FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTERN KRIDA WACANA Kampus II UKRIDA jl. Terusan Arjuna No.

6 Jakarta 11510 Eleonora Rumande Bandu Patabang Nim: 10.2009.122 Email: onacute_sweetbeby@yahoo.com “Katarak Senilis dan Katarak Brunesens”

Pendahuluan Katarak berasal dari bahasa Yunani Katarrhakies, Inggris Cataract, dan Latin Cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidarasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa. Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama.1 Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, akan tetapi dapat juga akibat kelainan congenital, atau penyulit penyakit mata local menahun. Bermacam-macam penyekit mata dpat mengakibatkan katarak seperti glaucoma, ablasi, uveitis, dan retinitis pigmentosa. Katarak dapat berhubungan dengan proses penyakit intraokuler lainnya. Katarak juga dapat disebabkan bahan toksik khusus (kimia dan fisik). Keracunan beberapa jenis penyakit juga dapat menimbulkan katarak;seperti eserin (0,25-0,5%), kortikosteroid, ergot, dan

antikolinesterase topical. Kelainan sistemik atau metabolik yang dapat menimbulkan katarak adalah diabetes mellitus, galaktosemia, dan distrofi miotonik. Katarak dapat ditemukan dalam keadaan tanpa adanya kelainan mata atau sistemik (katarak senile, juvenil, herediter) atau kelainan congenital mata2 Anamnesis Anamnesa yang dapat dilakukan pada klien dengan katarak adalah :

1. Identitas / Data demografi Berisi nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan yang sering terpapar sinar matahari secara langsung, tempat tinggal sebagai gambaran kondisi lingkungan dan keluarga, dan keterangan lain mengenai identitas pasien. 1. Riwayat penyakit sekarang Keluhan utama pasien katarak biasanya antara lain:           Penurunan ketajaman penglihatan secara progresif (gejala utama katarak) . Mata tidak merasa sakit, gatal atau merah Berkabut, berasap, penglihatan tertutup film Perubahan daya lihat warna Gangguan mengendarai kendaraan malam hari, lampu besar sangat menyilaukan mata Lampu dan matahari sangat mengganggu Sering meminta ganti resep kaca mata Lihat ganda Baik melihat dekat pada pasien rabun dekat ( hipermetropia) Gejala lain juga dapat terjadi pada kelainan mata lain

2. Riwayat penyakit dahulu Adanya riwayat penyakit sistemik yang di miliki oleh pasien seperti       DM Hipertensi pembedahan mata sebelumnya, dan penyakit metabolic lainnya memicu resiko katarak. Kaji gangguan vasomotor seperti peningkatan tekanan vena, ketidakseimbangan endokrin dan diabetes, serta riwayat terpajan pada radiasi, steroid / toksisitas fenotiazin. Kaji riwayat alergi

mata merah disebabkan karena pelebaran pembuluh darah perikornea.2 Pemeriksaan pada mata meliputi:  Inspeksi mata 1. lakukan inspeksi setiap mata untuk menemukan kekeruhan pan perhatikan setiap kekeruhan pada lensa yang dapat . kaji riwayat stress. Kelopak akan diamati apakah ada luka atau kemerahan karena pembesaran pembuluh darah atau berdarah. biasanya akan terlihat pada pemeriksaan mata ini. Bila ada masalah pada otot atau juling. Inspeksi sklera dan konjunctiva palpebralis untuk menilai warnanya dan perhatikan pola vaskularisasi terhadap latar belakang sklera yang bewarna putih. Pada glaukoma.1. periksalah sklera untuk melihat peradangan atau perubahan warna sklera. 3. Kornea dan lensa Dengan cahaya yang dipancarkan dari samping. 2. Pemeriksaan Pemeriksaan Fisik 3. Posisi Bola dan Otot Mata Posisi bola mata penting untuk pemeriksaan. Pemeriksaan Kelopak Mata Kelopak mata akan diperiksa bila terjadi trauma atau luka pada kelopak atau terjadinya mata merah. Dokter akan melakukan inspeksi (pemeriksaan dengan mengamati) bola mata dan ia akan meminta Anda untuk menggerakkan bola mata. ke delapan arah mata angin. Selain itu. apakah ada perubahan posisi mata. Hiperemia konjunctiva terjadi akibat bertambahnya asupan pembuluh darah ataupun berkurangnya pengeluaran darah seperti pada pembendungan pembuluh darah. Mata merah timbul akibat terjadinya perubahan warna bola mata yang sebelumnya putih menjadi merah. Riwayat Kesehatan Keluarga Apakah ada riwayat diabetes atau gangguan sistem vaskuler. 4. Konjunctiva dan sklera Mintalah pasien untuk melihat ke atas sementara pemeriksa menekan kedua kelopak mata ke bawah dengan menggunakan ibu jari tangan sehingga membuat sklera dan konjunctiva terpajan. apakah terdapat kejulingan mata.

Syarat pemeriksaaan ini adalah lapang pangdangan pemeriksa normal. Kornea normal tidak mengadung pembuluh darah dan mempunyai banyak persarafan. dan kesimetrisan kedua pupil.  Lapang pandangan (uji konfrontasi) Pemeriksaan lapang pandangan dengan uji konfrontasi dilakukan dengan cera membandingkan lapang pandangan pasien dengan pemeriksa sendiri. Tekanan dilakukan pada skelera dengan mata tertutup dan tidak pada kornea. 5. bentuk. N+2. permukaan iris cukup datar dan membentuk sudut yang relatif terbuka dengan kornea. Iris Pada saat yang sama lakukanlah inspeksi setiap iris.  Palpasi Tonometri digital adalah merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk menetukan tekanan bola mata dengan menggunakan jari. Dengan lampu senter yang diarahkan langsung dari sisi temporal. Lakukan pemeriksaan reaksi pupil terhadap cahaya. . Lakukan pemeriksaan untuk menentukan reaksi pupil langsung (konstriksi pupil pda mata yang disinari) dan reaksi pupil konsensual (konstriksi pupil pada mata yang lain). Ukuran pupil normal adalah 3-4 mm. Bila pasien sudah melihatnya diminta untuk memberitahu. N-3. N-2. dan arahkan cahaya lampu senter dari samping ke masing-masing pupil secara bergantian. N+3(tekanan lebih tinggi). Kemudian geserlah sebuag benda dengan jarak yang sama perlahanlahan dari perifer ke tengah. dan untuk tekanan yang lebih rendah dinyatakan dengan tanda N-1. Corak garis pada iria harus dapat dilihat dengan jelas. Pemeriksaan dilakukan dengan berhadapa pada jarak 1 meter dengan mata kiri dan mata kanan pasien dibebat.terlihat melalui pupil. Hasil penilaian dinyatakan dengan tanda N+1. Pupil Lakukan inspeksi ukuran. N(normal). 6. Dasar pemeriksaannya adalah dengan merasakan reaksi lenturan bola mata (balotement) dilakukan penekanan bergantian dengan kedua jari tangan. Demikian pula pada mata yang satunya juga dilakukan dengan cara yang sama. Mintalah pasien untuk memandang suatu titik di tempat jauh. cari bayangan berbentuk bulan sabit pada sisi medial iris. penyinaran ini tidak akan menghasilkan bayangan. Karena pada keadaan normal.

dll.  Pemeriksaan Gula Darah Normal (sewaktu) Normal (post-prandial) Normal (puasa) : : <145 mg/dL : 70-110 mg/dL Uji glukosa darah digunakan untuk mengukur kadar glukosa dalam rentang waktu tertentu. Glukosuria dapat terjadi pada diabetes Melitus. dll. glomerulonefritis. hipoglikemi. sindrom Cushing. kelainan adrenal dan tiroid. Carik reagen ini dijual bebas dan dapat digunakan dengan mudah oleh pasien.Pemeriksaan penunjang  Pemeriksaan Laboratorium  Glukosa Urin Normal : Glukosa dalam urin (-) Dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya glukosa pada urin (glukosuria) pada penderita diabetes sebagai penunjang diagnosis atau sebagai pemantau kadar glukosa urin selama terapi insulin. serta fenotiazin jangka panjang. insufisiensi adrenal. 2 jam setelah makan (gula darah post-prandial). konsumsi glukosa jumlah besar. Kenaikan kadar dapat terjadi pada diabetes Melitus. Sampel darah diambil lewat punksi vena dan harus dilakukan pemeriksaan secepatnya. Dapat diperiksa setiap saat (gula darah sewaktu). penyakit hati. Uji ini dilakukan menggunakan carik reagen yang dicelupkan ke urin. dan setelah puasa 8-14 jam (gula darah puasa). Uji ini dilakukan untuk skrining dan diagnosis diabetes dan memantau terapi obat atau terapi diet pada penderita diabetes Melitus. dan penggunaan obat tertentu seperti amonium klorida.  Pemeriksaan tajam penglihatan atau visus . Kadar yang rendah dapat terjadi pada hiperinsulinemia. pankreatitis. diuretik tiazid.

Visus normal adalah 6/6 yang artinya ia dapat melihat huruf pada jarak 6 meter. Bila pasien sama sekali tidak dapat mengenal adanya sinar malan dikatakan bahwa penglihatannya adalah nol atau buta total. apabila pada uji ini pasien tetap tidak dapat melihat samapai 1/300 maka perlu dilakukan uji proyeksi sinar. . Biasakan memerikssa tajam penglihatan kanan telebih dahulu kemudian kiri. Melalui lubang keciul ditengahnya pasien disuruh membaca Pinhole akan memasukan sinar ke dalam mata yang terletak dekat sumbu cahaya yang masuk sehingga mengurangi efek kelainan pembiasan sinar pada mata. Setiap mata diperiksa terpisah. Pada mata tersebut dipasang lempeng pinhole. Pada mata pasien yang telah dilakukan pemeriksaan visus. Akan tetapi. Papan Snellen6 Pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan dengan penggunakan kartu Snellen. dengan koreksi kacamata terbaik dimina untuk terus menatap baris huruf paling bawah pada kartu Snellen yang masih terlihat. Bila pasien tidak dapat melihat atau menghitung jari sampai pada jarak 1 meter (1/60). Bila pasien hanya biasa nmengenal adanya sinar saja dan tidak dapat melihat lambaian tangan maka visus orang ini adalah 1/~. Orang normal dapat melihat gerakan atau lambaian tangan pada jarak 300 meter.  Uji pinhole Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah berkurangnya tajam penglihatan diakibatkan oleh kelainan refraksi atau kelainan pada media refraksi. Bila pasien tidak dapat mengenal huruf terbesar pada kartu Snellen pada jarak 6 meter dilakukan uji hitung jari. Jari dapat dilihat terpisah oleh orang normal pada jarak 60 meter.Gambar 1. atau kelainan retina lainnya. Bila pasien hanya dapat melihat lambaian tangan pada jarak 1 meter berarti tajam penglihatannya adalah 1/300. Bila ketajaman penglihatan berkurang berarti pasien mengalami gannguan pada media refraksi. Bila ketajaman mata mengalami perbaikan maka pasien mengalami kelainan refraksi yang belum dikoreksi baik. yang oleh orang normal huruf tersebut dapat dilihat pada jarak 6 meter. Pemeriksaan tajam penglihatan ini dilakukan pada mata tanpa dan dengan kacamata. maka perlu dilakukan uji lambaian tangan. Orang normal dapat melihat sinar pada jarak tak berhingga.

juga untuk melihat hal-hal yang terdapat pada sudut bilik mata seperti benda asing. Lensa ini dapat digunakan untuk melihat sekeliling sudut bilik mata dengan memutarnya 360 derajat. membuat sedikit sekali perubahan pada permukaan kornea dan bola mata.  Fundus okuli Pemeriksaan fundus okuli dengan oftalmoskop sangat mudah bila menggunakan obat midratika atau sikloplegia sehingga pemeriksaan dilakukan pada pupil yang lebar. Kegunaan pemerikasaan ini adalah untuk memeriksa adanya kekeruhan pada media penglihatan seperti kornea.  Pemeriksaan lapang pandang Berbagai cara untuk memeriksa lapang pandang selain dengan konfrontasi dapat juga dilakukan dengan menggunakan alat yakni dengan kampimeter dan perimeter. dan pada pusat parabola ini mata penderita diletakan untuk diperiksa. 500 nasal. Kampimeter merupakan lat pengukur atau pemetaan lapang pandangan terutama di daerah sentral atau parasentral disebut juga uji tangent screen. Pemeriksaan dengan tonometri aplasi merupakan alat yang paling tepat untuk mengukur tekanan bola mata.  Gonioskopi Tes ini sebagai cara diagnostik untuk melihat langsung keadaan patologik sudut bilik mata. Sedangkan perimeter marupakan suatu alat yang berbentuk setengah bola dengan jari-jari 30 cm.3. dimana fundus okuli tidak tembus untuk dapat dilihat dan memeriksa fundus okuli terutama retina papil saraf optik. Dikenal beberapa alat tonometer seperti tonometer Schiotz dan tonometer aplanasi Goldman. Pada pemeriksaan ini dapat terlihat papil. Pemeriksaan tekanan bola mata Pemeriksaan tekanan bola mata dapat juga dilakukan dengan alat yang dinamakan tonometer. Pemeriksaan funduskopi sukar karena kekeruhan pada media penglihatan. pembuluh darah retina (arteri dan vena). Batas lapang pandangan perifer 900 temporal. dan badan kaca. dan 650 inferior.4 Anatomi dan Fisiologi lensa . retina. dan tidak dipengaruhi oleh kekakuan faktor sklera. dan makula lutea. 500 superior. lensa.4 Pemeriksaan ini dilakukan dengan meletakkan lensa sudut (goniolens) di dataran depan kornea setelah diberikan lokal anestetikum.

Dibelakang iris lensa digantung oleh zonula (zonula Zinnii) yang menghubungkan dengan korpus siliare. dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di jaringan tubuh lainnya. avaskular tak berwarna dan transparan. Kandungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan jaringan lain. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi. pembuluh darah atau pun saraf di lensa Fisiologi Lensa . Tidak ada serat nyeri.2 Tebal sekitar 4 mm dan diameternya 9 mm. Nukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. Disebelah anterior lensa terdapat humour aquos dan disebelah posterior terdapat vitreus.3 Lensa terdiri dari enam puluh lima persen air. serat-serat lamelar subepitel terus diproduksi. Jaringan ini berasal dari ectoderm permukaan pada lensplate.Anatomi Lensa Lensa adalah suatu struktur bikonveks. Sesuai dengan bertambahnya usia. Kapsul lensa adalah suatu membran semipermeabel yang dapat dilewati air dan elektrolit. 35% protein. Disebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. sehingga lensa lama-kelamaan menjadi kurang elastik.

3 Working Diagnosis Katarak Brunesens OD Katarak yang berwarna coklat sampai hitam (katarak nigra) terutama pada nucleus lensa. menegangkan serat zonula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terkecil. Jalur HMP shunt menghasilkan NADPH untuk biosintesis asam lemak dan ribose. otot-otot siliaris relaksasi. kemampuan refraksi lensa perlahan-lahan berkurang. Selain itu juga terdapat fungsi refraksi. juga dapat terjadi pada katarak pasien diabetes mellitus dan myopia tinggi. Dan kadar natrium di bagian posterior lebih besar.Dioptri. Seiring dengan pertambahan usia. dan sorbitol dirubah menjadi fructose oleh enzim sorbitol dehidrogen. yang mana sebagai bagian optik bola mata untuk memfokuskan sinar ke bintik kuning. Metabolisme Lensa Normal Transparansi lensa dipertahankan oleh keseimbangan air dan kation (sodium dan kalium). juga untuk aktivitas glutation reduktase dan aldose reduktase. dan lensa untuk memfokuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. Kapsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih sferis diiringi oleh peningkatan daya biasnya. Aldose reduktse adalah enzim yang merubah glukosa menjadi sorbitol.0. Sering tajam penglihatan lebih baik daripada dugaan sebelumnya dan biasanya .Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas cahaya ke retina. dari luar Ion Na masuk secara difusi dan bergerak ke bagian anterior untuk menggantikan ion K dan keluar melalui pompa aktif Na-K ATPase. daya refraksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya paralel atau terfokus ke retina. Kerjasama fisiologik tersebut antara korpus siliaris. Untuk memfokuskan cahaya yang datang dari jauh. otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan zonula berkurang. zonula. Kadar kalium di bagian anterior lensa lebih tinggi di bandingkan posterior. Untuk memfokuskan cahaya dari benda dekat. sedangkan kadar kalsium tetap dipertahankan di dalam oleh Ca-ATPase. Metabolisme lensa melalui glikolsis anaerob (95%) dan HMP-shunt (5%). Ion K bergerak ke bagian posterior dan keluar ke aqueous humour. lensa menyumbang +18. Kedua kation berasal dari humour aqueous dan vitreous.

seperti salah satunya pada penyakit diabetes mellitus. sinar ultraviolet lama kelamaan merubah protein nucleus (histidin. Defferential Diagnosis Katarak Diabetes Katarak diabetes merupakan katarak yang terjadi akibat adanya penyakit diabetes mellitus. Epitel – makin tipis Sel epitel (germinatif) pada ekuator bertambah besar dan berat Bengkak dan vakuolisasi mitokondria yang nyata 3. Korteks tidak berwarna karena: Kadar as. metionin. Askorbat tinggi dan menghalangi fotooksidasi Sinar tidak banyak mengubah protein pada serat muda. Perubahan lensa pada usia lanjut: 1.5 Katarak Senilis OS Penyebab paling banyak adalah akibat proses lanjut usia/ degenerasi.ini terdapat pada orang berusia lebih dari 65 tahun yang belum memperlihatkan adanya katarak kortikal posterior. sistein dan tirosin) lensa. sedang warna coklat protein lensa nucleus mengandung histidin dan triptofan disbanding normal. Serat lensa: Lebih irregular Pada korteks jelas kerusakan serat sel Brown sclerotic nucleus. . Kapsul Menebal dan kurang elastic (1/4 dibanding anak) Mulai presbiopia Bentuk lamel berkurang atau kabur Terlihat bahan granular 2. Katarak bilateral dapat terjadi karena gangguan sistemik. triptofan. yang mengakibatkan lensa mata menjadi keras dan keruh (Katarak Senilis)5 Ahli biokimia mengatakan terjadi pengikatan bersilang asam nukleat dan molekul protein sehingga mengganggu fungsi.

Katarak pada pasien diabetes dewasa dimana gambaran secara histopatologi dan biokimia sama dengan katarak pasien nondiabetik. Pasien diabetes juvenile dan tua tidak terkontrol. kekeruhan akan hilang bila tejadi rehidrasi dan kadar gula normal kembali. bentuk dapat snow flake atau bentuk piring subkapsular. Hasil serupa telah diperoleh pada diabetes tipe 2.4 Retinopati Diabetik Penyebab pasti retinopati diabetic belum diketahui secara pasti.14 Hal ini didukung oleh hasil pengamatan bahwa tidak terjadi retinopati pada orang muda dengan diabetes mellitus tipe 1 paling sedikit 3-5 tahun setelah awitan penyakit ini. Pada mata terlihat peningkatkan insidens maturasi katarak yang lebih pada pasien diabetes. Jarang ditemukan “true diabetic” katarak. 3. Beberapa pendapat menyatakan bahwa pada keaaan hiperglikemia terdapat penimbunan sorbitol dan fruktosa di dalam lensa. Bila dilakukan tes galaktosa akan terlihat meningkat di dalam darah dan urin. Pasien dengan dehidrasi berat. 2.14 Perubahan abnormalitas sebagian besar hematologi dan biokimia dihubungkan dengan prevalensi dan beratnya retinopati antara lain:4 Adhesif patelet yang meningkat Agregasi eritrosit yang meningkat . Diperlukan pemeriksaan tes urine dan pengukuran darah gula puasa. tetapi pada pasien ini onset dan lama penyakit lebih sulit ditentukan secara tepat. Galaktosemia pada bayi akan memperlihatkan kekeruhan anterior dan subkapsular posterior. pada lensa akan terlihat kekeruhan berupa garis akibat kapsul lensa berkerut. dimana terjadi katarak serentak pada kedua mata dalam 48 jam. Bila dehidrasi lama akan terjadi kekeruhan lensa. asidosis dan hiperglikemia nyata. Pada lensa akan terlihat kekeruhan tebaran salju subkapsular yang sebagian jernih dengan pengobatan.Katarak pada pasien diabetes mellitus dapat terjadi dalam 3 bentuk: 1. Tetapi diyakini lamanya terpapar pada hiperglikemia (kronis) menyebabkan perubahan fisiologi dan biokimia yang akhirnya menyebabkan kerusakan endotel pembuluh darah.

bahan kimia yang merusak lensa (Katrak traumatik). tusukan benda. Penyakit infeksi tertentu dan penyakit metabolik misalnya diabetes mellitus (Katarak Komplikata) Obat-obat tertentu (misalnya kortikosteroid. Diketahui bahwa prevalensi kebutaan di Indonesia berkisar 1. penyakit yang diturunkan (Katarak Kongenital).2 % dari jumlah penduduk dan katarak menduduki peringkat pertama dengan persentase . Penelitian-penelitian mengidentifikasi adanya katarak pada sekitar 10% orang Amerika Serikat. Peradangan/infeksi pada saat hamil. klorpromazin.radang menahun dalam bola mata. alkohol. pilokarpin) Kesulitan membaca Pengelihatan kabur Pengelihatan tiba-tiba menurun pada satu mata Melihat lingkaran-lingkaran cahaya Melihat bintik gelap dan cahaya kelap-kelip. seperti merokok. Katarak senil ini terus berkembang menjadi salah satu penyebab utama dari gangguan visual serta kebutaan di dunia. Sama halnya di Indonesia. dan prevalensi ini meningkat sampai dengan sekitar 50% untuk mereka yang berusia antara 65 dan 74 tahun dan sampai sekitar 70% untuk mereka yang berusia lebih dari 75 tahun. kurang vitamin E. polusi asap motor/pabrik karena mengandung timbal Cedera mata. misalnya pukulan keras.- Abnormalitas lipid serum Fibrinolisis yang tidak sempurna Abnormalitas dari sekresi growth hormone Abnormalitas serum dan viskositas darah Gejala klinis subjektif yang dapat ditemukan dapat berupa:14 Etiologi Dipercepat oleh faktor lingkungan. katarak juga merupakan penyebab utama berkurangnya penglihatan. Epidemiologi Katarak senil adalah jenis katarak yang paling sering terjadi dan merupakan penyebab kebutaan. Umur merupakan faktor risiko yang penting untuk terjadinya katarak senil. panas yang tinggi. klorokuin . sinar ultraviolet. ergotamine.

Pada saat ini terjadi perubahan protein lensa yaitu terbentukanya protein dengan berat molekul yang tinggi dan mengakibatkan perubahan indeks refraksi lensa sehingga memantulkan sinar masuk dan mengurangi transparansi lensa. 7 Pada keadaan normal lensa mata bersifat bening. Katarak mengenai semua umur dan pada orang tua katarak seperti rambut beruban. Seiring dengan pertambahan usia lensa mata dapat mengalami perubahan warna menjadi kuning keruh atau coklat keruh. Perubahan kimia ini juga diikut dengan pembentukan pigmen pada nuklear lensa. yang merupakan bagian umum pada usia lanjut. Pada usia tua akan terjadi pembentukan lapisan kortikal yang baru pada lensa’ yang mengakibatkan nukleus lensa terdesak dan mengeras (sklerosis nuklear). Komponen terbanyak dalam lensa adalah air dan protein.000) pasien buta akibat katarak yang belum tertolong. Indonesia memiliki angka penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara. Di Indonesia terdapat 0. sehingga kemampuan fokus untuk melihat benda dekat berkurang.5 persen atau lebih dari tiga juta orang menderita katarak.70% dari penduduk (1. Diduga adanya interaksi antara berbagai proses fisiologis berperan dalam terjadinya katarak senilis dan belum sepenuhnya diketahui. Katarak merupakan penyebab utama berkurangnya penglihatan pada usia 55 tahun atau lebih.7 %. Dengan menjadi tuanya seseorang maka lensa mata akan kekurangan air dan menjadi lebih padat. Sebagian besar penderita belum mampu melakukan operasi yang membutuhkan biaya sekitar Rp 4-5 juta.terbanyak yaitu 0. . Dari sekitar 234 juta penduduk. 1. Lensa akan menjadi padat di bagian tengahnya.900. Berdasarkan beberapa penelitian katarak lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria dengan ras kulit hitam paling banyak. Makin lanjut usia seseorang makin besar kemungkinan mendapatkan katarak.4 Patofisiologi Patofisiologi katarak senilis sangat kompleks dan belum sepenuhnya diketahui. Sesungguhnya 60 persen dari kebutaan di atas usia 60 tahun adalah diakibatkan katarak. Secara umum dianggap bahwa katarak hanya mengenai orang tua. Proses ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan (pandangan kabur/buram) pada seseorang.

Klasifikasi katarak senilis Berdasarkan morfologinya katarak senilis dapat diklasifikasikan menjadi:4 1. tetapi lebih cepat dibandingkan katarak nuklear. Katarak Nuklear 2. penglihatan merasa silau. Nukleus cenderung menjadi gelap dan keras (sklerosis). berubah dari jernih menjadi kuning sampai coklat. Progresivitasnya lambat. 7 Miopia tinggi./ Kekeruhan ini juga dapat ditemukan pada berbagai lokalisasi di lensa seperti korteks dan nukleus. Bentuk ini merupakan bentuk yang paling banyak terjadi.Kekeruhan lensa mengakibatkan lensa tidak transparan sehingga pupil berwarna putih dan abu-abu. Katarak menyerang lapisan yang mengelilingi nukleus atau korteks. Fundus okuli menjadi semakin sulit dilihat seiring dengan semakin padatnya kekeruhan lensa bahkan reaksi fundus bisa hilang sama sekali. Katarak Kortikal 3. Biasanya mulai timbul sekitar usia 40-60 tahun dan progresivitasnya lambat. Pandangan jauh lebih dipengaruhi daripada pandangan dekat (pandangan baca). Katarak yang lokasinya terletak pada bagian tengah lensa atau nukleus. Terdapat wedge-shape opacities/cortical spokes atau gambaran seperti ruji. konsumsi alkohol dan paparan sinar UV yang tinggi menjadi faktor risiko perembangan katarak sinilis.4 Katarak Subkapsular Posterior atau Kupuliformis . Katarak Subkapsular Posterior Katarak Nuklear Pada katarak Nuklear terjadi sklerosis pada nukleus lensa dan menjadikan nukleus lensa menjadi berwarna kuning dan opak. Pada katarak kortikal terjadi perubahan komposisi ion dari korteks lensa serta komposisi air dari serat-serat pembentuk lensa. bahkan pandangan baca dapat menjadi lebih baik. Keluhan yang biasa terjadi yaitu penglihatan jauh dan dekat terganggu. merokok.

Perbedaan stadium katarak senile. Biasanya mulai timbul sekitar usia 40-60 tahun dan progresivitasnya lebih cepat. Bentuk ini kadang menetap untuk waktu yang lama. yaitu: 1. silau. 5 Katarak Senil sendiri terdiri dari 4 stadium. dan hipermatur. Pada stadium ini terdapat keluhan poliopia yang disebabkan oleh indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. imatur. Bentuk ini lebih sering menyerang orang dengan diabetes. tampak seperti bercak-bercak yang membentuk gerigi dangan dasar di perifer dan daerah jernih di antaranya.Pada katarak subkapsular posterior terjadi peningkatan opasitas pada bagian lensa belakang secara perlahan. Katarak Insipien Pada stadium ini kekeruhan lensa tidak teratur. Katarak Imatur . Kekeruhan ini pada awalnya hanya nampak jika pupil dilebarkan.4 Stadium katarak senilis Katarak senilis secara klinik dikenal dalam 4 stadium yaitu insipien. matur. pandangan kabur pada kondisi cahaya terang. Katarak ini menyebabkan kesulitan membaca. Kekeruhan biasanya terletak di korteks anterior dan posterior. obesitas atau pemakaian steroid jangka panjang. 2.

Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan menyebabkan myopia lentikular. Proses degenerasi yang berjalan terus maka akan terjadi pengeluaran air bersama hasil disintegrasi melalui kapsul. Bilik mata depan akan berukuran kedalaman normal kembali.Pada katarak imatur terjadi kekeruhan yang lebih tebal. Pada keadaan lensa yang mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil. Stadium Intumesen Kekeruhan lensa disertai pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. maka akan terlihat bayangn iris pada lensa. Lensa menjadi . sehingga hasil uji shadow test (+). 4. sehingga uji bayangan iris negatif. tetapi belum mengenai seluruh lapisan lensa sehingga masih terdapat bagian-bagian yang jernih pada lensa. mendorong iris ke depan. Katarak Hipermatur Merupakan proses degenerasi lanjut lensa. Masuknya air ke dalam lensa menyebabkan lensa menjadi bengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibandingkan dalam keadaan normal. Tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh. 5. sehingga masa lensa yang mengalami degenerasi akan mencair dan keluar melalui kapsul lensa. mengakibatkan bilik mata dangkal sehingga terjadi glaukoma sekunder. Katarak Matur Pada katarak matur kekeruhan telah mengenai seluruh lensa. Pada pemeriksaan uji bayangan iris atau sahadaw test. Terjadi penambahan volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmotik bahan lensa yang degeneratif. 3. sehingga lensa kembali ke ukuran normal.

maka korteks yang berdegenerasi dan cair tidak dapat keluar. Cairan / protein lensa yang keluar dari lensa tersebut menimbulkan reaksi inflamasi dalam bola mata karena di anggap sebagai benda asing. serta tidak mengalami kemajuan dengan pinhole. juga dapat terjadi pada katarak pasien diabetes militus dan miopia tinggi. Pandangan kabur Kekeruhan lensa mengakibatkan penurunan pengelihatan yang progresif atau berangsur-angsur dan tanpa nyeri. Katarak Brunesen Katarak yang berwarna coklat sampai hitam (katarak nigra) terutama pada lensa. Akibatnya dapat timbul komplikasi uveitis dan glaukoma karena aliran melalui COA kembali terhambat akibat terdapatnya sel-sel radang dan cairan / protein lensa itu sendiri yang menghalangi aliran cairan bola mata. Penglihatan silau Penderita katarak sering kali mengeluhkan penglihatan yang silau. dan pemeriksaan penunjang yang lengkap. Keluhan yang membawa pasien datang antara lain: 1. 2. Sering tajam penglihatan lebih baik dari dugaan sebelumnya dan biasanya ini terdapat pada orang berusia lebih dari 65 tahun yang belum memperlihatkan adanya katarak kortikal posterior. Uji bayangan iris memberikan gambaran pseudopositif. dimana tigkat kesilauannya berbeda-beda mulai dari sensitifitas kontras yang menurun dengan latar belakang yang terang hingga merasa silau di siang hari atau merasa silau terhadap lampu mobil yang berlawanan arah atau sumber cahaya lain yang . Bila proses katarak berjalan lanjut disertai kapsul yang tebal. pemeriksaan fisik. maka korteks akan memperlihatkan sekantong susu dengan nukleus yang terbenam di korteks lensa. 6.mengecil dan berwarna kuning.5 Manifestasi Klinik Katarak didiagnosa melalui anamnesis. Keadaan ini disebut sebagai katarak Morgagni.

. sebaliknya paenderita katarak kortikal perifer kadang-kadang mengeluhkan pengelihatan lebih baik pada sinar terang dibanding pada sinar redup. dan cenderung untuk diatasi dengan ekstraksi katarak. 7. Sensitifitas terhadap kontras Sensitifitas terhadap kontras menentukan kemampuan pasien dalam mengetahui perbedaan-perbedaan tipis dari gambar-gambar yang berbeda warna. namun uji ini bukanlah indikator spesifik hilangnya penglihatan yang disebabkan oleh adanya katarak. 5. Perkembangan miopisasi yang asimetris pada kedua mata bisa menyebabkan anisometropia yang tidak dapat dikoreksi lagi. Ketergantungan pasien presbiopia pada kacamata bacanya akan berkurang karena pasien ini mengalami penglihatan kedua. yang harus dibedakan dengan halo pada penderita glaucoma. Distorsi Katarak dapat menimbulkan keluhan benda bersudut tajam menjadi tampak tumpul atau bergelombang. Cara ini akan lebih menjelaskan fungsi mata sebagai optik dan uji ini diketahui lebih bagus daripada menggunakan bagan Snellen untuk mengetahui kepastuian fungsi penglihatan.rasa nyaman ini berangsur menghilang dan diikuti dengan terjadinya katarak sklerotik nuklear. Miopisasi Perkembangan katarak pada awalnya dapat meningkatkan kekuatan dioptri lensa. Variasi Diurnal Penglihatan Pada katarak sentral. Halo Penderita dapat mengeluh adanya lingkaran berwarna pelangi yang terlihat disekeliling sumber cahaya terang. 4. Keluhan ini sering kali muncul pada penderita katarak kortikal. 3.mirip pada malam hari. Namun setelah sekian waktu bersamaan dengan memburuknya kualitas lensa. penerangan dan tempat. kadang-kadang penderita mengeluhkan penglihatan menurun pada siang hari atau keadaan terang dan membaik pada senja hari. biasanya menyebabkan derajat miopia yang ringan hingga sedang. 6.

injeksi dan iontoforesis.8 Penatalaksanaan Medika Mentosa Pengobatan medikamentosa yang tepat belum ditemukan. yang dibedakan dengan diplopia binocular dengan cover test dan pin hole. Bintik hitam Penderita dapat mengeluhkan timbulnya bintik hitam yang tidak bergerak-gerak pada lapang pandangnya. yang akan digambarkan menjadi lebih kekuningan atau kecoklatan dibanding warna sebenarnya. salep. Perubahan persepsi warna Perubahan warna inti nucleus menjadi kekuningan menyebabkan perubahan persepsi warna.8. Jika penurunan tajam penglihatan pasien telah menurun hingga mengganggu kegiatan sehari-hari.7. Dibedakan dengan keluhan pada retina atau badan vitreous yang sering bergerak-gerak. namun telah ada beberapa obat yang pernah dipakai antara lain :4 Iodium tetes. Indikasi Optik Merupakan indikasi terbanyak dari pembedahan katarak. sedang beberapa pasien puas Kalsium sistein Imunisasi dengan yang memperbaiki cacat metabolisme lensa Dipakai lentokalin dan kataraktolisin dari lensa ikan Vitamin dosis tinggi juga dipergunakan Non Medika Mentosa Indikasi operasi katarak dibagi dalam 3 kelompok: 1. 9. tidak jelas efektif. Diplopia monokuler Gambaran ganda dapat terbentuk pada retina akibat refraksi ireguler dari lensa yang keruh. menimbulkan diplopia monocular. 10. . maka operasi katarak bisa dilakukan.

Indikasi Kosmetik Jika penglihatan hilang sama sekali akibat kelainan retina atau nervus optikus. Masih dapat dilakukan pada zonula Zinn yang telah rapuh atau berdegenerasi atau mudah putus. 2. Teknik-teknik pembedahan katarak Penatalaksanaan utama katarak adalah dengan ekstraksi lensa melalui tindakan bedah. rehabilitasi tajam penglihatan yang lebih lambat.16 Meskipun demikian. bahkan jika prognosis kembalinya penglihatan kurang baik: Katarak hipermatur Glaukoma sekunder Uveitis sekunder Dislokasi/Subluksasio lensa Benda asing intra-lentikuler Retinopati diabetika Ablasio retina 3. Insisi limbus superior yang lebih besar 160180º dihubungkan dengan penyembuhan yang lebih lambat. Operasi katarak intrakapsular/ Ekstraksi katarak intrakapsular Metode yang mengangkat seluruh lensa bersama kapsulnya melalui insisi limbus superior 140-160 derajat. yaitu ICCE.14. misalnya pada pasien muda. Di bawah ini adalah metode yang umum digunakan pada operasi katarak. Metode ini sekarang sudah jarang digunakan. ECCE dan phacoemulsifikasi. Keuntungannya adalah tidak akan terjadi katarak sekunder. terdapat beberapa kerugian dan komplikasi post operasi yang mengancam dengan teknik ICCE. angka kejadian astigmatisma yang lebih tinggi.2. Dua tipe utama teknik bedah adalah Intra Capsular Cataract Extraction/Ekstraksi katarak Intra Kapsular (ICCE) dan Extra Capsular Cataract Extraction/Ekstraksi katarak Ekstra Kapsular (ECCE). Indikasi Medis Pada beberapa keadaan di bawah ini. . maka operasi katarak dapat dilakukan hanya untuk membuat pupil tampak hitam meskipun pengelihatan tidak akan kembali. katarak perlu dioperasi segera.4. namun kekeruhan katarak secara kosmetik tidak dapat diterima.

dan rasa adanya benda asing yang menempel setelah operasi. Dari lubang insisi yang kecil tersebut dimasukan alat yang mampu mengeluarkan getaran ultrasonik yang mampu memecah lensa menjadi kepingan-kepingan kecil.8 Fakoemulsifikasi Merupakan modifikasi dari metode ekstrakapsular karena sama-sama menyisakan kapsul bagian posterior. dan lepasnya luka operasi. Keuntungan dari metode ini adalah karena kapsul posterior untuh maka dapat dimasukan lensa intraokuler ke dalam kamera posterior serta insiden komplikasi paska operasi (ablasi retina dan edema makula sistoid) lebih kecil jika dibandingkan metode intrakapsular.2. bersama-sama keratoplasti. Kemudian kapsul anterior lensa dibuka.3. kemudian dilakukan aspirasi. sehingga masa lensa dan korteks lensa dapat keluar melalui robekan tersebut. Namun kurang efektif untuk katarak senilis yang padat. Pembedahan ini dilakukan pada pasien katarak muda. Operasi katarak ekstrakapsular Metode ini mengangkat isi lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior. dan tidak diperlukan benang untuk menjadhit karena akan menutup sendiri. Hal ini juga akan . Keuntungan dari metode ini antara lain:  (Insisi yang dilakukan kecil. pasien dengan kelainan endotel. Penyulit yang dapat terjadi yaitu dapat timbul katarak sekunder. Edema kornea juga dapat terjadi sebagai komplikasi intraoperatif dan komplikasi dini. Teknik ini bermanfaat pada katarak kongenital. Insisi yang diperlukan sangat kecil yaitu 5 mm yang berguna untuk mempercepat kesembuhan paska operasi. implantasi lensa okuler posterior.inkarserata iris. traumatik dan kebanyakan katarak senilis. Hal ini akan mengurangi resiko terjadinya astigmatisma.

yang juga mengurangi resiko perdarahan.7 Komplikasi Glaukoma dikatakan sebagai komplikasi katarak. Komplikasi katarak yang tersering adalah glaukoma yang dapat terjadi karena proses fakolitik. karena insisi yang kecil tidak mempengaruhi struktur mata. silikon maupun akrilik. Struktur mata tetap intak. 8  Fakolitik Pada lensa yang keruh terdapat lerusakan maka substansi lensa akan keluar yang akan menumpuk di sudut kamera okuli anterior terutama bagian kapsul lensa. fakotopik.mencegah peningkatan tekanan intraokuli selama pembedahan. Untuk metode fakoemulsifikasi digunakan bahan yang elastis sehingga dapat dilipat ketika akan dimasukan melalui lubang insisi yang kecil. lensa kontak maupun kacamata). 9 Intraokular Lens (IOL) Setelah pembedahan. IOL dapat terbuat dari bahan plastik.   Cepat menyembuh. Maka dari itu dilakukan penggantian dengan lensa buatan (berupa lensa yang ditanam dalam mata. Glaukoma ini dapat timbul akibat intumesenensi atau pembengkakan lensa. fakotoksik. . pasien akan mengalami hipermetropi karena kahilangan kemampuan akomodasi. Jika katarak ini muncul dengan komplikasi glaukoma maka diindikasikan ekstraksi lensa secara bedah. Hal ini berhubungan dengan terdapatnya bakteri patogen termasuk Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Selain itu Uveitis kronik yang terjadi setelah adanya operasi katarak telah banyak dilaporkan.

Tidak merokok. Bila telah berusia 60 tahun sebaiknya mata diperiksa setiap tahun. yang kemudian akan menjadi glaukoma.- Dengan keluarnya substansi lensa maka pada kamera okuli anterior akan bertumpuk pula serbukan fagosit atau makrofag yang berfungsi merabsorbsi substansi lensa tersebut. akibatnya tekanan intraokuler akan meningkat dan timbul glaukoma  Fakotoksik Substansi lensa di kamera okuli anterior merupakan zat toksik bagi mata sendiri (auto toksik) Terjadi reaksi antigen-antibodi sehingga timbul uveitis.Pola makan yang sehat. terdorong ke depan sudut kamera okuli anterior menjadi sempit sehingga aliran humor aqueaous tidak lancar sedangkan produksi berjalan terus.Lindungi mata dari sinar matahari. termasuk media massa. sehingga risiko katarak akan bertambah . Pada saat ini dapat dijaga kecepatan berkembangnya katarak dengan: . kerja sama pemerintah.Menjaga kesehatan tubuh seperti diabetes dan penyakit lainnya. . karena merokok mengakibatkan meningkatkan radikal bebas dalam tubuh. Usaha itu melipatkan berbagai pihak.  Tumpukan akan menutup sudut kamera okuli anterior sehingga timbul glaukoma. iris. Edukasi dan promosi tentang masalah mata dan cara mencegah gangguan kesehatan mata. 80 persen kebutaan atau gangguan penglihatan mata dapat dicegah atau dihindari. karena sinar UV mengakibatkan katarak pada mata . LSM. memperbanyak konsumsi buah dan sayur . Pencegahan Umumnya katarak terjadi bersamaan dengan bertambahnya umur yang tidak dapat dicegah. dan Perdami. sebagai sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan. Fakotopik Berdasarkan posisi lensa Oleh karena proses intumesensi. Pemeriksaan mata secara teratur sangat perlu untuk mengetahui adanya katarak.

Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 3. minyak sayuran.11 Kesimpulan Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa. Walaupun tidak dapat sembuh sempurna tetapi kebutaan dapat dicegah dengan tindakan operasi yang segera. ablasio retina. • Vitamin C dan E dapat memperjelas penglihatan.000 orang dewasa selama lima tahun menunjukkan. mengonsumsi makanan yang dapat melindungi kelainan degeneratif pada mata dan antioksidan seperti buah-buahan banyak yang mengandung vitamin C. senantiasa menjaga kesehatan mata. orang dewasa yang mengonsumsi multivitamin atau suplemen lain yang mengandung vitamin C dan E selama lebih dari 10 tahun.11 Apabila diindikasikan pembedahan. Lensa intraocular dan lensa kontak kornea menyebabkan penyesuaian setelah operasi katarak menjadi lebih mudah dibandingkan sewaktu hanya tersedia kacamata katarak yang tebal. hati dan susu yang merupakan makanan dengan kandungan vitamin E. dan pasien mungkin meninggal sebelum timbul indikasi pembedahan. kacang-kacangan. dan tembaga tinggi. maka ekstraksi lensa akan secara definitive memperbaiki ketajaman pengelihatan pada lebih dari 90% kasus. Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif atau dapat juga tidak terjadi perubahan pada masa yang lama. buncis. sayuran hijau. perdarahan corpus vitreum.• Katarak dapat dicegah. ternyata risiko terkena katarak 60% lebih kecil.10 Prognosis Prognosis katarak senilis baik. Katarak senilis biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun. atau pertumbuhan epitel ke bawah ke kamera anterioryang menghambat pemulihan visual. Sisanya (10% pasien) mungkin telah mengalami keerusakan retina atau mengalami penyulit pasca bedah serius misalnya glaucoma. tetapi biasanya berkaitan dengan proses penuaan. kecambah. sebagai salah satu penyebab katarak. denaturasi protein lensa atau terjadi akibat keduaduanya. Vitamin C dan E merupakan antioksidan yang dapat meminimalisasi kerusakan oksidatif pada mata. infeksi. selenium. telur.2 Katarak memiliki derajat kepadatan yang sangat bervariasi dan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pasien dengan katarak mengeluh penglihatan seperti berasap dan tajam . di antaranya dengan menjaga kadar gula darah selalu normal pada penderita diabetes mellitus.

ABC of eyes. Ilyas.175-83. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sidharta.Purbo.16. Widodo. Secara umum. Apabila diindikasikan pembedahan.allaboutvision. Prognosis katarak senilis baik. Novrianti A. 2009 5. Asbury T.Jakarta: FKUI 3. Anamesa. Mailangkay. Jakarta: bidang penerbitan yayasan diabetes indonesia. Daftar Pustaka 1. Penuntun ilmu penyakit mata. Ilyas. Sagung Seto. 2004 2. dr. Pemeriksaan fisik diagnostik.Raman. ablasio retina. Eva RP. Shah P. penyunting. Edisi 2010. 52-9. Edisi kedua. Tubuh sebagai keseluruhan.Monang. Katarak senilis biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun. Sp. Ilyas S. The Eye Chart and 20/20 Vision. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.M. 2007. Vaughan DG. Simarmata. 2005. Edisi ke 4. 13 Maret 2012. 2005 4. Dalam: Diana Susanto.com/i/eye-charts-358x338. maka ekstraksi lensa akan secara definitive memperbaiki ketajaman pengelihatan pada lebih dari 90% kasus. Bickey LS.. Adams diagnosis fisik. perdarahan corpus vitreum. McGlynn TJ. Kepala dan leher. 8. 7. Lensa intraocular dan lensa kontak kornea menyebabkan penyesuaian setelah operasi katarak menjadi lebih mudah dibandingkan sewaktu hanya tersedia kacamata katarak yang tebal. Dalam: Lukmanto H. editor. 4th ed. dan pasien mungkin meninggal sebelum timbul indikasi pembedahan. Buku ajar pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan bates. 2011 6. Walaupun tidak dapat sembuh sempurna tetapi kebutaan dapat dicegah dengan tindakan operasi yang segera.penglihatan menurun. Ilmu Penyakit Mata untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran. Karolina S.401-6. Liz Segre. Sisanya (10% pasien) mungkin telah mengalami keerusakan retina atau mengalami penyulit pasca bedah serius misalnya glaucoma. Sidarta. Saman. 2009. Santoso M. Glaukoma. Burnside JW. Dalam: Dwijayanthi L.Khaw PT. . Taim. Prof. infeksi. Hilman. penurunan tajam penglihatan berhubungan langsung dengan kepadatan katarak. 2002. penyunting.p.211-4.h. Diunduh dari http://i1. British: BMJ Pubishing Group Ltd.Jakarta. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. atau pertumbuhan epitel ke bawah ke kamera anterioryang menghambat pemulihan visual. Oftalmologi umum. Elkongton AR. Ilmu Penyakit Mata.gif. Edisi ke 8. Edisi ke 17.

1st ed. 1984 : 237.emedicine. Myer Ec. Pellock JM. Basic Ophtalmology. Neurologic Emergencies in Infancy and Childhood. Bradford C.com. 2004.. Philadelphia : Harper and Row Publ. 11. Cataract Senile (Diambil tanggal 13 Maret 2012).9. Victor V. 10. San Fransisco-American Academy of opthalmology. 8th Edition. . Tersedia di : http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful