P. 1
Makalah Hk Pidana

Makalah Hk Pidana

|Views: 9|Likes:
Published by Devi Maharani

More info:

Published by: Devi Maharani on Jun 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2013

pdf

text

original

TUGAS HUKUM PIDANA ASAS LEGALITAS

NAMA : IGUSTI A. DEVI MAHARANI A. NIM : 1103005015 KELAS A

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA 2012

BAB I PENDAHULUAN

Karena penerapan hukum pidana atau suatu perundang-undangan pidana berkaitan dengan waktu dan tempat perbuatan yang dilakukan, maka dalam hukum pidana kemudian dikenal asas-asas tentang batas berlakunya hukum pidana menurut waktu dan tempat. Berkaitan dengan berlakunya hukum pidana menurut waktu , yang berlaku di dalamnya adalah asas legalitas. Asas legalitas dalam hukum pidana merupakan asas yang fundamental dimana asas ini begitu penting untuk menentukan apakah suatu peraturan hukum pidana dapat diberlakukan terhadap tindak pidana yang terjadi. Dalam hukum pidana asas legalitas mengandung pengertian bahwa, “tiada suatu perbuatan dapat dipidana kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada, sebelum perbuatan dilakukan”, sesuai dengan Pasal 1 ayar (1) KUHP.

BAB II LATAR BELAKANG

Secara historis, urgensi asas legalitas dilatarbelakangi oleh orientasi pemikiran mengenai perlunya perlindungan hukum bagi kepentingan rakyat dari potensi kesewenang-wenangan penguasa atau raja yang memiliki kekuasaan yang absolut di masa lampau. Pada zaman romawi kuno sebagian besar hukum pidana tidak tertulis, sehingga dengan kekuasaannya yang sangat absolut, raja dapat menyelenggarakan pengadilan dengan sewenang-wenang. Pada masa itu, mulai timbul pemikiran mengenai perlunya menuangkan ketentuan tentang perbuatanperbuatan yang dianggap dilarang dan dapat dipidana ke dalam suatu wet (undang-undang) dengan tujuan agar penguasa atau raja tidak lagi dapat bertindak sewenang-wenang dengan kekuasaannya dan agar penduduk lebih dulu bisa mengetahui secara pasti mengenai larangan tersebut dan tidak melakukannya.

BAB III RUMUSAN MASALAH

Kapan suatu peraturan hukum pidana dapat diberlakukan terhadap tindak pidana yang terjadi ?

BAB IV PEMBAHASAN

Dari beberapa pendapat para ahli bahwa makna asas legalitas ada 3, yaitu : 1. Ketentuan pidana yang berisi perbuatan pidana yang disertai ancaman pidana harus tertulis dalam perundang-undangan 2. Seseorang tidak dapat dipidana sebelum ada ketentuan pidana terlebih dahulu 3. Pembentuk undang-undang tidak boleh memberlakukan surut suatu ketentuan pidana.

Fungsi dan Kegunaan Asas Legalitas Dalam Hukum Pidana Secara teoritis, asas legalitas memliki 2 fungsi, yaitu : 1. Fungsi melindungi  undang-undang pidana melindungi rakyat terhadap kekuasaan pemerintah tanpa batas, karena dengan adanya keharusan untuk menentukan perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dalam suatu undangundang, maka pemerintah tidak bias dengan keinginannya menyatakan bahwa tindakan rakyat merupakan tindakan yang terlarang sehingga ia dijatuhi hukuman. 2. Fungsi instrumental  batas-batas yang ditentukan undang-undang, pelaksanaan kekuasaan oleh pemerintah tegas-tegas diperbolehkan.

Kegunaan asas leglitas dalam hukum pidana berkaitan dengan 3 hal, yaitu : 1. Asas legalitas sangat penting keberadaannya karena dapat menjadi sarana utama untuk mencegah kesewenang-wenangan penguasa dalam pemidanaan. 2. Asas legalitas berguna karena dapat menjadi sarana utama untuk mewujudkan jaminan kepastian hukum bagi rakyat atau warga Negara dalam menerima segala tindakan dari siapa pun, terutama Negara. 3. Eksistensi asas legalitas sangat penting karena dapat menjadi sarana utama untuk mencegah terjadinya kejahatan. Kegunaan asas legalitas juga berlaku dalam hukum adat dimana tokoh adat tidak bisa sewenang-wenang menjatuhkan sanksi adat kepada warga yang melanggar hukum adat.

Untuk menjawab rumusan masalah: Kapan suatu peraturan hukum pidana dapat diberlakukan terhadap tindak pidana yang terjadi ? suatu peraturan hukum pidana dapat diberlakukan terhadap tindak pidana yang terjadi ketika telah adanya ketentuan hukum yang mengaturnya dan ketika aturan yang telah ada tersebut dapat diberlakukan terhadap tindak pidana yang terjadi. Kemudian peraturan perundang-undangan pidana atau yang mengandung ancaman pidana harus sudah ada sebelum tindak pidana dilakukan. Hal ini berarti bahwa ketentuan pidana tidak berlaku surut demi mencegah kesewenang-

wenangan penegak hukum dalam menuntut dan mengadili seseorang yang dituduh melakukan suatu tindak pidana. Pasal 1 ayat (1) KUHP mencantumkan asas legalitas ini sebagai berikut : “Tiada suatu perbuatan dapat dipidana kecuali atas ketentuan-ketentuan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada sebelum perbuatan dilakukan”. Dari rumusan tersebut, dapat diartikan bahwa suatu perbuatan baru dapat dipidana jika : 1. Ada ketentuan pidana tentang perbuatan tersebut yang dirumuskan dalam Undang-Undang atau tertulis sebagaimana disebutkan dalam kalimat “atas ketentuan-ketentuan pidana dalam perundang-undangan”. 2. Dilakukan setelah ada rumusannya didalam peraturan perundang-undangan sebagaimana tercantum dalam kalimat “ketentuan perundang-undangan sudah ada sebelum perbuatan dilakukan”. Dengan perkataan lain ketentuan pidana tidak berlaku surut (retro aktif).

BAB V KESIMPULAN Asas legalitas merupakan asas untuk memberlakukan peraturan hukum pidana terhadap tindak pidana dimana peraturan tersebut telah tercantum dalam perundang-undangan dan sebelum tindak pidana dilakukan.

Bahan Bacaan : Ali, Mahrus, Dasar-dasar Hukum Pidana, Jakarta : Sinar Grafika , 2011.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->