Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 42 Tahun 1994 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit lingkungan  Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 31 Tahun 2001 tentang Audit Lingkungan Yang diwajibkan

PRINSIP-PRINSIP DAN PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN AUDIT LINGKUNGAN

A. FUNGSI DAN TUJUAN
• Pedoman Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan dimaksudkan sebagai acuan untuk melakukan pelaksanaan audit lingkungan bagi suatu usaha atau kegiatan. • Audit lingkungan yang dimaksud dalam keputusan ini dilaksanakan secara sukarela oleh penanggung jawab usaha atau kegiatan dan merupakan alat pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang bersifat internal. • Dengan adanya pedoman ini, maka pengelolaan dan pemantauan lingkungan suatu usaha atau kegiatan diharapkan dapat dilakukan dengan baik, lebih terarah,efektif dan efisien.

Audit Lingkungan adalah suatu atau manajemen yang meliputi evaluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodik dan objektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi, sistem manajemen dan peralatan dengan tujuan memfasilitasi kontrol manajemen terhadap pelaksanaan upaya nengendalian dampak lingkungan dan pengkajian pentaatan kebijakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang undangantentang pengelolaan lingkungan. Audit Lingkungan suatu usaha atau kegiatan merupakan perangkat manajemen yang dilakukan secara internal oleh suatu usaha atau kegiatan sebagai tanggung jawab pengelolaan dan pemantauan lingkungannya. Audit lingkungan bukan merupakan pemeriksaan resmi yang diharuskan oleh suatu peraturan perundangundangan, melainkan suatu usaha proaktif yang dilaksanakan secara sadar untuk mengindentifikasi permasalahan lingkungan yang akan timbul sehingga dapat dilakukan upaya-upaya pencegahannya.

yang berguna dalam penyempurnaan proses AMDAL. minimisasi limbah dan identifikasi kemungkinan proses daur ulang. (c) Jaminan untuk rnenghindari perusakan atau kecenderungan kerusakan lingkungan. prosedur pengelolaan dan pemantauan lingkungan termasuk rencana tangggap darurat. limbah cair. pemantauan dan pelaporan serta rencana perubahan pada proses dan peraturan. (e) Upaya perbaikan penggunaan sumberdaya melalui penghematan penggunaan bagan.2. misalnya : standar emisi udara. (b) Dokumen suatu usaha atau kegiatan tentang pelaksanaan standar operasi. (d) Bukti keabsahan prakiraan dampak dan penerapan rekomendasi yang tercantum dalam dokurnen AMDAL. Fungsi Fungsi audit lingkungan adalah sebagai : (a) Upaya peningkatan pentaatan suatu usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan lingkungan. . penanganan limbah dan standar operasi lainnya.

proses daur ulang dan efisiensi penggunaan sumberdaya. (b) Menjadi dasar bagi pelaksanaan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan atau upaya penyempurnaan rencana yang ada. Manfaat Audit Lingkungan bermanfaat untuk: (a) Mengindentifikasi risiko lingkungan. atau publikasi yang merugikan akibat pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tidak baik. 3.(f) Upaya untuk meningkatkan tindakan yang telah dilaksanakan atau yang perlu dilaksanakan oleh suatu usaha atau kegiatan untuk memenuhi kepentingan lingkungan. (c) Menghindari kerugian finansial seperti penutupan /pemberhentian suatu usaha atau kegiatan atau pembatasan oleh pemerintah. . misalnya pembangunan yang berkelanjutan.

lembaga keuangan. (h) Menyediakan laporan audit lingkungan bagi keperluan usaha atau kegiatan yang bersangkutan. dan pemegang saham. (f) Meningkatkan kepedulian pimpinan/penanggung jawab dan staf suatu badan usaha atau kegiatan tentang pelaksanaan kegiatannya terhadap kebijakan dan tanggung jawab lingkungan.(d) Mencegah tekanan sanksi hukum terhadap suatu usaha atau kegiatan atau terhadap pimpinannya berdasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. e) Membuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan apabila dibutuhkan dalam proses pengadilan. . atau bagi keperluan kelompok pemerhati lingkungan. (i) Menyediakan informasi yang memadai bagi kepentingan usaha atau kegiatan asuransi. pemerintah. dan pengurangan. dan media massa. (g) Mengidentifikasi kemungkinan penghematan biaya melalui upaya konservasi energi. pemakaian ulang dan daur ulang limbah.

serta isu lingkungan yang terkait. 2. 5. 3. bahan jadi. 6. proses bahan dasar. Penggunaan input dan sumberdaya alam.Audit Lingkungan perlu disusun sedemikian rupa. Sejarah atau rangkaian suatu usaha atau kegiatan. rona dan kerusakan lingkungan di tempat usaha atau kegiatan tersebut. dan limbah termasuk limbah B3. Identifikasi penanganan dan penyimpanan bahan kimia. sehingga dapat memberikan informasi mengenai : 1. Perubahan rona lingkungan sejak usaha atau kegiatan tersebut didirikan sampai waktu terakhir pelaksanaan audit. Sistem kontrol manajemen. . pengelolaan dan pemantauan yang dilakukan. 4. Kajian resiko lingkungan. termasuk fasilitas untuk meminimumkan dampak buangan dan kecelakaan. B3 serta potensi kerusakan yang mungkin timbul. rute pengangkutan bahan dan pembuangan limbah.

uji rutin. . 10. Ruang lingkup audit lingkungan sangat luwes. Pentaatan terhadap hasil dan rekomendasi AMDAL (Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan). 8. konsiderasi product life cycle. Program daur ulang. uji emisi. Peningkatan kemampuan sumberdaya manusia dan kepedulian lingkungan. tergantung padakebutuhan atau kegiatan yang bersangkutan. dll. 11. 13. Penggunaan energi. 12. Effektifitas alat pengendalian pencemaran seperti ditunjukkan dalam laporan inspeksi. perawatan. Catatan tentang lisensi pembuangan limbah dan pentaatan terhadap peraturan perundang-undangan termasuk standar dan baku mutu lingkungan. 14.7. Perencanaan dan prosedur standar operasi keadaan darurat. 9. Rencana minimalisasi limbah dan pengendalian pencemaran lingkungan. air dan sumberdaya alam lainnya.

Metodologi tersebut harus fleksibel sehingga tim auditor dapat menerapkan teknik-teknik yang tepat. Karakteristik dasar Audit Lingkungan mempunyai ciri khas sebagai berikut: (a) Metodotogi yang komprehensif. Audit lingkungan harus berpedoman kepada penggunaan rencana yang sistematik dan sesuai dengan prosedur pelaksanaan audit lapangan dan penyusunan laporan. Audit lingkungan harus dilaksanakan dengan metodologi yang komprehensif dan prosedur yang telah ditentukan. Audit lingkungan memerlukan tata laksana dan metodologi yang rinci.1. . untuk menjamin pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan serta dokumentasi dan pengujian informasi tersebut.

Audit lingkungan tidak akan berarti kecuali hasil kinerja usaha atau kegiatan dapat dibandingkandengan standar yang digunakan (d) Laporan tertulis. Tim audit harus mengkonfirmasikan semua data dan informasi yang diperolehnya melalui pemeriksaan lapangan secara langsung. (c) Pengukuran dan standar yang sesuai. . Penetapan standardan pengukuran tertiadap kinerja lingkungan harus sesuai dengan usaha atau kegiatan dan proses produksi yang diaudit.(b) Konsep pembuktian dan pengujian. Konsep pembuktian dan pengujian terhadap penyimpangan pengelolaan lingkungan adalah hal yang pokok dalam audit lingkungan. Seluruh data dan hasil temuan harus disajikan dengan letas dan akurat. Laporan harus mernuat hasil pengamatan dan faktafakta penunjang serta dokumentasi terhadap proses produksi. serta dilandasi dengan bukti yang sahib dan terdokumentasi.

Selain itu tim auditor harus pula diberi keleluasan untuk mengkaji hal-hal yang sensitif dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. mengingat kajian terhadap kinerja lingkungan akan meliputi semua aspek dan pelaksanaan tugas secara luas. (b) Keikutsertaan semua pihak Keberhasilan audit lingkungan ditentukan pula oleh keikutsertaan dan kerjasama yang baik dari semua pihak dalam usaha atau kegiatan yang bersangkutan. Usaha atau kegiatan dan proses audit dapat menjadi sangat kompleks dan pelaksanaan audit lingkungan menjadi tidak efektif bila tidak ada dukungan yang kuat dari pimpinan usaha atau kegiatan.2. . Kunci keberhasilan (a) Dukungan pihak pimpinan Pelaksanaan audit lingkungan harus diawali dengan adanya itikad pimpinan usaha atau kegiatan.

kemandirian auditor diartikan bahwa tim auditor harus dilaksanakan oleh orang di luar usaha atau kegiatan yang diaudit. . Pada umumnya. (d) Kesepakatan tentang tata laksana dan lingkup audit Harus ada kesepakatan awal antara pimpinan usaha atau kegiatan dengan tim auditor tentang lingkup audit lingkungan yang akan dilaksanakan. Apabila tidak.maka obyektifitas dan kredibilitas akan diragukan.(c) Kemandirian dan obyektifitas auditor Tim audit lingkungan harus mandiri dan tidak ada keterikatan dengan usaha atau kegiatan yang diaudit.

Bentuk pelaksanaan audit yang paling sederhana adalah mempergunakan daftar isian dari laporan yang akan dihasilkan sebagai acuan audit. Tata Laksana Pelaksanaan audit lingkungan perlu mengikuti suatu tata laksana audit. . Tata laksana audit merupakan suatu rencana yang harus diikuti oleh auditor untuk dapat mencapai tujuan audit yang diharapkan. Tata laksana audit sangat beragam dan tergantung pada jenis usah dan karakteristik lingkungan. Dengan mengacu pada tata laksana tersebut maka diharapkan adanya konsistensi dalam pelaksanaan audit dan pelaporan hasil audit. Berikut ini adalah beberapa tata laksana audit yang umum dilaksanakan: (a) Daftar Isian.1.

serta aspek yang harus diteliti. Pada umumnya. (c) Daftar pertanyaan. Jenis ini merupakan cara yang umum digunakan yaitu dengan mempergunakan daftar yang rinci mengenai isi yang akan diaudit. Audit dengan menggunakan pedoman merupakan jenis tata laksanana yang paling rinci. auditor telah mempersiapkan format baku untuk melaksanakan audit dan menyusun laporan akhir. . Daftar pertanyaan seringkali digunakan dalam pelaksanaan audit. (d) Pedoman. Pedoman ini memuat instruksi instruksi dan petunjuk pelaksanaan yang harus dilaksanakan oleh auditor.(b) Checklist. dan daftar pertanyaan tersebut harus dijawab secara lengkap oleh auditor.

2. tujuan dan ruang lingkup audit harus telah disepakati. dan lingkup usaha atau kegiatan yang akan diaudit. Pada saat ini.Informasi yang diperlukan pada tahap ini meliputi informasi rincimengenai aktifitas di lapangan. Perencanaan yang baik pada tahap ini akan menentukan keberhasilan pelaksanaan audit dan tindak lanjut audit tersebut. dan pendanaan pelaksanaan kegiatan audit. instruktur organisasi. jenis usaha atau kegiatan dan pelaksanaan oleh tim auditor. Pra-audit Kegiatan pra-audit merupakan bagian yang penting dalam prosedur audit lingkungan. Aktifitas pra-audit juga meliputi pemilihan tata laksana audit.2. status hukum. . penentuan tim auditor. Pelaksanaan Tahapan pelaksanaan audit lingkungan adalah sebagai berikut: 1. Pendahuluan Penerapan audit lingkungan akan tergantung kepada jenis audityang dilaksanakan.

Kegiatan Lapangan (1) Pertemuan pendahuluan Tahap awal yang harus dilaksanakan oleh tim audit adalah mengadakan pertemuan dengan pimpinan usaha atau kegiatan untuk mengkaji tujuan audit. tata laksana. Tim audit akan mendapatkan gambaran tentang kegiatan usaha atau kegiatan yang akan menjadi dasar penetapan areal kegiatan yang memerlukan perhatian secara khusus. Dengan melaksanakan pemeriksaan lapangan. (2) Pemerikasaan lapangan Pemeriksaan di lapangan dilaksanakan setelah pertemuan pendahuluan. tim auditor dapal menemukan hal-hal yang terkait erat dengan kegiatan audit namun belum teridentifikasi dalam perencanaan. .3. dan jadual kegiatan audit.

Dokumentasi yang dihasilkan oleh tim auditor harus menunjang semua pernyataan. . kertas kerja dan hal-hal lain yang berkaitan. Tujuan utama pengumpulan data adalah untuk menunjang dan merupakan dasar bagi pengujian temuan audit lingkungan. catatan dan hasil pengamatan tim auditor. Prinsip utama audit lingkungan adalah bahwa informasi yang disajikan oleh tim audiotor telah diuji dan dikonfirmasikan. peta. Informasi tersebut harus terdokumentasi dengan baik agar mudah ditelusuri kembali. hasil sampling danpemantauan.(3) Pengumpulan data Data dan informasi yang dikumpulkan selama audit lingkungan akan mencakup tata laksana audit. atau telah teruji melalui pengamatan langsung oleh tim auditor. foto-foto. diagram. dokumentasi yang diberikan oleh pemilik usaha atau kegiatan. (4) Pengujian. rencana.

tim auditor harus memaparkan hasil temuan pendahuluan dalam suatu pertemuan akhir secara resmi. (5) Evaluasi hasil temuan Hasil temuan audit harus dievaluasi sesuai dengan tujuan audit dan tata laksana yang telah disetujui untuk menjamin bahwa semua isu/masalah telah dikaji. tim auditor harus menjamin bahwa dokumen yang dihasilkan merupakan dokumen yang asli dan sah. (6) Pertemuan akhir Setelah penelitian lapangan selesai. atau harus ditentukan oleh tim auditor. Dokumentasi penunjang harus dikaji secara teliti sehingga semua hasil temuan telah ditunjang oleh data dan diuji secara tepat. Oleh karena itu tata laksana audit harus menentukan tingkat pengujian data yang dibutuhkan. Pertemuan ini akan mendiskusikan berbagai hal yang belum terpecahkan atau informasi yang belum tersedia.Dalam menguji hasil temuan audit. .

4. Pasca Audit Tim auditor akan menyusun laporan tertulis secara lengkap sebagai hasil pelaksanaan audit lingkungan. Seluruh dokumentasi selama penelitian harus dikembalikan kepada penanggung jawab usaha atau kegiatan.Tim auditor harus mengkaji hasil pertemuan secara garis besar dan menentukan waktu penyelesaian laporan ahkir. Laporan tersebut juga mencakup pemaparan tentang rencana tindak lanjut terhadap isu isu yang telah diidentifikasi. .

(b) Antisipasi kebutuhan penilaian peringkat kinerja usaha atau kegiatanlainnya.Laporan hasil audit lingkungan merupakan milik usaha atau kegiatan yang diaudit dan bersifat rahasia. dunia usaha atau kegiatan sesuai dengan kebebasannya dapat menyampaikan laporan audit lingkungan kepada pemerintah. Namun demikian. . Pemerintah dapat memberikan vertifikasi atas hasil audit. masyarakat luas atau organisasi lainnya dengan tujuan sebagai berikut : (a) Publikasi terhadap upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah dilakukan. (c) Tujuan lainnya yang ditetapkan oleh usaha atau kegiatan tersebut.

penghindaran kewajiban dan pelanggaran terhadap pentaatan hukum dan peraturan. (c) Hak pemerintah untuk meminta sesuatu informasi khusus sebagai dasar penentuan peringkat kinerja lingkungan suatu usaha atau kegiatan pelanggaran terhadap pentaatan hukum dan peraturan: (d) Tanggung jawab dunia usaha atau kegiatan untuk menyediakan data hasil pengelolaan dan pemantauan kepada pemerintah sesuai ketentuan Undang-undang dan peraturan pelaksanaan lainnya . (b) Hak pemerintah untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap suatu kegiatan yang dicurigai sebagai kelalaian.Kebijakan audit lingkungan dalam hal ini tidak membatasi hai-hal sebagai berikut : (a) Hak pemerintah untuk melaksanakan pemeriksanaan secara rutin pada suatu usaha atau kegiatan.

Proses. Kemampuan yang harus dimiliki oleh tim auditor adalah meliputi pengetahuan tentang : . maka usaha atau kegiatan atau organisasi (non pemerintah) dianjurkan untuk membuat dan melaksanakan kode etik serta sertifikasi auditor lingkungan.Sistem dan teknologi pengelolaan lingkungan. kesehatan dan keselamatan kerja . Auditor lingkungan harus mempunyai pendidikan yang sesuai dan memiliki pengalaman profesional untuk dapat melaksanakan tugasnya.Dalam rangka menjamin bahwa audit lingkungan akan dilaksanakan secara baik dan profesional. prosedur dan teknis audit .Peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan lingkungan .Karakteristik dan analisis tentang sistem manajemen .

Kemampuan perencanaan dan penjadualan kerja .Fasilitas usaha atau kegiatan yang akan diaudit . konsistensi dan objektifitas dalam pelaksanaan audit.Kemampuan berkomunikasi .Kemampuan untuk menganalisis data dan hasil temuan . Auditor harus mengikuti kode etik auditor yang ada..Kemampuan untuk menulis laporan audit Auditor lingkungan harus terlatih secara profesional untuk menjamin ketepatan. kesehatan dan keselamatan kerja serta resiko bahaya Auditor juga perlu mendapatkan pelatihan dan peningkatan kemampuan dalam bidang yang dibutuhkan dalam audit. meliputi: .Potensi dampak lingkungan. .

Tim Audit adalah sekelompok atau seorang auditor yang diberi tugas untuk melaksanakan audit dan tim audit juga dapat beranggotakan tenaga ahli teknis. Audit lingkungan hidup yang diwajibkan adalah suatu proses evaluasi yang dilakukan oleh penanggung jawab usaha dan atau kegiatan berdasarkan perintah Menteri atas ketidakpatuhan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup yang terkait dengan kegiatan tersebut. 3. dan usulan untuk melakukan perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan. 4. informasi. .Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan : 1. 2. Tim Evaluasi adalah sekelompok orang yang ditugaskan oleh Menteri untuk melaksanakan evaluasi terhadap masukan. Auditor Lingkungan adalah seseorang yang memiliki kualifikasi untuk melaksanakan audit lingkungan.

Instansi yang bertanggung jawab di daerah adalah instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan di daerah Propinsi/Kabupaten/Kota atau instansi yang bertanggung jawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup di daerah Propinsi/Kabupaten/Kota. termasuk masyarakat hukum adat atau badan hukum yang terkena dampak langsung atau berpotensi terkena dampak dari ketidakpatuhan. Pihak yang Berkepentingan adalah orang seorang. .5. kelompok orang. dan organisasi lingkungan hidup. 6. Menteri adalah Menteri yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup. 8. Tim Verifikasi adalah sekelompok orang yang ditugaskan oleh Menteri untuk melakukan veerifikasi terhadap laporan terhadap hasil audit lingkungan yang diwajibkan. 7.

pelaksanaan. dan verifikasi laporan hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan akibat ketidakpatuhan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.RUANG LINGKUP Ruang lingkup audit lingkungan hidup yang diwajibkan meliputi : evaluasi masukan atau informasi. kriteria ketidakpatuhan.     .

memberikan rekomendasi atas temuan-temuan pelaksanaan audit (2) Fungsi audit lingkungan hidup yang diwajibkan merupakan salah satu instrumen penaatan atas ketidakpatuhan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. termasuk apabila terdapat pelanggaran dan atau ketidaktepatan penerapan kebijaksanaan di bidang lingkungan hidup. memberikan uraian tentang penyebab terjadinya ketidakpatuhan. untuk mengetahui tingkat ketidakpatuhan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. . FUNGSI DAN MANFAAT (1) Tujuan audit lingkungan hidup yang diwajibkan : a. c.TUJUAN. b.

(3) Manfaat pelaksanaan audit lingkungan hidup yang diwajibkan : a. mencegah terjadinya pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. b. mengetahui status ketaatan pengelolaan lingkungan terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. meningkatkan penaatan pengelolaan lingkungn hidup dari suatu usaha dan atau kegiatan. c. . sebagai bahan masukan bagi proses pengambilan keputusan Menteri tentang tindak lanjut penanganan ketidakpatuhan. d.

c. ketidakpatuhan yang mengindikasikan bahwa penanggung jawab usaha dan atau kegiatan tidak memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup atau tidak melaksanakan system pengelolaan lingkungan secara efektif. dan atau. ketidakpatuhan terhadap persyaratan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup yang harus dilakukan. dan atau. d. ketidakpatuhan terhadap baku mutu lingkungan hidup. dan atau. b. meliputi : a. . ketidakpatuhan terhadap kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.KRITERIA KETIDAKPATUHAN DAN KEWENANGAN Kriteria ketidakpatuhan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup yang menjadi dasar dikeluarkannya perintah pelaksanaan audit lingkungan hidup yag diwajibkan.

d (2) Pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam (1) apabila menunjukkan : a. c.(1) Penanggung jawab usaha dan atau kegiatan dinyatakan tidak mematuhi peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.telah diberikan peringatan oleh Menteri dan atau Gubernur dan atau Bupati dan atau Walikota sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali dalam jangka waktu setahun terakhir dan atau patut diduga akan terjadi lagi di masa mendatang. b. dan. b. . apabila telah melanggar ketentuan a.telah terjadi hal yang sama atau berkaitan secara berulangkali.

c. c. (2) (2) Apabila Gubernur/Bupati/Walikota menilai bahwa suatu usaha dan atau kegiatan di wilayahnya menunjukkan ketidakpatuhan sebagaimana dimaksud dalam a. (2) maka Gubernur/Bupati/Walikota mengusulkan kepada Menteri untuk memerintahkan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan tersebut melakukan audit lingkungan hidup yang diwajibkan.d dan (1).(1) Menteri berwenang memerintahkan kepada penanggung jawab usaha dan atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup yang diwajibkan apabila penanggung jawab usaha dan atau kegiatan menunjukkan ketidakpatuhan sebagaimana dimaksud dalam a.b.b. d dan (1). .

PELAKSANAANAUDIT LINGKUNGAN HIDUP YANG DIWAJIBKAN Tata Laksana (1) Tata laksana audit lingkungan hidup yang diwajibkan dilaksanakan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia Nomor 19-14010-1997 tentang Pedoman Audit Lingkungan – Prinsip Umum atau standar lainnya yang sesuai dengan tujuan pelaksanaan audit lingkungan hidup yang diwajibkan. (3) Penanggung jawab usaha dan atau kegiatan wajib memberikan informasi/data yang benar dan actual kepada auditor. (2) Audit lingkungan hidup yang diwajibkan dilakukan oleh auditor lingkungan yang terdaftar dan atau auditor yang memenuhi kriteria kualifikasi sesuai dengan SNI 19-14012-1997 tentang Pedoman audit lingkungan – Kriteria kualifikasi untuk auditor lingkungan dan bebas dari pertentangan kepentingan. .

Gubernur/Bupati/Walikota menugaskan instansi yang bertanggung jawab di daerah untuk mengevaluasi masukan atau informasi dan memeriksa unsur ketidakpatuhan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup (2) Apabila instansi yang bertanggung jawab di daerah menemukan ketidakpatuhan maka : (1) .Mekanisme Pihak yang berkepentingan dapat memberikan masukan atau informasi secara tertulis tentang terjadinya petunjuk ketidak patuhan suatu usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup kepada Gubernur/Bupati/Walikota/Instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan.

a. Kepala instansi yang bertanggung jawab di daerah melaporkan hasil temuannya kepada Gubernur / Bupati / Walikota. . b. Instansi pengendalian dampak lingkungan dapat mengusulkan kepada Menteri untuk memerintahkan penanggung jawab usaha dan atau kegiatan untuk melaksanakan audit lingkungan hidup yang diwajibkan berdasarkan masukan atau informasi dari pihak yang berkepentingan dan dilengkapi dengan data pendukung. dengan dilengkapi data pendukung. Gubernur/Bupati/Walikota dapat mengusulkan secara tertulis kepada Menteri untuk mengeluarkan perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan.

Menteri membentuk Tim Evaluasi yang bertugas untuk mengevaluasi usulan perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan. . instansi yang bertanggung jawab di daerah. instansi yang membidangi usaha dan atau kegiatan dan tenaga ahli dalam bidang yang terkait. (4)Tim Evaluasi melaksanakan kegiatan evaluasi paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja. (3) Tim Evaluasi dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Sekretariat yang ditetapkan oleh Menteri dan berkedudukan di instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan. (2) Tim Evaluasi sebagaimana dimaksud pada (1) terdiri dari unsur-unsur : instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan.(1) Berdasarkan usulan sebagaimana dimaksud selambat-lambatnya dalam waktu 5 (lima) hari kerja. terhitung sejak ditetapkan oleh Menteri.

Menteri memberitahukan kepada pihak yang berkepentingan. atau. .(5) Tim Evaluasi sebagaimana dimaksud pada (1) wajib menyampaikan laporan dan rekomendasi hasil evaluasi secara tertulis kepada Menteri selambatlambatnya 5 (lima) hari kerja. setelah selesai melaksanakan evaluasi. (6) Rekomendasii Tim Evaluasi sebagaimana dimaksud pada (5) dapat berupa : a. b. ketidaklayakan untuk dikeluarkan perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan dengan memberikan alasan-alasan ketidaklayakan tersebut (7) Apabila rekomendasi berupa ketidaklayakan. kelayakan untuk dikeluarkannya perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan. dilengkapi dengan rancangan ruang lingkupnya.

Menteri memberikan alasan-alasan mengenai ketidaksetujuan tersebut.(1) Berdasarkan rekomendasi Tim Evaluasi. (3) Apabila Menteri tidak menyetujui usulan perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan. (2) Apabila Menteri menyetujui usulan perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan. Menteri dapat menyetujui atau tidak menyetujui usulan perintah audit lingkungan hidup yang diwajibkan. . Menteri mengeluarkan surat perintah pelaksanaan audit lingkungan hidup yang diwajibkan kepada penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang bersangkutan.

melaksanakan audit lingkungan hidup yang diwajibkan dengan membentuk Tim Audit. (3) Jumlah beban biaya pelaksanaan audit lingkungan hidup yang diwajibkan sebagaimana dimaksud dalam (2) ditetapkan oleh Menteri . (2) Apabila dalam jangka waktu penangung jawab usaha dan atau kegiatan tidak melaksanakan perintah sebagaimana dimaksud Menteri dapat : a. menugaskan pihak ketiga yang memenuhi persyaratan untuk melaksanakan audit lingkungan hidup yang diwajibkan. b.(1) Dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak dikeluarkannya surat perintah penanggung jawab usaha dan atau kegiatan telah menunjuk auditor dengan pemberitahuan kepada Menteri. atau.

.(1) Tim audit merumuskan Kerangka Acuan audit lingkungan hidup yang diwajibkan berdasarkan ruang lingkup yang ditetapkan oleh Menteri selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah tim audit ditetapkan. (2) Tim audit mulai melaksanakan audit lingkungan hidup yang diwajibkan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah Kerangka Acuan mendapat persetujuan dari Menteri. (3) Tim audit setelah melaksanakan tugasnya wajib menyerahkan laporan hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan secara tertulis kepada Menteri.

melaksanakan kajian terhadap laporan hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan.(1) Apabila dianggap perlu Menteri dapat melakukan verifikasi terhadap laporan hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan. ahli di bidang lingkungan hidup khususnya yang berkaitan dengan laporan hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan. b. (4) Tugas Tim Verifikasi mencakup hal-hal sebagai berikut : a. . dengan membentuk Tim Verifikasi. unsur lainnya yang dianggap perlu. (2) Tim verifikasi terdiri dari : a. (3) Tim verifikasi dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Sekretariat yang ditetapkan Menteri dan berkedudukan di instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan.

Menteri mengeluarkan surat perintah kepada penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang bersangkutan untuk melakukan perbaikan sesuai dengan hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan dalam tenggang waktu yang ditetapkan oleh Menteri. c. apabila diperlukan dapat melaksanakan kegiatan verifikasi di lokasi usaha dan atau kegiatan yang bersangkutan.b. (1) Berdasarkan laporan hasil audit lingkungan hidup yang diwajibkan. (5) Tim Verifikasi melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam (4) paling lama 14 (empat belas) hari kerja. (2) Instansi yang bertanggung jawab di bidang pengendalian dampak lingkungan dan atau instansi yang bertanggung jawab di daerah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perbaikan . terhitung sejak ditetapkan oleh Menteri. menyusun laporan hasil verifikasi secara tertulis dan menyampaikannya kepada Menteri.

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful