SALINAN

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGKAJIAN, PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 82 ayat (5) dan Pasal 83 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, dan Pasal 8 dan Pasal 78 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Pengkajian, Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan; 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674); 3. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 80, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4736);

Mengingat :

2 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 6. Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil; 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMAN PENGKAJIAN, PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Administrasi Kependudukan, adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan Data Kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil, pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain. Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, selanjutnya disingkat SIAK adalah sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi pengelolaan informasi administrasi kependudukan di tingkat Penyelenggara dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai satu kesatuan. Pengkajian SIAK adalah rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan proses penelaahan dan pengujian unsur SIAK yang menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan SIAK. Pengembangan SIAK adalah rangkaian kegiatan yang berupa penambahan dan penyempurnaan guna meningkatkan fungsi SIAK. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia bertempat tinggal di Indonesia. dan Orang Asing yang

2.

3.

4. 5. 6.

Warga Negara Indonesia, selanjutnya disingkat WNI adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai Warga Negara Indonesia. Orang Asing, adalah orang bukan Warga Negara Indonesia. Penyelenggara adalah pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota yang bertanggung jawab dan berwenang dalam urusan administrasi kependudukan. Instansi Pelaksana adalah perangkat kabupaten/kota yang bertanggung jawab dan berwenang melaksanakan pelayanan dalam urusan Administrasi Kependudukan.

7. 8.

9.

3 10. Pendaftaran Penduduk adalah pencatatan biodata Penduduk, pencatatan atas pelaporan Peristiwa Kependudukan dan pendataan Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan serta penerbitan Dokumen Kependudukan berupa kartu identitas atau surat keterangan kependudukan. Pencatatan Sipil adalah pencatatan Peristiwa Penting yang dialami oleh seseorang dalam register Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Data Kependudukan adalah data perseorangan dan/atau data agregat yang terstruktur sebagai hasil dari kegiatan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan sipil. Dokumen Kependudukan adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang mempunyai kekuatan hukum sebagai alat bukti otentik yang dihasilkan dari pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Database adalah kumpulan berbagai jenis data kependudukan yang tersimpan secara sistematik, terstruktur dan saling berhubungan dengan menggunakan perangkat lunak, perangkat keras dan jaringan komunikasi data. Biodata Penduduk adalah keterangan yang berisi elemen data tentang jatidiri, informasi dasar serta riwayat perkembangan dan perubahan keadaan yang dialami oleh Penduduk sejak saat kelahiran. Kartu Keluarga, selanjutnya disingkat KK, adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang nama, susunan dan hubungan dalam keluarga, serta identitas anggota keluarga. Gudang Data, selanjutnya disebut Data Warehouse adalah suatu sistem komputer untuk mengarsipkan, melakukan query yang komplek dan menganilisis data historis administrasi kependudukan secara periodik tanpa membebani SIAK. Pusat Data adalah tempat/ruang penyimpanan perangkat database pada penyelenggara dan/atau instansi pelaksana yang menghimpun dan mengintegrasikan data kependudukan dari hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Data Cadangan adalah database kependudukan yang disalin ke dalam media penyimpanan data selain server utama yang berfungsi untuk pengamanan dan digunakan untuk mengembalikan database kependudukan apabila server utama mengalami kegagalan fungsi. Disaster Recovery Center atau pusat data pengganti yang selanjutnya disingkat DRC adalah tempat/ruang penyimpanan perangkat database pada penyelenggara yang berfungsi untuk pemulihan kejadian luar biasa/bencana yang tidak direncanakan pada data center guna menjamin ketersediaan sistem. Menteri adalah menteri yang membidangi urusan pemerintahan dalam negeri. Service Oriented Architecture, yang selanjutnya disingkat SOA adalah suatu gaya arsitektur sistem yang membuat dan menggunakan proses bisnis dalam bentuk paket layanan. Pelayanan bantuan atau helpdesk adalah tempat untuk melakukan pemberian bantuan penyelesaian masalah SIAK menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21. 22.

23.

b. BAB II LINGKUP PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SIAK Bagian Kesatu Unsur SIAK Pasal 2 Unsur SIAK terdiri dari: a. d. j. pengawasan database kependudukan. Database kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kurang jelas. d. b. Pasal 4 (1) (2) Database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 merupakan satu kesatuan data hasil pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. pemeliharaan database kependudukan. Bagian Kedua Database Kependudukan Pasal 3 (1) (2) Database kependudukan pada SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a memiliki muatan yang kompleks dan seragam. pasphoto. c. Daktiloskopi adalah upaya mengidentifikasi atau pengenalan kembali seseorang melalui bentuk dan karakter garis-garis sidik jari. memuat: a. pengamanan database kependudukan. Sistim ajudikasi adalah cara penyelesaian akhir atas bentuk dan karakter sidik jari yang meragukan karena kemiringan. g. cacat dan sidik jari rusak. f. 25. sidik jari tangan. sumber daya manusia. pemegang hak akses. dan data cadangan dan pusat data pengganti. biodata penduduk. dan e. pengelolaan database kependudukan. data wilayah. e. Pasal 5 . i.4 24. c. perangkat teknologi informasi dan komunikasi. database kependudukan. data pencatatan sipil. samar-samar. dan tanda tangan penduduk. Khusus database kependudukan di pusat menggunakan platform Database Sangat Besar. lokasi database kependudukan. h. data keluarga.

alamat. p. b. u. h. nama dan kode wilayah kecamatan atau nama lainnya. terdiri dari: a. n. terdiri dari: a. nama dan kode wilayah kabupaten/kota. tanggal perkawinan. terdiri dari: a. f. d. nomor induk kependudukan. (2) Biodata Penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. agama/kepercayaan terhadap Tuhan. nomor akta perceraian/surat cerai. dusun. t. nomor rukun tetangga. dan d. c. l. jenis kelamin. tempat lahir. nama lengkap. dan h. tanggal/bulan/tahun lahir. akta cerai/surat cerai. status perkawinan. golongan darah. kepemilikan akta lahir/surat lahir. r. nomor kartu tanda penduduk/nomor pokok penduduk. status hubungan dalam keluarga. nama kepala keluarga. Pasal 7 (1) Biodata Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf c. c. v. nomor paspor. nomor akta kelahiran/surat kenal lahir. c. b. o. j. nama dan kode wilayah desa/kelurahan atau nama lainnya. nomor akta perkawinan/buku nikah. kelainan fisik dan mental. g. d. nomor telepon. q. tanggal berakhir paspor. kode pos. alamat sebelumnya. nomor kartu keluarga. e. f.5 Data wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a. akta perkawinan/buku nikah. b. . e. WNI. k. tanggal perceraian. nomor rukun warga. w. g. Pasal 6 Data keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf b. Orang Asing. b. s. kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. i. m. terdiri dari biodata untuk: a. nama dan kode wilayah provinsi.

kewarganegaraan. gg. q. w.6 x. ee. hh. r. pendidikan terakhir. tanggal paspor. tanggal entri. f. p. h. terdiri dari: a. status kawin. d. i. k. nomor induk kependudukan ibu. tempat datang pertama. jenis pekerjaan. . aa. tanggal lahir. s. bb. nama keluarga. l. agama. tujuan kedatangan. b. u. nama lengkap ayah. nama petugas registrasi. penyandang cacat. m. jenis pekerjaan. g. gelar bangsawan. jenis kelamin. golongan darah. nomor induk kependudukan ayah. nomor induk kependudukan. gelar akademis. kk. ii. y. tipe sponsor (pilihan). telepon. c. nomor induk pegawai petugas registrasi. tanggal berakhir paspor. z. nama ketua rukun warga. ff. cc. dd. nama lengkap ibu. e. nomor rukun tetangga. nama paspor. nama pertama. n. nama ketua rukun tetangga. dan mm. pendidikan terakhir. nomor rukun warga. nomor paspor. datang dari (asal negara). t. kode pos. x. (3) Biodata Penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. aa. o. y. gelar agama. dokumen imigrasi. bb. z. v. tempat diterbitkan. ll. tempat lahir. nomor dokumen. alamat sponsor. j. nomor kartu keluarga. jj.

ii. b. k. pencatatan pengakuan anak. c. mm. waktu kelahiran. tanggal lahir bayi. tempat/lokasi kelahiran. Pasal 9 (1) Data Pencatatan Kelahiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a . nomor induk kependudukan bayi. nama petugas entri. f. ll. penolong kelahiran. g. gg. nomor kartu keluarga. pencatatan perkawinan. nomor kode kecamatan. nomor surat tanda lapor diri. nama kepala dinas. m. c. jenis kelamin bayi. pencatatan pengesahan anak. i. d. . identitas ibu. pencatatan perubahan status kewarganegaraan. hh. l. pencatatan kelahiran. e. panjang bayi lahir. berat kelahiran. pencatatan peristiwa penting lainnya. kk. e. ee. nomor kode kelurahan. Pasal 8 Data Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d. h. nomor kode provinsi. nama lengkap bayi.7 cc. domisili kelahiran bayi. nn. nomor induk pegawai petugas entri. ff. tanggal datang pertama. terdiri dari: a. pencatatan pengangkatan anak. urutan anak ke kelahiran bayi. dd. tanggal entri. g. j. pencatatan kematian. d. nomor kode kabupaten. daerah tempat lahir bayi. nama nomenklatur dinas. dan oo. b. tanggal pendaftaran. h. f. pencatatan perceraian. jj. terdiri dari: a. dan i.

r. nomor akta kelahiran. kewarganegaraan suami. nomor kartu keluarga suami. istri sebagai anak ke. identitas saksi I. o. tanggal akta kelahiran. o. l. perkawinan istri yang ke. h. dan tanggal entri. nomor paspor istri. nama kepala desa/lurah. c. perkawinan suami yang ke. alamat suami. y. x. f. ii. agama/penghayat kepercayaan suami. nama petugas pencatat. z. v. s. b. t. status kawin suami sebelum perkawinan ini. u. identitas ayah. gg. (2) Data Pencatatan Perkawinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b . ff. ee. pekerjaan istri. nomor induk kependudukan istri. e. pendidikan istri. identitas saksi II. kewarganegaraan istri. pendidikan suami. g. nama petugas entri. j. w. y. istri suami yang ke. nama lengkap suami. w. nomor kartu keluarga istri.8 n. status kawin istri sebelum perkawinan ini. identitas ibu suami. identitas pelapor dan waktu melapor. tempat lahir suami. r. s. nomor induk kependudukan suami. agama / penghayat kepercayaan istri. tanggal lahir suami. tempat lahir istri. x. k. nama lengkap istri. dd. identitas ayah suami. p. tanggal lahir istri. i. jenis pencatatan kelahiran. suami sebagai anak ke. v. p. d. hh. terdiri dari: a. alamat istri. m. u. n. t. q. kebangsaan suami. . pekerjaan suami. nomor paspor suami.

kebangsaaan istri. t. nomor kartu keluarga suami. i. nama petugas entri. kewarganegaraan istri. r. rr. u. ss. nama badan yang mengesahkan perkawinan. nomor induk kependudukan suami. nomor induk kependudukan istri. o. xx. perceraian suami yang ke. ww. v. k. l. nn. b. alamat istri. nama lengkap istri. oo. nama lengkap suami. w. keputusan pengadilan. h. agama / penghayat kepercayaan suami. pekerjaan istri. kewarganegaraan suami. mm. s. nomor paspor istri. pendidikan suami. kebangsaaan suami. tempat lahir istri. kebangsaan istri. x. identitas saksi II.9 jj. pekerjaan suami. terdiri dari: a. y. alamat suami. f. d. perkawinan berdasarkan agama. nomor kartu keluarga istri. m. nomor akta kawin. uu. perceraian istri yang ke. kk. tanggal lahir istri. identitas ibu istri. q. dan zz. identitas saksi I. vv. pp. yy. pendidikan istri. tempat lahir suami. e. nama pemuka agama. qq. tanggal entri. tanggal lahir suami. c. p. ll. waktu melapor. tanggal perkawinan. . agama / penghayat kepercayaan istri. nomor paspor suami. tempat perkawinan. g. (3) Data Pencatatan Perceraian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c. n. z. identitas ayah istri. j. nama petugas pencatat. tanggal melapor. tt.

tanggal melapor. jenis kelamin jenazah. identitas saksi II. l. (5) Data Pencatatan Pengakuan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf e. t. g. agama jenazah. b. e. tanggal akta kematian. tanggal kematian. (4) Data Pencatatan Kematian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d. terdiri dari: . identitas saksi I. s. i. lembaga pengadilan. kebangsaan jenazah. oo. h. m. p. nn. v. w. penyebab kematian. tanggal penetapan pengadilan. ll. tempat perkawinan. nomor akta kematian. kewarganegaraan jenazah. o. identitas ayah jenazah. sebab perceraian. tanggal lahir jenazah. nomor induk kependudukan jenazah. pekerjaan jenazah. f. ff. nama petugas entri. j. pp. k. nomor akta kawin. urutan anak ke jenazah. nomor ketetapan pengadilan. yang mengajukan perceraian. tempat lahir jenazah. identitas ibu jenazah. jj. nomor akta perceraian. ii. identitas pelapor. ee. rr. waktu melapor. domisili kematian. nama lengkap jenazah. waktu kematian. hh. alamat jenazah. dan ss. d. kk. nama petugas pencatat. mm. tempat kematian. n. q. terdiri dari: a. domisili perceraian. jumlah anak yang ditanggung. r. tanggal entri. gg. yang menerangkan kematian.10 dd. u. dan x. c. qq. tanggal akta kawin.

nomor akta lahir anak. tanggal akta lahir anak. k. agama/kepercayaan anak. nama pengadilan. h. m. s. q. tanggal penerbitan akta lahir anak. i. nomor induk kependudukan anak. identitas domisili anak. g. l. c. tempat pengadilan. d. tempat lahir anak. nama lengkap anak. nomor induk kependudukan anak. urutan kelahiran anak. instansi penerbit akta lahir. p. t. j. c. tanggal lahir anak. nomor putusan pengadilan. nama pengadilan. instansi penerbit akta lahir anak. e. terdiri dari: a. tanggal putusan pengadilan. jenis kelamin anak. identitas ayah angkat. nama petugas pencatat. b. nama lengkap anak. agama/kepercayaan anak. o. . k. r. g. identitas ayah yang mengakui anak. tempat lahir anak. j. f. nomor akta lahir anak. identitas ibu kandung. r. identitasi ibu angkat. n. identitas ibu kandung. nama petugas entri. identitas saksi II. dan nama petugas register. tempat pengadilan.11 a. (6) Data Pencatatan Pengangkatan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf f. e. dan v. q. f. o. identitas domisili anak. d. p. nama petugas register. t. n. h. l. jenis kelamin anak. tanggal lahir anak. identitas ayah kandung. i. m. b. tanggal putusan pengadilan. nomor putusan pengadilan. s. tanggal entri. identitas saksi I. u.

tanggal lahir pemohon. h. nomor induk kependudukan pemohon. f. o. nomor akta lahir anak. r. agama/kepercayaan anak. terdiri dari: . tanggal serah kutipan. i. identitas ayah kandung.12 (7) Data Pencatatan Pengesahan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf g. c. j. putusan nomor Keputusan Presiden/Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. g. tanggal putusan Keputusan Presiden/Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. d. b. j. terdiri dari: a. l. nomor berita acara sumpah. tanggal lahir anak. kewarganegaraan pemohon. alasan perubahan kewarganegaraan. dan p. nomor induk kependudukan anak. n. t. tanggal berita acara sumpah. agama/kepercayaan pemohon. identitas domisili anak. p. tanggal akta lahir anak. o. jenis kelamin pemohon. i. tempat kelahiran pemohon. nama lengkap pemohon. pendidikan pemohon. kebangsaan pemohon. alamat negara asal pemohon. b. q. (8) Data Pencatatan Perubahan Status Kewarganegaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf h. e. k. n. instansi penerbit akta lahir. nomor kartu keluarga pemohon. m. terdiri dari: a. nama petugas register. m. d. e. tempat lahir anak. identitas pemohon. identitas domisili pemohon. s. identitasi saksi. urutan kelahiran anak. identitas ibu kandung. pekerjaan pemohon. nama lengkap anak. f. l. nama petugas register. c. dan u. status keimigrasian pemohon. (9) Data Pencatatan Peristiwa Penting Lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf i. h. g. jenis kelamin anak. k.

nomor akta kelahiran. sidik jari tangan dan tandatangan penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf e berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional. g. w. pekerjaan. dan nama pelapor. d. o. j. dilakukan pembaharuan melalui perekaman data hasil layanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. h. x. t. k. dapat dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil . Perekaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). tanggal. agama/kepercayaan. Perekaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota. jenis kelamin baru. dilakukan di tempat-tempat perekaman data kependudukan. b. tempat lembaga peradilan. f. nama petugas entry data. pendidikan terakhir. nomor keputusan pengadilan. nama petugas pencatat. tahun keputusan pengadilan. (3) (4) Pasal 12 (1) Tempat-tempat perekaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4). c. kewarganegaraan. Pasal 11 (1) (2) Database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2). bulan.13 a. r. tempat dan tanggal pelaporan. m. s. kebangsaan (bagi warga negara asing). nama kepala dinas. dilakukan melalui perekaman data menggunakan SIAK. nomor kartu keluarga. jenis kelamin lama. q. Pasal 10 Pasphoto. tempat/tanggal lahir. nama lengkap. i. nama dinas. tanggal entry data. n. e. p. Database kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). alamat. nomor induk kependudukan. lembaga peradilan yang mengeluarkan keputusan. u. v. l.

Pasal 13 (1) (3) Database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dan ayat (2). alat perekam pas photo. terdiri dari: a. server utama. b. Kantor Desa/Kelurahan atau nama lainnya atau di tempat-tempat lain yang ditentukan. Perangkat lunak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf b. alat perekam tandatangan. secara tersambung dengan server database kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. terdiri dari: a. alat perekam sidik jari tangan. perangkat pendukung (peripheral) antara lain printer. b. dikonsolidasikan ke pusat data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri secara tersambung. server cadangan. Bagian Ketiga Perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pasal 14 (2) (3) Perangkat teknologi informasi dan komunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b. sistem database berlisensi (proprietary). komputer kerja (work station). secara tersambung dengan server database kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi. terdiri dari: a. sistem operasi berlisensi (proprietary) dan sistem operasi dengan sumber open source. perangkat lunak. Pasal 15 (1) Perangkat keras sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf a. perangkat keras pendukung catu daya ( uninterruptible power supplyups). d. Khusus Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta tempat perekaman data kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Kantor Kecamatan atau nama lainnya. Hasil konsolidasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). perangkat keras. c. jaringan komunikasi data. (2) Tempat perekaman data kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikirim secara tersambung ke satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil.14 Kabupaten/Kota. Hasil konsolidasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan e. program pendukung (program tool) dengan sumber open source. (2) . scanner. dan c. c. b. dikirim secara tersambung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota untuk dilakukan verifikasi.

Kepala pusat data dan pusat data pengganti sebagaimana dimaksud pada ayat (1). supervisor aplikasi SIAK. administrator perangkat keras. supervisor ajudikasi identifikasi sidik jari. dan c. programmer. b. j. memenuhi standar kualifikasi Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan paling rendah Eselon IV yang mempunyai tugas di bidang SIAK dan/atau database kependudukan. perangkat pengaman jaringan (seperti firewall. kabel unshielded twisted pair. o. b. administrator database kependudukan dan rekaman sidik jari. Pasal 17 (1) Kepala pusat data dan pusat data pengganti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf a. manager keamanan. kepala pusat data. terdiri atas alat penghubung komputer dengan jaringan lokal. Sistem Informasi Identifikasi Sidik Jari Otomatis ( automated fingerprint identification system-afis) yang berlisensi (proprietary). m. terdiri dari: a. k. sistem analis. e. konektor. operator. dan (2) . terdiri dari: a. c. h. mempunyai tugas: a. Program aplikasi SIAK dan aplikasi antarmuka (application interface). administrator database. b. (3) Jaringan komunikasi data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 huruf c. dan f. media jaringan privat di atas jaringan publik. n. sistem pengamanan anti virus. dan p. bertanggung jawab terhadap pusat data dan pusat data pengganti berfungsi dengan baik. g. f. ajudikator identifikasi sidik jari. Bagian Keempat Sumber Daya Manusia Pasal 16 Sumber daya manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c. modulator demodulator (modem) dan router. mengkoordinasikan dan menselaraskan pengelolaan pusat data dan pusat data pengganti. kepala pusat data dan pusat data pengganti (disaster recovery centre). administrator ajudikasi identifikasi sidik jari. administrator jaringan.15 d. media jaringan lokal dengan kabel dan nirkabel yang dapat mengkomunikasikan data. i. l. Intruder preventif system-ips dan intruder detection system-ids). d. jaringan antarmuka. administrator pelayanan bantuan (help desk). teknisi. e.

Pasal 19 (2) (1) Manager keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf c. memiliki pengetahuan di bidang Aplikasi SIAK data warehouse. pemeriksaan fungsi catu daya listrik. c. Pasal 21 (1) Selain supervisor aplikasi SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 untuk Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri ditambah stándar kualifikasi: a. memenuhi standar kualifikasi Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan paling rendah Eselon IV yang mempunyai tugas di bidang Pengelolaan SIAK. memiliki pengetahuan di bidang Aplikasi SIAK untuk layanan berbasis SOA. Kepala pusat data sebagaimana dimaksud pada ayat (1). memiliki pengetahuan di bidang aplikasi SIAK konsolidasi. bertanggung jawab terhadap pusat data dapat berfungsi dengan baik. mengkoordinasikan dan menselaraskan pengelolaan pusat data di provinsi atau kabupaten/kota. c. e. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan paling rendah Eselon IV. b. . perangkat pemadam kebakaran. dan f. perangkat pendingin ruangan. Manager keamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). suhu/kelembaban ruangan. Pasal 18 (1) Kepala pusat data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf b. memiliki pengetahuan di bidang aplikasi SIAK untuk Pelayanan Dokumen Kependudukan. memiliki pengetahuan di bidang aplikasi SIAK untuk AFIS. melaporkan hasil pelaksanaan kepada Bupati/Walikota melalui Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. melaporkan hasil pelaksanaan kepada Gubernur melalui kepala satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. untuk wilayah provinsi dan kabupaten/kota mempunyai tugas: a. d. melaporkan hasil pelaksanaan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 20 (2) Supervisor Aplikasi SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf d.16 c. b. pencatatan harian personel yang bekerja pada pusat data dan pusat data pengganti atau pusat data di provinsi atau kabupaten/kota. mempunyai tugas mengkoordinasikan: a. d. c. b. memenuhi standar kualifikasi Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan Eselon IV yang mempunyai tugas di bidang pengelolaan keamanan lingkungan kantor. b. keamanan lingkungan. dan d. memiliki pengetahuan di bidang administrasi kependudukan. dan c.

e. mempunyai tugas: a. memiliki pengetahuan di bidang aplikasi SIAK konsolidasi. Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan paling rendah Eselon IV. membuat laporan dan rekomendasi perbaikan kinerja sistem ajudikasi identifikasi sidik jari secara periodik kepada kepala pusat data dan pusat data pengganti. Pasal 22 (1) Supervisor aplikasi SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dan Pasal 21. Pasal 23 (1) Supervisor ajudikasi identifikasi sidik jari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf e. melakukan supervisi terhadap pekerjaan ajudikator identifikasi sidik jari. memiliki pengetahuan di bidang daktiloskopi. memiliki sertifikasi Ajudikasi/surat keterangan pernah bekerja sebagai Ajudikator. c. memiliki keterampilan pemadanan sidik jari. menginformasikan hasil keputusannya kepada Administrator Database Kependudukan untuk pembaharuan data sidik jari penduduk yang bersangkutan. ditambah tugas memastikan bekerjanya aplikasi SIAK untuk layanan dokumen kependudukan dan konsolidasi data dengan layanan berbasis SOA. dan b. b. memutuskan ketunggalan identitas penduduk dengan pemadanan sidik jari dan apabila terdapat sepuluh sidik jari yang sama persis maka dilengkapi dengan identifikasi photo dan biodata. d. memastikan ketunggalan identitas penduduk dengan pemadanan sidik jari yang tidak bisa diputuskan oleh Ajudikator. c. (3) Supervisor aplikasi SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2). b. ditambah tugas memastikan bekerjanya Aplikasi SIAK untuk konsolidasi data dan AFIS dengan layanan berbasis SOA.17 (2) Selain supervisor aplikasi SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 untuk kabupaten/kota dan untuk Provinsi daerah Khusus Ibukota Jakarta ditambah stándar kualifikasi: a. dan e. d. Pasal 24 . memiliki pengetahuan di bidang aplikasi SIAK untuk pelayanan dokumen kependudukan. dan f. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. (2) Supervisor ajudikasi identifikasi sidik jari sebagaimana dimaksud pada ayat (1). memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan ketunggalan identitas penduduk dengan pemadanan sidik jari. mengembalikan data sidik jari yang tidak teruji ketunggalannya ke tempat pelayanan KTP elektronik untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut. (2) Supervisor aplikasi SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1). mempunyai tugas melakukan pengawasan dan memastikan bekerjanya aplikasi SIAK untuk Data Warehouse.

i. atau (2) (2) . dan j. golongan III/a. melakukan pengujian hasil penyempurnaan dan pengembangan SIAK. b. melakukan analisis bisnis proses SIAK. 2. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. c. memiliki kemampuan berkomunikasi dan menjaga hubungan kerja. memahami metodologi analisis dan desain sistem sesuai standar yang berlaku umum. Kepala Pusat Data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. Kepala Pusat Data dan Pusat Data Pengganti di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah diploma III. Kepala pusat data di satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. e. g. memiliki kemampuan membuat diagram alur. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. mempunyai tugas: a. Sistem analis sebagaimana dimaksud pada ayat (1). c. memberikan rekomendasi berupa penyempurnaan. Kepala pusat data dan pusat data pengganti di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. pengembangan dan pengujian aplikasi SIAK setelah mendapat perintah dari: a. merancang pengembangan SIAK. Kepala Pusat Data di satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. memahami standar dokumentasi teknis yang berlaku secara global/internasional. pangkat Pengatur golongan II/c. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah diploma IV. Pasal 25 (1) Programmer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf g. h.18 (1) Sistem analis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf f. mempunyai tugas melakukan penyempurnaan. memiliki kemampuan menerjemahkan kebutuhan proses bisnis ke dalam spesifikasi sistem secara detail. pangkat penata muda. b. d. memiliki pengetahuan konsep pemrograman dan penguasaan bahasa pemrograman. c. b. melakukan analisis permasalahan SIAK. f. b. pengembangan SIAK dan penggunaan sumberdaya informatika kepada: 1. Programmer sebagaimana dimaksud pada ayat (1). menguasai konsep sistem manajemen hubungan database. memiliki pengetahuan di bidang administrasi kependudukan. atau 3. d. memiliki pengetahuan bahasa pemograman dan sistem manajemen relasional database. memiliki kemampuan menganalisis masalah dan memberikan solusi. e. memiliki keterampilan dan kemampuan di bidang teknologi informasi dan/atau manajemen informasi. dan d. memiliki keterampilan dan kemampuan di bidang manajemen informasi.

dan h. proses penerbitan hak akses atas pemberian izin hak akses oleh Menteri atau Gubernur. dan h. pemeliharaan integritas data dan sistem database. c. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah diploma III. dan g. d. d. Pasal 26 (1) Administrator database sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf h. memiliki pemahaman tentang metode pengelolaan dan operasional dari perangkat keras teknologi informasi. c. pemulihan database dan DRC. Kepala pusat data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota. (2) Administrator database sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pangkat pengatur. memiliki sertifikat/surat keterangan sebagai administrator database SIAK. c. pemantauan terhadap akses dan kinerja database. telah mengikuti bimbingan teknis administrator database SIAK. b. menguasai konsep sistem manajemen hubungan database. pembaruan data kependudukan dan data sidik jari yang sudah teridentifikasi ketunggalannya. memiliki kemampuan untuk membagi kapasitas perangkat keras teknologi informasi. f. pengamanan dan pengawasan sistem database. golongan II/c. e. menguasai bahasa queri terstruktur. memiliki pemahaman terkait dengan standar dan cara paling efektif penyelenggaraan pelayanan perangkat keras teknologi informasi. g. memiliki sertifikat/surat keterangan sebagai administrator perangkat keras. Pasal 27 (1) Administrator perangkat keras sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf i. g. . pangkat pengatur. telah mengikuti pelatihan/kursus/bimbingan teknis tentang perangkat keras. d. menguasai program komputer server database. penyimpanan data cadangan ke dalam server cadangan atau media penyimpan data lainnya. penyelarasan unjuk kerja (performance tuning). memiliki kemampuan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dalam operasional perangkat keras teknologi informasi.19 c. b. e. mempunyai tugas melakukan: a. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah diploma III. f. e. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut : a. memiliki kemampuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi. f. golongan II/c. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. menguasai perangkat lunak sistem operasi untuk server. b.

Kepala pusat data dan pusat data pengganti di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. pangkat pengatur. mempunyai tugas melakukan : a. Kepala pusat data di satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. c. pengamanan dan pengawasan beroperasinya jaringan komunikasi data yang digunakan. (2) . pangkat pengatur golongan II/c. pemantauan terhadap kinerja perangkat keras secara optimal. pelaporan terhadap kinerja perangkat keras. Pasal 29 (1) Administrator pelayanan bantuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf k. telah mengikuti kursus/bimbingan teknis tentang jaringan komunikasi data . memberikan rekomendasi penambahan dan/atau penggantian kepada: 1. b. Pasal 28 (1) Administrator jaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf j. identifikasi perangkat keras yang digunakan secara komprehensif. d. Kepala pusat data di provinsi atau kabupaten/kota. c. Kepala pusat data dan pusat data pengganti di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. dan e.20 (2) Administrator perangkat keras sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas melakukan: a. b. Kepala pusat data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota. c. Administrator jaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. e. pengamanan dan pengawasan beroperasinya perangkat keras yang digunakan. dan d. b. pemeliharaan. memiliki pengetahuan tentang administrasi kependudukan. pelaporan terhadap kinerja jaringan komunikasi data kepada Kepala pusat data dan pusat data pengganti. memiliki sertifikat/surat keterangan sebagai administrator jaringan komunikasi data. memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi. pemeliharaan. atau 2. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah diploma III. 2. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. b. pemberian rekomendasi penambahan dan/atau penggantian kepada : 1. pemantauan terhadap kinerja jaringan komunikasi data secara optimal. memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pengoperasian SIAK. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah diploma III. atau 3. d. identifikasi jaringan komunikasi data yang digunakan secara komprehensif. memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang jaringan komunikasi data. d. golongan II/c. c.

memiliki pengetahuan tentang daktiloskopi. Administrator ajudikasi identifikasi sidik jari sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Administrator pelayanan bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). memiliki pengetahuan dan keterampilan di pengoperasian pelayanan bantuan.21 e. memiliki sertifikasi pendidikan dan pelatihan daktiloskopi. mempunyai tugas memastikan kinerja sistem ajudikasi identifikasi sidik jari berjalan secara optimal. d. f. menguasai bahasa queri terstruktur. memiliki sertifikat/surat keterangan pernah bekerja sebagai administrator pelayanan bantuan. dan c. b. pangkat pengatur. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. dengan melakukan: a. b. menerima. c. Pasal 31 (1) Administrator database kependudukan dan rekaman sidik jari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf m. dan g. (2) . e. dan d. melaporkan dan mendokumentasikan materi permasalahan dan penyelesaiannya kepada Kepala pusat data dan pusat data pengganti. telah mengikuti kursus/bimbingan teknis tentang pelayanan bantuan. penyelarasan unjuk kerja (performance tuning). melakukan cadangan data ajudikasi identifikasi sidik jari. memberikan laporan kinerja sistem ajudikasi identifikasi sidik jari dan merekomendasikan penyelesaian persoalan yang dihadapi kepada Kepala pusat data dan pusat data pengganti. pemeliharaan integritas sistem ajudikasi identifikasi sidik jari. pangkat pengatur. mempunyai tugas: a. golongan II/c. d. b. dan f. memilah dan mengklasifikasi permasalahan pelayanan dan pengoperasian SIAK. c. memberikan solusi terhadap permasalahan pelayanan dan pengoperasian SIAK. c. Pasal 30 (1) Administrator ajudikasi identifikasi sidik jari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf l. golongan II/c. memiliki sertifikasi Administrator/surat keterangan pernah bekerja sebagai administrator database SIAK. telah mengikuti bimbingan teknis administrator database SIAK. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah diploma III. pengamanan dan pengawasan sistem ajudikasi identifikasi sidik jari. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah diploma III. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. menganalisa. b. pemantauan terhadap akses dan kinerja sistem ajudikasi identifikasi sidik jari. berkoordinasi dengan pejabat struktural melalui Kepala Pusat Data dan Pusat Data Pengganti apabila dalam hal permasalahan belum dapat diselesaikan.

proses penerbitan hak akses atas pemberian izin hak akses oleh Menteri dan/atau Bupati/Walikota. d. dan (2) . sidik jari tangan. pasphoto dan tandatangan penduduk pada pusat data serta terkonsolidasinya data dan sidik jari penduduk secara nasional. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut : a. f. pengamanan dan pengawasan database. telah mengikuti bimbingan teknis daktiloskopi dan bersertifikat. b. telah mengikuti bimbingan teknis operator SIAK. c. melaporkan hasil ajudikasi kepada supervisor secara periodik. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah SLTA/sederajat pangkat pengatur muda. menguasai konsep Sistem manajemen hubungan database. (2) Administrator database kependudukan dan rekaman sidik jari sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Ajudikator identifikasi sidik jari sebagaimana dimaksud pada ayat (1). tindak lanjut hasil ajudikasi identifikasi sidik jari yang tidak dapat teridentifikasi ketunggalannya oleh supervisor ajudikasi. mempunyai tugas melakukan: a. g. golongan II/a. dan h. bila ajudikator tidak mampu memberikan kepastian terhadap ketunggalan identitas penduduk dimaksud maka hasil ajudikasi tersebut disampaikan kepada supervisor ajudikasi identitas sidik jari untuk diproses lebih lanjut. b. pemulihan database (data recovery). golongan II/a. penyelarasan unjuk kerja (performance tuning) sistem database dan perekaman sidik jari. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah SLTA/sederajat pangkat pengatur muda. b. bila tingkat kualitas sidik jari tidak memungkinkan untuk memastikan ketunggalan identitas penduduk atau tidak memiliki sidik jari karena cacat maka perlu dilengkapi dengan pemadanan identitas penduduk lainnya seperti photo dan biodata. memiliki pengetahuan tentang daktiloskopi. f. dan c. Pasal 33 (1) Operator sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf o. memastikan ketunggalan identitas penduduk dengan pemadanan sidik jari. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: a. dan i. g. pemantauan penyimpanan database kependudukan. memiliki keterampilan pemadanan sidik jari. pemantauan terhadap akses dan kinerja database. Pasal 32 (1) Ajudikator identifikasi sidik jari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf n. penyimpanan data cadangan ke dalam server cadangan atau media penyimpan data lainnya.22 e. pemeliharaan sistem database dan menjaga integritasnya. h. e. c. dan d. b.menguasai perangkat lunak sistem operasi untuk server. menguasai program komputer server database. mempunyai tugas: a.

c. pada ayat (1). (2) Operator sebagaimana dimaksud melakukan: a. Teknisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan d. Pasal 32 ayat (1). f. dan . perangkat catu daya listrik. pengoperasian data warehouse. mempunyai tugas (3) Selain melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2). e. pencetakan data agregat. melakukan pengisian sumberdaya manusia dengan cara: a. c. Pasal 31 ayat (1). Pasal 20 ayat (1). dan c. perangkat jaringan komunomor induk kependudukanasi data. mengoptimalkan sumberdaya manusia yang tersedia. pencetakan dokumen kependudukan. Pasal 29 ayat (1). dan g. belum dapat dipenuhi Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. memiliki sertifikasi teknisi/surat keterangan pernah bekerja sebagai teknisi. memiliki sertifikasi operator/surat keterangan pernah menjadi operator SIAK. Pasal 35 tugas (2) Dalam hal sumberdaya manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1). b. mempunyai melakukan perbaikan: a. perangkat keras. ruangan pusat data. memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut: b. ruangan pusat data pengganti. untuk operator di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil ditambah tugas melakukan pengoperasian helpdesk. b. Pasal 28 ayat (1). pemadam kebakaran. Pasal 33 ayat (1) dan Pasal 34 ayat (1). golongan II/a. Pegawai Negeri Sipil pendidikan paling rendah Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Informasi/SLTA yang telah memiliki sertifikat teknologi informasi pangkat pengatur muda. perangkat pendingin ruangan. Pasal 34 (4) (1) Teknisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf p. verifikasi data dan sidik jari tangan penduduk. Pasal 24 ayat (1). Gubernur dan Bupati/Walikota. b. pasphoto dan tanda tangan penduduk. Pasal 18 ayat (1). Pasal 19 ayat (1). Pasal 23 ayat (1). Selain melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 25 ayat (1). untuk operator di kabupaten/kota dan untuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta ditambah tugas melakukan: a. Pasal 27 ayat (1). perekaman data. d. Pasal 26 ayat (1). memiliki keterampilan dalam bidang perangkat keras dan jaringan komunikasi data.23 c. Pasal 30 ayat (1). sidik jari tangan.

supervisor dan administrator database kependudukan pada satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. supervisor dan administrator database pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota. supervisor dan administrator database kependudukan pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. mempekerjakan pegawai dari instansi pemerintah atau perguruan tinggi atau swasta yang mempunyai kemampuan di bidangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. b. Hak akses bagi penyelenggara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 diberikan kepada petugas yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.24 b. Pasal 38 (1) Pemegang hak akses pengguna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (1) memiliki kualifikasi sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. terdiri dari pemegang hak akses aplikasi SIAK dan pemegang hak akses database kependudukan. (2) (3) (2) (3) Bagian Keenam . dan c. supervisor pada satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. dan c. Pemegang hak akses aplikasi SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (3) diberikan kepada: a. diberikan kepada: a. operator dan supervisor pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Bagian Kelima Pemegang Hak Akses Pasal 36 Pemegang hak akses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf d. Pemegang hak akses database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 ayat (3). terdiri dari pemegang hak akses untuk pengguna data dan pemegang hak akses untuk penyelenggara. operator dan supervisor pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota. b. Pasal 37 (1) Hak akses bagi pengguna data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 diberikan kepada pengguna yang telah mendapatkan izin dari penyelenggara terhadap data kependudukan secara terbatas sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pemegang hak akses untuk penyelenggara sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

penyajian dan pendistribusian data berskala kabupaten/kota. Pasal 42 (2) (3) (4) (1) Pengelolaan database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41. perekaman data pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.25 Lokasi Database Kependudukan Pasal 39 Lokasi database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e. meliputi: a. b. Pusat data provinsi di satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. harus menjaga integritas dan konsistensi data penduduk dalam database kependudukan. berupa verifikasi dan validasi data serta penyajian dan pendistribusian data berskala provinsi. Pusat data kabupaten/kota di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. c. b. Pengelolaan database kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf c. Pusat data dan pusat data pengganti di Kementerian Dalam Negeri. dilakukan oleh: a. Pengelolaan database kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berlaku juga untuk Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. c. dan yang membidangi urusan dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/kota. b. terdiri atas: a. Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Pengelolaan database kependudukan oleh satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf b. c. pengiriman data ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan ke provinsi. . dan d. verifikasi dan validasi data. Bagian Ketujuh Pengelolaan Database Kependudukan Pasal 40 Pengelolaan database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf f. (2) Pengelolaan database kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). satuan kerja perangkat daerah provinsi kependudukan dan pencatatan sipil. dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Pasal 41 (1) Pengelolaan database kependudukan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf a. berupa verifikasi dan validasi data serta penyajian dan pendistribusian data berskala nasional.

pembaruan dan penghapusan data dalam database kependudukan. perangkat keras. dan huruf i. dan f. memastikan sistem data cadangan berfungsi dengan baik. perangkat lunak. d. meliputi: a. huruf h. antara lain: a. antara lain: a. b. memaksimalkan cara kerja perangkat (overclock) secara periodik. jaringan komunikasi data. Pengawasan data dalam database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf a dilakukan dengan cara. Pengamanan dan Pengawasan Database Pasal 43 Pemeliharaan. melakukan pemindahan data sebagai data cadangan setiap selesai pelayanan. pusat data. b. memasang UPS dan stabilizer. b. kecuali untuk kepentingan lembaga. Pengamanan data dalam database sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf a. menghidupkan dan mematikan perangkat keras sesuai prosedur. c. b. e. mengawasi penggunaan hak akses database oleh administrator database. dan (2) (3) .26 Bagian Kedelapan Pemeliharaan. Pasal 44 (1) Pemeliharaan data dalam database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf a. c. memantau perubahan-perubahan dan aktivitas pengakses database. dilakukan dengan cara penambahan. d. melakukan penggantian kata kunci ( password) sewaktu-waktu bila diperlukan. data dalam database. c. dan d. mengawasi dan memastikan bahwa orang yang mengelola database tidak mengcopy database ke media di luar server. Pasal 45 (1) Pemeliharaan perangkat keras sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf b. dilakukan dengan cara. meremajakan perangkat keras yang sudah tidak berfungsi secara optimal. e. antara lain: a. data cadangan dan pusat data pengganti. dilakukan dengan cara. pengamanan dan pengawasan database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf g. menyusun rencana dan melakukan uji coba sistem pemulihan data cadangan ke server database. melakukan pengecekan dan pembersihan perangkat keras secara periodik. dan c.

(2) memperhatikan suhu dan kelembaban ruangan serta catu daya listrik pada saat perangkat keras digunakan. pengguna sistem wajib merahasiakan dan menyimpan dengan baik kode otorisasi dan kata kunci. tahan gempa. tidak mudah dibobol oleh pencuri. dan e. antara lain: a. (3) Pengawasan perangkat keras sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf b. melakukan pemasangan antivirus dan pengaman jaringan pada server dan komputer kerja. menerapkan sistem manajemen pengguna pada SIAK dan membuat hak akses untuk setiap level pengguna. melakukan audit perangkat keras setiap bulan sekali. pengembangan atau peningkatan program aplikasi dan konfigurasi ulang. mencatat perangkat keras yang masuk dan keluar dari ruangan penempatan perangkat keras. dan e. d. e. antara lain: a. d. b. dilakukan dengan cara. b. melakukan penyesuaian fungsi-fungsi. c. memperpanjang dukungan teknik tahunan atau Annual Technical Support. memasang kamera pengawas pada ruangan perangkat keras. dan bebas dari banjir. meminimalisasi interaksi personal yang tidak berkepentingan di dalam ruangan perangkat keras. membuat buku inventarisasi barang perangkat keras. Pasal 46 (1) Pemeliharaan perangkat lunak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf c. melaporkan setiap kesalahan sistem ke pihak supervisor aplikasi paling lambat 1 (satu) hari setelah kesalahan terdeteksi. (2) . mengurangi jumlah program atau perangkat lunak pada saat awal membuka (start up) dan membuang program atau perangkat lunak yang tidak berguna. Pengamanan perangkat lunak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf c. b. b. antara lain: a. menerapkan sistem manajemen penggunaan komputer kerja dari tempat perekaman data. antara lain: a. menandai perangkat keras dengan pena ultraviolet atau stiker. dan c. dilakukan dengan cara. memberikan nomor seri pada perangkat keras. c.27 f. melakukan tindakan koreksi terhadap kesalahan yang terjadi pada perangkat lunak. c. Pengamanan perangkat keras dalam database kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf b dilakukan dengan cara. melakukan penempatan perangkat keras untuk database kependudukan pada bangunan dengan konstruksi kuat. dilakukan dengan cara. memperbaharui lisensi sistem operasi dan antivirus sesuai kebutuhan. d.

perangkat pendingin ruangan. e. konfigurasi dan optimalisasi (setting dan tuning) setiap perangkat jaringan komunikasi data. penggantian perangkat jaringan komunikasi data yang fungsinya tidak optimal. antara lain: a. antara lain: a. data cadangan dan pusat data pengganti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf e dan huruf f. audit berkala jaringan komunikasi data. Pasal 47 (1) Pemeliharaan jaringan komunikasi data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf d. Pengamanan jaringan komunikasi data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf d dilakukan dengan cara. dan c. Pengawasan perangkat lunak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf c. b. melakukan pemantauan kondisi jaringan komunikasi data secara visual. pembaruan (update) dan peningkatan fungsi (upgrade) terhadap sistem penunjang jaringan. pengecekan hasil pembaruan dan peningkatan perangkat lunak dengan sumber open source. g. pemecahan masalah (troubleshooting) perangkat jaringan komunikasi data. c. c. . dengan cara antara lain melakukan pemeriksaan terhadap: a. (3) menutup aplikasi layanan pada saat tidak digunakan. antara lain: a. dan g. memasang sistem manajemen jaringan komunikasi data (network management system). b. Pengawasan jaringan komunikasi data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf d. dilakukan dengan cara.28 f. pengecekan ulang terhadap penggunaan perangkat lunak berlisensi. merumuskan langkah tindak lanjut mengatasi permasalahan jaringan komunikasi data. antara lain: a. d. dan memantau adanya gangguan terhadap integritas sistem. dilakukan dengan cara. f. dan e. identifikasi ancaman. c. dilakukan dengan cara. d. perbaikan perangkat jaringan komunikasi data. b. perangkat pemadam kebakaran. dan c. melakukan pengecekan standar struktur database untuk pengawasan penggunaan perangkat lunak SIAK. Pasal 48 (2) (3) (1) Pemeliharaan pusat data. b. b. uji unjuk kerja (performance test) pada setiap perangkat jaringan komunikasi data yang digunakan. pengujian sistem jaringan komunikasi data. catu daya listrik dan pembangkit listrik cadangan (generator). batas normal dan beban aktivitas jaringan komunikasi data. perangkat system alarm. pola. evaluasi dan tinjauan (review) sistem keamanan jaringan komunikasi data. d. penilaian terhadap kondisi perangkat jaringan komunikasi data. penerapan sistem keamanan jaringan komunikasi data.

melarang orang yang tidak berkepentingan masuk ke dalam ruangan.29 e. dan kebersihan ruangan. Pusat data pengganti sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (2). c. perangkat jaringan komunikasi data. menerapkan penggunaan kartu akses untuk masuk ruang pusat data. dan g. memastikan penerapan sistem pelaporan harian. menempatkan bangunan pusat data. c. melakukan rapat pengelola pusat data dan pusat data pengganti sebulan sekali. selain sebagaimana dimaksud pada ayat (1). tidak mudah dibobol oleh pencuri. Kepala pusat data dan pusat data pengganti memantau hasil tindak lanjut terhadap penyimpangan prosedur kerja masing-masing personil. data cadangan dan pusat data pengganti pada posisi dengan konstruksi kuat. data cadangan dan pusat data pengganti data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf e dan huruf f dilakukan dengan cara antara lain: a. e. f. perangkat lunak. (2) perangkat penyimpanan daya listrik (UPS). menerapkan keamanan berlapis dengan autentifikasi pada pintu luar. memiliki alat pendeteksi logam. mingguan dan bulanan. (2) (3) (4) . d. Pengawasan pusat data. Pusat data pengganti. dan d. data cadangan dan pusat data pengganti. b. memastikan penerapan prosedur pengisian buku tamu. memasang peralatan identifikasi personil berupa identifikasi biometrik untuk akses ke area sensitif pusat data. b. Keadaan memaksa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang disebabkan karena kejadian luar biasa dan bencana. i. juga sebagai pusat data pengganti sementara. data cadangan dan pusat data pengganti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf e dan huruf f dilakukan dengan cara. dan bebas dari banjir. g. perangkat penyimpanan data monitoring seperti kamera pemantau (closed circuit television). Bagian Kesembilan Data Cadangan dan Pusat Data Pengganti Pasal 49 (3) (1) Data cadangan dan pusat data pengganti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf j dilakukan untuk menjamin ketersediaan data jika terjadi kegagalan fungsi pada pusat data. data cadangan dan pusat data pengganti. f. h. pintu dalam dan pintu masuk area server database. untuk pemulihan pusat data jika terjadi keadaan memaksa (force majeure). antara lain: a. tahan gempa. memiliki perangkat pendukung dan sejenis. Pengamanan pusat data.

Pasal 53 (2) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. dilakukan oleh: a. b.p. Pemerintah provinsi. BAB III PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SIAK Pasal 51 (3) Pengkajian dan pengembangan SIAK. pemerintah kabupaten/kota melaksanakan pengkajian SIAK dalam rangka penyempurnaan dan pengembangan SIAK berskala provinsi.30 Pasal 50 (1) (2) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Pencatatan Sipil membangun pusat data pengganti. berupa rekomendasi penyempurnaan unsur-unsur SIAK dan/atau penambahan fungsi SIAK sesuai kebutuhan daerah. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan pengkajian terhadap seluruh unsur SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. Kependudukan dan Gubernur melalui satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil membangun data cadangan dan/atau pusat data pengganti. Pasal 54 (1) (2) (3) Pengkajian SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 dilakukan secara periodik dan sewaktu-waktu berdasarkan hasil evaluasi. dan c. Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pasal 52 (1) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil melaksanakan pengkajian SIAK dalam rangka penyempurnaan dan pengembangan SIAK berskala nasional. (4) . Gubernur menyampaikan hasil pengkajian SIAK di wilayahnya kepada Menteri Dalam Negeri u. Pasal 55 Rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (4). Bupati/Walikota melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota membangun data cadangan dan/atau pusat data pengganti. Hasil pengkajian SIAK sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pemerintah provinsi melalui satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. menjadi dasar Pengembangan SIAK. kabupaten/kota. Bupati/Walikota menyampaikan hasil pengkajian SIAK di wilayahnya kepada Gubernur dengan tembusan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

c. b. i. . e. programmer. terdiri dari: a. aplikasi tambahan sesuai dengan kebutuhan daerah. pemeliharaan database kependudukan. manager keamanan. d. supervisor aplikasi SIAK. tetap menjaga integritas SIAK. g. pengamanan database kependudukan.31 Pasal 56 (1) Pengembangan SIAK yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf a. pengelolaan database kependudukan. d. perangkat teknologi informasi dan komunikasi. pengawasan database kependudukan. e. g. sistem database kependudukan dan seluruh perangkat teknologi informasi dan komunikasi tetap terjaga. sumber daya manusia. supervisor ajudikasi identifikasi sidik jari. h. Pengembangan SIAK yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 huruf b dan huruf c. b. keamanan sistem nasional. (2) (3) (4) (5) BAB IV PENGELOLAAN SIAK Pasal 57 (1) Pengelola SIAK di pusat paling sedikit. kepala pusat data dan pusat data pengganti. h. dan b. administrator database. Pengembangan SIAK sebagaimana dimaksud pada ayat (3) harus memenuhi ketentuan: a. sistem analis. administrator perangkat keras. f. meliputi seluruh unsur SIAK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. administrator jaringan. data cadangan dan pusat data pengganti. lokasi database kependudukan. meliputi: a. Pengembangan SIAK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilarang mengubah. dan i. f. Sinkronisasi hasil kajian dan rencana pengembangan SIAK harus mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri. c. merusak aplikasi SIAK standar nasional dan mengubah struktur database kependudukan.

m. (3) Pengelola SIAK di kabupaten/kota. l. ajudikator identifikasi sidik jari. (2) Pengelola SIAK di provinsi. c. dan j. operator. sistem analis. kepala pusat data. operator. administrator perangkat keras. h. c. d. g. Data kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). manager keamanan. teknisi. h. Pasal 58 Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyusun Standar Operasional Prosedur pengelolaan SIAK sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. j. manager keamanan.32 administrator pelayanan bantuan (help desk). teknisi. dapat dimanfaatkan oleh pengguna data untuk kepentingan perumusan kebijakan di bidang pemerintahan dan pembangunan serta untuk mendukung pelayanan publik lainnya. administrator jaringan. programmer. g. f. administrator perangkat keras. supervisor aplikasi SIAK. administrator jaringan. e. operator. sistem analis. f. k. administrator database kependudukan dan rekaman sidik jari. teknisi. dan n. administrator database. BAB V PERSYARATAN DAN TATA CARA MENDAPATKAN IZIN PEMANFAATAN DATA KEPENDUDUKAN Bagian Kesatu Umum Pasal 59 (1) (2) Data kependudukan disimpan dan dilindungi oleh penyelenggara dan instansi pelaksana. paling sedikit terdiri dari: a. programmer. kepala pusat data. d. i. administrator ajudikasi identifikasi sidik jari. supervisor aplikasi SIAK. e. i. b. b. . paling sedikit terdiri dari : a. dan j.

d. dan/atau e. fotokopi kartu tanda penduduk pimpinan lembaga non pemerintah. untuk memanfaatkan data harus memiliki izin dari Penyelenggara. (2) (3) (4) Bagian Ketiga Tata Cara Pasal 62 (1) Pengguna data kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60. Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk data berskala nasional. Pengguna data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf c. membuat surat pernyataan melindungi kerahasiaan dan tidak akan menyalahgunakan data. lembaga pemerintah/lembaga pemerintah non kementerian. lembaga non pemerintah. Data warehouse sebagaimana dimaksud pada ayat (3). lembaga asing. dengan membuat surat pernyataan melindungi kerahasiaan dan tidak menyalahgunakan data. b.33 (3) (4) Data kependudukan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). harus memenuhi persyaratan: a. Pasal 60 Pengguna data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat (2). terdiri dari: a. b. Pengguna data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf e. harus memenuhi persyaratan. surat keterangan dari pimpinan instansi/lembaga yang bersangkutan. Fotokopi Paspor. memiliki izin penelitian dari instansi yang berwenang di Indonesia. fotokopi kartu tanda penduduk. dan c. dilakukan melalui data warehouse. (2) Izin dari Penyelenggara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh: a. membuat surat pernyataan melindungi kerahasiaan dan tidak menyalahgunakan data. . Bagian Kedua Persyaratan Pasal 61 (1) Pengguna data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf a dan huruf b. harus memenuhi persyaratan: a. b. fotokopi akta pendirian lembaga non pemerintah. ditempatkan di penyelenggara dan/atau instansi pelaksana. harus memenuhi persyaratan: a. Pengguna data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 huruf d. c. perorangan. dan c. b. membuat surat pernyataan melindungi kerahasiaan dan tidak menyalahgunakan data. dan c. lembaga negara.

gubernur untuk data berskala provinsi. Pasal 64 (1) Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 huruf d. atau 3. c. 2. waktu peruntukannya. Sekretaris : Pejabat Eselon III yang membidangi pengelolaan database kependudukan. penyelenggara membentuk Tim Penilai untuk memproses pemberian izin. maksud. dilampiri persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61. dan 3. dan Tim Penilai Kabupaten/Kota. Tim Penilai Provinsi. memiliki susunan keanggotaan: Ketua : Pejabat Eselon II pada satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil. jenis dan bentuk data yang diperlukan. surat permohonan izin sebagaimana dimaksud pada huruf a. dan g. Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. atau c. (3) . (2) Tim Penilai Kementerian Dalam Negeri. Pasal 63 Tata cara mendapatkan izin pemanfaatan data kependudukan. d. jawaban tertulis sebagaimana dimaksud pada huruf f ditandatangani oleh: 1. bupati/walikota untuk data berskala kabupaten/kota. sekretaris daerah kabupaten/kota atas nama bupati/walikota untuk lingkup data berskala kabupaten/kota. dan Anggota : paling banyak 3 orang terdiri dari Pejabat Eselon III atau Eselon IV pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan 1 orang dari Biro Hukum. e. pemberian izin sebagaimana dimaksud pada huruf d diberikan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak Tim Penilai menerima persyaratan lengkap dari pengguna. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil atas nama Menteri Dalam Negeri untuk lingkup data berskala nasional. memiliki susunan keanggotaan: Ketua : Pejabat Eselon II yang membidangi tugas pengelolaan informasi kependudukan. b. memuat: 1. penyelenggara berdasarkan penilaian dan rekomendasi Tim Penilai memberikan jawaban tertulis yang berisi penolakan dan/atau persetujuan izin pemanfaatan data. kegunaan. meliputi: a. c. 2.34 b. tujuan. Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. surat permohonan izin sebagaimana dimaksud pada huruf b. f. pengguna data mengajukan surat permohonan izin kepada penyelenggara untuk memperoleh izin menggunakan data. sekretaris daerah provinsi atas nama gubernur untuk lingkup data berskala provinsi. b. terdiri dari: a.

penerapan sistem monitoring dan evaluasi. penilaian sistem (audit system) internal. penyusunan laporan dan rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi. dan g. ayat (3) dan ayat (4) bertugas melakukan penilaian terhadap persyaratan. pengembangan dan pengelolaan SIAK berskala nasional. memiliki susunan keanggotaan: Ketua : Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. (3) Monitoring dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) meliputi perencanaan.35 Sekretaris : Anggota : Pejabat Eselon III pada Biro Hukum. BAB VI MONITORING. pemeliharaan. Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (2). d. dilakukan dengan nota kesepahaman yang dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama antara penyelenggara dan pengguna. pengoperasian. e. dilakukan dengan cara: a. f. pengamanan. kabupaten/kota. pengisian format monitoring dan evaluasi. pengolahan data hasil monitoring dan evaluasi. Sekretaris : Pejabat Eselon III Bagian Hukum. kelayakan data yang diminta oleh pengguna data dan memberikan rekomendasi kepada penyelenggara. c. dan Anggota : paling banyak 3 orang terdiri dari Pejabat Eselon III atau Eselon IV pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan 1 orang dari Bagian Hukum. penetapan obyek monitoring. pengembangan dan pengelolaan SIAK berskala provinsi. bupati/walikota melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengkajian. dan belanja SIAK. penetapan indikator evaluasi. (2) Gubernur. (4) . (4) Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. sumber daya manusia pengelola. b. Monitoring dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Pasal 65 (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberian izin selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (2). EVALUASI DAN PELAPORAN Pasal 66 (1) Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengkajian. dan paling banyak 3 orang terdiri dari Pejabat Eselon III atau Eselon IV pada pada satuan kerja perangkat daerah provinsi yang membidangi urusan kependudukan dan pencatatan sipil dan 1 orang dari Biro Hukum.

setiap bulan November. ttd (6) GAMAWAN FAUZI Diundangkan di Jakarta pada tanggal. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal.36 (5) Gubernur menyampaikan laporan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (2). BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 67 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. 21 Juni 2011 MENTERI DALAM NEGERI. Agar setiap orang mengetahuinya. setiap bulan Oktober. ttd PATRIALIS AKBAR BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR 362 . Bupati/Walikota menyampaikan laporan kepada Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 22 Juni 2011 MENTERI HUKUM DAN HAM REPUBLIK INDONESIA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful