Pendidikan Transformatif

*

Oleh: Ashari Cahyo Edi**

Abstraksi: Potret pendidikan di Indonesia makin hari makin buram. Menurut penulis, ini disebabkan karena pendidikan di Indonesia menganut paradigma liberal. Dalam koridor paradigma ini pendidikan diabdikan bagi kepentingan ekonomi semata. Pendidikan tidak bertujuan untuk pembebasan kemanusiaan. Penulis menguraikan tiga paradigma pendidikan yang lazim berlaku: konservatif, liberal, kritik. Ketiganya membentuk corak kesadaran yang berbeda pula bagi peserta didik. Pendidikan konservatif menghasilkan kesadaran magis; pendididkan liberal menghasilkan kesadaran naif; sebaliknya, berbeda dengan dua paradigma sebelumnya, pendidikan kritik membentuk kesadaran kritis. Model pendidikan banking-yang ignoramus critical karena sekadar

menumpuk pengetahuan nir diseminasi

sense-, tak pelak

menghadirkan sosok generasi yang buta akan penindasan. Kemacetan transformasi sosial dewasa ini, tak lain juga bermula dari pendidikan yang tidak transformatif tersebut.

MENGAPA peduli pada pendidikan? Banyak orang menyebut bahwa antara pendidikan dan perubahan sosial adalah dua hal yang saling terkait dan mempengaruhi. Suatu perubahan kiranya sulit akan terjadi tanpa diawali pendidikan, begitu pula pendidikan yang transformatif tak akan pula terwujud bila tidak didahului dengan perubahan, utamanya, paradigma yang mendasarinya. Bahkan, ada pula yang berpendapat bahwa menyebut perubahan sosial dan pendidikan yang transformatif ibarat menyebut sesuatu dalam satu tarikan nafas: pendidikan taranformatif adalah perubahan sosial dan perubahan sosial adalah pendidikan transformatif. Sungguhkah? Biar lebih jelas, mari kita uraikan bersama.

kemampuan. Dalam bentuknya yang paling ideal. baik secara sadar maupun tidak sengaja. Pengalaman sebagai peserta didik selama ini. "Dasar pemalas. nantinya bisa menjadi pemantik diskusi yang tidak saja lebih komprehensif. serta kesadaran akan diri dan posisi strukturalnya. bolos sekolah. Sepintas. Beranjak dari signifikansi utama pendidikan diatas. melanggar titah orang tua. Ya. utamanya di Indonesia. ataupun teriakan para kenek. ditransmisikan kepada para pelaku perubahan sosial. menurut Freire. Tanpa beban mereka asyik bincang sembari menikmati riuh ramai kendaraan. Paulo Freire. penumpang. ada sekelompok siswa sebuah SMU di kota saya nongkrong di terminal bis. Dengan kesadaran sebagai subjek tersebut manusia dapat memerankan liberative action. nilainilai maupun ideologi. Kesadaran ini secara komunal akhirnya membentuk kesadaran sosial. namun juga kontributif bagi terwujudnya sistem pendidikan yang lebih baik atau bahkan ideal: membebaskan. yang tentunya kontra ideologi hegemonik. pemikir dan aktivis Pendidikan Kritis. mungkin akan berkata. Dengan kesadaran sosial yang dibangun diatas basis relasi intersubjektif rakyat dapat memainkan peranan dalam rekonstruksi tatanan sosial baru yang lebih demokratis. mempunyai pendapati cemerlang perihal pendidikan dan kaitannya dengan perubahan sosial1. Potret Buram Pendidikan Indonesia Alkisah. tidak tahu .Perubahan sosial tentu membutuhkan aktor-aktor yang mempunyai pengetahuan. masyarakat termasuk juga kita. serta transformatif. telah memungkinkan saya 'memergoki' sejumlah persoalan yang meresahkan. tulisan ini disajikan dengan semangat untuk melakukan kritisasi terhadap dunia pendidikan. kritis. Dari wajah mereka hampir tak tergurat raut penyesalan karena meninggalkan pelajaran. pendidikan membangkitkan kesadaran (conscientizacao) diri manusia sebagai subjek. komitmen. Untuk itu perlu tersedianya suatu media dimana ide-ide. Tatanan sosial yang demokratis ini menurutnya kondusif bagi humanisme dan pembebasan. siapa tahu dengan men-share deretan persoalan yang meresahkan tersebut.

ruangan kelas seolah menjadi tempat yang paling tidak aman baginya. Pendidikan hanya semata-mata memasukkan peserta didik kedalam sistem yang sudah ada: mencetak dokter. ahli hukum dst. Namun Ia takut. Sekolah yang kita bayangkan sebagai 'kabin' belajar. yang ditransmisikan melalui institusi pendidikan dengan sendirinya ditujukan untuk membentuk kesadaran yang menafsirkan . Sistem pendidikan dengan sendirinya menjadi instrumen untuk melanggengkan kekuasaan. begini dilarang. Ini disebabkan PR bahasa-nya yang belum juga selesai meski sudah tiga hari dikerjakan. tidak up to date. Ditambah lagi guru yang otoriter.. ide-ide. teman-teman sekelasnya akan menertawakan ketidaktahuannya.menghargai jerih payah orangtua!". metode pengajaran yang monoton dan membelenggu. upaya-upaya yang mencegah tumbuhnya kecerdasan untuk berpikir bebas. Kalau dilihat lebih cermat. jantung Toni berdebar kencang. Suatu hal yang lumrah tapi belum tentu benar.. Pernahkah Anda merasa betapa sekolah demikian membosankan atau bahkan menakutkan? Suatu ketika. bermain. Sejak zaman kolonial Belanda. Diantara kita banyak yang pernah mengalami masalah semacam itu. dan akhirnya hanya menjadi pengikut semua ujar guru yang kurang kreatif sekaligus miskin daya kritis. memang di-setting secara sistematis. malah menjadi sumber kesusahan dan kegelisahan. teknisi. akuntan. tidak 'sadar diri' sehingga kekuasaan kolonial tidak terancam. Akhirnya setiap ada pelajaran bahasa. Bahkan menjelma menjadi penjara. yang loyal terhadap penguasa. Sebenarnya. mengembangkan potensi dst. berteman. dsb. Nilai-nilai. daya kritis terhadap realitas. Sejenak terbayang betapa akan malunya Ia terkena marah bapak guru di depan kelas. begitu dilarang. di hari senin pada jam pertama. yang berujung pada kesadaran terhadap posisi diri di struktur sosial. preferensi. Tujuannya jelas yakni. sejak minggu lalu Toni ingin bertanya tentang soal yang satu itu. Ilustrasi diatas bukan sebatas rekaan belaka.. kian membuat peserta didik tidak bebas mengembangkan potensi. pendidikan yang membelenggu itu merupakan tipikal sistem pendidikan negara jajahan. menjaga agar masyarakat di Hindia Belanda tetap bodoh.

Meski dibalut modernitas zaman yang kemilau dengan sains mutakhir hingga teknologi canggih. buta huruf. sistem pendidikan dengan sendirinya mengabdi pada kepentingan modal. Pada dasarnya masyarakat tidak bisa merencanakan perubahan atau mempengarhui perubahan sosial. pendidikan di Indonesia dan negara-negara dunia ketiga pada umumnya belum beranjak berubah. tatkala Barat kembali hadir dengan kekuatan ekonominya. mustahil bisa dihindari serta sudah merupakan ketentuan sejarah atau takdir Tuhan. baik skill maupun kesamaaan kerangka berpikir. ada tiga paradigma3 pendidikan yang dapat memberi peta pemahaman mengenai paradigma apa yang menjadi pijakan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia yang berdampak sangat serius terhadap perubahan sosial. Perubahan sosial bagi mereka bukanlah suatu yang harus diperjuangkan.penindasan terhadapnya sebagai hal yang wajar. Visi dan misi pendidikan yang tercermin dalam kurikulum orientasinya cuma satu: bagaimana mencetak lulusan yang akseptabel terhadap pasar. nasib pendidikan tak jauh-jauh amat dari sebelumnya: membangun komformitas kesadaran peserta didik terhadap struktur yang sedang berlaku. Paradigma ini berangkat dari asumsi bahwa ketidaksederajatan masyarakat merupakan suatu keharusan alami. hanya Tuhan lah yang merencanakan keadaan masyarakat dan hanya dia yang tahu makna dibalik itu semua.2 Sayangnya. Dengan pandangan seperti itu.4 Pertama. serta benar baik secara ideologis maupun kultural. paradigma konservatif. kaum tertindas dan . yakni orang orang miskin. Dewasa ini. Pendek kata. karakter pendidikan tetap stagnan. karena perubahan hanya akan membuat manusia lebih sengsara saja. Dalam konteks kekinian dimana penjajahan tidak lagi menemui bentuknya yang paling primitif. Tiga Paradigma Pendidikan Secara konseptual. di era Kapitalisme berkuasa ini. Mereka yang menderita. kaum konservatif tidak menganggap rakyat memiliki kekuatan atau kekuasaan untuk merubah kondisi mereka. model pendidikan seperti ini tetap berlangsung hingga sekarang.

menyehatkan rasio murid-guru. menjadi demikian karena salah mereka sendiri. Karena toh banyak orang yang bisa bekerja keras dan berhasil meraih sesuatu. Kalaupun terjadi distorsi maka yang perlu diperbaiki adalah individu yang menjadi bagian dari sistem dan bukan sistem. mengakui bahwa memang ada masalah di masyarakat. Kaum miskin haruslah sabar dan belajar untuk menunggu sampai giliran mereka datang. learning by doing. . Tugas pendidikan cuma menyiapkan murid untuk masuk dalam sistem yang ada. Penyelenggaraan sekolah atau madrasah dalam perspektif dan paradigma konservatif memang terisolasi dari persoalan persoalan kelas maupun gender ataupun persoalan ketidak adilan di masyarakat. Sebagian besar penyelenggaraan sekolah yang dikelola oleh kaum tradisionalis berangkat dari paradigma konservatif ini. karena akhirnya semua orang akan mencapai kebebasan dan kebahagiaan kelak. Kurikulum sekolah secara jelas bagi kaum konservatif juga tidak ada kaitannya dengan sistem dan struktur sosial diluar sekolah. memoderenkan sekolah. experimental learning dan sebagainya. Paham konservatif hanya melihat pentingnya harmoni serta menghindarkan konflik dan kontradiksi. metode pengajaran yang effisien seperti dynamics group. Namun bagi mereka pendidikan sama sekali steril dari persoalan politik dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu masalah perbaikan dalam dunia pendidikan bagi mereka sebatas usaha reformasi 'kosmetik' seperti perlunya: membangun gedung baru. Banyak orang bersekolah dan belajar untuk berperilaku baik dan oleh karenanya tidak dipenjara. Sistem diibaratkan sebuah tubuh manusia yang senantiasa berjalan harmonis dan penuh keteraturan (functionalism structural)5.mereka yang dipenjara. Hal-hal tersebut terisolasi dengan struktur kelas dan gender dalam masyarakat. komputerisasi. seperti sistem kapitalisme yang tidak adil Kedua paradigma pendidikan Liberal. Pendidikan dalam perspektif liberal menjadi sarana untuk mensosialisasikan dan mereproduksi nilai-nilai tata susila keyakinan dan nilai-nilai dasar agar stabil dan berfungsi secara baik dimasyarakat. Kaum Liberal.

melindungi hak. Perspektif ini tentu mempunyai beberapa syarat. suatu pandangan yang menekankan pengembangan kemampuan.Akar dari pendidikan semacam dapat ditelusuri dari pijakan filosofisnya yakni. paham liberalisme. pendidikan harus mampu membuka wawasan dan cakrawala berpikir baik pendidik maupun peserta didik. Dalam dunia pendidikan. Tiga paradigma diatas masing-masing membawa dampak berupa karakter kesadaran manusia yang oleh Freire digolongkan menjadi tiga6. jika proses belajar mengajar tidak mampu melakukan analisis terhadap suatu masalah maka . maka bagi penganut paradigma kritis menghendaki perubahan struktur secara fundamental dalam tatanan politik ekonomi masyarakat dimana pendidikan berada. Misalnya saja masyarakat miskin yang tidak mampu melihat kaitan kemiskinan mereka dengan sistim politik dan kebudayaan. mesti berangkat dari pemahaman bahwa masing-masing mempunyai pengalaman dan pengetahuan. Kesadaran magis lebih melihat faktor diluar manusia (natural maupun supra natural) sebagai penyebab dan ketakberdayaan. Baik guru maupun peserta didik mesti berada dalam posisi yang egaliter dan tidak saling mensubordinasi. Yang terakhir adalah paradigma pendidikan kritis. sementara bagi kaum liberal ditujukan untuk perubahan moderat dan acapkali juga pro status quo. dan kebebasan (freedoms). Sehingga yang perlu dilakukan adalah dialog. Jika bagi kaum konservatif pendidikan bertujuan untuk menjaga status quo. yakni suatu kesadaran masyarakat yang tidak mampu mengetahui kaitan antara satu faktor dengan faktor lainnya. Pertama kesadaran magis. Pendidikan bagi paradigma kritis merupakan arena perjuangan politik. saling menawarkan apa yang mereka mengerti dan bukan menghafal. serta proses perubahan sosial secara inskrimental demi menjaga stabilitas jangka panjang. Dalam perspektif ini. menciptakan ruang bagi peserta didik untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebas dan kritis diri dan struktur dunianya dalam rangka transformasi sosial. menumpuk pengetahuan namun terasing dari realitas sosial (banking system). Masing-masing pihak.

tanpa ada mekanisme untuk memahami 'makna' ideologi dari setiap konsepsi atas kehidupan masyarakat. ekonomi dan budaya dan akibatnya pada keadaaan masyarakat.proses belajar mengajar tersebut dalam perspektif Freirean disebut sebagai pendidikan fatalistik. Oleh karena itu 'man power development' adalah sesuatu yang diharapkan akan menjadi pemicu perubahan. Dalam kesadaran ini 'masalah etika. kemudian mampu melakukan analisis bagaimana sistim dan struktur itu bekerja. kreativitas. Tugas sekolah adalah bagaimana membuat dan mengarahkan agar murid bisa masuk beradaptasi dengan sistem yang sudah benar tersebut. Jadi dalam menganalisis mengapa suatu masyarakat miskin. atau tidak memiliki budaya 'membangunan'. dan seterusnya. dan oleh sebab itu tidak perlu dipertanyakan. dimana murid mengikuti secara buta perkataan dan pendangan guru. Paradigma kritis dalam pendidikan. Kesadaran ketiga disebut sebagai kesadaran Kritis. serta bagaimana . 'need for achievement' dianggap sebagai penentu perubahan sosial. Kesadaran kedua adalah kesadaran naif. Proses pendidikan model ini tidak memberikan kemampuan analisis. yakni mereka malas. kaitan antara sistim dan struktur terhadap satu permasalahan masyarakat. Paradigma tradisional yang menggunakan paham pendidikan dan sekolah konservatif dapat dikatagorikan dalam kesadaran magis ini. bagi mereka disebabkan karena 'salah' masyarakat sendiri. politik. tidak memiliki kewiraswataan. Keadaan yang di katagorikan dalam kesadaran ini adalah lebih melihat 'aspek manusia' menjadi akar penyebab masalah masyarakat. Paradigma umat modernis yang menggunakan paham pendidikan liberal dapat dikatagorikan kedalam kesadaran naif ini. merupakan faktor 'given'. melatih murid untuk mampu mengidentifikasi 'ketidakadilan' dalam sistim dan struktur yang ada. Proses pendidikan lebih merupakan proses menirukan. bahkan sistem dan struktur yang ada adalah sudah baik dan benar. Pendekatan struktural menghindari 'blaming the victims" dan lebih menganalisis untuk secara kritis menyadari struktur dan sistim sosial. Kesadaran ini lebih melihat aspek sistem dan struktur sebagai sumber masalah. Murid secara dogmatik menerima 'kebenaran' dari guru. Pendidikan dalam konteks ini juga tidak mempertanyakan sistem dan struktur.

mentransformasikannya. meskipun kalau dilihat secara umum pendidikan nasional termasuk dalam mainstream liberal. peserta didik digiring untuk memusatkan diri pada teknologi yang bias sektor urban. Lebih parah lagi. saat SD kita acapkali diberi pertanyaan dimaan kita hanya perlu memberi satu kata sebagai jawaban. pendidikan kian bergeser dari status dan fungsi awalnya. serta orientasinya yang kental dengan ideologi kapitalisme. Paradigma umat Islam transformatif yang menggunakan model pendidikan kritis dapat dikatagorikan kedalam kesadaran kritis. Misalnya. Misalnya. Dewasa ini. Tugas pendidikan dalam paradigma kritis adalah menciptakan ruang dan keselamatan agar peserta pendidikan terlibat dalam suatu proses penciptaan struktur yang secara fundamental baru dan lebih baik. ketika dunia didera gelombang globalisasi. yang murah. Misalnya begini. Sedang disisi lain visi dan misinya tidak keluar dari koridor ekonomi (menyiapkan peserta didik sebagai homo economicus semata). Dapat pula dikatakan. Metode searah sulit dipungkiri memupus kreatifitas peserta didik dalam mengembangkan corak berpikir bebas. "Pak Tani disawah sedang…". mudah dijalankan dan langsung memberi manfaat kepada masyarakat kecil. dalam taraf tertentu pendidikan kita justru terjebak dalam paradigma konservatif. sehingga darwinisme sosial7 pun sulit dielakkan berlaku. mesin-mesin industri berat dan bukan perihal teknologi tepat guna. Pendidikan mau tidak mau dipaksa tereduksi hanya sebagai komoditas dan harus terbingkai dalam logika pasar. model subjek-objek. Hasil Pendidikan Nasional: Kemacetan Transformasi Sosial ? Dari pemetaan diatas. ketika bicara sains dan teknologi. Disatu sisi ia menjadi eksklusif dan tak terjangkau oleh kalangan bawah. Peserta didik disibukkan oleh rutinitas studi-studi berdasarkan kurikulum yang juga terasing dari kehidupan sosial. Ini ditandai mulai dari privatisasi pendidikan. sistem pendidikan di Indonesia selama ini masih jauh untuk dikategorikan sebagai pendidikan kritis. Untuk . Sekedar contoh. pendidikan kita sulit dibedakan dengan pelatihan atau trainning.

Dan setelah lulus. lingkungan. perhatian mahasiswa sedikit banyak terserap untuk studi. dalam sistem yang demokratis seorang murid bisa mengisinya dengan misalnya. Budaya fatalis misalnya. Para ilmuan misalnya. orientasi utamanya bukanlah bekerja demi kepentingan umat. yang menjajakan pengetahuannya untuk riset maupun pengembangan wacana yang seringkali adalah proyek pemilik modal.menjawab pertanyaan ini murid SD tidak punya banyak pilihan. dsb. Dihadapkan melambungnya biaya menuntut ilmu akibat komersialisasi pendidikan. Sifat nrimo ing pandum (menerima jatah atau nasib) selain sebagai hasil feodalisme. Padahal. memupuk. melakukan rembug mengenai irigasi dsb. Melainkan terjebak dalam pragmatisme pasar. inovatif dan kekritisan masyarakat.. membaca koran (karena sedang istirahat). tak lepas pula dari model pendidikan selama ini yang justru makin membenamkan semangat inisiatif. baik kesadaran magis maupun kesadaran naif begitu kuat mengakar dalam masyarakat kita. Ketika ada tuntutan untuk cepat lulus. sedikit banyak orientasi mahasiswa mengalami pergeseran. Sejalan dengan penjelasan Freire mengenai tiga kesadaran sebagai dampak pengadopsian tiga paradigma pendidikan. Atau bisa dikatakan idealisme angkatan muda terjangkit erosi yang membahayakan. atau memanen. baik karena soal biaya maupun standardisasi yang ditetapkan oleh pasar. akibat proses pendidikan yang sangat liberal sulit untuk tidak menjadi-meminjam istilah Heru Nugroho-Intelektual 'asongan'. Perhatian terhadap persoalan sosial. Terjebaknya para ilmuan ini memberi kontribusi besar terhadap macetnya ilmu-ilmu sosial dan ketidakmampuannya menjadi bagian dari problem solving dalam . Guru secara sepihak akan menyalahkan bila isinya bukan mencangkul. Atau yang lebih buruk lagi ketika kesadaran naif akibat hegemoni paradigma liberal menjangkiti sebagian besar masyarakat. adalah hal umum dan membudaya dikalangan masyarakat terutama jawa. yang nyata dihadapi masyararakat cenderung terabaikan. tertanam dalam filosofi liberal yang memerosotkan potensi-potensinya untuk melakukan atau setidaknya berjalan searah dengan kepentingan transformasi sosial.

tidak sekadar 'kosmetik' ingin diwujudkan. sehingga kekhawatiran akan efek ekstase tadi tidak terjadi dan berlanjut. Hanya saja harapan dan impian harus ditindak lanjuti dengan aktualisasi. Dua hal ini jelas bukan sebagai ekstase yang penuh ilusi dan tipu daya. Ilmuan tak jarang terjebak dalam studi-studi keilmuan yang sebenarnya disetting oleh ideologi mainstream yang kontra transformasi. terbentang pekerjaan rumah yang luar biasa berat. Karena mimpi dan harapan memberi kita energi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Ke depan. Mereka menjadi sangat sensitif dan kehilangan kearifan dengan mencap kritik terhadap ilmu adalah 'omong kosong'. Menuju Pendidikan Transformatif Rangkaian persoalan pelik diatas telah menggiring dunia pendidikan kita menuju kerusakan sistemik. begitu pula tak ada impian tanpa harapan. Dalam Magnum Opus-nya Thomas Kuhn. Freire menekankan pentimgmya pengharapan (hope) dan impian (dream). kritis dan transformatif. maupun pergeseran paradigma yang sepertinya tidak bisa ditolak jika menginginkan perubahan yang substantif. The Structure of Scientific Revolutions (1962). Mengurai benang merah yang terlanjur jalin berkelindan tak tentu ujungpangkalnya. Dan. Dengan kata lain. ilmuan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. Wallahu 'Alam Bisshoa . Namun bukan berarti menjadi sah bagi kita untuk bersikap apatis.masyarakat. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang telah mapan. serta menggambarkan para pengritik ilmu sebagai para 'pembual'8. Tak ada perubahan tanpa impian. Perubahan baik mengenai kurikulum. perangkat aturan legal. para ilmuan telah menjadi aparat status quo dari ideologi hegemonik. lagi-lagi kita harus kembali belajar bersama Freire perihal pendidikan yang membebaskan.

dogma.*Pernah dipresentasikan dalam workshop Learning Space. Yogyakarta. **Editor Jurnal Youth Institute for Critical Studies (YICS). semua aktifitas dan inisiatif yang membentuk aparat hegemoni politik dan kultural kelas-kelas yang berkuasa. S. medio Juni 2002. Masjid Kampus UGM. Sumber. parlemen. 2002:69). Tiara Wacana.. Jakarta. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. MacMillan Press Ltd. 1994 6 Mansour Fakih op. Januari-Febuari 2001 2 Seperti ujar Gramscie bahwa dominasi tidak melulu dalam bentuk eksploitasi ekonomi (determinasi ekonomi). David Marsh and Gerry Stoker. disarikan dari Mansour Fakih. Kompilasi Makalah Terpilih. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UGM yang sedang giat menulis skripsi.cit. 1985.. Education Under Siege. dan "dominant theory" yang dipakai bersama (Sardar. End Note 1 Dikutip dari Agustinus Mintara. No. 4 Aronowitz. sebagai suatu cara pandang atas segala sesuatu-sering berupa seperangkat asumsi. media masa. Mencari Model Sekolah Berkualitas: Dilema Paradigma Pendidikan. Litbang Bulaksumur Pos 1999-2000 5 Suwarsono & Alvin Y. 7 . Upaya ini dilakukan utamanya melalui pendidikan. Yakni. dan kaidah-kaidah apa yang seharusnya diikuti dalam menafsirkan jawaban yang diperoleh (Agus Salim.A.01-02 Tahun Ke-50. & Giroux. Massachusetts: Bergin & Garvey Publishers. So. pernyataan-pernyataan apa yang seharusnya dikemukakan. konvensi. H. 1995 3 Paradigma oleh Thomas Kuhn secara implisit diartikan sebagai world view atau pandangan dunia. melainkan juga dalam bentuk kemampuan negara untuk mendapatkan 'persetujuan' aktif (secara tidak sadar) dari kelas-kelas yang tertindas. Theories And Methods in Political Science.. yang diadakan oleh Sciences (Small Circle for Islamic Studies and Community Empowerment). Inc. yang menggariskan apa yang seharusnya dipelajari. keyakinan. Basis edisi Paulo Freire. hal. 2001:33). Sekolah atau Penjara. Perubahan Sosial dan Pembangunan. LP3ES.

adalah sah bagi individu dan kelompok msyarakat yang punya sumber daya untuk 'memukul roboh' kelompok dan individu lain demi kepentingan dan kelangsungan kelompok tersebut.7 Secara sederhana Darwinisme Sosial dapat dipahami sebagai suatu keadaan diamana kehidupan sosial dianalogikan dengan konsep Darwin tentang iklim kompetisi antar penyusun ekosistem yang berpijak pada postulat survival of the fittest. Yogyakrta. Jendela. Pendek kata. Thomas Kuhn dan Perang Ilmu. 2002 . 8 Ziauddin Sardar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful