KONSEP DASAR PENYELENGGARAAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL DAN MATERI PEMBEKALAN TUTOR

2012

KONSEP PENYELENGGARAAN KEAKSARAAN FUNGSIONAL PENGERTIAN

1

Menggali potensi dan sumber-sumber kehidupan yang ada di lingkungan sekitar peserta didik. peserta didik diharapkan dapat memecahkan masalah keaksaraannya dan meningkatkan mutu serta taraf hidupnya. Bahan untuk membuat rencana pembelajaran yang perlu disediakan tutor adalah :  Daftar minat ( kalau bisa disertai dengan gambar ). serta mengumpulkan informasi tentang kemampuan awal yang dimiliki peserta didik (lihat Format Penilaian Awal Peserta Didik pada Lampiran 1). Konteks lokal : Kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan minat. Dalam memilih topik pertama. menghitung berat/menimbang berat/menimbang. 3. Pada umumnya peserta didik dapat mengenal lebih baik mengenai hitungan yang berkaitan dengan ukuran/takaran. luas tanah dan sebagainya. 2. tutor perlu melakukan pengamatan dan wawancara/diskusi dengan peserta didik.  Kertas besar atau papan tulis untuk menulis gagasan peserta didik. kedua. pelaksanaan dan penilaian hasil pembelajaran. dan seterusnya tutor dapat memandu melalui tulisan di potongan kertas – kertas kecil yang ditulis peserta didik dan ditempel di karton manila. BERHITUNG Untuk mengetahui kebutuhan dan keterampilan berhitung yang dimiliki peserta didik. 2. untuk memecahkan masalah keaksaraannya. tutor perlu melibatkan peserta didik. Partisipatif : Tutor perlu melibatkan peserta didik berpartisipasi secara aktif dari mulai tahap perencanaan. membaca.Kelompok belajar KF merupakan bentuk pelayanan Pendidikan Luar Sekolah untuk membelajarkan warga masyarakat penyandang buta aksara. TUJUAN PROGRAM Melalui program ini. Tutor perlu mengetahui jenis keterampilan berhitung dan alat berhitung yang biasa digunakan. diharapkan para peserta didik dapat : 1. Diskusi Minat. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melibatkan peserta didik dalam proses membuat : “Rencana Pembelajaran”. kebutuhan pengalaman dan budaya lokal serta potensi yang ada di sekitar peserta didik. berhitung. KETERAMPILAN FUNGSIONAL Tujuan diberikannya keterampilan fungsional adalah agar peserta didik memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu dan 2 . CIRI POKOK PEMBELAJARAN Di dalam program keaksaraan fungsional terdapat empat prinsip utama yang perlu dipahami yaitu : 1. Membuat atau memilih Topik Belajar. Selanjutnya tutor membantu mereka untuk menyusun rencana pembelajaran tersebut. Kebutuhan. menulis dan berhitung serta keterampilan fungsional untuk meningkatkan taraf hidup peserta didik . kegiatan ini bertujuan untuk mengindentifikasi masalah dan hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran di kemudian hari. agar memiliki kemampuan menulis.  Lembaran kecil untuk mencatat prioritas minat setiap peserta didik. LANGKAH – LANGKAH MEMBUAT KESEPAKATAN PEMBELAJARAN Salah satu tujuan program Keaksaraan Fungsional adalah membantu peserta didik mengembangkan kemampuannya dalam membuat rencana pembelajaran dan bekerja sama dengan yang lain melalui proses partisipatif serta demokratis. 2. tutor perlu menggali minat dan kebutuhan peserta didik. dan menganalisis. 4. dengan berdiskusi tentang harapan mengikuti kelompok belajar.  Format Kesepakatan Pembelajaran. dengan langkah – langkah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui minat dan kebutuhan belajar yang diperlukan dapat ditempuh melalui diskusi atau curah pendapat antara peserta didik dan tutor. nilai mata uang. dan menciptakan suasana agar mereka senang terhadap kegiatan pembelajaran. PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN PERSIAPAN Sebelum membuat rencana pembelajaran. Disamping it. yang berorientasi pada kehidupan seharihari dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitarnya. Desain lokal : Tutor bersama peserta didik perlu merangsang kegiatan pembelajaran di kelompok belajar sebagai jawaban atas hal – hal tersebut di atas. LANGKAH – LANGKAH MEMBUAT KESEPAKATAN PEMBELAJARAN Dalam proses kegiatannya. Meningkatkan pengetahuan membaca. dan Bahan Belajar. Pemanfaatkan Hasil Belajar : Dari hasil pembelajarannya.

Kapan ?  Kapan peserta didik melakukan kegiatan rutin ?  Kapan peserta didik melakukan kegiatan yang akan datang ?  Kapan peserta didik melakukan kegiatan khusus (kondangan. Kepada peserta didik yang sudah dapat membaca dan menulis. Dengan bantuan tutor. Pertanyaan berikut dapat dikembangkan sesuai dengan situasi dan kondisinya. bisa saja dilakukan secara acak. Melalui bahan-bahan tersebut. 2. kebutuhan peserta didik. Hal ini tergantung dari situasi dan kondisi serta kesepakatan dalam kelompok belajar. sehingga berfungsi bagi kehidupannya. Topik yang pertama kali didiskusikan di kelompok belajar adalah menyangkut minat. Salah seorang peserta didik menceritakan kegiatan pada hari itu dan tutor atau peserta didik yang lain mampu. peserta didik perlu mengorganisasikan kegiatankegiatan yang dapat mengembangkan berbagai macam keterampilan baca-tulis-hitungnya. Puskesmas. dan lain – lain. misalnya : Dimana ?  Dimana  Dimana  Dimana  Dimana peserta didik tinggal ? peserta didik biasa bekerja ? sumber dana dapat diperoleh ? balai desa. waktu yang diperlukan untuk bekerja ? orang yang mengunjungi instansi – instansi yang ada di desa ? orang menggunakan jenis – jenis obat tradisional ? dan sebagainya. misalnya dimulai dari keterampilan fungsional. Untuk itu. dan membantu terjadinya proses diskusi. yaitu : diskusi. mandi. Sebagai pembuka kegiatan di kelompok belajar. menulis. a. menganalisis dan menggunakan pengetahuannya. contoh : Jam berapa bangun. tutor dapat memilih dan menggunakan peta. potensi dan hambatan yang mungkin ditemui selama proses pembelajaran. dimulai sejak bangun pagi sampai tidur. SD. tutor dapat meminta untuk menuliskan kegiatannya pada hari itu. kemudian belajar. tutor mengumpulkan dan menganalisis informasi dari pengalaman peserta didik. membaca.taraf hidupnya. Tutor perlu membimbing dan mengarahkan peserta didik dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut. masak. menulis. berikut ini dikemudiaan contohcontoh pembelajaran kelompok belajar keaksaraan fungsional melalui : A. Oleh karena itu. pergi ke pasar dsb. 5. berhitung dan seterusnya. Meminta salah seorang peserta didik menceritakan kegiatannya pada hari itu. membaca. sholat subuh. Tujuan diskusi adalah membuka pikiran peserta didik dalam mengumpulkan. tutor menerima untuk meniru membaca dan menulis kegiatannya sesuai dengan yang tertulis di kertas dinding / papan tulis. 4. KEGIATAN DISKUSI Diskusi merupakan salah satu teknik pembelajaran dalam kelompok belajar keaksaraan fungsional. tutor perlu merangsang peserta didik melalui pertanyaan yang tepat guna membuka kegiatan belajar mengajar. Tutor dapat membantu peserta didik untuk bercerita dengan pertanyaan – pertanyaan mengenal kegiatan sehari – hari. Langkah – langkah kegiatan. dan keterampilan fungsional. Langkah-langkah tersebut. menuliskan di papan tulis/kertas dindint. berhitung. tutor perlu membantu peserta didik belajar dari pengalaman sendiri (BDPS). 1. Kepada peserta didik yang belum dapat membaca dan menulis. yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan pembelajaran. 3. dan sebagainya ? Berapa ?  Berapa  Berapa  Berapa  Berapa  Berapa lama waktu yang diperlukan untuk membentuk kelompok belajar ? lama waktu yang diperlukan peserta didik untuk satu kali pertemuan ? jam. Untuk memperjelas langkah-langkah kegiatan di atas. tabel dan kalender kegiatan / jadwal. bukan berarti langkah yang baku/kaku atau harus berurutan. acara adat. 3 . PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam kelompok belajar keaksaraan fungsional terdiri atas lima kegiatan.

Langkah – langkah Kegiatan 1. Kemudian tutor meminta salah seorang peserta didik untuk membacakannya dan diikuti oleh yang lain. mengingat hari – hari yang dianggap penting. Keterampilan Setelah peserta didik berdiskusi tentang masalah yang dihadapi dan menemukan jalan keluarnya. Tutor menyanyakan potensi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup peserta didik. dalam 1 minggu. Tutor meminta peserta didik untuk mendiskusikan apa yang telah dibaca. 4. simbol atau menuliskan namanya langsung di peta. kemudian membacanya. PETUNJUK PENGGUNAAN KALENDER KEGIATAN 1. TOPIK PEREKONOMIAN a. peserta didik dilatih untuk merencanakan sesuatu kegiatan yang akan dilakukan pada masa mendatang. bila semua peserta didik sudah selesai menyalin.6. 3. Siapa yang mengundang ?. kebutuhan dan potensi yang ada di sekitar. hasil penjualan. Tutor menanyakan tentang keadaan geografis desa. Kegiatan ini disamping untuk mengingat kejadian yang telah lewat. 7. masalah. jumlah warung. Menjual barang. 2. sawah. KETERAMPILAN : Mengatur waktu untuk keluarga. Tutor menyanyakan kegiatan yang rencananya akan diadakan pada tanggaltanggal dalam bulan itu. Misalnya “Membuat Kripik Singkong” atau peserta didik bekerja bakti untuk membersihkan selokan yang menjadi sarang nyamuk dsb. Apa yang disebutkan oleh peserta didik. dan membuat perencanaan kegiatan yang akan datang. dan dapat dikembangkan terus. misalnya diiskusi tentang pemanfaatan lahan pekarangan. dan menempatkan gambar. Tutor dapat membantu peserta didik yang belum lancar menulis. Siapa saja yang diundang?. atau bahkan 3 bulan. b. 5. Tutor meminta peserta didik menulis paa kalender kegiatan bulanan yang telah disediakan. Artinya melalui teknik kalender ini. b. hasil produksi. 2 bulan. : 4 . harga pembelian puluk dsb. Apabila peserta didik ada yang buta huruf murni. diskusi tentang pemasaran hasil produksi. Menulis Peserta didik menulis pengalaman atau permasalah tentang : Pekerjaan. misalnya dengan pertanyaan (contoh) berikut : Kapan pesta diadakan ?. MENULIS & MEMBACA : Menulis tentang pengalaman sehari – hari peserta didik. maka peserta didik tersebut diminta untuk menulis kata-kata yang sederhana. Pasar. tutor mengajak peserta didik untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. diskusi tentang pengolahan hasil produksi. tutor dapat melanjutkan dengan membimbing peserta didik membuat dan mengisi kalender kegiatannya. semua pertanyaan harus dikondisikan agar peserta didik dapat menyebutkan hal – hal yang berhubungan dengan situasi. 1 bulan. Jika peserta didik masih berminat dapat disepakati lagi. Kegiatan Pembelajaran. kondisi. BERHITUNG : Cara mengukur waktu dengan jam atau menit. Tutor menerima peserta didik untuk membaca (tutor dapat membantu peserta didik yang belum lancar membaca). 2. DISKUSI Membandingkan kegiatan suami/istri/anak (keluarga). Dimana rumahnya? 6. Hari dan tanggal disesuaikan dengan bulan yang berlaku. Pada kegiatan belajar berikutnya tutor dapat membantu peserta didik menggunakan kalender kegiatan. Sedangkan untuk menentukan simbol-simbol tersebut perlu ada kesepakatan dengan warga belajar. kemudian diminta untuk menuliskannya lagi demikian seterusnya. kapan diskusi tersebut dilanjutkan. sampai waktu belajar selesai. Berhitung Menghitung jumlah rumah. Dari pertanyaan ini akan timbul pertanyaan lagi. Dalam prekatek pembuatan peta. atau mengambil salah satu bahan diskusi tersebut di atas. Kegiatan Pembelajaran Diskusi Topik diskusi yang dapat dikembangkan dari penggunaan peta.

Membaca Peserta didik mengulang kembali semua kegiatan yang telah dilakukan dengan secara bergiliran tentang hasil kerja mereka. e. tutor menganalisis hasil tulisan dan mengidentifikasi kesalahan yang dibuat peserta didik. Praktek Membaca hasil tulisan peserta didik. Tutor membacakan setengah bagian dari suatu cerita yang sudah dikenal peserta didik. kata. Tukar pengalaman dengan peserta didik mengenai siapa saja yang dapat diminta bantuannya. atau peta dan menjelaskan lokasi masalah. KESULITAN BELAJAR a.  Tutor membantu peserta didik atau peserta didik lainnya menulis kalimat yang benar melalui proses membetulkan ejaan. Melalui cara-cara tersebut akan menimbulkan motivasi bagi peserta didik. Kemudian bisa saja tutor mengambil salah satu hasil tulisan peserta didik. b.  Peserta didik menuliskan informasi lebih banyak tentang yang didiskusikan. karena tulisan mereka dapat dibaca sendidri. kemudian peserta didik membaca hasil tulisan temannya. Langkah – langkah Kegiatan 1. kemudian membaca secara bersama-sama.  Peserta didik diminta untuk saling berpasangan. lalu meminta mereka menerka kemungkinan akhir cerita tersebut. Bersama-sama mengisi tabel. Memperbaiki Hasil Tulisan  Guna membantu memperbaiki hasil tulisannya. 2. Tutor membawa suatu benda ke pertemuan di kelompok belajar. dan dapat dibaca pula oleh teman yang lain. 5 . a. CARA MENGGUNGKAPKAN HASIL TULISAN PESERTA DIDIK a. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuliskan siapa saja yang dapat membantu mereka pada tabel. Tutor menunjukkan sebuah gambar yang mengandung masalah. Kegiatan Pembelajaran Diskusi Membuka kesempatan kepada peserta didik untuk mengungkapkan kesulitan yang dalami pada waktu belajar di luar jam pembelajaran di kelompok belajar Menulis Mengajak peserta didik untuk menuliskan kesulitan mereka pada tabel. Berhitung Masing masing peserta didik saling menghitung berapa kali mereka telah minta bantuan kepada orang lain dalam satu bulan. enam bulan dst. b. b.  Peserta didik diminta untuk memberi tanggapan tentang hasil tulisan tersebut.  Tutor menganalisis hasil tulisan peserta didik dan memilih beberapa contoh untuk digunakan sebagai praktek (Tutor bisa menggunakan fotocopy untuk memperbaiki hasil tulisan). B. PEMBELAJARAN MENULIS Kegiatan pembelajaran. serta menanyakan hasil dari simulasi dan diskusi tersebut. Tutor meminta peserta didik untuk bermain peran atau simulasi dan diskusi. c. kemudian meminta peserta didik mengemukakan pendapat tentang benda yang ditunjukkan tutor. dan membantu mereka membuat jadwal (waktu kejadian) tentang sejarah desa. tiga bulan. dan meminta pendapat peserta didik tentang hubungan gambar tersebut dengan kehidupan sehari – hari yang dialami peserta didik. Diminta peserta didik agar bersedia menuliskan kesulitan-kesulitan yang dialami pada waktu belajar di luar jam KBM di kelompok belajar 3. untuk dibacakan secara bersama-sama dengan dipandu oleh tutor atau oleh peserta didik yang lain. suku kata dan huruf. d.  Meminta peserta didik mencoba mencari kesalahan sendiri dan memperbaikinya. serta sumber pemecahannya. peserta didik membaca dan mendiskusikan hasil tulisan yang dipilih oleh tutor. Tutor bertanya pada peserta didik tentang situasi masyarakat di lingkungannya pada saat itu. masalah.Membaca Hasil tulisan dari masing-masing peserta didik ditukar satu sama lain.

seperti waktu dan kegiatan. Membaca kalimat bersama peserta didik dan menjelaskan bagaimana menghubungkan dua macam informasi.  Kolom 3 berisi langkah – langkah cara membantu peserta didik. Apakah informasi yang ditulisnya sudah lengkap ? Apakah informasinya runtut /beraturan dari kalimat pertama sampai kalimat terakhir ? Apakah pesan yang disampaikan sudah dapat dimengerti orang lain ? Ya 2 Tidak 3 Cara Membantu Peserta Didik Ngobrol bersama peserta didik tentang topik dan membantu peserta didik untuk menulis lebih jelas. Diskusi tulisan bersama peserta didik dan memberi usul tentang bagaimana menambah kalimat atau menyusun kalimat. laksanakan petunjuk yang ada di kolom 3. Membuat contoh untuk disalin peserta didik. Membantu peserta didik memperbaiki tulisan.  Kolom 2 bila jawabannya Ya lanjutkan dengan pertanyaan berikutnya. Pilih satu atau dua tulisan yang dianggap paling penting bagi peserta didik. Ngobrol bersama peserta didik tentang pesan yang ingin disampaikan dan membantu dia menulis kalimat lebih tepat. Meminta peserta didik mencari huruf yang tidak tepat dan mengoreksi kesalahannya. pada hasil terakhir. hasus mempunyai arti yang jelas. Diskusi bersama peserta didik tentang informasi tambahan yang dapat menyempurnakan tulisan. dan akhiran dan minta peserta didik mencari kata yang salah dan memperbaikinya. Tulisan peserta didik. dan disesuaikan dengan tingkat kemampuannya yang dimiliki peserta didik). Diskusi perbedaan kata. c. 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Keterangan  Kolom 1 berisi pertanyaan Tutor. Tutor dapat membantu peserta didik memperbaikinya secara perlahan – lahan. Menjelaskan tentang awalan. struktur atau ejaan bahasa daerah dan Bahasa Indonesia. Jangan membetulkan semua kesalahan pada saat bersamaan.  Peserta didik menulis kata atau kalimat dengan bahasa mereka sendiri (perlu disediakan waktu tersendiri. sisipan. Membaca kalimat bersama peserta didik dan menjelaskan bagaimana cara menggunakan tanda baca untuk menjelaskan artinya. dan akhiran) dengan tepat? Apakah menggunakan kalimat untuk menjelaskan hubungan antara dua hal. sehingga informasinya jelas dan tepat. Tutor tidak perlu khawatir bila ejaan dan tata bahasanya belum benar. 6 . Tutor membimbing dan membantu secara bertahap satu persatu dengan menggunakan pertanyaan dan langkah – langkah berikut ini : 1 Pertanyaan Anaslisa 1 2 Topik apa yang ditulis ? Apakah informasinya cukup jelas ? Apakah bentuk hurufnya sudah baik ? Apakah menggunakan bahasa informasi yang tepat? Apakah menggunakan tanda baca yang tepat di masingmasing kelimat ? Apakah penggunaan huruf besarnya sudah tepat ? Apakah penggunaan imbuhan (awalan.     Bila Tidak Prinsip-Prinsip Memperbaiki Hasil Tulisan. sisipan.

sehingga dapat menyampaikan informasi/pesan dengan jelas dan mudah dimengerti oleh orang lain. membuat sebuah cerita seharihari. kliping berita Kejar yang ditulis peserta didik/tutor.  Brosur. Dalam kegiatan ini tutor perlu merangsang atau memberi motivasi pada peserta didik agar dapat menganalisis situasi kehidupan sehari-hari berdasarkan hasi tulisan atau hasil belajar mereka. pemberitahuan. dicetak 1 atau 2 halaman berisi berita. Untuk mencapai hasil yang diinginkan. c.  Laporan Berkala. Berisi tulisan warga belajar tentang kegiatan sehari-hari. Menganlisis pengalaman.  Diskusi tentang ide-ide untuk memecahkan masalah. Berkomunikasi dangan orang lain. c.  Menulis masalah. informasi cerita dan sebagainya. b. lembar lepas yang berisi gambar dan informasi yang dapat dibaca peserta didik. b.  Catatan Harian. Prinsip – prinsip menampilkan hasil tulisan peserta didik. PEMBELAJARAN MEMBACA 1. C. dan lain-lain untuk mendukung kemampuan membaca peserta didik. 7. Kemampuan mengucapkan dan menghafal kata-kata.  Dengan menampilkan tulisan peserta didik.  Menulis ide-ide pemecahan. Bahan bacaan perlu disesuaikan dengan minat dan kebutuhan.  Menulis Kesepakatan Belajar. dapat berupa lembar lipat (leaflet). serta yang biasa digunakan peserta didik dalam kehidupan sehari – hari. bukan diketik atau difotocopy.  Menampilkan hasil tulisan merupakan salah satu cara untuk dapat memberikan informasi pada orang lain.  Peserta didik dapat membuat satu tulisan. Merangsang Warga Belajar Menganalisis Situasi. a. Menampilkan Hasil Tulisan Peserta Didik. 1) Berikan semangat kepada peserta didik agar membantu peserta didik yang lainnya. 2. Keterampilan membaca perlu dikaitkan dengan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik misalnya membaca resep makanan kemudian diikuti dengan membuat makanan. Ajarkan keterampilan menyusun kalimat dengan menggunakan kata-kata yang sudah dikuasai peserta didik.  Selebaran. a. Biasanya peserta didk sudah mempunyai kemampuan mengenal dan mengucapkan huruf atau kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Hal – hal berikut ini dapat dilakukan oleh tutor. jika mempunyai kesempatan mengikuti langkah-langkah proses menulis. biasanya tidak selalu beriringan dengan kemampuan membacannya. Ajarkan keterampilan membaca sesuai dengan tingkat kemampuan membaca peserta didik. Bentuk dan Jenis.  Menulis Rencana Aksi / Kegiatan Pelaksanaan. Pergunakan sarana belajar (buku) sesuai dengan tingkat kemampuan membaca peserta didik. Sumber Bahan Bacaan.  Koran Dinding atau Papan Berita : berisi informasi. Prinsip – Prinsip Membaca. sejarah desa dan selebaran informasi. Cara :  Salinan tangan : Peserta didik menulis salisan/tambahan dengan tangan.  Buku Catatan. akan lebih mendorong mereka untuk membaca dan menulis lebih lanjut. Cara Memilih Bahan Bacaan. biasanya peserta didik memerlukan waktu beberapa minggu buat menulis dan memperbaiki hasil tulisannya. peserta didik membuat catatan kegiatan sehari-hari. Membuat rencana. Peserta didik dapat melakukan kegiatan seperti. lalu diketik atau difotocopy beberapa lembar. terdiri atas beberapa halaman lepas.  Menyusun jadwal.  Peserta didik sebenarnya mampu membuat tulisan sederhana. Dapat 7 . Pergunakan media belajar atau sarana belajar seperti materi booklet. a. pengumuman. leaflet.

Tutor membimbing peserta didik untuk praktek memotong huruf dari suku kata maupun memotong kata dari kalimat.  Memilih kata – kata kunci / kata yang dianggap paling penting. e. Peserta didik menyalin kalimat dalam buku catatannya dan memasukkan kata-kata baru ke dalam kamus pribadinya. c. o Tutor membimbing peserta didik menyalinkan kata/kalimat yang dianggap sulit. Masyarakat. Tutor menulis kalimat tersebut di kertas.  Meminta peserta didik membaca kalimat pendek dengan struktur sederhana sederhana (mungkin kalimat pengulangan dengan campuran kata-kata daerah dan sebagainya ). sampai paham dan benar. istilah dan gambar yang terdapat dalam bahan bacaan tidak sesuai dengan tingkat keaksaraan peserta didik. o Dapat juga tutor menulis secara sederhana dengan penggalan. Koran/Surat Kabar.  Bacakan dan jelaskan isi rangkuman tersebut. Artniya mereka tidak berkesempatan sekolah. 8 . meminta mereka untuk menulis apa yang diungkatpkannya sekaligus membacakannya. Cara membantu peserta didik buta aksara murni melalui Pendekatan Pengalamatan Berbahasa. Penggalan kalimat tersebut sebaiknya dipergunakan secara berulangulang. tutor dapat membelajarkan mereka melalui teknik Pendekatan Pengalaman Berbahasa. kemudian memotongnya kata perkata.3. a. b. dengan lanjutan kalimat dari peserta didik yang berbeda-beda. menurut bahasa dan versinya sendiri. dll. Novel dan sebagainya. Tutor menulis setiap kata yang diucapkan oleh peserta didik. kemudian peserta didik menyelesaikan sesuai dengan pendapatnya. o Tutor membimbing membaca dan peserta didik menirukannya sampai lancar dan paham benar. Untuk membantu peserta didik buta aksara murni ini. Instansi/Kantor. Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Leaflet. Tutor membaca kalimat tersebut bersama-sama dengan peserta didik berulang – ulang sampai lancar. Balai Desa Organisasi. h.  Meminta peserta didik mengungkapkan pokok – pokok isi bahan bacaan menurut bahasanya sendiri. c. o Tutor membimbing warga peserta dikuntuk menyalin tulisan tersebut pada buku catatannya. pada kamus peserta didik. dan sebagainya.(PPB) Dalam satu kelompok belajar. Perorangan. kalender dan lain-lain. 4. buku-buku.  Bila peserta didik dianggap sudah membaca. gambarnya dapat diperoleh dari pembungkus obat. g. a. Majalah. Tutor atau peserta didik dapat membuat sendiri bahan bacaan dengan cara :  Gunakan kata-kata yang sudah dikenal oleh peserta didik. Peserta didik dapat menghasilkan bahan bacaan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sendiri. f. surat. Bentuk bahan bacaan. Yayasan. Kegiatan peserta didik dalam membaca dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :  Menceritakan kembali isi rangkuman bahan bacaan. biasanya ada sebagian peserta didik yang benarbenar buta aksara murni. b. Tutor membimbing peserta didik menyusun kata-kata sampai membentuk kalimat yang benar dan dapat dimengerti. dapat berupa : Buku. Langkah – langkah menggunakan PBB.  Bila peserta didik masih belum lancar membaca (tingkat pemula) maka : o Tutor membantu menulis di papan tulis tentang pokok-pokoknya saja. Tutor meminta peserta didik untuk mengucapkan satu kalimat dengan katakatanya sendiri.  Gunakan kalimat-kalimat pendek dan sederhana. d. d. Kegiatan Pembelajaran. 4. tutor perlu menyederhanakannya dengan langkah-langkah sebagai berikut :  Buat rangkuman yang berisi butir – butir penting dari isi bacaan .  Sertakan gambar sederhana yang sesuai dengan kehidupan peserta didik. Poster. atau mungkin pernah sekolah (DO SD Kelas I) kemudian tidak pernah baca tulis hitung dalam waktu yang cukup lama. Jika isi kalimat. Cara Membantu Peserta Didik Membaca. Formulir. memindahkan posisi. Tutor membantu peserta didik mengingat kata-kata dengan menggunakan permainan di antaranya : buka tutup. Tutor Menyederhanakan Bahan Bacaan. diperoleh dari beberapa sumber.

1). ribuan dan sebagainya.  Pada saat membaca teks. Kecamatan. PEMBELAJARAN BERHITUNG 1. di ladang. Mulailah selalu mendiskusikan ide secara lengkap.  f. desimal. Belajar Kata (Bahasa Indonesia / Bahasa Ibu). peserta didik mengikuti dan menirukan. Menggunakan berbagai variasi untuk membaca bersama – sama. Apa alat bantu lokal yang biasa digunakan masyarakat dalam berhitung? Apakah mereka menggunakan : garisan/meteran.  Bersama : semua peserta didik membaca bersama-sama. dan Pembagian ( : ). di pasar. Menjelaskan/mengertikan gambar/informasi pada peserta didik. Membaca Lancar. jumlah ternak peliharaan seperti ayam. 4). dll. Mengamati Kegiatan Berhitung. Perkalian ( X ). Mengingat Huruf Meminta peserta didik membawa benda atau kata. Mulailah dengan informasi yang berasal dari peserta didik yang sudah mempunyai kemampuan mengenal huruf dan kata. Berhitung apa yang digunakan orang dalam kegiatan sehari – hari. ratusan.  Tutor membaca. Membantu peserta didik membuat kamus sendiri dengan menuliskan katakata benda dan tutor mengarahkan dan memastikan apakah peserta didik dapat menemukan kata yang sejenis ? Selanjutnya peserta didik dapat membuat dan melihatnya di kamus pribadinya. pertanyaan – pertanyaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan keadaan masyarakat setempat. Apa dasar penomoran yang digunakan untuk membedakan masing-masing kegiatan penghitungan ? misalnya untuk sistem keuangan dengan menggunakan angka puluhan. b. peserta didik menuis tanggapan / respon tentang isi informasi tersebut. Susunan / urutan yang digunakan adalah sebagai berikut : Ide => kalimat => kata => huruf. ton dan seterusnya ? d. kemudian mengenalkan dan membelajarkan peserta didik dimulai dari satu kalimat. berhenti sebentar untuk mendiskusikan artinya dengan peserta didik. a. dan perkalian sederhana. Kemampuan berhitung tersebut biasanya lebih baik dari paa kemampuan menulisnya. D. Selain itu tutor perlu mengamati cara belajar keterampilan berhitung yang digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari – hari. Di bawah ini dikemukakan beberapa pertanyaan untuk membantu tutor. Apakah di masyarakat menggunakan sistem tradisional atau modern untuk menimbang atau menghibur ? Apakah di sana digunakan perhitungan yang sederhana ? Apakah masyarakat juga mengetahui tentang persamaan dan sebagainya ? 2. seperti : jumlah anak. lidi atau jari tangan ? a. Pada bilangan bulat.  Setelah membaca. tutor perlu mengamati kegiatan berhitung yang ada di masyarakat. kerikil.).  Satu – satu.  Setelah membaca. Peserta didik sudah mempunyai kemampuan / potensi menghitung yang dapat digunakan sehari – hari. Simbol-simbol apa yang digunakan dalam berhitung ? b.b. Sebagai tambahan.  Memperhatikan gambar dan mendiskusikan isi / informasinya. kalkulator. masing – masing peserta didik membaca satu kalimat. 9 . Prinsip – Prinsip Berhitung. Untuk belajar kegiatan berhitung ini. Amatilah jenis hitungan seperti apa yang biasa digunakan. penjumlahan.) 2). Sedangkan untuk menghitung berat apakah menggunakan ons. pengurangan. seperti : o Nama (sendiri. Pengurangan ( . c. dan mencari huruf pertama yang sesuai untuk nama benda / kata tersebut pada Poster Abjad. Kapan dan dimana orang biasanya melakukan kegiatan berhitung (di rumah. dan Kabupaten). anggota keluarga atau lainnya ). e. anak. meminta peserta didik membuat keterampilan tentang informasi dimaksud dengan kata-katanya sendiri. pembagian. pecahan. kilogram. Langkah – langkah Pembelajaran. kata dan huruf. d. o Alamat/tempat tinggal (Desa/Kampung. 3). c. kambing dan domba.  Biasakan menggunakan kata-kata yang sudah dikenal dalam kehidupan sehari – hari peserta didik. Konsep : Penjumlahan (+).

dengan tujuan membelajarkan peserta didik dalam memfungsikan keaksaraannya. e. dll. Contoh keterampilan fungsional itu seperti : keterampilan menjahit. dan berhitung mereka sekaligus belajar keterampilan untuk memperbaiki mutu dan taraf hidupnya.  Perlengkapan belajar. Kantor.  Penyediaan tenaga. Penilaian pada tahap ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kemampuan awal peserta didik. c). Bentuk kerjasama dengan instansi.  Sedangkan pemong belajar. dan  Menetapkan materi belajar serta metode/teknik pembelajarannya dari setiap peserta didik yang akan digunakan pada kegiatan belajar mengajar. jarak. penilaian proses. keterampilan menanam jagung. resep masakan. melaksanakan kegiatan berhitung sesuai dengan kebutuhan peserta didik mengumpulkan dan menggunakan alat lokal sebagai alat bantu berhitung. dana belajar. pertumbuhan anak. membaca. menjahit. dalam mencari dan mengumpulkan bahan bacaan. dari yang sama sekali buta aksara hingga yang sudah melek aksara. peserta didik dan tutor perlu membuat jaringan kerja dengan instansi lain. diarahkan pada pemberian keterampilan yang bersifat ekonomi produktif dan keterampilan sosial. 10 . b). Penilaian kemampuan awal membaca.  Tutor bersama-sama peserta didik mengunjungi instansi. dilakukan memllui wawancara. Kegiatan ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan program dan penerapan hasil belajar. menulis dan berhitung bisa digunakan fomat-format lain yang sesuai dengan kelompok belajarnya. Hasil dari penilaian ini akan memudahkan tutor untuk :  Mengelompokkan peserta didik berdasarkan tingkat kemampuannya. Seperti alamat peserta didik. dan memanfaatkan kesediaan instansi – instansi tersebut. kantor.  Tutor dan peserta didik mengunjungi instansi/kantor atau sumber lain yang dapat membangu Kejar. agar bersedia membantu kegiatan belajar di kelompok.c. PEMBELAJARAN KETERAMPILAN FUNGSIONAL Sambil belajar menulis. Organisasi atau Perorangan.  Petugas datang ke kelompok belajar. Penilaian Sebelum Pembelajaran. PENILAIAN Penilaian bertujuan untuk mengetahui kemajuan peserta didik selama mengikuti kelompok belajar. Ajarkan keterampilan berhitung bersama-sama dengan kegiatan yang bersifat fungsional. menerapkan kegunaan berhitung dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.  Pembentukan dan pembinaan Kejar. Kegiatan pembelajaran keterampilan fungsional ini. Manfaat kerja sama dengan instansi lain adalah dalam :  Penyediaan Bahan Belajar. A. d.  Menggali atau mewawancarai Nara Sumber yang dianggap memiliki pengetahuan dan keterampilan tertentu. Atas dasar itu tutor perlu menilai kemampuan awal setiap peserta didik dalam satu Kejar. Langkah – langkah yang dilakukan. kepala SKB atau Kepala Dinas Pendidikan Nasional. Sedangkan untuk aspek keterampilan sosial misalnya dengan membuat jaringan kerja. Tujuan lainnya adalah dalam rangka mencari informasi atau bantuan untuk memecahkan masalah-masalah yang ditemui peserta didik dengan cara : a). Kemampuan peserta didik pada awal memasuki Kejar tidak sama dan memiliki kemampuan awal yang berbeda-beda. keterampilan membuat kue.  Identifikasi dan memotivasi peserta didik. Penilaian awal pembelajaran dilakukan dengan menggunakan Format Penilaian Kemampuan Awal. Langkah – langkah mengajar berhitung untuk kelompok belajar keaksaraan fungsonal : mengetahui kebutuhan berhitung peserta didik. Penilaian merupakan tugas yang sangat penting bagi tutor dalam bentuk penilaian awal. Mencari dan mengumpulkan Bahan Bacaan. Keterampilan-keterampilan tersebut di atas harus disesuaikan dengan azas manfaat dan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik. dan penilaian hasil belajar. Menilai Kemampuan Menulis. karena sebagian besar sasaran peserta didik kelompok belajar keaksaraan fungsional adalah masyarakat miskin. dan penyelenggara bertugas membantu memberi rekomendasi melalui kepada desa. pemiliki. Oleh kerena itu. Keterampilan fungsional menjadi tekanan. 1. alamat saudaranya di tempat lain. Gunakan dan manfaatkan alat – alat yang berasal dari kehidupan peserta didik. organisasi.

Penilaian Akhir / Setelah Pembelajaran. a. Cerita bersama peserta didik tentang pengalaman menulis. a. Bentuk penilaiannya adalah berupa : 1. sedangkan materi penilaian merupakan materi belajar yang diberikan selama pembelajaran yang dapat dilihat dalam buku jurnal kegiatan pembelajaran. Bagi yang belum dapat membaca. C.  Kesimpulan kegiatan calistung yang dilaksanakan. Ngobrol bersama peserta didik tentang pengalaman berhitung. c. Penilaian ini bertujuan untuk mengukur hasil kemampuan fungsional peserta didik dari seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan format Penilaian Kemajuan Kemampuan Fungsional. yakinkan bahwa belajar membaca itu mudah dan menyenangkan. Jenis keterampilan berhitung dan alat berhitung apa yang bisa digunakan oleh peserta didik. dan memilih pertanyaan seperti berikut :  Pernahkah melakukan kegiatan membaca ?  Membaca tentang apa ?  Apakah dalam kehidupan sehari-hari anggota keluarga juga melakukan kegiatan membaca ?  Dalam menyampaikan berita atau informasi. 2. c. d. Penilaian Kemampuan Kemajuan Fungsional. Perhatikan kamampuan membaca dari masing-masing peserta didik. 11 . Tutor mengobservasi dan melakukan wawancara sederhana tentang kemampuan berhitung peserta didik. d. Tutor meminta peserta didik untuk memilih bahan tulisan nama yang mereka sukai. Ajak peserta didik untuk mengutarakan pengalamannya dalam membaca. Menilai Kemampuan Membaca. Tutor meminta peserta didik untuk menulis judul.Perlihatkan beberapa contoh bahan bacaan seperti bungkus obat atau makanan yang sederhana dan menarik minat peserta didik. selama satu periode kegiatan pembelajaran. dan memilih pertanyaan seperti berikut :  Apakah anda senang menulis ?  Mengapa mau menulis ?  Apa bahan bacaan yang ditulis ?  Apakah Ibu membaca sendiri atau mendengar (dibacakan oleh orang lain) ?  Kesulitan apa yang dialami dalam menulis ? 2. Memilih pertanyaan seperti berikut :  Apakah bapak/ibu/saudara sudah bisa berhitung ?  Tahukah cara menulis nomor ?  Apa kesulitan berhitung yang sering ditemui ?  Apakah menggunakan alat – alat seperti ukuran. Tutor dapat melakukannya dengan cara mereview bersama peserta didik. Aspek pengukuran/aspek yang dinilai pada proses pembelajaran adalah Kemampuan Peserta Didik selama proses pembelajaran dilaksanakan. Penilaian setelah pembelajaran pada intinya adalah untuk mengetahui hasil kemampuan fungsional peserta didik. timbangan dan sebagainya? Penilaian Selama Pembelajaran. Dalam penilaian akhir ini juga masih menggunakan penilaian awal yang pernah dilakukan guna mengetahui sejauh mana kemajuan yang dicapai. c. Format format yang digunakan untuk menilai masih menggunakan format penilaian sebelum proses pembelajaran/penilaian awal guna mengetahui sejauhmana kemajuan peserta didik dapat ditingkatkan. apakah ibu membaca sendiri atau hanya berbicara dan orang lain yang menuliskannya ?  Mengapa mau membaca ?  Apa kesulitan yang dialami dalam melakukan kegiatan membaca ?  Apakah sudah bisa membaca sendiri ? B. Laporan Akhir merupakan kesimpulan laporan tutor setelah selesai mengajar berisi :  Kesimpulan merencanakan kelompok belajar. menjelaskan gambar. a. Membuat Laporan Kegiatan Kelompok Belajar. Tutor menganalisis hasil tulisan peserta didik. b. b. Penilaian Kemampuan Berhitung. b. Cerita bersama peserta didik tentang pengalaman membaca. 3. atau menulis isinya.  Kesimpulan kegiatan keterampilan yang dilaksanakan.

Oleh karena itu dituntut 12 . Proses pembelajaran orang dewasa buta aksara tidak datang begitu saja. Sering kali tutor mengalami kesulitan untuk memulai pembelajaran. Ada peserta didik yang lebih berminat untuk mempelajari bidang pertanian dibandingkan dengan perdagangan. Dalam proses pembelajaran buta aksara dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Setiap peserta didik memiliki minat dari kebutuhan yang berbeda dengan peserta didik lainnya. Keduanya menyatu menjadi satu bahan yang tak terpisahkan dalam proses pembelajaran program Keaksaraan Fungsional. Terdapat pula peserta didik yang tertarik pada bidang perdagangan daripada bidang seni. Sedangkan penyusunan bahan ajar adalah suatu upaya merumuskan atau merancang materi dan alat yang akan disajikan dalam proses pembelajaran berdasarkan tema-tema yang telah ditetapkan. Untuk memulai pembelajaran di kelompok belajar orang dewasa tidak mudah bagi kita apabila belum memiliki pengalaman membelajarkan peserta didik yang belum dewasa. tetapi melalui proses penggalian minat dan kebutuhan. Oleh karena itu dalam pedoman ini tidak dipisahkan antara pemilihan tema pembelajaran dengan penyusunan bahan ajar. Pemilihan tema dalam proses menggunakan pendekatan pembelajaran partisipatif dapat dimulai pada saat tutor berhadapan dengan peserta didik dalam kelompok belajar. kota. Upaya tutor untuk mencari. dan keputusan bersama di kelompok belajar.  Kesimpulan kemajuan dan hasil peserta belajar. Oleh sebab itu sebelum memulai proses pembelajaran kesiapan tutor amat diperlukan agar hasil dan dampak belajar dapat dicapai secara optimal. Perbedaan dapat dilihat dari lingkungannya seperti desa. menemukan. pengalaman. daerah pantai. pegunungan dan daerah terpencil. Kadang-kadang mereka bingung memilih tema dan bahan ajar yang cocok dalam proses pembelajaran di kelompok belajar orang dewasa. memilih dan menetapkan tema-tema belajar yang dilakukan dalam proses pembelajaran itulah yang disebut Pembelajaran Tematik. Kesimpulan dalam mengatasi hambatan dan strategi yang dilakukan. pemilihan tema tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait dengan bahan ajar. BAHAN AJAR DAN PEMBELAJARAN TEMATIK PADA KEAKSARAAN FUNGSIONAL PENDAHULUAN Sebagaimana diketahui bahwa sasaran program Keaksaraan Fungsional sebagian besar adalah peserta didik berusia dewasa.

Apakah mereka takut ? Apakah mereka bahagia ? Apakah kata tersebut membuat mereka marah. malu atau ketakutan ? d. Memberikan arah pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Tutor harus mengunjungi atau mengenal tempat-tempat di mana orang-orang sering berdiskusi secara terbuka tentang masalah-masalah masyarakat. TUJUAN Pemilihan tematik dan penyusunan bahan ajar dalam program Keaksaraan Fungsional bertujuan untuk : 1. Cara menemukan tema pembelajaran dan penyusunan bahan ajar tematik dapat dilakukan melalui proses penemuan sebagai berikut : 13 . Tema yang dikembangkan juga harus bisa merangsang emosi dalam perdebatan atau diskusi ketika mereka membahasnya. maka diharapkan akan diperoleh : 1. a. (2) potensi dan karakteristik lingkungan. Tema yang dikembangkan harus berupa masalah atau topik yang paling terasa. Membantu memperjelas materi yang disajikan sehingga mudah diterima oleh peserta didik. 4. Catatlah tema-tema yang anda dengar dan amati ke dalam buku catatan sekaligus ide yang akan dikembangkan di dalam kelompok belajar. Pengamatan. 2. bukan ditekankan pada kemauan tutor. anda harus mendengar atau memperhatikan emosi yang tersembunyi dibalik kata yang mereka ucapkan. PENGERTIAN 1. Pengembangan tema di dalam kelompok belajar Keaksaraan Fungsional tutor harus mempunyai perhatian dan hubungan saling percaya dengan peserta didik. 2. Mencatat. Merangsang peserta didik untuk aktif dalam memutuskan kebutuhan belajarnya sendiri. 3. PROSES PENEMUAN TEMA 1. Mengamati situasi kehidupan masyarakat. Melakukan pembatasan materi agar tidak terlampau luas. Bahan ajar tematik yang dimaksud dalam pedoman ini adalah materi dan alat yang akan disajikan dalam proses pembelajaran sesuai dengan tema yang dipilih. Mengenal kehidupan masyarakat. 2. Tematik adalah pokok isi atau wilayah isi dan suatu bahasan materi yang terkait dengan masalah dan kebutuhan lokal yang dijadikan tema atau judul dan akan disajikan dalam proses pembelajaran di kelompok belajar. dan menjadi pengamat aktif di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. 4. Ketika tema yang dikembangkan berhubungan dengan sesuatu yang peka. Mendengar. serta (3) situasi belajar pada saat itu. Dengan demikian. Tugas tutor adalah memilih tema dan menyusun bahan ajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. PENEMUAN TEMA DAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR a.kemampuan tutor untuk dapat memilih tema pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Buku catatan tersebut dapat digunakan sebagai sumber ide untuk mengembangkan rencana pembelajaran bersama peserta didik. Arah pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. serta dapat menyusun bahan belajar sesuai dengan tema yang dipilih. b. yaitu (1) minat dan kebutuhan. Memperjelas materi sajian agar cepat dan mudah diterima peserta didik. Tutor dapat menggunakan diskusi informal untuk mengatasi tema hangat yang dapat dikembangkan di dalam kelompok belajar KF. pertemuan tema itu penting karena dapat memberikan arah belajar yang tepat sesuai keinginan peserta didik serta dapat menentukan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Persiapan Sebelum Menemukan Tema. Perumusan tema dan bahan ajar bertujuan agar proses pembelajaran memperoleh hasil belajar yang maksimal bagi peserta didik. Mempercepat dan meningkatkan hasil dan dampak belajar dalam proses pemberantasan buta aksara. HASIL YANG DIHARAPKAN Melalui pemilihan tema dan penyusunan bahan ajar yang tepat. 3. Tutor perlu mengenal dengan baik masyarakat di sekitar peserta didik. Situasi belajar yang terjadi pada saat tutor melakukan pembelajaran juga dapat menentukan pemilihan tema. 2. Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam program pemberantasan buta aksara. Pemilihan tema dan bahan ajar sebaiknya dilakukan secara fleksibel dan memperhatikan tiga faktor. Adakah yang unik dari kebiasaan masyarakat dan lingkungan sekeliling mereka ? c.

misalnya diperoleh skala prioritas sebagai berikut : Banyaknya Prioritas  Saya ingin belajar menanam sayuran (IIII) 1  Saya ingin belajar membaca (III) 2  Saya ingin belajar memasak (II) 3  Saya ingin belajar menjahit (I) 4  Dan seterusnya. yang banyak diminati peserta didik adalah “belajar menanam sayuran” maka tema pembelajaran adalah “menanam sayuran. Tutor meminta peserta didik untuk menuliskan di buku tulis masing – masing. dan situasi-situasi peserta didik. setiap peserta didik memiliki latar belakang sosial ekonomi yang berbeda walaupun umumnya mereka berasal dari strata sosial ekonomi yang rendah. pemilihan tema sebaiknya berupa tematema hangat dan fungsional agar peserta didik memiliki kesan yang mendalam dan termotivasi dalam belajar. Tema menemukan tema pembelajaran dan penyusunan bahan ajar tematik dapat dilakukan melalui proses penemuan sebagai berikut : Misalnya : Tutor menanyakan kepada setiap peserta didik : “Apa yang Bapak/Ibu ingin pelajari dari kegiatan sekarang ?” b. karakteristik atau potensi lingkungan. MERUMUSKAN PEMBELAJARAN TEMATIK Sebelum memulai pembelajaran. Tema diperoleh dari pokok-pokok bahasan dalam modul Keaksaraan Fungsional. Setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda. Di samping itu. Hasil kegiatan di atas kemudian dibuatkan skala prioritas. Berdasarkan hasil di atas. Perbedaan ini menjadi dasar atau bahan pertimbangan bagi tutor dalam menentukan tema-tema dan bahan ajar dalam pembelajaran di kelompok belajar. Kemudian tutor memotivasi peserta didik agar terjadi diskusi. 2. Tutor sebaiknya memilih tema dan bahan ajar fungsional. Tutor melakukan pengenalan (identifikasi) karakteristik peserta didik. c. Setelah dibuatkan skala prioritas. Tema dan bahan ajar dianggap cocok apabila tema dan bahan ajar yang disajikan sesuai dengan minat dan kebutuhan. b. Tutor dituntut kemampuannya untuk menggali permasalahan-permasalahan dan merumuskannya dalam bentuk tema dan bahan ajar yang menarik untuk dipelajari. Pemilihan tema dan bahan ajar yang tepat dan fungsional merupakan modal awal keberhasilan belajar dalam program keaksaraan fungsional. b. Maksud tema dan bahan ajar fungsional adalah tema dan seperangkat bahan ajar yang akrab dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.” dan seterusnya. Tema-tema yang usang atau asing dengan peserta didik sebaiknya dihindari. kemudian membaca ulang bersama-sama atau secara bergiliran. Kesalahan dalam menentukan tema dan bahan ajar menjadikan hasil belajar tidak optimal. Tutor meminta seluruh peserta didik untuk menulis pada buku masing-masing. Apabila tema tersebut sudah ditentukan dan disepakati bersama. Dalam program Keaksaraan Fungsional.” Pokok bahasan dapat berubah menjadi “Menabung di Bank Menguntungkan”’ Demikian juga pokok bahasan “Menabung sayuran” dapat berubah menjadi “Pemanfaatan halaman rumah. h. baik menyangkut minat dan kebutuhan. Langkah lain dapat dilakukan dalam proses penemuan tema adalah sebagai berikut : a. misalnya dengan mengajukan pertanyaan :  Apa yang biasa ditanam di belakang/halaman rumah ?  Bagaimana cara menanam yang baik ?  Bagaimana cara memelihara tanaman ?  Bagaimana agar tanaman tumbuh subur dan bebas dari penyakit ?  Dan seterusnya ? f. maka salah seorang peserta didik diminta menulis judul/tema dimaksud di papan tulis. Karena cara membuat tanda tangan dibutuhkan untuk urusan-urusan 14 . Langkah yang ditempuh dalam merumuskan tema dan bahan ajar. untuk merumuskan tema-tema yang cocok dan bahan ajar yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran. Tutor meminta seluruh peserta didik untuk membaca secara bersama-sama hasil tulisan tersebut. pengalaman. yang berjudul “Bank dan Koperasi” terdapat pokok bahasan : ”Menabung.” d. Contoh : Kartu Tanda Pengenal (KTP) Peserta didik akan lebih tertarik membuat “tanda tangan” dirinya ketimbang belajar “Ini budi”. g. bukan tulisan yang ada pada papan tulis). e. maka ditemukan tema pembelajaran. maupun masalah yang dihadapi. karena bisa jadi tidak menarik bagi peserta didik.a. adalah : 1. sebelum memulai pembelajaran. (Catatan : membaca tulisan masing-masing. tutor harus mendiskusikan dengan peserta didik.

JENIS – JENIS TEMA DAN BAHAN AJAR YANG DISAJIKAN Tema dan bahan ajar yang dipilih untuk proses pembelajaran dalam Keaksaraan Fungsional sangat beragam. keinginan. serta masalah yang dihadapi peserta didik. 4. Tema ini mungkin menarik bagi peserta didik. Tanaman obat e. Pilihlah tema dan bahan ajar yang sederhana. peserta didik diminta menyebutkan kebutuhan belajar baca tulis yang diinginkannya. Pendidikan keluarga b. Pilihlah bahan ajar yang murah. dan sebagainya. Kesehatan : a. 4. 2. Pilihlah bahan ajar yang memberi manfaat. atas kesepakatan dengan peserta didik. memilih tema dan bahan ajar yang diinginkan kedua pihak. Contoh : Menggunakan istilah penghijauan (bukan reboisasi atau konservasi). Tutor melakukan pengenalan lingkungan sekitar peserta didik. Tutor meminta peserta didik mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dihadapinya. Misalnya karakteristik lingkungan desa atau kota. Misalnya. Sebaliknya. Contoh : Menggunakan istilah KTP (bukan identitas diri). Oleh karena itu tutor perlu merumuskan tema dan bahan ajar yang sesuai dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Secara umum materi yang dapat disajikan atau dikembangkan dalam proses pembelajaran tematik antara lain meliputi pengetahuan. mengurus surat nikah. Pilihlah tema dan bahan ajar yang menarik. Proses pengembangan tema seyogyanya berangkat dari masalah dari kebutuhan masyarakat setempat yang dikenal dengan pendekatan lokal. di lingkungan kota. tergantung pada tiga hal yaitu : (1) minat dan kebutuhan peserta didik. c. banyak bahan terbuka.administrasi di desa yang berkaitan dengan kepentingan dirinya dalam mengurus KTP. (2) karakteristik lingkungan dimana peserta didik tinggal. 6. Selanjutnya tutor. Pemilihan tema dan bahan ajar untuk lingkungan desa akan berbeda karakteristiknya dengan karakteristik tema dan bahan ajar pada lingkungan kota. Maka sebaiknya tutor memilih tema dan bahan ajar tentang “cara membuat tanda tangan”. Uang c. 3. Dari tema ini pula tutor dapat mengembangkan proses pembelajaran tematik menjadi lebih detil dan luas. Keterampilan produktif 15 . Pendidikan anak 2. dan kebutuhan. lahan sempit. peserta didik memiliki ciri-ciri hidup di sektor perdagangan dan jasa. penduduk padat. jenis kelamin dan sebagainya. Ekonomi / Pendekatan : a. Contoh : Di lingkungan nelayan lebih cocok dikembangkan tema tentang ikan daripada tema tentang metropolitan. nama orang tua. dan (3) situasi dan kondisi saat proses pembelajaran berlangsung di kelompok belajar. Menjaga kesehatan diri b. brosur. Tema dan bahan ajar yang dipilih sebaiknya berjenjang dari tingkatan yang mudah dan konkrit menuju tema dan bahan ajar yang sulit dan abstrak (tergantung kemampuan peserta didik). Pilihlah bahan ajar yang mudah dipelajari. Menanggulangi penyakit 3. d. Penentuan tema dan bahan ajar berdasarkan hasil penilaian terhadap kebutuhan dan masalah yang dihadapi peserta didik. sikap dan keterampilan. masalah sampah dan lalu lintas padat. minat. 5. 7. Penyakit berbahaya d. peserta didik banyak memiliki waktu luang. dan jauh dari hiruk pikuk lalu lintas. Lingkungan desa memiliki ciri-ciri agraris. pengalaman. Pekerjaan dan sumber pendapatan b. Contoh : Pada bulan Agustus dianggap tepat untuk mengangkat tema kemerdekaan. bungkus obat dll. alamat. brosur. Pendidikan : a. Pemilihan tema dan bahan ajar dapat dimulai dengan mengidentifikasi : ide/gagasan. Contoh : Kisah-kisah nyata dan berhubungan dengan kebutuhan peserta didik (bukan khayalan). Kebersihan lingkungan c. Contoh : Poster. KRITERIA MEMILIH TEMA DAN BAHAN AJAR 1. 3. Contoh : Si Jago Merah (untuk menggambarkan ganasnya api). Pilihlah bahan ajar yang tepat waktu penggunaannya. Secara umum tema-tema yang dikembangkan berkaitan dengan pembangunan manusia yang meliputi : 1. Misalnya cara membuat nama. nama anak. bungkus obat dll. Contoh : Poster. 8.

PROSES PEMBELAJARAN Pembelajaran tematik dilakukan melalui proses sebagai berikut : 1. Pemilihan masalah oleh tutor dapat dimulai dengan cara tutor menanyakan masalah – masalah yang dihadapi peserta didik atau kebutuhan (keinginan-keinginan) apa yang ingin dikuasai dalam proses pembelajaran. Dari 16 . Lembar kerja berisi soal-soal. Berupa buku kecil berisi informasi yang perlu diketahui dan dipelajari peserta didik. PROSES PEMBELAJARAN. Yang berisi petunjuk belajar. dan sebagainya. (Buku Kecil) Booklet. mengenal binatang dan tumbuhan di Indonesia. Keamanan lingkungan Topik – topik materi tersebut dapat diangkat dan dikembangkan menjadi tema-tema dan bahan ajar yang lebih konkrit dan terkait langsung (fungsional) dengan kehidupan sehari-hari warga belajar. dan alamat. Bahan belajar KTP merupakan salah satu materi yang berhubungan dengan kesadaran berwarga negara. Disamping itu peserta didik juga dapat belajar tentang nama pahlawan. 5. instruksi-instruksi atau kegiatan warga belajar yang harus diselesaikan warga belajar. b. tema dan bahan ajar yang dipilih adalah “Menulis Nama Diri dan Anggota Keluarga. Jenis bahan ajar untuk program Keaksaraan Fungsional dapat berbentuk antara lain : 1. 4. serta mengenal daerah di Indonesia. Dari nama berkembang menjadi nama peserta didik lain dalam satu kelompok belajar. PENGEMBANGAN DAN EVALUASI PEMBELAJARAN TEMATIK A. 3. Berbentuk lipatan tergantung dari banyaknya tulisan dan gambar. isian. maukah bapak/Ibu belajar bersama agar bisa menulis nama sendiri atau anggota keluarganya. c.” Dari tema ini akan dapat dikembangkan bahan ajar lebih lanjut yang terkait dengan tema tersebut misalnya menulis. Uang sebagai alat pembelajaran untuk mengenal angka dan huruf. nama orang tua. Tutor menuliskan tema dan bahan ajar sebagai hasil dari pengenalan dan pengkajian masalah di atas (butir 1). menulis. Kewirausahaan 4. katakan bahwa bapak/ibu pasti bisa asal ada kemauan belajar. Proses pembelajaran tematik dimulai dari mengenali masalah yang dihadapi peserta didik. Diupayakan agar tema dan bahan ajar yang dipilih tidak terlalu umum. mengenal identitas diri. tetapi lebih spesifik. dan ada yang berseri yang disebut Poster Seri (terdiri atas lebih dari satu poster). Lembar Kerja Peserta Didik. memuat informasi berisi teks (tulisan) dan gambar. Pemerintahan desa d. langkah-langkah atau prosedur dalam mempelajari suatu materi atau keterampilan. Berikan motivasi.d. yaitu tema dan bahan ajar “Menulis Nama Diri dan Anggota Kelompok. Poster Berisi gambar dan atau tulisan yang mengandung pesan-pesan tertentu yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Mengembangkan kelompok e. 7. Misalnya. nama. agama dan hobi/kegemaran. Hasil identifikasi masalah tersebut. Lembaran Lepas (Leaflet). alamat. Poster ada yang bersifat tunggal dan disebut Poster Tunggal. Jika tidak bisa. Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai sarana bahan ajar untuk melatih peserta didik dalam hal membaca. berhitung. Kaset Kaset dapat digunakan sebagai sarana bahan ajar berisi pesan – pesan yang perlu diketahui oleh warga belajar. Tugas ini harus dikerjakan secara mandiri.” 2. berisi materi atau petunjuk belajar secara ringkas. kartu keluarga dll c. Mengurus KTP. anak. 2. 6. tetangga. materi belajar. Lembaran lepas. Mintalah peserta didik untuk menulis namanya sendiri di buku yang telah disediakan. Menulis Identitas b. Kesadaran Berwarganegara : a. Misalnya : a. sudah dapat mengangkat satu tema dan bahan ajar dalam proses pembelajaran di kelompok belajar.

B. Agar tidak menjenuhkan peserta didik maka sebaiknya tidak mengulang tema yang sama. alamat kantor. baik tulisan maupun ucapan (bacaan). PENGEMBANGAN TEMA DAN BAHAN AJAR Dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada kelompok belajar di lapangan. (untuk mengobati sakit apa dsb). Tema dan bahan ajar yang telah ditentukan di awal pembelajaran dapat berkembang menjadi sub – sub tema. Peserta didik dapat menyebutkan tema-tema baru. dengan meminta peserta didik untuk membawa tanaman atau tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat.alamat berkembang menjadi alamat rumah. dan berhitung (calistung) secara berjenjang. Contoh Penemuan Tema dan Pembelajaran Tematik 1. Pengukuran terhadap keberhasilan memilih tema dan penyusunan bahan ajar yang dilakukan tutor. Meminta peserta didik untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau kebutuhan belajar peserta didik. MENGEVALUASI PEMBELAJARAN TEMATIK 1. dan situasi kondisi peserta didik). Lampiran 1. apabila : a. Evaluasi Peserta Didik Untuk mengetahui keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran tematik dapat dilihat dari : a.  Tidak bisa membaca dan menulis surat. Penulisan nama diri dan keluarga ditulis secara berulang ulang hingga peserta didik lancar menulisnya. 2. tetapi beralih ke tema yang lain. pengetahuan dan keterampilan fungsional dari tematema yang dipelajari. Meningkatnya kemampuan membaca. maka dapat dilanjutkan atau ditingkatkan ke dalam tema dan bahan belajar berikutnya. Pengembangan tema dan bahan ajar dapat dilakukan dengan cara : 1. Tema dan bahan ajar dapat merangsang peserta didik untuk ingin mengetahui lebih dalam . Misalnya “Alamatku”. Adanya perubahan sikap. atau masalah-masalah baru yang. b. kalau mungkin. Mintalah kepada mereka untuk menggambar atau menempel (jika mungkin) setiap tanaman yang mereka bawa. Evaluasi Tutor Untuk mengetahui keberhasilan tutor dalam memilih tema-tema dan bahan ajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. Mengembangkan ide diskusi :  Apa kegunaan dari tanaman obat ? Untuk obat sakit apa ?  Bagian tumbuhan mana yang dapat digunakan sebagai obat ?  Bagaimana cara menggunakan. dan sebagainya.  Tidak bisa membaca dan mengisi rekening listrik. menulis. Mengidentifikasi berbagai masalah yang berkembang di masyarakat terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari – hari. tanyakan kepada mereka bangunan dari masing-masing tanaman obat yang mereka bawa. Contoh :  Tidak bisa membaca dan menulis KTP. Tema dan bahan ajar mendorong peserta didik untuk belajar aktif . maka perlu dilakukan evaluasi. mintalah kepada peserta didik menunjukkan dan menyebutkan nama tanaman obat yang mereka bawa satu demi satu. Tahap pertama. misalnya : b. Tahap kedua. Jika dari nama-nama itu tema. Tema dan bahan ajar dapat mengembangkan materi lebih jauh. c. sehingga pembelajaran menjadi dinamis. mintalah mereka membawa lebih dari satu jenis tanaman obat. alamat desa. c. atau masalah – masalah baru yang dihadapi di lingkungannya. 3. Tema : Kesehatan Topik : Tanaman Obat Pembelajaran tematik untuk topik tanaman obat dapat diawali pada pertemuan sebelumnya. C. Membuat peta masalah dengan mengelompokkan berdasarkan bidang masalahnya.  Tidak bisa membaca kuitansi. dinilai baik. beberapa banyak ?  Apakah obat dari tanaman tersebut dapat kita buat sendiri atau perlu orang tertentu dengan keahlian khusus ? Jika demikian siapa yang bisa ?  Apakah tanaman obat itu tumbuh dengan sendirinya atau perlu dibudidayakan ?  Apakah tumbuhan tersebut mudah didapat ?  Dsb ? 17 . tematema dan bahan ajar yang telah dirumuskan atau disusun dapat dikembangkan lebih lanjut oleh tutor dengan memperhatikan ketiga syarat yang telah ditentukan di atas (sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik. karakteristik atau potensi lingkungan. maka dapat muncul tema “Nama diri” atau “Nama diri dan keluargaku. 2.” Jika nama-nama itu sudah dikuasai oleh peserta didik.

Berkonsultasi dengan sumber belajar yang lebih terampil dalam membuat obat tradisional.  Membaca dan menulis resep. Kemudian muncuk keinginan peserta didik lainnya untuk bisa membuat kripik pisang. 3.Mengembangkan ide membaca dan menulis  Membaca dan menulis nama-nama tanaman obat. Mengembangkan ide tindakan. 5. 18 . jika kita mempunyai 3 batang kunyit berapa helai daunnya ? dsb. dan kartu kalimat yang berhubungan dengan keripik pisang. 4. Membantu peserta didik menulis dengan membuat kata dan kalimat secara bertahap. 4. termasuk resep membuat keripik pisang. kartu kata. Bersama nara sumber teknis menjelaskan cara membuat keripik pisang. yang kemudian dijadikan bahan tematik yaitu “Membuat Keripik Pisang”. 2. Mengenal ukuran-ukuran baku yang sesuai dengan resep yang dipelajari. Membaca buku resep dan mempraktekkannya. setiap pekerjaan berhitung harus mempunyai kegunaan praktis bagi peserta didik. Misalnya. 2. Tutor Kejar KF “Flamboyan” Keluaran Karangduak. “Kapan kita mulai belajar keripik pisang?” tanya tutor kepada peserta didik. 9. adalah bahan baku tersedia. 7. Memperkenalkan bahan-bahan pembuat keripik pisang. Dicicipinya keripik pisang itu oleh teman-temannya di kelompok tersebut. Setelah melalui proses diskusi akhirnya disepakati untuk belajar membuat kripik pisang. Atau peserta didik tahu siapa yang bisa membuat keripik pisang dan mau mengajari. Sebelum hari belajar dimulai tutor menghubungi nara sumber yang bisa membuat keripik pisang. Membuat apotek hidup di kebunnya masing-masing. satu batang kunyit memiliki empat helai daun. waktu yang diperlukan dan sebagainya. Tutor menyiapkan gambar pisang. Dari tema tanaman obat dapat dikembangkan kegiatan aksi agar peserta didik bersamasama membuat obat dari tumbuhan yang ada di sekitarnya. ada salah seorang peserta didik yang membuat keripik pisang. Membuat daftar tanaman obat serta kegunaannya. 2. Bagi peserta didik yang sudah bisa menulis dapat diberi tuga untuk membuat dan menulis kalimat sederhana kemudian peserta didik yang lain diminta membaca tulisan teman-temannya. 8. kartu kata. Di 1. Untuk meningkatkan kemampuan berhitung peserta didik. Untuk kata-kata baru yang sebelumnya tidak dikenal oleh mereka dapat ditulis di dalam kamus pribadi. Memperkenalkan resep. “Minggu depan saja” jawab peserta didik didik serempak. Kegiatan berhitung jangan hanya dikhususkan untuk ukuran dan jumlah tumbuhan. hari yang telah dijanjikan. 3.  Membaca dan menulis jenis-jenis penyakit. Membimbing peserta didik berhitung. Pada suatu pertemuan pembelajaran KF. apakah diantara peserta didik ada yang bisa membuat kripik pisang. Kegiatan lain yang mungkin dapat dilakukan adalah : 1. akan tetapi dapat pula dikembangkan lebih luas. dan kartu kalimat yang sudah dipersiapkan. Akan tetapi Ibu Sutiarni terlebih dahulu berdiskusi tentang bahan baku pembuatan kripik pisang. ukuran. membuat kartu huruf. Tema : Topik : Keterampilan Membuat Keripik Pisang Tema ini dikembangkan dan diceritakan oleh Ibu Sutiarni. 6. Memperkenalkan alat-alat pembuat keripik pisang. Keinginan peserta didik tersebut ditanggapi oleh tutor. Tutor juga mempersiapkan alat-alat yang digunakan dalam membuat keripik pisang. Di samping itu tutor juga mempersiapkan bahan yang berhubungan dengan keripik pisang. Dari kasus tersebut secara tidak langsung sudah dirumuskan tema pembelajaran bersama peserta didik. Mengembangkan ide berhitung Belajar berhitung dapat difokuskan pada jumlah setiap tanaman atau bagian tanaman. ternyata rasanya enak. Membimbing peserta didik membaca kartu huruf. Kecamatan Kota Sumenep Propinsi Jawa Timur. tutor melaksanakan pembelajaran sebagai berikut : Menempelkan gambar pisang dan gambar keripik pisang.

11. 14.10. Mengembangkan tema-tema baru yang berhubungan dengan keterampilan yang dipelajari. Pembelajaran calistung dilakukan secara berulang-ulang sampai peserta didik dapat membaca resep sendiri. 19 . 13. Praktek membuat keripik. 12. Belajar menghitung keuntungan penjualan keripik pisang. Belajar menghitung biaya pembuatan keripik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful