P. 1
Analisis Rantai Nilai dan Strategi Bersaing.docx

Analisis Rantai Nilai dan Strategi Bersaing.docx

|Views: 14|Likes:
Review mengenai analisis rantai nilai dan strategi bersaing agar lebih kompetitif
Review mengenai analisis rantai nilai dan strategi bersaing agar lebih kompetitif

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Ardito Atmaka Theobroma on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

Analisis Rantai Nilai dan Strategi Bersaing Rantai nilai menampilkan nilai keseluruhan, dan terdiri dari aktivitas

nilai dan marjin. Aktivitas nilai merupakan aktivitas nyata secara fisik dan teknologi yang dilakukan perusahaan. Yaitu dengan membangun blok dimana perusahaan menciptakan sebuah produk yang berharga bagi pembelinya. Marjin merupakan selisih antara nilai total dan biaya kolektif yang dilakukan dari aktivitas nilai. Marjin dapat diukur dalam berbagai cara. Saluran emasok dan rantai nilai juga mencakup marjin yang penting untuk dipisahkan dalam memahami sumber posisi biaya perusahaan, karena saluran pemasok dan marjin merupakan bagian dari total biaya yang ditanggung pembeli. Rantai nilai (value chain) adalah pola yang digunakan perusahaan untuk memahami posisi biayanya dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang dapat digunakan untuk memfasilitasi implementasi dari strategi tingkat-bisnisnya. Rantai nilai menunjukkan bagaimana sebuah produk bergerak dari tahap bahan baku ke pelanggan akhir. Rantai nilai menggambarkan berbagai kegiatan yang diperlukan untuk membawa produk atau jasa dari konsepsi, melalui berbagai tahapan produksi (melibatkan kombinasi transformasi fisik dan masukan dari berbagai produsen jasa), pengiriman pada konsumen akhir, dan pembuangan akhir setelah digunakan. Model rantai nilai merupakan alat analisis yang berguna untuk mendefinisikan kompetensi inti perusahaan di mana perusahaan dapat mengejar keunggulan kompetitif sebagai berikut: Keunggulan Biaya: dengan lebih baik memahami biaya dan menekannya keluar dariaktivitas penambahan nilai. Differensiasi: dengan berfokus pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan kompetensi inti dan kemampuan untuk melakukannya lebih baik daripada pesaing. Aktivitas nilai dapat dicabangkan menjadi dua tipe yang luas, aktivitas primer dan aktivitas pendukung. Aktivitas primer meliputi penciptaan fisik produk dan penjualannya dan perpindahan kepada pembeli serta bantuan pasca penjualan. Aktivitas pendukung mendukung aktivitas primer dan satu sama lain dengan memberikan input pembelian, teknologi, sumber daya manusia, dan fungsi berbagai perusahaan secara luas. Analisis rantai nilai memperlihatkan organisasi sebagai sebuah proses yang berkelanjutan dalam kegiatan penciptaan nilai. Analisis dilakukan dengan cara mempelajari potensi penciptaan nilai. Porter membagi aktivitas-aktivitas kedalam dua kategori. Pertama adalah primary activities (aktivitas primer), yaitu aktivitas yang berkaitan dengan penciptaan fisik produk, penjualan dan distribusinya ke para pembeli, dan layanan setelah penjualan. Aktivitas ini terdiri dari inbound logistics (logistik ke dalam), operations (kegiatan operasi), outbound logistics (logistik ke luar), marketing and sales (pemasaran dan penjualan), servis (pelayanan). Kedua adalah support activities (aktivitas pendukung), yaitu aktivitas yang menyediakan dukungan yang diperlukan bagi berlangsungnya aktivitas primer. Aktivitas ini terdiri dari procurement (pembelian/pengadaan), technology development (pengembangan teknologi), human resource management (manajemen sumber daya manusia) dan firm infrastructure (infrastruktur perusahaan)

Aktivitas Primer Inbound Logistics (logistik ke dalam), dihubungkan dengan menerima, menyimpan, dan menyebarkan input-input ke produk. Termasuk di dalamnya penanganan bahan baku, gudang dan kontrol persediaan.

Meliputi penyimpanan barang jadi di gudang. desain riset. pengembangan. dan pemberian kompensasi kepada semua personel. yang diperlukan untuk mendukung kerja seluruh rantai nilai melalui infrastruktur ini. Firm infrastructure (infrastruktur perusahaan) atau general administration (administrasi umum). segala aktivitas yang diperlukan untuk mengkonversi input-input yang disediakan oleh logistik masuk ke bentuk produk akhir. aktivitas-aktivitas yang melibatkan perekrutan. perencanaan. Input-input pembelian meliputi item-item yang semuanya dikonsumsi selama proses manufaktur produk. aktivitas-aktivitas yang melibatkan pengumpulan. Rantai nilai memberikan cara sistematik untuk membagi suatu perusahaan kedalam berbagai aktivitas yang berbeda sehingga dapat digunakan untuk menelaah bagaimana cara pengelempokan berbagai aktivitas dalam perusahaan. dan pendistribusian secara fisik produk final kepada para pelanggan. dan mendukung kompetensi inti. mengidentifikasi sumber daya dan kapabilitas. mengembangkan. aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk memperbaiki produk dan proses yang digunakan perusahaan untuk memproduksinya. penanganan bahan baku. pelatihan. perusahaan berusaha dengan efektif dan konsisten mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman-ancaman. Technology development (pengembangan teknologi). perusahaan mengembangkan iklan-iklan dan kampanye professional. dan relasi pemerintah. aktivitas-aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan atau memelihara nilai produk. perakitan. dan memilih. dan pemrosesan pesanan. Service (pelayanan). infrastruktur perusahaan meliputi aktivitas-aktivitas seperti general management. Dengan menggunakan analisas rantai ini perusahaan bisa mendeteksi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non value added) sehingga bisa dihilangkan. Aktivitas Pendukung Procurement (pembelian/pengadaan). memilih jaringan distribusi yang tepat. misalnya peralatan proses. perbaikan. dan pengembangan dasar. termasuk instalasi. Marketing and Sales (pemasaran dan penjualan). Outbound Logistik (logistik ke luar). penyimpanan. akuntansi. aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk membeli input-input yang diperlukan untuk memperoduksi produk perusahaan. Perusahaan terlibat dalam sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan jasa. dan pemeliharaan peralatan. Termasuk di dalamnya permesinan.Operations (operasi). pelatihan. dan penyesuaian. Pengembangan teknologi dapat dilakukan dalam bermacam-macam bentuk. keuangan. hukum. Strategi Keunggulan Bersaing . dan prosedur pemberian servis. Untuk secara efektif memasarkan danmenjual produk. aktivitas-aktivitas yang diselesaikan untuk menyediakan sarana yang melaluinya para pelanggan dapat membeli produk dan mempengaruhi mereka untuk melakukannya. pengemasan. dan mendukung tenaga penjualan mereka. Human resources management (manajemen sumber daya manusia).

Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif senantiasa memiliki kemampuan dalam memahami perubahan struktur pasar dan mampu memilih strategi pemasaran yang efektif. Inovasi ini . Peralatan produksi perusahaan yang unggul dalam hal biaya dapat usang melalui inovasi teknologi pesaingnya. Strategi Keunggulan biaya Keunggulan biaya merupakan satu dari dua jenis keunggulan bersaing yang mungkin dimiliki perusahaan. Dengan demikian sumber utama nilai yang ditawarkan kepada konsumen melalui penerapan strategi ini adalah biaya rendah produk tersebut. Akan tetapi perilaku pada beberapa perusahaan sering kurang di pahami dengan baik. dan focus. Saat menerapkan strategi keunggulan biaya perusahaan menawarkan produk dengan fungsi yang dapat diterima kepada konsumen pada harga yang tetap bersaing terendah. Biaya juga merupakan hal yang merupakan hal yang sangat penting bagi strategi diferensiasi karena suatu diferensiator harus mempertahankan posisi biaya dibanding para pesaing. Studi yang dilakukan Porter selanjutnya menetapkan strategi generik yang diklasifikasikan dalam tiga kategori.Suatu strategi adalah kumpulan tindakan yang terkoordinir dan terintegrasi yang diambil untuk menggunakan kompetensi inti dan memperoleh keunggulan bersaing. Pilihan tiap-tiap perusahaan terhadap strategi generik akan bergantung kepada analisis lingkungan usaha untuk menentukan peluang dan ancaman. yaitu cost leadership. diferensiasi. Kekuatan tawar perusahaan terhadap lima kekuatan persaingan akan menentukan struktur biaya perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan. dan infrastruktur lainnya. Keunggulan bersaing menurut Porter adalah kemampuan suatu perusahaan untuk meraih keuntungan ekonomis di atas laba yang mampu diraih oleh pesaing di pasar dalam industri yang sama. Kebanyakan perusahaan hanya memusatkan perhatian pada biaya manufaktur dan mengabaikan dampak biaya pada aktivitas lainnya seperti pemasaran. sebagaimana diukur dengan daya saing strategis dan profitabilitas tinggi merupakan fungsi kemampuan perusahaan dalam mengembangkan dan menggunakan kompetensi inti baru lebih cepat dari pada usaha pesaing untuk meniru keunggulan bersaing yang ada saat ini. Strategi keunggulan biaya bukanlah tanpa resiko. layanan. Dewasa ini banyak perusahaan menyadari pentingnya biaya dan banyak rencana strategic perusahaan menetapkan cost leadership atau pengurangan biaya sebagai tujuan. Umumnya perusahaan yang menerapkan strategi ini menjual produk standar kepada konsumen.

mudah diproduksi. teknologi yang berubah dan basis lain untuk keunggulan biaya telah hilang. dampak kurva pembelajaran dan pengalaman (learning and experience curve). Karena posisi yang unik (khas) itu. Cara melakukan diferensiasi berbeda untk setiap industry. sistem pengiriman produk. dan akses yang baik terhadap bahan baku atau saluran distribusi. Termasuk di dalamnya adalah pemanfaatan skala ekonomi (economies of scale). informasi pengendalian yang baik. perusahaan harus memiliki: kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat. strategi jenis ini amat sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku low-involvement. trampil pada rekayasa proses (process engineering). Strategi ini hanya mungkin dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya perusahaan. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga (price sensitive) atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan. serta biaya distribusi dan promosi rendah. yaitu: kuat akan modal. maupun ke samping (horizontal integration) adalah untuk memperoleh berbagai keuntungan dari strategi biaya rendah ini. Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah. strategi ini tidak hanya membuat perusahaan mampu bertahan terhadap persaingan harga yang terjadi tetapi juga dapat menjadi pemimpin pasar (market leader) dalam menentukan harga dan memastikan tingkat keuntungan pasar yang tinggi (di atas rata-rata) dan stabil melalui cara-cara yang agresif dalam efisiensi dan kefektifan biaya. pengawasan yang ketat.memungkinkan memungkinkan perusahaan pesaing memproduksi dengan biaya yang lebih rendah. Menurut Porter resiko keunggulan biaya adalah tidak dapat bertahan lama karena pesaing meniru. Resiko lainnya adalah adanya peniruan. dan beberapa aspek lainnya. investasi dalam teknologi yang terbaik. sharing biaya dan pengetahuan dalam internal organisasi. yaitu: sumber daya (resources) dan organisasi. Sedangkan dari bidang organisasi. ancangan pemasaran. . ketika konsumen tidak (terlalu) peduli terhadap perbedaan merek. optimasi kapasitas utilitas. ke hilir (forward integration). Pesaing terkadang mempelajari bagaimana meniru strategi biaya rendah. Terutama dalam pasar komoditi. Pada prinsipnya. Dari sisi perilaku pelanggan. Perusahaan memilih satu atau beberapa atribut yang oleh banyak pembeli dalam industri ini dipandang penting dan menempatkan dirinya secara unik untuk memenuhi kebutuhan ini. perusahaan merasa layak untuk menetapkan harga premium. Ketika hal ini terjadi perusahaan akan ditantang untuk meningkatkan nilai produk yang dihasilkan. sebuah perusahaan harus mampu memenuhi persyaratan di dua bidang. (relatif) tidak membutuhkan pembedaan produk. insentif berdasarkan target Strategi Diferensiasi Dalam strategi diferensiasi perusahaan berusaha untuk menjadi unik dalam industrinya dalam sejumlah dimensi tertentu yang secara umum dihargai pembeli. Biasanya strategi ini dijalankan beriringan dengan strategi diferensiasi. Resiko lain adalah kesetaraan dalam diferensiasi hilang sebagai akibat perusahaan hanya menekankan pada harga untuk mengejar pasar yang sensitive terhadap harga. Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah. atau jika terdapat sejumlah besar konsumen memiliki kekuatan tawar-menawar yang signifikan. Diferensiasi dapat didasarkan pada atribut produk. Kondisi ini semakin diperparah ketika perusahaan yang menerapkan strategi focus [ada biaya berhasil mencapai biaya yang lebihrendah dalam segmen tersebut. alasan utama pelaksanaan strategi integrasi ke hulu (backward integration). Sumber dari keefektifan biaya (cost effectiveness) ini bervariasi.

Dan semakin banyak konsumen yang mengenali produk perusahaan maka semakin besar pula peluang Anda untuk menanamkan image produk yang perusahaan tawarkan di hati para konsumen. Perusahaan diferensiasi harus mempunyai skala prioriotas agar bisa menekan biaya pada semua rantai nilai yang tidak relevan dengan usaha diferensiasi. dibandingkan produk lainnya yang sudah umum di pasaran. memberikan pelayanan yang berbeda. tetapi berkaitan dengan sifat dan atribut fisik suatu produk atau pengalaman . Diferensiasi bisa dilakukan dengan menciptakan produk yang berbeda. Karena kebanyakan konsumen berani membayar mahal. Dengan begitu sebuah produk akan lebih mudah dikenali dan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Sebagai catatan meskipun diferensiasi bisa menjadi pilihan strategi namun tidak boleh mengabaikan posisi biayanya. Mengingat penjualan sebuah produk sering mengalami pasang surut sesuai dengan daur hidupnya yang terus berputar. Hal ini sesuai dengan ungkapan Porter bahwa Pesaing dapat dengan mudah meniru perbaikan kualitas perusahaan dan cara cara efisiensi. Oleh karena itu perusahaan yang menerapkan diferensiasi harus selalu mencari cara melakukan diferensiasi yang memungkinkan menuju harga premium yang lebih besar daripada biaya diferensiasi. Cara pembedaan produk bervariasi dari pasar ke pasar. maka adanya diferensiasi produk dapat membantu para pengusaha maupun pelaku pasar ketika konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang biasa ditawarkannya. Semakin unik produk yang perusahaan tawarkan. Tapi mereka tidak dapat meniru posisi strategis perusahaan yaitu tentang apa perbedaan perusahaan dari semua pesaing yang ada. 1) Produk lebih mudah diingat para konsumen. dengan menciptakan diferensiasi maka produk perusahaan akan terlihat lebih unggul dibandingkan produk lainnya yang sudah banyak beredar dipasaran. Sehingga mereka lebih mudah mengenali dan mengingat produk tersebut. Sehingga mereka lebih memilih produk perusahaan. Jika produk lainnya sudah dianggap standar oleh para konsumen. Diferensiasi memang mahal namun pelanggan yang telah ter-Lock in tidak akan sensitive terhadap harga maupun bujukan pesaing. Pada dasarnya segala sesuatu yang unik dan berbeda. Beberapa keuntungan yang akan diperoleh para pengusaha maupun pelaku pasar dari strategi diferensiasi. sesuai dengan target pasar yang Anda bidik. 5) Membantu terciptanya image produk. maka akan semakin memudahkan konsumen dalam mengenali produk tersebut. atau menciptakan image produk yang unik dan berbeda dari pesaing lainnya. Sebuah produk yang memiliki keunikan khusus.Perusahaan yang dapat mencapai dan melestarikan diferensiasinya akan menjadi perusahaan dengan kinerja diatas rata rata dalam industrinya jika harga premium yang ditetapkan melebihi biaya tambahan yang dikeluarkan untuk memperoleh keunikan. dibandingkan produk lainnya yang ada di pasaran. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya. untuk dapat menikmati produk inovatif yang ditawarkan pelaku pasar. Jadi tidak heran bila harga jual produk limited edition bisa lebih tinggi dibandingkan dengan harga produk lainnya yang sudah banyak beredar dipasaran. 3) Harga jual produk lebih tinggi. karena dengan produk yang unggul akan memudahkannya dalam membangun loyalitas konsumen. biasanya akan diburu konsumen dengan harga berapapun. mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Sehingga perusahaan dapat menentukan positioning yang tepat. tentu akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. karena harga premium akan menjadi tidak berarti jika posisi biayanya sangat buruk. 4) Mengatasi masalah kejenuhan pasar. Strategi Pembedaan Produk (differentiation). Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi para pemasar. 2) Produk lebih unggul dibandingkan dengan produk lainnya.

Manajemen Strategis: Menyongsong Era Persaingan dan Globalisasi. kekuatan departemen Penelitian dan Pengembangan sangatlah berperan. Oleh karenanya. Strategi Bersaing: Teknik Menganalis Industri dan Pesaing. Robert.E. Jakarta. Jika hal ini terjadi. Blue Ocean Strategy. Diferensiasi tidak memberikan jaminan terhadap keunggulan kompetitif. Cetakan ketiga.E. Duane dan Hoskisson. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive). Michael A. Perlu diperhatikan bahwa terdapat berbagai tingkatan diferensiasi. Hitt. Contoh penggunaan strategi ini secara tepat adalah pada produk barang yang bersifat tahan lama (durable) dan sulit ditiru oleh pesaing. W Chan. Berbagai kemudahan pemeliharaan. Penerbit Airlangga Porter. (1992). M. Cetakan kelima. kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. PT Serambi Ilmu Semesta. dalam strategi jenis ini. maka pesaing yang menawarkan produk standar dengan strategi biaya rendah akan sangat mudah merebut pasar. . features tambahan. Keunggulan Bersaing: Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul.kepuasan (secara nyata maupun psikologis) yang didapat oleh konsumen dari produk tersebut. M. E. Cetakan XIII. Pada umumnya strategi biaya rendah dan pembedaan produk diterapkan perusahaan dalam rangka mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) terhadap para pesaingnya pada semua pasar. Penerbit Airlangga Kim. terutama jika produk-produk standar yang beredar telah (relatif) memenuhi kebutuhan konsumen atau jika kompetitor/pesaing dapat melakukan peniruan dengan cepat. Ireland. Referensi Porter. PEnerbit Erlangga. (1993). Edisi Terjemahan. fleksibilitas. 2011. R. Resiko lainnya dari strategi ini adalah jika perbedaan atau keunikan yang ditawarkan produk tersebut ternyata tidak dihargai (dianggap biasa) oleh konsumen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->