Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 LAPORAN PENDAHULUAN ACUT LUNG OEDEMA (ALO) 1.

Definisi Adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya cairan ekstravaskular yang patologis pada jaringan parenkim paru. Edema paru adalah terkumpulnya cairan extravaskuler yang patologis di dalam paru (Ilmu Penyakit Dalam Jilid II hal : 767). Edema paru adalah penimbunan cairan serosa atau satosanguinaso secara berlebihan dalam ruang interstitial dan alveolus paru – paru (Patofisiologi Sylvia A. Prirce hal: 722). Edema paru adalah akibat dari perubahan fisiologis tekanan dalam paru seperti ketika aliran darah berlangsung sangat cepat dan tidak normal sehingga terlalu membebani sistem sirkulasi tubuh yang kemudian menyebabkan terakumulasinya cairan dalam paru (KMB Joko Setyono hal: 55). Edema paru merupakan kondisi yang disebabkan oleh kelebihan cairan di paru-paru. cairan ini terkumpul dalam kantung-kantung udara di paru-paru banyak, sehingga sulit untuk bernapas. 2. Etiologi Secara umum penyebab edema paru adalah akibat peningkatan tekanan hidrostatik dan atau peningkatan permeabilitas kapiler paru. Faktor penyebab Oedema paru meliputi gangguan sistemik. Penyakit/gangguan yang menyebabkan peningkatan tekanan kapiler paru meliputi : a. Gangguan Faal Paru Kerusakan pembuluh darah paru Edema paru neurogenik Oedema paru akibat peningkatan tekanan udara (barotrauma) misalnya di ketinggian. Gagal jantung Kanan Gagal Jantung Congestif Kerusakan katup jantung (stenosis mitral) Sedangkan gangguan yang dapat mengakibatkan peningkatan permeabiltas kapiler paru antara lain : Insufisiensi paru pasca trauma Aspirasi cairan lambung Sepsis

b. Gangguan Jantung (Kardiogenik)

Edema yang Disebabkan oleh Payah Jantung Payah jantung merupakan salah satu penyebab edema yang paling sering.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 1. yang menyebabkan protein berkumpul di dalam ruangan Peningkatan permeabilitas kapiler. yang menyebabkann pengurangan tekanan osmosis Obstruksi limfe. jaringan sehingga menyebabkan cairan berosmosis ke luar dari kapiler-kapiler. Ini sebaliknya menyebabkan sebagian terbesar cairan tersebut masuk ke dalam ruang cairan interstisial. dan melalui kapiler-kapiler. Berbagai penyebab edema cairan ekstrasel tersebut adalah : 1) 2) 3) 4) 2. jumlah total cairan ekstrasel dalam tubuh meningkat secara progresif. koloid plasma sehingga gagal menahan cairan di dalam kapiler-kapiler. retensi cairan oleh ginjal saja dapat menyebabkan edema ekstensif. yang menyebabkan filtrasi cairan berlebihan Penurunan protein plasma. Peningkatan tekanan kapiler. karena bila jantung tak lagi memompakan darah keluar dari vena. Oleh karena itu. 3. antara lain: Edema yang Disebabkan oleh Dinamika Kapiler yang Abnormal Bahwa beberapa kelainan dalam dinamika ini dapat meningkatkan tekanan jaringan dan sebaliknya edema cairan ekstrasel. . dan orang tersebut terus minum air dalam jumlah normal dan menelan elektrolit dalam jumlah normal. maka darah akan terbendung dalam system vena. Tekanan kapiler meningkat. sehingga juga meningkatkan tekanan interstisial itu. dengan mudah. yang memungkinkan protein dan cairan Edema Karena Retensi Cairan oleh Ginjal Bila ginjal gagal mengekskresikan urina dalam jumlah memadai. secara berlebihan merembes ke ruang-ruang jaringan. Cairan ini diadsorpsi dari usus ke dalam darah dan meningkatkan tekanan kapiler. Pneumonia Overdosis heroin Luka bakar inhalasi (thermal atau kimiawi) Toksisitas oksigen Tenggelam/hampir tenggelam Emboli lemak Uremia Pancreatitis Dan lain-lain Penyebab umum terjadinya edema.

Pankreatitis Perdarahan Akut. f. Imunologi : pneumonitis hipersensitif. Tambahan lagi. kinin) Disseminated Intravascular Coagulation. Perubahan permeabilitas membran alveolar-kapiler (Adult Respiratory Distress Syndrome) a. alpha-naphthyl Aspirasi asam lambung. Bahan asing dalam sirkulasi (bisa ular. endotoksin bakteri. Pneumonia (bakteri. e. obat nitrofurantoin.Peningkatan tekanan vena paru tanpa adanya gangguan fungsi ventrikel kiri (stenosis mitral). d. parasit). . leukoagglutinin.Sampai sekarang belum ada contoh secara percobaan maupun klinik. chlorine. Berikut penyebab edema paru (keterangan selain yang di atas). i. Shock Lung oleh karena trauma di luar toraks.Hipoalbuminemia sekunder oleh karena penyakit ginjal.Peningkatan tekanan vena paru sekunder oleh karena gangguan fungsi ventrikel kiri. c. Penurunan tekanan onkotik plasma: . . Peningkatan tekanan negatif intersisial : . Bahan toksik inhalan (phosgene. Peningkatan tekanan onkotik intersisial. c. . protein-losing enteropaday. 3. ozone. a. b. . j. dan ini semakin memperhebat edema. penyakit dermatologi atau penyakit nutrisi. h. d. NO2. Insufisiensi Limfatik : Post Lung Transplant thiourea). alloxan.Peningkatan tekanan kapiler paru sekunder oleh karena peningkatan tekanan arteria pulmonalis (over perfusion pulmonary edema).Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 timbul “edema jantung” yang serius. g. Pneumonitis radiasi akut. b. 2. hati. sering ginjal berfungsi buruk pada payah jantung. dsb). a. Bahan vasoaktif endogen (histamin. virus. antara lain: 1. Ketidak-seimbangan Starling Forces : Peningkatan tekanan kapiler paru : .Pengambilan terlalu cepat pneumotorak atau efusi pleura (unilateral). asap Teflon®. .Tekanan pleura yang sangat negatif oleh karena obstruksi saluran napas akut bersamaan dengan peningkatan end-expiratory volume (asma).

Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 b. h. Neurogenic Pulmonary Edema. f. e. edema paru terbagi menjadi 2. Edema Paru Kardiogenik disebabkan oleh adanya Payah Jantung Kiri apapun sebabnya. Hal ini penting diketahui oleh karena pengobatannya sangat berbeda. a. g. Eclampsia Post Cardioversion. pada gilirannya. Non-cardiogenic pulmonary edema Non-cardiogenic pulmonary edema ialah edema yang umumnya disebabkan oleh hal berikut: . Cardiogenic pulmonary edema Edema paru kardiogenik ialah edema yang disebabkan oleh adanya kelainan pada organ jantung. b. Edema Paru Kardiogenik yang akut disebabkan oleh adanya Payah Jantung Kiri Akut. d. 2. Post Anesthesia. Ini dapat. c. Pulmonary embolism. Tak diketahui/tak jelas High Altitude Pulmonary Edema. c. kardiogenik dan nonkardiogenik. Gagal jantung kongestif yang disebabkan oleh fungsi pompa jantung yang buruk (datang dari beragam sebab-sebab seperti arrhythmias dan penyakit-penyakit atau kelemahan dari otot jantung). Post Cardiopulmonary Bypass. Lymphangitic Carcinomatosis. serangan-serangan jantung. Klasifikasi Berdasarkan penyebabnya. atau klep-klep jantung yang abnormal dapat menjurus pada akumulasi dari lebih dari jumlah darah yang biasa dalam pembuluhpembuluh darah dari paru-paru. dapat terjadi pula pada penderita Payah Jantung Kiri Khronik. Fibrosing Lymphangitis (silicosis). Tetapi dengan adanya faktor presipitasi. Narcotic overdose. jantung tidak bekerja semestinya seperti jantung memompa tidak bagus atau jantung tidak kuat lagi memompa. Cardiogenic pulmonary edema berakibat dari tekanan yang tinggi dalam pembuluh-pembuluh darah dari paru yang disebabkan oleh fungsi jantung yang buruk. 3. 4. Misalnya. 1. menyebabkan cairan dari pembuluh-pembuluh darah didorong keluar ke alveoli ketika tekanan membesar.

merokok kokain. kondisi yang berpotensi serius disebabkan oleh infeksi-infeksi yang parah. atau eclampsia pada wanitawanita hamil. g. luka paru. infeksi-infeksi paru. berakibat pada ekspansi yang cepat dari paru. luka paru akut yang berhubungan dengan transfusi atau transfusion-related acute lung injury (TRALI). b. dialysis mungkin perlu untuk mengeluarkan kelebihan cairan tubuh. overdosis pada heroin atau methadone dapat menjurus pada pulmonary edema.000 feet. Ini mungkin terjadi pada kasus-kasus ketika paru mengempis (pneumothorax) atau jumlah yang besar dari cairan sekeliling paru (pleural effusion) dikeluarkan. atau radiasi pada paru-paru. e. terutama pada kaum tua. perdarahan dalam otak (intracranial hemorrhage). yang dapat terjadi disebabkan oleh kenaikan yang Trauma otak. f. Acute respiratory distress syndrome (ARDS) Pada ARDS. c. integritas dari alveoli menjadi terkompromi sebagai akibat dari respon peradangan yang mendasarinya. Paru yang mengembang secara cepat dapat adakalanya menyebabkan re-expansion pulmonary edema. . Overdosis aspirin atau penggunaan dosis aspirin tinggi yang kronis dapat menjurus pada aspirin intoxication. yang parah. Pada orang-orang dengan gagal ginjal yang telah lanjut. yang mungkin menyebabkan pulmonary edema. Ini dapat berakibat pada pulmonary edema hanya pada sisi yang terpengaruh (unilateral pulmonary edema). trauma. Gagal ginjal dan ketidakmampuan untuk mengeluarkan cairan dari tubuh Menyebabkan penumpukan cairan dalam pembuluh-pembuluh darah. High altitude pulmonary edema. seizure-seizure cepat ke ketinggian yang tinggi lebih dari 10. beberapa infeksi-infeksi virus. Penyebab-penyebab lain yang lebih jarang dari non-cardiogenic pulmonary edema mungkin termasuk pulmonary embolism (gumpalan darah yang telah berjalan ke paru-paru). Penyebab yang jarang terjadi. penghirupan racun-racun. atau operasi otak dapat adakalanya berakibat pada akumulasi cairan di paruparu.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 a. menyebabkan neurogenic pulmonary edema. d. dan ini menurus pada alveoli yang bocor yang dapat dipenuhi dengan cairan dari pembuluh-pembuluh darah. berakibat pada pulmonary edema.

5. Stadium 2 Pada stadium ini terjadi oedema paru interstisial. atau dapat juga memiliki arti proses bercampurnya zat akibat gerakan zat komponen atom. Batas pembuluh darah paru menjadi kabur. Penderita tampak mengalami sesak napas yang berat disertai batuk berbuih kemerahan(pink froty). 2. Stadium 1 Adanya distensi pada pembuluh darah kecil paru yang prominen akan mengganggu pertukaran gas di paru dan sedikit meningkatkan kapasitas difusi CO. Manifestasi Klinik Gambaran tanda gejala ALO dapat dibagi menurut stadiumnya (3 stadium). demikian pula hilus serta septa interlobularis menebal. Difusi adalah proses penyebaran (pemencaran. molekul atau ionnya. Hipokapnia adalah penurunan tekanan CO2 dalam darah arterial. Untuk gas. Kapasitas vital dan volume paru yang lain turun dengan nyata. semua komponen bercampur sempurna satu sama lain dan akhirnya menjadi hampir seragam. 3. Pemeriksaan Penunjang a. Keluhan pada stadium ini biasanya hanya berupa sesak napas saat melakukan aktivitas.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 4. Catatan: 1. Sianosis sentral. Pemeriksaan Fisik 1. Sesak napas dengan bunyi napas seperti mukus berbuih. . Adanya penumpukan cairan di jaringan kendor interstisial akan lebih mempersempit saluran napas kecil. Hipoksemia adalah berkurangnya atau penurunan kadar O2 dalam darah arterial. perembesan) yang biasanya terjadi pada konsentrasi yang lebih tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah. 3. terjadi hipoksemia dan hipokapnia. terutama di daerah basal karena pengaruh gravitasi. Stadium 3 Pada stadium ini terjadi oedema alveolar. Pertukaran gas mengalami gangguan secara berarti. Pembagian stadium tersebut adalah sebagai berikut: 1. Mungkin pula terjadi reflek bronkokonstriksi yang dapat menyebabkan sesak napas ataupun napas menjadi berat dan tersengal. 2. walaupun pada kenyataannya secara klinis sulit dideteksi secara dini.

Bisa sinus takikardia dengan hipertrofi atrium kiri atau fibrilasi atrium. X-ray dada yang khas dengan pulmonary edema mungkin menunjukan lebih banyak tampakan putih pada kedua bidang-bidang paru daripada biasanya. Kasus-kasus yang lebih parah dari pulmonary edema dapat menunjukan opacification (pemutihan) yang signifikan pada paru-paru dengan visualisasi yang minimal dari bidang-bidang paru yang normal. Analisa gas darah pO2 rendah. tergantung penyebab gagal jantung. . enzim Foto thoraks Pulmonary edema secara khas didiagnosa dengan X-ray dada. foto thoraks. Gambaran Radiologi yang ditemukan : 1. Laboratorium 1. 3. ureum.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 2. 2. Elektrokardiografi. 3. Ronchi basah nyaring di basal paru kemudian memenuhi hampir seluruh lapangan paru. • • Pelebaran atau penebalan hilus (dilatasi vaskular di hilus) Corakan paru meningkat (lebih dari 1/3 lateral) Kranialisasi vaskuler Hilus suram (batas tidak jelas) Analisa gas darah Enzim kardiospesifik meningkat jika penyebabnya infark miokard.Pemeriksaan Penunjang (Keterangan lain): . Takikardia dengan S3 gallop. kreatinin. Gambaran infark. Murmur bila ada kelainan katup. kadang disertai ronchi kering dan ekspirasi yang memanjang akibat bronkospasme sehingga disebut sebagai asma kardiale. yang dilingkungi oleh struktur-struktur tulang dari dinding dada. jantung (CK-MB. angiografi koroner. 3. b. 4. urinalisis. 2. c. Radiograph (X-ray) dada yang normal terdiri dari area putih terpusat yang menyinggung jantung dan pembuluh-pembuluh darah utamanya plus tulang-tulang dari vertebral column. Troponin T). 4. namun ia mungkin memberikan informasi yang minimal tentang penyebab yang mungkin mendasarinya. pCO2 mula-mula rendah dan kemudian hiperkapnia. Pemutihan ini mewakili pengisian dari alveoli sebagai akibat dari pulmonary edema. Darah rutin. hipertrofi ventrikel kiri atau aritmia bisa ditemukan. elektrolit. dengan bidang-bidang paru yang menunjukan sebagai bidang-bidang yang lebih gelap pada setiap sisi. Enzim kardiospesifik meningkat jika penyebabnya infark miokard. EKG. .

urinalisis. efusi pleura. foto thoraks. enzim jantung (CK-MB. angiografi koroner Rontgen Gambaran Radiologi yang ditemukan:  Pelebaran atau penebalan hilus (dilatasi vaskular di hilus)  Corakan paru meningkat (lebih dari 1/3 lateral)  Kranialisasi vaskuler  Hilus suram (batas tidak jelas)  Interstitial fibrosis (gambaran seperti granuloma-granuloma kecil atau nodul milier) Gambar 1 : Edema Intesrtitial 1. ureum. Troponin T).Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 • • Darah rutin. . Edema “ butterfly” atau Bat’s Wing (edema sentral) Gambar 3 : Bat’s Wing . diafragma kanan letak tinggi). Gambar 2 : Kardiomegali dan edema paru 1. EKG. kreatinin. Infiltrat di daerah basal (edema basal paru) 2. Gambaran underlying disease (kardiomegali. elektrolit.

.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 Edema localized (terjadi pada area vaskularisasi normal. pada paru yang mempunyai kelainan sebelumnya. contoh : emfisema).

Patofisiologi .Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 6.

pulmonary edema dapat menyebabkan pengoksigenan darah yang . Lebih spesifik. Komplikasi Kebanyakan komplikasi-komplikasi dari pulmonary edema mungkin timbul dari komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan penyebab yang mendasarinya.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 7.

sulit untuk membuat definisi secara tepat. 8. pankreatitis akut. karena patogenesisnya belum jelas dan terdapat banyak faktor prespodisisi seperti syok karena perdarahan Sepsis. Diagnosa Keperawatan . seperti otak. Pengoksigenan yang buruk (hypoxia) dapat secara potensial menjurus pada pengantaran oksigen yang berkurang ke organ-organ tubuh yang berbeda. Sindrom gawat nafas akut juga dikenal dengan edema paru non kardiogenik. ruda paksa atau trauma pada paru atau tubuh lainnya. Adult respiratori distres sindrom ( ARDS ) merupakan keadaan gagal nafas mendadak yang timbul pada klien dewasa tanpa kelainan paru yang mendasari sebelumnya. Masalah Keperawatan Data Analisa Masalah Keperawatan 9. aspirasi cairan lambung intoksikasi hiroin atau metadon.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 dikompromikan secara parah oleh paru-paru.

Rencana tindakan : a. Murmur merupakan gambaran adanya ketidaknormalan/stenosis dari katup. Monitor tekanan darah Rasional : pada awal tekanan darah meningkat karena peningkatan SVR. Ketidakefektifan pola pernafasan berhubungan dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap penumpukkan cairan dalam paru. 5. Tujuan dan Intervensi Keperawatan 1. aturan pengobatan sehubungan dengan kurang terpajang informasi (Barbara Engram.dorsalis pedis dan posttibial.cyanosis. c.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 1.pucat. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran kapiler-alveolus (perpindahan cairan ke dalam area intertitial/alveoli) 3. Kurang pengetahuan mengenai kondisi. Palpasi denyut peripher. 6. Rasional : Penurunan CO akan menyebabkan kelemhn denyut pada arteri radialis. Irama gallop sering ada (S2 dan S3). dkk. Ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari sehubungan dengan keletihan (keadaan fisik yang lemah) (Susan Martin Tucleer. 1998). 1993) 10. 2. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan kontakilitas miokardial (penurunan). lama kelamaan badan/body jantung tidak bisa bertambah panjang agar bisa untuk kompensasi dan bisa terjadi hipotensi berat. Cemas sehubungan dengan adanya ancaman kematian yang dibayangkan (ketidakmampuan untuk bernafas). Denyut dapat yang cepat atau reguler dan mungkin juga terdapat pulsus alternans (denyut yang kuat di selingi denyut yang lemah) d. Tujuan : Curah jantung tercukupi untuk kebutuhan individual Kriteria hasil : Menunjukkan tanda vital dalam batas normal dan bebas gejala gagal jantung. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan kontakilitas miokardial (penurunan). poplitea. b. Lihat warna kulit. 4. . Catat suara jantung Rasional : S1 dan S2 mungkin lemah karena terdapat kelemahan dalam memompa.

f. Pemberian loup diuretics akan mengurangi reabsorbsi dari sodium dan air. Collaborative dalam pemberian O2 lewat canul nasal/masker sesuai indikasi. c. Rasional : Menunjukkan tidak adekuatnya perfusi cerebralsebagai akibat sekunder dari penurunan CO . b. e. Auskultasi suara nafas. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran kapiler-alveolus (perpindahan cairan ke dalam area intertitial/alveoli) Tujuan : Pertukaran gas efektif Kriteria hasil : menunjukkan ventilasi dan oksigenasi jaringan yang adekuat pada jringan di tunjukkan oleh GDA/oksimetri dalam rentang normal dan bebas gejala distress pernafasan Rencana tindakan : a. Collaborative pemberian O2 sesuai indikasi. disoientasi cemas dan depresi. Rasional : merangsang pengembangan paru secara maksimal. Atur posisi fowler dan bed rest. d. Rasional : Pengurangan preload penting dalam pengobatan pada pasien cardiac out put yang relative normal yang di sertai oleh gejala-gejala bendungan. catat adanya krekels. h. Rasional : Menunjukkan adanya bendungan pulmonal/penumpukan secret yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Nilai perubahan tanggapan panca indera seperti : lethargy. Collaborative pemberin digoxin Rasional : meningkatkan kekuatan kontraksi jantung dan melambatkan kecepatan denyut jantung (heart rate) dengan menurunkan kecepatan konduksi dan memperpanjng periode retrakter dari AV junction untuk meningkatkan efisiensi jantung/cardiac out put. 2. Pantau/gambarkan seri GDA. Rasional : meningkatnya persediaanya O2 untuk kebutuhan myokard untuk menanggulangi efek hypoxia/iskemia.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 Rasional : Pucat menunjukkan berkurangnya perfusi perifer sebagai akibat sekunder dari ketidakadekuatnya CO. g. . kebingungan. Collaborative pemberian diuretik. nadi oksimetri Rasional : hipoksemia dapat menjadi berat selama edema paru.

Rasional : Dengan mengidentifikasikan penyebab. kita dapat mengambil tindakan yang tepat. d. frekuensi dan kedalaman pernafasan dalam batas normal. c. pada pemeriksaan sinar X dada tidak ditemukan adanya akumulasi cairan. Ketidakefektifan pola pernafasan berhubungan dengan menurunnya ekspansi paru sekunder terhadap penumpukan cairan dalam rongga pleura. Rencana tindakan : a. Rasional : Auskultasi dapat menentukan kelainan suara nafas pada bagian paru-paru. kita dapat mengetahui sejauh mana perubahan kondisi pasien. laporkan setiap perubahan yang terjadi. Kaji kualitas. tekanan darah. e. Baringkan pasien dalam posisi yang nyaman. dalam posisi duduk. Rasional : Penurunan diafragma memperluas daerah dada sehingga ekspansi paru bisa maksimal. frekuensi dan kedalaman pernafasan. bunyi nafas terdengar jelas. Tujuan : Pasien mampu mempertahankan fungsi paru secara normal Kriteria hasil : Irama. f. Rasional : Peningkatan RR dan tachicardi merupakan indikasi adanya penurunan fungsi paru. Bantu dan ajarkan pasien untuk batuk dan nafas dalam yang efektif. Lakukan auskultasi suara nafas tiap 2-4 jam. Identifikasi faktor penyebab. Penekanan otototot dada serta abdomen membuat batuk lebih efektif. Collaborative pemberian obat Diuretic Rasional : Mengurangi bendungan alveolar sehingga meningkatkan pertukaran gas Bronkodilator Rasional : Meningkatkan pemasukan O2 dengan jalan dilatasi saluran nafas. Rasional : Dengan mengkaji kualitas. RR dan respon pasien). b. Rasional : Menekan daerah yang nyeri ketika batuk atau nafas dalam. 3. nadi. e.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 Rasional : meningkatkan konsenterasi O2 alveolar yang akan mengurangi hypoxemia jaringan. dengan kepala tempat tidur ditinggikan 60 – 90 derajat. . Observasi tanda-tanda vital (suhu. frekuensi dan kedalaman pernafasan.

b.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 g. a. 4. d. Ajarkan teknik relaksasi Bantu dalam menggala sumber koping yang ada. c. e. . nafas teratur dengan frekuensi 16-24 kali permenit. Biasanya dengan semi fowler. 3. Rasional : Rasa cemas merupakan efek emosi sehingga apabila sudah teridentifikasi dengan baik. Rasional : Mengurangi ketegangan otot dan kecemasan Rasional : Pemanfaatan sumber koping yang ada secara konstruktif sangat bermanfaat dalam mengatasi stress. Pertahankan hubungan saling percaya antara perawat dan pasien. Tujuan : Pasien mampu memahami dan menerima keadaannya sehingga tidak terjadi kecemasan. Kriteria hasil: Pasien mampu bernafas secara normal. Bantu pasien mengenali dan mengakui rasa cemasnya. nadi 80-90 kali permenit. perasaan yang mengganggu dapat diketahui. Dengan foto thorax dapat dimonitor kemajuan dari berkurangnya cairan dan kembalinya daya kembang paru. Berikan posisi yang menyenangkan bagi pasien. Hubungan saling percaya membantu proses terapeutik Rasional : Tindakan yang tepat diperlukan dalam mengatasi masalah yang dihadapi klien dan membangun kepercayaan dalam mengurangi kecemasan. Rasional : Kaji faktor yang menyebabkan timbulnya rasa cemas. Kolaborasi dengan tim medis lain untuk pemberian O2 dan obat-obatan serta foto thorax. Respon non verbal klien tampak lebih rileks dan santai. Cemas atau ketakutan sehubungan dengan adanya ancaman kematian yang dibayangkan (ketidakmampuan untuk bernafas). Jelaskan mengenai penyakit dan diagnosanya. Rasional : pasien mampu menerima keadaan dan mengerti sehingga dapat diajak kerjasama dalam perawatan. Rasional : Pemberian oksigen dapat menurunkan beban pernafasan dan mencegah terjadinya sianosis akibat hiponia. Rencana tindakan : a. Ketidakmampuan melaksanakan aktivitas sehari-hari sehubungan dengan keletihan (keadaan fisik yang lemah). pasien mampu beradaptasi dengan keadaannya.

Bantu Px memenuhi kebutuhannya. Motivasi dan awasi pasien untuk melakukan aktivitas secara bertahap. Kriteria hasil : a. c. Rasional : Aktivitas yang teratur dan bertahap akan membantu mengembalikan pasien pada kondisi normal. Rencana tindakan : a.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 Tujuan : Pasien mampu melaksanakan aktivitas seoptimal mungkin. e. 5. Evaluasi respon pasien saat beraktivitas. b. d. Awasi Px saat melakukan aktivitas. aturan pengobatan sehubungan dengan kurang terpajan informasi. Kaji patologi masalah individu. Rencana tindakan : a. dispena. distress pernafasan). Rasional : Memacu pasien untuk berlatih secara aktif dan mandiri. Rasional : Informasi menurunkan takut karena ketidaktahuan. Rasional : Mengetahui sejauh mana kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas. c. personel hygiene pasien cukup. Px dan keluarga menyatakan pemahaman penyebab masalah. b. b. Kriteria hasil : Terpenuhinya aktivitas secara optimal. Memberikan pengetahuan dasar untuk pemahaman kondisi dinamik dan pentingnya intervensi terapeutik. hidup yang perlu untuk mencegah terulangnya masalah. Rasional : Istirahat perlu untuk menurunkan kebutuhan metabolisme. Jelaskan pada pasien tentang perlunya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Tujuan : Pasien dan keluarga tahu mengenai kondisi dan aturan pengobatan. Libatkan keluarga dalam perawatan pasien. nyeri dada tiba-tiba. Kaji ulang tanda atau gejala yang memerlukan evaluasi medik cepat (contoh. Rasional : Kelemahan suatu tanda Px belum mampu beraktivitas secara penuh. catat keluhan dan tingkat aktivitas serta adanya perubahan tanda-tanda vital. Kurang pengetahuan mengenai kondisi. pasien kelihatan segar dan bersemangat. PX dan keluarga mampu mengidentifikasi tanda dan gejala yang memerlukan Px dan keluarga mengikuti program pengobatan dan menunjukkan perubahan pola evaluasi medik. Rasional : Memberi pendidikan pada Px dan keluarga dalam perawatan selanjutnya. f. .

istirahat. menurunkan potensial komplikasi. Edisi 8 vol 1alih bahasa Kuncoro. G. Monica Ester. latihan). Martin.Nama: Aprillia Nur’Aida NIM : 0810720014 Rasional : Berulangnya proses penyakit memerlukan intervensi medik untuk mencegah. C. Brenda.2001. 11. Kaji ulang praktik kesehatan yang baik (contoh. MIMS Petunjuk Konsultasi edisi 9. 12. Buku Standart Keperawatan edisi V Smeltzer. Dr. 2003. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Yasmin Asih. Evaluasi Melalui lembar SOAP pada setiap tindakan keperawatan. Bare. 2009. Muttaqin. Suzanne. Referensi Brunner & Suddarth. Adhi Djuanda. Jakarta: Salemba Medika Prof. Andry Hartono. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernafasan. c. 2008. Rasional : Mempertahankan kesehatan umum meningkatkan penyembuhan dan dapat mencegah kekambuhan. Jakarta: EGC . nutrisi baik. Jakarta : Medidata Indonesia Tucker. Arif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful