Asuhan Keperawatan Spiritual Muslim.docx

Asuhan Keperawatan Spiritual Muslim

Asuhan Keperawatan Spiritual
Indonesia adalah negara yang menganut dan mengakui faham Ketuhanan. Sikap ini tercermin dari rumusan konstitusi dasar negara Pancasila, dalam pernyataan sila pertamanya, Ketuhanan yang Maha Esa. Telah dipahami bersama bahwa Dasar Negara Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Pernyataan tersebut mengandung arti, semua peraturan perundangan yang ada di Indonesia harus merujuk dan tidak boleh bertentangan dengannya. Konsekwensi dari sikap konstitusional itu diantaranya adalah semua penduduk di Indonesia wajib berketuhanan dan dilarang berkembangnya ateisme. Klien adalah anggota masyarakat yang merupakan bagian dari penduduk baik dalam skala nasional (klien sebagai bagian dari penduduk suatu negara) maupun dalam skala global (klien sebagai bagian dari penduduk dunia). Klien dalam perspektif keperawatan seperti dikemukakan Henderson (2006) merupakan individu, keluarga atau masyarakat yang memiliki masalah kesehatan dan membutuhkan bantuan untuk dapat memelihara, mempertahankan dan meningkatkan status kesehatannya. Sebagai manusia, klien selain sebagai mahluk individu, juga merupakan mahkuk sosial dan mahluk Tuhan. Berdasarkan hakikat manusia itu, maka keperawatan memandang manusia sebagai mahluk yang holistik yang terdiri atas aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural dan spiritual. Hal ini seperti di nyatakan Xiaohan (2005) bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang terdiri atas fisiologis (physiological), psikologis (psychological), sosial (social), spiritual (spiritual), dan kultural (cultural). Hal serupa dikemukakan Dossey & Dossey (1998), Govier (2000), dan Stoter (1995) dalam Govier (2000) yang menyatakan bahwa manusia merupakan mahluk unik dan kompleks yang terdiri atas berbagai dimensi. Dimensi yang komprehensif pada manusia itu meliputi dimensi biologis (fisik), psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Dalam kata lain, Makhija (2002) mendeskripsikan bahwa tiap individu manusia adalah mahluk yang holistik yang tersusun atas body, main dan spirit. Beberapa pandangan pakar di atas, sesungguhnya memiliki esensi yang sama bahwa manusia adalah mahluk unik yang utuh menyeluruh, yang tidak saja terdiri atas aspek fisik, melainkan juga psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia pada salah satu saja diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidaksejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kondisi tersebut dapat dipahami mengingat dimensi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan kultural atau dimensi body, main dan spirit merupakan satu kesatuan yang utuh. Tiap bagian dari individu tersebut tidaklah akan mencapai kesejahteraan tanpa keseluruhan bagian tersebut sejahtera. Terkait konsep ini, Plato dalam Makhija (2002) mengungkapkan bahwa tidak sepatutnya berusaha mengobati dan menyembuhkan mata tanpa kepala, atau mengobati kepala tanpa badan, demikian juga badan tanpa jiwa, karena bagian-bagian tersebut tidak akan pernah sejahtera kecuali keseluruhannya sejahtera. Kesadaran akan konsep ini melahirkan keyakinan dalam keperawatan bahwa pemberian asuhan keperawatan hendaknya bersifat komprehensif atau holistik, yang tidak saja memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual klien.

kesimpulan Rieg. Makhija (2002) melihat bahwa praktik asuhan spiritual menjadi sulit ditemukan akibat terjadinya pergeseran budaya dalam pelayanan kesehatan dan kedokteran yang lebih berespon terhadap kepentingan bisnis yang berorientasi material. Mason dan Preston. tingkat pendidikan perawat (educational level of the nurse). dan lamanya bekerja (years of service in the profession). Fakta tersebut antara lain seperti yang di kemukakan oleh: Rankin dan DeLashmutt (2006) dalam penelitiannya yang menemukan bahwa banyak perawat mengakui belum memahami secara jelas dan mengalami kebingungan antara konsep spiritualitas dan religius. termasuk di Indonesia. 3. yang mempunyai latar belakang sosiobudaya berbeda. Mengingat pentingnya peranan spiritual dalam penyembuhan dan pemulihan kesehatan maka penting bagi perawat untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep spiritual agar dapat memberikan asuhan spiritual dengan baik kepada semua klien. yang merekomendasikan empat hal untuk dilakukakn penelitian lebih lanjut meliputi 1) perlunya penelitian lanjutan yang serupa pada populasi dan lokasi (termasuk negara) berbeda. Bahkan. dan 4) penelitian spiritualitas dan asuhan spiritual dalam kurikulum pendidikan keperawatan. Setidaknya fakta tersebut. 4. Sementara itu. Disamping itu merujuk pada hasil riset yang dilakukan di negara lain seperti oleh Oswald (2004) dalam disertasinya berjudul Nurses’s Perception of Spirituality and Spiritual Care di Drake University Amerika. 2. kenyataannya menunjukan bahwa asuhan spiritual (spiritual care) belum diberikan oleh perawat secara kompeten. keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang sangat kuat (powerful) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik. jika kita lakukan analisis situasi saat ini. sekaligus juga peluang dan tantangan untuka melakukan studi lebih lanjut terkait . kesimpulan sementara penulis dari hasil observasi penulis selama melaksanakan praktik di tatanan pelayanan kesehatan yang menyimpulkan bahwa asuhan spiritual belum dilakukan oleh perawat dalam praktik profesionalnya sehari-hari dengan dibuktikan oleh sulitnya menemukan dokumen dalam catatan keperawatan yang memperlihatkan bukti bahwa asuhan spiritual telah dilakukan dengan baik. Dimensi spiritual merupakan salah satu dimensi penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada semua klien. Hasil studi tersebut kiranya menjadi fenomena penting yang perlu dilakukan studi lebih lanjut. Lebih lanjut dikatakannya. (2006) dalam studinya juga memperlihatkan terdapat banyak perawat yang mengakui bahwa mereka tidak dapat memberikan asuhan spiritual secara kompeten karena selama masa pendidikannya mereka kurang mendapatkan panduan tentang bagaimana memberikan asuhan spiritual secara kompeten. didasarkan oleh beberapa data yang didapat penulis dari hasil penelusuran terhadap berbagai sumber di beberapa negara maupun pengalaman dan observasi klinis penulis di beberapa institusi atau lembaga pelayanan kesehatan dimana penulis pernah melaksanakan praktik klinik. 3) perlunya memperluas data demografi meliputi tiga area antara lain lokasi dimana perawat melakukan praktik profesionalnya (location of practice). 2) penelitian dilakukan dalam kerangka waktu yang lebih panjang. Makhija (2002) menyatakan bahwa keimanan atau keyakinan religius adalah sangat penting dalam kehidupan personal individu.1. Berdasarkan uraian di atas tampak adanya dua pertentangan antara pentingnya asuhan spiritual di satu sisi dan fakta permasalahan aplikasi asuhan spiritual oleh perawat di sisi lainnya.

Spirit ini merupakan bagian yang sangat prinsip dalam hidup manusia. 1978 ( dari Taylor. karena perawat mempunyai kesempatan kontak dengan klien selama 24 jam sehari. dan pelayanan kepada Tuhan. Standar sehat yang disampaikan oleh WHO tersebut dapat menjadi peluang besar bagi perawat untuk berbuat banyak. dan terpisah dari tubuh saat manusia meniggal. norma. Menurut Dadang Hawari ( 1996 ) hal – hal tersebut dapat menyebabkan perubahan psikososial. antara lain : pola hidup social religious menjadi materialistis dan sekuler. Spirare berarti hembus atau nafas. Dengan demikian kita patut waspada dari kehilangan identitas diri tersebut. Spritual oleh Taylor. Untuk itu perlu direnungkan dan dilakukan pengkajian lebih lanjut bagaimana persepsi perawat tentang konsep spiritualitas dan asuhan spiritual.social dan spiritual. dengan kata lain hubungan tanpa batas. sebagai langkah awal untuk mulai memfokuskan dan mendudukan sama pentingnya aspek spiritual. dicintai. Ia berada dalam jasmani manusia. TREND / ISU DIMENSI SPRITUAL DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Kecepatan informasi dan mobilitas manusia di era modernisasi saat ini begitu tinggi sehingga terjadi hubungan social dan budaya. dkk.dengan spiritualitas dan asuhan spiritual. Spiritual digambarkan sebagai bagian dari sesuatu yang datang untuk diketahui. hal. Hubungan social antar manusia dirasakan menurun akhir – akhir ini. sebagai jiwa. saling memaafkan. Perubahan – perubahan yang dirasakan dapat mempengaruhi tidak hanya fisik tapi juga mental. seperti yang menjadi standar WHO ( 1984 ) yang dikatakan sehat tidak hanya fisik tetapi juga mental. 1997 adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesuatu yang bukan bersifat materi yang memberi kekuatan kehidupan dan kekuatan yang lebih besar. dimensi spiritual dalam kesehatan. bahkan kadang. meliputi kebutuhan akan arti dan tujuan. Setelah itu perlu pula studi lanjutan tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi implementasi asuhan spiritual. mental atau moral. nilai – nilai dan etika bahkan juga hokum. Hal tersebut sesuai dengan pengertian spirit dalam kamus bahasa Indonesia ( Dep Dik Bud 1990 ) yang berarti jiwa. 1467 ) : spirit berasal dari bahasa latin yaitu spirare. baik faktor pendukung maupun penghambatnya. dan pengalaman yang mempunyai kekuatan yang menyeluruh. konsep dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual dan proses keperawatan dalam dimensi spiritual. Olehnya itu dalam tulisan ini kami bermaksud mebahas tentang dimensi spiritual. cinta dan saling berhubungan. rohani. psiko.kadang hanya sebatas imitasi saja. seperti juga aspek lainnya (fisik. Nilai agama dan tradisional diera modern menjadi serba boleh dan seterusnya. Pengertian Dimensi Spritual Spritual menurut New Webster‟s Dictionary ( 1981. .1997 ) kebutuhan spiritual membawahi semua tradisi agama dan bersifat biasa pada semua orang. Padahal bangsa Indonesia yang mempunyai / menjunjung tinggi adat ketimuran sangat memperhatikan hubungan social ini. sukma atau roh sedangkan spiritual berarti kejiwaan. Perubahan yang terjadi tadi dapat membuat rasa bingung karena muncul rasa tidak pasti antara moral. Menurut Fish dan Shelly. dll).

. ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta. sehingga individu akan puas jika kebutuhan spritualnya terpenuhi. Dimensi spritual dalam kesehatan Pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama tidak lagi bersifat dikotomis melainkan antara keduanya sudah terintegrasi ( saling menunjang ). Sebaliknya jika tidak terpenuhi. Terapinya terletak pada siraman keimanan yang kuat. ilmuwan penemu atom. individu tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. Merujuk dari pentingnya pengetahuan dan agama tersebut untuk jiwa yang sehat banyak penelitian dilakukan di antaranya sebuah penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein.Dari semua pengertian diatas spiritual merupakan kebutuhan dari setiap individu. Karl Jung telah menyimpulkan dari analisanya bahwa mereka yang menderita penyakit mental mengalami suatu kekosongan rohani. tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh.

yakni ibadah yang mencakup seluruh aspek kehidupan. terdiri atas jasad. [ QS. Shaad (38) :26 ]. berjalan. Al-Hijr : 29] [QS : Al-Israa‟ : 70] [QS : Al-Israa‟ : 73-74] Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang terbaik bentuknya yang dimuliakan Allah. Kematian [Q. jin dan iblis) tunduk dengan bersujud. Shaad : 72] [QS. persepsi. sebagai mana firman Allah : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU. ruh. yang dapat dilihat. Al-Ahzab:72]. 1.S. sebagai khalifah Allah di bumi. (2) Memakmurkan bumi dan mengeluarkan potensi yang terkandung di dalamnya untuk kesejahteraan umat manusia berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah [Q. ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram . Tumbuh kembang [Q. (3) Menyebarkan keadilan dan kemaslahatan [ QS. Al-Baqarah: 233]. Al-Anbiya : 2] Komponen fisik adalah komponen jasad/bentuk. Al-Anbiyaa : 8 ]. dimana seluruh mahluk lainnya yang berada di langit dan dibumi ditundukan oleh Allah kepada manusia kecuali Iblis yang menyombongkan diri.[ QS. lingkungan.PARADIGMA KEPERAWATAN ISLAM Paradigma keperawatan Islam adalah cara pandang.S Ali Imran : 185]. Kehamilan [Q. berjalan. An-Nas[ QS. Shaad : 71] [ QS Al-Anbiyaa : 8 ] [ QS. Al-Hadiid (57): 25 ]. Shaad (38) : 72 ] “Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya (manusia) dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku. dan psikologis. mendengar. MANUSIA DAN KEMANUSIAAN Dasar Firman Allah: [QS.S. dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti yang dijelaskan oleh beberapa ayat dalam Al-quran. [Q. Al-Hujurat : 13 ] Makna An-Naas dalam Al-qur‟an mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk sosial. mendengar. nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam. An-Nisaa‟: 22-24]. dan nafs (jiwa). [ QS. Komponen Manusia Manusia sebagai salah satu mahluk ciptaan Allah terdiri atas beberapa komponen yang meliputi jasad (fisik ). Al-Mulk : 14 ] makna Al-Basyar adalah gambaran manusia yang diciptakan dari tanah dan secara materi. Al-Hajj : 5]. Berdasar peran dan fungsi manusia diyakini sebagai khalifah dan hamba Allah. Ruh Allah berfirman dalam Al-Quran [ QS. Al-Qasas (28): 77 ] Sebagai hamba Allah yang diberi beban untuk beribadah kepada Allah semata. Manusia di dalam Alquran diistilahkan antara lain dengan sebutan Al-Basyar Allah menjelaskan dalam ayat-ayat :[QS. ruh. At-Tiin : 4] [QS. yang meliputi fase : Pernikahan [Q.S Huud : 61]. manusia diberi tugas untuk melaksanakan fungsi kemanusiaan dianataranya : (1) Memimpin dan mengatur bumi berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah[Q. melihat. keyakinan. sehat dan kesehatan serta keperawatan. yang dapat makan dan minum. At-Tiin : 4 ].S. Paradigma keperawatan Islam dibangun melalui empat komponen besar yaitu : Manusia dan kemanusiaan. [ QS.S.” [ .S Ar-Ruum:21].”[QS. [Q.” Nafs (Jiwa) Allah berfirman dalam Al-Quran : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. memakan sesuatu. Luqman: 14]. Nifas. dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.S. maka hendalah kamu (malaikat. Ar-Ra’d : 28 ] Manusia juga dapat diterangkan dalam siklus kehidupannya melalui proses reproduksi hingga regenerasi. Jasad (Fisik): [ QS. [Q.S AlBaqarah: 30] . Kelahiran.

struktur fungsi tubuh“Tiap jasad yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama bagunya. sosial [QS. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan. dan spiritual [QS. polusi udara. ayat 54 ]. 6. maka manusia dalam aspek keperawatan dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu manusia sebagai perawat dan manusia sebagai klien. ayat 57]. Al-A`raf (7). Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkunganya serta tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya tersebut. Melalui ayat-ayatNy [ QS Albaqarah (2) : 60 ] [ QS Al-Baqarah : 11 ] [ QS Al-A‟raaf : 56 ] [ QS. Al-Anfal (8) : 53 ]. LINGKUNGAN Dasar ayat-ayat yang menjelaskan tentang lingkungan: [ QS.” (AlHadits) Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya terhadap sehat-sakit. [QS. 7 ]. Unsur lingkungan di bagi dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal.” (HR. Al-Hujarat (49):10]. 2.Asy-Syams : 9-10]. “Kebersihan itu adalah separuh dari iman. Al-A`raf (7) . ayat 57 ] [ QS. Apabila manusia mampu memelihara lingkungan dengan baik maka akan baiklah kehidupan ini. Lingkungan internal meliputi genetika [QS. Al-Baqarah (2) : 164 ] [QS. Al-A`raf (7). [QS. begitupula sebaliknya jika manusia merusaknya maka malapetakalah yang akan menimpanya. Manusia sebagai klien yang menjadi fokus pelayanan keperawatan pada dasarnya adalah makhluk yang berpotensi secara aktif menjadikan dirinya sebagai manusia yang sempurna. At-Taubah :108]. 5. Tirmidzi). Al-Hujarat (49) : 13] [QS. psikologis [ QS : Al-Israa‟ : 73-74 ] dan internal spiritual[QS. Dan Allah juga mengancam manusia yang berdusta dan berdosa. Muhammad (47) : 22-23 ] [ QS Al-Ankabut (29) : 36-37 ] Allah menegaskan baik buruknya kwalitas lingkungan akan berpulang kepada manusia yang mendiami muka bumi ini dan kemudian memanfaatkannya. dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat . hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. Al-Jaatsiyah (45) . Al-Jaatsiyah (45) . An-Nisa : 48-50] Sedangkan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia baik fisik [QS. Adz-Dzariat (51) : 56 ]. ruh dan nafs) dan memiliki iman . Al-Anfal (8) : 11]. 5. Manusia sebagai perawat adalah mahluk ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna (terdiri dari jasad. An-Nisa (4) : 1] [QS.QS. dll.” [ QS. 6.. AlA`raf (7) . wabah penyakit-penyakit menular. Allah menjelaskan kepada kita bahwa alam semesta dan seisinya di ciptakan atas hak dan kehendak Allah SWT dan di peruntukkan bagi manusia agar manusia bersyukur serta dapat mempelajari alam semesta ini guna memperkokoh keimanan dan ketaqwaan terhadap sang Maha Khaliq (Pencipta). Dari uraian diatas tentang manusia sebagai khalifah dan hamba Allah. Tindakan kebersihan lingkungan (baik internal maupun eksternal ) adalah merupakan tindakan spiritual dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. [QS. seperti : bencana banjir.” (Hadits riwayat Muslim) “Terangilah rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur`an. ayat 58 ]. An-Nisa : 19]. ilmu dan mempunyai kewajiban untuk mengamalkannya bagi kemaslahatan umat. Al-Baqarah (2) : 222]. ayat 3. 7 ] [QS. 4. biologis. Betapa Allah telah menunjukkan kepada manusia terjadinya siklus cuaca dan bagaimana hujan itu diturunkan kebumi dan bagaimana tumbuhan hidup yang tiada ain agar manusia dapat menggali dan mempelajari makna ayat-ayat Allah dapat kita simak pada [ QS. 4. [ QS. sebagaimana firman Allah : “Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah di anugerahkan-Nya kepada suatu kaum. ayat 3.

. At-Tahrim (66):6 ] Berkaitan dengan upaya preventif dalam Al-Quran dan Al-Hadist dijelaskan sebagai berikut. (2) Upaya Preventif [QS. jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka. “Ada dua kenikmatan yang sering dilalaikan orang.. ( HR. yaitu berada dalam keadaan sejahtera. Serta peliharalah kami dari siksa api neraka” [Al-Baqarah (2) :201]. Beberapa dalil sebagi landasan upaya kesehatan adalah : (1) Upaya promotif (QS: Al-Baqarah (2): 95 ). 3. kelompok dan masyarakat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. SEHAT DAN KESEHATAN “ Ya Allah . telah diperingatkan akan pentingnya memperhatikan kesehatan baik dalam konteks upaya promotif. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan ilmu dan amal saleh dan sebagai prasyarat yang harus dimiliki adalah sehat /kesehatan. “ Barang siapa sehat badannya. ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dengan kemampuannya itu ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. Islam mendorong ummat manusia yang beriman untuk mencapai sesuatu yang baik bagi mereka didunia dan di akhirat.. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” [QS. kuratif dan rehabilitatif..memberikan kebahagiaan. Sehat berabstraksi jauh lebih dalam lagi.. maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepadanya”. Ia memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mungkin untuk beramal sholeh dan beribadat serta menjadi rahmat bagi lingkungannya. Ar-Rad :28]. Dengan demikian jelaslah bahwa Islam memandang lingkungan sebagai sesuatu rahmat yang diperuntukkan bagi manusia yang harus senantiasa dijaga. (Hadist riwayat At-Turmudzy dan Ibnu Majah) Berpedoman pada hadist tersebut diatas maka sehat bukan hanya bebas dari rasa sakit dan cacat belaka.. “Hai orang-orang yang beriman. rohani dan sosial. dipelihara dan dilestarikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan manusia baik individu . Kebersihan harus diupayakan oleh manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dalam rangka mewujudkan suatu kehidupan yang bahagia dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.. Sebaliknya kotor tidak saja merusak keindahan tetapi juga dapat menimbulkan berbagai penyakit dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan. Upaya Kesehatan Dalam Al-Qur`an maupun hadist. Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya mampu. penuh rasa syukur atas nikmat Allah dalam aspek jasmani.” . Dan uraian hadist tersebut dapat dipahami. yaitu sehat dan waktu senggang”. memelihara lingkungan baik internal maupun eksternal harus diupayakan untuk menciptakan nuansa yang Islami (spiritual) sebagai bagian dari perintah Allah SWT. preventif. janganlah kita mengabaikan kesehatan dan waktu senggang. dalam arti manusia wajib memelihara kesehatan dan meningkatkannya. damai dihatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya. Bukhori dan Muslim ) Berdasarkan dalil tersebut di atas maka manusia dilarang merusak diri baik jasmani maupun rohani. Sehat dan kesehatan dalam perspektif Islam “Ingatlah .

” [QS. mendirikan shalat. Asy-Syuara (42) : 80 ] “Berobatlah kamu wahai manusia. Ashabus Sunan) (4) Upaya rehabilitatif [ QS.” [QS. 4.” [QS. At-Taubah (9) : 71] “Dan ingatlah hamba-hamba kami : Ibrahim. KEPERAWATAN “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah . sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Masa hidupmu sebelum datang ajalmu. mencegah dari yang mungkar. mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini.“Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Al-Anbiyaa (21): 83] “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan. Shaad (38): 41] “ Dan ambilah dengan tanganmu seikat (rumput). (Al Hadist) Dapat disimpulkan bahwa manusia harus memelihara keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrowi . . lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia orang diantara orang-orang yang menyesal. maka janganlah memasuki daerah itu.” [ QS. Shaad (38): 44 ] “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. janganlah kamu keluar dari daerah itu. “Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat. Masa lapangmu sebelum datangnya sempitmu.” [QS. 3. Al-Maidah (5): 31] “Dan orang-orang yang beriman . “Jika kamu mendengar berita ada wabah penyakit disuatu daerah. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-Nya . Ahmad dan Baihaqi). Shaad (38):ayat 45] “ Dan (ingatlah kisah) Ayub .” (Al Hadist) “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajahmu dan hartamu. lelaki dan perempuan . maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Dialah sebaik-baik hamba. Masa sehatmu sebelum datangnya sakit. menunaikan zakat dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya .” (Al Hadits) (3) Upaya kuratif[QS. Ar-Ra`du (13) :11] “Berbuatlah untuk bekal duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya-lamanya dan beramllah untuk bekal akheratmu seakan-akan engkau mati besok pagi. 4. antara jasmani dan rohani serta perlu adanya usaha pemulihan yang didasari niat yang sungguh-sungguh dan bekerja keras. sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang. Masa kayamu sebelum datangnya miskin. Muslim).” (HR. maka bantulah orang yang dalam kesulitan atau hindarkan kesulitannya. karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya. 2. [QS Ali Imran (3) : 4]. Masa mudamu sebelum datangnya masa tua dan 5. ketika ia menyeru Tuhannya : “(Ya Tuhanku). Ishaq dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.” (HR. yaitu :1.” [ QS. Dan jika kamu berada didalamnya. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf . merekalah orang-orang yang beruntung”. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) orang yang sabar. kecuali penyakit tua (mati)” (HR. Berkata Qabil :”Aduhai celaka aku. tetapi ia melihat hatimu dan amalmu”.

Rasulullah mengizinkan umu sinan ikut serta dalam penaklukan khaibar “( Al-Wagidi dalam Al Maghazi : 687. AlMaidah (5) : 110] Zaman nabi Muhammad SAW Pada saat nabi Muhammad SAW menyiarkan agama Allah.Keperawatan dalam Islam diyakini sejak tegaknya Islam Zaman Nabi Adam. banyak kaum wanita menarik suami untuk ikut berjuang dan berperang dan para wanita tersebut mengikuti perjalanan. A. Peran Rubiyi dalam peperangan dapat diketahui dari riwayat Imam Bukhori. untuk memenuhi kebutuhan nutrisi nabi ayub AS Siti Rahmah menukar gulungan rambut dengan empat potong roti. Shaad (38) : 41]. aktifitasnya tidak terbatas perannya pada waktu perang. maka telah saya jual gulungan rambutku. lalu ia berkata : “ ya Rasulullah. dan ( Ingatlah pula ) diwaktu kamu membentuk dari tanah ( suatu bentuk ) yang berupa burung dengan izin-Ku. ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul Qudus. Nabi Ayub berdoa kepada Allah agar penyakitnya di berikan kesembuhan. Adapun wanita yang berbai‟at kepada Rasullah adalah : Rubiyi binti Mu’awidz Rubiyi adalah seorang sahabat wanita yang ikut serta meriwayatkan hadist dari Rasullah . selama perjalanan mereka tekun dalam memberikan pertolongan serta pengobatan kepada pasukan yang terkena luka dan sakit dalam peperangan. dan ( ingatlah) diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur ( menjadi hidup ) dengan seizin-Ku. [ QS. hikmah. Dan ( ingatlah ) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku. . bertugas untuk mengobati orang-orang yang terluka. lalu orangorang kafir diantara mereka berkata: " Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata " [QS. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesuadah dewasa. ketika Allah menyatakan : " Hai Isa putra Maryam. Setelah itu Siti Rahmah berkata : wahai Tuhanku sesungguhnya perlakuanku ini hanya karena taatku kepada suamiku dan untuk memberikan makan kepada nabi-Mu. mengobati yang terluka. pejuang wanita yang tangguh. Al Maidah (6) : 31] Zaman Nabi Ayub AS Ketika nabi Ayub terkena penyakit kulit. Ku’aibah binti Sa’ad Adalah seorang wanita yang cerdas. menyiapkan makan dan minum. Taurat dan Injil. istrinya bernama Siti Rahmah selalu merawat suaminya siang dan malam.serta membawa orang-orang yang gugur ke madinah Umu Sinan Al-Aslamiyah Umu Sinan adalah seorang mujahid wanita yang agung ia datang kepada Rasulullah ketika beliau hendak keluar ke Khaibar. dan At Thabaqat 8 : 214 ) Umu Ziyad Al Asyja-iyah Umu Ziyad Al Asyjaiyah seorang. umu tersebut dengan izin rasulullah ikut dalam penaklukan khaibar. kemudian kamu meniup padanya.S Sebagaimana dalam Al qur‟an Allah berfirman : Dari firman Allah tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi awal mulanya konsep perawatan jenazah. dan ( ingatlah ) diwaktu Aku menghalangi bani Israil ( dari keinmginan mereka membunuh kamu ) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. Nasai dan abu Muslim Al Kajji yaitu bertugas memberi minum kepada mereka yang berperang. Firman Allah : [QS. bolehkah aku ikut keluar bersamamu dalam perjalanan mu ini ? Aku akan menuangkan air minum dan mengobati orang yang sakit dan terluka. dan ( ingatlah ) diwaktu Aku mengajar kamu menulis. melayani mereka. lalu bentuk itu menjadi burung ( yang sebenarnya ) dengan se izin-Ku. Zaman Nabi Isa as "( Ingatlah.

menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya”. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. tahun pun silih berganti. ( Q.S. Dalam kitab kumpulan syair Al-Ilyadzah Al islamiyah.S.S. (Q. berkelilinglah di sekitarnya dari waktu ke waktu bila orang-orang tidur mendengkur maka janganlah engkau tidur demi mendengar rintihan orang yang sakit Bumi terus berputar. laki-laki dan perempuan. ASUHAN KEPERAWATAN ISLAMI Allah berfirman : “Dan orang yang beriman. Mereka menyeruruh (mengerjakan) yang ma’ruf. kami ingin mengobati orang-orang yang terluka dan membantu kaum muslimin sesuai dengan bidang dan kemampuan kami Rufaidah Al-Anshariyah Seorang wanita dari kabilah Asdam yang biasa mengobati orang-orang terluka yang tidak memiliki perawat ia mengobati orang-orang terluka di kemahnya. dan bertawalah kamu kepada Allah. Al-Maa-idah: 2) . At-Taubah :71) “…Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa. ajarkanlah kasih sayang kepada manusia dan tambahkan ketinggian harkat kaummu. Permasalahan klien dengan segala keunikannya tersebut harus dihadapi dengan pendekatan silaturrahmi (interpersonal) dengan sebaik-baiknya didasari dengan iman. Dari risalah tersebut diatas menunjukkan bahwa Islam telah mengajarkan tentang keperawatan yang memberikan pelayanan komprehensip baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spiritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat. ilmu dan amal serta memiliki kemampuan berdakwah amar ma‟ruf nahi munkar. Al-Israa’:7) “…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu…” (Q. sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebgaian yang lain. menolong manusia lain yang mempunyai masalah kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasarnya baik aktual maupun potensial . namun kemah Rufaidah di Masjid Nabawi tetap menjadi contoh yang harum dalam pelayanan kesehatan pada permulaan Islam. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”. penyair Ahmad Muharram menulis tentang Rufaidah : “Wahai Rufaidah. dan sayangilah. (Q. ambillah orang yang terluka. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (Q. Al-Qashash: 77) “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Ku‟aibah sebagai orang yang merintis jalan dalam dunia pengobatan dan kedokteran yang diberi gelas tokoh dan pakar medis Umayah binti Qais Al Ghifariyah Umayah bersama kelompok wanita bani Ghifar datang kepada rasulullah : ingin ikut berperang bersama ke khaibar. ia telah dibuatkan ruang khusus di masjid untuk mengobati orang-orang yang sakit atau terluka (Thabaqat ibnu Sa‟ad 8 : 213). mencegah yang munkar. sesungguhnya Allah maha berat siksa-Nya”.S. di sebagian ruang masjid nabawi.S. Keperawatan dalam Islam merupakan manifestasi dari fungsi manusia sebagai khalifah dan hamba Allah dalam melaksanakan kemanusiaanya.bahkan ia mengobati orang yang sakit pada saat kapan saja. Pelayanan keperawatan berupa bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Ali Imran:159) . mendirikan sembahyang.

S. jika belum menerapkan rukun iman dan islam tersebut didasari oleh perbuatan yang ikhsan. (Itulah) agama yang lurus. Tatanan pelayanan kesehatan juga termasuk lingkungan yang harus disiapkan untuk pelaksanaan asuhan keperawatan Islami. takl retak. Masukan (input) Dalam asuhan keperawatan masukan adalah segala sumber-sumber yang mendukung terjadinya proses asuhan keperawatan Islami. (1) Al-Qur’an dan Hadist sebagai keyakinan manusia yang beriman (2) Manusia dalam Paradigma keperawatan di jelaskan sebagai hamba dan sebagai khalifah. maka itulah yang sebenarnya konsep “Caring” dalam keperawatan Islam. (HR. Asuhan Keperawatan Islami yang dikembangkan oleh Kelompok kerja Keperawatan Islam adalah pada tataran nilai-nilai yang Insyaa Allah akan dapat menjadi acuan pelaksanaan/Implementasi asuhan keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan. Jika rukun iman kita ibaratkan sebagai pondasi dan rukun islam sebagai bangunannya. Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia menyukai bagi saudaranya apa yang dusukai untuk dirinya. (2) Lingkungan eksternal dan Internal serta lingkungan spiritual. Asuhan keperawatan Islami dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari masukan. bukan hanya asuhan kemanusiaan dengan lemah lembut berdasarkan standar dan etika profesi. Muslim).memakmurkan bumi. Konsekuensi Ikhsan adalah bahwa perbuatan baik yang berkualitas akan melahirkan dampak berupa keuntungan-keuntungan kepada siapa saja yang melakukannya termasuk bagi perawat dalam melakukan asuhan keperawatan dan bukan keuntungan yang bersifat segera tetapi ada landasan spiritual. tetapi caring yang didasari keimanan pada Allah dengan menjankan perintahNya melalui ayat-ayat Alqur‟an dengan tujuan akhir mendapatkan ridho Allah swt. Manusia juga sebagai mahluk yang mempunyai fitrah apakah sebagai perawat ataupunklien sebagaimana Allah berfirman : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah). [QS Al Kahfi:30] “Dan jika kamu semua menginginkan (keridhoan) Allah dan Rasul-Nya serta kebahagiaan akherat. Proses pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islami a. Ar ruum : 30). Ihsan dalam beribadah Bagi perawat muslim pemahaman dan pengamala terhadap rukun iman dan Islam belumlah cukup dikatagorikan dalam insan yang sempurna dalam pengamalan agamanya. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. proses dan keluaran yang seluruhnya dapat digali dari nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al-Qur‟an dan Hadist. atap berfungsi sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan yang menjaga agar bangunan tersebut tetap lestari. Klien sebagai mahluk yang berpotensi secara aktif. menyebarkan keadilan dan kemaslahatan.Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat. maka ikhsanul amal merupakan atapnya. Ahmad) Ayat-ayat dan hadist di atas mendasari dari pelaksanaan asuhan keperawatan Islami yang diberikan oleh seorang perawat muslim. Tuntunan ikhsan dalam Al-Qur‟an sebagai berikut : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh. sebagai memimpin dan mengatur bumi . tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui “(Q. Dalam sebuah bangunan yang utuh. ditambah dengan riwayat-riwayat wanita-wanita dizaman Rasulullah dalam melakukan perawatan. maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa saja diantara kamu yang berbuat ihsan pahala yang besar”. [QS Al Ahzab : 29] . tentunya kami tidak akan menyianyiakan pahala bagi orang-orang yang beramal (bekerja) dengan ikhsan”. dan berlumut karena panas dan hujan. (3) Profesi Keperawatan yang merupakan manifestasi dari ibadah dan media da‟wah amar ma‟ruf nahi munkar. maka bantulah orang yang dalam kesulitan/hindarkan kesulitannya (HR.

sesuai tuntunan Rasul “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu…. Dalam garis besarnya ikhsan ditetapan dalam hubungan dengan (1) Tuhan. memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi. [QS Ar Rohman : 60] Ketika Jibril menyamar sebagai manusia : “Wahai Muhammad … terangkanlah terangkanlah kepadaku tentang ikhsan!” Jawab Rasul : “Mengabdilah kamu kepada Allah. (2) Sesama manusia. ikatan keluarga. keturunan. maka secara sunatullah melahirkan pekerjaan yang baik atau memiliki kualitas yang tinggi. jika kamu tidak melihat Dia. Perlakuan/perilaku dalam asuhan Implementasi asuhan keperawatan selanjutnya adalah bagaimana penjabaran konsep “Caring” yang mendasari keperawatan Islam “Mummarid” yang telah diberikan contoh oleh Rasul dan sahabatnya adalah hubungan antar manusia ners-klien yang didasari keimanan dan ihsan. bersih lahir batin.“Tidak ada balasan bagi ihsan kecuali ihsan juga”.[QS Ash-Shaff:3] “Maka bertanyalah kepada ahlinya bila kalian tidak mengetahuinya”. . maka tunggulah kehancurannya”. Tenang. bangsa. artinya setelah berbuat maksimal atas segala aktivitas. sehingga ihsan itu sifatnya humanistis dan universal. sabar dan tidak lekas marah. berbuat baik menurut islam mempunyai lingkup yang luas.” [QS Al-Ahzab :21] “Yang sebaik-baik manusia adalah yang paling baik ahlaknya [HR Thabrani] Bebarapa contoh ahlak yang harus dimiliki seorang perawat muslim : Tulus Ikhlas. (2) Pekerjaan yang Rapih. sebagaimana dijelaskan pada ayat dan hadits diatas yang dapat diartikan suatu pengakuan atau manifestasi tentang kesyukuran manusia atas nikmat yang telah dilimpahkan Tuhan. sehingga dengan keikhlasan yang bersih hanya kepada Allah akan memberikan barier (benteng) bagi pekerjaan kita agar tetap konsisten dalam garis-garis yang ditetapkan agama dan profesi. (3) Penyelesaian hasil yang baik. 11] “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. akal budi semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. Dengan modal hal diatas seorang perawat dapat mencapai tujuan dari asuhan keperawatan yang diberikannya. memegang teguh rahasia. agama. Ramah dan bermuka manis.[QS An-Nahl:43] “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu tidak mengetahui tentangnya. senantiasa berorientasi kepada kualitas yang tinggi karena merasakan segala sesuatu berada dalam pengawasan Allah SWT. seakan kamu melihat Dia. cermat dan teliti. Penyantun. [QS Al Israa : 36] “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang berilmu beberapa derajad…. Sehingga “ikhsan dalam melaksanakan asuhan keperawatan adalah menentukan mutu pelayanan”. hati-hati dan tidak tergopoh-gopoh. memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya”. ukurannya hanya satu sebagai ummat manusia.”[QS Al-Mujadillah .suku. penglihatan. Sesungguhnya : pendengaran. islam mementingkan professionalisme berpengetahuan dan keterampilan seperti Allah jelaskan pada : “Amat besar kebencian disisi Allah-kamu. Sesungguhnya Dia melihat kamu (HR Imam Muslim) Dampak Perbuatan Ikhsan dalam asuhan keperawataN akan melahirkan : (1) Niat yang Ikhlas. [HR Bukhari] Disamping dalam pelaksanaan asuhan keperawatan islam perawat harus bersikap Professional. b. bahwa segala sesuatu diniatkan hanyalah kepada Allah semata. seorang perawat muslim dalam memberikan asuhan keperawatan Islami tentu harus berlandaskan pada keilmuannya. tidak terbatas pada satu lingkungan. dalam Islam adalah berahlaqul qarimah. (3) Terhadap Mahluk lain selain manusia termasuk pada hewan dan lingkungan harus disayangi oleh manusia.

[QS Yunus : 105].”[QS Yusuf :108] “Sampaikanlah apa-apa yang datang dariku meskipun hanya satu ayat (hadist) Banyak lagi ayat-ayat yang menyeru kita untuk berdakwah. kemuliaan lain adalah menegakkan agama Allah.Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan tidak bisa bekerja sendiri tetapi memerlukan orang lain. [QS At Tiin :4] “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak adam.. [QS An „aam :161]. Sebagai mahluk yang Hanif Fitrah manusia selalu untuk hanif (selalu ingin dalam kebaikan. sejahat-jahatnya manusia pasti mempunyai hanif sehingga fitrah ini harus dapat disentuh dalam pelaksanaan asuhan keperawatan syukur bila perawat dapat menyadarkan akan pentingnya fitrah hanif dalam hidup ini. refleksi dari qualitas bagi semua (perawat dan Klien) adalah kepuasan Seorang muslim akan merasa puas bila asuhan yang diterimanya dapat menyentuh fitrah manusia. Ftrah manusia dalam Alqur‟an : Sebagai Mahluk Mulia “Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. [QS Al Baqarah :135]. lurus) terkadang tidak disadari oleh manusia bahwa hal tersebut adalah fitrahnya. Dengan kemuliaannya harus berbuat yang mula pula. apakah itu satu tim ataupun tim lain hal ini didasarkan pada konsep manusia dalam paradigma keperawatan islam ia adalah sebagai An-Nas (mahluk sosial) dan juga kerjasama dan kemitraan adalah perintah Allah (Q. perintah Allah dalam hal ini adalah seperti firmanNya: “…Hendaklah ada segolongan diantara kamu yang menyuruh pada kebajikan dan mencegah yang munkar. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan [QS Al Israa:70] Asuhan keperawatan harus dapat menempatkan klien pada fitrah kemuliaannya. ini jalanku. Bimbingan/Tausiah Manusia adalah mahluk mulia. [QS Ali Imran : 65].” [QS Ali Imtan :104] “Katakanlah. oleh karena itu nilai humanisme yang diterima klien sangatlah berarti bagi pencapaian kesehatan yang sempurna seperti dijelaskan sebelumnya. . [QS An Nisaa: 125]. Sebagai mahluk Pengabdi “Tidaklah Kujadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepadaKu [Adz Dzariat :56] Sebagai hamba Allah maka manusia mempunyai hak untuk menyerahkan seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah. keluaran ini menjadi fokus dari asuhan keperawatan islami sehingga klien dapat beribadah dengan baik untuk menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah. c. (QS Al Hujarat : 10). Salah satu perbuatan mulia adalah mengikuti tujuan mengapa manusia diciptakan. tidak lain adalah mengabdi dan menyembah kepada Allah [QS Adz Dzariat: 56].S. Ayat-allah tentang hanif dapat disimak pada [QS Ar Ruum : 30]. Al-Maa-idah: 2).. tidak ada satu manusiapun yang mau diposisikan lebih rendah dari kemulian manusia. Keluaran (Output) Output yang daiharapkan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan Islami adalah Qualitas asuhan. kami angkut mereka didaratan dan lautan. dalam konteks keperawatan islam maka perawat selain melakukan pekerjaan professionalnya maka perawat juga sebagai Da‟I untuk dapat mengajak manusia (klien) dan lingkungannya menuju jalan Allah sehingga nilai spiritual yang terintegrasi dalam asuhan keperawatan akan dapat menyentu fitah manusia dan pada akhirnya mencapai tujuan hidup baik perawat ataupun klien. aku dan pengikutku dengan sadar mendakwahkan kamu menuju Allah.

Refleksi dari kepuasan akan fitrah manusia itu sebagai klien akan dalam ikhtiarnya untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang hakiki adalah bila klien sembuh maka akan timbul rasa Syukur (tasyakur). sosial. dan peliharalah hubungan silaturahim. Tidak hanya itu Allah juga memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya. dan dari padanya Allah menciptakan Isterinya dan daripada keduanya memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. KHATIMAH “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya. tetapi perawat juga dapat mengajak atau memberikan bimbingan kepada klien apabila keputusannya itu adalah tidak sesuai dengan Ajaran Islam maka Kemerdekaan menjadi orang yang beriman adalah menjadi sasaran asuhan keperawatan Islami. Mahluk dengan nilai Individual dan sekaligus mahluk dengan nilai-nilai komunal Allah berfirman : “Hai Manusia. hanya Allah telah menggariskan imbalan dari setiap tindakan manusia dimuka bumi.Sebagai Mahluk yang merdeka Allah menciptakan manusia ke muka bumi ini untuk menjadi khalifah yang memimpin. tidak membutuhkan orang lain. sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu[QS [QS Al Baqarah : 208] Islam mengandung ajaran yang mencakup semua aspek hidup dan kehidupan manusia termasuk didalammnya ajaran yang berkaitan dengan kesehatan jasmani. rohani. dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir” Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang Zalim di neraka. Pengamalan ajaran Islam dalam bidang kesehatan wajib dilaksanakan . bila ada ketidak sempurnaan dalam kondisinya klien akan merasa Ridho. kultural dan spiritual. Asuhan keperawatan Islami harus dapat menyentuh fitrah ini pada saat yang tepat klien dalam situasi ingin sendiri (individual) dan saat membutuhkan orang laindan lingkungan sesuai dengan tuntunan Alqur‟an. bertaqwalah kepada kamu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. [QS An Nisaa : 1] Dalam Ayat lain [QS Al Baqarah : 213] dan ditegaskan lagi [QS Yunus : 10] menunjukkan bahwa fitrah dalam diri manusia kadang-kadang selalu individual sehingga ada batas-batas yang tidak bisa diketahui orang lain. Aspek penting dalam keperawatan Islam untuk dapat menghargai potensi klien untuk mencapai kebaikan dari dirinya sendiri. dan menjadikan manusia itu bebas berbuat sesuai dengan keinginannya apakah itu kebaikan atau kejahatan. dan apabila dalam upaya ikhtiarnya tidak mendapatkan kemajuan bahkan lebih buruk maka ia tidak akan merasa kecewa dan marah tetapi sabar dan Tawaqal kepada Allah berserah diri pada apapun keputusan Allah dengan tetap dalam iman. Allah berfirman. maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman.”[QS Al Kahfi : 29] Ayat itu Allah menjelaskan bahwa kebebasan memilih dan memutuskan sesuatu tentang diri manusia adalah adalah manusia itu sendiri sehingga fitra manusia disini adalah mempunyai kemerdekaan. mengatur dan menyebarkan keadilan bagi sekitarnya. “Dan katakanlah : “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Pada akhirnya Outcome dari asuhan keperawatan Islam adalah untuk mencapai Ridho Allah “Mardhotillah” baik itu bagi klien maupun perawat sebagai sasaran akhir dari hidup manusia dimuka bumi ini. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. tetapi dilain waktu manusia sebagai mahluk sosial pasti tergantung pada orang lain dan lingkungan dan minta peltolongan.

Keperawatan sebagai bentuk layanan yang ditujukan bagi klien (individu. Asuhan keperawaatan Islam dalam tataran nilai-nilai ini perlu dikembangkan pada konsepkonsep yang dapat menjadi acuan operasional perawat muslim sehingga semakin cepat dan semakin banyak kaum muslimin akan mendapatkan pelayanan sesuai dengan keyakinan dan keimanannya yang pula merupakan fitrah manusia.oleh umat sebagai perwujudan ibadahnya kepada Allah SWT dan sesama umat manusia.. lingkungan. merupakan suatu sistem sehingga banyak faktor-faktor yang berpengaruh untuk keberhasilan asuhan sehingga mempengaruhi tujuan akhir dari pemberian asuhan keperawatan Islam. sehat-kesehatan dan keperawatan. diantaranya melalui pelayanan/asuhan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. Upaya-upaya mengembangkan asuhan keperawatan Islami secara terus menerus dan simultan menjadi tanggung jawab muslim sebagai manifestasi dari hamba Allah (pengabdi) dalam menegakkan agama Allah. . Dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islam selain perawat melaksanakan profesi keperawqatan yang merupakan manifestasi dari Ibadahnya maka asuhan perawtan Islam mempunyai nilai spiritual yang sangat tinggi karena merupakan sarana da‟wah amar ma‟ruf nahi munkar. sabar dan tawaqal terhadap pencapaian keberhasilan ikhtiar manusia. ridho. yang kemudian disebut sebagai Paradigma Keperawatan Islam. Apabila klien dan perawat sudah bisa merasakan itu maka akan dicapai tujuan hidup didunia ini adalah Mardhatillah. Asuhan keperawatan Islam adalah Integrasi nilai-nilai Islam yang bersumber pada Alqur‟an dan Hadits. keluarga. Kepuasan terhadap asuhan keperawatan dalam pandangan keperawatan islam adalah dimana fitrah manusia dapat disentuh oleh asuhan keperawaatan yang diberikan sehingga merefleksikan rasa Syukur. pengembangan tersebut secara komprehensif dan terintegrasi dan sistematis bersumber pada Alqur‟an dan Hadits yang merupakan warisan Rasulullah kepada ummatnya. kelompok atau masyarakat) dilandasi oleh suatu keyakinan yang dibangun berdasarkan pandangannya yang kokoh yakni paradigma keperawatan meliputi manusia-kemanusiaan.

Menurut Dadang Hawari ( 1996 ) hal – hal tersebut dapat menyebabkan perubahan psikososial.nilai – nilai dan etika bahkan juga hokum. Perawat memiliki tanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual. Perubahan – perubahan yang dirasakan dapat mempengaruhi tidak hanya fisik tapi juga mental. Perubahan yang terjadi tadi dapat membuat rasa bingung karena muncul rasa tidak pasti antara moral. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling.PERSEPSI PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INTISARI Klien yang mengalami kondisi kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) umumnya mengalami perasaan cemas dan takut terhadap kondisi kesehatannya. norma. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.social dan spiritual. Standar sehat yang disampaikan oleh WHO tersebut . tindakan-tindakan keperawatan. yang terdiri dari lima sub variable yaitu. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul.83% (kategori kurang baik). seperti yang menjadi standar WHO ( 1984 ) yang dikatakan sehat tidak hanya fisik tetapi juga mental. evaluasi dengan nilai 68. Dengan demikian kita patut waspada dari kehilangan identitas diri tersebut. bio. alat-alat yang terpasang. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif dan menggunakan metode pendekatan kuantitatif.75% (kategori cukup). Padahal bangsa Indonesia yang mempunyai / menjunjung tinggi adat ketimuran sangat memperhatikan hubungan social ini. bahkan terhadap kemungkinan cacat atau kematian. Pemenuhan kebutuhan spiritual pada fase ini sangat diperlukan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi klien. secara umum masuk dalam kategori cukup. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. pengkajian dengan nilai 78. Nilai agama dan tradisional diera modern menjadi serba boleh dan seterusnya.kadang hanya sebatas imitasi saja. pelaksanaan dengan nilai 75. Hubungan social antar manusia dirasakan menurun akhir – akhir ini.47% (kategori baik). antara lain : pola hidup social religious menjadi materialistis dan sekuler. sebanyak 12 perawat pelaksana. secara keseluruhan dalam kategori cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul berdasarkan instrumen kuesioner pada perawat pelaksana. perencanaan dengan nilai 67. psiko. Pada fase ini klien harus mendapat perawatan secara menyeluruh mencakup unsur. penetapan diagnosa dengan nilai 45.36% (kategori cukup). 38% (kategori cukup). Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. TREND / ISU DIMENSI SPRITUAL DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Kecepatan informasi dan mobilitas manusia di era modernisasi saat ini begitu tinggi sehingga terjadi hubungan social dan budaya. bahkan kadang. sosio dan spiritual.

Spiritual digambarkan sebagai bagian dari sesuatu yang datang untuk diketahui. Ia berada dalam jasmani manusia. konsep dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual dan proses keperawatan dalam dimensi spiritual. dan terpisah dari tubuh saat manusia meniggal. 1978 ( dari Taylor. 1467 ) : spirit berasal dari bahasa latin yaitu spirare. tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh. Hal tersebut sesuai dengan pengertian spirit dalam kamus bahasa Indonesia ( Dep Dik Bud 1990 ) yang berarti jiwa. dicintai. Pengertian Dimensi Spritual Spritual menurut New Webster‟s Dictionary ( 1981. sebagai jiwa. Merujuk dari pentingnya pengetahuan dan agama tersebut untuk jiwa yang sehat banyak penelitian dilakukan di antaranya sebuah penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya. hal. Karl Jung telah menyimpulkan dari analisanya bahwa mereka yang menderita penyakit mental mengalami suatu kekosongan rohani. ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta. Olehnya itu dalam tulisan ini kami bermaksud mebahas tentang dimensi spiritual. Dimensi spritual dalam kesehatan Pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama tidak lagi bersifat dikotomis melainkan antara keduanya sudah terintegrasi ( saling menunjang ). dengan kata lain hubungan tanpa batas. ilmuwan penemu atom. Spirit ini merupakan bagian yang sangat prinsip dalam hidup manusia. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein. Spirare berarti hembus atau nafas. ( Amir Syam. dimensi spiritual dalam kesehatan. sehingga individu akan puas jika kebutuhan spritualnya terpenuhi. saling memaafkan.Kep.1997 ) kebutuhan spiritual membawahi semua tradisi agama dan bersifat biasa pada semua orang. cinta dan saling berhubungan. rohani. 1997 adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesuatu yang bukan bersifat materi yang memberi kekuatan kehidupan dan kekuatan yang lebih besar. sukma atau roh sedangkan spiritual berarti kejiwaan. dan pengalaman yang mempunyai kekuatan yang menyeluruh. Dari semua pengertian diatas spiritual merupakan kebutuhan dari setiap individu. dkk. Menurut Fish dan Shelly.S. meliputi kebutuhan akan arti dan tujuan. dan pelayanan kepada Tuhan. individu tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya secara menyeluruh.dapat menjadi peluang besar bagi perawat untuk berbuat banyak. karena perawat mempunyai kesempatan kontak dengan klien selama 24 jam sehari. Terapinya terletak pada siraman keimanan yang kuat. mental atau moral.Ns) . Spritual oleh Taylor. Sebaliknya jika tidak terpenuhi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful