Efek Bernoulli sangat baik dijelaskan dengan membahas aliran fluida (udara, air atau semua media fluida

) di dalam tabung yang salah satu sisinya menyempit. Luas penampang melintang tabung di satu sisi lebih besar dari sisi lain, tapi untuk mempertahankan transportasi fluida agar tetap konstan di sepanjang tabung, jumlah yang sama harus mengalir di satu sisi dan keluar di sisi lain dengan periode waktu tertentu. Untuk memperoleh jumlah yang sama dari fluida, harus bergerak pada kecepatan yang lebih tinggi ketika melewati sisi yang sempit. Efek ini lazim dikenal orang yang memencet ujung selang air taman: air yang menyembur akan semakin cepat ketika ujung selang air sebagian ditutup.

Gambar, Efek Bernoulli diilustrasikan oleh fluida yang melintasi tabung menyempit.

Selanjutnya klastik sementara waktu naik ke dalam fluida yang bergerak sebelum jatuh ke dasar channel akibat gravitasi dalam sebuah peristiwa saltasi. Reduksi tekanan ini menyediakan gaya angkat ( lift force) temporer yang menggerakkan klastik di dasar aliran (Middleton & Southard 1978). h perbedaan ketinggian dan P adalah tekanan. pasti ada beberapa perubahan dalam hal terakhir. u adalah kecepatan. Jika energi total dalam sistem terjaga. Kembali ke aliran di dalam sisi tabung yang runcing. Pindahkan ide ini ke aliran di dalam channel. jadi dalam kenyataan hubungannya adalah sebagai berikut: ρgh + (ρu2 / 2) + P + Eloss = konstanta Energi potensial adalah konstanta karena tidak ada perbedaan ketinggian di antara tempat dimana fluida bergerak masuk dan keluar. untuk keseimbangan persamaan Bernoulli. Kecepatan di atas klastik akan lebih besar daripada ke hulu dan ke hilirnya dan untuk menyeimbangkan persamaan Bernoulli harus ada reduksi tekanan di atas klastik. Tiga istilah dalam persamaan ini adalah energi potensial (ρgh). energi tekanan. Artinya bahwa ada reduksi tekanan pada sisi akhir tabung yang menyempit. . Persamaan ini dianggap tidak kehilangan energi karena efek gesekan. Energi kinetik berubah-ubah sebagaimana kecepatan aliran meningkat atau menurun. energi kinetik (ρu2 / 2) dan energi tekanan (P). Energi tekanan dapat diartikan sebagai energi yang tersimpan ketika fluida terkompresi: fluida yang terkompresi (seperti dalam tromol gas terkompresi) memiliki energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak terkompresi.Hal selanjutnya yang dipertimbangkan adalah menjaga massa dan energi di sepanjang tabung. Variabel-variabel yang dilibatkan dapat dilihat dalam persamaan Bernoulli: Energi total = ρgh + (ρu2 / 2) + P dimana ρ adalah densitas fluida. g adalah percepatan gravitasi. energi tekanan harus direduksi untuk mengkompensasikan kenaikan energi kinetik akibat penyempitan aliran di ujung akhir tabung. klastik di dasar channel akan mereduksi penampang melintang aliran di atasnya.