TINJAUAN PUSTAKA 1. BIOETIKA Etik pasien stadium terminal.

Prioritas pelayanan kesehatan pada pasien stadium terminal, meskipun masih dalam tingkat paling dini cenderung berubah, dari pengobatan (cure) ke perawatan (care); dari intervensi ke prevensi dan rehabilitasi, dan tidak hanya memperhatikan apa yang diinginkan, tetapu mengutamakan efektivitas dan efisiensi perawatan, termasuk dari sudut pertimbangan ekonomi. Seperempat abad lalu di Inggris telah berkembang palliative medicine. WHO memberikan definisi perawatan paliatif sebagai tindakan aktif guna meringankan beban pasien, terutama yang tidak mungkin disembuhkan; yang antara lain terdiri dari menghilangkan nyeri dan keluhan lain, serta perbaikan dalam bidang psikologis, social, dan spiritual. Tujuannya adalah mencapai kualitas hidup maksimal bagi pasien dan keluarganya. (2) Etik pada akhir kehidupan. Tindakan medis yang diketahui sebagai tindakan sia-sia (futile) saat ini dipertimbangkan untuk tidak lagi dilanjutkan dan secara moral dapat dibenarkan apabila tindakan tersebut dihentikan. Pertimbangan ini bukanlah pertimbangan baru, melainkan pertimbangan yang telah ada pada jaman Hippocrates, yang dikenal sebagai anjuran “ to refuse to treat those who ar overmastered by their diseases, realizing that in such cases medicine is powerless”. Namun demikian keputusan bahwa sesuatu tindakan medis adalah tindakan sia-sia haruslah diambil dengan melalui pertimbangan ketat.(1) Gerakan hospitium atau Hospice Movement, yang justru mau memberi kesempatan kepada pasien stadium terminal untuk meninggal dengan baik dan terhormat, berkembang di luar kalangan rumah sakit dan dapat dilihat sebagai tanda kegagalan dunia medis untuk memberi tempat kepada kematian.

yaitu prinsip moral yang mementingkan keadilan dalam bersikap maupun dalam mendistribusikan sumber daya.   Prinsip non-maleficence. Prinsip justice. pasien memiliki hak dan kewajiban tertentu.Etika pengobatan alternatif. . Pandangan bioetika mengenai kasus seseorang yang dianggap memiliki anugerah untuk menyembuhkan adalah didasarkan pada 4 kaidah dasar moral (Beauchamp and Childress. diagnosis dan tata cara tindakan medis. 1994) :   Prinsip otonomi. yaitu prinsip moral yang menghormati hak-hak pasien (the rights to self determination) Prinsip beneficence. HUKUM Dalam hubungan pasien dan dokter yang adalah sebagai partner. dimana manfaat lebih besar daripada sisi buruknya. Pasal 45 ayat (3): Penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurangkurangnya mencakup : a. yaitu primsip moral yang mengutamakan tindakan yang ditujukan ke kebaikan pasien. yaitu prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien. Hak-hak pasien antara lain: (5) 1) Hak untuk memeroleh informasi 2) Hak untuk memberikan persetujuan 3) Hak atas rahasia kedokteran 4) Hak untuk memilih dokter 5) Hak untk memilih sarana kesehatan 6) Hak untuk menolak pengobatan/perawatan 7) Hak untuk menolak tindakan medis tertentu 8) Hak untuk menghentikan pengobatan/perawatan 9) Hak atas “second opinion” 10)Hak inzage rekam medis 11)Hak beribadat menurut agama dan kepercayaannya Berdasarkan mendapatkan UU Praktik Kedokteran secara pasien memiliki hak untuk medis penjelasan lengkap tentang tindakan sebagaimana dimaksud. 2.

Keputusan Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 1 butir 16: Pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggung jawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat Pasal 48 Pelayanan kesehatan tradisional Bab III Pasal 59 s/d 61 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisonal 2. : 1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengobatan paliatif dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien stadium terminal dengan penyakit yang belum dapat disembuhkan dapat diatur dalam: Keputusan Menteri Kesehatan RI NOMOR : 812/Menkes/SK/VII/2007 TENTANG KEBIJAKAN PERAWATAN PALIATIF Dasar hukum yang mengatur pelayanan pengobatan komplementer-alternatif di Indonesia : (3) 1. alternatif tindakan lain dan risikonya. tujuan tindakan medis yang dilakukan. 5.05/I/199/2010 tentang pedoman kriteria penetepan metode pengobatan komplementer – alternatif yang dapat diintegrasikan di fasilitas pelayanan kesehatan . : 1076/Menkes/SK/2003 tentang pengobatan tradisional. Undang-Undang RI No. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. HK. d. 3. 120/Menkes/SK/II/2008 tentang standar pelayanan hiperbarik. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan. dan e. 4. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.b. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.03. c. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

melakukan perawatan paliatif sesuai dengan kemampuan finansia. banyak orang yang menganggapnya sangat berharga dan dirawat dengan sungguh-sungguh tetapi sesungguhnya tubuh ini tidaklah kekal. . Sakit akibat kamma buruk masa lalu sukar untuk disembuhkan. melepaskan segala kemelekatan terhadap dunia ini. penuh luka. lalu mengembangkan empati.     Melunasi kamma buruk dari masa lalu Belajar menerima hidup apaa danya Sebagai objek meditasi Sebagai sarana untuk berbuat jasa kebajikan Manfaat bagi keluarga: Dhammapada 147: “Lihatlah tubuh indah ini. sehingga batinnya menjadi tenang dan bahagia. dan apabila kematian tiba maka ia kelak akan terlahir di alam bahagia. lebih baik pasien dibiarkan meninggal dunia dengan cara terhormat. melepaskan hewan. Pengobatan sia-sia. Mengantarkan kepergian pasien dengan pembacaan paritta paritta suci semoga cuti citta yang muncul menyebabkan kelahiran di alam bahagia.3. lalu menganjurkan pasien untuk berbuat baik seperti berdana. kondisi sakit penderita dan harapan hidup. Agama Buddha Penyakit adalah salah satu corak dari hidup manusia. Daripada hidup vegetatif tidak berguna dengan alat bantu kedokteran.  Adanya kesempatan untuk merenungkan perjalan hidupnya. Manfaat pasien sakit parah :  Memberikan kesempatan kepada keuarga dan kerabat untuk mewujudkanrasa cinta kasih dan kasih saying terhadap si sakit. AGAMA a. meditasi. ditopang oleh sekumpulan tulang dan mudah sekali terserang penyakit”. baca paritta.

143):      Mengetahui obat yang baik dan cocok Mengetahui dosis obat atau cara yang tepat Memberikan obat tersebut. Menjelaskan merawatnya. dan kapha (tridosa).Pengobatan alternatif. Serta dilakukan dengan sadar dan sukarela. Ada 5 cara menyembuhkan orang sakit (Anguttara Nikaya III. Tidak ada masalah sepanjang tidak ada pelanggaran sila dan Dhamma. pitta. Bagi manusia hendaknya memandang sakit parah itu dihubungkan dengan karmaphala. bukan kutukan Tuhan. Ketidakseimbangan antara tubuh dengan alam dan ketiga sifat-sifat tersebut maka tubuh akan mengalami gangguan (sakit). dan kapha. Sehingga dapat menahan bermacam-macam rasa sakit dari penyakit yang sedang diderita. Sabaiknya diusahakan pengobatan secara medis oleh dokter dan secara rohaniah mohon kepada Tuhan (Sang Hyang Widhi Wasa) serta doa-doa dari para umat Hindu yang dapat melaksanakan pengobatan secara semadi dari jarak dekat maupun jauh. Sakit terjadi karena terjadinya disharmonisasi antara alam dengan tubuh dan ketidakseimbangan antara vata. . Tiga segi pengobatan Ayurveda:    Mengilangkan penyebabnya Pembersihan (sodana) Peremejaan proses penyakit kepada orang yang sedang Melalui penyembuhan alternatif Ayurveda dan terapi maka segala jenis penyakit dapat disembuhkan. Agama Hindu Ayurveda merupakan salah satu cara penyembuhan alternatif dengan menghubungkan antara sifat-sifat alam dengan tubuh yaitu vata. pitta. Pandangan terhadap sakit parah. b.

Karena sesungguhnya iman bukanlah sekedar ikrar yang diucapkan melalui lisan. mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. untuk melihat siapa di antara hambaNya yang memang benar-benar berada dalam keimanan dan kesabaran. dengan sedikit ketakutan. Al-Insaan:2) Begitulah Allah subhanahu wa ta’ala menguji manusia. (QS. maka sesungguhnya Allah mengetahui orang- . untuk dicarikan obat alternatif. Al-Anbiyaa`: 35) “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampuryang Kami hendak mengujinya. Allahsubhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia akan menguji setiap orang yang mengaku beriman. (QS. kekurangan harta. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dipertimbangkan apakah pasien akan tetap dirawat di rumah sakit atau dipulangkan ke rumah. c. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”. karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat”. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Agama Islam Sakit adalah Ujian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-Quran. Allah juga berfirman. Adakalanya pengobata secara modern mengalami bahwa segala macam pengobatan ilmiah rasional dan telah diuji klinik sesuai syarat/standar kedokteran. sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orangorang yang sebelum mereka. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Dalam hal ini sebaiknya dokter merundingkan dengan pihak keluarga pasien bahwa penyakit pasien tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan modern. kelaparan.” (QS. Dalam ayat yang lain. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”.Pengobatan sia-sia. jiwa dan buah-buahan. Al-Baqarah: 155-156). tapi juga harus menghujam di dalam hati dan teraplikasian dalam kehidupan oleh seluruh anggota badan.

Jangan sampai kita menjadi seperti orang-orang munafiq yang tidak mau bertaubat atau mengambil pelajaran saat mereka diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala.“Dan tidaklah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun. Sudah selayaknya pula kita merenungi segala amalan yang telah kita lakukan. sakit bisa menjadi adzab yang akan membinasakan dirinya. Begitu cintanya Allah kepada kita sehingga Dia mengingatkan kita melalui sakit ini. dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (QS.(QS. niscaya ia akan menerima kermurkaan Allah”.(HR. Bukhari). karena bisa jadi ada beberapa amalan yang memang dianggap sebagai sebuah kemakshiyatan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. (HR. agar kita dapat segera bertaubat sebelum ajal menjemput kita. At-Tawbah: 126) Manfaat dari sakit. Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa ia : menceritakan : Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda ”Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. “Katakanlah: “Dialah yang .orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. Al-Ankabuut: 2-3) Semua ujian yang diberikan-Nya semata-mata hanya agar hamba-Nya menjadi lebih baik di hadapanNya. sudah selayaknya bagi setiap mu`min untuk kemudian bertambah imannya saat ujian itu datang. termasuk di dalamnya adalah ujian sakit yang merupakan bagian dari ujian yang menimpa jiwa. Jadi. maka Dia akan menguji dan menimpakan musibah kepadanya”. Barangsiapa yang ridha menerima cobaanNya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman. pasti Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Kalau Allah mencintai seseorang. Dan barangsiapa yang kecewa menerimanya. maka ia akan menerima keridhaan Allah. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallambersabda : ”Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah. Namun bagi sebagian orang. Tirmidzi) Sakit adalah Adzab Bagi seorang mu`min sakit dapat menjadi tadzkirah atau ujian yang akan mendekatkan dirinya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Cukuplah kiranya pelajaran kaum terdahulu yang diadzab oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan berbagai macam penyakit yang aneh dan sulit disembuhkan. kecuali Allah akan mencatat baginya kebaikan dan dihapus baginya kesalahan dan dosanya. harta maupun anakanak mereka. Asy-Syura: 30) Syaikh Abdurrahman As-Sa’di ketika menafsirkan ayat ini. atau bahkan kematian. peperangan.” (QS. “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Hal itu dikarenakan mereka tetap bertahan di dalam kekafiran.” (QS. As-Sajdah: 21) Maka dari itu. bencana alam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman. dari atas kamu atau dari bawah kakimuatau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih bergantiagar mereka memahami(nya)”. mudah-mudahan mereka kembali ke jalan yang benar. (baik) pada diri. Seseungguhnya. dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). segala macam bencana yang menimpa kita.berkuasa untuk mengirimkan adzab kepadamu. Kekurangan harta. beliau berkata.Muslim) Ingatlah bahwa adzab yang diturunkan Allah subhanahu wa ta’alaterhadap seseorang di dunia bisa berbagai macam bentuknya.” Dari ‘A`isyah radhiyallahu ‘anha ia berkata . “Aku mendengar Rasulallahshallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah walau hanya tertusuk duri. padahal bukti-bukti dan tanda-tanda kebesaran-Nya .” (HR. sakit. Perhatikanlah. pertaubatan adalah langkah nyata menuju kesembuhan. tidak lain sebabnya adalah perbuatan-perbuatan buruk (maksiat) yang pernah mereka lakukan. serta pada apa yang mereka sukai. pada hakikatnya adalah karena perbuatan kita sendiri. “Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa semua musibah yang menimpa manusia. Al-An’aam: 65) “Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian adzab yang kecil di dunia sebelum adzab yang lebih besar di akhirat.” (QS. artinya.

baik dalam susah maupun senang. Sakit adalah Cinta Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menguji hamba-hambaNya untuk menilai siapa yang memang benarbenar memiliki ketulusan iman. “Dan demikianlah Kami menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab. Ali ‘Imraan: 116) Lihatlah bahwa azab yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tidak dapat ditahan. demam itu dapat menghapus dosa sejumlah sendi-sendi tersebut. tidak ada tangan-tangan yang sanggup menahannya. Jangan sampai kita menjai seperti Fir’aun yang baru bertaubat saat ajal di depan mata. Firman Allah. Semoga kita bukan termasuk orang yang diberi adzab di dunia ataupun di akhirat. Sebagaimana Sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam. dalam satu hari. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ath Thibb An Nabawi menafsirkan riwayat atsar ini dalam dua pengertian. Demi Allah. Maka. dimana Allah subhanahu wa ta’ala telah menutup pintu ampunan-Nya. bahwa demam itu meresap ke seluruh anggota tubuh dan sendi-sendinya. Inilah golongan yang dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala. ataupun malaikat. “Demam sehari dapat menghapuskan dosa setahun”. karena demam itu dapat memberikan pengaruh kepada tubuh yang tidak akan hilang seratus persen dalam setahun. Thaahaa: 113) Allah swt. dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali. Sementara jumlah tiap sendi-sendi tubuh ada 360. saat azab itu telah sampai pada kita. juga berfirman. Siapa di antara hamba-hambaNya yang sabar. sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun” (QS. baik tangan manusia.telah ditampakkan di hadapan mereka. agar mereka bertakwa atau (agar) Al-Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka” (QS. maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh . yang sanggup bertahan. Para shahabat berkata saat golongan ini sedang ditimpa sakit. Pertama. baik oleh harta ataupun sanak saudara kita. “Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka. Kedua. “Barangsiapa meminum minuman keras. jin. di dalamnya sebahagian dari ancaman.

pada diri anaknya ataupun pada hartanya. dan anggota tubuh lainnya selama empat puluh hari. “Laa ba’sa thahuurun. (HR. Tirmidzi) Begitu pula. seperti sebuah pohon meruntuhkan daundaunya. karena kita senantiasa mengingat do’a yang seringkali diucapkan oleh Rasulullahshallallahu ‘alayhi wa sallam saat beliau menjenguk orang sakit. Muslim) Dari Abu Hurayrah radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa Rasulullahshallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Cobaan itu akan selau menimpa seorang mukmin dan mukminah. Bukhari dan Muslim) . Dari Abdullah ibn Mas’ud radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya. kecuali Allah menghapus dengan itu kesalahan – kesalahannya”. maka Dia membersihkan segala noda dan dosanya di dunia.” (HR. Cinta dari Sang Ilahy agar hambaNya tidak mendapatkan azab di akhirat. sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun. pembuluh nadi. insya Allah menjadi pembersih (atas dosa-dosamu). Hal tersebut dapat dipahami dan diterima walaupun beliau (Imam Ibn alQayyim) masih belum mengetahui kedudukan atsar tersebut. penyakit. pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahnnya. Dan jika sekiranya Allah mencintai suatu kaum. Beliau mengakhiri perkataannya. (HR. kepedihan dan kesedihan yang menimpa seorang muslim sampai duri di jalan yang mengenainya. maka Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka”. kesusahan.” Karena pengaruh minuman keras tersebut masih tetap ada dalam tubuhnya. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Tiadalah kepayahan. Tirmidzi dan Baihaqi). Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam pernah bersabda : ”Sesungguhnya besarnya pahala (balasan) sangat ditentukan oleh besarnya cobaan. Ma syaa Allah. Wallahu a’lam.” (HR. Beliaushallallahu ‘alayhi wa sallam senantiasa mengucapkan. Inilah yang dimaksud bahwa Islam memandang sakit bisa bermakna cinta. baik pada dirinya.hari. insya Allahu ta’ala” Tidak mengapa.

Bukhari dan Muslim) Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda :” Kalau seorang hamba sakit atau sedang bepergian. Sehingga prosesnya mirip api .” (HR. Hal ini tentu akan membantu proses pembersihan tubuh dari segala macam kotoran dan kelebihan yang tidak berguna. Hendaklah kita bersabar dan ridha terhadap sakit yang menimpa kita. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Kalau engkau bersabar. akan berlalu tanpa arti. Ia pun akan mengonsumsi obat-obatan yang bermanfaat bagi tubuh. Bahkan Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik (pahala) dan menghapuskan dosa-dosamu dengan sebab itu. Wanita itu berkata : ”Aku bersabar saja”.” (QS. Sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah berpendapat bahwa sakit. pakaianku tersingkap. pasti Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia mengamalkan ibadah di masa masih sehat dan sedang bermukim. Az-Zumar: 10) Selain itu. khususnya demam. Bukhari) Syaikh Al Faqih Muhammad ibn Shalih Al- ‘Utsaymin rahimahullahberkata: ”Apabila engkau ditimpa musibah maka janganlah engkau berkeyakinan bahwa kesedihan atau rasa sakit yang menimpamu. aku akan mendoakan agar engkau sembuh”. menurutnya. engkau mendapatkan jannah. ia berkata : ”Saya mengidap penyakit epilepsi dan apabila penyakitku kambuh.” Pandangan pengobatan sia-sia. (HR. Dengan bersabar. sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. kita akan mendapatkan apa yang dijanjikan Allah terhadap orang yang bersabar : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.Seorang wanita datang menemui Nabi shallallahu ’alayhi wasallam. Karena. orang yang sedang demam akan meninggalkan makanan yang buruk dan kemudian beralih kepada makanan yang baik-baik. Berdoalah kepada Allah untuk diriku”. Tapi kalau engkau mau. sampaipun duri yang mengenai dirimu.

Akhirnya Yesus datang menyembuhkannya dan setelah sembuh dari kelumpuhannya kepadanya dipesan : "Engkau telah sembuh. Ilmu pengetahuan manusia yang terbatas sering membuat kita tidak dapat mengobati segala .” d. Aneka pelayanan medis dan obat buatan manusia sering mengalami ketebatasan dalam penyembuhan pasien. Jika kita telah sembuh hendaknya hidup dengan penuh syukur dan terima kasih. sebagaimana terjadi di 'kolam' dekat Pintu Gerbang Anak Domba di Yerusalem (Yoh 5:5-16). Karena demam merasuki seluruh organ tubuhku. Agama Katolik Pandangan pengobatan alternatif. maka baiklah kita mohon rahmat penyembuhan kepada Tuhan. Ketika usaha manusia tersebut terbatas atau tak mampu menyembuhkan maka ada kemungkinan orang kemudian mencari penyembuhan alternatif. Pandangan mengenai pasien stadium terminal. Ada seseorang yang berpenyakit lumpuh mendambakan mujizat penyembuhan di kolam tersebut. supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk. tetapi ada kemungkinan lumpuh secara psikologis atau spiritual. namun karena keterbatasan fisiknya ia senantiasa kalah berjuang dengan orang lain. Mungkin kita tidak lumpuh secara fisik. Sementara Allah akan memberikan pahala pada setiap organ tubuh yang terkena demam.terhadap besi yang berfungsi menghilangkan karat dari inti besi. Karenanya tidak heran jika Abu Hurayrah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata. Pandangan terhadap pengobatan sia-sia. Proses seperti ini sudah dikenal di kalangan medis.". sehingga bertahun-tahun menunggu apa yang didambakan tak menjadi kenyataan. Sakit dan penderitaan adalah konsekuensi dari kepemilikan tubuh yang lemah dan rapuh. dimana orang mendambakan mujizat. jangan berbuat dosa lagi. Keberadaan manusia terdiri dari dimensi jiwa dan raga. “Tidak ada penyakit yang menimpaku yang lebih aku sukai daripada demam. dan secara konkret berusaha tidak melakukan aneka perbuatan yang membuat kita sakit atau lumpuh.

perlu diperhatikan juga psikis dan spiritual pasien. mereka tidak akan mendapat celaka. supaya kamu sembuh. dan sekalipun mereka minum racun maut. Karena selain pengobatan terhadap fisiknya. Pada orang yang dalam keadaan bahaya kematian atau orang yang dalam kondisi sakit berat/parah biasanya akan diberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit oleh Gereja Katolik. maka dosanya itu akan diampuni. Tuhan ingin hadir dekat dengan si sakit. mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit. (6) . dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka". bila dengan yakin didoakan. Yak 5:14-16 "Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit. supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Tanda lahiriah yang meneguhkan itu diharapkan akan menumbuhkan/menguatkan Iman si sakit. sehingga jalan salib yang ditempuh si sakit menjadi jalan menuju Paska. dan jika ia telah berbuat dosa. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia. dan orang itu akan sembuh".penyakit. Mark 16:18 "mereka akan memegang ular. melalui Perantaraan Pelayan Gereja." dengan Menerima sakramen ini mereka yang sakit mendapat peneguhan bahwa Allah hadir dan mendampingi sehingga mereka percaya bahwa Allah membantu menanggung pula beban si sakit (lihat Mat 8:17). sangat besar kuasanya. Tanda itu terdiri dari penumpangan tangan (tanda perlindungan. Tanda Roh Kudus yang menyerupakan Manusia dengan Kristus [Kristus: yang Terurapi]). penghiburan dan penguatan) dan pengurapan dengan minyak (tanda kedekatan yang meringankan. dan bila memang kehendak Penyelenggaraan Ilahi maka si sakit bisa kembali sembuh dan pulih seperti sediakala. Melalui sakramen ini. Dengan Menerima Sakramen ini si sakit mau menggabungkan penderitaannya bersama penderitaan Yesus. Sakramen ini memiliki dasar kitab suci antara lain Mark 6:13 "dan mereka mengusir banyak setan. baiklah ia memanggil para penatua jemaat. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan. Doa orang yang benar.

(4) DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta: Sagung Seto. Ditjen BUK . Pengobatan komplementer tradisional-alternatif. Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti. Jakarta: Pustaka Dwipar. 2007. 5. B Sampurna. Hal 79. Z Syamsu. Agama Kristen 4. Sacara hukum seseorang dianggap cakap (kompeten) adalah apabila telah dewasa (telah mencapai 21 tahun atau telah pernah menikah).id. seorang pasien haruslah seseorang yang kompeten. Sakramen Pengurapan Orang Sakit. D Wiradharma. Diakses pada tanggal 29 januari 2013. sadar dan berada dalam keadaan mental yang tidak di bawah pengampuan.172-3 3. Hal. Hal.Carm.depkes. Etika Profesi Medis: Pasien stadium terminal. R Thomas. Hukum Kedokteran: Hak-hak pasien dan kewajibannya. 36-7 2. SYARAT PASIEN KOMPETEN Dalam mengambil keputusan. Kemenkes RI.D Wiradharma.e. idem dafpus 2. T Dwidja.or. 4. Kompeten disini diartikan sebagai kapasitas untuk membuat keputusan (medis). http://www. sehingga kemampuan membuat keputusannya terganggu. Bioetik dan Hukum Kedokteran: Etik pada akhir kehidupan.X. Romo pendamping: F. Hal. 2010. http://buk.id.go. Diakses pada tanggal 30 Januari 2013 . Agis Triatmo O. 2008. 51 6.imankatolik. Keadaan mental yang tidak dianggap kompeten adalah apabila ia mempunyai penyakit mental sedemikian rupa atau perkembangan mentalnya terbelakang sedemikian rupa.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.