Asuhan Keperawatan Spiritual Muslim

Asuhan Keperawatan Spiritual
Indonesia adalah negara yang menganut dan mengakui faham Ketuhanan. Sikap ini tercermin dari rumusan konstitusi dasar negara Pancasila, dalam pernyataan sila pertamanya, Ketuhanan yang Maha Esa. Telah dipahami bersama bahwa Dasar Negara Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Pernyataan tersebut mengandung arti, semua peraturan perundangan yang ada di Indonesia harus merujuk dan tidak boleh bertentangan dengannya. Konsekwensi dari sikap konstitusional itu diantaranya adalah semua penduduk di Indonesia wajib berketuhanan dan dilarang berkembangnya ateisme. Klien adalah anggota masyarakat yang merupakan bagian dari penduduk baik dalam skala nasional (klien sebagai bagian dari penduduk suatu negara) maupun dalam skala global (klien sebagai bagian dari penduduk dunia). Klien dalam perspektif keperawatan seperti dikemukakan Henderson (2006) merupakan individu, keluarga atau masyarakat yang memiliki masalah kesehatan dan membutuhkan bantuan untuk dapat memelihara, mempertahankan dan meningkatkan status kesehatannya. Sebagai manusia, klien selain sebagai mahluk individu, juga merupakan mahkuk sosial dan mahluk Tuhan. Berdasarkan hakikat manusia itu, maka keperawatan memandang manusia sebagai mahluk yang holistik yang terdiri atas aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural dan spiritual. Hal ini seperti di nyatakan Xiaohan (2005) bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang terdiri atas fisiologis (physiological), psikologis (psychological), sosial (social), spiritual (spiritual), dan kultural (cultural). Hal serupa dikemukakan Dossey & Dossey (1998), Govier (2000), dan Stoter (1995) dalam Govier (2000) yang menyatakan bahwa manusia merupakan mahluk unik dan kompleks yang terdiri atas berbagai dimensi. Dimensi yang komprehensif pada manusia itu meliputi dimensi biologis (fisik), psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Dalam kata lain, Makhija (2002) mendeskripsikan bahwa tiap individu manusia adalah mahluk yang holistik yang tersusun atas body, main dan spirit. Beberapa pandangan pakar di atas, sesungguhnya memiliki esensi yang sama bahwa manusia adalah mahluk unik yang utuh menyeluruh, yang tidak saja terdiri atas aspek fisik, melainkan juga psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia pada salah satu saja diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidaksejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kondisi tersebut dapat dipahami mengingat dimensi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan kultural atau dimensi body, main dan spirit merupakan satu kesatuan yang utuh. Tiap bagian dari individu tersebut tidaklah akan mencapai kesejahteraan tanpa keseluruhan bagian tersebut sejahtera. Terkait konsep ini, Plato dalam Makhija (2002) mengungkapkan bahwa tidak sepatutnya berusaha mengobati dan menyembuhkan mata tanpa kepala, atau mengobati kepala tanpa badan, demikian juga badan tanpa jiwa, karena bagian-bagian tersebut tidak akan pernah sejahtera kecuali keseluruhannya sejahtera. Kesadaran akan konsep ini melahirkan keyakinan dalam keperawatan bahwa pemberian asuhan keperawatan hendaknya bersifat komprehensif atau holistik, yang tidak saja memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual klien.

Sementara itu. 2. Lebih lanjut dikatakannya. dan lamanya bekerja (years of service in the profession). dan 4) penelitian spiritualitas dan asuhan spiritual dalam kurikulum pendidikan keperawatan. jika kita lakukan analisis situasi saat ini. Makhija (2002) melihat bahwa praktik asuhan spiritual menjadi sulit ditemukan akibat terjadinya pergeseran budaya dalam pelayanan kesehatan dan kedokteran yang lebih berespon terhadap kepentingan bisnis yang berorientasi material. yang mempunyai latar belakang sosiobudaya berbeda. didasarkan oleh beberapa data yang didapat penulis dari hasil penelusuran terhadap berbagai sumber di beberapa negara maupun pengalaman dan observasi klinis penulis di beberapa institusi atau lembaga pelayanan kesehatan dimana penulis pernah melaksanakan praktik klinik. kenyataannya menunjukan bahwa asuhan spiritual (spiritual care) belum diberikan oleh perawat secara kompeten. 3) perlunya memperluas data demografi meliputi tiga area antara lain lokasi dimana perawat melakukan praktik profesionalnya (location of practice). Bahkan. sekaligus juga peluang dan tantangan untuka melakukan studi lebih lanjut terkait . Disamping itu merujuk pada hasil riset yang dilakukan di negara lain seperti oleh Oswald (2004) dalam disertasinya berjudul Nurses’s Perception of Spirituality and Spiritual Care di Drake University Amerika. 3. Makhija (2002) menyatakan bahwa keimanan atau keyakinan religius adalah sangat penting dalam kehidupan personal individu.1. Fakta tersebut antara lain seperti yang di kemukakan oleh: Rankin dan DeLashmutt (2006) dalam penelitiannya yang menemukan bahwa banyak perawat mengakui belum memahami secara jelas dan mengalami kebingungan antara konsep spiritualitas dan religius. Berdasarkan uraian di atas tampak adanya dua pertentangan antara pentingnya asuhan spiritual di satu sisi dan fakta permasalahan aplikasi asuhan spiritual oleh perawat di sisi lainnya. yang merekomendasikan empat hal untuk dilakukakn penelitian lebih lanjut meliputi 1) perlunya penelitian lanjutan yang serupa pada populasi dan lokasi (termasuk negara) berbeda. Hasil studi tersebut kiranya menjadi fenomena penting yang perlu dilakukan studi lebih lanjut. termasuk di Indonesia. Mengingat pentingnya peranan spiritual dalam penyembuhan dan pemulihan kesehatan maka penting bagi perawat untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep spiritual agar dapat memberikan asuhan spiritual dengan baik kepada semua klien. 2) penelitian dilakukan dalam kerangka waktu yang lebih panjang. Setidaknya fakta tersebut. tingkat pendidikan perawat (educational level of the nurse). kesimpulan sementara penulis dari hasil observasi penulis selama melaksanakan praktik di tatanan pelayanan kesehatan yang menyimpulkan bahwa asuhan spiritual belum dilakukan oleh perawat dalam praktik profesionalnya sehari-hari dengan dibuktikan oleh sulitnya menemukan dokumen dalam catatan keperawatan yang memperlihatkan bukti bahwa asuhan spiritual telah dilakukan dengan baik. keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang sangat kuat (powerful) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik. Mason dan Preston. (2006) dalam studinya juga memperlihatkan terdapat banyak perawat yang mengakui bahwa mereka tidak dapat memberikan asuhan spiritual secara kompeten karena selama masa pendidikannya mereka kurang mendapatkan panduan tentang bagaimana memberikan asuhan spiritual secara kompeten. Dimensi spiritual merupakan salah satu dimensi penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada semua klien. 4. kesimpulan Rieg.

1997 ) kebutuhan spiritual membawahi semua tradisi agama dan bersifat biasa pada semua orang. seperti juga aspek lainnya (fisik. TREND / ISU DIMENSI SPRITUAL DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Kecepatan informasi dan mobilitas manusia di era modernisasi saat ini begitu tinggi sehingga terjadi hubungan social dan budaya. Spirare berarti hembus atau nafas. hal. seperti yang menjadi standar WHO ( 1984 ) yang dikatakan sehat tidak hanya fisik tetapi juga mental. Perubahan yang terjadi tadi dapat membuat rasa bingung karena muncul rasa tidak pasti antara moral. Nilai agama dan tradisional diera modern menjadi serba boleh dan seterusnya. dan pengalaman yang mempunyai kekuatan yang menyeluruh. sebagai langkah awal untuk mulai memfokuskan dan mendudukan sama pentingnya aspek spiritual. Menurut Fish dan Shelly.social dan spiritual. dan terpisah dari tubuh saat manusia meniggal. Hal tersebut sesuai dengan pengertian spirit dalam kamus bahasa Indonesia ( Dep Dik Bud 1990 ) yang berarti jiwa. sukma atau roh sedangkan spiritual berarti kejiwaan. Spiritual digambarkan sebagai bagian dari sesuatu yang datang untuk diketahui. 1467 ) : spirit berasal dari bahasa latin yaitu spirare. Spirit ini merupakan bagian yang sangat prinsip dalam hidup manusia. Menurut Dadang Hawari ( 1996 ) hal – hal tersebut dapat menyebabkan perubahan psikososial. meliputi kebutuhan akan arti dan tujuan. Dengan demikian kita patut waspada dari kehilangan identitas diri tersebut. konsep dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual dan proses keperawatan dalam dimensi spiritual.kadang hanya sebatas imitasi saja. nilai – nilai dan etika bahkan juga hokum. Setelah itu perlu pula studi lanjutan tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi implementasi asuhan spiritual. sebagai jiwa. Perubahan – perubahan yang dirasakan dapat mempengaruhi tidak hanya fisik tapi juga mental. 1978 ( dari Taylor. 1997 adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesuatu yang bukan bersifat materi yang memberi kekuatan kehidupan dan kekuatan yang lebih besar. rohani. Ia berada dalam jasmani manusia. dll). . Olehnya itu dalam tulisan ini kami bermaksud mebahas tentang dimensi spiritual. baik faktor pendukung maupun penghambatnya. antara lain : pola hidup social religious menjadi materialistis dan sekuler. dan pelayanan kepada Tuhan. mental atau moral.dengan spiritualitas dan asuhan spiritual. dicintai. saling memaafkan. bahkan kadang. Padahal bangsa Indonesia yang mempunyai / menjunjung tinggi adat ketimuran sangat memperhatikan hubungan social ini. Hubungan social antar manusia dirasakan menurun akhir – akhir ini. psiko. cinta dan saling berhubungan. dkk. Standar sehat yang disampaikan oleh WHO tersebut dapat menjadi peluang besar bagi perawat untuk berbuat banyak. dimensi spiritual dalam kesehatan. karena perawat mempunyai kesempatan kontak dengan klien selama 24 jam sehari. norma. Spritual oleh Taylor. Untuk itu perlu direnungkan dan dilakukan pengkajian lebih lanjut bagaimana persepsi perawat tentang konsep spiritualitas dan asuhan spiritual. Pengertian Dimensi Spritual Spritual menurut New Webster‟s Dictionary ( 1981. dengan kata lain hubungan tanpa batas.

Terapinya terletak pada siraman keimanan yang kuat. tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh. ilmuwan penemu atom. Dimensi spritual dalam kesehatan Pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama tidak lagi bersifat dikotomis melainkan antara keduanya sudah terintegrasi ( saling menunjang ). Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein. Karl Jung telah menyimpulkan dari analisanya bahwa mereka yang menderita penyakit mental mengalami suatu kekosongan rohani. individu tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta. Sebaliknya jika tidak terpenuhi.Dari semua pengertian diatas spiritual merupakan kebutuhan dari setiap individu. sehingga individu akan puas jika kebutuhan spritualnya terpenuhi. Merujuk dari pentingnya pengetahuan dan agama tersebut untuk jiwa yang sehat banyak penelitian dilakukan di antaranya sebuah penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya. .

An-Nisaa‟: 22-24]. yang dapat dilihat. ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram . keyakinan. Kelahiran.S. dan nafs (jiwa). Kehamilan [Q. dimana seluruh mahluk lainnya yang berada di langit dan dibumi ditundukan oleh Allah kepada manusia kecuali Iblis yang menyombongkan diri. Manusia di dalam Alquran diistilahkan antara lain dengan sebutan Al-Basyar Allah menjelaskan dalam ayat-ayat :[QS. persepsi. At-Tiin : 4 ]. Shaad (38) :26 ]. Shaad : 72] [QS. Al-Baqarah: 233]. jin dan iblis) tunduk dengan bersujud. Luqman: 14]. Nifas. mendengar. sehat dan kesehatan serta keperawatan. (3) Menyebarkan keadilan dan kemaslahatan [ QS. Al-Ahzab:72]. 1. MANUSIA DAN KEMANUSIAAN Dasar Firman Allah: [QS. ruh. Komponen Manusia Manusia sebagai salah satu mahluk ciptaan Allah terdiri atas beberapa komponen yang meliputi jasad (fisik ).”[QS. mendengar. Al-Mulk : 14 ] makna Al-Basyar adalah gambaran manusia yang diciptakan dari tanah dan secara materi.S. (2) Memakmurkan bumi dan mengeluarkan potensi yang terkandung di dalamnya untuk kesejahteraan umat manusia berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah [Q. Al-Qasas (28): 77 ] Sebagai hamba Allah yang diberi beban untuk beribadah kepada Allah semata. Kematian [Q. [Q. [ QS. Al-Hujurat : 13 ] Makna An-Naas dalam Al-qur‟an mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk sosial. melihat. ruh. Al-Hijr : 29] [QS : Al-Israa‟ : 70] [QS : Al-Israa‟ : 73-74] Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang terbaik bentuknya yang dimuliakan Allah. nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam. Al-Hadiid (57): 25 ]. Ar-Ra’d : 28 ] Manusia juga dapat diterangkan dalam siklus kehidupannya melalui proses reproduksi hingga regenerasi. dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti yang dijelaskan oleh beberapa ayat dalam Al-quran. Shaad (38) : 72 ] “Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya (manusia) dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku.S AlBaqarah: 30] . yakni ibadah yang mencakup seluruh aspek kehidupan. berjalan. manusia diberi tugas untuk melaksanakan fungsi kemanusiaan dianataranya : (1) Memimpin dan mengatur bumi berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah[Q. Berdasar peran dan fungsi manusia diyakini sebagai khalifah dan hamba Allah. [ QS. Al-Hajj : 5]. memakan sesuatu.S. Al-Anbiya : 2] Komponen fisik adalah komponen jasad/bentuk. Al-Anbiyaa : 8 ].S Ar-Ruum:21]. Jasad (Fisik): [ QS. yang dapat makan dan minum. berjalan.[ QS. At-Tiin : 4] [QS. Shaad : 71] [ QS Al-Anbiyaa : 8 ] [ QS. Tumbuh kembang [Q.S. Ruh Allah berfirman dalam Al-Quran [ QS. [Q. lingkungan.PARADIGMA KEPERAWATAN ISLAM Paradigma keperawatan Islam adalah cara pandang.S. yang meliputi fase : Pernikahan [Q.” Nafs (Jiwa) Allah berfirman dalam Al-Quran : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.” [ . terdiri atas jasad. sebagai mana firman Allah : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU. Paradigma keperawatan Islam dibangun melalui empat komponen besar yaitu : Manusia dan kemanusiaan. dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. [Q. An-Nas[ QS. dan psikologis.S Huud : 61].S Ali Imran : 185]. sebagai khalifah Allah di bumi. maka hendalah kamu (malaikat. [ QS.

An-Nisa : 48-50] Sedangkan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia baik fisik [QS.” (HR. Al-Baqarah (2) : 222]. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan.Asy-Syams : 9-10]. An-Nisa : 19]. 5. Al-Hujarat (49) : 13] [QS. ayat 57].” (AlHadits) Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya terhadap sehat-sakit. biologis. ayat 3. ayat 58 ]. Unsur lingkungan di bagi dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. 6. Manusia sebagai perawat adalah mahluk ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna (terdiri dari jasad. At-Taubah :108]. [QS. dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat . An-Nisa (4) : 1] [QS.QS. “Kebersihan itu adalah separuh dari iman. Adz-Dzariat (51) : 56 ]. dll. 7 ] [QS. struktur fungsi tubuh“Tiap jasad yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama bagunya. AlA`raf (7) . psikologis [ QS : Al-Israa‟ : 73-74 ] dan internal spiritual[QS. 7 ].” (Hadits riwayat Muslim) “Terangilah rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur`an. Melalui ayat-ayatNy [ QS Albaqarah (2) : 60 ] [ QS Al-Baqarah : 11 ] [ QS Al-A‟raaf : 56 ] [ QS. Manusia sebagai klien yang menjadi fokus pelayanan keperawatan pada dasarnya adalah makhluk yang berpotensi secara aktif menjadikan dirinya sebagai manusia yang sempurna. sosial [QS. sebagaimana firman Allah : “Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah di anugerahkan-Nya kepada suatu kaum. Al-A`raf (7). 5. Muhammad (47) : 22-23 ] [ QS Al-Ankabut (29) : 36-37 ] Allah menegaskan baik buruknya kwalitas lingkungan akan berpulang kepada manusia yang mendiami muka bumi ini dan kemudian memanfaatkannya. ruh dan nafs) dan memiliki iman . [QS. wabah penyakit-penyakit menular. dan spiritual [QS. LINGKUNGAN Dasar ayat-ayat yang menjelaskan tentang lingkungan: [ QS. begitupula sebaliknya jika manusia merusaknya maka malapetakalah yang akan menimpanya. Lingkungan internal meliputi genetika [QS. [QS. Al-A`raf (7). Betapa Allah telah menunjukkan kepada manusia terjadinya siklus cuaca dan bagaimana hujan itu diturunkan kebumi dan bagaimana tumbuhan hidup yang tiada ain agar manusia dapat menggali dan mempelajari makna ayat-ayat Allah dapat kita simak pada [ QS. ayat 57 ] [ QS. polusi udara. Al-Baqarah (2) : 164 ] [QS. Apabila manusia mampu memelihara lingkungan dengan baik maka akan baiklah kehidupan ini. Allah menjelaskan kepada kita bahwa alam semesta dan seisinya di ciptakan atas hak dan kehendak Allah SWT dan di peruntukkan bagi manusia agar manusia bersyukur serta dapat mempelajari alam semesta ini guna memperkokoh keimanan dan ketaqwaan terhadap sang Maha Khaliq (Pencipta).. Al-Jaatsiyah (45) .” [ QS. Tirmidzi). Tindakan kebersihan lingkungan (baik internal maupun eksternal ) adalah merupakan tindakan spiritual dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Dari uraian diatas tentang manusia sebagai khalifah dan hamba Allah. 4. Al-A`raf (7) . Al-Hujarat (49):10]. hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. 4. ayat 3. 6. 2. Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkunganya serta tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya tersebut. seperti : bencana banjir. Al-Anfal (8) : 53 ]. Al-Anfal (8) : 11]. ilmu dan mempunyai kewajiban untuk mengamalkannya bagi kemaslahatan umat. Dan Allah juga mengancam manusia yang berdusta dan berdosa. maka manusia dalam aspek keperawatan dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu manusia sebagai perawat dan manusia sebagai klien. ayat 54 ]. [ QS. Al-Jaatsiyah (45) .

memberikan kebahagiaan. (2) Upaya Preventif [QS. memelihara lingkungan baik internal maupun eksternal harus diupayakan untuk menciptakan nuansa yang Islami (spiritual) sebagai bagian dari perintah Allah SWT. maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepadanya”... Sehat dan kesehatan dalam perspektif Islam “Ingatlah . Dengan kemampuannya itu ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. yaitu berada dalam keadaan sejahtera. “ Barang siapa sehat badannya. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” [QS. Islam mendorong ummat manusia yang beriman untuk mencapai sesuatu yang baik bagi mereka didunia dan di akhirat. Sehat berabstraksi jauh lebih dalam lagi.. telah diperingatkan akan pentingnya memperhatikan kesehatan baik dalam konteks upaya promotif. rohani dan sosial. Dan uraian hadist tersebut dapat dipahami. Kebersihan harus diupayakan oleh manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dalam rangka mewujudkan suatu kehidupan yang bahagia dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.” . janganlah kita mengabaikan kesehatan dan waktu senggang. Ia memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mungkin untuk beramal sholeh dan beribadat serta menjadi rahmat bagi lingkungannya. ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.. Beberapa dalil sebagi landasan upaya kesehatan adalah : (1) Upaya promotif (QS: Al-Baqarah (2): 95 ).. yaitu sehat dan waktu senggang”.. Sebaliknya kotor tidak saja merusak keindahan tetapi juga dapat menimbulkan berbagai penyakit dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan. “Hai orang-orang yang beriman. kelompok dan masyarakat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukhori dan Muslim ) Berdasarkan dalil tersebut di atas maka manusia dilarang merusak diri baik jasmani maupun rohani. kuratif dan rehabilitatif. damai dihatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya.. Dengan demikian jelaslah bahwa Islam memandang lingkungan sebagai sesuatu rahmat yang diperuntukkan bagi manusia yang harus senantiasa dijaga. dipelihara dan dilestarikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan manusia baik individu . ( HR. preventif. Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya mampu. jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka. dalam arti manusia wajib memelihara kesehatan dan meningkatkannya. “Ada dua kenikmatan yang sering dilalaikan orang. At-Tahrim (66):6 ] Berkaitan dengan upaya preventif dalam Al-Quran dan Al-Hadist dijelaskan sebagai berikut. Ar-Rad :28]. 3. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan ilmu dan amal saleh dan sebagai prasyarat yang harus dimiliki adalah sehat /kesehatan. (Hadist riwayat At-Turmudzy dan Ibnu Majah) Berpedoman pada hadist tersebut diatas maka sehat bukan hanya bebas dari rasa sakit dan cacat belaka. SEHAT DAN KESEHATAN “ Ya Allah . penuh rasa syukur atas nikmat Allah dalam aspek jasmani. Serta peliharalah kami dari siksa api neraka” [Al-Baqarah (2) :201]. Upaya Kesehatan Dalam Al-Qur`an maupun hadist.

merekalah orang-orang yang beruntung”. 2. Muslim). kecuali penyakit tua (mati)” (HR. Ahmad dan Baihaqi).“Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. 4.” [QS.” (Al Hadits) (3) Upaya kuratif[QS. tetapi ia melihat hatimu dan amalmu”. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-Nya . Al-Maidah (5): 31] “Dan orang-orang yang beriman . Ishaq dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. lelaki dan perempuan .” [QS. mencegah dari yang mungkar. ketika ia menyeru Tuhannya : “(Ya Tuhanku). mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini. antara jasmani dan rohani serta perlu adanya usaha pemulihan yang didasari niat yang sungguh-sungguh dan bekerja keras. Masa lapangmu sebelum datangnya sempitmu.” [QS. 4. karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya. sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. “Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat. lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia orang diantara orang-orang yang menyesal. maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Masa sehatmu sebelum datangnya sakit. maka bantulah orang yang dalam kesulitan atau hindarkan kesulitannya.” (HR. maka janganlah memasuki daerah itu. “Jika kamu mendengar berita ada wabah penyakit disuatu daerah. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. Masa mudamu sebelum datangnya masa tua dan 5.” (HR. Shaad (38): 41] “ Dan ambilah dengan tanganmu seikat (rumput). Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) orang yang sabar. Ashabus Sunan) (4) Upaya rehabilitatif [ QS. janganlah kamu keluar dari daerah itu. Masa hidupmu sebelum datang ajalmu. Dialah sebaik-baik hamba. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. 3.” [ QS. Ar-Ra`du (13) :11] “Berbuatlah untuk bekal duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya-lamanya dan beramllah untuk bekal akheratmu seakan-akan engkau mati besok pagi. KEPERAWATAN “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Asy-Syuara (42) : 80 ] “Berobatlah kamu wahai manusia. yaitu :1. mendirikan shalat. Shaad (38):ayat 45] “ Dan (ingatlah kisah) Ayub . Shaad (38): 44 ] “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah . [QS Ali Imran (3) : 4]. Al-Anbiyaa (21): 83] “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan. At-Taubah (9) : 71] “Dan ingatlah hamba-hamba kami : Ibrahim. (Al Hadist) Dapat disimpulkan bahwa manusia harus memelihara keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrowi . Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf . menunaikan zakat dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya . Dan jika kamu berada didalamnya.” (Al Hadist) “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajahmu dan hartamu. . Berkata Qabil :”Aduhai celaka aku. Masa kayamu sebelum datangnya miskin.” [ QS.

serta membawa orang-orang yang gugur ke madinah Umu Sinan Al-Aslamiyah Umu Sinan adalah seorang mujahid wanita yang agung ia datang kepada Rasulullah ketika beliau hendak keluar ke Khaibar.Keperawatan dalam Islam diyakini sejak tegaknya Islam Zaman Nabi Adam. lalu bentuk itu menjadi burung ( yang sebenarnya ) dengan se izin-Ku. Rasulullah mengizinkan umu sinan ikut serta dalam penaklukan khaibar “( Al-Wagidi dalam Al Maghazi : 687. kemudian kamu meniup padanya. maka telah saya jual gulungan rambutku. untuk memenuhi kebutuhan nutrisi nabi ayub AS Siti Rahmah menukar gulungan rambut dengan empat potong roti. dan ( ingatlah) diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur ( menjadi hidup ) dengan seizin-Ku. lalu ia berkata : “ ya Rasulullah. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesuadah dewasa. Taurat dan Injil. selama perjalanan mereka tekun dalam memberikan pertolongan serta pengobatan kepada pasukan yang terkena luka dan sakit dalam peperangan. Zaman Nabi Isa as "( Ingatlah. umu tersebut dengan izin rasulullah ikut dalam penaklukan khaibar. bolehkah aku ikut keluar bersamamu dalam perjalanan mu ini ? Aku akan menuangkan air minum dan mengobati orang yang sakit dan terluka. AlMaidah (5) : 110] Zaman nabi Muhammad SAW Pada saat nabi Muhammad SAW menyiarkan agama Allah. Firman Allah : [QS. dan At Thabaqat 8 : 214 ) Umu Ziyad Al Asyja-iyah Umu Ziyad Al Asyjaiyah seorang. istrinya bernama Siti Rahmah selalu merawat suaminya siang dan malam. dan ( Ingatlah pula ) diwaktu kamu membentuk dari tanah ( suatu bentuk ) yang berupa burung dengan izin-Ku. pejuang wanita yang tangguh. bertugas untuk mengobati orang-orang yang terluka. menyiapkan makan dan minum. A. lalu orangorang kafir diantara mereka berkata: " Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata " [QS. banyak kaum wanita menarik suami untuk ikut berjuang dan berperang dan para wanita tersebut mengikuti perjalanan. Peran Rubiyi dalam peperangan dapat diketahui dari riwayat Imam Bukhori.S Sebagaimana dalam Al qur‟an Allah berfirman : Dari firman Allah tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi awal mulanya konsep perawatan jenazah. hikmah. Shaad (38) : 41]. Setelah itu Siti Rahmah berkata : wahai Tuhanku sesungguhnya perlakuanku ini hanya karena taatku kepada suamiku dan untuk memberikan makan kepada nabi-Mu. dan ( ingatlah ) diwaktu Aku mengajar kamu menulis. Al Maidah (6) : 31] Zaman Nabi Ayub AS Ketika nabi Ayub terkena penyakit kulit. Adapun wanita yang berbai‟at kepada Rasullah adalah : Rubiyi binti Mu’awidz Rubiyi adalah seorang sahabat wanita yang ikut serta meriwayatkan hadist dari Rasullah . aktifitasnya tidak terbatas perannya pada waktu perang. . melayani mereka. ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul Qudus. Ku’aibah binti Sa’ad Adalah seorang wanita yang cerdas. dan ( ingatlah ) diwaktu Aku menghalangi bani Israil ( dari keinmginan mereka membunuh kamu ) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. mengobati yang terluka. Nabi Ayub berdoa kepada Allah agar penyakitnya di berikan kesembuhan. Dan ( ingatlah ) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku. ketika Allah menyatakan : " Hai Isa putra Maryam. Nasai dan abu Muslim Al Kajji yaitu bertugas memberi minum kepada mereka yang berperang. [ QS.

Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. Mereka menyeruruh (mengerjakan) yang ma’ruf. Keperawatan dalam Islam merupakan manifestasi dari fungsi manusia sebagai khalifah dan hamba Allah dalam melaksanakan kemanusiaanya. Dari risalah tersebut diatas menunjukkan bahwa Islam telah mengajarkan tentang keperawatan yang memberikan pelayanan komprehensip baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spiritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat. dan sayangilah. mendirikan sembahyang. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya”. Al-Qashash: 77) “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Ali Imran:159) .S. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”. tahun pun silih berganti. ASUHAN KEPERAWATAN ISLAMI Allah berfirman : “Dan orang yang beriman.S. sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebgaian yang lain. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. At-Taubah :71) “…Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa. (Q. Ku‟aibah sebagai orang yang merintis jalan dalam dunia pengobatan dan kedokteran yang diberi gelas tokoh dan pakar medis Umayah binti Qais Al Ghifariyah Umayah bersama kelompok wanita bani Ghifar datang kepada rasulullah : ingin ikut berperang bersama ke khaibar. (Q. ( Q.S. ambillah orang yang terluka. laki-laki dan perempuan. penyair Ahmad Muharram menulis tentang Rufaidah : “Wahai Rufaidah. namun kemah Rufaidah di Masjid Nabawi tetap menjadi contoh yang harum dalam pelayanan kesehatan pada permulaan Islam.S.bahkan ia mengobati orang yang sakit pada saat kapan saja. menolong manusia lain yang mempunyai masalah kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasarnya baik aktual maupun potensial . ia telah dibuatkan ruang khusus di masjid untuk mengobati orang-orang yang sakit atau terluka (Thabaqat ibnu Sa‟ad 8 : 213). sesungguhnya Allah maha berat siksa-Nya”.S. Dalam kitab kumpulan syair Al-Ilyadzah Al islamiyah. Pelayanan keperawatan berupa bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. di sebagian ruang masjid nabawi. ilmu dan amal serta memiliki kemampuan berdakwah amar ma‟ruf nahi munkar. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (Q. Al-Maa-idah: 2) . Al-Israa’:7) “…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu…” (Q. kami ingin mengobati orang-orang yang terluka dan membantu kaum muslimin sesuai dengan bidang dan kemampuan kami Rufaidah Al-Anshariyah Seorang wanita dari kabilah Asdam yang biasa mengobati orang-orang terluka yang tidak memiliki perawat ia mengobati orang-orang terluka di kemahnya. mencegah yang munkar. berkelilinglah di sekitarnya dari waktu ke waktu bila orang-orang tidur mendengkur maka janganlah engkau tidur demi mendengar rintihan orang yang sakit Bumi terus berputar. dan bertawalah kamu kepada Allah. ajarkanlah kasih sayang kepada manusia dan tambahkan ketinggian harkat kaummu. Permasalahan klien dengan segala keunikannya tersebut harus dihadapi dengan pendekatan silaturrahmi (interpersonal) dengan sebaik-baiknya didasari dengan iman.

Konsekuensi Ikhsan adalah bahwa perbuatan baik yang berkualitas akan melahirkan dampak berupa keuntungan-keuntungan kepada siapa saja yang melakukannya termasuk bagi perawat dalam melakukan asuhan keperawatan dan bukan keuntungan yang bersifat segera tetapi ada landasan spiritual. Ar ruum : 30). dan berlumut karena panas dan hujan. Masukan (input) Dalam asuhan keperawatan masukan adalah segala sumber-sumber yang mendukung terjadinya proses asuhan keperawatan Islami. Tatanan pelayanan kesehatan juga termasuk lingkungan yang harus disiapkan untuk pelaksanaan asuhan keperawatan Islami. (3) Profesi Keperawatan yang merupakan manifestasi dari ibadah dan media da‟wah amar ma‟ruf nahi munkar. maka itulah yang sebenarnya konsep “Caring” dalam keperawatan Islam. jika belum menerapkan rukun iman dan islam tersebut didasari oleh perbuatan yang ikhsan. (2) Lingkungan eksternal dan Internal serta lingkungan spiritual. Tuntunan ikhsan dalam Al-Qur‟an sebagai berikut : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh. menyebarkan keadilan dan kemaslahatan. maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa saja diantara kamu yang berbuat ihsan pahala yang besar”.memakmurkan bumi. (Itulah) agama yang lurus.Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat. Jika rukun iman kita ibaratkan sebagai pondasi dan rukun islam sebagai bangunannya. bukan hanya asuhan kemanusiaan dengan lemah lembut berdasarkan standar dan etika profesi.S. takl retak. Klien sebagai mahluk yang berpotensi secara aktif. tentunya kami tidak akan menyianyiakan pahala bagi orang-orang yang beramal (bekerja) dengan ikhsan”. sebagai memimpin dan mengatur bumi . Muslim). maka bantulah orang yang dalam kesulitan/hindarkan kesulitannya (HR. Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia menyukai bagi saudaranya apa yang dusukai untuk dirinya. Manusia juga sebagai mahluk yang mempunyai fitrah apakah sebagai perawat ataupunklien sebagaimana Allah berfirman : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah). ditambah dengan riwayat-riwayat wanita-wanita dizaman Rasulullah dalam melakukan perawatan. [QS Al Ahzab : 29] . Ahmad) Ayat-ayat dan hadist di atas mendasari dari pelaksanaan asuhan keperawatan Islami yang diberikan oleh seorang perawat muslim. maka ikhsanul amal merupakan atapnya. (HR. Proses pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islami a. Dalam sebuah bangunan yang utuh. [QS Al Kahfi:30] “Dan jika kamu semua menginginkan (keridhoan) Allah dan Rasul-Nya serta kebahagiaan akherat. proses dan keluaran yang seluruhnya dapat digali dari nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al-Qur‟an dan Hadist. Asuhan Keperawatan Islami yang dikembangkan oleh Kelompok kerja Keperawatan Islam adalah pada tataran nilai-nilai yang Insyaa Allah akan dapat menjadi acuan pelaksanaan/Implementasi asuhan keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan. Asuhan keperawatan Islami dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari masukan. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui “(Q. (1) Al-Qur’an dan Hadist sebagai keyakinan manusia yang beriman (2) Manusia dalam Paradigma keperawatan di jelaskan sebagai hamba dan sebagai khalifah. tetapi caring yang didasari keimanan pada Allah dengan menjankan perintahNya melalui ayat-ayat Alqur‟an dengan tujuan akhir mendapatkan ridho Allah swt. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. atap berfungsi sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan yang menjaga agar bangunan tersebut tetap lestari. Ihsan dalam beribadah Bagi perawat muslim pemahaman dan pengamala terhadap rukun iman dan Islam belumlah cukup dikatagorikan dalam insan yang sempurna dalam pengamalan agamanya.

bersih lahir batin. senantiasa berorientasi kepada kualitas yang tinggi karena merasakan segala sesuatu berada dalam pengawasan Allah SWT. hati-hati dan tidak tergopoh-gopoh. [QS Al Israa : 36] “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang berilmu beberapa derajad…. maka tunggulah kehancurannya”. dalam Islam adalah berahlaqul qarimah. Tenang. agama. (3) Terhadap Mahluk lain selain manusia termasuk pada hewan dan lingkungan harus disayangi oleh manusia. . memegang teguh rahasia. ikatan keluarga. penglihatan.“Tidak ada balasan bagi ihsan kecuali ihsan juga”. berbuat baik menurut islam mempunyai lingkup yang luas. ukurannya hanya satu sebagai ummat manusia. artinya setelah berbuat maksimal atas segala aktivitas. jika kamu tidak melihat Dia. tidak terbatas pada satu lingkungan. cermat dan teliti.[QS Ash-Shaff:3] “Maka bertanyalah kepada ahlinya bila kalian tidak mengetahuinya”. Sesungguhnya : pendengaran. sabar dan tidak lekas marah. sehingga ihsan itu sifatnya humanistis dan universal. maka secara sunatullah melahirkan pekerjaan yang baik atau memiliki kualitas yang tinggi. sesuai tuntunan Rasul “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu…. Sehingga “ikhsan dalam melaksanakan asuhan keperawatan adalah menentukan mutu pelayanan”. sebagaimana dijelaskan pada ayat dan hadits diatas yang dapat diartikan suatu pengakuan atau manifestasi tentang kesyukuran manusia atas nikmat yang telah dilimpahkan Tuhan. Sesungguhnya Dia melihat kamu (HR Imam Muslim) Dampak Perbuatan Ikhsan dalam asuhan keperawataN akan melahirkan : (1) Niat yang Ikhlas. bangsa. (2) Sesama manusia. Dengan modal hal diatas seorang perawat dapat mencapai tujuan dari asuhan keperawatan yang diberikannya. b. (2) Pekerjaan yang Rapih. memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya”. Perlakuan/perilaku dalam asuhan Implementasi asuhan keperawatan selanjutnya adalah bagaimana penjabaran konsep “Caring” yang mendasari keperawatan Islam “Mummarid” yang telah diberikan contoh oleh Rasul dan sahabatnya adalah hubungan antar manusia ners-klien yang didasari keimanan dan ihsan. seakan kamu melihat Dia. memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi.suku. 11] “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. akal budi semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”.”[QS Al-Mujadillah . (3) Penyelesaian hasil yang baik. [QS Ar Rohman : 60] Ketika Jibril menyamar sebagai manusia : “Wahai Muhammad … terangkanlah terangkanlah kepadaku tentang ikhsan!” Jawab Rasul : “Mengabdilah kamu kepada Allah.[QS An-Nahl:43] “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu tidak mengetahui tentangnya. Ramah dan bermuka manis. Penyantun. [HR Bukhari] Disamping dalam pelaksanaan asuhan keperawatan islam perawat harus bersikap Professional. islam mementingkan professionalisme berpengetahuan dan keterampilan seperti Allah jelaskan pada : “Amat besar kebencian disisi Allah-kamu. bahwa segala sesuatu diniatkan hanyalah kepada Allah semata. keturunan. sehingga dengan keikhlasan yang bersih hanya kepada Allah akan memberikan barier (benteng) bagi pekerjaan kita agar tetap konsisten dalam garis-garis yang ditetapkan agama dan profesi. Dalam garis besarnya ikhsan ditetapan dalam hubungan dengan (1) Tuhan.” [QS Al-Ahzab :21] “Yang sebaik-baik manusia adalah yang paling baik ahlaknya [HR Thabrani] Bebarapa contoh ahlak yang harus dimiliki seorang perawat muslim : Tulus Ikhlas. seorang perawat muslim dalam memberikan asuhan keperawatan Islami tentu harus berlandaskan pada keilmuannya.

ini jalanku..” [QS Ali Imtan :104] “Katakanlah. Sebagai mahluk Pengabdi “Tidaklah Kujadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepadaKu [Adz Dzariat :56] Sebagai hamba Allah maka manusia mempunyai hak untuk menyerahkan seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah. [QS Ali Imran : 65]. Al-Maa-idah: 2). [QS Yunus : 105]. refleksi dari qualitas bagi semua (perawat dan Klien) adalah kepuasan Seorang muslim akan merasa puas bila asuhan yang diterimanya dapat menyentuh fitrah manusia. [QS An „aam :161]. [QS At Tiin :4] “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak adam. Keluaran (Output) Output yang daiharapkan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan Islami adalah Qualitas asuhan. tidak lain adalah mengabdi dan menyembah kepada Allah [QS Adz Dzariat: 56]. oleh karena itu nilai humanisme yang diterima klien sangatlah berarti bagi pencapaian kesehatan yang sempurna seperti dijelaskan sebelumnya. c. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan [QS Al Israa:70] Asuhan keperawatan harus dapat menempatkan klien pada fitrah kemuliaannya. [QS Al Baqarah :135]. Bimbingan/Tausiah Manusia adalah mahluk mulia. keluaran ini menjadi fokus dari asuhan keperawatan islami sehingga klien dapat beribadah dengan baik untuk menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah. dalam konteks keperawatan islam maka perawat selain melakukan pekerjaan professionalnya maka perawat juga sebagai Da‟I untuk dapat mengajak manusia (klien) dan lingkungannya menuju jalan Allah sehingga nilai spiritual yang terintegrasi dalam asuhan keperawatan akan dapat menyentu fitah manusia dan pada akhirnya mencapai tujuan hidup baik perawat ataupun klien. Ayat-allah tentang hanif dapat disimak pada [QS Ar Ruum : 30]. lurus) terkadang tidak disadari oleh manusia bahwa hal tersebut adalah fitrahnya. Sebagai mahluk yang Hanif Fitrah manusia selalu untuk hanif (selalu ingin dalam kebaikan.Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan tidak bisa bekerja sendiri tetapi memerlukan orang lain. Salah satu perbuatan mulia adalah mengikuti tujuan mengapa manusia diciptakan. (QS Al Hujarat : 10).. apakah itu satu tim ataupun tim lain hal ini didasarkan pada konsep manusia dalam paradigma keperawatan islam ia adalah sebagai An-Nas (mahluk sosial) dan juga kerjasama dan kemitraan adalah perintah Allah (Q. kami angkut mereka didaratan dan lautan. perintah Allah dalam hal ini adalah seperti firmanNya: “…Hendaklah ada segolongan diantara kamu yang menyuruh pada kebajikan dan mencegah yang munkar. aku dan pengikutku dengan sadar mendakwahkan kamu menuju Allah. tidak ada satu manusiapun yang mau diposisikan lebih rendah dari kemulian manusia.”[QS Yusuf :108] “Sampaikanlah apa-apa yang datang dariku meskipun hanya satu ayat (hadist) Banyak lagi ayat-ayat yang menyeru kita untuk berdakwah. [QS An Nisaa: 125]. Dengan kemuliaannya harus berbuat yang mula pula. kemuliaan lain adalah menegakkan agama Allah. sejahat-jahatnya manusia pasti mempunyai hanif sehingga fitrah ini harus dapat disentuh dalam pelaksanaan asuhan keperawatan syukur bila perawat dapat menyadarkan akan pentingnya fitrah hanif dalam hidup ini. Ftrah manusia dalam Alqur‟an : Sebagai Mahluk Mulia “Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.S. .

tidak membutuhkan orang lain.Sebagai Mahluk yang merdeka Allah menciptakan manusia ke muka bumi ini untuk menjadi khalifah yang memimpin. sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu[QS [QS Al Baqarah : 208] Islam mengandung ajaran yang mencakup semua aspek hidup dan kehidupan manusia termasuk didalammnya ajaran yang berkaitan dengan kesehatan jasmani. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. tetapi dilain waktu manusia sebagai mahluk sosial pasti tergantung pada orang lain dan lingkungan dan minta peltolongan. hanya Allah telah menggariskan imbalan dari setiap tindakan manusia dimuka bumi. Tidak hanya itu Allah juga memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Asuhan keperawatan Islami harus dapat menyentuh fitrah ini pada saat yang tepat klien dalam situasi ingin sendiri (individual) dan saat membutuhkan orang laindan lingkungan sesuai dengan tuntunan Alqur‟an. dan peliharalah hubungan silaturahim. Mahluk dengan nilai Individual dan sekaligus mahluk dengan nilai-nilai komunal Allah berfirman : “Hai Manusia.”[QS Al Kahfi : 29] Ayat itu Allah menjelaskan bahwa kebebasan memilih dan memutuskan sesuatu tentang diri manusia adalah adalah manusia itu sendiri sehingga fitra manusia disini adalah mempunyai kemerdekaan. [QS An Nisaa : 1] Dalam Ayat lain [QS Al Baqarah : 213] dan ditegaskan lagi [QS Yunus : 10] menunjukkan bahwa fitrah dalam diri manusia kadang-kadang selalu individual sehingga ada batas-batas yang tidak bisa diketahui orang lain. maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman. dan menjadikan manusia itu bebas berbuat sesuai dengan keinginannya apakah itu kebaikan atau kejahatan. “Dan katakanlah : “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. sosial. tetapi perawat juga dapat mengajak atau memberikan bimbingan kepada klien apabila keputusannya itu adalah tidak sesuai dengan Ajaran Islam maka Kemerdekaan menjadi orang yang beriman adalah menjadi sasaran asuhan keperawatan Islami. dan apabila dalam upaya ikhtiarnya tidak mendapatkan kemajuan bahkan lebih buruk maka ia tidak akan merasa kecewa dan marah tetapi sabar dan Tawaqal kepada Allah berserah diri pada apapun keputusan Allah dengan tetap dalam iman. kultural dan spiritual. Pengamalan ajaran Islam dalam bidang kesehatan wajib dilaksanakan . bertaqwalah kepada kamu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. Allah berfirman. dan dari padanya Allah menciptakan Isterinya dan daripada keduanya memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Aspek penting dalam keperawatan Islam untuk dapat menghargai potensi klien untuk mencapai kebaikan dari dirinya sendiri. dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir” Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang Zalim di neraka. rohani. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. KHATIMAH “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya. Refleksi dari kepuasan akan fitrah manusia itu sebagai klien akan dalam ikhtiarnya untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang hakiki adalah bila klien sembuh maka akan timbul rasa Syukur (tasyakur). Pada akhirnya Outcome dari asuhan keperawatan Islam adalah untuk mencapai Ridho Allah “Mardhotillah” baik itu bagi klien maupun perawat sebagai sasaran akhir dari hidup manusia dimuka bumi ini. mengatur dan menyebarkan keadilan bagi sekitarnya. bila ada ketidak sempurnaan dalam kondisinya klien akan merasa Ridho.

pengembangan tersebut secara komprehensif dan terintegrasi dan sistematis bersumber pada Alqur‟an dan Hadits yang merupakan warisan Rasulullah kepada ummatnya. keluarga. sehat-kesehatan dan keperawatan. Kepuasan terhadap asuhan keperawatan dalam pandangan keperawatan islam adalah dimana fitrah manusia dapat disentuh oleh asuhan keperawaatan yang diberikan sehingga merefleksikan rasa Syukur. Apabila klien dan perawat sudah bisa merasakan itu maka akan dicapai tujuan hidup didunia ini adalah Mardhatillah. Asuhan keperawaatan Islam dalam tataran nilai-nilai ini perlu dikembangkan pada konsepkonsep yang dapat menjadi acuan operasional perawat muslim sehingga semakin cepat dan semakin banyak kaum muslimin akan mendapatkan pelayanan sesuai dengan keyakinan dan keimanannya yang pula merupakan fitrah manusia. ridho. lingkungan. kelompok atau masyarakat) dilandasi oleh suatu keyakinan yang dibangun berdasarkan pandangannya yang kokoh yakni paradigma keperawatan meliputi manusia-kemanusiaan. yang kemudian disebut sebagai Paradigma Keperawatan Islam. sabar dan tawaqal terhadap pencapaian keberhasilan ikhtiar manusia. merupakan suatu sistem sehingga banyak faktor-faktor yang berpengaruh untuk keberhasilan asuhan sehingga mempengaruhi tujuan akhir dari pemberian asuhan keperawatan Islam. Asuhan keperawatan Islam adalah Integrasi nilai-nilai Islam yang bersumber pada Alqur‟an dan Hadits.. Dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islam selain perawat melaksanakan profesi keperawqatan yang merupakan manifestasi dari Ibadahnya maka asuhan perawtan Islam mempunyai nilai spiritual yang sangat tinggi karena merupakan sarana da‟wah amar ma‟ruf nahi munkar. Keperawatan sebagai bentuk layanan yang ditujukan bagi klien (individu. . diantaranya melalui pelayanan/asuhan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. Upaya-upaya mengembangkan asuhan keperawatan Islami secara terus menerus dan simultan menjadi tanggung jawab muslim sebagai manifestasi dari hamba Allah (pengabdi) dalam menegakkan agama Allah.oleh umat sebagai perwujudan ibadahnya kepada Allah SWT dan sesama umat manusia.

nilai – nilai dan etika bahkan juga hokum. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. Padahal bangsa Indonesia yang mempunyai / menjunjung tinggi adat ketimuran sangat memperhatikan hubungan social ini.36% (kategori cukup). alat-alat yang terpasang. secara umum masuk dalam kategori cukup. Menurut Dadang Hawari ( 1996 ) hal – hal tersebut dapat menyebabkan perubahan psikososial. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. bahkan kadang. sosio dan spiritual. Pada fase ini klien harus mendapat perawatan secara menyeluruh mencakup unsur. pelaksanaan dengan nilai 75. Perawat memiliki tanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual. seperti yang menjadi standar WHO ( 1984 ) yang dikatakan sehat tidak hanya fisik tetapi juga mental. perencanaan dengan nilai 67. penetapan diagnosa dengan nilai 45.83% (kategori kurang baik). Nilai agama dan tradisional diera modern menjadi serba boleh dan seterusnya.75% (kategori cukup).47% (kategori baik). sebanyak 12 perawat pelaksana. bio. norma. tindakan-tindakan keperawatan. evaluasi dengan nilai 68. psiko. Standar sehat yang disampaikan oleh WHO tersebut . pengkajian dengan nilai 78. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul berdasarkan instrumen kuesioner pada perawat pelaksana. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif dan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Perubahan – perubahan yang dirasakan dapat mempengaruhi tidak hanya fisik tapi juga mental. yang terdiri dari lima sub variable yaitu. secara keseluruhan dalam kategori cukup. Pemenuhan kebutuhan spiritual pada fase ini sangat diperlukan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi klien. Perubahan yang terjadi tadi dapat membuat rasa bingung karena muncul rasa tidak pasti antara moral. antara lain : pola hidup social religious menjadi materialistis dan sekuler.kadang hanya sebatas imitasi saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. bahkan terhadap kemungkinan cacat atau kematian. Dengan demikian kita patut waspada dari kehilangan identitas diri tersebut. Hubungan social antar manusia dirasakan menurun akhir – akhir ini. 38% (kategori cukup). TREND / ISU DIMENSI SPRITUAL DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Kecepatan informasi dan mobilitas manusia di era modernisasi saat ini begitu tinggi sehingga terjadi hubungan social dan budaya.PERSEPSI PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INTISARI Klien yang mengalami kondisi kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) umumnya mengalami perasaan cemas dan takut terhadap kondisi kesehatannya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.social dan spiritual.

tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh.Ns) . rohani. Terapinya terletak pada siraman keimanan yang kuat. saling memaafkan. dimensi spiritual dalam kesehatan. sukma atau roh sedangkan spiritual berarti kejiwaan. ilmuwan penemu atom. Ia berada dalam jasmani manusia.1997 ) kebutuhan spiritual membawahi semua tradisi agama dan bersifat biasa pada semua orang. Merujuk dari pentingnya pengetahuan dan agama tersebut untuk jiwa yang sehat banyak penelitian dilakukan di antaranya sebuah penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya. 1978 ( dari Taylor. karena perawat mempunyai kesempatan kontak dengan klien selama 24 jam sehari.dapat menjadi peluang besar bagi perawat untuk berbuat banyak. sehingga individu akan puas jika kebutuhan spritualnya terpenuhi. dan pengalaman yang mempunyai kekuatan yang menyeluruh. Hal tersebut sesuai dengan pengertian spirit dalam kamus bahasa Indonesia ( Dep Dik Bud 1990 ) yang berarti jiwa. dan pelayanan kepada Tuhan. Menurut Fish dan Shelly. 1997 adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesuatu yang bukan bersifat materi yang memberi kekuatan kehidupan dan kekuatan yang lebih besar. individu tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. konsep dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual dan proses keperawatan dalam dimensi spiritual. Dimensi spritual dalam kesehatan Pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama tidak lagi bersifat dikotomis melainkan antara keduanya sudah terintegrasi ( saling menunjang ).S. cinta dan saling berhubungan. sebagai jiwa. meliputi kebutuhan akan arti dan tujuan.Kep. hal. dan terpisah dari tubuh saat manusia meniggal. Spirare berarti hembus atau nafas. mental atau moral. dkk. Karl Jung telah menyimpulkan dari analisanya bahwa mereka yang menderita penyakit mental mengalami suatu kekosongan rohani. ( Amir Syam. 1467 ) : spirit berasal dari bahasa latin yaitu spirare. Sebaliknya jika tidak terpenuhi. Spiritual digambarkan sebagai bagian dari sesuatu yang datang untuk diketahui. Pengertian Dimensi Spritual Spritual menurut New Webster‟s Dictionary ( 1981. dengan kata lain hubungan tanpa batas. ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta. Dari semua pengertian diatas spiritual merupakan kebutuhan dari setiap individu. Olehnya itu dalam tulisan ini kami bermaksud mebahas tentang dimensi spiritual. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein. Spirit ini merupakan bagian yang sangat prinsip dalam hidup manusia. dicintai. Spritual oleh Taylor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful