P. 1
Subsistem Vi

Subsistem Vi

|Views: 40|Likes:
Published by Weedya Nastiti

More info:

Published by: Weedya Nastiti on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

VI. ANALISIS BEBERAPA TIPE AGROEKOSISTEM A. Pendahuluan 1.

Latar Belakang Ekosistem pertanian (agroekosistem) memegang faktor kunci dalam pemenuhan kebutuhan pangan suatu bangsa. Keanekaragaman hayati (biodiversity) yang merupakan semua jenis tanaman, hewan, dan mikroorganisme yang ada dan berinteraksi dalam suatu ekosistem sangat meningkatkan tingkat produksi pertanian. Namun demikian dalam kenyataannya pertanian merupakan penyederhanaan dari keanekaragaman hayati secara alami menjadi tanaman monokultur dalam bentuk yangekstrim. Hasil akhir pertanian adalah produksi ekosistem buatan yang memerlukan perlakuan oleh pelaku pertanian secara konstan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berupa masukan agrokimia (terutama pestisida dan pupuk) telah menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang tidak dikehendaki.Dalam pengolahan pertanian diperlukan pengolahan -pengolahan yang berbeda pada setiap subsistem . 2. Tujuan Praktikum Praktikum acara VI bertujuan untuk : a. Memperkenalkan mahasiswa semester I dengan berbagai tipe penggunaan lahan untuk kepentingan produksi pertanian b. Meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang perlunya pengolahan setiap subsistem dengan memperhitungkan kaidah-kaidah lingkungan. c. Meningkatkan kecerdasan mahasiswa dengan kesadaran dan pikiran logis dari apa yang mereka lihat di lapangan dengan teori dan kajian yang selama ini diperoleh di kelas saat tatap muka. 3. Waktu Praktikum

Praktikum tentang analisis beberapa tipe agroekosistem dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober 2011. B. Tinjauan Pustaka Agroekosistem merupakan ekosistem pertanian yang menjadi bagian dari agroekologi yaitu ilmu yang membahas atau mendiskusikan hubungan timbal balik antara lingkungan dengan upaya peningkatan produksi tanaman melalui proses biologi. Kata agro atau pertanian menunjukan adanya aktifitas atau campur tangan masyarakat pertanian terhadap alam atau ekosistem. Istilah pertanian dapat diberi makna sebagai kegiatan masyarakat yang mengambil manfaat dari alam atau tanah untuk mendapatkan bahan pangan, energi dan bahan lain yang dapat digunakan untuk kelangsungan hidupnya (Pranaji, 2006). Dalam mengambil manfaat ini masyarakat dapat mengambil secara langsung dari alam, ataupun terlebih dahulu mengolah atau memodifikasinya. Jadi suatu agroekosistem sudah mengandung campur tangan masyarakat yang merubah keseimbangan bermanfaat. 1. SUB SISTEM SAWAH Lapangan produksi ada bermacam-macam, antara lain adalah lahan terbuka yang terdiri dari subsistem sawah, tegalan, kebun buah, dan kebun sayur. Sawah terdiri dari sawah berpengairan teknis, setengah teknis dan tadah hujan. Perbedaan antara sawah dan tegalan adalah; di lahan sawah terdapat pematang, tapi di tegalan tidak ditemukan (Supriyono, 2002). Sawah sesungguhnya suatu rangkaian "organisme hidup dan benda-benda mati yang saling mempengaruhi untuk menghasilkan pertukaran bahan antara bagian-bagian hidup dan tak hidup" tidak ada dalam literature (Odum, 1959). Sawah itu sangat stabil atau tahan lama, sawah itu dapat terus menghasilkan panenan yang boleh dikatakan tak berkurang dari tahun ke tahun, bahkan seringkali dua kali setahun. "Padi yang ditanam dengan irigasi adalah tanaman yang unik" (Gourou, 1953). alam atau ekosistem untuk menghasilkan sesuatu yang

danau. jika tidak dipupuk. kebanyakan berpagar keliling dan biasanya ditanami padat dengan beranekaragam tanaman musiman maupun tanaman keras untuk keperluan sehari-hari atau untuk diperdagangkan (Danoesastro. cara menanam berbagai tanaman dengan larikan-larikan yang searah dengan garis kontur adalah penting. Tentang pembuatan teras-teras atau sengkedan merupakan perbuatan yang terbaik dalam mengatur aliran air di daerah-daerah yang lahannya miring. seperti tanah pekarangan . 1987). tidak termasuk hutan negara (Metzner dan Daldjoeni. 1975). Pada lahan yang berlereng panjang. namun demikian tidak mudah untuk mendefinisikannya. Istilah pekarangan sebenarnya sudah cukup dipahami oleh kebanyakan orang di Indonesia . et al. selain di dalamnya banyak ditanami bermacam-macam tanaman (Soemarwoto. Pekarangan adalah tanah di sekitar rumah atau perumahan. bahkan sering dapat menjadi lebih baik. Lahan kering adalah semua lahan selain sawah yang biasanya ditanami dengan tanaman palawija / padi gogo. 1987). 1979). karena cara demikian dapat memperlambat lajunya aliran permukaan. dan lainnya. rawa. kebun (tegal). . kolam. huma/ladang. 1957). kita akan mengetahui laju aliran air pada permukaan tanah adalah demikian cepat dan kejadian ini tenunya akan mengakibatkan pengikisan tanah ang lebih besar (G. Kartasapoetra. SUB SISTEM PEKARANGAN Pertanian pekarangan adalah salah satu jenis lahan kering yang tidak memerlukan sistem pengairan seperti pada lahan sawah. tambak. Pekarangan dapat di lihat sebagai suatu ekosistem yang dalamnya banyak dipelihara bermacam-macam hewan seperti unggas dan ikan. tetapi setelah 10 atau 20 tahun hasil panenan itu biasanya menjadi stabil untuk waktu yang boleh dikatakan tak terbatas (Murphey.Kesuburan tanah memang mempengaruhi hasil panenan seperti halnya pemupukan tapi tanah itu kelihatannya tidak kehilangan daya hasilnya sekalipun lama tidak dipupuk. 2. Dalam dua atau tiga tahun yang pertama hasil tanah yang baru saja dibuka akan merosot dengan cepat. Dalam rangka pengendalian erosi atau pengawetan tanah.

1982). energi keluar sistem berupa panas dan juga bahan yang di ekspor. pertanian lahan kering. siklus serta penyimpanan / storage bahan dan hara. Sumberdaya tidak menunjukkan kepada suatu benda atau suatu substansi. SUB SISTEM TEGAL Sistem pertanian tegal merupakan sistem pertanian yang paling primitif. Di dalam ekosistem ada aliran energi satu arah dari sinar matahari. 1998). Suatu sistem peralihan dari tahap budaya pengumpul ke tahap budaya penanam. produktivitasnya bergantung pada ketersediaan lapisan humus yang ada. Oleh karena itu. 2001). Tanaman yang diusahakan umumnya tanaman pangan seperti padi darat. Metode pengolahan tanah yang dilakukan biasanya adalah dengan cara konvensional yaitu pencangkulan dan membuat sistem irigasi di pinggir lahan (Anonim. 2004).Pekarangan sebagai sebidang tanah di sekitar rumah yang mempunyai batas tertentu ditanami satu atau berbagai jenis tanaman dan masih memiliki hubungan fungsional dengan rumah yang bersangkutan (Karyono. Pengolahan tanahnya sangat minimum. Di dalam sistem ada umpan balik / feed back energi(Supriyono 2002). kondisi topografi memegang peranan cukup penting dalam penyediaan air. seperti memenuhi kebutuhan pangan (Zen . Tidak hanya tanaman yang dipelihara di pekarangan. Di sisi lain. sehingga air perlu dinaikkan terlebih dahulu agar pendistribusiannya merata dengan baik. namun juga berbagai jenis hewan peliharaan (Abdoellah. pengairan pada lahan kering dapat berhasil dan efektif pada wilayah yang datar-datar berombak (Kurnia. 1981). Pada sistem pengairan. atau umbi-umbian (Anonim. hal ini terjadi karena sistem hutan. serta menentukan cara dan fasilitas pengairan. jagung. ada input bahan / material dan hara / nutrient. Sistem ini umumnya terdapat di daerah yang berpenduduk sedikit dengan ketersediaan lahan tak terbatas. 3. 1991). . Sumber-sumber air biasanya berada pada bagian yang paling rendah. melainkan suatu fungsi dimana suatu benda atau substansi dapat berperan dalam suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu .

Tegal pekarangan adalah salah satu jenis agroforestry yang khas. sampai sangat halus dan struktur tanah remah mempunyai efisiensi pemakaian air lebih tinggi dibandingkan dengan tanah yang bertekstur kasar. dan talun (Anonim. ditanami dengan campuran tanaman tahunan/kayu (perennial) dan tanaman musiman (annual).rambutan. pepaya. Sedangkan waktu penggunaannyapun harus dalam waktu yang tepat. Faktoryang mempengaruhi pengairan antara lain adalah iklim. Pada fase kedua. maka stabilitas juga meningkat. Pada fase ketiga. . dengan tanaman resisten (tahan hama). Pada fase ini tanaman semusim yang tumbuh di bawahnya amat terbatas karena banyaknya naungan. penggunaan predator dan parasit. Umumnya telah diketahui bahwa semakin tinggi diversitas atau keragaman. Fase perpaduan berbagai jenis pohon ini sering disebut dengan fase talun. secara umum ditemui di luar pemukiman dan hanya sedikit yang berada di dalam pemukiman (Yanto. serta kebutuhan air tanaman (Kurnia. 2004). kebun campuran. Dengan demikian pembentukan talun memiliki tiga fase yaitu kebun. 2008). misalnya bambu. Pengairan lahan kering perlu memperhatikan sifat-sifat tanah. beberapa tanaman asal hutan yang bermanfaat dibiarkan tumbuh sehingga terbentuk pola kombinasi tanaman asli setempat.pisang) ditanam secara tumpang sari dengan tanaman semusim (fase kebun campuran). dimana strukturnya menyerupai hutan. ketersediaan sumber air. seperti pergiliran tanaman. serta kondisi populasi hama juga harus dalam besaran tertentu. SUB SISTEM TALUN (TEGAL PEKARANGAN) Pekarangan atau kebun adalah sistem bercocok tanam berbasis pohon yang paling terkenal di Indonesia. pepohonan penghasil kayu lainnya dengan pohon buah-buahan (fase talun). penggunaan perangkap cahaya dan lain-lain(Anonim 2008). Hal pertama yang sebaiknya dilakukan anatara lain (dalam pemberantasan hama). Kebun yang paling umum dijumpai adalah sistem pekarangan yang diawali dengan penebangan dan pembakaran hutan atau semak belukar yang kemudian ditanami dengan tanaman semusim selama beberapa tahun (fase kebun).4. 2000). Lahan yang bersifat halus. serta dengan cara ekologis dan budidaya. pohon buah-buahan (durian.

dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan (UU No. biasanya terletak didaerah tropis. dan teh atau tanaman hortikultura seperti pisang. Dengan kata lain pembangunan . sebelum produknya dikirim ke pembeli (Suryono. sosial. dan penegakan hukum. Selain itu. Ukuran luas perkebunan sangat relatif dan tergantung ukuran volume komoditi yang dipasarkannya. pemeliharaan. 5. walaupun tidak selalu demikian. pengendalian. perkebunan selalu menerapkan cara monokultur. yang digunakan untuk menghasilkan komoditi perdagangan (pertanian) dalam skala besar dan dipasarkan ke tempat yang jauh. namun jika musim kemarau tidak terlihat sehijau saat musim hujan (Karyono. Namun demikian. Penciri lainnya. kesejahteraan. kelapa. 1981). bukan untuk konsumsi lokal (Wikipedia. Perkebunan dapat ditanami oleh tanaman keras/industri seperti kakao. adalah terdapat instalasi pengolahan atau pengemasan terhadap komoditi yang dipanen di lahan perkebunan itu. 2008). dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi berikutny untuk memenuhi kebutuhan mereka. pemanfaatan. Pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup. tanaman banyak sehingga talun akan terlihat hijau. 2010).Talun merupakan lahan kering . kemampuan. suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkannya.SUB SISTEM PERKEBUNAN Lahan perkebunan adalah lahan usaha pertanian yang luas.Apabila musim hujan. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan. pengawasan. anggrek. 32 Tahun 2009). paling tidak untuk setiap blok yang ada di dalamnya. anggur.

Pekebun adalah perorangan warga negara Indonesia yang melakukan usaha perkebunan dengan skala usaha tidak mencapai skala tertentu (UU No. Perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dan/ atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai. Tanaman tertentu adalah tanaman semusim dan/atau tanaman tahunan yang karena jenis dan tujuan pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman perkebunan. Sub Sistem Sawah 1) Profil tempat a) Alamat b) Letak Astronomis d) Tinggi Tempat e) Luas f) pH Tanah h) Suhu Udara i)Kelembaban Udara j)Intensitas Cahaya k) Batas : Kuwiran.8’’ LS : 169 mdpl : 5 ha :6 : 28ºC : 50% : 1 lux / fc : Utara : Jalan c) Kemiringan Lereng : 2% g) Kelembaban Tanah : 30% .18 Tahun 2004).Hasil Pengamatan dan Pembahasan 1.1” BT 7º 32’ 14. sehingga sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat dinikmati oleh generasi seterusnya(Santoso. mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut. Banyudono. Usaha perkebunan adalah usaha yang menghasilkan barang dan/atau jasa perkebunan . C. Pelaku usaha perkebunan adalah pekebun dan perusahaan perkebunan yang mengelola usaha perkebunan. 2009). dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi. permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat. Boyolali : 110º 41’ 6.berkelanjutan memanfaatkan sumberdaya secara bijaksana. Hasil Pengamatan a.

Jerami dan rumput yang digunakan untuk pakan ternak. Alamat b.Timur : SMA Selatan: Kebun Barat : Rumah l) Denah Tanaman/Pola Tanam V: padi (pola tanaman monokultur.7” LS : 0% : 218 mdpl : 0. pupuk yang digunakan yaitu dengan pupuk pelangi. pestisida reagen cair dan pengairan satu minggu sekali melalui saluran irigasi. Desa Teras : 110º 40’ 10. Kemiringan Lereng d. Letak Astronomis c. hanya menanam padi) VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV VVVV 2) Pengelolaan Tanah pola tanam monokultur. 3) Input (masukan ke lahan) : Usaha-usaha yang dilakukan petani dalam konservasi tanah yaitu membajak sebelum penanaman dan menggunakan : Materi yang dimasukkan sehubungan dengan budi daya yaitu dengan jenis benih inpari 13. Luas : Dukuh Nglarangan.8” BT 7º 32’ 12. Tinggi Tempat e. 4) Output (hasil produk) : Hasil yang dibawa keluar dari areal persawahan yaitu gabah sebanyak 10 ton/ha dengan tiga kali panen dalam satu tahun.1 ha . 5) Siklus Hara/Rantai Makanan: Siklus hara yang ada di dalam tanah termasuk siklus hara asiklik (terbuka) karena tidak adanya seresah-seresah yang tertinggal di tanah setelah panen. b. Profil tempat a. Sub Sistem Pekarangan 1.

durian. pupuk yang digunakan yaitu dengan pupuk . Pengelolaan Tanah : Usaha-usaha yang dilakukan dalam konservasi tanah dengan cara tradisional yakni menggunakan cangkul dengan pola tanam polikultur. dan kacang tanah.f. 220 fc : Utara Timur Selatan Barat : Jalan : Rumah : Pekarangan : Rumah l. cabai. Intensitas Cahaya (naungan) k. Input (masukan ke lahan) : Materi yang dimasukkan sehubungan dengan budi daya yaitu dengan benih bayam. jeruk. petai. Kelembaban Udara j. Denah Tanaman/Pola Tanam Ket : = Pisang = Pete = Pepaya = Rambutan = Mangga Depan samping Belakang Rumah Rumah Pembibitan Pembibitan cabe & kacang 1. pisang. Kelembaban Tanah h. rambutan. pH Tanah g. Batas : 7.2 : 0% : 30ºC : 43% : 5390 fc (tidak ternaungi). Suhu Udara i. mangga. 2. papaya.

Output (hasil produk) : Hasil yang dibawa keluar dari areal perkarangan yaitu benih bayam. Seresah digunakan untuk pangan ternak. 3. Profil tempat a) Alamat Teras b) Letak Astronomis 11.07 ha :7 : 60% : 30ºC : 34% : 57500 fc : Utara : : 110º 40’ 4. Sub Sistem Tegal 1. papaya. Siklus Hara/Rantai Makanan : Siklus hara yang ada di dalam tanah termasuk siklus hara asiklik (terbuka) karena tidak adanya seresah-seresah yang tertinggal di tanah. Desa .5” LS c) Kemiringan Lereng d) Tinggi Tempat e) Luas f) pH Tanah g) Kelembaban Tanah h) Suhu Udara i) Kelembaban Udara j) Intensitas Cahaya k) Batas Rumah Timur Kuburan Selatan Barat 1) Denah Tanaman/Pola Tanam Ket : O : jagung (penanaman monoculture) Panjang: 14 tanaman : Tegal : Rumah : : 1% : 215 mdpl : 0.6” BT 7º 32’ : Dukuh Nglarangan. c. 4.kandang. dan cabai yang akan dijual. menggunakan pestisida organik dan pengairan tiap pagi dan sore.

2” BT 7º 31’ : Hasil yang dibawa keluar dari areal tegal yaitu jagung sebanyak 12 kw/0.2 ha. Sisa tanaman digunakan untuk pakan .Lebar : 35 tanaman OOO OOO OOO OOO OOO OOO OOO OOO OOO OOO 2) Pengelolaan Tanah pola tanam monokultur. 5) Siklus Hara/Rantai Makanan : Siklus hara yang ada di dalam tanah termasuk siklus hara asiklik (terbuka) karena tidak adanya seresah-seresah yang tertinggal di tanah setelah panen. Profil tempat a) Alamat b) Letak Astronomis 19. d. pestisida digunakan apabila terjadi serangan hama.08 ha : Desa Karangnduwet : 110º 35’ 26. Sub Sistem Talun 1. 3) Input (masukan ke lahan) : Usaha-usaha yang dilakukan petani dalam konservasi tanah adalah dengan membajak menggunakan traktor dengan : Materi yang dimasukkan sehubungan dengan budi daya yaitu dengan jenis benih P21. dan pengairan minimal satu kali.9” LS c) Kemiringan Lereng d) Tinggi Tempat e) Luas : 5% : 475 mdpl : 0. pupuk yang digunakan yaitu dengan pupuk urea dan pupul kandang. 4) Output (hasil produk) ternak.

kayu wiyu yang digunakan sebagai bahan untuk perbaikan rumah. 3) Input (masukan ke lahan) : Materi yang dimasukkan sehubungan dengan budi daya yaitu dengan jenis benih singkong lokal dan pohon wiyu.f) pH Tanah g) Kelembaban Tanah h) Suhu Udara i) Kelembaban Udara j) Intensitas Cahaya 510 fc (naungan) k) Batas Sungai :7 : 0% : 30ºC : 38% : 6670 fc (tidak ternaungi). 4) Output (hasil produk) : Hasil yang dibawa keluar dari areal persawahan yaitu singkong. dan pemupukan langsung disebar. . pupuk yang digunakan yaitu dengan pupuk kandang dan seresah. : Utara Timur Pemakaman Selatan Barat : Talun : Talun Karet : : 1) Denah Tanaman/Pola Tanam Suren Singkong Singkong (pola tanam tidak teratur) Pete 2) Pengelolaan Tanah : Usaha-usaha yang dilakukan petani dalam konservasi tanah dengan cara tradisional yakni menggunakan cangkul dengan pola tanam polikultur.

5) Siklus Hara/Rantai Makanan : Siklus hara pada tanaman singkong yang ada di dalam tanah termasuk siklus hara asiklik (terbuka) karena tidak adanya seresah-seresah yang tertinggal di tanah setelah panen.Ranting pohon digunakan untuk kayu bakar. : 6% : 425 mdpl : 927. Profil tempat a) Alamat b) Letak Astronomis 25. 740 ha : Afdeling.2” LS c) Kemiringan Lereng d) Tinggi Tempat e) Luas (TBM). sedangkan pada tanaman wiyu menggunakan siklus hara tertutup. f) pH Tanah g) Kelembaban Tanah h) Suhu Udara i) Kelembaban Udara j) Intensitas Cahaya 610 fc (naungan) k) Batas Perkebunan Timur Rumah Selatan Barat 1) Denah Tanaman/Pola Tanam : Jalan Raya : Rumah : : Utara : :7 :0 : 30ºC : 35% : 4610 fc (tidak ternaungi). Galar Dowo : 110º 30’ 34. e.01 ha (TM). rumput untuk pakan ternak.2” BT 7º 15’ . Sub Sistem Perkebunan Karet 1.

19. 5) Siklus Hara/Rantai Makanan : Siklus hara yang ada di dalam tanah termasuk siklus hara asiklik (terbuka) karena tidak adanya seresah-seresah yang tertinggal di tanah setelah panen. Urea.72 ha (TM). Sub Sistem Perkebunan Kopi 1. SP36) dan pupuk organic (pupuk kandang). pupuk yang digunakan yaitu pupuk anorganik (KCL. Profil tempat a) Alamat b) Letak Astronomis c) Kemiringan Lereng d) Tinggi Tempat e) Luas (TBM) f) pH Tanah g) Kelembaban Tanah h) Suhu Udara i) Kelembaban Udara : : : : : Afedeling Asinan Kempul : : : 400-600 m dpl : 374.2) Pengelolaan Tanah dilakukan dalam konservasi : Usaha-usaha yang tanah dengan cara tradisional yaitu mencangkul sebelum penanaman dan menggunakan pola tanam monokultur. f. 4) Output (hasil produk) : Hasil yang dibawa keluar dari areal perkebunan yaitu getah karet 37 ton/ha dengan tiap hari panen dalam satu pohon.44 ha . 3) Input (masukan ke lahan) : Materi yang dimasukkan sehubungan dengan budi daya yaitu dengan jenis benih GT (Gondang Tapen).

2. pestisida yang digunakan yaitu laberador. 4) Output (hasil produk) : Hasil yang dibawa keluar dari areal perkebunan yaitu 1100 ton untuk dikirim ke pabrik. Kelembaban tanahnya sekitar 30 % dan kelembaban udaranya 50 %. b. pupuk yang digunakan untuk tanaman menghasilkan yaitu pupuk urea. Banyudono . Subsistem pekarangan . 3) Input (masukan ke lahan) : Materi yang dimasukkan sehubungan dengan budi daya yaitu dengan jenis benih robusta sendiri dan kiriman dari jember. 5) Siklus Hara/Rantai Makanan : Siklus hara yang ada di dalam tanah termasuk siklus hara asiklik (terbuka) karena tidak adanya seresah-seresah yang tertinggal di tanah setelah panen. sedangkan untuk tanaman belum menghasilkan menggunakan pupuk NPK .l) Intensitas Cahaya 610 fc (naungan) m) Batas : 4610 fc (tidak ternaungi). Pembahasan a. Boyolali ini memang daerah yang cocok untuk tanaman padi sawah.Wilayah di sekitar persawahan sudah berupa jalan raya dan dekat dengan pemukiman penduduk. : Utara Timur Selatan Barat : : : : 1) Denah Tanaman/Pola Tanam 2) Pengelolaan Tanah : Usaha-usaha yang dilakukan petani dalam konservasi tanah dengan cara teras gondang-gandung yaitu dengan pembuatan lubang pada sisi kanan atau kiri. Subsistem sawah Berdasarkan ketinggian tempat dan kondisi lahan serta suhu udara (28 derajat) daerah Kuwiran . Dalam 1 tahun dapat 3x panen berarti pertanian di daerah ini memang produktif.

Dari . tak ternaungi 6670 fc. e. Subsistem perkebunan Perkebunan yang berlokasi di Afdeling. namun proses pengolahan tanah di perkebunan lebih maju dari subsistem lain karena menggunakan pupuk buatan sendiri (pupuk hakasi). Daerah tegal ini dekat dengan pemukiman penduduk .Keadaan tanah yang tidak miring dan tidak pada dataran tinggi menyebabkan tanaman yang tumbuh adalah buah-buahan dan sayuran daerah tropis baik tanaman semusim maupun tahunan. sehingga banyak hasil yang bisa dijual. Komprehensif Pengolahan tanah menggunakan rata-rata menggunakan pupuk urea dan kandang.Suhu udara di wilayah ini adalah 30 derajat celcius . sisa tanaman hanya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. c.Ph tanahnya 7. dan juga pategalan lainnya.komoditi yang dihasilkan tidak banyak jenisnya. Subsistem tegal Pada subsistem ini komoditi yang dihasilkan tidak sebanyak pekarangan. dan kelembaban udaranya 34%. Dari komoditi yang dihasilkan. d. Pekarangan ini berada di sekitar pemukiman penduduk. Subsistem talun (tegal pekarangan) Wilayah subsistem ini terletak di sekitar sungai dan termasuk jauh dari pemukiman. desa Teras ini hasil pekarangan yang dijual adalah dalam bentuk benih (lebih condong ke benih pepaya).Subsistem ini cocok untuk tanaman kering (singkong&wiu). sisa dari tanamanpun dimanfaatkan untuk alat bakar. dengan hasil/biomassa1600kg/ha. suhu udara 30 derajat celcius.Hasil dari perkebunan ini dapat diekspor. suhu udara 30 derajat celcius. Komoditi yang di hasilkan cukup banyak. Namun . pekuburan . kelembaban tanahnya 0 % . 3. kelembaban tanah 60 %. Intensitas cahayanya ternaungi 510 fc . Gelardawa ini merupakan daerah penghasil karet dengan suhu udara 30 % dan kelembaban udara 35 %. dan kelembaban udaranya 43 %. memiliki ph tanah 7 .dan kelembaban udaranya 38 %. di pekarangan daerah dukuh Nglarangan . kelembaban tanahnya 0.Sedangkan di perkebunan kopi Asinan Kempul ini merupakan perkebunan penghasil kopi yang produktif .

Apabila pemerintah mendukung berbagai penelitian dan memaksimalkan kemajuan teknologi di bidang pertanian maka sedikit demi sedikit akan terjadi perubahan yang lebih baik. Komoditinyapun berbeda-beda. Kesimpulan dan Saran 1. ketinggian .Pengaruh Iklim dan Cuaca terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman. D. buah. hanya subsistem talun yang siklus haranya tertutup (menggunakan seresah).2007.com. Dari segi suhu . tipe subsistem pekarangan menghasilkan komoditi yang cukup banyak sesuai dengan jenis tanaman yang cocok.00) Doran. Daftar Pustaka Anonim2. Kartawinata. Universitas Indonesia Press.1982. kelembaban . Fisiologi Lingkungan. Sebenarnya tipe perkebunan juga menghasilkan komoditi yang cukup banyak. 1996. namun penelitian ini masih kurang intensif karena kurangnya dana dari pemerintah. Kesimpulan Dari kelima subsistem tadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing jenis memiliki tipe pengolahan tanah tertentu dan siklus hara tertentu. dan letak lintangpun juga menyebabkan adanya perbedaan jenis tanaman yang dapat tumbuh pada daerah tertentu.kelima subsistem tadi rata-rata menggunakan siklus hara terbuka.1990. Saran Sistem pengolahan pertanian di Indonesia masih tergolong tradisional.Pengantar Ekologi.Bogor:IPB . karet dan masih banyak lagi. Jakarta.wordpress.http://www. Meskipun ada banyak penelitian dalam bidang pertanian.PM.kopi.Bandung:Remaja Rosdakarya Offset Sitaniapessy.Kuswata. E. (diakses pada : 29 November 2010 : 11. ada sayuran. 2.

Vivin. (diakses pada 29 November 2010 : .blogspot.DAS 16.http://vivinbkl.com.2008.44) Sub Sistem Sumber Daya dan Sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->