P. 1
Laporan HF FIX

Laporan HF FIX

|Views: 19|Likes:
nhdhd
nhdhd

More info:

Published by: Angernani Trias Wulandari on Jun 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

LAPORAN PJBL

“HEART FAILURE”
Blok Sistem Kardiovaskuler

Disusun oleh : KELOMPOK 5 Reguler 2 Angernani Trias W. Uzzy Lintang Savitri Ifa Rahmawati Fenti Diah Hariyanti Arini Nur Hidayati Aga Aulia Sintaria Nur Khosiyah Ratih Kumalasari Suryat Mohsan 115070200111008 115070200111010 115070200111012 115070201111002 115070201111004 115070207111026 115070201111032 115070201111034 115070207111016

Yofa Birrul Walidaini R. 115070201111024

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Heart Failure”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas PJBL 3 pada Blok Sistem Kardiovaskuler. Kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Team dosen pengajar mata kuliah Blok Sistem Kardiovaskuler yang telah membimbing kami dengan penuh kesabaran. 2. Orang tua kami yau65t6gyhbn bvcb mng selalu memberikan motivasi, serta 3. Semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari begitu banyak kekurangan dalam makalah ini, untuk itu kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan penyusunan kedepannya. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan semoga rahmat Allah SWT senantiasa tercurahkan pada kita semua.

Malang, April 2013

Penulis

Di Inggris. Latar Belakang Gagal jantung merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena prevalensinya makin hari makin meningkat. dan angka ini akan meningkat karena peningkatan usia populasi dan perbaikan ketahanan hidup setelah infark miokard akut. Prognosis gagal jantung lebih buruk daripada beberapa penyakit keganasan. faktor-faktornya antara lain: progresi penyakit. tetapi keadaan gagal jantung kiri akut masih merupakan masalah yang penting dan sering ditemui dalam prakti medis seharihari. rencana tatalaksana yang tidak memadai. Menurut Gray (2005). sekitar 100. Walaupun banyak kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam tatalaksana gagal jantung akhir-akhir ini.BAB 1 PENDAHULUAN A. 1999). Keadaan ini merupakan sindrom yang kompleks yang sering ditemui oleh para klinikus dalam praktik medic sehari-hari. kepatuhan penderita terhadap pengobatan yang kurang dan pemakaian obat yang tidak tepat.000 pasien dirawat di rumah sakit setiap tahun untuk gagal . Vinson dkk dalam Bakta dan Suastika (1999) menyatakan bahwa hosptalisasi (rawat inap) berulang sering dijumpai pada gagal jantung terutama pada penderita manula. Rawat inap berulang ini erring berupa gagal jantung kiti akut pada penderita yang menderita gagal jantung lama (Bakta dan Suastika. dan prevalensinya meningkat seiring pertambahan usia (100 per 1000 orang pada usia di atas 65 tahun). karena morbidtasnya lebih buruk dan mortalitasnya lebih 50% selama 5 tahun. sekitar 3-20 per 1000 orang pada populasi mengalami gagal jantung.

Patofisiologi VSD 6. Gagal jantung merupakan suatu kondisi ketidakmampuan jantung dalam menghasilkan curah jantung yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh akan oksigen dan nutrisi sehingga menyebabkan perfusi jaringan tidak adekuat. Penyakit gagal jantung sering disebut juga dekompensasi kordis. Manifestasi Klinis VSD 7. Istilah gagal jantung kongestif paling sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan kanan.jantung. Epidemiologi VSD 3. diperlukan pengetahuan mengenai gagal jantung sehingga diharapkan dapat meminimalisir kejadiannya. Etiologi VSD 4. Jika tidak segera ditangani dengan baik. Komplikasi VSD . Penatalaksanaan VSD 9. Pemeriksaan diagnostik VSD 8. maka dapat menimbulkan komplikasi di organ lain serta kematian. B. Batasan Topik 1. Oleh karena itu. atau inkompeten jantung. insufisiensi jantung. Definisi VSD 2. erepresentasikan 5% dari semua perawatan medis dan menghabiskan lebih dari 1% dana perawatan nasional. Faktor resiko VSD 5. Pencegahan VSD 10.

Gagal jantung. dikenal juga sebagai congestive heart failure (CHF). 2001). Istilah gagal jantung kongestif paling sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan kanan. 2007). Klasifikasi Kel as gagal jantung Definisi menurut New York Heart Istilah Association(NYHA) yaitu: . CHF) adalah keadaan patofisiologis yaitu jantung tidak stabil untuk menghasilkan curah jantung yang adekuat sehingga perfusi jaringan tidak adekuat. adalah kondisi jantung yang tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh (Laboratorium Klinik Prodia.BAB II PEMBAHASAN 1. dan/atau peningkatan tekanan pengisian diastolic pada ventrikel kiri. Definisi Heart Failure Gagal jantung jantung (Heart unutk failure) memompa merupakan darah yang ketidakmampuan adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. Dapat disimpulkan bahwa gagal jantung merupakan suatu kondisi ketidakmampuan jantung dalam menghasilkan curah jantung yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh akan oksigen dan nutrisi sehingga menyebabkan perfusi jaringan tidak adekuat. 2013). sehingga tekanan kapiler paru meningkat (Brashers. Gagal jantung kongestif (congestive heart failure. Istilah gagal jantung kongestif paling sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan kanan (Smeltzer dan Bare.

I Klien dengan kelainan jantung tanpa pembatasan pada aktivitas fisik Klien dengan kelainan jantung yang menyebabkan sedikit pembatasan III Klien dengan kelainan jantung yang menyebabkan banyak pembatasan aktivitas fisik tapi nyaman saat istirahat IV Klien dengan kelainan jantung yang dimanifestasikan dengan segala bentuk aktivitas fisik akan menyebabkan keluhan. klasifikasi berbagai sindrom gagal umum yang mendominasi sindrom klinis secara keseluruhan. dan didominasi oleh gambaran yang menunjukkan mekanisme kompensasi. Curah jantung menurun secara bertahap. • Gagal jantung kronis (chronic heart failure) secara garis besar sama dengan gagal jantung kanan (curah ventrikel kanan kurang dari masukan dari sirkulasi vena sistemik). Data dan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menyebutkan bahwa penyakit jantung masih merupakan penyebab utama dari kematian terbanyak pasien di rumah sakit Indonesia (Mario. gejala timbul saat istirahat (Muttaqin. Epidemiologi Heart Failure Di Indonesia. gejala dan tanda tidak terlalu jelas. Menurut data di . 2009) jantung dibuat berdasarkan gambaran II Disfungsi ventrikel yang asimtomatik Gagal jantung ringan Gagal jantung sedang Gagal jantung berat Menurut Davey (2005). Namun. Tidak terdapat cukup waktu untuk terjadinya mekanisme kompensasi dan gambaran klinisnya didominasi oleh edema paru akut.2010). 2. • Gagal jantung akut (acute heart failure) secara garis besar sama dengan gagal jantung kiri dan disebabkan oleh kegagalan mempertahankan curah jantung yang terjadi mendadak (curah ventrikel kiri yang kurang). data-data mengenai gagal jantung secara nasional masih belum ada.

000 pada usia> 75 tahun dan pada semua umur yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 20 per 1. prevalensi gagal jantung di Amerika Serikat sebesar 2.Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta pada tahun 2006 di ruang rawat jalan dan inap didapatkan 3. Etiologi Heart Failure Sebab-sebab gagal jantung M.711 pasien (Irawan. Insidens gagal jantung pada perempuan 10 per 1. 40 per 1. dan pada usia diatas 80 tahun prevalensi gagal jantung>10%.4 per 1. 60 per 1.000 penduduk pada usia 75 keatas.000 pada usia 45-54 tahun. Di London (1999) sekitar 1. 3.000 orang.000 penduduk di Indonesia yang mengalami gagal jantung.Wilson. Di Wales (2008).5% pada semua umur.000 per 100.6 % dimana 3. Pada tahun 2006. insidens gagal jantung pada laki-laki sebesar 10 per 1.000 pada usia 65-74 tahun.23% kasus gagal jantung dari total 11. 20 per 1.000 penduduk pada semua umur mengalami gagal jantung dan 7. Di Amerika Serikat gagal jantung merupakan penyakit yang cepat pertumbuhnnya.2007).000 orang. Jumlah tersebut meningkat tajam pada tahun 2000 menjadi 3.000 pada usia 65-74 tahun.1% pada perempuan. 20 per 1.000 pada usia>75 tahun dan pada semua umur yang berjenis kelamin perempuan sebesar 10 per 1. Di Eropa (2005) prevalensi gagal jantung sebesar 2-2.3 per 1. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995 menunjukkan bahwa ada 100 per 100. 2006 : Kelainan Mekanisme Kelainan miokardial Gangguan irama jantung menurut Sylvia A.1% pada laki-laki dan 2. 90 per 1.000 pada usia 55-64 tahun.000 penduduk.000 pada usia 55-64 tahun.Price dan .

PPOK .Dari sentral (stenosis aorta) .Dari peripheral (hipertensi sistemik) 2. Peningkatan beban volume. Aneurisme ventricular 7.Penyebab infiltratif (restrictife cardiomyopathy) . kobalt) Sekunder . Asinkronik listrik dan gangguan konduksi Faktor Penyebab gagal jantung menurut Mansjoer (2001) dan Smeltzer serta Suzanne (2001) antara lain : a) Beban tekanan berlebihan (pressure overload) Beban sistolik yang ventrikel berlebihan sehingga diluar kemampuan curah ventrikel (sistolik overload) menyebabkan hambatan pada pengosongan menurunkan . Dis-sinergi ventrikel . Henti jantung 2. Takikardi/bradika rdi yang ekstrim 4.Obat-obatan yang mendepresi miokard 1.Kardiomiopati . Peningkatan beban Primer tekanan .Iskemia (penyakit jantung koroner) .Stenosis mitral/trikuspid 4.Gangguan neuromuskular miokarditis .Inflamasi . Retensi endokardium & miokardium 6.DM .Keracunan (alhokol. Obstruksi terhadap pengisian ventrikel .1. Ventrikular fibrilasis 3. Tamponade perikardium 5.Penyebab sistemik . 3.Gangguan metabolik .

yaitu : 1. dan lain-lain. Misal : stenosis aorta. transfusi berlebih. Faktor Risiko Heart Failure Menurut Rony dkk (2010). meningkatnya temik vascular. tricuspid. Misal : insufisiensi aorta. flutter. Kelainan irama jantung yang dapat menyebabkan jantung tidak efektif dalam memompa darah ke system arteri seperti fibrilasi. b) Beban volume berlebihan (volume overload) Beban isian yang berlebihan ke dalam ventrikel (preload). kelainan katup jantung. tekanan diastolic yang tinggi. 2. faktor yang menyebabkan jantung gagal memompa darah dikelompokkan menjadi 3. contoh : thyrotoxicosis. tetapi bila beban terus bertambah maka curah jantung akan menurun kembali. atau ada hambatan 3.beri). hipertensi. tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan sirkulasi badan ( high output failure). bila hal itu sudah melebihi kemampun daya kerja jantung maka akan terjadi keadaan gagal jantung walaupun curah jantung sudah cukup tinggi. gangguan nutrisi (beri . c) Peningkatan kebutuhan metabolik yang berlebihan Beban karena kebutuhan metabolik yang maningkat akan merangsang jantung bekerja lebih keras untuk menambah sirkulasi. 4. mitral.ventrikel (ventricular output) atau isi sekuncup. . Curah jantung mula – mula meningkat. Kelainan pada kerja jantung atau stroke work. atau aritmia lainnya. Kelainan pada jantung Kardiomiopati. chronic anemia. menyebabkan volume tekanan darah pada akhir diastolik dalam ventrikel meninggi. system sirkulasi koroner.

5. Patofisiologi .

Manifestasi Klinis a. Klasifikasi Manifestasi Menurut Framingham FRAMINGHAM CRITERIA FOR DIAGNOSIS OF CONGESTIVE HEART FAILURE Mayor Criteria  Paroxymal Noctural Dyspnea (PND)  Neck vein distention  Rales  Cardiomegaly  Acute pulmonary edema  Increased venous pressure (>16 cmH2O)  Positive hepatojugular reflux Minor Criteria  Extremly edema  Night cough  Dyspnea on exertion  Hepatomegaly .6.

Manifestasi yang muncul menurut Udjianti (2010) 1) Efek Backward Failure KEGAGALAN VENTRIKEL KIRI 1) Volume & tekanan dalam ventrikel kiri dan atrium kiri (preload) 2) Edema paru KEGAGALAN VENTRIKEL KANAN 1) Volume dalam vena sirkulasi 2) Tekanan atrium kanan (preload) 3) Hepatomegali dan splenomegali 4) Edema perifer dependen 2) Efek Forward Failure KEGAGALAN VENTRIKEL KIRI 1)Curah jantung ↓ 2)Perfusi jaringan ↓ 3)Sekresi hormon Renin. Pleural effusion  Vital capacity reduced by one-third from normal  Tachycardia (≥120 bpm) Mayor or Minor  Weight loss ≥4. dan ADH 4)Retensi garam dan air 5)Volume cairan ekstracelular 3) Gagal Jantung Kanan & Kiri GAGAL JANTUNG KIRI 1) Voume & tekanan ventrikel kiri dan atrium GAGAL JANTUNG KANAN 1) Volume sistemik vena 2) Volume dalam organ/sel KEGAGALAN VENTRIKEL KANAN 1)Volume darah 2)Volume darah ke paruparu ↓ .5 kg over 5 days treatment b. Aldosteron.

kiri ↓ 2) Volume vena pulmonal 3) Edema paru 4) Curah jantung ↓ sehingga perfusi jaringan↓ 5) Darah ke ginjal & kelenjar ↓ 6) Volume darah ke paru ↓ 1) Letargi & diaforesis 2) Dyspnea /orthopnea/ PND 3) Palpitasi (berdebardebar) 4) Pernafasan CheyneStokes 5) Batuk (hemoptoe) 6) Rhonki basah bagian basal paru 7) Terdengar bunyi jantung 3 dan 4 (Gallops) 8) Oliguria atau anuria 9) Pulsus alternans 3) Hati membesar 4) Limpa membesar 5) Dependen edema 6) Hormone retensi Na+ dan H2O sehingga reabsorbsi 7) Volume cairan ekstrasel 8) Volume darah total 1) Edema tungkai/tumit 2) Central Venous Pressure (CVP) 3) Pulsasi vena jugularis 4) JVP 5) Distensi abdomen. mual dan tidak nafsu makan 6) Asites 7) Berat badan naik 8) Hepatomegali (lunak dan nyeri tekan) 9) Splenomegali 10) Insomnia c. Gambaran klinis menurut Gray (2005) 1) Gambaran klinis jantung kiri GEJALA 1) Kapasitas aktivitas ↓ 2) Dyspnea (mengi / orthopnea / PND) Tekanan atrium kiri → tekanan vena pulmonalis → .

5) Pergeseran apex Palpitasi apeks bergeser ke lateral (dilatasi LV) dengan denyut dipertahankan (hipertrofi LV) atau diskinesia (anuerisma LV).kongesti paru → sesak. 6) Krepitasi paru Adanya edema alveolar dan dinding bronkus sehingga mengi. Rendah atu normal) Dapat tinggi pada kasus penyakit jantung hipertensi. batuk. Murmur lain mungkin menandakan penyakit katup jantung instrinsik. 2) Tekanan darah (tinggi. kadang hemoptisis 3) Batuk (hemoptisis) 4) Letargi dan kelelahan 5) Nafsu makan tambah tapi berat badan ↓ TANDA 1) Kulit lembab Kulit lembab dan pucat menandakan vasokonstriksi perifer. 3) Denyut nadi (normal atau rendah) (alternans / takikardia / aritmia)  Pulsus alternans: mungkin memiliki volume kecil dan irama mungkin normal atau irregular karena etopik atau AF.  Sinus takikardia: saat istirahat → tanda gagal jantung berat / sebagian → vasodilatasi yang diinduksi obat 4) Regurgitas mitral fungsional → Suara jantung (S3) Mungkin didapatkan gallop dan murmur total dari annulus mitral. normal atau rendah dengan perburukan disfungsi jantung. 7) ± efusi pleura .

Electrocardiography . atau edema paru. dkk (2005) yaitu: a. juga ditemukan kongesti paru. b. Pemeriksaan yang dapat dilakukan menurut Gray. beratnya memantau pengobatan (Davey. 2005). terutama bila gagal jantung sudah kronis. Selain itu.2) Gambaran klinis jantung kanan GEJALA 1) Pembengkakan pergelangan kaki 2) Dyspnea (namun bukan orthopnea atau PND) 3) Kapasitas aktivitas ↓ 4) Nyeri dada Tekanan vena kanan → dilatasi → nyeri dada TANDA 1) Denyut nadi (aritmia / takikardia) Memiliki kelainan yang sama dengan gagal jantung kiri. 3) Edema perifer 4) Hepatomegali dan asites 5) Gerakan gelombang parasternal Menandakan hipertrofi RV dan/atau dilatasi. untuk dan menemukan penyebab. Ukuran jantung yang normal biasanya didapatkan pada gagal jantung kiri akut. 6) S3 dan S4 RV 7) Efusi pleura 7. Radiologi thorax Seringkali menunjukkan kardiomegali. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan penunjang menilai digunakan penyakit. dan memperlihatkan gelombangsistolik besar pada regursitasi tricuspid. 2) Tekanan vena jugularis (±TR) Sering meningkat kecuali diberikan terapi diuretic.

Pemeriksaan ini mampu memberikan data yang mirip. harus dilakukan jika diduga terdapat aritmia. Pencitraan Radionuklida Menyediakan metode lain untuk menilai fungsi ventrikel dan sangat berguna ketika citra yang memadai dari ekokardiografi sulit diperoleh. e. c. Pemindaian fungsi miokard . dan dapat menampakkan irama jantung yang secara khas merupakan diagnostic gangguan jantung spesifik (Betz dan Sowden. f. dan abnormalitas gerakan dinding dapat dinilai. gangguan konduksi. Harus dilakukan pada semua pasien dengan dugaan klinis gagal jantung. dengan data yang diperoleh dari pemeriksaan angiokardiografi (Muttaqin. Disfungsi tiroid dapat menyebabkan gagal ganjul sehingga pemeriksaan fungsi tiroid harus selalu dilakukan. Tes darah Direkomendasikan untuk menyingkirkan anemia dan menilai fungsi ginjal sebelum terapi dilakukan. hipertrofi LV. bentuk dan pergerakan struktur jantung. 2009). Memperlihatkan beberapa abnormalitas pada sebagian besar pasien (80-90%).Electrocardiography merupakan prosedur non invasif yang mengukur aktivitas listrik jantung dan mencatatnya di atas kertas grafik. Dimensi ruang jantung. 2009). aritmia. d. dan penyakit katup jantung dapat disingkirkan. Echocardiography Echocardiography merupakan tes ultrasound non invasif yang digunakan untuk memeriksa ukuran. perubahan ST-T. EKG ambulatory Merekam irama jantung selama 24 jam. fungsi ventrikel (sistolik dan diastolic). EKG dipakai untuk mendeteksi aritmia jantung dan defek konduksi. pada beberapa hal. termasuk gelombang Q.

dapat membantu dalam menilai kebermaknaan fungsional penyakit jantung koroner. Heart Failure Kronik  Meningkatkan oksigenasi dengan pemberian oksigen dan menurunkan penggunaan oksigen melalui istirahat atau pembatasan aktivitas. Tes latihan fisik Seringkali digunakan untuk menilai adanya iskemia miokard dan pada beberapa kasus untuk mengukur konsumsi oksigen maksimum. h. Konsumsi oksigen maksimum mempresentasikan batas toleransi aerobic dan sering menurun pada gagal jantung. Selama injeksi tersebut. g. Heart Failure Akut  Oksigenasi (ventilasi mekanik)  Pembatasan cairan B. Digunakan pada semua gagal jantung yang tidak penyebabnya. jantung koroner kritis. aktivitas penyakit sineangiografi diketahui digunakan untuk untuk memfilmkan menghindari jantung. Penatalaksanaan 1) Penatalaksanaan Non Farmakologis A. Ini adalah kadar di mana konsumsi oksigen lebih lanjut tidak akan meningkat meskipun latihan terdapat peningkatan latihan lebih lanjut. 8. Kateterisasi jantung Katerisasi jantung adalah suatu prosedur dimana kateter panjang dimasukkan ke dalam vena atau arteri lengan atau tungkai.  Diet pembatasan natrium . Kateter ini dimasukkan ke dalam bilik jantung dengan bimbingan fluoroskopi. Zat kontras diberikan untuk melihat struktur jantung.

Beta Adrenergic Blockers di gunakan pada pasien HF untuk menghambat kerja beta adrenergic pada system saraf .losartan.yang dan arteri Angiostensin mengakibatkan perifer.et al dalam Kaawoan 2012) meliputi:  Angiostensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitors Seperti konversi Captopril. peningkatan stroke volume (Ignatavicius & Workman dalam Kaawoan 2012).yang berhubungan dengan retensi cairan sebagai akibat dari sekresi aldosteron (Hunt. dan valsartan.  Angiostensin II Reseptor Blockers(ARBs) Seperti Candesartan.2006).menurunkan resistensi arteri dan dilatasi arteri (Ignatavicius & Workman. Menghentikan obat-obatan yang memperparah seperti NSAIDs karena efek prostaglandin pada ginjal menyebabkan retensi air dan natrium  Pembatasan cairan (kurang lebih 1200-1500 cc/hari)  Olah raga secara teratur 2) Penatalaksanaan Farmakologis Petunjuk klinis untuk manejmen terapi heart failure yang di rekomendasikan oleh American College Of Cardiology (ACC) dan American Heart Asociation(AHA) bertujuan untuk menurunkan kejadian hospitalisasi dan mortalitas(Hunt.Jenis ini di rekomendasikan bila golongan ACE Inhibitors tidak dapat ditoleransi menghambat pemberiannya.  Beta Adrenergic Blockers Jenis obat seperti Carpedilol dan Metoprolol.et al dalam Kaawoan 2012).dan Angiostensin resistensi I ke lisinopril dilatasi mencegah II.Selanjutnya terjadi penurunan tekanan darah.enarapril.ARBs reseptor memiliki efek Angiostensin.

 Aldosteron Agonist.et al dalam Kaawoan 2012). Jika di gunakan secara bersama-sama dengan jenis diuretic. Hal ini berefek terjadinya diuresis natrium dan air. diuretic seperti hemat spironolactone(Aldactone)merupakan loop Torsemide(demadex). diuretic ini menghambat reabsorpsi natrium dan klorida kalium.  Thiazide diuretics.Jenis diuretic ini bekerja pada nefron bagian distal.  Terapi Diuretik Gejala kongestif pada pasien heart failure dapat diatasi dengan pemberian diuretic. Endogen BNP sebagai vasodilator yang baik . maka akan menyebabkan hipokalemia. seperti chlorthalidone.simpatis.yang berfungsi menghambat reabsorpsi natrium dan klorida selama fase dieresis. seperti dan Bumetanide(Bumex). Penelitian yang di lakukan Wang & Gottlieb (dalam Kaawoan 2012) menyebutkan bahwa terbukti diuretic efektif loop dalam atau thiazide sebagai terhadap agonis edema aldosteron apabila di gunakan terpisah atau kombinasi manajemen pulmonal dan vaskuler. Efek Furosemid(Lasix). Hydrochlorthiazide.  Human B-Type Natriuretic Peptides Sering di gunakan sebagai pengobatan untuk Heart Failure Akut.yang bekerja menghambat aldosteron di tubulus renal bagian distal.Jenis diuretic yang di anjurkan oleh ACC dan AHA yaitu:  Loop diuretics. di tubulus renal.Penghambatan kerja beta dapat menurunkan kerja jantung dan kebutuhan yang lebih akan oksigen melalui vasodilatasi arteri dan penurunan heart rate (Hunt.

upayakan melakukan olah raga. penumpukan plak (kolesterol atau lainnya) pada pembuluh darah jantung (Coronary Artery Disease) (Sudarianto. oleh karena itu pencegahan Mostered hipertensi 1999 sangat penting dalam mencegah pengobatan kejadian gagal jantung. jeruk.  Informasi difokuskan pada: monitoring BB setiap hari dan intake natrium. Mengurangi faktor yang dapat menyebabkan kondisi gagal jantung. 2011). pisang. Pencegahan Jika dirasakan adanya tanda dan gejala seperti dari gagal jantung.  Diet yang sesuai untuk lansia HF: pemberian makanan tambahan yang banyak mengandung kalium seperti. atau kehilanhgan natrium dalam tubulus renal (Ignatavicius & Workman dalam Kaawoan 2012). berhenti merokok. Hasil penelitian yang dilakukan oleh tahun menunjukkan bahwa . keluarga dan pemberi perawatan tentang penyakit dan penanganannya. misalnya penderita darah tinggi (Hypertension). Tentunya bagi mereka yang mengalami atau menderita penyakit yang dapat berakibat menimbulkan serangan gagal jantung sebaiknya rutin meng-kontrolkan diri ke dokter. pola atau haya hidup yang teratur.berespon terhadap penurunan cardiac output yang disebabkan natriuresis. kurangi konsumsi makanan berlemak.  Teknik konservasi energi dan latihan aktivitas yang dapat ditoleransi dengan bantuan terapis 9. kencing manis (Diabetes). Pencegahan gagal jantung yang efektif dimulai dari detektif dini dan koreksi faktor resiko individu. 3) Penatalaksanaan Keperawatan  Informasikan pada klien. sebaiknya segera memeriksaakan diri ke dokter. dll.

Cairan ini dapat menyebabkan jaringan parut yang mengakibatkan hati tidak dapat berfungsi dengan baik. diharapkan dapat menurunkan angka kejadian gagal jantung (Kumala. sehingga menurunkan insiden gagal jantung sebesar 35-50%. Masalah katup jantung Gagal jantung menyebabkan penumpukan cairan sehingga dapat terjadi kerusakan pada katup jantung. 2009). 4. Kerusakan atau kegagalan ginjal Gagal jantung dapat mengurangi aliran darah ke ginjal. 2000). Kerusakan hati Gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan sehingga terlalu banyak tekanan yang muncul termasuk tekanan pada hati. 3. maka semakin besar kemungkinan terjadi pembekuan darah . Kerusakan ginjal dari gagal jantung dapat membutuhkan dialisis untuk pengobatan.Komplikasi Komplikasi dari gagal jantung meliputi: 1. YD. 10. yang akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal jika tidak ditangani. sehingga tatalaksana hipertensi bertujuan untuk mencegah perburukan keadaan tubuh pasien sehingga menurunkan resiko penyakit jantung koroner dan stroke. Serangan jantung dan stroke Karena aliran darah melalui jantung lebih lambat pada gagal jantung daripada jantung yang normal. Kongesti dan jejas hati bisa menjadi komplikasi gagal jangtung kongestif akut atau kronis berat (Berhman. 2. Dengan pencegahan yang tepat terhadap hipertensi dan pemahaman yang benar mengenai penyakit gagal jantung serta faktor resikonya.hipertensi yang efektif dapat menurunkan angka kejadian hipertropi ventrikel kiri dan kematian kardiovaskuler.

Namun. Data dan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menyebutkan bahwa penyakit jantung masih . gagal jantung sedang. dan gagal jantung berat. Istilah gagal jantung kongestif paling sering digunakan kalau terjadi gagal jantung sisi kiri dan kanan. Gagal jantung merupakan suatu kondisi ketidakmampuan jantung dalam menghasilkan curah jantung yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh akan oksigen dan nutrisi sehingga menyebabkan perfusi jaringan tidak adekuat. 2011). Sedang klasifikasi berdasarkan gambaran umum yang mendominasi sindrom klinis terdiri dari gagal jantung akut/gagal jantung kiri dan gagal jantung kronis/gagal jantung kanan.yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung atau stroke (Zullkarnain. data-data mengenai gagal jantung secara nasional masih belum ada. Di Indonesia. Keadaan ini merupakan sindrom yang kompleks yang sering ditemui oleh para klinikus dalam praktik medic sehari-hari. BAB III RINGKASAN Gagal jantung merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena prevalensinya makin hari makin meningkat. gagal jantung ringan. Klasifikasi gagal jantung menurut New York Heart Association (NYHA) dibagi menjadi 4 kelas terdir dari disfungdi ventrikel yang asimtomatik.

denyut nadi aritmia/akikardi. atau ada hambatan. dan kelainan irama jantung yang dapat menyebabkan jantung tidak efektif dalam memompa darah ke system arteri seperti fibrilasi. atau aritmia lainnya. dispnea namun bukan orthopnea atau PND. nyeri dada. tekanan diastolic yang tinggi. denyut nadi normal atau rendah. system sirkulasi koroner. meningkatnya temik vascular. pergeseran apeks. dan lain-lain). kelainan pada kerja jantung atau stroke work. iskemia. restriksi endikardial atau miokardial). Sedangkan menurut Mansyoer dan Smeltzer. tekanan vena jugularis meningkat.beban volume. kapasitas aktivitas menurun. dan gangguan irama jantung atau gangguan konduksi. kelainan katup jantung. nafsu makan tambah tapi BB turun. dan beban volume berlebihan (volume yang peningkatan kebutuhan metabolic berlebihan. Faktor risiko gagal jantung teridir dari kelainan pada jantung (kardiomiopati. etiologi gagal jantung yaitu beban tekanan berlebihan (pressure overload). abnormalitas otot jantung seperti kardiomiopati. aneurisma ventrikel. aktivitas gagal ↓. Menurut data di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta pada tahun 2006 di ruang rawat jalan dan inap didapatkan 3. tamponade jantung atau konstriksi perikard. edema .711 pasien. TD rendah atau normal. suara jantung S3. disinergi ventrikel.23% kasus gagal jantung dari total 11. Sedangkan. kulit lembab. gagal jantung kanan menifestasinya pembengkakn pergelangan kaki.merupakan penyebab utama dari kematian terbanyak pasien di rumah sakit Indonesia. flutter. miokarditis metaabolik dll. letargi dan kelelahan. Manifestasi areanya. klinis gagal kiri jantung / dibedakan klinisnya / menurut kapasitas PND). Etiologi gagal jantung mnururt Sylvia Price yaitu gangguan mekanik (beban tekanan. overload). jantung dyspnea manifetasi (mengi orthopnea batuk(hemoptisis). obstruksi pengisian ventrikel.

Penatalaksanaan penatalaksanaan keperawatan. Penatalaksanaan farmakologis terdiri dari Angiostensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitors. Penatalaksanaan nonfarmakologis terdiri darri oksigenasi dan pembatasan cairan untuk gagal jantung akut. Jika tidak segera ditangani dengan baik. Beta Blockers. oksigenasi. Untuk mencegah terjadinya gagal jantung yaitu dengan menghindari penyebab dan faktor risiko. echocardiography. EKG ambulatory. dan tes latihan fisik. masalah katup jantung. diet yang sesuai. dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit gagal jantung dan penyebab-penyebabnya. menilai beratnya penyakit. dan olahraga teratur untuk gagal jantung kronis. pembatasan cairan. meliputi II Reseptor Blockers(ARBs). kateterisasi jantung. pencitraan radionuklida. mengontrolkan diri ke tenaga kesehatan. diet pembatasan natrium.perifer. yaitu meliputi radiologi thorax. farmakologis. dan teknik konservasi energy dan latihan aktivitas. Untuk pemeriksaan diagnostic gagal jantung digunakan untuk menemukan penyebab. dan Human B-Type Sedangkan informasi untuk bagi klien penatalaksanaan dan keluarga mengenai penyakit dan penanganannya. gagal jantung terdiri dari dan nonfarmakologis. tes darah. . Adrenergic Natriuretic keperawatan Angiostensin Peptides. electrocardiography. megibati penyakit untuk yang telah menderita gagal jantung. hepatomegali dan asites. dan memantau pengobatan. gagal jantung bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti kerusakan atau kegagalan ginjal. dn serangan jantung dan stroke. Terapi Diuretik. kerusakan hati.

2000. Brashers. Gawat Darurat di Bidang Penyakit Dalam. Linda A.DAFTAR PUSTAKA Bakta dan I Ketut Suastika. Buku Saku Keperawatan Pediatri. Cecily Lynn. Aplikasi Klinis Patofisiologi: Pemeriksaan & Manejemen. Berhman et all. Betz. 1999. . EGC : Jakarta. Jakarta : EGC Davey. Brooker . V. Jakarta: EGC. At a Glance Medicine. 2007. Jakarta: EGC. Kamus Keperawatan.L. 2005. Sowden. Ilmu Kesehatan Anak Nelson : Volume 2. Jakarta: EGC. Patrick. Jakarta: Erlangga. 2001. C. 2009.

2000. Jakarta: EGC. Price. Laboratorium Klinik Prodia. Kapita Selekta Kedokteran. Mansjoer. et al. 2005. Jakarta: EGC. Vol. 2009. Jakarta : Media Aesculapius. 2013. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth . Pengantar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler : Pengantar & Teori. et al. Marilynn E. 2006. Bare. Muttaqin. Fisiologi Kardiovaskular Berbasis Masalah Keperawatan. Arif.pdf (Diakses 20 April 2013) Kumala. Sylvia A. Patofisiologi Konsep Klinis Prosesproses Penyakit Edisi 6. Arif. Arif.Doengoes. 2001. Jilid 1. Hubungan Self Care dan Depresi Dengan Kualitas Hidup Pasien Heart Failure di RSUP Prof DR R. Gray.ac. Jakarta: Salemba Medika. Hubungan Antara Riwayat Hipertensi Dengan Angka Mortalitas Gagal Jantung Akut Selama Perawatan di Lima Rumah Sakit di Indonesia . . A.3. Muttaqin. Ronny dkk. dan Brenda G. Jakarta: Salemba Medika.ui.2. Houn H.id/penyakit-dan-diagnosa/gagal-jantung (Diakses 21 April 2013). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. S. Rencana Asuhan Keperawatan: untuk Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Pasien .D Kandou (Online) http://lontar. Jakarta : EGC. Buku Ajar Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler & Hematologi.id/file? file=digital/20304605-T30728%20-%20Hubungan %20Self. 2012. Lecture Notes Kardiologi edisi 4 . 2009.co. Gagal Jantung (Online) http://prodia. 2000. Jakarta: EGC. Smeltzer. 2009. Ed. Jakarta: Erlangga Kaawoan. YD. 2010. C.

go. . Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan: Informasi Tentang Penyakit Gagal Jantung. Jakarta: salemba Medika.Sudarianto. (Diakses tanggal 15 April 2013) Udjianti. Universitas Airlangga : Surabaya. Wajan Juni. Zulkarnain.id. 2011. 2011. Keperawatan Kardiovaskuler. 2010. http://dinkessulsel. Asuhan Keperawatan Gagal Jantung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->