P. 1
Masalah Kesehatan Reproduksi Manusia

Masalah Kesehatan Reproduksi Manusia

|Views: 256|Likes:
Published by Chiqita Artia Sari
Melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang wanita sepanjang daur kehidupannya memang sangat dibutuhkan, gunanya untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan. Salah satunya ialah mendeteksi terjadinya infeksi. Infeksi ini sebagian berkaitan dengan infeksi alat kelamin bagian atas (sekitar saluran indung telur, sekitar jaringan lunak rahim, infeksi indung telur). Juga berkaitan dengan infeksi jaringan sekitar panggul minor. Bentuk infeksi ini dapat mendadak (akut) dengan gejala nyeri dibagian perut bawah dan dapat menimbulkan demam tinggi. Bahaya utama infeksi ini adalah terjadi perlekatan setelah infeksi yang menyebabkan gangguan terhadap kemungkinan hamil atau kemandulan (infertilitas).
Melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang wanita sepanjang daur kehidupannya memang sangat dibutuhkan, gunanya untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan. Salah satunya ialah mendeteksi terjadinya infeksi. Infeksi ini sebagian berkaitan dengan infeksi alat kelamin bagian atas (sekitar saluran indung telur, sekitar jaringan lunak rahim, infeksi indung telur). Juga berkaitan dengan infeksi jaringan sekitar panggul minor. Bentuk infeksi ini dapat mendadak (akut) dengan gejala nyeri dibagian perut bawah dan dapat menimbulkan demam tinggi. Bahaya utama infeksi ini adalah terjadi perlekatan setelah infeksi yang menyebabkan gangguan terhadap kemungkinan hamil atau kemandulan (infertilitas).

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Chiqita Artia Sari on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2015

pdf

text

original

BAB I I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang wanita sepanjang daur kehidupannya memang sangat dibutuhkan, gunanya untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan. Salah satunya ialah mendeteksi terjadinya infeksi. Infeksi ini sebagian berkaitan dengan infeksi alat kelamin bagian atas (sekitar saluran indung telur, sekitar jaringan lunak rahim, infeksi indung telur). Juga berkaitan dengan infeksi jaringan sekitar panggul minor. Bentuk infeksi ini dapat mendadak (akut) dengan gejala nyeri dibagian perut bawah dan dapat menimbulkan demam tinggi. Bahaya utama infeksi ini adalah terjadi perlekatan setelah infeksi yang menyebabkan gangguan terhadap kemungkinan hamil atau kemandulan (infertilitas). Infeksi radang panggul perlu mendapat pengobatan, sehingga tercapai kesembuhan total dengan obat yang tepat dan dosis yang tepat. Oleh karena itu disarankan agar mematuhi petunjuk dokter dalam minum obat dan melakukan kontrol, sehingga tidak terjadi infeksi menahun yang menyebabkan perlekatan dan kemandulan. Selain itu didalam makalah ini penyusun membahas tentang bahaya aborsi dan adanya terapi hormon. Oleh karena itu, mengingat ketiga hal diatas merupakan masalah yang sering terjadi dalam kehidupan khususnya wanita, kami sebagai penyusun merasa layak untuk mengangkat dan membahas ketiga permasalahan ini dalam makalah ini.

1

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum a. Untuk mendapatkan gambaran tentang Pelvic Inflamantory Disease, Unwanted Pregnancy dan aborsi, dan Hormon Replacemen Therapy. b. Untuk mengetahui bagaimana menghindari dari penyakit tersebut. 2. Tujuan Khusus a. Mampu memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan b. Mampu merencanakan suatu makalah yang ditugaskan. c. Mampu membuat suatu laporan makalah dalam kesehatan reproduksi.

C. Manfaat Penulisan
Dalam membuat makalah ini kami sebagai penulis berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan gambaran tentang Pelvic Inflamatory Disease, Unwanted Pregnancy dan aborsi, Hormon Replacement Therapy dan juga berusaha memberi jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh teman sejawat dan juga bisa bermanfaat bagi kita semua.

D. Sistematika Penulisan
Bab I Pendahulun membahas tentang: - Latar Belakang - Manfaat Penulisan Tujuan Penulisan

2

Hormon Replacemente Therapy (HRT) Bab III Penutup membahas tentang: .Pelvic Inflamatory Disease (PID) .Sistematika Penlisan Bab II Pembahasan membahas tentang: .Kesimpulan ..Saran 3 .Unwanted Pregnancy dan Aborsi .

Karena luasnya masalah serta variasi infeksi panggul mulai dari yang asimtomatik sampai dengan yang mengakibatkan septikemi.BAB II PEMBAHASAN A. maka infeksi panggul sering menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam melayani kasus-kasus penyakit ginekologi. limfogen dan perkontinuitatum. atau radang kronis dan tuba fallopi. Penyebaran secara perkontinuitatum yaitu dari endometrium menjalar ke endotel tuba kemudian 4 . Infeksi disebabkan oleh bakteri. Penyakit radang panggul ( Pelvic Inflamatory Disease) adalah terminology yang umum untuk peradangan akut. Pelvic Inflamatory Disease (PID) Infeksi panggul merupakan penyakit yang umum ditemui dalam pelayanan kasus-kasus genekologi sehari-hari. syok bahkan menyebabkan kematian penderita. Penyebaran infeksi panggul dapat secara hematogen. jamur dan parasit. virus. pasca salin. sub akut. ovarium dan jaringan sekitarnya. Penyebaran infeksi secara limfogen umumnya terjadi pasca abortus. Penyebaran secara limfogen dapat menyebabkan infeksi parametrium dan jaringan ekstraperitoneal lainnya.

stafilokokus. mikoplasma. gonore. streptokokus).menyebar ke peritoneum. Infertilitas. Penyebaran infeksi panggul secara hematogen biasanya pada tuberkulosa. Nisseria Gonnorhoeae serta C. Infeksi panggul akan menyebabkan perlengketan organ pelvis dengan omentum. yang kronis merupakan komplikasi pasca infeksi  Penyebab Pelvic Inflamatory Disease Peradangan biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Abses akan terlokalisir oleh karena perlengketan atau pus yang dihasilkan akan mengalir secara gravitasi ke daerah paling rendah di rongga pelvis sehingga akan terbentuk abses di kavum Douglas. 90-95% kasus PID disebabkan oleh bakteri yang juga menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual (misalnya klamidia. tetapi bakteri juga bisa masuk kedalam tubuh setelah prosedur kebidanan 5 . setelah menapouse maupun selama kehamilan. ovarium sulit di identifikasi. Penularan yang utama terjadi melalui hubungan seksual. Infeksi ini jarang terjadi sebelum siklus menstruasi pertama. Infeksi panggul dapat disebabkan oleh bakteri aerob dan anaerob. sehingga tuba. Trachomatis sering sebagai penyebab infeksi panggul. dimana bakteri masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim lalu ke tuba falopi. usus. Penyebaran secara perkontinuitatum adalah gambaran khas infeksi panggul yang bukan di sebabkan infeksi puerperium. umumnya infeksi terjadi berupa infeksi campuran. membentuk massa yang kompleks di daerah pelvis. kehamilan etopik dan nyeri panggul panggul. Nekrosis jaringan dapat terjadi yang kemudian akan menyebabkan terbentuknya abses.

keguguran. Tubayang tersumbat bisa membengkak dan terisi cairan sebagai akibatnya bisa terjadi nyeri menahun. menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan 6 .atau kandungan (misalnya pemasangan IUD. Biasanya infeksi akan menyumbat tuba falopi. perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan kemandulan. persalinan. Penderita merasakan nyeri pada perut bagian bawah yang semakin memburuk yang disertai oleh mual atau muntah. Infeksi bisa menyebar ke struktur disekitarnya. aborsi dan bioksi endometrium). Penyebab lainnya yang lebih jarang terjadi adalah: • • • • Aktinomikosis (infeksi bakteri) Skistosomiasis (infeksi parasit) Tuberculosis Penyuntikan zat warna pada pemeriksaan roentgen khusus  Faktor resiko terjadinya PID: • • • • • Aktivitas seksual pada masa remaja Berganti-ganti pasangan seksual Pernah menderita PID Pernah menderita penyakit menular seksual Pemakaian alat kontrasepsi yang bukan penghalang  Gejala: Gejala biasanya muncul segera setelah siklus menstruasi.

Di dalam tuba. Lebih jauh lagi bisa terjadi penyebaran infeksi kedalam darah sehingga terjadi sepsis. gejalanya segera memburuk dan penderita bisa mengalami syok. Dilakukan pemeriksaan panggul dan perabaan perut. ovarium maupun panggul bisa terbentuk abses. Jika abses pecah dan nanah masuk ke rongga panggul.perlengketan fibrosa yang abnormal diantara organ-organ perut serta menyebabkan nyeri menahun. Pemeriksaan lainnya yang biasa di lakukan: 7 . Gejala lainnya yang mungkin ditemukan pada PID: • Keluar cairan dari vagina dengan warna. konsistensi dan bau yang abnormal • Demam • Perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau spotting • Kram karena menstruasi • Nyeri ketika melakukan hubungan seksual • Perdarahan setelah melakukan hubungan seksual • Nyeri punggung bagian bawah • Kelelahan • Nafsu makan berkurang • Sering berkemih • Nyeri ketika berkemih  Diagnosa: Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

• • • • • Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan cairan dari serviks Kuldosentesis Laparoskopi USG panggul  Pengobatan: PID tanpa komplikasi bisa di obati dengan antibiotic dan penderita tidak perlu dirawat. maka penderita harus dirawat di rumah sakit. Jika tidak ada respon terhadap pemberian antibiotik. Pasangan seksual penderita sebaiknya juga menjalani pengobatan secara bersamaan dan selama menjalani pengobatan jika melakukan hubungan seksual. • Infertilitas. Untuk mendeteksi kemungkinan hal ini terjadi segera di lakukan pemeriksaan ultrasonografi apabila terjadi kehamilan pasca menderita penyakit radang panggul. 8 . pasangan penderita sebaiknya menggunakan kondom. Antibiotic diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) lalu diberikan peroral (melalui mulut). Hal ini karena terjadi perubahan pada anatomi tuba falopi. mungkin perlu di lakukan pembedahan.  Akibat lanjut penyakit radang panggul • Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan. Jika terjadi komplikasi atau penyebaran infeksi. Penyakit radang panggul dapat meningkat pada penderita hingga 17%.

Kegagalan pada alat kontrasepsi 2. Karena tindak perkosaan 3. bayi dalam rahim bisa meninggal. Karena disinilah ketergantungan kelangsungan hidup setiap individu dapat terwujud. terjadi penyebaran kuman pada tubuh bayi. Aborsi 9 . Kehamilan yang tidak diinginkan Banyak alasan mengapa kita sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Kelihatannya banyak kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak diinginkan. Kehamilan yang tidak diinginkan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. B. maka kuman-kuman itupun akan ikut dengan si bayi. bayi bisa prematur. Kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses terjadinya kehamilan dan metode-metode pencegahan kehamilan B. Unwanted Pregnancy dan aborsi A. Akan tetapi betapapun baik dan buruknya alasan-alasan yang dikemukakan untuk merencanakan suatu kehamilan.• Bayi lahir cacat atau meninggal. Akibat lain dari peradangan saat hamil. tetapi alasan yang paling penting pasti dalam rangka memenuhi organ biologis yang kuat kehidupan dapat berlangsung (berkembang biak). antara lain: 1. Jika bayi di lahirkan lewat vagina yang memiliki banyak kuman. Dan jika infeksi parah.

Dalam dunia kedokteran dikenal tiga macam aborsi. Aborsi buatan atau sengaja Pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang di sengaja dan di dasari oleh calon ibu maupun si pelaku aborsi (dalam hal ini dokter. bidan. yaitu: 1. dukun beranak). Aborsi spontan atau alamiah Berlangsung tanpa tindakan apapun. di mulai dari kelompok remaja sampai tua kecuali pada wanita sampai menapouse. Ini suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum di beri kesmpatan untuk bertumbuh. 2. Konsepsi dapat terjadi pada wanita yang sudah menstruasi dengan laki-laki dengan sperma yang mature. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknuya kualitas sel telur dan sperma. Kehidupan yang utuh dimulai dari dua benih yang bersatu. Amorsi terapeutik atau medis Pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. 3. Artinya aborsi dapat dimulai dari sejak benih wanita (ovum) dengan benih laki-laki (spermatozoa) mengadakan konsepsi.Aborsi adalah matinya atau gugurnya hasil konsepsi. Sebagai contoh calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat 10 . Dalam dunia kedokteran menggugurkan kandungan dikenal istilah abortus berarti pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Aborsi adalah dampak dari hubungan seks artinya aborsi baru terjadi apabila ada hubungan seks dan konsepsi kedua benih.

2. tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa. Ada beberapa orang yang melakukan aborsi karena tidak ingin anaknya tidak punya ayah. Aborsi ini dilakukan juga supaya tidak mengganggu karir dan masa depannya. Hal ini menyebabkan seseorang aborsi karena dianggap kandungannya mengganggu kari. Tidak cukup uang untuk merawat anak (66%) Bagi pasangan dibawah garis kemiskinan melakukan aborsi takut akan masa depan dari anak. Tidak ingin memiliki anak (66%) Ada pasangan suami istri yang sepakattidak mau memiliki anak. sebab tidak ada satupun ibu yang bangga anak gadisnya hamil di luar pernikahan. Masih ada segudang lain alasan tentang aborsi tersebut. 3.  Alasan aborsi Ada begitu banyak alasan seseorang melakukan aborsi: 1. atau selingkuh diluar pernikahan atau tinggal kerja/sekolah/tugas yang jauh dari istrinya. sekolah dan lain-lain. dan aib. Takut tidak dapat membiayai sekolah dll. Dalam tahapan ini aborsi dipakai untuk menutup rasa malu. Hamil diluar nikah (50%) Hamil diluar nikah dapat mengakibatkan perasaan malu dan tercoreng. diantaranya 11 . kebanyakan perkawinan ini mungkin akibat perkawinan kontrak.menbahayakan baik calon ibu maupun janin yang di kandungnya.

 Resiko aborsi Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seseorang wanita. Phd yaitu: • • • • • Kematian mendadak karena pendarahan hebat Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang aborsi ia tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang. Tetapi alasan apapun juga merupakan kecerobohan yang sangat serius dihadapan Tuhan.belum siap masih terlalu muda. incest. seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes. akibat perkosaan. karena janin akan bertumbuh cacat secara serius dll. • Kanker payudara 12 . membahayakan calon ibu. Ada 2 resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi: 1. Rahim sobek (uterine perforation) Kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita. sudah memiliki banyak anak.

• • • • Kanker indung telur Kanker leher rahim Kanker hati Kelainan pada plasenta yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya. 2. tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai PostAbortion Syndroma. Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut: • • • • • Kehilangan harga diri (82%) Berteriak-teriak histeris (51%) Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%) Ingin melakukan bunuh diri (28%) Mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%) 13 . Resiko kesehatan mental Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik. Gejala-gejala ini dicatat dalam Psychological Reactions After Abortion di dalam penertbitan The Post Abortioan Review (1994). • • • Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi Infeksi rongga panggul Infeksi pada lapisan rahim.

IVH). sebelum usia janin mencapai 20 minggu. Dalam istilah medis. Angela melakukan USG. penundaan tersebut disebabkan oleh adanya masalah teknis pada alat USG. namun ditunda. Tidak semua kehamilan disambut baik. terutama ketika kehamilan terjadi diluar rencana. ia sedang hamil anak kedua. diperoleh bahwa hasil prognosisnya baik. 28 tahun. Selain itu. diketahui bahwa janinnya mengalami perdarahan intraventrikular(intraventricular hemorrhage. Pasti akan dicari upaya untuk menghentikan atau menggugurkannya Salah satu jalan keluar yang kerap dipilih adalah aborsi. pasangan ini telah memiliki anak laki-laki berusia 3 tahun. Sebelumnya. Saat ini. menikah dengan Jo. Setelah itu menjalani scan.• Tidak dapat menikamati hubungan eksual (59%) Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya. tetapi harus dilakukan tes/scan lanjutan untuk 14 . Berdasarkan hasil konsultasi dengan beberapa dokter ahli. Kehamilannya kali ini berlangsung dengan baik. karena hari itu bersamaan dengan hari libur dan anak pertamanya sakit. aborsi adalah penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim. SOAP: Angela. Pada saat usia kehamilan 25 minggu. Angela tidak merasa khawatir dengan penundaan tersebut karena ia merasa yakin kalau semuanya akan berjalan baik-baik saja.

aborsi akan di lanjutkan pada shift berikutnya agar tersedia banyak waktu untuk melaksanakannya. sedangkan sebagian lagi tidak mau terlubat dalam terminasi kehamilan karena usia kehamilan Angela telah lanjut. Selama ini. Karena penundaan tersebut. Angela dan Jo disarankan untuk menjalani terminasi kehamilan (aborsi) sebagai satu-satunya pilihan terbaik . tidak ada satupun bidan yang mau menangani kasus aborsi Angela. Pada usia kehamilan ke 34.Angela mendapatkan injeksi intrakardiak yang berisi kalium klorida. aborsi di tunda selama beberapa jam. Akan tetapi ketika masuk shift berikutnya dan para bidan dating. pada usia kehamilan 33 minggu. Sebelumnya. Oleh dokter kandungannya . Angela tidak diberitahu bahwa ia akan tetap sadar selama bayinya di ambil sehingga ia merasa sedikit ketakutan. muncul IVH baru dan prognosisnya memburuk. Sayangnya.mengetahui adanya perubahan yang signifikan. Kemudian. Angela datang ke klinik di temani oleh jo. Angela ditemani suaminya menuju ruang operasi untuk melakukan proses aborsi. Sayangnya. namun karena Angela sangat tertekan. mereka dijelaskan mengenai beberapa prosedur yang harus dijalani. tidak satupun bidan yang pernah menyatakan keberatannya secara tertiulis. beberapa staf selalu mencoba menghindari kasus aborsi dengan alasan pertimbangan moral. Dokter memberi mifepristone untuk di minum dan dengan bantuan peralatan USS. Manager unit kebidanan mengatakan bahwa para bidan harus segera menangani Angela karena janin dalam rahimnya tidak 15 . Akhirnya pasangan tersebut memutuskan untuk melakukan aborsi.

Supervisor tersebut menyarankan para bidan untuk merawat Angela sekalipun mereka merasakan beban moral. Dua orang bidan menawarkan diri untuk merawat Angela. lebih lanjut dapat di jelaskan bahwa aborsi dapat di lakukan pada usia kehamilan berapapun dalam keadaan khusus. bayi. Akan tetapi. Akhirnya. UU tersebut di amandemen menjadi Human Fertilization and Embriologi act yang membatasi pelaksanaan aborsi pada usia kehamilan 24 minggu. Supervisor juga mengatkan bahwa setelah persalinan usai. dan suaminya. 16 . bayi lakilaki dengan berat 2.mengalami kematian (IUFD). Beberapa bidan merasa hal tersebut merupakan respon yang kurang sensitive dan meminta saran dari supervisor bidan di unit lainnya. apakah dibenarkan tindakan aborsi pada usia kehamilan lanjut? Dalam UU aborsi tahun 1967. Beberapa hari setelah meniggalkan klinik. pemerintahan inggris melarang aborsi pada usia kehamilan lebih dari 29 minggu. dan para bidan tampak sangat khawatir karena ada banyak tanda memar pada dada si bayi akibat sejumlah injeksi intrakardiak yang telah di lakukan sebelumnya. Angela.4 kg bisa dikeluarkan. PERTANYAAN DAN PEMBAHASAN 1. Joe. Angela menulis surat pada manager kebidanan berupa ucapan terima kasih atas perawatan yang di berikan oleh dua orang bidan serta perhatian mereka terhadap diri. ia akan mendiskusikan kasus tersebut lebih lanjut dengan biadan lainnya. seperti:  Mencegah terjadinya luka permanent secara fisik atau mental pada ibu. Pada tahun 1990. Akan tetapi.

dalam kasus Angela. bidan tidak boleh seenakknya menolak untuk memberi perawatan pada seoran ibu. Jika terdapat resiko yang dapat membahayakan ibu. karena para bidan sebelumnya tidak pernah mengejukan keberatan atas tindakan aborsi. sekalipun dilakukan pada usia kehamilan lebih lanjut. hendaknya penjelasan di berikan lebih detail termasuk efek penggunaan obat-obatan dan diberikan selama proses aborsi berlangsung. Oleh karena itu. maka mereka tidak berhak 17 . 3. Pada kasus Angela. sehingga dapat di persiapkan tim khusus yang akan menangani kasus aborsi. maka tenaga medis pun bebas melakukan tindakan yang menurut mereka benar secara etika. sehingga tindakan tersebut dapat di benakan. para bidan seharusnya menyatakan keberatannya untuk melakukan aborsi secara tertulis kepada atasannya. sehingga Angela tidak lagi merasa ketakutan.  Jika ada kemungkinan cacat fisik atau mental permanent pada bayi. tetapi karena hokum membiarkan ibu untuk melakukan tindakan aborsi sepanjang benar menurut etika. Meskipun demikian. tujuan aborsi adalah menyelamatkan si bayi dari cacat fisik dan mental saan di lahirkan. 2. Bolehkah bidan dengan leluasa menolak memberi perawatan kepada Angela? Pada dasarnya. Bisakah Angela sebelumnya di persiapkan lebih matang untuk menghadapi prosedur aborsi agar tidak merasa ketakutan? Pada saat dokter kandungan menjelaskan prosedur aborsi. sebelum muncul kasus kegawat daruratan seperti Angela.

Hal yang sama berlaku pula dalam kasus kegawatdaruratan. lalu mendiskusikan masalah yang ada. C. komplikasi jantung. lalu menyimpannya dalam file khusus sehingga is bisa menyesuaikan dengan jadwal kerja yang ada agar proses perawatan pasien tidak terbengkalai. Sikap manajer kebidanan yang menyuruh bidan terlibat dalam aborsi juga kurang bijaksana. Supervisor adalah orang paling tepat untuk memberikan konseling kepada para bidan. Hormon Replacement Teraphy 18 . para bidan terikat kewajiban untuk ikut terlibat dalam prosesratan. Apa yang bisa dilakukan oleh supervisor dan manager untuk mencegah kejadian tersebut agar tidak terulang? Pertama. Para ahli menyarankan agar bidan mengajukan keberatan tersebut pada saat wawancara pekerjaan (hanya bila pewawancara menanyakannya).menolak ikut terlibat merawar Angela. 4. Tenaga medis juga di harapkan tidak bersikap menghakimi pasien apapun keputusan yang diambil oleh klien. Pihak rumah sakit khususnya unit berslin. serta mencatat keberatan para bidan dalam melakukan aborsi. bukan keterpaksaan. manager dan supervisor dapat mengumpulkan para bidan yang bertugas saat itu. seorang tenaga medis harus merawat pasien dengan penuh kerelaan dan ketulusan. seperti seperdarahan eklamsia. juga seharusnya memiliki prosedur tetap pelaksaan kasus tersebut. para bidan terikat kewajiban untuk ikut terlibat dalam proses perawatan bila kondisi Angela menjadi gawat. karena bagaimanapun.

transdermal. • Transdemal (Koyok) Plester dilekatkan di dinding perut bagian bawah dan diganti 2 kali/minggu. 19 . adalah lewat implan. Pemberian secara oral dapat menimbulkan gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah.  Cara-cara Pemberian HRT Pada pengertian HRT dijelaskan bahwa HRT dapat diberikan per oral. pemberiannya tidak menyebabkan rasa nyeri dan tidak memerlukan dokter atau paramedic. atau dihentikan menurut reaksi penderita. Selain itu. Dibeikan per oral. dosis dapat ditambah atau dikurangi. • Per Oral Cara ini mempunyai keuntungan bahwa dosis hormon dapat diberikan secara individual. trandermal. Definisi Hormone Replacement Teraphy merupakan terapi estrogen yang dilakukan pada wanita uantuk meringankan gejala menopause dan mencegah terjadinya osteoporosis. Keuntungan kain pemberian secara oral adalah menstimulasi pembentukan HDL (Hight Density Lipoprotein) dan faktor-faktor tertentu di hati yang dapat membantu metabolisme kalsum. Di Negara tropik penggunaan berupa plester kurang disenangi karena banyak menimbulkan reaksi alergi dan gatal-gatal akibat keringat. adalah lewat implant (Kamus Keperawatan Sue Hinchliff). sehingga pencegahan penyakit jantung koroner pada wanita menopause.

Angka kejadian hyperplasia endometrium cukup tinggi (75%) sehingga harus selalu di beri progesteron. Faktor resiko tersebut adalah jumlah lemak tubuh yang sedikit.  Penggunaan HRT Keluhan-keluhan yang timbul pada usia meno/pasca menopause di sebabkan kekurangan hormone estrogen. maka pengobatan yang tepat adalah pemberian hormon estrogen. karena sudah timbul kerusakan yang irreversibel. Hanya baik di berikan pada wanita yang telah di angkat uterusnya. Kalau terpaksa juga harus di berikan. Estrogen dapat mencegah hilangnya massa (kepadatan) tulang pada wanita pasca menopause. kurang olahraga. karena dapat terjadi pendarahan yang hebat dan sulit di atasi. masukan kalsium 20 . Implan harus diganti setiap enam bulan. maka hal tersebut sudah terlambat. Di anjurkan pemberiannya antara 2 tahun setelah tidak haid. Pada wanita yang memiliki resiko terjadi osteoporosis. Bila pemberian estrogen baru di mulai begitu gejala timbul. Kadang-kadang pada wanita tertentu osteoporis telah terjadi beberapa tahun sebelum menopause terjadi sehinga perlu segera di lakukan pencegahan dengan estrogen. pemberian estrogen harus di mulai sesegera mungkin. • Pencegahan osteoporosis dengan estrogen. maka jangan lupa deberi progesterone paling sedikit 14 hari. • Penanaman Pellet Estrogen (Implan) Tidak di anjurkan penggunaannya pada wanita yang uterusnya masih ada.

wanita yang terserang kanker payudara ketika sedang menggunakan HRT. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa pemakaian jaka panjang bagi penggunaan HRT dapat sedikit meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara. Berdasarkan penelitian. Pada wanita dengan hipertensi yang terkontrol. • Penggunaan pada wanita yang mempunyai resiko kanker payudara. • Penggunaan pada wanita yang hipertensi Secara umum. mempunyai resiko kematian yang lebih kecil karena dapat terdeteksi lebih dini dan mempercepat pertumbuhan tumor yang sudah ada sehingga sel-sel kankernya kurang agresif.yang rendah. hipertensi bukanlah kontraindikasi terhadap pemakaian HRT.HRT masih dapat diberikan. Sedangkan bagi pasien dengan tekanan darah yang sudah tinggi 21 . Sulvian meneliti 2188 orang wanita pasca menopause yang menderita penyumbatan pembuluh nadi jantung. fenobargital dan lain-lain. • Penyakit jantung koroner (PJK) Sebanyak 30 penelitian observasional yang pernah di lakukan pada wanita pasca menopause membuktikan bahwa estrogen dapat mengurangi resiko terkena PJK sampai 50%. Ditemukan bahwa terjadi penurunan kejadian kelainan pada arteri koroner pada wanita menopause dengan estrogen di bandingkan dengan wanita tanpa estrogen. Tetapi resikonya lebih kecil bila dibandingkan wanita menopause yang obesitas atau mengkonsumsi alkohol setiap hari. pengobatan dengan hormone kortikosteroid atau dengan fenition. Pada tahun 1988.

Karena pada wanita ini menggunakan atau tidak menggunakan HRT. termasuk resistensi terhadap insulin. Namun. diabetes tidak tergantung pada insulin. • Pengunaan pada wanita dengan penyakit hati Wanita yang menderita penyakit hati atau hanya mengalami sedikit peningkatan tes fungsi hati atau yang pernah menderita penyakit hati namun telah sembuh total dapt menggunakan HRT selama dilakukan dengan pengawasan ketat. Estrogen juga dapat memperbaiki perubahan metabolik yang di Pada penelitianterhadap wanita penderita asosiasikan dengan diabetes. HRT tidak dapat di gunakan karena estrogen metabolisme di hati. kemungkinan terjadi hipertensi tetap tinggi. Wanita dengan sejarah keluarga menderita hipertensi dapat menerima HRT. • Penggunaan pada wanita yang menderita diabetes Beberapa studi memperlihatkan penambahan estrogen pada wanita menopause yang menderita diabetes memberika efek perlindungan terhadap jantung. • Penggunaan pada wanita Fibroid atau Myom Wanita dengan fibroid yang kecil dan tidak menimbulkan keluhan. Dianjurkan untuk penderita penyakit hati berat. tetap dapat menggunakan HRT. penambahan estrogen ternyata memperbaiki parameter metabolik glukosa. harus menjalani perawatan guna penurunan tekanan darah terlebih dahulu. bagi mereka di sarankan untuk melakukan pemeriksaan panggul setahun sekali untuk melihat perkembangan fibroidnya. Bagi penderita fibroid yang menggunakan HRT kemudian ternyata fibroidnya 22 .sebelum menggunakan HRT.

mengalami pendarahan. 23 . di anjurkan untuk menghentikan penggunaan HRT nya. SARAN Melakukan pemantauan tumbuh kembang wanita di sepanjang daur kehidupannya merupakan suatu hal yang sangan penting. B. Dan hormon Replacment Therapy adalah terapi estrogen yang dilakukan pada wanita untuk meringankan gejala menopause dan mencegah terjadinya osteoporosis. Aborsi adalah matinya (gugurnya) hasil konsepsi. Jika kita merasa keganjalan dalam tubuh maka segeralah untuk memeriksakan diri supaya segala keganjalan dapat di deteksi sejak dini. KESIMPULAN Dari pembahasan yang kami uraikan di depan dapat diambil kesimpulan bahwa pelvic inflammatory disease adalah suatu peradangan pada tuba falopi terutama terjadi pada wanita yang secara seksual aktif. BAB III PENUTUP A.membesar.

2001. Jakarta www. Jakarta Hinchiff.com/judul-skripsi-tugas-makalah/kedokteran/pelvicinflamatory-disease.obrolancantik.DAFTAR PUSTAKA Depkes RI. Sue. 24 .biz/edukasi-F3/bahaya-aborsi-bagi-cewek-t286. 1999.indoskripsi.htm http://medicastore.com http://denet.hforum. Kesehatan Reproduksi.com/indeks.php?mod=penyakit&id=99 http://one. Kamus Perawatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->