KONSELING KARIR.1

KONSELING KARIR

I. Pendekatan Tradisional

A. Latar belakang . Teks ini dibagi menjadi dua teori perkembangan karir yaitu teori “tradisional ” dan teori pertumbuhan. Kita dapat menggunakan sebuah framework yang sama untuk membagi pendekatan-pendekatan ini menjadi konseling karir, setidaknya konseling karir dengan tujuan memilih karir realistis dan kepuasaan. Seringkali seseorang tidak puas dengan situasi pekerjaan mereka dan merasa tertekan karena hal ini, maka dibutuhkan apa yang disebut “konseling penyesuaian karir. Biasanya bentuk konseling karir ini tergantung pada beberapa strategi konseling personal, khususnya dengan isu klinis yang terkandung di dalamnya. Bab ini dilihat pada pendekatan tradisional untuk konseling pemilihan karir. Hal ini ditulis beberapa waktu yang lalu, dan perlu di perbaharui. Ambillah ini sebagai keputusan yang dapat Anda tinjau kembali isinya. Teks dan bacaan Anda yang berhubungan akan membantu Anda untuk melihat hal yang perlu diperbaharui.

kami akan memakai pendekatan dan kekuatannya. teori perkembangan yang kurang baik terhadap konseling karir sangat penting untuk dipelajari. terlihat sebagai artikulasi yang baik. Donald Super (1957) mengajukan sebuah framework perkembangan implikasi bagi konseling. Pendekatan ini dinamakan konseling trait-and-factors dikembangkan khusus bagi masalah karir. Crites (1976) menganggap pendekatan sintetis nya sendiri untuk konseling karir. sepanjang pendekatan behavior bagi konseling karir. ” definisi ini adalah bagian yang paling jelas. Hampir dalam waktu yang bersamaan. Kondisi ini belum pernah dirubah sejak saat itu. Pendekatan client-centered . Pandangan Tradisional Konseling Karir Sebuah pendekatan konseling karir telah didefinisikan oleh Crites (1969) yaitu “Sebuah model artikulasi yang baik dan metode bantuan individu dalam membuat keputusan tentang peranan sepanjang hidup mereka dalam dunia kerja dan penyelesaian masalah yang timbul dalam proses pemilihan/penentuan. konseling clientcentered telah dipakai untuk memilih karir. unit ini meninjau kembali tiga pendekatan tradisional. dekade selanjutnya diikuti dengan kontribusi dari framework psikoanalisis.II. pendekatan ini menjadi pendekatan perkembangan terbaik dan standar bagi pendekatan lain yang dapat dibandingkan. Kemudian. ketika konseling trait-and-factor mulai dibentuk. Crites (1974) mencatat aplikasi tersebut pada akhir 1950an prinsip behavior bagi informasi karir-mencari dan memutuskan. Pembaca harus megetahui bahwa pendekatan-pendekatan ini dikembangkan pada tahun 1960an dan 70an. Oleh karena itu. hanya ambiguitas saja yaitu artinya ” artikulasi baik itu relatif. Crites memulai sebuah investigasi sejarah pada psikologi kejuruan. dia menemukan lima artikulasi baik secara relatif.sedangkan hal yang baru. Pada akhir 1940an. termasuk bimbingan kejuruan dari konseling yang menonjol sampai era 1930 dan 1940. maka menerima sedikit perhatian. Akhirnya. Oleh karena itu. Sisanya memiliki artikulasi yang kurang baik pada bidang karir pekerjaan.” Ketika Crites (1974) mengusahakan sebuah overview pendekatan mayor bagi konseling karir. dia memutuskan bahwa secara sejarah ada lima pendekatan.

kemudian penggunaannya akan lebih konsisten dengan konseling client-centered. sejak pandangan Bordin sebagai . dan dan anggapan positif yang mutlak menetapkan elemen-elemen prinsip terapis dalam konseling dyad (Rogers. 1957). Tujuan konseling yaitu kesesuaian-diri dan pengamalan konsep-diri. Patterson (1964) menekankan bahwa konseling karir. Bordin (1968). bukan juga pernyataan sistematis sebagai sebuah pendekatan isu karir tahun 1940an dan 1950an. harus menetapkan hubungan dalam diri klien. Kesesuaian yang ditawarkan konselor. Pendekatan Psikoanalisis Kontribusi psikoanalisis pada awalnya bagi konseling karir datang bagi bagian terpenting dari Edward S. Dalam kenyataannya. 1968). Bordin dan perkumpulannya di University of Michigan (Bordin. ada sedikit konseling khusus dalam client-centered bagi memilih karir dan meniru pekerjaan yang berhubungan dengan masalahnya. & Segal. Berdasarkan Crites (1974). sebuah pendekatan Crites (1974) melabeli ” psikodinamis” . (Bordin. Pendekatan ini menekankan pada hasil dan karakteristik konselor yang konsisten dengan pendekatannya. 1981) memandang kontribusi yang penting bagi konseling karier sebagai penambah rasa sensitif konselor terhadap klien dalam pengambilan keputusan dan pengakuan bagaimana sebuah peranan pekerjan dapat mempengaruhi konsep hidup seseorang. III. Selama periode konseling client-centered menekankan pada penyesuaian sosial-emosional. & Kopplin.Pernyataan yang paling signifikan terhadap konseling karir client-centered tidak datang dari Carl Rogers. Tidak ada gagasan atau prosedur yang ditawarkan bagi konseling karir. Nachman.1990). (Bordin. Crites (1974. 1963). Dalam rangkuman pendekatan ini. (Borrdin. Jika klien meminta informasi pekerjaan atau tes standar administrasinya. Label ini mungkin lebih sesuai. yaitu pembuat pemilihan karir dan penyesuaian karir yang dibagi. Patterson (1964) mengeluarkan pernyataan terbaik dari teori client-centered yang digunakan bagi konseling karir. empati. khususnya ketika penggunaan tes dan informasi pekerjaan yang diputuskan.1973). dalam tekanna tertentu saling mempengaruhi antara pribadi klien secara umum dan keputusan khusus.

kesedihan akan mengurangi kecemasan dan memotivasi klien untuk mencari pekerjaan. Masalah identitas. Rangkuman yang mengurangi perluasan seperti subkategori yang menjamin pemisahan investigasi. Bordin dan Kopplin (1973) mengembangkan sebuah sistem diagnosa yang berusaha mengkategorikan masalah memutuskan karir.konseling karir dibalik konsep psikoanalisis bagi sebuah sintesis psikoanalisis dan teori perkembangan lainnya. Bordin dan perkumpulan lainnya dalam tulisan mereka tentang konseling karir hanya konsep dalam teori psikoanalisis. hal 729) menggambarkan konseling kejuruan sebagai bentuk konftrontasi diri” kebimbangan karir adalah gejala sesuatu lain. Ketika hal ini dimulai dengan masalah keputusan karir. sebuah ketidaklengkapan atau rasa salah adalah identitas yang tidak biasa. meloncat dari satu masa stabil ke masa selanjutnya. Kesulitan sintesis. Sebuah keputusan vokasional biasanya menandai poin transisi. Bordin memandang sebuah pilihan karir sebagai ungkapan konsep diri atau identitas diri. Konflik kepuasan. Pada intinya pendekatan ini adalah asumsi bahwa faktor internal (intrafisik) menjelaskan masalah klien yang memiliki pembuat keputusan. Contohnya. . Sebagaimana yang diharapkan. dan Super sebagai kontribusi penting bagi konseling vokasional (Bordin. Hal-hal dimana pendekatan/penghindaran serta pendekatan/konflik pendekatan yang terjadi. pendekatan psikodinamis akan dikembangkan dengan cepat dalam konseling personal. Mereka memandang hidup dalam siklus yang termasuk seri poin transisi. Situasi dimana tinjauan kognitif yang tidak cukup terjadi pada klien dalam memilih karir dengan benar. Dari semuanya. dia mengambil penddapat Roe . Versi sederhana sebuah kategori yang ada. orang-orang pindah dari satu tahap ke tahap yang lain. 1968). yaitu kesulitan membuat pilihan karir. Kasuskasus dimana persepsi diri yang digabungkan dengan pilihan masalah. Faktanya Bordin (1968. Mereka menamakan pendekatan mereka sebuah perkembangan dengan tujuan perkembangan. Ketika seseorang terhalangi (blok intrapisik) atau mendapat tantangan perkembangan bercampur dengan keputusan tersebut. Rogers.

dan bekerja melalui masalah perkembangan kesulitan membuat keputusan. Proses konseling bagi pendekatan ini telah digambarkan oleh Bordin (1968) sebagaimana satu pendekatan dimana konselor berusaha mengoptimiskan perlawanan diri klien pada poin transisi dalam hidup yang ditandai dengan pemilihan karir. Kasus-kasus dimana ketidakpuasan diri dan keinginan untuk berubah secara personal menjadi potret sebuah pilihan karir. Ketika proses berlangsung. Konseling biasanya dimulai dengan tinjauan luar dan tinjauan kongnitif terhadap masalah keputusan karir. 59 % telah diagnosa yang berhubungan dengan indikasi masalah. Dari kasus tersebut. meskipun konselor menggabungkan konseling personal dengan masalah pemilihan karir. Hal ini diharapkaan bahwa klien mengekspresikan minimal (hanya terapis) kecemasan selama proses ini.1968) dalam identitas yang ditulis secara berkala dalam literature konseling karir psikoadinamis. Patologi jahat. pengaturan kontrak. yang akan dijelaskan kemudian.1956. Dalam usaha yang menggunakan sistem diatas. Masalah yang tidak dapat diklasifikasikan. Ide Erikson (1964. Bordin dan Koplin (1973) mengkalsifikasikan 82 kasus mahasiswa. Kepercayaan dalam bekerja pada psikoanalitis dan teori perkembangan Erik Erikson telah terbukti.Orientasi perubahan. (membuat keputusan). Tiga tahap dalam proses ini dapat diteliti. melalui eksplorasi masalah. sebuah hasil yang mereka jelaskan dengan mengingatkan pembaca bahwa formasi identitas adalah salah satu tugas perkembangan yang penting untuk masa remaja akhir dan awal masa dewasa. Contohnya : . Kami menemukan kesulitan membedakan permulaan ini dari konseling trait-and-factor. Keadaan dimana fungsi seseorang tidak sanggup memutuskan pilihan karir atau bahkan hal-hal yang harus dikerjakan.1963. Masalah-masalah yang tidak sesuai dengan kategori diatas.

Penting untuk dicatat bahwa pengalaman Bordin sebagai seorang klinis dan pratikan terapi. khususnya ketertarikan. psikologi ego. Pelatihan secara klinis. Kami berpendapat bahwa banyak kasus kesulitan perpaduan (pandangan kognitif memilih karir) tidak begitu dibutuhkan. dan perawatan modern yang digabungkan. Kekuatan ego dievaluasikan dan ditingkatkan melalui interpretasi terapis. Pandangan konselor memegang kunci isu perkembangan seperti orang tua/figur identitas. yaitu interpretasi utama yang bertujuan dalam pengertian atau peningkatan pemahaman diri. berbanding terbalik dengan akar pendekatan lainnya dalam pemikiran pendidik dan peneliti. Jika sebuah kontrak dibuat untuk melakukan konseling personal psikodinamis. Selanjutnya poin keputusan yang kritis akan dicapai melalui. Adanya bukti yaitu masalah identitas yang berhubungan dengan isu pemilihan karir (Galinsky. Keduanya akan memilih hubungan akhir pemilihan karir. Sebagaimana telah dibicarakan sebelumnya. Hershenson. serta bertahan pada tingkatan perubahan kepribadian. Ujian-ujian tersebut. 1996. permohonan konseling karir psikodinamis tergantung pada seluruh daya tarik terhadap teori psikoanalitis. dan lainnya. Meskipun. Teknik-teknis tersebut digunakan dalam tahap akhir. yang digunakan dan dipahami dalam konseling personal. & fast. pengurangan konfilk klien dan peningkatan energi fisik serta ego yang meningkat harus mengurangi kesulitan dalam memutuskan karir. praktek terapi. karena pekerjaan dapat memberikan kepuasan keduanya. meskipun kebanyakan masalah dalam memilih karir ketika masa remaja adalah identitas yang berhubungan dan membutuhkan konseling personal. 1967).. Ujian ketakutan dan keinginan klien akan lebih sesuai dan relevan. Setelah konseling. beberapa cara konselor dan klien menegosiasikan apakah konseling berada di balik keputusan karir yang diambil atau tidak. “bekerja untuk perubahan” mengikuti cara yang sama dengan bertatap muka seperti terapi psikoanalitik-oriented.Salah satu yang mengharapkan konselor karir psikodinamis untuk mempromosikan investigasi ketergantungan kebutuhan dan metode penyelesaian serta metode pengungkapan agresi. mayoritas orang yang menyumbang beberapa bentuk terapi berdasarkan .

Karena penggunaannya menyebar. dimulai dengan tulisan Donald Super. mungkin ketertarikan menggunakan pendekatan konseling karir ini dalam pengaturan perawatan seperti pusat kesehatan mental. hampir berputar menuju pendekatan yang sama dengan yang akan digambarkan sebagai konseling trait-and-factor. pendekatan ini memiliki gambaran yang lebih detail dari yang lainnya. Dalam setiap tahap perkembangan. dan lainnya secara tratdisional yang terlibat langsung dengan masalah karir ini. mungkin ada beberapa kemampuan yang berjalan konsisten dengan teori perkembangan karir. Hubungan tahap perkembangan Super. konseling trait-and-factor merupakan pendekatan tradisional bagi pengmabilan keputusan karir dan standar bagi semua bentuk konseling karir yang ada. Pendekatan Trait-and-factor Jauh sebelum 1930an. praktek pribadi. Meskipun menonjol dalam sejarah psikologi kejuruan (Vocational). hal ini memperlihatkan bahwa konselor memiliki banyak orientasi yang berbeda. Pendekatan Perkembangan Dalam pandangannya nya terhadap konseling karir. . Tujuan penting konseling adalah tujuan umum mempromosikan perkembangan karir. Namun.” meskipun belum satupun konseling trait and factor. hal ini telah dikritisi dengan beberapa alasan yang besar. Dalam terminology proses konseling dan tujuannya. Banyak pendekatan perkembangan yang ditunjukkan kemudian dalam diskusi pendekatan komprehensif Crites terhadap konseling karir. V. yaitu pendekatan perkembangan. pendekatan perkembangan adalah gabungan antara client-centered dan teknik traits-and-factor ( Crites . 1974). ketika menghadapi keinginan klien yang sesuai secara psikologis untuk membuat keputusan pendidikan atau kejuruan. 17) mengatakan bahwa pendekatan perkembangan “sistem bantuan klien yang komprehensif dan koheren dengan masalah karir belum diformulasikan. hal. John Crites (1974. 1976). yaitu tujuan-tujuan tersebut lebih spesifik sebagaimana yang mereka artikan dengan tahap perkembangan selanjutnya yang sesuai dengan klien. IV.analitis (Garfield & Kurtz.

Sedangkan sikap internal seseorang yang tidak dapat diobservasi. penghargaan diri. Contohnya sikap yang biasanya dimengerti yaitu intelegensi. Penilaian standar. telah diartikan dengan mempelajari sifat-sifat tersebut. dapat mereka bentuk dengan cara mengobservasi sikap yang mereka tunjukan. Jelaslah mengapa konseling trait-and-factor telah digambarkan sebagai ” penyesuaian orang terhadap pekerjaan” dan dikritisi sebagai “square-peg”. Faktor-faktor secara statistical menggambarkan sifat-sifat yang diperkirakan. ambisi. jika seseorang dapat mempelajari sifat klien yang relevan bekerja. Dalam sebuah konteks konseling. bukti satistik di dapat bagi sifat kepercayaan.15 . Diposkan oleh monthy vs puti di 04. daripada kemampuan orang untuk merespo situasi yang sama secara konsisten. teori square-hole”. Sikap-sikap tersebut adalah karakteristik stabil.Pendekatan trait-and-factor bagi konseling didasari oleh teori sikap yang menyatakan bahwa manusia dapat dimengerti menurut sikap yang mereka tunjukan. khususnya perlengkapan laporan diri. Dengan melakukan teknis korelasi kemajuan (faktor analisi). bakate. seseorang tersebut dapat menolong kliennya untuk memilih pekerjaan yang sesuai bagi mereka. dipercaya sebagai bilangan terbatas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful