P. 1
Pemeliharaan Servis Engine Dan Komponennya

Pemeliharaan Servis Engine Dan Komponennya

|Views: 127|Likes:
Published by Joelpey Thokerz
hjhgkuj
hjhgkuj

More info:

Published by: Joelpey Thokerz on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

KODE MODUL OPKR-20-0011B

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF

PEMELIHARAAN/SERVIS ENGINE DAN KOMPONENKOMPONENNYA

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Modul OPKR-20-0011B

0

2005

Modul OPKR-20-0011B

0

KODE MODUL OPKR-20-0011B

Milik Negara Tidak Diperdagangkan

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF

PEMELIHARAAN/SERVIS ENGINE DAN KOMPONENKOMPONENNYA

Tim Penyusun: 1. Ag. Bambang Utoyo, S.Pd 2. Mochamad Yulianto 3. Drs. Basuki, S.ST 4. Andin, S.Pd 5. Mohamad Rahino, S.Pd Tim Fasilitator: 1. Drs. Abdullah 2. Drs. Suryana Iskandar 3. Drs. H. Rindowi, ST

Modul OPKR-20-0011B

1

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2005

Modul OPKR-20-0011B

2

serta tugas-tugas yang terkait dengan materi. sehingga penyusun saran dan masukan yang konstruktif sangat harapkan. Dari kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa seperti uraian tersebut. maka proses belajar dibagi dalam tahapan-tahapan seperti berikut: Kegiatan belajar pengetahuan. Yogyakarta. Sedangkan kegiatan belajar praktik. baik engine bensin maupun engine disel serta dapat belajar memahami komponen dan bagian-bagian utama engine. untuk mencapai salah satu kompetensi yang harus dikuasainya. siswa belajar mengidentifikasi komponen-komponen dan bagian utama engine bensin maupun engine disel. Selain itu dengan modul ini siswa dapat melatih keterampilan mengidentifikasi komponen maupun bagian.bagian utama engine. Di dalam modul ini siswa dapat belajar tentang prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah. Semoga modul ini banyak memberikan manfaat bagi yang memerlukan. Pada setiap akhir materi akan diberikan rangkuman yang berisi intisari dari materi. disediakan lembar pekerjaan sebagai ketrampilan pedoman untuk praktik.Juli 2005 . siswa mempelajari prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah serta mengenal komponen dan bagianbagian utama engine bensin maupun disel. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini.KATA PENGANTAR Modul Pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya adalah salah satu modul yang dapat digunakan sebagai pedoman kegiatan belajar siswa SMK Program Keahlian: Teknik Mekanik Otomotif. Selanjutnya disampaikan soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa untuk Untuk mengukur melatih kemajuan belajar siswa serta kunci jawabannya.

Penyusun .

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL……………………………………………………………2 1.1 B.2 2.DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………… …………i i DAFTAR MEKANISME PEMELAJARAN…………………………………………………………………….iv MODUL……………………………………………………………………………vii A. Petunjuk Bagi Guru ………………………………………………………………………….. DESKRIPSI………………………………………………………………………………… …………..i MODUL……………………………………………………………………….3 D. Petunjuk Bagi Siswa………………………………………………………………………….4 E.5 F.ix PERISTILAHAN/GLOSSARIUM …………………………………………………………………x BAB PENDAHULUAN I PETA DAFTAR ISI KEDUDUKAN JUDUL ………………………………………………………………………………………………. TUJUAN AKHIR …………………………………………………………………………………….1 C. CEK KEMAMPUAN .. PRASYARAT……………………………………………………………………………… …………. KOMPETENSI ……………………………………………………………………………………….

. Tujuan kegiatan belajar……………………………………………………………………....…………………………………………………………………………………6 BAB PEMELAJARAN II A.. 7 Kegiatan Belajar 1: Prinsip kerja Engine... Kegiatan Belajar…………………………………………………………………………………….... Rangkuman………………………………………………………………………… …………36 d...39 .. Rencana Belajar Siswa……………………………………………………………………………7 B..7 a... Tes formatif……………………………………………………………………………… …..... jenis-jenis engine. Tugas………………………………………………………………………………… …………39 e.7 b....... Uraian materi………………………………………………………………………………… …7 c.

44 ……….56 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………57 Tujuan kegiatan b.52 B..55 BAB IV PENUTUP ……………………………………………………………………………………. d.44 ….44 ………. e.41 Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya a. belajar………………………………………………………………44 . Uraian materi…………………………………………………………………………….46 LEMBAR KERJA ………………………………………………………………………………………. Kriteria penilaian pengetahuan …………………………………………………………52 2. Daftar Kemajuan Siswa ………………………………………………………………………. Kriteria penilaian praktek………………………………………………………………….45 f.f. Kunci jawaban formatif…………………………………………………………………….. Tes jawaban Rangkuman……………………………………………………………………… Tugas……………………………………………………………………………… formatif…………………………………………………………………………… formatif……………………………………………………………….50 BAB III EVALUASI………………………………………………………………………………… …52 A. Kriteria dan Instrumen penilaian……………………………………………………………52 1. Kunci c.

20-010 B OPKR.10-019 B OPKR.10-017 B OPKR.10-005 B OPKR.10-016 B OPKR.10-018 B OPKR.10009 B OPKR.50007 OPKR.10-003 B OPKR.50-001 B OPKR.40-001 B OPKR.40-002 B OPKR.PETA KEDUDUKAN MODUL OPKR.10-002 B 019 B OPKR.40-004 B OPKR.30-002 B OPKR.40-017 B OPKR.30-003 B .40-012 OPKR.20011 B OPKR.50-009 B OPKR.30-001 B OPKR.10-006 B OPKR.20-017 B OPKR.20-001 B OPKR.40- OPKR.40-008 B OPKR.40-003 B OPKR.20-014 B OPKR.10-001 B OPKR.40-009 B OPKR.30-004 B OPKR.20-012 B OPKR.50-002 B OPKR.30-013 B OPKR.40-014 B OPKR.10-010 B OPKR.50-006 B OPKR.

OPKR.30-010 B OPKR.40-016 B Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi .50-011 B OPKR.50019 B 014 OPKR.30B OPKR.30-007 B OPKR.

komponennya Overhaul kopling dan komponen. dan pemotongan dengan Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penanganan secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponenPemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenPerbaikan sistem pendingin dan komponenOverhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponenkomponennya sistem Perbaikan kopling dan komponen.komponennya Overhaul kopling dan komponen. pematrian.komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis transmisi otomatis Pemeliharaan/servis unit final drive/gardan Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem Judul Modul Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis dan perbaikan kompresor udara dan komponenMelaksanakan prosedur pengelas-an.Kode OPKR 10-001B OPKR 10-002B OPKR 10-003B OPKR 10-005B Kompetensi Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis dan perbaikan kompresor udara dan komponenMelaksanakan prosedur pengelasan. pematrian.komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis transmisi otomatis Pemeliharaan/servis unit final drive/ gardan Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem OPKR 10-006B OPKR 10-009B OPKR 10-010B OPKR 10-016B OPKR 10-017B OPKR 10-018B OPKR 10-019B OPKR 20-001B OPKR 20-010B OPKR 20-011B OPKR 20-012B OPKR 20-014B OPKR 20-017B OPKR 30-001B OPKR 30-002B OPKR 30-003B OPKR 30-004B OPKR 30-007B OPKR 30-010B OPKR 30-013B OPKR 30-014B OPKR 40-001B Modul OPKR-20-001-1 B 6 . dan pemotongan dengan Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penangan an secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponenPemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenPerbaikan sistem pendingin dan komponenOverhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponenkomponennya sistem Perbaikan kopling dan komponen.

pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkai. pengujian. dan pemasangan ban luar dan ban Pengujian. pengujian. pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan Pemasangan. dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan. dan perbaikan sistem pengaman ke Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) Perbaikan sistem Pengapian Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner) Judul Modul rem dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis sistem rem Perbaikan sistem rem Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem suspensi Balans roda/ban Melepas. memasang dan menyetel roda Pembongkaran. sebagaimana dapat dilihat pada peta kedudukan modul. Modul OPKR-20-001-1 B .an/sistem Pemasangan.Kode OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR 40-002B 40-003B 40-004B 40-008B 40-009B 40-012B 40-014B 40-016B 40-017B Kompetensi dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem rem Perbaikan sistem rem Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem suspensi Balans roda/ban Melepas. memasang dan menyetel roda Pembongkaran. dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan. dan perbaikan sistem pengaman ke Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) Perbaikan sistem Pengapian Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner) OPKR 40-019B OPKR 50-001B OPKR 50-002B OPKR 50-007B OPKR 50-008B OPKR 50-009B OPKR 50-011B OPKR 50-019B Modul dengan kode OPKR-20-001-1 B tentang “Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya” ini bukan merupakan modul prasyarat. pengujian. perbaikan. pengujian. perbaikan. dan pemasangan ban luar dan ban Pengujian.

7 .

DAFTAR JUDUL MODUL Kode OPKR OPKR OPKR OPKR 10-001B 10-002B 10-003B 10-005B Judul Modul Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis dan per-baikan kompresor udara dan komponen-komponennya Melaksanakan prosedur pengelas-an. dan pemotongan dengan panas Pembacaan dan pemahaman gambar teknik Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatan kerja Penggunaan dan pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penanganan secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponen.komponennya Perbaikan sistem pendingin dan komponen-komponennya Overhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponenkomponennya sistem pengoperasian Perbaikan kopling dan komponen-komponennya Overhaul kopling dan komponen-komponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis transmisi otomatis Pemeliharaan/servis unit final drive/ gardan Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponen. pematrian.komponennya Pemeliharaan/servis sistem rem Perbaikan sistem rem Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi Pemeriksaan sistem suspensi OPKR 10-006B OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR OPKR 10-009B 10-010B 10-016B 10-017B 10-018B 10-019B 20-001B 20-010B 20-011B 20-012B 20-014B 20-017B 30-001B 30-002B 30-003B 30-004B 30-007B 30-010B 30-013B 30-014B 40-001B 40-002B 40-003B 40-004B 40-008B 40-009B 40-012B Modul OPKR-20-001-1 B .

8 .

pengujian. pemeliharaan/servis dan penggantian baterai Perbaikan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan Pemasangan. pengujian. dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris)sistem Pengapian Perbaikan Memelihara/servis sistem AC (Air Conditioner) Modul OPKR-20-001-1 B 9 . dan pemasangan ban luar dan ban dalam Pengujian. memasang dan menyetel roda Pembongkaran.Kode OPKR OPKR OPKR OPKR 40-014B 40-016B 40-017B 40-019B OPKR 50-001B OPKR 50-002B OPKR 50-007B OPKR 50-008B OPKR 50-009B OPKR 50-011B OPKR 50-019B Judul Modul Pemeliharaan/servis sistem suspensi Balans roda/ban Melepas. dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan. perbaikan.

MEKANISME PEMELAJARAN Untuk mencapai penguasaan modul ini dilakukan melalui alur mekanisme pemelajaran sebagai berikut: START Lihat Kedudukan Modul Lihat Petunjuk Penggunaan Modul Kerjaka n Cek Kemampuan Nilai ≥ 7 T Kegiatan Belajar 1 Y Kegiatan Belajar n Modul OPKR-20-0011B Kerjaka n Evaluas 10 .

i T Y Nilai ≥ 7 Modul berikutnya/Uj i Kompetensi Modul OPKR-20-0011B 11 .

OPKR : Operasi Perbaikan Kendaraan Ringan. seker. Pre Combustion Chamber : Ruang bakar kamar muka/depan. Gasoline : Bensin. In-line : sebaris. Bolted : dikunci dengan baut pada batang piston. Nozzle : nozel/injektor atau penyemprot/pengabut. Over Head Valve : Katup di kepala silinder dan nok di blok engine. Double Over Head Camshaft : Poros cam dua buah di atas kepala silinder. Fly Wheel : Roda penerus/roda gila.PERISTILAHAN/GLOSARIU M Big End : Ujung besar batang piston. Fixed : dikunci dengan baut. . Feed pump : pompa pemindah atau pompa transfer/pompa tekanan rendah. Ignition : Pengapian/penyalaan. Piston : Torak. Injection pump : Pompa injeksi/pompa tekanan tinggi. Full Floating : Bebas pada piston dan bebas pada batang piston. Oil hole : lubang saluran oli. Bore : lubang silinder. dengan posisi piston. Engine : mesin/motor. Semi floating : bebas pada piston mati pada batang piston atau sebaliknya. Membliding : Membuang udara dari sistem. dengan posisi piston. Crank arm : lengan engkol/pipi engkol. Over Head Camshaft : Poros cam di atas kepala silinder.

Strainer : Saringan kasar oli. . Stroke : langkah. Swirl Combustion Chamber : Ruang bakar kamar pusar.

Timing belt : Sabuk/tali penggerak roda gigi timing. Water Cendimeter : Pengendap air. Timing Chain : Rantai penggerak roda gigi timing. . Timing Gear : Roda gigi untuk menepatkan pembukaan dan penutupan katup TOP Kompresi : Piston berada pada Titik mati atas langkah kompresi.

identifikasi jenis-jenis motor dan komponennya. B. Setelah serta melaksanakan modul ini diharapkan motor siswa dapat memahami prinsip kerja motor. anda harus sudah menyelesaikan modul OPKR. Apabila siswa menguasai sub kompetensi ini. 20001-2 B tentang perawatan/servis engine dan komponenkomponennya secara berkala. OPKR. akan mudah mempelajari sub kompetensi berikutnya yaitu OPKR. DESKRIPSI Modul Pemeliharaan/servis Engine dan komponen-komponennya dengan kode OPKR.BAB I PENDAHULUA N A.10-016 B tentang K3. yang di industri perotomotifan dikenal dengan sebutan Tune-up engine. kegiatan belajar 2 melakukan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. jenis-jenis motor dan komponennya dapat mengidentifikasi jenis-jenis dan komponenkomponennya. Modul ini dibagi menjadi 2 kegiatan belajar yaitu: kegiatan belajar 1 prinsip kerja engine dan jenis-jenis engine beserta komponen-komponennya. 20-001-1 B membahas tentang prinsip kerja motor. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini. Kompetensi yang terdapat dalam modul ini akan membekali siswa pengetahuan dan ketrampilan serta sikap yang benar yang terkait dengan setiap pekerjaan overhaul dan perawatan motor. 10- . Materi kompetensi yang terdapat pada modul ini merupakan sub kompetensi dari kompetensi pemeliharaan/servis engine secara keseluruhan. OPKR. sehingga siswa memiliki kemampuan yang dapat diterapkan di dunia industri perotomotifan. 10-017 B tentang penggunaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja.

komunikasi di tempat kerja serta modul lainnya yang harus dipelajari lebih kedudukan modul.018 tentang kontribusi. awal sesuai dengan peta .

b. kembalikan alat dan bahan ke tempat semula e. d. Siswa dinyatakan menguasai materi. materi yang kurang jelas. Bila ada c. langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: a. Bila belum berhasil siswa wajib mengulangi. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1. Kerjakanlah mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Bila guru siswa sudah dinyatakan berhasil.C. Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini. f. serta dapat menyelesaikan praktik sesuai standar minimal yang ditentukan. 4) Gunakan alat sesuai prosedur yang benar Untuk melakukan kegiatan pemakaian belajar yang belum jelas. harus meminta ijin guru lebih dahulu. bila sudah dapat menjawab seluruh soal dengan benar tanpa melihat buku atau kunci jawaban. 5) Setelah selesai praktik. 3) Sebelum melaksanakan praktik. siapkan alat dan yang praktik bahan yang diperlukan secara cermat (lihat lembar kerja). Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik perhatikanlah hal-hal berikut ini: 1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang diberikan. siswa setiap tugas formatif (soal dapat bertanya latihan) untuk pada guru yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada kegiatan belajar. uji profesi siswa bersama dengan yang dapat membuat rencana kompetensi menghadirkan lembaga sertifikasi setempat . 2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik.

telah diakui keberadaannya. untuk mendapatkan pengakuan kompetensi dengan sertifikat. .

f. Memahami prinsip kerja. Membantu siswa mencarikan pendamping dari industri bila diperlukan.komponennya. b. mengerjakan modul berikutnya. Konsultasikan dengan guru belajar. jenis-jenis engine/motor dan komponennya. D. Mencatat hasil kemajuan siswa. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru berperan untuk: a. Melaksanakan penilaian internal i. jenis-jenis engine/motor dan komponen. pada siswa apabila ada yang perlu dan merundingkan pada siswa rencana pemelajaran . saat menemui maupun pada saat merencanakan proses menjawab soal-soal dapat bila membutuhkan juga saat akan kesulitan dalam lain guru pada waktu melaksanakan praktik. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan. Dapat melakukan identifikasi. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini siswa diharapkan: 1. h. praktik tugas-tugas pelatihan yang menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. 2. dan siswa dalam memahami konsep. Membantu baru. c. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar. Membimbing siswa melalui dijelaskan dalam tahap belajar.ataupun bila dengan memerlukan sumber belajar yang mengkomunikasikan pendamping dari industri pada saat belajar. 2. g.g. Menjelaskan dibenahi berikutnya. e. d.

E. KOMPETENSI
MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI 1.Memelihara/ser vis engine dan komponenkomponennya KRITERIA KINERJA *Pemeliharaan/ser vis engine dan komponenkomponennya dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya *Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami *Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeliharaan/servi LINGKUP BELAJAR *Prinsip kerja engine *Komponenkomponen engine *Data spesifikasi pabrik SIKAP *Menerapkan SOP dalam mengidentifikasi komponenkomponen engine *Menerapkan K3 *Melaksanakan kegiatan yang kompleks dan tidak rutin,menjadi mandiri dan bertanggung jawab untuk pekerjaan yang lainnya. PENGETAHUAN *Prinsip kerja engine *Jenis-jenis engine dan komponenkomponennya *Persyaratan keamanan peralatan/ komponen dan keselamatan diri KETRAMPILAN *Melaksa nakan identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya

Modul OPKR-20-001-1 B

15

F. KEMAMPUAN Sebelum siswa mempelajari modul ini,siswa dapat mencoba mengerjakan soal-soal yang ada pada lembar soal formatif tanpa melihat uraian materi atau kunci jawaban. Bila siswa sudah merasa bisa, guru pembimbing supaya melakukan pengetesan. Dan apabila siswa benar sudah menguasai materi sesuai standar minimal yang ditentukan, guru pembimbing menyediakan modul pemelajaran berikutnya untuk dipelajari siswa. Tetapi bila belum bisa, supaya siswa melanjutkan mempelajari modul ini.

16

BAB II PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa Rencanakanlah setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi table di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.
Jenis Kegiatan 1. Prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah, jenisjenis engine dan 2. komponennya. Identifikasi jenisjenis engine dan komponennya Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasa n Perubaha Paraf Guru

B. Kegiatan Belajar Kegiatan Belajar 1: Prinsip Kerja Engine, jenis-jenis engine dan komponennya. a. Tujuan Kegiatan Belajar Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja engine 2 langkah dan 4 langkah. Jenis-jenis engine dan komponennya. b. Uraian Materi 1. Prinsip Kerja Engine Motor/engine /mesin adalah suatu alat yang merubah tenaga panas, listrik, air dan Sedang motor dan sebagainya menjadi tenaga dibagi mekanik. menjadi motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga pembakaran motor Sedang dalam (internal combustion chamber) luar (eksternal combustion motor bensin dan disel termasuk motor pada

mekanik disebut motor bakar. Motor bakar pembakaran

chamber).

pembakaran dalam karena tenaga panas dihasilkan di dalam motor itu sendiri. Bila ditinjau dari langkah (Stroke) proses 17

pembakarannya, motor yang berkembang saat ini ada motor 2 langkah dan motor 4 langkah. Dan yang dimaksud langkah (Stroke) adalah seperti berikut ini :

Gambar 1. Langkah/stroke motor TDC = Top Death Center atau Titik Mati Atas (TMA) BDC = Bottom Death Centre atau Titik Mati Bawah (TMB) Titik mati atas adalah batasan maksimal gerakan piston ke atas, sedang titik mati bawah adalah batasan maksimal gerakan piston ke bawah. a) Prinsip Kerja motor bensin 2 langkah Langkah kompresi,buang penghisapan: piston terjadi menutup tekanan sehingga dan

Pada langkah ini piston 6 bergerak dari TMB ke TMA, di atas ketika piston belum saluran buang 2, gas sisa pembakaran akan buang dan ketika piston menutup

mengalir ke saluran

saluran buang, di dalam ruang bakar 5 terjadi kompresi. di bawah piston terjadi penghisapan, campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang engkol pemasukan 1 . 9, melalui saluran

18

katup buang menutup. katup 2 bahan ke ruang bakar. pemasukan dan Beberapa derajat sebelum piston mencapai TMA busi 4 meloncatkan api sehingga terjadi pembakaran. masuk dan 2 katup buang tertutup.Langkah buang: usaha. 19 . campuran Langkah kompresi: Piston bergerak dari TMB ke TMA. Di bawah pemasukan tertutup. tenaga pembakaran akan mendorong piston ke bawah dan melalui connecting rod 7 tenaga tersebut dikirim menjadi tenaga mekanik pada crank shaft 8. dan katup udara masuk masuk membuka. Prinsip kerja motor bensin 2 langkah b) Prinsip kerja motor bensin 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke bakar TMB. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 2. Pada saat saluran buang terbuka dan saluran campuran ruang bakar sekaligus mendorong gas bekas keluar melalui saluran buang. campuran bahan bakar dan udara dikompresikan dengan tekanan antara 9 Kg/cm -12 Kg/cm . pemasukan piston terjadi baru ke tekanan.

Langkah usaha: Beberapa api derajad sebelum TMA busi meloncatkan akan terjadilah pembakaran. Tenaga pembakaran kan oleh connecting rod menjadi tenaga putar pada saat ini kedua katup dalam mendorong piston dari TMA ke TMB. gas sisa pembakaran akan terdorong keluar melalui saluran buang. saluran buang terbuka (B). katup masuk menutup dan katup buang membuka.tenaga panas piston dari TMA ke TMB.dan keadaan tertutup. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut: Gambar 3. Langkah buang: Piston bergerak dari TMB ke TMA. Prinsip kerja motor bensin 4 langkah c) Prinsip kerja motor disel 2 langkah Langkah pemasukan: akan mendorong tersebut usaha dan Pada saat tejadi pembakaran di ruang bakar. Pada saat piston melewati lubang-lubang pemasukan pada didnding silinder. tenaga shaft oleh connecting rod dikirim ke crank menjadi tenaga putar. 20 . maka terjadilah pemasukan udara murni ke dalam silinder. tenaga tersebut akan dikirim pada crank shaft. Pada saat ini saluran buang tertutup (A).

Untuk lebih 2 mencapai TMA. dan beberapa derajad sebelum piston terjadilah pembakaran gambar berikut : (C). udara murni masuk ke ruang bakar (A). Prinsip kerja motor disel 2 langkah d) Prinsip kerja motor disel 4 langkah Langkah hisap: Piston bergerak dari TMA ke TMB. Langkah kompresi: Piston buang bergerak menutup. bahan bakar disemprotkan ke dalam silinder sehingga jelasnya lihat Gambar 4. maka udara murni akan mendorong gas bekas keluar dari silinder menuju saluran buang selama udara 2 saluran buang membuka (B). katup masuk membuka dan katup buang menutup. Karena buang terbuka. Pada saat saluran buang mulai menutup terjadilah pengkompresian murni – 22 di atas piston dengan tekanan antara 16 Kg/cm Kg/cm . katup masuk dan udara murni di ruang bakar 21 .Langkah kompresi: Piston buang dan saluran bergerak dari TMB ke TMA. dari TMB ke TMA.

22 .terkompresikan (B).

Langkah buang: Piston bergerak dari TMB dan katup buang pembuangan (D) ke TMA. dan melalui tersebut (C).Tenaga pembakaran akan mendorong piston dari TMA ke TMB. bahan bakar terjadi tenaga ke ruang bakar.Langkah usaha: Beberapa disemprotkan derajad sebelum TMA. Prinsip kerja motor disel 4 langkah e) Perbedaan antara motor bensin dan disel Dari prinsip kerja engine dapat dilihihat perbedaan antara engine bensin dengan disel. katup masuk tertutup Pada saat ini gas sisa membuka. dirubah menjadi tenaga putar pada crank shaft pembakaran akan terdorong keluar dari silinder ke saluran Gambar 5. Secara bensin dan garis besar komponen – komponen engine pada tabel berikut berikut: Item Siklus Pembakaran Tekanan kompresi Motor Diesel Siklus Sabathe 2 16-22 Kg/cm Motor Bensin Siklus Otto 2 9-12 Kg/cm disel hampir sama. sehingga connecting rod pembakaran. yang membedakan antara keduanya adalah seperti 23 .

Ruang bakar Percampuran bahan bakar Rumit Sederhana Diinjeksikan pada akhir Dicampur dalam 24 .

Engine bersilinder 2 25 . enam. tiga. empat. delapan dan seterusnya.Item Metode penyalaan Bahan bakar Getaran suara Efisiensi panas (%) Motor Diesel langkah Terbakar sendiri Solar Besar 30-40 Motor Bensin karburator Percikan busi Bensin Kecil 22-30 2. Gambar 6. Engine silinder 1 Gambar 7. dua. Jenis-jenis engine a) Engine ditinjau dari jumlah silindernya Bila ditinjau dari jumlah silindernya ada engine dengan silinder satu.

tipe V dan tipe horizontal berlawanan. Engine bersilinder 4 Gambar 9. Engine bersilinder 6 b) Engine ditinjau dari susunan silindernya Bila ditinjau dari susunan silindernya engine terbagi menjadi beberapa Tipe yaitu: tipe in-line. 26 .Gambar 8.

27 . Engine tipe Horizontal berlawanan c) Engine ditinjau dari penempatan mekanisme katupnya Bila ditinjau dari mekanisme katupnya engine dibagi menjadi: tipe Over Head Valve (OHV). tipe Over Head Cam shaft (OHC) dan tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC).Gambar 10. Engine tipe In-line Gambar 10. Engine tipe V Gambar 11.

timing Perhatikan gambar-gambar berikut: 28 . Mekanisme katup tipe Over Head Cam shaft (OHC) Gambar 14. Mekanisme katup tipe Over Head Valve (OHV) Gambar 13. penggerak roda gigi. Mekanisme katup tipe Double Over Head Cam shaft (DOHC) d) Engine bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya Bila ditinjau dari penggerak mekanik katupnya: dengan chain dan timing belt.Gambar 12.

Mekanik katup dengan penggerak roda gigi (timing gear) Gambar 16. Untuk keperluan kendaraan motor bensin dan disel relatif lebih banyak digunakan. 29 . Mekanik katup dengan penggerak timing belt e) Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya Bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya engine dibagi: Engine gasoline (motor bensin). engine diesel. engine cerosine (motor minyak tanah) dan engine LPG. Mekanik katup dengan penggerak timing chain Gambar 17.Gambar 15.

Engine Diesel (motor disel) 3. poros nok. engine Yang dan pendukung dimaksud komponen-komponen engine meliputi: Blok silinder. Sedang bagian. Pada bagian atas blok . sistem pelumasan.Gambar 18. poros 30 engkol. sistem bahan bakar dan sistem pengapian. a) Blok block) silinder (cylinder Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran. mekanik katup. Komponen-komponen Engine Engine terdiri bagian-bagian dari komponen-komponen kerja engine. kelengkapan piston. kepala silinder.bagian penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan. Engine Gasoline (motor bensin) Gambar 19. poros engkol. Selain itu juga sebagai tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston. poros nok dan roda penerus.

Gambar 20. Gambar 21. pemasukan dan juga saluran pembuangan. Blok silinder (Cylinder Block) b) Kepala silinder (Cylinder Head) Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar saluran tambahan.silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli. Pada kepala silinder juga digunakan untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup. Kepala silinder (cylinder head)  Keterangan gambar kepala silinder: 31 .

Piston : untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Ada beberapa jenis ruang bakar untuk motor bensin yaitu jenis: setengah bulat. Valve keepers: sebagai pengunci antara katup dengan pegas katup. To exhaust manifold : disambung dengan manifold buang To intake manifold : disambung dengan manifold masuk Pada kepala silinder juga diletakkan atau dibentuk ruang bakar (Combustion Chamber). bak mandi dan pent roof. Combustion chamber : untuk tempat pembakaran Valve seat : sebagai tempat dudukan kepala katup Oil seal : Sebagai perapat oli agar tidak masuk ke ruang bakar Intake valve: untuk membuka dan menutup saluran pemasukan. Adjusting shim: penyetel celah katup Valve lifter: Sebagai pengangkat katup Exaust valve: untuk membuka dan menutup saluran buang Valve guide: Untuk penghantar gerakan katup Gasket: sebagai perapat Water jacket: untuk saluran air pendingin Cylinder block: untuk tempat pembakaran/tempat bekerjanya Piston. Gambar 22. baji. Ruang 32 .Spark plug (Busi): untuk meloncatkan api tegangan tinggi. Ruang bakar setengah bulat bakar Baji Gambar 23.

Ruang bakar Bak mandi Pent Roof Gambar 25. Ruang bakar Injeksi langsung Ruang bakar untuk motor disel injeksi tidak langsung (indirect injection) ada: ruang bakar kamar depan (Pre combustion chamber. Hemispherical dan Spherical Gambar 26.Gambar 24. ruang bakar kamar pusar (Swirl chamber) dan model sel udara (Air cell) 33 . Ruang bakar Sedangkan jenis ruang bakar untuk motor disel Injeksi langsung (Direct Injection) ada: Multi Spherical.

Ruang bakar kamar depan Nozzle (injector): untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang Bakar.Gambar 27. Ruang bakar sel udara c) Mekanik katup (valve mekanism) 34 . Ruang bakar kamar pusar Gambar 29. Pre combustion chamber : untuk tempat pembakaran awal Glow plug (Busi pijar) : untuk pemanas ruang bakar Combustion chamber : untuk tempat pembakaran utama Gambar 28.

Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. 35 . sekaligus menepatkan posisi katup dengan piston. Gambar 30. Metode penggerak mekanik katup menggunakan: timing gear. Model Timing Gear Model (Over timing gear digunakan pada motor jenis OHV Head Valve) dan menggunakan lifter serta push rod. timing chain atau dengan timing belt. Adapun fungsi katup untuk membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder. Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok.

pena piston dan batang piston. dengan piston. Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan. Selain itu piston juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol melalui batang piston. juga sebagai pembentuk ruang bakar. Gambar 32. Tegangan rantai tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper. Poros Noknya terletak pada kepala silinder. ring piston. serta Roda gigi pengganti sprocket sebagai diatur oleh timing gear.Gambar 31. Model Timing Belt Pada model timing belt. Model Timing Chain Model timing chain digunakan pada motor jenis OHC (Over Head Cam shaft) atau DOHC (Double Over Head Cam shaft). Kelengkapan piston terdiri dari: Piston. poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai. d) Kelengkapan Piston (Piston Assy) Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor bensin atau udara murni pada motor disel. Cam shaft dan crank shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup 36 . digerakkan oleh rantai.

Gambar 34. Ring kompresi sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston. 37 . Ring piston dan alurnya pada piston Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring).Gambar 33. Konstruksi piston (Torak) Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston Lands: sebagai pembatas ring piston Skirt: sebagai penyerap panas. Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan ruang engkol. Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli.

Tipe penyambungan pena piston 38 . Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe.Gambar 35. full floating dan semi floating Gambar 36. Pena piston (Piston Pin) Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai fungsinya masingmasing. antara lain: tipe Fixed.

Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus. e) Poros engkol (Crank shaft) Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston. Conecting rod bearing Batang piston berfungsi untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol. Gambar 39. Batang piston (Conecting Rod) Gambar 38. akibat tenaga hasil pembakaran. Poros engkol (crank shaft) Oil hole: Untuk saluran pelumasan Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor Counter balance weight: sebagai bobot penyeimbang putaran 39 . Small end : untuk menempatkan pena piston Big end : untuk pemegang pin journal pada poros engkol Conecting rod bearings : sebagai bantalan Oil hole : untuk menyalurkan oli pendingin menuju piston Conecting rod cap : sebagai penahan connecting rod dengan pin Journal.Gambar 37.

f) Poros nok (Cam shaft) Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan noknok sebagai penggerak mekanik katup. Gambar 40. 40 berfungsi sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke pemindah tenaga . Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau katup masuk saja. Cut-out groove: didtributor Roda penerus sistem untuk menggerakkan g) Roda penerus (Fly wheel) dipasang pada out put poros engkol dan kendaraan (Power train). ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang. Poros nok (Cam shaft) Journal: sebagai titik tumpu putaran poros Cam shaft drive gear: sebagai gigi pemutar Cam shaft driven gear: sebagai gigi yang diputarkan Intake cam shaft: penggerak mekanik katup masuk Exhaust cam shaft: penggerak mekanik katup buang Cam shaft timing pulley: untuk menepatkan posisi katup dengan piston.

Kecual i itu roda penerus juga 41 .

untuk meneruskan putaran dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart. Sedangkan fungsi utama sistem pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine. Gambar 42.komponen berikut: 42 . Gambar 41. Untuk dapat melaksanakan fungsinya. sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen. Panci oli (Oil punch) i) Sistem pendinginan (Cooling System) Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. Roda penerus (Fly wheel) h) Panci oli (Oil punch) Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor.

Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine. Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine. pompa oli. saluran oli (hole). Adapun komponen sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer). hal ini dimaksudkan agar komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine. Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin. 43 . Gambar 43. Sistem Pendinginan air j) Sistem Pelumasan (Lubrycating System) Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan.Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air. saringan oli (Oil filter).

Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: Tangki (Fuel bahan bakar tank): sebagai penampung bahan bakar dari Pompa (Fuel pump): Menyuplai tangki ke Karburato r. Sistem bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. Sistem pelumasan (Lubrycating System) k) Sistem Bahan bakar (Fuel System) Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bahan bakar sesuai kebutuhan engine.Gambar 44. 44 .

Saringan (Fuel filter): menyaring bahan bakar. 45 . Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada.Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar. Injektor (Nozzle): Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Pompa pemindah (Feed pump): menyuplai bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. Pengendap air (Water cendimeter): Untuk mengendapkan air yang ada pada bahan bakar. Sistem bahan bakar engine bensin Sedangkan sistem bahan bakar engine disel mempunyai komponen seperti berikut: Tangki (Fuel pump): untuk menampung bahan bakar. Pompa injeksi (Injection pump): untuk menyuplai bahan bakar ke nozel dengan tekanan tinggi. Gambar 45. Pompa penyalur (Priming pump): Untuk menyalurkan bahan bakar ke dalam sistem saat membliding udara.

Sistem bahan bakar engine disel dengan Pompa In-line Gambar 47. Sistem bahan bakar engine disel dengan pompa rotary 46 .Gambar 46.

Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup. Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. Gambar 48. Rangkuman 47 . dan menyalurkan kembali saat platina membuka. Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi. Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem. Komponen-komponen sistem pengapian antara lain: Baterai: sebagai penyimpan arus listrik. Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. adapun fungsinya memberikan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran.l) Sistem Pengapian konvensional Sistem pengapian digunakan pada engine bensin. Sistem pengapian engine bensin konvensional c.

Engine bila ditinjau dari mekanisme katupnya : tipe OHV. 12. sedang motor disel dengan kompresi tinggi (terbakar sendiri/self ignition). Ditinjau dari tempat pembakarannya. 5. 10. Motor 2 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 2 langkah piston sekali putaran crank shaft. Motor motor bensin menggunakan siklus otto sedang disel menggunakan siklus sabathe. 11. 6. 9. 8. 4. Motor 4 langkah adalah motor yang sekali usaha (menghasilkan tenaga) memerlukan 4 langkah piston atau 2 putaran crank shaft. tipe OHC dan 48 .1. 2. Metode pembakaran motor bensin dengan percikan api busi. jenis V dan jenis horizontal berlawanan. 14. dua. Yang dimaksud langkah piston (Stroke) adalah gerak piston dari TMA ke TMB atau sebaliknya. motor terdiri dari motor pembakaran dalam dan motor pembakaran luar. Engine bila ditinjau dari susunan silindernya: jenis in-line. 13. Engine ditinjau dari jumlaah silindernya ada engine bersilinder Satu. Ditinjau dari langkah (Stroke) motor terdiri dari motor 2 langkah dan motor 4 langkah.enam.tiga. Motor bakar adalah motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran.delapan dan seterusnyaa.empat. Motor pembakaran dalam (internal combustion chamber) adalah motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 7. 3. metode pembakaran dan penggunaan bahan bakar motor terdiri dari motor bensin dan motor disel. Ditinjau dari siklus pembakaran. Bahan bakar motor bensin adalah bensin/premium/gasoline sedang motor disel menggunakan solar/light oil.

motor LPG dan motor disel. motor cerosine. 49 .DOHC. Engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya: motor bensin. 15.

Panci oli untuk menampung oli motor. 20. Piston ring kompresi untuk perapat kompresi. 18. Kelengkapan piston: piston. 30. 28. sedang oil ring untuk menyapu oli pada dinding silinder. cam shaft dan oil punch.baji. valve mekanism. hemispherical dan pherical. 23. 19. crank shaft. Macam penyambungan pena piston: Fixed. piston assy. Metode penggerak katup: dengan timing gear. 22. Komponen utama motor: Cylinder block. Cylinder head untuk menempatkan mekanik katup dan ruang bakar. connecting rod. juga merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. Ruang bakar injeksi langsung: model multi pherical. Poros nok untuk menggerakkan mekanik katup 32. Jenis ruang bakar motor bensin: setengah bulat. 17. 27. tempat pembakaran dan menopang komponen engine yang lainnya. bearing cap dan insert bearing. piston ring. bak mandi dan pent roof. 33. 31.16. Batang piston untuk meneruskan gerak lurus piston menjadi gerak putar pada poros engkol. 24. Roda penerus untuk meneruskan putaran / tenaga motor ke power train dan putaran starter ke poros engkol. Jenis ruang bakar motor disel: injeksi langsung dan tak langsung. Crank shaft untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. 50 . timing chain dan timing belt. full floating dan semi floating. 21. cylinder head. Cylinder block sebagai tempat bekerjanya piston. 26. Ruang bakar injeksi tak langsung: model kamar depan. fly wheel. kamar pusar dan sel udara. Piston berfungsi untuk mengkompresi campuran gas atau udara murni. 25. Pena piston untuk menyambung piston dengan connecting rod. piston pin. 29.

dalam buku tugas. Tes formatif 1. Sebutkan 7 perbedaan motor bensin dengan disel 5. strainer. pompa priming. Sistem pelumasan terdiri dari: Pompa oli. tali kipas dan kipas. Jelaskan secara singkat yang dimaksud motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam. 36. saluran oli. Tugas 1. pompa. Carilah buku pada perpustakan bengkel yang sesuai dengan materi pada modul ini. kunci kontak. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari: tangki. Sistem pengapian konvensional terdiri dari: baterai. 51 . kondensator. distributor dan busi. cendimeter. tutup radiator. saringan dan karburator. Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan motor bakar.34. Pelajarilah prinsip catatlah kerjanya masing-masing secara cermat. pompa injeksi dan injektor. dalam buku tugas. slang radiator. Siapkan model motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. Jelaskan maksud motor 2 langkah dan motor 4 langkah 4. yang terlihat. 3. Sistem pendinginan terdari dari: radiator. pompa air. perbedaan Diskusikan dengan teman atau minta penjelasan guru bila diperlukan. 2. 37. 38. 35. 2. e. thermostaat. Jelaskan yang terjadi di bawah dan diatas piston pada motor bensin dua langkah pada saat piston bergerak dari TMA ke TMB 6. pompa pemindah. mantel air. saringan oli. Jelaskan dua kemungkinan yang terjadii di dalam silinder motor bensin 4 langkah saat piston bergerak dari TMB ke TMA. saringan. koil. pelajarilah dan catatlah hal-hal baru yang ditemukan. d. Sistem bahan bakar engine disel terdiri dari: tangki.

Dengan gambar kerja motor disel 2 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 52 .7.

Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari susunan silindernya. Sebutkan 3 jenis engine ditinjau dari mekanisme katupnya. Sebutkan 8 komponen engine beserta fungsinya masingmasing. 15. Sebutkan 6 komponen kelengkapan piston beserta fungsinya masing. 12.8. 18. 16. 19. Sebutkan 4 jenis ruang bakar motor bensin. 20. 11.masing. Sebutkan 3 jenis penggerak mekanik katup. Sebutkan 4 macam engine bila ditinjau dari penggunaan bahan bakarnya. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi langsung. 14. Sebutkan 5 jumlah silinder motor yang paling banyak digunakan pada kendaraan. 13. Sebutkan 3 jenis ruang bakar motor disel injeksi tak langsung. Dengan gambar motor disel 4 langkah berikut jelaskan proses yang terjadi di dalam silinder 9. 17. 10. 53 . Sebutkan 3 jenis penyambungan pena piston. Sebutkan fungsi crank shaft dan cam shaft.

Sebutkan 7 komponen sistem pendinginan air 26.Efesiensi panas (%) s/d 30 ke ruang bakar. 2. Motor bensin Otto sederhana di karburator Bensin halus . crank shaft. Sebutkan fungsi nozel pada sistem bahan bakar engine disel 30. 22. . Item . Sebutkan fungsi roda penerus. Sebutkan fungsi oil drain pada panci oli. Kunci jawaban 1.Suara 5.21. karena diatas Di bawah piston terjadi tekanan.Percampuran . Sebutkan 2 fungsi panci oli. Sebutkan 5 komponen sistem pelumasan engine. 3.Siklus . Motor yang proses pembakarannya terjadi di luar motor tersebut dan Motor yang proses pembakarannya terjadi di dalam motor itu sendiri. 23. Sebutkan fungsi karburator pada engine bensin. 24. 25.Ruang bakar . 28. Sebutkan f. 54 . Sebutkan fungsi pompa priming pada pompa injeksi. Motor yang sekali usaha memerlukan 2 langkah piston atau usaha 4. sekali putaran memerlukan crank shaft dan Motor yang sekali 4 langkah piston atau 2 kali putaran Motor disel Sabathe 2 7 komponen pada sistem pengapian konvensional engine bensin. campuran baru terkirim sebagian gas bekas akan terdorong keluar oleh gas baru saat lubang pembuangan mulai membuka. 27. Sebutkan fungsi cendimeter pada sistem bahan bakar engine disel 29.Tekanan kompresi 9-12 Kg/cm 16-22 Kg/cm rumit 2 di ruang bakar Solar kasar s/d 40 piston terjadi isapan.Bahan bakar . Motor yang merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik dengan proses pembakaran.

tempat kerja piston. Kemungkinan pertama langkah buang apabila katup buang membuka. Kepala silinder: membentuk/menempatkan ruang bakar dan mekanik katup. LPG dan disel. Blok motor: untuk tempat pembakaran. udara murni terkompresikan. 12. Sebelum TMA Piston bergerak semakin ke atas. A: piston bergerak ke B: Piston bergerak ke terjadilah pengisian udara murni terjadilah pengkompresian udara murni C: Sebelum TMA bahan bakar disemprotkan maka terjadi pembakaran dan piston terdorong ke bawah. udara baru masuk. kedua katup menutup pembakaran 8. cerosine. 55 . maka gas bekas akan keluar melalui saluran buang. C: Langkah kompresi. katup buang membuka. untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. bahan bakar disemprotkan. 3.6. maka terjadi langkah usaha D: Piston bergerak ke atas. A: langkah usaha dan pemasukan. 2. 13. in-line. saat piston melewati lubang pemasukaqn. maka terjadi bawah. Kelengkapan piston: untuk mengkompresikan campuran gas atau udara murni. Piston terdorong ke TMB akibat tekanan pembakaran. B: Langkah buang. Mekanik katup: Membuka dan menutup ruang bakar sesuai posisi piston. V dan horizontal berlawanan. 1. maka gas bekas terdorong keluar lewat saluran buang. Saat piston bergerak ke atas dan saluran pembuangan membuka. 4 dan 6 silinder. 10. OHC dan DOHC. OHV. katup masuk membuka atas. langkah kompresi apabila 7. dan kemungkinan kedua kedua katup menutup. 11. saluran masuk buang tertutup. Motor bensin. 9.

hemispherical dan spherical. 26. 23. Untuk meneruskan tenaga ke power train. Setengah bulat. Kamar depan. mengendapkan kotoran oli. Untuk mengendapkan air pada bahan bakar. thermostaat. 25. kamar pusar dan sel udara. dan putaran starter ke poros engkol. saluran oli pada engine. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup Fly whhel: untuk meneruskan putaran/tenaga ke power train. 18. 19.saringan oli. Ring piston: untuk perapat dan penyapu oli. Multi spherical. dan putaran starter ke poros engkol. Radiator. 20. Menampung oli motor. 21. Bearing cap: untuk menempatkan insert bearing dan untuk mengikat connecting rod pada pin journal poros engkol. Pena piston: untuk menyambung piston dan connecting rod. baji. Panci oli: untuk menampung oli motor. 28. Dengan timing gear. Untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar.Poros engkol: Untuk meneruskan putaran motor ke fly wheel. tutup radiator. Untuk membliding udara. pompa air. Fixed. 56 . 24. 17. 14. 27. slang radiator. 22.strainer.pompa oli. full floating dan semi floating. bak mandi dan pint roof. Panci oli. Piston: untuk merubah tenaga panas menjadi tenaga mekanik. untuk mengkompresikan campuran gas/udara murni. 15. 29. Penerus putaran ke fly wheel dan penggerak mekanik katup. Insert bearing : sebagai bantalan. 16. Untuk mencampur udara dan bahan bakar. tali kipas dan kipas. timing chain dan timing belt. Untuk mengetap oli. Conecting rod: untuk merubah gerak lurus piston menjadi gerak putar poros engkol.

Siapkan engine stand / unit kendaraan engine disel dengan pompa rotary. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. kondensator. Identifikasi komponen engine disel pompa rotary. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen sistem bahan bakarnya. Siapkan engine stand/unit kendaraan engine disel dengan pompa in. Uraian materi 1. nama komponen dan bagian tersebut sesuai nomor urutnya. engine yang nampak. koil. dan jelaskan fungsunya masing-masing. kunci kontak. c. Identifikasi komponen engine disel pompa in-line. kabel tegangan tinggi dan busi. tempelkan nomor urut secara acak pada komponen dan bagian utama Catatlah dalam buku tugas utama engine 3. 5. 2. tempelkan nomor urut pada komponen dan bagian utama engine secara acak.line. b. Identifikasi komponen engine bensin pada stand/unit kendaraan. Kegiatan Belajar 2: Identifikasi jenis-jenis engine dan komponennya.masing sesuai nomor urutnya dan catatlah dalam buku tugas. Identifikasi komponen bongkaran engine bensin 2 langkah 1 silinder. 4. Baterai. a. Tujuan kegiatan belajar Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis engine dan komponennya. 2. Tugas 1. Rangkuman d. 3. 4. Identifikasi komponen bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 6. Catatlah nama komponen beserta fungsinya masing-masing pada buku tugas. Sebutkan nama komponen dan fungsinya masing. distributor.30. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 57 . Siapkan engine stand/unit kendaraan engine bensin 4 langkah 4 silinder.

tempelkan komponen nomor urut secara masing- acak masing pada nama sesuai komponen .komponen tersebut dan beserta fungsinya nomornya dalam buku tugas.silinder. catatlah 58 .

Siapkan bongkaran komponen engine disel 4 langkah 4/6 silinder. Sebutkan nama komponen engine bensin berikut dan masing . Tes formatif (Guru menempelkan nomor urut sesuai kunci) 1.5. 6.masing. (Bongkaran komponen nomor urutnya. secara acak nama pada komponenbeserta Catatlah komponen fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. 5. line berikut dan 4. bongkaran engine bensin 2 fungsinya masing langkah 1 silinder beserta nomor urutnya. lengkap).masing. Sebutkan nama komponen pompa rotary berikutdanfungsinya masing . tempelkan nomor komponen tersebut. (pada engine stand/unit kendaraan). 59 . e. Catatlah nama komponen fungsinya masing-masing sesuai nomornya dalam buku tugas. (Bongkaran komponen lengkap). Sebutkan masing lengkap). engine sesuai disel (pada dengan urut fungsinya sesuai nomor urut engine stand/unit kendaraan). sesuai nomor urutnya. Siapkan bongkaran komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder. 2. Sebutkan masing. tempelkan komponen nomor secara acak pada komponenbeserta tersebut.(Bongkaran komponen . fungsinya komponen berikut sesuai nomor urut masing - 3. 6. Sebutkan nama komponen bongkaran engine fungsinya disel 4 masing langkah 4/6 silinderberikut masing. beserta nama sesuai komponen berikut bongkaran engine bensin 4 masing langkah 4 silinder beserta fungsinya nama sesuai nomor (pada engine stand/unit kendaraan). Sebutkan nama komponen engine disel dengan pompa Inmasing.

Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan. 4. Tali kipas: untuk menggerakkan kipas pendingin 7. Soal praktik 2 1. nok dan saluran pemasukan. Karter/panci oli: untuk menampung oli pelumasan. Tutup katup: penutup katup. Injektor/nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. pembuangan dan lainnya.f. Kunci jawaban Soal praktik 1 1. 12. Koil Untuk merubah arus primer menjadin arus skunder bertegangan tinggi. busi. 13. Stik Oli: untuk memeriksa kondisi dan kapasitas oli pelumas. 5. 2. 6. kerjanya mekanik engine seperti piston. 6. Saringan udara: menyaring udara. 3. 5. Baterai: untuk menyimpan arus listrik. 60 tempat terjadinya proses pembakaran. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi. Karburator: untuk mencampur udara dan bahan bakar. 10. poros engkol. 8. Distributor: untuk membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi. Saringan udara: untuk menyaring debu yang terdapat pada udara. Kunci kontak: untuk memutus dan menghubungkan arus listri pada sistem pengapian. 4. 11. . Oil filter: untuk menyaring oli. 2. Tutup radiator: untuk mengontrol tekanan pada radiator. Blok silinder: yang lainnya. Manifal pemasukan: Untuk memasukkan udara murni. 9. 3. 14. Saringan bahan bakar: menyaring bahan bakar. Busi: untuk meloncatkan api ke ruang bakar. Kepala silinder untuk tempat ruang bakar dan meletakkan komponen seperti mekanik katup. 15.

dan menyiapkan kembali saat radiator memerlukan. 8. 8. Pompa injeksi: untuk memompa bahan bakar dengan tekanan tinggi ke injektor/nozel. Saluran pembuangan: untuk menyalurkan gas buang. Reservoir: untuk menampung air pendingin kelebihan tekanan dari radiator. Saluran pembilas: untuk mengalirkan gas baru ke ruang bakar. 6. 4. 7. Batang piston: untuk merubah gerak lurus pada piston menjadi gerak putar pada poros engkol.7. Soal praktik 3 1. Tangki: untuk menampung bahan bakar 2. Piston: untuk menghisap dan mengompresikan campuran udara dan bahan bakar. Soal praktik 4 1. Glow plug: untuk memanaskan ruang bakar. 5. Lubang busi: untuk menempatkan busi. 9. Sirip pendingin: untuk media pendinginan engine. Ruang bakar: untuk proses pembakaran. Cendimeter: untuk mengendapkan air 6. Sringan bahan bakar: untuk menyaring bahan bakar. Nozel: untuk menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar. Stik oli: untuk memeriksa tinggi dan kondisi oli. 10. 5. Pompa priming: untuk membliding udara 3. Pompa air: untuk Mensirkulasikan air ke sistem. 8. Pompa pemindah: Untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke pompa injeksi. 2. 4. 3. 61 . Saluran pemasukan: untuk memasukkan gas baru ke ruang engkol. dan merubah tenaga pembakaran menjadi tenaga mekanik. 7. Pipa tekanan tinggi: untuk mengalirkan bahan bakar bertekanan tinggi dari pompa injeksi ke nozel.

Valve guide: penghantar katup. Timing belt : untuk penghubung putaran engkol ke poros nok. Dudukan katup buang : untuk mendudukkan kepala katup buang. Gasket: untuk perapat antara kepala dan blok silinder. 6. Poros engkol: untuk memindahkan tenaga engine ke power train. Puli poros engkol: untuk meneruskan putara air dan alternator. Rocker arm: untuk menggerakkan katup. 10. Soal praktik 5 1. 8. Lifter: untuk menggerakkan psh rod. 5. 8. Soal praktik 6 1. Pompa oli: untuk mensirkulasikan oli ke sistem. 10. Saluran pemasukkan : untuk mengalirkan udara murni. ke puli pompa 62 . 7. Roda gigi timing: untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. Saluran pembuangan: untuk mengalirkan gas buang. 6. Poros nok: untuk menggerakkan mekanik katup. 7. 4. 9. Blok motor: untuk tempat pembakaran dan kerja piston. Water jacket: untuk mengalirkan air pendingin. 3. 3. 10. Lubang busi pijar: untuk menempatkan busi pijar.9. 4. 5. 2. Oil hole: Untuk saluran oli pelumas. Push rod: untuk menggerakkan rokcer arm. Sprocket : untuk menepatkan timing katup dengan posisi piston. Valve seat: untuk dudukan kepala katup. Ruang bakar muka: untuk pembakaran awal 2. Lubang injektor: untuk menempatkan injektor/nozel. 9.

Bongkaran engine disel 4 langkah 4/6 silinder. BAHAN: 1. Tempat komponen. Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder 3.LEMBAR KERJA Kompetensi : Pemeliharaan/servis engine dan komponennya Sub kompetensi : Identifikasi jenis engine dan komponennyal TUJUAN: 1. Siswa dapat mengidentifikasikan bensin dengan engine disel. 2. Engine stand motor bensin atau unit kendaraan. 2. Siswa dapat mengidentifikasi komponen engine bensin 4 langkah 4 silinder 4. 5. KESELAMATAN KERJA: 1. Jangan menghidupkan motor tanpa seijin guru pembimbing 2. Engine stand motor disel atau unit kendaraan. Pastikan hand rem aktif bila menggunakan unit kendaraan dalam belajar ALAT: 1. 6. Balok ganjal kendaraan 3. Alat-alat tulis 2. Bongkaran komponen engine bensin 2 langkah 1 silinder. Bongkaran engine bensin 4 langkah 4 silinder. Model belahan motor bensin dan disel 2 langkah dan 4 langkah. 4. 3. Siswa dapat mengidentifikasi engine disel 4 langkah 4/6 silinder. 3. perbedaan komponen engine 63 . Jangan merubah komponen pada engine tanpa seijin pembimbing.

Siapkan peralatan dan bahan 2. 4. 64 . 5.LANGKAH KERJA: 1. Pelajari model belahan motor secara cermat mengenai prinsip kerja motor atau perbedaan komponennya. Kembalikan peralatan dan bahan kerja seperti serta lingkungan kerjaseperti semula. 3. Mengidentifikasi perbedaan antara motor bensin dengan disel pada engine stand atau pada unit kendaraan. Buatlah laporan kerja pada buku tugas.

komponen sistem bahan bakar dan komponen sistem pengapian. sesuai nomor yang Dapat menyebutkan komponen utama engine yang PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 NO 1 1 7 4 2 Engine disel dengan pompa rotary pada stand 65 . c) Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %. 2. Kriteria Penilaian Praktek ASPEK YANG DINILAI 2 Engine bensin 4/6 silinder pada engine stand atau unit kendaraan.BAB III EVALUASI A. komponen sistem pendinginan yang nampak. komponen sistem pelumasan yang nampak. Kriteria dan Instrumen Penilaian 1.pengapia n. e) Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut. d) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh). Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif) : a) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %. INDIKATOR KEBERHASILA N 3 Dapat menyebutkan komponen utama engine yang nampak. b) Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.

JUMLAH : 7 4 PENILAIAN YA TIDAK 8 9 5 6 7 60 .poros engkol. poros engkol.NO 1 ASPEK YANG DINILAI 2 kendaraan 3 4 5 6 7 INDIKATOR KEBERHASILA N 3 pendingin.roda penerus dan panci oli. kelengkapan piston. blok 4 langkah (OHV) silinder. Sesuai nomor yang dipasangkan. Sesuai nomor yang dipasangkan. komponen sistem pelumasan dan komponen sistem bahan bakar. Engine disel Dapat menyebutkan dengan komponen sistem pompa bahan In-line pada bakar beserta stand fungsinya atau unit masing-masing.kelengkapan katup. Bongkara Dapat menyebut n lengkap nama dan fungsi bagiankomponen engine bagian pada : kepala disel 4/6 silinder silinder. Sesuai kendaraa Bongkaran Dapat nomor yang lengkap menyebutkan komponen nama dan fungsi utama komponen engine bensin 2 utama. blok 4 silinder (OHC) silinder. roda penerus Dapat menerapkan K3 dan SOP K3 dan SOP. poros nok. kelengkapan piston. langkah 1 Bongkara Dapat n lengkap menyebutkan nama dan fungsi komponen engine bagian-bagian pada : bensin 4 langkah kepala silinder. kelengkapan katup. poros nok.

Nilai 8.00 (lulus baik / YA). 61 . waktu lebih cepat dan kwalitas melebihi standar minimal yang dipersyaratkan.00 (lulus istimewa / YA). waktu lebih cepat dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. 3. tepat waktu dan memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan. Nilai 9. 2.00 (lulus amat baik / YA). Nilai 7.CATATAN: 1.

. 62 .. DAFTAR KEMAJUAN SISWA NAMA SISWA : NIS NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 TES FOR1 N1 TES TES PRK1 PRK2 N2 N3 : TES PRK3 N4 TES TES TES KETERANGAN PRK4 PRK5 PRK6 NI= N5 N6 N7 (4xN1) +(N2+N3+N4 +N5+N6+N7) dibagi 10 NI = Nilai akhir OPKR..20-0011B N I = ..B...... CATATAN: yang Daftar kemajuan hanya diisi nilai materi sudah memenuhi standar minimal kelulusan.

Abigain P. (1992). Noname. Toyota Astra Motor .BAB IV PENUTUP Bagi siswa yang belum memenuhi standar kelulusan yang ditentukan.001-1 B . Jakarta: PT United Tractor Otim Suprapto.20. 20001-2 B dan OPKR. Dan OPKR.00 (tujuh koma nol nol) dan dapat melanjutkan ke modul berikutnya Yaitu OPKR. 20-001-3 B dimana modul tersebut merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari modul OPKR. Training manual Motor bakar. terutama pada item-item soal yang belum memenuhi standar kelulusan. (1999). (1998). 20. Bandung: Angkasa Anggiat Situmorang. (1984). (1999). Toyota Motors Corporatio n Noname. 001-1 B.OPKR. Bandung: Angkasa Noname. 20. Motor Otomotif. Artinya siswa boleh mengajukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat apabila telah menyelesaikan modul OPKR. wajib mengulangi belajar pada modul ini. 20-001-3 B. Bandung: 63 GE Engine Servis Training Information: New Step 1 Training Manual. (1995). Servis Kendaraan Ringan. Motor Otomotif jilid 1.001-2 B. Bagi siswa yang sudah berhasil lulus akan mendapatkan nilai akhir minimal 7. Jakarta: PT . DAFTAR PUSTAKA Abigain Pakpahan.

Otomotif Dasar.Angkasa Yunan Ginting. Bandung: Angkasa 64 . (1999).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->