a. b. c. d. a. b. c. a. b. c. d.

Alat transfer, pengukur dan penakar Pipet Pipet ukur / graduated pipette dan drum pipet Volumetric pipette Pipet tetes / Pasteur Pipette Transfer pipette Pipet aids Rubber bulb / pipet filler Pipet-aid Pipet pump Pipettors Adjustable volume pipettors Fixed volume pipetors Multichannel pipettors Automatic pippetors pH meter dan kertas pH meter universal. Timbangan / neraca digital Labu erlenmeyer Beaker glass Gelas ukur / graduated cylinder Alat penghancur dan penghomogenisasi Stomacher Blender Vortex mixer Hot plate & stirrer Mortar & pestle Alat untuk keperluan sterilisasi dan keadaan aseptis : Biological Safety Cabinet (BSC) atau Laminar Air Flow (LAF) Autoklaf Oven Filter apparatus dan kertas membran filter Bunsen burner, loop incinerator dan pembakar spirtus Gas torch Sprayer Alat untuk keperluan inokulasi dan kultivasi mikroorganisme Cawan Petri Tabung reaksi Botol Spreader (L rod) / hockey-stick-shape-glass-rod / glass spreader / Drigalsky spatulas Glass beads Pemutar cawan petri (Petri dish turntable) Tabung durham Media dispenser (glass repeating dispenser) Jarum inokulum / ose (inoculating loops) Pinset, gunting, pisau, spatula dan scalpel

Alat untuk penjagaan suhu dan penyimpan Inkubator Waterbath Refrigerator Freezer Sample container Rak tabung reaksi Desikator Alat observasi dan penghitung Mikroskop cahaya Mikroskop stereo Object glass dan cover glass UV Cabinet Colony counter Alat-alat lain Disc dispenser Freeze-drying Anaerobic jars Centrifuge Spektrofotometer Alat transfer, pengukur dan penakar Pipet Pipet adalah selongsongan tabung yang berfungsi untuk mentransfer cairan. Instilah pipet lebih ditekankan kepada tabung kaca atau plastik tersebut. Jenis-jenis pipet antara lain: a.Pipet ukur / graduated pipette dan drum pipet Pipet gelas berskala yang berguna untuk memindahkan cairan ini umumnya dipakai dengan volume 1 ml, 5 ml atau 10 ml. Sebaiknyajangan mentransfer volume sampel <10% dari volume total pipet, misalnya untuk mentransfer cairan 0,1 ml jangan menggunakan pipet ukur >1 ml (5 ml atau 10 ml). Pipet ukur dilengkapi dengan cotton wool yang dimasukkan pada bagian pangkalnya yang berfungsi untuk mencegah kontaminasi saat pemipetan dari alat penghisap dan sebaliknya. Pipet ukur umumnya disterilisasi secara berkelompok dan dimasukkan ke dalam drum pipet dari aluminium. Untuk mencegah kerusakan ujung pipet ukur pada bagian dasar drum pipet dapat dimasukkan gumpalan kapas. b.Volumetric pipette volumetric pipette adalah pipet dengan bagian tengah menggelembung (yang menampung sebagian besar cairan) dan hanya memiliki satu garis skala misalnya 10 ml atau 5 ml (tidak memiliki pembagian skala lebih kecil seperti pipet ukur). c.Pipet tetes / Pasteur Pipette Pipet gelas berdiameter 6-7 mm ini berfungsi untuk memindahkan sejumlah kecil cairan dengan menghisapnya memakai gelembung karet elastis yang dapat ditekan. Volume pasti yang disedot tidak dapat diketahui. Salah satu penerapannya adalah untuk menambahkan asam sedikit demi sedikit pada media saat mengatur pH. d.Transfer pipette Pipet yang bentuknya mirip dengan pipet tetes namun terbuat dari plastik. Antara bagian gelembung dan tabung pipetnya menyatu. Umumnya digunakan sekali buang (disposable).

maka dari itu alat ini membutuhkan selang. dll. Istilah mikropipet lebih menjurus kepada pipettors dengan skala volume yang kecil. 1 ml. Filler memiliki 3 saluran yang masing-masing saluran memiliki katup. Karet sebagai bahan filler merupakan karet yang resisten bahan kimia. Tip disterilisasi dalam tip box. b. 2-10 ul. Pipettors Pipettors atau alat pempipet adalah sebutan alat-alat yang berguna untuk menghisap cairan dan mentransfernya. 1-5 ml. d. Pangkal pipet ukur dapat dimasukkan kedalam alat ini. Pipet aids Pipet aids adalah sekumpulan alat yang fungsinya untuk membantu proses penyedotan dan alat-alat ini dapat dipasang pipet seperti pipet ukur.Adjustable volume pipettors Adjustable volume pipettors adalah pipettors yang dapat diatur volume cairannya berdasarkan besar kecilnya volume udara yang dihisap. Prinsipnya sama dengan penyedotan cairan pada syringe. Proses penghisapan dan peniupan dikerjakan menggunakan prinsip peristaltis. 8 atau 12 cabang. Tip ini fungsinya sama seperti pipet ukur namun hanya berguna untuk menampung cairan tanpa adanya skala. Dalam penggunaannya.Multichannel pipettors Pipettors yang mempunyai banyak ujung sehingga satu alat dapat dipasang beberapa tip untuk mentransfer cairan-cairan ke beberapa wadah sekaligus. S (suction) merupakan katup yang jika ditekan maka cairan dari ujung pipet akan tersedot ke atas.Automatic pippetors Alat pempipet otomatis yang mampu memindahkan cairan dari wadah satu ke wadah lain tanpa ditekan secara manual.Rubber bulb / pipet filler Rubber bulb adalah alat untuk menyedot larutan yang dapat dipasang pada pangkal pipet ukur. Sumber tenaga pipet-aid dapat berupa baterai rechargeable atau kabel yang terkoneksi langsung dengan sumber tegangan. Alat ini tidak begitu banyak dipakai dalam mikrobiologi namun lebih sering digunakan pada laboratorium serologi atau bioteknologi. Katup yang bersimbol A (aspirate) berguna untuk mengeluarkan udara dari gelembung. Prinsip penghisapan adalah sama dengan syringe namun dilengkapi dengan pegas yang dapat mengembalikan posisi tombol penghisap ke tempat semula. Istilah pipet aids lebih ditujukan untuk alat yang membantu pipet. pippetors memerlukan tip untuk menampung cairan yang dihisap. Beberapa pilihan kisaran volumenya adalah 1-10 ml. c.Fixed volume pipettors Pipettors yang memiliki volume hisap yang tidak dapat diubah atau tetap. Jenis-jenis pipet aids antara lain: a. dll.Salah satu fungsinya adalah menambahkan specimen kultur cair pada object glass untuk diamati. Jenisjenis pipettors antara lain: a. b. Jumlah percabangan yang tersedia adalah 4. Pipettors tidak memerlukan pipet ukur.Pipet-aid Alat penghisap cairan yang dapat dipasangi pipet ukur. tidak seperti pipet-aids. umumnya dibawah 100 ul dan mungkin akan menimbulkan ketidaknyamanan jikapipettors dengan kisaran volume 1-10 ml disebut dengan mikropipet. Pipet-aid bekerja menggunakan motor elektrik yang dikendalikan melalui dua tombol yaitu tombol hisap dan tombol tiup. 10-100 ul. Untuk mengeluarkan cairan maka plunger / tombol drain cairan dapat ditekan sehingga cairan keluar dengan cepat. Volume cairan dapat diatur dan . c. 100 ul.Pipet pump Pemompa cairan yang penyedotannya dikendalikan melalui thumb wheel. Kemudian katup E (exhaust) berfungsi untuk mengeluarkan cairan dari pipet ukur. Volume yang tersedia diantaranya adalah 5 ml. 10 ul.

Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat ditampungnya yaitu 100 ml. AOAC (2000) menyebutkan bahwa timbangan analitik standar untuk mikrobiologi harus memiliki ketelitian 0. Gelas ukur / graduated cylinder Berguna untuk mengukur volume suatu cairan. pH meter dan kertas pH meter universal. Pelat (plate) yang terdapat dalam alat ini dapat dipanaskan sehingga . Salah satu penerapannya adalah saat membagi media pada tabung-tabung dengan volume yang sama. Beaker glass Beaker glass adalah alat penampung cairan yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan. kultivasi mikroba dalam kultur cair. Alat ini tidak cocok untuk menampung cairan steril mengingat mulut yang lebar memperbesar resiko kontaminasi dan tumpah. Mulut labu yang kecil tapi dengan bagian bawah yang melebar memberkan keuntungan tersendiri saat bekerja secara aseptis atau ketika mengkultur mikroba yang membutuhkan aerasi. 250 ml. Fungsinya hampir sama dengan Erlenmeyer namun perbedaannya adalah beaker glass memiliki mulut bercucuk yang lebar dan diameter mulut sama dengan diameter bagian dasar sehingga sesuai untuk proses pengadukan dengan spatula. membuat pelarut. Untuk mengurangi resiko pecah tersedia juga gelas ukur plastik. Labu Erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media. pengubah satuan. dsb. gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. Hal ini sangat penting dalam pembuatan media karena pH pada media berpengaruh terhadap petumbuhan mikroba. pH meter dapat berbentuk peralatan digital ataupun analog yang dilengkapi probe untuk mendeteksi konsentrasi ion hidrogen atau hidroksida. menampung akuades. Alat penghancur dan penghomogenisasi Hot plate stirrer dan Stirrer bar Hot plate stirrer dan Stirrer bar (magnetic stirrer) berfungsi untuk menghomogenkan suatu larutan dengan pengadukan dan panas. Klasifikasi pipet dan alat pipet diatas adalah berdasarkan Barker (1998). dll. Terdapat juga cara pengukuran pH yang lebih sederhana yaitu dengan menggunakan kertas yang mengandung bahan indikator pH. dll. menimbang sampel. Seperti labu erlenmeyer.1 g dengan kapasitas ≥2000 g. Untuk mengukur cairan dengan volume yang kecil (8 ml misalnya) sebaiknya menggunakan pipet atau pipettors tidak dengan gelas ukur berukuran 10 ml. Di dalam lab mikrobiologi umumnya dipakai untuk menimbang media pertumbuhan. 500 ml. Labu erlenmeyer Labu erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan atau cairan. 1000 ml. pH meter berguna untuk mengukur/mengetahui pH suatu larutan. dan fitur lainnya. sebaiknya batas air tersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan.alat akan berhenti menyedot setelah volume tersebut selesai dipindahkan. Alat ini terdiri dari hot plate stirrer dan batangan magnet yang terpisah. ketelitian yang tinggi. Kertas pH indikator dicelupkan sampai tidak ada perubahan warna kemudian strip warna dicocokkan dengan skala warna acuan Timbangan / neraca analitik Timbangan / neraca analitik adalah alat untuk mengetahui berat / massa suatu bahan. Salah satu cara meningkatkan presisi dan efektifitas pengukuran maka untuk mengukur volume tertentu (20 ml misalnya) dituang dahulu cairan sampai sedikit dibawah batas skala yang diinginkan (18 ml misalnya) kemudian sisanya ditambahkan sedikit demi sedikit menggunakan pipet tetes. Pada saat mengukur volume larutan. Timbangan digital saat ini dilengkapi dengan penara kembali (tare).

Di dalam pelat juga terdapat suatu magnet yang dapat diatur kecepatan putarannya sehinggamagnetic stirrer yang dimasukkan ke dalam wadah berisi larutan akan mengikuti putaran di dalam pelat dan tercipta arus pengadukan otomatis.000-12. (untuk informasi lebih lengkap mengenai autoklaf dapat dilihat pada Bab Sterilisasi) Biological Safety Cabinet (BSC) atau Laminar Air Flow (LAF) Di dalam laboratorium mikrobiologi harus terdapat suatu area kerja yang bebas dari mikroorganisme. Penggunaan LAF atau BSC dalam kerja . (2003) tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 1 atm dan dengan suhu 121oC (250oF).000 rpm dan juga wadah bertutup berukuran 1000 ml. misal daging. Alat ini memiliki suatu pompa untuk menghirup udara dan melewatkannya pada saringan berukuran pori-pori sangat kecil. Jika menggunakan alat ini analis tidak perlu mengocok tabung menggunakan tangan dan cara ini mampu meminimalisasi resiko tumpahan. Menurut Morello et al. Fungsi daerah ini adalah untuk tempat kerja proses transfer atau manipulasi biakan. kacang atau tanah sebelum diproses lebih lanjut. Area steril ini dapat diciptakan oleh LAF atau BSC karena alat ini mampu menyaring partikel udara termasuk sel mikroba sehingga udara yang dihembuskan ke area kerja menjadi bebas mikroorganisme. Alat untuk keperluan sterilisasi dan keadaan aseptis Autoklaf (Autoclave) Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Kelebihannya adalah alat tidak perlu disterilisasi ulang dan tidak menciptakan aerosol. Mortar-pestle Mortar (mangkuk) dan pestle (penumbuk) yang terbuat dari porselin digunakan untuk menumbuk atau menghancurkan materi sampel. Umumnya digunakan untuk menghomogenisasi larutan dalam botol atau tabung saja. Lama sterilisasi yang dilakukan adalah 15 menit pada suhu 121oC. cara stomacher menghancurkan sampel adalah dengan ditekan menggunakan satu lempeng yang dinamakan pedal. Blender dapat benar-benar membuat suatu larutan menjadi homogen karena terjadi pencacahan bahan berkali-kali dan bahan mengalami kontak langsung dengan pisau. Stomacher Berbeda dengan blender. Kelemahan blender adalah dapat menciptakan penyebaran aerosol yang menjadi berbahaya jika sampel diperkirakan mengandung patogen. Vortex mixers Vorteks adalah alat yang memiliki suatu dudukan berengsel yang dapat berputar cepat sehingga larutan dalam botol atau tabung yang diletakkan (dengan ditekan) akan berputar dan teraduk.mampu mempercepat proses homogenisasi. artinya udara yang terdapat di daerah tersebut benar-benar steril. Spesifikasi blender minimal menurut Maturin and Peeler (2001) adalah yang memiliki 4 pisau putar stainless steel tajam dengan putaran 10. Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per square inch). tekanan dan waktu tersebut maka segala bentuk mikroorganisme dapat dimatikan. Sampel dimasukkan kedalam plastik steril heavy duty lalu plastik dihimpit berkali-kali dengan pedal. Kecepatan. Blender Blender atau mixer dalam mikrobiologi digunakan untuk menghancurkan sampel padatan supaya homogen dan mudah untuk dianalisa. jarak himpitan dan lama waktu dapat diatur dan disesuaikan jenis sampel. Dengan syarat suhu.

lebih kecil dari ukuran bakteri pada umumnya. Filter apparatus umumnya terdiri dari corong. (untuk informasi lebih lengkap mengenai teknik filtrasi dapat dilihat pada Bab Sterilisasi dan Teknik Membran Filtrasi Untuk Menghitung Mikroba) Bunsen burner. berdiameter 47 mm. Oleh karena itu sebaiknya tetap menggunakan LAF jika menginginkan kerja pada udara yang steril. tetapi jika memang load kontaminasi besar dan banyak gangguan aliran udara maka hal ini juga tidak sepenuhnya benar. Filter apparatus juga dapat digunakan untuk menghitung mikroorganisme dengan prinsip yang sama dengan sterilisasi filtrasi. Bunsen burner berbahan bakar gas yang disalurkan melalui pipa sedangkan pembakar spirtus berbahan bakar spirtus (methanol). minmal 70 % luas area berpori.45 um. labu pengumpul.aseptis akan sangat menekan resiko kontaminan dari udara sekitar kepada biakan dan juga menjaga atau membuat aman operator dari terpaparnya kepada biakan bakteri berbahaya. penjepit corong. Sterilisasi dapat dilakukan pada suhu 60-180oC selama ½ sampai 3 jam. diharapkan tetap mampu menyaring kultur cair 1x103 Serratia marcescens. antibiotik.2 um. Pembakar spirtus dapat menciptakan sirkulasi udara dari bawah ke atas melewati api karena proses pembakaran. Diameter pori-pori dapat berukuran 0. tinta skala yang tidak beracun. Untuk memastikan kesterilannya jarum inokulum dibakar sampai membara dan spreader dapat dicelupkan alkohol lalu dibakar. Seringkali hal ini dianggap mampu menciptakan lingkungan udara yang aseptis disekitar pembakar spirtus. Namun pembakar spirtus lebih mudah ditemukan di banyak laboratorium karena efisien dan portable.65 um dll. selang. 0. glukosa dll. Alkohol yang disebarkan dalam aerosol kecil-kecil akan meningkatkan efisiensi . bebas dari bahan yang mampu menginterfrensi indikator media. loop incinerator dan pembakar spirtus Bunsen burner dan pembakar spirtus digunakan untuk sterilisasi alat inokulasi dengan pembakaran seperti sterilisasi jarum inokulum atauspreader. Selain itu dapat digunakan untuk sterilsasi dengan api pada berbagai alat karena gas torch lebih nyaman digenggam dibandingkan pembakar bunsen atau pembakar spirtus. Ujung jarum inokulum dapat dimasukkan ke dalam tabung keramik panas (815oC) selama 6 detik untuk mensterilisasinya. (untuk informasi lebih lengkap mengenai LAF atau BSC dapat dilihat pada Bab Sterilisasi) Oven Oven berfungsi sebagai alat sterilisasi dengan prinsip panas kering. Sprayer Alat penyemprot sederhana ini dapat sangat membantu dalam proses sterilisasi menggunakan alcohol. Filter apparatus dan kertas membran filter Alat-alat ini digunakan untuk proses sterilisasi secara mekanis (dengan penyaringan).45 um. Menurut APHA (1999) kertas membran yang baik adalah yang bebas dari bahan inhibitor atau stimulus pertumbuhan. dan pompa vakum. 0. berpori maksimal 0. Umumnya alat-alat yang disterilisasi dengan oven adalah alat gelas seperti cawan atau pipet ukur. Prinsipnya yaitu menyaring suatu cairan non steril dengan kertas membran sehingga cairan yang melewatinya akan terbebas mikroba (steril). Pada umumnya bahan yang disterilkan melalui cara ini adalah bahan yang mengandung senyawa tidak tahan suhu tinggi atau tekanan tinggi seperti serum darah. Mampu dilewati dengan flow rate 55 ml/menit/cm2 pada 25 oC. filter base. Tersedia juga alat loop incinerator / electric bunsen burner / electric incinerator untuk membakar jarum inokulum. Fungsinya adalah untuk mensterilisasi sample point yang dapat berupa kran. pipa atau yang lainnya sebelum pengambilan sampel dilakukan. Kertas membran filter memiliki pori-pori yang sangat kecil. Gas torch Gas torch atau pembakar api portabel berbahan bakar gas sangat berguna saat dilakukan pengambilan sampel diluar laboratorium.

1 ml) di atas permukaan agar. tutup metal. Alat untuk keperluan inokulasi dan kultivasi mikroorganisme Cawan Petri Cawan petri terbuat dari gelas dan berfungsi sebagai tempat pembiakan mikroorganisme. 152 x 19 mm (menampung 10-15 ml). tutup plastik atau aluminium foil. 152 x 16 mm (menampung 5-10 ml). yaitu media agar tegak (deep tube agar) dan agar miring (slants agar). 9 cm atau 15 cm. dipilih cawan yang bebas gelembung dan goresan sehingga distribusi agar dapat merata. Cawan berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml. Spreader yang terbuat dari kaca (berdiameter 3-4 mm) memiliki beberapa bentuk seperti berbentuk L atau berujung segitiga. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas. Untuk membuat agar miring. Menurut Collins et al. Tabung reaksi dipilih karena bentuknya yang vertikal (bandingkan dengan cawan petri) sehingga mempermudah penanganan dan menghemat tempat penyimpanan. selain itu alkohol sangat pekat mampu merusak kulit. Ukuran botol yang cocok digunakan adalah 60 ml (untuk menampung 50 ml cairan). sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml. Sedangkan menurut AOAC (2000). Media padat yang dimasukkan ke tabung reaksi dapat diatur menjadi 2 bentuk menurut fungsinya. Botol Botol pipih ataupun bulat di dalam mikrobiologi dapat digunakan sebagai wadah pengambilan sampel atau penyimpanan media pertumbuhan. . 178 x 25 mm (menampung 20 ml). Batang L dapat dibuat sendiri dengan memanasi batang gelas lurus yang kemudian ditekuk menjadi batang L (jarak tekukan 36 mm dari ujung bawah). Untuk manguji kebocoran botol saat ditutup sempurna maka botol berisi air dibiarkan terbalik beberapa hari.5 mm (menampung 4 ml). 110 ml (menampung 50-100 ml cairan) atau 560 ml (menampung 250-500 ml cairan). Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran yaitu berdiameter 5 cm. kelebihannya tidak beresiko pecah dan aman untuk ditumpuk cukup tinggi. untuk standardisasi gunakan cawan berukuran 15 mm x 100 mm atau 15 mm x 90 mm. Menurut Collins et al.kontak dengan mikroorganisme pengontaminan. Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair. Tutup tabung yang paling baik dan aman digunakan adalah tutup plastik polypropylene berulir karena akan mencegah timbulnya aerosol. tabung reaksi digunakan sebagai tempat media pertumbuhan atau penampungan cairan lainnya seperti pelarut dalam pengenceran. Tabung reaksi Di dalam mikrobiologi. (2004) ukuran yang umum digunakan adalah 127 x 12. Alternatif lainnya botol dapat terbuat dari plastik tahan sterilisasi yang dapat menekan resiko pecah. Spreader (L rod) / hockey-stick-shape-glass-rod / glass spreader / Drigalsky spatulas Spreader berfungsi untuk meratakan dan menyebarkan air dari pengenceran (0. Cawan berventilasi digunakan untuk pembiakan anaerob. Botol sebaiknya harus berpenutup ulir (lebih dari satu putaran) dan terbuat dari borocilicateglass. Media pertumbuhan dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. perlu diperhatikan tentang kemiringan media yaitu luas permukaan yang kontak dengan udara tidak terlalu sempit atau tidak terlalu lebar dan hindari jarak media yang terlalu dekat dengan mulut tabung karena memperbesar resiko kontaminasi. 8 cm. Sudut lekukan yang besar pada drigalsky spatulas (berujung segitiga tumpul) dapat mempengaruhi fungsinya secara tidak langsung. Umumnya digunakan alkohol (ethanol) 70% bukan 95% karena akan tidak mudah menguap tapi masih dalam konsentrasi yang mematikan bagi mikroorganisme. (2004) terdapat dua jenis cawan petri yaitu cawan tidak berventilasi (yang umum dipakai) dan berventilasi. Semakin besar lekukannya maka akan sulit menjangkau atau meratakan air sampai di sudut tepian cawan petri. Banyak juga tersedia cawan petri disposable yang terbuat dari plastik.

Alat untuk penjagaan suhu dan penyimpan Inkubator (Incubator) Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang terkontrol (umumnya diatas suhu ambient). Tabung durham berfungsi untuk menampung/menjebak gas yang terbentuk dari metabolisme pada bakteri yang diujikan. Sterilisasi pemutar cawan petri umumnya dilakukan dengan alkohol. Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada didalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas penyebar suhu. pisau.Glass beads Glass Beads adalah manik-manik atau bola gelas kecil (umumnya berdiameter 3 mm) yang digunakan untuk meratakan suspensi biakan dengan menyebarkan beberapa butir di atas permukaan agar dan digoyang merata. Media dispenser (glass repeating dispenser) Alat yang dapat dipasang pada mulut erlenmeyer ini digunakan untuk membagi / menuang media agar ke dalam cawan petri dengan volume yang sama setiap cawan. . sedangkan inoculating needle digunakan untuk inokulasi secara tusukan pada agar tegak (stab inoculating). Jarum inokulum biasanya terbuat dari kawat nichrome atau platinum sehingga dapat berpijar jika terkena panas. Selain itu glass beads dapat juga digunakan untuk melepaskan sel-sel mikroorganisme dari kepala swab saat glass beads digoncangkan pada botol sampel berisi batang swab. Tabung durham Tabung durham berbentuk mirip dengan tabung reaksi namun ukurannya lebih kecil dan tanpa tutup. Glass beads digunakan pada teknik spread plate yang fungsinya sama dengan batang L atau Spreader. Terdapat juga jarum inokulum berbentuk L yang sangat bermanfaat saat membelah agar untuk preprasi Heinrich’s Slide Culture. Inoculating loopcocok untuk melakukan streak di permukaan agar. Pinset. Sebaiknya alat-alat tersebut terbuat dari stainless steel. Penempatannya terbalik dalam tabung reaksi dan harus terendam sempurna dalam media (jangan sampai ada sisa udara) sebelum diinokulasikan bakteri uji. kemudian sampel yang diberikan ke permukaan agar dapat disebarkan dengan menekan spreadersambil memutar alat ini. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu. Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan pula perubahan suhunya saat pintu inkubator dibuka. Pemutar cawan petri (Petri dish turntable) Alat ini dapat membantu saat penanaman mikroorganisme menggunakan teknik spread plate. Bentuk ujung jarum dapat berbentuk lingkaran (loop) dan disebut ose atau inoculating loop / transfer loop. spatula dan scalpel Berbagai alat-alat ini sering sangat bermanfaat dalam laboratorium mikrobiologi terutama pada saat preparasi sampel atau penanaman. Cara penggunaannya yaitu cawan petri diletakkan diatas lempengan putar. Sebelum dituang media ditampung dahulu pada wadah di media dispenser selanjutnya sejumlah volume media tersebut dituangkan ke cawan petri. dan pengatur waktu. Media agar yang tipis dapat mempengaruhi teknik inokulasi streak. Jarum inokulum / ose (inoculating loops) Jarum inokulum berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru. dan yang berbentuk lurus disebut inoculating needle / transfer needle. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup saat melihat biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan suhu. gunting. Penuangan media padat bisa juga dilakukan tanpa media dispenser tetapi lebih beresiko meningkatkan variasi ketebalan agar setiap cawan.

thawing sampel beku (sampel beku dicairkan secara bertahap pada suhu 28°C selama 18 jam (Maturin dan Peeler. inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient. salah satunya adalah untuk inkubasi dalam waktu singkat seperti perlakuan suhu panas (heat shock). Suhu beku berfungsi untuk menyimpan bahan yang akan rusak jika dibiarkan dalam keadaan tidak beku. (2004) adalah -Shaker incubator. Keunggulan waterbath dibandingkan dengan inkubator adalah waterbath lebih cepat mencapai temperatur yang diinginkan dan tidak cepat kehilangan panas karena mempergunakan air dalam distribusi suhu. Rak tabung reaksi Berguna untuk meletakkan atau menyimpan tabung reaksi sehingga mudah diorganisir. menyimpan media pertumbuhan. -CO2 incubator. Lebih baik hindari rak tabung reaksi yang terbuat dari kayu karena dikhawatirkan dalam keadaan lembab kayu akan ditumbuhi jamur. inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida. Selain elemen pemanas beberapa tipe juga dilengkapi dengan pencipta arus untuk menjaga suhu tetap seragam. inkubator yang dilengkapi dengan pengatur perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu memindahkan kultur ke inkubator lain saat membutuhkan perubahan suhu secara bertahap. Freezer Freezer umumnya memiliki suhu 0 sampai -200C. dll. Sample container Setelah pengambilan sampel dilakukan maka diperlukan suatu wadah penyimpan botol sampel yang dapat menjaga jumlah dan jenis mikroorganisme saat transportasi sampel oleh karena itu sample container atau ice box diperlukan. Waterbath Fungsi waterbath cukup beragam dalam lab mikrobiologi. dll. -Cooled incubator. fungsi utama refrigerator adalah menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga bahan memiliki daya simpan yang lebih lama. inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya diaplikasikan untuk mikrobiologi lingkungan. Lebih baik menggunakan akuades untuk mencegah kerak yang ditimbulkan saat mempergunakan suhu panas. thawing sampel beku secara cepat (suhu 45°C tidak lebih dari 15 menit). selain itu dapat juga memanfaatkan suatu benda untuk menutupi permukaan air yang panas misalnya bola-bola pingpong mampu mengurangi evaporasi dengan memperkecil luas permukaan air yang kontak dengan udara. menyimpan kultur. -Incubator room. faktor pertumbuhan atau larutan tertentu. -Portable incubator. Sampel yang akan dianalisa jangan disimpan dalam freezer karena tidak semua mikroorganisme dapat bertahan dalam temperatur beku. Sample container umumnya dirancang untuk menjaga suhu dingin maka dari itu terdapat sekat/isolator suhu. menyimpan larutan.Tipe lain inkubator berdasarkan kegunaannya secara khusus menurut Collins et al. Desikator . 2001)). -Automatic temperature change incubator. Aplikasi dalam mikrobiologi diantaranya adalah untuk menyimpan sampel sementara. Tutup waterbath dapat mencegah evaporasi yang berlebihan ketika tercapai suhu tinggi. menjaga media agar tetap cair sebelum dituang. seperti reagen. Suhu dingin dibuat dengan memasukkan es ke dalamsample container. Rak tabung reaksi sebaiknya terbuat daripolypropylene sehingga dapat diautoklaf dan mengurangi resiko pecah. suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai dengan keperluan dan syarat mikrobiologisnya. Refrigerator Refrigerator digunakan untuk menyimpan benda yang membutuhkan suhu dingin dalam penyimpanannya (2-80C). reaksi aglutinasi. inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi biakan. enzim.

Cover glass umumnya memiliki luas 16 mm2 dengan ketebalan Grade No. Object glass umumnya dijual dalam box berisi 100 slides dan sebaiknya sekali pakai langsung dibuang tidak dicuci lagi. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat di-reset. Jika peletakan paper disc pada media dapat diletakkan satru persatu menggunakan pipet maka alat ini mempermudah pekerjaan tersebut dengan menyebarkan beberapa paper disc dalam sekali tekan pada satu cawan petri. . jenis-jenis mikroskop dan aplikasinya. Alat observasi dan penghitung Mikroskop cahaya Mikroskop adalah alat berlensa yang digunakan untuk melihat objek kecil yang sukar dibedakan jika dilihat dengan mata telanjang. Selain itu terdapat colony counter berbentuk seperti pulpen dengan ujung pulpen dilengkapi dengan sensor sehingga penekanan terhadap perhitungan koloni selain menandai koloni dengan tinta sekaligus juga menghitung otomatis setiap penekanan pada cawan. Uap air yang berada dalam kontainer desikator akan diserap olehdesiccant yang akan berubah warnanya (dari biru menjadi pink) jika telah jenuh dengan air. Colony counter Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawan karena adanya kaca pembesar. Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran dan latar belakang bercahaya yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Di Laboratorium Mikrobiologi.1. mikroskop stereo biasanya digunakan untuk menghitung atau mengamati secara detail bentuk koloni bakteri atau jamur yang tumbuh pada cawan petri. (informasi lebih lengkap mengenai cara penggunaan mikroskop. Mikroskop stereo Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran tidak terlalu besar. Alat-alat lain Disc dispenser Disc dispenser adalah alat untuk meletakkan kertas cakram (paper disc) berisi antibiotik ke permukaan media agar pada metodedisc diffusion. tetapi jenis mikroskop yang paling umum digunakan adalah mikroskop cahaya.Di dalam lab mikrobiologi desikator biasanya digunakan untuk menjaga suatu bahan tetap kering seperti menyimpan media pertumbuhan yang sangat higroskopis atau reagen tertentu. Cover glass yang terbuat dari plastik juga tersedia di pasaran. UV Cabinet Pada suatu uji mikrobiologi tertentu yang menghasilkan suatu zat yang hanya berpendar jika dikenai sinar UV pada koloni atau disekitar koloni suatu bakteri tidak dapat dilihat dengan mata telanjang oleh karena itu dibutuhkan UV cabinet untuk melihat perpendaran tersebut. Mikroskop cahaya umumnya memiliki perbesaran dari 40x sampai 1000x sehingga sesuai untuk melihat morfologi sel mikroorganisme. Perbesaran maksimal yang mampu dilihat adalah 40x. Mikroskop memiliki banyak jenis dan fungsinya.1 mm maka jika ingin melihat morfologi sel mikroorganisme diperlukan bantuan mikroskop. dapat dilihat pada Morfologi Mikroorganisme) Object glass / glass slide dan Cover glass Ulasan spesimen padat atau cair yang akan dilihat dengan mikroskop ditempatkan ke permukaan object glass kemudian dilapisi (ditutup) dengan cover glass supaya melindungi lensa mikroskop dari spesimen.

. Sedangkan jenis-jenis plastik yang tidak tahan disterilisasi dengan autoklaf adalah : polyethylene. Menurut Collins et al. Prinsip yang digunakan untuk mengawetkan sel adalah dengan membekukan dan mengeringkan dengan penguapan dibawah keadaan vakum yang dinamakan liofilisasi (lyophilization). Spektrofotometer dapat membaca kekeruhan kultur dengan melewatkan suatu berkas cahaya kemudian persentase cahaya yang melewatinya dihitung.Freeze-drying Alat ini dipakai untuk mempreservasi / mengawetkan kultur mikroorganisme. (informasi lebih lengkap mengenai teknik pembiakan bakteri anaerob dapat dilihat pada bagian Isolasi Mikroorganisme). Spektrofotometer Kekeruhan suatu kultur mikroorganisme dapat diukur menggunakan alat ini. Centrifuge modern umumnya dapat mencapai daya sentrifugasi 3000g yang merupakan kekuatan yang cukup untuk mendepositkan bekteri dalam waktu yang tidak terlalu lama. untuk keperluan mikrobiologis seperti fungsi diatas. Centrifuge Centrifuge dalam mikrobiologi digunakan untuk mengendapkan atau memekatkan sel mikroorganisme sehingga dapat dipisahkan antara medium (supernatan) dan selnya yang mengendap (natan). Anaerobic jars dapat terbuat dari metal atau polikarbonat transparan dan pada beberapa tipe dilengkapi dengan pengukur tekanan. 2004). TPX (methylpenthene polymere). . polystyrene dan rigid polyvinylchloride (Collins et al. dapat digunakan centrifuge dengan kecepatan maksimum 4000 rpm yang dapat menampung 15-50 ml kultur. polycarbonate. (informasi lebih lengkap mengenai spektrofotometer dapat dilihat pada Bab menghitung mikroorganisme) Catatan: Beriikut adalah jenis-jenis plastik yang dapat disterilisasi menggunakan autoklaf (autoclavable): polypropylene. Semakin keruh berarti cahaya yang diterima semakin sedikit. Sterilkan semua alat 2. PROSEDUR LAB Praktikum 1 PENGAMBILAN SAMPEL RONGGA MULUT 1. polyalomer. (2004). nylon. Pengukuran kekeruhan (optical density) digunakan untuk menggambarkan jumlah bakteri pada suatu kultur cair. PTFE (polytetrafluoroethylene / teflon). Pemeraman mikroorganisme anaerob dilakukan dengan meletakkan cawan petri di dalam anaerobic jar dan ditambah dengan katalisator pembentuk keadaan anaerobik. Centrifuge dengan swing-out head (tabung centrifuge yang dapat berayun) lebih aman dibandingkan dengan angle head (dudukan tabung miring) karena menekan terbentuknya aerosol jika menggunakan tabung yang tidak bertutup. Ambil sampel pada rongga mulut dengan cutton bud . Anaerobic jars Anaerobic jars adalah suatu wadah berpenutup kedap udara yang digunakan untuk kultivasi mikroorganisme anaerob. Sebaiknya dipilih tabung centrifuge yang memiliki tutup berulir. Cawan dalam alat ini diletakkan dalam keadaan tidak dibalik karena terkadang tekanan yang turun karena keadaan anaerob dapat menumpahkan media agar ke tutup cawan. Aplikasi dalam mikrobiologi diantaranya untuk menghitung optical density pada saat men grafik pertumbuhan suatu bakteri.

medium BHIA akan memadat Praktikum 3 MELIHAT DAN MENGHITUNG KOLONI 1. Inkubasi dalam inkubator dengan suhu 37oC selama 1 x 24 jam Praktikum 2 PENGENCERAN 1. Sumbat dengan kapas dan aluminium foil 5. pada medium BHIA pada cawan petri steril dengan cara menggores secara kuadratum 7. tekstur. tekstur. Goreskan pada medium BHIA pada cawan petri 4. Tuliskan jumlah koloni yang terbentuk 6. ukuran. homogenkan. Kemudian ambil 1 ml dari tabung I. Buka bungkus cawan petri yang telah di inkubasi 2. Buka cawan petri yang telah di inkubasi 2. Inkubasi dalam inkubator suhu 37oC selama 1 x 24 jam Praktikum 5 PENGAMATAN ISOLAT MURNI 1. Amati koloni yang tumbuh dengan menggunakan lup 3. V diambil 1 ml dan dimasukkan ke dalam cawan petri 6.3. III. Untuk menghasilkan isolat murni. warna. ambil 1 ose koloni yang tumbuh lalu tana. ukuran. dll) 5. Gambarkan koloni yang terbentuk (bentuk. warna. Dari tabung I. Tuang medium BHIA steril sebanyak 10-15 ml ke dalam tiap cawan petri. Masukkan dalam botol vial yang berisi medium transport 4. dll) 4. Tunggu setelah 10-15 menit. Siapkan 5 buah tabung reaksi steril 2. Masukkan 9 ml aquades dan 1 ml sampel kedalam tabung I dan homogenkan 3. Ambil 1 ose koloni . masukkan ke tabung II yang berisi 9ml aquades 4. Buka bungkus cawan petri 2. Ambil 1 ose dari koloni yang terbentuk di kuadran ke 4 3. 7. Demikian seterusnya sampai tabung V 5. Inkubasi dalam inkubator suhu 37oC selama 1 x 24 jam Praktikum 4 REPLIKASI 1. Tuliskan karakteristik koloni yang tumbuh (bentuk.

Pengertian dan fungsi media Medium (jamak : media) pertumbuhan adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. dan letakkan paper disk tadi pada cawan petri 4. Tutup dengan kapas 5. celupkan paper disk ke dalam tabung reaksi yang berisi antimikroba tadi. Sedangkan menurut Andrews et al. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi yang disediakan dari media berupa molekul-molekul yang selanjutnya dirakit untuk menyusun komponen sel dan memperbanyak diri sehingga sel-sel tersebut dapat dimanfaatkan. Dengan adanya media pertumbuhan dapat dilakukan isolasi mikroorganisme menjadi kultur tunggal dan juga memanipulasi mikroorganisme yang didapatkan untuk kepentingan tertentu. (2004:4) kultur media adalah . contohnya : pepsodent.2 ml dan masukkan kedalam cawan petri. Tambahkan aquadest sampai 1/3 tabung dan homogenkan 3. Tumbuhkan dalam BHIA miring dalam tabung reaksi steril dengan cara menggores zig-zag 4. Gambarkan secara sistematis hasil pengamatan PENGENALAN MEDIUM Media pertumbuhan : a.3. Masukkan bahan antimikroba (sesuai kelompok masing-masing. tambahkan aquadest dan homogenkan untuk bahan yang bukan liquid. Ambil tabung reaksi pada praktikum kemarin 2. Inkubasi dalam inkubator suhu 37oC selama 1 x 24 jam Praktikum 8 UJI DAYA HAMBAT 3 1. listerine. 2. Ambil airnya ± 0. Dengan menggunakan pinset. dll) kedalam tabung reaksi. 3. Masukkan medium MHA ke cawan petri. Buka cawan petri dan amati zona halo yang terbentuk di seUkur keliling paper disk 2. Buka bungkus cawan petri yang telah di inkubasi pada praktikum kemarin. zona halo dengan menggunakan kalipper 3. Inkubasi dalam inkubator suhu 37oC selama 1 x 24 jam Praktikum 6 UJI DAYA HAMBAT 1 1. lalu di angkat. tunggu sampai memadat 5. Inkubasi dalam inkubator suhu 37oC selama 1 x 24 jam Praktikum 7 UJI DAYA HAMBAT 2 1. homogenkan 4.

2010:1). protein yang terdapat pada pepton. protein atau senyawa bernitrogen lain yang terkandung pada peptone. Sumber fosfat Sumber fosfat organik seperti beberapa protein. Na. glukosa. misalnya Bacillus stearothermophilus Broth (Atlas. misalnya TSA adalah singkatan dari Trypticase™ Soy Agar. H. (Prescott & Harley. dll. sebagian besar oksigen didapatkan langsung dari udara sedangkan mikroorganisme yang dikultur pada media cair sumber oksigen berasal dari oksigen yang terlarut air. dan Tryptic Soy Agar produced diproduksi Difco (BD Diagnostic Systems) yang semuanya memiliki komposisi yang sama. Nama-nama media Media pertumbuhan memiliki banyak nama yang umumnya mengacu kepada nama asli sesuai literatur. modified bukan Modified TSA. O. P. Tryptone Soy Agar diproduksi oleh Oxoid Unipath. Sejumlah mikroba juga dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea. Terdapat juga media dengan komposisi yang sama tetapi memiliki nama yang berbeda karena diproduksi oleh perusahaan yang berbeda. kofaktor atau ATP yang dapat dijumpai pada bahan yeast extract atau pepton. Banyak media juga dikenal sebagai akronim. setengah padat atau padat yang mengandung bahan alami dan atau buatan untuk mendukung perkembangbiakan mikroorganisme. Berikut adalah sumber nutrisi media. maka istilah “modified” diletakkan setelah nama media. Jika suatu jenis mikroorganisme ingin ditumbuhkan dalam cawan petri atau tabung maka harus dipenuhi kebutuhan unsur tersebut dari molekul organik yang terdapat pada media. lemak. Sumber nitrogen Sumber nitrogen mencakup asam amino. Media yang tidak memiliki nama formal umumnya dinamai berdasarkan organisme yang ditargetkan. Sumber karbon Molekul organik umumnya mengandung karbon sebagai tulang punggungnya seperti karbohidrat. Misalnya TSA. Oleh karena itu aerasi pada kultur cair dapat meningkatkan pasokan oksigen kepada mikroorganisme. N. Jika seseorang memodifikasi komposisi media yang telah ada (memiliki nama asli). Namun hampir semua mikroorganisme dapat memanfaatkan fosfat anorganik yang ditambahkan langsung pada media sepertipotassium phosphate. S. Mg. Misalnya Trypticase™ Soy Agar diproduksi oleh BBL (BD Diagnostic Systems). . Ca.Sumber nutrisi atau zat makanan Analisa dari komposisi kandungan unsur sel mikroorganisme menunjukkan lebih dari 95% dari berat kering terdiri dari unsur utama (major elements) yaitu unsur C. Bahan organik inilah yang menjadi sumber karbon utama untuk mikroorganisme heterotrof yang umum dikultivasi. Bahan-bahan media pertumbuhan 1. Sumber oksigen Untuk mikroorganisme heterotrof yang dikulturkan pada cawan. meat extract.substansi dengan kadar tertentu dalam bentuk cair. 2002:98). b. atau tryptose. K. sodium phosphate dll. c. dan Fe. Komposisi setiap bahan pada media tertentu terhadap mikroorganisme target menggambarkan kondisi nutrisi pada habitat aslinya karena pada keadaan itulah mikroorganisme tersebut optimal tumbuh.

dan D-glucuronic acid. phenylethanol. tetra-hionate.Komposisi media pertumbuhan Formulasi media pertumbuhan prinsipnya hampir sama dengan resep masakan di dapur yang setiap bahan bakunya diatur dengan takaran tertentu. dan beberapa pewarna (eosin. . Fungsi mikronutrien ini umumnya menjadi bagian dari enzim atau kofaktor untuk menjadi katalis reaksi atau menjaga struktur protein. Bahan antimikroba juga dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan bakteri tertentu. mineral dantrace metals. vitamin. Meat / plant extract Ekstrak dagung dan tumbuhan mengandung asam amino. terutama pada pH yang asam. Komponen selektif Suatu bahan yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme non target disebut komponen selektif. Mo. 2. Umumnya agar terbuat dari ganggang merah. Komponen selektif dipakai pada media selektif yang berguna untuk mengisolasi bakteri spesifik dari populasi campuran. Bile salts (garam empedu). peptida dengan berat molekul rendah. Agar Agar adalah bahan yang paling umum digunakan sebagai gelling agent pada media yang terbuat dari ekstrak alga.) dapat diperoleh dari akuades atau peralatan gelas.6-anhydro-L-galactose. tellurite. tetapi beberapa bahan lain seperti soybean meal juga sering digunakan. 2002:96). Pencairan dan pemadatan berkali-kali atau sterilisasi yang terlalu lama dapat menurunkan kekuatan agar. unsur mikronutrien (Zn. Mn. Faktor tumbuh Banyak mikroorganisme yang membutuhkan faktor tumbuh spesifik yang harus ada dalam media pertumbuhannya. diantaranya adalah ampicillin. Peptone Peptone adalah hasil hidrolisis protein yang dibentuk dari proses enzimatik atau digesti asam. sodium lauryl sulfate. Casein banyak digunakan sebagai substrat pembentuk peptone. Struktur agar terdiri dari D-galactose. Ekstrak jaringan hewan mengandung lebih banyak bahan protein larut air dan glikogen sedangkan ekstrak tumbuhan lebih banyak terdapat karbohidrat di dalamnya. Cu dll. Agar bukan sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme namun fungsinya lebih bersifat mekanis yaitu memadatkan media cair sehingga sel tidak larut dalam cairan. asam amino.Sumber unsur sekelumit (mikronutrient/trace element) Pada lingkup media pada cawan petri. Berikut adalah beberapa bahan-bahan yang umum dipakai dalam pembuatan media pertumbuhan menurut Atlas (2010:1-8). Ni. selenite. sodium chloride (konsentrasi tinggi). Co. azide. Agar cocok menjadi agen pemadat karena setelah dilarutkan pada suhu mendidih dapat didinginkan sampai 40-42°C sebelum memadat dan tidak akan mencair lagi sebelum suhu mencapai 80-90°C. asam lemak dan nutrisi dari darah. 3. Oleh karena itu pembuktian kebutuhan unsur mikronutrien sangat sulit dilakukan dalam skala laboratorium karena setiap jenis mikroorganisme membutuhkannya dalam jumlah yang sangat sedikit (Prescott & Harley. Beberapa diantaranya adalah vitamin. dan Methylene Blue) umumnya dipakai sebagai bahan selektif. karbohidrat. Crystal Violet.

2. misalnya pada media Nitrate Broth.4% sehingga menjadi sedikit kenyal. contohnya adalah NB (Nutrient Broth). Semisolid juga bertujuan untuk mencegah/menekan difusi oksigen. colistin. komponen diferensial ini tidak menekan pertumbuhan mikroorganisme tertentu namun sebagai bahan untuk memudahkan pembedaan mikroorganisme target dari populasi campurannya (deteksi visual). Dapat juga untuk mengetahui karakter suatu mikroba berdasarkan kebutuhan oksigen. Media padat juga menampakkan difusi hasil metabolit bakteri sehingga memudahkan dalam pengujian suatu hasil metabolit. Media semi solid dibuat dengan tujuan supaya pertumbuhan mikroba dapat menyebar ke seluruh media tetapi tidak mengalami percampuran sempurna jika tergoyang. Bahan lainnya berupa pewarna kromogenik yang mampu berubah warna jika suatu reaksi enzim spesifik terjadi. d. Media padat berguna untuk menjaga sel tidak berpindah tempat sehingga akan mudah dihitung dan dipisahkan jenisnya ketika tumbuh menjadi koloni. sulfadiazine. cycloheximide. Liquid media Medium cair yaitu media yang tidak mengandung agar. nalidixic acid. Semisolid media Medium setengah padat yaitu media yang mengandung agar 0. tidak padat dan tidak begitu cair.Berdasarkan sifat fisik Solid media Medium padat yaitu media yang mengandung agar 15g/L sehingga setelah dingin media menjadi padat. Misalnya bakteri yang tumbuh pada media NfB (Nitrogen free BromthymolBlue) semisolid akan membentuk cincin hijau kebiruan di bawah permukaan media. Komponen diferensial Berbeda dengan komponen selektif. dan vancomycin.3-0.chloramphenicol. Macam-macam media pertumbuhan 1. kondisi anaerob atau sedikit oksigen meningkatkan metabolisme nitrat tetapi bakteri ini juga diharuskan tumbuh merata diseluruh media. pH buffer / buffer salts pH buffer digunakan untuk menjaga pH media selama digunakan untuk tumbuh karena beberapa mikroorganisme akan tumbuh optimal pada kisaran pH yang spesifik. kanamycin. LB (Lactose Broth). Medium cair akan memberi kesempatan bakteri untuk menyebar dan tercampur dengan seluruh nutrisi sehingga lebih cocok untuk mengoptimumkan pertumbuhan mikroba. gentamicin. jika media ini cair maka cincin ini dapat dengan mudah hancur. Bahan diferensial seperti pH indikator akan membuat koloni target berbeda warna karena memproduksi asam.Berdasarkan kandungan bahan Media sintetik / media terdefinisi (synthetic media / defined media) .

0 mL Media kompleks (complex media) Media kompleks adalah media yang sebagian komposisinya tidak diketahui dengan pasti. Baird parker untuk isolasi S.Media sintetik adalah media yang seluruh komposisinya diketahui. coli. misalnya Blood agar atau Chocolate agar. Biasanya mengandung semua kebutuhan untuk tumbuh.0 mg -Trace metal mix A5 1. Contoh media kompleks adalah nutrient broth. Media pengkaya (enrichment media) Media pengkaya termasuk media selektif namun lebih berfungsi untuk memperbanyak mikroba target sehingga saat dilakukan pengkulturan. misalnya EMB agar untuk menseleksi E.5g -MgSO4·7H2O 0. Media untuk penentuan kebutuhan nutrisi / kemampuan penggunaan substrat. 3. mikroba yang tidak diinginkan tidak dalam jumlah besar. 2002:105).02g -Citric acid 6. Umumnya media selektif menseleksi mikroba target berdasarkan kelompok.04g -CaCl2·2H2O 0. Media pengkaya harus dalam bentuk cair dan digunakan di awal tahap analisa.0 mg -EDTA disodium salt 1. misalnya Nutrient agar. media ini dapat mengandung bahan yang tidak diketahui pasti komposisinya seperti peptone. Media selektif (selective or inhibitory media) Berfungsi untuk menumbuhkan mikroba target / yang diinginkan dan menekan pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan (background flora). aureus. tryptic soy broth dan MacConkey agar (Prescott et al.Berdasarkan tujuan Berikut adalah pembagian media berdasarkan tujuan menurut Barrow & Feltham (1993:8-9) : Media isolasi Media isolasi adalah media umum yang digunakan untuk mengisolasi suatu mikroba menjadi kultur murni.036g -Na2CO3 0. Berikut contoh komposisi media sintetik : BG–11 Medium for Cyanobacteria (g/liter) -Agar 10. Seringkali satu jenis media kompleks dapat cukup kaya untuk memenuhi kebutuhan banyak jenis bakteri.0 mg -Ferric ammonium citrate 6. Media sintetik digunakan dalam penelitian mengenai uji metabolisme suatu mikroorganisme. Media untuk peremajaan kultur (maintenance of cultures) Media peremajaan kultur seharusnya tidak begitu kaya nutrisi sehingga mempercepat pertumbuhan.0g -NaNO3 1. genus atau spesiesnya. Media kompleks seringkali dibutuhkan karena kebutuhan nutrisi dari beberapa bakteri tidak diketahui sehingga media sintetik tidak dapat dibuat untuk keperluan ini. 2002:105). Banyak jenis mikroorganisme kemoorganotrof heterotrof dapat tumbuh pada media sintetik dengan glukosa sebagai sumber karbon dan ammonium salt sebagai sumber nitrogen (Prescott et al. Media ini berfungsi untuk mendeteksi dan mengidentifikasi kebutuhan suatu substrat dari bakteri (yang tidak diketahui kebutuhan nutrisinya) dengan menghilangkan atau mensubtitusi komponen suatu substrat.075g K -H2PO4 0. meat extract dan yeast extract. Media ini tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari namun .

Konduktivitas air yang digunakan sebaiknya tidak lebih dari 25 µS/cm pada 25 °C dan mengandung kontaminasi mikroba tidak lebih dari 1000 CFU/ml dan akan lebih baik jika menggunakan air berkonsentrasi mikroba dibawah 100 CFU/ml (ISO/TS 11133-1.1 g dengan kapasitas ≥2000 g. Media dasar tanpa nutrisi (non-nutrient basal media) Berfungsi untuk berbagai keperluan pendukung pertumbuhan mikroba seperti pelapisan Chitin agar menggunakan media chitin yang dilarutkan pada Salt agar. Hal-hal penting dalam pembuatan media Bahan baku air Penimbangan media pertumbuhan Konsentrasi agar dan proses pelarutan agar Ketebalan agar dan luas cawan yang digunakan Pengaturan pH Proses sterilisasi Pencairan kembali media agar Penuangan media ke dalam cawan atau tabung Pemyimpanan media jadi Perlakuan untuk media kultivasi anaerob Penanganan commercial dehydrated media. Ilustrasi pembuatan media Referensi e. f. Penimbangan media pertumbuhan Penimbangan sebaiknya dilakukan pada timbangan analitik dengan ketelitian 0. Penimbangan secara aseptis sebaiknya dilakukan pada medium yang tidak diperbolehkan untuk diautoklaf. Media untuk karakterisasi bakteri Umumnya mengandung nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan ditambah substrat yang akan diuji penggunaannya. Sebagai contoh sederhananya adalah Koser Citrate untuk mendeteksi penggunaan citrate sebagai sumber karbon tunggal. Sedangkan media untuk uji antibiotik tidak begitu membutuhkan kepastian kemurnian media karena nutrisi asing tidak berpengaruh kepada hasil uji. Reagen atau indikator tertentu dapat juga ditambahkan untuk mengetahui hasil reaksi. h. Untuk mencegah tercampurnya media dalam wadahnya dengan bahan lain maka sebaiknya menggunakan spatula yang berlainan. Penggunaan cawan kotor dimungkinkan akan menyediakan nutrisi sehingga hasil uji menjadi rancu. Konsentrasi agar dan proses pelarutan agar . Media skrining (screening media) Media ini diperuntukkan untuk menggambarkan sekilas reaksi yang diperoleh dari beberapa substrat seperti produksi H2S pada TSI oleh enterobacteria. lebih untuk keperluan penelitian. asam amino dan antibiotik Media ini memerlukan pengontrolan ketat pada saat preparasinya untuk memastikan kemurniannya. g. Media uji mikrobiologi untuk vitamin. Penimbangan tidak perlu dilakukan secara aseptis namun tetap dalam keadaan bersih.e. 2009:7). Hal-hal penting dalam pembuatan media pertumbuhan Bahan baku air Air yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan media dapat memakai air destilasi.

Konsentrasi agar 15. Konsentrasi yang lebih rendah (7.0 g/L) dipakai untuk membuat soft agars atau media semisolid. Pengaturan pH pH sebaiknya diukur sebelum sterilisasi pada suhu 25°C sesuai ketentuan pH menggunakan pH meter. 2010:1). 1993:13). Ketebalan agar dan luas cawan yang digunakan Media agar yang sangat tipis ketebalannya masih memungkinkan mikroorganisme untuk tumbuh (yang mungkin akan berpengaruh kepada ukuran koloni) dan nutrisi media yang tipis masih cukup memenuhi kebutuhan. -sterilisasi fosfat terpisah dengan pepton atau komponen garam mineral. Jika pengaturan pH diperlukan maka dapat diatur dengan larutan steril sodium hydroxide (NaOH) 40 g/l atau hydrochloric acid (HCl) 36. Agar larut pada suhu 84°C dan memadat pada 38°C (Atlas. Menurut Barker (1998:156) Jika media yang disterilisasi dengan autoklaf terdapat dalam jumlah 1 L pada erlenmeyer 2 L maka sebaiknya waktu sterilisasi diperpanjang menjadi 30 menit.5 g/l.5–10. Sehingga setelah proses sterilisasi media akan memiliki pH sesuai persyaratan (± 0. Atlas (2010:8) menyarankan bahwa media yang mengandung karbohidrat disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 116–118°C untuk mencegah dekomposisi karbohidrat dan pembentukan formasi senyawa toksik yang menghambat mikroba. Overheating mengakibatkan sebagian media menjadi buih dan akan mendesak keluar dari mulut wadah dan juga membuat kerak pada dasarnya." span="span"> Dampak pemanasan terhadap komposisi media mulai sejak suhu 60 yang berdampak pada dekomposisi growth factor. (untuk informasi lebih lengkap mengenai autoklaf dapat dilihat pada Bab Sterilisasi) Menurut Barker (1998:157) untuk mencegah presipitasi. Sebaiknya pada saat pelarutan hindari panas berlebihan. Konsentrasi agar yang lebih dari ketentuan mengakibatkan proses pemadatan lebih cepat pada saat penuangan. Namun ketebalan media lebih mempengaruhi faktor teknis dalam penanaman seperti ketahanan agar saat menerima tekanan spreader atau saat di goresloop dan kehilangan air karena menguap. 121oC selama 15 menit) harus dibuka sedikit tutupnya (jika menggunakan wadah tutup berulir) atau harus dilubangi plastiknya supaya tekanan yang dihasilkan autoklaf dapat masuk ke dalam media. Indikasi larutnya agar umumnya ditunjukkan dengan beningnya media atau mencairnya serbuk agar yang tertempel pada dinding erlenmeyer. Jika hal ini tidak dilakukan maka tekanan dalam wadah lebih rendah dari chamber autoklaf dan menyebabkan sterilisasi menjadi tidak efisien. -tidak melakukan sterilisasi media dengan pH >7. pencoklatan dan pecahnya substrat pada sterilisasi menggunakan autoklaf dapat dilakukan beberapa cara pencegahan yaitu : -sterilisasi glukosa terpisah dengan pepton (asam amino) atau senyawa fosfat. Sedangkan untuk media yang tidak tahan . Volume yang cukup untuk cawan petri diameter 9 cm adalah antara 12-15 ml media.5 (untuk mengatasinya. Setelah disterilisasi pH sebaiknya dicek kembali dengan sedikit menuang sampel media steril (ISO/TS 11133-1. Namun sebaliknya media padat yang terlalu tebal tentu sangat memboroskan.0 g/L umumnya digunakan untuk membuat media padat. karamelisasi gula (reaksi Maillard antara gula dan asam amino) dan perubahan pH (Barrow & Feltham. sterilisasi pada pH netral kemudian diatur pH menjadi basa dengan larutan basa steril). 2009:8). Proses sterilisasi Media yang telah siap disterilisasi (15 Psi/1 atm.2 pH unit).=". -sterilisasi garam mineral terpisah dengan agar. -tidak melakukan sterilisasi larutan agar dengan pH <6 . Proses pelarutan agar dapat menggunakan hot plate dan magnetic stirrer.

Untuk mencegah kondensasi maka media siap tuang didinginkan (dijaga) pada suhu 50oC selama 30 menit kemudian dituang. Cara ini dapat dilakukan dengan cara memanaskan pada Arnold steam sterilizer dengan suhu 75°–80°C selama 2 jam dan dilakukan pada tiga hari yang berurutan (jeda hari ditujukan untuk memberikan kesempatan mikroba kontaminan untuk berkecambah).2 ml maka sebaiknya pipet diatur pada 9. tetapi adakalanya dibutuhkan persiapan yang membuat media pertumbuhan yang sudah jadi harus disimpan. banyak praktisi yang langsung menuang media padat dari botol atau erlenmeyer langsung ke dalam cawan yang tentu saja membutuhkan keahlian dan ketepatan intuisi dalam membaginya. Menurut Andrews et al. Penuangan media sebaiknya tidak dilakukan dalam keadaan panas >50oC supaya tidak terjadi kondensasi berlebihan pada tutup cawan. proses sterilisasi dapat mengurangi volume media sebesar 0. angkat segera setelah semuanya mencair dan digunakan tidak melebihi waktu simpan 4 jam (ISO/TS 11133-1.) Pencairan kembali media agar Pencairan kembali media agar steril dapat dilakukan pada waterbath suhu 47-50 °C dengan waktu minimal supayauntuk menjaga kualitas media. overdrying mengakibatkan media menjadi retak-retak. ISO/TS 11133-1 (2009) menyatakan bahwa pengeringan media cawan yang telah dituang dapat dilakukan dengan membuka tutup cawan pada LAF dan bagian permukaan media menghadap ke bawah supaya kondensasi air yang berada pada cawan petri hilang. Sebaiknya tidak overheating. Keseragaman penuangan volume yang sama pada cawan petri dapat diperoleh dengan cara memasukkan media padat yang telah larut ke dalam tabung-tabung sebelum disterilisasi sesuai volume yang dibutuhkan. Waktu penyimpanan media jadi sangat beragam. Pengeringan sebaiknya dilakukan jangan terlalu lama. Cara lainnya adalah menggunakan media dispenser (glass repeating dispenser) seperti yang telah dijelaskan pada Bab Pengenalan Alat. Bahan yang heat-labile seperti larutan antibiotik.terhadap sterilisasi autoklaf (seperti media yang mengandung protein telur) sebaiknya disterilisasi menggunakan teknik inspisasi (inspissation). atau keringkan pada oven dengan suhu 25-59oC. Pembakaran mulut tabung/Erlenmeyer sebaiknya dilakukan untuk mencegah kontaminasi. (untuk informasi lebih lengkap mengenai teknik sterilisasi dapat dilihat pada Bab Sterilisasi.3 ml sehingga diperlukan penakaran lebih dari yang dipersyaratkan. Kemudian media steril dalam tabung (sebelum agar memadat) disebarkan ke setiap cawan (Prescott & Harley. 2009:9). (2004:9). Media pertumbuhan sebaiknya digunakan fresh setelah dibuat. vitamin atau karbohidrat disterilisasi menggunakan teknik membran filter yang kemudian ditambahkan ke dalam media setelah didinginkan sampai 50°C. 2002:78). Misalnya peptone diluents yang menurut metode tertentu memiliki spesifikasi volume 9±0. Terkadang demi waktu dan efisiensi.2 ml sehingga setelah disterilisasi volume akhir masuk dalam kisaran spesifikasi. Menurut ISO/TS 11133-1 (2009) media jadi disimpan pada suhu 5±3 °C dan disarankan untuk disimpan tidak melebihi 2-4 minggu untuk .1-0. Pemyimpanan media jadi Media jadi pada cawan yang telah siap pakai sebaiknya disimpan dengan posisi terbalik dan ditumpuk tidak lebih dari tiga cawan atau dapat menggunakan petri plate storage holder. Untuk media cair yang dituang ke tabung-tabung maka sebaiknya volume yang dipindahkan lebih besar dari pada volume yang dipersyaratkan. Penuangan media ke dalam cawan atau tabung Keseragaman volume sangat dibutuhkan dalam pendistribisan media untuk memenuhi spesifikasi metode yang dipakai.

8±0. Pada keadaan terbungkus .2 Amber slightly Sealed (Dichloran opalescent petridish Glycerol 18) HE Agar 3 weeks 4±2°C 7.3±0. Secara umum plastik tahan panas cocok untuk membungkus media cawan (tidak peka cahaya) yang telah jadi. Screw (Rappaport transparent capped Vassiliadis) tube/bottles TSA Agar 30 days 4±2°C 7.2003:388).4±0.4±0. Sealed (Xylose Lysine transparent petridish Tergitol 4) XLD Agar 5 days 4±2°C 7.media cawan dan 3-6 bulan untuk media cair.2 Light rose.2 Light amber.2 Green-blue.2 Light yellow Sealed (Trypticase Soya petridish Agar) TT Broth 7 days 4±2°C 7.2±0. Storage Temperature pH Storage Name Form Color time storage storage Condition BGLB Broth 1 month 4±2°C 7. Media yang ditambah suplemen sebaiknya dipakai pada hari yang sama saat pembuatan. Terdapat juga bahan dapat berubah menjadi beracun ketika terpapar cahaya seperti beberapa pewarna (dye).4±0.3±0. Sealed (Hektorn Enteric) transparent petridish LT / LST Broth 1 month 4±2°C 6. Media jadi sebaiknya disimpan dalam suatu kemasan yang berguna untuk meminimalisasi kehilangan air dalam media agar.6±0.2±0.2 Blue-green. clear Screw (Lauryl Tryptose) to slightly capped opalescent tube/bottles MRS Agar 14 days 4±2°C 6.4±0.. Sealed (Xylose Lysine transparent petridish Deoxicholate) (Corry et al.2 Light rose. clear Sealed (De Mann petridish Rogosa Sharpe) RV Broth 6 months 4±2°C 5.2 Green clear Screw (Brilliant Green capped Lactose Bile) tube/bottles BS Agar 1-3 days 4°C 7..2003:394-635). Dengan alasan inilah terdapat petunjuk penyimpanan media pada keadaan gelap (Corry et al. melindungi dari cahaya dan juga melindungi dari kontaminasi. DG18 Agar 7 days 4±2°C 5.5±0.2 Pale milky opaque Screw (Terta Thionate) which on standing capped gives a pale liquid tube/bottles over a heavy precipitate XLT4 Agar 3 months 4±2°C 7. Untuk lebih jelasnya lihat pada tabel shelf life prepared media berikut.2 Pale green/ straw Sealed (Bismuth (5 days opaque with petridish Sulphite) max) flocculent precipitate which must be uniformly dispersed.2 Light amber.

Pengecekan sterilitas media dapat mengacu kepada tabel sterility testing yang disarankan oleh Andrews et. Suhu uji/penyimpanan inkubasi Waktu minimum uji sterilitas 4-8 °C 10-14 hari 20-25 °C 2-5 hari 35-37 °C 48-72 jam Perlakuan untuk media kultivasi anaerob Holdeman. Cystein juga dapat menghambat beberapa enzim proteolitik. Jika oksidasi terjadi maka media berubah menjadi pink yang menandakan bahwa media sebaiknya tidak dipakai. Cato & Moore (1977) dalam Barrow & Feltham (1993:7) menyarankan bahwa untuk mengoptimalkan pertumbuhan mikroorganisme anaerob obligat dapat dilakukan dengan menurunkan potensial redoks (Eh) media sebelum diinokulasikan. pecah-pecah dan jika kehilangan semua air maka akan menjadi kerak di cawan petri. Tehnik khusus ini dinamkan pre-reduced anaerobically sterilized (PRAS) yaitu dengan cara: -menghilangkan oksigen terlarut dengan memanaskan hingga mendidih.al. Media ini sebaiknya mengandung indikator Eh yaitu resazurin yang akan berubah menjadi tidak berwarna ketika terreduksi. menipis. Trubleshooting kesalahan dalam pembuatan media Masalah Kemungkinan kesalahan Agar tidak memadat overheating selama preparasi pH rendah yang menyebabkan terjadinya hidrolisis kesalahan penimbangan agar agar tidak larut sempurna komposisi tidak diaduk dengan rata pH tidak sesuai overheating selama preparasi kualitas air yang rendah kontaminasi larutan kimia lain pengukuran pH tidak pada suhu yang disarankan kesalahan pada pH meter buruknya kualitas medium Warna tidak normal overheating selama preparasi kualitas air yang rendah kesalahan pengukuran pH kontaminasi larutan kimia lain buruknya kualitas medium Terbentuknya presipitat overheating selama preparasi / endapan kualitas air yang rendah .inilah media dapat disimpan atau dipindahkan keluar dari kondisi aseptis. oleh karena itu jangan menambahkan cystein jika akan melakukan uji mengenai enzim tersebut. Penyimpanan pada suhu refrigerator lebih dapat mempertahankan kandungan air dalam media agar. kondisi ini dijaga pada saat penyimpanan dan sebisa mungkin saat inokulasi. Reduksi ini dapat dilakukan saat preparasi media. (2004:7) untuk menguji kualitas media. Media padat yang disimpan terlalu lama pada suhu ruang akan kehilangan kadar airnya sehingga media semakin mengeras. -menambahkan cystein -flushing dengan gas bebas oksigen dan menyimpannya pada wadah dengan gas bebas oksigen.

2. Lebih baik media disimpan pada suhu dingin dan jauh dari sinar (terdapat petunjuk detail pada package). . Kualitas media setelah dibuka sangat tergantung pada kondisi penyimpanannya. Penghematan waktu dan biaya. 4. Penanganan commercial dehydrated media Commercial dehydrated media adalah sebutan untuk media hasil produksi suatu perusahaan yang komposisinya telah diracikkan sesuai takaran literatur lalu dihilangkan kandungan airnya supaya bertahan lama dan didistribusikan secara komersial. 1993:7). Sebaiknya perlu dicatat mengenai tanggal penerimaan media dan tanggal pembukaan media. Keuntungan penggunaan dehydrated media adalah 1.kesalahan pengukuran pH kontaminasi larutan kimia lain buruknya kualitas medium Produktivitas yang kesalahan pada penimbangan atau penambahan suplemen rendah residu senyawa toksik pada alat gelas atau air overheating selama preparasi buruknya kualitas medium kualitas air yang rendah Selektivitas yang rendah kesalahan penambahan suplemen suplemen terkontaminasi kesalahan penimbangan buruknya kualitas medium overheating selama preparasi kontaminasi kesalahan sterilisasi kesalahan teknik aseptis suplemen terkontaminasi (ISO/TS 11133-1. 2009:17) f. Dapat digunakan untuk pembuatan dengan volume kecil (hal yang sangat sulit jika membuat media racikan dalam volume kecil). Setiap batch yang dibuat akan menghasilkan konsentrasi yang seragam. Umumnya memiliki sifat higroskopis. 2. 3. Mudah dalam preparasinya dan tanpa pengaturan pH. Dehydrated media tidak cocok untuk jenis media yang mengandung darah atau bahan termolabil lain (Barrow & Feltham.Dehydrated media biasanya ditempatkan dalam container berpenutup ulir dan suplemen atau bahan selektif disediakan dalam bentuk cair atau padatan. Sedangkan kekurangannya adalah 1. Penurunan kualitas media dapat dilihat dengan adanya perubahan karakteristik bubuk media atau perubahan warna media.

Ilustrasi pembuatan media .g.

1993. Laboratory Exercises in Microbiology. AOAC Official Method 966. N. Feltham.2. At The Bench. Barker. 2002. New York. Baird. London. J.01. APHA (American Public Health Association). Arnold Publishers. Corry. A Laboratory Navigator. dan WEF (Water Environtment Federation). .A. Collin and Lyne’s. Microbiological Methods.E. Granato. Prescott.. Brown. 2001. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater.L.23: Microbiological Methods.H. Kathy. 2010. McGraw-Hill Companiies. I. Laboratory Manual in General Microbiology. Morello. Handbook of Culture Media for Food Microbiology (Vol. 1998. Pepper. Benson : Microbiological Application. Laboratory Manual and Workbook in Microbiology. Traynor. and R. Scholtes. J. New York : CRC Press. 5th Edition. Amsterdam: Elsevier. Second Edition. Anderson. and C. Manual for the Identification of Medical Bacteria.M. Cold Spring Harbor Laboratory Press. Peeler. Ronald M. Handbook of Microbiological Media (4th Edition).D. 1998. L. Culture Media Special Interest Group Australian Society for Microbiology. Grange.P. A. A Laboratory Navigator. and R. Guidelines for Assuring Quality of Food and Water Microbiological Culture Media. APHA. Collins. New York. AOAC (Asociation of Official Analytical Chemistry) Official Methods of Analysis. BAM (Bacteriological Analytical Manual).35). 8th Edition. Application to Patient Care.I.. AWA (American Water Association).. PENGENALAN MEDIUM Referensi Andrews.. 8th Edition. Aerobic Plate Count. 2003. 2004. S.M. New York : Cambridge University Press.E. T. and A. P. Chapter 17. Barker. Mc Graw Hill Companies. J.W.A. Harley. Chapter 3. 2000.K.M. Environtmental Microbiology A Laboratory Manual. Larry and J. Tan. J.E. J. Shepherd.L. Curtiss. P..DAFTAR PUSTAKA ALAT DAN BAHAN : Referensi : AOAC. Australian Society for Microbiology. 2004.. Maturin. Mc Graw Hill Companies. Atlas.M. G..P. Elsevier Academic Press.O. Cowan and Steel’s. 2003. At The Bench. C. 7th Edition. Food and Drug Administration. 1999. G. H. P. A. Falkinham III. 2001. Lyne. and J.A. Kathy. Barrow. New York :Cold Spring Harbor Laboratory Press. 2004. Mizer. Gerba.

2009. Laboratory Exercises in Microbiology. 2nd edition . 2002. Microbiology. L. L. J. 2002.M. and J. Harley. Prescott. Microbiology of food and animal feeding stuffs — Guidelines on preparation and production of culture media — Part 1: General guidelines on quality assurance for the preparation of culture media in the laboratory. Klein. 5th Edition. McGraw-Hill Companies ISO/TS 11133-1.M..P. McGraw-Hill Companies.P.. 5 th Edition.A. Harley and D.Prescott.