Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Komisi Pemberantasan Korupsi | Direktorat Penelitian dan Pengembangan

Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Tim Penulis: Doni Muhardiansyah Aida R. Zulaiha Wahyu D. Susilo Annisa Nugrahani Sulistyanto Fahrania I. Rosalba Bariroh Barid IGA Nyoman Lia O.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-1 Jakarta Selatan 12920 Telp. (021) 2557 8300, Faks (021) 5289 2448 www.kpk.go.id Jakarta, 2010

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

PRAKATA
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesaikannya Buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan : Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan. Kegiatan pengembangan buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan ini dilakukan dalam rangka mendorong pelaksanaan tata kelola yang baik (good governance) di dunia pendidikan, khususnya di tingkat unit layanan di sekolah. Pelaksanaan tata kelola yang baik diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan publik. Untuk memudahkan Pembaca memahami pola praktik inovasi tata kelola yang dilakukan, buku ini menggunakan alur pembahasan berurutan mulai dari profil daerah dan unit layanan, kondisi sebelum adanya inovasi, praktik inovasi pendidikan yang dilakukan, kapabilitas Inovasi, dan keberlangsungan program inovasi. Objek studi inovasi ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan unit layanan terpilih adalah SMKN 4 Kota Malang, SMKN 8 Kota Makassar dan SMKN 2 Kabupaten Subang. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan buku ini. Untuk penyempurnaan buku ini sangatlah kami harapkan.

Jakarta, Desember 2010. Tim Penulis Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Selamat membaca !

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

iii

3.4.2 Sertifikasi ISO 9001-2008 2.1 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang 3. Teknologi e.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan 2.3. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) 3. Proses c.4. Pengukuran 3.2 Manajemen Berbasis Sekolah 2.5 Pengumpulan dan Analisis Data BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2.3.1.3 Pelaksanaan Studi 1.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal 2.2 Tujuan dan Manfaat 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR ISI Hal iii iv vii 1 1 3 3 4 4 5 5 6 7 7 9 9 9 9 9 10 12 14 14 14 18 18 18 19 19 21 22 22 23 25 26 26 29 PRAKATA DAFTAR ISI DAFTAR TABEL BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK:SMA 2.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK 2.1.1. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) d.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.1 Sekolah Menengah Kejuruan 2. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun c. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif b. Strategi yang Dilakukan b.1.1.4 Program Pengembangan Sekolah Menegah Kejuruan 2. Sumber Daya Manusia d.4 Cakupan Studi 1.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH 3.3.3 Kebijakan Pengembangan SMK 2.3 Praktik Inovasi Pendidikan a.5 Kesinambungan Program iv Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .1 Latar Belakang 1.4 Kapabilitas Inovasi a.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK 2.4.

2.4 Kapabilitas Inovasi a. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4.2.4 Kapabilitas Inovasi a. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. Proses c. Sumber Daya Manusia d. Income Generating Unit 3. Program Pengembangan Teaching Factory e.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.3 Praktik Inovasi Pendidikan a.3. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 29 29 32 33 35 35 36 37 37 37 41 42 42 45 46 46 48 49 50 52 55 55 57 58 62 63 66 67 67 68 69 69 71 74 74 76 76 76 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK v .2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3. Strategi yang Dilakukan b. Teknologi e. Teknologi e.5 Kesinambungan Program 3.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.3.3.2.3 Praktik Inovasi Pendidikan: Pengembangan Sistem Blok 3.2.2.3 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang 3. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) d.1 Peran Pemerintah Kota Malang a. Pengukuran 3. Proses c.2.2.5 Kesinambungan Program BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4. Pengukuran 3. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b. Program Kelas Wirausaha/Mandiri c.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b.3. Strategi yang Dilakukan b.2.2 Peran Pemerintah Daerah 4.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional 4. Sumber Daya Manusia d. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan b.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.2 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar 3.3.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.

2 Rekomendasi Daftar Pustaka 80 80 81 83 vi Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan 5.

9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tabel.1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN 4 Malang Tabel.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN 4 Malang Tabel.24 Rasio SMK:SMA di Subang Hal 8 27 27 27 28 28 28 28 33 34 39 40 43 49 54 64 70 73 75 75 77 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK vii .23 Alokasi APBD untuk Sektor Pendidikan – Subang Tabel.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN 4 Malang Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang di Industri Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008 Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003-2008 Tabel.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR TABEL Road Map Pengembangan SMK 2010-2014 Tabel.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar Tabel.10 Daya Serap Lulusan SMKN 8 Makassar Tabel.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Multimedia Tabel.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/ Mandiri – SMKN 2 Subang Tabel.8 Siklus Pembelajaran Tabel.22 Rasio Jumlah SMK:SMA Kota Makassar Tahun 2005-2009 Tabel.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran SMKN 2 Subang Tabel.20 Rasio SMK: SMA Kota Malang Tabel.17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang Tabel.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tabel.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tabel.

.

Banyak aspek dari pendidikan yang perlu ditata ulang sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. efektivitas dan efisiensi. tata kelola yang baik memiliki delapan prinsip sebagai berikut: partisipasi. praktik good governance harus memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga 1 Nandika. Penerapan tata kelola yang baik (good governance) menawarkan solusi baru bagi upaya peningkatan mutu pendidikan. beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik good governance menurut Effendi (2005) adalah sebagai berikut: pertama. transparansi. apabila dikaji lebih jauh. kepastian hukum. Penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan diharapkan mampu menawarkan paradigma baru dalam pengelolaan pendidikan. Jakarta. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 1 . Selama ini mungkin banyak orang berpendapat bahwa satu-satunya jawaban atas permasalahan mutu pendidikan tersebut adalah tersedianya dana yang memadai untuk pengembangan pendidikan. serta setara dan inklusif. akuntabilitas. Pendidikan : Rahmat bagi Sekalian Alam. Dodi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 1 PENDAHULUAN 1. Tata kelola yang baik yang diartikan sebagai pengelolaan yang baik merupakan serangkaian tindakan nyata untuk menghasilkan kondisi yang lebih kondusif dalam peningkatan mutu pendidikan. hal ini tidak terlepas dari permasalahan sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan bukan sekedar pengayakan intelektual. Dalam konteks pengelolaan pendidikan. Namun. Menurut United Nation Development Programme (UNDP).1 Akan tetapi. ketanggapan. dan wawasan kebangsaan. karakter unggul. konsensus. sistem pendidikan kita kurang mampu mengadirkan pendidikan dalam nuansa tersebut. sehingga tidak jarang mahalnya biaya pendidikan atau sekolah menjadi tolok ukur bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.1 Latar Belakang Tanpa kita sadari kebiasaan mencontek saat ujian di sekolah dulu merupakan salah satu akar dari tindakan korupsi yang terjadi selama ini. (2009). Makalah dipresentasikan pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia. termasuk penguatan akhlak mulia. Penangkal Korupsi. Mencontek sebenarnya bukan sekedar kenakalan yang dilakukan oleh banyak anak sekolah. tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai luhur insani bagi kemajuan peradaban bangsa. Pengalaman membuktikan bahwa upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan.

praktik-praktik baru. sumber daya manusia. sementara Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru. dan teknologi (technology). 2 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .2 Dalam buku 24/7 Innovation. dan daya tanggap menjadi nilai yang penting. 2 Sanusi. Secara lebih praktis tata kelola yang baik harus menjabarkan tujuan pendidikan nasional dan menterjemahkan dalam rumusan visi dan misi dari lembaga pendidikan serta mengembangkan kompetensi-kompetensi dan mekanisme kerja dalam lembaga pendidikan agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien mewujudkan visi dan misinya.unila. perubahan (secara) baru’. Tata Kelola yang baik (good governance) dengan karakteristik yang melekat padanya tidak hanya menciptakan pengelolaan dan pengurusan pendidikan yang lebih baik akan tetapi pada tingkat yang lebih tinggi lagi mampu mendorong sekolah untuk melakukan terobosan-terobosan baru menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikannya. Shapiro melihat inovasi sebagai sebuah keunggulan kompetitif dari suatu perusahaan. Nilai-nilai seperti efisiensi. Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukakan oleh organisasi dan mampu mengantarkan output yang dapat diukur. Shapiro mengembangkan konsep untuk melihat kemampuan suatu perusahaan dalam berinovasi dengan melihat lima elemen kapabilitas inovasi: strategi (strategy).id/effendisanusi/ tanggal 9 Nopember 2009. kedua. dan tekonologi. inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘ pembaharuan. atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai dengan kewenangannya berperan sebagai trigger mechanism merasa perlu untuk terus mendorong semangat pelaksanaan tata kelola yang baik di setiap layanan publik. (2009). Kapabilitas inovasi memungkinkan sebuah organisasi dapat melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal. efektivitas dan efisiensi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan. pengukuran (measurement).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan memungkinkan adanya sinergi di antara mereka dalam hal ini pelanggan atau stake holder lembaga pendidikan. Stepen M. Menurut etimologi. Diambil dari Sumber Elektronik http://blog. Buku ini bertutur tentang penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan yang ternyata tidak hanya menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaannya akan tetapi juga mendorong beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) di beberapa daerah untuk melakukan terobosan baru/inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya.ac. sumber daya manusia (people). Effendi. praktik good governance adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik. keadilan. yang secara tipikal menghendaki adanya proses. dalam hal ini kepentingan pelanggan pendidikan. proses (processes). ketiga. dalam praktik good governance terkandung nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja.

2. Profil Daerah dan Unit Layanan 2. Hasil akhir studi juga diharapkan dapat mendorong pengembangan layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah yang menerapkan kebijakan dan inovasi layanan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 3 . people dan technology.2 Tujuan dan Manfaat Dari latar belakang di atas. khususnya pendidikan menengah kejuruan di beberapa daerah di Indonesia. Kapabilitas Inovasi 5. Pada tatanan praktis. 1. 2. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK melakukan studi terhadap pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan. Dari sisi akademis. Keberlangsungan Program. 1. Pratik Inovasi Pendidikan 4. Untuk menggambarkan pola praktik inovasi dan keberhasilannya agar mudah diaplikasikan oleh daerah-daerah lain.3 Pelaksanaan Studi Studi ini bersifat deskriptif dengan menggambarkan pelaksanaan good governance dan pola keberhasilan dari inovasi yang diterapkan oleh unit layanan. Memberikan gambaran mengenai kapabilitas inovasi dan tingkat keberhasilan dari sekolah kejuruan menengah tersebut sebagai hasil dari pelaksanaan tata kelola yang baik. Manfaat dari studi ini adalah: 1. Untuk melihat tingkat inovasi dari unit layanan dikembangkan kerangka kapabilitas inovasi yang terdiri dari lima elemen: strategy. process. Tujuan studi ini adalah untuk: 1. measurement. maka sistematika penulisan didasarkan pada alur pikir sebagai berikut: 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Wujud dorongan semangat ini antara lain dengan memberikan gambaran nyata dari pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan di beberapa SMK di Indonesia. hasil dari studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan pembelajaran dalam pengembangan praktik-praktik pelaksanaan tata kelola yang baik khususnya di bidang pendidikan oleh daerah-daerah lain. Kondisi Sebelumnya Adanya Inovasi 3. studi diharapkan dapat menambah literatur kajian mengenai penerapan nyata tata kelola yang baik di daerah. Mempelajari praktik tata kelola yang baik di bidang pendidikan sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi.

Berikut adalah unit layanan yang menjadi unit analisis dalam studi ini: No 1 2 3 Unit Layanan SMKN 4 Malang SMKN 8 Makassar SMKN 2 Subang Program Kejuruan Grafika dan Multimedia Pariwisata dan Perhotelan Pertanian Pelaksaanan Observasi 5-8 Oktober 2009 12-15 Oktober 2009 23-26 November 2009 1. dan kriteria ketiga melihat penerapan ISO 9001-2008. 4 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . bidang jasa. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan kajian literatur maupun penulusuran sumber data lain. digunakan informasi mengenai inovasi layanan yang dikembangkan oleh unit layanan dan mempertimbangkan rekomendasi serta masukan-masukan dari Direktorat Pembinaan SMK Kemdiknas. Kriteria kedua dilihat dari program keunggulan lokal SMK. 4) Tahap pengembangan laporan akhir. Untuk mengidentifikasi unit penelitian yang akan dipilih. Kriteria pertama adalah program kemitraan SMK dengan dunia industri yang dikelompokkan menjadi tiga bidang kemitraan.5 Pengumpulan dan Analisis Data Observasi lapangan dan teknik wawancara digunakan sebagai alat utama pengumpulan data primer. 3) Tahap analisis. yaitu: bidang manufaktur. 1.4 Cakupan Studi Studi inovasi layanan pendidikan difokuskan kepada pendidikan menengah kejuruan. serta dokumentasi di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memudahkan penjelasan hasil observasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pelaksanaan studi terbagi menjadi beberapa tahapan. dengan pertimbangan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis bagi terwujudnya angkatan kerja nasional yang terampil dan selain itu juga sejalan dengan kebijakan Kemdiknas untuk mewujudkan rasio SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) berbanding dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) menjadi 70% : 30% pada tahun 2015. 2) Tahap pengumpulan data dan observasi lapangan. beberapa kriteria dikembangkan dalam studi ini. wawancara. yaitu: 1) Tahap persiapan (pengumpulan data awal dan penentuan daerah studi). dan bidang agro industri. Sebagai data pendukung. dan 5) Tahap penyusunan buku serta visualiasi berupa CD/DVD interaktif.

sekolah kejuruan mengalami berbagai dinamika dalam perkembangannya. Dari rujukannya. Sejak krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia pada tahun 1997. bahwa: ”Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk jenis pekerjaan tertentu. Dahulu. Sekolah Kejuruan mulai didirikan sejak zaman penjajahan Belanda. citra SMK sebagai sekolah kelas dua setelah SMA (Sekolah Menengah Atas.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2.” Peraturan Pemerintah No.Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia.1 Sekolah Menengah Kejuruan Definisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. menjelaskan Sekolah Menengah Kejuruan secara lebih spesifik. Dedi Supriadi (2002) menyebut Sekolah Pertukangan di Surabaya yang berdiri tahun 1853 adalah sekolah kejuruan yang pertama di Indonesia4. Ibid Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 5 . diantaranya adalah SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar.”3 Keberadaan sekolah kejuruan di Indonesia telah ada sebelum Indonesia merdeka. Jakarta. Rentang waktu yang cukup panjang sejak penjajahan Belanda sampai sekarang. Akan tetapi fakta menunjukkan lain. Struktur tenaga kerja di Indonesia menggambarkan dari 76 juta tenaga kerja ternyata didominasi oleh tenaga kerja yang tidak memi3 4 Kementerian Pendidikan Nasional. (2006). Banyak orang tua beranggapan bahwa jalan sukses bagi anak-anak adalah dengan menyekolahkannya ke SMA. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah: ”Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. angka pengangguran tidak berkurang namun justru setiap tahun semakin bertambah.19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional. dengan perngharapan bahwa setelah lulus dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Menyandang predikat sarjana dianggap merupakan suatu jaminan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan diidam-idamkan. atau yang dikenal juga dengan sebutan SMU atau Sekolah Menengah Umum) sangat melekat dibenak masyarakat.

5 juta pekerja. Sekolah kejuruan (SMK) menjadi salah satu komponen yang patut dikembangkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cukup potensial tersebut. Indonesia harus mengembangkan sistem pendidikannya sehingga dapat mencetak dan meningkatkan tenaga siap kerja. serta membentuk kecakapan hidup (life skill). dari pendekatan mata pelajaran menjadi pembelajaran berbasis kompetensi. berubah menjadi desentralistik. Sistem pengelolaan yang mulanya bersifat sentralistik.5 Melihat kondisi seperti ini Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang. tenaga kerja yang memiliki keahlian (atau dengan kualifikasi expert/ahli) hanya sejumlah 4. 2. yang sekaligus juga dapat mencegah bertambahnya pengangguran. Pola penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pun berkembang dari yang semula sangat terstruktur menjadi lebih fleksibel/luwes dan permeable/terbuka. memberikan pendidikan tentang kewirausahaan. Perubahan paradigma tersebut terjadi pada orientasi pendidikan dan pelatihan kejuruan yang dikembangkan dari yang bersifat supply driven menjadi demand driven. Belajar dari fenomena tersebut. Selain itu saat ini banyak SMK yang bertaraf internasional untuk menghadapi persaingan di era globalisasi. SMK sebagai bentuk satuan penyelenggara dari pendidikan menengah kejuruan yang berada di bawah Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan. Pendekatan pembelajarannya pun bergeser. Sementara itu. perubahan paradigma penyelengaraan pendidikan kejuruan mulai dilakukan.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan Melihat peluang besar dan peran penting sekolah kejuruan dalam upaya penyiapan tenaga kerja siap pakai untuk menekan tingkat pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. yaitu melatih peserta didik untuk menguasai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja (termasuk dunia bisnis dan industri). tetapi ini tidak menutup kemungkinan para lulusan SMK untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kecakapan hidup. 5 Ibid 6 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan liki keterampilan (unskilled labor) dan hanya 19 juta tenaga kerja diantaranya yang memiliki keterampilan. Murid di SMK lebih ditekankan untuk melakukan praktik sehingga mereka berpengalaman dan mantap untuk langsung memasuki dunia kerja.

Peningkatan mutu. Hingga tahun 2008. dan daya saing.175 milyar pada tahun 2007 dan Rp. dibandingkan pada akhir tahun 2004 sebesar 30 : 70. 2. yaitu: 1. SMA terbuka. Bantuan khusus murid SMK. Selama kurun tahun 2005 – 2008. dengan alokasi anggaran Rp. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri. Pemerintah telah berhasil meningkatkan rasio peserta didik SMK : SMA menjadi 46 : 54. dan 3. Untuk membangun SMK yang dapat menghasilkan SDM yang siap kerja. SMK di daerah perbatasan. dan sekolah menengah terpadu.3. yaitu untuk Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK sebesar Rp. sedangkan untuk SMA sebesar Rp.209 milyar pada tahun 2008. yaitu: 2. menjadi 70 : 30 pada tahun 2015. Terdapat tiga pilar utama pendidikan. yaitu sebanyak 466 Unit Sekolah Baru (USB) SMK dibandingkan dengan SMA sebanyak 237 USB. Dalam hal pendanaan. SMK telah dibangun lebih banyak dari pada SMA.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA Kemdiknas memiliki kebijakan untuk membalik rasio peserta didik SMK dibanding SMA dari 30 : 70 pada tahun 2004. cerdas dan kompetitif. relevansi.328 milyar pada tahun 2008. anggaran untuk SMK juga dialokasikan lebih banyak dari SMA. sedangkan untuk BOMM SMA sebesar Rp. seperti SMK besar di kawasan industri. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan beberapa kebijakan strategis yang mendukung perkembangan pendidikan menengah kejuruan untuk memenuhi tuntutan tersebut. SMK kelas jauh di pesantren atau institusi sejenis. Peningkatan sebesar 16% ini dicapai melalui ekstensifikasi dan intensifikasi penyelenggara pendidikan kejuruan berbagai bentuk SMK. Penguatan tata kelola. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. maka melalui tiga pilar utama pendidikan tersebut.242 milyar. dan pencitraan publik. SMK kecil di daerah terpencil dan pedesaan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 7 .85 milyar pada tahun 2008.3 Kebijakan Pengembangan SMK Kebijakan khusus terkait pengembangan SMK sebagai suatu konsekuensi perubahan paradigma terhadap pendidikan menengah kejuruan mutlak diperlukan.94 milyar pada tahun 2007 dan Rp. akuntabilitas.

���������������������� ������������������� ������������������������������������������������������������������������� � c) Kemdiknas dalam dua tahun terakhir melakukan conditioning guna meyakinkan masyarakat terutama siswa lulusan SMP agar lebih berminat memilih pendidikan kejuruan dalam menempuh karier pendidikan lebih lanjut. 8 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah siswa SMK dalam mencapai perbandingan 70% siswa SMK dan 30% siswa SMA diantaranya dilakukan dengan �) !�� ������������������� ����������������� ��������������������� � ���#�+� cara: �� ���������������� �������������������#�+2 a) Bersama mitra dari�industri berupaya terus meningkatkan jumlah siswa SMK �) ����������� ����� � � ��� � ����� � ��� � ��� � �� ������� � ����� � ��������� disamping juga terus meningkatkan mutu SMK. F���������F�����F��� "����"F�����������������������#�+� ����������������"������� b) Menumbuhkan minat siswa.�������� ��������������� � ���� Inovasi Dalam Sistem Pendidikan �������������������������#�+�� �������#�+��� ���������� ������� �����#�+����� ��������� �� �������������� ���� �� ����� ��#�+������������������ ����#�+��������������������������� Road Map �������� �����#� �������������� ������������������������ Pengembangan SMK 2010-2014 ����+#�����" �����%(��������&��1�12�1� ������ ������ ������ ������ ������ �������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ��� ������� ����� ����������� ����� ��������� ��� ���� �� �� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ���� ���� ���� ���� ���� ���������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� -���� � ���� � ��������� � ����� � ������������ � ������ � � �� � #�+ � ����� � ��������� �������������='>� � ���#�+�����9'>� � ���#� ����������������������������������. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ������������������������������ ����������������2 ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang.

menetapkan 6 (enam) bidang studi keahlian. dsb. serta memperluas akses dan kemudahan bagi siswa yang akan menempuh pendidikan SMK. Teknologi informasi dan komunikasi 3. kerajinan dan pariwisata 5.4 Program Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbagai kebijakan strategis seperti yang dikemukakan sebelumnya diikuti dengan berbagai program pengembangan SMK.3.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK. Kesehatan 4. Bisnis dan manajemen Dalam era otonomi daerah yang diikuti dengan desentralisasi.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal Dalam rangka meningkatkan mutu dan relevansi sekolah kejuruan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2.. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.4. Kementerian Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Nomor 252/C/KEP/ MN/2008 tanggal 22 Agustus 2008. Untuk itu Kemdiknas melakukan penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalu sertifikasi ISO 9001-2000.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK Dengan cara memperluas akses terhadap pendidikan di SMK sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan lokal. antara lain: 2. 2. Teknologi dan rekayasa 2. Seni. penentuan pengembangan bidang studi keahlian SMK perlu dipertimbangkan dan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 9 . Kemdiknas berupaya secara serius agar semua unit kerja dapat memberikan layanan yang prima dan bertaraf internasional. 2.2 Sertifikasi ISO 9001-2008 Dalam upaya meningkatkan standar layanan birokrasi di semua unit kerja Kemdiknas. Agribisnis dan agroteknologi 6. yaitu: 1.3. disamping itu. 2.3. dilakukan upaya penambahan muatan pendidikan keterampilan di SMA bagi siswa yang akan bekerja setelah lulus. dikembangkan melalui kerja sama dalam bentuk kemitraan dengan dunia usaha/industri. misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date. Perluasan SMK ini dilaksanakan melalui penambahan program pendidikan kejuruan yang lebih fleksibel sesuai dengan tuntutan pasar kerja yang berkembang.

mengalokasikan. agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah tersebut.2 Manajemen Berbasis Sekolah Pencapaian efisiensi tenaga kerja SMK yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dapat dilakukan dengan cara mengembangkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). daerah memiliki kewenangan menentukan kebijakan pengembangan program pendidikan SMK yang sesuai dengan konteks daerah. letak wilayah. 2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disesuaikan dengan potensi daerah. sehingga para lulusan dapat mengembangkan potensinya dalam menghasilkan dan memasarkan barang dan jasa. Selain itu fungsi SMK juga dikaitkan dengan penyediaan tenaga penggerak perekonomian daerah.4. sehingga lulusan SMK tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang ada. Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut mandiri dalam menggali. dan tingkat kemajuan masyarakatnya Dalam konteks pengembangan pendidikan kejuruan. SMK diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya lainnnya. Pemanfaatan potensi daerah sebagai basis pengembangan dan perluasan pendidikan harus dilihat dari tiga aspek utama. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan SMK benar-benar bermanfaat bagi daerah tersebut dalam memajukan dan mengembangkan potensinya. baik kepada masyarakat maupun pemerintah. dan norma yang menentukan kepribadian masyarakatnya c) Kondisi sosial. menentukan prioritas. akan tetapi mampu mengembangkan kesempatan kerja yang masih potensial dengan mendayagunakan potensi ekonomi daerah yang masih ada. dimana SMK diharuskan agar mampu membuka cakrawala pemikiran lebih luas bagi tenaga kerja lulusan SMK. mengendalikan dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber. ekonomi. Program pendidikan SMK dapat diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang produktif dan mampu mendayagunakan potensi perekonomian daerah sehingga dalam jangka panjang akan meningkatkan kemandirian daerah. sehingga SMK dapat memperoleh justifikasi eksistensi kuat dari masyarakat. dan sumber daya buatan b) Faktor budaya. dengan 10 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Saat ini pemerintah memberikan otonomi yang luas pada tingkat sekolah. yaitu: a) Potensi geografis yang meliputi kekayaan alam. Kemampuan ini penting terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan lapangan usaha. kepercayaan nilai-nilai moral.

guru dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. b) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. sampai dengan evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah (guru. hingga sampai 11 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolahnya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. b) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan dan hasil program-program sekolah. kecuali yang menyangkut penggajian/pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri yang sampai saat ini masih ditangani oleh Pemerintah Pusat/Daerah. hubungan kerja. metode. mulai dari analisa kebutuhan. dan d) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai Prinsip utama pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah adalah : a) Fokus pada mutu b) Bottom up planning and decision making c) Manajemen yang transparan d) Pemberdayaan masyarakat e) Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam Manajemen Berbasis Sekolah. c) Sekolah dapat mengembangkan (memperdalam. memperkaya dan memodifikasi) kurikulum. namun tetap dalam koridor standar pendidikan nasional atau tidak dapat mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional. insentif dan sanksi (reward and punishment). pengembangan. d) Sekolah diberi kebebasan memiliki strategi. perencanaan. mulai dari pengadaan. rekrutmen. pemeliharaan dan perbaikan. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif. f ) Sekolah dapat melakukan pengelolaan fasilitas (peralatan dan perlengkapan). tenaga administrasi. ada beberapa kewenangan yang didesentralisasi pada sekolah. e) Pengelolaan ketenagakerjaan. laboran. khususnya evaluasi yang dilakukan secara internal. Secara rinci Manajemen Berbasis Sekolah bertujuan untuk: a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memperdayakan sumber daya yang tersedia. yaitu: a) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan nya (school-based plan). c) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua. siswa. dan sebagainya) dapat dilakukan oleh sekolah.

memperkuat penguasaan bahasa nasional dan internasional. Pengelolaan iklim sekolah (fisik dan non fisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. baik kecukupan. Kementerian Pendidikan Nasional melakukan program.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan g) h) i) j) pengembangannya. Keterserapan lulusan di pasar industri menjadi salah satu parameter keberhasilan dari sekolah kejuruan. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib. mulai dari penerimaan siswa baru. Hal ini didasarkan oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling mengetahui kebutuhan fasilitas. kesesuaian. pengembangan/pembinaan/ pembimbingan. kesehatan sekolah.4. Dalam rangka peningkatan daya serap tersebut. Sekolah melakukan pelayanan siswa. dan kegiatan-kegiatan yang terpusat pada siswa (student-centered activities) adalah contoh-contoh iklim sekolah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. 2. penempatan untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja hingga sampai pada pengurusan alumni. 12 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . peningkatan keahlian dan keterampilan siswa dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan terpercaya yang siap memasuki pasar tenaga kerja baik skala regional dan global. Esensi hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan keduanya dalam meningkatkan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolah-masyarakat. serta memperkuat penguasaan kompetensi dasar teknologi informasi dan komunikasi. SMK turut bertanggung jawab dalam pembenahan. maupun kemutakhirannya. memperkuat kemampuan wirausaha siswa melalui mata pelajaran pemasaran (marketing) dan keuangan. Sekolah juga harus diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan (income generating activities) sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah. Sebagai lembaga pendidikan formal. terutama dalam hal pengalokasian/penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja siap kerja tingkat menengah. Sekolah dapat melakukan pengelolaan keuangan. optimisme dan harapan/espektasi yang tinggi dari warga sekolah. antara lain: a) Memperkuat kemampuan adaptif Upaya untuk meningkatkan kemampuan adaptif ini dilakukan dengan memperkuat kemampuan dasar siswa melalui mata pelajaran matematika terapan dan sains terapan. Iklim sekolah sudah merupakan kewenangan sekolah sehingga yang diperlukan adalah upaya-upaya yang lebih intensif dan ekstensif.

dan elektronik) • Bidang Bisnis Ritel/Jasa • Bidang Agro Industri Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 13 .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b) Mengembangkan kemitraan SMK-Industri (Teaching Industry) Kemitraan antara SMK dengan industri yang telah dikembangkan meliputi berbagai bidang : • Bidang Manufaktur (meliputi : perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi. otomotif. machine tools and hands tools.

dan technology.1. Processes mencakup bagaimana semua aktivitas dalam organisasi berjalan.. Ketiga pokok tersebut menjadi cinta-cita masyarakat Kota Malang yang harus di bina yang kemudian dikenal dengan TRI BINA CITA Kota Malang. Malang ditetapkan sebagai Kota pelajar/pendidikan. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukan oleh organisasi dan mampu mengantarkan hasil yang dapat diukur. SMK melakukan inovasi di berbagai daerah di Indonesia dalam upaya pengembangan pendidikan kejuruan. Dalam rentang waktu satu tahun prakerin inilah proses pembentukan softskill siswa berjalan. budaya dan perilaku organisasi. mengalokasikan. yang ditandai dengan beroperasinya kereta api pada tahun 1879. Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut untuk dapat mandiri dalam menggali. yang secara tipikal menghendaki adanya kapabilitas processes. siswa merasa berada dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Dari sinilah. 3. menentukan prioritas. Dalam salah satu sidang paripurna gotong-royong Kotapraja Malang pada tahun 1962.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH Kehadiran manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam penyelenggaraan sekolah kejuruan memberikan ruang bagi sekolah untuk mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan dari sekolah tersebut. 14 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Berikut adalah praktik inovasi pendidikan yang dilakukan oleh SMK di beberapa daerah di Indonesia. 3. people meliputi antara lain struktur organisasi. people. dan kota pariwisata. mengendalikan dan mempertanggung jawabkan pemberdayaan sumber-sumber baik kepada masyarakat maupun pada pemerintah dengan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. Kapabilitas inovasi memungkinkan SMKSMK itu melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal.1 Profil Daerah dan Sekolah Malang layaknya kota-kota di Indonesia lainnya yang baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah Kolonial Belanda..1 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang Dengan program praktik kerja industri (prakerin) satu tahun. sementara technology meliputi perangkat keras seperti teknologi informasi dan komunikasi serta perangkat lunak yang membantu aktivitas dalam organisasi. peraturan. Kota industri.

Kreatif. SMKN 4 Malang didirikan pada tahun 1938 oleh Keuskupan Malang dan merupakan Sekolah Teknik Menengah (STM) dengan nama STM Grafika Malang. Salah satu diantaranya adalah cerita tentang SMKN 4 Malang dalam pengembangan sekolah kejuruannya. Sebagai Kota Pendidikan. dan negara. setelah perubahan nama STM menjadi SMK. MULO setingkat SMP. cinta pada bangsa. Lommelaars dan Nolascus Waijers. Terakhir. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 15 . Sebagai kota vokasi. ada suatu kebijakan yang memberi kebebasan sekolah untuk membuka jurusan/program studi sesuai dengan muatan lokal. HBA. Malang menyimpan banyak cerita menarik tentang upaya sekolah kejuruan dalam merespon tantangan khas yang harus dihadapinya. Visi SMKN 4 Malang adalah: “Unggul dalam bidang Iptek yang dilandasi Imtaq”. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan di Kota Malang berorientasi kepada penciptaan lulusan yang siap kerja. Malang selalu melakukan upaya-upaya pengembangan pendidikan dengan jargon “PAKEM” (Pembelajaran yang Aktif. Dari sinilah SMKN 4 Malang mulai membuka program keahlian yang lain diluar grafika. Meningkatkan bimbingan terhadap siswa untuk melaksanakan agama yang dianut dengan konsekuen. dan Menyenangkan). dan AMS setingkat SMU pernah berdiri di Malang. dimana antara sekolah umum dan kejuruan berbanding 50:50. Meningkatkan kualitas tamatan menjadi warga negera yang produktif serta memiliki budi pekerti yang luhur. Sekolah-sekolah peninggalan Belanda seperti HIS setingkat SD. Untuk mewujudkan visi tersebut. Periode kepemimpinan pertama dan kedua (1949-1959) dikepalai oleh seorang warga Belanda. SMKN 4 Malang telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Peningkatan peran serta masyarakat senantiasa digalakkan dengan menerapkan pendidikan berbasis komunitas (community based education) melalui pemberdayaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah serta lingkungan sekitar. Meningkatkan kesiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta membentuk tenaga profesional dibidang Grafika dan Teknologi informasi dan Komunikasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sejarah telah menempatkan Malang sebagai Kota yang kental akan tradisi pendidikannya. Selain itu Kota Malang juga dikenal sebagai Kota Vokasi. ditetapkanlah Misi SMKN 4 Malang sebagai berikut: 1. 2. 3. Nuasan inilah yang sampai sekarang hidup dan menjadi simbul Kota Malang sebagai Kota Pendidikan.

Program keahlian ini menyiapkan siswa agar menjadi ahli desain dan persiapan reproduksi grafika (media cetak). Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. menyelesaikan dan mengepak media cetak. penguasaan perangkat lunak desain grafis. mengedit audio visual. 6. 5. Meningkatkan lingkungan sekolah yang tertib. Siswa dibekali dengan kemampuan desain dan seni. Mengembangkan penerapan manajemen berbasis sekolah. pengaturan (setting) dan tata letak media. 9. serta proses reproduksi foto. Meningkatkan penyelenggaraan latihan dan bimbingan untuk berprestasi di bidang olah raga. SMKN 4 Malang membuka enam jurusan/program studi. 7.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. desain situs dan media interaktif. 8. yaitu berupa keahlian mengontrol beberapa jenis mesin dalam industri percetakan. dan animasi komputer. Mempertebal nilai-nilai disiplin kepada warga sekolah. Program multimedia meliputi kompetensi: • Desain grafis 16 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . teknik jilid kemas dan menghitung biaya produksi. Mengembangkan sekolah Nasional menuju tarap Internasional. 2 dimensi (2D) atau 3 dimensi (3D). serta melakukan perawatan. mengontrol perangkat lunak desain grafis. Program persiapan grafika meliputi kompetensi : • Desain grafis • Setting • Montase • Foto reproduksi • Plate-making b) Jurusan Produksi Grafika Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknik reproduksi grafika (percetakan). fotografi. yaitu: a) Jurusan Persiapan Grafika/desain grafika Jurusan ini dibuka sejak pertama kali SMKN 4 Malang berdiri. Program produksi grafika meliputi kompetensi : • Cetak offset • Cetak tinggi • Sablon • Jilid dan kemas c) Jurusan Multimedia Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknologi informasi dan desain multimedia. mengerti dan mampu mengoperasikan mesin. Mengoptimalkan unit produksi dan jasa sebagai tempat pembelajaran kewirausahaan siswa di sekolah. bersih dan indah. Siswa dibekali kemampuan teknik mencetak. yaitu pada tahun 1938.

serta melakukan perencanaan.4 & 7 KAPROKAL PERSIAPAN GRAFIKA KAPROKAL PRODUKSI GRAFIKA KAPROKAL MULTIMEDIA PENANGGUNG JAWAB KAPROKAL RPL KAPROKAL ANIMASI WALI KELAS 1. 2D 3D.2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Desain situs/web • Animasi 2 dimensi dan 3 dimensi • Audio – video editing • Presentasi multimedia • Shooting d) Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)/Pemrograman Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli pemograman perangkat lunak. baik manual maupun digital. Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 4 Malang: LITBANG KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH KASUBAG TAUS WAKA KESISWAAN WAKA SARANA WAKA KURIKULUM WAKA HUMAS & HI KOORD SESBID 8 KOORD SESBID 1 TEAM BELANJA STAF KURIKULUM KOORDINATOR BKK dan PRAKERIN KOORD SESBID 2 & 5 KOORD SESBID 3. sinematografi. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. MASYARAKAT Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 17 . dan mengatur database. fotografi. dan teknik spesial efek animasi. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar perangkat keras komputer dan pemasangan perangkat lunak. e) Jurusan Animasi Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli produksi film animasi. dan memproduksi film animasi. penguasaan teknik menggambar. menguasai perangkat lunak animasi.3 DAN SISWA. f ) Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli dalam menangani troubleshooting perangkat keras dan perangkat lunak. menguasai bahasa pemrograman. pemasangan dan pengelolaan jaringan.

SMKN 4 Malang hanya memiliki dua program kejuruan. Bahasa Indonesia.1. Wakil Kepala kurikulum dan staf berperan dalam merencanakan. dan tidak ada kejelasan mengenai kompetensi apa saja yang harus dikuasai dari setiap mata pelajaran. tingkat kelulusan siswa diatas 90% bahkan mendekati 100% dengan nilai rerata UAN di atas 7. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari sekolah kejuruan yang sangat memperhatikan aspek akademis selain aspek utamanya dalam pengembangan kompetensi keterampilan siswa melalui kegiatan produktif. menyusun dan menyiapkan soal yang digunakan untuk try out. fungsi guru sebagai instruktur. seperti sistem pembelajaran berbasis waktu. Pada tahun ajaran 2008/2009. Hal ini cukup membuktikan usaha dan komitmen yang serius dari penyelenggara SMKN 4 Malang pada aspek akademis. Hadirnya kebijakan baru yang memberi ruang kepada sekolah kejuruan untuk membuka program kejuruan sesuai dengan keunggulan lokal menjadi titik awal berkembangnnya SMKN 4 Malang sampai seperti sekarang. Hal serupa sempat dialami SMKN 4 Malang pada tahap awal perjalanannya. Dalam rentang waktu kurang lebih 64 tahun sejak pertama berdiri di tahun 1938.5. Selama prakerin. evaluasi terhadap proses pembelajaran normatif dan adaptif tetap dilakukan.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. sekolah melaksanakan try out dengan fokus pada latihan soal tiga mata pelajaran yang diujikan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan dari SMKN 4 Malang baik dari sisi akademis maupun produktif. 3. Upaya-upaya yang dilakukan oleh SMKN 4 Malang tersebut berupa: 1. dan Bahasa Inggris.1. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan modul-modul untuk kemudian dievaluasi. Try Out Menghadapi UAN Dalam mempersiapkan siswa menghadapi UAN. yaitu Matematika. Paradigma penyelenggaraan pendidikan masih menggunakan pola-pola lama.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Citra sekolah kejuruan sebagai sekolah kelas dua salah satunya tercermin dari tidak berkembangnya program kejuruan yang ada.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. dimana keterlibatan siswa sangat minim dalam proses belajar mengajar. Hasil try out kemudian direkap dan dilaporkan kepada Kepala 18 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . 2. Pembekalan Modul Belajar saat Praktik Kerja Industri (Prakerin) Para siswa tetap dituntut dan diharapkan tidak melupakan sisi pembelajaran aspek normatif dan adaptif meskipun dalam kegiatan prakerin.

Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) Dalam rangka mendekatkan lulusan dengan pasar kerja. Industri dapat yakin bahwa siswa dapat belajar dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perusahaan. yang berfungsi sebagai media penyaluran lulusan SMK ke pasar kerja. 2) memberikan pelajaran tambahan untuk tiga mata pelajaran UAN. 3) motivasi untuk mendorong semangat belajar siswa. maupun proses yang dapat mengurangi beban investasi sekolah. Kepala Sekolah menyusun peta kerawanan siswa. c. SMKN 4 Malang membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK). Dengan terpapar pada dunia kerja sesungguhnya. para siswa mendapat manfaat berupa pembentukan softskill yang sudah siap pakai dan diperlukan di industri. kemudian dilanjut dengan praktik di industri pada bulan/semester berikutnya. beban investasi untuk pengadaan peralatan modern untuk mendukung pembelajaran siswa tidaklah kecil.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sekolah. baik itu perangkat keras. Program prekerin ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh SMKN 4 setelah mendengar masukan dari pihak industri. Metode ini mampu menjawab permasalahan link and macth antara dunia industri dan sekolah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 19 . Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lebih siap dan bersemangat dalam menghadapi UAN. Prakerin satu tahun ini pun memberi keuntungan bagi industri. sehingga pada akhirnya perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitasnya. Proses belajar dilakukan di sekolah selama beberapa bulan/semester secara terus menerus. Sebagai catatan. Bagi pihak siswa dan sekolah. Program ini hanya diperuntukkan 6 Block release : waktu pelaksanaan kegiatan belajar yang dibagi pada hitungan bulan atau semester. b. prakerin satu tahun memberikan kesempatan pembelajaran yang lebih baik dalam rangka peningkatan kompetensi dan keahlian. Metode ini juga memberi dan menjamin relevansi pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan dunia industri. lunak. Berdasarkan rekap hasil try out tersebut. BKK menghubungkan industri sebagai pihak yang membutuhkan tenaga kerja dengan para lulusan SMKN 4 yang mencari peluang kerja. Siswa-siswa yang masuk kategori rawan akan mendapat perhatian lebih ekstra dengan memberikan :1) latihan soal. Siswa diberi kesempatan untuk terpapar pada teknologi terkini (up to date). bagi SMK dengan program kejuruan teknologi. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun Praktik kerja industri (Prakerin) di SMK N 4 Malang dilaksanakan dengan sistem block release6 selama satu tahun pada semester IV dan V.

20 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Membawa surat pengantar tes kerja atau pengantar kerja dari sekolah ke perusahaan. Mengisi form anggota BKK 3. 2) Sertifikat Prakerin. Sanggup mengikuti seleksi yang diadakan di sekolah maupun di tempat lain sesuai permintaan perusahaan 4. Syarat Keanggotaan BKK adalah: 1. Menjaga nama baik sekolah dengan bekerja di perusahaan yang menerima minimal 6 bulan 3. Transkrip. Berhak mengisi lowongan kerja di BKK sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan 3. dan 3) Surat lamaran.Hak Anggota BKK: 1. Pada awalnya jaringan pasar kerja dibangun melalui program kemitraan dalam rangka prakerin. sehingga pada akhirnya permintaan akan lulusan SMKN 4 oleh pihak industri pun semakin meningkat. Melapor kepada BKK apabila sudah diterima oleh perusahaan 5. Menyerahkan biaya administrasi Rp. Menyerahkan pas foto 3x2 sebanyak 1 lembar dan 4X6 sebanyak 2 lembar 4. Kriteria seleksi lamaran pekerjaan meliputi: 1) Spesialisasi jurusan. menyerahkan surat lamaran lengkap (sesuai dengan persyaratan yang diminta perusahaan) 2. Berpakaian sopan dan rapi. Alumni SMK N 4 Malang 2.000.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan untuk Siswa kelas III yang sudah lulus ujian Nasional maupun ujian keahlian/ kompetensi. Menerima kartu anggota BKK dengan masa berlaku 1 tahun mulai tanggal diterbitkan 2. Kewajiban anggota BKK : 1. Prakerin menjadi sarana memperlihatkan bagaimana kinerja dan kualitas siswa SMKN 4 Malang.20.

5. Jika sesuai akan dilakukan panggilan tes kerja dan seleksi oleh perusahaan. 6. Jenis produksi dan jasa UPJ yang ditawarkan meliputi:1) Desain Grafis. Hasil seleksi diserahkan kepada BKK. BKK menerima permintaan tenaga kerja dari pihak industri. 2. 3. 2) Setting . Perusahaan menerima data lamaran kerja beserta berkas lamaran yang dikirim oleh sekolah setelah melalui proses seleksi di BKK. Alumni mendaftarkan diri dan menyerahkan lamaran kerja kepada BKK 4. UPJ melakukan aktifitas pelaksanaan produksi dan jasa di SMKN 4 Malang. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 21 . Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) Salah satu tantangan yang dihadapi oleh SMK dalam pengembangan organisasi adalah ketersediaan sumber daya dan ”jam terbang” yang cukup untuk pengembangan relevansi kompetensi organisasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Skema 1 Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK 1 INDUSTRI 2 BKK 4 5 3 6 ALUMNI Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK : 1. BKK memberi informasi lowongan kerja kepada alumni melalui pengumuman yang dipampang di sekretariat BKK. yang disesuaikan dengan program kejuruannya. Kebanyakan SMK memberdayakan unit-unit pelayanannya yang selama ini digunakan untuk proses pembelajaran untuk digunakan juga dalam melayani kepentingan konsumen yang lebih luas. Pihak sekolah/BKK mengumumkan hasil seleksi kepada alumni. SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari SMK lainnya yang mendirikan unit pelayanan ini dan mengelolanya secara serius. d. BKK mencatat laporan dari alumni yang diterima ataupun yang tidak diterima pada data alumni. BKK melakukan seleksi lamaran dan mengirimkan data lamaran kerja ke Perusahaan yang meminta.

Kemampuan untuk merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan stakeholder SMKN 4 Malang terus berupaya mengoptimalkan semua sumber daya untuk mendengarkan dan merespon apa yang menjadi keinginan dari stakeholders. Pengembangan unit pelayanan jasa secara profesional menjadi salah satu alternatif potensial untuk menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya organisasi bagi peningkatan mutu dan tata kelola yang baik pada institusi. UPJ dikepalai oleh Direktur (Kepala Sekolah) dan dibantu oleh masing -masing Manajer Marketing yang bertugas mencari order dan melakukan penawaran order. pelaksanaan tryout untuk memetakan kesiapan siswa. yaitu: a. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Kemampuan mendengar.4 Kapabilitas Inovasi Ada beberapa hal yang dapat dilihat untuk menggambarkan kemampuan SMKN 4 Malang dalam menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikan. Strategi yang Dilakukan 1. dan merespon apa yang menjadi keinginan stakeholders merupakan dasar munculnya inovasi yang dilakukan oleh SMKN Malang. mendefinisikan. 2. 7) Hot Print. 5) Video Shooting . Sedangkan Manajer Produksi berperan dalam membagi tugas proses produksi. model prakerin yang di desain mendekati kondisi dunia kerja mampu menciptakan kompetensi siswa yang dapat beradaptasi dengan cepat pada standar industri. Pengembangan pembelajaran. UPJ memiliki struktur organisasi yang berbeda dan dikelola seperti layaknya unit bisnis yang memiliki pembagian tugas dan fungsi yang jelas. 3. Itu semua adalah bentuk dari kemampuan 22 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . dan 8) Pelatihan. 4) Sablon. memeriksa hasil produksi dari operator dan menyerahkan hasil produksi ke Administrasi UPJ. dan langkah perbaikan yang diambil mampu membantu siswa dalam mencapai hasil optimal. SMKN 4 Malang mampu mengembangkan sistem yang dapat menyeimbangkan pencapaian sisi akademis dan aspek produktif bagi pengembangan kompetensi siswa.1. Administrasi UPJ inilah yang kemudian menyerahkan hasil produksi ke pelanggan. Dengan mengetahui keinginan stakehlders. sekolah dapat mengetahui apakah layanan yang dilakukan saat ini sudah mampu menjawab keinginan stakeholders tersebut. Usaha dalam bentuk penyiapan modul bagi siswa.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3) Offset Printing. 6) Laminating.

&'''����������������� ����� �������������� ������#� ������������������� dunia internasional. Wakasek.�&'''������������������������������ � � ����� Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK ������ �������� ���������� � �������$������������������������������������� � � 23 . baik operasional maupun strategis. 3. yang merupakan suatu standar internasional Sistem ��������� � ���������� � �� � #+�� � : � ������ � ��������� � ������ � ��������� � �#?� Menejemen Mutu (SMM) yang telah diterapkan secara luas dan diakui (''�. Kaprokal. sehingga ������������������������� � �������������������������������������� � �������� mampu menjawab tantangan menghadapi era globalisasi. Jejaring operasional dibutuhkan dalam membangun hubungan kerja dilingkup internal sekolah. Jejaring strategis menuntun sekolah untuk menentukan arah pengembangan ke depannya. Proses • Penerapan (� ��#��� ISO 9001 : 2000 Penguatan tatakelola di SKMN 4 Malang dilakukan dengan penerapan • �����������#?�(''��. siswa dan semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar. Yang termasuk dalam jejaring strategis adalah relasi dan sumber informasi yang memberi kekuatan organisasi untuk mencapai tujuannya. baik mutu proses maupun mutu jasa. Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring. �������� ��������������� � ���� b.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah dalam merespon dan memberikan jawaban atas keinginan stakeholders. yang dapat dilihat dari hubungan kerja antara Kepala Sekolah. SMM ISO 9001:2000 memperbaiki kinerja di dalam $#��)����������������������� ��������� ������������������������� �������#����#?� suatu organisasi pendidikan dan mampu menciptakan budaya organisasi (''�. menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan SMKN 4 Malang.&'''������������������������������ ����������� � ����������������������� yang peduli akan mutu. ������� ��� ������������������������������������������������������� � �� Skema 2 ���%��� Proses KBM SMKN 4 Malang ��#����&�����&�� ������� #� ��������������������#?�(''��.�&''' ISO 9001:2000.

PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran. dan murni berdasarkan DANUN (Daftar Nilai Ujian Nasional). Melalui instrumen audit dan survei kepuasan pelanggan inilah SMKN 4 selalu berupaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelayanannya. maupun program BKK merupakan contoh nyata dari daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders. Audit dikalukan dengan sistem cross audit. meskipun sistem ini belum diaplikasikan untuk seluruh calon pendaftar SMKN 4 Malang. upaya sekolah untuk melakukan penyeimbangan prestasi akademik maupun produktif. cepat. Program prakerin satu tahun. transaparan. 2. dimana tim audit dari program keahlian tertentu mengaudit program keahlian lain. karena masing-masing siswa hanya diterima di satu pilihan saja. audit internal dilakukan dua kali dalam setahun.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 mengutamakan pengendalian proses sejak awal. Semua fungsi yang berdampak terhadap mutu anak didik dikendalikan sedemikian rupa. 3. Transparan dalam proses penerimaan siswa baru dengan sistem online (PSB online). Hal ini jika diterapkan secara konsisten akan menjamin tercapainya konsisten mutu. akurat. Daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders mendorong sekolah melakukan terobosan baru dalam kegiatan belajar mengajar. sistem manajemen sekolah menjadi lebih baik dan berkembang. SMKN 4 Malang melakukan survei kepuasan pelanggan sebagai tolok ukur dari kinerja sistem manajemen mutu sekaligus untuk memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. sesuai dengan target yang diharapkan) menjadi titik-titik kritis dan penting yang menentukan keberhasilan sekolah dalam meningkatkan mutu anak didik. Hal ini untuk menjaga independesi dalam proses audit. hasil penyaringan siswa baru akan lebih mudah. 4. dan aspek tata kelola yang baik menunjang dalam setiap proses KBM sehingga mendorong sekolah menciptakan inovasi-inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. Dengan sistem ini. proses pendidikan/KBM. 24 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Selain itu jumlah penerimaan siswa bisa dipantau untuk menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku. Berikut adalah aspek tata kelola yang baik dalam proses KBM SMKN 4 Malang: 1. sampai murid lulus. Dengan penerapan ISO tersebut. sehingga seluruh proses kerja (mulai dari penerimaan murid baru. Untuk menilai efisiensi dan efektivitas sistem manajemen mutu.

dalam kelompok belajar. masing-masing Ketua Program Keahlian harus mempertanggungjawabkan semua kebijakan. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di program keahlian dipertanggungjawabkan ke Ketua Program Keahlian masing-masing. semua kebijakan. penugasan. kaset. • Penilaian siswa yang tadinya tertutup menjadi penilaian terbuka dan transparan. alat tulis. kondisi ini sangat menfasilitasi bagi setiap komponen sekolah untuk aktif terlibat dalam proses pembuatan kebijakan sekolah. • Siswa mengetahui kompetensi dari masing-masing mata diklat yang harus dikuasai selama satu semester. alat tulis dan papan tulis) menjadi multimedia (buku. surat kabar. dan data projector).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 5. Pertanggungjawaban atas kebijakan sekolah. Ruang otonomi juga ditumbukan disetiap program keahlian sehingga masingmasing program keahlian dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang efektif bagi program keahlian masing-masing. papan tulis. Pada tingkat pertama. • Siswa dapat menggunakan haknya untuk remidial (perbaikan) dan reinforcement (pengayaan) kepada setiap guru yang mengajarnya. pelaksanaan kebijakan. • Textbook oriented menjadi multi reference oriented. DVD. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui Komite Sekolah. penggalian potensi diri. radio. Penilaian juga dilakukan oleh beberapa pihak antara lain sekolah. CD. Jenjang terakhir. program kegiatan dan penggunaan sumber daya kepada Kepala Sekolah. • Metode umum pembelajaran menjadi lebih beragam antara lain ceramah. c. dan studi kasus. dinamika kelompok. perubahan yang dirasakan antara lain : • Pembelajaran berbasis waktu (time based) berubah menjadi berbasis kompetensi (competence based). dan perusahaan. diskusi. Pada tingkat kedua. • Fungsi guru yang sebelumnya sebagai instruktur menjadi fasilitator • Penilaian berdasarkan materi yang telah dijadwalkan menjadi penilaian objektif kepada setiap siswa sesuai kompetensi maksimal yang dipersyaratkan atau dicapai. program kegiatan dan penggunaan sumber daya dilakukan secara berjenjang. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 25 . Hal ini membawa banyak perubahan dalam kegiatan belajar-mengajar di SMK 4 Malang. televisi. program keahlian. VCD. Sumber Daya Manusia Penciptaan Iklim dan Budaya Sekolah SMKN 4 Malang mampu menciptakan iklim dan budaya yang kondusif di sekolah. majalah. Pembelajaran dari trimedia (buku. modul.

ICT Center Kota Malang tahun 2004. Melengkapi komputer dengan perangkat lunak standar yang berlisensi sebagai wujud kesadaran hak atas kekayaan intelektual. SMKN 4 Malang memiliki e-mail resmi pertama sebagai sarana komunikasi langsung dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Kejuruan. Pengembangkan fasilitas intranet dan internet di sekolah. tingkat kelulusan terendah mencapai 98. Kemudian berturut-turut adalah Jaringan Informasi Sekolah (JIS) Kota Malang tahun 2001. 3. 2. Inilah tahapan penting yang mengantarkan SMK Negeri 4 Malang lebih dikenal sebagai SMK Grafika sekaligus SMK Teknologi Informasi dan Komunikasi. untuk mendukung program edukasi dan administrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang meliputi: 1. Televisi Edukasi (TVE) Kota Malang tahun 2005. Teknologi Pada tahun 1999. Peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar yang menarik dan menyenangkan berbasis multimedia melalui penyediaan perangkat LCD data projector dan wallscreen permanen di bengkel-bengkel kerja bidang keahlian Grafika dan ruang-ruang kelas. Penambahan sarana praktik Grafika berupa mesin digital printing. Pada saat itu belum banyak sekolah atau perguruan tinggi yang memiliki e-mail. Rerata nilai UAN dari siswa SMKN 4 Malang selama periode 2005-2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Pengukuran (Measurement) Pencapaian SMKN 4 dapat dilihat berdasarkan tingkat kelulusan dan rerata nilai UAN siswa sekolah. Peningkatkan kualitas dan profesionalitas guru dengan menggunakan notebook/laptop sebagai alat bantu belajar dan mengajar. Perkembangan peran teknologi informasi dan komunikasi ini dimulai sejak implementasi Jaringan Internet (Jarnet) tahun 2000. SMK Besar tahun 2005. SMK Bertaraf Internasional tahun 2006 dan Client ICT Center Kota Malang tahun 2006.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. Aplikasi teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi dasar pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang. 2.3 % dan tingkat tertinggi mencapai 100%dengan tingkat rerata UAN diatas 7. Selama periode 2005-2008. Pengembangan sumber daya informasi dan komunikasi meliputi: 1. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online tahun 2002. e. Kepercayaan tersebut berkesinambungan sampai dengan hari ini. 26 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Wide Area Network (WAN) Kota Malang tahun 2003.

78 7.67 7.5 100 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.63 Matematika 7.3 100 99.52 7. capaian SMKN 4 Malang memiliki kecenderungan tren yang semakin membaik dari periode 2005/2006 ke 2007/2008.18 7.59 7.03 100 100 Sumber: SMKN 4 Malang Pencapaian SMKN 4 juga dapat dilihat dari sisi serapan siswa pada pasar tenaga kerja.36 7. Dibandingkan dengan rata-rata industri.41 7.60 7.72 7. Indonesia 7.34 7.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B. 1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 117 150 199 210 Nilai Rata-Rata UAN B.18 7.60 %Kelulusan 99.77 8.36 7.38 7.32 7.15 7.5 98. Ilustrasi dari hal tesebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Indonesia 7.61 7.94 7.15 7.80 Rata2 Total 7.02 7.38 B.72 7.02 7.38 7.02 7.41 7.77 8. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 27 .68 %Kelulusan 98.80 Rata2 Total 7.82 Matematika 7. Bahkan untuk tahun 2007/2008 capaian serapannya melebihi capaian serapan SMK secara keseluruhan ataupun jika dibandingkan dengan SMK kelompok teknologi yang lain di Malang.63 Matematika 7.15 7.52 7. Inggris 6.3 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.32 7. Indonesia 7.7 99.3 99.18 7.82 Rata2 Total 7.15 7.67 7.39 B.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.20 7. Inggris 6.38 B. Inggris 6.60 %Kelulusan 100 99.18 7.64 7.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.31 7.

14% 2006/2007 62.03% Sumber: Dinas Pendidikan Kota Malang & SMKN 4 Malang Tabel.51% 45.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Multimedia Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Sumber: SMKN 4 Malang Mandiri 3 10 0 Swasta Relevan 19 33 60 Swasta Lain 1 0 13 Perti 20 47 33 Blm Bekerja 4 12 5 28 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 193 226 263 PNS 0 0 0 Mandiri 4 1 5 Swasta Relevan 74 116 181 Swasta Lain 11 6 24 Perti 10 10 15 Blm Bekerja 94 93 38 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN4 Malang di Industri No 1 2 3 Keterangan Total serapan seluruh SMK Malang Total serapan SMK Kelompok Tehnologi Total Serapan SMK 4 2005/2006 63.98% 60.17% 2007/2008 59.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 117 149 199 PNS 0 0 1 Mandiri 0 1 2 Swasta Relevan 55 109 103 Swasta Lain 5 11 18 Perti 19 15 28 Blm Bekerja 38 13 47 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.07% 71.25% 56.0% 60.23% 57.

menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola. 3.seperti Juara 1 Animasi LKS SMK di Makassar – yang secara tidak langsung menunjukkan output dari SMKN 4 Malang memiliki keunggulan.seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar bagi guru-guru). Oleh karena itu mekanisme pemantauan.2. 3. evaluasi serta langkah perbaikan yang berkelanjutan terhadap proses dan kualitas layanan menjadi faktor kesinambungan inovasi di SMKN 4 Malang. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana serta upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk sangat dibutuhkan. 3. Link and macth mengandung makna keserasian dan kesepadanan antara program pembelajaran yang diajarkan di sekolah dan kebutuhan industri. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMKN 4 Malang . pemastian mekanisme ISO berjalan. Selengkapnya mengenai prestasi.5 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 4 Malang. pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa.2 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar Sistem blok dikembangkan untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri.1. Oleh karena itu peningkatan pada aktivitas sekolah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga kesinambungan program dapat terjamin.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sederet prestasi penghargaan berhasil diraih oleh siswa-siswi SMKN 4 Malang (tercatat 82 penghargaan sejak tahun 2003) mulai dari yang sifatnya kegiatan ektrakulikuler . dan sebagainya .sampai ke hal yang sifatnya teknis kompetensi . Penerapan ISO juga dijalankan untuk menjamin kualitas proses dan ouput menuntut profesionalisme dari sumber daya manusia yang ada. dapat dilihat pada lampiran. Makassar sempat menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia dibawah kekuasaan pemerintahan Raja Gowa tetapi kemudian mengalami kemunduran Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 29 .1 Profil Daerah dan Sekolah Kota Makassar berawal dan berada di muara Sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV.seperti band dan teater .

Baru pada tahun 1999 kota ini dinamakan kembali Makassar.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan akibat serangan kompeni dagang belanda (VOC) pada tahun 1669. Pada tahun 1976/1977 sampai dengan tahun pelajaran 1993/1994 SKKA berubah menjadi SMKK (Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga). Pada tahun 1971 terjadi penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan “Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman. jurusan Bagian A dan B yaitu Menjahit dan Memasak/Binatu. 30 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Makassar tahun 1920-an adalah kota besar kedua luar jawa. perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini semakin tinggi. SKKA mempunyai dua program jurusan. Makassar menjadi sebuah kota yang terlupakan. Dideklarasikan sebagai Kota Madya pada tahun 1906. SMKN 8 Makassar-lah yang mampu merespon tantangan-tantangan tersebut. Dari sisi ekonomi. Secara geografis Kota Makassar memiliki kedudukan strategis yang berimplikiasi pada bidang ekonomi maupun politik. Belanda menjadikan Makassar sebagai pusat pemerintahan kolonial Indonesia Timur. maka pada tahun 1964 SGKP mengalami perubahan kurikulum dan pada tahun 1968 namanya menjadi SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) dengan lama pendidikan tiga tahun. Dari OSVO berubah menjadi SGKP (Sekolah Guru Kepandaian Putri) pada tahun 1951 dengan lama pendidikan empat tahun. Baru setelah pemerintah Hindia Belanda menggantikan kompeni (VOC) yang bangkrut pada akhir abad ke 18. Hal inilah yang kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. Makassar dihidupkan kembali dengan menjadikannya sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1846. tepatnya pada tanggal 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999. Makassar dapat menjadi simpul jasa distribusi yang menawarkan efisiensi yang lebih dibandingkan daerah lain untuk kawasan Indonesia bagian timur. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama dikuasai VOC. SMKN 8 Makassar berdiri pada tanggal 27 Nopember 1947/1950 dengan nama OSVO (Opleiding School Voor Onderwyseres). Pada awal abad ke-20. perhotelan dan restoran.

Mengembangkan program Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. Tata Busana dan Tata Graha. 2. Terdiri dari dua program studi keahlian. Terdiri dari dua program studi keahlian. yaitu: a) Program studi keahlian pariwisata. • Usaha Perjalanan Wisata b) Program studi keahlian Tata Boga. b) Program studi keahlian Tata Kecantikan. Dengan kompetensi keahlian: • Jasa Boga • Patiseri 2. Pada tahun 1997 menjadi SMK Negeri 8 Makassar hingga saat ini. 3. 4. Mengembangkan program pengabdian masyarakat pada bidang pariwisata. (Front Office & House Keeping). Bidang studi keahlian pariwisata 1. Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. SMK Negeri 8 Makassar yang termasuk dalam sekolah kelompok pariwisata telah membuka dua bidang studi keahlian dan tujuh kompetensi keahlian. Bidang studi keahlian pariwisata 2. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan Misi SMKN 8 sebagai berikut: 1. dengan kompetensi kecantikan rambut dan kulit. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 31 . Mengembangkan kemitraan nasional dan internasional. yaitu: 1. Pada tahun 1994/1995 diberlakukan kurikulum baru. dengan kompetensi keahlian Busana Butik. seiring dengan perubahan tersebut nama SMKK berubah menjadi SMK sehingga kurikulum 1994/1995 disebut Kurikulum SMK Kelompok Pariwisata.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dengan program kejuruan Tata Boga. Visi dari SMKN 8 Makassar adalah: “Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional”. yaitu: a) Program studi keahlian Tata Busana. dengan kompetensi keahlian: • Akomodasi perhotelan (SBI).

Sementara badan sudah berkeringat dan durasi praktik tidak mencerminkan sistem kerja di hotel. tidak dibedakan minggu pembelajaran praktik dan pembelajaran teori.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 8 Makassar: 3. Pada pembelajaran konvensional.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Pada awalnya pihak hotel dan mitra industri beranggapan bahwa lulusanlulusan SMKN 8 Makassar belum siap kerja dikarenakan pola pembelajaran masih menggunakan metode-metode konvensional. 32 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .2. Prakerin bila hanya 3 bulan dianggap tidak memberi kontribusi kepada industri tempat prakerin. Penerapan sistem blok membawa perubahan besar dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 8 Makassar. sehingga sering ditemukan setelah belajar olah raga siswa belajar praktik memasak atau tata hidang.

Sistem blok dikembangkan mulai tahun 1995 dengan mendengarkan masukan-masukan dari pihak industri. Sistem ini membagi siswa berdasarkan blok-blok pembelajaran. kelompok normatif/adaptif akan menerima materi terkait dengan mata pelajaran normatif/adaptif (pendidikan agama.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Bahasa Indonesia. Sekedar ilustrasi. Penekanan diberikan pada proses pembelajaran dan evaluasi/penilaian yang berkelanjutan (on going learning proses and assesment). Siklus ini akan berlangsung selama tiga minggu dan setelah itu siklus akan berulang.3 Praktik Inovasi Pendidikan Pengembangan Sistem Blok Sistem blok merupakan sistem yang dikembangkan SMKN 8 Makassar untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. yang saling terkait satu sama lain dalam sebuah kesatuan proses. Pemberian nama kelompok tersebut berhubungan dengan materi yang akan siswa terima selama satu minggu. Siswa dari enam kelas ini kemudian dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Tabel.8 Siklus Pembelajaran Minggu 1 2 3 4 Teori Umum (normatif/adaptif) Kelompok I Kelompok III Kelompok II (Berulang) teori kejuruan Kelompok II Kelompok I Kelompok III Praktik Kelompok III Kelompok II Kelompok I Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 33 . (ii) teori kejuruan. masing-masing kelompok akan berganti blok (blok normatif/adaptif menjadi blok teori praktik kejuruan. Selama satu minggu tersebut. saat ini ada enam kelas siswa tingkat I. Kelompok praktik kejuruan akan memulai proses pembelajaran dari kegiatan praktik kejuruan selama satu minggu. Setelah satu minggu. yaitu (i)normatif/adaptif. matematika. yaitu dua kelas di kelompok normatif/adaptif. dua kelas di kelompok teori kejuruan dan dua kelas di kelompok praktik kejuruan.2. blok teori praktik akan melakukan praktik dan blok praktik menjadi blok normatif/adaptif ). sedangkan kelompok teori praktik kejuruan akan menerima materi yang terkait teori kejuruan yang akan mereka mereka praktikan nanti selama satu minggu kedepan. dan (iii) praktik kejuruan. IPS dan lainnya).

Sebagai contoh. Hal ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sistem blok yang dikembangkan menuntut sebuah proses yang berkelanjutan dan saling terkait sehingga satu bagian dari sistem tersebut tidak boleh ada yang berhenti berproduksi/berproses. dimana setiap kelompok nantinya yang terbentuk akan terdiri dari kurang lebih 12 orang dan ditangani oleh 2-3 orang pengajar/instruktur. kue atau makanan yang dihasilkan didapur atau bagian patiseri akan disajikan di restoran atau kafe oleh siswa yang praktik tata boga di restoran. Jika belum tercapai. siswa akan dibagi berdasarkan blok-blok (enam blok dari blok A sampai dengan blok F) yang berhubungan dengan kompetensi yang harus dikuasai pada tingkat I. Penekanan pada aspek pencapaian kompetensi ini memungkinkan SMKN 8 Makassar menghasilkan siswa dengan tingkat kompetensi yang sesuai dengan spesifikasi industri. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin bahwa penilaian (assesment) dan perhatian dapat diberikan pada masing-masing individu sehingga usaha peningkatan kompetensi dapat dilakukan secara optimal. proses akan dilanjutkan/diulang kembali sehingga target kompetensi pembelajaran pada hari itu tercapai.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Area Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Dapur Instruksi A F E D C B Dapur Produksi/Cafe B A F E D C Restoran C B A F E D Patiseri D C B A F E House Keeping E D C B A F Front Office F E D C B A Sumber: SMKN 8 Makassar Output atau keluaran yang dihasilkan oleh siswa pada saat praktik akan digunakan oleh siswa yang lain sebagai sarana praktik juga. Tabel. Penilaian akhir dilakukan pada setiap akhir sesi praktikum untuk melihat apakah kompetensi siswa sudah tercapai atau belum.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pada saat melakukan praktik. 34 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

Kemampuan merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan pasar Tidak hanya mendengarkan apa yang menjadi keinginan pasar. dan mendesain proses dan produk untuk menjawab kebutuhan tersebut. waktu praktik kerja industri (prakerin) selama enam bulan. SMKN 8 Makassar diharapkan juga memiliki kemampuan menerjemahkan kebutuhan tersebut ke level operasional. 2. Hal ini memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar. dan krietria penerimaan siswa. Dua hal yang dikembangkan oleh SMKN 8 Makassar dalam pendesainan proses dan produk tersebut adalah: 1) Pengembangan sistem blok yang memungkinkan pembentukan tingkat kompetensi siswa sesuai yang diharapkan dapat terjadi 2) Pengembangan iklim dan budaya sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dunia kerja. pihak sekolah mengakomodir dan menyesuaikan standar penerimaan sesuai dengan kriteria minimal yang diinginkan industri. yaitu dengan cara pengembangan sistem blok. Pengembangan jejaring strategis menjadi salah satu faktor kunci dalam 35 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Pengembangan jurusan pariwisata terutama akomodasi perhotelan dan restoran oleh SMKN 8 Makassar memiliki kesesuaian dengan tren kebutuhan pasar yang ada. Kemitraan yang terjalin erat dengan dunia industri menjadi jembatan bagi sekolah untuk selalu mendengar apa yang menjadi kebutuhan pasar. dan standar perilaku. Bahkan untuk penerimaan siswa baru.4 Kapabilitas Inovasi a. Strategi yang Dilakukan 1. Indikasi tren kebutuhan industri ini dapat dilihat diantaranya melalui kontribusi peran sektor perdagangan dan perhotelan pada perekonomian ekonomi daerah.2. 3. yaitu kebutuhan mengenai profil tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri seperti kompetensi. Kecenderungan juga menunjukkan bahwa peran sektor ini meningkat dari tahun ketahun dan secara tidak langsung memberikan sinyal adanya kebutuhan atau permintaan tenaga kerja disektor ini. keahlian. Kemampuan untuk mengembangkan jejaring dan hubungan dengan mitra industri Peran industri sangat besar bagi SMKN 8 Makassar. yaitu menyerap lulusan SMKN 8 Makassar dan sebagai mitra dalam pengembangan desain sistem belajar mengajar. sikap.

• Dokumentasi lainnya. manajemen sumber daya. Sistem Manajemen Mutu terkait bagaimana cara organisasi menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk mulai dari komitmen manajemen. • Audit harus dilaksanakan oleh personil yang mempunyai kualifikasi memadai dan tidak bertanggung jawab langsung terhadap bidang yang diaudit. dan pengukuran. Adapun alternatif metode pengukuran dan pemantauan proses adalah sebagai berikut : 36 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . SMKN 8 mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai konsekuensi hasil pengukuran kepuasan pelanggan tersebut. sehingga produk institusi dapat dijaga kualitasnya dan terus menerus ditingkatkan untuk kepuasan pelanggan. Proses Penguatan Tatakelola Melalui Penerapan ISO 9001:2000 Dalam hal penguatan tata kelola institusi. tetapi SMKN 8 Makassar juga memiliki jejaring mitra industri di luar negeri seperti di Singapura. Kepuasan Pelanggan Sebagai salah satu tolak ukur kinerja sistem manajemen mutu. perbaikan di sistem. Malaysia dan Inggris yang telah dirintis sejak tahun 1996 hingga saat ini. SMKN 8 melakukan penguatan dengan melakukan perbaikan administrasi pengelolaan manajemen sekolah. Pemantauan dan Pengukuran Proses.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan pengembangan SMKN 8 Makassar sehingga tidak hanya memiliki jejaring di dalam negeri. Audit harus mencakup penilaian dari : • Kegiatan atau proses belajar dan kinerja siswa. 2. b. sistem. prosedur dan instruksi kerja. SMKN 8 memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. SMKN 8 mengidentifikasi metode pengukuran dan melakukan pengukuran untuk mengevaluasi kinerja proses. guna menilai efektivitas dari sistem manajemen mutu tersebut. dalam bentuk survei kepuasan pelanggan. proses realisasi produk. Beberapa implementasi penerapan program penguatan tata kelola di SMKN 8 diantaranya adalah adanya pemantauan dan pengukuran mengenai: 1. Indikator kinerja ditunjukkan dengan keberhasilan SMKN 8 memperoleh ISO 9001:2000 mengenai sistem manajemen mutu. 3. Audit Internal SMKN 8 menetapkan audit mutu internal minimal dilakukan 2 kali dalam satu tahun. • Praktik. analisa.

untuk mencegah penggunaan atau penyerahan yang tidak dikehendaki. Membuat laporan berkala yang memuat hal-hal yang menyangkut kemajuan pekerjaan. Supervisi kelas b. 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan a. Menyelenggarakan rapat-rapat rutin yang membahas kemajuan pekerjaan dan membahas pemecahan masalah-masalah yang dihadapi. • Peserta didik yang belum menyelesaikan persyaratan administrasi. e. • Peserta didik yang secara hukum terlibat dalam tindak kriminal dan asusila. Apabila terdapat ketidaksesuaian dari hasil pemantauan dan pengukuran tersebut. Sebagai ilustrasi pembentukan ini. maka akan dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan yang memadai. c. 5. Adapun yang dimaksud dengan produk tidak sesuai misalnya: • Calon peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan. Menganalisa laporan pencapaian sasaran mutu. Sumber Daya Manusia Pengembangan Iklim dan Budaya Sekolah Pengembangan iklim dan Budaya sekolah yang mendekati atau dikondisikan sesuai dengan dunia kerja memungkinkan SMKN 8 membentuk siswa yang dapat dengan cepat beradaptasi di dunia kerja. d. Pemantauan dan Pengukuran Produk SMKN 8 mengukur dan memantau karakteristik produk atau jasa atau peserta didik (siswa) untuk memverifikasi bahwa persyaratan kompetensi tersebut telah dipenuhi. Penyerahan produk dan jasa atau peserta didik (siswa) tidak boleh dilakukan sampai semua pengaturan pemeriksaan pemantauan telah selesai secara memuaskan. • Peserta didik belum menyelesaikan semua kompetensi yang dipersyaratkan. Pengendalian Produk Tidak Sesuai / Peserta Didik Bermasalah Semua produk dan jasa tidak sesuai atau peserta didik yang bermasalah diiidentifikasi dan dikendalikan. Pihak sekolah menugaskan siswa-siswa SMKN 8 sebagai petugas piket setiap hari secara bergiliran sebagai pihak pen37 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . pemeriksaan/pemantauan dalam proses belajar mengajar dan pemeriksaan/pemantauan akhir. c. Untuk itu SMKN 8 mengambil langkah-langkah pemeriksaan/pemantauan awal terhadap barang/material ataupun jasa yang dibeli.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

erima tamu/receptionis, cleaning service, tugas memasak untuk kantin/ café dan pramusaji pada café dan kantin sekolah serta tugas lainnya seperti halnya dihotel untuk mengembangkan budaya dan sikap kerja. Penegakkan tata tertib dan system denda terutama bagi yang melanggar aspek lingkungan (kebersihan) dilakukan dengan ketat. d. Teknologi yang Digunakan Teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan SMKN 8 Makassar. Pada tahun 1996 SMKN 8 Makassar memiliki website ketika prakerin mulai dilakukan di luar negeri yaitu Singapura dan Malaysia. Dengan proses teknologi pulalah SMKN 8 membangun dan melebarkan jejaring strategisnya, sampai akhirnya mampu mengantarkan siswanya untuk melakukan prakerin di Inggris. Peran teknologi dalam proses kegiatan belajar mengajar menjadi sebuah keharusan terutama untuk program studi keahlian tertentu. Program studi keahlian akomodasi perhotelan pada kompetensi reservasi dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan Fidelio System yang merupakan Computer Reservation System (CRS). Sementara program studi Usaha Perjalanan Wisata menggunakan Galileo system untuk kompetensi tiketing. Teknologi menjadi media penghubung yang efisien antara sekolah dengan semua stakeholdersnya. Guru, siswa, orang tua siswa, masyarakat dapat mengakses semua informasi yang terkait dengan SMKN 8 Makassar melalui jaringan internet yang sudah online sejak tahun 1996. e. Pengukuran (Measurement) Penerapan sistem blok yang dilakukan oleh SMKN 8 Makassar memungkinkan penciptaan kualitas lulusan yang sesuai dengan standar industri. Selain itu, pengembangan iklim dan budaya kerja disekolah memungkinkan pembentukan sikap dan perilaku siswa sehingga lebih sesuai dengan standar norma kerja industri. Dengan kata lain pengembangan sistem dan atmosfir pembelajaran yang diterapkan SMKN 8 Makassar memungkinkan terbentuknya tingkat kompetensi, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk pengembangan diri siswa agar siap memasuki dunia kerja. Pengembangan jejaring dengan mitra industri merupakan sisi lain yang mendukung keberhasilan SMKN 8 Makassar. Hubungan baik antara SMKN 8 Makassar dan mitra industri tercipta atas dasar asas manfaat dan
38 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

keuntungan timbal balik yang berdampak pada lebih mudahnya siswa lulusan SMKN 8 Makassar diserap oleh pasar tenaga kerja. Pengembangan jejaring bernilai strategis dan bermanfaat pada SMKN 8 mengingat mitra industra tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan sistem pembelajaran (tempat untuk prakerin, sumber perbaikan kurikulum, up date kompetensi dan pengetahuan, dan lain-lain) secara berkelanjutan. Ilustrasi dari bagaimana hubungan dengan mitra industri dapat membantu serapan lulusan dapat terlihat pada Tabel berikut ini. Tabel.10 Daya Serap lulusan SMKN 8 Makassar
No 1 2 3 4 Keterangan Kuliah Bekerja Tanpa Info Jumlah Tamatan 2004 Jmlh 50 130 18 198 % 25.3 65.7 9 100 42 124 19 185 2005 Jmlh % 22.7 67 10.3 100 29 120 10 170 2006 Jmlh % 17 70.5 5.8 100 25 97 15 151 2007 Jmlh % 16.6 64.2 9.9 100 17 177 8 202 2008 Jmlh % 8.4 87.6 3.9 100

Sumber: SMKN 8 Makassar

Sistem yang sama juga memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk berkembang menjadi salah satu SMKN Pariwisata di bidang Akomodasi Perhotelan dan Restoran yang menonjol di Indonesia. Sederet penghargaan dan prestasi sekolah/siswa yang pernah diraih, diantaranya: 1. Wiyata Mandala Tahun 1995/1996 2. Sekolah Pertama di Indonesia Melaksanakan Prakerin Luar Negeri 1996 3. Juara PKS (Promosi Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional, Akomodasi Perhotelah, Tata Busana, 1995, dan Tahun 1998 Tata Boga. 4. Sekolah Terbersih se Kota Makassar tahun 2002/2003 5. SMK Unggulan Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan 2003/2004 6. SMK OUTLET tahun 2005 7. SMK TUK (Tempat Uji Kompetensi) 2005 8. Rintisan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) 2006 Tingkat penerimaan pasar yang tinggi di SMKN 8 Makassar apabila terjadi secara konsisten akan memberikan signal positif pada pasar baik itu pasar calon konsumen maupun industri mengenai kualitas SMKN 8 Makassar. Hal ini juga merupakan sarana komunikasi yang efektif, powerful dan efisien untuk meningkatkan animo konsumen (calon konsumen/
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

39

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

siswa dan industri). Sebagai indikasi awal dapat dilihat pada table berikut ini yang menunjukkan adanya peningkatan secara perlahan jumlah siswa yang mendaftar dan diterima selama dua tahun belakangan ini. Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008
Bidang Keahlian 1. Hotel & Restoran 2. Tours & Travel 3. Busana & Kecantikan Total Sumber: SMKN 8 2007/2008 Pendaftar 193 60 61 314 Diterima 155 38 48 241 203 39 83 325 2008/2009 Pendaftar Diterima 134 36 80 314

Ditengah pencapaian yang sudah disampaikan diatas, terdapat beberapa catatan yang dapat menjadi masukan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan di SMKN 8. Hal ini berkaitan dengan prestasi nilai UAN yang masih dibawah rerata nasional (Nilai 7). Akan semakin melengkapi capaian SMKN 8 jika kesuksesan tadi dilengkapi dengan capaian di bidang pengembangan akademis siswa. Berikut adalah table yang menggambarkan rerata nilai UAN siswa SMKN 8. Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003 - 2008
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Produksi Rata-rata Total 5.01 5.92 5.62 2003/2004 5.72 5.73 3.58 2004/2005 6.04 5.66 6.05 2005/2006 5.98 4.8 6.09 2006/2007 6.31 5.17 6.79 7.79 6.52 2007/2008 6.33 3.87 5.96 7.74 5.98 2008/2009 6.75 6.16 6.54 7.92 6.84

Sumber : SMKN 8 Makassar

40 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Komitmen ini paling tidak ditunjukkan dengan pegembangan dan peningkatan sarana dan prasarana dan unit produksi pembelajaran baru oleh SMKN 8 berupa education hotel.4 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi yang diterapkan merupakan satu hal yang menjadi komitmen SMKN 8 karena telah memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian yang diperoleh sejauh ini. Karena capaian yang diperoleh saat ini dan kedepan menuntut perbaikan pada sistem pembelajaran dan penjalinan jejaring dengan mitra industri secara berkelanjutan.2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 41 . Konsistensi komitmen pimpinan sekolah dan staff penting bagi keberlanjutan inovasi ini.

Budidaya Ternak. Kabupaten Subang menyumbangkan produksi padi yang mencapai 1. Berjalan sejak tahun 1966 dan resmi ditetapkan sejak 7 Desember 1967. Dengan curah hujan yang relatif tinggi serta ditunjang oleh adanya lahan yang subur dan banyaknya aliran sungai menjadikan sebagian besar luas tanah Kabupaten Subang digunakan untuk pertanian. Pada awalnya SMKN 2 Subang adalah STM Pertanian dengan satu program keahlian yaitu Teknologi Produksi (TP). dan Teknologi Hasil Pertanian). Mekanisasi Pertanian. Budidaya Ikan.95 ha atau 6. Dalam perjalanannya berkembang menjadi dua program keahlian yaitu dengan dibukanya Program Keahlian Teknologi Peralatan Pertanian (TPP) pada tahun 1980.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.3. Hal ini tercermin dari visi Kabupaten Subang yang ingin mewujudkan Subang sebagai daerah agribisnis. Pada tahun 1985 berubah menjadi SMT Pertanian dengan 5 Program Keahlian (Budidaya Tanaman.. Mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. Subang tetap mempertahankan sektor pertanian sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomiannya.015.. Selain tanaman pangan potensi pertanian yang ada di Kabupaten Subang adalah tanaman palawija dan holtikultura.1 Profil Daerah dan Sekolah Kabupaten Subang sebagai salah satu kabupaten di kawasan utara Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah seluas 205. Produksi padi tersebut dihasilkan dari lahan basah 1. serta terkendala oleh jarak. Potensi besar Subang di bidang pertanian sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal dengan berdirinya sekolah kejuruan pertanian. bahwa mereka ternyata ada.3 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang “Jauh dari benak pikiran kita. dan SMK Negeri 2 Subang salah satunya. Visi dari SMKN 2 Subang adalah: ”Mewujudkan sekolah berbasis kewirausahaan/bisnis yang dikelola dan 42 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .695 ton dan sisanya dari ladang.176. Ditengah kecenderungan perkembangan daerah lain yang mengarah kepada industrialisasi. Sebagai penyandang predikat salah satu lumbung padi nasional..020. topografi dan kondisi jalan yang jelek.606 ton terhadap stok padi nasional.34 % dari luas Provinsi Jawa Barat. Untuk itu mereka harus sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. Pada Tahun 1995 berubah menjadi SMK Negeri 2 Subang hingga saat ini.” 3.

Menjadikan pendidik dan tenaga kependidikan profesional di bidangnya dan melayani pelanggan sesuai standar yang dipersyaratkan sehingga mampu menghantarkan SMK Negeri 2 Subang sebagai SMK Standar Internasional pada tahun 2014. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 43 . 6. Peternakan. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi sebagai berikut : 1. dan Teknologi Hasil Pertanian sebagai inti pencitraan fisik sekolah dalam penataan dan pelestarian lingkungan hidup. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian sebagai inti kegiatan agribisnis dan agroindustri yang menerapkan sistem manajemen mutu sehingga mampu menjadikan lulusannya sebagai plasma agribisnis/agroindustri atau sebagai pekerja di perusahaan agribisnis Nasional dan Internasional. Menjadikan Bidang Keahlian Pelayaran Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan sebagai pelaut yang memiliki sertifikat Ankapin II/Atkapin II serta memenuhi “Standard International Maritim Organization (IMO)” untuk bekerja di perusahaan perkapalan/kapal Internasional. 3. 5.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disenyelenggarakan dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 sehingga mampu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan pelanggan nasional atau internasional atau mampu berwirausaha di bidang agribisnis/agroindustri/ pariwisata/manufaktur pada tahun 2014”. 2. 7. 8. Budidaya Ikan Air Tawar. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi sebagai Plasma Industri Komponen Otomotif. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki standar kompetensi internasional dan bekerja di perusahaan multinasional. Menjadikan Laboratorium Pengawasan Mutu SMK Negeri 2 Subang Bersertifikat ISO 17025 : 2005 pada tahun 2012. Peralatan Elektronik dan Mesin Perkakas yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai wirausaha Plasma Industri. Perakitan Komputer. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian. Menjadikan pendidik SMK Negeri 2 Subang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan undang-undang guru dan dosen serta memenuhi standar Industri pada tahun 2014. 4.

Teknik Sepeda Motor 10. Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman 3. Nautika Kapal Niaga 17. yaitu: 1. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 7. Jasa Boga 14. Rekayasa Perangkat Lunak 11. Menjadikan Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata sebagai Inti Promosi dan pemasaran Wisata Vokasi dan Wisata Agro SMK Negeri 2 Subang. Agribisnis Ternak Unggas 4. Teknik Kendaraan Ringan 9. 10. Teknik Elektronika Industri 12. Menjadikan Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak dan Elektronika Industri sebagai Inti Pencitraan Sekolah di bidang IT dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 12. Agribisnis Perikanan 8. Nautika Kapal Penangkap Ikan 18. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 6. Agribisnis Ternak Ruminansia 5. 11. Usaha Perjalanan Wisata 15. Teknik Pemesinan 13. Busana Butik 16. Sampai saat ini SMKN 2 Subang mempunyai delapan belas Program Keahlian. Menjadikan seluruh Program Keahlian sebagai Pelestari Lingkungan Hidup sesuai dengan ruang lingkup pekerjaannya sehingga memenuhi Standar ISO 14001 : 2004.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 9. Menjadikan Bidang Keahlian Pariwisata sebagai plasma industri garmen yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama Industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai Wirausaha Plasma Industri Tata Busana/Garmen. Teknika Kapal Penangkap Ikan 44 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura 2.

Kondisi ini menyebabkan motivasi guru menurun dan cenderung menyalahkan keadaan. PER. AHP KA. TEI KA. PRODI. API KA. TM KA. PRODI. BB KA. PELAYARAN KA. REKNOLOGI WAKA PI & SDM BID. PRODI. PRODI. budidaya ternak. PRODI. dan mekanisasi pertanian). UPW KA. PRODI. APTN KA. teknologi hasil pertanian. kedisiplinan 45 KA. sehingga tidak memberi solusi tetapi menambah masalah dengan sikapnya yang cenderung apatis dan menyerah pada keadaan.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Menurunnya minat tamatan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Pertanian dan banyaknya tenaga kerja pengganti di sektor pertanian bagi tamatan SMK Pertanian menyebabkan jumlah siswa terus menurun dan tamatannya banyak yang tidak bekerja atau bekerja bukan pada bidangnya. TU WAKA DIKLAT WAKA MANAJEMEN MUTU & LINGKUNGAN WAKA KETARUNAAN WAKA HKI WAKA SARPRAS WAKA PI & SDM BID.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur organisasi SMKN 2 Subang: KEPALA SEKOLAH KOMITE KOORD. TO KA. PRODI. PRODI. JB PEMBIMBING/WALI KELAS/GURU TARUNA Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . budidaya ikan. PRODI. SMK Pertanian dinilai gagal menyiapkan tamatannya menjadi petani atau bekerja di sektor pertanian sehingga tidak diminati. Kondisi ini mulai dirasakan oleh SMKN 2 Subang sejak 1995 yang pada akhirnya mencapai titik terendah pada tahun 2000 dengan jumlah siswa 554 orang yang terbagi dalam 5 program keahlian (budidaya tanaman. PRODI. PRODI. APTD KA. Kondisi lingkungan sekolah tidak terawat dan tidak mencerminkan sebagai sekolah pertanian yang dapat menjadi contoh petani. PRODI.3. RPL 3. PEL & PAR KA.

tata krama/etika. angkat beban. olah raga permainan) c) Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer d) Tata Upacara Bendera e) PMR. sit up. P3K. pull up. 3. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan 1. 2. push up. Survival dan Cross Country 46 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . kuat. Materi a) Tes Kesehatan oleh Dokter Pemerintah dan tindaklanjut pelayannya b) Pendidikan Jasmani Taruna (Lari. serta kemampuan mengembangkan diri).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan siswa menurun dan motivasi belajarnya rendah Hasil Monitoring dan Evaluasi (M&E) SMK dan Kepala SMK sebelum tahun 1997 berkisar antara cukup dan kurang. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/ anaknya/warganya yang sehat. Tujuan Latihan Dasar Ketarunaan bertujuan untuk membentuk karakter taruna sebagai berikut : a) Sehat sesuai standar yang ditetapkan pelanggan b) Kuat c) Disiplin d) Memahami dan Menerapkan Peraturan Baris Berbaris e) Memahami dan Menerapkan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer f ) Memahami dan Menerapkan Tata Upacara Bendera g) Memahami dan Mampu Melaksanakan Survival dan Cross Country h) Memahami dan Mampu Melaksanakan Search and Resque (SAR) i) Memahami dan Mampu Melaksanakan Sholat sesuai ketentuan j) Memahami dan Mampu Mengekspresikan diri k) Memahami dan Mampu Berorganisasi l) Memahami dan Mampu Melaksanakan Tugas 3. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. SAR.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. Landasan utama diterapkannya sistem ketarunaan adalah a) Kebutuhan Pelanggan (institusi pasangan.3. b) Kebutuhan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Siswa untuk mencapai standar taruna c) Kebutuhan Guru Mata Pelajaran Normatif dan Adaptif dalam menerapkan nilai-nilai kecakapan hidup. orang tua siswa. kemampuan komputer dan mengakses informasi. DU/DI.

000 orang. Organisasi dan Kepemimpinan k) Seni dan Budaya 4. Bagi yang lulus diberi sertifikat dan dilantik dan yang bersangkutan berhak menggunakan seragam korps taruna. Selain itu juga diterapkan “Re-orientasi Ketarunaan” bagi taruna yang pulang prakerin dan become to outcome bagi taruna yang akan lulus sampai diterima bekerja. Hasilnya dibahas dan tindaklanjuti oleh Guru Mata Pelajaran dan oleh Tim Manajemen 5.00 – 16.00 – 16.00 – 07. 8. Bahasa Inggris. b. Dari jumlah tersebut yang melanjutkan hanya 55. 6. Implementasi Nilai-Nilai Ketarunaan Setelah dilantik dan menggunakan seragam korps taruna. sehingga masih ada Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 47 . Program Kelas Wirausaha/Mandiri Data Dinas Pendidikan Kabupaten Subang menunjukkan bahwa jumlah lulusan SLTP. Sertifikasi dan Pelantikan Hasil Monitoring dan Evaluasi dijadikan sebagai bahan Sidang Korps untuk menentukan Kelulusan dan Sanksi yang harus dijalani bagi yang belum lulus. Komputer dan Tindaklanjut Pelayannya i) Basic Mentallity j) Demokrasi.00 Kegiatan ini dimonitor dan dievaluasi oleh Tim Manajemen dan Guru Mata Pelajaran.386 orang.30 dilanjutkan pukul 13.00 • Tahap kedua selama 4 bulan mulai pukul 06. lima tahun terakhir sebanyak 86. Penjaminan Mutu Penjaminan Mutu Taruna menggunakan Skill Passport Praktik Kerja Industri. maka para taruna menerapkan nilai-nilai ketarunaan dalam kegiatan sehari-hari.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f ) Placement Test Sholat dan Bimbingan Sholat g) Placement Test Baca Al Quran dan Bimbingan Baca Al Quran h) Placement Test Matematika. Waktu Pelaksanaan Latdastar dilaksanakan di semester satu selama 5 bulan dengan tahapan sebagai berikut : • Tahap pertama selama satu bulan mulai dari pukul 06. IPA. 7. Pengendalian Mutu Pengendalian Mutu Taruna dilaksanakan secara bertahap dan berjenjang yang didukung oleh dokumen pengendali mutu taruna berupa buku kendali mutu taruna yang dimonitor setiap hari dan dievaluasi setiap minggu.

kelas XI memperoleh Rp 8.dan menyisihkan sedikit setiap bulannya untuk uang saku. Para taruna diharapkan dapat membiayai dirinya sendiri untuk proses pendidikan dan pelatihannya melalui kegiatan produksi yang dilakukan semala proses pembelajaran. Permasalahan tersebut salah satunya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang masih rendah sehingga kalau dipaksakan. 48 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .00 per hari. Melihat kenyataan tersebut SMK Negeri 2 Subang mencoba menawarkan satu program agar anak-anak tidak mampu tersebut mendapatkan akses pendidikan melalui pembukaan kelas wirausaha/mandiri. mempunyai motivasi ingin meningkatkan kesejahteraan. Taruna kelas wirausaha/mandiri diseleksi berdasarkan minat dan bakat untuk masuk pada satu kegiatan unit usaha.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 31.000 per hari dan kelas XII memperoleh Rp 10. dapat membayar uang sekolah dari hasil kerjanya. hal ini didasarkan pada customer need analysis. Setiap program studi keahlian dapat memiliki lebih dari satu kegiatan unit usaha.000. Taruna yang diterima melalui jalur ini adalah taruna yang mempunyai kemauan untuk merubah kehidupannya melalui bekerja keras. Proses pembelajaran di kelas wirausaha/industri mandiri dititikberatkan pada kegiatan produksi pada masing-masing program studi keahlian.00 setiap hari.386 orang yang tidak melanjutkan. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk taruna yaitu setiap taruna nantinya diharapkan memperoleh pendapatan dari kegiatan unit usaha sekolah atau teaching factory sebagai berikut: untuk taruna kelas X memperoleh pendapatan dari kegiatan produksi sebesar Rp 5. kedepannya mereka dapat berubah tarap hidupnnya punya harkat dan martabat yang lebih baik.000. kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. Taruna yang telah masuk pada kegiatan unit usaha akan mendapatkan jatah makan siang setiap harinya. Kelas Wirausaha/Mandiri adalah kelas untuk taruna atau siswa yang kurang mampu. dan diutamakan dari kalangan taruna yang tidak mampu. Padahal tidak sedikit dari keluarga tidak mampu tersebut terdapat siswa-siswa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Mekanisme pengaturan pelaksanaan pembelajaran siswa wirausaha/ mandiri tiga semester digunakan untuk pembelajaran normatif/adaptif dan tiga semester untuk pembelajaran produktif.

Untuk itu mereka harus Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 49 . Tiga semester melakukan kegiatan normatif/ adaptif di sekolah dan tiga semester melakukan kegiatan produktif di plasma industri.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel. tahun ketiga status kerja kontrak tahun kedua). maka pembagian kegiatan belajar antara normatif/adaptif dan produktif lebih fleksibel. 4. Dari kegiatan produksi inilah siswa mendapatkan pendapatan untuk membiayai diri dan sekolahnya. tahun kedua status kerja kontrak tahun pertama. Siswa atau taruna kelas wirausaha/mandiri menjadi tenaga kerja utama plasma industri. Selama tiga tahun berada di industri siswa akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan industri (minimal 6 kompetensi pekerja industri). 5 6 Kegiatan Kegiatan ketarunaan dan normatif/adaptif Kegiatan produktif (di plasma industri) Kegiatan normatif/adaptif untuk persiapan UAN Untuk program keahlian terntentu seperti pertanian karena kegiatan produktifnya sangat tergantung kepada musim. Berikut adalah ilustrasi pengaturan pembelajaran untuk taruna yang ada dikelompok teknologi yang sudah memiliki kontrak khusus dengan mitra industri (PT Banshu). Setelah tamat siswa atau taruna diproyeksikan sebagai pekerja di PT Banshu Electric Indonesia selama tiga tahun (tahun pertama status magang. dan kondisi ekonomi yang masih rendah.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/Mandiri – SMKN 2 Subang Semester 1. kecuali untuk kegiatan ketarunaan dilaksanakan pada semester pertama untuk semua kelas dan program keahlian. c. Setelah tiga tahun mereka akan dipasarkan ke berbagai industri multi nasional. 1. 2 3. sehingga sebagian besar mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. walaupun ada tapi jaraknya sangat jauh ditambah kondisi jalan yang jelek. Selama kegiatan produktif tersebut siswa melakukan pembelajaran sekaligus kegiatan produksi. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) Program kelas termediasi (kelas jauh) di SMK Negeri 2 Subang didasarkan pada banyaknya jumlah lulusan SMP yang ada di desa-desa tidak bisa melanjutkan sekolah disebabkan belum adanya sekolah yang tingkatnya lebih tinggi. 2.

Mereka belajar bisa dimana saja. Kemampuan memberdayakan sumber daya serta menggerakan partisipasi masyarakat merupakan kunci sukses dari program kelas termediasi. 1. 50 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pengembangan teaching factory dilakukan dengan kerjasama dengan jejaring atau mitra industri. Sebagai wahana praktikum mereka bisa terjun pada proyek-proyek dari Dinas Pertanian. berada di kecamatan atau daerah yang ada di lingkungan Kabupaten Subang dan pengelolaannya dilakukan oleh wakil kepala sekolah dari SMK Negeri 2 Subang yang mendapat Surat Keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Pengembangan teaching factory ini memerlukan upaya keras dari sekolah untuk meyakinkan kepada industri agar bersedia mendirikan plasma industri di SMKN 2 Subang. Sehingga pada tahap ini diharapkan perusahaan akan memberikan penilaian yang sebaik mungkin kepada siswa asal SMK Negeri 2 Subang. Program Pengembangan Teaching Factory Program teaching factory merupakan terobosan SMKN 2 dalam upaya meningkatkan pembelajaran produktif agar sesuai dengan standar industri. tidak tergantung gedung sekolah yang megah. Dinas Perikanan maupuan aktivitas masyarakat setempat. Upaya pemantapan dan penjajagan serius dilakukan untuk menarik mitra industri ke sekolah dengan memberikan pembekalan kepada siswa agar bekerja dengan motivasi tinggi. d. Kelas jauh (kelas termediasi) SMK Negeri 2 Subang adalah rombongan belajar atau tempat belajar yang berada di luar sekolah SMK Negeri 2 Subang. Mitra industri mendirikan plasma industri di SMK Negeri 2 Subang sebagai media untuk pembelajaran produktif bagi siswa dan sekaligus kegiatan produksi dengan tenaga kerja siswa SMKN 2 Subang. Berikut adalah tahapan dalam pengembangan teaching factory tersebut. Kelas termediasi cermin dari pendidikan yang sesungguhnya. mereka mengandalkan pemuka-pemuka masyarakat sebagai tenaga pendidik pada awalnya. Semua dilakukan dengan tidak mengorbankan standar pendidikan yang telah ditetapkan di Kelas Induk yaitu SMKN 2 Subang. Tahap Awal Semua berawal dari praktik kerja industri yang dilakukan oleh taruna atau siswa SMK Negeri 2 Subang di PT. karena bisa mengatasi batasan-batasan yang selama ini justru mengungkung hakikat pendidikan yang sesungguhnya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. Banshu Elektrik Indonesia.

mental. sehat.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan karakter siswa SMK Negeri 2 yang disiplin. Ini merupakan proses uji coba pelaksanaan industri di Sekolah. dan mudah beradaptasi. kuat. kepercayaan itu ditunjukkan oleh perusahaan dengan menerima lulusan SMKN 2 Subang terutama taruna yang pernah praktik kerja di PT. pihak perusahaan mencoba meningkatkan kerja sama dengan mendirikan plasma di SMK Negeri 2 Subang dengan sumber daya manusia alumni SMK Negeri 2 Subang dan sebagian dari umum. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 51 . Banyak kendala yang dihadapi terutama kualitas sumber daya manusia yang kurang baik sehingga berdampak kepada kualitas produk yang tidak sesuai dengan persyaratan industri. Hasil keseriusan sekolah memenuhi permintaan perusahaan berdampak kepada semakin meningkatnya kepercayaan industri kepada sekolah. Sejak tahun ajaran 2006-2007 maka dikelola kelas khusus industri wirausaha/mandiri yang siswanya dari kalangan yang tidak mampu. serta bukti yang ditunjukkan taruna atau siswa saat melaksanakan praktik kerja di industri. timbul kepercayaan pihak industri terhadap SMK Negeri 2 Subang. kesehatan fisik serta keterampilan siswa selama melakukan praktik kerja di industri. diberi kesempatan sekolah dengan memberikan fasilitas yang diperlukan untuk sekolah berupa biaya sekolah dan tambahan lainnya. Dalam tahap uji coba ini ternyata hasil yang diperoleh belum memenuhi standar yang diharapkan industri. Kelas wirausaha/mandiri inilah yang menjadi sumber daya manusia dalam plasma industri. 3. dididik. dan pihak sekolah berusaha untuk memenuhi kapan saja industri meminta taruna untuk prakerin. Sehingga pihak industri meminta siswa untuk prakerin di PT. dan dilatih sesuai dengan standar industri tetapi juga menjadi siswa SMKN 2 Subang. Banshu. Banshu secara berkesinambungan dan sepanjang tahun. Tahap Uji Coba Plasma Melihat disiplin. 2. Tahap Penerapan Teaching Factory di Sekolah Hasil dari evaluasi program pelaksanaan plasma di SMK Negeri 2 Subang memberikan gambaran dan pemikiran baru bahwa sumber daya manusia yang baik harus dipersiapkan.

kuat. Salah satu sasaran mutu SMK Negeri 2 Subang adalah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebesar 20% dari tahun sebelumnya.360 milyar. Pendekatan secara intensif dan memberikan keyakinan kepada industri bahwa sekolah dapat melakukan pekerjaan yang dituntut industri. tahun kedua menjadi tenaga kontrak untuk tahun pertama. Usaha untuk selalu melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. Sampai bulan Juni 2008. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk siswa kelas mandiri agar mampu membiayai kegiatan pendidi- 52 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pola pembelajaran disusun sedemikian rupa agar siswa dapat belajar produksi sesuai dengan standar industri. 4. Tiga tahun pertama siswa akan berada di sekolah. Pembelajaran dibagi menurut kontrak yang telah ditandatangani sebagai berikut : 1. Sedangkan tiga semester kedua akan berada di kelas dan teaching factory berselang-seling. dengan pola pembelajaran produksi selama tiga semester di teaching factory dan industri. 2. Banshu di SMK Negeri 2 Subang berupa alat dan fasilitas pendukung di Teaching Factory sebesar Rp 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tahun pelajaran 2007-2008 adalah tahun kedua pelaksanaan teaching factory dengan pola pembelajaran inovatif. tetapi juga dapat tetap belajar sesuai dengan persyaratan lainnya. dan lembur) sebesar Rp 88. melalui kegiatan latihan dasar ketarunaan dan kegiatan lain yang menunjang. Tiga tahun kedua siswa direkrut menjadi tenaga kerja di perusahaan mengikuti pola perusahaan sebagai berikut : tahun pertama sebagai tenaga magang atau training plus. dan tahun ketiga menjadi tenaga kontrak untuk tahun ke dua. e.1 juta setiap bulannya. sehat. Penanganan secara serius dan kerja cerdas tenaga pendidik dan kependidikan serta team manajemen untuk memenehui keinginan industri. Pembentukan karakter siswa yang disiplin. 3. Income Generating Unit Terobosan lain yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang adalah dalam hal pembiayaan. 2. investasi PT. uang lauk pauk. Inti dari keberhasilan Teaching Factory adalah : 1. Sedangkan penerimaan (insentif. dan mudah beradaptasi sehingga mampu bersainga.

Hal ini yang akan membentuk karakter atau profil lulusan SMKN 2 Subang relevan dengan kebutuhan industri.00 7.065.000. Pendapatan dan Pengeluaran Tabel.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran – SMKN 2 Subang No A B 1 2 3 4 5 Uraian Penerimaan per Bulan Pengeluaran per Bulan Iuran SPP Bulanan Taruna Honor Bulanan Guru Cicilan Sepeda Motor per bulan Cicilan Laptop per bulan Pembelian bahan baku per bulan Total Pengeluaran per Bulan Sisa Saldo 19 Orang 4 Orang 1 bulan 1 bulan 1 bulan 100.00 Volume Biaya Satuan (Rp) Jumlah (Rp) 22.526.000.900.526.500.426. bukan berasal dari dana sumbangan orang tua siswa.00 5. 22.00 15.526. Perkiraan hasil keuntungan Perkiraan hasil yang didapatkan dari unit usaha jasa boga sebagai berikut : Pendapatan per bulan : Rp.00 453.00 1. disatu sisi siswa akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya sementara disisi lain siswa dapat melakukan pembelajaran produktif sesuai dengan standar industri. Yang menarik dari pengembangan unit usaha ini.000.526.500.00 B.000. Sistem bagi hasil diterapkan dalam pengelolaan hasil usaha dari unit produksi yang dikembangkan oleh SMKN 2 Subang. 15.000. Sistem pengelolaan unit usaha diserahkan kepada masing-masing program keahlian.250.Pengeluaran per bulan : Rp. A. Pencapain sasaran ini diharapkan diperoleh dari peningkatan kegiatan usaha yang dikembangkan di sekolah.00 7.065.00 250.000.974.000.823.492.426. Rp.00 7.974. Berikut adalah ilustrasi konsep bagi hasil usaha unit produksi restoran untuk Program Keahlian Tata Boga. Oleh karena itu masing-masing program keahlian di dorong untuk mengembangkan unit usahanya.429.823.Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 53 .00 1.00 453.000.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan kannya sendiri. 7.000.00 250.

54 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Mekanisme pertanggungjawaban dilakukan secara berjenjang. pelayanan terhadap tamu sekolah dan jasa catering untuk pelatihan yang diadakan di sekolah. E. Pembagian hasil usaha Hasil usaha dibagi untuk sekolah dan program keahlian. pembukaan cafe. Dan akhirnya semua kegiatan sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui komite sekolah.15 Pembagian Hasil Usaha – SMKN 2 Subang No Bagian Besar Presentasi (%) Pemeliharaan Pengembangan usaha/penambahan modal Pengelola Pengelola Program Keahlian Kesra Program Keahlian Sub Bagian Kesejahteraan karyawan sekolah 1 Sekolah 60 Presentasi (%) 30 20 30 10 40 2 Program Keahlian 40 30 30 Total 100 D. Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan produksi dari unit usaha dikelola oleh masing-masing program keahlian. Rencana Pengembangan Usaha Pengembangan usaha akan dilakukan setelah usaha jasa boga menunjukan kemajuan yang berarti. Pengembangan bisa diarahkan pada variasi jenis makanan yang dikelola. di tingkat program keahlian yang menjadi penanggung jawab terhadap semua kegiatan dan pelaporan keuangan adalah pelaksana dimana proses montoring dan evaluasi dilakukan oleh Ketua Program Keahlian. Di tingkat sekolah Ketua Program Keahlian menjadi penanggungjawab kegiatan sementara proses monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim monev sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan C. Tabel.

berhenti. dan bertindak para pendidik dan tenaga kependidikan bahwa mereka diberi amanah untuk mengelola dan menyelenggarakan SMK agar tamatannya bisa bekerja sesuai bidangnya dengan tingkat pendapatan yang layak serta mampu mengembangkan dirinya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. dengan menata ulang cara berpikir. untuk bertahan dan akhirnya bangkit dari keterpurukan bukanlah hal yang mudah. meninggal dunia dan atau yang bersangkutan menginginkan pengembalian modal tersebut. Secara keseluruhan kegiatannya meliputi : 1. menumbuhkembangkan akseptabilitas individu dan tim kerja Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 55 . Sehingga pada akhirnya personal yang terkait dalam pengelolaan jasa boga akan mendapatkan hasil usaha berupa persentase keuntungan dari modal yang diputarkannya dan pembagiannya akan diberikan secara periodik. Diharapkan tahun berikutnya. Setelah simpanan yang menjadi hak personal pengelola akan diberikan pada saat personal tersebut keluar.3. Strategi yang Dilakukan SMKN 2 Subang pernah mengalami masa-masa sulit. Berikut adalah strategi yang dilakukan SMKN 2 Subang untuk bangkit dari keterpurukannya. a) Kemampuan mendengarkan keinginan stakehlders Kesadaran SMKN 2 Subang untuk mendengarkan kebutuhan dan keinginan stakeholders nya mendorong untuk bangkit dari keterpurukan dengan melakukan perubahan-perubahan sebagai berikut : • Re-engineering Mind Set.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Rencana selanjutnya yang ingin dikembangkan adalah dengan membagi hasil perolehan personal untuk diberikan/dibayarkan dan disimpan sebagai tabungan yang akan diputarkan sebagai modal usaha besarnya direncanakan 75 % diberikan : 25 % disimpan. bersikap. memahami kondisi sekolah dan kebijakan pendidikan menengah kejuruan 2. Usaha untuk mencapai target ini terus dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dengan industri lainnya agar menanam investasi di sekolah dan sekolah menyediakan tenaga kerja terdidik sesuai dengan kebutuhan industri. 3. honor karyawan minimal dapat setara dengan gaji golongan III Pegawai Negeri Sipil.4 Kapabilitas Inovasi a.

tata krama/etika. 8. membuka Program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL). orang tua siswa. Elektronika Industri. 4. upaya ini dilakukan untuk memperbaiki citra SMKN 2 Subang dan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Dengan bermodal jejaring ini sekolah mampu mewujudkan sesuatu yang mungkin bagi sekolah lain mengharuskan adanya dukungan finansial yang cukup 56 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . serta kemampuan mengembangkan diri. Usaha Jasa Pariwisata pada tahun pelajaran 2007/2008 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. 6. DU/DI. kuat. membuka Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Tidak berhenti sampai disitu. c) Kemampuan untuk membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industri Keberhasilan SMKN 2 Subang tidak terlepas dari kemampuannya untuk membangun jejaring operasional maupun strategisnya. menumbuhkembangkan kapabilitas individu dan tim kerja menumbuhkembangkan akuntabilitas individu dan tim kerja memahami kebutuhan pelanggan memuaskan kebutuhan pelanggan memberi akses dan kepuasan kepada semua meningkatkan kompetensi dan pelayanan secara terus menerus • Re-engineering Program Keahlian. Tata Boga. mengembangkan SMK berbasis program keahlian 2006/2007 5. 1. Tata Busana. Teknika Perikanan Laut (TPL). mengalih-fungsikan Program Keahlian Mekanisasi Pertanian menjadi Teknik Mekanik Otomotif (TMO). Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Laut (TPHPL) pada tahun pelajaran 2001/2002 3. 2. kemampuan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders juga harus diikuti dengan pengendalian terhadap proses dan produk yang dihasilkan. kemampuan komputer dan mengakses informasi. 7. mengembangkan program keahlian berbasis bisnis/wirausaha 2009/2010 b) Kemampuan untuk merespon dan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders Keputusan SMKN 2 untuk menerpakan program ketarunaan salah satunya adalah sebagai bentuk jawaban atas kebutuhan stakeholders (institusi pasangan. 5. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/anaknya/warganya yang sehat. mengembangkan program keahlian berbasis pelanggan 2007/2008 6.

Proses penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 di SMK Negeri 2 Subang di awali dengan pembentukan Steering Commite sekitar bulan Agustus 2007 dengan jumlah anggota 25 orang. Kesamaannya adalah sama-sama sebagai strategi. Proses Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000 Untuk penguatan tata kelola SMKN 2 Subang juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000. Waka Sekolah .dan Program Keahlian. cara atau metode berkenaan dengan pencapain tujuan bersama bukan orang perorangan. PPHP. Untuk program keahlian terdapat 18 program keahlian akan tetapi yang masuk lingkup SMM ISO 9001:2000 baru 7 Program Keahlian yaitu : Budidaya Tanaman. Budidaya Ternak. Standar Prosedur Operasional ( 7 SPO).TPL dan TMO. Jika tata kelola yang baik dipahami sebagai kepengelolaan atau kepengarahan yang baik.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan besar. terdiri dari Kepala Sekolah. sebenarnya mempunyai kesamaaan dengan fungsi manajemen dan sistem operasi prosedur. Dokumen mutu yang telah disusun terdiri dari Pedoman Mutu. Terdapat 14 unit kerja yang disertifikasi antara lain : unit kerja Kepala Sekolah. para Ketua Program Keahlian dan staf perwakilan dari setiap program keahlian.TU. bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 memungkinkan sekolah untuk melakukan pemantauan pengukuran terhadap kepuasan pelanggan (stakeholders sekolah). Tidak jauh berbeda dengan SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar. NPL. Instruksi Kerja ( ada 24 IK ) dan Formulir (ada 4 Form). b. para Wakil Kepala Sekolah. Dan stakeholders inilah yang pada akhirnya menuntun dan mengarahkan sekolah pada arah pengembangan sekolah kedepannya. Keberhasilan program kelas jarak jauh misalnya tidak terlepas dari bagaimana sekolah mampu meyakinkan siswa dan orang tua siswa untuk tetap sekolah dengan kondisi darurat. pemantauan terhadap produk atau keluaran yang bermasalah dan pelaksanaan audit internal. Wakil Manajemen Mutu. Begitupun dengan program pengembangan plasma industri di sekolah adalah bukti dari kemampuan sekolah dalam membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industrinya. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 57 . pemantauan terhadap proses dan produk. Penerapan SMM ISO 9001 : 2000 dimulai tanggal 11 September 2007 dan sertifikasi diperoleh tanggal 22 Pebruari 2008. Budidaya Ikan Air Tawar. meyakinkan bagaimana warga masyarakat bersedia mendukung pelaksanaan program dengan mendonorkan semua sumber daya.

c. dan daya tanggap menjadi nilai yang penting disini. Program kelas jarak jauh. 3. Tidak ada orangnya kepala sekolah atau bukan orangnya kepala sekolah. Program kelas jarak jauh dan kelas wirausaha/mandiri menjadi satu contoh dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. b) Menetapkan Kriteria Kinerja Langkah kedua adalah menetapkan kriteria kinerja umum. 2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik tata kelola yang baik muncul dalam penerapan SMM di SMKN 2 seperti : 1. Sistem akuntabilitas dari pengelolaan unit usaha yang berjenjang bentuk pratik pengelolaan kegiatan sekolah yang bersih serta berorientasi kepada kepentingan stakeholders sekolah. Berikut adalah upaya yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang dalam mengoptimalkan peran dari setiap komponen dalam pencapaian visi dan misi sekolah. Penciptaan budaya dan iklim yang kondusif di SMKN 2 didukung adanya kepemimpinan yang mampu menetapkan visi dan misi serta menyatukan semua komponen sekolah tetap pada visi dan misinya. yaitu sebagai pembangun sekolah atau sebagai penghancur/perusak sekolah. • Menumbuhkembangkan Akseptabilitas a) Menganggap Semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baik Langkah awal menumbuhkembangkan akseptabilitas adalah dengan menganggap semua guru dan tenaga kependidikan baik. tetapi selalu bertanya pada diri sendiri apakah yang 58 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Tersedianya ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga memungkinkan adanya sinergi diantara mereka dalam hal ini pelanggaran atau stake holder lembaga pendidikan. Hadirnya nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja. Semuanya adalah warga sekolah yang memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. keadilan. Hal ini sangat penting agar setiap individu tidak semaunya sendiri. seperti efisiensi. Praktik tata kelola yang baik adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik yaitu kepentingan pelanggaan pendidikan. Sumber Daya Manusia Kemampuan SMKN 2 Subang dalam menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif telah membawa SMKN 2 Subang bangkit dari keterpurukan. yang ada adalah tim manajemen dan tim kerja program keahlian. pengembangan plasma industri bukti nyata dari sinergi semua stakeholders.

Setelah itu baru mengusulkan calon wakil kepala sekolah untuk dipilih oleh forum (wakasek kesiswaan dari guru normatif. Sejak Tahun Pelajaran 2006/2007 Ketua program keahlian memilih guru mata pelajaran berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama ini. Selain itu proses tersebut juga memotivasi setiap individu untuk memenuhi standar kinerja minimalnya (sasaran mutu program keahlian. Setiap tim kerja mengusulkan kepada forum dan dipilih oleh forum. kesepakatan dengan institusi pasangan). penjamin mutu. Proses ini memberi gambaran adanya guru mata pelajaran yang dipilih oleh beberapa program keahlian dan adanya guru yang tidak dipilih oleh program keahlian manapun. Selanjutnya kepala sekolah menindaklanjuti hasil tersebut untuk pembinaan dan penghargaan staf. c) Memilih Tim Manajemen Langkah ketiga adalah mengembalikan semua proses pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah kepada seluruh warga sekolah sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dalam proses ini akan diketahui tingkat kondusivitas tim kerja.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dilakukan itu membangun sekolah atau menghancurkan sekolah. Pada awalnya banyak individu yang memilih temannya untuk melepas tanggung jawab. tetapi dalam perjalanannya terjadi proses internalisasi tanggung jawab tim. serta wakasek fasilitas dan kerja sama industri dari guru produktif ). wakasek kurikulum dari guru adaptif. dan penanggung jawab kegiatan tersebut. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 59 . apakah apatis-motivatif-atau destruktif. Dengan demikian diharapkan tidak ada individu yang menjadi beban sekolah tetapi semuanya menjadi aset sekolah. Pada tahap ini peran kepala sekolah sangat penting dan menentukan. kemudian dilanjutkan dengan memilih ketua program keahlian. Kepala sekolah berperan sebagai pengendali mutu. d) Pengembangan Profesi Langkah keempat adalah mengusulkan peserta seleksi calon kepala sekolah atau peserta yang akan mengikuti pendidikan lanjutan. e) Memilih dan Mengusulkan Guru Mata Pelajaran Setelah berlangsung selama 4 tahun (2 periode ketua program keahlian) dilakukan pelimpahan wewenang penentuan guru mata pelajaran dari kepala sekolah kepada ketua program keahlian. Hal ini dimulai dengan pemilihan wali kelas oleh anggota tim. sasaran mutu sekolah. Dengan demikian diharapkan kondisi ini akan mengokohkan proses demokratisasi yang bertanggung jawab sebagai pertanggungjawaban yang memilih dan yang dipilih.

motivation training. implementasi kurikulum di sekolah dan di industri. hasil monitoring dan evaluasi mata pelajaran. sistem pelayanan administrasi pendidikan KBK. serta tindaklanjut yang akan dilakukan oleh masingmasing anggota tim. Hasil IHT ditindaklanjuti dengan workshop di setiap program keahlian selama enam hari. laporan perkembangan taruna. d) Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidikan Magang. Materinya adalah mendeskripsikan berbagai kesepakatan IHT dalam sasaran mutu dan action plan program keahlian. dan studi lanjutan bagi guru/teknisi/staf administrasi adalah merupakan penghargaan bagi kinerja yang bersangkutan. 60 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . penyusunan kurikulum implementasi standar industri/profesi/nasional/internasional. serta menyusun program kerja guru mata pelajaran secara terpadu. b) Rapat Tim Manajemen Rapat Tim Manajemen dilaksanakan setiap hari senin yang diikuti oleh para wakasek dan para Ketua Program Keahlian. Rapat dipimpin oleh kepala sekolah atau wakasek sesuai bidangnya. pengembangan KBK. Rapat dipimpin oleh ketua program keahlian atau anggota lainnya sesuai masalah yang dibahas. Proses seleksi dilakukan di tingkat program keahlian dan hasilnya dibahas dalam rapat tim manajemen. Setiap hari Senin minggu pertama dilaksanakan bersama Komite Sekolah dan Koordinator BP/BK serta dipimpin langsung oleh kepala sekolah. Rapat ini merupakan wahana monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di masing-masing program keahlian serta penyampaian informasi terkini yang hasilnya digunakan sebagai bahan rapat di tingkat program keahlian. Dengan demikian selama dua minggu setiap program keahlian telah memiliki program kerja dan KTSP sesuai kesepakatan dengan institusi pasangannya masing . dan team building. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam in house training (IHT) setiap akhir tahun pelajaran selama enam hari efektif.masing. sertifikasi. filosofi dan konsep dasar kurikulum berbasis kompetensi (KBK). c) Rapat Kerja Program Keahlian Rapat kerja di program keahlian dilaksanakan minimal sebulan dua kali dengan materi hasil rapat kerja tim manajemen.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Menumbuhkembangkan Kapabilitas a) In House Training dan Workshop Selama proses akseptabilitas berlangsung sekolah secara bertahap juga meningkatkan kapabilitas seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terhadap kebijakan pemerintah.

serta bagaimana kepala sekolah mencari peluang pasar bagi pengembangan sekolah. • Mengembangkan Akuntabilitas Individu dan Tim Kerja a) Akuntabilitas Kebijakan dan Program Proses menumbuhkembangkan akseptabilitas dan kapabilitas individu dan tim kerja telah menggambarkan : i) bagaimana peran dan tanggung jawab individu. Untuk itu diperlukan sistem monitoring dan evaluasi serta sistem pertanggungjawaban secara berjenjang. kebijakan. bagaimana kepala sekolah memfasilitasi setiap kebijakan dan program yang telah ditetapkan. dan keputusan. Pelaksanaan kegiatan di program keahlian tanggung jawab tingkat pertamanya berada di pelaksananya sedangkan monitoring dan evaluasi tingkat pertama menjadi tanggung jawab ketua program keahlian. Pada tahap ini kecerdasan spritual individu dan tim kerja sangat menentukan. ii) bagaimana ketua program keahlian mengelola aspirasi. b) Akuntabilitas Pendayagunaan Sumber Daya Akuntablitias dalam pendayagunaan sumber daya tidak hanya memerlukan kebenaran administrasi akan tetapi juga niat baik untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan pendayagunaan sumber daya tersebut. c) Akuntabilitas Spiritual Pada akhirnya semuanya kembali kepada individu dan tim kerja terhadap pertanggungjawabannya kepada Allah SWT.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Hasilnya ditetapkan dan diusulkan oleh kepala sekolah sedangkan proses monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh ketua program keahlian masing-masing kecuali studi lanjutan oleh kepala sekolah. iii) bagaimana wakil kepala sekolah memfasilitasi kebutuhan sekolah dan program keahlian. Secara internal mekanisme tersebut harus efektif dan terukur. Tahun Diklat 2007/2008 sekolah mulai menyelenggarakan achievement motivation training (AMT) dan diharapkan terus berlanjut dengan kualitas penyelenggaraan yang terus ditingkatkan. Kegiatan di program keahlian akan dipertanggungjawabkan ditingkat sekolah dan kepada stakeholders melalui komite sekolah. bagaimana kepala sekolah meyakinkan seluruh komponen dan stake holder tentang sistem pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah. Semuanya menunjukkan akuntabilitas kebijakan dan program yang dilakukan sekolah. Untuk itu diperlukan ESQ Training secara berkala bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat menjadi teladan dalam pengelolaan dan penyelengaraan sekolah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 61 .

dan infrastruktur) c) SPS (Sistem Pembelajaran Sekolah) untuk pengelolaan pembelajaran (inventory. Dengan pengembangan sistem berbasis IT diharapkan akan sangat membantu pelaksanaan sistem manajemen mutu sekolah. pembelajaran. PMIS diharapkan sebagai media koordinasi dan komunikasi antara institusi yang terkait dengan pelaksanaan. dan multimedia).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. yang terdiri dari : a) SAS (Sistem Administrasi Sekolah) digunakan untuk pengelolaan administrasi siswa (data pokok. membutuhkan dukungan dari pengembangan sistem berbasis IT dan website. nilai. 2. kehadiran. pendidikan. 3. Teknologi Pengembangan sistem menajemen mutu di SMKN 2 Subang. e) Sistem informasi perpustakaan sebagai pendukung sistem pembelajaran sekolah. disamping tentunya seni diharapkan bisa membantu sekolah dalam mewujudkan visi dan misinya di samping 62 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . pendidikan. UP). SPP. d) Pembelajaran jarak jauh antara sekolah induk dan kelas termediasi (multi kampus). pangkat golongan. EMIS (Education Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Pendidikan/sekolah. PMIS (Project Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Proyek. dan keuangan. Saat ini sekolah sedang mengembangkan sebuah sistem informasi manajemen yang dirancang khusus sebagai alat bantu pengelolaan manajemen sekolah baik manajemen administrasi. tugas mengajar) dan tenaga kependidikan (data pokok. keahlian. pendidik (data pokok. Sistem informasi manajemen tersebut meliputi : 1. Sistem PMIS ini digunakan sebagai alat bantu pengelolaan pengembangan SMK SBI-INVEST. peralataan. b) SKP (Sistim Keuangan Pengembangan) untuk pengelolaan anggaran pengembangan SMK SBI-INVEST (ADB dan Pemerintah). b) SFS (Sistem Fasilitas Sekolah) digunakan untuk pengelolaan fasilitas sekolah (bangunan. pangkat golongan. prestasi). modul. FMIS (Financial Management Information System) atau Sistem Informasi Keuangan Sekolah) yang terdiri dari : a) SKR (Sistim Keuangan Rutin) untuk pengelolaan anggaran rutin (APBD. dan tugas). monitoring dan evaluasi pengembangan SMK ADB-INVEST. PMIS berbasis website juga merupakan muara dan kompilasi dari EMIS dan FMIS yang dirancang untuk memudahkan pengguna mengakses data dan informasi SMK SDB-INVEST secara online dan memanfaatkannya sesuai dengan tugas dan fungsi penggunanya.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

e. Pengukuran (Measurement)

Dengan adanya program-program inovasi yang dilakukan SMKN2 Subang, telah memberikan dampak manfaat nyata bagi siswa dan masyarakat pada umumnya. Program kelas termediasi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Ini berarti permasalahan askes terhadap pendidikan khususnya pendidikan menengah telah mendapatkan solusinya. Tabel.16 Perkembangan Kelas Termediasi – SMKN 2 Subang

Tahun Ajaran 2004/2005

Nama Kelas Jauh Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 4

2005/2006

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

1 1 1 1 4

2006/2007

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardl Caracas Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai – Cijambe Caracas - Cipeunduey

1 1 1 1 1 5

2008/2009

1. Miftahul Ridwan 2. Al-Fallah 3. Alhidayah 4. Ukir Ardi 5. Caracas 6. Binong 7. Legon kulon 8. Cibogo 9. Cisampih 10. Cikaum 11. Ciasem 12. Tanjung Siang.

Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Kasomalang-Cisalak Kumpai- Cijambe Caracas – Cipeunduey Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Pasanggarahan-Tanjung Siang

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

Jumlah

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

63

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Tahun Ajaran 2008/2009

Nama Kelas Jauh 1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Cikaum 9. SMK Ciasem 10. SMK Kasomalang 11. SMK Cijambe Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Tanjung Siang Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

2006/2007

1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Ciasem 9. SMK Kasomalang 10. SMK Cijambe 11. SMK Pagaden Timur 12. SMK Pagaden Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Cikaum-Cikaum Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Ciasem Tanjung Siang Cijambe Pagaden Pagaden

Sumber : SMKN 2 Subang

No 1 2 3 4 Tahun Akademik 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009

Tabel . 17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang
Jumlah Lulusan 114 214 278 301 Keterserapan Bekerja 93 90 134 167 Wiraswasta 16 65 86 77 TNI/Polri 7 10 9 ke PT 5 15 13 11 Tidak ada Info 36 35 37 Jumlah 114 213 278 301

Sumber : SMKN 2 Subang

64 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Dari tabel keterserapan lulusan SMKN 2 Subang di atas, mulai tahun ajaran 2006/2007 sampai tahun ajaran 2008/2009 lulusan yang terserap dalam dunia kerja mempunyai kecenderungan terus menaik. Dan yang menarik adalah persentase lulusan yang berwirausaha relatif cukup besar, hal ini menunjukkan bahwa SMKN 2 mampu mengatasi tantangan besar yang di hadapainya. Program kelas jarak jauh, kelas wirausaha/mandiri meskipun dengan segala keterbatasan sumber daya akan tetapi mampu menghasilkan output yang dapat terserap dalam pasar kerja dan juga mampu menciptakan peluang kerja sendiri. Sementara itu dengan pengembangan pembelajaran berbasis wirausaha juga telah mengahasilkan nilai usaha yang cukup membanggakan seperti terlihat dalam tabel di bawah. Tabel .18 Jenis Usaha dan Nilai Usaha di Tiap Unit Kerja – SMKN 2 Subang
No 1 2 3 4 5 6 7 Program Keahlian BIAT Budidaya Tanaman Budidaya Ternak Budidaya Ternak Pengolahan Hasil Pertanian Pangan Tata Boga Teknik Mekanik Otomotif Jenis Usaha Pembenihan ikan Tanaman Sayuran Tan Hias dan Buah Pembibitan Ternak sapi Bd. Ternak unggas Sari Buah Nenas Katering Wiring Harness Volume Usaha 12000 m2 1 ha 100 tan/periode 9 ekor 2500 ekor 3600 cup 7800 porsi 144.000 pct Nilai Usaha 25 juta/periode 48 juta/periode 2 juta/periode 18 juta/periode 35 juta/periode 3,6 juta/bln 35 juta/bln 88,1 juta/bln

Sumber : SMKN 2 Subang

3.3.5 Kesinambungan Program

Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari pihak SMKN 2 Subang untuk tetap istiqomah pada visi dan misi awal. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana atau bagaimana SMK meningkatkan kualitas layanan dan tingkat produknya sangat dibutuhkan. Untuk itu perlu mekanisme dalam hal memantau, mengavaluasi dan melakukan langkah perbaikan secara berkelanjutan. Pelaksanaan mekanisme ISO untuk menjamin kualitas menuntut profesionalisme dari
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

65

66 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . memastikan mekanisme ISO berjalan dan pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sumber daya manusia yang ada. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMK dalam menghadapi pekerjaan seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar). Peningkatan pada aktivitas diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga keberlanjutan program dapat terjamin.

Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA 9. Pemerintah diamanatkan untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Semangat reformasi pendidikan telah menginspirasi Kementerian Pendidikan Nasional untuk mengambil berbagai kebijakan terobosan yang mendasar dan berskala massal selama periode tahun 2005-2008 yang diharapkan akan berdampak besar pada peningkatan dan pemerataan akses. Otonomisasi Satuan Pendidikan 10. Pembangunan Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 5. Sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah diambil selama kurun waktu 2005-2008. adalah sebagai berikut : 1. yang diawali oleh amandemen UUD 1945 pada tahun 1999 sampai pada tahun 2002. Demi terlaksananya sistem tersebut. dan citra publik pendidikan yang merupakan tiga pilar pembangunan pendidikan nasional.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendidikan Non-Formal dan Informal untuk Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 67 . Peningkatan Kualifikasi dan Sertifikasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan secara Massal 3. Pendanaan Massal Pendidikan 2. Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 6. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara Massal untuk e-Pembelajaran dan e-Administrasi 4.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional Seluruh kebijakan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional tidak terlepas dari reformasi kerangka hukum bidang pendidikan. dan daya saing serta penguatan tata kelola. Melalui amandemen UUD 1945 pendidikan tidak hanya sekedar hak warga negara akan tetapi telah menjadi hak azasi manusia. akuntabilitas. Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan dengan Pendekatan Keomprehensif 8. Untuk menjamin hak setiap warga negara dan hak azasi manusia atas pendidikan. Reformasi Perbukuan secara Massal 7. relevansi. mutu. negara diamanatkan untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD.

Peran Pemda. Di tingkat pusat berbagai kebijakan pengembangan SMK sudah dilakukan dengan berpedoman kepada tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. menjadi sangat penting karena sering kali jangkauan pusat tidak sampai ke daerah secara optimal. Peningkatan tata kelola. Peningkatan mutu. SMK di daerah perbatasan. SMK jarak jauh. semua kebijakan di atas belum tentu terimplementasikan dengan baik. Dalam upaya membalik rasio tersebut berbagai program telah dilaksanakan yaitu : • Penambahan USB SMK • Peningkatan proporasi alokasi anggaran untuk SMK • Ekstensifikasi dan intesifikasi penyelengaraan pendidikan kejuruan melalui SMK besar. • Penerapan MBS dalam penyelengaraan sekolah 3. • Menumbuhkan minat siswa. Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan kebijakan dan pelaksanaan program pengembangan SMK dalam keranga tiga pilar pendidikan nasional. SMK kecil di daerah terpencil. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang.2 Peran Pemerintah Daerah Melihat peran strategis SMK ke depan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Menggapai Layanan Pendidikan kepada Peserta Didik yang Tak Terjangkau Pendidikan Formal 11. akuntabilitas dan citra publik Peningkatan tata kelola dilakukan dengan adanya penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalui sertifikasi ISO 9001-2000. 2. perbaikan rasio SMK : SMA menjadi salah satu terobosan kebijakan pendidikan nasional. Akan tetapi di tingkat daerah. Penguatan Tata kelola. Dalam upaya mendorong pengembangan SMK. relevansi dan daya saing Kebijakan dilakukan antara lain dengan: • Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date. 68 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . seperti pengembangan teaching factory. • Mengembangkan kerja sama dalam ikatan kemitraan dengan dunia usaha/ industri. yaitu: 1. Akuntabilitas dan Citra Publik Pendidikan dengan Pendekatan Komprehensif. 4. Perluasan akses pendidikan Kebijakan membalik rasio SMK : SMA menjadi 70:30 di tahun 2015. melalui Dinas Pendidikan.

• Keterjaminan sumberdaya pendidikan. Pasal 11 ayat (1) menyatakan: “Pemerintah Kota berkewajiban mengalokasikan sekurang-kurangnya 10% dari APBD untuk pembangunan sektor pendidikan”. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum 1. community. Pasal 20 ayat (1) yang menyatakan: “Terhadap satuan pendidikan dilakukan pembinaan dan pengendalian baku mutu pendidikan”. Perda Tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Sejalan dengan kaidah otonomi dan desentralisasi di berbagai kehidupan dan sektor pembangunan. Pasal 15 ayat (1) menyatakan: “Masyarakat berkesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan”. • Peran serta masyarakat. 13 Tahun 2001. yaitu Perda Malang No. Pasal 15 ayat (2) menyatakan: “Pemerintah Kota bertanggungjawab mendorong dan/atau mengatur kerjasama saling menguntungkan dengan dunia usaha dan dunia pendidikan”. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) tahun 20002004. Berpedoman kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut. Dalam Perda tersebut diatur antara lain: • Anggaran pendidikan. masyarakat. menjadi lebih berbasis daerah. Pengelolaan pendidikan sebagaimana dalam Undang-undang No. pusat pengambilan keputusan pengelolaan pendidikan juga makin tersebar ke tingkat daerah. Pasal 14 ayat (5) menyatakan: “Harta benda bergerak dan atau tidak bergerak yang merupakan prasarana dan atau sarana pendidikan tidak dapat dialihfungsikan selain untuk pendidikan”. • Pengendalian mutu pendidikan. Perda Kota Malang No. dan akhirnya satuan-satuan pendidikan. di luar gaji pegawai dan pembiayaan pendidikan tinggi politeknik. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 69 . dan sekolah (local.1 Peran Pemerintah Kota Malang a.13/2001 telah direvisi menjadi Perda No.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. maka ditetapkan Peraturan Daerah tentang Sistem Penyelenggaran Pendidikan.3 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan. Hal ini menunjukan adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Malang untuk pengembangan pendidikannya. • Kerjasama dengan dunia usaha.2. 2. and school based management). Pasal 32 Perda No.3/2009 menyatakan bahwa anggaran untuk pendidikan harus dianggarkan minimal 10% dari belanja daerah. masyarakat.

Dewan Pendidikan dibentuk melalui Keputusan Walikota Malang.567. masing-masing siswa hanya dapat diterima di satu pilihan saja. Dengan PSB online.314.751.762.042. 70 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .90 % 32.155. langkah alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menumbuhkan keberpihakan konkret dari semua lapisan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. mudah akurat dan transparan dan murni berdasarkan DANUN (daftar nilai ujian nasional). jumlah penerimaan siswa di suatu sekolah dapat dipantau guna menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku.507.876.04 3. 4.081. Selain itu. Dewan Pendidikan Penyelenggaraan pendidikan memerlukan dukungan masyarakat yang memadai. • Mendukung (supporting agency) baik yang berwujud finansial.877.517. Untuk memperoleh dukungan tersebut.236.75 33.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.926. PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran oleh calon siswa yang mendaftar di sekolah-sekolah. Dengan sistem ini.12 266.52 34.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tahun 2007 2008 2009 APBD Pendidikan 212.08 253.958.900.952.420. Tugas Pokok Dewan Pendidikan adalah: • Memberikan pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan pelaksanaan kebijakan pendidikan. • Mengontrol (contolling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan keluaran pendidikan.598.55 756. pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan. PSB Online Latar belakang dari pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) online adalah agar hasil penyaringan siswa baru lebih cepat.41 Total 649. Keberpihakan konkret ini disalurkan secara politis menjadi suatu gerakan bersama dalam wadah berupa Dewan Pendidikan.41 784.

tuntutan. • Mendorong partisipasi orang tua dan masyarakat guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. kriteria tenaga pendidikan. Fungsi Dewan Pendidikan adalah: • Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan bermutu. pemerintah. dan DPRD berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Pengembangan Kota Vokasi Kebijakan umum Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2005 – 2009 diantaranya adalah berupa perluasan dan pemerataan akses untuk memperoleh pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari kebijakan 71 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Sebagai mediator antara Pemerintah dan DPR Kota Malang dengan masyarakat di bidang pendidikan. peningkatan Akses pendidikan di tingkat menengah akan lebih ditekankan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). • Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. ide. penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. program. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat. • Menampung dan menganalisis aspirasi. dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pendidikan. fasilitas pendidikan. kriteria kinerja daerah di bidang pendidikan. Unsur keanggotaan Dewan Pendidikan terdiri dari unsur-unsur masyarakat yang dapat berasal dari: • LSM bidang pendidikan • Tokoh masyarakat • Tokoh pendidikan • Yayasan penyelenggara pendidikan • Organisasi profesi pendidikan • Komite Sekolah • Orang tua peserta didik • Unsur lain yang dianggap penting b. masyarakat. dimana pada tahun 2010 perbandingan SMK-SMA adalah 60%:40%. pertimbangan. • Memberikan masukan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kemdiknas. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 1. dan rekomendasi kepada Pemerintah Kota atau DPRD mengenai kebijakan dan program pendidikan. • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

bengkel dan perakitan otomotif. Ketiga Kota lainnya adalah Bandung. Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi Kabupaten/Kota yang berhasil dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan sesuai Road-Map Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2006-2010. Pemerintah Provinsi. penyedia tenaga kerja berkualitas dan pusat produksi barang dan jasa. Program pengembangan kota vokasi ini merupakan program rintisan (pilot project) dengan menekankan pada pelaksanaan Teaching Factory. dan lainnya). dimana Teaching Factory merupakan suatu instalasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran siswa dengan melakukan perakitan produk atau pelayanan jasa lainnya. Salah satu kebijakan tersebut diimplementasikan dalam bentuk Program Imbal Swadaya Pengembangan Kota Vokasi. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan kewirausahaan para siswa SMK. Kota Vokasi adalah suatu daerah/ wilayah yang memiliki kemampuan besar untuk menjadi pusat pembelajaran kejuruan. dan laboratorium animasi. Yogyakarta dan Surakarta. Infrastruktur lain yang mendukung pengembangan SMK di Kota Malang antara lain adalah ICT-Center di SMKN 4 Malang. laboratorium multimedia di SMKN 5. Pemerintah Kabupaten/Kota. pertanian. dan masyarakat. pariwisata. Kota Malang menjadi salah satu Kota Vokasi dari empat Kota Vokasi di Indonesia pada tahun 2007. Sebagai kota vokasi Malang telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk pengembangan sekolah kejuruan. Pengembangan kota vokasi diharapkan mampu mensinergikan seluruh sumberdaya kejuruan sehingga tercipta pertumbuhan 72 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Edotel di SMKN 2 Malang dan masih banyak lagi. Di Kota Malang telah dibangun gedung vokasi sebagai pusat pembelajaran produktif bagi semua SMK di Malang. pada tahun 2007 Direktorat Pembinaan SMK mendorong dan mengapresiasi pertumbuhan SMK yang ada di wilayah tersebut dengan menggulirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan peserta didik di daerah. dengan memberdayakan komunitas-komunitas usaha kecil dan industri serta dengan mengembangkan kejuruan berbasis sektoral perekonomian wilayah kabupaten/kota (seperti teknologi. Hal ini merupakan salah satu dorongan dari pemerintah kota dalam pengembangan SMK di Kota Malang. Di gedung vokasi tersebut terdapat laboratorium perakitan komputer dan laptop bekerjasama dengan Zyrex. Pelaksanaan program ini melibatkan unsur Pemerintah Pusat.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan diatas.

Pemerintah Daerah Kabupaten/kota serta dunia usaha/dunia industri sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.587 23. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 73 . Dengan terwujudnya dukungan. Jika di tingkat nasional kebijakan pendanaan massal dilakukan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 4 Tahun 2009. penekanan pengembangan kebijakan Pemerintah Daerah dilakukan pada aspek perluasan dan pemerataan akses pendidikan. Program BOS Buku.31 4. diharapkan Program Pengembangan Kota Vokasi dapat direalisasikan dan masyarakat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. dan program beasiswa pelajar/beasiswa.995 Total 34.64 59.459 SMK 15. maka Pemerintah Daerah dalam hal ini meluncurkan sebuah program penyelenggaraan pendidikan gratis di Provinsi Sulawesi Selatan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No.863 18.62 51.36 40.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a. Tabel . 20 Rasio SMK:SMA Kota Malang Tahun 2006/2007 2007/2008 2008/2009 SMA 18.38 48.993 40. perhatian dan kerjasama yang baik dari Pemerintah. Program sekolah gratis tersebut berbentuk: • Program biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan penuh pembiayaan. program Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM).2. • Program subsidi biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan tidak penuh atau sebagian.454 %SMA 54.406 16. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Kebijakan dan program yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar selaras dan merupakan pengejewantahan dari kebijakan pendidikan di tingkat pusat.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan ekonomi yang berkesinambungan dan mengurangi pengangguran.909 17. Dari tiga pilar kebijakan pendidikan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. program Bantuan Khusus Murid (BKM).69 %SMK 45. • Program beasiswa pendidikan bagi peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.772 35.

insentif pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu. dukungan dunia usaha.280 dan 2 SMA dengan jumlah siswa 696. serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan partisipasi masyarakat dalam bentuk Komite Sekolah.2/366/Kep/IV/09 yang menetapkan sekolah penyelenggara rintisan sekolah bersubsidi penuh (Sekolah Gratis) tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dinas pendidikan kota Makassar. Pada tahun 2007 program ini dimulai dengan memberikan bantuan pada 15 SD dengan jumlah siswa 3. tanah gedung atau bangunan serta pemeliharaannya. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Tata laksana penyelenggaraan pendidikan gratis di Kota Makassar berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota dengan sumber pembiayaan yang berasal dari kedua belah pihak (dialokasikan dalam APBD). Sasaran penyelenggaraan pendidikan gratis adalah jalur pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang terdiri atas SD. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). ekstrakurikuler. pemeliharaan. termasuk perihal pengadaan. Komponen pembiayaan penyelenggaraan pendidikan gratis meliputi biaya kegiatan proses belajar mengajar yang mencakup.810 dan 3 SMP dengan jumlah siswa 860 di Makassar. masyarakat dan sumber lain yang tidak mengikat.519. SMA/SMK. dan penyelenggaraan kurikulum nasional. Pemerintah Kota Makassar juga mengeluarkan Peraturan Daerah No. Bantuan ini berlanjut hingga tahun 2009 hingga mencapai 128 SD dengan jumlah siswa 35. 74 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sebagai contoh implementasi lainnya. kelompok kerja guru (KKG). 3 Tahun 2006 tentang penyelenggaraan pendidikan. peraturan ini mendukung optimalisasi peran dan pemberdayaan gugus sekolah. Walikota Makassar mengeluarkan Keputusan Walikota Makassar No. 421. buku pelajaran. biaya operasional. berdasarkan Perda tersebut. SMPLB. SMP. yang didalamnya mengatur beberapa kewajiban yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat. 7 SMP dengan jumlah siswa 3. Dalam usaha peningkatan mutu. peralatan pendidikan. Pada tahun 2010 direncanakan program akan mencakup SMK. Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang didasarkan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. kurikulum lokal. pendayagunaan dan pengembangan tenaga pendidikan.

76 151.22 126.02 22.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah alokasi APBD Pemerintah Kota Makassar untuk sektor pendidikan yang terus mengalami kenaikan: Tabel.83 2007 920.24 32.74 1306.99 108.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar (dalam milyar) No 1 2 3 4 5 6 Pendapatan Belanja Pembiayaan Sisa Lebih Anggaran %APBD Uraian 2005 595. Tabel.67 108. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri.47 28.92 471.36 2008 1082.92 20. 22 Rasio Jumlah SMK: SMA Kota Makassar Tahun 2005 -2009 No 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 SMK Neg 8 8 8 8 9 Swasta 53 57 63 67 81 Jumlah 61 65 71 75 90 SMA Neg 20 20 21 22 22 Swasta 84 84 84 85 88 Jumlah 104 104 105 107 110 Rasio SMK:SMA 37:63 38:62 40:60 41:60 45:55 Sumber : Kementerian Pendidikan Kota Makassar Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 75 .66 26.27 33.54 2006 821.89 848.61 2009 1197. Langkah yang diambil untuk mendukung kebijakan tersebut adalah dengan mempermudah ijin SMK dan menekan izin operasional SMA.84 1190. Salah satu diantaranya adalah terkait perbaikan rasio peserta didik SMK : SMA.73 618.90 36.3 17. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Kebijakan dan program pendidikan Pemerintah Kota Makassar yang ditujukan untuk mendorong pengembangan SMK baru sebatas mengikuti arahan kebijakan pusat terkait sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah dijalankan oleh Kemdiknas.15 400.5 307.11 Sumber : BAPPEDA Kota Makassar b.97 949.

Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. 76 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . perhotelan dan restoran. Penerapan sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Makassar No.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. Hal ini kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Selaras dengan kebijakan pokok pembangunan pendidikan nasional. 3 Tahun 2006 memungkinkan Sekolah pada umumnya dan SMK pada khususnya untuk melakukan inovasiinovasi bagi pengembangan institusi. selain pemberian kemudahan perijinan yang diarahkan pada usaha peningkatan mutu. kebijakan dan anggaran diatas 20% dari total APBD dapat dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Kondisi dan lingkungan terutama geografi dan ekonomi mendukung Kota Makassar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan dikawasan timur. Ini menciptakan tantangan sendiri bagi SMK yang ingin mengembangkan kualitas dan tata kelola yang baik ke tingkat yang lebih tinggi atau menyesuaikan dengan kualitas Internasional. Kebijakan ini tentu akan memberikan kosekuensi pada perhatian dan alokasi sumber daya untuk mendukung kebijakan tersebut. dan tata kelola yang baik.2. dukungan langsung Pemerintah Darah pada pengembangan SMK belum terlihat. Kebijakan Pemerataan/Perluasan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Pelaksanaan kebijakan diarahkan kepada peningkatan kesadaran dan motivasi orang tua dan siswa untuk melanjutkan pendidikan serta upaya untuk meringankan beban biaya pendidikan dan diikuti dengan peningkatan daya tampung sekolah dan program PLS. perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini. Fokus pengembangan sektor pendidikan Pemerintah Daerah masih diseputar aspek akses dan pemerataan pendidikan tingkat dasar dan menengah (SD dan SMP). 4. yaitu: 1. kebijakan umum pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang diarahkan pada enam pilar kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Sejauh ini. seperti SMKN 8 misalnya. Sementara kebijakan pemerintah pusat untuk mengubah proporsi SMK dan SMA dapat dilihat sebagai sebuah peluang dimana perhatian pemerintah kedepan akan lebih difokuskan pada pengembangan pendidikan vocational. Adanya dukungan dan komitmen pemerintah daerah bagi pengembangan dunia pendidikan secara umum berupa visi dan misi.

Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program-Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS).63 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Pemerintah Daerah mengalokasikan APBD untuk mengembangkan pendidikan yang cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. 23 Alokasi APBD Untuk Sektor Pendidikan – Subang TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 APBD 493.376.358.44 326.66 36.00 147.332. 4.045.58 735.036.112.866.080.398.884.605.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2.391.33 435.247.027. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program Kepemudaan dan Olahraga Kebijakan dilakukan dengan dengan pembinaan dan pengembangan program kepemudaan dan olahraga.49 28.420.283.62 393.440.47 172.288.773.003.136.380. 3. kursus.268. Kebijakan dilakukan dengan pembinaan dan pengembangan program-program PLS seperti program kejar paket A yang setara SD dan paket B yang setara SMP.994. Kebijakan dalam Efisiensi Manajemen Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme tenaga penunjang pendidikan serta pengembanga karir.896.043.00 Alokasi Pendidikan 135. Kebijakan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Kebijakan peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme guru dan pemberdayaan MBS dan Komite Sekolah.41 41.615. 2009 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 77 .60 1. 6.626.66 516.443.659.021. Kebijakan dalam Peningkatan Relevansi Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan mutu kurikulum muatan lokal dan pengembangan sistem ganda (PSG) khusus untuk SMK.43 33.800.952. program magang. berikut data yang diperoleh: Tabel.923.00 1.574.284. 5.594.62 % 27.55 23. dan sebagainya.00 970.997.

073 7.411 18. namun dengan kerangka tiga pilar pendidikan nasional.069 17.851 16.5 35.913 Rasio SMK : SMA SMK 35.5 64.703 13.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b. • menurunnya jumlah ruang kelas rusak.86 56. Pemerintah Daerah Subang mengarahkan pengembangan SMK pada: 1. meningkatnya jumlah ruang kelas baik.086 15. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan menengah Sasaran programnya adalah sebagai berikut: • Meningkatnya jumlah siswa lulusan SMP yang ditampung di SMA/MA/SMK. Subang 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .97 53. • Meningkatnya jumlah lulusan SMA/MA/SMK. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Dukungan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan SMK belum terlalu terasa. dan rasio ruang kelas : sekolah. • Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas.5 57. Tabel.851 12. • Meningkatnya rasio guru : murid. • Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu.03 46. Kegiatannya adalah: • Pembangunan Gedung Sekolah SMA/SMK.116 SMA 12. 24 Rasio SMK : SMA di Subang No 1 2 3 4 5 TAHUN 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 JUMLAH SISWA SMK 7. • Rehabilitasi sedang/berat ruang sekolah.073 11.76 Sumber : Dinas Pendidikan Kab. • Penyebarluasan Berbagai Informasi Pendidikan Menengah.14 43.24 SMA 64.5 42. • Pembinaan SMK Kelas Jauh.

• Meningkatnya ketersediaan perpustakaan. serta pelaksanaan Pra-Ujian Nasional • Penyediaan sarana. Peningkatan tata kelola Kebijakan yang dilakukan adalah : • Peraturan tentang izin operasional SMK yang harus ada ajuan dari Dunia Usaha/Dunia Industri • Pengembangan transparansi pengelolaan pendidikan. • Penyediaan Dana Pendamping SSN/SBI 3. Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan laporan berkala • Adanya kendali mutu penyerlenggaran pendidikan • Sosialisasi ISO 9001-2008 dan pengadaan dan pendamping untuk sertifikasi ISO. • Persentase lulusan SMK yang berusaha sendiri/ berwirausaha. relevansi dan daya saing Sasaran Programnya adalah: • Meningkatnya kualitas lulusan dilihat dari rata-rata nilai UN. • Tersedianya buku pelajaran. fasilitas PBM dan buku pokok. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 79 . • Meningkatnya jumlah sekolah SBN/SBI.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. dan • Meningkatnya lulusan SMA/SMK melek baca Al Qur’an. • Meningkatnya kewirausahaan sekolah. Kegiatan yang dilakukan : • Pemberian insentif bagi guru-guru yang melaksanakan program jam tambahan / remedial. melalui RAPBS. Peningkatan mutu. sumber belajar dan media belajar.

yang mendorong lembaga pendidikan maupun Pemerintah lebih efektif dalam bekerja tanpa mengabaikan orientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan. bersih. Pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat. 80 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . integritas. swasta. Komitmen yang kuat baik dari pihak-pihak di dalam lembaga pendidikan tersebut maupun pihak-pihak di luar lembaga pendidikan seperti pemerintah. permasalahan mutu dan relevansi pendidikan. Kedua. serta etos kerja dan moral tinggi. yaitu masyarakat. Yang lebih fundamental. Fakta menunjukkan bahwa penerapan tata kelola yang baik tidak hanya menjadi solusi dari segala permasalahan pendidikan yang dihadapai sekarang ini. efisien. dan bertanggung jawab. penerapan tata kelola yang baik dalam dunia pendidikan bisa menjadi sebuah solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini. namun juga telah melahirkan sekolah-sekolah yang mampu merespon setiap tantangan yang dihadapinya menjadi sebuah keunggulan dalam bentuk kapabilitas untuk melakukan inovasi dalam pendidikan. penerapan tata kelola yang baik dalam pengeloaan pendidikan dapat membangun sebuah sistem anti korupsi dalam institusi pendidikan yang akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa ini. Penerapan tata kelola yang baik membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan. bukan sekelompok orang atau golongan. Koordinasi yang baik. diperlukan adanya: 1. mampu memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah.1 Kesimpulan Belajar dari pengalaman ketiga SMK di atas. serta efisiensi manajemen pendidikan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5. dan daya tanggap. Pertama. Seperti diketahui bahwa permasalahan pendidikan di Indonesia masih berkisar pada permasalahan tentang pemerataan akses terhadap pendidikan. dan nyata yang berakar pada penyelenggaraan pendidikan yang efektif. efisiensi. profesionalisme. dan masyarakat. penerapan tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan nilai-nilai. agar ikut berperan optimal sehingga tercipta sinergi antara lembaga pendidikan dengan stakeholdernya. 2. seperti nilai keadilan. Yang terakhir. 3. Untuk pelaksanaan tata kelola yang baik tersebut. jelas. tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan kondisi bersih dari korupsi yang berorientasi pada kepentingan publik.

baik dengan pihak di dalam maupun di luar negeri. c. Akan tetapi perlu disadari oleh Pemerintah. SMKN 8 Makassar. efektif dan efisien. selain juga adanya sinergi di antara stakeholders pendidikan. terkait dengan pelaksanaan tata kelola yang baik. Inovasi di tingkat kebijakan dan program dari Pemerintah Daerah sangat kurang. daerah. Pengembangan sistem dan modul pendidikan. Kapabilitas inovasi dari Pemerintah Daerah dalam menterjemahkan kebijakan dan program yang telah didesain Pemerintah Pusat menjadi sebuah tuntutan. perkembangan teknologi. khsusunya Pemerintah Daerah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 81 . dan etos kerja para pendidik dan siswa-siswi. namun juga perlu dukungan dari Pemerintah dan pihak lain. b. responsif.2 Rekomendasi Inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaannya tidak hanya menjadi kewajiban pihak sekolah. yang mengedepankan karakteristik partisipatif. selama masih sesuai dan dalam koridor standar pendidikan nasional. d. beriorientasi pada konsensus. Tanggap terhadap kebutuhan nasional. Pemerintah daerah hanya sebatas meneruskan semua kebijakan dari Pemerintah Pusat. transparan. kualitas lulusan dan tujuan lainnya. yang disesuaikan dengan program pendidikan. Pengembangan sistem pengawasan dan kendali mutu pelaksanaan kegiatan pendidikan.2. terhadap integritas. Dari pengalaman tiga daerah di atas menunjukkan bahwa inovasi dalam pengembangan pendidikan justru lebih banyak muncul dari inisiatif pihak sekolah.terlebih lagi pada orientasi pengembangan berdasarkan potensi daerah. serta sesuai dengan peraturan dan hukum. profesionalitas. 5. dan kurang fokus pada pengembangan SMK . baik dari segi sistem pendidikan. akuntabel.1 Sekolah diharapkan meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan melalui: a. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan sekolah. pengelolaan dan kualitas pendidikan. dengan menjaga nilai-nilai luhur pendidikan. termasuk di dalamnya memasukkan nilai-nilai lokal dan anti korupsi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan adanya desentralisasi. e. Kisah SMKN 4 Malang. dan SMKN 2 Subang telah menunjukkan bahwa pihak sekolah bisa melakukan inovasi-inovasi meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan di tengah tantangan yang mereka hadapi masing-masing. peran Pemerintah Daerah menjadi sangat strategis dalam mendorong pengembangan pendidikan di daerah. Yang dihasilkan dalam studi tentang inovasi sistem pendidikan menengah kejuruan ini adalah: 5. Pengembangan jaringan kerjasama. dan keinginan masyarakat. bahwa kapabilitas inovasi di level sekolah saja masih belum cukup namun sangat diperlukan kapabilitas inovasi Pemerintah untuk menciptakan kebijakan dan program inovatif yang mendukung pengembangan pendidikan.

j. Pemerataan penyediaan layanan pendidikan menengah kejuruan yang lebih terjangkau. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan pemerintah bidang pendidikan. g.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f. 82 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . c. serta tanggap akan kebutuhan SMK.2 Pemerintah berperan aktif meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan. i. Pemerataan perbaikan fasilitas dan sarana sekolah. berupa: a. e. b. Membuka peluang kerjasama atau menjembatani kerjasama dengan sumber dana lainnya. Pemberian dukungan penuh terhadap SMK dan program-programnya. Membuka peluang kerjasama dengan Badan/Institusi Pemerintah ataupun dengan pihak swasta untuk membuka kesempatan atau menjembatani kerjasama pelatihan dan praktik keahlian. termasuk peluang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Pemberian pelatihan dan pendidikan bagi para pendidik untuk menjaga kualitas pengajaran. Pemerataan akses layanan atau ikut menggiring arah pengembangan akses layanan pendidikan menengah kejuruan yang sesuai dengan potensi sosial budaya ekonomi masyarakat untuk mendapatkan konsep dan arahan implementatif yang holistik. Pengembangan modul pendidikan yang memuat nilai-nilai lokal dan semangat anti korupsi skala nasional ataupun lokal. h. f. Dapat memperluas akses layanan pendidikan yang merata. 5. d. Sinkronisasi peraturan dan kebijakan terkait penyelenggaraan pendidikan dan pendukungnya (reformasi kerangka hukum dan kebijakannya).2.

Peraturan Pemerintah No. November 2009. Dodi. Penangkal Korupsi. Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 24/7 Innovation: A Blueprint for Surviving and Thriving in an Age of Change. 2002. McGraw-Hill. http://blog. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. Peraturan Pemerintah No. Shapiro. Jakarta. Peraturan Pemerintah No.unila. 2006. 39 Tahun 2000 tentang Perubahan atas PP No.ac. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 83 . Sanusi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 38 Tahun 1992 Tenaga Kependidikan. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah No. Undang-undang Republik Indonesia No. Pendidikan: Rahmat bagi Sekalian Alam. Effendi. Undang-undang Republik Indonesia No. Stephen M. 2009. 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan.id/ effendisanusi/. 39 Tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional. Nandika. Jakarta: Makalah pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia. Peraturan Pemerintah No. Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional. Inovasi: Pengertian dan Karakteristik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful