P. 1
Rangkaian Seri Paralel (Kombinasi)

Rangkaian Seri Paralel (Kombinasi)

|Views: 1,781|Likes:
Published by Arlita Kusuma Dewi

More info:

Published by: Arlita Kusuma Dewi on Jun 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Rangkaian seri paralel

Apa itu rangakain seri-paralel? Perhatikan rangkaian seri sederhana berikut, masing-masing komponen terhubung ujung ke ujung membentuk jalur tunggal bagi aliran elektron.

Untuk rangkaian paralel, semua komponennya terhubung diantra dua titik yang sama hingga membentuk beberapa jalur/percabangan untuk aliran elektron yang bergerak dari kutub positif menuju negatif dari baterai.

Dari kedua macam rangakaian dasar ini, kita dapat menentukan beberapa aturan hubungan antara tegangan, arus, dan resistansi. Untuk rangkaian seri:

  

Total tegangan adalah adalah jumlah masing-masing tegangan jatuh (drop) Arus yang mengalir pada semua komponen adalah sama Resistansi total adalah jumlah dari masing-masing resistansi

Untuk rangkaian paralel:

  

Tegangan pada semua komponen adalah sama. Total arus adalah jumlah arus masing-masing cabang. Resistansi total lebih kecil dari pada nilai resistansi masing-masing komponen yang disusun paralel

Namun, apabila komponen rangkaian terhubung seri pada suatu bagian dan terhubung paralel pada bagian lainnya, kita tidak bisa menggunakan masing-masing aturan yang telah disebutkan di atas. Namun, kita harus mengidentifikasi bagian

Teknik Analisa Tujuan analisa rangkaian resistor seri-paralel adalah dapat menentukan tegangan. kita tidak bisa memakai aturan tegangan. rangkaian tersebut adalah rangkaian seri. arus. Rangkaian ini bukanlah rangkaian seri atupun rangkaian paralel. dan mendapatkan drop tegangan pada masing-masing resistor. Langkah 2 : Gambar ulang rangkaian tersebut. tidak semudah itu. kemudian menyatu. mana yang paralel dan mana yang seri. arus. Ada lebih dari satu jalur untuk dialiri arus (bukan seri). lalu kita dapatkan arus totalnya. . Andai saja. rangkaian ini tersusun dari rangkaian seri dan paralel. Hukum Ohm juga membantu dalam analisa ini. dan resistansi untuk memulai analisa. Begitu pula apabila rangkaian tersebut adalah rangkaian paralel. lalu kembali pada langkah terakhir dalam proses reduksi resistor (pada langkah 3). Pada dasarnya. anda harus meneruskan langkah demi langkah hingga anda berhasil mendapatkan rangkaian yang asli (kembali ke rangkaian yang awal) dengan menggunakan nilai tegangan dan arus yang cocok.R2. gantikan masing-masing resistor yang terhubung seri ataupun paralel pada langkah 1. Tetapi. total tegangan/arus yang telah didapatkan dari langkah 5. gunakan hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai yang belum diketahui (tegangan dan arus) menggunakan rumus E = IR atau I = E/R). lalu menyatu kembali dan masuk ke terminal negatif baterai. Arus (arah konvensional) mengalir dari kutub positif baterai kemudian terpecah dan bercabang melewati R 1dan R2. kemudian gunakan aturan seri dan paralel sesuai pada masingmasing bagian. Langkah 3 : Ulangi langkah 1 dan 2 hingga resistor menyusut sampai menyisakan satu resistor tunggal dengan nilai ekivalennya. Karena rangkaian tersebut merupakan kombinasi seri dan paralel. Langkah 4 : Hitung arus total menggunakan hukum Ohm (arus total = sumber tegangan / resistansi penggantinya yang di dapat pada langkah 3) Langkah 5 : Dapatkan tegangan dan arus total. Langkah 7 : Ulangi langkah 5 dan 6 hingga semua nilai tegangan dan arus diketahui pada semua komponen pada rangkaian yang asli. gantikan dengan resistor tunggal (resistansi penggantinya). tetapi juga ada lebih dari dua titik yang digunakan bersama oleh komponen pada rangkaian itu (bila anda perhatikan ada tiga titik/node) sehingga juga bukan rangkaian paralel. Namun. Langkah 6 : dari resistansi. dan R4 untuk mendapatkan resistansi totalnya. dan masukkan nilai-nilai ini dengan tepat. Cara umum untuk menganalisa rangkaian ini adalah: Langkah 1 : Tentukan mana resistor yang tersusun seri dan mana yang tersusun paralel. Kita harus menganalisanya bagian per bagian. kita tinggal menjumlahkan R 1. kita bisa memperoleh nilai arus pada masing-masing cabang. lalu sederhanakan dengan cara mencari resistansi penggantinya. dan disipasi daya pada masingmasing resistor. Perhatikan contoh rangkaian berikut ini.rangkaian mana yang seri dan bagian mana yang paralel. serta menggunakan aturan-aturan yang sesuai. menjumlahkannya untuk mendapatkan arus totalnya. untuk menganalisa rangkaian di atas. R3. lalu terpecah dan bercabang lagi melewati R 3 dan R4.

kita menggambar ulang rangkaian dengan sebuah resistansi tunggal. begitu pula R3 dan R4. Pertama. Sepertinya. R1 dan R2 dihubungkan dalam susunan paralel sederhana. RP2 = R3 || R4 = (350 Ω) (200 Ω) / (350 Ω + 200 Ω) = 127. anda akan terbiasa menggunakannya. dan RP2 menggantikan R3 dan R4. RT.Langkah 8 : Hitung disipasi daya (bila ditanyakan) dari tegangan. Jadi. RT = RP1 + RP2 = 71. Sekarang. sekarang rangkaian telah direduksi menjadi rangkaian seri sederhana.27 Ω = 198.429 Ω Tanda R1 || R2 berarti R1 tersusun paralel dengan R2.429 Ω + 127. Maka langkah reduksi selanjutnya adalah menjumlahkan RP1 dan RP2 (karena terhubung seri) untuk mendapatkan resistansi totalnya. langkah-langkah di atas terlalu memaksa. dan/atau nilai resistansi.70 Ω.27 Ω Nilai RP1 menggantikan R1 dan R2. tetapi setelah anda melihat contoh berikut ini. dari contoh rangkaian di atas. arus. Jadi kita hitung resistansi penggantinya masing-masing RP1 = R1 || R2 = (100 Ω) (250 Ω) / (100 Ω + 250 Ω) = 71. yaitu R T .

maka arus total yang mengaliri rangkaian dapat dihitung menggunakan hukum Ohm Itotal = E/RT= 24 V / 198. Sekarang kita mulai melakukan proses mundur untuk menggambar ulang rangkaian ke bentuk awalnya.70 Ω = 120.Perhatikan pada gambar. Karena terhubung seri. Tanda || berarti disusun paralel. maka kita dapat menghitung drop tegangan pada resistor ekivalen R 1 || R2 (atau RP1) dan R3 || R4 (atau RP2).RT.78 mA seperti ditunjukkan pada gambar. Maka arus totalnya adalah 120. Rangkaian tahap selanjutnya adalah rangkaian dimana R1 || R2 dan R3 || R4 yang dirangkai seri. dilambangkan dengan R1 ||R2 – .78 mA. dengan menggunakan hukum Ohm (V=IR) . Setelah resistansi totalnya diperoleh. sedangkan – .R3||R4.berarti disusun seri. Setelah mendapatkan arus. resistansi total. maka arus yyang mengalir pada R1 || R2 sama dengan arus yang mengalir pada R3 || R4.

863 mA Setelah kita mendapatkan semua nilai arus dan tegangan pada rangkaian yang asli.373 V / 350 Ω = 43.373 V Karena kita tahu bahwa R1||R2 (atauRP1) dan R3||R4 (atau RP2) adalah resistor ekivalen yang disusun paralel.VRP2 = Itotal × RP2 = 120.922 mA IR4 = VR4 / R4 = 15. Maka arus yang mengalir pada masing-masing resistor dapat dihitung dengan menggunakan hukum Ohm. .275 mA IR2 = VR2 / R2 = 8.373 V / 200 Ω = 76.6275 V / 250 Ω = 34.78 mA × 71.6275 V VRP1 = Itotal × RP1 = 120. maka nilai-nilai nya ditunjukkan pada gambar berikut ini.6275 V / 100 Ω = 86.27 Ω = 15. sehingga nilai tegangan resistor-resistor individualnya dapat ditentukan VR1 = VR2 = VRP1 = 8.429 Ω = 8. atau dengan kata lain kita kembali ke bentuk rangkaian yang asli.373 V Setelah nilai tegangan pada masing-masing resistor telah didapatkan.510 mA IR3 = VR3 / R3 = 15.78 mA × 127. yaitu I = V/R IR1 = VR1 / R1 = 8.6275 V dan VR3 = VR4 = VRP2 = 15. maka drop tegangan pada rangkaian paralel adalah sama.

Contoh Untuk rangkaian gambar 7-13. titik tegangan adalah titik yang mempunyai tegangan terhadap ground. misal arus yang mengalir pada I R1 + IR2 haruslah sama dengan IR3 + IR4. sesuai dengan hukum arus Kirchhoff. hitunglah semua arus dan tegangan yang tertera pada rangkaian tersebut Solusi: Karena pada rangkaian di atas berisi tegangan titik. untuk memudahkan analisa. sehingga kita menggambar ulang rangkaian 7-13 menjadi rangkaian seperti pada gambar 7-14 Sekarang kita lihat rangkaian tersebut dapat disederhanakan yaitu dengan mengkombinasikan sumber tegangan (E = E 1 + E2) sehingga menjadi gambar 7-15 .Dari gambar tersebut dapat dicek kebenarannya.

4 A I2 = I1 × (R4)/(R2 + R3 + R4) = (0.Nilai resistansi totalnya adalah RT = R1 + [R4||(R2+R3)] = 10 + [(30) (10 + 50)/30 + (10 + 50)] = 30 Ω Sehingga arus totalnya adalah I1 = E/RT = 18 V / 30 Ω = 0.2 A Tegangan Vab adalah sama dengan tegangan pada resistor R 2.2 A) (10 Ω) = -2 V .6 A Pada node b. arus ini terbagi menjadi dua cabang. dengan menggunakan aturan pembagi tegangan I3 = I1 × (R2 + R3)/(R2 + R3 + R4) = (0.6) (30) / (30 + 10 + 50) = 0.6) (60) / (30 + 10 + 50) = 0. tetapi dengan polaritas yang negatif (karena potensial titik b lebih tinggi dari pada a) : Vab = – I2R2 = – (0.

itu di akibatkan arus yang dilalui sama besar pada masing masing elemen. Tetapi buat rangkaian paralel perlu mencarinya dengan menghubungkan satu hambatan dengan cara paralel. sesudah itu menghitung hambatan dari kombinasi rangkaian akhir yang kita dapat. Contoh lain dari rangkaian campuran yang bisa di hubungkan dengan rangkain paralel adalah di dalam kendaraan bermotor yang sebagian besar beban listrik semakin banyak di hubungkan dengan paralel. maka total rangkaian yang akan kita cari dengan persamaan hambatan pengganti pada rangkaian hambatan seri. Rangkaian yang disusun dengan cara seri terdiri dari satu atau lebih rangkaian yang di hubungkan ke catu daya melalui satu rangkaian elektronika. Gabungan kedua rangkaian ini di sebut dengan Rangkaian Campuran. Masing-masing dari rangkaian tersebut bisa di hubungkan atau di putuskan tanpa memengaruhi rangkaian yang lain. Agar bisa menghitung besarnya hambatan dalam rangkaian campuran kita perlu terlebih dulu menghitung besarnya hambatan dari tiap jenis rangkaian ( rangkaian seri dan paralel ). Rangkaian paralel merupakan type rangkaian yang mempunyai lebih dari satu bagian garis edar agar bisa mengalirkan arus listrik. umpamanya tipe rangkaian akhir yang di dapat adalah tipe rangkaian seri.Rangkaian campuran adalah kombinasi dari 2 rangkaian listrik yaitu rangkaian paralel dan rangkaian seri. Jadi di dalam rangkaian ini ada banyak beban listrik yang tersusun di dalam satu rangkaian. Misalnya adalah lampu yang kita pasang di tempat tinggal umumya sebagai rangkaian paralel. Dua buah elemen dalam rangkaian campuran yang di susun dengan cara seri cuma mempunyai satu titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan. Contoh yang kita dapat dari rangkaian diatas. Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang tersusun sejajar ( seri ). Dikarenakan semua rangkaian di susun dengan cara seri maka jaringan tersebut di sebut rangkaian seri. Rangkaian seri dan rangkaian paralel adalah 2 type rangkaian yang di pakai buat menghubungkan satu atau lebih komponen listrik menjadi satu rangkaian. Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang di susun dengan cara berderet ( paralel ). . Misalnya adalah baterai yang ada didalam senter biasanya di susun dengan cara seri.

Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang tersusun sejajar (seri). misalnya model rangkaian akhir yang di dapat adalah model rangkaian seri. Contoh yang kita dapat dari rangkaian di atas. Rangkaian yang disusun secara seri terdiri dari satu atau lebih rangkaian yang di hubungkan ke catu daya lewat suatu rangkaian elektronika. Rangkaian paralel merupakan jenis rangkaian yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar untuk dapat mengalirkan arus listrik. kemudian mencari hambatan dari gabungan rangkaian akhir yang kita dapat. Karena semua rangkaian di susun secara seri maka jaringan tersebut di sebut rangkaian seri. Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang di susun secara berderet (paralel). Penggabungan kedua rangkaian ini di sebut dengan rangkaian campuran. itu di akibatkan arus yang lewat sama besar pada masing masing elemen. sehingga total rangkaian yang akan kita cari dengan persamaan hambatan pengganti pada rangkaian hambatan seri. yaitu rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel. Dua buah elemen dalam rangkaian campuran yang di susun secara seri hanya memiliki sebuah titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan.Rangkaian campuran adalah gabungan dari 2 rangkaian listrik. . Sedangkan untuk rangkaian paralel harus mencarinya dengan menghubungan suatu hambatan secara paralel. Untuk dapat mencari besarnya hambatan dalam rangkaian campuran kita harus terlebih dahulu mencari besarnya hambatan tiap tiap model rangkaian ( rangkaian seri dan paralel ). Masing masing dari rangkaian tersebut dapat di hubungkan atau di putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain. Contohnya adalah baterai yang terdapat di dalam senter pada umumnya di susun secara seri. Contohnya adalah lampu yang kita pasang di rumah umumya merupakan rangkaian paralel. Rangkaian seri dan rangkaian paralel adalah 2 jenis rangkaian yang di gunakan untuk menghubungkan satu atau lebih komponen listrik menjadi satu kesatuan rangkaian. Contoh lain dari rangkaian campuran yang dapat di hubungkan dengan rangkain paralel adalah dalam kendaraan bermotor yang sebagian besar beban listrik lebih banyak di hubungkan secara paralel. Jadi di dalam rangkaian ini terdapat banyak beban listrik yang tersusun dalam satu rangkaian.

Misalnya seperti rangkaian di atas. sehingga hambatan total rangkaian dicari dengan persamaan hambatan pengganti rangkaian hambatan seri. selanjutnya mencari hambatan gabungan dari model rangkaian akhir yang didapat. Untuk lebih jelasnya tentang rangkaian listrik gabungan (seri-paralel) perhatikanlah ilustrasi berikut Untuk mencari besarnya hambatan pengganti rangkaian listrik gabungan seri .Rangkaian listrik campuran (seri-paralel) merupakan rangkaian listrik gabungan dari rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel. .paralel adalah dengan mencari besaranya hambatan tiap tiap model rangkaian (rangkaian seri dan rangkaian paralel). maka model rangkaian akhir yang didapat adalah model rangkaian seri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->