P. 1
Anatomi Kumbang Koksi

Anatomi Kumbang Koksi

|Views: 21|Likes:
Published by san_manik
hama dph
hama dph

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: san_manik on Jun 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

Anatomi Kumbang Koksi (Ladybug Anatomy

)

Ada 8 bagian pada anatomi kumbang koksi (Ladybug Anatomy), atau yang orang awam menyebutnya sebagai kumbang kepik walaupun sebenarnya kumbang ini sama sekali bukan dari bangsa kepik (ordo Hemiptera) tetapi dari ordo Coleoptera (famili Coccinellidae) yang di negara-negara barat dikenal dengan nama ladybird atau ladybug. Ukuran panjang semua jenis kumbang koksi ini kurang dari ¼ inci (0.635 cm), dengan bentuk oval atau bulat, dan mempunyai 6 buah kaki yang pendek. Kumbang koksi biasanya berwarna sangat cerah, seperti merah atau oranye, dan kadang mempunyai pola disayapnya, seperti misalnya bintik-bintik hitam. Warna dan polanya diperkirakan untuk memperingatkan pemangsa akan rasa yang tidak enak dan racun yang dimilikinya. Kadang kumbang koksi ada juga yang tidak mempunyai pola sama sekali dengan warna sayap kuning, coklat atau hitam. 8 bagian tubuh kumbang koksi adalah kepala (head), antena (antenna), mata (eyes), pronotum, dada (thorax), sayap depan atau elitra (elytra), sayap belakang (wings), dan kaki (legs).

Kepala (Head) Kepala kumbang koksi bulat dan tipis dimana terdapat mulut, mata dan antena. Antena (Antenna) Antena adalah alat bantu kumbang koksi untuk mencium dan merasakan keadaan di sekitarnya. Kumbang koksi tidak bisa melihat sebaik mereka mencium dan merasakan. Dengan mencium dan merasakan itulah mereka dapat menemukan serangga kecil makanannya. Mata (Eyes) Kumbang koksi memiliki sepasang mata tetapi tidak dapat dipakai untuk melihat dengan baik. Kumbang koksi hanya dapat melihat perbedaan antara gelap dan terang saja, seperti halnya pada foto hitam putih, tetapi mereka tidak dapat melihat warna sama sekali. Pronotum Pronotum adalah bagian yang berada tepat dibelakang kepala datar kumbang koksi yang membuat kepalanya terlihat bulat. Pronotum sebenarnya melindungi kepala kumbang koksi dan membantu untuk menyembunyikannya. Kadang terdapat bintik juga pada pronotum. Dada dan Perut (Thorax and Abdomen) Dada dan perut merupakan bagian tubuh tempat dimana kaki dan sayap melekat,

dan tempat dimana sistem pencernaan, organ reproduksi, dan jelly yang lengket dan beracun berada. Sayap depan atau elitra (Elytra) Sayap kumbang koksi tersembuyi dibawah sayap elitra-nya. Sayap elitra ini adalah penutup keras yang melindungi sayap dan juga dirinya dari pemangsa. Sayap ini juga merupakan tempat dimana kumbang koksi menampilkan warna dan polanya untuk memberi peringatan kepada pemangsanya. Sayap belakang (Wings) Sayap ini merupakan alat yang membantu kumbang koksi untuk terbang. Sayap belakang ini berwarna transparan dan biasanya dilipat di bawah sayap depan (elitra) jika sedang tidak dipakai. Saat terbang, ia mengepakkan sayap belakangnya secara cepat, sementara sayap depannya yang kaku tidak bisa mengepak dan direntangkan untuk menambah daya angkat. Saat terbang, kumbang koksi terlihat seperti tidak memiliki arah terbang yang baik. Mereka terbang dengan kikuk. Kaki (Legs) Kumbang koksi memiliki kaki yang pendek. Di kakinya terdapat rambut-rambut halus berukuran mikroskopis (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) yang ujungnya seperti sendok. Rambut ini menghasilkan bahan berminyak yang lengket sehingga kumbang koksi dapat berjalan dan menempel di tempat-tempat sulit seperti di kaca atau di langit-langit. Kaki pendek kumbang koksi selain membantunya untuk berjalan, juga membantunya untuk mencium. Dan ketika ada pemangsa yang menangkapnya, jelly yang berasa tidak enak dan beracun akan mengalir keluar dari kaki-kakinya yang kadang dapat menyelamatkan hidupnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->