Pendidikan Transformatif

*

Oleh: Ashari Cahyo Edi**

Abstraksi: Potret pendidikan di Indonesia makin hari makin buram. Menurut penulis, ini disebabkan karena pendidikan di Indonesia menganut paradigma liberal. Dalam koridor paradigma ini pendidikan diabdikan bagi kepentingan ekonomi semata. Pendidikan tidak bertujuan untuk pembebasan kemanusiaan. Penulis menguraikan tiga paradigma pendidikan yang lazim berlaku: konservatif, liberal, kritik. Ketiganya membentuk corak kesadaran yang berbeda pula bagi peserta didik. Pendidikan konservatif menghasilkan kesadaran magis; pendididkan liberal menghasilkan kesadaran naif; sebaliknya, berbeda dengan dua paradigma sebelumnya, pendidikan kritik membentuk kesadaran kritis. Model pendidikan banking-yang ignoramus critical karena sekadar

menumpuk pengetahuan nir diseminasi

sense-, tak pelak

menghadirkan sosok generasi yang buta akan penindasan. Kemacetan transformasi sosial dewasa ini, tak lain juga bermula dari pendidikan yang tidak transformatif tersebut.

MENGAPA peduli pada pendidikan? Banyak orang menyebut bahwa antara pendidikan dan perubahan sosial adalah dua hal yang saling terkait dan mempengaruhi. Suatu perubahan kiranya sulit akan terjadi tanpa diawali pendidikan, begitu pula pendidikan yang transformatif tak akan pula terwujud bila tidak didahului dengan perubahan, utamanya, paradigma yang mendasarinya. Bahkan, ada pula yang berpendapat bahwa menyebut perubahan sosial dan pendidikan yang transformatif ibarat menyebut sesuatu dalam satu tarikan nafas: pendidikan taranformatif adalah perubahan sosial dan perubahan sosial adalah pendidikan transformatif. Sungguhkah? Biar lebih jelas, mari kita uraikan bersama.

tidak tahu . Untuk itu perlu tersedianya suatu media dimana ide-ide. Dengan kesadaran sosial yang dibangun diatas basis relasi intersubjektif rakyat dapat memainkan peranan dalam rekonstruksi tatanan sosial baru yang lebih demokratis. pendidikan membangkitkan kesadaran (conscientizacao) diri manusia sebagai subjek. Pengalaman sebagai peserta didik selama ini. Tatanan sosial yang demokratis ini menurutnya kondusif bagi humanisme dan pembebasan. nantinya bisa menjadi pemantik diskusi yang tidak saja lebih komprehensif. Dalam bentuknya yang paling ideal. utamanya di Indonesia. komitmen. Kesadaran ini secara komunal akhirnya membentuk kesadaran sosial. Tanpa beban mereka asyik bincang sembari menikmati riuh ramai kendaraan.Perubahan sosial tentu membutuhkan aktor-aktor yang mempunyai pengetahuan. serta kesadaran akan diri dan posisi strukturalnya. bolos sekolah. Paulo Freire. ditransmisikan kepada para pelaku perubahan sosial. kemampuan. baik secara sadar maupun tidak sengaja. nilainilai maupun ideologi. pemikir dan aktivis Pendidikan Kritis. serta transformatif. siapa tahu dengan men-share deretan persoalan yang meresahkan tersebut. "Dasar pemalas. Ya. penumpang. mempunyai pendapati cemerlang perihal pendidikan dan kaitannya dengan perubahan sosial1. tulisan ini disajikan dengan semangat untuk melakukan kritisasi terhadap dunia pendidikan. namun juga kontributif bagi terwujudnya sistem pendidikan yang lebih baik atau bahkan ideal: membebaskan. kritis. melanggar titah orang tua. Sepintas. masyarakat termasuk juga kita. ataupun teriakan para kenek. ada sekelompok siswa sebuah SMU di kota saya nongkrong di terminal bis. Beranjak dari signifikansi utama pendidikan diatas. Potret Buram Pendidikan Indonesia Alkisah. telah memungkinkan saya 'memergoki' sejumlah persoalan yang meresahkan. Dari wajah mereka hampir tak tergurat raut penyesalan karena meninggalkan pelajaran. Dengan kesadaran sebagai subjek tersebut manusia dapat memerankan liberative action. menurut Freire. yang tentunya kontra ideologi hegemonik. mungkin akan berkata.

tidak 'sadar diri' sehingga kekuasaan kolonial tidak terancam. upaya-upaya yang mencegah tumbuhnya kecerdasan untuk berpikir bebas. preferensi. Bahkan menjelma menjadi penjara. ide-ide.. yang berujung pada kesadaran terhadap posisi diri di struktur sosial. Ditambah lagi guru yang otoriter. Sejenak terbayang betapa akan malunya Ia terkena marah bapak guru di depan kelas. sejak minggu lalu Toni ingin bertanya tentang soal yang satu itu. tidak up to date. Sejak zaman kolonial Belanda.. metode pengajaran yang monoton dan membelenggu. Akhirnya setiap ada pelajaran bahasa. bermain. begini dilarang. begitu dilarang. memang di-setting secara sistematis. menjaga agar masyarakat di Hindia Belanda tetap bodoh. pendidikan yang membelenggu itu merupakan tipikal sistem pendidikan negara jajahan.menghargai jerih payah orangtua!". Pendidikan hanya semata-mata memasukkan peserta didik kedalam sistem yang sudah ada: mencetak dokter. Nilai-nilai. Suatu hal yang lumrah tapi belum tentu benar. Sistem pendidikan dengan sendirinya menjadi instrumen untuk melanggengkan kekuasaan. akuntan. Ilustrasi diatas bukan sebatas rekaan belaka. di hari senin pada jam pertama. Ini disebabkan PR bahasa-nya yang belum juga selesai meski sudah tiga hari dikerjakan.. Pernahkah Anda merasa betapa sekolah demikian membosankan atau bahkan menakutkan? Suatu ketika. ruangan kelas seolah menjadi tempat yang paling tidak aman baginya. Sekolah yang kita bayangkan sebagai 'kabin' belajar. mengembangkan potensi dst. Sebenarnya. kian membuat peserta didik tidak bebas mengembangkan potensi. Tujuannya jelas yakni. ahli hukum dst. Namun Ia takut. malah menjadi sumber kesusahan dan kegelisahan. Diantara kita banyak yang pernah mengalami masalah semacam itu. teknisi. daya kritis terhadap realitas. yang loyal terhadap penguasa. Kalau dilihat lebih cermat. dan akhirnya hanya menjadi pengikut semua ujar guru yang kurang kreatif sekaligus miskin daya kritis. teman-teman sekelasnya akan menertawakan ketidaktahuannya. dsb. jantung Toni berdebar kencang. yang ditransmisikan melalui institusi pendidikan dengan sendirinya ditujukan untuk membentuk kesadaran yang menafsirkan . berteman.

Tiga Paradigma Pendidikan Secara konseptual.2 Sayangnya. mustahil bisa dihindari serta sudah merupakan ketentuan sejarah atau takdir Tuhan. nasib pendidikan tak jauh-jauh amat dari sebelumnya: membangun komformitas kesadaran peserta didik terhadap struktur yang sedang berlaku. Dengan pandangan seperti itu.4 Pertama. model pendidikan seperti ini tetap berlangsung hingga sekarang. paradigma konservatif. kaum konservatif tidak menganggap rakyat memiliki kekuatan atau kekuasaan untuk merubah kondisi mereka. Pada dasarnya masyarakat tidak bisa merencanakan perubahan atau mempengarhui perubahan sosial. Perubahan sosial bagi mereka bukanlah suatu yang harus diperjuangkan. yakni orang orang miskin. sistem pendidikan dengan sendirinya mengabdi pada kepentingan modal. Mereka yang menderita. tatkala Barat kembali hadir dengan kekuatan ekonominya. kaum tertindas dan . di era Kapitalisme berkuasa ini. buta huruf. Pendek kata. Dewasa ini. Visi dan misi pendidikan yang tercermin dalam kurikulum orientasinya cuma satu: bagaimana mencetak lulusan yang akseptabel terhadap pasar. Dalam konteks kekinian dimana penjajahan tidak lagi menemui bentuknya yang paling primitif. Meski dibalut modernitas zaman yang kemilau dengan sains mutakhir hingga teknologi canggih. serta benar baik secara ideologis maupun kultural. pendidikan di Indonesia dan negara-negara dunia ketiga pada umumnya belum beranjak berubah. baik skill maupun kesamaaan kerangka berpikir. Paradigma ini berangkat dari asumsi bahwa ketidaksederajatan masyarakat merupakan suatu keharusan alami.penindasan terhadapnya sebagai hal yang wajar. karena perubahan hanya akan membuat manusia lebih sengsara saja. karakter pendidikan tetap stagnan. ada tiga paradigma3 pendidikan yang dapat memberi peta pemahaman mengenai paradigma apa yang menjadi pijakan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia yang berdampak sangat serius terhadap perubahan sosial. hanya Tuhan lah yang merencanakan keadaan masyarakat dan hanya dia yang tahu makna dibalik itu semua.

menjadi demikian karena salah mereka sendiri. metode pengajaran yang effisien seperti dynamics group. seperti sistem kapitalisme yang tidak adil Kedua paradigma pendidikan Liberal. Oleh karena itu masalah perbaikan dalam dunia pendidikan bagi mereka sebatas usaha reformasi 'kosmetik' seperti perlunya: membangun gedung baru. Penyelenggaraan sekolah atau madrasah dalam perspektif dan paradigma konservatif memang terisolasi dari persoalan persoalan kelas maupun gender ataupun persoalan ketidak adilan di masyarakat. mengakui bahwa memang ada masalah di masyarakat. Banyak orang bersekolah dan belajar untuk berperilaku baik dan oleh karenanya tidak dipenjara. karena akhirnya semua orang akan mencapai kebebasan dan kebahagiaan kelak. menyehatkan rasio murid-guru. Kurikulum sekolah secara jelas bagi kaum konservatif juga tidak ada kaitannya dengan sistem dan struktur sosial diluar sekolah. memoderenkan sekolah. Kaum Liberal. Sebagian besar penyelenggaraan sekolah yang dikelola oleh kaum tradisionalis berangkat dari paradigma konservatif ini. Pendidikan dalam perspektif liberal menjadi sarana untuk mensosialisasikan dan mereproduksi nilai-nilai tata susila keyakinan dan nilai-nilai dasar agar stabil dan berfungsi secara baik dimasyarakat. komputerisasi. Kaum miskin haruslah sabar dan belajar untuk menunggu sampai giliran mereka datang. Sistem diibaratkan sebuah tubuh manusia yang senantiasa berjalan harmonis dan penuh keteraturan (functionalism structural)5. experimental learning dan sebagainya. Tugas pendidikan cuma menyiapkan murid untuk masuk dalam sistem yang ada. learning by doing. Namun bagi mereka pendidikan sama sekali steril dari persoalan politik dan ekonomi masyarakat. .mereka yang dipenjara. Kalaupun terjadi distorsi maka yang perlu diperbaiki adalah individu yang menjadi bagian dari sistem dan bukan sistem. Hal-hal tersebut terisolasi dengan struktur kelas dan gender dalam masyarakat. Karena toh banyak orang yang bisa bekerja keras dan berhasil meraih sesuatu. Paham konservatif hanya melihat pentingnya harmoni serta menghindarkan konflik dan kontradiksi.

menumpuk pengetahuan namun terasing dari realitas sosial (banking system). Misalnya saja masyarakat miskin yang tidak mampu melihat kaitan kemiskinan mereka dengan sistim politik dan kebudayaan. Sehingga yang perlu dilakukan adalah dialog. menciptakan ruang bagi peserta didik untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebas dan kritis diri dan struktur dunianya dalam rangka transformasi sosial. Pendidikan bagi paradigma kritis merupakan arena perjuangan politik. maka bagi penganut paradigma kritis menghendaki perubahan struktur secara fundamental dalam tatanan politik ekonomi masyarakat dimana pendidikan berada. pendidikan harus mampu membuka wawasan dan cakrawala berpikir baik pendidik maupun peserta didik. Tiga paradigma diatas masing-masing membawa dampak berupa karakter kesadaran manusia yang oleh Freire digolongkan menjadi tiga6. jika proses belajar mengajar tidak mampu melakukan analisis terhadap suatu masalah maka . Dalam dunia pendidikan. Yang terakhir adalah paradigma pendidikan kritis. mesti berangkat dari pemahaman bahwa masing-masing mempunyai pengalaman dan pengetahuan. yakni suatu kesadaran masyarakat yang tidak mampu mengetahui kaitan antara satu faktor dengan faktor lainnya. serta proses perubahan sosial secara inskrimental demi menjaga stabilitas jangka panjang. suatu pandangan yang menekankan pengembangan kemampuan. dan kebebasan (freedoms). Dalam perspektif ini.Akar dari pendidikan semacam dapat ditelusuri dari pijakan filosofisnya yakni. Masing-masing pihak. melindungi hak. Perspektif ini tentu mempunyai beberapa syarat. paham liberalisme. Baik guru maupun peserta didik mesti berada dalam posisi yang egaliter dan tidak saling mensubordinasi. Pertama kesadaran magis. sementara bagi kaum liberal ditujukan untuk perubahan moderat dan acapkali juga pro status quo. Jika bagi kaum konservatif pendidikan bertujuan untuk menjaga status quo. saling menawarkan apa yang mereka mengerti dan bukan menghafal. Kesadaran magis lebih melihat faktor diluar manusia (natural maupun supra natural) sebagai penyebab dan ketakberdayaan.

'need for achievement' dianggap sebagai penentu perubahan sosial. Oleh karena itu 'man power development' adalah sesuatu yang diharapkan akan menjadi pemicu perubahan. Paradigma kritis dalam pendidikan. Pendekatan struktural menghindari 'blaming the victims" dan lebih menganalisis untuk secara kritis menyadari struktur dan sistim sosial. Kesadaran ketiga disebut sebagai kesadaran Kritis. serta bagaimana . Kesadaran ini lebih melihat aspek sistem dan struktur sebagai sumber masalah. melatih murid untuk mampu mengidentifikasi 'ketidakadilan' dalam sistim dan struktur yang ada. Dalam kesadaran ini 'masalah etika. Kesadaran kedua adalah kesadaran naif. Tugas sekolah adalah bagaimana membuat dan mengarahkan agar murid bisa masuk beradaptasi dengan sistem yang sudah benar tersebut. yakni mereka malas. kreativitas. tidak memiliki kewiraswataan. ekonomi dan budaya dan akibatnya pada keadaaan masyarakat.proses belajar mengajar tersebut dalam perspektif Freirean disebut sebagai pendidikan fatalistik. Murid secara dogmatik menerima 'kebenaran' dari guru. bahkan sistem dan struktur yang ada adalah sudah baik dan benar. kaitan antara sistim dan struktur terhadap satu permasalahan masyarakat. dimana murid mengikuti secara buta perkataan dan pendangan guru. atau tidak memiliki budaya 'membangunan'. Paradigma umat modernis yang menggunakan paham pendidikan liberal dapat dikatagorikan kedalam kesadaran naif ini. tanpa ada mekanisme untuk memahami 'makna' ideologi dari setiap konsepsi atas kehidupan masyarakat. merupakan faktor 'given'. Jadi dalam menganalisis mengapa suatu masyarakat miskin. kemudian mampu melakukan analisis bagaimana sistim dan struktur itu bekerja. politik. Proses pendidikan lebih merupakan proses menirukan. Proses pendidikan model ini tidak memberikan kemampuan analisis. Paradigma tradisional yang menggunakan paham pendidikan dan sekolah konservatif dapat dikatagorikan dalam kesadaran magis ini. bagi mereka disebabkan karena 'salah' masyarakat sendiri. dan seterusnya. Pendidikan dalam konteks ini juga tidak mempertanyakan sistem dan struktur. dan oleh sebab itu tidak perlu dipertanyakan. Keadaan yang di katagorikan dalam kesadaran ini adalah lebih melihat 'aspek manusia' menjadi akar penyebab masalah masyarakat.

Sekedar contoh. model subjek-objek. Paradigma umat Islam transformatif yang menggunakan model pendidikan kritis dapat dikatagorikan kedalam kesadaran kritis. ketika bicara sains dan teknologi. saat SD kita acapkali diberi pertanyaan dimaan kita hanya perlu memberi satu kata sebagai jawaban. Lebih parah lagi. mesin-mesin industri berat dan bukan perihal teknologi tepat guna.mentransformasikannya. dalam taraf tertentu pendidikan kita justru terjebak dalam paradigma konservatif. Hasil Pendidikan Nasional: Kemacetan Transformasi Sosial ? Dari pemetaan diatas. Misalnya. Dewasa ini. mudah dijalankan dan langsung memberi manfaat kepada masyarakat kecil. pendidikan kita sulit dibedakan dengan pelatihan atau trainning. Misalnya begini. Dapat pula dikatakan. sehingga darwinisme sosial7 pun sulit dielakkan berlaku. Peserta didik disibukkan oleh rutinitas studi-studi berdasarkan kurikulum yang juga terasing dari kehidupan sosial. Ini ditandai mulai dari privatisasi pendidikan. Sedang disisi lain visi dan misinya tidak keluar dari koridor ekonomi (menyiapkan peserta didik sebagai homo economicus semata). Misalnya. meskipun kalau dilihat secara umum pendidikan nasional termasuk dalam mainstream liberal. Disatu sisi ia menjadi eksklusif dan tak terjangkau oleh kalangan bawah. pendidikan kian bergeser dari status dan fungsi awalnya. Tugas pendidikan dalam paradigma kritis adalah menciptakan ruang dan keselamatan agar peserta pendidikan terlibat dalam suatu proses penciptaan struktur yang secara fundamental baru dan lebih baik. peserta didik digiring untuk memusatkan diri pada teknologi yang bias sektor urban. sistem pendidikan di Indonesia selama ini masih jauh untuk dikategorikan sebagai pendidikan kritis. ketika dunia didera gelombang globalisasi. yang murah. "Pak Tani disawah sedang…". serta orientasinya yang kental dengan ideologi kapitalisme. Metode searah sulit dipungkiri memupus kreatifitas peserta didik dalam mengembangkan corak berpikir bebas. Pendidikan mau tidak mau dipaksa tereduksi hanya sebagai komoditas dan harus terbingkai dalam logika pasar. Untuk .

sedikit banyak orientasi mahasiswa mengalami pergeseran. Dihadapkan melambungnya biaya menuntut ilmu akibat komersialisasi pendidikan. dalam sistem yang demokratis seorang murid bisa mengisinya dengan misalnya. memupuk. Padahal. Sejalan dengan penjelasan Freire mengenai tiga kesadaran sebagai dampak pengadopsian tiga paradigma pendidikan.menjawab pertanyaan ini murid SD tidak punya banyak pilihan. baik karena soal biaya maupun standardisasi yang ditetapkan oleh pasar. tak lepas pula dari model pendidikan selama ini yang justru makin membenamkan semangat inisiatif. Ketika ada tuntutan untuk cepat lulus. Atau bisa dikatakan idealisme angkatan muda terjangkit erosi yang membahayakan. Sifat nrimo ing pandum (menerima jatah atau nasib) selain sebagai hasil feodalisme. Perhatian terhadap persoalan sosial. Dan setelah lulus. inovatif dan kekritisan masyarakat. akibat proses pendidikan yang sangat liberal sulit untuk tidak menjadi-meminjam istilah Heru Nugroho-Intelektual 'asongan'. melakukan rembug mengenai irigasi dsb. Melainkan terjebak dalam pragmatisme pasar. perhatian mahasiswa sedikit banyak terserap untuk studi. Atau yang lebih buruk lagi ketika kesadaran naif akibat hegemoni paradigma liberal menjangkiti sebagian besar masyarakat. yang nyata dihadapi masyararakat cenderung terabaikan. Guru secara sepihak akan menyalahkan bila isinya bukan mencangkul. adalah hal umum dan membudaya dikalangan masyarakat terutama jawa. dsb.. lingkungan. baik kesadaran magis maupun kesadaran naif begitu kuat mengakar dalam masyarakat kita. Terjebaknya para ilmuan ini memberi kontribusi besar terhadap macetnya ilmu-ilmu sosial dan ketidakmampuannya menjadi bagian dari problem solving dalam . orientasi utamanya bukanlah bekerja demi kepentingan umat. atau memanen. Budaya fatalis misalnya. Para ilmuan misalnya. tertanam dalam filosofi liberal yang memerosotkan potensi-potensinya untuk melakukan atau setidaknya berjalan searah dengan kepentingan transformasi sosial. membaca koran (karena sedang istirahat). yang menjajakan pengetahuannya untuk riset maupun pengembangan wacana yang seringkali adalah proyek pemilik modal.

Mereka menjadi sangat sensitif dan kehilangan kearifan dengan mencap kritik terhadap ilmu adalah 'omong kosong'.masyarakat. Tak ada perubahan tanpa impian. lagi-lagi kita harus kembali belajar bersama Freire perihal pendidikan yang membebaskan. terbentang pekerjaan rumah yang luar biasa berat. tidak sekadar 'kosmetik' ingin diwujudkan. Perubahan baik mengenai kurikulum. Dan. sehingga kekhawatiran akan efek ekstase tadi tidak terjadi dan berlanjut. Namun bukan berarti menjadi sah bagi kita untuk bersikap apatis. Ilmuan tak jarang terjebak dalam studi-studi keilmuan yang sebenarnya disetting oleh ideologi mainstream yang kontra transformasi. perangkat aturan legal. ilmuan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. para ilmuan telah menjadi aparat status quo dari ideologi hegemonik. The Structure of Scientific Revolutions (1962). Ke depan. kritis dan transformatif. serta menggambarkan para pengritik ilmu sebagai para 'pembual'8. Hanya saja harapan dan impian harus ditindak lanjuti dengan aktualisasi. Mengurai benang merah yang terlanjur jalin berkelindan tak tentu ujungpangkalnya. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang telah mapan. Freire menekankan pentimgmya pengharapan (hope) dan impian (dream). Dua hal ini jelas bukan sebagai ekstase yang penuh ilusi dan tipu daya. Menuju Pendidikan Transformatif Rangkaian persoalan pelik diatas telah menggiring dunia pendidikan kita menuju kerusakan sistemik. Wallahu 'Alam Bisshoa . maupun pergeseran paradigma yang sepertinya tidak bisa ditolak jika menginginkan perubahan yang substantif. Karena mimpi dan harapan memberi kita energi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Dalam Magnum Opus-nya Thomas Kuhn. begitu pula tak ada impian tanpa harapan. Dengan kata lain.

Basis edisi Paulo Freire. disarikan dari Mansour Fakih. 7 . Sumber. **Editor Jurnal Youth Institute for Critical Studies (YICS). Massachusetts: Bergin & Garvey Publishers. Yakni. yang menggariskan apa yang seharusnya dipelajari. Jakarta. pernyataan-pernyataan apa yang seharusnya dikemukakan. Tiara Wacana. No. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Mencari Model Sekolah Berkualitas: Dilema Paradigma Pendidikan. sebagai suatu cara pandang atas segala sesuatu-sering berupa seperangkat asumsi. medio Juni 2002. Litbang Bulaksumur Pos 1999-2000 5 Suwarsono & Alvin Y. yang diadakan oleh Sciences (Small Circle for Islamic Studies and Community Empowerment). MacMillan Press Ltd.A. 2001:33). 4 Aronowitz. End Note 1 Dikutip dari Agustinus Mintara.. 1995 3 Paradigma oleh Thomas Kuhn secara implisit diartikan sebagai world view atau pandangan dunia. Education Under Siege. keyakinan. dan "dominant theory" yang dipakai bersama (Sardar. melainkan juga dalam bentuk kemampuan negara untuk mendapatkan 'persetujuan' aktif (secara tidak sadar) dari kelas-kelas yang tertindas. konvensi. Masjid Kampus UGM. hal. Sekolah atau Penjara. media masa. Yogyakarta. 2002:69).cit. Inc. Upaya ini dilakukan utamanya melalui pendidikan. LP3ES. So...*Pernah dipresentasikan dalam workshop Learning Space. David Marsh and Gerry Stoker. dan kaidah-kaidah apa yang seharusnya diikuti dalam menafsirkan jawaban yang diperoleh (Agus Salim. H. Januari-Febuari 2001 2 Seperti ujar Gramscie bahwa dominasi tidak melulu dalam bentuk eksploitasi ekonomi (determinasi ekonomi). Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UGM yang sedang giat menulis skripsi.01-02 Tahun Ke-50. Kompilasi Makalah Terpilih. Theories And Methods in Political Science. parlemen. 1985. dogma. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. & Giroux. semua aktifitas dan inisiatif yang membentuk aparat hegemoni politik dan kultural kelas-kelas yang berkuasa. S. 1994 6 Mansour Fakih op.

Pendek kata. 2002 . Thomas Kuhn dan Perang Ilmu. 8 Ziauddin Sardar. Yogyakrta. adalah sah bagi individu dan kelompok msyarakat yang punya sumber daya untuk 'memukul roboh' kelompok dan individu lain demi kepentingan dan kelangsungan kelompok tersebut.7 Secara sederhana Darwinisme Sosial dapat dipahami sebagai suatu keadaan diamana kehidupan sosial dianalogikan dengan konsep Darwin tentang iklim kompetisi antar penyusun ekosistem yang berpijak pada postulat survival of the fittest. Jendela.