P. 1
Obligasi

Obligasi

|Views: 103|Likes:
Published by Niendy Dwi Arista
Paper obligasi
Paper obligasi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Niendy Dwi Arista on Jun 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Perkembangan kondisi perekonomian baik global maupun regional dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami pasang surut. Pasca krisis ekonomi tahun 1997 yang melanda hampir sebagian negara-negara Asia akibat mismatch penanganan hutang luar negeri, telah memicu terjadinya krisis di negara-negara lain misalnya jatuhnya nilai Rubel Rusia tahun 1998, krisis keuangan di Brazil 1998, krisis keuangan di Argentina 1999. Sampai saat ini masih terasa dampak krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2008 yang dipicu oleh kegagalan menyeluruh atas kredit perumahan kelas sub prime yang digunakan sebagai agunan dalam skema Credit Default Swap. Krisis ini menyebabkan bank-bank investasi dan beberapa perusahaan besar di Amerika mengalami kebangkrutan, yang selanjutnya mempengaruhi aktvitas perdagangan (ekspor – impor negara mitra dagang termasuk Indonesia). Kondisi perekonomian global ini tentunya akan sangat mempengaruhi iklim usaha di Indonesia. Para pelaku bisnis harus melakukan penghitungan yang matang untuk mengantisipasi kondisi perekonomian ke depan sehingga dapat menjaga kelangsungan bisnisnya bila sewaktu-waktu terjadi gejolak perekonomian di Indonesia.

1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan rumusan masalah di atas, pertanyaan penelitian tesis ini adalah: 1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi harga pasar obligasi korporasi di Indonesia?

Akuntansi Keuangan 2.Obligasi

Page 1

Bagaimana pengaruh dari perubahan masing masing faktor-faktor terhadap perubahan harga pasar obligasi korporasi di Indonesia? 1.2.Obligasi Page 2 . Hal ini karena kondisi perekonomian suatu negara akan memiliki karakteristik yang berbeda bila dibandingkan dengan kondisi perekonomian di negara lain.Dengan demikian dapat diketahui faktor-faktor yang secara spesifik mempengaruhi pasar obligasi korporasi di Indonesia. Akuntansi Keuangan 2.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam tesis ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga pasar obligasi korporasi di Indonesia dan dampak perubahan faktor-faktor tersebut pada harga pasar obligasi korporasi di Indonesia.

2007) Obligasi adalah instrumen hutang jangka panjang yang mengindikasikan bahwa sebuah perusahaan telah meminjam sejumlah uang tertentu dan berjanji untuk membayarnya di masa depan dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.BAB 2 LANDASAN TEORI 2. obligasi sering disebut sebagai fixed-income securities. 2. obligasi merupakan suatu surat berharga yang dikeluarkan oleh penerbit (issuer) kepada investor (bondholder). coupon interest rate. yang dapat diperoleh dari pasar modal. dan Marcus (2005). Kane.2 Penerbitan Obligasi Menurut Ross. Sedangkan menurut Bodie. et al (2008). pada umumnya prosedur yang dilakukan dalam penerbitan obligasi hampir sama dengan prosedur penerbitan saham. Secara sederhana. dan periode pembayaran bunga. (Adler. Akuntansi Keuangan 2. Pertama.Obligasi Page 3 .1 Teori Obligasi Obligasi merupakan salah satu sumber pendanaan (financing) bagi pemerintah dan perusahaan. Wilson. Syarat yang ditentukan sebelumnya adalah waktu jatuh tempo. Desmon. dimana penerbit akan memberikan suatu imbal hasil (return) berupa kupon yang dibayarkan secara berkala dan nilai pokok (principal) ketika obligasi tersebut mengalami jatuh tempo. Obligasi relatif mudah dimengerti karena besarnya pembayaran sudah ditentukan dari awal dan risiko yang ditanggung dapat menjadi relatif kecil selama penerbit obligasi dapat dipercaya kemampuannya untuk membayar hutangnya. karena obligasi menawarkan aliran pendapatan kas yang tetap atau aliran pendapatan kas dengan formula yang sudah ditentukan sebelumnya.

Trustee. yang umumnya adalah bank. Ketiga. B. Fitur Intrinsik (Intrinsic Features) Kupon. Kedua. jika disetujui oleh lembaga terkait. Tipe obligasi dapat dibedakan berdasarkan senioritas klaim dari obligasi tersebut mulai dari yang paling aman. bertindak atas nama Akuntansi Keuangan 2. Provisi Indenture Indenture adalah kontrak antara emiten dan investor berkaitan dengan aspek legal dari obligasi. 2. (2) mengelola sinking fund.penerbitan obligasi ini harus disetujui oleh dewan direksi. registration statement tersebut akan berlaku 20 hari setelahnya dan obligasi dapat diperjualbelikan. Bank tersebut bertugas untuk (1) memastikan bahwa semua aturan didalam indenture dipatuhi.Obligasi Page 4 . waktu jatuh tempo. registration statement obligasi membutuhkan indenture. yaitu perjanjian tertulis antara perusahaan peminjam dengan perusahaan trust yang umumnya adalah bank. Tipe Emisi Berbeda dengan saham. suatu perusahaan dapat memiliki berbagai jenis obligasi outstanding yang berbeda-beda pada saat bersamaan. dan (3) mewakili pemegang obligasi jika perusahaan tersebut gagal bayar. hingga obligasi subordinate (junior bonds) yang mempunyai hak klaim atas pendapatan maupun pembayaran pokok paling terakhir. obligasi paripassu (unsecured / debenture bonds). dan tipe kepemilikan obligasi merupakan fitur intrinsik yang penting bagi suatu obligasi.3 Karakteristik Obligasi Secara umum. obligasi dapat dibagi berdasarkan empat karakter yaitu : A. yaitu obligasi senior (secured bonds). Berbeda dengan saham. perusahaan menyiapkan registration statement yang akan diperiksa oleh lembaga terkait.

Fitur yang Mempengaruhi Jatuh Tempo Investor harus sadar akan adanya fitur yang dimiliki oleh obligasi yang dapat mengakibatkan obligasi jatuh tempo sebelum waktunya. Risiko default penerbit obligasi Semakin besar risiko default dari penerbit obligasi. hutang jangka panjang membayar tingkat bunga yang lebih tinggi daripada hutang jangka pendek. yaitu opsi call yang memberikan hak kepada penerbit obligasi untuk melunasi obligasinya pada suatu waktu sebelum jatuh tempo. semakin rendah biayanya. Semakin besar nilai obligasi yang ditawarkan.Obligasi Page 5 . Waktu jatuh tempo Pada umumnya. Pemegang obligasi tentu ingin menerima kompensasi Akuntansi Keuangan 2. c. Besarnya obligasi yang ditawarkan Besarnya nilai obligasi yang ditawarkan juga mempengaruhi biaya bagi penerbit obligasi. termasuk pembayaran bunga dan pokok obligasi yang tepat waktu. Hal ini disebabkan oleh biaya administrasi per dollar yang dipinjam menurun seiring dengan peningkatan nilai obligasi yang ditawarkan.pemegang obligasi untuk memastikan bahwa semua provisi indenture dipenuhi oleh emiten. Semakin lama waktu jatuh tempo dari suatu obligasi. b. Menurut Gitman (2003). sehingga semakin besar pula risiko yang ditanggung oleh pemegang obligasi. C. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi biaya tersebut: a. biaya yang dikeluarkan oleh penerbit obligasi biasanya lebih besar dari biaya yang dikeluarkan untuk pinjaman jangka pendek. maka semakin tinggi pula tingkat bunga obligasi. maka semakin rendah akurasi untuk memperkirakan tingkat bunga di masa depan.

Di lain sisi.Obligasi Page 6 . • Obligasi tanpa kupon (Zero Coupon Bonds) Zero Coupon Bonds adalah obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. • Obligasi Floating (Floating Rate Notes) Floating rate note (FRN) memiliki kupon yang perhitungan besaran bunganya mengacu pada suatu indeks pasar uang seperti LIBOR atau Euribor. Akuntansi Keuangan 2. Floating rate notes ini populer digunakan pada saat inflasi dan tingkat bunga di masa yang akan datang sulit untuk diprediksi. yaitu obligasi pemerintah pusat (Treasury Bonds) dan obligasi pemerintah daerah (Municipal Bonds). Pemegang obligasi menerima secara penuh pokok hutang pada saat jatuh tempo obligasi.dengan return yang lebih tinggi jika harus menanggung risiko yang lebih besar.4 Jenis-jenis Obligasi Berdasarkan jenis penerbitnya secara umum obligasi dapat dibedakan menjadi dua. obligasi dapat dibedakan menjadi: • Obligasi suku bunga tetap (Fixed Rate / Straight Bonds) Obligasi jenis ini memiliki kupon bunga dengan besaran tetap yang dibayar secara berkala kepada investor sepanjang masa berlakunya obligasi. berdasarkan strukturnya. Obligasi ini diperdagangkan dengan pemberian potongan harga (discount) dari nilai par. 2. Biasanya investor mempercayakan pada peringkat obligasi suatu perusahaan untuk menentukan risiko penerbit obligasi. Obligasi ini biasanya dijual mendekati harga par karena penyesuaian yang otomatis sesuai dengan kondisi pasar. Obligasi pemerintah sendiri terbagi menjadi dua. yaitu obligasi pemerintah dan obligasi korporasi.

 Liquidity Risk Liquidity risk adalah risiko bahwa pemegang instrumen menemui kesulitan dalam menjual obligasi di harga wajar ketika terpaksa harus menjualnya. Alat ukur risiko ini yang lazim digunakan adalah peringkat dari emiten obligasi.  Market Risk Risiko volatilitas harga instrumen dan risiko reinvestasi dari kupon yang diterima akibat pergerakan tingkat suku bunga. terdapat risiko-risiko yang dapat timbul. 2.5 Risiko Obligasi Dalam melakukan investasi pada obligasi. Alat ukur yang umumnya digunakan untuk melihat sensitivitas harga terhadap pergerakan suku bunga adalah duration dan convexity. Secara umum peringkat didefinisikan sebagai suatu pendapat tentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansialnya dengan memperhitungkan faktor-faktor risiko yang relevan.Obligasi Page 7 . diantaranya adalah:  Credit Risk (Default Risk) Credit risk adalah risiko bahwa emiten tidak dapat membayar bunga maupun pokok hutang. Sedangkan exchangeable bonds dapat ditukarkan dengan saham biasa perusahaan lain.• Obligasi Convertible dan Exchangeable Obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham biasa (common stock) dari perusahaan penerbit obligasi disebut convertible bonds.  Foreign Exchange Risk Forex risk ini merupakan risiko yang timbul karena pergerakan kurs mata uang apabila berinvestasi pada suatu obligasi yang memiliki mata uang yang Akuntansi Keuangan 2.

Opini ini berfokus pada kapasitas dan kemauan penerbit obligasi untuk memenuhi kewajibannya secara tepat waktu. dan restrukturisasi hutang.Obligasi Page 8 . Selain itu. maka akan semakin tinggi pula tingkat pengembalian hasil yang akan dituntut investor atas suatu obligasi. menjual. seperti negosiasi leasing jangka panjang atau meminimalisasi letter of credit untuk vendor. penjadwalan. 2. Peringkat yang diberikan bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli.  Political (Country) Risk Risiko politik dapat timbul akibat adanya tindakan pemerintah.6 Peringkat Obligasi A. Semakin buruk peringkat suatu obligasi. Sistem informasi keterbukaan pasar yang transparan yang menyangkut Akuntansi Keuangan 2. seperti perubahan peraturan. B. Opini yang diberikan juga tidak spesifik menunjuk suatu obligasi tetapi untuk perusahaan penerbit obligasi tersebut. perusahaan dapat memilih untuk menerbitkan peringkat yang didapatkan pada publik atau merahasiakannya. Peringkat obligasi akan mempengaruhi tingkat pengembalian obligasi yang diharapkan oleh investor.berbeda. atau mempertahankan suatu obligasi. Deskripsi Peringkat Obligasi Peringkat obligasi adalah opini tentang kelayakan kredit dari penerbit obligasi berdasarkan faktor-faktor risiko yang relevan. Peringkat obligasi tersebut memberikan analisis tentang kelayakan kredit perusahaan sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan finansial dan komersial. Manfaat Peringkat Obligasi Manfaat umum dari proses pemeringkatan obligasi yaitu : a.

yaitu:  Rasio Likuiditas Likuiditas dari suatu perusahaan diukur dengan kemampuannya untuk membayar kewajiban jangka pendek sehingga rasio-rasio ini berfokus pada current assets dan current liabilities. Hasil peringkat obligasi yang bagus biasanya memberikan keuntungan. Mampu menggambarkan kondisi pasar obligasi dan kondisi ekonomi pada umumnya. d. Menentukan besarnya coupon rate. cenderung semakin rendah nilai coupon rate dan sebaliknya. seperti penyediaan sinking fund dan jaminan aset.  Rasio Aktivitas Rasio-rasio ini mengukur seberapa cepat perusahaan dapat mengubah beberapa akun menjadi penjualan atau kas. Salah satu keunggulan dalam menggunakan current assets dan current liabilities adalah karena nilai buku dan nilai pasar akun-akun ini kemungkinan besar sama sehingga dapat langsung digunakan. yaitu menghindari kewajiban persyaratan keuangan yang biasanya memberatkan perusahaan. serta jenis dan tingkatan hutang tersebut. seperti Akuntansi Keuangan 2. c. semakin bagus peringkatnya. e. b.berbagai produk obligasi akan menciptakan pasar obligasi yang sehat dan transparan juga. Efisiensi biaya.Obligasi Page 9 . Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur aktivitas-aktivitas dari akun-akun lancar yang terpenting. Rasio-rasio keuangan dapat dikategorikan menjadi lima. tingkat risiko investasi yang mungkin timbul. Memberikan informasi yang obyektif dan independen menyangkut kemampuan pembayaran hutang.

 Rasio Profitabilitas Ukuran-ukuran rasio profitabilitas ini memungkinkan analis untuk mengevaluasi profit perusahaan dengan mempertimbangkan penjualan.persediaan. dan hutang. Rasio profabilitas menggambarkan seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya dan mengelola kegiatan operasionalnya. Banyaknya hutang yang dimiliki suatu perusahaan menggambarkan jumlah uang dari luar perusahaan yang digunakan untuk menghasilkan profit. return on total assets. atau dengan kata lain financial leverage. average collection period. Beberapa contoh rasio aktivitas adalah inventory turnover. earnings per share. times interest earned ratio.  Rasio Solvabilitas Rasio-rasio solvabilitas digunakan untuk menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya. operating profit margin. Ukuran-ukuran yang dapat digunakan untuk menghitung profitabilitas adalah gross profit margin. Rasio hutang yang biasa digunakan adalah debt ratio.  Rasio Pasar Rasio pasar menghubungkan nilai pasar dari suatu perusahaan dengan nilai akuntansi tertentu. Akuntansi Keuangan 2. average payment period. Semakin tinggi jumlah hutang suatu perusahaan. jumlah asset yang dimiliki. net profit margin. dan return on common equity.Obligasi Page 10 . Rasio-rasio ini memberikan insight tentang bagaimana investor di pasar memandang risiko dan return dari sebuah perusahaan. piutang. maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung dan return yang harus dibayarkan. dan total asset turnover. dan investasi pemilik perusahaan. dan fixed-payment coverage ratio.

• Debt-to-equity ratio Rasio ini digunakan untuk mengukur solvabilitas perusahaan. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi seharusnya memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban obligasinya. yaitu price/earnings ratio dan market/book ratio. • Return on assets Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit dengan menggunakan aset yang dimiliki. berarti perusahaan dengan current ratio tinggi adalah perusahaan yang likuid sehingga dianggap dapat membayar bunga obligasi. • Net total assets Net total assets dapat digunakan untuk mengukur besarnya ukuran perusahaan. maka semakin besar pula ukuran perusahaan. Sehingga rasio yang akan diukur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: • Current ratio Rasio ini digunakan untuk mengukur likuiditas perusahaan. Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Semakin besar asetnya. Dalam hal ini.Terdapat dua rasio pasar yang populer digunakan. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Akuntansi Keuangan 2.Obligasi Page 11 .

b) Semakin tinggi tingkat inflasi maka dapat berdampak pada menurunnya harga pasar obligasi korporasi. b) Variabel ekonomi makro berupa tingkat inflasi dan tingkat return di pasar modal mempengaruhi secara langsung terhadap pergerakan harga pasar obligasi.BAB III PENUTUP Berdasar analisa dan pembahasan hasil pengolahan data panel. 2. adalah sebagai berikut a) Semakin baik rating suatu obligasi korporasi maka akan berdampak pada meningkatnya harga pasar obligasi.Obligasi Page 12 . d) Kemampuan model dalam menjelaskan harga pasar obligasi sebesar 56. Faktor-faktor yang mempengaruhi harga pasar obligasi korporasi di Indonesia adalah: a) Varaiabel Rating merupakan varaibel internal obligasi korporasi di Indonesia yang secara statistik mempengaruhi pergerakan harga pasar obligasi. c) Semakin tinggi return di pasar modal dapat membawa dampak yang positif pada peningkatan harga pasar obligasi korporasi.65% sedangkan sisanya sebesar 43. sedangkan saran-saran merupakan pertimbangan yang didasarkan pada kesimpulan.35% dijelaskan leh variable lainnya. Akuntansi Keuangan 2.7 Kesimpulan 1. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran yang terkait dengan hasil evaluasi. Dalam hal ini kesimpulan merupakan jawaban atas pertanyaan penelitian. Pengaruh dari perubahan masing-masing faktor sebagaimana dalam butir 1. 2.

4.2. Investor atau Manajer Investasi dapat memanfaatkan data rating. dan return dari pergerakan nilai tukar Rupiah karena fluktuasi pada ketiga variabel ini dapat memicu variabel inflasi dan return di pasar modal yang pada akhirnya dapat mempengaruhi nilai pasar obligasi korporasi di Indonesia.8 Saran 1. perlu dilakukan pengembangan model yang dapat memprediksi rating obligasi korporasi dikaitkan dengan perkembangan industri. industri substitusi. dan data rasio keuangan perusahaan. Terhadap variable sisa jangka waktu obligasi.Obligasi Page 13 . secara teoritis mempunyai pengaruh terhadap perubahan harga pasar obligasi korporasi. 3. 2. inflasi dan return di pasar modal dalam me-manage portofolio obligasi korporasi yang dimiliki. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan variabel sisa jangka waktu ini terhadap obligasi yang masih memiliki sisa jangka waktu lebih panjang. Agar dapat diperoleh gambaran mengenai rating yang lebih progresif. tingkat pertumbuhan. Perlu dicermati perkembangan suku bunga. Akuntansi Keuangan 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->