BAB I. METAL INERT GAS ( MIG)

Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, pipa pesat, pipa saluran dan sebagainya. Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran, membuat lapisan las pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah aus dan macammacam reparasi lainnya. Pengelasan bukan tujuan utama dari kontruksi, tetapi hanya merupakan sarana untuk mencapai ekonomi pembuatan yang lebih baik. Karena itu rancangan las dan cara pengelasan harus betul-betul memperhatikan dan memperlihatkan kesesuaian antara sifat-sifat las dengan kegunaan kontruksi serta kegunaan disekitarnya. Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sederhana, tetapi sebenarnya di dalamnya banyak masalah-masalah yang harus diatasi dimana pemecahannya memerlukan bermacam-macam pengetahuan. Karena itu di dalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktek, secara lebih terperinci dapat dikatakan bahwa perancangan kontruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara-cara pengelasan. Cara ini pemeriksaan, bahan las dan jenis las yang akan digunakan, berdasarkan fungsi dari bagianbagian bangunan atau mesin yang dirancang. Untuk mengetahui lebih jauh tentang teknik pengelasan MIG ( Metal Inert Gas ) , ayo kita pelajari dan pahami bab ini dengan antusias dan senang. A. Pengertian Pengelasan Prosedur pengelasan kelihatannya sangat sepele dan sederhana, namun sebenarnya didalamnya banyak masalah-masalah yag harus diatasi di mana
Diktat Las MIG Teknik Pengelasan 

1  

   

pemecahannya memerlukan bermacam-macam pengetahuan. Karena itu dalam pengelasan, pengetahuan harus turut serta mendampingi praktek. Secara lebih terperinci dapat dikatakan bahwa dalam perancangan konstruksi bangunan dan mesin dengan sambungan las, harus direncanakan pula tentang cara pengelasan, cara pemeriksaan, bahan las dan jenis las yang akan dipergunakan berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang. Definisi las berdasarkan DIN (Deutche Industrie Normen) adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau logam panduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Secara umum pengelasan dapat didefinisikan sebagai penyambungan dari beberapa batang logam dengan memanfaatkan energi panas. Pengelasan secara umum adalah suatu proses penyambungan logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan atau dapat juga didefinisikan sebagai ikatan metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom.  Menurut “Welding Handbook” pengelasan adalah proses penyambungan bahan yang menghasilkan peleburan bahan dengan memanasinya dengan suhu yang tepat dengan atau tanpa pemberian tekanan dan dengan atau tanpa pemakaian bahan pengisi. Pengelasan adalah suatu proses penggabungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas las, dengan atau tanpa pengaruh tekanan, dan dengan atau tanpa logam pengisi ( Howard,1981). B. Sejarah dan Perkembangan Las MIG ( Metal Inert Gas ) Las MIG ( metal inert gas ) merupakan sebuah pengembangan dari pengelasan GMAW ( gas metal arc welding ). Las GMAW mempunyai dua tipe gas pelindung yaitu inert gas dan actif gas yang kemudian sering dikenal dengan sebutan las MIG ( metal inert gas ) dan las MAG ( metal actif gas ). GMAW (gas metal arc welding) atau sering di sebut dengan las MIG ( Metal Inert Gas ) mulai dikenalkan di dunia industri pada tahun 1940-an. Di awal tahun 1950 yang diprakarsai oleh Lyubavshkii and Novoshilov, melakukan pengembangan GMAW dengan menggunakan diameter elektroda yang lebih
2   
Diktat Las MIG Teknik Pengelasan

           

 

besar dan gas pelindung yang digunakan adalah karbon dioksida CO2. Pengembangan ini menghasilkan percikan elektroda yang tinggi, dan panas pada benda kerja yang sedang. Di akhir tahun1950 terjadi perkembangan dibidang teknologi power source, dan perkembangan diameter elektroda yang digunakan semakin kecil 0.035" - 0.062" (0.9 - 1.6 mm). Proses las MIG sukses dikembangkan oleh Battele Memorial Institute pada tahun 1948 dengan sponsor Air Reduction Company. Las MIG ( metal inert gas ) pertama kali dipatenkan pada tahun 1949 di Amerika Serikat untuk pengelasan alumunium. Keunggulannya adalah penggunaan elektroda yang berdiameter lebih kecil dan sumber daya tegangan konstan (constant-voltage power source) yang telah dipatenkan sebelumnya oleh H.E. Kennedy. Pada tahun 1953, Lyubavskii dan Novoshilov mengumumkan penggunaan proses las MIG menggunakan gas CO2 sebagai gas pelindung. Mereka juga menggunakan gas CO2 untuk mengelas besi karbon. Gas CO2 dicampur dengan Gas Argon yang dikenal sebagai Metal Active Gas (MAG), yang kemudian berkembang menjadi proses las MAG. Perkembangannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dengan kemajuan teknologi saat ini GMAW dapat diaplikasikan pada Proses Pengelasan dengan Sistem Otomasi (robot).

C. Pengertian Las MIG ( Metal Inert Gas )
Las MIG ( Metal Inert Gas ) yaitu merupakan proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat, dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas pelindung ( inert gas ). 

Las MIG (Metal Inert Gas) merupakan las busur gas yang menggunakan kawat las sekaligus sebagai elektroda. Elektroda tersebut berupa gulungan kawat ( rol ) yang gerakannya diatur oleh motor listrik. Las ini menggunakan gas argon dan helium sebagai pelindung busur dan logam yang mencair dari pengaruh atmosfir.

Diktat Las MIG Teknik Pengelasan 

3  

   

biasany ya menggunakan elektro oda kawat po ositif. beropera asi menggun nakan ar rus searah (D DC). Bagan alur Las GM MAW / Las M MIG Gamb roses Mesin n Las MIG (Metal Inert t Gas ) D. pa anas dari pr roses pe engelasan in ni dihasilkan n oleh busu ur las yang terbentuk t di iantara elekt troda ka awat (wire electrode e ) de engan benda a kerja. Pr Proses s pengelasan n MIG ( m metal inert gas ). Gas pelindung p d digunakan untuk u m mencegah te erjadinya ok ksidasi pe embekuan (solidification s n). Sela ama proses las MIG ( metal m in nert gas ). s pana as terletak pada el lektroda. el lektroda aka an meleleh k kemudian me enjadi depos sit logam las s dan m membentuk b butiran las (weld bea ads). Polaritas sear rah sangat ja arang di igunakan ka arena transfe er logam yan ng kurang baik b dari ele ektroda kawat ke be enda kerja. me enggunakan arus se ekitar 50 A hingga h menc capai 600 A. Proses s pengelasan n MIG ( met tal inert gas ).Secara a bagan perk kembangan l las GMAW W (Gas Meta al Arc Weld ding ) da apat di lih hat dalam gambar sebagai berikut di bawah ini :  G  Shieldid Welding Gas Gas Metal M  Arc  W Welding  ( GMAW ) G Gas Tungsten n Arc  Welding ( GTA W TAW ) Metal Ine ert Gas Weld ding  ( MIG ) Metal Active Gas  Welding ( MAG ) bar 1. Hal ini ka arena pada polaritas searah. biasanya digunakan d un ntuk teganga an las 4  Diktat Las MIG Teknik Pengelasan da an melindun ngi hasil la as selama masa m . Ini dik kenal se ebagai polaritas “terbalik k” (reverse p polarity). Pro oses pengelasan MIG ( metal iner rt gas ).

Proses pemindahan n sembur pad da las mig ( wood.              15 volt hingga 32 volt. Gamba ar 3. v Adapun n proses Las s MIG dapat t dilihat dala am gambar di bawa ah ini : 2 Proses pen ngelasan las MIG (Meta al Inert Gas ) Gambar 2.197 79) Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  5   .

layaknya terjadi pada las SMAW Memiliki angka deposisi (deposition rates) yang lebih tinggi dibandingkan SMAW e. rangka mobil. Kelebihan Las MIG ( Metal Inert Gas ) Penggunaan Las MIG ( Metal Inert Gas ) dalam berbagai pengelasan memiliki beberapa kelebihan antara lain dapat disebutkan berikut ini : a. f.E. Dengan contoh dalam pembuatan kapal terbang. teralis besi dan sebagainya. Aplikasi Penggunaan Las MIG (Metal Inert Gas ) Penggunaan las MIG ( Metal Inert Gas ) misalnya digunakan dalam pengelasan di dunia Industri untuk pembuatan suatu barang atau alat. Membutuhkan kemampuan operator yang baik Proses pengelasan MIG ( metal inert gas )sangat cocok untuk pekerjaan konstruksi 6    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . d. Sangat efisien dan proses pengerjaan yang cepat Dapat digunakan untuk semua posisi pengelasan (welding positif Tidak menghasilkan slag atau terak. Adapun contoh gambar aplikasi pengunaan las MIG ( Metal Inert Gas ) dapat dilihat : Gambar 4. b. Aplikasi Las MIG (Metal Inert Gas ) F. Kelebihan dan Kelemahan Las MIG ( Metal Inert Gas ) 1. c.

Terangkan dengan jelas dan ringkas proses pengelasan dari las MIG? 4. Sebutkan kelebihan dari penggunaan las MIG? Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  7       .Pada awalnya set-up pengelasan merupakan permulaan yang sulit G.Cacat las porositi sering terjadi akibat pengunaan kualitas gas pelindung yang tidak baik. d. Kelemahan Las MIG ( Metal Inert Gas ) Pada proses pengelasan MIG ( Metal Inert Gas ) memiliki beberapa kelemahan .Sewaktu waktu dapat terjadi Burnback c. Soal Latihan 1. e.Busur yang tidak stabil.              g. antara lain : a. Jelaskan pengertian pengelasan secara umum ? 2. Sebutkan kelemahan dari penggunaan las MIG? 5. Jelaskan pengertian las Las MIG? 3. Membutuhkan sedikit pembersihan post-weld 2. akibat ketrampilan operator yang kurang baik.Wire-feeder yang memerlukan pengontrolan yang kontinou b.

PERALATAN LAS MIG ( METAL INERT GAS ) 8    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .BAB II.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang hal tersebut. yaitu : Mesin las arus bolak balik (Alternating Current / AC Welding Machine) dan Mesin las arus searah (Direct Current/DC Welding Machine). namun sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan jenis bahan yang di las yang kebanyakan adalah jenis baja. maka proses MIG (Metal Inert Gas ) sudah dijadikan alternatif proses pengelasan yang banyak digunakan. botol gas pelindung serta perangkat pengatur dan penyuplai gas pelindung. Busur las terjadi di antara permukaan benda kerja dengan ujung kawat elektroda yang keluar dari nozzle bersama-sama dengan gas pelindung. di mana di samping pembangkit tenaga dan kabel-kabel las juga diperlukan perangkat pengontrol kawat elektroda. Untuk melaksanakan pekerjaan las ini diperlukan peralatan utama yang relatif lebih rumit jika dibandingkan dengan peralatan Las busur listrik (SMAW). mulai dengan pekerjaan konstruksi ringan sampai berat.              Pada bab sebelumnya anda telah mengenal pengertian pengelasan secara umum sampai pada kelebihan dan kelemahan las MIG. yakni minimum terdiri dari: 1. MIG (Metal Inert Gas ) biasanya dioperasikan secara semi otomatis. sehingga dengan pesatnya perkembangan dunia kerja konstruksi yang membutuhkan pengelasan yang cepat dan kualitas tinggi. Peralatan utama las MIG ( Metal Inert Gas ) Peralatan utama adalah peralatan yang berhubungan langsung dengan proses pengelasan. Mesin las Sistem pembangkit tenaga pada mesin MIG ( metal inert gas ) pada prinsipnya adalah sama dengan mesin SMAW yang dibagi dalam 2 golongan. maka secara luas proses pengelasan dengan MIG ( metal inert gas ) adalah menggunakan mesin Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  9       . mari kita pelajari bab ini dengan senang hati dan antusias. A. Sedang alat alat bantu serta keselamatan dan kesehatan kerja adalah relatif sama dengan alat-alat bantu pada proses pengelasan dengan SMAW. MIG (Metal Inert Gas ) adalah proses pengelasan yang energinya diperoleh dari busur listrik.

Dengan sistem otomatis seperti ini. maka arus bertambah dan kecepatan kawat berkurang. Adapun gambar rangkaian perlengkapan mesin las adalah sebagai berikut: Gambar 5.las DC. Bila busur berubah menjadi lebih pendek dari setelan semula. umumnya berkemampuan sampai 250 amper. maka panjang busur akan konstan dan hasil pengelasan akan tetap baik. Sebaliknya bila busur berubah menjadi lebih panjang. Panjang busur ini bisa distel. Panjang busur adalah jarak antara ujung elektroda ke benda kerja. Adapun contoh gambar mesin las mig sesuai keterangan diatas adalah sebagai berikut : 10    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Sehingga panjang busur kembali semula. Dilengkapi dengan sistem kontrol. Rangkaian mesin las mig Mesin las MIG merupakan mesin las DC. arus berkurang. Tenaga yang dikeluarkan dapat berubah-ubah sendiri sesuai dengan panjang busur. kecepatan kawat elektroda bertambah. yaitu mesin yang mengatur sendiri. penggulung kawat gas pelindung. Sumber tenaga untuk Las MIG ( metal inert gas ) merupakan mesin las bertegangan konstan. system pendingin dan rangkaian lain.

Dengan hubungan seperti ini panas pengelasan yang terjadi 1/3 bagian panas memanaskan elektroda sedangkan 2/3 bagian memanaskan benda kerja. Pada hubungan semacam ini panas pengelasan yang terjadi 1/3 bagian panas memanaskan benda kerja dan 2/3 bagian memanaskan elektroda. dan kutub positif (+) dihubungkan dengan elektroda. b) Pengkutuban terbalik (Direct Current Reverce Polarity /DCRP/ DCEP) Pada pengkutuban terbalik. tapi merupakan bagian yang Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  11       . Unit pengontrol kawat elektroda (wire feeder) Alat pengontrol kawat elektroda (wire feeder unit) adalah alat/ perlengkapan utama pada pengelasan dengan MIG ( metal inert gas ). kutub negatif (-) mesin lasdihubungkan dengan benda kerja.              Gambar 6. Mesin las MIG ( metal inert gas ) Umumnya mesin las arus searah (DC) mendapatkan sumber tenaga listrik dari trafo las ( AC ) yang kemudian diubah menjadi arus searah dengan voltage yang konstan (constant-voltage ). Pemasangan kabel-kabel las (pengkutuban) pada mesin las arus searah dapat diatur/dibolak-balik sesuai dengan keperluan pengelasan. Alat ini biasanya tidak menyatu dengan mesin las. 2. ialah dengan cara: a) Pengkutuban langsung (Direct Current Straight Polarity/DCSP/DCEN) Dengan pengkutuban langsung berarti kutub positif(+) mesin las dihubungkan dengan benda kerja dan kutub negatif (-) dihubungkan dengan kabel elektroda.

12  Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . jenis tarik. Gambar r 7. Menemp patkan kabe el las (termasuk welding g gun dan no ozzle) dan si istem saluran gas pelindun ng ur pemakai ian kawat elektroda (sebagian ( ti ipe mesin. jenis doron ng-tarik. Mengatu pengont trolnya terpisah dengan w wire feeder unit ) d. contoh gam Gamb bar 8. Menemp patkan rol kawat elektro oda b. unit c. K Kecepatan dari d wirefeeder dapat diatur d 2 m/menit pada p mesin las MIG ( m metal inert gas g ) mulai dari 1 hingga 22 epatannya dapat d mencapai 30 m/ /menit). Memper rmudah pro oses/penanga anan penge elasan. Bagian-b bagian Utam ma Wire Feed der Pad da dasarnya terdapat tig ga jenis wir refeeder. Perb bedaannya adalah dari ca ara mengger rakan elektroda dari spool ke k tourch. p F Fungsinya ad dalah sebagai ber rukut: a. .terpisah da an ditempatk kan berdekat tan dengan pengelasan. kece mbar wirefee eder dapat di ilihat dalam gambar 8. Ad dapun performa tinggi. dima ana wire feeder fe tersebut t dapat dipin ndah-pindah sesuai kebut tuhan. yai itu jenis dor rong. Gamba ar wirefeede er jenis tarik.

3. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  13       . Jumlah kawat inti pada kabel primer disesuaikan dengan jumlah phasa mesin las ditambah satu kawat sebagai hubungan pentanahan dari mesin las. sebaliknya makin besar diameter kabel dan makin pendek maka hambatan akan rendah. Kabel sekunder ialah kabel-kabel yang dipakai untuk keperluan mengelas. Kabel primer ialah kabel yang menghubungkan antara sumber tenaga dengan mesin las. maka tahanan/hambatan kabel akan naik. jenis setengah lingkaran halus. Kabel las dan kabel control Pada mesin las terdapat kabel primer (primary powercable) dan kabel sekunder atau kabel las (welding cable). dan jenis setengah lingkaran kasar. Sedangkan menurut bidang kontaknya rol dari wirefeeder dapat dibagi menjadi jenis trapesium halus. Welding gun las MIG ( metal inert gas ) 4.              Untuk jenis rolnya wirefeeder dibagi dalam dua jenis yaitu sistem 2 (dua) rol dan sistem 4 ( empat ) rol. terdiri dari kabel yang dihubungkan dengan tang las dan benda kerja serta kabelkabel control. Welding Gun Gambar 9. Inti Penggunaan kabel pada mesin las hendaknya disesuaikan dengan kapasitas arus maksimum dari pada mesin las. Pada ujung kabel las biasanya dipasang sepatu kabel untuk pengikatan kabel pada terminal mesin las dan pada penjepit elektroda maupun pada penjepit masa. Makin kecil diameter kabel atau makin panjang ukuran kabel.

Torch dihubungkan dengan sumber listrik pada mesin las dengan menggunakan kabel. Adapun gambar dari pipa kontak dapat dilihat dalam gambar 12.Hal ini diperlukan agar gas pelindung tersebut tidak membeku yang berakibat terganggunya aliran gas. Gambar 10. Untuk pemakaian gas pelindung dalam waktu yang relatif lama. dan berfungsi untuk membawa arus listrik ke elektroda yang bergerak dan mengarahkan elektroda tersebut ke daerah kerja pengelasan. Pipa kontak terbuat dari tembaga. Regulator gas pelindung Fungsi utama dari regulator adalah untuk mengatur pemakaian gas. terutama gas CO2 diperlukan pemanas (heater-vaporizer) yang dipasang antara silinder gas dan regulator. maka besarnya diameter lubang dari pipa kontak sangat berpengaruh. Cilinder dan Regulator Gas Pelindung 6. 14    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .5. Karena elektroda harus dapat bergerak dengan bebas dan melakukan kontak listrik dengan baik. Pipa kontak Pipa pengarah elektroda biasa juga disebut pipa kontak.

Nozzle yang besar digunakan un ntuk proses pengelasan p ggi. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  15   . Nozzel gas pelindun ng Gambar B Peralat B. Nozz zel gas pelin ndung jaket gas pelindung Nozzle gas g pelindun ng akan mengarahkan m kepa ada daerah la as. Ada apun gamba ar dari pipa konta ak dapat dili ihat dalam gambar 2. Nozzle yang lebih kecil diguna deng gan arus listr rik yang ting akan untuk pnge elasan denga an arus listri ik yang lebih h kecil. Bentuk – bentuk pipa kontak k 7. tan bantu la as MIG ( Me etal Inert Ga as ) 1. selain itu digunakan sehin untuk k membersih hkan bidang benda kerja a sebelum dil las. yaitu y pengar ruh oksidasi udara luar ngga rigi-rig gi las benar-b benar bebas dari kotoran n.              Gambar 11.   r 12.10 . . Sikat t baja Untuk me embersihkan n hasil las.

seperti bentuk moncong rata. terutama setiap akan memulai pengelasan kawat elektroda perlu dipotong untuk memperoleh panjang yang ideal.Gambar 13. Gambar 14. Untuk itu diperlukan tang pemotong kawat. Smith tang 3. moncong ulat. Gambar 15. moncong serigala dan moncong kombinasi. Smith Tang / tang panas Untuk memegang benda kerja yang panas dipergunakan smith tang atau tang panas penjepit dengan macam-macam bentuk. Tang pemotong kawat 16    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Sikat baja 2. Tang pemotong kawat Pada kondisi tertentu.

Gambar 16. Jelaskan fungsi dari sikat baja? 5.              4. Jelaskan fungsi dari nozzel? Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  17       . Untuk itu dugunakan palu untuk membantu proses pembersihan benda kerja akibat cacat las. Palu Setelah proses pengelasan biasanya benda kerja mengalami kerusakan atau cacat pengelasan. Palu las C. Sebutkan peralatan utama dari las MIG? 2. Sebutkan peralatan bantu dari las MIG? 3. Jelaskan fungsi dari wirefeeder dan regulator gas pelindung? 4. Soal – soal latihan 1.

Pemasangan atau pengesetan dalam sebuah pengerjaan menggunakan Las MIG ( metal inert gas ) sedikit rumit apabila dibandingkan dengan las SMAW. Setelah kita tahu betapa pentingnya sebuah peralatan utama maupun bantu. proses pengelasan menggunakan las MIG ( metal inert gas ) kita akan memepelajari bagaimana cara pemasangan dan pengesetan sebuah mesin las MIG ( metal inert gas ) dan memahami elektroda digunakan untuk pengelasan. Berikut ini adalah gambar pemasangan satu unit peralatan atau perlengkapan MIG ( metal inert gas ) yang biasa digunakan untuk pengerjaan konstruksi sedang sampai berat: 18    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan yang . Peralatan utama atau bantu dalam las MIG ( metal inert gas ) merupakan pokok untuk melakukan pengelasan. Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari dan simak dengan baik. apakah pengesetan maupun pemasangan menggunakan las MIG ( metal inert gas ) sama dengan las SMAW maupun dengan model pengelasan yang lainnya. Dalam pemasangan mesin las MIG ( metal inert gas ) dibutuhkan kehati-hatian. MENGESET MESIN LAS DAN ELEKTRODA MIG Dalam materi atau bab sebelumnya. Pemasangan atau pengesetan mesin Las MIG ( metal inert gas ) Pengesetan atau pemasangan dalam sebuah alat berfungsi agar supaya alat atau mesin dapat berfungsi maupun digunakan sesuai dengan fungsinya. Tanpa adanya peralatan utama atau bantu proses pengelasan menggunakan las MIG ( metal inert gas ) mustahil untuk biasa dilakukan.BAB III. Ingin tahu lebih jelasnya? mari kita pelajari dalam bab ini. A. Secara umum mungkin pemasangan dan pengesetan sebuah mesin las pada dasarnya sama. hal ini untuk mengurangi kesalahan dalam sebuah pengelasan. kalian telah memahami peralatan untuk las MIG ( metal inert gas ).

dan tidak menghasilkan polusi asap. yakni: 1. Tipe statis. yaitu transformer rectifier dan inverter Untuk pekerjaan di bengkel lebih suka di sukai tipe statis yang acap menggunakan sumber listrik AC bertegangan 230 V atau 460 V. Tipe ini memiliki cepat tanggap ( quick respone ). Tipe berputar ( rotating ) yaitu generator yang di gerakkan mesin ( engine driven generator ) 2. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  19       . Kedua jenis ini dapat didesaian dan di konstruksi untuk memasok tenaga listrik Voltase tetap ( CV ).              Gambar 17. lebih tenang. Satu set pemasangan perlengkapan GMAWMIG Didalam mesin las MIG terdapat dua jenis mesin las yang sebenarnya adalah perata arus ( rectifier ). Sedangkan tipe berputar ( rotating ) diperlukan dilokasi yang tidak memiliki sumber tenaga listrik dab di daerah atau medan terbuka di mana faktor polusi asap tidak terlalu dirisaukan.

baik pada mesin las maupun pada alat-alat pendukung lainnya. Beberapa tipe roda hanya cukup dengan membalik posisi roda supaya sesuai dengan ukuran kawat elektroda. Penyetelan mesin las Pada mesin las tidak banyak diperlukan penyetelan. di mana pada wire feeder terdapat roda (rol) yang berjumlah 2 atau 4 buah yang berfungsi untuk memutar atau mendorong kawat elektroda pada saat proses pengelasan terjadi. Penyetelan penyetelan tersebut dilakukan. 1.B. Penyetelan peralatan MIG ( metal inert gas ) Sebelum dilakukan pengelasan. Untuk lebih jelasnya penyetelan wire feeder dapat dilihat dalam gambar 18. seperti: wire feeder dan pada tang las serta nozzle. Adapun penyetelan wire feeder adalah sebagai berikut : a. Menyesuaikan ukuran alur roda dengan ukuran kawat elektroda. 2. perlu dilakukan penyetelan- penyetelan pada peralatan las. khusus untuk penggunaan kawat elektroda solid (solid wire) selalu menggunakan pengkutuban DCRP ( welding gun dihubungkan dengan kutup positif ). yaitu DCRP atau DCSP atau disesuaikan dengan jenis/tuntutan pekerjaan. tapi pada pada tipe yang yang lain kadang kala harus mengganti ukuran roda yang sesuai. b.kecuali hanya penyetelan penggunaan jenis aruspengelasan. Namun. Hal ini dilakukan agar peralatan atau mesin las disiapkan sesuai dengan jenis dan tuntutan pekerjaan. Mengatur/ menyetel tekanan roda terhadap kawat elektroda agar kawat dapat terputar secara lancar. Penyetelan wire feeder Penyetelan pada wire feeder merupakan hal yang penting dalam pengelasan dengan MIG ( metal inert gas ). 20    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .

Jenis logam yang dapat di las menggunakan MIG ( metal inert gas ) ada beberapa macam antara lain : a) Baja tegangan tinggi dan menengah b) Baja paduan rendah c) Baja tahan karat d) Aluminium e) Tembaga f) Tembaga paduan. yaitu menyesuaikan ukuran contact tip dengan diameter kawat elektroda dan menyesuaikan tipe nozzle dengan kebutuhan pekerjaan. dll Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  21       . Penyetelan wire feeder 3. Penyetelan pada welding gun Ada dua hal utama yang perlu dilakukan pada welding gun.              Gambar 18. C. Kawat elektroda MIG ( metal inert gas ) adalah salah satu jenis proses las cair (fusion welding) yang banyak digunakan pada pengerjaan konstruksi ringan sampai berat. Hasil maksimal akan dapat dicapai apabila jenis kawat elektroda yang digunakan sama dengan jenis logam yang di las. Elektroda 1.

maka perlu dikemas. di mana penggunaan kedua tipe tersebut sangat tergantung pada jenis pekerjaan. setiap 22    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . 2.jenis elektroda Pada dasarnya terdapat lima faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis elektroda pasa proses pengelasan MIG ( metal inert gas ). Kemasan/ pengepakan yang banyak dijumpai dalam perdagangan adalah berupa gulungan ( rol ) di mana berat gulungan kawat yang banyak digunakan adalah 15 kg. Untuk menjaga agar kawat elektroda tidak rusak atau berkarat. Jenis. Elektroda ferro Pada umumnya yang digunakan untuk proses pengelasan logam ferro adalah las MAG ( metal active gas ).Bentuk kawat elektroda yang digunakan pada MIG ( metal inert gas ) secara umum adalah solid wire dan flux cored wire . Terdapat persamaan yang mendasar pada elektroda ferro MAG ( metal active gas ). sehingga gas pelindungnya tidak tertiup oleh angin. Solid wire digunakan secara luas untuk mengelas konstruksi ringan sampai sedang dan dioperasikan pada ruangan yang relatif tertutup. terutama dalam penyimpanan. Sedang flux cored wire lebih banyak dipakai untuk pengelasan konstruksi sedang sampai berat dan tempat pengelasannya memungkinkan lebih terbuka ( ada sedikit tiupan angin ). yaitu : a) Komposisi kimia benda kerja b) Properti mekanik benda kerja c) Jenis gas pelindung d) Jenis servis/layanan atau aplikasi yang dibutuhkan e) Jenis penyambungan las Setelah kita ketahui faktor-faktor utama yang mempengarungi pemilihan sebuah elektroda. berikut adalah macam-macam kandungan jenis elektroda sesuai dengan kegunaannya : a. 17 kg dan 30 kg.

              elektroda memiliki unsur paduan. Dengan menaikan banyaknya mangan akan meningkatkan kekuatan dan akan mengurangi sensitifitas keretakan karena panas dari logam las.2 % silikon.2 %. logam las akan sangat sensitif terhadap retak (crack). silikon menunjukan kemampuan doksidasi yang baik. c. Elektroda mild-steel mengandung 1. Tetapi jika diatas 1 hingga 1. Zirconium ( Zr ) Ketiga elemen ini merupakan elemen deoksidasi yang sangat kuat. Dengan penambahan yang sedikit dari ketiga elemen ini akan sedikit meningkatkan kekuatan. Titanium ( Ti ). fungsi utama penambahan unsur paduan pada elektrodanya adalah untuk mengatur deoksidasi genangan las (weld puddle) dan untuk membantu menentukan properti mekaniknya. Paduan silikon ( Si ) Silikon adalah elemen deoksidasi yang paling sering digunakan untuk paduan elektroda las MAG ( metal active gas ). Paduan alumunium ( Al ). e. Untuk Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  23       . Dalam jangkauan persentase. d. Umumnya. Memperbesar banyaknya silikon akan menaikan kekuatan las dengan sedikit penurunan ketangguhan.40 % hingga 1.00 % mangan. Paduan karbon dan lainnya Karbon mempengaruhi struktur dan properti mekanik logam las lebih besar dibandingkan dengan elemen paduan lainnya. b. Untuk mengelas besi karbon menggunakan proses pengelasan MAG ( metal active gas ). Paduan mangan Mangan juga digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan deoksidasi logam las. elektroda mengandung 0. Komposisi jumlah keseluruhan dari ketiga elemen ini tidak lebih dari 0.00 hingga 2. Deoksidasi adalah kombinasi elemen dengan oksigen dari genangan las menghasilkan slag atau formasi kaca (glass formation) pada permukaan.00 % silikon.

elektroda carbon steel diberi penomoran sebagai berikut : ELEKTRODA ATAU WELDING ROD SOLID ATAU ROD E R X X S -X KOMPOSISI KIMIA KEKUATAN TARIK (X 1000 psi) Gambar 19. krom dan molybdenum terkadang ditambahkan untuk meningkatkan properti mekanik dan ketahanan korosi. Adapun jenis – jenis elektroda untuk las MIG ( metal inert gas ) adalah sebagai berikut : a. Persentase ini cukup untuk menghasilkan kekuatan logam las yang diinginkan tanpa mempengaruhi ketangguhan dan porositi. 3. Standar penomeran elektroda feero dan macam-macam jenis elektroda menurut tipenya Sesuai dengan klasifikasi elektroda carbon steel menurut AWS A5.kegunaan pengelasan baja karbon. Elektroda besi karbon. Dalam jumlah kecil. Hal ini disebabkan pengelasan menggunakan las MIG ( metal inert gas ) banyak sekali dibutuhkan tidak hanya untuk pengelasan baja karbon saja melainkan juga di gunakan untuk pengelasan stainless steel maupun alumunium.18-93. Model penomoran elektroda feero Elektroda untuk pengelasan MIG ( metal inert gas ) mempunyai berbagai jenis atau model elektroda ( kawat elektroda ). elektroda mengandung 0. diantaranya : 24    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .05 hingga 0.12 % karbon. mereka dapat digunakan dalam elektroda baja karbon untuk meningkatkan kekuatan dan ketangguhan dari logam deposit. Nikel.

85 %) sebagai elemen doksidasi. 4) ER70S-6 Elektroda pada kelas ini memiliki kandungan silikon terbesar (1.000 psi tergantung dilusi logam dasar dan jenis gas pelindung. selain itu juga mengandung alumunium (0. Elektroda ini dapat digunakan untuk pengelasan untuk permukan yang telah berkarat.50 %) dan silikon (0. Gas pelindung yang dapat digunakan adalah Ar-O2. Pada pengelasan multi-pass kekuatan tarik antara 65.5 % hingga 0.              1) ER70S-3 Eektroda dengan klasifikasi ini paling banyak dipakai. jenis pengelasan ini terbatas hanya pada posisi datar (flat). Gas plindung yang dapat digunakan adalah CO2.15 %) dan mangan yang besar (1. 5) ER70S-7 Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  25       .9%) yang berfungsi sebagai elemen deoksidasi. 3) ER70S-5 Elektroda ini mengandung tambahan mangan dan silikon. elektroda ini biasanya digunakan pasa proses pengelasan dengan transfer logam spray atau arus pendek. Elektroda ini dapat menggunakan gas pelindung campuran argon-oksigen atau CO2. Pada umumnya untuk baja karbon rendah menggunakan gas pelindung CO2 dan arus listrik yang tinggi. Kekuatan tarik pada pengelasan single-pass pada baja karbon rendah dan medium akan melebihi dari logam dasarnya (benda kerja). Ar-CO2 dan CO2. 2) ER70S-4 Elektroda ini mengandung lebih banyak mangan (1.85 %) dibandingkan elektroda sebelumnya.000 hingga 85.

000 psi (552 MPa).07 % berat. titanium dan alumunium deoksidasi dengan jumlah total 0. Dapat menggunakan berbagai jenis gas pelindung. Elektroda ini dirancang untuk proses pengelasan dengan gas pelindung campuran argon dan oksigen 1 hingga 5 % atau dengan gas pelindung CO2. Elektroda ini mengandung sekitar 2 % atau lebih mangan. digunakan untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. menggunakan gas pelindung Ar-CO2 dan CO2. Biasanya digunakan dengan gas pelindung argon dan terkadang dengan tambahan sedikit oksigen.Elektroda ini multi fungsi dan memiliki performa yang tinggi. 6) ER80S-D2 Elektroda ini mengandung silikon dan mangan sebagai doksidasi dan molybdnum (0. dapat menghasilkan logam las yang memiliki kekuatan tarisk hingga lebih dari 80. 8) ER70S-2 Elektroda ini mengandung elemen deoksidasi yang sangat berat. Elektroda ini cocok untuk jenis pengelasan dengan transfer logam arus pendek. 7) ER70S-1 Memiliki persentase silikon terkecil diantara elektroda baja padat. mengandung kombinasi zirconium.2% dan karbon 0.4 hingga 0. Dapat digunakan untuk berbagai jenis posisi pengelasan. Setiap jenis elektroda mempunyai komposisi kimia. adapun komposisi kimia untuk besi karbon dapat dilihat dalam tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1.6 %) untuk meningkatkan kekuatan. Komposisi kimia untuk elektroda karbon steel 26    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .

15 Ti  0.05‐0.40  1.90   Al           NOT SPECIFIED  Sifat mekanik untuk elektroda besi karbon dapat di lihat dalam tabel 2 berikut di bawah ini.035  PHOS  0.90‐1.000 ( 480)  70.40‐ 0.50  0.035  0.000 ( 480)  70. Sifat mekanik untuk elektroda besi karbon  AWS  CLASS  SHIELDING  GAS  CURRENT  &  POLARITY  DCEP TENSILE  STRENGTH  MIN  PSI  (Mpa)  70.000 ( 480)  70.035  0.              AWS  CLASS  ER70S‐2  CARBON  0.035  0.000 ( 480)  70.5 % O2¹  CO 2 ¹  CO 2 ¹  CO 2 ¹  CO 2 ¹  22 ER70S‐3  DCEP 22 ER70S‐4  ER70S‐5  ER70S‐6  DCEP DCEP DCEP 22 22 22 ER70S‐7  CO 2 ¹  DCEP 17 ER80S‐D2  CO 2 ¹  DCEP 22 ER70S‐G    NOT SPEC  NOT SPEC 22 Gambar untuk jenis elektroda karbon steel dapat dilihat dalam gambar 20 di bawah ini.90‐1.02‐0.000 ( 480)  YIELD  STRENGTH  MIN PSI   ( Mpa)  58.00  1.50‐ 0.00‐1.15  0.025                 0.000 (480)  58.15  0.15  0.60‐2.025  MOLYB     OTHER  0.45‐ 0.025  0.000 ( 480)  70.07‐ 0.80  0.12  0. Tabel 2.60  0.50‐2.70    ER70S‐3  ER70S‐4  ER70S‐5  ER70S‐6  ER70S‐7  ERSOS‐D2  ER70S‐G  0.025  0.035  0.000 (480)  58.000 ( 480)  70.07‐ 0.000 ( 480)  70.50‐ 0. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  27       .30‐ 0.07‐ 0.000 (480)  58.50‐0.07‐ 0.75  0.000 (480)  58.000 (480)  58.80  0.40‐ 0.19  0.06‐015  0.15 Al        0.40  1.000 (480)  58.07  MANGAN  0.12 Zr  0.8  1.40  SILICON  0.15  0.05‐0.000 (480)  ELONG  IN  2’ MIN %  MINIMUM  “V”  NOTH  IMPACT  20  ft‐lbs  @  20° F  (27 J @ 29° C)  20 ft‐lbs @ 0°  F  (27 J @ 29° C)  NOT  REQUIRED  NOT  REQURED  20  ft‐lbs  @  20° F  (27 J @ 29° C)  20  ft‐lbs  @  20° F  (27 J @ 29° C)  20  ft‐lbs  @  20° F  (27 J @ 29° C)  NOT  REQUIRED  ER70S‐2  Al 1.07‐ 0.025  0.60  SULFUR  0.000 (480)  58.90‐1.025  0.035  0.025  0.5 % O2¹  CO 2 ¹  Al 1.80‐ 1.40‐1.035  0.10  0.65‐ 085  0.

Gambar 20. Kandungan karbon yang rendah akan mengurangi kemungkinan korosi pada batas butir. Kandungan karbon kurang dari 0.04 %. Kandungan krom dan nikel hampir sama. Elektroda jenis karbon steel b. Dalam memilih elektroda yang cocok untuk proses pengelasan stainless steel. perbedaannya dengan ER 308L adalah kandungan silikon yang lebih tinggi. ada beberapa faktor yang mmpengaruhinya : 1) Gas pelindung argon-O2 1 % untuk jenis pengelasan menggunakan transfer logam spray dan A-1025 untuk proses pengelasan menggunakan transfer logam arus pendek 2) Elektroda yang dipilih harus memiliki kandungan kimia yang hampir sama dengan logam dasar/benda kerja 3) Batas deoksidasi tidak terlalu penting Jenis – jenis elektroda stainless steel diantaranya : 1) ER308L Jenis elektroda ini dapat digunakan untuk mengelas stainless steel 304.9. Elektroda stainless steel Elektroda stainless steel menggunakan penomoran dengan standar AWS A5. yang akan 28    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . 2) ER308L Si Digunakan untuk mengelas stainless steel 304.

0‐14.0‐3.5‐22.03  0.0‐21.03  0. 3) ER309l Digunakan untuk mengelas jenis stainless steel 309 4) ER316L Digunakan untuk mengelas stainless steel 316.15  0.6  0.0‐11.03  0.03  0.0  13.0‐2.0‐2.0‐11.03  0.5  11.03  0.0‐14.0  MOLYB                 2.03  0.0  12.0‐28.03  0.08  0.0‐15.25‐0.08  0.0‐2.0  11.0  19.0  18.15  0.5  2.0‐34.0‐2.03  0.60  PHOS  0.5  8. Kandungan karbon kurang dari 0.5  1.5  NICKEL  9.0  3.0‐20.25‐0.0  9.0‐20.5  18.0  8XC‐1.0  23.03  0. Komposisi kimia untuk jenis stainless steel. Tabel 3.0  32.60  0.5  SILICON  0.03  0.25‐0.60  0.60  0.0‐4.0  11.03  0. dapat di lihat dalam tabel 3 berikut ini.0  2.0‐36.60  0.03  0.04 %.03  0.0  10XC‐1.25‐0.03       Gambar untuk jenis elektroda stainlees steel dapat di lihat pada gambar 22 berikut ini.08‐ 0.0‐21.03  0.0‐3.0  25. Biasanya menggunakan gas pelindung Ar-O2 1 %.5  1.07  0.5  1.0‐2.25‐0.0  28.08  0.0‐20.25‐0. Komposisi kimia untuk elektroda stainless steel AWS  CLASS  ER308  ER308L  ER309  ER330  ER312  ER316  ER316L  ER317  ER318  ER320  ER347  ESAB  DESIGNATION  308  308 L  309  310  312  316  316 L           347  CARBON  0.03  0.0  MANGA‐ NESE  1.0  19.0‐30.0‐2.60  0.03  0.0‐3.0  18.03  0.5  1.5‐22.0‐2.0  18.0     COLU+TANT                          8XC‐1.0  9.25‐0.0‐25.0  20.25‐0.5  1.03  0.03  SULF  0.08  0.03  0.5  1.25‐0.60  0.0‐2.0‐14.0‐22.0‐2.03  0.5  1.5  1.5‐20.5  1. tambahan molybdenum menjadikan elektroda ini dapat digunakan untuk proses pengelasan yang membutuhkan ketahanan crep.60  0. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  29       .25‐0.60  0.0‐32.08  CHROM  19.              meningkatkan karakteristik wetting dan logam las (weld metal).03  0.0  2.12  0.0‐11.0‐3.0  19.0‐2.0  2.60  0.

Elektroda alumunium Adapun komposisi kimia untuk elektroda alumunium dapat kita lihat pada tabel 4. mangan. Gambar 22.3. Elektroda alumunium Elemen dasar yang digunakan dalam elektroda alumunium adalah magnesium. silikon dan tembaga. Elektroda stainlees steel c. elektroda alumunium menggunakan standar penomoran menurut AWS A5. Elektroda yang paling sering digunakan adalah elektroda yang mengandung magnesium 5356 dan mengandung silikon 4043. 30    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . contoh bentuk elektroda alumunium dapat di lihat pada gambar 23. Selain itu ketahanan korosi dan weldability juga merupakan alasan penambahan elemen tersebut.Gambar 21. seng. Alasan utama menambahkan elemen tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan dan logam alumunium murni.

Gangguan kesehatan atau kecelakaan dapat diakibatkan oleh beberapa faktor. yakni dari operator atau teknisi las itu sendiri. b) Penolong berdiri pada bahan yang tidak bersifat konduktor ( papan. 1. kayu. baik itu pada saat pemasangan peralatan. penyetelan atau pada saat pengelasan. sepatu karet) Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  31       . dan sejenisnya) pada bagian-bagian pakaian yang kering. Komposisi kimia untuk elektroda alumunium D. debu dan asap las dan luka bakar serta kebakaran.              Tabel 4. Kejutan listrik ( electric shock ) Kecelakaan akibat kejutan listrik dapat terjadi setiap saat. pingsan serta dapat meninggal dunia. atau lingkungan kerja. maka dapat dilakukan langkah-langkah berikut : a) Tarik penderita dengan benda kering (karet. Namun secara umum ada beberapa resiko kalau bekerja dengan proses MIG ( Metal Inert Gas ) yaitu kejutan listrik ( electric shock ). plastik. mesin dan alat-alat las. Resiko yang akan terjadi dapat berupa luka bakar. sinar las. terjatuh. Jika terjadi kecelakaan akibat kejutan listrik. Keselamatan dan Kesehatan Kerja MIG ( Metal Inert Gas ) Pekerjaan MIG ( Metal Inert Gas ) adalah salah satu jenis pekerjaan yang cukup berpotensi menyebabkan gangguan terhadap kesehatan atau malah dapat menyebabkan kecelakaan kerja.

d) Bawalah kerumah sakit dengan segera. Kabel primer usahakan sependek mungkin 3.mempunyai isolasi yang baik. maka mata akan segera 32    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .sambunggan kabel. loncatan bunga api dan benda panas 4. PERHATIAN/EXTENSION!!! Luka‐luka akan menjadi lebih parah dengan pemindahan  (pertolongan ) yang terburu‐buru  Berikut upaya bagaimana mencegah kecelakaan pada mesin MIG/GMAW: 1. Pemeliharaan dan perbaiikan mesin as sebaiknya ditangani oleh orang yang ahli dibidangnya 8. Perbaikilah segera kabel-kabel yang rusak 7. 2. Bila cahaya ini terlalu kuat. Hindarkan kabel-kabel las dari gooresan. apakah sudah ketat. Jangan menggangu komponen-komponen dari mesin las. Cahaya tampak Benda kerja dan kawat elektroda yang mencair pada MIG ( metal inert gas ) mengeluarkan cahaya tampak Semua cahaya tampak yang masuk ke mata akan diterusksn oleh lensa dan kornea mata ke retina mata. Periksalah sambungan . Kabel primer harus terjamin dengan baik. Sinar yang membahayakan tersebut adalah : a.c) Doronglah penderita dengan alat yang sudah disediakan. sebab persambungan yang longgar dapat menimbulkan panas yang tinggi serta dapat menggangu kestabilan arus las 5. Sinar las Dalam proses pengelasan timbul sinar yang membahayakan operator las dan pekerja lain didaerah pengelasan. 2. Jangan meletakkan las pada meja las atau pada benda kerja 6.

Memakai pelindung mata dan muka ketika mengelas. sebab tidak diketahui.              menjadi lelah dan kalau terlalu lama mungkin menjadi sakit. maka pada mata terasa seakan-akan ada benda asing didalamnya dalam waktu antara 6 sampai 12 jam. tetapi sinar ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh. Pada umumnya rasa sakit ini akan hilang setelah 48 jam. Sinar infra merah Sinar infra merah berasal dari busur listrik. c. Sinar ultraviolet Sinar ultra violet sebenarnya adalah pancaran yang mudah terserap. antara lain : 1. b. terjadinya penyakit kornea dan kerabunan. yaitu akan terjadi pembengkakan pada kelopak mata. Memakai keselamatan dan kesehatan kerja yaitu pakaian pelindung atau pakaian kerja. Supaya pada waktu proses mengelas bahaya sinar tidak mengenai mata kita. Akibat dari sinar infra merah terhadap mata sama dengan pengaruh panas. tidak terlihat. arung tangan . karena itu sinar ini lebih berbahaya. dan sepatu keselamatan kerja. Sinar infra merah selain berbahaya pada mata juga dapat menyebabkan terbakar pada kulit berulang-ulang (mula-mula merah kemudian memar dan selanjutnya terkelupas yang sangat ringan). walaupun rasa lelah dan sakit pada mata tersebut sifatnya hanya sementara. yaitu kedok dan helm las 2. Jadi jelas akibat sinar infra merah jauh lebih berbahaya dari pada cahaya tampak. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  33       . berikut merupakan salah satu usaha pencegahan atau upaya karena kecelakaan akibat sinar las. Adanya sinar infra merah tidak segera terasa oleh mata.apron atau jaket las. Bila sinar ultra violet yang terserap oleh lensa melebihi jumlah tertentu . kemudian mata akan menjadi sakit selama 6 sampai 24 jam.

Ka arena itu debu da an asap las perlu p dapat p perhatian khu usus. seperti se esak napas dan d lain seb bagainya. Debu atau asap yang terti inggal dan melekat pada p kanton ng udara d diparu-paru akan menimbulk kan penyaki it.upaya yang harus dilakukan ad dalah dengan n: 34  Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .5 mm dapat terhisap p. sedang yang lebih halus s akan terba awa ke dalam m dan ke lu uar kembali. men penghal lang ) Adapun co ontoh bentuk k atau model l perlengkap pan keselama atan kerja ad dalah sebagai ber rikut. Buatlah h batas atau pelindung p da aerah pengel lasan supaya a orang lain tidak nggunakan tabir tergangg gu ( mengg ggunakan k kamar las te ertutup. Sepatu las Pelindung lengan Apro on dada Baju las s Sarung tan ngan Helm las Kedo ok las Helmlas s modern n Gambar 23.2 mm m sampai de engan 3 mm yan ng biasanya terdiri dari jenis j debu eternit e dan hidrogen h ren ndah. tetapi seba agian akan tersar ring oleh bu ulu hidung d dan bulu pip pa pernapas san. .3. Debu dan Asap A las Deb bu dan asap las besarnya a berkisar an ntara 0. Butir debu u atau asap dengan d ukura an 0. Agar supaya debu dan asap tidak k tertinggal didalam tubuh t kita. Perleng gkapan keselamatan kerj ja 3.

Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  35       . yakni pada saat pengelasan berlangsung harus menutupi sampai di bawah wajah ( dagu ). Apron / jaket kulit. tapi dapat melubangi kulit melalui pakaian kerja. jika ruangannya tidak ada sirkulasi udara yang memadai ( sama sekali tidak ada ). terutama pada saat membuang terak. Sarung tangan kulit. Luka bakar Luka bakar dapat terjadi karena logam panas. Topi kulit ( terutama untuk pengelasan posisi di atas kepala ). lobang kancing yang lepas atau pakaian kerja yang longgar. pada saat mengopersikan mesin MIG ( metal inert gas ) operator las harus memakai baju kerja yang lengkap meliputi: Baju kerja (overall) dari bahan katun. d. Luka bakar yang diakibatkan oleh loncatan bunga api adalah loncatan butiran logam cair yang ditimbulkan oleh cairan logam. busur cahaya. di mana setiap kamar las dilengkapi dengan pipa pengisap debu dan asap yang penempatannya jangan melebihi tinggi rata-rata / posisi wajah ( hidung ) operator las yang bersangkutan. c. Helm / kedok las dan Kaca mata bening. sehingga mengurangi asap/ debu ringan melewati wajah. dan loncatan bunga api.              a. b. 4. Menggunakan kedok/ helm las secara benar. Menggunakan baju las (Apron) terbuat dart kulit atau asbes. Menggunakan alat pernafasan pelindung debu. Peredaran udara atau ventilasi harus benar-benar diatur dan diupayakan. Luka bakar dapat diakibatkan oleh logam panas karena adanya pencairan benda kerja antara 1550° C. Biarpun bunga api itu kecil. Supaya luka bakar tidak mengenai kita. Sepatu kerja.

E. Sebutkan langkah-langkah atau upaya untuk mencegah kecelakaan pada las mig? 36    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Sebutkan lima faktor yang mempengaruhi jenis pemilihan elektroda las mig? 4. Jelaskan cara penyetelan dari wire feeder? 2. Sebutkan jenis logam yang dapat di las menggunakan las mig? 3. Jelaskan dan gambarkan penamaan penomoran untuk elektroda las mig? 5. Soal – soal latihan 1.

anda telah memahami tentang peralatan untuk mesin las mig.. Prosedur Pengoperasian mesin las mig 1. Adapun yang harus diperhatikan pada waktu pemasangan perlengkapan ataupun peralatan las MIG ( metal inert gas ) adalah : a. MENGHUBUNGKAN DAN MENGESET PERALATAN PENGELASAN Pada bab III.              BAB IV.supaya pemahaman kita tidak setengah. maupun jenis kawat elektroda yang dibutuhkan didalam proses pengelasan untuk las MIG ( metal inert gas ). Semua penjelasan di atas tanpa didasari bagaimana cara untuk menghubungkan dan mengeset peralatan untuk las mig. Anda juga telah memahami bagaimana caranya penyetelan sebuah peralatan dari las MIG ( metal inert gas ). Keselamatan kerja dalam pemasangan perlengkapan las MIG ( Metal Inert Gas ) Dalam pemasangan perlengkapan las MIG ( metal inert gas ) harus di perhatikan aturan-aturan keselamatan kerja. Oleh sebab itu. sangatlah mustahil untuk proses pengelasan las mig dapat berjalan dengan baik. Ibarat kata orang jalan dengan satu kaki pasti akan pincang dan kesulitan. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  37       . Mesin las dan wire feeder ( elektroda kawat ) harus dihubungkan dengan hati-hati dan benar ke sumber tenaga. A. Keselamatan kerja dalam perlengkapan las MIG ( metal inert gas ) sebelum melakukan suatu pengelasan sangatlah tinggi nilainya. mari kita simak dengan baik dalam bab ini tentang bagaimana caranya pengoperasian mesin las mig. b. regulator dan selang-selang gas harus diperhatikan dan diperlakukan dengan hati-hati. Tabung-tabung gas.

barukah siap untuk digunakan. lalu hidupkan mesin. Ikuti petunjuk-petunjuk khusus dari pabrik pembuat perlengkapan las tersebut. Adapun pengaturan posisi pengelasan dalam las MIG ( metal inert gas ) yang aman adalah sebagai berikut : a. d. Tabung gas dan air pendingin disatukan. Adapun prosedur penyetelan perlengkapan las MIG ( metal inert gas ) adalah sebagai berikut: a. dan dilindungi dari panas maupun percikan api dari pengelasan. agar mudah dihubungkan. Mesin las harus dekat dengan sumber tenaga dan sedekat mungkin dengan mesin penggerak kawat agar hubungan dekat. Dalam penyetelan perlengkapan atau peralatan las MIG ( metal inert gas ) harus sesuai dengan prosedur aman yang telah ditentukan. Perhatikan urutan pemasangannya. Kabel las harus dijauhkan dari jangkauan api.c. 38    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Mengetahui pentingnya keselamatan kerja memang sangatlah penting dalam segala proses pekerjaan.oleh karena itu pengaturan posisi dalam suatu pekerjaan tak kalah pentingnnya juga. letaknya dekat dengan mesin penggerak kawat. c. b. Bila masing-masing alat sudah benar posisinya. Keselamatan kerja dalam prosedur pemasangan dalam mesin las MIG ( metal inert gas ) harus kita perhatikan dan kita jalankan dengan baik. dengan mendahulukan keselamatan dan kesehatan kerja. Hubungkan kabel mesin las ke sumber tenaga. 2. Tetapi apabila dalam pemasangannya teledor dapat mengakibatkan kerusakan dalam mesin las. Penyetelan perlengkapan las MIG ( metal inert gas ) Penyetelan perlengkapan atau peralatan las MIG ( metal inert gas ) mungkin kedengaranya mudah. e.maka suatu prose pekerjaan akan berjalan dengan aman dan dapat berhasil dengan baik.

2 mm  Stick out Kawat elektroda Gas pelindung  Gambar 24. g.              b. d. Setel besar tegangan yang sesuai dengan ketentuan. stick out posisi normal ( dipake dalam amper tinggi ) nozel Rata dengan ujung  nozzel  Ujung torch Kawat elektroda Gambar 25. f. stick out yang biasa dipake dalam amper menengah Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  39       . supaya kawat tidak jalan dulu sebelum waktunya. Setel stick out ( lihat gambar stick out di bawah ini) nozzel Ujung torch didalam max 3. Buka katup-katup pada tabung gas dan tabung air pendingin. Setel pengontrol penggerak kawat pada posisi nol.buka kran air aliran gas pada pengaturnya. Tarik pelatuk pistol las. kemudian setel aliran gas menurut ketentuan. Sekarang setel kecepan geerak kawat. c. e.

sebaiknya ambil rata – rata tegangan jangan terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Matikan mesin las g. Pembenahan las MIG a. i. Setelah semua selesai dengan baik. Jika mengalami kesulitan dalam mengawali pengelasan. Tutup katup gas pelindung c. dapat di gunakan balok sebagai pembantu untuk lonjatan busur api. b. sebelum mempraktekkan proses las MIG sebaiknya pelajari dulu cara penyesuaian mengelas dan membenahi perlengkapannya. j.nozel Ujung torch menjorok  sampai dengan 3. dan pelatuk segera di tarik. Demi keselamatan. pengelasan dapat di mulai. Tutup katup gas yang terdapat pada regulator e. stick out yang biasa dipake dalam amper rendah h. Jauhkan pistol las dari benda kerja sehingga busur listrik terputus dan mati. Setel besarnya tegangan. Bereskan alat-alat yang telah dipakai 40    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .2 mm  torch Kawat elektroda Gambar 26. bila pengelasan sudah selesai lawat dan gas berhenti mengalir. Matikan mesin penggerak kawat f. 3. sentuhkan ujung elektroda ke benda kerja sehingga timbul busur listrik. Setel kecepatan kawat pada posisi nol d. Lepas pelatuk pistol las.

Fungsi utama gas pelindung adalah untuk membentuk sekeliling daerah pengelasan dengan media pelindung yang tidak bereaksi dengan daerah las tersebut. Potensi ionisasi yang rendah dari gas argon. Gas argon Argon adalah jenis gas pelindung yang digunakan secara sendiri atau dicampur dengan gas lainnya untuk mencapai karakteristik busur yang diinginkan pada pross pengelasan logam fero maupun non-fero. Jenis jenis gas pelindung Jenis gas pelindung yang digunakan untuk mengelas baja karbon dan baja paduan adalah sebagai berikut : a. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  41       . menghasilkan kestabilan busur yang superior “riswan dwi jatmiko “. dan menghasilkan penetrasi serta bentuk bead weld yang baik. dan helium. Gas argon digunakan secara sendiri tanpa campuran untuk proses pengelasan logam non-fero. 1. dan lainnya. seperti alumunium. Gas argon dapat menghasilkan stabilitas busur yang baik pada pengelasan busur spray. gas argon biasanya dicampur dengan gas lainnya sperti oksigen. properti mekanik. Sedangkan menurut “ sri widharto “ fungsi utama dari gas lindung adalah mengusir mengusir udara di sekitar busur dan kolam las agar tidak bersinggungan dengan cairan metal untuk mencegah terjadinya proses oksidasi metal tersebut oleh oksigen dalam udara. Ketika menggunakan logam fero. paduan nikel. terutama dari atmosfir dan pengotoran dearah las.              B. paduan tembaga. Jenis-jenis gas pelindung untuk las MIG ( metal inert gas ) Gas-gas pelindung untuk MIG ( metal inert gas ) adalah pelindung untuk mempertahankan atau menjaga stabilitas busur dan perlindungan cairan logam las dari kontaminasi selama pengelasan. Hampir semua proses pengelasan GMAW dapat menggunakan gas argon atau campuran gas argon untuk mendapatkan mampu las. karakteristik busur dan produktifitas yang baik.

42    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .Gambar 27. Perbandingan gas argon murni dan gas argon campuran c. Gambar 28. Karbondioksida Gas karbon dioksida umumnya digunakan untuk proses pengelasan untuk logam fero. Kelebihan dari gas pelindung karbon dioksida adalah kecepatan pengelasan yang cepat dan penetrasi yang lebih dalam. Perbandingan gas argon muni dan gas argon campuran b. penetrasi yang lebih dalam dan kecepatan pngelasan yang lebih cepat. Gas karbon dioksida juga dapat dicampur dengan gas pelindung lainnya untuk menambah karakteristik kimia gas tersebut. Gas helium Helium adalah gas peliundung yang digunakan untuk aplikasi pengelasan yang membutuhkan masukan panas (heat input) yang lebih besar untuk meningkatkan bead wetting.

ekstansi elektroda. Menentukan parameter pengelasan Setelah memilih elektroda dan gas pelindung.              Gambar 29. Parameter yang paling penting dalam pengelasan adalah arus las. maka kondisi pengoperasian harus dipilih. Parameter ini akan mempengaruhi hasil las secara langsung. Perbandingan gas karbon dioksida murni dengan gas argon campuran C. Arus las adalah arus listrik yang digunakan untuk melakukan proses Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  43       . Pengaturan besar arus las Besarnya arus dan tegangan pengelasan adalah tergantung pada tebal bahan dan diameter kawat elektroda serta posisi pengelasan atau berdasarkan WPS ( welding prosedure specification ) pekerjaan tersebut. 1. tegangan las dan kecepatan pengelasan (arc travel speed).

pengelasan. Jarak tersebut akan mempengaruhi besarnya arus listrik yang dibutuhkan untuk melelehkan elektroda 44    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .0 – 10 mm 3.0 – 25 mm 12.5 – 1. Tabel 5.0 mm 0.8 mm 0.6 mm 0. Jika arus las dinaikkan maka kecepatan wirefeed juga seharusnya naik.8 – 2. Hubungan ini biasanya disebut karakteristik “burn-off”.9 mm 1.2 mm 1.0 mm 1. Elektroda ekstensi Ekstensi elektroda atau biasa disebut dengan “stick-out” adalah jarak antara titik terujung dari kontak listrik.0 – 12 mm 6.0 – 50 mm 2.0 mm 1. arus las secara langsung berhubungan dengan kecepatan wirefed. Dalam proses pengelasan MIG ( metal inert gas ). dengan ujung dari elektroda. biasanya ujung dari pipa kontak.6 mm Arus ( amper ) 50 – 80 60 – 150 70 – 220 100 – 290 120 – 350 160 – 390 Tegangan ( volt ) Tebal bahan 13 – 14 14 – 22 15 – 25 16 – 29 18 – 32 18 – 34 0. Ketentuan umun penyetelan besaran arus dan tegangan berdasarkan diameter kawat elektroda Diameter kawat 0.

Transfer logam arus pendek membutuhkan tegangan yang rendah. Pengaruh elektroda ekstensi. tegangan las atau Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  45       . 3. Pernyataan yang berhubungan dengan kecepatan penglasan : a) Dengan meningkatnya ketebalan material. kecepatan harus diturunkan b) Dengan material dan jenis penyambungan yang sama. Jenis perpindahan elektroda Perpindahan logam elektroda dipengaruhi oleh beberapa variable diantaranya adalah tipe gas pelindung yang digunakan. Parameter ini biasanya dinyatakan dalam meter per menit. sementara transfer logam spray membutuhkan tegangan yang lebih tinggi lagi. Jika arus listrik dinaikkan. Tegangan las Tegangan busur las adalah tegangan diantara ujung elektroda dan benda kerja. jika arus listrik meningkat. maka tegangan las juga harus dinaikkan untuk menghasilkan kestabilan 4.              Gambar 30. Elektroda ekstensi Gambar 31. Kecepatan pengelasan Kecepatan pengelasan berbanding secara linier dengan pergerakan busur las sepanjang benda kerja. Tegangan listrik pada pengelasan memegang peranan penting pada jenis transfer logam yang diinginkan. maka kecepatan pengelasan juga harus meningkat c) Kecepatan pengelasan yang lebih tinggi dapat menggunakan teknik pengelasan maju (forehand technique) D.

dan hubung pendek (short circuiting transfer). Unit pemakanan kawat berfungsi untuk mengatur kecepatan kawat yang sesuai dengan arus dan ketebalan sambungan las. jenis arus yang digunakan. Short Circuit Transfer Gambar 32. Ada 3 mode pemindahan logam yang terjadi di dalam las gas metal yaitu pemindahan pancar aksial (axial spray transfer). dan sumber tenaga. unit pemakanan kawat. globular.voltage. yaitu: 1. Pancar aksial dan globular amat berkaitan erat dengan energi 46    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . arus las dan gas lindung bekerja bersama-sama dengan komposisi kecepatan pemakanan kawat dan tekanan kerja gas lindung yang sesuai untuk menghasilkan pengelasan yang baik. Besarnya arus ini bervariasi tergantung tebal-tipisnya plat yang akan disambung maupun posisi pengelasannya. Pembakar las ini akan memandu elektroda. Prinsip pengoperasian las gas metal terletak pada pengendalian tiga hal yaitu pembakar las. Gambar 33. Ilustrasi short circuit transfer Short circuit metal transfer merupakan jenis perpindahan logam las yang membutuhkan heat input yang rendah. Sumber tenaga berfungsi mensuplai arus yang sesuai untuk pengelasan. Siklus short circuit transfer. Sehingga metal transfer dibagi menjadi 3 jenis. diameter elektroda dan kecepatan kawat elektroda.

2 mm dan dapat digunakan untuk pengelasan pada semua posisi. pancar aksial dan globular biasanya terbatas hanya pada posisi pengelasan datar dan horizontal dengan ketebalan plat tidak lebih dari 3. dan kecepatan elektroda lebih besar dari standard short circuit transfer. Globular Transfer Globular transfer merupakan jenis yang memisahkan antara short circuit transfer dengan Spray Arc Transfer.2 mm. Gambar 34. Globular transfer dapat terjadi ketika parameter dari voltage. Gambar 35 dibawah ini memberikan ilustrasi didalam mode pemindahan hubungan pendek. Dengan memberikan pengecualian mode pemindahan pancar pada diameter elektroda yang amat kecil. Pemindahan hubung pendek membutuhkan energi rendah biasanya terbatas pada ketebalan plat tidak lebih dari 3. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  47       . Mode pemindahan hubungan pendek 2.              busur yang relatif tinggi. Bentuk lelehan elektroda yang mengenai logam las besar-besar dan luas hal ini terjadi sampai elektroda itu berhenti dan lelehan elektroda itu menerobos ke dalam pada benda lasan. ampere.

Spray Arc Transfer Pengertian tentang cara pemindahan logam elektroda dengan spray karena logam elektroda yang dipindahkan ke benda kerja sepertinya disemburkan. c) Sulit untuk mengelas logam di atas 3 mm. tidak seperti pada globular. Spray Arc Transfer E.Kelemahan globular transfer : a) Terjadinya spatter b) Sulit untuk mengelas selain posisi flat dan fillet horizontal. Jadi cairan logam yang dipindahkan kecil-kecil. dan digunakan untuk pengelasan pada plat yang tipis. Penyalaan busur las Arus listrik yang mengalir dari dan atau ke permukaan benda kerja mengakibatkan terjadinya busur listrik diantara ujung kawat elektroda dan permukaan benda kerja. sekali busur listrik ini terbentuk. kawat elektroda 48    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Globalar transfer 3. Jenis ini relative digunakan pada voltage yang tinggi. Gambar 36. Gambar 35. sedikit panas yang terjadi pada benda kerja.

antara lain polaritas listrik dan arus listrik. Gambar 37. besar arus juga harus menurun. Dengan sumber tenaga ini biasanya penyemburan terjadi bila polaritasnya adalah polaritas balik. Aliran arus. Bila diameter kawat mengecil.              akan mengalir secara otomatis dengan kecepatan tertentu dari gulungan kawat las ke dalam busur dan membentuk kawah las. Dalam las MIG biasanya digunakan cara listrik arus searah dengan tegangan tetap sebagai sumber tenaga. garis tengah kawat dan jenis gas pelindungnya. Proses pengelasan dengan MIG Terjadinya penyemburan logam cair seperti diterangkan oleh gambar disebabkan oleh beberapa hal. kawat las dan gas pelindung di aktifkan oleh operator melalui triger yang terdapat pada tang las atau welding gun gambar berikut ini menunjukkan proses pengelasan MIG. bila besar arus melebihi harga tertentu yang disebut harga kritik barulah terjadi pemindahan semur. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  49       . Di samping polaritas ternyata bahwa besar juga memegang peranan penting. Kawat las dan ujung kawat elektroda dilindungi oleh gas pelindung dari kemungkinan terjadinya kontaminasi atmosfir. Besarnya arus kritik tergantung pada bahan kawat las.

Soal-soal latihan 1.F. Sebutkan keselamatan kerja yang harus diperhatikan dalam pemasangan perlengkapan atau peralatan las MIG ? 2. Sebutkan pengaturan posisi yang aman dalam pengelasan las MIG ? 3. Jelaskan proses penyalaan busur las MIG ? 50    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Sebutkan prosedur penyetelan perlengkapan las MIG ? 4. Jelaskan fungsi utama dari gas pelindung ? 5.

dari mulai pengertian sampai masuk ke bagian dalam peralatan las MIG. Teknik – teknik pengelasan untuk distorsi Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  51       . Penyusutan akibat pengelasan tidak dapat dihindari pada benda atau logam yang disambung dengan las sebab prooses pengelasan memerlukan pemanasan dengan temperature yang cukup tinggi. Pastinya. MENGIDENTIFIKASI METODA PENCEGAHAN DISTORSI Pada bab sebelumnya. Pengertian distorsi Distorsi adalah pergeseran bentuk atau bentuk dari benda lasan akibat dari penyusutan. anda telah mepelajari banyak hal tentang pengelasan las MIG. kalian ingin tahu jelasnya kan?mari kita simak dalam bab ini dengan baik dan antusias. Mesin las MIG mempunyai perlakuan tersendiri supaya dengan pengelasan menggunakan las MIG dapat di peroleh hasil pengelsan yang baik. malah kita sering mengabaikannya dan tidak mengindahkannya.              BAB V. Suatu pengelasan yang namanya untuk lepas dari permasalahn didalam pengelasan sangatlah jarang dan mustahil. sehingga pada saat pendinginan terjadi penyusutan yang mengakibatkan perubahan ukuran sambungan las atau bentuk dari logam yang dilas menjadi berubah. Apakah itu distorsi? Bagaimana cara penanggulangnya maupun tekniknya. Distorsi sering terjadi dalam suatu pengelasan tanpa kita menyadarinya. Pengoperasian mesin las MIG memang tidak sama dengan mesin las yang lain. A. B. pada saat dilas mempunyai bentuk lurus tetapi setelah selesai dilas atau setelah dingin menjadi bengkok.

Las catat ( tack . untuk pecegahan diperlukan teknik-teknik khusus. Klem sangat membantu dalam upaya mengurangi distorsi. Las catat ( tack – weld ) 2.Pada proses pengelasan akan terjadi perubahan bentuk akibat panas pengelasan. Adapun teknik – teknik khusus untuk mengurangi distorsi adalah: 1. harus dilakukan las catat atau tack weld dengan sempurna seperti terlihat pada gambar berikut ini : Gambar 38. Menggunakan alat bantu ( jig and fixture ) Gunakan alat bantu pengikat yang sesuai seperti klem untuk mencegah terjadinya perubahan bentuk.weld ) Pada pengelasan sambungan sebelum dilakukan pengelasan penuh. adapun gambar dari klem dapat dilihat dalam gambar berikut ini : 52    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan .

              Gambar 39. Gambar dari backing bar dapat dilihat dalam gambar berikut ini : Gambar 40 a.punggung ( backing bar ) Pada sambungan pelat sebelum pengelasan penuh pada bagian sisi sebelah sambungan dipasang pelat pengganjal. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  53       . Menggunakan pelat – punggung. Menggunakan klem 3. Biasanya sebagian pelatpunggung dibuat dari bahan tembaga. Menggunakan pelat .

untuk pencegahannya ialah dengan melakukan teknik pengelasan berurutan (squence-weld). Pengelasan berurutan Mengelas sambungan yang panjang ada kecenderungan tejadi distorsi yang besar. Gambar 40 b. Perubahan ini diakibatkan oleh panas yang menyebabkan logam mengembang dan ketika logam dingin pengembangan ini tidak dapat menyusut seperti sediakala. 2. Cara lain yang dapat digunakan untuk meminimalkan terjadinya distorsi adalah : 1. Pengontrolan distorsi Tegangan di dalam pengelasan adalah tegangan yang diakibatkan oleh adanya perubahan bentuk pada bagian yang dilas. 4. 54    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Jangan mengelas dengan logam deposit yang berlebihan. Distorsi dapat diminimalkan dengan mengikat benda kerja pada klem yang ada pada fixture ketika dilakukan pengelasan sesuai denga penjelasan di atas.4. Tidak bisa kembalinya posisi pengembangan ke posisi semula mengakibatkan terjadinya distorsi. Meminimalkan jumlah lapisan di dalam pengelasan. Teknik pengelasan berurutan C. Gunakanlah cara mengelas berselang (intermittent welding) 3. Mengeset sambungan yang biasanya melengkung akibat tarikan las dengan posisi menjauhi sehingga ketika pengelasan selesai dilakukan posisi ini akan sesuai dengan posisi yang diharapkan. Distorsi ini sifatnya menarik benda kerja yang dilas ke arah daerah dimana pengelasan dilakukan. Mengelas dengan langkah mundur 5.

Gunakan bentuk sambungan las yang benar 8. Jika pengelasan dilakukan bersebelahan. Didalam sambungan tegangan ini tetap ada yang disebut tegangan sisa (residual stress). lakukan pengelasan bergantian tahap demi tahap antara sisi yang satu dengan sisi yang lain 7. Jelaskan dengan gambar proses dari backing bar? Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  55       . D. Sebutkan cara lain untuk meminimalisir terjadinya distorsi? 5. Apa penyebab distorsi didalam pengelasan? 3. Sebutkan teknik. tidak berarti di dalam sambungan tidak ada tegangan. Meskipun secara visual kedua metoda ini menghasilkan penampakan sambungan yang baik. Tegangan ini dapat dihilangkan dengan melakukan perlakuan panas yang disebut stress relieving yaitu memanasi sambungan pada suhu tertentu dan didinginkan perlahan – lahan. Soal – soal latihan 1.teknik khusus untuk mengurangi distorsi berikut penjelasannya? 4. Jelaskan pengertian dari distorsi ? 2.              6. Sambungan las diusahakan mendekati sumbu netral.

3. Periksa saklar sumber tenaga. Sebuah pengelasan apabila dijalankan sesuai dengan standart ddidalam pengelasan niscaya hasilnya akan baik. Setiap gerakan nozzle / kawat elektroda harus selalu terkontrol. Apalagi kita dapat melakukan sebuah pengelasan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. MENGELAS MATERIAL DENGAN BENAR Pada bab sebelumnya kalian telah memahami proses terjadinya distorsi. prosedur-prosedur yang harus dilakukan setiap kali akan. Perubahan bentuk didalam pengelasan sebuah kewajaran. A. Periksa sambungan-sambungan kabel las. Konsentrasi dengan pekerjaan. ingin tahu bagaimana cara mengelas sesuai standar yang baik dan benar. sedang dan setelah pengelasan dengan menggunakan MIG ( metal inert gas ) adalah meliputi hal-hal berikut ini : 1. Pakai pakaian kerja yang aman. yaitu dari mesin las ke kabel las dan dari kabel las ke benda kerja / meja las serta sambungan dengan tang las. Pengelasan yang sesuai dengan prosedur.BAB VI. Adanya prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K ) dan prosedur penanganan kebakaran yang jelas/tertulis. 5. apakah telah dihidupkan. 2.tetapi apabila kewajaran tersebut di biarkan berlarut maka akhir dari pengelasan tidak akan maksimal maupun baik. Prosedur Umum Pengelasan Secara umum. 6. Harus diyakinkan. Distorsi merupakan pergeseran ukuran atau bentuk dari benda lasan akibat penyusutan. 56    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . mari kita simak bab ini penuh dengan rasa antusias. maupun mengelas dengan cara yang benar adalah yang kita inginkan. 4. bahwa tiap sambungan terpasang secara benar dan rapat.

tergantung bentuk sambungan dan kampuh las yang akan dikerjakan. Persiapan bahan pengelasan Persiapan bahan las tiap jenis proses pengelasan pada prinsipnya tidak berbeda.              7. Periksa. B. Pembuatan kampuh las Pembuatan kampuh las dapat di lakukan dengan beberapa metode. apakah penghalang sinar las/ ruang las sudah tertutup secara benar. Metode yang biasa dilakukan dalam membuat kampuh las. 1. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  57       . Mesin pemotong gas lurus (Straight Line Cutting Machine) dipakai untuk pemotongan pelat. seperti Hidrolic Shearing Machine. 9. Selalu gunakan kaca mata pengaman selama bekerja di dalam bengkel. 12. seperti kampuh V atau X. 8. khususnya untuk sambungan tumpul dilakukan dengan mesin atau alat pemotong gas (brander potong). Jangan meninggalkan tempat kerja dalam keadaan kotor dan kembalikan peralatan yang dipakai pada tempatnya. Berdiri secara seimbang dan dengan keadaan rileks. Matikan mesin las bila tidak digunakan. terutama bila dibandingkan dengan persiapan bahan las pada proses Las Busur Manual (SMAW). Tempatkan tang elektroda pada tempat yang aman jika tidak dipakai. Bersihkan terak atau percikan las sebelum melanjutkan pengelasan berikutnya. 13. 11. terutama untuk kampuhkampuh las yang di bevel. baik persiapan sambungan tumpul ( butt ) maupun untuk sambungan sudut ( fillet ). kecuali WPS ( welding prosedure specification ) untuk pekerjaan tertentu menghendaki lain. 10. sedang untuk membuat persiapan pada pipa dapat dipakai Mesin pemotong gas lingkaran (Circular Cutting Machine) atau dengan brander potong manual atau menggunakan mesin bubut. Namun untuk keperluan sambungan sudut ( fillet ) yang tidak memerlukan kampuh las dapat digunakan mesin potong pelat (guletin) berkemampuan besar.

sehingga cukup dipotong lurus saja. yakni untuk mengantisipasi tegangan penyusutan / distorsi setelah pengelasan. arah pengelasan dimulai dari sisi kiri. Sedang untuk panjang benda kerja dibawah atau sama dengan 150 mm dapat dilas catat pada kedua ujung saja. kecuali kampuh I yang tidak memerlukan persiapan kampuh las. Las catat ( tack – weld ) Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan las catat (tack weld) adalah sebagai berikut : a) Bahan las harus bersih dari bahan-bahan yang mudah terbakar dan karat. 2. b) Pada sambungan sudut cukup di las catat pada kedua ujung sepanjang penampang sambungan ( tebal bahan tersebut ). c) Pada sambungan tumpul kampuh V. Bila hanya satu sisi saja. tergantung panjang benda kerja. U atau J perlu dilas catat pada beberapa tempat. karena tiap kampuh las mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri.Adapun pada sambungan tumpul perlu persiapan yang lebih teliti. C. X. yaitu kedua ujung dan tengah dengan panjang las catat antara 15 -20 mm atau tiga sampai empat kali tebal bahan las. Bila dilakukan pengelasan sambungan sudut ( T ) pada kedua sisi.5° menjauhi sisi tegak sambungan. maka sudut perakitannya adalah 3° . yaitu arah maju dan arah mundur . Untuk panjang benda kerja standar untuk uji profesi las (300 mm) dilakukan tiga las catat. Metoda pengelasan 1. Arah pengelasan Arah pengelasan yang dapat dilakukan pada las menggunakan GMAW ada dua. Pengelasan arah mundur adalah apabila 58    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . maka konstruksi sambungan harus 90° terhadap bidang datarnya. Pengelasan arah maju adalah apabila holder atau welding gun dipegang kanan.

Arah mundur Gambar 41. Gerakan las Gerakan las pada ( welding gun ) pada MIG ( metal inert gas ) terutama dipengaruhi oleh . Arah pengelasan Dari kedua arah pengelasan tersebut. #. lebar persiapan sambungan. arah pengelasan dimulai dari sisi kiri ke kanan. Berikut ini disajikan beberapa bentuk Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  59       . arah maju lebih dianjurkan. jenis bahan dan posisi pengelasan Gerakan atau ayunan welding gun diupayakan lurus. di samping itu jalur yang akan dilas akan dapat dilihat dengan kebih jelas apabila dibanding dengan arah mundur.              holder atau welding gun atau tang las dipegang tangan kanan. Misal lebar ayunan untuk setiap jalur maksimal 15 mm. tebal bahan. Arah maju #. untuk konstruksi yang sedang dan berat. Bentuk sambungan. Walaupun demikian arah pengelasan mundur lebih sering digunakan pada pengelasan logam yang tipis. 2. apabila tidak memungkinkan gerakan lurus (misal pengelasan arah naik) diusahakan menggunakan ayunan ke samping seminimal mungkin. dengan alasan dalam proses pengelasan akan terjadi cleaning action pada permukaan yang disambung lebih baik.

gerakan/ayunan pengelasan yang banyak digunakan pada pengelasan menggunakan MIG ( metal inert gas ). Sudut pengelasan Salah satu faktor yang ikut menentukan kualitas hasil pengelasan adalah sudut pengelasan. Posisi sudut pengelasan flat b) Posisi horizontal sambungan T 60    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Gerakan atau ayunan dalam las MIG ( metal inert gas ) 3. Yang dimaksud dengan sudut pengelasan adalah sudut yang dibentuk oleh permukaan bahan dengan welding gun. terutama pengelasan pada posisi tegak : Flat / horizontal/ OH (tanpa diayun) Posisi tegak (tanpa diayun) Setengah melingkar/zig/zag Menusuk/segitiga Gambar 42. Sudut pengelasan yang disarankan pada beberapa posisi adalah seperti berikut: a) Posisi flat atau horizontal Work angle  Travel angle Gambar 43.

Posisi pengelasan Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  61       .              Gambar 44. Posisi sambungan tumpul d) Posisi tegak Gambar 46. Posisi horizontal sambungan T c) Posisi horizontal sambungan tumpul Gambar 45. Posisi tegak 4.

Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak dan pengelasan juga berjalan tegak dengan arah naik turun. Posisi kerap digunakan oleh operator. Untuk mendapatkan pengelasan yang baik dibutuhkan kecakapan sang operator. Secara umum posisi pengelasan ini dibedakan berdasarkan posisi material. elektroda dan juru las.Tingkat kesulitan dalam pengelasan ini dipengaruhi oleh posisi pengelasan. Hasil pengelasannya biasanya akan sedikit menurun bila dibandingkan dengan posisi downhand. dikarenakan benda kerja akan mudah untuk dikerjakan karena posisi benda kerja datar. a) Posisi bawah tangan ( down hand ) / I F / I G Posisi ini terjadi apabila benda kerja terletak diatas bidang datar dan proses pengelasan berlangsung di bawah tangan. d) Posisi atas kepala ( over head ) / 4 F /4 G Untuk posisi yang sulit ini operator sudah harus berpengalaman dalam soal mengelas. c) Posisi Tegak ( Vertical ) / 3 F / 3 G Posisi ini lebih sulit pengerjaanya. sedangakan pengelasannya berjalan arah mendatar ( horizontal ) sejajar dengan pundak operator. Pada keterangan berikut akan dijelaskan macam posisi pengelasan beserta gambar dan penjelasannya. sehingga hasil pengelasan akan lebih baik. b) Posisi mendatar ( horizontal ) / 2 F / 2 G Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak. karena adanya gaya berat cairan bahan pengisi dan bahan dasar. Selain itu dalam pengelasan posisi ini harus memakai pakaian ( baju / apron ) las lengkap dengan kelengkapan lain 62    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . jalur las.

Berbagai macam posisi pengelasa Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  63       . Pada pengelasan posisi over head benda kerja terletak diatas operator dan pengelasannya dilakukan dibawahnya. Supaya lebih jelas mari kita perhatikan gambar posisi pengelasan di bawah ini : Gambar 47.              yang berhubungan dengan keselamatan kerja.

Gambar 48. Gambarkan posisi tegak dalam pengelasan ? 5. Jelaskan dan gambarkan posisi pengelasan over head ? 64    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Jelaskan beberapa hal yang penting sebelum dilakukannyaa las tack-weld ? 3. Jelaskan prosedur umum sebelum melakukan maupun sesudah melakukan pengelasan? 2. macam-macam posisi pengelasan untuk berbagai model las D. Soal – soal latihan 1. Apa sajakah yang mempengaruhi gerakan atau ayunan tang las ? 4.

khususnya kecepatan pengelasan dan tegangan las. Untuk menanamkan hal tersebut. KERUSAKAN ATAU CACAT PENGELASAN Sangatlah penting memahami dan mengerti fungsi maupun peralatan yang ada dalam komponen mesin MIG ( metal inert gas ). Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan undercutting terjadi. Untuk memahami lebih jauh tentang hal tersebut. Bayak faktor yang mempengaruhi kerusakan dalam pengelasan. pada bab ini kita akan membahas bentuk-bentuk cacat pengelasan serta bagaimana cara memperbaikinya. mari kita pelajari bab ini penuh dengan semangat dan antusias. Macam – macam jenis cacat las Ada bermacam macam cacat las yang ditimbulkan oleh pengelasan. Diantaranya undercut. Cacat las atau kerusakan didalam pengelasan kerap kali terjadi. Pastinya kalian penasaran kan? Kenapa cacat las sering terjadi. Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  65       . porosity dan lain sebagainya. Cacat las tersebut meliputi : 1. Itu karena disebabkan oleh sumber daya manusianya ataukah disebabkan oleh mesin las tersebut. A. Cacat las bagian luar Cacat las bagian luar las meliputi : a) Takikan – bawah ( undercut ) Cacat las ini diakibatkan oleh penggunaan parameter las yang kurang tepat.              BAB VII. agar kita dapat mengaplikasikannya secara baik dan benar. Dengan mengurangi kecepatan pengelasan akan dapat mengurangi besarnya undercutting bahkan menghilangkannya.

66    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Kurangnya aliran gas pelindung. overlap Gambar 50. Ciricirinya adalah: pada sisi jalur las tidak terjadi pencairan yang sempurna sehingga.Gambar 49. Penyebab utama dari porositi adalah kontaminasi atmosfir. Undercut b) Penumpukkan logam las ( overlap ) Yaitu bentuk logam las yang menumpuk pada sisi jalur las. aliran gas pelindung yang berlebihan. Kontaminasi atmosfir dapat diakibatkan oleh . adanya kerusakan pada peralatan gas plindung. kurangnya paduan doksidasi pada elektroda. Penumpukan logam las c) Porosity Porositi adalah lubang diakibatkan oleh gelembung gas yang ditemukan didalam weld bead yang telah membeku. dan adanya angin pada tempat kerja . logam las hanya menempel pada logam dasarnya. oksidasi yang tinggi pada permukaan benda kerja.

Kurang pencairan e) Tercemar tungsten ( tungsten inclusion ) Gambar 53. Porosity d) Kurang pencairan ( lack of fusion ) Gambar 52. Tercemar tungsten f) Fusi tidak sempurna ( incomplete fusion ) Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  67       .              Gambar 51.

Cracking 68    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Cacat las bagian dalam. yaitu pada permukaan logam terlihat pecah-pecah. debu dan lain-lain. batu-gerida halus dan diterjen. oli. grease. maka akan terjadi kontiminasi pada logam las Kotoran-kotoran yang menyebabkan hasil menjadi kotor adalah : karat. harus diditeksi dengan menggunakan alat khusus seperti dengan ultrasonictracing. Untuk mencegah keadaan tersebut. Cacat las bagian dalam hasil pengelasan MIG ( metal inert gas ) tidak bisa diamati secara visual. Gambar 55. Gambar 54. Sebagai alat pembersihnya dapat digunakan : kikir. Slag Inclusion b) Retak ( cracking ). Tanda-tanda pengelasan yang retak. Macam-macam kesalahan las bagian dalam diantaranya yaitu: a) slag inclusion Bila logam yang akan dilas tidak dibersihkan dahulu. maka benda kerja harus dibersihkan terlebih dahulu.2. maka sebelum melakukan pengelasan.

c) Porositi Penyabab terjadinya porositi yaitu : 1) Kontaminasi atmosfir 2) Oksidasi yang tinggi pada permukaan benda kerja 3) Kurangnya paduan deoksidasi pada elektroda d) Kurang pencairan ( lack of fusion ) Penyebab terjadinya lack of fusion yaitu : 1) Penyetelan arus terlalu rendah. d) Terbakar tembus ( melt through / burnt through ). Penyebab terjadinya cacat las Terjadinya cacat pengelasan memang sulit untuk kita hindarkan. 2) Voltase terlalu tinggi. e) Retak pada sona terimbas panas ( HAZ ). Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  69       . 3) Posisi elektroda tidak benar. 2) Teknik pengelasan yang salah. 3) Arus terlalu berlebihan. B. 2) Penyetelan amper terlalu rendah. 5) Sudut travel angle dan work angle tidak tepat. 4) Waktu pencairan ( dwell ) terlalu pendek.              c) Penetrasi tidak sempurna ( incomplete penetration ). b) Penumpukan logam las ( overlap ) Penyebab terjadinya overlapl yaitu : 1) Kecepatan pengelasan terlalu lambat. Kerusakan las bagian luar a) Takikan bawah ( undercut ) Penyebab terjadinya undercut antara lain : 1) Kecepatan las terlalu tinggi. Di bawah ini faktor – faktor penyebab terjadinya kerusakan dalam pengelasan pada : 1. Tetapi apabila kita dapat memperhatikan dan melakukannya dengan penuh hati – hati hal itu dapat di hindarkan.

4) Logam las banyak tercemar oleh elektroda. 2) Banyak debu maupun oli. 5) Permukaan logam las kotor. 4) Teknik las yang tidak tepat. 2) Perbandingan antara lebar dalam las terlalu besar. e) Tercemar tungsten ( tungsten inclusion ) Penyebab terjadinya tungsten inclusion yaitu : 1) Penyetelan arus terlalu tinggi dn elektroda yang dipakai tidak sesuai. Kerusakan las bagian dalam a) Slag inclusion Penyebab terjadinya slag inclusion yaitu : 1) Benda kerja kotor. 2) Pengasahan elektroda tidak benar. 3) Arus terlalu rendah b) Retak ( cracking ) Penyebab terjadinya cracking yaitu : 1) Desain sambungan kurang tepat. 2. f) Fusi tidak sempurna ( incomplete fusion ) Penyebab terjadinya incomplete fusion adalah : 1) Permukaan zona las tidak bebas dari film kotoran atau oksida. 70    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . 3) Kolam las terlalu lebar. 3) Elektroda menyentuh benda kerja ssaat pengelasan. 3) Jalur las terlalu sempit ( terutama filler dan akar las ). 5) Desain sambungan tidak tepat. terlalu besar dan distorsi. 4) Masukan panas terlalu tinggi sehingga menyebabkan pengkerutan. 4) Menggunakan kawat las tidak sesuai dengan jenis sambungan.3) Persiapan pengelasan lurang sempurna. 2) Masukan panas tidak cukup. 6) Kecepatan las berlebihan.

d) Terbakar tembus ( melt through / burn through ) Penyebab terjadinya melt through adalah : 1) Masukan panas berlebihan. 6) Tegangan tinggi pada bagian sambungan. 2) Penetrasi las kurang baik. Upaya Penanggulangan terjadinya cacat las 1. 7) Pendinginan cepat pada kawah di akhir jalur las. b) Penumpukan logam las ( overlap ) Penanggulangan terjadinya overlap yaitu : Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  71       . 2) Tegangan sisa terlalu tinggi. 3) Penggetasan hidrogen. C. 3) Arus las tidak memadai. 5) Betulkan posisi obor sehingga tenaga busur dapat membantu deposisi bahan las. 3) Kurangi kecepatan pasok kawat las. 2) Turunkan voltase. e) Retak pada HAZ Penyebab terjadinya retak pada sona terimbas panas yaitu : 1) Pengerasan dalam sona terimbas panas. 4) Tambah waktu pencairan pada sisi kolam las. 2) Teknik pengelasan yang salah.              5) Retak hot short. c) Penetrasi tidak sempurna Penyebab terjadinya penetrasi tidak sempurna yaitu : 1) Persiapan kampuh yang salah. Kerusakan las bagian luar a) Takikan bawah ( undercut ) Penanggulangan terjadinya undercut yaitu : 1) Perlambat kecepatan las.

4) Gunakan kawat elektroda yang sesuai dengan jenis bahan dan tebal tipis bahan. Kurangi kecepatan las. Hentikan aliran udara menuu okasi pengelasan yang berasal dari exhaust fan . 4) Turunkan voltase. 5) Kurangi stick out d) Kurang pencairan ( lack of fusion ) Penanggulangan terjadinya lack of fusion yaitu : 1) Besarkan arus sesuai dengan bahan yang akan di las. tahan obor pada ujung jalur las hingga metal membeku.maupun alat keselamatan kerja. 2) Biasakan mengelas sesuai dengan teknik yang benar. pintu terbuka. 2) Atur amper sesuai dengan elektroda dan bahan yang akan di las. Kurangi aliran gas yang berlebihan untuk menghindari terjadinya turbelensi yang menarik udara kedallam lingkungan busur. 3) Persiapkan semua kebutuhan pengelasan baik dari segi bahan. tetapi dengan mempertimbangkan tebal bahan.peralatan. dll.1) Percepat laju pengelasan. kurangi jarak ujung obor dengan benda kerja. 5) Sebelum melakukan pengelasan. 3) Posisikan elektroda secara benar sesuai dengan tata cara pengelasan yang telah ditentukan c) Porositi Penanggulangan terjadinya porositi yaitu : 1) Optimalkan aliran gas lindung sehingga dapat mengusir intrusi udara kedalam lingkungan busur. pastikan benda kerja dalam kondidi besrih dari segala kotoran. 3) Gunakan kawat las yang kering dan bersih. Perbaiki kebocoran pada selang atau saluran gas. 72    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . 2) Gunakan gas lindung khusus untuk las. Hidari membekunya regulator akibat penguapan CO2 dengan menggunakan pemanas.

           

 

e) Fusi tidak sempurna ( incomplete fusion ) Upaya penanggulangan terjadinya incomplete fusion adalah : 1) Permukaan zona las tidak bebas dari film kotoran atau oksida 2) Masukan panas tidak cukup 3) Kolam las terlalu lebar 4) Teknik las yang tidak tepat 5) Desain sambungan tidak tepat 6) Kecepatan las berlebihan 2. Kerusakan las bagian dalam a) slag inclusion Upaya penanggulangan terjadinya slag inclusion yaitu : 1) Bersihkan benda kerja, menggunakan sikat baja . 2) Bersihkan benda kerja dari debu yang menempel,menggunakan kuas. 3) Cuci benda kerja dengan sabun sampai bersih,kemudian keringkan. b) Retak ( cracking ) Upaya penanggulangan terjadinya cracking yaitu : 1) Pertahankan ukuran kampuh yang benar untuk mempermudah deposisi bahan las atau penampang las yang cukup memadai untuk mengatasi tegangan internal yang terjadi. 2) Naikkan voltase busur atau turunkan arus las atau keduanya untuk memperlebar jalur las atau mengurangi penetrasi. 3) Kurangi kecepatan las untuk memperbesar penampang las. 4) Kurangi arus atau tegangan keduanya, naikkan kecepatan las. 5) Pergunakan kawat las yang bekandungan mangan lebih tinggi gunakan busur lebih pendek untuk mengurangi kehilangan terlalu banyak mangan dalam busur nyala, stel sudut kampuh untuk memperbesar tambahan bahan las. Atur urutan pengelasan untuk mengurangi tegangan pada sambungan las sewaktu mendingin. Ganti elektrooda dengan jenis lain yang lebih sesuai.

Diktat Las MIG Teknik Pengelasan 

73  

   

6) Gunakan pemanasan awal utnuk mngurangi tegangan sisa. Atur urutan las untuk mengurangi kondisi restrain 7) Hilangkan kawah dengan teknik pengelasan mundur ( back step ) c) Penetrasi tidak sempurna ( incomplete penetration ) Upaya penanggulangan terjadinya penetrasi tidak sempurna yaitu : 1) Desain sambungan harus memberi akses yang cukup untuk pengelasan akar las dengan baik, sedangkan perpanjangan elektroda tatap baik. Kurangi muka akar ( root face ) yang terlalu lebar. Lebarkan celah akar ( root gape ) untuk mempermudah pengisiannya dengan kawat las dan tingkatkan kedalaman gouging akar las ( back gouging ) 2) Pertahankan sudut elektroda tegak lurus dengan permukaan benda kerja untuk mendapatkan penetrasi yang maksimum. Pertahankan busur nyala pada sisi depan kolam las. 3) Tingkatkan kecepatan pasok kawat las ( arus las ) d) Terbakar tembus ( melt through / burn through ) Upaya penanggulangan terjadinya melt through adalah : 1) Kurangi kecepatan pasokan kawat las ( arus las ) dan voltase. Naikkan kecepatan las 2) Kurangi celah las ( root gap ) dan perlebar muka akar. e) Retak pada sona terimbas panas Upaya penanggulangan terjadinya retak pada sona terimbas panas yaitu : 1) Pemanasan awal untuk memperlambat laju pendinginan. 2) Gunakan perlakuan panas paska las. 3) Gunakan kawat las yang bersih dan kering dan gas lindung yang tidak terkontaminasi air. Keringkan permukaan benda kerja. Pendinginan lambat ( slow cooling ).

74   

Diktat Las MIG Teknik Pengelasan

           

 

D. Penanggulangan Masalah ( Trouble Shooting ) Penanggulangan masalah pada proses las memerlukan pengetahuan dan pemahaman tentang peralatan las yang terkait dan fungsi dari masing – masing komponen, bahan yang terkait, serta jenis proses las itu sendiri. Masalah las MIG ( metal inert gas ) lebih rumit dibanding masalah pada SMAW atau GTAW karena tingkat kerumitan peralatan cukup tinggi, jumlah variabel las yang relatif banyak, serta pengaruh antar variabel tersebut. Untuk mempernudah pembahasan, masalah las MIG (metal inert gas ) dikelompokkan dalam tiga kategori, yakni : listrik, mekanik, dan proses. Masalah biasanya didapatkan selama pelaksanaan pengelasan. Pencegahan masalah dilaksanakan apabila inspeksi menemukan penyimpangan atau ketidaksesuaian pada pelaksanaan pengelasan terdahulu. Berikut

penanggulangan masalah kelistrikan dalam las MIG ( metal inert gas )

Diktat Las MIG Teknik Pengelasan 

75  

   

Tabel 6. balik grounding jika perlu Perbaiki hubungan ground Periksa saluran listrik Periksa polaritas. perbaiki. atau ganti jika perlu 76    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Penanggulangan masalah kelistrikan las MIG ( metal inert gas ) MASALAH ™ Sulit mengawali las • • • • • • • • • • • • • SEBAB Polaritas salah Hubungan ground jelek Sirkuit tenaga naik turun Polaritas salah • • • • • • • PENANGGULANGAN Cek polaritas. balik kabel ground jika perlu Ganti sikring Ganti sikring Cek hubungan ganti switch ™ Pasokan kawat tidak teratur dan terbakar balik ( burn back ) ™ Pasokan kawat tidak jalan Sikring kontrol putus Sikring putus pada sumber tenaga Triger obor rusak atau kabel ground putus Solenoid valve gas rusak Hubungan kabel ke solenoid longgar atau putus Kabel workpiece tidak terhubung dengan baik Sambungan kendor Kontaktor coil utama rusak Kabel kontactor putus ™ Pasokan kawat jalan tetapi gas lindung lidak mengalir ™ Kawat las terpasok tetapi tidak ada muatan listrik • • Ganti selenoid Cek dan perbaiki jika perlu • • • •     Ikat ulang jika kendor atau bersihkan terminal kabel Tambah ikat Perbaiki atau ganti Perbaiki atau ganti Tabel 7. Penanggulangan masalah mekanik las MIG ( metal inert gas ) MASALAH ™ Pasokan kawat las tidak teratur dan terbakar balik • • • • • • SEBAB Tekanan pada rol penggerak kawat kurang Contaact tube buntu atau aus Kawat las tertekuk ( kink ) Kabel obor tergulung Konduit kawat las kotor atau aus Konduit terlalu panjang • • • • • • • • • • PENANGGULANGAN Stel tekanan rol Bersihkan atau ganti Potong kawat tertekuk atau ganti spool Luruskan atau gantung pemasok kawat Bersihkan atau ganti Pendekkan atau pasang penggerak tipe tarik dorong ( push pull drive ) Stel tekanan Sesuaikan linier dan contact tip dengan ukuran kawat las Periksa dan stel kembali Hilangkan hambatan ™ Kawat las kusut pada roda penggerak • • • • • • • Tekanan pada rolterlalu tinggi Linier konduit atau contact tip salah Rol penggerak atau pemandu kawat las bergeser posisinya Hambatan pada obor atau kabel obor Saluran pendingin tergencet atau tersumbat Level air reservoir terlalu rendah Pompa air pendingin tidak beres ™ Obor terlalu panas • • • Periksa dan perbaiki Periksa dan tambah air Periksa.

3. Jelaskan macam – macam kerusakan atau cacat las ? Jelaskan penyebab terjadinya cacat las undercut ? Jelaskan penyebab terjadinya porosity ? Jelaskan upaya penanggulangan supaya tidak terjadi fusi tidak sempurna ( incomplete fusion ) pada waktu sebelum maupun sesudah pengelasan ? 5. Jelaskan penyebab serta penanggulangan untuk masalah kelistrikan mengenai sulitnya mengawali las ? Diktat Las MIG Teknik Pengelasan  77       . Penanggulangan masalah proses dalam las MIG ( metal inert gas ) MASALAH ™ Busur tidak setabil • • • • • ™ Elektroda msuk kebenda kerja SEBAB Kamppuh kotor Sudut obor tidak tepat Hembusan angin Jarak obor kebenda kerja terlalu jauh Contact tube tidak senter • • • • • • • • PENANGGULANGAN Bersihkan kampus Gunakan sudut pandu ( lead ) atau jejak ( trail ) 15 ° Lindungi pengelasan dari angin Kurangi jarakmenjadi sekitar ½” hingga ¾” Senterkan contact tube Kurangi kecepatan Naikkan voltase Stel mesin las untuk mngurangi slope • • • Kecepatan pasok terlalu tinggi Voltase busur terlalu rendah Penyetelan mesin las salah ( exceesive slope ) las jenis arus transfer pendek Voltase busur kebesaran Slope mesin las tidak cukup (untuk mentransfer arus pendek) Contact tube terlalu masuk kedalam moncong obor Laju aliran gas terlalu tinggi ™ Percikan berlebihan • • • • • • • • Kurangi voltase busur Naikkan penyetelan slope Stel atau ganti dengan yang lebih panjang Kurangi laju aliran gas E. Soal Latihan 1. 2.              Tabel 8. 4.

Teknik Pembentukan Pelat Jilid 3. PT Pradnya Paramita Sugiyono . Menuju Juru Las Tingkat Dunia. (2004). 2001 . dkk. Bandung. 2004 .Jakarta. Eka Yogaswara.Modul. 2008 .DAFTAR PUSTAKA Anni Faridaf. Cilegon. Sri widharto.Arico Riswan Dwi Jatmiko. Ausaid. Tim Fakultas teknik UNY. 2001 . Team Instruktur Pusdiklat. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Banten. 2002 . Teori Pengelasan Logam.       78    Diktat Las MIG Teknik Pengelasan . Dasar Las MIG/MAG (GMAW). Mengelas Dengan Proses Las Gas Metal. Las Tig dan MIG. Mengelas Dengan Proses Las Gas Metal. (2007) . Batam Institutional Development Project. Dasar Las MIG (Metal Inert Gas ).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful