P. 1
Tumbuh Kembang Manusia

Tumbuh Kembang Manusia

|Views: 77|Likes:
Published by Muhammad Rozikhin
Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dari Zigot dari awal hingga akhir.
Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dari Zigot dari awal hingga akhir.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Muhammad Rozikhin on Jun 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2013

pdf

text

original

Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia dari Bayi Hingga Remaja

Kelompok 1 Ilmu Dasar Keperawatan 1 Universitas Esa Unggul
MUHAMMAD ROZIKHIN TITA ARPIANI MARIA ULFAH SHERLY RAHAYU SEPTYA REFINDA BERNADETA GOBAI SINTA AGUSTI

1

Definisi pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan : perubahan fisik peningkatan jumlah sel ukuran kuantitatif tinggi badan, berat badan, ukuran tulang, gigi pola bervariasi Perkembangan : kualitatif maturation sistematis, progresif dan berkesinambungan
2

Ciri-ciri tumbuh kembang
perubahan dalam aspek fisik dan psikis perubahan dalam proporsi Lenyapnya tanda-tanda yang lama Diperoleh tanda-tanda baru
3

Prinsip-prinsip tumbuh kembang
Seorang individu memiliki potensi adaftif untuk perubahan kuantitaif dan kualitatif sehingga memperoleh keunikannya dengan tujuan utama perkembangan yaitu pencapaian potensi.

4

masa konsepsi  bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan  menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin. sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen  Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal. pertumbuhan fisik. Faktor genetik  faktor keturunan -. 5 . ras. warna mata.Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang 1. rambut.

2. Faktor eksternal / lingkungan • mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya. sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya 6 . dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan • faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan.

dan pola interaksi dan komunikasi. kepercayaan. dukungan dan penolakan sebagai manusia unik yang merupakan bagian dari keluarga. dan memerlukan gaya perilaku yang berbeda. kdk2-anis_dkkd'07 7 . mendapatkan penerimaan. perkembangan emosi dan sosial. Fungsi :bertahan hidup. dan untuk mencapai tujuan kelompok dengan memenuhi kebutuhan dan harapan. rasa aman. fungsi: belajar kesuksesan dan kegagalan. Keluarga nilai. penjelasan mengenai masyarakat dan dunia. adat istiadat. dan membantu mempelajari peran dan perilaku b.a. Kelompok teman sebaya lingkungan yang baru dan berbeda. memvalidasi dan menantang pemikiran dan perasaan. memberi pola dan struktur yang berbeda dalam interaksi dan komunikasi.

Pengalaman hidup pengalaman hidup dan proses pembelajaran membiarkan individu berkembang dengan mengaplikasikan apa yang telah dipelajari      Tahapan proses pembelajaran mengenali kebutuhan penguasaan ketrampilan menjalankan tugas integrasi ke dalam seluruh fungsi mengembangkan penampilan perilaku yang efektif.c. 8 .

respon individu terhadap lingkungan dan respon orang lain pada individu Kesehatan prenatal (sebelum bayi lahir) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari fetal (janin) Nutrisi adekuat Keseimbangan antara istirahat. Kesehatan Tingkat kesehatan --. tidur dan olahraga Kondisi sakit --. iklim. kehidupan sehari-hari dan status sosial ekonomi 9 . Lingkungan tempat tinggal : Musim.ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan --tumbuh kembang terganggu e.d.

Neonatus (lahir – 28 hari) Pada tahap ini.Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia 1. 10 . Implikasi keperawatan : membantu orang tua untuk mengidentifikasi dan menemukan kebutuhan yang tidak ditemukan. perkembangan neonatus sangat memungkinkan untuk dikembangkan sesuai keinginan.

Bayi (1 bulan – 1 tahun) Bayi usia 1-3 bulan :  mengangkat kepala  mengikuti obyek dengan mata  melihat dengan tersenyum  bereaksi terhadap suara atau bunyi  mengenal ibunya dengan penglihatan.2. penciuman. pendengaran dan kontak  menahan barang yang dipegangnya  mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh 11 .

Bayi usia 3-6 bulan : • mengangkat kepala sampai 90° • mengangkat dada dengan bertopang tangan • belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau diluar jangkauannya • menaruh benda-benda di mulutnya. • berusaha memperluas lapang pandang • tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain • mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang 12 .

Bayi 6-9 bulan : duduk tanpa dibantu tengkurap dan berbalik sendiri merangkak meraih benda atau mendekati seseorang memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk bergembira dengan melempar benda-benda mengeluarkan kata-kata tanpa arti mengenal muka anggota keluarga dan takut pada orang lain mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan 13 .

Bayi 9-12 bulan : berdiri sendiri tanpa dibantu berjalan dengan dituntun menirukan suara mengulang bunyi yang didengarnya belajar menyatakan satu atau dua kata mengerti perintah sederhana atau larangan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya berpartisipasi dalam permainan Implikasi keperawatan : mengontrol lingkungan sekitar bayi sehingga kebutuhan perkembangan fisik dan psikologis bayi dapat terpenuhi. 14 .

Todler (1-3 tahun) peningkatan kemampuan psikososial dan perkembangan motorik Anak usia 12-18 bulan : mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah menyusun 2 atau 3 kotak dapat mengatakan 5-10 kata memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing 15 .3.

Anak usia 18-24 bulan : mampu naik turun tangga menyusun 6 kotak menunjuk mata dan hidungnya menyusun dua kata belajar makan sendiri menggambar garis di kertas atau pasir mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang yang lebih besar memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka 16 .

17 . melompat dengan satu kaki  membuat jembatan dengan 3 kotak  mampu menyusun kalimat  mempergunakan kata-kata saya  Bertanya  mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya  menggambar lingkaran  bermain dengan anak lain  menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya Implikasi keperawatan : keamanan sangat penting.Anak usia 2-3 tahun :  anak belajar meloncat. Strategi untuk mencegah risiko keselamatan harus dilakukan secara seimbang agar perkembangan anak tetap optimal. memanjat.

Pre sekolah (3-6 tahun) Dunia pre sekolah berkembang. 18 .4. Selama bermain. anak mencoba pengalaman baru dan peran sosial. Anak usia 3-4 tahun: berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga berjalan pada jari kaki belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri menggambar garis silang menggambar orang (hanya kepala dan badan) mengenal 2 atau 3 warna bicara dengan baik bertanya bagaimana anak dilahirkan mendengarkan cerita-cerita bermain dengan anak lain menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana. Pertumbuhan fisik lebih lambat.

Anak usia 4-5 tahun : mampu melompat dan menari menggambar orang terdiri dari kepala. 19 . lengan dan badan dapat menghitung jari-jarinya mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita minat kepada kata baru dan artinya memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya membedakan besar dan kecil menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa.

Anak usia 6 tahun: • ketangkasan meningkat • melompat tali • bermain sepeda • menguraikan objek-objek dengan gambar • mengetahui kanan dan kiri • memperlihatkan tempertantrum • mungkin menentang dan tidak sopan Implikasi keperawatan : beri kesempatan untuk bermain dan berinteraksi sosial 20 .

Usia sekolah (6-12 tahun) Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak. Anak usia 6-7 tahun :  membaca seperti mesin  mengulangi tiga angka mengurut ke belakang  membaca waktu untuk seperempat jam  anak wanita bermain dengan wanita  anak laki-laki bermain dengan laki-laki  cemas terhadap kegagalan  kadang malu atau sedih  peningkatan minat pada bidang spiritual 21 .5. Perkembangan fisik. kognitif dan sosial meningkat. Anak meningkatkan kemampuan komunikasi.

Anak usia 8-9 tahun:  kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat  menggunakan alat-alat seperti palu  peralatan rumah tangga  ketrampilan lebih individual  ingin terlibat dalam segala sesuatu  menyukai kelompok dan mode  mencari teman secara aktif 22 .

Anak usia 10-12 tahun: • pertambahan tinggi badan lambat • pertambahan berat badan cepat • perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas mungkin tampak • mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur pakaian sendiri • memasak. menggergaji. 23 . ilmu pengetahuan Implikasi keperawatan : memberikan waktu dan energi agar anak dapat mengejar hoby dan aktivitas sekolah. mengecat • menggambar. Mengakui dan mendukung prestasi anak. senang menulis surat atau catatan tertentu • membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu • teman sebaya dan orang tua penting • mulai tertarik dengan lawan jenis • sangat tertarik pada bacaan.

berat badan Stres meningkat terutama saat terjadi konflik Anak wanita mulai mendapat haid. kesukaan seksual mulai terlihat menyesuaikan diri dengan standar kelompok anak laki-laki lebih menyukai olahraga.6. anak wanita suka bicara tentang pakaian. suasana hati berubahubah (emosi labil). Remaja (12-18/20 tahun) Konsep diri berubah sesuai dengan perkembangan biologi Mencoba nilai-nilai yang berlaku Pertambahan maksimum pada tinggi. mulai melepaskan diri dari orang tua takut ditolak oleh teman sebaya 24 . tampak lebih gemuk Berbicara lama di telepon. make-up hubungan anak-orang tua mencapai titik terendah.

25 . kecuali pada wanita hamil dan menyusui. Dewasa Awal Perubahan Fisik Pertumbuhan fisik pada masa dewasa awal umunya berhenti pada usia 20 tahun. Perubahan Kognitif Kemampuan berfikir kritis meningkat secara teratur.7. Perubahan Psikososial Kesehatan emosi pada masa dewasa awal berhubungan dengan kemmpuan individu untuk menempatkan dan memisahkan antara tugas pribadi dan sosial.

5.Implikasi : Resiko Kesehatan 1. Faktor resiko Riwayat keluarga Kebiasaan Hyghinie Personal Kematian dan Trauma akan Kekerasan Penyalahgunaan obat Kehamilan yang tidak direncanakan PMS Faktor lingkungan atau pekerjaan 26 . 8. 2. 3. 4. 7. 6.

Perubahan Kognitif Perubahan kognitif jarang terjadi kecuali jika terjadi penyakit atau trauma. . Perubahan Psikososial Melibatkan peristiwa yang diharapkan seperti anak-anak yang keluar dari rumah. Dewasa Menengah Perubahan Fisik Perubahan fisiologis mayor terjadi antara usia 40-60 tahun. transisi keluarga. pembentukan kebiasaan yang positif. dan merawat orangtua berusia lanjut.8. Implikasi 27 Obesitas. sampai peristiwa yang tidak diharapkan seperti perceraian atau kematian kerabat. perubahan status pernikahan. Faktor Psikososial Keluarga Masa lajang. perubahan fisiologis yang paling signifikan adalah menopause pada wanita dan klimaterium pada pria.

minum alkohol. overdependen. 28 . mengunyah permen karet. makan terlalu banyak.kesulitan mempercayai orang lain. menyalahgunakan obat.Teori Perkembangan Psikoseksual (Sigmund Freud) a. menunjukkan perilaku seperti menggigit kuku. merokok. Implikasi : prosedur pemberian makan sebaiknya memberikan kenyamanan dan keamanan. Tahap oral-sensori (lahir sampai usia 12 bulan) karakteristik : • aktivitas melibatkan mulut (sumber utama kenyamanan) • Perasaan dependen (bergantung pada orang lain) • Individu yang terfiksasi --.

b. Tahap anal-muskular (usia 1-3 tahun / toddler) Karakteristik : Organ anus dan rectum merupakan sumber kenyamanan Masa “toilet training” --.dapat terjadi konflik Mengotori adalah aktivitas yang umum Gangguan pada tahap ini dapat menimbulkan kepribadian obsesif-kompulsif seperti keras kepala. kejam dan tempertantrum Implikasi : “toilet training” sebaiknya adalah sebagai pengalaman yang menyenangkan. kikir. pujian yang tepat dapat menimbulkan kepribadian yang kreatif dan produktif 29 .

ekspresi malu. 30 . Tahap falik (3-6 tahun / pra sekolah) Karakteristik :  Organ genital sebagai sumber kenyamanan  Masturbasi dimulai dan keingintahuan seksual menjadi terbukti  Dapat mengalami kompleks Oedipus atau kompleks Elektra  Hambatan pada tahap ini dapat menyebabkan kesulitan dalam indentitas seksual dan bermasalah dengan otoritas. Anak sebaiknya mengenali hubungan dengan orang lain di luar anggota keluarga. dan takut.c. Implikasi : mengembangkan identitas seksual.

Tahap latensi (6-12 tahun / masa sekolah) Karakteristik : energi digunakan untuk aktivitas fisik dan intelektual Ini adalah periode tenang. Penggunaan koping dan mekanisme pertahanan diri muncul pada waktu ini Konflik yang tidak diatasi pada masa ini dapat menyebabkan obsesif dan kurang motivasi diri. Anak mungkin terikat dalam aktivitas erogenus (perasaan erotik) dengan teman sebaya yang sama jenis kelaminnya. dimana kegiatan sexual tidak muncul (tidur). Implikasi : anjurkan anak mencari aktivitas fisik dan intelektual 31 .d.

kemudian mulai berkembang kemampuan untuk menerima dan memberi cinta Implikasi : anjurkan untuk mandiri.e. dapat membuat keputusan sendiri dan berpisah dengan kedua orang tua 32 . Genital (13 tahun keatas / pubertas atau remaja sampai dewasa) Karakteristik :  genital menjadi pusat dari tekanan dan kesenangan seksual  Produksi hormon seksual menstimulasi perkembangan heteroseksual  Energi ditujukan untuk mencapai hubungan seksual yang matur  Pada awal fase sering terjadi emosi yang belum matang.

Teori perkembangan Psikososial (Erik H Erickson ) a. Hal ini ditandai dengan perilaku makan. dan tidak percaya. Trust vs mistrust -. rasa hangat dan nyaman. pengasingan. menarik diri dari lingkungan masyarakat. Pada saat kebutuhan dasar tidak terpenuhi secara adekuat --. penuh rasa takut.bayi menjadi curiga. cinta dan rasa aman ---. Pemenuhan kepuasan untuk makan dan mengisap.menghasilkan kepercayaan.bayi (lahir – 12 bulan) Indikator positif : belajar percaya pada orang lain Indikator negatif : tidak percaya. tidur dan eliminasi yang buruk. 33 .

mungkin anak memiliki kepribadian yang ragu-ragu jika anak dibuat merasa buruk pada saat melakukan kegagalan. makan sendiri.todler (1-3 tahun) Indikator positif : kontrol diri tanpa kehilangan harga diri Indikator negatif : terpaksa membatasi diri atau terpaksa mengalah Anak mulai mengembangkan kemandirian membuka dan memakai baju. anak akan menjadi pemalu. 34 .b. mengambil. Mulai terbentuk kontrol diri. Otonomi vs ragu-ragu dan malu (autonomy vs shame & doubt) -. dan ke toilet. Jika kemandirian todler tidak didukung oleh orang tua. berjalan.

c. Pembatasan --. imajinatif dan intrusif. Pembatasan dan kontrol yang berlebihan terhadap aktivitas pribadi Inisiatif. Indikator negatif : kurang percaya diri. perkembangan perasaan bersalah dan identifikasi dengan orang tua yang berjenis kelamin sama. 35 . Anak perlu belajar untuk memulai aktivitas tanpa merusak hak-hak orang lain. perilaku kuat. Rasa bersalah mungkin muncul pada saat melakukan aktivitas yang berlawanan dengan orang tua. takut salah. Mulai mengevaluasi kebiasaan (perilaku) diri sendiri. Inisiatif vs merasa bersalah (initiative vs guilt) -- pra sekolah ( 3-6 tahun) Indikator positif : mempelajari tingkat ketegasan dan tujuan mempengaruhi lingkungan.mencegah anak dari perkembangan inisiatif. mencoba hal-hal baru. pesimis.

Anak mendapatkan pengenalan melalui demonstrasi ketrampilan dan produksi benda-benda serta mengembangkan harga diri melalui pencapaian Anak dipengaruhi oleh guru dan sekolah.terjadi pada saat orang dewasa memandang usaha anak untuk belajar bagaimana sesuatu bekerja melalui menipulasi adalah sesuatu yang bodoh atau merupakan masalah.ketidaksuksesan di sekolah.usia sekolah (612 tahun) Indikator positif : mulai kreatif. Perasaaan inferior --. berkembang. Indikator negatif : hilang harapan. Membangun rasa bersaing dan ketekunan. merasa cukup. 36 . Industri vs inferior (industry vs inferiority) -. menarik diri dari sekolah dan teman sebaya. ketidaksuksesan dalam perkembangan ketrampilan fisik dan mencari teman. Perasaan inferior --.d. manipulasi.

e. yang sering muncul dari perasaan tidak adekuat.18 tahun) Indikator positif : menghubungkan sesuatu dengan perasaan diri.remaja (12 . Teman sebaya mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku. Identitas vs bingung peran (identity vs role confusion) -. dan tidak mampu menemukan identitas diri Individu mengembangkan penyatuan rasa “ diri sendiri”. merencanakan aktualisasi diri Indikator negatif : kebingungan. isolasi dan keraguraguan. Kegagalan untuk mengembangkan rasa identitas --. 37 .kebingungan peran. ragu-ragu.

fase sensorimotor (lahir – 2 tahun)  tahap 1 : Penggunaan aktivitas refleks (lahir – 1 bulan)  tahap 2 : reaksi sirkular primer (1-4 bulan)  tahap 3 : reaksi sirkular sekunder (4-8 bulan)  tahap 4 : koordinasi dari skema sekunder (8-12 bulan)  tahap 5 : reaksi sirkular tersier (12-18 bulan)  tahap 6 : intervensi dari arti baru (18-24 bulan) 38 .Teori perkembangan Kognitif Piaget (1952) a.

tahap pre konseptual (2-4 tahun) sangat egosentris. dan pemikiran sering terlihat tidak logis mobil menabrak anjing karena anak laki-laki marah pada anjing tersebut . kata-kata dengan objek . kemampuan berfokus hanya pada satu aspek pada satu waktu. Perkembangan bahasa. Klasifikasi sesuatu dengan satu atribut biasanya warna atau bentuk 39 .b. “saya”. benda dan tempat.tahap intuituf (4-7 tahun) Egosentris anak mulai berkurang. fase preoperasional (2-7 tahun) simbol seperti kata untuk mewakili manusia.

c. tapi tidak dapat membuat hipotesa mengenai apa kemungkinannya dan dengan demikian tidak dapat berpikir mengenai masalah ke depan d. dan muncul pemikiran ilmiah  menyadari masalah moral dan politik dari berbagai pandangan yang ada 40 . mengerti kanan dan kiri  Anak dapat membuat alasan mengenai apa itu. bersifat keakanan  kemampuan untuk berperilaku yang abstrak. fase konkret operasional (7-11 tahun)  memecahkan masalah konkret  mulai mengerti tentang suatu hubungan misalnya ukuran. Fase formal operasional (11-15 tahun)  pemikiran rasional.

tahap orientasi egoistik secara sederhana (6-9 tahun) : Anak menyesuaikan minat diri sendiri dengan aturan. 41 . Tingkat premoral (prekonvensional) : lahir sampai 9 tahun kewaspadaan terhadap moral yang bisa diterima secara sosial Kontrol didapatkan dari luar. pembagian yang seimbang dan kejujuran menjadi muncul Hidup dinilai dengan bagaimana anak dapat memuaskan kebutuhan dari orang lain. . berasumsi bahwa penghargaan atau bantuan akan diterima.6 tahun) : Peraturan diikuti untuk menghindari hukuman . benar dan salah dalam perilaku tawar menawar.tahap orientasi hukuman dan kepatuhan (lahir . Anak menggabungkan label baik dan buruk.Teori perkembangan moral Kohlberg (1968) a.

anak perempuan yang manis” (9-10 tahun)  Keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain merupakan hal yang paling sering. . Tingkat moralitas konvensional : 9-13 tahun Usaha dilakukan untuk menyenangkan orang lain.tahap “ anak laki-laki yang baik.tahap autoritas memeprtahankan moralitas (10-13 tahun)  Anak melakukan kewajiban untuk menghindari kritik oleh yang berwenang  Identifikasi pergeseran pada agama atau institusi sosial seperti sekolah 42 .  Anak menyesuaikan diri untuk menghindari penolakan  Hidup dinilai dari seberapa bagus hubungan interpersonal dengan mengidentifikasi kepentingan individu secara emosional.b. Kontrol didapat dari dalam Anak setia dan peduli pemeliharaan dan pengharapan keluarga tanpa memperhatikan konsekuensinya .

. Tingkat moralitas pasca konvensional : 13 tahun sampai meninggal individu memperoleh nilai moral yang benar kontrol adalah dari dalam Pencapaian nilai moral yang benar terjadi setelah dicapai formal operasional Tidak semua orang mencapai tingkat ini . akan muncul rasa bersalah. 43 . Tahapan ini jarang dicapai. Jika rancangan pemikiran dari dalam diganggu.c.orientasi prinsip etis yang universal Individu bersikap dalam cara yang menghargai martabat.orientasi kontraktual dan legalistik Individu memilih prinsip moral untuk mematuhi atau meninggalkan aturan Individu berhati-hati untuk tidak melanggar hak-hak dan kehendak orang lain Terjadi konflik pandangan moral dan legal Orang akan bekerja untuk mengubah aturan.

dan memberikan intervensi keperawatan Konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam mempelajari konsep tumbuh kembang pada berbagai usia 44 .perawat perlu mengaplikasikan beberapa teori perkembangan untuk memahami tumbuh kembang klien saat melakukan pengkajian maupun implementasi tindakan keperawatan Tiap-tiap individu berbeda dan tidak mudah untuk disamakan antara individu yang satu dengan yang lain terhadap tugas-tugas perkembangannya. mengetahui tingkatan perilaku klien. Teori-teori tumbuh kembang bermanfaat untuk pengkajian.Aplikasi konsep tumbuh kembang dalam keperawatan Teori perkembangan hanya menjelaskan satu aspek --.

Terima kasih kepada Allah SWT Mira Asmirajanti. M.Kep.Kep. Sebagai Pembimbing Terima kasih kepada orang tua tercinta dan seluruh civitas UEU Dipersembahkan oleh: MARIA ULFAH . S..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->