alat praktikum sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Ikan. http://www. google.com. Diakses tanggal 20 Desember 2009. Dharmawan, agus. Dkk . 2004. Ekologi Hewan. Jica. Malang. Kimball, J.W. 1999. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta. Radioputro. 1988. Ekologi dan Pengetahuan Lingkungan. Erlangga. Jakarta. Tim Dosen. 2004. Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. Tim Pengajar. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. JAWABAN PERTANYAAN 1. Hal tersebut disebabkan karena adanya / terjadinya perubahan suhu, sehingga menyababkan ikan harus mampu beradaptasi pada suhu tersebut. 2. Pada suhu panas gerakan operculum ikan akan semakin cepat sedangkan pada suhu dingin gerakan operculum ikan akan semakin lambat.

Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan ikan Suhu media berpengaruh terhadap aktifitas enzim pencernaan. Pada proses pencernaan yang tak sempurna akan dihasilkan banyak feses, sehingga banyak nergy yang terbuang. Tetapi jika aktifitas enzim pencernaan meningkat maka laju pencernaan juga akan semakin meningkat, sehingga tingkat pengosongan lambung tinggi. Tingkat pengosongan lambung yang tinggi menyebabkan ikan cepat lapar dan nafsu makannya meningkat. Jika konsumsi pakan tinggi, nutien yang masuk kedalam tubuh ikan juga tinggi, dengan demikian ikan memiliki nergy yang cukup untuk pertumbuhan. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan

Jenis kelamin 7. oksi-gen terlarut. Contoh pada suhu 20oC pada ikan Channel Catfish (Ictalurus punctatus) memperlihatkan pertumbuhan optimum dengan kadar protein 35 %. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dapat dilakukan beberapa pendekatan. sehingga tersedia pakan yang cukup bagi biota yang dipelihara. ph. dsb. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. Enzim nergy ism berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan nergy) dan anabolisme (sintesa nergy i menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). Wadah pemeliharaan. dimana semakin tinggi lahan maka suhu udara akan semakin dingin. Kebutuhan protein pada ikan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimum sangat dipengaruhi oleh suhu. Pada perairan yang kaya unsur hara pakan alami dapat tumbuh secara maksimum. CO2 bebas. salinitas. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. H2S. Pendekatan sistem Pertumbuhan adalah merupakan fungsi dari wadah pemeliharaan (W). wadah pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang akan dipelihara. Unsur hara sebagai penopang kesuburan (NO3 PO4. 2. sedangkan pada suhu 25oC membutuhkan protein 40%. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan. strain. media pemeliharaan (M). 6. Suhu media yang optimum akan mendorong enzim-enzim pencernaan dan nergy ism untuk bekerja secara efektif. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan. Kualitas air harus berada dalam batas toleransi biota. Spesies. Topografi lahan terkait dengan suhu. Pembuatan wadah harus dipertimbangkan topografi lahan. Lokasi budidaya hendaknya dekat dengan sumber air. Biota yang dipelihara. air harus tersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun. P) Dengan demikian komponen nergy budidaya ikan adalah: 1.). sehingga siklus budidaya tidak terganggu. bahan-bahan toksik: NH3. Proses nergy ism ikan umumnya meningkat jika suhu naik hingga dibawah batas yang mematikan. NO2. kenaikan suhu sebesar 10°C akan menyebabkan kecepatan reaksi nergy ism meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan pada kondisi normal. Jika aktifitas enzim nergy ism meningkat maka laju proses nergy ism akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. meliputi: kuantitas air. alkalinitas. yaitu: a. Berdasarkan nerg van’t Hoff. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah nergy yang masuk ke dalam tubuh. 5. kesuburan lahan dan porositas. turbiditas. Ketinggian lahan harus disesuaikan dengan suhu optimum biota yang akan dipelihara. Kualitas air. dengan demikian biota dapat tumbuh dengan baik. Kondisl kesehatan . Lahan datar memiliki resiko kebocoran yang kecil dan biaya pembuatannya lebih murah. tss. biota yang dipelihara (B) dan pakan (P). 4. Konsumsi pakan yang tinggi yang disertai dengan proses pencernaan dan nergy ism yang efektif. K. Lahan yang relatif datar lebih mudah untuk dibangun daripada lahan yang miring. B. meliputi suhu. ketersediaan unsur hara sangat berpengaruh terhadap kesuburan perairan. G = f( W. akan menghasilkan nergy yang optimal untuk pertumbuhan. varietas berhubungan dengan sifat genetik (potensitumbuh ketahanan terhadap penyakit). dsb. Ukuran 8. 3.anabolisme. Media hidup. Konstruksi kolam harus sesuai dengan karakteristik biota yang akan dipelihara dan teknik budidaya yang akan diterapkan. M. tds.

google.com BIOGRAFI PENULIS Munawir Nasir lahir di Jeneponto. Aktif diberbagai organisasi dan kegiatan sekolah. Frekuensi pemberian pakan ukuran pakan. Guru yang benar-benar seorang guru. Tingkat protein pakan tidak berlebihan 2. Mengawali pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5 tahun. Optimalisasi kondisi lingkungan 3. Cara meminimumkan nilai U: 1. Sulawesi Selatan. Nasir dan Yasmin. U dan M diturunkan serendah mungkin. Sedangkan ukuran pakan disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan. Cara memaksimumkan nilai K: 1. demikian juga warna dan rasa. Melanjutkan pendidikan SMP pada tahun 2003. setelah nergy yang dikonsumsi dikurang dengan nergy yang digunakan untuk segala kebutuhan hidup termasuk nergy yang hilang. Penambahan atractant Cara meminimumkan nilai F: 1. pakan harus memiliki kandungan gisi yang cukup baik. Pada tahun 2006 menjada salah satu siswa di SMA Negeri 1 Tamalatea . sehingga konsumsi energi untuk berenang melawan arus menjadi kecil http://www. merupakan anak kedua dari pasangan M. pada tanggal 20 januari 2009. warna) 6. Dengan demikian konsumsi pakan dapat dimaksimumkan sehingga laju pertumbuhannya tinggi. Ransum harian (FR). Frekuensi pemberian pakan didasarkan pada kapasitas lambung dan laju pencernaannya 5. karnivor) 3. Komposisi pakan. Pembatasan ruang gerak ikan 2. Feeding rate optimal 4. Rasa kagum terhadap para tenaga pengajar terutama guru mempbuat penulis bercita-cita menjadi seorang guru. Ukuran partikel penyusun pakan hendaknya kecil sehingga mudah dihidrolisa 5. 11. Pemberian pakan dilakukan secara kontinyu sesuai dengan laju pengosongan lambung ikan. Pengaturan arus air. diberikan sesuai dengan kebutuhan biota. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat 2. a. terutama suhu dan oksigen terlarut. bentuk. jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan biota.9. Bahan baku pakan berkualitas baik 4.Jeneponto. baik lewat feces ataupun urine. Tingkat energi pakan memadai Cara meminimumkan nilai M: 1. yang tidak hanya mengajar tetapi juga . Optimalisasi kondisi lingkungan. G=K–(F+U+M) Pertumbuhan (G) akan maksimum jika nilai K tinggi dan nilai F. Komposisi pakan sesuai dengan stadia dan kategori ikan (herbivor. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat dan selera makannya selalu tinggi 2. Manajemen pemeliharaan 10. Pakan. Pendekatan energetik Pertumbuhan terjadi apabila terdapat kelebihan nergy. Pemilihan pakan yang cocok (ukuran.

Diposkan oleh blog q di 19. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR. Karena itu penulis mendaftar dan Alhamdulillah lulus di Jurusan Biologi. Semoga cita-cita dapat terlaksana dengan baik. bermain internet. Penulis sangat senang berdiskusi. Satu hal yang saat ini menjadi keinginan besar penulis adalah mewujudkan cita-cianya menjadi seorang guru dan membahagiakan orang tua. dengarkan lagu dan membaca buku.mendidik.21 Reaksi: .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->