P. 1
BAB II HAL 4

BAB II HAL 4

|Views: 4|Likes:
Published by Yos Pawer Ambarita

More info:

Published by: Yos Pawer Ambarita on Jun 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2014

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Karbohidrat Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung atom karbon, hidrogen dan oksigen, dan pada umumnya unsur hidrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari - hari, terutama sumber bahan makan yang berasal dari tumbuh - tumbuhan. Sumber karbohidrat nabati dalam glikogen bentuk glikogen, hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh - tumbuhan, karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses foto sintese di dalam sel-sel tumbuh - tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh kehidupan, tanpa matahari tanda - tanda dari kehidupan tidak akan dijumpai. (Hutagalung, 2004).

2.2 Klasifikasi Karbohidrat Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokkan: 1. Available Carbohydrate Karbohidrat yang tersedia, yaitu karbohidrat yang dapat dicerna, diserap serta dimetabolisme sebagai karbohidrat. 2. Unvailable Carbohydrate Yaitu karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisa oleh enzim-enzim pencernaan manusia, sehingga tidak dapat diabsorpsi. (Hutagalung, 2004). Pada umunya karbohidrat dikelompokkan menjadi Monosakarida,

Oligosakarida dan Polisakarida. a. Monosakarida, molekulnya terdiri dari 5 atau 6 atom C b. Oligosakarida, merupakan polimer dari 2 –10 monosakarida

galaktosa dalam laktosa susu. 2010). Hal ini dikarenakan aldosa sebelum mengalami dehidrasi lebih dahulu mengalami transformasi menjadi ketosa. (Nurhayati. Furfural atau hidroksil metil furfural dengan α-naftol akan berkondensasi membentuk senyawa kompleks yang berwarna ungu. Apabila pemberian asam sulfat pada larutan karbohidrat yang telah diberi α-naftol melalui dinding gelas dan secara hati-hati maka warna ungu yang terbentuk berupa cincin pada batas antara larutan karbohidrat dengan asam sulfat pekat. Glukosa merupakan prekursor untuk sintesis semua karbohidrat lain di dalam tubuh seperti glikogen. Polikarida.2.4. 2010) 2. dehidrasi heksosa menghasilkan hidroksi metil furfural dan dehidrasi ramnosa menghasilkan metil furfural. dan dalam glikoprotein dan proteoglikan (Mustpha. Uji Seliwanoff Peristiwa dehidrasi monosakarida ketosa menjadi furfural lebih cepat jika dibandingkan dengan dehidrasi monosakarida aldosa. Dengan demikian aldosa akan bereaksi negatif pada uji Seliwanoff.1. Dehidrasi pentosa oleh asam akan dihasilkan furfural. 2. adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga utama dalam tubuh. Pada pengujian ini furfural yang terbentuk dari dehidrasi tersebut dapat bereaksi dengan resorcinol membentuk senyawa kompleks berwarna merah. 2. suatu gula monosakarida.4 Uji Karbohidrat 2.3 Teori Sampel Glukosa.4. merupakan polimer yang terdiri lebih dari 10 monomer monosakarida. dalam glikolipid. ribose dan deoxiribose dalam asam nukleat. . Uji Molisch Karbohidrat oleh asam sulfat pekat akan dihidrolisa menjadi monosakarida dan selanjutnya monosakarida mengalami dehidrasi oleh asam sulfat menjadi furfural atau hidroksi metil furfural.c.

Uji Iodin Karbohidrat golongan polisakarida akan memberikan reaksi dengan larutan iodin dan memberikan warna spesifik bergantung pada jenis karbohidratnya. Senyawa ini terjadi karena gugus aldehid ataupun ketonik dari karbohidrat berikatan dengan fenilhidrazin. Na-K-tartrat dan NaOH dengan gula reduksi dan dipanaskan akan terbentuk endapan yang berwarna hijau. Uji Barfoed Larutan Barfoed (campuran kupri asetat dan asam asetat) akan bereaksi dengan gula reduksi sehingga dihasilkan endapan kuprooksida. 2.10-dihidro-9oxoanthracene) membentuk senyawa kompleks yang berwarna biru kehijauan.4.3. Uji Anthrone Karbohidrat oleh asam sulfat akan dihidrolisa menjadi monosakarida dan selanjutnya mengalami dehidrasi oleh asam menjadi furfural atau hidroksi metil furfural. Dalam suasana asam ini gula reduksi yang termasuk dalam golongan disakarida memberikan reaksi yang sangat lambat dengan larutan Barfoed sehingga tidak memberikan endapan merah kecuali pada waktu percobaan yang diperlama. Reaksi antar senyawaan tersebut merupakan reaksi oksido-reduksi atom C yang mengalami reaksi adalah atom C nomor satu dan dua dari aldosa atau ketosa. Selanjutnya senyawaan furfural ini dengan anthrone (9.6. Amilosa dengan iodin akan berwarna biru. 2. . Uji ini untuk menunjukkan gula reduksi monosakarida.4. Uji Osazon Aldosa ataupun ketosa dengan fenilhidrazin dan dipanaskan akan membentuk hidrason atau osazon. 2. amilopektin dengan iodin akan berwarna merah violet.7. kuning-orange atau merah bergantung dari macam gula reduksinya. 2.2. Fruktosa dan glukosa menunjukkan osazon yang sama. glikogen maupun dekstrin dengan iodin akan berwarna merah coklat.5.4.4.4.4. Uji Fehling Larutan fehling yang terdiri dari campuran kupri sulfat.

Dimana glukosa terlebih dahulu dioksidasi dalam bentuk garam asam glukoronat. Uji Benedict Pereaksi Benedict terdiri dari tembaga sulfat dalam larutan natrium karbonat dan natrium sitrat yang dapat mereduksi glukosa. (Susanto. 2012) .8.4.2. Reaksi ini juga akan membentuk endapan merah bata Cu2O dan produk oksidasi lainnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->