Rangkaian seri paralel

Apa itu rangakain seri-paralel? Perhatikan rangkaian seri sederhana berikut, masing-masing komponen terhubung ujung ke ujung membentuk jalur tunggal bagi aliran elektron.

Untuk rangkaian paralel, semua komponennya terhubung diantra dua titik yang sama hingga membentuk beberapa jalur/percabangan untuk aliran elektron yang bergerak dari kutub positif menuju negatif dari baterai.

Dari kedua macam rangakaian dasar ini, kita dapat menentukan beberapa aturan hubungan antara tegangan, arus, dan resistansi. Untuk rangkaian seri:

  

Total tegangan adalah adalah jumlah masing-masing tegangan jatuh (drop) Arus yang mengalir pada semua komponen adalah sama Resistansi total adalah jumlah dari masing-masing resistansi

Untuk rangkaian paralel:

  

Tegangan pada semua komponen adalah sama. Total arus adalah jumlah arus masing-masing cabang. Resistansi total lebih kecil dari pada nilai resistansi masing-masing komponen yang disusun paralel

Namun, apabila komponen rangkaian terhubung seri pada suatu bagian dan terhubung paralel pada bagian lainnya, kita tidak bisa menggunakan masing-masing aturan yang telah disebutkan di atas. Namun, kita harus mengidentifikasi bagian

Kita harus menganalisanya bagian per bagian. kemudian menyatu. tetapi juga ada lebih dari dua titik yang digunakan bersama oleh komponen pada rangkaian itu (bila anda perhatikan ada tiga titik/node) sehingga juga bukan rangkaian paralel. Karena rangkaian tersebut merupakan kombinasi seri dan paralel. tidak semudah itu.rangkaian mana yang seri dan bagian mana yang paralel. untuk menganalisa rangkaian di atas.R2. total tegangan/arus yang telah didapatkan dari langkah 5. Teknik Analisa Tujuan analisa rangkaian resistor seri-paralel adalah dapat menentukan tegangan. kita tinggal menjumlahkan R 1. Langkah 7 : Ulangi langkah 5 dan 6 hingga semua nilai tegangan dan arus diketahui pada semua komponen pada rangkaian yang asli. . lalu sederhanakan dengan cara mencari resistansi penggantinya. Rangkaian ini bukanlah rangkaian seri atupun rangkaian paralel. dan mendapatkan drop tegangan pada masing-masing resistor. lalu kita dapatkan arus totalnya. rangkaian tersebut adalah rangkaian seri. Begitu pula apabila rangkaian tersebut adalah rangkaian paralel. Langkah 6 : dari resistansi. Langkah 2 : Gambar ulang rangkaian tersebut. Namun. arus. serta menggunakan aturan-aturan yang sesuai. Langkah 4 : Hitung arus total menggunakan hukum Ohm (arus total = sumber tegangan / resistansi penggantinya yang di dapat pada langkah 3) Langkah 5 : Dapatkan tegangan dan arus total. dan resistansi untuk memulai analisa. rangkaian ini tersusun dari rangkaian seri dan paralel. Langkah 3 : Ulangi langkah 1 dan 2 hingga resistor menyusut sampai menyisakan satu resistor tunggal dengan nilai ekivalennya. lalu terpecah dan bercabang lagi melewati R 3 dan R4. gantikan masing-masing resistor yang terhubung seri ataupun paralel pada langkah 1. Andai saja. Pada dasarnya. dan masukkan nilai-nilai ini dengan tepat. anda harus meneruskan langkah demi langkah hingga anda berhasil mendapatkan rangkaian yang asli (kembali ke rangkaian yang awal) dengan menggunakan nilai tegangan dan arus yang cocok. menjumlahkannya untuk mendapatkan arus totalnya. kita bisa memperoleh nilai arus pada masing-masing cabang. R3. Hukum Ohm juga membantu dalam analisa ini. Ada lebih dari satu jalur untuk dialiri arus (bukan seri). arus. kemudian gunakan aturan seri dan paralel sesuai pada masingmasing bagian. kita tidak bisa memakai aturan tegangan. Arus (arah konvensional) mengalir dari kutub positif baterai kemudian terpecah dan bercabang melewati R 1dan R2. lalu menyatu kembali dan masuk ke terminal negatif baterai. dan disipasi daya pada masingmasing resistor. Cara umum untuk menganalisa rangkaian ini adalah: Langkah 1 : Tentukan mana resistor yang tersusun seri dan mana yang tersusun paralel. mana yang paralel dan mana yang seri. dan R4 untuk mendapatkan resistansi totalnya. gantikan dengan resistor tunggal (resistansi penggantinya). gunakan hukum Ohm untuk menghitung nilai-nilai yang belum diketahui (tegangan dan arus) menggunakan rumus E = IR atau I = E/R). lalu kembali pada langkah terakhir dalam proses reduksi resistor (pada langkah 3). Tetapi. Perhatikan contoh rangkaian berikut ini.

dan RP2 menggantikan R3 dan R4. Sepertinya. arus. dan/atau nilai resistansi.Langkah 8 : Hitung disipasi daya (bila ditanyakan) dari tegangan. Pertama. sekarang rangkaian telah direduksi menjadi rangkaian seri sederhana. Sekarang. kita menggambar ulang rangkaian dengan sebuah resistansi tunggal. tetapi setelah anda melihat contoh berikut ini. langkah-langkah di atas terlalu memaksa. begitu pula R3 dan R4. Maka langkah reduksi selanjutnya adalah menjumlahkan RP1 dan RP2 (karena terhubung seri) untuk mendapatkan resistansi totalnya. Jadi.429 Ω Tanda R1 || R2 berarti R1 tersusun paralel dengan R2.27 Ω Nilai RP1 menggantikan R1 dan R2. RP2 = R3 || R4 = (350 Ω) (200 Ω) / (350 Ω + 200 Ω) = 127.429 Ω + 127. RT. dari contoh rangkaian di atas. anda akan terbiasa menggunakannya.70 Ω.27 Ω = 198. yaitu R T . RT = RP1 + RP2 = 71. R1 dan R2 dihubungkan dalam susunan paralel sederhana. Jadi kita hitung resistansi penggantinya masing-masing RP1 = R1 || R2 = (100 Ω) (250 Ω) / (100 Ω + 250 Ω) = 71.

Tanda || berarti disusun paralel. dilambangkan dengan R1 ||R2 – . Setelah mendapatkan arus. Sekarang kita mulai melakukan proses mundur untuk menggambar ulang rangkaian ke bentuk awalnya. maka arus total yang mengaliri rangkaian dapat dihitung menggunakan hukum Ohm Itotal = E/RT= 24 V / 198.berarti disusun seri. maka kita dapat menghitung drop tegangan pada resistor ekivalen R 1 || R2 (atau RP1) dan R3 || R4 (atau RP2).R3||R4.RT.70 Ω = 120. resistansi total. maka arus yyang mengalir pada R1 || R2 sama dengan arus yang mengalir pada R3 || R4.78 mA seperti ditunjukkan pada gambar. Maka arus totalnya adalah 120.78 mA.Perhatikan pada gambar. Karena terhubung seri. sedangkan – . dengan menggunakan hukum Ohm (V=IR) . Rangkaian tahap selanjutnya adalah rangkaian dimana R1 || R2 dan R3 || R4 yang dirangkai seri. Setelah resistansi totalnya diperoleh.

78 mA × 127. yaitu I = V/R IR1 = VR1 / R1 = 8. Maka arus yang mengalir pada masing-masing resistor dapat dihitung dengan menggunakan hukum Ohm. maka nilai-nilai nya ditunjukkan pada gambar berikut ini.27 Ω = 15.373 V / 200 Ω = 76.VRP2 = Itotal × RP2 = 120. .275 mA IR2 = VR2 / R2 = 8.373 V Setelah nilai tegangan pada masing-masing resistor telah didapatkan. sehingga nilai tegangan resistor-resistor individualnya dapat ditentukan VR1 = VR2 = VRP1 = 8. atau dengan kata lain kita kembali ke bentuk rangkaian yang asli.6275 V / 100 Ω = 86.6275 V VRP1 = Itotal × RP1 = 120.863 mA Setelah kita mendapatkan semua nilai arus dan tegangan pada rangkaian yang asli.373 V / 350 Ω = 43. maka drop tegangan pada rangkaian paralel adalah sama.6275 V dan VR3 = VR4 = VRP2 = 15.373 V Karena kita tahu bahwa R1||R2 (atauRP1) dan R3||R4 (atau RP2) adalah resistor ekivalen yang disusun paralel.6275 V / 250 Ω = 34.510 mA IR3 = VR3 / R3 = 15.429 Ω = 8.78 mA × 71.922 mA IR4 = VR4 / R4 = 15.

sesuai dengan hukum arus Kirchhoff. Contoh Untuk rangkaian gambar 7-13. titik tegangan adalah titik yang mempunyai tegangan terhadap ground. hitunglah semua arus dan tegangan yang tertera pada rangkaian tersebut Solusi: Karena pada rangkaian di atas berisi tegangan titik. untuk memudahkan analisa. misal arus yang mengalir pada I R1 + IR2 haruslah sama dengan IR3 + IR4.Dari gambar tersebut dapat dicek kebenarannya. sehingga kita menggambar ulang rangkaian 7-13 menjadi rangkaian seperti pada gambar 7-14 Sekarang kita lihat rangkaian tersebut dapat disederhanakan yaitu dengan mengkombinasikan sumber tegangan (E = E 1 + E2) sehingga menjadi gambar 7-15 .

6) (30) / (30 + 10 + 50) = 0.4 A I2 = I1 × (R4)/(R2 + R3 + R4) = (0. tetapi dengan polaritas yang negatif (karena potensial titik b lebih tinggi dari pada a) : Vab = – I2R2 = – (0.2 A Tegangan Vab adalah sama dengan tegangan pada resistor R 2.6 A Pada node b. arus ini terbagi menjadi dua cabang.2 A) (10 Ω) = -2 V .Nilai resistansi totalnya adalah RT = R1 + [R4||(R2+R3)] = 10 + [(30) (10 + 50)/30 + (10 + 50)] = 30 Ω Sehingga arus totalnya adalah I1 = E/RT = 18 V / 30 Ω = 0. dengan menggunakan aturan pembagi tegangan I3 = I1 × (R2 + R3)/(R2 + R3 + R4) = (0.6) (60) / (30 + 10 + 50) = 0.

umpamanya tipe rangkaian akhir yang di dapat adalah tipe rangkaian seri. sesudah itu menghitung hambatan dari kombinasi rangkaian akhir yang kita dapat. Misalnya adalah lampu yang kita pasang di tempat tinggal umumya sebagai rangkaian paralel. . itu di akibatkan arus yang dilalui sama besar pada masing masing elemen. Rangkaian paralel merupakan type rangkaian yang mempunyai lebih dari satu bagian garis edar agar bisa mengalirkan arus listrik. Dua buah elemen dalam rangkaian campuran yang di susun dengan cara seri cuma mempunyai satu titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan. Dikarenakan semua rangkaian di susun dengan cara seri maka jaringan tersebut di sebut rangkaian seri. maka total rangkaian yang akan kita cari dengan persamaan hambatan pengganti pada rangkaian hambatan seri. Masing-masing dari rangkaian tersebut bisa di hubungkan atau di putuskan tanpa memengaruhi rangkaian yang lain. Rangkaian seri dan rangkaian paralel adalah 2 type rangkaian yang di pakai buat menghubungkan satu atau lebih komponen listrik menjadi satu rangkaian. Contoh yang kita dapat dari rangkaian diatas. Contoh lain dari rangkaian campuran yang bisa di hubungkan dengan rangkain paralel adalah di dalam kendaraan bermotor yang sebagian besar beban listrik semakin banyak di hubungkan dengan paralel. Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang di susun dengan cara berderet ( paralel ). Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang tersusun sejajar ( seri ). Tetapi buat rangkaian paralel perlu mencarinya dengan menghubungkan satu hambatan dengan cara paralel. Rangkaian yang disusun dengan cara seri terdiri dari satu atau lebih rangkaian yang di hubungkan ke catu daya melalui satu rangkaian elektronika.Rangkaian campuran adalah kombinasi dari 2 rangkaian listrik yaitu rangkaian paralel dan rangkaian seri. Gabungan kedua rangkaian ini di sebut dengan Rangkaian Campuran. Agar bisa menghitung besarnya hambatan dalam rangkaian campuran kita perlu terlebih dulu menghitung besarnya hambatan dari tiap jenis rangkaian ( rangkaian seri dan paralel ). Jadi di dalam rangkaian ini ada banyak beban listrik yang tersusun di dalam satu rangkaian. Misalnya adalah baterai yang ada didalam senter biasanya di susun dengan cara seri.

Contohnya adalah baterai yang terdapat di dalam senter pada umumnya di susun secara seri. kemudian mencari hambatan dari gabungan rangkaian akhir yang kita dapat. Contoh yang kita dapat dari rangkaian di atas. . Sedangkan untuk rangkaian paralel harus mencarinya dengan menghubungan suatu hambatan secara paralel.Rangkaian campuran adalah gabungan dari 2 rangkaian listrik. sehingga total rangkaian yang akan kita cari dengan persamaan hambatan pengganti pada rangkaian hambatan seri. Contohnya adalah lampu yang kita pasang di rumah umumya merupakan rangkaian paralel. Rangkaian paralel merupakan jenis rangkaian yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar untuk dapat mengalirkan arus listrik. Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang tersusun sejajar (seri). Jadi di dalam rangkaian ini terdapat banyak beban listrik yang tersusun dalam satu rangkaian. Untuk dapat mencari besarnya hambatan dalam rangkaian campuran kita harus terlebih dahulu mencari besarnya hambatan tiap tiap model rangkaian ( rangkaian seri dan paralel ). misalnya model rangkaian akhir yang di dapat adalah model rangkaian seri. Rangkaian yang disusun secara seri terdiri dari satu atau lebih rangkaian yang di hubungkan ke catu daya lewat suatu rangkaian elektronika. yaitu rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel. Karena semua rangkaian di susun secara seri maka jaringan tersebut di sebut rangkaian seri. Penggabungan kedua rangkaian ini di sebut dengan rangkaian campuran. Contoh lain dari rangkaian campuran yang dapat di hubungkan dengan rangkain paralel adalah dalam kendaraan bermotor yang sebagian besar beban listrik lebih banyak di hubungkan secara paralel. itu di akibatkan arus yang lewat sama besar pada masing masing elemen. Dua buah elemen dalam rangkaian campuran yang di susun secara seri hanya memiliki sebuah titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan. Rangkaian seri dan rangkaian paralel adalah 2 jenis rangkaian yang di gunakan untuk menghubungkan satu atau lebih komponen listrik menjadi satu kesatuan rangkaian. Masing masing dari rangkaian tersebut dapat di hubungkan atau di putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain. Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang di susun secara berderet (paralel).

selanjutnya mencari hambatan gabungan dari model rangkaian akhir yang didapat.Rangkaian listrik campuran (seri-paralel) merupakan rangkaian listrik gabungan dari rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel. . Untuk lebih jelasnya tentang rangkaian listrik gabungan (seri-paralel) perhatikanlah ilustrasi berikut Untuk mencari besarnya hambatan pengganti rangkaian listrik gabungan seri .paralel adalah dengan mencari besaranya hambatan tiap tiap model rangkaian (rangkaian seri dan rangkaian paralel). sehingga hambatan total rangkaian dicari dengan persamaan hambatan pengganti rangkaian hambatan seri. maka model rangkaian akhir yang didapat adalah model rangkaian seri. Misalnya seperti rangkaian di atas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful