P. 1
Jenis

Jenis

|Views: 11|Likes:
Published by Fitri Haerani

More info:

Published by: Fitri Haerani on Jun 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2014

pdf

text

original

Jenis-jenis obat Analgesic pereda nyeri I #Analgesic ialah istilah yang digunakan untuk mewakili sekelompok obat

yang digunakan sebagai penahan sakit. Obat analgesik termasuk oban antiradang nonsteroid (NSAID) seperti salisilat, obat narkotika seperti morfin dan #obat sintesis bersifat narkotik seperti tramadol. NSAID seperti aspirin, naproksen, dan ibuprofen bukan saja melegakan sakit, malah obat ini juga bisa mengurangi demam dan kepanasan. Analgesik bersifat narkotik seperti opioid dan opidium bisa menekan sistem saraf utama dan mengubah persepsi terhadap kesakitan (noisepsi). Obat jenis ini lebih berkesan mengurangi rasa sakit dibandingkan NSAID. #Analgesik seringkali digunakan secara gabungan serentak, misalnya bersama parasetamol dan kodein dijumpai di dalam obat penahan sakit (tanpa resep). Gabungan obat ini juga turut dijumpai bersama obat pemvasocerut seperti pseudoefedrin untuk obat sinus, atau obat antihistamin untuk alergi. Jenis-jenis obat analgesik ialah: 1. Aspirin ...atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi (peradangan). Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung. Kepopuleran penggunaan aspirin sebagai obat dimulai pada tahun 1918 ketika terjadi pandemik flu di berbagai wilayah dunia.[1]

Awal mula penggunaan aspirin sebagai obat diprakarsai oleh Hippocrates yang menggunakan ekstrak tumbuhan willow untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kemudian senyawa ini dikembangkan oleh perusahaan Bayer menjadi senyawa asam asetilsalisilat yang dikenal saat ini. Aspirin adalah obat pertama yang dipasarkan dalam bentuk tablet. Sebelumnya, obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Dalam menyambut Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, replika tablet aspirin raksasa dipajang di Berlin sebagai bagian dari

. sebuah mekanisme detoksifikasi bagi xenobiotik.[3] Walau bagaimanapun. sengal-sengal dan sakit ringan. mengingat 90% kodein yang diambil akan dimusnahkan dalam usus halus (rembesan dari hati) sebelum berhasil memasuki peredaran darah.. Kodein yang terkonsumsi akan teraktivasi oleh enzim CYP2D6[1] di dalam hati[2] menjadi morfin. overdosis obat baik sengaja atau tidak sengaja sering terjadi. 3.pameran terbuka Deutschland.5%. Jadi parasetamol tidak tergolong dalam obat jenis NSAID..atau asetaminen adalah obat analgesik and antipiretik yang populer dan digunakan untuk melegakan sakit kepala. Kebanyakan kodein yang digunakan di Amerika Serikat diproses dari morfin melalui proses metilasi. Berbeda dengan obat analgesik yang lain seperti aspirin dan ibuprofen. kodein seolah-olah tidak brpengaruh . ginjal atau duktus arteriosus pada janin. methylmorphine) ialah asam opiat alkaloid yang dijumpai di dalam candu dalam konsentrasi antara 0. dan demam. morfin tersebut tidak dapat digunakan. Oleh itu. parasetamol tidak menyakiti permukaan dalam perut atau mengganggu gumpalan darah. Kodeina . Ia aman dalam dosis standar. negeri berbagai ide"). Parasetamol .7% dan 2. Dalam dosis normal. Digunakan dalam sebagian besar resep obat analgesik salesma dan flu. parasetamol tak memiliki sifat antiradang. sebelum mengalami proses glusuronidasi. Land der Ideen ("Jerman. tetapi karena mudah didapati. 2..atau kodein (bahasa Inggris: codeine.

Kodein selalu dibuat dalam bentuk pil atau cairan dan bisa diambil baik secara sendirian atau gabungan dengan kafein. aspirin. penggunaan kodeina yang berkelanjutan mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan psikologi. Seperti semua jenis opioid. Kodein merupakan obat yang paling banyak digunakan dalam perawatan kesehatan. atau ibuprofen. Sebuah kelompok yang bernama Codeine Free didirikan untuk membantu mereka yang mengalami ketergantungan pada kodeina. asetaminofen. namun efek samping seperti analgesia. . sedasi. Kodein digunakan sebagai peredam sakit ringan. dan kemurungan pernafasan masih terasa. Kodein sangat berperan untuk meredakan batuk.atas penggunanya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->