P. 1
Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

|Views: 28|Likes:
Published by Cindy Saraswati

More info:

Published by: Cindy Saraswati on Jun 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB 1 PENDAHULUAN
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Tujuan dan Manfaat
  • 1.3 Pelaksanaan Studi
  • 1.4 Cakupan Studi
  • 1.5 Pengumpulan dan Analisis Data
  • BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA
  • 2.1 Sekolah Menengah Kejuruan
  • 2.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan
  • 2.3 Kebijakan Pengembangan SMK
  • 2.3.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA
  • Road Map Pengembangan SMK 2010-2014
  • 2.3.2 Sertifkasi ISO 9001-2008
  • 2.3.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK
  • 2.3.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK
  • 2.4 Program Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan
  • 2.4.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal
  • 2.4.2 Manajemen Berbasis Sekolah
  • 2.4.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan
  • BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH
  • 3.1 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang
  • 3.1.1 Profl Daerah dan Sekolah
  • 3.1.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi
  • 3.1.3 Praktik Inovasi Pendidikan
  • b. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun
  • c. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK)
  • d. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ)
  • 3.1.4 Kapabilitas Inovasi
  • a. Strategi yang Dilakukan
  • b. Proses
  • c. Sumber Daya Manusia
  • d. Teknologi
  • Tabel. 1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafka SMKN4 Malang
  • Tabel.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafka SMKN4 Malang
  • Tabel.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN4 Malang
  • Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN4 Malang di Industri
  • Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafka
  • 3.1.5 Kesinambungan Program
  • 3.2 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar
  • 3.2.1 Profl Daerah dan Sekolah
  • 3.2.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi
  • Tabel.8 Siklus Pembelajaran
  • Tabel.10 Daya Serap lulusan SMKN 8 Makassar
  • 3.2.4 Kesinambungan Program
  • 3.3 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang
  • 3.3.1 Profl Daerah dan Sekolah
  • 3.3.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi
  • c. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh)
  • d. Program Pengembangan Teaching Factory
  • e. Income Generating Unit
  • b. Proses
  • c. Sumber Daya Manusia
  • d. Teknologi
  • Tabel . 17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang
  • 4.2 Peran Pemerintah Daerah
  • 4.2.1 Peran Pemerintah Kota Malang
  • Tabel.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang
  • Tabel.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar
  • Tabel. 22 Rasio Jumlah SMK: SMA Kota Makassar Tahun 2005 -2009
  • 4.2.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang
  • Tabel. 23 Alokasi APBD Untuk Sektor Pendidikan – Subang

Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Komisi Pemberantasan Korupsi | Direktorat Penelitian dan Pengembangan

Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Tim Penulis: Doni Muhardiansyah Aida R. Zulaiha Wahyu D. Susilo Annisa Nugrahani Sulistyanto Fahrania I. Rosalba Bariroh Barid IGA Nyoman Lia O.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-1 Jakarta Selatan 12920 Telp. (021) 2557 8300, Faks (021) 5289 2448 www.kpk.go.id Jakarta, 2010

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

PRAKATA
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesaikannya Buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan : Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan. Kegiatan pengembangan buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan ini dilakukan dalam rangka mendorong pelaksanaan tata kelola yang baik (good governance) di dunia pendidikan, khususnya di tingkat unit layanan di sekolah. Pelaksanaan tata kelola yang baik diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan publik. Untuk memudahkan Pembaca memahami pola praktik inovasi tata kelola yang dilakukan, buku ini menggunakan alur pembahasan berurutan mulai dari profil daerah dan unit layanan, kondisi sebelum adanya inovasi, praktik inovasi pendidikan yang dilakukan, kapabilitas Inovasi, dan keberlangsungan program inovasi. Objek studi inovasi ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan unit layanan terpilih adalah SMKN 4 Kota Malang, SMKN 8 Kota Makassar dan SMKN 2 Kabupaten Subang. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan buku ini. Untuk penyempurnaan buku ini sangatlah kami harapkan.

Jakarta, Desember 2010. Tim Penulis Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Selamat membaca !

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

iii

3 Kebijakan Pengembangan SMK 2.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal 2.1.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) d.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR ISI Hal iii iv vii 1 1 3 3 4 4 5 5 6 7 7 9 9 9 9 9 10 12 14 14 14 18 18 18 19 19 21 22 22 23 25 26 26 29 PRAKATA DAFTAR ISI DAFTAR TABEL BAB 1 PENDAHULUAN 1. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun c.4 Program Pengembangan Sekolah Menegah Kejuruan 2.4.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK 2.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK 2.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.5 Kesinambungan Program iv Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .2 Sertifikasi ISO 9001-2008 2.3.2 Manajemen Berbasis Sekolah 2. Strategi yang Dilakukan b.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan 2.4.4. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) 3.1. Proses c.1.5 Pengumpulan dan Analisis Data BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2.3.4 Cakupan Studi 1.3 Pelaksanaan Studi 1. Sumber Daya Manusia d.1.2 Tujuan dan Manfaat 1.1 Sekolah Menengah Kejuruan 2.1. Pengukuran 3.4 Kapabilitas Inovasi a.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK:SMA 2.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif b.3.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH 3.1 Latar Belakang 1. Teknologi e.3.1 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang 3.

2.2.1 Profil Daerah dan Sekolah 3. Pengukuran 3. Proses c. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.2 Peran Pemerintah Daerah 4. Teknologi e.2.4 Kapabilitas Inovasi a.3. Sumber Daya Manusia d.3 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang 3. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.1 Peran Pemerintah Kota Malang a.2.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan b. Program Kelas Wirausaha/Mandiri c.5 Kesinambungan Program BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional 4.3. Teknologi e.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.3. Program Pengembangan Teaching Factory e. Pengukuran 3. Income Generating Unit 3. Proses c. Strategi yang Dilakukan b. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b.2.2 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar 3.5 Kesinambungan Program 3.3.3 Praktik Inovasi Pendidikan: Pengembangan Sistem Blok 3. Sumber Daya Manusia d. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 29 29 32 33 35 35 36 37 37 37 41 42 42 45 46 46 48 49 50 52 55 55 57 58 62 63 66 67 67 68 69 69 71 74 74 76 76 76 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK v .2. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) d.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.2. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b. Strategi yang Dilakukan b.4 Kapabilitas Inovasi a.3.2.

2 Rekomendasi Daftar Pustaka 80 80 81 83 vi Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan 5.

3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN 4 Malang Tabel.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Tabel.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar Tabel.1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN 4 Malang Tabel.10 Daya Serap Lulusan SMKN 8 Makassar Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003-2008 Tabel.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran SMKN 2 Subang Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tabel.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tabel.17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang Tabel.24 Rasio SMK:SMA di Subang Hal 8 27 27 27 28 28 28 28 33 34 39 40 43 49 54 64 70 73 75 75 77 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK vii .22 Rasio Jumlah SMK:SMA Kota Makassar Tahun 2005-2009 Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008 Tabel.23 Alokasi APBD untuk Sektor Pendidikan – Subang Tabel.20 Rasio SMK: SMA Kota Malang Tabel.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tabel.8 Siklus Pembelajaran Tabel.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/ Mandiri – SMKN 2 Subang Tabel.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN 4 Malang Tabel.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR TABEL Road Map Pengembangan SMK 2010-2014 Tabel.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Multimedia Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang di Industri Tabel.

.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 1 . Dodi. termasuk penguatan akhlak mulia. praktik good governance harus memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga 1 Nandika. Penangkal Korupsi. Namun. Jakarta. (2009). Selama ini mungkin banyak orang berpendapat bahwa satu-satunya jawaban atas permasalahan mutu pendidikan tersebut adalah tersedianya dana yang memadai untuk pengembangan pendidikan. Menurut United Nation Development Programme (UNDP). Pendidikan bukan sekedar pengayakan intelektual. Banyak aspek dari pendidikan yang perlu ditata ulang sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. karakter unggul. apabila dikaji lebih jauh. efektivitas dan efisiensi.1 Latar Belakang Tanpa kita sadari kebiasaan mencontek saat ujian di sekolah dulu merupakan salah satu akar dari tindakan korupsi yang terjadi selama ini. serta setara dan inklusif. Tata kelola yang baik yang diartikan sebagai pengelolaan yang baik merupakan serangkaian tindakan nyata untuk menghasilkan kondisi yang lebih kondusif dalam peningkatan mutu pendidikan. hal ini tidak terlepas dari permasalahan sistem pendidikan di Indonesia. Dalam konteks pengelolaan pendidikan. Makalah dipresentasikan pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia. Penerapan tata kelola yang baik (good governance) menawarkan solusi baru bagi upaya peningkatan mutu pendidikan. Pengalaman membuktikan bahwa upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan. tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai luhur insani bagi kemajuan peradaban bangsa. Mencontek sebenarnya bukan sekedar kenakalan yang dilakukan oleh banyak anak sekolah. tata kelola yang baik memiliki delapan prinsip sebagai berikut: partisipasi. Penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan diharapkan mampu menawarkan paradigma baru dalam pengelolaan pendidikan. beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik good governance menurut Effendi (2005) adalah sebagai berikut: pertama. kepastian hukum. sistem pendidikan kita kurang mampu mengadirkan pendidikan dalam nuansa tersebut.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 1 PENDAHULUAN 1. transparansi. sehingga tidak jarang mahalnya biaya pendidikan atau sekolah menjadi tolok ukur bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. dan wawasan kebangsaan. akuntabilitas.1 Akan tetapi. konsensus. Pendidikan : Rahmat bagi Sekalian Alam. ketanggapan.

praktik good governance adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai dengan kewenangannya berperan sebagai trigger mechanism merasa perlu untuk terus mendorong semangat pelaksanaan tata kelola yang baik di setiap layanan publik. Buku ini bertutur tentang penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan yang ternyata tidak hanya menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaannya akan tetapi juga mendorong beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) di beberapa daerah untuk melakukan terobosan baru/inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. Effendi. perubahan (secara) baru’. dalam hal ini kepentingan pelanggan pendidikan. Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. (2009).2 Dalam buku 24/7 Innovation.ac. 2 Sanusi. dalam praktik good governance terkandung nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja. sementara Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru. Nilai-nilai seperti efisiensi. Kapabilitas inovasi memungkinkan sebuah organisasi dapat melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal. Shapiro mengembangkan konsep untuk melihat kemampuan suatu perusahaan dalam berinovasi dengan melihat lima elemen kapabilitas inovasi: strategi (strategy). dan daya tanggap menjadi nilai yang penting. proses (processes). sumber daya manusia.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan memungkinkan adanya sinergi di antara mereka dalam hal ini pelanggan atau stake holder lembaga pendidikan. Shapiro melihat inovasi sebagai sebuah keunggulan kompetitif dari suatu perusahaan. Diambil dari Sumber Elektronik http://blog. Stepen M. Secara lebih praktis tata kelola yang baik harus menjabarkan tujuan pendidikan nasional dan menterjemahkan dalam rumusan visi dan misi dari lembaga pendidikan serta mengembangkan kompetensi-kompetensi dan mekanisme kerja dalam lembaga pendidikan agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien mewujudkan visi dan misinya. dan teknologi (technology). Tata Kelola yang baik (good governance) dengan karakteristik yang melekat padanya tidak hanya menciptakan pengelolaan dan pengurusan pendidikan yang lebih baik akan tetapi pada tingkat yang lebih tinggi lagi mampu mendorong sekolah untuk melakukan terobosan-terobosan baru menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikannya. yang secara tipikal menghendaki adanya proses.id/effendisanusi/ tanggal 9 Nopember 2009. praktik-praktik baru. efektivitas dan efisiensi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan. sumber daya manusia (people). pengukuran (measurement). ketiga. kedua. keadilan. dan tekonologi. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukakan oleh organisasi dan mampu mengantarkan output yang dapat diukur. atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran.unila. inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘ pembaharuan. 2 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Menurut etimologi.

Profil Daerah dan Unit Layanan 2. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 3 . 2. khususnya pendidikan menengah kejuruan di beberapa daerah di Indonesia. 1. 2. Manfaat dari studi ini adalah: 1. Tujuan studi ini adalah untuk: 1. 1. people dan technology. Pratik Inovasi Pendidikan 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Wujud dorongan semangat ini antara lain dengan memberikan gambaran nyata dari pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan di beberapa SMK di Indonesia. Kondisi Sebelumnya Adanya Inovasi 3. process. Keberlangsungan Program. Untuk melihat tingkat inovasi dari unit layanan dikembangkan kerangka kapabilitas inovasi yang terdiri dari lima elemen: strategy. Untuk menggambarkan pola praktik inovasi dan keberhasilannya agar mudah diaplikasikan oleh daerah-daerah lain. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK melakukan studi terhadap pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan. studi diharapkan dapat menambah literatur kajian mengenai penerapan nyata tata kelola yang baik di daerah. Kapabilitas Inovasi 5. Pada tatanan praktis. Hasil akhir studi juga diharapkan dapat mendorong pengembangan layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah yang menerapkan kebijakan dan inovasi layanan. hasil dari studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan pembelajaran dalam pengembangan praktik-praktik pelaksanaan tata kelola yang baik khususnya di bidang pendidikan oleh daerah-daerah lain. measurement. Mempelajari praktik tata kelola yang baik di bidang pendidikan sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi. Memberikan gambaran mengenai kapabilitas inovasi dan tingkat keberhasilan dari sekolah kejuruan menengah tersebut sebagai hasil dari pelaksanaan tata kelola yang baik.3 Pelaksanaan Studi Studi ini bersifat deskriptif dengan menggambarkan pelaksanaan good governance dan pola keberhasilan dari inovasi yang diterapkan oleh unit layanan.2 Tujuan dan Manfaat Dari latar belakang di atas. Dari sisi akademis. maka sistematika penulisan didasarkan pada alur pikir sebagai berikut: 1.

dengan pertimbangan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis bagi terwujudnya angkatan kerja nasional yang terampil dan selain itu juga sejalan dengan kebijakan Kemdiknas untuk mewujudkan rasio SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) berbanding dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) menjadi 70% : 30% pada tahun 2015. Untuk mengidentifikasi unit penelitian yang akan dipilih. 1. 4 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memudahkan penjelasan hasil observasi. serta dokumentasi di lapangan. Kriteria pertama adalah program kemitraan SMK dengan dunia industri yang dikelompokkan menjadi tiga bidang kemitraan. Berikut adalah unit layanan yang menjadi unit analisis dalam studi ini: No 1 2 3 Unit Layanan SMKN 4 Malang SMKN 8 Makassar SMKN 2 Subang Program Kejuruan Grafika dan Multimedia Pariwisata dan Perhotelan Pertanian Pelaksaanan Observasi 5-8 Oktober 2009 12-15 Oktober 2009 23-26 November 2009 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pelaksanaan studi terbagi menjadi beberapa tahapan. Sebagai data pendukung.4 Cakupan Studi Studi inovasi layanan pendidikan difokuskan kepada pendidikan menengah kejuruan. digunakan informasi mengenai inovasi layanan yang dikembangkan oleh unit layanan dan mempertimbangkan rekomendasi serta masukan-masukan dari Direktorat Pembinaan SMK Kemdiknas. yaitu: bidang manufaktur. dan bidang agro industri. bidang jasa. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan kajian literatur maupun penulusuran sumber data lain. yaitu: 1) Tahap persiapan (pengumpulan data awal dan penentuan daerah studi). 2) Tahap pengumpulan data dan observasi lapangan. 3) Tahap analisis. dan 5) Tahap penyusunan buku serta visualiasi berupa CD/DVD interaktif. beberapa kriteria dikembangkan dalam studi ini.5 Pengumpulan dan Analisis Data Observasi lapangan dan teknik wawancara digunakan sebagai alat utama pengumpulan data primer. wawancara. Kriteria kedua dilihat dari program keunggulan lokal SMK. dan kriteria ketiga melihat penerapan ISO 9001-2008. 4) Tahap pengembangan laporan akhir.

dengan perngharapan bahwa setelah lulus dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. atau yang dikenal juga dengan sebutan SMU atau Sekolah Menengah Umum) sangat melekat dibenak masyarakat.1 Sekolah Menengah Kejuruan Definisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. Sejak krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia pada tahun 1997. Banyak orang tua beranggapan bahwa jalan sukses bagi anak-anak adalah dengan menyekolahkannya ke SMA.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2. angka pengangguran tidak berkurang namun justru setiap tahun semakin bertambah.19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional. Akan tetapi fakta menunjukkan lain. (2006). Rentang waktu yang cukup panjang sejak penjajahan Belanda sampai sekarang.”3 Keberadaan sekolah kejuruan di Indonesia telah ada sebelum Indonesia merdeka. Dahulu. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah: ”Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. Ibid Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 5 . Sekolah Kejuruan mulai didirikan sejak zaman penjajahan Belanda. Struktur tenaga kerja di Indonesia menggambarkan dari 76 juta tenaga kerja ternyata didominasi oleh tenaga kerja yang tidak memi3 4 Kementerian Pendidikan Nasional. diantaranya adalah SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar. Dedi Supriadi (2002) menyebut Sekolah Pertukangan di Surabaya yang berdiri tahun 1853 adalah sekolah kejuruan yang pertama di Indonesia4. bahwa: ”Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk jenis pekerjaan tertentu. citra SMK sebagai sekolah kelas dua setelah SMA (Sekolah Menengah Atas. sekolah kejuruan mengalami berbagai dinamika dalam perkembangannya.” Peraturan Pemerintah No. Menyandang predikat sarjana dianggap merupakan suatu jaminan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan diidam-idamkan. Dari rujukannya. menjelaskan Sekolah Menengah Kejuruan secara lebih spesifik. Jakarta.

Pola penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pun berkembang dari yang semula sangat terstruktur menjadi lebih fleksibel/luwes dan permeable/terbuka. serta membentuk kecakapan hidup (life skill). Murid di SMK lebih ditekankan untuk melakukan praktik sehingga mereka berpengalaman dan mantap untuk langsung memasuki dunia kerja. Belajar dari fenomena tersebut. yaitu melatih peserta didik untuk menguasai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja (termasuk dunia bisnis dan industri). 5 Ibid 6 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . perubahan paradigma penyelengaraan pendidikan kejuruan mulai dilakukan. Sistem pengelolaan yang mulanya bersifat sentralistik. merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kecakapan hidup.5 juta pekerja. yang sekaligus juga dapat mencegah bertambahnya pengangguran. Perubahan paradigma tersebut terjadi pada orientasi pendidikan dan pelatihan kejuruan yang dikembangkan dari yang bersifat supply driven menjadi demand driven.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan liki keterampilan (unskilled labor) dan hanya 19 juta tenaga kerja diantaranya yang memiliki keterampilan.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan Melihat peluang besar dan peran penting sekolah kejuruan dalam upaya penyiapan tenaga kerja siap pakai untuk menekan tingkat pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. dari pendekatan mata pelajaran menjadi pembelajaran berbasis kompetensi. Indonesia harus mengembangkan sistem pendidikannya sehingga dapat mencetak dan meningkatkan tenaga siap kerja.5 Melihat kondisi seperti ini Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang. tenaga kerja yang memiliki keahlian (atau dengan kualifikasi expert/ahli) hanya sejumlah 4. Pendekatan pembelajarannya pun bergeser. Sementara itu. 2. memberikan pendidikan tentang kewirausahaan. Sekolah kejuruan (SMK) menjadi salah satu komponen yang patut dikembangkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cukup potensial tersebut. tetapi ini tidak menutup kemungkinan para lulusan SMK untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. SMK sebagai bentuk satuan penyelenggara dari pendidikan menengah kejuruan yang berada di bawah Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan. berubah menjadi desentralistik. Selain itu saat ini banyak SMK yang bertaraf internasional untuk menghadapi persaingan di era globalisasi.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 7 . SMK kelas jauh di pesantren atau institusi sejenis. maka melalui tiga pilar utama pendidikan tersebut. cerdas dan kompetitif. sedangkan untuk SMA sebesar Rp. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri. Peningkatan sebesar 16% ini dicapai melalui ekstensifikasi dan intensifikasi penyelenggara pendidikan kejuruan berbagai bentuk SMK. SMA terbuka. yaitu sebanyak 466 Unit Sekolah Baru (USB) SMK dibandingkan dengan SMA sebanyak 237 USB.328 milyar pada tahun 2008. dan sekolah menengah terpadu. Penguatan tata kelola.94 milyar pada tahun 2007 dan Rp. SMK telah dibangun lebih banyak dari pada SMA. dan 3. Hingga tahun 2008. yaitu: 1. dibandingkan pada akhir tahun 2004 sebesar 30 : 70. seperti SMK besar di kawasan industri. anggaran untuk SMK juga dialokasikan lebih banyak dari SMA. Selama kurun tahun 2005 – 2008. yaitu: 2. sedangkan untuk BOMM SMA sebesar Rp. dan daya saing. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan beberapa kebijakan strategis yang mendukung perkembangan pendidikan menengah kejuruan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Bantuan khusus murid SMK. Peningkatan mutu.3 Kebijakan Pengembangan SMK Kebijakan khusus terkait pengembangan SMK sebagai suatu konsekuensi perubahan paradigma terhadap pendidikan menengah kejuruan mutlak diperlukan.175 milyar pada tahun 2007 dan Rp.242 milyar.209 milyar pada tahun 2008. SMK di daerah perbatasan. dan pencitraan publik. SMK kecil di daerah terpencil dan pedesaan. dengan alokasi anggaran Rp.85 milyar pada tahun 2008. menjadi 70 : 30 pada tahun 2015. Pemerintah telah berhasil meningkatkan rasio peserta didik SMK : SMA menjadi 46 : 54. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. relevansi.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA Kemdiknas memiliki kebijakan untuk membalik rasio peserta didik SMK dibanding SMA dari 30 : 70 pada tahun 2004.3. Untuk membangun SMK yang dapat menghasilkan SDM yang siap kerja. Dalam hal pendanaan. akuntabilitas. yaitu untuk Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK sebesar Rp. Terdapat tiga pilar utama pendidikan. 2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2.

F���������F�����F��� "����"F�����������������������#�+� ����������������"������� b) Menumbuhkan minat siswa. 8 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .�������� ��������������� � ���� Inovasi Dalam Sistem Pendidikan �������������������������#�+�� �������#�+��� ���������� ������� �����#�+����� ��������� �� �������������� ���� �� ����� ��#�+������������������ ����#�+��������������������������� Road Map �������� �����#� �������������� ������������������������ Pengembangan SMK 2010-2014 ����+#�����" �����%(��������&��1�12�1� ������ ������ ������ ������ ������ �������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ��� ������� ����� ����������� ����� ��������� ��� ���� �� �� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ���� ���� ���� ���� ���� ���������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� -���� � ���� � ��������� � ����� � ������������ � ������ � � �� � #�+ � ����� � ��������� �������������='>� � ���#�+�����9'>� � ���#� ����������������������������������. ���������������������� ������������������� ������������������������������������������������������������������������� � c) Kemdiknas dalam dua tahun terakhir melakukan conditioning guna meyakinkan masyarakat terutama siswa lulusan SMP agar lebih berminat memilih pendidikan kejuruan dalam menempuh karier pendidikan lebih lanjut. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ������������������������������ ����������������2 ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah siswa SMK dalam mencapai perbandingan 70% siswa SMK dan 30% siswa SMA diantaranya dilakukan dengan �) !�� ������������������� ����������������� ��������������������� � ���#�+� cara: �� ���������������� �������������������#�+2 a) Bersama mitra dari�industri berupaya terus meningkatkan jumlah siswa SMK �) ����������� ����� � � ��� � ����� � ��� � ��� � �� ������� � ����� � ��������� disamping juga terus meningkatkan mutu SMK.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. Bisnis dan manajemen Dalam era otonomi daerah yang diikuti dengan desentralisasi. disamping itu. Teknologi informasi dan komunikasi 3.2 Sertifikasi ISO 9001-2008 Dalam upaya meningkatkan standar layanan birokrasi di semua unit kerja Kemdiknas. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. dikembangkan melalui kerja sama dalam bentuk kemitraan dengan dunia usaha/industri. Agribisnis dan agroteknologi 6. kerajinan dan pariwisata 5.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK Dengan cara memperluas akses terhadap pendidikan di SMK sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan lokal.4. Kesehatan 4..1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal Dalam rangka meningkatkan mutu dan relevansi sekolah kejuruan. 2. serta memperluas akses dan kemudahan bagi siswa yang akan menempuh pendidikan SMK. penentuan pengembangan bidang studi keahlian SMK perlu dipertimbangkan dan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 9 . Teknologi dan rekayasa 2.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK.3. dsb.3. Untuk itu Kemdiknas melakukan penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalu sertifikasi ISO 9001-2000. menetapkan 6 (enam) bidang studi keahlian. antara lain: 2. dilakukan upaya penambahan muatan pendidikan keterampilan di SMA bagi siswa yang akan bekerja setelah lulus.4 Program Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbagai kebijakan strategis seperti yang dikemukakan sebelumnya diikuti dengan berbagai program pengembangan SMK. Seni. misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date. 2. Perluasan SMK ini dilaksanakan melalui penambahan program pendidikan kejuruan yang lebih fleksibel sesuai dengan tuntutan pasar kerja yang berkembang. Kemdiknas berupaya secara serius agar semua unit kerja dapat memberikan layanan yang prima dan bertaraf internasional. Kementerian Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Nomor 252/C/KEP/ MN/2008 tanggal 22 Agustus 2008. yaitu: 1. 2.3.

mengalokasikan. Pemanfaatan potensi daerah sebagai basis pengembangan dan perluasan pendidikan harus dilihat dari tiga aspek utama.2 Manajemen Berbasis Sekolah Pencapaian efisiensi tenaga kerja SMK yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dapat dilakukan dengan cara mengembangkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). yaitu: a) Potensi geografis yang meliputi kekayaan alam. sehingga lulusan SMK tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang ada. ekonomi.4. akan tetapi mampu mengembangkan kesempatan kerja yang masih potensial dengan mendayagunakan potensi ekonomi daerah yang masih ada. menentukan prioritas. sehingga para lulusan dapat mengembangkan potensinya dalam menghasilkan dan memasarkan barang dan jasa. Program pendidikan SMK dapat diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang produktif dan mampu mendayagunakan potensi perekonomian daerah sehingga dalam jangka panjang akan meningkatkan kemandirian daerah. 2. Saat ini pemerintah memberikan otonomi yang luas pada tingkat sekolah. mengendalikan dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber. kepercayaan nilai-nilai moral. sehingga SMK dapat memperoleh justifikasi eksistensi kuat dari masyarakat. dan tingkat kemajuan masyarakatnya Dalam konteks pengembangan pendidikan kejuruan. dengan 10 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . dimana SMK diharuskan agar mampu membuka cakrawala pemikiran lebih luas bagi tenaga kerja lulusan SMK. Selain itu fungsi SMK juga dikaitkan dengan penyediaan tenaga penggerak perekonomian daerah. Kemampuan ini penting terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan lapangan usaha. agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah tersebut. baik kepada masyarakat maupun pemerintah. dan sumber daya buatan b) Faktor budaya. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan SMK benar-benar bermanfaat bagi daerah tersebut dalam memajukan dan mengembangkan potensinya. letak wilayah. Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut mandiri dalam menggali.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disesuaikan dengan potensi daerah. SMK diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya lainnnya. daerah memiliki kewenangan menentukan kebijakan pengembangan program pendidikan SMK yang sesuai dengan konteks daerah. dan norma yang menentukan kepribadian masyarakatnya c) Kondisi sosial.

perencanaan. c) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua. hingga sampai 11 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . f ) Sekolah dapat melakukan pengelolaan fasilitas (peralatan dan perlengkapan). e) Pengelolaan ketenagakerjaan. d) Sekolah diberi kebebasan memiliki strategi. b) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan dan hasil program-program sekolah. yaitu: a) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan nya (school-based plan). mulai dari analisa kebutuhan. mulai dari pengadaan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. ada beberapa kewenangan yang didesentralisasi pada sekolah. pengembangan. metode. kecuali yang menyangkut penggajian/pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri yang sampai saat ini masih ditangani oleh Pemerintah Pusat/Daerah. dan d) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai Prinsip utama pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah adalah : a) Fokus pada mutu b) Bottom up planning and decision making c) Manajemen yang transparan d) Pemberdayaan masyarakat e) Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam Manajemen Berbasis Sekolah. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. tenaga administrasi. Secara rinci Manajemen Berbasis Sekolah bertujuan untuk: a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memperdayakan sumber daya yang tersedia. laboran. b) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. siswa. khususnya evaluasi yang dilakukan secara internal. pemeliharaan dan perbaikan. hubungan kerja. dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif. dan sebagainya) dapat dilakukan oleh sekolah. rekrutmen. sampai dengan evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah (guru. masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolahnya. c) Sekolah dapat mengembangkan (memperdalam. insentif dan sanksi (reward and punishment). guru dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. memperkaya dan memodifikasi) kurikulum. namun tetap dalam koridor standar pendidikan nasional atau tidak dapat mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional.

Pengelolaan iklim sekolah (fisik dan non fisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. penempatan untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja hingga sampai pada pengurusan alumni. serta memperkuat penguasaan kompetensi dasar teknologi informasi dan komunikasi.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja siap kerja tingkat menengah. Kementerian Pendidikan Nasional melakukan program. Esensi hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan keduanya dalam meningkatkan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolah-masyarakat. Iklim sekolah sudah merupakan kewenangan sekolah sehingga yang diperlukan adalah upaya-upaya yang lebih intensif dan ekstensif. kesesuaian. Dalam rangka peningkatan daya serap tersebut. terutama dalam hal pengalokasian/penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib. 2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan g) h) i) j) pengembangannya. SMK turut bertanggung jawab dalam pembenahan. Hal ini didasarkan oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling mengetahui kebutuhan fasilitas. antara lain: a) Memperkuat kemampuan adaptif Upaya untuk meningkatkan kemampuan adaptif ini dilakukan dengan memperkuat kemampuan dasar siswa melalui mata pelajaran matematika terapan dan sains terapan. 12 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . baik kecukupan. dan kegiatan-kegiatan yang terpusat pada siswa (student-centered activities) adalah contoh-contoh iklim sekolah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. Keterserapan lulusan di pasar industri menjadi salah satu parameter keberhasilan dari sekolah kejuruan. kesehatan sekolah. optimisme dan harapan/espektasi yang tinggi dari warga sekolah.4. memperkuat penguasaan bahasa nasional dan internasional. memperkuat kemampuan wirausaha siswa melalui mata pelajaran pemasaran (marketing) dan keuangan. Sebagai lembaga pendidikan formal. Sekolah melakukan pelayanan siswa. Sekolah dapat melakukan pengelolaan keuangan. maupun kemutakhirannya. mulai dari penerimaan siswa baru. pengembangan/pembinaan/ pembimbingan. peningkatan keahlian dan keterampilan siswa dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan terpercaya yang siap memasuki pasar tenaga kerja baik skala regional dan global. Sekolah juga harus diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan (income generating activities) sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah.

machine tools and hands tools. dan elektronik) • Bidang Bisnis Ritel/Jasa • Bidang Agro Industri Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 13 . otomotif.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b) Mengembangkan kemitraan SMK-Industri (Teaching Industry) Kemitraan antara SMK dengan industri yang telah dikembangkan meliputi berbagai bidang : • Bidang Manufaktur (meliputi : perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi.

sementara technology meliputi perangkat keras seperti teknologi informasi dan komunikasi serta perangkat lunak yang membantu aktivitas dalam organisasi.1 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang Dengan program praktik kerja industri (prakerin) satu tahun. peraturan. mengendalikan dan mempertanggung jawabkan pemberdayaan sumber-sumber baik kepada masyarakat maupun pada pemerintah dengan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. yang ditandai dengan beroperasinya kereta api pada tahun 1879. Kota industri. 3. Ketiga pokok tersebut menjadi cinta-cita masyarakat Kota Malang yang harus di bina yang kemudian dikenal dengan TRI BINA CITA Kota Malang. mengalokasikan. dan kota pariwisata. budaya dan perilaku organisasi. Berikut adalah praktik inovasi pendidikan yang dilakukan oleh SMK di beberapa daerah di Indonesia. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukan oleh organisasi dan mampu mengantarkan hasil yang dapat diukur. Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut untuk dapat mandiri dalam menggali. menentukan prioritas. SMK melakukan inovasi di berbagai daerah di Indonesia dalam upaya pengembangan pendidikan kejuruan. dan technology. 3. Dalam salah satu sidang paripurna gotong-royong Kotapraja Malang pada tahun 1962..1 Profil Daerah dan Sekolah Malang layaknya kota-kota di Indonesia lainnya yang baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah Kolonial Belanda. Processes mencakup bagaimana semua aktivitas dalam organisasi berjalan.1. people meliputi antara lain struktur organisasi. 14 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Dari sinilah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH Kehadiran manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam penyelenggaraan sekolah kejuruan memberikan ruang bagi sekolah untuk mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan dari sekolah tersebut. Kapabilitas inovasi memungkinkan SMKSMK itu melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal. people. Dalam rentang waktu satu tahun prakerin inilah proses pembentukan softskill siswa berjalan. siswa merasa berada dalam dunia kerja yang sesungguhnya.. Malang ditetapkan sebagai Kota pelajar/pendidikan. yang secara tipikal menghendaki adanya kapabilitas processes.

dan Menyenangkan). ada suatu kebijakan yang memberi kebebasan sekolah untuk membuka jurusan/program studi sesuai dengan muatan lokal. ditetapkanlah Misi SMKN 4 Malang sebagai berikut: 1. SMKN 4 Malang didirikan pada tahun 1938 oleh Keuskupan Malang dan merupakan Sekolah Teknik Menengah (STM) dengan nama STM Grafika Malang. dan negara. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 15 . HBA.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sejarah telah menempatkan Malang sebagai Kota yang kental akan tradisi pendidikannya. 2. Sekolah-sekolah peninggalan Belanda seperti HIS setingkat SD. SMKN 4 Malang telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Lommelaars dan Nolascus Waijers. Periode kepemimpinan pertama dan kedua (1949-1959) dikepalai oleh seorang warga Belanda. Untuk mewujudkan visi tersebut. Malang menyimpan banyak cerita menarik tentang upaya sekolah kejuruan dalam merespon tantangan khas yang harus dihadapinya. setelah perubahan nama STM menjadi SMK. dan AMS setingkat SMU pernah berdiri di Malang. Peningkatan peran serta masyarakat senantiasa digalakkan dengan menerapkan pendidikan berbasis komunitas (community based education) melalui pemberdayaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah serta lingkungan sekitar. Malang selalu melakukan upaya-upaya pengembangan pendidikan dengan jargon “PAKEM” (Pembelajaran yang Aktif. 3. Kreatif. MULO setingkat SMP. Sebagai kota vokasi. cinta pada bangsa. Dari sinilah SMKN 4 Malang mulai membuka program keahlian yang lain diluar grafika. Terakhir. Meningkatkan kualitas tamatan menjadi warga negera yang produktif serta memiliki budi pekerti yang luhur. Selain itu Kota Malang juga dikenal sebagai Kota Vokasi. Salah satu diantaranya adalah cerita tentang SMKN 4 Malang dalam pengembangan sekolah kejuruannya. Meningkatkan bimbingan terhadap siswa untuk melaksanakan agama yang dianut dengan konsekuen. Visi SMKN 4 Malang adalah: “Unggul dalam bidang Iptek yang dilandasi Imtaq”. Sebagai Kota Pendidikan. Meningkatkan kesiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta membentuk tenaga profesional dibidang Grafika dan Teknologi informasi dan Komunikasi. Nuasan inilah yang sampai sekarang hidup dan menjadi simbul Kota Malang sebagai Kota Pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan di Kota Malang berorientasi kepada penciptaan lulusan yang siap kerja. dimana antara sekolah umum dan kejuruan berbanding 50:50.

serta proses reproduksi foto. Program persiapan grafika meliputi kompetensi : • Desain grafis • Setting • Montase • Foto reproduksi • Plate-making b) Jurusan Produksi Grafika Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknik reproduksi grafika (percetakan). SMKN 4 Malang membuka enam jurusan/program studi. Mengembangkan penerapan manajemen berbasis sekolah. Program multimedia meliputi kompetensi: • Desain grafis 16 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Program produksi grafika meliputi kompetensi : • Cetak offset • Cetak tinggi • Sablon • Jilid dan kemas c) Jurusan Multimedia Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknologi informasi dan desain multimedia. 8. mengerti dan mampu mengoperasikan mesin. Program keahlian ini menyiapkan siswa agar menjadi ahli desain dan persiapan reproduksi grafika (media cetak). menyelesaikan dan mengepak media cetak.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. Mengembangkan sekolah Nasional menuju tarap Internasional. pengaturan (setting) dan tata letak media. 2 dimensi (2D) atau 3 dimensi (3D). 7. yaitu berupa keahlian mengontrol beberapa jenis mesin dalam industri percetakan. 9. desain situs dan media interaktif. Meningkatkan lingkungan sekolah yang tertib. dan animasi komputer. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. Mengoptimalkan unit produksi dan jasa sebagai tempat pembelajaran kewirausahaan siswa di sekolah. serta melakukan perawatan. penguasaan perangkat lunak desain grafis. Meningkatkan penyelenggaraan latihan dan bimbingan untuk berprestasi di bidang olah raga. 5. Siswa dibekali dengan kemampuan desain dan seni. Mempertebal nilai-nilai disiplin kepada warga sekolah. 6. fotografi. yaitu pada tahun 1938. mengedit audio visual. yaitu: a) Jurusan Persiapan Grafika/desain grafika Jurusan ini dibuka sejak pertama kali SMKN 4 Malang berdiri. teknik jilid kemas dan menghitung biaya produksi. bersih dan indah. Siswa dibekali kemampuan teknik mencetak. mengontrol perangkat lunak desain grafis.

pemasangan dan pengelolaan jaringan.3 DAN SISWA. menguasai perangkat lunak animasi. dan teknik spesial efek animasi. MASYARAKAT Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 17 . serta melakukan perencanaan. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. e) Jurusan Animasi Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli produksi film animasi. Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 4 Malang: LITBANG KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH KASUBAG TAUS WAKA KESISWAAN WAKA SARANA WAKA KURIKULUM WAKA HUMAS & HI KOORD SESBID 8 KOORD SESBID 1 TEAM BELANJA STAF KURIKULUM KOORDINATOR BKK dan PRAKERIN KOORD SESBID 2 & 5 KOORD SESBID 3. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar perangkat keras komputer dan pemasangan perangkat lunak. dan memproduksi film animasi.4 & 7 KAPROKAL PERSIAPAN GRAFIKA KAPROKAL PRODUKSI GRAFIKA KAPROKAL MULTIMEDIA PENANGGUNG JAWAB KAPROKAL RPL KAPROKAL ANIMASI WALI KELAS 1. penguasaan teknik menggambar. 2D 3D. f ) Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli dalam menangani troubleshooting perangkat keras dan perangkat lunak. menguasai bahasa pemrograman. fotografi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Desain situs/web • Animasi 2 dimensi dan 3 dimensi • Audio – video editing • Presentasi multimedia • Shooting d) Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)/Pemrograman Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli pemograman perangkat lunak.2. dan mengatur database. sinematografi. baik manual maupun digital.

Try Out Menghadapi UAN Dalam mempersiapkan siswa menghadapi UAN. fungsi guru sebagai instruktur. Hasil try out kemudian direkap dan dilaporkan kepada Kepala 18 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . 2. yaitu Matematika.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. menyusun dan menyiapkan soal yang digunakan untuk try out. Pada tahun ajaran 2008/2009. Hal ini cukup membuktikan usaha dan komitmen yang serius dari penyelenggara SMKN 4 Malang pada aspek akademis. Dalam rentang waktu kurang lebih 64 tahun sejak pertama berdiri di tahun 1938. Bahasa Indonesia. Paradigma penyelenggaraan pendidikan masih menggunakan pola-pola lama.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. sekolah melaksanakan try out dengan fokus pada latihan soal tiga mata pelajaran yang diujikan. dan Bahasa Inggris.1. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan modul-modul untuk kemudian dievaluasi. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan dari SMKN 4 Malang baik dari sisi akademis maupun produktif. dan tidak ada kejelasan mengenai kompetensi apa saja yang harus dikuasai dari setiap mata pelajaran. Upaya-upaya yang dilakukan oleh SMKN 4 Malang tersebut berupa: 1. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari sekolah kejuruan yang sangat memperhatikan aspek akademis selain aspek utamanya dalam pengembangan kompetensi keterampilan siswa melalui kegiatan produktif. Wakil Kepala kurikulum dan staf berperan dalam merencanakan. evaluasi terhadap proses pembelajaran normatif dan adaptif tetap dilakukan. 3.5. SMKN 4 Malang hanya memiliki dua program kejuruan.1. Hal serupa sempat dialami SMKN 4 Malang pada tahap awal perjalanannya. Selama prakerin. dimana keterlibatan siswa sangat minim dalam proses belajar mengajar. Pembekalan Modul Belajar saat Praktik Kerja Industri (Prakerin) Para siswa tetap dituntut dan diharapkan tidak melupakan sisi pembelajaran aspek normatif dan adaptif meskipun dalam kegiatan prakerin. tingkat kelulusan siswa diatas 90% bahkan mendekati 100% dengan nilai rerata UAN di atas 7.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Citra sekolah kejuruan sebagai sekolah kelas dua salah satunya tercermin dari tidak berkembangnya program kejuruan yang ada. seperti sistem pembelajaran berbasis waktu. Hadirnya kebijakan baru yang memberi ruang kepada sekolah kejuruan untuk membuka program kejuruan sesuai dengan keunggulan lokal menjadi titik awal berkembangnnya SMKN 4 Malang sampai seperti sekarang.

b. Bagi pihak siswa dan sekolah. c. Metode ini juga memberi dan menjamin relevansi pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan dunia industri. prakerin satu tahun memberikan kesempatan pembelajaran yang lebih baik dalam rangka peningkatan kompetensi dan keahlian. baik itu perangkat keras. Metode ini mampu menjawab permasalahan link and macth antara dunia industri dan sekolah. lunak.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sekolah. Siswa-siswa yang masuk kategori rawan akan mendapat perhatian lebih ekstra dengan memberikan :1) latihan soal. SMKN 4 Malang membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK). 3) motivasi untuk mendorong semangat belajar siswa. bagi SMK dengan program kejuruan teknologi. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun Praktik kerja industri (Prakerin) di SMK N 4 Malang dilaksanakan dengan sistem block release6 selama satu tahun pada semester IV dan V. Dengan terpapar pada dunia kerja sesungguhnya. Industri dapat yakin bahwa siswa dapat belajar dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perusahaan. Berdasarkan rekap hasil try out tersebut. para siswa mendapat manfaat berupa pembentukan softskill yang sudah siap pakai dan diperlukan di industri. 2) memberikan pelajaran tambahan untuk tiga mata pelajaran UAN. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lebih siap dan bersemangat dalam menghadapi UAN. sehingga pada akhirnya perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitasnya. Siswa diberi kesempatan untuk terpapar pada teknologi terkini (up to date). Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 19 . Program ini hanya diperuntukkan 6 Block release : waktu pelaksanaan kegiatan belajar yang dibagi pada hitungan bulan atau semester. Kepala Sekolah menyusun peta kerawanan siswa. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) Dalam rangka mendekatkan lulusan dengan pasar kerja. BKK menghubungkan industri sebagai pihak yang membutuhkan tenaga kerja dengan para lulusan SMKN 4 yang mencari peluang kerja. Sebagai catatan. Program prekerin ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh SMKN 4 setelah mendengar masukan dari pihak industri. Proses belajar dilakukan di sekolah selama beberapa bulan/semester secara terus menerus. kemudian dilanjut dengan praktik di industri pada bulan/semester berikutnya. beban investasi untuk pengadaan peralatan modern untuk mendukung pembelajaran siswa tidaklah kecil. maupun proses yang dapat mengurangi beban investasi sekolah. yang berfungsi sebagai media penyaluran lulusan SMK ke pasar kerja. Prakerin satu tahun ini pun memberi keuntungan bagi industri.

Kewajiban anggota BKK : 1. Berhak mengisi lowongan kerja di BKK sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan 3. sehingga pada akhirnya permintaan akan lulusan SMKN 4 oleh pihak industri pun semakin meningkat. Transkrip.20. Syarat Keanggotaan BKK adalah: 1. Menyerahkan pas foto 3x2 sebanyak 1 lembar dan 4X6 sebanyak 2 lembar 4.Hak Anggota BKK: 1. Pada awalnya jaringan pasar kerja dibangun melalui program kemitraan dalam rangka prakerin.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan untuk Siswa kelas III yang sudah lulus ujian Nasional maupun ujian keahlian/ kompetensi. menyerahkan surat lamaran lengkap (sesuai dengan persyaratan yang diminta perusahaan) 2. Kriteria seleksi lamaran pekerjaan meliputi: 1) Spesialisasi jurusan. Menyerahkan biaya administrasi Rp. dan 3) Surat lamaran. Membawa surat pengantar tes kerja atau pengantar kerja dari sekolah ke perusahaan. Berpakaian sopan dan rapi. Melapor kepada BKK apabila sudah diterima oleh perusahaan 5. Alumni SMK N 4 Malang 2. Prakerin menjadi sarana memperlihatkan bagaimana kinerja dan kualitas siswa SMKN 4 Malang. 2) Sertifikat Prakerin. Mengisi form anggota BKK 3. Sanggup mengikuti seleksi yang diadakan di sekolah maupun di tempat lain sesuai permintaan perusahaan 4.000. Menerima kartu anggota BKK dengan masa berlaku 1 tahun mulai tanggal diterbitkan 2. Menjaga nama baik sekolah dengan bekerja di perusahaan yang menerima minimal 6 bulan 3. 20 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

Jenis produksi dan jasa UPJ yang ditawarkan meliputi:1) Desain Grafis. 6.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Skema 1 Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK 1 INDUSTRI 2 BKK 4 5 3 6 ALUMNI Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK : 1. Alumni mendaftarkan diri dan menyerahkan lamaran kerja kepada BKK 4. Perusahaan menerima data lamaran kerja beserta berkas lamaran yang dikirim oleh sekolah setelah melalui proses seleksi di BKK. 3. yang disesuaikan dengan program kejuruannya. BKK menerima permintaan tenaga kerja dari pihak industri. Hasil seleksi diserahkan kepada BKK. SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari SMK lainnya yang mendirikan unit pelayanan ini dan mengelolanya secara serius. 2. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 21 . BKK melakukan seleksi lamaran dan mengirimkan data lamaran kerja ke Perusahaan yang meminta. BKK mencatat laporan dari alumni yang diterima ataupun yang tidak diterima pada data alumni. BKK memberi informasi lowongan kerja kepada alumni melalui pengumuman yang dipampang di sekretariat BKK. 2) Setting . Jika sesuai akan dilakukan panggilan tes kerja dan seleksi oleh perusahaan. d. Pihak sekolah/BKK mengumumkan hasil seleksi kepada alumni. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) Salah satu tantangan yang dihadapi oleh SMK dalam pengembangan organisasi adalah ketersediaan sumber daya dan ”jam terbang” yang cukup untuk pengembangan relevansi kompetensi organisasi. 5. Kebanyakan SMK memberdayakan unit-unit pelayanannya yang selama ini digunakan untuk proses pembelajaran untuk digunakan juga dalam melayani kepentingan konsumen yang lebih luas. UPJ melakukan aktifitas pelaksanaan produksi dan jasa di SMKN 4 Malang.

UPJ dikepalai oleh Direktur (Kepala Sekolah) dan dibantu oleh masing -masing Manajer Marketing yang bertugas mencari order dan melakukan penawaran order. Sedangkan Manajer Produksi berperan dalam membagi tugas proses produksi. mendefinisikan. Strategi yang Dilakukan 1. 4) Sablon. Pengembangan pembelajaran. Usaha dalam bentuk penyiapan modul bagi siswa. Kemampuan untuk merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan stakeholder SMKN 4 Malang terus berupaya mengoptimalkan semua sumber daya untuk mendengarkan dan merespon apa yang menjadi keinginan dari stakeholders. sekolah dapat mengetahui apakah layanan yang dilakukan saat ini sudah mampu menjawab keinginan stakeholders tersebut. SMKN 4 Malang mampu mengembangkan sistem yang dapat menyeimbangkan pencapaian sisi akademis dan aspek produktif bagi pengembangan kompetensi siswa. UPJ memiliki struktur organisasi yang berbeda dan dikelola seperti layaknya unit bisnis yang memiliki pembagian tugas dan fungsi yang jelas. 5) Video Shooting . model prakerin yang di desain mendekati kondisi dunia kerja mampu menciptakan kompetensi siswa yang dapat beradaptasi dengan cepat pada standar industri. Itu semua adalah bentuk dari kemampuan 22 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . dan merespon apa yang menjadi keinginan stakeholders merupakan dasar munculnya inovasi yang dilakukan oleh SMKN Malang. 2. Dengan mengetahui keinginan stakehlders. dan langkah perbaikan yang diambil mampu membantu siswa dalam mencapai hasil optimal. 7) Hot Print. 3. memeriksa hasil produksi dari operator dan menyerahkan hasil produksi ke Administrasi UPJ. yaitu: a. Pengembangan unit pelayanan jasa secara profesional menjadi salah satu alternatif potensial untuk menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya organisasi bagi peningkatan mutu dan tata kelola yang baik pada institusi. dan 8) Pelatihan. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Kemampuan mendengar.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3) Offset Printing. Administrasi UPJ inilah yang kemudian menyerahkan hasil produksi ke pelanggan.1. pelaksanaan tryout untuk memetakan kesiapan siswa.4 Kapabilitas Inovasi Ada beberapa hal yang dapat dilihat untuk menggambarkan kemampuan SMKN 4 Malang dalam menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikan. 6) Laminating.

baik operasional maupun strategis.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah dalam merespon dan memberikan jawaban atas keinginan stakeholders. �������� ��������������� � ���� b. SMM ISO 9001:2000 memperbaiki kinerja di dalam $#��)����������������������� ��������� ������������������������� �������#����#?� suatu organisasi pendidikan dan mampu menciptakan budaya organisasi (''�. Jejaring strategis menuntun sekolah untuk menentukan arah pengembangan ke depannya.&'''����������������� ����� �������������� ������#� ������������������� dunia internasional.�&''' ISO 9001:2000. Wakasek. menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan SMKN 4 Malang.�&'''������������������������������ � � ����� Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK ������ �������� ���������� � �������$������������������������������������� � � 23 . Proses • Penerapan (� ��#��� ISO 9001 : 2000 Penguatan tatakelola di SKMN 4 Malang dilakukan dengan penerapan • �����������#?�(''��. baik mutu proses maupun mutu jasa. Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring. sehingga ������������������������� � �������������������������������������� � �������� mampu menjawab tantangan menghadapi era globalisasi.&'''������������������������������ ����������� � ����������������������� yang peduli akan mutu. siswa dan semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar. yang dapat dilihat dari hubungan kerja antara Kepala Sekolah. 3. yang merupakan suatu standar internasional Sistem ��������� � ���������� � �� � #+�� � : � ������ � ��������� � ������ � ��������� � �#?� Menejemen Mutu (SMM) yang telah diterapkan secara luas dan diakui (''�. Kaprokal. Yang termasuk dalam jejaring strategis adalah relasi dan sumber informasi yang memberi kekuatan organisasi untuk mencapai tujuannya. ������� ��� ������������������������������������������������������� � �� Skema 2 ���%��� Proses KBM SMKN 4 Malang ��#����&�����&�� ������� #� ��������������������#?�(''��. Jejaring operasional dibutuhkan dalam membangun hubungan kerja dilingkup internal sekolah.

24 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran. SMKN 4 Malang melakukan survei kepuasan pelanggan sebagai tolok ukur dari kinerja sistem manajemen mutu sekaligus untuk memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. akurat. Program prakerin satu tahun. Berikut adalah aspek tata kelola yang baik dalam proses KBM SMKN 4 Malang: 1. Selain itu jumlah penerimaan siswa bisa dipantau untuk menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku. Hal ini untuk menjaga independesi dalam proses audit. 3. Hal ini jika diterapkan secara konsisten akan menjamin tercapainya konsisten mutu. hasil penyaringan siswa baru akan lebih mudah. Transparan dalam proses penerimaan siswa baru dengan sistem online (PSB online). proses pendidikan/KBM. Dengan penerapan ISO tersebut. upaya sekolah untuk melakukan penyeimbangan prestasi akademik maupun produktif. Untuk menilai efisiensi dan efektivitas sistem manajemen mutu. sehingga seluruh proses kerja (mulai dari penerimaan murid baru. transaparan. meskipun sistem ini belum diaplikasikan untuk seluruh calon pendaftar SMKN 4 Malang. sesuai dengan target yang diharapkan) menjadi titik-titik kritis dan penting yang menentukan keberhasilan sekolah dalam meningkatkan mutu anak didik. audit internal dilakukan dua kali dalam setahun. 2. sistem manajemen sekolah menjadi lebih baik dan berkembang. Semua fungsi yang berdampak terhadap mutu anak didik dikendalikan sedemikian rupa. Dengan sistem ini. dan murni berdasarkan DANUN (Daftar Nilai Ujian Nasional). maupun program BKK merupakan contoh nyata dari daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders. Melalui instrumen audit dan survei kepuasan pelanggan inilah SMKN 4 selalu berupaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelayanannya. sampai murid lulus. Daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders mendorong sekolah melakukan terobosan baru dalam kegiatan belajar mengajar. Audit dikalukan dengan sistem cross audit. 4. dimana tim audit dari program keahlian tertentu mengaudit program keahlian lain. karena masing-masing siswa hanya diterima di satu pilihan saja. dan aspek tata kelola yang baik menunjang dalam setiap proses KBM sehingga mendorong sekolah menciptakan inovasi-inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. cepat.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 mengutamakan pengendalian proses sejak awal.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 5. c. Jenjang terakhir. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 25 . dan studi kasus. masing-masing Ketua Program Keahlian harus mempertanggungjawabkan semua kebijakan. dalam kelompok belajar. papan tulis. alat tulis dan papan tulis) menjadi multimedia (buku. program keahlian. diskusi. semua kebijakan. DVD. Pada tingkat pertama. • Fungsi guru yang sebelumnya sebagai instruktur menjadi fasilitator • Penilaian berdasarkan materi yang telah dijadwalkan menjadi penilaian objektif kepada setiap siswa sesuai kompetensi maksimal yang dipersyaratkan atau dicapai. televisi. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui Komite Sekolah. Pada tingkat kedua. Penilaian juga dilakukan oleh beberapa pihak antara lain sekolah. Pembelajaran dari trimedia (buku. program kegiatan dan penggunaan sumber daya kepada Kepala Sekolah. • Metode umum pembelajaran menjadi lebih beragam antara lain ceramah. alat tulis. dan perusahaan. CD. program kegiatan dan penggunaan sumber daya dilakukan secara berjenjang. • Penilaian siswa yang tadinya tertutup menjadi penilaian terbuka dan transparan. kaset. Sumber Daya Manusia Penciptaan Iklim dan Budaya Sekolah SMKN 4 Malang mampu menciptakan iklim dan budaya yang kondusif di sekolah. • Siswa mengetahui kompetensi dari masing-masing mata diklat yang harus dikuasai selama satu semester. pelaksanaan kebijakan. majalah. penugasan. dan data projector). VCD. modul. kondisi ini sangat menfasilitasi bagi setiap komponen sekolah untuk aktif terlibat dalam proses pembuatan kebijakan sekolah. Ruang otonomi juga ditumbukan disetiap program keahlian sehingga masingmasing program keahlian dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang efektif bagi program keahlian masing-masing. Pertanggungjawaban atas kebijakan sekolah. • Siswa dapat menggunakan haknya untuk remidial (perbaikan) dan reinforcement (pengayaan) kepada setiap guru yang mengajarnya. surat kabar. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di program keahlian dipertanggungjawabkan ke Ketua Program Keahlian masing-masing. dinamika kelompok. perubahan yang dirasakan antara lain : • Pembelajaran berbasis waktu (time based) berubah menjadi berbasis kompetensi (competence based). penggalian potensi diri. Hal ini membawa banyak perubahan dalam kegiatan belajar-mengajar di SMK 4 Malang. radio. • Textbook oriented menjadi multi reference oriented.

Rerata nilai UAN dari siswa SMKN 4 Malang selama periode 2005-2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. SMKN 4 Malang memiliki e-mail resmi pertama sebagai sarana komunikasi langsung dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Kejuruan. Wide Area Network (WAN) Kota Malang tahun 2003. ICT Center Kota Malang tahun 2004. tingkat kelulusan terendah mencapai 98. 2. Perkembangan peran teknologi informasi dan komunikasi ini dimulai sejak implementasi Jaringan Internet (Jarnet) tahun 2000. Peningkatkan kualitas dan profesionalitas guru dengan menggunakan notebook/laptop sebagai alat bantu belajar dan mengajar. Penambahan sarana praktik Grafika berupa mesin digital printing. Pengembangkan fasilitas intranet dan internet di sekolah.3 % dan tingkat tertinggi mencapai 100%dengan tingkat rerata UAN diatas 7. Peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar yang menarik dan menyenangkan berbasis multimedia melalui penyediaan perangkat LCD data projector dan wallscreen permanen di bengkel-bengkel kerja bidang keahlian Grafika dan ruang-ruang kelas. Pengembangan sumber daya informasi dan komunikasi meliputi: 1. Kepercayaan tersebut berkesinambungan sampai dengan hari ini. Televisi Edukasi (TVE) Kota Malang tahun 2005. 3. Teknologi Pada tahun 1999. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online tahun 2002. 26 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Selama periode 2005-2008. Kemudian berturut-turut adalah Jaringan Informasi Sekolah (JIS) Kota Malang tahun 2001. 2. SMK Besar tahun 2005. Aplikasi teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi dasar pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang. Pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang meliputi: 1. SMK Bertaraf Internasional tahun 2006 dan Client ICT Center Kota Malang tahun 2006. Pengukuran (Measurement) Pencapaian SMKN 4 dapat dilihat berdasarkan tingkat kelulusan dan rerata nilai UAN siswa sekolah. Pada saat itu belum banyak sekolah atau perguruan tinggi yang memiliki e-mail. e. Inilah tahapan penting yang mengantarkan SMK Negeri 4 Malang lebih dikenal sebagai SMK Grafika sekaligus SMK Teknologi Informasi dan Komunikasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. untuk mendukung program edukasi dan administrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Melengkapi komputer dengan perangkat lunak standar yang berlisensi sebagai wujud kesadaran hak atas kekayaan intelektual.

02 7.59 7.36 7.02 7.72 7.18 7.32 7. Inggris 6. Bahkan untuk tahun 2007/2008 capaian serapannya melebihi capaian serapan SMK secara keseluruhan ataupun jika dibandingkan dengan SMK kelompok teknologi yang lain di Malang.67 7.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.60 7.03 100 100 Sumber: SMKN 4 Malang Pencapaian SMKN 4 juga dapat dilihat dari sisi serapan siswa pada pasar tenaga kerja.60 %Kelulusan 100 99.02 7.5 98.3 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.20 7. Indonesia 7.7 99. Indonesia 7.77 8. 1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 117 150 199 210 Nilai Rata-Rata UAN B.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.63 Matematika 7.67 7. Indonesia 7.94 7.38 B.52 7.52 7. Inggris 6.15 7.38 7.18 7.38 B. capaian SMKN 4 Malang memiliki kecenderungan tren yang semakin membaik dari periode 2005/2006 ke 2007/2008.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.80 Rata2 Total 7.61 7. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 27 .78 7. Inggris 6.77 8.15 7.63 Matematika 7.41 7.15 7.5 100 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.80 Rata2 Total 7. Ilustrasi dari hal tesebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.18 7.3 99.60 %Kelulusan 99.82 Matematika 7.3 100 99.31 7.82 Rata2 Total 7.15 7.34 7.39 B.41 7.64 7.72 7.32 7.38 7.36 7.68 %Kelulusan 98.18 7. Dibandingkan dengan rata-rata industri.

07% 71.0% 60.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 117 149 199 PNS 0 0 1 Mandiri 0 1 2 Swasta Relevan 55 109 103 Swasta Lain 5 11 18 Perti 19 15 28 Blm Bekerja 38 13 47 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN4 Malang di Industri No 1 2 3 Keterangan Total serapan seluruh SMK Malang Total serapan SMK Kelompok Tehnologi Total Serapan SMK 4 2005/2006 63.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Multimedia Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Sumber: SMKN 4 Malang Mandiri 3 10 0 Swasta Relevan 19 33 60 Swasta Lain 1 0 13 Perti 20 47 33 Blm Bekerja 4 12 5 28 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.17% 2007/2008 59.14% 2006/2007 62.98% 60.51% 45.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 193 226 263 PNS 0 0 0 Mandiri 4 1 5 Swasta Relevan 74 116 181 Swasta Lain 11 6 24 Perti 10 10 15 Blm Bekerja 94 93 38 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.25% 56.23% 57.03% Sumber: Dinas Pendidikan Kota Malang & SMKN 4 Malang Tabel.

Oleh karena itu peningkatan pada aktivitas sekolah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga kesinambungan program dapat terjamin. Makassar sempat menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia dibawah kekuasaan pemerintahan Raja Gowa tetapi kemudian mengalami kemunduran Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 29 .seperti band dan teater . Oleh karena itu mekanisme pemantauan. 3.1 Profil Daerah dan Sekolah Kota Makassar berawal dan berada di muara Sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV.1. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana serta upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk sangat dibutuhkan. Penerapan ISO juga dijalankan untuk menjamin kualitas proses dan ouput menuntut profesionalisme dari sumber daya manusia yang ada. Link and macth mengandung makna keserasian dan kesepadanan antara program pembelajaran yang diajarkan di sekolah dan kebutuhan industri.2. 3. 3.menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sederet prestasi penghargaan berhasil diraih oleh siswa-siswi SMKN 4 Malang (tercatat 82 penghargaan sejak tahun 2003) mulai dari yang sifatnya kegiatan ektrakulikuler .5 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 4 Malang.seperti Juara 1 Animasi LKS SMK di Makassar – yang secara tidak langsung menunjukkan output dari SMKN 4 Malang memiliki keunggulan. pemastian mekanisme ISO berjalan. pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa. evaluasi serta langkah perbaikan yang berkelanjutan terhadap proses dan kualitas layanan menjadi faktor kesinambungan inovasi di SMKN 4 Malang. Selengkapnya mengenai prestasi.seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar bagi guru-guru).2 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar Sistem blok dikembangkan untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMKN 4 Malang . dapat dilihat pada lampiran.sampai ke hal yang sifatnya teknis kompetensi . dan sebagainya .

Makassar dapat menjadi simpul jasa distribusi yang menawarkan efisiensi yang lebih dibandingkan daerah lain untuk kawasan Indonesia bagian timur. Baru setelah pemerintah Hindia Belanda menggantikan kompeni (VOC) yang bangkrut pada akhir abad ke 18. Makassar menjadi sebuah kota yang terlupakan. perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini semakin tinggi. Secara geografis Kota Makassar memiliki kedudukan strategis yang berimplikiasi pada bidang ekonomi maupun politik.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan akibat serangan kompeni dagang belanda (VOC) pada tahun 1669. 30 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Dideklarasikan sebagai Kota Madya pada tahun 1906. SKKA mempunyai dua program jurusan. Dari sisi ekonomi. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. jurusan Bagian A dan B yaitu Menjahit dan Memasak/Binatu. Makassar dihidupkan kembali dengan menjadikannya sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1846. Belanda menjadikan Makassar sebagai pusat pemerintahan kolonial Indonesia Timur. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama dikuasai VOC. tepatnya pada tanggal 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999. maka pada tahun 1964 SGKP mengalami perubahan kurikulum dan pada tahun 1968 namanya menjadi SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) dengan lama pendidikan tiga tahun. Dari OSVO berubah menjadi SGKP (Sekolah Guru Kepandaian Putri) pada tahun 1951 dengan lama pendidikan empat tahun. Makassar tahun 1920-an adalah kota besar kedua luar jawa. Pada tahun 1976/1977 sampai dengan tahun pelajaran 1993/1994 SKKA berubah menjadi SMKK (Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga). Baru pada tahun 1999 kota ini dinamakan kembali Makassar. Hal inilah yang kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan. perhotelan dan restoran. Pada awal abad ke-20. Pada tahun 1971 terjadi penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan “Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman. SMKN 8 Makassar-lah yang mampu merespon tantangan-tantangan tersebut. SMKN 8 Makassar berdiri pada tanggal 27 Nopember 1947/1950 dengan nama OSVO (Opleiding School Voor Onderwyseres).

yaitu: 1. dengan kompetensi keahlian: • Akomodasi perhotelan (SBI). yaitu: a) Program studi keahlian Tata Busana. • Usaha Perjalanan Wisata b) Program studi keahlian Tata Boga.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dengan program kejuruan Tata Boga. dengan kompetensi kecantikan rambut dan kulit. seiring dengan perubahan tersebut nama SMKK berubah menjadi SMK sehingga kurikulum 1994/1995 disebut Kurikulum SMK Kelompok Pariwisata. Bidang studi keahlian pariwisata 1. Mengembangkan program pengabdian masyarakat pada bidang pariwisata. Dengan kompetensi keahlian: • Jasa Boga • Patiseri 2. dengan kompetensi keahlian Busana Butik. Visi dari SMKN 8 Makassar adalah: “Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional”. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 31 . Mengembangkan kemitraan nasional dan internasional. SMK Negeri 8 Makassar yang termasuk dalam sekolah kelompok pariwisata telah membuka dua bidang studi keahlian dan tujuh kompetensi keahlian. Mengembangkan program Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan Misi SMKN 8 sebagai berikut: 1. Bidang studi keahlian pariwisata 2. b) Program studi keahlian Tata Kecantikan. 4. (Front Office & House Keeping). Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. yaitu: a) Program studi keahlian pariwisata. Terdiri dari dua program studi keahlian. Tata Busana dan Tata Graha. Pada tahun 1994/1995 diberlakukan kurikulum baru. 3. Pada tahun 1997 menjadi SMK Negeri 8 Makassar hingga saat ini. Terdiri dari dua program studi keahlian. 2.

Pada pembelajaran konvensional.2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 8 Makassar: 3. tidak dibedakan minggu pembelajaran praktik dan pembelajaran teori. 32 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Sementara badan sudah berkeringat dan durasi praktik tidak mencerminkan sistem kerja di hotel. Prakerin bila hanya 3 bulan dianggap tidak memberi kontribusi kepada industri tempat prakerin.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Pada awalnya pihak hotel dan mitra industri beranggapan bahwa lulusanlulusan SMKN 8 Makassar belum siap kerja dikarenakan pola pembelajaran masih menggunakan metode-metode konvensional. sehingga sering ditemukan setelah belajar olah raga siswa belajar praktik memasak atau tata hidang. Penerapan sistem blok membawa perubahan besar dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 8 Makassar.

kelompok normatif/adaptif akan menerima materi terkait dengan mata pelajaran normatif/adaptif (pendidikan agama. dan (iii) praktik kejuruan. sedangkan kelompok teori praktik kejuruan akan menerima materi yang terkait teori kejuruan yang akan mereka mereka praktikan nanti selama satu minggu kedepan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Sekedar ilustrasi.2. dua kelas di kelompok teori kejuruan dan dua kelas di kelompok praktik kejuruan.3 Praktik Inovasi Pendidikan Pengembangan Sistem Blok Sistem blok merupakan sistem yang dikembangkan SMKN 8 Makassar untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Sistem ini membagi siswa berdasarkan blok-blok pembelajaran. yaitu dua kelas di kelompok normatif/adaptif. yaitu (i)normatif/adaptif. yang saling terkait satu sama lain dalam sebuah kesatuan proses. blok teori praktik akan melakukan praktik dan blok praktik menjadi blok normatif/adaptif ). Siklus ini akan berlangsung selama tiga minggu dan setelah itu siklus akan berulang. masing-masing kelompok akan berganti blok (blok normatif/adaptif menjadi blok teori praktik kejuruan. Bahasa Indonesia. matematika. Penekanan diberikan pada proses pembelajaran dan evaluasi/penilaian yang berkelanjutan (on going learning proses and assesment). saat ini ada enam kelas siswa tingkat I. (ii) teori kejuruan. Setelah satu minggu. Kelompok praktik kejuruan akan memulai proses pembelajaran dari kegiatan praktik kejuruan selama satu minggu. IPS dan lainnya). Siswa dari enam kelas ini kemudian dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Selama satu minggu tersebut. Sistem blok dikembangkan mulai tahun 1995 dengan mendengarkan masukan-masukan dari pihak industri.8 Siklus Pembelajaran Minggu 1 2 3 4 Teori Umum (normatif/adaptif) Kelompok I Kelompok III Kelompok II (Berulang) teori kejuruan Kelompok II Kelompok I Kelompok III Praktik Kelompok III Kelompok II Kelompok I Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 33 . Tabel. Pemberian nama kelompok tersebut berhubungan dengan materi yang akan siswa terima selama satu minggu.

Sistem blok yang dikembangkan menuntut sebuah proses yang berkelanjutan dan saling terkait sehingga satu bagian dari sistem tersebut tidak boleh ada yang berhenti berproduksi/berproses. Sebagai contoh. Penilaian akhir dilakukan pada setiap akhir sesi praktikum untuk melihat apakah kompetensi siswa sudah tercapai atau belum. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin bahwa penilaian (assesment) dan perhatian dapat diberikan pada masing-masing individu sehingga usaha peningkatan kompetensi dapat dilakukan secara optimal. Hal ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Area Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Dapur Instruksi A F E D C B Dapur Produksi/Cafe B A F E D C Restoran C B A F E D Patiseri D C B A F E House Keeping E D C B A F Front Office F E D C B A Sumber: SMKN 8 Makassar Output atau keluaran yang dihasilkan oleh siswa pada saat praktik akan digunakan oleh siswa yang lain sebagai sarana praktik juga. Penekanan pada aspek pencapaian kompetensi ini memungkinkan SMKN 8 Makassar menghasilkan siswa dengan tingkat kompetensi yang sesuai dengan spesifikasi industri. 34 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . proses akan dilanjutkan/diulang kembali sehingga target kompetensi pembelajaran pada hari itu tercapai. siswa akan dibagi berdasarkan blok-blok (enam blok dari blok A sampai dengan blok F) yang berhubungan dengan kompetensi yang harus dikuasai pada tingkat I. Tabel. dimana setiap kelompok nantinya yang terbentuk akan terdiri dari kurang lebih 12 orang dan ditangani oleh 2-3 orang pengajar/instruktur.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pada saat melakukan praktik. Jika belum tercapai. kue atau makanan yang dihasilkan didapur atau bagian patiseri akan disajikan di restoran atau kafe oleh siswa yang praktik tata boga di restoran.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. yaitu menyerap lulusan SMKN 8 Makassar dan sebagai mitra dalam pengembangan desain sistem belajar mengajar. Kecenderungan juga menunjukkan bahwa peran sektor ini meningkat dari tahun ketahun dan secara tidak langsung memberikan sinyal adanya kebutuhan atau permintaan tenaga kerja disektor ini. sikap. yaitu kebutuhan mengenai profil tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri seperti kompetensi. waktu praktik kerja industri (prakerin) selama enam bulan. Hal ini memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar. 3. Kemampuan untuk mengembangkan jejaring dan hubungan dengan mitra industri Peran industri sangat besar bagi SMKN 8 Makassar.4 Kapabilitas Inovasi a. Bahkan untuk penerimaan siswa baru. yaitu dengan cara pengembangan sistem blok. pihak sekolah mengakomodir dan menyesuaikan standar penerimaan sesuai dengan kriteria minimal yang diinginkan industri. Kemitraan yang terjalin erat dengan dunia industri menjadi jembatan bagi sekolah untuk selalu mendengar apa yang menjadi kebutuhan pasar. Kemampuan merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan pasar Tidak hanya mendengarkan apa yang menjadi keinginan pasar. Pengembangan jejaring strategis menjadi salah satu faktor kunci dalam 35 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . keahlian. dan standar perilaku. 2. dan krietria penerimaan siswa.2. dan mendesain proses dan produk untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dua hal yang dikembangkan oleh SMKN 8 Makassar dalam pendesainan proses dan produk tersebut adalah: 1) Pengembangan sistem blok yang memungkinkan pembentukan tingkat kompetensi siswa sesuai yang diharapkan dapat terjadi 2) Pengembangan iklim dan budaya sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dunia kerja. Indikasi tren kebutuhan industri ini dapat dilihat diantaranya melalui kontribusi peran sektor perdagangan dan perhotelan pada perekonomian ekonomi daerah. Strategi yang Dilakukan 1. SMKN 8 Makassar diharapkan juga memiliki kemampuan menerjemahkan kebutuhan tersebut ke level operasional. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Pengembangan jurusan pariwisata terutama akomodasi perhotelan dan restoran oleh SMKN 8 Makassar memiliki kesesuaian dengan tren kebutuhan pasar yang ada.

SMKN 8 mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai konsekuensi hasil pengukuran kepuasan pelanggan tersebut. b. • Audit harus dilaksanakan oleh personil yang mempunyai kualifikasi memadai dan tidak bertanggung jawab langsung terhadap bidang yang diaudit. Audit Internal SMKN 8 menetapkan audit mutu internal minimal dilakukan 2 kali dalam satu tahun. Pemantauan dan Pengukuran Proses. SMKN 8 mengidentifikasi metode pengukuran dan melakukan pengukuran untuk mengevaluasi kinerja proses. guna menilai efektivitas dari sistem manajemen mutu tersebut. prosedur dan instruksi kerja. 2. Malaysia dan Inggris yang telah dirintis sejak tahun 1996 hingga saat ini. Proses Penguatan Tatakelola Melalui Penerapan ISO 9001:2000 Dalam hal penguatan tata kelola institusi. manajemen sumber daya. proses realisasi produk. 3. sistem. SMKN 8 melakukan penguatan dengan melakukan perbaikan administrasi pengelolaan manajemen sekolah. Adapun alternatif metode pengukuran dan pemantauan proses adalah sebagai berikut : 36 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . sehingga produk institusi dapat dijaga kualitasnya dan terus menerus ditingkatkan untuk kepuasan pelanggan. dan pengukuran. analisa. • Praktik. tetapi SMKN 8 Makassar juga memiliki jejaring mitra industri di luar negeri seperti di Singapura. Indikator kinerja ditunjukkan dengan keberhasilan SMKN 8 memperoleh ISO 9001:2000 mengenai sistem manajemen mutu. dalam bentuk survei kepuasan pelanggan. • Dokumentasi lainnya. perbaikan di sistem.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan pengembangan SMKN 8 Makassar sehingga tidak hanya memiliki jejaring di dalam negeri. Beberapa implementasi penerapan program penguatan tata kelola di SMKN 8 diantaranya adalah adanya pemantauan dan pengukuran mengenai: 1. Audit harus mencakup penilaian dari : • Kegiatan atau proses belajar dan kinerja siswa. SMKN 8 memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. Sistem Manajemen Mutu terkait bagaimana cara organisasi menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk mulai dari komitmen manajemen. Kepuasan Pelanggan Sebagai salah satu tolak ukur kinerja sistem manajemen mutu.

Pemantauan dan Pengukuran Produk SMKN 8 mengukur dan memantau karakteristik produk atau jasa atau peserta didik (siswa) untuk memverifikasi bahwa persyaratan kompetensi tersebut telah dipenuhi. 5. 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan a. maka akan dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan yang memadai. Menyelenggarakan rapat-rapat rutin yang membahas kemajuan pekerjaan dan membahas pemecahan masalah-masalah yang dihadapi. Menganalisa laporan pencapaian sasaran mutu. c. untuk mencegah penggunaan atau penyerahan yang tidak dikehendaki. d. Membuat laporan berkala yang memuat hal-hal yang menyangkut kemajuan pekerjaan. Supervisi kelas b. • Peserta didik yang belum menyelesaikan persyaratan administrasi. Pengendalian Produk Tidak Sesuai / Peserta Didik Bermasalah Semua produk dan jasa tidak sesuai atau peserta didik yang bermasalah diiidentifikasi dan dikendalikan. c. Adapun yang dimaksud dengan produk tidak sesuai misalnya: • Calon peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan. • Peserta didik belum menyelesaikan semua kompetensi yang dipersyaratkan. Penyerahan produk dan jasa atau peserta didik (siswa) tidak boleh dilakukan sampai semua pengaturan pemeriksaan pemantauan telah selesai secara memuaskan. Apabila terdapat ketidaksesuaian dari hasil pemantauan dan pengukuran tersebut. Sumber Daya Manusia Pengembangan Iklim dan Budaya Sekolah Pengembangan iklim dan Budaya sekolah yang mendekati atau dikondisikan sesuai dengan dunia kerja memungkinkan SMKN 8 membentuk siswa yang dapat dengan cepat beradaptasi di dunia kerja. pemeriksaan/pemantauan dalam proses belajar mengajar dan pemeriksaan/pemantauan akhir. • Peserta didik yang secara hukum terlibat dalam tindak kriminal dan asusila. e. Sebagai ilustrasi pembentukan ini. Pihak sekolah menugaskan siswa-siswa SMKN 8 sebagai petugas piket setiap hari secara bergiliran sebagai pihak pen37 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Untuk itu SMKN 8 mengambil langkah-langkah pemeriksaan/pemantauan awal terhadap barang/material ataupun jasa yang dibeli.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

erima tamu/receptionis, cleaning service, tugas memasak untuk kantin/ café dan pramusaji pada café dan kantin sekolah serta tugas lainnya seperti halnya dihotel untuk mengembangkan budaya dan sikap kerja. Penegakkan tata tertib dan system denda terutama bagi yang melanggar aspek lingkungan (kebersihan) dilakukan dengan ketat. d. Teknologi yang Digunakan Teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan SMKN 8 Makassar. Pada tahun 1996 SMKN 8 Makassar memiliki website ketika prakerin mulai dilakukan di luar negeri yaitu Singapura dan Malaysia. Dengan proses teknologi pulalah SMKN 8 membangun dan melebarkan jejaring strategisnya, sampai akhirnya mampu mengantarkan siswanya untuk melakukan prakerin di Inggris. Peran teknologi dalam proses kegiatan belajar mengajar menjadi sebuah keharusan terutama untuk program studi keahlian tertentu. Program studi keahlian akomodasi perhotelan pada kompetensi reservasi dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan Fidelio System yang merupakan Computer Reservation System (CRS). Sementara program studi Usaha Perjalanan Wisata menggunakan Galileo system untuk kompetensi tiketing. Teknologi menjadi media penghubung yang efisien antara sekolah dengan semua stakeholdersnya. Guru, siswa, orang tua siswa, masyarakat dapat mengakses semua informasi yang terkait dengan SMKN 8 Makassar melalui jaringan internet yang sudah online sejak tahun 1996. e. Pengukuran (Measurement) Penerapan sistem blok yang dilakukan oleh SMKN 8 Makassar memungkinkan penciptaan kualitas lulusan yang sesuai dengan standar industri. Selain itu, pengembangan iklim dan budaya kerja disekolah memungkinkan pembentukan sikap dan perilaku siswa sehingga lebih sesuai dengan standar norma kerja industri. Dengan kata lain pengembangan sistem dan atmosfir pembelajaran yang diterapkan SMKN 8 Makassar memungkinkan terbentuknya tingkat kompetensi, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk pengembangan diri siswa agar siap memasuki dunia kerja. Pengembangan jejaring dengan mitra industri merupakan sisi lain yang mendukung keberhasilan SMKN 8 Makassar. Hubungan baik antara SMKN 8 Makassar dan mitra industri tercipta atas dasar asas manfaat dan
38 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

keuntungan timbal balik yang berdampak pada lebih mudahnya siswa lulusan SMKN 8 Makassar diserap oleh pasar tenaga kerja. Pengembangan jejaring bernilai strategis dan bermanfaat pada SMKN 8 mengingat mitra industra tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan sistem pembelajaran (tempat untuk prakerin, sumber perbaikan kurikulum, up date kompetensi dan pengetahuan, dan lain-lain) secara berkelanjutan. Ilustrasi dari bagaimana hubungan dengan mitra industri dapat membantu serapan lulusan dapat terlihat pada Tabel berikut ini. Tabel.10 Daya Serap lulusan SMKN 8 Makassar
No 1 2 3 4 Keterangan Kuliah Bekerja Tanpa Info Jumlah Tamatan 2004 Jmlh 50 130 18 198 % 25.3 65.7 9 100 42 124 19 185 2005 Jmlh % 22.7 67 10.3 100 29 120 10 170 2006 Jmlh % 17 70.5 5.8 100 25 97 15 151 2007 Jmlh % 16.6 64.2 9.9 100 17 177 8 202 2008 Jmlh % 8.4 87.6 3.9 100

Sumber: SMKN 8 Makassar

Sistem yang sama juga memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk berkembang menjadi salah satu SMKN Pariwisata di bidang Akomodasi Perhotelan dan Restoran yang menonjol di Indonesia. Sederet penghargaan dan prestasi sekolah/siswa yang pernah diraih, diantaranya: 1. Wiyata Mandala Tahun 1995/1996 2. Sekolah Pertama di Indonesia Melaksanakan Prakerin Luar Negeri 1996 3. Juara PKS (Promosi Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional, Akomodasi Perhotelah, Tata Busana, 1995, dan Tahun 1998 Tata Boga. 4. Sekolah Terbersih se Kota Makassar tahun 2002/2003 5. SMK Unggulan Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan 2003/2004 6. SMK OUTLET tahun 2005 7. SMK TUK (Tempat Uji Kompetensi) 2005 8. Rintisan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) 2006 Tingkat penerimaan pasar yang tinggi di SMKN 8 Makassar apabila terjadi secara konsisten akan memberikan signal positif pada pasar baik itu pasar calon konsumen maupun industri mengenai kualitas SMKN 8 Makassar. Hal ini juga merupakan sarana komunikasi yang efektif, powerful dan efisien untuk meningkatkan animo konsumen (calon konsumen/
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

39

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

siswa dan industri). Sebagai indikasi awal dapat dilihat pada table berikut ini yang menunjukkan adanya peningkatan secara perlahan jumlah siswa yang mendaftar dan diterima selama dua tahun belakangan ini. Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008
Bidang Keahlian 1. Hotel & Restoran 2. Tours & Travel 3. Busana & Kecantikan Total Sumber: SMKN 8 2007/2008 Pendaftar 193 60 61 314 Diterima 155 38 48 241 203 39 83 325 2008/2009 Pendaftar Diterima 134 36 80 314

Ditengah pencapaian yang sudah disampaikan diatas, terdapat beberapa catatan yang dapat menjadi masukan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan di SMKN 8. Hal ini berkaitan dengan prestasi nilai UAN yang masih dibawah rerata nasional (Nilai 7). Akan semakin melengkapi capaian SMKN 8 jika kesuksesan tadi dilengkapi dengan capaian di bidang pengembangan akademis siswa. Berikut adalah table yang menggambarkan rerata nilai UAN siswa SMKN 8. Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003 - 2008
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Produksi Rata-rata Total 5.01 5.92 5.62 2003/2004 5.72 5.73 3.58 2004/2005 6.04 5.66 6.05 2005/2006 5.98 4.8 6.09 2006/2007 6.31 5.17 6.79 7.79 6.52 2007/2008 6.33 3.87 5.96 7.74 5.98 2008/2009 6.75 6.16 6.54 7.92 6.84

Sumber : SMKN 8 Makassar

40 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Konsistensi komitmen pimpinan sekolah dan staff penting bagi keberlanjutan inovasi ini.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.2.4 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi yang diterapkan merupakan satu hal yang menjadi komitmen SMKN 8 karena telah memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian yang diperoleh sejauh ini. Komitmen ini paling tidak ditunjukkan dengan pegembangan dan peningkatan sarana dan prasarana dan unit produksi pembelajaran baru oleh SMKN 8 berupa education hotel. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 41 . Karena capaian yang diperoleh saat ini dan kedepan menuntut perbaikan pada sistem pembelajaran dan penjalinan jejaring dengan mitra industri secara berkelanjutan.

176. Dengan curah hujan yang relatif tinggi serta ditunjang oleh adanya lahan yang subur dan banyaknya aliran sungai menjadikan sebagian besar luas tanah Kabupaten Subang digunakan untuk pertanian. Mekanisasi Pertanian. Pada tahun 1985 berubah menjadi SMT Pertanian dengan 5 Program Keahlian (Budidaya Tanaman.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.. Pada Tahun 1995 berubah menjadi SMK Negeri 2 Subang hingga saat ini. Budidaya Ternak. Hal ini tercermin dari visi Kabupaten Subang yang ingin mewujudkan Subang sebagai daerah agribisnis. Subang tetap mempertahankan sektor pertanian sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomiannya.695 ton dan sisanya dari ladang. serta terkendala oleh jarak. Mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah.3. topografi dan kondisi jalan yang jelek. Produksi padi tersebut dihasilkan dari lahan basah 1. Untuk itu mereka harus sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. bahwa mereka ternyata ada.606 ton terhadap stok padi nasional. Berjalan sejak tahun 1966 dan resmi ditetapkan sejak 7 Desember 1967. dan SMK Negeri 2 Subang salah satunya.. Pada awalnya SMKN 2 Subang adalah STM Pertanian dengan satu program keahlian yaitu Teknologi Produksi (TP).” 3.. Dalam perjalanannya berkembang menjadi dua program keahlian yaitu dengan dibukanya Program Keahlian Teknologi Peralatan Pertanian (TPP) pada tahun 1980.020. Sebagai penyandang predikat salah satu lumbung padi nasional. Selain tanaman pangan potensi pertanian yang ada di Kabupaten Subang adalah tanaman palawija dan holtikultura.34 % dari luas Provinsi Jawa Barat.015.95 ha atau 6.3 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang “Jauh dari benak pikiran kita. Budidaya Ikan. Potensi besar Subang di bidang pertanian sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal dengan berdirinya sekolah kejuruan pertanian. Visi dari SMKN 2 Subang adalah: ”Mewujudkan sekolah berbasis kewirausahaan/bisnis yang dikelola dan 42 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Kabupaten Subang menyumbangkan produksi padi yang mencapai 1. Ditengah kecenderungan perkembangan daerah lain yang mengarah kepada industrialisasi. dan Teknologi Hasil Pertanian).1 Profil Daerah dan Sekolah Kabupaten Subang sebagai salah satu kabupaten di kawasan utara Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah seluas 205.

Peralatan Elektronik dan Mesin Perkakas yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai wirausaha Plasma Industri. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian sebagai inti kegiatan agribisnis dan agroindustri yang menerapkan sistem manajemen mutu sehingga mampu menjadikan lulusannya sebagai plasma agribisnis/agroindustri atau sebagai pekerja di perusahaan agribisnis Nasional dan Internasional. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki standar kompetensi internasional dan bekerja di perusahaan multinasional. 5. 4. 2. 6. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 43 . Peternakan. 8. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi sebagai berikut : 1. Budidaya Ikan Air Tawar. Menjadikan Bidang Keahlian Pelayaran Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan sebagai pelaut yang memiliki sertifikat Ankapin II/Atkapin II serta memenuhi “Standard International Maritim Organization (IMO)” untuk bekerja di perusahaan perkapalan/kapal Internasional. Perakitan Komputer.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disenyelenggarakan dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 sehingga mampu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan pelanggan nasional atau internasional atau mampu berwirausaha di bidang agribisnis/agroindustri/ pariwisata/manufaktur pada tahun 2014”. Menjadikan Laboratorium Pengawasan Mutu SMK Negeri 2 Subang Bersertifikat ISO 17025 : 2005 pada tahun 2012. 7. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi sebagai Plasma Industri Komponen Otomotif. dan Teknologi Hasil Pertanian sebagai inti pencitraan fisik sekolah dalam penataan dan pelestarian lingkungan hidup. Menjadikan pendidik dan tenaga kependidikan profesional di bidangnya dan melayani pelanggan sesuai standar yang dipersyaratkan sehingga mampu menghantarkan SMK Negeri 2 Subang sebagai SMK Standar Internasional pada tahun 2014. 3. Menjadikan pendidik SMK Negeri 2 Subang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan undang-undang guru dan dosen serta memenuhi standar Industri pada tahun 2014.

Agribisnis Ternak Unggas 4. Rekayasa Perangkat Lunak 11. Teknika Kapal Penangkap Ikan 44 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . 10. Menjadikan seluruh Program Keahlian sebagai Pelestari Lingkungan Hidup sesuai dengan ruang lingkup pekerjaannya sehingga memenuhi Standar ISO 14001 : 2004. Usaha Perjalanan Wisata 15. 11. Menjadikan Bidang Keahlian Pariwisata sebagai plasma industri garmen yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama Industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai Wirausaha Plasma Industri Tata Busana/Garmen. Teknik Pemesinan 13. yaitu: 1. Jasa Boga 14. 12.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 9. Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman 3. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 7. Agribisnis Ternak Ruminansia 5. Teknik Kendaraan Ringan 9. Teknik Sepeda Motor 10. Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura 2. Nautika Kapal Penangkap Ikan 18. Nautika Kapal Niaga 17. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 6. Sampai saat ini SMKN 2 Subang mempunyai delapan belas Program Keahlian. Menjadikan Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak dan Elektronika Industri sebagai Inti Pencitraan Sekolah di bidang IT dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Agribisnis Perikanan 8. Menjadikan Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata sebagai Inti Promosi dan pemasaran Wisata Vokasi dan Wisata Agro SMK Negeri 2 Subang. Busana Butik 16. Teknik Elektronika Industri 12.

PRODI. TU WAKA DIKLAT WAKA MANAJEMEN MUTU & LINGKUNGAN WAKA KETARUNAAN WAKA HKI WAKA SARPRAS WAKA PI & SDM BID. PRODI. teknologi hasil pertanian. TM KA. PRODI. PRODI. PER. PRODI. AHP KA. sehingga tidak memberi solusi tetapi menambah masalah dengan sikapnya yang cenderung apatis dan menyerah pada keadaan. TEI KA. PRODI. API KA. PRODI. BB KA. UPW KA. JB PEMBIMBING/WALI KELAS/GURU TARUNA Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . budidaya ikan. REKNOLOGI WAKA PI & SDM BID.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Menurunnya minat tamatan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Pertanian dan banyaknya tenaga kerja pengganti di sektor pertanian bagi tamatan SMK Pertanian menyebabkan jumlah siswa terus menurun dan tamatannya banyak yang tidak bekerja atau bekerja bukan pada bidangnya. PRODI. SMK Pertanian dinilai gagal menyiapkan tamatannya menjadi petani atau bekerja di sektor pertanian sehingga tidak diminati. PRODI. Kondisi ini menyebabkan motivasi guru menurun dan cenderung menyalahkan keadaan. kedisiplinan 45 KA. RPL 3. APTD KA. APTN KA. PRODI. dan mekanisasi pertanian). PRODI. PEL & PAR KA. TO KA. PRODI. Kondisi ini mulai dirasakan oleh SMKN 2 Subang sejak 1995 yang pada akhirnya mencapai titik terendah pada tahun 2000 dengan jumlah siswa 554 orang yang terbagi dalam 5 program keahlian (budidaya tanaman. PELAYARAN KA. Kondisi lingkungan sekolah tidak terawat dan tidak mencerminkan sebagai sekolah pertanian yang dapat menjadi contoh petani.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur organisasi SMKN 2 Subang: KEPALA SEKOLAH KOMITE KOORD. budidaya ternak.3.

b) Kebutuhan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Siswa untuk mencapai standar taruna c) Kebutuhan Guru Mata Pelajaran Normatif dan Adaptif dalam menerapkan nilai-nilai kecakapan hidup.3.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan siswa menurun dan motivasi belajarnya rendah Hasil Monitoring dan Evaluasi (M&E) SMK dan Kepala SMK sebelum tahun 1997 berkisar antara cukup dan kurang. Landasan utama diterapkannya sistem ketarunaan adalah a) Kebutuhan Pelanggan (institusi pasangan. olah raga permainan) c) Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer d) Tata Upacara Bendera e) PMR. DU/DI. Tujuan Latihan Dasar Ketarunaan bertujuan untuk membentuk karakter taruna sebagai berikut : a) Sehat sesuai standar yang ditetapkan pelanggan b) Kuat c) Disiplin d) Memahami dan Menerapkan Peraturan Baris Berbaris e) Memahami dan Menerapkan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer f ) Memahami dan Menerapkan Tata Upacara Bendera g) Memahami dan Mampu Melaksanakan Survival dan Cross Country h) Memahami dan Mampu Melaksanakan Search and Resque (SAR) i) Memahami dan Mampu Melaksanakan Sholat sesuai ketentuan j) Memahami dan Mampu Mengekspresikan diri k) Memahami dan Mampu Berorganisasi l) Memahami dan Mampu Melaksanakan Tugas 3. pull up. serta kemampuan mengembangkan diri). sit up. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan 1.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. 3. angkat beban. orang tua siswa. P3K. kemampuan komputer dan mengakses informasi. 2. push up. kuat. Materi a) Tes Kesehatan oleh Dokter Pemerintah dan tindaklanjut pelayannya b) Pendidikan Jasmani Taruna (Lari. Survival dan Cross Country 46 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/ anaknya/warganya yang sehat. tata krama/etika. SAR.

Waktu Pelaksanaan Latdastar dilaksanakan di semester satu selama 5 bulan dengan tahapan sebagai berikut : • Tahap pertama selama satu bulan mulai dari pukul 06. b.00 • Tahap kedua selama 4 bulan mulai pukul 06. Organisasi dan Kepemimpinan k) Seni dan Budaya 4. 8.00 – 16. Selain itu juga diterapkan “Re-orientasi Ketarunaan” bagi taruna yang pulang prakerin dan become to outcome bagi taruna yang akan lulus sampai diterima bekerja. IPA.000 orang.30 dilanjutkan pukul 13.00 – 07.386 orang.00 – 16. maka para taruna menerapkan nilai-nilai ketarunaan dalam kegiatan sehari-hari.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f ) Placement Test Sholat dan Bimbingan Sholat g) Placement Test Baca Al Quran dan Bimbingan Baca Al Quran h) Placement Test Matematika. Penjaminan Mutu Penjaminan Mutu Taruna menggunakan Skill Passport Praktik Kerja Industri. Program Kelas Wirausaha/Mandiri Data Dinas Pendidikan Kabupaten Subang menunjukkan bahwa jumlah lulusan SLTP. Hasilnya dibahas dan tindaklanjuti oleh Guru Mata Pelajaran dan oleh Tim Manajemen 5. Bahasa Inggris. Komputer dan Tindaklanjut Pelayannya i) Basic Mentallity j) Demokrasi. Implementasi Nilai-Nilai Ketarunaan Setelah dilantik dan menggunakan seragam korps taruna. Dari jumlah tersebut yang melanjutkan hanya 55. Pengendalian Mutu Pengendalian Mutu Taruna dilaksanakan secara bertahap dan berjenjang yang didukung oleh dokumen pengendali mutu taruna berupa buku kendali mutu taruna yang dimonitor setiap hari dan dievaluasi setiap minggu. 7. Bagi yang lulus diberi sertifikat dan dilantik dan yang bersangkutan berhak menggunakan seragam korps taruna. sehingga masih ada Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 47 . lima tahun terakhir sebanyak 86.00 Kegiatan ini dimonitor dan dievaluasi oleh Tim Manajemen dan Guru Mata Pelajaran. 6. Sertifikasi dan Pelantikan Hasil Monitoring dan Evaluasi dijadikan sebagai bahan Sidang Korps untuk menentukan Kelulusan dan Sanksi yang harus dijalani bagi yang belum lulus.

48 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Selain itu sekolah juga memiliki target untuk taruna yaitu setiap taruna nantinya diharapkan memperoleh pendapatan dari kegiatan unit usaha sekolah atau teaching factory sebagai berikut: untuk taruna kelas X memperoleh pendapatan dari kegiatan produksi sebesar Rp 5. Taruna yang telah masuk pada kegiatan unit usaha akan mendapatkan jatah makan siang setiap harinya. dan diutamakan dari kalangan taruna yang tidak mampu. Kelas Wirausaha/Mandiri adalah kelas untuk taruna atau siswa yang kurang mampu. Proses pembelajaran di kelas wirausaha/industri mandiri dititikberatkan pada kegiatan produksi pada masing-masing program studi keahlian. Padahal tidak sedikit dari keluarga tidak mampu tersebut terdapat siswa-siswa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan.000.000.00 per hari.386 orang yang tidak melanjutkan. Mekanisme pengaturan pelaksanaan pembelajaran siswa wirausaha/ mandiri tiga semester digunakan untuk pembelajaran normatif/adaptif dan tiga semester untuk pembelajaran produktif. Taruna kelas wirausaha/mandiri diseleksi berdasarkan minat dan bakat untuk masuk pada satu kegiatan unit usaha. Melihat kenyataan tersebut SMK Negeri 2 Subang mencoba menawarkan satu program agar anak-anak tidak mampu tersebut mendapatkan akses pendidikan melalui pembukaan kelas wirausaha/mandiri. Permasalahan tersebut salah satunya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang masih rendah sehingga kalau dipaksakan.00 setiap hari. Setiap program studi keahlian dapat memiliki lebih dari satu kegiatan unit usaha. dapat membayar uang sekolah dari hasil kerjanya. hal ini didasarkan pada customer need analysis. Para taruna diharapkan dapat membiayai dirinya sendiri untuk proses pendidikan dan pelatihannya melalui kegiatan produksi yang dilakukan semala proses pembelajaran.000 per hari dan kelas XII memperoleh Rp 10. kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah.dan menyisihkan sedikit setiap bulannya untuk uang saku. kedepannya mereka dapat berubah tarap hidupnnya punya harkat dan martabat yang lebih baik. mempunyai motivasi ingin meningkatkan kesejahteraan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 31. kelas XI memperoleh Rp 8. Taruna yang diterima melalui jalur ini adalah taruna yang mempunyai kemauan untuk merubah kehidupannya melalui bekerja keras.

Dari kegiatan produksi inilah siswa mendapatkan pendapatan untuk membiayai diri dan sekolahnya. Berikut adalah ilustrasi pengaturan pembelajaran untuk taruna yang ada dikelompok teknologi yang sudah memiliki kontrak khusus dengan mitra industri (PT Banshu). 1. walaupun ada tapi jaraknya sangat jauh ditambah kondisi jalan yang jelek. tahun kedua status kerja kontrak tahun pertama. 2. Setelah tiga tahun mereka akan dipasarkan ke berbagai industri multi nasional. Untuk itu mereka harus Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 49 . tahun ketiga status kerja kontrak tahun kedua). Setelah tamat siswa atau taruna diproyeksikan sebagai pekerja di PT Banshu Electric Indonesia selama tiga tahun (tahun pertama status magang. c. kecuali untuk kegiatan ketarunaan dilaksanakan pada semester pertama untuk semua kelas dan program keahlian. 4. maka pembagian kegiatan belajar antara normatif/adaptif dan produktif lebih fleksibel. dan kondisi ekonomi yang masih rendah. 5 6 Kegiatan Kegiatan ketarunaan dan normatif/adaptif Kegiatan produktif (di plasma industri) Kegiatan normatif/adaptif untuk persiapan UAN Untuk program keahlian terntentu seperti pertanian karena kegiatan produktifnya sangat tergantung kepada musim. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) Program kelas termediasi (kelas jauh) di SMK Negeri 2 Subang didasarkan pada banyaknya jumlah lulusan SMP yang ada di desa-desa tidak bisa melanjutkan sekolah disebabkan belum adanya sekolah yang tingkatnya lebih tinggi. Selama kegiatan produktif tersebut siswa melakukan pembelajaran sekaligus kegiatan produksi.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/Mandiri – SMKN 2 Subang Semester 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel. Siswa atau taruna kelas wirausaha/mandiri menjadi tenaga kerja utama plasma industri. 2 3. Selama tiga tahun berada di industri siswa akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan industri (minimal 6 kompetensi pekerja industri). sehingga sebagian besar mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. Tiga semester melakukan kegiatan normatif/ adaptif di sekolah dan tiga semester melakukan kegiatan produktif di plasma industri.

1. Mereka belajar bisa dimana saja. tidak tergantung gedung sekolah yang megah. Kelas jauh (kelas termediasi) SMK Negeri 2 Subang adalah rombongan belajar atau tempat belajar yang berada di luar sekolah SMK Negeri 2 Subang. Kemampuan memberdayakan sumber daya serta menggerakan partisipasi masyarakat merupakan kunci sukses dari program kelas termediasi. Sehingga pada tahap ini diharapkan perusahaan akan memberikan penilaian yang sebaik mungkin kepada siswa asal SMK Negeri 2 Subang. 50 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pengembangan teaching factory dilakukan dengan kerjasama dengan jejaring atau mitra industri. Dinas Perikanan maupuan aktivitas masyarakat setempat. Upaya pemantapan dan penjajagan serius dilakukan untuk menarik mitra industri ke sekolah dengan memberikan pembekalan kepada siswa agar bekerja dengan motivasi tinggi. Banshu Elektrik Indonesia. Mitra industri mendirikan plasma industri di SMK Negeri 2 Subang sebagai media untuk pembelajaran produktif bagi siswa dan sekaligus kegiatan produksi dengan tenaga kerja siswa SMKN 2 Subang. berada di kecamatan atau daerah yang ada di lingkungan Kabupaten Subang dan pengelolaannya dilakukan oleh wakil kepala sekolah dari SMK Negeri 2 Subang yang mendapat Surat Keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Program Pengembangan Teaching Factory Program teaching factory merupakan terobosan SMKN 2 dalam upaya meningkatkan pembelajaran produktif agar sesuai dengan standar industri. Pengembangan teaching factory ini memerlukan upaya keras dari sekolah untuk meyakinkan kepada industri agar bersedia mendirikan plasma industri di SMKN 2 Subang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. d. karena bisa mengatasi batasan-batasan yang selama ini justru mengungkung hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Sebagai wahana praktikum mereka bisa terjun pada proyek-proyek dari Dinas Pertanian. Tahap Awal Semua berawal dari praktik kerja industri yang dilakukan oleh taruna atau siswa SMK Negeri 2 Subang di PT. Semua dilakukan dengan tidak mengorbankan standar pendidikan yang telah ditetapkan di Kelas Induk yaitu SMKN 2 Subang. mereka mengandalkan pemuka-pemuka masyarakat sebagai tenaga pendidik pada awalnya. Berikut adalah tahapan dalam pengembangan teaching factory tersebut. Kelas termediasi cermin dari pendidikan yang sesungguhnya.

Banyak kendala yang dihadapi terutama kualitas sumber daya manusia yang kurang baik sehingga berdampak kepada kualitas produk yang tidak sesuai dengan persyaratan industri. dan pihak sekolah berusaha untuk memenuhi kapan saja industri meminta taruna untuk prakerin. Tahap Penerapan Teaching Factory di Sekolah Hasil dari evaluasi program pelaksanaan plasma di SMK Negeri 2 Subang memberikan gambaran dan pemikiran baru bahwa sumber daya manusia yang baik harus dipersiapkan. Kelas wirausaha/mandiri inilah yang menjadi sumber daya manusia dalam plasma industri. Banshu. pihak perusahaan mencoba meningkatkan kerja sama dengan mendirikan plasma di SMK Negeri 2 Subang dengan sumber daya manusia alumni SMK Negeri 2 Subang dan sebagian dari umum. mental. Ini merupakan proses uji coba pelaksanaan industri di Sekolah. 3. Dalam tahap uji coba ini ternyata hasil yang diperoleh belum memenuhi standar yang diharapkan industri.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan karakter siswa SMK Negeri 2 yang disiplin. serta bukti yang ditunjukkan taruna atau siswa saat melaksanakan praktik kerja di industri. Banshu secara berkesinambungan dan sepanjang tahun. Tahap Uji Coba Plasma Melihat disiplin. 2. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 51 . sehat. dididik. dan dilatih sesuai dengan standar industri tetapi juga menjadi siswa SMKN 2 Subang. dan mudah beradaptasi. Sehingga pihak industri meminta siswa untuk prakerin di PT. Sejak tahun ajaran 2006-2007 maka dikelola kelas khusus industri wirausaha/mandiri yang siswanya dari kalangan yang tidak mampu. timbul kepercayaan pihak industri terhadap SMK Negeri 2 Subang. kepercayaan itu ditunjukkan oleh perusahaan dengan menerima lulusan SMKN 2 Subang terutama taruna yang pernah praktik kerja di PT. diberi kesempatan sekolah dengan memberikan fasilitas yang diperlukan untuk sekolah berupa biaya sekolah dan tambahan lainnya. kuat. Hasil keseriusan sekolah memenuhi permintaan perusahaan berdampak kepada semakin meningkatnya kepercayaan industri kepada sekolah. kesehatan fisik serta keterampilan siswa selama melakukan praktik kerja di industri.

4. dan tahun ketiga menjadi tenaga kontrak untuk tahun ke dua. investasi PT. Penanganan secara serius dan kerja cerdas tenaga pendidik dan kependidikan serta team manajemen untuk memenehui keinginan industri. e. 2. Tiga tahun kedua siswa direkrut menjadi tenaga kerja di perusahaan mengikuti pola perusahaan sebagai berikut : tahun pertama sebagai tenaga magang atau training plus. Pembentukan karakter siswa yang disiplin. tahun kedua menjadi tenaga kontrak untuk tahun pertama. 2. Income Generating Unit Terobosan lain yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang adalah dalam hal pembiayaan. sehat. Sedangkan penerimaan (insentif.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tahun pelajaran 2007-2008 adalah tahun kedua pelaksanaan teaching factory dengan pola pembelajaran inovatif. Sedangkan tiga semester kedua akan berada di kelas dan teaching factory berselang-seling. Pembelajaran dibagi menurut kontrak yang telah ditandatangani sebagai berikut : 1. uang lauk pauk. 3. dengan pola pembelajaran produksi selama tiga semester di teaching factory dan industri.360 milyar. Pola pembelajaran disusun sedemikian rupa agar siswa dapat belajar produksi sesuai dengan standar industri. Salah satu sasaran mutu SMK Negeri 2 Subang adalah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebesar 20% dari tahun sebelumnya. Tiga tahun pertama siswa akan berada di sekolah. Banshu di SMK Negeri 2 Subang berupa alat dan fasilitas pendukung di Teaching Factory sebesar Rp 1. dan lembur) sebesar Rp 88. Inti dari keberhasilan Teaching Factory adalah : 1.1 juta setiap bulannya. dan mudah beradaptasi sehingga mampu bersainga. Usaha untuk selalu melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. melalui kegiatan latihan dasar ketarunaan dan kegiatan lain yang menunjang. tetapi juga dapat tetap belajar sesuai dengan persyaratan lainnya. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk siswa kelas mandiri agar mampu membiayai kegiatan pendidi- 52 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pendekatan secara intensif dan memberikan keyakinan kepada industri bahwa sekolah dapat melakukan pekerjaan yang dituntut industri. Sampai bulan Juni 2008. kuat.

Berikut adalah ilustrasi konsep bagi hasil usaha unit produksi restoran untuk Program Keahlian Tata Boga. A.000.000.00 250.00 7.00 453. Perkiraan hasil keuntungan Perkiraan hasil yang didapatkan dari unit usaha jasa boga sebagai berikut : Pendapatan per bulan : Rp.974.900. disatu sisi siswa akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya sementara disisi lain siswa dapat melakukan pembelajaran produktif sesuai dengan standar industri. 15. Yang menarik dari pengembangan unit usaha ini.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan kannya sendiri.00 7.Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 53 .526. Rp.526.00 250. 7.00 5.00 Volume Biaya Satuan (Rp) Jumlah (Rp) 22. Oleh karena itu masing-masing program keahlian di dorong untuk mengembangkan unit usahanya.500.00 453. bukan berasal dari dana sumbangan orang tua siswa.065.426.065.250.00 B. Pendapatan dan Pengeluaran Tabel.000.00 7.429.000.492.500. Sistem bagi hasil diterapkan dalam pengelolaan hasil usaha dari unit produksi yang dikembangkan oleh SMKN 2 Subang.00 1.823.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran – SMKN 2 Subang No A B 1 2 3 4 5 Uraian Penerimaan per Bulan Pengeluaran per Bulan Iuran SPP Bulanan Taruna Honor Bulanan Guru Cicilan Sepeda Motor per bulan Cicilan Laptop per bulan Pembelian bahan baku per bulan Total Pengeluaran per Bulan Sisa Saldo 19 Orang 4 Orang 1 bulan 1 bulan 1 bulan 100.000.974.000.526. Sistem pengelolaan unit usaha diserahkan kepada masing-masing program keahlian.426.Pengeluaran per bulan : Rp.823.000.526. 22.00 15.000.00 1. Pencapain sasaran ini diharapkan diperoleh dari peningkatan kegiatan usaha yang dikembangkan di sekolah.000. Hal ini yang akan membentuk karakter atau profil lulusan SMKN 2 Subang relevan dengan kebutuhan industri.

Di tingkat sekolah Ketua Program Keahlian menjadi penanggungjawab kegiatan sementara proses monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim monev sekolah. Dan akhirnya semua kegiatan sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui komite sekolah. pembukaan cafe. Tabel. Mekanisme pertanggungjawaban dilakukan secara berjenjang. 54 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan C. pelayanan terhadap tamu sekolah dan jasa catering untuk pelatihan yang diadakan di sekolah. Pengembangan bisa diarahkan pada variasi jenis makanan yang dikelola. Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan produksi dari unit usaha dikelola oleh masing-masing program keahlian. E. di tingkat program keahlian yang menjadi penanggung jawab terhadap semua kegiatan dan pelaporan keuangan adalah pelaksana dimana proses montoring dan evaluasi dilakukan oleh Ketua Program Keahlian. Pembagian hasil usaha Hasil usaha dibagi untuk sekolah dan program keahlian.15 Pembagian Hasil Usaha – SMKN 2 Subang No Bagian Besar Presentasi (%) Pemeliharaan Pengembangan usaha/penambahan modal Pengelola Pengelola Program Keahlian Kesra Program Keahlian Sub Bagian Kesejahteraan karyawan sekolah 1 Sekolah 60 Presentasi (%) 30 20 30 10 40 2 Program Keahlian 40 30 30 Total 100 D. Rencana Pengembangan Usaha Pengembangan usaha akan dilakukan setelah usaha jasa boga menunjukan kemajuan yang berarti.

Diharapkan tahun berikutnya. meninggal dunia dan atau yang bersangkutan menginginkan pengembalian modal tersebut. untuk bertahan dan akhirnya bangkit dari keterpurukan bukanlah hal yang mudah. bersikap. memahami kondisi sekolah dan kebijakan pendidikan menengah kejuruan 2. menumbuhkembangkan akseptabilitas individu dan tim kerja Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 55 . honor karyawan minimal dapat setara dengan gaji golongan III Pegawai Negeri Sipil. Secara keseluruhan kegiatannya meliputi : 1. Berikut adalah strategi yang dilakukan SMKN 2 Subang untuk bangkit dari keterpurukannya. Usaha untuk mencapai target ini terus dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dengan industri lainnya agar menanam investasi di sekolah dan sekolah menyediakan tenaga kerja terdidik sesuai dengan kebutuhan industri. dengan menata ulang cara berpikir.4 Kapabilitas Inovasi a. Sehingga pada akhirnya personal yang terkait dalam pengelolaan jasa boga akan mendapatkan hasil usaha berupa persentase keuntungan dari modal yang diputarkannya dan pembagiannya akan diberikan secara periodik. Strategi yang Dilakukan SMKN 2 Subang pernah mengalami masa-masa sulit. a) Kemampuan mendengarkan keinginan stakehlders Kesadaran SMKN 2 Subang untuk mendengarkan kebutuhan dan keinginan stakeholders nya mendorong untuk bangkit dari keterpurukan dengan melakukan perubahan-perubahan sebagai berikut : • Re-engineering Mind Set. 3.3.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Rencana selanjutnya yang ingin dikembangkan adalah dengan membagi hasil perolehan personal untuk diberikan/dibayarkan dan disimpan sebagai tabungan yang akan diputarkan sebagai modal usaha besarnya direncanakan 75 % diberikan : 25 % disimpan. berhenti. dan bertindak para pendidik dan tenaga kependidikan bahwa mereka diberi amanah untuk mengelola dan menyelenggarakan SMK agar tamatannya bisa bekerja sesuai bidangnya dengan tingkat pendapatan yang layak serta mampu mengembangkan dirinya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Setelah simpanan yang menjadi hak personal pengelola akan diberikan pada saat personal tersebut keluar.

mengembangkan SMK berbasis program keahlian 2006/2007 5. kuat. Dengan bermodal jejaring ini sekolah mampu mewujudkan sesuatu yang mungkin bagi sekolah lain mengharuskan adanya dukungan finansial yang cukup 56 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Teknika Perikanan Laut (TPL). kemampuan komputer dan mengakses informasi. 7. 6. 2. mengembangkan program keahlian berbasis bisnis/wirausaha 2009/2010 b) Kemampuan untuk merespon dan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders Keputusan SMKN 2 untuk menerpakan program ketarunaan salah satunya adalah sebagai bentuk jawaban atas kebutuhan stakeholders (institusi pasangan. Tidak berhenti sampai disitu. membuka Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. membuka Program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL). DU/DI. 5. 4. mengembangkan program keahlian berbasis pelanggan 2007/2008 6.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. 1. 8. serta kemampuan mengembangkan diri. Elektronika Industri. mengalih-fungsikan Program Keahlian Mekanisasi Pertanian menjadi Teknik Mekanik Otomotif (TMO). masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/anaknya/warganya yang sehat. Tata Busana. menumbuhkembangkan kapabilitas individu dan tim kerja menumbuhkembangkan akuntabilitas individu dan tim kerja memahami kebutuhan pelanggan memuaskan kebutuhan pelanggan memberi akses dan kepuasan kepada semua meningkatkan kompetensi dan pelayanan secara terus menerus • Re-engineering Program Keahlian. Tata Boga. tata krama/etika. kemampuan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders juga harus diikuti dengan pengendalian terhadap proses dan produk yang dihasilkan. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Laut (TPHPL) pada tahun pelajaran 2001/2002 3. upaya ini dilakukan untuk memperbaiki citra SMKN 2 Subang dan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. c) Kemampuan untuk membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industri Keberhasilan SMKN 2 Subang tidak terlepas dari kemampuannya untuk membangun jejaring operasional maupun strategisnya. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. Usaha Jasa Pariwisata pada tahun pelajaran 2007/2008 4. orang tua siswa.

Budidaya Ikan Air Tawar. Keberhasilan program kelas jarak jauh misalnya tidak terlepas dari bagaimana sekolah mampu meyakinkan siswa dan orang tua siswa untuk tetap sekolah dengan kondisi darurat.dan Program Keahlian. Terdapat 14 unit kerja yang disertifikasi antara lain : unit kerja Kepala Sekolah. terdiri dari Kepala Sekolah. Dan stakeholders inilah yang pada akhirnya menuntun dan mengarahkan sekolah pada arah pengembangan sekolah kedepannya. para Wakil Kepala Sekolah. cara atau metode berkenaan dengan pencapain tujuan bersama bukan orang perorangan. PPHP. b. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 57 .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan besar. Waka Sekolah . pemantauan terhadap proses dan produk. NPL. Wakil Manajemen Mutu. para Ketua Program Keahlian dan staf perwakilan dari setiap program keahlian.TU. Proses Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000 Untuk penguatan tata kelola SMKN 2 Subang juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000. Instruksi Kerja ( ada 24 IK ) dan Formulir (ada 4 Form). Jika tata kelola yang baik dipahami sebagai kepengelolaan atau kepengarahan yang baik. Dokumen mutu yang telah disusun terdiri dari Pedoman Mutu. Begitupun dengan program pengembangan plasma industri di sekolah adalah bukti dari kemampuan sekolah dalam membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industrinya. Kesamaannya adalah sama-sama sebagai strategi. Untuk program keahlian terdapat 18 program keahlian akan tetapi yang masuk lingkup SMM ISO 9001:2000 baru 7 Program Keahlian yaitu : Budidaya Tanaman.TPL dan TMO. meyakinkan bagaimana warga masyarakat bersedia mendukung pelaksanaan program dengan mendonorkan semua sumber daya. Penerapan SMM ISO 9001 : 2000 dimulai tanggal 11 September 2007 dan sertifikasi diperoleh tanggal 22 Pebruari 2008. Standar Prosedur Operasional ( 7 SPO). sebenarnya mempunyai kesamaaan dengan fungsi manajemen dan sistem operasi prosedur. pemantauan terhadap produk atau keluaran yang bermasalah dan pelaksanaan audit internal. Proses penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 di SMK Negeri 2 Subang di awali dengan pembentukan Steering Commite sekitar bulan Agustus 2007 dengan jumlah anggota 25 orang. bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 memungkinkan sekolah untuk melakukan pemantauan pengukuran terhadap kepuasan pelanggan (stakeholders sekolah). Tidak jauh berbeda dengan SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar. Budidaya Ternak.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik tata kelola yang baik muncul dalam penerapan SMM di SMKN 2 seperti : 1. 2. Hal ini sangat penting agar setiap individu tidak semaunya sendiri. Sistem akuntabilitas dari pengelolaan unit usaha yang berjenjang bentuk pratik pengelolaan kegiatan sekolah yang bersih serta berorientasi kepada kepentingan stakeholders sekolah. 3. • Menumbuhkembangkan Akseptabilitas a) Menganggap Semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baik Langkah awal menumbuhkembangkan akseptabilitas adalah dengan menganggap semua guru dan tenaga kependidikan baik. Hadirnya nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja. Tidak ada orangnya kepala sekolah atau bukan orangnya kepala sekolah. pengembangan plasma industri bukti nyata dari sinergi semua stakeholders. yaitu sebagai pembangun sekolah atau sebagai penghancur/perusak sekolah. b) Menetapkan Kriteria Kinerja Langkah kedua adalah menetapkan kriteria kinerja umum. Sumber Daya Manusia Kemampuan SMKN 2 Subang dalam menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif telah membawa SMKN 2 Subang bangkit dari keterpurukan. Program kelas jarak jauh. seperti efisiensi. Penciptaan budaya dan iklim yang kondusif di SMKN 2 didukung adanya kepemimpinan yang mampu menetapkan visi dan misi serta menyatukan semua komponen sekolah tetap pada visi dan misinya. Program kelas jarak jauh dan kelas wirausaha/mandiri menjadi satu contoh dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. Tersedianya ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga memungkinkan adanya sinergi diantara mereka dalam hal ini pelanggaran atau stake holder lembaga pendidikan. tetapi selalu bertanya pada diri sendiri apakah yang 58 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Semuanya adalah warga sekolah yang memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. Berikut adalah upaya yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang dalam mengoptimalkan peran dari setiap komponen dalam pencapaian visi dan misi sekolah. yang ada adalah tim manajemen dan tim kerja program keahlian. Praktik tata kelola yang baik adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik yaitu kepentingan pelanggaan pendidikan. c. keadilan. dan daya tanggap menjadi nilai yang penting disini.

Hal ini dimulai dengan pemilihan wali kelas oleh anggota tim. Pada tahap ini peran kepala sekolah sangat penting dan menentukan. c) Memilih Tim Manajemen Langkah ketiga adalah mengembalikan semua proses pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah kepada seluruh warga sekolah sesuai tugas pokok dan fungsinya. serta wakasek fasilitas dan kerja sama industri dari guru produktif ). Dalam proses ini akan diketahui tingkat kondusivitas tim kerja.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dilakukan itu membangun sekolah atau menghancurkan sekolah. Proses ini memberi gambaran adanya guru mata pelajaran yang dipilih oleh beberapa program keahlian dan adanya guru yang tidak dipilih oleh program keahlian manapun. Selain itu proses tersebut juga memotivasi setiap individu untuk memenuhi standar kinerja minimalnya (sasaran mutu program keahlian. penjamin mutu. tetapi dalam perjalanannya terjadi proses internalisasi tanggung jawab tim. sasaran mutu sekolah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 59 . wakasek kurikulum dari guru adaptif. dan penanggung jawab kegiatan tersebut. d) Pengembangan Profesi Langkah keempat adalah mengusulkan peserta seleksi calon kepala sekolah atau peserta yang akan mengikuti pendidikan lanjutan. Pada awalnya banyak individu yang memilih temannya untuk melepas tanggung jawab. Kepala sekolah berperan sebagai pengendali mutu. apakah apatis-motivatif-atau destruktif. kesepakatan dengan institusi pasangan). Setiap tim kerja mengusulkan kepada forum dan dipilih oleh forum. Selanjutnya kepala sekolah menindaklanjuti hasil tersebut untuk pembinaan dan penghargaan staf. Setelah itu baru mengusulkan calon wakil kepala sekolah untuk dipilih oleh forum (wakasek kesiswaan dari guru normatif. Dengan demikian diharapkan tidak ada individu yang menjadi beban sekolah tetapi semuanya menjadi aset sekolah. Sejak Tahun Pelajaran 2006/2007 Ketua program keahlian memilih guru mata pelajaran berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama ini. kemudian dilanjutkan dengan memilih ketua program keahlian. e) Memilih dan Mengusulkan Guru Mata Pelajaran Setelah berlangsung selama 4 tahun (2 periode ketua program keahlian) dilakukan pelimpahan wewenang penentuan guru mata pelajaran dari kepala sekolah kepada ketua program keahlian. Dengan demikian diharapkan kondisi ini akan mengokohkan proses demokratisasi yang bertanggung jawab sebagai pertanggungjawaban yang memilih dan yang dipilih.

60 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Setiap hari Senin minggu pertama dilaksanakan bersama Komite Sekolah dan Koordinator BP/BK serta dipimpin langsung oleh kepala sekolah. penyusunan kurikulum implementasi standar industri/profesi/nasional/internasional. sertifikasi. c) Rapat Kerja Program Keahlian Rapat kerja di program keahlian dilaksanakan minimal sebulan dua kali dengan materi hasil rapat kerja tim manajemen. Rapat ini merupakan wahana monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di masing-masing program keahlian serta penyampaian informasi terkini yang hasilnya digunakan sebagai bahan rapat di tingkat program keahlian. filosofi dan konsep dasar kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam in house training (IHT) setiap akhir tahun pelajaran selama enam hari efektif. hasil monitoring dan evaluasi mata pelajaran. Rapat dipimpin oleh kepala sekolah atau wakasek sesuai bidangnya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Menumbuhkembangkan Kapabilitas a) In House Training dan Workshop Selama proses akseptabilitas berlangsung sekolah secara bertahap juga meningkatkan kapabilitas seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terhadap kebijakan pemerintah. motivation training. Rapat dipimpin oleh ketua program keahlian atau anggota lainnya sesuai masalah yang dibahas. Hasil IHT ditindaklanjuti dengan workshop di setiap program keahlian selama enam hari. serta tindaklanjut yang akan dilakukan oleh masingmasing anggota tim. laporan perkembangan taruna. d) Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidikan Magang. pengembangan KBK. dan studi lanjutan bagi guru/teknisi/staf administrasi adalah merupakan penghargaan bagi kinerja yang bersangkutan.masing. sistem pelayanan administrasi pendidikan KBK. b) Rapat Tim Manajemen Rapat Tim Manajemen dilaksanakan setiap hari senin yang diikuti oleh para wakasek dan para Ketua Program Keahlian. Dengan demikian selama dua minggu setiap program keahlian telah memiliki program kerja dan KTSP sesuai kesepakatan dengan institusi pasangannya masing . implementasi kurikulum di sekolah dan di industri. serta menyusun program kerja guru mata pelajaran secara terpadu. dan team building. Materinya adalah mendeskripsikan berbagai kesepakatan IHT dalam sasaran mutu dan action plan program keahlian. Proses seleksi dilakukan di tingkat program keahlian dan hasilnya dibahas dalam rapat tim manajemen.

Untuk itu diperlukan sistem monitoring dan evaluasi serta sistem pertanggungjawaban secara berjenjang. dan keputusan. Pada tahap ini kecerdasan spritual individu dan tim kerja sangat menentukan. Pelaksanaan kegiatan di program keahlian tanggung jawab tingkat pertamanya berada di pelaksananya sedangkan monitoring dan evaluasi tingkat pertama menjadi tanggung jawab ketua program keahlian. serta bagaimana kepala sekolah mencari peluang pasar bagi pengembangan sekolah. Semuanya menunjukkan akuntabilitas kebijakan dan program yang dilakukan sekolah. c) Akuntabilitas Spiritual Pada akhirnya semuanya kembali kepada individu dan tim kerja terhadap pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. Kegiatan di program keahlian akan dipertanggungjawabkan ditingkat sekolah dan kepada stakeholders melalui komite sekolah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 61 . bagaimana kepala sekolah memfasilitasi setiap kebijakan dan program yang telah ditetapkan. Tahun Diklat 2007/2008 sekolah mulai menyelenggarakan achievement motivation training (AMT) dan diharapkan terus berlanjut dengan kualitas penyelenggaraan yang terus ditingkatkan. ii) bagaimana ketua program keahlian mengelola aspirasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Hasilnya ditetapkan dan diusulkan oleh kepala sekolah sedangkan proses monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh ketua program keahlian masing-masing kecuali studi lanjutan oleh kepala sekolah. • Mengembangkan Akuntabilitas Individu dan Tim Kerja a) Akuntabilitas Kebijakan dan Program Proses menumbuhkembangkan akseptabilitas dan kapabilitas individu dan tim kerja telah menggambarkan : i) bagaimana peran dan tanggung jawab individu. Untuk itu diperlukan ESQ Training secara berkala bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat menjadi teladan dalam pengelolaan dan penyelengaraan sekolah. b) Akuntabilitas Pendayagunaan Sumber Daya Akuntablitias dalam pendayagunaan sumber daya tidak hanya memerlukan kebenaran administrasi akan tetapi juga niat baik untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan pendayagunaan sumber daya tersebut. kebijakan. Secara internal mekanisme tersebut harus efektif dan terukur. bagaimana kepala sekolah meyakinkan seluruh komponen dan stake holder tentang sistem pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah. iii) bagaimana wakil kepala sekolah memfasilitasi kebutuhan sekolah dan program keahlian.

SPP. Saat ini sekolah sedang mengembangkan sebuah sistem informasi manajemen yang dirancang khusus sebagai alat bantu pengelolaan manajemen sekolah baik manajemen administrasi. pangkat golongan. pendidikan. 3. membutuhkan dukungan dari pengembangan sistem berbasis IT dan website. Sistem PMIS ini digunakan sebagai alat bantu pengelolaan pengembangan SMK SBI-INVEST. b) SFS (Sistem Fasilitas Sekolah) digunakan untuk pengelolaan fasilitas sekolah (bangunan. PMIS (Project Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Proyek. EMIS (Education Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Pendidikan/sekolah. pendidik (data pokok. pembelajaran. keahlian. e) Sistem informasi perpustakaan sebagai pendukung sistem pembelajaran sekolah. peralataan. pangkat golongan. kehadiran. pendidikan. monitoring dan evaluasi pengembangan SMK ADB-INVEST. d) Pembelajaran jarak jauh antara sekolah induk dan kelas termediasi (multi kampus). PMIS berbasis website juga merupakan muara dan kompilasi dari EMIS dan FMIS yang dirancang untuk memudahkan pengguna mengakses data dan informasi SMK SDB-INVEST secara online dan memanfaatkannya sesuai dengan tugas dan fungsi penggunanya. nilai. Teknologi Pengembangan sistem menajemen mutu di SMKN 2 Subang. yang terdiri dari : a) SAS (Sistem Administrasi Sekolah) digunakan untuk pengelolaan administrasi siswa (data pokok. FMIS (Financial Management Information System) atau Sistem Informasi Keuangan Sekolah) yang terdiri dari : a) SKR (Sistim Keuangan Rutin) untuk pengelolaan anggaran rutin (APBD. PMIS diharapkan sebagai media koordinasi dan komunikasi antara institusi yang terkait dengan pelaksanaan. b) SKP (Sistim Keuangan Pengembangan) untuk pengelolaan anggaran pengembangan SMK SBI-INVEST (ADB dan Pemerintah). dan multimedia). prestasi). dan keuangan. dan infrastruktur) c) SPS (Sistem Pembelajaran Sekolah) untuk pengelolaan pembelajaran (inventory. dan tugas). modul.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. UP). disamping tentunya seni diharapkan bisa membantu sekolah dalam mewujudkan visi dan misinya di samping 62 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Sistem informasi manajemen tersebut meliputi : 1. 2. tugas mengajar) dan tenaga kependidikan (data pokok. Dengan pengembangan sistem berbasis IT diharapkan akan sangat membantu pelaksanaan sistem manajemen mutu sekolah.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

e. Pengukuran (Measurement)

Dengan adanya program-program inovasi yang dilakukan SMKN2 Subang, telah memberikan dampak manfaat nyata bagi siswa dan masyarakat pada umumnya. Program kelas termediasi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Ini berarti permasalahan askes terhadap pendidikan khususnya pendidikan menengah telah mendapatkan solusinya. Tabel.16 Perkembangan Kelas Termediasi – SMKN 2 Subang

Tahun Ajaran 2004/2005

Nama Kelas Jauh Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 4

2005/2006

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

1 1 1 1 4

2006/2007

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardl Caracas Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai – Cijambe Caracas - Cipeunduey

1 1 1 1 1 5

2008/2009

1. Miftahul Ridwan 2. Al-Fallah 3. Alhidayah 4. Ukir Ardi 5. Caracas 6. Binong 7. Legon kulon 8. Cibogo 9. Cisampih 10. Cikaum 11. Ciasem 12. Tanjung Siang.

Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Kasomalang-Cisalak Kumpai- Cijambe Caracas – Cipeunduey Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Pasanggarahan-Tanjung Siang

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

Jumlah

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

63

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Tahun Ajaran 2008/2009

Nama Kelas Jauh 1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Cikaum 9. SMK Ciasem 10. SMK Kasomalang 11. SMK Cijambe Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Tanjung Siang Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

2006/2007

1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Ciasem 9. SMK Kasomalang 10. SMK Cijambe 11. SMK Pagaden Timur 12. SMK Pagaden Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Cikaum-Cikaum Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Ciasem Tanjung Siang Cijambe Pagaden Pagaden

Sumber : SMKN 2 Subang

No 1 2 3 4 Tahun Akademik 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009

Tabel . 17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang
Jumlah Lulusan 114 214 278 301 Keterserapan Bekerja 93 90 134 167 Wiraswasta 16 65 86 77 TNI/Polri 7 10 9 ke PT 5 15 13 11 Tidak ada Info 36 35 37 Jumlah 114 213 278 301

Sumber : SMKN 2 Subang

64 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Dari tabel keterserapan lulusan SMKN 2 Subang di atas, mulai tahun ajaran 2006/2007 sampai tahun ajaran 2008/2009 lulusan yang terserap dalam dunia kerja mempunyai kecenderungan terus menaik. Dan yang menarik adalah persentase lulusan yang berwirausaha relatif cukup besar, hal ini menunjukkan bahwa SMKN 2 mampu mengatasi tantangan besar yang di hadapainya. Program kelas jarak jauh, kelas wirausaha/mandiri meskipun dengan segala keterbatasan sumber daya akan tetapi mampu menghasilkan output yang dapat terserap dalam pasar kerja dan juga mampu menciptakan peluang kerja sendiri. Sementara itu dengan pengembangan pembelajaran berbasis wirausaha juga telah mengahasilkan nilai usaha yang cukup membanggakan seperti terlihat dalam tabel di bawah. Tabel .18 Jenis Usaha dan Nilai Usaha di Tiap Unit Kerja – SMKN 2 Subang
No 1 2 3 4 5 6 7 Program Keahlian BIAT Budidaya Tanaman Budidaya Ternak Budidaya Ternak Pengolahan Hasil Pertanian Pangan Tata Boga Teknik Mekanik Otomotif Jenis Usaha Pembenihan ikan Tanaman Sayuran Tan Hias dan Buah Pembibitan Ternak sapi Bd. Ternak unggas Sari Buah Nenas Katering Wiring Harness Volume Usaha 12000 m2 1 ha 100 tan/periode 9 ekor 2500 ekor 3600 cup 7800 porsi 144.000 pct Nilai Usaha 25 juta/periode 48 juta/periode 2 juta/periode 18 juta/periode 35 juta/periode 3,6 juta/bln 35 juta/bln 88,1 juta/bln

Sumber : SMKN 2 Subang

3.3.5 Kesinambungan Program

Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari pihak SMKN 2 Subang untuk tetap istiqomah pada visi dan misi awal. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana atau bagaimana SMK meningkatkan kualitas layanan dan tingkat produknya sangat dibutuhkan. Untuk itu perlu mekanisme dalam hal memantau, mengavaluasi dan melakukan langkah perbaikan secara berkelanjutan. Pelaksanaan mekanisme ISO untuk menjamin kualitas menuntut profesionalisme dari
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

65

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sumber daya manusia yang ada. Peningkatan pada aktivitas diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga keberlanjutan program dapat terjamin. 66 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . memastikan mekanisme ISO berjalan dan pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMK dalam menghadapi pekerjaan seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar).

Sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah diambil selama kurun waktu 2005-2008. Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan dengan Pendekatan Keomprehensif 8.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional Seluruh kebijakan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional tidak terlepas dari reformasi kerangka hukum bidang pendidikan. Otonomisasi Satuan Pendidikan 10. adalah sebagai berikut : 1. mutu. yang diawali oleh amandemen UUD 1945 pada tahun 1999 sampai pada tahun 2002. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara Massal untuk e-Pembelajaran dan e-Administrasi 4. Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA 9. dan citra publik pendidikan yang merupakan tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 6. Melalui amandemen UUD 1945 pendidikan tidak hanya sekedar hak warga negara akan tetapi telah menjadi hak azasi manusia. Reformasi Perbukuan secara Massal 7. Pemerintah diamanatkan untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. akuntabilitas. Demi terlaksananya sistem tersebut. Pendanaan Massal Pendidikan 2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4. Untuk menjamin hak setiap warga negara dan hak azasi manusia atas pendidikan. dan daya saing serta penguatan tata kelola. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendidikan Non-Formal dan Informal untuk Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 67 . negara diamanatkan untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. Peningkatan Kualifikasi dan Sertifikasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan secara Massal 3. Pembangunan Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 5. relevansi. Semangat reformasi pendidikan telah menginspirasi Kementerian Pendidikan Nasional untuk mengambil berbagai kebijakan terobosan yang mendasar dan berskala massal selama periode tahun 2005-2008 yang diharapkan akan berdampak besar pada peningkatan dan pemerataan akses.

Di tingkat pusat berbagai kebijakan pengembangan SMK sudah dilakukan dengan berpedoman kepada tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. 2. menjadi sangat penting karena sering kali jangkauan pusat tidak sampai ke daerah secara optimal. Dalam upaya membalik rasio tersebut berbagai program telah dilaksanakan yaitu : • Penambahan USB SMK • Peningkatan proporasi alokasi anggaran untuk SMK • Ekstensifikasi dan intesifikasi penyelengaraan pendidikan kejuruan melalui SMK besar. Peran Pemda. Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan kebijakan dan pelaksanaan program pengembangan SMK dalam keranga tiga pilar pendidikan nasional. melalui Dinas Pendidikan. Peningkatan mutu. akuntabilitas dan citra publik Peningkatan tata kelola dilakukan dengan adanya penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalui sertifikasi ISO 9001-2000. Dalam upaya mendorong pengembangan SMK. SMK di daerah perbatasan. Penguatan Tata kelola. relevansi dan daya saing Kebijakan dilakukan antara lain dengan: • Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date. semua kebijakan di atas belum tentu terimplementasikan dengan baik. SMK kecil di daerah terpencil.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Menggapai Layanan Pendidikan kepada Peserta Didik yang Tak Terjangkau Pendidikan Formal 11. SMK jarak jauh. Perluasan akses pendidikan Kebijakan membalik rasio SMK : SMA menjadi 70:30 di tahun 2015.2 Peran Pemerintah Daerah Melihat peran strategis SMK ke depan. • Menumbuhkan minat siswa. yaitu: 1. 4. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang. seperti pengembangan teaching factory. 68 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Peningkatan tata kelola. perbaikan rasio SMK : SMA menjadi salah satu terobosan kebijakan pendidikan nasional. Akan tetapi di tingkat daerah. • Penerapan MBS dalam penyelengaraan sekolah 3. • Mengembangkan kerja sama dalam ikatan kemitraan dengan dunia usaha/ industri. Akuntabilitas dan Citra Publik Pendidikan dengan Pendekatan Komprehensif.

pusat pengambilan keputusan pengelolaan pendidikan juga makin tersebar ke tingkat daerah. dan sekolah (local. 13 Tahun 2001. Hal ini menunjukan adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Malang untuk pengembangan pendidikannya. yaitu Perda Malang No. maka ditetapkan Peraturan Daerah tentang Sistem Penyelenggaran Pendidikan. Pasal 14 ayat (5) menyatakan: “Harta benda bergerak dan atau tidak bergerak yang merupakan prasarana dan atau sarana pendidikan tidak dapat dialihfungsikan selain untuk pendidikan”. • Kerjasama dengan dunia usaha. Pasal 11 ayat (1) menyatakan: “Pemerintah Kota berkewajiban mengalokasikan sekurang-kurangnya 10% dari APBD untuk pembangunan sektor pendidikan”. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) tahun 20002004. Pasal 15 ayat (1) menyatakan: “Masyarakat berkesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan”. menjadi lebih berbasis daerah. and school based management). di luar gaji pegawai dan pembiayaan pendidikan tinggi politeknik. Pasal 32 Perda No. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum 1. • Keterjaminan sumberdaya pendidikan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 69 . dan akhirnya satuan-satuan pendidikan. • Peran serta masyarakat. 2.3/2009 menyatakan bahwa anggaran untuk pendidikan harus dianggarkan minimal 10% dari belanja daerah. Pengelolaan pendidikan sebagaimana dalam Undang-undang No.13/2001 telah direvisi menjadi Perda No.2. • Pengendalian mutu pendidikan.1 Peran Pemerintah Kota Malang a. Pasal 15 ayat (2) menyatakan: “Pemerintah Kota bertanggungjawab mendorong dan/atau mengatur kerjasama saling menguntungkan dengan dunia usaha dan dunia pendidikan”. Perda Tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Sejalan dengan kaidah otonomi dan desentralisasi di berbagai kehidupan dan sektor pembangunan. Pasal 20 ayat (1) yang menyatakan: “Terhadap satuan pendidikan dilakukan pembinaan dan pengendalian baku mutu pendidikan”. masyarakat. Perda Kota Malang No. Berpedoman kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. community. Dalam Perda tersebut diatur antara lain: • Anggaran pendidikan.3 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan. masyarakat.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.598. pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan.751.876.90 % 32.236. Dengan PSB online.517. Dewan Pendidikan dibentuk melalui Keputusan Walikota Malang.41 Total 649. langkah alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menumbuhkan keberpihakan konkret dari semua lapisan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.04 3.877.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tahun 2007 2008 2009 APBD Pendidikan 212. Selain itu. Keberpihakan konkret ini disalurkan secara politis menjadi suatu gerakan bersama dalam wadah berupa Dewan Pendidikan.952. jumlah penerimaan siswa di suatu sekolah dapat dipantau guna menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku.567.75 33.314.900. Tugas Pokok Dewan Pendidikan adalah: • Memberikan pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan pelaksanaan kebijakan pendidikan. • Mengontrol (contolling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan keluaran pendidikan. Untuk memperoleh dukungan tersebut. Dengan sistem ini. • Mendukung (supporting agency) baik yang berwujud finansial. 70 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . mudah akurat dan transparan dan murni berdasarkan DANUN (daftar nilai ujian nasional).08 253.52 34.042. 4. Dewan Pendidikan Penyelenggaraan pendidikan memerlukan dukungan masyarakat yang memadai.926.55 756.081. PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran oleh calon siswa yang mendaftar di sekolah-sekolah.155.41 784.12 266. masing-masing siswa hanya dapat diterima di satu pilihan saja.507.420. PSB Online Latar belakang dari pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) online adalah agar hasil penyaringan siswa baru lebih cepat.762.958.

Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Sebagai mediator antara Pemerintah dan DPR Kota Malang dengan masyarakat di bidang pendidikan. dan rekomendasi kepada Pemerintah Kota atau DPRD mengenai kebijakan dan program pendidikan. • Menampung dan menganalisis aspirasi. Unsur keanggotaan Dewan Pendidikan terdiri dari unsur-unsur masyarakat yang dapat berasal dari: • LSM bidang pendidikan • Tokoh masyarakat • Tokoh pendidikan • Yayasan penyelenggara pendidikan • Organisasi profesi pendidikan • Komite Sekolah • Orang tua peserta didik • Unsur lain yang dianggap penting b. kriteria kinerja daerah di bidang pendidikan. • Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. masyarakat. Fungsi Dewan Pendidikan adalah: • Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan bermutu. • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kemdiknas. pemerintah. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat. dimana pada tahun 2010 perbandingan SMK-SMA adalah 60%:40%. ide. fasilitas pendidikan. program. Pengembangan Kota Vokasi Kebijakan umum Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2005 – 2009 diantaranya adalah berupa perluasan dan pemerataan akses untuk memperoleh pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. peningkatan Akses pendidikan di tingkat menengah akan lebih ditekankan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). dan DPRD berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu. penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. kriteria tenaga pendidikan. • Mendorong partisipasi orang tua dan masyarakat guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. • Memberikan masukan. pertimbangan. Berangkat dari kebijakan 71 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . tuntutan. dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pendidikan.

Salah satu kebijakan tersebut diimplementasikan dalam bentuk Program Imbal Swadaya Pengembangan Kota Vokasi. dan laboratorium animasi. dengan memberdayakan komunitas-komunitas usaha kecil dan industri serta dengan mengembangkan kejuruan berbasis sektoral perekonomian wilayah kabupaten/kota (seperti teknologi. Ketiga Kota lainnya adalah Bandung. Infrastruktur lain yang mendukung pengembangan SMK di Kota Malang antara lain adalah ICT-Center di SMKN 4 Malang. Kota Malang menjadi salah satu Kota Vokasi dari empat Kota Vokasi di Indonesia pada tahun 2007. Sebagai kota vokasi Malang telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk pengembangan sekolah kejuruan. penyedia tenaga kerja berkualitas dan pusat produksi barang dan jasa. Pelaksanaan program ini melibatkan unsur Pemerintah Pusat. Pemerintah Provinsi. dimana Teaching Factory merupakan suatu instalasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran siswa dengan melakukan perakitan produk atau pelayanan jasa lainnya. Di gedung vokasi tersebut terdapat laboratorium perakitan komputer dan laptop bekerjasama dengan Zyrex. laboratorium multimedia di SMKN 5. Pemerintah Kabupaten/Kota. bengkel dan perakitan otomotif. pariwisata. dan lainnya). pertanian.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan diatas. Kota Vokasi adalah suatu daerah/ wilayah yang memiliki kemampuan besar untuk menjadi pusat pembelajaran kejuruan. Edotel di SMKN 2 Malang dan masih banyak lagi. Di Kota Malang telah dibangun gedung vokasi sebagai pusat pembelajaran produktif bagi semua SMK di Malang. Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi Kabupaten/Kota yang berhasil dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan sesuai Road-Map Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2006-2010. pada tahun 2007 Direktorat Pembinaan SMK mendorong dan mengapresiasi pertumbuhan SMK yang ada di wilayah tersebut dengan menggulirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan peserta didik di daerah. Yogyakarta dan Surakarta. Program pengembangan kota vokasi ini merupakan program rintisan (pilot project) dengan menekankan pada pelaksanaan Teaching Factory. Hal ini merupakan salah satu dorongan dari pemerintah kota dalam pengembangan SMK di Kota Malang. Pengembangan kota vokasi diharapkan mampu mensinergikan seluruh sumberdaya kejuruan sehingga tercipta pertumbuhan 72 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan kewirausahaan para siswa SMK. dan masyarakat.

909 17.62 51. Tabel .772 35. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 73 . Program BOS Buku. Program sekolah gratis tersebut berbentuk: • Program biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan penuh pembiayaan.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.459 SMK 15.995 Total 34. maka Pemerintah Daerah dalam hal ini meluncurkan sebuah program penyelenggaraan pendidikan gratis di Provinsi Sulawesi Selatan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No.993 40. Dengan terwujudnya dukungan. program Bantuan Khusus Murid (BKM). 4 Tahun 2009.36 40.31 4. program Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM).454 %SMA 54. dan program beasiswa pelajar/beasiswa.2. Pemerintah Daerah Kabupaten/kota serta dunia usaha/dunia industri sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak. penekanan pengembangan kebijakan Pemerintah Daerah dilakukan pada aspek perluasan dan pemerataan akses pendidikan. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Kebijakan dan program yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar selaras dan merupakan pengejewantahan dari kebijakan pendidikan di tingkat pusat. diharapkan Program Pengembangan Kota Vokasi dapat direalisasikan dan masyarakat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.38 48.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan ekonomi yang berkesinambungan dan mengurangi pengangguran. • Program subsidi biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan tidak penuh atau sebagian.406 16. Jika di tingkat nasional kebijakan pendanaan massal dilakukan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). perhatian dan kerjasama yang baik dari Pemerintah.587 23.64 59. • Program beasiswa pendidikan bagi peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.69 %SMK 45. Dari tiga pilar kebijakan pendidikan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.863 18. 20 Rasio SMK:SMA Kota Malang Tahun 2006/2007 2007/2008 2008/2009 SMA 18.

insentif pendidik dan tenaga kependidikan. berdasarkan Perda tersebut.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sebagai contoh implementasi lainnya. Sasaran penyelenggaraan pendidikan gratis adalah jalur pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang terdiri atas SD. Pada tahun 2007 program ini dimulai dengan memberikan bantuan pada 15 SD dengan jumlah siswa 3. dukungan dunia usaha. masyarakat dan sumber lain yang tidak mengikat. pendayagunaan dan pengembangan tenaga pendidikan. termasuk perihal pengadaan.280 dan 2 SMA dengan jumlah siswa 696. kurikulum lokal. tanah gedung atau bangunan serta pemeliharaannya. Pada tahun 2010 direncanakan program akan mencakup SMK. Dalam usaha peningkatan mutu. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).519. peralatan pendidikan. serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan partisipasi masyarakat dalam bentuk Komite Sekolah. 421. 74 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .810 dan 3 SMP dengan jumlah siswa 860 di Makassar. 3 Tahun 2006 tentang penyelenggaraan pendidikan. pemeliharaan. kelompok kerja guru (KKG). SMP. 7 SMP dengan jumlah siswa 3. Bantuan ini berlanjut hingga tahun 2009 hingga mencapai 128 SD dengan jumlah siswa 35. biaya operasional.2/366/Kep/IV/09 yang menetapkan sekolah penyelenggara rintisan sekolah bersubsidi penuh (Sekolah Gratis) tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dinas pendidikan kota Makassar. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Pemerintah Kota Makassar juga mengeluarkan Peraturan Daerah No. SMPLB. yang didalamnya mengatur beberapa kewajiban yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat. Komponen pembiayaan penyelenggaraan pendidikan gratis meliputi biaya kegiatan proses belajar mengajar yang mencakup. SMA/SMK. Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang didasarkan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. peraturan ini mendukung optimalisasi peran dan pemberdayaan gugus sekolah. dan penyelenggaraan kurikulum nasional. buku pelajaran. Selain itu. ekstrakurikuler. Tata laksana penyelenggaraan pendidikan gratis di Kota Makassar berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota dengan sumber pembiayaan yang berasal dari kedua belah pihak (dialokasikan dalam APBD). Walikota Makassar mengeluarkan Keputusan Walikota Makassar No.

Tabel.76 151. 22 Rasio Jumlah SMK: SMA Kota Makassar Tahun 2005 -2009 No 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 SMK Neg 8 8 8 8 9 Swasta 53 57 63 67 81 Jumlah 61 65 71 75 90 SMA Neg 20 20 21 22 22 Swasta 84 84 84 85 88 Jumlah 104 104 105 107 110 Rasio SMK:SMA 37:63 38:62 40:60 41:60 45:55 Sumber : Kementerian Pendidikan Kota Makassar Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 75 .3 17.36 2008 1082.83 2007 920.02 22.11 Sumber : BAPPEDA Kota Makassar b. Salah satu diantaranya adalah terkait perbaikan rasio peserta didik SMK : SMA.47 28.89 848.66 26.73 618.15 400.27 33.97 949.92 20.61 2009 1197.5 307.24 32.67 108.22 126.99 108.74 1306.92 471. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Kebijakan dan program pendidikan Pemerintah Kota Makassar yang ditujukan untuk mendorong pengembangan SMK baru sebatas mengikuti arahan kebijakan pusat terkait sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah dijalankan oleh Kemdiknas.84 1190.90 36. Langkah yang diambil untuk mendukung kebijakan tersebut adalah dengan mempermudah ijin SMK dan menekan izin operasional SMA.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar (dalam milyar) No 1 2 3 4 5 6 Pendapatan Belanja Pembiayaan Sisa Lebih Anggaran %APBD Uraian 2005 595.54 2006 821.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah alokasi APBD Pemerintah Kota Makassar untuk sektor pendidikan yang terus mengalami kenaikan: Tabel.

selain pemberian kemudahan perijinan yang diarahkan pada usaha peningkatan mutu. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Selaras dengan kebijakan pokok pembangunan pendidikan nasional. Sejauh ini. Hal ini kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan.2.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. Kebijakan Pemerataan/Perluasan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Pelaksanaan kebijakan diarahkan kepada peningkatan kesadaran dan motivasi orang tua dan siswa untuk melanjutkan pendidikan serta upaya untuk meringankan beban biaya pendidikan dan diikuti dengan peningkatan daya tampung sekolah dan program PLS. Fokus pengembangan sektor pendidikan Pemerintah Daerah masih diseputar aspek akses dan pemerataan pendidikan tingkat dasar dan menengah (SD dan SMP). 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Kondisi dan lingkungan terutama geografi dan ekonomi mendukung Kota Makassar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan dikawasan timur. perhotelan dan restoran. kebijakan dan anggaran diatas 20% dari total APBD dapat dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri. Penerapan sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Makassar No. kebijakan umum pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang diarahkan pada enam pilar kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. seperti SMKN 8 misalnya. 76 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini. Sementara kebijakan pemerintah pusat untuk mengubah proporsi SMK dan SMA dapat dilihat sebagai sebuah peluang dimana perhatian pemerintah kedepan akan lebih difokuskan pada pengembangan pendidikan vocational. yaitu: 1. 3 Tahun 2006 memungkinkan Sekolah pada umumnya dan SMK pada khususnya untuk melakukan inovasiinovasi bagi pengembangan institusi. Adanya dukungan dan komitmen pemerintah daerah bagi pengembangan dunia pendidikan secara umum berupa visi dan misi. Ini menciptakan tantangan sendiri bagi SMK yang ingin mengembangkan kualitas dan tata kelola yang baik ke tingkat yang lebih tinggi atau menyesuaikan dengan kualitas Internasional. dukungan langsung Pemerintah Darah pada pengembangan SMK belum terlihat. dan tata kelola yang baik. Kebijakan ini tentu akan memberikan kosekuensi pada perhatian dan alokasi sumber daya untuk mendukung kebijakan tersebut.

63 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Subang.247.380.043.574.800.884.58 735.045.021.66 516.358.896.626. kursus. Kebijakan dilakukan dengan pembinaan dan pengembangan program-program PLS seperti program kejar paket A yang setara SD dan paket B yang setara SMP. Kebijakan dalam Peningkatan Relevansi Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan mutu kurikulum muatan lokal dan pengembangan sistem ganda (PSG) khusus untuk SMK.036.55 23.866.268.440.923. Kebijakan dalam Efisiensi Manajemen Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme tenaga penunjang pendidikan serta pengembanga karir.00 147. Kebijakan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Kebijakan peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme guru dan pemberdayaan MBS dan Komite Sekolah.773.284.080. 23 Alokasi APBD Untuk Sektor Pendidikan – Subang TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 APBD 493. Pemerintah Daerah mengalokasikan APBD untuk mengembangkan pendidikan yang cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun. dan sebagainya. 5. 6.62 % 27.615.443.44 326.605. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program Kepemudaan dan Olahraga Kebijakan dilakukan dengan dengan pembinaan dan pengembangan program kepemudaan dan olahraga. 3.66 36.33 435.60 1.003. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program-Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS). 4.136. 2009 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 77 .00 1.420.952.997. berikut data yang diperoleh: Tabel.41 41.00 Alokasi Pendidikan 135.391.47 172.027.288.994.283.49 28.376.43 33.332.62 393.112. program magang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2.398.594.00 970.659.

Subang 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .851 16.073 11.86 56.411 18.913 Rasio SMK : SMA SMK 35. namun dengan kerangka tiga pilar pendidikan nasional. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan menengah Sasaran programnya adalah sebagai berikut: • Meningkatnya jumlah siswa lulusan SMP yang ditampung di SMA/MA/SMK. • Penyebarluasan Berbagai Informasi Pendidikan Menengah.76 Sumber : Dinas Pendidikan Kab. • Meningkatnya rasio guru : murid.14 43.069 17.851 12. • Rehabilitasi sedang/berat ruang sekolah. 24 Rasio SMK : SMA di Subang No 1 2 3 4 5 TAHUN 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 JUMLAH SISWA SMK 7. dan rasio ruang kelas : sekolah. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Dukungan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan SMK belum terlalu terasa.116 SMA 12.5 64. • menurunnya jumlah ruang kelas rusak. Kegiatannya adalah: • Pembangunan Gedung Sekolah SMA/SMK. Tabel.24 SMA 64. • Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas.703 13.073 7.086 15. • Pembinaan SMK Kelas Jauh. • Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu. meningkatnya jumlah ruang kelas baik.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b.97 53. • Meningkatnya jumlah lulusan SMA/MA/SMK.5 42. Pemerintah Daerah Subang mengarahkan pengembangan SMK pada: 1.5 35.03 46.5 57.

Kegiatan yang dilakukan : • Pemberian insentif bagi guru-guru yang melaksanakan program jam tambahan / remedial. serta pelaksanaan Pra-Ujian Nasional • Penyediaan sarana. sumber belajar dan media belajar. • Meningkatnya kewirausahaan sekolah. • Tersedianya buku pelajaran. Peningkatan mutu. fasilitas PBM dan buku pokok. Peningkatan tata kelola Kebijakan yang dilakukan adalah : • Peraturan tentang izin operasional SMK yang harus ada ajuan dari Dunia Usaha/Dunia Industri • Pengembangan transparansi pengelolaan pendidikan. melalui RAPBS. Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan laporan berkala • Adanya kendali mutu penyerlenggaran pendidikan • Sosialisasi ISO 9001-2008 dan pengadaan dan pendamping untuk sertifikasi ISO. • Meningkatnya jumlah sekolah SBN/SBI. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 79 .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. • Penyediaan Dana Pendamping SSN/SBI 3. dan • Meningkatnya lulusan SMA/SMK melek baca Al Qur’an. relevansi dan daya saing Sasaran Programnya adalah: • Meningkatnya kualitas lulusan dilihat dari rata-rata nilai UN. • Meningkatnya ketersediaan perpustakaan. • Persentase lulusan SMK yang berusaha sendiri/ berwirausaha.

mampu memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah. Komitmen yang kuat baik dari pihak-pihak di dalam lembaga pendidikan tersebut maupun pihak-pihak di luar lembaga pendidikan seperti pemerintah. permasalahan mutu dan relevansi pendidikan. dan daya tanggap. 2. yang mendorong lembaga pendidikan maupun Pemerintah lebih efektif dalam bekerja tanpa mengabaikan orientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan. Kedua. 80 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . serta efisiensi manajemen pendidikan. Untuk pelaksanaan tata kelola yang baik tersebut. bukan sekelompok orang atau golongan. Penerapan tata kelola yang baik membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan. dan bertanggung jawab. jelas. Koordinasi yang baik. yaitu masyarakat. Yang terakhir. Yang lebih fundamental. bersih.1 Kesimpulan Belajar dari pengalaman ketiga SMK di atas. efisiensi. serta etos kerja dan moral tinggi. penerapan tata kelola yang baik dalam dunia pendidikan bisa menjadi sebuah solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini. efisien. dan masyarakat. penerapan tata kelola yang baik dalam pengeloaan pendidikan dapat membangun sebuah sistem anti korupsi dalam institusi pendidikan yang akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa ini. Fakta menunjukkan bahwa penerapan tata kelola yang baik tidak hanya menjadi solusi dari segala permasalahan pendidikan yang dihadapai sekarang ini. dan nyata yang berakar pada penyelenggaraan pendidikan yang efektif. 3. namun juga telah melahirkan sekolah-sekolah yang mampu merespon setiap tantangan yang dihadapinya menjadi sebuah keunggulan dalam bentuk kapabilitas untuk melakukan inovasi dalam pendidikan. Pertama. tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan kondisi bersih dari korupsi yang berorientasi pada kepentingan publik. swasta. profesionalisme. penerapan tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan nilai-nilai.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5. Seperti diketahui bahwa permasalahan pendidikan di Indonesia masih berkisar pada permasalahan tentang pemerataan akses terhadap pendidikan. diperlukan adanya: 1. integritas. agar ikut berperan optimal sehingga tercipta sinergi antara lembaga pendidikan dengan stakeholdernya. Pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat. seperti nilai keadilan.

Dari pengalaman tiga daerah di atas menunjukkan bahwa inovasi dalam pengembangan pendidikan justru lebih banyak muncul dari inisiatif pihak sekolah. Kisah SMKN 4 Malang. daerah. e. yang disesuaikan dengan program pendidikan. dan keinginan masyarakat. khsusunya Pemerintah Daerah. efektif dan efisien. b. Kapabilitas inovasi dari Pemerintah Daerah dalam menterjemahkan kebijakan dan program yang telah didesain Pemerintah Pusat menjadi sebuah tuntutan. Tanggap terhadap kebutuhan nasional. transparan. c. namun juga perlu dukungan dari Pemerintah dan pihak lain. serta sesuai dengan peraturan dan hukum. selama masih sesuai dan dalam koridor standar pendidikan nasional. Pengembangan sistem pengawasan dan kendali mutu pelaksanaan kegiatan pendidikan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 81 . baik dari segi sistem pendidikan. dan etos kerja para pendidik dan siswa-siswi. 5. Inovasi di tingkat kebijakan dan program dari Pemerintah Daerah sangat kurang. Pemerintah daerah hanya sebatas meneruskan semua kebijakan dari Pemerintah Pusat. terkait dengan pelaksanaan tata kelola yang baik.1 Sekolah diharapkan meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan melalui: a. Pengembangan sistem dan modul pendidikan. selain juga adanya sinergi di antara stakeholders pendidikan.2 Rekomendasi Inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaannya tidak hanya menjadi kewajiban pihak sekolah. yang mengedepankan karakteristik partisipatif. SMKN 8 Makassar. perkembangan teknologi. dan kurang fokus pada pengembangan SMK . profesionalitas. d. baik dengan pihak di dalam maupun di luar negeri. Pengembangan jaringan kerjasama.2. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan sekolah. kualitas lulusan dan tujuan lainnya. dengan menjaga nilai-nilai luhur pendidikan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan adanya desentralisasi. dan SMKN 2 Subang telah menunjukkan bahwa pihak sekolah bisa melakukan inovasi-inovasi meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan di tengah tantangan yang mereka hadapi masing-masing. peran Pemerintah Daerah menjadi sangat strategis dalam mendorong pengembangan pendidikan di daerah. akuntabel. termasuk di dalamnya memasukkan nilai-nilai lokal dan anti korupsi. Yang dihasilkan dalam studi tentang inovasi sistem pendidikan menengah kejuruan ini adalah: 5. Akan tetapi perlu disadari oleh Pemerintah. beriorientasi pada konsensus. bahwa kapabilitas inovasi di level sekolah saja masih belum cukup namun sangat diperlukan kapabilitas inovasi Pemerintah untuk menciptakan kebijakan dan program inovatif yang mendukung pengembangan pendidikan. terhadap integritas. pengelolaan dan kualitas pendidikan. responsif.terlebih lagi pada orientasi pengembangan berdasarkan potensi daerah.

82 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Dapat memperluas akses layanan pendidikan yang merata. j. Pemberian dukungan penuh terhadap SMK dan program-programnya. Pengembangan modul pendidikan yang memuat nilai-nilai lokal dan semangat anti korupsi skala nasional ataupun lokal. c. 5. Pemerataan akses layanan atau ikut menggiring arah pengembangan akses layanan pendidikan menengah kejuruan yang sesuai dengan potensi sosial budaya ekonomi masyarakat untuk mendapatkan konsep dan arahan implementatif yang holistik. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan pemerintah bidang pendidikan. termasuk peluang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. f. b. h. d. Membuka peluang kerjasama atau menjembatani kerjasama dengan sumber dana lainnya. Pemerataan penyediaan layanan pendidikan menengah kejuruan yang lebih terjangkau. Pemberian pelatihan dan pendidikan bagi para pendidik untuk menjaga kualitas pengajaran. Membuka peluang kerjasama dengan Badan/Institusi Pemerintah ataupun dengan pihak swasta untuk membuka kesempatan atau menjembatani kerjasama pelatihan dan praktik keahlian.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f. g. serta tanggap akan kebutuhan SMK. Sinkronisasi peraturan dan kebijakan terkait penyelenggaraan pendidikan dan pendukungnya (reformasi kerangka hukum dan kebijakannya). e.2. i. berupa: a.2 Pemerintah berperan aktif meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan. Pemerataan perbaikan fasilitas dan sarana sekolah.

unila. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 83 . Penangkal Korupsi. Pendidikan: Rahmat bagi Sekalian Alam.id/ effendisanusi/. 2002. Inovasi: Pengertian dan Karakteristik. 39 Tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional. Jakarta: Makalah pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dodi. Undang-undang Republik Indonesia No. 2009. 2006. 24/7 Innovation: A Blueprint for Surviving and Thriving in an Age of Change. Shapiro. Undang-undang Republik Indonesia No. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Peraturan Pemerintah No. November 2009. Stephen M.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional. McGraw-Hill. http://blog. Peraturan Pemerintah No.ac. 39 Tahun 2000 tentang Perubahan atas PP No. Jakarta. Sanusi. 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Effendi. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 1992 Tenaga Kependidikan. Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. Nandika.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->