Pendidikan Transformatif

*

Oleh: Ashari Cahyo Edi**

Abstraksi: Potret pendidikan di Indonesia makin hari makin buram. Menurut penulis, ini disebabkan karena pendidikan di Indonesia menganut paradigma liberal. Dalam koridor paradigma ini pendidikan diabdikan bagi kepentingan ekonomi semata. Pendidikan tidak bertujuan untuk pembebasan kemanusiaan. Penulis menguraikan tiga paradigma pendidikan yang lazim berlaku: konservatif, liberal, kritik. Ketiganya membentuk corak kesadaran yang berbeda pula bagi peserta didik. Pendidikan konservatif menghasilkan kesadaran magis; pendididkan liberal menghasilkan kesadaran naif; sebaliknya, berbeda dengan dua paradigma sebelumnya, pendidikan kritik membentuk kesadaran kritis. Model pendidikan banking-yang ignoramus critical karena sekadar

menumpuk pengetahuan nir diseminasi

sense-, tak pelak

menghadirkan sosok generasi yang buta akan penindasan. Kemacetan transformasi sosial dewasa ini, tak lain juga bermula dari pendidikan yang tidak transformatif tersebut.

MENGAPA peduli pada pendidikan? Banyak orang menyebut bahwa antara pendidikan dan perubahan sosial adalah dua hal yang saling terkait dan mempengaruhi. Suatu perubahan kiranya sulit akan terjadi tanpa diawali pendidikan, begitu pula pendidikan yang transformatif tak akan pula terwujud bila tidak didahului dengan perubahan, utamanya, paradigma yang mendasarinya. Bahkan, ada pula yang berpendapat bahwa menyebut perubahan sosial dan pendidikan yang transformatif ibarat menyebut sesuatu dalam satu tarikan nafas: pendidikan taranformatif adalah perubahan sosial dan perubahan sosial adalah pendidikan transformatif. Sungguhkah? Biar lebih jelas, mari kita uraikan bersama.

Beranjak dari signifikansi utama pendidikan diatas. nilainilai maupun ideologi. telah memungkinkan saya 'memergoki' sejumlah persoalan yang meresahkan. ditransmisikan kepada para pelaku perubahan sosial. Ya. namun juga kontributif bagi terwujudnya sistem pendidikan yang lebih baik atau bahkan ideal: membebaskan. Dengan kesadaran sosial yang dibangun diatas basis relasi intersubjektif rakyat dapat memainkan peranan dalam rekonstruksi tatanan sosial baru yang lebih demokratis. Kesadaran ini secara komunal akhirnya membentuk kesadaran sosial. Paulo Freire. mungkin akan berkata. kritis. ataupun teriakan para kenek. utamanya di Indonesia. Dari wajah mereka hampir tak tergurat raut penyesalan karena meninggalkan pelajaran. ada sekelompok siswa sebuah SMU di kota saya nongkrong di terminal bis. baik secara sadar maupun tidak sengaja. Dengan kesadaran sebagai subjek tersebut manusia dapat memerankan liberative action. serta transformatif. melanggar titah orang tua. pendidikan membangkitkan kesadaran (conscientizacao) diri manusia sebagai subjek. Potret Buram Pendidikan Indonesia Alkisah. Sepintas. pemikir dan aktivis Pendidikan Kritis. Untuk itu perlu tersedianya suatu media dimana ide-ide. komitmen. tulisan ini disajikan dengan semangat untuk melakukan kritisasi terhadap dunia pendidikan. Tatanan sosial yang demokratis ini menurutnya kondusif bagi humanisme dan pembebasan. penumpang. Dalam bentuknya yang paling ideal. nantinya bisa menjadi pemantik diskusi yang tidak saja lebih komprehensif. Pengalaman sebagai peserta didik selama ini. bolos sekolah. mempunyai pendapati cemerlang perihal pendidikan dan kaitannya dengan perubahan sosial1. "Dasar pemalas. kemampuan. menurut Freire. masyarakat termasuk juga kita. tidak tahu . siapa tahu dengan men-share deretan persoalan yang meresahkan tersebut.Perubahan sosial tentu membutuhkan aktor-aktor yang mempunyai pengetahuan. Tanpa beban mereka asyik bincang sembari menikmati riuh ramai kendaraan. yang tentunya kontra ideologi hegemonik. serta kesadaran akan diri dan posisi strukturalnya.

.. tidak 'sadar diri' sehingga kekuasaan kolonial tidak terancam. Kalau dilihat lebih cermat. di hari senin pada jam pertama. Sistem pendidikan dengan sendirinya menjadi instrumen untuk melanggengkan kekuasaan. Pendidikan hanya semata-mata memasukkan peserta didik kedalam sistem yang sudah ada: mencetak dokter. Tujuannya jelas yakni. Suatu hal yang lumrah tapi belum tentu benar. Diantara kita banyak yang pernah mengalami masalah semacam itu. memang di-setting secara sistematis. ide-ide. Pernahkah Anda merasa betapa sekolah demikian membosankan atau bahkan menakutkan? Suatu ketika. teknisi. bermain. Akhirnya setiap ada pelajaran bahasa. jantung Toni berdebar kencang. Ini disebabkan PR bahasa-nya yang belum juga selesai meski sudah tiga hari dikerjakan. kian membuat peserta didik tidak bebas mengembangkan potensi. daya kritis terhadap realitas. yang berujung pada kesadaran terhadap posisi diri di struktur sosial. pendidikan yang membelenggu itu merupakan tipikal sistem pendidikan negara jajahan. menjaga agar masyarakat di Hindia Belanda tetap bodoh. tidak up to date.menghargai jerih payah orangtua!". begitu dilarang. malah menjadi sumber kesusahan dan kegelisahan. Sejenak terbayang betapa akan malunya Ia terkena marah bapak guru di depan kelas. begini dilarang. Sejak zaman kolonial Belanda. berteman. akuntan. upaya-upaya yang mencegah tumbuhnya kecerdasan untuk berpikir bebas. Ilustrasi diatas bukan sebatas rekaan belaka. Namun Ia takut. Sebenarnya. Bahkan menjelma menjadi penjara. Nilai-nilai. ahli hukum dst. mengembangkan potensi dst. yang loyal terhadap penguasa. dsb. Ditambah lagi guru yang otoriter. Sekolah yang kita bayangkan sebagai 'kabin' belajar. yang ditransmisikan melalui institusi pendidikan dengan sendirinya ditujukan untuk membentuk kesadaran yang menafsirkan . dan akhirnya hanya menjadi pengikut semua ujar guru yang kurang kreatif sekaligus miskin daya kritis.. preferensi. sejak minggu lalu Toni ingin bertanya tentang soal yang satu itu. teman-teman sekelasnya akan menertawakan ketidaktahuannya. metode pengajaran yang monoton dan membelenggu. ruangan kelas seolah menjadi tempat yang paling tidak aman baginya.

Meski dibalut modernitas zaman yang kemilau dengan sains mutakhir hingga teknologi canggih. yakni orang orang miskin. Dewasa ini. pendidikan di Indonesia dan negara-negara dunia ketiga pada umumnya belum beranjak berubah. Pendek kata. serta benar baik secara ideologis maupun kultural. Dalam konteks kekinian dimana penjajahan tidak lagi menemui bentuknya yang paling primitif. Paradigma ini berangkat dari asumsi bahwa ketidaksederajatan masyarakat merupakan suatu keharusan alami. Perubahan sosial bagi mereka bukanlah suatu yang harus diperjuangkan. karena perubahan hanya akan membuat manusia lebih sengsara saja. tatkala Barat kembali hadir dengan kekuatan ekonominya. sistem pendidikan dengan sendirinya mengabdi pada kepentingan modal. ada tiga paradigma3 pendidikan yang dapat memberi peta pemahaman mengenai paradigma apa yang menjadi pijakan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia yang berdampak sangat serius terhadap perubahan sosial. di era Kapitalisme berkuasa ini. hanya Tuhan lah yang merencanakan keadaan masyarakat dan hanya dia yang tahu makna dibalik itu semua. Pada dasarnya masyarakat tidak bisa merencanakan perubahan atau mempengarhui perubahan sosial.penindasan terhadapnya sebagai hal yang wajar. baik skill maupun kesamaaan kerangka berpikir. kaum tertindas dan . mustahil bisa dihindari serta sudah merupakan ketentuan sejarah atau takdir Tuhan. nasib pendidikan tak jauh-jauh amat dari sebelumnya: membangun komformitas kesadaran peserta didik terhadap struktur yang sedang berlaku. paradigma konservatif. Visi dan misi pendidikan yang tercermin dalam kurikulum orientasinya cuma satu: bagaimana mencetak lulusan yang akseptabel terhadap pasar.4 Pertama. kaum konservatif tidak menganggap rakyat memiliki kekuatan atau kekuasaan untuk merubah kondisi mereka. model pendidikan seperti ini tetap berlangsung hingga sekarang.2 Sayangnya. Dengan pandangan seperti itu. karakter pendidikan tetap stagnan. Tiga Paradigma Pendidikan Secara konseptual. buta huruf. Mereka yang menderita.

metode pengajaran yang effisien seperti dynamics group. Pendidikan dalam perspektif liberal menjadi sarana untuk mensosialisasikan dan mereproduksi nilai-nilai tata susila keyakinan dan nilai-nilai dasar agar stabil dan berfungsi secara baik dimasyarakat. Namun bagi mereka pendidikan sama sekali steril dari persoalan politik dan ekonomi masyarakat. Penyelenggaraan sekolah atau madrasah dalam perspektif dan paradigma konservatif memang terisolasi dari persoalan persoalan kelas maupun gender ataupun persoalan ketidak adilan di masyarakat. Hal-hal tersebut terisolasi dengan struktur kelas dan gender dalam masyarakat. learning by doing. memoderenkan sekolah. Sistem diibaratkan sebuah tubuh manusia yang senantiasa berjalan harmonis dan penuh keteraturan (functionalism structural)5. Kalaupun terjadi distorsi maka yang perlu diperbaiki adalah individu yang menjadi bagian dari sistem dan bukan sistem.mereka yang dipenjara. Paham konservatif hanya melihat pentingnya harmoni serta menghindarkan konflik dan kontradiksi. Sebagian besar penyelenggaraan sekolah yang dikelola oleh kaum tradisionalis berangkat dari paradigma konservatif ini. menyehatkan rasio murid-guru. komputerisasi. karena akhirnya semua orang akan mencapai kebebasan dan kebahagiaan kelak. seperti sistem kapitalisme yang tidak adil Kedua paradigma pendidikan Liberal. Kaum Liberal. experimental learning dan sebagainya. Karena toh banyak orang yang bisa bekerja keras dan berhasil meraih sesuatu. mengakui bahwa memang ada masalah di masyarakat. menjadi demikian karena salah mereka sendiri. . Tugas pendidikan cuma menyiapkan murid untuk masuk dalam sistem yang ada. Kaum miskin haruslah sabar dan belajar untuk menunggu sampai giliran mereka datang. Oleh karena itu masalah perbaikan dalam dunia pendidikan bagi mereka sebatas usaha reformasi 'kosmetik' seperti perlunya: membangun gedung baru. Kurikulum sekolah secara jelas bagi kaum konservatif juga tidak ada kaitannya dengan sistem dan struktur sosial diluar sekolah. Banyak orang bersekolah dan belajar untuk berperilaku baik dan oleh karenanya tidak dipenjara.

Sehingga yang perlu dilakukan adalah dialog. melindungi hak. menumpuk pengetahuan namun terasing dari realitas sosial (banking system). Kesadaran magis lebih melihat faktor diluar manusia (natural maupun supra natural) sebagai penyebab dan ketakberdayaan. Masing-masing pihak. Dalam perspektif ini. Tiga paradigma diatas masing-masing membawa dampak berupa karakter kesadaran manusia yang oleh Freire digolongkan menjadi tiga6. yakni suatu kesadaran masyarakat yang tidak mampu mengetahui kaitan antara satu faktor dengan faktor lainnya. menciptakan ruang bagi peserta didik untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebas dan kritis diri dan struktur dunianya dalam rangka transformasi sosial. pendidikan harus mampu membuka wawasan dan cakrawala berpikir baik pendidik maupun peserta didik. Misalnya saja masyarakat miskin yang tidak mampu melihat kaitan kemiskinan mereka dengan sistim politik dan kebudayaan. mesti berangkat dari pemahaman bahwa masing-masing mempunyai pengalaman dan pengetahuan. Yang terakhir adalah paradigma pendidikan kritis. Dalam dunia pendidikan. jika proses belajar mengajar tidak mampu melakukan analisis terhadap suatu masalah maka . Pendidikan bagi paradigma kritis merupakan arena perjuangan politik. Baik guru maupun peserta didik mesti berada dalam posisi yang egaliter dan tidak saling mensubordinasi. sementara bagi kaum liberal ditujukan untuk perubahan moderat dan acapkali juga pro status quo. dan kebebasan (freedoms). Pertama kesadaran magis. Jika bagi kaum konservatif pendidikan bertujuan untuk menjaga status quo. saling menawarkan apa yang mereka mengerti dan bukan menghafal. maka bagi penganut paradigma kritis menghendaki perubahan struktur secara fundamental dalam tatanan politik ekonomi masyarakat dimana pendidikan berada.Akar dari pendidikan semacam dapat ditelusuri dari pijakan filosofisnya yakni. suatu pandangan yang menekankan pengembangan kemampuan. Perspektif ini tentu mempunyai beberapa syarat. serta proses perubahan sosial secara inskrimental demi menjaga stabilitas jangka panjang. paham liberalisme.

proses belajar mengajar tersebut dalam perspektif Freirean disebut sebagai pendidikan fatalistik. bahkan sistem dan struktur yang ada adalah sudah baik dan benar. merupakan faktor 'given'. Oleh karena itu 'man power development' adalah sesuatu yang diharapkan akan menjadi pemicu perubahan. Paradigma kritis dalam pendidikan. Proses pendidikan lebih merupakan proses menirukan. politik. kreativitas. dan seterusnya. serta bagaimana . Jadi dalam menganalisis mengapa suatu masyarakat miskin. Tugas sekolah adalah bagaimana membuat dan mengarahkan agar murid bisa masuk beradaptasi dengan sistem yang sudah benar tersebut. yakni mereka malas. atau tidak memiliki budaya 'membangunan'. Pendidikan dalam konteks ini juga tidak mempertanyakan sistem dan struktur. Paradigma umat modernis yang menggunakan paham pendidikan liberal dapat dikatagorikan kedalam kesadaran naif ini. Paradigma tradisional yang menggunakan paham pendidikan dan sekolah konservatif dapat dikatagorikan dalam kesadaran magis ini. tidak memiliki kewiraswataan. Kesadaran ketiga disebut sebagai kesadaran Kritis. dan oleh sebab itu tidak perlu dipertanyakan. Pendekatan struktural menghindari 'blaming the victims" dan lebih menganalisis untuk secara kritis menyadari struktur dan sistim sosial. Kesadaran ini lebih melihat aspek sistem dan struktur sebagai sumber masalah. melatih murid untuk mampu mengidentifikasi 'ketidakadilan' dalam sistim dan struktur yang ada. bagi mereka disebabkan karena 'salah' masyarakat sendiri. kaitan antara sistim dan struktur terhadap satu permasalahan masyarakat. Dalam kesadaran ini 'masalah etika. Murid secara dogmatik menerima 'kebenaran' dari guru. Kesadaran kedua adalah kesadaran naif. kemudian mampu melakukan analisis bagaimana sistim dan struktur itu bekerja. dimana murid mengikuti secara buta perkataan dan pendangan guru. tanpa ada mekanisme untuk memahami 'makna' ideologi dari setiap konsepsi atas kehidupan masyarakat. Keadaan yang di katagorikan dalam kesadaran ini adalah lebih melihat 'aspek manusia' menjadi akar penyebab masalah masyarakat. Proses pendidikan model ini tidak memberikan kemampuan analisis. 'need for achievement' dianggap sebagai penentu perubahan sosial. ekonomi dan budaya dan akibatnya pada keadaaan masyarakat.

mesin-mesin industri berat dan bukan perihal teknologi tepat guna. mudah dijalankan dan langsung memberi manfaat kepada masyarakat kecil. Lebih parah lagi. sehingga darwinisme sosial7 pun sulit dielakkan berlaku. peserta didik digiring untuk memusatkan diri pada teknologi yang bias sektor urban. Misalnya. Misalnya. Untuk . ketika bicara sains dan teknologi. serta orientasinya yang kental dengan ideologi kapitalisme. dalam taraf tertentu pendidikan kita justru terjebak dalam paradigma konservatif.mentransformasikannya. Pendidikan mau tidak mau dipaksa tereduksi hanya sebagai komoditas dan harus terbingkai dalam logika pasar. sistem pendidikan di Indonesia selama ini masih jauh untuk dikategorikan sebagai pendidikan kritis. Paradigma umat Islam transformatif yang menggunakan model pendidikan kritis dapat dikatagorikan kedalam kesadaran kritis. model subjek-objek. Dewasa ini. meskipun kalau dilihat secara umum pendidikan nasional termasuk dalam mainstream liberal. Metode searah sulit dipungkiri memupus kreatifitas peserta didik dalam mengembangkan corak berpikir bebas. Misalnya begini. "Pak Tani disawah sedang…". Ini ditandai mulai dari privatisasi pendidikan. saat SD kita acapkali diberi pertanyaan dimaan kita hanya perlu memberi satu kata sebagai jawaban. Dapat pula dikatakan. pendidikan kian bergeser dari status dan fungsi awalnya. Disatu sisi ia menjadi eksklusif dan tak terjangkau oleh kalangan bawah. Hasil Pendidikan Nasional: Kemacetan Transformasi Sosial ? Dari pemetaan diatas. Peserta didik disibukkan oleh rutinitas studi-studi berdasarkan kurikulum yang juga terasing dari kehidupan sosial. ketika dunia didera gelombang globalisasi. Sedang disisi lain visi dan misinya tidak keluar dari koridor ekonomi (menyiapkan peserta didik sebagai homo economicus semata). yang murah. Tugas pendidikan dalam paradigma kritis adalah menciptakan ruang dan keselamatan agar peserta pendidikan terlibat dalam suatu proses penciptaan struktur yang secara fundamental baru dan lebih baik. pendidikan kita sulit dibedakan dengan pelatihan atau trainning. Sekedar contoh.

Ketika ada tuntutan untuk cepat lulus. perhatian mahasiswa sedikit banyak terserap untuk studi. dalam sistem yang demokratis seorang murid bisa mengisinya dengan misalnya. membaca koran (karena sedang istirahat). inovatif dan kekritisan masyarakat. Dan setelah lulus. Melainkan terjebak dalam pragmatisme pasar. Budaya fatalis misalnya. Dihadapkan melambungnya biaya menuntut ilmu akibat komersialisasi pendidikan. melakukan rembug mengenai irigasi dsb. sedikit banyak orientasi mahasiswa mengalami pergeseran. Perhatian terhadap persoalan sosial. tak lepas pula dari model pendidikan selama ini yang justru makin membenamkan semangat inisiatif. Atau bisa dikatakan idealisme angkatan muda terjangkit erosi yang membahayakan. lingkungan. baik kesadaran magis maupun kesadaran naif begitu kuat mengakar dalam masyarakat kita. Padahal. yang nyata dihadapi masyararakat cenderung terabaikan. atau memanen.. dsb. yang menjajakan pengetahuannya untuk riset maupun pengembangan wacana yang seringkali adalah proyek pemilik modal. tertanam dalam filosofi liberal yang memerosotkan potensi-potensinya untuk melakukan atau setidaknya berjalan searah dengan kepentingan transformasi sosial. baik karena soal biaya maupun standardisasi yang ditetapkan oleh pasar. memupuk. orientasi utamanya bukanlah bekerja demi kepentingan umat. adalah hal umum dan membudaya dikalangan masyarakat terutama jawa.menjawab pertanyaan ini murid SD tidak punya banyak pilihan. Terjebaknya para ilmuan ini memberi kontribusi besar terhadap macetnya ilmu-ilmu sosial dan ketidakmampuannya menjadi bagian dari problem solving dalam . Atau yang lebih buruk lagi ketika kesadaran naif akibat hegemoni paradigma liberal menjangkiti sebagian besar masyarakat. akibat proses pendidikan yang sangat liberal sulit untuk tidak menjadi-meminjam istilah Heru Nugroho-Intelektual 'asongan'. Guru secara sepihak akan menyalahkan bila isinya bukan mencangkul. Para ilmuan misalnya. Sifat nrimo ing pandum (menerima jatah atau nasib) selain sebagai hasil feodalisme. Sejalan dengan penjelasan Freire mengenai tiga kesadaran sebagai dampak pengadopsian tiga paradigma pendidikan.

Perubahan baik mengenai kurikulum. Menuju Pendidikan Transformatif Rangkaian persoalan pelik diatas telah menggiring dunia pendidikan kita menuju kerusakan sistemik. kritis dan transformatif. Dan. Ke depan. terbentang pekerjaan rumah yang luar biasa berat. Ilmuan tak jarang terjebak dalam studi-studi keilmuan yang sebenarnya disetting oleh ideologi mainstream yang kontra transformasi. Mereka menjadi sangat sensitif dan kehilangan kearifan dengan mencap kritik terhadap ilmu adalah 'omong kosong'. para ilmuan telah menjadi aparat status quo dari ideologi hegemonik. perangkat aturan legal. lagi-lagi kita harus kembali belajar bersama Freire perihal pendidikan yang membebaskan. begitu pula tak ada impian tanpa harapan. Dengan kata lain. The Structure of Scientific Revolutions (1962). serta menggambarkan para pengritik ilmu sebagai para 'pembual'8. Mengurai benang merah yang terlanjur jalin berkelindan tak tentu ujungpangkalnya. Tak ada perubahan tanpa impian. Namun bukan berarti menjadi sah bagi kita untuk bersikap apatis. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang telah mapan. Wallahu 'Alam Bisshoa .masyarakat. tidak sekadar 'kosmetik' ingin diwujudkan. Dua hal ini jelas bukan sebagai ekstase yang penuh ilusi dan tipu daya. ilmuan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Freire menekankan pentimgmya pengharapan (hope) dan impian (dream). Karena mimpi dan harapan memberi kita energi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. sehingga kekhawatiran akan efek ekstase tadi tidak terjadi dan berlanjut. Hanya saja harapan dan impian harus ditindak lanjuti dengan aktualisasi. maupun pergeseran paradigma yang sepertinya tidak bisa ditolak jika menginginkan perubahan yang substantif. Dalam Magnum Opus-nya Thomas Kuhn.

Inc. Januari-Febuari 2001 2 Seperti ujar Gramscie bahwa dominasi tidak melulu dalam bentuk eksploitasi ekonomi (determinasi ekonomi). dan kaidah-kaidah apa yang seharusnya diikuti dalam menafsirkan jawaban yang diperoleh (Agus Salim. hal. Upaya ini dilakukan utamanya melalui pendidikan. **Editor Jurnal Youth Institute for Critical Studies (YICS). Sumber. Masjid Kampus UGM. Theories And Methods in Political Science.01-02 Tahun Ke-50. Litbang Bulaksumur Pos 1999-2000 5 Suwarsono & Alvin Y. keyakinan. Sekolah atau Penjara.A. David Marsh and Gerry Stoker. Tiara Wacana. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. So. dogma. 2001:33). MacMillan Press Ltd. medio Juni 2002. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UGM yang sedang giat menulis skripsi. konvensi. media masa. S. yang diadakan oleh Sciences (Small Circle for Islamic Studies and Community Empowerment). pernyataan-pernyataan apa yang seharusnya dikemukakan. melainkan juga dalam bentuk kemampuan negara untuk mendapatkan 'persetujuan' aktif (secara tidak sadar) dari kelas-kelas yang tertindas. Massachusetts: Bergin & Garvey Publishers. H. semua aktifitas dan inisiatif yang membentuk aparat hegemoni politik dan kultural kelas-kelas yang berkuasa. Mencari Model Sekolah Berkualitas: Dilema Paradigma Pendidikan.*Pernah dipresentasikan dalam workshop Learning Space. 7 . 2002:69). Basis edisi Paulo Freire. yang menggariskan apa yang seharusnya dipelajari.. dan "dominant theory" yang dipakai bersama (Sardar. 4 Aronowitz. Kompilasi Makalah Terpilih. LP3ES. sebagai suatu cara pandang atas segala sesuatu-sering berupa seperangkat asumsi. Yakni. Education Under Siege. parlemen. Yogyakarta. & Giroux. 1995 3 Paradigma oleh Thomas Kuhn secara implisit diartikan sebagai world view atau pandangan dunia..cit. 1994 6 Mansour Fakih op. No. Perubahan Sosial dan Pembangunan. End Note 1 Dikutip dari Agustinus Mintara. 1985. disarikan dari Mansour Fakih. Jakarta..

7 Secara sederhana Darwinisme Sosial dapat dipahami sebagai suatu keadaan diamana kehidupan sosial dianalogikan dengan konsep Darwin tentang iklim kompetisi antar penyusun ekosistem yang berpijak pada postulat survival of the fittest. 2002 . Thomas Kuhn dan Perang Ilmu. 8 Ziauddin Sardar. Jendela. Pendek kata. Yogyakrta. adalah sah bagi individu dan kelompok msyarakat yang punya sumber daya untuk 'memukul roboh' kelompok dan individu lain demi kepentingan dan kelangsungan kelompok tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful