BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Ingatan adalah suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Hubungannya yang sangat erat dengan pola pikir membuatnya menjadi salah satu yang paling sering dan paling menarik untuk diperbincangkan. Berdasarkan rentang waktu tersimpannya, ingatan yang tersimpan dalam otak manusia terbagi atas dua, yaitu memori jangka panjang dan memori jangka pendek. Memori jangka pendek adalah ingatan yang tersimpan dalam rentang waktu 30 detik jika tanpa pengulangan, dan ingatan yang sedang merespons rangsang dari lingkungan. Sedangkan memori jangka panjang adalah ingatan yang tersimpan secara permanen di otak

B. Rumusan Masalah A. Apa Pengertian Memori Jangka Panjang? B. Bagaimana Proeses Terbentuknya Memori? C. Apa yang Mempengaruhi Faktor-faktor yang mempengaruhi Memori? D. Bagaiman Cara Meningkatkan Kemampuan Memori? E. Berikan Contoh kasus Memori jangka Panjang? C. Tujuan A. Agar mahasiswa dapat Mengetahui lebih jauh tentang memori jangka panjang (LTM/ long term-memory). B. Agar mahasiswa dapat mengetahui proses memori C. Aagar mahasiswa dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Memori. D. Agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana cara meningkatkan kemampuan memori. E. Agar mahasiswa dapat Menganalisis kasus dari sudut pandang teori memori jangka panjang.

 Teori-Teori Yang Terkait Memori Jangka Panjang 1. Pengertian Memori Jangka panjang Memori Jangka Panjang adalah informasi-informasi yang disimpan dalam ingatan kita untuk keperluan di masa yang akan datang. diberikan kepada korteks visual dan cortex indra pendengar . Hippocampus tidak menghasilkan memori jangka panjang permanen. informasi yang masuk berjalan terus ke bagian otak spesifik. Proses ini terjadi bila seseorang ditanya sebuah nama. dan thalamus. Prosesnya. batas cortex. Neurokognisi dan Memori Jangka Panjang (LTM) Beberapa daerah di otak yang penting untuk pembentukan memori meliputi hippocampus. siswa hanya dituntut untuk melakukanrecognition karena semua pilihan jawaban sudah diberikan. maka akan teringat banyak hal tentang tokoh tersebut. maka saksi tersebut harus melakukan proses recal. Info dari mata dan telinga. Ketika kita membutuhkan informasi yang sudah berada di Memori Jangka Panjang.  Redintegrative yaitu proses meningat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu cerita yang cukup lengkap. maka kita akan melakukan proses retrieval.BAB II PEMBAHASAN A. Misalnya ketika saksi mata diminta menceritakan kembali apa yang terjadi di lokasi kecelakaan. misalnya Susilo Bambang Yudhoyono (presiden RI). Proses retrieval ini bisa berupa:  Recognition : Mengenali suatu stimulus yang sudah pernah dialami sebelumnya. yaitu proses mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkan tersebut. Misalnya dalam soal pilihan berganda. Karena kebanyakan memori jangka panjang permanen diproses dan disimpan di cerebral cortex. Siswa hanya perlu mengenali jawaban yang benar di antara pilihan yang ada.  Recall : Mengingat kembali informasi yang pernah disimpan di masa yang lalu.

informasi dari mata diproses di cortex visual. informasi dengan jelas terkode secara akustis. 3. Menurut riset Craik dan Watkins. Jika sirkuit aktif untuk suatu periode.  Organisasi Cara kita mengingat kembali informasi umum memberi kesan bahwa LTM terorganisir. secara visual. memori menjadi penuh arti sehingga kemungkinannya untuk diingat dalam jangka panjang meningkat. jika suatu informasi dikombinasikan dengan yang lain. Tetapi ketika mempertimbangkan arti dari kata-kata yang beraneka ragam. ego-involving. kita dapat menyebut LTM sebagai tempat penyimpanan semua hal dalam memori kita yang sedang tidak digunakan tapi berpotensi untuk retrievable (untuk dimunculkan kembali ke kesadaran/ STM untuk diproses dengan informasi yang baru). dengan suatu putaran yang menantang dalam neuron. ketika membaca kata-kata dalam kalimat. Contoh. yang kemudian mengaktifkan daerah yang berhubungan dengan memori tentang indera pendengar. Ini karena STM adalah suatu sirkuit yang bergema dari aktivitas neural yang berlangsung di otak. Cara kerja otak Informasi di dalam memori jangka pendek (STM/ short term-memory) dikonversi di dalam LTM jika informasi itu tinggal di STM cukup panjang. Secara umum. atau pengalaman traumatis nampaknya melekat lebih baik di memori daripada teori politis yang rumit. Struktur dan Tempat Penyimpanan  Kode Di LTM. memori untuk selamanya disimpan. kita menggunakan bagian lain otak. Kita tidak mungkin bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang . dan secara semantic. Ada kemungkinan bahwa memori jangka panjang untuk pengalaman berhubungan dengan perasaan juga disimpan di dekat lokasi ini. Multidimensional persandian informasi di LTM dapat dengan mudah digambarkan.secara berturut-turut. Sehingga mungkin bisa diasumsikan bahwa factor emosi mempengaruhi ingatan. kemudian beberapa bahan kimia menyebabkan terjadinya perubahan structural. 2. Kegairahan.

Proses Terbentuknya Memori atau Mengingat Untuk lebih jelas bagaimana ingatan dibentuk dapat kita urutkan berdasarkan tahapannya. informasi baru direkam di dalam organisasi jaringan yang ada. Saat satu informasi secara aman sudah disimpan. akan tetap ada di sana sampai di waktu yang tak terbatas. B. bergerak.berkaitan dengan masa lalu kalau memori kita tidak secara sistematis terorganisir. dan mengalami hidup (sebagai rangsangan inderawi). 2. Jaringan yang berhubungan dan informasi yang saling berasosiasi jauh lebih rumit untuk dideskripsikan. 5. Masukan itu diurutkan oleh struktur dan proses otak berdasarkan nilai. Akses pada informasi membutuhkan waktu dan usaha karena kita harus mencarinya dalam lautan informasi yang luas dalam LTM. Perolehan kembali informasi spesifik terjadi dengan memasuki network. 3. yang menjadi tantangan adalah memanggilnya yaitu mendapatkan informasi yang tepat sesuai dengan yang kita inginkan. Penyajian LTM yang fantastis menyatakan bahwa di dalam otak kita. dan informasi yang jarang dipakai akan makin sulit ditemukan.Informasi spesifik direkam di dalam suatu jaringan yang sangat praktis dan tersusun baik. Semua pengalaman itu disimpan di dalam otak (melalui kode-kode). Berbagai syaraf diaktifkan. yang mana mampu memanggil cerita yang kita inginkan dari tempat penyimpanannya. Syaraf yang satu menyampaikan informasi kepada syaraf yang lain melalui reaksi elektrik dan kimiawi. Meskipun secara teoritis kita mampu mengingat sebanyak yang kita inginkan. Sebagai gantinya. arti. . mendengar. Konsep ini menyiratkan informasi baru itu memasuki LTM tidak memerlukan sintese jaringan baru. melihat. 4. yaitu : 1. Kita berpikir. dan kegunaannya.  Kapasitas dan Jangka Waktu Kapasitas memori jangka panjang hamper tak terbatas. materi-materi yang ada dihubungkan dengan jalan yang menyeruapi suatu jaringan telepon rumit.

ia akan menangis sekeras kerasnya. Proses pengubahan informasi dapat terjadi dengan dua cara. yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan pengetahun ke dalam ingatannya. b. Enconding dapat dilakukan dengan metode chunking. Interval dapat dibedakan atas : 1. Hubungan-hubungan itu diperkuat dengan pengulangan. Ingatan terbentuk. Proses ini disebut juga dengan retensi yaitu proses mengendapkan informasi yang diterimanya dalam suatu tempat tertentu. memori jangka pendek. apabila tidak dibelikan. ada satu hal penting yang dapat dicata. pengistirahatan. sekelompok kata sebagai frase (larger chunks) dan serangkaian frase sebagai kalimat (even larger chunks). yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh indera dimasukkan dengan tidak sengaja ke dalam ingatannya. Lama Interval yaitu menunjukan tentang lamanya waktu antara pemasukan bahan sampai ditimbulkan kembali bahan itu. Kelakuan 2. Storage adalah penyimpanan apa yang telah diproses dalam enconding tersebut.Contohnya adalah seorang anak yang menginginkan barang yang sangat ia mau. Sistem penyimpanan ini sangat mempengaruhi jenis memori (sensori memori. Sengaja. Tidak Sengaja. tersebut bisa tersimpan di otak mereka karena dengan menagis sekeras-kerasnya ia akan dibelikan barang yang ia mau. seperti berikut : a. atau memori jangka panjang). . ia akan hafal dengan sengaja tempat tersebut. 7. yaitu interval atau jarak waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali. dan emosi. Lamanya berkaitan dengan kekuatan retensi. yaitu pengelompokan beberapa huruf sebagai kata (small chunks). yaitu : 1. Sehubungan dengan masalah retensi dan kelupaan. Contohnya adalah seseorang yang sering jalan kesuatu tempat.6.  Teori yang paling banyak yang digunakan oleh para ahli adalah teori tentang tiga proses memori. Setiap proses belajar akan meninggalkan jejak-jejak dalam diri seseorang dan jejak ini akan disimpan sementara dalam ingatannya. Enconding adalah proses dimana informasi sensoris diubah kedalam bentuk yang dapat diingat.

C. Faktor Lingkungan proses mengingat akan lebih efektif apabila ada lingkungan yang menunjang dan terhindar dari adanya gangguan-gangguan. Proses mengingat akan lebih efektif apabila individu memiliki minat yang besar. yaitu : 1. Mekanisme dalam proses mengingat sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Isi Interval yaitu aktivitas-aktivitas yang terdapat pada interval. mempunyai keterkaitan dengan individu. Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal-hal lain. Faktor Sesuatu yang Harus di Ingat adalah sesuatu yang memiliki organisasi dan struktur yang jelas. mempunyai intensitas rangsangan yang cukup kuat. Faktor Individu. Proses memori bukanlah suatu usaha yang mudah. Cara Meningkatkan Kemampuan Memori Secara umum usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan memori harus memenuhi tiga ketentuan sebagai berikut: 1. Dari uraian di depan jelas bahwa memori sangat dibantu bila informasi yang dipelajari mempunyai . perlu diperhatikan bahwa pengulangan/rekan. D. konteks memegang peranan penting. 2. Proses mengingat atau memori banyak dipengaruhi oleh berberapa faktor. Aktivetas tersebut akan merusak atau menganggu jejak ingatan sehingga dapat menyebabkan kelupaan. memiliki metode tertentu dalam pengamatan dan pembelajaran memiliki kondisi Fisik dan kesehatan yang baik. Faktor. motivasi yang kuat. c. 2. Oleh karena itu.2. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali. 3. Retrieval adalah pemulihan kembali apa yang telah disimpan sebelumnya. Khusus mengenai hal ini. mempunyai arti. Seseorang dikatakan “belajar dari pengalaman” karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya saat ini.faktor Yang Mempengaruhi Memori.

Kisah cinta mereka tak pernah mulus sejak awalnya. yaitu dewi memori dalam mitologi Yunani). Subjek menyukai komik berjudul jedela Orpheus sejak duduk di bangku sekolah dasar. sebab si lelaki tak pernah menginginkan si gadis bersamanya. sedangkan si gadis berasal dari kalangan bangsawan Jerman. kasus ini akan disebut dengan “Kasus Orpheus”. Setting mayoritas cerita ini adalah Negara Rusia. Menurutnya. Selain itu. Contoh Kasus Memori Jangka Panjang. Subjek sangat suka buku-buku yang diselipkan di dalamnya fakta sejarah. melainkan melalui penuturan langsung subjek yang bernama JSA kepada penulis. subjek selalu masih menceritakan jalan cerita dalam komik tersebut dengan semangat pada teman-teman yang bertanya . komik ini sangat bagus. E. Konteks dapat berupa peristiwa. di mana si lelaki berasal dari kaum pemberontak Rusia Bolsyevik. 3. subjek menyukai komik ini karena jalan ceritanya yang sangat menguras emosi.kaitan dengan hal-hal yang sudah dikenal sebelumnya. perasaan tertentu dan lain-lain. tempat. Proses memori memerlukan organisasi. Subjek berusia 22 tahun saat menuturkan cerita ini dan sedang kuliah di Universitas Negeri Malang. Konteks ini memberikan retrievel cues atau karena itu mempermudah recognition. nama sesuatu. Untuk selanjutnya. Informasi diorganisasi sedemikian rupa (dihubungkan dengan hal-hal yang sudah dikenal) sehingga informasi yang kompleks mudah untuk diingat kembali. yaitu tentang sepasang kekasih yang berasal dari dua Negara berbeda. Oleh karena itu. subjek mengikuti jalan ceritanya sejak awal hingga seri terakhir. Adapun salah satu contoh kasus yang terjadi pada memori jangka panjang sebagai berikut:  Kasus ini tidak dikutip dari buku manapun. Karena itu. walaupun mereka sama-sama tahu kalau mereka saling suka. Hingga duduk di bangku Sekolah MEnengah. Salah satu pengorganisasian informasi yang sangat dikenal adalah mnemonik (bahasa Yunani: mnemosyne. subjek selalu tertarik pada apapun fakta-fakta baru yang menyebutkan “Rusia” di salah satu bagiannya. saking senangnya subjek dengan cerita tersebut.

padanya tentang salah satu buku yang dia suka. Tahun pertama duduk di bangku kuliah. subjek masih mampu menceritakan garis besar hamper semua yang pernah ia dapatkan untuk novelette-nya. setiap kali subjek merasa kekurangan data untuk bahan cerita. untuk melihat seperti apakah sebenarnya Negara yang dilihatnya sangat mengagumkan dalam Jendela Orpheus tersebut. Semua materi tentang psikologi kognitif saling berkaitan. Dalam pembahasan sebelumnya. subjek selalu browsing untuk data tambahan. sebab sama-sama membahas tentang otak dan segala system yang terjadi di dalamnya. sebenarnya ia juga ingin melahap yang berbahasa Rusia karena menurutnya akan lebih banyak lagi bahan yang bisa ia ambil dari situ. maka sudah pasti rentang waktu 8-9 tahun yang dilaluinya melibatkan memori jangka panjang subjek tersebut. subjek cukup berpasrah dengan melihat gambar-gambarnya saja. Sampai di tahun ketiga subjek duduk di bangku kuliah (tahun 2009 ini). disimpulkan bahwa metode mnemonic yang digunakan subjek untuk mengingat cerita ini adalah metode pancang. Yang jadi pertanyaan adalah : bagaimana memori tersebut dapat bertahan sekian lama. dan hal menarik yang ia putuskan jadi bahan cerita adalah ledakan nuklir di Chernobyl. Sejak itu. Bahkan subjek bercita-cita untuk pergi ke Rusia suatu saat nanti. Tentang Rusia.  ANALISIS KASUS Jika menilik dari penuturan subjek bahwasanya dia pertama kali membaca dan tertarik pada komik ini adalah saat duduk di bangku Sekolah Dasar. maka subjek sengaja browsing di internet untuk mencari suatu hal yang menarik yang bisa dibuat kisah baru. Data apapun yang bisa membantu novelettenya ia lahap. Namun karena tidak menguasai bahasa Rusia. ia masih selalu tertarik dengan semua yang berbau Rusia. tak peduli bahasa Indonesia atau bahasan Inggris. subjek ingin sekali mengungkapkan kesukaannya pada kisah dalam komik itu dan Rusia. yaitu yang menghubungkan informasi yang selalu ingin diingat oleh subjek dengan info-info mutakhir. Kata subjek. dimana yang berperan sebagai pemancangnya adalah factor emosi dan . Sampai saat subjek menuturkan cerita ini.

Dalam kasus ini.minat. konsentrasilah pada artinya dan mencoba untuk mengembangkan dengan penyandian menyeluruh. factor “ini adalah salah satu hal yang saya minati” dapat dikategorikan sebagai kode spesifik dalam jalur penyimpanan informasi dalam pikiran subjek. . Sebagaimana yang dinyatakan dalam teori peningkatan memori bahwa kapanpun mempelajari sesuatu. atau mencoba untuk menghubungkan materi yang ingin diingat dengan pengalaman sendiri akan sangat membantu.

konteks memegang peranan penting.BAB III KESIMPULAN A. 3. 2. Faktor Lingkungan. Khusus mengenai hal ini. Ada 3 proses Memori atau mengingat yang di gunakan para ahli yaitu: 1. Proses mengingat atau memori banyak dipengaruhi oleh berberapa faktor. Retrieval. Faktor Sesuatu yang Harus di Ingat. Proses memori bukanlah suatu usaha yang mudah. 2. 2. Enconding. . 3. Storage. Kesimpulan Memori Jangka Panjang adalah informasi-informasi yang disimpan dalam ingatan kita untuk keperluan di masa yang akan datang. juga teman-teman mahasiswa yang membaca makalah ini dan juga semoga makalah ini dapat berguna sebagai bahan pelengkap atau pertimbangan dalam menyusun makalah berikutnya. 3. Saran Adapun saran yang dapat kami sampaikan dalam penyusunan makalah ini adalah sekiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami selaku penyusun. yaitu: 1. B. Secara umum usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan memori harus memenuhi tiga ketentuan sebagai berikut: 1. Faktor Individu. Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan hal-hal lain. Proses memori memerlukan organisasi.

Madden. 2000.DAFTAR PUSTAKA De Porter. Fred B (Penerjemah Rina Buntaran ). 2000.2001. Chernow. Fire Up Your Learning.net/pengpop/pp_full. Thomas L (Penerjemah Ivonne Suryana ). Gramedia Pustaka Utama.php?ppid=313&fname=teknik01. The Sharper Mind. Jakarta : PT.e-dukasi.htm . http://www. Gramedia Pustaka Utama. Bandung : Kaifa. Hernacki (Penerjemah Alwiyah Abdurrahman). Bobbi & Mike. Quantum Learning (terjemahan). Jakarta: PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful