Asuhan Keperawatan Spiritual Muslim

Asuhan Keperawatan Spiritual
Indonesia adalah negara yang menganut dan mengakui faham Ketuhanan. Sikap ini tercermin dari rumusan konstitusi dasar negara Pancasila, dalam pernyataan sila pertamanya, Ketuhanan yang Maha Esa. Telah dipahami bersama bahwa Dasar Negara Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia. Pernyataan tersebut mengandung arti, semua peraturan perundangan yang ada di Indonesia harus merujuk dan tidak boleh bertentangan dengannya. Konsekwensi dari sikap konstitusional itu diantaranya adalah semua penduduk di Indonesia wajib berketuhanan dan dilarang berkembangnya ateisme. Klien adalah anggota masyarakat yang merupakan bagian dari penduduk baik dalam skala nasional (klien sebagai bagian dari penduduk suatu negara) maupun dalam skala global (klien sebagai bagian dari penduduk dunia). Klien dalam perspektif keperawatan seperti dikemukakan Henderson (2006) merupakan individu, keluarga atau masyarakat yang memiliki masalah kesehatan dan membutuhkan bantuan untuk dapat memelihara, mempertahankan dan meningkatkan status kesehatannya. Sebagai manusia, klien selain sebagai mahluk individu, juga merupakan mahkuk sosial dan mahluk Tuhan. Berdasarkan hakikat manusia itu, maka keperawatan memandang manusia sebagai mahluk yang holistik yang terdiri atas aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural dan spiritual. Hal ini seperti di nyatakan Xiaohan (2005) bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh yang terdiri atas fisiologis (physiological), psikologis (psychological), sosial (social), spiritual (spiritual), dan kultural (cultural). Hal serupa dikemukakan Dossey & Dossey (1998), Govier (2000), dan Stoter (1995) dalam Govier (2000) yang menyatakan bahwa manusia merupakan mahluk unik dan kompleks yang terdiri atas berbagai dimensi. Dimensi yang komprehensif pada manusia itu meliputi dimensi biologis (fisik), psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Dalam kata lain, Makhija (2002) mendeskripsikan bahwa tiap individu manusia adalah mahluk yang holistik yang tersusun atas body, main dan spirit. Beberapa pandangan pakar di atas, sesungguhnya memiliki esensi yang sama bahwa manusia adalah mahluk unik yang utuh menyeluruh, yang tidak saja terdiri atas aspek fisik, melainkan juga psikologis, sosial, kultural dan spiritual. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia pada salah satu saja diantara dimensi di atas akan menyebabkan ketidaksejahteraan atau keadaan tidak sehat. Kondisi tersebut dapat dipahami mengingat dimensi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan kultural atau dimensi body, main dan spirit merupakan satu kesatuan yang utuh. Tiap bagian dari individu tersebut tidaklah akan mencapai kesejahteraan tanpa keseluruhan bagian tersebut sejahtera. Terkait konsep ini, Plato dalam Makhija (2002) mengungkapkan bahwa tidak sepatutnya berusaha mengobati dan menyembuhkan mata tanpa kepala, atau mengobati kepala tanpa badan, demikian juga badan tanpa jiwa, karena bagian-bagian tersebut tidak akan pernah sejahtera kecuali keseluruhannya sejahtera. Kesadaran akan konsep ini melahirkan keyakinan dalam keperawatan bahwa pemberian asuhan keperawatan hendaknya bersifat komprehensif atau holistik, yang tidak saja memenuhi kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan kultural tetapi juga kebutuhan spiritual klien.

Mengingat pentingnya peranan spiritual dalam penyembuhan dan pemulihan kesehatan maka penting bagi perawat untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep spiritual agar dapat memberikan asuhan spiritual dengan baik kepada semua klien. Sementara itu. keimanan diketahui sebagai suatu faktor yang sangat kuat (powerful) dalam penyembuhan dan pemulihan fisik. Makhija (2002) menyatakan bahwa keimanan atau keyakinan religius adalah sangat penting dalam kehidupan personal individu. Bahkan. Hasil studi tersebut kiranya menjadi fenomena penting yang perlu dilakukan studi lebih lanjut. Lebih lanjut dikatakannya. Mason dan Preston. jika kita lakukan analisis situasi saat ini. kenyataannya menunjukan bahwa asuhan spiritual (spiritual care) belum diberikan oleh perawat secara kompeten. Setidaknya fakta tersebut. tingkat pendidikan perawat (educational level of the nurse). (2006) dalam studinya juga memperlihatkan terdapat banyak perawat yang mengakui bahwa mereka tidak dapat memberikan asuhan spiritual secara kompeten karena selama masa pendidikannya mereka kurang mendapatkan panduan tentang bagaimana memberikan asuhan spiritual secara kompeten. yang mempunyai latar belakang sosiobudaya berbeda. yang merekomendasikan empat hal untuk dilakukakn penelitian lebih lanjut meliputi 1) perlunya penelitian lanjutan yang serupa pada populasi dan lokasi (termasuk negara) berbeda. 3) perlunya memperluas data demografi meliputi tiga area antara lain lokasi dimana perawat melakukan praktik profesionalnya (location of practice). Berdasarkan uraian di atas tampak adanya dua pertentangan antara pentingnya asuhan spiritual di satu sisi dan fakta permasalahan aplikasi asuhan spiritual oleh perawat di sisi lainnya. 2) penelitian dilakukan dalam kerangka waktu yang lebih panjang. Disamping itu merujuk pada hasil riset yang dilakukan di negara lain seperti oleh Oswald (2004) dalam disertasinya berjudul Nurses’s Perception of Spirituality and Spiritual Care di Drake University Amerika. kesimpulan sementara penulis dari hasil observasi penulis selama melaksanakan praktik di tatanan pelayanan kesehatan yang menyimpulkan bahwa asuhan spiritual belum dilakukan oleh perawat dalam praktik profesionalnya sehari-hari dengan dibuktikan oleh sulitnya menemukan dokumen dalam catatan keperawatan yang memperlihatkan bukti bahwa asuhan spiritual telah dilakukan dengan baik. dan 4) penelitian spiritualitas dan asuhan spiritual dalam kurikulum pendidikan keperawatan. Fakta tersebut antara lain seperti yang di kemukakan oleh: Rankin dan DeLashmutt (2006) dalam penelitiannya yang menemukan bahwa banyak perawat mengakui belum memahami secara jelas dan mengalami kebingungan antara konsep spiritualitas dan religius. sekaligus juga peluang dan tantangan untuka melakukan studi lebih lanjut terkait . 2. 3.1. termasuk di Indonesia. Makhija (2002) melihat bahwa praktik asuhan spiritual menjadi sulit ditemukan akibat terjadinya pergeseran budaya dalam pelayanan kesehatan dan kedokteran yang lebih berespon terhadap kepentingan bisnis yang berorientasi material. kesimpulan Rieg. Dimensi spiritual merupakan salah satu dimensi penting yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada semua klien. 4. dan lamanya bekerja (years of service in the profession). didasarkan oleh beberapa data yang didapat penulis dari hasil penelusuran terhadap berbagai sumber di beberapa negara maupun pengalaman dan observasi klinis penulis di beberapa institusi atau lembaga pelayanan kesehatan dimana penulis pernah melaksanakan praktik klinik.

dengan spiritualitas dan asuhan spiritual. seperti yang menjadi standar WHO ( 1984 ) yang dikatakan sehat tidak hanya fisik tetapi juga mental. sebagai langkah awal untuk mulai memfokuskan dan mendudukan sama pentingnya aspek spiritual. dll). TREND / ISU DIMENSI SPRITUAL DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Kecepatan informasi dan mobilitas manusia di era modernisasi saat ini begitu tinggi sehingga terjadi hubungan social dan budaya. Spirit ini merupakan bagian yang sangat prinsip dalam hidup manusia. cinta dan saling berhubungan. rohani. sebagai jiwa. Olehnya itu dalam tulisan ini kami bermaksud mebahas tentang dimensi spiritual. dkk. dicintai. Dengan demikian kita patut waspada dari kehilangan identitas diri tersebut.1997 ) kebutuhan spiritual membawahi semua tradisi agama dan bersifat biasa pada semua orang.kadang hanya sebatas imitasi saja. norma. 1978 ( dari Taylor. Perubahan – perubahan yang dirasakan dapat mempengaruhi tidak hanya fisik tapi juga mental. . Spritual oleh Taylor. Spirare berarti hembus atau nafas. Nilai agama dan tradisional diera modern menjadi serba boleh dan seterusnya. karena perawat mempunyai kesempatan kontak dengan klien selama 24 jam sehari. Hal tersebut sesuai dengan pengertian spirit dalam kamus bahasa Indonesia ( Dep Dik Bud 1990 ) yang berarti jiwa. Menurut Fish dan Shelly. Setelah itu perlu pula studi lanjutan tentang faktor-faktor apa yang mempengaruhi implementasi asuhan spiritual. Untuk itu perlu direnungkan dan dilakukan pengkajian lebih lanjut bagaimana persepsi perawat tentang konsep spiritualitas dan asuhan spiritual. konsep dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual dan proses keperawatan dalam dimensi spiritual. Ia berada dalam jasmani manusia.social dan spiritual. 1467 ) : spirit berasal dari bahasa latin yaitu spirare. Menurut Dadang Hawari ( 1996 ) hal – hal tersebut dapat menyebabkan perubahan psikososial. baik faktor pendukung maupun penghambatnya. dengan kata lain hubungan tanpa batas. psiko. dan pelayanan kepada Tuhan. bahkan kadang. meliputi kebutuhan akan arti dan tujuan. seperti juga aspek lainnya (fisik. Spiritual digambarkan sebagai bagian dari sesuatu yang datang untuk diketahui. 1997 adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesuatu yang bukan bersifat materi yang memberi kekuatan kehidupan dan kekuatan yang lebih besar. Standar sehat yang disampaikan oleh WHO tersebut dapat menjadi peluang besar bagi perawat untuk berbuat banyak. Padahal bangsa Indonesia yang mempunyai / menjunjung tinggi adat ketimuran sangat memperhatikan hubungan social ini. dan terpisah dari tubuh saat manusia meniggal. sukma atau roh sedangkan spiritual berarti kejiwaan. hal. nilai – nilai dan etika bahkan juga hokum. Perubahan yang terjadi tadi dapat membuat rasa bingung karena muncul rasa tidak pasti antara moral. antara lain : pola hidup social religious menjadi materialistis dan sekuler. mental atau moral. saling memaafkan. dimensi spiritual dalam kesehatan. Pengertian Dimensi Spritual Spritual menurut New Webster‟s Dictionary ( 1981. dan pengalaman yang mempunyai kekuatan yang menyeluruh. Hubungan social antar manusia dirasakan menurun akhir – akhir ini.

individu tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. ilmuwan penemu atom. ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein. Merujuk dari pentingnya pengetahuan dan agama tersebut untuk jiwa yang sehat banyak penelitian dilakukan di antaranya sebuah penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya. Karl Jung telah menyimpulkan dari analisanya bahwa mereka yang menderita penyakit mental mengalami suatu kekosongan rohani. Sebaliknya jika tidak terpenuhi.Dari semua pengertian diatas spiritual merupakan kebutuhan dari setiap individu. . sehingga individu akan puas jika kebutuhan spritualnya terpenuhi. tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh. Terapinya terletak pada siraman keimanan yang kuat. Dimensi spritual dalam kesehatan Pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama tidak lagi bersifat dikotomis melainkan antara keduanya sudah terintegrasi ( saling menunjang ).

Al-Ahzab:72]. yang dapat makan dan minum. An-Nisaa‟: 22-24]. berjalan.S.S. berjalan.S. ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram . yakni ibadah yang mencakup seluruh aspek kehidupan. [ QS. Komponen Manusia Manusia sebagai salah satu mahluk ciptaan Allah terdiri atas beberapa komponen yang meliputi jasad (fisik ). sebagai khalifah Allah di bumi. lingkungan.S Ar-Ruum:21].S. Paradigma keperawatan Islam dibangun melalui empat komponen besar yaitu : Manusia dan kemanusiaan. Al-Baqarah: 233]. sebagai mana firman Allah : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU. Ruh Allah berfirman dalam Al-Quran [ QS. 1. (2) Memakmurkan bumi dan mengeluarkan potensi yang terkandung di dalamnya untuk kesejahteraan umat manusia berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah [Q. yang meliputi fase : Pernikahan [Q. nilai-nilai dan konsep-konsep dalam menyelenggarakan profesi keperawatan yang melaksanakan sepenuhnya prinsip dan ajaran Islam. At-Tiin : 4 ]. ruh. mendengar.”[QS. Al-Hajj : 5]. Shaad : 72] [QS. Nifas. Manusia di dalam Alquran diistilahkan antara lain dengan sebutan Al-Basyar Allah menjelaskan dalam ayat-ayat :[QS. Shaad (38) : 72 ] “Maka apabila telah kusempurnakan kejadiannya (manusia) dan kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku.S Ali Imran : 185]. [Q. manusia diberi tugas untuk melaksanakan fungsi kemanusiaan dianataranya : (1) Memimpin dan mengatur bumi berdasarkan petunjuk dan peraturan Allah[Q. At-Tiin : 4] [QS.PARADIGMA KEPERAWATAN ISLAM Paradigma keperawatan Islam adalah cara pandang. dan psikologis. Al-Hadiid (57): 25 ]. Al-Hujurat : 13 ] Makna An-Naas dalam Al-qur‟an mengindikasikan bahwa manusia adalah mahluk sosial. melihat.S. terdiri atas jasad. Luqman: 14].” Nafs (Jiwa) Allah berfirman dalam Al-Quran : “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah.S Huud : 61]. Tumbuh kembang [Q. Al-Qasas (28): 77 ] Sebagai hamba Allah yang diberi beban untuk beribadah kepada Allah semata.[ QS. Al-Anbiya : 2] Komponen fisik adalah komponen jasad/bentuk. Al-Anbiyaa : 8 ]. Kelahiran. [ QS. ruh. [Q.S AlBaqarah: 30] . persepsi. maka hendalah kamu (malaikat. dimana seluruh mahluk lainnya yang berada di langit dan dibumi ditundukan oleh Allah kepada manusia kecuali Iblis yang menyombongkan diri. sehat dan kesehatan serta keperawatan. Jasad (Fisik): [ QS. MANUSIA DAN KEMANUSIAAN Dasar Firman Allah: [QS. [ QS. An-Nas[ QS. dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.” [ . dan nafs (jiwa). memakan sesuatu. Al-Mulk : 14 ] makna Al-Basyar adalah gambaran manusia yang diciptakan dari tanah dan secara materi. Ar-Ra’d : 28 ] Manusia juga dapat diterangkan dalam siklus kehidupannya melalui proses reproduksi hingga regenerasi. Kematian [Q. Shaad (38) :26 ]. mendengar. Kehamilan [Q. [Q. Shaad : 71] [ QS Al-Anbiyaa : 8 ] [ QS. (3) Menyebarkan keadilan dan kemaslahatan [ QS. Al-Hijr : 29] [QS : Al-Israa‟ : 70] [QS : Al-Israa‟ : 73-74] Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang terbaik bentuknya yang dimuliakan Allah. dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti yang dijelaskan oleh beberapa ayat dalam Al-quran. keyakinan. Berdasar peran dan fungsi manusia diyakini sebagai khalifah dan hamba Allah. yang dapat dilihat. jin dan iblis) tunduk dengan bersujud.

Al-A`raf (7). At-Taubah :108].” (AlHadits) Lingkungan internal dan eksternal akan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia termasuk persepsinya terhadap sehat-sakit. An-Nisa : 48-50] Sedangkan lingkungan eksternal adalah lingkungan disekitar manusia baik fisik [QS. Al-Jaatsiyah (45) . Al-A`raf (7) . ayat 54 ]. ruh dan nafs) dan memiliki iman . 5. Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan. 7 ] [QS. ayat 3.Asy-Syams : 9-10]. Tirmidzi).. An-Nisa (4) : 1] [QS. ayat 58 ]. Manusia sebagai perawat adalah mahluk ciptaan Allah yang paling mulia dan sempurna (terdiri dari jasad. biologis. Muhammad (47) : 22-23 ] [ QS Al-Ankabut (29) : 36-37 ] Allah menegaskan baik buruknya kwalitas lingkungan akan berpulang kepada manusia yang mendiami muka bumi ini dan kemudian memanfaatkannya.QS. ayat 57]. begitupula sebaliknya jika manusia merusaknya maka malapetakalah yang akan menimpanya. Dan Allah juga mengancam manusia yang berdusta dan berdosa. sosial [QS. Al-A`raf (7). dll. Apabila manusia mampu memelihara lingkungan dengan baik maka akan baiklah kehidupan ini. ayat 57 ] [ QS. hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. 7 ]. Al-Hujarat (49):10]. 4. [QS. Betapa Allah telah menunjukkan kepada manusia terjadinya siklus cuaca dan bagaimana hujan itu diturunkan kebumi dan bagaimana tumbuhan hidup yang tiada ain agar manusia dapat menggali dan mempelajari makna ayat-ayat Allah dapat kita simak pada [ QS. maka manusia dalam aspek keperawatan dapat ditinjau dari dua sudut pandang yaitu manusia sebagai perawat dan manusia sebagai klien. Manusia sebagai klien yang menjadi fokus pelayanan keperawatan pada dasarnya adalah makhluk yang berpotensi secara aktif menjadikan dirinya sebagai manusia yang sempurna. 6. [QS. Melalui ayat-ayatNy [ QS Albaqarah (2) : 60 ] [ QS Al-Baqarah : 11 ] [ QS Al-A‟raaf : 56 ] [ QS. Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai hubungan yang dinamis dengan lingkunganya serta tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya tersebut. seperti : bencana banjir. sebagaimana firman Allah : “Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah di anugerahkan-Nya kepada suatu kaum. “Kebersihan itu adalah separuh dari iman. Al-Baqarah (2) : 164 ] [QS. Al-Anfal (8) : 11]. Allah menjelaskan kepada kita bahwa alam semesta dan seisinya di ciptakan atas hak dan kehendak Allah SWT dan di peruntukkan bagi manusia agar manusia bersyukur serta dapat mempelajari alam semesta ini guna memperkokoh keimanan dan ketaqwaan terhadap sang Maha Khaliq (Pencipta). Al-Anfal (8) : 53 ]. 6.” [ QS. LINGKUNGAN Dasar ayat-ayat yang menjelaskan tentang lingkungan: [ QS. Adz-Dzariat (51) : 56 ]. [QS. [ QS. polusi udara. psikologis [ QS : Al-Israa‟ : 73-74 ] dan internal spiritual[QS. An-Nisa : 19].” (HR. ilmu dan mempunyai kewajiban untuk mengamalkannya bagi kemaslahatan umat. 4. Al-Hujarat (49) : 13] [QS. dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat . Lingkungan internal meliputi genetika [QS. Unsur lingkungan di bagi dalam lingkungan internal dan lingkungan eksternal. dan spiritual [QS. ayat 3. Dari uraian diatas tentang manusia sebagai khalifah dan hamba Allah. Tindakan kebersihan lingkungan (baik internal maupun eksternal ) adalah merupakan tindakan spiritual dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman. Al-Baqarah (2) : 222]. Al-Jaatsiyah (45) .” (Hadits riwayat Muslim) “Terangilah rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur`an. 5. AlA`raf (7) . wabah penyakit-penyakit menular. struktur fungsi tubuh“Tiap jasad yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih utama bagunya. 2.

damai dihatinya dan punya makanan untuk sehari-harinya. SEHAT DAN KESEHATAN “ Ya Allah . ( HR. telah diperingatkan akan pentingnya memperhatikan kesehatan baik dalam konteks upaya promotif.. “ Barang siapa sehat badannya. Sehat dan kesehatan dalam perspektif Islam “Ingatlah .. Dan uraian hadist tersebut dapat dipahami. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan ilmu dan amal saleh dan sebagai prasyarat yang harus dimiliki adalah sehat /kesehatan. kuratif dan rehabilitatif.. (Hadist riwayat At-Turmudzy dan Ibnu Majah) Berpedoman pada hadist tersebut diatas maka sehat bukan hanya bebas dari rasa sakit dan cacat belaka.” . (2) Upaya Preventif [QS. Beberapa dalil sebagi landasan upaya kesehatan adalah : (1) Upaya promotif (QS: Al-Baqarah (2): 95 ). Dengan kemampuannya itu ia dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidupnya seoptimal mungkin. kelompok dan masyarakat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. preventif. Islam mendorong ummat manusia yang beriman untuk mencapai sesuatu yang baik bagi mereka didunia dan di akhirat... Sebaliknya kotor tidak saja merusak keindahan tetapi juga dapat menimbulkan berbagai penyakit dan sakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penderitaan. penuh rasa syukur atas nikmat Allah dalam aspek jasmani. Kebersihan harus diupayakan oleh manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dalam rangka mewujudkan suatu kehidupan yang bahagia dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat. “Hai orang-orang yang beriman. dipelihara dan dilestarikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan manusia baik individu . dalam arti manusia wajib memelihara kesehatan dan meningkatkannya. ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Upaya Kesehatan Dalam Al-Qur`an maupun hadist. jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.. Ar-Rad :28]. yaitu berada dalam keadaan sejahtera. yaitu sehat dan waktu senggang”. 3. janganlah kita mengabaikan kesehatan dan waktu senggang. Manusia yang sehat adalah manusia yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan penuh daya mampu.memberikan kebahagiaan. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram” [QS. Serta peliharalah kami dari siksa api neraka” [Al-Baqarah (2) :201]. At-Tahrim (66):6 ] Berkaitan dengan upaya preventif dalam Al-Quran dan Al-Hadist dijelaskan sebagai berikut. Dengan demikian jelaslah bahwa Islam memandang lingkungan sebagai sesuatu rahmat yang diperuntukkan bagi manusia yang harus senantiasa dijaga. Ia memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memfungsikan dirinya sebaik mungkin untuk beramal sholeh dan beribadat serta menjadi rahmat bagi lingkungannya. rohani dan sosial. maka seolah-olah dunia seisinya dianugerahkan kepadanya”. Bukhori dan Muslim ) Berdasarkan dalil tersebut di atas maka manusia dilarang merusak diri baik jasmani maupun rohani.. memelihara lingkungan baik internal maupun eksternal harus diupayakan untuk menciptakan nuansa yang Islami (spiritual) sebagai bagian dari perintah Allah SWT. Sehat berabstraksi jauh lebih dalam lagi. “Ada dua kenikmatan yang sering dilalaikan orang.

mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini. yaitu :1. At-Taubah (9) : 71] “Dan ingatlah hamba-hamba kami : Ibrahim. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf .” [ QS. Al-Maidah (5): 31] “Dan orang-orang yang beriman . Dialah sebaik-baik hamba. maka janganlah memasuki daerah itu. Berkata Qabil :”Aduhai celaka aku. Ar-Ra`du (13) :11] “Berbuatlah untuk bekal duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya-lamanya dan beramllah untuk bekal akheratmu seakan-akan engkau mati besok pagi. mendirikan shalat.” (Al Hadits) (3) Upaya kuratif[QS. KEPERAWATAN “Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. antara jasmani dan rohani serta perlu adanya usaha pemulihan yang didasari niat yang sungguh-sungguh dan bekerja keras. [QS Ali Imran (3) : 4]. “Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat.” [QS. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-Nya . Shaad (38): 44 ] “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Shaad (38): 41] “ Dan ambilah dengan tanganmu seikat (rumput). maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. 4. lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia orang diantara orang-orang yang menyesal. Masa lapangmu sebelum datangnya sempitmu.” [ QS. Ashabus Sunan) (4) Upaya rehabilitatif [ QS.” (Al Hadist) “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada wajahmu dan hartamu. mencegah dari yang mungkar. Ahmad dan Baihaqi). Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah . Masa mudamu sebelum datangnya masa tua dan 5.” [QS. 4. 3. karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan suatu penyakit tanpa menurunkan obatnya. “Jika kamu mendengar berita ada wabah penyakit disuatu daerah. maka bantulah orang yang dalam kesulitan atau hindarkan kesulitannya. Muslim). Asy-Syuara (42) : 80 ] “Berobatlah kamu wahai manusia. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) orang yang sabar. kecuali penyakit tua (mati)” (HR. Al-Anbiyaa (21): 83] “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan. . sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. tetapi ia melihat hatimu dan amalmu”.” [QS. merekalah orang-orang yang beruntung”. Dan jika kamu berada didalamnya.” [QS. 2.“Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Shaad (38):ayat 45] “ Dan (ingatlah kisah) Ayub . Masa sehatmu sebelum datangnya sakit. janganlah kamu keluar dari daerah itu.” (HR. Masa kayamu sebelum datangnya miskin. (Al Hadist) Dapat disimpulkan bahwa manusia harus memelihara keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrowi . Masa hidupmu sebelum datang ajalmu. lelaki dan perempuan .” (HR. Ishaq dan Ya`qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. menunaikan zakat dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya . sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang. ketika ia menyeru Tuhannya : “(Ya Tuhanku).

Al Maidah (6) : 31] Zaman Nabi Ayub AS Ketika nabi Ayub terkena penyakit kulit. AlMaidah (5) : 110] Zaman nabi Muhammad SAW Pada saat nabi Muhammad SAW menyiarkan agama Allah. Firman Allah : [QS. . Dan ( ingatlah ) waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku. dan ( ingatlah ) diwaktu Aku mengajar kamu menulis. Setelah itu Siti Rahmah berkata : wahai Tuhanku sesungguhnya perlakuanku ini hanya karena taatku kepada suamiku dan untuk memberikan makan kepada nabi-Mu. untuk memenuhi kebutuhan nutrisi nabi ayub AS Siti Rahmah menukar gulungan rambut dengan empat potong roti. dan At Thabaqat 8 : 214 ) Umu Ziyad Al Asyja-iyah Umu Ziyad Al Asyjaiyah seorang. hikmah. aktifitasnya tidak terbatas perannya pada waktu perang.Keperawatan dalam Islam diyakini sejak tegaknya Islam Zaman Nabi Adam. Nabi Ayub berdoa kepada Allah agar penyakitnya di berikan kesembuhan. istrinya bernama Siti Rahmah selalu merawat suaminya siang dan malam. ketika Allah menyatakan : " Hai Isa putra Maryam. Taurat dan Injil. bolehkah aku ikut keluar bersamamu dalam perjalanan mu ini ? Aku akan menuangkan air minum dan mengobati orang yang sakit dan terluka. kemudian kamu meniup padanya. lalu bentuk itu menjadi burung ( yang sebenarnya ) dengan se izin-Ku. A. Rasulullah mengizinkan umu sinan ikut serta dalam penaklukan khaibar “( Al-Wagidi dalam Al Maghazi : 687. maka telah saya jual gulungan rambutku. mengobati yang terluka. lalu orangorang kafir diantara mereka berkata: " Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata " [QS. [ QS. selama perjalanan mereka tekun dalam memberikan pertolongan serta pengobatan kepada pasukan yang terkena luka dan sakit dalam peperangan. Ku’aibah binti Sa’ad Adalah seorang wanita yang cerdas. dan ( Ingatlah pula ) diwaktu kamu membentuk dari tanah ( suatu bentuk ) yang berupa burung dengan izin-Ku. melayani mereka. pejuang wanita yang tangguh. Zaman Nabi Isa as "( Ingatlah. Shaad (38) : 41]. menyiapkan makan dan minum. umu tersebut dengan izin rasulullah ikut dalam penaklukan khaibar. Nasai dan abu Muslim Al Kajji yaitu bertugas memberi minum kepada mereka yang berperang. lalu ia berkata : “ ya Rasulullah. ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul Qudus. dan ( ingatlah) diwaktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur ( menjadi hidup ) dengan seizin-Ku. bertugas untuk mengobati orang-orang yang terluka. dan ( ingatlah ) diwaktu Aku menghalangi bani Israil ( dari keinmginan mereka membunuh kamu ) dikala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata. banyak kaum wanita menarik suami untuk ikut berjuang dan berperang dan para wanita tersebut mengikuti perjalanan.S Sebagaimana dalam Al qur‟an Allah berfirman : Dari firman Allah tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi awal mulanya konsep perawatan jenazah. Peran Rubiyi dalam peperangan dapat diketahui dari riwayat Imam Bukhori. Adapun wanita yang berbai‟at kepada Rasullah adalah : Rubiyi binti Mu’awidz Rubiyi adalah seorang sahabat wanita yang ikut serta meriwayatkan hadist dari Rasullah .serta membawa orang-orang yang gugur ke madinah Umu Sinan Al-Aslamiyah Umu Sinan adalah seorang mujahid wanita yang agung ia datang kepada Rasulullah ketika beliau hendak keluar ke Khaibar. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesuadah dewasa.

Keperawatan dalam Islam merupakan manifestasi dari fungsi manusia sebagai khalifah dan hamba Allah dalam melaksanakan kemanusiaanya. mendirikan sembahyang. namun kemah Rufaidah di Masjid Nabawi tetap menjadi contoh yang harum dalam pelayanan kesehatan pada permulaan Islam. mencegah yang munkar. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. Dari risalah tersebut diatas menunjukkan bahwa Islam telah mengajarkan tentang keperawatan yang memberikan pelayanan komprehensip baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spiritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat. Permasalahan klien dengan segala keunikannya tersebut harus dihadapi dengan pendekatan silaturrahmi (interpersonal) dengan sebaik-baiknya didasari dengan iman.S. (Q. penyair Ahmad Muharram menulis tentang Rufaidah : “Wahai Rufaidah. menolong manusia lain yang mempunyai masalah kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasarnya baik aktual maupun potensial . “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri”. Al-Qashash: 77) “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. ( Q. Pelayanan keperawatan berupa bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. laki-laki dan perempuan. Mereka menyeruruh (mengerjakan) yang ma’ruf. Dalam kitab kumpulan syair Al-Ilyadzah Al islamiyah.bahkan ia mengobati orang yang sakit pada saat kapan saja. berkelilinglah di sekitarnya dari waktu ke waktu bila orang-orang tidur mendengkur maka janganlah engkau tidur demi mendengar rintihan orang yang sakit Bumi terus berputar. kami ingin mengobati orang-orang yang terluka dan membantu kaum muslimin sesuai dengan bidang dan kemampuan kami Rufaidah Al-Anshariyah Seorang wanita dari kabilah Asdam yang biasa mengobati orang-orang terluka yang tidak memiliki perawat ia mengobati orang-orang terluka di kemahnya.S. Ku‟aibah sebagai orang yang merintis jalan dalam dunia pengobatan dan kedokteran yang diberi gelas tokoh dan pakar medis Umayah binti Qais Al Ghifariyah Umayah bersama kelompok wanita bani Ghifar datang kepada rasulullah : ingin ikut berperang bersama ke khaibar. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya”. ajarkanlah kasih sayang kepada manusia dan tambahkan ketinggian harkat kaummu.S. sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebgaian yang lain. Al-Israa’:7) “…dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu…” (Q. Ali Imran:159) . tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” (Q. ASUHAN KEPERAWATAN ISLAMI Allah berfirman : “Dan orang yang beriman. Al-Maa-idah: 2) . At-Taubah :71) “…Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa. (Q. sesungguhnya Allah maha berat siksa-Nya”.S. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. di sebagian ruang masjid nabawi. ilmu dan amal serta memiliki kemampuan berdakwah amar ma‟ruf nahi munkar. dan bertawalah kamu kepada Allah. ambillah orang yang terluka. dan sayangilah. tahun pun silih berganti.S. ia telah dibuatkan ruang khusus di masjid untuk mengobati orang-orang yang sakit atau terluka (Thabaqat ibnu Sa‟ad 8 : 213).

Asuhan Keperawatan Islami yang dikembangkan oleh Kelompok kerja Keperawatan Islam adalah pada tataran nilai-nilai yang Insyaa Allah akan dapat menjadi acuan pelaksanaan/Implementasi asuhan keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan. (HR. proses dan keluaran yang seluruhnya dapat digali dari nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al-Qur‟an dan Hadist. Tuntunan ikhsan dalam Al-Qur‟an sebagai berikut : “Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh. Konsekuensi Ikhsan adalah bahwa perbuatan baik yang berkualitas akan melahirkan dampak berupa keuntungan-keuntungan kepada siapa saja yang melakukannya termasuk bagi perawat dalam melakukan asuhan keperawatan dan bukan keuntungan yang bersifat segera tetapi ada landasan spiritual. [QS Al Kahfi:30] “Dan jika kamu semua menginginkan (keridhoan) Allah dan Rasul-Nya serta kebahagiaan akherat. Ar ruum : 30). maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa saja diantara kamu yang berbuat ihsan pahala yang besar”. Dalam sebuah bangunan yang utuh. sebagai memimpin dan mengatur bumi . Muslim). dan berlumut karena panas dan hujan. tetapi caring yang didasari keimanan pada Allah dengan menjankan perintahNya melalui ayat-ayat Alqur‟an dengan tujuan akhir mendapatkan ridho Allah swt. Manusia juga sebagai mahluk yang mempunyai fitrah apakah sebagai perawat ataupunklien sebagaimana Allah berfirman : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah).memakmurkan bumi. (2) Lingkungan eksternal dan Internal serta lingkungan spiritual. [QS Al Ahzab : 29] . Ahmad) Ayat-ayat dan hadist di atas mendasari dari pelaksanaan asuhan keperawatan Islami yang diberikan oleh seorang perawat muslim. maka ikhsanul amal merupakan atapnya. (Itulah) agama yang lurus. maka itulah yang sebenarnya konsep “Caring” dalam keperawatan Islam. tentunya kami tidak akan menyianyiakan pahala bagi orang-orang yang beramal (bekerja) dengan ikhsan”. Klien sebagai mahluk yang berpotensi secara aktif. atap berfungsi sebagai pelindung bangunan dari panas dan hujan yang menjaga agar bangunan tersebut tetap lestari. Tatanan pelayanan kesehatan juga termasuk lingkungan yang harus disiapkan untuk pelaksanaan asuhan keperawatan Islami. menyebarkan keadilan dan kemaslahatan. ditambah dengan riwayat-riwayat wanita-wanita dizaman Rasulullah dalam melakukan perawatan. Ihsan dalam beribadah Bagi perawat muslim pemahaman dan pengamala terhadap rukun iman dan Islam belumlah cukup dikatagorikan dalam insan yang sempurna dalam pengamalan agamanya. Masukan (input) Dalam asuhan keperawatan masukan adalah segala sumber-sumber yang mendukung terjadinya proses asuhan keperawatan Islami. bukan hanya asuhan kemanusiaan dengan lemah lembut berdasarkan standar dan etika profesi.S. jika belum menerapkan rukun iman dan islam tersebut didasari oleh perbuatan yang ikhsan. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui “(Q. maka bantulah orang yang dalam kesulitan/hindarkan kesulitannya (HR. Asuhan keperawatan Islami dapat dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari masukan. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. (1) Al-Qur’an dan Hadist sebagai keyakinan manusia yang beriman (2) Manusia dalam Paradigma keperawatan di jelaskan sebagai hamba dan sebagai khalifah.Barang siapa yang berkeinginan untuk diselamatkan oleh Allah dari bencana pada hari kiamat. Proses pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islami a. Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia menyukai bagi saudaranya apa yang dusukai untuk dirinya. takl retak. Jika rukun iman kita ibaratkan sebagai pondasi dan rukun islam sebagai bangunannya. (3) Profesi Keperawatan yang merupakan manifestasi dari ibadah dan media da‟wah amar ma‟ruf nahi munkar.

bahwa segala sesuatu diniatkan hanyalah kepada Allah semata. [QS Ar Rohman : 60] Ketika Jibril menyamar sebagai manusia : “Wahai Muhammad … terangkanlah terangkanlah kepadaku tentang ikhsan!” Jawab Rasul : “Mengabdilah kamu kepada Allah. dalam Islam adalah berahlaqul qarimah. Perlakuan/perilaku dalam asuhan Implementasi asuhan keperawatan selanjutnya adalah bagaimana penjabaran konsep “Caring” yang mendasari keperawatan Islam “Mummarid” yang telah diberikan contoh oleh Rasul dan sahabatnya adalah hubungan antar manusia ners-klien yang didasari keimanan dan ihsan.”[QS Al-Mujadillah . memegang teguh rahasia. seorang perawat muslim dalam memberikan asuhan keperawatan Islami tentu harus berlandaskan pada keilmuannya. (3) Terhadap Mahluk lain selain manusia termasuk pada hewan dan lingkungan harus disayangi oleh manusia. Tenang. sesuai tuntunan Rasul “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu….[QS An-Nahl:43] “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu tidak mengetahui tentangnya. Dengan modal hal diatas seorang perawat dapat mencapai tujuan dari asuhan keperawatan yang diberikannya. cermat dan teliti. hati-hati dan tidak tergopoh-gopoh.[QS Ash-Shaff:3] “Maka bertanyalah kepada ahlinya bila kalian tidak mengetahuinya”. ukurannya hanya satu sebagai ummat manusia. sabar dan tidak lekas marah. [HR Bukhari] Disamping dalam pelaksanaan asuhan keperawatan islam perawat harus bersikap Professional. memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi.“Tidak ada balasan bagi ihsan kecuali ihsan juga”. bangsa. Dalam garis besarnya ikhsan ditetapan dalam hubungan dengan (1) Tuhan. sebagaimana dijelaskan pada ayat dan hadits diatas yang dapat diartikan suatu pengakuan atau manifestasi tentang kesyukuran manusia atas nikmat yang telah dilimpahkan Tuhan. islam mementingkan professionalisme berpengetahuan dan keterampilan seperti Allah jelaskan pada : “Amat besar kebencian disisi Allah-kamu. (2) Sesama manusia. maka tunggulah kehancurannya”. sehingga ihsan itu sifatnya humanistis dan universal. maka secara sunatullah melahirkan pekerjaan yang baik atau memiliki kualitas yang tinggi.suku. akal budi semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya”. penglihatan. memperkatakan sesuatu yang kamu tidak melakukannya”. [QS Al Israa : 36] “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang berilmu beberapa derajad…. bersih lahir batin. . ikatan keluarga. tidak terbatas pada satu lingkungan. 11] “Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. seakan kamu melihat Dia.” [QS Al-Ahzab :21] “Yang sebaik-baik manusia adalah yang paling baik ahlaknya [HR Thabrani] Bebarapa contoh ahlak yang harus dimiliki seorang perawat muslim : Tulus Ikhlas. keturunan. senantiasa berorientasi kepada kualitas yang tinggi karena merasakan segala sesuatu berada dalam pengawasan Allah SWT. Sesungguhnya Dia melihat kamu (HR Imam Muslim) Dampak Perbuatan Ikhsan dalam asuhan keperawataN akan melahirkan : (1) Niat yang Ikhlas. sehingga dengan keikhlasan yang bersih hanya kepada Allah akan memberikan barier (benteng) bagi pekerjaan kita agar tetap konsisten dalam garis-garis yang ditetapkan agama dan profesi. Penyantun. b. agama. Ramah dan bermuka manis. Sehingga “ikhsan dalam melaksanakan asuhan keperawatan adalah menentukan mutu pelayanan”. (3) Penyelesaian hasil yang baik. (2) Pekerjaan yang Rapih. artinya setelah berbuat maksimal atas segala aktivitas. berbuat baik menurut islam mempunyai lingkup yang luas. Sesungguhnya : pendengaran. jika kamu tidak melihat Dia.

. tidak lain adalah mengabdi dan menyembah kepada Allah [QS Adz Dzariat: 56]. [QS An Nisaa: 125]. ini jalanku. Ayat-allah tentang hanif dapat disimak pada [QS Ar Ruum : 30]. apakah itu satu tim ataupun tim lain hal ini didasarkan pada konsep manusia dalam paradigma keperawatan islam ia adalah sebagai An-Nas (mahluk sosial) dan juga kerjasama dan kemitraan adalah perintah Allah (Q. [QS An „aam :161]. [QS Ali Imran : 65]. kami angkut mereka didaratan dan lautan. sejahat-jahatnya manusia pasti mempunyai hanif sehingga fitrah ini harus dapat disentuh dalam pelaksanaan asuhan keperawatan syukur bila perawat dapat menyadarkan akan pentingnya fitrah hanif dalam hidup ini.” [QS Ali Imtan :104] “Katakanlah. [QS Yunus : 105]. Al-Maa-idah: 2). dalam konteks keperawatan islam maka perawat selain melakukan pekerjaan professionalnya maka perawat juga sebagai Da‟I untuk dapat mengajak manusia (klien) dan lingkungannya menuju jalan Allah sehingga nilai spiritual yang terintegrasi dalam asuhan keperawatan akan dapat menyentu fitah manusia dan pada akhirnya mencapai tujuan hidup baik perawat ataupun klien. perintah Allah dalam hal ini adalah seperti firmanNya: “…Hendaklah ada segolongan diantara kamu yang menyuruh pada kebajikan dan mencegah yang munkar. kemuliaan lain adalah menegakkan agama Allah. [QS Al Baqarah :135]. [QS At Tiin :4] “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak adam. Bimbingan/Tausiah Manusia adalah mahluk mulia. (QS Al Hujarat : 10). tidak ada satu manusiapun yang mau diposisikan lebih rendah dari kemulian manusia. Sebagai mahluk Pengabdi “Tidaklah Kujadikan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepadaKu [Adz Dzariat :56] Sebagai hamba Allah maka manusia mempunyai hak untuk menyerahkan seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah. oleh karena itu nilai humanisme yang diterima klien sangatlah berarti bagi pencapaian kesehatan yang sempurna seperti dijelaskan sebelumnya. refleksi dari qualitas bagi semua (perawat dan Klien) adalah kepuasan Seorang muslim akan merasa puas bila asuhan yang diterimanya dapat menyentuh fitrah manusia.S.”[QS Yusuf :108] “Sampaikanlah apa-apa yang datang dariku meskipun hanya satu ayat (hadist) Banyak lagi ayat-ayat yang menyeru kita untuk berdakwah. Ftrah manusia dalam Alqur‟an : Sebagai Mahluk Mulia “Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Salah satu perbuatan mulia adalah mengikuti tujuan mengapa manusia diciptakan.Perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan tidak bisa bekerja sendiri tetapi memerlukan orang lain. lurus) terkadang tidak disadari oleh manusia bahwa hal tersebut adalah fitrahnya. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah Kami ciptakan [QS Al Israa:70] Asuhan keperawatan harus dapat menempatkan klien pada fitrah kemuliaannya. keluaran ini menjadi fokus dari asuhan keperawatan islami sehingga klien dapat beribadah dengan baik untuk menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah.. Keluaran (Output) Output yang daiharapkan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan Islami adalah Qualitas asuhan. . Sebagai mahluk yang Hanif Fitrah manusia selalu untuk hanif (selalu ingin dalam kebaikan. aku dan pengikutku dengan sadar mendakwahkan kamu menuju Allah. Dengan kemuliaannya harus berbuat yang mula pula. c.

rohani. dan peliharalah hubungan silaturahim. Allah berfirman. kultural dan spiritual. bertaqwalah kepada kamu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu. dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.”[QS Al Kahfi : 29] Ayat itu Allah menjelaskan bahwa kebebasan memilih dan memutuskan sesuatu tentang diri manusia adalah adalah manusia itu sendiri sehingga fitra manusia disini adalah mempunyai kemerdekaan. Refleksi dari kepuasan akan fitrah manusia itu sebagai klien akan dalam ikhtiarnya untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang hakiki adalah bila klien sembuh maka akan timbul rasa Syukur (tasyakur). Asuhan keperawatan Islami harus dapat menyentuh fitrah ini pada saat yang tepat klien dalam situasi ingin sendiri (individual) dan saat membutuhkan orang laindan lingkungan sesuai dengan tuntunan Alqur‟an. dan menjadikan manusia itu bebas berbuat sesuai dengan keinginannya apakah itu kebaikan atau kejahatan. dan dari padanya Allah menciptakan Isterinya dan daripada keduanya memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir” Sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang Zalim di neraka. tidak membutuhkan orang lain. maka barang siapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman. Pengamalan ajaran Islam dalam bidang kesehatan wajib dilaksanakan . tetapi dilain waktu manusia sebagai mahluk sosial pasti tergantung pada orang lain dan lingkungan dan minta peltolongan. Tidak hanya itu Allah juga memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya. [QS An Nisaa : 1] Dalam Ayat lain [QS Al Baqarah : 213] dan ditegaskan lagi [QS Yunus : 10] menunjukkan bahwa fitrah dalam diri manusia kadang-kadang selalu individual sehingga ada batas-batas yang tidak bisa diketahui orang lain.Sebagai Mahluk yang merdeka Allah menciptakan manusia ke muka bumi ini untuk menjadi khalifah yang memimpin. mengatur dan menyebarkan keadilan bagi sekitarnya. Mahluk dengan nilai Individual dan sekaligus mahluk dengan nilai-nilai komunal Allah berfirman : “Hai Manusia. KHATIMAH “Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya. hanya Allah telah menggariskan imbalan dari setiap tindakan manusia dimuka bumi. dan apabila dalam upaya ikhtiarnya tidak mendapatkan kemajuan bahkan lebih buruk maka ia tidak akan merasa kecewa dan marah tetapi sabar dan Tawaqal kepada Allah berserah diri pada apapun keputusan Allah dengan tetap dalam iman. sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu[QS [QS Al Baqarah : 208] Islam mengandung ajaran yang mencakup semua aspek hidup dan kehidupan manusia termasuk didalammnya ajaran yang berkaitan dengan kesehatan jasmani. bila ada ketidak sempurnaan dalam kondisinya klien akan merasa Ridho. sosial. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. “Dan katakanlah : “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain. Aspek penting dalam keperawatan Islam untuk dapat menghargai potensi klien untuk mencapai kebaikan dari dirinya sendiri. tetapi perawat juga dapat mengajak atau memberikan bimbingan kepada klien apabila keputusannya itu adalah tidak sesuai dengan Ajaran Islam maka Kemerdekaan menjadi orang yang beriman adalah menjadi sasaran asuhan keperawatan Islami. Pada akhirnya Outcome dari asuhan keperawatan Islam adalah untuk mencapai Ridho Allah “Mardhotillah” baik itu bagi klien maupun perawat sebagai sasaran akhir dari hidup manusia dimuka bumi ini.

lingkungan. merupakan suatu sistem sehingga banyak faktor-faktor yang berpengaruh untuk keberhasilan asuhan sehingga mempengaruhi tujuan akhir dari pemberian asuhan keperawatan Islam.. Kepuasan terhadap asuhan keperawatan dalam pandangan keperawatan islam adalah dimana fitrah manusia dapat disentuh oleh asuhan keperawaatan yang diberikan sehingga merefleksikan rasa Syukur. pengembangan tersebut secara komprehensif dan terintegrasi dan sistematis bersumber pada Alqur‟an dan Hadits yang merupakan warisan Rasulullah kepada ummatnya. sabar dan tawaqal terhadap pencapaian keberhasilan ikhtiar manusia. . Upaya-upaya mengembangkan asuhan keperawatan Islami secara terus menerus dan simultan menjadi tanggung jawab muslim sebagai manifestasi dari hamba Allah (pengabdi) dalam menegakkan agama Allah.oleh umat sebagai perwujudan ibadahnya kepada Allah SWT dan sesama umat manusia. keluarga. diantaranya melalui pelayanan/asuhan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. Asuhan keperawatan Islam adalah Integrasi nilai-nilai Islam yang bersumber pada Alqur‟an dan Hadits. sehat-kesehatan dan keperawatan. yang kemudian disebut sebagai Paradigma Keperawatan Islam. Dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan Islam selain perawat melaksanakan profesi keperawqatan yang merupakan manifestasi dari Ibadahnya maka asuhan perawtan Islam mempunyai nilai spiritual yang sangat tinggi karena merupakan sarana da‟wah amar ma‟ruf nahi munkar. ridho. Keperawatan sebagai bentuk layanan yang ditujukan bagi klien (individu. Asuhan keperawaatan Islam dalam tataran nilai-nilai ini perlu dikembangkan pada konsepkonsep yang dapat menjadi acuan operasional perawat muslim sehingga semakin cepat dan semakin banyak kaum muslimin akan mendapatkan pelayanan sesuai dengan keyakinan dan keimanannya yang pula merupakan fitrah manusia. kelompok atau masyarakat) dilandasi oleh suatu keyakinan yang dibangun berdasarkan pandangannya yang kokoh yakni paradigma keperawatan meliputi manusia-kemanusiaan. Apabila klien dan perawat sudah bisa merasakan itu maka akan dicapai tujuan hidup didunia ini adalah Mardhatillah.

kadang hanya sebatas imitasi saja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul berdasarkan instrumen kuesioner pada perawat pelaksana. bahkan kadang. alat-alat yang terpasang.PERSEPSI PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INTISARI Klien yang mengalami kondisi kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) umumnya mengalami perasaan cemas dan takut terhadap kondisi kesehatannya. Pada fase ini klien harus mendapat perawatan secara menyeluruh mencakup unsur. evaluasi dengan nilai 68. sosio dan spiritual. yang terdiri dari lima sub variable yaitu. psiko. Standar sehat yang disampaikan oleh WHO tersebut . pengkajian dengan nilai 78. Perubahan – perubahan yang dirasakan dapat mempengaruhi tidak hanya fisik tapi juga mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul.47% (kategori baik). seperti yang menjadi standar WHO ( 1984 ) yang dikatakan sehat tidak hanya fisik tetapi juga mental. Perubahan yang terjadi tadi dapat membuat rasa bingung karena muncul rasa tidak pasti antara moral. penetapan diagnosa dengan nilai 45. secara umum masuk dalam kategori cukup. Padahal bangsa Indonesia yang mempunyai / menjunjung tinggi adat ketimuran sangat memperhatikan hubungan social ini. bahkan terhadap kemungkinan cacat atau kematian. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif dan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Perawat memiliki tanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. antara lain : pola hidup social religious menjadi materialistis dan sekuler.36% (kategori cukup).nilai – nilai dan etika bahkan juga hokum. Dengan demikian kita patut waspada dari kehilangan identitas diri tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul.75% (kategori cukup). tindakan-tindakan keperawatan. TREND / ISU DIMENSI SPRITUAL DALAM ASUHAN KEPERAWATAN JIWA Kecepatan informasi dan mobilitas manusia di era modernisasi saat ini begitu tinggi sehingga terjadi hubungan social dan budaya. Menurut Dadang Hawari ( 1996 ) hal – hal tersebut dapat menyebabkan perubahan psikososial. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. 38% (kategori cukup). Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling.social dan spiritual. pelaksanaan dengan nilai 75. Nilai agama dan tradisional diera modern menjadi serba boleh dan seterusnya. sebanyak 12 perawat pelaksana. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa persepsi perawat tentang pelaksanaan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan spiritual pada klien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. perencanaan dengan nilai 67. secara keseluruhan dalam kategori cukup. Pemenuhan kebutuhan spiritual pada fase ini sangat diperlukan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi klien. Hubungan social antar manusia dirasakan menurun akhir – akhir ini. bio.83% (kategori kurang baik). norma.

meliputi kebutuhan akan arti dan tujuan. saling memaafkan. dan terpisah dari tubuh saat manusia meniggal. karena perawat mempunyai kesempatan kontak dengan klien selama 24 jam sehari.Ns) . Karl Jung telah menyimpulkan dari analisanya bahwa mereka yang menderita penyakit mental mengalami suatu kekosongan rohani. sehingga individu akan puas jika kebutuhan spritualnya terpenuhi. Terapinya terletak pada siraman keimanan yang kuat. Olehnya itu dalam tulisan ini kami bermaksud mebahas tentang dimensi spiritual. Hal tersebut sesuai dengan pengertian spirit dalam kamus bahasa Indonesia ( Dep Dik Bud 1990 ) yang berarti jiwa. individu tersebut tidak terpenuhi kebutuhannya secara menyeluruh. Spritual oleh Taylor. dicintai. 1467 ) : spirit berasal dari bahasa latin yaitu spirare.Kep. Menurut Fish dan Shelly. ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta. konsep dalam memberikan asuhan keperawatan spiritual dan proses keperawatan dalam dimensi spiritual. ( Amir Syam. Spirare berarti hembus atau nafas. ilmuwan penemu atom. sukma atau roh sedangkan spiritual berarti kejiwaan. rohani. Merujuk dari pentingnya pengetahuan dan agama tersebut untuk jiwa yang sehat banyak penelitian dilakukan di antaranya sebuah penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya. sebagai jiwa. cinta dan saling berhubungan.dapat menjadi peluang besar bagi perawat untuk berbuat banyak. Sebaliknya jika tidak terpenuhi. Spiritual digambarkan sebagai bagian dari sesuatu yang datang untuk diketahui. tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh. Spirit ini merupakan bagian yang sangat prinsip dalam hidup manusia.S. dkk. Ia berada dalam jasmani manusia. Dari semua pengertian diatas spiritual merupakan kebutuhan dari setiap individu. mental atau moral. Dimensi spritual dalam kesehatan Pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama tidak lagi bersifat dikotomis melainkan antara keduanya sudah terintegrasi ( saling menunjang ). Pengertian Dimensi Spritual Spritual menurut New Webster‟s Dictionary ( 1981. dengan kata lain hubungan tanpa batas. Seperti yang dikatakan oleh Albert Einstein.1997 ) kebutuhan spiritual membawahi semua tradisi agama dan bersifat biasa pada semua orang. 1978 ( dari Taylor. 1997 adalah segala sesuatu yang digunakan manusia untuk berhubungan dengan sesuatu yang bukan bersifat materi yang memberi kekuatan kehidupan dan kekuatan yang lebih besar. dan pelayanan kepada Tuhan. hal. dimensi spiritual dalam kesehatan. dan pengalaman yang mempunyai kekuatan yang menyeluruh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful