P. 1
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

|Views: 47|Likes:
Published by Sri S. Suryanto
TUGAS PPKN
TUGAS PPKN

More info:

Published by: Sri S. Suryanto on May 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA INDONESIA

DOSEN : SRI WALUYO DITA APRILIA 122 111 84 2EA27

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN EKONOMI

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya, serta doa dan motivasi dari berbagai pihak sehingga pada akhirnya makalah penulisan yang disusun untuk persyaratan tugas softskill pada mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak yang telah banyak membantu penyelesaian tugas ini, terutama kepada : Semua pihak yang telah membantu ataupun memberikan dorongan baik moril maupun materil untuk menyelesaikan tugas ini . Dalam penulisan ini saya menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangan, baik dalam isi maupun cara penyajiannya karena keterbatasan ilmu dan pengetahuan saya. Oleh karena itu, saya mengharapkan saran dan kritik yang membangun bagi penyempurnaan penulisan ini.

Bekasi, Mei 2013

2

DAFTAR ISI

JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3

................................................................................................................................... ............................................................................................................... ................... .............................................................................................................. ...................

1 2 3

LATAR BELAKANG MASALAH RUMUSAN MASALAH TUJUAN

.................................................................................... ................................................................................................... ...................................................................................................

4 4 4

BAB II PEMBAHASAN 2.1 2.2 2.3 2.4 ASAL-USUL IDEOLOGI ................................................................................................... .................................................................... 5 6

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

PENGUKUHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL BANGSA IN DONESIA..... 7 PERWUJUDAN PANCASILA DALAM PELAKSANAAN FUNGSINYA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL .......................................................................................................................................... 8

2.5

PERBANDINGAN IDEOLOGI NASIONAL PANCASILA DIKAITKAN DENGAN IDEOLOGI BESAR DUNIA SEPERTI AGAMA LIBERALISME&KOMUNISME..................... 10

BAB III PENUTUP 3.1 3.2 KESIMPULAN SARAN ........................................................................................................................... 16 ........................................................................................................................... 16 ............................................................................................................................. 17

DAFTAR PUSTAKA

3

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Bab ini menjelaskan tentang Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia , serta asal-usul istilah ideologi. Ideologi berasal dati kata Yunani Idein yang berari melihat dan logia yang berarti kata, ajaran. Ideologi secara praktis juga diartikan sebagai sistem dasar seseorang tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya, dan bab ini juga menjelaskan tentang pengukuhan pancasila sebagai indeologi Nasional Bangsa Indonesia yang berarti manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dalam perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih sempurna, senantiasa memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjungnya sebagai suatu pandangan hidup. Serta perwujudan Pancasila Dalam Melaksanakan Fungsinya Sebagai Ideologi Nasional yang berarti Pancasila sebagai ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat reformatif, dinamis dan terbuka. Dan perbandingan ideologi nasional pancasila dikaitkan dengan ideologi-ideologi besar dunia seperti agama, Liberalisme & Komunisme, sebelum penulis membandingkan ideologi pancasila , agama, liberalisme, dan komunisme, penulis menjelaskan terlebih dahulu tentang ideologi agama, liberalisme dan komunisme. Dan bab ini juga menjelaskan tentang kelebihan ideologi pancasila dibanding dengan ideologi lkain di dunia serta pancasila sebagai ideologi memberi kedudukan seimbang kepada manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial serta kelebihan ideologi liberalisme , komunis dan pancasila.

1.2

TUJUAN PENULISAN

Tujuan utama dari pembuatan penulisan ini, yaitu untuk memberikan informasi kepada para pembaca tentang demokrasi dalam berbagai macam demokrasi yang ada. Selain itu untuk membantu nilai saya dalam mata kuliah kewarganegaraan

1.3 1. 2. 3. 4.

RUMUSAN MASALAH Asal-usul istilah ideologi Pengukuhan pancasila sebagai ideologi nasional bangsa indonesia Perwujudan pancasila dalam pelaksanaan fungsinya sebagai ideologi nasional Perbandingan ideologi nasional pancasila dikaitkan dengan ideologi-ideologi besar dunia seperti agama, liberalisme&komunisme
4

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Asal-usul Istilah Ideologi
Ideologi berasal dari kata yunani Idein artinya melihat dan logia yang berarti kata, ajaran. Ideologi secara praktis diartikan sebagai sistem dasar seseorang tentang nilai-nilai dan tujuan tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya. Jika diterapkan untuk negara, maka ideologi diartikan sebagai kesatuan gagasangagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, sosial maupun dalam kehidupan bernegara. Istilah ideologi diperkenalkan pertama kali oleh filsuf Perancis, Antoine Destutt de Tracy (1754-1836), menciptakan istilah ideologie pada tahun 1796. De Tracy adalah seorang bangsawan yang bersimpati pada revolusi perancis (1789), namun dipenjara selama pemerintahan teror kelompok Jacobin (kelompok revolusioner sayap kiriekstrem yang dipimpin oleh Robespierre). Selanjutnya de Tracy memandang ideologi ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukan arah yang benar menuju masa depan, dan membayangkan suatu dunia baru dimana para cendikiawan seperti dirinya akan memiliki peran yang significant pada zaman pemerintahan Napoleon Bonaparte. Dari ilmuwan yang lain seperti pernyataan Marxis yang paling dikenal mengenai ideologi terdapat dalam The German Ideologi yang ditulis Marx bersama Frederich Engels (1820-1895) pada tahun 1840-an ide-ide klas pengusaha berada dalam setiap masa ide-ide yang berkuasa , yakni klas yang merupakan kekuatan material dalam masyarakat sekaligus merupakan kekuatan intelektual yang berkuasa. Selanjutnya da pakar lain yang menjelaskan bahwa ideologi polotik adalah sekumpulan kepercayaan dan pemikiran empiris dan normatif yang relatif koheren dengan terfokus pada masalah-masalah hakekat manusia, proses sejarah , dan pengaturan sosiopolitik. Ideologi ini biasanya berkaitan dengan suatu program untuk suatu persoalan tertentu dalam jangka pendek. Dengan tergantung pada hubungan dengan struktur nilai yang dominan, suatu ideologi dapat berlaku sebagai kekuatan yang menciptakan kestabilan atau kekuatan radikal. Ideologi politik sesungguhnya merupakan hasil pemikiran kolektif. Ideologi merupakan tipe ideal yang berkaitan dengan hak-hak keadilan yang dalam ini adalah persamaan kemanusiaan antara klas buruh dan berjuasi atau antara laki-laki dan perempuan. Untuk bisa melakukan

5

perubahan, perlu dilakukan kerja dibidang ideologi untuk melawan ideologi hegemonik yang ada yang dalam hal ini adalah peran negara, begitu kata Antonio Gramsci. Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan negara indonesia, bukan terbentuk secara mendadak serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana yang terjadi pada ideologi-ideologi lain di dunia, namun terbentuknya pancasila melalui proses yang cukup panjang dalam sejarang bangsa indonesia. Ideologi pancasila yang diterapkan diindonesia bila dibandingkan dengan ideologi besar lain didunia mempunyai suatu perbedaan. Disatu sisi terkadangf perbedaan tersebut terasa dekat dan tipis, tetapi si sisi lainnya perbedaan tersebut sangat jauh dan sangat berbeda. Permasalahan yang berkadar kefilsafatan karena bersifat cita-cita dan normatif namun juga bersifat praktis karena menyangkut operasionalisasi dan strategi. Hal ini karena ideologi pancasila juga menyangkut hal-hal yang mendasarkan suatu ajaran yang menyeluruh tentang makna dan nilai-nilai hidup, ditentukan secara kongkrit bagaimana manusia harus bertindak. Ideologi pancasila tidak hanya menuntut misalnya agar setiap warga negara bertindak adil, saling tolong-menolong , saling menghormati antar sesama manusia, lenih mengutamakan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadi atau kepentingan golongan dan sebagainya, melainkan juga ideologi pancasila akan menuntut ketaatan konkret, harus nelaksanakan ini dan itu, dan bahkan seringkali menuntut dengan mutlak orang harus bersikap dan bertindak tertentu. Lalu sejauh mana perwujudan pancasila dalam pelaksanaan fungsinya sebagai ideologi nasional telah dilakukan dan apakah posisi ideologi bangsa indonesia saat ini sudah sesuai pada koridor yang sesungguhnya atau cenderung eksplisit kepaham-paham lain selain pancasila.

2.2 Pancasila sebagai ideologi terbuka
Pancasila merupakan ideologi nasional negara Indonesia. Secara umumideologi merupakan kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh serta sistematis yang menyangkut dan mengatur tingkah laku mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang oleh bangsa indonesia keamanan, sosial, kebudayaan , dan keagamaan. Makna ideologi di indonesia tercermin pada falsafah hidup dan kepribadian bangsa indonesia, yaitu pancasila. Karena, pancasila mengandung nilai-nilai dan normanorma yang oleh bangsa indonesia di yakni paling benar. Pancasila sebagai ideologi negara tercantum dalam pembukaan UUD 1945, walaupun UUD 1945 telah mengalami beberapa kali perubahan (amandemen), pancasila tetap menduduki posisi sebagai ideologi nasional dalam UUD 1945. Pancasila dilihat dari sifat-sifat dasarnya dapat dikatakan sebagi ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki dimensidimensi idealitas, normatif dan realitas. Rumusan-rumusan pancasila sebagai ideologi

6

terbuka bersifat umum, universal, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

2.3 Pengukuhan Pancasila Sebagai Ideologi Nasional Bangsa Indonesia
Manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan yang maha esa, dalam perjuangan untuk mencapai kehidupan yang lebih sempurna, senantiasa memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjungnya sebagai suatu pandangan hidup. Nilai-nilai luhur adalah merupakan suatu tolok ukur kebaikan yang berkenaan dengan hal-0hal yang bersifat mendasar dan abadi dalam hidup manusia, seperti cita-cita yang hendak dicapainya dalam hidup manusia. Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur tersebut adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan itu sendiri. Pandangan hidup berfungsi sebagai kerangka acuian baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya. Sebagai makhluk individu dan makhluk sosial manusia tidaklah mungkin memenuhi segala kebutuhannya sendiri, oleh karena itu untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya, ia senantiasa memerlukan orang lain. Dalam pengertian inilah maka manusia pribadi senantiasa hidup sebagai bagian dari lingkungan sosial yang lenih luas, secara berturut-turut lingkungan keluarga, linbgkungan masyarakat, lingkungan bangsa dan lingkungan negara yang merupakan lembaga-lembaga masyarakat utama yang diharapkan dapat menyalurkan dan m,ewujudkan pandangan hidupnya. Dengan demikian dalam kehidupan bersama dalam suatu negara membutuhkan suatu tekad kebersamaan, cita-cita yang ingin dicapainya yang bersumber pada pandangan hidupnya tersebut. Dalam pengertian inilah maka proses perumusan pandangan hidup masyarakat dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan bhidup bangsa dan selanjutnya pandangan hidup bangsa dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup negara. Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai ideologi bangsa (nasional), dan pandangan hidup negara dapat disebut sebagai ideologi negara. Dalam proses penjabaran dalam kehidupan modern antara pandangan hidup masyarakat dengan pandangan hidup bangsa memiliki huibunghan yang bersifat timbal balik. Pandangan hidup bangsa di proyeksikan kembali pada pandangan hidup masyarakat serta tercermin dalam sikap hiduip pribadi warganya. Dengan demikian dalam negara pancasila pandangan hidup masyarakat tercemin dalam kehidupan negara, yaitu pemerintah terikat oleh kewajiban konstitusional, yaoitu kewajiban pemerintah dan lain –lain penyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Transformasi pandangan hidup masyarakat menjadi pandangan hidup bangsa dan akhirnya menjadi dasar negara juga terjadi pada pandangan hidup pancasila. Pancasila sebelum dirumuskan menjadi dasar negara serta ideologi negara, nilai-nilainya telah terdapat pada bangsa indonesia
7

dalam adat istiadat , dalam budaya serta dalam agama-agama sebagai pandangan hidup masyarakat indonesia. Pandangan yang ada pada masyarakat indonesia tersebut kemudian menjelma menjadi pandangan hidup bangsa yang telah terintis sejak zaman sriwijaya, majapahit kemudian sumpah pemuda 1928. Kemudian diangkat dan dirumuskan oleh para pendiri negara dalam sidang BPUPKI , panitia sembilan, serta sidang PPKI kemudian ditentukan dan disepakati sebagi dasar Negara Republik Indonesia, dan dalam pengertian inilah maka pancasila sebagai pandangan hidup negara sekaligus ideologi negara. Bangsa indonesia dalam hidup bernegara telah memiliki suatu pandangan hidup bersama yang bersumber pada akar budayanya dan nilai-nilai religiusnya, dengan pandangan hidup yang benar maka bangsa indonesia akan mengetahui ke arah mana tujuan yang ingin dicapainya. Dengan suatu pandangan hidup yang diyakininya bangsa indonesia akan mampu memandang dan memecahkan segala persoalan yang dihadapinya secara tepat sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi segala persoalan tersebut. Dengan suatu pandangan hidup yang jelas maka bangsa indonesia akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan berbagai maslah politik, sosial budaya, ekonomi, hukum, hankam dan persoalan lainnya dalamn gerak masyarakat yang semakin maju. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tersebut terkandung didalamnya konsepsi dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan, terkandung dasar pikiran terdalam gagsan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik. Oleh karena pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan suatu kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat indonesi, maka pandangan hidupo tersebutdijunjung tinggi oleh warganya karena pandangan hidup pancasila berakar pada budaya dan pandangan hidup masyarakat. Dengan demikian pandangan hidup pancasila bagi bangsa indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tersebut harus merupakan asas pemersatu bangsa sehingga tidak boleh mematikan keanekaragaman. Sebagai intisari dari nilai budaya masyarakat indonesia, maka pancasila merupakan cita-cita moral bangsa untuk berprilaku luhur dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

2.4 Perwujudan Pancasila Dalam Pelaksanaan Fungsinya Sebagai Ideologi Nasional
Pancasila sebagai suati ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat reformatif, dinamis dan terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi pancasila adalah bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa mampu mnyesuaikan dengan perkembangan zaman , ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan ideologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung ndidalamnya, namun mnegeksplisitkan wawasannya secara lenih konkret, sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang senantiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek serta zaman. Dalam ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai8

nilai yang mendasar yang bersifat tetap dan tidak berunbah sehingga tidak lansung bersifat operasional, oleh karena itu setiap kali harus di eksplisitkan. Eksplisitasi dilakukan dengan menghadapkannya pada berbagai masalah yang selalu silih berganti melalui refleksi yang rasional sehingga terungkap makna operasionalnya. Dengan demikian penjabaran ideologi dilaksanakan dengan interpretasi yang kritis dan rasional. Sebagai suatu contoh dalam kaitannya dengan ekonomi yaitu diterapkannya ekonomi kerakyatan, demikian pula dalam kaitannya dengan pendidikan, hukum, kebudayaan, iptek, hankam, dan bidang lainnya.

Berdasarkan pengertian tentang ideologi terbuka tersebut nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikiut:
Nilai Dasar, yaitu hakikat kelima sila pancasila yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai dasar tersebut adalah merupakan esensi dari sila-sila pancasila yang bersifat universal, sehingga dalam nilai-nilai dasar tersebut terkandung cita-cita, tujuan serta nilai-nilai dasart ideologi pancasila maka pembukaan UUD 1945, sehngga oleh karena pembukaan memuat nilai-nilai dasar ideologi pancasila maka pembukaan UUD 1945 merupakan suatu norma dasar yang merupakan tertib hukum tertinggi, sebagai sumber hukum tertinggi, sebagai sumber hukum positif sehingga dalam negara memiliki kedudukan sebagai “staatsfundamentalnorm” atau pokok kaidah yang fundamental. Nilai fundamental, yang merupakan arahan, kebijakan, strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaannnya. Nilai instrumental ini merupakan eksplisitasi, penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi pancasila. Misalnya, program-program kabinet yang lima tahun senantiasa disesuaikan dengan perkembangan zaman serta aspirasi masyarakat, undang-undang, departemendepartemen sebagai lembaga pelaksanaan dan lain sebgainya. Pada aspek ini senantiasa dapat dilakukan perubahan (reformatif). Nilai Praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengalaman yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam realisasi praktis inilah maka penjabaran nilai-nilai pancasila senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan (reformasi) sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta spirasi masyarakat. Suatu ideologi selain memiliki aspek-aspek yang bersifat ideal yang berupa cita-cita, pemikiran-pemikiran serta nilai-nilai yang dianggap baik, juga harus memiliki norma yang jelas karena ideologi harus mampu direalisasikan dalam kehidupan praksis yang merupakan suatu aktualisasi secara konkret. Berdasarkan dimensi yang dimiliki oleh pancasila sebagai ideologi terbuka, maka sifat ideologi pancasila tidak bersifat Utopis, yaitu hanya merupakan sistem ide9

-

-

ide belaka yang jauh dari kehidupan sehari-hari secara nyata. Demikian pula ideologi pancasila bukanlah merupakan suatu “doktrin” belaka yang bersifat tertutup dan merupakan norma-norma yang beku, melainkan disamping memiliki idealisme, pancasila juga bukan merupakan suatu ideologi “pragmatis” yang hanya menekankan segi-segi praktis belaka tanpa adanya aspek idealisme . maka ideologi pancasila yang bersifat terbuka pada hakikatnya n nilai nilai dasar yang bersifat universal dan tetap.

2.5 Perbandingan Ideologi Nasional Pancasila Dikaitkan Dengan Ideologi-Ideologi Besar Dunia Seperti Agama Liberalisme & Komunisme
Sebelum penulis membandingkan ideologi pancasila, agama ,liberalisme, dan komunisme , penulis menjelaskan terlebih dahulu tentang ideologi agama, libralisme, dan komunisme. a. Ideologi Agama, konsepsi negara dan agama adalah satu, artinya bahwa pemerintahan dijalankan berdasarkan firman-firman Tuhan, dan segala tata kehidupan dalam masyarakat, bangsa , dan negara didasarkan atas firman-firman Tuhan. Dengan demikian agaman menguasai masyarakat politis. Dalam praktek kenegaraan terdapat dua macam pengertian negara berideologi agama, yaitu : Negara Berideologi Agama Langsung Dalam sistem negara berideologi agama langsung, kekuasaan adalah langsung merupakan otoritas Tuhan. Adanya negara di dunia ini adalah atas kehendak Tuhan, dan yang memerintah adalah Tuhan. Contohnya dalam perang dua II, rakyat jepang rela mati berperang untuk kaisarnya, karena menurut kepercayaannya , kaisar adalah sebagai anak Tuhan. Doktrin-doktrin dan ajaranajaran berkembang dalam negara berideologi agama langsung sebagai upaya untuk memperkuat dan meyakinkan rakyat terhadap keuasaan Tuhan dalam negara. Negara Berideologi Agama Tidak Langsung Berbeda dengan sistem negara berideologik agama langsung, negara berideologi agama tidak langsung berpegangan bahwa bukan tuhan sendiri yang memerintah dalam negara, melainkan kepala negara atau raja, yang memiliki otoritas atas nama tuhan. Kepala negara atau raja ,memerintah negara atas kehendak tuhan, sehingga kekuasaan dalam negara merupakan suatu karunia dari tuhan. Dalam sejarah kenegaraan kerajaan Belanda, raja mengemban tugas

-

10

suci yaitu kekuasaan yang merupakan amanat dari tuhan. Raja mengemban tugas suci dari tuhan untuk memakmurkan rakyatnya.

b. Ideologi Liberal Paham liberalisme berkembang dari akar-akar rasionalisme yaitu paham yang meletakkan rasio sebagai sumber kebenaran tertinggi, materialisme yang meletakkan materi sebagai nilai tertinggi, empirisme yang mendasarkan atas kebenaran fakta empiris (yang ditangkap dengan indera manusia) serta individualisme yang meletakan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai tertinggio dalam kehidupan masyarakat dan negara. Menurut paham liberalisme memandang bahwa manusia sebagai manusia pribadi yang utuh dan lengkap dan terlepas dari manusia lainnya. Manusia sebagai individu memiliki potensi dan senantiasa berjuang untuk dirinya sendiri. Menurut Hobbes istilah “homo homini lupus” berarti bahwa dalam hidup masyarakat bersama akan menyimpan potensi kionflik, manusia akan menjadi ancaman bagi manusia lainnya. Liberalisme yaitu bahwa rakyat merupakan ikatan dari individu-individu yang bebas, dan ikatan hukumlah yang mendasari kehidupan bersama dalam negara. Kebebasan manusia dalam realisasi demokrasi senantiasa mendasarkan atas kebebasan individu diatas segala-galanya. c. Ideologi Komunis Berbagai macam konsep dan paham sosialisme sebenarnya hanya paham komunismelah sebagai paham yang paling jelas dan lengkap. Paham ini adalah sebagai bentuk reksi atas perkembangan masyarakat kapitalis sebagai hasil dari ideologi liberal. Menurut paham ini, munculnya masyarakat kapitalis menyebabkan penderitaan rakyat, sehingga komunisme muncul sebagai reaksi atas penindasan rakyat kecil oleh kalangan kapitalis yang didukung pemerintah. Ideologi komunisme mendasarkan pada suatu keyakinan bahwa manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial saja dan sekumpulan relasi sehingga yang mutlak adalah komunitas dan bukan individualisme, karena tidak adanya hak individu, maka dapat dipastikan bahwa menurut paham komunisme bahwa demokrasi individualisme itu tidak ada, yang ada adalah hak komunal. d. Kelebihan Ideologi Pancasila di Banding dengan Ideologi Lain di Dunia Kelebihan ideologi pancasila dibanding ideologi lain menurut Soekarno, pancasila memiliki kelebihan dari dua ideologi besar yang telah ada. Ia
11

lebih baik (sempurna) dari Declaration of independence dan Manifesto Komunis. Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya , yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa indonesia. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan dikalangannwarga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya.

e. Kelebihan Lainnya ; Pancasila sebagai ideologi memberi kedudukan seimbang kepada manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Status pancasila , apakah merupakan ideologi atau bukan, masih menimbulkan tanggapan berbeda dikalangan ilmuwan. Di satu pihak, ada yang berpendapat bahwa pancasila tidak seharusnya dianggap sebagai ideologi, seperti terlihat pada pendapat Ongkohokham, Armahedy Mahzar, Garin Nugroho, dan Franz Magnis Suseno. Menurut Onghokham pancasila jelas merupakan dokumen politik, bukan falsafah atau ideologi, dan harus dilihat sebagai kontrak sosial, yaitu kompromi atau persetujuan sesama warga negara tentang asas-asas negara baru yang dapat disamakan dengan dokumen-dokumen penting negara lain seperti Magna Carta di Inggris, Bill of Rights di Amerika Serikat dan Droit del homme di Perancis. f. Perbedaan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Komunis  Ideologi pancasila Pancasila dianggapsebagai sebuah ideologi karena pancasila memiliki nilai-nilai filsafat mendasar juga rasional. Pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai sebuah landasan dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Selainitu juga pancasila merupakan wujud dari konsensus nasional, itu semua karena negara bangsa indonesia ini adalah sebuah sketsa negara modern yang telah disepakati oleh para pendiri Negara Republik Indonesia kemudian nilai-nilai dari kandungan pancasila itu sendiri dilestarikan dari generasi ke generasi. Ideologi pancasila sendiri adalah suatu pemikiran yang beracuan pancasila. Pancasila dijadikan ideologi dikarenakan , pancasila memiliki nilai-nilai falsafah mendasar dan rasional.

12

 Ideologi Komunis Komunisme adalah salah satu ideologi didunia. Komunisme sebagai anti Kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan sebagai prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme diawal abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi , dalam perkembangan selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teoridan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia. g. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain  Pancasila mengakui dan melindungi baik hak-hak individu mapupun hak masyarakat baik dibidang ekonomi maupun politik.  Pancasila mengakui hak-hak milik pribadi dan hak-hak umum. Dalam komunis menyerahkan semua yang dimiliki individu pada negara.  Pancasila mengakui secara selaras baik kolektivisme maupun individualisme. Sedangkan komunisme hanya mengakui kolektivisme.  Pancasila bukan hanya mengembangkan demokrasi politik semata seperti dalam ideologi liberal-kapitalis, tetapi juga demokrasi ekonomi dengan asas kekeluargaan.  Pancasila memberikan kebebasan individu secara bertanggung jawab selaras dengan kepentingan sosial. (kepentingan individu dalam kerangka kepentingan sosial). h. Kelebihan dan kelemahan ideologi liberalisme , komunis, dan pancasila 1. Ideologi liberalisme  Memiliki kecendrungan untuk mendukung perubahan  Mempunyai kepercayaan terhadap nalar manusiawi  Bersikap ambivalen terhadap sifat manusia  Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian  Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat  Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku dipasar

13

 Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa da gangguan dari siapapun. 2. Kelemahan ideologi liberalisme  Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Karena persaingan bersifat bebas, pendapatan jauh kepada pemilik modal atau majikan, sedangkan golongan pekerja hanya menerima sebasgian kecil dari pendapatan.  Pemilik sumber dana produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.  Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat  Sring terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi budaya oleh individu yang sering terjadi.  Liberalisme buta terhadap kenyataan bahwa tidak semua orang kuat kedudukannya  Dan tidak semua orang kuat cita-citanya  Liberalisme melahirkan “Bintang Ekonomi”, yaitu manusia yang hanya mementingkan keuntungan ekonomisnya sendiri.

i. Ideologi Komunis 1. ciri-ciri negara komunisme yaitu  Berdasarkan ideologi Marxisme-Leninisme, artinya bersifat materialis, ateis dan kolektivistik.  Merupakan sistem kekuasaan satu partai atas seluruh rakyat  Ekonomi komunis bersifat etatisme  Karena perekonomian sepenuhnya ditangani oleh pemerintah, baik dalam hal perencanaan, perorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan maka pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran atau berbagai keburukan ekonomi lainnya.  Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan sehingga pasar barang dalam negeri berjalan dengan lancar  Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan  Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah  Tidak ada pembagian kelas apapun terhadap ketimpangan yang ada. 2. Kelemahan ideologi komunis

14

 Pers dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk menyebarkan nilai-nilai komunis  Mematikan inisiatif individu untuk maju, sebab segala kegiatan diatur oleh pusat atau negara  Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat  Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya  Tidak percaya adanya agama  Ideologi komunisme bersifat absolutilasi dan dterminisme atau masyarakat, kebebasan individu, hak milik pribadi tidak diberi tempat di negara komunis. j. Ideologi Pancasila 1. kelebihan/keunggulan ideologi pancasila  Mencakup nilai-nilai positif yang diambil dari berbagai ideologi besar dunia  Menutup kelemahan dari kedua ideologi yang bertentangan  Ekonomi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh pemerintah sehingga tidak mengorbankan rakyat dan diberikan sebanyak-banyaknya kepada rakyat pasa 33 UUD 1945  Bersifat fleksibel yang artinya mengikuti perkembanganzaman  Pancasila sebagai ideologi memberi kedudukan seimbang kepada manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. 2. Kelemahan Ideologi Pancasila  Karena pancasila merupakan ideologi terbuka bisa menimbulkan tafsir yang berbeda-beda.

15

BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Jadi kesimpulan dari bab Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa ini adalah ideologi diartikan sebagai kesatuan gagasan-gagasan dasar yang disusun secara sistematis dan dianggap menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baik sebagai individu, sosial maupun dalam kehidupan bernegara, dan seperti yang diperkenalkan oleh filsuf Perancis Antoine Destutt de Tracy isitilah ideologi yaitu Ideologie pada tahun 1796, dan makna ideologi diindonesia tercermin pada falsafah hidup dan kepribadian yaitu pancasila. Dan pancasila dilihat dari sifatsifat dasarnya dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka, serta pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur tersebut adalah suatu wawasan yang mnyeluruh terhadap kehidupan itu sendiri.

3.2

SARAN

Kita sebagai pemuda dan pemudi Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat reformatif, dinamis dan terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi pancasila adalah bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa mampu mnyesuaikan dengan perkembangan zaman , ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan ideologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung ndidalamnya, namun mnegeksplisitkan wawasannya secara lenih konkret, sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang senantiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek serta zaman

16

DAFTAR PUSTAKA

- Dra .Ngudi Astuti,M.Si. Media Bangsa Penerbit - Budiman , Arief , Teori Negara , Kekuasaan Ideologi, PT. Gramedia, Jakarta, 1997

17

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->