BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Penerimaan pajak merupakan salah satu sumber pendapatan pemerintah, bahkan merupakan sumber pendapatan utama. Dengan ini lah pemerintah menjalankan roda kegiatannya sehari-hari, membangun prasarana publik seperti jalan, pembangunan jembatan, membayar cicilan hutang Negara, dll. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini penulis merasa perlu mengangkat permasalahan tentang pengaruh pajak pada keseimbangan pasar. Subsidi adalah sebuah pembayaran oleh pemerintah untuk produsen, distributor dan konsumen bahkan masyarakat dalam bidang tertentu. Misalnya untuk mencegah penurunan dari industri misalnya, sebagai hasil dari operasi yang tidak menguntungkanterus-menerus atau kenaikan harga produknya atau hanya untuk mendorong untuk memperkerjakan tenaga kerja yang lebih seperti dalam kasus subsidi upah. Contohnya adalah subsidi ekspor untuk mendorong penjualan ekspor. Subsidi pada beberapa bahan makanan untuk menekan biaya hidup,subsidi harga bahan bakar minyak, dan subsidi pertanian untuk mendorong perluasan produksi pertanian danmencapai kemandirian dalam produksi pangan

1

1 Pengaruh Pajak Pada Keseimbangan Pasar Pajak yang dikenakan atas penjualan selalu menambah harga barang yang ditawarkan.BAB II PEMBAHASAN 2. Rumus FungsiPenawaranSetelahPajak Qs=b(p-t)+a atau Qs=a+b(p-t) Pst=a+bQ+tatauPst=Ps+t Keteranngan E = keseimbangan pasar mula-mula Et = keseimbangan pasar setelah pajak S = fungsipenawaranawal St = Fungsi penawaran setelah pajak P = fungsipermintaan Rumus Keseimbangan Pasar Sebelum Pajak (E) PD=PS atauQd=Qs Rumus Keseimbangan Pasar Setelah Pajak (Et) Pd=Pstatau Qs=Qst Total Pajak yang diterima Pemerintah T = t X Q padaKeseimbangansetelahpajak Besarnyapajak yang ditanggung Konsumen T konsumen= (Pet-Pe) X Qt Besarnyapajak yang ditanggungProdusen T Produsen= total Pajakygditerimapemerintah – pajak yang ditanggungKonsumen Keterangan : Pet :Koordinat P pada Keseimbangan Pasar setelah pajak Pe :Koordinat P pada keseimbangan pasar sebelum pajak Qt :Koordinat Q pada keseimbangan pasar setelah pajak ContohSoal Fungsi permintaan dan penawaran gula diberikan sebagai berikut : P 12 Q 2 . sehingga hanya mempengaruhi fungsi penawaran. sedang fungsi permintaannya tetap.

2Q = -10 Q =5 Untuk Menentukan Nilai P Maka Nilai Q disubstitusikan ke salah satu fungsi Permintaan atau Penawaran.Maka Nilai Q di substitusikan kepada fungsi Permintaan Q=3 di substitusikanpadaPd Pd=12-Q Pd=12-3 P=9 3 .Q = 2+Q . Gambarkan kurvanya 4. Pd = 12-Q Ps = 2+Q = 12 – 5 = 2+5 P =7 P =7 Jadi nilai keseimbangan pasar adalah Q = 5 dan P = 7.Tentukan : 1.P 2Q Pemerintah mengenakan pajak sebesar 4 pada setiap unit yang diproduksi.Total Pajak yang diterima pemerintah. rumus Keseimbangan pasar setelah pajak adalah PD=PSt 12 Q 6 Q Q 3 Untuk Mencari NilaiP .7) 2. Jawab : Dari Soal Diketahui Pd12 Q Ps2Q t =4 Nilai Keseimabangan Pasar sebelum pajak adalah Pd = Ps 12. E(5. Besar pajak yang ditanggung konsumen 6. 5. Nilai Keseimbangan Pasar Setelah Pajak Dari SoalDiketahui : Pd12 Q Ps2Q t=4 Pst=a+bQ+t maka Pst=2+Q+4 Pst= 6+Q 1. 2. Nilai keseimbangan pasar setelah pajak 3. Nilai keseimbangan pasar sebelum pajak. Besarnya pajak yang ditanggung produsen.

Perpotongan antara kurva permintaan dengan kurvapenawaran disitulah terjadi keseimbangan pasar yaitu E(5. Pst= 6+Q Q P 0 6 1 7 2 8 3 9 4 10 5 11 6 12 7 13 8 14 9 15 Jadi Dari table ini pun kita bisa tahu bahwa keseimbangan pasar setelah pajak adalah Et(3. Membuat grafik Penawaran Untuk membuat grafik penawaran kita membutuhkan beberapa koordinat agar bisa menarik garis permintaan pada kurva.7) d. 4 . c. Berikut adalah gambar kurvanya. Sedangkan untuk menggabarkan kurvakeseimbangan pasar setelah pajak kita perlumen cari titik-titik koordinat dengan cara table dan menggunakan fungsi Penawaran yang dikenai pajak(Pst). b.9)karena Koordinat tersebut ada pada fungsipenawaran yang dipengaruhi pajak dan ada juga padakurva permintaan. Menentukan titik-titik koordinat penawaran dengan cara yang sama seperti a tetapi meggunakan fungsi penawaran sebelum pajak (Ps) Ps2 Q Q P 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 7 6 8 7 9 8 10 9 11 c. kurva permintaan.Jadi Keseimbangan Pasar setelah pajak adalah Et(3.9) 3. Pd12 Q Q P 0 12 1 11 2 10 3 9 4 8 5 7 6 6 7 5 8 4 9 3 b. Dari proses a. Membuat kurva a.Caranya dengan menggunakan table dan fungsi permintaan (Pd). dan kurva keseimbangan setelah pajak maupun sebelum pajak. d tersebut maka sekarang kita bisamembuatkurva penawaran.

Besarnya pajak yang ditanggung produsen. Besarnya pajak yang ditanggung konsumen adalah tk= (Pet-Pe) xQt tk= (9-7)x3 tk= 6 6.4. Total Pajak yang diterima Pemerintah adalah T = Pajak x Q padaKeseimbangansetelahpajak T= 4x3 T= 12 5. T Produsen=T Pemerintah-T konsumen tp = 12-6 tp= 6 5 .

2 PENGARUH SUBSIDI TERHADAP KESEIMBANGAN PASAR Subsidi ( s ) adalah bantuan yang diberikan pemerintah kepada produsen terhadap produk yang dihasilkan atau dipasarkan. Fungsi penawaran setelah subsidi adalah F ( Q ) = P + S atau P = F(Q ) – S Keseimbangan Pasar Sebelum subsidi Qd = Qs atau Pd=Ps Keseimbangan setelah subsidi Pd = Pss Subsidi Untuk Konsumen SK = ( Po – Ps ) Qs Subsidi yang diberikan pemerintah S = s .2. 6 . sehingga harga yang berlaku dipasar lebih rendah sesuai dengan keinginan pemerintah dan daya beli masyarakat meningkat. Qs Besar Subsidi Untuk Produsen SP = S – (( Po – Ps ) Qs) Keterangan : Qs :nilai Q padakeseimbangan pasar setelah subsidi s :Subsidi Po :Nilai P pada keseimbangan pasar sebelum subsidi Ps: Nilai P Pada keseimbangan pasar setelah subsidi Sp :Subsidi untuk Produsen SG :Subsidi Yang diberikan Pemerintah Sk :Subsidi untuk konsumen S0 P1 P2 S1 Q1 Q2 D Contoh Soal .

) besar subsidi untuk produsen SK = ( Po – Ps ) Qs = (4–3)6 SK = 6 SG = Qs . 4 ) b. berapa bagian dari subsidi untuk konsumen dan produsen ? d. a. s = 6 .. berapa subsidi yang diberikan pemerintah ? Jawab .) jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi Qd = Qs Q = 12 – 2P = 12 – 8 Q = 4 12 – 2P = -4 + 2P 4P P = 16 = 4 ( Keseimbangan pasar sebelum subsidi So ( 4. a..6 Sp = 6 7 . 6. 2 = 12 ( Besar subsidi untuk produsen Rp.setiap unit barang. berapakah jumlah dan harga keseimbangan sesudah subsidi ? c. 3 ) c.Permintaan akan suatu komoditas dicerminkan oleh Q = 12 – 2P sedangkan penawarannya Q = -4 + 2P pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp. 2.½ Qs + 2 Pd = Pss -½Q+6 = ½Q Q = 6 Pss = ½ Q + 2 – 2 Pss = ½ Q P = ½Q P = 3 ( Keseimbangan pasar setelah subsidi Ss ( 6. berapakah jumlah dan harga keseimbangan sebelum subsidi ? b.) Qd = 12 – 2P Qs = -4 + 2P =>P = ½ Qd + 6 =>P = .) SP = S – (( Po – Ps )Qs = 12 – (( 4 – 3 ) 6 ) = 12 .

12.) d.6 = 12 8 .( Besar subsidi untuk konsumen = Rp..) Subsidi yang diberikan pemerintah S = s . Qs = 2.

9 . kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman susi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.BAB III PENUTUP Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA Bintang kalangi josep(2011).com/2011/05/26/pengaruh-pajak-subsidi-terhadap-keseimbangan-pasar 10 .com/social-sciences/2099370-pengertian-subsidi http://arekpinter.wordpress.Salemba empat.matematika ekonomi dan bisnis.shvoong. http://id.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful