P. 1
Aspek Pemantauan Tumbuh Kembang Wanita yang Dikaji dalam Setiap Tahap Kehidupan dan Indikator Pemantauan

Aspek Pemantauan Tumbuh Kembang Wanita yang Dikaji dalam Setiap Tahap Kehidupan dan Indikator Pemantauan

|Views: 802|Likes:
Published by Chiqita Artia Sari
Dalam masa kanak-kanak orarium boleh dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan fungsinya dengan baik. Baru jika tercapai pubertas, maka terjadilah perubahan-perubahan dalam ovarium yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh badan wanita tersebut. Pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan di pengaruhi oleh keturunan, bangsa, iklim dan linkungan. Kejadian yanmg terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali atau memarche. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Paling awal terjadi pertumbuhan payudara, kemudian tumbuh rambut kemaluan, disusul dengan tumbuhnya rambut ketiak. Barulah terjadi menarche, dan sesudah itu haid datang secara siklik. Haid adalah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menunaikan fungsinya. Dalam pubertas anak tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya.
Dalam masa kanak-kanak orarium boleh dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan fungsinya dengan baik. Baru jika tercapai pubertas, maka terjadilah perubahan-perubahan dalam ovarium yang mengakibatkan pula perubahan-perubahan besar pada seluruh badan wanita tersebut. Pubertas tercapai pada umur 12-16 tahun dan di pengaruhi oleh keturunan, bangsa, iklim dan linkungan. Kejadian yanmg terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali atau memarche. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Paling awal terjadi pertumbuhan payudara, kemudian tumbuh rambut kemaluan, disusul dengan tumbuhnya rambut ketiak. Barulah terjadi menarche, dan sesudah itu haid datang secara siklik. Haid adalah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menunaikan fungsinya. Dalam pubertas anak tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Chiqita Artia Sari on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2014

pdf

text

original

TUGAS TERSTRUKTUR KESEHATAN REPRODUKSI DOSEN : LEPITA, S.SiT, M.

Keb

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 3
1. AMRINA ROSYADA 2. NOVITA CHANDRIKA 3. NYEMAS RATIH KONILIA 4. RINI WAHYUNI (4.08.05.0434) (4.08.05.0525) (4.08.05.0532) (4.08.05.0539)

TINGKAT IA

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES DEPKES PONTIANAK 2008/2009

1

Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Kesehatan Reproduksi atas saran yang telah diberikannya kepada kami. Oleh karena itu. kami mengharapkan saran dan kritik kepada kami. Maret 2009 Penulis 2 . baik secara moril dan materil dalam menyelesaikan makalah kami ini. Pontianak. Terima kasih juga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah mendukung serta membantu kami.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia – Nya hingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa menghadapi hambatan yang berarti sehingga kami dapat menyelesaikan masalah yang berjudul “Aspek Pemantauan Tumbuh Kembang Wanita yang Dikaji dalam Setiap Tahap Kehidupan dan Indikator Pemantauan” dengan tepat waktu. Dengan ini kami juga mengucapkan mohon maaf apabila dalam makalah yang kami buat ini terdapat kekurangan.

.................... Kanak – Kanak D.... Dewasa F...... 4 ...............................................ii 3 ... Latar Belakang I........ Remaja E..................................II Tujuan BAB II PEMBAHASAN I................................ Indikator Pemantauan BAB III PENUTUP A.....................................................................................................I....................6 ...... Menopause II........................................................................... Konsepsi B...............................................................................................................................................................................................8 .......................................... Kesimpulan B....................9 ........................................................................................................ 2 ..........5 ............................................ Saran DAFTAR PUSTAKA ........i .......................................................... 1 ............................................................DAFTAR ISI Kata pengantar Daftar isi BAB I PENDAHULUAN I................. 3 .....................................4 ........................3 A...6 ............................................................................................................................................ Aspek Tumbuh Kembang Wanita ...........................7 ...................................... Masa Bayi C.................10 ...............................................

Paling awal terjadi pertumbuhan payudara. Barulah terjadi menarche. Masa pancaroba ini disertai dengan gejala-gejala yang khas : pada premenopause timbul kelainan haid. wanita masuk kedalam klimakterium. Bagian klimaktrium sebelum menopause disebut premenopause dan bagian sesudah menopause disebut postmenopause. kemudian tumbuh rambut kemaluan. sedangkan dalam postmenopause terjadi gangguan vegetatif. disusul dengan tumbuhnya rambut ketiak. seperti panas. Dengan pubertas ini wanita masuk dalam masa reproduktif. Haid yang terakhir disebut menopause. kemudian terlampaui satu atau dua bulan dan akhirnya berhenti sama sekali. bangsa. gangguan psikis berupa labilitas emosi dan gangguan organis yang bersifat atrofi alat kandungan dan tulang. maka terjadilah perubahan-perubahan dalam ovarium yang mengakibatkan pula perubahanperubahan besar pada seluruh badan wanita tersebut. Pubertas tercapai pada umur 1216 tahun dan di pengaruhi oleh keturunan. 4 .I Latar Belakang Dalam masa kanak-kanak orarium boleh dikatakan masih dalam keadaan istirahat belum menunaikan fungsinya dengan baik. Dalam klimakterium haid berangsur-angsur akan berhenti : mula-mula haid menjadi sedikit. Setelah masa reproduksi. Dalam pubertas anak tumbuh dengan cepat dan mendapatkan bentuk tubuh yang khas bagi jenisnya. Baru jika tercapai pubertas. iklim dan linkungan. Walaupun begitu menarche merupakan gejala pubertas yang lambat. Kejadian yanmg terpenting dalam pubertas ialah timbulnya haid yang pertama kali atau memarche. berkeringat dan palpitasi.BAB I PENDAHULUAN I. artinya masa mendapat keturunan yang berlangsung kira-kira 30 tahun. Klimakterium merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan senium. dan sesudah itu haid datang secara siklik. Haid adalah perdarahan yang siklik dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan menunaikan fungsinya.

Setelah klimakterium. II.  5 . datang senium dimana terjadi kemunduran organ tubuh dalam kemampuan fisik.II Tujuan Untuk mengetahui fisik dan psikologis setiap tahap tumbuh kembang wanita sepanjang daur kehidupannya.  Agar kita mengetahui indikator pemantauan pada setiap pemeriksaan medis pada tahap tahap tumbuh kembang wanita.

meski disekresi oleh ovarium fetal. selama 6 minggu kehidupan sistem reproduksi pria dan wanita masih tampak sama.BAB II PEMBAHASAN Aspek Pemantauan Tumbuh Kembang Wanita yang Dikaji dalam Setiap Tahap Kehidupan dan Indikator Pemantauan I. Pada minggu ke-7 perbedaan anatara pria dan wanita mulai tampak didalam struktur internal. Genetalia terlihat sama sampai usia kehamilan 9 minggu (struktur terluar mulai berubah). yang kemudian menjadi testis. Jika spermatozoa mengandung kromosom X dan membuahi ovum maka genetik seksnya adalah wanita. 6 . Hormon ini tidak meneyebabkan perkembanagan awal struktur seks wanita. Aspek Pemantauan Tumbuh Kembang Wanita A. hanya sedikit bagian dari kromosomY yang merubah pola ini dan mengatur sel seks primitive awal. Meski genetik seks telah ditentukan sejak konsepsi. Spermatozoa ayah membawa 1 kromosom X atau 1 kromosom Y. Testosteron menyebabkan perkembangan seks dan genetalia eksterna pria serta tidak menghasilkan perkembangan ciri seks wanita. Konsepsi Pada ovum ibu memiliki 1 kromosom X. Selama kehidupan dan fetal ovarium dan testis mensekresi hormon berturutprimer(esterogen progesteron ataupun testosterone)secara turutnamun jumlahnya sangat kecil dibanding estrogen plasenta. Jika spermatozoa mengandung kromosom Y maka genetik seks hasil fertilisasi adalah pria. Diferensiasi organ genetalia eksternakomplet pada usia 12 minggu Pada dasar perkembanga seksual pada masa prenatal adalah struktur wanita.

Uterus panjangnya kurang lebih 35 mm. Dan pada masa inilah yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang fisik dan psikologis si bayi.  Genitalia eksternal telah terbentuk sempurna (kecuali pada bayi prematur). Ovarium kecil dengan lebar 2-4 mm dan panjang 10 mm. setelah 2-3 minggu epitel tersebut menjadi tipis dan pH naik menjadi 7. belum berfungsi penuh. perhatian dari kedua orang tuanya. Epitel vagina relatif tebal dan pH vagina 5. 2. Fisik 7 . labia mayora menutupi labia minora. Masa bayi 1. Kanak-kanak 1. C.  Vagina kecil dengan saluran sempit dan sedikit lapisan epitel.B. labia minora tipis dan pucat.000 buah.   Biasanya genitalia bayi wanita basah karena sekresi cairan yang jernih Labia mayora tidak terdapat rambut. Pembentukan genitalia internal sudah sempurna jumlah folikel primordial dalam ovarium telah lengkap kurang lebih 750. Psikososial Bayi mendapatkan perawatan kasih sayang. Fisik Pada bayi baru lahir normal:  Pengaruh estrogen dalam kandungan pada minggu 1 dan 2 :   Uterus agak lebih besar daripada uterus anak kecil Terjadi pembengkakan payudara kurang lebih sepuluh hari dan terkadang disertai sekresi cairan seperti susu  Pada 10-15% bayi wanita dapat timbul perdarahan pervaginan dalam minggu pertama.   Bayi perempuan sedikit lebih ringan dari pada bayi laki-laki.

payudara mulai berkembang. 8 . alat – alat kelamin luar dan dalam mulai tumbuh.  Akhir pubertas Payudara terus berkembang. kadar estrogen dan hormon gonadotropin sangat rendah sehingga alat genital tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai permulaan masa pubertas. payudara belum berkembang. dinding – dinding vagina menebal. rambut kemaluan mulai tumbuh. 2. belum ada rambut kemaluan atau dibawah ketiak. lemak mulai menumpuk pada pinggul. Fisik  Pra pubertas Pada masa pra pubertas. pinggul mulai berkembang untuk memungkinkan kelak melahirkan anak. Pada anak pria dan wanita payudaranya sama. Remaja 1. dan menstruasi mulai berjalan teratur. dan menstruasi mulai berlansung. rata dan simetris. rambut kemaluan menebal.Ciri khas pada saat ini perangsangan oleh hormon kelamin sangat kecil. Psikologis   Sudah tampak perbedaan tingkah laku antara pria dan wanita Ingin tahu tentang organ kelaminnya sendiri dengan sering mengajukan pertanyaan  Sering menganggap seks sebagai sesuatu yang menimbulkan kegelisahan dan kekhawatiran D. dan bentuk tubuh seperti bentuk tubuh anak laki – laki.  Awal pubertas Pada awal pubertas (11 – 13 tahun) wajah menjadi lebih penuh. rambut di bawah ketiak mulai lebat. Pengaruh hipofisis terutama terlihat dalam pertumbuhan badan. dan puting susu menonjol. Tingkat keasaman vagina rendah sehingga mudah terkena infeksi.

radiasi / kemotrapi / radioterapi untuk penyakit onkologik atau endometriosis. Fisik Diagnosis ditegakkan setelah terjadi amenore minimal 1 tahun biasa didahului oleh siklus haid yang lebih panjang dengan pendarahan yang sedikit. sebab jiwanya masih labil dan belum menemukan nilai – nilai yang tetap. Fisik Bentuk tubuh telah nampak sebagai proses lanjutan dari perubahan saat remaja. Merasa ingin memiliki keluarga. Menopause 1. maka pada usia ini mereka sangat sensitif terhadap pengaruh – pengaruh dari luar baik yang positif ataupun yang negatif. 1. menyebabkan pembuangan atau merusak ovarium. keturunan dan anak.2. F. Psikologis Pada wanita dewasa telah memiliki kemampuan untuk mengontrol emosinya. Psikososial Mulai mengekspresikan diri secara emosional. Pada masa ini psikologis sang remaja belum mantap betul. 2. Dewasa 9 . Pada wanita dewasa akan mengalami daur reproduksi seperti konsepsi kehamilan. persalinan dan nifas. Dibawah 40 tahun disebut sebagai menopause premature dengan penyebab antara lain karena artificial (buatan / disengaja):operasi. dan memiliki kemampuan berfikir secara rasional. Banyak kecenderungan untuk melakukan perbuatan – perbuatan yang hebat – hebat atau yang spektakuler yang kerap membawa remaja pada kegiatan mencari identitas diri untuk mendapatkan pengakuan kedewasaannya. E. Umur terjadinya dipengaruhi oleh keturunan. kesehatan umum dan pola kehidupan.

dokter harus membuat pemeriksaan berdasarkan pengetahuan tentang sifat dasar penyakit. Tes Darah Tes Urine Cairan Tubuh Boksi sinar X Scan Chat Pencitraan Radio Isotop Ultra Sound Pencitraan Resonansi Magnetik Termografi Endoskopis Pemeriksaan Kandungan dan Kebidanan 10 . 2. 9. 2. 5. 7. 10. 6. 4. Psikososial keluhan yang banyak dibanding dengan Sering marah dan cemburu pada suami serta mudah tersinggung.histerektomi meninggalkan menopause yang alamiah. II. 12. 8. 3. 11. agar memilih teknik itu antara lain: 1. Indikator Pemantauan Pada saat pemeriksaan pasien.

 Menopause 11 . faktor-faktor yang mempengaruhi siklus kehidupan wanita adalah :  Konsepsi Faktor yang paling menentukan adalah faktor genetik (kromosom) sebagai penentu ciri seks primer  Bayi Faktor yang mempengaruhi organ genital pada bayi baru lahir diantara faktor hormonal ibu saat dalam kandungan. iklim dan lokasi geografis.  Dewasa Pada wanita dewasa telah memiliki kemampuan untuk mengontrol emosinya. faktor lingkungan dan pendidikan sangat mempengaruhi tingkah laku. selain dari faktor genetik. pendidikan. Merasa ingin memiliki keluarga. keturunan dan anak. bangsa. status gizi. faktor psikologis. sedangkan pada perubahan psikologis. Kesimpulan Jadi.  Kanak-kanak Faktor hormonal hanya berperan sangat kecil dalam mempengaruhi organ genital.  Remaja Genetik. aktifitas fisik. hormonal. kesehatan umum dan kondisi patologis.BAB III PENUTUP A. lingkungan serta pola hidup mempengaruhi perubahan fisiologis dan psikologis pada masa pubertas. dan memiliki kemampuan berfikir secara rasional.

hormonal. faktor psikologis.Genetik. jadi kita harus mengetahui perkembangan fisik dan psikologis pada setiap tahap kehidupan wanita agar kita dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang wanita sepanjang daur kehidupannya mulai dari konsepsi sampai masa menopause. pendidikan. kesehatan umum dan kondisi patologis. Saran Pada setiap tahap siklus kehidupan wanita memiliki perbedaan perekembangan fisik dan psikologis. 12 . status gizi. lingkungan serta pola hidup mempengaruhi perubahan fisiologis dan psikologis pada masa menopause. B.

:EGC   13 . M. 1982. Jakarta. 1995. 1998. Ilmu Kebidanan dan KB. Kesehatan Reproduksi. Ida Bagus Gd. 2001. Jakarta :Arcah Manuaba. Obsetri Fisiologi.2000. Bandung    Hamilton. Tubuh Wanita Modern. Fakultas Kedokteran Universitas padjajaran.DAFTAR PUSTAKA Dep. Jakarta. Jakarta:EGC Hardjuno. Dasar-dasar keperawatan. persis Mary. Kes RI. Agus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->