http://nhawyr.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum-biologi-dasar.

html

LAPORAN LENGKAP
OLEH Nama : Munawir Nasir NIM/Kelas : 091 404 015 / A Jurusan : Biologi Kelompok : I (Satu) Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar 2009 LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul : Cara Menggunakan Mikroskop Percobaan Lazzaro Spallanzani Pengamatan Mikroskopis Anatomi Hewan Vertebrata Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Respirasi Kebakaan Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Makassar, Desember 2009 Koordinator Asisten,

Suhaedir Bachtiar,S.pd.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh asisten/ koordinator asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Oktober 2009 Koordinator Asisten, Asisten, Suhaedir Bachtiar,S.pd. M. Irwan

NIM. 061404008

Mengetahui, Dosen Penanggung Jawab Drs. H. Hamka L., M.S. NIP. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah banyak ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satu penemuan itu adalah mikroskop. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari 0.1 mm), misalnya bagian-bagian dari sebuah sel. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan denga sel tumbuhan. Kemahiran dan ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baikbaik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop sederhana yang biasa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya pengganti matahari. Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop. Namun setiap mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkanberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua buah titik. B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu agar kita sebagai mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana. C. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa, masyarakat dan umum dapat lebih mengenal tentang mikroskop dan mengetahui teknik penggunaan mikroskop yang benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil mikroorganisme (Kusnadi,

2003). Kata mikroskop bersal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Alat utama dalam mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler. Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, tebalik dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula (Anonim, 2009). Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000). Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik. Mikroskop optik dapat dibedakanmenjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop stereo atau binokuler. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan trans paran. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Mikroskop binokuler atau stereo digunakan un tuk pengamatan yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim Pengajar, 2009). Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat bendabenda kecil kelihatan lebih besar dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian (Goldsten, 2004). Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek (Abercombie, 1933). Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur (W. lay. 1992). BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Waktu praktikum

. atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Kain planel baru c.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Mikroskop biologi b. Daun labu (Cucurbita moschata) d.Hari/tanggal : jumat. Pipet tangan 2. b. Prosedur Kerja 1. bahan-bahan untuk praktikum. Daun waru (Hibiscus liliaceus) c. Bawang merah (Allium cepa) C. kiri. Kertas saring atau kertas hisap c.30 sd. Bahan yang disediakan oleh laboratorium a. c. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) b. kotak peralatan dengan isinya. d. Memperhatikan keadaan ruang praktikum. darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan. B. Membuka kotak peralatan. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. Kapas atau kapuk 2. Cawan petri 4. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu : 1. Bahan yang disediakan oleh mahasiswa a. berisi : 1.1. Bahan Adapun bahan dari percobaan ini yaitu : 1. Menyiapkan Mikroskop a. Alat dan Bahan 1. Kaca benda 2. 16 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Buku gambar dan pensil e. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan. buku penuntun dan catatan. Alat yang disediakan oleh laboratorium a. 2. Kaca penutup 3. Kotak peralatan. Pinset 5. keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup. Pisau silet baru b. Alat yang disediakan oleh mahasiswa a. Tusuk gigi 2. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan.03. Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus 2. Lap katun d. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain. Air suling b.

2. maka kita memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum 5-10 mm. kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur.5. Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahanlahan.5. Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan 3.4. 3. dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil bagian epidermisnya. pasang lubang lebih besar pada lempeng. 3. 3.3. Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun.2. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan nampak medan bundar putih (medan pandang). kita mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng. Sedangkan untuk bawang merah.3 kembali. Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk.3. berarti terlewatkan.1. menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang. Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air. 2. maka kita menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata. 3. 4.Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. Menyerap kelebihan air yang merembes di tepi kaca dengan kertas saring. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang meja. 3. 4. maka kita meneropong terus sambil memutar mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya. 5.2. 3. 4. maka kita membuka diafragma.6.5. 4.4. Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari. 3. Membuat Preparat Sederhana 4. kemudian sebaliknya. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin.5. Mengeluarkan preparat yang telah diamati. Mengganti Perbesaran . Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal. Untuk bahan daun waru. dan mengirisnya setipis mungkin. tubus turun. 2.3. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung.1. Memasang preparat buatan pada meja sediaan dan mengamati seperti langkah 3.4. Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. kalau tubus telah terangkat setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan. kita mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat. Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi atau pinggir yang berlawanan. maka kita mengulangi langkah 3. 2. Jika jarak itu longgar. 4. Jika terangnya tidak merata. 3. Kalau terlalu silau. maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer. Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut.2. Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air.4.3. jarak objektif dengan meja sediaan mengecil. dan 3. Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan. 4. daun labu.2.6.

1 sampai 4. Cermin 10.Mikroskop Biologi Keterangan : 1. Apabila pengamatan sudah berhasil. Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati. 3. Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4. Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan. 5.2. 5. Mikrometer 4.2.5.5. Diafragma 11. Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup.5. Hasil Pengamatan . 3. 3. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Okuler 2. sampai berhasil.7. Pengatur kondenser 8.3. Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya. kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari. memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah 3. vi. iii.6.4 dan 3.1. Makrometer 3. 5. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel.1. Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop. iv. Sumbu inklinasi 7. 5. Kaki 9. vii. Penggerak mekanik 6. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 5. 5.3. perhatikan hal-hal berikut : i. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia. Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya. 5. Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran) 5. Lengan 5. Menyimpan mikroskop ke dalam kotak mikroskop.3.4.4. menurunkan tubus serendah mungkin. ii.6. v. bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan jangan menyentuh posisi preparat atau tubus. Kondenser .5 lanjut ke 5. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya.

yang dipegang bilamana diangkat. Revolver atau pemutar objektif. pengatur halus. atau pegangan dengan sumbu inklinasi. Mikrometer. Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti : 1. 8. 12. 2. Kondensor. Diafragma. Tubus atau tabung okuler. 5. Meja sediaan. Pada percobaan ini kami hanya mengambil satu sampel bahan percobaan yaitu bawang merah . Lubang meja sediaan. Revolver 16. yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan. penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass). Penggerak Mekanis. Lensa objektif 15.12. tempat meletakkan kaca benda (objek glass). tempat bersendi lengan mikroskop. 14. 11. cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. Lensa objektif. 6. Lengan atau pegangan mikroskop. lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif. Pengatur kondensor. yang diintip oleh mata pengamat. alat yang dapat ditutup dan dibuka. bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor. lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan. Bawang merah (Allium cepa) b. Tiang. sebagai alas tempat tumpuan berdiri. 10. berupa lensa-lensa dan cermin. Sengkeling 14. Kaki mikroskop. pengatur kasar. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) B. 15. menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar. Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak. 4. Tubus a. Lensa okuler. alat penangkap dan pamantul cahaya. 9. menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya. 16. Meja sediaan 13. 13. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus. 17. Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang. Daun Labu (Cucurbita maschata) d. Makrometer. Pembahasan Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil. pada ujung atasnya terdapat lensa okuler. Daun Waru (Hibiscus liliaceus) c. pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke kondensor. 7. 3. Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan komponen tersebut. alat pengatur letak kaca benda pada meja. Sengkeling. Cermin.

Dkk. Asisten: Sebaiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan berlangsung. http://id. Mikroskop. PERTANYAAN 1. Kusnada. Makassar. Mahasiswa mampu mengenali dan mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi dan fungsinya masing-masing. Goldsten. sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. Jurusan Biologi FMIPA UNM. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. Bandung: Jica. Dari gambar tersebut kita dapat melihat bahwa pada pembesaran lemah terlihat hanya bagian kecil dari epidermis Allium cepa tersebut dan pola-pola epidermis Allium cepa masih kurang jelas pemisahannya. Kamus Lengkap Biologi. Tulis fungsi bagian mekanik ! . Mikrobiologi. Bogor: CV. serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana A. 2003.org/wiki/mikroskop.A. Jakarta: Erlangga. kita bisa mengamati pola pemisahan yang lebih jelas dan bagian-bagian dari epidermis Allium cepa tersebut terlihat lebih kompleks. 3. Anonim. W. 1992. Tim Pengajar. Jakarta. 2. Sedangkan pada pembesaran yang lebih kuat. N. Philip. Laboratorium: Sebaiknya alat-alat yang disediakan laboratorium diperhatikan.wikipedia.(Allium cepa). Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Mahasiswa: Praktikum mikroskop ini harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan biologi. 2. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda renik). Tulis nama bagian optik dari mikroskop ! 2. Mikro biologi. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Jakarata: Erlangga. Campbell. Lay. I993. DAFTAR PUSTAKA Abercombie. PT Ikrar Mandiri Abadi. M. 2009. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah : 1. Tulis nama bagian mekanik dari mikroskop ! 3. 2009. dan kami mengamati sampel tersebut dengan tiga macam perbesaran seperti yang terlihat pada gambar. 2004. Diakses tanggal 17 Oktober 2009. 2000. Raja Wali.

karena sifat lensa okuler yang menerima bayangan dari lensa objektif yaitu maya. Tulis pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar? Jawaban : 1. Revolver berfungsi sebagai cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. Lensa objektif e. terbalik dan diperbesar. Mikrometer d. h. Pengaruh negatif terhadap mikroskop apabila lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar adalah lensa dapat menjadi buram dan bahkan akan tergores sehingga lensa mikroskop sudah tidak baik lagi untuk digunakan. . Makrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara kasar. Pengatur kondensor berfungsi sebagai alat untuk menaikkan atau menurunkan kondensor. e. 5. Tubus berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa okuler pada ujungnya. g. Kalau bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan.4. Sengkeling i. Revolver j. Lengan b. Kondensor d. Penggerak mekanik e. Sengkeling berfungsi sebagai penjepit atau pengatur letak sediaan. Bagian optik dari mikroskop. Meja sediaan k. f. Fungsi bagian mekanik : a. maka kaca benda harus digeser ke arah yang berlawanan dengan bayangan. Pengatur kondensor g. Penggerak mekanis berfungsi sebagai alat pengatur letak kaca benda pada meja. Kaki mikroskop 3. karena bila lensanya sudah tergores bila digunakan akan membentuk bayangan lain yang menyebabkan bayangan dari sediaan tidak jelas lagi. ke arah manakah kaca benda/sediaan harus digeser? Mengapa? 5. Mikrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara halus. Bagian optik dari mikroskop. yaitu : a. Tubus l. Lensa okuler 2. b. 4. yaitu : b. d. c. Makrometer c. Meja sediaan berfungsi sebagai tempat meletakkan kaca benda. Cermin c. Sumbu inklinasi f. Diafragma h. Apabila bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan.

ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya. maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan. Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati. Karena rasa ingin tahu yang tinggi maka mereka menggunakan kecerdasannya untuk mengungkap asal mula kehidupan. Hal ini yang mendorong para peneliti melakukan percobaan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Asisten. Dosen Penanggung Jawab Drs. Oktober 2009 Koordinator Asisten. Latar Belakang Pada dasarnya manusia memiliki daya berpikir dan rasa ingin tahu yang tinggi termasuk dari mana awal kehidupanya di muka bumi. C. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. khususnya menjawab pertanyaan di atas. Erni Majid NIM. Makassar. M.pd. 061404038 Mengetahui. Suhaedir Bachtiar.S. Ada halhal yang masih menjadi misteri. . Hamka L. B. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan. H.LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Percobaan Lazzaro Spallanzani” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Tujuan Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi.. Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani. Asal-usul kehidupan menurut pandangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya terkuak. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupa. NIP. untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat. Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar mampu mengambil kesimpulan dan mengetahui seluk-beluk dan teori asal-usul kehidupan yang benar. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya dengan berbagai teori dan percobaan.S.

Jika itu tetap bening dan steril maka generasi spontanea tidak dapat terjadi (Kimbal. 2003). macam-macam pandangan telah dikemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. Namun pandangan tersebut masih merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah (Sasmita. 2009). salah seorang ilmuwan yang membantah teori Abiogenesis. 2004). Makhluk-makhluk renik yang tiba-tiba muncul pada makanan yang membusuk sebagiannya timbul dengan sendirinya maka Lazarro Spallanzani mencoba membuktikan bahwa mikro organisme tidak muncul dengan sendirinya. Sampai sekarang hal tersebut masih merupakan teka-teki yang belum dapat dipecahkan. Lazzaro Spallanzani memanaskan dua buah tabung yang berisi air kaldu. dan terpaksa melakukan penyegelan yang rapat udara ia perhatikan bahwa. diantaranya Francesco Redi. 1992) Beberapa ahli telah melakukan berbagai usaha untuk melakukan penelitian terhadap pandangan generatio spontanea. Di dalam kaldu yang sudah dipanaskan dengan baik. Dalam melakukan percobaannya. Spallanzani menyimpulkan bahwa animakules dapat terbawa udara kedalam kaldu itu dan inilah penjelasan tentang adanya abiogenesis yangdisangka benar itu. Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut. sedangkan tabung yang kedua ditutup. 1982) Beberapa orang tetap tida percaya terhadap hasil eksperimen Redi dan Spallanzani. Lazzaro Spallanzani. 2009). Selain Aristoteles. merka berpendapat bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontandari benda tak hidup diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani tidak ada karena labu ditutup rapat (Winatasasmita. 2003). John Needham. seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea).BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertanyaan yang selalu tmbul bagi bagi para pemikir filosofis dan kaum naturalis adalah asal mula terjadinya kehidupn di bumi ini. Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. para ilmuan lainnya seperti Antonie van Leeweunhoek dan John Needham (1713-1781) juga mendukung teori Abiogenesis tersebut. Ternyata setelah beberapa waktu pada tabung pertama terdapat organisme dan pada tabung kedua tidak terdapat organisme (Janice. Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi. telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim Pengajar. tetapi Spallanzani tidak merasa puas bahwa sumbat buatan itu dilalui udara. maka ia mendidihkan air kaldu kemudian menutup rapat-rapat sehingga tidak dimasuki apapun dari luar. 1991) Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”. teori Biogenesis. 1999) . biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru (Anonim. teori Kosmos. Tabung pertama dibiarkan terbuka. Peneliti-peneliti terdahulu menutup labunya dengan sumbat gabus. Setelah dipanaskan kedua tabung tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Sesudah kaldu itu dibiarkan untuk waktu yang lama terdapat retakan kecil pada gelas yang kemudian diikuti dengan perkembbangan animakuler (Stenier. Lazzaro Spallansani (keduanya berkebangsaan Italia) dan Louis Pasteur yang berkebangsaan Perancis (Tim Pengajar.

6. Tabung I. 1 buah klem kayu f. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. 23 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Alat dan Bahan 1. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Hasil Pengamatan Tabung Tabung I Tabung II Tabung III Tabung IV B W E Bu B W E Bu B W E Bu B W E Bu 1---------------- . Tabung III. 5. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. usahakan terhindar dari gangguan hewan. segera tutup dengan gabus dan menetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya. tidak memberikan perlakuan. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. Waktu praktikum Hari/tanggal : Jumat.d. 1 buah rak tabung reaksi c. cahaya matahari langsung dan sumber panas lainnya. Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 mL. biarkan terbuka (tanpa tutup). 3. 03. 1 buah lampu spiritus e. 30 ml kaldu cair b. 4 buah tabung reaksi b.10 WITA b. menyumbat dengan tutup gabus/karet dan manetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutup. Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Tabung IV. 7. Melakukan pengamatan dan mencatat setiap hari. Tabung I. selama lima hari. 4. 1 potong lilin 2. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. 2. B.30 s. Prosedur Kerja 1. Meletakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan menyimpannya di atas meja kerja. 2 buah sumbat gabus/karet yang sesuai d. Korek api C.BAB III METODE PRAKTIKUM A. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.

. Pada tabung pertama dihari terakhir pengamatan terbentuk gelembung/buih . Endapan ini terus bertambah banyaknya hingga hari kelima... Pada kaldunya memang terdapat endapan.. Perubahan warna.= Tidak ada perubahan W = Warna E = Endapan Bu = Buih B = Bau Keterangan : a. Sumbat karet b.+ ++ . dimana tabung ini tidak didihkan dan tidak ditutup. Tabung reaksi c..+ + .... bau. Lampu spiritus d. Pembahasan Pada tabung I. dimana air kaldunya hanya didihkan di atas lampu spiritus selama 10 menit dan tabungnya dibiarkan terbuka. Perubahan warna. warna kaldu pada tabung tersebut mulai berubah menjadi keruh. dan pada hari kelima juga muncul buih pada kaldunya. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah pada hari pengamatan yang ketiga. Begitupun pada tabung ke II dan ke III.4 + ++ ++ . terdapatnya endapan dan buih terus bertambah sampai hari kelima. Pada hari keempat. Pada hari ketiga kaldunya juga mulai mengalami perubahan bau dan juga perubahan warna. namun pada hari ke-2 telah terdapat endapan. Kemudian pada hari kedua.. juga terdapat endapan pada dasar tabung...5 + +++ ++ . namun endapan tersebut hanyalah tetesan lilin yang merembes masuk pada saat menetesi sumbat karetnya dengan lilin.Keterangan : + = Ada Perubahan . Perubahan bau.+ . pada .. kaldu pada tabung tersebut mulai terdapat endapan pada dan mulai mengalami perubahan bau.+ ++ .. Pada tabung ini. tidak mengalami perubahan dari awal pengamatan sampai hari terakhir pengamatan. Pada tabung IV yang air kaldunya didihkan dan mulut tabungnya disumbat dengan sumbat karet..+ ++ ++ + . Endapa B. Kemudian pada hari keempat mulai terdapat buih pada kaldunya.. mulai muncul buih pada hari pertama pengamatan. Hal tersebut menandakan bahwa di dalam kaldu telah terdapat kehidupan suatu mikroorganisme misalnya bakteri. Dari hasil pengamatan selama lima hari.. mulai terdapat pengendapan pada hari kedua. Buih e.++ . terdapatnya endapan dan buih terus bertambah hingga hari kelima pengamatan.. Pada tabung III. pada tabung II dimana perlakuan yang diberikan hanyalah menyumbat mulut tabung dengan sumbat karet yang pada hari ke-1 tidak mengalami perubahan.2--+---+--------3 . bau..

racer. maka pastilah mikroorganisme tumbuh pada tabung tersebut. Air kaldu masih tetap jernih. Sehingga pada tabung tersebut terdapat mikroorganisme. air kaldu pada tabung yang terbuka akan ditemukan organisme karena udara dari luar yang membawa mikroorganisme dapat lebih leluasa masuk sedangkan air kaldu yang perlakuannya dipanaskan dan ditutup rapat tidak ditemukan adanya mikroorganisme karena air kaldu tidak berhubungan langsung dengan udara dari luar. Jakarta: Erlangga Pratiwi. Apalagi pada tabung yang ke I yang tabungnya dibiarkan terbuka dan kaldunya tidak dididihkan. Buku Penuntun Biologi. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. dan tidak terdapat gelembung dan endapan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Dunia Mikrobe I. . berbau. dan terdapat endapan. hal tersebut disebabkan oleh perlakuan yang diberikan pada tabung tersebut. B. Walaupun kaldunya dididihkan sehingga mikroorganisme yang ada pada air kaldu mati. Konsep Hidup dan Kehidupan. D. Diakses tanggal 9 November 2007. 3. Kesimpulan Berdasarkan percobaan ini kami lakukan. Biologi Tesis. Laboratorium sebaiknya dapat dijaga kebersihannya bersama sebelum melakukan praktikum. 2. D. Dengan adanya pengamatan ini dapat dibuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. 2007. Hal tersebut menandakan bahwa dalam tabung tersebut tidak terdapat kehidupan. Dra. 2. 2009. Janice. Selain itu tabung tersebut juga ditutup rapat sehingga udara yang berada di luar tabung tidak dapat masuk. Mahasiswa harus lebih teliti dalam mengamati bahan penelitiannya sehingga hasilnya pun baik. Sedangkan pada tabung IV tidak terdapat mikroorganisme karena air kaldu tersebut dipanaskan hingga mendidih.tabung tersebut diakhir pengamatan air kaldu menjadi keruh.forumsains. Pada tabung kedua terdapat mikroorganisme.L. Akibatnya mikroorganisme yang terdapat pada air kaldu mati. 2003.A. Namun karena tabung dibiarkan terbuka menyebabkan udara yang berasal dari luar tabung (lingkungan) yang mana di dalamnya terdapat mikroorganisme dapat masuk ke tabung reaksi. Sedangkan pada tabung ke IV tidak mengalami perubahan apa-apa. berbuih. Akibat perlakuan tersebut mikroorganisme yang terdapat di dalam air kaldu tersebut dapat berkembang. tidak berbau. Stonier. Dimana tabungnya ditutup namun kaldunya tidak dipanaskan. Hal tersebut merupakan tanda-tanda terdapatnya kehidupan pada tabung tersebut. Jakarta: Bima Aksara. Dkk 1982. Sebaiiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan sedang berlangsung terutama yang berhubungan dengan api. jakarta: Bharatara Karya Aksara. Begitu pula pada tabung ke III.com/. http://www. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah 1. Dengan demikian teori abiogenesis yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan. DAFTAR PUSTAKA Anonim.

Kimbal. Biologi Umum Materi Bagian Pertama. II. Biologi Universitas jilid 3. Banyak ilmuwan mencoba mengajukan teori-teori untuk menjelaskan apakah hidup dan dari mana asalnya hidup. 2003.3 John Needham (1713-1781) . bios ("hidup") dan logos ("lambang". Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie". ia menemukan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami. manusia belum dapat memberikan definisi dan batasan-batasan yang jelas tentang apa arti hidup sesungguhnya.Tim Pengajar. 1991. Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan"). Biologi Umum. Berikut akan dijelaskan teori-teori tentang asal dan kejadian hidup. Berdasarkan hal tersebut van Leeweunhoek mengatakan jentik-jentik (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati). "ilmu"). Jakarta: Universitas terbuka. Jurusan Biologi FMIPA UNM. W. yang diambil dari bahasa Arab. Teori Abiogenesis (Teori Generatio Spontanea) 2. yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani. Makassar. Pun demikian. Dengan menggunakan mikroskop.1 Aristoteles Teori Abiogenesis pertama kali diajukan oleh Aristoteles (394-322 SM) yang menyatakan bahwa : Makhluk hidup berasal dari benda mati yang secara spontan dapat muncul akibat adanya gaya hidup. Pendahuluan Dikutip dari Wiki : Kutip Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Winatasasmita. Makassar. Konsep Hidup dan Kehidupan I. 1992. 2. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Djamhur. Tim Pengajar. 2. Jakarta: Erlangga. Jurusan Biologi FMIPA UNM.2 Antonie van Leeweunhoek Antonie van Leeweunhoek adalah seorang biologis Belanda yang mendukung teori ini.

III. 3. mengapa bisa terjadi demikian? .3 Louis Pasteur (1822-1895) Pasteur melakukan eksperimen dengan menggunakan labu leher angsa. Hasil eksperimen ini akhirnya menggugurkan Teori Abiogenesis dan Pasteur menjadi sangat terkenal dengan perkataannya Omne vivum ex vivo. Francesco Redi (1968) Kesimpulan dari eksperimen Redi adalah larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi dari lalat yang masuk ke dalam tabung dan bertelur pada daging. Penutup berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara.4 Pohon Van Helmot Pohon dapat tumbuh membesar bukan berasal dari tanah sebab tanah yang hilang tidak sesuai pertumbuhannya. PERTANYAAN 1. Ia mengatakan bahwa kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme. Teori Biogenesis Teori ini menyangkal abiogenesis.Biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru. Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (Omne vivum ex vivo. 3. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana?. Dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang dimiliki tumbuh-tumbuhan (makhluk hidup) bukanlah berasal dari tanah (benda mati).2. Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara. Hasil yang diperoleh Pasteur adalah : a. omne ovum ex vivo (artinya kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup atau dapat juga diartikan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga). b. Lazzaro Spallanzani (1729 .1799) Spallanzani adalah seorang biologis Itali yang menentang eksperimen John Needham.1. mikroorganisme terdapat di udara bersama-sama dengan debu. Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percoban tersebut diatas? 2. Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut? 3. 3. omne ovum ex vivo). 3. Pendapat yang mendukung adalah sebagai berikut : 3.

Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat generatio Spontanea? Jelaskan. tabung yang tidak dipanasi tapi ditutup.4. Terjadi perubahan karena mikroorganismedi dalam kaldu masih hidup dan terkontaminasi dengan udara luar. 6. Yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah adanya mikroorganisme yang berasal dari udara luar karena tabung tidak ditutup dan organisme yang masih hidup di dalam karena tidak dididihkan yang melakukan aktivitas kehidupan. Jawaban 1. 4. Makassar. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut terjadi pada tabung yang air kaldunya tidak dididihkan dan tabungnya tidak ditutup dengan sumbat karet. 3. Dosen Penanggung Jawab Drs. 2. Tidak terjadi perubahan warna dan bau karena mikroorganisme yang terdapat di dalam kaldu sudah mati dan tidak terkontaminasi dengan udara luar. November 2009 Koordinator Asisten. Suhaedir Bachtiar S. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengamatan Mikroskopis” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu berasal dari udara luar dan mikroorganisme yang masih hidup di dalam kaldu karena belum mati.. NIP. H. karena makhluk hidup tidak dapat terbentuk dari benda mati secara tiba-tiba. Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan?. Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba akan muncul makhluk hidup baru? 6. Tabung yang kaldunya tidak mengalami perubahan yaitu tabung yang kaldunya dipanasi/dididihkan kemudian tabungnya ditutup dengan sumbat karet.Pd. 061404008 Mengetahui. mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau? 5. dan tabung yang dipanasi namun tidak ditutup. M. M. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN . 5. Hasil percobaan Lazzaro Spallanzani ini digunakan sebagai bukti untuk menyangkal pendapat generatio spontanea karena telah terbukti bahwa makhluk hidup tidak terbentuk dari benda mati. Asisten. Hamka L. Dari bahan kaldu itu tidak mungkin muncul makhluk hidup baru secara tiba-tiba. Irwan NIM.S.

Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. Jika diperhatikan lebih detail. dan bunganya. kita akan mendapatkan bagian-bagan yang semakin kecil. di sebelah dalamnya ada kayu yang keras dan mengandung serat-serat yang kuat. Kumpulan dari sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan. dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi besar tubuh kita semua terdapat disekitar kita. Seperti halnya tubuh tumbuhan. Didalam tubuh hewan terdapat jaringan yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan hewan itu sendiri. Hingga suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. dan mengetahui jenis-jenis jaringan yang menyusun organ-organ yang terdapat dalam tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. jaringan yang membantu hewan terhubung dengan dunia luar. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ. Jika membandingkan struktur tumbuhan dan hewan tentunya struktur tubuh hewan jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan tubuh tumbuhan. B. C. kita akan melihat bagian-bagian utama penyusun tubuh tumbuhan seperti akar. Tujuan Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macammacam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan dan juga yang menyusun organ-organ tubuh hewan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4. Sel-sel yang membentuk jaringan sel (suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama). bahkan mungkin kita sudah mengetahui apakah sel itu sebenarnya. 1998). beberapa organ membentuk sebuah sistem organ tumbuhan dan beberapa sistem organ membentuk tumbuhan tersebut (Kartasapoetra. Namun bila kita ingin mengamati struktur tumbuhan yang lebih kompleks. Apabila kita mengamati tubuh organisme yang cukup besar. bahkan semua yang menyusun tubuh hewan dan memiliki fungsi masing-masing adalah jaringan hewan itu sendiri. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu kita akan mengetahui struktur penyusun tubuh tumbuhan dan tubuh hewan.A. Diantaranya ada jaringa yang berfungsi melapisi bagian luar hewan. Jaringan Tumbuhan Kata “sel” mungkin sudah lazim kita dengar. ada jaringan yang membuat tubuh hewan dapat bergerak. beberapa macam jaringan sel membentuk sebuah organ pada tumbuhan. daun. maka kami melakukan pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan. tubuh hewan pun terdiri atas sel yang tersusun berdasarkan struktur dan fungsinya masing-masing. Berbagai jaringan tersusun dan . ada juga jaringan yang membentuk tubuh hewan tersebut. hanya menggunakan mata kita dapat melihat bagianbagian tersebut dengan mudah dan jelas. Berdasarkan semua kegunaan jaringan ini maka manusia mempelajari lebih dalam mengenai struktur dan fungsi masding-masing jaringan. Latar Belakang Setiap hari kita sering melihat tumbuhan. Tanpa alat bantu. batang. Dengan demikian yang dimaksud dengan dengan jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama. Untuk mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tumbuhan dan organ-organ tubuh hewan. pada bagian luar tampak adanya kulit.

Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan teresebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. Jaringan xilem. Jaringan Epidermis Epidermis adalah jaringan jaringan yang bervariasi struktur dan fungsinya. dalam hal ini tiap jaringan biasanya hanya melakukan satu macam proses hidupnya. berfungsi sebagai pengangkut bahan-bahan dari daun ke tubuh. Ternyata hasil penelitian telah menampakkan adanya sejenis jaringan tertentu yang . misalnya pada korteks batang dan jaringan pembuluh muda yang sedang mengalami perkembangan. g. Menurut Muhammadiah (2004). Jaringan sklerenkim. b. c. berfungsi sebagai penyokong tubuh. Namun. ii. Jaringan sel gabus berfungsi sebagai pengganti epidermis ketika batang atau akar masih muda. berfungsi mengangkut bahan mineral dan air dari akar sampai ke daun. Meristem melanjutkan pembelahan diringan secara tidak terbatas dan akibatnya sel-sel baru terus bertambah pada tubuh tumbuhan (Muhammadiah. adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. 2004). batang. 2009). adalah meristem yang berkembang langsung dari sel embrionik dan sebab itu merupakan kesinambungan kegiatan embrio di tempat itu. semakin tinggi tingkat perkembangannya. sehingga sel yang baru senantiasa ditemukan. menyimpan cadangan makanan (pada endosterm). tempat fotosintesis (pada mesofil). Jaringan-jaringan umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang tinggi tingkat perkembangannya. Dengan batasan di atas. berfungsi mengangkut bahan-bahan dari daun ke be tubuh tumbuhan. Jaringan parenkim. Meristem skunder. bynga. Jaringan kolenkim. Jaringan floem. Adanya bahan seperti lemak. kutin pada dinding luar dan permukaannya membatasi penguapan. 2004).terorganisasi dalam bentuk organ (Tim Pengajar. membentuk daging buah. pada jaringan ini jumlah pembelahan sel terbatas. Jaringan epidermis melindungi jaringan sel disebelah dalam. Jaringan meristem yang mampu membelah terus dan membentuk sel-sel yang baru. 2. 2004). menunjukkan bahwa pada akar muda epidermis berfungsi dalam absorpsi (Muhammadiah. Jaringan Sel Gabus Dari uraian-uraian di atas kita telah mengetahui bahwa epidermis itu merupakan jaringan pelindung. sebelum tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder (Muhammadiah. daun. buah. Merupakan lapisan terluar dari akar. Meristem senantiasa mempertahankan kemampuannya untuk membelah. dan biji. semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat-alat tumbuhan yang berlainan (Kartasapoetra. 1998). contoh : a. sebagai penyokong tubuh. Pembelahan sel dapat pula terjadi pada jaringan selain meristem. iii. Menurut Kartasapoetra (1998). Epidermis rambut-rambut akar memiliki dinding yang tipis. Meristem primer. h. meristem yang ditinjau dari asalnya dibedakan atas : 1. membentuk endospermae. Pada tumbuhan uniseluller atau terdiri dari satu sel (bacteria) tentunya tidak mempunyai jaringan. d. Jaringan Meristem Meristem adalah jaringan embrional pada tubuh tumbuhan. f. e. dengan adanya jaringan-jaringan dalam tumbuhan ini berarti bahwa tumbuhan tersebut ke dalam telah ada pembagian dalam kegiatan-kegiatan proses hidupnya. i. demikian pula tumbuh-tumbuhan yang rendah tingkat perkembangannya belum mempunyai jaringan. maka kita dapat mengetahui tumbuhan yang mempunyai jaringan dan yang tidak berjaringan.

Jaringan Sklerenkim Skelerenkim dalah jaringan yang memiliki dinding skunder yang tebal. Acapkali terpisah-pisah sebagian dan ruang antara sel yang terjadi diisi gas. Karena merupakan sel hidup. Jaringan Parenkim Sel-sel parengkim tersebut luas diseluruh tubuh. 2. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. Oleh sebab itu. 2004). terdiri dari banyak serat serabut. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung (Anonim. 1992) Parenkim terdiri dari sel hidup dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan fungsinya. akar atau umbi (Kartasapoetra. sel parenkim dapat membelah meskipun telah dewasa. Jaringan Floem Floem berfungsi mengankut bahan-bahan dari bagian atas ke bagian bawah. 2004). jelasnya dari daun ke bagian organ lainnya. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. Kelompok jaringan terorganisasi ini menjadikan organ-organ pada tumbuhan. Jaringan Xilem Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air pada tumbuhan berpembuluh (Muhammadiah. panjang. Fungsinya yang sesuai tergantung pada penataan dan koordinasi yang sesuai dari jaringan yang mendirikannya (Kimbal. 1998). Biasanya jaringan ini berada di bagian tepi dari alat-alat tumbuhan. besar-besar dan berdinding tipis bisanya memiliki vakuola tengah. 1992) vi. Daerah yang tidak terkena cahaya. yang paling banyak ialah plastid tidak berwarna dan gudang makanan merupakan fungsi utama (Kimbal. iv. Sel-sel member tunjangan mekanis bagi tumbuhan. sel parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka serta regenerasi (Muhammadiah. vii. seperti batang. yang dikenal sebagai jaringan gabus (Cork tissue). Akar. terdiri dari banyak serabut otot yang mempunyai bentuk seperti gelendong. Otot polos. teristimewa pada tumbuhan yang berumur panjang yang dalam hal ini biasanya epidermis tumbuhan telah mati sebelumnya atau menjadi tidak aktif sebelum menjadi penggabusan itu. Otot lurik.sifatnya lebih kuat dari epidermis. terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan kontraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). dapat berlignin atau tidak. Jaringan Otot Jaringan otot bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh. Jaringan Hewan a. Umum dijumpai didaerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat (Kimbal. 2004). mempunyai satu inti di tengah-tengahnya. v. batang dan daun merupakan organ utama tumbuhan tingkat tinggi. Jaringan Kolenkim Sel-sel kolengkima berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jaringan gabus ini menggunakan fungsi epidermis (Kartasapoetra. Sel skelerenkim memiliki sifat yang kenyal (elastis). 1992) 5. langsing. viii. 2004). Berbagai jaringan tumbuhan itu ditata dalam pola tertentu. otot dikelompokkan menjadi : 1. Skelerenkim mempunyai fungsi utama yaitu sebagai jaringan penguat tumbuhan dan kadang-kadang juga sebagai pelindung (Muhammadiah. Dilengkapi secara meluas oleh plastid. yang masing-masing mempunyai banyak inti yang . 2009) Menurut Wulangi (1993). Di dalam sitoplasma ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang berjalan menurut panjang serabut otot (Pagarra. 1998).

batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan golongan dikotil 2. dan daun. Menggunakan pembesaran objektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian terbesar fungsi tubuh. kemudian ganti dengan pembesaran objektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. Mengambil preparat awetan jaringan akar. Menyiapkan mikroskop berdasarkan urutan tata cara penggunaan. Lap kasar dan lap halus c. 03. Preparat awetan jaringan akar. batang. Jaringan Hewan a.10 WITA b) Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Mengamati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar. dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. dan (ii) untuk mengorganisir dan mengatur.30 sd. 5. endokrin dan mental (Pagarra. 2004). Sistem saraf pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. Menggambar jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian- . Mikroskop b. Sistem saraf perifer terdiri atas kumpulakumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di seluruh tubuh. terdiri dari beberapa serabut otot bercabang-cabang membentuk anyaman (anastomosis). terutama kegiatan motoris. C. Otot jantung. preparat awetan tulang. 3. Alat dan Bahan 1. b. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil. 3. dan dengan serabut otot sebelahnya membentuk sinsitium.terletak di tepi. B. otot lurik. BAB III METODE PRAKTIKUM A. menganalisa. Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu (i) untuk mendeteksi. Jaringan Saraf Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. Jaringan Tumbuhan a. 4. Preparat awetan otot polos. 30 Oktober dan 6 November 2009 Waktu : Pukul 01. termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan. Prosedur Kerja a) Jaringan Tumbuhan 1. 2004). viseral. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a) Waktu praktikum Hari/tanggal : jumat. Mikroskop b. dan otot jantung. 2. Lap kasar dan lap halus c. preparat awetan darah dan preparat awetan tulan keras. menggunakan dan menghantarkan semua informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris.

Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 3. bentuk dan letak intinya serta arah serabutnya.c. 5. 2. Jaringan saraf 3. Menggunakan pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran objektif 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas.c. Batang Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Memperhatikan struktur dari arah luar. Jaringan penyokong 2. 4. Floem 4.a. 2.d. Mengamati preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis.b. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot. Epidermis 6.b. Xilem . 2. Empulur 2. Jaringan Darah 4. b) Jaringan Hewan 1. Hasil Pengamatan 1. Endodermis b. 1. 5. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Menggambar dan member keterangan bagian-bagian yang terlihat. Jaringan otot 5. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. 2. Mengamati preparat awetan jaringan otot polos.d. 5.c. Menggambar dan memberi keterangan. 3. neutrofil dan basofil) yang terdapat dalam darah. limfosit. Mengamati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa.bagiannya. 4. Jaringan Tumbuhan a. 1. leukosit.c. 4. Mengamati preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat.b.c.a.b. 3. 1. Xilem 3. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan.b. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat. Korteks 5. otot lurik. Mengulangi kegiatan dengan jaringan jaringan yang lainnya.a.a. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel darah (Eritrosit. dan otot jantung dengan pembesaran kuat.a. monosit. Akar Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Epidermis 2. Mengamati sel Purkinje pada preparat awetan otak kecil. Jaringan epitel 1.

Akar Dikotil (Hibiscus Sp) Keterangan : 1. Floem 4. Korteks 2. Stomata . Stomata d. Epidermis 3. Kambium 5. Xilem 5. Stomata 6. Korteks c. Daun Dikotil (Ficus elastica) Keterangan : 1. Daun Monokotil (Zea Mays) Keterangan : 1. Floem 4. Xilem 4. Parenkin 5.3. Epidermis 2. Empulur f. Korteks e. Kutikula 2. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) Keterangan : 1. Floem 3. Floem 5. Xilem 4. Epidermis 3.

Sioplasma 3. Selubung myelin 5. Otot Polos Keterangan : 1. Inti sel e. Pita gelap 4. Jaringan Epitel . Akson 6. Miofibril 4. Ujung Akson 3. Inti 3. Serabut otot 3. Selunung sel 4. Otot Jantung Keterangan : 1. Endomesium b. Otot Lurik Keterangan : 1. Simpatis 2. Jaringan saraf Keterangan : 1. Pita gelap 2. Badan sel 8. Discus intercalaris 4. Pita terang d.2. Plastida 4. Floem 2. Nukleus 2. Inti 2. Pita terang c. Dendrite 7. Jaringan Hewan a. Epidermis 3. Xilem 5.

Akar Monokotil (Zea mays) i. .Keterangan : 1. Xilem terletak di bagian tengah akar dan berfungsi untuk mengangkut garam-garam mineral. Korteks disebut juga kulit pertama karena merupakan kulit paa akar yang terdiri dari sel-sel yang berasal dari titik tumbuh primer. Pembahasan 1. LimfositA2kson B. Basofil 4. Endodermis terdiri atas selapis sel yang melingkari stele atau merupakan bagian dalam korteks yang membatasi antara korteks dan stele. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh xilem dan floem. Kanalikuli 5. Inti Sel f. Lakuna 4. Epidermis merupakan jaringan pelindung. Jaringan Tumbuhan a. iv. Jaringan tulang Keterangan : 1. Badan selAksonSelubung 3. iii. ii. v. Saluran Havers 2. Lamela 3.

banyak memiliki ruang antar sel yang di dalamnya terdapat berkas pengangkut yang berupa tulang-tulang daun. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju daun. Jaringan Hewan . iii. Fungsinya untuk melindungi lapisan sel yang letaknya lebih dalam dari kekeringan serta menjaga bentuk daun agar tetap dalam keadaan semula. Deretan stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi sebagai jalan udara masuk dan keluar daun. Batang Monokotil (Zea mays) i. Floem terletak diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis e. iii. Spons terdiri atas sel-sel yang tidak begitu kaya dengan klorofil.vi. ii. Endodermis terletak dilapisan sebelah dalam korteks berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh angkut. Epidermis merupakan jaringan pelindung yang mengalami penebalan berfungsi sebagai jalan masuk air dan garam mineral. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis. Epidermis terletak pada bagian terluar batang yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan air. Daun Monokotil (Zea Mays) i. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Epidermis pada daun dikotil terbagi atas dua. b. terdapat di permukaan atas dan bawah daun. Palisade terdiri atas sel-sel penunjang tersusun rapat dan banyak mengandung klorofi sehingga di dalamnya berlangsung prose fotosintesis. Prakambium terletak di lapisan sebelah dalam endodermis yang berfungsi untuk membentuk cadangan akar kambium gabus. v. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Epidermis terletak pada bagian terluar berfungsi sebagai zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlalu banyak. iii. Kolengkim dengan dinding selulosa yang tebal. Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. bentuk dan susunannya tidak teratur. ii. Stomata biasanya tersusun biasanya tersusun sebagai deretan lumut dan daun. Kambium terletak di antara berkas pembuluh xilem dan floem. ii. iv. Terdiri atas satu lapis sel yang bentuknya persegi empat (batu bata) yang tersusun rapat. iii. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) i. vi. Epidermis daun monokotil terdiri atas selapis sel dengan dinding tebal berlapiskan kutikula dan tidak berklorofil. tidak mengandung klorofil dan transparan. Floem berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh. iv. yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. 2. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. c. iv. ii. serta berfungsi sebagai proteksi. d. iii. v. dinding selnya tipis dan mempunyai ruang antar sel. ii. iv. Xilem berfungsi untuk mengangkut garam mineral dari akar ke daun. Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke bagian atas daun. Daun Dikotil (Ficus elastica) i. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) i. Korteks terletak di daerah epidermis dan berfungsi sebagai cadangan makanan. Xilem terletak pada bagian dalam berkas pengangkut f. vi.

Otot lurik bekerja dibawah kesadaran sehingga disebut otot volunter. b. Ciri khasnya yaitu memiliki discus interkalaris. Otot polos kontraksinya lambat. ada yang mempunyai selubung yaitu selubung mielin yang berfungsi sebagai pelindung atau isolator. suatu bangunan yang berupa lanjutan plasma dan berfungsi meneruskan impuls saraf menuju ke badan sel. 3. Nodus renvier. lidah. Setiap sel berinti banyak yang terletak di tepi sarkoplasma. Jaringan saraf terdapatdi otak. yaitu sel saraf motorik dan sel saraf sensotik. Jaringan Penyokong Beberapa macam jaringan penyokong dalam tubuh kita. Nukleus. kelopak mata. Otot polos terdapat pada alat dalam sehingga disebut juga sebagai otot visera. Ukuran serabut ototnya lebih kecil dari otot lurik. kuat tetapi cepat lelah. bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah dalam tubuh. mengandung nukleus dan nukleolus. Memiliki 1-2 inti yang terletak di tengah sarkoplasma. daun telinga. Konduktivitas adalah kemampuan jaringan saraf membawa impuls. Sel-sel saraf mempunyai kemampuan untuk bereaksi. berfungsi untuk meneruskan impuls saraf dari badan sel ke sisi lain. Bagian-bagian saraf yaitu : 1. Jaringan Otot Polos Disebut otot polos karena serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling. urat saraf tulang belakang dan saraf-saraf lainnya. Sel atau serabutnya berbentuk silindris. dan pembuluh darah. serta membentuk kulit yang membungkus tubuh. 4. selubung disusun oleh sel-sel pipih yang disebut schwann. menghantarkan. Kontraksinya tidak dibawah kesadaran (otot involunter) bersifat kuat dan berirama. Sel neuron. sehingga sarkoplasmanya (sitoplasma) tampak polos dan homogen. bibir. Jaringan Epitel Jaringan epitel dibuat darisel-sel yang memadat dan tersusun dari lapisan pipih. dan diafragma. merupakan inti yang terletak pada tengah-tengah badan sel. 7. Otot lurik biasanya melekat pada rangka. terdapat pada akson yang tidak terselubung. Jaringan Otot Jantung Otot jantung terdapat khusus pada jantung.a. d. Jaringan Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi . cukup lama dan tidak cepat lelah. 6. Ada dua macam sel saraf. misalnya lambung. Sel sechwann. Intabilitas merupakan kemampuan jaringan saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan. Sel otot polos berbentuk gelendong dengan sebuah inti pipih yang terletak di tengah sarkoplasma. c. Otot polos mempunyai pensarafan autonom artinya bekerja tidak dibawah kesadaran. f. Jaringan Otot Lurik Jaringan otot ini serabut kontraktilnya memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) berjajar teratur membentuk pita vertikal terhadap poros otot. 2. Jaringan ini digunakang untuk member kekuatan. usus. Dendrit. g. Akson. 5. Badan sel. Jaringan Saraf Tersusun atas kumpulan sel-sel saraf (neuron) yang khusus menerima. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabangcabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. e. Kontraksinya cepat. dan membebaskan rangsang dari luar atau dari dalam tubuh. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tibus.

peradangan dan alergi. Manosit. Eritrosit a. 2. b. Kartasapoetra. http://free. d. sel B dan sel pembunuh.org/. dan juga sebagai pertahanan tubuh. Anonim. jaringan parengkim. Penuntun Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. Saran 1. Di dalam terdapat bermacam-macam darah. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. Jakarta. 2. Basofil. merupakan bagian 6% dari leukosit dan berfungsi sebagai pemakan bakteri serta memakan neutrofil yang menjadi nanh. merupakan bagian dari leukosit tapi hanya 1% yang berfungsi mengtasi infeksi. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism. Jaringan yang menyusun tubuh hewan lebih kompleks. Limfosit. Eusinofil. 2. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan sehingga bahan tidak rusak. Mengandung hemoglobin yang mempunyai daya ikat oksigen maupun korbon dioksida. merupakan leukosit yang jumlahnya sekitar 25% dan terdiri dari sel T sebagai pertahanan tubuh. . 3. DAFTAR PUSTAKA Adnan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 1998. Neutrofil. jaringan penyokong. Makassar. Bima Aksara.vlsm. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. 2004.yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan ileh tubuh. diantaranya jaringan epitel. c. 2009. e. Dibentuk dalam sum-sum tulang belakang waktu embrio dibuat dilimfa dan hati. Diakses tanggal 8 November 2009. merupakan 65% dari leukosit yang dapat membunuh bakteri dengan cara fogositosit b. B. Merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Struktur Tumbuhan dan Hewan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Leukosit a. dan jaringan gabus. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan. c. Jaringan penyusun tubuh tumbuhan terbagi menjdi jaringan meristem atau jaringan muda dan jaringan dewasa yang terdiri dari epidermis. jaringan saraf dan jaringan otot. merupakan jenis leukosit yang sitoplasmanya banyak mengandung granula (lisosom) dan berfungsi menghadang parsit. A.G. diantaranya: 1. jaingan pengangkut. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah praktikum ini adalah : 1.

Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan. Makassar. Muhammadiah. . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kanalikuli : Saluran havers dan matriks mirip tempat saluran sitoplasma osteosit. Kartolo. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Tim Pengajar. Pagarra. [sunting] Jaringan pada hewan Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan. 2004. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Anatomi Tumbuhan. Setiap serabut pada otot lurik terdiri atas banyak inti yang terdapat pada bagian tepi. jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. 1992. Sel otot polos berbentuk kumparan panjang. Jawaban Pertanyaan 1. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya. Jurusan Biologi FMIPA UNM. yaitu : a. pembuluh darah. Banyaknya inti dalam setiap sel adalah satu inti yang terletak di tengah-tengah sel. Makassar. b. Otot lurik terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. Erlangga. 2004. Halifah. 1993. Lakuna : Rongga kecil yang terdapat diantara lamela havers. John W. 3. Perbedaan antara sel otot polos dan sel otot lurik serta sel otot jantung. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Wulangi. termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga. Yang dimaksud dengan : a. pernafasan. Jakarta. Makassar. Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit.Kimbal. Kumpulan serabut sel otot lurik disebut fasikulus. dan limpa. • Jaringan epitel. Otot jantung melekat pada dinding jantung. Asia. c. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah. Struktur Hewan. Fungsi otot polos yaitu memberikan gerakan diluar kehendak misalnya gerakan zat-zat sepanjang saluran pencernaan. 2. terdapat pada dinding saluran pencernaan. sebagai organ sekresi dan penyerapan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Lamela : Substansi mineral yang disimpan dalam lapisan tipis. S. Sesuai namanya. pernafasan. Otot jantung berfungsi membantu otot-otot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui dan keluar jantung. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara cepat dan kuat. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. Fungsi saluran Havers yaitu memelihara kehidupan sel-sel tulang karena berisi pembuluh darah. biologi Edisi Kelima. 4. • Jaringan pengikat. b. Jakarta. pembuluh darah dan limpa. 2009.

Asisten. Makassar. M. adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.org/wiki/Jaringan LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima.S. • Jaringan saraf. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. 061404008 Mengetahui. Dosen Penanggung Jawab Drs. • Jaringan pengangkut Komponen utama jaringan pengangkut adalah xilem dan floem. yaitu parenkim. [sunting] Jaringan pada tumbuhan Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan. Hamka L..pd. dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. Beranjak dari hal inilah manusia diharuskan untuk terus belajar dan terus belajar. semua mempunyai fungsi dan ciri masing-masing. H. http://id. Suhaedir Bachtiar S.• Jaringan otot. kolenkim dan sklerenkim. • Jaringan penyokong Jaringan penyokong meliputi tiga jaringan dasar. M. Latar Belakang Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya tidaklah ada yang sama. NIP.wikipedia. Walaupun pada satu sisi manusia memiliki kesamaan dengan hewan tetapi pada hakekatnya manusia berbeda dengan hewan begitu pun dengan tumbuhan. • Jaringan epidermis Adalah jaringan yang melapisi daun dan bagian tumbuhan yang masih muda. Mencari apa . otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. Irwan NIM. November 2009 Koordinator Asisten.

bagaimana struktur dan fungsinya masing-masing. memiliki struktur penyusun yang tentunya memiliki perbedaan dengan makhluk hidup lain. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. dan tumbuhan terdiri dari triliunan sel yang merupakan bagian terkecil. dan letak organ hewan vertebrata serta fungsi masing-masing organ tersebut. B. Seperti halnya makhluk hidup lain hewan vertebrata pada hal ini katak. warna dan letak organ. Laporan yang berjudul anatomi hewan vertebrata ini tentunya akan memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya. katak. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui bentuk. reptil. Amfibi merupakan kelas chordata yang pertama kali keluar dari air. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum mengenai organ organ utama pada hewan vertebrata (Tim Pengajar. Anatomi setiap jenis makhluk hidup mempunyai perbedaan dan juga persamaan. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru (Anonimb. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tubuh hewan terdiri dari berbagai berbagai organ tubuh. "lintah laut". serta hewan menyusui. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sel-sel ini yang kemudian saling berkaitan membentuk jaringan. Dalam percoban yang dilakukan kita mengamati anatomi hewan vertebrata dengan contoh katak sawah dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk. Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi katak sawah atau Rana cancarivora. Manusia hewan. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. atau hagfish). warna dan juga hubungan organ yang satu dengan organ lainnya. Seperti halnya dengan manusia. Makhluk hidup terdiri dari beberapa sistem organ yang berfungsi dalam setiap aktivitas. Tujuan Mahasiswa dapat mengenali bentuk. Organ-organ tersebut saling bekerja sama dengan melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ (Pagarra. 2009) Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ. akhirnya para ilmuwan berhasil mengkaji lebih jauh mengenai anatomi makhluk hidup. Mahasiswa mengetahui bagaimana organ itu bekerja selain itu mahasiswa juga mampu melihat langsung bentuk asli anatomi dari organ tubuh katak sawah. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. Anatomi makhluk hidup dapat dibagi secara garis besar yaitu anatomi tumbuhan dan anatomi hewan. warna. Hewan yang tergolong vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang yang memiliki sistem dalam tubuhnya yang lebih kompleks. 2009). Kecuali jenis-jenis ikan. Hal ini terlihat dari struktur .yang belum diketahui mengelola dan mengembangkan yang sudah ada. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. dan organ akan membentuk sistem organ. 2004). burung. C. Jaringan kemudian membentuk organ. hewan vertebrata juga memiliki organ tubuh yang hampir sama dengan manusia. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. belut jeung. Untuk anatomi hewan dapat dibedakan manjadi dua kelompok besar yaitu anatomi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan anatomi hewan tak bertulang belakang (anvertebrata). Seiring dengan berjalannya waktu. dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Organ organ yang bekerja sama dalam melekukan fungsi yang lebih tinggi disebut sistem organ.

1992) Menurut Radiopoetro (1999). Kulit mempunyai derivate-derivate berupa rambut. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. bulu. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. Perbedaan jenis makanan. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. b. kerongkongan. Sistem rangka (skelet) Fungsi utama dari sistem ini yaitu memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. dan sebagainya. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. meliputi rongga mulut. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. usus besar. sedangkan yang kerjanya berlawanan disebut antagonis. dicerna. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. kelenjar. Sistem pencernaan Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. maka katak itu akan membutuhkan energi dan oksigen yang sangat banyak untuk proses pernafasan sel. faring. Skelet apendikular. sumber vitamin dan mineral (Anonima. Bagian tengah yang menggembung membentuk gelendong disebut perut otot atau gaster. b.pada kedua fase kehidupan yaitu di air dan di darat yang menunjukkan sifat ikan dan reptil. serabut-serabut otot. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. cara mengambil makanan. sisik. Saluran pencernaan. Sistem otot Sistem otot khususnya otot rangka. Pada hewan daratan misalnya katak. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. usus halus. Pada katak terjadi evolusi dan membentuk jantung yang terdiri atas tiga ruang (Kimbal. lambung. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. Fungsi otot adalah melakukan kontraksi yang mengakibatkan terjadinya gerak atas perintah dari saraf pusat. kuku. diabsorpsi. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. kedua ujungnya melekat pada tulang. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. Sistem ini secara garis besar dibedakan atas : a. tubuh hewan vertebrata terdiri atas 10 sistem organ. Ketika katak meninggalkan fase kehidupannya di air dan memulai fase kehidupannya di darat. 2009). Bagian urat yang melekat pada tulang yang relatif tidak bergerak pada waktu kontraksi disebut origo dan ujung lainnya disebut insertion. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. 2. Sistem respirasi . 4. Sepasang otot yang saling membantu dalam bekerja disebut sinergis. antara lain : 1. Pada vertebrata. Kelenjar pencernaan. Skelet aksial. meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak. rektum dan anus. 3. 5. Sistem integumen (kulit) Sitem ini pada umumnya terdiri atas dua lapisan epidermis yaitu bagian luar yang sel-sel paling luarnya dapat menanduk. meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan dan gelang panggul dengan anggota gerak belakang. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. dan lapisan dermis bagian dalam mengandung pembuluh darah dan badan sel saraf (reseptor). memperbaiki jaringan yang rusak.

berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. hati. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Sistem endokrin Sistem ini berfungsi menghasilkan hormon yang membantu dalam sistem koordinasi. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah Seiring dengan pertumbuhan berudu. Dalam organ pernafasan ini berlangsung pertukaran gas udara yaitu pengambilan oksigen (O2) dan pembebasan karbondioksida (CO2). b. Apabila insang ini bergetar. Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Kelenjar tiroid . Sistem saraf tepi (perifer) yaitu saraf cranail dan saraf spinal serta saraf otonaomi. 2009). aves. meliputi : a. Sistem reproduksi Sistem ini berfungsi menghasilkan sel-sel kelamin dan hormon yang berkaitan dengan reproduksi. reptilia.Sistem respirasi pada hewan vertebrata ada yang berbeda yaitu pada ikan. burung. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. Sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Sistem pengeluaran (ekskresi) Sistem ini berfungsi membuang limba hasil metabolisme yang bersifat racun. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup semakin kompleks organ ekskresinya. Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. Hipofisis b. Pada ikan menggunakan ingsang sebagai organ respirasinya. 8. Organ tubuh yang mengeluarkan limba tersebut berbeda-beda. dan kulit. dan mamalia. 10. Waktu katak masih berbentuk larva. Pada vertebrata sistem peredaran darahnya tertutup yaitu dibangun oleh jantung serta pembuluh darah yaitu arteri. dan mamalia ditemukan peredaran darah rangkap. Pada hewan jantan kelenjar kelaminnya disebut testis yang menghasilkan spermatozoa. vena dan kapiler. Pada hewan betina dubangun oleh kelenjar-kelenjar kelamin betina disebut ovarium yang dilengkapi saluran telur. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. sering dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar pembantu seperti kelenjar prostate. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. paru-paru. 7. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Namun pada ikan ditemukan peredaran darah tunggal. Pada hewan vertebrata organ ekskresinya yaitu ginjal. Sistem saraf Sistem ini bersama dengan sistem sistem endokrin berfungsi mengkoordinasi tubuh hewan. sedangkan hewan-hewan vertebrata lainnya yaitu reptil. 6. kelenjar bulbo uretra dan vesikula seminalis. Sistem peredaran darah (sirkulasi) Sistem ini berfungsi untuk mengedarkan darah dan cairan limfa diseluruh tubuh. 9. Sistem saraf terdiri atas : a. Sel-sel kelamin betina (ovum) dan spermatozoa berperan dalam perkembangbiakan yang bertujuan melestarikan jenis makhluk hidup. alat respirasi utamanya adalah paru-paru. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi (Anonimb. sedangkan pada tetrapoda yaitu ampibia.

Mengamati bagian luar katak 1) Mata. B. c. Kelenjar pangkreas g. Membiarkan kapas dalam botol dan tutup rapat. kelopak dan selaput tidur 2) Lubang hidung luar 3) Timpanum (i). selaut pendengar . Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat.c.d. tutup dengan rapat. Kelenjar paratiroid d. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a.30 s. Alat bedah: 1. Jarum 4.50 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Kapas c. Sedotan limun 2. Skalpel d. Alat dan Bahan 1. 13 November 2009 Waktu : Pukul 13. Gunting 2. membasahi dengan eter/kloroform. segera pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut. Pinset 3. Kelenjar epifise e. Kelenjar adrenal f. Prosedur Kerja 1. Mematikan Katak Mengambil segumpal kapas (sebesar ruas empu jari tangan). Botol pembunuh b. Pengamatan Luar a. Baki bedah c. lalu memasukkannya ke dalam kotak pembunuh. Kelenjar kelamin BAB III METODE PRAKTIKUM A. b. 15. Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan meletakkan di atas baki bedah. Katak sawah (Rana cancarivora) b. Kloroform/eter pembius C. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Biarkan sampai katak mati.

ada berapa lobus. sehingga rongga mulut terbuka. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam celah otot perut dan mulai menggunting ke arah kepala sampai bawah rahang. Lengan atas (branchium) b. sehingga tidak mudah goyang. Pengamatan Sistem Pencernaan a. Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan. Arah kepala dari hati. iii. c. Membalik ke celah tadi. Menjepit pingset otot perut di samping linea alba. menggunting melintang di bawah pingset. Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha. b. b. Memperhatikan bagian tengah otot perut. Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung scalpel sampai pecah. Pengamatan Sistem Peredaran Darah a. sehingga kulit perut bisa tersingkap. sehingga terbentuk celah pada kulit perut. Jari-jari berselaput renang 7) Kloaka (menentukan letaknya). c. tampak jantung dalam selaput b. Hanya pada tmpat tertentu kulit melekat pada otot. Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan. Betis (crus) c. 8) Menggambar arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut di atas. mengamati bentuk dan bagian: i. Mengamati bentuk gigi. Dengan pingset menarik lidah keluar. Hati sebelah kanan. Lengan bawah (ante branchium) c. Melanjutkan pengamatan rongga perut yang berisi jeroan. e. memasukkan ujung gunting yang tumpul dan guntinglah kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk. Telapak (manus) 6) Tungkai belakang : a. mengamati bentuk dan perletakanya (mencatatnya). dan menggunting melintang. 3. d. Lambung di sebelah kiri hati. sehingga membentuk celah. Telapak bersatu (pes) d. Rektum yang belok ke kloaka. Runut terus usus halus sampa usus tebal.4) Celah mulut 5) Tungkai depan : a. Perahatikan pertemuannya. f. Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. Bilik (ventrikel) ii. Memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin. iv. Memeriksa perlekatan kulit pada jaringan otot. menggunting ke arah pangkal kedua paha. mengangkat sedikit. 4. mengangkat sedikit dan akan tampak duodenum dan pangkreas. meraba dengan jari gelig pada rahang atas dan gigi former pada langit-langit. Dengan pingset menjepit membujur kulit bagian perut dekat paha. g. ii. Paha (femur) b. Tampak garis putih membujur sepanjang otot perut (disebut linea alba). Serambi (atrium) kiri dan kanan . Membuka celah mulut dengan skalpel dan pinset. 2. sehingga terbentuk semacam kantong (saccus). Mengamati bentuk dan warna: i. Melalui celah itu. Pembedahan a.

Tympanium (Membran timpani) 6. testis terletak di sebelah atas ginjal. Bentuk Luar Tubuh Keterangan : 1. Pada katak jantang ureter ini disebut juga ductus urospermatius. 5. Ante Branchium (Lengan Bawah) 8. Membuat gambar bagan sistem pernafasan katak. Organ Visual 3. tersembul bagian paru-paru. Hasil Pengamatan 1. Branchium (Lengan atas) 9. Dengan sedotan limun yang ujungnya dimasukkan kedalam lubang pangkal tenggorok (membuka mulut). b. Membuat gambar bagian sistem urogenitalia katak. Melepaskan jantung dengan guntin. Jari-jari berselaput renang 13. Pengamatan Sitem Ekskresi dan Reproduksi (Urogenitalia) a. Manus (Telapak) 7. e. Hepar (Hati) . memulai dari lambung sampai pada rectum. Linela alba 2. Cor (Jantung) 2. Mengangkat sedikit ovarium. menggembung paru-paru. ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. pembuluh darah pada paru-paru. 6. Nares (Lubang Hidung) 2. Akan tampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut. c. Anatomi Keterangan : 1. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. d. Kloaka 14.iii. Pengamatan Sistem Pernafasan a. Selaput tidur 4. b. Memberi nama bagian-bagiannya. d.bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjalmelalui vas efferensia. Melepaskan organ-organ pencernaan. c. Crus (Betis) 11. bermuara pada kloaka sedang ujungnya berupa corong (ostium) ada di detak jantung. serta masentrium (jaringan ikat) yang memegangnya. Pembuluh nadi utama (trunkus ateriosus) yang keluar dari ventrikel kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan). Pada katak betian. sehinga tampak batang tenggorok (trakea). Pes (Telapak Berselaput) 12. Digiti (Jari) 5. c. Memperhatikan bagian sebelah kanan dan sebelah kiri lambung. Mengamati bentuk dan warna paru-paru. meniup pangkalnya perlahan. Menggambar bagian jantung dan memberi nama begian tersebut di atas. akan tampak oviduk berupa saluran berkelok-kelok putih. Femur (Paha) 10.

Bronkus 2. Intestinium crasum (Usus Besar) 10. Empedu 11. Sistem Respirasi Keterangan 1. Atrium sinister 2. Kloaka 6. Empedu 10. Pulmo (paru-paru) 3. Hepar (hati) 4. Duodenum 3. Bronkiolus 4. Vena cava anterior 5. Ventriculus (lambung) 2. Sistem Dygestoria Keterangan : 1. Pulmo (Paru-paru) 4. Atrium Dexter 5. Ren (Ginjal) 6. Rektum 5. Kloaka 7. Illeum 7. Intestinium tenue (Usus halus) 9. Pulmo sinister 3. Sistem Urogenitalia katak betina Keterangan : 1. Sistem Sirkulasi Keterangan 1. Ventrikel 3.3. Ostium tuba 2. Pankreas 9. Uterus 5. Uretra 8. Badan lemak 3. Jejenum 8. Pilorus 4. Aorta 6. Pulmo dexter 6. Vena cava posterior 4. Oviduk 4. Kloaka . Ventriculus (Lambung) 5.

6. Rektum 8. Pembahasan Katak adalah salah satu contoh binatang amphibi yang merupakan hewan vertebrata yang dalam perkembangan hidupnya mengalami metamorfosis. Mandibula (Rahang Bawah) 7. f. Kloaka 4. anatomi katak yang diamati pada percobaan tersebut. d. Uretra 5. Dua buah mata dan kelopak mata. Sistem Urogenitalia katak Jantan Keterangan : 1. Lingua (lidah) 8. selaput tidurnya terdapat di antara bola mata dan kelopak mata. Geligi kerucut (Vormer Dent) 3. Maksila (Rahang atas) 2. c. b.. Gladula adrenalis 8. Ureter 9. Badan Lemak 2. Rawan Aritenoid 6. Keadaan Luar Katak Katak memiliki : a. Kantung suara 9. Mata (Orbita) 4. Celah glottis 5. Pallatum (langi-langit) B. Ren 11. kelenjar kelamin dan anus. Glandula Adrenal 10. memiliki kaki sebanyak lima ruas dan berselaput renang. Saluran Urospermatika 3. telapaknya bersatu. Permukaan kulitnya halus dan agak licin dan berwarna-warni karena adanya butir-butir . antara lain : 10. g. Lubang hidungnya ada dua dan berukuran kecil. Tympanum (selaput pendengar) ada dua di samping kiri dan kanan yang tidak jauh dari mata. Pada tungkai depan. Uretra 7. Testis 8. Ovarium 7. jari-jarinya berjumlah empat ruas dan tidak berselaput. Kloaka terdapat di bagian belakang dan berfungsi sebagai lubang pelepasan dari saluran ginjal. Ren 7. e. Pada tungkai berlakang. Anatomi Mulut Katak Keterangan: 1. Rektum 6. Dimana. Dimana..

Di dalamnya makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi. Kulit Pernafasan dengan kulit berlangsung efektif baik di darat maupun di air. d. Dinding kantong yang tipis ini banyak dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. di dalam kapiler kulit. 12. Setelah mejadi katak. darah membebaskan CO2 ke udara dan mengikat oksigen dari udara bebas yang akan diangkut oleh pembuluh darah vena pulmokutanea ke jantung untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan. yaitu cabang dari pembuluh nadi paru-paru kulit (arteria pulmokutanea) yang menyangkut darah kotor atau kaya CO2. Lidahnya (lingua) bercabang dan terletak pada rahang bawah bagian depan. c. usus lambung a. lembab dan kaya kapiler darah. Akhirnya oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke sel-sel tubuh. 14. Selaput rongga mulut Selaput ini juga digunakan untuk memasukkan oksigen yang terkandung di udara. Warnanya merah kecoklatan. Paru-paru katak berhubungan dengan bronkus. dalam usus makanan yang sudah lumat sari-sarinya diserap oleh pembuluh kapiler darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Dan pada bagian tengah otot perutnya terdapat garis putih membujur sepanjang otot perut yang disebut linea alba. sedangkan pada bagian perut tidak terjadi perlekatan kulit pada otot. b. ada di kanan dan di kiri. Kelenjar ludah yang berfungsi membantu menelan makanan. Berfungsi untuk menangkap mangsa. 3). Usus (intestium). terdiri dari : 1). Gigi tersebut dapat tumbuh kembali apabila mengalami tangal. Fungsi ginjal adalah menyaring darah. 2). selanjutnya dengan perantara celah tekak atau glotis dihubungkan dengan rongga mulut. sedangkan sisanya dibuang melalui kloaka. Kerongkangan (esofagus). Paru-paru (pulmo) Paru-paru katak berupa sepasang kantong tipis dan elastis. Perlekatan kulit hanya terjadi pada tungkai belakang dan tungkai depan. Gigi hanya terdapat pada rahang atas (gigi geligi) dan pada langit-langit (gigi vumer). Sistem urogenetalia Alat ekskresinya berupa sepasang ginjal dari kiri dan kanan. sehingga memperluas permukaan. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tunggal. Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih. terdapat di sebelah kiri dan di belakangnya terdapat duodenum dan pangkreas. garam-garam yang berlebih. Sistem dygestoria katak dimulai dari rongga mulut kloaka. Rongga mulut. Kulit katak tipis. b. Lambung (ventriculum). bentuknya memanjang dari depan ke belakang. jantungnya terdiri atas tiga ruang yaitu dua serambi dan satu bilik. Ditambah dengan hati dan pankreas. . c. zat-zat sisa seperti urine. 13. jantungnya terdiri atas dua ruang yaitu satu serambi dan satu bilik. air yang lebih akan diserapnya dan dikeluarkan.pigmen dan sel pigmen atau kromotovora. Dan di atas atrium terdapat percabangan yang disebut aorta. Dimana letak serambi (antrium) di atas ventrikel dan terbagi dua. pada rongga mulut berdifusi melalui selaput rongga mulut. Sistem respirasi a. permukaan dalam dindingnya mempunyai banyak lipatan. Sistem sirkulasi Pada fase berudu. pada katak merupakan saluran pendek menuju ke lambung.  kerongkongan 11.

http://www. Makassar. Erlangga. lengan atas. sistem reproduksi. Pagarra.com/. Biologi Universitas. telapak bersatu. 2009. telapak tangan dan digiti. paha. 3. lubang hidung. jari-jari berselaput renang. dan kloaka. pelupuk mata dan selaput tidur. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. Pada katak betina terdapat sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. DAFTAR PUSTAKA Anonima. betis. Radiopoetro . Dan memberikan penjelasan tentang apa-apa yang diamati. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat praktikum agar alat-alat praktikum tidak cepat rusak dan juga agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. . selaput pendengar. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. Sistem Pernafasan Vertebrata. 2004.poetoegaul. Pada masa kawin sepasang katak akan ampleksus (katak jantan menempel pada punggung katak betina. Kesimpulan Bagian-bagian katak yang tampak dari luar adalah mata. 1992. Tim Pengajar. Katak jantan memiliki sepasang testis yang terdapat diatas ren. Zoologi. Diakses tanggal 19 November 2009. 1999.Kantong kemih ini berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. sistem sirkulasi.com/. http://www. 2. Halifah. Struktur Hewan. 1. lengan bawah. Diakses tanggal 19 November 2009. Bagian belakang ovarium terdapat oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih yang bermuara pada kloaka sedang ujungnya burupa corong yang berada di dekat jantung. Seri Pembelajaran Struktur Hewan. 2. 2009.google. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kimbal. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik seperti gunting yang sudah kurang tajam. sperma akan melalui saluran fasa deferensia menuju ke kloaka. Muara saluran urine. Pembuahan katak bersifat ovivar (bertelur). Anonimb. Jurusan Biologi FMIPA UNM. saluran kelamin dan saluran pencernaan akan menyatu di kloaka. diantaranya sistem pencernaan. W. Jakarta. Katak memiliki berbagai macam sistem organ. Saran 1. sistem ekskresi B. sistem respirasi. Jakarta: Erlangga. Testis berfungsi menghasilkan spermatozoa. Pembuahannya berlangsung di luar tubuh (fertilisasi eksternal) tetapi katak tidak mempunyai alat kelamin luar. 2009.

b) Eksresi. "lintah laut". belut jeung. 2. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ini adalah : a) Intern b) Ekstern 3. serta hewan menyusui. atau hagfish). Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. 6. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. SISTEM PERNAPASAN VERTEBRATA Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. c) Guanfora mengandung kristal guanin yang menyebabkan warna biru. tetapi termasuk dalam sistem pencernaan karena pada hati dan pankreas terdapat enzim yang dapat melumatkan makanan sehingga dapat dicerna oleh usus halus. yaitu katak muda hidup di dalam air dan katak dewasa hidup di darat. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. Pada katak terjadi vertilisasi eksternal karena pada katak pembuahan terjadi di luar tubuh. burung. Katak digolongkan kedalam kelas amphibi karena katak dapat hidup di dua tempat. 5. . berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. b) Melanfora mengandung pigmen melanin menyebabkan warna coklat dan hitam. maka udara didalam paru-paru yang banyak mengandung karbondioksida keluar melalui koana. Pangkal lidah katak melekat pada ujung crinial dari rahang bawah.Makassar. Waktu katak masih berbentuk larva. reptil. 7. Kecuali jenis-jenis ikan. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. 4. apabila rongga mulut mengecil. Jawaban Pertanyaan 1. Warna kulit katak berubah-ubah karena katak mempunyai kromatophor (sel pigmen) yang terdiri atas : a) Xantopras mengandung pigmen kuning. Katak tidak dapat melakukan pernafasan perut karena katak tidak terdapat tulang rusuk dan sekat rongga dan mekanisme pernafasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. Hati dan pankreas bukan merupakan saluran pencernaan. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem Pernapasan Pada Katak Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. apabila rongga mulut mengecil maka udara masuk ke celah-celah terbuka menuju ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas sehingga oksigen di ikat oleh darah yang ada didalam kapiler dinding paru-paru. Cara katak menarik dan mengeluarkan nafas adalah : a) Inspirasi. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru a. manfaat nya adalah agar lidah katak cepat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsanya. katak. Darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika meninggalkan jantung karena hanya memiliki satu ventrikel (bilik) sehingga darah dari tubuh yang akan keluar melalui aorta bercampur.

faring.pd. lambung. usus besar. sumber vitamin dan mineral LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. b. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. Asisten. Suhaedir Bachtiar. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan.Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Desember 2009 Koordinator Asisten. Saluran pencernaan. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. cara mengambil makanan. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. usus halus. Mustaina Basir NIM. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. rektum dan anus. Perbedaan jenis makanan. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. diabsorpsi. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. Seiring dengan pertumbuhan berudu. Kelenjar pencernaan. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. Apabila insang ini bergetar. 061404016 . memperbaiki jaringan yang rusak. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. kerongkongan. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. Pada hewan daratan misalnya katak. meliputi rongga mulut.S. Pada vertebrata. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. STRUKTUR HEWAN Katak memiliki organ pencernaan. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. dicerna. Makassar. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh.

C. maka kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh pH terhadap aktivitas enzim. namun enzim bila dalam reaksi tersebut ditambahkan enzim maka reaksi tersebut akan berjalan dengan cepat. Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27 oC (suhu ruangan). Karena hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat. Oleh karena enzim berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui cara kerja suatu enzim dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali. padahal kita setiap saat harus beraktivitas. misalnya di dalam tubuh hewan berdarah panas. yang dimana diambil pH faktor yang diamati. Enzim sangat penting dan berpengaruh dalam tubuh makhluk hidup. Lalu apa yang akan kita gunakan nantinya jika proses pembuatannya lambat sedangkan keperluan kita begitu besar. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Enzim memegang peranan yang sangat penting dalam reaksi metabolisme dalam tubuh. Respirasi. maka dari itu dibutuhkan biokatalisator untuk mempercepat pembentukan energy. selama enzim tersebut tidak rusak. maka jumlahnya tidak perlu banyak. Hampir semua enzim dalam tubuh merupakan protein. NIP. berpikir dan kegiatan lainnya membutuhkan energi.S. yaitu suhu. bergerak. B. Reaksi reaksi kimia kompleks dalam tubuh akan berlangsung sangat sangat lambat jika tanpa enzim. pH. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan sangat lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. Latar Belakang Dalam menjalani kehidupannya manusia bekerja membutuhkan energi. M. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. dan penghambat (inhibitor). Suatu reaksi kimia dapat terjadi dalam tubuh sanagat lambat didalam tubuh. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. H. Atau pada suhu 39 oC.. Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi reaksi-reaksi kimia. Hamka L. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kerja enzim. Dosen Penanggung Jawab Drs. Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. maka apa yang akan terjadi dengan tubuh kita. hasil akhir. Namun tekadang proses pembenukan energi ini lambat dalam bekerja. Sebagai contoh reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa yang merupakan sumber energi utama kita berlangsung lama.Mengetahui. misalnya pada tubuh tumbuhan.

Dewasa ini telah banyak ditemukan berbagai enzim dalam makhluk hidup. tripsinogen harus diaktifkan terlebih dahulu oleh enterokinase (suatu aktivator yang dihasilkan oleh dinding usus halus) manjadi tripsin yang kemudian dapat melakukan pemecahan protein (Janice. mudah rusak. Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim (Lehninger. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Salah satu enzim yang terdapat dalam tubuh adalah milase. 2009). Biokatalisator. seorang ahli bernama Sumner berhasil memisahkan suatu enzim dalam bentuk kristal. sebagai contoh. 2003). karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Thermolabil. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. 3. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Sebagai contoh. seng. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. Enzim adalah biokatalisator yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. berbagai enzim dibentuk dalam keadaan tidak aktif and diberi nama zimogen. atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. maka proses-proses tersebut berjalan lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. 2003). Enzim tersebut dapat menghidrolisis amilum menjadi gula (Tim Pengajar. tembaga. 2. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa (Anonima. yaitu enzim urease yang diperolehnya dari biji polongan (Lehninger. maltase. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas. Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupamolekul-molekul besar. Menurut Anonimb (2009). 2009). Menurut Kuhne seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi dalam tahun 1878 enzim berasal dari kata in+zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh suatu aktivator sehingga fungsional. Sebagian besar enzim bekerja secara khas.Enzim dapat ditemukan baik pada hewan maupun pada tumbuhan. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). Nama lain dari amylase adalah diastase. 1982). Dapat diketahui pula bahwa banyak enzim yang terdiri atas bagian yang berupa protein dan bagian yang lain yang bukan protein. 1982). 4. Di dalam tubuh makhluk hidup. Zat tersebut dikenal dengan nama fermen atau enzim (Janice. Bagian tersebut dinamakan Apoenzim dan bagianyang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik. Bila zat ini tidak ada. 6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. meskipun ada juga yang . Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. biasanya berupa logam seperti besi. 5. sebagai biokatalisator. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Kebanyakan enzim ini terdapat dalam protoplasma dan sedikit beraa dalam dinding sel atau vakuola. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Pada tahun 1962. contoh ektoenzim: amilase. pada sistem pencernaan. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap.

7. tempat aktif itu bukanlah suatu tempat penerima yang kaku bagi substrat tersebu. keasaman. Agar dapt melakukan tugasnya. tetapi ikatan hydrogen. Fe+. Banyak enzim tidak akan bekerja tanpa adanya suatu zat nonprotein tambahan yang disebut kofaktor. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Koenzim dapat terikat erat (ikatan kovalen) pada bagian protein dari enzim sebagai gugus prostetik. Lainnya dapat terikat secarta longgar atau malah hanya sementara pada waktu enzim tersebut melaksanakan fungsi kualitatifnya (Kimball. 1992). contoh : lipase. K+. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor (Anonima. Kecocokan terinduksi ini akan membaw gugus kikiawi tempat aktif itu keposisi yang meningkatkan kemampiannya untuk mengkatalisis reaksi kimiawi (Campbel. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. 2009). Ketika substrat memasuki tempat akti. suatu enzim harus menyatu biarpun hanya sebentar.30 s. mak enzim akan terinduksi untuk mengubah bentuknya sedikit sehingga tempat aktif akn lebih pas mengelilingi substrat itu. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. Di luar suhu atau pH yang sesuai.d.mengkatalisis reaksi dua arah. 8. Ikatan ion dan daya tarik antara gugus hidrofobik dari dua molekul itu akan secara sendiri-sendiri atau bersama mengikat substrat pada enzim. enzim bersifat spesifik. suhu. Kecocokan terinduksi (induced fit) ini miripdengan jabtan tangan yang sangat erat. atau Na++. Bekerjanya spesifik . Kedua molekul harus sangat berdekatan dan meliputi suatu area yang cukup luas agar sejumlah daya tarik yang lemah ini dapat beroprasi. Pada umumnya daya yang mengikat enzim dengan substratnya bukan ikatan kovalen. Namun demikian. Atau kofaktor dapat berupa suatu molekul organic kecil yang disebut koenzim. agar ikatan antara substrat dan enzim cukup kuat. Kofaktor dapt berupa suatu ion metal seperti Zn++ (suatu kofaktor karbonat anhidrase). dengan paling sedikit satu dari zat yang bereaksi. 20 Desember 2009 Waktu : Pukul 01. Cu++. Karena itu. Jadi molekul substrat harus cocok dengan suatu permukaan komplementer molekul enzim seperti sebuah kunci dengan lubang kunci (Kimball. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. Mg++. Mn++. B. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. Kebanyakan dari interaksi ini bersifat lemah. BAB III METODE PRAKTIKUM A. 15. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Terutama jika atom-atom yang bersangkutan tidak berada didalam jarak yang amat dekat. 2000). 1992).10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Kekhususan suatu enzim berhubungan dengan adanya kesesuaian antara bentuk tempat aktifnya dengan bentuk substratnya. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. kofaktor dan inhibitor. Alat dan Bahan . terutama adalah substrat. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali.

kemudian dipanaskan selama beberapa menit. Pipet f. Larutan fehling A dan B d. b. dan selanjutnya diperlakukan sama seperti no. kemudian mencatat warnanya. c. Tabung V ditambahkn 1-2 tetes larutan Fehling A dan B. 5. Kertas saring i. 6. Larutan NaOH g. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a. Panaskan ke3 tabung. mengecek pH dan mencatatnya. Pada tabung IV ditambahkan 1-2 tetes larutan JKJ. Tabung reaksi besar 5 buah d. Stopwatch 2. Lampu spiritus h. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . Mortar dan pistilium c. 3. mengecek pH dan mencatatnya. Ke3 tabung reaksi diberi label a. kemudian membuat tabel dan menyimpulkannya. Larutan HCl f. Tabung a setelah 10 menit ditambah larutan Fehling A dan B. 3. 4. tabung 4 sampai 6 dikelompokkan menjadi tabung II. tabung 10 menjadi Tabung IV dan tabung ke 11 di jadikan Tabung V. Centrifuge dan tabung centrifuge b. mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatatnya. Tabung b setelah 10 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Pada seluruh tabung I dimasukkan ekstrak kecambah (supernatan). Menyiapkan 11 buah tabung reaksi dan mengisikan ke dalam masing masing tabung tersebut 1 ml larutan amilum.1. Tabung reaksi kecil 9 buah e. Kertas lakmus (kertas pH) h. Gelas ukur i. 2. Pada tabung II ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Larutan amilum c. Tabung c setelah 15 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Larutan JKJ e. 2. Membandingkan warna yang terjadi pada tabung I – V. Kemudian cek pH nya. dan selanjutya diperlakukan sama seperti no. Kemudian menambah 1-2 tetes HCl encer. Rak tabung reaksi g. mencatat warnanya. 2. tabung 7 sampai 9 di kelompokkan mejadi Tabung III. mengecek pH dan mencatatnya. Tabung kemudian dikelompokkan menjadi lima bagian. Kecambah kacang hijau b. Tabung 1 sampai 3 dikelompokkan menjadi tabung I. Kemudian menambahkan 1-2 tetes larutan NaOH. Pada tabung III ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Prosedur Kerja 1. Aquades C.

b dan c. setelah 15 menit dipanaskan. Tabung III Pada tabung ini. diisi larutan amilum sebanyak 1 ml ke 3 buah tabung reaksi yang diberi label a. Setelah itu ditambahkan pula 1 – 2 tetes larutan HCl 10%. Tabung II Pada tabung ini diisi amilum kemudian ditambahkan ekstrak kecambah.A. Tabung b. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda hijau muda kekuningan ++. dan ternyata berubah warna dari biru muda menjadi Hijau Kekuningan . diisi amilum kemudian ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah lalu ditambahkan pula 1-2 tetes larutan NaOH 1%. larutan tersebut dalam suasana basa. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Kemudian larutan diberi label a. Setelah 5 menit tabung a ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Setelah itu. dan mengalami perubahan warna hijau muda kekuningan +++. setelah 15 menit larutan berubah sama seperti tabung b yaitu hijau muda. 3. setelah 10 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. larutan yang semula berwarna biru muda berubah menjadi hijau muda kekuningan +. kemudian dipanaskan. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan fehling A dan B kemudian dipanaskan. Hal ini menandakan bahwa enzim pada tabung b bekerja lebih baik dibandingkan dengan tabung a. kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. Pada tabung c. b dan c. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi hijau muda Setelah itu tabung c juga diperlakukan seperti tabung a. b dan c. larutan berada dalam suasana asam. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Biru Kehijauan. berarti enzim tidak bekerja maksimal. Setelah itu diukur pH-nya dan ternyata pH yang diperoleh adalah 6. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase pada supernatan telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Pembahasan 1. Setelah itu. 2. Hal ini juga mengindikasikan bahawa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Kemudian tabung b diperlakukan seperti tabung a setelah 10 menit. Tabung I Pada tabung ini. Setelah itu. Hal ini menandakan bahwa ezim pada supernatan yang ditambahkan belum bekerja secara maksimal dalam mengubah amilum menjadi glukosa. masing masing tabung diberi label a. Hasil Pengamatan Tabung pH Warna Awal Akhir Awal Akhir I a 6 5 Biru Muda Biru Kehijauan b 6 5 Biru Muda Hijau Muda c 6 5 Biru Muda Hijau Muda II a 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan ++ b 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan +++ c 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan + III a 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan ++ b 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan + c 6 10 Biru Muda Hijau Kebiruan IV 6 Putih Biru Kehitaman V 6 Biru Muda Biru Muda Bening B.

Pada tabung I. b.++. Menurut teori perubahan warna yang terjadi jika enzim telah bekerja adalah dari putih keruh menjadi orange. Hal ini menandakan enzim pada ekstrak kecambah telah bekerja secara maksimal dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. II. pH sangat berpengaruh terhadap kerja suatu enzim. sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya. Setelah itu dipanaskan selama 2 menit larutan berubah warna dari biru muda menjadi biru muda bening. walaupun terjadi perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. c. Hal ini menandakan bahwa amilum tidak mengandung glukosa. 2. Alat-alat yang digunakan mungkin tidak terlalu bersih sehingga terjadi pencampuran zat. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Tabung b setelah 10 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. DAFTAR PUSTAKA Anonyma. 4. 2009. ditambahkan 1-2 tetes fehling A dan B dan larutan menjadi biru muda. Tabung V Pada tabung ini yang berisi amilum. Diakses tanggal 2 Desember 2009. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda berubah menjadi Hijau Kekuningan +. Dari pencampuran zat inilah menyebabkan terjadinya perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Pada tabung IV dan V digunakan sebagai kontrol terhadap perubahan warna yang terjadi pada tabung I. dan terjadi perubahan warna dari putih menjadi biru kehitaman. Kekurang telitian saat penghitungan waktu. Agar dalam melakukan percobaan tidak mengalami kegagalan. Agar dalam melakukan percobaan mahasiswa harus memperhatikan setiap alat-alat yang digunakan harus bersih dari zat-zat kimia. http://id. Sebaiknya laboratorium memperhatikan alat-alat yang akan digunakan oleh praktikan. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah. Karena perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim. Saran 1. B. dan III.wikipedia. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa.org/Wiki/Enzim. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Hijau kekuningan. Tabung c setelah 15 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. Bahwa. 3. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Dengan adanya perubahan warna tersebut menandakan bahwa enzim amilum pada setiap tabung telah bekerja. Hal ini menandakan bahwa larutan ini mengandung amilum. Suhunya mungkin tidak sesuai dengan suhu optimum dimana enzim bekerja. perubahan warna ini juga dapat diartikan bahwa enzim telah bekerja dalam larutan tersebut. Namun perubahan warna yang terjadi pada percobaan ini tidak sesuai dengan teori. antara lain : a. Tabung IV Pada tabung ini yang berisi amilum yang ditambahkan 1-2 tetes JKJ. dan III terjadi perubahan warna. Perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung menandakan bahwa enzim pada setiap tabung tersebut bekerja. . II. 5. Enzim. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung.

Ekstrak enzim dari biji kecambah dicentrifuge agar dapat memisahkan antara ekstrak kecambah dengan endapan kecambah. Jakarta. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. dan cabang-cabang ilmu pertanian. Maggy Thena. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. 2.Anonymb. Enzim Model Komputer enzim nukleusiada purin fosforilase Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Kimball. Jawaban Pertanyaan 1. Makassar. Ganesa Exact. Tim Pengajar. Erlanga. Biologi Tesis. 2009. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah.org/. keasaman. Biologi Jjilid 1. Campbel. Guna larutan fehling A dan B yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa yang terkandung pada ekstrak kecambah yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Hal-Ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimonoligi. Dasar-dasar Biokimia. enzimonologi tidak dipelajari tersendiri sebagi satu jurusan tersendiri tetapai sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. A. Erlangga. Hal ini akan menyebabkan enzim . 2000. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. 1982. Sebagai contoh. ilmu panagan. Molekul yang Terlibat Dalam Metabolisme. 1992. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Wijaya. Enzimonologi terutama dipelajari dalam Kedokteran. Dalam dunia pendidikan tinggi. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia.L. kofaktor dan inhibitor. Erlangga. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. 2003.vlsm. Janice. Diakses tanggal 2 Desember 2009. Biologi Dasar. Lehninger. N. teknologi pengolahan pangan. terutama adalah substrat. D. Di luar suhu atau pH yang sesuai. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Biologi Edisi Kelima Jilid I. 2009. http://bebas. Jakarta. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Jakarta. Guna larutan JKJ yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa dan karbohidrat pada ekstrak kecambah. suhu. Bandung. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor.

1.S. 6. 8. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Makassar. 7. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah. 4. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. mudah rusak. contoh : lipase. Asisten. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). 5. enzim bersifat spesifik. M.S. Mustaina Basir NIM. Suhaedir Bachtiar. Thermolabil. maltase. Dosen Penanggung Jawab Drs. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. Hamka L. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. 061404016 Mengetahui.kehilangan fungsinya sama sekali. Biokatalisator. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. Molekul Yang Terlibat DAlam Metabolisme Sifat-sifat enzim Enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. H. Dasember 2009 Koordinator Asisten. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. contoh ektoenzim: amilase. sebagai biokatalisator. 196212311987021005 .. Bekerjanya spesifik . LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Respirasi” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. 3.pd. 2. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. NIP.

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis dan berat tubuh makhluk hidup terhadap kebutuhan oksigennya. yaitu suatu reaksi kimia antara sari-sari makanan dengan oksigen. C. Tujuan 1. mencari makanan. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan persenyawaan kimia untuk berbagai keperluan hidupnya. Membandingkan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya. Untuk dapat melakukan semua kegiatan manusia memerlukan energi Semua makhluk hidup memerlukan energi. Pada hakekatnya reduksi asam piruvat menjadi asam laktat (atau etanol dan CO2) adalah proses anabolic yang memerlukan energy. Darimana energi diperoleh? Sumber energi utama bagi makhluk hidup di bumi adalah matahari. Kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi setiap makhluk hidup berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran berat tubuh makhluk hidup tersebut. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Respirasi atau pernafasan adalah pembebasan energi dari sari-sari makanan di dalam sel-sel tubuh. Pembebasan energi tersebut melalui proses oksidasi biologi. mengajar dan lain-lain. Respirasi adalah proses pengikatan oksigen (O2) dan pelepasan karbondioksida (CO2) untuk menguraikan bahan makanan untuk menghasilkan energi. Metabolisme dapat dibedakan menjadi dua macam. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui kebutuhan oksigen suatu organisme untuk melakukan respirasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi. Sebagian . yaitu reaksi penyusunan (anabolisme) dan reaksi penguraian (katabolisme). maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul respirasi. Salah satu car yang dipakai oleh sel untuk memanfaatkan asam piruvat adalah sebagai bahan baku respirasi sel. baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. Selanjutnya energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan berpindah kemakhluk hidup lain pada saat tumbuhan dimakan oleh makhluk hidup tersebut. Bekerja tidak hanya dalm hal itu. B. belajar. Ada yang kuliah. Tanpa energi semua proses kehidupan akan terhenti. mengeluarkan sisa-sisa makanan. Energi itu digunakan untuk tumbuh. dan reproduksi. Proses ini dikenal dengan metabolisme. menanggapi rangsangan. Salah satu contoh dari metabolisme adalah respirasi. seseorang yang dalam keadaan berbaring juga melakukan kerja. 2. Membuktikan bahwa organisme hidup membutuhkan oksigen untuk respirasinya. energi yang dibebasjkan digunakan untuk peoses hidup lainnya seperti sintesis protein dan pertumbuhan (Jenice. Latar Belakang Setiap hari manusia bergerak dan melakukan aktivitasnya masing-masing. bergerak. Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh. Asam piruvat berfubgsi sebagai ekseptor electron yang telah dipisahkan dari PGAL. 2003). maka proses tersebut merupakan proses penyimpangan energy. Energi matahari ditangkap tumbuhan dan diubah menjadi persenyawaan kimia. Asam laktat mengandung lebih banyak energy dari pada asam piruvat. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam.BAB I PENDAHULUAN A.

4. Dari reaksi di atas tampak jelas bahwa dalam pernafasan akan dihasilkan gas CO2 dan H2O serta energi. Oksigen dan sari-sari makanan masuk ke dalam sel-sel tubuh kemudian terjadilah proses oksidasi (pembakaran) yang membebaskan energi dan menghasilkan karbondioksida (CO2) serta air (H2O) (Goldsten. Proses oksidasi selain membebaskan energi juga akan menghasilkan karbondioksida dan air. 2009). maka persamaan reaksi kimianya adalah : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi Adapun energi yang dihasilkan dalam reaksi kimia di atas sebesar 675 kalori. Respirasi yang terjadi di dalam sel dikenal dengan nama respirasi jaringan. tumbuhan juga bernafas. Dibandingkan dengan pernafasan aerob. Setiap tahap dalam respirasi melibatkan enzim dan pada beberapa tahap terjadi pembebasan energi. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan (Anonim. Energi yang terjadi dalam proses respirasi tersebut dipindahkan ke molekul lain dan dapat digunakan untuk reaksi-reaksi yang lain. Enzim merupakan substansi organik yang dihasilkan oleh sel dan dalam respirasi berfungsi sebagai katalisator (mempercepat reaksi) kimia yang berlangsung pada tubuh organisme. yaitu : 3. Respirasi anaerob (respirasi intramolekuler) Respirasi anaerob adalah proses pernafasan yang tidak memerlukan oksigen. akan tetapi jika tidak ada oksigen organisme ini akan menguraikan senyawa lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. . Karbondioksida dan air merupakan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dari dakam tubuh. Pernafasan ini berlangsung pada mitokondria. sehingga pada siang hari lebih aktif melakukan fotosintesis dari pada pernafasan (Ali. Respirasi terjadi di dalam sel setiap sel hidup dan berlangsung dengan berbagai cara. 2005) Menurut Jenice (2003). jika terdapat oksigen bebas maka organisme tersebut menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energinya. Pernafasan ini terjadi pada sel yang tidak berhubungan dengan udara. Pada tumbuhan hijau proses fotosintesis hanya terjadi pada pagi hari dan siang hari. respirasi anaerob sangat merugikan tumbuhan karena hal-hal sebagai berikut : 3. Energy yang kita dapatkan dari bahan bakar yang kita pakai paling banyak hanya 7% (Kimball. 2004). Respirasi ini tergantung pada pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya.keuntungan yang didapat dari oksidasi PGAL menjadi hilang. jika ditinjau dari ada tidaknya oksigen yang dibutuhkan proses respirasi terbagi atas dua. Misalnya pada pernafasan aerob dihasilkan 675 kalori sedangkan pada respirasi anaerob dihasilkan 28 kalori. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Anaerob fakultatif yaitu organisme yang pada dasarnya aerob. Anaerob obligat adalah makhluk hidup yang hanya dapat hidup tanpa adanya oksigen. Tumbuhan bernafas sama halnya dengan manusia dan hewan yaitu menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbondioksida (CO2) serta air (H2O). Sepertihalnya manusia dan hewan. Artinya. Karena proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. b. 1992). Respirasi aerob (respirasi intraseluler) Respirasi aerob adalah suatu proses pernafasan yang memerlukan oksigen. Apabila substrat yang dioksidasi berupa glukosa. Dalam jumlah satuan zat yang sama akan diperoleh energi yang lebih rendah. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. ulat. Pernafasan anaerob terjadi pada tumbuhan tingkat rendah seperti bakteri dan jamur. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. akan tetapi dapat juga bersifat anaerob. Makhluk hidup yang melakukan respirasi anaerob dibagi menjadi dua yaitu : a. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga.

sempurna tidaknya respirasi. Spoit 2. Kecambah kacan hijau dan kacang hijau (Phareolus radiatus) f. B. 2 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 2 ekor kecoa (Blatta orientalis) C. KOH kristal d. Sering dihasilkan senyawa sampingan yang menjadi toksin bagi organisme tersebut. dan kondisi-kondisi lainnya seperti suhu (Goldsten. 4 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. 2004).30 – 15. Mengolesi dengan vaselin sambungan tabung respirometer dengan penutupnya untuk . kemudian memasukkannya ke dalam di leher tabung respirometer. Kapas b. Memasukkan belalang ke dalam tabung respirometer A dan kecoa ke dalam tabung respirometer B. Menutup tabung respirometer dengan penutupnya yang berhubungan dengan kaca berskala. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient (RQ). 3. Vaselin c. BAB III METODE PRAKTIKUM A. 4. kemudian meletakkannya pada sandarannya. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Prosedur Kerja a. Mengambil 1 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 1 ekor kecoa (Blatta orientalis) dengan ukuran berat tubuh yang sama.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai II Timur FMIPA UNM. Neraca 5. Persamaan reaksi kimia pernafasan ini dapat dituliskan seperti : C6H12O6 2 C2HOH + 2 CO2 + 28 Kal Pada pernafasan aerob jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi tidak selalu sama. 2. Larutan eosin e.4. 5. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Pipet kecil 3. Alat dan Bahan 1. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: 1. Nilai RQ ini dapat berfariasi tergantung pada bahan untuk respirasi. Hal ini tergantung pada jenis bahan yang digunakan. Percobaan I 1. Dua set respirometer simple 2. Stopwatch / Jam tangan 4. Membungkus dengan kapas tipis 2 butir kristal KOH.

81 Kecil (0. kemudian memcatat jarak pergeseran eosin mulai dari skala 0. Hasil Pengamatan Tabel hasil pengamatan percobaan I Belalang (Dissosteria carolina) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (1. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I. melakukan percobaan III dengan menggunakan kecambah kacang hijau dan kacang hijau dengan berat yang sama. Mengamati pergeseran eosin sepanjang saluran pipa kaca berskala.31 0. c.0 g) 0. Menetesi larutan eosin pada ujung pipa berskala sampai ada yang masuk ke dalam salurannya.39 B.4 g) 0. Analisis Grafik Gravik hubungan antara antara waktu dan konsumsi oksigen Belalang Kecoak . 2.0 setiap 1 menit.66 0. Melakukan pengamatan sampai eosin tiba pada skala 1.13 0.80 Tabel hasil pengamatan percobaan III Kecambah Kacang Hijau (Phareolus radiatus) Keadaan Pengamatn Ke 12345 Memiliki kulit 0.45 0. 8.22 0.mencegah kebocoran.07 0.6 g) 0.36 0.13 0.59 Kulit dilepas 0.25 0.36 0.51 0.92 . Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I.9 g) 0. Percobaan II 1.56 0.66 0.56 0. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan. b.37 0.0 atau eosin tidak bergerak lagi.36 0.Kecil (0. 7.19 0. melakukan percobaan II dengan menggunakan belalang dengan ukuran berat tubuh yang berbeda.36 0. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.21 0.19 0. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan. Percobaan III 1.80 Tabel hasil pengamatan percobaan II Kecoa (Blatta orientalis) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (0. 6.52 0. 2.18 0.

81 Waktu = 5 .306 Vol/Menit. Percobaan III Rata-rata konsumsi oksigen kecambah kacang hijau 1.16 2.80 Waktu = 5 . Sedangkan kecepatan bernafas belalang lebih lambat karena kecepatan bernafasnya hanya 0. 0.Kecambah kacang hijau C. Kecoa kecil Konsumsi oksigen = 0. Meiliki kulit Konsumsi oksigen = 0. = = 0.162 Vol/Menit.36 Waktu = 5 . = 0.072 D. Analisis Percobaan 1.59 Waktu = 5 . = = 0.9 g) Konsumsi oksigen = 0. Percobaan II Rata-rata konsumsi oksigen kecoa 1.6 g) Konsumsi oksigen = 0.I62 2.80 Waktu = 5 . Kecoa besar (0. Belalang besar (1. jika dibandingkan kecepatan respirasi spesies yang berbeda dan berat yang hamper sama.92 Waktu = 3 .0 g) Konsumsi oksigen = 0. Belalang kecil (0.16 3. 0. Percobaan I Rata-rata konsumsi oksigen belalang 1.306 2. .118 2. antara belalang dan kecoa dengan selang waktu satu menit didapatkan bahwa kecepatan bernafas kecoa lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. Pembahasan Pada percobaan I. = 0. Dilepas kulitnya Konsumsi oksigen = 0.

D. . 2. hal ini dapat dipengaruhi oleh jenis. 3. PT Ikrar Mandiri Abadi. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun suatu organisme jenisnya sama namun jika ukuran tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigennya untuk melakukan respirasi pun berbeda. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. B. Hal ini pun sesuai dengan teori. Laboratorium sebaiknya menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan dibutuhkan dalam praktikum. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. yaitu dengan jenis tumbuhan dan berat yang sama namun dengan jaringan tubuh yang berbeda. Praktikan harus teliti melihat penunjukan respirometer dan berhati-hati dalam menggunakan alat-alat praktikum. Pada percobaan II. Setiap makhluk membutuhkan oksigen dalam melakukan proses respirasi. yaitu dengan spesies yang sama namun berat tubuh yang berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa setiap organisme memerlukan jumlah oksigen yang berbeda untuk melakukan respirasi. Makassar. 2009. Jakarta. antara belalang yang berukuran besar dengan berat 1. Biologi Tesis. Philip. A. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan bernafas belalang yang berukuran besar adalah 0. Banyak atau sedikitnya oksigen yang dibutuhkan akan mempengaruhi kecepatan respirasinya. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan respirasi kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. ukuran. antara kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit dan kecambah yang telah dilepas kulitny. Respirasi Anaerob.com/. 2. dan Yusmina H.162 Vol/Menit. berat.0 gram dengan belalang yang berukuran kecil dengan berat 0. Janice. aktivitas dan keadaan tubuhnya. Erlangga.forumsains. Anonim. Jurusan Biologi FMIPA UNM.16 Vol/Menit.. Saran 1.L. 2005. 2004.6 gram. Jakarata. Sedangkan untuk kacang hijau yang tidak berkecambah kecepatan respirasinya hanya 0. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun tumbuhan tersebut berjenis dan berat sama namun jika jaringan tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi juga berbeda.072 Vol/Menit. DAFTAR PUSTAKA Ali. 2003. Sedangkan belalang yang berukuran kecil mempunyai kecepatan bernafas sebesar 0.118 Vol/Menit. yang mengatakan bahwa semakin besar atau semakin berat tubuh suatu organisme maka kebutuhan oksigennya pun lebih banyak. http://www. Pada percobaan III. Banyaknya oksigen yang dibutuhkan suatu organisme untuk melakukan respirasi berbedabeda. Penuntun Praktikulum Mikrobiologi Dasar. Diakses tanggal 10 Desember 2009. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Goldsten.

Makassar. Makassar. Desember 2009 Koordinator Asisten. Respirasi anaerob juga dianggap sebagai penguraian tidak lengkap karena tenaga masih boleh dibebaskaqn apabila etanol diuraikan http://www.com / LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Kebakaan” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Biologi Jjilid 1. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. . hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Erlanga. Secara ringkasnya. 1992. Semasa tiada oksigen. Jawaban Pertanyaan 1. Jakarta.forumsains. Tim Pengajar. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga.Kimball. Asisten. 2007. Tumbuhan pula mengurangi glukosa kepada etanol dan karbon dioksida serta membebaskan tenaga. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Fungsi KOH yaitu untuk mengikat karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh hewan dan tumbuhan yang ada pada tabung respirometer. Larutan eosin yang diteteskan pada pipa kaca berskala bergerak karena organisme yang ada pada tabung tersebut melakukan proses respirasi sehingga menyebabkan volume oksigen yang berada dalam tabung respirometer berkurang sehingga menyebabkan udara yang berada pada pipa kaca berskala terisap masuk ke dalam tabung sehingga larutan eosin yang berada pada pipa kaca berskala juga ikut terisap sehingga larutan tersebut bergerak. 2. Penuntun Praktikum Biologi Umum. ulat. hewan menguraikan glukosa kepada asid laktik dan membebaskan sedikit tenaga.

Dosen Penanggung Jawab Drs. Tujuan Membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. M. B. Hamka L. para ilmuwan mengembangkan varietas unggul pada berbagai tanaman ataupun hewan. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul kebakaan. Setiap sel kelamin membawa sifat dari induknya sehingga zigot yang terbentuk mengandung gabungan sifat dari kedua induknya. Hal seperti ini terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan pada masa lalu. Misalnya saja alis sang ayah kemudian hidung sang ibu dan masih banyak kemiripan yang lainnya. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A.pd. Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Latar Belakang Bagaimana kita dapat mengenali teman-teman kita dalam satu kelas? Bagaimana kita dapat mengenali setiap anggota keluarga? Setiap makhluk hidup memiliki sekumpulan sifat atau ciri. Irwan NIM. Sudah sejak ribuan tahun yang lalu orang meyakini bahwa anak atau keturunan dari hasil perkembangbiakan secara kawin mewarisi sifat induknya.S. 061404008 Mengetahui. Mengapa tidak sekalian saja kalu anak tersebut laki laki maka akan kembar dengan sang ayah. Untuk membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Gen-gen tersebut tersimpan di dalam inti sel yaitu dalam kromosom. Tentu saja kemiripan itu hanya sebagian. Pola pewarisan sifat tersebut pertama kali oleh Gregor Johann Mendel. C. NIP. Saat ini telah diketahui bahwa sifatsifat menurun tersebut dikendalikan oleh suatu komponen sel yang disebut ¬gen. Pewarisan sifat organisme melalui perkembangbiakan secara kawin ternyata mengikuti pola tertentu. Adanya perbedaan ciri itu menyebabkan kita dapat membedakan individu-individu dalam sekelompok makhluk sejenis.Suhaedir Bachtiar S. H. melalui persilangan dan hibridisasi. Pernahkah anda memikirkan bagaimana seorang anak memiliki kemiripan dengan orang tuanya apakah itu ayah ataupun ibunya. M. Ada sifat atau ciri yang sama antara individu yang satu dengan yang lainnya.. Didasari oleh pola pewarisan sifat yang dirintis oleh Mendel. Manfaat . Ada sifat yang berbeda antara satu individu dengan lainnya.

4. Secara ekstern bahkan ia mengatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan datang sebagai miniature yang telah terbentuk sebelumnya.F. Menurut Prawirohartono (1998). Teori Plasma Nutfah Teori ini diperkenalkan oleh Weisman. 2004). Pada hewan tingkat tinggi. sehingga ia dapat bereproduksi sendiri. dalam kepompong. Selanjutnya gemula-gemula ini akan diangkut oleh darah ke testis atau ovarium. sifat darah yang dimilikinya tetap seperti semula.Memberikan wawasan kepada mahasiswa. Wolff (1738-1794). gemula-gemula ini . Dengan kata lain. 3. menurutnya plasma nutfah merupakan bagian organisme yang terpenting. bahkan dalam telur. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Banyak sifat yang dimiliki suatu makhluk hidup menurun dari induk kepada turunannya. Ia mengamati kupu-kupu yang telah terbentuk sempurna sebelumnya. Dengan kata lain darah tidak mengandung sifat-sifat yang diturunkan atau diwariskan dari induk kepada keturunannya (Tim Dosen. tubuh ini merupakan mortal dan hanya plasma nutfalah yang dilanjutkan dari generasi ke generasi berikutnya. melalui lensanya pada tahun 1672. 2. 5. Teori embrio Kini sudah diketahui bahwa pewarisan sifat itu tidak dapat dilepaskan dari pembentukan embrio atau janin yang akan berkembang menjadi makhluk dewasa. Pada manusia. Ia menyatakan bahwa indung telur pada burung sama dengan indung telur pada kelinci. Teori Preformasi Teori ini diperkenalkan oleh Jan Swammerdam (1637-1680). plasma nutfah yang bertanggung jawab terhadap penyaluran mutu hereditas dan plasma soma (tubuh). Dari pengamatan ini ia berpendapat bahwa kupu-kupu teleh terbentuk sebelumnya dalam ulat. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai proses sifat baka pada manusia. terdapat anggapan bahwa sifat-sifat ini menurun melalui darah. Plasma nutfah menentukan bentuk dan ciri plasma tubuh yang melayani pemberian makanan kepada plasma nutfah. Teori Pangenesis Tokoh teori ini adalah C. Dikatakannya bahwa semua hewan berasal dari telur. Pernyataan ini sama sekali tidak benar. Ia juga merupakan peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel telur dan sperma agar terbentuk embrio. Orang pertama yang mempelajari embrio ini adalah Willian Harvey (1578-1657). berbagai teori mengenai cara penurunan sifat dari induknya kepada keturunannya antara lain : 1.R. Pernyataan ini diperkuat dengan penemuan R. masyarakat. seperti serangkaian kotak di dalam kotak yang semakin kecil ukurannya. Di dalam gonat. De Graaf (1641-1673). yang pada tahun 1651 menulis buku Tentang Generasi Hewan. dan telah dibuktikan dengan kenyataan yang ditunjukkan oleh transfusi darah. Walaupun orang mendapat donor darah dari orang lain. Teori ini dibuktikan oleh C. De Graaf juga membuktikan bahwa sel telur dan sperma sama-sama membawa bahan genetik untuk keturunannya. Darwin (1809-1882) yang mengemukakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih kecil yang disebut gemula. Teori Epigenesis embriologi Teori ini menjelaskan bahwa ada kekuatan alat dalam benih organisme dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan yang telah dibentuk sebelumnya.

Di halaman gedung gereja parokinya. apabila dua gen mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. Misalkan apa yang terjadi bila penyilangan dilakukan terhadap tanaman yang berbatang tinggi dengan berbatang pendek. bentuk daun. belum jelas ditunjukkan adanya hukum yang mengatur penurunan sifat itu. Langkah awal sebelum dilakukan perhitungan terhadap pengamatan adalah menentukan galur murni jenis tanaman yang dijadikan percobaan. Menurut Kimball (1999). Mendel secara tepat menginterpretasi arti nisbah yang diperoleh dari persilangan yang dilakukannya dengan membuat dalil bahwa setiap serbuk sari dan setiap telur membawa hanya satu penentu untuk setiap sifat (misalnya suatu serbuk sari akan membawa bulat atau keriput . ia melakuan percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman. 1999). Mempunyai daur hidup yang pendek (cepat menghasilkan keturunan). 1998). 4.berkumpul membentuk gamet. 2. Mempunyai keturunan yang banyak. ditentukan oleh pasangan gen. Gamet itu kemudian tumbuh menjadi makhluk dewasa dan memiliki susunan tubuh atau sifat-sifat seperti induknya. dan lain-lain (Kimball. tiap kegiatan sel atau gamet (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gen untuk satu pasang. misalnya warna benih. Dia juga menegaskan. misalnya kcang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang kontras. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gen dari satu pasang terjadi pada satu gamet dan diteruskan kepada keturunan tertentu (Anonim. Mudah disilangkan. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat unit dasar yang kini disebut gen yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. yang berbiji bulat dengan berbiji kisut. Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah aau putih semua) (Tim pengajar. Mendel menyadari. 2009). tiap ciri pribadi. Mendel menemukan. Tanaman ini dipilih oleh mendel karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. Sehingga pada tahun 1822-1884 muncullah hukum Mendel yang diperkenalkan oleh Johann Gregor Mendel yang kemudian berkat hukumnnya tersebut sehingga ia diangkat menjadi bapak genetka (Prawirohartono. Melakukan autogami (perkawinan sendiri). Tetapi. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Suatu tumbuhan mewariskan satu gen tiap pasang dari tiap induknya. 2009). 3. Dengan mengawinkan strain galur murni darisuatu fenotif yang berbeda. Setiap varietas diusahakan untuk selalu menurunkan keturunan yang mempunyai sifat-sifat yang khas yang sama dengan induknya bila melakukan penyerbukan sendiri. walaupun diulang-ulang beberapa kali. satu gen untuk benih hijau dan lain gen untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. Dari teori-teori yang dikemukakan tentang penurunan sifat itu. Berikutnya adalah mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa yang terjadi bila dua individu galur murni yang mempunyai satu sifat yang berbeda mencolok itu disilangkan. 5. Mendel menemukan hukum-hukumnya itu dengan ketentuan percobaan penelitiannya. gen yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. Hasil percobaan yang mengesankan adalah dengan kacang ercis (Piseum sativum). Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali di kemukakan oleh Gregor Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan cirri-ciri baka pada kacang kapri (Pisum Sativim).

yang disebut filial pertama. 1988) Di antara tanaman ercis. 1998). 5. 4. Ia kemudian kemukakan bahwa tanaman-tanaman Rr ini akan menghasilkan dua tipe gamet. Setiap pasang faktor keturunan menunjukan bentuk alternatif sesamanya. Dengan menggunakan suatu anggapan dasar ytang menyatakan bahwa setiap individu dikontrol oleh dua faktor dalam yang berpasangan. ada yang tinggi sampai mencapai 2 meter dan ada yang pendek. Dari hipotesis-hipotesis itu. 3. 2004). pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisah secara bebas. Satu dari induk jantan dan satu dari induk wanita. dalam jumlah yang sama.saja. yaitu mengawinkan tanaman yang tinggi ini. bulat atau kisut atau sebagainya.kedua bentuk alternatif tersebut disebut alel. Pada persilangan F2 menghasilkan keturunan yang pada dasarnya serupa dengan hasil pada F1 yang pada hasil terakhirnya menghasilkan perbandingan 3:1 (Prawirohartono. Sifat lain yang tidak terlihat pada tanaman F1 disebut sifat resesif. keturunan F1 – nyaakan memperoleh penentu R dan r dan dpat disebut Rr. yang biasanya dikenal dengan sebutan F1. yaitu filial kedua (F2) adalah tanaman tinggi dan rendah. Individu murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama. Mendel dapat mengembangkan beberapa hukum. atau yang dikenal dengan pembelahan meiosis. 2004). Dalam penelitian Mendel. Bila pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman. Hasilnya. dengan perbandingan 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. maka dari persilangan monohibrid. Begitupula yang terjadi pada tanaman dengan sifat-sifat yang lain. misalnya tinggi atau rendah. demikian juga. bila diilangkan bersama. Dari penyilangan kedua varietas ini diperoleh tanaman yang semuanya tinggi. Pada watu pembentukan gamet. Pada pembentukan gamet. yaitu persilangan antar dua individu yang membawa alel yang berbeda untuk lokus yang sama. tidak pernah kedua-duanya). oleh sebab itu. Mendel telah berkesimpulan bahwa salah satu faktor dalam bersifat dominan terhadap pasangannya sehingga F2 akan menunjukkan rasio monohibrid sebagai 3 : 1. Tampaklah bahwa semua tanaman filial pertama memiliki sifat yang sama dengan induknya. Bila persilangan melibatkan satu sifat yang berbeda disebut monohibrid dan bila melibatkan dua sifat beda disebut dihibrid. menghasilan 3 berbiji bulat dan 1 berbiji kisut. Ada dua . ia telah melakukan suatu persilangan antar dua individu dengan beberapa sifat beda. Yang kedua dikenal dengan perkawinan dihibrid yaitu persilangan antar dua individu yang mempunyai dua sifat beda atau juga dapat diartikan sebagai persilangan antar dua individu yang memiliki alel yang berbeda dikedua lokus yang berbeda (Ronald. dari hasil-hasil yang diperolehnya itu Mendel menyusun beberapa hipotesis: 1. yang membawa R saja dan membawa r saja (Goodenough. 1999). Persilangan tanaman berbiji bulat denga berbiji kisut. 2. yaitu dominan diberi tanda huruf besar dan faktor resesif diberi tanda huruf kecil. Langkah berikutnya yang dilakukan mendel adalah sangat penting. Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang keturunan. Keuntungan dari persilangan dengan sifat-sifat yang berbeda itu disebut dengan hibrid atau bastar (Kimball. Ia ajukan bahwa tanaman induk bulat asli berbiak murni untuk bulat sebab tanaman –tanamn ini menghasilkan hanya satu tipe gamet: serbuk arid an telur keduanya membawa khusus penentu bulat (R). Menurut Prawirohartona (1998). Yang pertama dikenal dengan persilangan monohibrid. faktor dominan akan menutup faktor resesif. ia mengusulkan bahwasetiap tanaman induk keriput menghasilkan hanya gmet pembawa kriput (r). faktor dalam yang berpasangan akan dipisahkan atau akan disegresikan ke dalam sel sel gametnya (Ronald. Persilangan yang dilakukan oleh Mendel sifat yang muncul pada F1 ini disebut sifat dominan.

Daftar fenotif Daftar fenotif sifat baka manusia yang dikontrol oleh 1 gen dengan 2 alel dan masing-masing alel menghasilkan fenotif yang jelas. f. Inilah yang dikenal dengan hukum segregasi (Tim Dosen. Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (G). B. Mencatat data yang diperoleh dari teman-teman kelompok dan menghitung persentasenya. Menandai dengan menggunakan (-) apabila ada fenotif yang dominan. h. Ujung dau telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E). d. Orang meletakkan ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan. Jadi bila kedua sel nutfah itu (satu dari induk jantan dan satu dari induk betina) berpasangan. g. Lesung pipi merupakan sifat dominan (P). Alat dan Bahan 1. Bila faktor-faktor keturunan atau gen-gen itu dapat berpasangan pada masing-masing individu. Hasil Pengamatan 1. Lesung dagu merupakan sifat dominan (D). yaitu : a. 3. harus ada cara yang dapat mempertahankan gen-gen itu selalau berpasangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.30 – 15. Tabel Sifat Baka Individu Ciri/Sifat Baka Fenotif Genotif . Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan. Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada setiap daftar fenotif yang tertera pada buku penuntun masing-masing dari mahasiswa. Kaca pembesar (lup) 2. Tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M).10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. b. 11 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Prosedur Kerja 1. Orang meiliki sifat ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (B). Mendel mengemukakan bahwa untuk hal ini hanya satu dari dua gen yang berpasangan memasuki sel nutfah. 2004). 2004). Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. merupakan sifat dominan (F). e. Rambut dari menjorok merupakan sifat dominan (W). C. Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang merupakan sifat dominan (L). c. i. akan diperoleh kembali satu pasangan lagi.hukumnya yang terkenal yaitu hukum Mendel I atau hukum segregasi dan hukum Mendel II atau hukum pengelompokan secara bebas (Tim Dosen. 2. BAB III METODE PRAKTIKUM A.

Ibu jari kiri di atas (F). tidak menjorok (w) Rambut dahi menjorok WW f. tidak ada (p) PP 2 pp 5 8 Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) LL 3 ll 4 9 Gigi seri atas bercelah (G). Rambut dahi menjorok (W). Lesung pipi (P). tak ada rambut (m) MM 3 mm 4 7 Lesung pipi (P). Gigi seri atas bercelah (G). Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) Tak dapat digulung memanjang ll i. tidak ada (d) DD 0 dd 7 2 Anak daun telinga menggantung (E). tak ada rambut (m) Ada rambut pada jari MM g. Ada lesung dagu (D). Tabel Sifat Baka Kelompok No Ciri/Sifat Baka Genotif Jumlah 1 Ada lesung dagu (D). dagu U. Anak daun telinga menggantung (E). menempel (e) Menempel ee c. tidak menyerong (b) BB 6 bb 1 5 Rambut dahi menjorok (W). menempel (e) EE 2 ee 5 3 Ibu jari kiri di atas (F). tidak menjorok (w) WW 5 ww 2 6 Rambut pada jari (M). Tabel Sifat baka kelas Kelompok L. di bawah (f) Ibu jari tangan kanan di atas ff d. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). tidak ada (d) Tidak ada dd b. tidak bercelah (g) GG 1 gg 6 3.a. tidak ada (p) Tidak ada lesung pipi pp h. Me¬ng-nggulung Gigi sei DDEeFFBbWwMmPPLlGG I072525615234253416 II 0 6 1 5 3 3 3 3 3 3 2 4 1 5 4 2 0 6 III 0 6 0 6 1 5 3 3 6 0 6 0 1 5 2 4 0 6 IV 0 7 3 4 4 3 3 4 6 1 1 6 2 5 4 3 1 6 V074352435207163407 VI 0 6 3 3 4 2 4 2 4 2 2 4 1 5 4 2 3 3 VII 0 6 5 1 3 3 4 2 5 1 3 3 1 5 2 4 2 4 VIII 0 8 2 6 4 4 5 3 7 1 4 4 0 8 6 2 2 6 0 53 20 33 26 27 32 21 41 12 32 21 9 44 25 28 9 44 . Rambut pada jari (M).Daun Telinga Ibu jari tangan Ruas jari Rambut Dahi Rambut jari Lesung pipi L. tidak bercelah (g) Gigi seri tidak bercelah gg 2. di bawah (f) FF 2 ff 5 4 Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). tidak menyerong (b) Menyerong ke dalam BB e.

14% g.57% 2. Ibu jari kiri di atas 1.29% e.43% c. Anak daun telinga menggantung 1. Jumlah gen resesif = 100% b. Frekuensi kelompok a. Jumlah gen dominan = 28. Jumlah gen resesif = 71. Lesung pipi 1.57% f.86% 2. Jumlah gen resesif = 71. Jumlah gen dominan = 42. Jumlah gen resesif = 28. Jumlah gen dominan = 28. Jumlah gen resesif = 57. Rambut pada jari 1. Jumlah gen dominan =85. Jumlah gen resesif =14.1.57% 2.43% d. Rambut dahi menjorok 1. Jumlah gen dominan .43% 2. Jumlah gen dominan =71.71% 2. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1. Lesung dagu 1. Jumlah gen dominan =0 2.

Jumlah gen resesif = 50. Jumlah gen dominan = 0% 2.71% 2.57% 2. Jumlah gen resesif .06% 2. Jumlah gen dominan = 37.38% 2. Jumlah gen dominan = 42. Jumlah gen resesif = 100% b. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1. Frekuensi kelas untuk a. Jumlah gen resesif =71. Jumlah gen resesif = 85.94% d.74% 2.29% 2. Gigi seri atas bercelah 1. Jumlah gen dominan = 60. Ibu jari kiri di atas 1. Anak daun telinga menggantung 1. Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen dominan = 49. Jumlah gen dominan = 14.86% 2.26% c.14% i.43% h. Jumlah gen resesif = 57. Jumlah gen resesif = 62. Lesung dagu 1.=28.

dan gigi seri tidak berselah (gg). Rambut dahi menjorok 1.98% 2. Hasil pengamatan ini menunjukkan diri pribadi sendiri. terdapat rambuk pada jari (MM). Jumlah gen resesif = 83. Pembahasan Percobaan sifat baka yang individu dimana dalam percobaan ini melihat keadaan kita sendiri menunjukkan keadaan pribadi kita. Jumlah gen dominan = 39.02% B.= 39. Dimana tampak bahwa individu tidak memiliki lesung dagu (dd). rambut dahi menjorok (WW).83% i.02% h. Jumlah gen resesif = 22. lidah tidak dapat digulung memanjang (ll). Gigi seri atas bercelah 1.06%. Lesung pipi 1.74%. Lidah dapat digulung memanjang 1.38% g. Rambut pada jari 1.62% 2. ibu jari tangan kanan diatas (ff). Jumlah gen dominan = 16. ruas jari kelingking menyerong kedalam (BB). Jumlah gen resesif = 52. Pada analisis data kelas untuk dominan didapat. Jumlah gen dominan = 77. tidak memiliki lesung pipi (pp).62% e.64% f. Pada sifat baka ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan (FF) sebanyak 49. anak daun telinga menempel (ee).36% 2. Jumlah gen resesif = 60. Jumlah gen dominan =16.17% 2. pada sifat baka adanya lesung dagu (DD) sebanyak 0%.98% 2. Pada sifat baka anak daun telinga menggantung (EE) sebanyak 37. Jumlah gen dominan = 47. Jumlah gen resesif = 83. Pada sifat baka ruas .

Pada sifat baka tidak adanya lesung pipi (pp) sebanyak 83. Hal tersebut menandakan bahwa sifat resesif lebih banyak dimiliki oleh mahasiswa kelas Biologi A dibanding dengan sifat dominan yang hanya dimiliki beberapa mahasiswa dikelas Biologi A. Begitu pula pada data kelompok. Gen resesif lebih besar dibandingkan dengan gen dominan. Dari data-data yang diperoleh sifat baka yang dominan di kelas Biologi A lebih sedikit dibandingkan dengan sifat baka yang resesif. Hukum Mandel yang menyatakan bahwa perbandingan antara sifat dominan dengan sifat resesif yaitu 3 : 1 tidak terbukti pada percobaan kami. Agar asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Pada sifat baka gigi seri bagian atas tidak bercelah (gg) sebanyak 83.37%. Pada sifat baka lidah tidak dapat digulung memanjang (ll) sebanyak 52. 2.26%. 2. Atau dengan kata lain sifat resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat dominan dimana persentase kelas untuk sifat dominan secara keseluruhan adalah 38. karena sifat dominan lebih sedikit dibandingkan dengan sifat resesif. Saran 1. sedangkan persentase kelas untuk sifat resesif sebesar 61. Keberhsihan laboratorium sebaiknya dijaga agar praktikan nyaman dalam melakukan praktikum. Pada sifat baka lidah dapat digulung memanjang (LL) sebanyak 47. pada sifat baka tidak adanya lesung dagu (dd) sebanyak 100%.83%.94%. Pada sifat baka rambut dahi menjorok (WW) sebanyak 77. Pada sifat baka rambut dahi tidak menjorok (ww) sebanyak 22.38%. DAFTAR PUSTAKA .17%.36%. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.02%. 3.02%.63%. Pada sifat baka terdapatnya lesung pipi (PP) sebanyak 16. Pada sifat baka tidak adanya rambut pada jari (mm) sebanyak 60.62%.63%.38%.37% sedangkan frekuensi untuk resesif sebesar 61. Sifat baka yang dimiliki oleh setiap masiswa di kelas Biologi A berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya. Agar mahasiswa lebih serius dalam melakukan pengamatan sehingga data-data yang diperoleh lebih akurat. Pada sifat baka anak daun telinga menempel (ee) sebanyak 62.62%. B. Hal tersebut juga menandakan bahwa terdapatnya perbedaan sifat baka pada masing-masing masiswa yang satu dengan yang lain. Pada sifat baka terdapat rambut pada jari (MM) sebanyak 39. Pada sifat baka ruas jari kelingking paling ujung tidak menyerong (bb) sebanyak 39. Pada analisis data kelas untuk resesif didapat. Pada sifat baka ibu jari tangan kanan di atas ibu jari tangan kiri (ff) sebanyak 50. Pada sifat baka gigi seri bagian atas bercelah (GG) sebanyak 16.64%. Sifat baka resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat baka dominan dimana frekuensi kelas untuk dominan sebesar 38. Karena sifat resesif lebih mendominasi dari pada sifat dominan itu sendiri. Dari data-data yang diperoleh menandakan bahwa hukum Mendel yang menyatakan bahwa perbandingan antara dominan dan resesif yaitu 3 : 1 tidak perbukti pada percobaan kami.jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (BB) sebanyak 60. 3.98%.98%. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1.

Kimball. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru. Sitorus. Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian. Biologi Umum. Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi. 1988. Prawirohartono. mulai tahun 1856 dia memperlihatkan pengalaman-pengalamannya yang masyhur di bidang pembiakan tumbuh-tumbuhan. Erlangga. tetapi banyak terdapat di pelbagai perpustakaan besar. Tim Pengajar. Rangkuman Materi Penting Biologi. Di samping itu Mendel mengirim satu salinan kepada Karl Nageli. Carl Correns dari Jerman dan Erich von . tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn. tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam biologi! Meski begitu. Austria (kini bernama Brno. Sesudah itu umumnya kertas kerja Mendel diabaikan dan nyaris dilupakan orang hampir tiga puluh tahun lamanya. Tahun 1866 Mendel naik pangkat ditunjuk jadi pendeta kepala di biaranya. Erlangga. Genetika jilid satu. Pola-Pola Hereditas Manusia. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Diakses tanggal 16 Desember 2009. Ceko). dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Goodenough. Ronald H. Nageli membaca salinan itu dan kirim balasan kepada Mendel tetapi dia tidak paham apa yang teramat penting dalam salinan kertas kerja Mendel itu. Pionir Jaya. Sementara itu. Dia menjadi pendeta tahun 1847.Anonim. 1998." Kertas kerja keduanya diterbitkan oleh majalah itu juga tiga tahun kemudian. Pustaka Pelajar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Ursula. Biografi Gregor Mendel. Jerih payah Mendel baru diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda. Biologi Umum. Menjelang tahun 1865 dia sudah menemukan hukum keturunannya yang kesohor dan mempersembahkan kertas kerjanya di depan perkumpulan peminat sejarah alam kota Brunn. Bandung. 2004.com. Jakarta. 2009. Kendati majalah itu bukanlah majalah besar. Makassar. penyelidikan briliannya nyaris dilupakan orang dan dia tak peroleh pengakuan apa pun untuk penyelidikan itu. Kesibukan administrasi rutin membuatnya kehabisan tempo melanjutkan penyelidikannya dalam bidang tanam-tanaman. http://www. 1999. BIOGRAFI GREGOR MENDEL Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. di kota Brunn. seorang tokoh disegani di bidang ilmu keturunan. Tahun 1866 hasil penyelidikannya diterbitkan oleh majalah Transactions milik perkumpulan itu di bawah judul "Experiments with Plant Hybrids. Makassar. kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina. Jakarta. Ketika dia meninggal tahun 1884 dalam usia enam puluh satu. J. 2004. Bandung Tim Dosen.googe.W.

Di penghujung tahun itu Mendel dapat sambutan meriah dan penghargaan atas begitu hebat karya-karya yang dilakukannya selama masa hidupnya. Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. dan pengetahuan kita tentang genetika mungkin akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan daripada sebelumnya. Satu kebetulan segitiga yang aneh! Lebih dari itu. dan juga tidak akan menolongnya apabila dia tidak menyadari bahwa perlu membuat analisa statistik dari pengamatannya. gene yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gene dari satu pasang terjadi pada satu gamete dan diteruskan kepada keturunan tertentu. Mendel dapat menarik kesimpulan terhadap hukum-hukumnya. Copernicus dan Joseph Lister. penyelidikan Mendel dianggap tidak berdiri sendiri. Aristarchus. seperti halnya Leif Ericson. Bagaimana Mendel selaku seorang amatir mampu menemukan prinsip yang begitu penting yang menyisihkan begitu banyak biolog profesional yang masyhur yang ada sebelumnya? Untungnya. ilmuwan berkebangsaan Inggris. satu gene untuk benih hijau dan lain gene untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. misalnya warna benih. dan lewat analisa hasilhasilnya. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel. William Bateson. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. dan kesimpulan-kesimpulannya diketemukan oleh ilmuwan yang datang belakangan. Mendel menyadari. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Apabila alasan ini dipaksakan. tiap kegiatan sel atau gamete (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gene untuk satu pasang. apabila dua gene mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. ditentukan oleh pasangan gene. hukum keturunan merupakan penambah penting buat pengetahuan manusia. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama.Tschermak dari Austria. Jelaslah. Tetapi. tetap merupakan titik tolak dari ilmu genetika modern. . meski sudah dilakukan perubahan kecil. Ada pula faktor yang tak boleh diabaikan kalau kita memutuskan dimana Mendel mesti ditempatkan dalam urutan daftar buku ini. penyelidikannya akan menghadapi kesulitan yang luar biasa. Karena penemuannya diremehkan di saat hidupnya. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat "unit dasar" yang kini disebut gene yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Ignaz Semmelweiss telah disisihkan guna memberikan tempat buat Colombus. keberuntungan ini tidak akan menolong Mendel kalau saja dia tidak punya sifat kecermatan yang dahsyat dan kesabaran seorang pencoba.000 tumbuh-tumbuhan!). Tetapi. orang bisa berkesimpulan bahwa Mendel mungkin bisa tersisihkan sepenuhnya dari daftar. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. Suatu tumbuhan mewariskan satu gene tiap pasang dari tiap "induk"-nya. umumnya mungkin tidak bisa diduga jenis kualitas mana sesuatu keturunan akan mewariskan. Kalau saja ciri-ciri pokok yang diselidikinya masing-masing sudah ditentukan oleh pelbagai perangkat gene. Hanya lewat sejumlah besar percobaan (Mendel sudah mencatat hasil lebili dari 21. Mendel menemukan. di tahun itu juga. Karena faktor contoh-contoh di atas. dia memilih untuk bidang penyelidikannya jenis tumbuhan yang ciriciri khasnya ditentukan oleh seperangkat gene. tiap ciri pribadi. Hukum Mendel. menemukan pula kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengedepankan kepada kalangan dunia ilmu. bentuk daun. Dia juga menegaskan.

secara umum dunia ilmu sudah menyebutnya sebagai "Hukum Mendel. dan Tschermak. 061404006 Mengetahui.Tetapi. Lebih jauh dari itu. Makassar. Juga layak dicatat. segera melangit. Juga. Suhaedir Bachtiar S." JAWABAN PERTANYAAN 1. Asisten. orang tidak bisa bilang karya Mendel tak berpengaruh kendati de Vries.37% 2. dan begitu diketemukan kembali. tak satu pun dari ketiga ilmuwan itu yang menuntut bahwa merekalah penemu ilmu genetika. Artikel-artikel Mendel sudah tersebar luas riwayat-riwayatnya (oleh W. Correns.63% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 61. ada beda antara kasus Mendel dengan lainnya. toh dia baca karya Mendel dan mengutip hasil-hasilnya. Mustaina Basir NIM.63% LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Pekerjaan Mendel terlupakan hanya sebentar. Focke) sekitar masalah keturunan. Dosen Penanggung Jawab . Tulisan itu cepat atau lambat sudah dapat dipastikan akan diketemukan juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang serius di bidang itu. Akhirnya.37% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 38. Desember 2009 Koordinator Asisten. de Vries. Correns dan Tschermak tak pernah hidup di dunia. meskipun mereka menemukan kembali prinsip-prinsipnya secara independen.pd. Frekuensi gen resesif sebesar 61.O. Frekuensi gen dominan sebesar 38.

Selain itu. masyarakat. air. Perilaku setiap hewan atau tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa lapar (kebutuhan akan makan/nutrisi). Bumi kita mempunyai banyak macam lingkungan dan setiap lingkungan yang berbeda akan menunjang kehidupan untuk jenis organisme yang berbeda-beda. Sedangkan tumbuhan membutuhkan udara. mudah diukur dan sangat beragam. hewan ini bernafas dengan paru-paru yang dibantu dengan alat nafas lainnya yaitu kulit. Pola perilaku hewan atau tumbuhan berkaitan erat dengan alam tempat organisme itu berada. atau karena faktor eksternal seperti perubahan kondisi lingkungan.Drs. Sebagai contoh. NIP. Tujuan Melalui percobaan ini.S. Pada hewan amfibi. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh suhu terhadap aktifitas organisme. seperti banyaknya jenis organisme. Hamka L. Sedangkan jenis pisces aatu ikan bernafas dengan insang yang terdapat dikedua sisi kepalanya. Ada yang bernafas dengan paru-paru. Ada yang habitat hidupnya di darat. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai pengaruh suatu suhu terhadap aktifitas suatu organisme. ada yang bernafas dengan insang. ada di air. Latar Belakang Setiap organisme memerlukan kebutuhan dasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. mahasiswa diharapkan dapat membandingkan kecepatan penggunaan oksigen oleh organisme pada suhu yang berbeda. Setiap hewan pada habitat tertentu ini memiliki cara respirasi yang berbeda beda. dan kondisi fisik maupun kimia pada lingkungan hidupnya.. Apabila suatu saat kondisi lingkungannya berubah maka beberapa jenis hewan ataupun tumbuhan mungkin akan tetap dapat bertahan hidup dan berkembang biak. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. setiap hewan memerlukan udara. Jenis yang lainnya mungkin akan mati atau berpindah ke tempat yang baru. Organisme hanya dapat hidup bila lingkungan dapat menyediakan kebutuhan hidupnya. . katak pada fase berudunya bernafas dengan insang. sehingga semua organisme sangat bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya. sehingga kulit katak hampir setiap saat selalu basah. ketersediaan akan sumber makanan. H. seperti paus yang bernafas dengan paru paru walaupun tinggal di dalam air. B. dan ada pula dengan trakea dan kulit. jumlah populasi masing-masing organisme. Hal unik terdapat pada insang karena dapat menyaring oksigen dalam air. nutrisi dan cahaya untuk fotosintesis. Ikan dalm menyaring oksigen melakukan buka tutup insang yang biasa disebut operculum. Hewan mamalia bernafas dengan paru-paru tidak peduli dimanapun habitatnya. Manfaat Memberikan wawasan kepada mahasiswa. C. yang hidup di dua alam misalnya katak. air. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan suhu terhadap aktivitas suatu organisme. Salah satu faktor lingkungun tersebut adalah suhu. dan ada pula di udara. M. Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. Pada dunia hewan terdapat berbagai macam habitat hidup. dan makanan.

suhu. . Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. Suhu juga merupakan factor lingkungan seringkali berpotnsi sebagai faktor pembatas dan paling mudah diukur. Jika aktifitas enzim metabolisme meningkat maka laju proses metabolisme akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. 1999). sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. suhu yang bervariasi menimbulkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. 2009). suhu mempunyai rentang yang dapt ditolerir oleh setiap jenis organisme. Sebagaimana halnya dengan faktor lingkungan lainnya. misalnya dalam hal respirasi (Tim Pengajar. misalnya dengan menggunakan respirometer sederhana (Tim Pengajar.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. 2004). dan unsur hara yang tidak cukup dan tidak memadai (Kimball. Suhu tersebut mempunyai peranan yang penting dalam mengatur aktivitas biologis organisme. Demikian juga kalau suhu tubuh turun sangat ekstrim. Suhu merupakn factor yang sangt menentukan aktivitas enzim didalam tubuh organism. baik hewan maupun tumbuhan. pengaruhnya terhadap hewan tidak sama dengan suhu konstan 150C. Fluktuasi suhu 10-200C dengn suhu rata-rata 150C. Sehingga dari percobaan itulah muncullah suatu pembuktian mengenai hukum toleransi Shelford. Suhu merupakan factor lingkungan sangat penting bagi hampir semua makhluk hidup. aktivitas hidupnya akan terganggu apabila dipelihara dalam lingkungan yang suhunya konstan (Dharmawan. Menurut hukum minimum Liebig menyatakan bahwa jumlah bahan utuana yang dibtuhkan apabila mendekati keadaan minimum kritis cenderung menjadi pembatas. Enzim metabolisme berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan energi) dan anabolisme (sintesa nutrien menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). Ini terutama disebabkan karena suhu mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dalam tubuh dan sekaligus menentukan kegiatan metabolik. Dengan alat yang relatif sederhana. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan (Anonim. Konsep hukum Shelford berasal dari hukum batas minimum yang dicetuskan oleh Liebig. Jadi menurut hukum minimal Liebag bahwa penyebaran tumbuhan ditentukan oleh cahaya. 2009). percobaan tentang pengaruh suhu terhadap aktivitas respirasi organisme tidak sulit dilakukan. suhu. Variabilitas suhu mempunyai arti ekologis. Berbagai jenis hewan yang biasa hidup di lingkungan alam bebas yang suhunya bervariasi. sebagai komponen utama penyusun enzim. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan anabolisme. bahkan mungkin dibawah kisaran toleransinya. Suhu yang ekstrim tinggi menyebabkan protein. akan menyebabkan kisaran aktivitas enzim sangat rendah (Dharmawan. akan rusak atau denaturasi dan menyebabkan enzim tidak mampu lagi melakukan fungsinya sebagai biokatalisator. Masalah ini dijelaskan dalam kajian ekologi yaitu Hukum Toleransi Shelford. Ditambahkannya bahwa pengaruh cahaya. mudah diukur dan sangat beragam. 2009). dan unsur-unsur utama lainnya menyebabkan hilangnya vegetasi pada ketinggian tertentu di pegunungan atau hilangnya beberapa tumbuhan dalm wilayah yang dinaungi. Pada jenis belalang dan kupu-kupu yang diamati. zat makanan. 2004). Peningkatan suhu tubuh pada rentang kisaran toleransi hewan akan menyebabkan kenaikan aktivitas enzim dalam membantu reaksi metabolism.

Dari hukum tersebut kemudian Shelford menambahkan bahwa faktor-faktor seperti panas, cahaya, dan air serta unsur hara mempunyai batas maksimum dan minimum agar suatu makhluk hidup dapat hidup pada suatu lingkungan. Oleh sebab itu organisme mempunyai sifat minimum dan maksimum lingkungannya. Dimana jarak antara ke dua batas nilai minimum dan maksimum lingkungan ini menunjukkan batas toleransi. Sehingga pernyataan Shelford dikenal dengan Hukum Toleransi Shelford (Tim Dosen. 2004). Menurut Radioputro (1988), dalam hukum Shelford terdapat beberapa prinsip, yaitu : 1. Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap satu faktor dan kecil terhadap faktor lainnya. 2. Organisme yang mempunyai toleransi yang besar terhadap semua faktor memiliki daerah penyebaran yang luas. 3. Bila suatu faktor lingkungan tidak optimum untuk suatu jenis organisme, maka toleransi berkurang terhadap faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya bila tanah dengan kandungan nitrogen yang terbatas, maka daya tahan rumput terhadap kekeringan berkurang. 4. Dalam banyak hal interaksi populasi seperti kompetisi, predator, parasit dan lainnya mencegah organisme dari pengambilan keuntungan terhadap kondisi lingkungan fisik yang optimum. 5. Pembiakan merupakan masa yan kritis bila faktor-faktor biji, telur, kecambah dan larva pada umumnya mempunyai batas toleransi sempit. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Kamis, 18 Desember 2009 Waktu : Pukul 13.30 – 15.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Termometer batang 1 buah b. Stopwatch / jam tangan c. Becker glass 2 buah 2. Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Ikan mas koki (Catassius auratus) 2 ekor b. Air kran c. Es batu d. Air panas C. Prosedur Kerja 1. Memasukkan 2 ekor ikan mas koki yang relatif sama besarnya ke dalam becker glass yang berisi air kran dan mengaklimasi ikan tersebut selama 15 menit. 2. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air normal yang bersuhu 27 oC. Menghitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum (buka tutup) dalam waktu 1 menit selama 5 menit. 3. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air panas dengan suhu 40 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan

selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 4. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkannya ke dalam becker glass yang telah diisi dengan air dingin dengan suhu 16 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 5. Mencatat hasil pengamatan dalam tabel. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Becker Glass Waktu (Menit Ke.....) Rata-rata 12345 (A) 29oC 120 184 243 323 437 87,4 (B) 38oC 74 176 207 334 478 95,6 (C) 14oC 120 223 292 350 429 85,8 B. Pembahasan Pada becker glass yang diisi air dengan suhu 29 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 64 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 80 kali, dan pada menit kelima 114 kali. Pada becker glass yang berisi air panas dengan suhu 38 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 74 kali, pada menit kedua 102 kali. Pada menit ketiga 31 kali, pada menit keempat 27 kali, dan pada menit kelima 144 kali. Pada becker glass yang diisi air dingin dengan suhu 14 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 103 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 58 kali, dan pada menit kelima 89 kali. Terjadinya penurunan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air dingin dan penaikan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air panas menandakan bahwa gerakan operculum pada ikan mas koki dipengaruhi oleh suhu. Gerakan operculum ikan pada suhu rendah akan lambat, sedangkan pada suhu tinggi gerakan operculumnya menjadi semakin cepat. Namun hal tersebut dibatasi oleh kemampuan ikan tersebut untuk beradaptasi pada suhu tertentu. Menurut teori pada suhu yang tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat namun bila mencapai batas suhu yang maksimal maka ikan tersebut akan mati. Pada suhupanas, ikan membutuhkan oksigen yang cukup banyak karena reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tubuh ikan berlangsung dengan cepat. Namun pad suhu panas kadar oksigen dalam air akan semakin sedikit, sehingga ikan pada suhu maksimal akan mati. Begitu pula pada suhu dingin, gerakan operculum ikan menjadi melambat, hal itu disebabkan karena pada air dingin reaksi-reaksi kimia dalam tubuh ikan akan berjalan lanbat, sehingga jika ikan mencapai suhu terendah ikan akan mati. Matinya ikan pada suhu yang terlalu tinggi dan terlalu rendah menandakan bahwa ikan memiliki batas ideal tersendiri agar dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Batas itulah yang disebut dengan Hukum Toleransi Shelford yaitu batas maksimum dan batas minimum suatu makhluk hidup agar dapat hidup.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada suhu tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat dibandingkan pada suhu yang rendah. Agar ikan dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi maka ikan memiliki batas suhu maksimum dan batas suhu minimum. Batas maksimum dan batas minimum agar suatu makhluk hidup agar dapat hidup disebut Hukum Toleransi Shelford. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, suhu mempengaruhi aktivitas suatu organisme. B. Saran 1. Agar mahasiswa lebih lebih mampu bekerja sama dalam melakukan praktikum. 2. Agar asisten sebaiknya menyamakan pendapat agar tidak terjadi perbedaan pendapat baik pada praktikum ataupun pembuatan laporan. 3. Labortorium sebaiknya memperhatikan bahan dan alat praktikum sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Ikan. http://www. google.com. Diakses tanggal 20 Desember 2009. Dharmawan, agus. Dkk . 2004. Ekologi Hewan. Jica. Malang. Kimball, J.W. 1999. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta. Radioputro. 1988. Ekologi dan Pengetahuan Lingkungan. Erlangga. Jakarta. Tim Dosen. 2004. Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. Tim Pengajar. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. JAWABAN PERTANYAAN 1. Hal tersebut disebabkan karena adanya / terjadinya perubahan suhu, sehingga menyababkan ikan harus mampu beradaptasi pada suhu tersebut. 2. Pada suhu panas gerakan operculum ikan akan semakin cepat sedangkan pada suhu dingin gerakan operculum ikan akan semakin lambat.

Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan ikan Suhu media berpengaruh terhadap aktifitas enzim pencernaan. Pada proses pencernaan yang tak sempurna akan dihasilkan banyak feses, sehingga banyak nergy yang terbuang. Tetapi jika aktifitas enzim pencernaan meningkat maka laju pencernaan juga akan semakin meningkat, sehingga tingkat pengosongan lambung tinggi. Tingkat pengosongan lambung yang tinggi menyebabkan ikan cepat lapar dan nafsu makannya meningkat. Jika konsumsi pakan tinggi, nutien yang masuk kedalam tubuh ikan juga tinggi, dengan demikian ikan memiliki nergy yang cukup untuk pertumbuhan. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan

meliputi suhu. Biota yang dipelihara. Kebutuhan protein pada ikan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimum sangat dipengaruhi oleh suhu. tds. 4. NO2. Berdasarkan nerg van’t Hoff. 5. Pendekatan sistem Pertumbuhan adalah merupakan fungsi dari wadah pemeliharaan (W). sedangkan pada suhu 25oC membutuhkan protein 40%. dimana semakin tinggi lahan maka suhu udara akan semakin dingin. Lahan datar memiliki resiko kebocoran yang kecil dan biaya pembuatannya lebih murah. Konstruksi kolam harus sesuai dengan karakteristik biota yang akan dipelihara dan teknik budidaya yang akan diterapkan. P) Dengan demikian komponen nergy budidaya ikan adalah: 1. biota yang dipelihara (B) dan pakan (P). K. sehingga siklus budidaya tidak terganggu. dsb. Ketinggian lahan harus disesuaikan dengan suhu optimum biota yang akan dipelihara. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dapat dilakukan beberapa pendekatan. B. 2. kesuburan lahan dan porositas. Pembuatan wadah harus dipertimbangkan topografi lahan. kenaikan suhu sebesar 10°C akan menyebabkan kecepatan reaksi nergy ism meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan pada kondisi normal. Jenis kelamin 7. Pada perairan yang kaya unsur hara pakan alami dapat tumbuh secara maksimum. M. Topografi lahan terkait dengan suhu. tss. salinitas. Jika aktifitas enzim nergy ism meningkat maka laju proses nergy ism akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. CO2 bebas. dengan demikian biota dapat tumbuh dengan baik. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. Ukuran 8. Contoh pada suhu 20oC pada ikan Channel Catfish (Ictalurus punctatus) memperlihatkan pertumbuhan optimum dengan kadar protein 35 %. 3. yaitu: a. Spesies. Wadah pemeliharaan. varietas berhubungan dengan sifat genetik (potensitumbuh ketahanan terhadap penyakit). Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan. air harus tersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun. strain. sehingga tersedia pakan yang cukup bagi biota yang dipelihara. turbiditas. Lahan yang relatif datar lebih mudah untuk dibangun daripada lahan yang miring. meliputi: kuantitas air. Unsur hara sebagai penopang kesuburan (NO3 PO4. H2S. wadah pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang akan dipelihara. alkalinitas. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah nergy yang masuk ke dalam tubuh. Kualitas air harus berada dalam batas toleransi biota. media pemeliharaan (M). ketersediaan unsur hara sangat berpengaruh terhadap kesuburan perairan. Kualitas air.anabolisme. Lokasi budidaya hendaknya dekat dengan sumber air. Suhu media yang optimum akan mendorong enzim-enzim pencernaan dan nergy ism untuk bekerja secara efektif. 6. dsb. oksi-gen terlarut. Proses nergy ism ikan umumnya meningkat jika suhu naik hingga dibawah batas yang mematikan. akan menghasilkan nergy yang optimal untuk pertumbuhan.). Kondisl kesehatan . ph. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. Media hidup. Enzim nergy ism berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan nergy) dan anabolisme (sintesa nergy i menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). Konsumsi pakan yang tinggi yang disertai dengan proses pencernaan dan nergy ism yang efektif. G = f( W. bahan-bahan toksik: NH3. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan.

Nasir dan Yasmin. Tingkat protein pakan tidak berlebihan 2. Penambahan atractant Cara meminimumkan nilai F: 1. baik lewat feces ataupun urine.9. Pakan. Optimalisasi kondisi lingkungan. demikian juga warna dan rasa. 11. Tingkat energi pakan memadai Cara meminimumkan nilai M: 1. Komposisi pakan sesuai dengan stadia dan kategori ikan (herbivor. Guru yang benar-benar seorang guru. Cara meminimumkan nilai U: 1. Melanjutkan pendidikan SMP pada tahun 2003. Frekuensi pemberian pakan didasarkan pada kapasitas lambung dan laju pencernaannya 5. setelah nergy yang dikonsumsi dikurang dengan nergy yang digunakan untuk segala kebutuhan hidup termasuk nergy yang hilang. Pemilihan pakan yang cocok (ukuran. Ransum harian (FR). terutama suhu dan oksigen terlarut.google. Sulawesi Selatan. merupakan anak kedua dari pasangan M. yang tidak hanya mengajar tetapi juga . jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan biota. Bahan baku pakan berkualitas baik 4. karnivor) 3.com BIOGRAFI PENULIS Munawir Nasir lahir di Jeneponto. Pemberian pakan dilakukan secara kontinyu sesuai dengan laju pengosongan lambung ikan. a. Pembatasan ruang gerak ikan 2. Pengaturan arus air. warna) 6. Feeding rate optimal 4. bentuk. G=K–(F+U+M) Pertumbuhan (G) akan maksimum jika nilai K tinggi dan nilai F. Frekuensi pemberian pakan ukuran pakan. Sedangkan ukuran pakan disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan. Manajemen pemeliharaan 10. Optimalisasi kondisi lingkungan 3. Rasa kagum terhadap para tenaga pengajar terutama guru mempbuat penulis bercita-cita menjadi seorang guru.Jeneponto. Pada tahun 2006 menjada salah satu siswa di SMA Negeri 1 Tamalatea . diberikan sesuai dengan kebutuhan biota. Dengan demikian konsumsi pakan dapat dimaksimumkan sehingga laju pertumbuhannya tinggi. sehingga konsumsi energi untuk berenang melawan arus menjadi kecil http://www. Aktif diberbagai organisasi dan kegiatan sekolah. Cara memaksimumkan nilai K: 1. Mengawali pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5 tahun. U dan M diturunkan serendah mungkin. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat dan selera makannya selalu tinggi 2. Komposisi pakan. pakan harus memiliki kandungan gisi yang cukup baik. Ukuran partikel penyusun pakan hendaknya kecil sehingga mudah dihidrolisa 5. pada tanggal 20 januari 2009. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat 2. Pendekatan energetik Pertumbuhan terjadi apabila terdapat kelebihan nergy.

Diposkan oleh blog q di 19. bermain internet. Karena itu penulis mendaftar dan Alhamdulillah lulus di Jurusan Biologi. dengarkan lagu dan membaca buku. Penulis sangat senang berdiskusi. Semoga cita-cita dapat terlaksana dengan baik. Satu hal yang saat ini menjadi keinginan besar penulis adalah mewujudkan cita-cianya menjadi seorang guru dan membahagiakan orang tua. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.mendidik.21 Reaksi: .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful