P. 1
laporan observasi pd2

laporan observasi pd2

|Views: 577|Likes:
Published by Panji Kartika Putra

More info:

Published by: Panji Kartika Putra on Jun 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2015

pdf

text

original

I.

Latar Belakang Permasalahan

II.

Tujuan Mengamati adakah hubungan antara konsentrasi dengan munculnya perilaku off task pada siswa sekolah dasar di jam pelajaran terakhir.

III.

Manfaat Dari observasi ini observer mendapatkan informasi baru yang dapat dijadikan pelajaran dan referensi bagi observer. Guru bisa mengetahui ciri-ciri anak yang sudah tidak fokus pada pelajaran dan dengan begitu guru bisa dengan segera membuat konsentrasinya muncul kembali. Dan juga dengan dilaksanakan observasi ini maka akan memberikan informasi kepada pembaca mengenai ciri-ciri anak yang konsentrasinya mulai berkurang.

IV.

Jenis Observasi 1. OBSERVASI PARTISIPAN / NON PARTISIPAN a.Observasi Partisipan : Observer turut ambil bagian dalam kehidupan observee. b.Observasi Quasi Partisipan : Observer ikut dalam sebagian kegiatan observee. c.Observasi Non Partisipan : Observer hanya sebagai pengamat, tidak turut dalam kehidupan observee. 2. OBSERVASI SISTEMATIK Observasi Sistematik : disebut observasi berkerangka/structured observation. Yaitu terdapat kerangka yang memuat faktor-faktor yang telah dikategorisasikan terlebih dahulu. 3. OBSERVASI NONEKSPERIMENTAL .... 4. Observasi Langsung atau Direct Observation Observer langsung mengamati perilaku observee 1

V.

Metode Pencatatan a. Interval recording adalah metode pencatatan data dengan cara hanya mencatat kejadian-kejadian atau perilaku yang muncul saja (tidak bisa dilihat secara detail). Interval recording = time sampling = interval sampling = interval time sampling. Pada saat pencatatan, observer focus melakukan observasi terhadap target perilaku dalam interval waktu tertentu atau lebih spesifik. Periode waktu dibagi menjadi beberapa bagian singkat/interval (lamanya waktu). Observer melakukan perhitungan kemunculan atau ketidak munculan target perilaku dalam interval. Pada metode pencatatan ini, observer tidak mengetahui sebab perilaku terjadi, metode pencatatan ini tidak seperti narasi. Langkah-langkah interval recording : Berapakah akan melakukan observasi terhadap observe Panjangnya waktu periode observasi Periode waktu selama observasi dilakukan Tipe interval recording yang digunakan Jika dibutuhkan, lamanya waktu recording diperkecil untuk memudahkan encoding Metode pencatatan data

b. Event recording/event sampling adalah metode pencatatan data dengan cara melakukan pencatatan setiap kejadian target perilaku atau peristiwa yang terjadi selama masa observasi. Pada metode pencatatan ini observer menunggu target perilaku terjadi dan kemudian baru melakukan pencatatan. Metode ini digunakan pada observasi terkontrol dan penelitian laboratorium. Sangat tepat jika etode ini digunakan untuk mengukur perilaku yang jelas pengertian awal dan akhirnya. Namun, metode ini kurang tepat jika digunakan high rate behavior atau perilaku yang berubah-ubah durasinya/lamanya. Langkah-langkah event recording : Berapa kali akan mengobservasi observe Lama periode observasi Lama periode waktu pelaksanaan observasi 2

-

Target perilaku Pencatatan data

c. Rating recording adalah metode pencatatan data yang dilakukan dengan cara observer menilai berdasarkan skala perilaku/checklist, biasanya dilakukan diakhir periode observasi. Ratings berguna untuk aspek-aspek perilaku yang sifatnya lebih global dan mengukur kesan Langkah-langkah rating recording : VI. Berapakah akan mengobservasi observe Lamanya periode observasi Lamanya periode waktu pelaksanaan observasi Target perilaku Pencatatan data

Rencana Observasi Tempat: SD Bhayangkari Siang Cipinang Waktu : Observasi I Selasa, 28 Mei 2013 pukul; 10.15 – 10.45 Observasi II Rabu, 29 Mei 2013 pukul; 10.15 – 10.45 Observasi III Kamis, 30 Mei 2013 pukul; 10.15 – 10.45

VII.

Tempat dan Waktu Waktu observasi tidak sesuai dengan rencana. Hari pertama (Selasa) observer tidak jadi melakukan observasi karena observer mendapat info bahwa hari Selasa akan ada UAS di salah satu mata kuliah, namun ternyata tidak ada. Sehingga waktu pelaksanaan observasi pertama dilakukan di hari berikutnya yaitu hari Rabu. Dan di hari terakhir pelaksanaan observasi, yang seharusnya dilakukan hari Jumat, berubah menjadi hari Sabtu di karenakan pada hari Jumat sekolah tersebut selesai kelas pada pukul 11.00. Tempat pelaksanaan 1. SD Bhayangkari Siang Cipinang 3

2. Kelas 5…. 3. Jalan…... Waktu Pelaksanaan Observasi I Rabu, 29 Mei 2013 pukul; 11.05 – 11.35 Observasi II Kamis, 30 Mei 2013 pukul; 11.05 – 11.35 Observasi III Sabtu, 1 Juni 2013 pukul; 11.05 – 11.35 VIII. Identitas Subyek Nama Usia Jenis Kelamin Alamat IX. Kajian Teoritik Menurut Wheldall and Merrett, 1990 perilaku off task meliputi sebagai berikut; Melamun, Bermain dengan bahan atau peralatan belajarnya Berbicara dengan orang lain Berkeliaran di sekitar ruangan. --Menurut Berikut adalah indikator atau alat mengukur konsentrasi dalam belajar yang dikemukakan oleh Super dan Crities, yang dikutip oleh Kuntoro (1986) dalam Rachman (2010) bahwa: Cara untuk mengukur konsentrasi belajar adalah sebagai berikut: Memperhatikan setiap materi pelajaran yang disampai kan guru Dapat merespon dan memahami setiap materi pelajaran yang diberikan Selalu bersikap aktif dengan bertanya dan memberikan argumentasi mengenai materi pelajaran yang disampaikan guru Menjawab dengan baik dan benar setiap pertanyaan yang diberikan guru Kondisi kelas tenang dan tidak gaduh saat menerima materi pelajaran 4 : Angga : : Laki-laki :

X.

Indikator Perilaku/Target Perilaku

XI.

Lembar Kerja Observasi

XII.

Observasi

XIII. XIV. XV. XVI.

Perhitungan Data Interobserver Reliability Analisis Kesimpulan Daftar Pustaka

5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->