P. 1
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bidang Kimia

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bidang Kimia

|Views: 30|Likes:
Published by Biben Fikriana
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bidang Kimia
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bidang Kimia

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Biben Fikriana on Jun 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2013

pdf

text

original

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA HAZARD KIMIA

Oleh : Eva Rahayu Ramli Effendi Diceu Hamidah Biben Fikriana

PROGRAM MAGISTER KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2011

pesawat. 1993). dengan usahausaha preventif dan kuratif. terhadap penyakit-penyakit/gangguan – gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja. tempat kerja dan lingkungannya serta tata cara melakukan pekerjaan (Sumakmur. KESEHATAN KERJA  Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan.PENGERTIAN KESELAMATAN KERJA Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin. agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. alat kerja. baik fisik. . bahan dan proses pengolahannya. atau mental. maupun sosial. serta terhadap penyakit-penyakit umum.

 Bahaya pekerjaan adalah faktor-faktor dalam hubungan pekerjaan yang dapat mendatangkan kecelakaan kerja.  Kecelakaan adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Bahaya tersebut disebut bahaya potensial jika bahaya tersebut belum mendatangkan kecelakaan. tidak diharapkan karena kejadian tersebut disertai kerugian material ataupun penderitaan dari yang teringan sampai yang terberat.KECELAKAAN KERJA  Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang berhubungan dengan hubungan kerja pada suatu perusahaan. jika kecelakaan telah terjadi maka bahaya tersebut adalah bahaya nyata. hubungan kerja disini berarti bahwa kecelakaan dapat dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu pelaksanaan pekerjaan. Tidak terduga karena kejadian tersebut tidak terdapat unsur kesengajaan apalagi perencanaan. .

KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENGHADAPI BAHAN KIMIA  Pembuatan peraturan/perundang-undangan  Pengawasan  Pendidikan/penyuluhan/training  Survei/penelitian  Informasi  Standarisasi  Kampanye .

7 tahun 1973 tentang Pengawasan atas Peredaran dan Penggunaan Pestisida  Peraturan Pemerintah No. khususnya pasal 9 dan 10  UU No.Peraturan perundangan ketenagakerjaan khususnya yang menyangkut perlindungan tenaga kerja di bidang keselamatan dan kesehatan kerja serta penanganan bahan berbahaya  UU No.01/Men/198 tentang Kewajiban Melaporkan Penyakit Akibat Kerja . Per. 14/1969 tentang Pokok-pokok Ketenagakerjaan. 11 tahun 1975 tentang Keselamatan Kerja terhadap Radiasi  Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 1/1970 tentang Keselamatan Kerja  UU dan Peraturan Uap tahun 1930  UU Petasan tahun 1932  UU tentang Timah Putih tahun 1931  Peraturan Pemerintah No.

Per. Per. SE. Per. 02/Men/1978 tentang Nilai Ambang Batas Bahan Kimia .03/Men/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan di tempat kerja yang mengelola pestisida Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 02/Men/1978 tentang Nilai Ambang Batas Bahan Kimia Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.03/Men/1985 tentang Keselamatan dan Kesehatan Pemakaian Asbes Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.01/Men/198 tentang Kewajiban Melaporkan Penyakit Akibat Kerja Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.03/Men/1985 tentang Keselamatan dan Kesehatan Pemakaian Asbes  Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.Continue  Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.03/Men/1986 tentang Keselamatan dan Kesehatan di tempat kerja yang mengelola pestisida  Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE.

keracunan dan bahaya lain dalam jumlah yang memungkinkan gangguan kesehatan bagi orang yang berhubungan langsung dengan bahan tersebut atau meyebabkan kerusakan pada barang-barang . kebakaran. pengangkutan. atau radiasi sehingga dapat menyebabkan iritasi. korosi.BAHAN KIMIA BERBAHAYA  Bahan berbahaya adalah bahan-bahan yang pembuatan. uap. gas. serat. pengolahan. penyimpanan dan penggunaanya menimbulkan atau membebaskan debu. kabut. ledakan.

kulit. Industri kimia dapat diberi batasan sebagai industri yang ditandai dengan penggunaan prosesproses yang bertalian dengan perubahan kimiawi atau fisik dalam sifat-sifat bahan tersebut dan khususnya pada bagian kimiawi dan komposisi suatu zat. obat-obatan dan lain-lain. diantaranya industri tekstil. deterjen. cat . pestisida. bahan peledak. yaitu industri yang mengolah dan menghasilkan bahan-bahan kimia. dan lain-lain. diantaranya industri pupuk. yaitu industri yang menggunakan bahan kimia sebagai bahan pembantu proses.  Industri Pengguna Bahan Kimia. kertas. soda. . pelapisan listrik.Penggunaan Bahan Kimia  Industri Kimia. pengolahan logam. asam sulfat.

. rumah sakit dan perguruan tinggi. perusahaan jasa. lembaga penelitian dan pengembangan. yaitu tempat kegiatan untuk uji mutu. penelitian dan pengembangan serta pendidikan.Continue  Laboratorium. Kegiatan laboratorium banyak dipunyai oleh industri.

antimon. berilium. Contoh bahan kimia toxic adalah anilin. barium. hidrogen klorida.Klasifikasi Umum Bahan Kimia  Bahan Kimia Beracun (Toxic) Adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan manusia atau menyebabkan kematian apabila terserap ke dalam tubuh karena tertelan. asam format. beracun (toxic) dengan oral rate LD50 50100 mg/kG dan sebagai bahan kimia karsinogen (penyebab kanker). lewat pernafasan atau kontak lewat kulit. benzen. boron. arsen. Contoh : (highly toxic) dengan ciri memiliki oral rate LD50 (Lethal Dosis 50%) < 50 mg/kG.bromin. formaldehid. . fluorin.

. tetapi dapat menghasilkan oksigen yang dapat menyebabkan kebakaran bahan-bahan lainnya. pelklorat.  Bahan Kimia Mudah Terbakar (Flammable) Adalah bahan kimia yang mudah bereaksi dengan oksigen dan dapat menimbulkan kebakaran. Contoh : asam sulfat. hidrogen iodida. Reaksi kebakaran yang amat cepat dapat juga menimbulkan ledakan. natrium hidroksida. asam klorida.  Bahan Kimia Peledak (Explosive) Adalah suatu zat padat atau cair atau campuran keduanya yang karena suatu reaksi kimia dapat menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu yang tinggi. asam nitrat. metanol.Continue  Bahan Kimia Korosif (Corrosive) Adalah bahan kimia yang karena reaksi kimia dapat mengakibatkan kerusakan apabila kontak dengan jaringan tubuh atau bahan lain.asam asetat. sehingga menimbulkan kerusakan disekelilingnya.  Bahan Kimia Oksidator (Oxidation) Adalah suatu bahan kimia yang mungkin tidak mudah terbakar.

Continue  Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air (Water Sensitive Substances) Adalah bahan kimia yang amat mudah bereaksi dengan air dengan mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar.  Bahan Kimia Radioaktif (Radioactive Substances) Adalah bahan kimia yang mempunyai kemampuan memancarkan sinar radioaktif dengan aktivitas jenis lebih besar dari 0.  Gas Bertekanan (Compressed Gases) Adalah gas yang disimpan dibawah tekanan.  Bahan Kimia Reaktif Terhadap Asam (Acid Sensitive Substances) Adalah bahan kimia yang amat mudah bereaksi dengan asam menghasilkan panas dan gas yang mudah terbakar atau gas-gas yang beracun dan korosif. . baik gas yang ditekan maupun gas cair atau gas yang dilarutkan dalam pelarut dibawah tekanan.002 microcurie/gram.

Klas VII Klas VIII (Zat radioaktif) (Zat korosif) Oksidator bahan anorganik Peroksida organik Zat beracun Zat menyebabkan infeksi Aktifitas : 0.002 microcury/g Bereaksi dan merusak . 3. 2. Klas VI (Zat racun) 1. 2. Cairan : F.P = flash point) Klas IV (Bahan mudah terbakar selain klas II dan III) 1. Zat padat mudah terbakar Zat yang mudah terbakar dengan sendirinya Zat yang bila bereaksi dengan air dapat mengeluarkan gas mudah terbakar Klas V (Zat pengoksidasi) 1. 2. Gas mudah terbakar Gas tidak mudah terbakar Gas beracun Klas III (Bahan mudah terbakar) 1. 2.Klasifikasi bahan berbahaya berdasarkan PBB Klas Klas I (Eksplosif) Penjelasan Dapat terurai pada suhu dan tekanan tertentu dan mengeluarkan gas kecepatan tinggi dan merusak sekeliling Klas II (Cairan mudah terbakar) 1. 3.P <23oC Cairan : F.P >23oC ( F. 2.

5 3 1.Nilai Ambang Batas (NAB) Zat Karbon tetra Klorida Karbon monoksida Nitrobenzena Aseton Butilamina NAB 10 50 1 1000 C5 FE 2 1.25 - KTD 20 75 3 1250 c .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->