Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Komisi Pemberantasan Korupsi | Direktorat Penelitian dan Pengembangan

Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Tim Penulis: Doni Muhardiansyah Aida R. Zulaiha Wahyu D. Susilo Annisa Nugrahani Sulistyanto Fahrania I. Rosalba Bariroh Barid IGA Nyoman Lia O.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-1 Jakarta Selatan 12920 Telp. (021) 2557 8300, Faks (021) 5289 2448 www.kpk.go.id Jakarta, 2010

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

PRAKATA
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesaikannya Buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan : Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan. Kegiatan pengembangan buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan ini dilakukan dalam rangka mendorong pelaksanaan tata kelola yang baik (good governance) di dunia pendidikan, khususnya di tingkat unit layanan di sekolah. Pelaksanaan tata kelola yang baik diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan publik. Untuk memudahkan Pembaca memahami pola praktik inovasi tata kelola yang dilakukan, buku ini menggunakan alur pembahasan berurutan mulai dari profil daerah dan unit layanan, kondisi sebelum adanya inovasi, praktik inovasi pendidikan yang dilakukan, kapabilitas Inovasi, dan keberlangsungan program inovasi. Objek studi inovasi ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan unit layanan terpilih adalah SMKN 4 Kota Malang, SMKN 8 Kota Makassar dan SMKN 2 Kabupaten Subang. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan buku ini. Untuk penyempurnaan buku ini sangatlah kami harapkan.

Jakarta, Desember 2010. Tim Penulis Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Selamat membaca !

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

iii

4.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan dan Manfaat 1.4 Kapabilitas Inovasi a.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK:SMA 2. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) 3.3.1.1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR ISI Hal iii iv vii 1 1 3 3 4 4 5 5 6 7 7 9 9 9 9 9 10 12 14 14 14 18 18 18 19 19 21 22 22 23 25 26 26 29 PRAKATA DAFTAR ISI DAFTAR TABEL BAB 1 PENDAHULUAN 1.3 Praktik Inovasi Pendidikan a.3.3. Proses c.2 Manajemen Berbasis Sekolah 2.1 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang 3.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK 2.2 Sertifikasi ISO 9001-2008 2.1.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan 2. Strategi yang Dilakukan b.1. Teknologi e.4 Cakupan Studi 1.4.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.5 Kesinambungan Program iv Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal 2. Pengukuran 3.4 Program Pengembangan Sekolah Menegah Kejuruan 2. Sumber Daya Manusia d. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif b.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH 3. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun c. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) d.1.5 Pengumpulan dan Analisis Data BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.3.1 Sekolah Menengah Kejuruan 2.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK 2.3 Pelaksanaan Studi 1.3 Kebijakan Pengembangan SMK 2.4.

2 Peran Pemerintah Daerah 4. Program Kelas Wirausaha/Mandiri c. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) d.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4.2.4 Kapabilitas Inovasi a. Pengukuran 3.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.4 Kapabilitas Inovasi a.5 Kesinambungan Program BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan b.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. Strategi yang Dilakukan b.3.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 29 29 32 33 35 35 36 37 37 37 41 42 42 45 46 46 48 49 50 52 55 55 57 58 62 63 66 67 67 68 69 69 71 74 74 76 76 76 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK v .2 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar 3. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b.2. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4. Strategi yang Dilakukan b.1 Peran Pemerintah Kota Malang a.2.2. Pengukuran 3. Sumber Daya Manusia d.2. Sumber Daya Manusia d. Income Generating Unit 3.3.3 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang 3. Program Pengembangan Teaching Factory e.3.1 Profil Daerah dan Sekolah 3. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b. Proses c.2.5 Kesinambungan Program 3. Teknologi e.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional 4.3 Praktik Inovasi Pendidikan: Pengembangan Sistem Blok 3. Proses c.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.2.3.2.3. Teknologi e.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan 5.2 Rekomendasi Daftar Pustaka 80 80 81 83 vi Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

4 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang di Industri Tabel.10 Daya Serap Lulusan SMKN 8 Makassar Tabel.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/ Mandiri – SMKN 2 Subang Tabel.1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN 4 Malang Tabel.22 Rasio Jumlah SMK:SMA Kota Makassar Tahun 2005-2009 Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008 Tabel.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tabel.20 Rasio SMK: SMA Kota Malang Tabel.8 Siklus Pembelajaran Tabel.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR TABEL Road Map Pengembangan SMK 2010-2014 Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003-2008 Tabel.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Tabel.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN 4 Malang Tabel.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN 4 Malang Tabel.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Multimedia Tabel.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar Tabel.24 Rasio SMK:SMA di Subang Hal 8 27 27 27 28 28 28 28 33 34 39 40 43 49 54 64 70 73 75 75 77 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK vii .23 Alokasi APBD untuk Sektor Pendidikan – Subang Tabel.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tabel.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran SMKN 2 Subang Tabel.17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang Tabel.

.

Makalah dipresentasikan pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia. karakter unggul. beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik good governance menurut Effendi (2005) adalah sebagai berikut: pertama. konsensus. efektivitas dan efisiensi. Namun. tata kelola yang baik memiliki delapan prinsip sebagai berikut: partisipasi. Banyak aspek dari pendidikan yang perlu ditata ulang sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. dan wawasan kebangsaan. praktik good governance harus memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga 1 Nandika. akuntabilitas. ketanggapan. termasuk penguatan akhlak mulia. Pengalaman membuktikan bahwa upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan. Penangkal Korupsi. hal ini tidak terlepas dari permasalahan sistem pendidikan di Indonesia. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 1 . Pendidikan bukan sekedar pengayakan intelektual. Pendidikan : Rahmat bagi Sekalian Alam. sehingga tidak jarang mahalnya biaya pendidikan atau sekolah menjadi tolok ukur bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Selama ini mungkin banyak orang berpendapat bahwa satu-satunya jawaban atas permasalahan mutu pendidikan tersebut adalah tersedianya dana yang memadai untuk pengembangan pendidikan. (2009). apabila dikaji lebih jauh. Tata kelola yang baik yang diartikan sebagai pengelolaan yang baik merupakan serangkaian tindakan nyata untuk menghasilkan kondisi yang lebih kondusif dalam peningkatan mutu pendidikan. Dodi. transparansi. serta setara dan inklusif.1 Akan tetapi. Mencontek sebenarnya bukan sekedar kenakalan yang dilakukan oleh banyak anak sekolah. Penerapan tata kelola yang baik (good governance) menawarkan solusi baru bagi upaya peningkatan mutu pendidikan. sistem pendidikan kita kurang mampu mengadirkan pendidikan dalam nuansa tersebut. Menurut United Nation Development Programme (UNDP). kepastian hukum.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 1 PENDAHULUAN 1. Penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan diharapkan mampu menawarkan paradigma baru dalam pengelolaan pendidikan. Jakarta. tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai luhur insani bagi kemajuan peradaban bangsa. Dalam konteks pengelolaan pendidikan.1 Latar Belakang Tanpa kita sadari kebiasaan mencontek saat ujian di sekolah dulu merupakan salah satu akar dari tindakan korupsi yang terjadi selama ini.

Tata Kelola yang baik (good governance) dengan karakteristik yang melekat padanya tidak hanya menciptakan pengelolaan dan pengurusan pendidikan yang lebih baik akan tetapi pada tingkat yang lebih tinggi lagi mampu mendorong sekolah untuk melakukan terobosan-terobosan baru menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikannya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan memungkinkan adanya sinergi di antara mereka dalam hal ini pelanggan atau stake holder lembaga pendidikan. Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘ pembaharuan. Kapabilitas inovasi memungkinkan sebuah organisasi dapat melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal. dalam praktik good governance terkandung nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja. Menurut etimologi. pengukuran (measurement). sumber daya manusia.2 Dalam buku 24/7 Innovation. 2 Sanusi. Effendi. sementara Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai dengan kewenangannya berperan sebagai trigger mechanism merasa perlu untuk terus mendorong semangat pelaksanaan tata kelola yang baik di setiap layanan publik. dan teknologi (technology). praktik good governance adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik. dan daya tanggap menjadi nilai yang penting. efektivitas dan efisiensi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan. Stepen M. keadilan. Secara lebih praktis tata kelola yang baik harus menjabarkan tujuan pendidikan nasional dan menterjemahkan dalam rumusan visi dan misi dari lembaga pendidikan serta mengembangkan kompetensi-kompetensi dan mekanisme kerja dalam lembaga pendidikan agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien mewujudkan visi dan misinya. kedua. yang secara tipikal menghendaki adanya proses. (2009). ketiga. Diambil dari Sumber Elektronik http://blog. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukakan oleh organisasi dan mampu mengantarkan output yang dapat diukur. 2 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran.id/effendisanusi/ tanggal 9 Nopember 2009. dan tekonologi. dalam hal ini kepentingan pelanggan pendidikan. Nilai-nilai seperti efisiensi. proses (processes). Shapiro mengembangkan konsep untuk melihat kemampuan suatu perusahaan dalam berinovasi dengan melihat lima elemen kapabilitas inovasi: strategi (strategy). perubahan (secara) baru’.ac. sumber daya manusia (people). Shapiro melihat inovasi sebagai sebuah keunggulan kompetitif dari suatu perusahaan. praktik-praktik baru. Buku ini bertutur tentang penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan yang ternyata tidak hanya menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaannya akan tetapi juga mendorong beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) di beberapa daerah untuk melakukan terobosan baru/inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya.unila.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Wujud dorongan semangat ini antara lain dengan memberikan gambaran nyata dari pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan di beberapa SMK di Indonesia. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK melakukan studi terhadap pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan. 1.3 Pelaksanaan Studi Studi ini bersifat deskriptif dengan menggambarkan pelaksanaan good governance dan pola keberhasilan dari inovasi yang diterapkan oleh unit layanan. maka sistematika penulisan didasarkan pada alur pikir sebagai berikut: 1. Kondisi Sebelumnya Adanya Inovasi 3. 2. Keberlangsungan Program. Memberikan gambaran mengenai kapabilitas inovasi dan tingkat keberhasilan dari sekolah kejuruan menengah tersebut sebagai hasil dari pelaksanaan tata kelola yang baik.2 Tujuan dan Manfaat Dari latar belakang di atas. Mempelajari praktik tata kelola yang baik di bidang pendidikan sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi. process. Pratik Inovasi Pendidikan 4. khususnya pendidikan menengah kejuruan di beberapa daerah di Indonesia. studi diharapkan dapat menambah literatur kajian mengenai penerapan nyata tata kelola yang baik di daerah. Untuk menggambarkan pola praktik inovasi dan keberhasilannya agar mudah diaplikasikan oleh daerah-daerah lain. Untuk melihat tingkat inovasi dari unit layanan dikembangkan kerangka kapabilitas inovasi yang terdiri dari lima elemen: strategy. people dan technology. 1. 2. Hasil akhir studi juga diharapkan dapat mendorong pengembangan layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah yang menerapkan kebijakan dan inovasi layanan. Kapabilitas Inovasi 5. measurement. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 3 . hasil dari studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan pembelajaran dalam pengembangan praktik-praktik pelaksanaan tata kelola yang baik khususnya di bidang pendidikan oleh daerah-daerah lain. Profil Daerah dan Unit Layanan 2. Pada tatanan praktis. Manfaat dari studi ini adalah: 1. Tujuan studi ini adalah untuk: 1. Dari sisi akademis.

yaitu: 1) Tahap persiapan (pengumpulan data awal dan penentuan daerah studi). dan 5) Tahap penyusunan buku serta visualiasi berupa CD/DVD interaktif. yaitu: bidang manufaktur. 4) Tahap pengembangan laporan akhir. bidang jasa. beberapa kriteria dikembangkan dalam studi ini. Kriteria kedua dilihat dari program keunggulan lokal SMK. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan kajian literatur maupun penulusuran sumber data lain. dengan pertimbangan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis bagi terwujudnya angkatan kerja nasional yang terampil dan selain itu juga sejalan dengan kebijakan Kemdiknas untuk mewujudkan rasio SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) berbanding dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) menjadi 70% : 30% pada tahun 2015. 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pelaksanaan studi terbagi menjadi beberapa tahapan. dan kriteria ketiga melihat penerapan ISO 9001-2008. 3) Tahap analisis. 4 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Kriteria pertama adalah program kemitraan SMK dengan dunia industri yang dikelompokkan menjadi tiga bidang kemitraan.4 Cakupan Studi Studi inovasi layanan pendidikan difokuskan kepada pendidikan menengah kejuruan. digunakan informasi mengenai inovasi layanan yang dikembangkan oleh unit layanan dan mempertimbangkan rekomendasi serta masukan-masukan dari Direktorat Pembinaan SMK Kemdiknas. serta dokumentasi di lapangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memudahkan penjelasan hasil observasi. 2) Tahap pengumpulan data dan observasi lapangan. Untuk mengidentifikasi unit penelitian yang akan dipilih.5 Pengumpulan dan Analisis Data Observasi lapangan dan teknik wawancara digunakan sebagai alat utama pengumpulan data primer. dan bidang agro industri. Sebagai data pendukung. Berikut adalah unit layanan yang menjadi unit analisis dalam studi ini: No 1 2 3 Unit Layanan SMKN 4 Malang SMKN 8 Makassar SMKN 2 Subang Program Kejuruan Grafika dan Multimedia Pariwisata dan Perhotelan Pertanian Pelaksaanan Observasi 5-8 Oktober 2009 12-15 Oktober 2009 23-26 November 2009 1. wawancara.

diantaranya adalah SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar. (2006). 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah: ”Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.”3 Keberadaan sekolah kejuruan di Indonesia telah ada sebelum Indonesia merdeka. angka pengangguran tidak berkurang namun justru setiap tahun semakin bertambah. Dari rujukannya. sekolah kejuruan mengalami berbagai dinamika dalam perkembangannya.Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. atau yang dikenal juga dengan sebutan SMU atau Sekolah Menengah Umum) sangat melekat dibenak masyarakat. Jakarta. menjelaskan Sekolah Menengah Kejuruan secara lebih spesifik. Rentang waktu yang cukup panjang sejak penjajahan Belanda sampai sekarang. Dedi Supriadi (2002) menyebut Sekolah Pertukangan di Surabaya yang berdiri tahun 1853 adalah sekolah kejuruan yang pertama di Indonesia4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2.” Peraturan Pemerintah No. Sekolah Kejuruan mulai didirikan sejak zaman penjajahan Belanda.1 Sekolah Menengah Kejuruan Definisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. citra SMK sebagai sekolah kelas dua setelah SMA (Sekolah Menengah Atas. Sejak krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia pada tahun 1997. dengan perngharapan bahwa setelah lulus dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Ibid Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 5 . Banyak orang tua beranggapan bahwa jalan sukses bagi anak-anak adalah dengan menyekolahkannya ke SMA. bahwa: ”Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk jenis pekerjaan tertentu.19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional. Struktur tenaga kerja di Indonesia menggambarkan dari 76 juta tenaga kerja ternyata didominasi oleh tenaga kerja yang tidak memi3 4 Kementerian Pendidikan Nasional. Akan tetapi fakta menunjukkan lain. Dahulu. Menyandang predikat sarjana dianggap merupakan suatu jaminan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan diidam-idamkan.

Pola penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pun berkembang dari yang semula sangat terstruktur menjadi lebih fleksibel/luwes dan permeable/terbuka. Indonesia harus mengembangkan sistem pendidikannya sehingga dapat mencetak dan meningkatkan tenaga siap kerja. SMK sebagai bentuk satuan penyelenggara dari pendidikan menengah kejuruan yang berada di bawah Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan liki keterampilan (unskilled labor) dan hanya 19 juta tenaga kerja diantaranya yang memiliki keterampilan.5 Melihat kondisi seperti ini Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang. 2. memberikan pendidikan tentang kewirausahaan. 5 Ibid 6 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . berubah menjadi desentralistik. Selain itu saat ini banyak SMK yang bertaraf internasional untuk menghadapi persaingan di era globalisasi. tenaga kerja yang memiliki keahlian (atau dengan kualifikasi expert/ahli) hanya sejumlah 4. serta membentuk kecakapan hidup (life skill). merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kecakapan hidup. tetapi ini tidak menutup kemungkinan para lulusan SMK untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pendekatan pembelajarannya pun bergeser.5 juta pekerja. perubahan paradigma penyelengaraan pendidikan kejuruan mulai dilakukan. yaitu melatih peserta didik untuk menguasai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja (termasuk dunia bisnis dan industri). yang sekaligus juga dapat mencegah bertambahnya pengangguran. Murid di SMK lebih ditekankan untuk melakukan praktik sehingga mereka berpengalaman dan mantap untuk langsung memasuki dunia kerja. dari pendekatan mata pelajaran menjadi pembelajaran berbasis kompetensi. Perubahan paradigma tersebut terjadi pada orientasi pendidikan dan pelatihan kejuruan yang dikembangkan dari yang bersifat supply driven menjadi demand driven.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan Melihat peluang besar dan peran penting sekolah kejuruan dalam upaya penyiapan tenaga kerja siap pakai untuk menekan tingkat pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sistem pengelolaan yang mulanya bersifat sentralistik. Sementara itu. Belajar dari fenomena tersebut. Sekolah kejuruan (SMK) menjadi salah satu komponen yang patut dikembangkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cukup potensial tersebut.

anggaran untuk SMK juga dialokasikan lebih banyak dari SMA. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan beberapa kebijakan strategis yang mendukung perkembangan pendidikan menengah kejuruan untuk memenuhi tuntutan tersebut. menjadi 70 : 30 pada tahun 2015. akuntabilitas. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Hingga tahun 2008. Bantuan khusus murid SMK. dan daya saing.242 milyar. seperti SMK besar di kawasan industri. yaitu: 2. Terdapat tiga pilar utama pendidikan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 7 . SMK di daerah perbatasan. cerdas dan kompetitif.94 milyar pada tahun 2007 dan Rp. SMK kecil di daerah terpencil dan pedesaan. sedangkan untuk SMA sebesar Rp.209 milyar pada tahun 2008. Pemerintah telah berhasil meningkatkan rasio peserta didik SMK : SMA menjadi 46 : 54. Dalam hal pendanaan. dan sekolah menengah terpadu.175 milyar pada tahun 2007 dan Rp. 2. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri. Peningkatan mutu. SMK telah dibangun lebih banyak dari pada SMA. Peningkatan sebesar 16% ini dicapai melalui ekstensifikasi dan intensifikasi penyelenggara pendidikan kejuruan berbagai bentuk SMK.3. yaitu untuk Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK sebesar Rp. Selama kurun tahun 2005 – 2008. yaitu: 1. maka melalui tiga pilar utama pendidikan tersebut. sedangkan untuk BOMM SMA sebesar Rp. dengan alokasi anggaran Rp. dan 3. Penguatan tata kelola. SMA terbuka.328 milyar pada tahun 2008. dan pencitraan publik. SMK kelas jauh di pesantren atau institusi sejenis.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA Kemdiknas memiliki kebijakan untuk membalik rasio peserta didik SMK dibanding SMA dari 30 : 70 pada tahun 2004. dibandingkan pada akhir tahun 2004 sebesar 30 : 70. relevansi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2.85 milyar pada tahun 2008. yaitu sebanyak 466 Unit Sekolah Baru (USB) SMK dibandingkan dengan SMA sebanyak 237 USB. Untuk membangun SMK yang dapat menghasilkan SDM yang siap kerja.3 Kebijakan Pengembangan SMK Kebijakan khusus terkait pengembangan SMK sebagai suatu konsekuensi perubahan paradigma terhadap pendidikan menengah kejuruan mutlak diperlukan.

F���������F�����F��� "����"F�����������������������#�+� ����������������"������� b) Menumbuhkan minat siswa.�������� ��������������� � ���� Inovasi Dalam Sistem Pendidikan �������������������������#�+�� �������#�+��� ���������� ������� �����#�+����� ��������� �� �������������� ���� �� ����� ��#�+������������������ ����#�+��������������������������� Road Map �������� �����#� �������������� ������������������������ Pengembangan SMK 2010-2014 ����+#�����" �����%(��������&��1�12�1� ������ ������ ������ ������ ������ �������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ��� ������� ����� ����������� ����� ��������� ��� ���� �� �� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ���� ���� ���� ���� ���� ���������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� -���� � ���� � ��������� � ����� � ������������ � ������ � � �� � #�+ � ����� � ��������� �������������='>� � ���#�+�����9'>� � ���#� ����������������������������������. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ������������������������������ ����������������2 ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang. 8 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah siswa SMK dalam mencapai perbandingan 70% siswa SMK dan 30% siswa SMA diantaranya dilakukan dengan �) !�� ������������������� ����������������� ��������������������� � ���#�+� cara: �� ���������������� �������������������#�+2 a) Bersama mitra dari�industri berupaya terus meningkatkan jumlah siswa SMK �) ����������� ����� � � ��� � ����� � ��� � ��� � �� ������� � ����� � ��������� disamping juga terus meningkatkan mutu SMK. ���������������������� ������������������� ������������������������������������������������������������������������� � c) Kemdiknas dalam dua tahun terakhir melakukan conditioning guna meyakinkan masyarakat terutama siswa lulusan SMP agar lebih berminat memilih pendidikan kejuruan dalam menempuh karier pendidikan lebih lanjut.

4.4 Program Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbagai kebijakan strategis seperti yang dikemukakan sebelumnya diikuti dengan berbagai program pengembangan SMK.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. Teknologi informasi dan komunikasi 3.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK. Seni. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.3. Agribisnis dan agroteknologi 6. antara lain: 2.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK Dengan cara memperluas akses terhadap pendidikan di SMK sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan lokal.3. Teknologi dan rekayasa 2. Kesehatan 4. Kementerian Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Nomor 252/C/KEP/ MN/2008 tanggal 22 Agustus 2008. dilakukan upaya penambahan muatan pendidikan keterampilan di SMA bagi siswa yang akan bekerja setelah lulus. yaitu: 1. disamping itu. 2..2 Sertifikasi ISO 9001-2008 Dalam upaya meningkatkan standar layanan birokrasi di semua unit kerja Kemdiknas. menetapkan 6 (enam) bidang studi keahlian.3. Perluasan SMK ini dilaksanakan melalui penambahan program pendidikan kejuruan yang lebih fleksibel sesuai dengan tuntutan pasar kerja yang berkembang. serta memperluas akses dan kemudahan bagi siswa yang akan menempuh pendidikan SMK. penentuan pengembangan bidang studi keahlian SMK perlu dipertimbangkan dan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 9 . Bisnis dan manajemen Dalam era otonomi daerah yang diikuti dengan desentralisasi. 2. 2. Untuk itu Kemdiknas melakukan penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalu sertifikasi ISO 9001-2000. Kemdiknas berupaya secara serius agar semua unit kerja dapat memberikan layanan yang prima dan bertaraf internasional. dikembangkan melalui kerja sama dalam bentuk kemitraan dengan dunia usaha/industri. misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date. dsb.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal Dalam rangka meningkatkan mutu dan relevansi sekolah kejuruan. kerajinan dan pariwisata 5.

2.2 Manajemen Berbasis Sekolah Pencapaian efisiensi tenaga kerja SMK yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dapat dilakukan dengan cara mengembangkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). sehingga lulusan SMK tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang ada.4. yaitu: a) Potensi geografis yang meliputi kekayaan alam. Saat ini pemerintah memberikan otonomi yang luas pada tingkat sekolah. Kemampuan ini penting terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan lapangan usaha. sehingga SMK dapat memperoleh justifikasi eksistensi kuat dari masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan SMK benar-benar bermanfaat bagi daerah tersebut dalam memajukan dan mengembangkan potensinya. dimana SMK diharuskan agar mampu membuka cakrawala pemikiran lebih luas bagi tenaga kerja lulusan SMK. Program pendidikan SMK dapat diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang produktif dan mampu mendayagunakan potensi perekonomian daerah sehingga dalam jangka panjang akan meningkatkan kemandirian daerah. SMK diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya lainnnya. baik kepada masyarakat maupun pemerintah. agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah tersebut. dan norma yang menentukan kepribadian masyarakatnya c) Kondisi sosial. mengendalikan dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disesuaikan dengan potensi daerah. akan tetapi mampu mengembangkan kesempatan kerja yang masih potensial dengan mendayagunakan potensi ekonomi daerah yang masih ada. mengalokasikan. kepercayaan nilai-nilai moral. sehingga para lulusan dapat mengembangkan potensinya dalam menghasilkan dan memasarkan barang dan jasa. dengan 10 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . daerah memiliki kewenangan menentukan kebijakan pengembangan program pendidikan SMK yang sesuai dengan konteks daerah. menentukan prioritas. letak wilayah. Selain itu fungsi SMK juga dikaitkan dengan penyediaan tenaga penggerak perekonomian daerah. dan tingkat kemajuan masyarakatnya Dalam konteks pengembangan pendidikan kejuruan. Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut mandiri dalam menggali. Pemanfaatan potensi daerah sebagai basis pengembangan dan perluasan pendidikan harus dilihat dari tiga aspek utama. ekonomi. dan sumber daya buatan b) Faktor budaya.

b) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan dan hasil program-program sekolah. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. pemeliharaan dan perbaikan. c) Sekolah dapat mengembangkan (memperdalam. tenaga administrasi. metode. d) Sekolah diberi kebebasan memiliki strategi. dan d) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai Prinsip utama pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah adalah : a) Fokus pada mutu b) Bottom up planning and decision making c) Manajemen yang transparan d) Pemberdayaan masyarakat e) Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam Manajemen Berbasis Sekolah. memperkaya dan memodifikasi) kurikulum. guru dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. hubungan kerja. laboran. sampai dengan evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah (guru. ada beberapa kewenangan yang didesentralisasi pada sekolah. dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif. insentif dan sanksi (reward and punishment). rekrutmen. pengembangan. c) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua. khususnya evaluasi yang dilakukan secara internal.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. hingga sampai 11 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . siswa. Secara rinci Manajemen Berbasis Sekolah bertujuan untuk: a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memperdayakan sumber daya yang tersedia. kecuali yang menyangkut penggajian/pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri yang sampai saat ini masih ditangani oleh Pemerintah Pusat/Daerah. f ) Sekolah dapat melakukan pengelolaan fasilitas (peralatan dan perlengkapan). mulai dari pengadaan. namun tetap dalam koridor standar pendidikan nasional atau tidak dapat mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional. mulai dari analisa kebutuhan. e) Pengelolaan ketenagakerjaan. perencanaan. b) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. dan sebagainya) dapat dilakukan oleh sekolah. masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolahnya. yaitu: a) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan nya (school-based plan).

terutama dalam hal pengalokasian/penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya. Iklim sekolah sudah merupakan kewenangan sekolah sehingga yang diperlukan adalah upaya-upaya yang lebih intensif dan ekstensif. peningkatan keahlian dan keterampilan siswa dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan terpercaya yang siap memasuki pasar tenaga kerja baik skala regional dan global.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja siap kerja tingkat menengah. Sekolah juga harus diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan (income generating activities) sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah. 2. Sebagai lembaga pendidikan formal. Hal ini didasarkan oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling mengetahui kebutuhan fasilitas. 12 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . penempatan untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja hingga sampai pada pengurusan alumni. antara lain: a) Memperkuat kemampuan adaptif Upaya untuk meningkatkan kemampuan adaptif ini dilakukan dengan memperkuat kemampuan dasar siswa melalui mata pelajaran matematika terapan dan sains terapan. kesesuaian. Kementerian Pendidikan Nasional melakukan program.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan g) h) i) j) pengembangannya. kesehatan sekolah. baik kecukupan. SMK turut bertanggung jawab dalam pembenahan. Esensi hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan keduanya dalam meningkatkan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolah-masyarakat. mulai dari penerimaan siswa baru. pengembangan/pembinaan/ pembimbingan. optimisme dan harapan/espektasi yang tinggi dari warga sekolah. Sekolah dapat melakukan pengelolaan keuangan. Pengelolaan iklim sekolah (fisik dan non fisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. serta memperkuat penguasaan kompetensi dasar teknologi informasi dan komunikasi. Keterserapan lulusan di pasar industri menjadi salah satu parameter keberhasilan dari sekolah kejuruan. memperkuat kemampuan wirausaha siswa melalui mata pelajaran pemasaran (marketing) dan keuangan. memperkuat penguasaan bahasa nasional dan internasional.4. dan kegiatan-kegiatan yang terpusat pada siswa (student-centered activities) adalah contoh-contoh iklim sekolah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib. maupun kemutakhirannya. Sekolah melakukan pelayanan siswa. Dalam rangka peningkatan daya serap tersebut.

dan elektronik) • Bidang Bisnis Ritel/Jasa • Bidang Agro Industri Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 13 . machine tools and hands tools.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b) Mengembangkan kemitraan SMK-Industri (Teaching Industry) Kemitraan antara SMK dengan industri yang telah dikembangkan meliputi berbagai bidang : • Bidang Manufaktur (meliputi : perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi. otomotif.

Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut untuk dapat mandiri dalam menggali. Dalam salah satu sidang paripurna gotong-royong Kotapraja Malang pada tahun 1962.1 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang Dengan program praktik kerja industri (prakerin) satu tahun. Dalam rentang waktu satu tahun prakerin inilah proses pembentukan softskill siswa berjalan. Berikut adalah praktik inovasi pendidikan yang dilakukan oleh SMK di beberapa daerah di Indonesia.. 3. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukan oleh organisasi dan mampu mengantarkan hasil yang dapat diukur. menentukan prioritas. dan technology. people meliputi antara lain struktur organisasi. mengendalikan dan mempertanggung jawabkan pemberdayaan sumber-sumber baik kepada masyarakat maupun pada pemerintah dengan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. 14 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . peraturan. 3. Malang ditetapkan sebagai Kota pelajar/pendidikan.1. Processes mencakup bagaimana semua aktivitas dalam organisasi berjalan. sementara technology meliputi perangkat keras seperti teknologi informasi dan komunikasi serta perangkat lunak yang membantu aktivitas dalam organisasi.. Dari sinilah. Ketiga pokok tersebut menjadi cinta-cita masyarakat Kota Malang yang harus di bina yang kemudian dikenal dengan TRI BINA CITA Kota Malang. mengalokasikan. yang secara tipikal menghendaki adanya kapabilitas processes.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH Kehadiran manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam penyelenggaraan sekolah kejuruan memberikan ruang bagi sekolah untuk mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan dari sekolah tersebut. budaya dan perilaku organisasi. dan kota pariwisata. people. SMK melakukan inovasi di berbagai daerah di Indonesia dalam upaya pengembangan pendidikan kejuruan. Kota industri.1 Profil Daerah dan Sekolah Malang layaknya kota-kota di Indonesia lainnya yang baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah Kolonial Belanda. siswa merasa berada dalam dunia kerja yang sesungguhnya. yang ditandai dengan beroperasinya kereta api pada tahun 1879. Kapabilitas inovasi memungkinkan SMKSMK itu melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal.

Selain itu Kota Malang juga dikenal sebagai Kota Vokasi. dan Menyenangkan). Sebagai Kota Pendidikan. Kreatif. Meningkatkan kualitas tamatan menjadi warga negera yang produktif serta memiliki budi pekerti yang luhur. Malang menyimpan banyak cerita menarik tentang upaya sekolah kejuruan dalam merespon tantangan khas yang harus dihadapinya. Nuasan inilah yang sampai sekarang hidup dan menjadi simbul Kota Malang sebagai Kota Pendidikan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 15 . Peningkatan peran serta masyarakat senantiasa digalakkan dengan menerapkan pendidikan berbasis komunitas (community based education) melalui pemberdayaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah serta lingkungan sekitar. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan di Kota Malang berorientasi kepada penciptaan lulusan yang siap kerja. Malang selalu melakukan upaya-upaya pengembangan pendidikan dengan jargon “PAKEM” (Pembelajaran yang Aktif. Visi SMKN 4 Malang adalah: “Unggul dalam bidang Iptek yang dilandasi Imtaq”. Untuk mewujudkan visi tersebut. Terakhir. Periode kepemimpinan pertama dan kedua (1949-1959) dikepalai oleh seorang warga Belanda. SMKN 4 Malang telah mengalami beberapa kali perubahan nama. ditetapkanlah Misi SMKN 4 Malang sebagai berikut: 1. SMKN 4 Malang didirikan pada tahun 1938 oleh Keuskupan Malang dan merupakan Sekolah Teknik Menengah (STM) dengan nama STM Grafika Malang. Lommelaars dan Nolascus Waijers. Sekolah-sekolah peninggalan Belanda seperti HIS setingkat SD. dan negara. Salah satu diantaranya adalah cerita tentang SMKN 4 Malang dalam pengembangan sekolah kejuruannya. dan AMS setingkat SMU pernah berdiri di Malang. HBA. 3. Meningkatkan kesiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta membentuk tenaga profesional dibidang Grafika dan Teknologi informasi dan Komunikasi. MULO setingkat SMP. ada suatu kebijakan yang memberi kebebasan sekolah untuk membuka jurusan/program studi sesuai dengan muatan lokal. Sebagai kota vokasi. cinta pada bangsa. 2. Dari sinilah SMKN 4 Malang mulai membuka program keahlian yang lain diluar grafika. dimana antara sekolah umum dan kejuruan berbanding 50:50. Meningkatkan bimbingan terhadap siswa untuk melaksanakan agama yang dianut dengan konsekuen. setelah perubahan nama STM menjadi SMK.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sejarah telah menempatkan Malang sebagai Kota yang kental akan tradisi pendidikannya.

9. 5. Siswa dibekali kemampuan teknik mencetak. dan animasi komputer. Mengembangkan sekolah Nasional menuju tarap Internasional. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. 2 dimensi (2D) atau 3 dimensi (3D). Program persiapan grafika meliputi kompetensi : • Desain grafis • Setting • Montase • Foto reproduksi • Plate-making b) Jurusan Produksi Grafika Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknik reproduksi grafika (percetakan). Mengoptimalkan unit produksi dan jasa sebagai tempat pembelajaran kewirausahaan siswa di sekolah. fotografi. Meningkatkan lingkungan sekolah yang tertib. desain situs dan media interaktif. Mengembangkan penerapan manajemen berbasis sekolah. Program produksi grafika meliputi kompetensi : • Cetak offset • Cetak tinggi • Sablon • Jilid dan kemas c) Jurusan Multimedia Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknologi informasi dan desain multimedia. SMKN 4 Malang membuka enam jurusan/program studi. serta melakukan perawatan. serta proses reproduksi foto. Siswa dibekali dengan kemampuan desain dan seni. 6. Program keahlian ini menyiapkan siswa agar menjadi ahli desain dan persiapan reproduksi grafika (media cetak). 8. menyelesaikan dan mengepak media cetak. yaitu pada tahun 1938. penguasaan perangkat lunak desain grafis. Mempertebal nilai-nilai disiplin kepada warga sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. mengedit audio visual. yaitu berupa keahlian mengontrol beberapa jenis mesin dalam industri percetakan. bersih dan indah. teknik jilid kemas dan menghitung biaya produksi. 7. pengaturan (setting) dan tata letak media. mengontrol perangkat lunak desain grafis. Program multimedia meliputi kompetensi: • Desain grafis 16 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . yaitu: a) Jurusan Persiapan Grafika/desain grafika Jurusan ini dibuka sejak pertama kali SMKN 4 Malang berdiri. Meningkatkan penyelenggaraan latihan dan bimbingan untuk berprestasi di bidang olah raga. mengerti dan mampu mengoperasikan mesin.

sinematografi. MASYARAKAT Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 17 . menguasai perangkat lunak animasi. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar perangkat keras komputer dan pemasangan perangkat lunak. Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 4 Malang: LITBANG KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH KASUBAG TAUS WAKA KESISWAAN WAKA SARANA WAKA KURIKULUM WAKA HUMAS & HI KOORD SESBID 8 KOORD SESBID 1 TEAM BELANJA STAF KURIKULUM KOORDINATOR BKK dan PRAKERIN KOORD SESBID 2 & 5 KOORD SESBID 3.2. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. 2D 3D.3 DAN SISWA. penguasaan teknik menggambar.4 & 7 KAPROKAL PERSIAPAN GRAFIKA KAPROKAL PRODUKSI GRAFIKA KAPROKAL MULTIMEDIA PENANGGUNG JAWAB KAPROKAL RPL KAPROKAL ANIMASI WALI KELAS 1. fotografi. pemasangan dan pengelolaan jaringan. dan memproduksi film animasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Desain situs/web • Animasi 2 dimensi dan 3 dimensi • Audio – video editing • Presentasi multimedia • Shooting d) Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)/Pemrograman Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli pemograman perangkat lunak. baik manual maupun digital. f ) Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli dalam menangani troubleshooting perangkat keras dan perangkat lunak. dan teknik spesial efek animasi. e) Jurusan Animasi Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli produksi film animasi. menguasai bahasa pemrograman. dan mengatur database. serta melakukan perencanaan.

3.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Citra sekolah kejuruan sebagai sekolah kelas dua salah satunya tercermin dari tidak berkembangnya program kejuruan yang ada. Paradigma penyelenggaraan pendidikan masih menggunakan pola-pola lama. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari sekolah kejuruan yang sangat memperhatikan aspek akademis selain aspek utamanya dalam pengembangan kompetensi keterampilan siswa melalui kegiatan produktif. menyusun dan menyiapkan soal yang digunakan untuk try out. tingkat kelulusan siswa diatas 90% bahkan mendekati 100% dengan nilai rerata UAN di atas 7. Hadirnya kebijakan baru yang memberi ruang kepada sekolah kejuruan untuk membuka program kejuruan sesuai dengan keunggulan lokal menjadi titik awal berkembangnnya SMKN 4 Malang sampai seperti sekarang.5. Hasil try out kemudian direkap dan dilaporkan kepada Kepala 18 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan modul-modul untuk kemudian dievaluasi. Dalam rentang waktu kurang lebih 64 tahun sejak pertama berdiri di tahun 1938.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Pada tahun ajaran 2008/2009. dan Bahasa Inggris. Selama prakerin.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. Pembekalan Modul Belajar saat Praktik Kerja Industri (Prakerin) Para siswa tetap dituntut dan diharapkan tidak melupakan sisi pembelajaran aspek normatif dan adaptif meskipun dalam kegiatan prakerin. sekolah melaksanakan try out dengan fokus pada latihan soal tiga mata pelajaran yang diujikan. Try Out Menghadapi UAN Dalam mempersiapkan siswa menghadapi UAN.1. seperti sistem pembelajaran berbasis waktu. evaluasi terhadap proses pembelajaran normatif dan adaptif tetap dilakukan. yaitu Matematika. Wakil Kepala kurikulum dan staf berperan dalam merencanakan. 2. Hal ini cukup membuktikan usaha dan komitmen yang serius dari penyelenggara SMKN 4 Malang pada aspek akademis. dan tidak ada kejelasan mengenai kompetensi apa saja yang harus dikuasai dari setiap mata pelajaran. SMKN 4 Malang hanya memiliki dua program kejuruan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan dari SMKN 4 Malang baik dari sisi akademis maupun produktif. Upaya-upaya yang dilakukan oleh SMKN 4 Malang tersebut berupa: 1.1. dimana keterlibatan siswa sangat minim dalam proses belajar mengajar. fungsi guru sebagai instruktur. Hal serupa sempat dialami SMKN 4 Malang pada tahap awal perjalanannya.

3) motivasi untuk mendorong semangat belajar siswa. yang berfungsi sebagai media penyaluran lulusan SMK ke pasar kerja. Sebagai catatan. Dengan terpapar pada dunia kerja sesungguhnya. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lebih siap dan bersemangat dalam menghadapi UAN. para siswa mendapat manfaat berupa pembentukan softskill yang sudah siap pakai dan diperlukan di industri. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) Dalam rangka mendekatkan lulusan dengan pasar kerja. Program ini hanya diperuntukkan 6 Block release : waktu pelaksanaan kegiatan belajar yang dibagi pada hitungan bulan atau semester. c. Proses belajar dilakukan di sekolah selama beberapa bulan/semester secara terus menerus. Prakerin satu tahun ini pun memberi keuntungan bagi industri. prakerin satu tahun memberikan kesempatan pembelajaran yang lebih baik dalam rangka peningkatan kompetensi dan keahlian. sehingga pada akhirnya perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitasnya. Industri dapat yakin bahwa siswa dapat belajar dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perusahaan. maupun proses yang dapat mengurangi beban investasi sekolah. Kepala Sekolah menyusun peta kerawanan siswa. BKK menghubungkan industri sebagai pihak yang membutuhkan tenaga kerja dengan para lulusan SMKN 4 yang mencari peluang kerja. kemudian dilanjut dengan praktik di industri pada bulan/semester berikutnya. Siswa diberi kesempatan untuk terpapar pada teknologi terkini (up to date). beban investasi untuk pengadaan peralatan modern untuk mendukung pembelajaran siswa tidaklah kecil. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 19 . Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun Praktik kerja industri (Prakerin) di SMK N 4 Malang dilaksanakan dengan sistem block release6 selama satu tahun pada semester IV dan V. Bagi pihak siswa dan sekolah. Program prekerin ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh SMKN 4 setelah mendengar masukan dari pihak industri. 2) memberikan pelajaran tambahan untuk tiga mata pelajaran UAN. Berdasarkan rekap hasil try out tersebut. baik itu perangkat keras.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sekolah. Metode ini mampu menjawab permasalahan link and macth antara dunia industri dan sekolah. SMKN 4 Malang membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK). Metode ini juga memberi dan menjamin relevansi pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan dunia industri. bagi SMK dengan program kejuruan teknologi. Siswa-siswa yang masuk kategori rawan akan mendapat perhatian lebih ekstra dengan memberikan :1) latihan soal. b. lunak.

20 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan untuk Siswa kelas III yang sudah lulus ujian Nasional maupun ujian keahlian/ kompetensi. Prakerin menjadi sarana memperlihatkan bagaimana kinerja dan kualitas siswa SMKN 4 Malang. Berpakaian sopan dan rapi. Menyerahkan biaya administrasi Rp. Transkrip. dan 3) Surat lamaran.Hak Anggota BKK: 1.000. Pada awalnya jaringan pasar kerja dibangun melalui program kemitraan dalam rangka prakerin. Menerima kartu anggota BKK dengan masa berlaku 1 tahun mulai tanggal diterbitkan 2. sehingga pada akhirnya permintaan akan lulusan SMKN 4 oleh pihak industri pun semakin meningkat. Kriteria seleksi lamaran pekerjaan meliputi: 1) Spesialisasi jurusan. Menyerahkan pas foto 3x2 sebanyak 1 lembar dan 4X6 sebanyak 2 lembar 4. menyerahkan surat lamaran lengkap (sesuai dengan persyaratan yang diminta perusahaan) 2. Kewajiban anggota BKK : 1. Membawa surat pengantar tes kerja atau pengantar kerja dari sekolah ke perusahaan. Melapor kepada BKK apabila sudah diterima oleh perusahaan 5. Berhak mengisi lowongan kerja di BKK sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan 3. Syarat Keanggotaan BKK adalah: 1. Sanggup mengikuti seleksi yang diadakan di sekolah maupun di tempat lain sesuai permintaan perusahaan 4. Menjaga nama baik sekolah dengan bekerja di perusahaan yang menerima minimal 6 bulan 3. 2) Sertifikat Prakerin. Alumni SMK N 4 Malang 2.20. Mengisi form anggota BKK 3.

d. SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari SMK lainnya yang mendirikan unit pelayanan ini dan mengelolanya secara serius. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) Salah satu tantangan yang dihadapi oleh SMK dalam pengembangan organisasi adalah ketersediaan sumber daya dan ”jam terbang” yang cukup untuk pengembangan relevansi kompetensi organisasi. Alumni mendaftarkan diri dan menyerahkan lamaran kerja kepada BKK 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Skema 1 Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK 1 INDUSTRI 2 BKK 4 5 3 6 ALUMNI Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK : 1. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 21 . BKK menerima permintaan tenaga kerja dari pihak industri. BKK mencatat laporan dari alumni yang diterima ataupun yang tidak diterima pada data alumni. 2. 6. 5. Jika sesuai akan dilakukan panggilan tes kerja dan seleksi oleh perusahaan. yang disesuaikan dengan program kejuruannya. Jenis produksi dan jasa UPJ yang ditawarkan meliputi:1) Desain Grafis. Pihak sekolah/BKK mengumumkan hasil seleksi kepada alumni. BKK memberi informasi lowongan kerja kepada alumni melalui pengumuman yang dipampang di sekretariat BKK. Perusahaan menerima data lamaran kerja beserta berkas lamaran yang dikirim oleh sekolah setelah melalui proses seleksi di BKK. BKK melakukan seleksi lamaran dan mengirimkan data lamaran kerja ke Perusahaan yang meminta. 2) Setting . UPJ melakukan aktifitas pelaksanaan produksi dan jasa di SMKN 4 Malang. Hasil seleksi diserahkan kepada BKK. Kebanyakan SMK memberdayakan unit-unit pelayanannya yang selama ini digunakan untuk proses pembelajaran untuk digunakan juga dalam melayani kepentingan konsumen yang lebih luas. 3.

1. mendefinisikan. 4) Sablon. 3. Kemampuan untuk merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan stakeholder SMKN 4 Malang terus berupaya mengoptimalkan semua sumber daya untuk mendengarkan dan merespon apa yang menjadi keinginan dari stakeholders. Usaha dalam bentuk penyiapan modul bagi siswa. model prakerin yang di desain mendekati kondisi dunia kerja mampu menciptakan kompetensi siswa yang dapat beradaptasi dengan cepat pada standar industri. pelaksanaan tryout untuk memetakan kesiapan siswa.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3) Offset Printing.4 Kapabilitas Inovasi Ada beberapa hal yang dapat dilihat untuk menggambarkan kemampuan SMKN 4 Malang dalam menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikan. Pengembangan pembelajaran. sekolah dapat mengetahui apakah layanan yang dilakukan saat ini sudah mampu menjawab keinginan stakeholders tersebut. Sedangkan Manajer Produksi berperan dalam membagi tugas proses produksi. yaitu: a. 2. 5) Video Shooting . Itu semua adalah bentuk dari kemampuan 22 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . 7) Hot Print. UPJ memiliki struktur organisasi yang berbeda dan dikelola seperti layaknya unit bisnis yang memiliki pembagian tugas dan fungsi yang jelas. Administrasi UPJ inilah yang kemudian menyerahkan hasil produksi ke pelanggan. Strategi yang Dilakukan 1. SMKN 4 Malang mampu mengembangkan sistem yang dapat menyeimbangkan pencapaian sisi akademis dan aspek produktif bagi pengembangan kompetensi siswa. UPJ dikepalai oleh Direktur (Kepala Sekolah) dan dibantu oleh masing -masing Manajer Marketing yang bertugas mencari order dan melakukan penawaran order. dan merespon apa yang menjadi keinginan stakeholders merupakan dasar munculnya inovasi yang dilakukan oleh SMKN Malang. 6) Laminating. Dengan mengetahui keinginan stakehlders. Pengembangan unit pelayanan jasa secara profesional menjadi salah satu alternatif potensial untuk menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya organisasi bagi peningkatan mutu dan tata kelola yang baik pada institusi. memeriksa hasil produksi dari operator dan menyerahkan hasil produksi ke Administrasi UPJ. dan langkah perbaikan yang diambil mampu membantu siswa dalam mencapai hasil optimal. dan 8) Pelatihan. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Kemampuan mendengar.

Yang termasuk dalam jejaring strategis adalah relasi dan sumber informasi yang memberi kekuatan organisasi untuk mencapai tujuannya. SMM ISO 9001:2000 memperbaiki kinerja di dalam $#��)����������������������� ��������� ������������������������� �������#����#?� suatu organisasi pendidikan dan mampu menciptakan budaya organisasi (''�. Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring. �������� ��������������� � ���� b.�&'''������������������������������ � � ����� Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK ������ �������� ���������� � �������$������������������������������������� � � 23 . Kaprokal. 3. Wakasek. sehingga ������������������������� � �������������������������������������� � �������� mampu menjawab tantangan menghadapi era globalisasi.&'''����������������� ����� �������������� ������#� ������������������� dunia internasional. baik operasional maupun strategis. yang merupakan suatu standar internasional Sistem ��������� � ���������� � �� � #+�� � : � ������ � ��������� � ������ � ��������� � �#?� Menejemen Mutu (SMM) yang telah diterapkan secara luas dan diakui (''�. Jejaring operasional dibutuhkan dalam membangun hubungan kerja dilingkup internal sekolah.�&''' ISO 9001:2000.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah dalam merespon dan memberikan jawaban atas keinginan stakeholders. menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan SMKN 4 Malang. ������� ��� ������������������������������������������������������� � �� Skema 2 ���%��� Proses KBM SMKN 4 Malang ��#����&�����&�� ������� #� ��������������������#?�(''��. baik mutu proses maupun mutu jasa.&'''������������������������������ ����������� � ����������������������� yang peduli akan mutu. siswa dan semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar. Proses • Penerapan (� ��#��� ISO 9001 : 2000 Penguatan tatakelola di SKMN 4 Malang dilakukan dengan penerapan • �����������#?�(''��. yang dapat dilihat dari hubungan kerja antara Kepala Sekolah. Jejaring strategis menuntun sekolah untuk menentukan arah pengembangan ke depannya.

sampai murid lulus. 3.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 mengutamakan pengendalian proses sejak awal. SMKN 4 Malang melakukan survei kepuasan pelanggan sebagai tolok ukur dari kinerja sistem manajemen mutu sekaligus untuk memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. cepat. 2. audit internal dilakukan dua kali dalam setahun. PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran. Hal ini untuk menjaga independesi dalam proses audit. proses pendidikan/KBM. dan aspek tata kelola yang baik menunjang dalam setiap proses KBM sehingga mendorong sekolah menciptakan inovasi-inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. Audit dikalukan dengan sistem cross audit. dimana tim audit dari program keahlian tertentu mengaudit program keahlian lain. Melalui instrumen audit dan survei kepuasan pelanggan inilah SMKN 4 selalu berupaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelayanannya. Program prakerin satu tahun. Berikut adalah aspek tata kelola yang baik dalam proses KBM SMKN 4 Malang: 1. dan murni berdasarkan DANUN (Daftar Nilai Ujian Nasional). Transparan dalam proses penerimaan siswa baru dengan sistem online (PSB online). upaya sekolah untuk melakukan penyeimbangan prestasi akademik maupun produktif. sesuai dengan target yang diharapkan) menjadi titik-titik kritis dan penting yang menentukan keberhasilan sekolah dalam meningkatkan mutu anak didik. Hal ini jika diterapkan secara konsisten akan menjamin tercapainya konsisten mutu. 4. sehingga seluruh proses kerja (mulai dari penerimaan murid baru. Selain itu jumlah penerimaan siswa bisa dipantau untuk menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku. Semua fungsi yang berdampak terhadap mutu anak didik dikendalikan sedemikian rupa. maupun program BKK merupakan contoh nyata dari daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders. 24 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . akurat. hasil penyaringan siswa baru akan lebih mudah. Dengan penerapan ISO tersebut. Untuk menilai efisiensi dan efektivitas sistem manajemen mutu. meskipun sistem ini belum diaplikasikan untuk seluruh calon pendaftar SMKN 4 Malang. karena masing-masing siswa hanya diterima di satu pilihan saja. Dengan sistem ini. Daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders mendorong sekolah melakukan terobosan baru dalam kegiatan belajar mengajar. transaparan. sistem manajemen sekolah menjadi lebih baik dan berkembang.

VCD. c. penugasan. dinamika kelompok. papan tulis. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di program keahlian dipertanggungjawabkan ke Ketua Program Keahlian masing-masing. diskusi. surat kabar. Hal ini membawa banyak perubahan dalam kegiatan belajar-mengajar di SMK 4 Malang. • Fungsi guru yang sebelumnya sebagai instruktur menjadi fasilitator • Penilaian berdasarkan materi yang telah dijadwalkan menjadi penilaian objektif kepada setiap siswa sesuai kompetensi maksimal yang dipersyaratkan atau dicapai. • Siswa dapat menggunakan haknya untuk remidial (perbaikan) dan reinforcement (pengayaan) kepada setiap guru yang mengajarnya. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui Komite Sekolah. program kegiatan dan penggunaan sumber daya kepada Kepala Sekolah. pelaksanaan kebijakan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 5. program kegiatan dan penggunaan sumber daya dilakukan secara berjenjang. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 25 . Pada tingkat pertama. perubahan yang dirasakan antara lain : • Pembelajaran berbasis waktu (time based) berubah menjadi berbasis kompetensi (competence based). • Penilaian siswa yang tadinya tertutup menjadi penilaian terbuka dan transparan. radio. Sumber Daya Manusia Penciptaan Iklim dan Budaya Sekolah SMKN 4 Malang mampu menciptakan iklim dan budaya yang kondusif di sekolah. CD. penggalian potensi diri. Jenjang terakhir. alat tulis. kondisi ini sangat menfasilitasi bagi setiap komponen sekolah untuk aktif terlibat dalam proses pembuatan kebijakan sekolah. Pertanggungjawaban atas kebijakan sekolah. semua kebijakan. • Textbook oriented menjadi multi reference oriented. televisi. dalam kelompok belajar. dan studi kasus. • Siswa mengetahui kompetensi dari masing-masing mata diklat yang harus dikuasai selama satu semester. Pembelajaran dari trimedia (buku. dan perusahaan. Penilaian juga dilakukan oleh beberapa pihak antara lain sekolah. kaset. Ruang otonomi juga ditumbukan disetiap program keahlian sehingga masingmasing program keahlian dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang efektif bagi program keahlian masing-masing. program keahlian. dan data projector). majalah. alat tulis dan papan tulis) menjadi multimedia (buku. modul. DVD. masing-masing Ketua Program Keahlian harus mempertanggungjawabkan semua kebijakan. • Metode umum pembelajaran menjadi lebih beragam antara lain ceramah. Pada tingkat kedua.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. SMK Bertaraf Internasional tahun 2006 dan Client ICT Center Kota Malang tahun 2006. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online tahun 2002. untuk mendukung program edukasi dan administrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 3. e. Pengukuran (Measurement) Pencapaian SMKN 4 dapat dilihat berdasarkan tingkat kelulusan dan rerata nilai UAN siswa sekolah. tingkat kelulusan terendah mencapai 98. Kemudian berturut-turut adalah Jaringan Informasi Sekolah (JIS) Kota Malang tahun 2001. Pada saat itu belum banyak sekolah atau perguruan tinggi yang memiliki e-mail. Pengembangkan fasilitas intranet dan internet di sekolah. Peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar yang menarik dan menyenangkan berbasis multimedia melalui penyediaan perangkat LCD data projector dan wallscreen permanen di bengkel-bengkel kerja bidang keahlian Grafika dan ruang-ruang kelas. SMK Besar tahun 2005. Melengkapi komputer dengan perangkat lunak standar yang berlisensi sebagai wujud kesadaran hak atas kekayaan intelektual. 26 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Inilah tahapan penting yang mengantarkan SMK Negeri 4 Malang lebih dikenal sebagai SMK Grafika sekaligus SMK Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pengembangan sumber daya informasi dan komunikasi meliputi: 1. ICT Center Kota Malang tahun 2004. Televisi Edukasi (TVE) Kota Malang tahun 2005.3 % dan tingkat tertinggi mencapai 100%dengan tingkat rerata UAN diatas 7. Rerata nilai UAN dari siswa SMKN 4 Malang selama periode 2005-2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Kepercayaan tersebut berkesinambungan sampai dengan hari ini. SMKN 4 Malang memiliki e-mail resmi pertama sebagai sarana komunikasi langsung dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Kejuruan. Penambahan sarana praktik Grafika berupa mesin digital printing. 2. Selama periode 2005-2008. Pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang meliputi: 1. Wide Area Network (WAN) Kota Malang tahun 2003. Peningkatkan kualitas dan profesionalitas guru dengan menggunakan notebook/laptop sebagai alat bantu belajar dan mengajar. Aplikasi teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi dasar pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang. Perkembangan peran teknologi informasi dan komunikasi ini dimulai sejak implementasi Jaringan Internet (Jarnet) tahun 2000. 2. Teknologi Pada tahun 1999.

60 7.3 99.31 7.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.52 7. Inggris 6.38 7.02 7.15 7.67 7.60 %Kelulusan 100 99.94 7.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.18 7.18 7.18 7.3 100 99.38 B.36 7.41 7.15 7.20 7.67 7. Indonesia 7. Inggris 6. Inggris 6.80 Rata2 Total 7. Bahkan untuk tahun 2007/2008 capaian serapannya melebihi capaian serapan SMK secara keseluruhan ataupun jika dibandingkan dengan SMK kelompok teknologi yang lain di Malang.3 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.02 7.32 7.03 100 100 Sumber: SMKN 4 Malang Pencapaian SMKN 4 juga dapat dilihat dari sisi serapan siswa pada pasar tenaga kerja.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.64 7.02 7.77 8. Ilustrasi dari hal tesebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.32 7.7 99. Indonesia 7.15 7.5 98.78 7.82 Rata2 Total 7.18 7.68 %Kelulusan 98.34 7. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 27 .38 B.82 Matematika 7. 1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 117 150 199 210 Nilai Rata-Rata UAN B.36 7.15 7.59 7.72 7.63 Matematika 7.80 Rata2 Total 7.60 %Kelulusan 99.5 100 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.61 7.38 7. Dibandingkan dengan rata-rata industri. Indonesia 7.63 Matematika 7.72 7.39 B.77 8. capaian SMKN 4 Malang memiliki kecenderungan tren yang semakin membaik dari periode 2005/2006 ke 2007/2008.41 7.52 7.

51% 45.25% 56.98% 60.07% 71.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 117 149 199 PNS 0 0 1 Mandiri 0 1 2 Swasta Relevan 55 109 103 Swasta Lain 5 11 18 Perti 19 15 28 Blm Bekerja 38 13 47 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.0% 60.17% 2007/2008 59.03% Sumber: Dinas Pendidikan Kota Malang & SMKN 4 Malang Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 193 226 263 PNS 0 0 0 Mandiri 4 1 5 Swasta Relevan 74 116 181 Swasta Lain 11 6 24 Perti 10 10 15 Blm Bekerja 94 93 38 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.23% 57.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN4 Malang di Industri No 1 2 3 Keterangan Total serapan seluruh SMK Malang Total serapan SMK Kelompok Tehnologi Total Serapan SMK 4 2005/2006 63.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Multimedia Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Sumber: SMKN 4 Malang Mandiri 3 10 0 Swasta Relevan 19 33 60 Swasta Lain 1 0 13 Perti 20 47 33 Blm Bekerja 4 12 5 28 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .14% 2006/2007 62.

Penerapan ISO juga dijalankan untuk menjamin kualitas proses dan ouput menuntut profesionalisme dari sumber daya manusia yang ada. dan sebagainya . 3. 3. pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMKN 4 Malang .1.seperti band dan teater .2. Oleh karena itu peningkatan pada aktivitas sekolah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga kesinambungan program dapat terjamin. Link and macth mengandung makna keserasian dan kesepadanan antara program pembelajaran yang diajarkan di sekolah dan kebutuhan industri. Makassar sempat menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia dibawah kekuasaan pemerintahan Raja Gowa tetapi kemudian mengalami kemunduran Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 29 . dapat dilihat pada lampiran.1 Profil Daerah dan Sekolah Kota Makassar berawal dan berada di muara Sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV. Oleh karena itu mekanisme pemantauan.menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola. Selengkapnya mengenai prestasi. pemastian mekanisme ISO berjalan.2 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar Sistem blok dikembangkan untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri.seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar bagi guru-guru).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sederet prestasi penghargaan berhasil diraih oleh siswa-siswi SMKN 4 Malang (tercatat 82 penghargaan sejak tahun 2003) mulai dari yang sifatnya kegiatan ektrakulikuler .seperti Juara 1 Animasi LKS SMK di Makassar – yang secara tidak langsung menunjukkan output dari SMKN 4 Malang memiliki keunggulan. evaluasi serta langkah perbaikan yang berkelanjutan terhadap proses dan kualitas layanan menjadi faktor kesinambungan inovasi di SMKN 4 Malang.5 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 4 Malang. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana serta upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk sangat dibutuhkan. 3.sampai ke hal yang sifatnya teknis kompetensi .

Belanda menjadikan Makassar sebagai pusat pemerintahan kolonial Indonesia Timur. Dideklarasikan sebagai Kota Madya pada tahun 1906. Makassar dihidupkan kembali dengan menjadikannya sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1846. SKKA mempunyai dua program jurusan. tepatnya pada tanggal 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999. Hal inilah yang kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan. jurusan Bagian A dan B yaitu Menjahit dan Memasak/Binatu. Makassar dapat menjadi simpul jasa distribusi yang menawarkan efisiensi yang lebih dibandingkan daerah lain untuk kawasan Indonesia bagian timur. Dari sisi ekonomi. Pada tahun 1976/1977 sampai dengan tahun pelajaran 1993/1994 SKKA berubah menjadi SMKK (Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga). Baru setelah pemerintah Hindia Belanda menggantikan kompeni (VOC) yang bangkrut pada akhir abad ke 18. Makassar tahun 1920-an adalah kota besar kedua luar jawa. Pada awal abad ke-20. Dari OSVO berubah menjadi SGKP (Sekolah Guru Kepandaian Putri) pada tahun 1951 dengan lama pendidikan empat tahun. Baru pada tahun 1999 kota ini dinamakan kembali Makassar. Makassar menjadi sebuah kota yang terlupakan. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. SMKN 8 Makassar berdiri pada tanggal 27 Nopember 1947/1950 dengan nama OSVO (Opleiding School Voor Onderwyseres).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan akibat serangan kompeni dagang belanda (VOC) pada tahun 1669. Pada tahun 1971 terjadi penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan “Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman. perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini semakin tinggi. Secara geografis Kota Makassar memiliki kedudukan strategis yang berimplikiasi pada bidang ekonomi maupun politik. maka pada tahun 1964 SGKP mengalami perubahan kurikulum dan pada tahun 1968 namanya menjadi SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) dengan lama pendidikan tiga tahun. 30 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . SMKN 8 Makassar-lah yang mampu merespon tantangan-tantangan tersebut. Selama dikuasai VOC. perhotelan dan restoran.

Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. Pada tahun 1997 menjadi SMK Negeri 8 Makassar hingga saat ini. Mengembangkan kemitraan nasional dan internasional. Mengembangkan program Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. yaitu: a) Program studi keahlian pariwisata. 3. b) Program studi keahlian Tata Kecantikan. 2. Bidang studi keahlian pariwisata 1. Terdiri dari dua program studi keahlian. Bidang studi keahlian pariwisata 2. Mengembangkan program pengabdian masyarakat pada bidang pariwisata. (Front Office & House Keeping). Dengan kompetensi keahlian: • Jasa Boga • Patiseri 2. dengan kompetensi keahlian: • Akomodasi perhotelan (SBI). 4. SMK Negeri 8 Makassar yang termasuk dalam sekolah kelompok pariwisata telah membuka dua bidang studi keahlian dan tujuh kompetensi keahlian. yaitu: a) Program studi keahlian Tata Busana. seiring dengan perubahan tersebut nama SMKK berubah menjadi SMK sehingga kurikulum 1994/1995 disebut Kurikulum SMK Kelompok Pariwisata. Tata Busana dan Tata Graha.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dengan program kejuruan Tata Boga. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan Misi SMKN 8 sebagai berikut: 1. dengan kompetensi keahlian Busana Butik. Terdiri dari dua program studi keahlian. dengan kompetensi kecantikan rambut dan kulit. Pada tahun 1994/1995 diberlakukan kurikulum baru. yaitu: 1. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 31 . • Usaha Perjalanan Wisata b) Program studi keahlian Tata Boga. Visi dari SMKN 8 Makassar adalah: “Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional”.

tidak dibedakan minggu pembelajaran praktik dan pembelajaran teori.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 8 Makassar: 3. Prakerin bila hanya 3 bulan dianggap tidak memberi kontribusi kepada industri tempat prakerin.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Pada awalnya pihak hotel dan mitra industri beranggapan bahwa lulusanlulusan SMKN 8 Makassar belum siap kerja dikarenakan pola pembelajaran masih menggunakan metode-metode konvensional.2. Sementara badan sudah berkeringat dan durasi praktik tidak mencerminkan sistem kerja di hotel. sehingga sering ditemukan setelah belajar olah raga siswa belajar praktik memasak atau tata hidang. Penerapan sistem blok membawa perubahan besar dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 8 Makassar. 32 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pada pembelajaran konvensional.

3 Praktik Inovasi Pendidikan Pengembangan Sistem Blok Sistem blok merupakan sistem yang dikembangkan SMKN 8 Makassar untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri.8 Siklus Pembelajaran Minggu 1 2 3 4 Teori Umum (normatif/adaptif) Kelompok I Kelompok III Kelompok II (Berulang) teori kejuruan Kelompok II Kelompok I Kelompok III Praktik Kelompok III Kelompok II Kelompok I Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 33 .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. matematika. yaitu (i)normatif/adaptif. dua kelas di kelompok teori kejuruan dan dua kelas di kelompok praktik kejuruan.2. (ii) teori kejuruan. sedangkan kelompok teori praktik kejuruan akan menerima materi yang terkait teori kejuruan yang akan mereka mereka praktikan nanti selama satu minggu kedepan. blok teori praktik akan melakukan praktik dan blok praktik menjadi blok normatif/adaptif ). IPS dan lainnya). Penekanan diberikan pada proses pembelajaran dan evaluasi/penilaian yang berkelanjutan (on going learning proses and assesment). kelompok normatif/adaptif akan menerima materi terkait dengan mata pelajaran normatif/adaptif (pendidikan agama. masing-masing kelompok akan berganti blok (blok normatif/adaptif menjadi blok teori praktik kejuruan. Siklus ini akan berlangsung selama tiga minggu dan setelah itu siklus akan berulang. dan (iii) praktik kejuruan. Tabel. Sekedar ilustrasi. Setelah satu minggu. Pemberian nama kelompok tersebut berhubungan dengan materi yang akan siswa terima selama satu minggu. Siswa dari enam kelas ini kemudian dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Sistem blok dikembangkan mulai tahun 1995 dengan mendengarkan masukan-masukan dari pihak industri. Kelompok praktik kejuruan akan memulai proses pembelajaran dari kegiatan praktik kejuruan selama satu minggu. yaitu dua kelas di kelompok normatif/adaptif. Bahasa Indonesia. saat ini ada enam kelas siswa tingkat I. Sistem ini membagi siswa berdasarkan blok-blok pembelajaran. Selama satu minggu tersebut. yang saling terkait satu sama lain dalam sebuah kesatuan proses.

Tujuan lainnya adalah untuk menjamin bahwa penilaian (assesment) dan perhatian dapat diberikan pada masing-masing individu sehingga usaha peningkatan kompetensi dapat dilakukan secara optimal. Jika belum tercapai. 34 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Penekanan pada aspek pencapaian kompetensi ini memungkinkan SMKN 8 Makassar menghasilkan siswa dengan tingkat kompetensi yang sesuai dengan spesifikasi industri. Sebagai contoh.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pada saat melakukan praktik. dimana setiap kelompok nantinya yang terbentuk akan terdiri dari kurang lebih 12 orang dan ditangani oleh 2-3 orang pengajar/instruktur. Penilaian akhir dilakukan pada setiap akhir sesi praktikum untuk melihat apakah kompetensi siswa sudah tercapai atau belum. proses akan dilanjutkan/diulang kembali sehingga target kompetensi pembelajaran pada hari itu tercapai. siswa akan dibagi berdasarkan blok-blok (enam blok dari blok A sampai dengan blok F) yang berhubungan dengan kompetensi yang harus dikuasai pada tingkat I. Sistem blok yang dikembangkan menuntut sebuah proses yang berkelanjutan dan saling terkait sehingga satu bagian dari sistem tersebut tidak boleh ada yang berhenti berproduksi/berproses. Hal ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. kue atau makanan yang dihasilkan didapur atau bagian patiseri akan disajikan di restoran atau kafe oleh siswa yang praktik tata boga di restoran. Tabel.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Area Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Dapur Instruksi A F E D C B Dapur Produksi/Cafe B A F E D C Restoran C B A F E D Patiseri D C B A F E House Keeping E D C B A F Front Office F E D C B A Sumber: SMKN 8 Makassar Output atau keluaran yang dihasilkan oleh siswa pada saat praktik akan digunakan oleh siswa yang lain sebagai sarana praktik juga.

Strategi yang Dilakukan 1. Pengembangan jejaring strategis menjadi salah satu faktor kunci dalam 35 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . waktu praktik kerja industri (prakerin) selama enam bulan. Indikasi tren kebutuhan industri ini dapat dilihat diantaranya melalui kontribusi peran sektor perdagangan dan perhotelan pada perekonomian ekonomi daerah. Kemampuan untuk mengembangkan jejaring dan hubungan dengan mitra industri Peran industri sangat besar bagi SMKN 8 Makassar. yaitu dengan cara pengembangan sistem blok. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Pengembangan jurusan pariwisata terutama akomodasi perhotelan dan restoran oleh SMKN 8 Makassar memiliki kesesuaian dengan tren kebutuhan pasar yang ada. Dua hal yang dikembangkan oleh SMKN 8 Makassar dalam pendesainan proses dan produk tersebut adalah: 1) Pengembangan sistem blok yang memungkinkan pembentukan tingkat kompetensi siswa sesuai yang diharapkan dapat terjadi 2) Pengembangan iklim dan budaya sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dunia kerja. 2. dan krietria penerimaan siswa. Hal ini memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar. dan mendesain proses dan produk untuk menjawab kebutuhan tersebut. Kecenderungan juga menunjukkan bahwa peran sektor ini meningkat dari tahun ketahun dan secara tidak langsung memberikan sinyal adanya kebutuhan atau permintaan tenaga kerja disektor ini. SMKN 8 Makassar diharapkan juga memiliki kemampuan menerjemahkan kebutuhan tersebut ke level operasional. pihak sekolah mengakomodir dan menyesuaikan standar penerimaan sesuai dengan kriteria minimal yang diinginkan industri. Bahkan untuk penerimaan siswa baru. Kemampuan merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan pasar Tidak hanya mendengarkan apa yang menjadi keinginan pasar. yaitu menyerap lulusan SMKN 8 Makassar dan sebagai mitra dalam pengembangan desain sistem belajar mengajar. dan standar perilaku. yaitu kebutuhan mengenai profil tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri seperti kompetensi.4 Kapabilitas Inovasi a. Kemitraan yang terjalin erat dengan dunia industri menjadi jembatan bagi sekolah untuk selalu mendengar apa yang menjadi kebutuhan pasar. sikap.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. keahlian. 3.2.

3. Pemantauan dan Pengukuran Proses. • Praktik. proses realisasi produk. SMKN 8 mengidentifikasi metode pengukuran dan melakukan pengukuran untuk mengevaluasi kinerja proses. 2. dalam bentuk survei kepuasan pelanggan. Audit harus mencakup penilaian dari : • Kegiatan atau proses belajar dan kinerja siswa. prosedur dan instruksi kerja. Adapun alternatif metode pengukuran dan pemantauan proses adalah sebagai berikut : 36 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . analisa. tetapi SMKN 8 Makassar juga memiliki jejaring mitra industri di luar negeri seperti di Singapura. Malaysia dan Inggris yang telah dirintis sejak tahun 1996 hingga saat ini. sistem. • Dokumentasi lainnya. Indikator kinerja ditunjukkan dengan keberhasilan SMKN 8 memperoleh ISO 9001:2000 mengenai sistem manajemen mutu. Kepuasan Pelanggan Sebagai salah satu tolak ukur kinerja sistem manajemen mutu. Sistem Manajemen Mutu terkait bagaimana cara organisasi menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk mulai dari komitmen manajemen. guna menilai efektivitas dari sistem manajemen mutu tersebut. Proses Penguatan Tatakelola Melalui Penerapan ISO 9001:2000 Dalam hal penguatan tata kelola institusi. perbaikan di sistem. sehingga produk institusi dapat dijaga kualitasnya dan terus menerus ditingkatkan untuk kepuasan pelanggan. SMKN 8 melakukan penguatan dengan melakukan perbaikan administrasi pengelolaan manajemen sekolah. SMKN 8 memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. Beberapa implementasi penerapan program penguatan tata kelola di SMKN 8 diantaranya adalah adanya pemantauan dan pengukuran mengenai: 1. dan pengukuran.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan pengembangan SMKN 8 Makassar sehingga tidak hanya memiliki jejaring di dalam negeri. Audit Internal SMKN 8 menetapkan audit mutu internal minimal dilakukan 2 kali dalam satu tahun. b. manajemen sumber daya. SMKN 8 mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai konsekuensi hasil pengukuran kepuasan pelanggan tersebut. • Audit harus dilaksanakan oleh personil yang mempunyai kualifikasi memadai dan tidak bertanggung jawab langsung terhadap bidang yang diaudit.

c. Menganalisa laporan pencapaian sasaran mutu. Adapun yang dimaksud dengan produk tidak sesuai misalnya: • Calon peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan. untuk mencegah penggunaan atau penyerahan yang tidak dikehendaki. Apabila terdapat ketidaksesuaian dari hasil pemantauan dan pengukuran tersebut.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan a. 4. d. • Peserta didik yang belum menyelesaikan persyaratan administrasi. • Peserta didik belum menyelesaikan semua kompetensi yang dipersyaratkan. maka akan dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan yang memadai. Pemantauan dan Pengukuran Produk SMKN 8 mengukur dan memantau karakteristik produk atau jasa atau peserta didik (siswa) untuk memverifikasi bahwa persyaratan kompetensi tersebut telah dipenuhi. Supervisi kelas b. Penyerahan produk dan jasa atau peserta didik (siswa) tidak boleh dilakukan sampai semua pengaturan pemeriksaan pemantauan telah selesai secara memuaskan. Sumber Daya Manusia Pengembangan Iklim dan Budaya Sekolah Pengembangan iklim dan Budaya sekolah yang mendekati atau dikondisikan sesuai dengan dunia kerja memungkinkan SMKN 8 membentuk siswa yang dapat dengan cepat beradaptasi di dunia kerja. Untuk itu SMKN 8 mengambil langkah-langkah pemeriksaan/pemantauan awal terhadap barang/material ataupun jasa yang dibeli. Pengendalian Produk Tidak Sesuai / Peserta Didik Bermasalah Semua produk dan jasa tidak sesuai atau peserta didik yang bermasalah diiidentifikasi dan dikendalikan. Menyelenggarakan rapat-rapat rutin yang membahas kemajuan pekerjaan dan membahas pemecahan masalah-masalah yang dihadapi. pemeriksaan/pemantauan dalam proses belajar mengajar dan pemeriksaan/pemantauan akhir. Sebagai ilustrasi pembentukan ini. c. 5. Membuat laporan berkala yang memuat hal-hal yang menyangkut kemajuan pekerjaan. Pihak sekolah menugaskan siswa-siswa SMKN 8 sebagai petugas piket setiap hari secara bergiliran sebagai pihak pen37 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . e. • Peserta didik yang secara hukum terlibat dalam tindak kriminal dan asusila.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

erima tamu/receptionis, cleaning service, tugas memasak untuk kantin/ café dan pramusaji pada café dan kantin sekolah serta tugas lainnya seperti halnya dihotel untuk mengembangkan budaya dan sikap kerja. Penegakkan tata tertib dan system denda terutama bagi yang melanggar aspek lingkungan (kebersihan) dilakukan dengan ketat. d. Teknologi yang Digunakan Teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan SMKN 8 Makassar. Pada tahun 1996 SMKN 8 Makassar memiliki website ketika prakerin mulai dilakukan di luar negeri yaitu Singapura dan Malaysia. Dengan proses teknologi pulalah SMKN 8 membangun dan melebarkan jejaring strategisnya, sampai akhirnya mampu mengantarkan siswanya untuk melakukan prakerin di Inggris. Peran teknologi dalam proses kegiatan belajar mengajar menjadi sebuah keharusan terutama untuk program studi keahlian tertentu. Program studi keahlian akomodasi perhotelan pada kompetensi reservasi dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan Fidelio System yang merupakan Computer Reservation System (CRS). Sementara program studi Usaha Perjalanan Wisata menggunakan Galileo system untuk kompetensi tiketing. Teknologi menjadi media penghubung yang efisien antara sekolah dengan semua stakeholdersnya. Guru, siswa, orang tua siswa, masyarakat dapat mengakses semua informasi yang terkait dengan SMKN 8 Makassar melalui jaringan internet yang sudah online sejak tahun 1996. e. Pengukuran (Measurement) Penerapan sistem blok yang dilakukan oleh SMKN 8 Makassar memungkinkan penciptaan kualitas lulusan yang sesuai dengan standar industri. Selain itu, pengembangan iklim dan budaya kerja disekolah memungkinkan pembentukan sikap dan perilaku siswa sehingga lebih sesuai dengan standar norma kerja industri. Dengan kata lain pengembangan sistem dan atmosfir pembelajaran yang diterapkan SMKN 8 Makassar memungkinkan terbentuknya tingkat kompetensi, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk pengembangan diri siswa agar siap memasuki dunia kerja. Pengembangan jejaring dengan mitra industri merupakan sisi lain yang mendukung keberhasilan SMKN 8 Makassar. Hubungan baik antara SMKN 8 Makassar dan mitra industri tercipta atas dasar asas manfaat dan
38 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

keuntungan timbal balik yang berdampak pada lebih mudahnya siswa lulusan SMKN 8 Makassar diserap oleh pasar tenaga kerja. Pengembangan jejaring bernilai strategis dan bermanfaat pada SMKN 8 mengingat mitra industra tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan sistem pembelajaran (tempat untuk prakerin, sumber perbaikan kurikulum, up date kompetensi dan pengetahuan, dan lain-lain) secara berkelanjutan. Ilustrasi dari bagaimana hubungan dengan mitra industri dapat membantu serapan lulusan dapat terlihat pada Tabel berikut ini. Tabel.10 Daya Serap lulusan SMKN 8 Makassar
No 1 2 3 4 Keterangan Kuliah Bekerja Tanpa Info Jumlah Tamatan 2004 Jmlh 50 130 18 198 % 25.3 65.7 9 100 42 124 19 185 2005 Jmlh % 22.7 67 10.3 100 29 120 10 170 2006 Jmlh % 17 70.5 5.8 100 25 97 15 151 2007 Jmlh % 16.6 64.2 9.9 100 17 177 8 202 2008 Jmlh % 8.4 87.6 3.9 100

Sumber: SMKN 8 Makassar

Sistem yang sama juga memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk berkembang menjadi salah satu SMKN Pariwisata di bidang Akomodasi Perhotelan dan Restoran yang menonjol di Indonesia. Sederet penghargaan dan prestasi sekolah/siswa yang pernah diraih, diantaranya: 1. Wiyata Mandala Tahun 1995/1996 2. Sekolah Pertama di Indonesia Melaksanakan Prakerin Luar Negeri 1996 3. Juara PKS (Promosi Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional, Akomodasi Perhotelah, Tata Busana, 1995, dan Tahun 1998 Tata Boga. 4. Sekolah Terbersih se Kota Makassar tahun 2002/2003 5. SMK Unggulan Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan 2003/2004 6. SMK OUTLET tahun 2005 7. SMK TUK (Tempat Uji Kompetensi) 2005 8. Rintisan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) 2006 Tingkat penerimaan pasar yang tinggi di SMKN 8 Makassar apabila terjadi secara konsisten akan memberikan signal positif pada pasar baik itu pasar calon konsumen maupun industri mengenai kualitas SMKN 8 Makassar. Hal ini juga merupakan sarana komunikasi yang efektif, powerful dan efisien untuk meningkatkan animo konsumen (calon konsumen/
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

39

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

siswa dan industri). Sebagai indikasi awal dapat dilihat pada table berikut ini yang menunjukkan adanya peningkatan secara perlahan jumlah siswa yang mendaftar dan diterima selama dua tahun belakangan ini. Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008
Bidang Keahlian 1. Hotel & Restoran 2. Tours & Travel 3. Busana & Kecantikan Total Sumber: SMKN 8 2007/2008 Pendaftar 193 60 61 314 Diterima 155 38 48 241 203 39 83 325 2008/2009 Pendaftar Diterima 134 36 80 314

Ditengah pencapaian yang sudah disampaikan diatas, terdapat beberapa catatan yang dapat menjadi masukan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan di SMKN 8. Hal ini berkaitan dengan prestasi nilai UAN yang masih dibawah rerata nasional (Nilai 7). Akan semakin melengkapi capaian SMKN 8 jika kesuksesan tadi dilengkapi dengan capaian di bidang pengembangan akademis siswa. Berikut adalah table yang menggambarkan rerata nilai UAN siswa SMKN 8. Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003 - 2008
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Produksi Rata-rata Total 5.01 5.92 5.62 2003/2004 5.72 5.73 3.58 2004/2005 6.04 5.66 6.05 2005/2006 5.98 4.8 6.09 2006/2007 6.31 5.17 6.79 7.79 6.52 2007/2008 6.33 3.87 5.96 7.74 5.98 2008/2009 6.75 6.16 6.54 7.92 6.84

Sumber : SMKN 8 Makassar

40 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Konsistensi komitmen pimpinan sekolah dan staff penting bagi keberlanjutan inovasi ini. Karena capaian yang diperoleh saat ini dan kedepan menuntut perbaikan pada sistem pembelajaran dan penjalinan jejaring dengan mitra industri secara berkelanjutan.2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.4 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi yang diterapkan merupakan satu hal yang menjadi komitmen SMKN 8 karena telah memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian yang diperoleh sejauh ini. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 41 . Komitmen ini paling tidak ditunjukkan dengan pegembangan dan peningkatan sarana dan prasarana dan unit produksi pembelajaran baru oleh SMKN 8 berupa education hotel.

Hal ini tercermin dari visi Kabupaten Subang yang ingin mewujudkan Subang sebagai daerah agribisnis. Pada tahun 1985 berubah menjadi SMT Pertanian dengan 5 Program Keahlian (Budidaya Tanaman. bahwa mereka ternyata ada. Dengan curah hujan yang relatif tinggi serta ditunjang oleh adanya lahan yang subur dan banyaknya aliran sungai menjadikan sebagian besar luas tanah Kabupaten Subang digunakan untuk pertanian. topografi dan kondisi jalan yang jelek. Untuk itu mereka harus sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.. Potensi besar Subang di bidang pertanian sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal dengan berdirinya sekolah kejuruan pertanian. Mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. serta terkendala oleh jarak. Visi dari SMKN 2 Subang adalah: ”Mewujudkan sekolah berbasis kewirausahaan/bisnis yang dikelola dan 42 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pada awalnya SMKN 2 Subang adalah STM Pertanian dengan satu program keahlian yaitu Teknologi Produksi (TP). Produksi padi tersebut dihasilkan dari lahan basah 1.34 % dari luas Provinsi Jawa Barat.” 3.015.020. Berjalan sejak tahun 1966 dan resmi ditetapkan sejak 7 Desember 1967. Pada Tahun 1995 berubah menjadi SMK Negeri 2 Subang hingga saat ini.695 ton dan sisanya dari ladang. Mekanisasi Pertanian.606 ton terhadap stok padi nasional. dan SMK Negeri 2 Subang salah satunya. Kabupaten Subang menyumbangkan produksi padi yang mencapai 1. dan Teknologi Hasil Pertanian). Budidaya Ternak.95 ha atau 6.3 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang “Jauh dari benak pikiran kita.. Subang tetap mempertahankan sektor pertanian sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomiannya.176. Budidaya Ikan. Selain tanaman pangan potensi pertanian yang ada di Kabupaten Subang adalah tanaman palawija dan holtikultura. Sebagai penyandang predikat salah satu lumbung padi nasional.. Dalam perjalanannya berkembang menjadi dua program keahlian yaitu dengan dibukanya Program Keahlian Teknologi Peralatan Pertanian (TPP) pada tahun 1980.3.1 Profil Daerah dan Sekolah Kabupaten Subang sebagai salah satu kabupaten di kawasan utara Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah seluas 205. Ditengah kecenderungan perkembangan daerah lain yang mengarah kepada industrialisasi.

Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian. Peternakan. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi sebagai berikut : 1. 8. dan Teknologi Hasil Pertanian sebagai inti pencitraan fisik sekolah dalam penataan dan pelestarian lingkungan hidup. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 43 . Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki standar kompetensi internasional dan bekerja di perusahaan multinasional. 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disenyelenggarakan dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 sehingga mampu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan pelanggan nasional atau internasional atau mampu berwirausaha di bidang agribisnis/agroindustri/ pariwisata/manufaktur pada tahun 2014”. Peralatan Elektronik dan Mesin Perkakas yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai wirausaha Plasma Industri. 7. 6. Menjadikan pendidik SMK Negeri 2 Subang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan undang-undang guru dan dosen serta memenuhi standar Industri pada tahun 2014. 2. 3. Menjadikan pendidik dan tenaga kependidikan profesional di bidangnya dan melayani pelanggan sesuai standar yang dipersyaratkan sehingga mampu menghantarkan SMK Negeri 2 Subang sebagai SMK Standar Internasional pada tahun 2014. 5. Menjadikan Bidang Keahlian Pelayaran Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan sebagai pelaut yang memiliki sertifikat Ankapin II/Atkapin II serta memenuhi “Standard International Maritim Organization (IMO)” untuk bekerja di perusahaan perkapalan/kapal Internasional. Menjadikan Laboratorium Pengawasan Mutu SMK Negeri 2 Subang Bersertifikat ISO 17025 : 2005 pada tahun 2012. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian sebagai inti kegiatan agribisnis dan agroindustri yang menerapkan sistem manajemen mutu sehingga mampu menjadikan lulusannya sebagai plasma agribisnis/agroindustri atau sebagai pekerja di perusahaan agribisnis Nasional dan Internasional. Budidaya Ikan Air Tawar. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi sebagai Plasma Industri Komponen Otomotif. Perakitan Komputer.

Menjadikan seluruh Program Keahlian sebagai Pelestari Lingkungan Hidup sesuai dengan ruang lingkup pekerjaannya sehingga memenuhi Standar ISO 14001 : 2004. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 6. Rekayasa Perangkat Lunak 11. Teknik Kendaraan Ringan 9. Agribisnis Ternak Ruminansia 5. 11. Teknik Pemesinan 13. Usaha Perjalanan Wisata 15. Teknik Sepeda Motor 10. Jasa Boga 14. Nautika Kapal Niaga 17. Menjadikan Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata sebagai Inti Promosi dan pemasaran Wisata Vokasi dan Wisata Agro SMK Negeri 2 Subang. Teknik Elektronika Industri 12. 12. 10. Agribisnis Ternak Unggas 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 9. Menjadikan Bidang Keahlian Pariwisata sebagai plasma industri garmen yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama Industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai Wirausaha Plasma Industri Tata Busana/Garmen. Sampai saat ini SMKN 2 Subang mempunyai delapan belas Program Keahlian. Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura 2. Nautika Kapal Penangkap Ikan 18. yaitu: 1. Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman 3. Teknika Kapal Penangkap Ikan 44 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Busana Butik 16. Menjadikan Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak dan Elektronika Industri sebagai Inti Pencitraan Sekolah di bidang IT dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 7. Agribisnis Perikanan 8.

kedisiplinan 45 KA. AHP KA. teknologi hasil pertanian. APTD KA. TO KA. PRODI. RPL 3. Kondisi ini menyebabkan motivasi guru menurun dan cenderung menyalahkan keadaan. SMK Pertanian dinilai gagal menyiapkan tamatannya menjadi petani atau bekerja di sektor pertanian sehingga tidak diminati. PRODI. budidaya ternak. PRODI. UPW KA. PRODI. BB KA. Kondisi lingkungan sekolah tidak terawat dan tidak mencerminkan sebagai sekolah pertanian yang dapat menjadi contoh petani. JB PEMBIMBING/WALI KELAS/GURU TARUNA Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . PRODI. dan mekanisasi pertanian). budidaya ikan.3. TM KA. PRODI. sehingga tidak memberi solusi tetapi menambah masalah dengan sikapnya yang cenderung apatis dan menyerah pada keadaan. PRODI. PER. API KA. Kondisi ini mulai dirasakan oleh SMKN 2 Subang sejak 1995 yang pada akhirnya mencapai titik terendah pada tahun 2000 dengan jumlah siswa 554 orang yang terbagi dalam 5 program keahlian (budidaya tanaman. PEL & PAR KA. REKNOLOGI WAKA PI & SDM BID. PRODI. PRODI. PRODI. PELAYARAN KA. TU WAKA DIKLAT WAKA MANAJEMEN MUTU & LINGKUNGAN WAKA KETARUNAAN WAKA HKI WAKA SARPRAS WAKA PI & SDM BID. PRODI.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Menurunnya minat tamatan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Pertanian dan banyaknya tenaga kerja pengganti di sektor pertanian bagi tamatan SMK Pertanian menyebabkan jumlah siswa terus menurun dan tamatannya banyak yang tidak bekerja atau bekerja bukan pada bidangnya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur organisasi SMKN 2 Subang: KEPALA SEKOLAH KOMITE KOORD. PRODI. TEI KA. APTN KA.

Materi a) Tes Kesehatan oleh Dokter Pemerintah dan tindaklanjut pelayannya b) Pendidikan Jasmani Taruna (Lari. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan 1. DU/DI. 2. Tujuan Latihan Dasar Ketarunaan bertujuan untuk membentuk karakter taruna sebagai berikut : a) Sehat sesuai standar yang ditetapkan pelanggan b) Kuat c) Disiplin d) Memahami dan Menerapkan Peraturan Baris Berbaris e) Memahami dan Menerapkan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer f ) Memahami dan Menerapkan Tata Upacara Bendera g) Memahami dan Mampu Melaksanakan Survival dan Cross Country h) Memahami dan Mampu Melaksanakan Search and Resque (SAR) i) Memahami dan Mampu Melaksanakan Sholat sesuai ketentuan j) Memahami dan Mampu Mengekspresikan diri k) Memahami dan Mampu Berorganisasi l) Memahami dan Mampu Melaksanakan Tugas 3. Landasan utama diterapkannya sistem ketarunaan adalah a) Kebutuhan Pelanggan (institusi pasangan. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. P3K. push up. serta kemampuan mengembangkan diri).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan siswa menurun dan motivasi belajarnya rendah Hasil Monitoring dan Evaluasi (M&E) SMK dan Kepala SMK sebelum tahun 1997 berkisar antara cukup dan kurang. kemampuan komputer dan mengakses informasi. 3. sit up.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/ anaknya/warganya yang sehat. orang tua siswa. angkat beban. olah raga permainan) c) Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer d) Tata Upacara Bendera e) PMR. b) Kebutuhan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Siswa untuk mencapai standar taruna c) Kebutuhan Guru Mata Pelajaran Normatif dan Adaptif dalam menerapkan nilai-nilai kecakapan hidup. pull up. SAR. kuat.3. tata krama/etika. Survival dan Cross Country 46 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

Komputer dan Tindaklanjut Pelayannya i) Basic Mentallity j) Demokrasi. b. Dari jumlah tersebut yang melanjutkan hanya 55. 8. Sertifikasi dan Pelantikan Hasil Monitoring dan Evaluasi dijadikan sebagai bahan Sidang Korps untuk menentukan Kelulusan dan Sanksi yang harus dijalani bagi yang belum lulus. Pengendalian Mutu Pengendalian Mutu Taruna dilaksanakan secara bertahap dan berjenjang yang didukung oleh dokumen pengendali mutu taruna berupa buku kendali mutu taruna yang dimonitor setiap hari dan dievaluasi setiap minggu. Implementasi Nilai-Nilai Ketarunaan Setelah dilantik dan menggunakan seragam korps taruna.00 Kegiatan ini dimonitor dan dievaluasi oleh Tim Manajemen dan Guru Mata Pelajaran. lima tahun terakhir sebanyak 86. maka para taruna menerapkan nilai-nilai ketarunaan dalam kegiatan sehari-hari. 6.000 orang. Hasilnya dibahas dan tindaklanjuti oleh Guru Mata Pelajaran dan oleh Tim Manajemen 5. Waktu Pelaksanaan Latdastar dilaksanakan di semester satu selama 5 bulan dengan tahapan sebagai berikut : • Tahap pertama selama satu bulan mulai dari pukul 06. Selain itu juga diterapkan “Re-orientasi Ketarunaan” bagi taruna yang pulang prakerin dan become to outcome bagi taruna yang akan lulus sampai diterima bekerja.00 • Tahap kedua selama 4 bulan mulai pukul 06.386 orang. Bagi yang lulus diberi sertifikat dan dilantik dan yang bersangkutan berhak menggunakan seragam korps taruna.00 – 16.00 – 16. Penjaminan Mutu Penjaminan Mutu Taruna menggunakan Skill Passport Praktik Kerja Industri.00 – 07. IPA. Program Kelas Wirausaha/Mandiri Data Dinas Pendidikan Kabupaten Subang menunjukkan bahwa jumlah lulusan SLTP. Bahasa Inggris.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f ) Placement Test Sholat dan Bimbingan Sholat g) Placement Test Baca Al Quran dan Bimbingan Baca Al Quran h) Placement Test Matematika. sehingga masih ada Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 47 . Organisasi dan Kepemimpinan k) Seni dan Budaya 4. 7.30 dilanjutkan pukul 13.

Para taruna diharapkan dapat membiayai dirinya sendiri untuk proses pendidikan dan pelatihannya melalui kegiatan produksi yang dilakukan semala proses pembelajaran. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk taruna yaitu setiap taruna nantinya diharapkan memperoleh pendapatan dari kegiatan unit usaha sekolah atau teaching factory sebagai berikut: untuk taruna kelas X memperoleh pendapatan dari kegiatan produksi sebesar Rp 5.00 per hari. Taruna yang diterima melalui jalur ini adalah taruna yang mempunyai kemauan untuk merubah kehidupannya melalui bekerja keras. kedepannya mereka dapat berubah tarap hidupnnya punya harkat dan martabat yang lebih baik.00 setiap hari. Kelas Wirausaha/Mandiri adalah kelas untuk taruna atau siswa yang kurang mampu. Taruna kelas wirausaha/mandiri diseleksi berdasarkan minat dan bakat untuk masuk pada satu kegiatan unit usaha.386 orang yang tidak melanjutkan. Permasalahan tersebut salah satunya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang masih rendah sehingga kalau dipaksakan.dan menyisihkan sedikit setiap bulannya untuk uang saku. dan diutamakan dari kalangan taruna yang tidak mampu. Proses pembelajaran di kelas wirausaha/industri mandiri dititikberatkan pada kegiatan produksi pada masing-masing program studi keahlian. Melihat kenyataan tersebut SMK Negeri 2 Subang mencoba menawarkan satu program agar anak-anak tidak mampu tersebut mendapatkan akses pendidikan melalui pembukaan kelas wirausaha/mandiri. mempunyai motivasi ingin meningkatkan kesejahteraan. kelas XI memperoleh Rp 8.000. 48 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 31. Setiap program studi keahlian dapat memiliki lebih dari satu kegiatan unit usaha. Taruna yang telah masuk pada kegiatan unit usaha akan mendapatkan jatah makan siang setiap harinya. dapat membayar uang sekolah dari hasil kerjanya. Padahal tidak sedikit dari keluarga tidak mampu tersebut terdapat siswa-siswa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. hal ini didasarkan pada customer need analysis.000.000 per hari dan kelas XII memperoleh Rp 10. Mekanisme pengaturan pelaksanaan pembelajaran siswa wirausaha/ mandiri tiga semester digunakan untuk pembelajaran normatif/adaptif dan tiga semester untuk pembelajaran produktif.

Untuk itu mereka harus Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 49 . 1. walaupun ada tapi jaraknya sangat jauh ditambah kondisi jalan yang jelek. Dari kegiatan produksi inilah siswa mendapatkan pendapatan untuk membiayai diri dan sekolahnya. tahun ketiga status kerja kontrak tahun kedua). maka pembagian kegiatan belajar antara normatif/adaptif dan produktif lebih fleksibel. kecuali untuk kegiatan ketarunaan dilaksanakan pada semester pertama untuk semua kelas dan program keahlian. 5 6 Kegiatan Kegiatan ketarunaan dan normatif/adaptif Kegiatan produktif (di plasma industri) Kegiatan normatif/adaptif untuk persiapan UAN Untuk program keahlian terntentu seperti pertanian karena kegiatan produktifnya sangat tergantung kepada musim. Berikut adalah ilustrasi pengaturan pembelajaran untuk taruna yang ada dikelompok teknologi yang sudah memiliki kontrak khusus dengan mitra industri (PT Banshu). sehingga sebagian besar mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. c. Setelah tamat siswa atau taruna diproyeksikan sebagai pekerja di PT Banshu Electric Indonesia selama tiga tahun (tahun pertama status magang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel. tahun kedua status kerja kontrak tahun pertama. 2. dan kondisi ekonomi yang masih rendah. Siswa atau taruna kelas wirausaha/mandiri menjadi tenaga kerja utama plasma industri. 4. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) Program kelas termediasi (kelas jauh) di SMK Negeri 2 Subang didasarkan pada banyaknya jumlah lulusan SMP yang ada di desa-desa tidak bisa melanjutkan sekolah disebabkan belum adanya sekolah yang tingkatnya lebih tinggi.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/Mandiri – SMKN 2 Subang Semester 1. Selama tiga tahun berada di industri siswa akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan industri (minimal 6 kompetensi pekerja industri). Tiga semester melakukan kegiatan normatif/ adaptif di sekolah dan tiga semester melakukan kegiatan produktif di plasma industri. Selama kegiatan produktif tersebut siswa melakukan pembelajaran sekaligus kegiatan produksi. 2 3. Setelah tiga tahun mereka akan dipasarkan ke berbagai industri multi nasional.

Banshu Elektrik Indonesia.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. Kemampuan memberdayakan sumber daya serta menggerakan partisipasi masyarakat merupakan kunci sukses dari program kelas termediasi. tidak tergantung gedung sekolah yang megah. d. Sebagai wahana praktikum mereka bisa terjun pada proyek-proyek dari Dinas Pertanian. Dinas Perikanan maupuan aktivitas masyarakat setempat. Mereka belajar bisa dimana saja. Berikut adalah tahapan dalam pengembangan teaching factory tersebut. Kelas jauh (kelas termediasi) SMK Negeri 2 Subang adalah rombongan belajar atau tempat belajar yang berada di luar sekolah SMK Negeri 2 Subang. Pengembangan teaching factory ini memerlukan upaya keras dari sekolah untuk meyakinkan kepada industri agar bersedia mendirikan plasma industri di SMKN 2 Subang. Tahap Awal Semua berawal dari praktik kerja industri yang dilakukan oleh taruna atau siswa SMK Negeri 2 Subang di PT. Semua dilakukan dengan tidak mengorbankan standar pendidikan yang telah ditetapkan di Kelas Induk yaitu SMKN 2 Subang. Mitra industri mendirikan plasma industri di SMK Negeri 2 Subang sebagai media untuk pembelajaran produktif bagi siswa dan sekaligus kegiatan produksi dengan tenaga kerja siswa SMKN 2 Subang. Upaya pemantapan dan penjajagan serius dilakukan untuk menarik mitra industri ke sekolah dengan memberikan pembekalan kepada siswa agar bekerja dengan motivasi tinggi. mereka mengandalkan pemuka-pemuka masyarakat sebagai tenaga pendidik pada awalnya. berada di kecamatan atau daerah yang ada di lingkungan Kabupaten Subang dan pengelolaannya dilakukan oleh wakil kepala sekolah dari SMK Negeri 2 Subang yang mendapat Surat Keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Program Pengembangan Teaching Factory Program teaching factory merupakan terobosan SMKN 2 dalam upaya meningkatkan pembelajaran produktif agar sesuai dengan standar industri. Pengembangan teaching factory dilakukan dengan kerjasama dengan jejaring atau mitra industri. Kelas termediasi cermin dari pendidikan yang sesungguhnya. 50 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Sehingga pada tahap ini diharapkan perusahaan akan memberikan penilaian yang sebaik mungkin kepada siswa asal SMK Negeri 2 Subang. 1. karena bisa mengatasi batasan-batasan yang selama ini justru mengungkung hakikat pendidikan yang sesungguhnya.

Dalam tahap uji coba ini ternyata hasil yang diperoleh belum memenuhi standar yang diharapkan industri.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan karakter siswa SMK Negeri 2 yang disiplin. serta bukti yang ditunjukkan taruna atau siswa saat melaksanakan praktik kerja di industri. Tahap Penerapan Teaching Factory di Sekolah Hasil dari evaluasi program pelaksanaan plasma di SMK Negeri 2 Subang memberikan gambaran dan pemikiran baru bahwa sumber daya manusia yang baik harus dipersiapkan. pihak perusahaan mencoba meningkatkan kerja sama dengan mendirikan plasma di SMK Negeri 2 Subang dengan sumber daya manusia alumni SMK Negeri 2 Subang dan sebagian dari umum. mental. Tahap Uji Coba Plasma Melihat disiplin. Kelas wirausaha/mandiri inilah yang menjadi sumber daya manusia dalam plasma industri. 2. Banshu. dididik. Sehingga pihak industri meminta siswa untuk prakerin di PT. kesehatan fisik serta keterampilan siswa selama melakukan praktik kerja di industri. 3. dan dilatih sesuai dengan standar industri tetapi juga menjadi siswa SMKN 2 Subang. kepercayaan itu ditunjukkan oleh perusahaan dengan menerima lulusan SMKN 2 Subang terutama taruna yang pernah praktik kerja di PT. Hasil keseriusan sekolah memenuhi permintaan perusahaan berdampak kepada semakin meningkatnya kepercayaan industri kepada sekolah. Banyak kendala yang dihadapi terutama kualitas sumber daya manusia yang kurang baik sehingga berdampak kepada kualitas produk yang tidak sesuai dengan persyaratan industri. dan mudah beradaptasi. Ini merupakan proses uji coba pelaksanaan industri di Sekolah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 51 . Banshu secara berkesinambungan dan sepanjang tahun. kuat. Sejak tahun ajaran 2006-2007 maka dikelola kelas khusus industri wirausaha/mandiri yang siswanya dari kalangan yang tidak mampu. timbul kepercayaan pihak industri terhadap SMK Negeri 2 Subang. dan pihak sekolah berusaha untuk memenuhi kapan saja industri meminta taruna untuk prakerin. sehat. diberi kesempatan sekolah dengan memberikan fasilitas yang diperlukan untuk sekolah berupa biaya sekolah dan tambahan lainnya.

Banshu di SMK Negeri 2 Subang berupa alat dan fasilitas pendukung di Teaching Factory sebesar Rp 1.360 milyar. Penanganan secara serius dan kerja cerdas tenaga pendidik dan kependidikan serta team manajemen untuk memenehui keinginan industri. 3. dengan pola pembelajaran produksi selama tiga semester di teaching factory dan industri. tahun kedua menjadi tenaga kontrak untuk tahun pertama. 4. Tiga tahun kedua siswa direkrut menjadi tenaga kerja di perusahaan mengikuti pola perusahaan sebagai berikut : tahun pertama sebagai tenaga magang atau training plus. sehat. 2. Sedangkan penerimaan (insentif. Pendekatan secara intensif dan memberikan keyakinan kepada industri bahwa sekolah dapat melakukan pekerjaan yang dituntut industri. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk siswa kelas mandiri agar mampu membiayai kegiatan pendidi- 52 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . dan mudah beradaptasi sehingga mampu bersainga.1 juta setiap bulannya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tahun pelajaran 2007-2008 adalah tahun kedua pelaksanaan teaching factory dengan pola pembelajaran inovatif. tetapi juga dapat tetap belajar sesuai dengan persyaratan lainnya. Sedangkan tiga semester kedua akan berada di kelas dan teaching factory berselang-seling. Pembentukan karakter siswa yang disiplin. dan tahun ketiga menjadi tenaga kontrak untuk tahun ke dua. Pola pembelajaran disusun sedemikian rupa agar siswa dapat belajar produksi sesuai dengan standar industri. Usaha untuk selalu melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. Tiga tahun pertama siswa akan berada di sekolah. Pembelajaran dibagi menurut kontrak yang telah ditandatangani sebagai berikut : 1. kuat. dan lembur) sebesar Rp 88. Sampai bulan Juni 2008. e. melalui kegiatan latihan dasar ketarunaan dan kegiatan lain yang menunjang. Salah satu sasaran mutu SMK Negeri 2 Subang adalah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebesar 20% dari tahun sebelumnya. uang lauk pauk. 2. Income Generating Unit Terobosan lain yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang adalah dalam hal pembiayaan. investasi PT. Inti dari keberhasilan Teaching Factory adalah : 1.

000.00 Volume Biaya Satuan (Rp) Jumlah (Rp) 22.Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 53 .500.00 15.065.974.00 1. A.000. 22.00 5.492.000.500. Sistem pengelolaan unit usaha diserahkan kepada masing-masing program keahlian.00 B.526.00 453. Pendapatan dan Pengeluaran Tabel.426. Rp.823.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan kannya sendiri.526. Hal ini yang akan membentuk karakter atau profil lulusan SMKN 2 Subang relevan dengan kebutuhan industri.900.000. Pencapain sasaran ini diharapkan diperoleh dari peningkatan kegiatan usaha yang dikembangkan di sekolah.Pengeluaran per bulan : Rp.000.974. 7. bukan berasal dari dana sumbangan orang tua siswa.00 1.00 250. disatu sisi siswa akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya sementara disisi lain siswa dapat melakukan pembelajaran produktif sesuai dengan standar industri. Sistem bagi hasil diterapkan dalam pengelolaan hasil usaha dari unit produksi yang dikembangkan oleh SMKN 2 Subang.526.000.00 7.00 7.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran – SMKN 2 Subang No A B 1 2 3 4 5 Uraian Penerimaan per Bulan Pengeluaran per Bulan Iuran SPP Bulanan Taruna Honor Bulanan Guru Cicilan Sepeda Motor per bulan Cicilan Laptop per bulan Pembelian bahan baku per bulan Total Pengeluaran per Bulan Sisa Saldo 19 Orang 4 Orang 1 bulan 1 bulan 1 bulan 100.000.00 7.000. Berikut adalah ilustrasi konsep bagi hasil usaha unit produksi restoran untuk Program Keahlian Tata Boga.429.250. Yang menarik dari pengembangan unit usaha ini.426.00 453.000. Oleh karena itu masing-masing program keahlian di dorong untuk mengembangkan unit usahanya. Perkiraan hasil keuntungan Perkiraan hasil yang didapatkan dari unit usaha jasa boga sebagai berikut : Pendapatan per bulan : Rp.00 250.823.526. 15.065.

pelayanan terhadap tamu sekolah dan jasa catering untuk pelatihan yang diadakan di sekolah. 54 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pembagian hasil usaha Hasil usaha dibagi untuk sekolah dan program keahlian. Pengembangan bisa diarahkan pada variasi jenis makanan yang dikelola.15 Pembagian Hasil Usaha – SMKN 2 Subang No Bagian Besar Presentasi (%) Pemeliharaan Pengembangan usaha/penambahan modal Pengelola Pengelola Program Keahlian Kesra Program Keahlian Sub Bagian Kesejahteraan karyawan sekolah 1 Sekolah 60 Presentasi (%) 30 20 30 10 40 2 Program Keahlian 40 30 30 Total 100 D. Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan produksi dari unit usaha dikelola oleh masing-masing program keahlian. Dan akhirnya semua kegiatan sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui komite sekolah. Mekanisme pertanggungjawaban dilakukan secara berjenjang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan C. Rencana Pengembangan Usaha Pengembangan usaha akan dilakukan setelah usaha jasa boga menunjukan kemajuan yang berarti. di tingkat program keahlian yang menjadi penanggung jawab terhadap semua kegiatan dan pelaporan keuangan adalah pelaksana dimana proses montoring dan evaluasi dilakukan oleh Ketua Program Keahlian. pembukaan cafe. E. Di tingkat sekolah Ketua Program Keahlian menjadi penanggungjawab kegiatan sementara proses monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim monev sekolah. Tabel.

memahami kondisi sekolah dan kebijakan pendidikan menengah kejuruan 2. Secara keseluruhan kegiatannya meliputi : 1. Usaha untuk mencapai target ini terus dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dengan industri lainnya agar menanam investasi di sekolah dan sekolah menyediakan tenaga kerja terdidik sesuai dengan kebutuhan industri.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Rencana selanjutnya yang ingin dikembangkan adalah dengan membagi hasil perolehan personal untuk diberikan/dibayarkan dan disimpan sebagai tabungan yang akan diputarkan sebagai modal usaha besarnya direncanakan 75 % diberikan : 25 % disimpan. berhenti. dan bertindak para pendidik dan tenaga kependidikan bahwa mereka diberi amanah untuk mengelola dan menyelenggarakan SMK agar tamatannya bisa bekerja sesuai bidangnya dengan tingkat pendapatan yang layak serta mampu mengembangkan dirinya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Setelah simpanan yang menjadi hak personal pengelola akan diberikan pada saat personal tersebut keluar. Sehingga pada akhirnya personal yang terkait dalam pengelolaan jasa boga akan mendapatkan hasil usaha berupa persentase keuntungan dari modal yang diputarkannya dan pembagiannya akan diberikan secara periodik. menumbuhkembangkan akseptabilitas individu dan tim kerja Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 55 .3.4 Kapabilitas Inovasi a. Diharapkan tahun berikutnya. honor karyawan minimal dapat setara dengan gaji golongan III Pegawai Negeri Sipil. dengan menata ulang cara berpikir. bersikap. a) Kemampuan mendengarkan keinginan stakehlders Kesadaran SMKN 2 Subang untuk mendengarkan kebutuhan dan keinginan stakeholders nya mendorong untuk bangkit dari keterpurukan dengan melakukan perubahan-perubahan sebagai berikut : • Re-engineering Mind Set. untuk bertahan dan akhirnya bangkit dari keterpurukan bukanlah hal yang mudah. meninggal dunia dan atau yang bersangkutan menginginkan pengembalian modal tersebut. Strategi yang Dilakukan SMKN 2 Subang pernah mengalami masa-masa sulit. 3. Berikut adalah strategi yang dilakukan SMKN 2 Subang untuk bangkit dari keterpurukannya.

mengembangkan SMK berbasis program keahlian 2006/2007 5. 4. kemampuan komputer dan mengakses informasi. menumbuhkembangkan kapabilitas individu dan tim kerja menumbuhkembangkan akuntabilitas individu dan tim kerja memahami kebutuhan pelanggan memuaskan kebutuhan pelanggan memberi akses dan kepuasan kepada semua meningkatkan kompetensi dan pelayanan secara terus menerus • Re-engineering Program Keahlian. 8. tata krama/etika. upaya ini dilakukan untuk memperbaiki citra SMKN 2 Subang dan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. mengalih-fungsikan Program Keahlian Mekanisasi Pertanian menjadi Teknik Mekanik Otomotif (TMO). Tata Busana. Tidak berhenti sampai disitu. 6. Tata Boga. Teknika Perikanan Laut (TPL).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. serta kemampuan mengembangkan diri. Dengan bermodal jejaring ini sekolah mampu mewujudkan sesuatu yang mungkin bagi sekolah lain mengharuskan adanya dukungan finansial yang cukup 56 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Laut (TPHPL) pada tahun pelajaran 2001/2002 3. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. Usaha Jasa Pariwisata pada tahun pelajaran 2007/2008 4. membuka Program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL). membuka Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. 5. orang tua siswa. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/anaknya/warganya yang sehat. mengembangkan program keahlian berbasis pelanggan 2007/2008 6. 2. c) Kemampuan untuk membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industri Keberhasilan SMKN 2 Subang tidak terlepas dari kemampuannya untuk membangun jejaring operasional maupun strategisnya. kuat. 1. mengembangkan program keahlian berbasis bisnis/wirausaha 2009/2010 b) Kemampuan untuk merespon dan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders Keputusan SMKN 2 untuk menerpakan program ketarunaan salah satunya adalah sebagai bentuk jawaban atas kebutuhan stakeholders (institusi pasangan. 7. Elektronika Industri. kemampuan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders juga harus diikuti dengan pengendalian terhadap proses dan produk yang dihasilkan. DU/DI.

TU. Budidaya Ternak. Keberhasilan program kelas jarak jauh misalnya tidak terlepas dari bagaimana sekolah mampu meyakinkan siswa dan orang tua siswa untuk tetap sekolah dengan kondisi darurat. cara atau metode berkenaan dengan pencapain tujuan bersama bukan orang perorangan. Budidaya Ikan Air Tawar. terdiri dari Kepala Sekolah.dan Program Keahlian. pemantauan terhadap proses dan produk. Dokumen mutu yang telah disusun terdiri dari Pedoman Mutu. Jika tata kelola yang baik dipahami sebagai kepengelolaan atau kepengarahan yang baik. Penerapan SMM ISO 9001 : 2000 dimulai tanggal 11 September 2007 dan sertifikasi diperoleh tanggal 22 Pebruari 2008. Dan stakeholders inilah yang pada akhirnya menuntun dan mengarahkan sekolah pada arah pengembangan sekolah kedepannya. para Ketua Program Keahlian dan staf perwakilan dari setiap program keahlian. Kesamaannya adalah sama-sama sebagai strategi. sebenarnya mempunyai kesamaaan dengan fungsi manajemen dan sistem operasi prosedur. Tidak jauh berbeda dengan SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar. Proses Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000 Untuk penguatan tata kelola SMKN 2 Subang juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan besar. b. pemantauan terhadap produk atau keluaran yang bermasalah dan pelaksanaan audit internal. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 57 . Wakil Manajemen Mutu. NPL. Proses penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 di SMK Negeri 2 Subang di awali dengan pembentukan Steering Commite sekitar bulan Agustus 2007 dengan jumlah anggota 25 orang. bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 memungkinkan sekolah untuk melakukan pemantauan pengukuran terhadap kepuasan pelanggan (stakeholders sekolah). Instruksi Kerja ( ada 24 IK ) dan Formulir (ada 4 Form). Untuk program keahlian terdapat 18 program keahlian akan tetapi yang masuk lingkup SMM ISO 9001:2000 baru 7 Program Keahlian yaitu : Budidaya Tanaman. Standar Prosedur Operasional ( 7 SPO). meyakinkan bagaimana warga masyarakat bersedia mendukung pelaksanaan program dengan mendonorkan semua sumber daya. Terdapat 14 unit kerja yang disertifikasi antara lain : unit kerja Kepala Sekolah. Begitupun dengan program pengembangan plasma industri di sekolah adalah bukti dari kemampuan sekolah dalam membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industrinya. Waka Sekolah . para Wakil Kepala Sekolah.TPL dan TMO. PPHP.

3. Tersedianya ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga memungkinkan adanya sinergi diantara mereka dalam hal ini pelanggaran atau stake holder lembaga pendidikan. Sistem akuntabilitas dari pengelolaan unit usaha yang berjenjang bentuk pratik pengelolaan kegiatan sekolah yang bersih serta berorientasi kepada kepentingan stakeholders sekolah. b) Menetapkan Kriteria Kinerja Langkah kedua adalah menetapkan kriteria kinerja umum. yang ada adalah tim manajemen dan tim kerja program keahlian. Praktik tata kelola yang baik adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik yaitu kepentingan pelanggaan pendidikan. Tidak ada orangnya kepala sekolah atau bukan orangnya kepala sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik tata kelola yang baik muncul dalam penerapan SMM di SMKN 2 seperti : 1. Hal ini sangat penting agar setiap individu tidak semaunya sendiri. pengembangan plasma industri bukti nyata dari sinergi semua stakeholders. Semuanya adalah warga sekolah yang memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. dan daya tanggap menjadi nilai yang penting disini. Program kelas jarak jauh dan kelas wirausaha/mandiri menjadi satu contoh dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. yaitu sebagai pembangun sekolah atau sebagai penghancur/perusak sekolah. Hadirnya nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja. Program kelas jarak jauh. c. seperti efisiensi. 2. keadilan. Penciptaan budaya dan iklim yang kondusif di SMKN 2 didukung adanya kepemimpinan yang mampu menetapkan visi dan misi serta menyatukan semua komponen sekolah tetap pada visi dan misinya. • Menumbuhkembangkan Akseptabilitas a) Menganggap Semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baik Langkah awal menumbuhkembangkan akseptabilitas adalah dengan menganggap semua guru dan tenaga kependidikan baik. Sumber Daya Manusia Kemampuan SMKN 2 Subang dalam menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif telah membawa SMKN 2 Subang bangkit dari keterpurukan. tetapi selalu bertanya pada diri sendiri apakah yang 58 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Berikut adalah upaya yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang dalam mengoptimalkan peran dari setiap komponen dalam pencapaian visi dan misi sekolah.

wakasek kurikulum dari guru adaptif. d) Pengembangan Profesi Langkah keempat adalah mengusulkan peserta seleksi calon kepala sekolah atau peserta yang akan mengikuti pendidikan lanjutan. Proses ini memberi gambaran adanya guru mata pelajaran yang dipilih oleh beberapa program keahlian dan adanya guru yang tidak dipilih oleh program keahlian manapun. Pada tahap ini peran kepala sekolah sangat penting dan menentukan. c) Memilih Tim Manajemen Langkah ketiga adalah mengembalikan semua proses pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah kepada seluruh warga sekolah sesuai tugas pokok dan fungsinya. Selain itu proses tersebut juga memotivasi setiap individu untuk memenuhi standar kinerja minimalnya (sasaran mutu program keahlian. Pada awalnya banyak individu yang memilih temannya untuk melepas tanggung jawab. penjamin mutu. Dengan demikian diharapkan tidak ada individu yang menjadi beban sekolah tetapi semuanya menjadi aset sekolah. Setiap tim kerja mengusulkan kepada forum dan dipilih oleh forum. apakah apatis-motivatif-atau destruktif. Dalam proses ini akan diketahui tingkat kondusivitas tim kerja.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dilakukan itu membangun sekolah atau menghancurkan sekolah. Kepala sekolah berperan sebagai pengendali mutu. Selanjutnya kepala sekolah menindaklanjuti hasil tersebut untuk pembinaan dan penghargaan staf. serta wakasek fasilitas dan kerja sama industri dari guru produktif ). sasaran mutu sekolah. Sejak Tahun Pelajaran 2006/2007 Ketua program keahlian memilih guru mata pelajaran berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama ini. kemudian dilanjutkan dengan memilih ketua program keahlian. Dengan demikian diharapkan kondisi ini akan mengokohkan proses demokratisasi yang bertanggung jawab sebagai pertanggungjawaban yang memilih dan yang dipilih. tetapi dalam perjalanannya terjadi proses internalisasi tanggung jawab tim. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 59 . e) Memilih dan Mengusulkan Guru Mata Pelajaran Setelah berlangsung selama 4 tahun (2 periode ketua program keahlian) dilakukan pelimpahan wewenang penentuan guru mata pelajaran dari kepala sekolah kepada ketua program keahlian. dan penanggung jawab kegiatan tersebut. Setelah itu baru mengusulkan calon wakil kepala sekolah untuk dipilih oleh forum (wakasek kesiswaan dari guru normatif. kesepakatan dengan institusi pasangan). Hal ini dimulai dengan pemilihan wali kelas oleh anggota tim.

60 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Hasil IHT ditindaklanjuti dengan workshop di setiap program keahlian selama enam hari. serta menyusun program kerja guru mata pelajaran secara terpadu. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam in house training (IHT) setiap akhir tahun pelajaran selama enam hari efektif. sertifikasi. hasil monitoring dan evaluasi mata pelajaran. b) Rapat Tim Manajemen Rapat Tim Manajemen dilaksanakan setiap hari senin yang diikuti oleh para wakasek dan para Ketua Program Keahlian. laporan perkembangan taruna. dan team building. pengembangan KBK. Setiap hari Senin minggu pertama dilaksanakan bersama Komite Sekolah dan Koordinator BP/BK serta dipimpin langsung oleh kepala sekolah. d) Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidikan Magang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Menumbuhkembangkan Kapabilitas a) In House Training dan Workshop Selama proses akseptabilitas berlangsung sekolah secara bertahap juga meningkatkan kapabilitas seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terhadap kebijakan pemerintah. motivation training. Proses seleksi dilakukan di tingkat program keahlian dan hasilnya dibahas dalam rapat tim manajemen. c) Rapat Kerja Program Keahlian Rapat kerja di program keahlian dilaksanakan minimal sebulan dua kali dengan materi hasil rapat kerja tim manajemen. Rapat dipimpin oleh ketua program keahlian atau anggota lainnya sesuai masalah yang dibahas. sistem pelayanan administrasi pendidikan KBK. implementasi kurikulum di sekolah dan di industri.masing. penyusunan kurikulum implementasi standar industri/profesi/nasional/internasional. Materinya adalah mendeskripsikan berbagai kesepakatan IHT dalam sasaran mutu dan action plan program keahlian. dan studi lanjutan bagi guru/teknisi/staf administrasi adalah merupakan penghargaan bagi kinerja yang bersangkutan. serta tindaklanjut yang akan dilakukan oleh masingmasing anggota tim. filosofi dan konsep dasar kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Rapat dipimpin oleh kepala sekolah atau wakasek sesuai bidangnya. Dengan demikian selama dua minggu setiap program keahlian telah memiliki program kerja dan KTSP sesuai kesepakatan dengan institusi pasangannya masing . Rapat ini merupakan wahana monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di masing-masing program keahlian serta penyampaian informasi terkini yang hasilnya digunakan sebagai bahan rapat di tingkat program keahlian.

Tahun Diklat 2007/2008 sekolah mulai menyelenggarakan achievement motivation training (AMT) dan diharapkan terus berlanjut dengan kualitas penyelenggaraan yang terus ditingkatkan. kebijakan. Untuk itu diperlukan sistem monitoring dan evaluasi serta sistem pertanggungjawaban secara berjenjang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Hasilnya ditetapkan dan diusulkan oleh kepala sekolah sedangkan proses monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh ketua program keahlian masing-masing kecuali studi lanjutan oleh kepala sekolah. Untuk itu diperlukan ESQ Training secara berkala bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat menjadi teladan dalam pengelolaan dan penyelengaraan sekolah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 61 . b) Akuntabilitas Pendayagunaan Sumber Daya Akuntablitias dalam pendayagunaan sumber daya tidak hanya memerlukan kebenaran administrasi akan tetapi juga niat baik untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan pendayagunaan sumber daya tersebut. Pelaksanaan kegiatan di program keahlian tanggung jawab tingkat pertamanya berada di pelaksananya sedangkan monitoring dan evaluasi tingkat pertama menjadi tanggung jawab ketua program keahlian. Pada tahap ini kecerdasan spritual individu dan tim kerja sangat menentukan. ii) bagaimana ketua program keahlian mengelola aspirasi. Secara internal mekanisme tersebut harus efektif dan terukur. Semuanya menunjukkan akuntabilitas kebijakan dan program yang dilakukan sekolah. bagaimana kepala sekolah meyakinkan seluruh komponen dan stake holder tentang sistem pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah. iii) bagaimana wakil kepala sekolah memfasilitasi kebutuhan sekolah dan program keahlian. bagaimana kepala sekolah memfasilitasi setiap kebijakan dan program yang telah ditetapkan. c) Akuntabilitas Spiritual Pada akhirnya semuanya kembali kepada individu dan tim kerja terhadap pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. dan keputusan. serta bagaimana kepala sekolah mencari peluang pasar bagi pengembangan sekolah. • Mengembangkan Akuntabilitas Individu dan Tim Kerja a) Akuntabilitas Kebijakan dan Program Proses menumbuhkembangkan akseptabilitas dan kapabilitas individu dan tim kerja telah menggambarkan : i) bagaimana peran dan tanggung jawab individu. Kegiatan di program keahlian akan dipertanggungjawabkan ditingkat sekolah dan kepada stakeholders melalui komite sekolah.

EMIS (Education Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Pendidikan/sekolah. b) SKP (Sistim Keuangan Pengembangan) untuk pengelolaan anggaran pengembangan SMK SBI-INVEST (ADB dan Pemerintah). nilai. disamping tentunya seni diharapkan bisa membantu sekolah dalam mewujudkan visi dan misinya di samping 62 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . 2. modul. SPP. Sistem informasi manajemen tersebut meliputi : 1. peralataan. PMIS berbasis website juga merupakan muara dan kompilasi dari EMIS dan FMIS yang dirancang untuk memudahkan pengguna mengakses data dan informasi SMK SDB-INVEST secara online dan memanfaatkannya sesuai dengan tugas dan fungsi penggunanya. prestasi). pangkat golongan. pembelajaran. Saat ini sekolah sedang mengembangkan sebuah sistem informasi manajemen yang dirancang khusus sebagai alat bantu pengelolaan manajemen sekolah baik manajemen administrasi. e) Sistem informasi perpustakaan sebagai pendukung sistem pembelajaran sekolah. Dengan pengembangan sistem berbasis IT diharapkan akan sangat membantu pelaksanaan sistem manajemen mutu sekolah. yang terdiri dari : a) SAS (Sistem Administrasi Sekolah) digunakan untuk pengelolaan administrasi siswa (data pokok. b) SFS (Sistem Fasilitas Sekolah) digunakan untuk pengelolaan fasilitas sekolah (bangunan. pangkat golongan. dan keuangan. tugas mengajar) dan tenaga kependidikan (data pokok. keahlian. Teknologi Pengembangan sistem menajemen mutu di SMKN 2 Subang. pendidikan. pendidikan. dan infrastruktur) c) SPS (Sistem Pembelajaran Sekolah) untuk pengelolaan pembelajaran (inventory. monitoring dan evaluasi pengembangan SMK ADB-INVEST.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. membutuhkan dukungan dari pengembangan sistem berbasis IT dan website. d) Pembelajaran jarak jauh antara sekolah induk dan kelas termediasi (multi kampus). PMIS diharapkan sebagai media koordinasi dan komunikasi antara institusi yang terkait dengan pelaksanaan. pendidik (data pokok. FMIS (Financial Management Information System) atau Sistem Informasi Keuangan Sekolah) yang terdiri dari : a) SKR (Sistim Keuangan Rutin) untuk pengelolaan anggaran rutin (APBD. UP). dan multimedia). 3. kehadiran. PMIS (Project Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Proyek. dan tugas). Sistem PMIS ini digunakan sebagai alat bantu pengelolaan pengembangan SMK SBI-INVEST.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

e. Pengukuran (Measurement)

Dengan adanya program-program inovasi yang dilakukan SMKN2 Subang, telah memberikan dampak manfaat nyata bagi siswa dan masyarakat pada umumnya. Program kelas termediasi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Ini berarti permasalahan askes terhadap pendidikan khususnya pendidikan menengah telah mendapatkan solusinya. Tabel.16 Perkembangan Kelas Termediasi – SMKN 2 Subang

Tahun Ajaran 2004/2005

Nama Kelas Jauh Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 4

2005/2006

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

1 1 1 1 4

2006/2007

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardl Caracas Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai – Cijambe Caracas - Cipeunduey

1 1 1 1 1 5

2008/2009

1. Miftahul Ridwan 2. Al-Fallah 3. Alhidayah 4. Ukir Ardi 5. Caracas 6. Binong 7. Legon kulon 8. Cibogo 9. Cisampih 10. Cikaum 11. Ciasem 12. Tanjung Siang.

Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Kasomalang-Cisalak Kumpai- Cijambe Caracas – Cipeunduey Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Pasanggarahan-Tanjung Siang

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

Jumlah

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

63

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Tahun Ajaran 2008/2009

Nama Kelas Jauh 1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Cikaum 9. SMK Ciasem 10. SMK Kasomalang 11. SMK Cijambe Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Tanjung Siang Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

2006/2007

1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Ciasem 9. SMK Kasomalang 10. SMK Cijambe 11. SMK Pagaden Timur 12. SMK Pagaden Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Cikaum-Cikaum Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Ciasem Tanjung Siang Cijambe Pagaden Pagaden

Sumber : SMKN 2 Subang

No 1 2 3 4 Tahun Akademik 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009

Tabel . 17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang
Jumlah Lulusan 114 214 278 301 Keterserapan Bekerja 93 90 134 167 Wiraswasta 16 65 86 77 TNI/Polri 7 10 9 ke PT 5 15 13 11 Tidak ada Info 36 35 37 Jumlah 114 213 278 301

Sumber : SMKN 2 Subang

64 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Dari tabel keterserapan lulusan SMKN 2 Subang di atas, mulai tahun ajaran 2006/2007 sampai tahun ajaran 2008/2009 lulusan yang terserap dalam dunia kerja mempunyai kecenderungan terus menaik. Dan yang menarik adalah persentase lulusan yang berwirausaha relatif cukup besar, hal ini menunjukkan bahwa SMKN 2 mampu mengatasi tantangan besar yang di hadapainya. Program kelas jarak jauh, kelas wirausaha/mandiri meskipun dengan segala keterbatasan sumber daya akan tetapi mampu menghasilkan output yang dapat terserap dalam pasar kerja dan juga mampu menciptakan peluang kerja sendiri. Sementara itu dengan pengembangan pembelajaran berbasis wirausaha juga telah mengahasilkan nilai usaha yang cukup membanggakan seperti terlihat dalam tabel di bawah. Tabel .18 Jenis Usaha dan Nilai Usaha di Tiap Unit Kerja – SMKN 2 Subang
No 1 2 3 4 5 6 7 Program Keahlian BIAT Budidaya Tanaman Budidaya Ternak Budidaya Ternak Pengolahan Hasil Pertanian Pangan Tata Boga Teknik Mekanik Otomotif Jenis Usaha Pembenihan ikan Tanaman Sayuran Tan Hias dan Buah Pembibitan Ternak sapi Bd. Ternak unggas Sari Buah Nenas Katering Wiring Harness Volume Usaha 12000 m2 1 ha 100 tan/periode 9 ekor 2500 ekor 3600 cup 7800 porsi 144.000 pct Nilai Usaha 25 juta/periode 48 juta/periode 2 juta/periode 18 juta/periode 35 juta/periode 3,6 juta/bln 35 juta/bln 88,1 juta/bln

Sumber : SMKN 2 Subang

3.3.5 Kesinambungan Program

Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari pihak SMKN 2 Subang untuk tetap istiqomah pada visi dan misi awal. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana atau bagaimana SMK meningkatkan kualitas layanan dan tingkat produknya sangat dibutuhkan. Untuk itu perlu mekanisme dalam hal memantau, mengavaluasi dan melakukan langkah perbaikan secara berkelanjutan. Pelaksanaan mekanisme ISO untuk menjamin kualitas menuntut profesionalisme dari
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

65

memastikan mekanisme ISO berjalan dan pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sumber daya manusia yang ada. 66 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Peningkatan pada aktivitas diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga keberlanjutan program dapat terjamin. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMK dalam menghadapi pekerjaan seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar).

Semangat reformasi pendidikan telah menginspirasi Kementerian Pendidikan Nasional untuk mengambil berbagai kebijakan terobosan yang mendasar dan berskala massal selama periode tahun 2005-2008 yang diharapkan akan berdampak besar pada peningkatan dan pemerataan akses. Reformasi Perbukuan secara Massal 7. akuntabilitas. Untuk menjamin hak setiap warga negara dan hak azasi manusia atas pendidikan. Peningkatan Kualifikasi dan Sertifikasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan secara Massal 3. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendidikan Non-Formal dan Informal untuk Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 67 . Otonomisasi Satuan Pendidikan 10. yang diawali oleh amandemen UUD 1945 pada tahun 1999 sampai pada tahun 2002. Sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah diambil selama kurun waktu 2005-2008.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4. Pemerintah diamanatkan untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. negara diamanatkan untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan dengan Pendekatan Keomprehensif 8. Demi terlaksananya sistem tersebut. dan citra publik pendidikan yang merupakan tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. adalah sebagai berikut : 1. relevansi. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara Massal untuk e-Pembelajaran dan e-Administrasi 4.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional Seluruh kebijakan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional tidak terlepas dari reformasi kerangka hukum bidang pendidikan. dan daya saing serta penguatan tata kelola. Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA 9. Pembangunan Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 5. mutu. Pendanaan Massal Pendidikan 2. Melalui amandemen UUD 1945 pendidikan tidak hanya sekedar hak warga negara akan tetapi telah menjadi hak azasi manusia. Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 6.

Peningkatan mutu. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang. Akuntabilitas dan Citra Publik Pendidikan dengan Pendekatan Komprehensif. Dalam upaya membalik rasio tersebut berbagai program telah dilaksanakan yaitu : • Penambahan USB SMK • Peningkatan proporasi alokasi anggaran untuk SMK • Ekstensifikasi dan intesifikasi penyelengaraan pendidikan kejuruan melalui SMK besar. SMK jarak jauh. Di tingkat pusat berbagai kebijakan pengembangan SMK sudah dilakukan dengan berpedoman kepada tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. melalui Dinas Pendidikan. Dalam upaya mendorong pengembangan SMK. • Menumbuhkan minat siswa.2 Peran Pemerintah Daerah Melihat peran strategis SMK ke depan. perbaikan rasio SMK : SMA menjadi salah satu terobosan kebijakan pendidikan nasional. SMK kecil di daerah terpencil. semua kebijakan di atas belum tentu terimplementasikan dengan baik. 2. Peningkatan tata kelola. Perluasan akses pendidikan Kebijakan membalik rasio SMK : SMA menjadi 70:30 di tahun 2015.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Menggapai Layanan Pendidikan kepada Peserta Didik yang Tak Terjangkau Pendidikan Formal 11. • Mengembangkan kerja sama dalam ikatan kemitraan dengan dunia usaha/ industri. 68 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . seperti pengembangan teaching factory. 4. SMK di daerah perbatasan. Akan tetapi di tingkat daerah. yaitu: 1. relevansi dan daya saing Kebijakan dilakukan antara lain dengan: • Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date. menjadi sangat penting karena sering kali jangkauan pusat tidak sampai ke daerah secara optimal. • Penerapan MBS dalam penyelengaraan sekolah 3. Peran Pemda. akuntabilitas dan citra publik Peningkatan tata kelola dilakukan dengan adanya penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalui sertifikasi ISO 9001-2000. Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan kebijakan dan pelaksanaan program pengembangan SMK dalam keranga tiga pilar pendidikan nasional. Penguatan Tata kelola.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 69 . masyarakat.3 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan. Berpedoman kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut. • Kerjasama dengan dunia usaha. maka ditetapkan Peraturan Daerah tentang Sistem Penyelenggaran Pendidikan. Perda Tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Sejalan dengan kaidah otonomi dan desentralisasi di berbagai kehidupan dan sektor pembangunan. dan sekolah (local. menjadi lebih berbasis daerah.13/2001 telah direvisi menjadi Perda No. Pasal 14 ayat (5) menyatakan: “Harta benda bergerak dan atau tidak bergerak yang merupakan prasarana dan atau sarana pendidikan tidak dapat dialihfungsikan selain untuk pendidikan”. Dalam Perda tersebut diatur antara lain: • Anggaran pendidikan.1 Peran Pemerintah Kota Malang a.3/2009 menyatakan bahwa anggaran untuk pendidikan harus dianggarkan minimal 10% dari belanja daerah. Pasal 15 ayat (1) menyatakan: “Masyarakat berkesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan”. 13 Tahun 2001. Perda Kota Malang No. • Keterjaminan sumberdaya pendidikan. di luar gaji pegawai dan pembiayaan pendidikan tinggi politeknik. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) tahun 20002004. community. • Peran serta masyarakat. Pasal 32 Perda No. pusat pengambilan keputusan pengelolaan pendidikan juga makin tersebar ke tingkat daerah. masyarakat. Pasal 15 ayat (2) menyatakan: “Pemerintah Kota bertanggungjawab mendorong dan/atau mengatur kerjasama saling menguntungkan dengan dunia usaha dan dunia pendidikan”. Hal ini menunjukan adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Malang untuk pengembangan pendidikannya. yaitu Perda Malang No. dan akhirnya satuan-satuan pendidikan. Pasal 11 ayat (1) menyatakan: “Pemerintah Kota berkewajiban mengalokasikan sekurang-kurangnya 10% dari APBD untuk pembangunan sektor pendidikan”. 2. Pasal 20 ayat (1) yang menyatakan: “Terhadap satuan pendidikan dilakukan pembinaan dan pengendalian baku mutu pendidikan”. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum 1. and school based management). • Pengendalian mutu pendidikan.2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. Pengelolaan pendidikan sebagaimana dalam Undang-undang No.

081.751. langkah alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menumbuhkan keberpihakan konkret dari semua lapisan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.926.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.08 253.90 % 32. Dewan Pendidikan Penyelenggaraan pendidikan memerlukan dukungan masyarakat yang memadai. Dengan PSB online.420.598.12 266. mudah akurat dan transparan dan murni berdasarkan DANUN (daftar nilai ujian nasional). • Mengontrol (contolling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan keluaran pendidikan. masing-masing siswa hanya dapat diterima di satu pilihan saja. jumlah penerimaan siswa di suatu sekolah dapat dipantau guna menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku. PSB Online Latar belakang dari pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) online adalah agar hasil penyaringan siswa baru lebih cepat.762.41 Total 649.876.900.507.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tahun 2007 2008 2009 APBD Pendidikan 212. 70 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .55 756. 4.75 33. Dengan sistem ini.04 3. PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran oleh calon siswa yang mendaftar di sekolah-sekolah.52 34. Tugas Pokok Dewan Pendidikan adalah: • Memberikan pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan pelaksanaan kebijakan pendidikan. Selain itu. • Mendukung (supporting agency) baik yang berwujud finansial.517. Dewan Pendidikan dibentuk melalui Keputusan Walikota Malang.155.567. Keberpihakan konkret ini disalurkan secara politis menjadi suatu gerakan bersama dalam wadah berupa Dewan Pendidikan. pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan.236.952.042. Untuk memperoleh dukungan tersebut.314.41 784.877.958.

kriteria tenaga pendidikan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Sebagai mediator antara Pemerintah dan DPR Kota Malang dengan masyarakat di bidang pendidikan. Berangkat dari kebijakan 71 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . • Memberikan masukan. Unsur keanggotaan Dewan Pendidikan terdiri dari unsur-unsur masyarakat yang dapat berasal dari: • LSM bidang pendidikan • Tokoh masyarakat • Tokoh pendidikan • Yayasan penyelenggara pendidikan • Organisasi profesi pendidikan • Komite Sekolah • Orang tua peserta didik • Unsur lain yang dianggap penting b. • Menampung dan menganalisis aspirasi. penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. ide. tuntutan. peningkatan Akses pendidikan di tingkat menengah akan lebih ditekankan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). • Mendorong partisipasi orang tua dan masyarakat guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kemdiknas. dan rekomendasi kepada Pemerintah Kota atau DPRD mengenai kebijakan dan program pendidikan. masyarakat. dimana pada tahun 2010 perbandingan SMK-SMA adalah 60%:40%. Pengembangan Kota Vokasi Kebijakan umum Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2005 – 2009 diantaranya adalah berupa perluasan dan pemerataan akses untuk memperoleh pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. pertimbangan. • Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. program. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat. dan DPRD berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu. fasilitas pendidikan. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 1. pemerintah. Fungsi Dewan Pendidikan adalah: • Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan bermutu. dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pendidikan. kriteria kinerja daerah di bidang pendidikan.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan diatas. Pengembangan kota vokasi diharapkan mampu mensinergikan seluruh sumberdaya kejuruan sehingga tercipta pertumbuhan 72 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi Kabupaten/Kota yang berhasil dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan sesuai Road-Map Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2006-2010. laboratorium multimedia di SMKN 5. dengan memberdayakan komunitas-komunitas usaha kecil dan industri serta dengan mengembangkan kejuruan berbasis sektoral perekonomian wilayah kabupaten/kota (seperti teknologi. Program pengembangan kota vokasi ini merupakan program rintisan (pilot project) dengan menekankan pada pelaksanaan Teaching Factory. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan kewirausahaan para siswa SMK. Ketiga Kota lainnya adalah Bandung. Edotel di SMKN 2 Malang dan masih banyak lagi. Kota Malang menjadi salah satu Kota Vokasi dari empat Kota Vokasi di Indonesia pada tahun 2007. pada tahun 2007 Direktorat Pembinaan SMK mendorong dan mengapresiasi pertumbuhan SMK yang ada di wilayah tersebut dengan menggulirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan peserta didik di daerah. Pemerintah Provinsi. dimana Teaching Factory merupakan suatu instalasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran siswa dengan melakukan perakitan produk atau pelayanan jasa lainnya. pertanian. Salah satu kebijakan tersebut diimplementasikan dalam bentuk Program Imbal Swadaya Pengembangan Kota Vokasi. Kota Vokasi adalah suatu daerah/ wilayah yang memiliki kemampuan besar untuk menjadi pusat pembelajaran kejuruan. pariwisata. dan lainnya). Pelaksanaan program ini melibatkan unsur Pemerintah Pusat. Sebagai kota vokasi Malang telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk pengembangan sekolah kejuruan. Di Kota Malang telah dibangun gedung vokasi sebagai pusat pembelajaran produktif bagi semua SMK di Malang. dan laboratorium animasi. Yogyakarta dan Surakarta. bengkel dan perakitan otomotif. penyedia tenaga kerja berkualitas dan pusat produksi barang dan jasa. Infrastruktur lain yang mendukung pengembangan SMK di Kota Malang antara lain adalah ICT-Center di SMKN 4 Malang. Pemerintah Kabupaten/Kota. Di gedung vokasi tersebut terdapat laboratorium perakitan komputer dan laptop bekerjasama dengan Zyrex. Hal ini merupakan salah satu dorongan dari pemerintah kota dalam pengembangan SMK di Kota Malang. dan masyarakat.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan ekonomi yang berkesinambungan dan mengurangi pengangguran. Program sekolah gratis tersebut berbentuk: • Program biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan penuh pembiayaan. Program BOS Buku.772 35. 20 Rasio SMK:SMA Kota Malang Tahun 2006/2007 2007/2008 2008/2009 SMA 18.36 40. Dengan terwujudnya dukungan.38 48. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Kebijakan dan program yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar selaras dan merupakan pengejewantahan dari kebijakan pendidikan di tingkat pusat. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 73 .69 %SMK 45. maka Pemerintah Daerah dalam hal ini meluncurkan sebuah program penyelenggaraan pendidikan gratis di Provinsi Sulawesi Selatan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No. 4 Tahun 2009.587 23.31 4. • Program beasiswa pendidikan bagi peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.62 51. diharapkan Program Pengembangan Kota Vokasi dapat direalisasikan dan masyarakat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. • Program subsidi biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan tidak penuh atau sebagian.406 16.64 59.454 %SMA 54.2.863 18.993 40. program Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM).995 Total 34. Dari tiga pilar kebijakan pendidikan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Jika di tingkat nasional kebijakan pendanaan massal dilakukan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).459 SMK 15. penekanan pengembangan kebijakan Pemerintah Daerah dilakukan pada aspek perluasan dan pemerataan akses pendidikan. perhatian dan kerjasama yang baik dari Pemerintah. Pemerintah Daerah Kabupaten/kota serta dunia usaha/dunia industri sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak. dan program beasiswa pelajar/beasiswa. program Bantuan Khusus Murid (BKM). Tabel .2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.909 17.

ekstrakurikuler.280 dan 2 SMA dengan jumlah siswa 696. Pada tahun 2007 program ini dimulai dengan memberikan bantuan pada 15 SD dengan jumlah siswa 3. SMA/SMK. dan penyelenggaraan kurikulum nasional. kelompok kerja guru (KKG). kurikulum lokal. yang didalamnya mengatur beberapa kewajiban yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat. peraturan ini mendukung optimalisasi peran dan pemberdayaan gugus sekolah.519. Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang didasarkan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. berdasarkan Perda tersebut. termasuk perihal pengadaan.2/366/Kep/IV/09 yang menetapkan sekolah penyelenggara rintisan sekolah bersubsidi penuh (Sekolah Gratis) tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dinas pendidikan kota Makassar. pendayagunaan dan pengembangan tenaga pendidikan. Dalam usaha peningkatan mutu.810 dan 3 SMP dengan jumlah siswa 860 di Makassar. pemeliharaan. 74 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Walikota Makassar mengeluarkan Keputusan Walikota Makassar No. insentif pendidik dan tenaga kependidikan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pemerintah Kota Makassar juga mengeluarkan Peraturan Daerah No. Sasaran penyelenggaraan pendidikan gratis adalah jalur pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang terdiri atas SD. dukungan dunia usaha. 3 Tahun 2006 tentang penyelenggaraan pendidikan. tanah gedung atau bangunan serta pemeliharaannya. SMPLB. masyarakat dan sumber lain yang tidak mengikat. Pada tahun 2010 direncanakan program akan mencakup SMK. biaya operasional. SMP. Komponen pembiayaan penyelenggaraan pendidikan gratis meliputi biaya kegiatan proses belajar mengajar yang mencakup. peralatan pendidikan. serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan partisipasi masyarakat dalam bentuk Komite Sekolah. Selain itu. buku pelajaran. Tata laksana penyelenggaraan pendidikan gratis di Kota Makassar berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota dengan sumber pembiayaan yang berasal dari kedua belah pihak (dialokasikan dalam APBD). Bantuan ini berlanjut hingga tahun 2009 hingga mencapai 128 SD dengan jumlah siswa 35. 421.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sebagai contoh implementasi lainnya. 7 SMP dengan jumlah siswa 3.

3 17.90 36.24 32.67 108.66 26. Salah satu diantaranya adalah terkait perbaikan rasio peserta didik SMK : SMA.5 307.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar (dalam milyar) No 1 2 3 4 5 6 Pendapatan Belanja Pembiayaan Sisa Lebih Anggaran %APBD Uraian 2005 595.97 949.36 2008 1082.83 2007 920.47 28.02 22.99 108.84 1190.73 618. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri.11 Sumber : BAPPEDA Kota Makassar b.27 33.22 126.89 848. Langkah yang diambil untuk mendukung kebijakan tersebut adalah dengan mempermudah ijin SMK dan menekan izin operasional SMA.92 471. 22 Rasio Jumlah SMK: SMA Kota Makassar Tahun 2005 -2009 No 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 SMK Neg 8 8 8 8 9 Swasta 53 57 63 67 81 Jumlah 61 65 71 75 90 SMA Neg 20 20 21 22 22 Swasta 84 84 84 85 88 Jumlah 104 104 105 107 110 Rasio SMK:SMA 37:63 38:62 40:60 41:60 45:55 Sumber : Kementerian Pendidikan Kota Makassar Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 75 .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah alokasi APBD Pemerintah Kota Makassar untuk sektor pendidikan yang terus mengalami kenaikan: Tabel.15 400.76 151.54 2006 821.74 1306.61 2009 1197. Tabel.92 20. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Kebijakan dan program pendidikan Pemerintah Kota Makassar yang ditujukan untuk mendorong pengembangan SMK baru sebatas mengikuti arahan kebijakan pusat terkait sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah dijalankan oleh Kemdiknas.

2. dukungan langsung Pemerintah Darah pada pengembangan SMK belum terlihat. kebijakan dan anggaran diatas 20% dari total APBD dapat dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri. Ini menciptakan tantangan sendiri bagi SMK yang ingin mengembangkan kualitas dan tata kelola yang baik ke tingkat yang lebih tinggi atau menyesuaikan dengan kualitas Internasional. yaitu: 1. Sejauh ini. Fokus pengembangan sektor pendidikan Pemerintah Daerah masih diseputar aspek akses dan pemerataan pendidikan tingkat dasar dan menengah (SD dan SMP). dan tata kelola yang baik. Adanya dukungan dan komitmen pemerintah daerah bagi pengembangan dunia pendidikan secara umum berupa visi dan misi.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. Kebijakan ini tentu akan memberikan kosekuensi pada perhatian dan alokasi sumber daya untuk mendukung kebijakan tersebut. seperti SMKN 8 misalnya. Sementara kebijakan pemerintah pusat untuk mengubah proporsi SMK dan SMA dapat dilihat sebagai sebuah peluang dimana perhatian pemerintah kedepan akan lebih difokuskan pada pengembangan pendidikan vocational. 3 Tahun 2006 memungkinkan Sekolah pada umumnya dan SMK pada khususnya untuk melakukan inovasiinovasi bagi pengembangan institusi. Kebijakan Pemerataan/Perluasan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Pelaksanaan kebijakan diarahkan kepada peningkatan kesadaran dan motivasi orang tua dan siswa untuk melanjutkan pendidikan serta upaya untuk meringankan beban biaya pendidikan dan diikuti dengan peningkatan daya tampung sekolah dan program PLS. Penerapan sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Makassar No. 76 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . 4. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Selaras dengan kebijakan pokok pembangunan pendidikan nasional. perhotelan dan restoran. kebijakan umum pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang diarahkan pada enam pilar kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. selain pemberian kemudahan perijinan yang diarahkan pada usaha peningkatan mutu. Hal ini kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Kondisi dan lingkungan terutama geografi dan ekonomi mendukung Kota Makassar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan dikawasan timur. perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini.

398.00 Alokasi Pendidikan 135.376.800.923.284. Pemerintah Daerah mengalokasikan APBD untuk mengembangkan pendidikan yang cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. Kebijakan dalam Efisiensi Manajemen Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme tenaga penunjang pendidikan serta pengembanga karir.443.247.288. 23 Alokasi APBD Untuk Sektor Pendidikan – Subang TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 APBD 493.045. berikut data yang diperoleh: Tabel.66 516.021.605.136. dan sebagainya.440. 2009 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 77 .00 970.358.080.773.47 172.866.391.659.997.62 % 27.58 735.44 326. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program Kepemudaan dan Olahraga Kebijakan dilakukan dengan dengan pembinaan dan pengembangan program kepemudaan dan olahraga.615. Kebijakan dalam Peningkatan Relevansi Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan mutu kurikulum muatan lokal dan pengembangan sistem ganda (PSG) khusus untuk SMK.380.62 393.896.33 435. 5.49 28.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2.00 1. program magang.994.332.043.003. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program-Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS). 4. kursus.43 33. 3.036.420.00 147. Kebijakan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Kebijakan peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme guru dan pemberdayaan MBS dan Komite Sekolah.952.574.884.626.027.268.112.41 41.66 36.594.60 1.55 23.283. 6. Kebijakan dilakukan dengan pembinaan dan pengembangan program-program PLS seperti program kejar paket A yang setara SD dan paket B yang setara SMP.63 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Subang.

5 57. • Penyebarluasan Berbagai Informasi Pendidikan Menengah. • menurunnya jumlah ruang kelas rusak.703 13.411 18. • Rehabilitasi sedang/berat ruang sekolah.116 SMA 12.851 12. namun dengan kerangka tiga pilar pendidikan nasional.14 43.5 64.086 15.24 SMA 64. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Dukungan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan SMK belum terlalu terasa. Tabel. • Meningkatnya rasio guru : murid.03 46.069 17. 24 Rasio SMK : SMA di Subang No 1 2 3 4 5 TAHUN 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 JUMLAH SISWA SMK 7. Pemerintah Daerah Subang mengarahkan pengembangan SMK pada: 1.073 7.86 56. dan rasio ruang kelas : sekolah.76 Sumber : Dinas Pendidikan Kab. • Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas. Kegiatannya adalah: • Pembangunan Gedung Sekolah SMA/SMK. meningkatnya jumlah ruang kelas baik.5 35.913 Rasio SMK : SMA SMK 35.073 11. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan menengah Sasaran programnya adalah sebagai berikut: • Meningkatnya jumlah siswa lulusan SMP yang ditampung di SMA/MA/SMK. • Meningkatnya jumlah lulusan SMA/MA/SMK.851 16. • Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu.5 42.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b.97 53. • Pembinaan SMK Kelas Jauh. Subang 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

serta pelaksanaan Pra-Ujian Nasional • Penyediaan sarana. Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan laporan berkala • Adanya kendali mutu penyerlenggaran pendidikan • Sosialisasi ISO 9001-2008 dan pengadaan dan pendamping untuk sertifikasi ISO. • Meningkatnya ketersediaan perpustakaan. melalui RAPBS. Peningkatan mutu. Kegiatan yang dilakukan : • Pemberian insentif bagi guru-guru yang melaksanakan program jam tambahan / remedial. relevansi dan daya saing Sasaran Programnya adalah: • Meningkatnya kualitas lulusan dilihat dari rata-rata nilai UN. • Persentase lulusan SMK yang berusaha sendiri/ berwirausaha. sumber belajar dan media belajar. Peningkatan tata kelola Kebijakan yang dilakukan adalah : • Peraturan tentang izin operasional SMK yang harus ada ajuan dari Dunia Usaha/Dunia Industri • Pengembangan transparansi pengelolaan pendidikan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. fasilitas PBM dan buku pokok. • Tersedianya buku pelajaran. • Penyediaan Dana Pendamping SSN/SBI 3. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 79 . • Meningkatnya jumlah sekolah SBN/SBI. • Meningkatnya kewirausahaan sekolah. dan • Meningkatnya lulusan SMA/SMK melek baca Al Qur’an.

yaitu masyarakat. Untuk pelaksanaan tata kelola yang baik tersebut. Kedua. 2. penerapan tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan nilai-nilai. Koordinasi yang baik. Penerapan tata kelola yang baik membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan.1 Kesimpulan Belajar dari pengalaman ketiga SMK di atas. 80 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan kondisi bersih dari korupsi yang berorientasi pada kepentingan publik. dan daya tanggap. Fakta menunjukkan bahwa penerapan tata kelola yang baik tidak hanya menjadi solusi dari segala permasalahan pendidikan yang dihadapai sekarang ini. dan nyata yang berakar pada penyelenggaraan pendidikan yang efektif. Seperti diketahui bahwa permasalahan pendidikan di Indonesia masih berkisar pada permasalahan tentang pemerataan akses terhadap pendidikan. integritas. dan masyarakat. permasalahan mutu dan relevansi pendidikan. namun juga telah melahirkan sekolah-sekolah yang mampu merespon setiap tantangan yang dihadapinya menjadi sebuah keunggulan dalam bentuk kapabilitas untuk melakukan inovasi dalam pendidikan. Pertama. dan bertanggung jawab. penerapan tata kelola yang baik dalam dunia pendidikan bisa menjadi sebuah solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini. seperti nilai keadilan. diperlukan adanya: 1. serta efisiensi manajemen pendidikan. bersih. serta etos kerja dan moral tinggi. swasta. Komitmen yang kuat baik dari pihak-pihak di dalam lembaga pendidikan tersebut maupun pihak-pihak di luar lembaga pendidikan seperti pemerintah. 3. penerapan tata kelola yang baik dalam pengeloaan pendidikan dapat membangun sebuah sistem anti korupsi dalam institusi pendidikan yang akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa ini. Pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat. profesionalisme. yang mendorong lembaga pendidikan maupun Pemerintah lebih efektif dalam bekerja tanpa mengabaikan orientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5. Yang terakhir. Yang lebih fundamental. mampu memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah. agar ikut berperan optimal sehingga tercipta sinergi antara lembaga pendidikan dengan stakeholdernya. efisiensi. efisien. jelas. bukan sekelompok orang atau golongan.

yang mengedepankan karakteristik partisipatif. dan SMKN 2 Subang telah menunjukkan bahwa pihak sekolah bisa melakukan inovasi-inovasi meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan di tengah tantangan yang mereka hadapi masing-masing. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan sekolah. b. pengelolaan dan kualitas pendidikan. e. d. baik dari segi sistem pendidikan. dan kurang fokus pada pengembangan SMK . serta sesuai dengan peraturan dan hukum. Tanggap terhadap kebutuhan nasional. Kapabilitas inovasi dari Pemerintah Daerah dalam menterjemahkan kebijakan dan program yang telah didesain Pemerintah Pusat menjadi sebuah tuntutan. beriorientasi pada konsensus. selain juga adanya sinergi di antara stakeholders pendidikan. Pengembangan sistem pengawasan dan kendali mutu pelaksanaan kegiatan pendidikan. akuntabel. dengan menjaga nilai-nilai luhur pendidikan.2. Pengembangan sistem dan modul pendidikan. terhadap integritas. selama masih sesuai dan dalam koridor standar pendidikan nasional.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan adanya desentralisasi. baik dengan pihak di dalam maupun di luar negeri. namun juga perlu dukungan dari Pemerintah dan pihak lain. perkembangan teknologi. SMKN 8 Makassar. dan etos kerja para pendidik dan siswa-siswi. c. bahwa kapabilitas inovasi di level sekolah saja masih belum cukup namun sangat diperlukan kapabilitas inovasi Pemerintah untuk menciptakan kebijakan dan program inovatif yang mendukung pengembangan pendidikan. profesionalitas. Pengembangan jaringan kerjasama.2 Rekomendasi Inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaannya tidak hanya menjadi kewajiban pihak sekolah. daerah. Inovasi di tingkat kebijakan dan program dari Pemerintah Daerah sangat kurang. termasuk di dalamnya memasukkan nilai-nilai lokal dan anti korupsi.terlebih lagi pada orientasi pengembangan berdasarkan potensi daerah. efektif dan efisien. dan keinginan masyarakat.1 Sekolah diharapkan meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan melalui: a. peran Pemerintah Daerah menjadi sangat strategis dalam mendorong pengembangan pendidikan di daerah. Kisah SMKN 4 Malang. Yang dihasilkan dalam studi tentang inovasi sistem pendidikan menengah kejuruan ini adalah: 5. kualitas lulusan dan tujuan lainnya. transparan. Dari pengalaman tiga daerah di atas menunjukkan bahwa inovasi dalam pengembangan pendidikan justru lebih banyak muncul dari inisiatif pihak sekolah. khsusunya Pemerintah Daerah. yang disesuaikan dengan program pendidikan. responsif. terkait dengan pelaksanaan tata kelola yang baik. 5. Pemerintah daerah hanya sebatas meneruskan semua kebijakan dari Pemerintah Pusat. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 81 . Akan tetapi perlu disadari oleh Pemerintah.

d. h. c. Membuka peluang kerjasama atau menjembatani kerjasama dengan sumber dana lainnya. Membuka peluang kerjasama dengan Badan/Institusi Pemerintah ataupun dengan pihak swasta untuk membuka kesempatan atau menjembatani kerjasama pelatihan dan praktik keahlian. Pemerataan akses layanan atau ikut menggiring arah pengembangan akses layanan pendidikan menengah kejuruan yang sesuai dengan potensi sosial budaya ekonomi masyarakat untuk mendapatkan konsep dan arahan implementatif yang holistik. Pemberian dukungan penuh terhadap SMK dan program-programnya. termasuk peluang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f. b. Pemerataan perbaikan fasilitas dan sarana sekolah. j. Sinkronisasi peraturan dan kebijakan terkait penyelenggaraan pendidikan dan pendukungnya (reformasi kerangka hukum dan kebijakannya). 5. e. Pengembangan modul pendidikan yang memuat nilai-nilai lokal dan semangat anti korupsi skala nasional ataupun lokal. i. Pemberian pelatihan dan pendidikan bagi para pendidik untuk menjaga kualitas pengajaran.2 Pemerintah berperan aktif meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan.2. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan pemerintah bidang pendidikan. berupa: a. f. 82 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . serta tanggap akan kebutuhan SMK. g. Dapat memperluas akses layanan pendidikan yang merata. Pemerataan penyediaan layanan pendidikan menengah kejuruan yang lebih terjangkau.

McGraw-Hill. 2006. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 83 . Peraturan Pemerintah No.id/ effendisanusi/.unila. http://blog. Peraturan Pemerintah No.ac. Nandika. Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dodi. Jakarta: Makalah pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia. 39 Tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional. Undang-undang Republik Indonesia No. Stephen M. Peraturan Pemerintah No. Pendidikan: Rahmat bagi Sekalian Alam. 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan. Shapiro. Penangkal Korupsi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional. 2009. 2002. Effendi. 39 Tahun 2000 tentang Perubahan atas PP No. Peraturan Pemerintah No. November 2009. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. 38 Tahun 1992 Tenaga Kependidikan. Undang-undang Republik Indonesia No. Sanusi. 24/7 Innovation: A Blueprint for Surviving and Thriving in an Age of Change. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta. Peraturan Pemerintah No. Inovasi: Pengertian dan Karakteristik. Peraturan Pemerintah No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful