Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Komisi Pemberantasan Korupsi | Direktorat Penelitian dan Pengembangan

Seri Model Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan
Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan

Tim Penulis: Doni Muhardiansyah Aida R. Zulaiha Wahyu D. Susilo Annisa Nugrahani Sulistyanto Fahrania I. Rosalba Bariroh Barid IGA Nyoman Lia O.

Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-1 Jakarta Selatan 12920 Telp. (021) 2557 8300, Faks (021) 5289 2448 www.kpk.go.id Jakarta, 2010

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

PRAKATA
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesaikannya Buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan : Potret Praktik Tata Kelola Pendidikan Menengah Kejuruan. Kegiatan pengembangan buku Inovasi dalam Sistem Pendidikan ini dilakukan dalam rangka mendorong pelaksanaan tata kelola yang baik (good governance) di dunia pendidikan, khususnya di tingkat unit layanan di sekolah. Pelaksanaan tata kelola yang baik diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan publik. Untuk memudahkan Pembaca memahami pola praktik inovasi tata kelola yang dilakukan, buku ini menggunakan alur pembahasan berurutan mulai dari profil daerah dan unit layanan, kondisi sebelum adanya inovasi, praktik inovasi pendidikan yang dilakukan, kapabilitas Inovasi, dan keberlangsungan program inovasi. Objek studi inovasi ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan unit layanan terpilih adalah SMKN 4 Kota Malang, SMKN 8 Kota Makassar dan SMKN 2 Kabupaten Subang. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyusunan buku ini. Untuk penyempurnaan buku ini sangatlah kami harapkan.

Jakarta, Desember 2010. Tim Penulis Direktorat Penelitian dan Pengembangan Komisi Pemberantasan Korupsi Selamat membaca !

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

iii

3.4 Cakupan Studi 1.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.2 Manajemen Berbasis Sekolah 2. Pengukuran 3.1. Proses c.1 Latar Belakang 1. Sumber Daya Manusia d.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.4.1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR ISI Hal iii iv vii 1 1 3 3 4 4 5 5 6 7 7 9 9 9 9 9 10 12 14 14 14 18 18 18 19 19 21 22 22 23 25 26 26 29 PRAKATA DAFTAR ISI DAFTAR TABEL BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.3 Pelaksanaan Studi 1.1.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK 2.3 Kebijakan Pengembangan SMK 2. Teknologi e.3.5 Pengumpulan dan Analisis Data BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2. Strategi yang Dilakukan b.1.3 Praktik Inovasi Pendidikan a.2 Tujuan dan Manfaat 1.1 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang 3.3. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif b. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) d.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK:SMA 2.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan 2. Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun c.2 Sertifikasi ISO 9001-2008 2.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK 2.3.5 Kesinambungan Program iv Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .4 Kapabilitas Inovasi a. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) 3.4.4.1 Sekolah Menengah Kejuruan 2.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal 2.4 Program Pengembangan Sekolah Menegah Kejuruan 2.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH 3.

Teknologi e.4 Kapabilitas Inovasi a. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b. Sumber Daya Manusia d. Teknologi e.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.2.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional 4.2. Strategi yang Dilakukan b.3.3 Praktik Inovasi Pendidikan: Pengembangan Sistem Blok 3. Pengukuran 3. Proses c.3. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4. Strategi yang Dilakukan b. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) d.3 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang 3.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.4 Kapabilitas Inovasi a. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b. Pengukuran 3.3. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum b. Proses c. Program Kelas Wirausaha/Mandiri c. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan b.3. Sumber Daya Manusia d.5 Kesinambungan Program BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. Program Pengembangan Teaching Factory e.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 29 29 32 33 35 35 36 37 37 37 41 42 42 45 46 46 48 49 50 52 55 55 57 58 62 63 66 67 67 68 69 69 71 74 74 76 76 76 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK v .2.3 Praktik Inovasi Pendidikan a.2 Peran Pemerintah Daerah 4.1 Profil Daerah dan Sekolah 3.2. Income Generating Unit 3.1 Peran Pemerintah Kota Malang a.2.5 Kesinambungan Program 3.2.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi 3.2.2 Praktik Inovasi Bidang Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar 3.2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 4.3.

2 Rekomendasi Daftar Pustaka 80 80 81 83 vi Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .1 Kesimpulan 5.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR TABEL Road Map Pengembangan SMK 2010-2014 Tabel.20 Rasio SMK: SMA Kota Malang Tabel.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN 4 Malang Tabel.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Tabel.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran SMKN 2 Subang Tabel.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Multimedia Tabel.10 Daya Serap Lulusan SMKN 8 Makassar Tabel.1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN 4 Malang Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003-2008 Tabel.8 Siklus Pembelajaran Tabel.17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang Tabel.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar Tabel.24 Rasio SMK:SMA di Subang Hal 8 27 27 27 28 28 28 28 33 34 39 40 43 49 54 64 70 73 75 75 77 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK vii .23 Alokasi APBD untuk Sektor Pendidikan – Subang Tabel.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN 4 Malang Tabel.19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tabel.4 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang di Industri Tabel.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tabel.22 Rasio Jumlah SMK:SMA Kota Makassar Tahun 2005-2009 Tabel.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/ Mandiri – SMKN 2 Subang Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008 Tabel.

.

Namun. praktik good governance harus memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga 1 Nandika. efektivitas dan efisiensi. Selama ini mungkin banyak orang berpendapat bahwa satu-satunya jawaban atas permasalahan mutu pendidikan tersebut adalah tersedianya dana yang memadai untuk pengembangan pendidikan. (2009). akuntabilitas. serta setara dan inklusif. Jakarta. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 1 . Pendidikan : Rahmat bagi Sekalian Alam. sehingga tidak jarang mahalnya biaya pendidikan atau sekolah menjadi tolok ukur bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. ketanggapan. Tata kelola yang baik yang diartikan sebagai pengelolaan yang baik merupakan serangkaian tindakan nyata untuk menghasilkan kondisi yang lebih kondusif dalam peningkatan mutu pendidikan. termasuk penguatan akhlak mulia. sistem pendidikan kita kurang mampu mengadirkan pendidikan dalam nuansa tersebut. Penerapan tata kelola yang baik (good governance) menawarkan solusi baru bagi upaya peningkatan mutu pendidikan. Dodi. Pengalaman membuktikan bahwa upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan. tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai luhur insani bagi kemajuan peradaban bangsa. dan wawasan kebangsaan. Pendidikan bukan sekedar pengayakan intelektual. transparansi. Penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan diharapkan mampu menawarkan paradigma baru dalam pengelolaan pendidikan. karakter unggul. Penangkal Korupsi. Menurut United Nation Development Programme (UNDP). Makalah dipresentasikan pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia. konsensus. hal ini tidak terlepas dari permasalahan sistem pendidikan di Indonesia. tata kelola yang baik memiliki delapan prinsip sebagai berikut: partisipasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 1 PENDAHULUAN 1. Banyak aspek dari pendidikan yang perlu ditata ulang sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik good governance menurut Effendi (2005) adalah sebagai berikut: pertama. apabila dikaji lebih jauh. kepastian hukum. Mencontek sebenarnya bukan sekedar kenakalan yang dilakukan oleh banyak anak sekolah.1 Akan tetapi. Dalam konteks pengelolaan pendidikan.1 Latar Belakang Tanpa kita sadari kebiasaan mencontek saat ujian di sekolah dulu merupakan salah satu akar dari tindakan korupsi yang terjadi selama ini.

atau objek-objek yang dapat dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh individu atau masyarakat sasaran. (2009). dalam hal ini kepentingan pelanggan pendidikan. sumber daya manusia. Tata Kelola yang baik (good governance) dengan karakteristik yang melekat padanya tidak hanya menciptakan pengelolaan dan pengurusan pendidikan yang lebih baik akan tetapi pada tingkat yang lebih tinggi lagi mampu mendorong sekolah untuk melakukan terobosan-terobosan baru menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikannya. perubahan (secara) baru’. 2 Sanusi. proses (processes). dan daya tanggap menjadi nilai yang penting. Effendi. dalam praktik good governance terkandung nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja. kedua.id/effendisanusi/ tanggal 9 Nopember 2009. ketiga. Menurut etimologi.unila. Shapiro mengembangkan konsep untuk melihat kemampuan suatu perusahaan dalam berinovasi dengan melihat lima elemen kapabilitas inovasi: strategi (strategy). Nilai-nilai seperti efisiensi. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukakan oleh organisasi dan mampu mengantarkan output yang dapat diukur. keadilan. pengukuran (measurement). praktik-praktik baru. inovasi berasal dari kata innovation yang bermakna ‘ pembaharuan. Secara lebih praktis tata kelola yang baik harus menjabarkan tujuan pendidikan nasional dan menterjemahkan dalam rumusan visi dan misi dari lembaga pendidikan serta mengembangkan kompetensi-kompetensi dan mekanisme kerja dalam lembaga pendidikan agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien mewujudkan visi dan misinya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sesuai dengan kewenangannya berperan sebagai trigger mechanism merasa perlu untuk terus mendorong semangat pelaksanaan tata kelola yang baik di setiap layanan publik. Stepen M. Kapabilitas inovasi memungkinkan sebuah organisasi dapat melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal.ac. dan teknologi (technology). sumber daya manusia (people).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan memungkinkan adanya sinergi di antara mereka dalam hal ini pelanggan atau stake holder lembaga pendidikan. sementara Rogers dan Shoemaker mengartikan inovasi sebagai ide-ide baru. praktik good governance adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik. Shapiro melihat inovasi sebagai sebuah keunggulan kompetitif dari suatu perusahaan. yang secara tipikal menghendaki adanya proses. Diambil dari Sumber Elektronik http://blog.2 Dalam buku 24/7 Innovation. Inovasi : Pengertian dan Karakteristik. dan tekonologi. efektivitas dan efisiensi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan. Buku ini bertutur tentang penerapan tata kelola yang baik dalam pengelolaan pendidikan yang ternyata tidak hanya menciptakan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaannya akan tetapi juga mendorong beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) di beberapa daerah untuk melakukan terobosan baru/inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. 2 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

1. Profil Daerah dan Unit Layanan 2. Pada tatanan praktis. people dan technology. Tujuan studi ini adalah untuk: 1. hasil dari studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dan pembelajaran dalam pengembangan praktik-praktik pelaksanaan tata kelola yang baik khususnya di bidang pendidikan oleh daerah-daerah lain. process.3 Pelaksanaan Studi Studi ini bersifat deskriptif dengan menggambarkan pelaksanaan good governance dan pola keberhasilan dari inovasi yang diterapkan oleh unit layanan. Kondisi Sebelumnya Adanya Inovasi 3. Keberlangsungan Program.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Wujud dorongan semangat ini antara lain dengan memberikan gambaran nyata dari pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan di beberapa SMK di Indonesia. Memberikan gambaran mengenai kapabilitas inovasi dan tingkat keberhasilan dari sekolah kejuruan menengah tersebut sebagai hasil dari pelaksanaan tata kelola yang baik. 1. Hasil akhir studi juga diharapkan dapat mendorong pengembangan layanan pendidikan bagi masyarakat di daerah yang menerapkan kebijakan dan inovasi layanan. Manfaat dari studi ini adalah: 1. maka sistematika penulisan didasarkan pada alur pikir sebagai berikut: 1. khususnya pendidikan menengah kejuruan di beberapa daerah di Indonesia. Mempelajari praktik tata kelola yang baik di bidang pendidikan sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi. Untuk menggambarkan pola praktik inovasi dan keberhasilannya agar mudah diaplikasikan oleh daerah-daerah lain.2 Tujuan dan Manfaat Dari latar belakang di atas. Kapabilitas Inovasi 5. 2. measurement. Pratik Inovasi Pendidikan 4. Dari sisi akademis. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK melakukan studi terhadap pelaksanaan tata kelola yang baik di bidang pendidikan. 2. studi diharapkan dapat menambah literatur kajian mengenai penerapan nyata tata kelola yang baik di daerah. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 3 . Untuk melihat tingkat inovasi dari unit layanan dikembangkan kerangka kapabilitas inovasi yang terdiri dari lima elemen: strategy.

4 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . 2) Tahap pengumpulan data dan observasi lapangan. Berikut adalah unit layanan yang menjadi unit analisis dalam studi ini: No 1 2 3 Unit Layanan SMKN 4 Malang SMKN 8 Makassar SMKN 2 Subang Program Kejuruan Grafika dan Multimedia Pariwisata dan Perhotelan Pertanian Pelaksaanan Observasi 5-8 Oktober 2009 12-15 Oktober 2009 23-26 November 2009 1. bidang jasa. Kriteria pertama adalah program kemitraan SMK dengan dunia industri yang dikelompokkan menjadi tiga bidang kemitraan. Kriteria kedua dilihat dari program keunggulan lokal SMK. 3) Tahap analisis. wawancara. 4) Tahap pengembangan laporan akhir. dan bidang agro industri. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan kajian literatur maupun penulusuran sumber data lain. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk memudahkan penjelasan hasil observasi. dan 5) Tahap penyusunan buku serta visualiasi berupa CD/DVD interaktif. beberapa kriteria dikembangkan dalam studi ini. serta dokumentasi di lapangan. Sebagai data pendukung.5 Pengumpulan dan Analisis Data Observasi lapangan dan teknik wawancara digunakan sebagai alat utama pengumpulan data primer. digunakan informasi mengenai inovasi layanan yang dikembangkan oleh unit layanan dan mempertimbangkan rekomendasi serta masukan-masukan dari Direktorat Pembinaan SMK Kemdiknas.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pelaksanaan studi terbagi menjadi beberapa tahapan.4 Cakupan Studi Studi inovasi layanan pendidikan difokuskan kepada pendidikan menengah kejuruan. yaitu: 1) Tahap persiapan (pengumpulan data awal dan penentuan daerah studi). dan kriteria ketiga melihat penerapan ISO 9001-2008. Untuk mengidentifikasi unit penelitian yang akan dipilih. 1. yaitu: bidang manufaktur. dengan pertimbangan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran strategis bagi terwujudnya angkatan kerja nasional yang terampil dan selain itu juga sejalan dengan kebijakan Kemdiknas untuk mewujudkan rasio SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) berbanding dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) menjadi 70% : 30% pada tahun 2015.

angka pengangguran tidak berkurang namun justru setiap tahun semakin bertambah. atau yang dikenal juga dengan sebutan SMU atau Sekolah Menengah Umum) sangat melekat dibenak masyarakat. Ibid Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 5 . 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah: ”Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu. Akan tetapi fakta menunjukkan lain.” Peraturan Pemerintah No. diantaranya adalah SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar.”3 Keberadaan sekolah kejuruan di Indonesia telah ada sebelum Indonesia merdeka. bahwa: ”Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk jenis pekerjaan tertentu. menjelaskan Sekolah Menengah Kejuruan secara lebih spesifik. Menyandang predikat sarjana dianggap merupakan suatu jaminan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan diidam-idamkan. sekolah kejuruan mengalami berbagai dinamika dalam perkembangannya. Sekolah Kejuruan mulai didirikan sejak zaman penjajahan Belanda. Dahulu. dengan perngharapan bahwa setelah lulus dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. (2006).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 2 POTRET PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI INDONESIA 2.19 Tahun 2005 Tentang Standar Pendidikan Nasional. Sejak krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia pada tahun 1997. Banyak orang tua beranggapan bahwa jalan sukses bagi anak-anak adalah dengan menyekolahkannya ke SMA.1 Sekolah Menengah Kejuruan Definisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia No.Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. citra SMK sebagai sekolah kelas dua setelah SMA (Sekolah Menengah Atas. Dedi Supriadi (2002) menyebut Sekolah Pertukangan di Surabaya yang berdiri tahun 1853 adalah sekolah kejuruan yang pertama di Indonesia4. Jakarta. Rentang waktu yang cukup panjang sejak penjajahan Belanda sampai sekarang. Struktur tenaga kerja di Indonesia menggambarkan dari 76 juta tenaga kerja ternyata didominasi oleh tenaga kerja yang tidak memi3 4 Kementerian Pendidikan Nasional. Dari rujukannya.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan liki keterampilan (unskilled labor) dan hanya 19 juta tenaga kerja diantaranya yang memiliki keterampilan. 5 Ibid 6 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .5 juta pekerja. SMK sebagai bentuk satuan penyelenggara dari pendidikan menengah kejuruan yang berada di bawah Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan.2 Perubahan Paradigma Pendidikan Menengah Kejuruan Melihat peluang besar dan peran penting sekolah kejuruan dalam upaya penyiapan tenaga kerja siap pakai untuk menekan tingkat pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pola penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pun berkembang dari yang semula sangat terstruktur menjadi lebih fleksibel/luwes dan permeable/terbuka. berubah menjadi desentralistik. Sistem pengelolaan yang mulanya bersifat sentralistik. dari pendekatan mata pelajaran menjadi pembelajaran berbasis kompetensi. Sekolah kejuruan (SMK) menjadi salah satu komponen yang patut dikembangkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang cukup potensial tersebut. yang sekaligus juga dapat mencegah bertambahnya pengangguran. Belajar dari fenomena tersebut. serta membentuk kecakapan hidup (life skill). Perubahan paradigma tersebut terjadi pada orientasi pendidikan dan pelatihan kejuruan yang dikembangkan dari yang bersifat supply driven menjadi demand driven. tetapi ini tidak menutup kemungkinan para lulusan SMK untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Murid di SMK lebih ditekankan untuk melakukan praktik sehingga mereka berpengalaman dan mantap untuk langsung memasuki dunia kerja. perubahan paradigma penyelengaraan pendidikan kejuruan mulai dilakukan. 2. merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kecakapan hidup. Sementara itu. Pendekatan pembelajarannya pun bergeser.5 Melihat kondisi seperti ini Indonesia akan sulit bersaing dengan negara lain dalam menghadapi era globalisasi seperti sekarang. Indonesia harus mengembangkan sistem pendidikannya sehingga dapat mencetak dan meningkatkan tenaga siap kerja. memberikan pendidikan tentang kewirausahaan. Selain itu saat ini banyak SMK yang bertaraf internasional untuk menghadapi persaingan di era globalisasi. tenaga kerja yang memiliki keahlian (atau dengan kualifikasi expert/ahli) hanya sejumlah 4. yaitu melatih peserta didik untuk menguasai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja (termasuk dunia bisnis dan industri).

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. seperti SMK besar di kawasan industri. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 7 . yaitu: 2.328 milyar pada tahun 2008.85 milyar pada tahun 2008. Pemerintah telah berhasil meningkatkan rasio peserta didik SMK : SMA menjadi 46 : 54. dibandingkan pada akhir tahun 2004 sebesar 30 : 70. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan.242 milyar.3. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri. dan sekolah menengah terpadu. sedangkan untuk SMA sebesar Rp. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan beberapa kebijakan strategis yang mendukung perkembangan pendidikan menengah kejuruan untuk memenuhi tuntutan tersebut.3 Kebijakan Pengembangan SMK Kebijakan khusus terkait pengembangan SMK sebagai suatu konsekuensi perubahan paradigma terhadap pendidikan menengah kejuruan mutlak diperlukan. menjadi 70 : 30 pada tahun 2015. dan pencitraan publik. sedangkan untuk BOMM SMA sebesar Rp.175 milyar pada tahun 2007 dan Rp. yaitu sebanyak 466 Unit Sekolah Baru (USB) SMK dibandingkan dengan SMA sebanyak 237 USB. Untuk membangun SMK yang dapat menghasilkan SDM yang siap kerja. dan 3. relevansi.209 milyar pada tahun 2008.1 Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA Kemdiknas memiliki kebijakan untuk membalik rasio peserta didik SMK dibanding SMA dari 30 : 70 pada tahun 2004. yaitu untuk Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK sebesar Rp. cerdas dan kompetitif. dengan alokasi anggaran Rp. akuntabilitas. SMK kecil di daerah terpencil dan pedesaan. Peningkatan sebesar 16% ini dicapai melalui ekstensifikasi dan intensifikasi penyelenggara pendidikan kejuruan berbagai bentuk SMK. SMK telah dibangun lebih banyak dari pada SMA. 2. Bantuan khusus murid SMK. Peningkatan mutu. SMK kelas jauh di pesantren atau institusi sejenis. Hingga tahun 2008. SMK di daerah perbatasan. anggaran untuk SMK juga dialokasikan lebih banyak dari SMA. dan daya saing. Dalam hal pendanaan. maka melalui tiga pilar utama pendidikan tersebut. SMA terbuka. Penguatan tata kelola. yaitu: 1. Selama kurun tahun 2005 – 2008. Terdapat tiga pilar utama pendidikan.94 milyar pada tahun 2007 dan Rp.

�������� ��������������� � ���� Inovasi Dalam Sistem Pendidikan �������������������������#�+�� �������#�+��� ���������� ������� �����#�+����� ��������� �� �������������� ���� �� ����� ��#�+������������������ ����#�+��������������������������� Road Map �������� �����#� �������������� ������������������������ Pengembangan SMK 2010-2014 ����+#�����" �����%(��������&��1�12�1� ������ ������ ������ ������ ������ �������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ��� ������� ����� ����������� ����� ��������� ��� ���� �� �� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ��� ���� �� �� ��� ������� ����� ����������� ���� ���� ���� ���� ���� ���������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� ���������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� � ��� ���� ������ � ���� ����� � ������ � � � ����� � �������������� �������� -���� � ���� � ��������� � ����� � ������������ � ������ � � �� � #�+ � ����� � ��������� �������������='>� � ���#�+�����9'>� � ���#� ����������������������������������. ���������������������� ������������������� ������������������������������������������������������������������������� � c) Kemdiknas dalam dua tahun terakhir melakukan conditioning guna meyakinkan masyarakat terutama siswa lulusan SMP agar lebih berminat memilih pendidikan kejuruan dalam menempuh karier pendidikan lebih lanjut. 8 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah siswa SMK dalam mencapai perbandingan 70% siswa SMK dan 30% siswa SMA diantaranya dilakukan dengan �) !�� ������������������� ����������������� ��������������������� � ���#�+� cara: �� ���������������� �������������������#�+2 a) Bersama mitra dari�industri berupaya terus meningkatkan jumlah siswa SMK �) ����������� ����� � � ��� � ����� � ��� � ��� � �� ������� � ����� � ��������� disamping juga terus meningkatkan mutu SMK. F���������F�����F��� "����"F�����������������������#�+� ����������������"������� b) Menumbuhkan minat siswa. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ������������������������������ ����������������2 ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang.

yaitu: 1. 2. Teknologi dan rekayasa 2.3. 2.4 Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan SMK Dengan cara memperluas akses terhadap pendidikan di SMK sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan lokal. dsb. antara lain: 2. Agribisnis dan agroteknologi 6. Seni. kerajinan dan pariwisata 5. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Kemdiknas berupaya secara serius agar semua unit kerja dapat memberikan layanan yang prima dan bertaraf internasional. Untuk itu Kemdiknas melakukan penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalu sertifikasi ISO 9001-2000. disamping itu. Bisnis dan manajemen Dalam era otonomi daerah yang diikuti dengan desentralisasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date.4 Program Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbagai kebijakan strategis seperti yang dikemukakan sebelumnya diikuti dengan berbagai program pengembangan SMK. Perluasan SMK ini dilaksanakan melalui penambahan program pendidikan kejuruan yang lebih fleksibel sesuai dengan tuntutan pasar kerja yang berkembang. Kementerian Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Nomor 252/C/KEP/ MN/2008 tanggal 22 Agustus 2008.3. dikembangkan melalui kerja sama dalam bentuk kemitraan dengan dunia usaha/industri. 2.4. dilakukan upaya penambahan muatan pendidikan keterampilan di SMA bagi siswa yang akan bekerja setelah lulus.3 Pengembangan Fasilitas pada SMK-SMK Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK. Kesehatan 4. menetapkan 6 (enam) bidang studi keahlian.3. serta memperluas akses dan kemudahan bagi siswa yang akan menempuh pendidikan SMK.1 Sekolah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal Dalam rangka meningkatkan mutu dan relevansi sekolah kejuruan.2 Sertifikasi ISO 9001-2008 Dalam upaya meningkatkan standar layanan birokrasi di semua unit kerja Kemdiknas. Teknologi informasi dan komunikasi 3.. penentuan pengembangan bidang studi keahlian SMK perlu dipertimbangkan dan Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 9 .

dan tingkat kemajuan masyarakatnya Dalam konteks pengembangan pendidikan kejuruan. Kemampuan ini penting terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja dan lapangan usaha. baik kepada masyarakat maupun pemerintah. 2. Program pendidikan SMK dapat diarahkan untuk menghasilkan tenaga kerja atau sumber daya manusia yang produktif dan mampu mendayagunakan potensi perekonomian daerah sehingga dalam jangka panjang akan meningkatkan kemandirian daerah.4. ekonomi. Saat ini pemerintah memberikan otonomi yang luas pada tingkat sekolah. Selain itu fungsi SMK juga dikaitkan dengan penyediaan tenaga penggerak perekonomian daerah. agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan sekolah tersebut. SMK diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya lainnnya. yaitu: a) Potensi geografis yang meliputi kekayaan alam. sehingga para lulusan dapat mengembangkan potensinya dalam menghasilkan dan memasarkan barang dan jasa. Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut mandiri dalam menggali. Pemanfaatan potensi daerah sebagai basis pengembangan dan perluasan pendidikan harus dilihat dari tiga aspek utama.2 Manajemen Berbasis Sekolah Pencapaian efisiensi tenaga kerja SMK yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dapat dilakukan dengan cara mengembangkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). kepercayaan nilai-nilai moral. daerah memiliki kewenangan menentukan kebijakan pengembangan program pendidikan SMK yang sesuai dengan konteks daerah. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan SMK benar-benar bermanfaat bagi daerah tersebut dalam memajukan dan mengembangkan potensinya. dimana SMK diharuskan agar mampu membuka cakrawala pemikiran lebih luas bagi tenaga kerja lulusan SMK. sehingga lulusan SMK tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang ada. dan sumber daya buatan b) Faktor budaya. letak wilayah. dan norma yang menentukan kepribadian masyarakatnya c) Kondisi sosial.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disesuaikan dengan potensi daerah. menentukan prioritas. sehingga SMK dapat memperoleh justifikasi eksistensi kuat dari masyarakat. akan tetapi mampu mengembangkan kesempatan kerja yang masih potensial dengan mendayagunakan potensi ekonomi daerah yang masih ada. mengendalikan dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber. mengalokasikan. dengan 10 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

dan d) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai Prinsip utama pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah adalah : a) Fokus pada mutu b) Bottom up planning and decision making c) Manajemen yang transparan d) Pemberdayaan masyarakat e) Peningkatan mutu secara berkelanjutan Dalam Manajemen Berbasis Sekolah. f ) Sekolah dapat melakukan pengelolaan fasilitas (peralatan dan perlengkapan). insentif dan sanksi (reward and punishment). pemeliharaan dan perbaikan. laboran. b) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. Secara rinci Manajemen Berbasis Sekolah bertujuan untuk: a) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memperdayakan sumber daya yang tersedia. mulai dari pengadaan. b) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan dan hasil program-program sekolah. khususnya evaluasi yang dilakukan secara internal. ada beberapa kewenangan yang didesentralisasi pada sekolah. pengembangan. namun tetap dalam koridor standar pendidikan nasional atau tidak dapat mengurangi isi kurikulum yang berlaku secara nasional. e) Pengelolaan ketenagakerjaan. mulai dari analisa kebutuhan. dan sebagainya) dapat dilakukan oleh sekolah. yaitu: a) Sekolah diberi kewenangan untuk melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan nya (school-based plan). siswa. d) Sekolah diberi kebebasan memiliki strategi. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolahnya. perencanaan. guru dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah. dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. hingga sampai 11 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . tenaga administrasi. rekrutmen. memperkaya dan memodifikasi) kurikulum. metode. sampai dengan evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah (guru. c) Sekolah dapat mengembangkan (memperdalam. c) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua. kecuali yang menyangkut penggajian/pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri yang sampai saat ini masih ditangani oleh Pemerintah Pusat/Daerah. hubungan kerja.

peningkatan keahlian dan keterampilan siswa dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan terpercaya yang siap memasuki pasar tenaga kerja baik skala regional dan global. Pengelolaan iklim sekolah (fisik dan non fisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif. optimisme dan harapan/espektasi yang tinggi dari warga sekolah.4. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib. kesesuaian. Hal ini didasarkan oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling mengetahui kebutuhan fasilitas. baik kecukupan. Keterserapan lulusan di pasar industri menjadi salah satu parameter keberhasilan dari sekolah kejuruan. Esensi hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan keduanya dalam meningkatkan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolah-masyarakat. memperkuat kemampuan wirausaha siswa melalui mata pelajaran pemasaran (marketing) dan keuangan.3 Peningkatan Daya Serap Lulusan Sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja siap kerja tingkat menengah. 12 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Sekolah juga harus diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan (income generating activities) sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah. mulai dari penerimaan siswa baru. memperkuat penguasaan bahasa nasional dan internasional. Kementerian Pendidikan Nasional melakukan program. Sebagai lembaga pendidikan formal. Sekolah dapat melakukan pengelolaan keuangan. penempatan untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja hingga sampai pada pengurusan alumni. Sekolah melakukan pelayanan siswa. terutama dalam hal pengalokasian/penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya. SMK turut bertanggung jawab dalam pembenahan. pengembangan/pembinaan/ pembimbingan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan g) h) i) j) pengembangannya. 2. dan kegiatan-kegiatan yang terpusat pada siswa (student-centered activities) adalah contoh-contoh iklim sekolah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. serta memperkuat penguasaan kompetensi dasar teknologi informasi dan komunikasi. maupun kemutakhirannya. antara lain: a) Memperkuat kemampuan adaptif Upaya untuk meningkatkan kemampuan adaptif ini dilakukan dengan memperkuat kemampuan dasar siswa melalui mata pelajaran matematika terapan dan sains terapan. Iklim sekolah sudah merupakan kewenangan sekolah sehingga yang diperlukan adalah upaya-upaya yang lebih intensif dan ekstensif. kesehatan sekolah. Dalam rangka peningkatan daya serap tersebut.

otomotif. machine tools and hands tools.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b) Mengembangkan kemitraan SMK-Industri (Teaching Industry) Kemitraan antara SMK dengan industri yang telah dikembangkan meliputi berbagai bidang : • Bidang Manufaktur (meliputi : perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi. dan elektronik) • Bidang Bisnis Ritel/Jasa • Bidang Agro Industri Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 13 .

Dengan adanya otonomi ini sekolah dituntut untuk dapat mandiri dalam menggali. mengendalikan dan mempertanggung jawabkan pemberdayaan sumber-sumber baik kepada masyarakat maupun pada pemerintah dengan tetap memperhatikan tata kelola yang baik. Berikut adalah praktik inovasi pendidikan yang dilakukan oleh SMK di beberapa daerah di Indonesia. yang ditandai dengan beroperasinya kereta api pada tahun 1879. Dari sinilah. peraturan.. Dalam salah satu sidang paripurna gotong-royong Kotapraja Malang pada tahun 1962. dan kota pariwisata. people meliputi antara lain struktur organisasi..1 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 4 Kota Malang Dengan program praktik kerja industri (prakerin) satu tahun. sementara technology meliputi perangkat keras seperti teknologi informasi dan komunikasi serta perangkat lunak yang membantu aktivitas dalam organisasi. yang secara tipikal menghendaki adanya kapabilitas processes. 14 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Kota industri.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 3 PRAKTIK INOVASI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI DAERAH Kehadiran manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam penyelenggaraan sekolah kejuruan memberikan ruang bagi sekolah untuk mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan prioritas kebutuhan dari sekolah tersebut. menentukan prioritas. Kapabilitas inovasi berasal dari strategi yang secara nyata dilakukan oleh organisasi dan mampu mengantarkan hasil yang dapat diukur. Processes mencakup bagaimana semua aktivitas dalam organisasi berjalan.1. mengalokasikan. Kapabilitas inovasi memungkinkan SMKSMK itu melakukan semua aktivitasnya dengan kinerja yang optimal. SMK melakukan inovasi di berbagai daerah di Indonesia dalam upaya pengembangan pendidikan kejuruan. budaya dan perilaku organisasi. Malang ditetapkan sebagai Kota pelajar/pendidikan. people. 3. dan technology.1 Profil Daerah dan Sekolah Malang layaknya kota-kota di Indonesia lainnya yang baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah Kolonial Belanda. siswa merasa berada dalam dunia kerja yang sesungguhnya. 3. Dalam rentang waktu satu tahun prakerin inilah proses pembentukan softskill siswa berjalan. Ketiga pokok tersebut menjadi cinta-cita masyarakat Kota Malang yang harus di bina yang kemudian dikenal dengan TRI BINA CITA Kota Malang.

Kreatif. ada suatu kebijakan yang memberi kebebasan sekolah untuk membuka jurusan/program studi sesuai dengan muatan lokal. Selain itu Kota Malang juga dikenal sebagai Kota Vokasi. Malang menyimpan banyak cerita menarik tentang upaya sekolah kejuruan dalam merespon tantangan khas yang harus dihadapinya. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 15 . Sekolah-sekolah peninggalan Belanda seperti HIS setingkat SD. setelah perubahan nama STM menjadi SMK. Malang selalu melakukan upaya-upaya pengembangan pendidikan dengan jargon “PAKEM” (Pembelajaran yang Aktif. cinta pada bangsa. Lommelaars dan Nolascus Waijers. Periode kepemimpinan pertama dan kedua (1949-1959) dikepalai oleh seorang warga Belanda. MULO setingkat SMP. SMKN 4 Malang didirikan pada tahun 1938 oleh Keuskupan Malang dan merupakan Sekolah Teknik Menengah (STM) dengan nama STM Grafika Malang. dan negara. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan di Kota Malang berorientasi kepada penciptaan lulusan yang siap kerja. Terakhir. Meningkatkan kesiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta membentuk tenaga profesional dibidang Grafika dan Teknologi informasi dan Komunikasi. Meningkatkan kualitas tamatan menjadi warga negera yang produktif serta memiliki budi pekerti yang luhur. Visi SMKN 4 Malang adalah: “Unggul dalam bidang Iptek yang dilandasi Imtaq”. dimana antara sekolah umum dan kejuruan berbanding 50:50. Nuasan inilah yang sampai sekarang hidup dan menjadi simbul Kota Malang sebagai Kota Pendidikan. Untuk mewujudkan visi tersebut. 3. dan Menyenangkan).Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sejarah telah menempatkan Malang sebagai Kota yang kental akan tradisi pendidikannya. Meningkatkan bimbingan terhadap siswa untuk melaksanakan agama yang dianut dengan konsekuen. dan AMS setingkat SMU pernah berdiri di Malang. Salah satu diantaranya adalah cerita tentang SMKN 4 Malang dalam pengembangan sekolah kejuruannya. 2. Dari sinilah SMKN 4 Malang mulai membuka program keahlian yang lain diluar grafika. ditetapkanlah Misi SMKN 4 Malang sebagai berikut: 1. Sebagai Kota Pendidikan. Sebagai kota vokasi. Peningkatan peran serta masyarakat senantiasa digalakkan dengan menerapkan pendidikan berbasis komunitas (community based education) melalui pemberdayaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah serta lingkungan sekitar. SMKN 4 Malang telah mengalami beberapa kali perubahan nama. HBA.

5. desain situs dan media interaktif. Program multimedia meliputi kompetensi: • Desain grafis 16 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Siswa dibekali kemampuan teknik mencetak.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. Program produksi grafika meliputi kompetensi : • Cetak offset • Cetak tinggi • Sablon • Jilid dan kemas c) Jurusan Multimedia Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknologi informasi dan desain multimedia. serta proses reproduksi foto. 9. yaitu pada tahun 1938. 2 dimensi (2D) atau 3 dimensi (3D). mengontrol perangkat lunak desain grafis. penguasaan perangkat lunak desain grafis. 7. fotografi. mengedit audio visual. Meningkatkan lingkungan sekolah yang tertib. Mengoptimalkan unit produksi dan jasa sebagai tempat pembelajaran kewirausahaan siswa di sekolah. serta melakukan perawatan. Program persiapan grafika meliputi kompetensi : • Desain grafis • Setting • Montase • Foto reproduksi • Plate-making b) Jurusan Produksi Grafika Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli teknik reproduksi grafika (percetakan). Meningkatkan penyelenggaraan latihan dan bimbingan untuk berprestasi di bidang olah raga. teknik jilid kemas dan menghitung biaya produksi. Mengembangkan sekolah Nasional menuju tarap Internasional. bersih dan indah. Program keahlian ini menyiapkan siswa agar menjadi ahli desain dan persiapan reproduksi grafika (media cetak). Siswa dibekali dengan kemampuan desain dan seni. mengerti dan mampu mengoperasikan mesin. SMKN 4 Malang membuka enam jurusan/program studi. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. menyelesaikan dan mengepak media cetak. yaitu: a) Jurusan Persiapan Grafika/desain grafika Jurusan ini dibuka sejak pertama kali SMKN 4 Malang berdiri. 8. yaitu berupa keahlian mengontrol beberapa jenis mesin dalam industri percetakan. pengaturan (setting) dan tata letak media. Mengembangkan penerapan manajemen berbasis sekolah. 6. dan animasi komputer. Mempertebal nilai-nilai disiplin kepada warga sekolah.

serta melakukan perencanaan. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar perangkat keras komputer dan pemasangan perangkat lunak. fotografi. pemasangan dan pengelolaan jaringan.3 DAN SISWA. dan mengatur database. f ) Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli dalam menangani troubleshooting perangkat keras dan perangkat lunak. dan memproduksi film animasi. MASYARAKAT Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 17 . baik manual maupun digital. Siswa dibekali dengan kemampuan dasar seni dan desain. 2D 3D.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Desain situs/web • Animasi 2 dimensi dan 3 dimensi • Audio – video editing • Presentasi multimedia • Shooting d) Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)/Pemrograman Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli pemograman perangkat lunak. dan teknik spesial efek animasi. e) Jurusan Animasi Program keahlian khusus yang menyiapkan siswa menjadi ahli produksi film animasi. penguasaan teknik menggambar. sinematografi. Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 4 Malang: LITBANG KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH KASUBAG TAUS WAKA KESISWAAN WAKA SARANA WAKA KURIKULUM WAKA HUMAS & HI KOORD SESBID 8 KOORD SESBID 1 TEAM BELANJA STAF KURIKULUM KOORDINATOR BKK dan PRAKERIN KOORD SESBID 2 & 5 KOORD SESBID 3.4 & 7 KAPROKAL PERSIAPAN GRAFIKA KAPROKAL PRODUKSI GRAFIKA KAPROKAL MULTIMEDIA PENANGGUNG JAWAB KAPROKAL RPL KAPROKAL ANIMASI WALI KELAS 1. menguasai perangkat lunak animasi.2. menguasai bahasa pemrograman.

dan Bahasa Inggris. dan tidak ada kejelasan mengenai kompetensi apa saja yang harus dikuasai dari setiap mata pelajaran. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan modul-modul untuk kemudian dievaluasi.3 Praktik Inovasi Pendidikan a. Dalam rentang waktu kurang lebih 64 tahun sejak pertama berdiri di tahun 1938. Selama prakerin. sekolah melaksanakan try out dengan fokus pada latihan soal tiga mata pelajaran yang diujikan.1. Hasil try out kemudian direkap dan dilaporkan kepada Kepala 18 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas lulusan dari SMKN 4 Malang baik dari sisi akademis maupun produktif. menyusun dan menyiapkan soal yang digunakan untuk try out.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3.5. fungsi guru sebagai instruktur. Hal serupa sempat dialami SMKN 4 Malang pada tahap awal perjalanannya. evaluasi terhadap proses pembelajaran normatif dan adaptif tetap dilakukan.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Citra sekolah kejuruan sebagai sekolah kelas dua salah satunya tercermin dari tidak berkembangnya program kejuruan yang ada.1. yaitu Matematika. Menyeimbangkan Pencapaian Kegiatan Akademis dan Kegiatan Produktif SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari sekolah kejuruan yang sangat memperhatikan aspek akademis selain aspek utamanya dalam pengembangan kompetensi keterampilan siswa melalui kegiatan produktif. Try Out Menghadapi UAN Dalam mempersiapkan siswa menghadapi UAN. Wakil Kepala kurikulum dan staf berperan dalam merencanakan. seperti sistem pembelajaran berbasis waktu. Paradigma penyelenggaraan pendidikan masih menggunakan pola-pola lama. Hadirnya kebijakan baru yang memberi ruang kepada sekolah kejuruan untuk membuka program kejuruan sesuai dengan keunggulan lokal menjadi titik awal berkembangnnya SMKN 4 Malang sampai seperti sekarang. Upaya-upaya yang dilakukan oleh SMKN 4 Malang tersebut berupa: 1. Pada tahun ajaran 2008/2009. SMKN 4 Malang hanya memiliki dua program kejuruan. dimana keterlibatan siswa sangat minim dalam proses belajar mengajar. 2. Hal ini cukup membuktikan usaha dan komitmen yang serius dari penyelenggara SMKN 4 Malang pada aspek akademis. Pembekalan Modul Belajar saat Praktik Kerja Industri (Prakerin) Para siswa tetap dituntut dan diharapkan tidak melupakan sisi pembelajaran aspek normatif dan adaptif meskipun dalam kegiatan prakerin. tingkat kelulusan siswa diatas 90% bahkan mendekati 100% dengan nilai rerata UAN di atas 7. 3. Bahasa Indonesia.

Proses belajar dilakukan di sekolah selama beberapa bulan/semester secara terus menerus. yang berfungsi sebagai media penyaluran lulusan SMK ke pasar kerja. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 19 . Program prekerin ini merupakan salah satu terobosan yang dilakukan oleh SMKN 4 setelah mendengar masukan dari pihak industri. maupun proses yang dapat mengurangi beban investasi sekolah. prakerin satu tahun memberikan kesempatan pembelajaran yang lebih baik dalam rangka peningkatan kompetensi dan keahlian. Siswa diberi kesempatan untuk terpapar pada teknologi terkini (up to date). BKK menghubungkan industri sebagai pihak yang membutuhkan tenaga kerja dengan para lulusan SMKN 4 yang mencari peluang kerja. Bagi pihak siswa dan sekolah. 3) motivasi untuk mendorong semangat belajar siswa. SMKN 4 Malang membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK). Model Praktik Kerja Industri (Prakerin) Satu Tahun Praktik kerja industri (Prakerin) di SMK N 4 Malang dilaksanakan dengan sistem block release6 selama satu tahun pada semester IV dan V. Program ini hanya diperuntukkan 6 Block release : waktu pelaksanaan kegiatan belajar yang dibagi pada hitungan bulan atau semester. Prakerin satu tahun ini pun memberi keuntungan bagi industri. Metode ini mampu menjawab permasalahan link and macth antara dunia industri dan sekolah. Metode ini juga memberi dan menjamin relevansi pengetahuan yang dipelajari di sekolah dengan dunia industri. Kepala Sekolah menyusun peta kerawanan siswa. beban investasi untuk pengadaan peralatan modern untuk mendukung pembelajaran siswa tidaklah kecil. Sebagai catatan. Berdasarkan rekap hasil try out tersebut. 2) memberikan pelajaran tambahan untuk tiga mata pelajaran UAN. b. lunak. para siswa mendapat manfaat berupa pembentukan softskill yang sudah siap pakai dan diperlukan di industri. Dengan terpapar pada dunia kerja sesungguhnya. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lebih siap dan bersemangat dalam menghadapi UAN.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sekolah. baik itu perangkat keras. Industri dapat yakin bahwa siswa dapat belajar dengan baik dan memberikan kontribusi bagi perusahaan. bagi SMK dengan program kejuruan teknologi. Pengembangan Bursa Kerja Khusus (BKK) Dalam rangka mendekatkan lulusan dengan pasar kerja. kemudian dilanjut dengan praktik di industri pada bulan/semester berikutnya. sehingga pada akhirnya perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitasnya. c. Siswa-siswa yang masuk kategori rawan akan mendapat perhatian lebih ekstra dengan memberikan :1) latihan soal.

Kriteria seleksi lamaran pekerjaan meliputi: 1) Spesialisasi jurusan. Berpakaian sopan dan rapi. Menerima kartu anggota BKK dengan masa berlaku 1 tahun mulai tanggal diterbitkan 2. Melapor kepada BKK apabila sudah diterima oleh perusahaan 5. Alumni SMK N 4 Malang 2. Transkrip.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan untuk Siswa kelas III yang sudah lulus ujian Nasional maupun ujian keahlian/ kompetensi.Hak Anggota BKK: 1. menyerahkan surat lamaran lengkap (sesuai dengan persyaratan yang diminta perusahaan) 2. Membawa surat pengantar tes kerja atau pengantar kerja dari sekolah ke perusahaan. Kewajiban anggota BKK : 1. Pada awalnya jaringan pasar kerja dibangun melalui program kemitraan dalam rangka prakerin. Sanggup mengikuti seleksi yang diadakan di sekolah maupun di tempat lain sesuai permintaan perusahaan 4. Prakerin menjadi sarana memperlihatkan bagaimana kinerja dan kualitas siswa SMKN 4 Malang. Syarat Keanggotaan BKK adalah: 1.20. Menyerahkan pas foto 3x2 sebanyak 1 lembar dan 4X6 sebanyak 2 lembar 4. dan 3) Surat lamaran. Menjaga nama baik sekolah dengan bekerja di perusahaan yang menerima minimal 6 bulan 3. 20 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Mengisi form anggota BKK 3. 2) Sertifikat Prakerin. Menyerahkan biaya administrasi Rp. sehingga pada akhirnya permintaan akan lulusan SMKN 4 oleh pihak industri pun semakin meningkat. Berhak mengisi lowongan kerja di BKK sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan 3.000.

6. SMKN 4 Malang merupakan salah satu dari SMK lainnya yang mendirikan unit pelayanan ini dan mengelolanya secara serius. Unit Pelaksanaan Produksi dan Jasa (UPJ) Salah satu tantangan yang dihadapi oleh SMK dalam pengembangan organisasi adalah ketersediaan sumber daya dan ”jam terbang” yang cukup untuk pengembangan relevansi kompetensi organisasi. 2. yang disesuaikan dengan program kejuruannya. Jenis produksi dan jasa UPJ yang ditawarkan meliputi:1) Desain Grafis. Hasil seleksi diserahkan kepada BKK. Pihak sekolah/BKK mengumumkan hasil seleksi kepada alumni. 2) Setting . BKK menerima permintaan tenaga kerja dari pihak industri. BKK memberi informasi lowongan kerja kepada alumni melalui pengumuman yang dipampang di sekretariat BKK. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 21 .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Skema 1 Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK 1 INDUSTRI 2 BKK 4 5 3 6 ALUMNI Proses Penyaluran Tamatan Melalui BKK : 1. 5. Kebanyakan SMK memberdayakan unit-unit pelayanannya yang selama ini digunakan untuk proses pembelajaran untuk digunakan juga dalam melayani kepentingan konsumen yang lebih luas. UPJ melakukan aktifitas pelaksanaan produksi dan jasa di SMKN 4 Malang. Alumni mendaftarkan diri dan menyerahkan lamaran kerja kepada BKK 4. Jika sesuai akan dilakukan panggilan tes kerja dan seleksi oleh perusahaan. Perusahaan menerima data lamaran kerja beserta berkas lamaran yang dikirim oleh sekolah setelah melalui proses seleksi di BKK. BKK melakukan seleksi lamaran dan mengirimkan data lamaran kerja ke Perusahaan yang meminta. 3. d. BKK mencatat laporan dari alumni yang diterima ataupun yang tidak diterima pada data alumni.

4) Sablon. dan langkah perbaikan yang diambil mampu membantu siswa dalam mencapai hasil optimal. Strategi yang Dilakukan 1. Dengan mengetahui keinginan stakehlders. Pengembangan pembelajaran. yaitu: a. 6) Laminating. Sedangkan Manajer Produksi berperan dalam membagi tugas proses produksi. SMKN 4 Malang mampu mengembangkan sistem yang dapat menyeimbangkan pencapaian sisi akademis dan aspek produktif bagi pengembangan kompetensi siswa.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3) Offset Printing. sekolah dapat mengetahui apakah layanan yang dilakukan saat ini sudah mampu menjawab keinginan stakeholders tersebut. Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Kemampuan mendengar. 2. UPJ dikepalai oleh Direktur (Kepala Sekolah) dan dibantu oleh masing -masing Manajer Marketing yang bertugas mencari order dan melakukan penawaran order. dan 8) Pelatihan. Usaha dalam bentuk penyiapan modul bagi siswa. Administrasi UPJ inilah yang kemudian menyerahkan hasil produksi ke pelanggan. dan merespon apa yang menjadi keinginan stakeholders merupakan dasar munculnya inovasi yang dilakukan oleh SMKN Malang. model prakerin yang di desain mendekati kondisi dunia kerja mampu menciptakan kompetensi siswa yang dapat beradaptasi dengan cepat pada standar industri. Pengembangan unit pelayanan jasa secara profesional menjadi salah satu alternatif potensial untuk menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya organisasi bagi peningkatan mutu dan tata kelola yang baik pada institusi. 5) Video Shooting . UPJ memiliki struktur organisasi yang berbeda dan dikelola seperti layaknya unit bisnis yang memiliki pembagian tugas dan fungsi yang jelas. memeriksa hasil produksi dari operator dan menyerahkan hasil produksi ke Administrasi UPJ. Itu semua adalah bentuk dari kemampuan 22 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Kemampuan untuk merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan stakeholder SMKN 4 Malang terus berupaya mengoptimalkan semua sumber daya untuk mendengarkan dan merespon apa yang menjadi keinginan dari stakeholders. 7) Hot Print. pelaksanaan tryout untuk memetakan kesiapan siswa. mendefinisikan.1.4 Kapabilitas Inovasi Ada beberapa hal yang dapat dilihat untuk menggambarkan kemampuan SMKN 4 Malang dalam menciptakan inovasi dalam pengembangan pendidikan. 3.

Kaprokal. 3. Wakasek.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah dalam merespon dan memberikan jawaban atas keinginan stakeholders. yang dapat dilihat dari hubungan kerja antara Kepala Sekolah.�&''' ISO 9001:2000.&'''������������������������������ ����������� � ����������������������� yang peduli akan mutu. Yang termasuk dalam jejaring strategis adalah relasi dan sumber informasi yang memberi kekuatan organisasi untuk mencapai tujuannya.&'''����������������� ����� �������������� ������#� ������������������� dunia internasional. Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring Kemampuan membangun dan mengembangkan jejaring. baik mutu proses maupun mutu jasa. baik operasional maupun strategis. �������� ��������������� � ���� b. siswa dan semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar. ������� ��� ������������������������������������������������������� � �� Skema 2 ���%��� Proses KBM SMKN 4 Malang ��#����&�����&�� ������� #� ��������������������#?�(''��. Jejaring operasional dibutuhkan dalam membangun hubungan kerja dilingkup internal sekolah. Jejaring strategis menuntun sekolah untuk menentukan arah pengembangan ke depannya. sehingga ������������������������� � �������������������������������������� � �������� mampu menjawab tantangan menghadapi era globalisasi. SMM ISO 9001:2000 memperbaiki kinerja di dalam $#��)����������������������� ��������� ������������������������� �������#����#?� suatu organisasi pendidikan dan mampu menciptakan budaya organisasi (''�. yang merupakan suatu standar internasional Sistem ��������� � ���������� � �� � #+�� � : � ������ � ��������� � ������ � ��������� � �#?� Menejemen Mutu (SMM) yang telah diterapkan secara luas dan diakui (''�.�&'''������������������������������ � � ����� Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK ������ �������� ���������� � �������$������������������������������������� � � 23 . menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan SMKN 4 Malang. Proses • Penerapan (� ��#��� ISO 9001 : 2000 Penguatan tatakelola di SKMN 4 Malang dilakukan dengan penerapan • �����������#?�(''��.

Melalui instrumen audit dan survei kepuasan pelanggan inilah SMKN 4 selalu berupaya untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelayanannya. meskipun sistem ini belum diaplikasikan untuk seluruh calon pendaftar SMKN 4 Malang. sampai murid lulus. karena masing-masing siswa hanya diterima di satu pilihan saja. 2. 3. Program prakerin satu tahun. Dengan penerapan ISO tersebut. Audit dikalukan dengan sistem cross audit. Daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders mendorong sekolah melakukan terobosan baru dalam kegiatan belajar mengajar. 24 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . proses pendidikan/KBM. dan murni berdasarkan DANUN (Daftar Nilai Ujian Nasional). audit internal dilakukan dua kali dalam setahun. Selain itu jumlah penerimaan siswa bisa dipantau untuk menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku. maupun program BKK merupakan contoh nyata dari daya tanggap sekolah terhadap kebutuhan stakeholders. dan aspek tata kelola yang baik menunjang dalam setiap proses KBM sehingga mendorong sekolah menciptakan inovasi-inovasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. Hal ini untuk menjaga independesi dalam proses audit. dimana tim audit dari program keahlian tertentu mengaudit program keahlian lain. Untuk menilai efisiensi dan efektivitas sistem manajemen mutu. cepat. Transparan dalam proses penerimaan siswa baru dengan sistem online (PSB online). sistem manajemen sekolah menjadi lebih baik dan berkembang. sehingga seluruh proses kerja (mulai dari penerimaan murid baru. Hal ini jika diterapkan secara konsisten akan menjamin tercapainya konsisten mutu. Dengan sistem ini. hasil penyaringan siswa baru akan lebih mudah. Berikut adalah aspek tata kelola yang baik dalam proses KBM SMKN 4 Malang: 1. akurat. transaparan. SMKN 4 Malang melakukan survei kepuasan pelanggan sebagai tolok ukur dari kinerja sistem manajemen mutu sekaligus untuk memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi. PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran. Semua fungsi yang berdampak terhadap mutu anak didik dikendalikan sedemikian rupa. upaya sekolah untuk melakukan penyeimbangan prestasi akademik maupun produktif. 4.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 mengutamakan pengendalian proses sejak awal. sesuai dengan target yang diharapkan) menjadi titik-titik kritis dan penting yang menentukan keberhasilan sekolah dalam meningkatkan mutu anak didik.

masing-masing Ketua Program Keahlian harus mempertanggungjawabkan semua kebijakan. dan perusahaan. diskusi. program kegiatan dan penggunaan sumber daya kepada Kepala Sekolah. surat kabar. Penilaian juga dilakukan oleh beberapa pihak antara lain sekolah. kaset. pelaksanaan kebijakan. dalam kelompok belajar. semua kebijakan. dinamika kelompok. Hal ini membawa banyak perubahan dalam kegiatan belajar-mengajar di SMK 4 Malang. Pada tingkat kedua. dan data projector). • Penilaian siswa yang tadinya tertutup menjadi penilaian terbuka dan transparan. • Siswa mengetahui kompetensi dari masing-masing mata diklat yang harus dikuasai selama satu semester. majalah. perubahan yang dirasakan antara lain : • Pembelajaran berbasis waktu (time based) berubah menjadi berbasis kompetensi (competence based). program keahlian. • Siswa dapat menggunakan haknya untuk remidial (perbaikan) dan reinforcement (pengayaan) kepada setiap guru yang mengajarnya. Pada tingkat pertama. modul. Jenjang terakhir. • Metode umum pembelajaran menjadi lebih beragam antara lain ceramah. CD. kondisi ini sangat menfasilitasi bagi setiap komponen sekolah untuk aktif terlibat dalam proses pembuatan kebijakan sekolah. penggalian potensi diri. Sumber Daya Manusia Penciptaan Iklim dan Budaya Sekolah SMKN 4 Malang mampu menciptakan iklim dan budaya yang kondusif di sekolah. Ruang otonomi juga ditumbukan disetiap program keahlian sehingga masingmasing program keahlian dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang efektif bagi program keahlian masing-masing. program kegiatan dan penggunaan sumber daya dilakukan secara berjenjang. Pembelajaran dari trimedia (buku. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui Komite Sekolah. • Fungsi guru yang sebelumnya sebagai instruktur menjadi fasilitator • Penilaian berdasarkan materi yang telah dijadwalkan menjadi penilaian objektif kepada setiap siswa sesuai kompetensi maksimal yang dipersyaratkan atau dicapai. radio. dan studi kasus. penugasan. program kegiatan dan penggunaan sumber daya di program keahlian dipertanggungjawabkan ke Ketua Program Keahlian masing-masing. DVD. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 25 . alat tulis dan papan tulis) menjadi multimedia (buku. • Textbook oriented menjadi multi reference oriented. c.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 5. papan tulis. Pertanggungjawaban atas kebijakan sekolah. televisi. VCD. alat tulis.

2. Rerata nilai UAN dari siswa SMKN 4 Malang selama periode 2005-2008 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. SMK Besar tahun 2005.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. Teknologi Pada tahun 1999. e. SMKN 4 Malang memiliki e-mail resmi pertama sebagai sarana komunikasi langsung dengan Direktorat Pendidikan Menengah dan Kejuruan. Pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang meliputi: 1. tingkat kelulusan terendah mencapai 98.3 % dan tingkat tertinggi mencapai 100%dengan tingkat rerata UAN diatas 7. Aplikasi teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi dasar pengembangan sarana dan prasarana di SMKN 4 Malang. Wide Area Network (WAN) Kota Malang tahun 2003. Pengembangan sumber daya informasi dan komunikasi meliputi: 1. 26 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar yang menarik dan menyenangkan berbasis multimedia melalui penyediaan perangkat LCD data projector dan wallscreen permanen di bengkel-bengkel kerja bidang keahlian Grafika dan ruang-ruang kelas. Selama periode 2005-2008. untuk mendukung program edukasi dan administrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 3. Pengukuran (Measurement) Pencapaian SMKN 4 dapat dilihat berdasarkan tingkat kelulusan dan rerata nilai UAN siswa sekolah. Kepercayaan tersebut berkesinambungan sampai dengan hari ini. 2. Pada saat itu belum banyak sekolah atau perguruan tinggi yang memiliki e-mail. Televisi Edukasi (TVE) Kota Malang tahun 2005. Perkembangan peran teknologi informasi dan komunikasi ini dimulai sejak implementasi Jaringan Internet (Jarnet) tahun 2000. ICT Center Kota Malang tahun 2004. Penerimaan Siswa Baru (PSB) Online tahun 2002. Penambahan sarana praktik Grafika berupa mesin digital printing. SMK Bertaraf Internasional tahun 2006 dan Client ICT Center Kota Malang tahun 2006. Melengkapi komputer dengan perangkat lunak standar yang berlisensi sebagai wujud kesadaran hak atas kekayaan intelektual. Peningkatkan kualitas dan profesionalitas guru dengan menggunakan notebook/laptop sebagai alat bantu belajar dan mengajar. Pengembangkan fasilitas intranet dan internet di sekolah. Kemudian berturut-turut adalah Jaringan Informasi Sekolah (JIS) Kota Malang tahun 2001. Inilah tahapan penting yang mengantarkan SMK Negeri 4 Malang lebih dikenal sebagai SMK Grafika sekaligus SMK Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Inggris 6.38 B. 1 Nilai UAN Jurusan Persiapan Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 117 150 199 210 Nilai Rata-Rata UAN B.34 7.80 Rata2 Total 7.72 7.94 7.60 %Kelulusan 99.03 100 100 Sumber: SMKN 4 Malang Pencapaian SMKN 4 juga dapat dilihat dari sisi serapan siswa pada pasar tenaga kerja.77 8. Indonesia 7.36 7.3 99.15 7.15 7.63 Matematika 7.61 7.3 Nilai UAN Jurusan Multimedia SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.39 B.31 7.32 7.78 7.67 7.02 7.77 8.18 7.3 100 99.68 %Kelulusan 98. capaian SMKN 4 Malang memiliki kecenderungan tren yang semakin membaik dari periode 2005/2006 ke 2007/2008.59 7. Inggris 6.5 100 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.02 7. Inggris 6.67 7.38 B.41 7.60 7.15 7.41 7.18 7.02 7. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 27 .18 7. Bahkan untuk tahun 2007/2008 capaian serapannya melebihi capaian serapan SMK secara keseluruhan ataupun jika dibandingkan dengan SMK kelompok teknologi yang lain di Malang.52 7.38 7.52 7.2 Nilai UAN Jurusan Produksi Grafika SMKN4 Malang Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 Jumlah Siswa 193 229 265 289 Nilai Rata-Rata UAN B.18 7.80 Rata2 Total 7.7 99.32 7.63 Matematika 7. Indonesia 7. Dibandingkan dengan rata-rata industri.82 Rata2 Total 7.3 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.5 98.20 7.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.64 7.72 7.15 7. Indonesia 7.38 7.82 Matematika 7.36 7.60 %Kelulusan 100 99. Ilustrasi dari hal tesebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

17% 2007/2008 59.07% 71.25% 56.51% 45.03% Sumber: Dinas Pendidikan Kota Malang & SMKN 4 Malang Tabel.6 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Produksi Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 193 226 263 PNS 0 0 0 Mandiri 4 1 5 Swasta Relevan 74 116 181 Swasta Lain 11 6 24 Perti 10 10 15 Blm Bekerja 94 93 38 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.14% 2006/2007 62.5 Daya Serap Lulusan SMKN 4 Malang Program Keahlian Persiapan Grafika Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Jml Tamatan 117 149 199 PNS 0 0 1 Mandiri 0 1 2 Swasta Relevan 55 109 103 Swasta Lain 5 11 18 Perti 19 15 28 Blm Bekerja 38 13 47 Sumber: SMKN 4 Malang Tabel.23% 57.7 Daya Serap SMKN 4 Malang Program Keahlian Multimedia Tahun 2005/2006 2006/2007 2007/2008 Sumber: SMKN 4 Malang Mandiri 3 10 0 Swasta Relevan 19 33 60 Swasta Lain 1 0 13 Perti 20 47 33 Blm Bekerja 4 12 5 28 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .98% 60.0% 60.4 Daya Serap Lulusan SMKN4 Malang di Industri No 1 2 3 Keterangan Total serapan seluruh SMK Malang Total serapan SMK Kelompok Tehnologi Total Serapan SMK 4 2005/2006 63.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel.

3. pemastian mekanisme ISO berjalan.seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar bagi guru-guru).seperti band dan teater . Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana serta upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan produk sangat dibutuhkan. dan sebagainya . 3.menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sederet prestasi penghargaan berhasil diraih oleh siswa-siswi SMKN 4 Malang (tercatat 82 penghargaan sejak tahun 2003) mulai dari yang sifatnya kegiatan ektrakulikuler .sampai ke hal yang sifatnya teknis kompetensi . dapat dilihat pada lampiran. Penerapan ISO juga dijalankan untuk menjamin kualitas proses dan ouput menuntut profesionalisme dari sumber daya manusia yang ada. Oleh karena itu mekanisme pemantauan. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMKN 4 Malang .1 Profil Daerah dan Sekolah Kota Makassar berawal dan berada di muara Sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV. Link and macth mengandung makna keserasian dan kesepadanan antara program pembelajaran yang diajarkan di sekolah dan kebutuhan industri. Makassar sempat menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia dibawah kekuasaan pemerintahan Raja Gowa tetapi kemudian mengalami kemunduran Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 29 . Oleh karena itu peningkatan pada aktivitas sekolah diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga kesinambungan program dapat terjamin.2 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 8 Kota Makassar Sistem blok dikembangkan untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri.5 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari semua pihak yang terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 4 Malang. 3.1.seperti Juara 1 Animasi LKS SMK di Makassar – yang secara tidak langsung menunjukkan output dari SMKN 4 Malang memiliki keunggulan. pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa. Selengkapnya mengenai prestasi.2. evaluasi serta langkah perbaikan yang berkelanjutan terhadap proses dan kualitas layanan menjadi faktor kesinambungan inovasi di SMKN 4 Malang.

Pada tahun 1971 terjadi penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan “Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman. 30 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . SMKN 8 Makassar berdiri pada tanggal 27 Nopember 1947/1950 dengan nama OSVO (Opleiding School Voor Onderwyseres). Secara geografis Kota Makassar memiliki kedudukan strategis yang berimplikiasi pada bidang ekonomi maupun politik. Makassar tahun 1920-an adalah kota besar kedua luar jawa. Selama dikuasai VOC. Makassar dapat menjadi simpul jasa distribusi yang menawarkan efisiensi yang lebih dibandingkan daerah lain untuk kawasan Indonesia bagian timur. Makassar dihidupkan kembali dengan menjadikannya sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1846. tepatnya pada tanggal 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999. Makassar menjadi sebuah kota yang terlupakan. Pada tahun 1976/1977 sampai dengan tahun pelajaran 1993/1994 SKKA berubah menjadi SMKK (Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga). Hal inilah yang kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan. Baru setelah pemerintah Hindia Belanda menggantikan kompeni (VOC) yang bangkrut pada akhir abad ke 18. Dideklarasikan sebagai Kota Madya pada tahun 1906. SMKN 8 Makassar-lah yang mampu merespon tantangan-tantangan tersebut. maka pada tahun 1964 SGKP mengalami perubahan kurikulum dan pada tahun 1968 namanya menjadi SKKA (Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas) dengan lama pendidikan tiga tahun. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. Baru pada tahun 1999 kota ini dinamakan kembali Makassar.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan akibat serangan kompeni dagang belanda (VOC) pada tahun 1669. jurusan Bagian A dan B yaitu Menjahit dan Memasak/Binatu. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini semakin tinggi. Dari OSVO berubah menjadi SGKP (Sekolah Guru Kepandaian Putri) pada tahun 1951 dengan lama pendidikan empat tahun. SKKA mempunyai dua program jurusan. Belanda menjadikan Makassar sebagai pusat pemerintahan kolonial Indonesia Timur. Dari sisi ekonomi. Pada awal abad ke-20. perhotelan dan restoran.

yaitu: a) Program studi keahlian Tata Busana. • Usaha Perjalanan Wisata b) Program studi keahlian Tata Boga. yaitu: a) Program studi keahlian pariwisata. Pada tahun 1994/1995 diberlakukan kurikulum baru. Visi dari SMKN 8 Makassar adalah: “Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional”.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dengan program kejuruan Tata Boga. Terdiri dari dua program studi keahlian. b) Program studi keahlian Tata Kecantikan. 3. Mengembangkan program pengabdian masyarakat pada bidang pariwisata. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan Misi SMKN 8 sebagai berikut: 1. Dengan kompetensi keahlian: • Jasa Boga • Patiseri 2. 2. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 31 . SMK Negeri 8 Makassar yang termasuk dalam sekolah kelompok pariwisata telah membuka dua bidang studi keahlian dan tujuh kompetensi keahlian. Bidang studi keahlian pariwisata 2. dengan kompetensi keahlian Busana Butik. dengan kompetensi kecantikan rambut dan kulit. Mengembangkan kemitraan nasional dan internasional. Tata Busana dan Tata Graha. (Front Office & House Keeping). Mengembangkan program Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. Bidang studi keahlian pariwisata 1. seiring dengan perubahan tersebut nama SMKK berubah menjadi SMK sehingga kurikulum 1994/1995 disebut Kurikulum SMK Kelompok Pariwisata. Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata berstandar Internasional. yaitu: 1. 4. Terdiri dari dua program studi keahlian. dengan kompetensi keahlian: • Akomodasi perhotelan (SBI). Pada tahun 1997 menjadi SMK Negeri 8 Makassar hingga saat ini.

sehingga sering ditemukan setelah belajar olah raga siswa belajar praktik memasak atau tata hidang. tidak dibedakan minggu pembelajaran praktik dan pembelajaran teori.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Pada awalnya pihak hotel dan mitra industri beranggapan bahwa lulusanlulusan SMKN 8 Makassar belum siap kerja dikarenakan pola pembelajaran masih menggunakan metode-metode konvensional.2. Pada pembelajaran konvensional. 32 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Sementara badan sudah berkeringat dan durasi praktik tidak mencerminkan sistem kerja di hotel. Prakerin bila hanya 3 bulan dianggap tidak memberi kontribusi kepada industri tempat prakerin. Penerapan sistem blok membawa perubahan besar dalam proses kegiatan belajar mengajar di SMKN 8 Makassar.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur Organisasi SMKN 8 Makassar: 3.

saat ini ada enam kelas siswa tingkat I. masing-masing kelompok akan berganti blok (blok normatif/adaptif menjadi blok teori praktik kejuruan. Sistem blok dikembangkan mulai tahun 1995 dengan mendengarkan masukan-masukan dari pihak industri. matematika. Setelah satu minggu. yaitu dua kelas di kelompok normatif/adaptif. (ii) teori kejuruan.2. Siswa dari enam kelas ini kemudian dikelompokkan menjadi tiga kelompok.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Pemberian nama kelompok tersebut berhubungan dengan materi yang akan siswa terima selama satu minggu. Selama satu minggu tersebut. kelompok normatif/adaptif akan menerima materi terkait dengan mata pelajaran normatif/adaptif (pendidikan agama.3 Praktik Inovasi Pendidikan Pengembangan Sistem Blok Sistem blok merupakan sistem yang dikembangkan SMKN 8 Makassar untuk menjawab permasalahan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Tabel. Siklus ini akan berlangsung selama tiga minggu dan setelah itu siklus akan berulang. Sekedar ilustrasi. IPS dan lainnya). blok teori praktik akan melakukan praktik dan blok praktik menjadi blok normatif/adaptif ). dua kelas di kelompok teori kejuruan dan dua kelas di kelompok praktik kejuruan. dan (iii) praktik kejuruan. sedangkan kelompok teori praktik kejuruan akan menerima materi yang terkait teori kejuruan yang akan mereka mereka praktikan nanti selama satu minggu kedepan. Bahasa Indonesia. Penekanan diberikan pada proses pembelajaran dan evaluasi/penilaian yang berkelanjutan (on going learning proses and assesment). yang saling terkait satu sama lain dalam sebuah kesatuan proses.8 Siklus Pembelajaran Minggu 1 2 3 4 Teori Umum (normatif/adaptif) Kelompok I Kelompok III Kelompok II (Berulang) teori kejuruan Kelompok II Kelompok I Kelompok III Praktik Kelompok III Kelompok II Kelompok I Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 33 . Kelompok praktik kejuruan akan memulai proses pembelajaran dari kegiatan praktik kejuruan selama satu minggu. Sistem ini membagi siswa berdasarkan blok-blok pembelajaran. yaitu (i)normatif/adaptif.

dimana setiap kelompok nantinya yang terbentuk akan terdiri dari kurang lebih 12 orang dan ditangani oleh 2-3 orang pengajar/instruktur. Tabel. Jika belum tercapai. Sistem blok yang dikembangkan menuntut sebuah proses yang berkelanjutan dan saling terkait sehingga satu bagian dari sistem tersebut tidak boleh ada yang berhenti berproduksi/berproses. Tujuan lainnya adalah untuk menjamin bahwa penilaian (assesment) dan perhatian dapat diberikan pada masing-masing individu sehingga usaha peningkatan kompetensi dapat dilakukan secara optimal.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Pada saat melakukan praktik.9 Ilustrasi Sistem Blok Bidang Pariwisata untuk Siswa Tingkat I SMKN 8 Makassar Area Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Dapur Instruksi A F E D C B Dapur Produksi/Cafe B A F E D C Restoran C B A F E D Patiseri D C B A F E House Keeping E D C B A F Front Office F E D C B A Sumber: SMKN 8 Makassar Output atau keluaran yang dihasilkan oleh siswa pada saat praktik akan digunakan oleh siswa yang lain sebagai sarana praktik juga. siswa akan dibagi berdasarkan blok-blok (enam blok dari blok A sampai dengan blok F) yang berhubungan dengan kompetensi yang harus dikuasai pada tingkat I. Penekanan pada aspek pencapaian kompetensi ini memungkinkan SMKN 8 Makassar menghasilkan siswa dengan tingkat kompetensi yang sesuai dengan spesifikasi industri. proses akan dilanjutkan/diulang kembali sehingga target kompetensi pembelajaran pada hari itu tercapai. kue atau makanan yang dihasilkan didapur atau bagian patiseri akan disajikan di restoran atau kafe oleh siswa yang praktik tata boga di restoran. Penilaian akhir dilakukan pada setiap akhir sesi praktikum untuk melihat apakah kompetensi siswa sudah tercapai atau belum. Sebagai contoh. Hal ini selain dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 34 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .

Kemampuan untuk mendengarkan keinginan stakeholders Pengembangan jurusan pariwisata terutama akomodasi perhotelan dan restoran oleh SMKN 8 Makassar memiliki kesesuaian dengan tren kebutuhan pasar yang ada. Hal ini memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan pasar. dan krietria penerimaan siswa. Kecenderungan juga menunjukkan bahwa peran sektor ini meningkat dari tahun ketahun dan secara tidak langsung memberikan sinyal adanya kebutuhan atau permintaan tenaga kerja disektor ini. Pengembangan jejaring strategis menjadi salah satu faktor kunci dalam 35 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Kemampuan merespon dan memberikan jawaban yang tepat atas keinginan pasar Tidak hanya mendengarkan apa yang menjadi keinginan pasar. Dua hal yang dikembangkan oleh SMKN 8 Makassar dalam pendesainan proses dan produk tersebut adalah: 1) Pengembangan sistem blok yang memungkinkan pembentukan tingkat kompetensi siswa sesuai yang diharapkan dapat terjadi 2) Pengembangan iklim dan budaya sekolah yang disesuaikan dengan kondisi dunia kerja. SMKN 8 Makassar diharapkan juga memiliki kemampuan menerjemahkan kebutuhan tersebut ke level operasional. Bahkan untuk penerimaan siswa baru. dan mendesain proses dan produk untuk menjawab kebutuhan tersebut.4 Kapabilitas Inovasi a. Kemitraan yang terjalin erat dengan dunia industri menjadi jembatan bagi sekolah untuk selalu mendengar apa yang menjadi kebutuhan pasar. 3. waktu praktik kerja industri (prakerin) selama enam bulan. pihak sekolah mengakomodir dan menyesuaikan standar penerimaan sesuai dengan kriteria minimal yang diinginkan industri.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. keahlian. yaitu dengan cara pengembangan sistem blok. sikap. yaitu kebutuhan mengenai profil tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri seperti kompetensi. Strategi yang Dilakukan 1. Indikasi tren kebutuhan industri ini dapat dilihat diantaranya melalui kontribusi peran sektor perdagangan dan perhotelan pada perekonomian ekonomi daerah. dan standar perilaku. yaitu menyerap lulusan SMKN 8 Makassar dan sebagai mitra dalam pengembangan desain sistem belajar mengajar. Kemampuan untuk mengembangkan jejaring dan hubungan dengan mitra industri Peran industri sangat besar bagi SMKN 8 Makassar. 2.2.

2. dan pengukuran. • Dokumentasi lainnya. Adapun alternatif metode pengukuran dan pemantauan proses adalah sebagai berikut : 36 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . • Praktik. Sistem Manajemen Mutu terkait bagaimana cara organisasi menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk mulai dari komitmen manajemen. Proses Penguatan Tatakelola Melalui Penerapan ISO 9001:2000 Dalam hal penguatan tata kelola institusi. SMKN 8 memantau informasi mengenai persepsi pelanggan terhadap organisasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan pengembangan SMKN 8 Makassar sehingga tidak hanya memiliki jejaring di dalam negeri. sistem. Pemantauan dan Pengukuran Proses. Beberapa implementasi penerapan program penguatan tata kelola di SMKN 8 diantaranya adalah adanya pemantauan dan pengukuran mengenai: 1. SMKN 8 mengidentifikasi metode pengukuran dan melakukan pengukuran untuk mengevaluasi kinerja proses. SMKN 8 melakukan penguatan dengan melakukan perbaikan administrasi pengelolaan manajemen sekolah. sehingga produk institusi dapat dijaga kualitasnya dan terus menerus ditingkatkan untuk kepuasan pelanggan. analisa. Audit Internal SMKN 8 menetapkan audit mutu internal minimal dilakukan 2 kali dalam satu tahun. manajemen sumber daya. Audit harus mencakup penilaian dari : • Kegiatan atau proses belajar dan kinerja siswa. guna menilai efektivitas dari sistem manajemen mutu tersebut. • Audit harus dilaksanakan oleh personil yang mempunyai kualifikasi memadai dan tidak bertanggung jawab langsung terhadap bidang yang diaudit. dalam bentuk survei kepuasan pelanggan. SMKN 8 mengambil langkah-langkah yang diperlukan sebagai konsekuensi hasil pengukuran kepuasan pelanggan tersebut. Indikator kinerja ditunjukkan dengan keberhasilan SMKN 8 memperoleh ISO 9001:2000 mengenai sistem manajemen mutu. b. proses realisasi produk. perbaikan di sistem. Kepuasan Pelanggan Sebagai salah satu tolak ukur kinerja sistem manajemen mutu. prosedur dan instruksi kerja. Malaysia dan Inggris yang telah dirintis sejak tahun 1996 hingga saat ini. 3. tetapi SMKN 8 Makassar juga memiliki jejaring mitra industri di luar negeri seperti di Singapura.

c. • Peserta didik yang belum menyelesaikan persyaratan administrasi. • Peserta didik belum menyelesaikan semua kompetensi yang dipersyaratkan. pemeriksaan/pemantauan dalam proses belajar mengajar dan pemeriksaan/pemantauan akhir. Untuk itu SMKN 8 mengambil langkah-langkah pemeriksaan/pemantauan awal terhadap barang/material ataupun jasa yang dibeli. • Peserta didik yang secara hukum terlibat dalam tindak kriminal dan asusila. untuk mencegah penggunaan atau penyerahan yang tidak dikehendaki. Sumber Daya Manusia Pengembangan Iklim dan Budaya Sekolah Pengembangan iklim dan Budaya sekolah yang mendekati atau dikondisikan sesuai dengan dunia kerja memungkinkan SMKN 8 membentuk siswa yang dapat dengan cepat beradaptasi di dunia kerja. Penyerahan produk dan jasa atau peserta didik (siswa) tidak boleh dilakukan sampai semua pengaturan pemeriksaan pemantauan telah selesai secara memuaskan. Supervisi kelas b. Menganalisa laporan pencapaian sasaran mutu.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan a. Pihak sekolah menugaskan siswa-siswa SMKN 8 sebagai petugas piket setiap hari secara bergiliran sebagai pihak pen37 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . c. 4. Adapun yang dimaksud dengan produk tidak sesuai misalnya: • Calon peserta didik yang tidak memenuhi persyaratan. d. Menyelenggarakan rapat-rapat rutin yang membahas kemajuan pekerjaan dan membahas pemecahan masalah-masalah yang dihadapi. Membuat laporan berkala yang memuat hal-hal yang menyangkut kemajuan pekerjaan. Pemantauan dan Pengukuran Produk SMKN 8 mengukur dan memantau karakteristik produk atau jasa atau peserta didik (siswa) untuk memverifikasi bahwa persyaratan kompetensi tersebut telah dipenuhi. Sebagai ilustrasi pembentukan ini. e. 5. Pengendalian Produk Tidak Sesuai / Peserta Didik Bermasalah Semua produk dan jasa tidak sesuai atau peserta didik yang bermasalah diiidentifikasi dan dikendalikan. Apabila terdapat ketidaksesuaian dari hasil pemantauan dan pengukuran tersebut. maka akan dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan yang memadai.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

erima tamu/receptionis, cleaning service, tugas memasak untuk kantin/ café dan pramusaji pada café dan kantin sekolah serta tugas lainnya seperti halnya dihotel untuk mengembangkan budaya dan sikap kerja. Penegakkan tata tertib dan system denda terutama bagi yang melanggar aspek lingkungan (kebersihan) dilakukan dengan ketat. d. Teknologi yang Digunakan Teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan SMKN 8 Makassar. Pada tahun 1996 SMKN 8 Makassar memiliki website ketika prakerin mulai dilakukan di luar negeri yaitu Singapura dan Malaysia. Dengan proses teknologi pulalah SMKN 8 membangun dan melebarkan jejaring strategisnya, sampai akhirnya mampu mengantarkan siswanya untuk melakukan prakerin di Inggris. Peran teknologi dalam proses kegiatan belajar mengajar menjadi sebuah keharusan terutama untuk program studi keahlian tertentu. Program studi keahlian akomodasi perhotelan pada kompetensi reservasi dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan Fidelio System yang merupakan Computer Reservation System (CRS). Sementara program studi Usaha Perjalanan Wisata menggunakan Galileo system untuk kompetensi tiketing. Teknologi menjadi media penghubung yang efisien antara sekolah dengan semua stakeholdersnya. Guru, siswa, orang tua siswa, masyarakat dapat mengakses semua informasi yang terkait dengan SMKN 8 Makassar melalui jaringan internet yang sudah online sejak tahun 1996. e. Pengukuran (Measurement) Penerapan sistem blok yang dilakukan oleh SMKN 8 Makassar memungkinkan penciptaan kualitas lulusan yang sesuai dengan standar industri. Selain itu, pengembangan iklim dan budaya kerja disekolah memungkinkan pembentukan sikap dan perilaku siswa sehingga lebih sesuai dengan standar norma kerja industri. Dengan kata lain pengembangan sistem dan atmosfir pembelajaran yang diterapkan SMKN 8 Makassar memungkinkan terbentuknya tingkat kompetensi, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk pengembangan diri siswa agar siap memasuki dunia kerja. Pengembangan jejaring dengan mitra industri merupakan sisi lain yang mendukung keberhasilan SMKN 8 Makassar. Hubungan baik antara SMKN 8 Makassar dan mitra industri tercipta atas dasar asas manfaat dan
38 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

keuntungan timbal balik yang berdampak pada lebih mudahnya siswa lulusan SMKN 8 Makassar diserap oleh pasar tenaga kerja. Pengembangan jejaring bernilai strategis dan bermanfaat pada SMKN 8 mengingat mitra industra tidak hanya berperan sebagai pasar, tetapi juga sebagai mitra dalam pengembangan sistem pembelajaran (tempat untuk prakerin, sumber perbaikan kurikulum, up date kompetensi dan pengetahuan, dan lain-lain) secara berkelanjutan. Ilustrasi dari bagaimana hubungan dengan mitra industri dapat membantu serapan lulusan dapat terlihat pada Tabel berikut ini. Tabel.10 Daya Serap lulusan SMKN 8 Makassar
No 1 2 3 4 Keterangan Kuliah Bekerja Tanpa Info Jumlah Tamatan 2004 Jmlh 50 130 18 198 % 25.3 65.7 9 100 42 124 19 185 2005 Jmlh % 22.7 67 10.3 100 29 120 10 170 2006 Jmlh % 17 70.5 5.8 100 25 97 15 151 2007 Jmlh % 16.6 64.2 9.9 100 17 177 8 202 2008 Jmlh % 8.4 87.6 3.9 100

Sumber: SMKN 8 Makassar

Sistem yang sama juga memungkinkan SMKN 8 Makassar untuk berkembang menjadi salah satu SMKN Pariwisata di bidang Akomodasi Perhotelan dan Restoran yang menonjol di Indonesia. Sederet penghargaan dan prestasi sekolah/siswa yang pernah diraih, diantaranya: 1. Wiyata Mandala Tahun 1995/1996 2. Sekolah Pertama di Indonesia Melaksanakan Prakerin Luar Negeri 1996 3. Juara PKS (Promosi Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional, Akomodasi Perhotelah, Tata Busana, 1995, dan Tahun 1998 Tata Boga. 4. Sekolah Terbersih se Kota Makassar tahun 2002/2003 5. SMK Unggulan Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan 2003/2004 6. SMK OUTLET tahun 2005 7. SMK TUK (Tempat Uji Kompetensi) 2005 8. Rintisan SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) 2006 Tingkat penerimaan pasar yang tinggi di SMKN 8 Makassar apabila terjadi secara konsisten akan memberikan signal positif pada pasar baik itu pasar calon konsumen maupun industri mengenai kualitas SMKN 8 Makassar. Hal ini juga merupakan sarana komunikasi yang efektif, powerful dan efisien untuk meningkatkan animo konsumen (calon konsumen/
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

39

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

siswa dan industri). Sebagai indikasi awal dapat dilihat pada table berikut ini yang menunjukkan adanya peningkatan secara perlahan jumlah siswa yang mendaftar dan diterima selama dua tahun belakangan ini. Tabel.11 Rekapitulasi Penerimaan Siswa Baru SMKN 8 Makassar Tahun 2007-2008
Bidang Keahlian 1. Hotel & Restoran 2. Tours & Travel 3. Busana & Kecantikan Total Sumber: SMKN 8 2007/2008 Pendaftar 193 60 61 314 Diterima 155 38 48 241 203 39 83 325 2008/2009 Pendaftar Diterima 134 36 80 314

Ditengah pencapaian yang sudah disampaikan diatas, terdapat beberapa catatan yang dapat menjadi masukan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan di SMKN 8. Hal ini berkaitan dengan prestasi nilai UAN yang masih dibawah rerata nasional (Nilai 7). Akan semakin melengkapi capaian SMKN 8 jika kesuksesan tadi dilengkapi dengan capaian di bidang pengembangan akademis siswa. Berikut adalah table yang menggambarkan rerata nilai UAN siswa SMKN 8. Tabel.12 Rata-rata Nilai UAN Siswa SMKN 8 Makassar Periode Tahun 2003 - 2008
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Inggris Produksi Rata-rata Total 5.01 5.92 5.62 2003/2004 5.72 5.73 3.58 2004/2005 6.04 5.66 6.05 2005/2006 5.98 4.8 6.09 2006/2007 6.31 5.17 6.79 7.79 6.52 2007/2008 6.33 3.87 5.96 7.74 5.98 2008/2009 6.75 6.16 6.54 7.92 6.84

Sumber : SMKN 8 Makassar

40 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

4 Kesinambungan Program Keberlanjutan inovasi yang diterapkan merupakan satu hal yang menjadi komitmen SMKN 8 karena telah memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian yang diperoleh sejauh ini. Karena capaian yang diperoleh saat ini dan kedepan menuntut perbaikan pada sistem pembelajaran dan penjalinan jejaring dengan mitra industri secara berkelanjutan. Konsistensi komitmen pimpinan sekolah dan staff penting bagi keberlanjutan inovasi ini.2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 41 . Komitmen ini paling tidak ditunjukkan dengan pegembangan dan peningkatan sarana dan prasarana dan unit produksi pembelajaran baru oleh SMKN 8 berupa education hotel.

Visi dari SMKN 2 Subang adalah: ”Mewujudkan sekolah berbasis kewirausahaan/bisnis yang dikelola dan 42 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . dan SMK Negeri 2 Subang salah satunya. Budidaya Ikan. Hal ini tercermin dari visi Kabupaten Subang yang ingin mewujudkan Subang sebagai daerah agribisnis. topografi dan kondisi jalan yang jelek. Sebagai penyandang predikat salah satu lumbung padi nasional. serta terkendala oleh jarak. Mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah. Potensi besar Subang di bidang pertanian sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal dengan berdirinya sekolah kejuruan pertanian. Subang tetap mempertahankan sektor pertanian sebagai salah satu sektor utama dalam perekonomiannya.606 ton terhadap stok padi nasional..3.1 Profil Daerah dan Sekolah Kabupaten Subang sebagai salah satu kabupaten di kawasan utara Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah seluas 205. Selain tanaman pangan potensi pertanian yang ada di Kabupaten Subang adalah tanaman palawija dan holtikultura.176.. Pada Tahun 1995 berubah menjadi SMK Negeri 2 Subang hingga saat ini.34 % dari luas Provinsi Jawa Barat. Ditengah kecenderungan perkembangan daerah lain yang mengarah kepada industrialisasi.” 3. dan Teknologi Hasil Pertanian). Produksi padi tersebut dihasilkan dari lahan basah 1..020. Budidaya Ternak. Mekanisasi Pertanian. Untuk itu mereka harus sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. Berjalan sejak tahun 1966 dan resmi ditetapkan sejak 7 Desember 1967. Dalam perjalanannya berkembang menjadi dua program keahlian yaitu dengan dibukanya Program Keahlian Teknologi Peralatan Pertanian (TPP) pada tahun 1980.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. Kabupaten Subang menyumbangkan produksi padi yang mencapai 1.3 Praktik Inovasi Pendidikan di SMKN 2 Kabupaten Subang “Jauh dari benak pikiran kita. Pada tahun 1985 berubah menjadi SMT Pertanian dengan 5 Program Keahlian (Budidaya Tanaman.015. bahwa mereka ternyata ada. Pada awalnya SMKN 2 Subang adalah STM Pertanian dengan satu program keahlian yaitu Teknologi Produksi (TP).695 ton dan sisanya dari ladang.95 ha atau 6. Dengan curah hujan yang relatif tinggi serta ditunjang oleh adanya lahan yang subur dan banyaknya aliran sungai menjadikan sebagian besar luas tanah Kabupaten Subang digunakan untuk pertanian.

Budidaya Ikan Air Tawar. Menjadikan Bidang Keahlian Pelayaran Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan sebagai pelaut yang memiliki sertifikat Ankapin II/Atkapin II serta memenuhi “Standard International Maritim Organization (IMO)” untuk bekerja di perusahaan perkapalan/kapal Internasional. Menjadikan pendidik dan tenaga kependidikan profesional di bidangnya dan melayani pelanggan sesuai standar yang dipersyaratkan sehingga mampu menghantarkan SMK Negeri 2 Subang sebagai SMK Standar Internasional pada tahun 2014. Perakitan Komputer. 5. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi Berstandar Internasional yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki standar kompetensi internasional dan bekerja di perusahaan multinasional. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian sebagai inti kegiatan agribisnis dan agroindustri yang menerapkan sistem manajemen mutu sehingga mampu menjadikan lulusannya sebagai plasma agribisnis/agroindustri atau sebagai pekerja di perusahaan agribisnis Nasional dan Internasional. 8. 6. Menjadikan Bidang Keahlian Pertanian. 2. Menjadikan pendidik SMK Negeri 2 Subang memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan undang-undang guru dan dosen serta memenuhi standar Industri pada tahun 2014.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan disenyelenggarakan dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 sehingga mampu menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan pelanggan nasional atau internasional atau mampu berwirausaha di bidang agribisnis/agroindustri/ pariwisata/manufaktur pada tahun 2014”. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 43 . dan Teknologi Hasil Pertanian sebagai inti pencitraan fisik sekolah dalam penataan dan pelestarian lingkungan hidup. 3. Peternakan. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi sebagai berikut : 1. Menjadikan Laboratorium Pengawasan Mutu SMK Negeri 2 Subang Bersertifikat ISO 17025 : 2005 pada tahun 2012. 4. Peralatan Elektronik dan Mesin Perkakas yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai wirausaha Plasma Industri. 7. Menjadikan Bidang Keahlian Teknologi sebagai Plasma Industri Komponen Otomotif.

Usaha Perjalanan Wisata 15. Sampai saat ini SMKN 2 Subang mempunyai delapan belas Program Keahlian. Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman 3. Teknika Kapal Penangkap Ikan 44 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Agribisnis Perikanan 8. Agribisnis Ternak Ruminansia 5. Menjadikan Bidang Keahlian Pariwisata sebagai plasma industri garmen yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu sehingga memenuhi standar industri dan berkembang bersama Industri serta menjadikan kegiatan tersebut sebagai tempat diklat kelas wirausaha dan menjadikan lulusan kelas wirausaha sebagai Wirausaha Plasma Industri Tata Busana/Garmen. yaitu: 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 9. Nautika Kapal Penangkap Ikan 18. Rekayasa Perangkat Lunak 11. Menjadikan Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata sebagai Inti Promosi dan pemasaran Wisata Vokasi dan Wisata Agro SMK Negeri 2 Subang. Teknik Elektronika Industri 12. Menjadikan seluruh Program Keahlian sebagai Pelestari Lingkungan Hidup sesuai dengan ruang lingkup pekerjaannya sehingga memenuhi Standar ISO 14001 : 2004. Menjadikan Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak dan Elektronika Industri sebagai Inti Pencitraan Sekolah di bidang IT dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Teknik Sepeda Motor 10. Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian 6. Teknik Pemesinan 13. Jasa Boga 14. Nautika Kapal Niaga 17. 11. Busana Butik 16. 10. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan 7. 12. Agribisnis Ternak Unggas 4. Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura 2. Teknik Kendaraan Ringan 9.

teknologi hasil pertanian. budidaya ikan.2 Kondisi Sebelum Adanya Inovasi Menurunnya minat tamatan SMP untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Pertanian dan banyaknya tenaga kerja pengganti di sektor pertanian bagi tamatan SMK Pertanian menyebabkan jumlah siswa terus menurun dan tamatannya banyak yang tidak bekerja atau bekerja bukan pada bidangnya. PRODI. UPW KA. REKNOLOGI WAKA PI & SDM BID. PELAYARAN KA. BB KA. PRODI. SMK Pertanian dinilai gagal menyiapkan tamatannya menjadi petani atau bekerja di sektor pertanian sehingga tidak diminati. PRODI. PRODI. Kondisi lingkungan sekolah tidak terawat dan tidak mencerminkan sebagai sekolah pertanian yang dapat menjadi contoh petani.3. budidaya ternak. TU WAKA DIKLAT WAKA MANAJEMEN MUTU & LINGKUNGAN WAKA KETARUNAAN WAKA HKI WAKA SARPRAS WAKA PI & SDM BID. dan mekanisasi pertanian). kedisiplinan 45 KA.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah struktur organisasi SMKN 2 Subang: KEPALA SEKOLAH KOMITE KOORD. PRODI. APTD KA. Kondisi ini mulai dirasakan oleh SMKN 2 Subang sejak 1995 yang pada akhirnya mencapai titik terendah pada tahun 2000 dengan jumlah siswa 554 orang yang terbagi dalam 5 program keahlian (budidaya tanaman. PER. TM KA. PRODI. JB PEMBIMBING/WALI KELAS/GURU TARUNA Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . AHP KA. PRODI. PRODI. PRODI. PRODI. TEI KA. APTN KA. Kondisi ini menyebabkan motivasi guru menurun dan cenderung menyalahkan keadaan. PRODI. sehingga tidak memberi solusi tetapi menambah masalah dengan sikapnya yang cenderung apatis dan menyerah pada keadaan. PRODI. PEL & PAR KA. TO KA. API KA. RPL 3.

3 Praktik Inovasi Pendidikan a. orang tua siswa. push up. angkat beban. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. Survival dan Cross Country 46 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . sit up. olah raga permainan) c) Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer d) Tata Upacara Bendera e) PMR.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan siswa menurun dan motivasi belajarnya rendah Hasil Monitoring dan Evaluasi (M&E) SMK dan Kepala SMK sebelum tahun 1997 berkisar antara cukup dan kurang. 2. Landasan utama diterapkannya sistem ketarunaan adalah a) Kebutuhan Pelanggan (institusi pasangan. 3. tata krama/etika. DU/DI. Materi a) Tes Kesehatan oleh Dokter Pemerintah dan tindaklanjut pelayannya b) Pendidikan Jasmani Taruna (Lari. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/ anaknya/warganya yang sehat. serta kemampuan mengembangkan diri). b) Kebutuhan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Siswa untuk mencapai standar taruna c) Kebutuhan Guru Mata Pelajaran Normatif dan Adaptif dalam menerapkan nilai-nilai kecakapan hidup. SAR. P3K. pull up. Tujuan Latihan Dasar Ketarunaan bertujuan untuk membentuk karakter taruna sebagai berikut : a) Sehat sesuai standar yang ditetapkan pelanggan b) Kuat c) Disiplin d) Memahami dan Menerapkan Peraturan Baris Berbaris e) Memahami dan Menerapkan Tata Cara Penghormatan Sipil dan Militer f ) Memahami dan Menerapkan Tata Upacara Bendera g) Memahami dan Mampu Melaksanakan Survival dan Cross Country h) Memahami dan Mampu Melaksanakan Search and Resque (SAR) i) Memahami dan Mampu Melaksanakan Sholat sesuai ketentuan j) Memahami dan Mampu Mengekspresikan diri k) Memahami dan Mampu Berorganisasi l) Memahami dan Mampu Melaksanakan Tugas 3. kuat.3. Penerapan dan Pengembangan Sistem Ketarunaan 1. kemampuan komputer dan mengakses informasi.

00 Kegiatan ini dimonitor dan dievaluasi oleh Tim Manajemen dan Guru Mata Pelajaran.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f ) Placement Test Sholat dan Bimbingan Sholat g) Placement Test Baca Al Quran dan Bimbingan Baca Al Quran h) Placement Test Matematika. lima tahun terakhir sebanyak 86. Organisasi dan Kepemimpinan k) Seni dan Budaya 4. 8. Selain itu juga diterapkan “Re-orientasi Ketarunaan” bagi taruna yang pulang prakerin dan become to outcome bagi taruna yang akan lulus sampai diterima bekerja.000 orang. Dari jumlah tersebut yang melanjutkan hanya 55.00 – 16. Bagi yang lulus diberi sertifikat dan dilantik dan yang bersangkutan berhak menggunakan seragam korps taruna. 6. sehingga masih ada Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 47 . Program Kelas Wirausaha/Mandiri Data Dinas Pendidikan Kabupaten Subang menunjukkan bahwa jumlah lulusan SLTP. Komputer dan Tindaklanjut Pelayannya i) Basic Mentallity j) Demokrasi. Waktu Pelaksanaan Latdastar dilaksanakan di semester satu selama 5 bulan dengan tahapan sebagai berikut : • Tahap pertama selama satu bulan mulai dari pukul 06.00 – 07. Hasilnya dibahas dan tindaklanjuti oleh Guru Mata Pelajaran dan oleh Tim Manajemen 5. Penjaminan Mutu Penjaminan Mutu Taruna menggunakan Skill Passport Praktik Kerja Industri. IPA. 7. Pengendalian Mutu Pengendalian Mutu Taruna dilaksanakan secara bertahap dan berjenjang yang didukung oleh dokumen pengendali mutu taruna berupa buku kendali mutu taruna yang dimonitor setiap hari dan dievaluasi setiap minggu. maka para taruna menerapkan nilai-nilai ketarunaan dalam kegiatan sehari-hari. Sertifikasi dan Pelantikan Hasil Monitoring dan Evaluasi dijadikan sebagai bahan Sidang Korps untuk menentukan Kelulusan dan Sanksi yang harus dijalani bagi yang belum lulus.00 • Tahap kedua selama 4 bulan mulai pukul 06. b.00 – 16. Implementasi Nilai-Nilai Ketarunaan Setelah dilantik dan menggunakan seragam korps taruna.30 dilanjutkan pukul 13.386 orang. Bahasa Inggris.

Proses pembelajaran di kelas wirausaha/industri mandiri dititikberatkan pada kegiatan produksi pada masing-masing program studi keahlian.386 orang yang tidak melanjutkan.000. Permasalahan tersebut salah satunya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang masih rendah sehingga kalau dipaksakan.dan menyisihkan sedikit setiap bulannya untuk uang saku. mempunyai motivasi ingin meningkatkan kesejahteraan.000. Kelas Wirausaha/Mandiri adalah kelas untuk taruna atau siswa yang kurang mampu. dan diutamakan dari kalangan taruna yang tidak mampu. Taruna yang telah masuk pada kegiatan unit usaha akan mendapatkan jatah makan siang setiap harinya.00 setiap hari. Mekanisme pengaturan pelaksanaan pembelajaran siswa wirausaha/ mandiri tiga semester digunakan untuk pembelajaran normatif/adaptif dan tiga semester untuk pembelajaran produktif. Para taruna diharapkan dapat membiayai dirinya sendiri untuk proses pendidikan dan pelatihannya melalui kegiatan produksi yang dilakukan semala proses pembelajaran.000 per hari dan kelas XII memperoleh Rp 10. Setiap program studi keahlian dapat memiliki lebih dari satu kegiatan unit usaha. 48 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . kedepannya mereka dapat berubah tarap hidupnnya punya harkat dan martabat yang lebih baik. Taruna kelas wirausaha/mandiri diseleksi berdasarkan minat dan bakat untuk masuk pada satu kegiatan unit usaha.00 per hari. hal ini didasarkan pada customer need analysis. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk taruna yaitu setiap taruna nantinya diharapkan memperoleh pendapatan dari kegiatan unit usaha sekolah atau teaching factory sebagai berikut: untuk taruna kelas X memperoleh pendapatan dari kegiatan produksi sebesar Rp 5. Melihat kenyataan tersebut SMK Negeri 2 Subang mencoba menawarkan satu program agar anak-anak tidak mampu tersebut mendapatkan akses pendidikan melalui pembukaan kelas wirausaha/mandiri. kelas XI memperoleh Rp 8. Taruna yang diterima melalui jalur ini adalah taruna yang mempunyai kemauan untuk merubah kehidupannya melalui bekerja keras.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 31. dapat membayar uang sekolah dari hasil kerjanya. Padahal tidak sedikit dari keluarga tidak mampu tersebut terdapat siswa-siswa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah.

tahun kedua status kerja kontrak tahun pertama. Tiga semester melakukan kegiatan normatif/ adaptif di sekolah dan tiga semester melakukan kegiatan produktif di plasma industri. Dari kegiatan produksi inilah siswa mendapatkan pendapatan untuk membiayai diri dan sekolahnya. sehingga sebagian besar mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa makan tidak bisa sekolah.13 Pengaturan Pembelajaran Kelas Wirausaha/Mandiri – SMKN 2 Subang Semester 1. Setelah tiga tahun mereka akan dipasarkan ke berbagai industri multi nasional. 2 3. maka pembagian kegiatan belajar antara normatif/adaptif dan produktif lebih fleksibel.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel. Untuk itu mereka harus Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 49 . Berikut adalah ilustrasi pengaturan pembelajaran untuk taruna yang ada dikelompok teknologi yang sudah memiliki kontrak khusus dengan mitra industri (PT Banshu). Selama tiga tahun berada di industri siswa akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan industri (minimal 6 kompetensi pekerja industri). 1. walaupun ada tapi jaraknya sangat jauh ditambah kondisi jalan yang jelek. Siswa atau taruna kelas wirausaha/mandiri menjadi tenaga kerja utama plasma industri. Selama kegiatan produktif tersebut siswa melakukan pembelajaran sekaligus kegiatan produksi. 2. 5 6 Kegiatan Kegiatan ketarunaan dan normatif/adaptif Kegiatan produktif (di plasma industri) Kegiatan normatif/adaptif untuk persiapan UAN Untuk program keahlian terntentu seperti pertanian karena kegiatan produktifnya sangat tergantung kepada musim. dan kondisi ekonomi yang masih rendah. c. tahun ketiga status kerja kontrak tahun kedua). Setelah tamat siswa atau taruna diproyeksikan sebagai pekerja di PT Banshu Electric Indonesia selama tiga tahun (tahun pertama status magang. Program Kelas Termediasi (Kelas Jauh) Program kelas termediasi (kelas jauh) di SMK Negeri 2 Subang didasarkan pada banyaknya jumlah lulusan SMP yang ada di desa-desa tidak bisa melanjutkan sekolah disebabkan belum adanya sekolah yang tingkatnya lebih tinggi. 4. kecuali untuk kegiatan ketarunaan dilaksanakan pada semester pertama untuk semua kelas dan program keahlian.

1. Tahap Awal Semua berawal dari praktik kerja industri yang dilakukan oleh taruna atau siswa SMK Negeri 2 Subang di PT. Semua dilakukan dengan tidak mengorbankan standar pendidikan yang telah ditetapkan di Kelas Induk yaitu SMKN 2 Subang. Sebagai wahana praktikum mereka bisa terjun pada proyek-proyek dari Dinas Pertanian. Pengembangan teaching factory ini memerlukan upaya keras dari sekolah untuk meyakinkan kepada industri agar bersedia mendirikan plasma industri di SMKN 2 Subang. karena bisa mengatasi batasan-batasan yang selama ini justru mengungkung hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Program Pengembangan Teaching Factory Program teaching factory merupakan terobosan SMKN 2 dalam upaya meningkatkan pembelajaran produktif agar sesuai dengan standar industri. d. tidak tergantung gedung sekolah yang megah. Mereka belajar bisa dimana saja. Banshu Elektrik Indonesia. 50 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . mereka mengandalkan pemuka-pemuka masyarakat sebagai tenaga pendidik pada awalnya. Mitra industri mendirikan plasma industri di SMK Negeri 2 Subang sebagai media untuk pembelajaran produktif bagi siswa dan sekaligus kegiatan produksi dengan tenaga kerja siswa SMKN 2 Subang. Kelas termediasi cermin dari pendidikan yang sesungguhnya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa harus meninggalkan desanya. Dinas Perikanan maupuan aktivitas masyarakat setempat. Kelas jauh (kelas termediasi) SMK Negeri 2 Subang adalah rombongan belajar atau tempat belajar yang berada di luar sekolah SMK Negeri 2 Subang. Berikut adalah tahapan dalam pengembangan teaching factory tersebut. Sehingga pada tahap ini diharapkan perusahaan akan memberikan penilaian yang sebaik mungkin kepada siswa asal SMK Negeri 2 Subang. Upaya pemantapan dan penjajagan serius dilakukan untuk menarik mitra industri ke sekolah dengan memberikan pembekalan kepada siswa agar bekerja dengan motivasi tinggi. berada di kecamatan atau daerah yang ada di lingkungan Kabupaten Subang dan pengelolaannya dilakukan oleh wakil kepala sekolah dari SMK Negeri 2 Subang yang mendapat Surat Keputusan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Kemampuan memberdayakan sumber daya serta menggerakan partisipasi masyarakat merupakan kunci sukses dari program kelas termediasi. Pengembangan teaching factory dilakukan dengan kerjasama dengan jejaring atau mitra industri.

Sejak tahun ajaran 2006-2007 maka dikelola kelas khusus industri wirausaha/mandiri yang siswanya dari kalangan yang tidak mampu. 3. mental. kepercayaan itu ditunjukkan oleh perusahaan dengan menerima lulusan SMKN 2 Subang terutama taruna yang pernah praktik kerja di PT. Ini merupakan proses uji coba pelaksanaan industri di Sekolah. dan pihak sekolah berusaha untuk memenuhi kapan saja industri meminta taruna untuk prakerin. diberi kesempatan sekolah dengan memberikan fasilitas yang diperlukan untuk sekolah berupa biaya sekolah dan tambahan lainnya.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan karakter siswa SMK Negeri 2 yang disiplin. Tahap Uji Coba Plasma Melihat disiplin. Kelas wirausaha/mandiri inilah yang menjadi sumber daya manusia dalam plasma industri. Tahap Penerapan Teaching Factory di Sekolah Hasil dari evaluasi program pelaksanaan plasma di SMK Negeri 2 Subang memberikan gambaran dan pemikiran baru bahwa sumber daya manusia yang baik harus dipersiapkan. Sehingga pihak industri meminta siswa untuk prakerin di PT. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 51 . Hasil keseriusan sekolah memenuhi permintaan perusahaan berdampak kepada semakin meningkatnya kepercayaan industri kepada sekolah. pihak perusahaan mencoba meningkatkan kerja sama dengan mendirikan plasma di SMK Negeri 2 Subang dengan sumber daya manusia alumni SMK Negeri 2 Subang dan sebagian dari umum. dan mudah beradaptasi. sehat. Banshu secara berkesinambungan dan sepanjang tahun. Banyak kendala yang dihadapi terutama kualitas sumber daya manusia yang kurang baik sehingga berdampak kepada kualitas produk yang tidak sesuai dengan persyaratan industri. 2. Banshu. kuat. kesehatan fisik serta keterampilan siswa selama melakukan praktik kerja di industri. timbul kepercayaan pihak industri terhadap SMK Negeri 2 Subang. dan dilatih sesuai dengan standar industri tetapi juga menjadi siswa SMKN 2 Subang. dididik. Dalam tahap uji coba ini ternyata hasil yang diperoleh belum memenuhi standar yang diharapkan industri. serta bukti yang ditunjukkan taruna atau siswa saat melaksanakan praktik kerja di industri.

Sedangkan penerimaan (insentif. Pembentukan karakter siswa yang disiplin. dan mudah beradaptasi sehingga mampu bersainga. Inti dari keberhasilan Teaching Factory adalah : 1. Usaha untuk selalu melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. dengan pola pembelajaran produksi selama tiga semester di teaching factory dan industri. Pola pembelajaran disusun sedemikian rupa agar siswa dapat belajar produksi sesuai dengan standar industri.360 milyar.1 juta setiap bulannya. Salah satu sasaran mutu SMK Negeri 2 Subang adalah meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebesar 20% dari tahun sebelumnya. melalui kegiatan latihan dasar ketarunaan dan kegiatan lain yang menunjang. Tiga tahun kedua siswa direkrut menjadi tenaga kerja di perusahaan mengikuti pola perusahaan sebagai berikut : tahun pertama sebagai tenaga magang atau training plus. 2. 4. kuat. uang lauk pauk. tetapi juga dapat tetap belajar sesuai dengan persyaratan lainnya. Sedangkan tiga semester kedua akan berada di kelas dan teaching factory berselang-seling. Income Generating Unit Terobosan lain yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang adalah dalam hal pembiayaan. e. Sampai bulan Juni 2008. dan tahun ketiga menjadi tenaga kontrak untuk tahun ke dua. investasi PT. Pembelajaran dibagi menurut kontrak yang telah ditandatangani sebagai berikut : 1. tahun kedua menjadi tenaga kontrak untuk tahun pertama. Penanganan secara serius dan kerja cerdas tenaga pendidik dan kependidikan serta team manajemen untuk memenehui keinginan industri. Pendekatan secara intensif dan memberikan keyakinan kepada industri bahwa sekolah dapat melakukan pekerjaan yang dituntut industri. Selain itu sekolah juga memiliki target untuk siswa kelas mandiri agar mampu membiayai kegiatan pendidi- 52 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . sehat. 3. Tiga tahun pertama siswa akan berada di sekolah. 2.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tahun pelajaran 2007-2008 adalah tahun kedua pelaksanaan teaching factory dengan pola pembelajaran inovatif. dan lembur) sebesar Rp 88. Banshu di SMK Negeri 2 Subang berupa alat dan fasilitas pendukung di Teaching Factory sebesar Rp 1.

526.000. Hal ini yang akan membentuk karakter atau profil lulusan SMKN 2 Subang relevan dengan kebutuhan industri.500.00 7.974.426.974.00 Volume Biaya Satuan (Rp) Jumlah (Rp) 22. Sistem pengelolaan unit usaha diserahkan kepada masing-masing program keahlian.492.526.500.823. Yang menarik dari pengembangan unit usaha ini.00 15. 22.000.250. Berikut adalah ilustrasi konsep bagi hasil usaha unit produksi restoran untuk Program Keahlian Tata Boga.Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 53 .000.00 5.823.00 453.00 7. 7.900. disatu sisi siswa akan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya sementara disisi lain siswa dapat melakukan pembelajaran produktif sesuai dengan standar industri.00 250. Rp.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan kannya sendiri.065.000.14 Pendapatan dan Pengeluaran Unit Usaha Restoran – SMKN 2 Subang No A B 1 2 3 4 5 Uraian Penerimaan per Bulan Pengeluaran per Bulan Iuran SPP Bulanan Taruna Honor Bulanan Guru Cicilan Sepeda Motor per bulan Cicilan Laptop per bulan Pembelian bahan baku per bulan Total Pengeluaran per Bulan Sisa Saldo 19 Orang 4 Orang 1 bulan 1 bulan 1 bulan 100.00 1.00 250.000.429. Perkiraan hasil keuntungan Perkiraan hasil yang didapatkan dari unit usaha jasa boga sebagai berikut : Pendapatan per bulan : Rp.426.Pengeluaran per bulan : Rp.000.00 B.00 453. Pendapatan dan Pengeluaran Tabel. Sistem bagi hasil diterapkan dalam pengelolaan hasil usaha dari unit produksi yang dikembangkan oleh SMKN 2 Subang. Pencapain sasaran ini diharapkan diperoleh dari peningkatan kegiatan usaha yang dikembangkan di sekolah. bukan berasal dari dana sumbangan orang tua siswa.000. 15.00 7.00 1.000.526.065.000.526. Oleh karena itu masing-masing program keahlian di dorong untuk mengembangkan unit usahanya. A.

Pengembangan bisa diarahkan pada variasi jenis makanan yang dikelola. Dan akhirnya semua kegiatan sekolah harus dipertanggungjawabkan kepada stakeholders melalui komite sekolah. Pembagian hasil usaha Hasil usaha dibagi untuk sekolah dan program keahlian.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan C. Tabel. E. Rencana Pengembangan Usaha Pengembangan usaha akan dilakukan setelah usaha jasa boga menunjukan kemajuan yang berarti. Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan produksi dari unit usaha dikelola oleh masing-masing program keahlian. 54 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Di tingkat sekolah Ketua Program Keahlian menjadi penanggungjawab kegiatan sementara proses monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim monev sekolah.15 Pembagian Hasil Usaha – SMKN 2 Subang No Bagian Besar Presentasi (%) Pemeliharaan Pengembangan usaha/penambahan modal Pengelola Pengelola Program Keahlian Kesra Program Keahlian Sub Bagian Kesejahteraan karyawan sekolah 1 Sekolah 60 Presentasi (%) 30 20 30 10 40 2 Program Keahlian 40 30 30 Total 100 D. pelayanan terhadap tamu sekolah dan jasa catering untuk pelatihan yang diadakan di sekolah. Mekanisme pertanggungjawaban dilakukan secara berjenjang. pembukaan cafe. di tingkat program keahlian yang menjadi penanggung jawab terhadap semua kegiatan dan pelaporan keuangan adalah pelaksana dimana proses montoring dan evaluasi dilakukan oleh Ketua Program Keahlian.

3. dengan menata ulang cara berpikir. Berikut adalah strategi yang dilakukan SMKN 2 Subang untuk bangkit dari keterpurukannya. berhenti.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Rencana selanjutnya yang ingin dikembangkan adalah dengan membagi hasil perolehan personal untuk diberikan/dibayarkan dan disimpan sebagai tabungan yang akan diputarkan sebagai modal usaha besarnya direncanakan 75 % diberikan : 25 % disimpan. honor karyawan minimal dapat setara dengan gaji golongan III Pegawai Negeri Sipil.4 Kapabilitas Inovasi a. Sehingga pada akhirnya personal yang terkait dalam pengelolaan jasa boga akan mendapatkan hasil usaha berupa persentase keuntungan dari modal yang diputarkannya dan pembagiannya akan diberikan secara periodik. Usaha untuk mencapai target ini terus dilakukan dengan meningkatkan kerja sama dengan industri lainnya agar menanam investasi di sekolah dan sekolah menyediakan tenaga kerja terdidik sesuai dengan kebutuhan industri. Setelah simpanan yang menjadi hak personal pengelola akan diberikan pada saat personal tersebut keluar. meninggal dunia dan atau yang bersangkutan menginginkan pengembalian modal tersebut.3. dan bertindak para pendidik dan tenaga kependidikan bahwa mereka diberi amanah untuk mengelola dan menyelenggarakan SMK agar tamatannya bisa bekerja sesuai bidangnya dengan tingkat pendapatan yang layak serta mampu mengembangkan dirinya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Secara keseluruhan kegiatannya meliputi : 1. a) Kemampuan mendengarkan keinginan stakehlders Kesadaran SMKN 2 Subang untuk mendengarkan kebutuhan dan keinginan stakeholders nya mendorong untuk bangkit dari keterpurukan dengan melakukan perubahan-perubahan sebagai berikut : • Re-engineering Mind Set. bersikap. memahami kondisi sekolah dan kebijakan pendidikan menengah kejuruan 2. Diharapkan tahun berikutnya. untuk bertahan dan akhirnya bangkit dari keterpurukan bukanlah hal yang mudah. menumbuhkembangkan akseptabilitas individu dan tim kerja Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 55 . Strategi yang Dilakukan SMKN 2 Subang pernah mengalami masa-masa sulit.

7. disiplin dan berbudaya (komunikasi/bahasa. mengalih-fungsikan Program Keahlian Mekanisasi Pertanian menjadi Teknik Mekanik Otomotif (TMO). 5. 4. mengembangkan SMK berbasis program keahlian 2006/2007 5. kemampuan komputer dan mengakses informasi.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 3. 6. kuat. orang tua siswa. Tidak berhenti sampai disitu. Usaha Jasa Pariwisata pada tahun pelajaran 2007/2008 4. upaya ini dilakukan untuk memperbaiki citra SMKN 2 Subang dan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Laut (TPHPL) pada tahun pelajaran 2001/2002 3. c) Kemampuan untuk membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industri Keberhasilan SMKN 2 Subang tidak terlepas dari kemampuannya untuk membangun jejaring operasional maupun strategisnya. Dengan bermodal jejaring ini sekolah mampu mewujudkan sesuatu yang mungkin bagi sekolah lain mengharuskan adanya dukungan finansial yang cukup 56 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Teknika Perikanan Laut (TPL). menumbuhkembangkan kapabilitas individu dan tim kerja menumbuhkembangkan akuntabilitas individu dan tim kerja memahami kebutuhan pelanggan memuaskan kebutuhan pelanggan memberi akses dan kepuasan kepada semua meningkatkan kompetensi dan pelayanan secara terus menerus • Re-engineering Program Keahlian. masyarakat) yang mengharapkan calon tenaga kerjanya/anaknya/warganya yang sehat. Elektronika Industri. Tata Boga. 2. 8. kemampuan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders juga harus diikuti dengan pengendalian terhadap proses dan produk yang dihasilkan. tata krama/etika. mengembangkan program keahlian berbasis bisnis/wirausaha 2009/2010 b) Kemampuan untuk merespon dan menjawab dengan tepat keinginan stakeholders Keputusan SMKN 2 untuk menerpakan program ketarunaan salah satunya adalah sebagai bentuk jawaban atas kebutuhan stakeholders (institusi pasangan. membuka Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Tata Busana. membuka Program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL). serta kemampuan mengembangkan diri. 1. mengembangkan program keahlian berbasis pelanggan 2007/2008 6. DU/DI.

Dokumen mutu yang telah disusun terdiri dari Pedoman Mutu. para Wakil Kepala Sekolah.TPL dan TMO.dan Program Keahlian. PPHP. Penerapan SMM ISO 9001 : 2000 dimulai tanggal 11 September 2007 dan sertifikasi diperoleh tanggal 22 Pebruari 2008. cara atau metode berkenaan dengan pencapain tujuan bersama bukan orang perorangan. sebenarnya mempunyai kesamaaan dengan fungsi manajemen dan sistem operasi prosedur. Proses Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000 Untuk penguatan tata kelola SMKN 2 Subang juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001-2000. Dan stakeholders inilah yang pada akhirnya menuntun dan mengarahkan sekolah pada arah pengembangan sekolah kedepannya. Keberhasilan program kelas jarak jauh misalnya tidak terlepas dari bagaimana sekolah mampu meyakinkan siswa dan orang tua siswa untuk tetap sekolah dengan kondisi darurat. Terdapat 14 unit kerja yang disertifikasi antara lain : unit kerja Kepala Sekolah. NPL.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan besar. Budidaya Ternak. pemantauan terhadap proses dan produk. meyakinkan bagaimana warga masyarakat bersedia mendukung pelaksanaan program dengan mendonorkan semua sumber daya. Budidaya Ikan Air Tawar. Kesamaannya adalah sama-sama sebagai strategi. Wakil Manajemen Mutu.TU. Untuk program keahlian terdapat 18 program keahlian akan tetapi yang masuk lingkup SMM ISO 9001:2000 baru 7 Program Keahlian yaitu : Budidaya Tanaman. pemantauan terhadap produk atau keluaran yang bermasalah dan pelaksanaan audit internal. Waka Sekolah . Instruksi Kerja ( ada 24 IK ) dan Formulir (ada 4 Form). b. Begitupun dengan program pengembangan plasma industri di sekolah adalah bukti dari kemampuan sekolah dalam membangun jejaring dan hubungan dengan mitra industrinya. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 57 . Standar Prosedur Operasional ( 7 SPO). para Ketua Program Keahlian dan staf perwakilan dari setiap program keahlian. bahwa penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 memungkinkan sekolah untuk melakukan pemantauan pengukuran terhadap kepuasan pelanggan (stakeholders sekolah). Proses penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 di SMK Negeri 2 Subang di awali dengan pembentukan Steering Commite sekitar bulan Agustus 2007 dengan jumlah anggota 25 orang. terdiri dari Kepala Sekolah. Tidak jauh berbeda dengan SMKN 4 Malang dan SMKN 8 Makassar. Jika tata kelola yang baik dipahami sebagai kepengelolaan atau kepengarahan yang baik.

tetapi selalu bertanya pada diri sendiri apakah yang 58 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . seperti efisiensi. Sumber Daya Manusia Kemampuan SMKN 2 Subang dalam menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif telah membawa SMKN 2 Subang bangkit dari keterpurukan. 3. Hadirnya nilai-nilai yang membuat pemerintah maupun lembaga pendidikan dapat lebih efektif bekerja.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Beberapa karakteristik yang melekat dalam praktik tata kelola yang baik muncul dalam penerapan SMM di SMKN 2 seperti : 1. Tidak ada orangnya kepala sekolah atau bukan orangnya kepala sekolah. pengembangan plasma industri bukti nyata dari sinergi semua stakeholders. Tersedianya ruang kepada pihak di luar pemerintah yaitu masyarakat untuk berperan secara optimal sehingga memungkinkan adanya sinergi diantara mereka dalam hal ini pelanggaran atau stake holder lembaga pendidikan. Hal ini sangat penting agar setiap individu tidak semaunya sendiri. Semuanya adalah warga sekolah yang memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing. • Menumbuhkembangkan Akseptabilitas a) Menganggap Semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baik Langkah awal menumbuhkembangkan akseptabilitas adalah dengan menganggap semua guru dan tenaga kependidikan baik. yang ada adalah tim manajemen dan tim kerja program keahlian. c. Sistem akuntabilitas dari pengelolaan unit usaha yang berjenjang bentuk pratik pengelolaan kegiatan sekolah yang bersih serta berorientasi kepada kepentingan stakeholders sekolah. b) Menetapkan Kriteria Kinerja Langkah kedua adalah menetapkan kriteria kinerja umum. Program kelas jarak jauh. Praktik tata kelola yang baik adalah praktik pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik yaitu kepentingan pelanggaan pendidikan. Program kelas jarak jauh dan kelas wirausaha/mandiri menjadi satu contoh dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien. Penciptaan budaya dan iklim yang kondusif di SMKN 2 didukung adanya kepemimpinan yang mampu menetapkan visi dan misi serta menyatukan semua komponen sekolah tetap pada visi dan misinya. dan daya tanggap menjadi nilai yang penting disini. yaitu sebagai pembangun sekolah atau sebagai penghancur/perusak sekolah. keadilan. 2. Berikut adalah upaya yang dilakukan oleh SMKN 2 Subang dalam mengoptimalkan peran dari setiap komponen dalam pencapaian visi dan misi sekolah.

Hal ini dimulai dengan pemilihan wali kelas oleh anggota tim. Proses ini memberi gambaran adanya guru mata pelajaran yang dipilih oleh beberapa program keahlian dan adanya guru yang tidak dipilih oleh program keahlian manapun. penjamin mutu. Dengan demikian diharapkan kondisi ini akan mengokohkan proses demokratisasi yang bertanggung jawab sebagai pertanggungjawaban yang memilih dan yang dipilih. serta wakasek fasilitas dan kerja sama industri dari guru produktif ). Pada tahap ini peran kepala sekolah sangat penting dan menentukan. e) Memilih dan Mengusulkan Guru Mata Pelajaran Setelah berlangsung selama 4 tahun (2 periode ketua program keahlian) dilakukan pelimpahan wewenang penentuan guru mata pelajaran dari kepala sekolah kepada ketua program keahlian. apakah apatis-motivatif-atau destruktif. kemudian dilanjutkan dengan memilih ketua program keahlian.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan dilakukan itu membangun sekolah atau menghancurkan sekolah. Pada awalnya banyak individu yang memilih temannya untuk melepas tanggung jawab. kesepakatan dengan institusi pasangan). dan penanggung jawab kegiatan tersebut. Dengan demikian diharapkan tidak ada individu yang menjadi beban sekolah tetapi semuanya menjadi aset sekolah. Sejak Tahun Pelajaran 2006/2007 Ketua program keahlian memilih guru mata pelajaran berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama ini. Dalam proses ini akan diketahui tingkat kondusivitas tim kerja. wakasek kurikulum dari guru adaptif. Kepala sekolah berperan sebagai pengendali mutu. Setiap tim kerja mengusulkan kepada forum dan dipilih oleh forum. Selain itu proses tersebut juga memotivasi setiap individu untuk memenuhi standar kinerja minimalnya (sasaran mutu program keahlian. d) Pengembangan Profesi Langkah keempat adalah mengusulkan peserta seleksi calon kepala sekolah atau peserta yang akan mengikuti pendidikan lanjutan. Selanjutnya kepala sekolah menindaklanjuti hasil tersebut untuk pembinaan dan penghargaan staf. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 59 . sasaran mutu sekolah. c) Memilih Tim Manajemen Langkah ketiga adalah mengembalikan semua proses pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah kepada seluruh warga sekolah sesuai tugas pokok dan fungsinya. Setelah itu baru mengusulkan calon wakil kepala sekolah untuk dipilih oleh forum (wakasek kesiswaan dari guru normatif. tetapi dalam perjalanannya terjadi proses internalisasi tanggung jawab tim.

filosofi dan konsep dasar kurikulum berbasis kompetensi (KBK). hasil monitoring dan evaluasi mata pelajaran.masing. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dalam in house training (IHT) setiap akhir tahun pelajaran selama enam hari efektif. dan studi lanjutan bagi guru/teknisi/staf administrasi adalah merupakan penghargaan bagi kinerja yang bersangkutan. pengembangan KBK. implementasi kurikulum di sekolah dan di industri. dan team building. Setiap hari Senin minggu pertama dilaksanakan bersama Komite Sekolah dan Koordinator BP/BK serta dipimpin langsung oleh kepala sekolah. b) Rapat Tim Manajemen Rapat Tim Manajemen dilaksanakan setiap hari senin yang diikuti oleh para wakasek dan para Ketua Program Keahlian. laporan perkembangan taruna. 60 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . serta menyusun program kerja guru mata pelajaran secara terpadu. sistem pelayanan administrasi pendidikan KBK. sertifikasi. Rapat ini merupakan wahana monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan di masing-masing program keahlian serta penyampaian informasi terkini yang hasilnya digunakan sebagai bahan rapat di tingkat program keahlian. c) Rapat Kerja Program Keahlian Rapat kerja di program keahlian dilaksanakan minimal sebulan dua kali dengan materi hasil rapat kerja tim manajemen. d) Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidikan Magang.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Menumbuhkembangkan Kapabilitas a) In House Training dan Workshop Selama proses akseptabilitas berlangsung sekolah secara bertahap juga meningkatkan kapabilitas seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terhadap kebijakan pemerintah. Hasil IHT ditindaklanjuti dengan workshop di setiap program keahlian selama enam hari. Proses seleksi dilakukan di tingkat program keahlian dan hasilnya dibahas dalam rapat tim manajemen. Dengan demikian selama dua minggu setiap program keahlian telah memiliki program kerja dan KTSP sesuai kesepakatan dengan institusi pasangannya masing . motivation training. serta tindaklanjut yang akan dilakukan oleh masingmasing anggota tim. penyusunan kurikulum implementasi standar industri/profesi/nasional/internasional. Materinya adalah mendeskripsikan berbagai kesepakatan IHT dalam sasaran mutu dan action plan program keahlian. Rapat dipimpin oleh kepala sekolah atau wakasek sesuai bidangnya. Rapat dipimpin oleh ketua program keahlian atau anggota lainnya sesuai masalah yang dibahas.

bagaimana kepala sekolah meyakinkan seluruh komponen dan stake holder tentang sistem pengelolaan dan penyelenggaraan sekolah. b) Akuntabilitas Pendayagunaan Sumber Daya Akuntablitias dalam pendayagunaan sumber daya tidak hanya memerlukan kebenaran administrasi akan tetapi juga niat baik untuk mengefektifkan dan mengefisiensikan pendayagunaan sumber daya tersebut.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Hasilnya ditetapkan dan diusulkan oleh kepala sekolah sedangkan proses monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh ketua program keahlian masing-masing kecuali studi lanjutan oleh kepala sekolah. ii) bagaimana ketua program keahlian mengelola aspirasi. Pada tahap ini kecerdasan spritual individu dan tim kerja sangat menentukan. c) Akuntabilitas Spiritual Pada akhirnya semuanya kembali kepada individu dan tim kerja terhadap pertanggungjawabannya kepada Allah SWT. Tahun Diklat 2007/2008 sekolah mulai menyelenggarakan achievement motivation training (AMT) dan diharapkan terus berlanjut dengan kualitas penyelenggaraan yang terus ditingkatkan. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 61 . Kegiatan di program keahlian akan dipertanggungjawabkan ditingkat sekolah dan kepada stakeholders melalui komite sekolah. Secara internal mekanisme tersebut harus efektif dan terukur. Untuk itu diperlukan ESQ Training secara berkala bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan agar dapat menjadi teladan dalam pengelolaan dan penyelengaraan sekolah. dan keputusan. Pelaksanaan kegiatan di program keahlian tanggung jawab tingkat pertamanya berada di pelaksananya sedangkan monitoring dan evaluasi tingkat pertama menjadi tanggung jawab ketua program keahlian. serta bagaimana kepala sekolah mencari peluang pasar bagi pengembangan sekolah. • Mengembangkan Akuntabilitas Individu dan Tim Kerja a) Akuntabilitas Kebijakan dan Program Proses menumbuhkembangkan akseptabilitas dan kapabilitas individu dan tim kerja telah menggambarkan : i) bagaimana peran dan tanggung jawab individu. Untuk itu diperlukan sistem monitoring dan evaluasi serta sistem pertanggungjawaban secara berjenjang. Semuanya menunjukkan akuntabilitas kebijakan dan program yang dilakukan sekolah. kebijakan. iii) bagaimana wakil kepala sekolah memfasilitasi kebutuhan sekolah dan program keahlian. bagaimana kepala sekolah memfasilitasi setiap kebijakan dan program yang telah ditetapkan.

Teknologi Pengembangan sistem menajemen mutu di SMKN 2 Subang. pangkat golongan. PMIS (Project Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Proyek. pembelajaran. yang terdiri dari : a) SAS (Sistem Administrasi Sekolah) digunakan untuk pengelolaan administrasi siswa (data pokok. Sistem informasi manajemen tersebut meliputi : 1. dan keuangan. EMIS (Education Management Information System) atau Sistem Informasi Manajemen Pendidikan/sekolah. e) Sistem informasi perpustakaan sebagai pendukung sistem pembelajaran sekolah. dan tugas). pangkat golongan. pendidikan. d) Pembelajaran jarak jauh antara sekolah induk dan kelas termediasi (multi kampus). UP). FMIS (Financial Management Information System) atau Sistem Informasi Keuangan Sekolah) yang terdiri dari : a) SKR (Sistim Keuangan Rutin) untuk pengelolaan anggaran rutin (APBD. keahlian. pendidikan. Saat ini sekolah sedang mengembangkan sebuah sistem informasi manajemen yang dirancang khusus sebagai alat bantu pengelolaan manajemen sekolah baik manajemen administrasi. PMIS berbasis website juga merupakan muara dan kompilasi dari EMIS dan FMIS yang dirancang untuk memudahkan pengguna mengakses data dan informasi SMK SDB-INVEST secara online dan memanfaatkannya sesuai dengan tugas dan fungsi penggunanya. monitoring dan evaluasi pengembangan SMK ADB-INVEST. 3. Sistem PMIS ini digunakan sebagai alat bantu pengelolaan pengembangan SMK SBI-INVEST. b) SKP (Sistim Keuangan Pengembangan) untuk pengelolaan anggaran pengembangan SMK SBI-INVEST (ADB dan Pemerintah). SPP. kehadiran.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan d. modul. membutuhkan dukungan dari pengembangan sistem berbasis IT dan website. nilai. Dengan pengembangan sistem berbasis IT diharapkan akan sangat membantu pelaksanaan sistem manajemen mutu sekolah. disamping tentunya seni diharapkan bisa membantu sekolah dalam mewujudkan visi dan misinya di samping 62 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . PMIS diharapkan sebagai media koordinasi dan komunikasi antara institusi yang terkait dengan pelaksanaan. dan infrastruktur) c) SPS (Sistem Pembelajaran Sekolah) untuk pengelolaan pembelajaran (inventory. dan multimedia). b) SFS (Sistem Fasilitas Sekolah) digunakan untuk pengelolaan fasilitas sekolah (bangunan. prestasi). peralataan. tugas mengajar) dan tenaga kependidikan (data pokok. 2. pendidik (data pokok.

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

e. Pengukuran (Measurement)

Dengan adanya program-program inovasi yang dilakukan SMKN2 Subang, telah memberikan dampak manfaat nyata bagi siswa dan masyarakat pada umumnya. Program kelas termediasi dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Ini berarti permasalahan askes terhadap pendidikan khususnya pendidikan menengah telah mendapatkan solusinya. Tabel.16 Perkembangan Kelas Termediasi – SMKN 2 Subang

Tahun Ajaran 2004/2005

Nama Kelas Jauh Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 4

2005/2006

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardli Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai - Cijambe

1 1 1 1 4

2006/2007

Miftahul Ridwan Al Falah Al Hidayah Ukil Ardl Caracas Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Kasomalang- Cisalak Muncul-Pagaden Kumpai – Cijambe Caracas - Cipeunduey

1 1 1 1 1 5

2008/2009

1. Miftahul Ridwan 2. Al-Fallah 3. Alhidayah 4. Ukir Ardi 5. Caracas 6. Binong 7. Legon kulon 8. Cibogo 9. Cisampih 10. Cikaum 11. Ciasem 12. Tanjung Siang.

Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Kasomalang-Cisalak Kumpai- Cijambe Caracas – Cipeunduey Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Pasanggarahan-Tanjung Siang

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

Jumlah

Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

63

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Tahun Ajaran 2008/2009

Nama Kelas Jauh 1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Cikaum 9. SMK Ciasem 10. SMK Kasomalang 11. SMK Cijambe Jumlah

Lokasi-Kecamatan Kelapa Bueruem -Cisalak Muncul-Pagaden Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Cikaum Ciasem Tanjung Siang Cijambe

Junmlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12

2006/2007

1. SMK Cisalak 2. SMK Cikaum 3. SMK Patok Beusi 4. SMK Binong 5. SMK Legon kulon 6. SMK Cibogo 7. SMK Cisampih 8. SMK Ciasem 9. SMK Kasomalang 10. SMK Cijambe 11. SMK Pagaden Timur 12. SMK Pagaden Jumlah

Kelapa Bueruem -Cisalak Cikaum-Cikaum Patok Beusi– Patok Beusi Binong Legon kulon Cibogo Cisampih Ciasem Tanjung Siang Cijambe Pagaden Pagaden

Sumber : SMKN 2 Subang

No 1 2 3 4 Tahun Akademik 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009

Tabel . 17 Data Keterserapan Lulusan SMKN 2 Subang
Jumlah Lulusan 114 214 278 301 Keterserapan Bekerja 93 90 134 167 Wiraswasta 16 65 86 77 TNI/Polri 7 10 9 ke PT 5 15 13 11 Tidak ada Info 36 35 37 Jumlah 114 213 278 301

Sumber : SMKN 2 Subang

64 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

Inovasi Dalam Sistem Pendidikan

Dari tabel keterserapan lulusan SMKN 2 Subang di atas, mulai tahun ajaran 2006/2007 sampai tahun ajaran 2008/2009 lulusan yang terserap dalam dunia kerja mempunyai kecenderungan terus menaik. Dan yang menarik adalah persentase lulusan yang berwirausaha relatif cukup besar, hal ini menunjukkan bahwa SMKN 2 mampu mengatasi tantangan besar yang di hadapainya. Program kelas jarak jauh, kelas wirausaha/mandiri meskipun dengan segala keterbatasan sumber daya akan tetapi mampu menghasilkan output yang dapat terserap dalam pasar kerja dan juga mampu menciptakan peluang kerja sendiri. Sementara itu dengan pengembangan pembelajaran berbasis wirausaha juga telah mengahasilkan nilai usaha yang cukup membanggakan seperti terlihat dalam tabel di bawah. Tabel .18 Jenis Usaha dan Nilai Usaha di Tiap Unit Kerja – SMKN 2 Subang
No 1 2 3 4 5 6 7 Program Keahlian BIAT Budidaya Tanaman Budidaya Ternak Budidaya Ternak Pengolahan Hasil Pertanian Pangan Tata Boga Teknik Mekanik Otomotif Jenis Usaha Pembenihan ikan Tanaman Sayuran Tan Hias dan Buah Pembibitan Ternak sapi Bd. Ternak unggas Sari Buah Nenas Katering Wiring Harness Volume Usaha 12000 m2 1 ha 100 tan/periode 9 ekor 2500 ekor 3600 cup 7800 porsi 144.000 pct Nilai Usaha 25 juta/periode 48 juta/periode 2 juta/periode 18 juta/periode 35 juta/periode 3,6 juta/bln 35 juta/bln 88,1 juta/bln

Sumber : SMKN 2 Subang

3.3.5 Kesinambungan Program

Keberlanjutan inovasi membutuhkan komitmen yang tinggi dari pihak SMKN 2 Subang untuk tetap istiqomah pada visi dan misi awal. Konsistensi dalam memastikan jalannya proses sesuai dengan rencana atau bagaimana SMK meningkatkan kualitas layanan dan tingkat produknya sangat dibutuhkan. Untuk itu perlu mekanisme dalam hal memantau, mengavaluasi dan melakukan langkah perbaikan secara berkelanjutan. Pelaksanaan mekanisme ISO untuk menjamin kualitas menuntut profesionalisme dari
Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK

65

memastikan mekanisme ISO berjalan dan pengelolaan aktivitas unit pelayanan jasa menyebabkan waktu menjadi sumber daya yang langka dan tekanan yang tinggi bagi pihak pengelola. Peningkatan pada aktivitas diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan manfaat dari semua pihak yang terlibat sehingga keberlanjutan program dapat terjamin. Tingkat aktivitas pekerjaan yang semakin tinggi yang harus dihadapi oleh manajemen SMK dalam menghadapi pekerjaan seperti rutinitas sekolah (kewajiban mengajar). 66 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan sumber daya manusia yang ada.

Reformasi Perbukuan secara Massal 7.1 Reformasi Kerangka Hukum dan Kebijakan Terobosan Pendidikan Nasional Seluruh kebijakan pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional tidak terlepas dari reformasi kerangka hukum bidang pendidikan. Pemerintah diamanatkan untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara Massal untuk e-Pembelajaran dan e-Administrasi 4. Sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah diambil selama kurun waktu 2005-2008. Demi terlaksananya sistem tersebut. Pendanaan Massal Pendidikan 2. dan daya saing serta penguatan tata kelola. dan citra publik pendidikan yang merupakan tiga pilar pembangunan pendidikan nasional.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 4 PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN INOVASI SMK 4. mutu. Untuk menjamin hak setiap warga negara dan hak azasi manusia atas pendidikan. Pembangunan Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 5. Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Pendidikan secara Massal 6. yang diawali oleh amandemen UUD 1945 pada tahun 1999 sampai pada tahun 2002. Peningkatan Mutu dan Daya Saing Pendidikan dengan Pendekatan Keomprehensif 8. akuntabilitas. Otonomisasi Satuan Pendidikan 10. relevansi. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendidikan Non-Formal dan Informal untuk Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 67 . Perbaikan Rasio Peserta Didik SMK : SMA 9. adalah sebagai berikut : 1. negara diamanatkan untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD. Semangat reformasi pendidikan telah menginspirasi Kementerian Pendidikan Nasional untuk mengambil berbagai kebijakan terobosan yang mendasar dan berskala massal selama periode tahun 2005-2008 yang diharapkan akan berdampak besar pada peningkatan dan pemerataan akses. Melalui amandemen UUD 1945 pendidikan tidak hanya sekedar hak warga negara akan tetapi telah menjadi hak azasi manusia. Peningkatan Kualifikasi dan Sertifikasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan secara Massal 3.

SMK kecil di daerah terpencil. • Penerapan MBS dalam penyelengaraan sekolah 3. SMK jarak jauh.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Menggapai Layanan Pendidikan kepada Peserta Didik yang Tak Terjangkau Pendidikan Formal 11. semua kebijakan di atas belum tentu terimplementasikan dengan baik. relevansi dan daya saing Kebijakan dilakukan antara lain dengan: • Pengembangan fasilitas pada SMK-SMK misalnya fasilitas laboratorium praktik kerja yang up to date. Peran Pemda. Peningkatan tata kelola. 68 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Peningkatan mutu. Di tingkat pusat berbagai kebijakan pengembangan SMK sudah dilakukan dengan berpedoman kepada tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. SMK di daerah perbatasan. Akuntabilitas dan Citra Publik Pendidikan dengan Pendekatan Komprehensif. perbaikan rasio SMK : SMA menjadi salah satu terobosan kebijakan pendidikan nasional. Dalam upaya membalik rasio tersebut berbagai program telah dilaksanakan yaitu : • Penambahan USB SMK • Peningkatan proporasi alokasi anggaran untuk SMK • Ekstensifikasi dan intesifikasi penyelengaraan pendidikan kejuruan melalui SMK besar. 4. Akan tetapi di tingkat daerah. Perluasan akses pendidikan Kebijakan membalik rasio SMK : SMA menjadi 70:30 di tahun 2015. yaitu: 1. • Menumbuhkan minat siswa.2 Peran Pemerintah Daerah Melihat peran strategis SMK ke depan. 2. melalui Dinas Pendidikan. Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan kebijakan dan pelaksanaan program pengembangan SMK dalam keranga tiga pilar pendidikan nasional. orang tua dan masyarakat dalam memiliki ‘paradigma’ dan ‘persfektif’ baru untuk menjadikan SMK sebagai alternatif jalur pendidikan yang menjanjikan masa depan gemilang. • Mengembangkan kerja sama dalam ikatan kemitraan dengan dunia usaha/ industri. Penguatan Tata kelola. akuntabilitas dan citra publik Peningkatan tata kelola dilakukan dengan adanya penjaminan mutu pekerjaan manajerial dan administratif melalui sertifikasi ISO 9001-2000. seperti pengembangan teaching factory. Dalam upaya mendorong pengembangan SMK. menjadi sangat penting karena sering kali jangkauan pusat tidak sampai ke daerah secara optimal.

• Kerjasama dengan dunia usaha. masyarakat. dan akhirnya satuan-satuan pendidikan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 4. 2. Pengelolaan pendidikan sebagaimana dalam Undang-undang No. menjadi lebih berbasis daerah. and school based management). Pasal 15 ayat (1) menyatakan: “Masyarakat berkesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan”.13/2001 telah direvisi menjadi Perda No. Pasal 20 ayat (1) yang menyatakan: “Terhadap satuan pendidikan dilakukan pembinaan dan pengendalian baku mutu pendidikan”. pusat pengambilan keputusan pengelolaan pendidikan juga makin tersebar ke tingkat daerah. community. • Keterjaminan sumberdaya pendidikan. Perda Tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Sejalan dengan kaidah otonomi dan desentralisasi di berbagai kehidupan dan sektor pembangunan. dan sekolah (local. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 69 . Pasal 14 ayat (5) menyatakan: “Harta benda bergerak dan atau tidak bergerak yang merupakan prasarana dan atau sarana pendidikan tidak dapat dialihfungsikan selain untuk pendidikan”. Pasal 11 ayat (1) menyatakan: “Pemerintah Kota berkewajiban mengalokasikan sekurang-kurangnya 10% dari APBD untuk pembangunan sektor pendidikan”. maka ditetapkan Peraturan Daerah tentang Sistem Penyelenggaran Pendidikan. Berpedoman kepada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut. yaitu Perda Malang No. Pasal 15 ayat (2) menyatakan: “Pemerintah Kota bertanggungjawab mendorong dan/atau mengatur kerjasama saling menguntungkan dengan dunia usaha dan dunia pendidikan”. 13 Tahun 2001. • Pengendalian mutu pendidikan. • Peran serta masyarakat. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum 1. 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) tahun 20002004. Hal ini menunjukan adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Malang untuk pengembangan pendidikannya.3/2009 menyatakan bahwa anggaran untuk pendidikan harus dianggarkan minimal 10% dari belanja daerah.1 Peran Pemerintah Kota Malang a. Pasal 32 Perda No.3 Tahun 2009 tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan. Perda Kota Malang No. Dalam Perda tersebut diatur antara lain: • Anggaran pendidikan.2. di luar gaji pegawai dan pembiayaan pendidikan tinggi politeknik. masyarakat.

Untuk memperoleh dukungan tersebut. langkah alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menumbuhkan keberpihakan konkret dari semua lapisan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.926. Dewan Pendidikan dibentuk melalui Keputusan Walikota Malang. jumlah penerimaan siswa di suatu sekolah dapat dipantau guna menghindari keributan dan provokasi kekosongan bangku.41 784.52 34. Tugas Pokok Dewan Pendidikan adalah: • Memberikan pertimbangan (advisory agency) dalam penentuan pelaksanaan kebijakan pendidikan.41 Total 649.958. Selain itu. mudah akurat dan transparan dan murni berdasarkan DANUN (daftar nilai ujian nasional).081. 70 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .19 Alokasi APBD untuk Pendidikan – Kota Malang Tahun 2007 2008 2009 APBD Pendidikan 212. • Mendukung (supporting agency) baik yang berwujud finansial.155. PSB Online Latar belakang dari pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) online adalah agar hasil penyaringan siswa baru lebih cepat.507. 4.042.12 266.314.876.952. PSB online juga dapat menghindari terjadinya pencabutan berkas pendaftaran oleh calon siswa yang mendaftar di sekolah-sekolah.762. Dengan sistem ini.517.08 253. Dengan PSB online. pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan.04 3.598.877.55 756.420.236. • Mengontrol (contolling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dan keluaran pendidikan.900.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Tabel. masing-masing siswa hanya dapat diterima di satu pilihan saja. Dewan Pendidikan Penyelenggaraan pendidikan memerlukan dukungan masyarakat yang memadai.90 % 32.75 33.751.567. Keberpihakan konkret ini disalurkan secara politis menjadi suatu gerakan bersama dalam wadah berupa Dewan Pendidikan.

kriteria kinerja daerah di bidang pendidikan. kriteria tenaga pendidikan. fasilitas pendidikan. pemerintah. • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Unsur keanggotaan Dewan Pendidikan terdiri dari unsur-unsur masyarakat yang dapat berasal dari: • LSM bidang pendidikan • Tokoh masyarakat • Tokoh pendidikan • Yayasan penyelenggara pendidikan • Organisasi profesi pendidikan • Komite Sekolah • Orang tua peserta didik • Unsur lain yang dianggap penting b. masyarakat. • Melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan. program. Fungsi Dewan Pendidikan adalah: • Mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan bermutu. tuntutan. dan rekomendasi kepada Pemerintah Kota atau DPRD mengenai kebijakan dan program pendidikan. dan DPRD berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan bermutu. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan masyarakat. • Menampung dan menganalisis aspirasi. penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. Berangkat dari kebijakan 71 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . pertimbangan. ide. Pengembangan Kota Vokasi Kebijakan umum Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2005 – 2009 diantaranya adalah berupa perluasan dan pemerataan akses untuk memperoleh pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK 1.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan • Sebagai mediator antara Pemerintah dan DPR Kota Malang dengan masyarakat di bidang pendidikan. • Mendorong partisipasi orang tua dan masyarakat guna mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan. peningkatan Akses pendidikan di tingkat menengah akan lebih ditekankan pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kemdiknas. dan hal-hal lain yang berkaitan dengan pendidikan. dimana pada tahun 2010 perbandingan SMK-SMA adalah 60%:40%. • Memberikan masukan.

Salah satu kebijakan tersebut diimplementasikan dalam bentuk Program Imbal Swadaya Pengembangan Kota Vokasi. Pelaksanaan program ini melibatkan unsur Pemerintah Pusat. Di gedung vokasi tersebut terdapat laboratorium perakitan komputer dan laptop bekerjasama dengan Zyrex. dan masyarakat. Yogyakarta dan Surakarta. dengan memberdayakan komunitas-komunitas usaha kecil dan industri serta dengan mengembangkan kejuruan berbasis sektoral perekonomian wilayah kabupaten/kota (seperti teknologi. dan laboratorium animasi. dan lainnya). Program ini merupakan bentuk penghargaan bagi Kabupaten/Kota yang berhasil dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan sesuai Road-Map Direktorat Pembinaan SMK Tahun 2006-2010. Ketiga Kota lainnya adalah Bandung. laboratorium multimedia di SMKN 5. bengkel dan perakitan otomotif. Kota Malang menjadi salah satu Kota Vokasi dari empat Kota Vokasi di Indonesia pada tahun 2007. Hal ini merupakan salah satu dorongan dari pemerintah kota dalam pengembangan SMK di Kota Malang. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kemampuan kewirausahaan para siswa SMK. Kota Vokasi adalah suatu daerah/ wilayah yang memiliki kemampuan besar untuk menjadi pusat pembelajaran kejuruan. penyedia tenaga kerja berkualitas dan pusat produksi barang dan jasa. dimana Teaching Factory merupakan suatu instalasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran siswa dengan melakukan perakitan produk atau pelayanan jasa lainnya. Pemerintah Provinsi. Di Kota Malang telah dibangun gedung vokasi sebagai pusat pembelajaran produktif bagi semua SMK di Malang. Pemerintah Kabupaten/Kota. Edotel di SMKN 2 Malang dan masih banyak lagi. Program pengembangan kota vokasi ini merupakan program rintisan (pilot project) dengan menekankan pada pelaksanaan Teaching Factory. Infrastruktur lain yang mendukung pengembangan SMK di Kota Malang antara lain adalah ICT-Center di SMKN 4 Malang. Pengembangan kota vokasi diharapkan mampu mensinergikan seluruh sumberdaya kejuruan sehingga tercipta pertumbuhan 72 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .Inovasi Dalam Sistem Pendidikan diatas. pertanian. Sebagai kota vokasi Malang telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk pengembangan sekolah kejuruan. pada tahun 2007 Direktorat Pembinaan SMK mendorong dan mengapresiasi pertumbuhan SMK yang ada di wilayah tersebut dengan menggulirkan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan peserta didik di daerah. pariwisata.

Dengan terwujudnya dukungan. maka Pemerintah Daerah dalam hal ini meluncurkan sebuah program penyelenggaraan pendidikan gratis di Provinsi Sulawesi Selatan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan ekonomi yang berkesinambungan dan mengurangi pengangguran.454 %SMA 54. Program sekolah gratis tersebut berbentuk: • Program biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan penuh pembiayaan. program Bantuan Khusus Murid (BKM).587 23. Program BOS Buku.2.909 17. program Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM). Dari tiga pilar kebijakan pendidikan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.36 40. penekanan pengembangan kebijakan Pemerintah Daerah dilakukan pada aspek perluasan dan pemerataan akses pendidikan.772 35. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 73 . • Program beasiswa pendidikan bagi peserta didik berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu. Tabel . Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Kebijakan dan program yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar selaras dan merupakan pengejewantahan dari kebijakan pendidikan di tingkat pusat.31 4.993 40. 4 Tahun 2009.459 SMK 15.38 48.995 Total 34.863 18. diharapkan Program Pengembangan Kota Vokasi dapat direalisasikan dan masyarakat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. perhatian dan kerjasama yang baik dari Pemerintah.62 51. • Program subsidi biaya pendidikan bagi peserta didik yang sekolahnya memperoleh bantuan tidak penuh atau sebagian. Jika di tingkat nasional kebijakan pendanaan massal dilakukan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). dan program beasiswa pelajar/beasiswa.69 %SMK 45. Pemerintah Daerah Kabupaten/kota serta dunia usaha/dunia industri sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.64 59. 20 Rasio SMK:SMA Kota Malang Tahun 2006/2007 2007/2008 2008/2009 SMA 18.2 Peran Pemerintah Kota Makassar a.406 16.

Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan yang didasarkan penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Sasaran penyelenggaraan pendidikan gratis adalah jalur pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang terdiri atas SD.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Sebagai contoh implementasi lainnya. SMPLB.280 dan 2 SMA dengan jumlah siswa 696. biaya operasional.2/366/Kep/IV/09 yang menetapkan sekolah penyelenggara rintisan sekolah bersubsidi penuh (Sekolah Gratis) tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dinas pendidikan kota Makassar. Komponen pembiayaan penyelenggaraan pendidikan gratis meliputi biaya kegiatan proses belajar mengajar yang mencakup. Pada tahun 2007 program ini dimulai dengan memberikan bantuan pada 15 SD dengan jumlah siswa 3. 7 SMP dengan jumlah siswa 3. dukungan dunia usaha. 3 Tahun 2006 tentang penyelenggaraan pendidikan. SMP. ekstrakurikuler. 74 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . pemeliharaan. peraturan ini mendukung optimalisasi peran dan pemberdayaan gugus sekolah. SMA/SMK. tanah gedung atau bangunan serta pemeliharaannya. peralatan pendidikan. Tata laksana penyelenggaraan pendidikan gratis di Kota Makassar berdasarkan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota dengan sumber pembiayaan yang berasal dari kedua belah pihak (dialokasikan dalam APBD). serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan partisipasi masyarakat dalam bentuk Komite Sekolah. Pada tahun 2010 direncanakan program akan mencakup SMK. berdasarkan Perda tersebut. kelompok kerja guru (KKG). buku pelajaran. Selain itu. Pemerintah Kota Makassar juga mengeluarkan Peraturan Daerah No. insentif pendidik dan tenaga kependidikan. termasuk perihal pengadaan. Bantuan ini berlanjut hingga tahun 2009 hingga mencapai 128 SD dengan jumlah siswa 35. Dalam usaha peningkatan mutu. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).810 dan 3 SMP dengan jumlah siswa 860 di Makassar. 421. Walikota Makassar mengeluarkan Keputusan Walikota Makassar No. kurikulum lokal. dan penyelenggaraan kurikulum nasional. masyarakat dan sumber lain yang tidak mengikat. pendayagunaan dan pengembangan tenaga pendidikan. yang didalamnya mengatur beberapa kewajiban yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan/atau masyarakat.519.

11 Sumber : BAPPEDA Kota Makassar b.27 33. Kebijakan ini ditujukan agar keluaran pendidikan dapat lebih berorientasi pada pemenuhan dunia kerja serta kebutuhan dunia usaha dan industri.92 20.73 618.21 Alokasi APBD untuk Pendidikan di Kota Makassar (dalam milyar) No 1 2 3 4 5 6 Pendapatan Belanja Pembiayaan Sisa Lebih Anggaran %APBD Uraian 2005 595.74 1306.76 151.02 22.84 1190.99 108.92 471. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Kebijakan dan program pendidikan Pemerintah Kota Makassar yang ditujukan untuk mendorong pengembangan SMK baru sebatas mengikuti arahan kebijakan pusat terkait sebelas kebijakan terobosan berskala massal yang telah dijalankan oleh Kemdiknas.66 26.97 949.36 2008 1082.67 108.22 126.24 32.61 2009 1197.5 307. 22 Rasio Jumlah SMK: SMA Kota Makassar Tahun 2005 -2009 No 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 SMK Neg 8 8 8 8 9 Swasta 53 57 63 67 81 Jumlah 61 65 71 75 90 SMA Neg 20 20 21 22 22 Swasta 84 84 84 85 88 Jumlah 104 104 105 107 110 Rasio SMK:SMA 37:63 38:62 40:60 41:60 45:55 Sumber : Kementerian Pendidikan Kota Makassar Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 75 .15 400.83 2007 920.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Berikut adalah alokasi APBD Pemerintah Kota Makassar untuk sektor pendidikan yang terus mengalami kenaikan: Tabel.47 28. Salah satu diantaranya adalah terkait perbaikan rasio peserta didik SMK : SMA.90 36.89 848. Langkah yang diambil untuk mendukung kebijakan tersebut adalah dengan mempermudah ijin SMK dan menekan izin operasional SMA. Tabel.54 2006 821.3 17.

Fokus pengembangan sektor pendidikan Pemerintah Daerah masih diseputar aspek akses dan pemerataan pendidikan tingkat dasar dan menengah (SD dan SMP).2. perhotelan dan restoran mendorong kebutuhan dan permintaan tenaga kerja disektor ini. Kebijakan Pemerataan/Perluasan Kesempatan Memperoleh Pendidikan Pelaksanaan kebijakan diarahkan kepada peningkatan kesadaran dan motivasi orang tua dan siswa untuk melanjutkan pendidikan serta upaya untuk meringankan beban biaya pendidikan dan diikuti dengan peningkatan daya tampung sekolah dan program PLS.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Kondisi dan lingkungan terutama geografi dan ekonomi mendukung Kota Makassar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan dikawasan timur. Aktivitas perekonomian yang tinggi terutama yang ditunjang oleh sektor perdagangan. selain pemberian kemudahan perijinan yang diarahkan pada usaha peningkatan mutu. Sejauh ini. Adanya dukungan dan komitmen pemerintah daerah bagi pengembangan dunia pendidikan secara umum berupa visi dan misi. Penerapan sistem Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Makassar No. kebijakan dan anggaran diatas 20% dari total APBD dapat dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk mengembangkan diri. dukungan langsung Pemerintah Darah pada pengembangan SMK belum terlihat. yaitu: 1. seperti SMKN 8 misalnya. 76 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . perhotelan dan restoran. 4. Sementara kebijakan pemerintah pusat untuk mengubah proporsi SMK dan SMA dapat dilihat sebagai sebuah peluang dimana perhatian pemerintah kedepan akan lebih difokuskan pada pengembangan pendidikan vocational. Kebijakan dan Program Pendidikan secara Umum Selaras dengan kebijakan pokok pembangunan pendidikan nasional.3 Peran Pemerintah Kabupaten Subang a. 3 Tahun 2006 memungkinkan Sekolah pada umumnya dan SMK pada khususnya untuk melakukan inovasiinovasi bagi pengembangan institusi. Kebijakan ini tentu akan memberikan kosekuensi pada perhatian dan alokasi sumber daya untuk mendukung kebijakan tersebut. dan tata kelola yang baik. Ini menciptakan tantangan sendiri bagi SMK yang ingin mengembangkan kualitas dan tata kelola yang baik ke tingkat yang lebih tinggi atau menyesuaikan dengan kualitas Internasional. kebijakan umum pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang diarahkan pada enam pilar kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Hal ini kemudian akan memberikan kesempatan pada institusi pendidikan yang dapat menawarkan kebutuhan akan tenaga kerja disektor perdagangan.

045.994.284.44 326.268. 5.398.60 1.997.47 172.043. 23 Alokasi APBD Untuk Sektor Pendidikan – Subang TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 APBD 493. Pemerintah Daerah mengalokasikan APBD untuk mengembangkan pendidikan yang cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.952.003.41 41.420. 4.332.391.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2.440.443.66 36.605.923.33 435.896.63 Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. dan sebagainya. Kebijakan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Kebijakan peningkatan mutu pendidikan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme guru dan pemberdayaan MBS dan Komite Sekolah.112.574. 2009 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 77 .027.43 33.00 147.136.288.00 1.080. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program Kepemudaan dan Olahraga Kebijakan dilakukan dengan dengan pembinaan dan pengembangan program kepemudaan dan olahraga.55 23. 3.626.866.615.376.00 970. Kebijakan dalam Pembinaan dan Pengembangan Program-Program Pendidikan Luar Sekolah (PLS).58 735.380.594.283. 6.773.00 Alokasi Pendidikan 135. berikut data yang diperoleh: Tabel. Kebijakan dilakukan dengan pembinaan dan pengembangan program-program PLS seperti program kejar paket A yang setara SD dan paket B yang setara SMP.62 393. kursus.247.49 28.036. Kebijakan dalam Efisiensi Manajemen Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan profesionalisme tenaga penunjang pendidikan serta pengembanga karir.62 % 27.800. Kebijakan dalam Peningkatan Relevansi Pendidikan Kebijakan dilakukan dengan peningkatan mutu kurikulum muatan lokal dan pengembangan sistem ganda (PSG) khusus untuk SMK.66 516.884.358.659. program magang.021.

86 56.116 SMA 12. • Penyebarluasan Berbagai Informasi Pendidikan Menengah. meningkatnya jumlah ruang kelas baik. Pemerintah Daerah Subang mengarahkan pengembangan SMK pada: 1.5 64.03 46. dan rasio ruang kelas : sekolah. • Meningkatnya rasio guru : murid. Pemerataan dan perluasan akses pendidikan menengah Sasaran programnya adalah sebagai berikut: • Meningkatnya jumlah siswa lulusan SMP yang ditampung di SMA/MA/SMK. • Meningkatnya jumlah lulusan SMA/MA/SMK. Kebijakan dan Program Pendidikan SMK Dukungan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan SMK belum terlalu terasa.851 12. • Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu.073 7.97 53. • menurunnya jumlah ruang kelas rusak. Subang 78 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK .5 35.073 11. • Pembinaan SMK Kelas Jauh. • Rehabilitasi sedang/berat ruang sekolah.5 42.76 Sumber : Dinas Pendidikan Kab.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan b.24 SMA 64.14 43.086 15. 24 Rasio SMK : SMA di Subang No 1 2 3 4 5 TAHUN 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 JUMLAH SISWA SMK 7.069 17.411 18. Tabel. • Terpenuhinya kebutuhan ruang kelas.913 Rasio SMK : SMA SMK 35.703 13. Kegiatannya adalah: • Pembangunan Gedung Sekolah SMA/SMK.5 57. namun dengan kerangka tiga pilar pendidikan nasional.851 16.

Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan laporan berkala • Adanya kendali mutu penyerlenggaran pendidikan • Sosialisasi ISO 9001-2008 dan pengadaan dan pendamping untuk sertifikasi ISO. Peningkatan tata kelola Kebijakan yang dilakukan adalah : • Peraturan tentang izin operasional SMK yang harus ada ajuan dari Dunia Usaha/Dunia Industri • Pengembangan transparansi pengelolaan pendidikan. fasilitas PBM dan buku pokok. dan • Meningkatnya lulusan SMA/SMK melek baca Al Qur’an. serta pelaksanaan Pra-Ujian Nasional • Penyediaan sarana. • Persentase lulusan SMK yang berusaha sendiri/ berwirausaha. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 79 . • Tersedianya buku pelajaran. melalui RAPBS. • Penyediaan Dana Pendamping SSN/SBI 3. • Meningkatnya ketersediaan perpustakaan. Peningkatan mutu.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan 2. • Meningkatnya kewirausahaan sekolah. relevansi dan daya saing Sasaran Programnya adalah: • Meningkatnya kualitas lulusan dilihat dari rata-rata nilai UN. Kegiatan yang dilakukan : • Pemberian insentif bagi guru-guru yang melaksanakan program jam tambahan / remedial. sumber belajar dan media belajar. • Meningkatnya jumlah sekolah SBN/SBI.

diperlukan adanya: 1. yaitu masyarakat. Seperti diketahui bahwa permasalahan pendidikan di Indonesia masih berkisar pada permasalahan tentang pemerataan akses terhadap pendidikan. Penerapan tata kelola yang baik membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan. Kedua. Untuk pelaksanaan tata kelola yang baik tersebut. Pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat. efisien. jelas. bukan sekelompok orang atau golongan. Yang terakhir. Koordinasi yang baik. serta etos kerja dan moral tinggi. swasta. 2. Fakta menunjukkan bahwa penerapan tata kelola yang baik tidak hanya menjadi solusi dari segala permasalahan pendidikan yang dihadapai sekarang ini. penerapan tata kelola yang baik dalam dunia pendidikan bisa menjadi sebuah solusi untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia sekarang ini. Yang lebih fundamental.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5. mampu memberi ruang kepada pihak di luar pemerintah. efisiensi. dan daya tanggap. namun juga telah melahirkan sekolah-sekolah yang mampu merespon setiap tantangan yang dihadapinya menjadi sebuah keunggulan dalam bentuk kapabilitas untuk melakukan inovasi dalam pendidikan. dan bertanggung jawab. dan nyata yang berakar pada penyelenggaraan pendidikan yang efektif. seperti nilai keadilan. profesionalisme. permasalahan mutu dan relevansi pendidikan. yang mendorong lembaga pendidikan maupun Pemerintah lebih efektif dalam bekerja tanpa mengabaikan orientasi pada kebutuhan pelanggan pendidikan.1 Kesimpulan Belajar dari pengalaman ketiga SMK di atas. Pertama. penerapan tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan nilai-nilai. agar ikut berperan optimal sehingga tercipta sinergi antara lembaga pendidikan dengan stakeholdernya. serta efisiensi manajemen pendidikan. 3. integritas. penerapan tata kelola yang baik dalam pengeloaan pendidikan dapat membangun sebuah sistem anti korupsi dalam institusi pendidikan yang akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa ini. 80 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . bersih. dan masyarakat. Komitmen yang kuat baik dari pihak-pihak di dalam lembaga pendidikan tersebut maupun pihak-pihak di luar lembaga pendidikan seperti pemerintah. tata kelola kepemerintahan yang baik memberikan kondisi bersih dari korupsi yang berorientasi pada kepentingan publik.

yang disesuaikan dengan program pendidikan.2 Rekomendasi Inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaannya tidak hanya menjadi kewajiban pihak sekolah. b. d. selama masih sesuai dan dalam koridor standar pendidikan nasional. bahwa kapabilitas inovasi di level sekolah saja masih belum cukup namun sangat diperlukan kapabilitas inovasi Pemerintah untuk menciptakan kebijakan dan program inovatif yang mendukung pengembangan pendidikan. selain juga adanya sinergi di antara stakeholders pendidikan.1 Sekolah diharapkan meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan melalui: a. namun juga perlu dukungan dari Pemerintah dan pihak lain.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan Dengan adanya desentralisasi. dan kurang fokus pada pengembangan SMK . transparan. Dari pengalaman tiga daerah di atas menunjukkan bahwa inovasi dalam pengembangan pendidikan justru lebih banyak muncul dari inisiatif pihak sekolah. Akan tetapi perlu disadari oleh Pemerintah. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan sekolah. efektif dan efisien. baik dengan pihak di dalam maupun di luar negeri. daerah. yang mengedepankan karakteristik partisipatif. terkait dengan pelaksanaan tata kelola yang baik. beriorientasi pada konsensus. baik dari segi sistem pendidikan. dan SMKN 2 Subang telah menunjukkan bahwa pihak sekolah bisa melakukan inovasi-inovasi meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan di tengah tantangan yang mereka hadapi masing-masing. Inovasi di tingkat kebijakan dan program dari Pemerintah Daerah sangat kurang. perkembangan teknologi. Kapabilitas inovasi dari Pemerintah Daerah dalam menterjemahkan kebijakan dan program yang telah didesain Pemerintah Pusat menjadi sebuah tuntutan. SMKN 8 Makassar. Pengembangan sistem dan modul pendidikan. Yang dihasilkan dalam studi tentang inovasi sistem pendidikan menengah kejuruan ini adalah: 5. Tanggap terhadap kebutuhan nasional. e. dan keinginan masyarakat. dengan menjaga nilai-nilai luhur pendidikan.2. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 81 . termasuk di dalamnya memasukkan nilai-nilai lokal dan anti korupsi. dan etos kerja para pendidik dan siswa-siswi. akuntabel. Pemerintah daerah hanya sebatas meneruskan semua kebijakan dari Pemerintah Pusat. terhadap integritas.terlebih lagi pada orientasi pengembangan berdasarkan potensi daerah. khsusunya Pemerintah Daerah. c. Pengembangan sistem pengawasan dan kendali mutu pelaksanaan kegiatan pendidikan. responsif. 5. serta sesuai dengan peraturan dan hukum. Pengembangan jaringan kerjasama. Kisah SMKN 4 Malang. peran Pemerintah Daerah menjadi sangat strategis dalam mendorong pengembangan pendidikan di daerah. kualitas lulusan dan tujuan lainnya. profesionalitas. pengelolaan dan kualitas pendidikan.

b.2 Pemerintah berperan aktif meningkatkan kapabilitas inovasi pendidikan. i. Pemberian dukungan penuh terhadap SMK dan program-programnya. g. 5. Membuka peluang kerjasama dengan Badan/Institusi Pemerintah ataupun dengan pihak swasta untuk membuka kesempatan atau menjembatani kerjasama pelatihan dan praktik keahlian. Membuka peluang kerjasama atau menjembatani kerjasama dengan sumber dana lainnya. Pelaksanaan tata kelola yang baik dan bersih di lingkungan pemerintah bidang pendidikan. serta tanggap akan kebutuhan SMK. Pemerataan perbaikan fasilitas dan sarana sekolah. d. Pemerataan akses layanan atau ikut menggiring arah pengembangan akses layanan pendidikan menengah kejuruan yang sesuai dengan potensi sosial budaya ekonomi masyarakat untuk mendapatkan konsep dan arahan implementatif yang holistik. c.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan f. Pengembangan modul pendidikan yang memuat nilai-nilai lokal dan semangat anti korupsi skala nasional ataupun lokal. Pemberian pelatihan dan pendidikan bagi para pendidik untuk menjaga kualitas pengajaran. e. Sinkronisasi peraturan dan kebijakan terkait penyelenggaraan pendidikan dan pendukungnya (reformasi kerangka hukum dan kebijakannya). berupa: a. h. termasuk peluang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. 82 Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK . Pemerataan penyediaan layanan pendidikan menengah kejuruan yang lebih terjangkau. Dapat memperluas akses layanan pendidikan yang merata. f. j.2.

id/ effendisanusi/. http://blog. Penangkal Korupsi. Shapiro. 24/7 Innovation: A Blueprint for Surviving and Thriving in an Age of Change. 2002. 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan.Inovasi Dalam Sistem Pendidikan DAFTAR PUSTAKA Kementerian Pendidikan Nasional. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.ac. Effendi. Nandika. Stephen M. Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK 83 . Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta. Peraturan Pemerintah No. Pendidikan: Rahmat bagi Sekalian Alam. Sanusi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2009. Inovasi: Pengertian dan Karakteristik. Peraturan Pemerintah No. Undang-undang Republik Indonesia No. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah No. Jakarta: Makalah pada Seminar Hari Anti Korupsi Sedunia. 38 Tahun 1992 Tenaga Kependidikan. Undang-undang Republik Indonesia No. 2006. McGraw-Hill. Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2000 tentang Perubahan atas PP No. Teropong Wajah Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. Dodi.unila. November 2009. 39 Tahun 1992 tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional.