http://nhawyr.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum-biologi-dasar.

html

LAPORAN LENGKAP
OLEH Nama : Munawir Nasir NIM/Kelas : 091 404 015 / A Jurusan : Biologi Kelompok : I (Satu) Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar 2009 LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul : Cara Menggunakan Mikroskop Percobaan Lazzaro Spallanzani Pengamatan Mikroskopis Anatomi Hewan Vertebrata Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Respirasi Kebakaan Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Makassar, Desember 2009 Koordinator Asisten,

Suhaedir Bachtiar,S.pd.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh asisten/ koordinator asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Oktober 2009 Koordinator Asisten, Asisten, Suhaedir Bachtiar,S.pd. M. Irwan

NIM. 061404008

Mengetahui, Dosen Penanggung Jawab Drs. H. Hamka L., M.S. NIP. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah banyak ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satu penemuan itu adalah mikroskop. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari 0.1 mm), misalnya bagian-bagian dari sebuah sel. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan denga sel tumbuhan. Kemahiran dan ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baikbaik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop sederhana yang biasa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya pengganti matahari. Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop. Namun setiap mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkanberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua buah titik. B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu agar kita sebagai mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana. C. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa, masyarakat dan umum dapat lebih mengenal tentang mikroskop dan mengetahui teknik penggunaan mikroskop yang benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil mikroorganisme (Kusnadi,

2003). Kata mikroskop bersal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Alat utama dalam mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler. Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, tebalik dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula (Anonim, 2009). Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000). Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik. Mikroskop optik dapat dibedakanmenjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop stereo atau binokuler. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan trans paran. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Mikroskop binokuler atau stereo digunakan un tuk pengamatan yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim Pengajar, 2009). Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat bendabenda kecil kelihatan lebih besar dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian (Goldsten, 2004). Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek (Abercombie, 1933). Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur (W. lay. 1992). BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Waktu praktikum

Menyiapkan Mikroskop a. berisi : 1. Daun waru (Hibiscus liliaceus) c. Pipet tangan 2. Kotak peralatan. kiri. Prosedur Kerja 1. Bawang merah (Allium cepa) C. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel.1. Daun labu (Cucurbita moschata) d. Kain planel baru c. Kaca penutup 3. c. bahan-bahan untuk praktikum. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop. Kertas saring atau kertas hisap c. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) b. Pisau silet baru b.03. 16 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. 2. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu : 1. Lap katun d. Kaca benda 2. Buku gambar dan pensil e. Memperhatikan keadaan ruang praktikum. Bahan yang disediakan oleh laboratorium a. . Bahan yang disediakan oleh mahasiswa a. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan. B. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan. Kapas atau kapuk 2. Membuka kotak peralatan.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. buku penuntun dan catatan. Pinset 5. Alat yang disediakan oleh laboratorium a. kotak peralatan dengan isinya. Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring. Alat yang disediakan oleh mahasiswa a. d. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain. Air suling b. Cawan petri 4. b.Hari/tanggal : jumat. Alat dan Bahan 1. atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Bahan Adapun bahan dari percobaan ini yaitu : 1.30 sd. keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup. Mikroskop biologi b. darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus 2. Tusuk gigi 2.

3. dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil bagian epidermisnya. Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari.1.6. kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur.3. daun labu. Memasang preparat buatan pada meja sediaan dan mengamati seperti langkah 3. berarti terlewatkan. Jika jarak itu longgar. maka kita menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata. Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal. tubus turun. menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang meja. 3. Sedangkan untuk bawang merah. Membuat Preparat Sederhana 4. Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan. 3. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung. 2. 2.2. 4. 3. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi atau pinggir yang berlawanan. maka kita membuka diafragma. Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk.2. kita mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin. Kalau terlalu silau. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun. maka kita meneropong terus sambil memutar mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya. dan mengirisnya setipis mungkin. Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahanlahan.5. Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan. Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah. Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air.5.2.5. kita mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat. jarak objektif dengan meja sediaan mengecil.6.5. Menyerap kelebihan air yang merembes di tepi kaca dengan kertas saring.1.Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. 3.4. Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm.3 kembali. dan 3. maka kita memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum 5-10 mm. kalau tubus telah terangkat setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan. pasang lubang lebih besar pada lempeng. Jika terangnya tidak merata. 3. Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik. Mengganti Perbesaran . 2. 4. maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer. 3. 3.3.4. 4. 5.2. Mengeluarkan preparat yang telah diamati.3. Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan 3. maka kita mengulangi langkah 3. 2. 4.4. Untuk bahan daun waru. kemudian sebaliknya.4.3. 4. Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan nampak medan bundar putih (medan pandang). 4.

Kaki 9. Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia.5 lanjut ke 5.7. Cermin 10. iv.4. vii. sampai berhasil. 5. 5. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. 5. 5. Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya.1. Diafragma 11. 3. Penggerak mekanik 6. 5.2. Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 3. bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan jangan menyentuh posisi preparat atau tubus.3.3. Lengan 5. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya. perhatikan hal-hal berikut : i. iii. Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya. Hasil Pengamatan .5. Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati.Mikroskop Biologi Keterangan : 1. Kondenser . Sumbu inklinasi 7. 3. Pengatur kondenser 8. v. 5. kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari. Menyimpan mikroskop ke dalam kotak mikroskop.3. menurunkan tubus serendah mungkin.5. Makrometer 3. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah 3.2. Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4.1. vi.4.6.4 dan 3.6. 5. Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran) 5.5. Okuler 2.1 sampai 4. Apabila pengamatan sudah berhasil. Mikrometer 4. ii. Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan.

yang dipegang bilamana diangkat. 5. pengatur kasar. pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke kondensor. Lensa okuler. 6. pengatur halus. 4. Tiang. pada ujung atasnya terdapat lensa okuler. menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya. lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif. Pada percobaan ini kami hanya mengambil satu sampel bahan percobaan yaitu bawang merah .12. atau pegangan dengan sumbu inklinasi. Pengatur kondensor. Lensa objektif. tempat meletakkan kaca benda (objek glass). alat penangkap dan pamantul cahaya. 14. Daun Labu (Cucurbita maschata) d. Penggerak Mekanis. 16. Revolver atau pemutar objektif. yang diintip oleh mata pengamat. Kaki mikroskop. yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan. berupa lensa-lensa dan cermin. 2. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) B. sebagai alas tempat tumpuan berdiri. Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak. Diafragma. Makrometer. Meja sediaan 13. cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass). bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor. Cermin. 11. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus. 7. Revolver 16. tempat bersendi lengan mikroskop. 10. Lubang meja sediaan. Daun Waru (Hibiscus liliaceus) c. 15. 3. Mikrometer. Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti : 1. 12. Meja sediaan. Sengkeling 14. Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan komponen tersebut. 9. Bawang merah (Allium cepa) b. alat yang dapat ditutup dan dibuka. Kondensor. Lengan atau pegangan mikroskop. Pembahasan Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil. 17. Tubus atau tabung okuler. lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang. 8. Tubus a. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar. menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya. alat pengatur letak kaca benda pada meja. Sengkeling. 13. Lensa objektif 15.

Tim Pengajar. Lay. 2009. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. PERTANYAAN 1. 2. Mahasiswa: Praktikum mikroskop ini harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan biologi. Mikrobiologi. Raja Wali.(Allium cepa). 3. Jakarata: Erlangga. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah : 1. Kusnada. Bandung: Jica. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan. Tulis fungsi bagian mekanik ! . PT Ikrar Mandiri Abadi. Dari gambar tersebut kita dapat melihat bahwa pada pembesaran lemah terlihat hanya bagian kecil dari epidermis Allium cepa tersebut dan pola-pola epidermis Allium cepa masih kurang jelas pemisahannya. Goldsten. 2000.org/wiki/mikroskop. Diakses tanggal 17 Oktober 2009. Bogor: CV. I993. Anonim. 2009. Laboratorium: Sebaiknya alat-alat yang disediakan laboratorium diperhatikan. Biologi Edisi Kelima Jilid I. kita bisa mengamati pola pemisahan yang lebih jelas dan bagian-bagian dari epidermis Allium cepa tersebut terlihat lebih kompleks. Campbell. Jakarta: Erlangga. Philip. DAFTAR PUSTAKA Abercombie. Kamus Lengkap Biologi. sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. M.A. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Tulis nama bagian mekanik dari mikroskop ! 3. http://id. 2. Mahasiswa mampu mengenali dan mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi dan fungsinya masing-masing. Jakarta. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda renik). 2004. Makassar. 2003. Mikro biologi. serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana A. Asisten: Sebaiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan berlangsung.wikipedia. Dkk. N. Tulis nama bagian optik dari mikroskop ! 2. 1992. dan kami mengamati sampel tersebut dengan tiga macam perbesaran seperti yang terlihat pada gambar. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Sedangkan pada pembesaran yang lebih kuat. Mikroskop. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. W. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.

g. . f. 4. Meja sediaan berfungsi sebagai tempat meletakkan kaca benda. c. Sengkeling berfungsi sebagai penjepit atau pengatur letak sediaan. Makrometer c. b. Lengan b. Lensa objektif e. ke arah manakah kaca benda/sediaan harus digeser? Mengapa? 5. yaitu : b. Bagian optik dari mikroskop. Diafragma h. terbalik dan diperbesar. Bagian optik dari mikroskop. Pengatur kondensor berfungsi sebagai alat untuk menaikkan atau menurunkan kondensor.4. Pengatur kondensor g. Revolver berfungsi sebagai cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. Tulis pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar? Jawaban : 1. Penggerak mekanik e. karena sifat lensa okuler yang menerima bayangan dari lensa objektif yaitu maya. Sumbu inklinasi f. Sengkeling i. Fungsi bagian mekanik : a. Makrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara kasar. Cermin c. Kalau bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. Kondensor d. Lensa okuler 2. Pengaruh negatif terhadap mikroskop apabila lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar adalah lensa dapat menjadi buram dan bahkan akan tergores sehingga lensa mikroskop sudah tidak baik lagi untuk digunakan. e. h. 5. maka kaca benda harus digeser ke arah yang berlawanan dengan bayangan. Mikrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara halus. Meja sediaan k. Tubus l. Tubus berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa okuler pada ujungnya. karena bila lensanya sudah tergores bila digunakan akan membentuk bayangan lain yang menyebabkan bayangan dari sediaan tidak jelas lagi. Apabila bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. yaitu : a. Mikrometer d. d. Penggerak mekanis berfungsi sebagai alat pengatur letak kaca benda pada meja. Kaki mikroskop 3. Revolver j.

khususnya menjawab pertanyaan di atas. Asal-usul kehidupan menurut pandangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya terkuak. Asisten. ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya. M. H. .S. Oktober 2009 Koordinator Asisten. Hamka L. Karena rasa ingin tahu yang tinggi maka mereka menggunakan kecerdasannya untuk mengungkap asal mula kehidupan. Hal ini yang mendorong para peneliti melakukan percobaan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupa. Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati.pd. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan. Erni Majid NIM.S. NIP. Makassar. Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar mampu mengambil kesimpulan dan mengetahui seluk-beluk dan teori asal-usul kehidupan yang benar. Suhaedir Bachtiar. Latar Belakang Pada dasarnya manusia memiliki daya berpikir dan rasa ingin tahu yang tinggi termasuk dari mana awal kehidupanya di muka bumi. Tujuan Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi. Dosen Penanggung Jawab Drs..LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Percobaan Lazzaro Spallanzani” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak. Ada halhal yang masih menjadi misteri. C. untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat. Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani. 061404038 Mengetahui. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya dengan berbagai teori dan percobaan. B.

Selain Aristoteles. merka berpendapat bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontandari benda tak hidup diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani tidak ada karena labu ditutup rapat (Winatasasmita. 2003). Peneliti-peneliti terdahulu menutup labunya dengan sumbat gabus. 2009). Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut. teori Kosmos. Tabung pertama dibiarkan terbuka. Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi. Sesudah kaldu itu dibiarkan untuk waktu yang lama terdapat retakan kecil pada gelas yang kemudian diikuti dengan perkembbangan animakuler (Stenier. 1991) Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”. 1982) Beberapa orang tetap tida percaya terhadap hasil eksperimen Redi dan Spallanzani. diantaranya Francesco Redi. teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. 1999) . biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru (Anonim. Spallanzani menyimpulkan bahwa animakules dapat terbawa udara kedalam kaldu itu dan inilah penjelasan tentang adanya abiogenesis yangdisangka benar itu. Ternyata setelah beberapa waktu pada tabung pertama terdapat organisme dan pada tabung kedua tidak terdapat organisme (Janice. dan terpaksa melakukan penyegelan yang rapat udara ia perhatikan bahwa. 2009). teori Biogenesis. Makhluk-makhluk renik yang tiba-tiba muncul pada makanan yang membusuk sebagiannya timbul dengan sendirinya maka Lazarro Spallanzani mencoba membuktikan bahwa mikro organisme tidak muncul dengan sendirinya. 1992) Beberapa ahli telah melakukan berbagai usaha untuk melakukan penelitian terhadap pandangan generatio spontanea. tetapi Spallanzani tidak merasa puas bahwa sumbat buatan itu dilalui udara. Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. John Needham. Jika itu tetap bening dan steril maka generasi spontanea tidak dapat terjadi (Kimbal. macam-macam pandangan telah dikemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. Setelah dipanaskan kedua tabung tersebut diberi perlakuan yang berbeda. 2004). maka ia mendidihkan air kaldu kemudian menutup rapat-rapat sehingga tidak dimasuki apapun dari luar.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertanyaan yang selalu tmbul bagi bagi para pemikir filosofis dan kaum naturalis adalah asal mula terjadinya kehidupn di bumi ini. Sampai sekarang hal tersebut masih merupakan teka-teki yang belum dapat dipecahkan. seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea). salah seorang ilmuwan yang membantah teori Abiogenesis. telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim Pengajar. sedangkan tabung yang kedua ditutup. para ilmuan lainnya seperti Antonie van Leeweunhoek dan John Needham (1713-1781) juga mendukung teori Abiogenesis tersebut. Lazzaro Spallansani (keduanya berkebangsaan Italia) dan Louis Pasteur yang berkebangsaan Perancis (Tim Pengajar. Lazzaro Spallanzani. Namun pandangan tersebut masih merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah (Sasmita. Dalam melakukan percobaannya. 2003). Di dalam kaldu yang sudah dipanaskan dengan baik. Lazzaro Spallanzani memanaskan dua buah tabung yang berisi air kaldu.

Prosedur Kerja 1. Tabung I. 3. 03. B. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 30 ml kaldu cair b. Waktu praktikum Hari/tanggal : Jumat. Tabung IV. selama lima hari. Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Tabung I. cahaya matahari langsung dan sumber panas lainnya. 1 buah lampu spiritus e. biarkan terbuka (tanpa tutup). Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. Alat dan Bahan 1. Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 mL.d. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. segera tutup dengan gabus dan menetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya. 2 buah sumbat gabus/karet yang sesuai d. 4 buah tabung reaksi b. tidak memberikan perlakuan. 1 buah klem kayu f. 2. Tabung III. 1 buah rak tabung reaksi c. Hasil Pengamatan Tabung Tabung I Tabung II Tabung III Tabung IV B W E Bu B W E Bu B W E Bu B W E Bu 1---------------- . usahakan terhindar dari gangguan hewan. Melakukan pengamatan dan mencatat setiap hari. 7.BAB III METODE PRAKTIKUM A. 1 potong lilin 2. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. menyumbat dengan tutup gabus/karet dan manetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutup. 5. 23 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. 4. Meletakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan menyimpannya di atas meja kerja. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. Korek api C.30 s.10 WITA b. 6.

Hal tersebut menandakan bahwa di dalam kaldu telah terdapat kehidupan suatu mikroorganisme misalnya bakteri. Dari hasil pengamatan selama lima hari. dan pada hari kelima juga muncul buih pada kaldunya. namun endapan tersebut hanyalah tetesan lilin yang merembes masuk pada saat menetesi sumbat karetnya dengan lilin. Perubahan warna.. Pada hari ketiga kaldunya juga mulai mengalami perubahan bau dan juga perubahan warna.. Kemudian pada hari keempat mulai terdapat buih pada kaldunya.. juga terdapat endapan pada dasar tabung.+ + . namun pada hari ke-2 telah terdapat endapan.= Tidak ada perubahan W = Warna E = Endapan Bu = Buih B = Bau Keterangan : a.. pada tabung II dimana perlakuan yang diberikan hanyalah menyumbat mulut tabung dengan sumbat karet yang pada hari ke-1 tidak mengalami perubahan. Pada tabung IV yang air kaldunya didihkan dan mulut tabungnya disumbat dengan sumbat karet.. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah pada hari pengamatan yang ketiga. Pada tabung III. tidak mengalami perubahan dari awal pengamatan sampai hari terakhir pengamatan. Kemudian pada hari kedua....4 + ++ ++ . Pada hari keempat..+ ++ ... Pada tabung ini. Begitupun pada tabung ke II dan ke III. Pada kaldunya memang terdapat endapan... Lampu spiritus d.. Pada tabung pertama dihari terakhir pengamatan terbentuk gelembung/buih .++ . Endapa B. mulai terdapat pengendapan pada hari kedua.. bau.5 + +++ ++ . Endapan ini terus bertambah banyaknya hingga hari kelima. dimana tabung ini tidak didihkan dan tidak ditutup. bau. Tabung reaksi c. Perubahan warna.+ . terdapatnya endapan dan buih terus bertambah sampai hari kelima. Pembahasan Pada tabung I. Sumbat karet b. dimana air kaldunya hanya didihkan di atas lampu spiritus selama 10 menit dan tabungnya dibiarkan terbuka. warna kaldu pada tabung tersebut mulai berubah menjadi keruh... kaldu pada tabung tersebut mulai terdapat endapan pada dan mulai mengalami perubahan bau. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah hingga hari kelima pengamatan.+ ++ .+ ++ ++ + .2--+---+--------3 .. pada .Keterangan : + = Ada Perubahan . mulai muncul buih pada hari pertama pengamatan. Buih e. Perubahan bau.

Laboratorium sebaiknya dapat dijaga kebersihannya bersama sebelum melakukan praktikum. Sebaiiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan sedang berlangsung terutama yang berhubungan dengan api. Stonier. Diakses tanggal 9 November 2007. Biologi Tesis. 2009. Sedangkan pada tabung IV tidak terdapat mikroorganisme karena air kaldu tersebut dipanaskan hingga mendidih. Dimana tabungnya ditutup namun kaldunya tidak dipanaskan. maka pastilah mikroorganisme tumbuh pada tabung tersebut.com/. Dkk 1982. berbau.A. Selain itu tabung tersebut juga ditutup rapat sehingga udara yang berada di luar tabung tidak dapat masuk. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. http://www. D. 2. hal tersebut disebabkan oleh perlakuan yang diberikan pada tabung tersebut. Begitu pula pada tabung ke III. Sehingga pada tabung tersebut terdapat mikroorganisme. Kesimpulan Berdasarkan percobaan ini kami lakukan. Dengan demikian teori abiogenesis yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan. Hal tersebut merupakan tanda-tanda terdapatnya kehidupan pada tabung tersebut. Konsep Hidup dan Kehidupan. DAFTAR PUSTAKA Anonim.forumsains. air kaldu pada tabung yang terbuka akan ditemukan organisme karena udara dari luar yang membawa mikroorganisme dapat lebih leluasa masuk sedangkan air kaldu yang perlakuannya dipanaskan dan ditutup rapat tidak ditemukan adanya mikroorganisme karena air kaldu tidak berhubungan langsung dengan udara dari luar. Jakarta: Erlangga Pratiwi. Hal tersebut menandakan bahwa dalam tabung tersebut tidak terdapat kehidupan.tabung tersebut diakhir pengamatan air kaldu menjadi keruh. racer. Dengan adanya pengamatan ini dapat dibuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Namun karena tabung dibiarkan terbuka menyebabkan udara yang berasal dari luar tabung (lingkungan) yang mana di dalamnya terdapat mikroorganisme dapat masuk ke tabung reaksi. dan tidak terdapat gelembung dan endapan. 2007. Buku Penuntun Biologi. Dunia Mikrobe I. berbuih. Walaupun kaldunya dididihkan sehingga mikroorganisme yang ada pada air kaldu mati. tidak berbau. B. D. Dra. Mahasiswa harus lebih teliti dalam mengamati bahan penelitiannya sehingga hasilnya pun baik. Pada tabung kedua terdapat mikroorganisme. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Akibatnya mikroorganisme yang terdapat pada air kaldu mati. . Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah 1. Janice. Sedangkan pada tabung ke IV tidak mengalami perubahan apa-apa. Air kaldu masih tetap jernih. 2003. dan terdapat endapan. 3. Apalagi pada tabung yang ke I yang tabungnya dibiarkan terbuka dan kaldunya tidak dididihkan. Jakarta: Bima Aksara. Akibat perlakuan tersebut mikroorganisme yang terdapat di dalam air kaldu tersebut dapat berkembang.L. 2. jakarta: Bharatara Karya Aksara.

Berikut akan dijelaskan teori-teori tentang asal dan kejadian hidup. 1991. Konsep Hidup dan Kehidupan I. Kimbal. W. Djamhur. Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan").2 Antonie van Leeweunhoek Antonie van Leeweunhoek adalah seorang biologis Belanda yang mendukung teori ini. 1992. manusia belum dapat memberikan definisi dan batasan-batasan yang jelas tentang apa arti hidup sesungguhnya. Jakarta: Universitas terbuka.1 Aristoteles Teori Abiogenesis pertama kali diajukan oleh Aristoteles (394-322 SM) yang menyatakan bahwa : Makhluk hidup berasal dari benda mati yang secara spontan dapat muncul akibat adanya gaya hidup. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2. Makassar. Biologi Umum Materi Bagian Pertama. Biologi Universitas jilid 3. Winatasasmita. 2009. 2. Pun demikian. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie". Pendahuluan Dikutip dari Wiki : Kutip Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Berdasarkan hal tersebut van Leeweunhoek mengatakan jentik-jentik (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati). Banyak ilmuwan mencoba mengajukan teori-teori untuk menjelaskan apakah hidup dan dari mana asalnya hidup. ia menemukan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami. bios ("hidup") dan logos ("lambang". "ilmu"). 2003. Teori Abiogenesis (Teori Generatio Spontanea) 2. Biologi Umum.Tim Pengajar. Jakarta: Erlangga. Dengan menggunakan mikroskop. Makassar. Tim Pengajar. yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Penuntun Praktikum Biologi Umum. yang diambil dari bahasa Arab.3 John Needham (1713-1781) . II.

omne ovum ex vivo). Penutup berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara.1799) Spallanzani adalah seorang biologis Itali yang menentang eksperimen John Needham. mikroorganisme terdapat di udara bersama-sama dengan debu. 3. mengapa bisa terjadi demikian? . 3. Lazzaro Spallanzani (1729 . Dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang dimiliki tumbuh-tumbuhan (makhluk hidup) bukanlah berasal dari tanah (benda mati). b. Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percoban tersebut diatas? 2. 3. PERTANYAAN 1. omne ovum ex vivo (artinya kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup atau dapat juga diartikan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga). III. Francesco Redi (1968) Kesimpulan dari eksperimen Redi adalah larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi dari lalat yang masuk ke dalam tabung dan bertelur pada daging. Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut? 3. Pendapat yang mendukung adalah sebagai berikut : 3. Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (Omne vivum ex vivo.4 Pohon Van Helmot Pohon dapat tumbuh membesar bukan berasal dari tanah sebab tanah yang hilang tidak sesuai pertumbuhannya. Ia mengatakan bahwa kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme. Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara. Hasil yang diperoleh Pasteur adalah : a.1.Biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru. Teori Biogenesis Teori ini menyangkal abiogenesis.2. Hasil eksperimen ini akhirnya menggugurkan Teori Abiogenesis dan Pasteur menjadi sangat terkenal dengan perkataannya Omne vivum ex vivo.3 Louis Pasteur (1822-1895) Pasteur melakukan eksperimen dengan menggunakan labu leher angsa. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana?. 3.

karena makhluk hidup tidak dapat terbentuk dari benda mati secara tiba-tiba. Tidak terjadi perubahan warna dan bau karena mikroorganisme yang terdapat di dalam kaldu sudah mati dan tidak terkontaminasi dengan udara luar. Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan?.4. dan tabung yang dipanasi namun tidak ditutup. Makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu berasal dari udara luar dan mikroorganisme yang masih hidup di dalam kaldu karena belum mati. H.Pd. tabung yang tidak dipanasi tapi ditutup. 4. M. 2. Hasil percobaan Lazzaro Spallanzani ini digunakan sebagai bukti untuk menyangkal pendapat generatio spontanea karena telah terbukti bahwa makhluk hidup tidak terbentuk dari benda mati. Suhaedir Bachtiar S. Tabung yang kaldunya tidak mengalami perubahan yaitu tabung yang kaldunya dipanasi/dididihkan kemudian tabungnya ditutup dengan sumbat karet.S. Dosen Penanggung Jawab Drs. Yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah adanya mikroorganisme yang berasal dari udara luar karena tabung tidak ditutup dan organisme yang masih hidup di dalam karena tidak dididihkan yang melakukan aktivitas kehidupan. 6. M. Dari bahan kaldu itu tidak mungkin muncul makhluk hidup baru secara tiba-tiba. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut terjadi pada tabung yang air kaldunya tidak dididihkan dan tabungnya tidak ditutup dengan sumbat karet. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengamatan Mikroskopis” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Irwan NIM. Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat generatio Spontanea? Jelaskan. 3. Hamka L. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN .. November 2009 Koordinator Asisten. Asisten. mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau? 5. Makassar. Terjadi perubahan karena mikroorganismedi dalam kaldu masih hidup dan terkontaminasi dengan udara luar. 061404008 Mengetahui. Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba akan muncul makhluk hidup baru? 6. 5. Jawaban 1. NIP.

beberapa organ membentuk sebuah sistem organ tumbuhan dan beberapa sistem organ membentuk tumbuhan tersebut (Kartasapoetra. Kumpulan dari sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan. kita akan melihat bagian-bagian utama penyusun tubuh tumbuhan seperti akar. Jika diperhatikan lebih detail. Didalam tubuh hewan terdapat jaringan yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan hewan itu sendiri. ada juga jaringan yang membentuk tubuh hewan tersebut. daun. dan mengetahui jenis-jenis jaringan yang menyusun organ-organ yang terdapat dalam tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. 1998). Jika membandingkan struktur tumbuhan dan hewan tentunya struktur tubuh hewan jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan tubuh tumbuhan. maka kami melakukan pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan. Tujuan Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macammacam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan dan juga yang menyusun organ-organ tubuh hewan. Diantaranya ada jaringa yang berfungsi melapisi bagian luar hewan. hanya menggunakan mata kita dapat melihat bagianbagian tersebut dengan mudah dan jelas. bahkan mungkin kita sudah mengetahui apakah sel itu sebenarnya. B. Seperti halnya tubuh tumbuhan. Latar Belakang Setiap hari kita sering melihat tumbuhan. batang. kita akan mendapatkan bagian-bagan yang semakin kecil. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4. ada jaringan yang membuat tubuh hewan dapat bergerak. Tanpa alat bantu. beberapa macam jaringan sel membentuk sebuah organ pada tumbuhan. Jaringan Tumbuhan Kata “sel” mungkin sudah lazim kita dengar. di sebelah dalamnya ada kayu yang keras dan mengandung serat-serat yang kuat. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu kita akan mengetahui struktur penyusun tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. C. Dengan demikian yang dimaksud dengan dengan jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi besar tubuh kita semua terdapat disekitar kita. dan bunganya. pada bagian luar tampak adanya kulit. Namun bila kita ingin mengamati struktur tumbuhan yang lebih kompleks. Untuk mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tumbuhan dan organ-organ tubuh hewan. Apabila kita mengamati tubuh organisme yang cukup besar. Hingga suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. Berbagai jaringan tersusun dan . bahkan semua yang menyusun tubuh hewan dan memiliki fungsi masing-masing adalah jaringan hewan itu sendiri. tubuh hewan pun terdiri atas sel yang tersusun berdasarkan struktur dan fungsinya masing-masing. Berdasarkan semua kegunaan jaringan ini maka manusia mempelajari lebih dalam mengenai struktur dan fungsi masding-masing jaringan. jaringan yang membantu hewan terhubung dengan dunia luar.A. Sel-sel yang membentuk jaringan sel (suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama).

dalam hal ini tiap jaringan biasanya hanya melakukan satu macam proses hidupnya. adalah meristem yang berkembang langsung dari sel embrionik dan sebab itu merupakan kesinambungan kegiatan embrio di tempat itu. Adanya bahan seperti lemak. Jaringan xilem. berfungsi mengangkut bahan-bahan dari daun ke be tubuh tumbuhan. membentuk endospermae. c. Meristem primer. 2. Menurut Muhammadiah (2004). semakin tinggi tingkat perkembangannya. Meristem senantiasa mempertahankan kemampuannya untuk membelah. meristem yang ditinjau dari asalnya dibedakan atas : 1. Menurut Kartasapoetra (1998). Jaringan parenkim. bynga. Jaringan floem. Namun. adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. sebagai penyokong tubuh. Jaringan sel gabus berfungsi sebagai pengganti epidermis ketika batang atau akar masih muda. Dengan batasan di atas. dengan adanya jaringan-jaringan dalam tumbuhan ini berarti bahwa tumbuhan tersebut ke dalam telah ada pembagian dalam kegiatan-kegiatan proses hidupnya. maka kita dapat mengetahui tumbuhan yang mempunyai jaringan dan yang tidak berjaringan. Jaringan meristem yang mampu membelah terus dan membentuk sel-sel yang baru. sehingga sel yang baru senantiasa ditemukan. Meristem melanjutkan pembelahan diringan secara tidak terbatas dan akibatnya sel-sel baru terus bertambah pada tubuh tumbuhan (Muhammadiah. berfungsi sebagai penyokong tubuh. berfungsi mengangkut bahan mineral dan air dari akar sampai ke daun. Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan teresebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. 1998). tempat fotosintesis (pada mesofil). Jaringan-jaringan umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang tinggi tingkat perkembangannya. f. 2004). 2009). Jaringan Meristem Meristem adalah jaringan embrional pada tubuh tumbuhan. h. contoh : a. batang. menunjukkan bahwa pada akar muda epidermis berfungsi dalam absorpsi (Muhammadiah. d. e. Pembelahan sel dapat pula terjadi pada jaringan selain meristem. pada jaringan ini jumlah pembelahan sel terbatas. Jaringan Sel Gabus Dari uraian-uraian di atas kita telah mengetahui bahwa epidermis itu merupakan jaringan pelindung. dan biji. Ternyata hasil penelitian telah menampakkan adanya sejenis jaringan tertentu yang .terorganisasi dalam bentuk organ (Tim Pengajar. b. Jaringan epidermis melindungi jaringan sel disebelah dalam. menyimpan cadangan makanan (pada endosterm). g. Pada tumbuhan uniseluller atau terdiri dari satu sel (bacteria) tentunya tidak mempunyai jaringan. berfungsi sebagai pengangkut bahan-bahan dari daun ke tubuh. iii. sebelum tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder (Muhammadiah. buah. semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat-alat tumbuhan yang berlainan (Kartasapoetra. Jaringan sklerenkim. 2004). i. Jaringan kolenkim. kutin pada dinding luar dan permukaannya membatasi penguapan. Epidermis rambut-rambut akar memiliki dinding yang tipis. daun. misalnya pada korteks batang dan jaringan pembuluh muda yang sedang mengalami perkembangan. membentuk daging buah. Meristem skunder. ii. demikian pula tumbuh-tumbuhan yang rendah tingkat perkembangannya belum mempunyai jaringan. Jaringan Epidermis Epidermis adalah jaringan jaringan yang bervariasi struktur dan fungsinya. Merupakan lapisan terluar dari akar. 2004).

1992) 5. viii. 2004). Jaringan Hewan a. Skelerenkim mempunyai fungsi utama yaitu sebagai jaringan penguat tumbuhan dan kadang-kadang juga sebagai pelindung (Muhammadiah. Sel skelerenkim memiliki sifat yang kenyal (elastis). 1998). yang dikenal sebagai jaringan gabus (Cork tissue). Jaringan Xilem Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air pada tumbuhan berpembuluh (Muhammadiah. dapat berlignin atau tidak. sel parenkim dapat membelah meskipun telah dewasa. 1992) vi. terdiri dari banyak serabut otot yang mempunyai bentuk seperti gelendong. Sel-sel member tunjangan mekanis bagi tumbuhan. Dilengkapi secara meluas oleh plastid. jelasnya dari daun ke bagian organ lainnya. langsing. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jaringan gabus ini menggunakan fungsi epidermis (Kartasapoetra. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung (Anonim. Berbagai jaringan tumbuhan itu ditata dalam pola tertentu. Jaringan Sklerenkim Skelerenkim dalah jaringan yang memiliki dinding skunder yang tebal. Fungsinya yang sesuai tergantung pada penataan dan koordinasi yang sesuai dari jaringan yang mendirikannya (Kimbal.sifatnya lebih kuat dari epidermis. otot dikelompokkan menjadi : 1. yang paling banyak ialah plastid tidak berwarna dan gudang makanan merupakan fungsi utama (Kimbal. v. batang dan daun merupakan organ utama tumbuhan tingkat tinggi. 2004). Karena merupakan sel hidup. Jaringan Otot Jaringan otot bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh. terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan kontraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). 1992) Parenkim terdiri dari sel hidup dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan fungsinya. teristimewa pada tumbuhan yang berumur panjang yang dalam hal ini biasanya epidermis tumbuhan telah mati sebelumnya atau menjadi tidak aktif sebelum menjadi penggabusan itu. Kelompok jaringan terorganisasi ini menjadikan organ-organ pada tumbuhan. Jaringan Parenkim Sel-sel parengkim tersebut luas diseluruh tubuh. akar atau umbi (Kartasapoetra. 2004). vii. Jaringan Kolenkim Sel-sel kolengkima berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. Di dalam sitoplasma ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang berjalan menurut panjang serabut otot (Pagarra. Umum dijumpai didaerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat (Kimbal. Acapkali terpisah-pisah sebagian dan ruang antara sel yang terjadi diisi gas. Akar. sel parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka serta regenerasi (Muhammadiah. panjang. besar-besar dan berdinding tipis bisanya memiliki vakuola tengah. Otot lurik. 2. yang masing-masing mempunyai banyak inti yang . otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. Biasanya jaringan ini berada di bagian tepi dari alat-alat tumbuhan. 2004). 2009) Menurut Wulangi (1993). iv. mempunyai satu inti di tengah-tengahnya. Jaringan Floem Floem berfungsi mengankut bahan-bahan dari bagian atas ke bagian bawah. 1998). terdiri dari banyak serat serabut. Oleh sebab itu. seperti batang. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. Otot polos. Daerah yang tidak terkena cahaya.

Otot jantung. Mikroskop b. 30 Oktober dan 6 November 2009 Waktu : Pukul 01. dan dengan serabut otot sebelahnya membentuk sinsitium.10 WITA b) Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. batang. B. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian terbesar fungsi tubuh. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan golongan dikotil 2.30 sd. Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu (i) untuk mendeteksi. Sistem saraf perifer terdiri atas kumpulakumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di seluruh tubuh. Mengambil preparat awetan jaringan akar. terdiri dari beberapa serabut otot bercabang-cabang membentuk anyaman (anastomosis). terutama kegiatan motoris. 5. b. Lap kasar dan lap halus c. Jaringan Tumbuhan a. BAB III METODE PRAKTIKUM A. dan otot jantung. Sistem saraf pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. Menyiapkan mikroskop berdasarkan urutan tata cara penggunaan. 03. dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. kemudian ganti dengan pembesaran objektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. Mengamati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar. C. Jaringan Saraf Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. viseral. 2004).terletak di tepi. 3. menggunakan dan menghantarkan semua informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris. dan daun. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a) Waktu praktikum Hari/tanggal : jumat. 2004). 2. menganalisa. Alat dan Bahan 1. dan (ii) untuk mengorganisir dan mengatur. Preparat awetan jaringan akar. Preparat awetan otot polos. endokrin dan mental (Pagarra. Lap kasar dan lap halus c. termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil. Menggunakan pembesaran objektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan. otot lurik. 4. Prosedur Kerja a) Jaringan Tumbuhan 1. 3. Mikroskop b. preparat awetan darah dan preparat awetan tulan keras. Menggambar jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian- . preparat awetan tulang. Jaringan Hewan a.

b) Jaringan Hewan 1. bentuk dan letak intinya serta arah serabutnya. Xilem .a.b. Mengamati preparat awetan jaringan otot polos. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan.bagiannya. Mengamati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa. Jaringan penyokong 2. 1. monosit. Epidermis 2. 2.b. 3. Mengulangi kegiatan dengan jaringan jaringan yang lainnya. Jaringan saraf 3. otot lurik. Menggambar dan memberi keterangan.c.d. 5. 3.c. 4. leukosit.c.b.d. Jaringan Tumbuhan a. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot. Jaringan Darah 4. Epidermis 6. 5. Hasil Pengamatan 1. Jaringan otot 5.b.a. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel darah (Eritrosit. Empulur 2.a.b. Mengamati preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis. 1. 5. dan otot jantung dengan pembesaran kuat. Xilem 3. 2. 4. 2.c. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. 1. 3. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Mengamati preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat. 4.c. Menggambar dan member keterangan bagian-bagian yang terlihat. Menggunakan pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran objektif 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. neutrofil dan basofil) yang terdapat dalam darah. 2. Endodermis b. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. limfosit.a. Jaringan epitel 1. Batang Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Mengamati sel Purkinje pada preparat awetan otak kecil. Memperhatikan struktur dari arah luar.a. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Korteks 5. Akar Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat. Floem 4.

Epidermis 2. Daun Monokotil (Zea Mays) Keterangan : 1. Floem 5. Epidermis 3. Xilem 5. Xilem 4. Epidermis 3.3. Parenkin 5. Floem 3. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) Keterangan : 1. Stomata . Korteks c. Stomata d. Floem 4. Korteks e. Kambium 5. Xilem 4. Floem 4. Stomata 6. Kutikula 2. Empulur f. Korteks 2. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) Keterangan : 1. Daun Dikotil (Ficus elastica) Keterangan : 1.

Selunung sel 4. Plastida 4. Ujung Akson 3.2. Jaringan saraf Keterangan : 1. Dendrite 7. Sioplasma 3. Inti 3. Floem 2. Xilem 5. Akson 6. Discus intercalaris 4. Inti sel e. Otot Lurik Keterangan : 1. Pita terang d. Otot Polos Keterangan : 1. Pita gelap 2. Simpatis 2. Jaringan Hewan a. Otot Jantung Keterangan : 1. Badan sel 8. Jaringan Epitel . Miofibril 4. Selubung myelin 5. Epidermis 3. Nukleus 2. Pita gelap 4. Endomesium b. Serabut otot 3. Inti 2. Pita terang c.

Lamela 3. v. Badan selAksonSelubung 3. ii. Korteks disebut juga kulit pertama karena merupakan kulit paa akar yang terdiri dari sel-sel yang berasal dari titik tumbuh primer. Akar Monokotil (Zea mays) i. iv. Jaringan tulang Keterangan : 1. iii. . Basofil 4. Saluran Havers 2. Kanalikuli 5. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh xilem dan floem. Endodermis terdiri atas selapis sel yang melingkari stele atau merupakan bagian dalam korteks yang membatasi antara korteks dan stele. Jaringan Tumbuhan a.Keterangan : 1. Epidermis merupakan jaringan pelindung. Inti Sel f. Lakuna 4. LimfositA2kson B. Xilem terletak di bagian tengah akar dan berfungsi untuk mengangkut garam-garam mineral. Pembahasan 1.

ii. iii. iii. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) i. Daun Monokotil (Zea Mays) i. Epidermis daun monokotil terdiri atas selapis sel dengan dinding tebal berlapiskan kutikula dan tidak berklorofil. b. dinding selnya tipis dan mempunyai ruang antar sel. iv. iii. Floem berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Xilem berfungsi untuk mengangkut garam mineral dari akar ke daun. ii. Floem terletak diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem. iii. Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. ii. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis e. Kambium terletak di antara berkas pembuluh xilem dan floem. Epidermis pada daun dikotil terbagi atas dua. Batang Monokotil (Zea mays) i. Epidermis merupakan jaringan pelindung yang mengalami penebalan berfungsi sebagai jalan masuk air dan garam mineral. Stomata biasanya tersusun biasanya tersusun sebagai deretan lumut dan daun. Daun Dikotil (Ficus elastica) i. Kolengkim dengan dinding selulosa yang tebal. ii. Epidermis terletak pada bagian terluar berfungsi sebagai zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlalu banyak. iv. Palisade terdiri atas sel-sel penunjang tersusun rapat dan banyak mengandung klorofi sehingga di dalamnya berlangsung prose fotosintesis. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju daun. v. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Prakambium terletak di lapisan sebelah dalam endodermis yang berfungsi untuk membentuk cadangan akar kambium gabus. iv. Korteks terletak di daerah epidermis dan berfungsi sebagai cadangan makanan. Epidermis terletak pada bagian terluar batang yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan air. yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) i. Spons terdiri atas sel-sel yang tidak begitu kaya dengan klorofil. Terdiri atas satu lapis sel yang bentuknya persegi empat (batu bata) yang tersusun rapat. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis. Endodermis terletak dilapisan sebelah dalam korteks berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh angkut. iii. iv. v. tidak mengandung klorofil dan transparan. serta berfungsi sebagai proteksi. terdapat di permukaan atas dan bawah daun. Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke bagian atas daun. d. Xilem terletak pada bagian dalam berkas pengangkut f. 2. Fungsinya untuk melindungi lapisan sel yang letaknya lebih dalam dari kekeringan serta menjaga bentuk daun agar tetap dalam keadaan semula. vi. c. Deretan stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi sebagai jalan udara masuk dan keluar daun. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. vi. banyak memiliki ruang antar sel yang di dalamnya terdapat berkas pengangkut yang berupa tulang-tulang daun. Jaringan Hewan . bentuk dan susunannya tidak teratur.vi. ii.

Akson. kelopak mata. Jaringan saraf terdapatdi otak. serta membentuk kulit yang membungkus tubuh. cukup lama dan tidak cepat lelah. d. urat saraf tulang belakang dan saraf-saraf lainnya. 7. Ukuran serabut ototnya lebih kecil dari otot lurik. Jaringan Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi . mengandung nukleus dan nukleolus. Jaringan ini digunakang untuk member kekuatan. b. g. Sel neuron. merupakan inti yang terletak pada tengah-tengah badan sel. Jaringan Otot Polos Disebut otot polos karena serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling. Otot lurik bekerja dibawah kesadaran sehingga disebut otot volunter. 5. Jaringan Epitel Jaringan epitel dibuat darisel-sel yang memadat dan tersusun dari lapisan pipih. misalnya lambung. bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah dalam tubuh. usus.a. Sel otot polos berbentuk gelendong dengan sebuah inti pipih yang terletak di tengah sarkoplasma. 4. ada yang mempunyai selubung yaitu selubung mielin yang berfungsi sebagai pelindung atau isolator. e. 2. Kontraksinya tidak dibawah kesadaran (otot involunter) bersifat kuat dan berirama. 3. Sel atau serabutnya berbentuk silindris. Jaringan Otot Lurik Jaringan otot ini serabut kontraktilnya memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) berjajar teratur membentuk pita vertikal terhadap poros otot. lidah. f. sehingga sarkoplasmanya (sitoplasma) tampak polos dan homogen. Nukleus. daun telinga. dan diafragma. Intabilitas merupakan kemampuan jaringan saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan. Dendrit. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tibus. Jaringan Saraf Tersusun atas kumpulan sel-sel saraf (neuron) yang khusus menerima. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabangcabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. Ada dua macam sel saraf. yaitu sel saraf motorik dan sel saraf sensotik. Jaringan Otot Jantung Otot jantung terdapat khusus pada jantung. Badan sel. Konduktivitas adalah kemampuan jaringan saraf membawa impuls. Otot polos kontraksinya lambat. selubung disusun oleh sel-sel pipih yang disebut schwann. Sel sechwann. Setiap sel berinti banyak yang terletak di tepi sarkoplasma. dan membebaskan rangsang dari luar atau dari dalam tubuh. Kontraksinya cepat. Otot polos terdapat pada alat dalam sehingga disebut juga sebagai otot visera. c. 6. Otot lurik biasanya melekat pada rangka. menghantarkan. suatu bangunan yang berupa lanjutan plasma dan berfungsi meneruskan impuls saraf menuju ke badan sel. berfungsi untuk meneruskan impuls saraf dari badan sel ke sisi lain. bibir. Ciri khasnya yaitu memiliki discus interkalaris. Jaringan Penyokong Beberapa macam jaringan penyokong dalam tubuh kita. terdapat pada akson yang tidak terselubung. Memiliki 1-2 inti yang terletak di tengah sarkoplasma. Otot polos mempunyai pensarafan autonom artinya bekerja tidak dibawah kesadaran. dan pembuluh darah. Sel-sel saraf mempunyai kemampuan untuk bereaksi. kuat tetapi cepat lelah. Nodus renvier. Bagian-bagian saraf yaitu : 1.

sel B dan sel pembunuh. 2. merupakan jenis leukosit yang sitoplasmanya banyak mengandung granula (lisosom) dan berfungsi menghadang parsit. Leukosit a. 1998. dan jaringan gabus. jaringan parengkim. Eusinofil. 3. dan juga sebagai pertahanan tubuh. Limfosit. merupakan leukosit yang jumlahnya sekitar 25% dan terdiri dari sel T sebagai pertahanan tubuh. Diakses tanggal 8 November 2009. Dibentuk dalam sum-sum tulang belakang waktu embrio dibuat dilimfa dan hati. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah praktikum ini adalah : 1. jaringan penyokong. Makassar. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. d. merupakan bagian dari leukosit tapi hanya 1% yang berfungsi mengtasi infeksi. Anonim. b. Bima Aksara. diantaranya jaringan epitel. peradangan dan alergi. http://free. Jakarta. 2. merupakan 65% dari leukosit yang dapat membunuh bakteri dengan cara fogositosit b. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik.yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan ileh tubuh. Jaringan penyusun tubuh tumbuhan terbagi menjdi jaringan meristem atau jaringan muda dan jaringan dewasa yang terdiri dari epidermis. Jaringan yang menyusun tubuh hewan lebih kompleks. e. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism. 2009. B. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan sehingga bahan tidak rusak. Eritrosit a. Manosit.org/. Di dalam terdapat bermacam-macam darah.G. Merupakan bagian utama dari sel-sel darah. c. jaringan saraf dan jaringan otot. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2004. Mengandung hemoglobin yang mempunyai daya ikat oksigen maupun korbon dioksida. Neutrofil. Saran 1. Struktur Tumbuhan dan Hewan. 2. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. . Penuntun Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. c. Basofil.vlsm. Kartasapoetra. A. merupakan bagian 6% dari leukosit dan berfungsi sebagai pemakan bakteri serta memakan neutrofil yang menjadi nanh. DAFTAR PUSTAKA Adnan. jaingan pengangkut. diantaranya: 1. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan.

Halifah. Yang dimaksud dengan : a. Perbedaan antara sel otot polos dan sel otot lurik serta sel otot jantung. 2004. dan limpa. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Muhammadiah. terdapat pada dinding saluran pencernaan. Sel otot polos berbentuk kumparan panjang. 3. Tim Pengajar. yaitu : a. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya. termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Kanalikuli : Saluran havers dan matriks mirip tempat saluran sitoplasma osteosit. sebagai organ sekresi dan penyerapan. Fungsi saluran Havers yaitu memelihara kehidupan sel-sel tulang karena berisi pembuluh darah. 1992. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi. Fungsi otot polos yaitu memberikan gerakan diluar kehendak misalnya gerakan zat-zat sepanjang saluran pencernaan. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Otot jantung melekat pada dinding jantung. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan. Kartolo. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Asia. • Jaringan pengikat. 4. Struktur Hewan. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah. 2009. Lamela : Substansi mineral yang disimpan dalam lapisan tipis. 2. Makassar. Jakarta. Pagarra. Banyaknya inti dalam setiap sel adalah satu inti yang terletak di tengah-tengah sel. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Wulangi. Lakuna : Rongga kecil yang terdapat diantara lamela havers. Sesuai namanya. Anatomi Tumbuhan. [sunting] Jaringan pada hewan Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan. Jawaban Pertanyaan 1. 2004. • Jaringan epitel. Makassar. biologi Edisi Kelima. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. pembuluh darah dan limpa. Otot lurik terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Setiap serabut pada otot lurik terdiri atas banyak inti yang terdapat pada bagian tepi. 1993. c. S. Makassar. pernafasan.Kimbal. Erlangga. Otot jantung berfungsi membantu otot-otot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui dan keluar jantung. . pernafasan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Kumpulan serabut sel otot lurik disebut fasikulus. pembuluh darah. b. John W. Jakarta. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara cepat dan kuat. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. b.

November 2009 Koordinator Asisten.wikipedia.pd. Mencari apa . Hamka L. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. kolenkim dan sklerenkim. • Jaringan pengangkut Komponen utama jaringan pengangkut adalah xilem dan floem. Walaupun pada satu sisi manusia memiliki kesamaan dengan hewan tetapi pada hakekatnya manusia berbeda dengan hewan begitu pun dengan tumbuhan. Makassar. • Jaringan saraf. • Jaringan penyokong Jaringan penyokong meliputi tiga jaringan dasar. Asisten. Dosen Penanggung Jawab Drs. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan. • Jaringan epidermis Adalah jaringan yang melapisi daun dan bagian tumbuhan yang masih muda. NIP. H.S. Suhaedir Bachtiar S.• Jaringan otot. yaitu parenkim. Beranjak dari hal inilah manusia diharuskan untuk terus belajar dan terus belajar. M.. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung. semua mempunyai fungsi dan ciri masing-masing. Irwan NIM.org/wiki/Jaringan LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. http://id. M. Latar Belakang Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya tidaklah ada yang sama. [sunting] Jaringan pada tumbuhan Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan. 061404008 Mengetahui.

warna dan juga hubungan organ yang satu dengan organ lainnya. Organ organ yang bekerja sama dalam melekukan fungsi yang lebih tinggi disebut sistem organ. dan letak organ hewan vertebrata serta fungsi masing-masing organ tersebut. 2004). memiliki struktur penyusun yang tentunya memiliki perbedaan dengan makhluk hidup lain. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. Hal ini terlihat dari struktur . B. "lintah laut". Mahasiswa mengetahui bagaimana organ itu bekerja selain itu mahasiswa juga mampu melihat langsung bentuk asli anatomi dari organ tubuh katak sawah. Kecuali jenis-jenis ikan. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui bentuk. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum mengenai organ organ utama pada hewan vertebrata (Tim Pengajar. Hewan yang tergolong vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang yang memiliki sistem dalam tubuhnya yang lebih kompleks. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. hewan vertebrata juga memiliki organ tubuh yang hampir sama dengan manusia. Manusia hewan. Amfibi merupakan kelas chordata yang pertama kali keluar dari air. Anatomi setiap jenis makhluk hidup mempunyai perbedaan dan juga persamaan. dengan rasa ingin tahu yang tinggi. belut jeung. warna. Makhluk hidup terdiri dari beberapa sistem organ yang berfungsi dalam setiap aktivitas. Seperti halnya dengan manusia. Untuk anatomi hewan dapat dibedakan manjadi dua kelompok besar yaitu anatomi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan anatomi hewan tak bertulang belakang (anvertebrata). reptil.yang belum diketahui mengelola dan mengembangkan yang sudah ada. Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi katak sawah atau Rana cancarivora. Organ-organ tersebut saling bekerja sama dengan melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ (Pagarra. Seperti halnya makhluk hidup lain hewan vertebrata pada hal ini katak. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. 2009). bagaimana struktur dan fungsinya masing-masing. warna dan letak organ. Sel-sel ini yang kemudian saling berkaitan membentuk jaringan. burung. Anatomi makhluk hidup dapat dibagi secara garis besar yaitu anatomi tumbuhan dan anatomi hewan. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. Laporan yang berjudul anatomi hewan vertebrata ini tentunya akan memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya. Jaringan kemudian membentuk organ. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. Seiring dengan berjalannya waktu. Dalam percoban yang dilakukan kita mengamati anatomi hewan vertebrata dengan contoh katak sawah dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk. akhirnya para ilmuwan berhasil mengkaji lebih jauh mengenai anatomi makhluk hidup. serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ. dan tumbuhan terdiri dari triliunan sel yang merupakan bagian terkecil. C. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru (Anonimb. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tubuh hewan terdiri dari berbagai berbagai organ tubuh. katak. 2009) Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. atau hagfish). Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. serta hewan menyusui. dan organ akan membentuk sistem organ. Tujuan Mahasiswa dapat mengenali bentuk.

cara mengambil makanan. Pada hewan daratan misalnya katak. kedua ujungnya melekat pada tulang.pada kedua fase kehidupan yaitu di air dan di darat yang menunjukkan sifat ikan dan reptil. Sepasang otot yang saling membantu dalam bekerja disebut sinergis. Perbedaan jenis makanan. sedangkan yang kerjanya berlawanan disebut antagonis. meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan dan gelang panggul dengan anggota gerak belakang. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. sumber vitamin dan mineral (Anonima. Ketika katak meninggalkan fase kehidupannya di air dan memulai fase kehidupannya di darat. Bagian tengah yang menggembung membentuk gelendong disebut perut otot atau gaster. usus halus. lambung. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. Pada katak terjadi evolusi dan membentuk jantung yang terdiri atas tiga ruang (Kimbal. 2009). cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. 2. Sistem otot Sistem otot khususnya otot rangka. Sistem ini secara garis besar dibedakan atas : a. dan lapisan dermis bagian dalam mengandung pembuluh darah dan badan sel saraf (reseptor). Sistem pencernaan Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. Sistem integumen (kulit) Sitem ini pada umumnya terdiri atas dua lapisan epidermis yaitu bagian luar yang sel-sel paling luarnya dapat menanduk. 1992) Menurut Radiopoetro (1999). dan sisa yang tidak tercerna dibuang. antara lain : 1. dan sebagainya. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. maka katak itu akan membutuhkan energi dan oksigen yang sangat banyak untuk proses pernafasan sel. dicerna. Bagian urat yang melekat pada tulang yang relatif tidak bergerak pada waktu kontraksi disebut origo dan ujung lainnya disebut insertion. meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. b. Sistem rangka (skelet) Fungsi utama dari sistem ini yaitu memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. Fungsi otot adalah melakukan kontraksi yang mengakibatkan terjadinya gerak atas perintah dari saraf pusat. Skelet apendikular. kuku. memperbaiki jaringan yang rusak. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. meliputi rongga mulut. sisik. kerongkongan. Pada vertebrata. tubuh hewan vertebrata terdiri atas 10 sistem organ. usus besar. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. Skelet aksial. 4. Saluran pencernaan. serabut-serabut otot. faring. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. Kelenjar pencernaan. bulu. diabsorpsi. 3. rektum dan anus. b. Sistem respirasi . Kulit mempunyai derivate-derivate berupa rambut. kelenjar. 5.

Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Pada ikan menggunakan ingsang sebagai organ respirasinya. dan mamalia. Kelenjar tiroid . Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. Sistem pengeluaran (ekskresi) Sistem ini berfungsi membuang limba hasil metabolisme yang bersifat racun. Sistem saraf terdiri atas : a. Apabila insang ini bergetar. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup semakin kompleks organ ekskresinya. Pada vertebrata sistem peredaran darahnya tertutup yaitu dibangun oleh jantung serta pembuluh darah yaitu arteri. Sistem reproduksi Sistem ini berfungsi menghasilkan sel-sel kelamin dan hormon yang berkaitan dengan reproduksi. Sistem endokrin Sistem ini berfungsi menghasilkan hormon yang membantu dalam sistem koordinasi. Dalam organ pernafasan ini berlangsung pertukaran gas udara yaitu pengambilan oksigen (O2) dan pembebasan karbondioksida (CO2). meliputi : a. 6. Sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Pada hewan vertebrata organ ekskresinya yaitu ginjal. aves. Pada hewan betina dubangun oleh kelenjar-kelenjar kelamin betina disebut ovarium yang dilengkapi saluran telur. sering dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar pembantu seperti kelenjar prostate. Hipofisis b. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah Seiring dengan pertumbuhan berudu. hati. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. dan kulit. paru-paru. vena dan kapiler. Pada hewan jantan kelenjar kelaminnya disebut testis yang menghasilkan spermatozoa. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. sedangkan pada tetrapoda yaitu ampibia. 7. Sel-sel kelamin betina (ovum) dan spermatozoa berperan dalam perkembangbiakan yang bertujuan melestarikan jenis makhluk hidup. 2009).Sistem respirasi pada hewan vertebrata ada yang berbeda yaitu pada ikan. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi (Anonimb. Sistem saraf tepi (perifer) yaitu saraf cranail dan saraf spinal serta saraf otonaomi. sedangkan hewan-hewan vertebrata lainnya yaitu reptil. 8. Sistem saraf Sistem ini bersama dengan sistem sistem endokrin berfungsi mengkoordinasi tubuh hewan. Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. alat respirasi utamanya adalah paru-paru. reptilia. Namun pada ikan ditemukan peredaran darah tunggal. 10. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. burung. kelenjar bulbo uretra dan vesikula seminalis. Sistem peredaran darah (sirkulasi) Sistem ini berfungsi untuk mengedarkan darah dan cairan limfa diseluruh tubuh. Waktu katak masih berbentuk larva. 9. Organ tubuh yang mengeluarkan limba tersebut berbeda-beda. b. dan mamalia ditemukan peredaran darah rangkap.

Alat bedah: 1. Kelenjar kelamin BAB III METODE PRAKTIKUM A. Pengamatan Luar a. B. Jarum 4. Kelenjar pangkreas g. Kelenjar paratiroid d. Kapas c. Kelenjar epifise e. Pinset 3. Alat dan Bahan 1.d. lalu memasukkannya ke dalam kotak pembunuh. Sedotan limun 2. Mengamati bagian luar katak 1) Mata.30 s. Prosedur Kerja 1. Katak sawah (Rana cancarivora) b. 15.c. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Gunting 2. Botol pembunuh b. Kloroform/eter pembius C. 13 November 2009 Waktu : Pukul 13. Baki bedah c. tutup dengan rapat. Skalpel d. Biarkan sampai katak mati. kelopak dan selaput tidur 2) Lubang hidung luar 3) Timpanum (i). membasahi dengan eter/kloroform. segera pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut. Kelenjar adrenal f.50 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Mematikan Katak Mengambil segumpal kapas (sebesar ruas empu jari tangan). selaut pendengar . Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan meletakkan di atas baki bedah. Membiarkan kapas dalam botol dan tutup rapat. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. c. b.

b. Runut terus usus halus sampa usus tebal. 2. memasukkan ujung gunting yang tumpul dan guntinglah kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk. Bilik (ventrikel) ii. Mengamati bentuk dan warna: i. Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan. Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. tampak jantung dalam selaput b. Memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin. f. g. mengamati bentuk dan bagian: i. Melalui celah itu. meraba dengan jari gelig pada rahang atas dan gigi former pada langit-langit. Membuka celah mulut dengan skalpel dan pinset. iii. Lengan atas (branchium) b. Menjepit pingset otot perut di samping linea alba. Pengamatan Sistem Peredaran Darah a. 4. Telapak (manus) 6) Tungkai belakang : a.4) Celah mulut 5) Tungkai depan : a. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam celah otot perut dan mulai menggunting ke arah kepala sampai bawah rahang. Telapak bersatu (pes) d. Dengan pingset menarik lidah keluar. Lengan bawah (ante branchium) c. mengamati bentuk dan perletakanya (mencatatnya). 3. c. mengangkat sedikit dan akan tampak duodenum dan pangkreas. sehingga rongga mulut terbuka. Paha (femur) b. e. Memperhatikan bagian tengah otot perut. Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung scalpel sampai pecah. Arah kepala dari hati. dan menggunting melintang. Pengamatan Sistem Pencernaan a. menggunting ke arah pangkal kedua paha. ada berapa lobus. Hati sebelah kanan. Betis (crus) c. b. Jari-jari berselaput renang 7) Kloaka (menentukan letaknya). Hanya pada tmpat tertentu kulit melekat pada otot. Pembedahan a. Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha. sehingga terbentuk semacam kantong (saccus). sehingga terbentuk celah pada kulit perut. sehingga kulit perut bisa tersingkap. Rektum yang belok ke kloaka. Dengan pingset menjepit membujur kulit bagian perut dekat paha. iv. Perahatikan pertemuannya. sehingga membentuk celah. sehingga tidak mudah goyang. menggunting melintang di bawah pingset. Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan. Tampak garis putih membujur sepanjang otot perut (disebut linea alba). Melanjutkan pengamatan rongga perut yang berisi jeroan. mengangkat sedikit. d. ii. Serambi (atrium) kiri dan kanan . c. Lambung di sebelah kiri hati. Memeriksa perlekatan kulit pada jaringan otot. Mengamati bentuk gigi. 8) Menggambar arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut di atas. Membalik ke celah tadi.

Memberi nama bagian-bagiannya. Menggambar bagian jantung dan memberi nama begian tersebut di atas. bermuara pada kloaka sedang ujungnya berupa corong (ostium) ada di detak jantung. meniup pangkalnya perlahan. Pengamatan Sitem Ekskresi dan Reproduksi (Urogenitalia) a. Crus (Betis) 11. Jari-jari berselaput renang 13. akan tampak oviduk berupa saluran berkelok-kelok putih.bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjalmelalui vas efferensia. 6. Mengangkat sedikit ovarium. Pembuluh nadi utama (trunkus ateriosus) yang keluar dari ventrikel kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan). Melepaskan organ-organ pencernaan. Linela alba 2. Pada katak jantang ureter ini disebut juga ductus urospermatius. menggembung paru-paru. Pengamatan Sistem Pernafasan a. Membuat gambar bagan sistem pernafasan katak. Digiti (Jari) 5. Organ Visual 3. Branchium (Lengan atas) 9. Cor (Jantung) 2. Dengan sedotan limun yang ujungnya dimasukkan kedalam lubang pangkal tenggorok (membuka mulut). Memperhatikan bagian sebelah kanan dan sebelah kiri lambung. tersembul bagian paru-paru. Anatomi Keterangan : 1. d. Manus (Telapak) 7. Membuat gambar bagian sistem urogenitalia katak. Femur (Paha) 10. d. Melepaskan jantung dengan guntin. Selaput tidur 4. memulai dari lambung sampai pada rectum. Hasil Pengamatan 1. c. Tympanium (Membran timpani) 6. sehinga tampak batang tenggorok (trakea). Ante Branchium (Lengan Bawah) 8. Nares (Lubang Hidung) 2. Kloaka 14. 5. b. e. Pada katak betian. serta masentrium (jaringan ikat) yang memegangnya.iii. Bentuk Luar Tubuh Keterangan : 1. Akan tampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut. pembuluh darah pada paru-paru. Hepar (Hati) . BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. testis terletak di sebelah atas ginjal. ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. b. c. Pes (Telapak Berselaput) 12. c. Mengamati bentuk dan warna paru-paru.

Vena cava posterior 4. Uterus 5. Duodenum 3.3. Empedu 10. Pilorus 4. Bronkiolus 4. Uretra 8. Pulmo (paru-paru) 3. Sistem Sirkulasi Keterangan 1. Ventrikel 3. Ventriculus (lambung) 2. Kloaka 7. Ostium tuba 2. Sistem Urogenitalia katak betina Keterangan : 1. Rektum 5. Pulmo sinister 3. Hepar (hati) 4. Intestinium tenue (Usus halus) 9. Kloaka . Bronkus 2. Empedu 11. Pulmo (Paru-paru) 4. Vena cava anterior 5. Badan lemak 3. Pankreas 9. Atrium sinister 2. Ventriculus (Lambung) 5. Atrium Dexter 5. Illeum 7. Kloaka 6. Sistem Respirasi Keterangan 1. Intestinium crasum (Usus Besar) 10. Jejenum 8. Ren (Ginjal) 6. Oviduk 4. Pulmo dexter 6. Sistem Dygestoria Keterangan : 1. Aorta 6.

Mata (Orbita) 4. f. Testis 8. Rawan Aritenoid 6. Glandula Adrenal 10. Gladula adrenalis 8. Ovarium 7. Dimana.. Ren 11. c. Kloaka terdapat di bagian belakang dan berfungsi sebagai lubang pelepasan dari saluran ginjal. kelenjar kelamin dan anus. Kloaka 4. jari-jarinya berjumlah empat ruas dan tidak berselaput. Dua buah mata dan kelopak mata. anatomi katak yang diamati pada percobaan tersebut. Lubang hidungnya ada dua dan berukuran kecil. Badan Lemak 2. Lingua (lidah) 8. antara lain : 10. selaput tidurnya terdapat di antara bola mata dan kelopak mata. Uretra 7. Saluran Urospermatika 3. Rektum 8. Sistem Urogenitalia katak Jantan Keterangan : 1.6. Uretra 5. Geligi kerucut (Vormer Dent) 3. Dimana. Celah glottis 5. Pada tungkai depan. Maksila (Rahang atas) 2. Pembahasan Katak adalah salah satu contoh binatang amphibi yang merupakan hewan vertebrata yang dalam perkembangan hidupnya mengalami metamorfosis. g. Keadaan Luar Katak Katak memiliki : a. Tympanum (selaput pendengar) ada dua di samping kiri dan kanan yang tidak jauh dari mata. Rektum 6. Pada tungkai berlakang. Mandibula (Rahang Bawah) 7. telapaknya bersatu. Kantung suara 9. Permukaan kulitnya halus dan agak licin dan berwarna-warni karena adanya butir-butir . e. Ureter 9. Pallatum (langi-langit) B. Anatomi Mulut Katak Keterangan: 1. memiliki kaki sebanyak lima ruas dan berselaput renang. b. Ren 7.. d.

permukaan dalam dindingnya mempunyai banyak lipatan.pigmen dan sel pigmen atau kromotovora. Sistem respirasi a. Rongga mulut. pada katak merupakan saluran pendek menuju ke lambung. b. Kerongkangan (esofagus). Warnanya merah kecoklatan. Akhirnya oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke sel-sel tubuh. Sistem urogenetalia Alat ekskresinya berupa sepasang ginjal dari kiri dan kanan. Dan di atas atrium terdapat percabangan yang disebut aorta.  kerongkongan 11. di dalam kapiler kulit. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tunggal. 12. 14. Dinding kantong yang tipis ini banyak dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. Selaput rongga mulut Selaput ini juga digunakan untuk memasukkan oksigen yang terkandung di udara. Sistem dygestoria katak dimulai dari rongga mulut kloaka. darah membebaskan CO2 ke udara dan mengikat oksigen dari udara bebas yang akan diangkut oleh pembuluh darah vena pulmokutanea ke jantung untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan. b. 2). Lidahnya (lingua) bercabang dan terletak pada rahang bawah bagian depan. 3). Fungsi ginjal adalah menyaring darah. Perlekatan kulit hanya terjadi pada tungkai belakang dan tungkai depan. bentuknya memanjang dari depan ke belakang. pada rongga mulut berdifusi melalui selaput rongga mulut. sedangkan pada bagian perut tidak terjadi perlekatan kulit pada otot. air yang lebih akan diserapnya dan dikeluarkan. Ditambah dengan hati dan pankreas. zat-zat sisa seperti urine. c. Usus (intestium). c. Lambung (ventriculum). sehingga memperluas permukaan. . jantungnya terdiri atas dua ruang yaitu satu serambi dan satu bilik. Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih. garam-garam yang berlebih. selanjutnya dengan perantara celah tekak atau glotis dihubungkan dengan rongga mulut. Di dalamnya makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi. Paru-paru (pulmo) Paru-paru katak berupa sepasang kantong tipis dan elastis. Setelah mejadi katak. d. ada di kanan dan di kiri. Gigi tersebut dapat tumbuh kembali apabila mengalami tangal. terdapat di sebelah kiri dan di belakangnya terdapat duodenum dan pangkreas. Dimana letak serambi (antrium) di atas ventrikel dan terbagi dua. Sistem sirkulasi Pada fase berudu. terdiri dari : 1). usus lambung a. lembab dan kaya kapiler darah. Gigi hanya terdapat pada rahang atas (gigi geligi) dan pada langit-langit (gigi vumer). Kelenjar ludah yang berfungsi membantu menelan makanan. Dan pada bagian tengah otot perutnya terdapat garis putih membujur sepanjang otot perut yang disebut linea alba. yaitu cabang dari pembuluh nadi paru-paru kulit (arteria pulmokutanea) yang menyangkut darah kotor atau kaya CO2. Paru-paru katak berhubungan dengan bronkus. sedangkan sisanya dibuang melalui kloaka. 13. dalam usus makanan yang sudah lumat sari-sarinya diserap oleh pembuluh kapiler darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Kulit katak tipis. Berfungsi untuk menangkap mangsa. jantungnya terdiri atas tiga ruang yaitu dua serambi dan satu bilik. Kulit Pernafasan dengan kulit berlangsung efektif baik di darat maupun di air.

. 2. 1999. Makassar. Pembuahan katak bersifat ovivar (bertelur).google. selaput pendengar. 2. Katak memiliki berbagai macam sistem organ. Jakarta. sistem reproduksi. Pembuahannya berlangsung di luar tubuh (fertilisasi eksternal) tetapi katak tidak mempunyai alat kelamin luar. 1992. Testis berfungsi menghasilkan spermatozoa. Jurusan Biologi FMIPA UNM. sistem ekskresi B. Halifah. Jurusan Biologi FMIPA UNM.poetoegaul. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik seperti gunting yang sudah kurang tajam. Sistem Pernafasan Vertebrata. Diakses tanggal 19 November 2009. pelupuk mata dan selaput tidur. Diakses tanggal 19 November 2009. 2009. http://www.com/. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. telapak bersatu. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. Bagian belakang ovarium terdapat oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih yang bermuara pada kloaka sedang ujungnya burupa corong yang berada di dekat jantung. Radiopoetro .Kantong kemih ini berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. Seri Pembelajaran Struktur Hewan. Tim Pengajar. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat praktikum agar alat-alat praktikum tidak cepat rusak dan juga agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. saluran kelamin dan saluran pencernaan akan menyatu di kloaka. Anonimb. Kesimpulan Bagian-bagian katak yang tampak dari luar adalah mata. Zoologi. 2009. lengan bawah. Jakarta: Erlangga. 3. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. W. Dan memberikan penjelasan tentang apa-apa yang diamati. 2009. Saran 1. Katak jantan memiliki sepasang testis yang terdapat diatas ren. DAFTAR PUSTAKA Anonima. lengan atas. betis. Pagarra. 2004. sistem sirkulasi.com/. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. Muara saluran urine. dan kloaka. Biologi Universitas. Pada katak betina terdapat sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. sistem respirasi. http://www. sperma akan melalui saluran fasa deferensia menuju ke kloaka. 1. paha. Pada masa kawin sepasang katak akan ampleksus (katak jantan menempel pada punggung katak betina. Struktur Hewan. Kimbal. lubang hidung. Erlangga. telapak tangan dan digiti. jari-jari berselaput renang. diantaranya sistem pencernaan.

Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Jawaban Pertanyaan 1. c) Guanfora mengandung kristal guanin yang menyebabkan warna biru. tetapi termasuk dalam sistem pencernaan karena pada hati dan pankreas terdapat enzim yang dapat melumatkan makanan sehingga dapat dicerna oleh usus halus. atau hagfish). berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. 7. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. Pada katak terjadi vertilisasi eksternal karena pada katak pembuahan terjadi di luar tubuh. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. . Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. 4. burung. "lintah laut". reptil. katak. Cara katak menarik dan mengeluarkan nafas adalah : a) Inspirasi.Makassar. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. b) Melanfora mengandung pigmen melanin menyebabkan warna coklat dan hitam. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ini adalah : a) Intern b) Ekstern 3. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. 6. Warna kulit katak berubah-ubah karena katak mempunyai kromatophor (sel pigmen) yang terdiri atas : a) Xantopras mengandung pigmen kuning. serta hewan menyusui. SISTEM PERNAPASAN VERTEBRATA Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. b) Eksresi. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. 2. Katak digolongkan kedalam kelas amphibi karena katak dapat hidup di dua tempat. Waktu katak masih berbentuk larva. Pangkal lidah katak melekat pada ujung crinial dari rahang bawah. maka udara didalam paru-paru yang banyak mengandung karbondioksida keluar melalui koana. yaitu katak muda hidup di dalam air dan katak dewasa hidup di darat. Hati dan pankreas bukan merupakan saluran pencernaan. manfaat nya adalah agar lidah katak cepat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsanya. Katak tidak dapat melakukan pernafasan perut karena katak tidak terdapat tulang rusuk dan sekat rongga dan mekanisme pernafasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut. Darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika meninggalkan jantung karena hanya memiliki satu ventrikel (bilik) sehingga darah dari tubuh yang akan keluar melalui aorta bercampur. Sistem Pernapasan Pada Katak Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. 5. belut jeung. apabila rongga mulut mengecil maka udara masuk ke celah-celah terbuka menuju ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas sehingga oksigen di ikat oleh darah yang ada didalam kapiler dinding paru-paru. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru a. Kecuali jenis-jenis ikan. apabila rongga mulut mengecil.

faring. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. usus halus. diabsorpsi. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Pada hewan daratan misalnya katak.pd. Pada vertebrata. Asisten. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. Suhaedir Bachtiar.Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. kerongkongan. cara mengambil makanan. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. b. STRUKTUR HEWAN Katak memiliki organ pencernaan. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. sumber vitamin dan mineral LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Mustaina Basir NIM. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya.S. Kelenjar pencernaan. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah. lambung. dicerna. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. Makassar. Desember 2009 Koordinator Asisten. usus besar. Apabila insang ini bergetar. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. memperbaiki jaringan yang rusak. Perbedaan jenis makanan. Saluran pencernaan. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. meliputi rongga mulut. rektum dan anus. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. 061404016 . dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Seiring dengan pertumbuhan berudu.

Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan sangat lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kerja enzim. Karena hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat. Hampir semua enzim dalam tubuh merupakan protein. Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27 oC (suhu ruangan). C. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. Enzim sangat penting dan berpengaruh dalam tubuh makhluk hidup. Oleh karena enzim berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi. Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. Dosen Penanggung Jawab Drs. misalnya di dalam tubuh hewan berdarah panas.Mengetahui. pH. maka apa yang akan terjadi dengan tubuh kita. Sebagai contoh reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa yang merupakan sumber energi utama kita berlangsung lama. misalnya pada tubuh tumbuhan. berpikir dan kegiatan lainnya membutuhkan energi. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi reaksi-reaksi kimia. Atau pada suhu 39 oC. selama enzim tersebut tidak rusak. dan penghambat (inhibitor). Latar Belakang Dalam menjalani kehidupannya manusia bekerja membutuhkan energi. Enzim memegang peranan yang sangat penting dalam reaksi metabolisme dalam tubuh. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali. H. padahal kita setiap saat harus beraktivitas. yaitu suhu. maka jumlahnya tidak perlu banyak. Reaksi reaksi kimia kompleks dalam tubuh akan berlangsung sangat sangat lambat jika tanpa enzim. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui cara kerja suatu enzim dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase. Lalu apa yang akan kita gunakan nantinya jika proses pembuatannya lambat sedangkan keperluan kita begitu besar. Respirasi. yang dimana diambil pH faktor yang diamati. maka dari itu dibutuhkan biokatalisator untuk mempercepat pembentukan energy. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . M. Namun tekadang proses pembenukan energi ini lambat dalam bekerja. bergerak. NIP. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor.. hasil akhir. B.S. Hamka L. Suatu reaksi kimia dapat terjadi dalam tubuh sanagat lambat didalam tubuh. namun enzim bila dalam reaksi tersebut ditambahkan enzim maka reaksi tersebut akan berjalan dengan cepat. Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. maka kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh pH terhadap aktivitas enzim.

Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh suatu aktivator sehingga fungsional. biasanya berupa logam seperti besi. pada sistem pencernaan. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Biokatalisator. 4. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Pada tahun 1962. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. seorang ahli bernama Sumner berhasil memisahkan suatu enzim dalam bentuk kristal. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. mudah rusak. Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. Zat tersebut dikenal dengan nama fermen atau enzim (Janice. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa (Anonima. maltase. Dewasa ini telah banyak ditemukan berbagai enzim dalam makhluk hidup. enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). Kebanyakan enzim ini terdapat dalam protoplasma dan sedikit beraa dalam dinding sel atau vakuola. Sebagai contoh. maka proses-proses tersebut berjalan lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. seng. 1982). Enzim adalah biokatalisator yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas. Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupamolekul-molekul besar. meskipun ada juga yang . karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. Salah satu enzim yang terdapat dalam tubuh adalah milase. Menurut Kuhne seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi dalam tahun 1878 enzim berasal dari kata in+zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. 5. 2003). Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim (Lehninger. Bila zat ini tidak ada. contoh ektoenzim: amilase. atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. 2. tripsinogen harus diaktifkan terlebih dahulu oleh enterokinase (suatu aktivator yang dihasilkan oleh dinding usus halus) manjadi tripsin yang kemudian dapat melakukan pemecahan protein (Janice. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Di dalam tubuh makhluk hidup. 6. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. Nama lain dari amylase adalah diastase. tembaga. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. 1982). Bagian tersebut dinamakan Apoenzim dan bagianyang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik. 3. Menurut Anonimb (2009). Thermolabil. Enzim tersebut dapat menghidrolisis amilum menjadi gula (Tim Pengajar. Dapat diketahui pula bahwa banyak enzim yang terdiri atas bagian yang berupa protein dan bagian yang lain yang bukan protein. sebagai contoh. sebagai biokatalisator. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut.Enzim dapat ditemukan baik pada hewan maupun pada tumbuhan. 2009). berbagai enzim dibentuk dalam keadaan tidak aktif and diberi nama zimogen. 2003). 2009). yaitu enzim urease yang diperolehnya dari biji polongan (Lehninger.

Banyak enzim tidak akan bekerja tanpa adanya suatu zat nonprotein tambahan yang disebut kofaktor.30 s. terutama adalah substrat. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Pada umumnya daya yang mengikat enzim dengan substratnya bukan ikatan kovalen. Cu++. 20 Desember 2009 Waktu : Pukul 01. Terutama jika atom-atom yang bersangkutan tidak berada didalam jarak yang amat dekat. 7. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. suatu enzim harus menyatu biarpun hanya sebentar. Di luar suhu atau pH yang sesuai. Agar dapt melakukan tugasnya. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor (Anonima. Kecocokan terinduksi (induced fit) ini miripdengan jabtan tangan yang sangat erat. atau Na++. keasaman. Bekerjanya spesifik . Alat dan Bahan . Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. tetapi ikatan hydrogen.mengkatalisis reaksi dua arah. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Kecocokan terinduksi ini akan membaw gugus kikiawi tempat aktif itu keposisi yang meningkatkan kemampiannya untuk mengkatalisis reaksi kimiawi (Campbel. Mg++. suhu. Kekhususan suatu enzim berhubungan dengan adanya kesesuaian antara bentuk tempat aktifnya dengan bentuk substratnya. 15. Jadi molekul substrat harus cocok dengan suatu permukaan komplementer molekul enzim seperti sebuah kunci dengan lubang kunci (Kimball. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Ketika substrat memasuki tempat akti. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor.d. contoh : lipase. 1992). Kofaktor dapt berupa suatu ion metal seperti Zn++ (suatu kofaktor karbonat anhidrase). Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. mak enzim akan terinduksi untuk mengubah bentuknya sedikit sehingga tempat aktif akn lebih pas mengelilingi substrat itu. Kebanyakan dari interaksi ini bersifat lemah. enzim bersifat spesifik. Lainnya dapat terikat secarta longgar atau malah hanya sementara pada waktu enzim tersebut melaksanakan fungsi kualitatifnya (Kimball. Mn++. kofaktor dan inhibitor. Namun demikian. tempat aktif itu bukanlah suatu tempat penerima yang kaku bagi substrat tersebu. 2000). K+. 1992). 2009). Ikatan ion dan daya tarik antara gugus hidrofobik dari dua molekul itu akan secara sendiri-sendiri atau bersama mengikat substrat pada enzim. Koenzim dapat terikat erat (ikatan kovalen) pada bagian protein dari enzim sebagai gugus prostetik. agar ikatan antara substrat dan enzim cukup kuat. B. Fe+. dengan paling sedikit satu dari zat yang bereaksi. Atau kofaktor dapat berupa suatu molekul organic kecil yang disebut koenzim.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Kedua molekul harus sangat berdekatan dan meliputi suatu area yang cukup luas agar sejumlah daya tarik yang lemah ini dapat beroprasi. Karena itu. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. 8.

Kemudian menambah 1-2 tetes HCl encer. 4. Stopwatch 2.1. Tabung kemudian dikelompokkan menjadi lima bagian. Tabung reaksi besar 5 buah d. Tabung c setelah 15 menit diperlakukan sama seperti tabung a. dan selanjutnya diperlakukan sama seperti no. tabung 4 sampai 6 dikelompokkan menjadi tabung II. 6. Pada tabung IV ditambahkan 1-2 tetes larutan JKJ. Tabung a setelah 10 menit ditambah larutan Fehling A dan B. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . mengecek pH dan mencatatnya. Ke3 tabung reaksi diberi label a. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. kemudian membuat tabel dan menyimpulkannya. Tabung V ditambahkn 1-2 tetes larutan Fehling A dan B. Larutan JKJ e. Larutan fehling A dan B d. Tabung b setelah 10 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Larutan amilum c. Panaskan ke3 tabung. mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatatnya. Gelas ukur i. Larutan HCl f. Kertas saring i. Tabung reaksi kecil 9 buah e. mengecek pH dan mencatatnya. dan selanjutya diperlakukan sama seperti no. Rak tabung reaksi g. Lampu spiritus h. Pada tabung II ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. 5. Mortar dan pistilium c. Centrifuge dan tabung centrifuge b. Kertas lakmus (kertas pH) h. Tabung 1 sampai 3 dikelompokkan menjadi tabung I. Pada tabung III ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. 2. 2. mencatat warnanya. Kemudian menambahkan 1-2 tetes larutan NaOH. kemudian mencatat warnanya. 3. Kemudian cek pH nya. tabung 7 sampai 9 di kelompokkan mejadi Tabung III. Prosedur Kerja 1. mengecek pH dan mencatatnya. c. Kecambah kacang hijau b. kemudian dipanaskan selama beberapa menit. b. Pipet f. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. 3. Larutan NaOH g. Membandingkan warna yang terjadi pada tabung I – V. tabung 10 menjadi Tabung IV dan tabung ke 11 di jadikan Tabung V. Pada seluruh tabung I dimasukkan ekstrak kecambah (supernatan). Menyiapkan 11 buah tabung reaksi dan mengisikan ke dalam masing masing tabung tersebut 1 ml larutan amilum. 2. Aquades C.

Hal ini menandakan bahwa enzim amilase pada supernatan telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. diisi amilum kemudian ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah lalu ditambahkan pula 1-2 tetes larutan NaOH 1%. 3. Hal ini menandakan bahwa enzim pada tabung b bekerja lebih baik dibandingkan dengan tabung a. kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. Setelah itu. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda hijau muda kekuningan ++. Tabung II Pada tabung ini diisi amilum kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. larutan berada dalam suasana asam.A. setelah 15 menit dipanaskan. Tabung III Pada tabung ini. Hasil Pengamatan Tabung pH Warna Awal Akhir Awal Akhir I a 6 5 Biru Muda Biru Kehijauan b 6 5 Biru Muda Hijau Muda c 6 5 Biru Muda Hijau Muda II a 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan ++ b 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan +++ c 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan + III a 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan ++ b 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan + c 6 10 Biru Muda Hijau Kebiruan IV 6 Putih Biru Kehitaman V 6 Biru Muda Biru Muda Bening B. Tabung b. dan ternyata berubah warna dari biru muda menjadi Hijau Kekuningan . kemudian dipanaskan. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. masing masing tabung diberi label a. Pada tabung c. setelah 15 menit larutan berubah sama seperti tabung b yaitu hijau muda. b dan c. b dan c. Kemudian tabung b diperlakukan seperti tabung a setelah 10 menit. diisi larutan amilum sebanyak 1 ml ke 3 buah tabung reaksi yang diberi label a. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan fehling A dan B kemudian dipanaskan. Kemudian larutan diberi label a. b dan c. Setelah 5 menit tabung a ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Biru Kehijauan. Hal ini juga mengindikasikan bahawa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. dan mengalami perubahan warna hijau muda kekuningan +++. Setelah itu. Setelah itu. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi hijau muda Setelah itu tabung c juga diperlakukan seperti tabung a. Tabung I Pada tabung ini. setelah 10 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Hal ini menandakan bahwa ezim pada supernatan yang ditambahkan belum bekerja secara maksimal dalam mengubah amilum menjadi glukosa. Pembahasan 1. larutan yang semula berwarna biru muda berubah menjadi hijau muda kekuningan +. Setelah itu ditambahkan pula 1 – 2 tetes larutan HCl 10%. Setelah itu diukur pH-nya dan ternyata pH yang diperoleh adalah 6. berarti enzim tidak bekerja maksimal. 2. larutan tersebut dalam suasana basa.

Tabung c setelah 15 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. 3. Sebaiknya laboratorium memperhatikan alat-alat yang akan digunakan oleh praktikan. Pada tabung I. Diakses tanggal 2 Desember 2009. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. DAFTAR PUSTAKA Anonyma. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Pada tabung IV dan V digunakan sebagai kontrol terhadap perubahan warna yang terjadi pada tabung I. Dengan adanya perubahan warna tersebut menandakan bahwa enzim amilum pada setiap tabung telah bekerja. Setelah itu dipanaskan selama 2 menit larutan berubah warna dari biru muda menjadi biru muda bening. walaupun terjadi perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. perubahan warna ini juga dapat diartikan bahwa enzim telah bekerja dalam larutan tersebut. Tabung V Pada tabung ini yang berisi amilum. Enzim. 2.wikipedia. Karena perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim. sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya. http://id. Dari pencampuran zat inilah menyebabkan terjadinya perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Hal ini menandakan bahwa larutan ini mengandung amilum. Tabung IV Pada tabung ini yang berisi amilum yang ditambahkan 1-2 tetes JKJ. pH sangat berpengaruh terhadap kerja suatu enzim. B. Namun perubahan warna yang terjadi pada percobaan ini tidak sesuai dengan teori. Tabung b setelah 10 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. 2009.++. Perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung menandakan bahwa enzim pada setiap tabung tersebut bekerja. Hal ini menandakan enzim pada ekstrak kecambah telah bekerja secara maksimal dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Agar dalam melakukan percobaan mahasiswa harus memperhatikan setiap alat-alat yang digunakan harus bersih dari zat-zat kimia. c. Suhunya mungkin tidak sesuai dengan suhu optimum dimana enzim bekerja. II. b. Alat-alat yang digunakan mungkin tidak terlalu bersih sehingga terjadi pencampuran zat. dan III. Bahwa. Kekurang telitian saat penghitungan waktu. Hal ini menandakan bahwa amilum tidak mengandung glukosa. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. . dan III terjadi perubahan warna. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Hijau kekuningan. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah. Agar dalam melakukan percobaan tidak mengalami kegagalan. antara lain : a. Saran 1. Menurut teori perubahan warna yang terjadi jika enzim telah bekerja adalah dari putih keruh menjadi orange. ditambahkan 1-2 tetes fehling A dan B dan larutan menjadi biru muda. 5. II. dan terjadi perubahan warna dari putih menjadi biru kehitaman. 4. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda berubah menjadi Hijau Kekuningan +.org/Wiki/Enzim.

Guna larutan fehling A dan B yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa yang terkandung pada ekstrak kecambah yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Biologi Jjilid 1. Jakarta. N. Dalam dunia pendidikan tinggi. 2009. Erlanga. Molekul yang Terlibat Dalam Metabolisme. http://bebas. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. Ekstrak enzim dari biji kecambah dicentrifuge agar dapat memisahkan antara ekstrak kecambah dengan endapan kecambah. Jakarta. dan cabang-cabang ilmu pertanian. 2003. Wijaya.org/. kofaktor dan inhibitor. Guna larutan JKJ yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa dan karbohidrat pada ekstrak kecambah.Anonymb. Enzimonologi terutama dipelajari dalam Kedokteran. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. D. Hal-Ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimonoligi. suhu. Tim Pengajar. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. 2009.L. Dasar-dasar Biokimia. A. enzimonologi tidak dipelajari tersendiri sebagi satu jurusan tersendiri tetapai sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. Erlangga. Enzim Model Komputer enzim nukleusiada purin fosforilase Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Ganesa Exact. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. 2000. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Biologi Dasar.vlsm. Janice. Bandung. 1992. Biologi Tesis. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Erlangga. terutama adalah substrat. Biologi Edisi Kelima Jilid I. keasaman. Makassar. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. Hal ini akan menyebabkan enzim . teknologi pengolahan pangan. Jakarta. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. ilmu panagan. Jawaban Pertanyaan 1. Di luar suhu atau pH yang sesuai. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Campbel. 1982. Diakses tanggal 2 Desember 2009. Lehninger. Sebagai contoh. Maggy Thena. 2. Kimball.

6. Asisten. H.kehilangan fungsinya sama sekali. 3. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor. sebagai biokatalisator. contoh : lipase. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Respirasi” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. 061404016 Mengetahui.S. M. Suhaedir Bachtiar. Makassar. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. Hamka L. contoh ektoenzim: amilase. Mustaina Basir NIM.. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. Biokatalisator. Molekul Yang Terlibat DAlam Metabolisme Sifat-sifat enzim Enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. NIP. 5. 1. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. maltase. 196212311987021005 . mudah rusak. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. Bekerjanya spesifik . Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). 7. 4. meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah. enzim bersifat spesifik. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Dasember 2009 Koordinator Asisten.S. 2.pd. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. 8. Thermolabil. Dosen Penanggung Jawab Drs. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu.

mengeluarkan sisa-sisa makanan. Pada hakekatnya reduksi asam piruvat menjadi asam laktat (atau etanol dan CO2) adalah proses anabolic yang memerlukan energy. belajar. yaitu reaksi penyusunan (anabolisme) dan reaksi penguraian (katabolisme). Latar Belakang Setiap hari manusia bergerak dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Pembebasan energi tersebut melalui proses oksidasi biologi. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui kebutuhan oksigen suatu organisme untuk melakukan respirasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi. Darimana energi diperoleh? Sumber energi utama bagi makhluk hidup di bumi adalah matahari. Ada yang kuliah. 2. Tanpa energi semua proses kehidupan akan terhenti. mencari makanan. Bekerja tidak hanya dalm hal itu. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Respirasi atau pernafasan adalah pembebasan energi dari sari-sari makanan di dalam sel-sel tubuh. Kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi setiap makhluk hidup berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran berat tubuh makhluk hidup tersebut. baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. Membuktikan bahwa organisme hidup membutuhkan oksigen untuk respirasinya. Selanjutnya energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan berpindah kemakhluk hidup lain pada saat tumbuhan dimakan oleh makhluk hidup tersebut. Asam laktat mengandung lebih banyak energy dari pada asam piruvat. seseorang yang dalam keadaan berbaring juga melakukan kerja. B. Asam piruvat berfubgsi sebagai ekseptor electron yang telah dipisahkan dari PGAL. Salah satu car yang dipakai oleh sel untuk memanfaatkan asam piruvat adalah sebagai bahan baku respirasi sel. Proses ini dikenal dengan metabolisme. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis dan berat tubuh makhluk hidup terhadap kebutuhan oksigennya. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul respirasi. dan reproduksi. Untuk dapat melakukan semua kegiatan manusia memerlukan energi Semua makhluk hidup memerlukan energi. yaitu suatu reaksi kimia antara sari-sari makanan dengan oksigen. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan persenyawaan kimia untuk berbagai keperluan hidupnya. Sebagian . menanggapi rangsangan. Salah satu contoh dari metabolisme adalah respirasi. mengajar dan lain-lain. bergerak. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam. Metabolisme dapat dibedakan menjadi dua macam. Respirasi adalah proses pengikatan oksigen (O2) dan pelepasan karbondioksida (CO2) untuk menguraikan bahan makanan untuk menghasilkan energi. Energi matahari ditangkap tumbuhan dan diubah menjadi persenyawaan kimia. Tujuan 1. Energi itu digunakan untuk tumbuh. 2003). Membandingkan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya. maka proses tersebut merupakan proses penyimpangan energy. energi yang dibebasjkan digunakan untuk peoses hidup lainnya seperti sintesis protein dan pertumbuhan (Jenice. C. Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh.BAB I PENDAHULUAN A.

Energi yang terjadi dalam proses respirasi tersebut dipindahkan ke molekul lain dan dapat digunakan untuk reaksi-reaksi yang lain. Pernafasan anaerob terjadi pada tumbuhan tingkat rendah seperti bakteri dan jamur. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Anaerob fakultatif yaitu organisme yang pada dasarnya aerob. akan tetapi dapat juga bersifat anaerob. Respirasi anaerob (respirasi intramolekuler) Respirasi anaerob adalah proses pernafasan yang tidak memerlukan oksigen. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Respirasi yang terjadi di dalam sel dikenal dengan nama respirasi jaringan. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. 1992). Tumbuhan bernafas sama halnya dengan manusia dan hewan yaitu menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbondioksida (CO2) serta air (H2O). Energy yang kita dapatkan dari bahan bakar yang kita pakai paling banyak hanya 7% (Kimball. Misalnya pada pernafasan aerob dihasilkan 675 kalori sedangkan pada respirasi anaerob dihasilkan 28 kalori. Proses oksidasi selain membebaskan energi juga akan menghasilkan karbondioksida dan air. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Oksigen dan sari-sari makanan masuk ke dalam sel-sel tubuh kemudian terjadilah proses oksidasi (pembakaran) yang membebaskan energi dan menghasilkan karbondioksida (CO2) serta air (H2O) (Goldsten. 2004). jika terdapat oksigen bebas maka organisme tersebut menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energinya. Pada tumbuhan hijau proses fotosintesis hanya terjadi pada pagi hari dan siang hari. jika ditinjau dari ada tidaknya oksigen yang dibutuhkan proses respirasi terbagi atas dua. Sepertihalnya manusia dan hewan. Enzim merupakan substansi organik yang dihasilkan oleh sel dan dalam respirasi berfungsi sebagai katalisator (mempercepat reaksi) kimia yang berlangsung pada tubuh organisme. maka persamaan reaksi kimianya adalah : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi Adapun energi yang dihasilkan dalam reaksi kimia di atas sebesar 675 kalori. tumbuhan juga bernafas. Karena proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. Setiap tahap dalam respirasi melibatkan enzim dan pada beberapa tahap terjadi pembebasan energi. ulat.keuntungan yang didapat dari oksidasi PGAL menjadi hilang. Pernafasan ini berlangsung pada mitokondria. 4. respirasi anaerob sangat merugikan tumbuhan karena hal-hal sebagai berikut : 3. Anaerob obligat adalah makhluk hidup yang hanya dapat hidup tanpa adanya oksigen. Karbondioksida dan air merupakan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dari dakam tubuh. Makhluk hidup yang melakukan respirasi anaerob dibagi menjadi dua yaitu : a. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan (Anonim. yaitu : 3. Dalam jumlah satuan zat yang sama akan diperoleh energi yang lebih rendah. sehingga pada siang hari lebih aktif melakukan fotosintesis dari pada pernafasan (Ali. Dari reaksi di atas tampak jelas bahwa dalam pernafasan akan dihasilkan gas CO2 dan H2O serta energi. Artinya. Respirasi aerob (respirasi intraseluler) Respirasi aerob adalah suatu proses pernafasan yang memerlukan oksigen. b. akan tetapi jika tidak ada oksigen organisme ini akan menguraikan senyawa lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. 2009). 2005) Menurut Jenice (2003). Pernafasan ini terjadi pada sel yang tidak berhubungan dengan udara. Apabila substrat yang dioksidasi berupa glukosa. Dibandingkan dengan pernafasan aerob. Respirasi ini tergantung pada pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. . Respirasi terjadi di dalam sel setiap sel hidup dan berlangsung dengan berbagai cara.

B. Memasukkan belalang ke dalam tabung respirometer A dan kecoa ke dalam tabung respirometer B. Kapas b. 2 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 2 ekor kecoa (Blatta orientalis) C. 3. kemudian meletakkannya pada sandarannya. Neraca 5. 4 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Sering dihasilkan senyawa sampingan yang menjadi toksin bagi organisme tersebut. sempurna tidaknya respirasi. 5. dan kondisi-kondisi lainnya seperti suhu (Goldsten. Mengolesi dengan vaselin sambungan tabung respirometer dengan penutupnya untuk . Membungkus dengan kapas tipis 2 butir kristal KOH. Nilai RQ ini dapat berfariasi tergantung pada bahan untuk respirasi. Hal ini tergantung pada jenis bahan yang digunakan. kemudian memasukkannya ke dalam di leher tabung respirometer. KOH kristal d. Menutup tabung respirometer dengan penutupnya yang berhubungan dengan kaca berskala.30 – 15. 4. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Vaselin c. Mengambil 1 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 1 ekor kecoa (Blatta orientalis) dengan ukuran berat tubuh yang sama. Kecambah kacan hijau dan kacang hijau (Phareolus radiatus) f. Persamaan reaksi kimia pernafasan ini dapat dituliskan seperti : C6H12O6 2 C2HOH + 2 CO2 + 28 Kal Pada pernafasan aerob jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi tidak selalu sama. Percobaan I 1. 2004). Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: 1. Prosedur Kerja a. Spoit 2.4. Stopwatch / Jam tangan 4. Alat dan Bahan 1. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient (RQ).10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai II Timur FMIPA UNM. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Pipet kecil 3. Larutan eosin e. Dua set respirometer simple 2. 2.

07 0.19 0. Percobaan III 1.36 0.36 0.56 0.39 B.0 setiap 1 menit.66 0. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan.19 0. Mengamati pergeseran eosin sepanjang saluran pipa kaca berskala. Melakukan pengamatan sampai eosin tiba pada skala 1. Hasil Pengamatan Tabel hasil pengamatan percobaan I Belalang (Dissosteria carolina) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (1.0 g) 0.21 0.9 g) 0.36 0.4 g) 0.37 0. kemudian memcatat jarak pergeseran eosin mulai dari skala 0. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan.18 0. 2.80 Tabel hasil pengamatan percobaan III Kecambah Kacang Hijau (Phareolus radiatus) Keadaan Pengamatn Ke 12345 Memiliki kulit 0.mencegah kebocoran. Percobaan II 1.13 0. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.Kecil (0.51 0.31 0. 8.36 0.66 0.80 Tabel hasil pengamatan percobaan II Kecoa (Blatta orientalis) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (0. 7. 2. c.52 0.13 0.25 0. Menetesi larutan eosin pada ujung pipa berskala sampai ada yang masuk ke dalam salurannya.6 g) 0. melakukan percobaan III dengan menggunakan kecambah kacang hijau dan kacang hijau dengan berat yang sama. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 6. b.0 atau eosin tidak bergerak lagi. Analisis Grafik Gravik hubungan antara antara waktu dan konsumsi oksigen Belalang Kecoak . melakukan percobaan II dengan menggunakan belalang dengan ukuran berat tubuh yang berbeda.92 .81 Kecil (0.59 Kulit dilepas 0.22 0.56 0.45 0. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.

9 g) Konsumsi oksigen = 0. jika dibandingkan kecepatan respirasi spesies yang berbeda dan berat yang hamper sama. = = 0. Kecoa kecil Konsumsi oksigen = 0.36 Waktu = 5 .306 Vol/Menit. Percobaan I Rata-rata konsumsi oksigen belalang 1. Belalang kecil (0.16 3. Percobaan II Rata-rata konsumsi oksigen kecoa 1.I62 2. Meiliki kulit Konsumsi oksigen = 0.80 Waktu = 5 . 0.59 Waktu = 5 .072 D.81 Waktu = 5 .0 g) Konsumsi oksigen = 0.80 Waktu = 5 . Analisis Percobaan 1.306 2.118 2.Kecambah kacang hijau C. 0.16 2. = 0. Belalang besar (1. Dilepas kulitnya Konsumsi oksigen = 0. antara belalang dan kecoa dengan selang waktu satu menit didapatkan bahwa kecepatan bernafas kecoa lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. . = 0.6 g) Konsumsi oksigen = 0. Sedangkan kecepatan bernafas belalang lebih lambat karena kecepatan bernafasnya hanya 0.92 Waktu = 3 .162 Vol/Menit. = = 0. Percobaan III Rata-rata konsumsi oksigen kecambah kacang hijau 1. Pembahasan Pada percobaan I. Kecoa besar (0.

Laboratorium sebaiknya menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan dibutuhkan dalam praktikum. Sedangkan untuk kacang hijau yang tidak berkecambah kecepatan respirasinya hanya 0. Goldsten. Philip. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun suatu organisme jenisnya sama namun jika ukuran tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigennya untuk melakukan respirasi pun berbeda. ukuran. http://www. Janice. PT Ikrar Mandiri Abadi. Praktikan harus teliti melihat penunjukan respirometer dan berhati-hati dalam menggunakan alat-alat praktikum. 2005. dan Yusmina H. Diakses tanggal 10 Desember 2009. 2.L. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung.6 gram. Jurusan Biologi FMIPA UNM. berat. Banyaknya oksigen yang dibutuhkan suatu organisme untuk melakukan respirasi berbedabeda. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun tumbuhan tersebut berjenis dan berat sama namun jika jaringan tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi juga berbeda. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan bernafas belalang yang berukuran besar adalah 0. DAFTAR PUSTAKA Ali. Jakarata. D. Anonim.162 Vol/Menit. 3. antara kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit dan kecambah yang telah dilepas kulitny. Respirasi Anaerob. Setiap makhluk membutuhkan oksigen dalam melakukan proses respirasi.com/. Biologi Tesis. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. 2004. Banyak atau sedikitnya oksigen yang dibutuhkan akan mempengaruhi kecepatan respirasinya. . BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Hal ini pun sesuai dengan teori. Pada percobaan III. Makassar. aktivitas dan keadaan tubuhnya. Pada percobaan II.16 Vol/Menit. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan respirasi kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. B. Jakarta. Saran 1.Hal ini menunjukkan bahwa setiap organisme memerlukan jumlah oksigen yang berbeda untuk melakukan respirasi. yaitu dengan jenis tumbuhan dan berat yang sama namun dengan jaringan tubuh yang berbeda. yaitu dengan spesies yang sama namun berat tubuh yang berbeda.forumsains.118 Vol/Menit. antara belalang yang berukuran besar dengan berat 1.072 Vol/Menit. 2.. 2009. 2003. Penuntun Praktikulum Mikrobiologi Dasar. hal ini dapat dipengaruhi oleh jenis. A. yang mengatakan bahwa semakin besar atau semakin berat tubuh suatu organisme maka kebutuhan oksigennya pun lebih banyak. Sedangkan belalang yang berukuran kecil mempunyai kecepatan bernafas sebesar 0. Erlangga.0 gram dengan belalang yang berukuran kecil dengan berat 0.

Erlanga. Larutan eosin yang diteteskan pada pipa kaca berskala bergerak karena organisme yang ada pada tabung tersebut melakukan proses respirasi sehingga menyebabkan volume oksigen yang berada dalam tabung respirometer berkurang sehingga menyebabkan udara yang berada pada pipa kaca berskala terisap masuk ke dalam tabung sehingga larutan eosin yang berada pada pipa kaca berskala juga ikut terisap sehingga larutan tersebut bergerak. Jakarta. Jawaban Pertanyaan 1. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Tim Pengajar. Asisten. Respirasi anaerob juga dianggap sebagai penguraian tidak lengkap karena tenaga masih boleh dibebaskaqn apabila etanol diuraikan http://www. . Biologi Jjilid 1. Makassar. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Makassar. 2. Secara ringkasnya.Kimball. hewan menguraikan glukosa kepada asid laktik dan membebaskan sedikit tenaga. Fungsi KOH yaitu untuk mengikat karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh hewan dan tumbuhan yang ada pada tabung respirometer. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan. Tumbuhan pula mengurangi glukosa kepada etanol dan karbon dioksida serta membebaskan tenaga. ulat. 1992. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Semasa tiada oksigen.forumsains. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. 2007.com / LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Kebakaan” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Desember 2009 Koordinator Asisten. Penuntun Praktikum Biologi Umum.

. C. Adanya perbedaan ciri itu menyebabkan kita dapat membedakan individu-individu dalam sekelompok makhluk sejenis. Hal seperti ini terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan pada masa lalu. Untuk membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. 061404008 Mengetahui. Hamka L. Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul kebakaan. Sudah sejak ribuan tahun yang lalu orang meyakini bahwa anak atau keturunan dari hasil perkembangbiakan secara kawin mewarisi sifat induknya. Pernahkah anda memikirkan bagaimana seorang anak memiliki kemiripan dengan orang tuanya apakah itu ayah ataupun ibunya. para ilmuwan mengembangkan varietas unggul pada berbagai tanaman ataupun hewan. H.Suhaedir Bachtiar S. Manfaat . Didasari oleh pola pewarisan sifat yang dirintis oleh Mendel. Latar Belakang Bagaimana kita dapat mengenali teman-teman kita dalam satu kelas? Bagaimana kita dapat mengenali setiap anggota keluarga? Setiap makhluk hidup memiliki sekumpulan sifat atau ciri. Tentu saja kemiripan itu hanya sebagian. Pola pewarisan sifat tersebut pertama kali oleh Gregor Johann Mendel. NIP. M. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan Membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Dosen Penanggung Jawab Drs. M. Ada sifat yang berbeda antara satu individu dengan lainnya. melalui persilangan dan hibridisasi. Irwan NIM. Ada sifat atau ciri yang sama antara individu yang satu dengan yang lainnya.pd. Pewarisan sifat organisme melalui perkembangbiakan secara kawin ternyata mengikuti pola tertentu. Saat ini telah diketahui bahwa sifatsifat menurun tersebut dikendalikan oleh suatu komponen sel yang disebut ¬gen. B.S. Misalnya saja alis sang ayah kemudian hidung sang ibu dan masih banyak kemiripan yang lainnya. Gen-gen tersebut tersimpan di dalam inti sel yaitu dalam kromosom. Setiap sel kelamin membawa sifat dari induknya sehingga zigot yang terbentuk mengandung gabungan sifat dari kedua induknya. Mengapa tidak sekalian saja kalu anak tersebut laki laki maka akan kembar dengan sang ayah.

Pada hewan tingkat tinggi. sehingga ia dapat bereproduksi sendiri. Teori Pangenesis Tokoh teori ini adalah C. Di dalam gonat. melalui lensanya pada tahun 1672. Wolff (1738-1794). 2004). sifat darah yang dimilikinya tetap seperti semula. terdapat anggapan bahwa sifat-sifat ini menurun melalui darah. Pernyataan ini sama sekali tidak benar.R. berbagai teori mengenai cara penurunan sifat dari induknya kepada keturunannya antara lain : 1. Teori ini dibuktikan oleh C.Memberikan wawasan kepada mahasiswa. Secara ekstern bahkan ia mengatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan datang sebagai miniature yang telah terbentuk sebelumnya. Dikatakannya bahwa semua hewan berasal dari telur. dalam kepompong. Walaupun orang mendapat donor darah dari orang lain. Pernyataan ini diperkuat dengan penemuan R. tubuh ini merupakan mortal dan hanya plasma nutfalah yang dilanjutkan dari generasi ke generasi berikutnya. Ia menyatakan bahwa indung telur pada burung sama dengan indung telur pada kelinci. Ia juga merupakan peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel telur dan sperma agar terbentuk embrio. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Banyak sifat yang dimiliki suatu makhluk hidup menurun dari induk kepada turunannya. Teori Preformasi Teori ini diperkenalkan oleh Jan Swammerdam (1637-1680). 2. De Graaf (1641-1673). Teori Epigenesis embriologi Teori ini menjelaskan bahwa ada kekuatan alat dalam benih organisme dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan yang telah dibentuk sebelumnya. bahkan dalam telur. Orang pertama yang mempelajari embrio ini adalah Willian Harvey (1578-1657). Plasma nutfah menentukan bentuk dan ciri plasma tubuh yang melayani pemberian makanan kepada plasma nutfah. Teori embrio Kini sudah diketahui bahwa pewarisan sifat itu tidak dapat dilepaskan dari pembentukan embrio atau janin yang akan berkembang menjadi makhluk dewasa. De Graaf juga membuktikan bahwa sel telur dan sperma sama-sama membawa bahan genetik untuk keturunannya. menurutnya plasma nutfah merupakan bagian organisme yang terpenting. seperti serangkaian kotak di dalam kotak yang semakin kecil ukurannya. Dengan kata lain darah tidak mengandung sifat-sifat yang diturunkan atau diwariskan dari induk kepada keturunannya (Tim Dosen. Menurut Prawirohartono (1998). Selanjutnya gemula-gemula ini akan diangkut oleh darah ke testis atau ovarium. masyarakat. 4. Dengan kata lain. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai proses sifat baka pada manusia. dan telah dibuktikan dengan kenyataan yang ditunjukkan oleh transfusi darah. Teori Plasma Nutfah Teori ini diperkenalkan oleh Weisman. 3. yang pada tahun 1651 menulis buku Tentang Generasi Hewan. Dari pengamatan ini ia berpendapat bahwa kupu-kupu teleh terbentuk sebelumnya dalam ulat. Ia mengamati kupu-kupu yang telah terbentuk sempurna sebelumnya. gemula-gemula ini . Pada manusia. plasma nutfah yang bertanggung jawab terhadap penyaluran mutu hereditas dan plasma soma (tubuh).F. Darwin (1809-1882) yang mengemukakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih kecil yang disebut gemula. 5.

Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. Berikutnya adalah mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa yang terjadi bila dua individu galur murni yang mempunyai satu sifat yang berbeda mencolok itu disilangkan. Mendel secara tepat menginterpretasi arti nisbah yang diperoleh dari persilangan yang dilakukannya dengan membuat dalil bahwa setiap serbuk sari dan setiap telur membawa hanya satu penentu untuk setiap sifat (misalnya suatu serbuk sari akan membawa bulat atau keriput . ia melakuan percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman.berkumpul membentuk gamet. Suatu tumbuhan mewariskan satu gen tiap pasang dari tiap induknya. Tanaman ini dipilih oleh mendel karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. Sehingga pada tahun 1822-1884 muncullah hukum Mendel yang diperkenalkan oleh Johann Gregor Mendel yang kemudian berkat hukumnnya tersebut sehingga ia diangkat menjadi bapak genetka (Prawirohartono. belum jelas ditunjukkan adanya hukum yang mengatur penurunan sifat itu. walaupun diulang-ulang beberapa kali. Di halaman gedung gereja parokinya. 2009). apabila dua gen mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang kontras. Mempunyai daur hidup yang pendek (cepat menghasilkan keturunan). Langkah awal sebelum dilakukan perhitungan terhadap pengamatan adalah menentukan galur murni jenis tanaman yang dijadikan percobaan. bentuk daun. Gamet itu kemudian tumbuh menjadi makhluk dewasa dan memiliki susunan tubuh atau sifat-sifat seperti induknya. Hasil percobaan yang mengesankan adalah dengan kacang ercis (Piseum sativum). ditentukan oleh pasangan gen. 2. Mempunyai keturunan yang banyak. 1998). tiap kegiatan sel atau gamet (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gen untuk satu pasang. Mendel menyadari. Dia juga menegaskan. Menurut Kimball (1999). gen yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Dari teori-teori yang dikemukakan tentang penurunan sifat itu. Setiap varietas diusahakan untuk selalu menurunkan keturunan yang mempunyai sifat-sifat yang khas yang sama dengan induknya bila melakukan penyerbukan sendiri. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gen dari satu pasang terjadi pada satu gamet dan diteruskan kepada keturunan tertentu (Anonim. yang berbiji bulat dengan berbiji kisut. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Dengan mengawinkan strain galur murni darisuatu fenotif yang berbeda. dan lain-lain (Kimball. satu gen untuk benih hijau dan lain gen untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. 4. 1999). 3. Mendel menemukan. Melakukan autogami (perkawinan sendiri). Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah aau putih semua) (Tim pengajar. misalnya warna benih. Mendel menemukan hukum-hukumnya itu dengan ketentuan percobaan penelitiannya. Mudah disilangkan. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat unit dasar yang kini disebut gen yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Misalkan apa yang terjadi bila penyilangan dilakukan terhadap tanaman yang berbatang tinggi dengan berbatang pendek. tiap ciri pribadi. Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali di kemukakan oleh Gregor Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan cirri-ciri baka pada kacang kapri (Pisum Sativim). 2009). Tetapi. 5. misalnya kcang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih.

Satu dari induk jantan dan satu dari induk wanita. Individu murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama. 2004). bila diilangkan bersama. Yang pertama dikenal dengan persilangan monohibrid. Begitupula yang terjadi pada tanaman dengan sifat-sifat yang lain. 3. faktor dominan akan menutup faktor resesif. 5. Pada persilangan F2 menghasilkan keturunan yang pada dasarnya serupa dengan hasil pada F1 yang pada hasil terakhirnya menghasilkan perbandingan 3:1 (Prawirohartono. Dari hipotesis-hipotesis itu. 4. yaitu dominan diberi tanda huruf besar dan faktor resesif diberi tanda huruf kecil. Hasilnya. dari hasil-hasil yang diperolehnya itu Mendel menyusun beberapa hipotesis: 1. yang biasanya dikenal dengan sebutan F1. Bila pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman. 1998). dengan perbandingan 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisah secara bebas. Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang keturunan. 1988) Di antara tanaman ercis. Pada pembentukan gamet. Yang kedua dikenal dengan perkawinan dihibrid yaitu persilangan antar dua individu yang mempunyai dua sifat beda atau juga dapat diartikan sebagai persilangan antar dua individu yang memiliki alel yang berbeda dikedua lokus yang berbeda (Ronald. menghasilan 3 berbiji bulat dan 1 berbiji kisut. yaitu filial kedua (F2) adalah tanaman tinggi dan rendah. 2. Pada watu pembentukan gamet. ia mengusulkan bahwasetiap tanaman induk keriput menghasilkan hanya gmet pembawa kriput (r).kedua bentuk alternatif tersebut disebut alel. keturunan F1 – nyaakan memperoleh penentu R dan r dan dpat disebut Rr. yang disebut filial pertama. ia telah melakukan suatu persilangan antar dua individu dengan beberapa sifat beda. Mendel telah berkesimpulan bahwa salah satu faktor dalam bersifat dominan terhadap pasangannya sehingga F2 akan menunjukkan rasio monohibrid sebagai 3 : 1. Keuntungan dari persilangan dengan sifat-sifat yang berbeda itu disebut dengan hibrid atau bastar (Kimball. Ia ajukan bahwa tanaman induk bulat asli berbiak murni untuk bulat sebab tanaman –tanamn ini menghasilkan hanya satu tipe gamet: serbuk arid an telur keduanya membawa khusus penentu bulat (R). Dari penyilangan kedua varietas ini diperoleh tanaman yang semuanya tinggi. dalam jumlah yang sama. bulat atau kisut atau sebagainya. tidak pernah kedua-duanya). Langkah berikutnya yang dilakukan mendel adalah sangat penting. ada yang tinggi sampai mencapai 2 meter dan ada yang pendek. yaitu mengawinkan tanaman yang tinggi ini. yaitu persilangan antar dua individu yang membawa alel yang berbeda untuk lokus yang sama. yang membawa R saja dan membawa r saja (Goodenough. Setiap pasang faktor keturunan menunjukan bentuk alternatif sesamanya.saja. demikian juga. Sifat lain yang tidak terlihat pada tanaman F1 disebut sifat resesif. faktor dalam yang berpasangan akan dipisahkan atau akan disegresikan ke dalam sel sel gametnya (Ronald. Ada dua . Persilangan tanaman berbiji bulat denga berbiji kisut. atau yang dikenal dengan pembelahan meiosis. Dalam penelitian Mendel. Menurut Prawirohartona (1998). 1999). misalnya tinggi atau rendah. Tampaklah bahwa semua tanaman filial pertama memiliki sifat yang sama dengan induknya. Ia kemudian kemukakan bahwa tanaman-tanaman Rr ini akan menghasilkan dua tipe gamet. Dengan menggunakan suatu anggapan dasar ytang menyatakan bahwa setiap individu dikontrol oleh dua faktor dalam yang berpasangan. Bila persilangan melibatkan satu sifat yang berbeda disebut monohibrid dan bila melibatkan dua sifat beda disebut dihibrid. Mendel dapat mengembangkan beberapa hukum. oleh sebab itu. Persilangan yang dilakukan oleh Mendel sifat yang muncul pada F1 ini disebut sifat dominan. maka dari persilangan monohibrid. 2004).

B.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. merupakan sifat dominan (F). harus ada cara yang dapat mempertahankan gen-gen itu selalau berpasangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menandai dengan menggunakan (-) apabila ada fenotif yang dominan. Kaca pembesar (lup) 2.hukumnya yang terkenal yaitu hukum Mendel I atau hukum segregasi dan hukum Mendel II atau hukum pengelompokan secara bebas (Tim Dosen. Bila faktor-faktor keturunan atau gen-gen itu dapat berpasangan pada masing-masing individu. C. Hasil Pengamatan 1. 2. Lesung dagu merupakan sifat dominan (D). Ujung dau telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E). Mendel mengemukakan bahwa untuk hal ini hanya satu dari dua gen yang berpasangan memasuki sel nutfah. Tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M). Lesung pipi merupakan sifat dominan (P). 11 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (G). f. 2004). c. Alat dan Bahan 1. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Tabel Sifat Baka Individu Ciri/Sifat Baka Fenotif Genotif . Prosedur Kerja 1. Inilah yang dikenal dengan hukum segregasi (Tim Dosen. Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang merupakan sifat dominan (L). h. e. yaitu : a. Jadi bila kedua sel nutfah itu (satu dari induk jantan dan satu dari induk betina) berpasangan. d.30 – 15. b. i. 3. Daftar fenotif Daftar fenotif sifat baka manusia yang dikontrol oleh 1 gen dengan 2 alel dan masing-masing alel menghasilkan fenotif yang jelas. g. Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan. Rambut dari menjorok merupakan sifat dominan (W). 2004). Orang meiliki sifat ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (B). BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Mencatat data yang diperoleh dari teman-teman kelompok dan menghitung persentasenya. Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada setiap daftar fenotif yang tertera pada buku penuntun masing-masing dari mahasiswa. Orang meletakkan ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. akan diperoleh kembali satu pasangan lagi.

Anak daun telinga menggantung (E). tidak bercelah (g) Gigi seri tidak bercelah gg 2. Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) Tak dapat digulung memanjang ll i. tidak menyerong (b) Menyerong ke dalam BB e. Tabel Sifat baka kelas Kelompok L. tidak ada (d) DD 0 dd 7 2 Anak daun telinga menggantung (E). Lesung pipi (P). tidak menjorok (w) WW 5 ww 2 6 Rambut pada jari (M). tidak ada (p) Tidak ada lesung pipi pp h. tidak menjorok (w) Rambut dahi menjorok WW f. tidak bercelah (g) GG 1 gg 6 3. Ada lesung dagu (D). tidak ada (p) PP 2 pp 5 8 Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) LL 3 ll 4 9 Gigi seri atas bercelah (G). di bawah (f) FF 2 ff 5 4 Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). Rambut pada jari (M). di bawah (f) Ibu jari tangan kanan di atas ff d. tak ada rambut (m) MM 3 mm 4 7 Lesung pipi (P). Tabel Sifat Baka Kelompok No Ciri/Sifat Baka Genotif Jumlah 1 Ada lesung dagu (D). tidak ada (d) Tidak ada dd b. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). Rambut dahi menjorok (W). Me¬ng-nggulung Gigi sei DDEeFFBbWwMmPPLlGG I072525615234253416 II 0 6 1 5 3 3 3 3 3 3 2 4 1 5 4 2 0 6 III 0 6 0 6 1 5 3 3 6 0 6 0 1 5 2 4 0 6 IV 0 7 3 4 4 3 3 4 6 1 1 6 2 5 4 3 1 6 V074352435207163407 VI 0 6 3 3 4 2 4 2 4 2 2 4 1 5 4 2 3 3 VII 0 6 5 1 3 3 4 2 5 1 3 3 1 5 2 4 2 4 VIII 0 8 2 6 4 4 5 3 7 1 4 4 0 8 6 2 2 6 0 53 20 33 26 27 32 21 41 12 32 21 9 44 25 28 9 44 .Daun Telinga Ibu jari tangan Ruas jari Rambut Dahi Rambut jari Lesung pipi L. menempel (e) Menempel ee c. menempel (e) EE 2 ee 5 3 Ibu jari kiri di atas (F). tak ada rambut (m) Ada rambut pada jari MM g. Gigi seri atas bercelah (G).a. tidak menyerong (b) BB 6 bb 1 5 Rambut dahi menjorok (W). dagu U. Ibu jari kiri di atas (F).

43% 2. Jumlah gen resesif = 100% b. Jumlah gen dominan . Jumlah gen dominan = 42.57% 2. Jumlah gen resesif = 71. Jumlah gen dominan =0 2.14% g.71% 2. Jumlah gen resesif = 71. Lesung pipi 1.57% 2. Lesung dagu 1. Ibu jari kiri di atas 1.43% c. Rambut dahi menjorok 1. Jumlah gen resesif = 57.29% e. Jumlah gen resesif =14. Frekuensi kelompok a. Jumlah gen dominan =85.1.43% d. Jumlah gen dominan = 28. Rambut pada jari 1. Jumlah gen dominan =71.86% 2. Jumlah gen dominan = 28.57% f. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1. Anak daun telinga menggantung 1. Jumlah gen resesif = 28.

Anak daun telinga menggantung 1.57% 2. Jumlah gen dominan = 60. Jumlah gen resesif = 62.74% 2. Gigi seri atas bercelah 1.26% c. Jumlah gen resesif =71.71% 2. Jumlah gen resesif = 50.29% 2. Jumlah gen resesif . Jumlah gen resesif = 100% b.86% 2. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1.06% 2. Lesung dagu 1. Frekuensi kelas untuk a.=28. Jumlah gen dominan = 0% 2. Jumlah gen dominan = 14. Jumlah gen dominan = 42. Jumlah gen resesif = 57.94% d.43% h. Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen dominan = 49. Jumlah gen dominan = 37. Jumlah gen resesif = 85. Ibu jari kiri di atas 1.14% i.38% 2.

Jumlah gen dominan = 47. Jumlah gen dominan = 16. Pada sifat baka ruas . Jumlah gen resesif = 22.02% h. Rambut pada jari 1.98% 2.62% 2. pada sifat baka adanya lesung dagu (DD) sebanyak 0%.17% 2. Jumlah gen resesif = 83. Jumlah gen resesif = 83. Pada sifat baka anak daun telinga menggantung (EE) sebanyak 37. terdapat rambuk pada jari (MM). Lesung pipi 1.38% g. Pada sifat baka ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan (FF) sebanyak 49. lidah tidak dapat digulung memanjang (ll).02% B. tidak memiliki lesung pipi (pp). ibu jari tangan kanan diatas (ff). Jumlah gen dominan = 39.98% 2. Hasil pengamatan ini menunjukkan diri pribadi sendiri. Lidah dapat digulung memanjang 1.83% i.64% f. ruas jari kelingking menyerong kedalam (BB).62% e. Rambut dahi menjorok 1. anak daun telinga menempel (ee).74%. Dimana tampak bahwa individu tidak memiliki lesung dagu (dd). Jumlah gen resesif = 60.36% 2. dan gigi seri tidak berselah (gg). Jumlah gen dominan = 77. rambut dahi menjorok (WW). Pembahasan Percobaan sifat baka yang individu dimana dalam percobaan ini melihat keadaan kita sendiri menunjukkan keadaan pribadi kita.06%. Jumlah gen resesif = 52. Pada analisis data kelas untuk dominan didapat. Jumlah gen dominan =16.= 39. Gigi seri atas bercelah 1.

Keberhsihan laboratorium sebaiknya dijaga agar praktikan nyaman dalam melakukan praktikum.17%. Hal tersebut juga menandakan bahwa terdapatnya perbedaan sifat baka pada masing-masing masiswa yang satu dengan yang lain. Pada sifat baka anak daun telinga menempel (ee) sebanyak 62. Sifat baka yang dimiliki oleh setiap masiswa di kelas Biologi A berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya. Pada sifat baka rambut dahi tidak menjorok (ww) sebanyak 22. Atau dengan kata lain sifat resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat dominan dimana persentase kelas untuk sifat dominan secara keseluruhan adalah 38. Pada sifat baka gigi seri bagian atas bercelah (GG) sebanyak 16.37%. Pada analisis data kelas untuk resesif didapat. Saran 1. Agar asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Pada sifat baka lidah tidak dapat digulung memanjang (ll) sebanyak 52. Pada sifat baka terdapat rambut pada jari (MM) sebanyak 39. sedangkan persentase kelas untuk sifat resesif sebesar 61.38%. 3. karena sifat dominan lebih sedikit dibandingkan dengan sifat resesif. Gen resesif lebih besar dibandingkan dengan gen dominan. B.98%.62%. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Pada sifat baka rambut dahi menjorok (WW) sebanyak 77.02%. Sifat baka resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat baka dominan dimana frekuensi kelas untuk dominan sebesar 38. Pada sifat baka ruas jari kelingking paling ujung tidak menyerong (bb) sebanyak 39. 2.94%. Hal tersebut menandakan bahwa sifat resesif lebih banyak dimiliki oleh mahasiswa kelas Biologi A dibanding dengan sifat dominan yang hanya dimiliki beberapa mahasiswa dikelas Biologi A.36%.37% sedangkan frekuensi untuk resesif sebesar 61. Dari data-data yang diperoleh menandakan bahwa hukum Mendel yang menyatakan bahwa perbandingan antara dominan dan resesif yaitu 3 : 1 tidak perbukti pada percobaan kami. Pada sifat baka terdapatnya lesung pipi (PP) sebanyak 16.63%. Karena sifat resesif lebih mendominasi dari pada sifat dominan itu sendiri. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1.38%. 3. 2. Dari data-data yang diperoleh sifat baka yang dominan di kelas Biologi A lebih sedikit dibandingkan dengan sifat baka yang resesif. Pada sifat baka tidak adanya rambut pada jari (mm) sebanyak 60. Agar mahasiswa lebih serius dalam melakukan pengamatan sehingga data-data yang diperoleh lebih akurat.64%.26%.63%.98%. DAFTAR PUSTAKA . Hukum Mandel yang menyatakan bahwa perbandingan antara sifat dominan dengan sifat resesif yaitu 3 : 1 tidak terbukti pada percobaan kami. Pada sifat baka lidah dapat digulung memanjang (LL) sebanyak 47. Pada sifat baka gigi seri bagian atas tidak bercelah (gg) sebanyak 83. pada sifat baka tidak adanya lesung dagu (dd) sebanyak 100%. Pada sifat baka tidak adanya lesung pipi (pp) sebanyak 83. Pada sifat baka ibu jari tangan kanan di atas ibu jari tangan kiri (ff) sebanyak 50.jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (BB) sebanyak 60. Begitu pula pada data kelompok.02%.62%.83%.

Tahun 1866 hasil penyelidikannya diterbitkan oleh majalah Transactions milik perkumpulan itu di bawah judul "Experiments with Plant Hybrids. Nageli membaca salinan itu dan kirim balasan kepada Mendel tetapi dia tidak paham apa yang teramat penting dalam salinan kertas kerja Mendel itu. Erlangga. Bandung Tim Dosen. penyelidikan briliannya nyaris dilupakan orang dan dia tak peroleh pengakuan apa pun untuk penyelidikan itu. Biografi Gregor Mendel. Sitorus. Rangkuman Materi Penting Biologi. Tim Pengajar. Ceko). Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi. mulai tahun 1856 dia memperlihatkan pengalaman-pengalamannya yang masyhur di bidang pembiakan tumbuh-tumbuhan. Penuntun Praktikum Biologi Dasar.com. Genetika jilid satu. tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam biologi! Meski begitu. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru. Prawirohartono. tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn. Jakarta.googe. Ursula. Dia menjadi pendeta tahun 1847. Goodenough." Kertas kerja keduanya diterbitkan oleh majalah itu juga tiga tahun kemudian. Erlangga. Diakses tanggal 16 Desember 2009. 2004. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Kesibukan administrasi rutin membuatnya kehabisan tempo melanjutkan penyelidikannya dalam bidang tanam-tanaman. Kimball. Pustaka Pelajar. Ronald H. Tahun 1866 Mendel naik pangkat ditunjuk jadi pendeta kepala di biaranya. Biologi Umum. 1999. Carl Correns dari Jerman dan Erich von . Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian. Bandung. BIOGRAFI GREGOR MENDEL Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. http://www. tetapi banyak terdapat di pelbagai perpustakaan besar. 2009. 2004. di kota Brunn. Menjelang tahun 1865 dia sudah menemukan hukum keturunannya yang kesohor dan mempersembahkan kertas kerjanya di depan perkumpulan peminat sejarah alam kota Brunn. J. 1998. dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Makassar. kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina. Ketika dia meninggal tahun 1884 dalam usia enam puluh satu. Jerih payah Mendel baru diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda. Di samping itu Mendel mengirim satu salinan kepada Karl Nageli. Kendati majalah itu bukanlah majalah besar. Austria (kini bernama Brno. 2009.Anonim. Pola-Pola Hereditas Manusia. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 1988. Jakarta. Makassar.W. seorang tokoh disegani di bidang ilmu keturunan. Sesudah itu umumnya kertas kerja Mendel diabaikan dan nyaris dilupakan orang hampir tiga puluh tahun lamanya. Pionir Jaya. Biologi Umum. Sementara itu.

Ignaz Semmelweiss telah disisihkan guna memberikan tempat buat Colombus. dia memilih untuk bidang penyelidikannya jenis tumbuhan yang ciriciri khasnya ditentukan oleh seperangkat gene. tiap kegiatan sel atau gamete (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gene untuk satu pasang. meski sudah dilakukan perubahan kecil. di tahun itu juga. Jelaslah. Mendel dapat menarik kesimpulan terhadap hukum-hukumnya. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Aristarchus. seperti halnya Leif Ericson. dan pengetahuan kita tentang genetika mungkin akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan daripada sebelumnya. Apabila alasan ini dipaksakan. William Bateson. tetap merupakan titik tolak dari ilmu genetika modern. umumnya mungkin tidak bisa diduga jenis kualitas mana sesuatu keturunan akan mewariskan. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. Karena penemuannya diremehkan di saat hidupnya. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat "unit dasar" yang kini disebut gene yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. apabila dua gene mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. . Suatu tumbuhan mewariskan satu gene tiap pasang dari tiap "induk"-nya. misalnya warna benih. bentuk daun. ditentukan oleh pasangan gene. Tetapi. dan kesimpulan-kesimpulannya diketemukan oleh ilmuwan yang datang belakangan. Mendel menemukan. penyelidikan Mendel dianggap tidak berdiri sendiri. Hukum Mendel. Bagaimana Mendel selaku seorang amatir mampu menemukan prinsip yang begitu penting yang menyisihkan begitu banyak biolog profesional yang masyhur yang ada sebelumnya? Untungnya. Tetapi. Di penghujung tahun itu Mendel dapat sambutan meriah dan penghargaan atas begitu hebat karya-karya yang dilakukannya selama masa hidupnya. Satu kebetulan segitiga yang aneh! Lebih dari itu. Karena faktor contoh-contoh di atas. orang bisa berkesimpulan bahwa Mendel mungkin bisa tersisihkan sepenuhnya dari daftar. satu gene untuk benih hijau dan lain gene untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu.Tschermak dari Austria. gene yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Copernicus dan Joseph Lister. menemukan pula kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengedepankan kepada kalangan dunia ilmu. keberuntungan ini tidak akan menolong Mendel kalau saja dia tidak punya sifat kecermatan yang dahsyat dan kesabaran seorang pencoba. hukum keturunan merupakan penambah penting buat pengetahuan manusia. Kalau saja ciri-ciri pokok yang diselidikinya masing-masing sudah ditentukan oleh pelbagai perangkat gene. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel.000 tumbuh-tumbuhan!). Dia juga menegaskan. ilmuwan berkebangsaan Inggris. dan juga tidak akan menolongnya apabila dia tidak menyadari bahwa perlu membuat analisa statistik dari pengamatannya. Ada pula faktor yang tak boleh diabaikan kalau kita memutuskan dimana Mendel mesti ditempatkan dalam urutan daftar buku ini. Mendel menyadari. penyelidikannya akan menghadapi kesulitan yang luar biasa. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gene dari satu pasang terjadi pada satu gamete dan diteruskan kepada keturunan tertentu. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel. tiap ciri pribadi. dan lewat analisa hasilhasilnya. Hanya lewat sejumlah besar percobaan (Mendel sudah mencatat hasil lebili dari 21.

segera melangit. Tulisan itu cepat atau lambat sudah dapat dipastikan akan diketemukan juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang serius di bidang itu. Dosen Penanggung Jawab .O. secara umum dunia ilmu sudah menyebutnya sebagai "Hukum Mendel. Suhaedir Bachtiar S.37% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 38. Akhirnya.pd. Correns. tak satu pun dari ketiga ilmuwan itu yang menuntut bahwa merekalah penemu ilmu genetika. orang tidak bisa bilang karya Mendel tak berpengaruh kendati de Vries.Tetapi. Makassar." JAWABAN PERTANYAAN 1.37% 2. Frekuensi gen resesif sebesar 61. Lebih jauh dari itu. dan begitu diketemukan kembali. Frekuensi gen dominan sebesar 38. de Vries. Juga. dan Tschermak. Focke) sekitar masalah keturunan.63% LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Juga layak dicatat. Correns dan Tschermak tak pernah hidup di dunia. toh dia baca karya Mendel dan mengutip hasil-hasilnya. Mustaina Basir NIM. meskipun mereka menemukan kembali prinsip-prinsipnya secara independen. Asisten. Artikel-artikel Mendel sudah tersebar luas riwayat-riwayatnya (oleh W. ada beda antara kasus Mendel dengan lainnya. Pekerjaan Mendel terlupakan hanya sebentar. 061404006 Mengetahui. Desember 2009 Koordinator Asisten.63% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 61.

Ada yang bernafas dengan paru-paru. Setiap hewan pada habitat tertentu ini memiliki cara respirasi yang berbeda beda. Manfaat Memberikan wawasan kepada mahasiswa. Selain itu. air. Salah satu faktor lingkungun tersebut adalah suhu. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai pengaruh suatu suhu terhadap aktifitas suatu organisme. nutrisi dan cahaya untuk fotosintesis.S. Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. B. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh suhu terhadap aktifitas organisme. seperti paus yang bernafas dengan paru paru walaupun tinggal di dalam air. H. C. Tujuan Melalui percobaan ini. dan makanan. Latar Belakang Setiap organisme memerlukan kebutuhan dasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. seperti banyaknya jenis organisme. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan suhu terhadap aktivitas suatu organisme. sehingga kulit katak hampir setiap saat selalu basah. ada yang bernafas dengan insang. yang hidup di dua alam misalnya katak. dan ada pula dengan trakea dan kulit. sehingga semua organisme sangat bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya. jumlah populasi masing-masing organisme.Drs. Bumi kita mempunyai banyak macam lingkungan dan setiap lingkungan yang berbeda akan menunjang kehidupan untuk jenis organisme yang berbeda-beda. air. Hamka L. Apabila suatu saat kondisi lingkungannya berubah maka beberapa jenis hewan ataupun tumbuhan mungkin akan tetap dapat bertahan hidup dan berkembang biak. dan ada pula di udara. Organisme hanya dapat hidup bila lingkungan dapat menyediakan kebutuhan hidupnya. Jenis yang lainnya mungkin akan mati atau berpindah ke tempat yang baru. setiap hewan memerlukan udara.. masyarakat. katak pada fase berudunya bernafas dengan insang. mudah diukur dan sangat beragam. Hewan mamalia bernafas dengan paru-paru tidak peduli dimanapun habitatnya. Sedangkan jenis pisces aatu ikan bernafas dengan insang yang terdapat dikedua sisi kepalanya. Sebagai contoh. mahasiswa diharapkan dapat membandingkan kecepatan penggunaan oksigen oleh organisme pada suhu yang berbeda. Perilaku setiap hewan atau tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa lapar (kebutuhan akan makan/nutrisi). hewan ini bernafas dengan paru-paru yang dibantu dengan alat nafas lainnya yaitu kulit. M. ada di air. NIP. Ada yang habitat hidupnya di darat. Sedangkan tumbuhan membutuhkan udara. Pada hewan amfibi. atau karena faktor eksternal seperti perubahan kondisi lingkungan. Pola perilaku hewan atau tumbuhan berkaitan erat dengan alam tempat organisme itu berada. Hal unik terdapat pada insang karena dapat menyaring oksigen dalam air. dan kondisi fisik maupun kimia pada lingkungan hidupnya. ketersediaan akan sumber makanan. Ikan dalm menyaring oksigen melakukan buka tutup insang yang biasa disebut operculum. Pada dunia hewan terdapat berbagai macam habitat hidup. .

2004). 2009). percobaan tentang pengaruh suhu terhadap aktivitas respirasi organisme tidak sulit dilakukan. Ditambahkannya bahwa pengaruh cahaya. Suhu merupakan factor lingkungan sangat penting bagi hampir semua makhluk hidup. Peningkatan suhu tubuh pada rentang kisaran toleransi hewan akan menyebabkan kenaikan aktivitas enzim dalam membantu reaksi metabolism. misalnya dalam hal respirasi (Tim Pengajar. Dengan alat yang relatif sederhana. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh. Suhu tersebut mempunyai peranan yang penting dalam mengatur aktivitas biologis organisme. dan unsur-unsur utama lainnya menyebabkan hilangnya vegetasi pada ketinggian tertentu di pegunungan atau hilangnya beberapa tumbuhan dalm wilayah yang dinaungi. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan anabolisme. mudah diukur dan sangat beragam. aktivitas hidupnya akan terganggu apabila dipelihara dalam lingkungan yang suhunya konstan (Dharmawan. Ini terutama disebabkan karena suhu mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dalam tubuh dan sekaligus menentukan kegiatan metabolik. . 2009). Sehingga dari percobaan itulah muncullah suatu pembuktian mengenai hukum toleransi Shelford. suhu yang bervariasi menimbulkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. bahkan mungkin dibawah kisaran toleransinya. misalnya dengan menggunakan respirometer sederhana (Tim Pengajar. sebagai komponen utama penyusun enzim. Menurut hukum minimum Liebig menyatakan bahwa jumlah bahan utuana yang dibtuhkan apabila mendekati keadaan minimum kritis cenderung menjadi pembatas. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan (Anonim. dan unsur hara yang tidak cukup dan tidak memadai (Kimball. Jika aktifitas enzim metabolisme meningkat maka laju proses metabolisme akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. 1999). sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. Sebagaimana halnya dengan faktor lingkungan lainnya. akan rusak atau denaturasi dan menyebabkan enzim tidak mampu lagi melakukan fungsinya sebagai biokatalisator. Berbagai jenis hewan yang biasa hidup di lingkungan alam bebas yang suhunya bervariasi. zat makanan. Enzim metabolisme berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan energi) dan anabolisme (sintesa nutrien menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). 2009). pengaruhnya terhadap hewan tidak sama dengan suhu konstan 150C. 2004). suhu mempunyai rentang yang dapt ditolerir oleh setiap jenis organisme. Konsep hukum Shelford berasal dari hukum batas minimum yang dicetuskan oleh Liebig. baik hewan maupun tumbuhan. akan menyebabkan kisaran aktivitas enzim sangat rendah (Dharmawan. Suhu merupakn factor yang sangt menentukan aktivitas enzim didalam tubuh organism. Suhu yang ekstrim tinggi menyebabkan protein. Pada jenis belalang dan kupu-kupu yang diamati. Variabilitas suhu mempunyai arti ekologis. Demikian juga kalau suhu tubuh turun sangat ekstrim. suhu. Jadi menurut hukum minimal Liebag bahwa penyebaran tumbuhan ditentukan oleh cahaya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. Fluktuasi suhu 10-200C dengn suhu rata-rata 150C. Masalah ini dijelaskan dalam kajian ekologi yaitu Hukum Toleransi Shelford. Suhu juga merupakan factor lingkungan seringkali berpotnsi sebagai faktor pembatas dan paling mudah diukur. suhu.

Dari hukum tersebut kemudian Shelford menambahkan bahwa faktor-faktor seperti panas, cahaya, dan air serta unsur hara mempunyai batas maksimum dan minimum agar suatu makhluk hidup dapat hidup pada suatu lingkungan. Oleh sebab itu organisme mempunyai sifat minimum dan maksimum lingkungannya. Dimana jarak antara ke dua batas nilai minimum dan maksimum lingkungan ini menunjukkan batas toleransi. Sehingga pernyataan Shelford dikenal dengan Hukum Toleransi Shelford (Tim Dosen. 2004). Menurut Radioputro (1988), dalam hukum Shelford terdapat beberapa prinsip, yaitu : 1. Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap satu faktor dan kecil terhadap faktor lainnya. 2. Organisme yang mempunyai toleransi yang besar terhadap semua faktor memiliki daerah penyebaran yang luas. 3. Bila suatu faktor lingkungan tidak optimum untuk suatu jenis organisme, maka toleransi berkurang terhadap faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya bila tanah dengan kandungan nitrogen yang terbatas, maka daya tahan rumput terhadap kekeringan berkurang. 4. Dalam banyak hal interaksi populasi seperti kompetisi, predator, parasit dan lainnya mencegah organisme dari pengambilan keuntungan terhadap kondisi lingkungan fisik yang optimum. 5. Pembiakan merupakan masa yan kritis bila faktor-faktor biji, telur, kecambah dan larva pada umumnya mempunyai batas toleransi sempit. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Kamis, 18 Desember 2009 Waktu : Pukul 13.30 – 15.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Termometer batang 1 buah b. Stopwatch / jam tangan c. Becker glass 2 buah 2. Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Ikan mas koki (Catassius auratus) 2 ekor b. Air kran c. Es batu d. Air panas C. Prosedur Kerja 1. Memasukkan 2 ekor ikan mas koki yang relatif sama besarnya ke dalam becker glass yang berisi air kran dan mengaklimasi ikan tersebut selama 15 menit. 2. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air normal yang bersuhu 27 oC. Menghitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum (buka tutup) dalam waktu 1 menit selama 5 menit. 3. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air panas dengan suhu 40 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan

selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 4. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkannya ke dalam becker glass yang telah diisi dengan air dingin dengan suhu 16 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 5. Mencatat hasil pengamatan dalam tabel. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Becker Glass Waktu (Menit Ke.....) Rata-rata 12345 (A) 29oC 120 184 243 323 437 87,4 (B) 38oC 74 176 207 334 478 95,6 (C) 14oC 120 223 292 350 429 85,8 B. Pembahasan Pada becker glass yang diisi air dengan suhu 29 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 64 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 80 kali, dan pada menit kelima 114 kali. Pada becker glass yang berisi air panas dengan suhu 38 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 74 kali, pada menit kedua 102 kali. Pada menit ketiga 31 kali, pada menit keempat 27 kali, dan pada menit kelima 144 kali. Pada becker glass yang diisi air dingin dengan suhu 14 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 103 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 58 kali, dan pada menit kelima 89 kali. Terjadinya penurunan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air dingin dan penaikan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air panas menandakan bahwa gerakan operculum pada ikan mas koki dipengaruhi oleh suhu. Gerakan operculum ikan pada suhu rendah akan lambat, sedangkan pada suhu tinggi gerakan operculumnya menjadi semakin cepat. Namun hal tersebut dibatasi oleh kemampuan ikan tersebut untuk beradaptasi pada suhu tertentu. Menurut teori pada suhu yang tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat namun bila mencapai batas suhu yang maksimal maka ikan tersebut akan mati. Pada suhupanas, ikan membutuhkan oksigen yang cukup banyak karena reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tubuh ikan berlangsung dengan cepat. Namun pad suhu panas kadar oksigen dalam air akan semakin sedikit, sehingga ikan pada suhu maksimal akan mati. Begitu pula pada suhu dingin, gerakan operculum ikan menjadi melambat, hal itu disebabkan karena pada air dingin reaksi-reaksi kimia dalam tubuh ikan akan berjalan lanbat, sehingga jika ikan mencapai suhu terendah ikan akan mati. Matinya ikan pada suhu yang terlalu tinggi dan terlalu rendah menandakan bahwa ikan memiliki batas ideal tersendiri agar dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Batas itulah yang disebut dengan Hukum Toleransi Shelford yaitu batas maksimum dan batas minimum suatu makhluk hidup agar dapat hidup.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada suhu tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat dibandingkan pada suhu yang rendah. Agar ikan dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi maka ikan memiliki batas suhu maksimum dan batas suhu minimum. Batas maksimum dan batas minimum agar suatu makhluk hidup agar dapat hidup disebut Hukum Toleransi Shelford. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, suhu mempengaruhi aktivitas suatu organisme. B. Saran 1. Agar mahasiswa lebih lebih mampu bekerja sama dalam melakukan praktikum. 2. Agar asisten sebaiknya menyamakan pendapat agar tidak terjadi perbedaan pendapat baik pada praktikum ataupun pembuatan laporan. 3. Labortorium sebaiknya memperhatikan bahan dan alat praktikum sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Ikan. http://www. google.com. Diakses tanggal 20 Desember 2009. Dharmawan, agus. Dkk . 2004. Ekologi Hewan. Jica. Malang. Kimball, J.W. 1999. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta. Radioputro. 1988. Ekologi dan Pengetahuan Lingkungan. Erlangga. Jakarta. Tim Dosen. 2004. Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. Tim Pengajar. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. JAWABAN PERTANYAAN 1. Hal tersebut disebabkan karena adanya / terjadinya perubahan suhu, sehingga menyababkan ikan harus mampu beradaptasi pada suhu tersebut. 2. Pada suhu panas gerakan operculum ikan akan semakin cepat sedangkan pada suhu dingin gerakan operculum ikan akan semakin lambat.

Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan ikan Suhu media berpengaruh terhadap aktifitas enzim pencernaan. Pada proses pencernaan yang tak sempurna akan dihasilkan banyak feses, sehingga banyak nergy yang terbuang. Tetapi jika aktifitas enzim pencernaan meningkat maka laju pencernaan juga akan semakin meningkat, sehingga tingkat pengosongan lambung tinggi. Tingkat pengosongan lambung yang tinggi menyebabkan ikan cepat lapar dan nafsu makannya meningkat. Jika konsumsi pakan tinggi, nutien yang masuk kedalam tubuh ikan juga tinggi, dengan demikian ikan memiliki nergy yang cukup untuk pertumbuhan. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan

). G = f( W. biota yang dipelihara (B) dan pakan (P). 2. Contoh pada suhu 20oC pada ikan Channel Catfish (Ictalurus punctatus) memperlihatkan pertumbuhan optimum dengan kadar protein 35 %. meliputi: kuantitas air. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan. oksi-gen terlarut. H2S. tss. Media hidup. Pembuatan wadah harus dipertimbangkan topografi lahan. sedangkan pada suhu 25oC membutuhkan protein 40%. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah nergy yang masuk ke dalam tubuh. ketersediaan unsur hara sangat berpengaruh terhadap kesuburan perairan. Wadah pemeliharaan. alkalinitas. Ketinggian lahan harus disesuaikan dengan suhu optimum biota yang akan dipelihara. bahan-bahan toksik: NH3. Topografi lahan terkait dengan suhu. Enzim nergy ism berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan nergy) dan anabolisme (sintesa nergy i menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). kesuburan lahan dan porositas. Konstruksi kolam harus sesuai dengan karakteristik biota yang akan dipelihara dan teknik budidaya yang akan diterapkan. Spesies. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. salinitas. yaitu: a. B. Unsur hara sebagai penopang kesuburan (NO3 PO4. 6. varietas berhubungan dengan sifat genetik (potensitumbuh ketahanan terhadap penyakit). NO2. kenaikan suhu sebesar 10°C akan menyebabkan kecepatan reaksi nergy ism meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan pada kondisi normal. dsb. meliputi suhu. 5. akan menghasilkan nergy yang optimal untuk pertumbuhan. Pada perairan yang kaya unsur hara pakan alami dapat tumbuh secara maksimum. Ukuran 8. sehingga tersedia pakan yang cukup bagi biota yang dipelihara. Kebutuhan protein pada ikan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimum sangat dipengaruhi oleh suhu. turbiditas. P) Dengan demikian komponen nergy budidaya ikan adalah: 1. air harus tersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dapat dilakukan beberapa pendekatan. dengan demikian biota dapat tumbuh dengan baik. 3. M. Lokasi budidaya hendaknya dekat dengan sumber air. media pemeliharaan (M). Kualitas air harus berada dalam batas toleransi biota. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. tds. strain. Suhu media yang optimum akan mendorong enzim-enzim pencernaan dan nergy ism untuk bekerja secara efektif. Biota yang dipelihara. Berdasarkan nerg van’t Hoff. Kualitas air. Kondisl kesehatan . Pendekatan sistem Pertumbuhan adalah merupakan fungsi dari wadah pemeliharaan (W). dimana semakin tinggi lahan maka suhu udara akan semakin dingin. Lahan datar memiliki resiko kebocoran yang kecil dan biaya pembuatannya lebih murah. 4. ph. Konsumsi pakan yang tinggi yang disertai dengan proses pencernaan dan nergy ism yang efektif. Proses nergy ism ikan umumnya meningkat jika suhu naik hingga dibawah batas yang mematikan. sehingga siklus budidaya tidak terganggu.anabolisme. dsb. Jika aktifitas enzim nergy ism meningkat maka laju proses nergy ism akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. CO2 bebas. Jenis kelamin 7. wadah pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang akan dipelihara. K. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan. Lahan yang relatif datar lebih mudah untuk dibangun daripada lahan yang miring.

sehingga konsumsi energi untuk berenang melawan arus menjadi kecil http://www. Pengaturan arus air. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat 2. pakan harus memiliki kandungan gisi yang cukup baik. Manajemen pemeliharaan 10. a. Feeding rate optimal 4. Rasa kagum terhadap para tenaga pengajar terutama guru mempbuat penulis bercita-cita menjadi seorang guru. jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan biota. Pembatasan ruang gerak ikan 2. merupakan anak kedua dari pasangan M. setelah nergy yang dikonsumsi dikurang dengan nergy yang digunakan untuk segala kebutuhan hidup termasuk nergy yang hilang. Tingkat protein pakan tidak berlebihan 2. Sulawesi Selatan. demikian juga warna dan rasa. warna) 6. yang tidak hanya mengajar tetapi juga . Mengawali pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5 tahun. Penambahan atractant Cara meminimumkan nilai F: 1. Komposisi pakan sesuai dengan stadia dan kategori ikan (herbivor. Pemilihan pakan yang cocok (ukuran. Cara meminimumkan nilai U: 1. Ukuran partikel penyusun pakan hendaknya kecil sehingga mudah dihidrolisa 5. Cara memaksimumkan nilai K: 1.Jeneponto. Frekuensi pemberian pakan ukuran pakan. Melanjutkan pendidikan SMP pada tahun 2003. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat dan selera makannya selalu tinggi 2. Nasir dan Yasmin. Bahan baku pakan berkualitas baik 4. Sedangkan ukuran pakan disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan. terutama suhu dan oksigen terlarut. pada tanggal 20 januari 2009.9. Pendekatan energetik Pertumbuhan terjadi apabila terdapat kelebihan nergy. U dan M diturunkan serendah mungkin. baik lewat feces ataupun urine.com BIOGRAFI PENULIS Munawir Nasir lahir di Jeneponto. Optimalisasi kondisi lingkungan 3. bentuk. G=K–(F+U+M) Pertumbuhan (G) akan maksimum jika nilai K tinggi dan nilai F. Guru yang benar-benar seorang guru. Pada tahun 2006 menjada salah satu siswa di SMA Negeri 1 Tamalatea . Ransum harian (FR). Pakan. Tingkat energi pakan memadai Cara meminimumkan nilai M: 1. Dengan demikian konsumsi pakan dapat dimaksimumkan sehingga laju pertumbuhannya tinggi. Pemberian pakan dilakukan secara kontinyu sesuai dengan laju pengosongan lambung ikan. Frekuensi pemberian pakan didasarkan pada kapasitas lambung dan laju pencernaannya 5. Komposisi pakan. karnivor) 3. Aktif diberbagai organisasi dan kegiatan sekolah. diberikan sesuai dengan kebutuhan biota. 11.google. Optimalisasi kondisi lingkungan.

Semoga cita-cita dapat terlaksana dengan baik. dengarkan lagu dan membaca buku.21 Reaksi: .mendidik. Diposkan oleh blog q di 19. Karena itu penulis mendaftar dan Alhamdulillah lulus di Jurusan Biologi. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR. bermain internet. Satu hal yang saat ini menjadi keinginan besar penulis adalah mewujudkan cita-cianya menjadi seorang guru dan membahagiakan orang tua. Penulis sangat senang berdiskusi.