P. 1
Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008

Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008

4.0

|Views: 14,934|Likes:
Published by Roisnahrudin

More info:

Published by: Roisnahrudin on Apr 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2014

pdf

text

original

Pada tahun 2003, untuk pertama kalinya sejak era Reformasi,
Departemen Pertahanan meluncurkan Buku Putih Pertahanan yang
berjudul Mempertahankan Tanah Air Memasuki Abad XXI. Buku Putih
tersebut telah menjadi media untuk mengkomunikasikan kebijakan
pemerintah Indonesia di bidang pertahanan negara kepada masyarakat,
baik domestik maupun internasional. Masyarakat pada umumnya
memberikan tanggapan yang cukup positif terhadap Buku Putih
tersebut dan menjadi salah satu referensi yang digunakan oleh berbagai
kalangan.

Buku Putih tersebut juga banyak memberikan kontribusi dalam
rumusan materi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang
Tentara Nasional Indonesia. Dalam lingkup domestik, buku tersebut
banyak memberikan kontribusi dalam memberikan pencerahan kepada
masyarakat tentang penyelenggaraan pertahanan negara dalam konteks
demokrasi. Dalam konteks hubungan antarbangsa, Buku Putih tersebut
menjadi media yang cukup efektif dalam membangun rasa saling
percaya dengan negara-negara lain, baik pada tataran regional maupun
supraregional. Singkatnya, keberadaan Buku Putih itu cukup efektif dan
bermanfaat dalam mengkomunikasikan kepentingan nasional di bidang
pertahanan.

3

2

3

2

Setelah lebih dari empat tahun Buku Putih Edisi Pertama tersebut
diluncurkan, telah terjadi banyak perubahan. Pada bulan Oktober 2004
pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat legitimasi
dari rakyat Indonesia dan pengakuan dunia internasional untuk memimpin
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam periode pemerintahan
lima tahun, dari tahun 2004 sampai dengan 2009. Bersamaan dengan itu,
Presiden membentuk Kabinet Indonesia Bersatu. Sejak itu, kepemimpinan
beserta berbagai kebijakan yang terkait, termasuk Departemen Perta-
hanan, diminta melakukan penyempurnaan sesuai dengan perkembangan
lingkungan strategis, baik di tingkat global, regional maupun nasional.
Perubahan yang terjadi tersebut telah menghadirkan banyak perubahan
dalam kebijakan dan arah penyelenggaraan pertahanan Indonesia.
Sejalan dengan itu, penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP) Indonesia 2005--2024 telah menghadirkan suatu perubahan
dalam penyelenggaraan pertahanan negara. RPJP tersebut memuat,
antara lain, Pokok-Pokok Pembangunan Pertahanan Jangka Panjang 20
Tahunan sampai dengan 2024. Perubahan tersebut mendorong perlunya
melakukan pemutakhiran Buku Putih.

Perkembangan penting lain adalah reformasi pertahanan negara.
Sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang
Tentara Nasional Indonesia, banyak langkah konkret telah dilakukan,
terutama di lingkup Departemen Pertahanan dan TNI. Materi Undang-
Undang Nomor 34 tentang Tentara Nasional Indonesia tersebut, selain
merupakan produk Reformasi yang disusun dalam suasana yang sangat
kondusif dan dibahas secara terbuka juga mencerminkan sinergi
pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat yang mengatur TNI dalam
kerangka negara hukum dan nilai-nilai demokrasi.

3

2

3

2

Kerja sama pertahanan menjadi salah satu substansi penting yang
berkembang dalam kurun waktu empat tahun ini. Bencana alam tsunami
di Aceh dan Nias pada tanggal 26 Desember 2004 telah membawa
perubahan yang besar dalam desain kerja sama pertahanan Indonesia.
Kalau di masa lalu lingkup kerja sama pertahanan lebih berorientasi pada
aspek-aspek militer yang bersifat tradisional, seperti latihan bersama

atau pendidikan bidang militer, ke depan akan lebih feksibel dengan

cakupan aspek-aspek nirmiliter kekuatan militer dapat dilibatkan. Aspek-
aspek nirmiliter dimaksud di antaranya adalah penanggulangan dampak
bencana alam atau bantuan kemanusiaan yang memerlukan penanganan
segera.

Perkembangan penting lain dalam kerja sama pertahanan terjadi
dalam peningkatan hubungan dengan beberapa negara, baik dalam
lingkup regional maupun di luar kawasan. Dalam lingkup regional, kerja
sama pertahanan dilaksanakan antara lain dalam pengamanan Selat

5

4

5

4

Malaka melalui forum Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN, serta usaha-
usaha untuk mewujudkan Masyarakat Keamanan ASEAN, sedangkan
kerja sama pertahanan di luar kawasan juga mengalami peningkatan

dengan membangun kemitraan strategis di Kawasan Asia Pasifk dan

beberapa anggota Forum Regional ASEAN (ARF). Selama empat
tahun terakhir juga terjadi peningkatan kerja sama pertahanan dengan
beberapa negara yang diwujudkan dengan penandatanganan perjanjian
kerja sama pertahanan secara bilateral dan dialog pertahanan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->