Panduan Organisasi PENDAHULUAN

1

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang keorganisasian, amatlah perlu untuk diteliti dan diperhatikan kembali perkembangan hidup manusia dari masa ke masa. Setiap manusia sewajarnya mempunyai cita-cita hidup yang menjadi angan-angan, baik yang berhubungan dengan soal-soal duniawi atau kebendaan ataupun soal ukhrowi atau metafisik. Dalam mencapai cita-cita ini ada yang bisa dicapai secara perorangan, ada yang bisa dicapai oleh sekelompok manusia yang merupakan gabungan dalam menempuh cita-cita bersama itu. Dalam hal ini tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhannya sendiri-sendiri. Perkumpulan bersama yang mempunyai cita-cita yang sama tertentu di era modern ini disebut “ORGANISASI”. Suatu perkumpulan/organisasi sering didirikan karena terdorong oleh hasrat untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Organisasi yang sudah mencapai tujuannya harus dibubarkan, umpamanya Organisasi Pemberantasan Buta Huruf, organisasi tersebut akan tidak ada lagi setelah semua orang bisa membaca dan menulis. Ringkasnya organisasi bukanlah suatu tujuan, tetapi hanyalah merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Semakin rapih alat ini bekerja, semakin dekat tercapainya cita-cita yang dituju, dengan demikian suatu tujuan organisasi yang rapih dan teratur tidak akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuannya. Suatu organisasi dapat dikatakan teratur kalau sudah ada keserasian antara semua pengurus, antara pengurus dengan anggota dan adanya rasa tanggung jawab, serta pengertian yang mendalam atas organisasi tersebut, berjalan secara paralel dengan dasar dan tujuannya. Organisasi ini bagaikan sebuah mobil yang mengantar para penumpang ke arah tujuannya, pengurus organisasi
Pondok Pesantren Darul Ulum

Panduan Organisasi

2

merupakan sopir yang mengemudikannya, anggota organisasi sebagai penumpang, mereka harus selalu taat dan patuh kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku di atas mobil itu. Ketiga unsur ini mempunyai tugas sendiri-sendiri. Empat masalah yang penting dalam lingkungan perkumpulan adalah: 1. Masalah organisasi 2. Masalah administrasi 3. Masalah management 4. Masalah leadership/kepemimpinan Antara keempat unsur ini berhubungan erat yang satu dengan yang lain. Sebagai ilustrasi dari hubungan antara keempat unsur ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Organisasi sebagai alat atau wadah yang akan mengantarkan cita-cita tertentu tersebut, perlu status proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah diterapkan. Di dalam mengendalikan tidak akan lepas dari kegiatan-kegiatan, surat menyurat, mengatur pembukuan dan lain-lain, segala masalah yang bersangkutan dengan surat menyurat serta mengatur jalur keuangan dinamakan “ADMINISTRASI”. Dalam melaksanakan administrasi ini tentu memerlukan ilmu tersendiri baik tentang tehnik pelaksanaan, maupun yang akan melaksanakannya sebagai pelicin jalan demi tertibnya administrasi dalam setiap aktivitas, hal ini akan dibahas dalam “MANAGEMENT”. Kelancaran suatu organisasi dan beresnya administrasi tercapai bila pelaksananya (pengurus organisasi) mempunyai sifat-sifat kepemimpinan yang memadai sesuai dengan volume pekerjaan organisasi sehingga dengan mudah dan tepat dapat mengendalikan organisasi tersebut. Hal ini akan dibahas dalam masalah “LEADERSHIP”

Pondok Pesantren Darul Ulum

Panduan Organisasi

3

Pondok Pesantren Darul Ulum

Persoalan yang menyangkut kepentingan mereka bersama dibicarakan bersama-sama dalam suatu rapat.Panduan Organisasi ORGANISASI 4 Dalam kehidupan sehari-hari. tolong menolong atau bantu-membantu adalah merupakan suatu manifestasi dari pergaulan hidup yang wajar untuk mencapai suatu kehendak atau tujuan yang dihajatkan oleh manusia itu. di bawah kepemimpinan bersama dengan alat yang tepat. Organisasi ialah satuan orang-orang yang tersusun secara sistematis untuk mencapai maksud khusus yang mana dalam masing-masing orang mempunyai suatu peranan yang ditetapkan secara resmi. masalah yang mendetail dalam tolong menolong itu didasari oleh suatu ide atau cita-cita yang sama. baik sebagai anggota atau pun pengurus. Dari definisi-definisi tersebut dapat kita peroleh beberapa kesimpulan antara lain: 1. A. Organisasi adalah orang-orang yang bekerjasama dan dengan demikian ini mengandung ciri-ciri dari hubungan manusia yang timbul dalam kegiatan kelompok. Pondok Pesantren Darul Ulum . Organisasi adalah sekelompok orang yang bersatu bekerja untuk suatu tujuan bersama. kata sepakat diperoleh dengan jalan pemungutan suara. maka dapat disimpulkan bahwa organisasi itu ialah suatu perkumpulan dimana segenap warga di dalamnya mempunyai kepentingan atau pandangan hidup yang sama kemudian menyatukan diri pada suatu wadah. 3. 2. Pengertian Organisasi Hampir setiap ahli keorganisasian memberikan definisinya sendiri-sendiri. saling ada pengertian dan menyadari fungsi masing-masing. Suatu perkumpulan dapat berjalan dengan lancar apabila ada keserasian.

Istilah organisasi dapat dibedakan dalam tiga arti: 1. Disebut juga skema organisasi atau gambaran skematis tentang bagian-bagian. dan hubungan masing-masing bagian atau seksi yang satu dengan yang lain. tugas dan hubungan satu bagian dengan bagian yang lainnya dalam mencapai tujuan tertentu. Kerjasama 3. Organisasi dalam arti struktur atau susunan hierarchie kepengurusan. Organisasi dalam arti yang ketiga ini dimaksudkan sebagai struktur. Dalam membentuk organisasi makan unsur-unsur organisasi harus diperhatikan. Organisasi ialah wadah dan proses kerjasama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. 3. Organisasi dalam arti badan Ini dapat dirumuskan sebagai kelompok manusia yang berkeinginan untuk mencapai tujuan tertentu di mana antara mereka ada bagian tugas masing-masing. Organisasi dalam arti kegiatan Adalah perbuatan untuk membedakan atau mengadakan departemen bagian serta hubungan satu departemen dengan departemen yang lain. Adapun unsur-unsur dari organisasi itu ialah: 1. Pondok Pesantren Darul Ulum . seksi-seksi. Tujuan tertentu. Sekelompok orang 2.Panduan Organisasi 5 4. misalnya: susunan yang terdiri dari satuan organisasi berseta pengaturan kekuasaan. 2. dengan penejalasan tentang segala tuga tiap seksi-seksi.

Suatu organisasi pendidikan berlainan satu dengan lainnya menurut jenjang kedewasaan siswanya. pedoman dan lain-lain dari organisasi yang bersangkutan. Umpamanya: organisasi anak Sekolah Dasar. Identitas dan Tujuan Organisasi Meskipun dikatakan bahwa struktur dan fungsi suatu organisasi mengikuti suatu pola umum seperti yang digambarkan oleh teori managemen ternyata sangat ditentukan pula oleh sifat. Masalah kegiatannya 3. Masalah Organisasi Dalam membahas organisasi secara keseluruhan terdapat tiga masalah yang sangat penting. harus berorientasi kepada masyarakat dan lain-lain. seperti harus capak secara akademiis. yang berbeda dengan organisasi sosial atau organisasi pendidikan. harus kreatif. organisasi Mahasiswa di perguruan tinggi. D. Masalah teorinya 2. Suatu organisasi ketentaraan mempunyai ciri-ciri. Tiap-tiap organisasi mempunyai “Ciri” masing-masing berbeda. yaitu: 1. Komunikasi Pondok Pesantren Darul Ulum . Hasil suatu organisasi Lembaga Perguruan Tinggi adalah sarjana dengan ketentuan-ketentuan. cara. tetapi salah satu hal yang menyolok adalah sifat produknya atau hasilnya. Masalah problematikanya C. Apakah yang menentukan perbedaannya? Dalam teorinya dikatakan bahwa yang menentukan perbedaan tersebut ialah karena banyak hal. Perbedaan hasil atau produk atau out put inilah merupakan salah satu hal yang membedakan “ Ciri” organisasi tersebut.Panduan Organisasi 6 B.

Hal ini menghindari kemungkinan adanya tugas tanpa adanya tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas yang telah ditentukan. 3. lisan dan dengan gambar. dalam berkomunikasi hendaknya bahasa yang dipakai jelas. Pada dasarnya dalam melakukan komunikasi ada tiga cara yang dapat dilakukan yaitu: tertulis. mudah dipahami. Dalam hal ini komunikasi adalah sarana yang sangat menentukan harmonisnya hubungan antar mereka. Salah satu syarat utama dalam komunikasi berjalan dengan baik harus dilandasi dengan rasa saling pengertian antara pemberi dan penerima komunikasi tersebut. maka tugas pada anggota harus ditentukan secara jelas.Panduan Organisasi 7 Dalam organisasi. E. Di samping dengan ketiga bahasa komunikasi (tulisan. lisan dan gambar) komunikasi juga dapat dilaksanakan dengan kode-kode tertentu dengan syarat kode-kode tersebut difahami oleh kedua belah pihak yang sedang berkomunikasi. Tugas dan Kewajiban Anggota Organisasi Kekuasaan dan tugas adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Situasi dan kondisi saat kita melaksanakan komunikasi. maka secara langsung kekuasaan muncul bersamaan dengan pelaksanaan tugas tersebut. Waktu yang tepat dalamm berkomunikasi. singkat. enak didengar (tidak menyinggung). antara pengurus dan anggota sangat menentukan lancar tidaknya perjalanan organisasi. hubungan antara satu pengurus organisasi dengan yang lain. 2. Tugas dan kekuasaan dalam suatu organisasi harus berdampingan. Di samping itu beberapa syarat yang harus diperhatikan di antaranya: 1. Bahasa. Di mana ada kekuasaan di situ ada tugas. Dengan siapa berkomunikasi. 4. Agar tercapai maksud yang dituju tiap-tiap rencana organisasi. Pondok Pesantren Darul Ulum .

Pembagian tugas yang demikian disebut pembagian departemen. Dalam hal ini perlu adanya pembagian tugas dan penanganan setiap macam pekerjaan sehingga dalam pelaksanaan tugas-tugas organisasi tidak terjadi percampuran yang tidak karuan. Tugas dan kewajiban yang berdasarkan pangkat atau jabatan atau jenjang hierarchie kewenangan dalam organisasi tersebut. 2. Seseorang pemimpin yang cakap akan pandai dan mampu mendelegasikan wewenang kepada anggotanya. Pada pokoknya tugas dan kewajiban tiap-tiap anggota suatu organisasi terbagi menjadi dua bagian. F. Tiap-tiap anggota suatu organisasi mempunyai tugas-tugas yang harus dijalankan. kekuasaan dapat dimisalkan sebagaimana wewenang. Pembagian Departemen Suatu organisasi memiliki segudang permasalahan dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Hal ini akan merugikan suatu organisasi dan mengambat serta memperlambat kelancaran jalannya organisasi tersebut dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. yaitu: 1. Tetapi kadang-kadang anggota organisasi itu tidak mengetahui dan mengerti akan tugas-tugas kewajibannya. Departemen sangat penting dalam suatu organisasi sebab departemen yang dilaksanakan dengan pertimbangan yang masuk dapat menghasilkan efisiensi dan efektifitas kerja sebuah organisasi.Panduan Organisasi 8 Begitu juga di mana ada hak di situ ada kewajiban. Sedangkan kewajiban disamakan dengan tanggungjawab. Tugas dan kewajiban yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi itu serta peraturan-peraturan dan keputusan yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut. Pondok Pesantren Darul Ulum .

Tidak ada kepastian mana yang terbaik antara instruksi tertulis dan instruksi lisan.Panduan Organisasi 9 Pendelegasian wewenang adalah wujudnya departemen dalam suatu organisasi. jenis produksi. Instruksi / Perintah Dalam organisasi instruksi sangat diperlukan. Dalam pelaksanaan koordinasi yang baik. departemen didasarkan pada beberapa hal di antaranya: proses produksi. lokasi. fungsi. Tanpa koordinasi yang baik antar bagian. perlu adanya komunikasi dan kedisiplinan yang baik pula dan untuk menunjang ke arah tersebut maka dalam perencanaan dan Pondok Pesantren Darul Ulum . suatu organisasi akan mengalami keruwetan dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan. Perintah/instruksi yang baik dan efektif adalah yang dilandasi dengan komunikasi yang baik dan dengan kedisiplinan pihak pemimpin. G. namun bila itu memungkinkan akan sangat melancarkan tugas-tugas yang dibebankan kepada anggota. Dalam organisasi perusahaan. jenis pembeli. namun meskipun demikian keduanya harus diberi kekuatan yang sama. tanpa dilaksanakannya fungsi ini maka semua perintah/intruksi hanya akan tinggal di atas kertas. Sedangkan departemen dalam organisasi kemasyarakatan didasarkan atas perkembangan masalah yang dihadapi oleh organisasi tersebut. Walaupun tidak semua perintah harus dilandasi partisipasi. H. waktu berproduksi dan jumlah personil. Koordinasi Koordinasi bertujuan agar double pekerjaan dan kesimpangsiuran antara seorang atau pihak dengan orang atau pihak lain dapat dihindari.

Panduan Organisasi 10 penyusunan aturan kerja. Pondok Pesantren Darul Ulum . unsur koordinasi harus dimasukkan ke dalamnya.

dll 4. Kalau ditinjau dari tujuan organisasi tersebut maka dapatlah dibedakan dalam empat macam. Persipura. yaitu: 1. dll. HMI. Organisasi Bertujuan Pendidikan dan Kebudayaan Seperti: OSIS. PMII. 3. dll.Panduan Organisasi 11 TINGKATAN ORGANISASI MENURUT TERITORIAL (DAERAH KERJA) Organisasi dapat dibedakan dalam empat tingkatan ditinjau dari daerah kerjanya. PPP. 2. OPEC. PDI. Organisasi Setempat Seperti: sekolah. PDI. Organisasi Tingkat Nasional Seperti: PSSI. Golkar. Organisasi Sekolah Organisasi sekolah yang disebut Organisasi Siswa Intra Sekolah adalah organisasi yang dibentuk oleh para pelajar sebagai siswa dari sekolah tersebut dimana kegiatan organisasi itu berlangsung terutama di luar jam-jam sekolah dan dalam lingkungan sekolah itu sendiri. arisan. karang taruna. ASEAN. 2. Organisasi Tingkat Internasional Seperti: PBB. mengurusi anak yatim. A. Organisasi Tingkat Daerah Seperti: Persebaya. NU. Organisasi Bertujuan Ekonomi Seperti: koperasi usaha dagang. Organisasi Bertujuan Politik Seperti: PPP. Golkar. Organisasi Bertujuan Sosial Seperti: perkumpulan kematian. dll. dll. Tetapi berbeda halnya dengan organisasi yang ada di pesantren-pesantren dimana siswa berada di komplek sekolah selama 24 jam Pondok Pesantren Darul Ulum . yaitu: 1. dll. dll 3. dll 4.

Wajib membayar iuran pada waktu-waktu yang telah ditentukan. keturunan. Di samping hal-hal yang dipunyai oleh anggota. kaya atau miskin. dan dengan pergaulan itu akan mempengaruhi apa yang belum diketahui. dll. Keutungan masuk sebagai anggota organisasi extra ini adalah mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman yang tidak dapat dijumpai di bangku sekolah. bukan semata-mata pengajaran di dalam organisasi siswa intra sekolah dengan tidak membedakan pandangan agama. dll. maka para anggota organisasi sekolah itu terikat pula dengan kewajibankewajiban sebagai anggota organisasi itu. karate. Dan setiap anggota wajib menjaga nama baik organisasi itu. Organisasi Luar Sekolah Organisasi luar sekolah disebut juga Organisasi Extra Sekolah yaitu organisasi yang dibentuk oleh beberapa pelajar atau pemuda yang sifatnya mempunyai kepentingan pribadi sendiri seperti sepakbola bagi yang gemar main sepak bola saja. Pada umumnya organisasi yang ada di pesantren menitikberatkan tujuannya terhadap disiplin dalam pendidikan. mempunyai hak yang sama selaku siswa dan selau anggota dari organisasi sekolah tersebut. di samping itu secara tidak langsung memperluas pergaulan. Organisasi Kelas Pondok Pesantren Darul Ulum . semua menjadi anggota organisasi. Mereka mempunyai kedudukan yang sama. B.Panduan Organisasi 12 sehari seperti Organisasi Siswa Darul Ulum dan di pondok pesantren lainnya. renang. juga pramuka. wajib menghadiri perkumpulan yang diadakan oleh organisasi itu serta wajib membantu kelancaran kerja. C. bangsa.

Demi ketertiban kelas seorang ketua kelas yang cakap bijaksana memperingati anggota yang berbuat salah dengan cara yang halus tapi tegas. sehingga anggota dalam kelas itu mudah dan suka menurutinya. Seorang ketua kelas hendaknya mempunyai sifat kepemimpinan yang baik sebagai seorang pemimpin yang diidam-idamkan. Suatu organisasi kelas akan memperoleh seorang ketua kelas cakap dan berhasil menjalankan fungsinya jika ia bekerjasama dengann anggota kelas itu dengan baik. maka keadaan atau suasana kelasnya pun baik dan akhirnya tujuan dari organisasi kelas itu dapat tercapai dengan mudah dan baik. serta tidak memberikan kepercayaan yang diperlukan dalam menjalankan tugasnya maka ia pun akan gagal pula. Ketua kelas selaku pimpinan dalam organisasi kelas itu haruslah berusaha agar kelasnya selalu dalam keadaan tertib. kehendak bersama. Pimpinan dalam kelas biasanya ditunjuk atas dasar pemilihan atau pemungutan suara. Kalau organisasi itu baik. Berkat sifat-sifat kepemimpinan yang ada dalam dirinya dan kepribadiannya yang patut ditiru dia dapat bertindak sedemikian rupa. Pondok Pesantren Darul Ulum . meskipun cakap tapi jika anggota dari kelas itu tidak memberikan kesempatan atau bantuan kepadanya. Suatu kelas yang teratur dan tertib menunjukkan adanya organisasi kelas yang baik. Ketua kelas bersama-sama wali kelasnya dalam hal ini berfungsi sebagai pengurus dalam organisasi kelas itu.Panduan Organisasi 13 Kelas sebagai tempat belajar bersama-sama adalah juga merupakan sebuah organisasi. yaitu organisasi anak-anak dalam kelas itu yang sama-sama mempunyai kepentingan bersama. cita-cita bersama yaitu menuntut ilmu pengetahuan dengan cara yang tertentu dan tertib. Dia harus pandai bergaul dengan anggota dalam kelas itu.

yang dalam persoalan ini ia harus bertindak dengan hati-hati dan bijaksana untuk menjaga baik kelasnya.Panduan Organisasi 14 Menjadi ketua kelas hendaknya selalu mengetahui serta mengikuti semua kegiatan dan kepentingan kelasnya. selain itu ketua kelas mewakilli organisasi keluar. Pondok Pesantren Darul Ulum .

Inisiatif: kemampuan menciptakan segala karya dan kerja. 4. Pengertian Management Management berasal dari kata “to manage” yang artinya: 1. Kepemimpinan dalam suatu organisasi yang bertanggungjawab atas terselenggaranya hubungan (komunikasi) yang efektif dalam mencapai tujuan organisasi. Mengatur Pengertian management menurut unsurnya ialah: 1. Technical know-how: kecapakan teknis dalam arti kata. Mengelola 3. Mempunyai budi pekerti yang baik sebagai contoh bagi anggotanya. Membimbing 4. 2. B. 2. Kegiatan dan kecakapan seseorang dalam mengendalikan. ketrampilan dalam melaksanakan tugas organisasi beserta seluruh penyelesaian dalam segala persoalannya. Sifat-Sifat Manager 1. Intelegensia: kecerdasan fikiran dalam memecahkan atau mengatasi setiap masalah. Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi MANAGEMENT 15 A. Managerial know-how: kecapakan praktis untuk dapat memerintah orang lain dalam melaksanakan suatu tugas dan bagaimana caranya agar yang diperintah itu dapat melaksanakan dengan konsekwen. 3. 5. Mendorong 5. menjuruskan serta membimbing suatu organisasi ke arah tercapainya tujuan organisasi. Mengemudikan 2.

3. 2. Memberikan amal sholeh yang kongkrit dan positif 3. Organizing (Pengorganisasian) 3. Terry dalam bukunya yang berjudul “Principle of Management”: yang dirumuskan dengan singkatan “POAC” yaitu: 1. D. Menurut George R. Pola Management Pola management terdapat perbedaan di kalangan para sarjana dalam perumusannya. Metode Kemampuan menggunakan cara bagaimana agar usahanya berhasil dengan baik. Planning (Perencanaan Program) 2.Panduan Organisasi 16 C. Tujuan Management 1. Actuating (Pergerakan) 4. Manusia Kemampuan mengendalikan dan menggerakkan manusia untuk melaksanakan tugas dalam usaha mencapai tujuan bersama. Sasaran Management 1. Peralatan Kemampuan menggunakan alat perlengkapan yang ada (tidak ada rotan akar pun jadi) 4. praktis. Melaksanakan usaha organisasi E. Evaluation (Pengevaluasian) Pondok Pesantren Darul Ulum . harmonis dalam mencapai tujuan. ekonomis. Controlling (Pengawasan) 5. Mencapai tujuan organisasi 2. Biaya Kemampuan mengggunakan dana yang ada seefisien mungkin dalam usaha mencapai tujuan.

boleh juga merupakan angan-angan dalam fikiran. lebih-lebih planning suatu screet (rahasia). besar kemungkinan dapat diketahui oleh musuh. seperti: planning untuk pertemuan di mana hal ini jika tertulis. Dalam pembuatan planning yang baik terlebih dahulu harus menjawab rumusan di bawah ini: a. Pondok Pesantren Darul Ulum . Why : Mengapa begitu (faktor penilaian) d. Who : Siapakah pelakunya (faktor subjek) Kalau unsur-unsur ini telah bisa terjawab. What : Apakah tujuan rencana itu (faktor motif) b. tinggal mengambil suatu keputusan untuk membuat susunan planning. Untuk itu diperlukan keuletan. karena boleh dikatakan planning merupakan sendi yang akan dikembangkan. karena planning adalah rumusan karya yang akan menjadi pedoman dan petunjuk dalam menempuh tujuan organisasi. Dalam pembuatan planning tidak mutlak harus tertulis. Where : Di mana dilaksanakan rencana (faktor tempat) e. Planning merupakan suatu perumusan tentang apa dan bagaimana suatu perumusan pekerjaan yang hendak dilaksanakan. Langkah-langkah pembuatan planning Dalam planning harus dipikirkan betul-betul dan teliti akan sebab dan akibatnya. How : Bagaimana pelaksanaanya (faktor metode) c. ketabahan dan pengalaman. Planning Planning adalah perencanaan tentang apa yang akan dicapai yang merupakan pedoman atau garis-garis besar untuk mencapai tujuan.Panduan Organisasi 17 A. Planning sangat menentukan sekali sukses atau tidaknya tujuan organisasi. ketelitian. 1.

b. c. 2) Tidak mengerti persoalan yang direncanakan. Continuitas Pembuatan planning harus continue. yang tidak mungkin bisa dibahas secara logis. Sebab-sebab gagalnya planning a. Program Planning : ini dibuat oleh Middle Manager (Ketua Bagian) c. waktu dan keadaan bagaimana pun juga. Rasional Planning harus berdasarkan pemikiran yang objektif dan matang. planning dapat dibedakan dalam tingkatan yaitu: a. Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi 18 2. Planner yang tidak cakap. Tiga syarat pokok dalam pembuatan planning a. artinya terus menerus tidak hanya satu kali untuk selama-lamanya. 3. untuk mengetahui prestasi yang dicapai dalam tiap-tiap tahap. bisa dilaksanakan kapan saja. 4. dengan demikian mudahlah diadakan penilaian secara kongkrit dan yang yang lebih penting lagi ialah untuk meningkatkan prestasi di masa berikutnya. akan tetapi yang lebih baik bertahap. Hal ini mungkin dikarenakan 1) Tidak ada kesanggupan berkreasi. Policy Planning : ini dibuat oleh Top Manager b. bukan hanya merupakan khayalan semata-mata.Flexible Planning harus bersifat flexible artinya seuai dengan keadaan bagaimana pun. Tingkatan planning Menurut tingkatan pembuatan. dan dapat ditetapkan pada tempat. Operational Planning : ini dibuat oleh Lower Manager (Ketua Seksi).

hal ini memerlukan kemampuan dan pengalaman yang cukup di pihak manager atau pemimpin. Alat-alat yang dibutuhkan. 3. Macam/jenis dan sistem pekerjaan. 4. Controlling Walaupun rencana telah diatur dan digerakkan. Kekuasaan yang diberikan untuk membuat planning tidak tegas. Pembagian tugas pekejaan. Pelaksana tidak cakap. sebab untuk memperoleh hasil karya atau produksi masih membutuhkan pengawasan dari pihak Pondok Pesantren Darul Ulum . Walaupun planning telah tersusun dengan baik dan pembiayaan cukup tersedia. 2. Organizing Yang dimaksud dengan organizing ialah peraturan setelah adanya rencana yang di dalamnya meliputi: 1. d. e. sehingga timbul kemauan untuk mengerjakan dengan penuh keinsyafan. minimal harus mengetahui sifat dan tabiat bawahannya atau anggotanya. Actuating Yang dimaksud “actuating” ialah suatu penggerak.Panduan Organisasi 19 b. hal serupa ni membutuhkan pengetahuan tentang ilmu jiwa (psychology). setelah adanya rencana yang telah diatur atau diorganisir agar seseorang yang diberi beban itu mempunyai rasa tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Tidak ada dukungan moril dari masyarakat sekitar. c. tapi kalau pelaksananya tidak cakap. C. hal ini belum dianggap cukup. Untuk menimbulkan hal semacam ini tidak mudah. Kurang pembiayaan. B. D. Menentukan siapa yang akan melakukan pekerjaan. maka planning tersebut tidak akan dilaksanakan dengan baik.

karena segala kekurangan dan kekeliruan akan cepat diketahui dan segera dapat diarahkan.Panduan Organisasi 20 manager. Yang lebih penting lagi. Hal seperti ini agar jangan sampai disalahgunakan umpamanya digunakan untuk mencari kesalahan orang lain. dengan adanya pengontrolan itu kelancaran organisasi akan tetap terjamin. karena timbul kebencian dan permusuhan antara manager dan anggota. Pondok Pesantren Darul Ulum . Adanya pengontrolan sangat penting bagi organisasi. maka dapatlah dibuat penilaian dan evaluasi terhadap proses kerja yang lalu dan untuk mengetahui apakah yang diberikan itu sudah dapat terlaksana sesuai dengan yang direncanakan.

Kebutuhan akan harga diri. Kebutuhan Akan Rasa Harga Diri Mengingat bahwa manusia pada dasarnya terdiri dari unsur cipta rasa dan karsa. b. d. Kebutuhan akan rasa bilongness dan love. Pondok Pesantren Darul Ulum . dipelihara dan dipertahankan agar supaya harga dirinya tetap. Sedangkan yang bersifat non-materi (psikologis) meliputi: a. Kebutuhan akan rasa aktualisasi. Perasaan naluri manusia bila terapkan pada management dapat diambil suatu kesimpulan bahwa seorang manager atau pemimpin apabila hendak memberi perintah kepada anggotanya selain perintah harus jelas dan dapat difahami oleh yang diperintah maka faktor utama ialah bagaimana cara memerintah atau memberi intruksi yang baik agar tidak menyinggung perasaan yang diperintah. dengan kata lain bagaimana cara agar yang diberi perintah merasa senang menerima perintah itu jauh dari perasaan terpaksa. Dengan adanya kesenangan kepada apa yang diperintahkan. yang senantiasa dijaga. A.Panduan Organisasi 21 CARA YANG BAIK DALAM MEMBERIKAN PERINTAH Pada umumnya orang akan merasa senang apabila kebutuhan pokok dasar mansuai secara minimal dapat dipenuhi. Pada pokoknya kebutuhan manusia ialah: a. Kebutuhan akan rasa aman. c. Yang bersifat non-materi Yang bersifat materi pada dasarnya terdiri dari kebutuhan sandang dan pangan. e. Kebutuhan akan rasa berfartisipasi. maka dengan adanya unsur ini manusia memiliki rasa harga diri. Yang bersifat materi b. perintah itu akan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Kebutuhan Akan Rasa Belongness dan Love Pada prinsipnya organisasi terdiri dari satu kesatuan atau bagian-bagian yang semuanya harus mendapatkan perhatian. aman dengan teman sejawat. akan tetapi organisasi yang dianggap maju kalau tiap-tiap bagian dari organisasi itu mencapai prestasi yang baik.Panduan Organisasi 22 B. D. Pengurus dan anggota organisasi mempunyai tanggung jawab akan kemajuan organisasinya. dan juga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kelancaran bekerja. Kebutuhan Akan Rasa Berpartisipasi Pondok Pesantren Darul Ulum . Sebab arti maju dalam suatu organisasi bukan berarti majunya suatu bagian atau departemen saja. memupuk dan mengembangkan ketrampilan di kalangan anggotanya dengan memberi contoh yang baik. dsb. Sehingga perasaan belongness atau rasa memiliki harus betul-betul tertanam di tiap-tiap individu dalam arti yang sebenarnya. Kalau rasa aman ini tidak dimiliki oleh tiap individu lebih-lebih bila seorang manager atau pemimpin tidak berusaha menanamkannya kepada anggotanya jangan diharap pekerjaan itu akan membawa hasil yang baik. E. Rasa aman meliputi aman fisik dan mental. Kebutuhan Akan Rasa Aman Rasa aman mengandung pengertian yang sangat luas dan komplek. Dalam mengerjakan pekerjaan tidak dihinggapi rasa ditekan atau dipaksa oleh atasannya dimana perasaan semacam ini membawa pengaruh yang sangat buruk kepada kelancaran bekerja. Prestasi yang baik bisa dicapai bila seluruh bagian dari departemennya mempunyai rasa bahwa kemajuan untuk kepentingan bersama. Untuk mencapai hal ini seorang manager atau pemimpin harus pandai-pandai menanamkan. aman tempat bekerja.

dengan diikutsertakannya dalam memecahkan masalah akan timbul dua kemungkinan: 1. Seeorang anggota berkewajiban menerima dan menjalankan perintah pemimpinnya dengan sebaik-baiknya. Kebutuhan Akan Rasa Aktualisasi Pondok Pesantren Darul Ulum . hal ini untuk lebih meresapkan rasa kekeluargaan di kalangan organisasi itu dan yang lebih penting lagi untuk memupuk rasa tanggung jawab terhadap organisasinya. Ada baiknya seorang manager atau pemimpin pada waktu tertentu mengadakan perkumpulan dengan anggotanya untuk memperbincangkan dan bertukar pikiran mengenai masalahmasalah tertentu yang dihadapi. sehingga diharapkan bahwa anggotanya akan berlomba dalam mengembangkan kreasinya. F. Bagi anggota yang diterima idenya akan merupakan suatu kebanggaan bagi dirinya bahwa buah pikirannya berguna. melaporkan hasil pelaksanaanya dan mempertanggungjawabkan kepada yang memberi perintah. Dengan adanya perkumpulan semacam ini tentu akan segera diketahui tinggi rendahnya alam fikiran anggota dan filsafat yang dijadikan pandangan hidup mereka. dengan diikutsertakannya dalam suatu perkumpulan semacam ini merupakan pendidikan untuk ikut serta bertanggungjawab terhadap organisasinya. Lalu dari itu. Dengan diikutsertakan dalam memikirkan persoalanpersoalan yang harus dihadapai oleh manager atau pemimpin dalam memecahkan persoalan dan tentunya ide atau pendapat dari anggotanya sedikitnya akan memberi pertolongan atau menimbulkan tambahan pertimbangan. 2.Panduan Organisasi 23 Sudah menjadi keharusan di kalangan organisasi adanya perasaan berpartisipasi baik antara anggota dengan anggota atau pun anggota dengan pemimpin.

Seorang pemimpin tidak boleh menganggap kurang berguna hasil usaha anggotanya. Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi 24 Meskipun prestasi yang telah dicapai oleh anggotanya kecil akan tetapi anggotanya sangat menginginkan perhatian dari pemimpinnya. dengan tujuan agar semuanya bisa melakukan dengan harapan agar yang bersangkutan lebih meningkatkan kegiatan kerjanya. Dalam hal ini seorang pemimpin harus mempunyai anggaran yang obyektif atas prestasi yang telah dicapai walaupun kelihatannya kurang penting. bahkan sebaliknya harus mengganggap penting dan harus berani melontarkan penilaian dan kalau perlu diucapkan di depan bawahan yang lainnya. Dengan demikian akan terjadi kompetisi yang akan menguntungkan bagi kemajuan organisasi yang akhirnya organisasi akan maju secara keseluruhan. Dan bagi yang lain agar menjadi pendorong dan pembakar semangat untuk lebih giat berusaha mencapai prestassi yang baik.

Menyinggung masalah pemeliharaan alat-alat ada dua kemungkinan: 1. sangat menentukan sekali kelancaran organisasi. Keadaan Tempat Kerja Keadaan tempat bekerja yang menyenangkan akan menimbulkan kegairahan dalam bekerja dan dapat menjadi pendorong semangat untuk bekerja. Sebaiknya meskipun alat-alatnya kurang baik. Alat-alat tidak dipetingkan barunya. dll. kertas. akan tetapi yang penting adalah alatalat tersebut bisa digunakan. apabila mendapat pemerliharaan dengan sebaik-baiknya hasilnya akan lebih baik. Memperbaiki setelah alat tersebut diketahui mengalami kerusakan. Pemegang alat-alat organisasi sedikitnya harus mengetahui cara pemakaiannya dan pemeliharaannya meskipun yang bersangkutan belum dikatakan ahli dalam menggunakan alat-alat tersebut. seperti sekretaris membutuhkan mesin tik.Panduan Organisasi FAKTOR ALAT KERJA 25 Yang dimaksud dengan alat atau perkakas kerja ialah semua alat yang dihajatkan oleh organisasi itu. Meskipun bagaimana baiknya alat-alat. pita. sebaliknya sering terjadi kerusakan alat-alat akan menghambat jalannya organisasi. Adanya alat-alat yang baik dan terpelihara. Supaya alat-alat organisasi tetap baik perlu sekali adanya pemeliharaan dengan sebaik-baiknya dan kontinyu. baik alat-alat yang baru dibeli ataupun yang sudah terpakai. maka harus diadakan bahan-bahan seperti karbon. tanpa pemeliharaan yang wajar dan teratur akhirnya akan segera rusak juga. A. Karena dengan adanya tempat bekerja yang teratur baik posisi tempat maupun cara Pondok Pesantren Darul Ulum . 2. Memeliharan alat-alat sejak mulai digunakan.

Hal ini bisa dicapai kalau pelaksanaannya mempunyai faktor ketrampilan. akan bisa dinilai prestasi yang didapat oleh organisasi tersebut. Hal ini akan memberikan kesan baik kepada siapa saja yang mengunjungi. Dalam persoalan ruang dan alat kerja.Panduan Organisasi 26 pengaturan alat-alat akan mempengaruhi kerapihan pekerjaan. Dan dengan pengaturan serupa itu. B. Oleh karena itu seorang pemimpin harus pandai memilih tempat untuk bekerja yang sesuai dalam segala seginya baik mengenai kesehatan ataupun mengenai kerapihannya. cepat dan hemat. Pondok Pesantren Darul Ulum . Ketrampilan Kerja Betapapun kecilnya tugas tetap dibutuhkan pelaksanaan yang baik. Bukan soal mewahnya bangunan dan bukan serba luxnya alat-alat akan tetapi yang penting bagaimana cara pengaturan ruangan dan cara peletakan alat-alat. Untuk itu diperlukan latihan-latihan secara kontinue karena perkembangan manusia secara langsung atau tidak akan mempengaruhi oleh latihan-latihan.

Seluruh keputusan diserahkan kepada anggota. Maka anggota akan menggantungkan diri kepada pemimpin secara keseluruhan. Jika pada suatu peristiwa pemimpin berhalangan hadir. Tehnik Kepemimpinan dan Sikap Mental Anggota Pondok Pesantren Darul Ulum . Maka tehnik bebas membutuhkan anggota yang penuh inisiatif. Tehnik otokratis menghendaki ketaatan dari pihak anggota. maka semua aktivitas akan berhenti. B. Pemimpin yang otokratis mengambil keputusan sendiri dengan mengabaikan pendapat anggota. Untuk ini diperlukan pembahasannya pula tentang sikap mental anggota yang dikaitkan dengan tehnik kepemimpinan sebagai berikut: 1. Tetapi anggota mendapat kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya. Tehnik Bebas Pemimpin bertehnik bebas memberikan informasi/saran kepada anggota untuk melaksanakan suatu pekerjaan.Panduan Organisasi LEADERSHIP 27 A. pekerjaan itu tetap berjalan lancar. 2. Tehnik ini dihubungkan dengan relasi antara pemimpin dan anggota. Tehnik Kepemimpinan Untuk melaksanakan kepemimpinan dalam mengarahkan orang digunakan beberapa tehnik kepemimpinan. Tehnik Otokratis Dalam hal ini pemimpin memberikan perintah kepada anggota dengan memberikan pula policy (kebijakan) dan pengarahan yang lengkap. Tehnik Demokrasi Pemimpin akan membuat keputusan dengan berkonsultasi anggota. 3. Bila pemimpin absen.

Bila pemimpin menghendaki inisiatif. Bila pemimpin menghendaki ketaatan anggota. Tehnik kepemimpinan berlawanan dengan sikap mental anggota Sebagaimana telah dikatakan di atas. Penggunaan tehnik kepemimpinan Pendekatan untuk menggunakan tehnik perlu adanya beberapa pertimbangan yang seharusnya diperhatian Pondok Pesantren Darul Ulum . Relasi kepemimpinan dan sikap mental anggota Relasi antara tanggung jawab pemimpin dan sikap mental anggota dapat digambarkan sebagai berikut: a. Inisiatif Anggota ternyata taat. ia melimpahkan sebagian besar tanggung jawab kepada anggotanya. maka tehnik yang diambil adalah demokratis. Sikap Mental Anggota a. Tehnik Kepemimpinan 1) Otokratis 2) Demokratis 3) Free Reign b. dan yang berdekatan dengan free reign digunakan inisiatif anggota dalam menentukan keputusan. Bila pemimpin menghendaki partisipasi anggota. maka ada hubungan antara tehnik kepemimpinan dengan sikap mental anggota yaitu: a. 2. maka tehnik yang digunakan adalah otokratis. Ketaatan b. 3.Panduan Organisasi 28 1. jika dikehendaki partisipasi dari pihak anggota. Partisipasi c. ia memikul tanggung jawab yang berat b. ia membagi wewenang tanggung jawab berbagai persoalan kepada anggota c.

Panduan Organisasi 29 tentang kondisi yang sekiranya cocok bagi salah satu metode seperti: a. Kondisi kepribadian yang dimiliki oleh pemimpin juga mempengaruhi tehnik kepemimpinan d. Anggota yang memppunyai sifat bermusuhan harus dihadapi dengan otokrasi untuk menyalurkan keagresifannya pada tujuan-tujuan yang membangun. Anggota yang suka bekerja. Pondok Pesantren Darul Ulum . Anggota secara individu tidak ada yang sama. Situasi kepemimpinan harus selalu diganti sesuai dengan keadaan. Sifat kooperatif ini dapat juga disebut agresif. dalam hal ini diperlukan tehnik demokratis. 4. Situasi kelompok yang sering mengalami pasang surut. b. Bila anggota mempunyai sifat kooperatif (kerja sama) diperlukan metode demokratis. Ketegasan ini memberikan keyakinan perlindungan. Keadaan Individu Anggota yang Tidak Memerlukan Tehnik Otokratis a. Keadaan Individu Anggota yang Memerlukan Tehnik Free Reign. tetapi keagresifannya mengarah pada hal-hal yang menguntungkan. 6. Ciri-ciri kelompok satu dengan lainnya menentukan kegunaan tehnik tertentu. a. Tehnik Free Reign akan dipakai untuk menghadapi anggota yang suka bekerja sendiri. b. b. Anggota yang selalu bertangung pada orang lain dan menghendaki tindakan tegas. c. Keadaan Individu Anggota yang Memerlukan Tehnik Otokratis a. 5.

Panduan Organisasi 30 b. 7. Kondisi yang Memberikan Kebebasan Lebih Besar Kepada Anggota a. bila kondisi-kondisi di atas tidak menguntungkan. 2. c. Bila anggota mempunyai minat pada problem dan merasakan problem itu penting. Gaya Kepemimpinan Dalam hal ini ada empat macam: 1. d. e. Gaya III : pemimpin mengambil keputusan bersama dengan anggota (tehnik demokrasi digunakan) Pondok Pesantren Darul Ulum . Bila anggota terpaksa memerlukan kebebasan. c. g. f. C. Bila anggota mempunyai toleransi yang cukup terhadap masalah yang kurang jelas. Bil anggota memahami tujuan organisasi. Anggota yang memiliki tanggung jawab dan kemampuan yang cukup. Bila anggota dapat belajar ikut serta dalam pengambilan. Gaya I : pemimpin mengambil keputusan dengan penjelasan kepada anggota (terdapat ciri otokrasi yang agak lama). Bila anggota mempunyai pengetahuan yang diperlukan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah problem. Anggota yang memerlukan gerakan sosial yang terpisah dan tak mempunyai kontak dengan dunia luar. b. Gaya II : pemimpin mengambil keputusan dengan berembuk terlebih dahulu dengan anggota (otokrasi mulai ditinggalkan menuju demokrasi) 3. Pemimpin akan menggunakan wewenangnya penuh. Bila anggota mempunyai kesanggupan untuk memikul tanggung jawab.

Adapun kekuatan intern yang mempengaruhi adalah: 1. Strategi Instansi : adanya rahasia instansi yang bersangkutan tidak boleh diketahui anggota 4. E. Tingkat kepercayaan pada bawahan Dalam hal ini harus dapat dijawab siapakah kiranya yang dapat dipercaya untuk menyelesaikan sebuah problem. Faktor-Faktor Partisipasi Anggota Faktor-faktor yang memungkinkan anggota mengadakan partisipasi dalam keputusan ialah: 1. Kepribadian Pemimpin Tingkah laku pemimpin sebagian besar dipengaruhi oleh pribadinya sendiri. Gaya IV : pelimpahan wewenang keputusan kepada anggota (tehnik free reign digunakan). Keuangan : biaya partisipasi tidak tinggi 3. Volume sistim yang dimiliki Hal ini amat penting untuk mengetahui perasaannya tentang kemampuan anggota untuk memikul tanggung jawab. 3. D. Saluran Komunikasi : anggota harus mampu dalam pemikiran untuk tingkat yang lebih tinggi. Waktu yang disediakan : ketepatan waktu yang diperlukan bila harus diambil keputusan yang tepat 2. Kecenderungan sendiri dalam tehnik leadership Pemimpin dapat mempunyai kecenderungan untuk bertindak otokratis atau demokrasi atau free reign. 2.Panduan Organisasi 31 4. Tentu saja kepemimpinannya akan didasarkan pada background. pengetahuan dan pengalamannya. Pondok Pesantren Darul Ulum .

berpikiran apriori/jelek tentang bawahannya. Seorang pemimpin tidak boleh berprasangka. Perasaan tenang dan aman dalam situasi yang tak menentu Dalam hal ini toleransi tentang ketidakjelasan harus diperhatikan sewaktu proses pengambilan keputusan dilimpahkan kepada anggota. Di bawah ini adalah uraian Tesenture Vital yang menyebutkan beberapa sifat yang penting sekali bagi seorang pemimpin: 1.Panduan Organisasi 32 4. kelompok kerja. Situasi Kepemimpinan Situasi kepemimpinan juga mempengaruhi prilaku pemimpin antara lain adalah: bentuk organisasi. G. Pemimpin hrus menyadari sepenuhnya bahwa yang dihadapinya adalah manusia dengan segala tingkah laku/sifat yang baik maupun yang kurang baik. sifat problem yang dihadapi dan tekanan waktu. Sifat-Sifat Pemimpin Memimpin ialah menerangkan untuk bekerja bersamasama menuju suatu tujuan yang diingini oleh semuanya. tidak boleh lekas naik darah dan sebaliknya rasa percaya pada diri sendiri harus ada. Ia akan merasa kekurangpastian bagaimana tentang hasil proyek yang akan datang bertalian dengan sifat dan typenya. karena pekerjaannya yang utama memerlukan pengetahuan banyak tentang manusia dan hubungan antara mereka. F. 3. 4. Penuh energik baik rohani maupun jasmani dan giat terus menerus. Mempunyai pengetahuan yang luas tentang hubungan manusia. 2. Keinginan untuk menjadi pemimpin haruslah menjadi daya pendorong yang berasal dari dalam diri dan tidak Pondok Pesantren Darul Ulum .

Mempunyai kemahiran dalam bidang sosial supaya terjamin kepercayaan dan kesetiaan anggotanya. 7. mendelegasikan kekuasaan. menyusun organisasi. Mempunyai kemahiran dalam mengadakan komunikasi secara lisan ataupun tulisan atau surat. Mempunyai kecakapan mengajar. Type Pribadi Kepemimpinan pribadi dibuktikan oleh adanya kontak pribadi yang langsung dari pemimpin kepada anggotanya. Type-Type Pemimpin 1.Panduan Organisasi 33 ada desakan dari luas. mengambil keputusan. mengawasi. senang jika anggotanya maju dan menghargai pendirian orang lain. karena seorang pemimpin tulen harus pula memberi semangat kepada anggota. 6. Yang dimaksud kecakapan memimpin adalah berfikir dinamis dan aktif. Di samping sifat-sifat yang ada itu. Hendaknya setiap pemimpin selalu berdasarkan pada iman yang kuat. segala tingkah lakunya. masah ada yang lebih penting lagi yaitu sifat-sifat dari segi kerohanian. Maka ia harus memancarkan semangat bekerja. Ia harus bersifat ramah. Ia harus dapat memperkembangkan orang lain dan memajukannya. pekerjaannya harus selalu diperhatikan karena inilah yang lebih menaruh kesadaran dan keinsyafannya kepada anggota. 8. Mempunyai kecakapan tehnis untuk merencanakan. Pondok Pesantren Darul Ulum . Kepemimpinan semacam ini biasanya sangat efekif di dalam usaha apapun baik yang kecil atau pun yang besar. suka menolong. 5. H. meneliti dan sebagainya.

Pengawasan sangat tegang pula. Kepemimpinan Demokratis Golongan anggotanya ikut serta memberikan pendapat mereka. 6. sumpah atau janji. 3. melainkan lewat anggotanya. Kepemimpinan Non-Pribadi Tidak dirasakan langsung. 5. maka tipe ini akan gagal. Biasanya kepercayaannya akan diri sendiri dan kesanggupan atas anggota tidak dapat berkembang. Teori Kepemimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum . 4. Jika mereka tidak mempunyai keinginan untuk bekerja sama dan mengejar cita-cita yang murni. atau melalui non personal seperti rencana. instruksi. ia berpendapat bahwa ia dapat menentukan apa dan bagaimana sesuatu harus dikerjakan. Ini baiknya terutama jika anggota golongan itu terdiri dari orang-orang yang cakap dan cerdas. Kepemimpinan Otoriter Pemimpin seperti ini menganggap leadership sebagai haknya. Kepemimpinan Paternalistic Pemimpin menjaga kepentingan anggota seperti seorang datuk mengasuh kemenakannya atau anak semangnya.Panduan Organisasi 34 2. melindungi. I. Kepemimpinan Kelompok yang setujuan Seperti suatu perkumpulan sepakbola yang sedang berlatih. menjuruskan dan memimpin. Hubungan pemimpin dan anggotanya berjalan tidak langsung.

tekadnya. 4. bila mereka yakin dan percaya bahwa ia akan menetapi janjinya. Semangat adalah alat yang penting untuk seorang pemimpin yang harus dapat membangkitkan semangat anggotanya. Gairah Memimpin Selera akan tujuan dan jurusan memimpin. yaitu: 1. 6. 3. keuletan yang mengagumkan. harapannya. Untuk itu pada anggotanya harus digerakkan emosinya. 5. Energi jasmani dan rohani Pemimpin pada umumnya mempunyai semangat yang besar. 2. Semangat Tujuan yang sehat dan baik belum cukup untuk menimbulkan semangat. Tanggung Jawab Orang yang memberi kepercayaan kepada seorang pemimpin. Ramah Tamah Ini perlu untuk dapat menimbulkan rasa hormat dan simpati anggotanya.Panduan Organisasi 35 Sifat-sifat dan kwalitas yang perlu ada pada pemimpin. Ia akan memiliki kekuatan dan keyakinan tentang apa yang dilaksanakan dan dengan cara bagaimana mencapainya. aktivitas dan kecerdasan yang melebihi lainnya. pemimpin haruslah berani menanggung resiko dari kepemimpinannya jika perlu dengan pengorbanan. Intelligensia atau kecerdasan Pondok Pesantren Darul Ulum .

Kewibawaan dan Tanggung Jawab 1. seorang pemimpin dapat dengan bijaksana mengambil keputusan. kewajiban dalam susunan masyarakat ada tiga macam: 1) Kewibawaan menurut undang-undang. 3) Kewajiban orang yang mendapat rahmat dari Allah SWT. Menurut Weber. yaitu: 1. Ditunjuk oleh pemimpin yang dipilih oleh anggota organisasi. b. Bagaimana Seseorang Menjadi Pemimpin Dalam hal ini tiga cara. Asal-usul kewibawaan a. Sumber kewibawaan itu adalah: K. Jadi yang sifatnya percaya pada sahnya susunan dan peraturan-peraturan menurut hukum 2) Kewibawaan yang serta tradisional yang percaya pada sucinya tradisi dan adat istiadat yang mengesahkan kewibawaan. Dipilih oleh segolongan manusia. J. 7. Sanggup mengambil keputusan Proses dalam mengambil keputusan itu adalah dengan menimbang-nimbang berbagai faktor meskipun berasal dari berbagai pendapat anggotanya.Panduan Organisasi 36 Setiap pemimpin hendaknya berpengetahuan cukup untuk mencapai tujuannya dan guna melaksanakan kepemimpinannya. 3. 2. Membentuk diri sendiri. Dengan adanya pengumpulan segala bahan keterangan dan factor yang cukup. Pondok Pesantren Darul Ulum .

Setiap anggota organisasi dianggap telah menerima tugas yang harus dilaksanakannya menurut kecapakannya dengan sebaikbaiknya. Pondok Pesantren Darul Ulum . dan ketiga-tiganya disebut dengan tanggung jawab. Rasa tanggung jawab ini dapat pula dilihat dari dua fase: Fase I : Bagaimana proses pelaksanaan kewajiban yang dibebankan kepadanya untuk mencapai tujuan/hasil tertentu Fase II : Sampai dimana kewajiban yang dibebankan kepadanya dicapai serta bagaimana mempertanggung-jawabkan kepada pemimpinnya. 3) Pribadi. Kewibawaan diperoleh secara keahlian khusus. Tanggung jawab mempunyai beberapa aspek. Tanggung Jawab Alvin Brown membahas wujud dan sifat dari tanggung jawab sebagai berikut: “Tanggung jawab “responsibility” adalah suatu beban dimana seorang dapat diminta pertanggungjawabannya”. Tanggung jawab sebagai kewibawaan. 2) Moril. 2. Kewibawaan pribadi beasal dari kepribadian seseorang. Tanggung jawab sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan b.Panduan Organisasi 37 1) Tehnik. yaitu: a. Ketiga aspek ini merupakan sebagai alat yang dapat dipisahkan satu sama lainnya. c. Yang demikian itu akan menciptakan rasa tanggung jawab melasanakan tugas dan kewajibannya. Tanggung jawab sebagai penentu kewajiban.

Panduan Organisasi 38 Pondok Pesantren Darul Ulum .

pembelian. cara kerja maupun dari sudut lain. 4. maka untuk mencari jalan keluar perlu dibentuk suatu komite yang terdiri dari manager penjualan. Misalnya. misalnya akan mengadakan perencanaan yang memerlukan pendapat dan pertimbangan dan pengalaman mereka dalam masing-masing bidang keahlian. baik dipandang dari hasil. Untuk suatu hajat yang membutuhkan kerja sama dari beberapa bagian. pembelian dan produksi sehingga dapatlah diatasi kemacetan keuangan tersebut. dalam suatu perusahan yang sedang berkembang. Pada suatu ketika keuangan mengahdapi kesulitan karena macet. Tujuan komite tersebut adalah untuk mengadakan koordinasi antara keuangan perusahaan dengan kebijaksanaan penjualan. Beberapa patokan dimana pekerjaan pantia lebih bermanfaat antara lain: 1. perlu diperhatikan bahwa pekerjaan yang akan dikerjakan oleh panitia itu memerlukan kecakapan Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi PANITIA 39 A. 2. Pedoman Menentukan Panitia atau Komite Pikiran pokok yang mendorong dibentuk suatu panitia atau komite untuk suatu tugas tertntu adalah jika jelas nyata bahwa sebuah panitia akan memberikan lebih banyak faedah. Bila sebuah organisasi menghadapi persoalan yang akibat buruknya akan dirasakan oleh seluruh anggota organisasi. Bila ada suatu masalah yang akan ditangani dibutuhkan keterangan dan pendapat dari tenaga ahli. 5. produksi dan keuangan 3. maka perlu sekali untuk membentuk suatu komite guna memecahkan persoalan yang khusus. Yang dipilih menjadi panitia atau komite hendaknya yang representatif.

Waktu yang harus disediakan dan ongkos yang dikeluarkan merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dan selalu diperhitungkan. 3. bahkan melahirkan tiga fikiran berbeda. 2. A. Aspek-Aspek Yang Merugikan Dalam Kepanitiaan Aspek yang merugikan antara lain: 1. maka pekerjaan panitia itu dapat tersesat jalannya. Dengan demikian mereka mengalihkan tanggung jawab itu. B. Terpecahnya tanggung jawab. Berbeda kalau kekuasaan itu diberikan kepada seseorang. maka anggota yang duduk dalam panitia mewakili sebagai atau golongan yang berkepentingan. Mungkin sekali anggota panitia harus mengadakan perjalanan ke berbagai tempat untuk memperoleh lebih banyak keterangan. Akibat dari itu semua. Karena terdiri dari beberapa anggota dengan tanggung jawab yang beraneka ragam serta latar belakang yang berbeda pula. mereka tidak akan selalu merasa memikul beban atau tanggung jawab jawab jika sebagian usaha gagal sama sekali. maka pendapatpendapat inilah yang mungkin tidak menghasilkan keputusan. karena pekerjaan ini memerlukan waktu yang sangat singkat serta kerapihan kerja. Petunjuk Menjalankan Panitia Dengan Efektif Pondok Pesantren Darul Ulum . Bahkan mereka mungkin menyalahkan satu sama lain. Suatu delegasi mempunyai tanggung jawab yang tidak hanya diberikan kepada seseorang saja.Panduan Organisasi 40 dan ketangkasan. tetapi kepasa suatu kelompok. apabila dalam panitia terdapat beberapa pendapat yang berbeda-beda atau bertentangan yang didukung oleh sebagian anggota. Mereka masing-masing mempunyai rasa tanggung jawab yang berbeda.

7.Panduan Organisasi 41 1. Rumuskanlah kewajiban dan tanggung jawab panitia yang akan dibentuk itu dengan tegas dan terang. Rumuskanlah prosedur yang tepat sehingga gerak yang efektif dapat diharapkan. Biasakanlah mendokumentasikan rumus-rumus yang telah disepakati sehingga dapat merupakan bahan yang penting untuk organisasi kelak di kemudian hari. Ongkos-ongkos yang dikeluarkan hendaknya dapat dipertanggung-jawabkan dengan hasil yang diperoleh. 5. 4. Adakanlah penilaian dengan mengontrol konklusi yang diambil oleh panitia. Berikanlah bantuan yang cukup kepada panitia. Pilihlah anggota panitia sesuai dengan tugas panitia tersebut. Pondok Pesantren Darul Ulum . 2. 3. 6. 8. Tentukanlah ketua panitia dan ketua rapat yang tepat.

Agar supaya rapat itu berfaedah dalam arti kata dapat mengembangkan sifat kepemimpinan. Sehingga keputusankeputusan yang ditetapkan dalam rapat tersebut bersifat mengikat.Panduan Organisasi RAPAT 42 Rapat adalah suatu pertemuan organisasi yang resmi dengan tata tertib yang agak mengikat. maka hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Pondok Pesantren Darul Ulum .

adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua dan para Ketua Bagian. d. Rapat ini diadakan untuk: a. Rapat Pengurus Harian. untuk 1) Penyusunan Program Kerja Tahunan OSDU 2) Penilaian pelaksanaan program kerja OSDU tengah tahunan dan akhir tahun. Macam-Macam Rapat Rapat terdiri dari: 1. Rapat Pleno pengurus. adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh anggota organisasi. c. Rapat Pleno. b. Pemilihan pimpinan rapat pleno yang terdiri dari seorang ketua. seorang wakil ketua dan seorang sekretaris. Pencalonan Ketua Umum OSDU. Pemilihan Ketua Umum OSDU.Panduan Organisasi 43 A. Rapat ini diadakan untuk: a. adalah rapat pengurus yang dihadiri oleh para pengurus harian OSDU untuk membicarakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan harian. b. Acara. c. 3) Membahas laporan pertanggungjawaban OSDU pada akhir masa jabatan. Rapat Pengurus. e. Pondok Pesantren Darul Ulum . adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh pengurus organisasi. Penilaian laporan pertanggungjawaban pengurus OSDU pada akhir masa jabatannya. 2. Rapat Koordinasi. waktu dan tempat rapat pleno dikonsultasikan dengan pembina OSDU.

Konsep rapat yag telah disusun oleh panitia ini hendaknya disahkan oleh ketua terlebih dahulu. Pimpinan rapat harus sanggup dan dapat membedakan pembiraan yang bersifat: a. 3. 5. 4.Panduan Organisasi 44 B. Usul-usul dapat bersifat resmi dapat juga tidak resmi. Usahakan agar semua peserta rapat ada kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan fikiran mereka. 2. Rencanakanlah waktu tertentu untuk mengadakan rapat. Apabila dianggap perlu konsep acara tersebut dapat ditinjau kembali dengan mengadakan perubahan sedikit oleh ketua. Pimpinan Rapat 1. C. Acara rapat hendaknya disusun berdasarkan usul-usul yang dikemukakan oleh anggota pengurus. berikanlah kesempatan kepada anggota yang akan mengikuti rapat. 2. Mengemukakan fakta. Pimpinan rapat hendaklah menjaga agar pembicaraan tidak hanya dimonopoli oleh salah seorang peserta tertentu. Pimpinan rapat hendaknya bijaksana agar persoalan yang dibahas dapat dengan jelas dan terang dapat diikuti oleh semua anggota peserta rapat. Panitia ini bersama-sama dapat menghubungi anggota lain dalam usaha mengumpulkan usul-usul acara rapat. b. Segala persoalan yang penting untuk dibicarakan. sebelum diambil keputusan hendaknya diperhatikan atau Pondok Pesantren Darul Ulum . dengan cepat dan tepat dapat menyimpulkan hasil pembicaraan dalam rapat. 3. untuk kepentingan ini hendaknya dibentuk panitia khusus yang menyusun acara rapat. Perencanan Rapat 1. Mengemukakan pendapat. 4. Pimpinan rapat harus cakap.

Kemudian mempersilahkan sekretaris untuk melaporkan undangan yang telah disebarkan dan membaca acara rapat sebelum dimulai sidang. Pimpinan sidang menjelaskan tentang susunan acara dan meminta persetujuan hadirin. b. C. 3.Panduan Organisasi 45 dipertimbangkan secara masak. dengan demikian dihindarkan keputusan yang kurang obyektif dan kurang memuaskan. Pimpinan rapat membuka rapat dengan bacaan basmalah. Mimbar di sebelah kanan. Keadaan harus dijaga dengan baik begitu pula tata tertib dan disiplin sidang. Jalannya Rapat Rapat dipimpin oleh seorang ketua dan sekretaris. Tempat/Posisi Ruangan a. Meja pimpinan di sebelah kiri. Cara-Cara Rapat Yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan rapat adalah: 1. baik yang memimpin ataupun yang mencatat. Segala fikiran. Demi untuk menambah pengetahuan. pimpinan dapat diusahakan secara bergiliran. Corum Yaitu jumlah anggota atau pengurus penuh yang oleh organisasi telah ditetapkan harus hadir dalam suatu sidang guna memutuskan atau merundingkan apa yang harus dirumuskan atau dilaksanakan oleh suatu organisasi. 2. kecakapan dan pengalaman dalam seluk beluk mengenai rapat. Pondok Pesantren Darul Ulum . pendapat dan pengalaman yang dikemukakan oleh peserta rapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya dan teliti.

Membacakan hasil-hasil rapat atau notulen. Mengabsen para hadirin (mengadakan daftar hadir sebelum sidang dimulai). b. Menyimpulkan pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh peserta sidang. Mengulangi bunyi usul dan mengajukannya kepada hadirin atau para peserta. d. Membuat laporan hasil rapat dan dikirim kepada instansi yang bersangkutan. Tindakan Pimpinan Sidang Dalam Menyambul Usul-Usul yang Diajukan Oleh Peserta Sidang. b. Pondok Pesantren Darul Ulum . Bertindak tegas dan tidak mengakibatkan norma demokrasi disalahgunakan. Persiapan Pimpinan a. b.Panduan Organisasi 46 4. c. Catatan dan ikhtisar rencana yang akan dibicarakan dalam sidang. 5. c. Menampung segala pendapat atau usul yang dikemukakan oleh peserta sidang dan menghormatinya. Tugas Sekretaris Sidang a. Menanyakan kepada hadirin atau para peserta siapa yang mendukung usul tersebut. Bijaksana dalam mempertemukan pendapat yang kontradiksi atau berlawanan. d. a. 6. e. Mencatat atau membuat notulen rapat.

Pondok Pesantren Darul Ulum . Menghentikan pembicaan yang tidak pada point/pokok masalah yang telah ditentukan dan yang berbicara bertele-tele. (bila perlu) diperdebatkan. d. 47 Mempersilahkan agar usul tersebut usul tersebut dibahas atau Mengadakan pemungutan suara. Jangan membolehkan anggota sidang untuk berbicara dua kali jika ada yang lain belum berbicara. 7. Bagi pembicara yang kontradiksi jangan menghadapkan mukanya waktu berbicara kepada kawan yang dilawannya. hal ini untuk menghindari timbulnya suasana permusuhan antara dua orang anggota yang kontradiksi dan untuk memudahkan peserta yang lain dalam mendengar dan menimbang alasan-alasan yang dikemukakan. b.Panduan Organisasi c. Membahas atau Memperdebatkan Suatu Usul a.

Dasar dan Tujuan Organisasi. Peraturan tentang rapat organisasi. Pada saat ini banyak diketahui berbagai macam perhimpunan yang bertujuan politik. Syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi anggota organisasi itu beserta hak dn kewajibannya masingmasing. ekonomi. AD dalam suatu organisasi yang teratur rapi dan baik tentu akan memuat antara lain: 1. sosial. Semua pengurus dan anggota dari masing-masing perhimppunan atau organisasi yang mempunyai AD wajib tunduk terhadap apa yang dinyatakann oleh AD tersebut. karena inilah yang akan menetapkan tujuan dan cara dari organisasi tersebut.Panduan Organisasi 48 AD DAN ART ORGANISASI A. dll. Peraturan dan kewajiban pengurus organisasi. Undang-undang atau peraturan yang berlaku di organisasi atau perhimpunan disebut Anggaran Dasar (AD) yang dibuat oleh tim tertentu yang disahkan oleh rapat atau sidang anggota yang diadakan untuk pertama kali. Cara memperoleh sumber keuangan. 3. Anggaran Dasar Organisasi Setiap negara yang mempunyai pemerintahan bercorak demokrasi. Uraian mengenai cara mencapai tujuan organisasi. kebudayaan. Bagi suatu negara yang mempunyai pemerintahan teratur. Pondok Pesantren Darul Ulum . Penyusunan pasal demmi pasa untuk membuat AD tidaklah mudah. 5. 6. 4. 2. Anggaran Dasar yang disahkan dan diakui itu mempunyai kekuatan dan kekuasaan terbesar dan tertinggi. berlakulahh Undang Undang Dasar untuk menjamin keselamatan negara dan penduduknya. tentu memberikan berbagai macam hak kepada penduduknya yaitu hak untuk berhimpun dan berapat atau lazimnya disebut dengan hak berorganisasi.

Peraturan lain yang memperbolehkan pengurus organisasi mengambil keputusan yang tidak disebut dalam AD dan ART.Panduan Organisasi 49 7. 10. Peraturan tentang perubahan Anggaran Dasar. Pondok Pesantren Darul Ulum . 9. Pedoman atau petunjuk tentang masalah-masalah yang harus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi. 8. Peraturan tentang cara pembubaran organisasi.

3. Urusan pemakaian keuangan organisasi. Tentang dapat dan tidaknya sesuatu keputusan yang diambil dalam rapat disahkan atau tidak disahkan berdasarkan jumlah anggota yang hadir dalam rapat atau sidang. Anggaran Rumah Tangga Organisasi Telah ditegaskan bahwa dalam Anggaran Dasar suatu organisasi hanya dicantumkan hal-hal yang penting-penting saja. sehingga coraknya tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar organisasi tersebut yang dimuat dalam Anggaran Rumah Tangga ialah: 1. Tentang pemberhentian dan pemecatan pengurus atau anggota. Hak mengeluarkan pendapat atau suara. Hal-hal yang mengenai fungsi. Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi 50 B. 4. 6. Anggaran Rumah Tangga harus dibuat sedemikian rupa. 5. sedangkan dalam Anggaran Rumah Tangga ini disebutkan dan ditentukan hal-hal yang sewaktu-waktu dapat diubah yang antara lain tergantung kepada maju mundurnya suatu organisasi ataupun juga dikarenakan oleh perkembangan zaman (kalau memang hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan organisasi). wewenang dan tugas pengurus dan anggota organisasi. 2. Acara yang harus dibicarakan dalam rapat-rapat dn sidang musyawarah organisasi dan lain-lain yang dianggap penting selain dari yang tersebut di atas.

2. Menurut Drs. Administrasi dalam bahasa Belanda adalah tata usaha. Segi-segi administrasi ada tiga macam. ilmu administrasi masih selalu diperselisihkan tentang arti atau namanya. korespondensi. mengetik. berasal dari suku kata AD dan MINISTRASI yang berarti pengabdian atau service atau pemberian jasa di dalam suatu usaha guna mencapai suatu tujuan. Kalau diambil dari bahasa Yunani. yaitu: 1. Administrasi dalam arti proses adalah segala kegiatan sejak dari rumusan tujuan sampai penyelenggaraan sehingga tercapai suatu tujuan. Administrasi dalam arti fungsional adalah segala kegiatan yang mendahulukan ke arah mencapai suatu tujuan.Panduan Organisasi 51 ADMINISTRASI Dari kalangan ilmuwan. kearsipan dan lain-lain yang berupa pekerjaan kantor. The Liang Gie. 3. Administrasi dalam arti institusional adalah merupakan kelompok orang yang menjalankan proses kegiatan ke arah tercapainya suatu tujuan bersama. The Liang Gie mengartikan administrasi ialah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Drs. ilmu administrasi di Indonesia ini dapat diperinci dari dua sudut: Pondok Pesantren Darul Ulum . yaitu segala kegiatan yang meliputi tulis menulis.

Panduan Organisasi 1. a. b. c. d. e. f. g. h. 2. Perincian menurut unsur administrasi.

52 Organisasi. Management. Tata Hubungan. Administrasi Kepegawaian. Administrasi Keuangan. Administrasi Perbekalan. Administrasi Perkantoran. Administrasi Humas.

Perincian menurut suasana lingkungan serta tujuannya. a. Administrasi Negara Administrasi negara dapat diperinci dalam cabang pengetahuan khusus seperti: 1) Administrasi tentang pajak 2) Administrasi tentang pengajaran 3) Administrasi tentang kesehatan 4) Administrasi tentang kemiliteran atau administrasi militer Segala proses dalam penyelenggaraan wewenang untuk kepentingan penduduk dalam suatu negara adalah kegiatan administrasi negara, ada tiga unsur penting dalam suatu administrasi negara, yaitu: a) Organisasi b) Management c) Keuangan

Pondok Pesantren Darul Ulum

Panduan Organisasi

53

b. 1) 2) 3) 4) c.

Berorganisasi adalah mengatur suatu usaha dengan jalan bekerja sama di antara sekelompok manusia dalam lingkungan masyarakat. Maksud berorganisasi di sini adalah: a) Menghimpun tenaga sebanyak mungkin menjadi satu kekuatan. b) Menghimpun tenaga yang berbakat. Untuk bisa berorganisasi dan supaya dapat menjalankan tindakan. Harus mempunyai pegangan hukum yaitu yang tercantum dalam asas-asas yang dijadikan dasar untuk menjalankan atau melakukan pekerjaan sehari-hari. Administrasi Swasta. Administrasi perusahaan Administrasi kemasyarakatan Yang terdiri dari macam-macam golongan atau partai Administrasi internasional

Administrasi Sosial Contoh: UNESCO, UNO

SURAT Surat ialah sehelai kertas atau lebih dimana dituliskan suatu pernyataan, berita, pertanyaan atau segala sesuatu

Pondok Pesantren Darul Ulum

Panduan Organisasi

54

yang dinyatakan, diberitakan kepada orang lain. Surat dapat digolongkan menurut: 1. Golongan yang berbentuk kartu pos. 2. Golongan yang berbentuk warkat pos 3. Golongan yang berbentuk bersampul. Korespondensi ialah segala aktivitas mulai dari menyusun surat sampai surat ditandatangani dan siap untuk dikirimkan. A. Penyelenggaraan Surat Sebelum menulis surat kepada orang lain hendaklah difikirkan dahulu apa yang hendak dituliskan di atas surat itu dan kepada siapa surat itu akan dikirimkan. Hendaklah diperhatikan pribadi seseorang yang akan dikirimi, maka terlebih dahuluh hendaklah surat itu dalam bentuk konsep atau kertas sebelum dicantumkan di atas kertas surat. Yang dimaksud dengan surat berkepala adalah kertas yang dibubuhi: 1. Nama dan alamat pengirim atau nomor telepon 2. Nama (nama bagian), alamat pengirim dan ruangan untuk nommor, hal dan lampiran surat. Kertas surat berkepala seperti yang dimaksudkan di atas biasa didapati pada surat-surat perorangan yang gemar memakai kepala. Sedangkan macam surat pada bagian (b) sering dipakai oleh jawatan pemerintah, instansi, perusahaan atau organisasi lainnya. B. Nomor Surat Tidaklah semua surat memakai dan memerlukan nomor. Nomor surat hanya lazim dipakai untuk surat-surat resmi yang diselenggarakan oleh jawatan, badan pemerintah, swasta, atau organisasi lainnya. Ini disebabkan besarnya faedah yang diambil dari surat itu, antara lain:
Pondok Pesantren Darul Ulum

III : Code bulan. arsip surat tersebut dimasukkan dalam bendel F. 2. Untuk surat-surat dinas militer.Panduan Organisasi 55 1. yaitu: 1. yaitu terdiri dari: a. 2006 : Tahun pembuatan surat tersebut. bulan dan periode pengurus c. Nomor : 013/BP/E-a/XX/2006 Lamp : Sifat : Mohon Perhatian Hal : Laporan Umum Pondok Pesantren Darul Ulum . atau surat tersebut dibuat oleh pengurus periode yang ke III. Memudahkan pencarian surat itu dari tempat penyimpanannya. b. Tahun. laporan dan lain-lain biasanya dibawah nomro surat dan lampiran diberi perkataan : SIFAT Contoh : a. surat itu dibuat pada bulan Maret. Code bagian. Nomor surat lengkap. Nomor : 359/D-I/A/III/2006 Lamp : Sifat : Rahasia Hal : Penangkapan Teroris b. Nomor surat itu ada dua macam. Dapat diketahui banyak sedikitnya surat yang masuk dan surat yang keluar dalam setahunnya atau sebulannya. Contoh : 088/UP/F/III/2006 088 : Nomor surat yang dibuat UP : Code bagian kantor yaitu Urusan Pegawai berarti bersangkut paut dengan kepegawaian F : Code bendel. bendel. Nomor urut surat.

Nomor/Tahun C. Nomor surat yang tidak lengkap terdiri dari: a. Surat Partikelir 2. Surat Dinas 3.Panduan Organisasi 56 2. Jenis Surat 1. Surat Dagang Pondok Pesantren Darul Ulum . Nomor/Code b.

Agar suapa penerima surat itu dapat memahami maksud kandungan isi surat. untuk korespondensi resmi banyak pula istilah-istilah dan kalimat tertentu seperti surat dagang. singkat. sebab kalau tidak ada penutupnya dapat meniimbulkan prasangka yang tidak-tidak. Untuk menyusun isi surat. Bahasa yang dipakai hendaknya bahasa yang baik susunannya. tetapi jelas dan terang. Isi Surat Isi surat banyak macam ragamnya. tepat. surat keterangan dan lain-lain. sesuai dengan golongan surat yang dibuatnya. maka kalimat yang dipakai harus sederhana. dan lain sebagainya. ringkas. 3. surat permohonan surat keputusan.Panduan Organisasi 57 D. surat kepputusan. Pembukaan Surat Pembukaan surat sering berlainan dan dibuat sesuai dengn selera dari siapa saja yang akan mengirimkan surat. Kalimatnya pun harus teratur. Penutup Semua surat harus ada penutupnya. Pondok Pesantren Darul Ulum . Isi Surat 1. Tetapi tidak semua surat dapat memakai pembukuan menurut sekehendak hati. 2. surat keterangan. seperti surat korespondensi. Sudah selesaikan surat itu? Apa lanjutan dari persoalan yang dimaksudkan dalam surat itu? Dan lain sebagainya. orang dapat leluasa sekali dan boleh memakai caranya sendiri tergantung pada pokok hal yang akan dijadikan isi surat.

Surat yang dikirim ke Kantor Pendidikan Agama misalnya. seperti pokok acara sidang. Tembusan Surat atas Tindasan Surat Surat diberi tembusan bial persoalan yang dimaksudkan dalam surat tersebut menyangkut atau ada hubungan dangan pihak atau instansi lain. 5. Pondok Pesantren Darul Ulum . Surat resmi paling sedikit dibuat rangkap dua.Panduan Organisasi 58 4. Ini berarti selain surat resmi ada 3 buah surat sebagai lampirannya. simpan sebagai arsip. dsb. Tidak di atas tanda tangan dan tidak pula menutupi tanda tangan. maka dikirimlah surat tembusan ke kantor tersebut agar supaya dapat ikut mengetahui persoalan yang dimaksudkan di dalam surat tersebut. d. masih ada hubungan dengan kantor Lembaga Perbendaharaan Negara dalam masalah keuangan. Stempel a. susunan pengurus. Kepada siapa tembusan itu dikirimkan harus disebutkan juga dalam surat resmi itu. yang biasanya ditulis di bagian bawah sebelah kiri. Kalau ada surat yang diberi lampiran surat ini. 6. Di sebelah kiri tnda tangan sekretaris (jika memang ada ketuanya). b. Tidak diulangi walaupun kurang jelas/terang. yang asli atau paling atas dikirimkan dan yang lain dibawahnya sebagai duplikat. c. harus diterangkan dalam surt dengan kata-kata. Lampiran Surat Kadang-kadang ada surat yang disertai surat lain atau turunan surat. Sebagian tanda tangan harus terkena stempel. Contoh: Lampiran : 3 helai. surat keterangan.

Pimpinan Ponpes Darul Ulum Di Tempat Bismillahirrahmanirrahim.Panduan Organisasi Contoh surat resmi: 59 YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM PONDOK PESANTREN DARUL ULUM Jl. Bersama ini kami memberitahukan dengan segala hormat bahwa dalam rangka peningkatan mutu Pelatihan Komputer di Pondok Pesantren Darul Ulum. Assalamu’alaikum Wr. Maka dengan ini kami akan mengadakan perlombaan tersebut pada: Hari : Jum’at Tanggal : 20 Juli 2008 Waktu : Pukul 08:00 WIB Tempat : Aula Pondok Pesantren Darul Ulum Acara : Terlampir Demikianlah surat ini kami sampaikan. Marsekal Surya Darma – Selapajang Jaya – Neglasari – Kota Tangerang Nomor : 088/DUCS/B-a/IX/2008 Tangerang. 14 Juli 2008 Lamp : 1 lembar Hal : Pemberitahuan Kepada Yang Terhormat. perlu diadakan perlombaan komputer cepat. Bagian Pelatihan Komputer Pondok Pesantren Darul Ulum Sekretaris Ketua Muhammad Najib Akmal Fielya Maharani Mumtazah Pondok Pesantren Darul Ulum . semoga dapat menjadikan maklum adanya.Wb.

Pembimbing 2. Penasehat 4. Yth. Arsip 60 Pondok Pesantren Darul Ulum . Bagian Pengasuhan Santri 3. Yth. Yth.Panduan Organisasi Tembusan 1.

2. Yang besar berukuran 28.5 cm untuk menyimpan surat-surat berharga seperti kwitansi. antara lain: Stopmap Folio untuk menyimpan surat yang akan ditandatangani oleh kepala. Ini dua macam: a. Snelhecter Map untuk menyimpan surat-surat berharga seperti kwitansi. 1. Istilah lain dari arsip ialah segala sesuatu yang berkenaan dengan penyimpanan segala surat yang meliputi korespondensi. Atau singkatnya arsip adalah pembendaharaan surat-surat termasuk di dalamnya surat-surat yang telah dijadikan buku atau kitab. Terdapat dua macam arsip. b. surat edaran. akte. surat-surat instruksi. 2.5 x 17. 3. Dalam bahasa latin “Archievum” yang berarti penyimpanan (gedung penyimpanan) surat-surat. peraturan-peraturan. nota pembelian dan sebagainya. Pondok Pesantren Darul Ulum .5 cm untuk menyimpan laporan daftar gaji. Arsip surat keluar Arsip surat masuk Adapun tempat untuk menyimpan arsip disebut “MAP” dengan berbagai macamnya. nota pembelian dan sebagainya. Order Map.Panduan Organisasi ARSIP 61 1. dll. Kata arsip berasal dari bahasa Belanda “Archief” yang artinya simpanan dan dalam bahasa Inggris “File”. undang-undang. dll. Yang kecil berukuran 28. Arsip ialah suatu kumpulan catatan yang disimpan secara sistematis karena mempunyai suatu kegunaan agar setiap kali diperlukan dapat secara mudah dan cepat ditemukan. baik mendani benda-benda surat maupun mengenai tempat penyimpanan surat-surat.5 x 34.

Pondok Pesantren Darul Ulum . Berdasarkan perihal ialah kearsipan dimana penyimpanan surat-surat itu berdasarkan perihal surat. Sistem Kearsipan Ada dua macam sistem kearsipan 1. 2. Berdasarkan “nomor surat” ialah dimana surat disimpan berdasarkan urusannya masing-masing seperti: suratsurat yang berhubungan dengan keuangan diarsipkan sesuai dengan arsip keuangan.Panduan Organisasi 62 A.

Surat-surat itu tidak tersebar pada masing-masing bagian yang kadang-kadang bisa hilang terlupakan dan lain sebagainya. Masalah kearsipan sangat penting sebab pada kantor besar umumnya diadakan suatu tempat khusus yang merupakan pusat penyimpanan arsip dengan staff khusus. Segala rahasia kantor. dimana surat seluruh bagian kantor ditetapkan menjadi satu. umumnya surat-surat yang lebih dari satu tahun. Cara Menyimpan Arsip 1. Bagian arsip menerima arsip surat masuk dan keluar dari semua bagian kantor. C. Arsip Active ialah surat-surat yang setiap waktu masih dibutuhkan. perusahaan atau suatu organisasi dapat terjamin. 3. 4. Pondok Pesantren Darul Ulum . Arsip inactive ialah arsip dari surat yang sudh jarang dipakai. 2.Panduan Organisasi 63 B. 2. 3. Arsip dapat dipakai oleh semua bagian pada tempat yang tertentu. harus dipisahkan antara surat masuk dan surat keluar. Bagian-Bagian Arsip 1. Keuntungan pemusatan arsip sebagai berikut: 1. Pertanggungjawaban seluruh arsip dipikulkan kepada seorang pegawai atau staf 2. 4. Sebelum surat-surat itu masuk bendel arsip. Arsip Permanent ialah arsip surat-surat penting yang ada hubungnnya dengan kantor atau perusahaan yang bersangkutan. Arsip mati ialah arsip dari surat yang sudah tidak pernah dipakai lagi (umumnya surat-ssurat yang lebih dari 5 tahun).

Surat Yang Tidak Segera Disimpan Pondok Pesantren Darul Ulum . Surat yang tidak penting untuk dipelajari karena isi surat itu tidak mempunyai hubungan sama sekali dengan urusan pekerjaan atau kantor atau perusahaan. Lalu dimasukkan dalam bendel arsip setelah dilobangi dengan alat yang dinamakan “Ferforator”. Setelah penggolongan menurut bagian-bagian kantor. Jika surat-surat sudah masuk dalam bendel itu lalu disusun lagi dalam rak yang disebut rak arsip. yakni yang memudahkan pemeriksaan. 4.Panduan Organisasi 64 3. Setelah dipisahkan menurut surat masuk dan keluar kemudian dipisahkan menurut bagian-bagian (bagian keuangan. dll. Surat yang sudah merupakan suatu yang basi atau tidak penting. F. Surat yang tidak memerlukan jawaban 2. dsb). Selesai dengan penggolongan kemudian arsip disusun menurut tanggal masuk keluarnya surat. organisasi. 5. Bila benda-benda itu sudah waktunya dimusnahkan harus memenuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh peraturan negara. Perumusan Arsip Surat yang tidak dipakai karena sudah lebih kwatunya tidak boleh dibuang tetapi harus disimpan sebagai benda-benda arsip. 3. Tempat penyimpanan itu harus terjammin keselamtannya dan keamanannya. D. Biasanya tiap bendel dimana induk (nomor polite) yang bersifat code. kepegawaian. Surat Yang Segera Disimpan 1. 6. baur sudat disusun. perusahaan. Jadi arsip bagian yang mempunyai bundel tersendiri. E.

4. Setelah surat-surat tersebut sudah tidak terpakai lagi disediakan suatu tempat yang khusus terpisah satu dengan lainnya. Surat yang mengandung permintaan yang bersangkutan dengan urusan pekerjaan dari jawatan. Surat apa saja yang harus dipelajari dahulu sebelum disimpan. kantor atau perusahaan. Pondok Pesantren Darul Ulum . Surat edaran yang bertalian dengan urusan pekerjaan. 5. Surat instruksi yang berhubungan dengan urusan pekerjaan. 6. 3. Surat yang memuat peraturan perundang-undangan. Surat yang memerlukan jawaban atau balasan 2.Panduan Organisasi 65 1.

Panduan Organisasi

66 BUKU AGENDA SURAT

Buku agenda ialah buku catatan keluar masuknya surat yang dikirim maupun yang diterima oleh suatu kantor jawatan. Cara penggunaan buku agenda ini ada 2 macam, yaitu: 1. Secara Double (berganda) Surat yang diterima dan yang dikirim dicatat dalam dua buku agenda. a. Agenda keluar, untuk mendata surat-surat yang dikirim. b. Agenda masuk, untuk mencatat surat-surat yang diterima. 2. Secara Single (tunggal) Surat yang diterima dan yang dikirim diagendakan/dicatat dalam sebuah buku agenda saja. a. Buku Agenda Umum, buku agenda yang digunakan untuk mencatat surat-surat yang dikirim dan diterima oleh semua kantor. b. Buku Agenda Bagian, buku agenda yang digunakan untuk mencatat surat-surat yang dikirimkan oleh bagianbagian kantor. A. Mengagendakan Surat 1. Mengagendakan surat dimulai pada saat mengadakan pembukuan surat-surat. 2. Pada awal bulan dalam satu tahun. B. Menutup Agenda Buku agenda ditutup tiap-tiap akhir tahun atau pada saat jawatan kantor tidak bekerja lagi. Caranya: 1. Garis berikutnya harus digaris tebal sebagai garis tertutup.
Pondok Pesantren Darul Ulum

Panduan Organisasi

67

2. Dua garis setelah garis penutup itu dicantumkan katakata: …………. tgl : ……………… th : ……. Agendaris Cap (Nama Terang) Agendaris biasanya termasuk dari bagian Tata Usaha, maka kadang-kadang sekretaris juga menyatakan legalisasinya (pengesahannya) dengan mencantumkan: Mengetahui, Kepala Bagian Tata Usaha Sekretaris Muhammad Nahwan Abyan C. Kewajiban Agendaris 1. Mengagendakan surat-surat yang masuk dan surat keluar dan membutuhkan catatan tentang pengagendaan masing-masing surat. 2. Mengusahakan supaya buku-buku yang dipegang itu dapat menjadi buku petunjuk tempat dimana surat-surat itu diagendakan. 3. Bekerja sama secara administrasi sebaik-baiknya dengan semua pejabat baik di bagian/lingkungan sendiri atau di bagian lain. Contoh agenda surat secara double

Pondok Pesantren Darul Ulum

Panduan Organisasi
T g l Nom or Agen da 03/B/ VII/20 06 Ta ng gal 16/ 7/0 6 Surat Masuk Nomor L a m p . 02/BPS/DU/VII/ 1 2006 le m b a r

68
Dari Hal

Ket

1 7 / 7 / 0 6 Tgl 18/ 7/0 6

Bag. Peng asuh an Santr i

Pe mb erit ahu an

Nomor Agenda 06/BPS/DU/VII/2 006

Kepad a OSDU

Surat Keluar Perihal Undangan

Ket

Lampira n 1 lembar

Contoh agenda surat secara single
No. Urut M a s u k a. 1 K el u a r a. 2 Tanggal M a s u k b. 1 K el u a r b. 2 Sur Lamp Alamat at T N Hal Ket

c

c

d

e

F

g

Pondok Pesantren Darul Ulum

Untuk mencatat alamat/nama pengirim dari surt masuk atau nama/alamat dari yang dituju oleh surat yang keluar f.Panduan Organisasi 69 Keterangan agenda: a. e.2 mencatat nomor dari surat yang masuk/keluar dengan menuliskan seluruhnya. Untuk mencatat perihal/isi surat masuk/keluar g. Untuk mencatat berapa lembar lampiran yang dilampirkan pada surat tersebut.1) atau surat yang keluar (a.1) atau tanggal pengiriman surat yang akan dikeluarkan (b. c. d.1 mencatat tanggal yang tercantum pada surat masuk/keluar tersebut c.2) c. Untuk mencatat tanggal masuknya surat (b.2) b. Hanya diisi keterangan yang diperlukan dari surat masuk/keluar Pondok Pesantren Darul Ulum . Untuk mencatat nomor urut surat dari surat yang masuk (a.

2. Untuk menulis tanggal pembuatan surat yang diserahkan Pondok Pesantren Darul Ulum . 3. Kegunaan buku ekspedisi antara lain: Untuk menjamin keselamatan surat-surat yang dikirimkan ke kantor yang dituju. Buku Ekspedisi disebut juga “Buku Pengantar Surat” untuk mencatat pengiriman surat kepada pihak lain. Surat yang diserahkan Tgl Nomor Banya k Tanda Tangan Penerima Contoh buku ekspedisi: No . Buku ekspedisi local yang digunakan untuk membagi surat di dalam kantor masing-masing pihak yang di dalam sebuah kantor. bahwa surat itu benar-benar disampaikan kepada yang bersangkutan Untuk menghormati yang dikirim. 3. yaitu: Buku ekspedisi extern (luar kota) ini digunakan untuk mengirim surat kepada kantor atau jawatan dengan melibatkan kantor pos. Buku ekspedisi terbagi tiga. Tanggal Kirim Alam at a b c d e f g Keterangan: a. Buku ekspedissi intern (dalam kota) ini digunakan untuk mengirim surat kepada kantor atau jawatan dalam kota saja. Untuk tanda bukti bagi pengantar surat. Untuk menulis tanggal pembuatan surat yang dikirim c. 2. 1.Panduan Organisasi BUKU EKSPEDISI 70 1. Orang yang melaksanakan pekerjaan ekspedisi disebut ekspeditur. Untuk menulis nomor surat yang diserahkan b.

f.Panduan Organisasi d. g. e. Pondok Pesantren Darul Ulum . kadang-kadang pada kolom ini dibubuhi stempel dinas dan juga tanggal penerimaan. 71 Diisi dengan nomor surat yang diserahkan Diisi menurut banyaknya surat yang diserahkan Untuk menulis kepada siapa surat itu diserahkan Tempat untuk membubuhkan tanda tangan bagi yang meneriam penyerahan.

Ditulis dengan singkat di tempat surat yang kosong. g. Diberi tanggal waktu di bawahnya. tidak ada lowongan 16/6/2006 1. Pondok Pesantren Darul Ulum . Disposisi direktur biasanya merupakan petunjuk beleid (kebijaksanaan dalam penyelesaian suatu pekerjaan. Contoh memberi disposisi: 1. Disposisi kepala bagian merupakan perintah kepada bawahannya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. 1.Panduan Organisasi DISPOSISI 72 Disposisi berarti catatan singkat atau petunjuk kepala kantor/direktur/ pimpinan kepada karyawannya. Kemudian diparaf/ditandatangani. Catatan: f. diperintah mengetik 10 lembar 10/9/2006 2. 3. Ketiklah 10 x 2. Balas. diperintahkan membalas surat tersebut yang menyatakan tidak ada lowongan Tanda tangan tersebut adalah tanda tangan yang mendisposisi Tanggal adalah tanggal waktu mendisposisi. 2.

Buku kas dapat dikerjakan dengan: A. Halaman debet. singkat tapi jelas. Halaman credit. Cara folio (scontro) 1. yaitu: a. 3) Untuk mencatat nonor urut dari bukti penerimaan uang. b. Halaman kredit itu terdiri dari beberapa kolom antara lain: 1) Untuk mencatat tanggal ketika pengeluaran uang tersebut. Cara folio dwi halaman Buku kas yang dikerjakan secara dwi halaman terdiri dari 2 buah muka halaman. Pondok Pesantren Darul Ulum . 4) Untuk mencatat jumlah uang yang diterima oleh kas pada tanggal itu. 2) Untuk mencatat segala keterangan untuk apa dan kepada siapa saja uang dikeluarkan 3) Untuk mencatat nomor urut dari buku pengeluaran uang. 2) Untuk mencatat keterangan dari mana saja yang didapati. yang dipergunakan untuk mencatat pengeluaran uang dengan menyebut sebab/alasan dikeluarkannya uang tersebut. Halaman debet terdiri dari beberapa kolom antara lain: 1) Untuk mencatat tanggal pemasukan uang tersebut. yang dipergunakan untuk mencatat pemasukan atau penerimaan uang dengan menyebut asal uang itu.Panduan Organisasi BUKU KAS 73 Buku kas ialah buku yang dipergunakan untuk mencatat masuk keluarnya uang dalam kas.

2. Penerimaan uang dengan menyebutkan sumbernya b. dipergunakan untuk mencatat tanggal penerimaan maupun pengeluaran keuangan. Pengeluaran uang dengan menyebutkan keperluannya. Kolom 3. Cara folio satu halaman (camera) Buku kas secara halaman (camera) adalah pembukuan keluar masuknya uang di dalam satu halaman. Biasanya pembukuan dengan cara ini dilakukan oleh kantor-kantor kecil. dipergunakan untuk menuliskan a. dipergunakan untuk menuliskan jumlah pengeluaran uang. nota pembayaran dan sebagainya. dipergunakan untuk menuliskan jumlah penerimaan uang. baik bukti kas penerimaan maupun pengeluaran. Kolom 5. Pondok Pesantren Darul Ulum . Nomor-nomor urut dibubuhkan pada bukti-bukti kas disebut nomor bukti kas. Kolom 2. Selisih antara jumlah penerimaan dengan pengeluaraan disebut saldo kas. yaitu Kolom 1.Panduan Organisasi 74 4) Untuk mencatat jumlah uang yang dikeluarkan pada tanggal itu Catatan: Buku kas dapat berupa kwitansi. Buku kas secara camera terdiri dari beberapa kolom. bon kontan. dipergunakan untuk menulis nomor urut dari bukti kas yang ada. Kolom 4. faktur.

6 Des.700. 5.Rp.000. 2.Rp.Rp. 6.Rp. 12.Rp.Rp.000.Panduan Organisasi 75 Contoh: Buku kas folio dwi halaman bulan Desember 2005 Tangg al Des.500.000. 1.Rp. 5 Des. 5 Des. 20.500 NB K 1 2 3 Jumlah Rp. 1 Des. 3.500. 26. 9 Uraian Gula 1 kg 2 lampu Obat-obatan Kertas Jumlah Saldo Rp.000.500 Contoh: Buku kas folio satu halaman bulan Desember 2005 Pondok Pesantren Darul Ulum .000. 2 Des. 400. 7 Uraian Saldo Kas bulan lu Iuran anggota Uang olah raga Café NBK 1 2 3 Jumlah Rp. 7.Rp. 26.Tangg al Des.Rp. 700. 2 Des.

Rp. 6. 12.000. 2 Des. 28 Des.Panduan Organisasi Tangg al Des.000. 1 Des.Rp. 26.000. 26. 7.000. 15 Des. 1.Rp.500.Rp.Rp.500.500.000. 13 Des. 26. 27 Des.500.Rp. 3.Rp.Rp.Rp. 14 Des. 2.Pengelua ran Rp. 400.Rp.Rp. Dikatakan begitu karena di dalamnya berisi kolom/lajur menurut keperluan kantor yang bersangkutan. Pondok Pesantren Darul Ulum .Rp. Cara Tabelaris Buku kas tabelaris disebut juga buku kas berlajur-lajur atau bergolong-golong. 20. 1.- 3.100. 16 Des. 500. 5. 30 Uraian Saldo kas bulan lalu Membeli bola sepak Iuran anggota Uang olahraga Membeli lampu Uang dari koperasi Membeli kaos lampu Membeli kertas Membeli obat-obatan Jumlah Saldo bulan lalu Jumlah semua NBK a 1 2 b 3 c d e 76 Jumlah Pemasuk an Rp.500.500.

Panduan Organisasi 77 Pada dasarnya merupakan perluasan dari buku kas secara folio. sedangkan halam yang ada sebelah kanan disebut kredit. Pondok Pesantren Darul Ulum . dimana halaman yang disebelah kiri disebut hlam debet.

OSDU memberikan andil yang cukup besar dalam upaya melaksanakan visi dan misi sekkolah. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam Pondok Pesantren Darul Ulum . menyalurkan kreatifitas. khususnya dalam pengembangan ranah afektif dan psikomotorik. Masing-masing mempunyai pengertian: a. Sebagai wadah aspirasi siswa. yaitu mewujudkan sumber daya yang unggul dalam iptek dan imtak sebagai bekal utama untuk menjadi pemimpin bangsa di masa yang akan datang. B. Pengertian OSIS 1.Panduan Organisasi 78 ORGANISASI SISWA DARUL ULUM (OSDU) A. Mengingat sistem sekolah di Pondok Pesantren Darul Ulum yang berpola asrama (boarding school) maka lingkup kerja para anggotanya selama berada di sekolah dan berlangsung selama mereka berada di lingkungan asrama. Intra dan Sekolah. Untuk itulah sistem organisasi yang dibangun mencakup seluruh aspek aktivitas siswa di Pondok Pesantren Darul Ulum. Secara Semantis Di dalam Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1993 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. Pendahuluan OSDU adalah suatu organisasi yang mempunyai peranan untuk mengemban aspirasi siswa. Siswa. jiwa kepemimpinan serta minat dan bakat mereka. Organisasi adalah kelompok kerjasama antara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Di Darul Ulum. OSDU dengan berabgai divisi yang ada merupakan sarana untuk mengembangkan kreatifitas mereka. Kepanjangan OSIS terdiri dari: Organisasi.

Intra adalah berarti terletak di dalam dan di antara. Secara Organisasi OSDU adalah salah satu wadah organisasi siswa yang sah di Pondok Pesantren Darul Ulum. yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan. d. Dalam hal ini OSDU dipandang sebagai suatu sistem. c. Sekolah adalah satuan pendidikan termpat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sehingga berjenjang dan berkesinambungan. Secara Fungsional Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan khususnya di bidang pembinaan kesiswaan di sekolah dan asrama. maka terminologi sekolah yang dimaksud adalah pola kesatuan baik di sekolah maupun di asrama. 4. mencakup pola pembinaan siswa di sekolah dan asrama. dimana sekumpulan siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan satu organisasi yang mampu mencapai Pondok Pesantren Darul Ulum . yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian/alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah. 2. Secara Sistem Apabila OSDU dipandang sebagai sistem berarti OSDU sebagai tempat kehidupan berkelompk siswa untuk berkejasama dalam mencapai tujuan bersama. Dengan sistem boarding school. Siswa adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah. 3. b. OSIS berarti suatu organisasi yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan.Panduan Organisasi 79 usaha mencapai tujuan bersama.

wawasan dan pengambilan keputusan. Peranan Sebagai salah satu jalur dari pembinaan kesiswaan. bakat dan minat siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari pengaruh negatif dari luar sekolah. Pondok Pesantren Darul Ulum . Menghimpun ide. yaitu: a. Memiliki susunan kehidupan kelompok c. Sebagai Wadah OSDU merupakan wadah kegiatan para siswa di Pondok Pesantren Darul Ulum bersama dengan jalur pembinaan yang lain utnuk mendukung tercapainya tujuan pembinaan kesiswaan. kreativitas. jiwa dan semangat kesatuan dan persatuan di antara para siswa. Mendorong sikap. pemikiran. Terkoordinasi e. peranan OSDU adalah. D. 1. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi. 3. Tujuan 1. menyampaikan pikiran dan gagasan dalam usaha untuk lebih mematangkan kemapuan berpikir. 2. Berkelanjutan dalam waktu tertentu. Berorientasi pada tujuan b. sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.Panduan Organisasi 80 tujuan pembinaan kesiswaan di sekolah dan asrama. Memiliki sejumlah peranan d. Oleh karena itu organisasi sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok. C.

dan yang penting kepuasan kepada anggota. mulai dari proses merencanakan. Pengelolaan OSDU selalu mengacu kepada buku Pedoman Santri dan buku Pekan Perkenalan dalam rangka mewujudkan visi dan misi sekkolah. maka Pondok Pesantren Darul Ulum . OSDU yang dibentuk adalah wadah organisasi siswa. menvaluasi dan mengembangkan sesuatu dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. melaksanakan. baik di sekkolah maupun di asrama. mengendalikan. E. memanfaatkan peluang dan perubahan. Oleh karena setiap siswa menjadi anggota OSDU selama masih di Pondok Pesantren Darul Ulum. Para pengurus baru dilantik langsung oleh Kepala Madrasah dengan disaksikan oleh Dewan Guru dan seluruh siswa. mengatur atau mengorganisasikan. Pengelolaan Pelaksanaan Pengelolaan merupakan suatu rangkaian kegiatan. Upacara pelantikan pengurus baru dilaksanakan usai LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) sekaligus serah terima dari pengurus lama dan pengambilan sumpah jabatan bagi pengurus baru. Sebagai Penggerak atau Motivator Motivator adalah perangsang yang menyebabkan keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan. Awal periode kepengurusan dimulai pada bulan September di setiap tahunnya.Panduan Organisasi 81 2. yaitu: menghadapi perubahan. OSDU tampai sebagai penggerak apabila para pembina dan pengurus mampu membawa OSDU untuk dapat menyesuaikan dan memenuhi kebutuhan yang diharapkan. memiliki daya tangkat terhadap ancaman.

Mengarahkan penyusunan Anggaran Rumah Tangga dan Program Kerja OSDU. Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas OSDU. pembinaan dan pengembangan OSDU. dan Pengurus OSDU. a. Memberikan arah kepada Ketua Umum OSDU dan Tim Formatus dalam penyusunan Pengurus OSDU. Rincian tugas: 1) Menugaskan guru sebagai pembina OSDU dengan Surat Keputusan Kepala Madrasah. 3. e. 2. pembinaan dan pengembangan OSDU. F. Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan. Menghadiri rapat-rapat. Kepala Sekolah b. c. d.Panduan Organisasi 82 keanggotaanny secara otomatis berarkhir dengan keluarnya siswa dari Darul Ulum. Perangkat Osdu Peraangkat OSDU terdiri dari: Penasehat OSDU. 3) Mengesahkan dan melantik Pengurus OSDU dengan Surat Keputusan Kepala Madrasah. Penasehat OSDU terdiri dari: a. 1. b. 2) Memberikan arahan kepada Pembina dalam pengelolaan. Takwa kepada Allah SWT Pondok Pesantren Darul Ulum . Pembina OSDU Pembina OSDU adalah guru yang ditugaskan oleh Kepala Madrasah yang disahkan dengan Surat Keputusan. Pembina OSDU. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Pengurus OSDU Syarat Pengurus OSDU: a.

Memimpin rapat. kehormatan dan martabat Pondok Pesantren Darul Ulum. e. Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. f. H. 3. 5. Selalu berkonsultasi dengan Pembina. Sekretaris Pondok Pesantren Darul Ulum . Setiap saat mengevaluasi kegiatan anggota kepengurusan. Selalu menjunjung tinggi nama baik. 2. Memiliki kemauan. d. Menggkoordinasikan semua anggota kepengurusan c. Struktur dan Rincian Tugas Pengurus 1. Ketua Umum a. Kewajiban Pengurus Osdu 1. Tidak duduk di Kelas 6 MA G. Kepemimpinan pengurus OSDU bersifat kolektif. Menyampaikan laporan pertanggungjawaaban kepada seluruh anggota pada akhir masa jabatan. 2. Menyusun dan melaksanakan Program Kerja sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga OSDU. b. Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh anggota kepengurusan. sehingga pelajarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSDU. c. 4. e. kemampuan dan pengetahuan yang memadai. Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orangtua. Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana.Panduan Organisasi 83 b. guru dan teman. Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat. d.

d. Bersama Ketua Umum menandatangani setiap surat. c. e. Memimpin rapat bagian. Bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan. d. hasil rapat dan evaluasi kegiatan. Melaksanakan kegiatan bagian yang telah diprogramkan. d. Memberi masukan/saran kepada Ketua Umum dalam mengambil keputusan. Mendampingi Ketua Umum dalam memimpin setiap rapat. Menyiapkan. Menetapkan kebijakan bagian dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat. Bertanggung jawab atas tertib administrasi organisasi. b. b. Bertanggung jawab atas seluruh kegitan bagian yang menjadi tanggung jawabnya. Ketua Bagian a. Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan atau pengeluaran uang atau biaya yang diperlukan. 3. surat. mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan. c. b. Bendahara a. Pondok Pesantren Darul Ulum . Bertindak sebagai notulis dalam rapat atau diserahkan kepada Wakil Sekretaris. c. Menyampaikan laporan keuangan secara berkala. g. Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan atau pengeluaran uang untuk pertanggungjawaban.Panduan Organisasi 84 a. f. Menyiapkan laporan. 4.

Bagian IMTAK (Iman dan Takwa) Program Kerja Rutin a. Perawatan dan Pengelolaan Perpustakaan c. Bakti Sosial e. Lomba Mading c. Studi Banding f. Penulisan Hadits b. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan bagian kepada Ketua Umum. Lomba kebersihan kamar. Puasa Sunnah (Senin dan Kamis) d. Pengiriman Darul Ulum Post ke sekolah lain g. Barzanji malam Jum’at Program Kerja Insidental a. Penerbitan Darul Ulum Post 7. Peringatan 1 Muharram d. Bagian IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) a. Kulma (Kuliah Lima Menit) ba’da Dzuhur. asrama dan kelas Pondok Pesantren Darul Ulum . f. Syiar Ramadhan 6. Peringatan Hari Raya Idul Adha c. 5. Papan informasi di gedung sekolah dan asrama 8. Kotak Dana Sosial d. Bagian Kebersihan Lingkungan a. e. Camping sambil berdakwah b. Peringatan Isro’ Mi’roj b. Lomba cerdas cermat b. Bagian Hubungan Sosial dan Kemasyarakatan a. c.Panduan Organisasi 85 e. Buka puasa bersama guru dan siswa. Yasinan.

kelas dan halaman Pengawasan Muhadloroh. c. e. Pramuka dan Muhadatsah Pengawasan rambut Pemberian penghargaan terhadap siswa terdisiplin Menjaga inventaris keamanan. a. g. d. c.Panduan Organisasi b. e. Pondok Pesantren Darul Ulum . d. Muhadloroh Tiga Bahasa b. e. f. b. b. Bagian Keamanan Apel/Upacara Senin Pelaksanaan sholat lima waktu Pengawasan piket asrama. 12. a. a. Month of Language 10. Lomba Pidato Tiga Bahasa c. 11. d. 86 Lomba poster lingkungan Penambahan tempat sampah Daur ulang Penempelan slogar/moto tentang kebersihan 9. Bagian Kepanduan Kegiatan Pramuka Mingguan Lomba baris berbaris Pelantikan Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) Camping Outbound Bagian Olahraga Pelatihan Bola Basket dan Sepakbola Mengadakan Darul Ulum Cup Senam Jum’at Pemeliharaan dan perawatan inventaris olahraga Pencatatan peminjaman barang invetaris olahraga. b. c. Bagian Bahasa a. c. d.

Pengesahan Dan Pelantikan a.Panduan Organisasi 87 I. STRUKTUR KEPENGURUSAN OSDU Pembina Ketua Umum Bendahara Bagian IMTAK Bagian Bahasa Bagian Keamanan Bagian IPTEK Bagian Lingkungan Bagian Kepanduan Siswa/Siswi Sekretaris Bagian Humas Bagian Olahraga Pondok Pesantren Darul Ulum . Berdasarkan lapooran pembina OSDU tentang terbentuknya susunan pengurus OSDU yang baru. b. Kepala Madrasah mengesahkan dengan mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Madrasah tentang susunan pengurus OSDU tersebut. Kepala Madrasah melantik seluruh pengurus OSDU secara terbuka di hadapan dewan guru dan seluruh siswa.

2. Tujuan Kegiatan Tujuan Kegiatan ini adalah: 1. Terciptanya santri/pelajar yang berakhlak mulia.Panduan Organisasi 88 LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS) A. 2. Di samping itu dalam rangka mengembangkan partisipasi siswa untuk mengatur setiap aktivitas yang dilakukan. handal. Meningkatkan potensi individu dan kelompok dan menggapai tujuan bersama. Pengurus OSDU merupakan kader dan calon pemimpin yang diharapkan peka terhadap aspirasi masyarakat dan dinamika lingkungannya. baik dalam pengaturan waktu. Dasar Pemikiran 1. Membentuk karaktek pemimpin yang kuat dan terarah. Untuk itu dirasa perlu untuk memberikan bekal kepada siswa/siswi dalam menghadapi masalah dalam organisasi khususnya dan masyarakat pada umumnya. 3. karena telah berakhirnya masa jabatan selama satu tahun dan kenaikan kelas para pengurus lama ke kelas enam. Pondok Pesantren Darul Ulum . kreatif. Patah tumbuh hilang berganti. B. Begitulah motto OSDU dalam mengantisipasi bergantinya kepengurusan yang lama kepada kepada kepengurusan yang baru. 3. inovatif dan bertanggung jawab. Semoga dengan LDKS ini melahirkan kader pemimpin yang tangguh secara akhlak dan intelektual. pemikiran dan kreativitas yang positif.

yaitu: 1. D. Latihan Kepemimpinan 7. Metode Latihan Untuk mencapai tujuan maka diupayakan pelaksanaan kegiatan ini dengan metode variatif. Outbond training for team building Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi 89 C. Ceramah 2. Dialog 3. Diskusi Kelompok 4. Penugasan 6. Simulasi 5. Peserta Peserta yang mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa adalah seluruh pengurus OSDU serta seluruh siswa MTs-MA Darul Ulum.

Dengan demikian penyelenggaraannya akan selalu ada perbedaan karena berbagai perbedaan karena perbedaan pola pikir. melalui diskusilah pribadi-pribadi tumbuh pada kelompok dan terbentuk. Definisi Diskusi adalah tukar pikiran antara peserta diskusi untuk memperoleh pengertian yang lebih tepat mengenai suatu masalah. pada masalah yang didiskusikan. Dalam suatu diskusi para pesertanya berpikir bersama dan mengungkapkan pikirannya sehingga menambah pengertian dirinya karena beraneka pandangan kawan-kawan diskui. Suatu kegiatan yang mencari kreativitas dan menyenangkan. Sebenarnya diskusi adalah kegiatan manusia yang ilmiah. Kegunaan Diskusi Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi 90 DISKUSI A. Diskusi itu diikuti oleh bebagai tingkatan ilmu yang dimiliki. B.

D.Panduan Organisasi 91 1. Dalam diskusi ini ditetapkan juri yang menilai kebenaran dan kesimpulankesimpulan dapat diambil. logis dan obyektif. Pondok Pesantren Darul Ulum . adalah suatu diskusi untuk menilai suatu masalah dimana seorang pemimpin bertindak sebagai moderator yang mengatur jalannya diskusi antara beberapa orang penulis. 2. Dapat bertindak bersama sesuai dengan rencana. kritis. Diskusi Panel. 2. Diskusi mampu membentuk diri peserta. tetapi sikap toleransi juga terus berkembang. Macam-Macam Diskusi 1. Belajar menghargai pendapat orang lain untuk mencapai kesimpulan yang benar. Menggali nilai-nilai di sekitar kita dengan seksama. keadaan ini menggugah kita untuk memperkembangkan ilmu ndan pengertian kita menurut prinsip yang benar dan mendorong kita untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Dengan diskusi kita akan terbuak kenyataan di sekeliling kita. terutama persoalan-persoalan yang berhubungan dengan manusia dan sikap mereka dalam menghadapi suatu masalah. Melatih untuk berani mengungkapkan pendapat sendiri dan berpikir secara tepat. 3. Tanya jawab dapat pula berlangsung bersama hadirin. 3. Merencanakan tindakan atau langkah supaya dapat menyelesaikan sesuatu masalah yang dihadapai. 4. Tujuan Diskusi 1. C. sebab tidak hanya mampu menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman serta kecapakan.

2. Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. 5. adalah suatu diskusi dimana pihak penyelenggara mengharapkan simposium beberapa ahli menyampaikan prasarat singkat dilanjutkan diskusi atau tukar pikiran di hadapan sejumlah hadirin. yang selanjutnya diperlukan tindak lanjut untuk menghadiri atau menyelesaikan kasus t ersebut disini pembimbing mengemukakan kasus. 5. Pedoman Untuk Peserta Diskusi 1. Insiden studi (Mempelajari peristiwa). mirip dengan cara studi tetapi kasusnya belum tersusun rapi dan jelas. Berbicaralah dengan jelas dan objektif. E. Seminar adalah suatu bentuk diskusi dimana pihak penyelenggara mengharapkan agar masalah yang didiskusikan tersebut memperoleh perhatian dari pihakpihak yang bersangkutan dan mengharapkan agar masalah tersebut segera ada penyelesaiannya. Tenang menghadapi kritik. 4. segala datanya yang merupakan suatu permasalahan yang memerlukan pemecahan. Pandangan dan pendirian yang berbeda terungkapkan dan kesimpulan-kesimpulan dapat diambil. mempelajari suatu kasusu yang telah diketahui sebab-sebab terjadinya.. Hadirin dapat mengajukan pertanyaan. 4. Cara Studi. 3. Berani berbicara. Cari kebaikan dan kebenaran.. yakni suatu rangkaian kejadian dengan segala liku-likunya.Panduan Organisasi 92 2. Simposium. Jangan saling berbisik. 3. Pondok Pesantren Darul Ulum . 6.

Pemimpin diskusi terdiri dari seorang ketua dan penulis. 2. Tanyakan hal yang masih kabur. 9. F.Panduan Organisasi 93 7. 2. tidak keras kepala atau malah salah faham. obyektif. rela dikritik. Pemimpin harus memberikan analisa tentang suatu hal yang agak kompleks. Pemimpin harus tegas dan berani. sekali ditemukan idenya akan menjadi milik bersama. Penulis adalah pita rekaman dari pada diskusi. 6. Tetap pada tema. 3. jangan keluar dari persoalan yang didiskusikan. Peimpin harus tetap zakelijk. 4. menjaga kelancaran diskusi. Dari surut yang berguna bagi seluruh kelompok. b. Pemimpin diskusi adalah jiwa seluruh peserta diskusi. Memperdalam bahan-bahan atau materi yang didiskusikan. diperbaiki dan dirubah. Tahu membatasi bicara tetapi berani mengungkapkan pendapatnya bila yang masih diam tanpa reaksi. adil tidak berat sebelah. Pimpinan Diskusi Sifat-sifat dan peranannya: 1. Dari sudut pandangan orang lain pula. G. 7. Pemimpin sidang dipimpin atau dipegang oleh ketua dan diharapkan dapat menguasai lalu lintas pertukaran pikiran. Dia berusaha melihat persoalan: a. Ciri-Ciri Peserta Diskusi yang Baik 1. Tehnik Pelaksanaan Diskusi Pondok Pesantren Darul Ulum . Dialah yang menghidupkan. 3. Dengan demikian. 5. 8. H. mengaktifkan dan mendorong para peserta.

Moderator mempersilahkan peserta diskusi untuk menyampaikan pendapatnya. 2. Pemrasaran : pembawa makalah dalam diskusi. Seluruh pendapat dalam diskusi ditulis oleh penulis. Moderator : pemimpin sidang diskusi. 5. Pondok Pesantren Darul Ulum . tanggapannya. Termin : pembatasan dan pembagian waktu. 3. I. 6. 4. 2. Apabila dipandang perlu moderator boleh mempergunakan termin-termin demi tertibnya diskusi. 5. Diskusan : peserta diskusi. Menetapkan makalah dari pihak pemrasaran. Pemrasaran menyampaikan makalah dengan jelas dan memberi waktu bagi peserta untuk bertanya. Tutor : pembimbing dalam diskusi (dalam latihan). Menentukan para petugas moderator. notulis. penyanggah. 4. Istilah-istilah dalam Diskusi 1. 2.Panduan Organisasi 94 1. Panelis : pembawa makalah dalam diskusi panel. Pengaturan Penyelenggaraan Diskusi Penyelenggaraan diskusi harus diatur sedemikian rupa hingga dapat menghasilkan permasalahan yang diharapkan: 1. Moderator memulai jalannya diskusi. pemrasaran dan pembimbing. J. menjelaskan tema secara global guna memudahkan pemrasaran untuk menyampaikan masalah. Moderator memberikan rangsangan dan pandangan agar timbul pendapat pro dan kontra serta benturan yang tajam dari para peserta. 3. Menetapkan permasalahan yang didiskusikan. 3.

Semua peserta dibuat merasa dekat dengan moderator dan tidak kesulitan apa-apa kalau memerlukan sesuatu kekurangan dari pihak moderator. pembanding penyanggah dengan peserta. Adanya ketetapan diskusi yang sudah disampaikan oleh pihak penyelenggara kepada semua peserta diskusi sebelum diskusi dimulai. Tempat diskusi diatur sedemikian rupa. pembanding atau penyanggah.Panduan Organisasi 95 4. 5. sehingga memudahkan komunikasi antar moderator. maupun dari pihak pemrasaran. 7. sudah dibagikan kepada peserta diskusi sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dari sempurna. pemrasaran. Makalah-makalah dari pihak pemrasaran penyanggah atau pembanding sebaiknya jauh sebelum diskusi diselenggarakan. Pondok Pesantren Darul Ulum . 6.

Panduan Organisasi 96 MOTTO SIAP MEMIMPIN DAN SIAP DIPIMPIN   Pondok Pesantren Darul Ulum .

MALAS TERGILAS BERHENTI MATI   BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI TAKUT MATI JANGAN HIDUP TAKUT HIDUP MATI SAJA Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi 97 PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI  SEBESAR KEINSYAFANMU SEBESAR ITU PULA KEUNTUNGAN MU  HIDUP SEKALI HIDUPLAH YANG BERARTI LAMBAN KETINGGALAN.

Panduan Organisasi 98 PEKERJAAN ITU KALAU DICARI BANYAK TAPI KALAU DIKERJAKAN KURANG  PERJALANAN 1000 KM HARUS DIMULAI DARI AYUNAN LANGKAH KAKI YANG PERTAMA   SEDIKIT BICARA BANYAK KERJA Pondok Pesantren Darul Ulum .

.................... G.............. Pola Management (POACE)................. B......................... F........ Tugas dan Kewajiban Anggota Organisasi ............... Sasaran Management......................................................................... C.............. C......... Planning ..... D.. H..... E.............. Koordinasi... Pengertian Organisasi...................... B.... Tujuan Management............................................. C.............. B..... Kebutuhan Akan Rasa Aktualisasi ..... Controlling...................... Organizing..... B........................... Kebutuhan Akan Rasa Belongness dan Love..................... Ketrampilan Kerja......................................................... B.. E............................................................ D... C.......... FAKTOR ALAT KERJA A............ Identitas dan Tujuan Organisasi ........... MANAGEMENT A........................... Komunikasi... Masalah Organisasi................................................... b.................... TINGKATAN ORGANISASI MENURUT TERITORIALNYA A............ LEADERSHIP 3 4 4 4 4 6 7 7 8 9 9 11 11 11 12 12 12 14 14 14 16 16 17 17 18 19 20 Pondok Pesantren Darul Ulum .............. Organisasi Luar Sekolah .................................. Pengertian Management. Kebutuhan Akan Rasa Aman ..................... Pembagian Departemen....... Organisasi Sekolah .......................................... Keadaan Tempat Kerja..... Kebutuhan Akan Rasa Berpartisipasi ......... Actuating ........................... E.................. Kebutuhan Akan Rasa Harga Diri...........................Panduan Organisasi 99 DAFTAR ISI KATA SAMBUTAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PENDAHULUAN ORGANISASI A........................... c.................. a............... Organisasi Kelas ....................... d...................................... CARA YANG BAIK DALAM MEMBERIKAN PERINTAH A................. Instruksi/Perintah.......... Sifat-sifat Manager.... D........................

....................Panduan Organisasi 100 21 23 24 24 25 25 26 27 28 28 30 A.......................... B............. E............... Anggaran Dasar Organisasi..................................... Surat Yang Segera Disimpan ........................................... Teknik Kepemimpinan dan Sikap Mental Anggota ....... F..... Perumusan Arsip ............................................................ ADMINISTRASI ............ Bagian-bagian Arsip .. Isi Surat ....................... Faktor-faktor Partisipasi Anggota....... Gaya Kepemimpinan............. D........ Anggaran Rumah Tangga Organisasi ....................... H....... K...... G.......................... Sifat-sifat Pemimpin. B.................. J............................ Teori Kepemimpinan............................................... B.......... Cara-cara rapat...................... I................................................................. E....... PANITIA A................ D.... Penyelenggaraan Surat .................................................. Petunjuk Dalam Menjalankan Panitia dengan Efektif ............. C.............................. Type-type Pemimpin ......................... Pedoman Menentukan Panitia/Komite........... Cara Penyimpanan Arsip ................................................... Jenis Surat ............................. 32 33 33 34 37 38 39 41 41 42 42 46 48 48 49 49 Pondok Pesantren Darul Ulum ...................................... B. Sistem Kearsipan ......................30 C.................. Kepribadian Pemimpin...................31 RAPAT A................. Pimpinan Rapat............................. B................ Nomor Surat ................................ D............................................................. D................. Kewibawaan dan Tanggung Jawab...... C.................. Aspek-aspek yang Merugikan dalam Kepanitiaan .....21 C........................................................ Perencanaan Rapat......... Macam-macam Rapat ........... AD DAN ART ORGANISASI A.......... Situasi Kepemimpinan................ B................................................ ARSIP A.... C................ SURAT A............... Bagaimana Seseorang Menjadi Pemimpin . Teknik Kepemimpinan .................

.................. Tujuan ........................................... E........................ BUKU AGENDA SURAT A......................................................... F............................... Menutup Agenda ............... Peranan ............................. D......... B............................................................... DISPOSISI........................................................................ Tujuan Diskusi ................ LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS) B............................. Pendahuluan............... Mengagendakan Surat ............. Kegunaan Diskusi................. Kewajiban OSDU ............. B.............................. C................... Dasar Pemikiran..... Ciri-ciri Peserta Diskusi Yang Baik ......................................... E............... E....................... Perangkat OSDU . Identitas Pemilik ............... Kewajiban Agendaris ............ C............ MOTTO.......... Istilah-istilah Dalam Diskusi .......... I.................................................................. C..... Pedoman Untuk Peserta Diskusi ................................................. Macam-macam Diskusi ............................ F........................ BUKU EKSPEDISI................ Pengertian OSIS ........................................ Metode Latihan ..... Pimpinan Diskusi .............................. D....... Tujuan Kegiatan............... H................................................................................................................................. Peserta .................................................................... Definisi .................... Surat Yang Tidak Segera Disimpan ....... G...................... Pondok Pesantren Darul Ulum ...................... Pengaturan Penyelenggaraan Diskusi ............................. Pengelolaan Pelaksanaan .. PEDOMAN BERDISKUSI A......... C............. Teknik Pelaksanaan Diskusi ...... J............... D............. ORGANISASI SISWA DARUL ULUM (OSDU) A............................... B............... G... BUKU KAS...........................Panduan Organisasi 101 49 50 50 51 53 54 55 58 58 59 60 60 61 26 67 67 67 67 69 69 69 70 70 70 70 70 72 72 F..............................

Wb. 102 Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Buku Panduan Organisasi untuk santri Pondok Pesantren Darul Ulum khususnya dan bagi umat Islam pada umumnya. Bila pada cetakan kedua ini terdapat kekeliruan dan kesalahan dalam penulisan atau apapun bentuknya. Pondok Pesantren Darul Ulum . Buku ini dapat dipergunakan sebagai bekal praktis Latihan Dasar Kepemimpinan dan Organisasi siswa di dalam kampus Pondok Pesantren Darul Ulum. kami mohon untuk dikoreksi dan ditegur agar dapat disempurnakan dan menjadi manfaat bagi kita semua.Panduan Organisasi KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Buku ini disusun berdasarkan sumber aslinya yang berasal dari Pondok Modern Gontor dengan berjudul “Tuntunan Berorganisasi” yang dilengkapi dengan buku dari MA Unggul (Insan Cendikia).

103 Tangerang. 15 September 2008 Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Ahmad Fauzi al-Mubarok.Ag Pondok Pesantren Darul Ulum .Wb. M.Panduan Organisasi Wassalamu’alaikum Wr.

Tangerang.) Pondok Pesantren Darul Ulum .Panduan Organisasi Identitas Santri Nama lengkap : 104 …………………………………………………… Nama panggilan : …………………………………………………… Tempat.. ……………………… (…………………………………………. tanggal lahir : …………………………………………………… Hobby : …………………………………………………… Alamat lengkap : …………………………………………………… …………………………………………………… Kode Pos……………Telp/Hp…………………..

Panduan Organisasi 105 Panduan Berorganisasi Edisi Kedua September 2008 Penyusun: Ahmad Fauzi al-Mubarak.Ag Sumber: * Buku Tuntunan Berorganisasi Pondok Modern Darussalam Gontor * Buku Madrasah Aliyah Unggul Departemen Agama RI Penerbit: Pondok Pesantren Darul Ulum Pondok Pesantren Darul Ulum . M.

Selapajang Jaya – Kec.Panduan Organisasi * Untuk kalangan sendiri UNTUK KALANGAN SENDIRI 106 Pondok Pesantren Darul Ulum Jl. Marsekal Surya Darma – Rawa Rotan Kel. Neglasari .Kota Tangerang Pondok Pesantren Darul Ulum .

Panduan Organisasi 107 Propinsi Banten – Indonesia (021) 5503103 / 5590952 Pondok Pesantren Darul Ulum .