Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee

Kelompok 1

1

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hidayah-Nyalah kami dapat menyelesaikan Laporan Tutorial Kedua sebagai suatu laporan atas hasil diskusi kami yang berkaitan dengan kegiatan tutorial pada Blok 7 semester 3 ini. “My Aching Knee” merupakan judul dari kegiatan tutorial kedua ini. Di sini kami membahas masalah yang berkaitan dengan anatomi, histology, fisiologi, dari articulatio genus dan artritis. Serta kami juga membahas mengenai mekanisme bergerak, regenerasi system musculoskeletal saat mengalami cedera, dan patologi. Kami mohon maaf jika dalam laporan ini terdapat banyak kekurangan dalam menggali semua aspek yang menyangkut segala hal yang berhubungan dengan skenario pertama ini serta Learning Objective yang kami cari. Karena ini semua disebabkan oleh keterbatasan kami sebagai manusia. Tetapi, kami berharap laporan ini dapat memberi pengetahuan serta manfaat kepada pembaca

Mataram, September 2008

Kelompok 1

Kelompok 1

2

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee

DAFTAR ISI
CONCEPT MAP SKENARIO 2 ………………………………………… ………………………………………… … … … 4 5 6 7 10 12 14 16 18 24 34 39 LEARNING OBJECTIVES ………………………………… ANATOMI PERSENDIAN LUTUT (KNEE JOINT) HISTOLOGI PERSENDIAN LUTUT (KNEE JOINT) REGENERASI TULANG RAWAN (KARTILAGO) FARMAKOLOGI ARTHRITIS

PATOLOGI ATRTHRITIS ………………………………… ………………………… …………

KONTRAKSI DAN MEKANISME OTOT ………………… EXITASI – KONTRAKSI OTOT SKELETAL METABOLISME OTOT DAFTAR PUSTAKA ………………………………… …………………………………

Kelompok 1

3

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee

CONCEPT MAP

Kelompok 1

4

She has been finding it increasingly more difficult to move her left knee. and parts that builds it. and recommends the resident to seek further more. She has no complaint on her other knee. Kelompok 1 5 . She didn’t mind at all the attendance of a resident. the same knee she injured during her running practice when she was in college. The resident offered to inject the treatment but the senior doctor insist that he must first of all understand the anatomy of the knee and understand furthermore of the microscopic structure of the knee. She then describe her chief complain and the history of her disease. the senior doctor says that it is some sort of arthritis. When she enters the outpatient ward for internal medicine. After doing some physical examination. in the room was 2 medical doctors.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee SKENARIO 2 MY ACHING KNEE Ani is a successful 42-year-old media executive. a senior and a resident. He also says that there is an intraarticular injection to relief the pain. She goes to Mataram General Hospital to have further treatment. Over the past 2 years she complains that her left knee has gradually becomes stiffer.

Anatomi articulatio genus 2. Struktur mikroskopis articulatio genus 4. Proses penyembuhan articulatio genus dengan dan tanpa terapi (regenerasi) 6. Cedera seperti apa yang dapat menjadi faktor resiko artritis? 7. Kontraksi dan metabolisme otot. Prognosis dan terapi artritis? (termasuk obat-obatan) 8. Bagaiman prose penuaan dapat menyebabkan kondisi ‘aus’ pada persendian? 5.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee LEARNING OBJECTIVES 1. Kelompok 1 6 . Terapi suntikan intraartikular 3.

Intraarticular ligament  cruciate ligament terdiri dari anterior cruciate ligament (ACL). oblique popliteal ligament e. Memungkinkan fleksi. lateral dan medial antara lateral dan medial femoral dengan tibial condyles. tibial collateral ligament d.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee ANATOMI PERSENDIAN LUTUT (KNEE JOINT) Tipe persendian ini adalah hinge joint. Ekstracapsular ligament a. fibular collateral ligamet c. menghubungkan antara os femur dan os tibia. arcuate popliteal ligament 2. ekstensi dan rotasi kaki persendian ini merupakan persendian yang terbesar dan paling superfisial terdiri dari 3 artikulasi:  femorotibial articulation. posterior cruciate ligamaent (PCL) menisci of knee joint: medial meniscus dan lateral meniscus  Kelompok 1 7 .  Femoropatellar articulation antara patella dan femur Ligament 1. patellar ligament b.

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Kelompok 1 8 .

tibialis N. circumflexa femoris lateralis. Arteti tersebut antara lain: arteri femoralis. arteri popliteal. arteri media genus. Inervasi inervasi yang uatma pada knee joint antara lain: ● ● ● N. arteri inferior medialis dan arteri superior medialis genus. arteri recurrens tibialis anterior. arteritibialis anterior. fibularis komunis N. Femoralis Knee Joint – Anterior and Posterior Views Kelompok 1 9 . arteri superior lateralis genus.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Suplai Darah arteri yang menyuplai knee joint yaitu 10 pembuluh darah yang membentuk periarticular genicular anastomoses.

Sendi tulang rawan / sendi kartilaginosa sekunder Permukaan tulang yang berhadapan dilapisi lembar-lembar tulang rawan hialin yang dipersatukan oleh lempeng fibrokartilago Ex : simfisis. Sendi Sinovia . Sendi ini tidak permanen. 1. baik tulang/tulang rawan Jenis : 1. sendi tibiofibular Gomfosis : Bila jaringan fibrosa penyatu membentuk membran periodontal Ex : pada gigi dalam maksila dan mandibula 2. Fibrosa hanya pada fosa glenoid dan acetabulum) Kelompok 1 10 . discus 3. karena dapat diganti dengan tulang di kemudian hari Sindesmosis : Bila disatukan oleh jaringan ikat fibrosa yang lebih banyak dari sutura Ex :sendi radioulnar. Sendi Permanen Sendi fibrosa (disatukan oleh jaringan ikat padat fibrosa) Jenis sendi berdasarkan susunannya : Macam-macamnya : Sutura : Bila penyatuannya sangat kuat. hanya terdapat di tengkorak.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee HISTOLOGI PERSENDIAN LUTUT (KNEE JOINT) Histologi Sendi Sendi ialah tempat bertemu 2 atau 3 unsur rangka. menghilang bila petumbuhan berhenti dan epifisis menyatu dengan bagian batang 2.Tulang-tulang ditahan menjadi 1 oleh simpai sendi dan permukaan yang berhadapan dilapisi tulang rawan sendi (C. Hialin atau C. Sendi Temporer : terdapat selama masa pertumbuhan.

Simpai sendi. Kelompok 1 11 .Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee . lapisan luarnya ialah jaringan ikat padat kolagen yang menyatu dengan periosteum yang membungkus tulang dan di beberapa tempat menebal membentuk ligamen sendi.

vesikel mikropinositik.Rongga sendi terbagi sebagian / seluruhnya (terkadang) oleh diskus intraartikular. . membatasi rongga sendi.Sel A/M : paling banyak. menyerupai fibroblas. sitoplasmanya banyak mengandung mitokondria. aparat Golgi . RE granular sangat luas .Sel B/F : kurang berkembang. Kelompok 1 12 . Fungsi : pelumas dan nutritif untuk sel tulang rawan sendi . mengandung musin (asam hialuronat terikat protein).Membran sinovial sering menjulur ke dalam rongga sendi berupa lipatan kasar/vili sinovia. dan dapat menonjol keluar menembus lapis luar simpai di antara tendo dan otot membentuk saku yang disebut bursa. Jenis sel sinovia : sinovia). . lisosom.Juga menghasilkan cairan sinovia : hasil dialisis plasma darah dan limf.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee .Lapis dalam simpai (membran mengandung kapiler lebar. mirip makrofag (fagositosis aktif).

sehingga terjadi perubahan pada diameter dan orientasi serat kolagen yang mengubah biomekanika dari kartilago. perubahan selanjutnya yang terjadi di tulang bersifat sekunder. Pada OA proses ini terganggu oleh beberapa sebab. dan sendi-sendi pada jari. yang mensintesis matriks sekaligus menguraikan matriks. sendi panggul. antara lain articulatio genus. meningkat frekuensinya pada kondisi yang menimbulkan stress mekanik abnormal.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee PATOLOGI ATRTHRITIS OSTEOARTHRITIS (OA) OA adalah gangguan pada sendi yang bergerak. Frekuensi OA meningkat seiring bertambahnya usia. Penyakit ini bersifat kronik. tulang ini mengalami pertukaran. Pada OA sejumlah kecil kolagen tipe I menggantikan kolagen tipe II. OA primer idiopatik (pada sebagian besar kasus) OA sekunder  perubahan degenerative pada sendi yang sudah mengalami deformitas. seperti obesitas dan deformitas sendi. Kelainan ini menjadi bagian dari proses penuaan. Mungkin pengaruh yang terpenting adalah efek penuaan dan efek mekanis. Tulang rawan sendi kemudian kehilangan sifat kompresibilitasnya yang unik. berjalan progresif lambat. atau degenerasi sendi yang terjadi dalam konteks penyakit metabolic tertentu atau suatu proses peradangan. Gambaran mendasar pada OA adalah degenerasi tulang rawan sendi. komponen tulang tersebut yang “aus” diuraikan dan diganti. Keseimbangan ini dipertahankan oleh kondrosit. tidak meradang. Kelompok 1 13 . vertebrae lumbal dan servikal. timbul di sendi penahan beban. dan ditandai oleh adanya detoriasi dan abrasi rawan sendi dan adanya pembentukan tulang baru pada permukaan persendian (osteofit). Sendi yang paling sering diserang oleh OA adalah sendi-sendi yang harus memikul beban tubuh. Tulang rawan sendi tidak statis. Pathogenesis: Tulang rawan sendi merupakan sasaran utama OA.

OA terutama menyebabkan perubahan-perubahan biomekanik dan biokimia dalam sendi. penyakit ini bukan gangguan peradangan. Namun. Pada awalnya kompensasi oleh kondrosit mampu mengimbangi kemerosotan tulang rawan ini. seringkali perubahan di dalam sendi ini disertai oleh sinovitis. Kelompok 1 14 . Apoptosis juga meningkat. sinyal molecular yang menyebabkan kondrosit lenyap dan matriks ekstrasel berubah akhirnya menjadi predominan. Kadar IL-1. TNF. Selain itu. tulang rawan yang mengalami degenerasi memperlihatkan peningkatan kandungan air dan penurunan konsentrasi proteoglikan. tampak perlemahan jaringan kolagen. mungkin karena penurunan sintesis local kolagen tipe II dan peningkatan pemecahanan kolagen yang sudah ada. menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman. dan nitrat oksida meningkat pada tulang rawan OA dan diduga berperan merubah komposisi tulang. menyebabkan penurunan jumlah kondrosit fungsional.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Pada awal perjalanan penyakit.

Fase ini disebut fase hematoma. tidak perduli apa yang dikerjakan dokter pada patahan tulang tersebut. yang disebabkan oleh terputusnya pembuluh darah pada tulang dan lapisan periosteum. Fase ini disebut fase penyatuan klinis. Sel ini akan berubah menjadi sel kondroblast yang membentuk kondroid yang merupakan bahan dasar tulang rawan. Jaringan ini yang menyebabkan fragmen tulang saling menempel. Ke dalam hematom dan jaringan fibrosis ini kemudian juga tumbuh sel jaringan mesenkim yang bersifat osteogenik. Kesemuanya ini menyebabkan callus fibrosa berubah menjadi callus tulang. Pada tahap selanjutnya terjadi penulangan atau osifikasi. Fractures—Pathophysiology of Bone Repair Kelompok 1 15 . Fase ini di sebut fase jaringan fibrosis. dan jaringan yang menempelkan fragmen patahan tulang tersebut dinamakan callus fibrosa.pada permulaan akan terjadi perdarahan disekitar patahan tulang. Hematom ini kemudian akan menjadi medium pertumbuhan sel jaringan fibrosis dan vaskuler hingga hematom berubah menjadi jaringan fibrosis dengan kapiler di dalamnya. Selanjutnya . terjadi penggantian sel tilang secara berangsur-angsur oleh sel tulang yang mengatur diri sesuai dengan garis tekanan dan tarikan yang bekerja pada tulang.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee REGENERASI TULANG RAWAN (KARTILAGO) Regenerasi sel tulang rawan Prorses penyembuhan patah tulang adalah prorses biologis alami yang akan terjadi pada setiap patah tulang.

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Mekanisme proses penyembuhan Inflamasi Inflamasi di mulai oleh rangsangan. pada inflamasi . Kelompok 1 16 . baik akibat trauma maupun benda asing . IL_1 dan TNF-α yang di hasilkan pada inflamasi akan merangsng osteoblas untuk mengekspresiakn RANKL dan M-CSF dan menghambat produksi OPG. Pada proses inflamasi terjadi neovaskularisasi yang di rangsang oleh FGF VEGF dan sitokin lainnya. walaupun demikian FGF tidak akanmeningkatkan diferensiasi osteblas secara langsung dan juga memiliki peran yang kecil pada resopsi tulang.dengan pengaruh IL_1 dan . Pada fase alnjut dari inflamasi. akan terajdi pengarahan fibroblas yang akan menghasilkan matriks untuk mengisolasi benda asing penyebab inflamasi dari jaringan lain.persamaan proses ini denagn remodeling tulang adalah pengerahan osteoblas yang akan menutupi area resopsi. TNF. akn meningkatkan diferensiasi makrofag menjadi osteoblas. Berbagai sitokin yang di hasilkan pada inflamasi merupakan stimulator yang kuat terhadap diferensiasi osteoklas dan resorpsi tulang oleh osteoklas.α. FGF1 dan 2 adalah polipeptida ynag bersifat angiogenik dan berperan pada neovaskularisasi. trauma atau benda asing akan merangsang makropag menghasilkan berbagai sitokin yang akan merangsang produksi dan migrasi sel darah putih lainyake tempat inflamasi. penyembuhan dan reparasi tulang.FGF 1 dan 2 akan merangsang reflikasi sel tulang sengga populasi sel tersebut meningkat dan memungkinkan terjadinayasintesis kolagen tulang .

Kelompok 1 17 .Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee FARMAKOLOGI ARTHRITIS Obat-obatan Oral Untuk Artritis Terdapat lebih dari 100 medikasi dan obat-obatan yang digunakan dalam penanganan artritis. jadi sangat sulit untuk menentukan obat mana yang akan menjadi obat-obatan yang paling efektif untuk artritis. di antaranya adalah golongan:                 NSAID Obat-obatan analgesik DMARD Kortikosteroid Obat-oobatan artritis Obat-obatan osteoporosis Bloker BRMs/TNF Obat-obatan OTC Obat penghilang nyeri Inhibitor COX-2 Salisilat Obat-obatan fibromyalgia Obat tidur Obat gout Hyaluronat Perelaksasi otot Obat-obatan oartritis (arthritis drugs) digunakan oleh pasien sebagai salah satu bagian dari rencana terapi pasien. Respon pasien pasien terhadap obat-obatan artritis sangat bervariasi.

didapatkan 10 obat-obatan yang sangat sering digunakan. Mobic (meloxicam) 7.945. Plaquenil (hydroxychloroquine) 4. Analgesik 3.910 resep rheumatologist pada januari-maret 2008. Corticosteroid 4. Ultram (tramadol) 6. DMARD (disease-modufying anti-rheumatoic drugs) non-biologis 5. NSAID 2.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Berdasarkan analisis dari 7. DMARD biologis Kelompok 1 18 . Prednison 3. Flexeril (cyclobenzaphrine) 9. Methotrexate dan Asam Folat 2. Vicodin (hydrocodone dan asetaminophen) 5. Lyrica (pregabalin) Kelompok obat yang paling sering digunakan tersebut dikelompokkan ke dalam 5 kelas yang berbeda: 1. Celebrex (celecoxib) 8. yaitu: 1.

Saluran asetilkolin yang terbuka memungkikan ion Na mengalir ke dalam membrane serat otot pada titik terminal saraf sehingga akan timbul potensial aksi dalam serat otot. 3. Kelompok 1 19 . 8. Di ujung saraf. Potensial aksi kemudian menjalar di sepanjang serat otot. Potensial aksi kemudian menimbulkan sepolarisasi membrane yang kemudian menyebabkan reticulum sarkoplasma mengeluarkan ion Ca ke myofibril. 4.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee KONTRAKSI DAN MEKANISME OTOT A. asetilkolin disekresikan dalam jumlah sedikit. 2. Ion Ca dalam myofibril menimbulkan pergerakan filament aktin dan myosin yang menyebabkan kontraksi otot. 5. Secara Umum: Potensial aksi pada saraf motorik sampai ke ujung neuromuscular. Kurang dari satu detik kemudian. 6. ion Ca dilepas dan dikembalikan ke reticulum sarkoplasma sampai ada potensial aksi selanjutnya. 7. Asetilkolin bekerja di area setempat pada membrane serat otot untuk membuka banyak saluran bergerbang asetilkolin. 1.

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee B. Tropomyosin Tropomiosin menutup sisi aktif di 7 G aktin pada setiap pilin double helix sehingga sisi aktifnya tidak dapat berikatan dengan myosin dan terjadi relaksasi otot. tersusun atas: a.  Memiliki sisi aktif tenpat berikatan dengan kepala miosin b. Molekul globular G aktin  Memiliki 1 molekul ADP yang digunakan untuk berinteraksi dengan jembatan silang myosin.  Terdiri atas 200 G aktin c. Troponin    Troponin I: berafinitas tinggi terhadap aktin Troponin T: berafinitas tinggi terhadap tropomiosin. 1. sedangkan ujung lainnya menonjol ke dalam sarkomer yang berdekatan dan berada di ruang antar molekul. Filamen Kontraktil Aktin. 2 rantai fibrous actin (F aktin)  Membentukuntai ganda double helix yang setiap perputarannya terdiri atas 13 G aktin. Kelompok 1 20 . d. Troponin C: berafinitas tinggi terhadap ion Ca Bagian dasar filament aktin disisipkan dengan kuat ke lempeng Z.

b. Miosin a. Dibentuk oleh 200 atau lebih filament miosin tunggal. Memiliki 2 rantai ringan pada setiap kepala Bagian penting:  Bagian kepala dapat berikatan dengan sisi aktif aktin membentuk cross bridges.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee 2.  Bagian kepala menempel pada bagian berpilin oleh lengan. c. d.  Bagian kepala memiliki aktivitas ATPase untuk menghasilkan energy untuk membengkokkan lengan saat kontraksi sehingga filament aktin bergerak. Kelompok 1 21 . Memiliki 2 rantai berat yang saling berpilin dengan kepala menonjol di setiap ujungnya.

Sebuah potensial aksi diproduksi di neuromuscular junction yang berjalan sepanjang sarkolema otot lurik.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee C. sehingga Ca keluar ke sarkoplasma. Depolarisasi pada tubulus T menyebabkan terbukanya voltage-gated Ca channels dan meningkatkan permeabilitas RS terhadap Ca. Ca dalam sarkoplasma kemudian berikatan dengan protein troponin menyebabkan tropomiosin bergeser sehingga sisi aktif G aktin terbuka. 2. Kelompok 1 22 . Mekanisme Kontraksi dan relaksasi Otot Secara Molekular 1. menyebabkan depolarisasi menyebar di sepanjang membrane tubulus T. 3.

dan ADP dilepaskan dari kepala myosin.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee 4. Energi di kepala myosin digunakan untuk menggerakkan kepala myosin menyebabkan aktin bergerak. Kedua Z disk pada sarkomer saling mendekat. 5. Kelompok 1 23 . 6. Kepala myosin kemudian berikatan dengan sisi aktif aktin membentuk crossbridges dan kepala myosin melepas 1 molekul fosfat. sehingga mempersempit H zone.

maka cross-bridges akan terbentuk kembali. Bila Ca masih melekat pada troponin. Sebuah molekul ATP berikatan dengan kepala myosin menyebabkan myosin melepaskan ikatan dengan sisi aktif aktin. terjadi fase relaksasi.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee 7. ATP dipecah menjadi ADP dan fosfat. 9. Kelompok 1 24 . 8. namun bila Ca sudah tidak melekat. namun masih berikatan dengan kepala myosin.

90 mV (intrasel bermuatan lebih negatif daripada ekstrasel)       Na-K pump : Suatu pompa elektronik . K+ (2 ion) Akibat : intrasel bermuatan negatif Aliran Na-K melalui membran saraf melalui saluran khusus Saluran lebih permeabel terhadap K+ Kelompok 1 25 .Na+ (3 ion).8 145 4 120 Potensial membran istirahat (-90 mV) Potensial membran istirahat saraf  Potensial istirahat : .Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee EXITASI – KONTRAKSI OTOT SKELETAL Potensial membran 1. Membran sel bersifat permeabel Susunan ion dalam cairan tubuh Ion Intrasel Ekstrasel Na+ Keadaan istirahat Permeabilitas K+ > Natrium Kalium Klorida 12 155 3. Potensial membran terjadi akibat adanya difusi ion 2. Konsentrasi elektrolit di intrasel dan ekstrasel berbeda. Ion terpenting :    Natrium Kalium Chlorida 3.

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Kelompok 1 26 .

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Voltage-Gate Na –K Channels  Saluran Na+  Punya 2 pintu ◊ pintu aktif dan pintu inaktif  Tahap buka tutup pintu dimulai dari : ○ ○ ○  Saluran K+ Proses State : Pintu aktif buka Pintu aktif tutup berlangsung  lambat  ○ ○ Pintu aktif buka Pintu inaktif buka Pintu inaktif tutup Potensial aksi saraf  Sinyal saraf ditransmisikan oleh potensial aksi  Muatan positif akan berpindah ke intrasel pada lokasi eksitasi dan segera kembali ke ekstrasel pada akhir eksitasi     Tahap-tahap potensial aksi : Polarisasi Depolarisasi Repolarisasi Kelompok 1 27 .

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Proses konduksi rangsang di saraf    Penghantaran rangsang dari titik awal potensial aksi searah ◊ ujung akhir saraf : orthrodromik berlawanan ◊ ke ujung awal : antidromik  Cara : elektronik depolarisasi ◊ perubahan polaritas membran di depan dan belakang tempat terjadinya rangsang Kelompok 1 28 .

menyebar lambat Dengan selubung mielin : melompat-lompat lewat nodus Ranvier ◊ saltatory conduction lebih cepat 50 x Keuntungan saltatory conduction : lebih cepat hemat energi hemat tempat cocok untuk impuls frekuensi tinggi Saltatory Conduction      Potensial aksi berjalan antar nodus Aliran listrik mengalir hanya pada nodus Ranvier Manfaat : Meningkatkan kecepatan transmisi saraf Hemat energi Saluran voltage-gate Na+ lebih terbuka lebih cepat daripada saluran K+ Kelompok 1 29 .Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Ritmisitas jaringan peka rangsang        Potensial berulang merangsang potensial aksi selanjutnya Normal terjadi pada : denyut jantung Peristaltik otot polos usus Saraf ◊ mengontol pernafasan Nilai ambang cukup rendah Permeable terhadap Na Konduksi pada akson            Tanpa selubung myelin : merambat.

neuromuscular junction Aliran listrik ◊ otot jantung.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Eksitasi  Setiap faktor yang menyebabkan perpindahan Na melalui membran ke intrasel     Sumber eksitasi : Tekanan mekanis ◊ saraf sensoris Neurotransmitter ◊ sinaps. usus Kelompok 1 30 .

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Potensial aksi di otot rangka        Terjadi pada : Motor end plate Sarkolema T-Tubulus Sisterna Hasil : pelepasan Ca++ ke miofilamen Proses seperti pada saraf Kelompok 1 31 .

 Kelompok 1 32 . delta.  Asetilkolin => diameter besar => memungkinkan ion (+) masuk : Na. Kompleks reseptor => 5 protein subunit : 2 protein alfa dan masing-masing 1 protein beta. dan Ca. Dan gamma.  Saluran akan terbuka jika 2 molekul asetilkolin melekat secara berurutan pada dua protein subunit alfa. K.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee HUBUNGAN NEUROMUSCULAR Serat otot rangka disarafi oleh serat saraf besar dari motoneuron dari medula spinalis => serat-serat saraf bercabang beberapa kali => merangsang beberapa ratus serat otot rangka => ujung-ujungnya membuat sambungan neuromuscular => ketika serat otot mendekati pertengahan serat => potensial aksi serat menjalar dalanm 2 arah menuju ujung-ujung serat otot. Neuromuscular => serat saraf yang bercabang => kompleks terminal cabang saraf => invaginasi ke dalam serat otot (diluar membran) => terminal akson memiliki banyak mitokondria yang menyediakan energi untuk sintesis transmiter perangsang (asetilkolin) Asetilkolinesterase => merusak asetilkolin Impuls saraf => sambungan neuromuscular => potensial aksi (depolarisasi) menyebar ke seluruh terminal => saluran kalsium bergerbang voltase terbuka => difusi ion kalsium ke bagian dalam terminal => ion Ca menarik vesikel asetilkolin ke membran saraf => asetilkolin keluar ke celah saraf dengan eksositosis.

Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Lebih banyak ion Na yang mengalir melalui saluran asetilkolin karena : Hanya ada 2 ion utama yang cukup besar memberi pengruh muatan kuat (Na di cairan ekstraseluler. Difusi keluar dari ruang sinaptik dan tidak lagi tersedia untuk bekerja pada serat otot Kesemuanya mencegah perangsangan otot kembali dan dipulihkan dari potensial aksi. POTENSIAL AKSI Untuk menimbulkan kontraksi => arus listrik harus menembus ke semua miofibril yang terpisah => dicapai melalui penyebarab di sepanjang tubulus transversus (tubulus T) => yang berjalan dari satu sisi ke sisi yang lain => retikulum sarkoplasmik segera melepas ion-ion Ca ke semua miofibril => kontraksi (mekanisme eksitasi-kontraksi) Kelompok 1 33 . Dihancurkan oleh enzim asetilkolinesterase 2. K di intraseluler)  Nilai potensial (-) pada bagian dalam membran otot menarik ion-ion Na ke dalam serat  Kesemuanya menimbulkan perubahan potensial setempat pada membran serat-serat otot (potensial kempeng akhir) => potensial aksi => kontraksi otot PEMBUANGAN ASETILKOLIN Asetikolin dibuang dengan 2 cara : 1.

Pemindahan Ca ke dalam retikulum => pengosongan total ion-ion Ca dalam cairan myofibril => konsentrasi ion Ca dalam derajat rendah (kecuali sesaat setelah potensial aksi). Kelompok 1 34 .Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee RETIKULUM SARKOPLASMA Tubulus vesikuler => mempunyai ion-ion Ca dalam konsentrasi tinggi dilepas jika potensial aksi terjadi di tubulus T yang berdekatab => ion Ca yang dilepaskan berdifusi ke myofibril yang berdekatan. Retikulum sarkoplasma => memiliki protein bernama calsequestrin yang berguna mengikat Ca 40x lebih banyak dari ikatan ionik sehingga mengikat ion Ca lebih banyak. tempat ion Ca berikatan kuat dengan Troponin C sehingga akan kontraksi. tapi pada umumnya terjadi 1/20 detik. Perangsangan penuh sistem tubulus T-retikulum sarkoplasma => akan banyak ion Ca yang dilepas => untuk meningkatkan konsenrrasinya dalam myofibril sampai sekian molar konsentrasi => lalu ion akan dikosongkan lagi. Pulsasi Ca dalam serat otot rangka berbeda-beda.menerus aktif) => akan memompa ion-ion Ca keluar dari myofibril kembali ke tubulus sarkoplasma. tergantung komposisi dan sifat serat ototnya. Kontraksi otot berlangsung => selama konsentrasi ion-ion Ca myofibril tetap tinggi => jika potensial aksi berhenti => pompa Ca yang ada di dinding retikulum sarkoplasma (yang terus .

SARKOPLASMA SEL OTOT MENGANDUNG ATP. suatu persyaratan yang dalam system biologic dipenuhi oleh system saraf 4. 3. Dalam otot vetebrata. OTOT MELAKSANAKAN TRANSDUKSI ENERGI KIMIA MENJADI ENERGI MEKANIS Otot merupakan transduser (mesin) biokimiawi utama yang mengubah energi potensial (kimia) menjadi energi kinetic (mekanis). FOSFOKREATIN DAN ENZIM GLIKOLISIS Otot lurik (skeletal muscle) tersusun dari sel serabut otot multinukleus yang dikelilingi oleh membran plasma yang bisa dirangsang oleh arus listrik. Mesisn tersebut harus dihubungkan dengan operator . yaitu jaringan tunggal yang terbesar di dalam tubuh manusia. yang dapat memanjang mengikuti seluruh panjang otot.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee METABOLISME OTOT A. Sebuah transduser kimia-mekanis yang efektif harus memenuhi beberapa persyaratan 1. lama dan kekuatan konstraksinya pada otot. Kelompok 1 35 . membentuk kurang dari 25% massa tubuh pada waktu lahir. Harus ada cara untuk mengembalikan mesisn tersebut kepada keadaan semula. lebih dari 40% pada usia dewasa muda dan kurang dari 30% pada orang dewasa yang lebih tua. B.sebuah sel serabut otot . Harus ada pasokan energi kimia yang konstan. yaitu sarkolema. ATP dan kreatin fosfat memasok energi kimia 2. Di dalam cairan ini terdapat glikogen. Harus ada sarana untuk mengatur aktivitas mekanis-yaitu kecepatan. senyawa ATP berenergi tinggi serta serta fosfokreatin dan sejumlah enzim yang diperlukan untuk glikolisis. mengandung berkas sejumlah myofibril yang tersusun pararel dan terbenam di dalam cairan intrasel yang dinamakan sarkoplasma. Otot.

yaitu tipe yang satu aktif dalam kondisi aerob dan tipe lainnya dalam keaadaan anaerob.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee C. Kelompok 1 36 . PEMEBENTUKAN ENERGI ATP yang diperlukan sebagai sumber energi konstan untuk siklus kontraksirelaksasi otot yang dapat dihasilkan a) b) c) Melalui glikolisis dengan menggunakan glukosa darah atau glikogen otot Melalui fosforilasi oksidatif Dari kreatin fosfat d) Dari 2 molekul ADP dalam sebuah reaksi yang dikatalisis oleh enzim adenilil kinase Jumlah ATP dalam otot skeletal hanya cukup untuk menghasilkan energi untuk kontarksi selama 1-2 detik sehingga ATP harus selalu diperbaharui dari satu atau lebih sumber diatas menurut keadaan metaboliknya. Karena itu terdapat dua tipe serabut yang berbeda dalam otot skeletal. epinefrin dan AMP. yang diaktifkan oleh ion kalsium. pelepasan glukosa dari glikogen bergantung pada enzim glikogen fosforilase otot yang spesifik. dan penggunaan setiap sumber energi dalam taraf yang berlainan Sarkoplasma otot skeletal mengandung simpanan glikogen yang besar dan terletak dalam granul di dekat pita I.

Reaksi ini dirangkaikan dengan hidrolisis ATP oleh miosin ATPase pada saat kontraksi otot. dan asam lemak yang berasal dari triasilgliserol pada jaringan adiposa. otot yang mengandung myoglobin akan berwarna merah sementara otot yang kurang atau tidak mengandung myoglobin berwarna putih.otot mengasilkan ATP terutama lewat fosforilasi oksidatif.di. Adenilil kinase megkatalisis pembentukan satu molekul ATP dan satu molekul AMP dari dua molekul ATP. Kreatin fosfat merupakan simpanan energi yang utama di otot. AMP yang dihasilkan di atas dapat mengalami deaminase oleh enzim AMP deaminase dengan membentuk IMP dan ammonia Kelompok 1 37 . Karena moietas heme . Dalam keadaan aerob . Kreatin fosfat terbentuk dari ATP dan kreatin pada saat otot berada dalam keadaan relaksasi dan kebutuhan akan ATP tidak begitu besar. Adenilil kinase melakukan interkonversi adenosin mono-.dan trifosfat. Enzim yang mengkatalis fosforilasi kreati adalah kretain kinase(CK). Ion kalsium akan meningkatkan aktivasi enzim fosforilase b kinase yang juga melalui reaksi fosforilasi. AMP yang diproduksi melalui pemecahan ADP selama terjadi latihan otot dapat pula mengaktifkan enzim fosforilase b tanpa menimbulkan reaksi fosforilasi. Jadi.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Untuk menghasilkan glukosa 6-fosfat bagi keperluan glikolisis dalam otot skeletal. Glukosa yang berasal dari glukosa darahatau dari glikogen endogen. enzim glikogen fosforilase b harus diaktifkan dahulu menjadi fosforilase a lewat reaksi fosforilasi oleh enzim fosforilase b kinase. merupakan substrat utama yang digunakan bagi metabolisme aerob dalam otot. yaitu enzim spesifik otot yang dalam klinik digunakan untuk mendeteksi penyakit otot yanga kut atau kronis. Kreatin fosfat mencegah deplesi ATP yang cepat dengan menyediakan fosfat energi tinggi yang siap digunakan untuk menghasilkan kembali ATP dari ADP. Sintesis ATP lewat fosforilasi oksidatif memerlukan pasokan oksigen. ion kalsium akan meningkatkan konstraksi otot maupun mengaktifkan sebuah lintasan untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan. Otot yang sangat membutuhkan oksigen sebagai akibat dari kontarksi yang terus-menerus akan menyimpan oksigen dalam bentuk moietas heme dari myoglobin. Hormon epinefrin juga mengaktifkan glikogenolisis di dalam otot.

saluran pelepasan ion kalsium.TpI. Selanjutnya.  Otot rangka mengandung myoglobin sebagai tempat simpanan oksigen  Otot rangka mengandung berbagai tipe serabut yang terutama disesuaikan dengan keadaan anaerob (serabut kedut cepat) dan aerob (serabut kedut lambat)  Aktin. ATP.sprint).dan TpC). otot merupakan sumber ammonia yang akan dikeluarkan lewat siklus urea dalam hepar. sehingga glikolisis aerob maupun anaerob. Secara umum metabolisme otot dapat digambarkan sebagai berikut  Otot rangka berfungsi dalam keadaan aerob(istirahat) dan anaerob(missal. Enzim 5’-nukleotidase dapat juga bekerja pada AMP . Pi. dan NH3 yang terbentuk selama berbagai reaksi di atas berlangsung akan mengaktifkan enzim fozfofruktokinase-1 (PFK-1) sehingga meningkatkan laju glikolisis dalam otot yang sedang melakukan gerakan cepat seperti pada saat lari cepat. adenosin merupakan substrat bagi enzim adenosin deminase yang menghasilkan inosin dan ammonia Adenosin + H2O→Inosin + NH3 AMP. tropomyosin. sehingga menyebabkan hidrolisis fosfat dan menghasilkan adenosin AMP + H2O→Adenosin + Pi Adenosin bekerja sebagai vasodilator yang meningkatkan aliran darah dan pasokan nutrient pada otot. dan ion kalsium merupakan unsure penting sehubungan dengan kontraksi  Ca2+ ATPase.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee AMP + H2O→IMP +NH3 Jadi. kompleks troponin (TpT. dan kalsekuestrin adalah protein yang terlibat dalam berbagai aspek metabolisme ion kalsium di dalam otot Kelompok 1 38 . miosin.lari. keduanya bekerja menurut keadaan.

yang bekerja sebagai tempat penyimpanan glukosa untuk digunakan pada latihan fisik.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee  Insulin bekerja pada otot rangka untuk meningkatkan ambilan glukosa  Dalam keadaan kenyang. karena tidak ada reseptornya  Otot rangka tidak dapat berperan langsung pada glukosa darah karena tidak memilki glukosa 6-fosfatase  Laktat yang dihasilkan metabolisme anaerob pada otot rangka akan dibawa ke hati. yang digunakan untuk menyintesis glukosa yang kemudian dapat kembali ke dalam otot (siklus Cori)  Otot rangka mengandung fosfokreatin. khususnya pada lari marathon dan kelparan yang lama  Otot rangka dapat menggunakan badan keton selama kelaparan  Otot rangka adalah tapak utama metabolisme asam amino rantai bercabang. yang bekerja sebagai cadangan energi untuk keperluan jangka pendek(sekunder)  Asam lemak bebas dalam plasma merupakan sumber energi utama. sedangkan glucagon tidak. sebagian besar glukosa digunakan untuk menyintesis glikogen. “preloading” dengan glukosa digunakan oleh beberapa atlet lari jarak jauh untuk membnagun simpanan glikogen  Epinefrin menstimulasi glikogenolisis dalam otot rangka. yang digunakan sebagai sumber energi • Proteolisis otot selama kelaparan akan memasok asam-asam amino untuk gluconeogenesis • Asam amino utama yang dikeluarkan dari otot adalah alanin(ditujukan terutama untuk gluconeogenesis di hati dan melakukan sebagian siklus glukosa-alanin) dan glutamin (ditujukan terutama untuk usus dan ginjal) Kelompok 1 39 .

edu/fisiologi Hassenkam .A.Yogyakarta : Gajah Mada University Press. j.Terjemahan Ortopedi dan Fraktur Sistem Appley ( edisi ke7).G. Basic Pathology (fifth edition). Cotto.(1995). Soft Tissue Injuries. et.Widya Medika. Dalley.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee DAFTAR PUSTAKA Appley. 2006.A davis Company. Lachmann.fkunram. (1988). Textbook of Medical Physiology.G and Louis Solomon.Marie. Saladin. Stugart : Hans huber Publiser.all.Clinically Oriented Anatomy. Leeson dan Leeson. Philadelphia : F. Buku Ajar Histologi. (1996). 5thEd. A. et. 2000. All.A Davis Company. 2007. International SFTR Method of Measuring and Recording Joint Motion. Penerbit EGC : Jakarta Kelompok 1 40 .Carolyn and Lynn Colby. available in server.Neuroanatomi Korelatif dan Neurologi Fungsional (edisi empat). Sylvia. Therapeutic Exercise Foundation and Techniques ( third edition).edu/anatomi fisiologi Keith L. Guyton & Hall. John and Russe. Chusid. Kisner.(1995). Gerhardt.(1999). Athur F. Anatomy & Physiology.(1993). Kenneth S. Moore. In Atkinson Karen. Soft Tissue Injuries in Sport . available in server.Philadelpia : F. J. Kumar.Physioterapi in Orthopaedic. Philadelpia :W. Fourth Edition. B Saunder Company.fkunram. the Unity of Form and Function. London : Blackwell scientific Publication. (1992).

The Kelompok 1 41 . Sjamsuhidayat. Murray. available in server. Jakarta Norkin. Elsevier Sanders. Anatomy and Physiology. 2007. D. Robert K. Atlas Anatomy Manusia ed 25. Bone. Penerbit EGC. Practical Fracture Treatment ( third edition) . etc. McGrawHill Sobotta. (1994) .Chynthia and D. Measurement of Joint Motion a Guide to Goniometry ( second edition). Philadelphia : F.A Davis Company. Hongkong. Jakarta Springfield.Tate. 2005. EGC Jakarta ed. in Schwartz’s Principle of Surgery. Granner.Laporan Tutorial Skenario 2 – My Aching Knee Mc Rae. 2003. 2nd McGraw−Hill fisiologi.edu/anatomy Seeley. Orthopaedies.Ronald. Stephens. Joint and Soft Tissue in Pathologic Basic of Disease.C. Chairuddin. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Ilmu Bedah.fkunram. Rasjad. Daryl K. Yarsit Watampone. (1995). Companies.Sixth Edition. 2007 Biokimia Harper. *th ed. EGC. Joice White.2005. 2004. Jakarta Robbins and Cotranz. 2005.