P. 1
kode etik

kode etik

|Views: 10|Likes:
Published by Teatin Agy Cendiri

More info:

Published by: Teatin Agy Cendiri on Jun 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

eli.wordpress.

com/2010/11/28/kode-eKode Etik Profesi Keguruan ( Profesi Kependidikan )
Filed under: Pendidikan — Leave a comment November 28, 2010

1 Vote PENDAHULUAN Dalam percakapan sehari-hari sering terdengar istilah profesi atau professional. Ada kecenderungan dalam masyarakat untuk menuntut profesionalisme dalam bekerja. Walaupun istilah ini sering digunakan serampangan tanpa jelas konsepnya, namun hal tersebut menunjukkan refleksi dari adanya tuntutan yang makin besar dalam masyarakat akan proses dan hasil kerja yang bermutu, penuh tanggung jawab, bukan hanya sekedar asal dilaksanakan. Profesionalisme berkembang sesuai kemajuan dalam mayarakat modern. Masalah profesi kependidikan sampai sekarang masih banyak diperbincangkan baik dalam pendidikan maupun di luar pendidikan. Walaupun berbagai pandangan terhadap masalah ini telah banyak dikemukakan oleh pakar pendidikan, namun hal yang telah pasti, bahwa mayarakat merasakan perlunya suatu lembaga pendidikan guru yang khusus berfungsi mempersiapkan tenaga guru yang terdidik dan terlatih dengan baik. Implikasi dari gagasan tersebut adalah perlunya dikembangkan program pendidikan guru yang berkualifikasi professional serta dapat dilaksanakan secara efisien dalam kultural masyarakat Indonesia. Setiap profesi harus mempunyai kontrol yang ketat atas para anggotanya. Profesi tersebut ada dan diakui masyarakat karena para anggotanya mempunyai usaha untuk menghimpun diri dalam suatu wadah organisasi. Melalui organisasi tersebut, profesi dilindungi dari penyalahgunaan yang dapat membahayakan keutuhan dan kewibawaan profesi itu. Kode etikpun disusun dan disepakati oleh para anggotanya. Maka suatu organisasi profesi menyerupai suatu sistem yang senantiasa mempertahankan keadaan harmonis. Jadi dalam organisasi profesi, ada aturan yang jelas dan sanksi bagi pelanggar aturan. PEMBAHASAN A. Pengertian Profesi Dikalangan profesi yang ada, terdapat kesepakatan tentang pengertian profesi, yaitu suatu pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab dan kesetiaan terhadap profesi. Namun, ketika diselidiki secara mendalam apa dibalik batasan itu, terdapat

banyak perbedaan ditemukan. Menurut Yunita Maria YM, secara etimologis profesi berasal dari bahasa latin, yaitu “proffesio”. Ia menjelaskan bahwa proffesio mempunyai dua pengertian, yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Dalam arti luas menjadi “ kegiatan apa saja dan siapa saja untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan keahlian tertentu”. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti suatu kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut darinya pelaksanaan norma-norma yang baik. Good’s Dictionary of Education mendefinisikan profesi sebagai suatu pekerjaan yang meminta persiapan spesialisasi yang relative lama di perguruan tinggi dan dikuasai oleh kode etik yang khusus. Webster’s New World Dictionary mendefinisikan profesi adalah suatu pekerjaan yang meminta pendidikan tinggi dalam liberal art atau science dan biasanya meliputi pekerjaan mental, bukan pekerjaan manual. Menurut Dr.Sikun pribadi adalah : profesi itu pada hakikatnya adalah suatu pernyataan atau suatu perjanjian terbuka, bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan/ pekerjaan dalam arti biasa, karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu. Rumusan yang singkat ini mengandung sejumlah makna atau pengertian: 1. Hakikat profesi adalah suatu pernyataan/suatu janji yang terbuka. Pernyataan professional mengandung makna terbuka yang sungguh-sungguh, yang keluar dari lubuk hatinya. Pernyataan janji itu bukan hanya sekedar keluar dari mulutnya, tetapi merupakan ekspresi kepribadiannya dan tampak pada tingkah lakunya sehari-hari. 2. Profesi mengandung unsur pengabdian Profesi bukan bermaksud untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, tetapi untuk pengabdian pada masyarakat. Profesi harus berusaha menimbulkan kebaikan, keuntungan dan kesempurnaan serta kesejahteraan bagi masyarakat. Pengabdian diri berarti lebih mengutamakan kepentingan orang banyak. 3. Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan Suatau profesi dengan sendirinya menuntut keahlian, pengetahuan, dan keterampilan tertentu pula. Dari berbagai penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa profesi itu pada hakikatnya merupakan suatu pekerjaan tertentu yang menuntut persyaratan khusus dan istimewa sehingga meyakinkan dan memperoleh kepercayaan dari pihak yang memerlukannya. Bisa juga dikatakan bahwa profesi adalah sebuah sebutan yang di dapat seseorang setelah mengikuti pendidikan, pelatihan keterampilan dalam waktu yang cukup lama, sehingga orang tersebut punya kewenangan memberikan suatu keputusan mandiri berdasarkan kode etik tertentu yang harus di pertanggung jawabkan. Hal yang sangat diperlukan oleh suatu profesi adalah pengakuan masyarakat atas jasa yang diberikannya. Beberapa istilah yang berkaitan dengan profesi, menurut Sanusi et.al ( 1991:19) : 1. Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (experties) dari para anggotanya. Suatu profesi secara teori tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak dilatih/disiapkan untuk itu. 2. Professional menunjuk pada dua hal. Pertama, oarng yang menyandang suatu profesi, misalnya “ Dia seorang professional”. Kedua, penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya. Pengertian yang kedua ini biasa

melatih. menurut D. 5. disiplin diri dalam profesi serta kesejahteraan anggotanya. 5. sikap dan cara kerja. Profesi kependidikan Profesi ini dapat disebut sebagai profesi yang sedang tumbuh (emerging profession) yang tingkat kematangannya belum sampai pada yang telah dicapai oleh profesi-profesi yang sudah mapan (old profession). • Sistem Pendidikan dan tenaga Kependidikan yang belum terpadu. 2. jalur pendidikan formal.Richey (Arikunto. Memberikan kesempatan untuk kemajuan. mengarahkan. 3. 1990 : 235) mengemukakan ciri-ciri dan syarat profesi sebagai berikut : 1. Pasal 1. Ia berkembang dari tradisi pengobatan tradisional yang mencampuradukkan pseudo science dengan science. Profesionalisasi menunjukkan pada proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan anggota profesi dalam mencapai kriteria yang standar. Membutuhkan suatu kegiatan intelektual yang tinggi. Lebih mementingkan pelayanan kemanusiaan yang ideal dibandingkan dengan kepentingan pribadi. Memiliki kualifikasi tertentu untuk memasuki profesi tersebut serta mampu mengikuti perkembangan dalam pertumbuhan jabatan. Tidak mengherankan bila ada yang mengatakan keguruan sebagai suatu profesi dan ada yang menganggapnya bukan profesi. Profesi kependidikan di Indonesia memiliki banyak kelemahan-kelamahan. tingkah laku. Adanya organisasi yang dapat meningkatkan standar pelayanan. 8. Memandang profesi sebagai suatu karier hidup (alive career) dan menjadi seorang anggota yang permanen. berisi : Guru dan Dosen adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik.dikontraskan dengan “non professional” atau “amatir”. menilai dan mengevaluasi peserta pada pendidikan anak usia dini. 6. Profesionalitas mengacu kepada sikap para anggota terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki. pendidikan dasar dan pendidikan menegah. Seorang pekerja professional. spesialisasi dan kemandirian. Dilain pihak. 7. Profesi yang paling tua adalah kedokteran dan hukum. antara lain: • Masih rendahnya kualifikasi Pendidikan guru dan Tenaga Kependidikan. membimbing. yaitu: . 3. 4. Memiliki kode etik yang mengatur keanggotaan. Hukum berkembang dari kebutuhan masyarakat akan adanya rasa aman dan kepastian hukum bagi pelanggar aturan.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.Westby Gibson (1965) ciri-ciri yang melekat pada profesi. secara aktif memerlukan waktu yang panjang untuk mempelajari konsep serta prinsip pengetahuan khusus yang mendukung keahliannya. Profesionalisme menunjuk kepada komitmen para anggota profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan mengembangkan strategi yang digunakan sesuai dengan profesinya. 4. • Sistem imbalan dan penghargaan yang kurang memadai B. • Organisasi Profesi yang rapuh. mengajar. Ciri-ciri Profesi dan Syarat Profesi Robert W. Ada yang mengambil jalan tengah dengan menyebut mengajar sebagai “semi-profesional”. Profesi kependidikan diatur dalam UU No.

Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. tanggung jawab. Menurut Huole dalam Suyatno ( 2003 ). 5. 2. Mengikuti persiapan profesional dalam jangka waktu tertentu 3. Memiliki kode etik jabatan 4. Melibatkan kegiatan intelektual. Menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan yang serius dan intensif. Memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab masalah – masalah yang dihadapi 5. Memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan. Pengakuan oleh masyarakat terhadap layanan tertentu. 5. 4. Memiliki organisasi profesi. 2. 3. . ciri-ciri profesi itu meliputi: 1. Adanya militasi individual dan 9. Memiliki komitmen. 4. Sebagai konsekuensi dari layanan yang diberikan pada masyarakat. dedikasi terhadap jabatannya. Memiliki fungsi dan signifikasi sosial karena mengabdi pada masyarakat. Harus berdasarkan kompetensi individual bukan atas dasar KKN 3. 3. 1962 yaitu: 1. 3. Adanya persiapan yang sengaja dan sistematik. Komisi Kebijaksanaan Pendidikan NEA Amerika Serikat menyebut beberapa kriteria atau syarat bagi profesi keguruan: 1. Ada kerjasama dan kompetensi yang sehat antar sejawat. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi. Memiliki pemahaman bahwa jabatannya merupakan suatu karir 7. 6. ciri0ciri profesi guru yaitu: 1. Mempunyai bidang ilmu yang menjadi landasan. Di bidang pendidikan. Sedangkan ciri-ciri guru sebagai suatu profesi yang dikemukakan oleh Robert Richie. maka anggota profesi memperoleh imbalan financial. Ada kode etik yang menjadi pedoman perilaku anggotanya. 2. Memiliki landasan pengetahuan yang kuat. Memiliki komitmen bahwa dalam jabatan profesi mengharuskan untuk menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Memerlukan persiapan professional yang lama. Mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. Menentukan baku (standarnya) sendiri. Menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. 2. Memiliki prinsip-prinsip etik yang berupa kode etik 7. Menurut Supriadi. Memiliki sistem seleksi dan sertifikasi 4. kepedulian. 8. Didukung oleh suatu disiplin ilmu. Adanya kesadaran profesional yang tinggi 6. 5. 4. Menjadi anggota organisasi profesi 6.1. 2. Memiliki sistem sanksi profesi 8. 7. Mempunyai organisasi professional yang melindungi kepentingan anggotanya dan meningkatkan kualitas layanan masyarakat.

serta menjadi warga Negara yang demokratif dan bertanggung jawab. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. Adanya pengetahuan khusus. cakap. Memilki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. 3. inspirator. maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus. sehat. mengajar dan melatih. tetapi juga sebagai duatu tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan yang berkaitan dengan profesionalitasnya meliputi mendidik. kelangsungan hidup dan sebagainya.Dari ciri profesi di atas. keimanan. keamanan. ketakwaan dan akhlak mulia. 4. pada hakikatnya memperlihatkan persamaan yang besar dalam substansinya. yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan. informatory. Landasan Profesionalisme Guru Peran guru sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari upaya mencerdaskan kehidupan peserta didik. 14 Tahun 2005 BAB II Pasal 6. yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman. mediator.bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. f. Dalam UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bab 3 pasal 7 dinyatakan bahwa prinsip profesionalitas guru sebagai berikut: a. Guru memiliki banyak tugas baik di dalam maupundi luar sekolah. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. Konsekuensi logis dari tugas tersebut adalah guru harus mempunyai banyak peran diantaranya: sebagai korektor. berilmu. Memiliki jaminan perlindungan hokum dan melaksanakan tugas keprofesionalan. d. an i. Dengan demikian secara normative seperti diukur dalam UU No. fasilitator. Mengabdi pada kepentingan masyarakat. di mana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan. g. h. panggilan jiwa dan idealisme. supervisor dsb. b. e. pembimbing. 5. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas kerprofesionalan guru Dari rumusan di atas diharapkan bahwa landasan guru dalam pelaksanaannya di sekolah menjadi tenaga professional guna meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran yang selanjutnya meningkatkan mutu pendidikan nasional. minat. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai denga bidang tugas. walupun dalam kata yang berbeda. Memiliki penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. berakhlak mulia. Memiliki bakat. Kiranya dapat disimpulkan bahwa profesi memiliki ciri atau unsur sebagai berikut: 1. Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. bahwa kedudukan guru sebagai tenaga professional bertujuan untuk melaksanakan system pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan nasional. Tugas itu tidak hanya sebagai profesi. . kreatif. pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. mandiri. 2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. c. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.

Maka kode etikpun disusun dan disepakati oleh para anggotanya. Pengertian Kode Etik a. Guru bantu yang lulus ujian menjadi guru bantu. dan dianggap sebagai orang yang serba tahu. Guru bukan lulusan sekolah guru tetapi lulus ujian untuk menjadi guru. yakni: 1. Nasution ( 1987 ) secara jelas melukiskan pendidikan di Indonesia terutama dalam zaman kolonial Belanda. 5. diharapkan dalam jiwa seseorang terdapat watak dan keluhuran budi yang selalu menyinari para peserta didik. 4. Karena kebutuhan guru yang mendesak maka Pemerintah Hindia Belanda mengangkat lima macam guru. Dalam sejarah pendidikan guru di Indonesia. guru bukan lagi satu-satunya tempat bertanya masyarakat. baik memecahkan masalah pribadi ataupun sosial. 3. 2. Guru yang dimagangkan oleh guru senior ( calon guru ). Guru lulusan sekolah guru. Dari pengertian ini.8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. termasuk juga sejarah profesi keguruan. Walaupun jabatan guru tidak harus disebut sebagai jabatan profesional penuh.C. Pasal 28 UU ini menjelaskan bahwa ”PNS mempunyai kode etik sebagai pedoman sikap. serta menjadi panutan masyarakat luas. moral ataupun akhlak. Peranan guru saat itu tidak hanya mendidik anak di depan kelas. ada dan diakui masyarakat karena usaha dari para anggotanya untuk menghimpun diri dalam wadah organisasi. statusnya mulai membaik. Etik juga disepadankan dengan istilah adab. Menurut UU No. tempat bagi masyarakat untuk bertanya. profesi dilindungi dari kemungkinan penyalahgunaan yang dapat membahayakan keutuhan profesi itu. Pendidikan masyarakat mungkin lebih tinggi dari guru. IPTEK. . yang berarti menimbulkan kehalusan budi atau kesusilaan baik batin maupun lahir. Dalam bukunya Sejarah Pendidikan Indonesia. secara berangsur-angsur dilengkapi dan ditambah dengan guru-guru yang lulus dari sekolah guru ( Kweekschool ) yang pertama kali didirikan di Solo tahun 1852. Di Indonesia telah ada Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) yang mewadahi persatuan guru. dan juga mewakili perwakilan di DPR/MPR. jelas bahwa pada mulanya guru-guru di Indonesia diangkat dari orang-orang yang tidak berpendidikan khusus untuk memangku jabatan guru. Namun kewibawaan guru memudar seiring berkembangnya zaman. tetapi mendidik masyarakat. guru pernah mempunyai status yang sangat tinggi dalam masyarakat. yang berarti watak. dan kepedulian guru yang meningkat tentang imbalan atau balas jasa. Kode Etik Profesi Keguruan Salah satu ciri profesi adalah kontrol yang ketat atas para anggotanya. Sementara adab adalah keluhuran budi. D. menjadi tauladan bagi kolega atau sejawat. Melalui organisasi. Guru-guru pada mulanya diangkat dari orang-orang yang tidak dididik secara khusus menjadi guru. Di era teknologi sekarang. dan kewibawaan guru berkurang antara lain karena status guru dianggap kalah gengsi dari jabatan lainnya yang mempunyai pendapatan yang lebih baik. Etik berasal dari kata ethos. mempunyai wibawa yang sangat tinggi. Istilah etik (ethica) mengandung makna nilai-nilai yang mendasari perilaku manusia. Perkembangan Profesi Keguruan Kalau kita ikuti perkembangan profesi keguruan di Indonesia. Guru yang diangkat karena keadaan mendesak.

Tujuan dan Fungsi Kode Etik Maksud dari kode etik guru adalah norma yang mengatur hubungan kemanusiaan (relationship) antar guru dan lembaga pendidikan (sekolah). tingkah laku dan perbuatan maka sanksi terhadap pelanggaran kode etik adalah sanksi moral. Dengan adanya ini PNS mempunyai pedoman sikap. Dengan demikian penetapan kode etik tidak boleh dilakukan oleh orang secara perorangan. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi d. Guru Indonesia yang berjiwa pancasila dan setia pada UUD 1945. Untuk meningkatkan mutu profesi e. Oleh sebab itu. Untuk menjunjung tinggi profesi b. karena kode etik adalah landasan moral dan merupakan pedoman sikap. Maksud. Bagi yang melanggar akan mendapatkan celaan dari rekan-rekannya. Untuk menjaga dan memelihara keseahteraan bagi para anggotanya c. sedangkan sanksi yang dianggap terberat adalah sipelanggar dikeluarkan dari organisasi profesi. Hermawan S. Secara umum tujuan kode etik adalah sebagai berikut (R. dan guru dengan lingkungannya. 1979): a. yaitu ketentuan tentang apa yang tidak boleh diperbuat atau dilaksnakan oleh mereka dalam tugas dan pergaulan sehari-hari. Kode Etik Guru Indonesia Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pada umumnya. Dari uraian tersebut terlihat bahwa kode etik merupakan norma-norma yang berisi petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan profesinya dan larangan-larangan. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia . Diharapkan para guru tidak melakukan pelanggaran terhadap tugas dan kewajiban. Pada organisasi asosiasi professional biasanya terdapat suatu Dewan atau Majelis Kode Etik yang mempunyai tugas untuk bertindak sebagai penegaknya sehinga kode etik tersebut berlku secara efektif dengan kekuatan hukumnya. Penetapan Kode Etik dan Sanksi Pelanggaran Penetapan kode etik lazim dilakukan pada kongres organisasi profesi yang telah diatur dalam AD/ART. Diberlakukannya kode etik juga untuk menambah kewibawaan dan memelihara image citra profesi guru tetap baik. guru dan peserta didik. guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan berpedoman pada dasar-dasar berikut : 1. sesama guru. Dalam pidato pembukaan Kongres PGRI XIII. b. Basuni sebagai ketua umum PGRI menyatakan bahwa Kode Etik Guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru. tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergaulan hidup sehari-hari. melainkan harus dilakukan oleh oring-orang yang diutus untuk dan atas nama anggota profesi dari organisasi tersebut. Kode etik mengatur tentang apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.tingkah laku dan perbuatandi dalam dan di luar kedinasan”. bangsa dan Negara. serta kemanusiaan pada umumnya. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi Fungsi adanya kode etik adalah untuk menjaga kredibilitas dan nama baik guru dalam menyandang status pendidik. turut bertangung jawab atas terwujudnya cita-cita proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Bentuk organisasi para pengemban tugas keprofesian itu ternyata cukup bervariasi dipandang dari segi derajat keeratan dan keterikatan dengan/antar anggotanya. Singapore Teacher’s Union. 2. F. karena organisasi yang pada dasarnya dan lazimnya dapat terbentuk atas prakarsa dari para pengemban bidang pekerjaan. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI. • Menentukan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Australian Education Union. 3. Asosiasi (Association) yang terdapat di kebanyakan Negara. antara lain: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). 9. Bangladesh Teacher’s Federation. Tujuan Suatu Organisasi Profesi Demi berlangsungnya organisasi profesi ini. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Aliansi (Alliance). Kelahiran suatu organisasi tidak terlepas dari perkembangan jenis bidang pekerjaan yang bersangkutan. 5. 4. antara lain. Penerapan Kode Etik Dewasa Ini Perilaku guru profesional dalam perkembangan negara dewasa ini seharusnya. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meingkatkan mutu dan martabat profesinya. 2. anatara lain: Alliance of Concered Teachers Philipina. maka dalam organisasi profesi memiliki . Federation of Elementary Education Teachers’ Association of Thailand. Japan Teacher’s Union. National Union of the Teaching Profession Malaysia. Federasi (Federation). sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. 4. Dalam bidang pendidikan. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional. Guru memelihara hubungan seprofesi. kesetiakawanan social. semangat kekeluargaan. organisasi asosiasi profesi keguruan menyerupai suatu sistem yang senantiasa mempertahankan keadaan yang harmonis. Beberapa Organisasi Profesi Sebagai suatu organisasi. dapat ditemukan berbagai bentuk keorganisasian. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. 1. Persatuan (Union). antara lain: All India Federation of Teachers Organisations. 7. 6. Ia akan menolak keluar komponen sistem yang tidak mengikuti arus atau meluruskannya. baik yang bersifat umum maupun khusus • Menjabarkan materi pembelajaran atas sejumlah unit pembelajaran yang dirangkaikan • Memberi pelajaran secara klasikal sesuai dengan unit pelajaran yang sedang dipelajari • Memberikan pertolongan khusus kepada siswa yang belum mencapai tingkat penguasaan yang ditentukan. 3. 8. E.

perilaku. ♣ Meningkatkan pengabdian anggota profesi. Misi politis/ideology b. Jabatan guru belum dapat memenuhi secara maksimal persyaratan itu. KESIMPULAN Jabatan guru merupakan jabatan profesional. mementingkan layanan. ♣ Meningkatkan mutu organisasi profesi. misalnya dalam merencanakan dan melakukan program penataran guru serta program peningkatan mutu lainnya. Misi kesejahtreaan Dalam kaitan pengembangan professional guru. . PGRI didirikan di Surakarta pada tanggal 25 November 1945. Salah satu tujuan PGRI adalah mempertinggi kesadaran. Jenis-Jenis Organisasi Keguruan Disamping PGRI sebagai satu-satunya organisasi guru yang diakui pemerintah sampai saat ini. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual.beberapa tujuan. Himpunan Sarjana Pendidikan Indonesia (HSPBI). yakni: a. PGRI sampai saat ini masih mengandalkan pihak pemerintah. Empat misi utama PGRI. ♣ Mejaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. oleh kebijaksanaan pemerintah. mempunyai batang tubuh ilmu yang khsusus. pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. yakni organisasi profesi. ada organisasi guru yang disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sejenis yang didirikan atas anjuran pejabat-pejabat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. selain juga. Organisasi Profesional Keguruan Jabatan profesi harus mempunyai wadah untuk menyatukan gerak langkah dan mengendalikan keseluruhan profesi. memerlukan persiapan yang lama untuk memangkunya. dll. wadah ini telah ada yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. yang saat ini mempunyai divisi-divisi antara lain: Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Bagi guru di Indonesia. yaitu Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI). yaitu: ♣ Untuk menjunjung tinggi martabat profesi. Misi persatuan organisatoris c. ♣ Meningkatkan mutu profesi. sikap. mutu dan kegiatan profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan mereka. Misi profesi d. dan komitmen dari guru sendiri dan organisasi yang berhubungan dengan itu. Selain itu ada lagi organisasi professional resmi dibidang pendidikan. menentukan buku perilakunya. merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen. Usaha untuk itu sangat tergantung kepada niat. Himpunan sarjana Administrasi Pendidikan Indonesia (HISAPIN). mempunyai organisasi profesional. Organisasi ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisasi dari guru dalam kelompoknya masing-masing. dan mempunyai kode etik yang ditaati anggotanya. namun perkembangannya di tanah air menunjukkan arah untuk terpenuhinya persyaratan tersebut.

2008. Melatih menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Cetakan II. membimbing. Oemar. Malang: UIN-Malang Press (Anggota IKAPI). Jakarta: Bumi Aksara. Guru Indonesia memiliki kehandalan yang tinggi sebagai sumber daya utama untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tik-profesi-keguruan-profesi-kependidikan/ Kode Etik Guru di Indonesia PEMBUKAAN Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa guru Indonesia menyadari bahwa jabatan guru adalah suatu profesi yang terhormat dan mulia. 2009. Profesi Keguruan. mengajar. adil. Cetakan IV. Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rineka Cipta. 2009.Alfabeta. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan kompetensi. Guru Indonesia selalu tampil secara profesional dengan tugas utama mendidik. Cetakan V. dan pendidikan menengah. Pengembangan Profesi Guru. bertakwa dan berakhlak mulia serta mengusai ilmu pengetahuan. Mujtahid. mengarahkan. . Bandung: CV. Guru mengabdikan diri dan berbakti untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia indonesia yang bermain. teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju. Saud. dan beradap.DAFTAR PUSTAKA Hamalik. Udin Syaepudin. pendidikan dasar. 2009.makmur. Soetjipto dan Raflis Kosasi.

tujuan. Sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik.membimbing. Kondisi seperti itu bisa mengisyaratkan bahwa guru dan profesinya merupakan komponen kehidupan yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini sepanjang zaman. sehat. berilmu. kompetetif dan produktif sebagai aset nasional dalam menghadapi persaingan yang makin ketat dan berat sekarang dan dimasa datang. Hanya melalui bimbingan guru yang profesional. anggota maasyarakat dan warga negara. Untuk itu. kreatif. Guru indonesia bertanggung jawab mengatarkan siswanya untuk mencapai kedewasaan sebagai calon pemimpin bangsa pada semua bidang kehidupan. Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip tersebut guru indonesia ketika menjalankan tugas-tugas profesional sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi. (2) Pedoman sikap dan perilaku sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah nilai-nilai moral yang membedakan perilaku guru yang baik dan buruk. Peranan guru semakin penting dalam era global. agar bangsa dan negara dapat tumbuh sejajar dengan bangsa lain di negara maju. yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama menunaikan tugas-tugas profesionalnya untuk mendidik. Guru indonesia adalah insan yang layak ditiru dalam kehidupan bermasyarakat. menilai. baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. Hanya dengan tugas pelaksanaan tugas guru secara profesional hal itu dapat diwujudkan eksitensi bangsa dan negara yang bermakna. tut wuri handayani”. serta sikap pergaulan sehari-hari di dalam dan luar sekolah. berbangsa dan bernegara. mengarahkan. cakap. Bagian Satu Pengertian. . mengajar. pihak-pihak yang berkepentingan selayaknya tidak mengabaikan peranan guru dan profesinya. setiap siswa dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. terhormat dan dihormati dalam pergaulan antar bangsa-bangsa di dunia ini. Dalam melaksanakan tugas profesinya guru indonesia menyadari sepenuhnya bahwa perlu ditetapkan Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku yang mengejewantah dalam bentuk nilai-nilai moral dan etika dalam jabatan guru sebagai pendidik putera-puteri bangsa. melatih. ing madya mangun karso.berakhlak mulia. mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. dan mengevaluasi peserta didik. dan Fungsi Pasal 1 (1) Kode Etik Guru Indonesia adalah norma dan asas yang disepakati dan diterima oleh guru-guru Indonesia. khususnya oleh peserta didik yang dalam melaksanakan tugas berpegang teguh pada prinsip “ing ngarso sung tulodho.

etika dan kemanusiaan. penerimaan. (2) Pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dapat dilaksanakan secara perorangan atau kelompok sebelumnya melaksanakan tugas. mulia. dan kesediaan untuk mematuhi nilai-nilai moral yang termuat di dalam Kode Etik Guru Indonesia sebagai pedoman bersikap dan berperilaku. (2) Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai seperangkat prinsip dan norma moral yang melandasi pelaksanaan tugas dan layanan profesional guru dalam hubungannya dengan peserta didik. baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Bagian Tiga Nilai-nilai Dasar dan Nilai-nilai Operasional Pasal 5 Kode Etik Guru Indonesia bersumber dari : (1) Nilai-nilai agama dan Pancasila . pendidikan.Pasal 2 (1) Kode Etik Guru Indonesia merupakan pedoman sikap dan perilaku bertujuan menempatkan guru sebagai profesi terhormat. dan pemerintah sesuai dengan nilai-nilai agama. penghormatan. orangtua/wali siswa. (2) Sumpah/janji guru Indonesia diucapkan di hadapan pengurus organisasi profesi guru dan pejabat yang berwenang di wilayah kerja masing-masing. dan bermartabat yang dilindungi undang-undang. sekolah dan rekan seprofesi. organisasi profesi. Pasal 4 (1) Naskah sumpah/janji guru Indonesia dilampirkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Kode Etik Guru Indonesia. sosial. (3) Setiap pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dihadiri oleh penyelenggara satuan pendidikan. Bagian Dua Sumpah/Janji Guru Indonesia Pasal 3 (1) Setiap guru mengucapkan sumpah/janji guru Indonesia sebagai wujud pemahaman.

membimbing. (3) Nilai-nilai jati diri. Guru bertindak dan memandang semua tindakan peserta didiknya secara adil. mengarahkan. . dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. Guru menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan. Guru berperilaku taat asas kepada hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hakhak peserta didiknya. mengajar. Guru berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tuga didik. dan tidak sekali-kali merendahkan martabat peserta didiknya. warga sekolah. intelektual. memelihara.(2) Nilai-nilai kompetensi pedagogik. Guru menjunjung tinggi harga diri. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan. g. dan anggota masyarakat c. termasuk kemampuannya untuk berkarya. menghayati dan mengamalkan hakhak dan kewajiban sebagai individu. emosional. Guru mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual dan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran. kompetensi kepribadian. dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik. integritas. harkat dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.melatih. i. dan kompetensi profesional. h. j.menilai. Pasal 6 (1) Hubungan Guru dengan Peserta Didik: a. b. Guru menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan. d. k. sosial. Guru membimbing peserta didik untuk memahami. e. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya. dan spiritual. f. kompetensi sosial.

Guru membuat usaha-usaha yang rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat proses belajar. Guru tidak boleh melakukan hubungan dan tindakan profesional dengan orangtua/wali siswa untuk memperoleh keuntungna-keuntungan pribadi.l. . (3) Hubungan Guru dengan Masyarakat : 1. Guru berusaha membina hubungan kerjasama yang efektif dan efisien dengan Orangtua/Wali siswa dalam melaksannakan proses pedidikan. dan keamanan. n. Guru merahasiakan informasi setiap peserta didik kepada orang lain yang bukan orangtua/walinya. Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis. 2. 5. o. 6. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesional dengan peserta didiknya untuk memperoleh keuntungan-keuntungan pribadi. p. 3. Guru terpanggil hati nurani dan moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya. m. 2. Guru menjunjunng tinggi hak orangtua/wali siswa untuk berkonsultasin dengannya berkaitan dengan kesejahteraan kemajuan. efektif dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan. kesehatan. Guru memotivasi orangtua/wali siswa untuk beradaptasi dan berpatisipasi dalam memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Guru berkomunikasi secara baik dengan orangtua/wali siswa mengenai kondisi dan kemajuan peserta didik dan proses kependidikan pada umumnya. dan agama. (2) Hubungan Guru dengan Orangtua/wali Siswa : 1. 4. Guru mengakomodasikan aspirasi masyarakat dalam mengembnagkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran. dan kemanusiaan. hukum. Guru berkerjasama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabat profesinya. Guru tidak boleh menggunakan hubungan dan tindakan profesionallnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang melanggar norma sosial. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi serta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan pendidikan. menimbulkan gangguan kesehatan. Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat 4. 7. 3. moral. kebudayaan. dan cita-cita anak atau anak-anak akan pendidikan. Guru mrmberikan informasi kepada Orangtua/wali secara jujur dan objektif mengenai perkembangan peserta didik.

7. Guru tidak boleh menciptakan kondisi atau bertindak yang langsung atau tidak langsung akan memunculkan konflik dengan sejawat. 9. 8. Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya 6. Guru saling membimbing antarsesama rekan sejawat 7. menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Guru tidak boleh mengoreksi tindakan-tindakan profesional sejawatnya atas dasar pendapat siswa atau masyarakat yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarnya. Guru tidak boleh membuka rahasia pribadi sejawat kecuali untuk pertimbanganpertimbangan yang dapat dilegalkan secara hukum. 3. 5. Guru tidak boleh menampilkan diri secara ekslusif dalam kehidupam masyarakat. kemanusiaan. 14. dan kemanusiaan dalam setiap tindakan profesional dengan sejawat. moral. 12. Guru memelihara dan eningkatkan kinerja. prestasi. dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat. 6. dan martabat profesionalnya. Guru memberikan pandangan profesional. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat pribadi dan profesional sejawatnya 15. 8. Guru tidak boleh mengeluarkan pernyataan-pernyaan keliru berkaitan dengan kualifikasi dan kompetensi sejawat atau calon sejawat. Guru memotivasi diri dan rekan sejawat secara aktif dan kreatif dalam melaksanakan proses pendidikan. 13. 4. Guru menghormati rekan sejawat. 16. hukum. Guru tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat. Guru membasiskan diri pada nilai-nilai agama. Guru memliki beban moral untuk bersama-sama dengan sejawat meningkatkan keefektifan pribadi sebagai guru dalam menjalankan tugas-tugas profesional pendidikan dan pembelajaran. Guru menciptakan melaksanakan proses yang kondusif. (5) Hubungan Guru dengan Profesi : . Guru mengoreksi tindakan-tindakan sejawat yang menyimpang dari kaidahkaidah agama. 17. (4) Hubungan Guru dengan seklolah 1. Guru menciptakan suasana kekeluargaan di dalam dan luar sekolah. moral. Guru menjunung tinggi martabat profesionalisme dan hubungan kesejawatan dengan standar dan kearifan profesional. 11. dan reputasi sekolah. Guru menerima otoritas kolega seniornya untuk mengekspresikan pendapatpendapat profesionalberkaitan dengan tugas-tugas pendidikan dan pembelajaran 10. moral.5. 2. Guru dengan berbagai cara harus membantu rekan-rekan juniornya untuk tumbuh secara profsional dan memilih jenis pelatihan yang relevan dengan tuntutan profesionalitasnya.

Guru aktif mengembangkan organisasi profesi guru agar menjadi pusat informasi dan komunikasi pendidikan untuk kepentingan guru dan masyarakat. 6. Guru memantapkan dan memajukan organisasi profesi guru yang memberikan manfaat bagi kepentingan kependidikan c. Guru tidak boleh menyatakan keluar dari keanggotaan sebagai organisasi profesi tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. 5. Guru tidak boleh menerima janji. Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi 2. dan integritas dalam tindakan-tindakan profesional lainnya. f. d. Guru menjadi anggota aorganisasi profesi guru dan berperan serta secara aktif dalam melaksanakan program-program organisasi bagi kepentingan kependidikan. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya. Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya 4. h. pemberian dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan proesionalnya 8. (7) Hubungan Guru dengan Pemerintah : a) Guru memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945. 7. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugastugas dan tanggungjawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran. e. (6) Hubungan guru dengan Organisasi Profesinya : a. dan integritas dalam tindkan-tindakan profesional lainnya. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugastugas organisasi profesi dan bertanggungjawab atas konsekuensinya. UU Tentang Sistem Pendidikan . inisiatif individual. inisiatif individual. g. Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasi profesinya. Guru menerima tugas-tugas organisasi profesi sebagai suatu bentuk tanggungjawab. b.1. Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan bidang studi yang diajarkan 3. Guru menjunjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya dan bertanggungjawab atas konsekuensiinya. Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggungjawab. Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang dapat merendahkan martabat dan eksistensis organisasi profesinya.

e) Guru tidak boleh melakukan tindakan pribadi atau kedinasan yang berakibat pada kerugian negara.Nasional. (3) Jenis pelanggaran meliputi pelanggaran ringan sedang dan berat. b) Guru membantu Program pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan berbudaya. Pasal 8 (1) Pelanggaran adalah perilaku menyimpang dan atau tidak melaksanakan Kode Etik Guru Indonesia dan ketentuan perundangan yang berlaku yang berkaitan dengan protes guru. d) Guru tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah atau satuan pendidikan untuk kemajuan pendidikan dan pembelajaran. dan ketentuan Perundang-Undang lainnya. Pasal 9 (1) Pemberian rekomendasi sanksi terhadap guru yang melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik Guru Indonesia merupakan wewenang Dewan Kehormatan Guru Indonesia. Bagian Empat Pelaksanaan . dan sanksi Pasal 7 (1) Guru dan organisasi profesi guru bertanggungjawab atas pelaksanaan Kude Etik Guru Indonesia. masyarakat dan pemerintah. (2) Pemberian sanksi oleh Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus objektif . (2) Guru yang melanggar Kode Etik Guru Indonesia dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Pelanggaran. (2) Guru dan organisasi guru berkewajiban mensosialisasikan Kode Etik Guru Indonesia kepada rekan sejawat Penyelenggara pendidikan. Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen. c) Guru berusaha menciptakan. memeliharadan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila dan UUD1945.

(4) Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan upaya pembinaan kepada guru yang melakukan pelanggaran dan untuk menjaga harkat dan martabat profesi guru. (2) Guru yang belum menjadi anggota organisasi profesi guru harus memilih organisasi profesi guru yang pembentukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. atau pejabat yang berwenang.mengamalkan serta menjunjung tinggi Kode Etik Guru Indonesia.com/kode-etik-guru-di-indonesia. Pendahuluan Menurut UUD 1945 pasal 1 berbunyi “tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran”. (6) Setiap pelanggaran dapat melakukan pembelaan diri dengan/atau tanpa bantuan organisasi profesi guru dan/atau penasehat hukum sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan dihadapan Dewan Kehormatan Guru Indonesia. Berdasarkan pasal ini jelas bahwa semua warga negara tanpa . Bagian Enam Penutup Pasal 11 (1) Setiap guru secara sungguh-sungguh menghayati. organisasi profesi guru. Bagian Lima Ketentuan Tambahan Pasal 10 Tenaga kerja asing yang dipekerjakan sebagai guru pada satuan pendidikan di Indonesia wajib mematuhi Kode Etik Guru Indonesia dan peraturan perundang-undangan. http://syadiashare.html ETIKA PROFESIONAL DALAM PENDIDIKAN 1. (5) Siapapun yang mengetahui telah terjadi pelanggaran Kode Etik Guru Indonesia wajib melapor kepada Dewan Kehormatan Guru Indonesia. (3) Dewan Kehormatan Guru Indonesia menetapkan sanksi kepada guru yang telah secara nyata melanggar Kode Etik Guru Indonesia.(3) Rekomendasi Dewan Kehormatan Guru Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilaksanakan oleh organisasi profesi guru.

mampu membeli buku. para guru akan bangga dengan profesinya. Mendiknas lebih lanjut mewacanakan guru akan makin dimanusiawikan dengan menaikkan gaji untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional. Tanpa guru yang profesional meskipun kebijakan pembaharuan secanggih apapun akan berakhir sia-sia. kewajiban dan sebagainya. Pada prinsipnya. Dalam konteks ini guru adalah jantungnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika / moral adalah ajaran tentang baik dan buruk mengenai perbuatan. Ditinjau dari aspek kuantitatif. menaikkan anggaran pendidikan selalu disebut sebagai conditio sine qua non (syarat mutlak). Berkaitan dengan itu. Berdasarkan uraian di atas. sikap. etika guru profesional terhadap pekerjaan. Namun.1 Pengertian Etika dan Profesional Etika berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu kehendak atau kebiasaan baik yang tetap. 2. Dengan kesejahteraan yang terjamin. disimpulkan bahwa Etika merupakan ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan tingkah laku ( akhlak ). Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang dalam mengatur tingkah lakunya. Untuk mewujudkan visi ini dibutuhkan dana memadai(aspek kuantitatif) dan tenaga pendidik yang profesional (aspek kualitatif). Pembahasan 2. Etika membicarakan tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sadar di pandang dari sudut baik dan buruk sebagai suatu hasil penilaian. dan diakhiri dengan menguraikan etika guru profesional terhadap tempat kerjanya. Adapun yang dibicarakan dalam makalah ini. Yang pertama kali menggunakan kata-kata itu adalah seorang filosof Yunani yang bernama Aris Toteles ( 384 – 322 SM ). yaitu etika profesi. etika guru profesional terhadap peserta didik. Bertenes. Dari pengertian di atas. akan tetapi aspek kualitatif juga perlu diperhatikan.terkecuali berhak mendapatkan pendidikan. makalah ini akan membahas bagaimana etika guru profesional dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan sesuai denga visi yang telah ditetapkan. Menurut K. Tujuan utamanya agar generasi muda penerus bangsa dapat memajukan negara Indonesia ini. Bambang Sudibyo memandang bahwa pendidikan pendidikan sebagai proses pembentukan manusia seutuhnya. visi Menteri Pendidikan Nasional. Jadi. Uraian dalam makalah ini di mulai bagaimana etika guru profesional terhadap peraturan perundang-undangan. Dengan etika profesi diharapkan . pembangunan dalam pendidikan seharusnya tidak dipahami dari aspek kuantitatif saja. dan mempunyai waktu luang untuk belajar. yang menyangkut hubungan manusia dengan sesamanya dalam satu lingkup profesi serta bagaimana mereka harus menjalankannya profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat yang menggunakan jasa profesi tersebut.

Profesional merupakan suatu profesi yang mengandalkan keterampilan atau keahlian khusus yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Berpikir Sistematis Seorang yang profesional harus mampu berpikir sitematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya. 5. bangsa. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia kepada Undang-Undang dasar 1945. dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Etika yang harus dimiliki oleh seorang pendidik sesuai kode etik profesi keguruan. Etika profesional guru dituntut dalam hal ini. Guru sebagai suatu profesi kependidikan mempunyai tugas utama melayani masyarakat dalam dunia pendidikan. Kode Etik Guru Indonesia Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap tuhan yang maha esa. oleh sebab itu. Dalam proses pendidikan. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik. banyak unsur-unsur yang terlibat agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah. Untuk menjadi seseorang yang profesional. Berikut adalah kode etik profesi keguruan (dikutip Soetjipto dan kosasi.2 Kode Etik Guru Profesional Kode etik adalah sistem norma. 2. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. 2. Komitmen Tinggi Seorang profesional harus mempunyai komitmen yang kuat pada pekerjaan yang sedang dilakukannya. 1994:34-35). serta kemanusiaan pada umumnya. 3. perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. 4. guru sebagai jantung pendidikan dituntut semakin profesional seiring perkembangan ilmu dan teknologi. serta dapat mempertanggung jawabkan tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan pekerjaannya. Profesional adalah merupakan yang ahli dibidangnya. Dalam hal itu. dan negara. Menjadi bagian masyarakat profesional Seyogyanya seorang profesional harus menjadi bagian dari masyarakat dalam lingkungan profesinya. guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sbagai berikut: .kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin. Penguasaan Materi Seorang profesional harus menguasai secara mendalam bahan / materi pekerjaan yang sedang dilakukannya. Tanggung Jawab Seorang profesional harus bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Salah satunya adalah guru sebagai tenaga pendidik. seseorang yang melakukan pekerjaan dituntut untuk memiliki beberapa sikap sebagai berikut : 1. yang telah memperoleh pendidikan atau pelatihan khusus untuk pekerjaannya tersebut.

makalah ini hanya membahas lima kode etik saja.1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.1 Etika Guru Profesional Terhadap Peraturan Perundang-Undangan Pada butir kesembilan Kode Etik Guru Indonesia disebutkan bahwa “Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan”. secara eksplisit bahwa hendaknya guru menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajarannya. Pepatah ini harus diperhatikan oleh guru sebagai tenaga pendidik. 5. semangat kekeluargaan. Dalam membimbing anak didiknya Ki Hajar Dewantara mengemukakan tiga kalimat padat yang terkenal yaitu ing ngarso sung tulodo. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Guru adalah contoh nyata bagi anak didiknya. 7. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. 2. Guru memelihara hubungan dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. 4.2. ing madyo mangun karso. Seorang guru yang profesional taat akan peraturan yang berlaku dengan cara menerapkan kebijakan pendidikan yang baru tersebut dan akan menerima tantangan baru tersebut. Berikut secara rinci akan diuraikan satu-persatu.2. keteladanan seorang guru merupakan perwujudan realisasi kegiatan . 9. 8. guru hendaknya memberi contoh yang baik bagi anak didiknya.2 Etika Guru Profesional Terhadap Anak Didik Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Guru memelihara hubungan seprofesinya. 3. guru mutlak harus mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan dan melaksanakannya sebagaimana aturan yang berlaku. Dalam kurikulum tersebut. Pertama. Dari ketiga kalimat tersebut. 2. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. dan kesetiakawanan sosial. Sebagai contoh pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu mengubah kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 atau kurikulum berbasis kompetensi dan kemudian diubah lagi menjadi KTSP dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Kalimat-kalimat tersebut mempunyai makna yang sesuai dalam konteks ini. Dengan jelas bahwa dalam kode etik tersebut diatur bahwa guru di Indonesia harus taat akan peraturan perundangundangan yang di buat oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasonal. Oleh karena itu. 6. Menurut Nurzaman (2005:3). Ada pepatah Sunda yang akrab ditelinga kita yaitu “Guru digugu dan Ditiru” (diikuti dan diteladani). dan tut wuri handayani. 2. yang nantinya diharapkan akan dapat memacu produktivitas guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. Guru merupakan aparatur negara dan abdi negara dalam bidang pendidikan. Dari sembilan kode etik tersebut diatas. etika guru terhadap peserta didik tercermin. Semua tingkah laku guru hendaknya jadi teladan. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.

Secara profesional. Sebaliknya. Bagi seorang guru. baik jasmani. tetapi hendaknya menjadi ‘teman’ bagi peserta didik tanpa menghilangkan kewibawaan sebagai seorang guru. Semua kemahiran tersebut perlu dipelajari dengan sungguh-sungguh dan sistematis. Oleh sebab itu. dan semua harus terinternalisasi dan teraktualisasi dalam perilaku mendidik. Peserta didik tidak hanya dituntut berlimu pengetahuan tinggi. dalam memberikan contoh kepada peserta didik guru harus dapat mencontohkan bagaimana bersifat objektif. tetapi juga harus memperhatikan perkembangan pribadi peserta didik. melainkan harus belajar terus menerus (Kartadinata. Sekarang. serta menanamkan sikap kepercayaan terhadap siswa. guru harus melayani masyarakat dalam bidang pendidikan dengan profesional juga. dan mutu layanannya. Keinginan dan permintaan ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang biasanya dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. dan menghargai pendapat orang lain. prinsip manusia seutuhnya dalam kode etik ini memandang manusia sebagai kesatuan yang bulat. Ini dimaksudkan agar peserta didik pada akhirnya akan dapat menjadi manusia yang mampu menghadapi tantangan-tantangan di masa depan. guru bukanlah sebagai orang yang harus ditakuti. 2004:1). Guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan pengetahuan atau perkembangan intelektual saja. guru harus dapat menyesuaikan kemampuan dan pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat. Dalam hal ini. 2004:4). seorang guru yang bersikap premanisme akan berpengaruh buruk terhadap sikap dan moral siswa. sosial maupun yang lainnya yang sesuai dengan hakikat pendidikan. keterampilan.belajr mengajar. tetapi harus bermoral tinggi juga. rohani. Sementara itu. keberagaman siswa yang dihadapinya adalah sebuah wahana layanan profesional yang diembannya. Ketiga. belajar terus menerus adalah hal yang mutlak. 2. tidak bisa secara alamiah. Keharusan meningkatkan dan mengembangkan mutu ini merupakan butir keenam dalam Kode Etik Guru Indonesia yang berbunyi “Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya”. Peserta didik tidak dapat dipandang sebagai objek semata yang harus patuh pada kehendak dan kemauan guru. terbuka akan kritikan. merasa diri sudah sempurna dengan ilmu yang dimilikinya. Hal ini karena yang dihadapi adalah peserta didik yang sedang berkembang dengan .3 Etika Guru Profesional terhadap pekerjaan Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang mulia. guru tidak boleh dilanda wabah completism. Seorang guru berpenampilan baik dan sopan akan sangat mempengaruhi sikap siswa. hendaknya guru menghargai potensi yang ada dalam keberagaman siswa. baik jasmani maupun rohani. prilaku dan pribadi guru akan menjadi instrumen ampuh untuk mengubah prilaku peserta didik. kemahiran mengintervensi perkembangan peserta didik dan kemahiran mengakses perkembangan peserta didik (Kartadinata. utuh. Kedua. guru selalu dituntut untuk secara terus menerus meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan. Bagi seorang guru.2. secara akademik. Layanan profesional guru akan tampil dalam kemahiran memahami keberagaman potensi dan perkembangan peserta didik. Dengan hal itu guru dapat mempengaruhi dan mampu mengendalikan peserta didik. Agar dapat memberikan layanan yang memuaskan masyarakat. Disamping itu. Sebagai seorang yang profesional . guru harus dapat mempengaruhi dan mengendalikan anak didiknya.

Bagaimana sikap kita sebagai seorang guru? Ternyata. atau kegiatan ilmiah lainnya.info/2009/06/etika-profesional-dalam-pendidikan.tugaskuliah. jika kita dihadapkan dengan tempat kerja yang tidak mempunyai fasilitas yang memadai bahkan buku pelajaran saja sangat minim. Secara formal artinya guru mengikuti pendidikan lanjutan dan mengikuti penataran. 2. Tanpa fasilitas yang memadai guru dituntut untuk tetap profesional dalam membimbing anak didik.segala dinamikanya yang memerlukan pemahaman dan kearifan dalam bertindak dan menanganinya. dan sebagainya. Disisi lain. baik di lingkungan sekolah. masyarakat maupun dengan orang tua peserta didik. lokakarya. seminar. Dalam UU No. sikap profesional guru terhadap tempat kerja juga dengan cara menciptakan hubungan harmonis di lingkungan tempat kerja. http://www. Sementara itu.html . Berkaitan dengan ini. Seorang guru baru dapat disebut profesional jika telah menaati Kode Etik Keguruan yang telah ditetapkan. koran. Jika ini terpenuhi. Penutup Etika profesional seorang guru sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional. radio. Dalam pendekatan ini. diartikan strategi belajar yang membantu guru mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa mengaitkan pengetahuan yang telah dimilikinya drngan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. menurut Soejipto dan kosasi ada ua cara yaitu cara formal dan cara informal.4 Etika Guru Profesional Terhadap Tempat kerja Sudah diketahui bersama bahwa suasana yang baik ditempat kerja akan meningkatkan produktivitas. Secara informal dapat dilakukan melalui televisi. Kreatifitas guru harus dikembangkan dalam situasi seperti ini. Ketidakoptimalan kinerja guru antara lain disebabkan oleh lingkungan kerja yang tidak menjamin pemenuhan tugas dan kewajiban guru secara optimal. 3. Untuk meningkatkan mutu profesinya. 20/2003 pasal 1 bahwa pemerintah berkewajiban menyiapkan lingkungan dan fasilitas sekolah yang memadai secara merata dan bermutu diseluruh jenjang pendidikan. guru yang profesional harus mampu memanfaatkan fasilitas yang ada dalam rangka terwujudnya manusia seutuhnya sesuai dengan Visi Pendidikan Nasional.2. keprofesionalan guru sangat diuji disini. pendekatan pembelajaran kontekstual dapat menjadi pemikiran para guru untuk lebih kreatif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->