P. 1
Pendidikan Transformatif

Pendidikan Transformatif

|Views: 54|Likes:
Published by Zamroni Bonang

More info:

Published by: Zamroni Bonang on Jun 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2014

pdf

text

original

Pendidikan Transformatif

*

Oleh: Ashari Cahyo Edi**

Abstraksi: Potret pendidikan di Indonesia makin hari makin buram. Menurut penulis, ini disebabkan karena pendidikan di Indonesia menganut paradigma liberal. Dalam koridor paradigma ini pendidikan diabdikan bagi kepentingan ekonomi semata. Pendidikan tidak bertujuan untuk pembebasan kemanusiaan. Penulis menguraikan tiga paradigma pendidikan yang lazim berlaku: konservatif, liberal, kritik. Ketiganya membentuk corak kesadaran yang berbeda pula bagi peserta didik. Pendidikan konservatif menghasilkan kesadaran magis; pendididkan liberal menghasilkan kesadaran naif; sebaliknya, berbeda dengan dua paradigma sebelumnya, pendidikan kritik membentuk kesadaran kritis. Model pendidikan banking-yang ignoramus critical karena sekadar

menumpuk pengetahuan nir diseminasi

sense-, tak pelak

menghadirkan sosok generasi yang buta akan penindasan. Kemacetan transformasi sosial dewasa ini, tak lain juga bermula dari pendidikan yang tidak transformatif tersebut.

MENGAPA peduli pada pendidikan? Banyak orang menyebut bahwa antara pendidikan dan perubahan sosial adalah dua hal yang saling terkait dan mempengaruhi. Suatu perubahan kiranya sulit akan terjadi tanpa diawali pendidikan, begitu pula pendidikan yang transformatif tak akan pula terwujud bila tidak didahului dengan perubahan, utamanya, paradigma yang mendasarinya. Bahkan, ada pula yang berpendapat bahwa menyebut perubahan sosial dan pendidikan yang transformatif ibarat menyebut sesuatu dalam satu tarikan nafas: pendidikan taranformatif adalah perubahan sosial dan perubahan sosial adalah pendidikan transformatif. Sungguhkah? Biar lebih jelas, mari kita uraikan bersama.

serta transformatif. masyarakat termasuk juga kita. menurut Freire. Ya. Untuk itu perlu tersedianya suatu media dimana ide-ide. baik secara sadar maupun tidak sengaja. melanggar titah orang tua. pendidikan membangkitkan kesadaran (conscientizacao) diri manusia sebagai subjek. Tatanan sosial yang demokratis ini menurutnya kondusif bagi humanisme dan pembebasan. Kesadaran ini secara komunal akhirnya membentuk kesadaran sosial. bolos sekolah. Potret Buram Pendidikan Indonesia Alkisah. tulisan ini disajikan dengan semangat untuk melakukan kritisasi terhadap dunia pendidikan. namun juga kontributif bagi terwujudnya sistem pendidikan yang lebih baik atau bahkan ideal: membebaskan. Pengalaman sebagai peserta didik selama ini. nantinya bisa menjadi pemantik diskusi yang tidak saja lebih komprehensif. Dengan kesadaran sosial yang dibangun diatas basis relasi intersubjektif rakyat dapat memainkan peranan dalam rekonstruksi tatanan sosial baru yang lebih demokratis.Perubahan sosial tentu membutuhkan aktor-aktor yang mempunyai pengetahuan. komitmen. Beranjak dari signifikansi utama pendidikan diatas. yang tentunya kontra ideologi hegemonik. kritis. pemikir dan aktivis Pendidikan Kritis. Dengan kesadaran sebagai subjek tersebut manusia dapat memerankan liberative action. ditransmisikan kepada para pelaku perubahan sosial. siapa tahu dengan men-share deretan persoalan yang meresahkan tersebut. Sepintas. utamanya di Indonesia. mungkin akan berkata. ada sekelompok siswa sebuah SMU di kota saya nongkrong di terminal bis. ataupun teriakan para kenek. telah memungkinkan saya 'memergoki' sejumlah persoalan yang meresahkan. mempunyai pendapati cemerlang perihal pendidikan dan kaitannya dengan perubahan sosial1. kemampuan. Paulo Freire. Dari wajah mereka hampir tak tergurat raut penyesalan karena meninggalkan pelajaran. penumpang. Dalam bentuknya yang paling ideal. Tanpa beban mereka asyik bincang sembari menikmati riuh ramai kendaraan. serta kesadaran akan diri dan posisi strukturalnya. nilainilai maupun ideologi. "Dasar pemalas. tidak tahu .

di hari senin pada jam pertama. daya kritis terhadap realitas. Diantara kita banyak yang pernah mengalami masalah semacam itu. jantung Toni berdebar kencang. dan akhirnya hanya menjadi pengikut semua ujar guru yang kurang kreatif sekaligus miskin daya kritis. menjaga agar masyarakat di Hindia Belanda tetap bodoh. Sejenak terbayang betapa akan malunya Ia terkena marah bapak guru di depan kelas. tidak up to date. preferensi. Sejak zaman kolonial Belanda. yang loyal terhadap penguasa. Ini disebabkan PR bahasa-nya yang belum juga selesai meski sudah tiga hari dikerjakan. yang berujung pada kesadaran terhadap posisi diri di struktur sosial. Pernahkah Anda merasa betapa sekolah demikian membosankan atau bahkan menakutkan? Suatu ketika. teknisi.. mengembangkan potensi dst. Sebenarnya. kian membuat peserta didik tidak bebas mengembangkan potensi. begitu dilarang. berteman. Tujuannya jelas yakni. Sekolah yang kita bayangkan sebagai 'kabin' belajar. Ditambah lagi guru yang otoriter. Nilai-nilai. ruangan kelas seolah menjadi tempat yang paling tidak aman baginya. pendidikan yang membelenggu itu merupakan tipikal sistem pendidikan negara jajahan. begini dilarang. Ilustrasi diatas bukan sebatas rekaan belaka. Bahkan menjelma menjadi penjara.. bermain. memang di-setting secara sistematis. yang ditransmisikan melalui institusi pendidikan dengan sendirinya ditujukan untuk membentuk kesadaran yang menafsirkan . tidak 'sadar diri' sehingga kekuasaan kolonial tidak terancam. Sistem pendidikan dengan sendirinya menjadi instrumen untuk melanggengkan kekuasaan. metode pengajaran yang monoton dan membelenggu. Pendidikan hanya semata-mata memasukkan peserta didik kedalam sistem yang sudah ada: mencetak dokter. Akhirnya setiap ada pelajaran bahasa. dsb. Suatu hal yang lumrah tapi belum tentu benar.menghargai jerih payah orangtua!".. ahli hukum dst. Kalau dilihat lebih cermat. upaya-upaya yang mencegah tumbuhnya kecerdasan untuk berpikir bebas. akuntan. sejak minggu lalu Toni ingin bertanya tentang soal yang satu itu. teman-teman sekelasnya akan menertawakan ketidaktahuannya. Namun Ia takut. ide-ide. malah menjadi sumber kesusahan dan kegelisahan.

hanya Tuhan lah yang merencanakan keadaan masyarakat dan hanya dia yang tahu makna dibalik itu semua. kaum tertindas dan . model pendidikan seperti ini tetap berlangsung hingga sekarang. karena perubahan hanya akan membuat manusia lebih sengsara saja. Pendek kata. Paradigma ini berangkat dari asumsi bahwa ketidaksederajatan masyarakat merupakan suatu keharusan alami. ada tiga paradigma3 pendidikan yang dapat memberi peta pemahaman mengenai paradigma apa yang menjadi pijakan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia yang berdampak sangat serius terhadap perubahan sosial. di era Kapitalisme berkuasa ini. yakni orang orang miskin. Visi dan misi pendidikan yang tercermin dalam kurikulum orientasinya cuma satu: bagaimana mencetak lulusan yang akseptabel terhadap pasar. karakter pendidikan tetap stagnan. Dengan pandangan seperti itu. Dewasa ini. sistem pendidikan dengan sendirinya mengabdi pada kepentingan modal. Perubahan sosial bagi mereka bukanlah suatu yang harus diperjuangkan. baik skill maupun kesamaaan kerangka berpikir. Mereka yang menderita. Dalam konteks kekinian dimana penjajahan tidak lagi menemui bentuknya yang paling primitif.penindasan terhadapnya sebagai hal yang wajar. kaum konservatif tidak menganggap rakyat memiliki kekuatan atau kekuasaan untuk merubah kondisi mereka.4 Pertama. buta huruf.2 Sayangnya. Meski dibalut modernitas zaman yang kemilau dengan sains mutakhir hingga teknologi canggih. paradigma konservatif. pendidikan di Indonesia dan negara-negara dunia ketiga pada umumnya belum beranjak berubah. nasib pendidikan tak jauh-jauh amat dari sebelumnya: membangun komformitas kesadaran peserta didik terhadap struktur yang sedang berlaku. Pada dasarnya masyarakat tidak bisa merencanakan perubahan atau mempengarhui perubahan sosial. tatkala Barat kembali hadir dengan kekuatan ekonominya. Tiga Paradigma Pendidikan Secara konseptual. serta benar baik secara ideologis maupun kultural. mustahil bisa dihindari serta sudah merupakan ketentuan sejarah atau takdir Tuhan.

. Kaum miskin haruslah sabar dan belajar untuk menunggu sampai giliran mereka datang. Pendidikan dalam perspektif liberal menjadi sarana untuk mensosialisasikan dan mereproduksi nilai-nilai tata susila keyakinan dan nilai-nilai dasar agar stabil dan berfungsi secara baik dimasyarakat. menjadi demikian karena salah mereka sendiri. metode pengajaran yang effisien seperti dynamics group. memoderenkan sekolah.mereka yang dipenjara. karena akhirnya semua orang akan mencapai kebebasan dan kebahagiaan kelak. Kaum Liberal. Paham konservatif hanya melihat pentingnya harmoni serta menghindarkan konflik dan kontradiksi. Kalaupun terjadi distorsi maka yang perlu diperbaiki adalah individu yang menjadi bagian dari sistem dan bukan sistem. Namun bagi mereka pendidikan sama sekali steril dari persoalan politik dan ekonomi masyarakat. seperti sistem kapitalisme yang tidak adil Kedua paradigma pendidikan Liberal. experimental learning dan sebagainya. Sistem diibaratkan sebuah tubuh manusia yang senantiasa berjalan harmonis dan penuh keteraturan (functionalism structural)5. menyehatkan rasio murid-guru. Oleh karena itu masalah perbaikan dalam dunia pendidikan bagi mereka sebatas usaha reformasi 'kosmetik' seperti perlunya: membangun gedung baru. Penyelenggaraan sekolah atau madrasah dalam perspektif dan paradigma konservatif memang terisolasi dari persoalan persoalan kelas maupun gender ataupun persoalan ketidak adilan di masyarakat. Hal-hal tersebut terisolasi dengan struktur kelas dan gender dalam masyarakat. learning by doing. Sebagian besar penyelenggaraan sekolah yang dikelola oleh kaum tradisionalis berangkat dari paradigma konservatif ini. mengakui bahwa memang ada masalah di masyarakat. komputerisasi. Banyak orang bersekolah dan belajar untuk berperilaku baik dan oleh karenanya tidak dipenjara. Tugas pendidikan cuma menyiapkan murid untuk masuk dalam sistem yang ada. Kurikulum sekolah secara jelas bagi kaum konservatif juga tidak ada kaitannya dengan sistem dan struktur sosial diluar sekolah. Karena toh banyak orang yang bisa bekerja keras dan berhasil meraih sesuatu.

jika proses belajar mengajar tidak mampu melakukan analisis terhadap suatu masalah maka . Misalnya saja masyarakat miskin yang tidak mampu melihat kaitan kemiskinan mereka dengan sistim politik dan kebudayaan. sementara bagi kaum liberal ditujukan untuk perubahan moderat dan acapkali juga pro status quo.Akar dari pendidikan semacam dapat ditelusuri dari pijakan filosofisnya yakni. pendidikan harus mampu membuka wawasan dan cakrawala berpikir baik pendidik maupun peserta didik. Baik guru maupun peserta didik mesti berada dalam posisi yang egaliter dan tidak saling mensubordinasi. saling menawarkan apa yang mereka mengerti dan bukan menghafal. Masing-masing pihak. Perspektif ini tentu mempunyai beberapa syarat. Jika bagi kaum konservatif pendidikan bertujuan untuk menjaga status quo. Dalam dunia pendidikan. Yang terakhir adalah paradigma pendidikan kritis. yakni suatu kesadaran masyarakat yang tidak mampu mengetahui kaitan antara satu faktor dengan faktor lainnya. menciptakan ruang bagi peserta didik untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara bebas dan kritis diri dan struktur dunianya dalam rangka transformasi sosial. Pertama kesadaran magis. Kesadaran magis lebih melihat faktor diluar manusia (natural maupun supra natural) sebagai penyebab dan ketakberdayaan. mesti berangkat dari pemahaman bahwa masing-masing mempunyai pengalaman dan pengetahuan. Dalam perspektif ini. menumpuk pengetahuan namun terasing dari realitas sosial (banking system). serta proses perubahan sosial secara inskrimental demi menjaga stabilitas jangka panjang. dan kebebasan (freedoms). Pendidikan bagi paradigma kritis merupakan arena perjuangan politik. Tiga paradigma diatas masing-masing membawa dampak berupa karakter kesadaran manusia yang oleh Freire digolongkan menjadi tiga6. suatu pandangan yang menekankan pengembangan kemampuan. paham liberalisme. maka bagi penganut paradigma kritis menghendaki perubahan struktur secara fundamental dalam tatanan politik ekonomi masyarakat dimana pendidikan berada. Sehingga yang perlu dilakukan adalah dialog. melindungi hak.

Pendidikan dalam konteks ini juga tidak mempertanyakan sistem dan struktur. bahkan sistem dan struktur yang ada adalah sudah baik dan benar. Kesadaran ketiga disebut sebagai kesadaran Kritis. 'need for achievement' dianggap sebagai penentu perubahan sosial. dan oleh sebab itu tidak perlu dipertanyakan. kaitan antara sistim dan struktur terhadap satu permasalahan masyarakat. serta bagaimana . Keadaan yang di katagorikan dalam kesadaran ini adalah lebih melihat 'aspek manusia' menjadi akar penyebab masalah masyarakat. atau tidak memiliki budaya 'membangunan'. merupakan faktor 'given'. Murid secara dogmatik menerima 'kebenaran' dari guru. politik. kreativitas. Tugas sekolah adalah bagaimana membuat dan mengarahkan agar murid bisa masuk beradaptasi dengan sistem yang sudah benar tersebut. ekonomi dan budaya dan akibatnya pada keadaaan masyarakat. Paradigma kritis dalam pendidikan. Oleh karena itu 'man power development' adalah sesuatu yang diharapkan akan menjadi pemicu perubahan. Paradigma tradisional yang menggunakan paham pendidikan dan sekolah konservatif dapat dikatagorikan dalam kesadaran magis ini. Proses pendidikan model ini tidak memberikan kemampuan analisis. tidak memiliki kewiraswataan.proses belajar mengajar tersebut dalam perspektif Freirean disebut sebagai pendidikan fatalistik. dan seterusnya. Kesadaran ini lebih melihat aspek sistem dan struktur sebagai sumber masalah. Pendekatan struktural menghindari 'blaming the victims" dan lebih menganalisis untuk secara kritis menyadari struktur dan sistim sosial. dimana murid mengikuti secara buta perkataan dan pendangan guru. yakni mereka malas. Kesadaran kedua adalah kesadaran naif. Paradigma umat modernis yang menggunakan paham pendidikan liberal dapat dikatagorikan kedalam kesadaran naif ini. Jadi dalam menganalisis mengapa suatu masyarakat miskin. tanpa ada mekanisme untuk memahami 'makna' ideologi dari setiap konsepsi atas kehidupan masyarakat. bagi mereka disebabkan karena 'salah' masyarakat sendiri. kemudian mampu melakukan analisis bagaimana sistim dan struktur itu bekerja. melatih murid untuk mampu mengidentifikasi 'ketidakadilan' dalam sistim dan struktur yang ada. Proses pendidikan lebih merupakan proses menirukan. Dalam kesadaran ini 'masalah etika.

model subjek-objek. Lebih parah lagi. Tugas pendidikan dalam paradigma kritis adalah menciptakan ruang dan keselamatan agar peserta pendidikan terlibat dalam suatu proses penciptaan struktur yang secara fundamental baru dan lebih baik. mudah dijalankan dan langsung memberi manfaat kepada masyarakat kecil. "Pak Tani disawah sedang…". Untuk . sistem pendidikan di Indonesia selama ini masih jauh untuk dikategorikan sebagai pendidikan kritis. Sekedar contoh. meskipun kalau dilihat secara umum pendidikan nasional termasuk dalam mainstream liberal. Sedang disisi lain visi dan misinya tidak keluar dari koridor ekonomi (menyiapkan peserta didik sebagai homo economicus semata). sehingga darwinisme sosial7 pun sulit dielakkan berlaku. peserta didik digiring untuk memusatkan diri pada teknologi yang bias sektor urban. dalam taraf tertentu pendidikan kita justru terjebak dalam paradigma konservatif. Metode searah sulit dipungkiri memupus kreatifitas peserta didik dalam mengembangkan corak berpikir bebas. Pendidikan mau tidak mau dipaksa tereduksi hanya sebagai komoditas dan harus terbingkai dalam logika pasar. Dewasa ini. Misalnya. Hasil Pendidikan Nasional: Kemacetan Transformasi Sosial ? Dari pemetaan diatas. Peserta didik disibukkan oleh rutinitas studi-studi berdasarkan kurikulum yang juga terasing dari kehidupan sosial. mesin-mesin industri berat dan bukan perihal teknologi tepat guna. yang murah. Paradigma umat Islam transformatif yang menggunakan model pendidikan kritis dapat dikatagorikan kedalam kesadaran kritis. Misalnya. Ini ditandai mulai dari privatisasi pendidikan. saat SD kita acapkali diberi pertanyaan dimaan kita hanya perlu memberi satu kata sebagai jawaban. ketika bicara sains dan teknologi. Misalnya begini. serta orientasinya yang kental dengan ideologi kapitalisme. pendidikan kita sulit dibedakan dengan pelatihan atau trainning. ketika dunia didera gelombang globalisasi. Disatu sisi ia menjadi eksklusif dan tak terjangkau oleh kalangan bawah. pendidikan kian bergeser dari status dan fungsi awalnya. Dapat pula dikatakan.mentransformasikannya.

Para ilmuan misalnya. inovatif dan kekritisan masyarakat. Atau yang lebih buruk lagi ketika kesadaran naif akibat hegemoni paradigma liberal menjangkiti sebagian besar masyarakat. yang menjajakan pengetahuannya untuk riset maupun pengembangan wacana yang seringkali adalah proyek pemilik modal. Budaya fatalis misalnya. Ketika ada tuntutan untuk cepat lulus. Perhatian terhadap persoalan sosial. akibat proses pendidikan yang sangat liberal sulit untuk tidak menjadi-meminjam istilah Heru Nugroho-Intelektual 'asongan'. dsb. Dan setelah lulus. lingkungan. Dihadapkan melambungnya biaya menuntut ilmu akibat komersialisasi pendidikan. tertanam dalam filosofi liberal yang memerosotkan potensi-potensinya untuk melakukan atau setidaknya berjalan searah dengan kepentingan transformasi sosial. Melainkan terjebak dalam pragmatisme pasar. Sejalan dengan penjelasan Freire mengenai tiga kesadaran sebagai dampak pengadopsian tiga paradigma pendidikan. perhatian mahasiswa sedikit banyak terserap untuk studi. tak lepas pula dari model pendidikan selama ini yang justru makin membenamkan semangat inisiatif. yang nyata dihadapi masyararakat cenderung terabaikan. dalam sistem yang demokratis seorang murid bisa mengisinya dengan misalnya. adalah hal umum dan membudaya dikalangan masyarakat terutama jawa. Padahal. memupuk. atau memanen. baik kesadaran magis maupun kesadaran naif begitu kuat mengakar dalam masyarakat kita. Atau bisa dikatakan idealisme angkatan muda terjangkit erosi yang membahayakan. Sifat nrimo ing pandum (menerima jatah atau nasib) selain sebagai hasil feodalisme. orientasi utamanya bukanlah bekerja demi kepentingan umat.menjawab pertanyaan ini murid SD tidak punya banyak pilihan. sedikit banyak orientasi mahasiswa mengalami pergeseran. membaca koran (karena sedang istirahat). Guru secara sepihak akan menyalahkan bila isinya bukan mencangkul. Terjebaknya para ilmuan ini memberi kontribusi besar terhadap macetnya ilmu-ilmu sosial dan ketidakmampuannya menjadi bagian dari problem solving dalam . melakukan rembug mengenai irigasi dsb.. baik karena soal biaya maupun standardisasi yang ditetapkan oleh pasar.

Namun bukan berarti menjadi sah bagi kita untuk bersikap apatis. sehingga kekhawatiran akan efek ekstase tadi tidak terjadi dan berlanjut. Dengan kata lain. Mengurai benang merah yang terlanjur jalin berkelindan tak tentu ujungpangkalnya. lagi-lagi kita harus kembali belajar bersama Freire perihal pendidikan yang membebaskan. Hanya saja harapan dan impian harus ditindak lanjuti dengan aktualisasi. Menuju Pendidikan Transformatif Rangkaian persoalan pelik diatas telah menggiring dunia pendidikan kita menuju kerusakan sistemik. begitu pula tak ada impian tanpa harapan. maupun pergeseran paradigma yang sepertinya tidak bisa ditolak jika menginginkan perubahan yang substantif. Dalam Magnum Opus-nya Thomas Kuhn. Ke depan. ilmuan bukanlah para penjelajah berwatak pemberani yang menemukan kebenaran-kebenaran baru. tidak sekadar 'kosmetik' ingin diwujudkan. terbentang pekerjaan rumah yang luar biasa berat. perangkat aturan legal. Mereka lebih mirip para pemecah teka-teki yang bekerja dalam pandangan dunia yang telah mapan. Ilmuan tak jarang terjebak dalam studi-studi keilmuan yang sebenarnya disetting oleh ideologi mainstream yang kontra transformasi. kritis dan transformatif. Dan. Mereka menjadi sangat sensitif dan kehilangan kearifan dengan mencap kritik terhadap ilmu adalah 'omong kosong'. para ilmuan telah menjadi aparat status quo dari ideologi hegemonik. serta menggambarkan para pengritik ilmu sebagai para 'pembual'8. Karena mimpi dan harapan memberi kita energi untuk mewujudkan dunia yang lebih baik. Tak ada perubahan tanpa impian.masyarakat. The Structure of Scientific Revolutions (1962). Freire menekankan pentimgmya pengharapan (hope) dan impian (dream). Wallahu 'Alam Bisshoa . Dua hal ini jelas bukan sebagai ekstase yang penuh ilusi dan tipu daya. Perubahan baik mengenai kurikulum.

media masa. Inc. konvensi. Litbang Bulaksumur Pos 1999-2000 5 Suwarsono & Alvin Y. keyakinan. Kompilasi Makalah Terpilih. MacMillan Press Ltd. 4 Aronowitz. Sumber. pernyataan-pernyataan apa yang seharusnya dikemukakan.. dan "dominant theory" yang dipakai bersama (Sardar. Tiara Wacana. yang diadakan oleh Sciences (Small Circle for Islamic Studies and Community Empowerment). So. H. Basis edisi Paulo Freire.A. S. LP3ES. 1985. End Note 1 Dikutip dari Agustinus Mintara.01-02 Tahun Ke-50. 7 . & Giroux. Education Under Siege. Theories And Methods in Political Science. Jakarta. 2002:69). **Editor Jurnal Youth Institute for Critical Studies (YICS). parlemen. No.cit. Yogyakarta. 1995 3 Paradigma oleh Thomas Kuhn secara implisit diartikan sebagai world view atau pandangan dunia. David Marsh and Gerry Stoker. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yakni. disarikan dari Mansour Fakih. medio Juni 2002. Massachusetts: Bergin & Garvey Publishers. Januari-Febuari 2001 2 Seperti ujar Gramscie bahwa dominasi tidak melulu dalam bentuk eksploitasi ekonomi (determinasi ekonomi). Mencari Model Sekolah Berkualitas: Dilema Paradigma Pendidikan. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UGM yang sedang giat menulis skripsi. 2001:33).*Pernah dipresentasikan dalam workshop Learning Space. sebagai suatu cara pandang atas segala sesuatu-sering berupa seperangkat asumsi. dogma.. semua aktifitas dan inisiatif yang membentuk aparat hegemoni politik dan kultural kelas-kelas yang berkuasa.. Upaya ini dilakukan utamanya melalui pendidikan. Sekolah atau Penjara. hal. melainkan juga dalam bentuk kemampuan negara untuk mendapatkan 'persetujuan' aktif (secara tidak sadar) dari kelas-kelas yang tertindas. 1994 6 Mansour Fakih op. dan kaidah-kaidah apa yang seharusnya diikuti dalam menafsirkan jawaban yang diperoleh (Agus Salim. yang menggariskan apa yang seharusnya dipelajari. Masjid Kampus UGM.

Thomas Kuhn dan Perang Ilmu. adalah sah bagi individu dan kelompok msyarakat yang punya sumber daya untuk 'memukul roboh' kelompok dan individu lain demi kepentingan dan kelangsungan kelompok tersebut.7 Secara sederhana Darwinisme Sosial dapat dipahami sebagai suatu keadaan diamana kehidupan sosial dianalogikan dengan konsep Darwin tentang iklim kompetisi antar penyusun ekosistem yang berpijak pada postulat survival of the fittest. Yogyakrta. 2002 . 8 Ziauddin Sardar. Pendek kata. Jendela.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->