P. 1
bahan sirkulasi

bahan sirkulasi

|Views: 1|Likes:
Published by Saida Khairina
sirkulasi tubuh
sirkulasi tubuh

More info:

Published by: Saida Khairina on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2014

pdf

text

original

• 1. Vander, A.J., J.H. Sherman, & D.S. Luciano; 1994, Human Physiology; Edisi ke 6, Edisi Internasional, McGraw Hill, Inc. • 2. Carlson, N.R.

, 1994, Physiology of Behavior., Edisi ke 5; Allyn & Bacon, a division of Paramount Publishing • 3. Ross, J.S. & K.J.W. Wilson; 2003,Foundations of Anatomy & Physiology., Specially edition; Edinburg. • 4. Tortora, G. J. & N. P. Anagnostakos, 1984, Principles of Anatomy & Physiology, Edisi ke 4. Harper & Row Publshers, New york. • 5. Tharp, G.D. & D.A. Woodman, 2002; Experiments in Physiology; edisi ke 8, Prentice Hall, Upper Saddle River Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Ada tiga jenis sistem peredaran darah: tanpa sistem peredaran darah, sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah,yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi). Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengkonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan. Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.

Bagian-bagian gigi
Mahkota gigi atau corona, merupakan bagian yang tampak di atas gusi. Terdiri atas:
     

Lapisan email, merupakan lapisan yang paling keras. Tulang gigi (dentin), di dalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah. Rongga gigi (pulpa), merupakan bagian antara corona dan radiks. Leher gigi atau kolum, merupakan bagian yang berada di dalam gusi. Akar gigi atau radiks, merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi melekat pada tulang rahang dengan perantaraan semen gigi. Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi. Terdiri atas:

tubuh bagian bawah ) atrium dekstra Kecuali yang melalui sistem pencernaan harus melalui hepar (vena porta hepatica) baru kembali ke jantung melalui atrium dekstra • Kecuali yang melalui sistem pencernaan harus melalui hepar (vena porta hepatica) baru kembali ke jantung melalui atrium dekstra • Peredaran darah pulmo atau kecil di mulai dari vendek ke pulmo dekstra & sinistra kembali ke jantung melalui atrium kiri • Kedua peredaran darah tersebut akan kembali ke jantung secara bersamaan walaupun perjalanan peradaran darah pulmo (kecil) tidak sama dengan peredaran darah sistemik (besar) • Pada gambaran grafik masa diastol lebih panjang dari dari masa sistol karena diperkirakan darah yang kembali ke jantung lebih banyak DENYUT JANTUNG • TAKHIKARDIA: lebih dari 100 denyut/menit • NORMAL: 72-75 denyut/menit . merupakan tempat tumbuh gigi • • • • • • PEREDARAN DARAH SISTEMIK & PULMO Peredaran darah sistemik atau besar mulai dari vensin terbagi 3: A. leher.o o o Lapisan semen. otak ) B. bahu dan lengan ) kembali ke jantung melalui C. Gusi. merupakan pelindung akar gigi dalam gusi.

• BRADIKARDIA: kurang dari 60 denyut/menit FUNGSI JANTUNG 1. Masa refrakter yg lama(refrakter=kehilangan sifat no. Sifat pembuluh darah . Aliran darah keseluruh tubuh dapat berjalan berkat adanya pemompa utama yaitu jantung dan sistem pembuluh darah sebagai alat pengalir/distribusi. Otomatisitas & ritmisitas = kemampuan jantung untuk berdenyut secara otomatis & ritmis • 5. Kontraktilitas = kemampuan jantung utk mengadakan kontraksi (sistol) & relaksasi (diastol)masa diastol lbh panjang dari sistol • 3. Konduktivitas = kemampuan jantung utk merambatkan impuls dr bg jantung • 4. Sistem sirkulasi paru-paru: sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kanan ke paruparu lalu kembali ke jantung kiri. darah mengalir keseluruh bagian (organ-organ) tubuh secara terus-menerus untuk menjamin suplai oksigen dan zat-zat nutrien lainnya agar organorgan tubuh tetap dapat berfungsi dengan baik. 1) Pendahuluan Di dalam tubuh manusia. Pembagian sistem sirkulasi Secara umum sistem sirkulasi darah dalam tubuh manusia dapat dibagi menjadi 2 bagian: 1. Irritabilitas = eksitabilitas = kemampuan jantung utk mengadakan respons bila dirangsang (terdapat platau atau dataran agar penampungan darah lbh banyak ke jantung) • 2. Sistem sirkulasi umum: sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kiri keseluruh tubuh dan kembali ke jantung kanan. 2.

Untuk menjaga agar elastisitas pembuluh darah tetap baik sehingga kita tidak mudah terkena penyakit tekanan darah tinggi. Viskositas plasma darah = 1. maka tekanan darahnya dapat menjadi sangat tinggi (hipertensi berat). Sebagai contoh. salah satu cara terbaik adalah dengan melakukan olahraga (exercise) secara teratur. Sifat elastis ini sangat bermanfaat untuk mempertahankan tekanan darah yang stabil. Elastisitas pembuluh darah tidak tetap.. Penyebab lain dari kekakuan pembuluh darah adalah karena adanya tumpukan kolesterol pada dinding sebelah dalam pembuluh darah.Pembuluh darah dapat kita ibaratkan sebagai selang yang bersifat elastis. Pembuluh darah yang kaku akan menyebabkan hipertensi (penyakit darah tinggi). Bila pembuluh darah mengalami kekakuan maka ia menjadi kurang fleksibel sehingga tidak dapat mengantisipasi terhadap kenaikan/penurunan tekanan darah. pembuluh darah akan menjadi kaku seiring bertambahnya usia (misal oleh karena terjadi pengapuran pada dindingnya) oleh karena itu tekanan darah pada orang lanjut usia cenderung sedikit lebih tinggi dari pada orang muda. Apabila pembuluh darah menjadi kaku dan disertai penyempitan pada sebagian besar pembuluh darah dalam tubuh seseorang. Sifat darah Darah merupakan cairan yang terdiri dari plasma (cairan bening) dan sel-sel darah (sel darah merah. maka diamater pembuluh darah akan melebar sebagai bentuk adaptasi untuk menurunkan tekanan yang berlebih agar menjadi normal. Viskositas darah normal = 3-4 kali viskositas air. kolesterol juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah. sel darah putih dan sel pembeku darah). Adanya sel-sel darah menyebabkan adanya semacam pergeseran intern (internal friction) diantara lapisan yang berdampingan sehingga menyebabkan adanya sifat viskositas darah. yaitu diameternya dapat membesar atau mengecil. Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas darah .5-2 kali viskositas air. walau sebenarnya tidak semua penyakit darah tinggi disebabkan karena kekakuan pembuluh darah. apabila tekanan di dalam pembuluh darah meningkat.

5 liter darah per menit. maka viskositas darah turun. maka diperlukan adanya tekanan darah minimum yang disebut juga critical clossing pressureyield pressure. Hal ini dikenal sebagai Fahreus-Lindquist effect. e) Diameter pembuluh darah: bila diameter pembuluh darah kurang dari 1. makin jauh makin rendah kecepatannya. dindingnya terdiri dari 1 lapisan sel. misal: aorta dan arteri besar lainnya. Penggolongan pembuluh darah Berdasarkan ukuran dan fungsinya.(Hg). Tekanan minimal ini diperlukan untuk membuka rongga pembuluh darah kecil (kapiler) yaitu sebesar 20 mm Air Raksa. Exchange vessels: pembuluh darah kapiler. d) Kecepatan aliran darah: bila kecepatan aliran darah turun maka viskositas naik. b) Kadar protein plasma: bila kadarnya naik maka viskositas naik dan sebaliknya. Resistance vessels: diameter agak kecil. Pembuluh terkecil.Viskositas darah memegang peranan penting dalam aliran darah. dapat menampung darah dalam jumlah banyak. viskositas turun. maka d) dan e) bekerja saling berlawanan. c) Suhu tubuh: bila suhu tubuh naik. memiliki sistem pengaturan yang sangat efisien dan diatur pula oleh sistem syaraf otonom.5 mm. Aliran darah Agar darah dapat mengalir dan mencapai seluruh bagian tubuh. Jumlah total darah yang dipompa keluar jantung kira-kira 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas darah antara lain: a) Volume hematokrit (volume sel darah merah): volume hematokrit yang meningkat akan diikuti viskositas darah yang meningkat. Di dalam pembuluh darah kecil dimana darah mengalir lambat. Kecepatan aliran darah yang tercepat pada Aorta (pembuluh darah tempat keluarnya darah dari jantung). Disini terjadi pertukaran air dan zat-zat di dalamnya antara darah dengan cairan tubuh lainnya (cairan interstitiil). Pembuluh ini sangat elastis dan menyimpan energi potensial yang dirubah menjadi energi kenetik. pembuluh darah dapat digolongkan sebagai berikut:     Windkessel vessels (compression chamber): pembuluh darah yang sangat besar. . Capacity vessels: pembuluh-pembuluh darah balik (vena dan venuli).

tidak turut dalam pertukaran cairan dan zat-zat. dst sehingga tekanan darah di dalamnya berganti-ganti naik turun. Shunt vessels: aliran darah yang tidak melalui pembuluh kapiler akan melewati shunt ini. . pompa karet.. misal: kulit. Pengukuran tekanan darah Tekanan darah dapat diukur dengan 2 cara:   Pengukuran secara langsung (direct): dengan memasukkan sebuah kanula kedalam arteri dan menghubungkannya dengan manometer Air Raksa. Pengukuran secara tidak langsung (indirect): mengukur tekanan darah secara auskultasi memakai stetoskop. manset tekanan. Tekanan darah Jantung memompa darah secara terputus-putus (intermittent) kedalam pembuluh darah terbesar (aorta). Pada orang dewasa normal tekanan sistole berkisar 120 mm Hg Tekanan diastole: tekanan darah terendah selama 1 siklus jantung. suatu tekanan di dalam pembuluh darah saat jantung beristirahat. diatur oleh sistem syaraf otonom dan hanya terdapat di beberapa tempat. merupakan tekanan yang dialami pembuluh darah saat jantung berdenyut/memompakan darah keluar jantung. Jenis tekanan darah dapat dibedakan sbb:    Tekanan sistole: tekanan darah tertinggi selama 1 siklus jantung. selanjutnya kedalam arteri. Gunanya agar darah lebih mudah mengeluarkan panas keluar tubuh/permukaan. Oleh karena itu aorta dan arteri besar dinamakan Windkessel vessels (compression chamber). dan manometer air raksa. Aorta dan arteri merupakan pembuluh darah yang elastis sehingga tekanan yang mendadak naik dapat turun secara berangsur-angsur dan disebarkan keseluruh tubuh. Pada orang dewasa tekanan diastole berkisar 80 mm Hg Tekanan nadi: selisih antara tekanan sistole dan diastole.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->