Adalah penting bahwa prinsip memotong logam dipahami dengan baik agar dapat diterapkan secara ekonomis.

Prinsip yang digunakan adalah operasi semacam ini seperti membubut, menyerut, memfris dan menggurdi, seperti juga proses yang lain dilakukan mesin perkakas. Pilihan dari perkakas, kecepatan dan hantaran yang sesuai adalah dikopromikan, karena makin cepat mesin dioperasikan akan makin tinggi efisiensi dari operator dan mesin. Perkakas Pemotong Logam

Bentuk yang paling sederhana dari perkakas pemotong adalah pahat mata tunggal seperti yang digunakan dalam pengerjaan mesin bubut dan pengetam, pahat pemotong mata jamak hanyalah dua atau lebih pahat mata tunggal yang diatur bersama sebagai suatu unit. Pahat pemotong fris dan pembesar lubang adalah contoh yang baik.

Gaya Potong

Dalam menganalisa proses pemotongan, dianggap bahwa serpihan disobek dari benda kerja dengan gerakan menggeser melintang bidang AB Gaya geser dan sudut bidang geser dipengaruhi oleh gaya gesek dari serpihan terhadap permukaan pahat. Selanjutnya gaya gesek tergantung pada sejumlah factor, termasuk kehalusan dan ketajaman pahat, bahan pahat, kecepatan potong dan bentuk pahat.

Suatu gaya gesek yang besar menghasilkan serpihan tebal yang mempunyai sudut geser kecil, sedangkan kebalikannya terjadi kalau gaya geseknya rendah. Gaya,-gaya yang bekerja pada perkakas yaitu gaya longitudinal, tangensial dan radial.

Gaya pada perkakas pemotong untuk setiap bahan tertentu tergantung pada sejumlah pertimbangan : Gaya perkakas tidak berubah secara berearti dengan perubahan dalam kecepatan

memotong Makin besar hantaran perkakas makin besar gayanya Makin dalam pemotongan, makin besar gayanya Gaya tangensial meningkat dengan membesarnya serpihan Gaya longitudinal menurun kalau jari-jari ujung dibuat lebih besar atau kalau sudut tepi

pemotongan sisi diperbesar.

Kemampu Mesinan (Machinability) Kemampu mesinan atau kemudahan suatu bahan untuk dipotong (machinability) sangat dipengaruhi oleh jenis dan bentuk pahat yang digunakan. üSudut garuk sisi. antara sisi perkakas dengan benda kerja adalah untuk mencegah penggesekkan perkakas. Pengujian kemampu mesinan harus diadakan dalam kondisi standar kalau hasilnya ingin dapat diperbandingkan. meter tiap menit Π = 3. Pengujian semacam itu menunjukkan tahanan bahan yang akan dipotong. sedangkan sudut potong tergantung pada bahan yang dimesin. diperoleh dengan cara menggerinda.ukuran butiran.- Gaya tangensial dikurangi kalau sudut garuk belakang dinaikkan sekitar 1% tiap derajat. üRuang bebas ujung. karakteristik pengerasan kerja dan ukurannya. tetapi sangat meningkat umur perkakas.sudutnya kecil biasanya 6 sampai 8 derajat untuk bahan umumnya. kekerasan . kalau pahat pemotong didukung dalam keadaan horizontal. üSudut garuk belakang.. Bentuk Dan Sudut Pahat Untuk memahami gerakan memotong dari pahat mata tunggal yang dipakai pada mesin bubut (gambar .) üSudut pengaman samping. struktur mikro. diperlukan untuk untuk mencegah penggesekkan pada sisi pahat.1416 D = diameter. dan hasilnya ditentukan oleh komposisi. Menggunakan media pendingin agak menurunkan gaya pada perkakas. millimeter . Kecepatan Potong dan Hantaran Kecepatan potong dinyatakan dalam meter tiap menit dan pada mesin bubut merupakan kecepatan permukaan atau kecepatan benda kerja melintasi alat pemotong : CS = πDN/ 1000 Dengan CS = kecepatan potong. bervariasi dengan sudut potong.

putaran tiap menit Hantaran (feed) menunjukkan kecepatan dari pahat pemotong atau roda gerinda maju sepanjang atau kedalam permukaan benda kerja.Teknologi Mekanik Jilid I Sriati Djaprie.(Sumber . Erlangga) .N = Kecepatan putar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful