P. 1
kehamilan resiko tinggi

kehamilan resiko tinggi

|Views: 102|Likes:
Published by anrisardi2
obgyn
obgyn

More info:

Published by: anrisardi2 on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA REFERAT DESEMBER 2010

KEHAMILAN RISIKO TINGGI

Oleh :

Evi Andriyani Lauddin 110 203 134 Pembimbing : dr. M. Hamsah Supervisor: dr. Hj. Susiawaty S, Sp.OG

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR 2010

SURAT KETERANGAN PEMBACAAN REFARAT
Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Nim pada : Hari/Tanggal Pembimbing Nilai : : dr. M. Hamsah : 2010 : Evi Andriyani Lauddin : 110 203 134

Benat telah menyelesaikan tugas refarat dengan judul “KEHAMILAN RISIKO TINGGI”

Demikian peryataan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Makassar,

Desember 2010

dr. M. Hamsah

Sp. SUPERVISOR Desember 2010 PEMBIMBING (dr. Riu. M.LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan dibawah ini. Sp. dalam hal ini tugas refarat dengan judul: KEHAMILAN RISIKO TINGGI Makassar. Deviana S. Hj. Susiawaty S.OG) . menyatakan bahwa: Nama NIM : Evi Andriyani : 110 203 134 Telah menyelasaikan tugas kepaniteraan klinik bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.OG) (dr. Koordinator Pendidikan Mahasiswa Ilmu Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (dr. Hamsah) Mengetahui.

Hj. Susiawaty S. Hamsah) .OG) (dr.DAFTAR HADIR PEMBACAAN REFARAT KEHAMILAN RISIKO TINGGI NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 NAMA NIM MINGGU TTD Makassar. SUPERVISOR Desember 2010 PEMBIMBING (dr. Sp. M.

yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan. Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida.KEHAMILAN RISIKO TINGGI A. Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang. Karena itulah menjelang hamil. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida. sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. 1. 3 Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik terhadap ibu maupun terhadap janin yang dikandungnya selama masa kehamilan. 2. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin). Namun. melahirkan ataupun nifas bila dibandingkan dengan kehamilan persalinan dan nifas normal. kelangsungan suatu kehamilan sangat bergantung pada keadaan dan kesehatan ibu. definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadi hidup yang baru. plasenta dan keadaan janin. Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas'. PENDAHULUAN Kehamilan (gestasi) adalah kondisi seorang ibu dengan perkembangan janin yang ada di dalam perutnya. 1 Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Setiap kehamilan memiliki risiko. Jika ibu sehat dan didalam . seorang calon ibu perlu menyiapkan kondisinya secara istimewa.4 Secara garis besar. Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1. Kehamilan biasanya merupakan peristiwa bahagia. beberapa komplikasi pengalaman yang terjadi pada perempuan selama ataupun sebelum kehamilan akan mengancam kesejahteraan ibu dan bayi. sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran).1 Dalam masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan.

yang dikenal sebagai triwulan. Hal ini akan terjadi hanya beberapa hari setelah pembuahan. Dokter kandungan biasanya akan mulai menghitung masa 40 minggu kehamilan.5 Pada usia 5 minggu. Triwulan I : berlangsung hingga minggu kehamilan ke-13.6 . plasenta dan tali pusar mulai terbentuk. kelenjar tiroid. Ectoderm akan membentuk sistem saraf dan tulang belakang. dari tanggal hari pertama haid ibu yang terakhir (walaupun biasanya pembuahan sering terjadi 2 minggu setelahnya. Pada masa ini risiko keguguran juga termasuk tinggi. mesoderm.4 B. MASA KEHAMILAN Masa kehamilan biasanya terbagi dalam periode. maka pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan akan berjalan baik. yang kemudian disebut dengan blastocyst. jantung dan beberapa organ lainnya mulai terbentuk. mesoderm akan membentuk jantung dan sistem peredaran darah. dimana tali pusar akan berfungsi untuk mengirimkan nutrisi dan makanan untuk embrio yang masih berkembang. yaitu: 1. yaitu bagian dalam dari sel yang mana akan membentuk embrio. dan kemudian melepaskan hCG. Sementara itu. dan endoderm akan membentuk paru – paru. sumsum tulang belakang.5.3. Pada masa ini terjadi perkembangan janin yang cepat. dan endoderm. Sementara bagian luar dari sel akan membentuk plasenta yang kemudian memberikan nutrisi dan kehidupan bagi janin.1 Tiga minggu sebelum terjadinya kehamilan. dan pankreas.3 Dari Zigot menjadi Embrio Zigot adalah sebuah kumpulan sel yang terbagi hingga mencapai 100 sel. yaitu masa subur ibu). Saat ini embrio dibentuk dari 3 lapisan yaitu ectoderm. sistem pencernaan.1.darahnya terdapat zat-zat makanan dan bahan-bahan organis dalam jumlah yang cukup. Setiap jaringan dan organ janin akan dibentuk dari 3 lapisan ini. hati. blastocyst akan melekat pada dinding rahim ibu. otak.3.

paru – paru dan otak mulai berfungsi. Ibu juga dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi. berolahraga ringan secara teratur dan mengkonsumsi vitamin untuk memperkuat janin yang biasanya berupa asam folat2 Dari embrio menjadi janin Pada minggu – minggu terakhir trimester 1.Gambar 12 Walaupun saat ini embrio masih seukuran biji beras. embrio kemudian menjadi janin. hati. Pada masa inilah biasanya ibu mulai berkunjung ke dokter kandungan. dan rokok. Beberapa ibu bahkan mulai bertambah berat badannya. karena mual muntah. berat badan akan menurun. Jari – jari mulai berbentuk demikian juga alat kelamin (yang belum dapat terlihat karena belum berbentuk penis ataupun vagina).1. sering buang air kecil. ibu hamil akan mulai merasakan tanda-tanda awal kehamilan seperti mual muntah di pagi hari. mengantuk. Payudara mulai terasa membesar. karena saat inilah organ – organ utama janin mulai dibentuk.2 . USG sudah dapat menangkap detak jantung janin. 1. dan pada minggu kelima ini. Sebaiknya ibu menghindari minum alkohol.2 Pada minggu ke 8. Organ – organ tubuh seperti ginjal. dan keinginan untuk suatu jenis makanan.6 Ibu harus extra hati – hati pada trimester pertama ini.5. Tetapi pada umumnya. kafein.3. embrio mulai memiliki bentuk seperti struktur wajah dan tunas yang kemudian membentuk tangan dan kaki. dan lebih lembek. obat – obatan tanpa pengawasan dokter.

Pada trimester inilah. payudara ibu mulai memproduksi cairan kekuningan yang kaya nutrisi untuk bayi.Gambar 22 2. banyak yang merasakan dirinya kembali sehat pada trimester 2 ini. tumbuh di seluruh tubuhnya yang disebut dengan lanugo. Kesimpulannya. namun perut ibu mulai bertambah besar. Namun ada banyak juga wanita hamil yang pada trimester 2 ini mulai sering merasakan nyeri lambung (sakit maag).2 . bahkan mungkin menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Saat ini janin memiliki rambut tipis dan halus. Ukuran kepala janin yang semula jauh lebih besar dari tubuhnya. Mual – muntah di pagi hari mulai hilang. Kolostrum akan menjadi makanan pertama begitu bayi lahir hingga beberapa hari setelahnya. yang disebut dengan kolostrum. rasa malas dan lemas tidak lagi dirasakan.2 Walaupun saat ini ukuran janin hanya beberapa centimeter (masih sangat kecil). Ginjal janin dan saluran kemih mulai memproduksi air kemih yang kemudian dikeluarkan ke air ketuban. Kelenjar susu pada payudara ibu mulai bekerja untuk produksi susu. Napsu makan mulai kembali.2 Sekarang janin sudah mulai bergerak dan menendang. sekarang mulai mengecil dan menjadi lebih proporsional. Sel – sel darah merah pun mulai diproduksi. namun ibu belum dapat merasakannya.1. Triwulan II : berlangsung dari minggu ke-14 hingga minggu kehamilan ke-27 pada trimester 2 inilah banyak terjadi perubahan dalam dirinya.

dan lain – lain.7 . janin mulai dapat mendengar suara dari luar rahim ibunya. ukuran janin kurang lebih 10-13 cm dengan berat sekitar 200 gram. dan jutaan syaraf kecil pada otaknya mulai memerintahkan otot untuk bergerak. Walaupun kelopak matanya masih menutup.Gambar 32 Minggu ke-15. dokter kandungan sudah dapat melihat jenis kelamin janin melalui USG saat ibu melakukan kunjungan di minggu ke 15 atau 16 ini. Hal ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya aliran darah ke wajah ibu. Pada beberapa wanita juga akan timbul stretchmark yang biasanya juga akan hilang setelah melahirkan. yang biasanya akan hilang setelah melahirkan. Organ reproduksi-nya mulai terlihat jelas. Garis – garis hitam ini timbul karena adanya peningkatan pada pigmen kulit atau melanin. ibu mulai dapat merasakan tendangan kecil pada dinding rahim.6. tersenyum.2 Antara minggu ke 16 dan 20. namun ia mulai sensitif terhadap sinar yang dapat tertangkap oleh matanya. Di akhir minggu ke 19 atau 20. Sistem pencernaannya mulai berfungsi lebih banyak dan memproduksi mekonium. bahkan dapat mengenali suara ibunya sendiri. panjang janin sekitar 15 – 17 cm. Terkadang. 5. Banyak pula ibu hamil yang pada perut bagian bawahnya timbul garis – garis hitam.2 Pada minggu ke-20. dengan berat hampir 1 kg.2 Beberapa wanita hamil terlihat lebih cerah dan “bersinar”. Kepalanya mulai tumbuh rambut. tengkorak-nya pun mulai mengeras. Wajahnya pun sudah dapat melakukan bermacam – macam ekspresi seperti meringis. merengut. dimana cairan ini berguna untuk melindungi kulitnya dari air ketuban di dalam rahim ibu. Tubuhnya diselimuti dengan semacam cairan kental berwarna putih yang disebut vernix caseosa.

perkembangan janin di dalam rahim akan mencapai kesempurnaan. kemungkinan besar wajah ibu hamil akan timbul jerawat. karena kulitnya memproduksi minyak lebih banyak. Tubuhnya sudah terlihat seperti bayi yang baru lahir. Lemak yang terbentuk ini .5. Triwulan III : berlangsung dari minggu ke-28 hingga masa kelahiran Dalam masa 12 minggu ke depan.6 3. dan kesulitan buang air besar.Gambar 42 Untuk melatih sistem pencernaan dan paru – parunya. Perubahan lain yang dialami ibu hamil saat ini adalah payudara yang semakin membesar. Panjang badannya kurang lebih 40 cm dengan berat badan sekitar 1.6 Gambar 52 Minggu 27 adalah minggu terakhir dari trimester kedua. Jika terpaksa dilahirkan pada masa ini.5.6 Saat ini. Paru – parunya akan memproduksi suatu zat yang disebut surfactant. perubahan warna kulit. janin telah tumbuh hingga 35 cm dengan berat sekitar 1 kg. dan bersiap – siap untuk menjalani proses kelahiran. janin mulai dapat menelan dan “menghirup” air ketuban.5 kg. Saat ini. dimana zat ini akan membuat kantung udara dalam paru – parunya mengembang begitu ia dilahirkan ke dunia. 5. sakit maag. Tubuhnya mulai berisi karena terbentuknya lemak di bawah kulitnya. Pada beberapa kasus juga timbul varises pada kaki ibu. ia sudah mempunyai kemungkinan untuk hidup walaupun akan menghadapi banyak masalah bersangkutan dengan kesehatannya.

Ini juga akibat dari perut yang membesar dan menekan organ – organ pencernaan ke atas dan tentu saja membuat ibu menjadi semakin tidak nyaman.2 . Terkadang kontraksi ini dirasa sangat kencang sehingga ibu mengira sudah mengalami proses persalinan. Sekarang ukuran janin sudah mencapai kurang lebih 45 cm. juga keinginan untuk buang air kecil yang semakin sering karena pertumbuhan janin yang semakin besar kini semakin menekan kandung kemih. demikian juga tengkorak kepala-nya yang mulai menyesuaikan dengan pertumbuhan otak. janin sudah dapat menggerakkan bola matanya dan dapat membedakan gelap dan terang. Ibu juga akan merasakan pegal pada punggung dan kakinya.2. otot – otot pada dinding rahim ibu hamil mulai melakukan “latihan” kontraksi yang disebut kontraksi palsu atau kontraksi braxton hicks.2. Berhati – hatilah akan adanya kelahiran prematur jika pada trimester 3. Kontraksi palsu ini hanya berlangsung sesekali dan tidak memiliki interval yang sama. Saat ini.5 Pada minggu ke 32. dan ia juga sudah memiliki kuku pada jari – jari tangan dan kakinya.akan membantu janin dalam mengatur suhu tubuhnya begitu ia dilahirkan. namun terjadi secara teratur dan semakin kencang.6 Seiring dengan pertumbuhan janin.5. kontraksi palsu kadang akan hilang dengan sendirinya.6 Kebanyakan. Mungkin ibu hamil akan merasa kesulitan untuk tidur (insomnia). perut ibu mulai semakin membesar dan berbagai rasa tidak nyaman akan muncul. Jika posisi ibu dirubah. Otak-nya sekarang lebih besar dan lebih terstruktur. pada trimester 3. Adanya tekanan pada diafragma ibu membuatnya sering sesak napas. terjadi kontraksi yang dianggap palsu.1. penambahan berat badan bayi berlangsung lebih cepat yaitu sekitar 200 hingga 250 gram per minggu. Rambutnya sudah mulai melebat.

Kebanyakan melahirkan beberapa hari lebih cepat atau lebih lambat. kadang ibu merasakan sakit pada selangkangan dan pangkal paha jika sedang berjalan.6 Walaupun jadwal kelahiran biasanya ditetapkan pada 40 minggu. pada minggu ke 35 kepala janin sudah berada di bawah.Gambar 62 Rahim ibu mulai terasa sesak baginya. Cairan kental berwarna putih yang melindungi tubuhnya dari air ketuban juga mulai menghilang. dan terkadang membuat perut ibu berubah bentuk karena posisi janin yang berubah – ubah dan terus bergerak. panjang janin mencapai antara 47-50 cm dengan berat kurang lebih 2. biasanya dokter kadungan akan menggunakan metode induksi untuk memancing kontraksi agar janin dilahirkan. Namun jika hingga minggu ke 42 ibu belum juga melahirkan. Panjangnya mungkin sudah mencapai 50 cm atau lebih dengan berat normal sekitar 2.2 Minggu ke 40 adalah masa yang sesuai dengan perhitungan tanggal kelahiran (due-date). Seluruh organ tubuh janin semakin mendekati sempurna. Normalnya.2.5 hingga 3 kg.5 C.8 hingga 3.3 kg. Namun sedikit sekali ibu yang melahirkan tepat dan sesuai dengan tanggal perkiraan kelahiran. tidak sesak seperti sebelumnya karena posisi janin sudah turun ke jalan lahir. Ibu hamil pun mungkin sudah dapat lebih lega dalam bernapas. Antenatal Care . Hal ini karena takut terjadi keracunan air ketuban bagi janin yang sudah melewati jadwal perkiraan lahir.2 Pada minggu ke 35. sehingga gerakan janin tidak leluasa seperti sebelumnya. kepala janin akan menempati posisi engaged pada jalan lahir (terkunci pada jalan lahir).1. Tendangan – tendangannya mulai terasa lebih kencang daripada sebelumnya.5. namun mulai minggu ke 37 sebenarnya janin sudah sempurna dan dapat dilahirkan dengan sehat.5.6 Biasanya pada bulan terakhir di trimester 3. Rambut halus di sekujur tubuhnya perlahan – lahan mulai rontok. dan semakin mendekati jadwal kelahirannya. Karena posisi “terkunci” ini lah. dokter kandungan meminta ibu untuk datang tiap seminggu sekali sampai saatnya melahirkan.

v. 2) Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. yaitu : a) 1 kali pada trimester pertama. .Pengertian Antenatal Care /Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi. seperti tetanus neonatorum.8.7. istirahat dan sebagainya ). ii. 5) Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif. pantauan tekanan darah. Sama seperti kunjungan pada trimester pertama.yaitu i.9. Kunjungan antenatal care ( ANC ) sebaiknya dilakukan 4 kali selama kehamilan. penggunaan praktek tradisional yang merugikan. Membina hubungan saling percaya antara bidan dan ibu sehingga suatu mata rantai penyelamatan jiwa telah terbina jika diperlukan. Perlu adanya palpasi abdomen untuk mendeteksi adanya kehamilan ganda. untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil.7 c) 2 kali pada trimester ketiga. 3) Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. melahirkan dengan selamat ibu dan bayinya.8. yaitu : i. iv. Mencegah masalah. Sama seperti kunjungan sebelumnya. yaitu : i. anemia defisiensi zat besi.10 Tujuan Antenatal Care : 1) Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Mendorong perilaku yang sehat ( nutrisi. iii. periksa protein urine dan gejala yang lainnya. Memulai persiapan persalinan dan kesiapan untuk menghadapi komplikasi. Mendeteksi masalah yang dapat diobati sebelum menjadi bersifat mengancam jiwa. 6) Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.Perlu kewaspadaan khusus mengenai pre eklampsia. mental dan sosial ibu dan janin.7. latihan.10 Kunjungan Ante Natal Care ( ANC ) 1. ii. ii. dan kebersihan. 4) Mempersiapkan persalinan cukup bulan.8 b) 1 kali pada trimester kedua ( sebelum minggu ke 28 ).

lama perlindungan 5 tahun. Mengukur tinggi fundus uteri adalah untuk memantau tumbuh kembang janin. ii. v. lama perlindungan 3 tahun. iii. iii.iii. Melakukan Deteksi dini Resiko Tinggi ibu hamil dengan macam faktor resikonya. iv. lama perlindungan 10 tahun. lama perlindungan 25 tahun / seumur hidup. iv. TT4 diberikan 1 tahun setelah TT3. Untuk mengetahui usia kehamilan. e) Pemberian Tablet Fe i. Tablet Fe dapat diberikan setelah rasa mual hilang. i. TT3 diberikan 6 bulan setelah TT2. Menemukan ibu risiko tinggi dengan pengertian kemungkinan terjadinya risiko kematian/kesakitan ibu . ii. Asuhan Standar minimal 7T.17 Tujuan Skrining antenatal : 1.10 Kegiatan skrining antenatal. Kemudian pada setiap kontak dilakukan skrining berulang. iii. Deteksi kelainan letak atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di Rumah Sakit. f) g) Tes terhadap penyakit menular seksual. secara periodic berulang 6 kali selama kehamilan sampai hamil genap enam bulan. TT2 diberikan 4 minggu setelah TT1. 2.8 2. ii. TT1 dapat diberikan pada kunjungan ANC pertama. iv. b) Mengukur Tekanan darah c) Ukur Tinggi fundus uteri (TFU). d) Pemberian imunisasi TT lengkap. Tablet Fe tidak boleh diminum bersama kopi atau teh. TT5 diberikan 1 tahun setelah TT4.17 Resiko Tinggi Ibu hamil dengan faktor resikonya dapat diamati dan ditemukan sedini mungkin pada awal kehamilan pada ibu hamil yang masih sehat dan merasa sehat. dan Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. Skrining pertama dilakukan untuk memisahkan kelompok ibu hamil tanpa resiko dari kelompok dengan faktor resiko. Pemberian minimal 90 tablet selama kehamilan. Tablet Fe bisa diberikan secara bersamaan dengan vitamin C.7. yaitu a) Timbang berat badan. i. melalui kunjungan rumah merupakan langkah awal dari pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan termasuk salah satu upaya antisipasi untuk mencegah terjadinya kematian ibu. Pada kehamilan diatas 20 minggu fundus uteri diukur dengan pita ukur (cm). Jika usia kehamilan kurang dari 20 minggu menggunakan petunjuk-petunjuk badan.

suami dam keluarga. f) Infeksi.12. 4. Rubella. tetapi kemudian ada ayat tertentu yang diklasifikasikan sebagai kehamilan berisiko tinggi.11. membantu untuk memecahkan permasalahan yang ada dengan cara memberi informasi. adanya faktor resiko dan kelompok resiko pada ibu hamil. c) Endokrinopati atau kelainan endokrin seperti penyakit gula d) Kardiopati atau kelainan jantung pada ibu yang tidak memungkinkan atau membahayakan bagi ibu jika hamil dan melahirkan. Penyakit yang menyertai kehamilan a) Penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan ginjal misalnya darah tinggi.3. biaya dan transportasi dalam pengambialan keputusan untuk perencanaan tempat dan penolong menuju persalinan aman. b) Inkompatibilitas darah atau ketidaksesuaian golongan darah misalnya pada janin dan ibu yang dapat menyebabkan bahaya baik bagi janin maupun ibu seperti ketidaksesuaian resus. e) Haematopati atau kelainan darah. KEHAMILAN RESIKO TINGGI Berbagai faktor yang menyebabkan ada perempuan yang tergolong sebagai calon ibu berisiko tinggi atau menghadapi bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan. Citomegalo virus dan Herpes simpleks). misalnya adanya gangguan pembekuan darah yang memungkinkan terjadinya perdarahan yang lama yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ini yang bisa menyebabkan janin tidak dapat tumbuh dengan sehat bahkan dapat menimbulkan kematian pada ibu dan janin. dapat membahayakan ibu dan janin. Memberi penyuluhan dalam bentuk Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). peduli dan patuh untukpersiapan mental. mengenai kondisi ibu dan janin kepada ibu hamil. Penyulit kehamilan .12. misalnya infeksi TORCH (Toksoplasma.14 1. Adapun kehamilan yang memiliki risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan bila dibandingkan dengan Ibu hamil yang normal yang disebut dengan kehamilan resiko tinggi. Kehamilan risiko tinggi dibagi dalam 4 golongan:11.13 Ada beberapa resiko kepada semua kehamilan. agar tahu. rendahnya kadar protein dalam darah dan tingginya kadar protein dalam urin. 2.

d) Kehamilan serotin atau kehamilan lewat waktu yaitu usia kehamilan lebih dari 42 minggu. d) Tinggi badan ibu.12. berhubungan dengan kondisi psikologis h) Keadaan sosio ekonomi yang rendah i) Ketagihan alkohol. c) Berat badan ibu. c) Ketidaksesuaian antara besarnya rahim dan tuanya kehamilan. Keadaan ibu secara umum a) Umur ibu. kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun b) Paritas atau banyaknya melahirkan. baik perdarahan pada hamil muda yang disebabkan oleh abortus atau keguguran. berisiko tinggi pada ibu yang sudah melahirkan lebih dari 4 orang anak. misalnya bekas seksio sesarea dan lain-lain 3. e) Bentuk panggul ibu yang tidak normal. gemelli atau kehamilan kembar dan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan. b) Perdarahan dalam kehamilan. Riwayat obstetris yang buruk a) Kematian anak pada persalinan yang lalu atau anak lahir dengan kelainan congenital (cacat bawaan) b) Satu atau beberapa kali mengalami partus prematurus atau melahirkan belum pada waktunya. tembakau dan morfin.11. yaitu tinggi badan kurang dari 145 cm. c) Abortus habitualis atau keguguran yang terjadi berulang kali dan berturut-turut terjadi. Hal ini merupakan sebab kematian neonatal yang terpenting. kehamilan ektopik atau kehamilan diluar kandungan dan hamil mola. d) Infertilitas tidak disengaja lebih dari 5 tahun yaitu tidak merencanakan untuk menunda kehamilan dengan cara apapun. yaitu ibu yang terlalu kurus atau ibu yang terlalu gemuk.a) Partus prematurus atau melahirkan sebelum waktunya yaitu kurang dari 37 minggu usia kehamilan. maupun perdarahan pada triwulan terakhir kehamilan yang disebabkan oleh plasenta previa atau plasenta (ari-ari) yang berimplantasi atau melekat tidak normal dalam kandungan dan solutio plasenta atau pelepasan plasenta sebelum waktunya.14 . e) Kelainan uterus atau kandungan. misalnya hidramnion atau cairan ketuban yang banyak. sekurang-kurangnya 3 kali berturut-turut. 4. tapi selama 5 tahun tidak hamil. f) Jarak antara dua kehamilan yang terlalu berdekatan yaitu kurang dari 2 tahun. g) Ibu yang tidak menikah.

d) Ibu hamil / bersalin meninggal dunia. Keputusan untuk melakukan pengakhiran kehamilan perlu dipertimbngkan oleh tim tersebut dan juga dipilih apakah perlu di lakukan induksi persalinan atau tidak.15 Pengobatan atau perawatan yang dilakukan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dilakukan dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan penyakit dan efek yang diakibatkan oleh penyakit yang diderita oleh ibu hamil tersebut selama kehamilannya.tes penunjang sangat diharapkan dapat membantu perbaikan dari pengobatan atau dari pemeriksaan tambahan.14 1) Bayi a) Bayi lahir belum cukup bulan. Jika perlu dilakukan pemeriksaan tambahan agar dapat lebih membantu dalam menunjang pengobatan atau perawatan yang sebaiknya dilakukan selama kehamilan. Pengelolaan kasus merupakan hasil kerja tim antara berbagai ahli. c) Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan. b) Persalinan tidak lancar / macet. Konsultasi diperlukan dengan ahli kedokteran lainnya terutama ahli penyakit dalam dan ahli kesehatan anak. Antara lain:12.KOMPLIKASI KEHAMILAN RESIKO TINGGI Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh kehamilan risiko tinggi bisa terjadi pada janin maupun pada ibu.11 PENANGANAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI Penanganan terhadap pasien dengan kehamilan risiko tinggi berbeda-beda tergantung dari penyakit apa yang sudah di derita sebelumnya dan efek samping penyakit yang dijumpai nanti pada saat kehamilan. e) Keracunan kehamilan/kejang-kejang.16 Kehamilan dengan risiko tinggi harus ditangani oleh ahli kebidanan yang harus melakukan pengawasan yng intensif.12 . misalnya dengan mengatur frekuensi pemeriksaan prenatal. b) Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR) c) Janin mati dalam kandungan.15 2) Ibu a) Keguguran (abortus).

suami atau keluarga. Untuk itu diperlukan skrining sebagai komponen penting dalam perawatan kehamilan untuk mengetahui ada tidaknya faktor risiko pada ibu hamil tersebut. Dunia kedokteran menemukan. Contoh darah calon ibu juga digunakan untuk pemeriksaan hCG. Mencegah terlambat memperoleh penanganan gawat darurat secara memadai17 PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. maka diupayakan untuk mencegah 4 terlambat yang meyebabkan kematian ibu.PENCEGAHAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI Pendekatan risiko pada ibu hamil merupakan strategi operasional dalam upaya pencegahan terhadap kemungkinan kesakitan atau kematian melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi dengan memberikan pelayanan yang lebih intensif kepada risiko ibu hamil dengan cepat serta tepat. Tes dilaksanakan pada minggu ke-16 hingga 18 kehamilan. transportasi telah mulai dolakukan jauh sebelum persalinan menuju kepatuhan untuk Rujukan Dini Berencana/ Rujukan In Utero dan Rujukan Tepat Waktu.17 Pengenalan adanya Resiko Tinggi Ibu Hamil dilakukan melalui skrining/deteksi dini adanya faktor resiko secara pro/aktif pada semua ibu hamil. Tes darah Jenis pemeriksaan ini dianjurkan dokter setelah Anda dinyatakan positif hamil.17 Mengingat sebagian besar kematian ibu sesungguhnya dapat dicegah. Mencegah terlambat mengenali tanda bahaya resiko tinggi 2. Kader Karang Taruna. suami. Pengambilan keputusan dapat dilakukan dalam keluarga untuk persiapan mental dan perencanaan untuk biaya. kadar hCG yang tinggi pada darah ibu hamil berarti ia memiliki risiko yang tinggi memiliki bayi dengan Down Syndrom. sedini mungkin pada awal kehamilan oleh petugas kesehatan atau nonkesehatan yang terlatih di masyarakat. Mencegah terlambat memperoleh transportasi dalam rujukan 4. ibu hamil sendiri. Contoh darah akan diambil untuk diperiksa apakah terinfeksi virus tertentu atau resus antibodi. keluarga tentang tempat dan penolong untuk persalinan aman. Mencegah terlambat mengambil keputusan dalam keluarga 3. yaitu : 1. 11 2. misalnya ibu-ibu PKK. Kadar Maternal-serum alfafetoprotein (MSAFP) yang tinggi menunjukkan adanya cacat pada batang saraf seperti spina .17 Setiap kontak pada saat melakukan skrining dibicarakan dengan ibu hamil. Alfa Fetoprotein (AFP) Tes ini hanya pada ibu hamil dengan cara mengambil contoh darah untuk diperiksa. agar keadaan gawat ibu maupun gawat janin dapat dicegah.

kelainan gen tunggal. Tes ini dilakukan pada minggu ke-16 dan 18 kehamilan. Sayangnya USG tidak bisa mendeteksi kecacatan yang disebabkan oleh faktor genetik. Sampel darah janin atau cordosentesis Sampel darah janin yang diambil dari tali pusar. sehingga bisa diketahui lebih jauh cacat yang diderita janin. sistem pencernaan. Umumnya memerlukan waktu sekitar 24 sampai 35 hari untuk mengetahui dengan jelas dan tuntas hasil biakan tersebut. kondisi janin. kelainan metabolis. serta problem plasenta semisal kekurangan oksigen. adalah hal-hal yang bisa diketahui lewat USG. 11 5. thalasemia. Tes CVS ini mampu mendeteksi adanya kelainan pada janin seperti Tay-Sachs.bifida (perubahan bentuk atau terbelahnya ujung batang saraf) atau anencephali (tidak terdapatnya semua atau sebagian batang otak). Biasanya dilakukan setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu. 11 . infeksi seperti toksoplasmosis atau rubela. tulang belakang. bahan-bahan kimia. kadar MSAFP yang tinggi berisiko terhadap kelahiran prematur atau memiliki bayi dengan berat lahir rendah. juga kelainan pada darah (rhesus). Tes ini dilakukan untuk memeriksa kemungkinan kerusakan pada kromosom. fibrosis berkista. ginjal dan kandung kemih. serta tingkat kematangannya. kepala. anemia sel sikel. paru-paru. seperti. Tes ini bisa mendeteksi kelainan kromosom. Biasanya USG dilakukan pada minggu ke-12 kehamilan. Cairan amnion yang mengandung sel-sel janin. Kecuali itu. dan mikroorganisme. bibir sumbing atau anggota tubuh yang tidak berkembang. Pada pemeriksaan lebih lanjut USG digunakan untuk melihat posisi plasenta dan jumlah cairan amnion. Kelainan jantung. otak. Sel-sel dari cairan amnion ini kemudian dibiakkan di laboratorium. Karena hamil di usia ini memiliki risiko cukup tinggi. 11 6. Amniosentesis dilakukan dengan cara mengambil cairan amnion melalui dinding perut ibu. Terutama untuk menentukan apakah janin menderita sindroma Down atau tidak. mampu memberikan informasi tentang susunan genetik. Sampel Chorion Villus (CVS) Tes ini jarang dilakukan oleh para dokter karena dikhawatirkan berisiko menyebabkan abortus spontan. 11 4. Serta untuk mendiagnosa penyakit keturunan. Ultrasonografi (USG) Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan strukturapada janin. 11 3. Amiosentesis Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan bila calon ibu berusia di atas 35 tahun. Langkah ini diambil jika cacat yang disebabkan kromosom telah terdeteksi oleh pemeriksaan USG. dan sindroma Down.

11 8. sementara yang lainnya ada juga yang tidak mengalami perubahan apa-apa selama kehamilan ataupun dapat membaik selama kehamilannya . Tentu saja sebelumnya perut si ibu hamil diolesi antiseptik dan diberi anestesi lokal. dan colitis ulcerative. pada penyakit ini glandula thyroid dapat menghasilkan hormon thyroid yang tidak stabil. Dilakukan dengan menggunakan alat mirip teleskop kecil.selama jumlah dari hormon thyroid masih dalam batas yang terkontrol selama kehamilan maka tidak akan ada masalah selama kehamilan. Namun tes ini jarang digunakan karena risiko tindakan fetoskopi cukup tinggi. Biasanya tes ini dilakukan setelah melewati usia kehamilan 15-22 minggu. lengkap dengan lampu dan lensalensa. bisa dalam jumlah banyak ataupun sedikit. Seperti asma. Ada beberapa kondisi yang biasanya tidak berhubungan dengan kehamilan tapi dapat timbul suatu kondisi yang dipicu oleh kehamilan itu sendiri. Contohnya beberapa ibu dengan riwayat cholitis ulcerative akan menunjukkan kondisi dengan gejala yang lebih berat selama kehamilan.11 Prognosis Prognosis untuk ibu dengan kehamilan resiko tinggi tergantung pada ringan beratnya penyakit yang dialami ibu. Alat-alat ini mampu memotret janin. Biopsi kulit janin Pemeriksaan ini jarang dilakukan di Indonesia. epilepsi. Contohnya seorang ibu dengan penyakit thyroid. Fetoskopi Meski keuntungan tes ini bisa menemukan kemungkinan mengobati atau memperbaiki kelainan yang terdapat pada janin.7. Sekitar 3 persen sampai 5 persen kemungkinan kehilangan janin. Biopsi kulit janin (FSB) dilakukan untuk mendeteksi kecacatan serius pada genetika kulit yang berasal dari keluarga. beberapa ibu . Dan untungnya penyakit thyroid ini dapat dibantu dengan pengobatan. Jumlah dari hormon thyroid yang abnormal dapat mnyebabkan masalah pada kehamilan sehingga dapat mengganggu kesehatan bayi yang ada dalam kandungan ibu. seperti epidermolysis bullosa lethalis (EBL). hal yang sama juga bisa dialami oleh ibu dengan penyakit asma. Kondisi ini menunjukkan lapisan kulit yang tidak merekat dengan pas satu sama lainnya sehingga menyebabkan panas yang sangat parah. 11 Dimasukkan melalui irisan kecil pada perut dan rahim ke dalam kantung amnion. Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan untuk seorang ibu untuk hamil dikarenakan jika ibu tersebut hamil maka akan membawa beresiko pada bayi yang dikandungnya. baik untuk ibu maupun untuk bayinya.

sampai saat ini tidak ada yang mengerti mengapa bisa terjadi kondisi yang demikian. Banyak juga dari ibu hamil yang mendapatkan perawatan dari perinatologis selama kehamilan. kematian pada bayi baru lahir. hal ini juga akan menyebabkan masalah pada bayi. Kondisi ini memang sulit untuk diprediksikan. dan juga ada yang semakin memburuk. Selain itu juga terjadi peningkatan risiko bayi lahir meninggal. wanita dengan masalah medis biasanya berusaha untuk melakukan pola hidup sehat. Diabetes adalah suatu kondisi dimana dapat terjadi karena dipengaruhi dan mempengaruhi kehamilan itu sendiri. pada intinya semua wanita dengan penyakit kronik sebaiknya harus kontrol secara rutin selama kehamilannya. Ada beberapa kelompok dari kondisi medis yang dapat berdampak langsung pada kehamilan. Dan buruknya. Ketika seorang wanita mengontrol kadar gula dalam darahnya dengan hati-hati dan mengobati kadar gulanya yang tinggi dengan insulin. hal itu tidak berarti menandakan hal yang baik untuk si ibu. Walaupun kejadiannya jarang dalam kasus penyakit jantung berat. Oleh karena penyakit ini dapat mempengaruhi kemampuan ibu untuk menyediakan oksigen dan nutrisi ke bayi melalui plasenta. Wanita dengan masalah medis itu harus mempertimbangkan risiko tersebut sebelum memutuskan untuk hamil. defek kelahiran. . Secara keseluruhan. Diabetes dapat menyebabkan keguguran. kehamilan membuat diabetes semakin sulit untuk dikontrol. Ada juga beberapa kondisi medis yang dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayi selama kehamilan. Wanita dengan lupus (penyakit yang disebabkan perubahan pada sistem imun yang mengakibatkan peradangan pada jaringan penyokong dan organ – organ) atau dengan penyakit ginjal mengahadapi risiko serius selama masa kehamilannya. Bayi-bayi ini mungkin tidak dapat berkembang dan mengalami pertambahan berat badan yang sesuai (retardasi pertumbuhan intrauterin). gula darah dan kebutuhan insulin sebaiknya dikontrol selama menjalani kehamilan. Ada beberapa hal yang dapat sedikit mengurangi komplikasi selama kehamilan yaitu dengan sering berkunjung ke penyedia layanan kesehatan dan hendaknya hati-hati terhadap obatobatan. dan ada juga ada yang merasa tidak berpengaruh pada kehamilannya.bahkan mengalami perbaikan selama kehamilannya. Kehamilan dapat menyebabkan keluhan penyakit ini semakin memberat secara signifikan dan dapat menuju tingkat yang lebih serius. risiko ibu begitu tinggi untuk hamil sehingga ia tidak lagi harus mempertimbangkan kehamilan sama sekali atau dengan kata lain mutlak tidak boleh hamil. misalnya. dan biasanya kehamilannya sukses.

Kelly A. Kehamilan. Tenth Edition . Available from : URL : http://annsilva. Churchill Livingstone. Williams MA. the McGraw-Hill Companies. Trimester kehamilan. Lippincott Williams & Wilkins. 2003.D. MD F. Garry. Cotter PF. Kevin P. Alan H.org/artikel/ibu-hamil/trimester-kehamilan.org/wiki/kehamilan 2. Mittendorf R. The McGraw-Hill Companies. DeCherney.php? article_id=3535. Twenty-Second Edition. Prenatal Care. 9. Williams Obstetrics. Available from : URL : http://id. Inc. 7. United States of America. MD.com/2010/07/18/kehamilan-risiko-tinggi/ 8. Mayo Clinic Guide To A Healthy Pregnancy. 4. Mc. [on line] 2010 [cited 2010 july 20]. Pregnancy.DAFTAR PUSTAKA 1. Available from : URL : http://www. Harms. Berkey CS. 5. Cunningham.html 3. Obstetrics illustrated. hal 1-9. [on line] 2010 [cited 2010 july 20].dunia-ibu. kehamilan Risiko Tinggi. [on line] 2010 [cited 2010 july 20]. Kehamilan risiko tinggi. [on line] 2010 [cited 2010 july 20]. Hanretty. The first Edition. Roger W. M. UK.wordpress. 2007. hal 1-18.wikipedia. United States of America. 5 Minute Consult Clinical Companion to Women's Health. Harper Collins Ebooks. Sixth edition. hal: 33-40.D Iris . 111-6. Hal 501-17.com/tips_solutions/pregnancy/praconception/article. 6. 10.conectique. High-Risk Pregnancy . Tong M. Hal 6-14. Glasgow. Gary. Current Diagnosis & Treatment Obstetrics & Gynecology. Available from : URL : http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->