http://nhawyr.blogspot.com/2010/02/laporan-praktikum-biologi-dasar.

html

LAPORAN LENGKAP
OLEH Nama : Munawir Nasir NIM/Kelas : 091 404 015 / A Jurusan : Biologi Kelompok : I (Satu) Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar 2009 LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul : Cara Menggunakan Mikroskop Percobaan Lazzaro Spallanzani Pengamatan Mikroskopis Anatomi Hewan Vertebrata Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim Respirasi Kebakaan Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme Telah diperiksa oleh koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Makassar, Desember 2009 Koordinator Asisten,

Suhaedir Bachtiar,S.pd.

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh asisten/ koordinator asisten dan dinyatakan diterima.

Makassar, Oktober 2009 Koordinator Asisten, Asisten, Suhaedir Bachtiar,S.pd. M. Irwan

NIM. 061404008

Mengetahui, Dosen Penanggung Jawab Drs. H. Hamka L., M.S. NIP. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini telah banyak ditemukan alat bantu untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satu penemuan itu adalah mikroskop. Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan biologi. Dengan menggunakan mikroskop kita dapat mengamati dengan jelas benda-benda yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (kurang dari 0.1 mm), misalnya bagian-bagian dari sebuah sel. Keterampilan menggunakan mikroskop dapat membantu kita mengamati dan membandingkan struktur sel hewan denga sel tumbuhan. Kemahiran dan ketelitian sipemakai dalam menggunakan mikroskop sangat diperlukan. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baikbaik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop sederhana yang biasa kita gunakan umumnya menggunakan cahaya dari alam atau juga dapat menggunakan cahaya lampu sebagai sumber cahaya pengganti matahari. Cahaya masuk kemudian dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung, cermin inilah yang akan mengarakan cahaya dari luar kedalam mikroskop. Namun setiap mikroskop pada dasarnya terdiri atas bagian-bagian optik dan bagian-bagian merkanik. Dua nilai penting sebuah mikroskop ialah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkanberapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra, yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua buah titik. B. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu agar kita sebagai mahasiswa terampil menggunakan mikroskop biologi dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana. C. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu agar mahasiswa, masyarakat dan umum dapat lebih mengenal tentang mikroskop dan mengetahui teknik penggunaan mikroskop yang benar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sejarah ditemukannya mikroskop sejalan dengan penelitian terhadap mikrobiologi. Yang memasuki masa keemasan saat berhasil mengamati jasad renik. Pada tahun 1664 Robert Hooke, menggambarkan struktur reproduksi dari moulds, tetapi orang pertama yang dapat melihat mikroorganisme adalah seorang pembuat mikroskop amatir berkebangsaan Jerman yaitu Antoni Van Leeuwenhoek (1632-1723), menggunakan mikroskop dengan konstruksi yang sederhana. Dengan mikroskop tersebut dia dapat melihat organisme sekecil mikroorganisme (Kusnadi,

2003). Kata mikroskop bersal dari bahasa Yunani yaitu micron yang artinya kecil dan scropos yang artinya melihat atau tujuan. Jadi dapat dikatakan bahwa mikroskop adalah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Alat utama dalam mikroskop yang digunakan untuk mengamati adalah lensa objektif dan lensa okuler. Dalam mikroskop baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, tebalik dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula (Anonim, 2009). Dua nilai penting sebuah mikroskop adalah daya pembesaran dan penguraiannya, atau resolusi. Pembesaran mencerminkan berapa kali lebih besar objeknya terlihat dibandingkan dengan ukuran sebenarnya. Daya urai merupakan ukuran kejelasan citra; yaitu jarak minimum dua titik yang dapat dipisahkan dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik berbeda dan terpisah (Campbell, 2000). Mikroskop yang menggunakan cahaya disebut mikroskop optik. Mikroskop optik dapat dibedakanmenjadi mikroskop biologi atau monokuler dan mikroskop stereo atau binokuler. Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda tipis dan trans paran. Penyinaran diberikan dari bawah dengan sinar alam atau lampu. Mikroskop binokuler atau stereo digunakan un tuk pengamatan yang tidak terlalu besar, transparan atau tidak. Penyinaran dapat diatur dari atas maupun dari bawah dengan sinar alam atau lampu (Tim Pengajar, 2009). Mikroskop yang biasa digunakan dalam laboratorium biologi adalah mikroskop monokuler (latin : mono = satu, oculus = mata). Kebanyakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop monokuler ini harus memiliki ukuran yang kecil atau tipis sehingga dapat ditembus cahaya. Bentuk dan susunan objek tersebut dapat dibedakan karena beberapa bagian objek itu lebih banyak menyerap cahaya dari pada bagian-bagian yang lain. Mikroskop membuat bendabenda kecil kelihatan lebih besar dari pada wujud sebenarnya, hal ini disebut perbesaran. Mikroskop juga dapat membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang, hal ini disebut penguraian (Goldsten, 2004). Semakin tipis bahan yang diperiksa semakin jelas nahan yang diperoleh. Cahaya yang dipantulkan dari suatu titik objek tidak dapat direkombinasi kagi untuk membuat titik lain yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah piringan cahaya. Daya pembesaransebuah mikroskop, yaitu kemampuan untuk membeda-bedakan rincian halus, adalah sebanding dengan medium yang ditransmisi. Cahaya mempunyai panjang gelombang sekitar 0,5 mm dan daya pembesaran paling baik (meskipun menggunakan cahaya dengan gelombang paling pendek) adalah sekitar 0,45 mm obyek yang letaknya lebih dekat dari itu tidak akan diperbesar sebagai lebih dari satu objek (Abercombie, 1933). Dibalik semua keunggulan dan kegunaannya, mikroskop juga memiliki kelemahan yaitu daya pisah, bukan daya pembesaran. Daya pisah adalah kemampuan untuk membedakan dua titik yang berdekatan sebagai titik yang jelas seta terpisah. Peningkatan ukuran tanpa disertai gambar yang jelas tidak berarti banyak bagi seorang yang menggunakan mikroskop. Ini berarti tidak ada gunanya mendapat gambar yang besar tetapi kabur (W. lay. 1992). BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. Waktu praktikum

30 sd. d. Cawan petri 4. Bahan yang disediakan oleh mahasiswa a. Prosedur Kerja 1. 16 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Pisau silet baru b. Di atas meja kerja hanya ada mikroskop. c. b. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah yaitu : 1. Kapas atau kapuk 2. Bawang merah (Allium cepa) C. keluarkan cawan petri yang berisi kaca benda dan kaca penutup.Hari/tanggal : jumat. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) b. 2.03. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. Membuka kotak peralatan. Pinset 5. bahan-bahan untuk praktikum. Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus 2. Kain planel baru c. Jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain. berisi : 1. Kertas saring atau kertas hisap c. Membersihkan kain benda dengan kain katun atau kertas saring. Alat yang disediakan oleh mahasiswa a. Memperhatikan keadaan ruang praktikum. darimana arah datangnya cahaya yang lebih terang (dari depan. Menyiapkan Mikroskop a. Pipet tangan 2. Menyingkirkan yang lainnya pada tempat lain yang sudah disediakan. buku penuntun dan catatan.1.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Kaca penutup 3. Tusuk gigi 2. Kotak peralatan. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat dihapan. Alat dan Bahan 1. . Kaca benda 2. Lap katun d. Alat yang disediakan oleh laboratorium a. Mikroskop biologi b. kotak peralatan dengan isinya. atau kanan) kemudian mengarahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut dan membuka diafragma atau memutar lempeng pada posisi lubang sedang. Daun waru (Hibiscus liliaceus) c. Buku gambar dan pensil e. B. Daun labu (Cucurbita moschata) d. Bahan Adapun bahan dari percobaan ini yaitu : 1. Air suling b. kiri. Bahan yang disediakan oleh laboratorium a.

3. Menyentuhkan sisi dengan kaca penutup pada kaca benda dekat tetesan air dengan kemiringan 45O kemudian dilepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air. Sedangkan untuk bawang merah.1. maka kita membuka diafragma. kita mempersempit diafragma atau lubang pada lempeng.1.3. Apa yang terjadi? Mikroskop model lain yang tubusnya miring atau tidak bisa naik turun.5. maka kita meneropong terus sambil memutar mikrometer naik atau turun sampai bayangan jelas garis atau batasan-batasannya. menjepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang. dan 3. Mengatur posisi revolver sehingga objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik. Memutar pengatur kasar atu makrometer ke arah empu jari. Menyerap kelebihan air yang merembes di tepi kaca dengan kertas saring. 5.2. 3. berarti terlewatkan.3. maka kita mengulangi langkah 3. maka kita memutar makrometer untuk menurunkan tubus sambil melihat dari samping ujung objektif mendekati kaca benda sampai maksimum 5-10 mm. 3. Jika medan pandang masih kabur berarti kurang cahaya yang masuk.3. 4. Menetesi air jernih atau air suling satu tetes di tengah-tengah. 2. Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10 mm atau tubus turun maksimal. Untuk mikroskop tanpa kondensor menggunakan cermin cekung. maka kita menggerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata. Mengamati medan pandang sampai muncul bayangan. jarak objektif dengan meja sediaan mengecil. 3.2. Memasang preparat buatan pada meja sediaan dan mengamati seperti langkah 3. Jika jarak itu longgar. daun labu. 4. Meneropong lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan mata kanan (perlu latihan) akan nampak medan bundar putih (medan pandang).4. kita mengirisnya setipis mungkin setelah itu meletakkannya di preparat. Untuk bahan daun waru. 2. Mengeluarkan preparat yang telah diamati. Meneropong lewat okuler sambil tangan memutar makrometer menaikkan tubus perlahanlahan. Mencabut satu serat kapas atau kapuk dengan pinset dan meletakkannya di tengah tetesan air. dan daun kembang sepatu menggunakan silet untuk mengambil bagian epidermisnya.2.2. 2. Cara Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan 3.5.4.5. 2. 3. kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur.6. kalau tubus telah terangkat setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan. 4.6.3 kembali. dan mengirisnya setipis mungkin. Memasang kaca benda yang berisi sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang diamati berada di tengah lubang meja. 3. Mengganti Perbesaran . pasang lubang lebih besar pada lempeng. maka meja sediaan bergerak naik turun apabila memutar makrometer dan mikrometer. Tangan yang sebelah memegang kaca penutup antara antara empu jari dengan telunjuk dengan sisi atau pinggir yang berlawanan. Membuat Preparat Sederhana 4.4. 4. kemudian sebaliknya. 3.Mengatur posisi mikroskop yang memiliki kondensor mendekati meja sediaan dan menggunakan cermin datar. Jika terangnya tidak merata. Jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10 mm. Mengambil kaca benda yang sudah dibersihkan kemudian dipegang serata mungkin.5. tubus turun. Mikroskop siap dipakai mengamati sediaan.4. Kalau terlalu silau. 4. 3. Memeriksa perbesaran lansa okuler dan objektif dan perbesaran bayangan tersebut.3. 4.

5 lanjut ke 5. Okuler 2. Sumbu inklinasi 7. Lengan 5.4 dan 3. Apabila pengamatan sudah berhasil. vii. memutar revolver kembali untuk menempatkan posisi lensa objektif lemah (pendek) pada posisi semula tanpa mengubah posisi preparat kemudian mengulang lagi langkah 3.5.2. iv.3. vi.1. Membuat sediaan baru sesuai langkah baru 4. 5. 5. menurunkan tubus serendah mungkin. Membuang sisa bahan yang tidak digunakan lagi di tempat sampah yang tersedia. perhatikan hal-hal berikut : i. Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Menyimpan mikroskop ke dalam kotak mikroskop. 5. Kaki 9. Membersihkan preparat basah dengan kertas saring atau lap katun (kaca benda + kaca penutup) kemudian menyimpannya dalam cawan petri dan memasukkannya ke dalam kotak perlengkapan. sampai berhasil.4. 3. Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang (kuat) tegak lurus pada meja sediaan dan bunyi klik (periksa perbesaran) 5. Membersihkan badan mikroskop dengan kain panel. 5.4. Menaikkan tubus apabila akan mengamati bahan lain dan mengeluarkan preparat yang sudah diamati kemudian membersihkan kaca benda dan kaca penutup.2. Hasil Pengamatan . Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan tetapi kita harus mengeluarkannya. kita menaikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari.Mikroskop Biologi Keterangan : 1. Membersihkan semua peralatan yang telah dipakai dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya. Diafragma 11. 5.1. Cermin 10. 3. Mikrometer 4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.6. Penggerak mekanik 6.1 sampai 4.7.6. v. Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop. ii.3. Pengatur kondenser 8.5. 5.5. Kondenser . Menyimpan sendiri peralatan yang telah dibawa untuk kegiatan berikutnya. 3. Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar dari bayangan yang diamati.3. 5. Makrometer 3. iii. bayangan yang nampak akan dibesarkan lagi dan jangan menyentuh posisi preparat atau tubus.

lubang di tengah-tengah meja sediaan tempat lewatnya cahaya dari kondensor masuk ke objek glass terus ke lensa objektif. 2. Meja sediaan. bila diputar akan menaikkan atau menurunkan kondensor. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara halus. Lensa objektif. 14. Mikroskop mempunyai komponen-komponen pendukung seperti : 1. sebagai alas tempat tumpuan berdiri. Penggerak Mekanis. berupa lensa-lensa dan cermin. Lubang meja sediaan. Cermin. Lensa objektif 15. yang berfungsi adalah yang menghadap tegak lurus pada meja sediaan. tempat bersendi lengan mikroskop. 8. 16. pada ujung atasnya terdapat lensa okuler. Revolver 16. 15. Tubus a. 12. alat pengatur letak kaca benda pada meja. Bawang merah (Allium cepa) b. tempat meletakkan kaca benda (objek glass). Kaki mikroskop. 4. Tubus atau tabung okuler. 3.12. Revolver atau pemutar objektif. 5. pengatur halus. yang dipegang bilamana diangkat. cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. 7. 11. Lengan atau pegangan mikroskop. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) B. alat penggerak tubus ke atas atau ke bawah secara kasar. 9. Pengatur kondensor. penjepit atau pengatur letak sediaan (objek glass). Mikroskop membuat benda-benda kecil kelihatan lebih dari pada wujud sebenarnya dan mikroskop membuat kita melihat pola-pola terperinci yang tidak tampak oleh mata telanjang. Daun Waru (Hibiscus liliaceus) c. Lensa okuler. lensa yang menghimpun berkas cahaya dari cermin masuk ke lubang meja sediaan. Diafragma. Pada percobaan ini kami hanya mengambil satu sampel bahan percobaan yaitu bawang merah . Sengkeling. Pembahasan Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil. Kondensor. Mikroskop memiliki komponen-komponen dari kaca yang mudah rusak. pengatur banyaknya cahaya yang amasuk ke kondensor. Mikrometer. Sengkeling 14. yang diintip oleh mata pengamat. alat yang dapat ditutup dan dibuka. menerima bayangan dari objektif dan membesarkannya. Makrometer. 10. atau pegangan dengan sumbu inklinasi. Meja sediaan 13. 17. Makanya kita harus menghindarkan perlakuan yang dapat membuat benturan dengan komponen tersebut. alat penangkap dan pamantul cahaya. 13. 6. pengatur kasar. Tiang. menerima bayangan sediaan kemudian membesarkannya. Daun Labu (Cucurbita maschata) d.

Tulis nama bagian optik dari mikroskop ! 2.org/wiki/mikroskop.A. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Lay. 2. kita bisa mengamati pola pemisahan yang lebih jelas dan bagian-bagian dari epidermis Allium cepa tersebut terlihat lebih kompleks. I993. M. 2009. W.wikipedia. serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop biologi tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana A. Campbell. DAFTAR PUSTAKA Abercombie. dan kami mengamati sampel tersebut dengan tiga macam perbesaran seperti yang terlihat pada gambar. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. http://id. N. PERTANYAAN 1. Laboratorium: Sebaiknya alat-alat yang disediakan laboratorium diperhatikan. Dkk. Kusnada. Jakarta: Erlangga. Dari gambar tersebut kita dapat melihat bahwa pada pembesaran lemah terlihat hanya bagian kecil dari epidermis Allium cepa tersebut dan pola-pola epidermis Allium cepa masih kurang jelas pemisahannya. maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Bogor: CV. Goldsten. Bandung: Jica. Mikro biologi. Mikroskop merupakan alat bantu untuk melihat sesuatu yang berukuran sangat kecil (benda renik). 1992. Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan. 2009. Mikrobiologi. Jakarta. Tulis nama bagian mekanik dari mikroskop ! 3. Anonim. 2003. 2000. sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik.(Allium cepa). 3. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Jakarata: Erlangga. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah : 1. Mahasiswa mampu mengenali dan mengetahui bagian-bagian mikroskop biologi dan fungsinya masing-masing. Mahasiswa: Praktikum mikroskop ini harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan biologi. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. PT Ikrar Mandiri Abadi. Raja Wali. Asisten: Sebaiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan berlangsung. Diakses tanggal 17 Oktober 2009. Philip. Mikroskop. 2004. Jurusan Biologi FMIPA UNM. 2. Sedangkan pada pembesaran yang lebih kuat. Kamus Lengkap Biologi. Tulis fungsi bagian mekanik ! . Tim Pengajar. Makassar.

Lensa objektif e. Kaki mikroskop 3. Pengatur kondensor g. Pengatur kondensor berfungsi sebagai alat untuk menaikkan atau menurunkan kondensor. Mikrometer d. Makrometer c. Sumbu inklinasi f. terbalik dan diperbesar. e. g. Fungsi bagian mekanik : a. b. Tubus berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa okuler pada ujungnya. . Diafragma h. Meja sediaan k. c. 5. f. yaitu : b. Lensa okuler 2. Revolver berfungsi sebagai cakram tempat melekatnya lensa objektif berbagai ukuran. Sengkeling berfungsi sebagai penjepit atau pengatur letak sediaan. Penggerak mekanik e. Cermin c. Penggerak mekanis berfungsi sebagai alat pengatur letak kaca benda pada meja. Pengaruh negatif terhadap mikroskop apabila lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar adalah lensa dapat menjadi buram dan bahkan akan tergores sehingga lensa mikroskop sudah tidak baik lagi untuk digunakan. Meja sediaan berfungsi sebagai tempat meletakkan kaca benda. Tubus l. yaitu : a. Makrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara kasar. Lengan b.4. 4. Revolver j. Apabila bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. karena bila lensanya sudah tergores bila digunakan akan membentuk bayangan lain yang menyebabkan bayangan dari sediaan tidak jelas lagi. h. d. maka kaca benda harus digeser ke arah yang berlawanan dengan bayangan. Tulis pengaruh negatif terhadap mikroskop kalau lensa digosok dengan kain atau kertas biasa/kasar? Jawaban : 1. karena sifat lensa okuler yang menerima bayangan dari lensa objektif yaitu maya. Kondensor d. Bagian optik dari mikroskop. Mikrometer berfungsi sebagai alat untuk menggerakkan tubus naik turun secara halus. ke arah manakah kaca benda/sediaan harus digeser? Mengapa? 5. Bagian optik dari mikroskop. Kalau bayangan dalam medan pandangan akan digeser ke kiri-depan. Sengkeling i.

. Hal ini yang mendorong para peneliti melakukan percobaan untuk mendapat jawaban pertanyaan tersebut.LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Percobaan Lazzaro Spallanzani” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh asisten/koordinator asisten dan dinyatakan diterima. Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati. Erni Majid NIM. Karena rasa ingin tahu yang tinggi maka mereka menggunakan kecerdasannya untuk mengungkap asal mula kehidupan. M. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya manusia memiliki daya berpikir dan rasa ingin tahu yang tinggi termasuk dari mana awal kehidupanya di muka bumi. Para pakar telah mengkaji dan mencoba menjawabnya dengan berbagai teori dan percobaan. untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat.S. Dosen Penanggung Jawab Drs. Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani. khususnya menjawab pertanyaan di atas. maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan. 061404038 Mengetahui. Makassar. . Asal-usul kehidupan menurut pandangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya terkuak.pd. Manfaat Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar mampu mengambil kesimpulan dan mengetahui seluk-beluk dan teori asal-usul kehidupan yang benar. ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya. Hamka L. Oktober 2009 Koordinator Asisten. NIP. C. Pertanyaan ”apakah hidup?” dan “dari manakah asal kehidupan?’ merupakan masalah dari abad ke abad. Ada halhal yang masih menjadi misteri. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak.S. Tujuan Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan para ilmuan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi. B. Suhaedir Bachtiar. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupa. H. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan. Asisten.

John Needham. merka berpendapat bahwa untuk dapat timbul kehidupan secara spontandari benda tak hidup diperlukan gaya hidup dan gaya hidup pada percobaan Spallanzani tidak ada karena labu ditutup rapat (Winatasasmita. seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea). telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim Pengajar. dan terpaksa melakukan penyegelan yang rapat udara ia perhatikan bahwa. Sesudah kaldu itu dibiarkan untuk waktu yang lama terdapat retakan kecil pada gelas yang kemudian diikuti dengan perkembbangan animakuler (Stenier. 1991) Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”. Namun pandangan tersebut masih merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah (Sasmita. Spallanzani menyimpulkan bahwa animakules dapat terbawa udara kedalam kaldu itu dan inilah penjelasan tentang adanya abiogenesis yangdisangka benar itu.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pertanyaan yang selalu tmbul bagi bagi para pemikir filosofis dan kaum naturalis adalah asal mula terjadinya kehidupn di bumi ini. Setelah dipanaskan kedua tabung tersebut diberi perlakuan yang berbeda. teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru (Anonim. 2003). 1982) Beberapa orang tetap tida percaya terhadap hasil eksperimen Redi dan Spallanzani. tetapi Spallanzani tidak merasa puas bahwa sumbat buatan itu dilalui udara. teori Kosmos. 1999) . Jika itu tetap bening dan steril maka generasi spontanea tidak dapat terjadi (Kimbal. Ternyata setelah beberapa waktu pada tabung pertama terdapat organisme dan pada tabung kedua tidak terdapat organisme (Janice. 2004). Lazzaro Spallanzani. teori Biogenesis. 2009). Lazzaro Spallanzani memanaskan dua buah tabung yang berisi air kaldu. Tabung pertama dibiarkan terbuka. para ilmuan lainnya seperti Antonie van Leeweunhoek dan John Needham (1713-1781) juga mendukung teori Abiogenesis tersebut. 2009). macam-macam pandangan telah dikemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. diantaranya Francesco Redi. Peneliti-peneliti terdahulu menutup labunya dengan sumbat gabus. salah seorang ilmuwan yang membantah teori Abiogenesis. Dalam melakukan percobaannya. Sampai sekarang hal tersebut masih merupakan teka-teki yang belum dapat dipecahkan. Di dalam kaldu yang sudah dipanaskan dengan baik. Selain Aristoteles. Makhluk-makhluk renik yang tiba-tiba muncul pada makanan yang membusuk sebagiannya timbul dengan sendirinya maka Lazarro Spallanzani mencoba membuktikan bahwa mikro organisme tidak muncul dengan sendirinya. 1992) Beberapa ahli telah melakukan berbagai usaha untuk melakukan penelitian terhadap pandangan generatio spontanea. Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi. Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. 2003). maka ia mendidihkan air kaldu kemudian menutup rapat-rapat sehingga tidak dimasuki apapun dari luar. Lazzaro Spallansani (keduanya berkebangsaan Italia) dan Louis Pasteur yang berkebangsaan Perancis (Tim Pengajar. sedangkan tabung yang kedua ditutup. Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut.

2. cahaya matahari langsung dan sumber panas lainnya. menyumbat dengan tutup gabus/karet dan manetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutup. Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Waktu praktikum Hari/tanggal : Jumat. 5. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. segera tutup dengan gabus dan menetesi dengan lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a. 03. Tabung I. Tabung IV. Alat dan Bahan 1. 3. Hasil Pengamatan Tabung Tabung I Tabung II Tabung III Tabung IV B W E Bu B W E Bu B W E Bu B W E Bu 1---------------- . 6. selama lima hari. 1 buah klem kayu f. Bahan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. 23 Oktober 2009 Waktu : Pukul 01. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah : a. 4 buah tabung reaksi b. B.d. 7. usahakan terhindar dari gangguan hewan. biarkan terbuka (tanpa tutup).10 WITA b.30 s. Tabung III. 4. 1 buah rak tabung reaksi c.BAB III METODE PRAKTIKUM A. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. Meletakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan menyimpannya di atas meja kerja. Melakukan pengamatan dan mencatat setiap hari. 2 buah sumbat gabus/karet yang sesuai d. Korek api C. Prosedur Kerja 1. mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 10 menit. 30 ml kaldu cair b. tidak memberikan perlakuan. 1 buah lampu spiritus e. Tabung I. 1 potong lilin 2. Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 mL.

kaldu pada tabung tersebut mulai terdapat endapan pada dan mulai mengalami perubahan bau. juga terdapat endapan pada dasar tabung.. bau. Pada tabung III. Perubahan warna..5 + +++ ++ . Perubahan warna. Pada hari keempat. Hal tersebut menandakan bahwa di dalam kaldu telah terdapat kehidupan suatu mikroorganisme misalnya bakteri.. Pada tabung pertama dihari terakhir pengamatan terbentuk gelembung/buih .+ ... Endapa B. namun pada hari ke-2 telah terdapat endapan. pada . bau. Sumbat karet b. tidak mengalami perubahan dari awal pengamatan sampai hari terakhir pengamatan.= Tidak ada perubahan W = Warna E = Endapan Bu = Buih B = Bau Keterangan : a.. Endapan ini terus bertambah banyaknya hingga hari kelima..+ ++ .+ + . namun endapan tersebut hanyalah tetesan lilin yang merembes masuk pada saat menetesi sumbat karetnya dengan lilin.++ . Kemudian pada hari keempat mulai terdapat buih pada kaldunya.. Pada kaldunya memang terdapat endapan..2--+---+--------3 .+ ++ ++ + . Kemudian pada hari kedua. dimana air kaldunya hanya didihkan di atas lampu spiritus selama 10 menit dan tabungnya dibiarkan terbuka. Tabung reaksi c.. pada tabung II dimana perlakuan yang diberikan hanyalah menyumbat mulut tabung dengan sumbat karet yang pada hari ke-1 tidak mengalami perubahan. dimana tabung ini tidak didihkan dan tidak ditutup. Lampu spiritus d... Begitupun pada tabung ke II dan ke III. Perubahan bau. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah hingga hari kelima pengamatan. Dari hasil pengamatan selama lima hari. dan pada hari kelima juga muncul buih pada kaldunya. Pada tabung IV yang air kaldunya didihkan dan mulut tabungnya disumbat dengan sumbat karet.. Pada tabung ini. mulai muncul buih pada hari pertama pengamatan.. warna kaldu pada tabung tersebut mulai berubah menjadi keruh. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah sampai hari kelima.. terdapatnya endapan dan buih terus bertambah pada hari pengamatan yang ketiga.. Pada hari ketiga kaldunya juga mulai mengalami perubahan bau dan juga perubahan warna. Pembahasan Pada tabung I. Buih e.+ ++ .4 + ++ ++ .Keterangan : + = Ada Perubahan . mulai terdapat pengendapan pada hari kedua...

Sehingga pada tabung tersebut terdapat mikroorganisme. Laboratorium sebaiknya dapat dijaga kebersihannya bersama sebelum melakukan praktikum. Apalagi pada tabung yang ke I yang tabungnya dibiarkan terbuka dan kaldunya tidak dididihkan. Dunia Mikrobe I. Akibatnya mikroorganisme yang terdapat pada air kaldu mati. Stonier. berbau. Akibat perlakuan tersebut mikroorganisme yang terdapat di dalam air kaldu tersebut dapat berkembang. Buku Penuntun Biologi. Biologi Tesis. tidak berbau. B. Air kaldu masih tetap jernih. Dimana tabungnya ditutup namun kaldunya tidak dipanaskan. Dkk 1982. Hal tersebut menandakan bahwa dalam tabung tersebut tidak terdapat kehidupan. 2. Namun karena tabung dibiarkan terbuka menyebabkan udara yang berasal dari luar tabung (lingkungan) yang mana di dalamnya terdapat mikroorganisme dapat masuk ke tabung reaksi. 2007. Hal tersebut merupakan tanda-tanda terdapatnya kehidupan pada tabung tersebut.tabung tersebut diakhir pengamatan air kaldu menjadi keruh. DAFTAR PUSTAKA Anonim. . Dra. Konsep Hidup dan Kehidupan. Dengan adanya pengamatan ini dapat dibuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Sedangkan pada tabung ke IV tidak mengalami perubahan apa-apa. Diakses tanggal 9 November 2007. Selain itu tabung tersebut juga ditutup rapat sehingga udara yang berada di luar tabung tidak dapat masuk.L. Sedangkan pada tabung IV tidak terdapat mikroorganisme karena air kaldu tersebut dipanaskan hingga mendidih. Jakarta: Bima Aksara. 2003.A. air kaldu pada tabung yang terbuka akan ditemukan organisme karena udara dari luar yang membawa mikroorganisme dapat lebih leluasa masuk sedangkan air kaldu yang perlakuannya dipanaskan dan ditutup rapat tidak ditemukan adanya mikroorganisme karena air kaldu tidak berhubungan langsung dengan udara dari luar. D. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Pada tabung kedua terdapat mikroorganisme. racer. D. 2009. Kesimpulan Berdasarkan percobaan ini kami lakukan. jakarta: Bharatara Karya Aksara. Walaupun kaldunya dididihkan sehingga mikroorganisme yang ada pada air kaldu mati. Jakarta: Erlangga Pratiwi. Janice. berbuih.forumsains. 3. Begitu pula pada tabung ke III. http://www.com/. dan terdapat endapan. dan tidak terdapat gelembung dan endapan. maka pastilah mikroorganisme tumbuh pada tabung tersebut. Mahasiswa harus lebih teliti dalam mengamati bahan penelitiannya sehingga hasilnya pun baik. 2. Dengan demikian teori abiogenesis yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan. Sebaiiknya asisten tidak meninggalkan praktikan saat percobaan sedang berlangsung terutama yang berhubungan dengan api. hal tersebut disebabkan oleh perlakuan yang diberikan pada tabung tersebut. Saran Adapun saran dari percobaan ini adalah 1. maka dapat disimpulkan bahwa : 1.

1992. Makassar. Biologi Umum Materi Bagian Pertama. 2. II. Pun demikian. Jurusan Biologi FMIPA UNM. W. Djamhur. "ilmu").Tim Pengajar. Teori Abiogenesis (Teori Generatio Spontanea) 2. Pendahuluan Dikutip dari Wiki : Kutip Biologi adalah ilmu mengenai kehidupan. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Jakarta: Erlangga. Banyak ilmuwan mencoba mengajukan teori-teori untuk menjelaskan apakah hidup dan dari mana asalnya hidup. Makassar. Berdasarkan hal tersebut van Leeweunhoek mengatakan jentik-jentik (makhluk hidup) berasal dari air (benda mati). Biologi Umum. ia menemukan adanya jentik-jentik pada air hujan dan rendaman air jerami. 1991. Tim Pengajar. yang diambil dari bahasa Arab.3 John Needham (1713-1781) . yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani. Dahulu (sampai tahun 1970-an) digunakan istilah ilmu hayat (yang berarti "ilmu kehidupan"). Berikut akan dijelaskan teori-teori tentang asal dan kejadian hidup.1 Aristoteles Teori Abiogenesis pertama kali diajukan oleh Aristoteles (394-322 SM) yang menyatakan bahwa : Makhluk hidup berasal dari benda mati yang secara spontan dapat muncul akibat adanya gaya hidup. Winatasasmita. 2. Penuntun Praktikum Biologi Umum.2 Antonie van Leeweunhoek Antonie van Leeweunhoek adalah seorang biologis Belanda yang mendukung teori ini. bios ("hidup") dan logos ("lambang". 2009. manusia belum dapat memberikan definisi dan batasan-batasan yang jelas tentang apa arti hidup sesungguhnya. Biologi Universitas jilid 3. Konsep Hidup dan Kehidupan I. Kimbal. Jakarta: Universitas terbuka. 2003. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie". Dengan menggunakan mikroskop.

Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut? 3. 3. 3. mikroorganisme terdapat di udara bersama-sama dengan debu. Hasil yang diperoleh Pasteur adalah : a. Ia mengatakan bahwa kehidupan yang terlihat pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak cukup lama untuk dapat membunuh semua mikroorganisme. b. Hasil eksperimen ini akhirnya menggugurkan Teori Abiogenesis dan Pasteur menjadi sangat terkenal dengan perkataannya Omne vivum ex vivo. Lazzaro Spallanzani (1729 . mengapa bisa terjadi demikian? .4 Pohon Van Helmot Pohon dapat tumbuh membesar bukan berasal dari tanah sebab tanah yang hilang tidak sesuai pertumbuhannya. omne ovum ex vivo). Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara.2. Teori Biogenesis Teori ini menyangkal abiogenesis. 3. Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percoban tersebut diatas? 2.3 Louis Pasteur (1822-1895) Pasteur melakukan eksperimen dengan menggunakan labu leher angsa.1799) Spallanzani adalah seorang biologis Itali yang menentang eksperimen John Needham. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana?. PERTANYAAN 1. Francesco Redi (1968) Kesimpulan dari eksperimen Redi adalah larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi dari lalat yang masuk ke dalam tabung dan bertelur pada daging. Pendapat yang mendukung adalah sebagai berikut : 3. omne ovum ex vivo (artinya kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup atau dapat juga diartikan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga). Penutup berbentuk leher angsa ini bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara.1. Teori Biogenesis menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup (Omne vivum ex vivo.Biologis asal Inggris ini mendapatkan bahwa pada air kaldu yang telah dipanaskan (bebas dari mikroorganisme) setelah beberapa lama kemudian akan muncul lagi mikroorganisme yang baru. Dapat disimpulkan bahwa kehidupan yang dimiliki tumbuh-tumbuhan (makhluk hidup) bukanlah berasal dari tanah (benda mati). 3. III.

Jawaban 1. Asisten. Makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu berasal dari udara luar dan mikroorganisme yang masih hidup di dalam kaldu karena belum mati. NIP. Yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah adanya mikroorganisme yang berasal dari udara luar karena tabung tidak ditutup dan organisme yang masih hidup di dalam karena tidak dididihkan yang melakukan aktivitas kehidupan. Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba akan muncul makhluk hidup baru? 6. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN .Pd. Tabung yang kaldunya tidak mengalami perubahan yaitu tabung yang kaldunya dipanasi/dididihkan kemudian tabungnya ditutup dengan sumbat karet. tabung yang tidak dipanasi tapi ditutup. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengamatan Mikroskopis” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. M. Hamka L. Terjadi perubahan karena mikroorganismedi dalam kaldu masih hidup dan terkontaminasi dengan udara luar. Dosen Penanggung Jawab Drs.. Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan?. Tidak terjadi perubahan warna dan bau karena mikroorganisme yang terdapat di dalam kaldu sudah mati dan tidak terkontaminasi dengan udara luar. 061404008 Mengetahui. 2. Dari bahan kaldu itu tidak mungkin muncul makhluk hidup baru secara tiba-tiba.4. M. 6. H. Makassar. November 2009 Koordinator Asisten. Perubahan kaldu pada percobaan tersebut terjadi pada tabung yang air kaldunya tidak dididihkan dan tabungnya tidak ditutup dengan sumbat karet. mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau? 5. 4. 5. Hasil percobaan Lazzaro Spallanzani ini digunakan sebagai bukti untuk menyangkal pendapat generatio spontanea karena telah terbukti bahwa makhluk hidup tidak terbentuk dari benda mati. dan tabung yang dipanasi namun tidak ditutup. karena makhluk hidup tidak dapat terbentuk dari benda mati secara tiba-tiba. Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat generatio Spontanea? Jelaskan. Irwan NIM. 3.S. Suhaedir Bachtiar S.

maka kami melakukan pengamatan mikroskopis jaringan hewan dan tumbuhan. Untuk mengetahui struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tumbuhan dan organ-organ tubuh hewan. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam bentuk organ. Jaringan Tumbuhan Kata “sel” mungkin sudah lazim kita dengar. Jika diperhatikan lebih detail. Latar Belakang Setiap hari kita sering melihat tumbuhan. Tanpa alat bantu. beberapa macam jaringan sel membentuk sebuah organ pada tumbuhan. dan bunganya. C. bahkan mungkin kita sudah mengetahui apakah sel itu sebenarnya. Ilmu yang mempelajari tentang struktur jaringan disebut histologi. kita akan mendapatkan bagian-bagan yang semakin kecil. ada juga jaringan yang membentuk tubuh hewan tersebut. Kumpulan dari sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama inilah yang disebut jaringan. Jika membandingkan struktur tumbuhan dan hewan tentunya struktur tubuh hewan jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan tubuh tumbuhan. Seperti halnya tubuh tumbuhan. beberapa organ membentuk sebuah sistem organ tumbuhan dan beberapa sistem organ membentuk tumbuhan tersebut (Kartasapoetra. Sel-sel yang membentuk jaringan sel (suatu kumpulan sel yang bentuk dan fungsinya sama). kita akan melihat bagian-bagian utama penyusun tubuh tumbuhan seperti akar. Didalam tubuh hewan terdapat jaringan yang berfungsi sangat penting bagi kehidupan hewan itu sendiri. dari yang berukuran kecil sampai yang melebihi besar tubuh kita semua terdapat disekitar kita. Namun bila kita ingin mengamati struktur tumbuhan yang lebih kompleks. dan mengetahui jenis-jenis jaringan yang menyusun organ-organ yang terdapat dalam tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. Dengan demikian yang dimaksud dengan dengan jaringan adalah kumpulan sel yang berhubungan erat satu sama lain dan mempunyai struktur serta fungsi yang sama. bahkan semua yang menyusun tubuh hewan dan memiliki fungsi masing-masing adalah jaringan hewan itu sendiri. di sebelah dalamnya ada kayu yang keras dan mengandung serat-serat yang kuat. Tujuan Setelah melakukan kegiatan ini mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan struktur dan macammacam jaringan yang menyusun organ-organ tumbuhan dan juga yang menyusun organ-organ tubuh hewan. jaringan yang membantu hewan terhubung dengan dunia luar. Berdasarkan semua kegunaan jaringan ini maka manusia mempelajari lebih dalam mengenai struktur dan fungsi masding-masing jaringan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 4. Diantaranya ada jaringa yang berfungsi melapisi bagian luar hewan. Apabila kita mengamati tubuh organisme yang cukup besar. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini yaitu kita akan mengetahui struktur penyusun tubuh tumbuhan dan tubuh hewan. hanya menggunakan mata kita dapat melihat bagianbagian tersebut dengan mudah dan jelas. daun.A. batang. 1998). ada jaringan yang membuat tubuh hewan dapat bergerak. Berbagai jaringan tersusun dan . B. Hingga suatu ketika akan diperoleh satuan terkecil dari makhluk hidup yang disebut sel. tubuh hewan pun terdiri atas sel yang tersusun berdasarkan struktur dan fungsinya masing-masing. pada bagian luar tampak adanya kulit.

2004). daun. Struktur epidermis dapat dihubungkan dengan peranan jaringan teresebut sebagai lapisan sel yang berhubungan dengan lingkungan luar. Ternyata hasil penelitian telah menampakkan adanya sejenis jaringan tertentu yang . Meristem skunder. maka kita dapat mengetahui tumbuhan yang mempunyai jaringan dan yang tidak berjaringan. meristem yang ditinjau dari asalnya dibedakan atas : 1. demikian pula tumbuh-tumbuhan yang rendah tingkat perkembangannya belum mempunyai jaringan. Merupakan lapisan terluar dari akar. Pembelahan sel dapat pula terjadi pada jaringan selain meristem. Meristem primer. menyimpan cadangan makanan (pada endosterm). Jaringan Epidermis Epidermis adalah jaringan jaringan yang bervariasi struktur dan fungsinya. berfungsi sebagai penyokong tubuh. sebagai penyokong tubuh. Namun. Jaringan sel gabus berfungsi sebagai pengganti epidermis ketika batang atau akar masih muda. berfungsi sebagai pengangkut bahan-bahan dari daun ke tubuh. Dengan batasan di atas. pada jaringan ini jumlah pembelahan sel terbatas. Jaringan Meristem Meristem adalah jaringan embrional pada tubuh tumbuhan. contoh : a. Jaringan epidermis melindungi jaringan sel disebelah dalam. Jaringan parenkim. Epidermis rambut-rambut akar memiliki dinding yang tipis. Meristem senantiasa mempertahankan kemampuannya untuk membelah. Jaringan-jaringan umumnya terdapat pada tumbuh-tumbuhan yang tinggi tingkat perkembangannya. Jaringan xilem. menunjukkan bahwa pada akar muda epidermis berfungsi dalam absorpsi (Muhammadiah.terorganisasi dalam bentuk organ (Tim Pengajar. Jaringan floem. adalah meristem yang berkembang langsung dari sel embrionik dan sebab itu merupakan kesinambungan kegiatan embrio di tempat itu. tempat fotosintesis (pada mesofil). Menurut Muhammadiah (2004). sehingga sel yang baru senantiasa ditemukan. b. Jaringan kolenkim. membentuk endospermae. buah. Adanya bahan seperti lemak. c. dan biji. batang. bynga. berfungsi mengangkut bahan mineral dan air dari akar sampai ke daun. sebelum tumbuhan mengalami pertumbuhan sekunder (Muhammadiah. Jaringan sklerenkim. berfungsi mengangkut bahan-bahan dari daun ke be tubuh tumbuhan. d. semakin jelas pula adanya diferensiasi yang membentuk alat-alat tumbuhan yang berlainan (Kartasapoetra. Jaringan meristem yang mampu membelah terus dan membentuk sel-sel yang baru. g. h. i. semakin tinggi tingkat perkembangannya. 2004). 1998). 2009). Jaringan Sel Gabus Dari uraian-uraian di atas kita telah mengetahui bahwa epidermis itu merupakan jaringan pelindung. membentuk daging buah. adalah meristem yang berkembang dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi. misalnya pada korteks batang dan jaringan pembuluh muda yang sedang mengalami perkembangan. f. dalam hal ini tiap jaringan biasanya hanya melakukan satu macam proses hidupnya. Meristem melanjutkan pembelahan diringan secara tidak terbatas dan akibatnya sel-sel baru terus bertambah pada tubuh tumbuhan (Muhammadiah. Menurut Kartasapoetra (1998). 2004). e. iii. dengan adanya jaringan-jaringan dalam tumbuhan ini berarti bahwa tumbuhan tersebut ke dalam telah ada pembagian dalam kegiatan-kegiatan proses hidupnya. Pada tumbuhan uniseluller atau terdiri dari satu sel (bacteria) tentunya tidak mempunyai jaringan. ii. 2. kutin pada dinding luar dan permukaannya membatasi penguapan.

Kelompok jaringan terorganisasi ini menjadikan organ-organ pada tumbuhan. Fungsinya yang sesuai tergantung pada penataan dan koordinasi yang sesuai dari jaringan yang mendirikannya (Kimbal. sel parenkim dapat membelah meskipun telah dewasa. dapat berlignin atau tidak. 1992) Parenkim terdiri dari sel hidup dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan fungsinya. Oleh sebab itu. batang dan daun merupakan organ utama tumbuhan tingkat tinggi. Daerah yang tidak terkena cahaya. Sel skelerenkim memiliki sifat yang kenyal (elastis). Jaringan Otot Jaringan otot bertanggung jawab untuk pergerakan tubuh. otot dikelompokkan menjadi : 1. langsing. Akar. Di dalam sitoplasma ditandai dengan adanya sejumlah besar elemen-elemen kontraktil yang disebut miofibril yang berjalan menurut panjang serabut otot (Pagarra. vii. Biasanya jaringan ini berada di bagian tepi dari alat-alat tumbuhan. 2004). Otot lurik. yang dikenal sebagai jaringan gabus (Cork tissue). 1992) 5. Berbagai jaringan tumbuhan itu ditata dalam pola tertentu. teristimewa pada tumbuhan yang berumur panjang yang dalam hal ini biasanya epidermis tumbuhan telah mati sebelumnya atau menjadi tidak aktif sebelum menjadi penggabusan itu. 1992) vi. Dilengkapi secara meluas oleh plastid. terdiri dari banyak serat serabut. v. panjang. 2004). Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. Jaringan Kolenkim Sel-sel kolengkima berdinding tebal yang secara khusus dikembangkan disudut-sudut sel. mempunyai satu inti di tengah-tengahnya. terdiri dari banyak serabut otot yang mempunyai bentuk seperti gelendong. viii.sifatnya lebih kuat dari epidermis. Skelerenkim mempunyai fungsi utama yaitu sebagai jaringan penguat tumbuhan dan kadang-kadang juga sebagai pelindung (Muhammadiah. akar atau umbi (Kartasapoetra. yang masing-masing mempunyai banyak inti yang . dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung (Anonim. Jaringan Sklerenkim Skelerenkim dalah jaringan yang memiliki dinding skunder yang tebal. 1998). Jaringan Parenkim Sel-sel parengkim tersebut luas diseluruh tubuh. Jaringan Xilem Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air pada tumbuhan berpembuluh (Muhammadiah. 2004). Acapkali terpisah-pisah sebagian dan ruang antara sel yang terjadi diisi gas. 1998). Otot polos. terdiri atas sel-sel otot yang terspesialisasi untuk melaksanakan kontraksi dan berkonduksi (menghantarkan impuls). Umum dijumpai didaerah-daerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat (Kimbal. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. Sel-sel member tunjangan mekanis bagi tumbuhan. besar-besar dan berdinding tipis bisanya memiliki vakuola tengah. 2. Jaringan Floem Floem berfungsi mengankut bahan-bahan dari bagian atas ke bagian bawah. jelasnya dari daun ke bagian organ lainnya. iv. 2004). sel parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka serta regenerasi (Muhammadiah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jaringan gabus ini menggunakan fungsi epidermis (Kartasapoetra. Jaringan Hewan a. seperti batang. Karena merupakan sel hidup. yang paling banyak ialah plastid tidak berwarna dan gudang makanan merupakan fungsi utama (Kimbal. 2009) Menurut Wulangi (1993).

Preparat awetan jaringan akar. dan otot jantung. 3. Mengamati ciri struktur dan letak masing-masing jaringan yang menyusun akar. 2004).terletak di tepi. endokrin dan mental (Pagarra. Preparat awetan otot polos. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan golongan dikotil 2. viseral. Sistem saraf perifer terdiri atas kumpulakumpulan saraf dan ganglia yang tersebar di seluruh tubuh. 4.30 sd. menggunakan dan menghantarkan semua informasi yang ditimbulkan oleh rangsang sensoris. 2004). Jaringan Tumbuhan a. Jaringan Hewan a. terdiri dari beberapa serabut otot bercabang-cabang membentuk anyaman (anastomosis). Lap kasar dan lap halus c. Mikroskop b. 30 Oktober dan 6 November 2009 Waktu : Pukul 01. Sistem saraf pusat termasuk di dalamnya otak dan sumsum tulang belakang. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Menggambar jaringan ketiga organ tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan bagian- . menganalisa. 3. Menggunakan pembesaran objektif 4x untuk melihat preparat secara keseluruhan. batang dan daun yang mewakili golongan monokotil dan dikotil. preparat awetan darah dan preparat awetan tulan keras. Mikroskop b. preparat awetan tulang. 2. 5. Alat dan Bahan 1. dan perubahan mekanis dan kimia yang terjadi di lingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. baik secara langsung maupun tidak langsung sebagian terbesar fungsi tubuh. 03.10 WITA b) Tempat praktikum Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : a) Waktu praktikum Hari/tanggal : jumat. b. Prosedur Kerja a) Jaringan Tumbuhan 1. Mengambil preparat awetan jaringan akar. C. dan daun. B. dan dengan serabut otot sebelahnya membentuk sinsitium. Sistem saraf memiliki dua fungsi yaitu (i) untuk mendeteksi. Jaringan Saraf Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf perifer. kemudian ganti dengan pembesaran objektif 10x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. Lap kasar dan lap halus c. Menyiapkan mikroskop berdasarkan urutan tata cara penggunaan. Otot jantung. termasuk saraf kranial dan saraf spinal (Adnan. dan (ii) untuk mengorganisir dan mengatur. otot lurik. batang. terutama kegiatan motoris.

3. 1. Jaringan Darah 4. limfosit. 3.bagiannya. Endodermis b. 5.c. 5. otot lurik. Xilem .a. Jaringan otot 5. Jaringan penyokong 2. neutrofil dan basofil) yang terdapat dalam darah. monosit. Epidermis 6. Mengamati preparat awetan jaringan otot polos. Xilem 3. 2. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian yang terlihat.b. 3. Empulur 2. 4.a. Jaringan Tumbuhan a.b. Korteks 5. Akar Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Mengamati preparat awetan apusan darah dengan pembesaran kuat. Memperhatikan struktur dari arah luar.a.c.a. 1.d. Menggambar dan memberi keterangan. 2. dan otot jantung dengan pembesaran kuat. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. 2.b.d. Epidermis 2. Mengamati sel Purkinje pada preparat awetan otak kecil. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan.a. 4. leukosit. Jaringan epitel 1. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar pada buku panduan. bentuk dan letak intinya serta arah serabutnya.b. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan. Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel darah (Eritrosit. 1. 2. 4. Mengamati preparat gosok tulang padat pada tulang pipa.c. Batang Monokotil (Zea mays) Keterangan : 1. Jaringan saraf 3. 5. Menggambar dan member keterangan bagian-bagian yang terlihat. Floem 4. Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar yang telah disediakan.c.b. Mengulangi kegiatan dengan jaringan jaringan yang lainnya.c. Menggunakan pembesaran objektif 10x untuk melihat preparat secara keseluruhan kemudian ganti dengan pembesaran objektif 40x untuk mengamati bagian jaringan yang lebih jelas. b) Jaringan Hewan 1. Mengamati preparat awetan epitel kubus selapis pada medulla renalis. Hasil Pengamatan 1.

Floem 4. Floem 3. Kambium 5. Daun Monokotil (Zea Mays) Keterangan : 1. Parenkin 5. Floem 5. Korteks e. Korteks 2. Xilem 4. Empulur f. Stomata d. Korteks c. Stomata . Floem 4. Kutikula 2. Epidermis 3.3. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) Keterangan : 1. Stomata 6. Xilem 5. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) Keterangan : 1. Epidermis 2. Daun Dikotil (Ficus elastica) Keterangan : 1. Xilem 4. Epidermis 3.

Floem 2. Jaringan Epitel . Ujung Akson 3. Badan sel 8. Dendrite 7. Pita terang d. Inti sel e. Otot Polos Keterangan : 1. Akson 6. Endomesium b. Otot Jantung Keterangan : 1. Xilem 5. Pita terang c. Inti 3. Epidermis 3.2. Selubung myelin 5. Simpatis 2. Pita gelap 2. Pita gelap 4. Plastida 4. Nukleus 2. Discus intercalaris 4. Inti 2. Jaringan saraf Keterangan : 1. Otot Lurik Keterangan : 1. Selunung sel 4. Serabut otot 3. Jaringan Hewan a. Sioplasma 3. Miofibril 4.

iv. iii. Kanalikuli 5. . Saluran Havers 2. v. ii. Akar Monokotil (Zea mays) i. LimfositA2kson B. Lamela 3. Pembahasan 1. Epidermis merupakan jaringan pelindung. Jaringan tulang Keterangan : 1.Keterangan : 1. Korteks disebut juga kulit pertama karena merupakan kulit paa akar yang terdiri dari sel-sel yang berasal dari titik tumbuh primer. Endodermis terdiri atas selapis sel yang melingkari stele atau merupakan bagian dalam korteks yang membatasi antara korteks dan stele. Xilem terletak di bagian tengah akar dan berfungsi untuk mengangkut garam-garam mineral. Lakuna 4. Jaringan Tumbuhan a. Basofil 4. Empulur terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh xilem dan floem. Inti Sel f. Badan selAksonSelubung 3.

iv. iii. ii. iii. Floem berfungsi menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Endodermis terletak dilapisan sebelah dalam korteks berfungsi mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh angkut. Stomata biasanya tersusun biasanya tersusun sebagai deretan lumut dan daun. Daun Dikotil (Ficus elastica) i. Xilem berfungsi untuk mengangkut garam mineral dari akar ke daun. Kolengkim dengan dinding selulosa yang tebal. Deretan stomata terletak di antara urat daun dan berfungsi sebagai jalan udara masuk dan keluar daun. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. banyak memiliki ruang antar sel yang di dalamnya terdapat berkas pengangkut yang berupa tulang-tulang daun. iii. iv. vi. Korteks terdiri dari banyak sel dan tersusun berlapis-lapis. vi. Floem berfungsi untuk mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh. ii. v. Batang Monokotil (Zea mays) i. Batang Dikotil (Hibiscus Sp)) i. v. yaitu epidermis atas dan epidermis bawah. Floem terletak diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem. Prakambium terletak di lapisan sebelah dalam endodermis yang berfungsi untuk membentuk cadangan akar kambium gabus. c. Jaringan Hewan . Spons terdiri atas sel-sel yang tidak begitu kaya dengan klorofil. Epidermis daun monokotil terdiri atas selapis sel dengan dinding tebal berlapiskan kutikula dan tidak berklorofil. Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke bagian atas daun. Epidermis terletak pada bagian terluar berfungsi sebagai zat kitin pada batang melindungi agar tidak kehilangan air terlalu banyak.vi. ii. serta berfungsi sebagai proteksi. ii. iii. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis e. Xilem terletak pada bagian dalam berkas pengangkut f. ii. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah melalui akar kemudian menuju daun. Epidermis pada daun dikotil terbagi atas dua. Terdiri atas satu lapis sel yang bentuknya persegi empat (batu bata) yang tersusun rapat. tidak mengandung klorofil dan transparan. terdapat di permukaan atas dan bawah daun. 2. Kambium terletak di antara berkas pembuluh xilem dan floem. b. Palisade terdiri atas sel-sel penunjang tersusun rapat dan banyak mengandung klorofi sehingga di dalamnya berlangsung prose fotosintesis. Daun Monokotil (Zea Mays) i. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Akar Dikotil (Hibiscus Sp) i. Epidermis terletak pada bagian terluar batang yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kehilangan air. bentuk dan susunannya tidak teratur. Fungsinya untuk melindungi lapisan sel yang letaknya lebih dalam dari kekeringan serta menjaga bentuk daun agar tetap dalam keadaan semula. Korteks terletak di daerah epidermis dan berfungsi sebagai cadangan makanan. Epidermis merupakan jaringan pelindung yang mengalami penebalan berfungsi sebagai jalan masuk air dan garam mineral. iv. d. iii. dinding selnya tipis dan mempunyai ruang antar sel. iv.

berfungsi untuk meneruskan impuls saraf dari badan sel ke sisi lain. 6. Sel atau serabutnya berbentuk silindris. ada yang mempunyai selubung yaitu selubung mielin yang berfungsi sebagai pelindung atau isolator. Otot polos terdapat pada alat dalam sehingga disebut juga sebagai otot visera. daun telinga. terdapat pada akson yang tidak terselubung. Jaringan Penyokong Beberapa macam jaringan penyokong dalam tubuh kita. Dendrit. Jaringan Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi . Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung dalam tibus. usus. e. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabangcabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. 3. Memiliki 1-2 inti yang terletak di tengah sarkoplasma. Ciri khasnya yaitu memiliki discus interkalaris.a. Setiap sel berinti banyak yang terletak di tepi sarkoplasma. urat saraf tulang belakang dan saraf-saraf lainnya. Akson. Ukuran serabut ototnya lebih kecil dari otot lurik. merupakan inti yang terletak pada tengah-tengah badan sel. Badan sel. Nodus renvier. Bagian-bagian saraf yaitu : 1. Kontraksinya cepat. bibir. dan membebaskan rangsang dari luar atau dari dalam tubuh. kuat tetapi cepat lelah. lidah. Jaringan Otot Polos Disebut otot polos karena serabut kontraktilnya tidak memantulkan cahaya berselang-seling. Jaringan Saraf Tersusun atas kumpulan sel-sel saraf (neuron) yang khusus menerima. c. 7. bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah dalam tubuh. dan diafragma. yaitu sel saraf motorik dan sel saraf sensotik. Jaringan saraf terdapatdi otak. Ada dua macam sel saraf. Otot polos mempunyai pensarafan autonom artinya bekerja tidak dibawah kesadaran. mengandung nukleus dan nukleolus. Intabilitas merupakan kemampuan jaringan saraf untuk merespon terhadap perubahan lingkungan. Jaringan Epitel Jaringan epitel dibuat darisel-sel yang memadat dan tersusun dari lapisan pipih. Jaringan ini digunakang untuk member kekuatan. Otot polos kontraksinya lambat. d. serta membentuk kulit yang membungkus tubuh. Sel otot polos berbentuk gelendong dengan sebuah inti pipih yang terletak di tengah sarkoplasma. dan pembuluh darah. 2. Jaringan Otot Lurik Jaringan otot ini serabut kontraktilnya memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) berjajar teratur membentuk pita vertikal terhadap poros otot. g. sehingga sarkoplasmanya (sitoplasma) tampak polos dan homogen. Sel neuron. Otot lurik bekerja dibawah kesadaran sehingga disebut otot volunter. Nukleus. Sel sechwann. selubung disusun oleh sel-sel pipih yang disebut schwann. cukup lama dan tidak cepat lelah. kelopak mata. b. misalnya lambung. 5. f. 4. Jaringan Otot Jantung Otot jantung terdapat khusus pada jantung. suatu bangunan yang berupa lanjutan plasma dan berfungsi meneruskan impuls saraf menuju ke badan sel. menghantarkan. Otot lurik biasanya melekat pada rangka. Konduktivitas adalah kemampuan jaringan saraf membawa impuls. Kontraksinya tidak dibawah kesadaran (otot involunter) bersifat kuat dan berirama. Sel-sel saraf mempunyai kemampuan untuk bereaksi.

2. sel B dan sel pembunuh. d.org/. DAFTAR PUSTAKA Adnan. http://free. jaingan pengangkut. Jaringan penyusun tubuh tumbuhan terbagi menjdi jaringan meristem atau jaringan muda dan jaringan dewasa yang terdiri dari epidermis. merupakan bagian dari leukosit tapi hanya 1% yang berfungsi mengtasi infeksi. diantaranya jaringan epitel. Makassar. b. Jakarta. merupakan 65% dari leukosit yang dapat membunuh bakteri dengan cara fogositosit b. Leukosit a. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. . Mengandung hemoglobin yang mempunyai daya ikat oksigen maupun korbon dioksida. Saran 1. Di dalam terdapat bermacam-macam darah. Anonim. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah praktikum ini adalah : 1. 1998. jaringan penyokong. B. 3. Jaringan yang menyusun tubuh hewan lebih kompleks. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik. Neutrofil. Eusinofil. Penuntun Praktikum Struktur dan Perkembangan Hewan I. Limfosit. merupakan leukosit yang jumlahnya sekitar 25% dan terdiri dari sel T sebagai pertahanan tubuh. Struktur Tumbuhan dan Hewan. c. 2. Manosit.vlsm. Eritrosit a. Bima Aksara. dan juga sebagai pertahanan tubuh. Kartasapoetra. 2. Diakses tanggal 8 November 2009. Pengantar Anatomi Tumbuh-tumbuhan. Dibentuk dalam sum-sum tulang belakang waktu embrio dibuat dilimfa dan hati.yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan ileh tubuh. diantaranya: 1. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. merupakan jenis leukosit yang sitoplasmanya banyak mengandung granula (lisosom) dan berfungsi menghadang parsit. mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism.G. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat dan bahan sehingga bahan tidak rusak. 2009. c. merupakan bagian 6% dari leukosit dan berfungsi sebagai pemakan bakteri serta memakan neutrofil yang menjadi nanh. dan jaringan gabus. A. jaringan parengkim. Merupakan bagian utama dari sel-sel darah. jaringan saraf dan jaringan otot. Jurusan Biologi FMIPA UNM. peradangan dan alergi. Basofil. 2004. e.

pembuluh darah dan limpa. 3. pernafasan. [sunting] Jaringan pada hewan Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan. Makassar. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. sebagai organ sekresi dan penyerapan. Pagarra. 1992. Asia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kumpulan serabut sel otot lurik disebut fasikulus. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah. Fungsi otot polos yaitu memberikan gerakan diluar kehendak misalnya gerakan zat-zat sepanjang saluran pencernaan. termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Lakuna : Rongga kecil yang terdapat diantara lamela havers. Penuntun Praktikulum Biologi Dasar. Tim Pengajar. c. Kanalikuli : Saluran havers dan matriks mirip tempat saluran sitoplasma osteosit. 4. Halifah. 1993. yaitu : a. Yang dimaksud dengan : a. Sel otot polos berbentuk kumparan panjang. Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Banyaknya inti dalam setiap sel adalah satu inti yang terletak di tengah-tengah sel. Kartolo. 2. Struktur Hewan. jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Makassar. b. .Kimbal. Jawaban Pertanyaan 1. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya. Otot jantung melekat pada dinding jantung. Sesuai namanya. Perbedaan antara sel otot polos dan sel otot lurik serta sel otot jantung. Jakarta. Erlangga. Makassar. Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara cepat dan kuat. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan. • Jaringan pengikat. S. terdapat pada dinding saluran pencernaan. Lamela : Substansi mineral yang disimpan dalam lapisan tipis. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. • Jaringan epitel. b. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Muhammadiah. pembuluh darah. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi. Otot jantung berfungsi membantu otot-otot jantung berkontraksi untuk memompa darah melalui dan keluar jantung. 2009. Jakarta. pernafasan. Anatomi Tumbuhan. dan limpa. Otot lurik terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. Setiap serabut pada otot lurik terdiri atas banyak inti yang terdapat pada bagian tepi. Fungsi saluran Havers yaitu memelihara kehidupan sel-sel tulang karena berisi pembuluh darah. 2004. Wulangi. John W. 2004. biologi Edisi Kelima.

Suhaedir Bachtiar S. 061404008 Mengetahui. yaitu parenkim. • Jaringan penyokong Jaringan penyokong meliputi tiga jaringan dasar.. M. adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. • Jaringan pengangkut Komponen utama jaringan pengangkut adalah xilem dan floem. Hamka L. H. Walaupun pada satu sisi manusia memiliki kesamaan dengan hewan tetapi pada hakekatnya manusia berbeda dengan hewan begitu pun dengan tumbuhan. [sunting] Jaringan pada tumbuhan Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan. kolenkim dan sklerenkim. Beranjak dari hal inilah manusia diharuskan untuk terus belajar dan terus belajar. November 2009 Koordinator Asisten. Dosen Penanggung Jawab Drs. M. Latar Belakang Tuhan menciptakan bumi dengan segala isinya tidaklah ada yang sama. Mencari apa . dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.pd. otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh. • Jaringan epidermis Adalah jaringan yang melapisi daun dan bagian tumbuhan yang masih muda. • Jaringan saraf. Asisten.org/wiki/Jaringan LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Anatomi Hewan Vertebrata” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam. Makassar. Irwan NIM. semua mempunyai fungsi dan ciri masing-masing. http://id. NIP.wikipedia.• Jaringan otot.S.

dengan rasa ingin tahu yang tinggi. bagaimana struktur dan fungsinya masing-masing. Hewan yang tergolong vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang yang memiliki sistem dalam tubuhnya yang lebih kompleks. dan organ akan membentuk sistem organ. memiliki struktur penyusun yang tentunya memiliki perbedaan dengan makhluk hidup lain. warna dan letak organ. atau hagfish). Organ-organ tersebut saling bekerja sama dengan melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk sistem organ (Pagarra. dan tumbuhan terdiri dari triliunan sel yang merupakan bagian terkecil. warna. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. Anatomi makhluk hidup dapat dibagi secara garis besar yaitu anatomi tumbuhan dan anatomi hewan. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Kecuali jenis-jenis ikan. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui bentuk. Makhluk hidup terdiri dari beberapa sistem organ yang berfungsi dalam setiap aktivitas. Jaringan kemudian membentuk organ. Manusia hewan. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru (Anonimb. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. dan letak organ hewan vertebrata serta fungsi masing-masing organ tersebut. akhirnya para ilmuwan berhasil mengkaji lebih jauh mengenai anatomi makhluk hidup. Sel-sel ini yang kemudian saling berkaitan membentuk jaringan. Seiring dengan berjalannya waktu. Tujuan Mahasiswa dapat mengenali bentuk. Seperti halnya dengan manusia. 2009) Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. katak. 2009). Laporan yang berjudul anatomi hewan vertebrata ini tentunya akan memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi pembacanya. Untuk anatomi hewan dapat dibedakan manjadi dua kelompok besar yaitu anatomi hewan bertulang belakang (vertebrata) dan anatomi hewan tak bertulang belakang (anvertebrata). Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. Anatomi setiap jenis makhluk hidup mempunyai perbedaan dan juga persamaan. reptil. 2004). C. "lintah laut". hewan vertebrata juga memiliki organ tubuh yang hampir sama dengan manusia. Dalam percoban yang dilakukan kita mengamati anatomi hewan vertebrata dengan contoh katak sawah dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk. Hal ini terlihat dari struktur . serta hewan menyusui. belut jeung. serta hubungannya dengan organ lain pada suatu sistem organ. burung. Seperti halnya makhluk hidup lain hewan vertebrata pada hal ini katak. Amfibi merupakan kelas chordata yang pertama kali keluar dari air. Mahasiswa mengetahui bagaimana organ itu bekerja selain itu mahasiswa juga mampu melihat langsung bentuk asli anatomi dari organ tubuh katak sawah. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi katak sawah atau Rana cancarivora.yang belum diketahui mengelola dan mengembangkan yang sudah ada. warna dan juga hubungan organ yang satu dengan organ lainnya. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tubuh hewan terdiri dari berbagai berbagai organ tubuh. Organ organ yang bekerja sama dalam melekukan fungsi yang lebih tinggi disebut sistem organ. Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum mengenai organ organ utama pada hewan vertebrata (Tim Pengajar. B.

rektum dan anus. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. dan lapisan dermis bagian dalam mengandung pembuluh darah dan badan sel saraf (reseptor). pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. diabsorpsi. meliputi rongga mulut. Sistem ini secara garis besar dibedakan atas : a. sisik. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. Saluran pencernaan. Sistem respirasi . dicerna. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. meliputi gelang bahu dengan anggota gerak depan dan gelang panggul dengan anggota gerak belakang. 5. Pada hewan daratan misalnya katak. bulu. usus besar. Pada katak terjadi evolusi dan membentuk jantung yang terdiri atas tiga ruang (Kimbal. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. Sistem integumen (kulit) Sitem ini pada umumnya terdiri atas dua lapisan epidermis yaitu bagian luar yang sel-sel paling luarnya dapat menanduk. b. faring. kuku. meliputi ruas-ruas tulang belakang dan tengkorak. Sistem rangka (skelet) Fungsi utama dari sistem ini yaitu memperkuat tubuh serta melindungi bagian-bagian yang lemah dari tubuh. Skelet apendikular. kelenjar. kerongkongan. b. antara lain : 1. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a. 4. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. dan sebagainya. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. Sistem pencernaan Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. Pada vertebrata. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. 1992) Menurut Radiopoetro (1999). Skelet aksial. Perbedaan jenis makanan. 2. kedua ujungnya melekat pada tulang. Ketika katak meninggalkan fase kehidupannya di air dan memulai fase kehidupannya di darat. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. serabut-serabut otot. 3.pada kedua fase kehidupan yaitu di air dan di darat yang menunjukkan sifat ikan dan reptil. sumber vitamin dan mineral (Anonima. maka katak itu akan membutuhkan energi dan oksigen yang sangat banyak untuk proses pernafasan sel. Fungsi otot adalah melakukan kontraksi yang mengakibatkan terjadinya gerak atas perintah dari saraf pusat. Bagian tengah yang menggembung membentuk gelendong disebut perut otot atau gaster. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. 2009). memperbaiki jaringan yang rusak. Sistem otot Sistem otot khususnya otot rangka. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. Kelenjar pencernaan. Bagian urat yang melekat pada tulang yang relatif tidak bergerak pada waktu kontraksi disebut origo dan ujung lainnya disebut insertion. sedangkan yang kerjanya berlawanan disebut antagonis. Kulit mempunyai derivate-derivate berupa rambut. cara mengambil makanan. usus halus. tubuh hewan vertebrata terdiri atas 10 sistem organ. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. lambung. Sepasang otot yang saling membantu dalam bekerja disebut sinergis. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya.

Organ tubuh yang mengeluarkan limba tersebut berbeda-beda. Waktu katak masih berbentuk larva. Dalam organ pernafasan ini berlangsung pertukaran gas udara yaitu pengambilan oksigen (O2) dan pembebasan karbondioksida (CO2). Kelenjar tiroid . 10. dan mamalia. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. dan mamalia ditemukan peredaran darah rangkap. b. Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. Hipofisis b. Sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang. timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. sedangkan hewan-hewan vertebrata lainnya yaitu reptil. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. aves. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. burung. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi (Anonimb. 7. dan kulit. Pada vertebrata sistem peredaran darahnya tertutup yaitu dibangun oleh jantung serta pembuluh darah yaitu arteri. Pada ikan menggunakan ingsang sebagai organ respirasinya. sering dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar pembantu seperti kelenjar prostate. 2009). Sistem saraf terdiri atas : a. Apabila insang ini bergetar. sedangkan pada tetrapoda yaitu ampibia. hati. Pada hewan jantan kelenjar kelaminnya disebut testis yang menghasilkan spermatozoa. Sistem reproduksi Sistem ini berfungsi menghasilkan sel-sel kelamin dan hormon yang berkaitan dengan reproduksi. meliputi : a. 8. Sistem pengeluaran (ekskresi) Sistem ini berfungsi membuang limba hasil metabolisme yang bersifat racun. Sistem saraf tepi (perifer) yaitu saraf cranail dan saraf spinal serta saraf otonaomi. Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala.Sistem respirasi pada hewan vertebrata ada yang berbeda yaitu pada ikan. Sistem saraf Sistem ini bersama dengan sistem sistem endokrin berfungsi mengkoordinasi tubuh hewan. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. Namun pada ikan ditemukan peredaran darah tunggal. 9. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Sistem peredaran darah (sirkulasi) Sistem ini berfungsi untuk mengedarkan darah dan cairan limfa diseluruh tubuh. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah Seiring dengan pertumbuhan berudu. reptilia. alat respirasi utamanya adalah paru-paru. 6. vena dan kapiler. Semakin tinggi tingkatan makhluk hidup semakin kompleks organ ekskresinya. kelenjar bulbo uretra dan vesikula seminalis. paru-paru. Pada hewan betina dubangun oleh kelenjar-kelenjar kelamin betina disebut ovarium yang dilengkapi saluran telur. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Sel-sel kelamin betina (ovum) dan spermatozoa berperan dalam perkembangbiakan yang bertujuan melestarikan jenis makhluk hidup. Sistem endokrin Sistem ini berfungsi menghasilkan hormon yang membantu dalam sistem koordinasi. Pada hewan vertebrata organ ekskresinya yaitu ginjal. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab.

Pinset 3. Baki bedah c. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. 15. membasahi dengan eter/kloroform. Gunting 2.c. Kelenjar adrenal f. Kloroform/eter pembius C. Kelenjar kelamin BAB III METODE PRAKTIKUM A. Kapas c. B. tutup dengan rapat. Kelenjar pangkreas g. Prosedur Kerja 1. b. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. c. Membiarkan kapas dalam botol dan tutup rapat. Biarkan sampai katak mati.d. Kelenjar epifise e. Katak sawah (Rana cancarivora) b. Mematikan Katak Mengambil segumpal kapas (sebesar ruas empu jari tangan). Alat bedah: 1. selaut pendengar . Jarum 4. kelopak dan selaput tidur 2) Lubang hidung luar 3) Timpanum (i). Alat dan Bahan 1. Skalpel d. Mengeluarkan katak yang sudah tidak bergerak dan meletakkan di atas baki bedah. Pengamatan Luar a. Sedotan limun 2. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a.30 s. segera pula memasukkan katak ke dalam botol tersebut. Mengamati bagian luar katak 1) Mata. 13 November 2009 Waktu : Pukul 13. lalu memasukkannya ke dalam kotak pembunuh.50 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Kelenjar paratiroid d. Botol pembunuh b.

Mengamati bentuk gigi. c. Memperhatikan bagian tengah otot perut. ada berapa lobus. Meletakkan katak pada punggungnya di atas baki bedah. Melalui celah itu. Mengamati bentuk dan warna: i. menggunting melintang di bawah pingset. Menggunting kulit ke arah samping kiri dan kanan. Melanjutkan pengamatan rongga perut yang berisi jeroan. Memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin. sehingga membentuk celah. Membalik ke celah tadi. Pengamatan Sistem Peredaran Darah a. Pengamatan Sistem Pencernaan a. Lengan atas (branchium) b. g. Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau ujung scalpel sampai pecah. sehingga kulit perut bisa tersingkap. sehingga tidak mudah goyang. e. d. Menjepit pingset otot perut di samping linea alba. f. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam celah otot perut dan mulai menggunting ke arah kepala sampai bawah rahang. mengamati bentuk dan perletakanya (mencatatnya). Runut terus usus halus sampa usus tebal. sehingga terbentuk celah pada kulit perut. Menyingkap jaringan otot perut ke samping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan. mengangkat sedikit. tampak jantung dalam selaput b. Paha (femur) b. Dengan pingset menarik lidah keluar. Betis (crus) c. Memeriksa perlekatan kulit pada jaringan otot. Rektum yang belok ke kloaka. b. Perahatikan pertemuannya. sehingga terbentuk semacam kantong (saccus). iv. Lengan bawah (ante branchium) c. 4.4) Celah mulut 5) Tungkai depan : a. Membuka celah mulut dengan skalpel dan pinset. Dengan pingset menjepit membujur kulit bagian perut dekat paha. meraba dengan jari gelig pada rahang atas dan gigi former pada langit-langit. Pembedahan a. Telapak bersatu (pes) d. Hati sebelah kanan. mengangkat sedikit dan akan tampak duodenum dan pangkreas. Jari-jari berselaput renang 7) Kloaka (menentukan letaknya). ii. Lambung di sebelah kiri hati. Arah kepala dari hati. mengamati bentuk dan bagian: i. Telapak (manus) 6) Tungkai belakang : a. menggunting ke arah pangkal kedua paha. Tampak garis putih membujur sepanjang otot perut (disebut linea alba). Melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha. Hanya pada tmpat tertentu kulit melekat pada otot. 2. c. Bilik (ventrikel) ii. b. dan menggunting melintang. iii. Serambi (atrium) kiri dan kanan . memasukkan ujung gunting yang tumpul dan guntinglah kulit ke arah kepala sampai gunting tertumbuk. 3. sehingga rongga mulut terbuka. 8) Menggambar arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut di atas.

c. memulai dari lambung sampai pada rectum. Branchium (Lengan atas) 9. Menggambar bagian jantung dan memberi nama begian tersebut di atas. Membuat gambar bagan sistem pernafasan katak. bermuara pada kloaka sedang ujungnya berupa corong (ostium) ada di detak jantung. Kloaka 14. sehinga tampak batang tenggorok (trakea). tersembul bagian paru-paru. b. Nares (Lubang Hidung) 2. Tympanium (Membran timpani) 6. Dengan sedotan limun yang ujungnya dimasukkan kedalam lubang pangkal tenggorok (membuka mulut). menggembung paru-paru. Melepaskan jantung dengan guntin. Digiti (Jari) 5. Memberi nama bagian-bagiannya. d. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Anatomi Keterangan : 1. Manus (Telapak) 7. Jari-jari berselaput renang 13. Pada katak betian. 5. Femur (Paha) 10. pembuluh darah pada paru-paru. ada sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. Crus (Betis) 11. akan tampak oviduk berupa saluran berkelok-kelok putih. Bentuk Luar Tubuh Keterangan : 1. Pada katak jantang ureter ini disebut juga ductus urospermatius. e. 6. Selaput tidur 4. Pengamatan Sistem Pernafasan a. serta masentrium (jaringan ikat) yang memegangnya. Mengamati bentuk dan warna paru-paru. Pes (Telapak Berselaput) 12. Linela alba 2. Hasil Pengamatan 1. Membuat gambar bagian sistem urogenitalia katak. Akan tampak sepasang ginjal bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut. d. Hepar (Hati) . meniup pangkalnya perlahan. Pengamatan Sitem Ekskresi dan Reproduksi (Urogenitalia) a. c. c. Organ Visual 3. Memperhatikan bagian sebelah kanan dan sebelah kiri lambung. Pembuluh nadi utama (trunkus ateriosus) yang keluar dari ventrikel kemudian bercabang menjadi dua aorta (kiri dan kanan). Melepaskan organ-organ pencernaan. Cor (Jantung) 2.bulat lebih kecil berhubungan dengan ginjalmelalui vas efferensia. Ante Branchium (Lengan Bawah) 8. Mengangkat sedikit ovarium. b.iii. testis terletak di sebelah atas ginjal.

Pulmo dexter 6. Pulmo sinister 3. Uterus 5. Intestinium tenue (Usus halus) 9. Sistem Respirasi Keterangan 1. Ventrikel 3. Atrium sinister 2. Illeum 7. Sistem Sirkulasi Keterangan 1. Pilorus 4. Ostium tuba 2. Bronkus 2. Hepar (hati) 4. Intestinium crasum (Usus Besar) 10. Pankreas 9. Empedu 11. Bronkiolus 4. Uretra 8. Pulmo (Paru-paru) 4. Pulmo (paru-paru) 3. Sistem Urogenitalia katak betina Keterangan : 1. Vena cava posterior 4. Atrium Dexter 5. Badan lemak 3. Kloaka 6. Rektum 5. Jejenum 8. Oviduk 4. Sistem Dygestoria Keterangan : 1.3. Duodenum 3. Ventriculus (Lambung) 5. Kloaka 7. Kloaka . Empedu 10. Vena cava anterior 5. Ventriculus (lambung) 2. Ren (Ginjal) 6. Aorta 6.

Rektum 6. b. Keadaan Luar Katak Katak memiliki : a. Kloaka terdapat di bagian belakang dan berfungsi sebagai lubang pelepasan dari saluran ginjal. Ovarium 7. Testis 8. memiliki kaki sebanyak lima ruas dan berselaput renang. Ureter 9. Gladula adrenalis 8. Celah glottis 5. Dimana. c. antara lain : 10. Anatomi Mulut Katak Keterangan: 1. Maksila (Rahang atas) 2. Pembahasan Katak adalah salah satu contoh binatang amphibi yang merupakan hewan vertebrata yang dalam perkembangan hidupnya mengalami metamorfosis. Rawan Aritenoid 6. Lingua (lidah) 8. telapaknya bersatu. Mandibula (Rahang Bawah) 7. Pada tungkai depan. Lubang hidungnya ada dua dan berukuran kecil. e. Uretra 7. Kloaka 4. Mata (Orbita) 4. Kantung suara 9. Geligi kerucut (Vormer Dent) 3. jari-jarinya berjumlah empat ruas dan tidak berselaput. Rektum 8. Sistem Urogenitalia katak Jantan Keterangan : 1. Pada tungkai berlakang. Dimana. Permukaan kulitnya halus dan agak licin dan berwarna-warni karena adanya butir-butir . g. f. Pallatum (langi-langit) B. Uretra 5.. Ren 11.. kelenjar kelamin dan anus. Tympanum (selaput pendengar) ada dua di samping kiri dan kanan yang tidak jauh dari mata. Saluran Urospermatika 3.6. anatomi katak yang diamati pada percobaan tersebut. Dua buah mata dan kelopak mata. Glandula Adrenal 10. selaput tidurnya terdapat di antara bola mata dan kelopak mata. Badan Lemak 2. d. Ren 7.

Akhirnya oksigen tersebut diikat oleh darah dan diedarkan ke sel-sel tubuh. garam-garam yang berlebih. Di dalamnya makanan dicerna secara mekanik dan kimiawi. Fungsi ginjal adalah menyaring darah. sedangkan sisanya dibuang melalui kloaka. permukaan dalam dindingnya mempunyai banyak lipatan. Dan pada bagian tengah otot perutnya terdapat garis putih membujur sepanjang otot perut yang disebut linea alba. Paru-paru katak berhubungan dengan bronkus. Kulit Pernafasan dengan kulit berlangsung efektif baik di darat maupun di air. di dalam kapiler kulit. bentuknya memanjang dari depan ke belakang. Gigi tersebut dapat tumbuh kembali apabila mengalami tangal. terdapat di sebelah kiri dan di belakangnya terdapat duodenum dan pangkreas. ada di kanan dan di kiri. 3). Kulit katak tipis. Dinding kantong yang tipis ini banyak dikelilingi kapiler darah sehingga paru-paru katak berwarna kemerahan. 12. Dan di atas atrium terdapat percabangan yang disebut aorta. air yang lebih akan diserapnya dan dikeluarkan. sedangkan pada bagian perut tidak terjadi perlekatan kulit pada otot. terdiri dari : 1). pada katak merupakan saluran pendek menuju ke lambung. Berfungsi untuk menangkap mangsa. 2). Warnanya merah kecoklatan. pada rongga mulut berdifusi melalui selaput rongga mulut. . b. Lambung (ventriculum). Setelah mejadi katak. jantungnya terdiri atas dua ruang yaitu satu serambi dan satu bilik.pigmen dan sel pigmen atau kromotovora. Sistem sirkulasi Pada fase berudu. Kelenjar ludah yang berfungsi membantu menelan makanan. 13. sehingga memperluas permukaan. usus lambung a. 14. Perlekatan kulit hanya terjadi pada tungkai belakang dan tungkai depan. Lidahnya (lingua) bercabang dan terletak pada rahang bawah bagian depan. zat-zat sisa seperti urine. dalam usus makanan yang sudah lumat sari-sarinya diserap oleh pembuluh kapiler darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Kerongkangan (esofagus). selanjutnya dengan perantara celah tekak atau glotis dihubungkan dengan rongga mulut. Ditambah dengan hati dan pankreas. Zat sisa yang diambil oleh ginjal akan disalurkan melalui ureter menuju ke kantong kemih. Sistem dygestoria katak dimulai dari rongga mulut kloaka. Selaput rongga mulut Selaput ini juga digunakan untuk memasukkan oksigen yang terkandung di udara. lembab dan kaya kapiler darah. c. Sistem urogenetalia Alat ekskresinya berupa sepasang ginjal dari kiri dan kanan. Sistem respirasi a. Rongga mulut. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tunggal. Paru-paru (pulmo) Paru-paru katak berupa sepasang kantong tipis dan elastis. c. jantungnya terdiri atas tiga ruang yaitu dua serambi dan satu bilik.  kerongkongan 11. Usus (intestium). darah membebaskan CO2 ke udara dan mengikat oksigen dari udara bebas yang akan diangkut oleh pembuluh darah vena pulmokutanea ke jantung untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh yang memerlukan. yaitu cabang dari pembuluh nadi paru-paru kulit (arteria pulmokutanea) yang menyangkut darah kotor atau kaya CO2. Gigi hanya terdapat pada rahang atas (gigi geligi) dan pada langit-langit (gigi vumer). Dimana letak serambi (antrium) di atas ventrikel dan terbagi dua. b. d.

http://www. telapak tangan dan digiti. Biologi Universitas. sistem sirkulasi. jari-jari berselaput renang. Dan memberikan penjelasan tentang apa-apa yang diamati. 2. Halifah. http://www.poetoegaul. diantaranya sistem pencernaan. Anonimb. 2009. 2004. Struktur Hewan. . 2009. Saran 1. Sistem Pernafasan Vertebrata. Pembuahannya berlangsung di luar tubuh (fertilisasi eksternal) tetapi katak tidak mempunyai alat kelamin luar. sistem respirasi. telapak bersatu. sperma akan melalui saluran fasa deferensia menuju ke kloaka. Jurusan Biologi FMIPA UNM. sebaiknya asisten mendampingi praktikan saat praktikum agar kecerobohan dan kesalahn praktikan akan dapat dikurangi. Pada katak betina terdapat sepasang ovarium di bagian kiri dan kanan. Diakses tanggal 19 November 2009. dan kloaka. pelupuk mata dan selaput tidur. 1999.com/. Tim Pengajar. Jakarta: Erlangga. lubang hidung. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Muara saluran urine. lengan atas. Laboratorium sebaiknya memperhatikan alat-alat praktikum sehingga praktikan tidak menggunakan alat yang kurang baik seperti gunting yang sudah kurang tajam. 3. Bagian belakang ovarium terdapat oviduct berupa saluran berkelok-kelok putih yang bermuara pada kloaka sedang ujungnya burupa corong yang berada di dekat jantung. paha. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. saluran kelamin dan saluran pencernaan akan menyatu di kloaka. Seri Pembelajaran Struktur Hewan. sistem reproduksi. Kesimpulan Bagian-bagian katak yang tampak dari luar adalah mata. Erlangga. Katak memiliki berbagai macam sistem organ.google. Zoologi. 2009. 2.com/.Kantong kemih ini berupa kantong berdinding tipis yang terbentuk dari tonjolan dinding kloaka. Dalam melaksanakan praktikum hendaknya para praktikan mematuhi segala peraturan dan tata tertib yang telah ditetapkan serta berhati-hati dalam menggunakan alat praktikum agar alat-alat praktikum tidak cepat rusak dan juga agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. Jakarta. betis. Diakses tanggal 19 November 2009. selaput pendengar. Makassar. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. sistem ekskresi B. Testis berfungsi menghasilkan spermatozoa. lengan bawah. Fungsinya untuk menyimpan urine sementara. 1992. DAFTAR PUSTAKA Anonima. Katak jantan memiliki sepasang testis yang terdapat diatas ren. 1. Pada masa kawin sepasang katak akan ampleksus (katak jantan menempel pada punggung katak betina. Kimbal. Radiopoetro . Pembuahan katak bersifat ovivar (bertelur). Pagarra. W.

Berudu memiliki 3 pasang insang luar yang terdapat di belakang kepala. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa. dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. 6. "lintah laut". Cara katak menarik dan mengeluarkan nafas adalah : a) Inspirasi. 5. apabila rongga mulut mengecil maka udara masuk ke celah-celah terbuka menuju ke paru-paru dan terjadi pertukaran gas sehingga oksigen di ikat oleh darah yang ada didalam kapiler dinding paru-paru. 4. berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. yaitu katak muda hidup di dalam air dan katak dewasa hidup di darat. Kecuali jenis-jenis ikan. Waktu katak masih berbentuk larva. 7. Tulang-tulang yang menyusun tulang belakang disebut vertebra. reptil. atau hagfish). Adapun faktor-faktor yang menyebabkan perubahan ini adalah : a) Intern b) Ekstern 3. Oleh karena itu katak disebut hewan amfibi. manfaat nya adalah agar lidah katak cepat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsanya. Warna kulit katak berubah-ubah karena katak mempunyai kromatophor (sel pigmen) yang terdiri atas : a) Xantopras mengandung pigmen kuning. Katak tidak dapat melakukan pernafasan perut karena katak tidak terdapat tulang rusuk dan sekat rongga dan mekanisme pernafasannya hanya diatur oleh otot-otot rahang bawah dan otot perut. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru a. . 2. c) Guanfora mengandung kristal guanin yang menyebabkan warna biru.Makassar. burung. b) Eksresi. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Darah bersih dan darah kotor dalam jantung katak bercampur ketika meninggalkan jantung karena hanya memiliki satu ventrikel (bilik) sehingga darah dari tubuh yang akan keluar melalui aorta bercampur. Jawaban Pertanyaan 1. Pada katak terjadi vertilisasi eksternal karena pada katak pembuahan terjadi di luar tubuh. Katak digolongkan kedalam kelas amphibi karena katak dapat hidup di dua tempat. maka udara didalam paru-paru yang banyak mengandung karbondioksida keluar melalui koana. belut jeung. b) Melanfora mengandung pigmen melanin menyebabkan warna coklat dan hitam. vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai. Sistem Pernapasan Pada Katak Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang berbeda yaitu di darat dan di air. katak. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang. serta hewan menyusui. Hati dan pankreas bukan merupakan saluran pencernaan. SISTEM PERNAPASAN VERTEBRATA Vertebrata adalah subfilum dari Chordata. apabila rongga mulut mengecil. mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang. tetapi termasuk dalam sistem pencernaan karena pada hati dan pankreas terdapat enzim yang dapat melumatkan makanan sehingga dapat dicerna oleh usus halus. Pangkal lidah katak melekat pada ujung crinial dari rahang bawah.

Insang luar terdiri atas lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Oleh karena itu katak sering berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Jika dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Selain itu selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan oksigen ke dalam darah secara difusi.S. rektum dan anus. kerongkongan. lambung. maliputi hati dan pangkreas yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. usus besar. Insang dalam mempunyai tutup insang seperti pada ikan. sehingga zat makanan tersebut dapat diserap oleh tubuh. Asisten. baik dari segi ukuran maupun maupun penyederhanaan molekul. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak dewasa. Pada vertebrata. Makanan dimasukkan ke dalam tubuh. Pada hewan daratan misalnya katak. yang selanjutnya dicernakan secara bertahap. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Mustaina Basir NIM. dan sisa yang tidak tercerna dibuang. sumber vitamin dan mineral LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh pH Terhadap Aktivitas Enzim” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Sistem ini berfungsi menghaluskan makanan. memperbaiki jaringan yang rusak. 061404016 . timbul celah insang dan terbentuk insang dalam. faring. dicerna. Kelenjar pencernaan. meliputi rongga mulut. Macam-macam teknik pengambilan makanan dan cara mencernakannya. STRUKTUR HEWAN Katak memiliki organ pencernaan. Saluran pencernaan. Desember 2009 Koordinator Asisten. antara lain karena ada variasi pada struktur anatomi organ pencernaan makanan pada vertebrata. organ pencernaan makanan memiliki struktur anatomi relatif sama walaupun ada bagian dari organ tersebut yang bervariasi. dan reptilia memiliki lidah yang panjang yang digunakan untuk mengambil makanannya untuk kemudian dicernakan dalam saluran pencernaan. Berdasarkan fungsinya itu maka organ-organ pencernaan dibedakan atas : a.pd. maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler darah. Makassar. burung menggunakan paruhnya yang tajam untuk mengambil biji-bijian kemudian menyimpannya dalam tembolok. pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yaitu memerlukan makanan untuk sumber energi. usus halus. Makanan tersebut memiliki fungsi selain sebagai sumber energi juga untuk memperoleh sumber bahan pembangun untuk tumbuh. Seiring dengan pertumbuhan berudu. Apabila insang ini bergetar. Perbedaan jenis makanan. diabsorpsi. cara mencernakan makanan serta teknik lain dalam sistem pencernaan makanan. Suhaedir Bachtiar. b. cara mengambil makanan.

Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator. Sebagai contoh reaksi pengubahan amilum menjadi glukosa yang merupakan sumber energi utama kita berlangsung lama. C. Atau pada suhu 39 oC. Katalisator di dalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim. B. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali. M. maka kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh pH terhadap aktivitas enzim. selama enzim tersebut tidak rusak. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi reaksi-reaksi kimia. NIP. maka jumlahnya tidak perlu banyak. misalnya di dalam tubuh hewan berdarah panas.. namun enzim bila dalam reaksi tersebut ditambahkan enzim maka reaksi tersebut akan berjalan dengan cepat. hasil akhir.S. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah membuktikan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase. Respirasi. Namun tekadang proses pembenukan energi ini lambat dalam bekerja. Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi. maka apa yang akan terjadi dengan tubuh kita. Reaksi reaksi kimia kompleks dalam tubuh akan berlangsung sangat sangat lambat jika tanpa enzim. misalnya pada tubuh tumbuhan. Enzim memegang peranan yang sangat penting dalam reaksi metabolisme dalam tubuh. Hampir semua enzim dalam tubuh merupakan protein. Dosen Penanggung Jawab Drs. dan penghambat (inhibitor). Karena hampir semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat. Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan sangat lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali. Enzim sangat penting dan berpengaruh dalam tubuh makhluk hidup. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A.Mengetahui. pH. Hamka L. BAB II TINJAUAN PUSTAKA . yang dimana diambil pH faktor yang diamati. maka dari itu dibutuhkan biokatalisator untuk mempercepat pembentukan energy. padahal kita setiap saat harus beraktivitas. yaitu suhu. Kerja suatu enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Suatu reaksi kimia dapat terjadi dalam tubuh sanagat lambat didalam tubuh. bergerak. berpikir dan kegiatan lainnya membutuhkan energi. Lalu apa yang akan kita gunakan nantinya jika proses pembuatannya lambat sedangkan keperluan kita begitu besar. Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui cara kerja suatu enzim dan juga mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut. Latar Belakang Dalam menjalani kehidupannya manusia bekerja membutuhkan energi. Reaksi-reaksi yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 27 oC (suhu ruangan). Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kerja enzim. H. Oleh karena enzim berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan dia sendiri tidak ikut bereaksi.

3. berbagai enzim dibentuk dalam keadaan tidak aktif and diberi nama zimogen. Bagian tersebut dinamakan Apoenzim dan bagianyang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi nama gugus prostetik. Sebagai contoh. tembaga. 2. Menurut Kuhne seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi dalam tahun 1878 enzim berasal dari kata in+zyme yang berarti sesuatu dalam ragi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Pada tahun 1962. 2003). Bila zat ini tidak ada. Menurut Anonimb (2009). bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. 5. 4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Zat tersebut dikenal dengan nama fermen atau enzim (Janice. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. contoh ektoenzim: amilase. meskipun ada juga yang . Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim). seng. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. maka proses-proses tersebut berjalan lambat atau bahkan tidak berlangsung sama sekali.Enzim dapat ditemukan baik pada hewan maupun pada tumbuhan. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. yaitu enzim urease yang diperolehnya dari biji polongan (Lehninger. mudah rusak. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. sebagai biokatalisator. Enzim tersebut dapat menghidrolisis amilum menjadi gula (Tim Pengajar. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Bagian yang berupa protein biasanya bersifat termolabil atau tidak tahan panas. Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Salah satu enzim yang terdapat dalam tubuh adalah milase. biasanya berupa logam seperti besi. 6. Berdasarkan penyelidikan-penyelidikan selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupamolekul-molekul besar. seorang ahli bernama Sumner berhasil memisahkan suatu enzim dalam bentuk kristal. Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Enzim adalah biokatalisator yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Thermolabil. maltase. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa (Anonima. Di dalam tubuh makhluk hidup. 2009). yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. tripsinogen harus diaktifkan terlebih dahulu oleh enterokinase (suatu aktivator yang dihasilkan oleh dinding usus halus) manjadi tripsin yang kemudian dapat melakukan pemecahan protein (Janice. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Biokatalisator. sebagai contoh. atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. 2009). 1982). pada sistem pencernaan. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim (Lehninger. Dewasa ini telah banyak ditemukan berbagai enzim dalam makhluk hidup. enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. Kebanyakan enzim ini terdapat dalam protoplasma dan sedikit beraa dalam dinding sel atau vakuola. 1982). Nama lain dari amylase adalah diastase. 2003). Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. Untuk mengaktifkannya harus dibantu oleh suatu aktivator sehingga fungsional. Dapat diketahui pula bahwa banyak enzim yang terdiri atas bagian yang berupa protein dan bagian yang lain yang bukan protein.

Di luar suhu atau pH yang sesuai. Banyak enzim tidak akan bekerja tanpa adanya suatu zat nonprotein tambahan yang disebut kofaktor. agar ikatan antara substrat dan enzim cukup kuat. Bekerjanya spesifik . enzim bersifat spesifik. Jadi molekul substrat harus cocok dengan suatu permukaan komplementer molekul enzim seperti sebuah kunci dengan lubang kunci (Kimball. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor (Anonima. Agar dapt melakukan tugasnya.d. suatu enzim harus menyatu biarpun hanya sebentar. suhu. Mg++. 2000).30 s.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. contoh : lipase.mengkatalisis reaksi dua arah. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Fe+. Alat dan Bahan . yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. 20 Desember 2009 Waktu : Pukul 01. kofaktor dan inhibitor. Kecocokan terinduksi ini akan membaw gugus kikiawi tempat aktif itu keposisi yang meningkatkan kemampiannya untuk mengkatalisis reaksi kimiawi (Campbel. Kecocokan terinduksi (induced fit) ini miripdengan jabtan tangan yang sangat erat. Koenzim dapat terikat erat (ikatan kovalen) pada bagian protein dari enzim sebagai gugus prostetik. Mn++. B. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. Terutama jika atom-atom yang bersangkutan tidak berada didalam jarak yang amat dekat. Ketika substrat memasuki tempat akti. Pada umumnya daya yang mengikat enzim dengan substratnya bukan ikatan kovalen. 1992). mak enzim akan terinduksi untuk mengubah bentuknya sedikit sehingga tempat aktif akn lebih pas mengelilingi substrat itu. 7. keasaman. atau Na++. tempat aktif itu bukanlah suatu tempat penerima yang kaku bagi substrat tersebu. 2009). Kofaktor dapt berupa suatu ion metal seperti Zn++ (suatu kofaktor karbonat anhidrase). Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. tetapi ikatan hydrogen. 15. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Cu++. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Lainnya dapat terikat secarta longgar atau malah hanya sementara pada waktu enzim tersebut melaksanakan fungsi kualitatifnya (Kimball. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Namun demikian. 8. Kekhususan suatu enzim berhubungan dengan adanya kesesuaian antara bentuk tempat aktifnya dengan bentuk substratnya. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Kebanyakan dari interaksi ini bersifat lemah. 1992). Kedua molekul harus sangat berdekatan dan meliputi suatu area yang cukup luas agar sejumlah daya tarik yang lemah ini dapat beroprasi. Atau kofaktor dapat berupa suatu molekul organic kecil yang disebut koenzim. terutama adalah substrat. Karena itu. dengan paling sedikit satu dari zat yang bereaksi. K+. Ikatan ion dan daya tarik antara gugus hidrofobik dari dua molekul itu akan secara sendiri-sendiri atau bersama mengikat substrat pada enzim.

1. 2. Tabung b setelah 10 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Pipet f. Pada seluruh tabung I dimasukkan ekstrak kecambah (supernatan). Kemudian cek pH nya. Kecambah kacang hijau b. mengamati perubahan warna yang terjadi dan mencatatnya. Larutan amilum c. 5. Tabung a setelah 10 menit ditambah larutan Fehling A dan B. Tabung 1 sampai 3 dikelompokkan menjadi tabung I. Rak tabung reaksi g. Kertas saring i. mengecek pH dan mencatatnya. Pada tabung II ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Tabung kemudian dikelompokkan menjadi lima bagian. Lampu spiritus h. Tabung V ditambahkn 1-2 tetes larutan Fehling A dan B. Larutan fehling A dan B d. kemudian mencatat warnanya. 2. Tabung reaksi besar 5 buah d. b. c. 4. dan selanjutnya diperlakukan sama seperti no. Larutan HCl f. 3. Tabung reaksi kecil 9 buah e. 3. kemudian membuat tabel dan menyimpulkannya. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Mortar dan pistilium c. dan selanjutya diperlakukan sama seperti no. 6. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . Centrifuge dan tabung centrifuge b. Pada tabung IV ditambahkan 1-2 tetes larutan JKJ. Stopwatch 2. Menyiapkan 11 buah tabung reaksi dan mengisikan ke dalam masing masing tabung tersebut 1 ml larutan amilum. mengecek pH dan mencatatnya. Kemudian menambah 1-2 tetes HCl encer. Larutan JKJ e. Ke3 tabung reaksi diberi label a. tabung 7 sampai 9 di kelompokkan mejadi Tabung III. kemudian dipanaskan selama beberapa menit. 2. tabung 10 menjadi Tabung IV dan tabung ke 11 di jadikan Tabung V. Kemudian menambahkan 1-2 tetes larutan NaOH. Kertas lakmus (kertas pH) h. tabung 4 sampai 6 dikelompokkan menjadi tabung II. mengecek pH dan mencatatnya. Gelas ukur i. Aquades C. Tabung c setelah 15 menit diperlakukan sama seperti tabung a. Panaskan ke3 tabung. Pada tabung III ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah. Larutan NaOH g. mencatat warnanya. Membandingkan warna yang terjadi pada tabung I – V. Prosedur Kerja 1. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: a.

Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan fehling A dan B kemudian dipanaskan. kemudian dipanaskan. setelah 15 menit dipanaskan. Kemudian tabung b diperlakukan seperti tabung a setelah 10 menit. kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. Kemudian larutan diberi label a. Hal ini juga mengindikasikan bahawa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. dan ternyata berubah warna dari biru muda menjadi Hijau Kekuningan . 2. Setelah itu. Setelah itu ditambahkan pula 1 – 2 tetes larutan HCl 10%. Setelah itu. Hasil Pengamatan Tabung pH Warna Awal Akhir Awal Akhir I a 6 5 Biru Muda Biru Kehijauan b 6 5 Biru Muda Hijau Muda c 6 5 Biru Muda Hijau Muda II a 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan ++ b 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan +++ c 6 5 Biru Muda Hijau Muda Kekuningan + III a 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan ++ b 6 10 Biru Muda Hijau Kekuningan + c 6 10 Biru Muda Hijau Kebiruan IV 6 Putih Biru Kehitaman V 6 Biru Muda Biru Muda Bening B. b dan c. larutan yang semula berwarna biru muda berubah menjadi hijau muda kekuningan +. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase pada supernatan telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Hal ini menandakan bahwa ezim pada supernatan yang ditambahkan belum bekerja secara maksimal dalam mengubah amilum menjadi glukosa. 3. berarti enzim tidak bekerja maksimal. Setelah 5 menit tabung a ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. setelah 10 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi hijau muda Setelah itu tabung c juga diperlakukan seperti tabung a. Pembahasan 1. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Biru Kehijauan. Tabung III Pada tabung ini. Tabung I Pada tabung ini. masing masing tabung diberi label a. larutan tersebut dalam suasana basa. diisi amilum kemudian ditambahkan 1 ml ekstrak kecambah lalu ditambahkan pula 1-2 tetes larutan NaOH 1%. diisi larutan amilum sebanyak 1 ml ke 3 buah tabung reaksi yang diberi label a. setelah 15 menit larutan berubah sama seperti tabung b yaitu hijau muda. dan mengalami perubahan warna hijau muda kekuningan +++. Tabung II Pada tabung ini diisi amilum kemudian ditambahkan ekstrak kecambah. Setelah itu diukur pH-nya dan ternyata pH yang diperoleh adalah 6. Pada tabung c. larutan berada dalam suasana asam. b dan c. Setelah itu.A. Tabung reaksi a setelah 5 menit ditambahkan larutan fehling A dan B. Tabung b. Hal ini menandakan bahwa enzim pada tabung b bekerja lebih baik dibandingkan dengan tabung a. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda hijau muda kekuningan ++. b dan c.

dan III. Sebaiknya laboratorium memperhatikan alat-alat yang akan digunakan oleh praktikan. Hal ini menandakan bahwa larutan ini mengandung amilum. Suhunya mungkin tidak sesuai dengan suhu optimum dimana enzim bekerja.++. dan III terjadi perubahan warna.org/Wiki/Enzim. II. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah. ditambahkan 1-2 tetes fehling A dan B dan larutan menjadi biru muda. Setelah itu dipanaskan selama 2 menit larutan berubah warna dari biru muda menjadi biru muda bening. Saran 1. Hal ini menandakan bahwa amilum tidak mengandung glukosa. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda berubah menjadi Hijau Kekuningan +. walaupun terjadi perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. II. Enzim. Dari pencampuran zat inilah menyebabkan terjadinya perubahan warna yang tidak sesuai dengan teori. Ternyata larutan berubah warna dari biru muda menjadi Hijau kekuningan. 5. Tabung V Pada tabung ini yang berisi amilum. Bahwa. 2009. 3. Alat-alat yang digunakan mungkin tidak terlalu bersih sehingga terjadi pencampuran zat. DAFTAR PUSTAKA Anonyma. Karena perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim. c. Tabung b setelah 10 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya. antara lain : a. Tabung c setelah 15 menit ditambahkan fehling A dan B lalu dipanaskan. B. Tabung IV Pada tabung ini yang berisi amilum yang ditambahkan 1-2 tetes JKJ. Pada tabung IV dan V digunakan sebagai kontrol terhadap perubahan warna yang terjadi pada tabung I. Kekurang telitian saat penghitungan waktu. perubahan warna ini juga dapat diartikan bahwa enzim telah bekerja dalam larutan tersebut. Hal ini menandakan bahwa enzim amilase telah bekerja dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Agar dalam melakukan percobaan tidak mengalami kegagalan. Namun perubahan warna yang terjadi pada percobaan ini tidak sesuai dengan teori. dan terjadi perubahan warna dari putih menjadi biru kehitaman. Diakses tanggal 2 Desember 2009. 2. Agar dalam melakukan percobaan mahasiswa harus memperhatikan setiap alat-alat yang digunakan harus bersih dari zat-zat kimia. Pada tabung I. 4. pH sangat berpengaruh terhadap kerja suatu enzim.wikipedia. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. . b. Hal ini menandakan enzim pada ekstrak kecambah telah bekerja secara maksimal dalam menghidrolisis amilum menjadi glukosa. Perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung menandakan bahwa enzim pada setiap tabung tersebut bekerja. Menurut teori perubahan warna yang terjadi jika enzim telah bekerja adalah dari putih keruh menjadi orange. Dengan adanya perubahan warna tersebut menandakan bahwa enzim amilum pada setiap tabung telah bekerja. http://id.

Sebagian besar enzim bekerja secara khas. Makassar. keasaman. Ganesa Exact. Jawaban Pertanyaan 1.org/. Hal ini akan menyebabkan enzim . D. 1992. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Tim Pengajar. Guna larutan fehling A dan B yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa yang terkandung pada ekstrak kecambah yang ditandai dengan adanya perubahan warna. kofaktor dan inhibitor. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. A. Bandung. Ekstrak enzim dari biji kecambah dicentrifuge agar dapat memisahkan antara ekstrak kecambah dengan endapan kecambah. Sebagai contoh. Jakarta. Dalam dunia pendidikan tinggi. N. Hal-Ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimonoligi. Lehninger. enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa. Diakses tanggal 2 Desember 2009. 2.vlsm. terutama adalah substrat. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Biologi Tesis. Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. http://bebas. Erlangga. Biologi Dasar. 2009. ilmu panagan. suhu. Jakarta. Kimball. Enzim Model Komputer enzim nukleusiada purin fosforilase Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia.L. Erlanga. Jakarta. enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami kerusakan. Biologi Jjilid 1. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Guna larutan JKJ yaitu sebagai indikator ada tidaknya glukosa dan karbohidrat pada ekstrak kecambah. dan cabang-cabang ilmu pertanian. yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Janice. Campbel. yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Maggy Thena. Erlangga. teknologi pengolahan pangan. enzimonologi tidak dipelajari tersendiri sebagi satu jurusan tersendiri tetapai sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein. 2003. Wijaya. 2009. Molekul yang Terlibat Dalam Metabolisme. Di luar suhu atau pH yang sesuai. 2000. 1982. Enzimonologi terutama dipelajari dalam Kedokteran. Dasar-dasar Biokimia.Anonymb.

Kerja enzim juga dipengaruhi oleh kofaktor dan inhibitor. 7. contoh : lipase. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. 8. 196212311987021005 . contoh ektoenzim: amilase. Hamka L. Asisten. 4. Biokatalisator. 6. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. 061404016 Mengetahui. NIP. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. 3. enzim bersifat spesifik. mudah rusak. 5. Mustaina Basir NIM.S.S. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. H. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. Suhaedir Bachtiar. Bekerjanya spesifik . Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim).kehilangan fungsinya sama sekali. Dosen Penanggung Jawab Drs. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah. 2.pd. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. Makassar. mengkatalisis pembentukan dan penguraian lemak. LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Respirasi” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 Kelas/Kelompok : A/I (satu) Telah diperiksa dan dikoreksioleh Asisten/ Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. M. 1. maltase. Thermolabil. Molekul Yang Terlibat DAlam Metabolisme Sifat-sifat enzim Enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut. sebagai biokatalisator. Dasember 2009 Koordinator Asisten.

Manfaat Adapun manfaat dari percobaan ini adalah kita dapat mengetahui kebutuhan oksigen suatu organisme untuk melakukan respirasi serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi. Respirasi dilakukan baik siang maupun malam. Metabolisme dapat dibedakan menjadi dua macam. Pembebasan energi tersebut melalui proses oksidasi biologi. menanggapi rangsangan. Energi matahari ditangkap tumbuhan dan diubah menjadi persenyawaan kimia. Latar Belakang Setiap hari manusia bergerak dan melakukan aktivitasnya masing-masing. maka proses tersebut merupakan proses penyimpangan energy.BAB I PENDAHULUAN A. dan reproduksi. 2003). yaitu suatu reaksi kimia antara sari-sari makanan dengan oksigen. yaitu reaksi penyusunan (anabolisme) dan reaksi penguraian (katabolisme). Ada yang kuliah. bergerak. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul respirasi. Selanjutnya energi kimia yang tersimpan dalam tumbuhan berpindah kemakhluk hidup lain pada saat tumbuhan dimakan oleh makhluk hidup tersebut. Salah satu contoh dari metabolisme adalah respirasi. Respirasi adalah proses pengikatan oksigen (O2) dan pelepasan karbondioksida (CO2) untuk menguraikan bahan makanan untuk menghasilkan energi. Tujuan 1. mencari makanan. Salah satu car yang dipakai oleh sel untuk memanfaatkan asam piruvat adalah sebagai bahan baku respirasi sel. Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh. baik sel-sel tumbuhan maupun sel hewan dan manusia. B. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh jenis dan berat tubuh makhluk hidup terhadap kebutuhan oksigennya. mengeluarkan sisa-sisa makanan. Untuk dapat melakukan semua kegiatan manusia memerlukan energi Semua makhluk hidup memerlukan energi. Di dalam tubuh makhluk hidup terjadi perombakan persenyawaan kimia untuk berbagai keperluan hidupnya. Kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi setiap makhluk hidup berbeda-beda tergantung dari jenis dan ukuran berat tubuh makhluk hidup tersebut. Tanpa energi semua proses kehidupan akan terhenti. Membuktikan bahwa organisme hidup membutuhkan oksigen untuk respirasinya. Asam piruvat berfubgsi sebagai ekseptor electron yang telah dipisahkan dari PGAL. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Respirasi atau pernafasan adalah pembebasan energi dari sari-sari makanan di dalam sel-sel tubuh. Membandingkan kebutuhan oksigen beberapa organisme menurut jenis dan ukuran berat tubuhnya. Darimana energi diperoleh? Sumber energi utama bagi makhluk hidup di bumi adalah matahari. Energi itu digunakan untuk tumbuh. Asam laktat mengandung lebih banyak energy dari pada asam piruvat. C. mengajar dan lain-lain. energi yang dibebasjkan digunakan untuk peoses hidup lainnya seperti sintesis protein dan pertumbuhan (Jenice. Pada hakekatnya reduksi asam piruvat menjadi asam laktat (atau etanol dan CO2) adalah proses anabolic yang memerlukan energy. belajar. Sebagian . Proses ini dikenal dengan metabolisme. Bekerja tidak hanya dalm hal itu. 2. seseorang yang dalam keadaan berbaring juga melakukan kerja.

Dibandingkan dengan pernafasan aerob. 1992). Enzim merupakan substansi organik yang dihasilkan oleh sel dan dalam respirasi berfungsi sebagai katalisator (mempercepat reaksi) kimia yang berlangsung pada tubuh organisme. Karena proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari. Misalnya pada pernafasan aerob dihasilkan 675 kalori sedangkan pada respirasi anaerob dihasilkan 28 kalori. jika ditinjau dari ada tidaknya oksigen yang dibutuhkan proses respirasi terbagi atas dua. yaitu : 3. jika terdapat oksigen bebas maka organisme tersebut menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energinya. Energy yang kita dapatkan dari bahan bakar yang kita pakai paling banyak hanya 7% (Kimball. Dari reaksi di atas tampak jelas bahwa dalam pernafasan akan dihasilkan gas CO2 dan H2O serta energi. Sepertihalnya manusia dan hewan. Pernafasan ini terjadi pada sel yang tidak berhubungan dengan udara. Respirasi terjadi di dalam sel setiap sel hidup dan berlangsung dengan berbagai cara. Setiap tahap dalam respirasi melibatkan enzim dan pada beberapa tahap terjadi pembebasan energi. akan tetapi dapat juga bersifat anaerob. 2009). ulat. b. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. Anaerob fakultatif yaitu organisme yang pada dasarnya aerob. maka persamaan reaksi kimianya adalah : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi Adapun energi yang dihasilkan dalam reaksi kimia di atas sebesar 675 kalori. Dalam jumlah satuan zat yang sama akan diperoleh energi yang lebih rendah. Respirasi yang terjadi di dalam sel dikenal dengan nama respirasi jaringan. 2004). respirasi anaerob sangat merugikan tumbuhan karena hal-hal sebagai berikut : 3. Respirasi anaerob (respirasi intramolekuler) Respirasi anaerob adalah proses pernafasan yang tidak memerlukan oksigen. 2005) Menurut Jenice (2003). hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini. tumbuhan juga bernafas. Makhluk hidup yang melakukan respirasi anaerob dibagi menjadi dua yaitu : a. Anaerob obligat adalah makhluk hidup yang hanya dapat hidup tanpa adanya oksigen. Proses oksidasi selain membebaskan energi juga akan menghasilkan karbondioksida dan air.keuntungan yang didapat dari oksidasi PGAL menjadi hilang. Pada tumbuhan hijau proses fotosintesis hanya terjadi pada pagi hari dan siang hari. Tumbuhan bernafas sama halnya dengan manusia dan hewan yaitu menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbondioksida (CO2) serta air (H2O). Artinya. sehingga pada siang hari lebih aktif melakukan fotosintesis dari pada pernafasan (Ali. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Respirasi ini tergantung pada pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya. akan tetapi jika tidak ada oksigen organisme ini akan menguraikan senyawa lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. Energi yang terjadi dalam proses respirasi tersebut dipindahkan ke molekul lain dan dapat digunakan untuk reaksi-reaksi yang lain. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan (Anonim. Karbondioksida dan air merupakan zat-zat sisa yang harus dikeluarkan dari dakam tubuh. 4. Oksigen dan sari-sari makanan masuk ke dalam sel-sel tubuh kemudian terjadilah proses oksidasi (pembakaran) yang membebaskan energi dan menghasilkan karbondioksida (CO2) serta air (H2O) (Goldsten. . Pernafasan ini berlangsung pada mitokondria. Pernafasan anaerob terjadi pada tumbuhan tingkat rendah seperti bakteri dan jamur. Respirasi aerob (respirasi intraseluler) Respirasi aerob adalah suatu proses pernafasan yang memerlukan oksigen. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Apabila substrat yang dioksidasi berupa glukosa.

Dua set respirometer simple 2. 4.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai II Timur FMIPA UNM. kemudian meletakkannya pada sandarannya. BAB III METODE PRAKTIKUM A. 3. Bahan Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu: a. Pipet kecil 3. Membungkus dengan kapas tipis 2 butir kristal KOH. Memasukkan belalang ke dalam tabung respirometer A dan kecoa ke dalam tabung respirometer B. Neraca 5. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. 2 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 2 ekor kecoa (Blatta orientalis) C. Hal ini tergantung pada jenis bahan yang digunakan. KOH kristal d. Larutan eosin e. kemudian memasukkannya ke dalam di leher tabung respirometer. Sering dihasilkan senyawa sampingan yang menjadi toksin bagi organisme tersebut. Mengambil 1 ekor belalang (Dissosteria carolina) dan 1 ekor kecoa (Blatta orientalis) dengan ukuran berat tubuh yang sama. 4 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. Mengolesi dengan vaselin sambungan tabung respirometer dengan penutupnya untuk . Kapas b. Alat Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah: 1.4. Percobaan I 1. Kecambah kacan hijau dan kacang hijau (Phareolus radiatus) f. Menutup tabung respirometer dengan penutupnya yang berhubungan dengan kaca berskala. 2. Vaselin c. Prosedur Kerja a. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang dibutuhkan disebut Respiratory Quotient (RQ). Alat dan Bahan 1. Persamaan reaksi kimia pernafasan ini dapat dituliskan seperti : C6H12O6 2 C2HOH + 2 CO2 + 28 Kal Pada pernafasan aerob jumlah CO2 yang dihasilkan dan jumlah O2 yang digunakan dalam respirasi tidak selalu sama. Nilai RQ ini dapat berfariasi tergantung pada bahan untuk respirasi. Spoit 2. 2004). Stopwatch / Jam tangan 4. sempurna tidaknya respirasi. B. 5.30 – 15. dan kondisi-kondisi lainnya seperti suhu (Goldsten.

Kecil (0.39 B. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan.92 .45 0. Hasil Pengamatan Tabel hasil pengamatan percobaan I Belalang (Dissosteria carolina) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (1.13 0.0 atau eosin tidak bergerak lagi.0 g) 0. 8. Percobaan II 1. 2. Membersihkan respirometer simple yang telah digunakan. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I. Menetesi larutan eosin pada ujung pipa berskala sampai ada yang masuk ke dalam salurannya.19 0.80 Tabel hasil pengamatan percobaan II Kecoa (Blatta orientalis) Ukuran Pengamatn Ke 12345 Besar (0.21 0. c.59 Kulit dilepas 0.36 0.0 setiap 1 menit. Dengan tata urutan kerja yang sama pada percobaan I. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. kemudian memcatat jarak pergeseran eosin mulai dari skala 0.56 0.31 0.66 0.56 0.36 0. Percobaan III 1.6 g) 0. melakukan percobaan III dengan menggunakan kecambah kacang hijau dan kacang hijau dengan berat yang sama.22 0. melakukan percobaan II dengan menggunakan belalang dengan ukuran berat tubuh yang berbeda. 2.37 0.81 Kecil (0.66 0.9 g) 0.36 0.52 0.19 0.80 Tabel hasil pengamatan percobaan III Kecambah Kacang Hijau (Phareolus radiatus) Keadaan Pengamatn Ke 12345 Memiliki kulit 0. Analisis Grafik Gravik hubungan antara antara waktu dan konsumsi oksigen Belalang Kecoak .07 0.36 0.51 0.mencegah kebocoran.4 g) 0. Mengamati pergeseran eosin sepanjang saluran pipa kaca berskala.13 0. b.18 0.25 0. 7. Melakukan pengamatan sampai eosin tiba pada skala 1. 6.

36 Waktu = 5 .6 g) Konsumsi oksigen = 0.59 Waktu = 5 .118 2. jika dibandingkan kecepatan respirasi spesies yang berbeda dan berat yang hamper sama. Analisis Percobaan 1.92 Waktu = 3 . antara belalang dan kecoa dengan selang waktu satu menit didapatkan bahwa kecepatan bernafas kecoa lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. Kecoa kecil Konsumsi oksigen = 0. Percobaan II Rata-rata konsumsi oksigen kecoa 1.306 2. Percobaan III Rata-rata konsumsi oksigen kecambah kacang hijau 1.162 Vol/Menit. 0.0 g) Konsumsi oksigen = 0. Pembahasan Pada percobaan I.072 D.81 Waktu = 5 . .16 3. = 0.Kecambah kacang hijau C. = = 0.9 g) Konsumsi oksigen = 0. Percobaan I Rata-rata konsumsi oksigen belalang 1. Belalang kecil (0.16 2. Sedangkan kecepatan bernafas belalang lebih lambat karena kecepatan bernafasnya hanya 0. = = 0. Meiliki kulit Konsumsi oksigen = 0. Kecoa besar (0. 0.306 Vol/Menit.I62 2. Dilepas kulitnya Konsumsi oksigen = 0. Belalang besar (1. = 0.80 Waktu = 5 .80 Waktu = 5 .

Hal ini menunjukkan bahwa setiap organisme memerlukan jumlah oksigen yang berbeda untuk melakukan respirasi. B.. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun suatu organisme jenisnya sama namun jika ukuran tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigennya untuk melakukan respirasi pun berbeda. Jakarta. Banyak atau sedikitnya oksigen yang dibutuhkan akan mempengaruhi kecepatan respirasinya. A. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1. antara kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit dan kecambah yang telah dilepas kulitny. D. yaitu dengan spesies yang sama namun berat tubuh yang berbeda. Philip. DAFTAR PUSTAKA Ali. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Penuntun Praktikulum Mikrobiologi Dasar. ukuran. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan bernafas belalang yang berukuran besar adalah 0. aktivitas dan keadaan tubuhnya. berat. Anonim. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2005.162 Vol/Menit. Erlangga. Janice. 2004. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 10 Edisi 11. 3.072 Vol/Menit. Laboratorium sebaiknya menyiapkan semua alat-alat yang dibutuhkan dibutuhkan dalam praktikum. Makassar. Respirasi Anaerob. Biologi Tesis. hal ini dapat dipengaruhi oleh jenis. Pada percobaan III. PT Ikrar Mandiri Abadi. Hal ini pun sesuai dengan teori. Jakarata.0 gram dengan belalang yang berukuran kecil dengan berat 0. http://www.16 Vol/Menit. Praktikan harus teliti melihat penunjukan respirometer dan berhati-hati dalam menggunakan alat-alat praktikum. yang mengatakan bahwa semakin besar atau semakin berat tubuh suatu organisme maka kebutuhan oksigennya pun lebih banyak. Sedangkan untuk kacang hijau yang tidak berkecambah kecepatan respirasinya hanya 0. Setiap makhluk membutuhkan oksigen dalam melakukan proses respirasi. antara belalang yang berukuran besar dengan berat 1. Goldsten.118 Vol/Menit. Saran 1.com/. Diakses tanggal 10 Desember 2009.L.6 gram. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun tumbuhan tersebut berjenis dan berat sama namun jika jaringan tubuhnya berbeda maka kebutuhan oksigen untuk melakukan respirasi juga berbeda. yaitu dengan jenis tumbuhan dan berat yang sama namun dengan jaringan tubuh yang berbeda. Pada percobaan II. Sedangkan belalang yang berukuran kecil mempunyai kecepatan bernafas sebesar 0. Sebaiknya asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. 2.forumsains. dan Yusmina H. Banyaknya oksigen yang dibutuhkan suatu organisme untuk melakukan respirasi berbedabeda. Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kecepatan respirasi kecambah kacang hijau yang masih memiliki kulit lebih cepat dimana kecepatannya adalah 0. 2009. 2003. 2. .

Asisten. Makassar. Secara umum terdapat sedikit perbedaan antara respirasi dan fotosintesis oleh tumbuhan. Respirasi anaerob juga dianggap sebagai penguraian tidak lengkap karena tenaga masih boleh dibebaskaqn apabila etanol diuraikan http://www. Organisme tingkat rendah seperti bakteri. Tumbuhan pula mengurangi glukosa kepada etanol dan karbon dioksida serta membebaskan tenaga. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Fungsi KOH yaitu untuk mengikat karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh hewan dan tumbuhan yang ada pada tabung respirometer. Makassar. ulat. Jawaban Pertanyaan 1.Kimball. Secara ringkasnya. Jakarta. Tim Pengajar. 1992. Proses ini menghasilkan sedikit tenaga. hewan dan tumbuhan menjalankan proses ini.forumsains. Larutan eosin yang diteteskan pada pipa kaca berskala bergerak karena organisme yang ada pada tabung tersebut melakukan proses respirasi sehingga menyebabkan volume oksigen yang berada dalam tabung respirometer berkurang sehingga menyebabkan udara yang berada pada pipa kaca berskala terisap masuk ke dalam tabung sehingga larutan eosin yang berada pada pipa kaca berskala juga ikut terisap sehingga larutan tersebut bergerak. Biologi Jjilid 1. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Respirasi anaerob adalah proses penguraian glukosa untuk menghasilkan tenaga tanpa menggunakan oksigen. Semasa tiada oksigen. 2. . Desember 2009 Koordinator Asisten. 2007.com / LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Kebakaan” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Erlanga. hewan menguraikan glukosa kepada asid laktik dan membebaskan sedikit tenaga.

Hamka L. Saat ini telah diketahui bahwa sifatsifat menurun tersebut dikendalikan oleh suatu komponen sel yang disebut ¬gen.pd. Tujuan Membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Irwan NIM. Ada sifat yang berbeda antara satu individu dengan lainnya. Pernahkah anda memikirkan bagaimana seorang anak memiliki kemiripan dengan orang tuanya apakah itu ayah ataupun ibunya. Pola pewarisan sifat tersebut pertama kali oleh Gregor Johann Mendel.S. melalui persilangan dan hibridisasi. B. Didasari oleh pola pewarisan sifat yang dirintis oleh Mendel. Manfaat . M. NIP.Suhaedir Bachtiar S. Gen-gen tersebut tersimpan di dalam inti sel yaitu dalam kromosom. para ilmuwan mengembangkan varietas unggul pada berbagai tanaman ataupun hewan. Setiap sel kelamin membawa sifat dari induknya sehingga zigot yang terbentuk mengandung gabungan sifat dari kedua induknya. Tentu saja kemiripan itu hanya sebagian. Mengapa tidak sekalian saja kalu anak tersebut laki laki maka akan kembar dengan sang ayah. M. Latar Belakang Bagaimana kita dapat mengenali teman-teman kita dalam satu kelas? Bagaimana kita dapat mengenali setiap anggota keluarga? Setiap makhluk hidup memiliki sekumpulan sifat atau ciri. Misalnya saja alis sang ayah kemudian hidung sang ibu dan masih banyak kemiripan yang lainnya. 061404008 Mengetahui. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A. H. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul kebakaan. Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.. C. Ada sifat atau ciri yang sama antara individu yang satu dengan yang lainnya. Adanya perbedaan ciri itu menyebabkan kita dapat membedakan individu-individu dalam sekelompok makhluk sejenis. Pewarisan sifat organisme melalui perkembangbiakan secara kawin ternyata mengikuti pola tertentu. Untuk membuktikan angka-angka perbandingan genotif dan fenotif dari hukum Mendel dan dasar genotif beberapa sifat baka pada manusia. Dosen Penanggung Jawab Drs. Hal seperti ini terus menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan pada masa lalu. Sudah sejak ribuan tahun yang lalu orang meyakini bahwa anak atau keturunan dari hasil perkembangbiakan secara kawin mewarisi sifat induknya.

Teori ini dibuktikan oleh C. Ia juga merupakan peneliti pertama yang mengenal bersatunya sel telur dan sperma agar terbentuk embrio. melalui lensanya pada tahun 1672. terdapat anggapan bahwa sifat-sifat ini menurun melalui darah. masyarakat. seperti serangkaian kotak di dalam kotak yang semakin kecil ukurannya. Ia menyatakan bahwa indung telur pada burung sama dengan indung telur pada kelinci. Pada manusia. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai proses sifat baka pada manusia. 5.R.F. Teori embrio Kini sudah diketahui bahwa pewarisan sifat itu tidak dapat dilepaskan dari pembentukan embrio atau janin yang akan berkembang menjadi makhluk dewasa. Plasma nutfah menentukan bentuk dan ciri plasma tubuh yang melayani pemberian makanan kepada plasma nutfah. Di dalam gonat. Teori Plasma Nutfah Teori ini diperkenalkan oleh Weisman. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Banyak sifat yang dimiliki suatu makhluk hidup menurun dari induk kepada turunannya. De Graaf juga membuktikan bahwa sel telur dan sperma sama-sama membawa bahan genetik untuk keturunannya. 2. Darwin (1809-1882) yang mengemukakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih kecil yang disebut gemula. Teori Epigenesis embriologi Teori ini menjelaskan bahwa ada kekuatan alat dalam benih organisme dan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola perkembangan yang telah dibentuk sebelumnya. Pernyataan ini diperkuat dengan penemuan R. gemula-gemula ini . Dikatakannya bahwa semua hewan berasal dari telur. Dengan kata lain darah tidak mengandung sifat-sifat yang diturunkan atau diwariskan dari induk kepada keturunannya (Tim Dosen. Secara ekstern bahkan ia mengatakan bahwa telur mengandung semua generasi yang akan datang sebagai miniature yang telah terbentuk sebelumnya. bahkan dalam telur. sifat darah yang dimilikinya tetap seperti semula. menurutnya plasma nutfah merupakan bagian organisme yang terpenting. sehingga ia dapat bereproduksi sendiri. berbagai teori mengenai cara penurunan sifat dari induknya kepada keturunannya antara lain : 1. Walaupun orang mendapat donor darah dari orang lain. De Graaf (1641-1673). Teori Pangenesis Tokoh teori ini adalah C. Menurut Prawirohartono (1998). Dari pengamatan ini ia berpendapat bahwa kupu-kupu teleh terbentuk sebelumnya dalam ulat. 2004). 3. Pada hewan tingkat tinggi. Wolff (1738-1794). Dengan kata lain. plasma nutfah yang bertanggung jawab terhadap penyaluran mutu hereditas dan plasma soma (tubuh).Memberikan wawasan kepada mahasiswa. Ia mengamati kupu-kupu yang telah terbentuk sempurna sebelumnya. dan telah dibuktikan dengan kenyataan yang ditunjukkan oleh transfusi darah. yang pada tahun 1651 menulis buku Tentang Generasi Hewan. Orang pertama yang mempelajari embrio ini adalah Willian Harvey (1578-1657). Selanjutnya gemula-gemula ini akan diangkut oleh darah ke testis atau ovarium. tubuh ini merupakan mortal dan hanya plasma nutfalah yang dilanjutkan dari generasi ke generasi berikutnya. dalam kepompong. Pernyataan ini sama sekali tidak benar. Teori Preformasi Teori ini diperkenalkan oleh Jan Swammerdam (1637-1680). 4.

Mendel menemukan hukum-hukumnya itu dengan ketentuan percobaan penelitiannya. tiap ciri pribadi. Mendel menemukan. Tanaman ini dipilih oleh mendel karena memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. Suatu tumbuhan mewariskan satu gen tiap pasang dari tiap induknya. 3. 1999). Dengan mengawinkan strain galur murni darisuatu fenotif yang berbeda. 2009). Mekanisme penurunan sifat dari parental kepada individu anaknya pertama kali di kemukakan oleh Gregor Mendel (1826-1884) dengan meneliti penurunan cirri-ciri baka pada kacang kapri (Pisum Sativim). bentuk daun. Mendel menyadari.berkumpul membentuk gamet. Gamet itu kemudian tumbuh menjadi makhluk dewasa dan memiliki susunan tubuh atau sifat-sifat seperti induknya. 5. Menurut Kimball (1999). ia melakuan percobaan tentang penyilangan dengan berbagai jenis tanaman. dan lain-lain (Kimball. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. ditentukan oleh pasangan gen. walaupun diulang-ulang beberapa kali. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Melakukan autogami (perkawinan sendiri). Tetapi. Misalkan apa yang terjadi bila penyilangan dilakukan terhadap tanaman yang berbatang tinggi dengan berbatang pendek. 1998). Setiap varietas diusahakan untuk selalu menurunkan keturunan yang mempunyai sifat-sifat yang khas yang sama dengan induknya bila melakukan penyerbukan sendiri. 2. Mempunyai keturunan yang banyak. satu gen untuk benih hijau dan lain gen untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. Berikutnya adalah mencari jawaban terhadap pertanyaan tentang apa yang terjadi bila dua individu galur murni yang mempunyai satu sifat yang berbeda mencolok itu disilangkan. Mudah disilangkan. Dari teori-teori yang dikemukakan tentang penurunan sifat itu. 4. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat unit dasar yang kini disebut gen yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Dia juga menegaskan. belum jelas ditunjukkan adanya hukum yang mengatur penurunan sifat itu. misalnya warna benih. Hasil persilangan tersebut menunjukkan bahwa turunan pertama (F1) semuanya mempunyai warna bunga seperti salah satu dari parentalnya (merah aau putih semua) (Tim pengajar. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gen dari satu pasang terjadi pada satu gamet dan diteruskan kepada keturunan tertentu (Anonim. gen yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya. misalnya kcang kapri yang bunganya berwarna merah disilangkan dengan yang bunganya berwarna putih. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang kontras. Sehingga pada tahun 1822-1884 muncullah hukum Mendel yang diperkenalkan oleh Johann Gregor Mendel yang kemudian berkat hukumnnya tersebut sehingga ia diangkat menjadi bapak genetka (Prawirohartono. tiap kegiatan sel atau gamet (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gen untuk satu pasang. Hasil percobaan yang mengesankan adalah dengan kacang ercis (Piseum sativum). Langkah awal sebelum dilakukan perhitungan terhadap pengamatan adalah menentukan galur murni jenis tanaman yang dijadikan percobaan. Mempunyai daur hidup yang pendek (cepat menghasilkan keturunan). 2009). yang berbiji bulat dengan berbiji kisut. apabila dua gen mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. Mendel secara tepat menginterpretasi arti nisbah yang diperoleh dari persilangan yang dilakukannya dengan membuat dalil bahwa setiap serbuk sari dan setiap telur membawa hanya satu penentu untuk setiap sifat (misalnya suatu serbuk sari akan membawa bulat atau keriput . Di halaman gedung gereja parokinya.

atau yang dikenal dengan pembelahan meiosis. 1999). Pada pembentukan gamet. 2004).kedua bentuk alternatif tersebut disebut alel. 1998). Persilangan tanaman berbiji bulat denga berbiji kisut. keturunan F1 – nyaakan memperoleh penentu R dan r dan dpat disebut Rr. Dari hipotesis-hipotesis itu. Yang pertama dikenal dengan persilangan monohibrid. yaitu filial kedua (F2) adalah tanaman tinggi dan rendah. dalam jumlah yang sama. Setiap pasang faktor keturunan menunjukan bentuk alternatif sesamanya. Dari penyilangan kedua varietas ini diperoleh tanaman yang semuanya tinggi. 3. demikian juga. Hasilnya. oleh sebab itu. Langkah berikutnya yang dilakukan mendel adalah sangat penting. faktor dominan akan menutup faktor resesif.saja. ada yang tinggi sampai mencapai 2 meter dan ada yang pendek. maka dari persilangan monohibrid. bila diilangkan bersama. ia mengusulkan bahwasetiap tanaman induk keriput menghasilkan hanya gmet pembawa kriput (r). Ia kemudian kemukakan bahwa tanaman-tanaman Rr ini akan menghasilkan dua tipe gamet. 2004). yang membawa R saja dan membawa r saja (Goodenough. pasangan faktor atau masing-masing alel akan memisah secara bebas. Satu dari induk jantan dan satu dari induk wanita. yaitu mengawinkan tanaman yang tinggi ini. 2. faktor dalam yang berpasangan akan dipisahkan atau akan disegresikan ke dalam sel sel gametnya (Ronald. Bila persilangan melibatkan satu sifat yang berbeda disebut monohibrid dan bila melibatkan dua sifat beda disebut dihibrid. Dengan menggunakan suatu anggapan dasar ytang menyatakan bahwa setiap individu dikontrol oleh dua faktor dalam yang berpasangan. Tampaklah bahwa semua tanaman filial pertama memiliki sifat yang sama dengan induknya. Keuntungan dari persilangan dengan sifat-sifat yang berbeda itu disebut dengan hibrid atau bastar (Kimball. Pada persilangan F2 menghasilkan keturunan yang pada dasarnya serupa dengan hasil pada F1 yang pada hasil terakhirnya menghasilkan perbandingan 3:1 (Prawirohartono. 4. ia telah melakukan suatu persilangan antar dua individu dengan beberapa sifat beda. Pada watu pembentukan gamet. tidak pernah kedua-duanya). Menurut Prawirohartona (1998). menghasilan 3 berbiji bulat dan 1 berbiji kisut. bulat atau kisut atau sebagainya. yang disebut filial pertama. Ada dua . yaitu dominan diberi tanda huruf besar dan faktor resesif diberi tanda huruf kecil. Persilangan yang dilakukan oleh Mendel sifat yang muncul pada F1 ini disebut sifat dominan. Ia ajukan bahwa tanaman induk bulat asli berbiak murni untuk bulat sebab tanaman –tanamn ini menghasilkan hanya satu tipe gamet: serbuk arid an telur keduanya membawa khusus penentu bulat (R). Yang kedua dikenal dengan perkawinan dihibrid yaitu persilangan antar dua individu yang mempunyai dua sifat beda atau juga dapat diartikan sebagai persilangan antar dua individu yang memiliki alel yang berbeda dikedua lokus yang berbeda (Ronald. Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang keturunan. Bila pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman. dari hasil-hasil yang diperolehnya itu Mendel menyusun beberapa hipotesis: 1. 1988) Di antara tanaman ercis. dengan perbandingan 3 tanaman tinggi dan 1 tanaman pendek. yaitu persilangan antar dua individu yang membawa alel yang berbeda untuk lokus yang sama. Dalam penelitian Mendel. yang biasanya dikenal dengan sebutan F1. 5. Mendel dapat mengembangkan beberapa hukum. Sifat lain yang tidak terlihat pada tanaman F1 disebut sifat resesif. Begitupula yang terjadi pada tanaman dengan sifat-sifat yang lain. Individu murni mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama. Mendel telah berkesimpulan bahwa salah satu faktor dalam bersifat dominan terhadap pasangannya sehingga F2 akan menunjukkan rasio monohibrid sebagai 3 : 1. misalnya tinggi atau rendah.

Tumbuhnya rambut pada kedua ruas dari jari tangan merupakan sifat dominan (M). Daftar fenotif Daftar fenotif sifat baka manusia yang dikontrol oleh 1 gen dengan 2 alel dan masing-masing alel menghasilkan fenotif yang jelas. 3. Orang yang dapat menggulung lidahnya memanjang merupakan sifat dominan (L). 2.hukumnya yang terkenal yaitu hukum Mendel I atau hukum segregasi dan hukum Mendel II atau hukum pengelompokan secara bebas (Tim Dosen. g. Mendel mengemukakan bahwa untuk hal ini hanya satu dari dua gen yang berpasangan memasuki sel nutfah. Prosedur Kerja 1. merupakan sifat dominan (F). Jadi bila kedua sel nutfah itu (satu dari induk jantan dan satu dari induk betina) berpasangan. Ujung dau telinga menggantung bebas merupakan sifat dominan (E). 2004). e. Mencatat data yang diperoleh dari teman-teman kelompok dan menghitung persentasenya. Memeriksa fenotif dari setiap sifat baka yang ada pada setiap daftar fenotif yang tertera pada buku penuntun masing-masing dari mahasiswa. Lesung pipi merupakan sifat dominan (P). i. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Jumat. Rambut dari menjorok merupakan sifat dominan (W). Orang meiliki sifat ruas jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (ke arah jari manis) merupakan sifat dominan (B). Alat dan Bahan 1. d.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. Kaca pembesar (lup) 2. c. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Menandai dengan menggunakan (-) apabila ada fenotif yang dominan. h. harus ada cara yang dapat mempertahankan gen-gen itu selalau berpasangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bila faktor-faktor keturunan atau gen-gen itu dapat berpasangan pada masing-masing individu. b. Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan. Inilah yang dikenal dengan hukum segregasi (Tim Dosen. Hasil Pengamatan 1. Orang yang mempunyai gigi seri atas bercelah merupakan sifat dominan (G). yaitu : a. Lesung dagu merupakan sifat dominan (D). 11 Desember 2009 Waktu : Pukul 13. 2004).30 – 15. Orang meletakkan ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan pada waktu menjalinkan jari-jari tangan. B. f. Tabel Sifat Baka Individu Ciri/Sifat Baka Fenotif Genotif . akan diperoleh kembali satu pasangan lagi. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. C.

tak ada rambut (m) Ada rambut pada jari MM g. Ada lesung dagu (D). tidak menyerong (b) Menyerong ke dalam BB e. di bawah (f) Ibu jari tangan kanan di atas ff d. tidak ada (d) DD 0 dd 7 2 Anak daun telinga menggantung (E). Rambut pada jari (M). tidak menjorok (w) WW 5 ww 2 6 Rambut pada jari (M). di bawah (f) FF 2 ff 5 4 Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). Tabel Sifat baka kelas Kelompok L. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam (B). menempel (e) EE 2 ee 5 3 Ibu jari kiri di atas (F). tidak ada (p) Tidak ada lesung pipi pp h. Anak daun telinga menggantung (E). Gigi seri atas bercelah (G). Lesung pipi (P). tidak ada (p) PP 2 pp 5 8 Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) LL 3 ll 4 9 Gigi seri atas bercelah (G). Ibu jari kiri di atas (F). Rambut dahi menjorok (W).a. dagu U. Tabel Sifat Baka Kelompok No Ciri/Sifat Baka Genotif Jumlah 1 Ada lesung dagu (D). tidak ada (d) Tidak ada dd b. Me¬ng-nggulung Gigi sei DDEeFFBbWwMmPPLlGG I072525615234253416 II 0 6 1 5 3 3 3 3 3 3 2 4 1 5 4 2 0 6 III 0 6 0 6 1 5 3 3 6 0 6 0 1 5 2 4 0 6 IV 0 7 3 4 4 3 3 4 6 1 1 6 2 5 4 3 1 6 V074352435207163407 VI 0 6 3 3 4 2 4 2 4 2 2 4 1 5 4 2 3 3 VII 0 6 5 1 3 3 4 2 5 1 3 3 1 5 2 4 2 4 VIII 0 8 2 6 4 4 5 3 7 1 4 4 0 8 6 2 2 6 0 53 20 33 26 27 32 21 41 12 32 21 9 44 25 28 9 44 . tidak menjorok (w) Rambut dahi menjorok WW f. tak ada rambut (m) MM 3 mm 4 7 Lesung pipi (P).Daun Telinga Ibu jari tangan Ruas jari Rambut Dahi Rambut jari Lesung pipi L. tidak bercelah (g) Gigi seri tidak bercelah gg 2. tidak menyerong (b) BB 6 bb 1 5 Rambut dahi menjorok (W). tidak bercelah (g) GG 1 gg 6 3. menempel (e) Menempel ee c. Lidah dapat digulung memanjang (L) tidak dapat digulung memanjang (l) Tak dapat digulung memanjang ll i.

Jumlah gen dominan =0 2. Jumlah gen dominan = 28. Jumlah gen dominan = 28. Jumlah gen dominan . Frekuensi kelompok a.71% 2.1. Lesung dagu 1.57% 2. Jumlah gen resesif = 57.57% f.29% e.43% d.43% c. Jumlah gen resesif = 28. Anak daun telinga menggantung 1.43% 2. Jumlah gen resesif = 71.57% 2. Jumlah gen resesif = 71. Lesung pipi 1. Ibu jari kiri di atas 1. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1. Jumlah gen dominan = 42. Rambut pada jari 1. Jumlah gen resesif = 100% b.86% 2.14% g. Jumlah gen resesif =14. Jumlah gen dominan =71. Jumlah gen dominan =85. Rambut dahi menjorok 1.

Jumlah gen resesif . Jumlah gen dominan = 60. Jumlah gen resesif = 50.26% c. Gigi seri atas bercelah 1. Jumlah gen resesif = 85.71% 2. Ibu jari kiri di atas 1.29% 2.94% d. Jumlah gen dominan = 42.86% 2.74% 2. Ruas jari kelingking terujung menyerong ke dalam 1.38% 2. Frekuensi kelas untuk a.06% 2. Jumlah gen resesif =71.14% i. Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen dominan = 14. Jumlah gen resesif = 100% b. Jumlah gen dominan = 49. Jumlah gen resesif = 62.43% h.=28. Lesung dagu 1. Anak daun telinga menggantung 1. Jumlah gen dominan = 0% 2. Jumlah gen resesif = 57. Jumlah gen dominan = 37.57% 2.

Lesung pipi 1. Rambut dahi menjorok 1.83% i.06%. lidah tidak dapat digulung memanjang (ll). Dimana tampak bahwa individu tidak memiliki lesung dagu (dd). ibu jari tangan kanan diatas (ff). Jumlah gen dominan = 16. Jumlah gen resesif = 52.02% B.38% g.36% 2.02% h. Pada analisis data kelas untuk dominan didapat. dan gigi seri tidak berselah (gg). pada sifat baka adanya lesung dagu (DD) sebanyak 0%. Pada sifat baka anak daun telinga menggantung (EE) sebanyak 37.64% f. Jumlah gen resesif = 22.74%. Jumlah gen resesif = 83. Jumlah gen resesif = 83.62% 2. Jumlah gen dominan =16. Jumlah gen dominan = 77. terdapat rambuk pada jari (MM).98% 2. Jumlah gen dominan = 47.17% 2. rambut dahi menjorok (WW).98% 2. Lidah dapat digulung memanjang 1. Jumlah gen dominan = 39.62% e. Pada sifat baka ruas . Hasil pengamatan ini menunjukkan diri pribadi sendiri.= 39. Rambut pada jari 1. ruas jari kelingking menyerong kedalam (BB). tidak memiliki lesung pipi (pp). Pembahasan Percobaan sifat baka yang individu dimana dalam percobaan ini melihat keadaan kita sendiri menunjukkan keadaan pribadi kita. Pada sifat baka ibu jari tangan kiri di atas ibu jari tangan kanan (FF) sebanyak 49. Gigi seri atas bercelah 1. Jumlah gen resesif = 60. anak daun telinga menempel (ee).

Pada sifat baka rambut dahi tidak menjorok (ww) sebanyak 22.62%. Begitu pula pada data kelompok. sedangkan persentase kelas untuk sifat resesif sebesar 61. Gen resesif lebih besar dibandingkan dengan gen dominan.17%.62%. Pada sifat baka lidah tidak dapat digulung memanjang (ll) sebanyak 52.37%.63%. 2. 2.02%. karena sifat dominan lebih sedikit dibandingkan dengan sifat resesif. Pada sifat baka lidah dapat digulung memanjang (LL) sebanyak 47. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari bisa ditarik dari percobaan ini adalah : 1.38%.64%. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. DAFTAR PUSTAKA . Dari data-data yang diperoleh sifat baka yang dominan di kelas Biologi A lebih sedikit dibandingkan dengan sifat baka yang resesif. Pada sifat baka ruas jari kelingking paling ujung tidak menyerong (bb) sebanyak 39.36%. Pada sifat baka ibu jari tangan kanan di atas ibu jari tangan kiri (ff) sebanyak 50. Saran 1.38%.63%. Pada sifat baka terdapatnya lesung pipi (PP) sebanyak 16.98%.98%. Pada sifat baka gigi seri bagian atas tidak bercelah (gg) sebanyak 83. Pada analisis data kelas untuk resesif didapat. Sifat baka resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat baka dominan dimana frekuensi kelas untuk dominan sebesar 38.jari kelingking paling ujung menyerong ke arah dalam (BB) sebanyak 60. Agar asisten terus mendampingi para praktikan selama praktikum berlangsung. Pada sifat baka gigi seri bagian atas bercelah (GG) sebanyak 16. Pada sifat baka tidak adanya lesung pipi (pp) sebanyak 83. pada sifat baka tidak adanya lesung dagu (dd) sebanyak 100%. Atau dengan kata lain sifat resesif lebih banyak dibandingkan dengan sifat dominan dimana persentase kelas untuk sifat dominan secara keseluruhan adalah 38. Keberhsihan laboratorium sebaiknya dijaga agar praktikan nyaman dalam melakukan praktikum. Agar mahasiswa lebih serius dalam melakukan pengamatan sehingga data-data yang diperoleh lebih akurat. Pada sifat baka terdapat rambut pada jari (MM) sebanyak 39. Sifat baka yang dimiliki oleh setiap masiswa di kelas Biologi A berbeda-beda antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya.83%. Pada sifat baka anak daun telinga menempel (ee) sebanyak 62.26%. Pada sifat baka rambut dahi menjorok (WW) sebanyak 77.37% sedangkan frekuensi untuk resesif sebesar 61. Hukum Mandel yang menyatakan bahwa perbandingan antara sifat dominan dengan sifat resesif yaitu 3 : 1 tidak terbukti pada percobaan kami.02%. Karena sifat resesif lebih mendominasi dari pada sifat dominan itu sendiri. Hal tersebut menandakan bahwa sifat resesif lebih banyak dimiliki oleh mahasiswa kelas Biologi A dibanding dengan sifat dominan yang hanya dimiliki beberapa mahasiswa dikelas Biologi A. Hal tersebut juga menandakan bahwa terdapatnya perbedaan sifat baka pada masing-masing masiswa yang satu dengan yang lain. 3. 3.94%. B. Dari data-data yang diperoleh menandakan bahwa hukum Mendel yang menyatakan bahwa perbandingan antara dominan dan resesif yaitu 3 : 1 tidak perbukti pada percobaan kami. Pada sifat baka tidak adanya rambut pada jari (mm) sebanyak 60.

Sesudah itu umumnya kertas kerja Mendel diabaikan dan nyaris dilupakan orang hampir tiga puluh tahun lamanya.com. Tahun 1866 Mendel naik pangkat ditunjuk jadi pendeta kepala di biaranya. dari tahun 1851-1853 dia belajar matematika dan ilmu pengetahuan lainnya. Austria (kini bernama Brno. penyelidikan briliannya nyaris dilupakan orang dan dia tak peroleh pengakuan apa pun untuk penyelidikan itu. J. Kimball. Rangkuman Materi Penting Biologi. Diakses tanggal 16 Desember 2009.W. 1999.Anonim. Tahun 1850 dia ikut ujian peroleh ijasah guru. Biologi Umum. Kesibukan administrasi rutin membuatnya kehabisan tempo melanjutkan penyelidikannya dalam bidang tanam-tanaman. Bandung Tim Dosen." Kertas kerja keduanya diterbitkan oleh majalah itu juga tiga tahun kemudian. Ronald H. Biologi Umum. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. tetapi banyak terdapat di pelbagai perpustakaan besar. Jerih payah Mendel baru diketemukan kembali tahun 1900 oleh tiga ilmuwan dari tiga bangsa yang berbeda-beda: Hugo de Vries dari Negeri Belanda. Kendati majalah itu bukanlah majalah besar. 1988. 2009. Pionir Jaya. Menjelang tahun 1865 dia sudah menemukan hukum keturunannya yang kesohor dan mempersembahkan kertas kerjanya di depan perkumpulan peminat sejarah alam kota Brunn. Sitorus. Jurusan Biologi FMIPA UNM. di kota Brunn. Jakarta. tetapi dari tahun 1854-1868 dia menjadi guru cadangan ilmu alam di sekolah modern kota Brunn. http://www. Prawirohartono. Biografi Gregor Mendel. Makassar. tetapi gagal dan dapat angka terburuk dalam biologi! Meski begitu. Genetika jilid satu. Ketika dia meninggal tahun 1884 dalam usia enam puluh satu. mulai tahun 1856 dia memperlihatkan pengalaman-pengalamannya yang masyhur di bidang pembiakan tumbuh-tumbuhan. seorang tokoh disegani di bidang ilmu keturunan. kepada pendeta di biaranya mengirim Mendel ke Universitas Wina. Nageli membaca salinan itu dan kirim balasan kepada Mendel tetapi dia tidak paham apa yang teramat penting dalam salinan kertas kerja Mendel itu. 2004. Dia menjadi pendeta tahun 1847. Mendel tak pernah berhasil mengantongi ijasah guru resmi. Di samping itu Mendel mengirim satu salinan kepada Karl Nageli.googe. Carl Correns dari Jerman dan Erich von . Ceko). 2009. Sementara itu. Bandung. Erlangga. 2004. 1998. Tahun 1843 dia masuk biara Augustinian. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Goodenough. Erlangga. Tahun 1866 hasil penyelidikannya diterbitkan oleh majalah Transactions milik perkumpulan itu di bawah judul "Experiments with Plant Hybrids. Pustaka Pelajar. Makassar. Jakarta. Ursula. BIOGRAFI GREGOR MENDEL Mendel dilahirkan tahun 1822 di kota Heinzendorf di daerah daulat kerajaan Austria yang kini masuk bagian wilayah Cekosiowakia. Pola-Pola Hereditas Manusia. Tim Pengajar.

Tschermak dari Austria. Dan masing-masing (sebelum menerbitkan buku) secara seksama mempelajari hasil kerja Mendel dan masing-masing pula menjelaskan bahwa penyelidikannya memperkuat pendapat Mendel. Bukti-bukti apakah perihal keturunan yang sudah ditemui Mendel? Pertama. adalah sepenuhnya suatu kebetulan bilamana gene dari satu pasang terjadi pada satu gamete dan diteruskan kepada keturunan tertentu. hukum keturunan merupakan penambah penting buat pengetahuan manusia. tiap kegiatan sel atau gamete (serupa dengan sperma atau telur pada manusia) berisi cuma satu gene untuk satu pasang. Hukum Mendel. ditentukan oleh pasangan gene. . Aristarchus. Mendel mengetahui bahwa pada semua organisme hidup terdapat "unit dasar" yang kini disebut gene yang secara khusus diturunkan oleh orang tua kepada anak-anaknya. apabila dua gene mewariskan satu kualitas tertentu yang berbeda (misalnya. dia memilih untuk bidang penyelidikannya jenis tumbuhan yang ciriciri khasnya ditentukan oleh seperangkat gene. Bagaimana Mendel selaku seorang amatir mampu menemukan prinsip yang begitu penting yang menyisihkan begitu banyak biolog profesional yang masyhur yang ada sebelumnya? Untungnya. Hanya lewat sejumlah besar percobaan (Mendel sudah mencatat hasil lebili dari 21. Tetapi. Mendel menyadari. seperti halnya Leif Ericson. dan lewat analisa hasilhasilnya. Mereka bekerja secara terpisah tatkala menemukan artikel Mendel. penyelidikan Mendel dianggap tidak berdiri sendiri. umumnya mungkin tidak bisa diduga jenis kualitas mana sesuatu keturunan akan mewariskan. meski sudah dilakukan perubahan kecil. Masing-masing mereka sudah punya pengalaman sendiri di bidang botani. Ada pula faktor yang tak boleh diabaikan kalau kita memutuskan dimana Mendel mesti ditempatkan dalam urutan daftar buku ini. Ignaz Semmelweiss telah disisihkan guna memberikan tempat buat Colombus. Karena penemuannya diremehkan di saat hidupnya. ilmuwan berkebangsaan Inggris.000 tumbuh-tumbuhan!). Satu kebetulan segitiga yang aneh! Lebih dari itu. Karena faktor contoh-contoh di atas. Tetapi. Mendel dapat menarik kesimpulan terhadap hukum-hukumnya. Apabila alasan ini dipaksakan. orang bisa berkesimpulan bahwa Mendel mungkin bisa tersisihkan sepenuhnya dari daftar. keberuntungan ini tidak akan menolong Mendel kalau saja dia tidak punya sifat kecermatan yang dahsyat dan kesabaran seorang pencoba. dan kesimpulan-kesimpulannya diketemukan oleh ilmuwan yang datang belakangan. tiap ciri pribadi. misalnya warna benih. penyelidikannya akan menghadapi kesulitan yang luar biasa. dan juga tidak akan menolongnya apabila dia tidak menyadari bahwa perlu membuat analisa statistik dari pengamatannya. Masing-masing secara tersendiri menemukan hukum Mendel. Jelaslah. tetap merupakan titik tolak dari ilmu genetika modern. Kalau saja ciri-ciri pokok yang diselidikinya masing-masing sudah ditentukan oleh pelbagai perangkat gene. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan yang diselidiki Mendel. Mendel menemukan. dan pengetahuan kita tentang genetika mungkin akan lebih dapat dipraktekkan di masa depan daripada sebelumnya. Copernicus dan Joseph Lister. Suatu tumbuhan mewariskan satu gene tiap pasang dari tiap "induk"-nya. satu gene untuk benih hijau dan lain gene untuk benih kuning) akan menunjukkan dengan sendirinya dalam tumbuhan tertentu itu. bentuk daun. Di penghujung tahun itu Mendel dapat sambutan meriah dan penghargaan atas begitu hebat karya-karya yang dilakukannya selama masa hidupnya. Dia juga menegaskan. menemukan pula kertas kerja Mendel yang asli dan segera mengedepankan kepada kalangan dunia ilmu. William Bateson. di tahun itu juga. gene yang berciri lemah tidaklah terhancurkan dan mungkin diteruskan kepada tumbuhan keturunannya.

061404006 Mengetahui. Juga layak dicatat. Focke) sekitar masalah keturunan. Frekuensi gen resesif sebesar 61. Dosen Penanggung Jawab ." JAWABAN PERTANYAAN 1.O. Frekuensi gen dominan sebesar 38. secara umum dunia ilmu sudah menyebutnya sebagai "Hukum Mendel. meskipun mereka menemukan kembali prinsip-prinsipnya secara independen. Tulisan itu cepat atau lambat sudah dapat dipastikan akan diketemukan juga oleh mahasiswa-mahasiswa yang serius di bidang itu. Lebih jauh dari itu.pd. Akhirnya. Correns dan Tschermak tak pernah hidup di dunia. dan begitu diketemukan kembali.63% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 61. tak satu pun dari ketiga ilmuwan itu yang menuntut bahwa merekalah penemu ilmu genetika. Pekerjaan Mendel terlupakan hanya sebentar. Desember 2009 Koordinator Asisten.37% diperoleh dengan mengunakan rumus sebagai berikut : = 38.Tetapi. Suhaedir Bachtiar S. ada beda antara kasus Mendel dengan lainnya. Asisten. orang tidak bisa bilang karya Mendel tak berpengaruh kendati de Vries. Mustaina Basir NIM.63% LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Biologi Dasar dengan judul “Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Organisme” yang disusun oleh : Nama : Munawir Nasir NIM : 091404015 / A Kelas/Kelompok : A/I (Satu) Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten/Koordinator Asisten dan dinyatakan diterima. Correns. Juga. Makassar. dan Tschermak. toh dia baca karya Mendel dan mengutip hasil-hasilnya. segera melangit. de Vries. Artikel-artikel Mendel sudah tersebar luas riwayat-riwayatnya (oleh W.37% 2.

Pola perilaku hewan atau tumbuhan berkaitan erat dengan alam tempat organisme itu berada. Latar Belakang Setiap organisme memerlukan kebutuhan dasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. ada yang bernafas dengan insang. yang hidup di dua alam misalnya katak. seperti banyaknya jenis organisme. dan kondisi fisik maupun kimia pada lingkungan hidupnya. B. C. mudah diukur dan sangat beragam. setiap hewan memerlukan udara. Sedangkan tumbuhan membutuhkan udara. H. Sedangkan jenis pisces aatu ikan bernafas dengan insang yang terdapat dikedua sisi kepalanya. Hewan mamalia bernafas dengan paru-paru tidak peduli dimanapun habitatnya. dan ada pula dengan trakea dan kulit. hewan ini bernafas dengan paru-paru yang dibantu dengan alat nafas lainnya yaitu kulit. Tujuan Melalui percobaan ini. Perilaku setiap hewan atau tumbuhan dipengaruhi oleh faktor internal seperti rasa lapar (kebutuhan akan makan/nutrisi). sehingga kulit katak hampir setiap saat selalu basah. air. M. Organisme hanya dapat hidup bila lingkungan dapat menyediakan kebutuhan hidupnya. NIP. nutrisi dan cahaya untuk fotosintesis. seperti paus yang bernafas dengan paru paru walaupun tinggal di dalam air. dan umum sebagai pengantar dan dijadikan dasar bagi mereka yang mempelajari mengenai pengaruh suatu suhu terhadap aktifitas suatu organisme. Setiap hewan pada habitat tertentu ini memiliki cara respirasi yang berbeda beda. maka pada kesempatan ini kami melakukan percobaan dengan judul pengaruh suhu terhadap aktifitas organisme. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan suhu terhadap aktivitas suatu organisme. Bumi kita mempunyai banyak macam lingkungan dan setiap lingkungan yang berbeda akan menunjang kehidupan untuk jenis organisme yang berbeda-beda. Hal unik terdapat pada insang karena dapat menyaring oksigen dalam air. air. masyarakat. Apabila suatu saat kondisi lingkungannya berubah maka beberapa jenis hewan ataupun tumbuhan mungkin akan tetap dapat bertahan hidup dan berkembang biak. katak pada fase berudunya bernafas dengan insang. Pada dunia hewan terdapat berbagai macam habitat hidup. ada di air. dan makanan. 196212311987021005 BAB I PENDAHULUAN A.. Ada yang habitat hidupnya di darat. ketersediaan akan sumber makanan. mahasiswa diharapkan dapat membandingkan kecepatan penggunaan oksigen oleh organisme pada suhu yang berbeda.S. Hamka L. Pada hewan amfibi. Salah satu faktor lingkungun tersebut adalah suhu. . Ikan dalm menyaring oksigen melakukan buka tutup insang yang biasa disebut operculum. Ada yang bernafas dengan paru-paru. Manfaat Memberikan wawasan kepada mahasiswa. jumlah populasi masing-masing organisme. dan ada pula di udara. Sebagai contoh. Jenis yang lainnya mungkin akan mati atau berpindah ke tempat yang baru.Drs. Selain itu. atau karena faktor eksternal seperti perubahan kondisi lingkungan. Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. sehingga semua organisme sangat bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya.

Konsep hukum Shelford berasal dari hukum batas minimum yang dicetuskan oleh Liebig. Sehingga dari percobaan itulah muncullah suatu pembuktian mengenai hukum toleransi Shelford. Enzim metabolisme berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan energi) dan anabolisme (sintesa nutrien menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). sebagai komponen utama penyusun enzim. misalnya dalam hal respirasi (Tim Pengajar. Masalah ini dijelaskan dalam kajian ekologi yaitu Hukum Toleransi Shelford. 2004). Suhu juga merupakan factor lingkungan seringkali berpotnsi sebagai faktor pembatas dan paling mudah diukur. Fluktuasi suhu 10-200C dengn suhu rata-rata 150C. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. Jika aktifitas enzim metabolisme meningkat maka laju proses metabolisme akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. Dengan alat yang relatif sederhana. mudah diukur dan sangat beragam. suhu yang bervariasi menimbulkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. Suhu merupakn factor yang sangt menentukan aktivitas enzim didalam tubuh organism. pengaruhnya terhadap hewan tidak sama dengan suhu konstan 150C. misalnya dengan menggunakan respirometer sederhana (Tim Pengajar. Variabilitas suhu mempunyai arti ekologis. Peningkatan suhu tubuh pada rentang kisaran toleransi hewan akan menyebabkan kenaikan aktivitas enzim dalam membantu reaksi metabolism. 1999). bahkan mungkin dibawah kisaran toleransinya. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh. Demikian juga kalau suhu tubuh turun sangat ekstrim. akan menyebabkan kisaran aktivitas enzim sangat rendah (Dharmawan. zat makanan. 2009). Suhu merupakan factor lingkungan sangat penting bagi hampir semua makhluk hidup. akan rusak atau denaturasi dan menyebabkan enzim tidak mampu lagi melakukan fungsinya sebagai biokatalisator. suhu. baik hewan maupun tumbuhan. percobaan tentang pengaruh suhu terhadap aktivitas respirasi organisme tidak sulit dilakukan. 2009). 2009). Suhu yang ekstrim tinggi menyebabkan protein. Ditambahkannya bahwa pengaruh cahaya. Suhu tersebut mempunyai peranan yang penting dalam mengatur aktivitas biologis organisme. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan anabolisme. Berbagai jenis hewan yang biasa hidup di lingkungan alam bebas yang suhunya bervariasi. Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan (Anonim. dan unsur hara yang tidak cukup dan tidak memadai (Kimball. Ini terutama disebabkan karena suhu mempengaruhi kecepatan reaksi kimia dalam tubuh dan sekaligus menentukan kegiatan metabolik. aktivitas hidupnya akan terganggu apabila dipelihara dalam lingkungan yang suhunya konstan (Dharmawan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang paling jelas. Menurut hukum minimum Liebig menyatakan bahwa jumlah bahan utuana yang dibtuhkan apabila mendekati keadaan minimum kritis cenderung menjadi pembatas. dan unsur-unsur utama lainnya menyebabkan hilangnya vegetasi pada ketinggian tertentu di pegunungan atau hilangnya beberapa tumbuhan dalm wilayah yang dinaungi. suhu mempunyai rentang yang dapt ditolerir oleh setiap jenis organisme. . Pada jenis belalang dan kupu-kupu yang diamati. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. 2004). suhu. Jadi menurut hukum minimal Liebag bahwa penyebaran tumbuhan ditentukan oleh cahaya. Sebagaimana halnya dengan faktor lingkungan lainnya.

Dari hukum tersebut kemudian Shelford menambahkan bahwa faktor-faktor seperti panas, cahaya, dan air serta unsur hara mempunyai batas maksimum dan minimum agar suatu makhluk hidup dapat hidup pada suatu lingkungan. Oleh sebab itu organisme mempunyai sifat minimum dan maksimum lingkungannya. Dimana jarak antara ke dua batas nilai minimum dan maksimum lingkungan ini menunjukkan batas toleransi. Sehingga pernyataan Shelford dikenal dengan Hukum Toleransi Shelford (Tim Dosen. 2004). Menurut Radioputro (1988), dalam hukum Shelford terdapat beberapa prinsip, yaitu : 1. Suatu organisme mempunyai toleransi yang besar terhadap satu faktor dan kecil terhadap faktor lainnya. 2. Organisme yang mempunyai toleransi yang besar terhadap semua faktor memiliki daerah penyebaran yang luas. 3. Bila suatu faktor lingkungan tidak optimum untuk suatu jenis organisme, maka toleransi berkurang terhadap faktor-faktor lingkungan lainnya, misalnya bila tanah dengan kandungan nitrogen yang terbatas, maka daya tahan rumput terhadap kekeringan berkurang. 4. Dalam banyak hal interaksi populasi seperti kompetisi, predator, parasit dan lainnya mencegah organisme dari pengambilan keuntungan terhadap kondisi lingkungan fisik yang optimum. 5. Pembiakan merupakan masa yan kritis bila faktor-faktor biji, telur, kecambah dan larva pada umumnya mempunyai batas toleransi sempit. BAB III METODE PRAKTIKUM A. Waktu dan Tempat Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum ini : Hari/tanggal : Kamis, 18 Desember 2009 Waktu : Pukul 13.30 – 15.10 WITA Tempat : Laboratorium Biologi lantai III Timur FMIPA UNM. B. Alat dan Bahan 1. Alat Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Termometer batang 1 buah b. Stopwatch / jam tangan c. Becker glass 2 buah 2. Alat Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu : a. Ikan mas koki (Catassius auratus) 2 ekor b. Air kran c. Es batu d. Air panas C. Prosedur Kerja 1. Memasukkan 2 ekor ikan mas koki yang relatif sama besarnya ke dalam becker glass yang berisi air kran dan mengaklimasi ikan tersebut selama 15 menit. 2. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air normal yang bersuhu 27 oC. Menghitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum (buka tutup) dalam waktu 1 menit selama 5 menit. 3. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkan ke dalam becker glass yang berisi air panas dengan suhu 40 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan

selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 4. Mengambil 1 ekor ikan mas koki dan memasukkannya ke dalam becker glass yang telah diisi dengan air dingin dengan suhu 16 oC. Menhitung dan mencatat frekuensi gerakan operculum pada ikan selama 5 menit dengan selang waktu 1 menit. 5. Mencatat hasil pengamatan dalam tabel. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan Becker Glass Waktu (Menit Ke.....) Rata-rata 12345 (A) 29oC 120 184 243 323 437 87,4 (B) 38oC 74 176 207 334 478 95,6 (C) 14oC 120 223 292 350 429 85,8 B. Pembahasan Pada becker glass yang diisi air dengan suhu 29 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 64 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 80 kali, dan pada menit kelima 114 kali. Pada becker glass yang berisi air panas dengan suhu 38 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 74 kali, pada menit kedua 102 kali. Pada menit ketiga 31 kali, pada menit keempat 27 kali, dan pada menit kelima 144 kali. Pada becker glass yang diisi air dingin dengan suhu 14 oC gerakan operculum ikan pada menit pertama yaitu 120 kali, pada menit kedua 103 kali. Pada menit ketiga 59 kali, pada menit keempat 58 kali, dan pada menit kelima 89 kali. Terjadinya penurunan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air dingin dan penaikan gerakan operculum pada ikan mas koki yang dimasukkan ke dalam air panas menandakan bahwa gerakan operculum pada ikan mas koki dipengaruhi oleh suhu. Gerakan operculum ikan pada suhu rendah akan lambat, sedangkan pada suhu tinggi gerakan operculumnya menjadi semakin cepat. Namun hal tersebut dibatasi oleh kemampuan ikan tersebut untuk beradaptasi pada suhu tertentu. Menurut teori pada suhu yang tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat namun bila mencapai batas suhu yang maksimal maka ikan tersebut akan mati. Pada suhupanas, ikan membutuhkan oksigen yang cukup banyak karena reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada tubuh ikan berlangsung dengan cepat. Namun pad suhu panas kadar oksigen dalam air akan semakin sedikit, sehingga ikan pada suhu maksimal akan mati. Begitu pula pada suhu dingin, gerakan operculum ikan menjadi melambat, hal itu disebabkan karena pada air dingin reaksi-reaksi kimia dalam tubuh ikan akan berjalan lanbat, sehingga jika ikan mencapai suhu terendah ikan akan mati. Matinya ikan pada suhu yang terlalu tinggi dan terlalu rendah menandakan bahwa ikan memiliki batas ideal tersendiri agar dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Batas itulah yang disebut dengan Hukum Toleransi Shelford yaitu batas maksimum dan batas minimum suatu makhluk hidup agar dapat hidup.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pada suhu tinggi gerakan operculum ikan akan semakin cepat dibandingkan pada suhu yang rendah. Agar ikan dapat bertahan hidup dan mampu beradaptasi maka ikan memiliki batas suhu maksimum dan batas suhu minimum. Batas maksimum dan batas minimum agar suatu makhluk hidup agar dapat hidup disebut Hukum Toleransi Shelford. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, suhu mempengaruhi aktivitas suatu organisme. B. Saran 1. Agar mahasiswa lebih lebih mampu bekerja sama dalam melakukan praktikum. 2. Agar asisten sebaiknya menyamakan pendapat agar tidak terjadi perbedaan pendapat baik pada praktikum ataupun pembuatan laporan. 3. Labortorium sebaiknya memperhatikan bahan dan alat praktikum sehingga praktikum dapat berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2009. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Ikan. http://www. google.com. Diakses tanggal 20 Desember 2009. Dharmawan, agus. Dkk . 2004. Ekologi Hewan. Jica. Malang. Kimball, J.W. 1999. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta. Radioputro. 1988. Ekologi dan Pengetahuan Lingkungan. Erlangga. Jakarta. Tim Dosen. 2004. Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. Tim Pengajar. 2009. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi FMIPA UNM. Makassar. JAWABAN PERTANYAAN 1. Hal tersebut disebabkan karena adanya / terjadinya perubahan suhu, sehingga menyababkan ikan harus mampu beradaptasi pada suhu tersebut. 2. Pada suhu panas gerakan operculum ikan akan semakin cepat sedangkan pada suhu dingin gerakan operculum ikan akan semakin lambat.

Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan ikan Suhu media berpengaruh terhadap aktifitas enzim pencernaan. Pada proses pencernaan yang tak sempurna akan dihasilkan banyak feses, sehingga banyak nergy yang terbuang. Tetapi jika aktifitas enzim pencernaan meningkat maka laju pencernaan juga akan semakin meningkat, sehingga tingkat pengosongan lambung tinggi. Tingkat pengosongan lambung yang tinggi menyebabkan ikan cepat lapar dan nafsu makannya meningkat. Jika konsumsi pakan tinggi, nutien yang masuk kedalam tubuh ikan juga tinggi, dengan demikian ikan memiliki nergy yang cukup untuk pertumbuhan. Suhu media juga berpengaruh terhadap aktifitas enzim yang terlibat proses katabolisme dan

Konsumsi pakan yang tinggi yang disertai dengan proses pencernaan dan nergy ism yang efektif. Pembuatan wadah harus dipertimbangkan topografi lahan. kesuburan lahan dan porositas. Tingginya kadar metabolit dalam darah menyebabkan ikan cepat lapar dan memiliki nafsu makan tinggi. tds. Kebutuhan protein pada ikan untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimum sangat dipengaruhi oleh suhu. wadah pemeliharaan harus disesuaikan dengan kebutuhan ikan yang akan dipelihara. varietas berhubungan dengan sifat genetik (potensitumbuh ketahanan terhadap penyakit). kenaikan suhu sebesar 10°C akan menyebabkan kecepatan reaksi nergy ism meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan pada kondisi normal. Lahan yang relatif datar lebih mudah untuk dibangun daripada lahan yang miring. sehingga tersedia pakan yang cukup bagi biota yang dipelihara. media pemeliharaan (M). Suhu media yang optimum akan mendorong enzim-enzim pencernaan dan nergy ism untuk bekerja secara efektif. Proses nergy ism ikan umumnya meningkat jika suhu naik hingga dibawah batas yang mematikan. alkalinitas. Biota yang dipelihara. Lokasi budidaya hendaknya dekat dengan sumber air. biota yang dipelihara (B) dan pakan (P). Jenis kelamin 7. bahan-bahan toksik: NH3. Wadah pemeliharaan. yaitu: a. 4. oksi-gen terlarut. P) Dengan demikian komponen nergy budidaya ikan adalah: 1. air harus tersedia dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun. Lahan datar memiliki resiko kebocoran yang kecil dan biaya pembuatannya lebih murah. turbiditas. Media hidup. meliputi suhu. dimana semakin tinggi lahan maka suhu udara akan semakin dingin. akan menghasilkan nergy yang optimal untuk pertumbuhan. sehingga tingkat konsumsi pakan meningkat. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dapat dilakukan beberapa pendekatan. dsb. Konsumsi pakan yang tinggi akan meningkatkan jumlah nergy yang masuk ke dalam tubuh. Ukuran 8. H2S. Jika aktifitas enzim nergy ism meningkat maka laju proses nergy ism akan semakin cepat dan kadar metabolit dalam darah semakin tinggi. sedangkan pada suhu 25oC membutuhkan protein 40%. Pendekatan-pendekatan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan ikan. Topografi lahan terkait dengan suhu. B. 6. dengan demikian biota dapat tumbuh dengan baik. Berdasarkan nerg van’t Hoff. NO2. Unsur hara sebagai penopang kesuburan (NO3 PO4. ketersediaan unsur hara sangat berpengaruh terhadap kesuburan perairan. 3. K. 2. Kualitas air.anabolisme. strain. Ketinggian lahan harus disesuaikan dengan suhu optimum biota yang akan dipelihara. dsb. Kondisl kesehatan . M. Contoh pada suhu 20oC pada ikan Channel Catfish (Ictalurus punctatus) memperlihatkan pertumbuhan optimum dengan kadar protein 35 %. Kualitas air harus berada dalam batas toleransi biota. sehingga siklus budidaya tidak terganggu. 5. ph. Spesies. Pendekatan sistem Pertumbuhan adalah merupakan fungsi dari wadah pemeliharaan (W). Energi ini akan digunakan untuk proses-proses maintenance dan selanjutnya digunakan untuk pertumbuhan. Enzim nergy ism berpengaruh terhadap proses katabolisme (menghasilkan nergy) dan anabolisme (sintesa nergy i menjadi senyawa baru yang dibutuhkan tubuh). G = f( W. Konstruksi kolam harus sesuai dengan karakteristik biota yang akan dipelihara dan teknik budidaya yang akan diterapkan. Pada perairan yang kaya unsur hara pakan alami dapat tumbuh secara maksimum. tss.). CO2 bebas. meliputi: kuantitas air. salinitas.

Manajemen pemeliharaan 10. G=K–(F+U+M) Pertumbuhan (G) akan maksimum jika nilai K tinggi dan nilai F. Rasa kagum terhadap para tenaga pengajar terutama guru mempbuat penulis bercita-cita menjadi seorang guru. Guru yang benar-benar seorang guru. demikian juga warna dan rasa. Pengaturan arus air. karnivor) 3. baik lewat feces ataupun urine. Feeding rate optimal 4. terutama suhu dan oksigen terlarut. Tingkat protein pakan tidak berlebihan 2. jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan perkembangan biota. 11. bentuk. Pembatasan ruang gerak ikan 2. merupakan anak kedua dari pasangan M. Ukuran partikel penyusun pakan hendaknya kecil sehingga mudah dihidrolisa 5. Optimalisasi kondisi lingkungan 3. Komposisi pakan. pada tanggal 20 januari 2009. Dengan demikian konsumsi pakan dapat dimaksimumkan sehingga laju pertumbuhannya tinggi. Frekuensi pemberian pakan ukuran pakan. Pada tahun 2006 menjada salah satu siswa di SMA Negeri 1 Tamalatea . Sulawesi Selatan. pakan harus memiliki kandungan gisi yang cukup baik. yang tidak hanya mengajar tetapi juga .9. U dan M diturunkan serendah mungkin. Cara memaksimumkan nilai K: 1. diberikan sesuai dengan kebutuhan biota. Pendekatan energetik Pertumbuhan terjadi apabila terdapat kelebihan nergy. Optimalisasi kondisi lingkungan. Aktif diberbagai organisasi dan kegiatan sekolah. setelah nergy yang dikonsumsi dikurang dengan nergy yang digunakan untuk segala kebutuhan hidup termasuk nergy yang hilang. Mengawali pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5 tahun. a. warna) 6. Tingkat energi pakan memadai Cara meminimumkan nilai M: 1. Sedangkan ukuran pakan disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan. Cara meminimumkan nilai U: 1.google. Melanjutkan pendidikan SMP pada tahun 2003. Bahan baku pakan berkualitas baik 4. Pakan. Penambahan atractant Cara meminimumkan nilai F: 1. Komposisi pakan sesuai dengan stadia dan kategori ikan (herbivor.Jeneponto. sehingga konsumsi energi untuk berenang melawan arus menjadi kecil http://www. Pemilihan pakan yang cocok (ukuran. Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat 2. Nasir dan Yasmin. Ransum harian (FR). Menjaga agar kondisi ikan tetap sehat dan selera makannya selalu tinggi 2. Pemberian pakan dilakukan secara kontinyu sesuai dengan laju pengosongan lambung ikan.com BIOGRAFI PENULIS Munawir Nasir lahir di Jeneponto. Frekuensi pemberian pakan didasarkan pada kapasitas lambung dan laju pencernaannya 5.

Diposkan oleh blog q di 19. Semoga cita-cita dapat terlaksana dengan baik. dengarkan lagu dan membaca buku.mendidik. Penulis sangat senang berdiskusi. Satu hal yang saat ini menjadi keinginan besar penulis adalah mewujudkan cita-cianya menjadi seorang guru dan membahagiakan orang tua. bermain internet. UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR.21 Reaksi: . Karena itu penulis mendaftar dan Alhamdulillah lulus di Jurusan Biologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful