Keseimbangan Ekonomi Tiga Sektor

PEMBAHASAN KESEIMBANGAN EKONOMI TIGA SEKTOR Perekonomian tiga sektor adalah perekonomian yang terdiri dari sektor-sektor yang berikut: rumah tangga, perusahaan dan pemerintah. Dengan demikian dalam menganalisis perekonomian tiga sektor pada hakikatnya akan diperhatikan peranan dan pengaruh pemerintah keatas kegiatan dalam sesuatu perekonomian. Campur tangan pemerintah dalam perekonomian menimbulkan dua perubahan penting dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional, yaitu: Pungutan pajak yang dilakukan pemerintah akan mengurangi pengeluaran agregat melalui penguranga atas konsumsi rumah tangga. Pajak memungkinkan pemerintah melakukan perbelanjaan dan ini akan menaikkan perbelanjaan- perbelanjaan agregat. Perubahan-perubahan ini penting pengaruhnya kepada penetuan keseimbangan pendapatan nasional. Perekonomian tiga sektor disebut juga perekonomian tertutup. Karena ketiadaan perdagangan luar negeri. Aliran Pendapatan Dan Syarat Keseimbangan Aliran pendapatan dan pengeluaran Campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan tiga jenis aliran baru dalam sirkulasi aliran pendapatan. Tiga jenis aliran yang baru tersebut adalah : Pembayaran pajak oleh rumah tangga dan perusahaan kepada pemerintah. Pembayaran pajak tersebut menimbulkan pendapatan kepada pihak pemerintah. Ia merupakan sumber pendapatan pemerintah yang terutama. Pengeluaran dari sektor pemerintah ke sektor perusahaan. Aliran ini menggambarkan nilai pengeluaran pemerintah keatas barang-barang dan jasa yang diproduksikan oleh sektor perusahaan. Aliran pendapatan dari sektor pemerintah sektor rumah tangga. Aliran itu timbul sebagai akibat dari pembayaran keatas konsumsi faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh pemerintah. Dengan adanya tiga aliran tersebut corak aliran pendapatan dalam perekonomian tertutup adalah seperti yang ditujukan dalam gambar 5.1. Dari gambar itu dapat dilihat bahwa dalam suatu perekonomian tertutup ciri-ciri pokok dari aliran-aliran pendapatan dan pengeluarannya adalah sebagai berikut:

Pengeluaran agregat (AE) telah menjadi banyak jenisnya. Pada titik E. keluaran riil keseimbangan sebesar YE dan harga barang domestik keseimbangan sebesar P_D^E Dalam perekonomian yang tidak melakukan perdagangan luar negeri. investasi perusahaan (I) dan pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa (G). yaitu sama dengan nilai barang dan jasa yang diproduksikan dalam perekonomian dalam suatu periode tertentu. yaitu pembayaran kepada sektor rumah tangga sebagai pendapatan kepada faktor-faktor produksi dan pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah. Pendapatan tersebut akan digunakan untuk membayar gaji dan upah pegawai-pegawai dan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa. bunga dan utang oleh perusahaan dan dari pembayaran gaji dan upah oleh pemerintah. Pemerintah menerima pendapatan berupa pajak dari perusahaan dan rumah tangga. dimana YD (permintaan negatif agregatif) sama dengan YS (penawaran agregatif). Dalam persamaan: Syarat Keseimbangan Dalam suatu perekonomian keseimbangan pendapatan nasional akan dicapai apabila: penawaran agregat adalah sama dengan pengeluaran agregat. Pengeluaran agregat atau pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam perekonomian tersebut. sewa. penawaran agregat adalah sama dengan pendapatan nasionalnya (Y). Pembayaran oleh sektor perusahaan sekarang dapat dibedakan menjadi dua jenis. yaitu disamping pengeluaran konsumsi (C) dan investasi (I) sekarang termasuk pula pengeluaran pemerintah (G). meliputi tiga jenis perbelanjaan: konsumsi rumah tangga (C). Pendapatan yang diterima rumah tangga (Y) akan digunakan untuk memenuhi tiga kebutuhan: membayar dan membiayai pengeluaran konsumsi (C). disimpan sebagai tabungan (S) dan membayar pajak pendapatan rumah tangga (T). Dalam persamaan: Dalam gambaran tersebut tetap dimisalkan bahwa tabungan rumah tangga dipinjamkan oleh lembaga-lembaga keuangan kepada para pengusaha yang menanam modal. Keseimbangan ekonomi makro untuk perekonomian tertutup dapat digambarkan sebagai berikut : Keterangan: Titik E adalah titik keseimbangan ekonomi makro. Dengan demikian keadaan yang menciptakan keseimbangan dalam perekonomian tiga sektor adalah: Penawaran agregat = pengeluaran agregat Atau .Gambar 5.1 Sirkulasi aliran pendapatan perekonomian tiga sektor. Pendapatan yang diterima rumah tangga sekarang berasal dari dua sumber: dari pembayaran gaji dan upah.

1 menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga tersebut akan digunakan untuk tiga tujuan: membiayai konsumsi (C). Dengan demikian pada keseimbangan PN berlaku kesamaan berikut: Apabila C dikurangi dari setiap ruas maka: Dalam perekonomian tiga sektor I dan G adalah suntikan kedalam sirkulasi aliran pendapatan. Dalam keseimbangan ekonomi tiga sektor juga berlaku keadaan: Sebagai kesimpulan dapatlah dirumuskan bahwa dalam perekonomian tiga sektor yang mencalpai keseimbangan akan berlaku keadaan yang berikut: Y = C + I + G dan I+G=S+T Jenis-Jenis Pajak Pajak langsung dan pajak tak langsung Secara garis besarnya berbagai jenis pajak yang dipungut pemerintah dapat dibedakan kepada dua golongan. Dengan demikian berlaku persamaan: Dalam keseimbangan berlaku kesamaan berikut: Y = C + I + G sedangkan pada setiap tingkat pendapatan nasional berlaku kesamaan: Y = C + S + T. Pajak tak langsung Pajak tak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dipindahkan kepada pihak lain. Biasanya. pada akhirnya yang akan menanggung pajak tersebut adalah para konsumen. Pajak langsung Pajak langsung berarti jenis pungutan pemerintah yang secara langsung dikumpulan dari pihak yang wajib membayar pajak. yaitu pajak langsung dan pajak tak langsung.Gambar 5. Pajak proposional . sedangkan S dan T adalah kebocoran. Bentuk-bentuk pajak pendapatan Pajak regresif Sistem pajak yang persentasi pungutan pajaknya menurun apabila pendapatan yang dikenakan pajak menjadi bertambah tinggi. ditabung (S) dan membayar pajak. Salah satu jenis pajak tak langsung yang penting adalah pajak impor.

Persentasi pungutan pajak yang tetap besarnya pada berbagai tingkat pendapatan. Misalkan fungsi efek pajak adalah: C = a + bY dan pajak adalah T (pajak tetap). Efek Pajak Ke Atas Konsumsi Dan Tabungan Dalam perekonomian yang telah mengenakan pajak. Walau apapun bentuk sistem pajak. Hal ini disebabkan karena pajak yang dibayarkannya mengurangi kemampuannya untuk melakukan pengeluaran konsumsi dan menabung. pengeluaran konsumsi dan tabungan secara umum dapat dirumuskan: Pajak yang dipungut akan mengurangi pendapatan disposebel sebanyak pajak yang dipungut tersebut dalam persamaan: Penurunan pendapatan disposebel menyebabkan pengeluaran konsumsi dan tabungan rumah tangga akan berkurang pada berbagai tingkat pendapatan. Pajak progresif Sistem pajak yang persentasinya bertambah apabila pendapatan semakin meningkat.(1-b). yaitu pajak tetap atau pajak proporsional. Pajak sebanyak T menurunkan konsumsi sebanyak ΔC = bT. pemungutan pajak akan mengakibatkan konsumsi dan tabungan rumah tangga berkurang sebanyak yang ditentukan oleh persamaan berikut: ΔC = MPC x T ΔS = MPS x T Efek Pajak :Analisis Aljabar Dan Grafik Pendekatan Aljabar Efek pajak tetap Terlebih dahulu akan dibuat analisis yang bersifat umum mengenai efek pajak keatas konsumsi dan fungsi tabungan. Dengan demikian fungsi tabungan sesudah banyak (S1) adalah: . yaitu dari pendapatan yang sangat rendah kepada yang sangat tinggi. Pajak sebanyak T menurunkan tabungan sebanyak ΔS = . Penurunan pendapatan disposebel akan mengurangi konsumsi dan tabungan rumah tangga. Dengan demikian fungsi konsumsi sesudah pajak (C1) adalah: Fungsi tabungan asal adalah ΔS = -a + (1-b) Y. perhubungan diantara pendapatan disposebel dan pendekatan nasional dapat dinyatakan secara persamaan berikut: Yaitu pendapatan disposebel (Yd) adalah sama dengan pendapatan nasional (Y) dikurangi oleh pajak (T). Berdasarkan kepada sifat pengaruh pajak kepada pendapatan disposebel.

Grafik (a) menunjukkan efek pajak tetap dan pajak proporsional keatas fungsi konsumsi. Apabila fungsi konsumsi asal adalah: C = a + bY maka fungsi konsumsi yang baru (C1) adalah: Misalkan fungsi tabungan asal adalah S = -a + (1 – b) Y dan pajak tersebut akan menurunkan fungsi tabungan sebanyak ΔS = (1 – b) tY. yaitu S = -at (1 – b) Y berubah menjadi S1 = . Dua pasang grafik dibuat untuk menunjukkan akibat pajak keatas fungsi konsumsi dan tabungan.T yaitu pengurangan sebanyak MPC. Pengeluaran Pemerintah Pajak yang diterima pemerintah akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintah. Pajak proporsional menyebabkan fungsi tabungan berubah dari S = -a + (1 – b) Y menjadi S1 = -a + (1 – b) (1 – t) Y.T perlu diingat bahwa nilai btY = MPC.2 terbagi kepada dua bagian. fungsi konsumsi adalah C = a + bY. tY. Pajak adalah sumber utama dari pembelanjaan pemerintah.(1 – b) T – a + (1 – b) Y.T.Pengaruh pajak proporsional Pajak proporsional sebanyak tY menurunkan konsumsi sebanyak: ΔC = -b. Dengan demikian fungsi konsumsi (C1) berubah menjadi: Efek pajak teap dan proporsional terhadap tabungan ditunjukkan dalam grafik (b). Sebelum pajak. membiayai pembelanjaan untuk angkatan bersenjata dan membiayai berbagai jenis infrastruktur yang penting artinya dalam pembangunan adalah beberapa bidang penting yang akan dibiayai pemerintah. membiayai sistem pendidikan dan kesehatan rakyat. Pembelanjaan-pembelanjaan tersebut akan meningkatkan pengeluaran agregat dan mempertinggi tingkat kegiatan ekonomi negara.T adalah semakin besar apabila Y meningkat karena T = tY maka ΔC = -btY. Persamaan umum. Pajak tetap mengurangi konsumsi sebanyak ΔC = -bT dan menyebabkan fungsi konsumsi bergeser kepada C1 = -bT + a + bY. membayar gaji pegawai-pegawai pemerintah. Pajak tetap menyebabkan fungsi tabungan asal. sebagian dari pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintah an sebagian lainnya adalah untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan. Dinegara-negara yang sudah sangat maju. Penentu-penentu pengeluaran pemerintah Jumlah pengeluaran pemerintah yang akan dilakukan dalam suatu periode tertentu tergantung . yaitu pengurangan sebanyak –bT = -MPC. maka fungsi tabungan yang baru (S1) adalah: S1 = -a + (1 – b) Y – (1 – b) tY S1 = a + {(1 – b) – (1 – b) t} Y S1 = -a + (1 – b) (1 – t) Y Pendekatan Grafik Secara grafik dengan jelas boleh ditunjukkan akibat pungutan pajak keatas fungsi konsumsi dan fungsi tabungan. Pajak proporsional akan mengurangi konsumsi dari C = a + bY menjadi : C1 = a + bY – btY atau C1 = a + bY – MPC. gambar 5.

seperti dengan sifat pengeluaran untuk investasi pembelanjaan pemerintah adalah pembelanjaan otonomi. Usaha seperti itu memerlukan banyak uang dan pendapatan dari pajak saja tidak cukup untuk membiayainya. Proyeksi jumlah pajak yang diterima Salah satu faktor penting yang menentukan besarnya pengeluaran pemerintah adalah jumlah pajak yang diramalkan. Beberapa tujuan penting dari kegiatan pemerintah adalah mengatasi masalah pengangguran. Dalam penyusunan anggaran belanjanya pemerintah harus terlebih dahulu membuat proyeksi mengenai jumlah pajak yang akan diterimanya. Makin banyak jumlah pajak yang dapat dikumpulkan. pelabuhan dan mengembangkan pendidikan. pengeluaran pemerintah pada suatu periode tertentu dan perubahannya dari satu periode ke periode lainnya tidak didasarkan kepada tingkat pendapatan nasional dan pertumbuhan pendapatan nasional. jalan-jalan. makin banyak pula pembelanjaan pemerintah yang akan dilakukan. Sebaliknya. Tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai Faktor yang lebih penting dalam penentuan pengeluaran pemerintah adalah tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai pemerintah. Maka untuk memperoleh dana yang diperlukan pemerintah terpaksa meminjam atau mencetak uang. Tetapi untuk mengatasi pengangguran itu pemerintah perlu melakukan lebih banyak program-program pembangunan. pada waktu inflasi dan tingkat kemakmuran tinggi. perubahan-perubahan pembelanjaan pemerintah digambarkan dalam bentuk . Untuk mengatasi pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Yang penting diantaranya adalah: jumlah pajak yang akan diterima. menghindari inflasi dan mempercepat pembangunan ekonomi dalam jangka panjang. Kekacauan politik. Dengan perkataan lain. Berdasarkan kepada alasan yang baru diterangkan diatas. Keadaan seperti itu akan menyebabkan kenaikan pembelanjaan pemerintah yang sangat besar. yaitu ia sejajar dengan sumbu datar dan dengan demikian besarnya tidak tergantung kepada pendapatan nasional.kepada banyak faktor. pemerintah harus lebih berhati-hati dalam pembelanjannya. harus dijaga agar pengeluaran pemerintah tidak memperburuk keadaan inflasi yang berlaku. Dalam masa kemunduran ekonomi. tujuan-tujuan kegiatan ekonomi jangka pendek dan pembangunan ekonomi jangka panjang dan pertimbangan politik dan keamanan.4. terutama apabila operasi militer perlu dilakukan. Fungsi pengeluaran pemerintah Dari uraian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran pemerintah diatas. maka pengeluaran pemerintah perlu ditambah. misalnya: pemerintah perlu membiayai pembangunan infrastruktur – irigasi. dapat disimpulkan bahwa PN tidak memegang peranan yang penting dalam menentukan pembelanjaan pemerintah. Pertimbangan politik dan keamanan Pertimbangan-pertimbangan politik dan kestabilan negara selalu menjadi salah satu tujuan penting dalam penyusunan anggaran belanja pemerintah. fungsi pembelanjaan pemerintah adalah seperti yang digambarkan dalam gambar 5. perselisihan diantara berbagai golongan masyarakat dan daerah sering berlaku diberbagai negara di dunia. misalnya pendapatan pajak berkurang. Ini berarti.

Model Keseimbangan Perekonomian Tertutup Tiga Sektor . Dengan demikian fungsi konsumsi adalah C = 60 + 0. misalkan dalam suatu periode tertentu pengeluaran pemerintah adalah sebanyak G rupiah.4 Fungsi pengeluaran pemerintah Keseimbangan Dalam Perekonomian Tiga Sektor Uraian mengenai keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor akan dibedakan dalam dua keadaan yaitu: Dalam perekonomian dimana sistem pajaknya adalah sistem pajak tetap. Gambar. Sebagai contoh. Pajak adalah T = 40 Investasi sektor perusahaan adalah I = 120 (triliun rupiah) dan pengeluaran pemerintah adalah G = 60 (triliun rupiah) Dengan pemisahan-pemisahan diatas dapatlah ditunjukkan keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor.perpindahan fungsi pengeluaran pemerintah keatas atau kebawah. Pada periode berikut misalkan berlaku pengangguran yang sangat buruk dan untuk mengatasinya pemerintah melakukan pembelanjaan yang lebih banyak. pemerintah berusaha menurunkan pengeluarannya dan perubahan ini digambarkan oleh perpindahan fungsi pembelanjaan pemerintah dari G menjadi G2. 5. Langkah ini memindahkan fungsi G keatas. konsumsi dan tabungan. Sebaliknya. yaitu sebanyak G1. fungsi pengeluaran pemerintah adalah seperti ditunjukkan oleh fungsi G.25Y. kosumsi dan tabungan adalah seperti dalam tabel 5. Investasi perusahaan adalah I = 150 (triliun rupiah) dan pengeluaran pemerintah G = 240 (triliun). Maka dalam grafik. Pajak tetap dan keseimbangan pendapatan Untuk menerangkan keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian dimana sistem pajaknya adalah pajak tetap.75Y (fungsi konsumsi sesudah pajak) dan fungsi tabungan adalah S = -100 + 0.1. Pajak proporsional dan keseimbangan pendapatan Untuk menerangkan keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak proporsional digunakan pemisalan-pemisalan dibawah ini: Presentase (kadar) pajak dan sifat hubungan diantara pendapatan nasional. digunakan pemisalan-pemisalan dibawah ini: Jumlah pajak dan sifat hubungan diantara pendapatan nasional. Dalam perkonomian dimana sistem pajaknya adalah proporsional. apabila ekonomi menghadapi masalah inflasi.

Model ekonomi tiga sektor memasukkan sektor pemerintah. dalam model tiga sektor output keseimbangan dapat dihitung dengan menyamakan Y dan AE. Sama halnya dengan model dua sektor. Dimisalkan nilai invetasi bertambah dari I menjadi I1 dan pertambahannya adalah ΔI . Output keseimbangan Dengan demikian pengeluaran agregat menjadi: AE = G + I + G = C0 + bY + I0 + G0 = C0 + I0 + G0 + bY = A + bY Dimana A sekarang terdiri atas (C0 + I0 + G0). Multiplier investasi Untuk menghitung nilai multiplier investasi. Besarnya efek perubahan pengeluaran pemerintah adalah sama dengan pengaruh perubahan investasi (I0) atau konsumsi (G0) sehingga dampak perubahan pengeluaran pemerintah terhadap perkonomian dapat ditulis sebagai berikut: Multiplier Dalam Perekonomian Tiga Sektor Seperti yang berlaku dalam perekonomian dua sektor. Sistem pajak tetap Pertambahan investasi sebesar ΔI akan menambah pendapatan nasional dari: Y= 1/(1-b ) (a-〖bT〗_x+ I+G) Menjadi: Y= 1/(1-b ) (a-〖bT〗_x+ I+ CI+G) Dengan demikian proses multiplier menambah pendapatan nasional sebesar seperti yang dinyatakan persamaan berikut: . dalam perekonomian tiga sektor perubahan-perubahan perbelanjaan agregat akan menimbulkan perubahan dalam pendapatan nasional sebanyak beberapa kali lebih besar dari perubahan perbelanjaan agregat yang asal. yang dimiliki oleh pengeluaran pemerintah (G) . Dampak perubahan pengeluaran pemerintah Pemerintah dapat mempengaruhi tingkat output keseimbangan dengan menambah atau mengurangi pengeluarannya.

Dengan demikian nilai multiplier yaitu ΔY / ΔI. adalah: Multiplier investasi (pajak tetap)= 1/(1-b) Sistem pajak proporsional Pertambahan PN (ΔY) yang akan terwujud dalam perekonomian tiga sektor dengan sistem pajak proporsional adalah (1/(1-b + bt )) kali lipat dari pertambahan investasi (ΔI) yang berlaku. Berarti nilai multiplier adalah: Multiplier investasi (pajak proporsional)= 1/(1-b+bt )= 1/(1-b (1-t)) Multiplier pengeluaran pemerintah Sistem pajak tetap Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak tetap. nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b) dan kenaikan pendapatan nasional (ΔY) dapat dihitung dengan persamaan: ΔY= 1/(1-b) ΔG Sistem pajak proporsional Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak proporsional. Dalam pajak tetap nilai multiplier perubahan pajak (MT) adalah: M_T= ΔY/ΔT= b/(1-b ) Sistem pajak proporsional Pertambahan dalam pendapatan nasional (ΔY = Y2 – Y) dapat ditentukan dengan menggunakan formula: . pertambahan investasi sebanyak ΔI akan menambahkan PN sebanyak (1/(1-b)) kali pertambahan invetasi. nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b+bt) dan kenaikkan pendapatan ΔY dapat dihitung menggunakan persamaan: ΔY= 1/(1-b+bt) ΔG Multiplier pajak Sistem pajak tetap Pengurangan pajak sebanyak ΔI akan menambah PN (ΔY) sebanyak b/(1-b) dikali dengan pengurangan pajak yang dilakukan.ΔY=Y_1.Y= 1/(1-b) ΔI Dari persamaan ini dapat disimpulkan bahwa dalam perekonomian tiga sektor dengan pajak tetap.

〖CT〗_0+ 〖CT〗_r+ I+G Perubahan pendapatan nasiona sebagai akibat dari perubahan pengeluaran secara total adalah: KE= ΔY/ΔE .ΔY= 1/(1-b+bt) (tΔT) atau ΔY= b/(1-b+bt) (ΔT) Persamaan tersebut menunjukkan bahwa pengurangan pajak sebanyak ΔT akan menaikkan pendapatan nasional sebanyak b/(1-b+bt) dikali dengan pengurangan pajak yang berlaku.〖CT〗_x+ 〖CT〗_r+ I+G Angka pengganda pengeluaran adalah: KE = 1/((1-C)) Angka pengganda untuk pajak yang bersifat proporsional TX = T0 – tY Yd = Y – T0 – tY + Tr Y = C0 + C ( Y – T0 – tY + Tr) + I G Y = C0 + CY – CT0 – CtY + CTr + I + G Y – CY + CtY = C0 – CT0 + CTr + I + G (1 – C + Ct) Y = C0 – CTX + CTr + I + G Y = (C_(0 ).〖CT〗_0+ 〖CT〗_r+ I+G)/(( 1-C+Ct)) Y = 1/((1-C-Ct) ) (C_0. Angka pengganda Perekonomian Tiga Sektor Angka pengganda untuk pajak yang bersifat tetap Y = C0 + C (Y – Tx + Tr) + I + G Y = C0 + CY – CTx + CTr + I + G Y – CY = C0 – CTx + CTr + I + G (1 – C)Y = C0 – CTx + CTr + I + G Y = (C_0-〖CT〗_x+〖CT〗_r+ I+G )/(( I-G)) Y = 1/((1-C)) (C_0.

Didalam masa dimana jarang inflasi wujud. Dua masalah makro ekonomi yang utama adalah pengangguran dan inflasi. Masalah pengangguran dan inflasi Tingkat kegiatan ekonomi negara yang wujud pada suatu waktu tertentu adalah berbentuk salah satu dari tiga keadaan berikut: Mencapai tingkat konsumsi tenaga kerja penuh Menghadapi masalah pengangguran Menghadapi masalah inflasi Peranan kebijakan fiskal Kebijakan fiskal memegang peranan yang cukup penting dalam menstabilkan tingkat kegiatan ekonomi dan menciptakan tingkat kegiatan ekonomi kearah tingkat yang dikehendaki. yaitu pengeluaran agregat melebihi kemampuan perekonomian untuk memproduksikan barang-barang dan jasa-jasa.KE= 1/((1-C+Ct)) Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal Langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam pembelanjannya dengan maksud unttuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi dinamakan kebijakan fiskal . Dalam suatu perekonomian tertutup. Pada hakekatnya kebijakan fiskal tersebut merupakan kebijakan T (mengubah tarif-tarif pajak) dan kebijakan G (mengubah pengeluaran pemerintah) dengan tujuan untuk mempengaruhi aktivitas perekonomian yang bersangkutan sesuai dengan sasaran-sasaran yang digariskan oleh pemerintah yang bersangkutan . kebijakan anggaran belanja surplus perlu dilakukan. yaitu perekonomianyang tidak menjalankan kegiatan perdagangan luar negeri. jurang inflasi dan kebijakan fiskal Dengan menggunakan kebijakan fiskal pemerintah dapat mempengaruhi besarnya jurang deflasi atau jurang inflasi yang wujud dalam perekonomian. Apabila terdapat jurang deflasi tingkat kegiatan ekonomi belum mencapai potensinya yang maksimal dan pengangguran wujud. Kebijakan pemerintah itu akan menaikkan tingkat kegiatan ekonomi dan mengurangi pengangguran. Kebijakan anggaran belanja defisit adalah satu langkah pemerintah yang dapat dilakukan untuk mengatasi depresi dan pengangguran. Dalam hal ini pengeluaran agregat perlu dinaikkan. Jurang deflasi. Akibat kebijakan fiskal ke atas kegiatan ekonomi .

Berarti kegiatan eonomi negara berjalan dengan lebih stabil. tidak menghadapi masalah inflasi dan selalu mengalami pertumbuhan yang memuaskan. Kebijakan fiskal diskresioner dapat dibedakan dalam tiga bentuk: Membuat perubahan keatas pengeluaran pemerintah Membuat perubahan keatas sistem pemungutan pajak Secara serentak membuat perubahan dalam pengeluaran pemerintah dan sistem pemungutan pajak. Pengaruh kebijakan fiskal ke atas naik turunnya tingkat kegiatan ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran dan kebijakan fiskal Ad tiga faktor yang akan menentukan besarnya perubahan dalam anggaran belanja untuk mengatasi masalah pengangguran atau inflasi yang dihadapi yaitu: Besarnya perbedaan antara PN yang sebenarnya dicapai dengan PN yang akan tercapai pada konsumsi tenaga kerja penuh Bentuk kebijakan fiskal diskresioner yang akan dilaksanakan Besarnya kecondongan marjinal pendapatan nasional (MPCy) .Akibat jangka panjang dari langkah-langkah pemerintah yang baru diterangkan diatas untuk menstabilkan tingkat kegiatan ekonomi. Apabila pemerintah secara aktif menggunakan kebijakan anggaran belanjanya sebagai alat untuk mempengaruhi tingkat kegiatan ekonomi maka: Masalah depresi dan pengangguran Masalah inflasi dapat dikurangi keseriusannya dan Gerak naik turun siklus perusahaan dapat diperkecil. Ia dapat dapat diartikan sebagai langkah-langkah pemerintah untuk mengubah pengeluarannya atau pemungutan pajaknya dengan tujuan untuk: Mengurangi naik turun tingkat kegiatan ekonomi dari waktu ke waktu dan Menciptakan suatu tingkat kegiatan ekonomi yang mencapai tingkat konsumsi tenaga kerja yang tinggi. Bentuk kebijakan fiskal diskresioner Kebijakan fiskal yang terutama akan digunakan pemerintah untuk mengatasi masalahmasalah ekonomi yang sedang dihadapi dinamakan kebijakan fiskal diskresioner (discretionary fiscal policy).

Pajak yang dipungut pemerintah dapat dibedakan berbagai cara. rumah tangga dan pemerintah. Keseimbangan PN dapat ditunjukkan melalui dua pendekatan yaitu: Pendekatan pengeluaran agregat – penawaran agregat dan Pendekatan suntikan – bocoran. Jenis-jenis penstabilan otomatik yang utama adalah: Pajak proporsional dan pajak progresif Program asuransi pengangguran Sistem harga minimum Kebijakan fiskal diskresioner dilakukan dengan: Menambah pengeluaran agregat pada waktu pengangguran Mengurangi pada waktu inflasi . Cara lain adalah pajak regresif (contoh: pajak tetap). Cara yang pertama adalah membedakannya sebagai berikut: pajak langsung dan pajak tak langsung. pajak proporsional dan pajak progresif. Multiplier dalam ekonomi tiga sektor dapat dibedakan kepada dua jenis yaitu multiplier dalam sistem pajak tetap dan multiplier dalam sistem pajak proporsional.KESIMPULAN Ekonomi tiga sektor adalah perekonomian yang meliputi dalam sektor perusahaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful