Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Komisi Pemberantasan Korupsi | Direktorat Penelitian dan Pengembangan

Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Tim Penulis: Doni Muhardiansyah Aida R. Zulaiha Wahyu D. Susilo Annisa Nugrahani Sulistyanto Fahrania I. Rosalba Bariroh Barid IGA Nyoman Lia O.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-1 Jakarta Selatan 12920 Telp. (021) 2557 8300, Faks (021) 5289 2448 www.kpk.go.id Jakarta, 2010

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

PRAKATA
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesaikannya Buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan : Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan. Kegiatan pengembangan buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan ini dilakukan dalam rangka mendorong pelaksanaan tata kelola yang baik (good governance) di dunia pendidikan, khususnya di tingkat unit layanan di sekolah. Pelaksanaan tata kelola yang baik diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan publik. Untuk memudahkan Pembaca memahami pola praktik inovasi tata kelola yang dilakukan, buku ini menggunakan alur pembahasan berurutan mulai dari profil daerah dan unit layanan, kondisi sebelum adanya inovasi, praktik inovasi pendidikan yang dilakukan, kapabilitas Inovasi, dan keberlangsungan program inovasi. Objek studi inovasi ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan unit layanan terpilih adalah SMKN 4 Kota Malang, SMKN 8 Kota Makassar dan SMKN 2 Kabupaten Subang. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan buku ini. Untuk penyempurnaan buku ini sangatlah kami harapkan.

Jakarta, Desember 2010. Tim Penulis Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Selamat membaca !

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

iii

Proses c.1. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun c.2 Manajemen Berbasis Sekolah 2.5 Kesinambungan Program iv Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .4 Cakupan Studi 1.3.1.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.4 Kapabilitas Inovasi a.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal 2.1 Sekolah Menengah Kejuruan 2.1 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang 3.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH 3.3 Kebijakan Pengembangan SMK 2.4. Teknologi e.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK 2.1.1 Latar Belakang 1.3.1. Strategi yang Dilakukan b.1.3 Praktik Inovasi Pendidikan a.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.5 Pengumpulan dan Analisis Data BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR ISI Hal iii iv vii 1 1 3 3 4 4 5 5 6 7 7 9 9 9 9 9 10 12 14 14 14 18 18 18 19 19 21 22 22 23 25 26 26 29 PRAKATA DAFTAR ISI DAFTAR TABEL BAB 1 PENDAHULUAN 1.2 Tujuan dan Manfaat 1.4 Program Pengembangan Sekolah Menegah Kejuruan 2.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK 2. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) 3.2 Sertifikasi ISO 9001-2008 2.3.4.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan 2. Pengukuran 3.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK:SMA 2.4. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) d. Sumber Daya Manusia d. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif b.3 Pelaksanaan Studi 1.3.

Sumber Daya Manusia d. Proses c.3.3 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang 3.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.2.3 Praktik Inovasi Pendidikan a.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.1 Peran Pemerintah Kota Malang a.2 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar 3.2. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) d.1 Profil Daerah dan Sekolah 3. Teknologi e. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan b.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 29 29 32 33 35 35 36 37 37 37 41 42 42 45 46 46 48 49 50 52 55 55 57 58 62 63 66 67 67 68 69 69 71 74 74 76 76 76 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK v . Strategi yang Dilakukan b.4 Kapabilitas Inovasi a. Proses c.3.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.5 Kesinambungan Program 3.2.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a.2.2. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b.3. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b.2. Sumber Daya Manusia d. Strategi yang Dilakukan b. Teknologi e. Program Kelas Wirausaha/Mandiri c.2.5 Kesinambungan Program BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4. Program Pengembangan Teaching Factory e. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4.1 Profil Daerah dan Sekolah 3. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4.4 Kapabilitas Inovasi a. Pengukuran 3.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional 4. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b.2. Income Generating Unit 3.3 Praktik Inovasi Pendidikan: Pengembangan Sistem Blok 3.2 Peran Pemerintah Daerah 4.3. Pengukuran 3.3.

1 Kesimpulan 5.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.2 Rekomendasi Daftar Pustaka 80 80 81 83 vi Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN 4 Malang Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008 Tabel.17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang Tabel.23 Alokasi APBD untuk Sektor Pendidikan – Subang Tabel.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Tabel.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Multimedia Tabel.20 Rasio SMK: SMA Kota Malang Tabel.10 Daya Serap Lulusan SMKN 8 Makassar Tabel.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/ Mandiri – SMKN 2 Subang Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tabel.8 Siklus Pembelajaran Tabel.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tabel.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tabel.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN 4 Malang Tabel.24 Rasio SMK:SMA di Subang Hal 8 27 27 27 28 28 28 28 33 34 39 40 43 49 54 64 70 73 75 75 77 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK vii .14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran SMKN 2 Subang Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang di Industri Tabel.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN 4 Malang Tabel.22 Rasio Jumlah SMK:SMA Kota Makassar Tahun 2005-2009 Tabel.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar Tabel.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR TABEL Road Map Pengembangan SMK 2010-2014 Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003-2008 Tabel.

.

Pengalaman membuktikan bahwa upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan. Mencontek sebenarnya bukan sekedar kenakalan yang dilakukan oleh banyak anak sekolah.1 Akan tetapi. termasuk penguatan akhlak mulia. Tata kelola yang baik yang diartikan sebagai pengelolaan yang baik merupakan serangkaian tindakan nyata untuk menghasilkan kondisi yang lebih kondusif dalam peningkatan mutu pendidikan. Pendidikan bukan sekedar pengayakan intelektual. transparansi. Menurut United Nation Development Programme (UNDP). Penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan diharapkan mampu menawarkan paradigma baru dalam pengelolaan pendidikan. (2009). hal ini tidak terlepas dari permasalahan sistem pendidikan di Indonesia. tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai luhur insani bagi kemajuan peradaban bangsa. Namun. Pendidikan : Rahmat bagi Sekalian Alam. dan wawasan kebangsaan. karakter unggul. sehingga tidak jarang mahalnya biaya pendidikan atau sekolah menjadi tolok ukur bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. sistem pendidikan kita kurang mampu mengadirkan pendidikan dalam nuansa tersebut. serta setara dan inklusif. konsensus. Penerapan tata kelola yang baik (good governance) menawarkan solusi baru bagi upaya peningkatan mutu pendidikan. beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik good governance menurut Effendi (2005) adalah sebagai berikut: pertama. efektivitas dan efisiensi. akuntabilitas. praktik good governance harus memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga 1 Nandika. Dalam konteks pengelolaan pendidikan. Banyak aspek dari pendidikan yang perlu ditata ulang sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. apabila dikaji lebih jauh. ketanggapan. Jakarta. Dodi. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 1 .1 Latar Belakang Tanpa kita sadari kebiasaan mencontek saat ujian di sekolah dulu merupakan salah satu akar dari tindakan korupsi yang terjadi selama ini. Penangkal Korupsi. Selama ini mungkin banyak orang berpendapat bahwa satu-satunya jawaban atas permasalahan mutu pendidikan tersebut adalah tersedianya dana yang memadai untuk pengembangan pendidikan. tata kelola yang baik memiliki delapan prinsip sebagai berikut: partisipasi. Makalah dipresentasikan pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 1 PENDAHULUAN 1. kepastian hukum.

Kapabilitas inovasi memungkinkan sebuah organisasi dapat melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal. 2 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . dan daya tanggap menjadi nilai yang penting. sumber daya manusia (people). pengukuran (measurement). Shapiro melihat inovasi sebagai sebuah keunggulan kompetitif dari suatu perusahaan.id/effendisanusi/ tanggal 9 Nopember 2009. atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. Tata Kelola yang baik (good governance) dengan karakteristik yang melekat padanya tidak hanya menciptakan pengelolaan dan pengurusan pendidikan yang lebih baik akan tetapi pada tingkat yang lebih tinggi lagi mampu mendorong sekolah untuk melakukan terobosan-terobosan baru menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikannya.unila. Buku ini bertutur tentang penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan yang ternyata tidak hanya menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaannya akan tetapi juga mendorong beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) di beberapa daerah untuk melakukan terobosan baru/inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. proses (processes). sementara Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan memungkinkan adanya sinergi di antara mereka dalam hal ini pelanggan atau stake holder lembaga pendidikan. Nilai-nilai seperti efisiensi. 2 Sanusi. kedua. Stepen M. perubahan (secara) baru’. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai dengan kewenangannya berperan sebagai trigger mechanism merasa perlu untuk terus mendorong semangat pelaksanaan tata kelola yang baik di setiap layanan publik. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukakan oleh organisasi dan mampu mengantarkan output yang dapat diukur. efektivitas dan efisiensi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan. Diambil dari Sumber Elektronik http://blog. dalam praktik good governance terkandung nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja. yang secara tipikal menghendaki adanya proses. dan tekonologi. praktik-praktik baru. keadilan. Secara lebih praktis tata kelola yang baik harus menjabarkan tujuan pendidikan nasional dan menterjemahkan dalam rumusan visi dan misi dari lembaga pendidikan serta mengembangkan kompetensi-kompetensi dan mekanisme kerja dalam lembaga pendidikan agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien mewujudkan visi dan misinya. Effendi. (2009). Menurut etimologi. ketiga.ac. praktik good governance adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik. dan teknologi (technology). dalam hal ini kepentingan pelanggan pendidikan. inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘ pembaharuan. Shapiro mengembangkan konsep untuk melihat kemampuan suatu perusahaan dalam berinovasi dengan melihat lima elemen kapabilitas inovasi: strategi (strategy).2 Dalam buku 24/7 Innovation. sumber daya manusia.

Tujuan studi ini adalah untuk: 1. 2. maka sistematika penulisan didasarkan pada alur pikir sebagai berikut: 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Wujud dorongan semangat ini antara lain dengan memberikan gambaran nyata dari pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan di beberapa SMK di Indonesia. Pada tatanan praktis. Manfaat dari studi ini adalah: 1. Untuk menggambarkan pola praktik inovasi dan keberhasilannya agar mudah diaplikasikan oleh daerah-daerah lain. measurement. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK melakukan studi terhadap pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan. Dari sisi akademis. Untuk melihat tingkat inovasi dari unit layanan dikembangkan kerangka kapabilitas inovasi yang terdiri dari lima elemen: strategy. Profil Daerah dan Unit Layanan 2. 1. process. Keberlangsungan Program. Kondisi Sebelumnya Adanya Inovasi 3. people dan technology.2 Tujuan dan Manfaat Dari latar belakang di atas. studi diharapkan dapat menambah literatur kajian mengenai penerapan nyata tata kelola yang baik di daerah. Hasil akhir studi juga diharapkan dapat mendorong pengembangan layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah yang menerapkan kebijakan dan inovasi layanan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 3 . Kapabilitas Inovasi 5. hasil dari studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan pembelajaran dalam pengembangan praktik-praktik pelaksanaan tata kelola yang baik khususnya di bidang pendidikan oleh daerah-daerah lain. khususnya pendidikan menengah kejuruan di beberapa daerah di Indonesia. 1. Memberikan gambaran mengenai kapabilitas inovasi dan tingkat keberhasilan dari sekolah kejuruan menengah tersebut sebagai hasil dari pelaksanaan tata kelola yang baik.3 Pelaksanaan Studi Studi ini bersifat deskriptif dengan menggambarkan pelaksanaan good governance dan pola keberhasilan dari inovasi yang diterapkan oleh unit layanan. Mempelajari praktik tata kelola yang baik di bidang pendidikan sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi. 2. Pratik Inovasi Pendidikan 4.

3) Tahap analisis. Untuk mengidentifikasi unit penelitian yang akan dipilih. dan kriteria ketiga melihat penerapan ISO 9001-2008. wawancara. yaitu: 1) Tahap persiapan (pengumpulan data awal dan penentuan daerah studi). dan bidang agro industri. Sebagai data pendukung. serta dokumentasi di lapangan. digunakan informasi mengenai inovasi layanan yang dikembangkan oleh unit layanan dan mempertimbangkan rekomendasi serta masukan-masukan dari Direktorat Pembinaan SMK Kemdiknas. Kriteria kedua dilihat dari program keunggulan lokal SMK. beberapa kriteria dikembangkan dalam studi ini. 4) Tahap pengembangan laporan akhir. Berikut adalah unit layanan yang menjadi unit analisis dalam studi ini: No 1 2 3 Unit Layanan SMKN 4 Malang SMKN 8 Makassar SMKN 2 Subang Program Kejuruan Grafika dan Multimedia Pariwisata dan Perhotelan Pertanian Pelaksaanan Observasi 5-8 Oktober 2009 12-15 Oktober 2009 23-26 November 2009 1. 4 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . bidang jasa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memudahkan penjelasan hasil observasi. 2) Tahap pengumpulan data dan observasi lapangan. Kriteria pertama adalah program kemitraan SMK dengan dunia industri yang dikelompokkan menjadi tiga bidang kemitraan.5 Pengumpulan dan Analisis Data Observasi lapangan dan teknik wawancara digunakan sebagai alat utama pengumpulan data primer. 1. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan kajian literatur maupun penulusuran sumber data lain. dan 5) Tahap penyusunan buku serta visualiasi berupa CD/DVD interaktif. yaitu: bidang manufaktur.4 Cakupan Studi Studi inovasi layanan pendidikan difokuskan kepada pendidikan menengah kejuruan. dengan pertimbangan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis bagi terwujudnya angkatan kerja nasional yang terampil dan selain itu juga sejalan dengan kebijakan Kemdiknas untuk mewujudkan rasio SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) berbanding dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) menjadi 70% : 30% pada tahun 2015.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pelaksanaan studi terbagi menjadi beberapa tahapan.

dengan perngharapan bahwa setelah lulus dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. menjelaskan Sekolah Menengah Kejuruan secara lebih spesifik. Jakarta. Menyandang predikat sarjana dianggap merupakan suatu jaminan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan diidam-idamkan. atau yang dikenal juga dengan sebutan SMU atau Sekolah Menengah Umum) sangat melekat dibenak masyarakat. (2006). Akan tetapi fakta menunjukkan lain. Sejak krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia pada tahun 1997. Banyak orang tua beranggapan bahwa jalan sukses bagi anak-anak adalah dengan menyekolahkannya ke SMA. Ibid Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 5 . bahwa: ”Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk jenis pekerjaan tertentu.”3 Keberadaan sekolah kejuruan di Indonesia telah ada sebelum Indonesia merdeka. Dari rujukannya. diantaranya adalah SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar.Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia.19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional.” Peraturan Pemerintah No.1 Sekolah Menengah Kejuruan Definisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No. citra SMK sebagai sekolah kelas dua setelah SMA (Sekolah Menengah Atas. angka pengangguran tidak berkurang namun justru setiap tahun semakin bertambah. Dedi Supriadi (2002) menyebut Sekolah Pertukangan di Surabaya yang berdiri tahun 1853 adalah sekolah kejuruan yang pertama di Indonesia4. Rentang waktu yang cukup panjang sejak penjajahan Belanda sampai sekarang. Struktur tenaga kerja di Indonesia menggambarkan dari 76 juta tenaga kerja ternyata didominasi oleh tenaga kerja yang tidak memi3 4 Kementerian Pendidikan Nasional. Sekolah Kejuruan mulai didirikan sejak zaman penjajahan Belanda.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2. Dahulu. sekolah kejuruan mengalami berbagai dinamika dalam perkembangannya. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah: ”Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.

2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan Melihat peluang besar dan peran penting sekolah kejuruan dalam upaya penyiapan tenaga kerja siap pakai untuk menekan tingkat pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. berubah menjadi desentralistik. perubahan paradigma penyelengaraan pendidikan kejuruan mulai dilakukan. Sementara itu. Murid di SMK lebih ditekankan untuk melakukan praktik sehingga mereka berpengalaman dan mantap untuk langsung memasuki dunia kerja. dari pendekatan mata pelajaran menjadi pembelajaran berbasis kompetensi. Sekolah kejuruan (SMK) menjadi salah satu komponen yang patut dikembangkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cukup potensial tersebut. Pendekatan pembelajarannya pun bergeser. memberikan pendidikan tentang kewirausahaan. tetapi ini tidak menutup kemungkinan para lulusan SMK untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 2. tenaga kerja yang memiliki keahlian (atau dengan kualifikasi expert/ahli) hanya sejumlah 4. Pola penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pun berkembang dari yang semula sangat terstruktur menjadi lebih fleksibel/luwes dan permeable/terbuka. 5 Ibid 6 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kecakapan hidup. Perubahan paradigma tersebut terjadi pada orientasi pendidikan dan pelatihan kejuruan yang dikembangkan dari yang bersifat supply driven menjadi demand driven. Sistem pengelolaan yang mulanya bersifat sentralistik.5 juta pekerja.5 Melihat kondisi seperti ini Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang. serta membentuk kecakapan hidup (life skill). SMK sebagai bentuk satuan penyelenggara dari pendidikan menengah kejuruan yang berada di bawah Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan. yaitu melatih peserta didik untuk menguasai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja (termasuk dunia bisnis dan industri). Indonesia harus mengembangkan sistem pendidikannya sehingga dapat mencetak dan meningkatkan tenaga siap kerja.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan liki keterampilan (unskilled labor) dan hanya 19 juta tenaga kerja diantaranya yang memiliki keterampilan. Belajar dari fenomena tersebut. Selain itu saat ini banyak SMK yang bertaraf internasional untuk menghadapi persaingan di era globalisasi. yang sekaligus juga dapat mencegah bertambahnya pengangguran.

3 Kebijakan Pengembangan SMK Kebijakan khusus terkait pengembangan SMK sebagai suatu konsekuensi perubahan paradigma terhadap pendidikan menengah kejuruan mutlak diperlukan. dan sekolah menengah terpadu. yaitu: 1. Pemerintah telah berhasil meningkatkan rasio peserta didik SMK : SMA menjadi 46 : 54. Hingga tahun 2008. cerdas dan kompetitif. relevansi. Peningkatan mutu. dan pencitraan publik. anggaran untuk SMK juga dialokasikan lebih banyak dari SMA. Untuk membangun SMK yang dapat menghasilkan SDM yang siap kerja.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA Kemdiknas memiliki kebijakan untuk membalik rasio peserta didik SMK dibanding SMA dari 30 : 70 pada tahun 2004. Bantuan khusus murid SMK. Dalam hal pendanaan.94 milyar pada tahun 2007 dan Rp. Peningkatan sebesar 16% ini dicapai melalui ekstensifikasi dan intensifikasi penyelenggara pendidikan kejuruan berbagai bentuk SMK. dibandingkan pada akhir tahun 2004 sebesar 30 : 70. sedangkan untuk BOMM SMA sebesar Rp. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan beberapa kebijakan strategis yang mendukung perkembangan pendidikan menengah kejuruan untuk memenuhi tuntutan tersebut.3. 2. SMK kelas jauh di pesantren atau institusi sejenis. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri. yaitu untuk Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK sebesar Rp. SMA terbuka. dan 3. yaitu: 2. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan.175 milyar pada tahun 2007 dan Rp. dengan alokasi anggaran Rp. dan daya saing. seperti SMK besar di kawasan industri. sedangkan untuk SMA sebesar Rp. yaitu sebanyak 466 Unit Sekolah Baru (USB) SMK dibandingkan dengan SMA sebanyak 237 USB.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. SMK telah dibangun lebih banyak dari pada SMA. Penguatan tata kelola.242 milyar. SMK kecil di daerah terpencil dan pedesaan.85 milyar pada tahun 2008. maka melalui tiga pilar utama pendidikan tersebut.328 milyar pada tahun 2008. Selama kurun tahun 2005 – 2008. Terdapat tiga pilar utama pendidikan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 7 . menjadi 70 : 30 pada tahun 2015. akuntabilitas. SMK di daerah perbatasan.209 milyar pada tahun 2008.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah siswa SMK dalam mencapai perbandingan 70% siswa SMK dan 30% siswa SMA diantaranya dilakukan dengan �) !�� ������������������� ����������������� ��������������������� � ���#�+� cara: �� ���������������� �������������������#�+2 a) Bersama mitra dari�industri berupaya terus meningkatkan jumlah siswa SMK �) ����������� ����� � � ��� � ����� � ��� � ��� � �� ������� � ����� � ��������� disamping juga terus meningkatkan mutu SMK. F���������F�����F��� "����"F�����������������������#�+� ����������������"������� b) Menumbuhkan minat siswa.�������� ��������������� � ���� Inovasi Dalam Sistem Pendidikan �������������������������#�+�� �������#�+��� ���������� ������� �����#�+����� ��������� �� �������������� ���� �� ����� ��#�+������������������ ����#�+��������������������������� Road Map �������� �����#� �������������� ������������������������ Pengembangan SMK 2010-2014 ����+#�����" �����%(��������&��1�12�1� ������ ������ ������ ������ ������ �������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ��� ������� ����� ����������� ����� ��������� ��� ���� �� �� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ���� ���� ���� ���� ���� ���������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� -���� � ���� � ��������� � ����� � ������������ � ������ � � �� � #�+ � ����� � ��������� �������������='>� � ���#�+�����9'>� � ���#� ����������������������������������. ���������������������� ������������������� ������������������������������������������������������������������������� � c) Kemdiknas dalam dua tahun terakhir melakukan conditioning guna meyakinkan masyarakat terutama siswa lulusan SMP agar lebih berminat memilih pendidikan kejuruan dalam menempuh karier pendidikan lebih lanjut. 8 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . orang tua dan masyarakat dalam memiliki ������������������������������ ����������������2 ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang.

2. serta memperluas akses dan kemudahan bagi siswa yang akan menempuh pendidikan SMK.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK Dengan cara memperluas akses terhadap pendidikan di SMK sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan lokal. dilakukan upaya penambahan muatan pendidikan keterampilan di SMA bagi siswa yang akan bekerja setelah lulus.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK. Untuk itu Kemdiknas melakukan penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalu sertifikasi ISO 9001-2000. Teknologi dan rekayasa 2.3. Bisnis dan manajemen Dalam era otonomi daerah yang diikuti dengan desentralisasi. Teknologi informasi dan komunikasi 3. Seni.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal Dalam rangka meningkatkan mutu dan relevansi sekolah kejuruan. 2. yaitu: 1.3. Kementerian Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Nomor 252/C/KEP/ MN/2008 tanggal 22 Agustus 2008. dsb. Kemdiknas berupaya secara serius agar semua unit kerja dapat memberikan layanan yang prima dan bertaraf internasional.4 Program Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbagai kebijakan strategis seperti yang dikemukakan sebelumnya diikuti dengan berbagai program pengembangan SMK. 2. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. penentuan pengembangan bidang studi keahlian SMK perlu dipertimbangkan dan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 9 . disamping itu.2 Sertifikasi ISO 9001-2008 Dalam upaya meningkatkan standar layanan birokrasi di semua unit kerja Kemdiknas.. dikembangkan melalui kerja sama dalam bentuk kemitraan dengan dunia usaha/industri. menetapkan 6 (enam) bidang studi keahlian. kerajinan dan pariwisata 5.3. Agribisnis dan agroteknologi 6. Perluasan SMK ini dilaksanakan melalui penambahan program pendidikan kejuruan yang lebih fleksibel sesuai dengan tuntutan pasar kerja yang berkembang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date.4. Kesehatan 4. antara lain: 2.

Kemampuan ini penting terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan lapangan usaha. dan sumber daya buatan b) Faktor budaya. sehingga para lulusan dapat mengembangkan potensinya dalam menghasilkan dan memasarkan barang dan jasa.2 Manajemen Berbasis Sekolah Pencapaian efisiensi tenaga kerja SMK yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dapat dilakukan dengan cara mengembangkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). kepercayaan nilai-nilai moral. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan SMK benar-benar bermanfaat bagi daerah tersebut dalam memajukan dan mengembangkan potensinya. sehingga lulusan SMK tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang ada. 2. agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah tersebut. SMK diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya lainnnya. yaitu: a) Potensi geografis yang meliputi kekayaan alam. sehingga SMK dapat memperoleh justifikasi eksistensi kuat dari masyarakat. Pemanfaatan potensi daerah sebagai basis pengembangan dan perluasan pendidikan harus dilihat dari tiga aspek utama. letak wilayah. baik kepada masyarakat maupun pemerintah. mengalokasikan. menentukan prioritas. dan tingkat kemajuan masyarakatnya Dalam konteks pengembangan pendidikan kejuruan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disesuaikan dengan potensi daerah. daerah memiliki kewenangan menentukan kebijakan pengembangan program pendidikan SMK yang sesuai dengan konteks daerah. mengendalikan dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber. Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut mandiri dalam menggali. dengan 10 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Program pendidikan SMK dapat diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang produktif dan mampu mendayagunakan potensi perekonomian daerah sehingga dalam jangka panjang akan meningkatkan kemandirian daerah. ekonomi. Saat ini pemerintah memberikan otonomi yang luas pada tingkat sekolah. akan tetapi mampu mengembangkan kesempatan kerja yang masih potensial dengan mendayagunakan potensi ekonomi daerah yang masih ada.4. dimana SMK diharuskan agar mampu membuka cakrawala pemikiran lebih luas bagi tenaga kerja lulusan SMK. Selain itu fungsi SMK juga dikaitkan dengan penyediaan tenaga penggerak perekonomian daerah. dan norma yang menentukan kepribadian masyarakatnya c) Kondisi sosial.

ada beberapa kewenangan yang didesentralisasi pada sekolah. rekrutmen. perencanaan. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. hubungan kerja. Secara rinci Manajemen Berbasis Sekolah bertujuan untuk: a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memperdayakan sumber daya yang tersedia. tenaga administrasi. dan d) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai Prinsip utama pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah adalah : a) Fokus pada mutu b) Bottom up planning and decision making c) Manajemen yang transparan d) Pemberdayaan masyarakat e) Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam Manajemen Berbasis Sekolah. b) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif. kecuali yang menyangkut penggajian/pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri yang sampai saat ini masih ditangani oleh Pemerintah Pusat/Daerah. laboran. hingga sampai 11 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. guru dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. dan sebagainya) dapat dilakukan oleh sekolah. c) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua. memperkaya dan memodifikasi) kurikulum. mulai dari analisa kebutuhan. pemeliharaan dan perbaikan. d) Sekolah diberi kebebasan memiliki strategi. e) Pengelolaan ketenagakerjaan. metode. insentif dan sanksi (reward and punishment). sampai dengan evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah (guru. f ) Sekolah dapat melakukan pengelolaan fasilitas (peralatan dan perlengkapan). masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolahnya. siswa. mulai dari pengadaan. b) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan dan hasil program-program sekolah. c) Sekolah dapat mengembangkan (memperdalam. namun tetap dalam koridor standar pendidikan nasional atau tidak dapat mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional. yaitu: a) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan nya (school-based plan). pengembangan. khususnya evaluasi yang dilakukan secara internal.

Sebagai lembaga pendidikan formal. 2. Hal ini didasarkan oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling mengetahui kebutuhan fasilitas. kesesuaian. serta memperkuat penguasaan kompetensi dasar teknologi informasi dan komunikasi. Iklim sekolah sudah merupakan kewenangan sekolah sehingga yang diperlukan adalah upaya-upaya yang lebih intensif dan ekstensif. peningkatan keahlian dan keterampilan siswa dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan terpercaya yang siap memasuki pasar tenaga kerja baik skala regional dan global. Sekolah dapat melakukan pengelolaan keuangan. Esensi hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan keduanya dalam meningkatkan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolah-masyarakat. 12 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Sekolah melakukan pelayanan siswa. mulai dari penerimaan siswa baru. pengembangan/pembinaan/ pembimbingan.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja siap kerja tingkat menengah. terutama dalam hal pengalokasian/penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya. Kementerian Pendidikan Nasional melakukan program. Dalam rangka peningkatan daya serap tersebut. dan kegiatan-kegiatan yang terpusat pada siswa (student-centered activities) adalah contoh-contoh iklim sekolah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. Keterserapan lulusan di pasar industri menjadi salah satu parameter keberhasilan dari sekolah kejuruan. Sekolah juga harus diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan (income generating activities) sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib. baik kecukupan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan g) h) i) j) pengembangannya. antara lain: a) Memperkuat kemampuan adaptif Upaya untuk meningkatkan kemampuan adaptif ini dilakukan dengan memperkuat kemampuan dasar siswa melalui mata pelajaran matematika terapan dan sains terapan.4. Pengelolaan iklim sekolah (fisik dan non fisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. SMK turut bertanggung jawab dalam pembenahan. memperkuat kemampuan wirausaha siswa melalui mata pelajaran pemasaran (marketing) dan keuangan. optimisme dan harapan/espektasi yang tinggi dari warga sekolah. memperkuat penguasaan bahasa nasional dan internasional. maupun kemutakhirannya. penempatan untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja hingga sampai pada pengurusan alumni. kesehatan sekolah.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b) Mengembangkan kemitraan SMK-Industri (Teaching Industry) Kemitraan antara SMK dengan industri yang telah dikembangkan meliputi berbagai bidang : • Bidang Manufaktur (meliputi : perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi. otomotif. dan elektronik) • Bidang Bisnis Ritel/Jasa • Bidang Agro Industri Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 13 . machine tools and hands tools.

.1. siswa merasa berada dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Dalam rentang waktu satu tahun prakerin inilah proses pembentukan softskill siswa berjalan. Berikut adalah praktik inovasi pendidikan yang dilakukan oleh SMK di beberapa daerah di Indonesia. Malang ditetapkan sebagai Kota pelajar/pendidikan. budaya dan perilaku organisasi. Ketiga pokok tersebut menjadi cinta-cita masyarakat Kota Malang yang harus di bina yang kemudian dikenal dengan TRI BINA CITA Kota Malang.1 Profil Daerah dan Sekolah Malang layaknya kota-kota di Indonesia lainnya yang baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah Kolonial Belanda. people meliputi antara lain struktur organisasi. peraturan. Kapabilitas inovasi memungkinkan SMKSMK itu melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal. SMK melakukan inovasi di berbagai daerah di Indonesia dalam upaya pengembangan pendidikan kejuruan.. Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut untuk dapat mandiri dalam menggali. mengalokasikan. Dalam salah satu sidang paripurna gotong-royong Kotapraja Malang pada tahun 1962. Kota industri.1 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang Dengan program praktik kerja industri (prakerin) satu tahun. dan kota pariwisata. menentukan prioritas.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH Kehadiran manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam penyelenggaraan sekolah kejuruan memberikan ruang bagi sekolah untuk mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan dari sekolah tersebut. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukan oleh organisasi dan mampu mengantarkan hasil yang dapat diukur. yang secara tipikal menghendaki adanya kapabilitas processes. Processes mencakup bagaimana semua aktivitas dalam organisasi berjalan. 3. dan technology. 3. sementara technology meliputi perangkat keras seperti teknologi informasi dan komunikasi serta perangkat lunak yang membantu aktivitas dalam organisasi. Dari sinilah. yang ditandai dengan beroperasinya kereta api pada tahun 1879. mengendalikan dan mempertanggung jawabkan pemberdayaan sumber-sumber baik kepada masyarakat maupun pada pemerintah dengan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. people. 14 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

SMKN 4 Malang didirikan pada tahun 1938 oleh Keuskupan Malang dan merupakan Sekolah Teknik Menengah (STM) dengan nama STM Grafika Malang. dan AMS setingkat SMU pernah berdiri di Malang. setelah perubahan nama STM menjadi SMK. Visi SMKN 4 Malang adalah: “Unggul dalam bidang Iptek yang dilandasi Imtaq”. Salah satu diantaranya adalah cerita tentang SMKN 4 Malang dalam pengembangan sekolah kejuruannya. Kreatif. Peningkatan peran serta masyarakat senantiasa digalakkan dengan menerapkan pendidikan berbasis komunitas (community based education) melalui pemberdayaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah serta lingkungan sekitar. Nuasan inilah yang sampai sekarang hidup dan menjadi simbul Kota Malang sebagai Kota Pendidikan. dan negara. Untuk mewujudkan visi tersebut. Meningkatkan kesiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta membentuk tenaga profesional dibidang Grafika dan Teknologi informasi dan Komunikasi. Sekolah-sekolah peninggalan Belanda seperti HIS setingkat SD. Sebagai kota vokasi. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 15 . Periode kepemimpinan pertama dan kedua (1949-1959) dikepalai oleh seorang warga Belanda. ada suatu kebijakan yang memberi kebebasan sekolah untuk membuka jurusan/program studi sesuai dengan muatan lokal. Lommelaars dan Nolascus Waijers. dan Menyenangkan).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sejarah telah menempatkan Malang sebagai Kota yang kental akan tradisi pendidikannya. ditetapkanlah Misi SMKN 4 Malang sebagai berikut: 1. Malang menyimpan banyak cerita menarik tentang upaya sekolah kejuruan dalam merespon tantangan khas yang harus dihadapinya. Sebagai Kota Pendidikan. dimana antara sekolah umum dan kejuruan berbanding 50:50. Meningkatkan kualitas tamatan menjadi warga negera yang produktif serta memiliki budi pekerti yang luhur. 3. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan di Kota Malang berorientasi kepada penciptaan lulusan yang siap kerja. Dari sinilah SMKN 4 Malang mulai membuka program keahlian yang lain diluar grafika. cinta pada bangsa. Malang selalu melakukan upaya-upaya pengembangan pendidikan dengan jargon “PAKEM” (Pembelajaran yang Aktif. 2. HBA. Terakhir. SMKN 4 Malang telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Selain itu Kota Malang juga dikenal sebagai Kota Vokasi. MULO setingkat SMP. Meningkatkan bimbingan terhadap siswa untuk melaksanakan agama yang dianut dengan konsekuen.

menyelesaikan dan mengepak media cetak. 5. desain situs dan media interaktif. 8. Program keahlian ini menyiapkan siswa agar menjadi ahli desain dan persiapan reproduksi grafika (media cetak). 2 dimensi (2D) atau 3 dimensi (3D). yaitu pada tahun 1938. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. Mengoptimalkan unit produksi dan jasa sebagai tempat pembelajaran kewirausahaan siswa di sekolah. 7. serta proses reproduksi foto. Program produksi grafika meliputi kompetensi : • Cetak offset • Cetak tinggi • Sablon • Jilid dan kemas c) Jurusan Multimedia Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknologi informasi dan desain multimedia. bersih dan indah. 6. Siswa dibekali kemampuan teknik mencetak. dan animasi komputer. yaitu: a) Jurusan Persiapan Grafika/desain grafika Jurusan ini dibuka sejak pertama kali SMKN 4 Malang berdiri. fotografi. Meningkatkan penyelenggaraan latihan dan bimbingan untuk berprestasi di bidang olah raga. Mempertebal nilai-nilai disiplin kepada warga sekolah. Mengembangkan penerapan manajemen berbasis sekolah. serta melakukan perawatan. Program multimedia meliputi kompetensi: • Desain grafis 16 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . mengerti dan mampu mengoperasikan mesin. 9. pengaturan (setting) dan tata letak media. penguasaan perangkat lunak desain grafis. Program persiapan grafika meliputi kompetensi : • Desain grafis • Setting • Montase • Foto reproduksi • Plate-making b) Jurusan Produksi Grafika Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknik reproduksi grafika (percetakan). mengedit audio visual. Siswa dibekali dengan kemampuan desain dan seni. SMKN 4 Malang membuka enam jurusan/program studi. mengontrol perangkat lunak desain grafis. teknik jilid kemas dan menghitung biaya produksi. yaitu berupa keahlian mengontrol beberapa jenis mesin dalam industri percetakan. Mengembangkan sekolah Nasional menuju tarap Internasional. Meningkatkan lingkungan sekolah yang tertib.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4.

2D 3D. MASYARAKAT Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 17 . baik manual maupun digital. penguasaan teknik menggambar. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar perangkat keras komputer dan pemasangan perangkat lunak. pemasangan dan pengelolaan jaringan. dan memproduksi film animasi. serta melakukan perencanaan. dan teknik spesial efek animasi. menguasai perangkat lunak animasi.4 & 7 KAPROKAL PERSIAPAN GRAFIKA KAPROKAL PRODUKSI GRAFIKA KAPROKAL MULTIMEDIA PENANGGUNG JAWAB KAPROKAL RPL KAPROKAL ANIMASI WALI KELAS 1. f ) Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli dalam menangani troubleshooting perangkat keras dan perangkat lunak. dan mengatur database. e) Jurusan Animasi Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli produksi film animasi.2. Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 4 Malang: LITBANG KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH KASUBAG TAUS WAKA KESISWAAN WAKA SARANA WAKA KURIKULUM WAKA HUMAS & HI KOORD SESBID 8 KOORD SESBID 1 TEAM BELANJA STAF KURIKULUM KOORDINATOR BKK dan PRAKERIN KOORD SESBID 2 & 5 KOORD SESBID 3.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Desain situs/web • Animasi 2 dimensi dan 3 dimensi • Audio – video editing • Presentasi multimedia • Shooting d) Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)/Pemrograman Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli pemograman perangkat lunak. menguasai bahasa pemrograman. sinematografi. fotografi.3 DAN SISWA. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain.

3. Hadirnya kebijakan baru yang memberi ruang kepada sekolah kejuruan untuk membuka program kejuruan sesuai dengan keunggulan lokal menjadi titik awal berkembangnnya SMKN 4 Malang sampai seperti sekarang. evaluasi terhadap proses pembelajaran normatif dan adaptif tetap dilakukan. Pada tahun ajaran 2008/2009. Dalam rentang waktu kurang lebih 64 tahun sejak pertama berdiri di tahun 1938.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Citra sekolah kejuruan sebagai sekolah kelas dua salah satunya tercermin dari tidak berkembangnya program kejuruan yang ada. sekolah melaksanakan try out dengan fokus pada latihan soal tiga mata pelajaran yang diujikan. Hal ini cukup membuktikan usaha dan komitmen yang serius dari penyelenggara SMKN 4 Malang pada aspek akademis. Bahasa Indonesia. menyusun dan menyiapkan soal yang digunakan untuk try out.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.1.1. Hasil try out kemudian direkap dan dilaporkan kepada Kepala 18 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Upaya-upaya yang dilakukan oleh SMKN 4 Malang tersebut berupa: 1.5. Selama prakerin. Paradigma penyelenggaraan pendidikan masih menggunakan pola-pola lama. 2. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan dari SMKN 4 Malang baik dari sisi akademis maupun produktif. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari sekolah kejuruan yang sangat memperhatikan aspek akademis selain aspek utamanya dalam pengembangan kompetensi keterampilan siswa melalui kegiatan produktif. Pembekalan Modul Belajar saat Praktik Kerja Industri (Prakerin) Para siswa tetap dituntut dan diharapkan tidak melupakan sisi pembelajaran aspek normatif dan adaptif meskipun dalam kegiatan prakerin.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. dan tidak ada kejelasan mengenai kompetensi apa saja yang harus dikuasai dari setiap mata pelajaran. dan Bahasa Inggris. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan modul-modul untuk kemudian dievaluasi. dimana keterlibatan siswa sangat minim dalam proses belajar mengajar. yaitu Matematika. SMKN 4 Malang hanya memiliki dua program kejuruan. Hal serupa sempat dialami SMKN 4 Malang pada tahap awal perjalanannya. tingkat kelulusan siswa diatas 90% bahkan mendekati 100% dengan nilai rerata UAN di atas 7. Try Out Menghadapi UAN Dalam mempersiapkan siswa menghadapi UAN. Wakil Kepala kurikulum dan staf berperan dalam merencanakan. seperti sistem pembelajaran berbasis waktu. fungsi guru sebagai instruktur.

3) motivasi untuk mendorong semangat belajar siswa. Kepala Sekolah menyusun peta kerawanan siswa. Program prekerin ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh SMKN 4 setelah mendengar masukan dari pihak industri. para siswa mendapat manfaat berupa pembentukan softskill yang sudah siap pakai dan diperlukan di industri. beban investasi untuk pengadaan peralatan modern untuk mendukung pembelajaran siswa tidaklah kecil. Metode ini mampu menjawab permasalahan link and macth antara dunia industri dan sekolah. c. Metode ini juga memberi dan menjamin relevansi pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan dunia industri. lunak. Siswa diberi kesempatan untuk terpapar pada teknologi terkini (up to date). yang berfungsi sebagai media penyaluran lulusan SMK ke pasar kerja. Proses belajar dilakukan di sekolah selama beberapa bulan/semester secara terus menerus. Bagi pihak siswa dan sekolah. Berdasarkan rekap hasil try out tersebut. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lebih siap dan bersemangat dalam menghadapi UAN.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sekolah. 2) memberikan pelajaran tambahan untuk tiga mata pelajaran UAN. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 19 . bagi SMK dengan program kejuruan teknologi. Siswa-siswa yang masuk kategori rawan akan mendapat perhatian lebih ekstra dengan memberikan :1) latihan soal. Dengan terpapar pada dunia kerja sesungguhnya. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun Praktik kerja industri (Prakerin) di SMK N 4 Malang dilaksanakan dengan sistem block release6 selama satu tahun pada semester IV dan V. SMKN 4 Malang membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK). kemudian dilanjut dengan praktik di industri pada bulan/semester berikutnya. Sebagai catatan. sehingga pada akhirnya perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitasnya. BKK menghubungkan industri sebagai pihak yang membutuhkan tenaga kerja dengan para lulusan SMKN 4 yang mencari peluang kerja. Prakerin satu tahun ini pun memberi keuntungan bagi industri. prakerin satu tahun memberikan kesempatan pembelajaran yang lebih baik dalam rangka peningkatan kompetensi dan keahlian. baik itu perangkat keras. maupun proses yang dapat mengurangi beban investasi sekolah. b. Program ini hanya diperuntukkan 6 Block release : waktu pelaksanaan kegiatan belajar yang dibagi pada hitungan bulan atau semester. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) Dalam rangka mendekatkan lulusan dengan pasar kerja. Industri dapat yakin bahwa siswa dapat belajar dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Melapor kepada BKK apabila sudah diterima oleh perusahaan 5. menyerahkan surat lamaran lengkap (sesuai dengan persyaratan yang diminta perusahaan) 2. Sanggup mengikuti seleksi yang diadakan di sekolah maupun di tempat lain sesuai permintaan perusahaan 4. Kewajiban anggota BKK : 1. Kriteria seleksi lamaran pekerjaan meliputi: 1) Spesialisasi jurusan. Alumni SMK N 4 Malang 2.Hak Anggota BKK: 1. Membawa surat pengantar tes kerja atau pengantar kerja dari sekolah ke perusahaan. Syarat Keanggotaan BKK adalah: 1. 2) Sertifikat Prakerin. Prakerin menjadi sarana memperlihatkan bagaimana kinerja dan kualitas siswa SMKN 4 Malang. dan 3) Surat lamaran.20. Menyerahkan pas foto 3x2 sebanyak 1 lembar dan 4X6 sebanyak 2 lembar 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan untuk Siswa kelas III yang sudah lulus ujian Nasional maupun ujian keahlian/ kompetensi. Berpakaian sopan dan rapi. Mengisi form anggota BKK 3. sehingga pada akhirnya permintaan akan lulusan SMKN 4 oleh pihak industri pun semakin meningkat. 20 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Transkrip. Pada awalnya jaringan pasar kerja dibangun melalui program kemitraan dalam rangka prakerin.000. Berhak mengisi lowongan kerja di BKK sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan 3. Menerima kartu anggota BKK dengan masa berlaku 1 tahun mulai tanggal diterbitkan 2. Menyerahkan biaya administrasi Rp. Menjaga nama baik sekolah dengan bekerja di perusahaan yang menerima minimal 6 bulan 3.

Jika sesuai akan dilakukan panggilan tes kerja dan seleksi oleh perusahaan. d. BKK mencatat laporan dari alumni yang diterima ataupun yang tidak diterima pada data alumni. Jenis produksi dan jasa UPJ yang ditawarkan meliputi:1) Desain Grafis. Hasil seleksi diserahkan kepada BKK. yang disesuaikan dengan program kejuruannya. BKK memberi informasi lowongan kerja kepada alumni melalui pengumuman yang dipampang di sekretariat BKK. 2. 6. SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari SMK lainnya yang mendirikan unit pelayanan ini dan mengelolanya secara serius. Alumni mendaftarkan diri dan menyerahkan lamaran kerja kepada BKK 4. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) Salah satu tantangan yang dihadapi oleh SMK dalam pengembangan organisasi adalah ketersediaan sumber daya dan ”jam terbang” yang cukup untuk pengembangan relevansi kompetensi organisasi. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 21 . 2) Setting .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Skema 1 Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK 1 INDUSTRI 2 BKK 4 5 3 6 ALUMNI Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK : 1. UPJ melakukan aktifitas pelaksanaan produksi dan jasa di SMKN 4 Malang. Kebanyakan SMK memberdayakan unit-unit pelayanannya yang selama ini digunakan untuk proses pembelajaran untuk digunakan juga dalam melayani kepentingan konsumen yang lebih luas. 3. BKK melakukan seleksi lamaran dan mengirimkan data lamaran kerja ke Perusahaan yang meminta. Pihak sekolah/BKK mengumumkan hasil seleksi kepada alumni. Perusahaan menerima data lamaran kerja beserta berkas lamaran yang dikirim oleh sekolah setelah melalui proses seleksi di BKK. 5. BKK menerima permintaan tenaga kerja dari pihak industri.

Strategi yang Dilakukan 1. Itu semua adalah bentuk dari kemampuan 22 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . 6) Laminating. Administrasi UPJ inilah yang kemudian menyerahkan hasil produksi ke pelanggan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3) Offset Printing. model prakerin yang di desain mendekati kondisi dunia kerja mampu menciptakan kompetensi siswa yang dapat beradaptasi dengan cepat pada standar industri. 2. Dengan mengetahui keinginan stakehlders. dan langkah perbaikan yang diambil mampu membantu siswa dalam mencapai hasil optimal. SMKN 4 Malang mampu mengembangkan sistem yang dapat menyeimbangkan pencapaian sisi akademis dan aspek produktif bagi pengembangan kompetensi siswa. Sedangkan Manajer Produksi berperan dalam membagi tugas proses produksi. Pengembangan unit pelayanan jasa secara profesional menjadi salah satu alternatif potensial untuk menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya organisasi bagi peningkatan mutu dan tata kelola yang baik pada institusi. mendefinisikan. UPJ dikepalai oleh Direktur (Kepala Sekolah) dan dibantu oleh masing -masing Manajer Marketing yang bertugas mencari order dan melakukan penawaran order. 3. 5) Video Shooting . dan merespon apa yang menjadi keinginan stakeholders merupakan dasar munculnya inovasi yang dilakukan oleh SMKN Malang. Pengembangan pembelajaran. pelaksanaan tryout untuk memetakan kesiapan siswa. Kemampuan untuk merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan stakeholder SMKN 4 Malang terus berupaya mengoptimalkan semua sumber daya untuk mendengarkan dan merespon apa yang menjadi keinginan dari stakeholders. sekolah dapat mengetahui apakah layanan yang dilakukan saat ini sudah mampu menjawab keinginan stakeholders tersebut. 4) Sablon. memeriksa hasil produksi dari operator dan menyerahkan hasil produksi ke Administrasi UPJ.1. UPJ memiliki struktur organisasi yang berbeda dan dikelola seperti layaknya unit bisnis yang memiliki pembagian tugas dan fungsi yang jelas. Usaha dalam bentuk penyiapan modul bagi siswa. 7) Hot Print.4 Kapabilitas Inovasi Ada beberapa hal yang dapat dilihat untuk menggambarkan kemampuan SMKN 4 Malang dalam menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikan. dan 8) Pelatihan. yaitu: a. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Kemampuan mendengar.

sehingga ������������������������� � �������������������������������������� � �������� mampu menjawab tantangan menghadapi era globalisasi. 3. Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring. Jejaring operasional dibutuhkan dalam membangun hubungan kerja dilingkup internal sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah dalam merespon dan memberikan jawaban atas keinginan stakeholders. Jejaring strategis menuntun sekolah untuk menentukan arah pengembangan ke depannya.�&'''������������������������������ � � ����� Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK ������ �������� ���������� � �������$������������������������������������� � � 23 . baik mutu proses maupun mutu jasa. Kaprokal. Yang termasuk dalam jejaring strategis adalah relasi dan sumber informasi yang memberi kekuatan organisasi untuk mencapai tujuannya. �������� ��������������� � ���� b.�&''' ISO 9001:2000. siswa dan semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar.&'''������������������������������ ����������� � ����������������������� yang peduli akan mutu. yang merupakan suatu standar internasional Sistem ��������� � ���������� � �� � #+�� � : � ������ � ��������� � ������ � ��������� � �#?� Menejemen Mutu (SMM) yang telah diterapkan secara luas dan diakui (''�. SMM ISO 9001:2000 memperbaiki kinerja di dalam $#��)����������������������� ��������� ������������������������� �������#����#?� suatu organisasi pendidikan dan mampu menciptakan budaya organisasi (''�. baik operasional maupun strategis. menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan SMKN 4 Malang. ������� ��� ������������������������������������������������������� � �� Skema 2 ���%��� Proses KBM SMKN 4 Malang ��#����&�����&�� ������� #� ��������������������#?�(''��. Wakasek.&'''����������������� ����� �������������� ������#� ������������������� dunia internasional. yang dapat dilihat dari hubungan kerja antara Kepala Sekolah. Proses • Penerapan (� ��#��� ISO 9001 : 2000 Penguatan tatakelola di SKMN 4 Malang dilakukan dengan penerapan • �����������#?�(''��.

Audit dikalukan dengan sistem cross audit. sistem manajemen sekolah menjadi lebih baik dan berkembang. 3. 24 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . cepat. upaya sekolah untuk melakukan penyeimbangan prestasi akademik maupun produktif.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 mengutamakan pengendalian proses sejak awal. karena masing-masing siswa hanya diterima di satu pilihan saja. Melalui instrumen audit dan survei kepuasan pelanggan inilah SMKN 4 selalu berupaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelayanannya. Semua fungsi yang berdampak terhadap mutu anak didik dikendalikan sedemikian rupa. Transparan dalam proses penerimaan siswa baru dengan sistem online (PSB online). sesuai dengan target yang diharapkan) menjadi titik-titik kritis dan penting yang menentukan keberhasilan sekolah dalam meningkatkan mutu anak didik. akurat. SMKN 4 Malang melakukan survei kepuasan pelanggan sebagai tolok ukur dari kinerja sistem manajemen mutu sekaligus untuk memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. Dengan penerapan ISO tersebut. Dengan sistem ini. Berikut adalah aspek tata kelola yang baik dalam proses KBM SMKN 4 Malang: 1. Selain itu jumlah penerimaan siswa bisa dipantau untuk menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku. maupun program BKK merupakan contoh nyata dari daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders. meskipun sistem ini belum diaplikasikan untuk seluruh calon pendaftar SMKN 4 Malang. Program prakerin satu tahun. dimana tim audit dari program keahlian tertentu mengaudit program keahlian lain. Hal ini untuk menjaga independesi dalam proses audit. proses pendidikan/KBM. PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran. transaparan. Untuk menilai efisiensi dan efektivitas sistem manajemen mutu. Daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders mendorong sekolah melakukan terobosan baru dalam kegiatan belajar mengajar. sampai murid lulus. sehingga seluruh proses kerja (mulai dari penerimaan murid baru. audit internal dilakukan dua kali dalam setahun. Hal ini jika diterapkan secara konsisten akan menjamin tercapainya konsisten mutu. 2. 4. dan aspek tata kelola yang baik menunjang dalam setiap proses KBM sehingga mendorong sekolah menciptakan inovasi-inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. hasil penyaringan siswa baru akan lebih mudah. dan murni berdasarkan DANUN (Daftar Nilai Ujian Nasional).

CD. papan tulis. radio. televisi. modul. penugasan. Pada tingkat pertama. alat tulis. DVD. • Metode umum pembelajaran menjadi lebih beragam antara lain ceramah. dalam kelompok belajar. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui Komite Sekolah. Ruang otonomi juga ditumbukan disetiap program keahlian sehingga masingmasing program keahlian dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang efektif bagi program keahlian masing-masing. program kegiatan dan penggunaan sumber daya dilakukan secara berjenjang. pelaksanaan kebijakan. dinamika kelompok. Pada tingkat kedua. • Penilaian siswa yang tadinya tertutup menjadi penilaian terbuka dan transparan. alat tulis dan papan tulis) menjadi multimedia (buku. kondisi ini sangat menfasilitasi bagi setiap komponen sekolah untuk aktif terlibat dalam proses pembuatan kebijakan sekolah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 25 . surat kabar.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 5. • Siswa dapat menggunakan haknya untuk remidial (perbaikan) dan reinforcement (pengayaan) kepada setiap guru yang mengajarnya. dan perusahaan. program kegiatan dan penggunaan sumber daya kepada Kepala Sekolah. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di program keahlian dipertanggungjawabkan ke Ketua Program Keahlian masing-masing. • Fungsi guru yang sebelumnya sebagai instruktur menjadi fasilitator • Penilaian berdasarkan materi yang telah dijadwalkan menjadi penilaian objektif kepada setiap siswa sesuai kompetensi maksimal yang dipersyaratkan atau dicapai. Sumber Daya Manusia Penciptaan Iklim dan Budaya Sekolah SMKN 4 Malang mampu menciptakan iklim dan budaya yang kondusif di sekolah. penggalian potensi diri. Penilaian juga dilakukan oleh beberapa pihak antara lain sekolah. perubahan yang dirasakan antara lain : • Pembelajaran berbasis waktu (time based) berubah menjadi berbasis kompetensi (competence based). VCD. c. Hal ini membawa banyak perubahan dalam kegiatan belajar-mengajar di SMK 4 Malang. majalah. Jenjang terakhir. program keahlian. kaset. Pembelajaran dari trimedia (buku. dan data projector). dan studi kasus. Pertanggungjawaban atas kebijakan sekolah. masing-masing Ketua Program Keahlian harus mempertanggungjawabkan semua kebijakan. • Siswa mengetahui kompetensi dari masing-masing mata diklat yang harus dikuasai selama satu semester. diskusi. • Textbook oriented menjadi multi reference oriented. semua kebijakan.

e. Wide Area Network (WAN) Kota Malang tahun 2003. Kemudian berturut-turut adalah Jaringan Informasi Sekolah (JIS) Kota Malang tahun 2001.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. 26 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Peningkatkan kualitas dan profesionalitas guru dengan menggunakan notebook/laptop sebagai alat bantu belajar dan mengajar. 2. untuk mendukung program edukasi dan administrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. ICT Center Kota Malang tahun 2004. Pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang meliputi: 1. Pengukuran (Measurement) Pencapaian SMKN 4 dapat dilihat berdasarkan tingkat kelulusan dan rerata nilai UAN siswa sekolah. SMK Besar tahun 2005. Televisi Edukasi (TVE) Kota Malang tahun 2005. Rerata nilai UAN dari siswa SMKN 4 Malang selama periode 2005-2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 2. Kepercayaan tersebut berkesinambungan sampai dengan hari ini. 3. Inilah tahapan penting yang mengantarkan SMK Negeri 4 Malang lebih dikenal sebagai SMK Grafika sekaligus SMK Teknologi Informasi dan Komunikasi. Selama periode 2005-2008. tingkat kelulusan terendah mencapai 98. Pada saat itu belum banyak sekolah atau perguruan tinggi yang memiliki e-mail. Peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar yang menarik dan menyenangkan berbasis multimedia melalui penyediaan perangkat LCD data projector dan wallscreen permanen di bengkel-bengkel kerja bidang keahlian Grafika dan ruang-ruang kelas. Penambahan sarana praktik Grafika berupa mesin digital printing.3 % dan tingkat tertinggi mencapai 100%dengan tingkat rerata UAN diatas 7. Melengkapi komputer dengan perangkat lunak standar yang berlisensi sebagai wujud kesadaran hak atas kekayaan intelektual. Teknologi Pada tahun 1999. Perkembangan peran teknologi informasi dan komunikasi ini dimulai sejak implementasi Jaringan Internet (Jarnet) tahun 2000. Pengembangan sumber daya informasi dan komunikasi meliputi: 1. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online tahun 2002. Pengembangkan fasilitas intranet dan internet di sekolah. SMK Bertaraf Internasional tahun 2006 dan Client ICT Center Kota Malang tahun 2006. SMKN 4 Malang memiliki e-mail resmi pertama sebagai sarana komunikasi langsung dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Kejuruan. Aplikasi teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi dasar pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang.

63 Matematika 7.36 7.15 7.02 7.60 7.72 7.59 7.41 7. Indonesia 7.38 7.02 7. Indonesia 7.60 %Kelulusan 100 99.60 %Kelulusan 99.82 Matematika 7.3 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.72 7.67 7.32 7.82 Rata2 Total 7.02 7.52 7.7 99.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.15 7.63 Matematika 7. Bahkan untuk tahun 2007/2008 capaian serapannya melebihi capaian serapan SMK secara keseluruhan ataupun jika dibandingkan dengan SMK kelompok teknologi yang lain di Malang. Inggris 6.18 7.31 7.38 B.38 7.5 100 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.67 7. Dibandingkan dengan rata-rata industri.18 7.32 7. Inggris 6.34 7.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.18 7.61 7.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.38 B.52 7.94 7.15 7. Inggris 6.77 8.18 7.36 7. capaian SMKN 4 Malang memiliki kecenderungan tren yang semakin membaik dari periode 2005/2006 ke 2007/2008. Ilustrasi dari hal tesebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.20 7.64 7.80 Rata2 Total 7.39 B.3 100 99.68 %Kelulusan 98.78 7.3 99.03 100 100 Sumber: SMKN 4 Malang Pencapaian SMKN 4 juga dapat dilihat dari sisi serapan siswa pada pasar tenaga kerja.15 7.80 Rata2 Total 7.77 8. 1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 117 150 199 210 Nilai Rata-Rata UAN B. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 27 . Indonesia 7.5 98.41 7.

14% 2006/2007 62.17% 2007/2008 59.51% 45.03% Sumber: Dinas Pendidikan Kota Malang & SMKN 4 Malang Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 193 226 263 PNS 0 0 0 Mandiri 4 1 5 Swasta Relevan 74 116 181 Swasta Lain 11 6 24 Perti 10 10 15 Blm Bekerja 94 93 38 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN4 Malang di Industri No 1 2 3 Keterangan Total serapan seluruh SMK Malang Total serapan SMK Kelompok Tehnologi Total Serapan SMK 4 2005/2006 63.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 117 149 199 PNS 0 0 1 Mandiri 0 1 2 Swasta Relevan 55 109 103 Swasta Lain 5 11 18 Perti 19 15 28 Blm Bekerja 38 13 47 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.07% 71.23% 57.0% 60.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Multimedia Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Sumber: SMKN 4 Malang Mandiri 3 10 0 Swasta Relevan 19 33 60 Swasta Lain 1 0 13 Perti 20 47 33 Blm Bekerja 4 12 5 28 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .98% 60.25% 56.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.

Penerapan ISO juga dijalankan untuk menjamin kualitas proses dan ouput menuntut profesionalisme dari sumber daya manusia yang ada. dan sebagainya . Oleh karena itu mekanisme pemantauan. 3.menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola. evaluasi serta langkah perbaikan yang berkelanjutan terhadap proses dan kualitas layanan menjadi faktor kesinambungan inovasi di SMKN 4 Malang. dapat dilihat pada lampiran. pemastian mekanisme ISO berjalan. Oleh karena itu peningkatan pada aktivitas sekolah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga kesinambungan program dapat terjamin.seperti Juara 1 Animasi LKS SMK di Makassar – yang secara tidak langsung menunjukkan output dari SMKN 4 Malang memiliki keunggulan.sampai ke hal yang sifatnya teknis kompetensi . pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa. 3. Link and macth mengandung makna keserasian dan kesepadanan antara program pembelajaran yang diajarkan di sekolah dan kebutuhan industri.seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar bagi guru-guru).2 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar Sistem blok dikembangkan untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMKN 4 Malang .seperti band dan teater . Makassar sempat menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia dibawah kekuasaan pemerintahan Raja Gowa tetapi kemudian mengalami kemunduran Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 29 .1.1 Profil Daerah dan Sekolah Kota Makassar berawal dan berada di muara Sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV.5 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 4 Malang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sederet prestasi penghargaan berhasil diraih oleh siswa-siswi SMKN 4 Malang (tercatat 82 penghargaan sejak tahun 2003) mulai dari yang sifatnya kegiatan ektrakulikuler .2. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana serta upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk sangat dibutuhkan. Selengkapnya mengenai prestasi. 3.

jurusan Bagian A dan B yaitu Menjahit dan Memasak/Binatu. Pada tahun 1976/1977 sampai dengan tahun pelajaran 1993/1994 SKKA berubah menjadi SMKK (Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga). Dideklarasikan sebagai Kota Madya pada tahun 1906. Makassar tahun 1920-an adalah kota besar kedua luar jawa. Baru pada tahun 1999 kota ini dinamakan kembali Makassar. Baru setelah pemerintah Hindia Belanda menggantikan kompeni (VOC) yang bangkrut pada akhir abad ke 18. maka pada tahun 1964 SGKP mengalami perubahan kurikulum dan pada tahun 1968 namanya menjadi SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) dengan lama pendidikan tiga tahun. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. Makassar dapat menjadi simpul jasa distribusi yang menawarkan efisiensi yang lebih dibandingkan daerah lain untuk kawasan Indonesia bagian timur. Makassar dihidupkan kembali dengan menjadikannya sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1846. SMKN 8 Makassar berdiri pada tanggal 27 Nopember 1947/1950 dengan nama OSVO (Opleiding School Voor Onderwyseres). Hal inilah yang kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan. Dari OSVO berubah menjadi SGKP (Sekolah Guru Kepandaian Putri) pada tahun 1951 dengan lama pendidikan empat tahun. perhotelan dan restoran. tepatnya pada tanggal 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan akibat serangan kompeni dagang belanda (VOC) pada tahun 1669. Dari sisi ekonomi. 30 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Belanda menjadikan Makassar sebagai pusat pemerintahan kolonial Indonesia Timur. SKKA mempunyai dua program jurusan. Selama dikuasai VOC. Pada awal abad ke-20. perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini semakin tinggi. Secara geografis Kota Makassar memiliki kedudukan strategis yang berimplikiasi pada bidang ekonomi maupun politik. Pada tahun 1971 terjadi penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan “Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman. SMKN 8 Makassar-lah yang mampu merespon tantangan-tantangan tersebut. Makassar menjadi sebuah kota yang terlupakan.

Mengembangkan program pengabdian masyarakat pada bidang pariwisata. seiring dengan perubahan tersebut nama SMKK berubah menjadi SMK sehingga kurikulum 1994/1995 disebut Kurikulum SMK Kelompok Pariwisata. Visi dari SMKN 8 Makassar adalah: “Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional”. Bidang studi keahlian pariwisata 2. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan Misi SMKN 8 sebagai berikut: 1. Dengan kompetensi keahlian: • Jasa Boga • Patiseri 2. Terdiri dari dua program studi keahlian. 4. Tata Busana dan Tata Graha. Mengembangkan kemitraan nasional dan internasional. yaitu: 1. dengan kompetensi keahlian: • Akomodasi perhotelan (SBI). dengan kompetensi kecantikan rambut dan kulit. Mengembangkan program Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 31 . • Usaha Perjalanan Wisata b) Program studi keahlian Tata Boga. yaitu: a) Program studi keahlian pariwisata. dengan kompetensi keahlian Busana Butik. 3. Pada tahun 1994/1995 diberlakukan kurikulum baru. Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. yaitu: a) Program studi keahlian Tata Busana. Pada tahun 1997 menjadi SMK Negeri 8 Makassar hingga saat ini.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dengan program kejuruan Tata Boga. b) Program studi keahlian Tata Kecantikan. Bidang studi keahlian pariwisata 1. SMK Negeri 8 Makassar yang termasuk dalam sekolah kelompok pariwisata telah membuka dua bidang studi keahlian dan tujuh kompetensi keahlian. 2. Terdiri dari dua program studi keahlian. (Front Office & House Keeping).

tidak dibedakan minggu pembelajaran praktik dan pembelajaran teori. Sementara badan sudah berkeringat dan durasi praktik tidak mencerminkan sistem kerja di hotel.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Pada awalnya pihak hotel dan mitra industri beranggapan bahwa lulusanlulusan SMKN 8 Makassar belum siap kerja dikarenakan pola pembelajaran masih menggunakan metode-metode konvensional.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 8 Makassar: 3. Penerapan sistem blok membawa perubahan besar dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 8 Makassar. sehingga sering ditemukan setelah belajar olah raga siswa belajar praktik memasak atau tata hidang. Prakerin bila hanya 3 bulan dianggap tidak memberi kontribusi kepada industri tempat prakerin. 32 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pada pembelajaran konvensional.2.

kelompok normatif/adaptif akan menerima materi terkait dengan mata pelajaran normatif/adaptif (pendidikan agama. Tabel. Selama satu minggu tersebut. Sistem blok dikembangkan mulai tahun 1995 dengan mendengarkan masukan-masukan dari pihak industri. Penekanan diberikan pada proses pembelajaran dan evaluasi/penilaian yang berkelanjutan (on going learning proses and assesment). masing-masing kelompok akan berganti blok (blok normatif/adaptif menjadi blok teori praktik kejuruan. dua kelas di kelompok teori kejuruan dan dua kelas di kelompok praktik kejuruan. Siklus ini akan berlangsung selama tiga minggu dan setelah itu siklus akan berulang. (ii) teori kejuruan.3 Praktik Inovasi Pendidikan Pengembangan Sistem Blok Sistem blok merupakan sistem yang dikembangkan SMKN 8 Makassar untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. dan (iii) praktik kejuruan.8 Siklus Pembelajaran Minggu 1 2 3 4 Teori Umum (normatif/adaptif) Kelompok I Kelompok III Kelompok II (Berulang) teori kejuruan Kelompok II Kelompok I Kelompok III Praktik Kelompok III Kelompok II Kelompok I Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 33 . yang saling terkait satu sama lain dalam sebuah kesatuan proses. sedangkan kelompok teori praktik kejuruan akan menerima materi yang terkait teori kejuruan yang akan mereka mereka praktikan nanti selama satu minggu kedepan. yaitu (i)normatif/adaptif. blok teori praktik akan melakukan praktik dan blok praktik menjadi blok normatif/adaptif ). Setelah satu minggu.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. matematika. Sekedar ilustrasi. IPS dan lainnya). Pemberian nama kelompok tersebut berhubungan dengan materi yang akan siswa terima selama satu minggu. yaitu dua kelas di kelompok normatif/adaptif.2. Kelompok praktik kejuruan akan memulai proses pembelajaran dari kegiatan praktik kejuruan selama satu minggu. Siswa dari enam kelas ini kemudian dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Bahasa Indonesia. saat ini ada enam kelas siswa tingkat I. Sistem ini membagi siswa berdasarkan blok-blok pembelajaran.

kue atau makanan yang dihasilkan didapur atau bagian patiseri akan disajikan di restoran atau kafe oleh siswa yang praktik tata boga di restoran. Sistem blok yang dikembangkan menuntut sebuah proses yang berkelanjutan dan saling terkait sehingga satu bagian dari sistem tersebut tidak boleh ada yang berhenti berproduksi/berproses. Sebagai contoh.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Area Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Dapur Instruksi A F E D C B Dapur Produksi/Cafe B A F E D C Restoran C B A F E D Patiseri D C B A F E House Keeping E D C B A F Front Office F E D C B A Sumber: SMKN 8 Makassar Output atau keluaran yang dihasilkan oleh siswa pada saat praktik akan digunakan oleh siswa yang lain sebagai sarana praktik juga. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin bahwa penilaian (assesment) dan perhatian dapat diberikan pada masing-masing individu sehingga usaha peningkatan kompetensi dapat dilakukan secara optimal. Jika belum tercapai. Tabel.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pada saat melakukan praktik. siswa akan dibagi berdasarkan blok-blok (enam blok dari blok A sampai dengan blok F) yang berhubungan dengan kompetensi yang harus dikuasai pada tingkat I. Penekanan pada aspek pencapaian kompetensi ini memungkinkan SMKN 8 Makassar menghasilkan siswa dengan tingkat kompetensi yang sesuai dengan spesifikasi industri. Hal ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. dimana setiap kelompok nantinya yang terbentuk akan terdiri dari kurang lebih 12 orang dan ditangani oleh 2-3 orang pengajar/instruktur. proses akan dilanjutkan/diulang kembali sehingga target kompetensi pembelajaran pada hari itu tercapai. 34 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Penilaian akhir dilakukan pada setiap akhir sesi praktikum untuk melihat apakah kompetensi siswa sudah tercapai atau belum.

Kemampuan merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan pasar Tidak hanya mendengarkan apa yang menjadi keinginan pasar. pihak sekolah mengakomodir dan menyesuaikan standar penerimaan sesuai dengan kriteria minimal yang diinginkan industri. dan mendesain proses dan produk untuk menjawab kebutuhan tersebut. Strategi yang Dilakukan 1.2. yaitu dengan cara pengembangan sistem blok. Bahkan untuk penerimaan siswa baru. yaitu kebutuhan mengenai profil tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri seperti kompetensi. 3. SMKN 8 Makassar diharapkan juga memiliki kemampuan menerjemahkan kebutuhan tersebut ke level operasional. Hal ini memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Pengembangan jurusan pariwisata terutama akomodasi perhotelan dan restoran oleh SMKN 8 Makassar memiliki kesesuaian dengan tren kebutuhan pasar yang ada. 2. dan krietria penerimaan siswa. Indikasi tren kebutuhan industri ini dapat dilihat diantaranya melalui kontribusi peran sektor perdagangan dan perhotelan pada perekonomian ekonomi daerah. Kecenderungan juga menunjukkan bahwa peran sektor ini meningkat dari tahun ketahun dan secara tidak langsung memberikan sinyal adanya kebutuhan atau permintaan tenaga kerja disektor ini. sikap. dan standar perilaku. yaitu menyerap lulusan SMKN 8 Makassar dan sebagai mitra dalam pengembangan desain sistem belajar mengajar.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.4 Kapabilitas Inovasi a. keahlian. Kemampuan untuk mengembangkan jejaring dan hubungan dengan mitra industri Peran industri sangat besar bagi SMKN 8 Makassar. Dua hal yang dikembangkan oleh SMKN 8 Makassar dalam pendesainan proses dan produk tersebut adalah: 1) Pengembangan sistem blok yang memungkinkan pembentukan tingkat kompetensi siswa sesuai yang diharapkan dapat terjadi 2) Pengembangan iklim dan budaya sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dunia kerja. Pengembangan jejaring strategis menjadi salah satu faktor kunci dalam 35 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Kemitraan yang terjalin erat dengan dunia industri menjadi jembatan bagi sekolah untuk selalu mendengar apa yang menjadi kebutuhan pasar. waktu praktik kerja industri (prakerin) selama enam bulan.

dan pengukuran. Audit Internal SMKN 8 menetapkan audit mutu internal minimal dilakukan 2 kali dalam satu tahun. Malaysia dan Inggris yang telah dirintis sejak tahun 1996 hingga saat ini. Beberapa implementasi penerapan program penguatan tata kelola di SMKN 8 diantaranya adalah adanya pemantauan dan pengukuran mengenai: 1. SMKN 8 memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. sistem. manajemen sumber daya. perbaikan di sistem. sehingga produk institusi dapat dijaga kualitasnya dan terus menerus ditingkatkan untuk kepuasan pelanggan. b. Proses Penguatan Tatakelola Melalui Penerapan ISO 9001:2000 Dalam hal penguatan tata kelola institusi. Audit harus mencakup penilaian dari : • Kegiatan atau proses belajar dan kinerja siswa. Kepuasan Pelanggan Sebagai salah satu tolak ukur kinerja sistem manajemen mutu. • Dokumentasi lainnya. • Praktik. SMKN 8 mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai konsekuensi hasil pengukuran kepuasan pelanggan tersebut. SMKN 8 mengidentifikasi metode pengukuran dan melakukan pengukuran untuk mengevaluasi kinerja proses. • Audit harus dilaksanakan oleh personil yang mempunyai kualifikasi memadai dan tidak bertanggung jawab langsung terhadap bidang yang diaudit. SMKN 8 melakukan penguatan dengan melakukan perbaikan administrasi pengelolaan manajemen sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan pengembangan SMKN 8 Makassar sehingga tidak hanya memiliki jejaring di dalam negeri. guna menilai efektivitas dari sistem manajemen mutu tersebut. 3. Adapun alternatif metode pengukuran dan pemantauan proses adalah sebagai berikut : 36 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . tetapi SMKN 8 Makassar juga memiliki jejaring mitra industri di luar negeri seperti di Singapura. Sistem Manajemen Mutu terkait bagaimana cara organisasi menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk mulai dari komitmen manajemen. prosedur dan instruksi kerja. analisa. dalam bentuk survei kepuasan pelanggan. proses realisasi produk. 2. Pemantauan dan Pengukuran Proses. Indikator kinerja ditunjukkan dengan keberhasilan SMKN 8 memperoleh ISO 9001:2000 mengenai sistem manajemen mutu.

Menyelenggarakan rapat-rapat rutin yang membahas kemajuan pekerjaan dan membahas pemecahan masalah-masalah yang dihadapi. c. untuk mencegah penggunaan atau penyerahan yang tidak dikehendaki. 4. Untuk itu SMKN 8 mengambil langkah-langkah pemeriksaan/pemantauan awal terhadap barang/material ataupun jasa yang dibeli. 5.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan a. Membuat laporan berkala yang memuat hal-hal yang menyangkut kemajuan pekerjaan. pemeriksaan/pemantauan dalam proses belajar mengajar dan pemeriksaan/pemantauan akhir. Sebagai ilustrasi pembentukan ini. Pengendalian Produk Tidak Sesuai / Peserta Didik Bermasalah Semua produk dan jasa tidak sesuai atau peserta didik yang bermasalah diiidentifikasi dan dikendalikan. Menganalisa laporan pencapaian sasaran mutu. Sumber Daya Manusia Pengembangan Iklim dan Budaya Sekolah Pengembangan iklim dan Budaya sekolah yang mendekati atau dikondisikan sesuai dengan dunia kerja memungkinkan SMKN 8 membentuk siswa yang dapat dengan cepat beradaptasi di dunia kerja. Apabila terdapat ketidaksesuaian dari hasil pemantauan dan pengukuran tersebut. • Peserta didik yang belum menyelesaikan persyaratan administrasi. e. • Peserta didik yang secara hukum terlibat dalam tindak kriminal dan asusila. c. Pihak sekolah menugaskan siswa-siswa SMKN 8 sebagai petugas piket setiap hari secara bergiliran sebagai pihak pen37 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Penyerahan produk dan jasa atau peserta didik (siswa) tidak boleh dilakukan sampai semua pengaturan pemeriksaan pemantauan telah selesai secara memuaskan. maka akan dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan yang memadai. Adapun yang dimaksud dengan produk tidak sesuai misalnya: • Calon peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan. Pemantauan dan Pengukuran Produk SMKN 8 mengukur dan memantau karakteristik produk atau jasa atau peserta didik (siswa) untuk memverifikasi bahwa persyaratan kompetensi tersebut telah dipenuhi. d. • Peserta didik belum menyelesaikan semua kompetensi yang dipersyaratkan. Supervisi kelas b.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

erima tamu/receptionis, cleaning service, tugas memasak untuk kantin/ café dan pramusaji pada café dan kantin sekolah serta tugas lainnya seperti halnya dihotel untuk mengembangkan budaya dan sikap kerja. Penegakkan tata tertib dan system denda terutama bagi yang melanggar aspek lingkungan (kebersihan) dilakukan dengan ketat. d. Teknologi yang Digunakan Teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan SMKN 8 Makassar. Pada tahun 1996 SMKN 8 Makassar memiliki website ketika prakerin mulai dilakukan di luar negeri yaitu Singapura dan Malaysia. Dengan proses teknologi pulalah SMKN 8 membangun dan melebarkan jejaring strategisnya, sampai akhirnya mampu mengantarkan siswanya untuk melakukan prakerin di Inggris. Peran teknologi dalam proses kegiatan belajar mengajar menjadi sebuah keharusan terutama untuk program studi keahlian tertentu. Program studi keahlian akomodasi perhotelan pada kompetensi reservasi dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan Fidelio System yang merupakan Computer Reservation System (CRS). Sementara program studi Usaha Perjalanan Wisata menggunakan Galileo system untuk kompetensi tiketing. Teknologi menjadi media penghubung yang efisien antara sekolah dengan semua stakeholdersnya. Guru, siswa, orang tua siswa, masyarakat dapat mengakses semua informasi yang terkait dengan SMKN 8 Makassar melalui jaringan internet yang sudah online sejak tahun 1996. e. Pengukuran (Measurement) Penerapan sistem blok yang dilakukan oleh SMKN 8 Makassar memungkinkan penciptaan kualitas lulusan yang sesuai dengan standar industri. Selain itu, pengembangan iklim dan budaya kerja disekolah memungkinkan pembentukan sikap dan perilaku siswa sehingga lebih sesuai dengan standar norma kerja industri. Dengan kata lain pengembangan sistem dan atmosfir pembelajaran yang diterapkan SMKN 8 Makassar memungkinkan terbentuknya tingkat kompetensi, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk pengembangan diri siswa agar siap memasuki dunia kerja. Pengembangan jejaring dengan mitra industri merupakan sisi lain yang mendukung keberhasilan SMKN 8 Makassar. Hubungan baik antara SMKN 8 Makassar dan mitra industri tercipta atas dasar asas manfaat dan
38 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

keuntungan timbal balik yang berdampak pada lebih mudahnya siswa lulusan SMKN 8 Makassar diserap oleh pasar tenaga kerja. Pengembangan jejaring bernilai strategis dan bermanfaat pada SMKN 8 mengingat mitra industra tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan sistem pembelajaran (tempat untuk prakerin, sumber perbaikan kurikulum, up date kompetensi dan pengetahuan, dan lain-lain) secara berkelanjutan. Ilustrasi dari bagaimana hubungan dengan mitra industri dapat membantu serapan lulusan dapat terlihat pada Tabel berikut ini. Tabel.10 Daya Serap lulusan SMKN 8 Makassar
No 1 2 3 4 Keterangan Kuliah Bekerja Tanpa Info Jumlah Tamatan 2004 Jmlh 50 130 18 198 % 25.3 65.7 9 100 42 124 19 185 2005 Jmlh % 22.7 67 10.3 100 29 120 10 170 2006 Jmlh % 17 70.5 5.8 100 25 97 15 151 2007 Jmlh % 16.6 64.2 9.9 100 17 177 8 202 2008 Jmlh % 8.4 87.6 3.9 100

Sumber: SMKN 8 Makassar

Sistem yang sama juga memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk berkembang menjadi salah satu SMKN Pariwisata di bidang Akomodasi Perhotelan dan Restoran yang menonjol di Indonesia. Sederet penghargaan dan prestasi sekolah/siswa yang pernah diraih, diantaranya: 1. Wiyata Mandala Tahun 1995/1996 2. Sekolah Pertama di Indonesia Melaksanakan Prakerin Luar Negeri 1996 3. Juara PKS (Promosi Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional, Akomodasi Perhotelah, Tata Busana, 1995, dan Tahun 1998 Tata Boga. 4. Sekolah Terbersih se Kota Makassar tahun 2002/2003 5. SMK Unggulan Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan 2003/2004 6. SMK OUTLET tahun 2005 7. SMK TUK (Tempat Uji Kompetensi) 2005 8. Rintisan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) 2006 Tingkat penerimaan pasar yang tinggi di SMKN 8 Makassar apabila terjadi secara konsisten akan memberikan signal positif pada pasar baik itu pasar calon konsumen maupun industri mengenai kualitas SMKN 8 Makassar. Hal ini juga merupakan sarana komunikasi yang efektif, powerful dan efisien untuk meningkatkan animo konsumen (calon konsumen/
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

39

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

siswa dan industri). Sebagai indikasi awal dapat dilihat pada table berikut ini yang menunjukkan adanya peningkatan secara perlahan jumlah siswa yang mendaftar dan diterima selama dua tahun belakangan ini. Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008
Bidang Keahlian 1. Hotel & Restoran 2. Tours & Travel 3. Busana & Kecantikan Total Sumber: SMKN 8 2007/2008 Pendaftar 193 60 61 314 Diterima 155 38 48 241 203 39 83 325 2008/2009 Pendaftar Diterima 134 36 80 314

Ditengah pencapaian yang sudah disampaikan diatas, terdapat beberapa catatan yang dapat menjadi masukan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan di SMKN 8. Hal ini berkaitan dengan prestasi nilai UAN yang masih dibawah rerata nasional (Nilai 7). Akan semakin melengkapi capaian SMKN 8 jika kesuksesan tadi dilengkapi dengan capaian di bidang pengembangan akademis siswa. Berikut adalah table yang menggambarkan rerata nilai UAN siswa SMKN 8. Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003 - 2008
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Produksi Rata-rata Total 5.01 5.92 5.62 2003/2004 5.72 5.73 3.58 2004/2005 6.04 5.66 6.05 2005/2006 5.98 4.8 6.09 2006/2007 6.31 5.17 6.79 7.79 6.52 2007/2008 6.33 3.87 5.96 7.74 5.98 2008/2009 6.75 6.16 6.54 7.92 6.84

Sumber : SMKN 8 Makassar

40 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Konsistensi komitmen pimpinan sekolah dan staff penting bagi keberlanjutan inovasi ini.4 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi yang diterapkan merupakan satu hal yang menjadi komitmen SMKN 8 karena telah memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian yang diperoleh sejauh ini. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 41 .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.2. Karena capaian yang diperoleh saat ini dan kedepan menuntut perbaikan pada sistem pembelajaran dan penjalinan jejaring dengan mitra industri secara berkelanjutan. Komitmen ini paling tidak ditunjukkan dengan pegembangan dan peningkatan sarana dan prasarana dan unit produksi pembelajaran baru oleh SMKN 8 berupa education hotel.

dan Teknologi Hasil Pertanian). Visi dari SMKN 2 Subang adalah: ”Mewujudkan sekolah berbasis kewirausahaan/bisnis yang dikelola dan 42 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Sebagai penyandang predikat salah satu lumbung padi nasional.015.020. Mekanisasi Pertanian. Pada awalnya SMKN 2 Subang adalah STM Pertanian dengan satu program keahlian yaitu Teknologi Produksi (TP). topografi dan kondisi jalan yang jelek. Ditengah kecenderungan perkembangan daerah lain yang mengarah kepada industrialisasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Pada Tahun 1995 berubah menjadi SMK Negeri 2 Subang hingga saat ini.695 ton dan sisanya dari ladang.” 3.176.95 ha atau 6.3. Untuk itu mereka harus sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. Pada tahun 1985 berubah menjadi SMT Pertanian dengan 5 Program Keahlian (Budidaya Tanaman. Hal ini tercermin dari visi Kabupaten Subang yang ingin mewujudkan Subang sebagai daerah agribisnis.3 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang “Jauh dari benak pikiran kita.1 Profil Daerah dan Sekolah Kabupaten Subang sebagai salah satu kabupaten di kawasan utara Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah seluas 205. Selain tanaman pangan potensi pertanian yang ada di Kabupaten Subang adalah tanaman palawija dan holtikultura. Dalam perjalanannya berkembang menjadi dua program keahlian yaitu dengan dibukanya Program Keahlian Teknologi Peralatan Pertanian (TPP) pada tahun 1980. Produksi padi tersebut dihasilkan dari lahan basah 1.. Potensi besar Subang di bidang pertanian sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal dengan berdirinya sekolah kejuruan pertanian. serta terkendala oleh jarak.. Mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. Dengan curah hujan yang relatif tinggi serta ditunjang oleh adanya lahan yang subur dan banyaknya aliran sungai menjadikan sebagian besar luas tanah Kabupaten Subang digunakan untuk pertanian. Budidaya Ikan. dan SMK Negeri 2 Subang salah satunya.606 ton terhadap stok padi nasional. Berjalan sejak tahun 1966 dan resmi ditetapkan sejak 7 Desember 1967.34 % dari luas Provinsi Jawa Barat. bahwa mereka ternyata ada.. Subang tetap mempertahankan sektor pertanian sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomiannya. Budidaya Ternak. Kabupaten Subang menyumbangkan produksi padi yang mencapai 1.

2. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi sebagai berikut : 1. Budidaya Ikan Air Tawar. Peternakan. 8. Perakitan Komputer. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 43 . 7. Menjadikan Laboratorium Pengawasan Mutu SMK Negeri 2 Subang Bersertifikat ISO 17025 : 2005 pada tahun 2012. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi sebagai Plasma Industri Komponen Otomotif. dan Teknologi Hasil Pertanian sebagai inti pencitraan fisik sekolah dalam penataan dan pelestarian lingkungan hidup. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian sebagai inti kegiatan agribisnis dan agroindustri yang menerapkan sistem manajemen mutu sehingga mampu menjadikan lulusannya sebagai plasma agribisnis/agroindustri atau sebagai pekerja di perusahaan agribisnis Nasional dan Internasional. 3. 5. Menjadikan Bidang Keahlian Pelayaran Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan sebagai pelaut yang memiliki sertifikat Ankapin II/Atkapin II serta memenuhi “Standard International Maritim Organization (IMO)” untuk bekerja di perusahaan perkapalan/kapal Internasional. 6. Menjadikan pendidik SMK Negeri 2 Subang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan undang-undang guru dan dosen serta memenuhi standar Industri pada tahun 2014.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disenyelenggarakan dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 sehingga mampu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan pelanggan nasional atau internasional atau mampu berwirausaha di bidang agribisnis/agroindustri/ pariwisata/manufaktur pada tahun 2014”. 4. Menjadikan pendidik dan tenaga kependidikan profesional di bidangnya dan melayani pelanggan sesuai standar yang dipersyaratkan sehingga mampu menghantarkan SMK Negeri 2 Subang sebagai SMK Standar Internasional pada tahun 2014. Peralatan Elektronik dan Mesin Perkakas yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai wirausaha Plasma Industri. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki standar kompetensi internasional dan bekerja di perusahaan multinasional.

Menjadikan seluruh Program Keahlian sebagai Pelestari Lingkungan Hidup sesuai dengan ruang lingkup pekerjaannya sehingga memenuhi Standar ISO 14001 : 2004. 10. Busana Butik 16. Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura 2. Usaha Perjalanan Wisata 15. Teknik Pemesinan 13. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 6. 12. Nautika Kapal Niaga 17. Teknik Sepeda Motor 10. Teknik Elektronika Industri 12. Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman 3. Agribisnis Ternak Unggas 4. Teknik Kendaraan Ringan 9. Nautika Kapal Penangkap Ikan 18. Menjadikan Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak dan Elektronika Industri sebagai Inti Pencitraan Sekolah di bidang IT dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Jasa Boga 14. Menjadikan Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata sebagai Inti Promosi dan pemasaran Wisata Vokasi dan Wisata Agro SMK Negeri 2 Subang. Agribisnis Ternak Ruminansia 5. Agribisnis Perikanan 8. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 7. Rekayasa Perangkat Lunak 11.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 9. 11. Sampai saat ini SMKN 2 Subang mempunyai delapan belas Program Keahlian. yaitu: 1. Menjadikan Bidang Keahlian Pariwisata sebagai plasma industri garmen yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama Industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai Wirausaha Plasma Industri Tata Busana/Garmen. Teknika Kapal Penangkap Ikan 44 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

Kondisi lingkungan sekolah tidak terawat dan tidak mencerminkan sebagai sekolah pertanian yang dapat menjadi contoh petani. TEI KA. PRODI. PRODI.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Menurunnya minat tamatan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Pertanian dan banyaknya tenaga kerja pengganti di sektor pertanian bagi tamatan SMK Pertanian menyebabkan jumlah siswa terus menurun dan tamatannya banyak yang tidak bekerja atau bekerja bukan pada bidangnya. sehingga tidak memberi solusi tetapi menambah masalah dengan sikapnya yang cenderung apatis dan menyerah pada keadaan. PRODI. PRODI. SMK Pertanian dinilai gagal menyiapkan tamatannya menjadi petani atau bekerja di sektor pertanian sehingga tidak diminati. REKNOLOGI WAKA PI & SDM BID. PRODI.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur organisasi SMKN 2 Subang: KEPALA SEKOLAH KOMITE KOORD. Kondisi ini mulai dirasakan oleh SMKN 2 Subang sejak 1995 yang pada akhirnya mencapai titik terendah pada tahun 2000 dengan jumlah siswa 554 orang yang terbagi dalam 5 program keahlian (budidaya tanaman. TO KA. PRODI. AHP KA. TU WAKA DIKLAT WAKA MANAJEMEN MUTU & LINGKUNGAN WAKA KETARUNAAN WAKA HKI WAKA SARPRAS WAKA PI & SDM BID. PRODI. RPL 3. PEL & PAR KA. PRODI. BB KA. API KA. APTN KA. budidaya ternak. UPW KA. kedisiplinan 45 KA. PRODI. PER. TM KA. dan mekanisasi pertanian). PRODI. PELAYARAN KA. Kondisi ini menyebabkan motivasi guru menurun dan cenderung menyalahkan keadaan. budidaya ikan. APTD KA. teknologi hasil pertanian. PRODI. PRODI.3. JB PEMBIMBING/WALI KELAS/GURU TARUNA Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

3. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan 1. tata krama/etika. kemampuan komputer dan mengakses informasi. orang tua siswa. SAR. b) Kebutuhan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Siswa untuk mencapai standar taruna c) Kebutuhan Guru Mata Pelajaran Normatif dan Adaptif dalam menerapkan nilai-nilai kecakapan hidup. 2. DU/DI. Landasan utama diterapkannya sistem ketarunaan adalah a) Kebutuhan Pelanggan (institusi pasangan. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/ anaknya/warganya yang sehat. push up. Survival dan Cross Country 46 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Materi a) Tes Kesehatan oleh Dokter Pemerintah dan tindaklanjut pelayannya b) Pendidikan Jasmani Taruna (Lari. serta kemampuan mengembangkan diri). sit up. angkat beban. pull up. olah raga permainan) c) Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer d) Tata Upacara Bendera e) PMR. kuat.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan siswa menurun dan motivasi belajarnya rendah Hasil Monitoring dan Evaluasi (M&E) SMK dan Kepala SMK sebelum tahun 1997 berkisar antara cukup dan kurang.3. Tujuan Latihan Dasar Ketarunaan bertujuan untuk membentuk karakter taruna sebagai berikut : a) Sehat sesuai standar yang ditetapkan pelanggan b) Kuat c) Disiplin d) Memahami dan Menerapkan Peraturan Baris Berbaris e) Memahami dan Menerapkan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer f ) Memahami dan Menerapkan Tata Upacara Bendera g) Memahami dan Mampu Melaksanakan Survival dan Cross Country h) Memahami dan Mampu Melaksanakan Search and Resque (SAR) i) Memahami dan Mampu Melaksanakan Sholat sesuai ketentuan j) Memahami dan Mampu Mengekspresikan diri k) Memahami dan Mampu Berorganisasi l) Memahami dan Mampu Melaksanakan Tugas 3. P3K.3 Praktik Inovasi Pendidikan a.

Organisasi dan Kepemimpinan k) Seni dan Budaya 4. maka para taruna menerapkan nilai-nilai ketarunaan dalam kegiatan sehari-hari. Komputer dan Tindaklanjut Pelayannya i) Basic Mentallity j) Demokrasi.00 – 16. Selain itu juga diterapkan “Re-orientasi Ketarunaan” bagi taruna yang pulang prakerin dan become to outcome bagi taruna yang akan lulus sampai diterima bekerja.000 orang. 6. Pengendalian Mutu Pengendalian Mutu Taruna dilaksanakan secara bertahap dan berjenjang yang didukung oleh dokumen pengendali mutu taruna berupa buku kendali mutu taruna yang dimonitor setiap hari dan dievaluasi setiap minggu. Waktu Pelaksanaan Latdastar dilaksanakan di semester satu selama 5 bulan dengan tahapan sebagai berikut : • Tahap pertama selama satu bulan mulai dari pukul 06. Bahasa Inggris.386 orang. Bagi yang lulus diberi sertifikat dan dilantik dan yang bersangkutan berhak menggunakan seragam korps taruna. lima tahun terakhir sebanyak 86. Sertifikasi dan Pelantikan Hasil Monitoring dan Evaluasi dijadikan sebagai bahan Sidang Korps untuk menentukan Kelulusan dan Sanksi yang harus dijalani bagi yang belum lulus. 8. IPA. sehingga masih ada Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 47 .00 – 07.00 – 16.00 Kegiatan ini dimonitor dan dievaluasi oleh Tim Manajemen dan Guru Mata Pelajaran. Implementasi Nilai-Nilai Ketarunaan Setelah dilantik dan menggunakan seragam korps taruna. 7. Program Kelas Wirausaha/Mandiri Data Dinas Pendidikan Kabupaten Subang menunjukkan bahwa jumlah lulusan SLTP. Hasilnya dibahas dan tindaklanjuti oleh Guru Mata Pelajaran dan oleh Tim Manajemen 5.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f ) Placement Test Sholat dan Bimbingan Sholat g) Placement Test Baca Al Quran dan Bimbingan Baca Al Quran h) Placement Test Matematika.00 • Tahap kedua selama 4 bulan mulai pukul 06.30 dilanjutkan pukul 13. Penjaminan Mutu Penjaminan Mutu Taruna menggunakan Skill Passport Praktik Kerja Industri. b. Dari jumlah tersebut yang melanjutkan hanya 55.

Taruna yang diterima melalui jalur ini adalah taruna yang mempunyai kemauan untuk merubah kehidupannya melalui bekerja keras. dapat membayar uang sekolah dari hasil kerjanya.dan menyisihkan sedikit setiap bulannya untuk uang saku.000 per hari dan kelas XII memperoleh Rp 10. mempunyai motivasi ingin meningkatkan kesejahteraan. 48 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Para taruna diharapkan dapat membiayai dirinya sendiri untuk proses pendidikan dan pelatihannya melalui kegiatan produksi yang dilakukan semala proses pembelajaran.00 setiap hari. Padahal tidak sedikit dari keluarga tidak mampu tersebut terdapat siswa-siswa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Kelas Wirausaha/Mandiri adalah kelas untuk taruna atau siswa yang kurang mampu. kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk taruna yaitu setiap taruna nantinya diharapkan memperoleh pendapatan dari kegiatan unit usaha sekolah atau teaching factory sebagai berikut: untuk taruna kelas X memperoleh pendapatan dari kegiatan produksi sebesar Rp 5. kedepannya mereka dapat berubah tarap hidupnnya punya harkat dan martabat yang lebih baik.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 31.000. Proses pembelajaran di kelas wirausaha/industri mandiri dititikberatkan pada kegiatan produksi pada masing-masing program studi keahlian. kelas XI memperoleh Rp 8. dan diutamakan dari kalangan taruna yang tidak mampu. Mekanisme pengaturan pelaksanaan pembelajaran siswa wirausaha/ mandiri tiga semester digunakan untuk pembelajaran normatif/adaptif dan tiga semester untuk pembelajaran produktif. Setiap program studi keahlian dapat memiliki lebih dari satu kegiatan unit usaha. hal ini didasarkan pada customer need analysis.386 orang yang tidak melanjutkan.00 per hari. Taruna kelas wirausaha/mandiri diseleksi berdasarkan minat dan bakat untuk masuk pada satu kegiatan unit usaha. Melihat kenyataan tersebut SMK Negeri 2 Subang mencoba menawarkan satu program agar anak-anak tidak mampu tersebut mendapatkan akses pendidikan melalui pembukaan kelas wirausaha/mandiri.000. Taruna yang telah masuk pada kegiatan unit usaha akan mendapatkan jatah makan siang setiap harinya. Permasalahan tersebut salah satunya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang masih rendah sehingga kalau dipaksakan.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel. 2 3. Setelah tiga tahun mereka akan dipasarkan ke berbagai industri multi nasional. walaupun ada tapi jaraknya sangat jauh ditambah kondisi jalan yang jelek. Dari kegiatan produksi inilah siswa mendapatkan pendapatan untuk membiayai diri dan sekolahnya. Selama tiga tahun berada di industri siswa akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan industri (minimal 6 kompetensi pekerja industri).13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/Mandiri – SMKN 2 Subang Semester 1. sehingga sebagian besar mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. Selama kegiatan produktif tersebut siswa melakukan pembelajaran sekaligus kegiatan produksi. tahun kedua status kerja kontrak tahun pertama. Siswa atau taruna kelas wirausaha/mandiri menjadi tenaga kerja utama plasma industri. c. 1. 4. Untuk itu mereka harus Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 49 . kecuali untuk kegiatan ketarunaan dilaksanakan pada semester pertama untuk semua kelas dan program keahlian. Tiga semester melakukan kegiatan normatif/ adaptif di sekolah dan tiga semester melakukan kegiatan produktif di plasma industri. Setelah tamat siswa atau taruna diproyeksikan sebagai pekerja di PT Banshu Electric Indonesia selama tiga tahun (tahun pertama status magang. dan kondisi ekonomi yang masih rendah. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) Program kelas termediasi (kelas jauh) di SMK Negeri 2 Subang didasarkan pada banyaknya jumlah lulusan SMP yang ada di desa-desa tidak bisa melanjutkan sekolah disebabkan belum adanya sekolah yang tingkatnya lebih tinggi. Berikut adalah ilustrasi pengaturan pembelajaran untuk taruna yang ada dikelompok teknologi yang sudah memiliki kontrak khusus dengan mitra industri (PT Banshu). tahun ketiga status kerja kontrak tahun kedua). 2. 5 6 Kegiatan Kegiatan ketarunaan dan normatif/adaptif Kegiatan produktif (di plasma industri) Kegiatan normatif/adaptif untuk persiapan UAN Untuk program keahlian terntentu seperti pertanian karena kegiatan produktifnya sangat tergantung kepada musim. maka pembagian kegiatan belajar antara normatif/adaptif dan produktif lebih fleksibel.

Tahap Awal Semua berawal dari praktik kerja industri yang dilakukan oleh taruna atau siswa SMK Negeri 2 Subang di PT. Mitra industri mendirikan plasma industri di SMK Negeri 2 Subang sebagai media untuk pembelajaran produktif bagi siswa dan sekaligus kegiatan produksi dengan tenaga kerja siswa SMKN 2 Subang. Kelas jauh (kelas termediasi) SMK Negeri 2 Subang adalah rombongan belajar atau tempat belajar yang berada di luar sekolah SMK Negeri 2 Subang. berada di kecamatan atau daerah yang ada di lingkungan Kabupaten Subang dan pengelolaannya dilakukan oleh wakil kepala sekolah dari SMK Negeri 2 Subang yang mendapat Surat Keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Banshu Elektrik Indonesia. 50 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. d. karena bisa mengatasi batasan-batasan yang selama ini justru mengungkung hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Program Pengembangan Teaching Factory Program teaching factory merupakan terobosan SMKN 2 dalam upaya meningkatkan pembelajaran produktif agar sesuai dengan standar industri. Kemampuan memberdayakan sumber daya serta menggerakan partisipasi masyarakat merupakan kunci sukses dari program kelas termediasi. Pengembangan teaching factory dilakukan dengan kerjasama dengan jejaring atau mitra industri. mereka mengandalkan pemuka-pemuka masyarakat sebagai tenaga pendidik pada awalnya. 1. Sehingga pada tahap ini diharapkan perusahaan akan memberikan penilaian yang sebaik mungkin kepada siswa asal SMK Negeri 2 Subang. tidak tergantung gedung sekolah yang megah. Semua dilakukan dengan tidak mengorbankan standar pendidikan yang telah ditetapkan di Kelas Induk yaitu SMKN 2 Subang. Kelas termediasi cermin dari pendidikan yang sesungguhnya. Pengembangan teaching factory ini memerlukan upaya keras dari sekolah untuk meyakinkan kepada industri agar bersedia mendirikan plasma industri di SMKN 2 Subang. Upaya pemantapan dan penjajagan serius dilakukan untuk menarik mitra industri ke sekolah dengan memberikan pembekalan kepada siswa agar bekerja dengan motivasi tinggi. Berikut adalah tahapan dalam pengembangan teaching factory tersebut. Mereka belajar bisa dimana saja. Sebagai wahana praktikum mereka bisa terjun pada proyek-proyek dari Dinas Pertanian. Dinas Perikanan maupuan aktivitas masyarakat setempat.

diberi kesempatan sekolah dengan memberikan fasilitas yang diperlukan untuk sekolah berupa biaya sekolah dan tambahan lainnya. dan dilatih sesuai dengan standar industri tetapi juga menjadi siswa SMKN 2 Subang. kuat. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 51 . Tahap Penerapan Teaching Factory di Sekolah Hasil dari evaluasi program pelaksanaan plasma di SMK Negeri 2 Subang memberikan gambaran dan pemikiran baru bahwa sumber daya manusia yang baik harus dipersiapkan. pihak perusahaan mencoba meningkatkan kerja sama dengan mendirikan plasma di SMK Negeri 2 Subang dengan sumber daya manusia alumni SMK Negeri 2 Subang dan sebagian dari umum. Banshu. sehat. 3.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan karakter siswa SMK Negeri 2 yang disiplin. dididik. timbul kepercayaan pihak industri terhadap SMK Negeri 2 Subang. mental. kesehatan fisik serta keterampilan siswa selama melakukan praktik kerja di industri. Banyak kendala yang dihadapi terutama kualitas sumber daya manusia yang kurang baik sehingga berdampak kepada kualitas produk yang tidak sesuai dengan persyaratan industri. serta bukti yang ditunjukkan taruna atau siswa saat melaksanakan praktik kerja di industri. Dalam tahap uji coba ini ternyata hasil yang diperoleh belum memenuhi standar yang diharapkan industri. dan mudah beradaptasi. Banshu secara berkesinambungan dan sepanjang tahun. Hasil keseriusan sekolah memenuhi permintaan perusahaan berdampak kepada semakin meningkatnya kepercayaan industri kepada sekolah. Sehingga pihak industri meminta siswa untuk prakerin di PT. dan pihak sekolah berusaha untuk memenuhi kapan saja industri meminta taruna untuk prakerin. kepercayaan itu ditunjukkan oleh perusahaan dengan menerima lulusan SMKN 2 Subang terutama taruna yang pernah praktik kerja di PT. Ini merupakan proses uji coba pelaksanaan industri di Sekolah. 2. Sejak tahun ajaran 2006-2007 maka dikelola kelas khusus industri wirausaha/mandiri yang siswanya dari kalangan yang tidak mampu. Kelas wirausaha/mandiri inilah yang menjadi sumber daya manusia dalam plasma industri. Tahap Uji Coba Plasma Melihat disiplin.

Penanganan secara serius dan kerja cerdas tenaga pendidik dan kependidikan serta team manajemen untuk memenehui keinginan industri. dan tahun ketiga menjadi tenaga kontrak untuk tahun ke dua. Pola pembelajaran disusun sedemikian rupa agar siswa dapat belajar produksi sesuai dengan standar industri. Sedangkan penerimaan (insentif. Banshu di SMK Negeri 2 Subang berupa alat dan fasilitas pendukung di Teaching Factory sebesar Rp 1. Tiga tahun kedua siswa direkrut menjadi tenaga kerja di perusahaan mengikuti pola perusahaan sebagai berikut : tahun pertama sebagai tenaga magang atau training plus. Salah satu sasaran mutu SMK Negeri 2 Subang adalah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebesar 20% dari tahun sebelumnya. dan mudah beradaptasi sehingga mampu bersainga. 2. tetapi juga dapat tetap belajar sesuai dengan persyaratan lainnya. Pembentukan karakter siswa yang disiplin. Pembelajaran dibagi menurut kontrak yang telah ditandatangani sebagai berikut : 1. Inti dari keberhasilan Teaching Factory adalah : 1. Usaha untuk selalu melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. uang lauk pauk. Pendekatan secara intensif dan memberikan keyakinan kepada industri bahwa sekolah dapat melakukan pekerjaan yang dituntut industri. Sedangkan tiga semester kedua akan berada di kelas dan teaching factory berselang-seling. dengan pola pembelajaran produksi selama tiga semester di teaching factory dan industri. Tiga tahun pertama siswa akan berada di sekolah. tahun kedua menjadi tenaga kontrak untuk tahun pertama. sehat. Sampai bulan Juni 2008. dan lembur) sebesar Rp 88. investasi PT. melalui kegiatan latihan dasar ketarunaan dan kegiatan lain yang menunjang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tahun pelajaran 2007-2008 adalah tahun kedua pelaksanaan teaching factory dengan pola pembelajaran inovatif. Income Generating Unit Terobosan lain yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang adalah dalam hal pembiayaan.360 milyar. 4. 3. e.1 juta setiap bulannya. 2. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk siswa kelas mandiri agar mampu membiayai kegiatan pendidi- 52 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . kuat.

526.426.000.000. disatu sisi siswa akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya sementara disisi lain siswa dapat melakukan pembelajaran produktif sesuai dengan standar industri.823.000.823.000.000.00 250.00 7. Oleh karena itu masing-masing program keahlian di dorong untuk mengembangkan unit usahanya.00 15.000. Sistem bagi hasil diterapkan dalam pengelolaan hasil usaha dari unit produksi yang dikembangkan oleh SMKN 2 Subang.065. bukan berasal dari dana sumbangan orang tua siswa. 7. A.526.492.00 B.429.526.500.974.00 453.426.000.00 7.974. 15. Berikut adalah ilustrasi konsep bagi hasil usaha unit produksi restoran untuk Program Keahlian Tata Boga. Hal ini yang akan membentuk karakter atau profil lulusan SMKN 2 Subang relevan dengan kebutuhan industri.00 250. 22.000.250. Sistem pengelolaan unit usaha diserahkan kepada masing-masing program keahlian.Pengeluaran per bulan : Rp.00 5.526. Pencapain sasaran ini diharapkan diperoleh dari peningkatan kegiatan usaha yang dikembangkan di sekolah. Yang menarik dari pengembangan unit usaha ini.00 1.Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 53 .00 453.00 Volume Biaya Satuan (Rp) Jumlah (Rp) 22.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan kannya sendiri.000.00 1.900. Rp.500.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran – SMKN 2 Subang No A B 1 2 3 4 5 Uraian Penerimaan per Bulan Pengeluaran per Bulan Iuran SPP Bulanan Taruna Honor Bulanan Guru Cicilan Sepeda Motor per bulan Cicilan Laptop per bulan Pembelian bahan baku per bulan Total Pengeluaran per Bulan Sisa Saldo 19 Orang 4 Orang 1 bulan 1 bulan 1 bulan 100.00 7.065. Pendapatan dan Pengeluaran Tabel. Perkiraan hasil keuntungan Perkiraan hasil yang didapatkan dari unit usaha jasa boga sebagai berikut : Pendapatan per bulan : Rp.

pelayanan terhadap tamu sekolah dan jasa catering untuk pelatihan yang diadakan di sekolah. Mekanisme pertanggungjawaban dilakukan secara berjenjang.15 Pembagian Hasil Usaha – SMKN 2 Subang No Bagian Besar Presentasi (%) Pemeliharaan Pengembangan usaha/penambahan modal Pengelola Pengelola Program Keahlian Kesra Program Keahlian Sub Bagian Kesejahteraan karyawan sekolah 1 Sekolah 60 Presentasi (%) 30 20 30 10 40 2 Program Keahlian 40 30 30 Total 100 D. Pembagian hasil usaha Hasil usaha dibagi untuk sekolah dan program keahlian. E. pembukaan cafe. Di tingkat sekolah Ketua Program Keahlian menjadi penanggungjawab kegiatan sementara proses monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim monev sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan C. di tingkat program keahlian yang menjadi penanggung jawab terhadap semua kegiatan dan pelaporan keuangan adalah pelaksana dimana proses montoring dan evaluasi dilakukan oleh Ketua Program Keahlian. Tabel. Pengembangan bisa diarahkan pada variasi jenis makanan yang dikelola. Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan produksi dari unit usaha dikelola oleh masing-masing program keahlian. Rencana Pengembangan Usaha Pengembangan usaha akan dilakukan setelah usaha jasa boga menunjukan kemajuan yang berarti. 54 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Dan akhirnya semua kegiatan sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui komite sekolah.

untuk bertahan dan akhirnya bangkit dari keterpurukan bukanlah hal yang mudah. dan bertindak para pendidik dan tenaga kependidikan bahwa mereka diberi amanah untuk mengelola dan menyelenggarakan SMK agar tamatannya bisa bekerja sesuai bidangnya dengan tingkat pendapatan yang layak serta mampu mengembangkan dirinya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. berhenti.4 Kapabilitas Inovasi a. Setelah simpanan yang menjadi hak personal pengelola akan diberikan pada saat personal tersebut keluar. Sehingga pada akhirnya personal yang terkait dalam pengelolaan jasa boga akan mendapatkan hasil usaha berupa persentase keuntungan dari modal yang diputarkannya dan pembagiannya akan diberikan secara periodik. meninggal dunia dan atau yang bersangkutan menginginkan pengembalian modal tersebut. Berikut adalah strategi yang dilakukan SMKN 2 Subang untuk bangkit dari keterpurukannya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Rencana selanjutnya yang ingin dikembangkan adalah dengan membagi hasil perolehan personal untuk diberikan/dibayarkan dan disimpan sebagai tabungan yang akan diputarkan sebagai modal usaha besarnya direncanakan 75 % diberikan : 25 % disimpan. bersikap. a) Kemampuan mendengarkan keinginan stakehlders Kesadaran SMKN 2 Subang untuk mendengarkan kebutuhan dan keinginan stakeholders nya mendorong untuk bangkit dari keterpurukan dengan melakukan perubahan-perubahan sebagai berikut : • Re-engineering Mind Set. Usaha untuk mencapai target ini terus dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dengan industri lainnya agar menanam investasi di sekolah dan sekolah menyediakan tenaga kerja terdidik sesuai dengan kebutuhan industri. Strategi yang Dilakukan SMKN 2 Subang pernah mengalami masa-masa sulit. dengan menata ulang cara berpikir. menumbuhkembangkan akseptabilitas individu dan tim kerja Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 55 . Secara keseluruhan kegiatannya meliputi : 1. 3. memahami kondisi sekolah dan kebijakan pendidikan menengah kejuruan 2.3. honor karyawan minimal dapat setara dengan gaji golongan III Pegawai Negeri Sipil. Diharapkan tahun berikutnya.

4. c) Kemampuan untuk membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industri Keberhasilan SMKN 2 Subang tidak terlepas dari kemampuannya untuk membangun jejaring operasional maupun strategisnya. menumbuhkembangkan kapabilitas individu dan tim kerja menumbuhkembangkan akuntabilitas individu dan tim kerja memahami kebutuhan pelanggan memuaskan kebutuhan pelanggan memberi akses dan kepuasan kepada semua meningkatkan kompetensi dan pelayanan secara terus menerus • Re-engineering Program Keahlian. tata krama/etika. Usaha Jasa Pariwisata pada tahun pelajaran 2007/2008 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. kemampuan komputer dan mengakses informasi. kemampuan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders juga harus diikuti dengan pengendalian terhadap proses dan produk yang dihasilkan. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. membuka Program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL). orang tua siswa. mengembangkan SMK berbasis program keahlian 2006/2007 5. 6. Tata Boga. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/anaknya/warganya yang sehat. Tata Busana. 1. 5. 7. mengembangkan program keahlian berbasis bisnis/wirausaha 2009/2010 b) Kemampuan untuk merespon dan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders Keputusan SMKN 2 untuk menerpakan program ketarunaan salah satunya adalah sebagai bentuk jawaban atas kebutuhan stakeholders (institusi pasangan. serta kemampuan mengembangkan diri. mengembangkan program keahlian berbasis pelanggan 2007/2008 6. 8. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Laut (TPHPL) pada tahun pelajaran 2001/2002 3. Tidak berhenti sampai disitu. upaya ini dilakukan untuk memperbaiki citra SMKN 2 Subang dan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. kuat. Dengan bermodal jejaring ini sekolah mampu mewujudkan sesuatu yang mungkin bagi sekolah lain mengharuskan adanya dukungan finansial yang cukup 56 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . mengalih-fungsikan Program Keahlian Mekanisasi Pertanian menjadi Teknik Mekanik Otomotif (TMO). Teknika Perikanan Laut (TPL). DU/DI. membuka Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. 2. Elektronika Industri.

cara atau metode berkenaan dengan pencapain tujuan bersama bukan orang perorangan. Terdapat 14 unit kerja yang disertifikasi antara lain : unit kerja Kepala Sekolah. pemantauan terhadap proses dan produk.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan besar. terdiri dari Kepala Sekolah. Dokumen mutu yang telah disusun terdiri dari Pedoman Mutu. Jika tata kelola yang baik dipahami sebagai kepengelolaan atau kepengarahan yang baik. Proses penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 di SMK Negeri 2 Subang di awali dengan pembentukan Steering Commite sekitar bulan Agustus 2007 dengan jumlah anggota 25 orang. Budidaya Ternak. Dan stakeholders inilah yang pada akhirnya menuntun dan mengarahkan sekolah pada arah pengembangan sekolah kedepannya. Tidak jauh berbeda dengan SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar.dan Program Keahlian. meyakinkan bagaimana warga masyarakat bersedia mendukung pelaksanaan program dengan mendonorkan semua sumber daya. Budidaya Ikan Air Tawar. Standar Prosedur Operasional ( 7 SPO). Proses Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000 Untuk penguatan tata kelola SMKN 2 Subang juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000. para Ketua Program Keahlian dan staf perwakilan dari setiap program keahlian. Untuk program keahlian terdapat 18 program keahlian akan tetapi yang masuk lingkup SMM ISO 9001:2000 baru 7 Program Keahlian yaitu : Budidaya Tanaman. Kesamaannya adalah sama-sama sebagai strategi.TPL dan TMO. sebenarnya mempunyai kesamaaan dengan fungsi manajemen dan sistem operasi prosedur. para Wakil Kepala Sekolah. NPL. Wakil Manajemen Mutu. Waka Sekolah . b. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 57 . PPHP. Penerapan SMM ISO 9001 : 2000 dimulai tanggal 11 September 2007 dan sertifikasi diperoleh tanggal 22 Pebruari 2008. Instruksi Kerja ( ada 24 IK ) dan Formulir (ada 4 Form). Keberhasilan program kelas jarak jauh misalnya tidak terlepas dari bagaimana sekolah mampu meyakinkan siswa dan orang tua siswa untuk tetap sekolah dengan kondisi darurat. Begitupun dengan program pengembangan plasma industri di sekolah adalah bukti dari kemampuan sekolah dalam membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industrinya. pemantauan terhadap produk atau keluaran yang bermasalah dan pelaksanaan audit internal.TU. bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 memungkinkan sekolah untuk melakukan pemantauan pengukuran terhadap kepuasan pelanggan (stakeholders sekolah).

3. dan daya tanggap menjadi nilai yang penting disini. Berikut adalah upaya yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang dalam mengoptimalkan peran dari setiap komponen dalam pencapaian visi dan misi sekolah. Program kelas jarak jauh dan kelas wirausaha/mandiri menjadi satu contoh dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. Sistem akuntabilitas dari pengelolaan unit usaha yang berjenjang bentuk pratik pengelolaan kegiatan sekolah yang bersih serta berorientasi kepada kepentingan stakeholders sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik tata kelola yang baik muncul dalam penerapan SMM di SMKN 2 seperti : 1. Semuanya adalah warga sekolah yang memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. Hadirnya nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja. seperti efisiensi. yang ada adalah tim manajemen dan tim kerja program keahlian. yaitu sebagai pembangun sekolah atau sebagai penghancur/perusak sekolah. tetapi selalu bertanya pada diri sendiri apakah yang 58 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . c. • Menumbuhkembangkan Akseptabilitas a) Menganggap Semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baik Langkah awal menumbuhkembangkan akseptabilitas adalah dengan menganggap semua guru dan tenaga kependidikan baik. keadilan. Tidak ada orangnya kepala sekolah atau bukan orangnya kepala sekolah. Tersedianya ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga memungkinkan adanya sinergi diantara mereka dalam hal ini pelanggaran atau stake holder lembaga pendidikan. Praktik tata kelola yang baik adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik yaitu kepentingan pelanggaan pendidikan. 2. Penciptaan budaya dan iklim yang kondusif di SMKN 2 didukung adanya kepemimpinan yang mampu menetapkan visi dan misi serta menyatukan semua komponen sekolah tetap pada visi dan misinya. b) Menetapkan Kriteria Kinerja Langkah kedua adalah menetapkan kriteria kinerja umum. pengembangan plasma industri bukti nyata dari sinergi semua stakeholders. Program kelas jarak jauh. Hal ini sangat penting agar setiap individu tidak semaunya sendiri. Sumber Daya Manusia Kemampuan SMKN 2 Subang dalam menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif telah membawa SMKN 2 Subang bangkit dari keterpurukan.

Kepala sekolah berperan sebagai pengendali mutu. Hal ini dimulai dengan pemilihan wali kelas oleh anggota tim. Setelah itu baru mengusulkan calon wakil kepala sekolah untuk dipilih oleh forum (wakasek kesiswaan dari guru normatif. Setiap tim kerja mengusulkan kepada forum dan dipilih oleh forum. Pada tahap ini peran kepala sekolah sangat penting dan menentukan. kemudian dilanjutkan dengan memilih ketua program keahlian. Dalam proses ini akan diketahui tingkat kondusivitas tim kerja. e) Memilih dan Mengusulkan Guru Mata Pelajaran Setelah berlangsung selama 4 tahun (2 periode ketua program keahlian) dilakukan pelimpahan wewenang penentuan guru mata pelajaran dari kepala sekolah kepada ketua program keahlian. sasaran mutu sekolah. c) Memilih Tim Manajemen Langkah ketiga adalah mengembalikan semua proses pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah kepada seluruh warga sekolah sesuai tugas pokok dan fungsinya. d) Pengembangan Profesi Langkah keempat adalah mengusulkan peserta seleksi calon kepala sekolah atau peserta yang akan mengikuti pendidikan lanjutan. Proses ini memberi gambaran adanya guru mata pelajaran yang dipilih oleh beberapa program keahlian dan adanya guru yang tidak dipilih oleh program keahlian manapun. tetapi dalam perjalanannya terjadi proses internalisasi tanggung jawab tim. apakah apatis-motivatif-atau destruktif. Selain itu proses tersebut juga memotivasi setiap individu untuk memenuhi standar kinerja minimalnya (sasaran mutu program keahlian. wakasek kurikulum dari guru adaptif. penjamin mutu. Dengan demikian diharapkan tidak ada individu yang menjadi beban sekolah tetapi semuanya menjadi aset sekolah. serta wakasek fasilitas dan kerja sama industri dari guru produktif ). Sejak Tahun Pelajaran 2006/2007 Ketua program keahlian memilih guru mata pelajaran berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama ini. dan penanggung jawab kegiatan tersebut. Dengan demikian diharapkan kondisi ini akan mengokohkan proses demokratisasi yang bertanggung jawab sebagai pertanggungjawaban yang memilih dan yang dipilih. Pada awalnya banyak individu yang memilih temannya untuk melepas tanggung jawab. kesepakatan dengan institusi pasangan). Selanjutnya kepala sekolah menindaklanjuti hasil tersebut untuk pembinaan dan penghargaan staf. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 59 .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dilakukan itu membangun sekolah atau menghancurkan sekolah.

hasil monitoring dan evaluasi mata pelajaran. pengembangan KBK. dan team building. Rapat dipimpin oleh ketua program keahlian atau anggota lainnya sesuai masalah yang dibahas. 60 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Hasil IHT ditindaklanjuti dengan workshop di setiap program keahlian selama enam hari. dan studi lanjutan bagi guru/teknisi/staf administrasi adalah merupakan penghargaan bagi kinerja yang bersangkutan. Proses seleksi dilakukan di tingkat program keahlian dan hasilnya dibahas dalam rapat tim manajemen.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Menumbuhkembangkan Kapabilitas a) In House Training dan Workshop Selama proses akseptabilitas berlangsung sekolah secara bertahap juga meningkatkan kapabilitas seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terhadap kebijakan pemerintah. Rapat ini merupakan wahana monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di masing-masing program keahlian serta penyampaian informasi terkini yang hasilnya digunakan sebagai bahan rapat di tingkat program keahlian. d) Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidikan Magang. filosofi dan konsep dasar kurikulum berbasis kompetensi (KBK). penyusunan kurikulum implementasi standar industri/profesi/nasional/internasional. b) Rapat Tim Manajemen Rapat Tim Manajemen dilaksanakan setiap hari senin yang diikuti oleh para wakasek dan para Ketua Program Keahlian. Setiap hari Senin minggu pertama dilaksanakan bersama Komite Sekolah dan Koordinator BP/BK serta dipimpin langsung oleh kepala sekolah. serta tindaklanjut yang akan dilakukan oleh masingmasing anggota tim. Materinya adalah mendeskripsikan berbagai kesepakatan IHT dalam sasaran mutu dan action plan program keahlian.masing. sertifikasi. implementasi kurikulum di sekolah dan di industri. laporan perkembangan taruna. Rapat dipimpin oleh kepala sekolah atau wakasek sesuai bidangnya. Dengan demikian selama dua minggu setiap program keahlian telah memiliki program kerja dan KTSP sesuai kesepakatan dengan institusi pasangannya masing . serta menyusun program kerja guru mata pelajaran secara terpadu. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam in house training (IHT) setiap akhir tahun pelajaran selama enam hari efektif. sistem pelayanan administrasi pendidikan KBK. motivation training. c) Rapat Kerja Program Keahlian Rapat kerja di program keahlian dilaksanakan minimal sebulan dua kali dengan materi hasil rapat kerja tim manajemen.

ii) bagaimana ketua program keahlian mengelola aspirasi. Untuk itu diperlukan sistem monitoring dan evaluasi serta sistem pertanggungjawaban secara berjenjang. kebijakan. b) Akuntabilitas Pendayagunaan Sumber Daya Akuntablitias dalam pendayagunaan sumber daya tidak hanya memerlukan kebenaran administrasi akan tetapi juga niat baik untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan pendayagunaan sumber daya tersebut. Untuk itu diperlukan ESQ Training secara berkala bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat menjadi teladan dalam pengelolaan dan penyelengaraan sekolah. dan keputusan. c) Akuntabilitas Spiritual Pada akhirnya semuanya kembali kepada individu dan tim kerja terhadap pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. • Mengembangkan Akuntabilitas Individu dan Tim Kerja a) Akuntabilitas Kebijakan dan Program Proses menumbuhkembangkan akseptabilitas dan kapabilitas individu dan tim kerja telah menggambarkan : i) bagaimana peran dan tanggung jawab individu. bagaimana kepala sekolah meyakinkan seluruh komponen dan stake holder tentang sistem pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah. Pada tahap ini kecerdasan spritual individu dan tim kerja sangat menentukan. Pelaksanaan kegiatan di program keahlian tanggung jawab tingkat pertamanya berada di pelaksananya sedangkan monitoring dan evaluasi tingkat pertama menjadi tanggung jawab ketua program keahlian. serta bagaimana kepala sekolah mencari peluang pasar bagi pengembangan sekolah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 61 . Tahun Diklat 2007/2008 sekolah mulai menyelenggarakan achievement motivation training (AMT) dan diharapkan terus berlanjut dengan kualitas penyelenggaraan yang terus ditingkatkan. Kegiatan di program keahlian akan dipertanggungjawabkan ditingkat sekolah dan kepada stakeholders melalui komite sekolah. Secara internal mekanisme tersebut harus efektif dan terukur. iii) bagaimana wakil kepala sekolah memfasilitasi kebutuhan sekolah dan program keahlian. bagaimana kepala sekolah memfasilitasi setiap kebijakan dan program yang telah ditetapkan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Hasilnya ditetapkan dan diusulkan oleh kepala sekolah sedangkan proses monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh ketua program keahlian masing-masing kecuali studi lanjutan oleh kepala sekolah. Semuanya menunjukkan akuntabilitas kebijakan dan program yang dilakukan sekolah.

keahlian. Dengan pengembangan sistem berbasis IT diharapkan akan sangat membantu pelaksanaan sistem manajemen mutu sekolah. PMIS berbasis website juga merupakan muara dan kompilasi dari EMIS dan FMIS yang dirancang untuk memudahkan pengguna mengakses data dan informasi SMK SDB-INVEST secara online dan memanfaatkannya sesuai dengan tugas dan fungsi penggunanya. UP). prestasi). dan tugas). Saat ini sekolah sedang mengembangkan sebuah sistem informasi manajemen yang dirancang khusus sebagai alat bantu pengelolaan manajemen sekolah baik manajemen administrasi. monitoring dan evaluasi pengembangan SMK ADB-INVEST. 3. Teknologi Pengembangan sistem menajemen mutu di SMKN 2 Subang. pendidikan. dan infrastruktur) c) SPS (Sistem Pembelajaran Sekolah) untuk pengelolaan pembelajaran (inventory. Sistem PMIS ini digunakan sebagai alat bantu pengelolaan pengembangan SMK SBI-INVEST. SPP. membutuhkan dukungan dari pengembangan sistem berbasis IT dan website. nilai. PMIS (Project Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Proyek. b) SFS (Sistem Fasilitas Sekolah) digunakan untuk pengelolaan fasilitas sekolah (bangunan. peralataan. Sistem informasi manajemen tersebut meliputi : 1. pangkat golongan. FMIS (Financial Management Information System) atau Sistem Informasi Keuangan Sekolah) yang terdiri dari : a) SKR (Sistim Keuangan Rutin) untuk pengelolaan anggaran rutin (APBD. pembelajaran. disamping tentunya seni diharapkan bisa membantu sekolah dalam mewujudkan visi dan misinya di samping 62 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . kehadiran. EMIS (Education Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Pendidikan/sekolah. b) SKP (Sistim Keuangan Pengembangan) untuk pengelolaan anggaran pengembangan SMK SBI-INVEST (ADB dan Pemerintah). PMIS diharapkan sebagai media koordinasi dan komunikasi antara institusi yang terkait dengan pelaksanaan. pangkat golongan. yang terdiri dari : a) SAS (Sistem Administrasi Sekolah) digunakan untuk pengelolaan administrasi siswa (data pokok. pendidik (data pokok. dan keuangan. dan multimedia). modul. 2. d) Pembelajaran jarak jauh antara sekolah induk dan kelas termediasi (multi kampus). e) Sistem informasi perpustakaan sebagai pendukung sistem pembelajaran sekolah.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. tugas mengajar) dan tenaga kependidikan (data pokok. pendidikan.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

e. Pengukuran (Measurement)

Dengan adanya program-program inovasi yang dilakukan SMKN2 Subang, telah memberikan dampak manfaat nyata bagi siswa dan masyarakat pada umumnya. Program kelas termediasi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Ini berarti permasalahan askes terhadap pendidikan khususnya pendidikan menengah telah mendapatkan solusinya. Tabel.16 Perkembangan Kelas Termediasi – SMKN 2 Subang

Tahun Ajaran 2004/2005

Nama Kelas Jauh Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 4

2005/2006

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

1 1 1 1 4

2006/2007

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardl Caracas Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai – Cijambe Caracas - Cipeunduey

1 1 1 1 1 5

2008/2009

1. Miftahul Ridwan 2. Al-Fallah 3. Alhidayah 4. Ukir Ardi 5. Caracas 6. Binong 7. Legon kulon 8. Cibogo 9. Cisampih 10. Cikaum 11. Ciasem 12. Tanjung Siang.

Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Kasomalang-Cisalak Kumpai- Cijambe Caracas – Cipeunduey Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Pasanggarahan-Tanjung Siang

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

Jumlah

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

63

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Tahun Ajaran 2008/2009

Nama Kelas Jauh 1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Cikaum 9. SMK Ciasem 10. SMK Kasomalang 11. SMK Cijambe Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Tanjung Siang Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

2006/2007

1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Ciasem 9. SMK Kasomalang 10. SMK Cijambe 11. SMK Pagaden Timur 12. SMK Pagaden Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Cikaum-Cikaum Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Ciasem Tanjung Siang Cijambe Pagaden Pagaden

Sumber : SMKN 2 Subang

No 1 2 3 4 Tahun Akademik 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009

Tabel . 17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang
Jumlah Lulusan 114 214 278 301 Keterserapan Bekerja 93 90 134 167 Wiraswasta 16 65 86 77 TNI/Polri 7 10 9 ke PT 5 15 13 11 Tidak ada Info 36 35 37 Jumlah 114 213 278 301

Sumber : SMKN 2 Subang

64 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Dari tabel keterserapan lulusan SMKN 2 Subang di atas, mulai tahun ajaran 2006/2007 sampai tahun ajaran 2008/2009 lulusan yang terserap dalam dunia kerja mempunyai kecenderungan terus menaik. Dan yang menarik adalah persentase lulusan yang berwirausaha relatif cukup besar, hal ini menunjukkan bahwa SMKN 2 mampu mengatasi tantangan besar yang di hadapainya. Program kelas jarak jauh, kelas wirausaha/mandiri meskipun dengan segala keterbatasan sumber daya akan tetapi mampu menghasilkan output yang dapat terserap dalam pasar kerja dan juga mampu menciptakan peluang kerja sendiri. Sementara itu dengan pengembangan pembelajaran berbasis wirausaha juga telah mengahasilkan nilai usaha yang cukup membanggakan seperti terlihat dalam tabel di bawah. Tabel .18 Jenis Usaha dan Nilai Usaha di Tiap Unit Kerja – SMKN 2 Subang
No 1 2 3 4 5 6 7 Program Keahlian BIAT Budidaya Tanaman Budidaya Ternak Budidaya Ternak Pengolahan Hasil Pertanian Pangan Tata Boga Teknik Mekanik Otomotif Jenis Usaha Pembenihan ikan Tanaman Sayuran Tan Hias dan Buah Pembibitan Ternak sapi Bd. Ternak unggas Sari Buah Nenas Katering Wiring Harness Volume Usaha 12000 m2 1 ha 100 tan/periode 9 ekor 2500 ekor 3600 cup 7800 porsi 144.000 pct Nilai Usaha 25 juta/periode 48 juta/periode 2 juta/periode 18 juta/periode 35 juta/periode 3,6 juta/bln 35 juta/bln 88,1 juta/bln

Sumber : SMKN 2 Subang

3.3.5 Kesinambungan Program

Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari pihak SMKN 2 Subang untuk tetap istiqomah pada visi dan misi awal. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana atau bagaimana SMK meningkatkan kualitas layanan dan tingkat produknya sangat dibutuhkan. Untuk itu perlu mekanisme dalam hal memantau, mengavaluasi dan melakukan langkah perbaikan secara berkelanjutan. Pelaksanaan mekanisme ISO untuk menjamin kualitas menuntut profesionalisme dari
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

65

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sumber daya manusia yang ada. 66 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMK dalam menghadapi pekerjaan seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar). memastikan mekanisme ISO berjalan dan pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola. Peningkatan pada aktivitas diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga keberlanjutan program dapat terjamin.

Pembangunan Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 5.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional Seluruh kebijakan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional tidak terlepas dari reformasi kerangka hukum bidang pendidikan. yang diawali oleh amandemen UUD 1945 pada tahun 1999 sampai pada tahun 2002. Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan dengan Pendekatan Keomprehensif 8. Pemerintah diamanatkan untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. negara diamanatkan untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara Massal untuk e-Pembelajaran dan e-Administrasi 4. mutu. Otonomisasi Satuan Pendidikan 10. dan daya saing serta penguatan tata kelola. Pendanaan Massal Pendidikan 2. relevansi. Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA 9. Peningkatan Kualifikasi dan Sertifikasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan secara Massal 3. dan citra publik pendidikan yang merupakan tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. Sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah diambil selama kurun waktu 2005-2008. akuntabilitas. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendidikan Non-Formal dan Informal untuk Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 67 . Reformasi Perbukuan secara Massal 7. Melalui amandemen UUD 1945 pendidikan tidak hanya sekedar hak warga negara akan tetapi telah menjadi hak azasi manusia.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4. Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 6. Untuk menjamin hak setiap warga negara dan hak azasi manusia atas pendidikan. Demi terlaksananya sistem tersebut. Semangat reformasi pendidikan telah menginspirasi Kementerian Pendidikan Nasional untuk mengambil berbagai kebijakan terobosan yang mendasar dan berskala massal selama periode tahun 2005-2008 yang diharapkan akan berdampak besar pada peningkatan dan pemerataan akses. adalah sebagai berikut : 1.

• Menumbuhkan minat siswa. Dalam upaya mendorong pengembangan SMK. Dalam upaya membalik rasio tersebut berbagai program telah dilaksanakan yaitu : • Penambahan USB SMK • Peningkatan proporasi alokasi anggaran untuk SMK • Ekstensifikasi dan intesifikasi penyelengaraan pendidikan kejuruan melalui SMK besar. menjadi sangat penting karena sering kali jangkauan pusat tidak sampai ke daerah secara optimal. Akuntabilitas dan Citra Publik Pendidikan dengan Pendekatan Komprehensif. perbaikan rasio SMK : SMA menjadi salah satu terobosan kebijakan pendidikan nasional. SMK jarak jauh. • Mengembangkan kerja sama dalam ikatan kemitraan dengan dunia usaha/ industri. melalui Dinas Pendidikan. semua kebijakan di atas belum tentu terimplementasikan dengan baik. Peningkatan mutu. Peran Pemda. 2. Peningkatan tata kelola. Perluasan akses pendidikan Kebijakan membalik rasio SMK : SMA menjadi 70:30 di tahun 2015.2 Peran Pemerintah Daerah Melihat peran strategis SMK ke depan. SMK kecil di daerah terpencil. Akan tetapi di tingkat daerah. Di tingkat pusat berbagai kebijakan pengembangan SMK sudah dilakukan dengan berpedoman kepada tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang. seperti pengembangan teaching factory. 68 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . relevansi dan daya saing Kebijakan dilakukan antara lain dengan: • Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date. Penguatan Tata kelola. SMK di daerah perbatasan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Menggapai Layanan Pendidikan kepada Peserta Didik yang Tak Terjangkau Pendidikan Formal 11. • Penerapan MBS dalam penyelengaraan sekolah 3. 4. akuntabilitas dan citra publik Peningkatan tata kelola dilakukan dengan adanya penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalui sertifikasi ISO 9001-2000. Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan kebijakan dan pelaksanaan program pengembangan SMK dalam keranga tiga pilar pendidikan nasional. yaitu: 1.

Pasal 20 ayat (1) yang menyatakan: “Terhadap satuan pendidikan dilakukan pembinaan dan pengendalian baku mutu pendidikan”. Berpedoman kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut. 2.13/2001 telah direvisi menjadi Perda No. dan sekolah (local. Pasal 15 ayat (2) menyatakan: “Pemerintah Kota bertanggungjawab mendorong dan/atau mengatur kerjasama saling menguntungkan dengan dunia usaha dan dunia pendidikan”. • Peran serta masyarakat. Perda Tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Sejalan dengan kaidah otonomi dan desentralisasi di berbagai kehidupan dan sektor pembangunan. Pasal 32 Perda No. di luar gaji pegawai dan pembiayaan pendidikan tinggi politeknik. Pasal 15 ayat (1) menyatakan: “Masyarakat berkesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan”. Dalam Perda tersebut diatur antara lain: • Anggaran pendidikan.1 Peran Pemerintah Kota Malang a. community. masyarakat. yaitu Perda Malang No. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) tahun 20002004. and school based management). maka ditetapkan Peraturan Daerah tentang Sistem Penyelenggaran Pendidikan. menjadi lebih berbasis daerah. pusat pengambilan keputusan pengelolaan pendidikan juga makin tersebar ke tingkat daerah. Pengelolaan pendidikan sebagaimana dalam Undang-undang No. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 69 . Perda Kota Malang No. Pasal 11 ayat (1) menyatakan: “Pemerintah Kota berkewajiban mengalokasikan sekurang-kurangnya 10% dari APBD untuk pembangunan sektor pendidikan”.3 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan. Hal ini menunjukan adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Malang untuk pengembangan pendidikannya. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum 1. 13 Tahun 2001. dan akhirnya satuan-satuan pendidikan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. Pasal 14 ayat (5) menyatakan: “Harta benda bergerak dan atau tidak bergerak yang merupakan prasarana dan atau sarana pendidikan tidak dapat dialihfungsikan selain untuk pendidikan”. • Pengendalian mutu pendidikan. masyarakat. • Kerjasama dengan dunia usaha.3/2009 menyatakan bahwa anggaran untuk pendidikan harus dianggarkan minimal 10% dari belanja daerah. • Keterjaminan sumberdaya pendidikan.2.

4. 70 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .08 253. langkah alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menumbuhkan keberpihakan konkret dari semua lapisan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. jumlah penerimaan siswa di suatu sekolah dapat dipantau guna menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku.900. Keberpihakan konkret ini disalurkan secara politis menjadi suatu gerakan bersama dalam wadah berupa Dewan Pendidikan.517. masing-masing siswa hanya dapat diterima di satu pilihan saja. pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan.081.90 % 32.236. mudah akurat dan transparan dan murni berdasarkan DANUN (daftar nilai ujian nasional).55 756.876.952.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.41 784. Untuk memperoleh dukungan tersebut. Dewan Pendidikan Penyelenggaraan pendidikan memerlukan dukungan masyarakat yang memadai.52 34.75 33. PSB Online Latar belakang dari pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) online adalah agar hasil penyaringan siswa baru lebih cepat. Tugas Pokok Dewan Pendidikan adalah: • Memberikan pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan pelaksanaan kebijakan pendidikan.155.042.12 266.958. Dengan sistem ini.762.04 3.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tahun 2007 2008 2009 APBD Pendidikan 212. Dewan Pendidikan dibentuk melalui Keputusan Walikota Malang. PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran oleh calon siswa yang mendaftar di sekolah-sekolah.877. Dengan PSB online. • Mengontrol (contolling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan keluaran pendidikan.314.751.420.567.598.926.41 Total 649. • Mendukung (supporting agency) baik yang berwujud finansial.507. Selain itu.

dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat. Fungsi Dewan Pendidikan adalah: • Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan bermutu. fasilitas pendidikan. • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. • Mendorong partisipasi orang tua dan masyarakat guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. program. Unsur keanggotaan Dewan Pendidikan terdiri dari unsur-unsur masyarakat yang dapat berasal dari: • LSM bidang pendidikan • Tokoh masyarakat • Tokoh pendidikan • Yayasan penyelenggara pendidikan • Organisasi profesi pendidikan • Komite Sekolah • Orang tua peserta didik • Unsur lain yang dianggap penting b. masyarakat. kriteria tenaga pendidikan. penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. tuntutan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kemdiknas. • Menampung dan menganalisis aspirasi. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 1. pemerintah. pertimbangan. ide. • Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. Pengembangan Kota Vokasi Kebijakan umum Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2005 – 2009 diantaranya adalah berupa perluasan dan pemerataan akses untuk memperoleh pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. dan DPRD berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Berangkat dari kebijakan 71 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Sebagai mediator antara Pemerintah dan DPR Kota Malang dengan masyarakat di bidang pendidikan. kriteria kinerja daerah di bidang pendidikan. dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pendidikan. • Memberikan masukan. dan rekomendasi kepada Pemerintah Kota atau DPRD mengenai kebijakan dan program pendidikan. peningkatan Akses pendidikan di tingkat menengah akan lebih ditekankan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). dimana pada tahun 2010 perbandingan SMK-SMA adalah 60%:40%.

Program pengembangan kota vokasi ini merupakan program rintisan (pilot project) dengan menekankan pada pelaksanaan Teaching Factory. Ketiga Kota lainnya adalah Bandung. Salah satu kebijakan tersebut diimplementasikan dalam bentuk Program Imbal Swadaya Pengembangan Kota Vokasi. pada tahun 2007 Direktorat Pembinaan SMK mendorong dan mengapresiasi pertumbuhan SMK yang ada di wilayah tersebut dengan menggulirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan peserta didik di daerah. penyedia tenaga kerja berkualitas dan pusat produksi barang dan jasa. dan laboratorium animasi. Pemerintah Provinsi. Kota Malang menjadi salah satu Kota Vokasi dari empat Kota Vokasi di Indonesia pada tahun 2007. dimana Teaching Factory merupakan suatu instalasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran siswa dengan melakukan perakitan produk atau pelayanan jasa lainnya. Edotel di SMKN 2 Malang dan masih banyak lagi. pariwisata. Pengembangan kota vokasi diharapkan mampu mensinergikan seluruh sumberdaya kejuruan sehingga tercipta pertumbuhan 72 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . dengan memberdayakan komunitas-komunitas usaha kecil dan industri serta dengan mengembangkan kejuruan berbasis sektoral perekonomian wilayah kabupaten/kota (seperti teknologi. Sebagai kota vokasi Malang telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk pengembangan sekolah kejuruan. Di gedung vokasi tersebut terdapat laboratorium perakitan komputer dan laptop bekerjasama dengan Zyrex. Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi Kabupaten/Kota yang berhasil dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan sesuai Road-Map Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2006-2010. dan lainnya). Hal ini merupakan salah satu dorongan dari pemerintah kota dalam pengembangan SMK di Kota Malang. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan kewirausahaan para siswa SMK. bengkel dan perakitan otomotif. Di Kota Malang telah dibangun gedung vokasi sebagai pusat pembelajaran produktif bagi semua SMK di Malang. dan masyarakat. Pemerintah Kabupaten/Kota. pertanian.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan diatas. Infrastruktur lain yang mendukung pengembangan SMK di Kota Malang antara lain adalah ICT-Center di SMKN 4 Malang. Kota Vokasi adalah suatu daerah/ wilayah yang memiliki kemampuan besar untuk menjadi pusat pembelajaran kejuruan. Yogyakarta dan Surakarta. Pelaksanaan program ini melibatkan unsur Pemerintah Pusat. laboratorium multimedia di SMKN 5.

459 SMK 15. maka Pemerintah Daerah dalam hal ini meluncurkan sebuah program penyelenggaraan pendidikan gratis di Provinsi Sulawesi Selatan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No.62 51.36 40. Dengan terwujudnya dukungan.587 23. dan program beasiswa pelajar/beasiswa. diharapkan Program Pengembangan Kota Vokasi dapat direalisasikan dan masyarakat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. penekanan pengembangan kebijakan Pemerintah Daerah dilakukan pada aspek perluasan dan pemerataan akses pendidikan. • Program subsidi biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan tidak penuh atau sebagian. Jika di tingkat nasional kebijakan pendanaan massal dilakukan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).64 59.995 Total 34. Tabel .31 4. Dari tiga pilar kebijakan pendidikan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. program Bantuan Khusus Murid (BKM). perhatian dan kerjasama yang baik dari Pemerintah.2.454 %SMA 54.406 16. program Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM). Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Kebijakan dan program yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar selaras dan merupakan pengejewantahan dari kebijakan pendidikan di tingkat pusat. 4 Tahun 2009.38 48. Program BOS Buku.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.909 17. • Program beasiswa pendidikan bagi peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.863 18. 20 Rasio SMK:SMA Kota Malang Tahun 2006/2007 2007/2008 2008/2009 SMA 18. Program sekolah gratis tersebut berbentuk: • Program biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan penuh pembiayaan. Pemerintah Daerah Kabupaten/kota serta dunia usaha/dunia industri sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 73 .69 %SMK 45.772 35.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan ekonomi yang berkesinambungan dan mengurangi pengangguran.993 40.

serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan partisipasi masyarakat dalam bentuk Komite Sekolah.280 dan 2 SMA dengan jumlah siswa 696. Dalam usaha peningkatan mutu. insentif pendidik dan tenaga kependidikan. Tata laksana penyelenggaraan pendidikan gratis di Kota Makassar berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota dengan sumber pembiayaan yang berasal dari kedua belah pihak (dialokasikan dalam APBD). kurikulum lokal.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sebagai contoh implementasi lainnya.810 dan 3 SMP dengan jumlah siswa 860 di Makassar. buku pelajaran. 7 SMP dengan jumlah siswa 3. 74 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Sasaran penyelenggaraan pendidikan gratis adalah jalur pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang terdiri atas SD. pendayagunaan dan pengembangan tenaga pendidikan. biaya operasional. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. 3 Tahun 2006 tentang penyelenggaraan pendidikan. kelompok kerja guru (KKG). Selain itu. yang didalamnya mengatur beberapa kewajiban yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat. Komponen pembiayaan penyelenggaraan pendidikan gratis meliputi biaya kegiatan proses belajar mengajar yang mencakup. Walikota Makassar mengeluarkan Keputusan Walikota Makassar No. dukungan dunia usaha. termasuk perihal pengadaan. SMA/SMK. masyarakat dan sumber lain yang tidak mengikat.2/366/Kep/IV/09 yang menetapkan sekolah penyelenggara rintisan sekolah bersubsidi penuh (Sekolah Gratis) tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dinas pendidikan kota Makassar. SMP. Pemerintah Kota Makassar juga mengeluarkan Peraturan Daerah No. dan penyelenggaraan kurikulum nasional. Bantuan ini berlanjut hingga tahun 2009 hingga mencapai 128 SD dengan jumlah siswa 35. Pada tahun 2007 program ini dimulai dengan memberikan bantuan pada 15 SD dengan jumlah siswa 3. berdasarkan Perda tersebut. Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang didasarkan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. pemeliharaan. peraturan ini mendukung optimalisasi peran dan pemberdayaan gugus sekolah. 421.519. tanah gedung atau bangunan serta pemeliharaannya. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pada tahun 2010 direncanakan program akan mencakup SMK. SMPLB. ekstrakurikuler. peralatan pendidikan.

22 Rasio Jumlah SMK: SMA Kota Makassar Tahun 2005 -2009 No 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 SMK Neg 8 8 8 8 9 Swasta 53 57 63 67 81 Jumlah 61 65 71 75 90 SMA Neg 20 20 21 22 22 Swasta 84 84 84 85 88 Jumlah 104 104 105 107 110 Rasio SMK:SMA 37:63 38:62 40:60 41:60 45:55 Sumber : Kementerian Pendidikan Kota Makassar Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 75 .73 618.67 108. Salah satu diantaranya adalah terkait perbaikan rasio peserta didik SMK : SMA. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Kebijakan dan program pendidikan Pemerintah Kota Makassar yang ditujukan untuk mendorong pengembangan SMK baru sebatas mengikuti arahan kebijakan pusat terkait sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah dijalankan oleh Kemdiknas.76 151.92 471. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri.02 22.66 26.74 1306.47 28.22 126.27 33.11 Sumber : BAPPEDA Kota Makassar b. Langkah yang diambil untuk mendukung kebijakan tersebut adalah dengan mempermudah ijin SMK dan menekan izin operasional SMA.54 2006 821.36 2008 1082.84 1190. Tabel.89 848.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah alokasi APBD Pemerintah Kota Makassar untuk sektor pendidikan yang terus mengalami kenaikan: Tabel.92 20.83 2007 920.61 2009 1197.24 32.5 307.90 36.3 17.99 108.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar (dalam milyar) No 1 2 3 4 5 6 Pendapatan Belanja Pembiayaan Sisa Lebih Anggaran %APBD Uraian 2005 595.15 400.97 949.

4. perhotelan dan restoran. 76 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Penerapan sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Makassar No.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. Kebijakan ini tentu akan memberikan kosekuensi pada perhatian dan alokasi sumber daya untuk mendukung kebijakan tersebut. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Selaras dengan kebijakan pokok pembangunan pendidikan nasional. yaitu: 1. Fokus pengembangan sektor pendidikan Pemerintah Daerah masih diseputar aspek akses dan pemerataan pendidikan tingkat dasar dan menengah (SD dan SMP). perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini. 3 Tahun 2006 memungkinkan Sekolah pada umumnya dan SMK pada khususnya untuk melakukan inovasiinovasi bagi pengembangan institusi. kebijakan umum pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang diarahkan pada enam pilar kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. seperti SMKN 8 misalnya. dan tata kelola yang baik. dukungan langsung Pemerintah Darah pada pengembangan SMK belum terlihat.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Kondisi dan lingkungan terutama geografi dan ekonomi mendukung Kota Makassar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan dikawasan timur. Hal ini kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. kebijakan dan anggaran diatas 20% dari total APBD dapat dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri. Sementara kebijakan pemerintah pusat untuk mengubah proporsi SMK dan SMA dapat dilihat sebagai sebuah peluang dimana perhatian pemerintah kedepan akan lebih difokuskan pada pengembangan pendidikan vocational. Adanya dukungan dan komitmen pemerintah daerah bagi pengembangan dunia pendidikan secara umum berupa visi dan misi. Kebijakan Pemerataan/Perluasan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Pelaksanaan kebijakan diarahkan kepada peningkatan kesadaran dan motivasi orang tua dan siswa untuk melanjutkan pendidikan serta upaya untuk meringankan beban biaya pendidikan dan diikuti dengan peningkatan daya tampung sekolah dan program PLS.2. Ini menciptakan tantangan sendiri bagi SMK yang ingin mengembangkan kualitas dan tata kelola yang baik ke tingkat yang lebih tinggi atau menyesuaikan dengan kualitas Internasional. Sejauh ini. selain pemberian kemudahan perijinan yang diarahkan pada usaha peningkatan mutu.

Kebijakan dalam Efisiensi Manajemen Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme tenaga penunjang pendidikan serta pengembanga karir.866.136.358.027.594.036.112. Kebijakan dalam Peningkatan Relevansi Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan mutu kurikulum muatan lokal dan pengembangan sistem ganda (PSG) khusus untuk SMK.574.268. 23 Alokasi APBD Untuk Sektor Pendidikan – Subang TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 APBD 493. dan sebagainya.380. berikut data yang diperoleh: Tabel.659. 5.00 147.283.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. program magang.00 1. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program Kepemudaan dan Olahraga Kebijakan dilakukan dengan dengan pembinaan dan pengembangan program kepemudaan dan olahraga. kursus. 2009 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 77 .043.615.443.952.63 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Subang.58 735.247.398.376.60 1.884.284.00 Alokasi Pendidikan 135. Kebijakan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Kebijakan peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme guru dan pemberdayaan MBS dan Komite Sekolah.33 435.66 516.62 % 27.045. 3.021.66 36. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program-Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Kebijakan dilakukan dengan pembinaan dan pengembangan program-program PLS seperti program kejar paket A yang setara SD dan paket B yang setara SMP. 6.440.332.420.626.003.605.00 970.47 172.55 23.43 33.800.41 41.391.44 326.62 393.773.288. 4.997.080.49 28.994.923.896. Pemerintah Daerah mengalokasikan APBD untuk mengembangkan pendidikan yang cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kegiatannya adalah: • Pembangunan Gedung Sekolah SMA/SMK. • Penyebarluasan Berbagai Informasi Pendidikan Menengah. • Pembinaan SMK Kelas Jauh. Subang 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .5 57. namun dengan kerangka tiga pilar pendidikan nasional.073 7.116 SMA 12. • Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas. • Rehabilitasi sedang/berat ruang sekolah.24 SMA 64.411 18.14 43.073 11. • menurunnya jumlah ruang kelas rusak. • Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu.913 Rasio SMK : SMA SMK 35. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Dukungan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan SMK belum terlalu terasa. Pemerintah Daerah Subang mengarahkan pengembangan SMK pada: 1. meningkatnya jumlah ruang kelas baik.086 15.03 46.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b. Tabel.851 16.5 35.5 42.76 Sumber : Dinas Pendidikan Kab.851 12.5 64.703 13. dan rasio ruang kelas : sekolah. • Meningkatnya jumlah lulusan SMA/MA/SMK. 24 Rasio SMK : SMA di Subang No 1 2 3 4 5 TAHUN 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 JUMLAH SISWA SMK 7.069 17.97 53.86 56. • Meningkatnya rasio guru : murid. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan menengah Sasaran programnya adalah sebagai berikut: • Meningkatnya jumlah siswa lulusan SMP yang ditampung di SMA/MA/SMK.

Peningkatan tata kelola Kebijakan yang dilakukan adalah : • Peraturan tentang izin operasional SMK yang harus ada ajuan dari Dunia Usaha/Dunia Industri • Pengembangan transparansi pengelolaan pendidikan. • Tersedianya buku pelajaran. serta pelaksanaan Pra-Ujian Nasional • Penyediaan sarana.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. fasilitas PBM dan buku pokok. • Meningkatnya kewirausahaan sekolah. • Meningkatnya jumlah sekolah SBN/SBI. Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan laporan berkala • Adanya kendali mutu penyerlenggaran pendidikan • Sosialisasi ISO 9001-2008 dan pengadaan dan pendamping untuk sertifikasi ISO. Peningkatan mutu. • Penyediaan Dana Pendamping SSN/SBI 3. dan • Meningkatnya lulusan SMA/SMK melek baca Al Qur’an. Kegiatan yang dilakukan : • Pemberian insentif bagi guru-guru yang melaksanakan program jam tambahan / remedial. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 79 . • Meningkatnya ketersediaan perpustakaan. • Persentase lulusan SMK yang berusaha sendiri/ berwirausaha. relevansi dan daya saing Sasaran Programnya adalah: • Meningkatnya kualitas lulusan dilihat dari rata-rata nilai UN. sumber belajar dan media belajar. melalui RAPBS.

dan bertanggung jawab. Pertama. 80 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . seperti nilai keadilan. 2. integritas. Komitmen yang kuat baik dari pihak-pihak di dalam lembaga pendidikan tersebut maupun pihak-pihak di luar lembaga pendidikan seperti pemerintah. Penerapan tata kelola yang baik membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan. serta etos kerja dan moral tinggi.1 Kesimpulan Belajar dari pengalaman ketiga SMK di atas. Seperti diketahui bahwa permasalahan pendidikan di Indonesia masih berkisar pada permasalahan tentang pemerataan akses terhadap pendidikan. Yang lebih fundamental. mampu memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah. penerapan tata kelola yang baik dalam pengeloaan pendidikan dapat membangun sebuah sistem anti korupsi dalam institusi pendidikan yang akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa ini. 3. penerapan tata kelola yang baik dalam dunia pendidikan bisa menjadi sebuah solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini. Pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat. swasta. Kedua. profesionalisme. bukan sekelompok orang atau golongan. yang mendorong lembaga pendidikan maupun Pemerintah lebih efektif dalam bekerja tanpa mengabaikan orientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan. serta efisiensi manajemen pendidikan. agar ikut berperan optimal sehingga tercipta sinergi antara lembaga pendidikan dengan stakeholdernya. namun juga telah melahirkan sekolah-sekolah yang mampu merespon setiap tantangan yang dihadapinya menjadi sebuah keunggulan dalam bentuk kapabilitas untuk melakukan inovasi dalam pendidikan. Yang terakhir. dan daya tanggap. tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan kondisi bersih dari korupsi yang berorientasi pada kepentingan publik.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5. efisiensi. yaitu masyarakat. jelas. Untuk pelaksanaan tata kelola yang baik tersebut. penerapan tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan nilai-nilai. Koordinasi yang baik. dan nyata yang berakar pada penyelenggaraan pendidikan yang efektif. dan masyarakat. Fakta menunjukkan bahwa penerapan tata kelola yang baik tidak hanya menjadi solusi dari segala permasalahan pendidikan yang dihadapai sekarang ini. bersih. diperlukan adanya: 1. efisien. permasalahan mutu dan relevansi pendidikan.

2 Rekomendasi Inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaannya tidak hanya menjadi kewajiban pihak sekolah. baik dari segi sistem pendidikan. e. c. khsusunya Pemerintah Daerah. serta sesuai dengan peraturan dan hukum. dan keinginan masyarakat. dan kurang fokus pada pengembangan SMK . terkait dengan pelaksanaan tata kelola yang baik. termasuk di dalamnya memasukkan nilai-nilai lokal dan anti korupsi. profesionalitas. b. efektif dan efisien. SMKN 8 Makassar. Kisah SMKN 4 Malang. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 81 .1 Sekolah diharapkan meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan melalui: a. akuntabel. dan etos kerja para pendidik dan siswa-siswi. Pengembangan jaringan kerjasama. bahwa kapabilitas inovasi di level sekolah saja masih belum cukup namun sangat diperlukan kapabilitas inovasi Pemerintah untuk menciptakan kebijakan dan program inovatif yang mendukung pengembangan pendidikan. dan SMKN 2 Subang telah menunjukkan bahwa pihak sekolah bisa melakukan inovasi-inovasi meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan di tengah tantangan yang mereka hadapi masing-masing. Inovasi di tingkat kebijakan dan program dari Pemerintah Daerah sangat kurang. peran Pemerintah Daerah menjadi sangat strategis dalam mendorong pengembangan pendidikan di daerah. baik dengan pihak di dalam maupun di luar negeri. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan sekolah. Akan tetapi perlu disadari oleh Pemerintah. daerah. 5. Tanggap terhadap kebutuhan nasional.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan adanya desentralisasi. yang disesuaikan dengan program pendidikan. selain juga adanya sinergi di antara stakeholders pendidikan. beriorientasi pada konsensus.terlebih lagi pada orientasi pengembangan berdasarkan potensi daerah.2. Pemerintah daerah hanya sebatas meneruskan semua kebijakan dari Pemerintah Pusat. namun juga perlu dukungan dari Pemerintah dan pihak lain. Dari pengalaman tiga daerah di atas menunjukkan bahwa inovasi dalam pengembangan pendidikan justru lebih banyak muncul dari inisiatif pihak sekolah. dengan menjaga nilai-nilai luhur pendidikan. Kapabilitas inovasi dari Pemerintah Daerah dalam menterjemahkan kebijakan dan program yang telah didesain Pemerintah Pusat menjadi sebuah tuntutan. kualitas lulusan dan tujuan lainnya. perkembangan teknologi. yang mengedepankan karakteristik partisipatif. terhadap integritas. responsif. selama masih sesuai dan dalam koridor standar pendidikan nasional. pengelolaan dan kualitas pendidikan. Yang dihasilkan dalam studi tentang inovasi sistem pendidikan menengah kejuruan ini adalah: 5. d. transparan. Pengembangan sistem pengawasan dan kendali mutu pelaksanaan kegiatan pendidikan. Pengembangan sistem dan modul pendidikan.

Pemerataan akses layanan atau ikut menggiring arah pengembangan akses layanan pendidikan menengah kejuruan yang sesuai dengan potensi sosial budaya ekonomi masyarakat untuk mendapatkan konsep dan arahan implementatif yang holistik. h. Pengembangan modul pendidikan yang memuat nilai-nilai lokal dan semangat anti korupsi skala nasional ataupun lokal. Membuka peluang kerjasama dengan Badan/Institusi Pemerintah ataupun dengan pihak swasta untuk membuka kesempatan atau menjembatani kerjasama pelatihan dan praktik keahlian. 82 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Dapat memperluas akses layanan pendidikan yang merata. Pemberian pelatihan dan pendidikan bagi para pendidik untuk menjaga kualitas pengajaran. b. termasuk peluang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. berupa: a. Pemerataan penyediaan layanan pendidikan menengah kejuruan yang lebih terjangkau. Membuka peluang kerjasama atau menjembatani kerjasama dengan sumber dana lainnya.2. 5. d. Pemerataan perbaikan fasilitas dan sarana sekolah. serta tanggap akan kebutuhan SMK. f. Sinkronisasi peraturan dan kebijakan terkait penyelenggaraan pendidikan dan pendukungnya (reformasi kerangka hukum dan kebijakannya). i. Pemberian dukungan penuh terhadap SMK dan program-programnya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f. e. j. c.2 Pemerintah berperan aktif meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan. g. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan pemerintah bidang pendidikan.

Peraturan Pemerintah No. Dodi. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 83 . 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan. Penangkal Korupsi. November 2009. 38 Tahun 1992 Tenaga Kependidikan. Undang-undang Republik Indonesia No. 2009. Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Sanusi. Peraturan Pemerintah No.ac. Shapiro. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Peraturan Pemerintah No. http://blog. Nandika. Pendidikan: Rahmat bagi Sekalian Alam. 39 Tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Inovasi: Pengertian dan Karakteristik. 24/7 Innovation: A Blueprint for Surviving and Thriving in an Age of Change. Peraturan Pemerintah No.unila. Peraturan Pemerintah No. McGraw-Hill. Undang-undang Republik Indonesia No. Peraturan Pemerintah No. 2006. 2002. Stephen M. Effendi. Jakarta. 39 Tahun 2000 tentang Perubahan atas PP No. Jakarta: Makalah pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia.id/ effendisanusi/.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful