Struktur Elektronik Kompleks

Diperlukan beberapa konsep untuk memahami struktur, spektrum, kemagnetan, dan kereaktifan kompleks yang bergantung pada konfigurasi elektron d. Khususnya, teori struktur elektronik sangat penting. a Teori medan ligan Teori medan ligan adalah satu dari teori yang paling bermanfaat untuk menjelaskan struktur elektronik kompleks. Awalnya teori ini adalah aplikasi teori medan kristal pada sistem kompleks. Kompleks oktahedral berbilangan koordinasi enam Lima orbital d dalam kation logam transisi terdegenerasi dan memiliki energi yang sama.

Medan listrik negatif yang sferik di sekitar kation logam akan menghasilkan tingkat energi total yang lebih rendah dari tingkat energi kation bebas sebab ada interaksi elektrostatik. Interaksi repulsif antara elektron dalam orbital logam dan medan listrik mendestabilkan sistem dan sedikit banyak mengkompensasi stabilisasinya (Gambar 6.4).

dyz. konfigurasi elektron t2gxegy yang berkaitan dengan masingmasing ion didapatkan. Muatan negatif. Bila elektron dapat menempati orbital dengan spin antiparalel. dxz).Kini ion tidak berada dalam medan negatif yang uniform. hanya perbedaan energi antara orbital t2g dan eg sangat penting dan energi rata-rata orbital-orbital ini dianggap sebagai skala nol. tetapi dalam medan yang dihasilkan oleh enam ligan yang terkoordinasi secara oktahedral pada atom logam. atau ujung negatif (pasangan elektron bebas) dalam kasus ligan netral. (∆o biasanya juga diungkapkan dengan 10 Dq. tingkat energi eg adalah +3/5∆o dan tingkat energi orbital t2g adalah -2/5∆o (Gambar 6. interaksi repulsifnya lebih besar untuk orbital eg (dx2-y2. Konfigurasi elektron dengan nilai LFSE lebih kecil (dengan memperhitungkan tanda minusnya) lebih stabil. Syarat lain selain tingkat energi yang diperlukan untuk menjelaskan pengisian elektron dalam orbital t2g dan eg adalah energi pemasangan. Ion logam transisi memiliki 0 sampai 10 elektron d dan bila orbital d yang terbelah diisi dari tingkat energi rendah. dz2) daripada untuk orbital t2g (dxy. memberikan gaya tolakan pada orbital d logam yang anisotropik bergantung pada arah orbital. dan dxz berada di antara sumbu. namun akan ada tolakan elektrostatik antar elektron dalam orbital yang sama. Bila tingkat energi nol ditentukan sebagai tingkat energi rata-rata.4x+0. Dalam diskusi berikut ini. dyz. orbital dx2-y2 dan dz2 berada searah dengan sumbu dan orbital dxy.5). Maka. Positisi kation logam dianggap pusat koordinat Cartesius (Gambar 6.6). Dalam hal ini energi eg menjadi 6 Dq dan energi t2g -4 Dq). . dalam kasus ligannya anionik. LFSE adalah parameter penting untuk menjelaskan kompleks logam transisi.6y)∆0 Nilai ini disebut energi penstabilan medan ligan (ligand field stabilization energy = LFSE). Medan negatif dari ligan disebut dengan medan ligan. Bila perbedaan energi dua orbital eg dan tiga orbital t2g dianggap ∆o. energi konfigurasi elektron relatif terhadap energi nol adalah LFSE = (-0. Tolakan ini disebut energi pemasangan (pairing energy = P). Bila ligan ditempatkan di sumbu. dan orbital eg didestabilkan dan orbital t2g distabilkan dengan penstabilan yang sama.

t2g3 eg1 lebih disukai dan konfigurasi ini disebut medan lemah atau konfigurasi elektron spin tinggi. hampir konstan dan menunjukkan sedikit ketergantungan pada identitas logam. t2g2. Dengan demikian konfigurasi elektron yang dihasilkan adalah t2g1.6∆o + P Bila elektron mengisi orbital yang energinya lebih tinggi eg. d6. t2g5 eg2. t2g4 lebih disukai dan konfigurasi ini disebut medan kuat atau konfigurasi elektron spin rendah. Parameter pemisahan medan ligan ∆o ditentukan oleh ligan dan logam. Orbital yang energinya lebih rendah t2g lebih disukai tetapi pengisian orbital ini akan memerlukan energi pemasangan. dan d7 dan dalam medan kuat akan didapat t2g5.6∆o = -0. Energi totalnya menjadi -0. Dua kemungkinan yang mungkin muncul bila ada elektron ke-empat.4∆o × 4 + p = -1. energi totalnya menjadi -0. atau t2g3.Bila jumlah elektron d kurang dari tiga. energi pemasangan diminimasi dengan menempatkan elektron dalam orbital t2g dengan spin paralel. Bila ∆o < P. sementara energi pemasangan. P. t2g4 eg2. t2g6 eg1 sementara dalam medan lemah akan lebih stabil bila konfigurasinya t2g3 eg2.6∆o Konfigurasi elektron yang akan dipilih bergantung pada mana dari keduanya yang nilainya lebih besar. . t2g6. Pilihan yang sama akan terjadi untuk kompleks oktahedral d5. Oleh karena itu bila ∆o > P.4∆o × 3 + 0. P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful