PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945

A. PEMBENTUKAN BPUPKI Dalam situasi kritis tersebut, pada tanggal 1 maret 1945 Letnan Jendral Kumakici Harada, pimpinan pemerintah pendudukan Jepang di Jawa, mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Cosakai). Pembentukan badan ini bertujuan untuk menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan negara Indonesia merdeka. Pengangkatan pengurus ini diumumkan pada tanggal 29 April 1945. dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat diangkat sebagai ketua (Kaico). Sedangkan yang duduk sebagai Ketua Muda (Fuku Kaico) pertama dijabat oleh seorang Jepang, Shucokan Cirebon yang bernama Icibangase. R.P. Suroso diangkat sebagai Kepala Sekretariat dengan dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo. B. SIDANG-SIDANG BPUPKI Pada tanggal 28 Mei 1945 dilangsungkan upacara peresmian Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan bertempat di gedung Cuo Sangi In, Jalan Pejambon (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri), Jakarta. Upacara peresmian itu dihadiri pula oleh dua pejabat Jepang, yaitu : Jenderal Itagaki (Panglima Tentara Ketujuh yang bermarkas di Singapura dan Letnan Jenderal Nagano (Panglima Tentara Keenambelas yang baru). Pada kesempatan itu dikibarkan bendera Jepang, Hinomaru oleh Mr. A.G. Pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran bendera Sang Merah Putih oleh Toyohiko Masuda. Peristiwa itu membangkitkan semangat para anggota dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Sidang BPUPKI Keesokan harinya pada tanggal 1 Juni 1945 berlangsunglah rapat terakhir dalam persidangan pertama itu. Pada kesempatan itulah Ir. Sukarno mengemukakan pidatonya yang kemudian dikenal sebagai “Lahirnya Pancasila”. Keistimewaan pidato Ir. Sukarno adalah selain berisi pandangan mengenai Dasar Negara Indonesia Merdeka, juga berisi usulan mengenai nama bagi dasar negara, yaitu : Pancasila, Trisila, atau Ekasila. “Selanjutnya sidang memilih nama Pancasila sebagai nama dasar negara. Lima dasar negara yang diusulkan oleh Ir. Sukarno adalah sebagai berikut :

1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme atau peri-kemanusiaan; 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial; 5. Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

Yamin rumusan itu diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta. (menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Sukarno 2. Selanjutnya diadakan masa “reses” selama satu bulan lebih. 5. Rumusan draft dasar negara Indonesia Merdeka itu adalah : 1. Hatta 3. Agus Salim 9. Ke-Tuhanan.Persidangan pertama BPUPKI berakhir pada tanggal 1 Juni 1945. Drs. Yamin 4. Abdulkadir Muzakkir 7. K. Maramis 6. Sukarno dan beranggotakan 21 orang. Pada tanggal 22 Juni 1945 BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang beranggotakan 9 orang. Pada tanggal 11 Juli 1945. Sidang tersebut belum menghasilkan keputusan akhir mengenai Dasar Negara Indonesia Merdeka. Muh. 4. (serta dengan mewujudkan suatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ir. Pada tanggal 10 Juli 1945 dibahas Rencana Undang-undang Dasar. Wachid Hasyim 8. Ahmad Subardjo 5. 3. Anggota-anggota Panitia Sembilan ini adalah sebagai berikut : 1. Mr.A. Abikusno Tjokrosujoso. Musyawarah dari Panitia Sembilan ini kemudian menghasilkan suatu rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan Negara Indonesia Merdeka. 2.H. Oleh karena itu panitia ini juga disebut sebagai Panitia Sembilan. Persatuan Indonesia. A. Oleh Muh. K. Moh. termasuk soal pembukaan atau preambule-nya oleh sebuah Panitia Perancang Undang-undang Dasar yang diketuai oleh Ir. Mr. Panitia Perancang Undang- . (dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.H. dengan kewajiban menjalankan Syari‟at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

H. Sukarno ditunjuk sebagai ketua PPKI dan Drs. Supomo dengan anggotanya Mr.undang Dasar dengan suara bulat menyetujui isi preambule (pembukaan) yang diambil dari Piagam Jakarta. 2 wakil dari Sulawesi. Mr. Sebagai gantinya pemerintah pendudukan Jepang membentuk PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai). Hasil perumusan panitia kecil ini kemudian disempurnakan bahasanya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri dari Husein Djajadiningrat. Dr.A. Dalam rangka pengangkatan itulah. Mr. seorang dari Kalimantan. Drs. Bahkan Uni Soviet mengingkari .P. Ir. Ketika ketiga tokoh itu berangkat kembali menuju Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1945. Jepang telah dibom atom oleh Sekutu di kota Hirosima dan Nagasaki. Sebanyak 21 anggota PPKI yang terpilih tidak hanya terbatas pada wakil-wakil dari Jawa yang berada di bawah pemerintahan Tentara Keenambelas. Pelaksanaannya dapat dilakukan segera setelah persiapannya selesai oleh PPKI. Pada tanggal 9 Agustus 1945 mereka berangkat menuju markas besar Terauci di Dalat. Sukarno. Undang-undang Dasar (batang tubuh). Selanjutnya panitia tersebut membentuk Panitia Kecil Perancang Undang-undang Dasar yang diketuai Prof. akan tetapi oleh Jenderal Besar Terauci sendiri yang menjadi penguasa perang tertinggi di seluruh Asia Tenggara. yaitu Ir. Wongsonegoro. yaitu : 12 wakil dari Jawa. Hatta dan dr. Gunseikan Mayor Jenderal Yamamoto menegaskan bahwa para anggota PPKI tidak hanya dipilih oleh pejabat di lingkungan Tentara Keenambelas. Mr. 3 wakil dari Sumatera. Hatta ditunjuk sebagai wakil ketuanya. Kepada para anggota PPKI. seorang dari Sunda Kecil (Nusatenggara). Agus Salim dan Sukiman. Singgih. Radjiman Wediodiningrat. A. tetapi juga dari berbagai pulau. yaitu : 1. Moh. Jenderal Besar Terauci memanggil tiga tokoh Pergerakan Nasional. Ir. Pembukaan Undang-undang Dasar. Sedangkan Mr. Moh. PEMBENTUKAN PPKI Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan. Sukarno selaku ketua panitia melaporkan tiga hasil. R. seorang dari Maluku dan seorang lagi dari golongan penduduk Cina. Maramis. D. Dalam pertemuan di Dalat pada tanggal 12 Agustus 1945 Jenderal Besar Terauci menyampaikan kepada ketiga tokoh itu bahwa Pemerintah Kemaharajaan telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Pernyataan Indonesia Merdeka. Agus Salim dan Supomo. Ahmad Subardjo ditunjuk sebagai penasehatnya. Wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda. 2. Vietnam Selatan. 3. Persidangan kedua BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 1945 dalam rangka menerima laporan Panitia Perancang Undang-undang Dasar. Mr. Ahmad Subardjo.

Pegangsaan Timur 56. Indonesia akan merdeka : sekarang saya dapat memastikan Indonesia akan merdeka. Jakarta. Ketegangan itu juga disaksikan oleh golongan tua lainnya seperti : Drs. Karena itu saya tanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok”. Sukarno pada saat itu belum mengetahui bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. E. pukul 20. Samsi. Kalau dahulu saya berkata „Sebelum jagung berbuah.30 waktu Jawa kepada Ir. Jakarta. “Dan kami pun tak dapat ditariktarik atau didesak supaya mesti juga mengumumkan proklamasi itu. Sukarno marah dan berkata “ Ini leher saya. PERBEDAAN PENDAPAT ANTARA GOLONGAN TUA DAN GOLONGAN MUDA Berita tentang kekalahan Jepang. Moh. Rapat dilaksanakan pada tanggal 15 agustus 1945. Dengan bangganya Ir. Keesokan harinya. diketahui oleh sebagian golongan muda melalui radio siaran luar negeri. Sukarno di rumahnya. Hatta mengambil keputusan untuk segera mengundang anggota PPKI.” Perkataan itu menunjukkan bahwa Ir. Dalam diskusi antara Darwis dan Wikana. Hatta berjanji akan menanyakan hal itu kepada Gunseikanbu. Syahrir juga menanyakan mengenai kemerdekaan Indonesia sehubungan dengan peristiwa tersebut. Rapat yang dipimpin oleh Chairul Saleh itu menghasilkan keputusan “ kemerdekaan Indonesia adalah hak dan soal rakyat Indonesia sendiri. Pada malam harinya Sutan syahrir menyampaikan berita itu kepada Moh. jika besok siang proklamasi belum juga diumumkan. Buntaran. Moh. Moh. Tuntutan Wikana yang disertai ancaman bahwa akan terjadi pertumpahan darah jika Ir. Kami pemuda-pemuda akan bertindak dan menunjukkan kesanggupan yang saudara kehendaki itu!” . Ahmad Subardjo dan Iwa Kusumasumantri.janjinya dan menyatakan perang terhadap Jepang seraya melakukan penyerbuan ke Manchuria. jangan menunggu sampai besok. seretlah saya ke pojok itu dan sudahilah nyawa saya malam ini juga. pada tanggal 15 Agustus 1945 Sukarno-Hatta tiba kembali di tanah air. Sukarno berkata : “Sewaktu-waktu kita dapat merdeka. soalnya hanya tergantung kepada saya dan kemauan rakyat memperbarui tekadnya meneruskan perang suci Dai Tao ini. Saya tidak bisa melepaskan tanggungjawab saya sebagai ketua PPKI. Dengan demikian dapat diramalkan bahwa kekalahan Jepang akan segera terjadi. Hatta berkata. baiklah ! Dan kami pemuda-pemuda tidak dapat menanggung sesuatu. Ir. sebelum jagung berbuah. Kedua utusan tersebut segera menyampaikan keputusan golongan muda agar Ir. dr.” Keputusan rapat itu disampaikan oleh Wikana dan Darwis pada pukul 22. dr. Jl. Cobalah! Saya pun ingin melihat kesanggupan Saudara-saudara !” Utusan itu pun menjawab “Kalau begitu pendirian Saudarasaudara berdua. Hatta. Kecuali jiak Saudarasaudara memang sudah siap dan sanggup memproklamasikan. Sukarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu hadiah dari Jepang. Setelah yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang harus diputuskan dan sebaliknya diharapkan diadakan perundingan dengan golongan muda agar mereka diikutsertakan dalam pernyataan proklamasi. tak dapat digantungkan pada orang dan negara lain. Moh. Mr.30 waktu Jawa. Hatta. Selanjutnya golongan muda mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Jalan Pegangsaan Timur. Sukarno tidak menyatakan proklamasi keesokan harinya telah menimbulkan ketegangan.

maka Jusuf Kunto dari golongan muda bersedia mengantarkan Mr.00. Jalan Cikini 71. PERISTIWA RENGASDENGKLOK Sekitar pukul 12. Cudanco Subeno bersedia melepaskan Ir. Ahmad Subardjo bersama sekretarisnya. Ahmad Subardjo mendekati Wikana. Hatta ke luar kota dengan tujuan untuk menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang”. maka komandan kompi PETA Rengasdengklok. Oleh karena itu mereka merasa heran.00 kedua utusan meninggalkan halaman rumah Ir. Sukarno dan Drs. sebuah kota kawedanan di pantai utara Kabupaten Karawang. Selanjutnya Ahmad Subardjo memberikan jaminan dengan taruhan nyawa bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada keesokan harinya tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12. Akan tetapi rapat itu tidak dapat dihadiri oleh pengundangnya Sukarno-Hatta yang sedang berada di Rengasdengklok. Muwardi dari Barisan Pelopor dan Shudanco Singgih dari Daidan PETA Jakarta Syu. G. rapat ini juga dihadiri juga oleh Sukarni. Sementara itu di Jakarta para anggota PPKI yang diundang rapat pada tanggal 16 agustus memenuhi undangannya dan berkumpul di gedung Pejambon 2. Jusuf Kunto. Shudanco Singgih mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan rencana tersebut. dr. Oleh karena itulah Mr. Alasan yang mereka kemukakan ialah bahwa keadaan di kota sangat genting. Namun dalam suatu pembicaraan berdua dengan Ir. Rencana ini berjalan lancar karena mendapatkan dukungan perlengkapan Tentara PETA dari Cudanco Latief Hendraningrat yang pada saat itu sedang menggantikan Daidanco Kasman Singodimedjo yang sedang bertugas ke Bandung.30 waktu Jawa sekelompok pemuda membawa Ir. Jakarta. Karena adanya kesepakatan itu. Sukarno dengan diliputi perasaan kesal memikirkan sikap dan perkataan sukarno-Hatta. Rombongan ini tiba pada pukul 18. Sukarno dan Drs. Rapat ini membuat keputusan “menyingkirkan Ir. Dengan adanya jaminan itu. mereka melaporkan semuanya. Maka pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04. Menanggapi hal itu kembali golongan muda mengadakan rapat dini hari tanggal 16 Agustus 1945 di asrama Baperpi. Untuk menghindari kecurigaan dari pihak Jepang. Selanjutnya antara kedua tokoh golongan tua dan tokoh golongan muda itu tercapai kesepakatan bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta. Moh. Sudiro (Mbah) ke Rengasdengklok. Sukarno dan Drs. Oleh karena itulah Singgih pada tengah hari itu kembali ke Jakarta untuk menyampaikan rencana proklamasi kepada kawankawannya. Moh Hatta kembali ke Jakarta. PERUMUSAN TEKS PROKLAMASI .F. Hatta ke luar kota menuju Rengasdengklok. Selain dihadiri oleh para pemuda yang mengikuti rapat sebelumnya.00 waktu Jawa. Kewibawaan yang besar dari kedua tokoh ini membuat para pemuda segan untuk melakukan penekanan lebih jauh. Sukarno. sehingga keamanan Sukarno-Hatta di dalam kota sangat dikhawatirkan. Sesampainya mereka di tempat rapat. Sehari penuh Sukarno dan Hatta berada di Rengasdengklok. Moh. Satu-satu jalan untuk mengetahui mereka adalah melalui Wikana salah satu utusan yang bersitegang dengan Sukarno-Hatta malam harinya. Tempat yang dituju merupakan kedudukan sebuah cudan (kompi) tentara PETA Rengasdengklok dengan komandannya Cudanco Subeno. Shudanco Singgih beranggapan Sukarno bersedia untuk menyatakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta.

Pertemuan itu tidak mencapai kata sepakat. Sementara itu tokoh-tokoh lainnya. baik dari golongan muda maupun golongan tua menunggu di serambi muka. Sebelum mereka memulai merumuskan naskah proklamasi. Jakarta (sekarang Perpustakaan Nasional).l. Moh. Drs.Rombongan tiba kembali di Jakarta pada pukul 23. Maka mereka kembali ke rumah Laksamana Maeda. Moh. Akhirnya mereka hanya mengharapkan pihak Jepang tidak menghalang-halangi pelaksanaan proklamasi yang akan dilaksanakan oleh rakyat Indonesia sendiri. Peristiwa ini disaksikan oleh Miyoshi sebagai orang kepercayaan Nishimura. Shigetada Nishijima dan Tomegoro Yoshizumi serta Miyoshi sebagai penterjemah. Diah. Setelah Sukarno dan Hatta singgah di rumah masing-masing rombongan kemudian menuju ke rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. Mereka ditemani oleh Laksamana Maeda. Sedangkan kalimat terakhir merupakan sumbangan pikiran dari Drs. Hatta. Sebagai tuan rumah Maeda mengundurkan diri ke lantai dua. naskah proklamasi dirumuskan oleh tiga tokoh golongan tua.30 waktu Jawa. yaitu : Ir.M. Sejak tengah hari sebelumnya tentara Jepang semata-mata sudah merupakan alat Sekutu dan diharuskan tunduk kepada sekutu”. .. bersama dengan tiga orang tokoh pemuda lainnya. 1. sedangkan Drs. untuk menjajagi sikapnya mengenai Proklamasi Kemerdekaan. Sampailah Sukarno-Hatta pada kesimpulan bahwa tidak ada gunanya lagi membicarakan kemerdekaan Indonesia dengan pihak Jepang. Hal-2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d. Sehingga naskah proklamasi yang dihasilkan adalah sebagai berikut : Proklamasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Moh. Ahmad Subardjo yang diambil dari rumusan BPUPKI. Hal itu disebabkan menurut beliau perlu adanya tambahan pernyataan pengalihan kekuasaan (transfer of sovereignty). Kalimat pertama dari naskah proklamasi merupakan saran dari Mr. Nishimura menegaskan bahwa garis kebijakan Panglima Tentara Keenambelas di Jawa adalah “dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu berlaku ketentuan bahwa tentara Jepang tidak diperbolehkan lagi merubah status quo (status politik Indonesia). terlebih dahulu Sukarno dan Hatta menemui Somubuco (Kepala Pemerintahan Umum) Mayor Jenderal Nishimura. Sedangkan di ruang makan. yaitu : Sukarni. Hatta dan Mr. Hatta dan Mr Ahmad Subardjo menyumbangkan pikiran secara lisan. diselengarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja Djakarta. Hal itu juga disebabkan Laksamana Tadashi Maeda telah menyampaikan kepada Ahmad Subardjo (sebagai salah satu pekerja di kantor Laksamana Maeda) bahwa ia menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya.l. Sukarno yang menuliskan konsep naskah proklamasi. Berdasarkan garis kebijakan itu Nishimura melarang Sukarno-Hatta untuk mengadakan rapat PPKI dalam rangka proklamasi kemerdekaan. Sukarno. Ahmad Subardjo. Mbah Diro dan B. 17 – 8 –„05 Wakil-2 bangsa Indonesia. Ir.

Ada tiga perubahan yang terdapat pada naskah ketikan Sajuti Melik. hari 17 boelan 8 tahoen „05 Atas nama bangsa Indonesia.30 waktu Jawa konsep naskah proklamasi selesai disusun. mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi cukup Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. sedangkan kata “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti dengan “Atas nama bangsa Indonesia”.l. diselengarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja Djakarta. yaitu : kata “tempoh” diganti “tempo”.l. Namun Ir. Karena mereka beranggapan bahwa sebagian tokoh-tokoh tua yang hadir adalah “budak-budak” Jepang. salah satu tokoh golongan muda. 56 dan disetujui oleh para hadirin. 17-8-05” menjadi “Djakarta. di Jalan Pegangsaan Timur No. Pendapat itu diperkuat oleh Moh. Sukarno meminta kepada Sajuti Melik untuk mengetik naskah tulisan tangan Sukarno tersebut. dengan disertai perubahan-perubahan yang telah disepakati. Setelah usulan Sukarni itu disetujui.. Usulan tersebut ditentang oleh tokoh-tokoh pemuda. Selanjutnya mereka menuju ke serambi muka menemui para hadirin yang menunggu. PELAKSANAAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945 . Sehingga naskah proklamasi ketikan Sajuti Melik itu. yaitu “Djakarta. Sukarno memulai membuka pertemuan dengan membacakan naskah proklamasi yang masih merupakan konsep tersebut. Soekarno/Hatta (tandatangan Sukarno) (tandatangan Hatta) Selanjutnya timbul persoalan dimanakah proklamasi akan diselenggarakan. H. Ir. Sukarno menganggap lapangan Ikada adalah salah satu lapangan umum yang dapat menimbulkan bentrokan antara rakyat dengan pihak militer Jepang.Pada pukul 04. adalah sebagai berikut : PROKLAMASI Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia. hari 17 boelan 8 tahoen „05”. Perubahan juga dilakukan dalam cara menuliskan tanggal. Oleh karena itu Bung Karno mengusulkan agar upacara proklamasi dilaksanakan di rumahnya. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d. Sukarni mengusulkan bahwa Lapangan Ikada (sekarang bagian tenggara lapangan Monumen Nasional) telah dipersiapkan bagi berkumpulnya masyarakat Jakarta untuk mendengar pembacaan naskah Proklamasi. Selanjutnya Sukarni. Hatta dengan mengambil contoh naskah “Declaration of Independence” dari Amerika Serikat. Sukarno meminta kepada semua hadirin untuk menandatangani naskah proklamasi selaku wakilwakil bangsa Indonesia. maka Ir. Ir.

Sukarno dipadati oleh sejumlah massa pemuda yang berbaris dengan tertib. Diah untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke seluruh dunia.00 WIB sekarang. Mas Mansur. Berita proklamasi yang sudah meluas di seluruh Jakarta disebarkan ke seluruh Indonesia. Hatta. K. Ki Hajar Dewantara. Sudiro yang pada waktu itu juga merangkap sebagai sekretaris Ir. Selanjutnya Latif mempersilahkan kepada Ir. Pringgodigdo dan sebagainya. Setelah semuanya siap. A. Sedangkan Wakil Walikota Suwirjo memerintahkan kepada Mr. Acara selanjutnya adalah sambutan dari Walikota Suwirjo dan dr. Sukarno dan Moh. Sartono. Mereka pulang ke rumah masingmasing setelah berhasil merumuskan naskah proklamasi. Muwardi (Kepala Keamanan Ir. Segera ia memerintahkan F. Bendera yang akan dikibarkan sudah dipersiapkan oleh Nyonya Fatmawati. Mr. Muwardi. untuk meminjam mikrofon dan pengeras suara. Tanpa dikomando para hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya. Sukarno memerintahkan kepada S. para pemimpin Indonesia dari golongan tua dan golongan muda keluar dari rumah Laksamana Maeda. Suhud kemudian mencari sebatang bambu di belakang rumah. Waidan B. Wilopo dan Nyonopranowo pergi ke rumah Gunawan pemilik toko radio Satria di Jl. rumah Ir. Pagi hari itu juga.30 waktu Jawa atau pukul 10. Bung Hatta datang dengan berpakaian putih-putih. Mereka telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan pada pukul 10. Sukarno) meminta kepada Cudanco Latief Hendraningrat untuk menugaskan anak buahnya berjaga-jaga di sekitar rumah Ir. Adapun susunan acara yang telah dipersiapkan adalah sebagai berikut: Pertama. Sukarno) untuk menyiapkan tiang bendera. Maramis. Sukarno. Lima menit sebelum acara dimulai. Sebelum pulang Bung Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor berita dan pers.G. Wilopo untuk mempersiapkan pengeras suara. Wuz untuk menyiarkan tiga kali . Pembacaan Proklamasi. Palenewen.30 para pemimpin bangsa Indonesia telah berdatangan ke Jalan Pegangsaan Timur. utamanya B.M. Diantara mereka nampak Mr. Kedua. Suhud (Komandan Pengawal Rumah Ir. Salemba Tengah 24. teks proklamsi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Berita Domei. Sambutan Walikota Suwirjo dan Muwardi. Suhud mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatkannya pada tali dengan bantuan Cudanco Latif Hendraningrat. Untuk itu Mr. Pengibaran Bendera Merah Putih. Latief Hendraningrat memberikan aba-aba kepada seluruh barisan pemuda dan mereka pun kemudian berdiri tegak dengan sikap sempurna.A. Sam Ratulangi. Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tabrani. Untuk menjaga keamanan upacara pembacaan proklamasi. Ketiga.00 waktu Jawa tanggal 17 Agustus 1945. dr.H. A. S. M. Pagi hari itu. Dengan suara yang mantap Bung Karno mengucapkan pidato pendahuluan singkat yang dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi.Pada pukul 05. Menjelang pukul 10. Acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih.

masuklah orang Jepang ke ruangan radio. Dari sinilah seterusnya berita proklamasi disiarkan. Sedangkan alat-alat pemancar mereka ambil bagian-demi bagian dari kantor betita Domei. Wuz untuk terus menyiarkannya.berturut-turut. . Walaupun demikian para tokoh pemuda tidak kehilangan akal. Dan pada hari Senin tanggal 20 Agustus 1945 pemancar itu disegel dan pegawainya dilarang masuk. Selain lewat radio.00 saat siaran radio itu berhenti. pucuk pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita itu. Baru dua kali F. kemudian dibawa ke Jalan Menteng 31. Dengan marah-marah orang Jepang itu memerintahkan agar penyiaran berita itu dihentikan. Sutamto. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia. Susilahardja dan Suhandar. Wuz menyiarkan berita itu. Akibatnya. Tetapi Waidan memerintahkan kepada F. Maka terciptalah pemancar baru di Jalan Menteng 31. berita proklamasi juga disiarkan lewat pers dan surat selebaran. seperti : Sukarman. Mereka membuat pemancar baru dengan bantuan beberapa orang tehnisi radio. Bahkan berita itu kemudian diulang setiap setengah jam sampai pukul 16.

TUGAS SEJARAH PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI DI SUSUN OLEH : NAMA NOMOR KELAS : SAPEBRIYADI : 24 : VIIID .