P. 1
Asuhan Keperawatan Spiritual Muslim.docx

Asuhan Keperawatan Spiritual Muslim.docx

|Views: 153|Likes:
Published by Ade Ir Casper

More info:

Published by: Ade Ir Casper on Jun 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

Asuhan Keperawatan Spiritual Muslim

Asuhan Keperawatan Spiritual
Indonesia adalah negara yang menganut dan mengakui faham Ketuhanan. Sikap ini tercermin dari rumusan konstitusi dasar negara Pancasila, dalam pernyataan sila pertamanya, Ketuhanan yang Maha Esa. Telah dipahami bersama bahwa Dasar Negara Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Pernyataan tersebut mengandung arti, semua peraturan perundangan yang ada di Indonesia harus merujuk dan tidak boleh bertentangan dengannya. Konsekwensi dari sikap konstitusional itu diantaranya adalah semua penduduk di Indonesia wajib berketuhanan dan dilarang berkembangnya ateisme. Klien adalah anggota masyarakat yang merupakan bagian dari penduduk baik dalam skala nasional (klien sebagai bagian dari penduduk suatu negara) maupun dalam skala global (klien sebagai bagian dari penduduk dunia). Klien dalam perspektif keperawatan seperti dikemukakan Henderson (2006) merupakan individu, keluarga atau masyarakat yang memiliki masalah kesehatan dan membutuhkan bantuan untuk dapat memelihara, mempertahankan dan meningkatkan status kesehatannya. Sebagai manusia, klien selain sebagai mahluk individu, juga merupakan mahkuk sosial dan mahluk Tuhan. Berdasarkan hakikat manusia itu, maka keperawatan memandang manusia sebagai mahluk yang holistik yang terdiri atas aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural dan spiritual. Hal ini seperti di nyatakan Xiaohan (2005) bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang terdiri atas fisiologis (physiological), psikologis (psychological), sosial (social), spiritual (spiritual), dan kultural (cultural). Hal serupa dikemukakan Dossey & Dossey (1998), Govier (2000), dan Stoter (1995) dalam Govier (2000) yang menyatakan bahwa manusia merupakan mahluk unik dan kompleks yang terdiri atas berbagai dimensi. Dimensi yang komprehensif pada manusia itu meliputi dimensi biologis (fisik), psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Dalam kata lain, Makhija (2002) mendeskripsikan bahwa tiap individu manusia adalah mahluk yang holistik yang tersusun atas body, main dan spirit. Beberapa pandangan pakar di atas, sesungguhnya memiliki esensi yang sama bahwa manusia adalah mahluk unik yang utuh menyeluruh, yang tidak saja terdiri atas aspek fisik, melainkan juga psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia pada salah satu saja diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidaksejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kondisi tersebut dapat dipahami mengingat dimensi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan kultural atau dimensi body, main dan spirit merupakan satu kesatuan yang utuh. Tiap bagian dari individu tersebut tidaklah akan mencapai kesejahteraan tanpa keseluruhan bagian tersebut sejahtera. Terkait konsep ini, Plato dalam Makhija (2002) mengungkapkan bahwa tidak sepatutnya berusaha mengobati dan menyembuhkan mata tanpa kepala, atau mengobati kepala tanpa badan, demikian juga badan tanpa jiwa, karena bagian-bagian tersebut tidak akan pernah sejahtera kecuali keseluruhannya sejahtera. Kesadaran akan konsep ini melahirkan keyakinan dalam keperawatan bahwa pemberian asuhan keperawatan hendaknya bersifat komprehensif atau holistik, yang tidak saja memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual klien.

kesimpulan Rieg. Setidaknya fakta tersebut. Dimensi spiritual merupakan salah satu dimensi penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada semua klien. 2) penelitian dilakukan dalam kerangka waktu yang lebih panjang. keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang sangat kuat (powerful) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik. didasarkan oleh beberapa data yang didapat penulis dari hasil penelusuran terhadap berbagai sumber di beberapa negara maupun pengalaman dan observasi klinis penulis di beberapa institusi atau lembaga pelayanan kesehatan dimana penulis pernah melaksanakan praktik klinik. Mason dan Preston. Makhija (2002) menyatakan bahwa keimanan atau keyakinan religius adalah sangat penting dalam kehidupan personal individu. 4. yang merekomendasikan empat hal untuk dilakukakn penelitian lebih lanjut meliputi 1) perlunya penelitian lanjutan yang serupa pada populasi dan lokasi (termasuk negara) berbeda. kesimpulan sementara penulis dari hasil observasi penulis selama melaksanakan praktik di tatanan pelayanan kesehatan yang menyimpulkan bahwa asuhan spiritual belum dilakukan oleh perawat dalam praktik profesionalnya sehari-hari dengan dibuktikan oleh sulitnya menemukan dokumen dalam catatan keperawatan yang memperlihatkan bukti bahwa asuhan spiritual telah dilakukan dengan baik. 3. Fakta tersebut antara lain seperti yang di kemukakan oleh: Rankin dan DeLashmutt (2006) dalam penelitiannya yang menemukan bahwa banyak perawat mengakui belum memahami secara jelas dan mengalami kebingungan antara konsep spiritualitas dan religius. termasuk di Indonesia. Makhija (2002) melihat bahwa praktik asuhan spiritual menjadi sulit ditemukan akibat terjadinya pergeseran budaya dalam pelayanan kesehatan dan kedokteran yang lebih berespon terhadap kepentingan bisnis yang berorientasi material. Lebih lanjut dikatakannya. sekaligus juga peluang dan tantangan untuka melakukan studi lebih lanjut terkait . dan lamanya bekerja (years of service in the profession). 2. Bahkan. jika kita lakukan analisis situasi saat ini. Berdasarkan uraian di atas tampak adanya dua pertentangan antara pentingnya asuhan spiritual di satu sisi dan fakta permasalahan aplikasi asuhan spiritual oleh perawat di sisi lainnya. Sementara itu. 3) perlunya memperluas data demografi meliputi tiga area antara lain lokasi dimana perawat melakukan praktik profesionalnya (location of practice). Hasil studi tersebut kiranya menjadi fenomena penting yang perlu dilakukan studi lebih lanjut. tingkat pendidikan perawat (educational level of the nurse). (2006) dalam studinya juga memperlihatkan terdapat banyak perawat yang mengakui bahwa mereka tidak dapat memberikan asuhan spiritual secara kompeten karena selama masa pendidikannya mereka kurang mendapatkan panduan tentang bagaimana memberikan asuhan spiritual secara kompeten. yang mempunyai latar belakang sosiobudaya berbeda. kenyataannya menunjukan bahwa asuhan spiritual (spiritual care) belum diberikan oleh perawat secara kompeten.1. Mengingat pentingnya peranan spiritual dalam penyembuhan dan pemulihan kesehatan maka penting bagi perawat untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep spiritual agar dapat memberikan asuhan spiritual dengan baik kepada semua klien. Disamping itu merujuk pada hasil riset yang dilakukan di negara lain seperti oleh Oswald (2004) dalam disertasinya berjudul Nurses’s Perception of Spirituality and Spiritual Care di Drake University Amerika. dan 4) penelitian spiritualitas dan asuhan spiritual dalam kurikulum pendidikan keperawatan.

psiko. Spirare berarti hembus atau nafas. Hal tersebut sesuai dengan pengertian spirit dalam kamus bahasa Indonesia ( Dep Dik Bud 1990 ) yang berarti jiwa. Nilai agama dan tradisional diera modern menjadi serba boleh dan seterusnya. seperti yang menjadi standar WHO ( 1984 ) yang dikatakan sehat tidak hanya fisik tetapi juga mental. Dengan demikian kita patut waspada dari kehilangan identitas diri tersebut. nilai – nilai dan etika bahkan juga hokum. dicintai. Perubahan yang terjadi tadi dapat membuat rasa bingung karena muncul rasa tidak pasti antara moral. Hubungan social antar manusia dirasakan menurun akhir – akhir ini. dengan kata lain hubungan tanpa batas. dll). Untuk itu perlu direnungkan dan dilakukan pengkajian lebih lanjut bagaimana persepsi perawat tentang konsep spiritualitas dan asuhan spiritual. dan pelayanan kepada Tuhan. Ia berada dalam jasmani manusia. sebagai langkah awal untuk mulai memfokuskan dan mendudukan sama pentingnya aspek spiritual. dimensi spiritual dalam kesehatan. Perubahan – perubahan yang dirasakan dapat mempengaruhi tidak hanya fisik tapi juga mental. Standar sehat yang disampaikan oleh WHO tersebut dapat menjadi peluang besar bagi perawat untuk berbuat banyak. dan terpisah dari tubuh saat manusia meniggal. antara lain : pola hidup social religious menjadi materialistis dan sekuler. rohani. cinta dan saling berhubungan. karena perawat mempunyai kesempatan kontak dengan klien selama 24 jam sehari. 1978 ( dari Taylor. Spritual oleh Taylor. baik faktor pendukung maupun penghambatnya. Padahal bangsa Indonesia yang mempunyai / menjunjung tinggi adat ketimuran sangat memperhatikan hubungan social ini. dkk. mental atau moral.kadang hanya sebatas imitasi saja. bahkan kadang. Menurut Dadang Hawari ( 1996 ) hal – hal tersebut dapat menyebabkan perubahan psikososial. Pengertian Dimensi Spritual Spritual menurut New Webster‟s Dictionary ( 1981. norma.dengan spiritualitas dan asuhan spiritual. Olehnya itu dalam tulisan ini kami bermaksud mebahas tentang dimensi spiritual. meliputi kebutuhan akan arti dan tujuan.social dan spiritual. Menurut Fish dan Shelly. sukma atau roh sedangkan spiritual berarti kejiwaan. hal. konsep dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual dan proses keperawatan dalam dimensi spiritual. 1467 ) : spirit berasal dari bahasa latin yaitu spirare. dan pengalaman yang mempunyai kekuatan yang menyeluruh. Spiritual digambarkan sebagai bagian dari sesuatu yang datang untuk diketahui. . 1997 adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesuatu yang bukan bersifat materi yang memberi kekuatan kehidupan dan kekuatan yang lebih besar. seperti juga aspek lainnya (fisik. sebagai jiwa. saling memaafkan. Setelah itu perlu pula studi lanjutan tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi implementasi asuhan spiritual. TREND / ISU DIMENSI SPRITUAL DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Kecepatan informasi dan mobilitas manusia di era modernisasi saat ini begitu tinggi sehingga terjadi hubungan social dan budaya. Spirit ini merupakan bagian yang sangat prinsip dalam hidup manusia.1997 ) kebutuhan spiritual membawahi semua tradisi agama dan bersifat biasa pada semua orang.

Karl Jung telah menyimpulkan dari analisanya bahwa mereka yang menderita penyakit mental mengalami suatu kekosongan rohani. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein. individu tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. ilmuwan penemu atom. sehingga individu akan puas jika kebutuhan spritualnya terpenuhi. Merujuk dari pentingnya pengetahuan dan agama tersebut untuk jiwa yang sehat banyak penelitian dilakukan di antaranya sebuah penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya. .Dari semua pengertian diatas spiritual merupakan kebutuhan dari setiap individu. Sebaliknya jika tidak terpenuhi. tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh. ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta. Dimensi spritual dalam kesehatan Pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama tidak lagi bersifat dikotomis melainkan antara keduanya sudah terintegrasi ( saling menunjang ). Terapinya terletak pada siraman keimanan yang kuat.

Jasad (Fisik): [ QS. MANUSIA DAN KEMANUSIAAN Dasar Firman Allah: [QS. dimana seluruh mahluk lainnya yang berada di langit dan dibumi ditundukan oleh Allah kepada manusia kecuali Iblis yang menyombongkan diri. Al-Hadiid (57): 25 ]. Al-Qasas (28): 77 ] Sebagai hamba Allah yang diberi beban untuk beribadah kepada Allah semata.S. sehat dan kesehatan serta keperawatan. dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. sebagai mana firman Allah : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU. memakan sesuatu. Komponen Manusia Manusia sebagai salah satu mahluk ciptaan Allah terdiri atas beberapa komponen yang meliputi jasad (fisik ). Kehamilan [Q. mendengar.S Huud : 61].”[QS. manusia diberi tugas untuk melaksanakan fungsi kemanusiaan dianataranya : (1) Memimpin dan mengatur bumi berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah[Q. maka hendalah kamu (malaikat.S Ar-Ruum:21]. jin dan iblis) tunduk dengan bersujud. terdiri atas jasad.S AlBaqarah: 30] . ruh. Manusia di dalam Alquran diistilahkan antara lain dengan sebutan Al-Basyar Allah menjelaskan dalam ayat-ayat :[QS. berjalan. Al-Baqarah: 233]. (3) Menyebarkan keadilan dan kemaslahatan [ QS.S. mendengar. Berdasar peran dan fungsi manusia diyakini sebagai khalifah dan hamba Allah. dan psikologis. keyakinan. Shaad (38) :26 ].S. An-Nisaa‟: 22-24]. 1. [ QS. persepsi. berjalan. [ QS. Al-Anbiyaa : 8 ]. Al-Hujurat : 13 ] Makna An-Naas dalam Al-qur‟an mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk sosial. Kematian [Q.” [ . sebagai khalifah Allah di bumi. dan nafs (jiwa). Shaad : 71] [ QS Al-Anbiyaa : 8 ] [ QS. At-Tiin : 4 ]. An-Nas[ QS.[ QS. Luqman: 14]. yakni ibadah yang mencakup seluruh aspek kehidupan.” Nafs (Jiwa) Allah berfirman dalam Al-Quran : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Shaad : 72] [QS. Al-Hijr : 29] [QS : Al-Israa‟ : 70] [QS : Al-Israa‟ : 73-74] Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang terbaik bentuknya yang dimuliakan Allah. Shaad (38) : 72 ] “Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya (manusia) dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku. (2) Memakmurkan bumi dan mengeluarkan potensi yang terkandung di dalamnya untuk kesejahteraan umat manusia berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah [Q.S. ruh. Paradigma keperawatan Islam dibangun melalui empat komponen besar yaitu : Manusia dan kemanusiaan.S Ali Imran : 185]. Al-Anbiya : 2] Komponen fisik adalah komponen jasad/bentuk. [Q. melihat.S. Tumbuh kembang [Q. Al-Ahzab:72]. dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti yang dijelaskan oleh beberapa ayat dalam Al-quran. yang dapat makan dan minum. nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam. Al-Hajj : 5]. At-Tiin : 4] [QS. [ QS. [Q. Nifas. ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram . Al-Mulk : 14 ] makna Al-Basyar adalah gambaran manusia yang diciptakan dari tanah dan secara materi. Ruh Allah berfirman dalam Al-Quran [ QS. Ar-Ra’d : 28 ] Manusia juga dapat diterangkan dalam siklus kehidupannya melalui proses reproduksi hingga regenerasi. yang dapat dilihat. yang meliputi fase : Pernikahan [Q. [Q.PARADIGMA KEPERAWATAN ISLAM Paradigma keperawatan Islam adalah cara pandang. Kelahiran. lingkungan.

At-Taubah :108]. Dari uraian diatas tentang manusia sebagai khalifah dan hamba Allah. Melalui ayat-ayatNy [ QS Albaqarah (2) : 60 ] [ QS Al-Baqarah : 11 ] [ QS Al-A‟raaf : 56 ] [ QS. Manusia sebagai klien yang menjadi fokus pelayanan keperawatan pada dasarnya adalah makhluk yang berpotensi secara aktif menjadikan dirinya sebagai manusia yang sempurna. Al-Anfal (8) : 11]. dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat . Allah menjelaskan kepada kita bahwa alam semesta dan seisinya di ciptakan atas hak dan kehendak Allah SWT dan di peruntukkan bagi manusia agar manusia bersyukur serta dapat mempelajari alam semesta ini guna memperkokoh keimanan dan ketaqwaan terhadap sang Maha Khaliq (Pencipta). ayat 57]. Manusia sebagai perawat adalah mahluk ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna (terdiri dari jasad. Al-A`raf (7). hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. [QS. Adz-Dzariat (51) : 56 ]. Lingkungan internal meliputi genetika [QS. ayat 3. Al-A`raf (7). ruh dan nafs) dan memiliki iman . 6. [ QS. dll. ayat 54 ]. dan spiritual [QS. struktur fungsi tubuh“Tiap jasad yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama bagunya. Betapa Allah telah menunjukkan kepada manusia terjadinya siklus cuaca dan bagaimana hujan itu diturunkan kebumi dan bagaimana tumbuhan hidup yang tiada ain agar manusia dapat menggali dan mempelajari makna ayat-ayat Allah dapat kita simak pada [ QS.” (AlHadits) Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya terhadap sehat-sakit. polusi udara. Al-Baqarah (2) : 164 ] [QS. Al-Baqarah (2) : 222]. Al-Anfal (8) : 53 ]. AlA`raf (7) . 5. 7 ]. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan. [QS. Dan Allah juga mengancam manusia yang berdusta dan berdosa. ayat 58 ]. 2. Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkunganya serta tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya tersebut.” [ QS. An-Nisa : 19]. sosial [QS. seperti : bencana banjir. biologis. psikologis [ QS : Al-Israa‟ : 73-74 ] dan internal spiritual[QS. Al-Hujarat (49) : 13] [QS. Al-Jaatsiyah (45) . 7 ] [QS. 5. ayat 57 ] [ QS. “Kebersihan itu adalah separuh dari iman. Apabila manusia mampu memelihara lingkungan dengan baik maka akan baiklah kehidupan ini. An-Nisa (4) : 1] [QS. Muhammad (47) : 22-23 ] [ QS Al-Ankabut (29) : 36-37 ] Allah menegaskan baik buruknya kwalitas lingkungan akan berpulang kepada manusia yang mendiami muka bumi ini dan kemudian memanfaatkannya. maka manusia dalam aspek keperawatan dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu manusia sebagai perawat dan manusia sebagai klien. ayat 3. Unsur lingkungan di bagi dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. LINGKUNGAN Dasar ayat-ayat yang menjelaskan tentang lingkungan: [ QS. Tirmidzi). Al-Jaatsiyah (45) .” (HR.. begitupula sebaliknya jika manusia merusaknya maka malapetakalah yang akan menimpanya. 4. sebagaimana firman Allah : “Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah di anugerahkan-Nya kepada suatu kaum.QS. 6. Al-Hujarat (49):10]. Tindakan kebersihan lingkungan (baik internal maupun eksternal ) adalah merupakan tindakan spiritual dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. wabah penyakit-penyakit menular. [QS.Asy-Syams : 9-10]. ilmu dan mempunyai kewajiban untuk mengamalkannya bagi kemaslahatan umat.” (Hadits riwayat Muslim) “Terangilah rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur`an. 4. An-Nisa : 48-50] Sedangkan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia baik fisik [QS. Al-A`raf (7) .

rohani dan sosial. janganlah kita mengabaikan kesehatan dan waktu senggang. kelompok dan masyarakat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka. Islam mendorong ummat manusia yang beriman untuk mencapai sesuatu yang baik bagi mereka didunia dan di akhirat. Dengan demikian jelaslah bahwa Islam memandang lingkungan sebagai sesuatu rahmat yang diperuntukkan bagi manusia yang harus senantiasa dijaga. Serta peliharalah kami dari siksa api neraka” [Al-Baqarah (2) :201].. Ia memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mungkin untuk beramal sholeh dan beribadat serta menjadi rahmat bagi lingkungannya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan ilmu dan amal saleh dan sebagai prasyarat yang harus dimiliki adalah sehat /kesehatan. damai dihatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya. telah diperingatkan akan pentingnya memperhatikan kesehatan baik dalam konteks upaya promotif... “Ada dua kenikmatan yang sering dilalaikan orang. At-Tahrim (66):6 ] Berkaitan dengan upaya preventif dalam Al-Quran dan Al-Hadist dijelaskan sebagai berikut. Sehat dan kesehatan dalam perspektif Islam “Ingatlah . preventif.. penuh rasa syukur atas nikmat Allah dalam aspek jasmani. Bukhori dan Muslim ) Berdasarkan dalil tersebut di atas maka manusia dilarang merusak diri baik jasmani maupun rohani.. “Hai orang-orang yang beriman. Dan uraian hadist tersebut dapat dipahami. (2) Upaya Preventif [QS.” .. yaitu berada dalam keadaan sejahtera..memberikan kebahagiaan. maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepadanya”. Sehat berabstraksi jauh lebih dalam lagi. Kebersihan harus diupayakan oleh manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dalam rangka mewujudkan suatu kehidupan yang bahagia dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat. Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya mampu. Ar-Rad :28]. ( HR. dalam arti manusia wajib memelihara kesehatan dan meningkatkannya. yaitu sehat dan waktu senggang”. “ Barang siapa sehat badannya. Beberapa dalil sebagi landasan upaya kesehatan adalah : (1) Upaya promotif (QS: Al-Baqarah (2): 95 ). ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dengan kemampuannya itu ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. Sebaliknya kotor tidak saja merusak keindahan tetapi juga dapat menimbulkan berbagai penyakit dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan. kuratif dan rehabilitatif. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” [QS. dipelihara dan dilestarikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan manusia baik individu . memelihara lingkungan baik internal maupun eksternal harus diupayakan untuk menciptakan nuansa yang Islami (spiritual) sebagai bagian dari perintah Allah SWT. Upaya Kesehatan Dalam Al-Qur`an maupun hadist. SEHAT DAN KESEHATAN “ Ya Allah . (Hadist riwayat At-Turmudzy dan Ibnu Majah) Berpedoman pada hadist tersebut diatas maka sehat bukan hanya bebas dari rasa sakit dan cacat belaka. 3.

menunaikan zakat dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya . lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia orang diantara orang-orang yang menyesal. Shaad (38): 41] “ Dan ambilah dengan tanganmu seikat (rumput). ketika ia menyeru Tuhannya : “(Ya Tuhanku). Shaad (38): 44 ] “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.” (HR. Shaad (38):ayat 45] “ Dan (ingatlah kisah) Ayub . 4. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) orang yang sabar. Masa lapangmu sebelum datangnya sempitmu. Masa hidupmu sebelum datang ajalmu.” [ QS. janganlah kamu keluar dari daerah itu.” [QS.” (HR. Dan jika kamu berada didalamnya. sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. merekalah orang-orang yang beruntung”. KEPERAWATAN “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. 2.” [QS. Asy-Syuara (42) : 80 ] “Berobatlah kamu wahai manusia. mendirikan shalat. mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini. maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah.“Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Ishaq dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. kecuali penyakit tua (mati)” (HR. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf .” (Al Hadist) “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajahmu dan hartamu. tetapi ia melihat hatimu dan amalmu”. maka bantulah orang yang dalam kesulitan atau hindarkan kesulitannya. (Al Hadist) Dapat disimpulkan bahwa manusia harus memelihara keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrowi .” [ QS. Al-Anbiyaa (21): 83] “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan. Masa sehatmu sebelum datangnya sakit.” (Al Hadits) (3) Upaya kuratif[QS. Masa kayamu sebelum datangnya miskin. [QS Ali Imran (3) : 4]. At-Taubah (9) : 71] “Dan ingatlah hamba-hamba kami : Ibrahim. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-Nya . mencegah dari yang mungkar. 4. Masa mudamu sebelum datangnya masa tua dan 5. Al-Maidah (5): 31] “Dan orang-orang yang beriman . Ashabus Sunan) (4) Upaya rehabilitatif [ QS. Ahmad dan Baihaqi). “Jika kamu mendengar berita ada wabah penyakit disuatu daerah. “Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat. Ar-Ra`du (13) :11] “Berbuatlah untuk bekal duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya-lamanya dan beramllah untuk bekal akheratmu seakan-akan engkau mati besok pagi. Muslim). Dialah sebaik-baik hamba. yaitu :1. maka janganlah memasuki daerah itu. antara jasmani dan rohani serta perlu adanya usaha pemulihan yang didasari niat yang sungguh-sungguh dan bekerja keras. . karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya. sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah . 3. Berkata Qabil :”Aduhai celaka aku. lelaki dan perempuan .” [QS.

Dan ( ingatlah ) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku. aktifitasnya tidak terbatas perannya pada waktu perang. Nabi Ayub berdoa kepada Allah agar penyakitnya di berikan kesembuhan.Keperawatan dalam Islam diyakini sejak tegaknya Islam Zaman Nabi Adam. Zaman Nabi Isa as "( Ingatlah. dan At Thabaqat 8 : 214 ) Umu Ziyad Al Asyja-iyah Umu Ziyad Al Asyjaiyah seorang. pejuang wanita yang tangguh. A. Firman Allah : [QS. selama perjalanan mereka tekun dalam memberikan pertolongan serta pengobatan kepada pasukan yang terkena luka dan sakit dalam peperangan. bertugas untuk mengobati orang-orang yang terluka. melayani mereka. untuk memenuhi kebutuhan nutrisi nabi ayub AS Siti Rahmah menukar gulungan rambut dengan empat potong roti. dan ( ingatlah ) diwaktu Aku mengajar kamu menulis. kemudian kamu meniup padanya. lalu bentuk itu menjadi burung ( yang sebenarnya ) dengan se izin-Ku. menyiapkan makan dan minum. [ QS. Nasai dan abu Muslim Al Kajji yaitu bertugas memberi minum kepada mereka yang berperang. dan ( ingatlah) diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur ( menjadi hidup ) dengan seizin-Ku. banyak kaum wanita menarik suami untuk ikut berjuang dan berperang dan para wanita tersebut mengikuti perjalanan. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesuadah dewasa. umu tersebut dengan izin rasulullah ikut dalam penaklukan khaibar. dan ( ingatlah ) diwaktu Aku menghalangi bani Israil ( dari keinmginan mereka membunuh kamu ) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. Adapun wanita yang berbai‟at kepada Rasullah adalah : Rubiyi binti Mu’awidz Rubiyi adalah seorang sahabat wanita yang ikut serta meriwayatkan hadist dari Rasullah . Al Maidah (6) : 31] Zaman Nabi Ayub AS Ketika nabi Ayub terkena penyakit kulit. hikmah. Rasulullah mengizinkan umu sinan ikut serta dalam penaklukan khaibar “( Al-Wagidi dalam Al Maghazi : 687. bolehkah aku ikut keluar bersamamu dalam perjalanan mu ini ? Aku akan menuangkan air minum dan mengobati orang yang sakit dan terluka. ketika Allah menyatakan : " Hai Isa putra Maryam.serta membawa orang-orang yang gugur ke madinah Umu Sinan Al-Aslamiyah Umu Sinan adalah seorang mujahid wanita yang agung ia datang kepada Rasulullah ketika beliau hendak keluar ke Khaibar. dan ( Ingatlah pula ) diwaktu kamu membentuk dari tanah ( suatu bentuk ) yang berupa burung dengan izin-Ku. . Peran Rubiyi dalam peperangan dapat diketahui dari riwayat Imam Bukhori. Ku’aibah binti Sa’ad Adalah seorang wanita yang cerdas. Taurat dan Injil. AlMaidah (5) : 110] Zaman nabi Muhammad SAW Pada saat nabi Muhammad SAW menyiarkan agama Allah. lalu ia berkata : “ ya Rasulullah. maka telah saya jual gulungan rambutku. istrinya bernama Siti Rahmah selalu merawat suaminya siang dan malam. lalu orangorang kafir diantara mereka berkata: " Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata " [QS. Setelah itu Siti Rahmah berkata : wahai Tuhanku sesungguhnya perlakuanku ini hanya karena taatku kepada suamiku dan untuk memberikan makan kepada nabi-Mu. Shaad (38) : 41]. mengobati yang terluka.S Sebagaimana dalam Al qur‟an Allah berfirman : Dari firman Allah tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi awal mulanya konsep perawatan jenazah. ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul Qudus.

S. dan bertawalah kamu kepada Allah. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. Dalam kitab kumpulan syair Al-Ilyadzah Al islamiyah. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (Q. At-Taubah :71) “…Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa.S. Al-Israa’:7) “…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu…” (Q. Mereka menyeruruh (mengerjakan) yang ma’ruf. mendirikan sembahyang.S. penyair Ahmad Muharram menulis tentang Rufaidah : “Wahai Rufaidah. ( Q. dan sayangilah. ajarkanlah kasih sayang kepada manusia dan tambahkan ketinggian harkat kaummu. namun kemah Rufaidah di Masjid Nabawi tetap menjadi contoh yang harum dalam pelayanan kesehatan pada permulaan Islam. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. laki-laki dan perempuan. Keperawatan dalam Islam merupakan manifestasi dari fungsi manusia sebagai khalifah dan hamba Allah dalam melaksanakan kemanusiaanya. Al-Qashash: 77) “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Ali Imran:159) .S. ia telah dibuatkan ruang khusus di masjid untuk mengobati orang-orang yang sakit atau terluka (Thabaqat ibnu Sa‟ad 8 : 213). Pelayanan keperawatan berupa bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. berkelilinglah di sekitarnya dari waktu ke waktu bila orang-orang tidur mendengkur maka janganlah engkau tidur demi mendengar rintihan orang yang sakit Bumi terus berputar.S. kami ingin mengobati orang-orang yang terluka dan membantu kaum muslimin sesuai dengan bidang dan kemampuan kami Rufaidah Al-Anshariyah Seorang wanita dari kabilah Asdam yang biasa mengobati orang-orang terluka yang tidak memiliki perawat ia mengobati orang-orang terluka di kemahnya. ASUHAN KEPERAWATAN ISLAMI Allah berfirman : “Dan orang yang beriman. sesungguhnya Allah maha berat siksa-Nya”. mencegah yang munkar. Dari risalah tersebut diatas menunjukkan bahwa Islam telah mengajarkan tentang keperawatan yang memberikan pelayanan komprehensip baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spiritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat.bahkan ia mengobati orang yang sakit pada saat kapan saja. (Q. Al-Maa-idah: 2) . (Q. ambillah orang yang terluka. menolong manusia lain yang mempunyai masalah kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasarnya baik aktual maupun potensial . tahun pun silih berganti. Ku‟aibah sebagai orang yang merintis jalan dalam dunia pengobatan dan kedokteran yang diberi gelas tokoh dan pakar medis Umayah binti Qais Al Ghifariyah Umayah bersama kelompok wanita bani Ghifar datang kepada rasulullah : ingin ikut berperang bersama ke khaibar. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya”. di sebagian ruang masjid nabawi. Permasalahan klien dengan segala keunikannya tersebut harus dihadapi dengan pendekatan silaturrahmi (interpersonal) dengan sebaik-baiknya didasari dengan iman. sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebgaian yang lain. ilmu dan amal serta memiliki kemampuan berdakwah amar ma‟ruf nahi munkar.

(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. bukan hanya asuhan kemanusiaan dengan lemah lembut berdasarkan standar dan etika profesi. Muslim). [QS Al Ahzab : 29] . Asuhan keperawatan Islami dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari masukan. takl retak. jika belum menerapkan rukun iman dan islam tersebut didasari oleh perbuatan yang ikhsan.Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat. Dalam sebuah bangunan yang utuh.memakmurkan bumi. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui “(Q. sebagai memimpin dan mengatur bumi . Ar ruum : 30). proses dan keluaran yang seluruhnya dapat digali dari nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al-Qur‟an dan Hadist. Ahmad) Ayat-ayat dan hadist di atas mendasari dari pelaksanaan asuhan keperawatan Islami yang diberikan oleh seorang perawat muslim. [QS Al Kahfi:30] “Dan jika kamu semua menginginkan (keridhoan) Allah dan Rasul-Nya serta kebahagiaan akherat. maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa saja diantara kamu yang berbuat ihsan pahala yang besar”. (2) Lingkungan eksternal dan Internal serta lingkungan spiritual. Jika rukun iman kita ibaratkan sebagai pondasi dan rukun islam sebagai bangunannya. (HR. dan berlumut karena panas dan hujan.S. Asuhan Keperawatan Islami yang dikembangkan oleh Kelompok kerja Keperawatan Islam adalah pada tataran nilai-nilai yang Insyaa Allah akan dapat menjadi acuan pelaksanaan/Implementasi asuhan keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan. Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia menyukai bagi saudaranya apa yang dusukai untuk dirinya. Proses pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islami a. tetapi caring yang didasari keimanan pada Allah dengan menjankan perintahNya melalui ayat-ayat Alqur‟an dengan tujuan akhir mendapatkan ridho Allah swt. (Itulah) agama yang lurus. menyebarkan keadilan dan kemaslahatan. tentunya kami tidak akan menyianyiakan pahala bagi orang-orang yang beramal (bekerja) dengan ikhsan”. (3) Profesi Keperawatan yang merupakan manifestasi dari ibadah dan media da‟wah amar ma‟ruf nahi munkar. maka bantulah orang yang dalam kesulitan/hindarkan kesulitannya (HR. maka ikhsanul amal merupakan atapnya. Ihsan dalam beribadah Bagi perawat muslim pemahaman dan pengamala terhadap rukun iman dan Islam belumlah cukup dikatagorikan dalam insan yang sempurna dalam pengamalan agamanya. Tuntunan ikhsan dalam Al-Qur‟an sebagai berikut : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh. Masukan (input) Dalam asuhan keperawatan masukan adalah segala sumber-sumber yang mendukung terjadinya proses asuhan keperawatan Islami. ditambah dengan riwayat-riwayat wanita-wanita dizaman Rasulullah dalam melakukan perawatan. Manusia juga sebagai mahluk yang mempunyai fitrah apakah sebagai perawat ataupunklien sebagaimana Allah berfirman : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah). (1) Al-Qur’an dan Hadist sebagai keyakinan manusia yang beriman (2) Manusia dalam Paradigma keperawatan di jelaskan sebagai hamba dan sebagai khalifah. atap berfungsi sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan yang menjaga agar bangunan tersebut tetap lestari. Tatanan pelayanan kesehatan juga termasuk lingkungan yang harus disiapkan untuk pelaksanaan asuhan keperawatan Islami. Konsekuensi Ikhsan adalah bahwa perbuatan baik yang berkualitas akan melahirkan dampak berupa keuntungan-keuntungan kepada siapa saja yang melakukannya termasuk bagi perawat dalam melakukan asuhan keperawatan dan bukan keuntungan yang bersifat segera tetapi ada landasan spiritual. maka itulah yang sebenarnya konsep “Caring” dalam keperawatan Islam. Klien sebagai mahluk yang berpotensi secara aktif.

[QS An-Nahl:43] “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu tidak mengetahui tentangnya. Tenang. berbuat baik menurut islam mempunyai lingkup yang luas. b. memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya”. Sehingga “ikhsan dalam melaksanakan asuhan keperawatan adalah menentukan mutu pelayanan”. hati-hati dan tidak tergopoh-gopoh. sabar dan tidak lekas marah. [HR Bukhari] Disamping dalam pelaksanaan asuhan keperawatan islam perawat harus bersikap Professional. maka tunggulah kehancurannya”. ukurannya hanya satu sebagai ummat manusia. [QS Ar Rohman : 60] Ketika Jibril menyamar sebagai manusia : “Wahai Muhammad … terangkanlah terangkanlah kepadaku tentang ikhsan!” Jawab Rasul : “Mengabdilah kamu kepada Allah. sehingga dengan keikhlasan yang bersih hanya kepada Allah akan memberikan barier (benteng) bagi pekerjaan kita agar tetap konsisten dalam garis-garis yang ditetapkan agama dan profesi. penglihatan. Penyantun. maka secara sunatullah melahirkan pekerjaan yang baik atau memiliki kualitas yang tinggi.[QS Ash-Shaff:3] “Maka bertanyalah kepada ahlinya bila kalian tidak mengetahuinya”. (3) Penyelesaian hasil yang baik. dalam Islam adalah berahlaqul qarimah. akal budi semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. artinya setelah berbuat maksimal atas segala aktivitas.“Tidak ada balasan bagi ihsan kecuali ihsan juga”. islam mementingkan professionalisme berpengetahuan dan keterampilan seperti Allah jelaskan pada : “Amat besar kebencian disisi Allah-kamu. Perlakuan/perilaku dalam asuhan Implementasi asuhan keperawatan selanjutnya adalah bagaimana penjabaran konsep “Caring” yang mendasari keperawatan Islam “Mummarid” yang telah diberikan contoh oleh Rasul dan sahabatnya adalah hubungan antar manusia ners-klien yang didasari keimanan dan ihsan. (2) Pekerjaan yang Rapih. sebagaimana dijelaskan pada ayat dan hadits diatas yang dapat diartikan suatu pengakuan atau manifestasi tentang kesyukuran manusia atas nikmat yang telah dilimpahkan Tuhan. cermat dan teliti. bangsa. ikatan keluarga. tidak terbatas pada satu lingkungan. Ramah dan bermuka manis. Sesungguhnya : pendengaran. . seorang perawat muslim dalam memberikan asuhan keperawatan Islami tentu harus berlandaskan pada keilmuannya. 11] “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya.” [QS Al-Ahzab :21] “Yang sebaik-baik manusia adalah yang paling baik ahlaknya [HR Thabrani] Bebarapa contoh ahlak yang harus dimiliki seorang perawat muslim : Tulus Ikhlas. Dalam garis besarnya ikhsan ditetapan dalam hubungan dengan (1) Tuhan.”[QS Al-Mujadillah . Sesungguhnya Dia melihat kamu (HR Imam Muslim) Dampak Perbuatan Ikhsan dalam asuhan keperawataN akan melahirkan : (1) Niat yang Ikhlas. jika kamu tidak melihat Dia. Dengan modal hal diatas seorang perawat dapat mencapai tujuan dari asuhan keperawatan yang diberikannya. agama. [QS Al Israa : 36] “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang berilmu beberapa derajad…. (2) Sesama manusia. seakan kamu melihat Dia. keturunan. memegang teguh rahasia. sesuai tuntunan Rasul “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu…. senantiasa berorientasi kepada kualitas yang tinggi karena merasakan segala sesuatu berada dalam pengawasan Allah SWT. sehingga ihsan itu sifatnya humanistis dan universal.suku. bahwa segala sesuatu diniatkan hanyalah kepada Allah semata. bersih lahir batin. memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi. (3) Terhadap Mahluk lain selain manusia termasuk pada hewan dan lingkungan harus disayangi oleh manusia.

kemuliaan lain adalah menegakkan agama Allah..”[QS Yusuf :108] “Sampaikanlah apa-apa yang datang dariku meskipun hanya satu ayat (hadist) Banyak lagi ayat-ayat yang menyeru kita untuk berdakwah. [QS An Nisaa: 125]. [QS An „aam :161]. oleh karena itu nilai humanisme yang diterima klien sangatlah berarti bagi pencapaian kesehatan yang sempurna seperti dijelaskan sebelumnya. Salah satu perbuatan mulia adalah mengikuti tujuan mengapa manusia diciptakan.Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan tidak bisa bekerja sendiri tetapi memerlukan orang lain.” [QS Ali Imtan :104] “Katakanlah. ini jalanku. aku dan pengikutku dengan sadar mendakwahkan kamu menuju Allah.S. Dengan kemuliaannya harus berbuat yang mula pula. kami angkut mereka didaratan dan lautan. Sebagai mahluk Pengabdi “Tidaklah Kujadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepadaKu [Adz Dzariat :56] Sebagai hamba Allah maka manusia mempunyai hak untuk menyerahkan seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah. Keluaran (Output) Output yang daiharapkan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan Islami adalah Qualitas asuhan. (QS Al Hujarat : 10). [QS Ali Imran : 65]. [QS Yunus : 105]. keluaran ini menjadi fokus dari asuhan keperawatan islami sehingga klien dapat beribadah dengan baik untuk menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah. perintah Allah dalam hal ini adalah seperti firmanNya: “…Hendaklah ada segolongan diantara kamu yang menyuruh pada kebajikan dan mencegah yang munkar. [QS At Tiin :4] “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak adam. Sebagai mahluk yang Hanif Fitrah manusia selalu untuk hanif (selalu ingin dalam kebaikan. tidak ada satu manusiapun yang mau diposisikan lebih rendah dari kemulian manusia. lurus) terkadang tidak disadari oleh manusia bahwa hal tersebut adalah fitrahnya. Al-Maa-idah: 2). Ayat-allah tentang hanif dapat disimak pada [QS Ar Ruum : 30]. dalam konteks keperawatan islam maka perawat selain melakukan pekerjaan professionalnya maka perawat juga sebagai Da‟I untuk dapat mengajak manusia (klien) dan lingkungannya menuju jalan Allah sehingga nilai spiritual yang terintegrasi dalam asuhan keperawatan akan dapat menyentu fitah manusia dan pada akhirnya mencapai tujuan hidup baik perawat ataupun klien. [QS Al Baqarah :135]. c. Ftrah manusia dalam Alqur‟an : Sebagai Mahluk Mulia “Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.. Bimbingan/Tausiah Manusia adalah mahluk mulia. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan [QS Al Israa:70] Asuhan keperawatan harus dapat menempatkan klien pada fitrah kemuliaannya. sejahat-jahatnya manusia pasti mempunyai hanif sehingga fitrah ini harus dapat disentuh dalam pelaksanaan asuhan keperawatan syukur bila perawat dapat menyadarkan akan pentingnya fitrah hanif dalam hidup ini. refleksi dari qualitas bagi semua (perawat dan Klien) adalah kepuasan Seorang muslim akan merasa puas bila asuhan yang diterimanya dapat menyentuh fitrah manusia. apakah itu satu tim ataupun tim lain hal ini didasarkan pada konsep manusia dalam paradigma keperawatan islam ia adalah sebagai An-Nas (mahluk sosial) dan juga kerjasama dan kemitraan adalah perintah Allah (Q. tidak lain adalah mengabdi dan menyembah kepada Allah [QS Adz Dzariat: 56]. .

rohani. [QS An Nisaa : 1] Dalam Ayat lain [QS Al Baqarah : 213] dan ditegaskan lagi [QS Yunus : 10] menunjukkan bahwa fitrah dalam diri manusia kadang-kadang selalu individual sehingga ada batas-batas yang tidak bisa diketahui orang lain. dan peliharalah hubungan silaturahim. tetapi perawat juga dapat mengajak atau memberikan bimbingan kepada klien apabila keputusannya itu adalah tidak sesuai dengan Ajaran Islam maka Kemerdekaan menjadi orang yang beriman adalah menjadi sasaran asuhan keperawatan Islami. Mahluk dengan nilai Individual dan sekaligus mahluk dengan nilai-nilai komunal Allah berfirman : “Hai Manusia. Pengamalan ajaran Islam dalam bidang kesehatan wajib dilaksanakan . dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir” Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang Zalim di neraka. bila ada ketidak sempurnaan dalam kondisinya klien akan merasa Ridho. dan dari padanya Allah menciptakan Isterinya dan daripada keduanya memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. KHATIMAH “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.Sebagai Mahluk yang merdeka Allah menciptakan manusia ke muka bumi ini untuk menjadi khalifah yang memimpin. “Dan katakanlah : “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. sosial. kultural dan spiritual. tidak membutuhkan orang lain. Aspek penting dalam keperawatan Islam untuk dapat menghargai potensi klien untuk mencapai kebaikan dari dirinya sendiri. mengatur dan menyebarkan keadilan bagi sekitarnya. bertaqwalah kepada kamu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. Pada akhirnya Outcome dari asuhan keperawatan Islam adalah untuk mencapai Ridho Allah “Mardhotillah” baik itu bagi klien maupun perawat sebagai sasaran akhir dari hidup manusia dimuka bumi ini. hanya Allah telah menggariskan imbalan dari setiap tindakan manusia dimuka bumi. Asuhan keperawatan Islami harus dapat menyentuh fitrah ini pada saat yang tepat klien dalam situasi ingin sendiri (individual) dan saat membutuhkan orang laindan lingkungan sesuai dengan tuntunan Alqur‟an. Tidak hanya itu Allah juga memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. dan apabila dalam upaya ikhtiarnya tidak mendapatkan kemajuan bahkan lebih buruk maka ia tidak akan merasa kecewa dan marah tetapi sabar dan Tawaqal kepada Allah berserah diri pada apapun keputusan Allah dengan tetap dalam iman.”[QS Al Kahfi : 29] Ayat itu Allah menjelaskan bahwa kebebasan memilih dan memutuskan sesuatu tentang diri manusia adalah adalah manusia itu sendiri sehingga fitra manusia disini adalah mempunyai kemerdekaan. maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman. dan menjadikan manusia itu bebas berbuat sesuai dengan keinginannya apakah itu kebaikan atau kejahatan. Allah berfirman. Refleksi dari kepuasan akan fitrah manusia itu sebagai klien akan dalam ikhtiarnya untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang hakiki adalah bila klien sembuh maka akan timbul rasa Syukur (tasyakur). sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu[QS [QS Al Baqarah : 208] Islam mengandung ajaran yang mencakup semua aspek hidup dan kehidupan manusia termasuk didalammnya ajaran yang berkaitan dengan kesehatan jasmani. tetapi dilain waktu manusia sebagai mahluk sosial pasti tergantung pada orang lain dan lingkungan dan minta peltolongan.

sabar dan tawaqal terhadap pencapaian keberhasilan ikhtiar manusia. yang kemudian disebut sebagai Paradigma Keperawatan Islam. Asuhan keperawaatan Islam dalam tataran nilai-nilai ini perlu dikembangkan pada konsepkonsep yang dapat menjadi acuan operasional perawat muslim sehingga semakin cepat dan semakin banyak kaum muslimin akan mendapatkan pelayanan sesuai dengan keyakinan dan keimanannya yang pula merupakan fitrah manusia. Dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islam selain perawat melaksanakan profesi keperawqatan yang merupakan manifestasi dari Ibadahnya maka asuhan perawtan Islam mempunyai nilai spiritual yang sangat tinggi karena merupakan sarana da‟wah amar ma‟ruf nahi munkar. keluarga.. lingkungan. diantaranya melalui pelayanan/asuhan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. Kepuasan terhadap asuhan keperawatan dalam pandangan keperawatan islam adalah dimana fitrah manusia dapat disentuh oleh asuhan keperawaatan yang diberikan sehingga merefleksikan rasa Syukur. ridho. Keperawatan sebagai bentuk layanan yang ditujukan bagi klien (individu. sehat-kesehatan dan keperawatan. Asuhan keperawatan Islam adalah Integrasi nilai-nilai Islam yang bersumber pada Alqur‟an dan Hadits. Apabila klien dan perawat sudah bisa merasakan itu maka akan dicapai tujuan hidup didunia ini adalah Mardhatillah.oleh umat sebagai perwujudan ibadahnya kepada Allah SWT dan sesama umat manusia. merupakan suatu sistem sehingga banyak faktor-faktor yang berpengaruh untuk keberhasilan asuhan sehingga mempengaruhi tujuan akhir dari pemberian asuhan keperawatan Islam. . Upaya-upaya mengembangkan asuhan keperawatan Islami secara terus menerus dan simultan menjadi tanggung jawab muslim sebagai manifestasi dari hamba Allah (pengabdi) dalam menegakkan agama Allah. pengembangan tersebut secara komprehensif dan terintegrasi dan sistematis bersumber pada Alqur‟an dan Hadits yang merupakan warisan Rasulullah kepada ummatnya. kelompok atau masyarakat) dilandasi oleh suatu keyakinan yang dibangun berdasarkan pandangannya yang kokoh yakni paradigma keperawatan meliputi manusia-kemanusiaan.

38% (kategori cukup).nilai – nilai dan etika bahkan juga hokum. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif dan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. bahkan terhadap kemungkinan cacat atau kematian. penetapan diagnosa dengan nilai 45. Nilai agama dan tradisional diera modern menjadi serba boleh dan seterusnya. Perubahan – perubahan yang dirasakan dapat mempengaruhi tidak hanya fisik tapi juga mental. Pada fase ini klien harus mendapat perawatan secara menyeluruh mencakup unsur. pelaksanaan dengan nilai 75. Perubahan yang terjadi tadi dapat membuat rasa bingung karena muncul rasa tidak pasti antara moral. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.36% (kategori cukup).social dan spiritual. antara lain : pola hidup social religious menjadi materialistis dan sekuler. seperti yang menjadi standar WHO ( 1984 ) yang dikatakan sehat tidak hanya fisik tetapi juga mental. norma. Dengan demikian kita patut waspada dari kehilangan identitas diri tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. perencanaan dengan nilai 67. sosio dan spiritual.PERSEPSI PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INTISARI Klien yang mengalami kondisi kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) umumnya mengalami perasaan cemas dan takut terhadap kondisi kesehatannya. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Standar sehat yang disampaikan oleh WHO tersebut . tindakan-tindakan keperawatan. Pemenuhan kebutuhan spiritual pada fase ini sangat diperlukan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi klien. Menurut Dadang Hawari ( 1996 ) hal – hal tersebut dapat menyebabkan perubahan psikososial. evaluasi dengan nilai 68. Perawat memiliki tanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual. secara keseluruhan dalam kategori cukup. Padahal bangsa Indonesia yang mempunyai / menjunjung tinggi adat ketimuran sangat memperhatikan hubungan social ini. bio. bahkan kadang.75% (kategori cukup). alat-alat yang terpasang. Hubungan social antar manusia dirasakan menurun akhir – akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul.47% (kategori baik). psiko. secara umum masuk dalam kategori cukup.83% (kategori kurang baik). yang terdiri dari lima sub variable yaitu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul berdasarkan instrumen kuesioner pada perawat pelaksana. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. sebanyak 12 perawat pelaksana. TREND / ISU DIMENSI SPRITUAL DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Kecepatan informasi dan mobilitas manusia di era modernisasi saat ini begitu tinggi sehingga terjadi hubungan social dan budaya.kadang hanya sebatas imitasi saja. pengkajian dengan nilai 78.

Dari semua pengertian diatas spiritual merupakan kebutuhan dari setiap individu. cinta dan saling berhubungan. Menurut Fish dan Shelly. rohani. Ia berada dalam jasmani manusia. Merujuk dari pentingnya pengetahuan dan agama tersebut untuk jiwa yang sehat banyak penelitian dilakukan di antaranya sebuah penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya. Spritual oleh Taylor. tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh. ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta. dan pengalaman yang mempunyai kekuatan yang menyeluruh. mental atau moral. Karl Jung telah menyimpulkan dari analisanya bahwa mereka yang menderita penyakit mental mengalami suatu kekosongan rohani. Hal tersebut sesuai dengan pengertian spirit dalam kamus bahasa Indonesia ( Dep Dik Bud 1990 ) yang berarti jiwa. dan pelayanan kepada Tuhan. Olehnya itu dalam tulisan ini kami bermaksud mebahas tentang dimensi spiritual.Ns) . Spirare berarti hembus atau nafas. 1467 ) : spirit berasal dari bahasa latin yaitu spirare. sehingga individu akan puas jika kebutuhan spritualnya terpenuhi. Spirit ini merupakan bagian yang sangat prinsip dalam hidup manusia. Terapinya terletak pada siraman keimanan yang kuat. 1978 ( dari Taylor. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein. konsep dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual dan proses keperawatan dalam dimensi spiritual. Sebaliknya jika tidak terpenuhi. dkk. ilmuwan penemu atom. individu tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. dicintai.1997 ) kebutuhan spiritual membawahi semua tradisi agama dan bersifat biasa pada semua orang.Kep. meliputi kebutuhan akan arti dan tujuan.dapat menjadi peluang besar bagi perawat untuk berbuat banyak. ( Amir Syam. dengan kata lain hubungan tanpa batas. hal. 1997 adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesuatu yang bukan bersifat materi yang memberi kekuatan kehidupan dan kekuatan yang lebih besar. Pengertian Dimensi Spritual Spritual menurut New Webster‟s Dictionary ( 1981.S. sukma atau roh sedangkan spiritual berarti kejiwaan. Spiritual digambarkan sebagai bagian dari sesuatu yang datang untuk diketahui. saling memaafkan. Dimensi spritual dalam kesehatan Pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama tidak lagi bersifat dikotomis melainkan antara keduanya sudah terintegrasi ( saling menunjang ). sebagai jiwa. dimensi spiritual dalam kesehatan. karena perawat mempunyai kesempatan kontak dengan klien selama 24 jam sehari. dan terpisah dari tubuh saat manusia meniggal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->