# EMILE DURKHEIM (Fakta Sosial

)
A. Biografi Singkat Karir Intelektual Emile Durkheim Emile Durkheim lahir tahun 1858 di Epinal, suatu perkampungan kecil orang Yahudi di Bagian timur Prancis yang agak terpencil dari masyarakat luas.Masalah-masalah dasar tentang moralitas dan usaha meningkatkan moralitas masyarakat merupakan perhatian pokok selama hidupnya. Pada usia 21 tahun, Durkheim diterima di Ecole Normale Superieure. Dua kali sebelumnya dia gagal dalam ujian masuk yang sangat kompetitif, walaupun sebelumnya dia sangat cemerlang dalam studinya.Di masa mudanya, Durkheim menginginkan satu dasar yang lebih teliti dalam ilmu yang dia rasa dapat membantu memberikan satu landasan bagi rekonstruksi moral masyarakat.Sesudah menamatkan pendidikannya, Durkheim mulai mengajar. Selama lima tahun ia mengajar dalam satu sekolah menengah atas (lycees) di daerah Paris. Sejak awal karir mengajarnya, Durkheim bertekad untuk menekankan pengajaran praktis ilmiah serta moral daripada pendekatan filsafat tradisional yang menurut dia tidak relevan dengan masalah sosial dan moral yang gawat yang sedang melanda Republik ketiga itu. 1. Melembagakan Sosiologi sebagai Satu Disiplin Akademis Pada tahun 1887, ketika Durkheim berusia 29 tahun, pemberian kuliahnya dan beberapa artikel yang ditulisnya membuat dia menjadi seorang ahli ilmu sosial muda yang terpandang.Untuk itu, dia dihargai dengan pengangkatannya di fakultas pendidikan dan fakultas ilmu sosial di Universitas Bordeaux.Tahun 1896 Durkheim diangkat menjadi professor penuh dalam ilmu sosial.Kemudian tahun 1899 Durkheim ditarik ke Sorbonne, dan dia dipromosikan sebagai professor penuh dalam ilmu pendidikan pada tahun 1906.Pada tahun 1913 kedudukan Durkheim diubah ke ilmu pendidikan dan sosiologi.Akhirnya, secara resmi didirikan dalam lembaga pendidikan yang sangat terhormat di Prancis. Tahun 1917, pada usia 59 tahun Durkheim meninggal, sesudah menerima penghormatan dari orang-orang semasanya untuk karirnya yang produktif dan bermakna, serta setelah ia mendirikan dasar sosiologi ilmiah. Karya besar Durkheim seperti Le Suicide (1987) dan The Rule of Sociological Method (1985), adalah karya yang berusaha meletakkan sosiologi di atas dunia empiris. Le Suicide adalah karya Durkheim yang didasarkan atas hasil penelitian empiris terhadap pengaruh agama dan gejala bunuh diri, sedangkanThe Rule Of Sociological Method berisi konsep dasar tentang metode penelitian empiris dalalam sosiologi (Ritzer, 2007: 13). Dua tahun kemudian, 1987, Ia menerbitkan hasil studinya tentang penyebab tingginya angka bunuh diri di Eropa dalam karyanya, Suicide.

2. Pengaruh Sosial dan Intelektual terhadap Durkheim Perhatian Durkheim sepanjang hidupnya terhadap solidaritas dan integrasi sosial muncul antara lain karena keadaan keteraturan sosial yang goyah di masa Republik Ketiga selagi dia masih muda. Durkheim lebih tertarik untuk berusaha memahami dasar-dasar munculnya keteraturan sosial yang baru.Dia melihat kesulitan-kesulitan selama periode peralihan dimana dia hidup, tetapi dia juga optimistis bahwa pengetahuan ilmiah tentang hukum masyarakat dapat

dan masingmasing bagian itu memiliki inteligensi dan kontrol dirinya sendiri. Pengertian Fakta Sosial Untuk memisahkan sosiologi dari filsafat dan memberinya kejelasan serta identitas tersediri. suatu masyarakat tidak mempunyai kulit penutup dan tidak mempunyai sumber inteligensi yang senttral atau sumber kontrol yang analogis dengan otak. Pertentangan dengan Individualisme Spencer Seperti Comte dan Durkheim.Masyarakat tidak terlepas dari individu-individu yang merupakan “bagian-bagian”nya. Tipe. Perhatian Durkheim terhadap moralitas umum terjadi bersamaan dengan masa peralihan dalam sistem pendidikan di Prancis. kunci untuk memahami gejala sosial atau gejala alamiah lainnya adalah hukum evolusi yang universal. Gagasan Comte mengenai masyarakat positivis yang ideal di masa depan adalah masyarakat dimana pemimpin-pemimpin yang senantiasa mendapat penerangan sosiologis akan memberikan kontrol yang kuat dalam mengatur pelbagai segi kehidupan sosial untuk memastikan bahwa hukum-hukum dasar yang mengendalikan keteraturan sosial dan kemajuan itu dipertahankan.Durkheim memandang pengajaran moralitas umum bagi warga di masa mendatang dalam tahun-tahun pembentukannya merupakan hal yang sangat penting untuk memperkuat dasar-dasar masyarakat dan meningkatkan integrasi serta solidaritas sosialnya.Namun pandangan Spencer mengenai masyarakat yang bersifat organis berbeda dengan pandangan dari Comte dan Durkheim. B. norma budaya. Pengertian. Perbedaan yang penting antara Spencer dengan Comte dan Durkheim adalah pandangan Spencer mengenai kenyataan sosial yang bersifat individualistis.Tidak seperti satu organisme biologis. fakta sosial terdiri dari struktur sosial.Namun Spencer berusaha mendamaikan kedua pandangan ini dengan mengemukakan perbedaan-perbedaan pokok antara “organisme” biologis dan sosial.menyumbang terkonsolidasinya dasar moral keteraturan sosial yang sedang muncul itu. Secara singkat. Gambaran Spencer mengenai masyarakat yang ideal atau yang paling maju adalah masyarakat dimana individu memiliki kebebasan sebesar-besarnya untuk mengejar kepentingannya dan meningkatkan kebahagiaan tanpa diarahkan atau dikontrol oleh otoritas pusat manapun. pelbagai “bagian” dari masyarakat tersebar. 3.Sebaliknya. Durkheim (1895/1982) menyatakan bahwa pokok bahasan sosiologi haruslah berupa studi atau fakta sosial. Spencer tertarik pada perkembangan evolusi jangka panjang dari masyarakat-masyarakat modern.Masyarakat ada sebagai hasil dari persetujuan kontraktual dimana individu saling berembuk untuk mengejar kepentingan pribadinya. Pandangan Durkheim kurang muluk.Spencer mengasumsikan bahwa masyarakat merupakan hasil dari persetujuan kontraktual antara individu-individu yang bersepakat untuk mengejar kepentingan individunya. tetapi dia jugga melihat pemerintah sebagai pelindung dasar-dasar moral masyarakat. Gambaran Spencer yang bersifat individualistik tentang kenyataan sosial sangat berbeda dengan tekanan Durkheim bahwa fakta sosial mengatasi individu. dan nilai yang berada di luar dan memaksaaktor. dan Karakteristik Fakta Sosial a. . Pandangan Spencer mengenai peranan yang tepat dari pemerintah berbeda dengan pandangan Comte dan Durkheim. Bagi Spencer.

namun mesti dipelajari sebagai realitas mereka. dan inti dari sosiologinya. Durkheim berpendapat bahwa fakta sosial tidak bisa direduksi kepada individu. relatif mudah dipahami karena keduanya bisa diamati secara langsung. baku maupun tidak. dan perubahan dalam bahasa hanya bisa dipelajari melalui fakta sosial lain tidak bisa hanya dengan keinginan individu saja. dan pada saat yang sama keberadaannya terlepas dari manifestasimanifestasi individual. . eksternalisasi dan materialisasi” (1897/1951:315). dan hukum dan perundang-undangan. Durkheim dianggap sebagai sosiolog moralitas karena studinya didorong oleh kepeduliannya kepada “kesehatan” moral masyarakat modern. yang berarti “unik” Durkheim sendiri memberikan beberapa contoh tentang fakta sosial. MoralitasPerspektif Durkheim tentang moralitas terdiri dari dua aspek. fakta sosial umum meliputi seluruh masyarakat dan tidak terikat pada individu partikular apapun. dengan kata lain.. dan kesepakatan sosial. atau bisa juga dikatakan bahwa fakta sosial adalah seluruh cara bertindak yang umum dipakai suatu masyarakat. Durkheim menyebut fakta sosial dengan istilah Latin sui generis. ditangkap oleh obsrvasi. seperti gaya arsitektur. atau budaya oleh sosiolog secara umum (Alexander. Pertama. Dalam bentuk material . yaoti barang sesuatu yang dapat disimak. yang dapat berlaku pada diri individu sebagai sebuah paksaan eksternal. b. namun sesuatu yang mesti dipelajari sebagai fenomena empiris. karena ia berada di luar individu. Artinya. Fakta sosial yang di bentuk material ini adalah bagian dari dunia nyata (External World). bahasa memaksa individu. dan bisa dijelaskan dengan fakta-fakta sosial lain. Tipe-tipe Fakta Sosial Fakta Sosial Material dan Nonmaterial Durkheim membedakan dua tipe ranah fakta sosial.Kedua. Jenis-jenis Fakta Sosial Nonmaterial 1.. Apa yang saat ini disebut norma dan nilai. Durkheim yakin bahwa moralitas adalah fakta sosial. Fakta sosial material. moralitas bisa dipelajari secara empiris.Pertama. moralitas bukanlah sesuatu yang bisa dipikirkan secara filosofis. ia memaksa individu. yaitu material dan nonmaterial. Contohnya arsitektur dan norma hukum (Ritzer. bentuk teknologi. menyatakan bahwa “fakta sosial adalah seluruh cara bertindak. 2007: 14). terletak dalam studi fakta sosial nonmaterial ini. Studi Durkheim yang paling penting.Durkheim (1895/1982: 13).1988c) adalah contoh yang tepat untuk fakta sosial nonmaterial.” Kutipan ini menjelaskan bahwa Durkheim memberikan dua definisi untuk fakta sosial agar sosiologi bisa dibedakan dari psikologi. termasuk aturan legal. karena bahasa adalah sesuatu yang mesti dipelajari secara empiris. beban moral. Durkheim mengungkapkan: “Tidak semua kesadaran sosial mencapai .. Dia juga memasukkan bahasa sebagai fakta sosial dan menjadikannya sebagai contoh yang paling mudah dipahami.Kedua. fakta sosial adalah pengalaman sebagai sebuah paksaan eksternal dan bukannya dorongan internal. bahasa adalah sesuatu yang berada di luar individu.

dan rasa kasihan” yang terbentuk dalam kumpulan publik. akan mempertahankan bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian- . Representasi kolektif juga tidak bisa direduksi kepada individu-individu. 3. norma. Oleh karena itu dia adlah konsep yang sangat terbuka dan tidak tetap. dan nilai kolektif. Representasi Kolektif Contoh representasi kolektif adalah simbol agama.Durkheim dalam melihat gejala sosial. mitos. dan hanya bisa dipelajari secara langsung karena cenderung berhubungan dengan simbol material seperti isyarat. kendati hanya bisa disadari lewat kesadaran-kesadaran partikular”. Kesadaran kolektif merujuk pada struktur umum pengertian. Durkheim memahami kesadaran kolektif sebagai sesuatu terlepas dari dan mampu menciptakan fakta sosial yang lain. melainkan memiliki eksistensi yang independen pada tingkat sosial. arus sosial merupakan fakta sosial yang tidak menghadirkan diri dalam bentuk yang jelas. Pikiran-pikiran individual terus-menerus berinteraksi melalui pertukaran simbol: mereka megelompokkan diri berdasarkan hubungan alami mereka. kesadaran kolektif baru bisa “terwujud” melalui kesadaran-kesadaran individual. kita boleh menyebutnya dengan kesadaran kolektif atau kesadaran umum. Dalam hal ini terbentuklah suatu hal baru yang murni bersifat psikologis. norma. baik dalam satu kelompok kecil atau dalam masyarakat keseluruhannya. Ada beberapa hal yang patut dicatat dari definisi ini. Fakta Sosial lawan Fakta Individu Durkheim bertahan pada pendiriannya bahwa fakta sosial itu tidak dapat di reduksikan ke fakta individu. Arus Sosial Menurut Durkheim.Dengan demikian.Pertama. Semuanya mempresentasikan kepercayaan. 5. dan kepercayaan bersama . dan mendorong kita untuk menyesuaikan diri dengan klaim kolektif. Durkheim menggunakan konsep ini untuk menyatakan bahwa masyarakat “primitif” memiliki kesadaran kolektif yang kuat. mereka menyusun dan mengatur diri mereka sendiri. Kedua. yaitu pengertian. dia tidak sama dengan kesadaran partikular. kesadaran kolektif terdapat dalam kehidupan sebuah masyarakat ketika dia menyebut “keseluruhan” kepercayaan dan sentimen bersama. ikon. dan gambar atau berhubungan dengan praktik seperti ritual. norma. dan kepercayaan bersama. Durkheim mencontohkan dengan “dengan luapan semangat. karena ia muncul dari interaksi sosial. 4.2. amarah. Pikiran Kelompok Durkheim menyatakan bahwa pikiran kolektif sebenarnya adalah kumpulan pikiran individu. hal yang tak ada bandingannya di dunia biasa. “seluruh kepercayaan dan perasaan bersama orang kebanyakan dalam sebuah masyarakat akan membentuk suatu sistem yang tetap yang punya kehidupan sendiri. Kesadaran Kolektif Durkheim mendefinisikan kesadaran kolektif sebagai berikut. Akan tetapi pikiran individual tidak secara mekanis saling bersinggungan dan tertutup satu sama lain. dan legenda populer. lebih dari masyarakat modern. Kesadaran kolektif bukan hanya sekedar cerminan dari basis material sebagaimana yang dikemukakan Marx.Ketiga.

umum(general). Prinsip dasar yang kedua adalah bahwa asal usul suatu gejala sosial dan fungsi-fungsinya merupakan dua masalah yang terpisah.Pada intinya. Fakta itu memaksa individu. kelompok tidak dapat ad secara terpisah dari anggota-anggota individualnya. Gejala sosial bersifat eksternal terhadap individu. didorong atau dengan cara tertentu dipengaruhi oleh berbagai ftipe fakta sosia dalam lingkungan sosialnya. Fakta Sosial dan Implikasinya Terhadap Analisis Sosiologis Fakta sosial bersifat eksternal. Hampir setiap orang telah mengalami hidup dalam satu situasi sosial baru. hal ini member satu petunjuk penting bahwa dua tipe fakta itu mungkin berhubungan secara kausal. dan memaksa (coercion).Kalau korelasi antara dua himpunan fakta sosial dapat ditunjukkan sebagai valid dalam berbagai macam keadaan. c. dibimbing. C. diyakinkan.bagiannya. Meskipun karakteristik kelompok mungkin lebih daripada jumlah individu yang meliputi kelompok tersebut. Fakta itu bersifat umum. Karakteristik Fakta Sosial Durkheim mengemukakan dengan tegas tiga karakteristik yang berbeda. Strategi Untuk Menjelaskan Fakta Sosial Salah satu prinsip metodologi dasar yang ditekankan Durkhem adalah bahwa fakta sosial harus dijelaskan dalm hubungannya dengan fakta sosial lainnya.Metode perbandingan Durkhem lebih ketat dan terbatas. Fakta tersebar secara meluas dalam suatu masyarakat. D. kebiasaan dan norma ini jelas dilihat sebagai sesuatu yang eksternal. Seperti yang ia katakana bahwa tipe-tipe perilaku atau berfikir ini mempunyai kekuatan memaksa yang karenanya mereka memaksa individu terlepas dari kemauannya sendiri. Jelas bagi Durkheim bahwa individu dipaksa.Fakta sosial mempengaruhi tindakan-tindakan manusia. Durkheim memberikan strategi tentang perbandingan terkendali sebagai metode yang paling cocok untuk mengembangkan penjelasan kausal dalam sosiologi. serta bagaimana orang mendefinisikan situasi. Fakta sosial ini benar-benar bersifat kolektif. variasi dalam nilai dari satu tipe variable mungkin merupakan sebab dari variasi dalam nilai variable kedua. 2. Asumsi yang . 3.Kemungkinan lain yang paling besar untuk menelaskan fakta sosial adalah menghubungkannya dengan gejala individu seperti yang dikemukakan oleh ahli-ahli ekonomi klasik dan oleh Spencer. metode perbandingan terkaendali itu meliputi klasifikasi silang dari fakta sosial tertentu untuk menentukan sejauh mana mereka berhubungan. dan merasakan dengan jelas bahwa ada kebiasaankebiasaan dan norma-norma yang sedan di amati yang tidak ditangkap atau dimengertinya secara penuh. dan pengaruhnya terhadap individu merupakan hasil dari sifat kolektifnya ini. Dalam situasi serupa itu. yaitu : 1. Sesudah menentukan bahwa penjelasan tentang fakta sosial itu harus dicari di dalam fakta sosial lainnya.Artinya. mungkin sebagai anggota baru dari satu organisasi. Dengan kata lain fakta sosial itu merupakan milik bersama.Tindakan individu merupakan hasil proses pendefinisian realitas sosial. bukan sifat individu perorangan.

Kedua metode itulah yang hingga kini masih tetap dipertahankan oleh penganut paradigma fakta sosial sekalipun masih adanya terdapat kelemahan didalam kedua metode tersebut.Fakta sosial inilah yang menjadi pokok persoalan penyelidikan sosiologi.Jil 1.diakses tanggal:28/10/2012. altruisme.html. Bantul: Kreasi Wacana George Ritzer. REFRENSI Doyle P Johnson.1988.Goodman. Dalam bentuk material : yaitu barang sesuatu yang dapat disimak. Dalam melakukan pendekatan terhadap pengamatan fakta sosial ini dapat dilakukan dengan berbagai metode yang banyak untuk ditempuh.pkl.Teori Sosiologi Klasik dan Modern.Fakta social dinyatakan oleh Emile Durkheim sebagai barang sesuatu (Thing) yang berbeda dengan ide. Tetapi untuk memahaminya diperlukan penyusunan data riil diluar pemikiran manusia. dan opini. Fakta sosial ini menurut Durkheim terdiri atas dua macam:  . Dalam bentuk non-material : yaitu sesuatu yang ditangkap nyata (eksternal). 2007. dan diobservasi. baik interview maupun kuisioner yang terbagi lagi menjadi berbagai cabang dan metode-metode yang semakin berkembang. ditangkap.blogspot. 2011. Soisologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Fakta sosial inilah yang merupakan bagian dari dunia nyata. sebagai contoh egoisme. Fakta ini bersifat inter subjective yang hanya muncul dari dalam kesadaran manusia. contohnya arsitektur dan norma hukum.com/2009/05/sosiologi-perspektif-faktasosial.mendasari adalah bahwa manusia adalah makhluk yang kreatif dalam membangun dunia sosialnya sendiri.Ia tidak dapat dipahami melalui kegiatan mental murni (spekulatif). Teori Sosiologi.  . Jakarta: Gramedia George Ritzer dan Douglas J.Barang sesuatu menjadi objek penyelidikan dari seluruh ilmu pengetahuan. Raja Grafindo Persada http://de-kill.21:20 . Jakarta. Jil 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful