http://nhawyr.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum-biologi-dasar.

html

LAPORAN LENGKAP
OLEH Nama : Munawir Nasir NIM/Kelas : 091 404 015 / A Jurusan : Biologi Kelompok : I (Satu) Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar 2009 LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul : Cara Menggunakan Mikroskop Percobaan Lazzaro Spallanzani Pengamatan Mikroskopis Anatomi Hewan Vertebrata Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Respirasi Kebakaan Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Makassar, Desember 2009 Koordinator Asisten,

Suhaedir Bachtiar,S.pd.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh asisten/ koordinator asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Oktober 2009 Koordinator Asisten, Asisten, Suhaedir Bachtiar,S.pd. M. Irwan

NIM. 061404008

Mengetahui, Dosen Penanggung Jawab Drs. H. Hamka L., M.S. NIP. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah banyak ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satu penemuan itu adalah mikroskop. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari 0.1 mm), misalnya bagian-bagian dari sebuah sel. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan denga sel tumbuhan. Kemahiran dan ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baikbaik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop sederhana yang biasa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya pengganti matahari. Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop. Namun setiap mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkanberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua buah titik. B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu agar kita sebagai mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana. C. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa, masyarakat dan umum dapat lebih mengenal tentang mikroskop dan mengetahui teknik penggunaan mikroskop yang benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil mikroorganisme (Kusnadi,

2003). Kata mikroskop bersal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Alat utama dalam mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler. Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, tebalik dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula (Anonim, 2009). Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000). Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik. Mikroskop optik dapat dibedakanmenjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop stereo atau binokuler. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan trans paran. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Mikroskop binokuler atau stereo digunakan un tuk pengamatan yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim Pengajar, 2009). Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat bendabenda kecil kelihatan lebih besar dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian (Goldsten, 2004). Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek (Abercombie, 1933). Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur (W. lay. 1992). BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Waktu praktikum

c. Daun waru (Hibiscus liliaceus) c. B.30 sd. Air suling b. Buku gambar dan pensil e.03. Prosedur Kerja 1. Mikroskop biologi b. Daun labu (Cucurbita moschata) d. buku penuntun dan catatan. Cawan petri 4. Alat dan Bahan 1. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan. berisi : 1. . darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) b. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan. Membuka kotak peralatan. Bahan yang disediakan oleh laboratorium a. Bahan yang disediakan oleh mahasiswa a.Hari/tanggal : jumat. Kaca benda 2. b. Menyiapkan Mikroskop a. Kain planel baru c. Bawang merah (Allium cepa) C. kiri. Kertas saring atau kertas hisap c. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop. Bahan Adapun bahan dari percobaan ini yaitu : 1. kotak peralatan dengan isinya. Kaca penutup 3. d.1. Alat yang disediakan oleh mahasiswa a. Pipet tangan 2. Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring. bahan-bahan untuk praktikum. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Memperhatikan keadaan ruang praktikum. Pisau silet baru b. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu : 1. Tusuk gigi 2. keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup. Lap katun d. 2. Kapas atau kapuk 2. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus 2. Alat yang disediakan oleh laboratorium a. 16 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Kotak peralatan. Pinset 5. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain.

2. kita mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng. kita mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat. 3. Memasang preparat buatan pada meja sediaan dan mengamati seperti langkah 3. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung. dan mengirisnya setipis mungkin. kalau tubus telah terangkat setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan. Kalau terlalu silau. 3. dan 3. maka kita menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata.4. 4.3.4. Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut. berarti terlewatkan.1. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan. Jika jarak itu longgar. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan nampak medan bundar putih (medan pandang). Jika terangnya tidak merata. 3. daun labu. 4. 2. Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan.2.5.3 kembali. Mengganti Perbesaran . Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk. maka kita meneropong terus sambil memutar mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya. Menyerap kelebihan air yang merembes di tepi kaca dengan kertas saring. Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari. tubus turun. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi atau pinggir yang berlawanan. 4.2.6. Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan 3. 3.3. 3. dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil bagian epidermisnya. 4. kemudian sebaliknya. Sedangkan untuk bawang merah.5.4.6. maka kita membuka diafragma.5.3.2. menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang.Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. 4.3. 2. Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik. 3. Membuat Preparat Sederhana 4. 3. Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahanlahan. Untuk bahan daun waru. Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal. jarak objektif dengan meja sediaan mengecil. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang meja. 5. maka kita mengulangi langkah 3.2. Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air. Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. pasang lubang lebih besar pada lempeng. 3. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun.1. Mengeluarkan preparat yang telah diamati. Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah. Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin. 4.5. maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer. maka kita memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum 5-10 mm. kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur. 2.4.

5. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Hasil Pengamatan . Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia. Makrometer 3. 5. vii.4.Mikroskop Biologi Keterangan : 1. Apabila pengamatan sudah berhasil.1. perhatikan hal-hal berikut : i.2. Lengan 5. 3. Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan.7. 5.5. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya. Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4. Okuler 2. Mikrometer 4. Kaki 9.1. 5.6. menurunkan tubus serendah mungkin. Kondenser . memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah 3. 5.2. Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya.6. Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup.4 dan 3. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran) 5. 3. 5. 5. sampai berhasil. Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati. Cermin 10. iv.1 sampai 4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.5. Sumbu inklinasi 7.3.3.5. Menyimpan mikroskop ke dalam kotak mikroskop. Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya.4. bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan jangan menyentuh posisi preparat atau tubus. ii. Diafragma 11.5 lanjut ke 5. iii. v. 3. Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop.3. Penggerak mekanik 6. kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari. Pengatur kondenser 8. vi.

17. atau pegangan dengan sumbu inklinasi. Penggerak Mekanis. bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor. Kaki mikroskop. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang. pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke kondensor. 5. Cermin. 14. Lensa objektif 15. Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan komponen tersebut. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus. yang dipegang bilamana diangkat. 13. 2. Lubang meja sediaan. Meja sediaan. 16. Daun Waru (Hibiscus liliaceus) c. lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif. Sengkeling. 10. penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass). sebagai alas tempat tumpuan berdiri. 4. cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. pada ujung atasnya terdapat lensa okuler. Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti : 1. berupa lensa-lensa dan cermin. lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan. 15. alat penangkap dan pamantul cahaya. 12. Revolver 16. Tubus atau tabung okuler. alat pengatur letak kaca benda pada meja. Lengan atau pegangan mikroskop. Sengkeling 14. 8. Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak. 11. Tubus a. Revolver atau pemutar objektif. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) B. Diafragma. tempat meletakkan kaca benda (objek glass). pengatur kasar. Daun Labu (Cucurbita maschata) d. Mikrometer. Tiang. menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya. 3. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar. Pengatur kondensor. Lensa objektif. tempat bersendi lengan mikroskop. 9. Bawang merah (Allium cepa) b. menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya. yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan. Meja sediaan 13. 6.12. alat yang dapat ditutup dan dibuka. Lensa okuler. Pada percobaan ini kami hanya mengambil satu sampel bahan percobaan yaitu bawang merah . Kondensor. pengatur halus. yang diintip oleh mata pengamat. Pembahasan Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil. Makrometer. 7.

Mikroskop. Anonim. Jakarta: Erlangga.A. 2. 3. 2003. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. W. PERTANYAAN 1. Kamus Lengkap Biologi. Mikro biologi. Jakarta.org/wiki/mikroskop. Tulis nama bagian mekanik dari mikroskop ! 3. Raja Wali. 2. Dkk. Sedangkan pada pembesaran yang lebih kuat. Tulis nama bagian optik dari mikroskop ! 2. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah : 1. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik.wikipedia. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Laboratorium: Sebaiknya alat-alat yang disediakan laboratorium diperhatikan. DAFTAR PUSTAKA Abercombie. Jakarata: Erlangga. Campbell. serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana A. Dari gambar tersebut kita dapat melihat bahwa pada pembesaran lemah terlihat hanya bagian kecil dari epidermis Allium cepa tersebut dan pola-pola epidermis Allium cepa masih kurang jelas pemisahannya. Biologi Edisi Kelima Jilid I. I993. Lay. kita bisa mengamati pola pemisahan yang lebih jelas dan bagian-bagian dari epidermis Allium cepa tersebut terlihat lebih kompleks. http://id. Mikrobiologi. Bogor: CV. Tim Pengajar. 2000. Diakses tanggal 17 Oktober 2009. Goldsten. Makassar. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda renik). Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. 2009.(Allium cepa). maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Philip. PT Ikrar Mandiri Abadi. Bandung: Jica. Kusnada. Tulis fungsi bagian mekanik ! . Asisten: Sebaiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan berlangsung. 1992. dan kami mengamati sampel tersebut dengan tiga macam perbesaran seperti yang terlihat pada gambar. N. M. 2009. Mahasiswa mampu mengenali dan mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi dan fungsinya masing-masing. Mahasiswa: Praktikum mikroskop ini harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan biologi. 2004. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan.

Makrometer c. Lengan b. b. Tubus l. karena sifat lensa okuler yang menerima bayangan dari lensa objektif yaitu maya. Apabila bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. yaitu : b. Lensa objektif e. Kaki mikroskop 3. Makrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara kasar. Pengatur kondensor berfungsi sebagai alat untuk menaikkan atau menurunkan kondensor. Sengkeling berfungsi sebagai penjepit atau pengatur letak sediaan. Revolver berfungsi sebagai cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. Kalau bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. Penggerak mekanis berfungsi sebagai alat pengatur letak kaca benda pada meja. h.4. Meja sediaan k. Revolver j. Sumbu inklinasi f. maka kaca benda harus digeser ke arah yang berlawanan dengan bayangan. Lensa okuler 2. Penggerak mekanik e. Mikrometer d. Kondensor d. Mikrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara halus. Tulis pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar? Jawaban : 1. Bagian optik dari mikroskop. ke arah manakah kaca benda/sediaan harus digeser? Mengapa? 5. terbalik dan diperbesar. . yaitu : a. Meja sediaan berfungsi sebagai tempat meletakkan kaca benda. Fungsi bagian mekanik : a. c. g. f. d. Tubus berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa okuler pada ujungnya. Diafragma h. Bagian optik dari mikroskop. 4. e. karena bila lensanya sudah tergores bila digunakan akan membentuk bayangan lain yang menyebabkan bayangan dari sediaan tidak jelas lagi. Cermin c. 5. Sengkeling i. Pengatur kondensor g. Pengaruh negatif terhadap mikroskop apabila lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar adalah lensa dapat menjadi buram dan bahkan akan tergores sehingga lensa mikroskop sudah tidak baik lagi untuk digunakan.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Percobaan Lazzaro Spallanzani” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima. khususnya menjawab pertanyaan di atas. Hal ini yang mendorong para peneliti melakukan percobaan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut. Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani. B. 061404038 Mengetahui. C. Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar mampu mengambil kesimpulan dan mengetahui seluk-beluk dan teori asal-usul kehidupan yang benar. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya dengan berbagai teori dan percobaan. M. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupa. NIP. maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan. Latar Belakang Pada dasarnya manusia memiliki daya berpikir dan rasa ingin tahu yang tinggi termasuk dari mana awal kehidupanya di muka bumi. Asisten.pd. Suhaedir Bachtiar. Karena rasa ingin tahu yang tinggi maka mereka menggunakan kecerdasannya untuk mengungkap asal mula kehidupan. Dosen Penanggung Jawab Drs.. ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya.S. Erni Majid NIM. Asal-usul kehidupan menurut pandangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya terkuak. H. . Ada halhal yang masih menjadi misteri. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak. Tujuan Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi.S. untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan. Hamka L. Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. Oktober 2009 Koordinator Asisten. Makassar.

John Needham. 1982) Beberapa orang tetap tida percaya terhadap hasil eksperimen Redi dan Spallanzani. diantaranya Francesco Redi. teori Kosmos. Makhluk-makhluk renik yang tiba-tiba muncul pada makanan yang membusuk sebagiannya timbul dengan sendirinya maka Lazarro Spallanzani mencoba membuktikan bahwa mikro organisme tidak muncul dengan sendirinya. maka ia mendidihkan air kaldu kemudian menutup rapat-rapat sehingga tidak dimasuki apapun dari luar. Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. 1999) . 2003). Di dalam kaldu yang sudah dipanaskan dengan baik. biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru (Anonim. Lazzaro Spallanzani memanaskan dua buah tabung yang berisi air kaldu. salah seorang ilmuwan yang membantah teori Abiogenesis. tetapi Spallanzani tidak merasa puas bahwa sumbat buatan itu dilalui udara. teori Biogenesis. 2003). Selain Aristoteles. seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea). Dalam melakukan percobaannya. macam-macam pandangan telah dikemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. Tabung pertama dibiarkan terbuka. 2009). 2009). Namun pandangan tersebut masih merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah (Sasmita. Jika itu tetap bening dan steril maka generasi spontanea tidak dapat terjadi (Kimbal. dan terpaksa melakukan penyegelan yang rapat udara ia perhatikan bahwa. Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut. para ilmuan lainnya seperti Antonie van Leeweunhoek dan John Needham (1713-1781) juga mendukung teori Abiogenesis tersebut. Sampai sekarang hal tersebut masih merupakan teka-teki yang belum dapat dipecahkan. Setelah dipanaskan kedua tabung tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Spallanzani menyimpulkan bahwa animakules dapat terbawa udara kedalam kaldu itu dan inilah penjelasan tentang adanya abiogenesis yangdisangka benar itu. teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. sedangkan tabung yang kedua ditutup. telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim Pengajar. Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi. 2004). Lazzaro Spallansani (keduanya berkebangsaan Italia) dan Louis Pasteur yang berkebangsaan Perancis (Tim Pengajar. Lazzaro Spallanzani.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertanyaan yang selalu tmbul bagi bagi para pemikir filosofis dan kaum naturalis adalah asal mula terjadinya kehidupn di bumi ini. 1991) Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”. merka berpendapat bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontandari benda tak hidup diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani tidak ada karena labu ditutup rapat (Winatasasmita. Peneliti-peneliti terdahulu menutup labunya dengan sumbat gabus. 1992) Beberapa ahli telah melakukan berbagai usaha untuk melakukan penelitian terhadap pandangan generatio spontanea. Ternyata setelah beberapa waktu pada tabung pertama terdapat organisme dan pada tabung kedua tidak terdapat organisme (Janice. Sesudah kaldu itu dibiarkan untuk waktu yang lama terdapat retakan kecil pada gelas yang kemudian diikuti dengan perkembbangan animakuler (Stenier.

Hasil Pengamatan Tabung Tabung I Tabung II Tabung III Tabung IV B W E Bu B W E Bu B W E Bu B W E Bu 1---------------- . biarkan terbuka (tanpa tutup).30 s. 1 buah klem kayu f. tidak memberikan perlakuan.d. 2 buah sumbat gabus/karet yang sesuai d. 3. Melakukan pengamatan dan mencatat setiap hari. Alat dan Bahan 1.10 WITA b. Tabung I. 03. 23 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. Tabung III. usahakan terhindar dari gangguan hewan. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. 1 potong lilin 2. 30 ml kaldu cair b. 1 buah lampu spiritus e. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 7. cahaya matahari langsung dan sumber panas lainnya. 5. Tabung IV. Korek api C. Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. 1 buah rak tabung reaksi c. B. Meletakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan menyimpannya di atas meja kerja. 6. Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 mL. selama lima hari. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. segera tutup dengan gabus dan menetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya. Tabung I.BAB III METODE PRAKTIKUM A. 4. 2. menyumbat dengan tutup gabus/karet dan manetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutup. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. Waktu praktikum Hari/tanggal : Jumat. Prosedur Kerja 1. 4 buah tabung reaksi b.

.+ ++ .. Pada hari keempat. Begitupun pada tabung ke II dan ke III. Kemudian pada hari kedua. dimana tabung ini tidak didihkan dan tidak ditutup. juga terdapat endapan pada dasar tabung. dan pada hari kelima juga muncul buih pada kaldunya.. Pada tabung III. Perubahan warna.+ ++ . Perubahan warna.. Hal tersebut menandakan bahwa di dalam kaldu telah terdapat kehidupan suatu mikroorganisme misalnya bakteri. pada tabung II dimana perlakuan yang diberikan hanyalah menyumbat mulut tabung dengan sumbat karet yang pada hari ke-1 tidak mengalami perubahan..2--+---+--------3 . Pembahasan Pada tabung I. Pada kaldunya memang terdapat endapan. Pada tabung pertama dihari terakhir pengamatan terbentuk gelembung/buih . namun pada hari ke-2 telah terdapat endapan.4 + ++ ++ . Endapan ini terus bertambah banyaknya hingga hari kelima.. tidak mengalami perubahan dari awal pengamatan sampai hari terakhir pengamatan. bau... namun endapan tersebut hanyalah tetesan lilin yang merembes masuk pada saat menetesi sumbat karetnya dengan lilin. Sumbat karet b. Pada tabung IV yang air kaldunya didihkan dan mulut tabungnya disumbat dengan sumbat karet.+ + ..... bau. Kemudian pada hari keempat mulai terdapat buih pada kaldunya. Perubahan bau. Pada tabung ini.Keterangan : + = Ada Perubahan .+ . terdapatnya endapan dan buih terus bertambah sampai hari kelima. Endapa B.. Pada hari ketiga kaldunya juga mulai mengalami perubahan bau dan juga perubahan warna. dimana air kaldunya hanya didihkan di atas lampu spiritus selama 10 menit dan tabungnya dibiarkan terbuka.= Tidak ada perubahan W = Warna E = Endapan Bu = Buih B = Bau Keterangan : a. warna kaldu pada tabung tersebut mulai berubah menjadi keruh.. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah hingga hari kelima pengamatan. Tabung reaksi c. Lampu spiritus d.++ ..5 + +++ ++ . Dari hasil pengamatan selama lima hari. mulai muncul buih pada hari pertama pengamatan.+ ++ ++ + . terdapatnya endapan dan buih terus bertambah pada hari pengamatan yang ketiga. pada . kaldu pada tabung tersebut mulai terdapat endapan pada dan mulai mengalami perubahan bau. Buih e... mulai terdapat pengendapan pada hari kedua..

Sebaiiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan sedang berlangsung terutama yang berhubungan dengan api. Pada tabung kedua terdapat mikroorganisme. Dra. Konsep Hidup dan Kehidupan. Selain itu tabung tersebut juga ditutup rapat sehingga udara yang berada di luar tabung tidak dapat masuk. tidak berbau. Namun karena tabung dibiarkan terbuka menyebabkan udara yang berasal dari luar tabung (lingkungan) yang mana di dalamnya terdapat mikroorganisme dapat masuk ke tabung reaksi.A. Air kaldu masih tetap jernih.com/. Mahasiswa harus lebih teliti dalam mengamati bahan penelitiannya sehingga hasilnya pun baik. 2. berbuih. dan terdapat endapan. dan tidak terdapat gelembung dan endapan. D. Jakarta: Bima Aksara. Diakses tanggal 9 November 2007. 2009. 2. air kaldu pada tabung yang terbuka akan ditemukan organisme karena udara dari luar yang membawa mikroorganisme dapat lebih leluasa masuk sedangkan air kaldu yang perlakuannya dipanaskan dan ditutup rapat tidak ditemukan adanya mikroorganisme karena air kaldu tidak berhubungan langsung dengan udara dari luar. 3. Sedangkan pada tabung ke IV tidak mengalami perubahan apa-apa. Akibatnya mikroorganisme yang terdapat pada air kaldu mati. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Dkk 1982. Dengan demikian teori abiogenesis yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan. Kesimpulan Berdasarkan percobaan ini kami lakukan. Laboratorium sebaiknya dapat dijaga kebersihannya bersama sebelum melakukan praktikum. Biologi Tesis.tabung tersebut diakhir pengamatan air kaldu menjadi keruh. Apalagi pada tabung yang ke I yang tabungnya dibiarkan terbuka dan kaldunya tidak dididihkan. Janice. Stonier. Begitu pula pada tabung ke III. Sedangkan pada tabung IV tidak terdapat mikroorganisme karena air kaldu tersebut dipanaskan hingga mendidih. 2003. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. hal tersebut disebabkan oleh perlakuan yang diberikan pada tabung tersebut. B. http://www. Walaupun kaldunya dididihkan sehingga mikroorganisme yang ada pada air kaldu mati. D. Buku Penuntun Biologi. Hal tersebut menandakan bahwa dalam tabung tersebut tidak terdapat kehidupan. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. jakarta: Bharatara Karya Aksara. Hal tersebut merupakan tanda-tanda terdapatnya kehidupan pada tabung tersebut. Akibat perlakuan tersebut mikroorganisme yang terdapat di dalam air kaldu tersebut dapat berkembang. racer. Dimana tabungnya ditutup namun kaldunya tidak dipanaskan. Jakarta: Erlangga Pratiwi. Sehingga pada tabung tersebut terdapat mikroorganisme. .L.forumsains. Dunia Mikrobe I. 2007. berbau. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah 1. maka pastilah mikroorganisme tumbuh pada tabung tersebut. Dengan adanya pengamatan ini dapat dibuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.

manusia belum dapat memberikan definisi dan batasan-batasan yang jelas tentang apa arti hidup sesungguhnya. Kimbal. Pun demikian. 2003. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Teori Abiogenesis (Teori Generatio Spontanea) 2. Biologi Umum Materi Bagian Pertama. Berdasarkan hal tersebut van Leeweunhoek mengatakan jentik-jentik (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati). 2009. ia menemukan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Tim Pengajar.Tim Pengajar. yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani. 2. Winatasasmita. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie". Jakarta: Universitas terbuka. Biologi Umum.3 John Needham (1713-1781) . Djamhur. "ilmu"). 2. Biologi Universitas jilid 3. Makassar. yang diambil dari bahasa Arab. Dengan menggunakan mikroskop. 1991. Jakarta: Erlangga. W. bios ("hidup") dan logos ("lambang". II.2 Antonie van Leeweunhoek Antonie van Leeweunhoek adalah seorang biologis Belanda yang mendukung teori ini. Makassar.1 Aristoteles Teori Abiogenesis pertama kali diajukan oleh Aristoteles (394-322 SM) yang menyatakan bahwa : Makhluk hidup berasal dari benda mati yang secara spontan dapat muncul akibat adanya gaya hidup. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Pendahuluan Dikutip dari Wiki : Kutip Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan"). 1992. Banyak ilmuwan mencoba mengajukan teori-teori untuk menjelaskan apakah hidup dan dari mana asalnya hidup. Berikut akan dijelaskan teori-teori tentang asal dan kejadian hidup. Konsep Hidup dan Kehidupan I.

1799) Spallanzani adalah seorang biologis Itali yang menentang eksperimen John Needham. omne ovum ex vivo (artinya kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup atau dapat juga diartikan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga). Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara. Penutup berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara. mikroorganisme terdapat di udara bersama-sama dengan debu.Biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru. 3. Francesco Redi (1968) Kesimpulan dari eksperimen Redi adalah larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi dari lalat yang masuk ke dalam tabung dan bertelur pada daging. omne ovum ex vivo). Hasil yang diperoleh Pasteur adalah : a. III.4 Pohon Van Helmot Pohon dapat tumbuh membesar bukan berasal dari tanah sebab tanah yang hilang tidak sesuai pertumbuhannya. Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (Omne vivum ex vivo.1. Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut? 3.3 Louis Pasteur (1822-1895) Pasteur melakukan eksperimen dengan menggunakan labu leher angsa. Hasil eksperimen ini akhirnya menggugurkan Teori Abiogenesis dan Pasteur menjadi sangat terkenal dengan perkataannya Omne vivum ex vivo. Pendapat yang mendukung adalah sebagai berikut : 3. PERTANYAAN 1. Ia mengatakan bahwa kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana?. 3. Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percoban tersebut diatas? 2. 3.2. Dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang dimiliki tumbuh-tumbuhan (makhluk hidup) bukanlah berasal dari tanah (benda mati). 3. Teori Biogenesis Teori ini menyangkal abiogenesis. Lazzaro Spallanzani (1729 . b. mengapa bisa terjadi demikian? .

Pd. 2. 061404008 Mengetahui. Yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah adanya mikroorganisme yang berasal dari udara luar karena tabung tidak ditutup dan organisme yang masih hidup di dalam karena tidak dididihkan yang melakukan aktivitas kehidupan. Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat generatio Spontanea? Jelaskan. karena makhluk hidup tidak dapat terbentuk dari benda mati secara tiba-tiba. Makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu berasal dari udara luar dan mikroorganisme yang masih hidup di dalam kaldu karena belum mati. Dari bahan kaldu itu tidak mungkin muncul makhluk hidup baru secara tiba-tiba. Tidak terjadi perubahan warna dan bau karena mikroorganisme yang terdapat di dalam kaldu sudah mati dan tidak terkontaminasi dengan udara luar. November 2009 Koordinator Asisten. Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba akan muncul makhluk hidup baru? 6. tabung yang tidak dipanasi tapi ditutup. Irwan NIM. mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau? 5. Hasil percobaan Lazzaro Spallanzani ini digunakan sebagai bukti untuk menyangkal pendapat generatio spontanea karena telah terbukti bahwa makhluk hidup tidak terbentuk dari benda mati. M. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengamatan Mikroskopis” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. H. Hamka L. M. Suhaedir Bachtiar S.4.S. Dosen Penanggung Jawab Drs. Jawaban 1. 5. Tabung yang kaldunya tidak mengalami perubahan yaitu tabung yang kaldunya dipanasi/dididihkan kemudian tabungnya ditutup dengan sumbat karet. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN . Terjadi perubahan karena mikroorganismedi dalam kaldu masih hidup dan terkontaminasi dengan udara luar. 4. 3. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut terjadi pada tabung yang air kaldunya tidak dididihkan dan tabungnya tidak ditutup dengan sumbat karet. Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan?. dan tabung yang dipanasi namun tidak ditutup. Asisten. NIP. 6.. Makassar.

Dengan demikian yang dimaksud dengan dengan jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama. 1998). di sebelah dalamnya ada kayu yang keras dan mengandung serat-serat yang kuat. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu kita akan mengetahui struktur penyusun tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. Jika diperhatikan lebih detail. batang. Berdasarkan semua kegunaan jaringan ini maka manusia mempelajari lebih dalam mengenai struktur dan fungsi masding-masing jaringan. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. Apabila kita mengamati tubuh organisme yang cukup besar. ada jaringan yang membuat tubuh hewan dapat bergerak. Jika membandingkan struktur tumbuhan dan hewan tentunya struktur tubuh hewan jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan tubuh tumbuhan. Tujuan Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macammacam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan dan juga yang menyusun organ-organ tubuh hewan. kita akan mendapatkan bagian-bagan yang semakin kecil. dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi besar tubuh kita semua terdapat disekitar kita. pada bagian luar tampak adanya kulit. C. Berbagai jaringan tersusun dan . dan mengetahui jenis-jenis jaringan yang menyusun organ-organ yang terdapat dalam tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. Sel-sel yang membentuk jaringan sel (suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama). dan bunganya. beberapa macam jaringan sel membentuk sebuah organ pada tumbuhan. Kumpulan dari sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan. Diantaranya ada jaringa yang berfungsi melapisi bagian luar hewan. Namun bila kita ingin mengamati struktur tumbuhan yang lebih kompleks. Didalam tubuh hewan terdapat jaringan yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan hewan itu sendiri. kita akan melihat bagian-bagian utama penyusun tubuh tumbuhan seperti akar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ. Jaringan Tumbuhan Kata “sel” mungkin sudah lazim kita dengar. Untuk mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tumbuhan dan organ-organ tubuh hewan. ada juga jaringan yang membentuk tubuh hewan tersebut. Tanpa alat bantu. B. jaringan yang membantu hewan terhubung dengan dunia luar. beberapa organ membentuk sebuah sistem organ tumbuhan dan beberapa sistem organ membentuk tumbuhan tersebut (Kartasapoetra. bahkan semua yang menyusun tubuh hewan dan memiliki fungsi masing-masing adalah jaringan hewan itu sendiri. Latar Belakang Setiap hari kita sering melihat tumbuhan. hanya menggunakan mata kita dapat melihat bagianbagian tersebut dengan mudah dan jelas. Seperti halnya tubuh tumbuhan. tubuh hewan pun terdiri atas sel yang tersusun berdasarkan struktur dan fungsinya masing-masing.A. maka kami melakukan pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan. bahkan mungkin kita sudah mengetahui apakah sel itu sebenarnya. Hingga suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. daun.

semakin tinggi tingkat perkembangannya. Merupakan lapisan terluar dari akar. 1998). demikian pula tumbuh-tumbuhan yang rendah tingkat perkembangannya belum mempunyai jaringan. Ternyata hasil penelitian telah menampakkan adanya sejenis jaringan tertentu yang . bynga. sebelum tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder (Muhammadiah. kutin pada dinding luar dan permukaannya membatasi penguapan. Jaringan Sel Gabus Dari uraian-uraian di atas kita telah mengetahui bahwa epidermis itu merupakan jaringan pelindung. pada jaringan ini jumlah pembelahan sel terbatas. berfungsi mengangkut bahan mineral dan air dari akar sampai ke daun. dalam hal ini tiap jaringan biasanya hanya melakukan satu macam proses hidupnya. Meristem skunder. adalah meristem yang berkembang langsung dari sel embrionik dan sebab itu merupakan kesinambungan kegiatan embrio di tempat itu. 2004). contoh : a. Jaringan epidermis melindungi jaringan sel disebelah dalam. Meristem melanjutkan pembelahan diringan secara tidak terbatas dan akibatnya sel-sel baru terus bertambah pada tubuh tumbuhan (Muhammadiah. 2009). e. Dengan batasan di atas. i. Jaringan Epidermis Epidermis adalah jaringan jaringan yang bervariasi struktur dan fungsinya. meristem yang ditinjau dari asalnya dibedakan atas : 1. Jaringan sklerenkim. berfungsi sebagai pengangkut bahan-bahan dari daun ke tubuh. Jaringan sel gabus berfungsi sebagai pengganti epidermis ketika batang atau akar masih muda. adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. g. iii. menunjukkan bahwa pada akar muda epidermis berfungsi dalam absorpsi (Muhammadiah. sebagai penyokong tubuh. d. batang. Epidermis rambut-rambut akar memiliki dinding yang tipis. ii. dengan adanya jaringan-jaringan dalam tumbuhan ini berarti bahwa tumbuhan tersebut ke dalam telah ada pembagian dalam kegiatan-kegiatan proses hidupnya. daun. Adanya bahan seperti lemak. menyimpan cadangan makanan (pada endosterm). Jaringan Meristem Meristem adalah jaringan embrional pada tubuh tumbuhan. buah. misalnya pada korteks batang dan jaringan pembuluh muda yang sedang mengalami perkembangan. Jaringan kolenkim.terorganisasi dalam bentuk organ (Tim Pengajar. Menurut Muhammadiah (2004). Meristem primer. Jaringan floem. membentuk endospermae. f. membentuk daging buah. sehingga sel yang baru senantiasa ditemukan. tempat fotosintesis (pada mesofil). Pada tumbuhan uniseluller atau terdiri dari satu sel (bacteria) tentunya tidak mempunyai jaringan. 2. berfungsi mengangkut bahan-bahan dari daun ke be tubuh tumbuhan. b. Namun. Jaringan meristem yang mampu membelah terus dan membentuk sel-sel yang baru. Jaringan xilem. semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat-alat tumbuhan yang berlainan (Kartasapoetra. Pembelahan sel dapat pula terjadi pada jaringan selain meristem. Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan teresebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. dan biji. 2004). Jaringan parenkim. maka kita dapat mengetahui tumbuhan yang mempunyai jaringan dan yang tidak berjaringan. c. Jaringan-jaringan umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang tinggi tingkat perkembangannya. 2004). h. Menurut Kartasapoetra (1998). berfungsi sebagai penyokong tubuh. Meristem senantiasa mempertahankan kemampuannya untuk membelah.

Oleh sebab itu. 2009) Menurut Wulangi (1993). vii. dapat berlignin atau tidak. Skelerenkim mempunyai fungsi utama yaitu sebagai jaringan penguat tumbuhan dan kadang-kadang juga sebagai pelindung (Muhammadiah. Biasanya jaringan ini berada di bagian tepi dari alat-alat tumbuhan. 2004). Berbagai jaringan tumbuhan itu ditata dalam pola tertentu.sifatnya lebih kuat dari epidermis. Sel-sel member tunjangan mekanis bagi tumbuhan. 1998). besar-besar dan berdinding tipis bisanya memiliki vakuola tengah. mempunyai satu inti di tengah-tengahnya. batang dan daun merupakan organ utama tumbuhan tingkat tinggi. Akar. akar atau umbi (Kartasapoetra. Jaringan Floem Floem berfungsi mengankut bahan-bahan dari bagian atas ke bagian bawah. teristimewa pada tumbuhan yang berumur panjang yang dalam hal ini biasanya epidermis tumbuhan telah mati sebelumnya atau menjadi tidak aktif sebelum menjadi penggabusan itu. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. 1998). jelasnya dari daun ke bagian organ lainnya. terdiri dari banyak serabut otot yang mempunyai bentuk seperti gelendong. viii. Otot lurik. v. Jaringan Otot Jaringan otot bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh. Kelompok jaringan terorganisasi ini menjadikan organ-organ pada tumbuhan. Fungsinya yang sesuai tergantung pada penataan dan koordinasi yang sesuai dari jaringan yang mendirikannya (Kimbal. terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan kontraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). terdiri dari banyak serat serabut. 2004). Karena merupakan sel hidup. Dilengkapi secara meluas oleh plastid. sel parenkim dapat membelah meskipun telah dewasa. 1992) 5. Jaringan Xilem Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air pada tumbuhan berpembuluh (Muhammadiah. Jaringan Kolenkim Sel-sel kolengkima berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. 2004). yang dikenal sebagai jaringan gabus (Cork tissue). iv. otot dikelompokkan menjadi : 1. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jaringan gabus ini menggunakan fungsi epidermis (Kartasapoetra. yang masing-masing mempunyai banyak inti yang . Umum dijumpai didaerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat (Kimbal. 1992) Parenkim terdiri dari sel hidup dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan fungsinya. sel parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka serta regenerasi (Muhammadiah. Otot polos. Acapkali terpisah-pisah sebagian dan ruang antara sel yang terjadi diisi gas. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung (Anonim. 2004). langsing. 1992) vi. Daerah yang tidak terkena cahaya. seperti batang. panjang. yang paling banyak ialah plastid tidak berwarna dan gudang makanan merupakan fungsi utama (Kimbal. 2. Sel skelerenkim memiliki sifat yang kenyal (elastis). Jaringan Hewan a. Di dalam sitoplasma ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang berjalan menurut panjang serabut otot (Pagarra. Jaringan Sklerenkim Skelerenkim dalah jaringan yang memiliki dinding skunder yang tebal. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. Jaringan Parenkim Sel-sel parengkim tersebut luas diseluruh tubuh.

otot lurik. 3. dan dengan serabut otot sebelahnya membentuk sinsitium. 2004). batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil. viseral. dan daun.10 WITA b) Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Mikroskop b. 30 Oktober dan 6 November 2009 Waktu : Pukul 01. 03.terletak di tepi. menganalisa. Sistem saraf pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. 2. C. terdiri dari beberapa serabut otot bercabang-cabang membentuk anyaman (anastomosis). 2004). dan (ii) untuk mengorganisir dan mengatur. termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan. Jaringan Tumbuhan a. kemudian ganti dengan pembesaran objektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas.30 sd. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Prosedur Kerja a) Jaringan Tumbuhan 1. 4. Preparat awetan jaringan akar. Menyiapkan mikroskop berdasarkan urutan tata cara penggunaan. B. 5. Mikroskop b. Mengambil preparat awetan jaringan akar. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian terbesar fungsi tubuh. terutama kegiatan motoris. Jaringan Hewan a. endokrin dan mental (Pagarra. dan otot jantung. Lap kasar dan lap halus c. Menggambar jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian- . batang. Sistem saraf perifer terdiri atas kumpulakumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di seluruh tubuh. Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu (i) untuk mendeteksi. Otot jantung. preparat awetan darah dan preparat awetan tulan keras. Jaringan Saraf Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Mengamati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar. preparat awetan tulang. Menggunakan pembesaran objektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan. Preparat awetan otot polos. 3. menggunakan dan menghantarkan semua informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris. Alat dan Bahan 1. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a) Waktu praktikum Hari/tanggal : jumat. b. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan golongan dikotil 2. Lap kasar dan lap halus c.

Hasil Pengamatan 1. Epidermis 2. Empulur 2. dan otot jantung dengan pembesaran kuat. Memperhatikan struktur dari arah luar. Mengamati preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat. 2.c.bagiannya. otot lurik. Mengulangi kegiatan dengan jaringan jaringan yang lainnya. Jaringan epitel 1. 4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.b.c.c. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Korteks 5. Xilem 3. b) Jaringan Hewan 1. 5.b. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat. Epidermis 6. Endodermis b. Jaringan Darah 4.a. monosit. 2. 1. Akar Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Mengamati preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis.b. 5. Jaringan otot 5. 4.a. limfosit. leukosit. Mengamati preparat awetan jaringan otot polos.b. neutrofil dan basofil) yang terdapat dalam darah.c. Floem 4.d. Jaringan Tumbuhan a. 4.a. 2. Batang Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. 1. 3. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Menggunakan pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran objektif 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. Xilem . Jaringan penyokong 2. bentuk dan letak intinya serta arah serabutnya. Menggambar dan member keterangan bagian-bagian yang terlihat.b. 3.c.a. Menggambar dan memberi keterangan.a. 3. Mengamati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa. 5. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel darah (Eritrosit.d. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. 2. Jaringan saraf 3. 1. Mengamati sel Purkinje pada preparat awetan otak kecil.

Stomata d. Epidermis 2. Kambium 5. Floem 4. Xilem 4. Kutikula 2. Floem 5. Korteks c. Parenkin 5.3. Korteks e. Stomata . Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) Keterangan : 1. Xilem 4. Stomata 6. Floem 4. Epidermis 3. Daun Dikotil (Ficus elastica) Keterangan : 1. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) Keterangan : 1. Floem 3. Epidermis 3. Xilem 5. Korteks 2. Empulur f. Daun Monokotil (Zea Mays) Keterangan : 1.

Inti sel e. Pita gelap 2. Inti 2. Nukleus 2. Pita terang c. Xilem 5. Endomesium b. Otot Lurik Keterangan : 1. Otot Jantung Keterangan : 1. Discus intercalaris 4. Inti 3. Selubung myelin 5. Selunung sel 4. Serabut otot 3. Akson 6. Jaringan Epitel . Simpatis 2. Ujung Akson 3. Pita terang d. Floem 2. Badan sel 8. Sioplasma 3. Epidermis 3. Pita gelap 4.2. Plastida 4. Jaringan saraf Keterangan : 1. Otot Polos Keterangan : 1. Miofibril 4. Dendrite 7. Jaringan Hewan a.

Jaringan tulang Keterangan : 1. . Lakuna 4. Korteks disebut juga kulit pertama karena merupakan kulit paa akar yang terdiri dari sel-sel yang berasal dari titik tumbuh primer.Keterangan : 1. Xilem terletak di bagian tengah akar dan berfungsi untuk mengangkut garam-garam mineral. Jaringan Tumbuhan a. iii. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh xilem dan floem. Basofil 4. LimfositA2kson B. Epidermis merupakan jaringan pelindung. Saluran Havers 2. Pembahasan 1. Endodermis terdiri atas selapis sel yang melingkari stele atau merupakan bagian dalam korteks yang membatasi antara korteks dan stele. Badan selAksonSelubung 3. Kanalikuli 5. ii. v. Lamela 3. Akar Monokotil (Zea mays) i. iv. Inti Sel f.

Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. c. Xilem terletak pada bagian dalam berkas pengangkut f. Stomata biasanya tersusun biasanya tersusun sebagai deretan lumut dan daun. Epidermis terletak pada bagian terluar batang yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan air. iii. Daun Monokotil (Zea Mays) i. banyak memiliki ruang antar sel yang di dalamnya terdapat berkas pengangkut yang berupa tulang-tulang daun. b. Endodermis terletak dilapisan sebelah dalam korteks berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh angkut. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju daun. Deretan stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi sebagai jalan udara masuk dan keluar daun. ii. Epidermis daun monokotil terdiri atas selapis sel dengan dinding tebal berlapiskan kutikula dan tidak berklorofil. Floem berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh. vi. 2. iii. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) i. iv. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) i. Terdiri atas satu lapis sel yang bentuknya persegi empat (batu bata) yang tersusun rapat. v. Epidermis pada daun dikotil terbagi atas dua. bentuk dan susunannya tidak teratur. dinding selnya tipis dan mempunyai ruang antar sel. Fungsinya untuk melindungi lapisan sel yang letaknya lebih dalam dari kekeringan serta menjaga bentuk daun agar tetap dalam keadaan semula. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. terdapat di permukaan atas dan bawah daun. serta berfungsi sebagai proteksi. iii. Epidermis terletak pada bagian terluar berfungsi sebagai zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlalu banyak. Prakambium terletak di lapisan sebelah dalam endodermis yang berfungsi untuk membentuk cadangan akar kambium gabus. Xilem berfungsi untuk mengangkut garam mineral dari akar ke daun. Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke bagian atas daun. iii. yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. tidak mengandung klorofil dan transparan. ii. ii. Spons terdiri atas sel-sel yang tidak begitu kaya dengan klorofil. d. Korteks terletak di daerah epidermis dan berfungsi sebagai cadangan makanan. Kambium terletak di antara berkas pembuluh xilem dan floem. iv. ii. Floem terletak diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem. Epidermis merupakan jaringan pelindung yang mengalami penebalan berfungsi sebagai jalan masuk air dan garam mineral. v. vi. ii. iv. iii. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis. Palisade terdiri atas sel-sel penunjang tersusun rapat dan banyak mengandung klorofi sehingga di dalamnya berlangsung prose fotosintesis. Jaringan Hewan . iv. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis e.vi. Daun Dikotil (Ficus elastica) i. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Batang Monokotil (Zea mays) i. Kolengkim dengan dinding selulosa yang tebal.

Konduktivitas adalah kemampuan jaringan saraf membawa impuls. daun telinga. misalnya lambung. Otot polos kontraksinya lambat. f. bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah dalam tubuh.a. dan pembuluh darah. serta membentuk kulit yang membungkus tubuh. Jaringan Penyokong Beberapa macam jaringan penyokong dalam tubuh kita. g. e. terdapat pada akson yang tidak terselubung. lidah. b. Sel sechwann. urat saraf tulang belakang dan saraf-saraf lainnya. Akson. kelopak mata. dan diafragma. c. Kontraksinya cepat. Jaringan Saraf Tersusun atas kumpulan sel-sel saraf (neuron) yang khusus menerima. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tibus. Memiliki 1-2 inti yang terletak di tengah sarkoplasma. suatu bangunan yang berupa lanjutan plasma dan berfungsi meneruskan impuls saraf menuju ke badan sel. Sel atau serabutnya berbentuk silindris. bibir. cukup lama dan tidak cepat lelah. menghantarkan. Ukuran serabut ototnya lebih kecil dari otot lurik. 2. Jaringan Otot Jantung Otot jantung terdapat khusus pada jantung. merupakan inti yang terletak pada tengah-tengah badan sel. selubung disusun oleh sel-sel pipih yang disebut schwann. Otot lurik biasanya melekat pada rangka. Ada dua macam sel saraf. Ciri khasnya yaitu memiliki discus interkalaris. Otot lurik bekerja dibawah kesadaran sehingga disebut otot volunter. berfungsi untuk meneruskan impuls saraf dari badan sel ke sisi lain. Badan sel. ada yang mempunyai selubung yaitu selubung mielin yang berfungsi sebagai pelindung atau isolator. Intabilitas merupakan kemampuan jaringan saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan. kuat tetapi cepat lelah. Jaringan Otot Lurik Jaringan otot ini serabut kontraktilnya memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) berjajar teratur membentuk pita vertikal terhadap poros otot. Sel otot polos berbentuk gelendong dengan sebuah inti pipih yang terletak di tengah sarkoplasma. Setiap sel berinti banyak yang terletak di tepi sarkoplasma. 7. Jaringan Otot Polos Disebut otot polos karena serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling. Nodus renvier. Bagian-bagian saraf yaitu : 1. sehingga sarkoplasmanya (sitoplasma) tampak polos dan homogen. 5. Otot polos terdapat pada alat dalam sehingga disebut juga sebagai otot visera. Jaringan Epitel Jaringan epitel dibuat darisel-sel yang memadat dan tersusun dari lapisan pipih. yaitu sel saraf motorik dan sel saraf sensotik. Sel neuron. Jaringan ini digunakang untuk member kekuatan. Dendrit. 3. Sel-sel saraf mempunyai kemampuan untuk bereaksi. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabangcabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. Jaringan Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi . d. mengandung nukleus dan nukleolus. Nukleus. dan membebaskan rangsang dari luar atau dari dalam tubuh. usus. Jaringan saraf terdapatdi otak. Otot polos mempunyai pensarafan autonom artinya bekerja tidak dibawah kesadaran. 6. Kontraksinya tidak dibawah kesadaran (otot involunter) bersifat kuat dan berirama. 4.

Makassar. Eritrosit a. http://free.vlsm. 2009. Anonim. c. Bima Aksara. peradangan dan alergi. merupakan bagian dari leukosit tapi hanya 1% yang berfungsi mengtasi infeksi. Jaringan yang menyusun tubuh hewan lebih kompleks. Basofil. jaringan saraf dan jaringan otot. Jakarta. Jaringan penyusun tubuh tumbuhan terbagi menjdi jaringan meristem atau jaringan muda dan jaringan dewasa yang terdiri dari epidermis. Neutrofil. 1998. Leukosit a. 2. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2004. Jurusan Biologi FMIPA UNM. jaringan parengkim. merupakan bagian 6% dari leukosit dan berfungsi sebagai pemakan bakteri serta memakan neutrofil yang menjadi nanh. e. Dibentuk dalam sum-sum tulang belakang waktu embrio dibuat dilimfa dan hati. merupakan leukosit yang jumlahnya sekitar 25% dan terdiri dari sel T sebagai pertahanan tubuh. Struktur Tumbuhan dan Hewan. Limfosit. Saran 1. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. b. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah praktikum ini adalah : 1. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan. jaringan penyokong. Eusinofil. Manosit. Kartasapoetra. Di dalam terdapat bermacam-macam darah. c. Merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. .org/. Mengandung hemoglobin yang mempunyai daya ikat oksigen maupun korbon dioksida. d. Diakses tanggal 8 November 2009. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism. sel B dan sel pembunuh. DAFTAR PUSTAKA Adnan. B. dan juga sebagai pertahanan tubuh. jaingan pengangkut. dan jaringan gabus. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan sehingga bahan tidak rusak. 2. A. Penuntun Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. merupakan 65% dari leukosit yang dapat membunuh bakteri dengan cara fogositosit b. merupakan jenis leukosit yang sitoplasmanya banyak mengandung granula (lisosom) dan berfungsi menghadang parsit. diantaranya: 1.yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan ileh tubuh. diantaranya jaringan epitel.G. 3. 2.

2009. 1993. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Lakuna : Rongga kecil yang terdapat diantara lamela havers. Kanalikuli : Saluran havers dan matriks mirip tempat saluran sitoplasma osteosit. . Halifah. S. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Otot lurik terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. 2004. Sel otot polos berbentuk kumparan panjang. biologi Edisi Kelima. b. Lamela : Substansi mineral yang disimpan dalam lapisan tipis. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara cepat dan kuat. Muhammadiah. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Jakarta. c. termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga. Erlangga. Banyaknya inti dalam setiap sel adalah satu inti yang terletak di tengah-tengah sel. Fungsi saluran Havers yaitu memelihara kehidupan sel-sel tulang karena berisi pembuluh darah. Makassar. Asia. 2. 2004.Kimbal. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya. 1992. Struktur Hewan. dan limpa. yaitu : a. Setiap serabut pada otot lurik terdiri atas banyak inti yang terdapat pada bagian tepi. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Wulangi. Pagarra. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi. Jawaban Pertanyaan 1. [sunting] Jaringan pada hewan Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. Otot jantung melekat pada dinding jantung. pembuluh darah dan limpa. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. pernafasan. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan. Tim Pengajar. Perbedaan antara sel otot polos dan sel otot lurik serta sel otot jantung. Yang dimaksud dengan : a. Jurusan Biologi FMIPA UNM. b. terdapat pada dinding saluran pencernaan. pernafasan. Kumpulan serabut sel otot lurik disebut fasikulus. Makassar. • Jaringan pengikat. 4. • Jaringan epitel. jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Sesuai namanya. Jakarta. Anatomi Tumbuhan. sebagai organ sekresi dan penyerapan. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah. pembuluh darah. John W. Kartolo. Makassar. Otot jantung berfungsi membantu otot-otot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui dan keluar jantung. Fungsi otot polos yaitu memberikan gerakan diluar kehendak misalnya gerakan zat-zat sepanjang saluran pencernaan. 3. Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi.

Dosen Penanggung Jawab Drs. yaitu parenkim. • Jaringan epidermis Adalah jaringan yang melapisi daun dan bagian tumbuhan yang masih muda. Beranjak dari hal inilah manusia diharuskan untuk terus belajar dan terus belajar. Suhaedir Bachtiar S. H. Hamka L. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung. [sunting] Jaringan pada tumbuhan Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan. Makassar. semua mempunyai fungsi dan ciri masing-masing. kolenkim dan sklerenkim.wikipedia. • Jaringan saraf. M. NIP. M. Walaupun pada satu sisi manusia memiliki kesamaan dengan hewan tetapi pada hakekatnya manusia berbeda dengan hewan begitu pun dengan tumbuhan. Mencari apa ..org/wiki/Jaringan LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. 061404008 Mengetahui. • Jaringan penyokong Jaringan penyokong meliputi tiga jaringan dasar.S. http://id.pd. November 2009 Koordinator Asisten. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. Irwan NIM. Asisten.• Jaringan otot. Latar Belakang Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya tidaklah ada yang sama. • Jaringan pengangkut Komponen utama jaringan pengangkut adalah xilem dan floem. adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A.

dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. dan organ akan membentuk sistem organ. Seperti halnya dengan manusia. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. reptil. Hewan yang tergolong vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang yang memiliki sistem dalam tubuhnya yang lebih kompleks. warna dan juga hubungan organ yang satu dengan organ lainnya. katak. memiliki struktur penyusun yang tentunya memiliki perbedaan dengan makhluk hidup lain. Manusia hewan. Kecuali jenis-jenis ikan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tubuh hewan terdiri dari berbagai berbagai organ tubuh. C. Organ-organ tersebut saling bekerja sama dengan melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ (Pagarra. 2009) Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. Anatomi makhluk hidup dapat dibagi secara garis besar yaitu anatomi tumbuhan dan anatomi hewan. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru (Anonimb. akhirnya para ilmuwan berhasil mengkaji lebih jauh mengenai anatomi makhluk hidup. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui bentuk. warna. Makhluk hidup terdiri dari beberapa sistem organ yang berfungsi dalam setiap aktivitas.yang belum diketahui mengelola dan mengembangkan yang sudah ada. serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ. Seperti halnya makhluk hidup lain hewan vertebrata pada hal ini katak. Organ organ yang bekerja sama dalam melekukan fungsi yang lebih tinggi disebut sistem organ. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. dengan rasa ingin tahu yang tinggi. 2009). Laporan yang berjudul anatomi hewan vertebrata ini tentunya akan memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya. "lintah laut". 2004). hewan vertebrata juga memiliki organ tubuh yang hampir sama dengan manusia. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. warna dan letak organ. Tujuan Mahasiswa dapat mengenali bentuk. Seiring dengan berjalannya waktu. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. Anatomi setiap jenis makhluk hidup mempunyai perbedaan dan juga persamaan. dan letak organ hewan vertebrata serta fungsi masing-masing organ tersebut. Mahasiswa mengetahui bagaimana organ itu bekerja selain itu mahasiswa juga mampu melihat langsung bentuk asli anatomi dari organ tubuh katak sawah. serta hewan menyusui. bagaimana struktur dan fungsinya masing-masing. Sel-sel ini yang kemudian saling berkaitan membentuk jaringan. Amfibi merupakan kelas chordata yang pertama kali keluar dari air. atau hagfish). Dalam percoban yang dilakukan kita mengamati anatomi hewan vertebrata dengan contoh katak sawah dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk. dan tumbuhan terdiri dari triliunan sel yang merupakan bagian terkecil. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum mengenai organ organ utama pada hewan vertebrata (Tim Pengajar. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi katak sawah atau Rana cancarivora. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. Untuk anatomi hewan dapat dibedakan manjadi dua kelompok besar yaitu anatomi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan anatomi hewan tak bertulang belakang (anvertebrata). Hal ini terlihat dari struktur . Jaringan kemudian membentuk organ. burung. B. belut jeung.

sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. serabut-serabut otot. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. Sepasang otot yang saling membantu dalam bekerja disebut sinergis. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. bulu. meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan dan gelang panggul dengan anggota gerak belakang. memperbaiki jaringan yang rusak. Kelenjar pencernaan. 1992) Menurut Radiopoetro (1999). rektum dan anus. sisik. 3. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. Pada vertebrata. Saluran pencernaan. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. dicerna. 5. dan sebagainya. Perbedaan jenis makanan. b. kedua ujungnya melekat pada tulang. antara lain : 1. usus besar. diabsorpsi. Fungsi otot adalah melakukan kontraksi yang mengakibatkan terjadinya gerak atas perintah dari saraf pusat. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. Sistem respirasi . maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. Sistem otot Sistem otot khususnya otot rangka. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak. Bagian tengah yang menggembung membentuk gelendong disebut perut otot atau gaster. sumber vitamin dan mineral (Anonima. kelenjar. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. b. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. meliputi rongga mulut. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. Sistem integumen (kulit) Sitem ini pada umumnya terdiri atas dua lapisan epidermis yaitu bagian luar yang sel-sel paling luarnya dapat menanduk. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. kerongkongan. Skelet aksial. sedangkan yang kerjanya berlawanan disebut antagonis. maka katak itu akan membutuhkan energi dan oksigen yang sangat banyak untuk proses pernafasan sel. usus halus. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. Kulit mempunyai derivate-derivate berupa rambut. tubuh hewan vertebrata terdiri atas 10 sistem organ. kuku. Sistem rangka (skelet) Fungsi utama dari sistem ini yaitu memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. Ketika katak meninggalkan fase kehidupannya di air dan memulai fase kehidupannya di darat. Sistem pencernaan Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. Sistem ini secara garis besar dibedakan atas : a.pada kedua fase kehidupan yaitu di air dan di darat yang menunjukkan sifat ikan dan reptil. lambung. Pada hewan daratan misalnya katak. Skelet apendikular. Bagian urat yang melekat pada tulang yang relatif tidak bergerak pada waktu kontraksi disebut origo dan ujung lainnya disebut insertion. cara mengambil makanan. Pada katak terjadi evolusi dan membentuk jantung yang terdiri atas tiga ruang (Kimbal. dan lapisan dermis bagian dalam mengandung pembuluh darah dan badan sel saraf (reseptor). 2. faring. 4. 2009).

sedangkan pada tetrapoda yaitu ampibia. 7. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Organ tubuh yang mengeluarkan limba tersebut berbeda-beda. Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Namun pada ikan ditemukan peredaran darah tunggal. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. kelenjar bulbo uretra dan vesikula seminalis. Kelenjar tiroid . Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Pada hewan jantan kelenjar kelaminnya disebut testis yang menghasilkan spermatozoa. vena dan kapiler. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. Sel-sel kelamin betina (ovum) dan spermatozoa berperan dalam perkembangbiakan yang bertujuan melestarikan jenis makhluk hidup. dan mamalia. dan mamalia ditemukan peredaran darah rangkap. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. burung. hati. dan kulit. Sistem saraf tepi (perifer) yaitu saraf cranail dan saraf spinal serta saraf otonaomi. 2009). aves. sering dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar pembantu seperti kelenjar prostate. Apabila insang ini bergetar. 6. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. 9. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi (Anonimb. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah Seiring dengan pertumbuhan berudu. Pada hewan vertebrata organ ekskresinya yaitu ginjal. meliputi : a. 10. Sistem saraf terdiri atas : a. Pada hewan betina dubangun oleh kelenjar-kelenjar kelamin betina disebut ovarium yang dilengkapi saluran telur. b. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Sistem reproduksi Sistem ini berfungsi menghasilkan sel-sel kelamin dan hormon yang berkaitan dengan reproduksi. Sistem endokrin Sistem ini berfungsi menghasilkan hormon yang membantu dalam sistem koordinasi. Pada ikan menggunakan ingsang sebagai organ respirasinya. sedangkan hewan-hewan vertebrata lainnya yaitu reptil. Waktu katak masih berbentuk larva. Hipofisis b. 8. Dalam organ pernafasan ini berlangsung pertukaran gas udara yaitu pengambilan oksigen (O2) dan pembebasan karbondioksida (CO2). paru-paru. Sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf Sistem ini bersama dengan sistem sistem endokrin berfungsi mengkoordinasi tubuh hewan. reptilia. Sistem pengeluaran (ekskresi) Sistem ini berfungsi membuang limba hasil metabolisme yang bersifat racun. alat respirasi utamanya adalah paru-paru.Sistem respirasi pada hewan vertebrata ada yang berbeda yaitu pada ikan. Sistem peredaran darah (sirkulasi) Sistem ini berfungsi untuk mengedarkan darah dan cairan limfa diseluruh tubuh. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup semakin kompleks organ ekskresinya. Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Pada vertebrata sistem peredaran darahnya tertutup yaitu dibangun oleh jantung serta pembuluh darah yaitu arteri.

Gunting 2.d. Kelenjar kelamin BAB III METODE PRAKTIKUM A.c. Jarum 4. c. Pengamatan Luar a. Kelenjar pangkreas g. Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan meletakkan di atas baki bedah. lalu memasukkannya ke dalam kotak pembunuh. Membiarkan kapas dalam botol dan tutup rapat. Skalpel d. segera pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut. Pinset 3. Alat dan Bahan 1. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. 13 November 2009 Waktu : Pukul 13. Mengamati bagian luar katak 1) Mata. selaut pendengar . Prosedur Kerja 1. membasahi dengan eter/kloroform. Kelenjar epifise e. Kelenjar adrenal f. B. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. Alat bedah: 1. tutup dengan rapat. Biarkan sampai katak mati. Sedotan limun 2. Botol pembunuh b. Katak sawah (Rana cancarivora) b. Kloroform/eter pembius C. Baki bedah c.30 s. Mematikan Katak Mengambil segumpal kapas (sebesar ruas empu jari tangan). b. Kelenjar paratiroid d.50 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. 15. kelopak dan selaput tidur 2) Lubang hidung luar 3) Timpanum (i). Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Kapas c.

b. Arah kepala dari hati. sehingga tidak mudah goyang. Pengamatan Sistem Peredaran Darah a. g. sehingga terbentuk celah pada kulit perut. Hati sebelah kanan. 4. sehingga rongga mulut terbuka. Mengamati bentuk dan warna: i. mengangkat sedikit dan akan tampak duodenum dan pangkreas. Tampak garis putih membujur sepanjang otot perut (disebut linea alba). iii. Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. ada berapa lobus. memasukkan ujung gunting yang tumpul dan guntinglah kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk.4) Celah mulut 5) Tungkai depan : a. c. Jari-jari berselaput renang 7) Kloaka (menentukan letaknya). mengamati bentuk dan perletakanya (mencatatnya). ii. mengamati bentuk dan bagian: i. Telapak (manus) 6) Tungkai belakang : a. e. Membalik ke celah tadi. Pembedahan a. Dengan pingset menjepit membujur kulit bagian perut dekat paha. Bilik (ventrikel) ii. Runut terus usus halus sampa usus tebal. sehingga terbentuk semacam kantong (saccus). Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam celah otot perut dan mulai menggunting ke arah kepala sampai bawah rahang. Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan. menggunting melintang di bawah pingset. tampak jantung dalam selaput b. Lengan bawah (ante branchium) c. Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan. Melalui celah itu. Memperhatikan bagian tengah otot perut. Mengamati bentuk gigi. meraba dengan jari gelig pada rahang atas dan gigi former pada langit-langit. Memeriksa perlekatan kulit pada jaringan otot. Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha. Menjepit pingset otot perut di samping linea alba. b. 2. Lengan atas (branchium) b. 3. Lambung di sebelah kiri hati. sehingga membentuk celah. Membuka celah mulut dengan skalpel dan pinset. dan menggunting melintang. Melanjutkan pengamatan rongga perut yang berisi jeroan. d. Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung scalpel sampai pecah. menggunting ke arah pangkal kedua paha. Pengamatan Sistem Pencernaan a. Betis (crus) c. Serambi (atrium) kiri dan kanan . Telapak bersatu (pes) d. 8) Menggambar arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut di atas. Rektum yang belok ke kloaka. iv. f. Perahatikan pertemuannya. Dengan pingset menarik lidah keluar. Memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin. Paha (femur) b. sehingga kulit perut bisa tersingkap. Hanya pada tmpat tertentu kulit melekat pada otot. c. mengangkat sedikit.

memulai dari lambung sampai pada rectum. c. Bentuk Luar Tubuh Keterangan : 1. c. Pengamatan Sistem Pernafasan a. Cor (Jantung) 2. Memperhatikan bagian sebelah kanan dan sebelah kiri lambung. b. Jari-jari berselaput renang 13. Pada katak betian. testis terletak di sebelah atas ginjal. Femur (Paha) 10. Nares (Lubang Hidung) 2. Crus (Betis) 11. e. Melepaskan organ-organ pencernaan. 6. Mengamati bentuk dan warna paru-paru. Akan tampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut. Selaput tidur 4. Branchium (Lengan atas) 9. Pembuluh nadi utama (trunkus ateriosus) yang keluar dari ventrikel kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan). Anatomi Keterangan : 1. menggembung paru-paru. tersembul bagian paru-paru. b. Membuat gambar bagian sistem urogenitalia katak. serta masentrium (jaringan ikat) yang memegangnya. Tympanium (Membran timpani) 6. Pes (Telapak Berselaput) 12.iii. Mengangkat sedikit ovarium. Pada katak jantang ureter ini disebut juga ductus urospermatius. Organ Visual 3. Digiti (Jari) 5. ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. bermuara pada kloaka sedang ujungnya berupa corong (ostium) ada di detak jantung.bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjalmelalui vas efferensia. Pengamatan Sitem Ekskresi dan Reproduksi (Urogenitalia) a. 5. d. Menggambar bagian jantung dan memberi nama begian tersebut di atas. Hasil Pengamatan 1. Manus (Telapak) 7. Hepar (Hati) . Memberi nama bagian-bagiannya. meniup pangkalnya perlahan. d. Dengan sedotan limun yang ujungnya dimasukkan kedalam lubang pangkal tenggorok (membuka mulut). c. pembuluh darah pada paru-paru. Kloaka 14. Melepaskan jantung dengan guntin. akan tampak oviduk berupa saluran berkelok-kelok putih. Ante Branchium (Lengan Bawah) 8. Membuat gambar bagan sistem pernafasan katak. Linela alba 2. sehinga tampak batang tenggorok (trakea). BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

Intestinium tenue (Usus halus) 9. Sistem Respirasi Keterangan 1. Ventriculus (lambung) 2. Oviduk 4. Rektum 5. Atrium sinister 2. Hepar (hati) 4. Vena cava anterior 5. Pulmo (Paru-paru) 4. Jejenum 8. Vena cava posterior 4. Uretra 8. Pulmo sinister 3. Pankreas 9. Kloaka 6. Uterus 5. Atrium Dexter 5. Duodenum 3. Sistem Urogenitalia katak betina Keterangan : 1. Intestinium crasum (Usus Besar) 10. Badan lemak 3. Kloaka . Ventrikel 3. Aorta 6. Sistem Dygestoria Keterangan : 1. Empedu 11. Illeum 7. Empedu 10. Pulmo (paru-paru) 3. Ren (Ginjal) 6. Kloaka 7. Pulmo dexter 6. Pilorus 4. Bronkus 2.3. Bronkiolus 4. Ventriculus (Lambung) 5. Ostium tuba 2. Sistem Sirkulasi Keterangan 1.

Maksila (Rahang atas) 2. Pada tungkai depan. Sistem Urogenitalia katak Jantan Keterangan : 1. Glandula Adrenal 10. memiliki kaki sebanyak lima ruas dan berselaput renang. Ren 7. Permukaan kulitnya halus dan agak licin dan berwarna-warni karena adanya butir-butir .. Rektum 6. Kantung suara 9.6. b. Saluran Urospermatika 3. Rektum 8. Ovarium 7.. Tympanum (selaput pendengar) ada dua di samping kiri dan kanan yang tidak jauh dari mata. Gladula adrenalis 8. Kloaka 4. Dua buah mata dan kelopak mata. Dimana. c. anatomi katak yang diamati pada percobaan tersebut. antara lain : 10. Celah glottis 5. Ureter 9. selaput tidurnya terdapat di antara bola mata dan kelopak mata. Geligi kerucut (Vormer Dent) 3. telapaknya bersatu. g. Uretra 7. Ren 11. Pembahasan Katak adalah salah satu contoh binatang amphibi yang merupakan hewan vertebrata yang dalam perkembangan hidupnya mengalami metamorfosis. Pada tungkai berlakang. Keadaan Luar Katak Katak memiliki : a. Uretra 5. Kloaka terdapat di bagian belakang dan berfungsi sebagai lubang pelepasan dari saluran ginjal. Rawan Aritenoid 6. Pallatum (langi-langit) B. Lubang hidungnya ada dua dan berukuran kecil. Mata (Orbita) 4. Lingua (lidah) 8. d. e. Dimana. jari-jarinya berjumlah empat ruas dan tidak berselaput. Mandibula (Rahang Bawah) 7. Badan Lemak 2. Testis 8. Anatomi Mulut Katak Keterangan: 1. f. kelenjar kelamin dan anus.

13. Kelenjar ludah yang berfungsi membantu menelan makanan. Sistem respirasi a. bentuknya memanjang dari depan ke belakang. Dan pada bagian tengah otot perutnya terdapat garis putih membujur sepanjang otot perut yang disebut linea alba. Paru-paru (pulmo) Paru-paru katak berupa sepasang kantong tipis dan elastis. di dalam kapiler kulit. ada di kanan dan di kiri. Dan di atas atrium terdapat percabangan yang disebut aorta. sehingga memperluas permukaan. Sistem dygestoria katak dimulai dari rongga mulut kloaka. Kulit katak tipis. terdapat di sebelah kiri dan di belakangnya terdapat duodenum dan pangkreas. c. Warnanya merah kecoklatan. Kerongkangan (esofagus). Berfungsi untuk menangkap mangsa. Lidahnya (lingua) bercabang dan terletak pada rahang bawah bagian depan. 3). Sistem sirkulasi Pada fase berudu. sedangkan pada bagian perut tidak terjadi perlekatan kulit pada otot. 12. Usus (intestium). air yang lebih akan diserapnya dan dikeluarkan. Dinding kantong yang tipis ini banyak dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. Fungsi ginjal adalah menyaring darah. Setelah mejadi katak. garam-garam yang berlebih. zat-zat sisa seperti urine. Akhirnya oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke sel-sel tubuh. c. Perlekatan kulit hanya terjadi pada tungkai belakang dan tungkai depan. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tunggal. . permukaan dalam dindingnya mempunyai banyak lipatan.  kerongkongan 11. dalam usus makanan yang sudah lumat sari-sarinya diserap oleh pembuluh kapiler darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih. b. Kulit Pernafasan dengan kulit berlangsung efektif baik di darat maupun di air. pada katak merupakan saluran pendek menuju ke lambung. jantungnya terdiri atas dua ruang yaitu satu serambi dan satu bilik. Ditambah dengan hati dan pankreas. Rongga mulut. pada rongga mulut berdifusi melalui selaput rongga mulut. terdiri dari : 1). Dimana letak serambi (antrium) di atas ventrikel dan terbagi dua. darah membebaskan CO2 ke udara dan mengikat oksigen dari udara bebas yang akan diangkut oleh pembuluh darah vena pulmokutanea ke jantung untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan. d. 2). Paru-paru katak berhubungan dengan bronkus. Gigi tersebut dapat tumbuh kembali apabila mengalami tangal. Selaput rongga mulut Selaput ini juga digunakan untuk memasukkan oksigen yang terkandung di udara. jantungnya terdiri atas tiga ruang yaitu dua serambi dan satu bilik. lembab dan kaya kapiler darah. Di dalamnya makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi. 14. usus lambung a.pigmen dan sel pigmen atau kromotovora. sedangkan sisanya dibuang melalui kloaka. b. Gigi hanya terdapat pada rahang atas (gigi geligi) dan pada langit-langit (gigi vumer). Lambung (ventriculum). Sistem urogenetalia Alat ekskresinya berupa sepasang ginjal dari kiri dan kanan. yaitu cabang dari pembuluh nadi paru-paru kulit (arteria pulmokutanea) yang menyangkut darah kotor atau kaya CO2. selanjutnya dengan perantara celah tekak atau glotis dihubungkan dengan rongga mulut.

telapak bersatu. http://www. Struktur Hewan. Pada katak betina terdapat sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. lengan atas. lengan bawah. telapak tangan dan digiti. 2. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik seperti gunting yang sudah kurang tajam. Sistem Pernafasan Vertebrata. selaput pendengar. W. 2004. Jurusan Biologi FMIPA UNM. sistem respirasi. . DAFTAR PUSTAKA Anonima. 1999. sistem reproduksi. paha. Seri Pembelajaran Struktur Hewan.Kantong kemih ini berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. Pembuahannya berlangsung di luar tubuh (fertilisasi eksternal) tetapi katak tidak mempunyai alat kelamin luar. 2.google. Tim Pengajar. saluran kelamin dan saluran pencernaan akan menyatu di kloaka. Pembuahan katak bersifat ovivar (bertelur). Dan memberikan penjelasan tentang apa-apa yang diamati. sperma akan melalui saluran fasa deferensia menuju ke kloaka. sistem sirkulasi. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. 2009. Diakses tanggal 19 November 2009. Katak memiliki berbagai macam sistem organ. Kesimpulan Bagian-bagian katak yang tampak dari luar adalah mata. Jakarta. 1992. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. sistem ekskresi B. dan kloaka. 2009. Pagarra. 1. Zoologi. lubang hidung. Penuntun Praktikum Biologi Dasar.com/. Erlangga. jari-jari berselaput renang. Muara saluran urine. Halifah. Makassar. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. 3. Anonimb.com/. Biologi Universitas. Kimbal. Jakarta: Erlangga. http://www. Testis berfungsi menghasilkan spermatozoa.poetoegaul. Pada masa kawin sepasang katak akan ampleksus (katak jantan menempel pada punggung katak betina. Katak jantan memiliki sepasang testis yang terdapat diatas ren. Saran 1. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat praktikum agar alat-alat praktikum tidak cepat rusak dan juga agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. betis. Diakses tanggal 19 November 2009. Jurusan Biologi FMIPA UNM. pelupuk mata dan selaput tidur. diantaranya sistem pencernaan. Bagian belakang ovarium terdapat oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih yang bermuara pada kloaka sedang ujungnya burupa corong yang berada di dekat jantung. 2009. Radiopoetro .

atau hagfish). b) Eksresi. yaitu katak muda hidup di dalam air dan katak dewasa hidup di darat. Cara katak menarik dan mengeluarkan nafas adalah : a) Inspirasi. Jawaban Pertanyaan 1. Katak tidak dapat melakukan pernafasan perut karena katak tidak terdapat tulang rusuk dan sekat rongga dan mekanisme pernafasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut. 2. belut jeung. "lintah laut". Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. 5. 4. Warna kulit katak berubah-ubah karena katak mempunyai kromatophor (sel pigmen) yang terdiri atas : a) Xantopras mengandung pigmen kuning. Hati dan pankreas bukan merupakan saluran pencernaan. tetapi termasuk dalam sistem pencernaan karena pada hati dan pankreas terdapat enzim yang dapat melumatkan makanan sehingga dapat dicerna oleh usus halus. Pada katak terjadi vertilisasi eksternal karena pada katak pembuahan terjadi di luar tubuh. Pangkal lidah katak melekat pada ujung crinial dari rahang bawah. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Waktu katak masih berbentuk larva. c) Guanfora mengandung kristal guanin yang menyebabkan warna biru. reptil. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. SISTEM PERNAPASAN VERTEBRATA Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ini adalah : a) Intern b) Ekstern 3. serta hewan menyusui. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. apabila rongga mulut mengecil maka udara masuk ke celah-celah terbuka menuju ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas sehingga oksigen di ikat oleh darah yang ada didalam kapiler dinding paru-paru. manfaat nya adalah agar lidah katak cepat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsanya. burung. katak. b) Melanfora mengandung pigmen melanin menyebabkan warna coklat dan hitam. Kecuali jenis-jenis ikan.Makassar. apabila rongga mulut mengecil. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru a. maka udara didalam paru-paru yang banyak mengandung karbondioksida keluar melalui koana. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Sistem Pernapasan Pada Katak Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. 7. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Katak digolongkan kedalam kelas amphibi karena katak dapat hidup di dua tempat. Darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika meninggalkan jantung karena hanya memiliki satu ventrikel (bilik) sehingga darah dari tubuh yang akan keluar melalui aorta bercampur. . 6.

Suhaedir Bachtiar. rektum dan anus. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. 061404016 . usus halus. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. meliputi rongga mulut. lambung. Saluran pencernaan. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. Pada hewan daratan misalnya katak. Pada vertebrata. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. cara mengambil makanan. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. dicerna.pd. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Apabila insang ini bergetar. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. Seiring dengan pertumbuhan berudu. diabsorpsi. Kelenjar pencernaan. Makassar.Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. usus besar. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. faring. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah. kerongkongan. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. sumber vitamin dan mineral LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan.S. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. Asisten. Desember 2009 Koordinator Asisten. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. Perbedaan jenis makanan. Mustaina Basir NIM. memperbaiki jaringan yang rusak. STRUKTUR HEWAN Katak memiliki organ pencernaan. b.

Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali. Namun tekadang proses pembenukan energi ini lambat dalam bekerja. yang dimana diambil pH faktor yang diamati. Hamka L. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. yaitu suhu. namun enzim bila dalam reaksi tersebut ditambahkan enzim maka reaksi tersebut akan berjalan dengan cepat. Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27 oC (suhu ruangan). Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan sangat lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. maka kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh pH terhadap aktivitas enzim. selama enzim tersebut tidak rusak.S. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui cara kerja suatu enzim dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut. Reaksi reaksi kimia kompleks dalam tubuh akan berlangsung sangat sangat lambat jika tanpa enzim. Oleh karena enzim berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi. Enzim memegang peranan yang sangat penting dalam reaksi metabolisme dalam tubuh. Dosen Penanggung Jawab Drs. Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. pH. Karena hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat. Hampir semua enzim dalam tubuh merupakan protein. berpikir dan kegiatan lainnya membutuhkan energi. hasil akhir. maka dari itu dibutuhkan biokatalisator untuk mempercepat pembentukan energy. NIP. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi reaksi-reaksi kimia. misalnya pada tubuh tumbuhan. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase. maka jumlahnya tidak perlu banyak. M. Lalu apa yang akan kita gunakan nantinya jika proses pembuatannya lambat sedangkan keperluan kita begitu besar. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. Respirasi. Sebagai contoh reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa yang merupakan sumber energi utama kita berlangsung lama. Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. dan penghambat (inhibitor). maka apa yang akan terjadi dengan tubuh kita. C. Latar Belakang Dalam menjalani kehidupannya manusia bekerja membutuhkan energi. Suatu reaksi kimia dapat terjadi dalam tubuh sanagat lambat didalam tubuh..Mengetahui. Enzim sangat penting dan berpengaruh dalam tubuh makhluk hidup. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . bergerak. Atau pada suhu 39 oC. H. padahal kita setiap saat harus beraktivitas. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kerja enzim. misalnya di dalam tubuh hewan berdarah panas. B.

Sebagian besar enzim bekerja secara khas.Enzim dapat ditemukan baik pada hewan maupun pada tumbuhan. sebagai contoh. Menurut Anonimb (2009). 2009). Pada tahun 1962. 1982). mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. 4. pada sistem pencernaan. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. 6. 2003). maka proses-proses tersebut berjalan lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. 2003). atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. maltase. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa (Anonima. sebagai biokatalisator. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. berbagai enzim dibentuk dalam keadaan tidak aktif and diberi nama zimogen. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. Enzim tersebut dapat menghidrolisis amilum menjadi gula (Tim Pengajar. Bila zat ini tidak ada. Dapat diketahui pula bahwa banyak enzim yang terdiri atas bagian yang berupa protein dan bagian yang lain yang bukan protein. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. yaitu enzim urease yang diperolehnya dari biji polongan (Lehninger. 1982). Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. 3. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas. tripsinogen harus diaktifkan terlebih dahulu oleh enterokinase (suatu aktivator yang dihasilkan oleh dinding usus halus) manjadi tripsin yang kemudian dapat melakukan pemecahan protein (Janice. Enzim adalah biokatalisator yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupamolekul-molekul besar. Thermolabil. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim (Lehninger. 2009). contoh ektoenzim: amilase. enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. 5. Salah satu enzim yang terdapat dalam tubuh adalah milase. Menurut Kuhne seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi dalam tahun 1878 enzim berasal dari kata in+zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Di dalam tubuh makhluk hidup. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. biasanya berupa logam seperti besi. seng. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. meskipun ada juga yang . Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh suatu aktivator sehingga fungsional. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. 2. Biokatalisator. Nama lain dari amylase adalah diastase. Dewasa ini telah banyak ditemukan berbagai enzim dalam makhluk hidup. seorang ahli bernama Sumner berhasil memisahkan suatu enzim dalam bentuk kristal. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. tembaga. Sebagai contoh. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). mudah rusak. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. Zat tersebut dikenal dengan nama fermen atau enzim (Janice. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Kebanyakan enzim ini terdapat dalam protoplasma dan sedikit beraa dalam dinding sel atau vakuola. Bagian tersebut dinamakan Apoenzim dan bagianyang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik.

Lainnya dapat terikat secarta longgar atau malah hanya sementara pada waktu enzim tersebut melaksanakan fungsi kualitatifnya (Kimball. BAB III METODE PRAKTIKUM A.30 s. Kofaktor dapt berupa suatu ion metal seperti Zn++ (suatu kofaktor karbonat anhidrase). Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. Mg++. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Namun demikian. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Alat dan Bahan . Kekhususan suatu enzim berhubungan dengan adanya kesesuaian antara bentuk tempat aktifnya dengan bentuk substratnya. Koenzim dapat terikat erat (ikatan kovalen) pada bagian protein dari enzim sebagai gugus prostetik. Di luar suhu atau pH yang sesuai. Banyak enzim tidak akan bekerja tanpa adanya suatu zat nonprotein tambahan yang disebut kofaktor. Terutama jika atom-atom yang bersangkutan tidak berada didalam jarak yang amat dekat. 20 Desember 2009 Waktu : Pukul 01. B. suhu. Ketika substrat memasuki tempat akti. mak enzim akan terinduksi untuk mengubah bentuknya sedikit sehingga tempat aktif akn lebih pas mengelilingi substrat itu. Kecocokan terinduksi ini akan membaw gugus kikiawi tempat aktif itu keposisi yang meningkatkan kemampiannya untuk mengkatalisis reaksi kimiawi (Campbel. contoh : lipase. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor (Anonima. Karena itu. Ikatan ion dan daya tarik antara gugus hidrofobik dari dua molekul itu akan secara sendiri-sendiri atau bersama mengikat substrat pada enzim. tempat aktif itu bukanlah suatu tempat penerima yang kaku bagi substrat tersebu. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. dengan paling sedikit satu dari zat yang bereaksi. 7. 8. atau Na++. kofaktor dan inhibitor. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. keasaman. enzim bersifat spesifik. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. terutama adalah substrat. Agar dapt melakukan tugasnya. K+. Kebanyakan dari interaksi ini bersifat lemah. Kecocokan terinduksi (induced fit) ini miripdengan jabtan tangan yang sangat erat. 1992). 2000).10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Bekerjanya spesifik . Pada umumnya daya yang mengikat enzim dengan substratnya bukan ikatan kovalen. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. 2009).mengkatalisis reaksi dua arah. Kedua molekul harus sangat berdekatan dan meliputi suatu area yang cukup luas agar sejumlah daya tarik yang lemah ini dapat beroprasi. 15. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. suatu enzim harus menyatu biarpun hanya sebentar. 1992). Atau kofaktor dapat berupa suatu molekul organic kecil yang disebut koenzim. Jadi molekul substrat harus cocok dengan suatu permukaan komplementer molekul enzim seperti sebuah kunci dengan lubang kunci (Kimball. Cu++.d. Fe+. tetapi ikatan hydrogen. agar ikatan antara substrat dan enzim cukup kuat. Mn++.

2. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . Tabung reaksi kecil 9 buah e. Kertas lakmus (kertas pH) h. c. Kemudian menambahkan 1-2 tetes larutan NaOH. mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatatnya. Pada tabung IV ditambahkan 1-2 tetes larutan JKJ. b. 2. Rak tabung reaksi g. Kecambah kacang hijau b. Mortar dan pistilium c. tabung 7 sampai 9 di kelompokkan mejadi Tabung III. Panaskan ke3 tabung. Ke3 tabung reaksi diberi label a. Prosedur Kerja 1. Kemudian cek pH nya. Stopwatch 2. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. Lampu spiritus h. Pipet f. dan selanjutya diperlakukan sama seperti no. 3. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. kemudian membuat tabel dan menyimpulkannya. Pada tabung III ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. kemudian mencatat warnanya. Kertas saring i. mengecek pH dan mencatatnya.1. kemudian dipanaskan selama beberapa menit. mengecek pH dan mencatatnya. Menyiapkan 11 buah tabung reaksi dan mengisikan ke dalam masing masing tabung tersebut 1 ml larutan amilum. Tabung 1 sampai 3 dikelompokkan menjadi tabung I. dan selanjutnya diperlakukan sama seperti no. mengecek pH dan mencatatnya. Larutan HCl f. mencatat warnanya. Larutan fehling A dan B d. Tabung reaksi besar 5 buah d. Membandingkan warna yang terjadi pada tabung I – V. 2. Tabung a setelah 10 menit ditambah larutan Fehling A dan B. tabung 10 menjadi Tabung IV dan tabung ke 11 di jadikan Tabung V. Tabung c setelah 15 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Pada seluruh tabung I dimasukkan ekstrak kecambah (supernatan). Tabung b setelah 10 menit diperlakukan sama seperti tabung a. 4. Larutan NaOH g. Larutan JKJ e. Pada tabung II ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Aquades C. Kemudian menambah 1-2 tetes HCl encer. 5. Larutan amilum c. Gelas ukur i. Tabung kemudian dikelompokkan menjadi lima bagian. Centrifuge dan tabung centrifuge b. Tabung V ditambahkn 1-2 tetes larutan Fehling A dan B. 3. tabung 4 sampai 6 dikelompokkan menjadi tabung II. 6.

Hal ini menandakan bahwa ezim pada supernatan yang ditambahkan belum bekerja secara maksimal dalam mengubah amilum menjadi glukosa. Tabung III Pada tabung ini. Setelah itu. 3. Setelah itu. Pembahasan 1.A. dan mengalami perubahan warna hijau muda kekuningan +++. 2. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan fehling A dan B kemudian dipanaskan. Tabung I Pada tabung ini. Tabung b. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase pada supernatan telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Setelah itu. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Biru Kehijauan. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda hijau muda kekuningan ++. Setelah itu diukur pH-nya dan ternyata pH yang diperoleh adalah 6. masing masing tabung diberi label a. Pada tabung c. larutan yang semula berwarna biru muda berubah menjadi hijau muda kekuningan +. Kemudian larutan diberi label a. Tabung II Pada tabung ini diisi amilum kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. Hasil Pengamatan Tabung pH Warna Awal Akhir Awal Akhir I a 6 5 Biru Muda Biru Kehijauan b 6 5 Biru Muda Hijau Muda c 6 5 Biru Muda Hijau Muda II a 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan ++ b 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan +++ c 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan + III a 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan ++ b 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan + c 6 10 Biru Muda Hijau Kebiruan IV 6 Putih Biru Kehitaman V 6 Biru Muda Biru Muda Bening B. Hal ini menandakan bahwa enzim pada tabung b bekerja lebih baik dibandingkan dengan tabung a. b dan c. b dan c. diisi larutan amilum sebanyak 1 ml ke 3 buah tabung reaksi yang diberi label a. setelah 15 menit dipanaskan. berarti enzim tidak bekerja maksimal. larutan tersebut dalam suasana basa. kemudian dipanaskan. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi hijau muda Setelah itu tabung c juga diperlakukan seperti tabung a. Kemudian tabung b diperlakukan seperti tabung a setelah 10 menit. Setelah itu ditambahkan pula 1 – 2 tetes larutan HCl 10%. setelah 10 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Setelah 5 menit tabung a ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. b dan c. Hal ini juga mengindikasikan bahawa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. larutan berada dalam suasana asam. setelah 15 menit larutan berubah sama seperti tabung b yaitu hijau muda. dan ternyata berubah warna dari biru muda menjadi Hijau Kekuningan . diisi amilum kemudian ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah lalu ditambahkan pula 1-2 tetes larutan NaOH 1%. kemudian ditambahkan ekstrak kecambah.

dan terjadi perubahan warna dari putih menjadi biru kehitaman. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. . Pada tabung I. Alat-alat yang digunakan mungkin tidak terlalu bersih sehingga terjadi pencampuran zat. Dengan adanya perubahan warna tersebut menandakan bahwa enzim amilum pada setiap tabung telah bekerja. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2009.wikipedia. Hal ini menandakan bahwa amilum tidak mengandung glukosa. walaupun terjadi perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Namun perubahan warna yang terjadi pada percobaan ini tidak sesuai dengan teori. ditambahkan 1-2 tetes fehling A dan B dan larutan menjadi biru muda. Tabung IV Pada tabung ini yang berisi amilum yang ditambahkan 1-2 tetes JKJ. Hal ini menandakan bahwa larutan ini mengandung amilum. Tabung b setelah 10 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Agar dalam melakukan percobaan tidak mengalami kegagalan. 2. 3. Sebaiknya laboratorium memperhatikan alat-alat yang akan digunakan oleh praktikan. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah. dan III. B. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda berubah menjadi Hijau Kekuningan +. dan III terjadi perubahan warna. Saran 1.++. Enzim. Bahwa.org/Wiki/Enzim. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. II. Tabung c setelah 15 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Suhunya mungkin tidak sesuai dengan suhu optimum dimana enzim bekerja. sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya. c. Perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung menandakan bahwa enzim pada setiap tabung tersebut bekerja. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Hijau kekuningan. 4. II. Diakses tanggal 2 Desember 2009. b. Karena perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim. Tabung V Pada tabung ini yang berisi amilum. http://id. Dari pencampuran zat inilah menyebabkan terjadinya perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. antara lain : a. Hal ini menandakan enzim pada ekstrak kecambah telah bekerja secara maksimal dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Pada tabung IV dan V digunakan sebagai kontrol terhadap perubahan warna yang terjadi pada tabung I. Menurut teori perubahan warna yang terjadi jika enzim telah bekerja adalah dari putih keruh menjadi orange. perubahan warna ini juga dapat diartikan bahwa enzim telah bekerja dalam larutan tersebut. Agar dalam melakukan percobaan mahasiswa harus memperhatikan setiap alat-alat yang digunakan harus bersih dari zat-zat kimia. 5. Setelah itu dipanaskan selama 2 menit larutan berubah warna dari biru muda menjadi biru muda bening. pH sangat berpengaruh terhadap kerja suatu enzim. Kekurang telitian saat penghitungan waktu. DAFTAR PUSTAKA Anonyma.

Biologi Edisi Kelima Jilid I. Di luar suhu atau pH yang sesuai. teknologi pengolahan pangan. Tim Pengajar. dan cabang-cabang ilmu pertanian. Enzim Model Komputer enzim nukleusiada purin fosforilase Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Sebagai contoh. Diakses tanggal 2 Desember 2009.vlsm. N. Jakarta. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. 1992. Campbel. Ganesa Exact. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Erlangga. Bandung. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Makassar. Molekul yang Terlibat Dalam Metabolisme. Ekstrak enzim dari biji kecambah dicentrifuge agar dapat memisahkan antara ekstrak kecambah dengan endapan kecambah. enzimonologi tidak dipelajari tersendiri sebagi satu jurusan tersendiri tetapai sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini.Anonymb. 2009. Biologi Tesis. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. 2000. Biologi Jjilid 1. Dasar-dasar Biokimia. Jawaban Pertanyaan 1. Kimball. 2009. ilmu panagan. Guna larutan fehling A dan B yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa yang terkandung pada ekstrak kecambah yang ditandai dengan adanya perubahan warna. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. kofaktor dan inhibitor. Hal-Ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimonoligi. 2. 2003. Jakarta. Maggy Thena. Jakarta. Enzimonologi terutama dipelajari dalam Kedokteran. suhu. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Erlangga. Erlanga.org/. keasaman. Guna larutan JKJ yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa dan karbohidrat pada ekstrak kecambah. http://bebas.L. Wijaya. 1982. terutama adalah substrat. Hal ini akan menyebabkan enzim . Biologi Dasar. Dalam dunia pendidikan tinggi. A. Janice. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Lehninger. D.

Dosen Penanggung Jawab Drs. H. contoh : lipase. Asisten. maltase. mudah rusak. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Respirasi” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Thermolabil. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. 3. Suhaedir Bachtiar. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Hamka L. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). 4.S. enzim bersifat spesifik. NIP. Biokatalisator. Bekerjanya spesifik . 1. Makassar. 061404016 Mengetahui.. Molekul Yang Terlibat DAlam Metabolisme Sifat-sifat enzim Enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. 2.S. meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah. 5.kehilangan fungsinya sama sekali. sebagai biokatalisator. 6. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. 196212311987021005 . contoh ektoenzim: amilase. 8. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.pd. Dasember 2009 Koordinator Asisten. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor. 7. Mustaina Basir NIM. M. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit.

Salah satu contoh dari metabolisme adalah respirasi. Asam laktat mengandung lebih banyak energy dari pada asam piruvat. mencari makanan. yaitu suatu reaksi kimia antara sari-sari makanan dengan oksigen. mengeluarkan sisa-sisa makanan. Kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi setiap makhluk hidup berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran berat tubuh makhluk hidup tersebut. Selanjutnya energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan berpindah kemakhluk hidup lain pada saat tumbuhan dimakan oleh makhluk hidup tersebut. maka proses tersebut merupakan proses penyimpangan energy. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis dan berat tubuh makhluk hidup terhadap kebutuhan oksigennya. Darimana energi diperoleh? Sumber energi utama bagi makhluk hidup di bumi adalah matahari. baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. Sebagian . Energi itu digunakan untuk tumbuh. Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh. Tujuan 1. C. Membandingkan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya. Tanpa energi semua proses kehidupan akan terhenti. Bekerja tidak hanya dalm hal itu. dan reproduksi. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan persenyawaan kimia untuk berbagai keperluan hidupnya. Respirasi adalah proses pengikatan oksigen (O2) dan pelepasan karbondioksida (CO2) untuk menguraikan bahan makanan untuk menghasilkan energi.BAB I PENDAHULUAN A. belajar. Energi matahari ditangkap tumbuhan dan diubah menjadi persenyawaan kimia. Metabolisme dapat dibedakan menjadi dua macam. seseorang yang dalam keadaan berbaring juga melakukan kerja. energi yang dibebasjkan digunakan untuk peoses hidup lainnya seperti sintesis protein dan pertumbuhan (Jenice. Pembebasan energi tersebut melalui proses oksidasi biologi. mengajar dan lain-lain. Ada yang kuliah. 2. menanggapi rangsangan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Respirasi atau pernafasan adalah pembebasan energi dari sari-sari makanan di dalam sel-sel tubuh. Pada hakekatnya reduksi asam piruvat menjadi asam laktat (atau etanol dan CO2) adalah proses anabolic yang memerlukan energy. Untuk dapat melakukan semua kegiatan manusia memerlukan energi Semua makhluk hidup memerlukan energi. Latar Belakang Setiap hari manusia bergerak dan melakukan aktivitasnya masing-masing. Proses ini dikenal dengan metabolisme. Asam piruvat berfubgsi sebagai ekseptor electron yang telah dipisahkan dari PGAL. 2003). yaitu reaksi penyusunan (anabolisme) dan reaksi penguraian (katabolisme). B. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui kebutuhan oksigen suatu organisme untuk melakukan respirasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi. bergerak. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul respirasi. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam. Membuktikan bahwa organisme hidup membutuhkan oksigen untuk respirasinya. Salah satu car yang dipakai oleh sel untuk memanfaatkan asam piruvat adalah sebagai bahan baku respirasi sel.

Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Dalam jumlah satuan zat yang sama akan diperoleh energi yang lebih rendah.keuntungan yang didapat dari oksidasi PGAL menjadi hilang. . Makhluk hidup yang melakukan respirasi anaerob dibagi menjadi dua yaitu : a. Pernafasan ini berlangsung pada mitokondria. b. 2009). Misalnya pada pernafasan aerob dihasilkan 675 kalori sedangkan pada respirasi anaerob dihasilkan 28 kalori. Dari reaksi di atas tampak jelas bahwa dalam pernafasan akan dihasilkan gas CO2 dan H2O serta energi. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. 4. akan tetapi jika tidak ada oksigen organisme ini akan menguraikan senyawa lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. 2004). Oksigen dan sari-sari makanan masuk ke dalam sel-sel tubuh kemudian terjadilah proses oksidasi (pembakaran) yang membebaskan energi dan menghasilkan karbondioksida (CO2) serta air (H2O) (Goldsten. Apabila substrat yang dioksidasi berupa glukosa. Enzim merupakan substansi organik yang dihasilkan oleh sel dan dalam respirasi berfungsi sebagai katalisator (mempercepat reaksi) kimia yang berlangsung pada tubuh organisme. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. akan tetapi dapat juga bersifat anaerob. Proses oksidasi selain membebaskan energi juga akan menghasilkan karbondioksida dan air. Energi yang terjadi dalam proses respirasi tersebut dipindahkan ke molekul lain dan dapat digunakan untuk reaksi-reaksi yang lain. Respirasi aerob (respirasi intraseluler) Respirasi aerob adalah suatu proses pernafasan yang memerlukan oksigen. Karena proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. Pernafasan anaerob terjadi pada tumbuhan tingkat rendah seperti bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan pernafasan aerob. Energy yang kita dapatkan dari bahan bakar yang kita pakai paling banyak hanya 7% (Kimball. sehingga pada siang hari lebih aktif melakukan fotosintesis dari pada pernafasan (Ali. Artinya. 1992). maka persamaan reaksi kimianya adalah : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi Adapun energi yang dihasilkan dalam reaksi kimia di atas sebesar 675 kalori. jika terdapat oksigen bebas maka organisme tersebut menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energinya. yaitu : 3. tumbuhan juga bernafas. Sepertihalnya manusia dan hewan. Karbondioksida dan air merupakan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dari dakam tubuh. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan (Anonim. Anaerob fakultatif yaitu organisme yang pada dasarnya aerob. Respirasi yang terjadi di dalam sel dikenal dengan nama respirasi jaringan. ulat. respirasi anaerob sangat merugikan tumbuhan karena hal-hal sebagai berikut : 3. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Respirasi terjadi di dalam sel setiap sel hidup dan berlangsung dengan berbagai cara. Anaerob obligat adalah makhluk hidup yang hanya dapat hidup tanpa adanya oksigen. 2005) Menurut Jenice (2003). Respirasi anaerob (respirasi intramolekuler) Respirasi anaerob adalah proses pernafasan yang tidak memerlukan oksigen. Tumbuhan bernafas sama halnya dengan manusia dan hewan yaitu menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbondioksida (CO2) serta air (H2O). Setiap tahap dalam respirasi melibatkan enzim dan pada beberapa tahap terjadi pembebasan energi. Pernafasan ini terjadi pada sel yang tidak berhubungan dengan udara. jika ditinjau dari ada tidaknya oksigen yang dibutuhkan proses respirasi terbagi atas dua. Respirasi ini tergantung pada pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. Pada tumbuhan hijau proses fotosintesis hanya terjadi pada pagi hari dan siang hari.

Mengolesi dengan vaselin sambungan tabung respirometer dengan penutupnya untuk . Neraca 5. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Dua set respirometer simple 2. Pipet kecil 3. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: 1. Membungkus dengan kapas tipis 2 butir kristal KOH. Percobaan I 1. 2004). kemudian memasukkannya ke dalam di leher tabung respirometer. kemudian meletakkannya pada sandarannya. sempurna tidaknya respirasi.4. Kapas b. Larutan eosin e. Mengambil 1 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 1 ekor kecoa (Blatta orientalis) dengan ukuran berat tubuh yang sama. 4 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Memasukkan belalang ke dalam tabung respirometer A dan kecoa ke dalam tabung respirometer B. Menutup tabung respirometer dengan penutupnya yang berhubungan dengan kaca berskala. Persamaan reaksi kimia pernafasan ini dapat dituliskan seperti : C6H12O6 2 C2HOH + 2 CO2 + 28 Kal Pada pernafasan aerob jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi tidak selalu sama. Prosedur Kerja a.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai II Timur FMIPA UNM. 4. 2. Alat dan Bahan 1. 3.30 – 15. Nilai RQ ini dapat berfariasi tergantung pada bahan untuk respirasi. dan kondisi-kondisi lainnya seperti suhu (Goldsten. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Kecambah kacan hijau dan kacang hijau (Phareolus radiatus) f. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Hal ini tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Stopwatch / Jam tangan 4. 5. B. Spoit 2. KOH kristal d. 2 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 2 ekor kecoa (Blatta orientalis) C. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient (RQ). Vaselin c. Sering dihasilkan senyawa sampingan yang menjadi toksin bagi organisme tersebut.

66 0. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.92 . melakukan percobaan III dengan menggunakan kecambah kacang hijau dan kacang hijau dengan berat yang sama. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan.80 Tabel hasil pengamatan percobaan II Kecoa (Blatta orientalis) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (0. Analisis Grafik Gravik hubungan antara antara waktu dan konsumsi oksigen Belalang Kecoak .22 0.36 0.36 0. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan. Percobaan II 1. b.4 g) 0. 7.0 setiap 1 menit. Mengamati pergeseran eosin sepanjang saluran pipa kaca berskala.25 0.59 Kulit dilepas 0.19 0. Percobaan III 1. 2. kemudian memcatat jarak pergeseran eosin mulai dari skala 0.0 atau eosin tidak bergerak lagi. c. 2.13 0.19 0.Kecil (0. melakukan percobaan II dengan menggunakan belalang dengan ukuran berat tubuh yang berbeda.37 0.81 Kecil (0.80 Tabel hasil pengamatan percobaan III Kecambah Kacang Hijau (Phareolus radiatus) Keadaan Pengamatn Ke 12345 Memiliki kulit 0.mencegah kebocoran. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.51 0.6 g) 0.45 0.07 0.56 0.9 g) 0. Melakukan pengamatan sampai eosin tiba pada skala 1.56 0.52 0.13 0. 6.0 g) 0. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.31 0. Hasil Pengamatan Tabel hasil pengamatan percobaan I Belalang (Dissosteria carolina) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (1.36 0.21 0.39 B.18 0.66 0. Menetesi larutan eosin pada ujung pipa berskala sampai ada yang masuk ke dalam salurannya. 8.36 0.

80 Waktu = 5 . Analisis Percobaan 1.0 g) Konsumsi oksigen = 0. Sedangkan kecepatan bernafas belalang lebih lambat karena kecepatan bernafasnya hanya 0.81 Waktu = 5 . 0.Kecambah kacang hijau C.80 Waktu = 5 . Belalang besar (1.I62 2.92 Waktu = 3 .16 2. Pembahasan Pada percobaan I. Percobaan I Rata-rata konsumsi oksigen belalang 1. Dilepas kulitnya Konsumsi oksigen = 0. . Percobaan II Rata-rata konsumsi oksigen kecoa 1. = 0. = = 0.306 Vol/Menit.306 2. Belalang kecil (0. antara belalang dan kecoa dengan selang waktu satu menit didapatkan bahwa kecepatan bernafas kecoa lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. Percobaan III Rata-rata konsumsi oksigen kecambah kacang hijau 1. Kecoa besar (0.59 Waktu = 5 . Meiliki kulit Konsumsi oksigen = 0. jika dibandingkan kecepatan respirasi spesies yang berbeda dan berat yang hamper sama. 0. = 0. = = 0.072 D.6 g) Konsumsi oksigen = 0.36 Waktu = 5 .118 2.9 g) Konsumsi oksigen = 0. Kecoa kecil Konsumsi oksigen = 0.16 3.162 Vol/Menit.

. PT Ikrar Mandiri Abadi. 3. Banyaknya oksigen yang dibutuhkan suatu organisme untuk melakukan respirasi berbedabeda. antara belalang yang berukuran besar dengan berat 1.0 gram dengan belalang yang berukuran kecil dengan berat 0. http://www. hal ini dapat dipengaruhi oleh jenis.072 Vol/Menit.16 Vol/Menit. Hal ini pun sesuai dengan teori. yang mengatakan bahwa semakin besar atau semakin berat tubuh suatu organisme maka kebutuhan oksigennya pun lebih banyak. Penuntun Praktikulum Mikrobiologi Dasar.L. DAFTAR PUSTAKA Ali.162 Vol/Menit. yaitu dengan spesies yang sama namun berat tubuh yang berbeda. dan Yusmina H. Biologi Tesis. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Jakarata. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Pada percobaan III. Setiap makhluk membutuhkan oksigen dalam melakukan proses respirasi. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. Philip. Goldsten. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan respirasi kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. Erlangga. Sedangkan untuk kacang hijau yang tidak berkecambah kecepatan respirasinya hanya 0. Diakses tanggal 10 Desember 2009. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.Hal ini menunjukkan bahwa setiap organisme memerlukan jumlah oksigen yang berbeda untuk melakukan respirasi. 2. B. aktivitas dan keadaan tubuhnya. Anonim. D. Laboratorium sebaiknya menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan dibutuhkan dalam praktikum. 2004.118 Vol/Menit. ukuran. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan bernafas belalang yang berukuran besar adalah 0. Sedangkan belalang yang berukuran kecil mempunyai kecepatan bernafas sebesar 0. Banyak atau sedikitnya oksigen yang dibutuhkan akan mempengaruhi kecepatan respirasinya. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun tumbuhan tersebut berjenis dan berat sama namun jika jaringan tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi juga berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun suatu organisme jenisnya sama namun jika ukuran tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigennya untuk melakukan respirasi pun berbeda. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. 2003. Janice. antara kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit dan kecambah yang telah dilepas kulitny. yaitu dengan jenis tumbuhan dan berat yang sama namun dengan jaringan tubuh yang berbeda. Praktikan harus teliti melihat penunjukan respirometer dan berhati-hati dalam menggunakan alat-alat praktikum. Jakarta. berat.. 2005.6 gram.forumsains. Pada percobaan II. A. Saran 1. 2. Respirasi Anaerob. 2009. Makassar.com/.

1992. Erlanga. Tim Pengajar. Asisten. Tumbuhan pula mengurangi glukosa kepada etanol dan karbon dioksida serta membebaskan tenaga. hewan menguraikan glukosa kepada asid laktik dan membebaskan sedikit tenaga. . 2007. Makassar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2.com / LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Kebakaan” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Respirasi anaerob juga dianggap sebagai penguraian tidak lengkap karena tenaga masih boleh dibebaskaqn apabila etanol diuraikan http://www. Jawaban Pertanyaan 1. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan. Semasa tiada oksigen. Secara ringkasnya. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Fungsi KOH yaitu untuk mengikat karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh hewan dan tumbuhan yang ada pada tabung respirometer. Desember 2009 Koordinator Asisten. Larutan eosin yang diteteskan pada pipa kaca berskala bergerak karena organisme yang ada pada tabung tersebut melakukan proses respirasi sehingga menyebabkan volume oksigen yang berada dalam tabung respirometer berkurang sehingga menyebabkan udara yang berada pada pipa kaca berskala terisap masuk ke dalam tabung sehingga larutan eosin yang berada pada pipa kaca berskala juga ikut terisap sehingga larutan tersebut bergerak. Makassar. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. Organisme tingkat rendah seperti bakteri.Kimball. ulat.forumsains. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Jakarta. Biologi Jjilid 1. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen.

. Pola pewarisan sifat tersebut pertama kali oleh Gregor Johann Mendel. H. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. NIP. Gen-gen tersebut tersimpan di dalam inti sel yaitu dalam kromosom. Pewarisan sifat organisme melalui perkembangbiakan secara kawin ternyata mengikuti pola tertentu.Suhaedir Bachtiar S. B. Dosen Penanggung Jawab Drs. Misalnya saja alis sang ayah kemudian hidung sang ibu dan masih banyak kemiripan yang lainnya. Didasari oleh pola pewarisan sifat yang dirintis oleh Mendel. Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. M. M. Ada sifat yang berbeda antara satu individu dengan lainnya. melalui persilangan dan hibridisasi. Pernahkah anda memikirkan bagaimana seorang anak memiliki kemiripan dengan orang tuanya apakah itu ayah ataupun ibunya. 061404008 Mengetahui. Sudah sejak ribuan tahun yang lalu orang meyakini bahwa anak atau keturunan dari hasil perkembangbiakan secara kawin mewarisi sifat induknya. Setiap sel kelamin membawa sifat dari induknya sehingga zigot yang terbentuk mengandung gabungan sifat dari kedua induknya. Saat ini telah diketahui bahwa sifatsifat menurun tersebut dikendalikan oleh suatu komponen sel yang disebut ¬gen. para ilmuwan mengembangkan varietas unggul pada berbagai tanaman ataupun hewan. Latar Belakang Bagaimana kita dapat mengenali teman-teman kita dalam satu kelas? Bagaimana kita dapat mengenali setiap anggota keluarga? Setiap makhluk hidup memiliki sekumpulan sifat atau ciri. Tujuan Membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Hamka L. Hal seperti ini terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan pada masa lalu. Untuk membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Irwan NIM. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul kebakaan. Adanya perbedaan ciri itu menyebabkan kita dapat membedakan individu-individu dalam sekelompok makhluk sejenis.pd. Ada sifat atau ciri yang sama antara individu yang satu dengan yang lainnya. Manfaat .S. C. Mengapa tidak sekalian saja kalu anak tersebut laki laki maka akan kembar dengan sang ayah. Tentu saja kemiripan itu hanya sebagian.

Di dalam gonat. Pernyataan ini sama sekali tidak benar. yang pada tahun 1651 menulis buku Tentang Generasi Hewan.Memberikan wawasan kepada mahasiswa. Teori ini dibuktikan oleh C. Walaupun orang mendapat donor darah dari orang lain. dalam kepompong. Secara ekstern bahkan ia mengatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan datang sebagai miniature yang telah terbentuk sebelumnya. seperti serangkaian kotak di dalam kotak yang semakin kecil ukurannya. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Banyak sifat yang dimiliki suatu makhluk hidup menurun dari induk kepada turunannya. Dikatakannya bahwa semua hewan berasal dari telur. sifat darah yang dimilikinya tetap seperti semula. Wolff (1738-1794). dan telah dibuktikan dengan kenyataan yang ditunjukkan oleh transfusi darah. Selanjutnya gemula-gemula ini akan diangkut oleh darah ke testis atau ovarium. sehingga ia dapat bereproduksi sendiri. Pernyataan ini diperkuat dengan penemuan R. Ia mengamati kupu-kupu yang telah terbentuk sempurna sebelumnya. Teori Pangenesis Tokoh teori ini adalah C. Dengan kata lain darah tidak mengandung sifat-sifat yang diturunkan atau diwariskan dari induk kepada keturunannya (Tim Dosen.R. Pada hewan tingkat tinggi. Teori Epigenesis embriologi Teori ini menjelaskan bahwa ada kekuatan alat dalam benih organisme dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan yang telah dibentuk sebelumnya. 2. Teori embrio Kini sudah diketahui bahwa pewarisan sifat itu tidak dapat dilepaskan dari pembentukan embrio atau janin yang akan berkembang menjadi makhluk dewasa. gemula-gemula ini . Plasma nutfah menentukan bentuk dan ciri plasma tubuh yang melayani pemberian makanan kepada plasma nutfah. tubuh ini merupakan mortal dan hanya plasma nutfalah yang dilanjutkan dari generasi ke generasi berikutnya.F. Teori Preformasi Teori ini diperkenalkan oleh Jan Swammerdam (1637-1680). De Graaf (1641-1673). Orang pertama yang mempelajari embrio ini adalah Willian Harvey (1578-1657). berbagai teori mengenai cara penurunan sifat dari induknya kepada keturunannya antara lain : 1. menurutnya plasma nutfah merupakan bagian organisme yang terpenting. 3. Darwin (1809-1882) yang mengemukakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih kecil yang disebut gemula. melalui lensanya pada tahun 1672. Ia menyatakan bahwa indung telur pada burung sama dengan indung telur pada kelinci. Pada manusia. Menurut Prawirohartono (1998). bahkan dalam telur. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai proses sifat baka pada manusia. Dengan kata lain. masyarakat. De Graaf juga membuktikan bahwa sel telur dan sperma sama-sama membawa bahan genetik untuk keturunannya. Teori Plasma Nutfah Teori ini diperkenalkan oleh Weisman. terdapat anggapan bahwa sifat-sifat ini menurun melalui darah. 5. Dari pengamatan ini ia berpendapat bahwa kupu-kupu teleh terbentuk sebelumnya dalam ulat. 2004). Ia juga merupakan peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel telur dan sperma agar terbentuk embrio. plasma nutfah yang bertanggung jawab terhadap penyaluran mutu hereditas dan plasma soma (tubuh). 4.

2009). bentuk daun. Mempunyai daur hidup yang pendek (cepat menghasilkan keturunan). ia melakuan percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman. Suatu tumbuhan mewariskan satu gen tiap pasang dari tiap induknya. yang berbiji bulat dengan berbiji kisut. Mendel menyadari. Gamet itu kemudian tumbuh menjadi makhluk dewasa dan memiliki susunan tubuh atau sifat-sifat seperti induknya. misalnya kcang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gen dari satu pasang terjadi pada satu gamet dan diteruskan kepada keturunan tertentu (Anonim. Langkah awal sebelum dilakukan perhitungan terhadap pengamatan adalah menentukan galur murni jenis tanaman yang dijadikan percobaan. Mendel menemukan. tiap ciri pribadi. belum jelas ditunjukkan adanya hukum yang mengatur penurunan sifat itu. dan lain-lain (Kimball. Mempunyai keturunan yang banyak. Mendel secara tepat menginterpretasi arti nisbah yang diperoleh dari persilangan yang dilakukannya dengan membuat dalil bahwa setiap serbuk sari dan setiap telur membawa hanya satu penentu untuk setiap sifat (misalnya suatu serbuk sari akan membawa bulat atau keriput . satu gen untuk benih hijau dan lain gen untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. Berikutnya adalah mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa yang terjadi bila dua individu galur murni yang mempunyai satu sifat yang berbeda mencolok itu disilangkan. Tetapi. gen yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. 1999). Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali di kemukakan oleh Gregor Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan cirri-ciri baka pada kacang kapri (Pisum Sativim). Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat unit dasar yang kini disebut gen yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang kontras. Mudah disilangkan. Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah aau putih semua) (Tim pengajar. 4. 1998). ditentukan oleh pasangan gen. Hasil percobaan yang mengesankan adalah dengan kacang ercis (Piseum sativum). Dia juga menegaskan. Di halaman gedung gereja parokinya. tiap kegiatan sel atau gamet (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gen untuk satu pasang. Sehingga pada tahun 1822-1884 muncullah hukum Mendel yang diperkenalkan oleh Johann Gregor Mendel yang kemudian berkat hukumnnya tersebut sehingga ia diangkat menjadi bapak genetka (Prawirohartono. Dari teori-teori yang dikemukakan tentang penurunan sifat itu. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Menurut Kimball (1999). apabila dua gen mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. walaupun diulang-ulang beberapa kali. Mendel menemukan hukum-hukumnya itu dengan ketentuan percobaan penelitiannya. Misalkan apa yang terjadi bila penyilangan dilakukan terhadap tanaman yang berbatang tinggi dengan berbatang pendek. Setiap varietas diusahakan untuk selalu menurunkan keturunan yang mempunyai sifat-sifat yang khas yang sama dengan induknya bila melakukan penyerbukan sendiri. Dengan mengawinkan strain galur murni darisuatu fenotif yang berbeda. 5. 2. Melakukan autogami (perkawinan sendiri). 3. misalnya warna benih. Tanaman ini dipilih oleh mendel karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1.berkumpul membentuk gamet. 2009).

misalnya tinggi atau rendah. yang disebut filial pertama. pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisah secara bebas. Setiap pasang faktor keturunan menunjukan bentuk alternatif sesamanya. Keuntungan dari persilangan dengan sifat-sifat yang berbeda itu disebut dengan hibrid atau bastar (Kimball. Dari hipotesis-hipotesis itu. yaitu dominan diberi tanda huruf besar dan faktor resesif diberi tanda huruf kecil. 5. 4. Menurut Prawirohartona (1998). yaitu mengawinkan tanaman yang tinggi ini. Persilangan tanaman berbiji bulat denga berbiji kisut. Ada dua . tidak pernah kedua-duanya). Satu dari induk jantan dan satu dari induk wanita. oleh sebab itu. Yang pertama dikenal dengan persilangan monohibrid. ada yang tinggi sampai mencapai 2 meter dan ada yang pendek. Yang kedua dikenal dengan perkawinan dihibrid yaitu persilangan antar dua individu yang mempunyai dua sifat beda atau juga dapat diartikan sebagai persilangan antar dua individu yang memiliki alel yang berbeda dikedua lokus yang berbeda (Ronald. faktor dominan akan menutup faktor resesif. Ia kemudian kemukakan bahwa tanaman-tanaman Rr ini akan menghasilkan dua tipe gamet. menghasilan 3 berbiji bulat dan 1 berbiji kisut. bulat atau kisut atau sebagainya. 1998). demikian juga. dalam jumlah yang sama. Dengan menggunakan suatu anggapan dasar ytang menyatakan bahwa setiap individu dikontrol oleh dua faktor dalam yang berpasangan. atau yang dikenal dengan pembelahan meiosis. Begitupula yang terjadi pada tanaman dengan sifat-sifat yang lain. Pada watu pembentukan gamet. 1999). Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang keturunan. Pada pembentukan gamet. Dalam penelitian Mendel. 1988) Di antara tanaman ercis. Individu murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama. Persilangan yang dilakukan oleh Mendel sifat yang muncul pada F1 ini disebut sifat dominan. ia mengusulkan bahwasetiap tanaman induk keriput menghasilkan hanya gmet pembawa kriput (r). 2. Bila persilangan melibatkan satu sifat yang berbeda disebut monohibrid dan bila melibatkan dua sifat beda disebut dihibrid. dengan perbandingan 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. Langkah berikutnya yang dilakukan mendel adalah sangat penting. yaitu persilangan antar dua individu yang membawa alel yang berbeda untuk lokus yang sama. maka dari persilangan monohibrid. yang membawa R saja dan membawa r saja (Goodenough. faktor dalam yang berpasangan akan dipisahkan atau akan disegresikan ke dalam sel sel gametnya (Ronald. bila diilangkan bersama. Pada persilangan F2 menghasilkan keturunan yang pada dasarnya serupa dengan hasil pada F1 yang pada hasil terakhirnya menghasilkan perbandingan 3:1 (Prawirohartono. Mendel dapat mengembangkan beberapa hukum. yang biasanya dikenal dengan sebutan F1. yaitu filial kedua (F2) adalah tanaman tinggi dan rendah. keturunan F1 – nyaakan memperoleh penentu R dan r dan dpat disebut Rr. 2004). Dari penyilangan kedua varietas ini diperoleh tanaman yang semuanya tinggi. ia telah melakukan suatu persilangan antar dua individu dengan beberapa sifat beda.kedua bentuk alternatif tersebut disebut alel.saja. Mendel telah berkesimpulan bahwa salah satu faktor dalam bersifat dominan terhadap pasangannya sehingga F2 akan menunjukkan rasio monohibrid sebagai 3 : 1. Hasilnya. Bila pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman. Ia ajukan bahwa tanaman induk bulat asli berbiak murni untuk bulat sebab tanaman –tanamn ini menghasilkan hanya satu tipe gamet: serbuk arid an telur keduanya membawa khusus penentu bulat (R). Tampaklah bahwa semua tanaman filial pertama memiliki sifat yang sama dengan induknya. dari hasil-hasil yang diperolehnya itu Mendel menyusun beberapa hipotesis: 1. Sifat lain yang tidak terlihat pada tanaman F1 disebut sifat resesif. 2004). 3.

Orang meletakkan ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan. Rambut dari menjorok merupakan sifat dominan (W). c. Tabel Sifat Baka Individu Ciri/Sifat Baka Fenotif Genotif . Ujung dau telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E). 2004). Bila faktor-faktor keturunan atau gen-gen itu dapat berpasangan pada masing-masing individu. C. f. Menandai dengan menggunakan (-) apabila ada fenotif yang dominan. Mencatat data yang diperoleh dari teman-teman kelompok dan menghitung persentasenya.hukumnya yang terkenal yaitu hukum Mendel I atau hukum segregasi dan hukum Mendel II atau hukum pengelompokan secara bebas (Tim Dosen. e. h. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. 2004). 3. Jadi bila kedua sel nutfah itu (satu dari induk jantan dan satu dari induk betina) berpasangan.30 – 15. 11 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Daftar fenotif Daftar fenotif sifat baka manusia yang dikontrol oleh 1 gen dengan 2 alel dan masing-masing alel menghasilkan fenotif yang jelas. d. Alat dan Bahan 1. Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (G). Kaca pembesar (lup) 2. g. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Hasil Pengamatan 1. harus ada cara yang dapat mempertahankan gen-gen itu selalau berpasangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. b. merupakan sifat dominan (F). Lesung pipi merupakan sifat dominan (P). Inilah yang dikenal dengan hukum segregasi (Tim Dosen. Lesung dagu merupakan sifat dominan (D). akan diperoleh kembali satu pasangan lagi. Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada setiap daftar fenotif yang tertera pada buku penuntun masing-masing dari mahasiswa. B. Mendel mengemukakan bahwa untuk hal ini hanya satu dari dua gen yang berpasangan memasuki sel nutfah. Prosedur Kerja 1. Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan. i. BAB III METODE PRAKTIKUM A. yaitu : a. Orang meiliki sifat ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (B). Tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M). Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang merupakan sifat dominan (L). 2.

di bawah (f) FF 2 ff 5 4 Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). tidak menjorok (w) WW 5 ww 2 6 Rambut pada jari (M). tidak menyerong (b) Menyerong ke dalam BB e. di bawah (f) Ibu jari tangan kanan di atas ff d. tak ada rambut (m) MM 3 mm 4 7 Lesung pipi (P). tidak menyerong (b) BB 6 bb 1 5 Rambut dahi menjorok (W). Gigi seri atas bercelah (G). Tabel Sifat baka kelas Kelompok L. Tabel Sifat Baka Kelompok No Ciri/Sifat Baka Genotif Jumlah 1 Ada lesung dagu (D).a. Me¬ng-nggulung Gigi sei DDEeFFBbWwMmPPLlGG I072525615234253416 II 0 6 1 5 3 3 3 3 3 3 2 4 1 5 4 2 0 6 III 0 6 0 6 1 5 3 3 6 0 6 0 1 5 2 4 0 6 IV 0 7 3 4 4 3 3 4 6 1 1 6 2 5 4 3 1 6 V074352435207163407 VI 0 6 3 3 4 2 4 2 4 2 2 4 1 5 4 2 3 3 VII 0 6 5 1 3 3 4 2 5 1 3 3 1 5 2 4 2 4 VIII 0 8 2 6 4 4 5 3 7 1 4 4 0 8 6 2 2 6 0 53 20 33 26 27 32 21 41 12 32 21 9 44 25 28 9 44 . Lesung pipi (P). tidak ada (d) DD 0 dd 7 2 Anak daun telinga menggantung (E). tidak ada (p) Tidak ada lesung pipi pp h.Daun Telinga Ibu jari tangan Ruas jari Rambut Dahi Rambut jari Lesung pipi L. tidak ada (d) Tidak ada dd b. tak ada rambut (m) Ada rambut pada jari MM g. tidak menjorok (w) Rambut dahi menjorok WW f. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). Ada lesung dagu (D). Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) Tak dapat digulung memanjang ll i. Ibu jari kiri di atas (F). Rambut dahi menjorok (W). tidak ada (p) PP 2 pp 5 8 Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) LL 3 ll 4 9 Gigi seri atas bercelah (G). menempel (e) EE 2 ee 5 3 Ibu jari kiri di atas (F). tidak bercelah (g) Gigi seri tidak bercelah gg 2. dagu U. Rambut pada jari (M). Anak daun telinga menggantung (E). menempel (e) Menempel ee c. tidak bercelah (g) GG 1 gg 6 3.

Frekuensi kelompok a. Rambut dahi menjorok 1.71% 2. Ibu jari kiri di atas 1.43% 2. Lesung dagu 1. Jumlah gen resesif = 71. Jumlah gen dominan = 42. Jumlah gen dominan = 28. Anak daun telinga menggantung 1.29% e. Jumlah gen dominan .43% c. Jumlah gen dominan =85. Jumlah gen resesif =14. Jumlah gen resesif = 28. Jumlah gen dominan =0 2. Jumlah gen resesif = 57.57% f. Rambut pada jari 1. Lesung pipi 1.1.57% 2.14% g. Jumlah gen resesif = 100% b. Jumlah gen dominan = 28.43% d. Jumlah gen resesif = 71. Jumlah gen dominan =71.86% 2. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1.57% 2.

Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen dominan = 14. Jumlah gen dominan = 60. Jumlah gen resesif = 50. Gigi seri atas bercelah 1. Jumlah gen dominan = 49.43% h. Jumlah gen dominan = 37.57% 2. Jumlah gen dominan = 42.74% 2. Ibu jari kiri di atas 1. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1. Jumlah gen resesif = 62. Jumlah gen resesif =71.29% 2. Frekuensi kelas untuk a. Anak daun telinga menggantung 1. Jumlah gen dominan = 0% 2.26% c.94% d.38% 2. Jumlah gen resesif .14% i. Jumlah gen resesif = 100% b.71% 2. Jumlah gen resesif = 57.86% 2.06% 2.=28. Jumlah gen resesif = 85. Lesung dagu 1.

Pada sifat baka anak daun telinga menggantung (EE) sebanyak 37.= 39. Pembahasan Percobaan sifat baka yang individu dimana dalam percobaan ini melihat keadaan kita sendiri menunjukkan keadaan pribadi kita.98% 2. pada sifat baka adanya lesung dagu (DD) sebanyak 0%. Jumlah gen dominan = 47. Jumlah gen resesif = 83. Pada sifat baka ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan (FF) sebanyak 49. Jumlah gen resesif = 52. tidak memiliki lesung pipi (pp). anak daun telinga menempel (ee).62% 2. Jumlah gen resesif = 22. ruas jari kelingking menyerong kedalam (BB). Jumlah gen dominan = 39.02% h. Rambut pada jari 1. Jumlah gen resesif = 83.64% f.74%. Pada sifat baka ruas . Jumlah gen dominan = 16.98% 2.62% e. rambut dahi menjorok (WW). Rambut dahi menjorok 1. Jumlah gen resesif = 60. Jumlah gen dominan = 77.06%. Pada analisis data kelas untuk dominan didapat. Lidah dapat digulung memanjang 1. terdapat rambuk pada jari (MM).36% 2. lidah tidak dapat digulung memanjang (ll). dan gigi seri tidak berselah (gg). Lesung pipi 1.83% i.38% g.17% 2. Jumlah gen dominan =16. Gigi seri atas bercelah 1.02% B. Hasil pengamatan ini menunjukkan diri pribadi sendiri. Dimana tampak bahwa individu tidak memiliki lesung dagu (dd). ibu jari tangan kanan diatas (ff).

Pada sifat baka anak daun telinga menempel (ee) sebanyak 62. 3. pada sifat baka tidak adanya lesung dagu (dd) sebanyak 100%.37% sedangkan frekuensi untuk resesif sebesar 61.37%.36%.02%. Pada sifat baka lidah tidak dapat digulung memanjang (ll) sebanyak 52. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. Pada sifat baka terdapatnya lesung pipi (PP) sebanyak 16. Hal tersebut menandakan bahwa sifat resesif lebih banyak dimiliki oleh mahasiswa kelas Biologi A dibanding dengan sifat dominan yang hanya dimiliki beberapa mahasiswa dikelas Biologi A.83%.63%. Atau dengan kata lain sifat resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat dominan dimana persentase kelas untuk sifat dominan secara keseluruhan adalah 38.98%. 2. Pada sifat baka tidak adanya rambut pada jari (mm) sebanyak 60.17%.63%. Saran 1. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Pada sifat baka gigi seri bagian atas bercelah (GG) sebanyak 16. Karena sifat resesif lebih mendominasi dari pada sifat dominan itu sendiri. sedangkan persentase kelas untuk sifat resesif sebesar 61. Begitu pula pada data kelompok.64%.94%. Pada sifat baka rambut dahi menjorok (WW) sebanyak 77. Hukum Mandel yang menyatakan bahwa perbandingan antara sifat dominan dengan sifat resesif yaitu 3 : 1 tidak terbukti pada percobaan kami. Keberhsihan laboratorium sebaiknya dijaga agar praktikan nyaman dalam melakukan praktikum. Pada sifat baka lidah dapat digulung memanjang (LL) sebanyak 47. Pada sifat baka rambut dahi tidak menjorok (ww) sebanyak 22. Sifat baka resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat baka dominan dimana frekuensi kelas untuk dominan sebesar 38. Pada sifat baka ibu jari tangan kanan di atas ibu jari tangan kiri (ff) sebanyak 50. Gen resesif lebih besar dibandingkan dengan gen dominan. Pada sifat baka terdapat rambut pada jari (MM) sebanyak 39.62%. Agar mahasiswa lebih serius dalam melakukan pengamatan sehingga data-data yang diperoleh lebih akurat.jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (BB) sebanyak 60. 3. Sifat baka yang dimiliki oleh setiap masiswa di kelas Biologi A berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya. Agar asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Dari data-data yang diperoleh menandakan bahwa hukum Mendel yang menyatakan bahwa perbandingan antara dominan dan resesif yaitu 3 : 1 tidak perbukti pada percobaan kami.26%. Pada analisis data kelas untuk resesif didapat.98%. karena sifat dominan lebih sedikit dibandingkan dengan sifat resesif.62%. B.02%. Dari data-data yang diperoleh sifat baka yang dominan di kelas Biologi A lebih sedikit dibandingkan dengan sifat baka yang resesif. 2. Hal tersebut juga menandakan bahwa terdapatnya perbedaan sifat baka pada masing-masing masiswa yang satu dengan yang lain. Pada sifat baka tidak adanya lesung pipi (pp) sebanyak 83. DAFTAR PUSTAKA . Pada sifat baka ruas jari kelingking paling ujung tidak menyerong (bb) sebanyak 39. Pada sifat baka gigi seri bagian atas tidak bercelah (gg) sebanyak 83.38%.38%.

Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi. 2004. Rangkuman Materi Penting Biologi. Jerih payah Mendel baru diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda. Dia menjadi pendeta tahun 1847. Kendati majalah itu bukanlah majalah besar. 2009. Ketika dia meninggal tahun 1884 dalam usia enam puluh satu. Genetika jilid satu. Bandung Tim Dosen. Menjelang tahun 1865 dia sudah menemukan hukum keturunannya yang kesohor dan mempersembahkan kertas kerjanya di depan perkumpulan peminat sejarah alam kota Brunn. Kesibukan administrasi rutin membuatnya kehabisan tempo melanjutkan penyelidikannya dalam bidang tanam-tanaman. dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. 2009. Tahun 1866 hasil penyelidikannya diterbitkan oleh majalah Transactions milik perkumpulan itu di bawah judul "Experiments with Plant Hybrids. Sesudah itu umumnya kertas kerja Mendel diabaikan dan nyaris dilupakan orang hampir tiga puluh tahun lamanya. Jurusan Biologi FMIPA UNM.googe. 2004. Goodenough. Nageli membaca salinan itu dan kirim balasan kepada Mendel tetapi dia tidak paham apa yang teramat penting dalam salinan kertas kerja Mendel itu. kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina. Di samping itu Mendel mengirim satu salinan kepada Karl Nageli. Carl Correns dari Jerman dan Erich von . Diakses tanggal 16 Desember 2009. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru. Makassar. penyelidikan briliannya nyaris dilupakan orang dan dia tak peroleh pengakuan apa pun untuk penyelidikan itu. tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam biologi! Meski begitu. Ronald H. Pustaka Pelajar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Erlangga. di kota Brunn. Pionir Jaya. Sitorus." Kertas kerja keduanya diterbitkan oleh majalah itu juga tiga tahun kemudian. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Pola-Pola Hereditas Manusia. 1988. Sementara itu. Austria (kini bernama Brno. 1998. http://www. Jakarta. Erlangga. tetapi banyak terdapat di pelbagai perpustakaan besar. Tim Pengajar.com. Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian. Biologi Umum. Kimball. Ceko). J. Tahun 1866 Mendel naik pangkat ditunjuk jadi pendeta kepala di biaranya. Bandung. Jakarta. Makassar. Biologi Umum. Prawirohartono. Ursula.W. BIOGRAFI GREGOR MENDEL Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. mulai tahun 1856 dia memperlihatkan pengalaman-pengalamannya yang masyhur di bidang pembiakan tumbuh-tumbuhan. 1999. tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn. Biografi Gregor Mendel.Anonim. seorang tokoh disegani di bidang ilmu keturunan.

penyelidikan Mendel dianggap tidak berdiri sendiri. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Aristarchus. dan kesimpulan-kesimpulannya diketemukan oleh ilmuwan yang datang belakangan. Hukum Mendel. hukum keturunan merupakan penambah penting buat pengetahuan manusia. Ignaz Semmelweiss telah disisihkan guna memberikan tempat buat Colombus. Mendel menyadari. tiap ciri pribadi. Karena penemuannya diremehkan di saat hidupnya. Satu kebetulan segitiga yang aneh! Lebih dari itu. dia memilih untuk bidang penyelidikannya jenis tumbuhan yang ciriciri khasnya ditentukan oleh seperangkat gene. gene yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat "unit dasar" yang kini disebut gene yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. tetap merupakan titik tolak dari ilmu genetika modern. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel. di tahun itu juga. Kalau saja ciri-ciri pokok yang diselidikinya masing-masing sudah ditentukan oleh pelbagai perangkat gene.Tschermak dari Austria. dan pengetahuan kita tentang genetika mungkin akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan daripada sebelumnya. ilmuwan berkebangsaan Inggris. meski sudah dilakukan perubahan kecil. dan lewat analisa hasilhasilnya. William Bateson. Tetapi. umumnya mungkin tidak bisa diduga jenis kualitas mana sesuatu keturunan akan mewariskan. bentuk daun. apabila dua gene mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. misalnya warna benih. ditentukan oleh pasangan gene. orang bisa berkesimpulan bahwa Mendel mungkin bisa tersisihkan sepenuhnya dari daftar. tiap kegiatan sel atau gamete (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gene untuk satu pasang. Mendel dapat menarik kesimpulan terhadap hukum-hukumnya. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. Jelaslah. Tetapi. Hanya lewat sejumlah besar percobaan (Mendel sudah mencatat hasil lebili dari 21. penyelidikannya akan menghadapi kesulitan yang luar biasa.000 tumbuh-tumbuhan!). seperti halnya Leif Ericson. Di penghujung tahun itu Mendel dapat sambutan meriah dan penghargaan atas begitu hebat karya-karya yang dilakukannya selama masa hidupnya. keberuntungan ini tidak akan menolong Mendel kalau saja dia tidak punya sifat kecermatan yang dahsyat dan kesabaran seorang pencoba. Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. Suatu tumbuhan mewariskan satu gene tiap pasang dari tiap "induk"-nya. Copernicus dan Joseph Lister. Ada pula faktor yang tak boleh diabaikan kalau kita memutuskan dimana Mendel mesti ditempatkan dalam urutan daftar buku ini. Karena faktor contoh-contoh di atas. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gene dari satu pasang terjadi pada satu gamete dan diteruskan kepada keturunan tertentu. menemukan pula kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengedepankan kepada kalangan dunia ilmu. Mendel menemukan. Dia juga menegaskan. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. Bagaimana Mendel selaku seorang amatir mampu menemukan prinsip yang begitu penting yang menyisihkan begitu banyak biolog profesional yang masyhur yang ada sebelumnya? Untungnya. . satu gene untuk benih hijau dan lain gene untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. dan juga tidak akan menolongnya apabila dia tidak menyadari bahwa perlu membuat analisa statistik dari pengamatannya. Apabila alasan ini dipaksakan.

dan begitu diketemukan kembali. Juga.63% LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.37% 2. Frekuensi gen dominan sebesar 38. tak satu pun dari ketiga ilmuwan itu yang menuntut bahwa merekalah penemu ilmu genetika. Makassar. Focke) sekitar masalah keturunan. secara umum dunia ilmu sudah menyebutnya sebagai "Hukum Mendel. Pekerjaan Mendel terlupakan hanya sebentar. Akhirnya. Desember 2009 Koordinator Asisten. Juga layak dicatat.Tetapi." JAWABAN PERTANYAAN 1. Artikel-artikel Mendel sudah tersebar luas riwayat-riwayatnya (oleh W. Asisten.O. segera melangit. de Vries. Dosen Penanggung Jawab .37% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 38. Frekuensi gen resesif sebesar 61. Lebih jauh dari itu. 061404006 Mengetahui. Correns.63% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 61. Tulisan itu cepat atau lambat sudah dapat dipastikan akan diketemukan juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang serius di bidang itu. meskipun mereka menemukan kembali prinsip-prinsipnya secara independen. Suhaedir Bachtiar S. toh dia baca karya Mendel dan mengutip hasil-hasilnya. orang tidak bisa bilang karya Mendel tak berpengaruh kendati de Vries. dan Tschermak. ada beda antara kasus Mendel dengan lainnya. Correns dan Tschermak tak pernah hidup di dunia. Mustaina Basir NIM.pd.

air. nutrisi dan cahaya untuk fotosintesis. dan ada pula di udara. Sedangkan tumbuhan membutuhkan udara. Latar Belakang Setiap organisme memerlukan kebutuhan dasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. jumlah populasi masing-masing organisme. Ada yang bernafas dengan paru-paru. seperti paus yang bernafas dengan paru paru walaupun tinggal di dalam air. Sebagai contoh.S. sehingga semua organisme sangat bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya. mahasiswa diharapkan dapat membandingkan kecepatan penggunaan oksigen oleh organisme pada suhu yang berbeda. Pada hewan amfibi. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai pengaruh suatu suhu terhadap aktifitas suatu organisme. Tujuan Melalui percobaan ini. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Salah satu faktor lingkungun tersebut adalah suhu. H. atau karena faktor eksternal seperti perubahan kondisi lingkungan. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh suhu terhadap aktifitas organisme. B. Bumi kita mempunyai banyak macam lingkungan dan setiap lingkungan yang berbeda akan menunjang kehidupan untuk jenis organisme yang berbeda-beda. ada yang bernafas dengan insang. Setiap hewan pada habitat tertentu ini memiliki cara respirasi yang berbeda beda. katak pada fase berudunya bernafas dengan insang.. masyarakat. Organisme hanya dapat hidup bila lingkungan dapat menyediakan kebutuhan hidupnya. Perilaku setiap hewan atau tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa lapar (kebutuhan akan makan/nutrisi). Sedangkan jenis pisces aatu ikan bernafas dengan insang yang terdapat dikedua sisi kepalanya. Pola perilaku hewan atau tumbuhan berkaitan erat dengan alam tempat organisme itu berada. dan ada pula dengan trakea dan kulit. NIP. Hewan mamalia bernafas dengan paru-paru tidak peduli dimanapun habitatnya. Hamka L. dan kondisi fisik maupun kimia pada lingkungan hidupnya. seperti banyaknya jenis organisme. air. Ada yang habitat hidupnya di darat. yang hidup di dua alam misalnya katak. Selain itu. Pada dunia hewan terdapat berbagai macam habitat hidup. . mudah diukur dan sangat beragam. M. dan makanan. sehingga kulit katak hampir setiap saat selalu basah. setiap hewan memerlukan udara. ada di air. Ikan dalm menyaring oksigen melakukan buka tutup insang yang biasa disebut operculum. Hal unik terdapat pada insang karena dapat menyaring oksigen dalam air. Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. C. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan suhu terhadap aktivitas suatu organisme. hewan ini bernafas dengan paru-paru yang dibantu dengan alat nafas lainnya yaitu kulit. Manfaat Memberikan wawasan kepada mahasiswa. Apabila suatu saat kondisi lingkungannya berubah maka beberapa jenis hewan ataupun tumbuhan mungkin akan tetap dapat bertahan hidup dan berkembang biak.Drs. Jenis yang lainnya mungkin akan mati atau berpindah ke tempat yang baru. ketersediaan akan sumber makanan.

Konsep hukum Shelford berasal dari hukum batas minimum yang dicetuskan oleh Liebig. misalnya dengan menggunakan respirometer sederhana (Tim Pengajar. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan anabolisme. Ditambahkannya bahwa pengaruh cahaya. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan (Anonim.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. Suhu tersebut mempunyai peranan yang penting dalam mengatur aktivitas biologis organisme. pengaruhnya terhadap hewan tidak sama dengan suhu konstan 150C. Suhu merupakan factor lingkungan sangat penting bagi hampir semua makhluk hidup. dan unsur hara yang tidak cukup dan tidak memadai (Kimball. 2009). percobaan tentang pengaruh suhu terhadap aktivitas respirasi organisme tidak sulit dilakukan. suhu. Enzim metabolisme berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan energi) dan anabolisme (sintesa nutrien menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). 2009). Masalah ini dijelaskan dalam kajian ekologi yaitu Hukum Toleransi Shelford. Ini terutama disebabkan karena suhu mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dalam tubuh dan sekaligus menentukan kegiatan metabolik. suhu yang bervariasi menimbulkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. 2009). mudah diukur dan sangat beragam. Jika aktifitas enzim metabolisme meningkat maka laju proses metabolisme akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. Berbagai jenis hewan yang biasa hidup di lingkungan alam bebas yang suhunya bervariasi. sebagai komponen utama penyusun enzim. Demikian juga kalau suhu tubuh turun sangat ekstrim. Suhu yang ekstrim tinggi menyebabkan protein. Jadi menurut hukum minimal Liebag bahwa penyebaran tumbuhan ditentukan oleh cahaya. akan rusak atau denaturasi dan menyebabkan enzim tidak mampu lagi melakukan fungsinya sebagai biokatalisator. . 1999). Dengan alat yang relatif sederhana. Peningkatan suhu tubuh pada rentang kisaran toleransi hewan akan menyebabkan kenaikan aktivitas enzim dalam membantu reaksi metabolism. 2004). bahkan mungkin dibawah kisaran toleransinya. Sehingga dari percobaan itulah muncullah suatu pembuktian mengenai hukum toleransi Shelford. Variabilitas suhu mempunyai arti ekologis. Suhu merupakn factor yang sangt menentukan aktivitas enzim didalam tubuh organism. Menurut hukum minimum Liebig menyatakan bahwa jumlah bahan utuana yang dibtuhkan apabila mendekati keadaan minimum kritis cenderung menjadi pembatas. zat makanan. Pada jenis belalang dan kupu-kupu yang diamati. baik hewan maupun tumbuhan. akan menyebabkan kisaran aktivitas enzim sangat rendah (Dharmawan. aktivitas hidupnya akan terganggu apabila dipelihara dalam lingkungan yang suhunya konstan (Dharmawan. Suhu juga merupakan factor lingkungan seringkali berpotnsi sebagai faktor pembatas dan paling mudah diukur. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. Sebagaimana halnya dengan faktor lingkungan lainnya. dan unsur-unsur utama lainnya menyebabkan hilangnya vegetasi pada ketinggian tertentu di pegunungan atau hilangnya beberapa tumbuhan dalm wilayah yang dinaungi. suhu. 2004). suhu mempunyai rentang yang dapt ditolerir oleh setiap jenis organisme. misalnya dalam hal respirasi (Tim Pengajar. Fluktuasi suhu 10-200C dengn suhu rata-rata 150C. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh.

Dari hukum tersebut kemudian Shelford menambahkan bahwa faktor-faktor seperti panas, cahaya, dan air serta unsur hara mempunyai batas maksimum dan minimum agar suatu makhluk hidup dapat hidup pada suatu lingkungan. Oleh sebab itu organisme mempunyai sifat minimum dan maksimum lingkungannya. Dimana jarak antara ke dua batas nilai minimum dan maksimum lingkungan ini menunjukkan batas toleransi. Sehingga pernyataan Shelford dikenal dengan Hukum Toleransi Shelford (Tim Dosen. 2004). Menurut Radioputro (1988), dalam hukum Shelford terdapat beberapa prinsip, yaitu : 1. Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap satu faktor dan kecil terhadap faktor lainnya. 2. Organisme yang mempunyai toleransi yang besar terhadap semua faktor memiliki daerah penyebaran yang luas. 3. Bila suatu faktor lingkungan tidak optimum untuk suatu jenis organisme, maka toleransi berkurang terhadap faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya bila tanah dengan kandungan nitrogen yang terbatas, maka daya tahan rumput terhadap kekeringan berkurang. 4. Dalam banyak hal interaksi populasi seperti kompetisi, predator, parasit dan lainnya mencegah organisme dari pengambilan keuntungan terhadap kondisi lingkungan fisik yang optimum. 5. Pembiakan merupakan masa yan kritis bila faktor-faktor biji, telur, kecambah dan larva pada umumnya mempunyai batas toleransi sempit. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Kamis, 18 Desember 2009 Waktu : Pukul 13.30 – 15.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Termometer batang 1 buah b. Stopwatch / jam tangan c. Becker glass 2 buah 2. Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Ikan mas koki (Catassius auratus) 2 ekor b. Air kran c. Es batu d. Air panas C. Prosedur Kerja 1. Memasukkan 2 ekor ikan mas koki yang relatif sama besarnya ke dalam becker glass yang berisi air kran dan mengaklimasi ikan tersebut selama 15 menit. 2. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air normal yang bersuhu 27 oC. Menghitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum (buka tutup) dalam waktu 1 menit selama 5 menit. 3. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air panas dengan suhu 40 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan

selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 4. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkannya ke dalam becker glass yang telah diisi dengan air dingin dengan suhu 16 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 5. Mencatat hasil pengamatan dalam tabel. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Becker Glass Waktu (Menit Ke.....) Rata-rata 12345 (A) 29oC 120 184 243 323 437 87,4 (B) 38oC 74 176 207 334 478 95,6 (C) 14oC 120 223 292 350 429 85,8 B. Pembahasan Pada becker glass yang diisi air dengan suhu 29 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 64 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 80 kali, dan pada menit kelima 114 kali. Pada becker glass yang berisi air panas dengan suhu 38 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 74 kali, pada menit kedua 102 kali. Pada menit ketiga 31 kali, pada menit keempat 27 kali, dan pada menit kelima 144 kali. Pada becker glass yang diisi air dingin dengan suhu 14 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 103 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 58 kali, dan pada menit kelima 89 kali. Terjadinya penurunan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air dingin dan penaikan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air panas menandakan bahwa gerakan operculum pada ikan mas koki dipengaruhi oleh suhu. Gerakan operculum ikan pada suhu rendah akan lambat, sedangkan pada suhu tinggi gerakan operculumnya menjadi semakin cepat. Namun hal tersebut dibatasi oleh kemampuan ikan tersebut untuk beradaptasi pada suhu tertentu. Menurut teori pada suhu yang tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat namun bila mencapai batas suhu yang maksimal maka ikan tersebut akan mati. Pada suhupanas, ikan membutuhkan oksigen yang cukup banyak karena reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tubuh ikan berlangsung dengan cepat. Namun pad suhu panas kadar oksigen dalam air akan semakin sedikit, sehingga ikan pada suhu maksimal akan mati. Begitu pula pada suhu dingin, gerakan operculum ikan menjadi melambat, hal itu disebabkan karena pada air dingin reaksi-reaksi kimia dalam tubuh ikan akan berjalan lanbat, sehingga jika ikan mencapai suhu terendah ikan akan mati. Matinya ikan pada suhu yang terlalu tinggi dan terlalu rendah menandakan bahwa ikan memiliki batas ideal tersendiri agar dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Batas itulah yang disebut dengan Hukum Toleransi Shelford yaitu batas maksimum dan batas minimum suatu makhluk hidup agar dapat hidup.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada suhu tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat dibandingkan pada suhu yang rendah. Agar ikan dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi maka ikan memiliki batas suhu maksimum dan batas suhu minimum. Batas maksimum dan batas minimum agar suatu makhluk hidup agar dapat hidup disebut Hukum Toleransi Shelford. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, suhu mempengaruhi aktivitas suatu organisme. B. Saran 1. Agar mahasiswa lebih lebih mampu bekerja sama dalam melakukan praktikum. 2. Agar asisten sebaiknya menyamakan pendapat agar tidak terjadi perbedaan pendapat baik pada praktikum ataupun pembuatan laporan. 3. Labortorium sebaiknya memperhatikan bahan dan alat praktikum sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Ikan. http://www. google.com. Diakses tanggal 20 Desember 2009. Dharmawan, agus. Dkk . 2004. Ekologi Hewan. Jica. Malang. Kimball, J.W. 1999. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta. Radioputro. 1988. Ekologi dan Pengetahuan Lingkungan. Erlangga. Jakarta. Tim Dosen. 2004. Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. Tim Pengajar. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. JAWABAN PERTANYAAN 1. Hal tersebut disebabkan karena adanya / terjadinya perubahan suhu, sehingga menyababkan ikan harus mampu beradaptasi pada suhu tersebut. 2. Pada suhu panas gerakan operculum ikan akan semakin cepat sedangkan pada suhu dingin gerakan operculum ikan akan semakin lambat.

Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan ikan Suhu media berpengaruh terhadap aktifitas enzim pencernaan. Pada proses pencernaan yang tak sempurna akan dihasilkan banyak feses, sehingga banyak nergy yang terbuang. Tetapi jika aktifitas enzim pencernaan meningkat maka laju pencernaan juga akan semakin meningkat, sehingga tingkat pengosongan lambung tinggi. Tingkat pengosongan lambung yang tinggi menyebabkan ikan cepat lapar dan nafsu makannya meningkat. Jika konsumsi pakan tinggi, nutien yang masuk kedalam tubuh ikan juga tinggi, dengan demikian ikan memiliki nergy yang cukup untuk pertumbuhan. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan

B. alkalinitas. oksi-gen terlarut. bahan-bahan toksik: NH3. Contoh pada suhu 20oC pada ikan Channel Catfish (Ictalurus punctatus) memperlihatkan pertumbuhan optimum dengan kadar protein 35 %. Lahan yang relatif datar lebih mudah untuk dibangun daripada lahan yang miring. Kebutuhan protein pada ikan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimum sangat dipengaruhi oleh suhu. Lokasi budidaya hendaknya dekat dengan sumber air. varietas berhubungan dengan sifat genetik (potensitumbuh ketahanan terhadap penyakit). Konsumsi pakan yang tinggi yang disertai dengan proses pencernaan dan nergy ism yang efektif. 5.anabolisme. 2. ketersediaan unsur hara sangat berpengaruh terhadap kesuburan perairan. Konstruksi kolam harus sesuai dengan karakteristik biota yang akan dipelihara dan teknik budidaya yang akan diterapkan. dengan demikian biota dapat tumbuh dengan baik. Ketinggian lahan harus disesuaikan dengan suhu optimum biota yang akan dipelihara. M. wadah pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang akan dipelihara. tds. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. kenaikan suhu sebesar 10°C akan menyebabkan kecepatan reaksi nergy ism meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan pada kondisi normal. Biota yang dipelihara. sehingga tersedia pakan yang cukup bagi biota yang dipelihara. meliputi suhu. yaitu: a. Lahan datar memiliki resiko kebocoran yang kecil dan biaya pembuatannya lebih murah. akan menghasilkan nergy yang optimal untuk pertumbuhan. H2S. biota yang dipelihara (B) dan pakan (P). 3. meliputi: kuantitas air. Proses nergy ism ikan umumnya meningkat jika suhu naik hingga dibawah batas yang mematikan. Kondisl kesehatan . Jenis kelamin 7. CO2 bebas. Kualitas air harus berada dalam batas toleransi biota. P) Dengan demikian komponen nergy budidaya ikan adalah: 1. Ukuran 8. 6. G = f( W. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan. salinitas. tss. 4. Wadah pemeliharaan. air harus tersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun. dsb. Kualitas air. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan. sedangkan pada suhu 25oC membutuhkan protein 40%. Media hidup. Topografi lahan terkait dengan suhu. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dapat dilakukan beberapa pendekatan. turbiditas.). NO2. Pendekatan sistem Pertumbuhan adalah merupakan fungsi dari wadah pemeliharaan (W). Unsur hara sebagai penopang kesuburan (NO3 PO4. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. strain. Enzim nergy ism berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan nergy) dan anabolisme (sintesa nergy i menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). Pada perairan yang kaya unsur hara pakan alami dapat tumbuh secara maksimum. Suhu media yang optimum akan mendorong enzim-enzim pencernaan dan nergy ism untuk bekerja secara efektif. media pemeliharaan (M). dsb. sehingga siklus budidaya tidak terganggu. K. Berdasarkan nerg van’t Hoff. Spesies. Jika aktifitas enzim nergy ism meningkat maka laju proses nergy ism akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah nergy yang masuk ke dalam tubuh. ph. dimana semakin tinggi lahan maka suhu udara akan semakin dingin. kesuburan lahan dan porositas. Pembuatan wadah harus dipertimbangkan topografi lahan.

Penambahan atractant Cara meminimumkan nilai F: 1. Mengawali pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5 tahun. bentuk. Pengaturan arus air. U dan M diturunkan serendah mungkin. yang tidak hanya mengajar tetapi juga . Komposisi pakan. terutama suhu dan oksigen terlarut. karnivor) 3. Frekuensi pemberian pakan didasarkan pada kapasitas lambung dan laju pencernaannya 5. Tingkat protein pakan tidak berlebihan 2. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat dan selera makannya selalu tinggi 2. Melanjutkan pendidikan SMP pada tahun 2003. G=K–(F+U+M) Pertumbuhan (G) akan maksimum jika nilai K tinggi dan nilai F. sehingga konsumsi energi untuk berenang melawan arus menjadi kecil http://www. Dengan demikian konsumsi pakan dapat dimaksimumkan sehingga laju pertumbuhannya tinggi.com BIOGRAFI PENULIS Munawir Nasir lahir di Jeneponto. diberikan sesuai dengan kebutuhan biota. pakan harus memiliki kandungan gisi yang cukup baik.Jeneponto. Aktif diberbagai organisasi dan kegiatan sekolah. demikian juga warna dan rasa. Komposisi pakan sesuai dengan stadia dan kategori ikan (herbivor. Sedangkan ukuran pakan disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan. Tingkat energi pakan memadai Cara meminimumkan nilai M: 1. warna) 6. Pendekatan energetik Pertumbuhan terjadi apabila terdapat kelebihan nergy. setelah nergy yang dikonsumsi dikurang dengan nergy yang digunakan untuk segala kebutuhan hidup termasuk nergy yang hilang. Frekuensi pemberian pakan ukuran pakan.9.google. Feeding rate optimal 4. Manajemen pemeliharaan 10. Pemilihan pakan yang cocok (ukuran. Pembatasan ruang gerak ikan 2. Cara meminimumkan nilai U: 1. pada tanggal 20 januari 2009. Ransum harian (FR). jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan biota. merupakan anak kedua dari pasangan M. Nasir dan Yasmin. Optimalisasi kondisi lingkungan. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat 2. 11. Pakan. Cara memaksimumkan nilai K: 1. Sulawesi Selatan. Pada tahun 2006 menjada salah satu siswa di SMA Negeri 1 Tamalatea . Bahan baku pakan berkualitas baik 4. a. baik lewat feces ataupun urine. Pemberian pakan dilakukan secara kontinyu sesuai dengan laju pengosongan lambung ikan. Guru yang benar-benar seorang guru. Rasa kagum terhadap para tenaga pengajar terutama guru mempbuat penulis bercita-cita menjadi seorang guru. Optimalisasi kondisi lingkungan 3. Ukuran partikel penyusun pakan hendaknya kecil sehingga mudah dihidrolisa 5.

mendidik. Diposkan oleh blog q di 19. bermain internet. Satu hal yang saat ini menjadi keinginan besar penulis adalah mewujudkan cita-cianya menjadi seorang guru dan membahagiakan orang tua.21 Reaksi: . UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR. dengarkan lagu dan membaca buku. Semoga cita-cita dapat terlaksana dengan baik. Penulis sangat senang berdiskusi. Karena itu penulis mendaftar dan Alhamdulillah lulus di Jurusan Biologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful