1

Unsur – unsur golongan VB

Golongan VA terdiri dari 4 unsur yaitu Vanadium (V), Niobium (Nb), Tantalum (Ta). Beberapa sifat unsur golongan ini dapat kita lihat pada tabel berikut : Sifat – sifat Vanadium (V23) Konfigurasi 2, 8, 11, 2 Niobium (Nb41) Tantalum (Ta73) Dubnium (Db105)

2, 8, 18, 12, 2, 8, 18, 32, 2, 8, 18, 32, 1 11, 2 5d3 6s2 4d4 5s1 92, 91 130, 95 32, 11, 2 5f14 6d3 7s2 268

Elektron terluar Massa (g/mol) Masa jenis Titik cair (° C) Titik didih (° C) Jari-jari (A°) Jari-jari ion (A°)

3d3 4s2

atom 50, 94

6,1 1900 3450 8,4 2468 3300 1,46 0,59 0,70 6,80

16,6 2996 5425 1,49

-

atom 1,34

0,73 7,00

-

Potensial ionisasi 6,74 pertama Elektronegativitas 1,6 Bilangan oksidasi

1,5

-

-1, 0, +1, +2, 1,6 +3, +4, +5

-1, +2, +3, +3, +4, +5

-1, +2, +3, +4, +5 +4, +5

Kalor uap Kalor lebur Kapasitas (25 °C) J/(mol·K)

106 4,2 kalor 24.89 6,4 24.60

-

180 6,8 25.36

-

NbH0. stabilitas bilangan oksidasi +5 meningkat dari V-Nb-Ta. VCl4. Pada suhu kamar tidak reaktif tetapi pada pemanasan bereaksi membentuk halida VCl5.7 53. sedang Nb2O5 dan Ta2O5 lebih sedikit basa.3 3480 m/s 3400 m/s - kawat) (20 °C) Modulus Young Modulus geser Skala Mohs Elektron terluar V ( 3d3 4S2 ). VCl3.7 . sedang Nb dan Ta hanya membentuk halida tipe MX5.2 Sifat magnetic Paramagnetic no data (0 °C) 152 no data (20 °C) 131 - Resistivitas listrik (20 °C) 197 (nΩ·m) Konduktivitas termal (300 K) (W·m−1·K−1) Ekspansi (25 (µm·m−1·K−1) Kecepatan suara 4560 m/s (pada wujud termal 8. Akibatnya VCl4 bersifat kovalen. Ta ( rd3 4S2 ).5 - 7.0 186 GPa 69 GPa 6. Sifat unik tiap-tiap unsur berkurang dangan berkurangnya ukuran kation.86 dan TaH0. mudah menguap.4 °C) 30.5 kekerasan 6. V2O5 amphoter tetapi lebih bersifat asam. V+5 merupakan oksidator yang baik. dan VI3. Bilangan oksidasi bervariasi.7 . Dengan demikian V+5 mudah direduksi menjadi V+2 sedang Nb+5 dan Ta+5 tetap stabil. Nb ( 4d4 4S1 ). Dengan demikian sifat unik V+4 > V+3 > V+2. Kecenderungan membentuk komplek : V > Nb > Ta 128 GPa 47 GPa 105 GPa 38 GPa 6.3 6. VH0.76. Sifat oksidanya.7 57. Dengan H2 membentuk senyawa non-stoikiometrik. Semua halida bersifat kovalen.

PbCl2 2. . Unsur itu dinamakannya Vanadium seperti dewi Vanadis yang berarti cantik menawan. batu bara dan minyak mentah dengan kadar yang kecil. Beberapa mineral vanadium yang menonjol adalah : 1. V2O53H2O : V2S5 . PbCl2 akan mengendap. carnotite 3. Niel Grabiol Sefstrom menemukan unsur baru dalam bijih besi di Swedia. Dari vanadinite. sehingga sifat keduanya hampir sama. patronite : K2O .3 Jari-jari ( ion dan atom ) Nb dengan Ta hampir sama sebagai akibat lanthanida contraction. Senyawa vanadium tersebar melimpah dalam kerak bumi. vanadinite : 3 Pb3(VO4)2 . 3CuS2 Vanadium juga terdapat dalam tanah liat. 2UO3 . ahli kimia Swedia. Bijih direaksikan dengan HCl pekat. Senyawa logam-logam ini dengan bilangan oksidasi rendah tampah berwarna karena adanya orbital d yang berisi sebagian. batu-batuan. 2) Pembuatan V2O5. Ekstrksi dari bijih ini melibatkan beberapa tahap : 1) Pemisahan PbCl2. Tahun 1865 Roscor dan Thorpe menemukan unsur ini berada bersama tembaga dan lapisan bawah batu pasir dari cheshire. 1. dioxovandium chlotida (VO2Cl) tetap dalam larutan. Vanadium • Sejarah dan terdapatnya : Pada tahun 1831. Cara mendapakan Vanadium diantaranya adalah dengan cara ekstraksi dari beberapa senyawa yaitu : a.

3) Reduksi V2O5. 2) Pembuatan V2O5.3 % vanadium. VCl3 diperoleh dari reaksi V2O5 dengan S2Cl2 pada 300 º C. Dengan cara Mardenand-Rich diperoleh logam vanadium murni. Vanadium ± 99 % dapat diperoleh dengan mereduksi V2O5 dengan Al (proses thermit). larutan dipekatkan dan didinginkan maka didapat Na3VO4. larutan ditambah NH4Cl dan dijenuhkan dengan NH3.4 Setelah PbCl2 dipisahkan. Vanadium murni diperoleh dengan mereduksi VCl3 dengan Na atau dengan H2 pada suhu 900 º C. Aliase vanadium : Produk komersial vanadium adalah terutama sebagai aliase. V2O5 direduksi dengan Ca pada 900 – 950 º C untuk memperoleh vanadium murni ( Mardenand – Rich. 3) Reduksi V2O5. Carnotite dicairkan dengan Na2CO3. 1) Pembuatan sodium orthovanadate. yang dipanaskan untuk mendapatkan V2O5. Dari carnotite. Pembuatan logam : Logam ini sangat sulit diperoleh dalam keadaan murni sebab titik cair yang tinggi dan reaktivitas terhadap O2. Ferro vanadium. b. 1927 ). Larutan yang berisi Na3VO4 diberi NH4Cl dan dijenuhkan dengan NH3. . sehingga terbentuk NH4VO3 (amonium metavanadate). sehingga terbentuk NH4VO3 yang bila dipanaskan akan terbentuk V2O5. masa cair yang diperoleh diekstraksi dengan air untuk mengendapkan Fe(OH)3. N2 dan C pada suhu tinggi. Reduksi VCl4 dengan Mg dapat memperoleh 99.

Logam ini tidak bereaksi dengan air brom.dalm electric furnace. dibuat dengan pemanasan campuran V2O5 + NiO. Nikelo vanadium. Logam ini terbakar dengan nyala terang dengan oksigen. bila dipanaskan terbentuk V2O (coklat). +4. senyawa dengan bilangan oksidasi rendah merupakan reducing agent. V2O4 (biru). +3 dan +2. bersifat unik dan berwarna. Sifat-sifat : Dipanaskan dalam H2 (tanpa gas lain) pada 1100 º C membentuk vanadium hidrida yang stabil.5 Cupro vanadium Keduanya dibuat dengan mereduksi vanadium oksida yang dicampur dengan oksida logam Fe atau Cu dengan karbon . dibuat dengan mencampur endapan (dari reaksi larutan Na-vanadate dengan cobalto sulphate) dengan Na2CO3 dalam electric furnace. melepaskan H2 dengan HF dan membentuk larutan hijau. Logam ini reaktif dalam keadaan dingin. HCl/dingin. akhirnya V2O5 (orange). Obalto vanadium. senyawa V+5 (yang tidak berwarna) direduksi dengan reduktor yang sesuai terjadi perubahan sebagai berikut : VO3VO+2 → V+3 → V+2 → . Penggunaan : Penambahan 0.1 – 0.3 % V pada baja akan meningkat daya rentang. 1. dipanaskan terus terbentuk V2O3 (hitam). Senyawa-senyawa : Vanadium membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi +5. V2O5 dipakai sebagai katalisator dalam oksudasi naphtalen dan juga dalam pembuatan H2SO4 proses kontak. Vanadium penting untuk alat-alat baja kecepatan tinggi. Bila dipanaskan dengan Cl2 kering terbentuk VCl4.

Senyawa ini berwarna kuning bening dengan titik didih 127 ° C. . Senyawa V . Dibuat dengan pemanasan VF4 dalam lingkungan nitrogen. Senyawa ini dibuat dengan melewatkan Cl2 kering pada VO3 yang dipanaskan. V (biru) +4 hijau ion vanado (violet) a. V2S5. V2O5 Dibuat dari : o Oksidasi / pemanggangan logam atau oksidanya dengan bilangan oksidasi rendah. pada suhu 350°C – 650°C. c. VF5. V2O5 sebagai hasil akhir. b. Vanadium pentasulfida. Senyawa ini sangat mudah larut dalam air atau pelarut organik. dalam pembuatan asam sulfat. VOCl3. o Hidrolisa VOCl3. Senyawa ini dibuat dengan memanaskan campuran vanadium trisulfida. Vanadium pentaflourida.6 Meta vandate (ion tak berwarna. o Pemanasan amonium vanadate. V2O5 2SO2 + O2 ↔ 2SO3 o Katalis dalam oksidasi alkohol dan hidrogenasi olefin. d. Penggunaan : o Sebagai katalis dalam oksidasi SO2 → SO3. Vanadium pentoksida. +4 2. Senyawa ini dinyatakan sebagai sublimat putih murni. Vanadium oxitrikhlorida. dengan sulfur tanpa udara pada 400 ° C. senyawa ini berupa bubuk hitam. V+5) ion vanadyl.

4. a. Vanadium halida dan oxihalida. V2O3. mudah larut dalam asam atau basa. V2O4 atau VO2. larut dalam air membentuk larutan berwarna biru. Vanadium titroksida. V(H2O)63+. mudah dibuat. Senyawa ini berisi kation vanadil (VO+2) dimana bilangan oksidasinya +4. VF3. Dibuat dengan pemanasan campuran vanadium trioksida dan vanadium pentoksida tanpa udara dengan jumlah molar yang sama. b. Hanya E° dari VO+2/ VO3 adalah – 1 volt. 3. Flourida ini berupa bubuk kuning kecoklatan. Senyawa vanadil. sedang VI3 tidak . a. VF4. Dibuat dari reaksi HF anhidrid dengan VCl4. Senyawa V+3. b. Vanadium triflourida. Vanadil klorida dibuat dari hidrolisa VCl4 VCl4 + H2O → VOCl2 + 2HCl Atau dari reaksi V2O5 dengan HCl V2O5 + HCl → 2VOCl2 +3H2O + Cl2 Senyawa VOCl2 bersifat reduktor kuat yang digunakan secara komersial dalam pewarnaan. larut dalam asam memberikan ion hezaquo. 3H2O dibuat bila V2O3 dilarutkan HF. Vanadium trioksida. Trihalida yang lain adalah VCl3 dan VBr3. Dibuat dengan mereduksi V2O5 dengan hidrogen.7 Senyawa – senyawa dengan bilangan oksidasi +4 ini sangat stabil. Senyawa ini berbentuk kristal biru tua. Vanadium titraflourida. bersifat unik. V2O3 bersifat basa. Reaksi berjalan mulai suhu – 28°C dan meningkat secara lambat sampai 0°C. berwarna biru.

memiliki sifat kimia seperti unsur non logam. Vanadium oxihalida yang dikenal adalah VOCl dan VOBr. dan menyimpulkan bahwa kedua unsur tersebut berbeda karena memilii . Kemudian timbul kebingungan antara kedua unsur tersebut apakah keduanya merupakan unsur yang sama atau bukan.8 dikenal. Bilangan oksidasi +1 dijumpai pada senyawa V(CO)6-1. tetapi membentuk beberapa anion. Bilangan oksidasi ini tidak umum. Senyawa – senyawa V+2 berwarna dan paramagnetik ion V+2 merupakan reduktor kuat. Maka pada tahun 1809. Hatchett menemukan niobium dalam sampel mineral yang disebutnya columbite dan unsur baru columbium. 2. Halida dan oxihalida sangat mudah menguap dan mudah terhidrolisa. Tantalum sendiri ditemukan oleh Anders Ekeberg seorang kimiawan Swedia. Niobium dan Tantalum Kedua unsur ini walaupun bersifat logam dalam beberapa hal. dan tantalum – tantalite dengan densitas 7935 gr/ml. Senyawa V+1. V+2 + H+ → V+3 + ½ H2 (violet) (hijau) 6. ahli kimia Inggris William Hyde Wollaston membandingkan bentuk oksidasi yang terjadi antara columbium – columbite. dengan densitas 5918 gr/ml. • Sejarah Niobium dan Tantalum Niobium ditemukan oleh ahli kimia dari Inggris yaitu Charles Hatchett pada tahun 1801. Columbium ditemukan oleh Hatchett dalam bentuk campuran dengan Tantalum. Larutan encer V+2 (violet) mereduksi air membebaskan H2.keduanya tidak memiliki kation yang nyata. V-1 dan V°. distabilkan oleh ligan asam п. Keduanya tak larut dalam air tetapi larut dalam asam. Senyawa V+2. 5.

F)) Sifat – sifat : Kedua logam ini sangat sukar dipisahkan. HF dan larut sangat lambat dalam alkali cair. titik cair tinggi (Nb= 2468 ° C). Logam Niobium bersifat tipis. atau dengan pemanggangan senyawa tertentu oksigen berlebih. daya hantar panas dan listriknya tinggi. sangat tahan terhadap asam. Keduanya dapat dilarutkan dengan HNO3. Senyawa NbF5 dan TaF5 dibuat dengan reaksi flourinasi langsung logam atau pentakhloridanya. • Terdapatnya : Didalam kerak bumi. titik cair tinggi (Ta = 2996° C). lunak. membentuk cairan dan uap tak berwarna. Ta = 229 ° C. Halida – halida ini bertitik . Ta = 95 ° C. b) NbX5 dan TaX5 (X = halida). Dibuat dengan dihidroksioksida terhidrat (sering disebut asam niobat dengan atau tantalat). Keduanya berbentuk padat putih. Senyawa – senyawa : • Senyawa Nb+5 dan Ta+5. alkali karbonat atau alkali hidroksida. dapat dibengkokkan. padat. relatif inert secara kimia.9 densitas yang berbeda sehingga nama columbium menjadi niobium dan Tantalum tetap Tantalum. dapat dibengkokkan. hampir tak bereaksi dengan asam kecuali HF pekat. mengkilat. a) Nb2O5 dan Ta2O5. mudah menguap. dan niobium juga dapat ditemukan pada mineral pyrochlore ((Na. Titik didih Nb = 235 ° C. dibuat dengan reaksi langsung logam dengan halogen berlebih. Niobium terdapat 10 – 12 kali lebih banyak dari Tantalum. Kedua senyawa ini berbentuk bubuk yang padat.Ca)2Nb2O6(OH. Sumber komersial utama kedua unsur ini adalah mineral columbite – tantalite yang memiliki komposisi (Fe/Mn) (Nb/Ta)2O6. keabu-abuan. lebih keras daripada Niobium. Titik cair Nb = 80 ° C. Logam Tantalum bersifat gelap. Senyawa halida yang lain berwarna kuning sampai coklat. Dapat pula senyawa ini dilarutkan dengan dicairkan bersama alkali hidrogen sulfat.

paramagnetik. Tetrakhlorida dan tetrakronida berwarna hitam coklat atau hitam. Senyawa NbF4 berwarna hitam tak mudah menguap. NbI4 dapat diperoleh secara mudah dengan pemanasan NbI5 sampai 300° C. dan superkonduktor radio frekuensi • Dalam pembuatan mata uang koin (Contohnya Austria 2003. Tetrahalida. • Aplikasi Niobium • • Sebagai bahan konstruksi pembangkit listrik tenaga nuklir Sebagai campuran logam tahan karat (contohnya Niobium foil).1%.d 2. a. Senyawa ini diamagnetik.5) b. dengan konsentrasi Niobium dalam senyawa sekitar 0. yang disebabkan oleh adanya senyawa Niobium karbit dan Niobium Nitrit. larut dalam pelarut organik seperti eter. • Senyawa Nb dan Ta dengan bilangan oksidasi rendah. • Sebagai superkonduktor magnet (3 tesla clinical Magnetic resonance imaging scanner). CCl4. Oksida NbO2 dan TaOx (x = 2 s.10 cair dan titik didih antara 200 – 300 ° C. dan sebagainya. Pace maker Dalam pembuatan perhiasan Tantalum • • • • Digunakan dalam pembuatan anak timbangan dalam laboratorium Digunakan dalam membuat piranti elektronika Dalam pembuatan lensa kamera Untuk memproduksi variasi campuran logam yang memiliki titik didih tinggi serta kekuatan yang baik • • Pembuatan peralatan karbit yang terbuat dari logam Digunakan dalam pembuatan komponen mesin jet . Latvia 2004) • • Dalam peralatan kesehatan. Semua halida dikenal kecuali TaF4.

Keterangan lain tentang unsur Dubnium belum diketahui secara pasti.11 3. Karena inti atom dubnium sangat besar maka dubnium merupakan unsur yang tidak stabildan dapat segera meluruh ketika terbentuk. dan menghasilkan isotop – isotop dubnium. DbF83-. DbX5 (Dubnium Halida).. dan dengan cepat meluruh dengan memancarkan energi dalam bentuk radiasi elektromagnetik. Unsur ini ditemukan oleh Albert Ghiorso pada tahun 1970. Reaksinya sebagai berikut: 249 98 Cf + 15 7N 260 105 Db + 4 01 n Senyawa yang dapat terbentuk misalnya Db2O5 (Dubnium pentoksida). Dubnium Dubnium merupakan unsur logam transisi golongan Vb yang dibuat melalui reaksi fusi nuklir. DbF6-. senyawa kompleks halida DbO43. Unsur Dubnium dapat dibuat dengan menembaki unsur amerisiumdengan atom – atom neon. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful