BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

03 atau Rp.000. 9 bulan dan 1 tahun. 15. 6 bulan. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.015 atau Rp.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.- Di samping kedua suku bunga tersebut.: i = (1 + 0.015)4 – 1 = 0.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.000. Contoh 1. 4 . 30.000. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m . 61. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.015)2 – 1 = 0.061 atau Rp..: i = (1 + 0. 1. suku bunga tiap tahun r. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). 46.015)1 – 1 = 0.000.000. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu.000.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.046 atau Rp.015)3 – 1 = 0.: i = (1 + 0.

500.000 + 0.000 + 0.000) = 550.000.100 + 1..000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.000.000) = 605. Contoh 1. nilai Rp.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.000 550. 2.Rp. Contoh 1. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.000 sekarang berbeda dengan Rp.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.000 e 3 (0.5 : Dengan suku bunga 10% / thn. 1.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.. 665.09) = 1. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.100 5 .4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.10 (550.309.000 + 800 + 800 + 800 B .000 + 1. 5.000 + 0.000. 500.964.000 tiga tahun mendatang.100 + 1.000.000 500. 1. 5. 2.964.10 (500.309.000.500 pada tiga tahun mendatang.Rp. uang Rp.Contoh 1.10 (605.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .000) = 665.800.000 605.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.

. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Mc Graw Hill Book Co. Ekonomi Teknik. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Daftar Pustaka: Barish. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.1 % tiap hari b). Edisi Pertama.N.Inc.Investasi B lebih besar dari A. 0. 12 % tiap kuartal c). Penerbit Guna Widya. Surabaya. 12 % tiap enam bulan b). untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. 0. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). N. 1995. Ekonomi Teknik. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. New York. 1990. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. Surabaya 6 . Soal-soal : 1. 3.1 %/hari secara kontinyu. 2004.N. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. Haryono. Pujawan. 12 % tiap bulan 2. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.

...1 (F/P . maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun...... Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P..... Pembayaran Tunggal. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P ...... yang nilai-nilainya telah ditabelkan. i% ..BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P.. 7 . i% . n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung. 1.2.... n).. F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A..

i %.000.i %.- B. n) = (1 + i).000.Secara Grafis : P = 1.000. P = F (1 +i).P = F (P/F.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.1 : P ekuivalen dengan F.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995. 3) = 1.000 . 1. F = Rp. 1. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000.331.791.n = F (P/F.000. Pembayaran Seri Merata 1.000. 1.000 (1 + 0. 1.000.791. Contoh 2.000(1. 1.000.2 (P/F.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.10 F = 1.000 F = 1.1.000.000. uang Rp.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1. 6 %.000.n) ………………………2.000. i = 0.000. 2.1) Dari rumus 2.331.000 (F/P. 10) = 1.10)3 = 1. 10 %.000 0 1 2 3 n Gambar 2.Contoh 2. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.3310) = Rp. 1.000. 1.1: Dengan bunga 10 % pertahun.000 (0.331.5584) = Rp...n disebut faktor jumlah sekarang.791.

diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….i %.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 . + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).3 F(A/F.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2..n) ………………………2.i %.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.

3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. n) ………………………………2. 184.40) = 184. i %.dengan uang muka Rp.000.000 .000.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. 10 .dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp. i = 1½ % A = F(A/F.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. n) = 10.4 (A/P. 6. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. 1 ½ ..1 dan 2. 2. Pemyelesaian : F = Rp.240.000 tiap 3 bulan.000.i %.Contoh 2.000. i %.000..200.. 1. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.000 (A/F.000.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp. 10.suku bunga tiap tahun adalah 6 %. n = 40. 10. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.

i %.960. 6 %.000 N = 48 bulan. n) ………………………………………. 48 ) = 4..06. i = 1 % / bulan A = P (A/P.450 3.5 (F/A. 563.000 – 1. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). n) i F = A (F/A.11 .450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.dengan suku bunga 6% / tahun . n) ……………………. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.4.700. n) = 100.200. i %.000 (0.200 (5. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. A = Rp. n = 7 .000 (F/A.000.960. 6 %.000 F = A(F/A. 130. agar tiap tahun dapat diambil Rp.240.. i %. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5. 130. i %.3.582) = Rp.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000.000 = 4. 1. i %.Penyelesaian: P = 6. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A. Penyelesaian : i = 0. 5) = Rp.179. i %. i %.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.200. 100. Penyelesaian : A = Rp.0263) = Rp. 179.000. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2.000.000 (A/P. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2.2.- 4. 7) = 179.960.2. 100. n) = 4.6 i (i + 1) (P/A.200 P = A (P/A. i %.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun. Dari rumus 1.

Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + . 1.000. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….tiap tahun.200.000.000.000. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp. asuransi.4. demikian seterusnya naik Rp.. + (1+i)2 + (1+i) . pada tahun ketiga Rp.-.. pada tahun kedua Rp. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp.-.1. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak.C.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.000. 6.700. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut. 200.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp. 1. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 ....000.500.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2.900..000.-... gaji karyawan.

657.000. i %. 1. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.. 6 %. n) (A/G. 1.657.000. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. i %. dan naik tiap tahun Rp.842) = Rp.000 225.200. Contoh 2.210) + 35.000 190. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. n) (P/G.000 (P/A.000 0 1 2 3 8 P = 155. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. 6 %.000 (19.000 (P/G. i %. 35. (2). Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.(1). n) (P/A.200.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. 8) = 155. i %.-. 8) + 35.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. n) = (A/G.untuk selama 7 tahun.000 (6. i %.000 155. i %.155.- 13 . Penyelesaian: P 400.

000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.706.200.6139) = 736. 10) = 1.200.200. dan 4 tahun kemudian Rp.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp. 5) = 1.000 pada tahun ke 15 dan Rp.200.200. 14 . n4 = 20.200.7835) = 940.500.000 F3 = 1.4810) = 572. 5 %.000 pada tahun ke 5.Contoh 2.000. 2.200.1. i = 0.000.000. 2.300 ( perbedaan kecil timbul. 2. 1.000 (0. 1. agar dapat disediakan Rp. 2 tahun kemudian Rp.000 1. F2 = 1. 5 %. 1.05 P1 = F1 (P/F. 5) (P/A. Rp. Rp. F1 = 1. 20) = 1.706. 20) = 1. 5 %.000. 1. sebab adanya pembulatan).200 P4 = F4 (P/F. 5 %.000.200.200.200.200 P2 = F2 (P/F. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.200.200.200. Contoh 2.000 (0.200. n3 = 15. 5%. n2 = 10. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.000 (0.000 (0.000 1.200.18097) (12.000 pada tahun ke 10.700 P3 = F3 (P/F.000 1. 15) = 1.3769) = 452. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.000 (0.000.000. F4 = 1.400 Cara langsung.000 .462) P = Rp.1.200. 5 %.200.

13907 Jadi i kira-kira 11.000. 8 %.681. 8 %.12 − 0.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . profitability index (PI). 10) + P2 (P/F. 7. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.000. 8.1400 − 0.000.000.- Contoh 2.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR). 8) + P3 (P/F.1400 50.111 0. 8 %. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.681.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp. 15) = 0.000 P3 = 1.000.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.500. 11 %. n3 = 6.000.8509) + 1.1589) + 1. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth). 50.000. A = 7.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.500.000 (2.13907 (0.14682 i = 0. Contoh 2. 6) = 2.000.000.000 A = ( A / P.11 + 0.000.P1 = 2.1 %.000. n2 = 8. 15) = 0.000. i %.000.000 (1. 15) Î 7.13907 i = 12 % Î (A/P.000 A = P(A/P. 100. P = 50. 12 %.000 P2 = 1.000..11) = 0.5869) = 8.10 : Suatu investasi Rp.000 (1.dengan suku bunga 7%/tahun.14862 − 0. i %.15) = = 0.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.

03392) = 255.538) = 7. 5 1/2 . i %. 3 ½ %.000 (A/P.690 Jadi harus didepositokan Rp.538.Rp.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp. 5 ½ . 8) = 7.388. mulai 1 Januari 2006. 14.009. jika suku bunga 11% / tahun.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000. 100.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1. P = 100.000 (P/A. 3 ½ %.009.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).000 selama 5 tahun.000.200 = Rp.000 .000 Contoh 2.000 (A/F. 60) = 4. 8) = 7.612.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4. 16 . 5 ½.000 (7.000.000.538. 10) = 1.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. 40) = 85.000.538. 255.yang sama.000. 85.612.000 (0. n) = 100. 1.

01) = 7.000.000. Jika disewa ongkosnya Rp.000 (P/A.000.000.000 Rp.000 − 0 (0.000 tiap awal tahun.000. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000.000 Rp.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .75.000. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = . 15) = 4. 5.000.000. 15)= -2.Contoh 2. 5.000 (P/F.000 + 5.000 5.000 17 .000 (P/F. 14) + 100.000 + 5.000 (P/A.000 i = 8 % : .000.000.000 Grafik beli sewa : 75. 14) + 100.000.000. Jika dibeli. 100.965.000 + 2.000 5. 14) + 100.000.000. i %. 8%.000 (P/F. 8%.000 i = 7% + 4. 7%. 7 %. 5.000.000 Sewa Rp. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.965.000. 80.69% 4.75. 100.000 pada tahun ke 15.000.000 5.000.-.000. i %.000.000.260.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.75.000 (P/A.000 5.000.000 100.965. harganya Rp. 80.260.000 + 5.

100.000 Rp.7%.000.000 Rp.000 (6.000.15) = −263.400 i = 8% : −75.000 ( A / F . 15) + 5.000 + 95.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.7%.000 50.000.605) − 50.400 + 263.000 100. 250.000 (6.000 − 250.397) = −13. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000 ( P / G .8%.000 ( P /.000 Rp.000.862) = −9.000 + 200.01) = 7.000 150.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5. 150. 200. Contoh 2.000.400 i = 7% + 545.600 18 .000 ( A / P.400 − 0 (0.000 100. i %.000. 0 = .000 P1 P11 = 250.000 + 95. 50.650 i = 12% ______ 595.000 ( A / P. i %.000 + 95. i %. 595.000 ( A / F .791) − 50.67% 545.75.000 Rp.000 (A/F.000 Grafiknya : 595.000 Rp.5) − 50.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000.000 250.000.000 (3.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.15) = 545.000 200.000 (3.15)) + 5.15) + 5.000 50.000 − 250.000 150.000 250.7%.000 (A/P.000.000 − 250.

20.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.000.Jadi i = 10% + 2% 9.304) = 91. Modal awal Rp.000. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan. G = 40. Penyelesaian : P = 20.650 Contoh 2.000 F 480.10) = 20.000 400.15%.000 (4.000 20. 600.10)( F / A.10) + 40.600 + 9. 500.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000 10 2 3 4 1 F = 20.000 (20.000.10) + ( F / A.000.0456) + 400. Menurut staf ahli investor tersebut. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.000. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a. 3.- 0 Soal-soal : 1.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 untuk selama 8 tahun.000 520. 91.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.781.304) + 40. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000 (3. b.000 untuk selama 20 tahun. 40.3)(20.000. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama. A = 400.000.000 ( A / G.000.000 440. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp. 5.000.15%.000.650 − 0 = 10. 19 .000 ( F /.781.000.15%.83% 13. Modal awal Rp.

000 dan menghasilkan penghematan Rp.000 pada 12 tahun mendatang. Jawaban : a). (besar angsuran sama).000 . Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun.000. 10. Uang sejumlah Rp.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun).i = 25 %. d). 3. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. b) Rp.100. c). suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun.000.i majemuk = 109475.200 .000 Jawaban : a).480 . b).143. i = 6. 40. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). c). 15. 50. pinjaman sebesar Rp.c. 4. 753. a).000.i = 10.88 %.500. c).i nominal = 1300%. b). berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. Modal awal untuk suatu peralatan Rp.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ).000.000 dan harus dikembalikan Rp. d) Rp. Investasi sebesar Rp. 1. 8. 50. Hitung : a). Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. Jawaban : a) Rp. b).31 %. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. 770. 50.000 dalam 1 minggu. suku bunga bank tersebut b). uang sejumlah Rp.000. akan ekuivalen dengan barapa sekarang.Rp.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.44 %.i = 15.c).000. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. 250. 1. c).6 %) 2. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.000 4. 6. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. 20 .000. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp.

New York. 34. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Surabaya 21 .Au. Prentice Hall International Inc.b).480. Jawaban : a) Rp.N. Tung and Thomas P. 1995. b) Rp.N. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis.460 . Barish. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. Mc Graw Hill Book Co. New Jersey. Second Edition. Daftar Pustaka: Au. Edisi Pertama. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 2004. Ekonomi Teknik. Penerbit Guna Widya.Inc. N. 1992. 9. Pujawan..

Berdasarkan kategori diatas. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Dalam situasi tertentu. 3. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). 10. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya.000 K untuk perawatan mesin-mesin. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. 2. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. Dalam ekonomi teknik. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang.

listrik.000 Rp. n) − S ( A / F .000 600. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.000 + = Rp. pajak.000 K (0. 10.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .5) − 600 K ( A / F . dan sebagainya.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi. i %.000 Alternatif B Rp.8%.8%. tentukan alternatif mana yang dipilih. i %. Contoh 3. 1.000 Rp.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1.700 500. 200.000.2505) − 600 K (0. 500.5) = 5000 K (0. i %.000.1168) − 1.149.000. 5.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.200 23 .3.000 Rp.000 K (0. n) dimana S = nilai akhir.000 + = Rp. i %.131.700 CR = 10. n) + Fi ………………………….000 K ( A / P. Rp. 1.649.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.15) − 1000 K ( A / F .331.15) = 10.. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. 1.8%.200 200.8%.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.

000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.000 5.000 600.000. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.000 5.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.649.000. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A. 24 .000.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.649.649.700 0 1 2 3 4 5 1.000 600.

Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000/tahun . 5.000/tahun . Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000. 8.200.000 .000 -500.000/tahun + 300. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000.500.000 . Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000 . maka sebagai periode adalah 260 tahun.400.700.500.000 -500.700.000.000/tahun + 300.000/tahun .200.000/tahun + 4.000.000 +300.700.000/tahun + 300.000.5.000.000 .Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000 .000 + 300.000 + 600. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 . Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.200. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.000.200.000 .000 + 600.000 -500.5.000 .5.000/tahun .000 + 300.000/tahun .000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.000 + 400.200.000 + 600.12.000 + 1.000.20. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas). 25 .000 + 8.000.500.000 akan menghasilkan Rp.000 -10. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis. Eugene L Bab 20).200.000 .

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

000 (P/F. 16 %. 16 %.000 Matematika 1. 6) (A/P. 4.980. 16 %.000 1.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.700.400.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.000 (A/P.700.980.400.000 8.700.000 (P/F. 3.000 1.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8. 3.700.400.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.000 (A/P.000 = Rp. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.800.000 1. 16 %.000 29 .000 (A/P. 16 %. 12) (A/P. 9) + 1. 16 %.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.800. 18) + 1.000 = Rp.044.000 1.400.400.700. 6) + 1.000 8.400. 16 %.400.700. 18) + 8.700. 18) + 8.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.700.000 = Rp.400.

200. 3.800.000. 650.000.000 Rp. 7. 4.000 Rp. 100.000. 2.000. 18) + 1. 30 .000. 665.000 (P/F.000. 65. 4. Harga unit Y Rp.000 tiap tahun. 9.700.000 Proposal II Rp.000. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp. 12.000 10.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. 30. Harga unit X Rp.044 . Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. 9)) (A/P.800.000.000 1.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.000 = Rp. 240. 175. 65. 16 %.000.800 . tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp. 15.000 dan nilai akhir Rp.00 .000.000. tahun kedua Rp.000.000.000 Rp.50.000.030.000. 16.000. 250.000.000 dan nilai akhir Rp.000 Soal-soal: 1.700.000. Dua proposal diusulkan.700.000.EUAC (Z): 10. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp. 9.000 1. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.000 + 10. 125.000.000 Proposal I.000. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.000.000 Rp.800. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp. 16 %. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. Dengan i = 20 % setelah pajak. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. tahun kedua sebesar Rp.000 Rp.000 Rp.

G. John Wiley and Sons. Singapore.. Principles of Engineering Economy.Proposal II. Fabriky. H. Eugene L. Mc Graw Hill Book Co. Leland and Anthony T.. Gant. 31 . Engineering Economy. i = 9%.. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Thuesen. Prentice Hall of India Private Limited.. and GJ. New Delhi. Fifth Edition. Grant Ireson. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. W. Engineering Economy.Inc. and Richard S. 1985. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Thuesen. WJ. Singapore. Daftar Pustaka: Blank. Second Edition. Leavenworth. 1982. Seventh Edition. 1981.

Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. Untuk hal demikian. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Seperti halnya dalam Bab 3. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. diperoleh: 32 .

present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. 8) + 500. Jika i = 8%. 8 %. 12) = Rp.1: Harga mesin X adalah Rp. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000.000. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp..000.000.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.521.1 i Contoh 4. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.5.000.000 (P/A.000 (P/F. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.000. 8 %. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).000 (P/F.000 10. 500. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol. 100.000 500.000. 4) + 10.8 %. 20. 26.000 10.000.000. 10.000 33 . biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. Harga mesin Y adalah Rp. 100.000.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit .000 + 10.000 pada tahun-tahun berikutnya.4.000.000.000 dan bertambah Rp.000.

000 100.000. 6%. 21.000 (1+(P/F.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.933.875.000. 12) = Rp. 296.000.478.000 + 3.000 (P/G.000 0.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . 22. 6%.000 = PW = 0.000.2. 6%. 60) = 205. 8 %.084. 26.000 (P/F.000. Contoh 4.864.Untuk mesin Y : 20. diperoleh Capitalized Cost 26.000 = Rp.648. Δ PW = = = 42.000 – 253.09 EUAC (II) = Rp. jadi dipilih alternatif I.000 (P/A.084.000 (P/G. 26. 6 %. 8 %.157.2.000.000.09 Ada perbedaan sedikit. 60) = 203. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000.000 5.333 0.961.000 (1+(P/F.000 (P/F.157. 12) – 5. maka Capitalized Cost 22.000 + 15.000 = PW = = Rp. 20) + (P/F. 60) + 80.2: Lihat kembali contoh 3. Contoh 4. 6%.09 Capitalized Cost = 296.648. Penyelesaiannya : = Rp. 40) + 3.000 = 42. 6%.000 + 100.784.22.000.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.000 PW (B) = 80.000 . 30)) + 20. 20) + (P/F. 6%.000.000.000 (P/A.000.784. 253. 40)) + 4. Penyelesaian : PW (A) = 135.000. 6%.09 0.3: Lihat kembali contoh 3.648.784.927.000 Dari contoh 3.000. dikarenakan pembulatan.000 3.

4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya.500 .000 tiap tahun.647.500.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000. 20) + 6.2.000.8%.6. 5) (P/A.Contoh 4.000. 8%. harganya Rp 90.20). Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000. 5) (8% 15) – 5.000. Harga sebuah mesin manual Rp.000.000) (P/F.000 (PA.3.000 (P/A.pa j a k 8 % . Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000.000.000.000. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000 + 1.3.850.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.000.000 (A/F.000.000 (A/F.000.876.000.000.000.850.000 (P/F. 8%.000. nilai akhir Rp 2. 36. 8%. 8% 20) = Rp 167.000 (P/F.000. PW (1 mesin otomatis) = 90.000 + 2.000 + 30.000.30. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000. Rp. 10) + ( 3.1.000.8%.000.000 tiap tahun.000. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000 + 27. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.000.000. Gaji karyawan ditaksir Rp.500. PW (2 mesin manual) = Rp 334.000) (P/A.000 + 13.(6.500.500. Untuk mesin otomatis.000. Jika mesin oto matis dipilih. 329.500 .000 + 12.000.15) + 2. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6. 20) + Rp 3.000.000 dan biaya pemeliharaan Rp.438.000 tiap tahun. 8%. 8%.000 / tah un. 8% 20) = Rp. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.500. l2. umur teknis 10 tahun. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.

65. Mc Graw Hill Book Co. apakah asrama seharga Rp 90. Prentice Hall of India Private Limited. WJ.000.000. 1985. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. W. Surabaya. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. Eugene L. 1981.16.. Fifth Edition.. and Richard S. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. Singapore. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500.000 pada tahun-tahun berikutnya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.000. Principles of Engineering Economy. Grant Ireson. Haryono.. Second Edition..000 pada tahun-tahun berikutnya. Engineering Economy.800. 36 .000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. and GJ. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . Ekonomi Teknik. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). New Delhi. Thuesen.000. Leavenworth. Leland and Anthony T. Thuesen. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Daftar Pustaka: Blank.000.Inc.Soa1 – soal : 1.000. Singapore. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2.500. H.000. Engineering Economy. Fabriky.G.000.000. 1990. Gant.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Seventh Edition. 1982. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh.000.000.000. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. John Wiley and Sons.000.

untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. maka investasi tersebut dapat dilakukan. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). 37 . metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Internal Rate of Return (IRR).BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI).PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya .2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method.

000 + Rp 200.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.650 − 0 = 10.682) = -9.000 – 250. 1%.650 38 .1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595. 1%.791) – 5.000 250.000 (P/G.397) = 13.000 – 250.000 + Rp 250.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 100.000 (P/A.605) – 50.000 50.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 200.000 + Rp 50.83% 13.600 + 9.000 150.000 (3.000 (6.000 + Rp 100.Contoh 5.000 + Rp 150. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 (6. 5) – 50.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 (3.00 – 250.

400.800.200.000 6.100. Karena i = 13.000 B–A .000.000.9.200.800.300.000 . pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.000 + 2.200.800.9.000 2.000 tiap tahun. 9.000.000 .000 2.400.800.400.000 Alternatif B . Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.000 .800. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000.800.000 2.000 (A/P.800.400.000.000 .000.800.400.000 6. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.200.400.9.9.3%. 15.000 .000 .2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.9.000 . 1.000.200. 10) + 2. asuransi. 300. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 . Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.000 2. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.000 NPW = 0 = -15.15.000 6.400.000 (P/A.000 2.400.800.800. Jika suku bunga i = 9% (MARR).000 .400.200. i%.400.000 6. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000 6.000 6.000 2. dan Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih.9.000 tiap tahun.1.000.9.000 6.000 2.000 6.000 6.800.000 6.200.200. 400.000 .9. Rp.200.000.9.300.000 2.200.000 2. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis. i%.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.15. 10) Atau NAW = 0 = -15.9.200. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.000.800. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol. 3.Contoh 5. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.000 2.

7% B : -2.000 + 1.1%.000 (A/P. 2. 10) + 3. i% . diperoleh i = 8.000 300.000 (P/A.000 (P/A. 2.100.300.000 Rp. Contoh 5.800. 9.000.000 = 15.7% 40 . 1.000 300.000 Rp.000.737.100.000 Rp.100.000 + 400. Karena 6. 800. 3) = 0.000 .000 300.800. 800. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .Rp. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.000 NPW = 0 = . 1.000 Jika i (MARR) adalah 5%. diperoleh i = 9.000 + 300.EUAC (A) EUAC (B) = Rp. bahwa EUAC (B) < EUAC (A). hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000 Rp. 800.3) = 0.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . 9%. tentukan alternatif mana yang harus dipilih. i%. 1.000 (P/A.000 = Rp.100.000 + 300.000 Rp.000 Rp.200.000 + 300.Rp.000 + 1.800.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B. i% .800.100.000. 8. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.000 + 800.000.

000.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000 (P/I'.000 (P/A. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000.916.000. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak. yaitu proyek X dan Y.000 (P /A. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000 Rp 23. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000.000. 25). 12%.000 (P/A.000.000.000 tiap tahun. Contoh 5. 25) = 3.000 + 32.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000 Rp 24.250. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000 Rp 88. 13% 25)+50.000.000 25 tahun Rp 325.000.000.000 Untuk i = 13 : . tentukan alternatif mana yang dipilih.000 Rp 50.. 13%. 25) + 50.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.250.000 (P/F.000 Rp 32.000 + 32.000.000. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.250.500.000.000.000. = 13.000.000 41 .000. 50.000.000.085.000+32. 12%. i%.000 Rp 50. i%. pajak pendapatan ditaksir Rp 23. Untuk proyek X : 0 = . pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000.000 Rp 100.100.000.000 tiap tahun.000 (P/F. 25) + 50.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.4 : Misal ada 2 proyek.000. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp. 25) Untuk i = 12% : . Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000.000.000.000.000.000.000.000 Rp 40.

2 5 0 . Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.000 + 36.500. i%. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000 (P/F.000.000.23 % > 11 %.000 (P/A.000.000.916. 25) + 50.Diperoleh i = 12 % + 3.000 pada alternatif II.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).325.916. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). yaitu 3.000 Rp 120.000.23 % 3.000. i%. 0 0 0 tiap tahun. Contoh 5. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%. Untuk proyek Y : 0 = . Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50. 1 . maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000 20 tahun Rp 10.000 Rp 9.085.000.000 40 tahun Rp 20.000 Karena 12. 70.000 − 1 1% = 12.000.000 Rp 6. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p . Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.4%. 42 .000.000 + 13.

c.000.000.000 + 10.70. Hitung rate of return t i a p .000.250.000.000 7.000.000 NPW (II – I) = .000 (P/A.250.000 + 1.750. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.000.000 1.000.000 9.000 (P/F.000 9.000 - 7.000 + 40.750.000 21 – 39 40 9.250.000. b.50.000. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya. i%.000 + 10.000 .000/tahun II – I .000.7.000 + 20.70. 40) + 40.000 + 1. 20) + 10. yaitu a.000 1.120.000.000.000 7.50. d.000/tahun - Alternatif II .750. i%.000.000 + 1.000 + 10.000.250.750.000 (P/F. 43 . 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama). Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.750.000 . Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000.000 9.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.t i a p a l t e r n a t i f .000. i%.

27. 5). Penyelesaian. i = 5% D : 0 = – 500. 400.000 Rp.200 Keuntungan/tahun Rp. 46. Untuk A : 0 = – 400. 500.000 B Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . 125. 27.000 Rp.000 Rp.efisien).000 Rp.000 + 46.700 C Rp. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. i%. 5).6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. Jika i% (MARR) 6%. 400.000 + 100. diperoleh hasil sebagai berikut. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh.200 D Rp.000 + 27. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.3% C : 0 = – 200. i%. 5).700 (P/A. 5).3% B : 0 = – 100.000 B Rp. 100. i%.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.200 (P/A. Contoh 5. 400.000 Rp.200 Keuntungan/tahun Rp.200 (P/A. i = 12.900 (P/A. 200. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.000 + 125.700 44 . 100. i%. 100. i = 8.e. 125. 500.900 C Rp.

sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6.100. 9 % > 6 % maka . diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental). 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. 300.300 (P/A. i%. i%. Selanjutnya membandingkan A dengan D. 45 .000 + 21.200 (P/A.300. 73. 100. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D).000 + 73.pilih alternatif D.000 Keuntungan/tahun Rp. K a r e n a 6 . Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. 21.9 % .300 NPW ( D-A ) = 0 = .000 Keuntungan/tahun Rp. 5).200 NPW (A – B) = 0 = . Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.

000.000 Rp 9.000.000 Alternatif II Rp 80.000. Berdasarkan perhitungan tersebut.000 4 tahun Rp 1.000.000.000.000 A Rp 40. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000.000 Rp 16.000.000 40 tahun Rp 2.000.000 Rp 10.000. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000 1. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000.000 Rp 1.000 Rp 11.000 Rp 16.000.000 Rp 16.400.000 Rp 11.850.000 Rp 11.000. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40. 2.000. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000.000 5 tahun 5.000.000 Rp 14.000.Soal-soal : 1.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 . Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.

Seventh Edition. Daftar Pustaka: Blank. Singapore. Singapore. 1985. Engineering Economy. W. 1981. Principles of Engineering Economy. Prentice Hall of India Private Limited. and Richard S. and GJ. Thuesen. WJ. H. Leavenworth.. New Delhi. Second Edition.Inc. Mc Graw Hill Book Co. Fabriky. Leland and Anthony T. 1982. Gant. Grant Ireson.. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. maka tentukan mesin y ang dipilih. Eugene L.G.. Engineering Economy.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Thuesen. John Wiley and Sons.. Fifth Edition. 47 .

mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut.Tetapi 48 . Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. Contoh lain. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. sedangkan sebaliknya tidak. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. rumah sakit dan obat-obatan. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan.

jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.6%. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. Untuk 3 alternatif atau lebih.700( P / A.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif. dokter.5) 100.5) = = 1.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.000 27.6%. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. : Lihat kembali contoh 5. dokter. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.000 B : B/C C : B/C = = = 1.5) 200. Contoh 6.900( P / A. B PWbenefit EUAB ……………………………………………….97 46. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus.06 = C PWcos t 400.1. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. tetapi disini dihitung incremental B/C.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.6%.17 = 0. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.000 49 . yaitu diperlukan analisis incremental . sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. 6.200( P / A. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi.

50 .000 Rp. 125.6%.02 100.000 Rp. 21. 27. 400.700 A Rp.200( P / A.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. 500. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. 100.6%.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D . Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.05 Untuk alternatif C karena.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B . 100.000 Rp.900 D Rp.900 D Rp.D : B/C = 125. 100.200 Incremental D–A Rp. Selanjutnya.5) 200. 400.000 Rp. 100.5) = 1.6%. 125. 500.5) = 1. A Biaya awal Benefit/tahun Rp. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.300( P / A.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.300( P / A. 0 2 100.000 Rp.000 Rp.000 = 1.000 72.

k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.Contoh 6. Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R). B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2. 51 .000 tiap tahun.000.55. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.000.000.300.2. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105. 0 0 0 . Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).000.000. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP).000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika. sebab data yang tersedia dalam tahunan.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.000. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480.900. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.kecilnya banjir yang timbul).000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40. 0 0 0 . sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.000. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).1. Seperti halnya dalan contoh 6.10.000.000 tiap tahun.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.

000. B (S . biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 = 2900. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah. 6%.000.000 = 219.000.105.000.000 B/C = 12.000.000 375.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000.000 (A/P. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000 Karena B/C – 0.000) – (28.000.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.000.000 .000 + 10. pengembangan. dalam pengembangan sistem senjata.000.000. Contoh 6. Misalnya. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.000.000.000) = 12.TP ) B/C = = 480.000 (A/P. 6%.71 219.50) + 35.000 . 6%.000. Cost disini mungkin biaya riset.000 – 55. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000.000 = 157.000 = 0.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. nilai akhir. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .50 + 35.000 = 375.R.000.000 .000.08 157. pengendalian polusi dan sebagainya.000. 50) + 40. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000 = 1.000 (A/P.000 C(D & R– S) = 5300.000 2900. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.T P ) C (S .000.

000 9.161. 25.732. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000. 15) = 264.000 75.000 (P/A.000.000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.000.000.000 ( P/A .000 9.9%.200. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000 (P/A.000.000. 99%.000 PW (B) PW (G) = 160. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.000 Dari hasil perhitungan di atas.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000. 15 ) = 272. 9%. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125. 5) + (P/F.000 25. Dengan menggunakan MARR 9%.000 (P/F.000.15) = 256.000. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000% B 160.000 = 190. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000 160.000 + 9. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 12.000.tersebut. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).200.9% 10) 15.000.000 12.000 15.000+ 12. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000 + 25.000 190.000.000.000 75% C 190.000.000. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.723. 9%.200.000.000.000 15.

000. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya.429.000. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. PW (C B) = 7. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. Soal – soal : 1. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0.2 . maka masalahnya sederhana. . Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan.dengan nilai sejumlah uang tertentu.38. Demikian sebaliknya. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. Misalnya dalam contoh 6.3 tersebut. tetapi dalam beberapa hal berlainan.08 dan 1. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. 60% dengan 72 % dan sebagainya.03. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 .20 % maka penawaran C yang dipilih. Dalam contoh 6. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. (rubber yard sticks). Dari perhitungan. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi.429 efisiensi (C . Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian.B) = 15 % Dari hasil tersebut.

300. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.000. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .000.000.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. 4.000. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000.000. 3.000.000 dan Rp 660. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP.000 tiap tahun.000 tiap tahun. D & R akan mengurangi daerah pertanian.000.000. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000.000.000.000.000 dan Rp 90. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000 dan untuk lokasi N. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.400.000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1. Biaya awal untuk P adalah Rp.000 dan naik Rp 5.000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000 tiap tahun.000 dan bertambah Rp 20.000. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180.000. Dari soal 1.000. Gunakan MARR 8 %.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. 50. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000.000 dan naik Rp 12.000. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.000.600.880. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut. Untuk lokasi M. diperlukan biaya awal Rp. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R).000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. 3.000. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N. 2. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000.

2004. Mc Graw Hill Book Co.000. Edisi Pertama.. D . Surabaya 56 . 1995.N. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.Inc. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. Pujawan. New York. N. Penerbit Guna Widya.000. R. Ekonomi Teknik. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . Daftar Pustaka: Barish.N.

Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point).BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. 57 . Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. biaya minimal. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Karena itu f1 (x) = f2(x). kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. cost point). dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika.

Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000) (A/P. 174. 4) = Rp.10%.000.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .000 (0. 120. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .Contoh 7.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif.10) = 399.400. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.4) + 200. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. 550. Gunakan i (MARR)10 % tahun.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air. 10%.000 – 200.000 (A/P.400.000. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.

1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7.000 + 120.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.000 + 100 (0. Gambar 7.84) – 174 – 100 (1.t = jumlah jam operasi tiap tahun. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.37) = Rp.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun. Maka TCB = CRB + Ht.HBt = 399.000 + 120. 292.000 59 .000 − (399. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .

000a (0.000 Rp 3.01) (0.000a + 4.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000 - Baja 29.000.000 = 29. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.000a (0. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.500.000. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.934.000 = 2.000. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.000 Rp 1.440a + 8.032) ( 0.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun. 20) + 8. 20) + 35. 8%.08) + 4. steel (baja) dan frame (kayu).000a + 6.250.000a (0.08) + 6. Setelah melakukan penelitian yang mendalam. 8%.250.250.500.000.558.500.000 Rp Rp 5. 60 . dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.000 Rp 1. Contoh 7. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.000 TC (kayu) = 35.968) (A/P.000 3.600.000 Rp 5.99) (A/P.400. Dalam contoh sebelumnya.000 a (A/P.000 = 3. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24. 8%.000 = 2.000 Rp 2.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih. 20) + 29.000a (0.

yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi.000. A. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.000. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. yang ekonomis adalah konstruksi beton.000 15. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.Biaya kayu baja 25. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.000 beton 20. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. adalah membangun dengan konstruksi baja. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya.000.

40)(12)( A)(555) 539.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. dan pemeliharaan diabaikan. biaya investasi akan bertambah juga. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i .000 + (600 – 500) (539. umur teknis ditaksir 20 tahun.001 1435 ohm.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya.6) A (A/P. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. 20) + 500 (539. biaya instalasi Rp 160.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 .6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.6) A (0. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0.0011435 258. pajak insurance. 6%. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .890 A + 13.940 62 . Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.06) = 20.

760 162.720 129.490 + 13.390 139.890 A + = 20.120 185.610 86. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.370 3 76.52 inci2 20.490 =0 A 258.490 = 3. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.140 182.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .090 162.750 43.940 A 258.890 – 258.510 4 5 6 97.400 TC 185. 090 Biaya Investasi 129.280 64.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.680 51.500 118.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.160 170.

000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp.000.850.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan. Soal – soal 1.000 3.000. 4.560. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. 50.000 1.000 4.680.220.000 8. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.000. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.030. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.000 5.240. 3. maka berapa hari tiap tahun. 130. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun. dan biaya pemeliharaan Rp. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.190. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. 5.000 tiap tahun secara kontrak.000 tiap hari.000 3. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.710.960.000 2. Jika suku bunga tiap tahun 12 %. 7.000 3.960.000.000 tiap hari. dibandingkan menyewa? 64 .000 6. dua.350. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. tiga atau empat evaporator.000.30. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.610.000 6. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .000 860.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya.

biay a pemelihaan Rp. Bi. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . 2. dan memerlukan biaya Rp 2. New York. 0.300. Harga mesin ga s olin Rp. Ekonomi Teknik. Haryono. mesin diesel ekonomis. 150.000.800. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. 240. Ekonomi Teknik. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.aya buruh Rp.000 tiap tahun. dan mesin gas ekonomis. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun.000. Mc Graw Hill Book Co.000.000. 150. Penerbit Guna Widya. biaya pengoperasian Rp. 2. dan memerlukan biaya Rp. N. Surabaya 65 . sehingga dapat diabaikan.000 tiap tahun..000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp.2. 200. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp.000. untuk buldozer yang ia beli. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. 3. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. 1995. Pujawan. Surabaya. diesel atau gas hidrokarbon.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. 2004. 3.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.500.Inc. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. 4. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. 300. biaya pemeliharaan R p .000. Edisi Pertama.000 tiap tahun.N. 1990. 315. Harga mes in diesel Rp. 3.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. Daftar Pustaka: Barish.600 tiap jam operasi untuk gaselin.000 tiap tahun.N.

terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. yaitu: 1. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. 2. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Yang pertama.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang.sederhana sebagai beriku t : 66 . yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. sehingga berkaitan dengan p a j ak. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah.

5. pemeliharaan.000. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. dan nilai akhir (S). Untuk menghitung depresiasi.000. 2. 4. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) .000 untuk menunjang proses produksinya.000 sebagai penghapusan modal. Dengan menggunakan mesin tersebut.000. 67 Sum of Years digits . 2.000 tiap tahun. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi. ada 3 komponen utama yang digunakan.000 tiap komponen.000 tiap tahun. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.000. dan depreciation accounting (SOYD). Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting .Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. 15.500. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. 5. 7. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. umur teknis (n) . Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. 2. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. upah kar yawan. 8.000.5. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting .000.000 = Rp. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.500 2. 2.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru.500.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

000 71 .940 1.793.711.000 6. i.000..000.400 6. n) (F/A. i%.917.000 1.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.000 Declining balance 2. i.901.490 999.000 1 2 3 4 5 Gambar 8. n) + i (P-S) (A/F. n) (F/A. t) ………………………. i . t-1) ………………………….015.000. 8. 10. Nilai buku asset Rp. i%. BVt = P-(P-F) (A/F.390 1.7.060 3.1.000 6% sinking fund Straight line 8.403.. 8.000. i.600 1.692. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.000. i.015.580 2.8.670 8.000 4.000 SOYD 4.596. 10.000.000.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. n) (F/P.

8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Penyelesainnya : a.000. b. 36.000 (P/A. Dt = P − S 36. g.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. f.000 n 8 72 . d.000 = = 4. c.000 + 8. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a.000. i. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. 8.Contoh : 8. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.3 %. h. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. b. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Sebelum pajak NPW = 0 = . Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). e. i %.900.500.36.900. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak.

i %.000 D2 = 7.000 4.000 + 8.400.738 .000.000.000 2112.738 .000 6.36.000 6.2 %.738 .778.000 6.000.000 4.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 4.000 + 8.000 4.000.000 4.500.500.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.000.900.000 6.000.000 4.738 . n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.738 .500.000 + 6.900.000 8(8 + 1) c).900.000.000.000 4.000.000 4.900.000 6.000 6.738 . D6 = 3. D3 = 6.400.000 2112.000 + 8.000.500.000 2112.400.400.000.000.000 4.000 + 8.000 2112. D7 = 2.000.500.000.900.000 6.000 4.900. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 4.000 4.000 4.900.000 2112.000. D4 = 5.000 2112.000.000 NPW = 0 = .000 (P/A.400. D8 = 1.000 4.000 + 8.000. D5 = 4.000.000 4.000 2112.738 .400.000.900.000 6.000 + 8.500.500.000 + 8.000 4.738 .400.000 2112.500. 73 .000 + 8. Dt = (P-S) D1 = 36.400.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.

000 (P/G.000 NPW = 0 = .000 7.000 + 8.900.000 3.068.000 6.000 8.900.900.548.000 1. i %.900.028.000 7.392.900.900.000 4.000 912.900.468.000. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.900.000 2.900.000 6.000 6.2 % 74 .000 1.792.000.900.000 8.000 5.000 2. 8) – 480.000 2.000 (P/A.900.000 6.000 4.000 3.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 + 8.000.000 5.000 3.000 7.000 8.000 3.000 2.000 - - 432.382.000 36.000 1.000 7.000.000 (B) (C = A + B) (D = -0.108.000.900.36.000 1.000 5.312.468.000 8.000 8.588.000 - - 900.000.508.000 8.832.000.000.000.48 C) (E = A + D) - 8.900.872. i %.000.000 7.988.000 8.900.000 5.000.

900.032.000 6.25 (27.451.25 BV3 = 3.000 7.000 .000 .848.1.000 2150.d).052.500 − 0) = 2.848.000 8.900.995.25 BV2 = 50.500 BV3 = 36.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.000.900.900.000 8.500 D4 = 0.000 8.1.000 .000 - B C D E .2.848.103.848.000.000 6.2.052.1 % 75 .000 (P/A. dr = 2 = 0. D2 = dr BV1 = 0.000 2. untuk t = 5.055.0.187.000. i %.000.995.000.995.000.000 6.000 2.000 8.2.000 9.052.000 7.000 8. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000.25)2 = 20.000 48.000 (1-0.750.000) = 9.000 8.900.848.000 BV4 = 36.000 5.25) = 27.000 .900.000) (P/F.905.000 d3 = 0.062.995.000.25 (36.25)3 = 15.000.625.000.052.000 8.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000.905.390.905.000 .000. 8) + CFt – 5.000) = 6.797.2.905.36. 7.750.000 5.000 6.000 . i %.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.000 6.000 (1-0.000 (1-0.797.842.000.837. 8. D1 = dr BV0 = 0.000 2.900.390.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation. 6.000 5.000 .2.000 -100.000.000. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.250.900.000 5.995.000 6.000 5.500 3.25)4 = 11.000 8.000 NPW = 0 = .500 5.000 + 5.36.868.000 (1.000 2.948.000 8. yaitu : Dt = (11.449.000 . BV0 = 36.995.000 3.

000 7.628.000 8.000 3.000 7.000.628.000 3.028.548.000 4. f).900.e).000 3.900.000.000 6.000 8.4.000.000 0 0 0 8.280.000. Tahun 0 1 2 3 A .900.000 2.392.600.000 .000 6.000 NPW = 0 = .900.000 8.900.508.000 8.900.900. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.900.000.4.000 8.6 %.000 8.312.000 8.000 8.000 4.000 1.000 5.832.000 4.000 8.352.988.000 (P/A.000.000 2.000 .000 5.000 912.108.000 900.588.900. n) – 480.900.000.900.000 B C D 17.900.000 1.900.900.000 2.000 6.000 5.000 8.18.000 4.628.000 6.000 8.000 ITC = 10 % (36.900.000 8.000.000 E 32.000 + 8.468.4.000.000. i %.068. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000.000 432.000 4.36. i %.900.000.000 8.900.720.000 76 .000 7.000 E .000 7.798.000 5.000 2.000 3.000 .000 (P/G.272.827.000 7.600.000.468.36.000 1.900.000) = 3.900.000 8.900.272.32.000 1.000 B C D 3.272.

000 .000 8.650.000 .272. Tahun 0 1 2 A .4.900.000 Ketiga = 0.000 .000 -7.000 .600.32.900.470.000 8.400.000 8.000 8.000 0 0 0 3.000.4.000 4.0.643.430.48 (-36.280.000 8.000 Besar pajak investasi = .643.720.220.000 8.680.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.000 8.900.628.643.900.560.900.4.900.36.4.4 5 6 7 8 8.000 8.36.900.000 8.000 .272.4.700.000 -5.272.000 1.000 .000 7.21 (36.000) = 17.000) = 7.000 4.000 1.272.000 + 4.000 4.000 4.1.4.15 (36.650.000 8.18.628.000) = 7.000) = 7.000 1.000 4.22 (36.000 8.920.900.000.600.900.000 8.000 (P/A.000 E .000 -7.000.340.900.272.000.816.000 4.000 8.900.000 .200.7 % h).000. g).000 8. i %.000 4.560.000 -7.21 (36.900.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 Keempat = 0.000 8.628.900.000 8.000.000 77 .000 .000 -7.628.000 Kelima = 0.000 B C D 3.000 NPW = 0 = .000 8.000 8.084.400.000 8.000 -7.400.900.21 (36.900.000 .000 8.628.000 -7.000 .500.000.000 1.000 8. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.560.000.900.000 .340.000 .000 1.32.900.000 Kedua = 0.272.000 .628.084.000 8.900.628.000 4.4.900.900.000 8.000 .272.900.000 8.650.4.272.000 980.000 8.000 0 0 0 0 0 8.000 E .900.3 %.000) = 7.628.816.000 B C D 3.628.000 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .272.000 8.400.000) = 5.272.272.920.340.200.700.900.000 .

8.000 8.900.4.000 .000 -7.816.000.900.36.000 260.4.000 .000 .000 8.900.000 .900.000 .4.000 4.4.000.816.000 .000 1.900.000. 180.272.125.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.000 8.000.000 8.000 8.000 8.000 -2.628.000 Tahun kelima = 8 % (36.000.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.000.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .200.900.816.900.000 Tahun keempat = 16 % (36.620.010.5.816.000 .000 8.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.000 0 0 0 1.628.900.1.900.4.000) = 5.200.000 .2.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.900. 30.890.000.628.32.880.000 8.000 8.700.000.158.000 4.000 .3 4 5 6 7 8 8.000 E .000 8.000 -7.000 8.084. apendik) adalah 20 % (36.000 -7.000 4.000.000 8.000 8. Contoh 8.2.640.000 8.000 8.700.000 B C D 3.400.9 %.084. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.900.020.760. i).600.272.000 -11.000 8.000 .000) = 7.000 -7.200.900.628.000 4.000 8.000 .000 Tahun ketiga = 24 % (36.000 .900.200.000 .6 %.272.775.640.507. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 6.000 6.900.000 1.000) = 2.272.272.084.000 8.000 .880.258. 78 .000 .900.628.000.000 8.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000 3.000 0 0 0 1.000 8.4.000 .628.000) = 7.000) = 11.200.200.520.084.000.140.900.000) = 8.000 8.000 8..272.700.000 8.000 Tahun kedua = 32 % (36.000.900.000 7.393.900.000 10.000 4. 36.000.700.520.900.760.000 4.000 1.000 8.

hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 -10.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000. 10) + 30. i %.000.000.000 (P/F. c).180.000.000 25.000. 79 .000 – 0) = 14.000 − 0) ) t = 180. c).9 %.000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000.000 B C D E -180.000. sebelum pajak pendapatan.000 30.000 + 25. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d). 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.000 (P/A. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.920.920.000.000 10 A -180.000 .10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.2 % b). i %.000 4 P−S (180.000 − 0 = 45.000 = 15. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.000.000K.000.000. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000 . NPW = 0 = . NPW = 0 = .000 (P/F.48 (30.000 P−S ) t = 180.000.000 .000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. b).000 + 36.000 -15.000 30.180. sehingga tak ada pajak pendapatan. i %.000.400. 10) + 30.000.000.000 36. Dt = 180. 30.080.000.000 (P/A. Penyelesaian : a).000. 8.000.000. i %.000.000 − 30.000 21.000 180.000 − 30.000.000.

000 .920. i %. i %.180.48 (22. i %.320.000.22.000.000.000.000 18.000 10 (180.600.000 21.000 = 15.000 .000.000 (P/A. i %.000 18.000 − 30.560.000.000 + 25.080 .180. i %.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000 (P/A.000 10.000 25.000 (P/F.320.000 36.000 -45. 10) + 18.000 8.400.000 4.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000 10 BV = 180.000 36.000 .180.000 = .000 36. 8.000.6% d).000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.600. Dt = 180.10. 4) + 18.000 15.000 30.5 %.000 -14.000 .000) = 10.000.000 -17.000.000. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000.22.000.750.000 0 36.000. 4) + 15.9.000 (P/F.000 40.000 .560.000 NPW = 0 = .000.250.000.000) .000 B C D E .000.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .Tahun 0 1 – 10 5 .000 .180.000 (P/A.000 .000.000.000 − 30. i %. 6) (P/F.560 .000.10 = 30.560.000 .15.000.000 – 30. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.320.000 B C D E -180.000 .750.10 10 A -180.000.000.920.000 K - Nilai akhir = Rp.000.000 NPW = 0 = . Contoh 8.000 + 40.

000 60.800.000 24.000 .000 45.300 .100 .000.400.000 -17.000.000 32.200 .000 (P/A. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000.400 .000 B -250. untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 B 250. Berdasarkan data di atas. 32. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 22.000 .800.000.100.000 .000 C -350.300.000 .700 .000 24.000.200.000 51.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200. i %.000 40.000 33.000 -10.000 D -500.400.000 -21.000 51.000 C 350.500 .600.200.000 14.000 -10.000 65.600.7.900 .200.000 117.000 27. 20) i = 6. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.25.000.000 + 22.000 .000 20.000 (P/A.000 34.500.400.000 17.000.000 -20.000.100. i %.000. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .000 .000 20.500 .0.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.400.5 % 81 .700.800.600.000 65. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.800 .500.000 NPW (A) = 0 = .000 50.000 D 500.200.000 101.200 .400. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 52.000 .000 -16.000 + 17.Biaya peralatan investasi A 200.800 . Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.

i %.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.000.000 45.Pemasaran (marketing) . C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000.100.5 % NPW (D) = 0 = -500.000 NPW (D – C) = 0 – 150.000 34. 20) i = 6.000 (P/A.000 C-B -100. Diperoleh i= 3.000. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi. 20).300.000 C -350.000.000 22. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .000 C-D -150.000.000 + 10. 20) i = 7.000 (P/A.000 10.000 (P/A.000 34. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.C dan D seperti sebelumnya. .900. i %.000 (P/A.900. karena itu dipilih alternatif C.000 + 45.000.NPW (C) = 0 = -350. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .000.000 11.700.dan sebagainya.600. Soal-soal: 82 . yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %. i %. i %.300.9 % < 6 %.000.000 D -500. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.Safety (keselamatan) .5 % Dari hasil perhitungan tersebut. 20).000.000.000 + 11.700.000 NPW (C – B) = 0 = .000 + 34.300. sehingga dipilih alternatif C.200.200.

000. Metode depresiasi sinking fund 6 %. 3. c. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Dengan 83 . 20. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 pada tahun pertama.000. d. d. jika digunakan : a. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000.1. Rp.25.000 pada tahun pertama.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp.000. b. 78.000 pada tahun kedua naik Rp. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. 2.000.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp.4. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.000. Rp.000.000. 3. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. 17. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. 3. memberikan pendekatan yang cukup baik. Metode depresiasi straight line. Pada tahun 2003. a. 16. Dengan menggunakan metode “average book”. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. b. 9.000. Metode depresiasi double declining balance.300. hitung rate of return tiap peralatan. Dengan menggunakan metode “Original Book”. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. Untuk tujuan pepajakan. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya.000. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal).000. Harga notebook tersebut Rp. 12. Metode depresiasi SOYD.50.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 untuk selama 2 tahun. c.

H. Engineering Economy. Daftar Pustaka: Blank. John Wiley and Sons. Leavenworth. Principles of Engineering Economy.G. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Second Edition. and GJ. Gant. Thuesen. Grant Ireson. 1985. Seventh Edition. 1982.. WJ.. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Eugene L. Prentice Hall of India Private Limited. New Delhi. W. Haryono.. and Richard S. 1990. 84 . 1981. Surabaya. Thuesen. Leland and Anthony T.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. Fifth Edition. Engineering Economy. Ekonomi Teknik.. Singapore. Fabriky.Inc. Mc Graw Hill Book Co. Singapore.

Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. Contoh 9.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun.A.000. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power).000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 .87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar).S. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. 10. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai.87 %.

000 500.000 446.000 314.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 500.000 272.000 500. pada kolom 4.000. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 256.900 ) Rp.000 238. 500.000 371.300 121.100 147.000 10.000.400 116.000.000 492.000 = Rp.000 500.500.000 399.000 500. 399.000 500.500 195. Setelah 116.700 161.500 181.000 Laju inflasi (CPI) 92.500 97.000 pada tahun 1995.000 468.900 94.000 500.000 104.000 500.000 500.000 500.000 478.000 425.300 125. 86 . tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.300 133.000 383. karena kalau dijumlahkan adalah Rp. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 349.200 100.000 500.000 500.200 170.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.338.000 500.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.500.000 288.200 109.000 500. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995. 7.

000. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.000. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.35. 133.500.000 tiap Ha.333.000000.Contoh 9. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. yaitu obligasi yang berharga Rp. i% . Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.333. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.000. 87 . 10) + 133. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a. 40.000.500.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.35.330 b. 1. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).85% c. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.000. i%.000 – 1. Pertanyaan: a.000. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b. Contoh 9.35.000 (P/A .40.000 x 5 x 100/150 = Rp. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. 70. Pertanyaan : a. NPW = 0 = . Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.330 (P/F . Rp.000.000.tahun kedua diberi indeks 105. 10) dengan interpolasi diperoleh 11.

c.500. Berdasarkan tabel c). c.333.000 + 70.000. i %. Penyelesaian : a.500.000 +∑ ( P / F .000 (P/F.000 -1. i%.000 -81.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.000 + 4.000.000 -1.333.600. 10) x b.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 -1.500.000 6.000 6.648. e.833.500.500.166.807.000 -1.000.000 -1. d.35.000 -1.733.666.000 5.000. Hitung rate of return dari a). Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .090. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.000 5. NPW = 0 = .000 d.b.000 + 4. 100 10 5.862.000 + 5.480. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.000 -1.500.590.980.000 + 46.500.500.869.330 - Obligasi 35.370.000 + 4.500. i %.500.362.000 -1.148.600 + 4.000 + 4.500.000 -1.666.000 + 4.000 5.000 6.000 + 5.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 + 2. n) 150 n = 1 1 + 0.000 5. n) n =1 10 88 .000 -1.433.000.000 + 133.000 5.369.000 + 3.

Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.000. 300. Soal-soal : 1. 20.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%.300.000. Berdasarkan data diatas : a. 74 %. 89 . Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.000 tiap tahun. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. a. 200. Komisi penjualan sebesar Rp. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.74 %.000 pada tahun pertama.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. b.e.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. 26. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.000. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. 1. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.1%) b. 100. Rp. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Selama 10 tahun tersebut.8 %) d. 5.9%) c. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20.000. 32. 2.3 %) c. 110.000.000. dan bertambah Rp.000.000. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. 320.000.000. 27.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp.300.700.000 pada tahun kedua.

000 tiap tahun.000.110.000. 346. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.000.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp.461. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.000.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan. a.110. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. 3. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli. ada pajak kekayaan sebesar Rp. b.000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000 (1. 90 . hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.000. 3. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. Jika tanah tersebut dibeli.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. 110. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp.000) dikenai pajak sebesar 49%.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun. 3. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).110. Selain pajak pendapatan (income taxes). maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.000. 25. 3.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).100.12)10 = Rp.000 (1. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.

Edisi Pertama. Pujawan. Surabaya 91 . 2004. 1990. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.. Haryono. Ekonomi Teknik.Daftar Pustaka: Barish. N. New York. Penerbit Guna Widya.N.N. Surabaya. Ekonomi Teknik. 1995.Inc. Mc Graw Hill Book Co. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Untuk suatu variabel random x : a. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas.

5) = 0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0.5) (0. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. (B1 M2).5) (0. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.5) = 0.5) + (0.25 93 .b.5) = 0. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. (M1 B2). B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. bila Y kontinyu Contoh 10.5) (0. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2). B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.5) (0.

Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp. 80(0.50) + 22 (0.25) – 1 = 0. 100.50) + 2 (0..25) + Rp.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.1. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.25) = Rp. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.-.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. expected annual equivalents. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. 100 (0. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya. 40 (0.25) + 1 (0.Rp..2 : Dari contoh 10. 15. 40.50) + Rp. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.25 0. Contoh 10.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. 94 .5 Contoh 10.-.5) + 12 (0.50 0. 80.

000 dan seterusnya. 150. 0 Rp.000.000) + 0.000 95 . tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000.000 Rp.000 Rp.000 Rp.000. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000. 12 %.000. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000) + (0. 200. 210.000 Rp.000.02) (300.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000.000 (A/P.000) = Rp.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.000 Rp. 100.000 Rp.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul. 53.000.16 3/50 = 0.000 Rp.000 Rp. 400.02 Rp. 15) + 0.48 12/50 = 0.000. 0 Rp.000. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000. 550.04 1/50 = 0.000) + (0.682.06 2/50 = 0.24 8/50 = 0. 150.000.06)(15.04 (200. 100.000. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000. 330.16(100.000 Rp. 100. 300. 450.000.

Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.04 (150.000) = Rp. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.02 (200.000.000 (A/P. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.000) + 0. c.02 (150.828. 15) + 0. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini.000.02 (100.04 (100. 12%.000 (A/P. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000) + 0. 15) + 0. 55. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach). Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. 46. Dalam dunia bisnis.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.000.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.069. 12%. 15) + 0. 12%.000. b.000. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.000. yang dapat 96 .000. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550. Contoh 10.000.04 (100. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000) = 68. 80.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. 12%.000 (A/P.751.000) + 0.000. 15) = Rp.000) = Rp.000 (A/P. sedang atau jelek.480.000.

000.20%. 100.000 (P/F.000 190.000 .000.000 – 12.000 + 15. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000 Rp.000 3.000 10.000.60) Buruk (0.60) Buruk (0.000 Rp.028.000.000.000 Perluasan Kecil Rp.000 140.000 Rp.25 0.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000.15) 115.000.000.15) Baik (0.15 Tidak ada perluasan Rp.000 155. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.20%.000 – 12.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 – 41.000 108.000 Perluasn besar Rp. 10.000. 12. 15.000.000 (P/F.000.000.000 120.60 0.000 Rp.000.000.000 dengan nilai akhir Rp 15.24.000 pada akhir tahun ke–5.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000 97 . 145.000.000 + 15.25) Perluasan besar Sedang (0. 140.000.000 100.000.5) 10.028. 10. 190.000.5) 145.000.000.000 – 41.000. 120.000. 115.000 – 12.000 15.000 (P/F.5) = = = = = = 128.972.000.000 110. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.dicapai dengan 2 kemungkinan.000.000 – 41.60) Buruk (0.000 Rp.20%. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000.000 Rp.000.000.000.000.000.000 + 15.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.15) Baik (0.000.000.

000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain . υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000 (υ(θ21)) 110.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.60 (100.000) + 0. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).60 (110.000(υ(θ12)) 108.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.15 (10.000.000 (υ(θ11)) 128. = probabilitas dari Sj.000. 2. contoh 10.1 98 .972.000.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.000) + 0.25 (128.000.000) + 0.000) = Rp.250.000.15 (3.000(υ(θ13)) 3.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000.028.60 (108.000.000. Formulasi matriks contoh 10.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10. 90.000) = Rp.15 (24. ……n.000.000. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.000(υ(θ22)) 110.000(υ(θ23)) -24. 2.972.000) + 0.000) + 0. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000.n.000.000) + 0.25 (115.028. …………. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.25 (115.101. I = 1.028.250.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.028.000) = Rp.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon. 97.000.

15 ) = 97. pajak pendapatan 50%.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.000 = 128. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0. 100. 2.028. 150. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp. 150. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek.000 ( 0.000K tiap tahun.000. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000.000K tiap tahun. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.028.25 )+110. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.000 ( 0.25 )+ 100.000K.000 = 155.000 ( 0.028.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.000 Soal-soal: 1.7.972.000. Andaikan digunakan depresiasi straight line.000 ( 0.250. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.000 ( 0. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.60 ) + 10.000. 150.000 ( 0.25 )+108. 200.000 ( 0.60 ) + 24.000 ( 0.60 ) + 3.000. 350.15 ) = 90. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.15 ) = 101. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. 99 .000 ( 0.250.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.000K.

000.2. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10. Surabaya 100 .. P(S3) = 0.000 2000.2000. Andaikan juga P(S1) = 0.500. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. N.000 10. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.5. 2004.000.200.000 25.Inc.000.000 80. tanpa dikenai pajak. 1995. Penerbit Guna Widya.000. Daftar Pustaka: Barish. New York.000 S3 14.000 Modal Kerja 10.000.000 S1 18.000 30.000.000 15.600. P(S2) = 0.000. Ekonomi Teknik.3.600.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.N.000 8.200. Pujawan.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. Edisi Pertama. Berdasarkan data diatas.000 22. Mc Graw Hill Book Co.000 3.000 12.N.000.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.

biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Misal: biaya tanah. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. mengukur. a. Misal: biaya bahan baku. b. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Ongkos penggunaan modal (capital) a.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b.

jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.

biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. 103 . Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu.

Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. misalnya ongkos bahan baku.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Jumlah semua pendapatan. misal: volume produksi. lama operasi. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. ongkos tenaga kerja langsung. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Titik yang dinyatakan variabel output.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. banyaknya penjualan dan sebagainya. dan sebagainya.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful