SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMBENTUKAN

GAMBAR BUKAAN/BENTANGAN GEOMETRI, GEOMETRI LANJUT BENDA KERUCUT/KONIS

busur dasar kerucut
2 1 6 7 3 4 5

kurve sisi dasar

6

5 O 4

gambar bentangan

3

2 1 1 2 3 4 5 7 6

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAN KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

i

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMBENTUKAN

GAMBAR BUKAAN/BENTANGAN GEOMETRI, GEOMETRI LANJUT BENDA KERUCUT/KONIS

TIM PENYUSUN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAN KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

ii

KATA PENGANTAR
Modul yang disusun ini bagaimana mempunyai peranan sebagai sumber

belajar dan memberi kemudahan bagi siswa SMK dalam pembelajaran dengan sistem KBK, lanjut membuat gambar bukaan/bentangan benda-benda tersebut disebut dengan dasar teori praktis pembuatan geometris benda yang berbentuk kerucut atau konis. Untuk

membuat gambar bentangan metode garis radial. Dalam modul ini,

diberikan

bentangan benda yang berbentuk dasar kerucut, yang meliputi kerucut tegak, kerucut oblik, dan yang tepat, memilih piramid, memperhatikan persyaratan dasar material untuk membuat mal yang tepat, jumlah material yang bentukdiindustri, pekerjaan suatu pekerjaan, kualitas standar, keselamatan kerja, memilih teknik menentukan kelonggaran, dan dibutuhkan untuk mal. bentuk dasar memperkirakan yang

Tugas-tugas yang diberikan, diambil banyak dijumpai dapat mengembangkan sendiri

dari benda-benda

sehingga suatu saat siswa dan pramid.

yang berkaitan dengan pembuatan gambar bentangan benda kerucut Mudah-mudahan modul ini akan dapat membantu siswa dalam proses belajar, dan membantu belajar yang efektif tercapai. Amien. Yogyakarta, Desember 2004 Penyusun, Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta tutor/guru dalam yang menciptakan proses diharapkan akan sehingga kompetensi

iii

DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN SAMPUL ................................................................... i HALAMAN FRANCIS ................................................................... ii KATA PENGANTAR..................................................................... iii DAFTAR ISI ............................................................................. iv PETA KEDUDUKAN MODUL......................................................... vii GLOSSARIUM............................................................................ ix BAB I. PENDAHULUAN ............................................................ 1 A. DESKRIPSI...................................................................... 1 B. PRASYARAT .................................................................... 1 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL...................................... 2 1. Penjelasan Bagi Siswa ................................................. 3 2. Peran Guru Antara Lain................................................ 3 D. TUJUAN AKHIR................................................................ 4 E. KOMPETENSI .................................................................. 5 F. CEK KEMAMPUAN ............................................................ 8 BAB II. PEMELAJARAN ............................................................. 9 A. RENCANA BELAJAR SISWA ................................................ 9 B. KEGIATAN BELAJAR ......................................................... 10 1. Kegiatan Belajar 1 Melukis Gambar Bentangan & Membuat Mal Untuk Pembuatan Cerobong..................... 10 a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 1.............................. 10 b. Uraian Materi 1 ...................................................... 10 c. Rangkuman 1 ........................................................ 19 d. Tugas 1................................................................. 19

iv

. 27 b.................................. 51 v ................. 30 e............... 21 g..................................... 44 g................... Tes Formatif 2 ........... 31 f...................... 30 d..... Rangkuman 4 ..................... 37 c............................ Tes Formatif 3 ....................... Tugas 2.......... 45 4...................... 51 a...... 42 d............. 20 f.............................. 27 a........... Uraian Materi 4 . 27 c..................................................... Uraian Materi 2 ......................... Tujuan Kegiatan Pembelajaran 2............................................. Rangkuman 3 . Tugas 3................. Kunci Jawaban Formatif 3 .............................................. 22 2........ Tes Formatif 1 ... Tujuan Kegiatan Pembelajaran 3....................................... 37 a.......................................................... Uraian Materi 3 .................................................................................................................. Kegiatan Belajar 3 Membuat Gambar Bukaan atau gambar bentangan suatu cerobong ................... Rangkuman 2 ..... 51 c.... Kunci Jawaban Formatif 1 ....................................................................... Tujuan Kegiatan Pembelajaran 4..................e.................................... 32 g.................................. Kegiatan Belajar 4 Membuat Mal untuk Pembuatan Sambungan Pipa Siku.................... 37 b...... 44 f.............. Lembar Kerja 1 ............................................... 43 e................. 32 3................... Lembar Kerja 2 . Lembar Kerja 3 ........................... Kunci Jawaban Formatif 2 ....................................................... 51 b............. Kegiatan Belajar 2 Melukis Gambar Bentangan & Membuat Mal Kerucuit Optik..........

................... 63 g............... PENUTUP............................. KRITERIA PENILAIAN ........................... Tes Formatif 5 ... 61 b................................................................. 61 a................. Tugas 5....d.......................................... 53 g............................................................ 63 BAB III. 54 5.......... 51 e....................................................... 62 f............................................. 71 BAB IV....................................................................... 71 C...... KUNCI JAWABAN................... EVALUASI............. 69 B..... Tujuan Kegiatan Pembelajaran 5..... Lembar Kerja 5 ............. Kunci Jawaban Formatif 4 .......... Kunci Jawaban Formatif 5 ................................. 53 f.......................... 74 vi ........................................................... Rangkuman 5 ............. Kegiatan Belajar 5 Membuat Gambar Bentangan Dan Mal Suatu Konstruksi Corong Mesin....................................................... PERTANYAAN.... Lembar Kerja 4 .............. Tes Formatif 4 ................. 61 e............................................................ Tugas 4............................................ Uraian Materi 5 .................................... 69 A.................. 73 DAFTAR PUSTAKA ................... 61 c.............................................. 61 d...

M6.39A M5.32A vii .12 M5.7A M18.3A M5.37A M5.2A M5.1A M6.40A M18.38A M5.2A M3.5A M5.4A M5.1A M5.PETA KEDUDUKAN MODUL Diagram Pencapaian Kompetensi Diagram ini menunjukkan tahapan atau urutan kompetensi yang diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang dibutuhkan serta kemungkinan multi exit –multi entry yang dapat diterapkan.9A M5.10A M7.

1A M.5.2A M.18.5. pembentukan.10A M.5.3A M.7A M.4A M.6. 5.18.5A M.38A M. 5.39A M.1A M.32A M.5.7.40A M.3.37A M.6.5.2A M.9.5.12A M. [elengkungan dan pencetakan Menempa dengan tangan Menempa dengan palu besi viii .2A Membaca gambar teknik Gambar bukaan/bentangan geometri Menggunakan perkakas tangan Melakukan rutinitas las oksigen-asitilin Melakukan rutinitas pengelasan dengan menggunakan las busur manual Gambar Bukaan/bentangan lanjut-benda silinder/persegi panjang Menggunakan perkakas tangan bertenaga operasi digenggam Melakukan pemotongan secara mekanis Memotong dengan panas dan gouging secara manual Merakit plat dan lembaran Menggunakan mesin untuk operasi dasar Gambar bukaan/bentangan geometri lanjut bendabenda kerucut/konis Gambar bukaan/bentangan geometri lanjut benda transisi Melakukan fabrikasi.5.Keterangan : M.

siap ix . yang menyajikan benda dalam tampak depan. sumbu : Gambar dalam bidang datar. : Garis yang terbentuk karena ada dua benda saling berpotongan : Gambar permukaan benda bila dibuka atau dibentangkan : Gambar yang menjelaskan benda sehinnga bentukya Seperti yang terlihat oleh mata. kena beban Garis sambungan Garis netral Garis lipatan Kerucut : tempat pada mal / pola yang nantinya ditempat itu akan dilipat atau ditekuk. : kerucut yang penampang lintangnya mempunyai bentuk lingkaran dan yang sama bentuknya sepanjang kerucut tersebut. : suatu bentuk geometris yang sisi dasarnya berbentuk lingkaran dan sisi miringnya menyatu di satu titik.GLOSSARIUM Ellips Gambar proyeksi ortogonal Garis perpotongan Gambar bentangan Gambar piktorial : Konstruksi geometris yang mempunyai panjang dan sumbu pendek. atau tampak atas. : kerucut yang penampang lintangnya berbentuk elip dan penampang menurut garis potong sejajar sisi dasarnya. tampak samping. gambar isometrik : Garis yang padanya kedua bagian benda akan disambung : Garis yang membatasi daerah tarikdan daerah kena beban tekan. berbentuk lingkaran Kerucut tegak Kerucut Oblik Kurve sambungan : garis lengkung yang nantinya membentuk garis sambungan Lingkaran Mal : Konstruksi geometris yang mempunyai panjang sumbu yang sama gambar : gambar bentangan dua yang telah dipotong.

untuk menggambarkan apa yang dimaksudkan. pada material yang sesungguhnya . bentuknya sama. garis yang dipakai untuk melukiskan panjang garis pada gambar bentangan. sehinnga sisi pojoknya menyatu di satu titik : piramid yang penampang lintangnya mempunyai bentuk yang sama dengan penampang sisi dasarnya. Metode garis sejajar Metode garis radial Panjang sebenarnya Penampang lintang Penampang memanjang Piramid segi empat Piramid tegak : cara membuat gambar bentangan dengan memanfaatkan garis-garis sejajar pada gambar proyeksi : cara membuat gambar bentangan dengan memanfaatkan segi tiga –segi tiga yang dapat dilukiskan bidang permukaan benda : true length. Sedangkan potongan yang sejajar dengan sisi dasar piramid. kedua ujungnya berbentuk lingkaran x . : piramid yang penampang lintangnya tidak sama bentuk dengan sisi dasarnya. berbentuk lingkaran . : bentuk geometris benda lurus sumbu tengah bila dipotong tegak sejajar : bentuk geometris benda bila dipotong dengan sumbu tengah : bentuk geometris yang mempunyai bentuk segi empat dan mengecl pada puncaknya. : bentuk geometris yang mempunyai bentuk sama sepanjang bendanya : jarak dari sumbu tengah melengkung ke garis netral yang Piramid oblik Prisma Radius netral Radius dalam Sumbu tengah Sumbu netral Silinder tegak : jarak dari sumbu tengah ke permukaan plat bagian dalam yang melengkung : garis yang menunjukkan tengah benda : garis yang membatasi daerah gaya tekan dan gaya tarik yang terkena : silinder bila dipotong tegak lurus sumbu.

keduanya lingkaran tegak lurus sumbu. ujungnya berbentuk Skala gambar : perbandingan ukuran pada gambar dengan ukuran benda sesungguhnya. xi .Silinder oblik : silinder bila dipotong berbentuk elip.

B. 2. penunjukkan ukuran atau dimensi. Kompetensi tersebut akan membantu siswa dalam membuat mal yang akan bermanfaat dalam membentuk atau mewujudkan bendabenda yang mempunyai bentuk dasar kerucut atau piramid.BAB I PENDAHULUAN A. interpretasi gambar. Benda geometris kerucut adalah benda-benda yang mempunyai bentuk geometris dasar kerucut atau konis. Pengetahuan tentang gambar proyeksi ortogonal dan gambar bentuk atau gambar piktorial. pekerjaan standar dan simbol yang sesuai. Setelah belajar dengan modul ini. membuat mal atau pola yang memenuhi syarat. siswa harus mempunyai pengetahuan atau kemampuan awal yang berupa : 1. termasuk pada kelompok ini adalah benda yang berbentuk piramid. maka siswa dapat melukis. Gambar tersebut menggambarkan secara datar atau dalam satu bidang saja suatu permukaan benda yang biasanya mempunyai beberapa bidang. Geometri Lanjut Benda Kerucut/konis. Gambar bukaan sering disebut juga dengan gambar bentangan. simbol pengerjaan. membuat bukaan pola. DESKRIPSI Modul ini berjudul Gambar Bukaan/Bentangan Geometri. ketika mereka di dunia kerja. secara benar dan teliti. dan memperkirakan jumlah material yang dibutuhkan sesuai dengan 1 . PRASYARAT Dalam mempelajari modul ini. Pengetahuan tentang simbol gambar.

sepasang penggaris segi tiga. dan elip. c. seperti gunting kertas. Menentukan keliling bentuk persegi panjang. Membaca dan melaksanakan instruksi yang ada pada Tugas yang diberikan. 2 . f. 7. 8. Kemampuan menggunakan alat-alat potong.3. lingkaran. dan jangka dengan benar. dan hiperbola. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Bacalah uraian materi dengan seksama. e. Bacalah juga rangkuman materi. elip. Petunjuk Bagi Siswa Cara Penggunaan modul bagi siswa. C. Kemampuan menggunakan alat-alat gambar. busur derajat. penggaris. meliputi langkah-langkah sebagai berikut : a. b. Pengetahuan tentang sifat dan melukis bentuk geometris seperti : persegi. gunting plat dengan teliti dan benar. Bacalah yang menjadi tujuan dari kegiatan pemelajaran. d. untuk mengingat sejumlah pengetahuan pokok yang ada pada uraian materi. Kemauan bekerja secara teliti dan benar. 6. lingkaran. 5. silinder. Melihat kunci jawaban. Melukis garis perpotongan antar dua benda. 4. parabola. seperti pensil. untuk mengetahui seperti apa jawaban yang benar. Mengerjakan Tes/Tugas dengan bersungguh-sungguh dengan cara yang benar.

b.Perlengkapan yang perlu dipersiaplan oleh siswa. yang dibutuhkan dalam pembuatan gambar bentangan atau mal. Alat pemotong kertas: gunting. busur derajat. Merencanakan proses penilaian dan perangkatnya e. Siswa perlu mengetahui bahwa membantu dan membimbing siswa dalam dengan modul ini. penggores. kertas manila. siswa dapat melakukan tutorial. Hasil pelatihan dengan modul ini. Melaksanakan penilaian guru bertugas kegiatan belajar 3 . 2. mistar baja. c. berupa kemampuan siswa yang diwujudkan dalam bentuk gambar bentangan atau mal dengan bahan kertas manila atau plat tipis. adalah : a. b. Membantu siswa dalam memahami konsep gambar bentangan dan pembuatan mal dan pembuatannya. Sertifikasi diberikan kepada siswa yang telah berhasil membuat gambar bentangan atau mal. dengan standar yang telah ditentukan. mal lengkung. Peran guru. Alat melukis: pensil. Membantu siswa. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. siku. Peran Guru Pada proses belajar dengan modul. membimbing siswa melalui pemberian tugas-tugas. gunting plat. Hasil pelatihan. penghapus. jangka. d. kikir. dalam penyediaan alat-alat lain seperti jangka yang besar jangkauannya. Alat pembuat mal: kertas. sepasang mistar segitiga. guru mempunyai peran sebagai berikut : a. plat tipis. Prosedur sertifikasi.

pengetahuan. dengan penyimpangan ukuran sedikit mungkin. Bahan dibuat dari kertas atau plat tipis. siswa membuat gambar bentangan atau mal lanjut dapat melukis dan benda-benda yang banyak digunakan di industri .f. D. dan ketarmpilan dari suatu kompetensi. yang perlu dibenahi dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya. Menjelaskan tentang: sikap. Mencatat pencapaian kemajuan belajar siswa. yang mempunyai bentuk dasar kerucur /konis atau piramid dengan benar. g. bila mal dikonstruksi akan membentuk benda yang diinginkan. TUJUAN AKHIR Setelah siswa belajar melalui modul ini. 4 .

E. 3.5. sudut. ? Membuat bukaan mal sesuai dengan bentuk benda. kode standar. model yang tersedia. Sumber Informasi meliputi. buku-buku pedoman. bengkokan. Penandaan/melukis ? KRITERIA KINERJA Spesifikasi dan persyaratan kerja ditentukan dan dipahami dengan menggunakan perhitungan yang tepat dan benar Penggambaran ? ? ? ? ? LINGKUP BELAJAR Spesifikasi dan persyaratan kerja Keselamatan kerja pada bengkel Perkakas dan peralatan gambar bentangan Perhitungan kelonggaran Perkakas dan peralatan PENGETAHUAN Spesifikasi dan persyaratan pekerjaan Keselamatan kerja pada bengkel Alat-alat gambar Teknik menghitung ? ? KETERAMPILAN Menggunakan alat gambar Menghitung ukuran kelonggaran berdasarkan tebal material. keliling atau batas ? 5 . 4. jarak bagi. 2. K3 meliputi penerapan standar kualitas pekerjaan dan penerapan keselamatan kerja dan prosedur bengkel dipatuhi.39A : 120 Jam @ 45 menit A 2 B 2 C 2 D 1 E 2 F 2 G 2 KONDISI KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung oleh : 1. material-material mal. Sumber-sumber termasuk alat-alat gambar. MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP ? ? Memperhatikan spefisikasi pekerjaan dengan tepat Menggunakan alat dan perlengkapan yang tepat pada waktu membuat bukaan/bentangan ? ? ? ? SUB KOMPETENSI 1. pelat lembaran. ? Menghitung jumlah material yang diperlukan dengan efisien. Melakukan pekerjaan ditempat kerjanya meliputi : ? Memindahkan ukuran ke gambar detil sesuai dengan prosedur. ? Membuat model sesuai dengan bentuk yang diinginkan. KOMPETISI Kompetensi yang akan dicapai terlihat pada matriks sebagai berikut: KOMPETENSI KODE DURASI PEMELAJARAN LEVEL KOMPETENSI KUNCI : Gambar bukaan/bentangan lanjut – benda kerucut/konis : M.

Bukaan pola sesuai persyaratan ? Bukaan pola sistem garis sejajar. Membuat mal seperti yang dipersyaratkan ? ? ? ? dilakukan dengan menggunakan alat perlengkapan dan model yang tepat Perhitungan yang diperlukan dilakukan dengan tepat dan benar Memilih teknik prosedur dan alat yang tepat untuk membuat gambar bentangan Memilih titik awal sebagai patokan penggambaran Material pembuat mal dipilih dengan tepat Mal dibuat sesuai dengan spesifikasi Kelonggaran diterapkan dan dipindahkan ke benda kerja Mal untuk dirol. dibor. dipress. dipress. ditekuk. dipress. dibor. ditekuk. garis radial. dan segitiga dipilih dan diterapkan ? Teknik membuat bukaan pola dengan menggunakan teknik : Garis sejajar ? ? Macam-macam material pembuat mal Prosedur pembuatan mal Prosedur memindahkan kelonggaran pada benda yang dibuat Prosedur pembuatan mal untuk dirol. diprofil yang dibuat ? ? Membuat gambar bentangan Menentukan besarnya kelonggaran pada 6 . ditekuk. dipress. ditekuk. diprofil tepat dengan akurat Memilih metode pembuatan gambar bentangan sesuai dengan objek yang ? ? ? ? 3. diprofil ? ? ? ? Menggunakan material yang tepat untuk pembuatan mal Membuat mal sesuai dengan spesifikasi dan toleransi Menerapkan kelonggaran dengan tepat Membuat mal untuk dirol. dibor. dibor.? ? ? 2. ? gambar bentangan Prosedur pengambilan titik awal sebagai titik patokan penggambaran ? ? ? ? Menggunakan peralatan gambar dengan benar Menghitung kelonggaran dengan tepat Perkakas dan peralatan gambar bentangan Menerapkan titik awal sebagai patokan awal penggambaran ? ? kelonggaran Teknik membuat bentangan Teknik menentukan ti tik awal pada pembuatan gambar bentangan ? ? pinggir Menentukan dan menandai untuk kelonggaran Menggunakan hasil perhitungan kelonggaran untuk penandaan pada gambar ? ? ? ? Material-material pembuat mal Teknik membuat mal Penetapan kelonggaran pada benda kerja yang dibuat Teknik membuat mal untuk dirol. ditekuk. dibor. dipress. diprofil dibuat Metode membuat gambar bentangan Garis sejajar ? ? ? ? Memilih material yang tepat untuk membuat mal Membuat mal Memindahkan kelonggaran benda kerja yang dibuat Membuat mal untuk dirol. diprofil dibuat dengan akurat.

? Kelonggaran fabrikasi dan perakitan ditentukan dan dilakukan ke benda kerja dengan tepat ? Radial Sistem Segitiga Teknik menentukan allowances/kelonggaran ? akan dibuat Menggunakan hasil penentuan kelonggaran pada perakitan ? Radial Sistem Segitiga Prosedur menentukan kelonggaran pada fabrikasi dan perakitan Standar kode dan simbol pada gambar bukaan geometri Penerapan standar kode dan simbol pada gambar bukaan Prosedur penerapan jenis material/material Prosedur menghitung kebutuhan material sesuai dengan material ? ? fabrikasi dan perakitan sesuai dengan ketebalan dan jenis material 4. Interpretasi level peke rjaan standar. simbol yang relevan ? ? 5. Memperkirakan jumlah material dari gambar detail ? ? Standar kode dan simbol yang relevan diinterpretasikan Persyaratan standar/kode yang diperlukan diterjemahkan dan ditetapkan pada material dan pengerjaan Material diidentifikasi yang benar Jumlah material yang dibutuhkan dihitung sesuai dengan gambar ? ? Kode dan simbol dalam gambar/bentangan Teknik membaca kode dan simbol dalam gambar simbol ? ? Menginterpretasikan standar kode dan simbol pada gambar bukaan geometri Menggunakan standar kode dan simbol pada gambar bukaan geometri Mengindentifikasi material dan dihitung dengan tepat ? ? Mengindentifikasikan standar kode dan simbol Menerapkan standar kode dan simbol pada gambar bukaan geometri ? ? Jenis-jenis material dan prosedur pemilihannya Teknik menghitung kebutuhan material ? ? ? ? Menghit ung jumlah material sesuai dengan gambar 7 .

Apakah ciri dari kerucut /piramid tegak? 2. yang membentuk suatu benda ? 10. Apakah kegunaan bentuk kerucut/piramid tegak? 3. CEK KEMAMPUAN Daftar pertanyaan tentang kemampuan siswa sebelum adalah sebagai berikut: 1. bila ada kerucut/piramid tegak berpotongan dengan bentuk geometris yang lain. Bagaimana membuat mal dari kertas dan atau dari plat tipis (maksimal 0. Bagaimana membuat gambar bentangan benda-benda kerucut/ piramid oblik ? 11. Bagaimana membuat gambar kerucut/piramid oblik dalam gambar proyeksi ortogonal ? 9. Apakah ciri dari kerucut/piramid oblik ? 7. Apa gunanya standard pekerjaan ? 13. 8 .3 mm)? 12. Apakah kegunaan bentuk kerucut/piramid oblik? 8. bila kerucut/piramid oblik berpotongan dengan bentuk geometris yang lain. yang membentuk suatu benda ? 5. Bagaimana membuat gambar kerucut/piramid tegak dalam gambar proyeksi ortogonal ? 4. Bagaimana melukis garis sambungan atau garis perpotongan. Apa perlunya keselamatan kerja pada pembuatan gambar bentangan atau mal? dapat mengajukan uji kompetensi kepada assessor internal dan eksternal.F. Apa gunanya kelonggaran pada pembuatan mal ? 14. Bagaimana membuat gambar bentangan benda-benda kerucut/ piramid tegak ? 6. Bagaimana melukis garis sambungan atau garis perpotongan.

RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar. Jenis kegiatan melukis gambar bentangan. membuat mal cerobong melukis gambar bentangan dan membuat mal kerucut oblik gambar bentangan cerobong Membuat mal untuk pembuatan sambungan pipa siku (elbow).BAB II PEMELAJARAN A. Membuat gambar bentangan dan mal suatu konstruksi corong mesin Tanggal Waktu Tempat belajar Alasan perubahan Tanda tangan guru 9 .

maka kerucut akan menggeliding membentuk lingkaran radial. KEGIATAN BELAJAR 1. maka akan terbentuk bentangan permukaan kerucut pada bidang datar. Bayangkan bila kerucut/piramid digelindingkan sesuai arah anak panah. Uraian materi 1 Pembuatan Gambar Bentangan Dengan Metode Garis Radial Cara membuat gambar bentangannya: 1. membuat mal untuk pembuatan cerobong dengan konstruksi kerucut tegak. siswa dapat melukis gambar bentangan. gambarlah dari tampak muka. Buat lebih dulu gambar proyeksinya. Tujuan kegiatan pemelajaran 1 Setelah siswa belajar dengan modul ini. pada bidang permukaan kerucut membuat gambar bentangan. akan membantu dalam Garis-garis dari titik O ke titik 1-7 . b. yang berfungsi menyalurkan gas dari sebuah ruangan ke udara luar. sering disebut garis radial. membuat mal untuk pembuatan cerobong a. Kegiatan Belajar 1 Melukis gambar bentangan. 10 . seperti yang Perhatikan titik-titik 1.2 sampai 7. Karena garis tengah kerucut tidak sama ukurannya. 2.B. Gambar bentangan menjadi tampak pada gambar 1. beri tanda ujungnya dengan O.

4. maka pada bidang permukaan kerucut akan ada 12 garis. Ini diakibatkan posisi bidang kerucut yang sebenarnya tidak sejajar dengan bidang gambar atau bidang proyeksi. Kerucut dan Gambar Bentangannya. Bagilah lingkaran bawah dari kerucut menjadi beberapa Bila telah bagian yang sama. dan tidak harus sama. Permasalahannya garis mana yang mewakili untuk melukiskan radius lingkaran bawah 11 . tidak mempunyai panjang yang sama. Perhatikanlah bahwa panjang garis yang terlukis di atas. hanya secara teknis sering lebih sulit. 3. hanya setengahnya yang dapat dilihat dari tampak depan dari kerucut. boleh saja dibagi menjadi berapa saja. misalnya menjadi 12 bagian.1 2 3 4 5 6 O 7 6 sumbu tengah 4 3 2 1 7 6 5 4 3 2 1 5 Gambar 1. Bila dibuat garis masing-masing dari titik 0 ke titik-titik 1 sampai tuju . memahami proyeksi .

merupakan garis awal dan garis akhir yang nanti akan menyatu membentuk kerucut bila gambar bentangan yang dibuat. Untuk membuat gambar bentangannya. titik O dapat dipilih dimana saja. Pemilihan titik O seperti pada gambar. pindahkan ke lingkaran yang telah dibuat sebelumnya. pilihlah sebuah garis yang paling tepi. diambil praktisnya saja. Pada gambar berikut. 2. maka akan diperoleh gambar bentangan kerucut terpotong seperti pada 12 . Cara ini sering justru menyulitkan pengaturan tata letak gambar. Untuk melukis sisi atas dari kerucut. ukur saja dari titik O sampai ujung atas kerucut terpotong pada garis yang paling tepi (panjang sebenarnya). yang panjangnya sudah benar. gunakan untuk membuat lingkaran yang berpusat di O. …. Maka garis O-1T. berulang-ulang sehingga diperoleh titik 1.kerucut. yang telah dibuat dengan cara sebelumnya. digulung kembali . Cara menggambar gambar bentangannya sama denga cara sebelumnya.. diubah jadi mal. Lingkarkan pada lingkaran kerucut gambar. misal dari titik 2 ke 3.. dibuat gambar bentangan kerucut yang ujungnya terpotong tegak lurus dengan sumbu tengah kerucut. Ukurlah tali busur pada lingkaran bawah.1. 5.

Kerucut Terpotong dan Gambar Bentangannya. Sebagai contoh ditunjukkan benda sederhana yang terlihat seperti pada gambar proyeksi berikut: 13 .1 2 3 4 5 6 O 6 5 4 3 2 1 7 6 5 4 3 2 1 7 Gambar 2. yaitu: besarnya panjang dengan dengan lukisan dan rumus Pythagoras (perhitungan). Cara Penentuan Panjang Garis Sebenarnya Ada dua macam cara untuk mencari sebenarnya suatu garis. 1).

sehingga belum dapat Ketiga panjang garis menunjukkan digunakan untuk membuat gambar bentangan. Beberapa cara mencari TL (true length) atau panjang sebenarnya: Rumus Pythagoras : TL = ? ( A’B’2 + A”B”2) = ? ( 502 + 1002) = 111. Menentukan TL Perhatikan pada gambar bahwa : AB A’B’ A”B” = tidak panjang sebenarnya = bukan TL = tidak panjang sebenarnya = bukan TL = tidak panjang sebenarnya = bukan TL tersebut.8 mm Bandingkan panjang dari ketiga garis di atas. berbeda ? 14 . panjangnya kalau diukur belum panjang yang sebenarnya.50 A' 30° B' Tampak atas B B" bukan TL 100 A Tampak depan A" Tampak samping Gambar 3a.

dan tampak atas. depan. b) Dari gambar tampak atas. tampak samping. c) Proyeksikan titik 1 tersebut ke gambar tampak depan sampai memotong garis datar di bawah. titik 2. berpusat pada titik A’ buatlah busur lingkaran sampai memotong garis mendatar pada titik 1. Menentukan TL Langkah melukis TL: a) Gambar benda dalam gambar proyeksi ortogonal. maka garis ini telah mempunyai panjang garis sebenarnya (TL) tampak 15 .a) Cara gambar proyeksi 1 : A' B' 1 Tampak atas B B" bukan TL TL 2 A Tampak depan A" Tampak samping Gambar 3b. d) Buatlah garis dari titik B ke titik 2.

tandai titik 1. Menentukan TL Langkah melukis TL : a) Melukis gambar proyeksi dari benda. tandai titik 2.b) Cara gambar proyeksi 2: A' 1 B' Tampak atas B B" 0 bukan TL TL 2 A Tampak depan A" Tampak samping Gambar 3c. 16 . d) Hubungkan titik 2 dengan titik 0 yang diperoleh dari proyeksi titik B dengan sebuah garis. sehingga memotong garis yang bersudut 45o dengan garis datar. Maka garis yang terlukis adalah garis yang telah mempunyai panjang sebenarnya. c) Titik 1 diproyeksikan ke bawah sehingga memotong garis datar di bawah. b) Proyeksikan titik B’ ke kanan tegak lurus.

Pindahkan panjang garis A’B’ pada gambar tampak atas. tandai titik 2. Hubungkan 0 dengan titik 2 dengan sebuah garis.c) Cara gambar proyeksi 3: A' B' Tampak atas B B" 0 bukan TL TL A Tampak depan A" 1 2 Tampak samping Gambar 3d. c) Proyeksikan titik B ke titik 0. ke titik 1 dan lingkarkan busur sehingga memotong garis mendatar di bawah. Menentukan TL Langkah melukis TL: a) b) Gambar benda dalam gambar proyeksi. 17 . Maka garis itu telah mempunyai panjang garis yang sebenarnya.

dipelajari pada saat belajar gambar proyeksi. cerobong. Suatu benda sering dikonstruksi dengan lebih dari satu bagian. digunakan corong. penekukan. Bila dinginkan ketelitian ukuran. Teori tentang perhitungan pengerolan dapat dibaca pada modul sebelumnya.2). Proses pembentukan sering mengakibatkan ukuran benda menjadi bertambah. saluran berkaitan dengan pembuatan konstruksi benda yang menggunakan plat. dan sebagainya. pelipatan. Garis Perpotongan antara Dua Benda. pelubangan. menjadi hal yang penting dalam pembuatan gambar bentangan atau mal. 3). perlu diperhitungkan dalam menentukan kebutuhan plat sebelum ditekuk atau dirol. Hubungan Cara Pengerjaan dengan Mal yang akan dibuat. misalnya: udara atau gas. Pengerjaan konstruksi tersebut melibatkan. yang lebih penting adalah ketepatan ukuran agar suatu komponen yang satu terpasang secara tepat pada komponen yang lain. Perpotongan antara bidang permukaan bagian-bagian benda. maka perhitungan ditekankan pada bagian yang akan disambung atau dipasangkan. 18 . pengerolan. Perubahan yang berupa pertambahan panjang plat. Ketelitian ukuran sering menjadi bukan hal yang penting. Gambar bentangan atau mall. Penekukan atau pengerolan plat menyebabkan plat berubah bentuk dan berubah ukurannya. dan penyambungan. pembuatan profil. kabinet. kotakkotak. saluran air. Cara melukis garis perpotongan.

perpotongan kedua pipa silnder mempunyai bentuk geometris apa. 4. 2. Tugas 1 1. bahwa siswa telah melakukan kegiatan 19 . Cerobong dibuat dari plat mild steel dengan tebal 1. material. Tunjukkan bukti belajar Belajarlah tentang bentuk geometris silinder. termasuk jenis silinder tegak atau oblik. Amatilah. Rangkuman 1 ? Hal yang penting dalam pembuatan gambar bentangan dan mal dari sebuah ? ? ? Menggambar konstruksi cerobong yang terdiri dari : kerucut tegak dan pipa atau silinder tegak adalah : konstruksi cerobong dalam gambar proyeksi dengan benar dan teliti. 6. Kelonggaran sebesar . Belajarlah membagi busur lingkaran secara perhitungan dan secara lukisan. serta kelonggaran ukuran yang diinginkan. Menentukan garis mana yang telah panjang sebenarnya dan yang belum sebenarnya. d. Buatlah gambar bentangannya. Akan dibuat suatu cerobong seperti pada gambar berikut ini. Amatilah. bila harus berpotongan dengan bentuk kerucut.5 mm. Mengetahui cerobong proses pembentukan dan penyambungan yang akan dibuat. 5. corong yang akan dibuat.c.2 mm. dengan proses pengerolan dan pengelasan oksi-asitilin Cerobong terdiri dari pipa silndris dan kerucut. 3.0. mal akan dibuat dari plat seng yang tipis.

Mengapa dalam membuat gambar bentangan /mal diambil sekala gambar 1 : 1 ? 20 150 . Jelaskan hubungan antara kerucut dengan bentuk elip. Jelaskan hubungan antara kerucut dengan bentuk parabola atau hiperbola. 75 0 10 75 12 0° 20° 200 Gambar 4.7. Tes formatif 1 Pertanyaan : 1. Gambarkan seperti apa penampang lintang sebuah kerucut tegak. 2. Pada sudut sambungan yang bagaimana. 3. Tidak ragu-ragu untuk konsultasi dengan guru. agar kerucut dapat disambung dengan pipa silinder ? 6. Bagaimana menghitung keliling lingkaran ? 5. Cerobong –Kerucut Tegak e. 4.

Penampang lintang sebuah kerucut adalah sebuah lingkaran. Mengapa ketepatan dalam kesejajaran dan kesikuan garis . Parabola terjadi bila sebuah kerucut dipotong sejajar dengan sisi kerucut. 5. (siswa dapat membuat lukisan). Tunjukkan sisi/garis mana saja pada kerucut yang dapat digunakan secara langsung pada pembuatan gambar bentangannya. maka akibatnya. serta ketelitian ukuran menjadi sesuatu yang sangat-sangat penting dalam membuat gambar bentangan ? 8. Keliling lingkaran dapat dihitung dengan rumus: 2 ? R. 6. Bila dalam melukis garis sejajar atau garis siku tidak tepat dan teliti. juga dapat disambung dengan sudut sedemikian sehingga sisi elip dari kerucut bertepatan dengan sisi elip dari silinder. Elip adalah bentuk yang terjadi bila sebuah kerucut dipotong miring. bila Kerucut dapat Kerucut sumbu tengahnya sama dengan sumbu tengah dari silinder (sudutnya nol). gambar 21 . Kunci jawaban tes formatif 1 1.7. bila kedua sisi yang akan disambung membentuk bentuk geometris disambung dengan dan ukuran yang sama. silinder. gambar proyeksi atau bentangan yang dihasilkan tidak benar. f. sedangkan hiperbola dalah bentuk yang terjadi bila sebuah kerucut dipotong sejajar dengan sumbu tengahj kerucut. 2. 3. 4. Sebuah kerucut akan dapat disambung dengan sebuah pipa silinder.

adalah sisi bagian bawah dari kerucut (lingkaran). c) Plat seng tebal 0. Keselamatan Kerja a) Letakkan alat-alat kerja pada tempat yang disediakan. penggores disaku pakaian saudara. b) kikirlah bagian tepi seng biar tak tajam. ukurannya teliti dan tak melukai tangan. spidol permanen 0. 2. Dengan sekala gambar 1 : 1. 3. mal lengkung. gunting kertas. g.1. gunting plat yang dapat menggunting bentuk lengkung. Lembar Kerja 1 1. e) Model pipa silinder yang akan disambung. penggores baja. artinya ukurannya sudah sama dengan ukuran benda yang akan dibuat. jangan sampai melukai tangan dan kertas. Tinggi kerucut dan juga 22 . Alat-alat/Bahan yang dibutuhkan: a) Kertas manila ukuran A2 b) Alat tulis: pensil H runcing.3 mm d) Gunting plat.7. penggores. 8. serta plat . pensil 2 B. sepasang penggaris segitiga. sehinnga dapat segera dimalkan pada plat yang akan dibuat menjadi benda. c) Jangan meletakkan gunting. Garis yang sudah mempunyai panjang sebenarnya. jamgka. Langkah Kerja Membuat Gambar Bentangan dan Mal a) Gambar kembali bagian kerucut (cerobong) yang akan dibuat gambar bentangannya dalam bentuk gambar supaya sisi paling tepi dari kerucut (seperti gambar di atas). kikir. dan mempunyai ukuran yang sebenarnya. mistar baja. siku.

Berilah nomor 1 sampai 7 pada titik-titik pembagian. lingkarkan ke arah kanan kira-kira setengah lingkaran. proyeksikan titik-titik busur ligkaran dasar diperoleh garis radial 1’-O lagi. ke puncak kerucut O. 23 . dan pindahkan dengan jangka ke titik 1’ dan lingkarkan sehingga memotong lingkaran besar. diambil garis tengah netralnya. e) Untuk membuat bentangannya. yang terpancung di bagian bawahnya. b) Kenali bahwa bentuk dasar dari cerobong adalah kerucut tegak.proyeksi dengan benar bentuknya dan teliti ukuran. sehingga memotong garis-garis radial. diperoleh titik 2’. sebagai radius. f) Ambilah misalnya kerucut akan dibentangkan mulai dari garis 1-O. berulang kali. c) Lukislah setengah lingkaran pada bagian sisi bawah . j) Selanjutnya titik-titik tersebut diproyeksikan melingkar. serta sudut-sudutnya. d) Buatlah garis-garis radial dari titik-titik 1 sampai 7. g) Ukurlah tali busur 1-2. ambilah sebelah kanan. misalnya O-1. h) Lakukan i) Pada potong langkah di atas. dibagi menjadi 6 bagian. ke arah tegak lurus sumbu tengah sampai ke sisi tepi sebelah kanan. sehingga pada sisi kerucut terpancung. Dengan sisi ruang gambar paling tepi dari kerucut. diperoleh titik potong pada sis kerucut. sisi kerucut dengan garis radial. buatlah garis radial dan beri tanda 1’-O. Ukuran garis tengah sisi dasar kerucut.

dengan gunting yang tajam. dengan penggores yang tajam. v) Bila mal seng tersebut di atas. dengan radius sampai sisi potong atas kerucut. /bawah kerucut terpancung. o) Tempelkan dengan baik mal kertas ke plat seng kertas. t) Bila ternyata ditentukan.2 mm lagi (tebal plat).. sehingga akan diperoleh titik-titik yang pada merupakan busur yang akan membentuk sisi kerucut bagian atas. u) Ulangi langkah pembuatan mal secara lebih teliti. m) Periksakan pada guru apakah gambar bentangannya sudah benar dan teliti. cobalah cari letak kesalahannya. 0. sudah baik. n) Potonglah gambar bentangan yang terbuat dari kertas. yang dapat melukai tangan.5 mm di luar dari garis yang ada. untuk penambahan penekukan plat.k) Bila titik perpotongan antara garis proyeksi dan garis radial dihubungkan semuanya l) Untuk melukis akan diperoleh kurve sisi dasar sisi atas dari kerucut. buat garis sesuai dengan tepian mal 24 . yang jadilah mal dari kertas. hanya pada sisi sambungan telah disediakan. sampai ukurannya tepat dan tepian seng tidak tajam. p) Potonglah seng . bentangan lingkarkan dari titik O. tepat pada garis yang ada. maka buat lagi mal seng seperti itu. q) Kikir tepian mal dari seng. ke kanan sampai memotong semua garisgaris radial. s) Cobalah mal dari seng dirol agar membentuk model tidak sesuai dengan syarat-syarat yang dari bentuk yang akan dibuat. r) Pada sisi sambungan kikirlah 1.

ditambah dengan plat selebar 5 mm untuk pengelasan tepi. Gambar Bentangan Cerobong . Gambar kerja 1: busur dasar kerucut 2 1 6 7 3 4 5 kurve sisi dasar 6 5 O 4 gambar bentangan 3 2 1 1 2 3 4 5 7 6 Gambar 5a.Kerucut Tegak 25 .

garis radial

garis tekuk

5

ditekuk dan dilas tepi

bentuk sambungan

Gambar 5b. Gambar Mal Cerobong - Kerucut Tegak

26

2. Kegiatan Belajar 2 Melukis gambar bentangan dan membuat mal kerucut oblik a. Tujuan kegiatan pemelajaran 2 Setelah siswa belajar dengan modul ini, siswa dapat melukis gambar bentangan dan membuat mal kerucut oblik untuk penyambungan dua pipa tegak, yang tidak satu sumbu tengah (tidak sentris) dan beda garis tengahnya. b. Uraian Materi 2 Untuk memahami bentuk kerucut oblik ditunjukkan bentuk geometris dan penggunaannya.

kerucut

pipa silindris

pipa silindris garis perpotongan

pipa silindris bejana silindris garis perpotongan

Gambar 6. Ilustrasi Penggunaan Kerucut Oblik

27

Pada

gambar

di

atas,

ditunjukkan

sambungan

pipa

bercabang. Perhatikan bahwa sumbu tengah pipa besar di kanan, tidak satu sumbu dengan sumbu tengah pipa kecil di sebelah kiri. Terlihat juga pada garis perpotongan pipa silindris dengan kerucutnya berbentuk garis lurus yang tegak lurus sumbu tengah pipa maupun kerucut. Jadi kerucut oblik berfungsi untuk menghubungkan pipa silindris yang satu dengan pipa silindris yang lain yang mempunyai sumbu tidak satu garis dan garis tengahnya berbeda Kerucut oblik mempunyai konstruksi yang posisinya ‘miring‘. Untuk mengetahui lebih lanjut perhatikan ilustrasi dan uraian berikut:

B A

0 A B

0 panjang sebenarnya

6 7

5

4

1 3 2 0 1

2

3

4

5

6 7

1 1 0 12 11 10 4 5 6 7 8 9

2 3

kurve dasar kerucut

. Gambar 7. Ilustrasi Kerucut Oblik dan Gambar Bentangannya

28

Kerucut garis

oblik bila dipotong menurut garis AA berbentuk lingkaran,

yang sejajar

dasar kerucut,

sedangkan bila

dipotong menurut garis BB, berbentuk elip. Garis radial pada permukaan kerucut berbeda panjangnya, perhatikan , pada gambar ada 6 kembaran garis radial. Garis radial pada gambar tampak depan dan tampak atas, panjangnya belum sebenarnya. Panjang sebenarnya dari garis-garis radial dapat dilihat di sebelah kanan. Pembuatan gambar bentangannya, melalui langkah-langkah : a) Menggambar benda menurut tampak atas dan tampak depan dengan benar dan teliti. b) Menentukan panjang garis yang sebenarnya, dengan cara seperti yang telah dituliskan di muka. c) Buatlah d) Tetapkan luas. e) Dari titik 1, buatlah busur lingkaran dengan radius sama dengan jarak pembagian 12 sehingga memotong titik 2. lingkaran dengan garis radial 0-2, tandai busur lingkaran dengan radius semua garis garis radial 0-1 sebagai garis awal atau radialnya, diambil garis radial dengan panjang sebenarnya. dimulainya bentangan, lukiskan di tempat yang cukup

Selanjutnya ulangi langkah ini untuk titik-titik yang lain. f) Hubungkan titik-titik yang diperoleh dengan sebuah garis. Maka garis tersebut akan membentuk kurve dasar kerucut oblik. Lengkaplah gambar bentangan dari kerucut. Pembuatan plat datar menjadi kerucut oblik, tak semudah membuat kerucut tegak. Pada kerucut tegak hanya butuhkan pengerolan, tetapi pada kerucut oblik, disamping dirol, juga harus

29

tak semudah membuat kerucut tegak. d. Pada kerucut tegak hanya butuhkan pengerolan. c. Buatlah gambar bentangan dan mal yang berbentuk kerucut corong. serta tidak satu sumbu. menuju saluran saluran digunakan dari konstruksi oblik seperti pada gambar. lewat sistem lipatan. Rangkuman 2 Kerucut oblik dipakai untuk menghubungkan atau menyambung dua pipa atau silinder yang berbeda ukurannya dan sumbunya sejajar. atas. tetapi pada kerucut oblik. 30 . juga harus disesuaikan dengan jalan ditekan dari samping. berbentuk elip. sehingga bentuk nya menjadi elip dan lingkaran pada sisi bawahnya. telah banyak sedangkan bila dipotong tegak lurus sumbu kerucut. Tugas 2 1. Sambungan antara Kerucut menyalurkan gas dari saluran bawah. disamping dirol. Saluran terbuat dari plat mild steel tebal 1. Kerucut oblik bila dipotong sejajar sisi dasarnya. Pembuatan gambar bentangan dan malnya dijelaskan di Uraian materi 1. berbentuk lingkaran. Pembuatan plat datar menjadi kerucut oblik.2 mm. sehingga bentuk nya menjadi elip dan lingkaran pada sisi bawahnya.disesuaikan dengan jalan ditekan dari samping. Kelonggaran 1 mm.

Tes Formatif 2 Pertanyaan : 1. Tunjukkan bukti bahwa siswa telah melakukan kegiatan belajar Belajarlah tentang bentuk geometris kerucut oblik dan pipa silinder. Mengapa saluran atas dan saluran bawah di atas hanya dapat disambung dengan kerucut oblik ? 31 . penampang lintang kedua saluran gas yang akan disambung mempunyai bentuk geometris apa.100 28° 200 200 Gambar 8. Tidak ragu-ragu untuk konsultasi dengan guru. 5. 2. Amatilah. kapan keduanya dapat disambung. 4. Cerobong-Kerucut Oblik. Mengapa saluran atas dan saluran bawah pada gambar tidak dapat disambung dengan kerucut tegak ? 2. 3. e.

sedangkan kedua kerucut sisinya oblik berbentuk elip. dan posisinya miring sehingga dapat menyambung pipa atau 32 . Apa keuntungan kerucut oblik dari pada kerucut tegak ? 5. Alat-alat/Bahan yang dibutuhkan: a) Kertas manila ukuran A2. Dapat menyambung dua pipa dengan sumbu yang tak segaris. g. Tidak dapat disambung dengan kerucut tegak. Karena kerucut oblik mempunyai kedua sisi yang berbentuk lingkaran. sehingga setelah dirol. masih harus berbentuk lingkaran. 4. tetapi disesuaikan bentuk elipnya. Lembar Kerja 2 1. sebagai akibat jarak pembagian pada busur bawah diukurkan pada garis-garis radial pada kerucut yang panjangnya tidak sama. Mengapa gambar bentangan kerucut oblik lebih kecil dari pada gambar bentangan kerucut tegak. 2. Pembuatan kerucut tegak selesai dengan dirol. Apa kerugian penggunaan kerucut oblik ? f. 3. cocok dengan bentuk sisi kedua saluran. saluran yang sumbunya tidak satu garis. 4. karena penampang lintangya berbentuk lingkaran. 5. Karena pada pembuatan gambar bentangan kerucut oblik . Kunci jawaban formatif 2 1. Pembuatan kerucut oblik tidak semudah pembuatan kerucut tegak. jarak garis-garis radialnya lebih rapat. karena kedua saluran tidak satu sumbu tengah.3. sedangkan pada kerucut tegap panjang garis radialnya sama.

serta sudut-sudutnya. d) Hubungkan titik-titik di atas dengan titik puncak kerucut O. 33 . b) Kenali bahwa saluran atau pipa yang akan disambung terdiri dari dua pipa yang berbentuk silinder tegak c) Lukislah setengah lingkaran pada bagian bawah kerucut.1. kikir. Langkah kerja membuat gambar bentangan dan mal: a) Gambar kembali kerucut oblik. spidol permanen 0. siku. e) Model saluran bagian atas dan bagian bawah. dibagi menjadi 6 bagian. yang akan dibuat gambar bentangannya dengan benar bentuknya dan teliti ukuran. c) Jangan meletakkan gunting. sehingga diperoleh garis-garis radial pada permukaan kerucut. jangan sampai melukai tangan dan kertas. penggores baja. c) Plat seng tebal 0. Keselamatan Kerja a) Letakkan alat-alat kerja pada tempat yang disediakan. mal lengkung. 2. Berilah nomor 1 sampai 7 pada titik-titik pembagian.3 mm d) Gunting plat.b) Alat tulis: pensil H runcing. mistar baja. penggores. 3. pensil 2 B. gunting kertas. penggores disaku pakaian saudara. b) kikirlah bagian tepi seng biar tak tajam. serta plat . sepasang penggaris segitiga. supaya ukurannya teliti dan tak melukai tangan.

g) Dari titik 1’. pada bentangan.dan seterusnya sama. Berilah tanda O-1’. titik O. gambar kurve dasar kerucut ini panjangnya sama dengan busur lingkaran sehingga sampai ke garis O-1’ lagi. sisi kerucut oblik bagian atas. misalnya. i) Hubungkan titik 1’ .e) Dengan radius yang panjangnya sama dengan panjang garis radial lingkarkan ke atas (atau boleh ke kanan).…. dasar dari kerucut. f) Ambilah sebuah garis dimulai dari garis kerucut akan disambung. h) Ulangi langkah di atas untuk titik-titik 2. garis O-1’. Gambarlah garis tersebut pada gambar bentangan sebagai sisi awal. sampai diperkirakan cukup untuk membuat gambar bentangannya (keliling lingkaran dasar kerucut). selanjutnya dapat dibuat sendiri. sehingga membentuk kurve sambungan.. 2 ‘ sampai 1’ lagi dengan garis . k) Periksakan kepada guru gambar bentangan yang telah dibuat. Melalui titik 2’ buatlah garis radial menuju 34 . sudut diantara garis radial tidak lingkaran yang telah Titik potongnya diberi tanda 2 ‘. lingkarkan panjang tali busur dari pembagian setengan lingkaran. 3. j) Dengan cara yang sama. memotong dibuat dari titik 2 sebelumnya. Perhatikan bila benar.

5 mm di luar garis yang ada. dengan sisi sambungan dikurangi 1.Langkah Kerja Pembuatan Mal Kerucut Oblik: a) b) Petunjuk pembuatan mal dengan bahan plat seng tebal 0. Bila sudah benar. buat satu lagi mal seng. Kikir tepian kurve sambungan mal dari seng. Usahakan agar tepian seng tidak tajam dengan jalan dikikir. 0. cobalah cari letak kesalahannya. h) i) Ulangi langkah pembuatan mal secara lebih teliti. jadilah mal dari kertas.3 mm : Potonglah gambar bentangan yang terbuat dari kertas.2 mm atau satu tebal plat . dengan penggores yang tajam. sampai ukurannya tepat. Potonglah seng . dengan gunting yang tajam. c) Tempelkan dengan baik mal kertas ke plat seng telah d) e) disediakan. Coba pasangkan dengan model pipa atau saluran yang akan disambung. f) g) Cobalah mal dari seng dirol agar membentuk model cerobong –kerucut oblik. dengan tepian mal 35 . yang dapat melukai tangan.. buat garis sesuai kertas. yang tepat pada garis yang ada. dan untuk rencana dilipat atau ditekuk ditambah 7 mm dan 6 mm. bila ternyata tidak sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan.

kurve dasar = busur dasar 7 6 5 4 3 2 1 0 7 6 5 4 3 2 1 Gambar 9a. Gambar Mal Cerobong Kerucut –Oblik 36 . Gambar Bentangan Cerobong Kerucut –Oblik garis radial 7 6 garis lipatan 7 Gambar 9b.

suatu kerucut juga. dapat digunakan untuk membuat gambar bentangan sebuah piramid yang terpotong seperti pada gambar berikut: Perhatikan bahwa pojok-pojok akan menuju puncak merupakan kerucut. menggunakan plat tebal 1. sehingga pada dasarnya sama dengan metode penyelesaiannya 37 . dikatakan bahwa piramid segi empat kerucut dengan sisi sebanyak empat. membentuk Dengan kata lain. b. Uraian materi 3 Kenggunaan metode garis radial. membuat mal dengan benar dan teliti. O.. siswa dapat membuat gambar bukaan atau gambar bentangan suatu cerobong gas yang berbentuk piramid tegak. Kegiatan Belajar 3 Membuat gambar bukaan atau gambar bentangan suatu cerobong a.3. Tujuan kegiatan pemelajaran 3 Setelah mengikuti kegiatan belajar ini.2 mm dengan kegelonggaran ukuran yang 1 mm. pada permukaan piramid.

Piramid dan Gambar Bentangannya 38 .1 4 garis lipatan 3 0 2 sumbu tengah 1 1 0 4 TL 2 3 1 4 garis lipatan 3 0 2 1 1 TL 1 4 2 3 Gambar 10.

potongkan dengan lingkaran sehingga diperoleh titik 2. 02. Perhatikan cara mencari panjang garis sebenarnya atas garis-garis tersebut pada gambar. panjang sisi pojok 0-1. Tampak bahwa garis 0-1. belum panjang sebenarnya . 0-4. karena piramidnya piramid tegak. Penjelasan bagaimana menentukan panjang garis sebenarnya atau TL (true length).Pembuatan gambar bentangan lanjut. ukurlah garis radial 0-2. Dalam hal ini. Langkah pembuatan gambar bentangan piramid : a) b) Gambar piramid dalam gambar tampak depan dan tampak atas dengan benar dan teliti. sehingga tidaklah pada gambar proyeksi ortogonal yang terlihat di atas. Gambar Perhatikan bahwa piramid perlu dipelajari lebih pada lingkaran bayangan kerucut menyentuh pojok piramid. garis radial di mana sebagai wakil bentangan piramid berpotongan dengan garis 1-2 dan akan dimulai. maka sisi pojoknya panjangnya sama. sehingga dicari lebih dulu Tlnya. misalnya garis 0-1. c) Buatlah busur lingkaran dari titik 0 (titik 0 boleh di tempat lain) d) Buat dengan radius 0-1 yang sudah panjang sebenarnya. Dari titik ini . 0-4 dapat digunakan untuk menggambar bentangannya secara langsung. disampaikan pada uraian materi 1 di depan. 0-3. lingkaran di titik 1. 0-2. 0-3. sehingga cukup dicari satu saja. secukupnya. Tentukan garis mana saja yang sudah panjang sebenarnya. Buat 39 .

busur lingkaran potong antara busur lingkaran ini dihubungkan dengan garis. yang menyerupai bentuk piramid . sehingga diperoleh titik 3. proyeksikan titiktitik pada sisi atas piramid ke garis panjang sebenarnya. Bila titik-titik ini dihubungkan dengan garis maka diperoleh bentangan sisi bawah dari piramid f) Untuk melukis bentangan sisi atas kerucut. 4. tampak depan Gambar 11. Titik dengan garis-garis radial diperoleh sisi atas dari terpotong akan sebanding dengan pojok keseluruhan dari piramid.e) Lakukan langkah tersebut lagi. metode garis tidak menyatu. secukupnya sejajar Ada catatan bahwa benda tetapi garis –garis pojok radial tidak dapat dipakai. Bukaan Piramid 40 . maka Perhatikan gambar-gambar berikut ini: garis tak bertemu tampak atas . Maka panjang sebenarnya garis dari sisi pojok piramid yang panjang sebenarnya sisi Dengan garis ini buatlah lingkaran luar. akan piramid. dan 1 lagi.

Piramid Oblik 41 .garis bertemu tampak atas tampak depan Gambar 12. Piramid Oblik garis bertemu tampak atas tampak depan Gambar 13.

Rangkuman 3 Konstruksi benda yang mempunyai bentuk dasar piramid sisi-sisi pojoknya akan dibuat bentangannya dengan metode garis radial. Corong gas – Piramid Tegak c. Piramid tegak digunakan untuk bila benda yang dibuat terdiri dari bagian piramid dan pipa tegak yang sumbu tengahnya 42 . sedangkan bila yang simetri hanya sebagian sisi-sisinya termasuk piramid oblik. Sebuah piramid ditandai dengan: bertemu pada suatu titik. maka termasuk piramid tegak.tampak atas pipa segi empat garis perpotongan piramid terpotong pipa segi empat tampak depan Gambar 14. Bila semua sisi-sisinya simetri atau panjangnya sama.

Cerobong – Piramid -Tegak 43 60 250 garis perpotongan belum ada 300 . sedangkan piramid oblik digunakan bila sumbu tengahnya tidak satu garis. Tugas 3 1. Dikonstruksi konstruksi cerobong. sesungguhnya itu Bentuk ini tidak dapat diselesaikan dengan 100 100 300 piramid Gambar 15.satu garis. Buatlah gambar bentangan dan mal tersebut dari plat mild steel tebal sebuah piramid dari 0. seperti pada gambar. tetapi sisi-sisi pojoknya tidak semuanya menyatu. maka bukan piramid. Bahan konstruksi dengan sambungan lipatan.5 mm. metode garis radial. d. Kelonggaran .0.7 mm. Bila ada bentuk yang menyerupai piramid.

penampang lintangnya mempunyai bentuk yang sama sepanjang piramid. Mengapa panjang sisi pojok dari piramid proyeksi tampak depan. Apa ciri dari bentuk piramid ? 2. Mengapa menggambar bentangan sebuah piramid. f. Tidak ragu-ragu untuk konsultasi dengan guru. 3. Tunjukkan bukti belajar 5. belum dapat pada gambar digunakan sebagai bahwa siswa telah melakukan kegiatan acuan dalam menentukan panjang garis-garis radialnya. Belajarlah tentang bagaimana melukis garis perpotongan antara piramid dengan bentuk silinder tegak. Ciri dari sebuah piramid yaitu : sisi pojoknya menyatu pada satu titik. ukuran sisi-sisinya sama. beri penjelasannya. 6. Bagaimana menghitung panjang sisi dasar piramid ? 5. Pelajarilah bahwa garis perpotongan antara bidang permukaan saluran atas dengan bidang permukaan piramid masing-masing sisi tidak membentuk garis lurus.2. 44 . Amatilah. Kunci jawaban tes formatif 3 1. e. bahwa corong yang akan dibuat termasuk jenis piramid tegak. Bila ada konstruksi berbentuk piramid. 4. tetapi penampang lintangnya berbentuk persegi panjang. Tes formatif 3 Pertanyaan : 1. dapat digunakan cara yang sama dengan cara untuk kerucut ? 3. apa dapat digunakan metode garis radial dalam membuat gambar bentangannya ? 4.

sehingga cara pembuatan gambar bentangannya dapat digunakan cara untuk kerucut.2. karena dicari 4 x panjang sebenarnya. Panjang (keliling) sisi dasar piramid adalah sisinya. sepasang penggaris segitiga. g. mistar baja.1 mm. 5. sehingga metode garis radial tidak dapat digunakan. Pada dasarnya. yaitu dengan metode garis radial. Bila ada piramid (seperti piramid). penggores baja. penggores. siku. Lembar Kerja 3 1. 3. Panjang belum gambar sisi pojok dari piramid pada gambar proyeksi acuan dalam membuat panjangnya belum terlebuh dulu panjang dapat digunakan sebagai bentangannya.3 mm Gunting plat. maka lintangnya berbentuk segi empat atau dapat dipastikan bahwa pojok=pojoknya tidak menyatu sesungguhnya itu bukan piramid. pensil 2 B. 5. Alat-alat/Bahan yang dibutuhkan : a) b) Kertas manila ukuran A2 Alat tulis: pensil H runcing. 45 . c) d) Plat seng tebal 0. spidol permanen 0. 4. bentuk piramid adalah sebuah kerucut dengan jumlah sisi terbatas (4. di tetapi penampang suatu titik. gunting kertas. sehingga harus sebenarnya dengan cara lukisan atau rumus Pytagoras. dan sebagainya). kikir. mal lengkung.

Langkah kerja pembuatan gambar bentangan: a) Gambarlah piramid tegak dalam gambar proyeksi dalam tampak depan. c) Jangan meletakkan gunting. maka panjang garis ini akan menunjukkan panjang sebenarnya dari garis 0-1 atau sisi pojok. buatlah 46 . serta plat . jangan sampai melukai tangan dan kertas. e) Dengan garis I”. panjang garis 1’. b) Buat garis perpotongan antara piramid dengan silinder tegak. diproyeksikan perpotongannya memotong garis datar yang ditarik dari dasar piramid.2. ambil titik sembarang dengan perkiraan dapat dibuat lingkaran dengan radius lingkarannya. c) Carilah panjang sebenarnya dari garis atau sisi pojok 0-1. tampak atas. buatlah gambar bentangannya. supaya ukurannya teliti dan tak melukai tangan. pada gambar tampak depan dengan cara proyeksi. dengan benar dan teliti. d) Hubungkan titik yang diperoleh tersebut dengan titik puncak piramid (tampak depan) dengan sebuah garis. Keselamatan Kerja a) Letakkan alat-alat kerja pada tempat yang disediakan. b) Kikirlah bagian tepi seng biar tak tajam.3. jangka penggores disaku pakaian saudara. dan 4 untuk titik –titik pada sisi dasarnya. dan 1.2. beri nama puncaknya dengan titik 0. dengan jalan dari titik 0 diproyeksikan dengan cara dilingkarkan Titik ke bawah sehingga (tampak atas) ke garis mendatar. dan tampak samping. 3.

f) Buat garis radial sebagai tepi (sambungan). maka diperoleh garis yang mewakili garis pojok 2-0. dan lingkarkan dari titik 1 di atas. i) Proyeksikan titik-titik silinder. Ukurlah panjang garis 1-2 (tampak atas). Hubungkan titik 2 dengan titik pusat lingkaran. Dengan mendasarkan garis panjang sebenarnya dari sisi pojok piramid. misalnua 01. beri bentangan sehingga memotong lingkaran pada langkah 47 . beri nama titik 2. Karena piramid bagian atas berpotongan dengan silinder tegak. membuat busur lingkaran sisi potong dengan Jarak bagian memproyeksikan titik itu (gambar tampak depan ke kanan perpotongan ini ke titik 0 digunakan sisi sambungan bagian atas masih harus lingkaran yang telah dibuat. sehingga memotong garis panjang sebenarnya. dan 4-0. g) Lakukan denga cara yang sama untuk memperoleh garis pojok 3-0. maka gambar bentangan dasar dari piramid sudah selesai. yang memotong nama titik 1. Bila ke empat sisi dan garis pojoknya sudah terlukis. serta 1-0. antara titik-titik untuk atas. dapat ditentukan ukuran panjang (jarak ) sebenarnya garis dari titik 0 sampai titik-titik yang ada garis perpotongan piramid dengan silinder. pada perpotongan antara piramid dan ke gambar gambar tampak depan. h) Membuat kurve bentangan sisi piramid bagian atas. maka dicari. sehingga memotong lingkaran.

tepian alat lukis yang runcing dan tempelkan mal kertas jangan sampai berubah tandanya tak mudah tempat.5 mm dari garis gambar atau mal kertas. jangan sampai merusak gambar. Periksa apakah bagian sambungannya sudah cocok dengan sisi pipa silinder atas. guntinglah dengan benar dan hati-hati pada garis sambungan. 48 . dengan penggores Guntinglah dengan gunting plat pada 0. Cobalah mal dari seng yang telah dibuat dilipat sehingga membentuk piramid terpotong. lukislah garis lipatan mundur setebal 8 mm untuk lipatan. perbaiki. Tandai terhapus. Kikirlah sehingga garis penandaan habis. Langkah kerja pembuatan Mal: a) Setelah dibuat gambar bentangan. mal kertas. lembaran seng dengan.7 mm). Jadilah plat (0. biar tepat ukuranya.sebelumnya. periksa dimana kesalahannya. Bila titik-titik potong ini d1hubungkan akan diperoleh kurve sambungan antara kedua bagian. g) Bila sudah benar. tambahkan mal untuk membuat cerobong-piramid-tegak. potong seperempat dari mal keseluruhan (karena simetri). b) Siapkan pada atau c) d) e) f) plat seng secukupnya. Bila belum cocok. dan tidak tajam.

Gambar Bentangan Cerobong-Piramid Tegak 49 .2 tampak depan tampak samping garis dasar segi empat 3 garis lipatan 2 4 0 1" R 1 1 1 gambar bentangan Gambar 16a.Gambar kerja 3 1 panjang sebenarnya 0-1 4 3 tampak atas 0 2 1" 1" 0 1.

8 garis lipatan 8 seperempat mal Gambar 16b. Gambar Mal Cerobong Piramid Tegak 8 bentuk sambungan 6 50 .

b.4. Pipa akan dibuat dari plat yang mempunyai tebal tertentu lain yang terstandarisasi. d. Piramid tegak digunakan untuk bila benda yang dibuat terdiri dari bagian piramid dan pipa tegak yang sumbu tengahnya satu garis. siswa dapat membuat mal untuk pembuatan sambungan pipa siku (elbow). maka termasuk piramid tegak. Rangkuman 4 Konstruksi benda yang mempunyai bentuk dasar piramid dibuat bentangannya dengan metode garis radial. Sebuah piramid ditandai dengan: sisi-sisi pojoknya akan bertemu pada suatu titik. sedangkan bila yang simetri hanya sebagian sisi-sisinya termasuk piramid oblik. Uraian Materi 4 Materi sebagian sama dengan yang diuraikan pada Uraian Materi 3 c. Corong terbuat dari plat mild dengan jalan plat dirol. sedangkan piramid oblik digunakan bila sumbu tengahnya tidak satu garis. Corong akan dipasang pada sebuah tabung mendatar. Kegiatan Belajar 4 Membuat mal untuk pembuatan sambungan pipa siku (elbow) a. Bila semua sisi-sisinya simetri atau panjangnya sama. Tugas 4 1) Buatlah gambar bentangan dan mal sebuah orong dari sebuah mesin seperti pada gambar berikut. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 4 Setelah mengikuti kegiatan belajar ini. Pipa yang dibuat harus dapat dipasangkan pada pipa 51 .

bagaimana bentuknya. Corong Pada Konveyor 2) Amatilah. 4) Tunjukkan bukti belajar 5) Belajarlah tentang bagaimana membuat garis perpotongan antara piramid dengan silinder. piramid tegak 200 garis sambungan 175 silinder tampak samping tampak depan tampak atas Gambar 17. kelonggaran -1 mm. bahwa siswa telah melakukan kegiatan 52 100 .steel tebal 2 mm akan dipasang pada tabung silinder dengan sambungan las gas. garis sambungan antara piramid dengan tabung silinder. corong termasuk dalam bentuk piramid tegak atau bukan ? 3) Amatilah. 6) Tidak ragu-ragu untuk konsultasi dengan guru.

299 mm netralnya. Bila sudutnya tidak sama. 2. panjang garis OA = 6 0 mm. Apa akibatnya. maka R = 48. sisi potongnya bila yang sama. garis manakah yang sudah menunjukkan panjang garis sebenarnya. 2.598 mm. sehingga disambung akan cocok. diselesaikan dengan metode garis radial ? Jelaskan. lukisan. panjang garis OA = 100 mm. yaitu D = 96. tidak cocok 53 . Pada gambar tampak atas dan samping. Pada gambar tampak depan. 3.433 t tersebut digunakan diameter Karena t = 3 mm. Pipa sambungan dbuat simetri sudutya. sedangkan pada gambar tampak depan. Radius dalam r = 50 . dan dengan cara Pertanyaan : f. Dapatkah corong mesin di atas.e. dan tunjukkan garis yang belum menunjukkan panjang garis sebenarnya. Hitung dengan rumus Pythagoras. bila gambar bentangan tidak dilukis dengan garis yang mempunyai panjang sebenarnya. maka ukurannya tidak sama. tunjukkan. agar berbentuk elip dengan ukuran bentuk elip yang terjadi dipasangkan. 4. 5. Pada gambar tampak atas. Kunci jawaban 4 1.3 = 47 Radius netral R = r + x Untuk merencanakan pipa -? x = 0. Berapa panjang sebenarnya dari garis OA tersebut. Tes Formatif 4 1. apakah sisi pojok dari piramid sudah menunjukkan panjang garis sebenarnya.

Pada gambar tampak atas. c) Dari perpotongan garis ini. c) Plat seng tebal 0. Keselamatan Kerja a) Letakkan alat-alat kerja pada tempat yang disediakan.3 mm d) Gunting plat. b) Carilah panjang garis sebenarnya dari garis OA (sisi pojok bagian yang berbentuk piramid. penggores baja. siku. dan tampak atas dengan benar dan teliti. c) Jangan meletakkan gunting. 3. gunting kertas. Lembar Kerja 4 1. diujung bawah piramid. b) kikirlah bagian tepi seng biar tak tajam. b) Alat tulis : pensil H runcing. supaya ukurannya teliti dan tak melukai tangan. spidol permanen 0. kikir. sampai memotong garis datar sisi atas piramid. proyeksikan garis OA dengan cara melingkarkan garis OA memotong sumbu mendatar. 2. pensil 2 B. Garis ini akan menunjukkan panjang garis sebenarnya dari garis OA = OB 54 . Beri nama garis R. penggores. serta plat . sepasang penggaris segitiga. tampak samping. jangan sampai melukai tangan dan kertas.1. penggores disaku pakaian saudara.g. hubungkan garis ke titik O. Langkah Kerja Pembuatan Gambar Bentangan : a) Buatlah gambar tampak depan. mistar baja. Alat-alat/Bahan yang dibutuhkan : a) Kertas manila ukuran A2. proyeksi titik potongnya ke gambar tampak samping atau depan.

Semua garis yang ada pada sebenarnya dari garis itu. Proyeksikan juga titik-titik pada silinder ini (juga terletak pada sisi bawah kerucut).= OC = OD. panjangnya dapat diperoleh dari sini. B. titik O ditempat mulai dengan cukup Ukur. 5 (boleh pada busur lingkaran tampak samping dan tentukan berjarak sama sembarang) silinder. i) Untuk melukiskan bentangan dari silinder. 2. ambilah gambar titik 1. lingkarakan. Proyeksikan ke atas sampai sisi atas dari piramid. h) Karena BA = dilukiskan Hubungkan garis-garis AD = DC = CB . Titik-titik yang diperoleh diproyeksikan ke garis R. gambar tampak depan. C. maka sisi piramid yang berpotongan dengan silinder. beri nama titik A. Panjangnya digunakan untuk melukis gambar bentangannya. maka berikut nya dapat titik pusat lingkaran. akan diketahui panjang garis sambungannya. lingkaran dengan jari-jari R. beri nama B. d) Untuk melukis kurve atau sisi piramid dan diproyeksikan ke garis ini. ukurkan panjang garis 55 . mengambil yang diperkirakan untuk membuat f) Misalkan. g) Ukurkan panjang garis BA dari gambar tampak atas.. ... dengan yang nantinya menjadi sisi pojok dari piramid.. maka diperoleh garis-garis itu. gambar bentangan dimulai dengan sisi buatlah garis OB. garis sambung dengan O-1 pada garis R dan dengan cara ditekuk/dilipat. dan dari titik A lingkarkan memotong busur lingkaran R . e) Dalam melukis gambar betanganya. pada gambar tampak samping atau depan. D..ah R OB.

karena bentuknya simetri. bila sejajar dengan lingkaran R. Kikirlah Cobalah sehingga mal garis dari seng penandaan habis. dan memproyeksikan. jangan tempelkan mal kertas atau Setengahnya lagi dapat digambarkan sampai merusak gambar. Kurve garis perpotongannya diperoleh dengan ke garis R. j) Pada sisi piramid yang berikutnya. dengan penggores dan tandanya lukis yang runcing tak mudah 56 . titik 1. 4. Bila titik-titik nya dihubungkan akan diperoleh garis setengah panjang sisi sambungan.lingkarkan dan OA . k) Garis lurus dan kurve sambungan di atas dapat dikopi untuk sisi-sisi lain dari piramid. Guntinglah dengan gunting garis gambar atau mal kertas. jangan sampai berubah tempat. pada garis guntinglah dengan benar dan hati-hati b) c) Siapkan Tandai alat d) e) f) terhapus. Maka yang perpotongan antara lingkaran ini dengan garis pojok OB dihubungkan diperoleh garis lurus menunjukkan sisi bawah dari piramid bidang itu. yang telah dibuat sehingga membentuk piramid seperti yang dikehendaki atau plat pada 0. mal kertas. Langkah Kerja Membuat Mal: a) Setelah dibuat gambar bentangan. 5 melingkarkan seperti langkah sebelumnya. 3. berben tuk kurve. plat seng secukupnya . secara simetri.5 mm di luar sambungan . tepian pada lembaran seng . dan tidak tajam. biar tepat ditekuk ukuranya. 2.

dengan seperempat dari mal sebelumnya (ada dua sebagai mengambil macam seperempatan mal). Gambar Kerja 4. perbaiki. piramid tegak 5 21 R A. D B. tambahkan 5 mm untuk dilipat juga ditambahkan 5 mm. serta penguat.5 mm sesuai tebal plat. Jadilah mal untuk membuat corong konveyor seperti direncanakan. sedangkan untuk mal yang akan ditekuk demikian ditambah untuk ditekuk sebesar 10 mm. Menentukan TL 57 . Untuk mal yang tidak ditekuk sampingnya. g) Bila Bila tidak. buat lagi mal dari seng. C R 5 2 1 O tampak samping C B O tampak depan O D A OR = panjang sebenarnya dari OA=OB=OC=OD tampak atas Gambar 18a. Garis tekukan dimundurkan 0.tidak. mal sudah benar. periksa kemungkinan kesalahannya.

B R 5 2 1 5 21 C sisi atas piramid garis lipatan D A kurve sambungan gambar bentangan B Gambar 18b. Gambar Bentangan Corong Konveyor 58 .

Mal untuk Sisi 1 dan sis 3 59 .garis tekuk/lipat seperempat mal 10 10 sambungan dilas titik Gambar 18c.

Mal untuk Sisi 2 dan sisi 4 60 .seperempat mal garis lipatan dilas 5 10 sambungan dilas titik Gambar 18d.

Tugas 5 : 1) Buatlah gambar bentangan dan mal benda yang berbentuk kerucut. b. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 5 Setelah mengikuti kegiatan belajar dengan modul ini. 2) Amatilah .5 mm. 4) Tunjukkan bukti belajar 5) Pelajari pentingnya mengetahui garis panjang sebenarnya dari suatu garis ada pembuatan gambar bentangan. Sambungan dengan bagian lain 61 . d. Plat dibentuk dengan cara di rol dan dipukul. Kegiatan Belajar 5 Membuat gambar bentangan dan mal suatu konstruksi corong mesin a. tampak seperti pada gambar. Kelonggaran akan di las.5. Uraian materi 5 Baca materi 1 c. corong terbuat dari kerucut tegak atau oblik . Bahan plat mild steel tebal 2 mm. bahwa siswa telah melakukan kegiatan 0. 3) Amatilah. peserta diklat dapat membuat gambar bentangan dan mal suatu konstruksi corong mesin yang menggunakan kerucut oblik. garis perpotongan antara kerucut dan pipa . Rangkuman 5 Baca rangkuman 1. 6) Tidak ragu-ragu untuk konsultasi dengan guru.

jelaskan. termasuk kerucut tegak atau kerucut oblik. tunjukkan garis radial mana yang mempunyai panjang sebenarnya dan yang belum sebenarnya.100 100 14 0 0 0 tampak depan tampak samping Gambar 19. 5. tunjukkan garis radial mana yang mempunyai panjang sebenarnya dan yang belum sebenarnya. Corong Mesin e. tidak sama panjang ? 3. 62 200 ° 60 100 . 4. Pada gambar tampak samping. Kerucut pada pembuatan corong mesin tersebut . Pada gambar tampak depan. 2. Jelaskan mengapa panjang garis radial pada bentangan kerucut oblik tidak sama panjang seperti pada kerucut tegak. Tes Formatif 5 Pertanyaan : 1. Mengapa garis radial pada kerucut oblik.

pensil 2B. Kunci jawaban formatif 5 1. garis radial yang telah mempunyai panjang sebenarnya tidak ada. Garis radial pada kerucut oblik tidak sama panjang. Pada gambar tampak samping. siku. dapat dilihat dari sisi bagian atasnya yang berbentuk lingkaran dan sisi tersebut tidak tegak lurus dengan sumbu tengahnya. garis-garis pembagian radialnya diukurkan tidak sama panjang. g. Pada gambar tampak depan. sedangkan pada kerucut oblik. c) Plat seng teb al 0. mal lengkung.f. b) Alat tulis: pensil H runcing. 5. Panjang garis radial pada gambar bentangan kerucut tegak sama panjangnya. karena jarak pembagian diukurkan pada busur yang jari-jarinya sama.3 mm d) Gunting plat. 2. Lembar Kerja 5 1. garis radial yang telah mempunyai panjang sebenarnya adalah garis yang paling kiri dan kanan ( garis 0-1 dan garis 0-7). semuanya belum sebenarnya.penggores. sehingga terhadap sumbu tengahnya. kikir. 0-5. sepasang penggaris segitiga. 4. penggores baja. karena jarak pada masing-masing busur yang sisi-sisinya tidak simetris jari-jarinya tidak sama panjang. Alat-alat/Bahan yang dibutuhkan : a) Kertas manila ukuran A2. 0-3. 63 . karena posisi kerucut miring. 3. 0-4. gunting kertas. 0-7 belum panjang sebenarnya. mistar baja. sedangkan garis 0-2. Kerucut tersebut termasuk kerucut oblik.

siap untuk melukis gambar bentangan. beri nama 0-1.2. Panjangnya tidak sama. lukislah garis radial yang terlihat dari tampak atas. c) Jangan meletakkan gunting. Ada 6 pasang garis radial yang panjangnya tidak sama. Keselamatan Kerja a) Letakkan alat-alat kerja pada tempat yang disediakan. jangan sampai melukai tangan dan kertas. d) Dari titik 0. b) kikirlah bagian tepi seng biar tak tajam. maka garis ini sudah mempunyai panjang sebenarnya. 0-7. supaya ukurannya teliti dan tak melukai tangan. 2. b) Bagilah lingkaran yang menunjukkan sisi atas kerucut menjadi 12 bagian. lingkarkan atau proyeksikan masing-masing garis radial ke sisi atas kerucut. Langkah kerja a) Gambarlah dalam gambar tampak depan dan tampak samping corong kerucut oblik yang akan dibuat dengan teliti dan benar. beri nama titik 1. serta plat . di setengah lingkaran atas.….. bila titik-titik potong ini dihubungkan dengan titik 0 di ujung kerucut. penggores disaku pakaian saudara. Ada 6 garis radial. c) Mencari panjang garis radial yang sebenarnya. pada tampak atas. 3. Pada gambar tampak samping. gambar tampak depan sesuaikan titik-titiknya.0-2. Misalnya dimulai dari titik 1 pada 64 . e) Membuat gambar bentangan. 7. Ambilah titik 0 sembarang atau boleh di ujung kerucut. …. diperoleh titik-titik potong. gambar pula garis perpotongannya dengan silinder.

Dari titik 1 ukurkan jarak pembagian 12 dan lingkarkan dari titik 1. Selanjutnya dengan garis radial yang telah sebenarnya buatlah busur lingkaran dari titik 0 yang akan memotong lingkaran dari titik 1 sebelumnya. h) Setengah bentangan yang lain dapat dilakukan dengan cara yang sama. 5. bila titik potongnya kerucut dihubungkan akan diperoleh bagian bawah. 4. secukupnya. ukurlah dari titik 0 panjang semua garis radial yang sebenarnya. Maka akan diperoleh titik-titik potong antara lingkaran dengan garis radial yang sesuai. dan 7. Beri nama titik 2 pada perpotongannya . kurve sambung 65 .dan garis radial 1. i) Periksalah apa gambar bentangan yang dibuat telah benar dan teliti. 6. Buatlah busur lingkaran dengan garis radial 1 yang telah sebenarnya sebagai radiusnya. Bila titik-titik pembagian 12 perpotongan antara garis radial dan jarak dihubungkan akan diperoleh sambung setengah kurve sisi atas kerucut. lingkarkan sejajar dengan lingkaran dari titik 0 sebelumnya. tanyakan kepada guru atau tutor. g) Untuk melukis sisi yang akan membentuk garis potong kerucut dengan silinder. f) Ulangi langkah di atas untuk garis radial 3.

kemungkinan kesalahannya. dengan penggores atau tandanya plat tak mudah alat lukis yang runcing dan terhapus. Bila sudah benar. dari seng yang telah dibuat Bila tidak. jangan sampai merusak gambar. jangan sampai berubah 66 . perbaiki.Langkah Kerja Membuat Mal : a) Setelah dibuat gambar bentangan. tempelkan mal kertas pada lembaran seng. dan tidak tajam. periksa sehingga membentuk kerucut seperti yang dikehendaki tidak. penandaan habis. b) Siapkan tempat. biar tepat ditekuk ukuranya. c) Tandai tepian mal kertas.5 mm di luar garis gambar atau mal kertas. d) e) f) Guntinglah dengan gunting Kikirlah sehingga garis Cobalah atau g) mal pada 0. plat seng secukupnya. buatlah lagi sebuah mal dari seng dengan mengurangi garis tekuk sebesar 2 mm (tebal plat) dan menambah 5 mm untuk rencana penekukan atau sambungan tumpang. guntinglah dengan benar dan hati-hati pada garis sambungan .

Gambar Bentangan Corong Mesin 67 .Gambar kerja 5: panjang sebenarnya 2 3 4 1 2 3 4 2 1 3 4 5 6 7 1 2 3 sisi atas kerucut 5 6 7 0 garis potong 0 6 sisi sambung 2 1 gambar bentangan 3 4 Gambar 20a.

5 dibrazing dibrazing 5 sambungan plat Gambar 20b. Gambar Mal Corong Mesin 68 .

PERTANYAAN Evaluasi hasil belajar peserta diklat atau siswa. menggunakan kelonggaran dengan tepat. butir-butir pertanyaan dan kriteria penilaian di buat untuk setiap kegiatan pemelajaran. menentukan besarnya kelonngaran pada pembuatannya. Kognitif Skill. 2. mengidentifikasi dan menerapkan standar kode dan simbol pada gambar bukaan. membuat mal. menerapkan kelongaran dengan tepat. yang meliputi: cara menggunakan alat gambar. yang meliputi : 1. 5. menggunakan material untuk membuat mal menghitung menetapkan titik awal dengan tepat. membuat mal sesuai sesuai dengan spesifikasi dan toleransi. Psikomotor Skill Attitude Skill Produk/benda kerja sesuai kriteria standar.BAB III EVALUASI A. memilih material. menggunakan hasil penentuan kelonggaran pada perakitan. membuat gambar bentangan. 3. mal dengan tepat. 69 . mengidentifikasi dan menghitung material dengan tepat. melukis dan menandai. Evaluasi attitude skill dilakukan dengan pengamatan terhadap siswa selama melakukan kegiatan. pekerjaan dengant tepat. 4. Evaluasi psikomotor skill dilakukan dengan melakukan selama siswa pengamatan melaksanakan kegiatan pemelajaran. sesuai mesin yang digunakan. menggunakan stard kode dan simbol pada gambar bukaan. menghitung jumlah material. memilih metode pembuatan gambar bentangan dengan tepat. yang meliputi: sikap siswa pada saat memperhatikan spesifkasi alat dengan tepat. menghitung ukuran kelonggaran. Evaluasi kognitif skill dilakukan dengan mengadakan tes formatif. Batasan waktu yang telah ditetapkan.

Batas Waktu Batasan Waktu yang Ditetapkan Uraian Tes Formatif 1 Pembuatan gambar bentangan 1 Pembuatan mal 1 Total : Tes Formatif 2 Pembuatan gambar bentangan 2 Pembuatan mal 2 Total : Tes Formatif 3 Pembuatan gambar bentangan 3 Pembuatan mal 3 Total : Tes Formatif 4 0.3 jam 10 Jam 10 jam 20.3 jam 10 jam 10 jam 20.5 jam 12 jam 10 jam 22.a. Bobot Penilaian Hasil Kegiatan Pemelajaran Komponen yang dinilai Produk Kognitif Skill Psikomotorik Skill Attitude Skill Total Bobot Nilai 70 % 10 % 10 % 10 % 100 % Keterangan 5 gambar Bentangan dan Mal 5 tes formatif Pengamatan selama proses belajar Pengamatan selama proses belajar b.5 jam Keterangan 70 . 0.4 jam.3 Jam Waktu 0. Bobot Penilaian Berikut ditunjukkan bobot penilaian hasil kegiatan pemelajaran siswa/peserta diklat.3 jam 0.

yang dengan benar diberi skor nol.4 jam 1. Ada catatan bahwa gambar bentangan di depan. maka dari itu. C. dinyatakan belum lulus. semua pertanyaan 2) Kriteria Penilaian yang dapat menjawab dengan benar. Hasil Pengamatan Psikomotorik Skill dan Attitude Skill : 71 . diberi nilai: belum dapat. Demikian juga perlu dibuat mal yang benar dan teliti. skala gambarnya tidak 1 : 1. perlu instruktor atau tutor membuat terlebihg dahulu gambar bentangan dengan sekala 1 : 1. untuk dibandingkan dengan hasil atau produk dari peserta diklat. sedangkan bila tidak Siswa dapat menjawab lulus. pada lembar kerja sudah disampaikan.Pembuatan gambar bentangan 4 Pembuatan mal 4 Total : Tes Formatif 5 Pembuatan gambar bentangan 5 Pembuatan mal 5 Tota l: Keseluruhan : B. diberi skor satu. KRITERIA PENILAIAN 1) Kriteria penilaian tes formatif: Siswa dapat menjawab dengan benar pada setiap butir . sedangkan jawaban yang berkaitan dengan gambar bentangan.5 jam 15 jam 15 jam 31.5 jam 120 jam Untuk setiap tes formatif kunci jawabannya dapat dilihat pada masing-masing kegiatan didepan. KUNCI JAWABAN 10 jam 15 jam 25.

72 . Dapat bekerja dengan bimbingan.Peserta diklat 20 % dari yang tidak lmemenuhi syarat pada lebih dari komponen yang ada tidak lulus. dan memenuhi batas kelonggaran yang ditetapkan dan mal dinyatakan lulus. 3) Kriteria Penilaian Produk : Peserta yang dapat membuat gambar bentangan dan mal yang benar. Dapat bekerja tanpa bimbingan. sebaliknya yang belum dapat memenuhi dinyatakan tidak lulus. Dapat bekerja tanpa bimbingan. 90 – 100 : Di atas kriteria minimal. dan yang memenuhi 80 % lebih dinyatakan lulus. Kategori kelulusan: 70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. 80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal.

serta tidak rusak. dengan benar . dengan benar dan teliti. Lulus tes formatif 1 sampai 5. Bila mal yang dibuat. Bila telah membuat mal untuk konstruksi seperti yang tercantum pada kegiatan di atas. Bila telah membuat gambar bentangan pada kegiatan belajar 1 sampai kegiatan belajar 5.BAB IV PENUTUP Siswa berhak memperoleh sertifikat pada modul ini: 1. dan tidak rusak. dibandingkan dengan kostruksi standar yang telah disediakan. 4. 73 . isiswa dapat guru atau lembaga untuk memperoleh sertifikat untuk modul yang telah dilaksanakan. 3. Pelaksanaan kegiatan dan wujud hasilnya dapat dibuktikan secara administratif. 5. teliti . dapat untuk mewujudkan konstruksi seperti yang tercantum pada lembar kegiatan. dan memenuhi menghubungi persyaratan administrasi lainnya. 2. Setelah siswa memenuhi persyaratan yang termuat dalam uraian di atas.

1981. E. L. C. Mechanical Drawing 8 th Edition. Basic Fabrication and Welding Engineering . Wing Tai Cheung Pronting Co.. New York Verma. French.M. . Piman Publishing Ltd. . New York Smith. Etc. French.DAFTAR PUSTAKA Dickason. 1974.J. Sheet Metal Drawing and Pattern Development. F.. New Delhi. 1974. McGraw-Hil Book Company. Mechanical Drawing 8 th Edition. Etc. 1977. Hong Kong. McGraw-Hil Book Company. Thomas E. . Ltd. Thomas E. A. 74 . London. Engineering Drawing. Khana Publishers.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful